Jurnal : SISTEM PAKAR PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBAGIAN HARTA WARISAN MENURUT HUKUM ISLAM MENGGUNAKAN VISUAL BASIC 6.

0 Oleh : Afijal, S.Kom Abstrak Membangun suatu sistem pakar untuk pendukung keputusan pembagian harta waris yang berdasarkan pada hukum Islam. Sistem pakar ini diharapkan dapat membantu setiap orang yang membutuhkan nilai pembagian harta waris dengan menggunakan cara pembagian yang berdasarkan hukum Islam. Nilai harta waris yang akan dibagi adalah harta waris setelah dikurangi wasiat pewaris bila ads wasiat, hutang piutang dan biaya pengurusan jenazah. Hasil pembagian adalah berupa nilai prosentase untuk setiap ahli waris yang berhak mendapatkan harta waris setelah proses pembagian. Penentuan nilai nominal harta waris tidak akan dihitung dalam sistem ini. Pengguna sistem dapat memperoleh nilai nominal harta pembagian dengan cara mengkalikan prosentase pembagian dengan nilai keseluruhan harta waris. Hasil yang diperoleh dari sistem pakar ini adalah output berupa informasi golongan ahli waris yang berhak mendapatkan harta waris, dan nilai prosentase pendapat waris untuk masingmasing ahli waris yang berhak mendapatkan harta, waris.Metode inferensi yang digunakan Sistem Pakar ini menggunakan metode Forward Chaining. Metode yang digunakan untuk analisis dan perancangan sistem adalah metoda Data Flow Oriented dengan menggunakan tool Data Flow Diagram (DFD). Perancangan basis data menggunakan model relasi dengan tool Entity-Relationship Diagram (E-R Diagram). Build an expert system for decision support division of the estate which is based on Islamic law. Expert system is expected to help everyone in need of the division of the estate by using a distribution based on Islamic law. Value of the estate to be divided is the net estate ads will heir when wills, accounts payable and cost of handling the bodies. The division is a percentage value for each of the heirs are entitled to the estate after the division process. Determination of nominal value of the estate will not be counted in this system. System users can obtain the nominal value of the property division by division by multiplying the percentage of the overall value of the estate. The results of this expert system is the output of the information class heirs are entitled to the estate, and the percentage value the opinion of each heir to heir entitled to the property, which use inference waris.Metode Expert System uses a method of Forward Chaining. The method used for analysis and design of the system is the method by using the Data Flow tool Oriented Data Flow Diagram (DFD). Database design tool using the relational model with Entity-Relationship Diagram (ER Diagram) Kata Kunci : Sistem Pakar, Pendukung Keputusan, Pembagian Waris. (Expert System, Decision Support, Division of Hereditary) 1. Latar Belakang

Perkembangan teknologi informasi telah memungkinkan pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan cermat.Penggunaan komputer telah berkembang dari sekedar pengolahan data ataupun penyajian informasi, menjadi mampu untuk menyediakan pilihan-pilihan sebagai pendukung pengambilan keputusan.Hal tersebut dimungkinkan berkat adanya perkembangan teknologi perangkat keras, yang diiringi oleh perkembangan perangkat lunak, serta kemampuan perakitan dan penggabungan beberapa teknik pengambilan keputusan di dalamnya.Integrasi dari perangkat keras, perangkat lunak, dan pengetahuan seorang pakar menghasilkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang memungkinkan pengguna untuk melakukan pengambilan keputusan dengan lebih cepat dan cermat. Sistem Pendukung Keputusan berbasis komputer (Computer Based Decision Support System) adalah suatu sistem berbasis komputer yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas pengambil

