Materi Kuliah

Jurusan Informatika STMIK Jakarta

PEMBAHASAN V METODE HARGA POKOK PROSES Oleh: Yumniati Agustina, SE,MM
I.

Pengertian & Karakteristik Metode Harga Pokok Proses Merupakan metode pengumpulan biaya produksi digunakan oleh perusahaan yang mengolah produknya secara massa. Biaya produksi dikumpulkan untuk setiap proses selama jangka waktu tertentu, dan biaya produksi persatuan dihitung dengan cara membagi total biaya produksi dalam proses tertentu selama periode tertentu dengan jumlah satuan yang dihasilkan dari proses selama jangka waktu yang bersangkutan. Karakteristik produksinya adalah : 1. Produk yang dihasilkan merupakan produk standar. 2. Produk yang dihasilkan dari bulan ke bulan sama. 3. Kegiatan produksi dimulai dengan diterbitkannya perintah produksi yang berisi rencana produksi produk standar untuk jangka waktu tertentu.

II. 1. 2.

Perbedaan Metode Harga Pokok Proses dengan Metode Harga Pokok Pesanan Perbedaan
Pengumpulan biaya produksi Perhitungan harga pokok produksi persatuan.

Harga pokok pesanan
Berdasarkan pesanan Membagi total biaya yang dikeluarkan untuk pesanan dgn jmh satuan produk yang dihasilkan.Perhitungan dilakukan setelah pesanan diproduksi. Harus dipisahkan mjd biaya langsung &tdk langsung. Biaya langsung dibebankan kpd produk berdasakan biaya yang sesungguhnya terjadi,by produksi tdk langsung dibebankan kpd produk berdasrkan tarif dimuka. By overhead pabrik terdiri dari biaya bahan penolong, biaya tenaga kerja tidak langsung dan biaya produksi lain selain by bhn baku & tenaga kerja langsung. Pembebanan by. Overhead pabrik berdasarkan tarif yang ditentukan dimuka.

Harga pokok proses
Perdepartemen per periode akuntansi Membagi total biaya produksi yang dikeluarkan selama periode tertentu dgn jmh satuan produk yang dihasilkan selama periode yang bersangkutan. Perhitungan dilakukan setelah periode akuntansi. Pembedaan Biaya produksi langsung & tdk langsung sering kali tdk diperlukan. Pembebanan by overhead pabrik kpd produk atas dasar biaya yang sesungguhnya terjadi, krn harga pokok produk dihitung setiap akhir bulan. By overhead pabrik dibebankan kpd produk sebesar biaya yang sesungguhnya slm periode akuntansi.

3.

Penggolongan produksi.

biaya

4.

Unsur biaya yang dikelompokkan dalam biaya overhead pabrik

III.

Manfaat Informasi Harga Pokok Produksi Informasi harga pokok produksi untuk jangka waktu tertentu bermanfaat bagi manajemen untuk: A. Menentukan harga jual produk. Formula penetapan harga jual produk sbb:
Page 1 of 11

XX Biaya produksi : Biaya bahan baku sesungguhnya Biaya tenaga kerja sesungguhnya Biaya overhead pabrik sesungguhnya Total biaya produksi Persediaan produk dalam proses akhir Harga pokok produksi Harga pokok produk yang tersedia untuk dijual Persediaan produk jadi akhir Harga pokok produk yang dijual Laba Bruto Rp. XX Jumlah produk yang dihasilkan untuk jangka waktu tertentu Rp. XX+ Taksiran harga jual perunit yang dibebankan kepada pembeli Rp. XX Rp. XX Rp.XX Rp. Memantau realisasi biaya produksi.XX Taksiran biaya non produksi untuk jangka waktu tertentu Rp. Formula perhitungan laba atau rugi bruto yang sesungguhnya adalah: Hasil penjualan (harga jual persatuan x volume produk yg dijual Rp XX Persediaan produk jadi awal Rp. Formula perhitungan biaya produksi yang sesungguhnya adalah: Biaya produksi sesungguhnya bulan ………… Biaya bahan baku sesungguhnya Biaya tenaga kerja sesungguhnya Biaya overhead pabrik sesungguhnya Total by produksi sesungguhnya bulan…………… Rp.XXRp. XX Rp.XX Rp. XX Unsur-unsur biaya produksi terdiri dari: Taksiran biaya bahan baku Taksiran biaya tenaga kerja langsung Taksiran biaya overhead pabrik Taksiran biaya produksi 2. XX Laba perunit produk yang diinginkan Rp. Menghitung laba atau rugi periodik. XX Page 2 of 11 .XX + Rp. XX Rp.Materi Kuliah Jurusan Informatika STMIK Jakarta Taksiran biaya produksi untuk jangka waktu tertentu Rp. XX Rp. XX + Rp. XXRp. XX . XX Rp. XX Rp.XX Rp.XX Persediaan produk dalam proses awal Rp.XX + Rp. XX : Taksiran harga pokok produk persatuan Rp.XX + Taksiran total biaya untuk jangka waktu tertentu Rp. XX + Rp. XX + Rp.

