KURIKULUM CBSA

KURIKULUM CBSA

Oleh: Liek Wilardjo

Walaupun telah lengser dari kedudukannya sebagai Rektor IKIP Jakarta dan sudah lereh pula dari jabatannya sebagai Ketua Pusat Kurikulum, Prof Dr Connie Semiawan masih tetap tangkas. Micara (eloquent) mengartikulasikan gagasannya. Sigap menjawab pertanyaan dan kecaman pendengarnya, Dalam suatu sarasehan di Hotel Sahid Jaya sekitar pertengahan Februari yang lalu, ia mengatakan bahwa Bildung is das, was bleibt, wenn man alles Gelernte Vergessen hat. Pendidikan ialah apa yang tersisa setelah kita lupa akan segala yang kita hapalkan. Lalu tambahnya: "Ini ditulis secara matematis oleh Prof Dr Ir Andi Hakim Nasoetion: C = B-A. Bagaimana agar C maksimal?" Saya kira yang ia maksudkan ialah bagaimana agar C optimal. Dan pertanyaan ini dijawab seorang peserta sarasehan itu: "Ya, dinolkan saja A-nya!" Kata Connie: "Tetapi itu mustahil. Tak ada orang yang mampu mengingat semua yang telah dipelajarinya" Lalu ia bercerita tentang seorang guru besar yang pergi ke bioskop bersama istrinya, tetapi lupa membawa istrinya pulang setelah pertunjukan film itu selesai. Setiba di rumahnya, Sang Profesor bingung mencari istrinya. Ia lupa bahwa istrinya tadi ditinggalkannya di gedung bioskop. Cerita Connie itu kisah nyata. Profesor itu boss-nya Connie sendiri semasa ia menjadi pejabat di Balitbangdikbud. Saya tahu bahwa Pak Profesor itu memang suka menonton film. Pernah dia dan saya sama-sama mengikuti suatu konferensi di MIT. Ketika ada waktu luang, kami menonton film di suatu gedung bioskop di Boston. Pergi-pulang Cambridge-Boston naik bus kota. Pulangnya, turun dari bus hujan mengguyur Cambridge. Terpaksalah kami berdua joging in the rain ke kampus MIT. Pertanyaan Connie tadi kemudian dijawabnya sendiri: "Pendidikan yang maksimal dicapai, kalau A adalah konsep-konsep yang esensial." Connie memang pendekar CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif). Semasa ia menjadi Ketua Pusat Kurikulum, ia mempromosikan CBSA setelah proyek ujicobanya di SD-SD Cianjur sukses besar. Dalam CBSA diusahakan agar aspek-aspek kognitif, psikomotorik dan afektif - dan bahkan emotif juga - terjalin menjadi kegiatan yang menghadirkan keasyikan belajar. Siswa tidak dicekoki informasi yang harus mereka hapalkan sampai titik-komanya, seperti model PMP di masa Orba. Melalui keasyikan belajarnya, mereka "menemukan sendiri" apa yang ingin mereka pahami. Guru bertindak sebagai fasilitator yang sesekali melontarkan pertanyaan yang sekaligus menggelitik dan mengarahkan. Jadi, seperti pertanyaan-pertanyaan Socrates kepada budak yang sedang belajar menemukan kebenaran dalil Pythagoras, dengan disaksikan Meno, sahabat Socrates. Tetapi bukan PBM (proses belajar-mengajar) semacam itu yang kami saksikan di sebuah SMA favorit di Bandung. Waktu itu, Prof Jim Eggleston dari Universitas Nottingham dan saya, sedang mempersiapkan suatu penelitian pengamatan kelas (class observation research). CBSA yang kami lihat di SMA terbaik di Bandung itu sungguh-sungguh amburadul. Guru hanya menunjuk seorang siswa untuk berperan sebagai fasilitator, lalu ia sendiri tak lagi tampak batang hidungnya. Si "guru sulih" (subtitute teacher) mengajukan sederetan pertanyaan yang mengacu ke praktikum yang telah dikerjakan oleh siswa-siswa di kelas itu, yang semuanya adalah temannya sendiri. Aneka jawaban dilontarkan para siswa. Suasananya santai, seperti arena sabung ayam. Penyelewengan "Apa saja boleh"-nya Paul Fayerabend