Masalah yang dihadapi dari latar belakang tersebut diatas adalah bagaimana menentukan besar nilai yang didapat dalam pembagian harta warisan berdasarkan hukum islam yang berbasis komputer serta menyusun rule based forward chaining pada sistem pakaruntuk pembagian harta warisan berdasarkan hukum islam. Salah satu pengaruh negatif dari globalisasi dalam kehidupan masyarakat adalah terjadinya pergeseran gaya hidup dan cara pandang masyarakat pada hal-hal yang berhubungan dengan agama Islam. DSS sebenarnya merupakan implementasi teori-teori pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation research dan management science. Menurut Keen dan Scoot Morton. Hanya bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk mencari penyelesaian masalah yang dihadapi harus dilakukan perhitungan iterasi secara manual (biasanya untuk mencari nilai minimum. Penyebab utamanya adalah keserakahan atau ketamakan manusia. tetapi untuk menjadi sarana penunjang (tools) bagi mereka. Ilmu faraid (waris) memberikan penjelasan tentang cara-cara pembagian harta waris. b) Penerapan sistem pakar untuk pengambilan keputusan dalam pembagian harta waris menurut hukum Islam. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian sistem pakar untuk pendukung keputusan pembagian harta warisan menurut hukum islam ini adalah : a) Memberikan kemudahan bagi orang-orang yang akan melakukan pembagian harta waris dengan menggunakan cara pembagian Islam secara cepat dan tepat. bahwa Sistem Pendukung Keputusan adalah :“Sistem Pendukung Keputusan merupakan penggabungan sumber–sumber kecerdasan individu dengan kemampuan komponen untuk memperbaiki kualitas keputusan. Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System/DSS) Salah satu jenis sistem aplikasi yang sangat popular di kalangan manajemen perusahaan adalah Decision Support System atau disingkat DSS. saat ini komputer PC telah menawarkan kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yang sama dalam waktu relatif singkat. Pembagian warisan sering kali menjadi suatu permasalahan yang terkadang memicu pertikaian dan menimbulkan keretakan hubungan keluarga.Karena itu mengakibatkan ilmu faraid menjadi suatu ilmu yang langka. 2. Hal yang perlu ditekankan di sini adalah bahwa keberadaan DSS bukan untuk menggantikan tugas-tugas manajer. Kurangnya kepedulian umat Islam terhadap disiplin ilmu ini memang tidak kita pungkiri.keputusan dalam memecahkan masalah. maksimum." Setiap orang yang memerlukan cara pembagian harta waris menurut hukum Islam akan sangat terbantu bila terdapat aplikasi sistem pakar untuk mendukung pengambilan keputusan pembagian harta waris tersebut. c) Membantu proses pengambilan keputusan secara cepat dan cermat mengenai pembagian harta waris. dan juga karena kurangnya pengetahuan pihak-pihak yang terkait tentang hukum pembagian warisan. atau optimum). sehingga saat melakukan pembagian pembagian harta warisan sering terjadi kebingungan karena pengetahuan yang kurang susah mencari tempat bertanya tentang hal tersebut. DSS ini merupakan suatu sistem informasi yang diharapkan dapat membantu manajemen dalam proses pengambilan keputusan. termasuk dalam hal pembagian harta warisan atau ilmu faraid.Banyak orang Islam yang alergi dengan aturan-aturan ditetapkan oleh agama. Di samping itu terbatasnya pakar atau orang-orang yang memiliki pengetahuan dan keahlian khusus yang dapat memberikan solusi terhadap orang-orang yang membutuhkan informasi tentang pembagian harta warisan secara Islam Pada prinsipnya pembagian warisan dalam hukum Islam bukan untuk menyulitkan manusia. bahkan Imam Qurtubi telah mengisyaratkannya: "Betapa banyak manusia sekarang mengabaikan ilmu faraid. tetapi untuk memberikan kemudahan bagi manusia dan agar tidak terjadi pertengkaran dalam keluarga setelah almarhum maninggal. Sistem Pendukung Keputusan juga . seperti siapa saja yang berhak mendapat harta waris dari semua ahli waris dan berapa jumlah bagiannya. Teknik yang digunakan untuk pemecahan masalah pada kasus ini menggunakan forward channing. Hal-hal yang berhubungan dengan agama Islam pada sebagian masyarakat dianggap sebagai suatu hal yang kuno dan ketinggalan zaman.

hampir setiap perusahaan modern memiliki sebuah divisi khusus yang bertanggung jawab terhadap asset teknologi informasi dan penggunaannya.Latar belakang tersebut adalah sebagai berikut: a. service center. Intranet. telah banyak ditawarkan aplikasi DSS yang bekerja dalam infrastruktur jaringan (LAN. WAN. Subsistem Manajemen Basis data b. Subsistem Manajemen Basis Model c. Subsistem Dialog Secara garis besar Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System/DSS) dibangun oleh tiga komponen besar: a. sehingga dapat saling mempertukarkan data dan informasi untuk keperluan pengambilan keputusan. dan investment center. Klasifikasi yang sama dapat pula diberlakukan pada setiap jenis modul aplikasi atau infrastruktur teknologi informasi yang dimiliki perusahaan (technology portfolio) agar memudahkan manajemen dalam menilai teknologi mana saja yang: menghasilkan pendapatan. seperti OOP (Object Oriented Programming). Object Technology. Perkembangan Teknologi Informasi Pada umumnya. tanpa campur tangan manusia. yaitu teknologi yang mampu adaptif terhadap perubahan. Distributed Object. Sistem Pakar Sistem pakar adalah program komputer yang menggunakan strategi intelegensia buatan seperti representasi simbolik. inferensi. jelas terlihat kebutuhan baru akan teknologi informasi yang cocok untuk perusahaan. Software System DSS yang saat ini populer untuk digunakan adalah yang berbasis tabel atau spreadsheets. peranan divisi teknologi informasi dapat dibagi menjadi empat kelas: cost center. Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi. dsb. “ Suatu Sistem Pendukung Keputusan (SPK) memiliki tiga subsistem utama yang menentukan kapabilitas teknis sistem pendukung keputusan. sehingga keputusan bisnis secara langsung dapat dilakukan oleh komputer. Para praktisi negara maju menjawab tantangan ini dengan menghasilkan produk-produk aplikasi yang berbasis objek. dan merupakan bagian dari overhead sehari-hari. profit center. yaitu: a. Database b. dan pencarian syaraf (Buchanan. 4. . tentu saja untuk setiap kelas akan diterapkan perlakuan khusus sesuai dengan hakekatnya masing-masing. 3. Dilihat dari kacamata manajemen. Beberapa manajer pengambil keputusan dihubungkan satu dengan lainnya melalui jaringan komputer. 1985) untuk menjalankan tugas yang hanya mungkin dilakukan oleh pakar. Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan orang tidak mampu lagi menguasai banyak hal.merupakan sistem informasi berbasis komputer untuk manajemen pengambilan keputusan yang menangani masalah-masalah semi struktur. merupakan investasi jangka panjang perusahaan. Bahkan sudah ada DSS yang diperlengkapi dengan expert system (dibuat berdasarkan teori kecerdasan buatan/artifial intelligence). OODBMS (Object Oriented Database Management System). menunjang pelayanan kepada pelanggan. Internet. Sesuai dengan ilmu manajemen dan bisnis yang ada. karena para manajer sudah terbiasa membaca data dengan cara tersebut.). Masingmasing kelas memiliki karakteristiknya masing-masing yang akan membedakan dalam perlakuan yang diberikan manajemen terhadapnya. Untuk keperluan ini. Sistem pakar mempunyai beberapa latar belakang yang mempengaruhinya. Tabel inilah yang menjadi media manajer dalam “mengkutak-katik” (mengganti atau merubah) variabel yang ada. Dengan mencermati keadaan ini. terutama jika ditinjau dari perspektif finansial. Model Base c. sehingga kebutuhan terhadap orang yang ahli dalam bidangnya semakin meningkat. biasanya sebuah stand-alone PC sudah cukup untuk mengimplementasikannya.

Analisa dan Desain sistem a.a. mereka berdua tidak menemukan seorang pun yang sanggup meleraikan (menyelesaikan perselisihan pembagian hak waris) mereka." (HR Imam Ahmad. Seorang pakar hukum waris Islam biasanya menyelesaikan setiap kasus pembagian warisan dengan menelusuri syarat-syarat tertentu. sehingga dua orang yang bertengkar tentang pembagian warisan. karena aku adalah orang yang akan direnggut (wafat). Faraid adalah bentuk jamak dari al-faridhah yang bermakna sesuatu yang diwajibkan. sedang ilmu itu akan diangkat dan fitnah akan tampak. bersabda. Analisa Kebutuhan Hukum pembagian waris Islam merupakan suatu aturan atau ketentuan dalam mengurus harta peninggalan orang yang meninggal dalam agama Islam. berkata bahwa Nabi saw. c. at-Tirmidzi. Data Harta Warisan Daftar Ahli Waris Pengetahuan  Proses Penghitungan Bagian setiap ahli waris . Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari diagram hubungan antara pewaris dan ahli waris sebagaimana yang sudah Al-Qur’an jelaskan pada gambar sebagai berikut: Gambar 1. Para pakar biasanya jumlahnya sedikit dan terkonsentrasi di kota-kota besar oleh karena itu biasanya jasa pakar mahal. Ibnu Mas'ud r. atau pembagian yang telah ditentukan sesuai dengan kadarnya masing-masing. Umur pakar terbatas sehingga jika pakar tersebut tidak tersedia lagi (meninggal) maka kepakarannya pun ikut hilang dan diperlukan waktu bertahun-tahun dengan biaya besar untuk menghasilkan pakar bidang tersebut. Hubungan antara pewaris dan ahli waris 6. Ilmu faraid adalah ilmu yang mempelajari tentang perhitungan dan tata cara pembagian harta warisan untuk setiap ahli waris berdasarkan syariat Islam. Definisi Ilmu Faraid 5. Kemudian informasi yang diperoleh dicatat untuk dicocokkan dengan basis pengetahuan yang dimilikinya. "Pelajarilah ilmu faraid serta ajarkanlah kepada orang-orang. Hasil yang diperoleh dari aturan pembagian waris ini adalah siapa saja yang berhak menjadi ahli waris serta berapa hak yang akan diterima oleh tiap ahli waris sesuai ketentuan dalam hukum waris Islam. dan al-Hakim).b. Dari data yang diperoleh maka akan dapat disimpulkan orang-orang yang berhak menjadi ahli waris dan menentukan berapa hak yang akan diterima oleh tiap ahli waris.

yaitu aturan-aturan diuji satu demi satu. Dalam hal ini tidak ada seorangpun yang menyalahi ijma’ para ulama tersebut. Algorithma mekanisme inferensi untuk menghitung warisan ini menggunakan penelusuran bread first engine. Proses penelusurannya dimulai dengan memasukkan ahli waris yang . input yang masuk melalui antarmuka pemakai akan diproses dengan program inferensi menjadi data yang diinginkan sebagai outputnya. aturan itu tidak disimpan dan aturan berikutnya diuji. Diagram Ahli Waris 7. Dengan semua fakta yang tersimpan dalam basis data. Sebaliknya jika kondisinya salah. Namun para ulama telah menetapkan bahwa terdapat lima belas laki-laki dan sepuluh perempuan yang berhak untuk mendapatkan hak waris. dan saudara sekandung atau saudara seayah. Representasi Pengetahuan Untuk mendukung penalaran dalam pembagian harta warisan menurut hukum Islam. suami atau istri.Penalaran Keputusan Pembagian Harta Warisan 8. Analisa Kebutuhan Data Ahli waris yang ditetapkan oleh Allah secara jelas di dalam Al-Qur’an adalah anak.b. maka pengetahuan yang diperoleh dari pakar dapat direpresentasikan dalam bentuk pohon keputusan sebagai berikut : Gambar3. Jika kondisinya benar maka aturan itu disimpan kemudian aturan berikutnya diuji. orang tua. Mekanisme Inferensi Teknik yang digunakan dalam mekanisme inferensi ini adalah penalaran maju (forward chaining). saudara seibu. karena mereka bersandar kepada dalil Al-Qur’an dan hadits Rasulullah saw dan dapat digambarkan seperti : Gambar 2.

Pemilihan metode ini didasari karena metode ini cocok diterapkan untuk mendapatkan hasil dari pembagian harta warisan. Perancangan sistem Sistem pakar digunakan untuk menentukan hak masing-masing ahli waris berdasarkan kaidah-kaidah yang sudah ditetapkan menggunakan metode inferensi maju (Fordward Chaining). selanjutnya diteruskan dengan penelusuran pada rule dan menghitung bagian untuk ashhabul furudh. Setelah didapatkan hasil untuk ashhabul furudh kemudian rule akan dibaca kembali untuk menetapkan bagian ashabah yang menerima sisa dari warisan. Pada diagram aliran data dibawah ini dapat bagaimana bentuk hubungan antar entity dan proses apa saja yang terjadi pada sistem dan hasil akhir yang diterima oleh user. Gambaran umum dari blok sistem pakar yang dirancang dapat dilihat pada gambar dibawah ini : Gambar 5. seperti gambar dibawah ini : .Diagram Blok Sistem Pakar Diagram aliran data menggambarkan bagai interaksi antara user dengan sistem pakar yang dirancang.Entity yang terlibat pada sistem adalah admin dan user. Algorithma Inferensi Engine 9.ada satu persatu. ahli waris yang diinputkan akan di beri nilai true dan yang tidak akan diberi nilai false. Logika untuk penelusuran inferensi engine dapat dilihat pada gambar dibawah ini : Gambar 4.

0 Input Ahli  waris   Gambar 6. Terdiri dari field kode dan kaidah.0  Input Ahli  Waris  Kaidah  Pembagian  Data Ahli Waris  Ahli Waris  Kaidah  Pembagian  Kaidah  2. 2. Tabel hubungan digunakan untuk menyimpan data kaidah yang digunakan untuk membagi harta warisan sesuai dengan ketentuan yang ada pada hukum islam. Tabel Ahli waris digunakan untuk menyimpan data semua ahli waris yang berhak menerima warisan.MDB : Ahli waris Tipe Data Text Text : Kaidah Tipe Data Text Text Ukuran 3 30 Ukuran 3 50 1.Sistem pakar ini dibangun dengan menggunakan dua table.0  Tampilkan  Hak Setiap  Ahli Waris   Hak Ahli  aris 4. Diagram Relasi Entitas Relasi entitas digunakan untuk menggambarkan hubungan antar table pada database yang dirancang.Data Ahli Waris  ADmin  1.0 Kelola Kaidah  Pembagian  5. . yaitu table ahli waris dan kaidah. Rancangan database Nama Database Nama Tabel Nama Field Kode Hubungan Nama Tabel Nama Field Kode Kaidah : Warisan.Diagram Aliran Data Sistem Pakar pembagian Harta Warisan 10.0 Proses  Pembagian  Rule Pembagian  Hak Ahli  waris  User  Data Ahli Waris  Data Ahli Waris  3. Terdiri dari filed kode dan hubungan.

Perancangan antar muka Interface merupakan penghubung antara user dengan sistem pakar. Diagram Relasi Antar Tabel 11. a. Desain Input Kaidah pembagian Warisan . Seperti pada gambardibawah ini : Gambar9. Form Input Data Daftar Kaidah Pembagian Harta Warisan Input data kaidah pembagian warisan digunakan untuk menginputkan master data kaidah yang sudah ditetapkan untuk pembagian hak setiap ahli waris yang ditinggalkan.Hubungan kedua table tersebut dapat digambarkan dengan bentuk relasi seperti pada gambar dibawah ini : Ahli waris Kode  Hubungan  1  00  Kaidah Kode  Kaidah  Gambar7. Form Input Data Daftar Ahli Waris Input data ahli waris digunakan untuk menginputkan master data semua ahli waris yang mungkin akan ditinggalkan oleh almarhum. Interfase harus dirancang user friendly. agar user tidak kebingungan menggunakan sistem ini. Sistem pakar ini terdiri dari dua form input data master dan satu form untuk interface dengan user untuk penghitungan hak setiap ahli waris yang ditinggalkan. Desain Input Master Ahli Waris b. Seperti pada gambar dibawah ini : Gambar 8.

seperti pada gambar di bawah ini : Gambar 11. Form Input Data Ahli Waris Untuk mengaktifkan menu ini maka langkahnya adalah : Klik Menu Data Master kemudian klik Sub Menu Entri Ahli Waris. Form Penghitungan Hak Ahli Waris Form ini digunakan untuk menginputkan menghitung hak yang akan didapatkan oleh ahli waris yang tinggalkan sesuai dengan rule dan kaidah yang sudah menjadi ketetapan. Cara Menjalankan Sistem Berikut langkah menjalan Sistem Aplikasi Penghitungan Harta Warisan : a. Tampilan Menu Utama b. Implementasi Penggunaan Sistem a. seperti pada gambar dibawah ini : Gambar 10.Desain Proses Pembagian Warisan 12. Setelah formnya tampil maka Bisa diinputkan data ahli waris. Klik icon Warisan. seperti pada gambar dibawah ini : . Selanjutnya muncul Tampilan menu utama.c. Pada menu utama terdiri dari 2 (dua) menu pilihan dan 1 (satu) menu keluar.

Menu ini berfungsi untuk menginputkan data kaidah pembagian yang ingin ditambahkan kedalam database. Form Input Data Kaidah Pembagian Warisan.Gambar 12. Setelah itu Tampilannya akan muncul seperti gambar dibawah ini : Gambar 13. Untuk mengaktifkan menu ini maka langkahnya adalah : Klik Menu Data master kemudian klik Sub Menu Entri Kaidah Warisan. Tampilan Input Data Ahli Waris c. Tampilan Input Kaidah Warisan .

00 Ahli waris yang ditinggalkan : 1. Ayah 3. Pengujian Sistem Setelah semua sistem kita terkonfigurasi dengan baik dan sistem dapat dapat berjalan dengan baik maka tahap terakhir kita lakukan pengujian sistem. Anak perempuan 1 orang 2. Untuk hal ini kita coba dengan menerapkan pada contoh kasus untuk menguji beberapa rule. Setelah itu tampilannya akan muncul seperti gambardibawah ini : Gambar 14. Ibu 4. Suami . Form Input Data Penghitungan Pembagian Warisan Untuk mengaktifkan menu ini maka langkahnya adalah : Klik Menu Penghitungan.000.000. Contoh kasus 1: Seorang meninggal duniadan meninggalkan total warisan yang sudah dihargai dalam bentuk uang senilai RP 3.500.d. Tampilan Penghitungan Pembagian Warisan b.

Setelah data warisan dan ahli waris di atas diinputkan ke sistem maka didapat hasil seperti gambar dibawah ini : Gambar 15. Ayah 4.00 Ahli waris yang ditinggalkan : 1. Anak Perempuan 3 orang 3.500.565. Saudara Kandung Setelah data warisan dan ahli waris di atas diinputkan ke sistem maka didapat hasil seperti pada gambar dibawah ini : Gambar 16.000. Istri 5. Hasil Pengujian Terhadap Kasus 2 . Kakek 6. Anak Laki-laki 1 orang 2. Hasil Pengujian Terhadap Kasus 1 Contoh kasus 2: Seorang meninggal dunia dan meninggalkan total warisan yang sudah dihargai dalam bentuk uang senilai RP 2.

com Lahir di Pulau Kayu. Elekmedia Komputindo. Ahmad Azhar. PT. “Belajar Sendiri Pemograman Sistem Pakar “. 2. CV. Yogyakarta Anita Desiani & Muhammad Arhami (2006). Bekerja sebagai Dosen Tetap pada Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Universitas Almuslim. Kesimpulan Berdasarkan penelitian dan pembahasan yang dilakukan. Andi Offset. “Konsep Dasar Sistem Pakar”. “Pengembangan Sistem Pakar Menggunakan Visual Basic “. Sistem aplikasi berbasis sistem pakar yang dirancang dapat membantu ahli waris menghitung warisan yang ditinggalkan meski tanpa bantuan pakar dengan menggunakan Software Visual Basic 6. 3. maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut : 1. Andi Yogyakarta. Sarjana Teknik Informatika STMIK Bina Bangsa Lhokseumawe. Susoh. Aceh. MA. Jakarta Tim Penerbit Andi ( 2003 ).wordpress. Aceh. Sedang menyelesaikan Thesis Study S-2 Magister Komputer di Universitas Putra Indonesia (UPI) “YPTK” Padang. Bireuen. UII Press. (2001). Metode inferensi runut maju (fordward chaining) cocok digunakan untuk menangani masalah pengendalian (controling) dan diagnosa.110mb. “Konsep Kecerdasan Buatan”. Yogyakarta Arhami. Andi Yogyakarta. S. “Aplikasi Sistem Pakar”. Yogyakarta Kusrini (2008).com/ Penulis : Afijal. Andi Yogyakarta. Yogyakarta http://opi. Keluaran dari sistem ini adalah informasi hak diterima oleh ahli waris berdasarkan ketetapan perhitungan pembagian harta warisan menurut hukum Islam. Muhammad (2005).Kom Http ://ijalnewbie. Abdya. Farid ( 1994 ).0 dan database microsoft access 2007.org@gmail. Daftar Pustaka Aziz.13. 25 Agustus 1984.com Email : ijal. Yogyakarta Basyir. . “Hukum Waris Islam”.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful