P. 1
akuntansi-manajemen[5]

akuntansi-manajemen[5]

|Views: 14|Likes:
Published by anon_513796274

More info:

Published by: anon_513796274 on Jan 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/09/2014

pdf

text

original

Materi Kuliah

Jurusan Informatika STMIK Jakarta

PEMBAHASAN V METODE HARGA POKOK PROSES Oleh: Yumniati Agustina, SE,MM
I.

Pengertian & Karakteristik Metode Harga Pokok Proses Merupakan metode pengumpulan biaya produksi digunakan oleh perusahaan yang mengolah produknya secara massa. Biaya produksi dikumpulkan untuk setiap proses selama jangka waktu tertentu, dan biaya produksi persatuan dihitung dengan cara membagi total biaya produksi dalam proses tertentu selama periode tertentu dengan jumlah satuan yang dihasilkan dari proses selama jangka waktu yang bersangkutan. Karakteristik produksinya adalah : 1. Produk yang dihasilkan merupakan produk standar. 2. Produk yang dihasilkan dari bulan ke bulan sama. 3. Kegiatan produksi dimulai dengan diterbitkannya perintah produksi yang berisi rencana produksi produk standar untuk jangka waktu tertentu.

II. 1. 2.

Perbedaan Metode Harga Pokok Proses dengan Metode Harga Pokok Pesanan Perbedaan
Pengumpulan biaya produksi Perhitungan harga pokok produksi persatuan.

Harga pokok pesanan
Berdasarkan pesanan Membagi total biaya yang dikeluarkan untuk pesanan dgn jmh satuan produk yang dihasilkan.Perhitungan dilakukan setelah pesanan diproduksi. Harus dipisahkan mjd biaya langsung &tdk langsung. Biaya langsung dibebankan kpd produk berdasakan biaya yang sesungguhnya terjadi,by produksi tdk langsung dibebankan kpd produk berdasrkan tarif dimuka. By overhead pabrik terdiri dari biaya bahan penolong, biaya tenaga kerja tidak langsung dan biaya produksi lain selain by bhn baku & tenaga kerja langsung. Pembebanan by. Overhead pabrik berdasarkan tarif yang ditentukan dimuka.

Harga pokok proses
Perdepartemen per periode akuntansi Membagi total biaya produksi yang dikeluarkan selama periode tertentu dgn jmh satuan produk yang dihasilkan selama periode yang bersangkutan. Perhitungan dilakukan setelah periode akuntansi. Pembedaan Biaya produksi langsung & tdk langsung sering kali tdk diperlukan. Pembebanan by overhead pabrik kpd produk atas dasar biaya yang sesungguhnya terjadi, krn harga pokok produk dihitung setiap akhir bulan. By overhead pabrik dibebankan kpd produk sebesar biaya yang sesungguhnya slm periode akuntansi.

3.

Penggolongan produksi.

biaya

4.

Unsur biaya yang dikelompokkan dalam biaya overhead pabrik

III.

Manfaat Informasi Harga Pokok Produksi Informasi harga pokok produksi untuk jangka waktu tertentu bermanfaat bagi manajemen untuk: A. Menentukan harga jual produk. Formula penetapan harga jual produk sbb:
Page 1 of 11

XX Unsur-unsur biaya produksi terdiri dari: Taksiran biaya bahan baku Taksiran biaya tenaga kerja langsung Taksiran biaya overhead pabrik Taksiran biaya produksi 2.XX Rp.Materi Kuliah Jurusan Informatika STMIK Jakarta Taksiran biaya produksi untuk jangka waktu tertentu Rp. Formula perhitungan laba atau rugi bruto yang sesungguhnya adalah: Hasil penjualan (harga jual persatuan x volume produk yg dijual Rp XX Persediaan produk jadi awal Rp. XX . XX Rp.XXRp. Formula perhitungan biaya produksi yang sesungguhnya adalah: Biaya produksi sesungguhnya bulan ………… Biaya bahan baku sesungguhnya Biaya tenaga kerja sesungguhnya Biaya overhead pabrik sesungguhnya Total by produksi sesungguhnya bulan…………… Rp. XX Rp. XX Rp.XX Taksiran biaya non produksi untuk jangka waktu tertentu Rp. XXRp.XX + Rp.XX + Taksiran total biaya untuk jangka waktu tertentu Rp.XX Rp. XX Rp. XX Rp.XX Persediaan produk dalam proses awal Rp. XX : Taksiran harga pokok produk persatuan Rp. XX + Rp. Menghitung laba atau rugi periodik.XX Biaya produksi : Biaya bahan baku sesungguhnya Biaya tenaga kerja sesungguhnya Biaya overhead pabrik sesungguhnya Total biaya produksi Persediaan produk dalam proses akhir Harga pokok produksi Harga pokok produk yang tersedia untuk dijual Persediaan produk jadi akhir Harga pokok produk yang dijual Laba Bruto Rp. XX Laba perunit produk yang diinginkan Rp. XX Rp. XX Jumlah produk yang dihasilkan untuk jangka waktu tertentu Rp. XX + Rp. XX+ Taksiran harga jual perunit yang dibebankan kepada pembeli Rp.XX Rp. XX Rp. XX + Rp. XX Page 2 of 11 .XX + Rp. Memantau realisasi biaya produksi.

Rimendi mengolah produknya secara massa melalui satu departemen produksi.2 Produk jadi 2.500. Biaya Bahan Penolong 100%. 11. 39.Biaya overhead pabrik 30% Bulan Januari 19X1 Masuk dalam proses : 2.000 Rp.000 kg Produk dalam proses pada akhir bulan. Berdasarkan catatan biaya produksi manajemen dapat menentukan biaya produksi yang melekat pada produk yang pada tanggal neraca masih dalam proses pengerjaan. Biaya bahan baku Biaya Bahan Penolong Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead pabrik Rp. Metode harga pokok proses yang diterapkan dalam perusahaan yang produknya diolah melalui lebih dari satu departemen produksi. 5. Biaya produksi yang melekat pada produk yang pada tanggal neraca masih dalam proses pengerjaan disajikan dalam neraca sebagai harga pokok persediaan produk dalam proses. 7. Metode harga pokok proses yang diterapkan dalam perusahaan yang produknya diolah hanya melalui satu departemen produksi. .Produk hilang pada akhir proses.125. Metode Harga Memperhitungkan Persediaan Produk Dalam Proses Awal Pokok Proses-Tanpa Variasi contoh penggunaan metode harga pokok proses yang diuraikan dalam bab ini : A. A. Gambar 5. Menentukan harga pokok persediaan produk jadi dan produk dalam proses yang disajikan dalam neraca. dgn tkt. dengan anggapan : .Produk hilang pada awal proses. Metode harga pokok proses yang diterapkan dalam perusahaan yang produknya diolah hanya melalui satu departemen produksi. Pengaruh terjadinya produk yang hilang dalam proses terhadap perhitungan harga pokok produksi persatuan.000 Rp. Risa Rimendi bulan Januari 19X1 Page 3 of 11 . 5.875. IV. Biaya produksi yang melekat pada produk jadi yang belum laku dijual pada tanggal neraca disajikan dalam neraca sebagai harga pokok persediaan produk jadi.500 kg.000. Contoh 1 : Misalkan PT. penyelesaian sbb: Biaya bahan baku : 100%.Materi Kuliah Jurusan Informatika STMIK Jakarta 4.000 + Rp.000 Jumlah produk yang dihasilkan selama bulan tersebut Produk jadi 2.000 Rp.Biaya Tenaga Kerja 50%. B.000 kg Produk dalam Proses akhir 500 kg Data produksi PT. C.250. 16.1. Jumlah biaya yang dikeluarkan selama bulan Januari 19X1 disajikan dalam gbr.

7.000 Rp.000 Biaya Bahan Penolong 100% x500x Rp.2000 Rp.500.150 Rp.125.35.000 Rp.3 Perhitungan Harga Pokok Produksi Persatuan Harga pokok produk jadi : 2.000.125.39.7. Risa Rimendi Laporan Biaya Produksi Bulan Januari 19X1 Data Produksi Dimasukkan dalam proses Produk jadi yang ditransfer ke gudang Produk dalam proses akhir Jumlah produk yang dihasilkan Biaya yang dibebankan bulan Januari 19X1 Biaya bahan baku Biaya bahan penolong Biaya tenaga kerja Biaya overhead pabrik Total Rp.6.000 Biaya Overhead pabrik 30%x500xRp.875.500.000=Rp.875.000 Rp. Perhitungan Harga pokok Produk Jadi dan Persediaan produk dalam proses Perhitungan tersebut kemudian disajikan dalam laporan biaya produksi pada gambar 5.000 Rp.16.500 Rp.000 2.000 2.17.biaya tenaga kerja.000 Rp.3000=Rp.000 2.Materi Kuliah Jurusan Informatika STMIK Jakarta Perhitungan biaya produksi perkilogram produk yg diproduksi dalam bulan Januari 19X1 dilakukan dengan membagi tiap unsur biaya produksi (biaya bahan penolong.500 Rp.875.5.5.11.1.7.11.2.500 kg 2.000 Jumlah biaya produksi bulan Januari 19X1 Rp.dan biaya overhead pabrik ) seperti dalam gb. 3.3 Unsur Total Biaya Biaya produksi (1) Bahan Baku Bahan Penolong Tenaga Kerja Overhead pabrik Total Unit Ekuivalensi Biaya Produksi persatuan (2) (3) (2) : (3) Rp.000 Harga Pokok persediaan produk dalam proses: Biaya Bahan Baku 100% x 500xRp.000 Rp.500 Rp.500 Rp.3.1.000 kg 500 2.7.250.125.17.000 Biaya Tenaga Kerja 50%x500xRp.500 Rp.000 Rp.5. 5.2.1.500.250.3000 Rp.000 Rp.500 2.250.000 Gambar 5.500=Rp.000.4.5 PT.4.000.875.7.250 Rp.000 2.500 Gambar 5.000=Rp.5.000 Per kg Rp.000.000 Rp.17.1.000 X Rp.000 Rp.39.500 kg Page 4 of 11 .39.

000 Jurnal untuk mencatat biaya bahan penolong: Barang dalam proses-Biaya Bahan Penolong Persediaan bahan penolong Rp.200.000 Rp.000.11.1.500 ** Rp.1.000.000 Rp..000.500) Harga pokok persediaan produk dalam proses akhir: Biaya bahan baku Rp.000 Rp.Materi Kuliah Jurusan Informatika STMIK Jakarta Perhitungan Biaya : Harga pokok produk jadi yang ditransfer ke gudang (2.000 5.16.4.1.000 Rp.39.5.35.000** 6.15.000 Rp.250.1.1.875.000 Rp.125..875.7.000 Rp.500.125.5.000.500..000 Jumlah biaya produksi yang dibebankan bulan Januari Gambar 5.7.16.000 Page 5 of 11 .000 Laporan Biaya Produksi Bulan Januari 19X1 Jurnal Pencatatan Biaya Produksi 1.000.35.000 3.250.17. Jurnal untuk mencatat harga pokok produk jadi yang ditransfer ke gudang : Persediaan produk jadi Barang dalam proses-Biaya Bahan Baku Barang dalam proses-Biaya Bahan Penolong Barang dalam proses-Biaya Tenaga Kerja Barang dalam proses-Biaya Overhead Pabrik 2000kg x Rp.000.1. 4.000 4.5 Rp.1.000 Rp.000 Rp.5.000 kg@Rp.000 Biaya overhead pabrik Rp.000 Rp.4.7.000 * 2000kg X Rp.000 Biaya bahan penolong Rp. Jurnal untuk mencatat biaya overhead pabrik: Barang dalam proses-Biaya overhead pabrik Berbagai rekening yang dikredit Rp.000.200.500.500.11.875.000.6.000 Rp.125. Rp.000.1. Jurnal untuk mencatat biaya tenaga kerja: Barang dalam proses-Biaya Tenaga Kerja Gaji & upah Rp.000.125.000* Rp.000 Rp.000 Biaya tenaga kerja Rp.10. Jurnal untuk mencatat biaya bahan baku : Barang dalam proses-Biaya Bahan Baku Persediaan bahan baku 2. Jurnal untuk mencatat harga pokok persediaan dalam proses yang belum selesai diolah pada akhir bulan Januari 19X1 : Persediaan produk dalam proses Barang dalam proses-Biaya Bahan Baku Barang dalam proses-Biaya Bahan penolong Barang dalam proses-Biaya Tenaga kerja Barang dalam proses-Biaya overhead pabrik Rp.000 Rp.

Biaya produksi dibawa dari departemen berikutnya.000 Tingkat penyelesaian produk dalam proses akhir : Biaya bahan baku 100% Biaya konversi 20% 50% Perhitungan Harga Pokok Produksi Di Departemen A Untuk menghitung biaya produksi persatuan yang dikeluarkan oleh departemen A. perlu dihitung unit ekuivalensi tiap unsur biaya produksi departemen A dalam bln Januari 19X1 sbb: Biaya bahan baku sebesar Rp.000 kg Biaya yang dikeluarkan bulan Januari 19X1: Biaya Bahan Baku Rp.000) = 35. 1.248. Page 6 of 11 . Unit ekuivalensi biaya bahan baku : 30.000 kg persediaan produk dalam proses dengan tingkat penyelesaian biaya bahan baku 100%. Contoh : PT.000 digunakan untuk menyelesaikan produk jadi sebanyak 30. 2.000+(100%X5.000 kg.6 Departemen A Departemen B Dimasukkan dalam proses 35. Jika produk diolah melalui lebih dari satu departemen produksi.000 Rp. Eliona Sari memiliki dua departemen produksi: Departemen A&B untuk menghasilkan produknya.000 Biaya Overhead pabrik Rp.000 kg 6.maka harga pokok produk yang dihasilkan oleh departemen setelah departemen pertama terdiri dari: 1.270.70. yang membawa biaya produksi dari departemen sebelumnya. krn produk yang produk yang dihasilkan oleh departemen setelah departemen pertama adalah produk jadi dari departemen berikutnya. Perhitungan biaya produksi persatuan produk yang dihasilkan oleh departemen setelah departemen pertama adalah merupakan perhitungan yang bersifat kumulatif. Data produksi dan biaya kedua departemen tersebut dalam bulan Januari 19X1 disajikan dalam gbr.000 kg dan 5.000 kg Produk selesai yg ditransfer ke Departemen B 30.000 kg Produk selesai yg ditransfer ke Gudang 24.405. Metode harga pokok proses yang diterapkan dalam perusahaan yang produknya diolah melalui lebih dari satu departemen produksi.155.Materi Kuliah Jurusan Informatika STMIK Jakarta B.000 Rp.70. maka perhitungan biaya produksi persatuan produk yang dihasilkan oleh departemen produksi pertama adalah sama dengan yang telah dibahas dalam contoh diatas. Biaya produksi yang ditambahkan dalam departemen setelah departemen pertama.000 Rp.000kg Produk dala proses akhir bulan 5.0 Biaya Tenaga Kerja Rp. 5.

A pd. 2 Rp.10.000 By.155.Tenaga Kerja : 20% X 5.000 By.450.000 Jumlah biaya produksi Dep.000 kg produk jadi dan 5.000 Rp.473.000 Perhitungan tsb kemudian disajikan di dalam laporan biaya produksi sbb: PT.23. 2 Tenaga Kerja Rp. Rp.7 Perhitungan harga pokok produksi persatuan departemen A 2.000 Rp.000 kg@Rp.000 kg Rp.overhead : 20% X 5.000 X Rp2= Rp.450.000 kg 5. juga dpt dihitung harga pokok persediaan produk dalam proses di Dep. maka dpt dihitung harga pokok produk selesai yg akan ditransfer ke dep.5. 5 Rp.000 35.000 Rp.70.15 Harga pokok persediaan produk dalam proses akhir : By.000 kg 3.Tenaga Kerja : 20% X 5.Eliona Sari Laporan by produksi departemen A bln Januari 19X1 Data Produksi Dimasukkan dalam proses Produk jadi yang ditransfer ke gudang Produk dalam proses akhir Jumlah produk yang dihasilkan 35.A bln Jan 19X1 Rp.000 31.000 Rp.155.5.B: 30.473.000 X Rp8= Rp.000 31.000kg produk dalam proses dgn tingkat penyelesaian biaya konversi 20%.000 + (20%X5.000 Rp.10. Perhitungan biaya produksi perkilogram produk yg dihasilkan oleh dep.248.19X1 sbb: Harga pokok produk selesai yg ditransfer ke Dep.15 Gambar 5. 15 Perhitungan Biaya Harga pokok produk jadi yang ditransfer keDepartemen B:30.A dlm bln Januari 19X1 dilakukan dgn membagi tiap unsur biaya produksi dgn unit ekuivalensi.000 X Rp5= Rp.000 X Rp2= Rp. 8 Total Rp.000 kg 30. Setelah biaya produksi persatuan dihitung.000 kg 35.Bhn Baku : 100% X 5.000 Page 7 of 11 . 70.000 By.akhir bln Jan.000 Per kg.000 Rp.A bln Jan 19X1 sbb: Total Biaya bahan baku Biaya Tenaga kerja Biaya Oberhead pabrik Jumlah Rp. Unsur Biaya produksi Total Biaya Unit Ekuivalensi Biaya produksi per kg (1) (2) (3) (2):(3) Bahan baku Rp.000 kgXRp.000 dpt menghasilkan 30.000 X Rp5= Rp.248.000 kg Rp. B. 8 Rp.000 kg Biaya yg dibebankan Dep.000) = 31.155.Materi Kuliah Jurusan Informatika STMIK Jakarta Biaya konversi Rp.000 kg Rp.8.15 Harga pokok persediaan produk dalam proses akhir : By.473. Unit ekuivalensi biaya konversi: 30.Bhn Baku : 100% X 5. 5 Overhead pabrik Rp.000 Rp.

8.tenaga kerja dep A Brg Dalam Proses-By.70.000 Rp.000 Rp.155.overhead pabrik dep A Rp.000 Rp.000** Rp.000. dpt menghasilkan 24.baku dep A Brg Dalam Proses-By.dgn perhitungan sbb: Biaya konversi yg terdiri dr by.000*** * ** *** 30.000kgXRp5 30. untuk menghitung biaya produksi persatuan yg ditambahkan oleh departemen B dlm bln Januari.000 Rp. Page 8 of 11 .60.23.000 4.000 Rp.473.B dlm bln Januari untuk memproses 30.tenaga kerja dep A Brg Dalam Proses-By. 5.bhn.overhead yg ditambahkan oleh dept. Jurnal mencatat harga pokok produk jadi yg ditransfer oleh dep A ke dep B Barang Dalam Proses – Biaya bahan baku Dep.000 kg produk yg diterima sebesar dep A sebesar Rp.23..A Gaji & upah Rp.450.bhn. Jurnal untuk mencatat bahan baku: Barang Dalam Proses-Biaya bahan baku Departemen A Persediaan Bahan Baku Rp.155.000 Rp. Jurnal mencatat biaya overhead pabrik Barang Dalam Proses-Biaya overhead pabrik Dep.baku dep A Brg Dalam Proses-By.8 5. A Brg Dalam Proses-By.A bln Jan 19X1 Jurnal Pencatatan Biaya Produksi Departemen A: 1.000 2.155.000* Rp.2 30.000* Rp.248.70.A Berbagai rekening yang dikredit Rp.150.248.overhead : 20% X 5.B Brg Dalam Proses-By.240.Materi Kuliah Jurusan Informatika STMIK Jakarta Rp.000kg X Rp.Eliona Sari.000 kg produk dalam proses yg tkt penyelesaian by konversinya sebesar 50%.000ggXRp.000 Perhitungan Harga Pokok Produksi Di Departemen B Kembali ke contoh soal PT.A pd akhir bulan Januari 19X1 Persediaan produkl dalam Dep.000 3. Jurnal mencatat harga pokok persediaan produk dalam proses yg blm selesai diolah dalam Dep.000 X Rp8= Jumlah biaya produksi Dep.8.000 kg produk jadi & 6.perlu kita menghitung unit ekuivalensi tiap unsur biaya produksi yang ditambahkan oleh departemen B .10.000 By. Jurnal mencatat biaya tenaga kerja Barang Dalam Proses-Biaya tenaga kerja Dep.000 Rp.000 Rp.overhead pabrik dep A Rp. tenaga kerja & by.

000 Rp.B pd gbr.B bln Januari 19X1 Rp.000XRp.B Rp.165.30.diatas disajikan dalam Laporan biaya produksi Dep.270.270.000 BTK Rp.000XRp.10 15 Rp. Unsur Biaya Produksi Per kg (1) Tenaga kerja Overhead pabrik Total Total biaya (2) Rp.15 Rp.000XRp.000 kg. Dibawah ini PT. Perhitungan by produksi persatuan yg ditambahkan dlm departemen B Harga pokok produk selesai yang ditransfer Departemen B ke gudang: Harga pokok dari deprtemen A:24.B dalm bln Jan.000) Biaya yg ditambahkan Dep.000)= 27. yg dihitung sbb: 24. 75.000 kg dan 3.000 GBr.360.1.B Perhitungan tsb.40) Harga pokok persediaan produk dalam proses akhir : Harga pokok dari departemen A : 6.000 405. 90.45.000 Per kg Rp.000 Jumlah by produksi kumulatif dep.000 Unit Ekuivalensi (3) 27.19X1 Total Harga pokok dari Dep A (30.000 Total harga pokok persediaan produk dalam proses Dep.960.000 27.000 kg Jumlah produk yang dihasilkan 30.000XRp.000 Biaya Produksi (2): (3) Rp.Materi Kuliah Jurusan Informatika STMIK Jakarta Hal ini berarti bahwa biaya konversi tsb tlh digunakan untuk menyelesaikan produk selesai sebanyak 24. Produk dalam proses akhir 6.000 Rp.000 kg.000 BOH:50%X6.25 Gbr. Eliona Sari Laporan Biaya Produksi Departemen B Bulan Januari 19X1 Data Produksi Diterima dari Departemen A 30.000 (24.15=Rp.15 Rp.10=Rp.000 kg Biaya kumulatif yang dibebankan Dep. Perhitungan Harga Pokok Produk jadi dan Produk dalam Proses Dep.10 Page 9 of 11 .25) Total harga pokok produk jadi yang ditransfer ke gudang Rp.675.B: BTK: 50%X6.000 Biaya yang ditambahkan oleh Dep.B Rp.450.000XRp.000 kg(6.000 Biaya yang ditambahkan oleh Departemen B 600.000xRp.125.000 kg Produk jadi yang ditransfer ke gudang 24.000x50%) persediaan produk dalam proses.15 Rp. Dgn demikian unit ekuivalensi by konversi adalah 27.000 kg.000+(50%x6.000 (24.

Dep A) ** 24.000 30. B BDP-BBB Dep A BDP-BTK Dep A BDP-BOH Dep A Rp. Mencatat biaya Overhead pabrik: BDP-BOH Dep B Berbagai rekening di kredit Rp.000 kg X @Rp.270. Mencatat harga pokok produk jadi yg ditransfer oleh Dep.000 Perhitungan Biaya Harga pokok produk jadi yg ditransfer ke gudang 24.270.405.40 Harga pokok persediaan produk dalam proses akhir: Harga pokok dari departemen A Rp.405.000** Rp.360. B ke gudang : Persediaan Produk jadi BDP-BBB Dep B BDP-BTK Dep B BDP-BOH Dep B * 24.000 Rp.000 XRp.15( BOH yg ditambahkan o/ Dep A) Rp.000* Rp240. 15( harga pokok produksi per kg dr.000 15 Rp.90.960.150.000 Rp.000 45.60.90.000 Rp.000 Rp.000 Rp.000 X Rp.165.19X1 Jurnal pencatatan Biaya produksi Departemen B 1. 240.B 405.125. Dep A Barang dalam proses-Biaya Bahan baku Dep.675. 450.000 Rp.45.000 X Rp. B akhir bln Jan 19 X1: Persediaan Produk dalam proses-dep B BDP-BBB Dep B BDP-BTK Dep B BDP-BOH Dep B Rp.000*** 5.000 Rp.15X6.000 Rp.000 Page 10 of 11 .000 2. Mencatat penerimaan produk dr.1.000 3.000 RP.960.kumulatif di Dep.Materi Kuliah Jurusan Informatika STMIK Jakarta BOH Jml by yg ditambahkan Dep.000 4.000 Rp.B Total by. Mencatat biaya tenaga tenaga kerja: BDP-BTK Dep B Gaji & upah Rp.125. 10( BTK yang ditambahkan o/ Dep B) *** 24.B bln Jan.165. Mencatat harga pokok persediaan produk dlm proses yg blm selesai diolah dlm Dep.000 Jumlah by.000 Rp.25 RP.40 Rp.360.000 Rp30.1.000 Biaya yg ditambahkan Dep B: BTK BOH Rp.000 Rp.produksi kumulatif yg dibebankan Dep.

1992 Page 11 of 11 . Edisi 5.Materi Kuliah Jurusan Informatika STMIK Jakarta Daftar Pustaka : 1. Akuntansi Biaya. Mulyadi. Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->