P. 1
laporan bakteri

laporan bakteri

|Views: 107|Likes:
Published by Siti Zaenatun
laporan bakteri
laporan bakteri

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Siti Zaenatun on Jan 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/04/2013

pdf

text

original

Praktikum

:

Judul

: Identifikasi bakteri pada telur

Tujuan

: Mengetahui jenis bakteri yang ada pada telur

Dasar Teori

: Telur pada umumnya digemari masyarakat karena harganya terjangkau dan sarat akan zat gizi yang diperlukan oleh tubuh. mudah dicerna dan bergizi tinggi. Telur memiliki kandungan gizi yang hampir sempurna, sebab merupakan persediaan pangan selama embrio mengalami perkembangan di dalam telur, tanpa makanan tambahan dari luar (Haryoto, 1996). Telur terdiri dari protein 13 %, lemak 12% serta vitamin dan mineral. Protein telur yang dapat diserap dan dimanfaatkan tubuh (nilai biologis) mencapai 96 %. Telur merupakan sumber protein terbaik karena mengandung semua unsure asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh (Aryastami, 1994). Asam amino ini sangat dibutuhkan oleh manusia, karena tidak dapat dibentuk sendiri oleh tubuh, sehingga harus dipenuhi dari makanan. Kandungan gizi sebutir telur ayam dengan berat 100 g terdiri dari protein 12,8 g, karbohidrat 0,7 g, lemak 11,5 g, vitamin dan mineral (Haryoto, 1996). Sebagai bahan pangan, telur merupakan bahan yang mudah mengalami kerusakan. Kerusakan pada telur dapat terjadi secara fisik, kimia maupun biologis sehingga terjadi perubahan selama masa penyimpanan. Oleh karena itu dalam pemilihan telur perlu memperhatikan kualitasnya. Secara keseluruhan kualitas sebutir telur tergantung pada kualitas telur sebelah dalam (isi telur) dan kualitas telur bagian luar (kulit telur) (Suadaryani, 2000). Telur merupakan salah satu bahan pangan yang mudah mengalami kerusakan oleh mikroorganisme berupa bakteri. Hal ini disebabkan

telur memiliki komposisi zat gizi yang baik sehingga merupakan media yang baik bagi pertumbuhan bakteri itu sendiri. Kerusakan telur oleh bakteri terjadi karena bakteri masuk ke dalam telur sejak telur berada di dalam maupun telur sudah berada di luar tubuh induknya. Kerusakan telur oleh bakteri sejak berada di dalam tubuh induknya terjadi misalnya induk menderita Salmonellosis sehingga telur mengandung bakteri Salmonella sp. Sedangkan masuknya bakteri ke dalam telur setelah telur berada di luar tubuh induknya misalnya berasal dari kotoran yang menempel pada kulit telur. Kotoran tersebut diantaranya adalah tinja, tanah atau suatu bahan yang banyak mengandung bakteri perusak. Bakteri ini masuk ke dalam telur melalui kulit telur yang retak atau menembus kulit ketika lapisan tipis protein yang menutupi kulit telur telah rusak dan lubang-lubang kecil yang terdapat pada permukaan telur yang disebut pori-pori. Kerusakan pada telur umumnya disebabkan oleh bakteri yang masuk melalui kulit yang retak atau menembus kulit ketika lapisan tipis protein yang menutupi kulit telur telah rusak (Pelczar dan Chan, 1988). Secara biologis kerusakan pada telur disebabkan oleh

mikroorganisme diantaranya adalah bakteri. Kerusakan telur oleh bakteri terjadi karena bakteri masuk ke dalam telur sejak telur berada di dalam maupun telur sudah berada di luar tubuh induknya, misalnya induk menderita salmonellosis sehingga telur

mengandung bakteri Salmonella sp. Sedangkan masuknya bakteri ke dalam telur setelah telur berada di luar tubuh induknya misalnya berasal dari kotoran yang menempel pada kulit telur dan merupakan suatu bahan yang banyak mengandung bakteri perusak. Bakteri ini masuk ke dalam telur melalui kulit telur yang retak atau menembus kulit ketika lapisan tipis protein yang menutupi kulit telur telah rusak dan lubang-lubang kecil yang terdapat pada permukaan telur yang disebut pori-pori.