saya puas dengan jawaban.. Connie pun menyetujui "rumusan" saya tentang pendidikan. dan sebagainya. terutama pada kuncup yang sedang mekar itu. Ia membuahkan transaksi intelektual antara pihak-pihak yang berinteraksi. karya (psikomotorik). Akhirnya mereka sampai ke kesimpulan. Proses demokratis dalam "CBSA" di Bandung itu. Misalnya. karsa (afektif) dan rasa (emosi). Tetapi itu bukan sekadar pertemuan sekilas-lintas. betapa mudahnya tokoh-tokoh pemimpin kita sekarang ini ngomong tentang reformasi. bukan CBSA. seperti banyak konsep/gagasan lainnya. Memang CBSA. Santaplah tinja! Itulah bahayanya kalau kita sok demokratis. Lihat saja. dengan melihat perimbangan pro-kontranya Itu sih. Eat shit!" Sejuta lalat tak bisa salah. bahan. Ini berarti bahwa terjadi perubahan dan perkembangan skemata pemahaman. sehingga keputusan penting yang menyangkut persoalan yang sulit diserahkan kepada massa yang tidak paham betul tentang masalah tersebut.terjadilah. Yogyakarta. dan kebenaran kesimpulan itu ditetapkan secara demokratis dan terbuka.? Bahkan JPS pun konon menghadirkan LSM-LSM tiban yang ikut bancakan duit! (Ini saya sontek dari salah satu entri lomba reportase jurnalisme investigatif Pers Kampus seIndonesia. "PBM-CBSA" macam itu bisa disebut sesuai dengan ungkapan: "One million flies can't be wrong. melainkan lebih merupakan interaksi yang aktif. dan perangkat perantinya masing-masing. paradigma baru. Ia tetap tegar dalam keyakinannya pada CBSA. kesatuan dan persatuan. sebab para penentunya bukan pakar yang telah meneliti masalah tersebut secara mandiri (tanpa saling menyontek) dengan cara. lebih mudah dikatakan daripada dikerjakan. saya juga melihat pendidikan secara konstruktivistik sebagai perkembangan skemata Piaget-an dalam aspek-aspek cipta (kognisi). dosen senior UKSW Salatiga dan Unsadar. Bu Connie. CBSA yang kami lihat di lapangan koq amburadul?" Dikritik begitu. di sepanjang jalur birokrasi di bidang apa pun! *** Penulis adalah fisikawan.) Agaknya kita masih harus menanti datangnya "pendekar pedang naga puspa" [Liong Hwa Kiam Hiap (?)]. Jadi seperti Connie Semiawan. pastilah ada yang salah dalam pelaksanaannya. demokrasi. Ya. bahkan bukan pentasdikan (validation) kebenaran keilmuan secara intersubjektif. . pemilu yang luber dan jurdil. Maka dalam sarasehan tersebut di atas saya nyeletuk: "Tetapi. Bahkan bukan latihan pengambilan keputusan secara demokratis Kalau boleh vulgar dan jorok sedikit. Kalau sampai tidak beres. Connie tidak marah.. yang tecermin pada keputusannya untuk bertindak (atau tidak) dalam menghadapi suatu situasi dan pada perilakunya. gurunya tidak memahami CBSA dan belum dilatih dalam teknik pelaksanaannya. psikomotorik dan sikap. Namun kenyataannya . yakni "Pendidikan ialah pertemuan pikiran yang telah berkembang dengan pikiran yang sedang mekar". Simpul Gordian yang harus ditebas masih banyak.

tenaga kependidikan. pembiayaan dan penilaian pendidikan. penyusunan KTSP juga harus mengikuti ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam UU 20/2003 dan PP 19/2005. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut. isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Termasuk dalam ketentuan umum adalah penjabaran amanat dalam UU 20/2003 dan ketentuan PP 19/2005 serta prinsip dan langkah yang harus diacu dalam pengembangan . Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. sarana dan prasarana. kondisi dan potensi daerah. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi. yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum. proses. Pertama. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan.KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. pengelolaan. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. Panduan yang disusun BSNP terdiri atas dua bagian. satuan pendidikan dan peserta didik. Panduan Umum yang memuat ketentuan umum pengembangan kurikulum yang dapat diterapkan pada satuan pendidikan dengan mengacu pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang terdapat dalam SI dan SKL. Selain dari itu. kompetensi lulusan. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (UU 20/2003) tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 (PP 19/2005) tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan kurikulum pada KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada SI dan SKL serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Pasal 38 ayat (1). (15). (13).KTSP. (2). Panduan pengembangan kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk : belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Landasan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Kedua. (2). (2). (2). Pasal 37 ayat (1). Termasuk dalam SI adalah : kerangka dasar dan struktur kurikulum. (2). (5). adalah Pasal 1 ayat (5). Ketentuan di dalam PP 19/2005 yang mengatur KTSP. kreatif. (4). Pasal 36 ayat (1). (2). (3). (3). (4). model KTSP sebagai salah satu contoh hasil akhir pengembangan KTSP dengan mengacu pada SI dan SKL dengan berpedoman pada Panduan Umum yang dikembangkan BSNP. C. (4). Pasal 5 ayat (1). Pasal 10 ayat (1). belajar untuk memahami dan menghayati. 22 Tahun 2006. Pasal 6 ayat (6). (3). SKL(standar kopetensi kelulusan) merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. (2). (7). (2). (3). 23 Tahun 2006. A. (2). (3). Pengertian . Pasal 13 ayat (1). Pasal 18 ayat (1). Pasal 35 ayat (2). Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran pada setiap semester dari setiap jenis dan jenjang pendidikan dasar dan menengah. (4). Pasal 11 ayat (1). (2). (3). SI(Standar isi) mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Pasal 32 ayat (1). Sebagai model KTSP. (3). SMA/MA/SMALB. Pasal 20. belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain. Pasal 17 ayat (1). SMP/MTs/SMPLB. dan SMK/MAK dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan. (2). Ketentuan dalam UU 20/2003 yang mengatur KTSP. Tujuan Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Tujuan Panduan Penyusunan KTSP ini untuk menjadi acuan bagi satuan pendidikan SD/MI/SDLB. (3). tentu tidak dapat mengakomodasi kebutuhan seluruh daerah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan hendaknya digunakan sebagai referensi. belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif. (4). pengetahuan dan keterampilan sebagaimana yang ditetapkan dengan Kepmendiknas No. (2). Pasal 14 ayat (1). dan belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif. (3). (2). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. efektif dan menyenangkan. (2). (4). SI ditetapkan dengan Kepmendiknas No. B. (2). (6). (3). Pasal 18 ayat (1). (3). (5). (14). Pasal 8 ayat (1). (8). (3). adalah Pasal 1 ayat (19). Pasal 7 ayat (1). Pasal 16 ayat (1).

perkembangan. indikator. dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. isi. struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya Beragam dan terpadu Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. KTSP dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut Berpusat pada potensi. D. dan silabus. kalender pendidikan.Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. dan sumber/bahan/alat belajar. dan berpedoman pada SI dan SKL serta panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP . kebutuhan. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran. Penyusunan KTSP untuk pendidikan khusus dikoordinasi dan disupervisi oleh dinas pendidikan provinsi. alokasi waktu. kompetensi dasar. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi . Pengembangan KTSP mengacu pada SI dan SKL dan berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP. : http://guruw. penilaian. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan. teknologi dan seni Relevan dengan kebutuhan kehidupan Menyeluruh dan berkesinambungan Belajar sepanjang hayat Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. materi pokok/pembelajaran.com/2008/02/02/pengembangan-diri-dalam-ktsp/ .wordpress. kegiatan pembelajaran. serta memperhatikan pertimbangan komite sekolah/madrasah. kegiatan pembelajaran. KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan.

Akan tetapi. surat kabar."Demikian ujar desainer Paloma Picasso. Hamidjojo). termasuk pemakaian kamera digital yang citranya diumpankan langsung ke dalam komputer. Dalam tulisan berikutnya.5 tahun. (John Naisbitt. seperti dikutip oleh John Naisbitt (1990:106). radio. anakanak sekarang sudah lebih banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luar. Dari gambaran di atas kiranya jelas bahwa dunia yang dihadapi peserta didik termasuk mahasiswa pada saat ini. melalui film. dengan desktop publishing sekarang ini. John Naisbitt menggambarkan: Dahulu biaya untak memulai sebuah surat kabar sama dengan biaya untuk memulai sebuah pabrik baja. telepon. "Dunia menjadi semakin kosmopolitan dan kita semua mempengaruhi satu sama lain. yang menyebabkan terjadinya "ledakan informasi". sebuah surat kabar dapat dimulai dalam semalam dengan sedikit sekali biaya. Teknologi dan Seni) dengan akselerasi laju yang luar biasa. yang bahkan kadang-kadang perubahan itu sangat kompleks. Kehidupan keluarga. Unesco PROAP. (Dikutip dari Miguel Ma. Daily Planet Telluride sepenuhnya didigitalkan. oleh Santoso S. sangat kompleks. 1990. Demikian juga dengan kehidupan anak/generasi muda. Education for Tomorrow. 1994:28-29).Varela. internet. TV.(KBK) KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Dewasa ini kehidupan manusia dengan cepat berubah dari waktu ke wakt. APEID.5 tahun. Ini berarti bahwa pengetahuan yang ada akan berkembang menjadi dua kali lipat hanya dalam tempo kira-kira 5. . Akibatnya pengetahuan dalam bidang tertentu menjadi "kadaluwarsa"hanya dalam tempo kira-kira 2. Di lain pihak dengan kemajuan di bidang komunikasi (termasuk telekomunikasi tentunya). d1l. Bangkok. computer. Pertumbuhan pengetahuan pada tahun 80an saja berjalan dengan kecepatan 13% per tahun. dan senantiasa ada pembaharuan di bidang kurikulum. termasuk anak-anak sekarang memberikan banyak kebebasan dan banyak dipengaruhi oleh faktor dari luar. Jadi sekarang ini kehidupan kita senantiasa dibayangi oleh perkembangan IPTEKS (baca: Ilmu.Wajarlah jika secara periodik kurikulum senantiasa harus selalu ditinjau kembali.

dan sumber atau bahan pembelajaran. Faktor-faktor Internal seperti: dampak manajemen yang sentralistik. Paradigma pendidikan berbasis kompetensi yang mencakup kurikulum. Proses pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan prinsip-prinsip pengembangan pembelajaran yang mencakup pemilihan materi. menekankan pencapaian hasil belajar sesuai dengan standar kompetensi. Kurikulum berisi bahan ajar yang diberikan kepada siswa/mahasiswa melalui proses pembelajaran. perkembangan ekonomi nasional. Kompetensi (kemampuan) lulusan merupakan modal utama untuk bersaing di tingkat global. Kompetensi menurut Hall dan Jones (1976: 29) adalah "pernyataan yang menggambarkan penampilan suatu kemampuan tertentu secara bulat yang merupakan perpaduan antara pengetahuan dan kemampuan yang dapat diamati dan diukur". serta peran serta orang tua dalam pendanaan pendidikan PENDIDIKAN BERBASIS KOMPETENSI Pembaharuan pendidikan dan pembelajaran selalu dilaksanakan dari waktu ke waktu dan tak pernah henti. penilaian. serta arus globahsasi. Oleh karena. Pendidikan dan pembelajaran berbasis kompetensi merupakan contoh hasil perubahan dimaksud dengan tujuan untuk meningkatkan kulitas pendidikan dan pembelajaran'. itu. teknologi dan seni. politik. sehingga menuntut kesiapan kita semua untuk menyesuaikan dengan kondisi yang ada atau. Kompetensi yang sering disebut dengan standar kompetensi adalah kemampuan yang secara umum harus dikuasai lulusan. Pendidikan berbasis kompetensi menekankan pada kemampuan yang harus dimiliki oleh lulusan suatu jenjang pendidikan. Adapun sejumlah masalah yang dihadapi saat ini dan tantangan masa depan dapat berupa: Faktor-faktor Eksternal seperti: globalisasi. karena persaingan yang terjadi adalah pada kemampuan sumber daya manusia. media. pembelajaran. sumberdaya manusia. penelitian di perguruan tinggi.TANTANGAN MASA DEPAN Masa depan kita ditandai oleh banjir informasi dan perubahan yang amat cepat dikarenakan masyarakat dunia terekspos oleh revolusi di bidang ilmu. sosial budaya dan teknologi. dan penilaian. manajemen dan organisasi. Implikasi pendidikan berbasis kompetensi adalah pengembangan silabus dan sistem penilaian berbasiskan kompetensi. mekanisme pendanaan oleh pemerintah. Artinya kita harus mampu menghadapi masyarakat yang sangat kompleks dan global. akan terjadi. strategi. penerapan pendidikan berbasis kompetensi diharapkan akan menghasilkan lulusan yang mampu berkompetisi di tingkat global. desentralisasi. Tingkat keberhasilan belajar yang dicapai siswa/mahasiswa dapat dilihat pada .

Ada enam dimensi pengembangan kurikulum untuk pendidikan tinggi yaitu pengembangan ide dasar untuk kurikulum. Pengertian ini mengandung arti bahwa kurikulum harus tertuang dalam satu atau beberapa dokumen atau rencana tertulis. dan (4) learning to be. pengalaman belajar. Sedangkan Implementasi kurikulum berkenaan dengan pelaksanaan kurikulum di lapangan (lembaga pendidikan/kelas) dimana yang menjadi pengembang dan penentu adaIah dosen/tenaga kependidikan. penilaian dan hasil. Kurikulum Pendidikan Tinggi Berdasarkan Sk Mendiknas 232 Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Vomor 232/U/2000 Mail menetapkan Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. KURIKULTUM BERBASIS KOMPETENSI UNIUK PENDIDIKAN TINGGI 1. Pengalaman belajar di sini dimaksudkan adalah pengalaman belajar yang dialami oleh peserta didik seperti yang direncanakan dalam dokumen tertuhs. Dokumen atau rencana tertulis itu berisikan pernyataan mengenai kuahtas yang harus dimiliki seorang peserta didik yang mengikuti kurikulum tersebut aspek lain dari makna kurikulum adalah pengalaman belajar. Dokumen tertulis yang dikembangkan dosen ini dinamakan Rencana Perkuliahan/Satuan Pembelajaran. (2) learning to do. Oleh karena itu jika pengalaman belajar ini tidak sesuai dengan rencana tertulis maka hasil belajar yang diperoleh peserta didik tidak dapat dikatakan sebagai hasil dari kurikulum. (3) learning to live together. rencana perkuliahan/satuan pembelajaran. pengembangan program.kemampuan siswa/mahasiswa dalam menyelesaikan tugas-tugas yang harus dikuasai sesuai dengan staniar prosedur tertentu. Pengalaman belajar ini memberikan dampak langsung terhadap hasil belajar mahasiswa. Pengalaman belajar peserta didik tersebut adalah konsekuensi langsung dari dokumen tertulis yang dikembangkan oleh dosen/instruktur/pendidik. Keenam dimensi tersebut dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori yaitu Perencanaan Kurikulum. A. Evaluasi KurikuIum merupakan kategori ketiga dimana kurikulum dinilai apakah kurikulum memberikan hasil yang sesuai dengan apa yang sudah dirancang ataukah ada masalah lain baik berkenaan dengan salah satu dimensi ataukah keseluruhannya. Bersasarkan pemikiran tentang tujuan belajar tersebut . berdasarkan tujuan belajar (1) Learning to know. Dalam Surat Keputusan tersebut dikemukakan struktur kurikulum. dan Evaluasi Kurikulum Perencanaan Kurikulum berkenaan dengan pengernbangan Pokok Pikiran/Ide kurikulum dimana wewenang menentukan ada pada pengambil kebijakan urtuk suatu lembaga pendidikan. Implementasi Kurikulum. PENGEMBANGAN KURIKULUM Kurikulum dapat dimaknai sebagai: suatu dokumen atau rencana tertulis mengenai kuahtas pendidikan yang harus dimiliki oleh peserta didik melalui suatu pengalaman belajar. Dalam konteks ini evaluasi kurikulum dilakukan oleh tim di luar tim pengembang kurikulum dan dilaksanakan setelah kurikulum dianggap cukup waktu untuk menunjukkan kinerja dan prestasinya.

masyarakat profesi. pada waktu mengembangkan atau mengadopsi pemikiran kurikulum berbasis kompetensi maka pengembang kurikulum harus mengenal benar landasan filosofi. deskripsi tersebut adalah sebagai berikut: Keputusan Mendiknas yang dituangkan dalam SK nomor 232 tahun 2000 di atas jelas menunjukkan arah kurikulum berbasis kompetensi walau.11) dikemukakan deskripsi setiap kelompok mata kuliah dalam kurikulum inti dan pada pasal 9 berkenaan dengan kurikulum institusional.9. Kurikulum berbasis kompetensi adalah kurikulum yang pada tahap perencanaan. kekuatan dan kelemahan pendekatan kompetensi dalam menjawab tantangan. penuh tanggungjawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu". nasional dan internasional lentur dan akomodatif terhadap perubahan yang sangat cepat di masa mendatang. Bahkan dalam SK Mendiknas 045 pasal 2 ayat (2) dikatakan bahwa kelima kelompok mata kuliah yang dikemukakan dalam SK nomor 232 adalah merupakan elemen-elemen kompetensi.10. tentang Kurikulum Inti Perguruan Tinggi mengemukakan "Kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas. kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) (2) Mata Kuliah Keilmuan Dan Ketrampilan (MKK) (3) Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB) (4) Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MPB). SK Mendilmas nomor 045 tahun 2002 ini memperkuat perlunya pendekatan KBK dalam pengembangan kurikulum pendidikan tinggi. Kurikulum Pendidikan Tinggi Berdasarkan SK Mendiknas No. serta jangkauan validitas pendekatan tersebut ke masa depan. Dalam Ketentuan Umum (7. Harus diingat bahwa kompetensi bersifat terus berkembang sesuai dengan tuntutan dunia kerja atau dunia profesi maupun dunia ilmu. dan pengguna lulusan . Dengan mengambil rumusan pada Ketentuan Umum. 2.8. clan kesepakatan bersama antara kalangan perguruan tinggi.maka mata kuliah dalam kurikulum perguruan tinggi dibagi atas 5 kelompok yaitu: (1) Mata. terutama dalam tahap pengembangan ide akan dipengaruhi oleh kemungkinankemungkinan pendekatan. Kurikulum inti yang merupakan penciri kompetensi utama. bersifat:      dasar untuk mencapai kompetensi lulusan acuan baku minimal mutu penyelenggaraan program studi berlaku secara. eksplisit tidak dinyatakan demikian. kompetensi dapat menjawab tantangan yang muncul. pun secara.045/U/2002 Surat Keputusan Mendiknas nomor 045/U/2002. dan (5) Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB). Artinya.

5. maka hendaknya kita memperlakukan kelima kelompok mata kuliah tersebut sebagai kelompok kompetensi. Penilaian proses belajar mengajar c. kategori kompetensi. D. 4. melainkan pendekatan penilaian yang bersifat mastery (Mastery-based Evaluation) untuk menggantikan pendekatan skala yang digunakan pada saat ini. Implementasi Kurikulum Dalam rangka implementasi KBK di perguruan Tinggi. yang mencakup aspek-aspek berikut: a. Komponen Yang Terlibat Serta Peranannya . kompetensi yang dikembangkan mata kuliah tersebut sehingga setiap mata kuliah memiliki matriks kompetensi. Penilaian daya dukung sarana. B. Perubahan yang mendasar juga terjadi pada kriteria lulus dan tidak lulus (menguasai kompetensi atau tidak). Dengan demikian maka setiap mata kuliah harus menjabarkan. dan A. Setelah itu dapat dikembangkan matriks yang menggambarkan sumbangan setiap mata kuliah terhadap kelima. Penilaian kompetensi mengajar dosen d.Sedangkan Kurikulurn institusional berisikan kompetensi pendukung serta kompetensi lain yang bersifat khusus dan gayut dengan kompetensi utama. dan fasilitas f. Dalam konteks ini tidak setiap kompetensi memiliki rentangan 0 .4 atau E.  Mengembangkan kemampuan dosen untuk melakukan dan memanfaatkan proses pernbelajaran  Mengembangkan kemampuan subyek didik untuk memanfaatkan hasil penilaian dalam meningkatkan efektifitas belajar mereka  Memantau dan menilai dampak jangka panjang terhadap proses dan hasil belajar. Penilaian Dengan kurikulum berbasis kompetensi maka sistem penilaian hasil belajar haruslah berubah. Penilaian relevansi kurikulum e. Penilaian program (akreditasi) Sementara itu strategi yang dapat digunakan adalah:  Mengartikulasikan standar dan desain penilaian di lingkungan pendidikan pendidikan tinggi. C. Ciri utama perubahan penilaiannya adalah terletak pada pelaksanaan penilaian yang berkelanjutan serta komprehensif. Penilaian hasil belajar b. 3.

. perbedaan perorangan (individual) siswa. Menyongsong Kurikulum 2004 Dengan akan segera. Dalam hal ini guru adalah pengembang kurikulum yang berada. kemana trend KBK harus dibawa/dikembangkan.Untuk mengembangkan dan mengimplementasikan KBK ini dengan baik sejumlah komponen perlu terlibat secara inten dan memberikan perannya masingmasing sesuai dengan kapasitasnya. dan bagaimana mengembangkannya. perlu memahami secara mendalami tentang konsep dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi. Di era otonomi seperti sekarang ini kurikulum pendidikan yang belaku secara. sementara kewenangan daerah menjadi semakin besar dan luas. mulai dari pendidikan dasar. maka guru adalah pejalan kakinya. melainkan masih dapat dikembangkan sesuai dengan situasi dan kondisi lapangan. Sudah barang tentu era otonomi daerah ini juga membawa dampak yang cukup luas. dilluncurkannya (launching) Kurikulum 2004 yang lebih dikenal dengan KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) pada seluruh jenjang pendidikan. dalam arti: apa makna hakiki dari KBK. suasana dalam. Para guru. Masyarakat pengguna lulusan itu sendiri. dalam kedudukan yang menentukan dan strategis. lebih-lebih bila dikaitkan dengan pelaksanaan pembelajaran di masing-masing mata kuhah/pelajaran.  Partisipasi seluruh sivitas akademika (dosen. sepanjang tidak menyimpang dari pokok-pokok yang telah digariskan secara. B.  Keterlibatan kelompok masyarakat pemrakarsa (stakeholders) serta.  Iklim dan kultur akademik yang kondusif untuk proses pengembangan yang berkesinambungan. antara lain:  Visi dan Misi kelembagaan dan kepemimpinan yang berorientasi kualitas dan akuntabilitas serta peka terhadap dinamika pasar. tentu banyak menimbulkan masalah baru. nasional bukanlah suatu "harga mati"yang harus diterima dan dilaksanakan apa adanya. dsb. Lebih-lebih jika dikaitkan dengan era otonomi daerah di mana kewenangan-kewenangan pusat semakin dikurangi. naahasiswa) dalam bentuk "shared vision"dan "mutual commitment"untuk optimasi kegiatan pembelajaran. apa saja komponen yang harus ada. KBK pada Jenjang Sekolah 1. Dengan asumsi bahwa gurulah yang paling tahu mengenai tingkat perkembangan peserta didik. daya serap. termasuk tentunya untuk bidang pendidikan. pendidikan menengah dan bahkan untuk pendidikan tinggi yang sudah diluncurkan sejak tahun 2000. nasional. Jika kurikulum diibaratkan sebagai rambu-rambu lalu lintas. sebagai ujung tombak dari kegiatan pendidikan.

masalah. serta minat siswa/mahasiswa. konsep. maka guru berwenang untuk menjabarkan dan mengembangkan kurikulum kedalam. silabus ini hendaknya mendasarkan pada beberapa hal.kegiatan pembelajaran. di antaranya: isi (konten). silabus pengembangan kurikulum kedalam. kecakapan/keterampilan. serta sarana dan sumber yang tersedia. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful