P. 1
PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

|Views: 64|Likes:
Published by Iyyaa Adjah

More info:

Published by: Iyyaa Adjah on Jan 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/05/2013

pdf

text

original

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

BAB I Informasi dan Sistem Informasi
1.1 Data
Data adalah fakta atau apapun yang dapat digunakan sebagai input dalam menghasilkan informasi. Data bisa merupakan bahan untuk diskusi, pengambilan keputusan, perhitungan, atau pengukuran. Bentuk data adalah kumpulan huruf-huruf dalam bentuk kata atau kalimat, suara, gambar diam dan bergerak, baik dalam bentuk dua atau tiga dimensi. Data dapat berupa angka-angka, simbol-simbol khusus atau gabungan darinya. Contoh : Data Hasil Informasi : jam kerja para karyawan, tarif para karyawan perjamnya, : penghasilan kotor tiap karyawan : jumlah gaji yang harus dibayar oleh perusahaan

1.2 Informasi
Informasi adalah hasil dari pengolahan data, tetapi tidak semua hasil pengolahan tersebut bisa menjadi informasi, Tiga hal penting yang harus diperhatikan yaitu: Informasi merupakan hasil pengolahan data. Memberikan makna atau arti. Berguna atau bermanfaat Sedangkan Mc Leod mengatakan suatu informasi yang berkualitas harus memiliki ciri-ciri : Akurat artinya informasi harus mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Pengujian terhadap ini biasanya dilakukan melalui pengujian yang dilakukan dua orang atau lebih yang berbeda dan apabila hasil pengujian tersebut menghasilkan hasil yang sama maka dianggap data tersebut akurat. Tepat waktu artinya informasi itu tersedia atau ada pada saat informasi tersebut diperlukan. Relevan artinya informasi yang diberikan harus sesuai dengan yang dibutuhkan. Jika kebutuhan informasi ini untuk suatu organisasi maka informasi tersebut harus sesuai dengan kebutuhan informasi diberbagai tingkatan dan bagian yang ada dalam organisai tersebut.

Halaman : 1

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI Lengkap artinya informasi harus diberikan secara lengkap.Misalnya informasi tentang penjualan tidak ada bulannya atau tidak ada data fakturnya.

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

1.3 Hubungan Data dan Informasi
Pengolahan data adalah manipulasi dari data kedalam bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti berupa suatu Informasi. Informasi adalah hasil dari kegiatan Pengolahan data yang memberikan bentuk yang lebih berartidari sauatu kejadian. Jadi Pengolahan Data Elektronik adalah Manipulasi dari data kedalam bentuk yang yang lebih berarti berupa suatu informasi dengan menggunakan suatu alat Elektronik, yaitu Komputer. Dalam pengembangan sistem informasi orang banyak terjebak dalam situasi dimana mereka mengumpulkan data terlebih dahulu tanpa tahu informasi yang diperlukan, karena dalam menghasilkan informasi kita terlebih dahulu harus tahu informasi yang diperlukan selanjutnya kita harus tahu bagaimana mengolah suatu data menjadi informasi. Jika informasi yang diperlukan sudah ditentukan dengan baik dan tidak ada masalah dibidang pengolahan maka selanjutnya kita baru menentukan data apa yang harus disediakan. Definisi bahwa informasi merupakan hasil pengolahan data melahirkan pemikiran lain.Apakah suatu proses pengolahan data hanya terjadi satu kali?, bagaimana kalau setelah diproses, diproses lagi ? apakah informasi hasil pengolahan yang diolah kembali tetap merupakan informasi atau menjadi data.

Data

Proses

Informasi

Gambar 1.1 Model dasar system informasi

Data

Proses

Info ?

A

Proses
A/B A:A Sesaat kemudian

Info

Gambar 1.2 Perbedaan data dan informasi Pada saat tertentu data dan informasi berbeda. Tetapi pada saat yang lain sesuatu yang telah menjadi informasi mungkin menjadi data pada pengolahan selanjutnya, atau sesuatu yang menjadi informasi bagi si A, bagi si B mungkin merupakan data yang harus diolah lebih lanjut guna menghasilkan informasi.
Halaman : 2

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

1.4. Definisi Sistem informasi
System adalah kumpulan dari subsistem apapun baik phisik maupun non phisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerjasama secara harmonis untu mencapai satu tujuan.Sedangkan informasi didefinisikan sebagai hasil pengolahan data yang berarti dan bermanfaat, jadi dari kedua definisi ini dapat menarik suatu definisi baru dari system informasi sebagai kumpulan dari subsistem apapun baik phisik dan nonphisik yang saling berhubungansatu sama lain dan bekerjasama satu sama lain secara harmonis untuk mencapai satu tujuan yaitu mengolah data menjadi informasi yang berarti dan berguna. Laudon dalam bukunya ‘Management informasi system:New approaches to Organization & Technology’ mengatakan bahwa system informasi merupakan komponen-komponen yang saling berhubungan dan bekerjasama untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi tersebut untuk mendukung proses pengambilan keputusan, koordinasi, dan pengendalian. McKeown dalam bukunya’Management information system:Managing with computers’ menyatakan bahwa system informasi merupakan gabungan dari komputer dan user yang mengelola perubahan data menjadi informasi serta menyimpan data dan informasi tersebut.

1.5 Alat pengolah dalam Sistem informasi
Materi ini dibahas lebih mendetail dibidang psikologi dan kecerdasan buatan ( Artificial Intelegence ). Karena itu di dalam menyusun urutan daftar alat pengolah suatu sistem informasi, susunannya diawali dengan otak sebagai alat pengolah petama yang digunakan oleh manusia, seperti yang terlihat pada gambar berikut ini:

Data

Proses
Alat pemroses/pengolah data: Otak (Utama) Manual (Bantuan) Mekanik (Bantuan) Elektrik (Bantuan) Elektronik (Bantuan)

Informasi

Gambar 1.3 Alat-alat pengolah dalam sistem informasi

1.5.1. Otak
Manusia dalam otaknya memiliki dua macam memori , yaitu memori jangka panjang dan jangka pendek.Maltin mengatakan memori jangka pendek adalah memori yang kita gunakan saat kita bekerja atau berdiskusi sedangkan memori jangka panjang digunakan untuk jangka waktu yang lama.Memori jangka
Halaman : 3

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI pendek hanya mampu mengingat kurang dari 13 detik sedangkan memori jangka panjang mengingat jauh lebih lama.Rangsangan yang masuk melalui memori jangka pendek akan diteruskan ke memori jangka panjang tergantung kepada persepsi yang muncul. Winograd dan Flores dalam bukunya ‘Computer and Cognition’ menyatakan bahwa bekerja itu pada dasarnya adalah melakukan sesuatu berdasarkan informasi yang masuk dan persepsi yang dimiliki,jadi dalam setiap aktivitas manusia mengambil keputusan untuk melakukan atau tidak melakukan atau tidak melakukan sesuatu tergantung kepada informasi yang diterima oleh otaknya dan persepsi muncul tentang informasi tersebut berdasarkan informasi yang dimilikinya.

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

1.5.2 Manual
Sejak jaman dahulu umat manusia berusaha mencari alat bantu yang mampu untuk menambah kemampuannya untuk mengingat.Kemampuan mengingat pada waktu itu lebih banyak diperlukan untuk mengingat pada waktu itu lebih banyak diperlukan untuk mengingat masalah jumlah.Upaya itu muncul saat itu adalah membuat lambing-lambang yang mencerminkan jumlah yang dimilikinya, sebagai contoh mereka menggambar hewan di dinding gua untuk mengingat hewan yang mungkin dimilikinya. Perubahan peradaban dan kebutuhan menuntut mereka untuk menciptakan alat-alat baru yang dapat digunakan selain untuk mengolah data untuk mengingat, sehingga akhirnya mereka menemukan alat tulis menulis yang sangat modern saat itu seperti Abacus ( Shiphoa ) dan sampai saat ini masih kita pakai, yaitu ‘pen’ dan ‘ink’ dengan berbagai variasi produknya seperti ballpoint/pulpen dan lain sebagainya. Tetapi walaupun budaya manusia telah menemukan ‘pen’ dan ‘ink’ untuk membantu mengingat sesuatu akan tetapi peran otak manusia tetap sangat dominan untuk memahami cara menulis, membaca, dan menginterpresentasikan apa yang ditulis. Selain ‘ink’ dan ‘pen’ ada alat bantu manusia untuk mengingat dan mengolah apa yang diingatnya yang kita kenal sebagai alat manual. Dibarat dinamakan abacus sedang ditimur dinamakan shiphoa.

1.5.3 Mekanik
Seperti halnya alat bantu pengolah manual, munculnya alat bantu pengolah mekanik pun didesak kebutuhan diantaranya diperlukan suatu alat untuk bisa menghasilkan suatu tulisan lebih cepat,lebih rapih. Ada dua macam alat mekanik yang membantu otak manusia dalam menghasilkan suatu informasi saat itu yaitu mesin tik dan mesin penjumlah.

Halaman : 4

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

1.5.4 Elektrik
Dilihat dari bentuk alatnya peralatan elektrik tidak jauh berbeda dengan peralatan mekanik yang membedakan antara peralatan mekanik dan elektrik adalah tenaga pengeraknya. Peralatan mekanik digerakkan oleh manusia sedangkan peralatan elektrik digerakkan oleh listrik. Penggunaan listrik disini dimaksudkan agar peralatan tersebut bekerja jauh lebih baik misalnya lebih cepat, lebih seragam dan tidak menimbulkan kebisingan suara. Contoh dari alat ini adalah komputer analog pertama untuk memecahkan persoalan persamaan diferensial.

1.5.5 Elektronik
Setelah ditemukannya peralatan listrik lalu ditemukanya peralatan elektronik. Pengolahan data yang menggunakan peralatan elektronik dikenal dikenal dengan elektronik data prosesing. Istilah ini terkenal setelah komputer digunakan sebagai alat bantu pengolahan data. Perkembangan komputer dapat di bagi ke dalam : Komputer Generasi Pertama ( 1946 - 1959) Generasi komputer pertama mempunyai ciri – ciri : Menggunakan tabung hampa udara untuk sirkuitnya, Program hanya dapat dibuat dalam bahasa mesin, Menggunakan konsep strored-program dengan memori utamanya adalah magnetic care storage, Menggunakan simpanan luar magnetic tape dan megnetic disk, Ukuran komputer besar sehingga memerlukan tempat yang luas, Cepat panas, sehingga diperlukan mesin pendingin, Prosesnya kurang cepat, Simpanannya kecil, Membutuhkan listrik yang besar, Orientasinya terutama pada aplikasi bisnis. Contoh : ENIAC ( Electronic Numerical Integrator and Calculator ), Harvard Mark II, EDSAC ( Electronic Delayed Strorage Automatic Computer ), Harvard Mark III, ACE ( Automatic Calculating Engine ), SEC ( Simple Electronic Computer ), LEO ( Lyon Electronic Office ), UNIVAC ( UNIversal Automatic Computer ), EDVAC ( Electronic Discrete Variable Automatic Computer ), IBM 701, IBM 650, IBM 705. Komputer Generasi Kedua ( 1959 - 1964) Generasi komputer kedua mempunyai ciri – ciri : Komponen yang digunakan adalah transistor untuk sirkuitnya, Program dapat menggunakan bahasa tingkat tinggi ( COBOL, FORTRAN, ALGOL ), Kapasitas memori utama sudah cukup besar dengan pengembangan dari magnetic care storage, dapat menyimpan puluhan ribu karakter,
Halaman : 5

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI Menggunakan simpanan luar magnetic tape, magnetic disk yang berbentuk removable disk atau disk pack, Mempunyai kemampuan real time dan time sharing, Bentuk fisik lebih kecil dibanding dengan generasi pertama, Proses operasi sudah cepat, dapat memproses jutaan oprasi per detik, Membutuhkan lebih sedikit daya listrik, Orientasinya aplikasi bisnis dan teknik. Contoh : PDP I, PDP 8, IBM 7070, IBM 7080, IBM 1400, IBM 1600 UNIVAC III, UNIVAC SS80, Burroughs 2000, NRC 300, Honeywel 400 CDC 1604, CDC 160A GE 635, GE 645, GE 200 Komputer Generasi Ketiga ( 1964 - 1970) Generasi komputer ketiga mempunyai ciri – ciri : Menggunakan IC ( Integrated Circuit ) untuk sirkuitnya, Peningkatan softwarenya, Lebih cepat dan lebih cepat dari generasi sebelumnya, Kapasitas memori komputer lebih besar, Menggunakan simpanan luar yang sifatnya Random Acces, Penggunaan listrik lebig hemat dari generasi sebelumnya, Memungkinkan melakukan multiprcessing, Menggunakan alat input/output visual display terminal yang dapat menampilkan gambar dan grafik, Harga lebih murah, Dapat berkomunikasi antara satu komputer dengan komputer yang lain. Contoh : IBM S/360, UNIVAC 1108, UNIVAC 9000, Burroughs 5700, NCR seri Century, GE 600, GE 235, CDC 3000, PDP –8, PDP-11. Komputer Generasi Keempat ( sejak tahun 1970) Generasi komputer ketiga mempunyai ciri – ciri : Komponen yang digunakan adalah LSI ( Large Scale Integration ) dan kemudian VLSI ( Very Large Scale Integration )untuk sirkuitnya, Menggunakan microprocessor dan semiconductor yang berbentuk chip untuk memori komputer,
Halaman : 6

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI Menngunakan Sitem windows dan mouse, Sudah menggunakan LAN. Contoh : IBM 370, Intel 4004, Apple II Computer, IBM PC XT , IBM PC AT 286, 386 ( 32 bit), 486, Pentium I, II,III IV.

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

1.6 Komponen Sistem informasi berbasis komputer
Sistem informasi merupakan kumpulan dari sub-sub system yang saling berhubungan satu sama lain, dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan yaitu mengolah data menjadi informasi yang berguna. Sub-sub system merupakan pengelompokan dari beberapa komponen yang lebih kecil, bagaimana mereka berkelompok tergantung kepada interprestasi mereka. Ada beberapa pengelompokan komponen-komponen sebagai berikut: Perangkat keras(Hardware) Perangkat lunak(Software) Manusia(Brainware) Prosedur(Procedure) Basis data(Database) Jaringan data(Comunication network) Salah satu pengelompokan lainnya adalah: Data(Data) Orang-orang(Brainware) Aktivitas(Activities) Jaringan(Network) Teknologi(Technology)

1.7. Penggolongan Komputer
Komputer dapat dibagi ke dlaam beberapa kelompok sesuai pembagiannya. Pembagian kelompok dari komputer ini adalah : dengan

1.7.1. Berdasarkan data yang diolah
Analog Komputer Komputer yang digunakan untuk mengolah data analog. Data yang di olah misalnya adalah arus listrik, temperatur, kecepatan, tekanan dll. Digital Komputer Data yang diolah dalam bentuk angka dan huruf. Komputer ini biasanya digunakan untuk aplikasi bisnis dan teknik Hibrid Komputer Komputer jenis ini digunakan untuk kepentingan khusus dengan lombinasi analog dan hibrid.

Halaman : 7

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

1.7.2. Berdasarkan Penggunaanya
Special Purpose Komputer ini dibuat untuk menyelesaikan permasalahan tertentu saja. General Purpose Komputer ini dibuat untuk menyelesaikan bermacam–macam permasalahan. Perangkat lunak yang digunakan juga bermacam-macam untuk dapat digunakan bermacam-macam keperluan

1.7.3. Berdasarkan ukurannya
Micro Computer Komputer jenis ini biasa dinamakan dengan Personal Computer ( PC ). Ukuran main memory antara 16 MB s/d 128 MB, konfigurasi operand register 8, 16 atau 32 bit Mini Computer Komputer jenis ini biasanya digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang relatif cukup besar dengan kecepatan proses 500 MIPS. Komputer mini biasanya bersifat multi user. Small Computer Komputer jenis ini biasanya sudah multi programming, multi processing dan virtual storage serta bersifat multi user dangan jumlah user sampai dengan ratusan. Medium Computer Komputer jenis ini biasanya sudah multi programming, multi processing dan virtual storage serta bersifat multi user dangan jumlah user sampai dengan ribuan dengan tempat yang berjauhan dengan satu tempat pusat komputer. Large Computer Komputer jenis ini biasanya sudah multi programming, multi processing, time sharing dan virtual storage serta bersifat multi user dangan jumlah user sampai dengan ribuan dengan tempat yang berjauhan dengan satu tempat pusat komputer. Super Computer Komputer jenis ini biasanya sudah multi programming, multi processing, time sharing dan virtual storage serta bersifat multi user dangan jumlah user sampai dengan ribuan dengan tempat yang berjauhan dengan satu tempat pusat komputer. Komputer ini menggunakan pararel processor sehingga dapat melakukan proses secara bersamaan sampai dengan ribuan user meskipun dalam jarak yang berjauhan.

Halaman : 8

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

BAB II HARDWARE (Perangkat Keras)
Membahas tentang komponen-komponen sistem informasi, baik itu sistem informasi manajemen atau sistem informasi akuntansi. Hardware biasanya ditempatkan pada pembahasan pertama. Hardware ini merupakan perangkat keras yang dapat digunakan untuk mengumpulkan, memasukan, memproses, menyimpan dan mengeluarkan hasil pengolahan data dalam bentuk informasi. Di dalam bab ini terdapat beberapa hardware yang juga merupakan bagian dari komponen lain suatu sistem informasi seperti jaringan komunikasi dan suatu sistem database. Pembahasan mengenai hardware-hardware tersebut disini untuk menunjukan adanya saling keterkaitan antar komponen-komponen tersebut yang biasanya hal ini menjadi persoalan tersendiri yang membingungkan pada pembaca yang baru mempelajari masalah sistem informasi.

2.1 Bagian Input (input device)
Peralatan input merupakan alat-alat yang dapat digunakan untuk memasukan data kedalam komputer. Ada beberapa contoh peralatan yang dapat digunakan untuk memasukan data berbentuk teks (ASCII) atau berbentuk image (gambar), suara, video (gambar bergerak dan suara) dan penunjuk (pointer). Alat-alat ini umumnya baru bisa bekerja kalau ada driver (hardware dan software) yang bentuknya terpisah atau built in dalam motherboard (mouse, keyboard, scanner, FDD, HDD, CDROM dll). Alat input (Input device / input unit / input equipment) adalah alat yang digunakan untuk menerima masukan. Input adalah energi yang dimasukan ke dalam suatu sistem. Input dapat berupa signal input atau maintenance input. Signal input adalah energi yang di olah oleh sistem. maintenance input adalah energi yang digunakan untuk mengolah signal input. Beberapa alat input mempunyai fungsi sebagai alat output juga. Alat yang mempunyai fungsi ganda tersebut biasanya dinamakan sebagai terminal. Bila terminal dihubungkan dengan pusat komputer yang letaknya jauh dengan menggunakan alat telekomunikasi maka dinamakan Remote Job Entry (RJE) Terminal atau Remote Batch Terminal. Terminal dapat digolongkan ke dalam : Non intelligent terminal Alat ini hanya mempunyai fungsi untuk pemasukan (input) dan penampil (output) saja. Smart terminal Alat ini mempunyai satu microprocessor dan beberapa internal memory. Pada alat ini input yang sudah dilakukan dapat dikoreksi kembali. Intellegent terminal Alat ini mempunyai satu microprocessor dan beberapa internal memory. Pada alat ini input yang sudah dilakukan dapat dikoreksi kembali dan selanjutnya di kirimkan ke komputer pusat.
Halaman : 9

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

2.1.1. Alat Input Langsung
Alat input langsung memungkinkan di proses secara langsung oleh Central Processing Unit (CPU) tanpa melalui alat penyimpanan terlebih dahulu. Alat yang termasuk dalam alat input langsung adalah Keyboard Teleprinter Terminal Financial Transaction Terminal Point of Sale Terminal Visual Display Terminal Pointing Device

Mouse Touch Screen Light Pen Digitizer Graphic Tablet

Scanner Magnetic Ink Recognition Optical Data Reader Optical Character Recognition Reader Optical Character Recognition Tag Reader Bar Code Wand Optical Mark Recognition

Halaman : 10

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

Sensor Mata di komputer Digitizing Camera Voice Recognizer

2.1.2. Alat Input Tidak Langsung
Alat input tidak langsung mempunyai fungsi memasukan data tetapi tidak di proses secara langsung oleh CPU, tetapi sidimpanterlebih dahulu dalam tempat penyimpanan. Contoh alat input tidak langsung adalah : Key – to Card Key – to Tape Key – to Disk

2.2. Bagian Pengolah Utama dan Memori
CPU (central processing unit) yang selama ini mungkin dikenal oleh anda adalah berbentuk segi empat.

2.2.1. Prosesor (processor)
Prosesor atau CPU merupakan jantungnya sistem komputer, tapi walaupun demikian processor ini tidak akan memberikan manfaat tanpa komponen pendukung lainnya. Processor dengan komponen pendukung lainnya saling terintegrasi membentuk suatu sistem komputer, orang sering menyingkat namanya menjadi komputer.

Halaman : 11

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

2.2.2. Hubungan CPU Dengan Komponen Lainnya
Seperti dijelaskan diatas bahwa CPU tidak bisa bekerja sendiri. CPU akan bekerja dengan bantuan komponen pendukung lainnya. Pada komputer mikro CPU terdiri dari sebuah chip mikroprosesor. Sedangkan pada komputer yang lebih besar, CPU secara fisik terbentuk dari beberapa chip dan sirkuit yang berbeda. Secara konseptual CPU memiliki 3 komponen penting, yaitu : Arithmetic and Logical Unit (ALU) Control Unit Register Arithmetic and Logical Unit (ALU) ALU merupakan bagian dari CPU yang befungsi mengatur dan mengendalikan semua perhitungan aritmatika atau matematika dan melaksanakan operasi logika sesuai berdasarkan instruksi program. Control Unit Merupakan bagian dari CPU yang berfungsi mengatur dan mengendalikan semua peralatan yang ada pada sistem komputer. Tugas kontrol unit adalah : Mengatur dan mengendalikan baik alat input maupun alat output. Mengambil instruksi-instruksi dari main memory/primary storage. Mengambil data yang akan diproses dari main memori. Mengirimkan instruksi ke ALU bila ada perhitungan matematika atau logika serta mengawasi bekerjanya ALU. Menyimpan hasil pemrosesan ke main memori. Register Register dalam CPU berfungsi sebagai tempat penyimpanan untuk data-data yang akan diproses CPU, kapasitas penyimpananya sangat kecil tapi memiliki kecepatan tinggi. Kecepatan register 5 sampai 10 kali lebih cepat dibandingkan dengan kecepatan penyimpanan atau pengambilan data dari main memory/primary storage. Ukuran register dinyatakan dalam bit. Ukuran yang lazim digunakan adalah 8, 16, 32, 64 dan 128 bit. Pada umumnya CPU memiliki beberapa register yang berbeda, diantaranya : Accumulator Data register Address register Program counter Instruction register – untuk menyimpan hasil perhitungan ALU. – untuk menampung data yang baru dipindahkan dari atau ke main memory. – menunjukan posisi data yang akan disimpan atau diambil dari atau ke main memory. – untuk menyimpan alamat lokasi dari main memori yang berisi instruksi yang sedang memproses. – menyimpan instruksi yang akan dilaksanakan.

Halaman : 12

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI Status register General purpose register – memberitahukan hasil operasi logika atau menunjukan kondisi komputer lainnya. – untuk menyimpan data, alamat memori dan instruksi.

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

2.2.3. Memori
Memori sebagai tempat penyimpanan, pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu : Memori utama Memori kedua atau tambahan. Memori utama Memori utama merupakan memori yang dapat dibaca (acces) dengan cepat oleh CPU. Memori ini disamping digunakan untuk menyimpan program yang sedang dijalankan dan data yang diperlukan oleh program tersebut, memori juga menyimpan hasil pengolahannya. Fungsi memori utama : Menyimpan program Menyimpan data Meyimpan sistem operasi Berfungsi sebagai penyangga (buffer) Menyimpan gambar dilayar. Memori utama terdiri dari Random Acces Memory (RAM) dan Read Only Memory (ROM). Semua data yang dimasukan melalui alat input akan disimpan terlebih dahulu di main memori, tepatnya di RAM. RAM merupakan memori yang selain dapat diakses juga dapat diisi baik oleh operator maupun oleh prorgammer. Untuk memenuhi berbagai kebutuhan penyimpanan data seperti dijelaskan diatas, struktur RAM dibagi menjadi 4 bagian, yaitu : Input storage, Program storage, Working storage, Output storage, untuk menampung input yang dimasukan melalui alat input. untuk menyimpan semua instruksi program yang akan di proses. untuk menyimpan data yang akan diolah dan hasil dari pengolahan. untuk menampung hasil akhir dari pengolahan data.

Chip yang berfungsi sebagai RAM biasanya adalah Dynamic Random Acces Memory (DRAM), tipe lainnya adalah Static Random Acces (SRAM). Read Only Memory (ROM) berbeda dengan RAM. ROM hanya diisi satu kali, untuk selanjutnya program atau data yang tersimpan didalamnya hanya dapat dibaca, programmer tidak bisa mengisi sesuatu kedalam ROM.

Halaman : 13

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

2.2.4. Bus
Bus merupakan kabel-kabel yang tersusun dengan rapih sekali dan digunakan sebagai menghubungkan antara CPU dengan main memory. Bus digunakan untuk mentransfer data atau informasi dari memori keberbagai macam peralatan input, output atau dengan kata lain Bus merupakan suatu sirkuit yang digunakan sebagai jalur transformasi informasi antara dua atau lebih alat-alat dalam sistem komputer.
Accumulator Data1 + data2 Address of data Address of data Working register Clock Internal instruction

Decoding unit Arithmetic Logic Unit

CPU

Bus

Program Main Memory

Data

Gambar 3.1. Diagram Bus diantara CPU dan Main memori Struktur Bus Bus dibagi menjadi 3 subkelompok, yaitu : Address Line Data lines Control Lines – Membawa sinyal yang menunjukan lokasi memori mana yang akan dibaca atau akan direkam. – Membawa instruksi dan data dari dan ke memori. – Jalur yang digunakan untuk mengirim sinyal sebagai pemberitahuan akan dikirimkan suatu informasi atau telah diterimanya informasi yang dikirimkan dari satu alat ke alat yang lain.

Pelaksanaan program Pelaksanaan program komputer merupakan pelaksanaan terhadap instruksiinstruksi yang diberikan kepadanya. Pelaksanaan program tersebut dilakukan
Halaman : 14

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI melalui dua langkah utama, yaitu ‘fetch cycle’ dan ‘execution cycle’. Kedua langkah tersebut disebut sebagai ‘machine cycle’.

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

2.2.5. Cache Memory
Cache berfungsi sebagai buffer (media penyesuai) antara CPU yang berkecepatan tinggi dan memori yang memiliki kecepatan lebih rendah. Tanpa cache memori CPU harus menunggu data dan instruksi diterima dari main memori atau menunggu hasil pengolahan selesai dikirim ke main memori baru proses selanjutnya bisa dilakukan. Motherboard Motherboard merupakan papan rangkaian tercetak yang berfungsi sebagai tempat penampungan komponen-komponen pendukung suatu sistem komputer.

Slot RAM

Slot Expansi

Chipset

IDE & FDD Port

ATX Power

Driver card Merupakan papan rangkaian tercetak yang berfungsi untuk memperluas kemampuan (ekspansion) suatu sistem komputer.

2.3. Bagian Output (output device)
Peralatan output merupakan peralatan-peralatan yang digunakan untuk mengeluarkan informasi hasil pengolahan data. Ada beberapa macam peralatan output yang biasa digunakan, yaitu printer, layar monitor, speaker dan lainlain. Menurut hasil pengolahan datanya, maka output dapat di golongkan dalam 4 macam yaitu : Tulisan, terdiri dari huruf, kata , angka, karakter khusus dan simbol-simbol lain, Image, dalam bentuk grafik atau gambar, Suara, dalam bentuk musik atau ucapan, Bentuk yang dapat dibaca oleh mesin (machine readable form), dalam bentuk simbol yang hanya dapat dibaca dan dimengerti oleh komputer.

Halaman : 15

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI Untuk mengeluarkan output diperlukan alat untuk menampilkannya, bentuk alat tersebut dapat berbentuk : Hard Copy device, berupa alat yang digunakan untuk mencetak tulisan, image. Media yang digunakannya biasanya kertas atau film. Contoh dari Hard Copy device adalah : Printer Printer adalah media pencetak yang menggunakan kertas atau media cetak lainnya. Impact Printer Impact printer adalah alat cetak yang menggunakan ketukan dalam proses pencetakannya. Contoh dari alat yang termasuk dalam Impact Printer adalah : Dot Matrix Printer Daisy Wheel Printer Thimble Printer Chain Printer Band Printer Drum Printer

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

Non Impact Printer Non Impact printer adalah alat cetak yang menggunakan penyemprotan dalam proses pencetakannya. Contoh dari alat yang termasuk dalam Non Impact Printer adalah : InkJet Printer Thermal Printer Electrostatic Printer Thermal Transfer Printer Laser Printer Drum Printer Serial Printer Serial printer adalah alat cetak yang proses pencetakkannya per character secara serial. Printer yang termasuk dalam jenis ini adalah Dot Matrix Printer, Daisy Wheel Printer, Thimble Printer, InkJet Printer, Thermal Printer, Electrostatic Printer, Thermal Transfer Printer. Kecepatan pencetakannya biasanya diukur dengan satuan cps (character per second).

Halaman : 16

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

Line Printer Line printer adalah alat cetak yang proses pencetakkannya per baris. Printer yang termasuk dalam jenis ini adalah Chain Printer, Band Printer, Drum Printer. Kecepatan pencetakannya biasanya diukur dengan satuan lpm (line per minute). Page Printer Page printer adalah alat cetak yang proses pencetakkannya per halaman. Printer yang termasuk dalam jenis ini adalah Laser Printer. Kecepatan pencetakannya biasanya diukur dengan satuan lpm (line per minute) atau ppm (page per minute). Intellegence Printer Controller Intellegence Printer Controller adalah alat yang digunakan untuk mengatur printer yang terhubung dengan alat ini. Plotter Plotter adalah alat pencetakan yang mempunyai kemampuan untuk mencetak data grafis dengan baik. Hasilnya biasanya lebih baik kualitasnya jika dibandingkan dengan printer. Computer output to Microfilm Untuk mengurangi penggunaan kertas yang berlebihan, telah dikembangkan bebrapa alat. Alat tersebut diantaranya adalah Computer output to Microfilm. (COM) atau micrographics. Soft Copy device, berupa alat yang digunakan untuk mencetak tulisan, image. Media yang digunakannya biasanya Disk, Harddiskl. Contoh dari Soft Copy device adalah : Video Display Video Display adalah layar yang berupa tabung sinar katoda atau Chatode Ray Tube (CRT). Video Display adalah layar yang berupa tabung sinar katoda. Alphanumeric Display Alphanumeric Display adalah alat untuk menampikan output dalam bentuk huruf atau angka. Display seperti ini biasanya terbagi dalam 25 baris dan 80 kolom .

Halaman : 17

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI Graphic Display Graphic Display adalah alat untuk menampikan output dalam bentuk grafik atau image. Monochrome Display Monochrome Display adalah alat untuk menampikan output dalam warna tunggal. Color Display Color Display adalah alat untuk menampikan output dalam warna yang bervariasi. Computer Display Projector Computer Display Projector adalah alat untuk menampikan output dalam bentuk yang lebih besar sehingga dapat dilihat dalam jarak yang relatif lebih jauh. Flat Panel Display Flat Panel Display adalah alat untuk menampilkan out seperti Color display, hanya bentuk tanpilannya datar. Alat ini menggunakan Liquid Crystal Display. Drive device atau Driver, berupa alat yang digunakan untuk menyimpan / merekam simbol yang hanya dapat dibaca oleh mesin. Contoh dari Drive device adalah : Disk Drive Disk Drive (penggerak cakram) atau juga disebut magnetic disk adalah alat untuk menggerakkan cakram sehingga dapat dibaca oleh alat mpembaca yang adalah di dalmmnya. Tape Drive Tape Drive (penggerak tape) atau juga disebut magnetic tape adalah alat yang menggerak tape.

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

2.4. Bagian Komunikasi
Peralatan komunikasi adalah peralatan-peralatan yang harus digunakan agar komunikasi data bisa berjalan dengan baik. Ada banyak jenis peralatan komunikasi, beberapa diantaranya adalah, network card, pemancar dan penerima, modem, satelit dan lain-lain.

Halaman : 18

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

BAB III SOFTWARE
Software merupakan kumpulan dari program-program yang digunakan untuk menjalankan komputer. Tanpa software komputer tidak dapat melaksanakan fungsinya. Jenis software dipasaran saat ini ada ribuan macam. Pengelompokan software dilakukan berdasarkan fungsinya. Tidak semua kelompok software disajikan pada bab ini, kelompok-kelompok software yang disajikan merupakan kelompok-kelompok software yang secara langsung atau tidak langsung dapat membantu meningkatkan kinerja sistem informasi manajemen baik melalui pembuatan atau penggunaan software jadi.

3.1. Definisi Software
Software adalah kumpulan dari program-program yang digunakan untuk menjalankan aplikasi tertentu pada komputer, sedangkan program merupakan kumpulan dari perintah-perintah komputer yang tersusun secara sistematis. Pengelompokan Software System software Application software Sistem informasi akuntansi Sistem operasi (OS) Quicken, Peachtree Windows, Novel, Unix dll. Word processing Wordpro, word perfect, word 2000 Interpreter nd Desktop publishing 2 GL – Assembly Page maker, ventura 3rd GL – Basic, Pascal, C dll. Spreadsheet 4th GL – Clipper, Delphi, Oracle, SQL dll. Excel 2000, lotus 123 Presentasi Powerpoint, ashton Workgroup Office 2000, notesuite Statistik SPSS, SAS, statistica Komunikasi Closeup, carbon copy Browser Kompiler Explorer, netscape Setiap interpreter (diatas) mempunyai Internet tool kompiler sendiri-sendiri. Frontpage, webpage Email Outlook 2000 Audit ACL Utility NC, AV, winzip

Halaman : 19

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

3.2. Pengelompokan Software
Perangkat lunak sistem merupakan kumpulan dari perangkat lunak yang digunakan untuk mengendalikan sistem komputer.

3.2.1. Operating System
Operating system (sistem operasi) berfungsi untuk mengendalikan hubungan antara komponen-komponen yang terpasang dalam suatu sistem komputer (BIOS, Boot Loader dll). Fungsi Sistem Operasi Sistem operasi memiliki beberapa fungsi yang diantaranya : Menjalanakan komputer saat komputer pertama dinyalakan. Menjalankan program applikasi. Menjalankan program utility. Mengelola file. Menjalankan mode batch (menumpuk data sebelum diolah). Memberi layanan pencetakan data di layar dan printer serta menyimpan data di file. Sistem Operasi Multi Tasking dan Multi User Multi tasking adalah sistem operasi yang bisa melayani beberapa program komputer yang tersimpan pada memori untuk menjalankan aplikasi tertentu pada saat yang bersamaan. Multi user adalah sistem operasi yang bisa melayani beberapa user pada saat yang bersamaan untuk menjalankan satu aplikasi tertentu yang tersimpan pada komputer tertentu seperti server atau host.

3.2.2. Interpreter dan Compiler
Interpreter Interpreter merupakan software yang berfungsi sebagai penterjemah bahasa yang dimengerti oleh manusia kedalam bahasa yang dimengerti oleh komputer perintah per perintah. Compiler (kompiler) Kompiler berfungsi untuk menterjemahkan bahasa yang dipahami oleh manusia kedalam bahasa yang dipahami oleh komputer secara langsung satu file. Para programmer menggunakan kompiler agar program yang dibuatnya tidak bisa dibaca oleh orang lain dan dengan ‘linker’ bisa dijadikan EXE file sehingga bisa langsung dijalankan tanpa harus memanggil dulu interpreter. Dalam pengembangan sistem informasi manajemen, bukan banyaknya bahasa pemrograman yang anda bisa membuat software atau tidak tetapi sejauhmana anda bisa menggunakan bahasa pemrograman dengan baik, dan anda harus menyadari bahwa dalam pembuatan aplikasi bisnis tersebut tidak sepenuhnya ditentukan oleh software apa yang digunakan, akan tetapi sangat ditentukan oleh siapa yang menggunakan software tersebut.

Halaman : 20

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

3.2.3. Perangkat Lunak Applikasi
Perangkat lunak applikasi atau sering juga disebut sebagai ‘paket aplikasi’ merupakan software jadi yang siap untuk digunakan. Software ini dibuat oleh perusahaan perangkat lunak tertentu baik didalam maupun di luar negeri yang umumnya berada di Amerika. Perangkat lunak aplikasi dibuat untuk membantu masalah yang relatif umum karena itu sangatlah wajar kalau software-software ini tidak dapat memenuhi kebutuhan spesifik setiap pengguna komputer.

Halaman : 21

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

BAB IV BRAINWARE (Sumber Daya Manusia)
Sejalan dengan persepsi kita bahwa brainware atau sumber daya manusia (SDM) merupakan bagian terpenting dari komponenn Sistem Informasi (SI) dalam dunia bisnis yang dikenal sebagai Sistem Informasi Manajemen. Keterlibatan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai pemantau, pengoperasi, dan pengguna SI atau SIM telah memberikan dampak kepada manajemen serta ikut menentukan tingkat kesuksesan suatu organisasi perusahaan. Sumber Daya Manusia, Sistem Informasi dan Organisasi Sumber Daya Manusia (SDM) SI/SIM merupakan sumber daya yang terlibat dalam pembuatan sistem informasi, pengumpulan dan pengolahan data, pendistribusian dan pemanfaatan informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi tersebut. Pemilik Suatu Sistem Informasi Untuk sistem informasi multi user yang medium sampai besar pemilik sistem bisa manajer tingkat menengah atau supervisor. Sistem informasi lainnya yang sangat kecil adalah sistem informasi individu. Sistem informasi ini dimiliki oleh individu atau perseorangan. Para pemilik sitem informasi tersebut diatas merupakan sponsor terhadap dikembangannya sistem informasi. Mereka biasanya disamping bertanggung jawab terhadap biaya dan waktu yang digunakan untuk pengembangan serta pemeliharaan sistem informasi, mereka juga berperan sebagai pihak penentu dalam menentukan diterima atau tidaknya sistem informasi. Pemakai Sistem Informasi Para pemakai sistem informasi sebagian besar merupakan orang-orang yang hanya akan menggunakan sistem informasi yang telah dikembangkan seperti operator dan manajer. Para pemakai akhir (end user) sistem informasi biasanya kurang begitu perhatian dengan biaya yang dikeluarkan serta manfaat yang diperoleh dibandingkan dengan pemilik sistem informasi tersebut adalah bagaimana agar sistem informasi dapat membantu menyelesaikan pekerjaan.

Halaman : 22

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

Fungsi Eksekutif dan Staf

Wakil Presiden Sistem Informasi Database Daministrator Manajer Pendidikan & Pelatihan

Manajer Komunikasi Data Direktur Keamanan

Fungsi berorientasi ke user Manajer Pengembangan Aplikasi Manajer Project Analisis Sistem Bisnis Programer Aplikasi Programer Pemeliharaan Manajer Pusat Informasi

Manajer Pengolahan Data

Manajer Operasi Operator Komputer Teknisi Pemeliharaan Komputer Kepala Pengendalian Produksi Kepala Bagian Pemasukan Data

Manajer Sistem Analis Sistem Programer Sistem Pustakawan

Fungsi berorientasi keefesiensi dan pengendalian intern

Gambar 2.1 Struktur organisasi bagian sistem informasi Kelompok Executive dan Staff Para executive bertanggung jawab terhadap perencanaan dan pengendalian organisasi untuk jangka panjang didalam sistem informasi. Seperti halnya manajer tingkat menengah manajer executive dalam mensponsori sistem informasi bertindak sebagai pemilik sistem. Mereka sering kali menentukan atau mempengaruhi arah pengembangan sistem informasi. Tapi seperti halnya tingkat bawah manajer executive juga berfungsi sebagai pemakai pemakai sistem. Karena mereka sangat memperhatikan kondisi perusahaan secara keseluruhan. Manager Komunikasi Data Manajer komunikasi data bertanggung jawab dalam menjamin fasilitas komunikasi yang ada siap melayani kebutuhan organisasi untuk transformasi data baik secara internal maupun external. Database Administrator Database Administrator (DBA) bisa perorangan atau subbagian dari data administrator yang bertanggung jawab dalam memelihara integritas data yang disusun untuk mengontrol data dari kemungkinan terjadinya data yang duplikasi atau data yang belum dinormalisasi.
Halaman : 23

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI Manajer Keamanan Manajer keamanan bertanggung jawab dalam melindungi sumber daya organisasi dari berbagai kemungkinan kerusakan, kehilangan dan selalu menjaga agar orang-orang yang tidak berwenang tidak mengakses data yang bukan bagiannya. Manajer Pendidikan dan Pelatihan Manajer pendidikan dan pelatihan bertanggung jawab dalam memberikan jaminan kepada organisasi perusahaan bahwa sistem informasi dan SDM selalu mengikuti perkembangan teknologi yang ada. Manajer Pengolahan Data Manajer pengolahan data memiliki tanggung jawab dalam menerapkan hardware dan software setelah aplikasi baru selesai dibangun dan tetap memelihara aplikasi yang lama bila suatu saat diperlukan. Fungsi Yang Berorientasi Kepada Pemakai Prioritas utamanya adalah melakukan upaya pengembangan yang direncanakan atau dibangun oleh manajemen tingkat atas. Manajer Project Sistem Informasi Manajer project sistem informasi bertugas menganalisa dan membuat program untuk setiap project yang disetujui. Analisis Sistem Informasi Bisnis Analisis sistem informasi bisnis bertanggung jawab dalam menganalisa problemproblem bisnis dan merancang solusi yang sesuai kebutuhan. Programer Aplikasi Programer aplikasi bertanggung jawab untuk membuat program yang sesuai dengan solusi yang diputuskan. Programer Pemelihara Programer pemelihara bertanggung jawab untuk memperbaiki kesalahan (error) yang ditemukan pada program aplikasi yang telah operasional dan selalu menjaga agar program aplikasi (software) dapat memenuhi semua kebutuhan manajemen dan perubahan lingkungan. Manajer Pusat Informasi Manajer pusat informasi bertanggung jawab dalam melatih dan membantu pemakai yang ingin membangun program aplikasinya. Pengendalian Intern dan Efisiensi Posisi ini umumnya berhubungan dengan SDM bagian sistem informasi akuntansi dimana tanggung jawab mereka sangat dekat dengan bagian pengolahan data untuk mengolah data transaksi. Manajer Operasi Manajer operasi bertanggung jawab dalam penggunaan komputer sehari-hari secara efisien. Kepala Pengendalian Produksi Kepala pengendalian produksi bertanggung jawab terhadap perencanaan input dan output product. Kepala Operator Kepala bagian operator bertanggung jawab terhadap pemasukan data kedalam komputer dari dokumen dasar dengan menggunakan media yang sesuai. Manajer Sistem Manajer sistem bertanggung jawab terhadap implementasi dan pemeliharaan sitem operasi dan software lainnya setingkat sistem operasi.
Halaman : 24

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

BAB V Sistem Bilangan dan Kode
Sistem bilangan ( Number system ) adalah suatu cara untuk mewakili besaran dari suatu item fisik. Sistem bilangan menggunakan suatu bilangan dasar atau basis ( base atau juga disebut radix) yang tertentu.Sistem bilangan yang digunakan dalam ilmu komputer adalah :

5.1. Sistem Bilangan Desimal
Sistem Bilangan Desimal adalah sistem bilangan dengan basis 10 dan menggunakan 10 macam simbol bilangan. Simbol tersebut adalah : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9,. Bilangan desimal dapat berupa bilangan bulat atau pecahan. Contoh : Bilangan Bulat 2754 = 2 x 103 + 7 x 102 + 5 x 101 + 4 x 100 Bilangan Pecahan 256,89 = 2 x 102 + 5 x 101 + 6 x 100 + 8 x 10-1 + 9 x 10-2

5.2. Sistem Bilangan Binari
Sistem Bilangan Binari adalah sistem bilangan dengan basis 2 dan menggunakan 2 macam simbol bilangan. Simbol tersebut adalah : 0, 1. Contoh : 1 0 0 1 1 0 0 1 x x x x 20 = 21 = 22 = 23 = 1 0 0 8 9

5.2.1. Penjumlahan Bilangan Binari
Penjumlahan pada bilangan binari sama dengan penjumlahan pada bilangan desimal . Dasar penjumlahan untuk masing-masing digit bilangan binari adalah : 0+ 0+ 1+ 1+ 0 1 0 1 = = = = 0 1 1 0

carry of 1, karena digit terbesar bilangan binari adalah 1, maka penulisannya menjadi 10

Halaman : 25

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI Contoh : 1001 0011 1100 =9 =3 = 1 x 23 + 1 x 22 +0 x 21+ 0 x 20= 8 + 4 + 0 + 0 = 12

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

Dalam komputer penjumlahan dua buah digit binari ( binary digit atau bit ) dilakukan oleh elemen ALU yang dinamakan half adder. Hubungan dari Half adder bila digunakan bianry digit 0 dan 1 adalah sebagai berikut : INPUT x 0 0 1 1 y 0 1 0 1 s 0 1 1 0 OUTPUT c 0 0 0 1

S = hasil penjumlahan, C = carry of dari hasil penjumlahan.

5.2.2. Pengurangan Bilangan Binari
Pengurangan pada bilangan binari sama dengan pengurangan pada bilangan desimal . Dasar pengurangan untuk masing-masing digit bilangan binari adalah : 01100= 0= 1= 1= 0 1 0 1

borrow of 1, pinjam digit dari sebelah kirinya.

Contoh : 1001 0011 0110 =9 -=3 = 0 x 23 + 1 x 22 +1 x 21+ 0 x 20= 0 + 4 + 2 + 0 = 6 borrow of, pinjam 1 karena sebelah kiri bernilai 0 1011 = 3 1001- = 9 0110 = 0 x 23 + 1 x 22 +1 x 21+ 0 x 20= 0 + 4 + 2 + 0 = 6 Metoda ini biasa digunakan oleh manusia secara manual. Komputer dalam melakukan proses pengurangan biasanya dengan menggunakan komplemen berbasis 1 ( radix minus one complement ).

Halaman : 26

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI Contoh : 1001 = 9 0011- = 3 di komplemenkan menjadi 1100, jadi 1001 = 9 1100 + = 3 10101 1+ 0110 = 0 x 23 + 1 x 22 +1 x 21+ 0 x 20= 0 + 4 + 2 + 0 = 6

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

5.2.3. Perkalian Bilangan Binari
Perkalian pada bilangan binari sama dengan Perkalian pada bilangan desimal . Dasar Perkalian untuk masing-masing digit bilangan binari adalah : 0x 0x 1x 1x 0 1 0 1 = = = = 0 0 0 1

Contoh : 1001 0011 1001 1001 0000 0000 0011011 =9 =3

= 0 x 26 +0 x 25 +1 x 24 +1 x 23 + 0 x 22 +1 x 21+ 1 x 20 = 0+0+16+8+0+ 2+ 1 = 27

5.2.4. Pembagian Bilangan Binari
Pembagian pada bilangan binari sama dengan Pembagian pada bilangan desimal . Dasar Pembagian untuk masing-masing digit bilangan binari adalah : 0x1=0 1x1=1 Contoh : 1001 0011 :
Halaman : 27

=9 =3

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

11

1001 11 11 11 0

11

= 1 x 21+ 1 x 20 = 2+ 1 =3

5.3. Sistem Bilangan Oktal
Sistem Bilangan Oktal adalah sistem bilangan dengan basis 8 dan menggunakan 8 macam simbol bilangan. Simbol tersebut adalah : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8. Untuh oprasi aritmatik penjumlahan , pengurangan, perkalian dan pembagian caranya sama dengan bilangan binari.

5.4. Sistem Bilangan Hexa
Sistem Bilangan Hexa adalah sistem bilangan dengan basis 16 dan menggunakan 16 macam simbol bilangan. Simbol tersebut adalah : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, a, b, c, d, e, f. Untuh oprasi aritmatik penjumlahan , pengurangan, perkalian dan pembagian caranya sama dengan bilangan binari.

5.5. Konversi Sistem Bilangan
Untuk mengetahui nilai sebuah sistem bilangan dari sistem bilangan yang laian harus melalui proses konversi bilangan. Misalnya dicari bilangan binari dari sebuah bilangan desimal. Hal ini perlu melakukan proses konversi dari bilangan binari ke bilangan desimal.

5.5.1. Konversi Sistem Bilangan Desimal ke Sistem bilangan Binari
Untuk mendapatkan hasil konversi sistem bilangan desimal ke sistem bilangan binari dapat dilakukan dengan: Metode Sisa ( reminder method) Cara metoda ini adalah dengan membagi nilai yang dicari dengan dasar bilangan, kemudian sisanya dituliskan terpisah. Selanjutnya nilai yang dicari dikurangi dengan hasil pembagian. Lakukan proses ini sampai sisa bilangan yang dicari bernilai 0.

Halaman : 28

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI Contoh : Konversi bilangan desimal 35 ke bilangan binari 35 : 2 = 17 sisa 1 17 : 2 = 8 sisa 1 8 : 2 = 4 sisa 0 4 : 2 = 2 sisa 0 2 : 2 = 1 sisa 0 1 : 2 = 0 sisa 1 Hasil : tuliskan mulai dari sisa yang paling bawah : 10011 10011 = 1 x 25 + 0 x 24 +0 x 23 + 0 x 22 +1 x 21+ 1 x 20 = 32+0+0+0+ 2+ 1 = 35 Menjumlahkan pangkat 2 Cara ini adalah mencari hasil perpangkatan bilangan dua dengan sebuah bilangan yang mendekati dengan nilai yang di cari tetapi nilainya lebih kecil. Selanjutnya kurangi bilangan dicari dengan bilangan yang terdekat tersebut. Tahap selanjutnya lakukan proses yang sama sampai sisa pengurangannya bernilai 0. Misalnya untuk mencari bilangan binari dari bilangan desimal 35 adalah dengan cara : Bilangan yang mendekati 35 adalah 32 = 25 Kurangi 35 – 32 = 3 Bilangan yang mendekati 3 adalah 2 = 21 Kurangi 3 – 2 = 1 Bilangan yang mendekati 1 adalah 1 = 20 Selanjutnya, susunlah secara berurutan nilai tersebut secara berurutan dan kemudian jumlahkan bilangan binarinya. 20 21 25 = 1 = 2 = 32 1 10 10000 10011

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

5.5.2. Konversi Sistem Bilangan Desimal ke Sistem bilangan Oktal
Untuk mendapatkan hasil konversi sistem bilangan desimal ke sistem bilangan oktal dapat dilakukan dengan cara membagi nilai yang dicari dengan dasar bilangan, kemudian sisanya dituliskan terpisah. Selanjutnya nilai yang dicari dikurangi dengan hasil pembagian. Lakukan proses ini sampai sisa bilangan yang dicari bernilai 0. Misalnya untuk mencari bilangan oktal dari bilangan desimal 47 adalah dengan cara : 47 : 8 = 5 sisa 7 5 : 8 = 0 sisa 5 Hasil dari konversi bilangan desimal 47 ke bilangan oktal adalah 57.
Halaman : 29

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

5.5.3. Konversi Sistem Bilangan Desimal ke Sistem bilangan Hexa
Untuk mendapatkan hasil konversi sistem bilangan desimal ke sistem bilangan hexa dapat dilakukan dengan cara membagi nilai yang dicari dengan dasar bilangan, kemudian sisanya dituliskan terpisah. Selanjutnya nilai yang dicari dikurangi dengan hasil pembagian. Lakukan proses ini sampai sisa bilangan yang dicari bernilai 0. Misalnya untuk mencari bilangan hexadesimal dari bilangan desimal 47 adalah dengan cara : 47 : 16 = 2 sisa 15 = F 2 : 16 = 0 sisa 2 Hasil dari konversi bilangan desimal 47 ke bilangan hexa adalah 2F.

5.5.4. Konversi Sistem bilangan Oktal ke Sistem Bilangan Desimal
Untuk mendapatkan hasil konversi sistem bilangan hexa ke sistem bilangan desimal adalah dengan mengalikan digit angka yang dicari dengan bialngan dasar 8 dengan pangkat sesuai dengan urutan dimana posisi digitnya berada. Misal : akan mencari nilai hexa 267 ke dalam nilai desimal . 2 x 82 = 2 x 64 = 6 x 81 = 6 x 8 = 7 x 80 = 7 x 1 = 128 48 7+ 283

Jadi bilangan desimal dari bilangan hexa 2F7 adalah 283.

5.5.5. Konversi Sistem bilangan Oktal ke Sistem Bilangan Binari
Untuk mendapatkan hasil konversi sistem bilangan oktal ke sistem bilangan binari adalah mengkonversikan langsung setiap digit oktal ke bilangan ke dalam biner. Misal : akan mencari nilai hexa 2F7 ke dalam nilai biner. 2 6 7 = 0010 = 0101 = 0111

Jadi bilangan binari dari bilangan oktal 267 adalah 0010 0101 0111.

5.5.6. Konversi Sistem bilangan Oktal ke Sistem Bilangan Hexa
Untuk mendapatkan hasil konversi sistem bilangan oktal ke sistem bilangan hexa adalah mengkonversikan langsung setiap digit oktal ke bilangan ke dalam biner terlebih dahulu, hasil konversi tersebut kemudian di potong sebangak 4
Halaman : 30

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI digit yang dimulai dari sisi sebelah kanan. Hasil pemotongan digit baru dikonversikan ke dalam bilangan hexa. Misal : akan mencari nilai hexa 267 ke dalam nilai hexa. 2 6 7 = 010 = 101 = 111

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

Jadi bilangan binari dari bilangan hexa 2F7 adalah 010 101 111. Potong hasil konversi ini dalam 3 digit dimulai dari kanan dan konversikan ke dalam bilangan oktal. Karena digit terkiri hanya 1 maka ditambahkan nilai 0 sebanyak 3 buah agar menjadi 4 digit. 0000 = 0 1010 = A 0111 = 7 Jadi bilangan oktal dari bilangan hexa 267 adalah 0A7.

5.5.7. Konversi Sistem bilangan Hexa ke Sistem Bilangan Desimal
Untuk mendapatkan hasil konversi sistem bilangan hexa ke sistem bilangan desimal adalah dengan mengalikan digit angka yang dicari dengan bialngan dasar 16 dengan pangkat sesuai dengan urutan dimana posisi digitnya berada. Misal : akan mencari nilai hexa 2F7 ke dalam nilai desimal . 2 x 162 = 2 x 256 = 512 F x 161 = 15 x 16 = 240 7 x 160 = 7 x 1 = 7 + 759 Jadi bilangan desimal dari bilangan hexa 2F7 adalah 759.

5.5.8. Konversi Sistem bilangan Hexa ke Sistem Bilangan Binari
Untuk mendapatkan hasil konversi sistem bilangan hexa ke sistem bilangan binari adalah mengkonversikan langsung setiap digit hexa ke bilangan ke dalam biner. Misal : akan mencari nilai hexa 2F7 ke dalam nilai biner. 2 F 7 = 0010 = 1111 = 0111

Jadi bilangan binari dari bilangan hexa 2F7 adalah 0010 1111 0111.

Halaman : 31

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

5.5.9. Konversi Sistem bilangan Hexa ke Sistem Bilangan Oktal
Untuk mendapatkan hasil konversi sistem bilangan hexa ke sistem bilangan oktal adalah mengkonversikan langsung setiap digit hexa ke bilangan ke dalam biner terlebih dahulu, hasil konversi tersebut kemudian di potong sebangak 3 digit yang dimulai dari sisi sebelah kanan. Hasil pemotongan digit baru dikonversikan ke dalam bilangan oktal. Misal : akan mencari nilai hexa 2F7 ke dalam nilai oktal. 2 F 7 = 0010 = 1111 = 0111

Jadi bilangan binari dari bilangan hexa 2F7 adalah 001011110111. Potong hasil konversi ini dalam 3 digit dimulai dari kanan dan konversikan ke dalam bilangan oktal. 001 = 1 011 = 3 110 = 6 111 = 7 Jadi bilangan oktal dari bilangan hexa 2F7 adalah 1367.

Halaman : 32

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

BAB VI Teknologi Jaringan dan Komunikasi
Pendahuluan
Penggunaan sarana telekomunikasi saat ini menjadi sangat dominan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam dunia bisnis. tanpa memiliki fasilitas telekomuikasi akan mengalami kesulitan dalam mengirimkan data dari satu lokasi ke lokasi lain. Kesulitan dalam mengirimkan data ini akan mengakibatkan kesulitan dalam mengolah data menjadi informasi sehingga pada akhirnya akan menyulitkan dalam mengambil keputusan. Jaringan telekomunikasi saat ini menghubungkan beberapa daratan dan lautan untuk memindahkan data dalam jumlah besar. Esensi dalam telekomunikasi adalah pengurangan waktu dan ruang.. Saat ini komunikasi satelit menggantikan saluran komunikasi kabel dan serat optik. Kelihatannya strategi telekomunikasi dan jaringan merupakan kunci sukses dalam membangun sistem informasi akuntansi yang handal. Sistem iformasi akuntansi suatu perusahaan saat ini tergantung sekali kepada telekomunikasi seperti pengolahan data secara on-line (on-line processing). Adanya internet,intranet, extranet dan bisnis secara elektromik (e-business atau e-commerce) menunjukan betapa peranan telekomunikasi menjadi sangat penting untuk saat ini dan masa depan.

6.1. Perkembangan Teknologi Jaringan Telekomunikasi
Telekomunikasi atau komunikasi data dapat diidentifikasikan sebagai penggunaan media elektronik atau cahaya untuk memindahkan data atau informasi dari satu lokasi ke satu atau beberapa lokasi lain yang berbeda. Dunia saat ini berada pada pertengahan era revolusi telekomunikasi yang memiliki dua komponen yaitu : perubahan yang sangat cepat dalam teknologi komunikasi dan sama pentingnya adalah perubahan dalam kepemilikan, kendali atau kontrol dan pemasaran layanan telekomunikasi. Penggabungan Komputer dan Komunikasi Perubahan dalam industri telekomunikasi bersamaan terjadinya dengan perubahan dalam teknologi komunikasi. Sebelumnya telekomuikasi berarti pengiriman suara melalui saluran telepon. Saat ini, banyak pengiriman dilakukan secara digital (digital data transmition) yang menggunakan komputer untuk mentranmisikan data dari satu lokasi dengan lokasi lainnya. Sistem informasi yang on-line dan sistem informasi yang diakses dari jauh (remote acces) sangatlah tidak mungkin dilakukan tanpa bantuan dari teknologi komunikasi. Jaringan Super Highway Deregulasi serta integrasi (perkawinan) antara komputer dan telekomunikasi telah mendorong perusahaan untuk meningkatkan layanannya dari layanan komunikasi suara menjadi layanan informasi yang baru seperti memberikan layanan pengiriman laporan keuangan. Revolusi teknologi komunikasi telah

Halaman : 33

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI merubah perusahaan layanan telekomunikasi menjadi perusahaan layanan informasi. Komponen-Komponen dan Fungsi dari Sistem Telekomunikasi Sistem telekomunikasi merupakan kumpulan hardware dan software yang sesuai (compatible) yang disusun untuk mengkomunikasikan berbagai macam informasi dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Sistem telekomuikasi saat ini dapat mengirimkan informasi baik dalam bentuk text, image, suara, maupun dalam bentuk video. Demikian juga dengan hardware dan software yang digunakan akan berbeda tergantung kepada jenis informasi yang akan dikirimkan.

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

terminal

terminal

Mini computer
terminal

terminal modem

Host comp

Front end

modem

modem

modem

modem

terminal

terminal

terminal

Gbr .6.1 komponen sistem telekomunikasi

terminal

6.2.1. Komponen Sistem Telekomunikasi
Komputer (host) untuk mengolah informasi. Terminal yang memantau peralatan input / output untuk mengirim dan menerima data Saluran komunikasi (kabel, telepon, udara) Pengolah komunikasi (communicatin processor : modem, controller, multiplexer, dan front end processor) yang membantu mengirimkan dan menerima data.
Halaman : 34

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI Software komunikasi yang mengontrol aktivitas input, output dan mengelola fungsi lainnya dalam jaringan komunikasi.

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

6.2.2. Fungsi sistem telekomunikasi
fungsi dari sistem telekomunikasi adalah untuk mengirim dan menerima data dari satu lokasi ke lokasi yang lainnya. Sistem telekomunikasi mengirimkan informasi, membangun penghubung antara pengirim dan penerima, menyampaikan pesan dengan cara yang paling efisien, melakukan pengolahan awal untuk menjamin bahwa informasi akan sampai kepada penerima yang tepat, malakukan pengecekan terhadap data yang dikirim dan memperbaiki format yang salah, merubah format dari format yang satu ke format yang lain.

6.2.3. Protocol
Agar komponen sistem jaringan yang berbeda dapat berhubungan satu sama lain maka perlu adanya aturan-aturan yang bisa disepakati bersama untuk menjembatani perbedaan-perbedaan yang ada.sekumpulan aturan dan prosedur yang mengatur transmisi data antar dua terminal dalam suatu sistem jaringan disebut sebagai “protocol”. Kesepakatan terhadap aturan ini menjadi standar sistem jaringan telekomunikasi dunia. Salah satu standar yang ada saat ini misalnya SNA (standard network architectyre). Standard ini dikeluarkan oleh IBM, sedangkan standar lainnya digunakan adalah standar OSI (pen systems interconnection) yang dapat dilihat pd gbr 11.2 pada halaman berikut ini. Fungsi dasar dari protocol dalam suatu jaringan telekomunikasi beberapa diantaranya adalah untuk mengidentifikasi setiap komponen yang menjadi bagian dari sistem jaringan telekomunikasi tersebut, mencek formatnya, memeriksa kebenaran dari data yang dikirim, menentukan apakah data perlu dikirim kembali bila tidak lengkap atau ada kesalahan dan untuk meleakukan perbaikan apabila terjadi kesalahan.

6.2.4 jenis – jenis sinyal
Ada dua macam sinyal : Sinyal Analog adalah sinyal yang berbentuk gelombang sedangkan, Sinyal Digital adalah sinyal yang memiliki bentuk berlawanan, yaitu 1 dan 0 dimana 1 menunjukkan ‘on’ dan 0 menunjukkan ‘off’ seperti pada peralatan elektronik pada umumnya. Semua sinyal digital harus dirubah dahulu kedalam sinyal analog. Alat yang dapat melakukan translasi dari sinyal igital ke dalam sinyal Analog adalah MODEM

6.2.5 Jenis – jenis Saluran Komunikasi
Saluran komunikasi berfungsi sebagai saluran dimana data dikirimkan dari satu bagian ke bagian lain. Saluran dapat menggunakan berbagai macam media
Halaman : 35

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI telekomunikasi seperti kabel listrik biasa, kabel koaksial (coaxial cable), serat optik (fiberoptics), gelombang mikro (terrestrial microwave), satelite (satelite), dan transmisi jarak jauh (wareless trasmision) Kabel Tembaga Kabel ini berisi sepasang kabel yang terbuat dari tembaga. Kabel ini relatif lambat dalam mengirimkan data. Tapi harga kabel ini relatif murah sekali. Kabel koaksial Kabel ini berisi sepasang kabel tembaga terisolasi dengan baik. Bisa mengirim data sampai dengan kecepatan 200MB/detik. Kabel serat optik Kabel ini berisi ribuan serat optik yang tebalnya kurang lebih sebesar rambut manusia. Data yang dikirim melelui kabel ini berbentuk pulsa sinar dengan kecepatan lebih dari 500KB/detik sampai dengan terabit/detik. Udara (wireless) Transmisi data tanpa kabel mengirim sinyal data melalui udara

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

6.2.6. Karakteristik Saluran Komunikasi
karakteristik saluran komunikasi membantu efisiensi dan kemampuan sistem telekomunikasi. Karakteristik ini termasuk kecepatan pengiriman data, arah pengiriman, dan mode pengiriman. Kecepatan pengiriman Jumlah total data atau informasi yang data dikirimkan melalui saluran komunikasi diukur dengan bits per detik (BPS). Kadang-kadang istilah yang digunakan adalah baud rate. Lebar frekuensi yang dapat ditampung pada saluran komunikasi dikenal sebagai bandwitdh makin besar jumlah data yang dapat ditampung. Mode pengiriman Ada beberapa mode pengiriman sinyal yaitu asynchronous transmision (sering disebut juga sebagai pengiriman data ‘start-stop’) mengirimkan satu karakter data pada saluran pada saat tertentu setiap karakter memiliki frame kontrol yang dikenal sebagai start bit-satu, atau stop bit-dua, dan sebuah parity bit untuk cek kesalahan. Mode ini digunakan untuk pengiriman kecepatan rendah. Synchronous transmision mengirim sekumpulan data secara simultan dengan kontrol pada awal dan akhir kumpulan data tersebut. Mode ini digunakan untuk pengiriman data dalam jumlah besar dan kecepatan tinggi. Arah Pengiriman Data Ada tiga arah pengiriman data, simplex, half-duplex, dan full-duplex.

6.2.7. Pemroses Komunikasi
Pemroses komunikasi (communications processor) seperti front end processor, concentrator, multi plexers, dan modem melakukan pengiriman dan penerimaan data dalam suatu jaringan telekomunikasi.

Halaman : 36

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI Front-end-processor adalah komputer kecil (sering juga mini komputer) yang digunakan untuk mengelola komunikasi dan diletakkan pada komputer utama atau (host computer) pada sistem komputer yang besar. Front-end-processor juga bertanggung jawab terhadap pengumpulan, pengolahan data dan pencetakan informasi ke dan dari terminal. Concentrator adalah komputer untuk telekomunikasi yang dapat diprogram untuk mengumpulkan pesan dari berbagai terminal untuk sementara dan pada waktunya yang ekonomis dikirimkan. Multiplexer adalah alat yang memungkinkan satu saluran komunikasi membawa pengiriman data dari berbagai sumber secara terus menerus.

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

6.2.8. Software Telekomunikasi
Software telekomunikasi khusus digunakan untuk mengontrol dan menjalankan aktifitas jaringan telekomunikasi. Fungsi utama software telekomunikasi adalah untuk mengontrol jaringan, akses ke komputer, pengiriman, kesalahan dan keamanan.

6.2.9. Topologi Jaringan Telekomunikasi
Network topology adalah bentuk atau konfigurasi dari sistem jaringan. Ada empat topologi yang umum digunakan yaitu: Start Network merupakan konfigurasi jaringan komputer yang berbentuk bintang
terminal terminal terminal terminal

Computer induk

printer

gbr 6.2 star network Bus Network jaringan komputer ini memiliki konfigurasi yang berbentuk garis. Dalam jaringan ini tidak ada induk komputer yang mengontrol jaringan komputer secara keseluruhan.

Halaman : 37

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

terminal

terminal

terminal

terminal

printer

terminal

terminal

terminal

terminal

terminal

gbr.6.3 bus network Ring Network jaringan ini tidak terpusat pada induk komputer. Sehingga kalau salah satu komputer tidak berfungsi tidak akan menggangu komputer yang lain
terminal

printer

terminal

terminal

terminal

gbr.6.4 Ring Network Hybrid Network konfigurasi jaringan konfigurasi. komputer ini merupakan gabungan dari berbagai

6.2.10. Jaringan berdasarkan geografi
local area network (lan) LAN merupakan jaringan yang ada pada lokasi tertentu misalnya satu ruang atau satu gedung. wide area network (wan) WAN merupakan jaringan yang tersebar kebeberapa lokasi. Beberapa aplikasi lain dari wan adalah metropolitan area network (man)

Halaman : 38

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

LAN

modem

modem

LAN

gbr 6.5 wide area network

6.2.11. Penggunaan Telekomunikasi untuk memenangkan persaingan

Telekomunikasi telah menolong persoalan yang disebabkan oleh masalah geografi dan waktu sehingga memungkinkan organisasi untuk mempercepat produksi dan pengambilan keputusan . Aplikasi-Aplikasi Yang Dapat Digunakan Surat elektronik (elektronik mail) Elektronik mail atau e-mail adalah pertukaran surat lewat komputer. Surat suara (voice mail) Sistem voice mail akan mendeteksi pesan suara pengirim surat dan kemudian mengirimkannya melalui sistem jaringan dan menyimpan surat tersebut dalam disk setelah dibaca. Ketika penerima telah siap mendengarkan surat tersebut kemudian dirubah lagi dalam bentuk suara. Mesin fax (facsimile machines) Mesin facsimile (fax) dapat mengirimkan dokumen yang berisi teks dan grafik melalui saluran telepon yang umum Layanan informasi digital (digital information service) Layanan elektronik digital yang bisa menjangkau daerah sangat jauh dan luas sehingga saat ini memungkinkan jaringan PC dan pemakai workstation untuk memperoleh informasi dari luar perusahaan dengan cepat tanpa harus meninggalkan tempat secara. Beberapa layanan ini memiliki kemampuan untuk mengirimkan surat elektronik, buletin elektronik, dan diskusi grup secara online atau untuk kepentingan berbelanja. Teleconferencing, Dataconferencing dan Videoconferencing Teleconferencing memungkinkan sekelompok orang untuk berdiskusi secara terus-menerus melalui telepon atau melalui software komunikasi untuk elektronik mail secara kelompok. Teleconferencing yang memungkinan dua orang atau lebih pada lokasi yang berbeda bekerja dalam satu dokumen secara terus-menerus disebut sebagai data conferncing.

Halaman : 39

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI video conferencing memungkinkan dua orang atau lebih pada lokasi yang berbeda berkomunikasi dengan fasilitas layar lebar sehingga mereka bisa melihat satu sama lain. Perpindahan Data Secara Elektronik (Elektronik Data Interchange) Perpindahan data secara elektonik adalah perpindahan dokumen standar transaksi bisnis (purchase order, faktur dll) secara langsung dari komputer ke komputer lain antara dua organisasi yang berbeda. Perangkat Untuk Bekerja Berkelompok (Groupware) Groupware merupakan jaringan komputer yang memberikan layanan berbentuk fasilitas bekerja secara kelompok pada lokasi yang berbeda. Groupware ini terdiri dari software untuk keperluan sharing, pertemuan secara elektronik, penjadualan dan surat elektronik (e-mail). E-Commerce dan E-Business E-commerce yang memungkinkan konsumen dan produsen dapat melakukan transaksi seperti melakukan pemesanan atau pembelian tanpa harus bertemu.

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

Halaman : 40

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

BAB VIII Sistem Informasi Manajemen
8.1. Informasi, Organisasi Manajemen Dan Sistem Informasi Manajemen 8.1.1. Informasi dan Organisasi
Informasi merupakan salah satu jenis sumberdaya yang paling utama yang dimiliki oleh suatu organisasi, apapun jenis organisasi tersebut tanpa informasi maka tidak akan ada organisasi. Informasi melalui komunikasi menjadi perekat bagi suatu organisasi sehingga organisasi tersebut bisa bersatu. Kemampuan mengelola informasi bagi suatu organisasi selain akan mempengaruhi kualitas informasi yang dihasilkan juga akan mempengaruhi kualitas hubungan atau integrasi diantara komponen-komponen di dalam organisasi tersebut. Informasi membawa pesan, menjadi penuntun bagi siapapun pada saat melakukan aktifitas. Orang-orang yang berada di dalam suatu organisasi saling bekerja sama sesuai bidang kemampuannya melalui komunikasi untuk mencapai tujuan organisasi. Karena itu kualitas komunikasi yang digunakan oleh suatu organisasi akan mempengaruhi kualitas/hubungan diantara orang-orang yang ada di organisasi. Di masa mendatang perhatian terhadap informasi akan terus meningkat hal ini disebabkan karena : Semakin meningkatnya aktivitas bisnis Semakin tingginya kemampuan komputer Kompleksitias aktivitas bisnis dipengaruhi oleh : Berubahnya landasan ekonomi dunia Pengaruh ekonomi internasional Persaingan global Meningkatnya kompleksitas teknologi Menyempitnya ruang waktu Masalah sosial Sedangkan dampak perkembangan komputer bagi organisasi adalah : Semakin banyaknya alternatif pemecahan masalah Meningkatnya persaingan Meningkatkan disiplin Meningkatkan komunikasi data atau informasi secara digital Secara konseptual, organisasi sebagai suatu wadah dimana orang-orang berkumpul merupakan dasar dari terbentuknya suatu sistem. Organisasi muncul karena berbagai macam alasan seperti kesamaan tujuan, keterbatasan, pengetahuan (keahlian) dll. Menurut Stoner organisasi merupakan gabungan dua orang atau lebih dengan berbagai macam tingkat keahlian yang bekerja sama dengan cara tertentu untuk mencapai suatu tujuan.
Halaman : 41

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI Struktur organisasi disusun dalam bentuk piramid yang menunjukkan wewenang dan tanggung jawab. Piramid tingkat atas barisi para manajer puncak dan profesional, pada bagian tengah berisi para manajer pengendali, sedangkan pada bagian bawah berisi tenaga operasional.

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

8.1.2 Organisasi dan Manajemen
Organisasi menampung orang-orang dengan berbagai macam tingkat keahlian. Orang-orang yang ada dalam suatu organisasi dipimpin oleh seorang pemimpin atau manajer yang bertanggung jawab dalam membawa orang-orang yang ada dalam organisasi tersebut mencapai suatu tujuan. Aktivitas manajemen adalah merumuskan tindakan apa yang harus dilaksanakan untuk menghadapi masalah internal atau eksternal. Peran dan keputusan yang dilakukan oleh manajer berbeda pada tingkat dan bagian (fungsi) organisasi yang berbeda. Manajer tingkat atas (manajemen tingkat strategis) berperan dalam menentukan tujuan organisasi, strategis yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang diharapkan, dan struktur organisasi yang diperlukan untuk menerapkan strategi. Manajer jangka menengah (pengendalian manajemen secara taktis) meliputi aktivitas pengendalian pengadaan dan penggunaan sumber daya untuk melaksanakan tujuan dan kebijaksanaan yang telah ditetapkan oleh manajemen puncak. Manajemen tingkat paling bawah (manajemen operasional) memeiliki aktivitas yang menyangkut pemilihan cara yang paling efektif dan paling efisien dalam menjalankan tugas dari manajemen tingkat atas dan mengevaluasi hasilnya.

8.1.3 Manajemen dan Sistem Informasi Manajemen
Manajemen ialah suatu proses pencapaian tujuan dengan menggunakan keahlian orang lain. Komsep manajemen sebagai suatu proses menunjukkan bahwa aktivitas harus dilakukan secara terstruktur atau sistematis. Sedangkan pemahaman manajemen sebagai seni menunjukan bahwa aktivitas manajemen tidak bisa distrukturisasi dengan pasti karena berbagai macam keadaan yang tidak pasti yang erus menerus mempengaruhi jalannya suatu organisasi perusahaan. Informasi manajemen ialah informasi yang diterima oleh para manajer. Informasi manajer harus selaras dan saling berkaitan dengan informasi lainnya dalam suatu organisasi.

8.1.4. Sistem Informasi Manajemen dan Fungsi Manajemen Organisasi
Sistem informasi manajemen harus mampu memberikan informasi yang diperlukan oleh manajemen diberbagai tingkatan dan fungsi bisnis secara umum. Informasi manajemen yang diperlukan oleh manajemen tingkat atas biasanya bersifat kurang formal, kurang detail dan merupakan kumpulan dari berbagai perkiraan atau proyeksi kedepan. Sedangkan pada manajemen tingkat menengah informasi manajemen disajikan dalam bentuk ringkas laporan operasi yang diperlukan untuk membuat keputusan-keputusan taktis yang berkaitan
Halaman : 42

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI dengan kebijaksanaan dan keputusan yang diambil oleh manajemn puncak. Pada tingkat operasional supervisor memerlukan informasi detail yang berkaitan dengan aktivitas operasi perusahaan sehari-hari.

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

8.2. Sistem Informasi Manajemen dan Sistem Informasi Akuntansi
Sistem informasi akuntansi ialah bagian dari sistem informasi manajemen yang mengolah data keuangan menjadi informasi keuangan. Fokus sistem informasi akuntansi ialah pada manajemen tingkat bawah/operasional. Manajemen tingkat operasional banyak berkaitan dengan data-data transaksi yang berasal dari hasil operasi perusahaan sehari-hari sehingga informasi yang diperlukan dan dihasilkan bentuknya harus terperinci dan detail.

8.3. Sistem Informasi Manajemen dan Keunggulan Bersaing
Penggunaan teknologi informasi dalam dunia bisnis dan untuk menghadapi globalisasi sering menghasilkan sistem informasi yang menghasilkan sistem informasi yang dapat membantu perusahaan unggul dalam bersaing di pasar. Sistem informasi dengan teknologi informasi yang digunakannya dapat berperan sangat besar dalam menerapkan berbagai macam strategi seperti : Strategi biaya Strategi diferensial (membuat produk yang unik) Strategi Inovasi.

8.4. Sistem Informasi Manajemen dan Kualitas Produk Serta Jasa
Kualitas adalah kesesuaian antara spesifikasi yagn dibutuhkan dibandingkan dengan spesifikasi yang dihasilkan oleh perusahaan. Sistem informasi manajemen beperan dalam meningkatkan kualitas produk dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Kualitas suatu produk menurut Mc.Leod memiliki beberapa dimensi seperti : Kinerja Penampilan Keandalan Kesesuaian Daya Tahan Mudah diperbaiki Keindahan Persepsi terhadap kualitas Sedangkan dimensi kualitas jasa ialah : Berwujud Keandalan Responsif Jaminan kepastian Empathy

Halaman : 43

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

8.5

Rencana Strategis Sistem Informasi Manajemen

Rencana strategis informasi manajemen merupakan rencana yang memberikan harapan kepada perusahaan untuk memperoleh posisi yang paling menguntungkan diantara lingkungan yang mempengaruhinya. Rencana strategis disusun oleh para eksekutif yang tergabung dalam komite eksekutif.

8.5.1 Rencana Strategis Fungsional
Rencana strategis fungsional merupakan rencana yang dikembangkan berdasarkan bidang atau fungsi bisnis perusahaan. Rencana strategis fungsi organisasi harus disusun berdasarkan kepada rencana strategis perusahaan secara keseluruhan.

8.5.2 Transformasi dari Rencana Strategis Organisasi ke Rencana Strategis Sistem Informasi Manajemen
Pada saat perusahaan membuat rencana strategis sistem maka harus dibuat berdasarkan rencana strategis perusahaan. Mengapa Perlu Belajar Sistem Informasi Manajemen Sistem dan teknologi informasi menjadi menjadi bagian vital bagi keberhasilan bisnis dan organisasi. Para mahasiswa diharapkan mengambil matakuliah Sistem informasi manajemen ini dikarenakan para mahasiswa diharapkan menjadi seorang manajer atau seorang wirausaha.

8.7. Mempelajari Sistem Informasi Manajemen Secara Terstruktur
Sistem informasi manajemen pada intinya membahas tentang sistem yang kemudian di fokuskan ke masalah informasi menjadi sistem informasi dan difokuskan lagi ke masalah manajemen, dengan kata lain seseorang harus memahami konsep sistem, manajemen dan manajemen sebelum memahami konsep sistem informasi manajemen. Setelah memahami konsep sistem informasi manajemen secara generall amak tahap berikutnya ialah mengetahui komponen dari sistem informasi manajemen dan kemudian pengembangannya.

Halaman : 44

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

BAB IX DATABASE DAN SYSTEM MANAJEMEN DATABASE
9.1. Database
Data adalah fakta baik dalam bentuk angka-angka, hurup-hurup atau apapun yang dapat digunakan sebagai input dalam proses untuk menghasilkan informasi. Fakta sendiri merupakan hasil persepsi manusia terhadap peristiwa yang dapat di inderanya. Data dalam database bisa diartikan sebagai data yang tersimpan di dalam komputer. Date mengemukakan ada tiga macam data sebagai berikut : Input data adalah data yang dimasukan ke dalam sistem informasi. Output data merupakan keluaran dai sistem informasi. Database merupakan kumpulan data-data yang tersimpan di dalam media penyimpanan di suatu perusahaan (arti luas), di dalam komputer (arti sempit). Database Administrator (DBA) Orang atau departement yang bertanggung jawab dalam mengelola database disebut DBA (Database Administrator/bagian DBA) yang memiliki tanggung jawab dalam : Mengelola database dan DBMS baik secara logis maupun secara phisik. Menentukan konfigurasi hardware dan software pendukung sistem informasi keseluruhan. Menyusun kebijaksanaan dan standar untuk menghubungkan sistem informasi dan pemakai sistem informasi tersebut.

9.2. Media dan Sistem Penyimpanan Data
Data dalam sistem informasi manajemen berbasis komputer terimpan dalam dua media penyimpanan, yaitu dalam media penyimpanan utama (main storage media) dan media penyimpanan tambahan/sekunder (secondary storage media). Media penyimpanan utama umumnya bersifat volatile artinya akan hilang saat listrik sebagai sumber energi tidak ada (RAM). Sedangkan untuk media penyimpanan sekunder, dikenal dua macam, yaitu : Media penyimpanan untuk menyimpanan data secara berurutan (sequential). Melalui media ini record-record data akan dibaca dengan cara yang sama dengan saat penyimpanan (magnetic tape). Media penyimpanan secara langsung (direct) atau acak (random). Memungkinkan pemakai (user) untuk membaca data dalam urutan yang diperlukan tanpa harus memperhatikan bagaimana penyusunannya secara phisik dari media penyimpanan data tersebut (HDD, FDD dll).

9.2.1. Media Penyimpanan Secara Berurutan
Pita magnetik terbuat dari plastik bercampur zat tertentu dan sebagian besar berbentuk seperti kaset yang sering digunakan dalam merekam lagu. Data yang
Halaman : 45

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI direkam akan dicatat berdasarkan bit-bit, dimana bit-bit itu mewakili tiap karakter dan disusun melintang terhadap lebar pita.
Ujung pita kosong Label kepala Kosong Record 1 Kosong Record 2 Kosong Record n Label peng gandeng Ujung pita kosong

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

Gambar 9.1. Penyimpanan data dalam pita magnetik Memperbaharui File Master pada Magnetik Disk Proses memperbaharui (mengupdate) file dimaksudkan untuk memelihara file yang meliputi : Penambahan record baru Penghapusan record lama Dan mengubah/memodifikasi record lama/yang ada.

9.2.2 Media Penyimpanan Secara Langsung-DASD
Data dapat disimpan secara langsung ke nomor record yang kita inginkan. Melalui sistem penyimpanan data ini, record-record dapat dibaca tanpa harus melakukan pencarian secara berurutan. Media penyimpanan yang digunakan disebut direct access storage device (DASD) yang umunya berbentuk piringan. Menentukan Alamat Record Menentukan alamat record pada DASD adalah dengan cara : Sequential Direct / Random (secara langsung) Hashing (rumus) Indexed sequential (urutan berdasarkan index). Penentuan Alamat Record Secara Sequential (berurutan) Dengan cara ini data dimasukan pada DASD secara berurut satu per satu dari record nomor 1 ke record nomor n. Penentuan Alamat Record Secara Random (langsung) Dengan cara ini, alamat record DASD menggunakan nomor kunci record. Kunci itu sendiri merupakan suatu atribut atau elemen yang mewakili record suatu file. Penentuan Alamat Record Dengan Hashing Menentukan alamat record dengan menggunakan hashing (menggunakan rumus) muncul karena menentukan alamat dengan sequential memberikan akses yang lama sedangkan dengan menggunakan akses langsung sulit menemukan record tertentu yang berhubungan.

Halaman : 46

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI Contoh kasus yang memerlukan teknik hashing
Kode 00001 00002 Nama Dani Charles No 1 2 3 4 Kode 00001 00001 00001 00001 Kd. Brg 2503625 2536544 5245449 2466879 Nama. Brg Sepatu Sandal Kemeja Jaket

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

Gambar 9.2. Penyimpanan data dalam pita magnetik Penentuan Alamat Record Dengan Menggunakan Urutan yang Diindex (indexed sequential) Melalui metode ini record-record dicatat pada piringan secara berurutan. Filefile index yang berisi kunci-kunci record disimpan dalam file yang terpisah. Dan untuk memeliharanya agar file indek selalu sesuai dengan susunan yang ada di file master/transaksi maka kita harus selalu melakukan re index setiap perubahan alamat terjadi. Memperbaharui File Master Pada DASD Langkah 1 – Data transaksi dimasukan melalui suatu terminal dimanapun terminal itu berada, asalkan online, dan setiap data transaksi yang masuk sudah termasuk didalamnya alamat record yang ada di file master. Langkah 2 – Record yang telah diperbaharui ditulis ulang ke lokasi asalnya. Pada saat bersamaan data transaksi disimpan. Penggunaan DASD DASD adalah media file master yang baik. Data-data pada file master dapat diperbaharui saat transaksi terjadi sehingga menghasilkan record kegiatan perusahaan yang mutakhir.

Data Transaksi

Memasukan data transaksi

Memperbaharui file master

File Master

Menyimpan data transaksi

File Transaksi

Gambar 9.3. Memperbaharui data pada DASD

Halaman : 47

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

9.3 Sistem Pengolahan Data 9.3.1 Pengolahan Secara Batch
Pengolahan secara batch (penumpukan lebih dahulu) merupakan sistem pengolahan data transaksi dengan cara mengumpulkan terlebih dahulu data transaksi yang terjadi, kemudian pada waktu yang telah ditentukan secara sekaligus memproses data transaksi tersebut, biasanya sambil memperbaharui file master.

9.3.2 Pengolahan Secara On-Line
Pengolahan secara on-line (pengolahan langsung) merupakan pengolahan data transaksi dimana setiap data yang masuk secara langsung satu persatu diolah. Pada saat bersamaan biasanya juga dilakukan proses untuk memperbaharui file master. Faktor-faktor yang menentukan jenis pengolahan Aplikasi perusahaan sangat menentukan sistem pengolahan apa yang akan dipakai. Jika saat terjadinya transaksi tidak perlu dilakukan pengolahan maka dapat dipilih sistem pengolahan secara batch. Sebaliknya, jika terdapat alasan yang kuat untuk memproses data transaksi satu persatu secara langsung pada saat terjadinya transaksi, pengolahan on-line merupakan pilihannya. Sistem Realtime Suatu sistem informasi yang realtime digambarkan sebagai suatu sistem informasi yang bisa memberikan informasi dengan seketika saat suatu transaksi berlangsung.

9.4 Organisasi Database 9.4.1 Organisasi Data pada Database Tradisional
Organisasi data pada database tradisional memiliki tujuan agar sistem informasi yang efektif memberikan, kepada para pemakai sistem informasi, informasi yang akurat, relevan tepat waktu dan lengkap. Hirarki Data Dalam konsep database, data memiliki tingkatan sebagai berikut : Bit – unit terkecil dari data. Bit ini menggambarkan sinyal 0 dan 1. Byte – kumpulan dari bit-bit yang membentuk sebuah karakter. Field/Elemen data – kumpulan karakter-karakter yang membentuk suatu kata atau sekelompok kata/angka. Record – kumpulan dari field-field yang secara logika berhubungan. File – kumpulan dari rcord-record yang berhubungan dengan suatu subyek tertentu. Database – kumpulan dari data-data yang tersimpan dalam file-file.

Halaman : 48

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

Hirarki Data Database File

Contoh
File Gaji File Alamat File Tarip

File Alamat Nama Agus Asep

Alamat Umur Jl. Laswi No. 203 32 Jl. Cikapundung No. 20 26 Umur 32

Record Field Byte Bit

Nama Alamat Agus Jl. Laswi No. 203 Asep (Nama pada sebuah field nama) 01000 0001 (huruf A dalam ASCII) 0 Gambar 4. Hirarki data dalam konsep database

Masalah Pada Organisasi Data Tradisional Data rangkap dan tidak konsisten (Redudancy dan Inconsitency) – Terjadi karena file-file dan program dibuat oleh programmer yang berbeda selama beberapa waktu, file seringkali memiliki format yang berbeda dan program mungkin dibuat dalam bahasa pemrograman yang berbeda. Karena itu beberapa bagian dari informasi terduplikasi pada beberapa file. File Konsumen
Kode 001 002 Nama Agus Asep Alamat Cimahi Ciparay Telepon 598647 546973 Kode 001 002

File Bukti
Nama Agus Asep Telepon 598647 546973 NoBukti S-213 S-214

Kesulitan dalam mengakses data – Misalnya dalam suatu kasus, ada satu permintaan yang permintaan tersebut tidak terantisipasi sebelumnya, karena itu tidak ada program aplikasi yang dapat memenuhi permintaan ini. Untuk keadaan seperti ini kiranya perlu dibuat program baru untuk melakukan pencarian secara lebih spesifik. Data terisolasi – Maksudnya data tersebar pada file-file diberbagai bagian dan apabila file-file tersebut memiliki format yang berbeda, hal ini sangat menyulitkan saat membuat program aplikasi baru untuk membaca data yang diperlukan.

Halaman : 49

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI File Konsumen
Kode 000001 000002 Nama Agus Suherman Asep Suprian Alamat Cimahi Ciparay Telepon 598647 546973 Kode 000001 000002

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

File Bukti
Nama Agus Suherman Usep Surasep Barang Sandal Sepatu NoBukti S-213 S-214

Kedua tabel diatas memuat data konsumen, tapi kedua tabel tersebut dibuat dengan format yang berbeda. Akibatnya data tidak bisa dipakai untuk aplikasi yang lain. Data sulit diakses secara bersamaan – Untuk memperbaiki semua kinerja dan respon yang cepat dari suatu sistem dilakukan dengan memberikan kemungkinan beberapa pemakai untuk mengup-date data secara bersamaan. Akibatnya, perubahan data didalam database begitu cepat dan sulit untuk diawasi. Masalah keamanan data – Pada waktu penambahan program aplikasi baru, maka akan sulit untuk menerapkan sistem keamanan data. Masalah integritas – Nilai data yang disimpan didalam database perusahaan harus sesuai dengan cara batasan-batasan tertentu yang telah ditetapkan. Akan tetapi, ketika batasan baru akan ditambahkan, hal ini sangan sulit dilakukan karena untuk menerapkan batasan yang baru tadi harus dilakukan perubahanperubahan dalam program terkait secara keseluruhan.

9.4.2 Organisasi Database Modern
Agar data atau informasi sampai keberbagai sasaran dari berbagai sumber maka data-data yang masuk ke perusahaan harus dikelola dengan baik, pengelolaan data (manajemen data) disuatu perusahaan bisa dikatakan telah dikelola dengan baik bila sudah menggunakan atau menerapkan DBMS (Database Management System). Kegiatan Manajemen Data Mengumpulkan data – Data-data yang diperlukan dikumpulkan dari berbagai fakta dan selanjutnya dicatat dalam suatu formulir yang disebut dokumen sumber. Dokumen ini berfungsi sebagai input bagi sistem kalau dimasukan kedalam sistem. Menjaga dan mengadakan pengujian terhadap integritas data – Data yang akan diolah diperiksa untuk meyakinkan konsistensi dan akurasinya berdasarkan suatu aturan dan batasan yang telah ditentukan sebelumnya. Menyimpan data – Data-data yang berasal dari dokumen sumber dan telah dimasukan kedalam sistem komputer disimpan pada suatu media penyimpanan. Memelihara data – Pemeliharaan data meliputi aktivitas-aktivitas penambahan data baru, mengubah data yang ada, dan menghapus data yang tidak lagi diperlukan agar data atau informasi yang ada tetap mutakhir.

Halaman : 50

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI Mengamankan data – Aktivitas ini merupakan upaya untuk menjaga agar data terhindar dari penghancuran, kerusakan, atau penyalahgunaan baik yang disengaja ataupun yang tidak disengaja. Mengorganisasikan data – Merupakan kegiatan menyusun data sedemikian rupa sehingga memenuhi kebutuhan informasi pemakai. Mencari data – Data yang tersimpan didalam media penyimpanan harus dicari sedemikian rupa sehingga tersedia pada saat diperlukan. Dari hal-hal diatas jelas bahwa sistem database modern lebih memberikan banyak keuntungan dibandingkan sistem database tradisional. Keuntungannya antara lain : Data yang berlebihan dapat dikurangi sehingga biaya penyimpanan dan waktu bisa diperkecil. Ketidak konsistenan data dapat dihindari sehingga data lebih mudah diakses dan informasi akan lebih akurat. Data dapat dipakai bersama sehingga setiap bagian akan memperoleh informasi yang sama. Standarisasi dapat dilakukan sehingga memudahkan dalam membaca dan memasukan data. Keamanan dapat diterapkan sehingga tingkat akurasi informasi manajemen yang dihasilkan menjadi lebih tinggi. Keterpaduan dapat dijaga sehingga meningkatkan integritas suatu sistem informasi. Konflik interest dapat diseimbangkan sehingga sistem informasi bisa berjalan tanpa rintangan. Sistem Database Sistem database pada dasarnya merupakan sistem pencatatan dengan menggunakan komputer yang memiliki tujuan untuk memlihara informasi agar selalu siap pada saat diperlukan Komponen Sistem Database Komponen data Data dalam database bisa tersimpan dalam : Komputer kecil (PC) – Biasanya untuk single user Komputer mini – Untuk multi user Komputer mainframe – Untuk multi user Secara umum dapat dikatakan bahwa data dalam sistem database harus selalu terintegrasi dan dapat diakses oleh siapa saja yang berhak (shared/terdistribusi). Terintegrasi artinya database dapat dianggap sebagai perpaduan secara logis dari beberapa file data yang berbeda.

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

Halaman : 51

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI Contoh database yang terintegrasi File Karyawan
Kode 001 002 Nama Agus Asep Alamat Cimahi Ciparay Telepon 598647 546973 Kode 001 002

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

File Status
Pendidikan S1/IF S1/MI Ortu Jajang Ujang Pekerjaan Wiraswasta Wiraswasta

Terdistribusi maksudnya adalah bahwa setiap bagian dari data dalam database dapat memberikan distribusi (shared) kepada pemakai yang berbeda pada waktu yang sama sesuai dengan hak akses yang diebrikan. Komponen hardware Kepala (head) pembaca yang digunakan untuk mengambil dan membaca data bersama-sama dengan bagian I/O, controler, kabel I/O, disk dan sebagainya. Prosesor dan memori yang digunakan untuk mendukung jalannya software sistem database. Komponen software Antara database secara phisik (data yang tersimpan dalam disk) dan pemakai sistem informasi manajemen dibatasi oleh suatu software (database manager) atau lebih umum dikenal sebagai Sistem Manajemen Database (DBMS), antara lain : Microsoft Acces, Microsoft Visual Foxpro, dll. Komponen pemakai Kelompok pertama : Programer aplikasi yang bertanggung jawab dalam membuat program aplikasi yang menggunakan database. Kelompok kedua : Pemakai (end user) yang berinteraksi dengan system melalui terminal komputer yang on-line. Kelompok ketiga : Administrator database (DBA). Abstraksi Data Abstraksi data digunakan dalam struktur database modern, didalamnya terdapat tiga level abstraksi yang dikenal sebagai berikut : Tingkat internal – Tingkat ini lebih menjelaskan secara detail bagaimana seharusnya data secara phisik disimpan dalam media penyimpanan. Tingkat eksternal – Tingkat ini berhubungan dengan bagaimana data dipandang oleh pemakai. Tingkat konseptual – Tingkat ini menggambarkan data apa yang sebenarnya disimpan dalam database dan hubungan yang terjadi diantara data-data.

Halaman : 52

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

Pandangan 1

Pandangan 2

Pandangan 3

Tingkat eksternal (pandangan user)

Tingkat konseptual

Tingkat konseptual (pandangan pemakai umum)

Tingkat fisik/internal

Tingkat internal (pandangan penyimpanan)

Tiga tingkat abstraksi data

9.4.3 Model-Model Data
Dasar penyusunan struktur sebuah database adalah beradasarkan kepada model data yang digunakan, model data ini merupakan kumpulan dari alat-alat atau lambang-lambang yang digunakan untuk menggambarkan data secara konseptual. Model Hirarki (hierarchical data model) – Model data yang menggambarkan hubungan antara data berdasarkan kepada tingkatannya. Model data secara hirarki
Record wiraniaga

Record statistik penjualan

Record pelanggan Record piutang dagang

Model Network (network data model) – Model yang menggambarkan hubungan antar data berdasarkan kepentingannya.

Halaman : 53

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI Model data secara network
Record wiraniaga Record statistik penjualan Record piutang dagang Record pelanggan

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

Model Relasi – Model relasi didasarkan kepada persepsi tentang dunia nyata yang berisi sekumpulan objek-objek dasar yang disebut sebagai entity dan hubungannya antara entity-entity tersebut. Beberapa cara penggambaran model relasi : Model relasi Peter Chen
Pelanggan Buat Order Milik Baris order

Isi Barang

Model relasi Martin
Pelanggan Anggota Bukan Anggota

Dibuat oleh

Membuat

Order Dipunyai oleh

Barang Berisi Diisi

Baris Order

Halaman : 54

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

Model Bachman
Pelanggan Anggota Bukan Anggota Order Dipunyai oleh

Membuat Dibuat oleh

Barang Diisi pada Berisi

Baris Order

Halaman : 55

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

BABX Sistem Pendukung Keputusan
10.1. Pendahuluan
Pada dasarnya pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan sistematis pada hakekat suatu masalah, pengumpulan fakta-fakta, penentuan dari alternatif yang dihadapi, dan pengambilan tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling tepat. Untuk memecahkan suatu masalah yang kompleks, diperlukan suatu model pengambilan keputusan yang menggunakaninstrumen metodologik yang mampu mengakomodasi masalah yang multikompleks dengan begitu banyak yang terkait, yang masing-masing mempunyai persepsi dan kepentingan bebrbeda. Guna membantu mempercepat dan mempermudah proses pengambilan keputusan, diperlukan suatu bentuk Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System). Tujuannya adalah untuk membantupengambil keputusan memilih berbagai alternatif keputusan yang merupakan hasil pengolahan informasi-informasi yang diperolaeh/tersedia dengan menggunakan modelmodel pengambilan keutusan. Pada dasarnya SPK adalah pengembangan lebih lanjut dari Sistem Informasi Manajemen (Computerized Management Information System), yang dirancang sedemikian rupa sehingga bersifat interaktif dengan pemakai. Alters Keen mengemukakan beberapa karekteristik SPK: 1. SPK ditujukan untuk membantu keputusan-keputusan yang kurang terstruktur dan umumnya dihadapi oleh para manajer yang berada di tingkat puncak, 2. SPK merupakan gabungan antara kumpulan model kualitatif dan kumpulan data, 3. SPK memiliki fasilitas interaktif yang dapat mempermudah hubungan antara manusia dengan komputer, 4. SPK bersifat luwes dan dapat menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang terjadi. Levin et. Al. mengemukakan beberapa karekteristik SPK: 1. Kapabilitas Interaktif, SPK memberi pengambilan keputusan akses cepat ke data dan informasi yang dibutuhkan, 2. Fleksibilitas, SPK dapat menunjang para manajer pembuat keputusan di berbagai bidang fungsional (keuangan, pemasaran, operasi produksi dan lain-lain), 3. Kemampuan menginteraksikan model, SPK memungkinkan para pembuat keputusan berinteraksi dengan model-model, termasuk memanipulasi model-model tersebut sesuai dengan kebutuhan,

Halaman : 56

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI 4. Fleksibilitas Output, SPK mendukung para pembuat keputusan dengan menyediakan berbagai macam output, termasuk kemampuan grafik menyeluruh atas pertanyaan-pertanyaan pengandaian. Sumber-sumber data eksternal bagi perusahaan Sumber-sumber data internal : - akuntansi - personalia - keuangan - pemasaran - operasi produksi Pembaharuan, sintesis dan revisi Ilmu Manajemen (IM) atau Operation Research (OR)

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

Basis Data bagi SPK

Model Dasar Ilmu Manajemen / Operation Research untuk menunjang keputusan

Analisis Data

Analisis Data

Penggambaran dukungan keputusan dan kontrolnya

Pembuat Keputusan Gambar 10.1. Konfigurasi SPK Levin et. All, 1995

10.2. Perkembangan SPK
Perkembangan dari SPK menciptakan gagasan-gagasan sistem pendukung keputusan bagi kelompok, eksekutif dan organisasi. Sudirman dan Widjayani (1996) menguraikan secara singkat perkembangan SPK sebagai berikut Sistem Pendukung Keputusan Kelompok Sistem pendukung keputusan kelompok (SPKK) atau Group Decision Supprt System (GDSS) merupakan suatu sistem berbasis komputer yang interaktif untuk membantu dalam mencari solusi dari permasalahan-permasalahan tidak terstruktur bagi sekelompok pengambil keputusan yang bekerja bersama-sama. Perangkat lunak yang digunakan terdiri dari perangkat lunak untuk mengorganisasi pendapat-pendapat, mengumpulkan informasi, mengurutkan prioritas dan aspek-aspek lain yang digunakan untuk membantu dalam pertemuan-pertemuan pengambilan keputusan.
Halaman : 57

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI Keberhasilan sistem ini terletak pada komunikasi antar kelompok, karena dengan adanya komunikasi yang baik akan terjadi interaksi yang dapat mengarahkan kelompok kepada pemecahan masalah dengantepat. Sistem Pendukung Keputusan Eksekutif Pada awalnya Sistem Pendukung Keputusan Eksekuitf (SPKE) disebut sebagai Sistem Informasi Eksekutif (SIE) atau Executive Infromation System (EIS) walaupun sampai saat ini kedua istilah tersebut masih digunakan. SPKE merupakan sistem yang harus bersifat fleksibel karena kebutuhan para eksekutif yang akan berubah dengan sangat cepat. Oleh karena itu kebanyakan SPKE dibuat dengan cara membuat prototype. Dalam pembuatan prototype ini harus ditentukan dahulu kebutuhan informasi para eksekutif tersebut dan dapat dilakukan dengan metodologi mencari faktor-faktor keberhasilan yang kritis atau Critical Succes Factor (CSF). Keuntungan SPKE terutama karena kemampuannya untuk mengeanalisis, membandingkan dan memperlihatkan kecenderungan dengan waktu yang cepat. Keputusan-keputusan dapat diambil segera, sehingga permasalahan dapat diatasi sebelum kondisi menjadi terlalu buruk, dan segala bentuk kesempatan / peluang dapat lebih cepat diidentifikasi. Sistem Pendukung Keputusan Organisasi Sistem Pendukung Keputusan Organisasi (SPKO) atau Organizational Decision Support System (ODSS) didefinisikan pertamakali oleh Hackathorn dan Keen (1981) yang membedakan SPK menjadi 3 jenis, yaitu SPK individu, SPK Kelompok dan SPK organisasi. Kemudian tahun 1998 ide ini banyak dikembangkan oleh para peneliti sehingga timbul beberapa konsep yang mendefinisikan SPKO. Pengembangan SPKO membutuhkan pendekatan formal yang terstruktur , karena SPKO merupakan sistem yang besar, kompleks dan membutuhkan pemrogramman secara sistemik. SPKO dapat dikembangkan dalam 4 fase. 2 Fase yang pertama adalah Strukturisasi dan pembentukan kerangka pengembangan sistem. Fase yang ketiga adalah mengembangkan modul-modul sistem. Fase ke 4 merupakan suatu pola implementasi sistem.

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

10.3. Dasar-dasar Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan di dalam suatu organosasi merupakan hasil suatu proses komunikasi dan partisipasi yang terus menerus dari keseluruhan organisasi. Model proses pengambilan keputusan yang dikemukakan oleh Simon (1960) terdiri dari 3 fase : a. Intellegence Tahap ini merupakan proses penelusuran dan pendeteksian dari lingkup problematika serta proses pengenalan masalah. Data masukan diperoleh, diproses dan di uji dalam rangka mengidentifikasi masalah. b. Design Tahap ini merupakan proses menemukan, mengembangkan dan menganalisis alternatif tindakan yang bisa dilakukan. Tahap ini meliputi

Halaman : 58

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI proses untuk mengerti masalah, menurunkan solusi dan menguji kelayakan solusi. c. Choice Pada tahap ini dilakukan proses pemilihan diantara berbagai alternatif tindakan yang mungkin dijalankan. Hasil pemiliha tersebut kemudian diimplementasikan dalam proses pengambilan keputusan.

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

INTELEGENCE
Penelusuran lingkup masalah

Sistem Informasi Manajemen / Pengolahan Data Elektronik

DESIGN
Perancangan penyelesaian masalah

CHOICE
Pemilihan tindakan

Ilmu Manajemen / Operation Research

Sistem Pendukung Keputusan

IMPLEMENTATION
Pelaksanaan Tindakan

Gambar 10.2. Fase Proses Pengambilan Keputusan Pengambilan Keputusan Individu dan Kelompok Pada dasarnya pengambilan keputusan kelompok berdasar pada pengambilan keputusan secara individu anggota kelompok. Robbins (1991), dengan pendekatan contingency ( model pengambilan keputusan yang dipilih dan digunakan sesuai dengan situasi tertentu ) mengemukakan Pengambilan Keputusan Individu The satisficing Model Pengambil keputusan berusaha untuk menyederhanakan masalah-masalah pelik sampai pada tingkat di mana siap untuk memahaminya. Penyederhanaan dilakukan dengan beberapa batasan yang rasional (bounded rationality). Langkah-langkahnya : 1. Penetapan tujuan / kebutujan pengambilan keputusan berkaitan dengan adanya masalah tertentu, 2. Menyederhanakan masalah, 3. Penetapan standar minimum dari serangkaian kriteria keputusan, 4. Mengidentifikasikan serangkaian alternatif yang dibatasi,
Halaman : 59

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI 5. Manganalisis dan membandingkan setiap alternatif, apakah memenuhi kendala lebih besar atau sama dengan standar minimum dan serangkaian keputusan, 6. apakah alternatif yang memenuhi keputusan itu ada ? 7. jika ya pilih salah satu alternatif yang terbaik, 8. jika tidak, dilakukan kembali pencarian alternatif seperti pada langkah 5. MASALAH
Perumusan kebutuhan akan keputusan

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

MASALAH

Penyederhanaan masalah

Standar Minimum X y Perumusan Kriteria

A1 A2
Identifikasi Alternatif

1. 2.

A1 A2

x,y,z ?

?
x,y,z ? Ada alternatif yang memuaskan ?

ya

Pilihan Memuaskan

Bandingkan alternatifalternatif berdasarka kriteria yang telah disepakati

Penentuan Pilihan Terbaik

tidak A1 A2
Cari Alternatif lain

Gambar 10.3. The satisficing Model (Robbins, 1991) The optimizing Decision Making Model Dalam model ini, seorang pengambil keputusan yang penuh keyakinan berusaha menyusun alternatif-alternatif, memperhitungkan untung rugi dari setiap alternatif itu terhadap tujuan organisasi. Sesudah itu, ia memperkirakan kemungkinan timbulnya bermacam-macam kejadian di kemudian hari,
Halaman : 60

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI mempertimbangkan dampak dari kejadian-kejadian itu terhadap alternatifalternatif yang telah dirumuskan dan menyusun urut-urutannya secara sistematis sesuai prioritas. Barulah ia membuat keputusan. Keputusan yang dibuatnya itu dianggap optimal krena setidaknya ia telah mempertimbangkan semua faktor yang berkaitan dengan keputusan tersebut. Langkah-langkah yang harus diikuti menurut model ini adalah : 1. Tegaskan kebutuhan untuk suatu keputusan, 2. Identifikasi kriteria keputusan, 3. Alokasikan bobot nilai pada kriteria, 4. Kembangkan berbagai alternatif, 5. Eavaluasi alternatif-alternatif tersebut di atas, 6. Pilih alternatif terbaik. Asumsi untuk optimizing model, yaitu : Berorientasi pada tujuan, Pengambil keputusan dapat mengenal semua kriteria yang relevan dan dapat menysusun daftar dari semua alternatif yang masih aktif dan nyata, Secara rasional semua kriteria dan alternatif disesuaikan dengan tujuannya, Pengambil keputusan yang rasional akan memilih peringkat tertinggi yang akan memberikan manfaat maksimum. The Implicit Favourite Model Pada awal proses keputusan, si pengambil keputusan sudah cenderung memilih alternatif yang dirasakan paling baik / disukai. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : 1. Menentukan kebutuhan untuk mengambil keputusan karena ada masalah, 2. Mengidentifikasi alternatif dan langsung menetapkan pilihan satu alternatif menurut preferensinya, 3. Mengidentifikasi alternatif lain, kemudian dipilih lagi satu alternatif lain sebagai pembanding untuk mengukuhkan alternatif favorit, 4. Memilih alternatif yang menjadi idaman si pengambil keputusan.

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

Halaman : 61

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

A1
MASALAH
Perumusan kebutuhan akan keputusan Pemilhan Alternatif yang disukai

A1 A2
Identifikasi Alternatif

?
Identifikasi Calon Alternatif pembanding

A1

atau

A2

Kriteria

A1

Implicite favourite Pemilhan alternatif idaman

Pembanding Alternatif

Perumusan kriteria tambahan

Gambar 10.4. The Implicite favourite Model (Robbins, 1991) The Intuitive Decision Making model The Intuitive Decision Making model didefinisikan sebagai suatu proses bawah sadar / tidak sadar yang timbul atau tercipta akibat pengalaman yang terseleksi, tetapi model ini juga melalui tahap analisis rasional. Model ini mempunyai 2 pendekatan : A front end approach Pengambil keputusan mencoba menghindari menganalisis masalah secara sistematis, Institusi memegang peranan penuh untuk mengembangkan suatu gagasan yang mencoba untuk memunculkan kemungkinan-kemungkinan yang luar biasa. A back end approach Pengambil keputusan menggunakan intusi dengan bersandar / mempercayakan pada analisis rasional untuk mengidentifikasi dan mengalokasi bobot nilai kriteria, seperti halnya untuk mengembangkan dan mengevaluasi berbagai alternatif. Pada saat tahap ini sudah dilaksanakan, si

-

Halaman : 62

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI pengambil keputusan beristirahat 1 atau 2 hari dari kegiatan keputusan ini sebelum menentukan pilihan keputusan nalhir (final). Pengambilan Keputusan Kelompok Beberapa metoda pengambilan keputusan kelompok diantaranya : Pareto Optimality Perangkat optimal pareto memilih satu alternatif yang tidakdidominasi oleh alternatif lainnya. Kekurangan dari pareto adalah adanya peringkat alternatifalternayif yang lengkap yang belum diidentifikasi sehingga setiap individu memeperoleh keuntungan dengan beralih dari alternatif non pareto ke alternatif optimal pareto, karena pilihan kelompok dimulai jika perngkat pareto telah diidentifiksi. Pendekatan yang lebih baik adalah terlebih dahulu mengidentifikasi alternatif optimal pareto. Jika ada beberapa alternatif pareto, dibutuhkan metode lain untuk memilih satu alternatif. Nash Bargainning Solution Salah satu cara memandang masalah keputusan kelompok adalah tawar menawar (bargainning). Nash merumuskan masalah tawar menawar ini sampai kepada solusinya. Hasil ini adalah para pelaku harus meningkatkan prodik yang bermanfaat bagi mereka masing-masing (product individual utilities). Peranan solusi Nash tersebut adalah menghitung sejauhmana keuntungan relatif dari suatu tawar menawar dengan nilai dasar yang akan berlaku, bila tidak ada kesepakatan. Pendekatan Nash didasarkan pada pengertian bersaing dari pembuat keputusan kelompok dan solusi equilibrium terhadap masalah tawar menawar. Dampak ancaman dari masing-masing pelaku ikut diperhitungkan. Masing-masing individu mencari kebaikan untuk kepentingan diri sendiri dan atu kelompoknya. Additive Utility Pengambilan keputusan ini didasarkan pada langkah lebih baik mencapai kebaikan bersama ( kolektif ) daripada untuk kebaikan individual yang tidak adil, tidak mencapai tujuan bersama yang diharapkan. Fungsi utilitas kelompok merupakan jumlah yang ditimbang drai utilitas individual, yaitu : Dimana z = ( z1, z2, z3, …. Zn ) adalah vektor atau urutan tersusun dari imbalan yang diterima kepada / terhadap anggota kelompok dan ia adalah bobot yang diberikan kepada utilitas individu. Asumsi tentang peraturan keputusan kelompok adalah : 1. preferensi sosial (kelompok), memenuhi ketetapan untuk memaksimalkan utilitas yang diharapkan, 2. preferensi individual memenuhi ketetapan untuk memaksimalkan utilitas yang diharapkan, 3. bial dua buah prospek p dan q, sama baiknya dari sudut pandang setiap individu, hal ini juga sama baiknya dari sudut pandang sosial (kelompok).
Halaman : 63

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

10.3. Pendekatan Pengambilan Keputusan
Pengambil keputusan dapat membuat keputusan dengan menggunakan satu atau beberapa pertimbangan berikut : 1. Fakta, 2. Pengalaman, Beberapa pendekatan dalam pengambilan keputusan : Rasional Analitis Pengambilan keputusan dengan pendekatan ini mempertimbangkan semua alternatif dengan segala akibat dari pilihan yang diambilnya, menyusun segala akibat dan memperhatikan skala pilihan yang pasti, dan memilih alternatif yang memberikan hasil maksimum. Intutif Emosional Pengambilan keputusan dengan pendekatan inimenyukai kebiasaan dan pengalaman, perasaan yang mendalam, pemikiran yang reflektif dan naluri dengan menggunakan proses alam bawah sadar. Perilaku Politis Pengambilan keputusan model ini merupakan keputusan individual dengan melakkan pendekatan kolektif. Pada tingkat operasional, bisanya pendekatan pengambilan keputusan perilaku politik ini dilakukan melalui metode-metode seperti di bawah ini : - Metode tawar menawar inkrimental (incremental bargainning) Pengambilan keputusan dilakukan melalui negosiasi. - Metode mixed scanning Pengambilan keputusan dilakukan untuk keputusan yang mempunyai efek jangka panjang atau jangka pendek. - Metode agregatif (agregative methods) Pengambilan keputusan yang menggunakan jasa para konsultan dan timtim staf yang berkerja keras dalam merumuskan kebijakan politik. - Metode keranjang sampah (the garbage can) atau nondecision making model Model ini dikembangkan oleh March dan Olsen, dalam model ini menolak model rasional, bahkan rasional inkremental yang sederhana sekalipun. Model ini mengabil keputusan berdasarkan kepentingan pribadi, persekutuan, mitos, konflik, pujian dan tuduhan, persahabatan, mencari kebenaran, memperlihatkan kekuasaan dan lain-lain.

-

-

10.4. Kerangka Dasar Sistem Pendukung Keputusan
Peranan SPK dalam konteks keseluruhan sistem informasi ditujukan untuk memperbaiki kinerja melalui aplikasi teknologi informasi. Terdapat 10 karakteristik dasar SPK yang efektif : a. mendukung proses pengambilan keputusan, menitik beratkan pada management by perception,
Halaman : 64

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI b. adanya interface manusia / mesin dimana manusia (user) tetap mengontrol proses pengambilan keputusan, c. mendukung pengambilan keputusan untuk membahas masalah-masalah terstruktur, semi terstruktur dan tidak terstruktur, d. menggunakan model-model matematis dan statistik yang sesuai, e. memiliki kapabilitas dialog untuk memperoleh informasi sesuai dengan kebutuhan model interaktif, f. output ditujukan untuk personil organisasi dalam semua tingkatan, g. memiliki subsistem-subsistem yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi sebagai kesatuan sistem, h. membutuhkan struktur data komprehensif yang dapat melayani kebutuhan informasi seluruh tingkatan manajemen, i. pendekatan easy to use, kemudahan dalam penggunaan, j. kemampuan sistem beadaptasi secara cepat.

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

10.5. Komponen Sistem Pendukung Keputusan
Suatu SPK memiliki tiga subsistem utama yang menentukan kapabilitas teknis SPK tersebut.

Basis Data Manajemen Basis Data Manajemen Basis Model

Basis Model

Manajemen Penyelenggaraan Dialog

Piranti Lunak

Tugas

Lingkungan

Pemakai
Gambar 10.5. Komponen Sistem Pendukung Keputusan (Sprague 1982)

Halaman : 65

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI a. Data Base Management Subsystem Data Ekonomis Sumber Data Eksternal Keuangan Pemasaran Personalia Manukfaktur Sumber Data internal lainnya Faktor Biaya Fungsi manajemen Basis Data : - Menggambarkan struktur data - Update - Pengurangan dan penambahan data Data : - Ekstraksi - Mengambil - Menambah Dasis Data SPK

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

Manajemen Basis Data

Manajemen Penyelenggaraan Dialog

Gambar 10.6. Sub Sistem Manajemen Basis Data (Sprague 1982)

Kemampuan yang dibutahkan dari manajemen basis data adalah : - kemampuan untuk mengkombinasikan berbagai variasi data melalui pengambilan dan ekstraksi data, - kemampuan untuk menambahkan sumber data secara cepat dan mudah, - kemampuan untuk menggambarkan struktur data logikal sesuai dengan pengertian pemakai sehingga pemekai mengetahui apa yang tersedia dan dapat menentukan kebutuhan penambahana dan pengurangan, - kemampuan untuk menangani data secara personil sehingga pemakai dapat mencoba berbagai alternatif pertimbangan personal, - kemampuan untuk mengelola berbagai variasi data. b. Model Base Management Subsystem Salah satu keunggulan SPK adalah kemampuan untuk mengintegrasikan akses data dan model-model keputusan. Hal ini dapat dilakukan dengan menambahkan model-model keputusan ke dalam sistem informasi yang menggunakan data base sebagai mekanisme integrasi dan komunikasi diantara model-model. Kemampuan sub sistem model meliputi : - kemampuan untuk menciptakan model-model baru secara cepat dan mudah, - kemampuan untuk mengakses dan mengintegrasikan model-model keputusan, - kemampuan untuk mengelola basis model dengan fungsi manajemen yang analog dan manajemen basis data.
Halaman : 66

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

Basis Data SPK

Model-model Strategis Model-model Taktis Fungsi Manajemen Basis Model : - Menciptakan Model - Pemeliharaan – update, - Manupulasi - use Model-model Operasional Bangunan model dan Subrutin

Manajemen Basis Data

Manajemen Penyelenggaraan Dialog
Gambar 10.7. Sub Sistem Manajemen Basis Model (Sprague 1982)

c. Dialog Generation and Management Software

Halaman : 67

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

BABXI Kecerdasan Buatan dan Sistem Pakar
11.1. Pendahuluan
Bagian dari sistem informasi berbasis komputer yang paling banyak menarik perhatian para ilmuwan komputer adalah sistem pakar (expert sistem) yang juga merupakan bagian dari kecerdasan buatan (artificial intelegen) atau AI. Tidak seperti halnya SPK, sistem pakar memiliki potensi untuk memperluas kemampuan manajer dalam memecahkan masalah manajer melebihi kemampuan normalnya. Sistem pakar terdiri dari empat bagian utama yaitu: bagian penghubung sistem dengan pemakai (interface), data base pengetahuan (knowledge base), bagian penyimpul (inference engine), dan bahasa pemrograman untuk membangun sistem pakar (develovment engine). Knowledge base dengan menggunakan aturan-aturan yang telah ditentukan mengekspresikan logika permasalahan dengan bantuan sistem pakar. Inference engine dengan menggunakan penalaran, yang serupa dengan penalaran manusia mengolah isi dari data pengetahuan atau knowledge base yang ada dalam sistem pakar. Develovment engine merupakan bahasa pemrograman atau (prewritten interface engine) yang juga disebut shell sistem pakar (expert system shell). Metode prototyping yang paling cocok diterapkan untuk pengembangan sistem pakar. Bagian paling penting dalam sistem pakar, seperti halnya untuk semua subsistem CBIS, adalah bagian penghubung antara sistem pakar dengan pamakai yang disebut sebagai interface.

11.2. Definisi Kecerdasan Buatan
Aktivitas didalam bidang kecerdasan buatan (artificial intelegent) atau AI, adalah aktivitas penyediaan mesin seperti komputer yang memiliki kamampuan manampilkan perilaku yang dianggap cerdas seperti yang terjadi pada manusia. AI menunjukan aplikasi komputer tercanggih saat ini yang mencoba agar komputer memiliki penalaran menyerupai beberapa jenis penalaran manusia.

11.3. Sejarah Kecerdasan Buatan (AI)
Cikal bakal AI mulai ada dua tahun setelah General Electrid memasang komputer pertama aplikasi bisnis pada tahun 1956. Istilah kecerdasan buatan pertama kali dikemukakan oleh John Mc Carthy sebagai tema dalam suati konferensi yang diadakan di Dortmunth College. Pada tahun yang sama program komputer AI pertama, yang disebut Logic Theorist, diumumkan dan ini telah mendorong para peneliti untuk mengembangkan program lain yang disebut General Problem Solver (GPS) dengan maksud untuk memecahkan segala jenis masalah umum aakan tetapi mengalami kesulitan. Penelitian AI berlanjut, tapi tertinggal dari aplikasi komputer yang kurang ambisius seperti MIS dan SPK. Namun, dengan berlalunya waktu, penelitian yang tekun terus memperluas batas-batas penggunaan komputer untuk tugastugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia.
Halaman : 68

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

11.4. Bidang-bidang Kecerdasan Buatan AI
Penerapan AI dalam bidang bisnis dikenal sebagai sisitem pakar (expert system). Sistem pakar adalah program komputer yang beroperasi menyerupai pengetahuan seorang pakar dalam bentuk heuristic. Berbagai aturan yanf ada didalam sistem apakar memungkinkan sistem ini untuk berfungsi secara konsisten seperti seorang manusia pakar (ahli). Sistem pakar dapat memberi nasehat kepada pemakai cara memecahkan masalah. Sistem pakar dapat berfungsi sebagai konsultan, karena itu kegiatan menggunakannya disebut konsultasi pemakai berkonsultasi dengan sistem pakar untuk mendapatkan nasehat. Selain sistem pakar, bidang yang mencakup kecerdasan buatan meliputi: Jaringan syaraf (neural network) adalah model sistem syaraf manusia yang disederhanakan tapi masih tetap menunjukan kamampuan seperti belajar, generalisasi dan abstraksi. Dengan kamampuan ini dimungkinkan model jaringan syaraf untuk memepelajari perilaku manusia. Sistem Persepsi (perceptive systems) adalah sistem yang menggunakan citra visual (penglihatan) dan sinyal suara untuk menginstruksikan komputer atau alat lain, seperti robot. Belajar (learning) adalah semua kegiatan yang memungkinkan komputer dan alat lainnya untuk memperoleh pengetahuan tambahan dari apa yang selama ini telah dimasukan kedalam memori oleh pabrik komputer atau programer. Robotik (robotics) adalah merupakan sistem komputer yang mengendalikan alat-alat tersebut dapat meniru aktivitas manusia. Perangkat keras kecerdasan buatan (AI hardware) merupakan peralatan fisik yang dapat membantu aplikasi AI. Seperti perangkat keras yang digunakan untuk menyimpan sistem data base pengetahuan (knowledge base system), sistem jaringan syaraf (neural network) dan digunakan juga untuk membantu mempercepat perhitungan, sebagai retina dan telinga elektronik. Pengolah bahasa alamiah yang memungkinkan para pemakai dengan bantuan komputer dalam bahasa. seperti, Jerman, Spanyol, Cina, Inggris, Indonesia dll.

Halaman : 69

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

Gambar 10.1 Bidang-bidang kecerdasan buatan.

Sistem pakar Robot Jaringan syaraf belajar

Perangkat Keras AI

Bahasa alamiah

Sistem PerSepsi (pen Dengaran & penglihatan

Kecerdasan buatan

11.5. Daya Tarik Sistem Pakar
Beberapa tugas tertentu membutuhkan pengetahuan khusus sehingga diperlukan para pakar. Konsep sistem pakar didasarkan pada asumsi bahwa pengetahuan pakar dapat diambil atau disimpan dalam komputer dan kemudian digunakan oleh orang lain saat dibutuhkan.

11.5.1. Perbedaan Sistem Pakar dengan SPK
Perbedaan Pertama – SPK menunjukan kebiasaan, gaya kamampuan, atau rutinitas manajer dalam menghadapi setiap permasalahan yang harus dipecahkan. Sistem pakar dipihak lain memberikan ksempatan untuk membuat keputusan yang melebihi kemampuan manajer. Perbedaan Kedua – Antara sistem pakar dan SPK adalah kemampuan sistem pakar untuk menjelaskan alur penalarannya sampai timbbul pemecahan tertentu. Sering kali penjelasan mengenai cara pemeccahan m,asalah lebih berharga dari pemecahan masalah itu sendiri.

11.5.2.Sistem Pakar
Model sistem pakar pada Gambar 13.2 terdiri dari empat bagian , yaitu: User Interface – memungkinkan pemakai untuk berinteraksi dedngan sistem pakar. Knowledge base (data base pengetahuan) – menyimpan pengetahuan untuk masalah-masalah tertentu yang akan diselesaikan. Inference engine (penalar) – memberikan kemampuan menalar yang menafsirkan isi database pengetahuan.

Halaman : 70

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI Development engine (bahasa pemograman) – yang digunakan oleh para pakar dan analisa sistem dalam membuat sistem pakar.

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

User

User Knowledge base Problem domain

Inference Development

Expert dan Knowledge engineer 11.5.3.User Interface
User interface memungkinkan manajer untuk memasukan instruksi dan informasi kedalam sistem pakar dan menerima informasi dari sistem pakar. Instruksi yang dimasukan berbentuk parameter (nilai tertentu) yang memungkinkan sistem pakar melakukan proses penalaran. Input Sistem Pakar Manajer dapat menggunakan empat cara memasukan data/informasi, yaitu melalui : Menu - Misalnya seperti menu yang terdapat dalam aplikasi excel atau lotus 123. Commands – Seperti perintah yang terdapai pada DBMS umumnya foxpro, clipper, Dbase V. Misalnya LIST FILES ON A: LIKE PAYROLL.*). seperti

Natural language – seperti bahasa-bahasa yang digunakan pada bahsa generasi keempat. Seperti SQL : SELECT NAMA FROM KARYAWAN dan lain-lain, WHO ARE THE EMP-LOYEES IN OUR NEW OFFICE WITH A COLLEGE EDUCATION. Output Sistem Pakar Pemecahan masalah yang ditawarkan dilenhkapi dengan penjelasan, Ada dua jenis penjelasan : Penjelasan atas pertanyaan – Manejer mungkin memerlukan penjelasan saat sistem pakar melakukan penalaran. Mungkin sistem pakar akan meminta manajer untuk memasukan sejumlah informasi.
Halaman : 71

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI Penjelasan atas pemecahan masalah – setelah sistem pakar memberikan suatu pemecahan masalah, manajer dapat meminta penjelasan bagaimana pemecahan masalah tersebut didapat. Sistem pakar selamjutnya akan menampilkan langkah-langkah penalaran yang menuju kepada pemecahan masalah tersebut.

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

11.5.4.Database Pengetahuan (Knowledge Base)
Knowledge base berisi fakta-fakta yang menggambarkan area permasalahan dan teknik bagaimana fakta-fakta tersebut dapat sesuai atau cocok satu sama lain secara logis. Disini digunakan istilah problem domain untuk menggambarkan area permasalahan.

11.5.5.Aturan ( Rule Based )
Teknik penyajian pengetahuan (knowledge representation technique) yang paling populer adalah dengan menggunakan aturan. Aturan menentukan apa yang harus dilakukan dalam situasi tertentu, dan terdiri dari dua bagian : yaitu kondisi yang mungkin benar mungkin tidak dan tindakan yang harus diambil jika kondisinya benar.

IF (TGL SEKARANG-TGL JUAL)>60 AND (TGL SEKARANG-TGL BAYAR TERAKHIR)>20 THEN STATUS=”PIUTANG RAGU-RAGU”
Kondisi yang harus Dipenuhi Tindakan yang harus dilakukan Gambar 10.3 Kondisi dan perintah

IF ECONOMIC.INDEX 1.20 AND SEASONAL.INDEX 1.30 THEN SALES. OUTLOOK =”EXCELLENT”

Tindakan yang harus dilakukan

Kondisi yang harus dipenuhi

Jaringan Aturan Aturan yang ada dalam suatu perangkat aturan masing-masing tidak terkait secara fisik, tapi memiliki hubungan yang logis yang apat digambarkan dengan diagram hirarki seperti terlihat pada gambar 13.6.Aturan pada bagian bawah hirarki menyediakan bukti bagi aturan pada tingkat atas. Bukti tersebut memungkinkan aturan pada tingkat atas untuk menghasilkan kesimpulan. Tingkat atas mungkin hanya memiliki satu kesimpulan seperti tampak pada gambar 13.6. Istilah variabel sasaran (Goal variabel) digunakan untuk manunjukan suatu solusi. Dimana solusi tersebut dapat berupa nilai perhitungan, suatu objek, tindakan yang harus dilakukan, atau suatu rekonmendasi yang lainnya.
Halaman : 72

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

Kesimpulan

Kesimpulan

Kesimpulan

Bukti

Bukti

Bukti

Bukti

Bukti

Bukti

Bukti

Bukti

Hirarki pada tingkat atas mungkin pula berbentuk sistem ganda yang memberikan lebih dari satu kemungkinan solusi. Memilih Aturan Kesulitan utama dalam menggunakan aturan yang menggambarkan pengetahuan adalah memilih aturan-aturan itu dari database pengetahuan (knowledge base) secara efesien.

11.5.6.Penalar (Inference Engine)
Inference engine adalah bagian dari sistem pakar yang melakukan penalaran terhasap isi database pengetahuan (knowledge base) berdasarkan urutan tertentu. Selama konsultasi, inference engine menguji aturan-aturan yang ada dalam database pengetahuan satu demi satu dan ketika kondisi tertentu terpenuhi maka tindakan tertentu diambil. Ada dua cara penalaran yang dilakuakn oleh penalar (inference engine) untuk menguji suatu aturan, yaitu : Penalaran Maju (Forward Reasoning) Penalaran maju disebut juga sebagai forward chaining. Pada penalaran ini aturan-aturan diuji satu demi satu dalam urutan tertentu. Caranya dilakukan dengan memasukan suatu aturan kedalam seperangkat aturan berdasarkan urutan tertentu, atau dapat juga suatu urutan lain yang ditentukan oleh pemakai. Ketika satui aturan diuji , sistempakar berusaha mengevaluasi apakah kondisinya benar atau salah. Evaluasi Aturan ( Rule based evaluation) Jika kondisinya benar suatu aturan akan ditampilkan dan aturan berikutnya diuji. Saat kondisinya salah aturan tersebut tidak ditampilkan dan aturan berikutnya diuji. Suatu aturan bisa saja tidak dapat dievaluasi benar atau salahnya karena kondisinya mencakup satu atau lebih variable yang tidak memiliki nilai akibatnya aturannya tidak diketahui dan jika aturannya tidak diketahui maka aturan tersebut tidak ditampilkan dan aturan berikutnya diuji.
Halaman : 73

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI Proses Penalaran Berulang (Iterative) Proses pengujian aturan dilakukan satu demi satu seterusnya sampai seluruh set aturan yang ada dalam database pengetahuan terbaca. Sering kali diperlukan lebih dari satu kali putaran (looping) pembacaan data pengetahuan untuk memberikan suatu nilai tertentu pada variabel sasaran. Mungkin informasi yang diperlukan untuk mengevaluasi satu aturan tertentu diperoleh dari aturan lain yang diuji kemudian. 1
IF A THEN B T

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

7
IF B OR D THEN K

2 3 4

10
T IF K AND L THEN N T

12
IF N OR D THEN P

IF C THEN D F

8
IF E THEN L T

T

IF M THEN E T

Putaran
9
IF (F AND H) OR J THEN M

IF K THEN F

5

T

11
IF M THEN O T

Putaran Putaran

IF G THEN H T

T

6

IF I THEN J F

Gambar 10.5 Proses penalaran maju

Penalaran Mundur (Reverse Reasoning) Penalaran ini disebut sebagai backward chaining, penalar akan memilih aturan dan menganggap sebagai masalah yang harus dipecahkan. Dengan menggunakan perangkat aturan yang sama seperti penjelasan sebelumnya, aturan 12 merupakan objek permasalahan, karena aturan itu memberikan nilai pada variabel sasaran P. Penalar kemudian mengevaluasi aturan 12 tapi menyadari bahwa aturan 10 atau aturan 11 harus dievaluasi terlebih dahulu. Karena itu aturan 10 dan 11 menjadi sub masalah aturan 12. Penalar kemudian memilih salah satu dari submasalah untuk dievaluasi, dan submasalah yang terpilih tersebut kemudian menjadi masalah baru. Membandingkan Penalaran Maju dan Mundur Proses penalaran mundur lebih cepat dari penalaran maju karena penalaran mundur selain tidak harus menguji semua aturan secara berulang-ulang. Penalaran mundur sangat sesuai jika: Terdapat variabel sasaran berganda (multiple goal variable) Terdapat banyak aturan.

Halaman : 74

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI Semua atau hampir semua aturan tidak harus diuji dalam proses mencapai pemecahan. Bagaimana Penalar Menangani Ketidakpastian Tidak pernah ada kepastian 100 persen dari informasi yang dihasilkan oleh sistem pakar. Ketidakpastian itu berlaku untuk seluruh aturan yang ada dalam sistem pakar. Sistem pakar menggunakan faktor kepastian (dertainty factor), atau CF, untuk manunjukan derajat ketidakpastian. Cf menyerupai probabilitas dan berkisar antara 0 yang berarti tidak pasti sampai dengan 100 yang berarti pasti. Sistem pakar mengingatkan pemakainya terhadap kesimpulan yang memberikan kepastian kurang dari 100%.

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

11.6. Bahasa Pemrograman Sistem Pakar (Development Engine)
Komponen utama keempat dari sistem pakar adalah software pembuat sistem pakar, yang digunakan untuk menciptakan sistem pakar. Pada dasarnya proses ini meliputi pembuatan seperangkat aturan yang dapat dilakukan dengan dua pendekatan dasar. Menggunakan bahasa pemrograman dan shell sistem pakar. Bahasa Pemrograman Sistem pakar dapat dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman apapun. Namun yang paling banyak digunakan adalah Lisp (1959 {“John McCarthy”) dan Prolog (1972 “Alain Colmerauer” pada University of Marseillees). Shells Sistem Pakar Salah satu sistem pakar pertama kali adalah Mycin yang dibuat oleh Edward Shortliffe dan stanley Cohen dari Universitas stanford dengan bantuan seorang ahli kedokteran bernama Stantone Axline, Mycin dibuat saat itu untuk mendiagnosa penyakit menular tertentu. Ketika Mycin berhasil mencapai sukses, para pengembang mencari alternatif lain untuk mengimplementasikannya. Mereka menemukan bahwa penalar pada Mycin dapat digunakan untuk manangani masalah lin dengan mengganti database pengetahuan Mycin. Dengan database pengetahuan lain mycin dapat manangani masalah lain. Temuan ini melahirkan era baru dalam membangun sistem pakar dan diatandai dengan dikembangkannya shell sistem pakar dalam bentuk prosesor siap pakai yang telah diisi dengan database pengetahuan dan disesuaikan. Dengan teknologi ini shell dan memproduksi sistem pakar lebih cepat dan lebih mudah dioperasikan daripada pemrograman. Saat ini kebanyakan aplikasi dari sistem pakar untuk masalh bisnis menggunakan shell. Dhell komersil pertama adalah KEE (Knowledge Engineering Environment). KEE dirancang untuk digunakan pada komputer yang menggunakan bahasa mesin Lips. Namun dengan diperkenalkannya processor yang lebih cepat saat ini menyebabkan sebagian besar pengembangan berpindah dari mesin khusus Lips ke Platform yang baru, dan pengembang pun mulai bercabang ke komputer yang memiliki prosesor banyak.

11.7. Peranan Sistem Analisis
Knowledge engineer (seperti sistem analis) adalah orang yang merancang sitem pakar bersama dengan satu atau beberapa orang pakar. Orang ini harus :
Halaman : 75

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI Mengerti bagaimana seorang pakar menerapkan pengetahuan mereka dalam memecahkan masalah. Mampu mencerna penjelasan mengenai pengetahuan yang diberikan oleh seorang pakar. Proses mencerna keahlian disebut knowledge acquisition dengan berbagai pendekatannya. Pengembangan Sistem Pakar Dengan Menggunakan Metode Prototyping Dalam pengembangan Sistem informasi manajemen biasanya dilakukan oleh sistem analis san para manajer suatu perusahaan. Dalam pengembangan sistem pakar melibatkan pihak ketiga yaitu seorang pakar. Gambar di bawah menggambarkan bagaimana analis sistem bekerja sama dengan pakar dan partisipasi dari pemakai mengembangkan model sistem pakar. Mempelajari permasalahan Analis sistem mempelajari bidang permasalahan dan menentukan apakah pekerjaan pengembangan akan dilanjutkan. Jika ya, analis harus memiliki cukup pengetahuan tentang bidang permasalahan tersebut. Menentukan permasalahan Analis sistem dan pakar bersama-sama menentukan permasalahan yang harus dipecahkan. Tentukan perangkat aturan Analis sitem dapat bertanya kepada pakar tahap-tahapan bagaimana memecahkan suatu masalah. Tahapan-tahapan tersebut akan merupakan dasar untuk membuat aturan. Uji sistem prototype Prototype tergantung kepada test yang dilakukan. Tahap dua sampai empat terus berulang sampai dirasakan cukup. Membuat interface Ketika developer merasa bahwa sistem telah bekerja sesuai dengan yang diharapkan, tahap selanjutnya adalah menambahkan interface. Lakukan test dengan user Test pertama yang dilakukan dengan user adlah untuk mendidik user bagaimana memasukan input dan menginterprestasikan output. Ketika user merasa familier ddengan sistem. Kalau hasil test tidak sukses maka tahap dua sampai enam diulang. Penggunaan sistem Bila test dengan pemakai berjalan sukses maka sistem pakar dapat dipakai untuk aktivitas sehari-hari. Memelihara sistem pakar Seperti halnya semua aplikasi komputer perlu dijaga agar sistem komputer tersebut selalu up-to-date maka hal tersebut berlaku juga untuk sistem pakar.

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

Halaman : 76

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

Analisis Sistem Langkah 1

Pakar

Pemakai

Mempelajari permasalah Menentukan masalah Menentukan perangkat Menguji prototype sistem Menentukan masalah Melakukan pengujian Memelihara sistem Menggunakan sistem

Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5

Langkah 6

Pengembangan sistem pakar biasanya lebih lama dibandingkan dengan pengembangan aplikasi komputer lain. Walaupun terjadi tapi seharusnya tidak terjadi menghabiskan waktu dua atau tiga tahun hanya untuk menentukan perangkat aturan. Keuntungan Sistem Pakar Bagi Manajer Dengan sistem pakar diharapkan manajer dapat membuat keputusan lebih baik karena memiliki lebih banyak alternatif dengan tingkat yang lebih tinggi dan memiliki lebih banyak waktu untuk mengevaluasi sehingga dapat diperoleh konsisten untuk keputusan yang dicapai. Dengan memperoleh nasehat dari sistem pakar secara lebih cepat maka akan lebih banyak waktu yang tersedia untuk menimbang kemungkinan hasil sebelum tindakan dilakukan. Manajer akan mendapatkan solusi konsisten untuk setiap masalah sama yang dihadapi karena setelah penalaran diprogram dalam komputer. Keuntungan Sistem Pakar Bagi Perusahaan Harapan dalam penerapan sistem pakar : Kinerja perusahaan dan pengendalian yang lebih baik karena para manajer memiliki kemampuan yang lebih luas dalam memecahkan masalah.
Halaman : 77

o

m

w
w

w
w

PD

F -X C h a n ge

PD

F -X C h a n ge

O W !

N

y

bu

to

k

lic

C

m

C

lic

k

to

bu

y

N
.c

O W !

w

.d o

c u -tr a c k

PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI Mempertahankan pengetahuan perusahaan yang selama ini dimiliki sehingga terseddia untuk pegawai yang baru atau kurang berpengalaman. Hal yang Tidak Menguntungkan dari Sistem Pakar Ada dua ciri sistem pakar yang membatasi kemampuan : Sistem pakar tidak dapat menangani pengetahuan yang tidak konsisten. Sistem pakar tak dapat menerapkan penilaian dan intuisi yang kita kenal sebagai unsur penting dari pemecahan masalah saat kita membahasnya dalam pendekatan sistem. Kendala besar dalam menerapkan sistem pakar dalam masalah bisnis adalah struktur masalahnya. Agar sistem pakar dapat digunakan, masalah harus sangat tersetruktur dan kita melihat bahwa sebagian besar masalah bisnis cocok .

w

o

.d o

c u -tr a c k

.c

Halaman : 78

o

m

w
w

w
w

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->