Alat dan bahan : - cawan petri - Bunsen - jarum inokulasi - sampel telur - media SSA - media gula-gula - Media NA - media SIM - media SC - media TSIA

Prosedur kerja’:

1. Menyiapkan alat dan bahan 2. Sampel telur dihomogenkan antara bagian putih dan kuning, kemudia ditanam pada media SSA yang telah memadat dengan metode strek. 3. Inkubasi selama 1-2x24 jam. 4. Amati kkoloni yang tumbuh, kemudian catat hasilnya 5. Lanjutkan dengan uji biokimia, pindahlan satu koloni yang terpisah dari biakan ke media NA, Gula-gula, TSIA, SIM dan SC 6. inkubasi 1-2x 24 jam. 7. baca hasilnya

Hasil

: media SSA : koloni tidak berwarna, kecil, keeping, smooth, bulat

uji biokimia
Glu +g Lac. Man. + Mal. + Suc. H2S + Ind. Mot. + SC + TSIA Al/As

Pembahasan

:

Pada praktikum identifikasi bakteri pada sampel telur di atas, yang dilakukan pertamakali adalah penanaman pada media selektif Salmonella Sigella Agar (SSA) karena bakteri tersebut yang biasanya mencemari telur.Salmonella Shigella (SS) agar merupakan media agar diferensial yang digunakan untuk mengisolasi Enterobacteriaceae patogen, khususnya Salmonella sp. dan Shigella sp..Aksi

penghambatan pada bakteri koliform dan gram-positif dilakukan oleh campuran garam bile dan brilliant green pada medium. Sodium sitrat menghambat bakteri gram-positif. Neutral red merupakan pH indikator bagi bakteri yang

memfermentasi laktosa akan menghasilkan koloni berwarna merah jambu. Beberapa Salmonella sp. menghasilkan bulatan hitam (presipitat ferri sulfat) di tengah koloni sebagai hasil produksi gas H2S.

Formula SSA per liter air destilat (Anonymous m, 2006)
           Beef Extract Pancreatic Digest of Casein Peptic Digest of Animal Tissue Lactose Bile Salts Sodium Citrate Sodium Thiosulfate Ferric Citrate Neutral Red Agar Brilliant Green : 5.0 g : 2.5 g : 2.5 g : 10.0 g : 8.5 g : 8.5 g : 8.5 g : 1.0 g : 0.025 g : 13.5 g : 0.330 mg

Bakteri Salmonella sp. tumbuh mudah pada media biasa, dengan situasi aerob, dengan suhu optimum 36oC, terta tidak memfermentasikan laktosa.
No

Spesies

Glu

Lac.

Man.

Mal.

Suc.

H2S

Ind.

Mot.

SC

TSIA

1. 2. 3. 4.

S. typhii S.paratyphi A S.paratyphi B S.paratyphi C

+ +g +g +g

-

+ + + +

+ + + +

-

+ +

-

+ + + +

+ +

Al/As Al/As Al/As Al/As

Sedangkan bakteri Shigella sp. mudah tumbuh pada media yang digunakan seharihari, dalam situasi aerob dengan suhu optimum37C, umumnya bersifat lactose non fermenter, tetapi ada tipe yang dapat menguraikan laktosa walaupun lambat.

No

Spesies Shigella dysentriae

Glu +

Lac. -

Man. -

Mal. -

Suc. -

H2S -

Ind. +/-

Mot. -

SC -

TSIA Al/As

1.

2.

Shigella shigae

+

-

-

-

-

-

-

-

-

Al/As

3. 4.

Shigella sonei Shigella flexneri

+ +

-

+ +

+ +

+ -

-

+/-

-

-

Al/As Al/As

Jika dalam uji biokimia didapat hasil yang kurang meyakinkan, maka dapat diperkuat menggunakan uji antisera.

Simpulan

: Berdasarkan hasil identifikasi, sampel telur mengandung bakteri Salmonella paratypi B

Daftar Pustaka :

Soemarno._. Isolsi dan Identifikasi Bacteri Klinik. Akademi Analis Kesehatan Yoyakarta Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

www.wikipedia.com/Salmonella

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->