000 + Rp. Menentukan harga pokok persediaan produk jadi dan produk dalam proses yang disajikan dalam neraca.000 kg Produk dalam Proses akhir 500 kg Data produksi PT.Materi Kuliah Jurusan Informatika STMIK Jakarta 4.1. Jumlah biaya yang dikeluarkan selama bulan Januari 19X1 disajikan dalam gbr.2 Produk jadi 2.000 Jumlah produk yang dihasilkan selama bulan tersebut Produk jadi 2. Berdasarkan catatan biaya produksi manajemen dapat menentukan biaya produksi yang melekat pada produk yang pada tanggal neraca masih dalam proses pengerjaan. penyelesaian sbb: Biaya bahan baku : 100%.Biaya overhead pabrik 30% Bulan Januari 19X1 Masuk dalam proses : 2.875.000 Rp. Biaya bahan baku Biaya Bahan Penolong Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead pabrik Rp. 5. dengan anggapan : .000 Rp. Risa Rimendi bulan Januari 19X1 Page 3 of 11 . Biaya produksi yang melekat pada produk yang pada tanggal neraca masih dalam proses pengerjaan disajikan dalam neraca sebagai harga pokok persediaan produk dalam proses. Contoh 1 : Misalkan PT.Biaya Tenaga Kerja 50%.250. Metode Harga Memperhitungkan Persediaan Produk Dalam Proses Awal Pokok Proses-Tanpa Variasi contoh penggunaan metode harga pokok proses yang diuraikan dalam bab ini : A.500.000 Rp.000 kg Produk dalam proses pada akhir bulan. 7. Biaya Bahan Penolong 100%.Produk hilang pada akhir proses. IV. 11. A. B.500 kg. Metode harga pokok proses yang diterapkan dalam perusahaan yang produknya diolah hanya melalui satu departemen produksi. Metode harga pokok proses yang diterapkan dalam perusahaan yang produknya diolah hanya melalui satu departemen produksi. dgn tkt. 39. C. Gambar 5. Biaya produksi yang melekat pada produk jadi yang belum laku dijual pada tanggal neraca disajikan dalam neraca sebagai harga pokok persediaan produk jadi. Metode harga pokok proses yang diterapkan dalam perusahaan yang produknya diolah melalui lebih dari satu departemen produksi. Pengaruh terjadinya produk yang hilang dalam proses terhadap perhitungan harga pokok produksi persatuan. 16.125. . 5.000. Rimendi mengolah produknya secara massa melalui satu departemen produksi.Produk hilang pada awal proses.

