P. 1
bahan pertanian

bahan pertanian

|Views: 231|Likes:
Published by ruuki25
artikel bahan pertanian
artikel bahan pertanian

More info:

Published by: ruuki25 on Jan 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/31/2015

pdf

text

original

I Nengah Suastawa

BAB I KARAKTERISTIK FISIK PRODUK PERTANIAN

Dalam pertanian modern, penanganan dan pengolahan berbagai produk pangan melibatkan berbagai alat dan instrumen secara mekanis, termal, listrik, optik maupun sonik. Aplikasi peralatan tersebut semakin nyata seiring dengan semakin berkembangnya industri pertanian. Pengetahuan dasar tentang sifat listrik dan termal berbagai produk pertanian seperti panas spesifik, konduktivitas listrik, konstanta dielektrik; sifat mekanis seperti perilaku stressstrain, resistensi terhadap kompresi, impak dan geseran (shear), serta koefisien gesek belum sepenuhnya diketahui. Pengetahuan tentang karakteristik ini sangat penting untuk menyediakan data rekayasa yang diperlukan dalam perancangan mesin, struktur, proses dan pengendaliannya; dalam menganalisis dan menentukan efisiensi suatu mesin atau suatu operasi; dalam pengembangan suatu produk pangan baru; serta dalam mengevaluasi dan mempertahankan kualitas produk pangan olahan. Bentuk, ukuran, volume, luas permukaan, densitas, porositas, warna dan kenampakan adalah berbagai karakteristik fisik produk yang penting dalam berbagai masalah yang terkait dalam rancangan suatu alat dan analisis perilaku produk serta cara penanganan bahan. Bentuk dan ukuran juga penting dalam masalah-masalah distribusi tegangan (stress) berbagai produk yang disimpan dan selama pengangkutan, pemisahan elektrostatis, pantulan cahaya dalam evaluasi warna serta dalam pengembangan alat grading dan sortasi. Sifat mekanis seperti kekuatan kompresi, resistensi impak dan geseran sangat berperan dalam mempelajari pengecilan atau resistensi terhadap keretakan selama panen dan penanganan. Dari segi energi, informasi tentang kekerasan dapat digunakan untuk menentukan metode terbaik untuk memecah atau menggiling produk biji-bijian. Kompresibilitas, koefisien gesek, karakteristik ekspansi, kohesi, dan elastisitas penting dalam aliran bahan maupun dalam pengemasan dan penyimpanan. Hal ini terkait dengan jenis alat serta kebutuhan energi yang diperlukan dalam proses pengangkutan menggunakan konveyor atau proses pemisahan. Kerapatan, ukuran, bentuk dan koefisien hambat (drag coeficient) adalah sifat fisik yang digunakan dalam perhitungan kecepatan terminal (terminal velocity) suatu fluida. Untuk pengangkutan pneumatis, kecepatan terminal Bab I 1

I Nengah Suastawa bahan harus lebih kecil dari kecepatan udara agar partikel dapat terangkat. ….2) Untuk mengevaluasi persamaan (1.… (1. Xn maka persamaan (1. 1. belum ada cara pengukuran yang sederhana untuk menggambarkan secara tepat bentuk produk pertanian.1) dapat ditulis sebagai: I = b1X1 + b2X2 + b3X3 + … + bnXn …. Bagian-bagian fungsional alat-alat tersebut tergantung pada bentuk dan ukuran bahan yang diproses. Pada dasarnya. pengaruh masing-masing variabel X terhadap I dapat diestimasi dengan cara analisis keragaman dan korelasi bertingkat. Pada proses tertentu. kerapatan. Contoh. biji-bijian pada umumnya disifatkan menurut panjang. (1.. Dalam hal ini hubungan variabel proses dapat ditulis dalam bentuk fungsional sebagai berikut: I = f {bentuk. Irisan baik secara memanjang maupun lateral diukur kemudian Bab I 2 . Bentuk-bentuk produk pertanian hanya dapat dibandingkan berdasarkan irisan memanjang (longitudinal) dan irisan lintang. Untuk menghindari terjadinya berbagai kerusakan bahan selama penanganan. ayakan (sifter). sistem pengangkutan pneumatis. …} . mesin tanam. dalam menentukan jumlah buah (memiliki ukuran tertentu) dapat ditempatkan dalam suatu wadah dengan dimensi yang diketahui. Untuk mempelajari suatu proses tertentu. saringan (mesh).1) dimisalkan sebagai X1. ukuran.. untuk tujuan praktis dapat disederhanakan ke dalam bentuk umum. X3.2). maka pengetahuan dasar mengenai sifat-sifat dan karakter fisik bahan mutlak harus diketahui. lebar dan tebal. orientasi. Jika variabel yang ada pada persamaan (1. bentuk dan ukuran memegang peranan penting. Namun demikian. X2. selain tergantung pada bentuk dan ukuran juga tergantung pada orientasi dan kerapatan bahan. Contoh. Bentuk dan Ukuran Fungsi dari kebanyakan mesin pertanian sangat dipengaruhi oleh bentuk dan ukuran bahan yang diproses.1) Sebagai contoh. Bentuk dan ukuran bahan pertanian pada umumnya tidak beraturan sehingga banyak sekali dibutuhkan data untuk menggambarkan sifat-sifat fisik secara akurat. dan lain-lain.1.

