P. 1
Legal Reasoning Argument as i Hukum

Legal Reasoning Argument as i Hukum

|Views: 15|Likes:
Published by Hendra Hermawan

More info:

Published by: Hendra Hermawan on Jan 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/21/2013

pdf

text

original

LEGAL REASONING (ARGUMENTASI HUKUM) Oleh : Abdul Fickar Hadjar HAKEKAT ARGUMENTASI HUKUM ARGUMENTASI adalah suatu proses

akal yg digunakan sebagai landasan untuk menyampaikan suatu keteguhan. ARGUMENTASI HUKUM (AH) merupakan suatu ketrampilan ilmiah (ars) yang bermanfaat untuk dijadikan pijakan oleh para ahli hukum dalam mendapatkan dan memberikan solusi hukum. Argumentasi Hukum dapat digunakan untuk membentuk peraturan yang rasional dan accseptable, sehingga sanksinya dapat menimbulkan efek jera bagi masyarakat hukum yang tidak taat hukum. Peraturan hukum yang dibentukdengan ketentuan yang rasionaldan memenuhi rasa keadilan dapat menumbuhkan kesadaran hukum dan kepercayaan masyarakat. Pada komunitas praktisi hukum, penguasaan dan implementasi yang baik terhadap argumentasi hukum dalam setiap aktivitas profesinya dapat digunakan sebagai parameter: mana praktisi hukum yang berdebat yuridis dan mana praktisi hukum yang berdebat kusir. ISTILAH DAN PENGERTIAN Berbagai macam ilmu yang digunakan sebagai pengantar untuk mendapatkan pemahaman yang baik terhadap Argumentasi Hukum (AH), diantaranya: ilmu Logika Dasar, ilmu Mantiq dan Logika Praktis, yang kesemuanya memberikan pemahaman awal untuk pengembangan Argumentasi Hukum. Pengunaan istilah yang berbeda hanya merupakan faktor bahasa, sehingga AH lazim juga disebut dengan Legal Reasoning. Untuk mendapatkan pengertian AH secara kontekstual, terlebih dahulu harus memahami hukum sebagai ilmu pengetahuan. Dalam tradisi ilmu pengetahuan untuk memudahkan pemahaman mengenai ilmu, maka dibuatlah cabang pengelompokan cabang pohon ilmu, dan apakah Ilmu hukum masuk dalam kelompok Kelompok cabang pohon ilmu. Dan apakah ilmu hukum masuk dalam kelimpok IPA, IPS atau humaniora? Belum ada jawaban yang dapat memuaskan karena ternyata ilmu hukum itu memiliki karakteristik sendiri. Karakteristik tersendiri itu dapat dilihat dari ciri khas ilmu hukum yang bersifat normatif. Namun demikian banyak kalangan hukum yang mengembangkan ilmu hukum menggunakan metode sosial (secara empirik) untuk melakukan kajian hukum normatif, sehingga pengembangan dengan cara meng”empirik”kan hukum tersebut hanya menghasilkan pandangan bahwa hukum sebagai fenomena sosial. Dari segi objeknya ilmu hukum dapat dibedakan atas : Ilmu Hukum Normatif & Ilmu Hukum Empiris. Falsafah Ilmu dari pandangan Positivistik / Ilmu hukuk empiris, bidang studinya: Realis: Factual Patterns of Behavior (prilaku penegak hukum, hakim dsb), yang melahirkan : Sociological Jurisprodence (law in book - law in action) dan Socio Legal Jurisprudence (causalitas hukum dan masyarakat) --- menjadi kajian bidang ilmu hukum empiris dan banyak mencetak ilmuwan hukum/Legal scientist. Teori ilmu hukum dari pandangan normatif bidang studinya : norma-norma kaidah yang melahirkan ilmu hukum (norma hukum: dogmatik, teoritik dan filsafat) menjadi kajian bidang ilmu hukum normatif (temuan besar: BH=SH, Tangung jwb corporasi, AAUPB) dari bidang

jaksa dan Advokat) di Belanda disebut: Mr (Meester in de rechten) Sejarah ilmu hukum bermula dari Filsafat Hukum dengan sifat yang sangat spekulatif kemudian diikuti oleh Dogmatik hukum (ius constitutum) yang sangat teknis. Pernyataan ini ditanggapi oleh para ahli sebagai sebuah kesalah pahaman terhadap peran logika yg menurut persepsi mereka al adalah: . objek. pledoi. Perelmen dan Toulmin: menyatakan bahwa peran logika formal dalam argumentasi hukum tidak dominan dan sangat terbatas bahkan tidak penting dalam pengambilan kesimpulan dan keputusan. (Subjek hukum. dan bentuk pemikiran yg paling sederhana : pengertian (concept).repressif (Litigation Area. Untuk menganalisis AH menggunakan logika formal. logika proposisi. Sebagai contoh: Untuk memberikan kepastian hukum subjek hukum perjanjian (filosofi Hukum Perikatan) maka (dibuatlah) Pasal 1320 KUHPerdata sebagai syarat sah perjanjian (konsep teknis) yang harus dipraktekan melalui pemahaman Teori Hukum. sedangkan teori argumentasi adalah cara untuk mengkaji bagaimana menganalisis dan merumuskan suatu argumentasi (secara cepat) yang jelas dan rasional dengan cara mengembangkan kriteria universal dan kriteria yuridis untuk digunakan sebagai landasan rasionalitas argumentasi hukum. Untuk menghilangkan kesenjangan Law in book dgn Law in action. Logika sebagai istilah diartikan sebagai metode untuk menilai ketepatan penalaran yang digunakan untuk menyampaikan sebuah argumentasi.inilah lahir para ahli hukum (Hakim. dan karena perbedaan sifat yang begitu tajam sehingga muncul Teori Hukum yang berasal dari Algemeine Rechtsleer dengan cirinya yang mendalami tentang nilai-nilai umum dari berbagai sistem hukum. Expertise knowledge adalah Argumentasi Hukum (Legal Reasoning) yang pada dasarnya adalah to give a reason dalam pelaksanan tugas profesi advokat. Logika merupakan alur pemikiran yg mempertautkan sebuah pernyataan tentang suatu konsep dengan memberikan penalaran melalui argumentasi yg berperan dlm proses rasionalitas argumentasi. org hrs mempunyai pengertian yg jelas mengenai penalaran. pernyataan (poposisi / statment) dan penalaran (reasoning) yg ketiganya saling mempengaruhi. LOGIKA & ARGUMENTASI HUKUM Untuk memahami logika. replik dsb. Legal Negotiation termasuk membuat Legal opinion). penanganan perkara : Gugatan. Konsep Teknis (ius constitutum) adalah ilmu hukum praktis yang berfungsi untuk menyelesaikan masalah hukum. kesepakatan. permohonan.). dalam bidang: . sedangkan u/ menganalisis rasionalitas proposisi menggunakan logika sillogistik. Sebuah argumentasi hukum yang tidak didukung logika maka legal problem solving tidak didasarkan pada opini yg jelas. misal: Legal Consultation.dan . Penalaran adalah suatu bentuk pemikiran. maka dogma hukum. dan logika predikat. kausa yg halal hrs ditelusuri dalam ranah Teori Hukum Perdata) Penyelesaian masalah hukum diperlukan “expertise knowledge” yang harus dimiliki oleh para ahli hukum (Advokat) dalam melaksanakan tugas profesi. Mac Cormick.preventif (Non Litigation Area. teori hukum dan filsafat hukum harus difokuskan untuk kebutuhan praktek hukum baik dalam rangka membentuk hukum maupun dalam rangka menerapkan hukum.

