Jurnal : SISTEM PAKAR PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBAGIAN HARTA WARISAN MENURUT HUKUM ISLAM MENGGUNAKAN VISUAL BASIC 6.

0 Oleh : Afijal, S.Kom Abstrak Membangun suatu sistem pakar untuk pendukung keputusan pembagian harta waris yang berdasarkan pada hukum Islam. Sistem pakar ini diharapkan dapat membantu setiap orang yang membutuhkan nilai pembagian harta waris dengan menggunakan cara pembagian yang berdasarkan hukum Islam. Nilai harta waris yang akan dibagi adalah harta waris setelah dikurangi wasiat pewaris bila ads wasiat, hutang piutang dan biaya pengurusan jenazah. Hasil pembagian adalah berupa nilai prosentase untuk setiap ahli waris yang berhak mendapatkan harta waris setelah proses pembagian. Penentuan nilai nominal harta waris tidak akan dihitung dalam sistem ini. Pengguna sistem dapat memperoleh nilai nominal harta pembagian dengan cara mengkalikan prosentase pembagian dengan nilai keseluruhan harta waris. Hasil yang diperoleh dari sistem pakar ini adalah output berupa informasi golongan ahli waris yang berhak mendapatkan harta waris, dan nilai prosentase pendapat waris untuk masingmasing ahli waris yang berhak mendapatkan harta, waris.Metode inferensi yang digunakan Sistem Pakar ini menggunakan metode Forward Chaining. Metode yang digunakan untuk analisis dan perancangan sistem adalah metoda Data Flow Oriented dengan menggunakan tool Data Flow Diagram (DFD). Perancangan basis data menggunakan model relasi dengan tool Entity-Relationship Diagram (E-R Diagram). Build an expert system for decision support division of the estate which is based on Islamic law. Expert system is expected to help everyone in need of the division of the estate by using a distribution based on Islamic law. Value of the estate to be divided is the net estate ads will heir when wills, accounts payable and cost of handling the bodies. The division is a percentage value for each of the heirs are entitled to the estate after the division process. Determination of nominal value of the estate will not be counted in this system. System users can obtain the nominal value of the property division by division by multiplying the percentage of the overall value of the estate. The results of this expert system is the output of the information class heirs are entitled to the estate, and the percentage value the opinion of each heir to heir entitled to the property, which use inference waris.Metode Expert System uses a method of Forward Chaining. The method used for analysis and design of the system is the method by using the Data Flow tool Oriented Data Flow Diagram (DFD). Database design tool using the relational model with Entity-Relationship Diagram (ER Diagram) Kata Kunci : Sistem Pakar, Pendukung Keputusan, Pembagian Waris. (Expert System, Decision Support, Division of Hereditary) 1. Latar Belakang

Perkembangan teknologi informasi telah memungkinkan pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan cermat.Penggunaan komputer telah berkembang dari sekedar pengolahan data ataupun penyajian informasi, menjadi mampu untuk menyediakan pilihan-pilihan sebagai pendukung pengambilan keputusan.Hal tersebut dimungkinkan berkat adanya perkembangan teknologi perangkat keras, yang diiringi oleh perkembangan perangkat lunak, serta kemampuan perakitan dan penggabungan beberapa teknik pengambilan keputusan di dalamnya.Integrasi dari perangkat keras, perangkat lunak, dan pengetahuan seorang pakar menghasilkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang memungkinkan pengguna untuk melakukan pengambilan keputusan dengan lebih cepat dan cermat. Sistem Pendukung Keputusan berbasis komputer (Computer Based Decision Support System) adalah suatu sistem berbasis komputer yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas pengambil