1965). agak lebar di ujung tangkai. Gambar 1. sisi-sisi lebih atau kurang siku Bentuk potongan horisontal mendekati lingkaran Bentuk potongan melintang horisontal menyimpang dari lingkaran Bab I - 3 . Dengan menggunakan tabel tersebut bentuk produk dapat ditentukan berdasarkan nomer pada tabel atau dengan istilah yang digambarkan seperti berikut (Mohsenin.1 menunjukkan bentuk untuk apel.I Nengah Suastawa dibandingkan dengan bentuk yang sesuai dalam tabel standard. Bentuk: Round (bulat) Oblate Oblong Conic Ovate Blique (lopsided) Obovate Bentuk: Elliptical Truncate Unequal Ribbed Regular Irregular Deskripsi: Mendekati bola Pipih pada ujung tangkai Diameter vertikal > diameter horisontal Mengecil ke arah ujung Berbentuk telur. persik dan kentang. Sumbu yang berhubungan dengan tangkai Kebalikan dari ovate Deskripsi: Mendekati elipsoidal Memiliki dua akhir bertingkat atau rata Separo lebih panjang dibanding yang lain Potongan melintang dalam.

1.3) Koefisien pengepakan secara teoritis nilainya dapat dihitung dengan mudah jika diasumsikan bahwa bentuk bahan adalah bulat (spherical). Pada kasus-kasus praktis. Beberapa contoh chart standar untuk menentukan bentuk buah dan sayuran.I Nengah Suastawa Gambar 1. koefisien pengepakan dipengaruhi oleh penyimpangan bentuk akibat terjadinya deformasi dan kondisi dinding kemasan yang tidak ideal. tergantung dari sudut pandang ilmu dan kepentingan kita. Koefisien pengepakan didefinisikan sebagai rasio volume bahan yang dipak Vfr terhadap volume total V0. Bentuk produk sangat mempengaruhi koefisien pengepakan (packing coeficient) dalam suatu kontainer. dan lainlain. Bab I - 4 .. Tujuan pengukuran indeks-indeks tertentu yang digunakan untuk mengkarakterisasi bentuk-bentuk suatu bahan bermacam-macam. Dari kiri ke kanan: apel. degree of inequality of projected area. (1. sphericity. persik dan kentang. roundness ratio. yang dapat ditulis: λ= Vfr V0 …. Beberapa indeks yang sering digunakan adalah: roundness. axial ratio.

Roundness (kebundaran) dapat dicari dengan formula sebagai berikut: Roundness = Am Ac ….2.5) dimana: r = jari-jari masing-masing kurva kecil pada obyek R = jari-jari dalam maksimum n = banyaknya sudut yang dijumlahkan dalam pembilang Rasio kebundaran sebagaimana diilustrasikan pada Gambar 1.4) dimana: Am Ac = luas proyeksi obyek terbesar = luas lingkaran luar terkecil Kebundaran dapat juga dicari dengan persamaan: Mean roundness = ∑r n R …. Beberapa metode telah diajukan untuk melakukan estimasi nilai kebundaran. (1. (1. Gambar 1.2 adalah rasio jari-jari sudut terkecil terhadap jari-jari rata-rata dari obyek. Sedang rasio aksial adalah perbandingan sumbu terpendek dengan sumbu terpanjang..I Nengah Suastawa Kebundaran (Roundness) Kebundaran adalah ukuran ketajaman sudut suatu bahan padat. Ilustrasi cara penentuan beberapa indeks bentuk bahan pertanian Bab I 5 ..

(1. b intersep terpanjang yang tegak lurus pada a. (1.I Nengah Suastawa Kebulatan (sphericity) Konsep kebulatan didasarkan pada sifat isoperimetrik suatu bola. b dan c serta diameter lingkaran luar lingkaran adalah intersep terpanjang dari elipsoid.rata geometrik diameter terbesar ⎤ ⎥ ⎥ ⎦ …. (1.6) dimana: = diameter lingkaran yang sama volumenya dengan obyek de = diameter terkecil lingkaran (biasanya diameter terpanjang dc obyek) Bentuk persamaan kebulatan juga menggambarkan nilai perbandingan karakter bentuk suatu solid relatif terhadap sebuah bola yang mempunyai volume sama.. maka derajat kebundaran dapat ditulis sebagai berikut: Sphericity = ⎛ = ⎜ ⎜ ⎝ = n 6 n 6 ⎛ Volume bahan padat ⎞ ⎜ ⎜ Volume lingkaranbola⎟ ⎟ ⎝ ⎠ ⎛ bc ⎞ = ⎜ ⎟ ⎜ 2⎟ ⎝a ⎠ 1/3 1/3 abc⎞ ⎟ a3 ⎟ ⎠ 1/3 diameterrata ..8) ⎡ (abc)1/3 = ⎢ ⎢ a ⎣ dimana a adalah intersep terpanjang. Definisi lain dari kebulatan adalah: Sphericity = di dc …. dan c adalah intersep terpanjang yang tegak lurus Bab I 6 . Bentuk persamaan tiga dimensi untuk estimasi kebulatan dapat didefinisikan sebagai: Sphericity = de dc ….7) dimana: di = diameter terbesar lingkaran dalam dc = diameter terkecil lingkaran luar Dengan asumsi bahwa volume bahan padat sama dengan volume suatu elipsoid beraksis tiga dengan intersep a..

I Nengah Suastawa terhadap a dan b. Metode pengukuran demikian sangat lambat dan hanya direkomendasikan untuk menentukan hubungan antar variabel. Dengan metode ini sifat-sifat kenampakan material seperti luas permukaan. Luas permukaan buah biasanya ditentukan dengan berdasarkan pengukuran diameter dan berat. Suatu pengukuran yang cepat dan praktis dapat dilakukan dengan mengukur panjang dan lebar daun lalu mengeplotkannya pada suatu kertas selanjutnya hasil pengukuran luas dapat dikalibrasi. Bayangan daun diproyeksikan dan digambarkan pada suatu kertas lalu luas ditentukan dengan planimeter. Perkembangan teknologi sinar dan optik serta komputer saat ini telah dimanfaatkan untuk proses-proses rekayasa dalam bidang pertanian dengan apa yang dikenal sebagai metode image processing. defect pada permukaan produk dapat didefinisikan secara akurat dan cepat. Luas Permukaan Luas permukaan bahan-bahan hasil pertanian berperan penting dalam berbagai teknologi proses. dan menentukan efisiensi penggunaan pestisida untuk proteksi tanaman. Dengan mengetahui berat atau diameter. Intersep ini mungkin tidak saling berpotongan satu dengan yang lain pada satu titik yang sama.4). Luas permukaan daun misalnya. yaitu dengan memotong-motong buah menjadi potongan-potongan kecil kemudian mengukur luas pemukaannya satu per satu lalu dijumlahkan. luas permukaan dapat dihitung dengan persamaan empiris atau menghitungnya dengan menggunakan suatu plot tertentu yang telah dikalibrasi (Gambar 1. dan lain-lain. Bab I - 7 . digunakan untuk menentukan kapasitas fotosintesis dan laju pertumbuhan. menentukan hubungan tanaman-tanah dan air. Luas permukaan juga penting dalam pengujian-pengujian tertentu seperti pengukuran respirasi. Dalam beberapa kasus (misalnya tembakau dan sayuran) luas pemukaan daun sangat menentukan kualitas dan kuantitas produk. Luas permukaan buah-buahan dapat ditentukan dengan pengukuran langsung.2. fenomena transpor. 1. degradasi dan perubahan warna. Ada berbagai metode yang digunakan untuk mengukur luas permukaan daun. Metode lain adalah dengan menggunakan alat yang dinamakan air-flow planimeter dan dalam perkembangan selanjutnya dikenal alat leaf areameter digital yang dapat secara langsung mengukur luas permukaan daun.

12) dimana nilai K sebagaimana dinyatakan dalam persamaan 1. 1984) telah ditemukan: V2 S 3 ≥ 1 36 π …. (1. luas proyeksi penampang lintang suatu produk dapat ditentukan posisinya dari segala arah (arbitrary) sebagaimana digambarkan pada Gambar 1. kentang dan jeruk.11 adalah 1. Persamaan ini juga memperlihatkan bahwa luas proyeksi rata-rata dari suatu bahan konvek adalah seperempat luas permukaan A.21 semakin bulat bentuk bahan tersebut. Untuk sebuah produk berbentuk bola/bulat yang sama: ⎛9 π ⎞ K = ⎜ ⎜ ⎟ ⎟ ⎝ 16 ⎠ 1 3 = 1.21 untuk bulatan dan lebih besar nilainya untuk bahan yang berbentuk konvek. Substitusi S = 4 A ke dalam persamaan di atas menghasilkan: ⎛ 9 π ⎞ 3 23 A ≤ ⎜ ⎜ 16 ⎟ V ⎟ ⎝ ⎠ 1 atau A ≤ K V 2 3 …. (1. Luas rata-rata daerah terproyeksi yang diperoleh dengan cara ini berhubungan dengan volume bahan yang dapat dituliskan dengan persamaan: Fm = K V 2 3 ….. Gambar 1. (1.10) dimana: K adalah konstanta..1 di atas.9) dimana: V adalah volume dan S adalah luas permukaan bahan konvek. Bab I - 8 ... Semakin dekat nilai K dengan 1.21 ….I Nengah Suastawa Berdasarkan teori bahan (Banesen dan Fenchel. Jadi kebulatan (sphericity) dapat juga dikharakterisasi dengan nilai K.5 memperlihatkan hubungan antara Fm dan V untuk wortel.11) Dalam perancangan ukuran mesin. (1.

I Nengah Suastawa Gambar 1.Trashing terhadap bentuk dan arah tiga titik potong biji-bijian berdasarkan karakteristik fotografik Bab I 9 .3.

4. Hubungan luas potongan melintang rata-rata dan volume Bab I .10 .I Nengah Suastawa Gambar 1.5. Penentuan luas rata-rata proyeksi potongan melintang produk pertanian Gambar 1.

0. berat buah Hubungan antara berat buah dengan luas permukaan telah dikaji untuk telur segar (Besch et al. penentuan tingkat kemasakan buah..83 ⎞ 2 A =⎜ 2 ⎟W 3 ⎜ γ3 ⎟ ⎝ ⎠ dimana: γ = berat volumetrik Luas permukaan telur dapat ditentukan dengan persamaan: ….. Total luas permukaan strip tersebut adalah luas permukaan nyata buah apel. desain tempat penyimpanan. Volume dan Kerapatan Volume dan kerapatan berbagai produk pertanian berperan penting pada teknologi proses dan dalam evaluasi kualitas produk. mula-mula buah ditimbang kemudian dimasukkan ke dalam Bab I . kerapatan atau berat spesifik merupakan faktor yang sangat menentukan. diameter garis melintang e.3. Sebagai contoh. luas potongan garis melintang c. (1.. Luas permukaan juga dapat diestimasi berdasarkan: a. Untuk buah-buahan yang berukuran besar dapat dengan mudah diukur volumenya dengan metode displacement (Gambar 1. hubungan antara luas 2 ….13) ⎛ 4. kemudian digunakan planimeter untuk mengukur strip tersebut. buah dikupas kulitnya dalam bentuk strip. (1. luas potongan melintang aksial atau longitudinal d.6). sebuah formula yang melibatkan integral dua elips untuk luas permukaan sebuah elipsoida dengan a>b>c b.. 1968): A = k Wm satuan A dan W berturut-turut adalah cm dan gram.11 .6 dan 5.I Nengah Suastawa Untuk mengukur luas permukaan buah seperti apel. 1. diameter aksial atau longitudinal f.14) A=kW 2 3 …. Dengan metode ini. Untuk buah yang bentuknya permukaan dengan berat adalah: bulat. (1. dalam teknologi pengeringan dan penyimpanan. dan lain-lain.15) dimana: nilai k bervariasi antara 4.

Bab I . disarankan menggunakan toluena (C6H5CH3) dan bukan air oleh karena toluena diserap lebih sedikit sehingga hanya membasahi bagian luar biji disamping itu daya larutnya rendah. Dengan metode ini. Kemudian volume buah dapat dihitung dengan persamaan: Volume (m3 ) = berat air yang dipindahka (kg) n kerapatanair (kg/m3 ) Dengan mengetahui berat buah di udara dan volume.I Nengah Suastawa air. Jumlah air yang dipindahkan ditimbang beratnya.12 . berat spesifik buah dapat ditentukan dengan perhitungan sebagai berikut: Berat spesifikobyek = berat dalam air x berat spesifikair berat air yang dipindahka n Gambar 1. kerapatan buah dapat dihitung dengan rasio berat terhadap volume.6. Timbangan platform untuk pengukuran volume dan berat spesifik obyek berukuran besar Volume dan berat spesifik biji-bijian yang berukuran kecil dapat diukur dengan metode piknometer. Pada saat yang sama.

Metoda yang digunakan untuk mengukur porositas ditawarkan oleh Day (1964) sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 1. (1..I Nengah Suastawa Gambar 1. Bahan dimasukkan dalam tangki 2. Porositas dapat dinyatakan dalam berat spesifik γ dan berat volumetrik γvw yang fungsi hubungannya adalah: ε = 1 – (γvw/γ) …. Porositas berhubungan linier dengan berat volumetrik (Gambar 1. Timbangan berat spesifik untuk obyek berukuran kecil 1. Adanya ruang kosong dalam suatu massa bahan (dalam bentuk curah) dipelajari untuk menentukan aliran udara dan panas pada saat proses penanganan. Biji jagung misalnya mempunyai bentuk yang beragam dan karenanya berat volumetrik dan porositasnya juga berbeda-beda. Porositas Untuk bahan yang porus dan biji curahan (bulk).7. porositas merupakan salah satu sifat yang penting. Porositas berperan penting dalam proses pengeringan karena mempengaruhi pergerakan air dan udara dalam bahan.13 . udara dimasukkan ke tangki 1 hingga manometer pada tekanan yang dikehendaki dan tutup katup 1.4. Porositas merupakan rasio antara volume rongga terhadap volume total produk.9.16) Berat volumetrik bahan bijian tergantung pada bentuk. Biji jagung yang plat dan ukurannya besar memiliki berat volumetrik maksimum. sedangkan yang bulat dan kecil mempunyai berat volumetrik minimum. katup 2 ditutup.8). Pada kondisi ini berlaku sebagaimana persamaan gas ideal: Bab I .

total massa udara M akan mengisi kedua tangki. Bab I ..19) penurunan persamaan di atas diperoleh persen pori per volume bahan: Porositas dikenal juga sebagai faktor pengemasan (PF) yang dihitung dengan formulasi berikut: PF = kerapatan partikelpadat .. R1 konstanta gas untuk udara dan T1 suhu absolut. V1 volume tangki 1.17) dimana P1 adalah tekanan absolut.18) ….14 .kerapatan kemasan kerapatan partikelpadat Kerapatan dapat ditentukan dengan salah satu metoda pengukuran kerapatan yang telah diberikan pada bagian sebelumnya.. Pada kondisi ini dengan ditutupnya katup 1 dan 3. Jika katup 3 ditutup dan katup 2 dibuka maka tekanan yang terbaca pada manometer berubah menjadi P3. (1. M adalah massa udara. M1 massa udara dalam tangki 1 dan M2 massa udara yang mengisi pori-pori bahan dalam tangki 2. (1.I Nengah Suastawa P1V1 = MR1T1 …. Jika diasumsikan R1T1 = R2T2 = RT maka persamaan: M = M1 + M 2 (P1V1)/RT = (P3V1)/RT + (P3V2)/RT V2/V1 = (P1 – P3)/P3 …. (1.

I Nengah Suastawa Gambar 1.8. Porositas bahan curah sebagai fungsi berat volumetrik Bab I .15 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->