P. 1
KURIKULUM CBSA

KURIKULUM CBSA

|Views: 66|Likes:
alaupun telah lengser dari kedudukannya sebagai Rektor IKIP Jakarta dan sudah lereh pula dari jabatannya sebagai Ketua Pusat Kurikulum, Prof Dr Connie Semiawan masih tetap tangkas. Micara (eloquent) mengartikulasikan gagasannya. Sigap menjawab pertanyaan dan kecaman pendengarnya, Dalam suatu sarasehan di Hotel Sahid Jaya sekitar pertengahan Februari yang lalu, ia mengatakan bahwa Bildung is das, was bleibt, wenn man alles Gelernte Vergessen hat. Pendidikan ialah apa yang tersisa setelah kita lupa akan segala yang kita hapalkan. Lalu tambahnya: "Ini ditulis secara matematis oleh Prof Dr Ir Andi Hakim Nasoetion: C = B-A. Bagaimana agar C maksimal?"
alaupun telah lengser dari kedudukannya sebagai Rektor IKIP Jakarta dan sudah lereh pula dari jabatannya sebagai Ketua Pusat Kurikulum, Prof Dr Connie Semiawan masih tetap tangkas. Micara (eloquent) mengartikulasikan gagasannya. Sigap menjawab pertanyaan dan kecaman pendengarnya, Dalam suatu sarasehan di Hotel Sahid Jaya sekitar pertengahan Februari yang lalu, ia mengatakan bahwa Bildung is das, was bleibt, wenn man alles Gelernte Vergessen hat. Pendidikan ialah apa yang tersisa setelah kita lupa akan segala yang kita hapalkan. Lalu tambahnya: "Ini ditulis secara matematis oleh Prof Dr Ir Andi Hakim Nasoetion: C = B-A. Bagaimana agar C maksimal?"

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Cholid Fadillah El Real on Jan 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/10/2013

pdf

text

original

KURIKULUM CBSA

Oleh: Liek Wilardjo

Walaupun telah lengser dari kedudukannya sebagai Rektor IKIP Jakarta dan sudah lereh pula dari jabatannya sebagai Ketua Pusat Kurikulum, Prof Dr Connie Semiawan masih tetap tangkas. Micara (eloquent) mengartikulasikan gagasannya. Sigap menjawab pertanyaan dan kecaman pendengarnya, Dalam suatu sarasehan di Hotel Sahid Jaya sekitar pertengahan Februari yang lalu, ia mengatakan bahwa Bildung is das, was bleibt, wenn man alles Gelernte Vergessen hat. Pendidikan ialah apa yang tersisa setelah kita lupa akan segala yang kita hapalkan. Lalu tambahnya: "Ini ditulis secara matematis oleh Prof Dr Ir Andi Hakim Nasoetion: C = B-A. Bagaimana agar C maksimal?" Saya kira yang ia maksudkan ialah bagaimana agar C optimal. Dan pertanyaan ini dijawab seorang peserta sarasehan itu: "Ya, dinolkan saja A-nya!" Kata Connie: "Tetapi itu mustahil. Tak ada orang yang mampu mengingat semua yang telah dipelajarinya" Lalu ia bercerita tentang seorang guru besar yang pergi ke bioskop bersama istrinya, tetapi lupa membawa istrinya pulang setelah pertunjukan film itu selesai. Setiba di rumahnya, Sang Profesor bingung mencari istrinya. Ia lupa bahwa istrinya tadi ditinggalkannya di gedung bioskop. Cerita Connie itu kisah nyata. Profesor itu boss-nya Connie sendiri semasa ia menjadi pejabat di Balitbangdikbud. Saya tahu bahwa Pak Profesor itu memang suka menonton film. Pernah dia dan saya sama-sama mengikuti suatu konferensi di MIT. Ketika ada waktu luang, kami menonton film di suatu gedung bioskop di Boston. Pergi-pulang Cambridge-Boston naik bus kota. Pulangnya, turun dari bus hujan mengguyur Cambridge. Terpaksalah kami berdua joging in the rain ke kampus MIT. Pertanyaan Connie tadi kemudian dijawabnya sendiri: "Pendidikan yang maksimal dicapai, kalau A adalah konsep-konsep yang esensial." Connie memang pendekar CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif). Semasa ia menjadi Ketua Pusat Kurikulum, ia mempromosikan CBSA setelah proyek ujicobanya di SD-SD Cianjur sukses besar. Dalam CBSA diusahakan agar aspek-aspek kognitif, psikomotorik dan afektif - dan bahkan emotif juga - terjalin menjadi kegiatan yang menghadirkan keasyikan belajar. Siswa tidak dicekoki informasi yang harus mereka hapalkan sampai titik-komanya, seperti model PMP di masa Orba. Melalui keasyikan belajarnya, mereka "menemukan sendiri" apa yang ingin mereka pahami. Guru bertindak sebagai fasilitator yang sesekali melontarkan pertanyaan yang sekaligus menggelitik dan mengarahkan. Jadi, seperti pertanyaan-pertanyaan Socrates kepada budak yang sedang belajar menemukan kebenaran dalil Pythagoras, dengan disaksikan Meno, sahabat Socrates. Tetapi bukan PBM (proses belajar-mengajar) semacam itu yang kami saksikan di sebuah SMA favorit di Bandung. Waktu itu, Prof Jim Eggleston dari Universitas Nottingham dan saya, sedang mempersiapkan suatu penelitian pengamatan kelas (class observation research). CBSA yang kami lihat di SMA terbaik di Bandung itu sungguh-sungguh amburadul. Guru hanya menunjuk seorang siswa untuk berperan sebagai fasilitator, lalu ia sendiri tak lagi tampak batang hidungnya. Si "guru sulih" (subtitute teacher) mengajukan sederetan pertanyaan yang mengacu ke praktikum yang telah dikerjakan oleh siswa-siswa di kelas itu, yang semuanya adalah temannya sendiri. Aneka jawaban dilontarkan para siswa. Suasananya santai, seperti arena sabung ayam. Penyelewengan "Apa saja boleh"-nya Paul Fayerabend

dosen senior UKSW Salatiga dan Unsadar. psikomotorik dan sikap.. Bu Connie. Ya. Proses demokratis dalam "CBSA" di Bandung itu. Connie tidak marah. betapa mudahnya tokoh-tokoh pemimpin kita sekarang ini ngomong tentang reformasi. yang tecermin pada keputusannya untuk bertindak (atau tidak) dalam menghadapi suatu situasi dan pada perilakunya. . bahkan bukan pentasdikan (validation) kebenaran keilmuan secara intersubjektif.terjadilah. CBSA yang kami lihat di lapangan koq amburadul?" Dikritik begitu. gurunya tidak memahami CBSA dan belum dilatih dalam teknik pelaksanaannya. dan kebenaran kesimpulan itu ditetapkan secara demokratis dan terbuka. Kalau sampai tidak beres. "PBM-CBSA" macam itu bisa disebut sesuai dengan ungkapan: "One million flies can't be wrong. pemilu yang luber dan jurdil. Eat shit!" Sejuta lalat tak bisa salah. Lihat saja. Jadi seperti Connie Semiawan. dengan melihat perimbangan pro-kontranya Itu sih. Santaplah tinja! Itulah bahayanya kalau kita sok demokratis. dan sebagainya. bukan CBSA. sebab para penentunya bukan pakar yang telah meneliti masalah tersebut secara mandiri (tanpa saling menyontek) dengan cara. terutama pada kuncup yang sedang mekar itu.? Bahkan JPS pun konon menghadirkan LSM-LSM tiban yang ikut bancakan duit! (Ini saya sontek dari salah satu entri lomba reportase jurnalisme investigatif Pers Kampus seIndonesia. melainkan lebih merupakan interaksi yang aktif. Tetapi itu bukan sekadar pertemuan sekilas-lintas. demokrasi. karya (psikomotorik). karsa (afektif) dan rasa (emosi). sehingga keputusan penting yang menyangkut persoalan yang sulit diserahkan kepada massa yang tidak paham betul tentang masalah tersebut. Yogyakarta. pastilah ada yang salah dalam pelaksanaannya. yakni "Pendidikan ialah pertemuan pikiran yang telah berkembang dengan pikiran yang sedang mekar". lebih mudah dikatakan daripada dikerjakan. Simpul Gordian yang harus ditebas masih banyak. Connie pun menyetujui "rumusan" saya tentang pendidikan. bahan. seperti banyak konsep/gagasan lainnya. Misalnya. kesatuan dan persatuan.. Namun kenyataannya . Ia membuahkan transaksi intelektual antara pihak-pihak yang berinteraksi. Ini berarti bahwa terjadi perubahan dan perkembangan skemata pemahaman. paradigma baru. Akhirnya mereka sampai ke kesimpulan. Ia tetap tegar dalam keyakinannya pada CBSA. di sepanjang jalur birokrasi di bidang apa pun! *** Penulis adalah fisikawan. Memang CBSA. saya juga melihat pendidikan secara konstruktivistik sebagai perkembangan skemata Piaget-an dalam aspek-aspek cipta (kognisi). Maka dalam sarasehan tersebut di atas saya nyeletuk: "Tetapi.) Agaknya kita masih harus menanti datangnya "pendekar pedang naga puspa" [Liong Hwa Kiam Hiap (?)]. dan perangkat perantinya masing-masing. saya puas dengan jawaban. Bahkan bukan latihan pengambilan keputusan secara demokratis Kalau boleh vulgar dan jorok sedikit.

Panduan Umum yang memuat ketentuan umum pengembangan kurikulum yang dapat diterapkan pada satuan pendidikan dengan mengacu pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang terdapat dalam SI dan SKL. Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. sarana dan prasarana. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan.KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. tenaga kependidikan. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (UU 20/2003) tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 (PP 19/2005) tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan kurikulum pada KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada SI dan SKL serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Panduan yang disusun BSNP terdiri atas dua bagian. Pertama. isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut. penyusunan KTSP juga harus mengikuti ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam UU 20/2003 dan PP 19/2005. kompetensi lulusan. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi. kondisi dan potensi daerah. satuan pendidikan dan peserta didik. yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum. Selain dari itu. pembiayaan dan penilaian pendidikan. proses. pengelolaan. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. Termasuk dalam ketentuan umum adalah penjabaran amanat dalam UU 20/2003 dan ketentuan PP 19/2005 serta prinsip dan langkah yang harus diacu dalam pengembangan .

(5). Termasuk dalam SI adalah : kerangka dasar dan struktur kurikulum. Panduan pengembangan kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk : belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. model KTSP sebagai salah satu contoh hasil akhir pengembangan KTSP dengan mengacu pada SI dan SKL dengan berpedoman pada Panduan Umum yang dikembangkan BSNP. Pasal 13 ayat (1). (3). 22 Tahun 2006. Pasal 17 ayat (1). Sebagai model KTSP. (4). Pasal 11 ayat (1). (14). (2). Pasal 14 ayat (1). Pasal 8 ayat (1). Pasal 20. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. kreatif. Kedua. (2). tentu tidak dapat mengakomodasi kebutuhan seluruh daerah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan hendaknya digunakan sebagai referensi. Pasal 10 ayat (1). (5). adalah Pasal 1 ayat (5). pengetahuan dan keterampilan sebagaimana yang ditetapkan dengan Kepmendiknas No. Pasal 38 ayat (1). C. dan belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif. (2). Pasal 35 ayat (2).KTSP. dan SMK/MAK dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan. belajar untuk memahami dan menghayati. (2). (2). (8). A. (4). (15). (4). (2). (3). (13). (4). (3). (3). Pasal 37 ayat (1). (2). SI ditetapkan dengan Kepmendiknas No. (3). SKL(standar kopetensi kelulusan) merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. 23 Tahun 2006. Pengertian . Tujuan Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Tujuan Panduan Penyusunan KTSP ini untuk menjadi acuan bagi satuan pendidikan SD/MI/SDLB. Ketentuan di dalam PP 19/2005 yang mengatur KTSP. Pasal 7 ayat (1). SMA/MA/SMALB. (3). Ketentuan dalam UU 20/2003 yang mengatur KTSP. (3). Pasal 32 ayat (1). (3). SMP/MTs/SMPLB. (2). Pasal 36 ayat (1). SI(Standar isi) mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran pada setiap semester dari setiap jenis dan jenjang pendidikan dasar dan menengah. (2). (4). Pasal 18 ayat (1). (6). (2). (2). (7). (3). (3). (2). Pasal 5 ayat (1). (2). belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain. (2). (2). (4). Pasal 18 ayat (1). efektif dan menyenangkan. Pasal 16 ayat (1). adalah Pasal 1 ayat (19). belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif. (3). Landasan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (3). Pasal 6 ayat (6). B.

dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya Beragam dan terpadu Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. kegiatan pembelajaran. kebutuhan. kalender pendidikan. KTSP dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut Berpusat pada potensi. serta memperhatikan pertimbangan komite sekolah/madrasah. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan. : http://guruw. indikator. struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan.Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. alokasi waktu. isi. kompetensi dasar. KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi . Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. kegiatan pembelajaran. dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. dan sumber/bahan/alat belajar. dan silabus.com/2008/02/02/pengembangan-diri-dalam-ktsp/ . dan berpedoman pada SI dan SKL serta panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP . dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. perkembangan.wordpress. Penyusunan KTSP untuk pendidikan khusus dikoordinasi dan disupervisi oleh dinas pendidikan provinsi. materi pokok/pembelajaran. D. penilaian. Pengembangan KTSP mengacu pada SI dan SKL dan berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran. teknologi dan seni Relevan dengan kebutuhan kehidupan Menyeluruh dan berkesinambungan Belajar sepanjang hayat Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.

sangat kompleks. internet.Wajarlah jika secara periodik kurikulum senantiasa harus selalu ditinjau kembali. yang menyebabkan terjadinya "ledakan informasi". termasuk anak-anak sekarang memberikan banyak kebebasan dan banyak dipengaruhi oleh faktor dari luar. (Dikutip dari Miguel Ma. dan senantiasa ada pembaharuan di bidang kurikulum.Varela.(KBK) KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Dewasa ini kehidupan manusia dengan cepat berubah dari waktu ke wakt. John Naisbitt menggambarkan: Dahulu biaya untak memulai sebuah surat kabar sama dengan biaya untuk memulai sebuah pabrik baja. telepon. Education for Tomorrow.5 tahun. surat kabar. 1994:28-29). d1l. APEID. yang bahkan kadang-kadang perubahan itu sangat kompleks. Bangkok. Teknologi dan Seni) dengan akselerasi laju yang luar biasa. Dari gambaran di atas kiranya jelas bahwa dunia yang dihadapi peserta didik termasuk mahasiswa pada saat ini. 1990. "Dunia menjadi semakin kosmopolitan dan kita semua mempengaruhi satu sama lain. Daily Planet Telluride sepenuhnya didigitalkan. sebuah surat kabar dapat dimulai dalam semalam dengan sedikit sekali biaya. Kehidupan keluarga. Ini berarti bahwa pengetahuan yang ada akan berkembang menjadi dua kali lipat hanya dalam tempo kira-kira 5. oleh Santoso S. Hamidjojo). melalui film. (John Naisbitt. Di lain pihak dengan kemajuan di bidang komunikasi (termasuk telekomunikasi tentunya). Akan tetapi. termasuk pemakaian kamera digital yang citranya diumpankan langsung ke dalam komputer. seperti dikutip oleh John Naisbitt (1990:106). Dalam tulisan berikutnya. Unesco PROAP. dengan desktop publishing sekarang ini.5 tahun. Akibatnya pengetahuan dalam bidang tertentu menjadi "kadaluwarsa"hanya dalam tempo kira-kira 2. . anakanak sekarang sudah lebih banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luar. Demikian juga dengan kehidupan anak/generasi muda. Pertumbuhan pengetahuan pada tahun 80an saja berjalan dengan kecepatan 13% per tahun. radio."Demikian ujar desainer Paloma Picasso. TV. computer. Jadi sekarang ini kehidupan kita senantiasa dibayangi oleh perkembangan IPTEKS (baca: Ilmu.

sumberdaya manusia. Pendidikan berbasis kompetensi menekankan pada kemampuan yang harus dimiliki oleh lulusan suatu jenjang pendidikan. dan penilaian. desentralisasi. sosial budaya dan teknologi. Implikasi pendidikan berbasis kompetensi adalah pengembangan silabus dan sistem penilaian berbasiskan kompetensi. penilaian. Kompetensi yang sering disebut dengan standar kompetensi adalah kemampuan yang secara umum harus dikuasai lulusan. Oleh karena. Kompetensi menurut Hall dan Jones (1976: 29) adalah "pernyataan yang menggambarkan penampilan suatu kemampuan tertentu secara bulat yang merupakan perpaduan antara pengetahuan dan kemampuan yang dapat diamati dan diukur". perkembangan ekonomi nasional. Artinya kita harus mampu menghadapi masyarakat yang sangat kompleks dan global. penerapan pendidikan berbasis kompetensi diharapkan akan menghasilkan lulusan yang mampu berkompetisi di tingkat global. sehingga menuntut kesiapan kita semua untuk menyesuaikan dengan kondisi yang ada atau.TANTANGAN MASA DEPAN Masa depan kita ditandai oleh banjir informasi dan perubahan yang amat cepat dikarenakan masyarakat dunia terekspos oleh revolusi di bidang ilmu. Proses pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan prinsip-prinsip pengembangan pembelajaran yang mencakup pemilihan materi. teknologi dan seni. Kompetensi (kemampuan) lulusan merupakan modal utama untuk bersaing di tingkat global. menekankan pencapaian hasil belajar sesuai dengan standar kompetensi. pembelajaran. Tingkat keberhasilan belajar yang dicapai siswa/mahasiswa dapat dilihat pada . Paradigma pendidikan berbasis kompetensi yang mencakup kurikulum. Adapun sejumlah masalah yang dihadapi saat ini dan tantangan masa depan dapat berupa: Faktor-faktor Eksternal seperti: globalisasi. manajemen dan organisasi. serta peran serta orang tua dalam pendanaan pendidikan PENDIDIKAN BERBASIS KOMPETENSI Pembaharuan pendidikan dan pembelajaran selalu dilaksanakan dari waktu ke waktu dan tak pernah henti. Pendidikan dan pembelajaran berbasis kompetensi merupakan contoh hasil perubahan dimaksud dengan tujuan untuk meningkatkan kulitas pendidikan dan pembelajaran'. penelitian di perguruan tinggi. dan sumber atau bahan pembelajaran. strategi. akan terjadi. media. serta arus globahsasi. itu. Kurikulum berisi bahan ajar yang diberikan kepada siswa/mahasiswa melalui proses pembelajaran. karena persaingan yang terjadi adalah pada kemampuan sumber daya manusia. Faktor-faktor Internal seperti: dampak manajemen yang sentralistik. politik. mekanisme pendanaan oleh pemerintah.

Evaluasi KurikuIum merupakan kategori ketiga dimana kurikulum dinilai apakah kurikulum memberikan hasil yang sesuai dengan apa yang sudah dirancang ataukah ada masalah lain baik berkenaan dengan salah satu dimensi ataukah keseluruhannya. Ada enam dimensi pengembangan kurikulum untuk pendidikan tinggi yaitu pengembangan ide dasar untuk kurikulum. Pengalaman belajar ini memberikan dampak langsung terhadap hasil belajar mahasiswa. Kurikulum Pendidikan Tinggi Berdasarkan Sk Mendiknas 232 Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Vomor 232/U/2000 Mail menetapkan Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. Dokumen tertulis yang dikembangkan dosen ini dinamakan Rencana Perkuliahan/Satuan Pembelajaran. Dalam konteks ini evaluasi kurikulum dilakukan oleh tim di luar tim pengembang kurikulum dan dilaksanakan setelah kurikulum dianggap cukup waktu untuk menunjukkan kinerja dan prestasinya. rencana perkuliahan/satuan pembelajaran. (3) learning to live together. KURIKULTUM BERBASIS KOMPETENSI UNIUK PENDIDIKAN TINGGI 1. Sedangkan Implementasi kurikulum berkenaan dengan pelaksanaan kurikulum di lapangan (lembaga pendidikan/kelas) dimana yang menjadi pengembang dan penentu adaIah dosen/tenaga kependidikan. berdasarkan tujuan belajar (1) Learning to know. Pengalaman belajar peserta didik tersebut adalah konsekuensi langsung dari dokumen tertulis yang dikembangkan oleh dosen/instruktur/pendidik. Implementasi Kurikulum. dan Evaluasi Kurikulum Perencanaan Kurikulum berkenaan dengan pengernbangan Pokok Pikiran/Ide kurikulum dimana wewenang menentukan ada pada pengambil kebijakan urtuk suatu lembaga pendidikan. A. pengembangan program. dan (4) learning to be. Pengalaman belajar di sini dimaksudkan adalah pengalaman belajar yang dialami oleh peserta didik seperti yang direncanakan dalam dokumen tertuhs. pengalaman belajar. Dokumen atau rencana tertulis itu berisikan pernyataan mengenai kuahtas yang harus dimiliki seorang peserta didik yang mengikuti kurikulum tersebut aspek lain dari makna kurikulum adalah pengalaman belajar. PENGEMBANGAN KURIKULUM Kurikulum dapat dimaknai sebagai: suatu dokumen atau rencana tertulis mengenai kuahtas pendidikan yang harus dimiliki oleh peserta didik melalui suatu pengalaman belajar. Oleh karena itu jika pengalaman belajar ini tidak sesuai dengan rencana tertulis maka hasil belajar yang diperoleh peserta didik tidak dapat dikatakan sebagai hasil dari kurikulum. Pengertian ini mengandung arti bahwa kurikulum harus tertuang dalam satu atau beberapa dokumen atau rencana tertulis. Keenam dimensi tersebut dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori yaitu Perencanaan Kurikulum. Dalam Surat Keputusan tersebut dikemukakan struktur kurikulum. Bersasarkan pemikiran tentang tujuan belajar tersebut .kemampuan siswa/mahasiswa dalam menyelesaikan tugas-tugas yang harus dikuasai sesuai dengan staniar prosedur tertentu. (2) learning to do. penilaian dan hasil.

kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) (2) Mata Kuliah Keilmuan Dan Ketrampilan (MKK) (3) Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB) (4) Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MPB). Harus diingat bahwa kompetensi bersifat terus berkembang sesuai dengan tuntutan dunia kerja atau dunia profesi maupun dunia ilmu. dan pengguna lulusan . clan kesepakatan bersama antara kalangan perguruan tinggi. Dalam Ketentuan Umum (7. pun secara. Artinya. Kurikulum berbasis kompetensi adalah kurikulum yang pada tahap perencanaan.8.045/U/2002 Surat Keputusan Mendiknas nomor 045/U/2002. deskripsi tersebut adalah sebagai berikut: Keputusan Mendiknas yang dituangkan dalam SK nomor 232 tahun 2000 di atas jelas menunjukkan arah kurikulum berbasis kompetensi walau. SK Mendilmas nomor 045 tahun 2002 ini memperkuat perlunya pendekatan KBK dalam pengembangan kurikulum pendidikan tinggi. masyarakat profesi. Bahkan dalam SK Mendiknas 045 pasal 2 ayat (2) dikatakan bahwa kelima kelompok mata kuliah yang dikemukakan dalam SK nomor 232 adalah merupakan elemen-elemen kompetensi.10.maka mata kuliah dalam kurikulum perguruan tinggi dibagi atas 5 kelompok yaitu: (1) Mata. penuh tanggungjawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu". bersifat:      dasar untuk mencapai kompetensi lulusan acuan baku minimal mutu penyelenggaraan program studi berlaku secara.9.11) dikemukakan deskripsi setiap kelompok mata kuliah dalam kurikulum inti dan pada pasal 9 berkenaan dengan kurikulum institusional. Kurikulum Pendidikan Tinggi Berdasarkan SK Mendiknas No. Kurikulum inti yang merupakan penciri kompetensi utama. tentang Kurikulum Inti Perguruan Tinggi mengemukakan "Kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas. nasional dan internasional lentur dan akomodatif terhadap perubahan yang sangat cepat di masa mendatang. dan (5) Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB). serta jangkauan validitas pendekatan tersebut ke masa depan. kekuatan dan kelemahan pendekatan kompetensi dalam menjawab tantangan. terutama dalam tahap pengembangan ide akan dipengaruhi oleh kemungkinankemungkinan pendekatan. kompetensi dapat menjawab tantangan yang muncul. Dengan mengambil rumusan pada Ketentuan Umum. pada waktu mengembangkan atau mengadopsi pemikiran kurikulum berbasis kompetensi maka pengembang kurikulum harus mengenal benar landasan filosofi. 2. eksplisit tidak dinyatakan demikian.

dan fasilitas f.4 atau E. kompetensi yang dikembangkan mata kuliah tersebut sehingga setiap mata kuliah memiliki matriks kompetensi. Ciri utama perubahan penilaiannya adalah terletak pada pelaksanaan penilaian yang berkelanjutan serta komprehensif.  Mengembangkan kemampuan dosen untuk melakukan dan memanfaatkan proses pernbelajaran  Mengembangkan kemampuan subyek didik untuk memanfaatkan hasil penilaian dalam meningkatkan efektifitas belajar mereka  Memantau dan menilai dampak jangka panjang terhadap proses dan hasil belajar. 5. Dalam konteks ini tidak setiap kompetensi memiliki rentangan 0 . Penilaian hasil belajar b. Penilaian kompetensi mengajar dosen d. Penilaian relevansi kurikulum e. Setelah itu dapat dikembangkan matriks yang menggambarkan sumbangan setiap mata kuliah terhadap kelima. Penilaian Dengan kurikulum berbasis kompetensi maka sistem penilaian hasil belajar haruslah berubah. Perubahan yang mendasar juga terjadi pada kriteria lulus dan tidak lulus (menguasai kompetensi atau tidak). yang mencakup aspek-aspek berikut: a. Penilaian program (akreditasi) Sementara itu strategi yang dapat digunakan adalah:  Mengartikulasikan standar dan desain penilaian di lingkungan pendidikan pendidikan tinggi. melainkan pendekatan penilaian yang bersifat mastery (Mastery-based Evaluation) untuk menggantikan pendekatan skala yang digunakan pada saat ini.Sedangkan Kurikulurn institusional berisikan kompetensi pendukung serta kompetensi lain yang bersifat khusus dan gayut dengan kompetensi utama. Komponen Yang Terlibat Serta Peranannya . Penilaian proses belajar mengajar c. kategori kompetensi. dan A. Implementasi Kurikulum Dalam rangka implementasi KBK di perguruan Tinggi. Dengan demikian maka setiap mata kuliah harus menjabarkan. C. B. Penilaian daya dukung sarana. 3. maka hendaknya kita memperlakukan kelima kelompok mata kuliah tersebut sebagai kelompok kompetensi. 4. D.

Para guru. Di era otonomi seperti sekarang ini kurikulum pendidikan yang belaku secara. dalam arti: apa makna hakiki dari KBK. dsb. daya serap.Untuk mengembangkan dan mengimplementasikan KBK ini dengan baik sejumlah komponen perlu terlibat secara inten dan memberikan perannya masingmasing sesuai dengan kapasitasnya. Masyarakat pengguna lulusan itu sendiri. Dalam hal ini guru adalah pengembang kurikulum yang berada. dan bagaimana mengembangkannya. apa saja komponen yang harus ada. tentu banyak menimbulkan masalah baru. .  Partisipasi seluruh sivitas akademika (dosen. perlu memahami secara mendalami tentang konsep dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi. KBK pada Jenjang Sekolah 1. melainkan masih dapat dikembangkan sesuai dengan situasi dan kondisi lapangan. Menyongsong Kurikulum 2004 Dengan akan segera. Sudah barang tentu era otonomi daerah ini juga membawa dampak yang cukup luas. sementara kewenangan daerah menjadi semakin besar dan luas. antara lain:  Visi dan Misi kelembagaan dan kepemimpinan yang berorientasi kualitas dan akuntabilitas serta peka terhadap dinamika pasar. dilluncurkannya (launching) Kurikulum 2004 yang lebih dikenal dengan KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) pada seluruh jenjang pendidikan. kemana trend KBK harus dibawa/dikembangkan. nasional. maka guru adalah pejalan kakinya.  Iklim dan kultur akademik yang kondusif untuk proses pengembangan yang berkesinambungan. Lebih-lebih jika dikaitkan dengan era otonomi daerah di mana kewenangan-kewenangan pusat semakin dikurangi. nasional bukanlah suatu "harga mati"yang harus diterima dan dilaksanakan apa adanya.  Keterlibatan kelompok masyarakat pemrakarsa (stakeholders) serta. perbedaan perorangan (individual) siswa. pendidikan menengah dan bahkan untuk pendidikan tinggi yang sudah diluncurkan sejak tahun 2000. suasana dalam. sepanjang tidak menyimpang dari pokok-pokok yang telah digariskan secara. termasuk tentunya untuk bidang pendidikan. Dengan asumsi bahwa gurulah yang paling tahu mengenai tingkat perkembangan peserta didik. B. sebagai ujung tombak dari kegiatan pendidikan. Jika kurikulum diibaratkan sebagai rambu-rambu lalu lintas. lebih-lebih bila dikaitkan dengan pelaksanaan pembelajaran di masing-masing mata kuhah/pelajaran. dalam kedudukan yang menentukan dan strategis. mulai dari pendidikan dasar. naahasiswa) dalam bentuk "shared vision"dan "mutual commitment"untuk optimasi kegiatan pembelajaran.

konsep. serta minat siswa/mahasiswa. di antaranya: isi (konten). serta sarana dan sumber yang tersedia. masalah. silabus ini hendaknya mendasarkan pada beberapa hal. kecakapan/keterampilan.kegiatan pembelajaran. silabus pengembangan kurikulum kedalam. maka guru berwenang untuk menjabarkan dan mengembangkan kurikulum kedalam. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->