Menurut Keen dan Scoot Morton. saat ini komputer PC telah menawarkan kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yang sama dalam waktu relatif singkat. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian sistem pakar untuk pendukung keputusan pembagian harta warisan menurut hukum islam ini adalah : a) Memberikan kemudahan bagi orang-orang yang akan melakukan pembagian harta waris dengan menggunakan cara pembagian Islam secara cepat dan tepat. 2.keputusan dalam memecahkan masalah. bahwa Sistem Pendukung Keputusan adalah :“Sistem Pendukung Keputusan merupakan penggabungan sumber–sumber kecerdasan individu dengan kemampuan komponen untuk memperbaiki kualitas keputusan. tetapi untuk memberikan kemudahan bagi manusia dan agar tidak terjadi pertengkaran dalam keluarga setelah almarhum maninggal. bahkan Imam Qurtubi telah mengisyaratkannya: "Betapa banyak manusia sekarang mengabaikan ilmu faraid. seperti siapa saja yang berhak mendapat harta waris dari semua ahli waris dan berapa jumlah bagiannya. Hanya bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk mencari penyelesaian masalah yang dihadapi harus dilakukan perhitungan iterasi secara manual (biasanya untuk mencari nilai minimum. Penyebab utamanya adalah keserakahan atau ketamakan manusia. Hal yang perlu ditekankan di sini adalah bahwa keberadaan DSS bukan untuk menggantikan tugas-tugas manajer. Ilmu faraid (waris) memberikan penjelasan tentang cara-cara pembagian harta waris. Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System/DSS) Salah satu jenis sistem aplikasi yang sangat popular di kalangan manajemen perusahaan adalah Decision Support System atau disingkat DSS. Sistem Pendukung Keputusan juga .Karena itu mengakibatkan ilmu faraid menjadi suatu ilmu yang langka. dan juga karena kurangnya pengetahuan pihak-pihak yang terkait tentang hukum pembagian warisan. atau optimum). maksimum. Di samping itu terbatasnya pakar atau orang-orang yang memiliki pengetahuan dan keahlian khusus yang dapat memberikan solusi terhadap orang-orang yang membutuhkan informasi tentang pembagian harta warisan secara Islam Pada prinsipnya pembagian warisan dalam hukum Islam bukan untuk menyulitkan manusia. Teknik yang digunakan untuk pemecahan masalah pada kasus ini menggunakan forward channing. Salah satu pengaruh negatif dari globalisasi dalam kehidupan masyarakat adalah terjadinya pergeseran gaya hidup dan cara pandang masyarakat pada hal-hal yang berhubungan dengan agama Islam. DSS sebenarnya merupakan implementasi teori-teori pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation research dan management science. Masalah yang dihadapi dari latar belakang tersebut diatas adalah bagaimana menentukan besar nilai yang didapat dalam pembagian harta warisan berdasarkan hukum islam yang berbasis komputer serta menyusun rule based forward chaining pada sistem pakaruntuk pembagian harta warisan berdasarkan hukum islam. Hal-hal yang berhubungan dengan agama Islam pada sebagian masyarakat dianggap sebagai suatu hal yang kuno dan ketinggalan zaman.Banyak orang Islam yang alergi dengan aturan-aturan ditetapkan oleh agama. DSS ini merupakan suatu sistem informasi yang diharapkan dapat membantu manajemen dalam proses pengambilan keputusan. Pembagian warisan sering kali menjadi suatu permasalahan yang terkadang memicu pertikaian dan menimbulkan keretakan hubungan keluarga. Kurangnya kepedulian umat Islam terhadap disiplin ilmu ini memang tidak kita pungkiri. c) Membantu proses pengambilan keputusan secara cepat dan cermat mengenai pembagian harta waris. b) Penerapan sistem pakar untuk pengambilan keputusan dalam pembagian harta waris menurut hukum Islam. tetapi untuk menjadi sarana penunjang (tools) bagi mereka. termasuk dalam hal pembagian harta warisan atau ilmu faraid." Setiap orang yang memerlukan cara pembagian harta waris menurut hukum Islam akan sangat terbantu bila terdapat aplikasi sistem pakar untuk mendukung pengambilan keputusan pembagian harta waris tersebut. sehingga saat melakukan pembagian pembagian harta warisan sering terjadi kebingungan karena pengetahuan yang kurang susah mencari tempat bertanya tentang hal tersebut.

. Beberapa manajer pengambil keputusan dihubungkan satu dengan lainnya melalui jaringan komputer.merupakan sistem informasi berbasis komputer untuk manajemen pengambilan keputusan yang menangani masalah-masalah semi struktur. sehingga keputusan bisnis secara langsung dapat dilakukan oleh komputer. telah banyak ditawarkan aplikasi DSS yang bekerja dalam infrastruktur jaringan (LAN. Distributed Object. “ Suatu Sistem Pendukung Keputusan (SPK) memiliki tiga subsistem utama yang menentukan kapabilitas teknis sistem pendukung keputusan. hampir setiap perusahaan modern memiliki sebuah divisi khusus yang bertanggung jawab terhadap asset teknologi informasi dan penggunaannya. Object Technology. Tabel inilah yang menjadi media manajer dalam “mengkutak-katik” (mengganti atau merubah) variabel yang ada. Subsistem Manajemen Basis data b. Sistem pakar mempunyai beberapa latar belakang yang mempengaruhinya. Untuk keperluan ini. Masingmasing kelas memiliki karakteristiknya masing-masing yang akan membedakan dalam perlakuan yang diberikan manajemen terhadapnya. Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi. tanpa campur tangan manusia. tentu saja untuk setiap kelas akan diterapkan perlakuan khusus sesuai dengan hakekatnya masing-masing. Sistem Pakar Sistem pakar adalah program komputer yang menggunakan strategi intelegensia buatan seperti representasi simbolik. peranan divisi teknologi informasi dapat dibagi menjadi empat kelas: cost center. Sesuai dengan ilmu manajemen dan bisnis yang ada. Database b. 3. karena para manajer sudah terbiasa membaca data dengan cara tersebut. dan pencarian syaraf (Buchanan. WAN. inferensi. Bahkan sudah ada DSS yang diperlengkapi dengan expert system (dibuat berdasarkan teori kecerdasan buatan/artifial intelligence). Dengan mencermati keadaan ini. Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan orang tidak mampu lagi menguasai banyak hal. menunjang pelayanan kepada pelanggan. terutama jika ditinjau dari perspektif finansial. Intranet. Perkembangan Teknologi Informasi Pada umumnya. Model Base c. yaitu teknologi yang mampu adaptif terhadap perubahan. jelas terlihat kebutuhan baru akan teknologi informasi yang cocok untuk perusahaan. Subsistem Manajemen Basis Model c. sehingga kebutuhan terhadap orang yang ahli dalam bidangnya semakin meningkat. Para praktisi negara maju menjawab tantangan ini dengan menghasilkan produk-produk aplikasi yang berbasis objek. biasanya sebuah stand-alone PC sudah cukup untuk mengimplementasikannya. profit center. sehingga dapat saling mempertukarkan data dan informasi untuk keperluan pengambilan keputusan. yaitu: a. seperti OOP (Object Oriented Programming). merupakan investasi jangka panjang perusahaan. service center. Subsistem Dialog Secara garis besar Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System/DSS) dibangun oleh tiga komponen besar: a. 1985) untuk menjalankan tugas yang hanya mungkin dilakukan oleh pakar. dan merupakan bagian dari overhead sehari-hari. dsb. 4. Dilihat dari kacamata manajemen. Software System DSS yang saat ini populer untuk digunakan adalah yang berbasis tabel atau spreadsheets. OODBMS (Object Oriented Database Management System).).Latar belakang tersebut adalah sebagai berikut: a. Klasifikasi yang sama dapat pula diberlakukan pada setiap jenis modul aplikasi atau infrastruktur teknologi informasi yang dimiliki perusahaan (technology portfolio) agar memudahkan manajemen dalam menilai teknologi mana saja yang: menghasilkan pendapatan. Internet. dan investment center.

karena aku adalah orang yang akan direnggut (wafat). Umur pakar terbatas sehingga jika pakar tersebut tidak tersedia lagi (meninggal) maka kepakarannya pun ikut hilang dan diperlukan waktu bertahun-tahun dengan biaya besar untuk menghasilkan pakar bidang tersebut.b." (HR Imam Ahmad. atau pembagian yang telah ditentukan sesuai dengan kadarnya masing-masing. mereka berdua tidak menemukan seorang pun yang sanggup meleraikan (menyelesaikan perselisihan pembagian hak waris) mereka. Analisa Kebutuhan Hukum pembagian waris Islam merupakan suatu aturan atau ketentuan dalam mengurus harta peninggalan orang yang meninggal dalam agama Islam. Dari data yang diperoleh maka akan dapat disimpulkan orang-orang yang berhak menjadi ahli waris dan menentukan berapa hak yang akan diterima oleh tiap ahli waris. Data Harta Warisan Daftar Ahli Waris Pengetahuan  Proses Penghitungan Bagian setiap ahli waris . Kemudian informasi yang diperoleh dicatat untuk dicocokkan dengan basis pengetahuan yang dimilikinya.a. at-Tirmidzi. dan al-Hakim). Hubungan antara pewaris dan ahli waris 6. sedang ilmu itu akan diangkat dan fitnah akan tampak. sehingga dua orang yang bertengkar tentang pembagian warisan. Seorang pakar hukum waris Islam biasanya menyelesaikan setiap kasus pembagian warisan dengan menelusuri syarat-syarat tertentu. Hasil yang diperoleh dari aturan pembagian waris ini adalah siapa saja yang berhak menjadi ahli waris serta berapa hak yang akan diterima oleh tiap ahli waris sesuai ketentuan dalam hukum waris Islam. berkata bahwa Nabi saw. bersabda. "Pelajarilah ilmu faraid serta ajarkanlah kepada orang-orang. Analisa dan Desain sistem a. Ibnu Mas'ud r. Para pakar biasanya jumlahnya sedikit dan terkonsentrasi di kota-kota besar oleh karena itu biasanya jasa pakar mahal. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari diagram hubungan antara pewaris dan ahli waris sebagaimana yang sudah Al-Qur’an jelaskan pada gambar sebagai berikut: Gambar 1. Faraid adalah bentuk jamak dari al-faridhah yang bermakna sesuatu yang diwajibkan. c. Definisi Ilmu Faraid 5. Ilmu faraid adalah ilmu yang mempelajari tentang perhitungan dan tata cara pembagian harta warisan untuk setiap ahli waris berdasarkan syariat Islam.

Diagram Ahli Waris 7. maka pengetahuan yang diperoleh dari pakar dapat direpresentasikan dalam bentuk pohon keputusan sebagai berikut : Gambar3. Sebaliknya jika kondisinya salah. dan saudara sekandung atau saudara seayah. yaitu aturan-aturan diuji satu demi satu. orang tua. aturan itu tidak disimpan dan aturan berikutnya diuji.Penalaran Keputusan Pembagian Harta Warisan 8.b. Dalam hal ini tidak ada seorangpun yang menyalahi ijma’ para ulama tersebut. Proses penelusurannya dimulai dengan memasukkan ahli waris yang . Dengan semua fakta yang tersimpan dalam basis data. saudara seibu. Namun para ulama telah menetapkan bahwa terdapat lima belas laki-laki dan sepuluh perempuan yang berhak untuk mendapatkan hak waris. Representasi Pengetahuan Untuk mendukung penalaran dalam pembagian harta warisan menurut hukum Islam. Algorithma mekanisme inferensi untuk menghitung warisan ini menggunakan penelusuran bread first engine. Mekanisme Inferensi Teknik yang digunakan dalam mekanisme inferensi ini adalah penalaran maju (forward chaining). Jika kondisinya benar maka aturan itu disimpan kemudian aturan berikutnya diuji. input yang masuk melalui antarmuka pemakai akan diproses dengan program inferensi menjadi data yang diinginkan sebagai outputnya. Analisa Kebutuhan Data Ahli waris yang ditetapkan oleh Allah secara jelas di dalam Al-Qur’an adalah anak. suami atau istri. karena mereka bersandar kepada dalil Al-Qur’an dan hadits Rasulullah saw dan dapat digambarkan seperti : Gambar 2.

Setelah didapatkan hasil untuk ashhabul furudh kemudian rule akan dibaca kembali untuk menetapkan bagian ashabah yang menerima sisa dari warisan. selanjutnya diteruskan dengan penelusuran pada rule dan menghitung bagian untuk ashhabul furudh. Logika untuk penelusuran inferensi engine dapat dilihat pada gambar dibawah ini : Gambar 4. Pada diagram aliran data dibawah ini dapat bagaimana bentuk hubungan antar entity dan proses apa saja yang terjadi pada sistem dan hasil akhir yang diterima oleh user.Pemilihan metode ini didasari karena metode ini cocok diterapkan untuk mendapatkan hasil dari pembagian harta warisan. ahli waris yang diinputkan akan di beri nilai true dan yang tidak akan diberi nilai false. Algorithma Inferensi Engine 9.ada satu persatu.Entity yang terlibat pada sistem adalah admin dan user. Perancangan sistem Sistem pakar digunakan untuk menentukan hak masing-masing ahli waris berdasarkan kaidah-kaidah yang sudah ditetapkan menggunakan metode inferensi maju (Fordward Chaining).Diagram Blok Sistem Pakar Diagram aliran data menggambarkan bagai interaksi antara user dengan sistem pakar yang dirancang. Gambaran umum dari blok sistem pakar yang dirancang dapat dilihat pada gambar dibawah ini : Gambar 5. seperti gambar dibawah ini : .

Data Ahli Waris  ADmin  1. 2. .0  Input Ahli  Waris  Kaidah  Pembagian  Data Ahli Waris  Ahli Waris  Kaidah  Pembagian  Kaidah  2. Diagram Relasi Entitas Relasi entitas digunakan untuk menggambarkan hubungan antar table pada database yang dirancang. Tabel Ahli waris digunakan untuk menyimpan data semua ahli waris yang berhak menerima warisan.0 Proses  Pembagian  Rule Pembagian  Hak Ahli  waris  User  Data Ahli Waris  Data Ahli Waris  3.Diagram Aliran Data Sistem Pakar pembagian Harta Warisan 10. Terdiri dari filed kode dan hubungan.MDB : Ahli waris Tipe Data Text Text : Kaidah Tipe Data Text Text Ukuran 3 30 Ukuran 3 50 1. Tabel hubungan digunakan untuk menyimpan data kaidah yang digunakan untuk membagi harta warisan sesuai dengan ketentuan yang ada pada hukum islam. Rancangan database Nama Database Nama Tabel Nama Field Kode Hubungan Nama Tabel Nama Field Kode Kaidah : Warisan. yaitu table ahli waris dan kaidah. Terdiri dari field kode dan kaidah.Sistem pakar ini dibangun dengan menggunakan dua table.0 Kelola Kaidah  Pembagian  5.0 Input Ahli  waris   Gambar 6.0  Tampilkan  Hak Setiap  Ahli Waris   Hak Ahli  aris 4.

Perancangan antar muka Interface merupakan penghubung antara user dengan sistem pakar. Form Input Data Daftar Kaidah Pembagian Harta Warisan Input data kaidah pembagian warisan digunakan untuk menginputkan master data kaidah yang sudah ditetapkan untuk pembagian hak setiap ahli waris yang ditinggalkan. Seperti pada gambar dibawah ini : Gambar 8. agar user tidak kebingungan menggunakan sistem ini.Hubungan kedua table tersebut dapat digambarkan dengan bentuk relasi seperti pada gambar dibawah ini : Ahli waris Kode  Hubungan  1  00  Kaidah Kode  Kaidah  Gambar7. Form Input Data Daftar Ahli Waris Input data ahli waris digunakan untuk menginputkan master data semua ahli waris yang mungkin akan ditinggalkan oleh almarhum. a. Desain Input Master Ahli Waris b. Seperti pada gambardibawah ini : Gambar9. Interfase harus dirancang user friendly. Diagram Relasi Antar Tabel 11. Desain Input Kaidah pembagian Warisan . Sistem pakar ini terdiri dari dua form input data master dan satu form untuk interface dengan user untuk penghitungan hak setiap ahli waris yang ditinggalkan.

Desain Proses Pembagian Warisan 12. seperti pada gambar dibawah ini : Gambar 10. Klik icon Warisan. Tampilan Menu Utama b. Pada menu utama terdiri dari 2 (dua) menu pilihan dan 1 (satu) menu keluar. Selanjutnya muncul Tampilan menu utama.c. Form Penghitungan Hak Ahli Waris Form ini digunakan untuk menginputkan menghitung hak yang akan didapatkan oleh ahli waris yang tinggalkan sesuai dengan rule dan kaidah yang sudah menjadi ketetapan. seperti pada gambar di bawah ini : Gambar 11. Implementasi Penggunaan Sistem a. Cara Menjalankan Sistem Berikut langkah menjalan Sistem Aplikasi Penghitungan Harta Warisan : a. Form Input Data Ahli Waris Untuk mengaktifkan menu ini maka langkahnya adalah : Klik Menu Data Master kemudian klik Sub Menu Entri Ahli Waris. seperti pada gambar dibawah ini : . Setelah formnya tampil maka Bisa diinputkan data ahli waris.

Tampilan Input Kaidah Warisan . Tampilan Input Data Ahli Waris c. Menu ini berfungsi untuk menginputkan data kaidah pembagian yang ingin ditambahkan kedalam database. Untuk mengaktifkan menu ini maka langkahnya adalah : Klik Menu Data master kemudian klik Sub Menu Entri Kaidah Warisan. Setelah itu Tampilannya akan muncul seperti gambar dibawah ini : Gambar 13.Gambar 12. Form Input Data Kaidah Pembagian Warisan.

d. Suami . Ibu 4.00 Ahli waris yang ditinggalkan : 1.000. Pengujian Sistem Setelah semua sistem kita terkonfigurasi dengan baik dan sistem dapat dapat berjalan dengan baik maka tahap terakhir kita lakukan pengujian sistem. Anak perempuan 1 orang 2. Contoh kasus 1: Seorang meninggal duniadan meninggalkan total warisan yang sudah dihargai dalam bentuk uang senilai RP 3.000.500. Ayah 3. Untuk hal ini kita coba dengan menerapkan pada contoh kasus untuk menguji beberapa rule. Tampilan Penghitungan Pembagian Warisan b. Form Input Data Penghitungan Pembagian Warisan Untuk mengaktifkan menu ini maka langkahnya adalah : Klik Menu Penghitungan. Setelah itu tampilannya akan muncul seperti gambardibawah ini : Gambar 14.

Hasil Pengujian Terhadap Kasus 1 Contoh kasus 2: Seorang meninggal dunia dan meninggalkan total warisan yang sudah dihargai dalam bentuk uang senilai RP 2. Saudara Kandung Setelah data warisan dan ahli waris di atas diinputkan ke sistem maka didapat hasil seperti pada gambar dibawah ini : Gambar 16.565. Anak Laki-laki 1 orang 2. Anak Perempuan 3 orang 3. Kakek 6.500. Hasil Pengujian Terhadap Kasus 2 .Setelah data warisan dan ahli waris di atas diinputkan ke sistem maka didapat hasil seperti gambar dibawah ini : Gambar 15.00 Ahli waris yang ditinggalkan : 1. Istri 5.000. Ayah 4.

Sedang menyelesaikan Thesis Study S-2 Magister Komputer di Universitas Putra Indonesia (UPI) “YPTK” Padang.0 dan database microsoft access 2007. Aceh. Yogyakarta Kusrini (2008). Susoh. “Aplikasi Sistem Pakar”.com Lahir di Pulau Kayu.wordpress. “Konsep Dasar Sistem Pakar”. Andi Yogyakarta.org@gmail. Bekerja sebagai Dosen Tetap pada Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Universitas Almuslim. “Belajar Sendiri Pemograman Sistem Pakar “. Elekmedia Komputindo. Aceh. Keluaran dari sistem ini adalah informasi hak diterima oleh ahli waris berdasarkan ketetapan perhitungan pembagian harta warisan menurut hukum Islam. Daftar Pustaka Aziz. Jakarta Tim Penerbit Andi ( 2003 ). Bireuen. Andi Yogyakarta. Yogyakarta http://opi. Sistem aplikasi berbasis sistem pakar yang dirancang dapat membantu ahli waris menghitung warisan yang ditinggalkan meski tanpa bantuan pakar dengan menggunakan Software Visual Basic 6. S. maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut : 1. Andi Yogyakarta. “Hukum Waris Islam”. Farid ( 1994 ). Kesimpulan Berdasarkan penelitian dan pembahasan yang dilakukan. Abdya. 2. 25 Agustus 1984. UII Press. CV. Muhammad (2005). “Pengembangan Sistem Pakar Menggunakan Visual Basic “. 3. Yogyakarta Anita Desiani & Muhammad Arhami (2006). (2001). Sarjana Teknik Informatika STMIK Bina Bangsa Lhokseumawe. Yogyakarta Basyir.com/ Penulis : Afijal.110mb. Ahmad Azhar.com Email : ijal. “Konsep Kecerdasan Buatan”. Andi Offset. Metode inferensi runut maju (fordward chaining) cocok digunakan untuk menangani masalah pengendalian (controling) dan diagnosa.13. Yogyakarta Arhami. . PT.Kom Http ://ijalnewbie. MA.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful