Materi Geologi - Stratigrafi 1.

Pengertian Stratigrafi

Stratigrafi mempunyai arti sempit yaitu ilmu pemerian lapisan–lapisan batuan. hal teresbut ditinjau dari arti katanya yaitu, strata (stratum) yang berarti lapisan batuan, dan grafi (grafis) yaitu pemerian/gambaran. Arti luas dari stratigrafi adalah ilmu yang membahas aturan, hubungan, dan kejadian (genesa) macam-macam batuan di alam dalam ruang dan waktu. Ilmu stratigrafi muncul di Britania Raya pada abad ke 19. Perintisnya adalah William Smith. Kala itu diamati bahwa beberapa lapisan muncul pada urutan yang sama (superposisi). Kemudian ditarik kesimpulan bahwa lapisan tanah yang terendah merupakan lapisan yang tertua, dengan beberapa pengecualian.

2. ·

Hukum-hukum Stratigrafi Uniformitarianisme

“The Present is the key to the past.” (James Hutton, 1785) Maksudnya adalah bahwa proses-proses geologi alam yang terlihat sekarang ini dipergunakan sebagai dasar pembahasan proses geologi masa lampau. Uniformitarianisme adalah peristiwa yang terjadi pada masa geologi lampau dikontrol oleh hukumhukum alam yang mengendalikan peristiwa pada masa kini. Contoh :pembentukan endapan sediment di muara sungai yang membentuk delta, akan menghasilkan 3 bagian yang berbeda kemiringan lapisan batuan, maka bila dijumpai tipe endapan yang terdiri dari top set, bottom set, dan fore set, menunjukkan adanya proses pengendapan di muara sungai. Jadi penentuan paleogeografi bisa ditentukan berdasar pembacaan data yang terekam pada batuan. Dengan mudah kita dapat menentukan kedalaman lingkungan sediment laut berdasar keberadaan fosil organisme,terumbu karang, yang menunjukan laut dangkal, dan endapan diatome untuk laut dalam. · Original Horizontality

Sedimen yang baru terbentuk cenderung mengikuti bentuk dasarnya dan cenderung untuk menghorizontal, kecuali cross bedding. Hal ini karena pengaruh sedimen dikontrol oleh hukum gravitasi dan hidrolika cairan. · Superposisi

Dalam keadaan yang tidak terganggu, lapisan paling tua akan berada dibawah lapisan yang lebih muda. Hal ini secara logis dapat dijelaskan bahwa proses pengendapan mulai dari terbebtuknya lapisan awal yang terletak di dasar cekungan, selanjutnya ditutup oleh lapisan yang terendapkan kemudian, yang tentu lebih muda dari ditutupinya. · Cross Cutting Relationship

5. Cross-cutting Relationship Paleontologi. Fosil-fosil yang dijumpai pada perlapisan batuan secara perlahan mengalami perubahan kenampakan fisiknya (ekibat evolusi) dalam cara yang teratur mengikuti waktu geologi. terjadi jika suatu aliran telah mengerosi endapan yang lebih tua pada suatu tempat.” Prinsip-prinsip Cross-cutting Relationship : 1. Demikian pula suatu kelompok organism secara perlahan digantikan oleh kelompok organism lain. Sebagai contoh suatu terusan atau saluran yang terisi oleh pasir. fosil yang berada pada lapisan bawah akan berbeda dengan fosil di lapisan atasnya. terjadi jika adanya akt4itas hewan dan tumbuhan yang tumbuh. Hubungan antara kemiringan lapisan batuan dan topografi daerah dirumuskan dengan Hukum “V”. 3. struktur geologi atau bentuk-bentuk geologi yang lain. · Lateral Continuity Pengendapan lapisan batuan sedimen akan menyebar secara mendatar. sampai menipis atau menghilang pada batas cekungan dimana ia diendapkan. Cross-cutting Relationship Sedimentasi. Lapisan yang diendapkan oleh air terbentuk terus-menerus secara lateral dan hanya membaji pada tepian pengendapan pada masa cekungan itu terbentuk. 4. Suatu perlapisan batuan yang mengandung fosil tertentu dapat digunakan untuk koreksi antara suatu lokasi dengan lokasi yang lain.Hukum ini menyatakan bahwa “Batuan yang terpotong mempunyai umur geologi yang lebih tua daripada yang memotong. dan aliran di sepanjang lembah). · Hukum “V” Pola penyebaran singkapan batuan dipengaruhi oleh kemiringan lapisan batuan dan topografi. Suatu perlapisan tertentu dicirikan oleh kandungan fosil tertentu. . terjadi pada daerah yang berliku atau bergelombang (sungai. Cross-cutting Relationship Geomorfologi. Cross-cutting Relationship Struktural. terjadi jika erosi permukaan atau ketidakseragaman memotong batuan yang lebih tua. Cross-cutting Relationship Stratigrafi. · Faunal Succesion Fosil (fauna) akan berbeda pada setiap perbedaan umur geologi. Sebagai contoh ketika jejak hewan yang terbentuk atau terendapkan pada endapan berlebih. dimana suatu retakan yang memotong batuan yang lebih tua 2.

ruang lingkup stratigrafi terus mengalami perluasan. namun terbukti mampu mengembangkan prinsip-prinsip yang dapat dipakai untuk menafsirkan dan menganalisis data batuan sedimen. 1963) (part 1) 1. Adanya perbedaan ancangan dan konsep ini mengindikasikan kondisi pancaroba dari stratigrafi dan sedimentasi pada saat sekarang. Namun. Grabau (1913) mendefinisikan stratigrafi sebagai “sisi anorganik dari geologi sejarah. Masa-masa persaingan dan pertentangan tafsiran seperti itu tidak perlu mengecilkan hati. selama umur geologi”. ditambah dengan berkembangnya berbagai teknik dan alat baru untuk menganalisis material sedimen. Saat itu. Masuknya data bawah permukaan. Akhir-akhir ini. bahkan harus disyukuri. mereka lebih banyak menghabiskan waktunya untuk memerikan singkapan. Para ahli stratigrafi generasi masa lalu. namun ada juga yang gugur karena tidak sesuai lagi dengan data baru. mendorong para ahli untuk melakukan tinjauan kritis terhadap konsep-konsep yang semula dianggap sebagai konsep yang tidak lekang karena waktu(time-honored concepts).Stratigrafi dan Sedimentasi (Krumbein & Sloss. para ahli stratigrafi didorong untuk menyempurnakan atau menghapus sama sekali konsep stratigrafi lama. semenjak empat dasawarsa lalu. Penekanan yang diberikan Grabau pada proses-proses anorganik dan faktor-faktor organik dalam karya tulisnya secara tidak langsung memperluas definisi yang diberikannya serta mengindikasikan bahwa ruang lingkup stratigrafi mengalami perluasan. menyusun. Definisi ini mencerminkan konsep semula dari stratigrafi. pekerjaan stratigrafi umumnya berupa pemerian batuan sedimen di kerak bumi. atau perkembangan litosfir dari waktu ke waktu.1 Stratigrafi Dalam Principles of Stratigraphy. Perlu disadari oleh para pembaca bahwa dalam . sebelum tiba saatnya bagi kita untuk memutuskan hipotesis dan azas praktis mana yang lebih sahih. Peninjauan ulang terhadap prinsip lama dan pengajuan prinsip baru banyak terbantu dengan diterbitkannya sintesis-sintesis stratigrafi dalam bentuk buku. Hal itu terutama terjadi karena adanya perkembangan yang pesat dalam kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas. Pada dekade-dekade berikutnya. Pembaca akan melihat adanya perbedaan penting dalam penekanan dan tafsiran yang dijelaskan dalam buku ini dengan apa yang dijelaskan oleh ahli-ahli lain. meskipun sebagian besar menghabiskan waktunya untuk melakukan pemerian. hingga mencakup sebagian besar materi bahasan paleontologi (dengan pengecualian untuk sistematika dan morfologi deskriptif dari fosil). dan menggolongkan batuan berlapis. Fasa perkembangan itu terus berlanjut hingga sekarang.1 RUANG LINGKUP STRATIGRAFI DAN SEDIMENTASI 1. hingga kini. Banyak diantara prinsip-prinsip itu yang masih sahih hingga sekarang. Sekarang ini stratigrafi bisa dipandang sebagai disiplin terpadu yang mengkombinasikan berbagai data dari hampir semua cabang ilmu bumi sedemikian rupa sehingga dari hasil pengkombinasian itu dapat diperoleh gambaran mengenai sejarah bumi.1. misalnya seperti buku-buku yang disajikan pada bagian akhir dari bab ini. yaitu sebagai suatu cabang ilmu geologi yang memerikan. para ahli stratigrafi sebenarnya baru melaksanakan aspek deskriptif dari stratigrafi. Sebelum Perang Dunia I. Proses penyempurnaan itu kadang-kadang berlangsung begitu cepat. aspek deskriptif stratigrafi mengalami perluasan dengan diperolehnya cara untuk memerikan batuan bawah permukaan.

Dalam pengertian yang lebih luas. dan pengendapan material pembentuk batuan serta diagenesis dan litifikasi. studi prosers-proses pembentukan dan penyebaran sedimen resen yang dilakukan oleh para ahli sedimentasi menghasilkan prinsip-prinsip yang bisa dipakai untuk menafsirkan rekaman batuan.1. prinsip-prinsip yang sekarang dipandang sahih bisa saja menjadi tidak sahih di masa mendatang dan hanya akan diingat orang sebagai suatu kilas sejarah. Karena itu. Banyak prinsip dan konsep yang semula dianggap hanya menarik dari sisi akademis. batas-batas antara stratigrafi “akademis” dengan stratigrafi “terapan” makin tidak jelas. sering dipandang hanya terbatas pada studi untuk mengenal dan menentukan lokasi satuan batuan yang berasosiasi dengan mineral ekonomis.2 Sedimentasi Dalam pengertian yang terbatas. istilah itu digunakan sebagai sinonim dari petrologi sedimen dan petrografi sedimen yang sama-sama membahas tentang pemerian. Biologi terutama mempelajari proses-proses dan pola-pola organik masa kini. Hubungan yang erat antara stratigrafi dengan sedimentasi mirip dengan hubungan antara biologi dengan paleontologi. dan penafsiran batuan sedimen. Secara akademis. Hal ini dilakukan karena para mahasiswa strata-1 umumnya kurang mendapat materi sedimentasi yang cukup kuat. Analog dengan itu. tidak demikian halnya dengan paleontologi. Para mahasiswa dan kaum profesional yang berpengalaman didorong untuk ikut larut dalam kondisi pertentangan mengenai topik-topik tertentu yang sifatnya kontroversial seperti perbedaan pendapat antara para penulis buku-buku sejenis. Stratigrafi terapan.tahap perkembangan ilmu yang begini cepat. pengangkutan.3 Stratigrafi Akademis dan Stratigrafi Terapan Pada masa lalu ada kecenderungan untuk membuat membedakan stratigrafi “akademis” dengan stratigrafi “praktis” atau stratigrafi “terapan”. dalam buku ini penulis menekankan aspek sedimentasi. Buku ini banyak membahas tentang materi sedimentasi. . Dalam buku ini penulis tidak bermaksud untuk mengkristalisasikan pemikiran stratigrafi dan sedimentasi secara tegas. maka pengetahuan para ahli stratigrafi lebih banyak tergantung pada sedimentasi daripada terhadap ilmu-ilmu pendukung lain. Melalui buku ini kami hanya akan memberikan suatu kerangka dasar pengetahuan stratigrafi dan sedimentasi yang memungkinkan para pembaca siap untuk menerima konsep-konsep baru yang tumbuh dari data dan hasil analisis yang dilakukan di masa mendatang. Proses-proses dan pola-pola organik masa lalu menghasilkan rekaman paleontologi yang harus ditafsirkan dengan cara menerapkan prinsip-prinsip biologi. Rekaman stratigrafi sebagian besar merupakan produk sedimentasi yang berlangsung secara kontinu selama waktu geologi.1. 1. penggolongan. tertanya dapat diterapkan langsung untuk memecahkan berbagai masalah praktis. Dengan makin disadarinya bahwa penelitian-penelitian stratigrafi merupakan ancangan yang sahih untuk menemukan migas. Ilmu lain yang memberikan dukungan sekunder pada stratigrafi adalah paleontologi. Karena batuan sedimen merupakan bahan kajian dasar dalam stratigrafi. istilah “sedimentasi” (sedimentation) dipakai untuk menamakan proses-proses pembentuk-an batuan sedimen. Dewasa ini. termasuk didalamnya asal-usul. stratigrafi diarahkan pada kegiatan pemerian dan penamaan satuan-satuan stratigrafi serta analisis rekaman sedimen untuk merekonstruksikan sejarah geologi. 1. di lain pihak.

dalam Bab 3 akan dijelaskan cara-cara yang dapat dipakai untuk memperolehnya. Hal itu akan dibahas pada Bab 6. Sejarah dan penanganan praktis yang dilakukan untuk menggolongkan dan menyusun kolom stratigrafi akan dibahas pada Bab 2. Karena itu. yakni penggambaran ekivalensi satuan-satuan stratigrafi. bersamaan dengan pembahasan tentang hubungan vertikal dan lateral dari strata. . Aspek-aspek analitik dari stratigrafi akan dijelaskan pada Bab 9. materi paleontologi yang analog dengan penjelasan untuk sedimen dan batuan sedimen tidak dijelaskan lagi dalam buku ini. Sebagaimana diindikasikan oleh tabel 1-1. Topik yang kompleks ini memerlukan penggabungan banyak materi yang telah dijelaskan pada bab-bab sebelumnya serta merupakan suatu syarat mutlak untuk memecahkan masalah korelasi stratigrafi yang kompleks.1 Stratigrafi Fisik dan Biostratigrafi Materi bahasan stratigrafi secara konvensional dibagi menjadi dua bagian. Bagi mahasiswa yang belum berpengalaman atau belum terlatih dalam kegiatan pengumpulan informasi stratigrafi. termasuk didalamnya penyigian gejala-gejala fisik dan biologi dari lingkungan sedimen. Menurut prinsip uniformitarisme. Semua bahan kajian diperoleh dari hasil pengamatan singkapan atau kegiatan pemboran. Bio-stratigrafi banyak mencakup pengetahuan biologi dan paleontologi yang dapat diterapkan pada studi stratigrafi.3 Stratigrafi Analitik Analisis stratigrafi mencakup kegiatan penggabungan data hasil pemerian dan penyusunan data itu. Bab 4 dan Bab 5 akan menjelaskan sifat. 1. Proses penggabungan memungkinkan diterapkannya prinsip-prinsip stratigrafi sedemikian rupa sehingga data mentah akan berubah menjadi data yang siap ditafsirkan.2. ditambah aspekaspek fisik dari stratigrafi analitik-interpretatif.2. dan 8. Walau demikian. 1. Korelasi. materi-materi stratigrafi fisik dapat diasumsikan relatif konstan selama waktu geologi serta dikenai oleh proses-proses fisika dan kimia yang seragam. yakni stratigrafi fisik dan biostratigrafi (tabel 1-1). Di lain pihak.2 SUSUNAN MATERI BAHASAN 1. ada perbedaan antara keduanya. Penjelasan ini dibuat dengan asumsi bahwa pembaca telah memiliki pengetahuan dasar paleontologi. komposisi. Hal mendasar yang perlu dimiliki untuk dapat menyusun bahan kajian stratigrafi adalah pengetahuan tentang proses sedimentasi dan semua faktor biologi yang memegang peranan penting dalam stratigrafi.para ahli stratigrafi sekarang merupakan pihak yang paling aktif dalam mengembangkan berbagai prinsip dan konsep stratigrafi tingkat lanjut. 1. dan penggolongan sedimen dan batuan sedimen. semua komponen stratigrafi fisik analog dengan komponen biostratigrafi. Stratigrafi fisik mencakup semua komponen sedimentasi.2. akan dibahas pada Bab 10.2 Penyusunan Data Stratigrafi Penyelesaian masalah stratigrafi dimulai dengan pengamatan dan penyusunan bahan kajian secara sistematis (tabel 1-1). 7. semua materi organik dari biostratigrafi berubah secara progresif dari waktu ke waktu di bawah pengaruh evolusi organik.

dan J. Bibliografi yang disajikan dalam buku ini terutama ditujukan pada karya-karya tulis penting yang diterbitkan sebelum tahun 1961. then we may hope that paleogeography.4 Stratigrafi Interpretatif Sebagian besar studi stratigrafi dilakukan untuk menyelesaikan masalah paleogeografi. Pada fasa ini berbagai data yang telah dikumpulkan. Pengacuan terhadap makalah-makalah penting diperlihatkan dalam teks buku ini.Tektonik kerak bumi mempengaruhi ketebalan dan karakter sedimen yang terakumulasi. and when the sciences of Lithogenesis [sedimentation]. are given their due share in the comprehensive investigation of the history of our earth.” 1. O. Tampaknya apa yang telah dikemukakan oleh Grabau (1913) dalam paragraf terakhir dariPrinciples of Stratigraphy masih tetap sesuai untuk kita hayati bersama: “When the science of Stratigraphy has developed so that its basis is no longer purely or chiefly paleontological. Asosiasi litologi dan implikasinya akan dibahas pada Bab 13. serta pendekatan praktis dan teoritis terhadap tektonik sedimen akan dibahas pada Bab 11. Stratigrafi interpretatif merupakan fasa akhir dari studi stratigrafi. 1957. the youthful daughter science of Stratigraphy. [Buku tingkat menengah yang ditulis oleh otoritas stratigrafi. atau geologi ekonomi. penyempurna. Pembaca hendaknya sering menelaah karya tulis baru yang dapat berperan sebagai pelengkap. Bab 12 menjelaskan tipe-tipe peta stratigrafi. Pembaca.3 BIBLIOGRAFI Banyak materi bahasan buku ini diambil dari berbagai makalah yang tersebar dalam literatur ilmiah yang terus bertambah. Asosiasi ini merupakan tahapan puncak dalam kegiatan analisis dan presentasi data stratigrafi. teknik pemetaan trimatra. Khuluk kerangka tektonik sedimen-tasi. khususnya para mahasiswa. as well as of Biogenesis. atau pengganti konsep-konsep lama sedemikian rupa sehingga dapat terus mengikuti perkembangan stratigrafi dan sedimentasi. Batuan sedimen dapat membentuk asosiasiasosiasi alami yang beragam. Daftar bacaan yang dijadikan acuan dalam penyusunan setiap bab disajikan pada akhir dari buku ini. C. New York: John Wiley & Sons. prinsip-prinsip geotektonik. dan penerapan teknik tersebut untuk memecahkan masalah stratigrafi. Bacaan-bacaan standar yang dapat digunakan sebagai bahan kajian tambahan untuk memahami isi buku ini adalah: Dunbar. hendaknya menyadari bahwa dari waktu ke waktu banyak data dan konsep baru memasuki dunia stratigrafi dan sedimentasi. will have attained unto that stature which will make it the crowning attraction to the student of earth history. 1. Banyak konsep yang diajukan oleh kedua penulis ini berbeda dengan konsep yang dijelaskan dalam Stratigraphy and Sedimentation] . Rodgers. disusun. geologi sejarah.2. dan dianalisis mulai disintesakan dan ditafsirkan. of Orogenesis and Glyptogenesis [gradation]. Satu kelebihan yang dapat dilihat dariPrinciples of Stratigraphy adalah pembahasannya yang baik mengenai lingkungan pengendapan serta pemaparan yang jelas tentang konsep-konsep stratigrafi dan penerapannya. Principles of Stratigraphy.

Weller. Buku klasik ini dipandang sebagai puncak karya seorang ahli stratigrafi dan sedimentasi Amerika. W. New York: McGraw-Hill. Twenhofel. penggolongan. 1950. . J. 1957. dan penafsirannya. [Buku dan acuan tingkat tinggi yagn membahas tentang sedimen dan batuan sedimen: pemerian. New York: Harper. M. [Buku ajar tingkat tinggi yang membahas banyak topik yang mirip dengan topik bahasan Stratigraphy and Sedimentation. Stratigraphic Principles and Practices. Sebagian tafsiran yang disajikan dalam Stratigraphic Principles and Practices berbeda dengan apa yang tercantum dalamStratigraphy and Sedimentation. Buku ini tidak membahas pemerian dan penafsiran secara lengkap]. J. Sedimentary Rocks. Buku ini merupakan produk integrasi dan sintesis oleh seorang peneliti yang berpengalaman baik dalam aspek fisik maupun aspek biologi dari stratigrafi. F. Pembaca diharapkan dapat mengacu Sedimentary Rocks bila penjelasan dalam Stratigraphy and Sedimentation belum jelas].Pettijohn. Edisi-2. Principles of Sedimentation. H. 1960. New York: Harper. Isi dari Stratigraphy and Sedimentation banyak dipengaruhi oleh buku ini. [Buku ajar tingkat menengah yang membahas tentang batuan sedimen dan proses sedimentasi. Karena itu. Stratigraphic Principles and Practices dapat dijadikan salah satu acuan untuk memperoleh pandangan yang berbeda dari apa yang disajikan dalam Stratigraphy and Sedimentation].

PRINSIP-PRINSIP DASAR STRATIGRAFI Prinsip-prinsip yang digunakan dalam penentuan urut-urutan kejadian geologi adalah sebagai berikut: 1. hamparan) dan Grafia (memerikan. Umur Relatif Batuan Sedimen 2. terjadi setelah proses pengendapan. Hukum Datar Asal (Original Horizontality) Prinsip ini menyatakan bahwa material sedimen yang dipengaruhi oleh gravitasi akan membentuk lapisan yang mendatar (horizontal). Jadi pengertian stratigrafi yaitu suatu ilmu yang mempelajari tentang lapisan-lapisan batuan serta hubungan lapisan batuan itu dengan lapisan batuan yang lainnya yang bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan tentang sejarah bumi. kecuali pada lapisan-lapisan yang telah mengalami pembalikan. lapisan yang paling tua akan diendapkan paling bawah.Stratigrafi PENDAHULUAN Stratigrafi merupakan salah satu cabang dari ilmu geologi. menggambarkan). yang berasal dari bahasa Latin. . Implikasi dari pernyataan ini adalah lapisan-lapisan yang miring atau terlipatkan. yaitu pada kerak bumi tempat diendapkannya sedimen. Prinsip Superposisi Prinsip ini sangat sederhana. Strata (perlapisan.

terumbu.Pengecualian : Pada keadaan tertentu (lingkungan delta. Dalam keadaan normal suatu lapisan sedimen tidak mungkin terpotong secara lateral dengan tiba-tiba. kecuali oleh beberapa sebab yang menyebabkan terhentinya kesinambungan lateral. . batugamping. 3. 4. Penerusan bidang perlapisan adalah penerusan bidang kesamaan waktu atau merupakan dasar dari prinsip korelasi stratigrafi. atau perbedaan lapisan batuan pada umur yang sama (menjemari).Pembajian Menipisnya suatu lapisan batuan pada tepi cekungan sedimentasinya Penipisan Lapisan Sedimen pada Tepian Cekungan .Perubahan Fasies Perbedaan sifat litologi dalam suatu garis waktu pengendapan yang sama. Azas Pemotongan (Cross Cutting) Prinsip ini menyatakan bahwa sesar atau tubuh intrusi haruslah berusia lebih muda dari batuan yang diterobosnya. yaitu : . Prinsip Kesinambungan Lateral (Continuity) Lapisan sedimen diendapkan secara menerus dan berkesinambungan sampai batas cekungan sedimentasinya. dll) dapat terjadi pengendapan miring yang disebut Kemiringan Asli (Original Dip) dan disebut Clinoform. pantai.

Penghilangan Lapisan Secara Lateral . Azas Suksesi Fauna (Faunal Succesions) Penggunaan fosil dalam penentuan umur geologi berdasarkan dua asumsi dalam evolusi organik. Sehingga dapat dikatakan bahwa suatu . Pemancungan atau pemotongan terjadi pada lapisan batuan di bawah bidang ketidakselarasan.Pemancungan atau Pemotongan karena Ketidakselarasan Dijumpai pada jenis ketidakselarasan Angular Unconformity di mana urutan batuan di bawah bidang ketidakselarasan membentuk sudut dengan batuan diatasnya. Gambar Pemancungan . Gambar Dislokasi 5.Dislokasi karena sesar Pergeseran lapisan batuan karena gaya tektonik yang menyebabkan terjadinya sesar atau patahan. Asumsi pertama adalah organisme senantiasa berubah sepanjang waktu dan perubahan yang telah terjadi pada organise tersebut tidak akan terulang lagi.

sehingga teori ini lebih umum disebut dengan teori Malapetaka. Bumi tercatat telah mengalami sembilan kali siklus geologi. Catatan buat adik-adik : Kesimpulan dari teori Uniformitarianisme adalah : Proses-proses alam berlangsung secara berkesinambungan. Hal ini menjelaskan bahwa rangkaian pegunungan-pegunungan besar. akan tetapi melalui proses alam yang berjalan dengan sangat lambat. Proses-proses alam yang terjadi sekarang ini. yang berarti kejadian yang berlangsung sekarang adalah cerminan atau hasil dari kejadian pada zaman dahulu. sehingga segala kejadian alam yang ada sekarang ini. Asumsi kedua adalah kenampakan-kenampakan anatomis dapat ditelusuri melalui catatan fosil pada lapisan tertua yang mewakili kondisi primitif organisme tersebut.kejadian pada sejarah geologi adalah jumlah dari seluruh kejadian yang telah terjadi sebelumnya. 7. dan sewaktu terjadinya revolusi maka hewan-hewan ini musnah. proses Gliptogenesa (Proses-proses Eksogen/ Denudasi) dan proses Litogenesa (Pembentukan Lapisan Sedimen). lembah serta tebing curam tidak terjadi oleh suatu malapetaka yang tiba-tiba. 6. terjadi pula pada masa lampau namun dengan intensitas yang berbeda. Teori Katastrofisme (Catastrophism) Teori ini dicetuskan oleh Cuvier. . dan yang termuda adalah pembentukan deretan pegunungan Alpen. Siklus Geologi Siklus ini terdiri dari proses Orogenesa (Pembentukan Deretan Pegunungan). seorang kebangsaan Perancis pada tahun 1830. Teori Uniformitarianisme (Uniformitarianism) Teori ini dicetuskan oleh James Hutton. terjadi dengan jalan yang lambat dan proses yang berkesinambungan seragam dengan proses-proses yang kini sedang berlaku. Sesudah malapetaka itu terjadi. maka akan muncul hewan dan tumbuhan baru. 8. Ia berpendapat bahwa flora dan fauna dari setiap zaman itu berjalan tidak berubah. teori ini berbunyi “The Present is The Key to The Past “.

terkadang batuan beku dan metamorf juga dipelajari dalam kapasitas yang sedikit. karena batuan ini memiliki perlapisan. pada stratigrafi batuan yang lebih diperdalam untuk dipelajari adalah batuan sedimen.Gambar Siklus Geologi UNSUR – UNSUR STRATIGRAFI Stratigrafi terdiri dari beberapa elemen penyusun. Unsur Perlapisan (Waktu). merupakan salah satu sifat batuan sedimen yang disebabkan oleh proses pengendapan sehingga menghasilkan bidang batas antara lapisan satu dengan yang lainnya yang merepresentasikan perbedaan waktu/periode pengendapan. yaitu : Elemen Batuan. Gambar Perlapisan .

merupakan ketidakselarasan yang kenampakannya menunjukan suatu lapisan yang telah terlipatkan dan tererosi. Terdapat dua macam kontak antar lapisan. yaitu : Kontak Tajam. yaitu: Angular Unconformity. Pada suatu bidang perlapisan. disebut juga ketidakselarasan sudut. Perubahan struktur sedimen dari satu lapisan ke lapisan lainnya. kemudian di atas lapisan tersebut diendapkan lapisan lain. merupakan kontak lapisan yang perubahannya bergradasi sehingga batas kedua lapisan tidak jelas dan untuk menentukannya mempergunakan cara–cara tertentu. Kontak Berangsur. yaitu : Kontak Progradasi Kontak Interkalasi Kontak erosional. dikenal dengan istilah hubungan stratigrafi. kandungan fosil. merupakan kontak antar lapisan dengan kenampakan bidang perlapisan yang tergerus/tererosi baik oleh arus maupun oleh material yang terbawa oleh arus. Perubahan kandungan material dalam tiap lapisan (komposisi mineral. Kontak Lapisan Tidak Selaras atau disebut Unconformity yaitu merupakan suatu bidang ketidakselarasan antar lapisan. yaitu kontak selaras dan kontak tidak selaras. Perubahan warna material batuan yang diendapkan.Bidang perlapisan merupakan hasil dari suatu proses sedimentasi yang berupa: Berhentinya suatu pengendapan sedimen dan kemudian dilanjutkan oleh pengendapan sedimen yang lain. Kontak Selaras atau disebut Conformity yaitu kontak yang terjadi antara dua lapisan yang sejajar dengan volume interupsi pengendapan yang kecil atau tidak ada sama sekali. yaitu kontak antara lapisan satu dengan lainnya yang menunjukkan perbedaan sifat fisik yang sangat mencolok sehingga dapat dengan mudah diamati perbedaannya antara satu lapisan dengan lapisan lain. dll). Terdapat empat macam bidang ketidakselarasan. Bidang batas itu disebut sebagai kontak antar lapisan. Terdapat dua jenis kontak berangsur. Jenis kontak ini terbagi dua. Kontak / hubungan stratigrafi ini terdiri dari dua jenis. Perubahan tekstur batuan (misalnya perubahan ukuran dan bentuk butir). . Untuk skala yang lebih luas. Perbedaan mencolok tersebut salah satu contohnya berupa perubahan litologi. terdapat bidang batas antara satu lapisan dengan lapisan yang lain. yaitu kontak tajam dan kontak berangsur. kontak antar formasi ataupun antar satuan batuan yang memiliki karakteristik yang sama.

Untuk menentukan perbedaannya harus dilakukan analisis Paleontologi (dengan memakai kisaran umur fosil). dibidang ketidakselarasannya tidak terdapat tanda-tanda fisik untuk membedakan bidang sentuh dua lapisan berbeda.Disconformity. merupakan ketidakselarasan yang yang terjadi dimana terdapat kontak jelas antara batuan beku. yang menunjukkan suatu lapisan di atas dan di bawahnya yang sejajar. Paraconformity. Nonconformity. batuan sedimen dan batuan metamorf. disebut juga keselarasan semu. Gambar Angular Unconformity Gambar Disconformity Gambar Paraconformity . kenampakannya berupa suatu lapisan yang telah tererosi dan di atas bidang erosi tersebut diendapkan lapisan lain.

Hubungan stratigrafi ini dapat diketahui dari rekonstruksi peta pola jurus.Gambar Nonconformity Untuk hubungan stratigrafi ini. aktivitas biogenik (oleh hewan dan tumbuhan). Elemen Struktur Sedimen. Struktur sedimen ini harus dianalisa langsung di lapangan. Sumber : HMG UNPAD . seperti aliran air. struktur sedimen ini merupakan suatu kenampakan yang terdapat pada batuan sedimen di mana kenampakannya itu disebabkan oleh proses sedimentasi pada batuan tersebut. serta aliran gravitasi sedimen. sangat sulit untuk diobservasi dalam skala singkapan. dengan tujuan untuk menentukan lingkungan pengendapan batuan serta untuk menentukan posisi atas dan bawah dari suatu lapisan. deformasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful