P. 1
produktivitas

produktivitas

|Views: 83|Likes:
Published by budiwardhono
Produktivitas dapat digambarkan dalam dua pengertian yaitu secara teknis dan finansial. Pengertian produktivitas secara teknis adalah pengefesiensian produksi terutama dalam pemakaian ilmu dan teknologi. Sedangkan pengertian produktivitas secara finansial adalah pengukuran produktivitas atas output dan input yang telah dikuantifikasi. Suatu perusahaan industri merupakan unit proses yang mengolah sumber daya (input) menjadi output dengan suatu transformasi tertentu. Dalam proses inilah terjadi penambahan nilai lebih jika dibandingkan sebelum proses.
Produktivitas dapat digambarkan dalam dua pengertian yaitu secara teknis dan finansial. Pengertian produktivitas secara teknis adalah pengefesiensian produksi terutama dalam pemakaian ilmu dan teknologi. Sedangkan pengertian produktivitas secara finansial adalah pengukuran produktivitas atas output dan input yang telah dikuantifikasi. Suatu perusahaan industri merupakan unit proses yang mengolah sumber daya (input) menjadi output dengan suatu transformasi tertentu. Dalam proses inilah terjadi penambahan nilai lebih jika dibandingkan sebelum proses.

More info:

Published by: budiwardhono on Jan 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/13/2013

pdf

text

original

BAB II TINJAUAN TEORITIS PUBLIC RELATIONS, EMPLOYEE RELATIONS, DAN PRODUKTIVITAS A. Public Relations 1.

Pengertian dan Definisi Public Relations Public relations banyak dipraktikkan di berbagai organisasi dalam rangka menunjang manajemen untuk mencapai tujuannya secara efektif dan efisien. Pelaksanaan public relations bertitik berat pada keterampilan membina hubungan antar manusia di dalam dan di luar organisasi untuk mencegah timbulnya masalah. Public Relations berasal dari dua buah kata, yaitu Public dan Relations. Dalam bahasa Indonesia kata Public berarti publik (masyarakat) dan kata Relations berarti hubungan-hubungan. Jadi, Public Relations berarti hubungan-hubungan dengan publik yang mempunyai minat dan kepentingan bersama (Abdurrahman, 1968;2). Istilah Public Relations Officer (PRO) (di Indonesia lebih dikenal dengan HUMAS atau hubungan masyarakat) baru dikenal pada abad ke -20, sebagai sebuah kegiatan Humas sudah ada jauh sebelumnya. Bahkan para ahli PRO menyatakan bahwa Public Relations (Humas) sudah ada sejak manusia masih primitif. Humas terlahir sebagai dampak dari perkembangan dan kemajuan masyarakat diberbagai bidang seperti ekonomi, politik, sosial, budaya, dan sebagainya. Di Indonesia istilah Humas sudah sangat membudaya dan dipergunakan secara luas diberbagai perusahaan dan instansi baik di pemerintah maupun swasta. , Oleh karena itu apabila kita berbicara tentang humas di Indonsia sesungguhnya kita sedang membicarakan Public Relations.

Outwardly through all means of expression´ (Public Relations adalah proses yang kontinu dari usaha-usaha manajemen untuk memperoleh goodwill dan pengertian dari para pelanggannya. Vice Chairman. Seidel. and actions to assure complete understanding and appreciation. State of New York berbunyi : ³Public Relations is the continuing process by which management endeavors to obtain goodwill and understanding of its customers. pegawainya. (Abdurrachman. penentuan pelayanan-pelayanan dan sikap yang disesuaikan dengan kepentingan orang -orang atau golongan agar orang atau lembaga itu memperoleh kepercayaan dan goodwill dari mereka. Kedua. dan sikap adalah untuk menjamin adanya pengertian dan penghargaan yang sebaik-baiknya). Emerson Reck. diantaranya adalah :  Definisi J. dan publik umumnya. pelaksanaan kebijaksanaan. and secondly. inwardly through self analysis and correction. Public Relations Director. (Public Relations adalah kelanjutan dari proses penetapan kebijaksanaan. Division of Housing. (Abdurrachman. Public Relations Director. its employees and the public at large. 2001:25)  Definisi Howard Bonham.Selain pengertian public relations. keluar dengan mengadakan pernyataan-pernyataan). services. American National Red Cross menyatakan : ³Public Relations is the art of bringing about better public . Colgate University berbunyi : ³Public relations is the conitued process of keying policies. and actions to the best interest of those individual and groups whose confidence and goodwill an individual or institution covets. it is interpretation of these policies.C. services. pelayanan. 2001:24)  Definisi W. untuk lebih jelasnya adapun definisi public relations yang telah diungkapkan oleh beberapa pakar. kedalam dengan mengadakan analisis dan perbaikan-perbaikan terhadap diri sendiri.

. (Abdurrachman. (Greener. and maintains mutually beneficial relationships between an organization and the various publics on whom its success of failure depends´ (Public Relations adalah fungsi manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat antara organisasi dengan publik yang mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan organisasi tersebut). Center. (Cutlip. goodwill. Palapah dan Atang Syamsudin. 2001:25)  Menurut M. penghargaan pada dan dari publik sesuatu badan khususnya dan masyarakat umumnya. kepercayaan. 2006:1) Jadi. 1993:3)  Menurut Cutlip. Public Relations adalah suatu bentuk spesialisasi komunikasi yang bertujuan memajukan saling pengertian dan kerjasama antara publik-publik berkepentingan guna mencapai keuntungan dan kepuasan bersama. berdasarkan definisi-definisi tadi terdapatlah di dalam public relations itu suatu kegiatan untuk menanamkan dan memperoleh pengertian. Broom. dan Broom. Public Relations adalah presentasi positif suatu organisasi kepada keseluruhan publiknya.O. Dalam public relations terdapat suatu usaha untuk mewujudkan hubungan yang harmonis antara sesuatu badan/lembaga dengan publiknya. Center. yang dapat memperdalam kepercayaan publik terhadap seseorang atau sesuatu organisasi/badan).  Menurut Tony Greener.yang lebih baik. establishs. ³Public Relations is management function that identifies.understanding which breeds greater public confidence for any individual or organization´ (Public Relations adalah suatu seni untuk menciptakan pengertian publik -sekelompok orang yang memiliki tujuan dan kepentingan yang sama. usaha untuk memberikan atau menanamkan kesan yang menyenangkan.

sehingga akan timbul opini publik yang menguntungkan bagi kelangsungan hidup badan/lembaga itu. yang menunjukkan perhatian terhadap ³public welfare´. sikap yang simpatik. Memelihara komunikasi yang baik (maintain good communication). 2. definisi public relations menurut Cutlip. Memberikan keterangan-keterangan/penjelasan-penjelasan kepada publik dengan jujur. (Effendy. Canfield dalam bukunya Public Relations. Principles and Problems mengemukakan tiga fungsi public relations. b. 1993:137). sehingga publik merasa well-informed dan diikutsertakan dalam usaha-usaha badan/lembaga tersebut. c. Hal ini dapat dilaksanakan oleh public relations dengan menunjukkan hal-hal yang positif tentang apa yang telah dilaksanakan dan direncanakan. Selain daripada itu. Definisi ini juga mengidentifikasikan pembentukan dan pemeliharaan hubungan baik yang saling menguntungkan antara organisasi dengan publik sebagai basis moral dan etis dari profesi public relations. perhatian terhadap kritik-kritik dan saran-saran publik dengan bijaksana akan dapat memberikan kepuasan pada usaha-usaha public relations tadi. yakni : a. Fungsi dan Tujuan Public Relations Bertrand R. Mengabdi kepada kepentingan umum (it should serve in the public¶s interest). Menitikberatkan moral dan tingkah laku yang baik (and stress good morals and manners). yang ramah. dan Broom menempatkan public relations sebagai sebuah fungsi manajemen. Selain itu. Center. yang berarti bahwa manajemen di semua organisasi harus memperhatikan public relations. dan kata-kata yang sopan. .

Sedangkan untuk mengkaji tujuan public relations. tujuan public relations adalah meningkatkan favorable image/citra yang baik dan mengurangi atau mengikis habis sama sekali unfavorable (tidak menyenagkan) image/citra yang buruk terhadap organisasi tersebut. 2006:29). Center. dan merespons perubahan-perubahan lain di lingkungan. antara lain : o Charles S. Public relations mendapat pujian karena bisa membantu membangun dan mempertahankan hubungan antara publik dengan manajemen organisasional yang memperhatikan tanggung jawab sosial kepemimpinan yang bermoral. o Frank Jefkins. Banyak yang memuji peran fungsi public relations dalam membuat organisasi bersikap responsif terhadap kepentingan publik dan kontribusinya kepada sistem informasi publik yang amat penting bagi masyarakat demokratis dan kelangsungan hidup organisasional. baik publik internal (publik di dalam lembaga/perusahaan) maupun publik eksternal (publik di luar lembaga/perusahaan). Steinberg. Broom. berikut akan dikutip beberapa pendapat ahli. . (Cutlip. tujuan public relations adalah menciptakan opini publik yang favorable (menyenangkan) tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh badan/lembaga yang bersangkutan. merespons pergeseran di antara elektorat dan di dalam lembaga legislatif.Fungsi public relations juga adalah memelihara hubungan baik atau hubungan harmonis antara lembaga/perusahaan dengan publik-publiknya. merespons nilai dan gaya hidup yang baru. Public relations juga membantu lembaga/perusahaan untuk mengantisipasi dan merespons persepsi dan opini publik.

dan memperbaikinya jika citra itu menurun/rusak. bilamana diserang. (hal ini bisa terjadi akibat kesalahpahaman). memelihara. Memelihara citra yang baik c. Dari berbagai pendapat di atas. image dalam bahasa komunikasi adalah : ´The Picture In Ourhead´ yaitu suatu gambaran yang ada pada kepala kita. ´Citra´ dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah ´Image´. Meningkatkan citra yang baik d. yakni : a. maka dapat dirumuskan tentang tujuan public relations secara umum/universal yang pada prinsipnya tujuan public relations adalah : untuk menciptakan. padahal organisasi atau badan kita tidak salah. Dengan demikian ada empat hal yang prinsip dari tujuan public relations. citra adalah gambaran yang ada pada pikiran . Memperbaiki citra jika citra organisasi kita menurun/rusak Dari serangkaian tujuan di atas pada umumnya public relations menekankan tujuan pada aspek citra.o Dimock Marshall Cs. dan serangan itu kurang wajar. tujuan public relations adalah secara positif : berusaha untuk mendapatkan dan menambah penilaian dan goodwill (itikad baik) suatu organisasi atau badan. untuk menjelaskan hal tersebut. Secara defensif : berusaha untuk membela diri terhadap pendapat masyarakat yang bernada negatif. Menciptakan citra yang baik b. Dengan demikian tindakan ini adalah salah satu aspek penjagaan atau pertahanan. berikut akan dikaji tentang pengertian citra. Jadi. dan meningkatkan citra yang baik dari organisasi kepada publik yang disesuaikan dengan kondisi-kondisi daripada publik yang bersangkutan.

Untuk membentuk citra yang positif/favorable dari publik terhadap lembaga/perusahaan/organisasi itu sangat sulit. . dan sebagainya). misal : TV. harus mempunyai suatu badan yang menggarapnya yaitu Public Relations (dengan cara menyebarluaskan/mempromosikan organisasi kita melalui mass media. Pandangan yang lebih mengandung arti filosofi itu memberi arti dan spirit yang cukup mendalam dan memungkinkan setiap orang yang memahaminya memandang kerja. Produktivitas Kerja 2. baik secara individual maupun kelompok dalam suatu organisasi sebagai suatu keutamaan dalam hal mengutamakan bekerja dengan mengacu kepada unsur efisiensi dan efektivitas yang merupakan penjabaran secara teknis dari konsep produktivitas.2.seseorang atau bisa disebut juga pendapat atau persepsi yang timbul dari pikiran seseorang. Radio. oleh karena itu. SK. Film.1 Pengertian Produktivitas Kerja Filosofi dan spirit tentang produktivitas sudah ada sejak awal peradaban manusia karena makna produktivitas adalah keinginan (the will) dan upaya (effort) untuk selalu meningkatkan kualitas kehidupan dan penghidupan disegala bidang (Sedermayanti. jika suatu organisasi ingin mendapatkan favorable image. 1996:142).

. Dimensi efektivitas berkaitan dengan pencapaian kerja yang maksimal artinya pencapaian target yang berkaitan dengan kualitas. Semakin baik kinerja seorang pegawai. Produktivitas dapat dinyatakan dalam ukuran fisik (physical productivity) dan ukuran financial (financial productivty) (Moelyono. 1993:3). Dapat dikatakan bahwa kinerja sebagai suatu hasil atau output dari suatu proses pelaksanaan tugas akan berpengaruh terhadap produktivitas/kerja. dikatakan bahwa produktivitas mengandung pengertian sikap mental (attitude of mind) yang selalu mempunyai pandangan :´Mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari kemarin. Produktivitas memiliki dua dimensi yakni efektivitas dan efisiensi. Produktivitas biasanya dihitung sebagai indeks. Secara umum produktivitas mengandung pengertian perbandingan terbalik antara hasil yang dicapai (output) dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan (input).2009: 197). Sedangkan dimensi efesiensi merujuk kepada upaya membandingkan masukan dengan realisasi penggunaannya atau bagaimana pekerjaan dilaksanakan. Kemudian Arouf (1986:20) berpendapat produktivitas adalah rasio antara efektivitas menghasilkan keluaran dan efesiensi pemggunaan sumber masukan. dan hari esok lebih baik dari hari ini´.Menurut Dewan Produktivitas Nasional Indonesia 1983. rasio output (keluaran) dibidang input (masukan). (Sedermayanti. kuantitas dan waktu. Produktivitas dalam Kohler¶s Dictionary for Accountants (1983) didefinisikan sebagai hasil yang didapat dari setiap proses produksi dengan menggunakan satu atau lebih faktor produksi. berarti pegawai tersebut juga semakin produktif atau produktivitas kerjanya semakin meningkat.

dan tenaga kerja. Produktivitas merupakan interaksi terpadu secara serasi dari tiga factor esensial. Sedangkan hasil guna adalah akibat kualitas dan hasil yang diusahakan. yaitu daya guna (efesiensi) dan hasil guna (efektivitas). Kesesuaian antara kebutuhan individual b. c. manajemen. Berdasarkan pengertian di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa produktivitas pada prinsipnya mencakup dua konsep dua dasar. kecakapan dan keterampilan yang dimiliki oleh seseorang menentukan kesiapan untuk melakukan suatu pekerjaan tergantung dari pendidikan yang telah diterima maupun pelatihan yang telah didapat. kecakapan dan keterampilan tertentu agar pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan dengan baik. Produktivitas pada dasarnya adalah suatu sikap mental yang selalu mempunyai pandanagn bahwa mutu kehidupan hari ini lebih baik dari pada kemarin. yakni : investasi termasuk penggunaan pengetahuan dan teknologi serta riset. akan meningkatkan motivasi kerja.Muchdarsyah Sinungan (2000:16) dalam bukunya ³Produktivitas Apa Dan Bagaiman´. dan hari esok lebih baik dari hari ini. Pengetahuan. Pada umumnya seorang pegawai akan mengalami kepuasan kerja apabila mempunyai kebebasan dalam menentukan pekerjaan yang ingin dilakukan dengan cara yang di inginkannya. . Demikian pula peran serta dan keterlibatan diri tanpa paksaan. dana dan alam yang diperlukan untuk mengusahakan hasil tertentu. Rumusan tradisional bagi keseluruhan produktivitas tidak lain ialah ratio dari pada apa yang dihasilkan (output) terhadap keseluruhan peralatan produksi yang diperguanakan (input). Sejauhmana seorang pegawai dapat mencapai hasil yang memuaskan dalam bekerja tergantung dari kemampuan dan kecakapannya. Daya guna menggambarkan tingkat sumber manusia. mengelompokkan pengertian produktivitas sebagai berikut: a. Setiap jenis pekerjaan menurut pengetahuan.

yaitu: manajemen yang efesien mengenai sumber daya manusia dansistem kerja untuk mencapai peningkatan produktivitas. Pencapaian produktivitas kerja yang sekaligus mansyaratkan perlunya dilakukan standar kerja antara lain: 1. Kewiraswastaan yang tercermin dalam pengambilan resiko. Manajemen produktivitas. b. 1993. seperti: perencanaan tenaga kerja dalam tambahan tugas. seperti: kesedian untuk bekerja secara bergiliran (shift work).25) Faktor tersebut besar artinya bagi penciptaan suasana kerja yang ergonomis untuk menunjang tercapainya efesiensi yang berarti di dalam proses yang telah memenuhi batasan standar produktivitas kerja. e. Menurut balai pengembangan produktivitas daerah ada 6 faktor utama yang menentukan produktivitas pegawai yaitu: a. Hubungan antara pegawai dan pimpinan organisasi: untuk meningkatkan produktivitas melalui lingkaran pengawasan bermutu (quality control circle) d. Peran pegawai sebagai faktor yang menentukan produktivitas kerja semakin kuat oleh adanya kemajuan teknologi yang mempermudah dan mempercepat cara kerja yang akan dilakukan oleh para pegawai. yang ditentukan oleh pendidikan. Efesiensi tenaga kerja. c. Sikap kerja. Tingkat keterampilan. Standarisasi cara/prosedur kerja . f. Banyak faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja baik yang berhubungan dengan tenaga kerja maupun yan berhubungan dengan lingkungan suatu lembaga dan kebijakan pemerintah secara keseluruhan. latihan dalam manajemen dan supervisi serta keterampilan dalam bekerja.dan kebutuhan organisasai merupakan factor yang penting untuk menunjang produktivitas kerja. kreativitas dalam berusaha dan berada pada jalur yang benar dalam berusaha (Moelyono. dapat menerima tambahan tugas dan bekerja dalam suatu tim.

2. 5. Faktor-faktor Pendukung Produktivitas kerja .2. Tanggung jawab peningkatan keterampilan melalui pengalaman dan kesempatan akan tergantung dari pimpinan lembaganya.2. maka diharapkan volume atau jumlah produk yang dihasilkan akan meningkat. kondisi lingkungan kerja yang tentram. maupun secara tidak langsung yaitu melalui penciptaan jaminan kesempatan bagi pegawai untuk berkembang. 1. 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa faktor manajemen sangat berperan dalam meningkatkan produktivitas kerja baik secara langsung yaitu melalui perbaikan organisasi dan tata prosedur untuk memperkecil pemborosan. Standarisasi peralatan kerja Standarisasi lingkungan kerja Standarisasi tenaga kerja Standarisasi pemakaian material Standarisasi kinerja (performance) Apabila tenaga yang dikeluarkan waktu yang dihabiskan dan pikiran yang dicurahkan oleh seorang pegawai untuk mengatur segenap yang d icurahkan oleh seorang pegawai untuk mengatur segenap yang dicurahkan oleh seorang pegawai untuk mengatur segenap sarana dan sumber daya tersebut. 6. Dengan tata kerja yang sesuai. aman dan menyenangkan maka akan dapat dicapai produktivitas kerja yang tinggi. 3. Perusahaan/lembaga merupakan salah satu tempat di mana pegawai akan memperoleh pengalaman kerja dan kesempatan meningkatkan keterampilan. masing-masing dapat ditunjukan kepada sarana yang produktif. penyediaan fasilitas latihan dan penghasilan yang mencukupi serta pemberian jaminan sosial bagi pegawai supaya mendapatkan kehidupan yang layak bagi keluarganya.

keselamatan dan kesenangan kerja. Faktor-faktor seperti ini biasanya disebut sebagai factor yang bersifat manusiwi atau ergonomics. d) perubahan dalam nilai dan sikap sosial. b) tingkat efisiensi fisik yaitu ukuran dari suatu pekerjaan fisik (Moelyono. e. Aft (1983) menyoroti partial productivity yang tekanannya kepada : a) tingkat keefesiensi dari hasil pekerjaan yang senyatanya. (1993:27) faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja dari dimensi makro yang diduga berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan tingkat pertumbuhan produktivitas adalah: a) berkurangnya intensitas modal. Status social ekonomi Kualitas fisik Kualitas non fisik Teknostruktur Peraturan birokrasi dan Gaya kepemimpinan Menurut Kopelman (1986) dalam Moelyono. c) perubahan komposisi angkatan kerja dan perekonomian.Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas baik disorot melalui dimensi makro ataupun dari segiorganissai (mikro). d. c. Tujuan dari kedua tingkat efesiensi ini dimaksudkan sebagai indikasi dimana para pekerja dapat bekerja dengan lebih cepat karena keterampilan atau keahlian dan bukan kerena dia bekerja lebih keras. b. Dapat ditinjau dari yang lebih makro. faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas juga tidak lepas dari keterkaitannya dengan persoalan kesehatan. f. yang biasanya direfleksikan oleh rasio luaran disbanding masuk. . b) berkurangnya pembiayaan untuk kegiatan riset dan pengembangan. 1993:27). Disamping itu. Secara makro factorfaktor yang dapat mempengaruhi produktivitas tersebut bisa berupa : a.

2. yaitu: 1) tindakannya konstruktif. Pengertian tersebut menunjukan pada bobot kemapuan individu di dalam memenuhi ketentuan-ketentuan yang ada di dalam pekerjaannya. sehingga ini semua akhirnya sangat diperlukan dalam pencapaian tujuan yang sudah ditetapkan. Prestasi Kerja Istilah kinerja berasal dari kata job perpormance atau actual perpormance (pretasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang). Indikator Produktivitas Kerja Indikator produktivitas dikembangkan dan dimodifikasi dari pemikirannya yang disampaikan oleg Gilmore (1974). Untuk mengukur produktivitas kerja diperlukan suatu indikator sebagai berikut: a. mengartikan prestasi sebagai tingkat kecakapan sesorang pada tugas-tugas yang mencakup pada pekerjaannya selama kurun waktu tertentu. Lawler dan Porter (1967) menyatakan . Dengan adanya produktivitas ke rja diharapkan pekerjaan akan terlaksana secara efesien dan efektif. Pada umumnya. 3) bertanggung jawab.1. prestasi kerja diberi batasan sebagai kesuksesan seseorang di dalam melaksanakan suatu pekerjaan. 6) mampu mengatasi persoalan dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berubah-rubah. Erich Fromm (1975) tentang individu yang produktif. 2001:67). Produktivitas merupakan hal yang sangat penting bagi para karyawan yang ada pada lembaga organissai/perusahaan. 2) percaya pada diri sendiri. Menurut Byars dan Rue (1984). 4) memiliki rasa cinta. Pengertian prestasi kerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara.3. 5) mempunyai pandangan kedepan.

disiplin kerja dapat diartikan sebagai pelaksana manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman organisasi (Mangkunegara.bahwa job performance adalah ³successful role achievement´ yang diperoleh seseorang dari perbuatan-perbuatannya. maka setiap pegawai harus memiliki motif berprestasi dalam diri sendiri selain itu tentunya situasi lingkungan kerjapun turut menunjang seperti dilakukannya penilaian mengenai produktivitas kerja yang dapat memberikan motivasi terhadap pegawai sehingga dapat memberikan citra yang baik terhadap instansi. Disiplin berasal dari kata latin disiplina yang berarti latihan atau pendidikan kesopanan dan kerohanian serta pengembangan tabiat (Moekijat: 139). Disiplin Kerja Kata disiplin (termonologis) berasal dari kata Latin: disciplina yang berarti pengajaran. . b. Tingkat sejauhmana keberhasilan seseorang di dalam melakukan tugas pekerjaannya dinamakan level of performance oleh Vroom (dalam As¶ad. Agus Dharma dalam bukunya ³Manajemen Prestasi Kerja´ mengatakan bahwa ³Prestasi kerja adalah sesuatu yang dikerjakan atau produk/jasa yang dihasilkan atau diberikan oleh seseorang atau sekelompok orang´. Kemudian Keith Davis mengemukakan bahwa ³Dicipline is management action to enforce organization standards´. Berdasarkan pendapat Keith Davis. latihan dan sebagainya. Dari keterangan-keterangan tersebut di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk mencapai suatu kinerja (prestasi kerja) yan optimal. lazimnya kata ³discipline´ menunjukan suatu ide hukuman tetapi itu bukan artinya (arti disiplin) yang sebenarnya. 2001:129). 2001).

Kemampuan dalam bekerja Setiap orang harus mempunyai kemampuan dalam bekerja. artinya pegawai yang memiliki IQ di atas . Disiplin erat hubungannya dengan kesadaran. dan kaidah yang berlaku dalam masyarakat untuk tujuan tertentu´ (Sedermayanti. Usaha untuk menciptakan adanya disiplin yang baik pada organisasi antara lain dilakukan melalui penyebaran tugas dan wewenang yang jelas. dan Donnelly (1987:188) mengatakan bahwa ³Disiplin (dicipline) adalah suatu bentuk hukuman disiplin berbeda dengan hukuman (punishment).Dalam buku ³Organisasi Perilaku Struktur dan Proses´ Gibson. sebab disiplin timbul dari kesadaran. Di tempat kerja terdapat berbagai aturan yang menentukan adanya disiplin pegawai dengan berbagai sanksinya. tata cara atau tata kerja (prosedur) yang sederhana tetapi memadai yang dapat diketahui dan dipahami oleh tiap pegawai sehingga mengetahui dengan tepat dimana dan bagaimana posisi pegawai sehingga pekerjaaan dapat dilaksanakan dengan efesien. Pada dasarnya dalam disiplin terdapat dua faktor penting yaitu faktor waktu dan faktor kegiatan atau pelaksana kerja. Wancevich. kelompok atau masyarakat berupa kepatuhan atau ketaatan terhadap peraturan dan ketentuan yang ditetapkan baik oleh pemerintah/ etika. ³Disiplin adalah sikap mental yang tercermin dalam perbuatan atau tingkah laku perorangan. c. norma. Timbulnya proses kesadaran dapat memerlukan waktu lama dan agak sulit dilaksanakan tetapi disiplin dapat ditumbuhkan dalam waktu yang sangat singkat dan pada awalnya dapat dipaksakan dengan suatu aturan. tetapi pelaksana disiplin tidak selalu memandang disiplin sebagai suatu yang tidak disukai ³. secara psikologis kemampuan (ability) pegawai terdiri dari kemampuan potensi (IQ) dan kemampuan reality (knowledge and skill). 2009:222).

menyatakan ³pengetahuan (knowledge) yang dilator belakangioleh pendidikan (education). ia mengatakan. ³penempatan pegawai harus sesuai dengan kemampuannya dan keterampilannya sehingga gairak kerja dan kedisiplinannya akan lebih baik serta efektif dalam menunjang terwujudnya tujuan organisasi´ (Sedermayanti. Yang dimaksud dengan kemampuan itu sendiri dimana kemampuan berasal dari kata dasar mampu yang dalam hubungannya dengan tugas/pekerjaan berarti dapat (kata sifat/keadaan) melakukan tugas/pekerjaan sehingga menghasilkan barang dan jasa sesuai dengan yang diharapkan. (2001 :83).3 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Kerja .166). dan pelatihan (training). Untuk mencapai tujuan perusahaan dengan lebih efektif pihak perusahaan harus dapat menempatkan karyawannya sesuai dengan kemampuannya masingmasing. Mempunyai kemampuan untuk melaksanakan tugas. menurut factor yang mempengaruhi produktivitas dari sumber Sutermaiser dalam Sedermayanti. Kemampuan seorang pegawai sangat bergabtung pada keterampilan yang dimiliki serta profesionalisme mereka dalam bekerja. Kecakapan (skill) dilatorbelakangi oleh kemampuan untuk belajar (attitude) dan kepribadian (personality). Hal tersebut didukung oleh pernyataan Sedermayanti. pengalaman (experience).2001: 16).rata dengan pendidikan yang memadai maka ia akan lebih mudah mencapai kinerja yang diharapkan. Agar pencapaian tujuan perusahaan dapat efektif (doing the right thing) maka penempatan karyawan harus sesuai dengan kemampuannya (Moenir. Kemampuan dalam bekerja terdiri dari pengetahuan dan kecakapan. 2002. 1.

Karena dengan latihan berarti para karyawan belajar untuk mengerkan sesuatu dengan benar-benar dan tepat. Hubungan antara atasan dan bawahan . disiplin. Untuk itu latihan kerja diperlukan bukan saja sebagai pelengkap akan tetapi sekaligus untuk memberikan dasar-dasar pengetahuan. gizi dan kesehatan. Stoner (1991) mengemukakan bahwa peningkatan produktivitas bukan pada pemuktakhiran peralatan akan tetapi pada pengembangan karyawan yang paling utama. tingkat penghasilan. sikap dan etika kerja. 2. 3.Produktivitas tenaga kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor baik yang berhubungan dengan tenaga kerja itu sendiri maupun faktor lain. manajemen. jaminan social. iklim kerja. kesehatan dan alokasi tugas. sarana produksi. yaitu: 1. Peningkatan produktivitas justru dihasilkan oleh perbaikan pelatihn dan pengetahuan kerja. Pelatihan Latihan kerja dimaksudkan untuk melengkapi keryawan dengan keterampilan dan cara-cara yang tepat untuk menggunakan peralatan kerja. teknologi. Menurut Simanjuntak (1993). motiviasi. Mental dan kemampuan fisik karyawan Keadaan mental dan fisik keryawan merupakan hal yang sangat penting untuk menjadi perhatian bagi organisasi sebab keadaan fisik dan mental k aryawan mempunyai hubungan yang sangat erat dengan produktivitas kerja karyawan. seperti tingkat pendidikan. keterampilan. serta dapat memperkecil atau meninggalkan keslahan-kesalahan yang pernah dilakukan. ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas kerja karyawan. lingkungan kerja. dan prestasi (Ravianto.1991).

Sikap dan saling jalin -menjalin telah mampu meningkatkan produkti itas karyawan dalam bekerja. secara garis besar terdapat dua model pengukuran peodukti itas yang dikemukakan oleh Sinungan (1987 : diantaranya adalah pengukuran produkti itas total dan pengukuran persial. maka karyawan tersebut akan berpartisipasi dengan baik pula dalam proses produksi. sejauhmana bawahan diikutsertakan dalam penentuan tujuan. Tingkat produkti itas dapat digunakan sebagai standar ukur efesiensi dan hasil analisis pengukuran dapat digunakan untuk memadu upaya efektif dalam perbaikan pengalokasian sumber daya.4 Pengukuran Produkti itas Setelah diuraikan tentang faktor-faktor produkti itas maka selanjutnya perlu diulas tentang pengukurannya dengan melakukan pengukuran maka dapatdiketahui tingkat maupun perubahan produkti itas yang terjadi dalam perjalan kurun waktu tertentu.P Hasibuan (1996:105) adalah sebagai berikut: Pengukuran produkti itas total dapat pula dilakukan berdasarkan pernyataan akuntansi/finansial dari perusahaan tersebut. rumus produkti itas total menurut malayu S. 1.Hubungan atasan dan bawahan akan mempengaruhi kegiatan yang dilakukan sehari hari Bagaimana pandangan atsan terhadap bawahan. Dengan demikian jika keryawan diperlakukan secara baik. padea pengukuran ini diukur terlebih . sehingga akan berpengaruh pada tingkat produksi kerja. pengukuran ini bersifat netral artinya memberikan informasi yang bermanfaat bagi tujuan analisis kemampuan kerja dan memiliki faktor faktor keluaran dan masukan apa yang menyebabkan kenaikan atau penurunan produkti itas.

.dahulu output yang dihasilkan dan input yang digunakan lalu kemudian dibandingkan antara ouput dan input.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->