Dalam bidang hukum Argumentasi ini tidak sesat jika digunakan u/ meminta keringanan hukuman (Klementia dlm Pledooi).a) Dalam setiap AH selalu memakai pendekatan dgn mengandalkan bentuk silogisme. melainkan lebih didasarkan pada kebesaran nama dan kewibawaan. tetapi orang tsb tidak juga memahami kekeliruannya dalam memberikan penalarannya. jika dimungkinkan oleh hukum acara. shg jika tdk dpt membuktikan gugatan dpt ditolak. . . dan apabila kekeliruan tsb secara sengaja dipahami dan digunakan untuk agar org lain mengikuti. FALLACY / KESESATAN (Penalaran Yang keliru) Penalaran yang tidak valid adalah penalaran yang keliru dan dapat terjadi karena pengingkaran terhadap kaidah-kaidah logika yaitu tidak ada hubungan yang logis antara premis dengan konklusi sebagai kekeliruan relevansi. Dalam bidang hukum. Dalam bidang hukum. jika suatu Yurisprodensi menjadi Yurisprodensi tetap (contoh: Yrpdns MARI 838K/sip/1972: kriteria PMH oleh penguasa) Argumentum ad Hominem (AAH): Menolak / menerima argumen tidak didasarkan pd buruknya penalaran. Ada beberapa jenis kekeliruan dalam penalaran sebagai sebuah kekeliruan penalaran hukum. jika digunakan menolak saksi palsu / tidak mengetahui kejadiannya. kekuasaan. Seorang dengan daya nalar yg tidak masuk akal. org tsb adalah Paralogis.Psl 107 UU No. yaitu: Argumentum ad ignorantiam (AAI): Kesesatan terjadi bila org berargumen: proposisi sebagai benar karena tidak terbukti salah atau suatu proposisi salah karena tidak terbukti salah. Dalam bidang hukum Argumen ini bukan kesesatan. Argumentum ad Verecundiam (AAV): Menolak atau menerima argumentasi tidak didasarkan pd nilai penalarannya. Dgn dasar ini tdk tepat menolak gugatan dgn dasar Penggugat tdk dpt membuktikan dalilnya. tapi lebih disebabkan keadaan pribadi yg menyampaikan argumentasi. artinyya penalaran keliru tsb jika diterapkan dlm bidang hukum bukan merupakan sebuah kesalahan. 5/1986 Hkm Acara PTUN : Hakim yg menetapkan beban pembuktian. orang tsb adalah Sofisme. Argumen ini tidak sesat. Argumen ini dapat dilakukan. d) Karena tidak adanya kriteria dan formulasi yg jelas mengenai hakekat rasionalitas nilai dalam hukum. b) Proses pengambilan putusan oleh hakim dengan pertimbangan yg tidak selalu logis. . hal ini merupakan kesesatan. keahlian siapa yang mengajukan argmentasi tersebut (bertentangan dgn pepatah: nilai wibawa hanya setinggi & senilai argumentasinya). c) Dalam Argumentasi Hukum logika tidak terkait substansi.Asas pembuktian hkm Perdata (psl 1865 KUHPer: penggugat hrs membuktikan kebenaran dalilnya. Argumentum ad Misericordiam (AAM) Argumentasi yg bertujuan menimbulkan empati dan belas kasihan. Argumentum ad baculum (AAB) Menerima/menolak argumentasi hanya krn ancaman dan menimbulkan perasaan takut. tetapi jika digunakan u/ pembuktian tdk bersalah.

maka hrs diberikan sentuhan dialektika. (Premis Minor) Kesimpulan: maka Johan harus dihukum (Konklusi). tetapi merupakan suatu perkembangan berlanjut. DASAR DASAR ARGUMENTASI Teori argumentasi berkembang sejak Aristotales yg dimulai dgn studi sistematis tentang logika yg intinya logical scuence yg konsisten dalam premis sampai kesimpulan. Dalam Common Law System.pendekatan UU . MERUMUSKAN FAKTA: merangkum semua fakta (peristiwa. . Perdata. terutama untuk penanganan perkara di pengadilan / litigasi.Kerangka prosedural: argumentasi rasional dan diskusi rasional. Penalaran yg digunakan bisa berupa penalaran deduksi . Argumentasi Deduksi. terutama pada argumentasi prokontra (Wanprestasi atau Onrechtmatigdaad?) Struktur Prosedural: Dalam pemeriksaan pengadilan diatur oleh hukum formal yg sekaligus merupakan rule of law dalam proses argumentasi dalam penanganan perkara di pengadilan. Dari sini yurisprodensi akan menentukan norma-norma baru. Jenis Argumentasi ini populer dlm Civil law system (Argumentation based onrules). DKL prosedur dialektika di pengadilan diatur oleh hukum acara. yaitu penerapan suatu aturan hkm pd suatu kasus. Tiga Struktur dalam Argumenasi Hukum yg rasional: Struktur Logika: Alur premis menuju pada konklusi dari suatu argumentasi harus logis.Dalam bidang hukum Argumentasi ini tidak sesat jika digunakan u/ mengingatkan orang ttg suatu peraturan (sosialisasi peraturan). b.pendekatan precedence (Hkm berisi norma . KEKHUSUSAN LOGIKA HUKUM Argumentasi Hukum (AH) merupakan argumentasi yang khusus.Causalitas dlm Hukum Pidana: . dan didalam dialektika itu suatu argumentasi diuji.Hukum Positif: AH selalu dimulai dari hukum positif. . argumentasi beranjak dari cases tertentu(Principal based reasoning) Argumentasi Hukum juga menggunakan logika Induksi. yg tdk statis. Adminstrasi Negara. karena didasarkan pada hkm positif & kerangka prosedural. Norma : Pencuri harus dihukum (Psl 362 KUHP) (Premis Mayor) Fakta : Johan adalah Pencuri. perbuatan atau keadaan) fakta yuridis in concreto. Tata Usaha Negara dll. Aristotles mengembangkan logika kearah Dialektika sbg ajaran berdebat dan berlanjut pd kemamuan Retorika (kemampuan meyakinkan) Dalam logika tradisional lazimnya menggunakan metode Deduksi. MENCARI HUBUNGAN CAUSALITAS (sebab akibat): Causalitas selau tergantung pd jenis hukumnya : Pidana. Langkah-langkah logika/penalaran Induksi dalam Hukum: a. .proposisi yg terdiri dari konsep pelanggaran Psl 1365 oleh penguasa apakah sama dgn menyalahi prosedur?) Struktur Dialektika: Agar argumentasi tidak monoton.

teori objektif. Langkah-langkah ANALISIS HUKUM PENGUMPULAN FAKTA yuridis (perbuatan. HAN & Hkm Inter Publik. Identifikasi isu hukum berkaitan dgn konsep hukum yg menjadi dasar dan kemudian dipilah-pilah elemenelemen pokok. dapat dijelaskan dengan “teori hubungan kausal dalam hkm Pidana.klasifikasi hukum publik atau privat . (question of fact & question of law) Pertanyaan ttg fakta akan menyimpulkan fakta hukum (jk didukung alat-alat bukti). Proses dialektika dalam adu argumentasi menguji kekuatan nalar suatu argumentasi yg terletak pada logika. Lapisan Logika : struktur intern argumentasi Masuk wilayah logika tradisional. Lapisan Dialektika: perbandingan prokontra argumentasi. apakah wanprestasi atau PMH ? .analisis atas Konsep Wanprestasi: . (contoh Gugatan TUN pengumuman BI sbgi KTUN futuristik . dagang dll .tdk logis) c. tergantung ketentuan hukum acara hkm apa. peristiwa atau keadaann) Pengumpulan fakta didasarkan pd ketentuan tentang alat bukti. teori adequat (dapat diduga menimbulkan akibat). PROBABILITAS: .Probabilitas dlm hukum tergantung standar pembuktian (alat bukti& beban pembuktian) Perdata: dalil & bukti. Psl 351 ) contoh: perbuatan (sebab) kematian (akibat) Apakah suatu perbuatan tertentu menimbulkan matinya seseorang. . (teori conditio cinequo non. teori yg mengeneralisir.Causalitas dalam Hkm Administrasi Negara (sengketa TUN) contoh: Keputusan TUN (sebab) kerugian (akibat) Teori yang digunakan dalam hukum adminstrasi negara adalah hubungan langsung. jika Privat: perdata.Causalitas dlm Hkm Perdata: contoh: PMH (sebab) kerugian (akibat) Dalam hkm Perdata dikenal teori hub kausal: Conditio cinequa non. adequat. LANGKAH PEMECAHAN MASALAH HUKUM Struktur Argumentasi Hukum yg rasional: a.hubungan Causal Delik Formil tidak jelas. Pidana: Keyakinan Hkm & bukti. . Contoh: malpraktek dokter.Merupakan konsep sentral dalam penalaran induktif. Lapisan Prosedur (Hkm Acara) Hkm acara merupakan aturan main proses argumentasi litigasi di pengadilan (prosedur dialektika diatur hukum acara) contoh: beban pembuktian. . IDENTIFIKASI ISU Hukum yg relevan. isu utama pada lapisan ini: apakah alur premis sampai kepada konklusi dari suatu argumenttasi itu logis ? b. C.terkait kompetensi absolut pengadilan.jika publik: HTN.causa proxima. teori relevansi) Menurut sistem hukum di Indonesia menggunakan : akibat langsung dan adequat (dpt diduga menimbulkan akibat). KLASIFIKASI Permaslahan Hukum (berkaitan dgn hkm positif . tetapi hub causalitas sangat erat hubungannya dan manfaatnya dengan DELIK MATERIIL (Psl 338.

1. dibuat lembaga / pejabat yg berwenang. Konsep perbuatan (hrs dijelaskan <ingat : citizen law suit> . biaya keluar).undangan (UU No.daftar isu hukum . Konsep kerugian (kerusakan yg diderita. Berdasarkan opini ditarik simpulan atas pokok masalah: ada atau tidaknya wanprestasi dan/atau PMH.masing-masing isu dibahas dgn mendasarkan pd fakta (hubungan dokter-pasien) dikaitkan dgn hukum. penghalusan/penyempitan hukum. ttp tdk panjang. PENEMUAN HUKUM 1. akan menjelaskan perbuatan siapa & siapa yg bertanggung jawab). penelusuran peraturan perundang. yg merupakan rangkaian konsep . apakah tindakan dokter suatu tindakan hukum ? 2. Dengan contoh diatas tidak cukup hanya dgn menerapkan norma hukum tertulis langsung pada fakta hukum.rumusan singkat fakta hukum . adakah hubungan kontraktual dokter . isinya mengikat umum) statute approach. Conceptuan approach. Dengan kondisi ini dilakukanlah RECHTSVINDING dgn 2 teknik : 1) interpretasi.ditarik simpulan (opini) tiap isu. . melanggar kepatutan. Konsep melangar hukum (melanggar hak org lain. Contoh : Psl 1365 KUHPer : setiap PMH yg menimbulkan kerugian.karena itu hrs difahami konsepnya 3. Pada civil law: based on rules. 2. kesusilaan). mengidentifikasi norma (norma-proposisi. bertentangan dgn kewajiban. dimana “gempa bumi” tdk termasuk dlm pengertian perbuatan) STRUKTUR LEGAL OPINION Kasus Posisi (summary) harus memuat: . keuntungan yg diharapkan. apa kerugian yg diderita pasien? Apakah kerugian itu akibat langsung perbuatan dokter? . b. norma sifatnya abstrak & konsep merupakan konsep terbuka / kabur.intinya yg dijadikan isu hukum Pertanyaan Hukum (isu hukum) . 2) konstruksi hukum meliputi: analogi. teori & asas hukum yg berlaku . Dalam norma ini konsep yang harus dijelaskan adalah: a. c. adakah cacat prestasi dlm tindakan dokter thdp pasien? analisis isu PMH: 1.fakta dirumuskan lengkap. (fungsi rechtsvinding menemukan norma kongkrit u/ diterapkan pd fakta) PENERAPAN HUKUM Setelah menemukan norma kongkrit langkah berikutnya menerapkan pada fakta hukum.10/ 2004: per-UU-an: hukum tertulis. mewajibkan yg menimbulkan kerugian itu membayar ganti rugi.pasien ? 2.summery legal opinion Ketentuan Hukum (Rumusan Fakta) . apakah tindakan dokter suatu PMH? Apa kriteria melanggar hukum? 3. (contoh: ada kejelasan konsep perbuatan dlm konteks Psl 1365 KUHPerdata. & argumentum a contrario.

UU No. dalam kasus ini adalah apakah pegawai PDAM termasuk pengertian Pegawai Negeri menurut UU Advokat ? Berdasarkan Isu hukum tersebut disusun pendapat hukum (legal opinion) sebagai berikut: I. 1. Analisis 1. balai Lektur Mahasiswa. Legal Opinion.. UU No. 34 tahun 2000. Rajagrafindo Persada. PERDA KMS No. Seri Perkuliahan Asas-asas Hukum Pidana. . Daftar Pustaka: § Prof.8 Th.Rumuskan pendapat hukum yang berkenaan dengan fakta hukum tersebut. 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian.Berikan pendapat & bgmn ketentuan hkm tsb diterapkan dlm ksus tsb. Gajah Mada University Press.diikuti pertanyaan hukum Analisis isu hukum . 1974 . 18 Tahun 2003 tentang Advokat. ketentuan hukum yg digunakan.setiap isu ditelusuri ketentuan hkm. II. Isu hukum. § Philipus M Hadjon & tatiek Sri Djatmiati. Pertanyaan Hukum Apakah berdasarkan ketentuan Pasal 3 ayat 1 huruf c UU No. Kasus Posisi : Seorang advokat melakukan her-registrasi sesuai ketentuan UU No. 2004 Contoh Kasus : Pendapat Hukum (Legal Opinion) tentang Status Pegawai BUMN dalam rangka UU Advokkat. Aktualisasi Teoritis & Empirisme. c. Mr. b. Argumentasi Hukum. Satokhid Kartanegara. 18 tahun 2003 tentang Advokat.catatan: semua kasus (yurisprodensi). b. Permohonan her-registrasi ybs ditolak dengan alasan yang bersangkitan berstatus sebagai pegawai perusahaan daerah air minum. .Identifikasi problem hkm relevan dgn kasus yg dianalisis . 18 Yahun 2003) Pasal 3 ayat (1) huruf c : Tidak berstatus sebagai pewawai negeri atau pejabat Negara. Kesimpulan (conclusion & opinion) . 2005 § HF Abraham Amos. yurisprodensi. 18 tahun 2003 tentang Advokat. Ketentuan UU Advokat (UU No. Dasar Hukukm a. 15 tahun 1986.Tuliskan ketentuan hukum & yurisprodensi yg ditemukan. Pegawai PDAM (BUMN) termasuk pegawai negeri ? III. . Pengertian Pegawai Negeri menurut UU No. Peraturan Kepegawaian PDAM a. Permohonan didasarkan atas ketentuan Pasal 3 ayat (1) hhuruf c UU Advokat yang menentukan syarat seorang advokat ialah : tidak berstatus sebagai pegawai negeri atau pejabat Negara. doktrin yg diberikan dgn isu tsb .isu hukum dirumuskan lengkap & diberi nomor. Keputusan MENDAGRI No.

Karakter hukum kekuasaan (termasuk eksekutif) adalah hukum public. 15 th 1986. 1. bukan sekedar interpretasi ektensif yg memperluas daya berlakunya suatu ketentuan hukum. 10 th 1983 Tentang Izin perkawinan dan perceraian bagi PNS. Pegawai adalah pegawai perusahaan daerah…………. Menurut Pasal 3 ayat (1) huruf I KEPMENDAGRI No. Hubungan kepegawain PDAM bukan hubungan hukum public tetapi hubungan hukum pertada. Menjawab pertanyaan apakah pegawai PDAM menjalankan jabatan dalam bidang eksekutif. Ada ketentuan bagi pegawai negeri yang juga diberlakukan bagi pegawai BUMN/BUMD namun tidak berarti pegawqai BUMN/BUMD adalah pegawai negeri. 34 tahun 2000: untuk dapat diangkat sebagai pegawai harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: huruf I : Tidak boleh merangkap menjadi pegawai negeri. Contoh: Pasal 1 PP No.. Dengan demikian hubungan hukum pegawai negeri adalah hubungan hukum public. Berdasarkan ketentuan tersebut jelas pegawai PDAM tidak menjalankan jabatan dalam bidang eksekutif. jelas pegawai PDAM bukan pegawai negeri. diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam satu jabatan negeri atau diserahi tugas Negara lainnya yang didasarkan suatu perundang-undangan dan digaji menurut peraturan perundangundangan yang berlaku. ketentuan hukum yang dapat dijadikan dasar : Pasal 1 huruf h PERDA KMS No. pertanyaan yang muncul adalah: Apakah pegawai PDAM menjalankan jabatan negeri dalam arti jabatan dalam bidang eksekutif ? Dalam menjawab pertanyaan tsb. apa arti jawaban dalam bidang eksekutif 2. Pasal 3 ayat (1) Keputusan MENDAGRI No.Pasal 1 huruf a: Pegawai Negeri adalah mereka yang setelah memenuhi syarat-syarat yg ditentukan dalam perundang-undangan yang berlaku. Setiap ketentuan bagi pegawainegeri tidak secara . 2. Pegawai BUMN/BUMD bukan pegawai negeri. Apakah pegawai PDAM dapat disamakan dengan Pegawai Negeri menurut UU Advokat ? Dalam hal tertentu pegawai BUMN/BUMD dapat disamakan sebagai pegawai negeri. Pasal 1 huruf c: Jabatan negeri adalah jabatan dalam bidang eksekutif… dst Berdasarkan ketentuan tersebut. Jadi jelas PDAM tidak menjalankan tugas dibidang eksekutif dalam makna hukum public. 21 Th 2000 tentang serikat Pekerja / Serikat Buruh. Bidang eksekutif adalah bidang kekuasaan Negara diluar kekuasaan legislative dan yudisial. Prinsip hukum yang harus diperhatikan dalam hal ini : Pemberlakuan ketentuan bagi pegawai negeri terhadap pegawai BUMN/BUMD harus jelas dan pasti dasar hukumnya. Disisi lain berdasarkan UU No. 34 Th 2000. namun demikian prinsip hukum yang harus diperhatikan dlm hal ini : 1. apakah pegawai PDAM nebjalankan jabatan dalam bidang eksekutif. perlu dijelaskan : 1. pengertian perusahaan termasuk perusahaan milik Negara (Vide Psl 1 angka 9).

. sepanjang tidak ada ketentuan khusus secara tegas. . APENDIKS PENDAHULUAN : . Tidak ada ketentuan dalam UU Advokat bahwa termasuk pengertian pegawai negeri adalah pegawai BUMN/BUMD. Pegawai PDAM (BUMD) bukanlah pegawai negeri dalam makna pegawai negeri menurut UU Advokat.Konsistensi Penerapan Hukum Acara (opening Statement) .Status BAP. ANALISA YURIDIS (35%) IV.Keterangan yang menguntungkan Terdakwa. FAKTA DAN ANALISA FAKTA (40%) (QUESTION OF FACT) III. (Saksi / pemberi keterangan & barang bukti) .Saksi-saksi dan profil ( Pemberi Keterangan).Keterangan-keterangan yang sah. Kesimpulan 1. . A-Contrario. ARGUMENTASI HUKUM DALAM PERKARA PIDANA STRUKTUR (ANATOMI) PLEDOI / PEMBELAAN: I. PENUTUP (10%) KESIMPULAN DAN PERMOHONAN V.Konsisten pada hukum acara.otomatis berlaku bagi pegawai BUMN/BUMD. PENDAHULUAN (15%) II.Lead (quotation) . ketentuan yang berlaku bagi pegawai negeri tidak bisa dengan sendirinya berlaku juga bagi pegawai BUMN/BUMD dalam hal ini pegawai PDAM.Keterangan-keterangan Dalam Sidang. Dengan demikian sepanjang tidak ada ketentuan khusus yang menyatakan bahwa ketentuan larangan PNS menjadi Advokat menurut UU Advokat berlaku juga bagi pegawai BUMN/BUMD atau pengertian pegawai negeri menurut UU ADVOKAT termasuk pegawai BUMN/BUMD.Kesimpulan fakta yang sah secara yuridis (fakta hukum). .Salam pembuka (salutation) . 2. Tidak ada larangan bagi pegawai PDAM menjadi Advokat. . FAKTA DAN ANALISA FAKTA (QUEATION OF FACT) .Rangkuman Isi . IV.

RS.Kutipan-kutipan Yurisprodensi yg menolak “kriminalisasi perdata” antara lain: a.Inkonsistensi penerapan hukum acara. Putusan Mahkamah Agung RI No.Uraian satu persatu unsure delik. Referensi-referensi yang dirujuk dalam uraian. sehingga merugikan Terdakwa sebagai contoh keterangan yg relevan saksi UH yang tidak lengkap.Surat Tuntutan Jaksa Penuntut Umum obscuur (kabur). PENDAHULUAN: . . Estetika penyajian Surat Tuntutan yang penuh dengan coretan tulisan tangan.Rangkuman kejadian yang menggambarkan “kriminalisasi peristiwa perdata”. Putusan Mahkamah Agung RI No. Contoh Kasus Argumentasi Hukum : Pledoi / Pembelaan dalam Kasus Penipuan / Penggelapan (Psl 372 / Psl 378 KUHP) Dakwaan & Tuntutan: Terdakwa Ir. b. PENUTUP : Kesimpulan.Salam pembuka dan ucapan terima kasih pada sidang. SS milik Terdakwa kepada saksi pelapor Dr. bentuk karaktar huruf (font) yang tidak sedap dipandang mata yang menunjukkan ketidakprofessionalan dan skill yang tidak terlatih.Unsur-unsur delik yang perlu dibahas dan diktritik (kalau ada) pada Undang-Undang ybs. dimana Terdakwa MD telah menerima sejumlah uang. 449.Kesimpulan.K/Pid/1993.K/Pid/2001. (Dalam waktu bersamaan Saksi Pelapor menggugat perdata Terdakwa) . b. 1035. 411 K/Pid/1992 . c. . c. TANGGAPAN ATAS SURAT TUNTUTAN JAKSA PU . . Permohonan. Saudara Jaksa Penuntut Umum telah merubah KUHP. karena: a. . APPENDIKS : Transkripsi persidangan. mengutip sepotong-sepotong keterangan saksi yang relevan. MD didakwa telah melakukan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan melanggar Pasal 372 / Pasal 378 KUHP dalam konteks peristiwa tidak dilaksanakannya jual beli saham perusahaan batubara di Kalimantan Timur PT.ANALISA YURIDIS (QUESTIONS OF LAWS) . Dengan kata lain. Putusan Mahkamah Agung RI No. secara serampangan menguraikan unsur-unsur Pasal yang didakwakan terhadap Terdakwa dengan mengcopy paste “tuntutan lain perkara”sehingga tidak sesuai dengan rumusan Pasal KUHP yang didakwakan.

DS dan keterangan Terdakwa). TS. bukti Akta-akta Notaris TA). SB. US. US.40 Milyar. SS dsb. TA & FS (Notaris).Akta Notariil pendirian PT. Terdakwa. TS dan T). BA & R dsb). SB. 3. Bahwa persoalan yang menyebabkan tidak jadinya ditanda tangani perjanjian di notaries F antara lain adalah masalah legal perusahaan Terdakwa (keterangan saksi RS). Pemeriksaan Bukti : .Risalah pertemuan & Hasil Survey. TS. 7. SB.NPWP & Laporan Keuangan ANALISA FAKTA (QUESTION OF FACT) Memisahkan keterangan saksi & bukti yang sah didasarkan pada konsistensi penerapan hukum acara (KUHAP) antara lain: kedudukan dan hubungan saksi dgn Terdakwa. Saksi UH. SB.Dokumen perizinan (pertambangan. sehingga kejadiankejadian hanya dilihat parsial (sepotong-sepotong) sebagai contoh tidak ditampilkannya Akta-akta Notaris yang membuktikan kepemilikan Terdakwa atas PT. Terdakwa (T) pemilik sebuah perusahaan PT. . US.d. Areal pertambangan batubara terletak di Kabupaten Pasir Kalimantan Timur yang pernah dikunjungi oleh beberapa orang kepercayaan & pegawai saksi pelapor RS yang hasil kunjungannya dituangkan dalam Berita Acara dan Rekomendasi (Ket Terdakwa. 5. bukti-bukti: dokumen feasibility study. UH. kesesuaian keterangan antar para saksi. yaitu UH & SB kelapangan di Kabupaten Tanah Grogot Balikpapan Kalimantan Timur. Terdakwa & bukti yang diajukan (baik oleh JPU maupun Terdakwa) dapatlah dianalisis dan ditarik kesimpulan peristiwa sebagai fakta hukum: 1. Bukti-bukti yang ditampilkan dalam perkara ini sengaja tidak dilengkapi. Terdakwa). 6. 2. .200 juta. Dari keterangan para saksi. TS awal juli 2004. TS dan Terdakwa). akhirnya disepakati tanda jadi Rp. UH yang merayu saksi DS (istri Terdakwa) untuk mendesak Terdakwa. yang kemudian memberikan laporannya kepada saksi RS serta rekomendasi dan usulan (Keterangan saksi RS. IKA. lingkungan). SS (100% saham) yang asetnya berupa sejumlah areal pertambangan batubara beserta perizinannya (Vide ket saksi Notaris TA.Draft Perjanjian Jual Beli Saham.150 juta (Keterangan saksi RS. US. Pertemuan antara T dgn saksi pelapor RS merupakan inisiatif saksi RS diperantarai saksi UH. lokasi. SS. 4. saksi dgn bukti (Psl 185 ayat (6) & (7)). FAKTA FAKTA YANG TERUNGKAP DI PERSIDANGAN Keterangan Saksi : 9 orang Saksi al: RS. Survey dilakukan oleh pegawai saksi RS. yang kemudian setelah tawar menawar saksi RS memberikannya melalui transfer ke rekening Terdakwa di BNI balikpapan (keterangan saksi RS. Terdakwa kemudian meminta penyetoran lagi kepada saksi RS sejumlah Rp. . Terdakwa meminta tanda jadi untuk kepentingan survey pekerja saksi RS Rp. tetapi kemudian melalui saksi TS. dsb. H. . tetapi saksi RS keberatan dan Terdakwa memutuskan untuk tidak menjual sahamnya.1 milyar melalu saksi US dalam rangka pengembangan proyek batubara yangg sedang dijalankan. SS sejumlah 40 % senilai Rp. keabsahan perolehan barang bukti (Psl 33 jo 38 KUHAP). yang kemudian menyepakati akan membeli saham PT. DS dan keterangan seorang Terdakwa: Keterangan dipisahkan antara yang berkaitan dengan yang tidak berkaitan dengan perkara.10 milyar (Keterangan saksi RS. akan tetapi Saksi RS tidak menyanggupi dan hanya akan membeli saham sejumlah 25 % senilai Rp. latar belakang saksi (PSL 185 ayat (6) c & d). .

Kriminalisasi peristiwa perdata bukan saja akan merugikan pihak-pihak yang menjadi korban ic Terdakwa.barang siapa. ANALISA YURIDIS (question of law) Surat dakwaan saudara JPU telah mendakwa Terdakwa MD dengan dakwaan Kesatu melanggar Pasal 372 KUHP atau Kedua melanggar Pasal 378 KUHP. saksi RS menyodorkan konsep perjanjian pembelian 100% asset PT SS dengan harga yg telah disepakati dan saksi RS ingkar janji atas komitmen pembayaran yang ke 2 sejumlah Rp 1 Milyar (keterangan saksi RS danTerdakwa ). Kami berharap dan percaya forum persidangan atas diri Terdakwa ini tidak akan terjebak pada suatu paradigma kriminalisasi peristiwa perdata. dan berkesimpulan bahwa Terdakwa MD telah terbukti melanggar Pasal 378 KUHP. Setelah tidak jadi ditanda tanganinya perjanjian jual beli saham di notaris F. Dari rangkaian facta hukum tersebut dapatlah disimpulkan bahwa yang sesungguhnya terjadi adalah tidak terjadinya jual beli saham PT.dengan sengaja dan melawan hukum . 8. Dan para “entrepreneur” akan takut untuk mengembangkan usahanya di negeri tercinta ini. karena Terdakwa tidak memiliki cek. Kriminalisasi yang terjadi merupakan rekayasa saksi RS yang bahkan di muka siding membuat pernyataan akan mempidanakan. . TS. yaitu tunai atau cek 7 hari. Apakah fakta-fakta yang terungkap di persidangan telah mendukung apa yang didakwakan dan dituntutkan oleh JPU dan bagaimana hukum ic jurisprodensi mengapresiasi dan memandang peristiwa yang terjadi antara Terdakwa dengan saksi RS? Ada kecenderungan dalam bebarapa putusan Mahkamah Agung yang berkaitan dengan dakwaan Pasal 378 KUHP yang menggambarkan terjadinya kriminalisasi “peristiwa perdata” yang notabene masuk dalam wilayah otoritas hukum perdata. yang disebabkan salah satu pihak ingkar janji / wanprestasi. ANALISIS YURIDIS TERHADAP DAKWAAN ke I Pasal 372: Unsur-unsur Pasal 372 KUHP adalah: . UH. dengan penyelesaian yang dipaksakan melalui mekanisme pidana. Saksi RS tidak mau menerima Giro Bilyet tersebut dan memerintahkan untuk mengembalikannya kepada Terdakwa. dan saksi RS berkata kalau diterima kan menjadi perdata (keterangan saksi RS. tetapi lebih jauh akan sangat berbahaya bagi kepastian hukum perkembangan “dunia usaha” pada umumnya. yang penyelesaiannya masuk kedalam kompetensi hukum perdata. Unsur “barang siapa”. saksi UH bersama saksi TS menemui Terdakwa menyampaikan pesan saksi RS yaitu syarat pengembalian uang saksi RS yang telah diterima Terdakwa. tidak perlu lagi untuk diuraikan lebih jauh.Adendum yang mengatur kewajiban saksi RS kepada Terdakwa (keterangan Saksi UH dan Terdakwa). Tentu saja Putusan-putusan MA aquo telah meluruskannya. dan Terdakwa). karena sudah merupakan “facta notoir” pengertian barang siapa adalah seorang manusia yang dalam perkara ini adalah Terdakwa MD. akan tetapi Terdakwa menyanggupi pengembalikan dengan Giro Bilyet 2 Minggu. tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan. SS antara Terdakwa dan Saksi RS. dilakukan beberapa kali pertemuan antara saksi RS dengan Terdakwa gagal dilaksanakan.memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain. .

SS (Vide Akta Notaris TA No. perijinan dan sebagainya. sehingga berdalih batalnya penandatanganan perjanjian di Notaris dengan Terdakwa karena aspek legal perusahaan. sedangkan pengertian melawan hukum secara sempit ditafsirkan sebagai bertentangan dengan hak subjektif seseorang.Unsur dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu. Bahwa adanya penguasaan uang milik saksi RS dalam kekuasaan Terdakwa. tapi juga semata-mata dipergunakan untuk operational perusahaan pertambangan batubara yang penggunaanya dapat dipertanggung jawabkan (terlampir bukti laporan keuangan). 48) maupun PT. Terdakwa dengan niat baik mau mengembalikan uang yang pernah diberikan saksi RS kepada Terdakwa dengan Giro Bilyet 2 minggu melalui saksi UH dan TS. Bahwa adalah fakta juga terlepas dari itu ketika “kerjasama usaha dengan pembelian saham” itu batal atau tidak jadi dilakukan. dimana perusahan tersebut memiliki perizinan (terlampir).[4] Bahwa fakta-fakta persidangan membuktikan : 1. Baik menurut pengertian doktrin maupun pengertian yang dianut oleh jurisprodensi (putusan tetap MA) dengan sengaja (dolus) itu ditafsirkan sebagai perbuatan yang dikehendaki atau diinsyafi oleh pelakunya. akan tetapi saksi RS dengan sengaja tidak mau menerimanya. hal ini dapat dilihat dari beberapa aktifitas nyata : a.(satu milyar seratus lima puluh juta rupiah) dari saksi RS sebagai bagian dari pembayaran awal jual beli saham PT. tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan.[3] Sedangkan secara luas melawan hukum ditafsirkan sebagai seseorang yang berbuat kepada orang lain. SB dan UH.1. Telah diadakan survey lapangan oleh orang yang bekerja untuk saksi RS. yang tidak patut menurut lalu lintas pergaulan masyarakat. Terdakwa memiliki perusahaan baik PT. Bahwa saksi RS tidak melakukan “duediligent” itu. 1. Adalah merupakan perseolan tersendiri jika hal itu dilakukannya dengan motivasi lain. 31 terlampir). bahkan menyuruh mengembalikannya kepada Terdakwa. dengan kata lain melanggar hukum positif. bertentangan dengan kewajiban hukum sendiri menurut UU.150. 51 dan No. . c. terutama asfek legal dalam pengertian keabsahaan dokumen perusahaan. SS. 1. sebelum melakukan pembelian saham dengan sendirinya harus melakukan satu tahap bisnis yang disebut : “due diligent” baik dari segi asfek ekonomis. Saksi RS sebagai pengusaha dan orang yang berpendidikan tentu saja menurut kelajiman bisnis.000. yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain. karena secara sukarela disepakati untuk digunakan sebagai bagian dari dana operational perusahaan yang akan dikompensasikan dengan penjualan saham.. Terdakwa MD telah menerima uang sejumlah Rp. SS (Vide Akta Notaris HG No.000.50. melawan akal sehat dan bertentangan dengan kebiasaan bisnis. tidak saja beralasan atau didasari oleh kesepakatan dan komitmen-komitmen usaha karenanya tidak melawan hukum. tentang keberadaan usaha tambang batubara milik Terdakwa. b. sambil berkata kalau saya terima akan menjadi perdata. yaitu saksi Ir. Penerimaan uang tersebut bukanlah karena suatu kejahatan. adalah hal yang tidak logik.

b. karena sudah merupakan “facta notoir” pengertian barang siapa adalah seorang manusia yang dalam perkara ini adalah Terdakwa MD. 31 terlampir).Menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu Unsur “barang siapa”. Terdakwa memiliki perusahaan baik PT..000. Unsur “dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum” Bahwa dalam tuntutannya JPU telah melakukan hal yang sangat fatal. yaitu sama sekali tidak menguraikan unsure “ dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum” ini. ANALISIS YURIDIS TERHADAP DAKWAAN ke 2 : Pasal 378 KUHP Unsur Pasal 378 KUHP: . ataupun rangkaian kebohongan. dalam analisis Yuridis terhadap dakwaan ke 2 Pasal 378 KUHP (lihat Surat Tuntutan halaman 23). .SS). Uang yang diterima Terdakwa dari saksi RS tidak untuk menguntungkan diri sendiri dan tidak dilakukan secara melawan hukum.Barang siapa. karena secara logis yuridis unsure ini harus dianggap tidak terbukti menurut hukum. maka menurut Yurisprodensi tetap Mahkamah Agung dakwaan terhadap Terdakwa tersebut harus dinyatakan tidak terbukti. . Ada kesepakatan antara Saksi RS dengan Terdakwa untuk bekerjasama dalam usaha tambang batu bara dengan cara saksi RS membeli sebagian saham dari perusahaan yang Terdakwa miliki. hal ini terlihat dari fakta-fakta hukum: a. 51 dan No. SS. 1.150.000. dapat dikatagorikan sebagai menguntungkan diri sendiri secara melawan hukum? Bahwa fakta-fakta persidangan membuktikan : 1. dan Terdakwa dibebaskan dari dakwaan. tipu muslihat. Namun walaupun demikian sebagai bagian dari pembelaan terhadap Terdakwa. ternya unsure dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang yang sebagian atau seluruhnya kepunyaan orang lain. tetapi ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan tidak terbukti.Dengan memakai nama palsu.50. Terdakwa MD telah menerima uang sejumlah Rp. Oleh karena salah satu unsure dari suatu tindak pidana ic Pasal 378 KUHP tidak terbukti.Dari fakta-fakta dan bukti-bukti yang terungkap dipersidangan. dimana perusahan tersebut memiliki perizinan (terlampir). . 48 jo Akta Notaris HG No.(satu milyar seratus lima puluh juta rupiah) dari saksi RS sebagai bagian dari pembayaran awal kerjasama usaha batubara dengan cara penjualan saham perusahaan (ic PT.. .150.000.Dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum.(satu milyar seratus lima puluh juta rupiah) yang diterima dari saksi RS oleh Terdakwa untuk kepentingan perusahaan tambang PT. Pertanyaannya dalam kasus ini apakah pemakaian uang sejumlah Rp.1.000. Menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara Melawan Hukum Secara melawan hukum tidak hanya diartikan melanggar hukum positif.1. SS (Vide Akta Notaris TA No. dianggap tidak perlu lagi untuk menguraikan lebih jauh. karenanya Terdakwa harus dibebaskan dari dakwaan Pasal 372 KUHP. kami akan tetap menguraikan apakah fakta-fakta persidangan mendukung / memenuhi unsure ini atau tidak. tapi juga melanggar kepatutan dalam lalu lintas pergaulan masyarakat.

sehingga kebohongan satu dapat ditutup dengan kebohongan lain. c. melawan akal sehat dan bertentangan dengan kebiasaan bisnis. yaitu saksi Ir. 51 dan No.50. Terdakwa memiliki perusahaan PT.[5] Keadaan palsu sama dengan mengaku dan bertindak sebagai agen polisi. tentang keberadaan usaha tambang batubara milik Terdakwa (laporan terlampir). SS (Vide Akta Notaris TA No. pastor. notaris. itu bukan menyebut nama palsu. yaitu saksi Ir. sehingga seorang berpikiran normal dapat tertipu. . unsure dengan maksud menguntungkan diri sendiri secara melawan hukum tidak terbukti. dimana perusahan tersebut memiliki perizinan (terlampir). Pengertian memakai nama palsu sama dengan nama yang bukan namanya sendiri. Saksi RS sebagai pengusaha dan orang yang berpendidikan tentu saja menurut kelajiman bisnis. berdasarkan KTP dan bertempat tinggal terang dan jelas. SB dan UH. SB dan UH. padahal sebenarnya ia bukan penjabat itu.[8] Bahwa fakta-fakta persidangan membuktikan : 1. nama saimin dikatakan zaimin. hal ini didukung oleh fakta-fakta persidangan: a. Uang yang diterima dari saksi RS. tetapi kalau sudah ditulis dianggap sebagai menyebut nama palsu. Ketika berhubungan dengan saksi RS sama sekali tidak memakai nama palsu. perijinan dan sebagainya. ataupun rangkaian kebohongan. 1. Adalah merupaka perseolan sendiri jika hal itu dilakukannya dengan motivasi lain. Terdakwa dalam berhubungan dengan saksi RS tidak memakai keadan palsu. semata-mata dipergunakan untuk operational perusahaan pertambangan batubara yang penggunaanya dapat dipertanggung jawabkan (terlampir bukti laporan keuangan). d. Kepemilikan tambang batu bara telah dibuktikan dengan telah dilakukannya survey lapangan oleh orang yang bekerja untuk saksi RS. 48 jo Akta Notaris HG No. disini harus dipakai banyak kata-kata bohong tersusun demikian rupa.Terhadap rencana pembelian saham tersebut. Unsur “dengan memakai nama palsu. Bahwa saksi RS tidak melakukan “duediligent” itu. membujuk orang supaya memberikan suatu barang atau suapaya membuat utang atau menghapuskan piutang. sebelum melakukan pembelian saham dengan sendirinya harus melakukan satu tahap bisnis yang disebut : “due diligent” baik dari segi asfek ekonomis. b. telah dilakukan survey lapangan oleh orang yang bekerja untuk saksi RS. Berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan tersebut. 31 terlampir). tentang keberadaan usaha tambang batubara milik Terdakwa. terutama asfek legal dalam pengertian keabsahaan dokumen perusahaan.[7] Rangkaian kebohongan sama dengan satu kata bohong tidak cukup. e. Terdakwa mempunyai nama MD als FUJI. adalah hal yang tidak logik. tipu muslihat. sehingga keseluruhannya merupakan cerita sesuatu yang seakanakan benar.[6] Tipu muslihat sama dengan suatu tipu yang demikian liciknya. pengantar surat pos.keadaan palsu. sehingga berdalih batalnya penandatanganan perjanjian di Notaris dengan Terdakwa karena aspek legal perusahaan. atau tidak ada satu saksi atau bukti pun yang membuktikan Terdakwa bernama lain atau palsu.

Adanya dokumen-dokumen perijinan perusahaan seperti ijin penambangan batu bara.200 juta. karena menurut kelajiman bisnis. hal ini disampaikan kepada saksi UH.[9] Bahwa fakta-fakta persidangan membuktikan: 1. Bahwa perkenalan antara Terdakwa MD dengan saksi RS diperantarai oleh saksi UH dan saksi TS. adalah hal yang tidak logic. d. Adalah merupakan perseolan sendiri jika hal itu dilakukannya dengan motivasi lain.keadaan palsu. perijinan dan sebagainya. sehingga berdalih batalnya penandatanganan perjanjian di Notaris dengan Terdakwa karena aspek legal perusahaan. namun pihak saksi RS merasa keberatan. tipu muslihat. membujuk orang supaya memberikan suatu barang atau suapaya membuat utang atau menghapuskan piutang” tidak terbukti. saksi TS dan keterangan Terdakwa). sebelum melakukan pembelian saham dengan sendirinya harus melakukan satu tahap bisnis yang disebut : “due diligent” baik dari segi asfek ekonomis. Terdakwa memutuskan untuk tidak bekerjasama dengan saksi Rahmat Shah. Fakta persidangan tidak ada yang membuktikan adanya tipu muslihat atau rangkaian kebohongan yang dilakukan Terdakwa dalam berhubungan dengan saksi RS. yang kemudian saksi UH atas perintah saksi RS bersama istrinya saksi TS merayu istri Terdakwa (DS) untuk melanjutkan kerjasama. Bahwa kemudian Terdakwa meminta tanda jadi dan penyetoran untuk operational usaha tambang batubara yang dituangkan dengan surat-surat tertulis 16 Juli 2004 c. 2. Bahwa ketika Terdakwa meminta uang tanda jadi kerjasama kepada saksi RS melalui saksi UH sejumlah Rp. yang akhirnya Terdakwa luluh dan menyetujui untuk melanjutkan kerjasama. Bahwa selama satu minggu tidak ada kontak antara Terdakwa dengan pihak RS yang dalam hal ini diwakili saksi UH. saksi UH. c. . terutama asfek legal dalam pengertian keabsahaan dokumen perusahaan. ataupun rangkaian kebohongan. hal ini dapat dibuktikan dari: a. Saksi RS sebagai pengusaha dan orang yang berpendidikan tentu saja tidak mudah untuk ditipu atau dibohongi oleh Terdakwa. 1. Terdakwa adalah konsultan lepas dari salah satu kontraktor di Paiton. AMDAL dan sebagainya. Bahwa saksi RS tidak melakukan “duediligent” itu. Unsur “dengan memakai nama palsu. sehingga orang itu menurutinya berbuat sesuatu yang apabila mengetahui duduk perkara yang sebenarnya ia tidak akan berbuat demikian itu. 4. b. bukan atas inisiatif Terdakwa (keterangan saksi RS. Berdasarkan fakta-fakta tersebut. Uang yang diterima dari saksi RS. 3. Unsur “membujuk atau menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu” Membujuk atau menggerakkan orang lain adalah melakukan pengaruh dengan kelicikan terhadap orang. Pada perkenalan pertama di Plaza Senayan Terdakwa memberikan seluruh dokumen perusahaan baik dokumen pertambangan. melawan akal sehat dan bertentangan dengan kebiasaan bisnis. perijinan dan asfek legal perusahan. semata-mata dipergunakan untuk operational perusahaan pertambangan batubara yang penggunaanya dapat dipertanggung jawabkan (terlampir bukti laporan keuangan).

yang seluruhnya atau sebagian kadalah kepunyaan orang lain tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan. PERMOHONAN Berdasarkan hal-hal terse but diatas. Ny. karena Sdr JPU telah merumuskan Pasal 378 KUHP tentang penipuan : .Pid/2005/PN. tetapi bukan merupakan perbuatan pidana. MD terbukti. dalam buku “Ajaran Sifat Melawan Hukum Materiil dalam Hukum Pidana Indonesia”. MD dari segala tuntutan hukum.XX/B. atau setidak-tidaknya 1. [1] Disampaikan pada Pendidikan Khusus Profesi Advokat UIN-APSI. Komariah Emong Sopardjaja. KESIMPULAN Berdasarkan uraian-uraian yang kami kemukakan diatas. pengajar FH Universitas Ibnu Khaldun Bogor. dan Terdakwa harus dibebaskan. yaitu menambah unsure “dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu. Membebaskan Terdakwa Ir.PDM-XX/B/XXX. karena bebarapa unsurnya tidak terbukti. karya : Dr. karenanya tidak logic dan melawan akal sehat jika saksi RS dengan reputasi yang demikian. Perk. SH.disatu sisi telah menambah unsur Pasal 378 KUHP tersebut. Sehingga Surat tuntutan tersebut “batal demi hukum”. dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. tanggal 2 & 6 Agustus 2007 di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Ciputat Jakarta. maka unsur “membujuk atau menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu” tidak terbukti secara sah dan meyakinkan. Surat Tuntutan JPU Kejaksaan Negeri B Reg.B. [3] LC Hofmann. Menyatakan bahwa perbuatan yang dilakukan oleh Terdakwa Ir. adalah kabur (obscuur libel). kami mohon yang terhormat Majelis hakim Perkara Pidana No.No. dalam buku yang sama halaman 37 . [2] Advokat. Dakwaan Kedua Pasal 378 KUHP tidak tebukti menurut hukum. . memutuskan : 1. MD dari segala tuntutan. halaman 35. Berdasarkan fakta-fakta tersebut. dan melepaskan Terdakwa Ir. Dakwaan Kesatu Pasal 372 KUHP tidak terbukti menurut hukum.dan 28 juli 2004 adalah korespondensi dalam kerangka deal-deal bisnis antara dua orang pengusaha. 1. [4] Mollengraf.. 1.disisi lain telah menghilangkan unsure dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak. karena salah satu unsurnya tidak terbukti (Vide Yurisprodensi tetap Mahkamah Agung).

R. Soesilo [6] idem [7] idem [8] idem [9] idem .[5] KUHP serta komentar.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->