1.000 X Rp.4.000 Rp.000 Rp.000.125.3 Unsur Total Biaya Biaya produksi (1) Bahan Baku Bahan Penolong Tenaga Kerja Overhead pabrik Total Unit Ekuivalensi Biaya Produksi persatuan (2) (3) (2) : (3) Rp.1.000 2.17.3.5.16.500 Gambar 5.000 Biaya Bahan Penolong 100% x500x Rp.500 Rp.500 Rp.500=Rp.875.7.5.875.250.000=Rp.11.biaya tenaga kerja.000 2.dan biaya overhead pabrik ) seperti dalam gb.000 Gambar 5.2000 Rp.000 Rp.000 Rp.3000=Rp.6.000.7.3000 Rp.000 Rp.000.500.1.2.250 Rp.875.5.000 kg 500 2.500.500 2.Materi Kuliah Jurusan Informatika STMIK Jakarta Perhitungan biaya produksi perkilogram produk yg diproduksi dalam bulan Januari 19X1 dilakukan dengan membagi tiap unsur biaya produksi (biaya bahan penolong.7.000 Rp.500.000 Biaya Tenaga Kerja 50%x500xRp.17.875. 3.000 2.000 2.000 Rp.500 kg Page 4 of 11 .500 Rp.11.17.000 Rp.5 PT.7.000 Harga Pokok persediaan produk dalam proses: Biaya Bahan Baku 100% x 500xRp.39.3 Perhitungan Harga Pokok Produksi Persatuan Harga pokok produk jadi : 2.000 Rp. Perhitungan Harga pokok Produk Jadi dan Persediaan produk dalam proses Perhitungan tersebut kemudian disajikan dalam laporan biaya produksi pada gambar 5. 5.500 Rp.500 kg 2.35.2.125.000 Jumlah biaya produksi bulan Januari 19X1 Rp.1.000 Rp.39.000 Biaya Overhead pabrik 30%x500xRp.000=Rp.000 Per kg Rp.4.000.125.250.39.7. Risa Rimendi Laporan Biaya Produksi Bulan Januari 19X1 Data Produksi Dimasukkan dalam proses Produk jadi yang ditransfer ke gudang Produk dalam proses akhir Jumlah produk yang dihasilkan Biaya yang dibebankan bulan Januari 19X1 Biaya bahan baku Biaya bahan penolong Biaya tenaga kerja Biaya overhead pabrik Total Rp.150 Rp.5.250.500 Rp.

16.35.250.1.500.000* Rp.000 Jurnal untuk mencatat biaya bahan penolong: Barang dalam proses-Biaya Bahan Penolong Persediaan bahan penolong Rp.000.000.000 5.7.000 Rp.000 Rp.000 Rp.6..000 Rp.1.200.17.125.000 Page 5 of 11 .200. Jurnal untuk mencatat harga pokok produk jadi yang ditransfer ke gudang : Persediaan produk jadi Barang dalam proses-Biaya Bahan Baku Barang dalam proses-Biaya Bahan Penolong Barang dalam proses-Biaya Tenaga Kerja Barang dalam proses-Biaya Overhead Pabrik 2000kg x Rp.500) Harga pokok persediaan produk dalam proses akhir: Biaya bahan baku Rp.500.125.000 3.11.500.125.000 Rp.000.Materi Kuliah Jurusan Informatika STMIK Jakarta Perhitungan Biaya : Harga pokok produk jadi yang ditransfer ke gudang (2.000.1.5 Rp.000 Rp. Rp.000.000.000.000 Biaya tenaga kerja Rp.000.000 Biaya overhead pabrik Rp.000** 6.16.5.7. 4.1.10.35.000 Laporan Biaya Produksi Bulan Januari 19X1 Jurnal Pencatatan Biaya Produksi 1.250.1.000 Rp. Jurnal untuk mencatat harga pokok persediaan dalam proses yang belum selesai diolah pada akhir bulan Januari 19X1 : Persediaan produk dalam proses Barang dalam proses-Biaya Bahan Baku Barang dalam proses-Biaya Bahan penolong Barang dalam proses-Biaya Tenaga kerja Barang dalam proses-Biaya overhead pabrik Rp.11.39.4.875.7.5.000. Jurnal untuk mencatat biaya bahan baku : Barang dalam proses-Biaya Bahan Baku Persediaan bahan baku 2.1.875.000 Rp.1.000 * 2000kg X Rp.000 4.125.000 Jumlah biaya produksi yang dibebankan bulan Januari Gambar 5.4. Jurnal untuk mencatat biaya overhead pabrik: Barang dalam proses-Biaya overhead pabrik Berbagai rekening yang dikredit Rp.1.000.000 Biaya bahan penolong Rp. Jurnal untuk mencatat biaya tenaga kerja: Barang dalam proses-Biaya Tenaga Kerja Gaji & upah Rp.500 ** Rp.000 Rp.000 Rp.000 kg@Rp.500..5.000 Rp.000 Rp.15..875.000 Rp.

000 Rp.155.000 kg Biaya yang dikeluarkan bulan Januari 19X1: Biaya Bahan Baku Rp.000 Rp.Materi Kuliah Jurusan Informatika STMIK Jakarta B.6 Departemen A Departemen B Dimasukkan dalam proses 35.000 kg persediaan produk dalam proses dengan tingkat penyelesaian biaya bahan baku 100%. Data produksi dan biaya kedua departemen tersebut dalam bulan Januari 19X1 disajikan dalam gbr. Page 6 of 11 . 5.000 digunakan untuk menyelesaikan produk jadi sebanyak 30.000 kg Produk selesai yg ditransfer ke Departemen B 30. Jika produk diolah melalui lebih dari satu departemen produksi. Contoh : PT.248.000kg Produk dala proses akhir bulan 5. Unit ekuivalensi biaya bahan baku : 30. Perhitungan biaya produksi persatuan produk yang dihasilkan oleh departemen setelah departemen pertama adalah merupakan perhitungan yang bersifat kumulatif.0 Biaya Tenaga Kerja Rp.70. 1.000 kg dan 5. Eliona Sari memiliki dua departemen produksi: Departemen A&B untuk menghasilkan produknya.270.000) = 35.70.405. Biaya produksi yang ditambahkan dalam departemen setelah departemen pertama. Metode harga pokok proses yang diterapkan dalam perusahaan yang produknya diolah melalui lebih dari satu departemen produksi.000 kg 6.000+(100%X5. perlu dihitung unit ekuivalensi tiap unsur biaya produksi departemen A dalam bln Januari 19X1 sbb: Biaya bahan baku sebesar Rp.000 kg. krn produk yang produk yang dihasilkan oleh departemen setelah departemen pertama adalah produk jadi dari departemen berikutnya. Biaya produksi dibawa dari departemen berikutnya. maka perhitungan biaya produksi persatuan produk yang dihasilkan oleh departemen produksi pertama adalah sama dengan yang telah dibahas dalam contoh diatas. yang membawa biaya produksi dari departemen sebelumnya.000 Rp.000 Biaya Overhead pabrik Rp.maka harga pokok produk yang dihasilkan oleh departemen setelah departemen pertama terdiri dari: 1. 2.000 kg Produk selesai yg ditransfer ke Gudang 24.000 Tingkat penyelesaian produk dalam proses akhir : Biaya bahan baku 100% Biaya konversi 20% 50% Perhitungan Harga Pokok Produksi Di Departemen A Untuk menghitung biaya produksi persatuan yang dikeluarkan oleh departemen A.

248.155. 70.000 Rp.000 kgXRp. A pd.000 Per kg.473. Unsur Biaya produksi Total Biaya Unit Ekuivalensi Biaya produksi per kg (1) (2) (3) (2):(3) Bahan baku Rp.B: 30.Tenaga Kerja : 20% X 5.000 X Rp2= Rp.15 Gambar 5.000 Jumlah biaya produksi Dep.15 Harga pokok persediaan produk dalam proses akhir : By.7 Perhitungan harga pokok produksi persatuan departemen A 2.000 X Rp8= Rp.000 By.Materi Kuliah Jurusan Informatika STMIK Jakarta Biaya konversi Rp.000 35. 2 Rp.10.000 Page 7 of 11 .Bhn Baku : 100% X 5.A dlm bln Januari 19X1 dilakukan dgn membagi tiap unsur biaya produksi dgn unit ekuivalensi.akhir bln Jan.248.A bln Jan 19X1 sbb: Total Biaya bahan baku Biaya Tenaga kerja Biaya Oberhead pabrik Jumlah Rp.19X1 sbb: Harga pokok produk selesai yg ditransfer ke Dep.5. Unit ekuivalensi biaya konversi: 30.70.000 kg Rp. maka dpt dihitung harga pokok produk selesai yg akan ditransfer ke dep.23.15 Harga pokok persediaan produk dalam proses akhir : By.8.000) = 31.000 Rp.Eliona Sari Laporan by produksi departemen A bln Januari 19X1 Data Produksi Dimasukkan dalam proses Produk jadi yang ditransfer ke gudang Produk dalam proses akhir Jumlah produk yang dihasilkan 35. 15 Perhitungan Biaya Harga pokok produk jadi yang ditransfer keDepartemen B:30.473. Rp.000 kg Biaya yg dibebankan Dep.450.000 kg 35.000 31.000 31.000 kg Rp.000 X Rp5= Rp.000 + (20%X5.000 By.000 Rp.155.000 X Rp2= Rp.000 kg 5.A bln Jan 19X1 Rp.000 kg 3.000 Rp.000kg produk dalam proses dgn tingkat penyelesaian biaya konversi 20%. B.450. Perhitungan biaya produksi perkilogram produk yg dihasilkan oleh dep.000 Rp.overhead : 20% X 5.000 Rp. juga dpt dihitung harga pokok persediaan produk dalam proses di Dep.000 By. 5 Overhead pabrik Rp. 8 Total Rp.000 kg produk jadi dan 5.155. 5 Rp. 8 Rp. 2 Tenaga Kerja Rp.5.000 X Rp5= Rp.10.000 Perhitungan tsb kemudian disajikan di dalam laporan biaya produksi sbb: PT.Tenaga Kerja : 20% X 5.000 dpt menghasilkan 30.Bhn Baku : 100% X 5.000 kg 30.000 kg@Rp.000 Rp.473.000 kg Rp. Setelah biaya produksi persatuan dihitung.

Materi Kuliah Jurusan Informatika STMIK Jakarta Rp.tenaga kerja dep A Brg Dalam Proses-By. tenaga kerja & by.8 5.000*** * ** *** 30.000. Jurnal untuk mencatat bahan baku: Barang Dalam Proses-Biaya bahan baku Departemen A Persediaan Bahan Baku Rp.000 3.bhn.bhn.000 Rp.000 Rp.A pd akhir bulan Januari 19X1 Persediaan produkl dalam Dep.2 30. Jurnal mencatat harga pokok produk jadi yg ditransfer oleh dep A ke dep B Barang Dalam Proses – Biaya bahan baku Dep. Jurnal mencatat biaya tenaga kerja Barang Dalam Proses-Biaya tenaga kerja Dep.000 Rp.A Berbagai rekening yang dikredit Rp.450.8.23.000 X Rp8= Jumlah biaya produksi Dep.8. Jurnal mencatat biaya overhead pabrik Barang Dalam Proses-Biaya overhead pabrik Dep.000* Rp.000 Rp.248.000 Rp.perlu kita menghitung unit ekuivalensi tiap unsur biaya produksi yang ditambahkan oleh departemen B .overhead pabrik dep A Rp.000 By.overhead : 20% X 5.155.dgn perhitungan sbb: Biaya konversi yg terdiri dr by.000 kg produk dalam proses yg tkt penyelesaian by konversinya sebesar 50%.70.000 2.A Gaji & upah Rp.000 Rp.155.000** Rp.B dlm bln Januari untuk memproses 30.baku dep A Brg Dalam Proses-By.000kgXRp5 30..000kg X Rp.248.000 Rp. dpt menghasilkan 24.000 kg produk jadi & 6.240. untuk menghitung biaya produksi persatuan yg ditambahkan oleh departemen B dlm bln Januari.000* Rp.Eliona Sari.baku dep A Brg Dalam Proses-By.000 Perhitungan Harga Pokok Produksi Di Departemen B Kembali ke contoh soal PT.10.B Brg Dalam Proses-By.150.000 Rp.000ggXRp. 5.473.23.60.70.155.000 4.000 kg produk yg diterima sebesar dep A sebesar Rp. Jurnal mencatat harga pokok persediaan produk dalam proses yg blm selesai diolah dalam Dep.overhead yg ditambahkan oleh dept.tenaga kerja dep A Brg Dalam Proses-By. A Brg Dalam Proses-By.A bln Jan 19X1 Jurnal Pencatatan Biaya Produksi Departemen A: 1. Page 8 of 11 .overhead pabrik dep A Rp.

000 kg dan 3.B Perhitungan tsb.000 kg.000 kg(6.270.B pd gbr.000 Unit Ekuivalensi (3) 27.000 Biaya Produksi (2): (3) Rp.000 kg Jumlah produk yang dihasilkan 30.000 (24.15 Rp. Perhitungan Harga Pokok Produk jadi dan Produk dalam Proses Dep.B Rp.000x50%) persediaan produk dalam proses.diatas disajikan dalam Laporan biaya produksi Dep.10 15 Rp. 75. Perhitungan by produksi persatuan yg ditambahkan dlm departemen B Harga pokok produk selesai yang ditransfer Departemen B ke gudang: Harga pokok dari deprtemen A:24.675.000 kg.000 27.000 Rp.15 Rp.000 BTK Rp. Unsur Biaya Produksi Per kg (1) Tenaga kerja Overhead pabrik Total Total biaya (2) Rp. Produk dalam proses akhir 6.000XRp.10=Rp.000)= 27.15 Rp.000+(50%x6.000 GBr.000 (24.000 Rp. yg dihitung sbb: 24.Materi Kuliah Jurusan Informatika STMIK Jakarta Hal ini berarti bahwa biaya konversi tsb tlh digunakan untuk menyelesaikan produk selesai sebanyak 24.B Rp.000XRp.000xRp.B dalm bln Jan.000 Jumlah by produksi kumulatif dep.000 Biaya yang ditambahkan oleh Dep.B bln Januari 19X1 Rp.450. Dgn demikian unit ekuivalensi by konversi adalah 27.000 kg. Dibawah ini PT.360.000 Biaya yang ditambahkan oleh Departemen B 600.000XRp.19X1 Total Harga pokok dari Dep A (30.000XRp.000) Biaya yg ditambahkan Dep.270.25) Total harga pokok produk jadi yang ditransfer ke gudang Rp.000 405. Eliona Sari Laporan Biaya Produksi Departemen B Bulan Januari 19X1 Data Produksi Diterima dari Departemen A 30.B: BTK: 50%X6.960.25 Gbr.000 BOH:50%X6.125.000 Per kg Rp.15=Rp.000 Total harga pokok persediaan produk dalam proses Dep.40) Harga pokok persediaan produk dalam proses akhir : Harga pokok dari departemen A : 6.45.1.30.165.000 kg Produk jadi yang ditransfer ke gudang 24.10 Page 9 of 11 . 90.000 kg Biaya kumulatif yang dibebankan Dep.000XRp.

000 Rp.000 Rp.125. Dep A) ** 24.000 45.40 Harga pokok persediaan produk dalam proses akhir: Harga pokok dari departemen A Rp.675.1. Mencatat penerimaan produk dr. Mencatat harga pokok produk jadi yg ditransfer oleh Dep.000 Biaya yg ditambahkan Dep B: BTK BOH Rp. Mencatat biaya tenaga tenaga kerja: BDP-BTK Dep B Gaji & upah Rp.000 Perhitungan Biaya Harga pokok produk jadi yg ditransfer ke gudang 24.000 Page 10 of 11 .000 15 Rp. B akhir bln Jan 19 X1: Persediaan Produk dalam proses-dep B BDP-BBB Dep B BDP-BTK Dep B BDP-BOH Dep B Rp.000 4.40 Rp.000 Rp.B Total by.270.165.000 Rp30.B 405.1.60.B bln Jan. 10( BTK yang ditambahkan o/ Dep B) *** 24.000 3.360.Materi Kuliah Jurusan Informatika STMIK Jakarta BOH Jml by yg ditambahkan Dep.000 30. Mencatat biaya Overhead pabrik: BDP-BOH Dep B Berbagai rekening di kredit Rp.165.960.000 Rp. Mencatat harga pokok persediaan produk dlm proses yg blm selesai diolah dlm Dep.405.000 X Rp.000* Rp240.000 Rp. B BDP-BBB Dep A BDP-BTK Dep A BDP-BOH Dep A Rp.000 X Rp. B ke gudang : Persediaan Produk jadi BDP-BBB Dep B BDP-BTK Dep B BDP-BOH Dep B * 24.405.kumulatif di Dep. 15( harga pokok produksi per kg dr. 450.000 XRp.90. 240.90.000 Jumlah by.000*** 5. Dep A Barang dalam proses-Biaya Bahan baku Dep.000 Rp.000 Rp.270.000 Rp.15X6.000 Rp.000 Rp.150.125.19X1 Jurnal pencatatan Biaya produksi Departemen B 1.000 RP.15( BOH yg ditambahkan o/ Dep A) Rp.960.000 kg X @Rp.000** Rp.000 Rp.45.360.25 RP.produksi kumulatif yg dibebankan Dep.000 2.

Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN. Akuntansi Biaya. Edisi 5. 1992 Page 11 of 11 . Mulyadi.Materi Kuliah Jurusan Informatika STMIK Jakarta Daftar Pustaka : 1.