Daftar Isi

1. Daftar Isi ...............................................................................................1 2. infeksi saluran kemih ............................................................................5 3. batu saluran kemih ................................................................................14 4. Benign Prostat Hipertrofi ......................................................................33 5. Trauma Urogenital ................................................................................38 6. Hidrokel ................................................................................................45 7. Varikokel...............................................................................................48 8. Torsio Testis..........................................................................................56 9. Strikture Uretra .....................................................................................59 10. Tumor Urogenital..................................................................................68 11. Hematuria ..............................................................................................82 12. Retensi Urin Akut .................................................................................85 13. Infertilitas ..............................................................................................91

0

INFEKSI SALURAN KEMIH
ISK adalah merupakan reaksi inflamasi sel-sel urotelium melapisi saluran kemih. Cara penanggulangannya kadang-kadang cukup dengan pemberian antibiotika yang sederhana, atau bahkan tidak perlu diberi antibiotika. Namun pada infeksi yang berat dan sudah menimbulkan kerusakan pada berbagai macam organ, membutuhkan terapi suportif dan antibiotika yang cukup adekuat. Tujuan terapi pada infeksi organ urogenitalia adalah mencegah atau menghentikan diseminasi kuman dan produk yang dihasilkan oleh kuman pada sirkulasi sistemik dan mencegah kerusakan terjadinya kerusakan organ urogenitalia.

Insiden Pada umumnya wanita lebih sering mengalami episode ISK daripada pria; hal ini karena uretra wanita lebih pendek daripada pria.

Patogenesis ISK terjadi pada saat mikroorganisme masuk ke dalam saluran kemih dan berbiak di dalam media urine. Mikroorganisme memasuki saluran kemih melalui cara : (1) ascending, (2) hematogen seperti pada penularan M tuberculosis atau S aureus, (3) limfogen, dan (4) langsung dari organ sekitarnya yang sebelumnya teah terinfeksi. Kuman penyebab ISK pada umnya berasal dari flora normal usus dan hidup secara komensal didalam intoitus vagina, prepusium penis, kulit perineum, dan disekitar anus. Mikroorganisme memasuki saluran kemih melalui uretra – prostat – vas deferns – testis (pada pria) – buli-buli – ureter, dan sampai ke ginjal. Terjadinya ISK karena adanya gangguan keseimbangan antara

mikroorganisme penyebab infeksi (uropatogen) sebagai agent dan epitel saluran kemih sebagai host. Gangguan keseimbangan ini disebabkan oleh karena pertahanan tubuh dari host yang menurun atau karena virulensi agent meningkat.

Faktor dari host

1

Kemampuan host untuk menahan mikroorganisme masuk kedalam saluran kemih disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain adalah ; (1) pertahanan lokal dari host, dan (2) peranan dari sistem kekebalan tubuh yang terdiri atas imunitas humoral maupun imunitas seluler. Sebenarnya pertahanan sistem saluran kemih yang paling baik adalah mekanisme wash out urine yang mampu membersihkan kuman-kuman yang ada di dalam urine. Supaya aliran urin adekuat dan mampu menjamin mekanisme wash out adalah jika (1) jimlah urin cukup dan (2) tidak ada hambatan di dalam saluran kemih. Keadaan lain yang bisa mempengaruhi aliran urin dan menghalangi mekanisme wash out adalah adanya (1) stagnasi atau stasis urine dan (2) didapatkannya benda asing di dalam saluran kemih yang dipakai sebagai tempat persembunyian oleh kuman. Stagnasi urin bisa terjadi pada keadaan (1) miksi yang tidak teratur atau sering menahan kencing, (2) obstruksi saluran kemih seperti pada BPH, striktura uretra, batu saluran kemih, atau obstruksi karena sebab lain, (3) adanya kantong-kantong didalam saluran kemih yang tidak dapat mengalir dengan baik, dan (4) adanya dilatasi atau refluks sistem urinaria.

Faktor dari mikroorganisme Bakteri dilengkapi dengan pili atau fimbriae yang terdapat dipermukaannya. Pili berfungsi untuk menemel pada urotelium melalui reseptor yang ada dipermukaan urotelium. Ditinjau dari jenis pilinya, terdapat 2 jenis bakteri yang mempunyai virulensi berbeda, yaitu bakteri tipe pili 1 (yang banyak menimbulkan infeksi pada sistitis) dan tipe pili P (yang sering menimbulkan infeksi berat pielonefritis akut).

Diagnosis Pada umumnya infeksi akut yang mengenai organ padat (ginjal, prostat, epididimis, dan testis) memberikan keluhan yang hebat sedangkan infeksi pada organorgan berongga (buli-buli, ureter, dan pielum) memberikan keluhan yang lebih ringan.

Pemeriksaan urin Pemeriksaan urin merupakan salah satu pemeriksaan yang sangat penting pada infeksi saluran kemih. Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan urinalisis dan pemeriksaan kultur urin. 2

Nekrosis papilla ginjal. Granuloma. USG untuk mengungkapkan adanya hidronefrosis. 3. Penyulit 1. pionefrosis. tetapi pada ISK complicated (yang rumit) perlu dilakukan pemeriksaan pencitraan untuk mencari penyeab/sumber terjadinya infeksi. ataupun abses pada perirenal/ginjal terutama pada gagal ginjal. PIV adalah pemeriksaan rutin untuk mengevaluasi pasien yang menderita ISK compilcated. Voiding sistouretrografi diperlukan untuk mengungkapkan adanya refluks vesiko ureter. Pencitraan Pada ISK uncomplicated (sederhana) tidak diperlukan pemeriksaan pencitraan. Gagal ginjal akut. Supurasi atau pembentukan abses.Pemeriksaan darah Pemeriksaan darah lengkap diperlukan untuk mengungkapkan adanya proses inflamasi atau infeksi. 2. Urosepsis. 4. buli-buli neurogenik. atau divertikulum uretra pada wanita yang sering menyebabkan infeksi yang sering kambuh. dan 6. 3 . 5. CT scan lebih sensitif dalam mendeteksi penyebab ISK daripada PIV atau USG. Foto polos abdomen berguna untuk mengetahui adanya batu radio-opak pada saluran kemih atau adanya distribusi gas yang abnormal pada pielonefritis akuta. Terbentuknya batu saluran kemih.

geografi: pada beberapa daerah menunjukkan angka kejadian batu saluran kemih yang lebih tinggi daripada daerah lain sehingga dikenal sebagai daerah stone belt (sabuk batu). Factor-faktor itu adalah factor intrinsic yaitu keadaan yang berasal dari tubuh seseorang dan factor ekstrinsik yang berasal dari lingkungan disekitarnya.Batu Saluran Kemih Latar belakang Penyakit batu saluran kemih sudah dikenal sejak zaman babilonia dan zaman mesir kuno. jenis kelamin: jumlah pasien laki-laki tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan pasien perempuan. gangguan metabolic. Penyakit ini merupakan tiga penyakit terbanyak di bidang urologi disamping infeksi saluran kemih dan pembesaran prostate benigna. Beberapa factor ekstrinsik adalah: 1. dehidrasi. Di Negara maju lebih banyak dijumpai penyakit batu saluran kemih atas. Secara epidemiologis terdapat beberapa factor yang mempermudah terjadinya batu saluran kemih pada seseorang. 4 . sedangkan di seluruh dunia rata-rata terdapat 1-12% penduduk yang menderita batu saluran kemih. Factor intrinsic itu antara lain adalah: 1. umur: penyakit inipaling sering didapatkan pada usia 30-50 tahun. Di Amerika Serikat 5-10% penduduknya menderita penyakit ini. Penyakit ini dapat menyerang penduduk di seluruh dunia tidak terkecuali penduduk di Indonesia. 3. sedangkan daerah bantu di Afrika Selatan hamper tidak dijumpai penyakit batu saluran kemih. hal ini karena adanya pengaruh status gizi dan aktivitas pasien sehari-hari. Angka kejadian penyakit ini tidak sama di berbagai belahan bumi. Etiologi Terbentuknya batu saluran kemih diduga ada hubungannya dengan gangguan aliran urine. dan keadaankeadaan lain yang masih belum terungkap (idiopatik). infeksi saluran kemih. 2. herediter (keturunan): penyakit ini diduga diturunkan dari orang tuanya. Sebagai salah satu buktinya adalah diketemukan batu pada kandung kemih seorang mumi.

sistin. Kristalografi radiografik merupakan cara yang dianggap paling baik ditinjau dari segi kesederhanaan dan ketepatannya. 5 . Analisa batu dapat dilakukan secara kimiawi. Infeksi. Demikian pula telor sistoma kadang merupakan nidus batu. dan litiasis merupakan factor yang saling memperkuat sehingga terbentuk lingkaran setan atau circulus visiosus. diantaranya berkaitan dengan sindroma alkali atau kelebihan vitamin D. asupan air: kurangnya asupan air dan tingginya kadar mineral kalsium pada air yang dikonsumsi. Batu urat pada anak terbentuk karena pH urin rendah. dan mikroskop electron. oksalat. fosfat. 5. Batu campuran oksalat kalsium dan fosfat biasanya juga idiopatik. dan xantin. Komposisi batu saluran kemih yang dapat ditemukan adalah jenis urat. batu fosfat dan kalsium (hidroksiapatit) kadang disebabkan hiperkalsiuria (tanpa hiperkalsemia).2. pekerjaan: penyakit ini sering dijumpai pada orang yang pekerjaannya banyak duduk atau kurang aktifitas atau sedentary life. asam urat. Factor predisposisi berupa stasis. iklim dan temperature 3. yaitu dengan cara kualitatif dan cara kuantitatif dengan metode kromatografik dan autoanalisis. dankalsium mempermudah terjadinya penyakit batu saluran kemih. Cara lain ialah cara optic dengan diseksi mikroskopik binokuler dengan mikroskop petrografik. 4. oksalat. dapat meningkatkan insiden batu saluran kemih. Batu oksalat kalsium kebanyakan merupakan batu idiopatik. spektroskopi inframerah. statis. termoanalitik. diet: diet banyak purin. infeksi. Batu fosfat ammonium magnesium didapatkan pada infeksi kronik yang disebabkanoleh bacteria yang menghasilkan urease sehingga urin menjadi alkali karena pemecahan ureum. dan benda asing. Jaringan abnormal atau mati pada nefrosis papilla di ginjal dan benda asing mudah menjadi nidus dan inti batu. Komposisi dan pembentukan batu Komposisi batu diketemukan pada seseorang perlu ditentukan karena komposisi batu dipakai sebagai landasan untuk menyelusuri etiologi penyakit batu saluran kemih. Batu asam urat disebabkan oleh hiperuremia pada arthritis urika. Pada kebanyakan penderita batu kemih tidak ditemukan penyebab yang jelas.

sedangkan batu kaliks pada umumnya tidak memberikan kelainan fisik. baik hematuria nyata maupun mikroskopik. Factor lain adalah imobilisasi lama pada penderita cedera dengan fraktur multiple atau paraplegia yang menyebabkan dekalsifikasi tulang dengan peningkatan ekskresi kalsium dan statis sehingga presipitasi batu mudah terjadi. yaitu hematuria. Walaupun demikian. hiperoksaluria. batu ginjal yang terletak di pelvis dapat menyebabkan terjadinya hidronefrosis. Factor ini mengakibatkan oliguria dengan urinyang mengandung asam tinggi urin dan ikatan kimia lain. Nyeri di pinggang dapat dalam bentuk pegal hingga kolik atau nyeri yang terus-menerus dan hebat karena adanya pielonefrosis. besarnya. Batu pelvis ginjal Batu pielum didapatkan dalam bentuk yang sederhana sehingga hanya menempati bagian pelvis. Tanda dan Gejala Klinis Tanda dan gejala penyakit batu saluran kemih ditentukan oleh letaknya. dan morfologinya. kronik. Kadang batu hanya terdapat pada suatu kaliks.Batu idiopatik disebabkan oleh pengaruh berbagai factor. Batu pelvis ginjal dapat bermanifestasi tanpa gejala sampai gejala yang berat. penyakit ini mempunyai tanda umum. Sesuai dengan gangguan yang terjadi. Selain itu bila disertai infeksi saluran kemih dapat juga ditemukan endapan urin. Pada pemeriksaan fisik mungkin kelainan sama sekali tidak ada. Factor yang memegang peranan kausal adalah dehidrasi dan gastroenteritis. bahkan mungkin demam atau tanda sistemik lain. tetapi dapat tumbuh mengikuti bentuk susunan pelviokaliks sehingga bercabang seperti tanduk rusa. Batu saluran kemih dapat mengakibatkan kelainan patologik yang menunjukkan gejala dan tanda akut. Umumnya gejala batu saluran kemih merupakan ostruksi aliran kemih dan infeksi. Pada sebagian kecil penderita batu didapatkan kelainan kausal yang menyebabkan ekskresi kelebihan bahan dasar batu seperti pada hiperparatiroidisme. dan sistinuria. arthritis urika. atau sama sekali tidak ada keluhan dan gejala. Misalnya batu urat pada anak di Negara yang sedang berkembang. sampai terabanya ginjal yang membesar akibat adanya hidronefrosis. Nyeri dapat berupa nyeri tekan atau ketok pada daerah arkus kosta pada sisi ginjal yang terkena. 6 .

Batu ureter Anatomi ureter mempunyai beberapa tempat penyempitan yang

memungkinkanbatu ureter terhenti. Karena peristaltic, akan terjadi gejala kolik, yakni nyeri yang hilang timbul disertai perasaan mual dengan atau tanpa muntah dengan nyeri alih. Selama batu bertahan di tempat menyumbat, selama itu kolik akan berulang-ulang sampai batu bergeser dan memberi kesempatan pada air kemih untuk lewat. Batu ureter mungkin dapat lewat sampai kandung kemih dan kemudian keluar bersama kemih. Batu ureter juga bisa sampai ke kandung kemih dan kemudian berupa nidus menjadi batu kandung kemih besar. Batu juga bisa tetap tinggal di ureter sambil menyumbat dan menyebabkan obstruksi kronik dengan hidroureter yang mungkin asimptomatik. Tidak jarang terjadi hematuria yang didahului oleh serangan kolik. Bila keadaan obstruksi terus berlangsung, lanjutan dari kelainan yang terjadi dapat berupa hidronefrosis dengan atau tanpa pielonefritis sehingga menimbulkan gambaran infeksi umum.

Batu kandung kemih Karena batu menghalangi aliran kemih akibat penutupan leher kandung kemih, aliran yang mula-mula lancar secara tiba-tiba akan terhenti dan menetes disertai dengan nyeri. Pada anak, nyeri menyebabkan anak yang bersangkutan menarik penisnya sehingga tidak jarang dilihat penis yang panjang. Bila pada saat sakit tersebut penderita berubah posisi, suatu saat air kemih akan dapat keluar karena letak batu yang berpindah. Bila selanjutnya terjadi infeksi yang sekunder, selain nyeri, sewaktu miksi juga akan terdapat nyeri menetap suprapubik.

Batu prostat Pada umumnya batu prostat juga berasal dari kemih yang secara retrograde terdorong kedalam saluran prostat dan mengendap, yang akhirnya menjadi batu yang kecil. Pada umumnya batu ini tidak memberikan gejala sama sekali karena tidak menyebabkan gangguan pasase kemih.

Batu uretra 7

Batu uretra merupakan batu yang berasal dari ureter atau kandung kemih yang oleh aliran kemih sewaktu miksi terbawa uretra, tetapi menyangkut di tempat yang agak lebar. Tempat uretra yang agak lebar ini adalah di pars prostatika, bagian permulaan pars bulbosa, dan di fosa navikular. Bukan tidak mungkin dapat ditemukan di tempat lain. Gejala yang ditimbulkan umumnya miksi tiba-tiba terhenti, menjadi menetes dan nyeri. Penyulitnya dapat berupa terjadinya divertikulum, abses, fistel proksimal, dan uremia karena obstruksi urin

Diagnosis Selain pemeriksaan melalui anamnesis dan jasmani untuk menegakkan diagnosis, penyakit batu perlu ditunjang dengan pemeriksaan radiologic, laboratorium, dan penunjang lain untuk menetukan kemungkinan adanya obstruksi saluran kemih, infeksi, dan gangguan faal ginjal. Secara radiologik, batu dapat radioopak atau radiolusen. Sifat radiopak ini berbeda untuk berbagai jenis batu sehingga dari sifat ini dapat diduga jenis batu yang dihadapi. Yang radiolusen umumnya adalah dari jenis asam urat murni. Pada radiopak pemeriksaan dengan foto polos sudah cukup untuk menduga adanya batu saluran kemih bila diambil foto 2 arah. Pada keadaan istimewa tidak jarang batu terletak di depan bayangan tulang, sehingga dapat luput dari pengamatan. Pada batu radiolusen, foto dengan bantuan kontras akan menyebabkan filing defek pada tempat batu sehingga memberikan gambaran pada daerah yang kosong. Yang menyulitkan adalah bila ginjal mengandung batu tidak berfungsi lagi sehingga kontras ini tidak muncul. Dalam hal seperti ini, perlu dilanjutkan dengan pielografi retrograde yang dilaksanakan pemasangan kateter ureter melalui sistikop pada ureter ginjal yang tidak dapat berfungsi untuk memasukkan kontras. Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk mencari kelainan kemih yang dapat menunjang adanya batu di saluran kemih, menentukan fungsi ginjal, dan menetukan sebab terjadinya batu. Pemeriksaan renogram berguna untuk menetukan faal kedua ginjal secara terpisah pada batu bilateral atau bila kedua ureter tersumbat total. Cara ini dipakai untuk memastikan ginjal yang masih mempunyai sisa faal yang cukup sebagai dasar untuk melakukan tindak bedah pada ginjal yang sakit. Pemeriksaan USG dapat untuk 8

melihat semua jenis batu, baik radiolusen maupun radiopak. Selain itu dapat ditentukan ruang dan lumen saluran kemih. Pemeriksaan ini juga dipakai untuk menentukan batu selama tindakan pembedahan untuk mencegah tertingganya batu.

Diagnosis banding Kolik ginjal dan ureter dapat disertai dengan akibat yang lebih lanjut, misalnya distensi usus dan pielonefrosis dengan demam. Oleh karena itu, jika dicurigai terjadi kolik ureter maupun ginjal, khususnya yang kanan, perlu dipertimbangkan kemungkinan kolik saluran cerna, kandung empedu, atau appendicitis akut. Selain itu perempuan juga dipertimbangkan adneksitis. Bila terjadi hematuria, perlu dipertimbangkan kemungkinan keganasan apalagi bila hematuria terjadi tanpa nyeri. Selain itu, juga diingat bahwa batu saluran kemih yang terjadi bertahun-tahun dapat menyebabkan tumor umunya karsinoma epidermoid, akibat rangsangan dan inflamasi. Khusus batu ginjal dengan hidronefrosis peril dipertimbangkan kemungkinan tumor ginjal mulai dari jenis ginjal polikistik hingga tumor Grawitz. Pada batu ureter, terutama dari jenis radiolusen, apalagi bila disertai dengan hematuria yang tidak disertai kolik, perlu dipertmbangkan tumor ureter walaupun tumor ini jarang ditemukan. Dugaan batu kandung kemih jga perlu dipertimbangkan tumor kandung kemih terutama jenis batu radiolusen. Batu prostat biasanya tidak sukar terdiagnosis karena gambaran radiologic yang khas, yang kecil seperti kumpulan pasir di daerah prostate. Akan tetapi, pemeriksaan colok dubur dapat memberi kesan adanya keganasan, teritama bila terdapat batu cukup banyak sehingga teraba seperti karsinoma prostat. Dalam keadaan yang tidak pasti seperti itu dilakukan biopsy prostat.

Tata laksana Piñatalaksanaan batu saluran kemih harus tuntas sehingga bukan hanya mengeluarkan batu saja, tetapi harus disertai dengan terapi penyembuhan penyakit batu atau paling sedikit disertai dengan terapi pencegahan. Hal ini karena batu sendiri hanya merupakan gejala penyakit batu sehingga pengeluaran batu dengan cara apapun bukanlah merupakan terapi yang sempurna. Selanjutnya perlu juga diketahui bahwa pengerluaran batu menyebabkan gangguan pada slauran kemih. Bila batu tersebut 9

ESWL (Extracorporeal Shockwave Lithotripsy) Alat ESWl adalah pemecah batu yang diperkenalkan pertama kali oleh Caussy pada tahun 1980. Terapi medis dan simptomatik Pengelolaan simptomatik mengusahakan agar nyeri. dapat diberikan minum berlebihan disertai diuretic. Batu pun dipecah menjadi fragmen-fragmen kecil sehingga mudah dikeluarkan melalui saluran kemih. Batu struvit tidak dapat dilarutkan tetapi dapat dicegah dengan pengasaman urin dan pemberian antiurease. khususnya kolik yang terjadi menghilang dengan pemberian simpatolitik. Penanganannya dapat berupa terapi medis dan simptomatik atau dengan bahan pelarut.2) sehingga dengan pemberian bikarbonas natrikus disertai makanan alkalis. Pelarutan Jenis batu yang memang dapat dilarutkan adalah dari batu asam urat. Hasil lebih baik dilaporkan dengan pemberian alopurinol dan usaha menurunkan kadar asam urat.tidak memberi gangguan fungsi ginjal makabatu tersebut tidak perlu diangkat diharapkan batu tersebut keluar dengan sendirinya. Selain itu terutama untuk batu ureter yang dapat diharapkan keluar dengan sendirinya. batu ureter proksimal. atau batu buli tanpa melalui tindakan invasive dan tanpa pembiusan. Akan tetapi pemberian antibiotic sukar membasmi kuman karena kuman didalam batu susah dicapai oleh antibiotic. Dengan produksi air kemih yang banyak diharapkan dapat mendorong batu. batu asam urat diharapkan larut. Dapat pula dengan pembedahan atau dengan tindakan yang kurang invasive misalnya nefrostomi perkutan. Batu ureter ini adalah batu yang tidak menganggu saluran kemih termasuk ginjal dan ukurannya kurang dari setengah centimeter. alat ini dapat memecah batu ginjal. 10 . Batu ini terjadi bila pH urin asam (pH: 6. Tidak jarang pecahan-pecahan batu yang sedang keluar menimbulkan perasaan nyeri kolik dan menyebabkan hematuria. Bila terdapat kuman harus dibasmi.

Pecahan batu dikeluarkan dengan evakuator Ellik. Beberapa tindakan endourologi itu adalah: 1. litotripsi: yaitu memecah batu buli-buli atau batu uretra dengan memasukkan alat pemecah batu (litotriptor) kedalam buli-buli. atau dengan energi laser. Dengan memakai energi tertentu.Endourologi Tindakan endourologi adalah tindakan invasive minimal untuk mengeluarkan batu saluran kemih yang terdiri atas memecah batu. Alat itu dimasukkan melalui uretra atau melalui insisi kecil pada kulit (perkutan). dan kemudian mengeluarkanya dari saluran kemih melalui alat yang dimasukkan langsung kedalam saluran kemih. PNL( Percutaneus Nephro Litholapaxy): yaitu mengeluarkan batu yang berada didalam saluran ginjal dengan cara memasukkan alat endoskopi ke system kalises melalui insisi pada kulit. 2. dengan memakai energi hiraulik. energi gelombang suara. Probe pemecahan batu dapat dilakukan secara mekanik. uretroskopi atau uretro-renoskopi: yaitu memasukkan alat uretroskopi peruretram guna melihat keadaan ureter atau system pielo-kalises ginjal. 11 . Batu kemudian dikeluarkan atau dipecah terlebih dahulu menjadi fragmen-fragmen kecil. 3. batu yang berada didalam ureter maupun system pelvikalises dapat dipecah melalui tuntunan uretroskopi/uretreorenoskopi ini.

Brawijaya. Available at: http://myhealth. Daftar pustaka 1. 2007. atau mengalamu pengkerutan akibat batu yang menimbulkan obstruksi dan infeksi menahun. Buku Ajar Ilmu Bedah. rendah garam karena natriuresis akan memacu timbulnya hiperkalsiuri. Jakarta. Edisi revisi. tindakan selanjutnya yang penting adalah upaya mengindari timbulnya kekambuhan. Diet rendah kalsium tidak dianjurkan kecuali pada pasien yang menderita hiperalsiuri absortif tipe II. ekstraksi Dormia: yaitu mengeluarkan batu ureter dengan menjaringnya melalui alat keranjang dormia. hal. rendah oksalat. 2nd ed. in : dasar-dasar urologi FK univ.centrahealth. Bedah terbuka Di klinik-klinik yang belum mempunyai fasilitas yang memadai untuk tindakantindakan endourologi. rendah purin. CV. Tidak jarang pasien harus menjalani nefrektomi atau pemgambilan ginjal karena ginjalnya tidak berfungsi lagi dan berisi nanak (pionefrosis). diet mengurangi kadar zat-zat pembentuk batu. Healthy wise. laparoskopi. Pembedahan terbuka itu antara lain: pielolitotomi atau nefrolitotomi untuk mengambil batu pada saluran ginjal. Pencegahan Setelah batu dikeluarkan dari saluran kemih.com. pemberian medikamentosa. 57-67 3. korteksnya sudah sangat tipis. Last update: May 30. Sjamsuhidajat R. Jong Wim de. Diet yang dianjurkan adalah diet rendah protein karena protein memacu ekskresi kalsium urine yang dapat membuat urine menjadi asam. Cara ini banyak dipakai untuk mengambil batu ureter. 12 . Angka kekambuhan batu rata-rata 7% per tahun atau kurang lebih 50% dalam 10 tahun. Bedah laparoskopi Pembedahan laparoskopi untuk mengambil batu saluran kemih saat ini sedang berkembang. 2003. hal.4. Extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL). 756-764 2. dan uretrolitotomi untuk batu di ureter. 1997. pengambilan batu masih dilakukan melalui pembedahan terbuka. aktivitas harian yang cukup. Penerbit Buku Kedokteran EGC. maupun ESWL. Pada umumnya pencegahan itu berupa menghindari dehidrasi dengan minum air 2-3 liter per hari. Purnomo B Basuki. Sagung seto. Jakarta.

Sebagian besar hiperplasia prostat terdapat pada zona transisional. organ ini membuntu uretra pars prostatika dan menyebabkan terhambatnya aliran urine keluar dari buli-buli. zona 13 . INSIDENSI Pada usia 55 tahun ±25% dari pria ditemukan gejala obstruktif. Pada usia 75 tahun ±50% pada pria mengeluhkan gejala pancaran urin yang lemah pada waktu miksi. jarang ditemukan pada usia di bawah 40 tahun.BENIGN PROSTAT HIPERPLASI (BPH) DEFINISI BPH adalah hiperplasi kelenjar periuretral (sel-sel glanduler dan intersisial) dari prostat. Bila pengalami pembesaran. ±50% pada pria dibawah 60 tahun terkena BPH karena mempunyai sifat diturunkan. zona sentral. di depan rectum dan membungkus uretra posterior.5 cm dan beratnya 20 gram. Menurut penelitian diketahui pula karena perbedaan ras. BPH merupakan tumor jinak yang paling sering terjadi pada laki-laki dan berhubungan dengan usia. Kelenjar ini terdiri atas jaringan fibromuskular dan glandular yang terbagi dalam beberapa daerah atau zona. Sifat ini diturunkan secara dominan autosomal. ANATOMI Kelenjar Prostat Prostat adalah organ genitalia pria yang terletak di sebelah inferior buli-buli. yaitu zona perifer. Faktor resiko BPH masih belum jelas. Bentuknya seperti buah kenari dengan ukuran 4 x 3 x 2.

seperti pada saat ejakulasi. Prostat mendapat inervasi otonomik simpatik dan parasimpatik dari pleksus prostatikus. Sistem simpatik memberikan inervasi pada otot polos prostat. sedangkan rangsangan simpatik menyebabkan pengeluaran cairan prostat ke dalam uretra posterior. dan leher buli-buli. Volume cairan prostat merupakan ±25% dari seluruh volume ejakulat. dan zona periuretra. Komponen stroma ini terdiri atas otot polos. dan jaringan penyanggah yang lain. Prostat menghasilkan suatu cairan yang merupakan salah satu komponen dari cairan ejakulat. Stimulasi parasimpatik meningkatkan sekresi kelenjar pada epitel prostat. fibroblas. Cairan ini dialirkan melalui duktus sekretorius dan bermuara di uretra posterior untuk kemudian di keluarkan bersama cairan semen lain pada saat ejakulasi. zona fibromuskuler anterior. Secara histopatologik kelenjar prostat terdiri atas komponen kelenjar dan stroma. pembuluh darah. saraf. Pleksus prostatikus ( pleksus pelvikus ) menerima masukan serabut parasimpatik dari korda spinalis S2-4 dan simpatik dari nervus hipogastrikus (T10-L2). Rangsangan simpatik menyebabkan dipertahankannya tonus otot polos tersebut. 14 . Sebagian besar hiperplasia prostat terdapat pada zona transisional. Ditempat itu banyak terdapat reseptor adrenegika. sedangkan pertumbuhan karsinoma prostat berasal dari zona perifer.transisional. kapsula prostat.

sedangkan kadar estrogen relatif tetap sehingga perbandingan antara estrogen: testostron relatif meningkat. 2.ETIOLOGI Etiologi BPH belum pasti. Jadi meskipun rangsangan terbentuknya sel-sel baru akibat rangsangan testosteron menurun. tapi sel-sel prostat yang telah ada mempunyai umur lebih panjang sehingga massa prostat jadi lebih besar. 15 . Hingga sekarang masih belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya hiperplasia prostat. tetapi kemungkinan berhubungan dengan multifaktor dan endokrin. Beberapa hipotesis yang di duga sebagai penyebab timbulnya hiperplasia prostat adalah: 1. tetapi beberapa hipotesis menyebutkan bahwa hiperplasia prostat erat kaitannya dengan peningkatan kadar dihidrotestosteron (DHT) dan proses aging. Kelenjar prostat terdiri atas elemen stromal dan epitel. aktivitas enzim 5a-reduktase dan jumlah reseptor androgen lebih banyak. Dibentuk dari testosteron yang sangat penting pada pertumbuhan sel-sel kelenjar prostat oleh enzim 5a-reduktase dengan bantuan koenzim NADPH. Hal ini menyebabkan sel-sel prostat pada BPH lebih sensitif terhadap DHT sehingga replikasi sel lebih banyak dibandingkan dengan prostat normal. dan menurunkan jumlah sel-sel prostat (apoptosis). Estrogen di dalam prostat berperan dalam terjadinya proliferasi sel-sel kelenjar prostat dengan cara meningkatkan sensitifitas sel-sel prostat terhadap rangsangan hormon androgen. meningkatkan jumlah reseptor androgen. Masing-masing atau bahkan keduanya dapat berkembang menjadi nodul-nodul hiperplastik dan gejala-gejala yang ada dapat diartikan sebagai suatu BPH. Ketidakseimbangan antara estrogen-testosteron Pada usia semakin tua kadar testosteron samakin menurun. Hanya saja pada BPH. Teori dihidrotestosteron DHT adalah metabolit androgen yang sangat penting pada pertumbuhan sel-sel kelenjar prostat. Pada BPH kadar DHT tidak jauh berbeda dengan kadarnya pada prostat normal. DHT yang telah terbentuk berkaitan dengan reseptor androgen (RA) membentuk kompleks DHT-RA pada inti sel dan selanjutnya terjadi sintesis protein growth factor yang menstimulasi pertumbuhan sel prostat.

Terjadinya BPH dipostulasikan sebagai ketidaktepatnya aktivitas sel stem sehingga terjadi produksi yang berlebihan sel stroma maupun epitel. Kontraksi yang terus menerus ini menyebabkan perubahan anatomic buli-buli berupa hipertrofi otot detrusor. obstruksi mekanis terjadi dari adanya gangguan didalam lumen uretra atau leher kandung kencing.3. Saat prostat membesar terjadi proses penyempitan lumen uretra prostatika dan menghambat aliran urin. Komponen obstruksi dapat menjadi komponen obstruksi dinamis atau komponen mekanis. Saat pembesaran prostat timbul. Mukosa dapat menerobos keluar di antara serat detrusor. Stroma prostat. Tonjolan mukosa yang kecil dinamakan sakula. Teori sel stem Sel stem adalah sel yang mempunyai kemampuan berproliferasi secara ekstensif. sedangkan yang besar disebut divertikel. Fase penebalan detrusor ini disebut fase kompensasi otot dinding. 5. sedangkan faktor pertumbuhan TGFB berperan pada proses apoptosis. Interaksi stroma-epitel Cunha (1973) membuktikan bahwa diferensiasi dan pertumbuhan sel epitel prostat secara tidak langsung di kontrol oleh sel-sel stroma melalui suatu mediator (growth factor) yang selanjutnya mempengaruhi sel-sel stroma sehingga menyebabkan terjadinya proliferasi sel-sel epitel maupun sel-sel stroma. Untuk dapat mengeluarkan urin. Perubahan struktur pada buli-buli tersebut. yang terdiri dari otot polos dan 16 . PATOFISIOLOGI Suatu hubungan gejala dapat dikaitkan antara BPH dengan obstruksi dari prostat atau terjadinya respon sekunder pada kandung kencing saat berkemih. Penonjolan serat detrusor ke dalam kandung kemih dengan sistokopi akan terlihat seperti balok yang disebut trabekulasi (buli-buli). Berkurangnya kematian sel prostat Estrogen di duga mampu memperpanjang usia sel-sel prostat. Komponen dinamis dalam obstruksi prostat menerangkan variasi natural dalam gejala yang terjadi pada pasien. buli-buli harus berkontraksi lebih kuat guna melawan tahanan itu. Keadaan ini menyebabkan peningkatan tekanan intravesika. 4. menyebabkan kesulitan yang tinggi dalam berkemih. oleh pasien dirasakan sebagai keluhan pada saluran kemih sebelah bawah atau lower urinary tract symptom (LUTS).

Gejala pada saluran kemih bagian bawah (LUTS) Gejala-gejala pada BPH dapat dibagi menjadi 2. rasionya meningkat menjadi 4:1. pada BPH. Tekanan pada kedua muara ureter ini dapat menimbulkan aliran balik urin dari buli-buli ke ureter atau terjadi refluks vesikoureter. dan otot polos pada leher buli-buli. Tingkat stimulasi otonom diatur oleh uretra prostatika. GEJALA KLINIS 1.kolagen. Gejala obstruksi dapat berupa hesitansi (menunggu lama pada permulaan buang air kecil). yaitu : gejala obstruksi dan gejala iritasi. Dalam hal ini massa prostat yang menyebabkan obstruksi komponen statik sedangkan tonus otot polos yang merupakan komponen dinamik sebagai penyebab obstruksi prostat. tetapi juga disebabkan oleh tonus otot polos yang ada pada stroma prostat. Pada pemeriksaan inspeksi. hal ini menyebabkan pada BPH terjadi peningkatan tonus otot polos prostat dibandingkan dengan prostat normal. kaya akan suplai persarafan adrenergik. Obstruksi yang diakibatkan oleh hiperplasia prostat benigna tidak hanya disebabkan oleh adanya massa prostat yang menyumbat uretra posterior. Kalau pada prostat normal rasio stroma dibanding dengan epitel adalah 2:1. sehingga resitensi saat berkemih berkurang. bahkan akhirnya dapat jatuh kedalam gagal ginjal. Jika terlewat pada pemeriksaan. Pada BPH terjadi rasio peningkatan komponen stroma terhadap epitel. hidronefrosis. Penggunaan terapi α-blocker menurunkan tonus. penebalan otot detrusor pada serabut otot terlihat sebagai trabekula pada pemeriksaan cystocospic. Meskipun selanjutnya keluhan ini akan berkurang tidak stabilnya otot detrusor juga menjadi factor. Keadaan ini jika berlangsung terus akan mengakibatkan hidroureter. Keluhan iritatif berkemih yang kosong pada BPH berasal dari respon sekunder dari kandung kencing untuk meningkatkan pengeluaran isi kandung kencing. pancaran urin yang lemah pengosongan buli-buli yang kurang 17 . Pengeluaran ini terhambat karena otot detrusor hipertrofi dan hyperplasia dikarenakan terjadinya deposisi kolagen. herniasi mucosal antara otot detrusor terjadi divertikula (disebut juga Divertikula vera yang hanya terdiri mukosa dan serosa) Tekanan intravesika yang tinggi diteruskan ke seluruh buli-buli tidak terkecuali pada kedua ureter. Otot polos itu dipersarafi oleh serabut simpatis yang berasal dari nervus pudendus. kapsul prostat.

benjolan di pinggang (yang merupakan tanda dari hidronefrosis). mengedan bila miksi. Merasakan masih terdapat sisa urine sehabis kencing ? 18 . atau demam yang merupakan tanda dari infeksi/ urosepsis. hemoroid karena peningkatan tekanan intraabdominal. nyeri bila miksi. 8-19 sedang. jawaban dapat diberikan skor sebagai berikut: 0 = Tidak pemah 1 = Kurang dari sekali dari 5 kali kejadian 2 = Kurang dari separuh kejadian 3 = Kurang lebih separuh dari kejadian 4 = Lebih dari separuh dari kejadian 5 = Hampir selalu Dalam satu bulan terakhir ini berapa seringkah anda: 1. double voiding (miksi untuk kedua kalinya dalam 2 jam dari yang sebelumnya. dan 20-35 berat. frekuensi (sering buang air kecil). Urin yang selalu menetes tanpa disadari oleh pasien yang merupakan tanda inkontinensia paradoksa. Setiap pertanyaan yang berhubungan dengan keluhan miksi diberi nilai 0-5. MENEGAKKAN DIAGNOSA 1. Dimana score 0-7 ringan. 2. Gejala di luar saluran kemih Hernia inguinalis. Gejala pada saluran kemih bagian atas Nyeri pinggang. dan nokturia (buang air kecil malam hari lebih dari 1 kali). air kencing menetes). 3. Gejala iritatif berupa urgensi (tergesa-gesa buang air kecil). SKOR INTERNASIONAL GEJALA PROSTAT (I-PSS) Untuk pertanyaan nomer 1 hingga 6.puas. disuria. Penilaian ini terfokus pada 7 pertanyaan yang di ajukan terhadap pasien-pasien untuk mengetahui seberapa sering timbul gejala iritasi dan obstruksi. sedangkan keluhan yang menyangkut kualitas hidup pasien diberi nilai 1-7. ANAMNESIS American Urological Association (AUA) telah mengembangkan suatu standar daftar pertanyaan yang berlaku dan dapat dipercaya dalam identifikasi kebutuhan akan perawatan terhadap pasien-pasien dan dalam memonitoring terhadap terapi yang dilakukan.

Tidak bahagia 2.2. Senang 4. Pada pemeriksaan rectal toucher kelenjar prostat diperiksa dengan memperhatikan dari segi bentuk dan ukuran serta konsistensi. jawablah dengan skor seperti di bawah ini: 0 = Tidak pernah 3 = Tiga kali 1 = Satu kali 2 . Dalam hal ini dapat ditemukan adanya suatu gejala obstrutif: (1) adanya penurunan berat badan atau udem pada wajah dan kedua tangan.. L:Kualitas hidup. V: volume prostat) 2.Dua kali 4 = Empat kali 5 = Lima kali 7. Sangat senang 3. Q_.. Harus mengejan dalam memulai kencing ? Untuk pertanyaan nomer 7. (4) ada massa yang teraba di abdomen bagian bawah. Harus berhenti pada saat kencing dan segera mulai kencing lagi dan hal ini dilakukan berkali-kali? 4.. R: sisa urine. Puas 5. (2) pucat atau anemia. L_I . Pada suatu keadaan hiperplasia 19 .. pemeriksa harus menilai proses pengosongan urin pasien sebagai hal utama dalam pemeriksaan... Merasakan pancaran urine yang lemah ? 6.V_I (S:Skor I-PSS. R _ . Harus kencing lagi padahal belum ada setengah jam yang lalu anda baru saja kencing ? 3. Pertanyaan nomer 8 adalah mengenai kualitas hidup sehubungan dengan gejala di atas. Buruk sekali 8. jawablah dengan: 1. Tidak dapat menahan keinginan untuk kencing ? 5.. Sangat tidak puas 7.. Q: pancara urine dalam ml/detik.. Dengan keluhan seperti ini bagaimanakah anda menikmati hidup ini? Kesimpulan: S__. Campuran antara puas dan tidak puas 6.. Dalam satu bulan terakhir ini berapa kali anda terbangun dari tidur malam untuk kencing ? Total Skor (S) = . (3) kardiomegali atau udem pulmonal. PEMERIKSAAN FISIK Untuk mengetahui adanya penurunan kekuatan pancaran aliran urin..

Jika teraba pembesaran prostat maka dapat diperkirakan besar prostat > 50 gram. berat 20-25 gram : prostat teraba 2-3 cm. Rectal Grading Dengan Rectal-toucher: Stage 0 Stage 1 Stage 2 Stage 3 Stage 4 : prostat teraba < 1 cm. berat > 100 gram Pada BPH Rectal-toucher menunjukan konsistensi prostat kenyal. Sebagai tambahan dalam menilai kelenjar prostat. lobus kanan dan kiri simetris.biasanya di dapatkan suatu prostat dengan keadaan licin. Intra-Uretral Grading Dilakukan pemeriksaan dengan endoskopi untuk melihat seberapa penonjolan kedalam lumen uretra. berat 25-60 gram : prostat teraba 3-4 cm. Pasien dengan pembesaran prostat mungkin tidak ditemukan gejala obstruksi traktus urinarius. b. Normal Grade 1 Grade 2 Grade 3 Grade 4 : sisa urin tidak ada : sisa urin 0-50cc : sisa urin 50-150 cc : sisa urin > 150 cc : retentio urin total d. e. keras dan elastis. a. Dengan kateter di ukur sisa urin dalam buli-buli. pada pemeriksaan rectal toucher dapat memberikan keuntungan bagi pemeriksa dalam menilai kekuatan tonus dari spingter ani. yang secara tidak langsung juga memberikan gambaran keadaan dari persarafan vesika urinaria. Clinical Grading Pada pagi hari atau setelah diberi minum yang banyak. barat 60-100 gram : prostate teraba > 4 cm. c. pasien disuruh BAK sampai habis. Pemeriksaan Bimanual Dengan melakukan Rectal-toucher dan penekanan pada supra-pubik. Intra-Vesikal Grading Dengan pemeriksaan Cystogram 20 . dan tidak didapatkan nodul-nodul. sedangkan pada pasien dengan pembesaran lobus medial dapat ditemukan dengan jelas suatu adanya gejala obstruktif dan retensi urin tanpa adanya suatu pembesaran prostat yang teraba. berat < 10 gram : prostat teraba 1-2 cm.

ureum kreatinin. Disamping itu ultrasonografi transabdominal mampu untuk mendeteksi adanya hidronefrosis ataupun kerusakan ginjal akibat obstruksi BPH yang lama. Pemeriksaan gula darah dimaksudkan untuk mencari kemungkinan adanya diabetes melitus yang dapat menimbulkan kelainan persarafan pada buli-buli (buli-buli neurogenik). mengetahui adanya penyulit pada saluran kemih bagian atas. Pembesaran prostat dapat pula dilakukan dengan ultrasonografi suprapubik. Uroflowmetri Dengan uroflowmetri dapat diukur: (1) pancaran urin maksimal (maximal flow rate-Qmax).3. pemeriksaan ini untuk mengetahui asal dari perdarahan yang ada. Pengukuran sisa urin yang tertinggal dalam buli-buli 21 . Ultrasonografi transrektal atau TRUS. PEMERIKSAAN PENUNJANG a. selain itu untuk mengetahui besar prostat dengan mengukur panjang uretra pars prostatika dan penonjolan prostat ke dalam uretra. Kultur urine untuk mencari jenis kuman dan menentukan sensitifitas. menentukan jumlah residual urine. dimaksudkan untuk mengetahui besar atau volume kelenjar prostat. adanya kemungkinan pembesaran prostat maligna. Jika dicurigai adanya keganasan prostat perlu di periksa kadar penanda tumor PSA. Pemeriksaan sistografi dilakukan bila pada anamnesis ditemukan hematuria atau pada pemeriksaan urin ditemukan mikrohematuria. Gambaran Radiologis Foto polos perut berguna untuk mencari adanya batu opak di saluran kemih. adanya batu/kalkulosa prostat dan kadangkala dapat menunjukan bayangan buli-buli yang penuh terisi urine. (2) volume urin yang keluar (voided volume). b. Laboratorium Sedimen urin diperiksa untuk menandakan infeksi/hematuri. c. (3) lama waktu miksi. sebagai petunjuk untuk melakukan biopsi aspirasi prostat. yang merupakan tanda dari suatu retensi urine. Faal ginjal.

trabekulasi. untuk mengetahui adanya infeksi maka dilakukan kultur urine dan urinalisis. Kedua. infeksi traktus urinarius berulang. Bila tekanan intra vesika yang selalu tinggi tersebut diteruskan ke ureter dan ginjal. Hematuri dan nyeri biasanya merupakan gejala adanya batu buli-buli. gross hematuri 22 . yaitu mukosa buli-buli menerobos di antara serat-serat detrusor. Ketiga. Disamping itu terapi spesifik lainnya berupa adanya indikasi untuk tindakan operasi termasuk retensio urine kronik (sedikitnya 1 kali percobaan menggunakan kateter yang gagal). sedang pancaran maksimal menjadi 15 ml/detik atau kurang. batu buli-buli atau ca prostat. yaitu terjadi penebalan serat-serat detrusor akibat tekanan intra vesika yang selalu tinggi akibat obstruksi.setelah buang air kecil diukur dengan memasang kateter setelah buang air kecil. DIAGNOSA BANDING Kondisi obstruksi lainnya dari traktus urinarius bagian bawah adalah striktur uretra. akan terjadi hidroureter dan hidronefrosis yang akan mengakibatkan penurunan fungsi ginjal TERAPI Untuk BPH dengan gejala ringan (score 0-7) terapi hanya berupa ”Watchful Waiting”. Yang harus diketahui dalam menilai pria dengan dugaan BPH yaitu adanya riwayat urethritis atau trauma untuk menyingkirkan adanya striktur uretra atau kontraktur leher buli-buli. Pada obstruksi ringan pancaran menurun antara 6-8 ml/detik.ca prostat dapat diketahui pada DRE atau kenaikan serum PSA. Angka normal pancaran kemih rata-rata 10-12 ml/ detik dan pancaran maksimal sampai sekitar 20 ml/detik. bila sakulasi menjadi besar dapat menjadi divertikel. Komplikasi lain adalah pembentukan batu vesika akibat selalu terdapat sisa urin setelah buang air kecil. kontraktur leher buli-buli. Suatu infeksi pada traktus urinarius dapat memberikan gambaran gejala iritasi BPH. KOMPLIKASI Komplikasi yang dapat terjadi pada pasien yang dibiarkan tanpa pengobatan: Pertama. dapat terjadi sakulasi. sehingga terjadi pengendapan batu.

Watchful Waiting Pilihan terapi ini hanya untuk pasien BPH dengan gejala ringan(score 0-7). yaitu penghambat alpha yang tidak selektif yang ternyata mampu memperbaiki laju pancaran miksi dan mengurangi keluhan miksi. Alpha Bloker Caine adalah yang pertama kali melaporkan penggunaan obat penghambat adrenergik alpha sebagai salah satu terapi BPH. Pasien tidak mendapatkan terapi apapun dan hanya diberi penjelasan mengenai sesuatu hal yang mungkin dapat memperburuk keluhannya. Pasien dengan gejala sedang dapat dilakukan terapi ini jika pasien menginginkan. diantaranya adalah hipotensi postural dan kelainan kardiovaskuler lain. Dilaporkan bahwa obat ini mampu memperbaiki pancaran miksi tanpa menimbulkan efek terhadap tekanan darah maupun denyut jantung. Pada saat itu dipakai fenoksibenzamin. batu buli-buli.berulang. seperti:      Jangan mengkonsumsi alkohol atau rokok setelah makan malam Kurangi makanan atau minuman yang mengiritasi buli-buli Batasi penggunaan obat-obat influenza yang mengandung fenilpropanolamin Kurangi makanan pedas atau asin Jangan menahan kencing terlalu lama 2. Ditemukannya obat penghambat adrenegik-a1 adalah : Prazosin dua kali sehari. afluzosin. dan doksazosin yang diberikan sehari sekali. terazosin. Akhir-akhir ini telah ditemukan pula golongan penghambat adrenegik-a1A. 1. Inhibitor 5 alpha-reduktase Finasteride adalah merupakan inhibitor 5 alpha-reduktase yang memblok perubahan hormon testosteron menjadi dihydrotestosteron. Terapi Medis I. Obat-obat ini dilaporkan dapat memperbaiki keluhan miksi dan laju pancaran urin. yaitu tamsulosin yang sangat selektif terhadap otot polos prostat. Sayangnya obat ini tidak disenangi oleh pasien karena menyebabkan komplikasi sistemik yang tidak diharapkan. Obat ini 23 .insufisiensi ginjal dari buli-buli atau divertikula buli-buli yang besar. II.

inhibisi basic fibroblast growth factor (BFGF) dan epidermal growth factor (EGF). Fitofarmaka Beberapa ekstrak tumbuhan-tumbuhan tertentu dapat dipakai untuk memperbaiki gejala-gejala akibat obstruksi prostat.Resiko pada TURP termasuk didalamnya berupa ejakulasi retrograd. impoten. Jika tidak segera diatasi. dan terdapat bradikardi. Kebanyakan dari prosedur ini memerlukan pemakaian anestesi spinal serta membutuhkan 1-2 hari perawatan di RS. Di antara fitoterapi yang banyak dipasarkan adalah : Pygeum africanum. 24 . III. mengacaukan metabolisme prostaglandin. Transurethral Resection Of The Prostat (TURP) 95% dari simple prostatektomi dapat dilakukan secara endoskopi yang di masukan melalui penis atau uretra. 3. yang jika berlebih dapat menyebabkan terjadinya hiponatremia relatif atau gejala intoksikasi air atau dikenal dengan sindroma TURP. Radix urtica dan masih banyak lainnya. Sindroma ini ditandai dengan pasien yang mulai gelisah. Cairan yang sering dipakai yaitu H2O steril (aquades). tetapi data-data farmologik tentang kandungan zat aktif yang mendukung mekanisme kerja obat fitoterapi sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. kesadaran somnolen. menurunkan outflow resistance. Hypoxis rooperi. Terapi Operasi Konvesional I. yang dimaksudkan agar tidak terjadi hantaran listrik pada saat operasi. efek anti inflamasi. Reseksi kelenjar prostat dilakukan transuretra dengan mempergunakan cairan irigasi (pembilas) agar daerah yang akan direseksi tetap terang dan tidak tertutup oleh darah. tekanan darah meningkat . dan inkontinensia. serena repens. Kemungkinan fitoterapi bekerja sebagai : anti-androgen.mempengaruhi komponen epitel dari kelenjar prostat yang mengakibatkan pengurangan ukuran dari kelenjar dan memberikan perbaikan gejala. 6 bulan terapi diperlukan untuk mengetahui efek maximum dari ukuran prostat. menurunkan kadar sex hormon binding globulin (SHBG). dan memperkecil volume prostat. Salah satu kerugian dari aquades adalah sifatnya yang hipotonik sehingga cairan ini dapat masuk ke saluran sistemik melalui pembuluh darah vena yang terbuka pada saat reseksi. Keuntungan dari TURP tidak dilakukan sayatan sehingga mengurangi terjadinya infeksi. Cairan yang dipergunakan adalah berupa larutan non ionik.

Komplikasi yang terjadi perdarahan. Sebelum melakukan ini. infeksi. dan impontensi. penyempitan uretra. dan pengukuran kadar PSA. sering mempunyai hyperplasia pada komisura posterior (leher bulibuli terangkat). melakukan USG Transrektal.pasien akan mengalami edema otak yang akhirnya jatuh kedalam koma dan meninggal. Terapi standar sindrom ini terdiri dari pemberian diuretik dan penggunaan salin hipotonik intravena II. Pada cara ini melibatkan 2 potongan menggunakan pisau Colinns pada arah jam 5 dan jam 7. kedua potongan ini dimulai dari arah distal sampai mulut uretra dan meluas keluar sampai ke verumontirium. 25 . Untuk mengurangi resiko timbulnya sindroma TURP. Pada pasien-pasien ini akan sangat bermanfaat. cara ini lebih cepat dan sedikit mengalami kesalahan daripada TURP. Transurethral Inscision Of The Prostat (TUIP) Sering pada pria dengan gejala BPH sedang sampai berat serta kelenjar prostat yang kecil. harus disingkirkan kemungkinan adanya Ca prostate dengan melakukan colok dubur. dipakai cairan isotonik yaitu glisin dan harus membatasi untuk tidak melakukan reseksi lebih dari satu jam.

prostatitis berulang 6. Open Simple Prostatektomi Jika ukuran prostat terlalu besar untuk dipindahkan secara endoskopi. Indikasi absolut prostatektomi : 1. batu buli-buli 5. Simple suprapubik prostatektomi dilakukan secara transvesical dan merupakan operasi pilihan dalam menangani masalah kelainan dalam buli-buli. frekuensi BAK yang mengganggu tidur atau kerja perubahan obstruksi awal pada buli-buli serta traktus urinarius bagian atas 3. obstruksi kronik dengan eksaserbasi akut 3. Setelah 26 . Open prostatektomi mungkin dapat pula berguna. perdarahan dari hipertrofi benigna Indikasi relatif prostatektomi : 1. yaitu dengan seiring adanya divertikula buli-buli atau batu buli-buli atau jika posisi litotomi tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi. batu buli-buli dengan obstruksi kronik 4. maka diperlukan suatu enukleasi terbuka. Kelenjar prostate lebih dari 100 g biasanya dilakukan suatu enukleasi terbuka. residual urin 4. retensi akut 2. infeksi traktus urinarius berulang dari obstruksi 6. kerusakan pada buli-buli dan traktus urinarius bagian atas dari obstruksi 5.III. kronik obstruktif dengan azotemia 2. BPH dengan komplikasi Pembesaran kelenjar prostat bukan indikasi prostatektomi. Pada open prostatektomi dapat dilakukan 2 cara yaitu: suprapubik dan retropubik.

buli-buli di buka kemudian dibuat satu potongan semisirkuler pada mukosa buli-buli. Beberapa perbedaan tehnik Necro coagulation telah diketahui :  Transurethral Laser Induced Prostatectomy (TULIP) Dilakukan dengan cara menggunakan panduan memakai USG Transurethral. kemudian pada potongan tumpul dengan menggunakan jari dibuat untuk memindahkan adenoma. Terapi Invasif Minimal I. dimana sebelumnya telah dipasang kateter uretra dan suprapubik sebelum di lakukan penutupan. right angle fibre. 27 . 4. interstitial fibre. Holmium YAG. perlahan mungkin ditarik dari leher buli-buli sampai ke apex. Untuk mengetahui kedalamannya dapat dilihat melalui USG. Pada potongan apical juga dibuat setajam mungkin untuk menghindari injuri terhadap distal spingter mekanisme. lalu adenomanya di enukleasi. Terapi Laser Ada 4 sumber tenaga yang digunakan pada terapi ini yaitu : Nd YAG. setelah hemostasis dicapai dengan melakukan penjahitan. distal dari trigonum. Alat-alat pada TULIP diletakkan di dalam uretra dan USG Transurethral digunakan untuk menuntun alat TULIP. Pada simple retropubik prostatektomi buli-buli tidak di masuki. dan diode yang dipancarkan melalui bare fibre. Setelah adenoma di angkat. Pemotongan pada bidang datar harus sangat tajam. Kemudian insisi pada daerah kapsul prostate yang akan di operasi. Pada simple retropubik hanya digunakan 1 kateter. KTP YAG.

(2) gejalanya jarang timbul lagi. karena di lakukan dengan cara meletakkan serat dari lasernya langsung berada didalam jaringan prostat yang dapat menguap. dan biasanya dibawah kendali cytoskopi. masa rawat di RS lebih singkat.  Terapi Laser Intersitiel Pada cara ini seratnya diletakkan langsung pada prostat. Keuntungan dari penggunaan bedah laser adalah (1) perdarahannya minimal. (2) membutuhkan waktu saat kateterisasi post operasi. Penggunaan cara ini hanya dapat mengurangi sedikit gejala iritasinya saja. lasernya ditembakan langsung. (3) berguna pada pasien – pasien yang menggunakan terapi antikoagulan. Termoterapi 28 . Namun hanya dapat dilakukan pada prostat yang tidak terlalu besar (<50 gram) dan butuh waktu operasi lebih lama. Teknik ini cukup aman. (4) dapat dilakukan pada pasien. II. Kerugiannya adalah : (1) kurangnya jaringan patologik yang tersedia. sehingga mampu membuat vaporisasi kelenjar prostat. perdarahan minimal. Visual Contact Ablative Cara ini merupakan cara yang membutuhkan waktu yang lama. Pada setiap penusukan. III. sehingga mengakibatkan lapisan submukosanya mengalami nekrosis koagulasi.pasien rawat jalan. karena mukosa dari uretera berbeda dan sisa dari jaringan prostatnya dipisahkan serta jaringan dari prostatnya diresobpsi. Elektrovaporasi Prostat Sama dengan TURP. (3) bertambahnya gejala iritasi. hanya teknik ini memakai roller ball yang spesifik dan dengan mesin diatermi yang cukup kuat.

V. IV. Probenya dapat digunakan untuk memberikan gambaran prostat dan juga dapat menghantarkan ledakan kecil dari energi USG yang terfokus dengan kekuatan tinggi yang mana dapat mengakibatkan panasnya jaringan prostat dan dapat mengakibatkan suatu nekrosis koagulasi. Alat ini didesain khusus sebagai USG dengan dual fungsi yang diletakkan direktum. Direkomendasikan bagi prostat yang ukurannya kecil. Sistem ini terdiri dari kateter TUNA yang dihubungkan dengan generator. pasien seringkali masih mengeluh hematuria. kadang retensi urine dan epididimo-orkitis. Metode ini memerlukan anestesi umum. High – intensity focused ultrasound (HIFU) Metode ini merupakan bentuk lain dari ablasi thermal jaringan.Energi panas bersamaan gelombang mikro dipancarkan melalui kateter transuretra. Besar dan arah pancaran energi diatur sehingga dapat melunakkan jaringan prostat yang membuntu uretra. Transurethral needle ablation of the prostate (TUNA) Metode ini memakai energi dari frekuensi radio yang menimbulkan panas sampai 100o. Metode ini tidak dapat digunakan pada terapi pembesaran lobus medial dan leher buli – buli . 29 . Morbiditas rendah. Pada pembesaran lobus medial dan leher buli – buli tidak dapat menggunakan metode ini. dapat dijalani oleh pasien dengan kondisi kurang baik jika menjalani pembedahan. sehingga menyebabkan nekrosis jaringan prostat. dapat dilakukan tanpa anestesi. disuria.

rasa tidak enak di daerah penis. pasien masih merasakan keluhan miksi berupa gejala iritatif. Metode ini sangat efektif pada prostat – prostat dengan ukuran kecil ( < 40 cm3 ).Transurethral balloon dilatation of the prostate Dilatasi balon dari kelenjar prostat dibentuk secara khusus dengan suatu kateter yang mampu mendilatasi fossa prostatika saja atau fossa prosatika dan leher buli –buli. Alat ini dibuat secara khusus digunakan pada pasien pasien dengan angka harapan hidup terbatas dan bukan pada pasien – pasien dengan indikasi operasi. 30 . Intrauretrhal stenting Intrauretrhal stenting merupakan suatu alat yang secara endoskopi diletakkan didalam fossa prostatika dan dibuat untuk menahan bentuk dari uretrha pars prostatika. VII.VI. perdarahan uretra. Namun setelah pemasangan kateter ini.

Petrus Andrianto. Jakarta: EGC. Jakarta: EGC. Buku Ajar Ilmu Bedah edisi 2. Sabiston. editor. Devi H. sejauh ini tidak menimbulkan impotent. David C. alih bahasa. Purnomo. Wim. 2003 2. Buku Ajar Bedah bagian 2: (Sabiston’s Essentials Surgery). hospitalisasi yang minimal.uk 31 . Ronardy. DAFTAR PUSTAKA 1.co.prostata-therapie. www.Keuntungannya : mudah digunakan.prostateinformation. 2004 4.uk www. Dasar-dasar Urologi.1994 3. aman. R Sjamsihidajat (ed).de. Basuki B.co. De Jong.

TRAUMA GINJAL Ginjal terletak dirongga retroperitoneum dan terlindung oleh otot-otot punggung sebelah posterior dan oleh organ-organ intraperitoneal di sebelah anteriornya. penderajatan Trauma Ginjal Derajat Jenis kerusakan Derajat I Derajat II Derajat III Kontusio ginjal/hematoma perirenal Laserasi ginjal terbatas pada korteks Laserasi ginjal sampai pada medulla ginjal. karena itu cedera ginjal tidak jarang diikuti oleh cedera organ-organ yang mengitarinya. trauma ginjal dibedakan menjadi : Table 1. dan cedera iatrogenic. mungkin terdapat thrombosis arteri segmentalis Derajat IV Laserasi sampai mengenai system kalises ginjal 32 . dan terlindung oleh otot-otot dan organorgan lain. Goncangan ginjal didalam rongga retroperitoneum menyebabkan regangan pedikel ginjal sehingga menimbulkan robekan tunika intima arteri renalis. Cedera ginjal dapat terjadi secara: (1) langsung akibat benturan yang mengenai daerah pinggan atau (2) tidak langsung yaitu merupakan cedera deselerasi akibat pergerakan ginjal secara tiba-tiba didalam rongga retroperitoneum. Cedera yang mengenai organ urogenitalia bias merupakan cedera dari luar berupa trauma tumpul maupun trauma tajam. Robekan ini akan memacu terbentuknya bekuan-bekuan darah yang selanjutnya dapat menimbulkan thrombosis arteri renalis beserta cabang-cabangnya.TRAUMA UROGENITALIA Secara anatomis sebagian besar organ urogenitalia terletak di rongga ekstraperitoneal (kecuali genitalia eksterna). Penderajatan Trauma Ginjal Menurut derajat berat ringannya kerusakan ginjal.

punggung. Hematuria 3. Trauma tembus pada daerah abdomen atau pinggang 5. Pemeriksaan PIV pada kontusio renis sering menunjukkan gambaran system pelvikalises normal. dan (3) cedera tumpul ginjal yang menberikan tanda-tanda hematuria mikroskopik dengan disertai syok. 2. Fraktur kosta sebelah bawah (T8-12) atau fraktur prosesus spinosus vertebra 4. dan terdapat hematuria makroskopik ataupun mikroskopik. Jika PIV belum dapat menerangkan keadaan ginjal perlu dilakukan pemeriksaan CT scan atau arteriografi. Dalam keadaan ini pemeriksaan ultrasonografi abdomen dapat menunjukkan adanya hematoma parenkim ginjal yang terbatas pada subkapsuler dan dengan kapsul ginjal yang masih utuh. Pada trauma derajat ringan mungkin hanya didapatkan nyeri didaerah pinggang terlihat jejas berupa ekimosis. Pada trauma major atau rupture pedikel seringkali pasien dating dalam keadaan syok berat dan terdapat hematoma didaerah pinggang yang makin lama makin membesar. mungkin terjadi thrombosis arteri renalis o Ginjal terbelah (shatered) Diagnosis Patut dicurigai adanya cedera pada ginjal jika terdapat : 1. dan perut bagian atas dengan disertai nyeri atau didapatkan adanya jejas pada daerah itu. Pencitraan Pemeriksaan pencitraan dimulai dari PIV guna menilai tingkat kerusakan ginjal dan melihat keadaan ginjal kontralateral. dada sebelah bawah.Derajat V o Avulse pedikel ginjal. Trauma didaerah pinggang. Pembuatan PIV dikerjakan jika diduga ada (1) luka tusuk atau luka tembak yang mengenai ginjal. (2) cedera tumpul ginjal yang memberikan tanda-tanda hematuria makroskopik. Cedera deselerasi yang berat akibat jatuh dari ketinggian atau kecelakaan lalu lintas. Kadang kala 33 .

dan perubahan warna urine pada pemeriksaan urine serial. 2.kontusio renis yang cukup luas menyebabkan hematoma dan edema yang hebat sehingga memberikan gambaran system pelvikalises yang spstik atau bahkan tak tampak (non visualized). System pelvikalises yang tak nampak pada PIV dapat pula terjadi pada rupture pedikel atau pasien yang berada dalam keadaan syok berat pada saat menjalani pemeriksaan PIV. adanya pembesaran lingkaran perut. Konservatif Tindakan konservatif ditujukan pada trauma minor. Selanjutnya mungkin perlu dilakukan debridement. Penyulit Jika tidak mendapatkan perawatan yang cepat dan tepat. Pada keadaan ini dilakukan observasi tanda-tanda vital (tensi. Pengelolaan Terapi yang dikaerjakan pada trauma ginjal adalah : 1. reparasi ginjal (berupa renorafi atau penyambungan vaskuler) atau tidak jarang harus dilakukan nefrektomi parsial bahkan nefrektomi total karena kerusakan ginjal yang sangat berat. kemungkinan adanya penambahan massa dipinggang. penurunan kadar hemoglobin darah. hal ini karena terobeknya system pelvikalises ginjal. trauma major dan trauma pedikel sering menimbulkan perdarahan yang hebat dan berakhir dengan 34 . Ekstravasasi ini akan tampak semakin luas pada ginjal yang mengalami fragmentasi (terbelah) pada cedera derajat V. Pada derajat PIV tampak adanya ekstravasasi kontras. nadi dan suhu tubuh). Operasi Operasi ditujukan pada trauma ginjal major dengan tujuan untuk segera menghentikan perdarahan.

atau devaskularisasi karena banyak jaringan vaskuler yang dibersihkan. hidronefrosis. abses perirenal. Diagnosis Kecurigaan adanya cedera ureter pada trauma dari luar adalah hematuria pasca trauma. sedangkan kecurigaan adanya cedera ureter iatrogenic bias diketemukan pada saat operasi atau setelah pembedahan (lihat table 2). urolitiasis atau pielonefritis kronis. atau bedah vaskuler) dapat menyebabkan terjadinya cedera ureter iatrogenic. Table 2. bedah digestif. Operasi endourologi transureter (ureteroskopi atau uterorenoskopi. atau trauma iatrogenic. crushing karena terjepit oleh klem.kematian. putus (robek). Cedera yang terjadi pada ureter akibat tindakan operasi terbuka dapat berupa: ureter terikat. Selain itu kebocoran system kaliks dapat menimbulkan ekstravasasi urin hingga menimbulkan urinoma. Dikemudian hari pasca cedera ginjal dapat menimbulkan penyulit berupa hipertensi. urosepsis. atau litotripsi batu ureter) dan perasi didaerah pelvis (diantaranya adalah operasi ginekologi. ekstraksi batu dengan Dormia. kecurigaan Cedera Ureter Iatrogenik 35 . dan kadang menimbulkan fistula renokutan. TRAUMA URETER Cedera ini dapat terjadi karena trauma dari luar yaitu trauma tumpul maupun trauma tajam.

atau Psoas hitch) 3. Tindakan yang dikerjakan mungkin : 1. Inplantasi ureter ke buli-buli (neoimplantasi ureter pada buli-buli. Uretero-kutaneostomi 4. Nefrostomi sebagai tindakan diversi atau nefrektomi. 36 . dan letak serta derajat lesi ureter. Transuretero-ureterotomi (menyambung ureter dengan ureter pada sisi yang lain) 5.Saat operasi Pasca bedah Lapangan operasi banyak cairan Hematuria Anuri/oliguri jika cedera bilateral Demam Ileus Nyeri pinggang akibat obstrusi Luka operasi selalu basah Sampai beberapa hari cairan drainase jernih dan banyak Hematuria persisten dan hematoma/urinoma di abdomen Fistula uterokutan/fistula uterovagina Tindakan Tindakan yang dilakukan terhadap cedera ureter tergantung pada saat cedera ureter terdiagnosis. Ureter saling disambungkan (anastomosis end to end) 2. flap Boari. keadaan umum pasien.

Dalam keadaan penuh terisi urin. Tindakan endourologi dapat menyebabkan trauma buli-buli iatrogenic antara lain pada reseksi buli-buli transurethral (TUR buli-buli) atau pada litotripsi. Etiologi Kurang lebih 90% trauma tumpul buli-buli adalah akibat fraktur pelvis. pasien mengeluh nyeri didaerah suprasimfisis. Buli-buli akan robek pada daerah fundus dan menyebabkan ekstravasasi uri ke rongga intraperitoneum. cedera buli-buli ekstraperitoneal. tempatnya turun dan terlindung di dalam kavum pelvis. Namun semakin bertambahnya usia. dapat merobek buli-buli. Gambaran klinis yang lain tergantung pada etiologi trauma. miksi bercampur darah atau mungkin pasien tidak dapat miksi.TRAUMA BULI-BULI Pada waktu lahir hingga usia anak. buli-buli mudah sekali robek jiak mendapatkan tekanan dari luar berupa benturan pada perut sebelah bawah. Diagnosis Setelah mengalami cedera pada abdomen sebelah bawah. buli-buli terletak di rongga abdomen. sehingga kemungkinan mendapatkan trauma dari luar jarang terjadi. adanya organ lain yang 37 . cedera intraperitoneal. Demikian pula partus kasep atau tindakan operasi di daerah pelvis dapat menyebabkan trauma iatrogenic pada buli-buli. Fiksasi buli-buli pada tulang pelvis oleh fasia endopelvik dan diafragma pelvis sangat kuat sehingga cedera deselerasi terutama jika titik fiksasi fasia bergerak pada arah berlawanan (seperti pada fraktur pelvis). bagian buli-buli yang mengalami cedera yaitu intra/ekstraperitoneal. Robeknya buli-buli karena fraktur pelvis bisa pula terjadi akibat fragmen tulang pelvis merobek dindingnya. Klasifikasi Secara klinis cedera buli-buli dibedakan menjadi kontusio buli-buli.

Sistografi dibuat pada hari ke 10-14 pasca trauma. 38 . Pemeriksaan pencitraan berupa sistografi yaitu dengan memasukkan kontras kedalam buli-buli sebanyak 300-400 ml secara gravitasi (tanpa tekanan) melalui kateter per-uretram. Namun tanpa tindakan pembedahan kejadian kegagalan penyembuhan luka ± 15%. hematoma perivesika. Pada cedera ekstraperitoneal. Dengan cara ini diharapkan buli-buli sembuh setelah 7-10 hari. sebaiknya dilakukan penjahitan buli-buli dan pemasangan kateter sistostomi. Kemudian dibuat beberapa foto. cukup dilakukan pemasangan kateter dengan tujuan untuk memberikan instirahat pada buli-buli. Untuk memastikan bahwa buli-buli telah sembuh. Jika tidak dioperasi ekstravasasi urin ke rongga intraperitoneum dapat menyebabkan peritonitis. syok. yaitu (1) foto pada saat buli-buli terisi kontras dalam posisi anterior-posterior (AP). Dalam hal ini mungkin didapatkan tanda fraktur pelvis. dan (3) wash out film yaitu foto setelah kontras dikeluarkan dari buli-buli. atau tanpa tanda sepsis dari suatu peritonitis atau abses perivesika. robekan yang sederhana (ekstravasasi minimal) dianjurkan untuk memasang kateter selama 7-10 hari. Jika masih ada ekstravasasi kateter sistostomi dipertahankan sampai 3 minggu. sebelum melepas kateter uretra atau kateter sistostomi. kemudian dipasang kateter sistostomi yang dilewatkan di luar sayatan laparatomi. robekan pada buli-buli dijahit 2 lapis. terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan sistografi guna melihat kemungkinan masih adanya ekstravasasi urin. (2) pada posisi oblik. Rongga intraperitoneum dicuci.mengalami cedera. dan kemungkinan untuk terjadinya infeksi pada rongga perivesika sebesar 12%. tetapi sebagian ahli lain menganjurkan untuk melakukan penjahitan buli-buli denagn pemasangan kateter sistostomi. serta penyulit yang terjadi akibat trauma. Pada cedera intraperitoneal harus dilakukan eksplorasi laparatomi untuk mencari robekan pada buli-buli serta kemungkinan cedera pada organ lain. Oleh karena itu jika bersamaan dengan rupture buli-buli terdapat cedera organ lain yang membutuhkan operasi. Terapi Pada kontusio buli-buli.

39 . Gambaran klinis Kecurigaan adanya trauma uretra adalah jika didapatkan perdarahan peruretram yaitu terdapat darah yang keluar dari meatus uretra eksternum setelah mengalami trauma. seringkali pasien mengalami retensi urin. ekstravasasi urin ke rongga pelvis yang dibiarkan dalam waktu lama dapat menyebabkan infeksi dan abses pelvis. Etiologi Trauma uretra terjadi akibat cedera yang berasal dari luar (eksternal) dan cedera iatrogenic akibat instrumentasi pada uretra. guna mengetahui adanya rupture uretra. Pada keadaan ini tidak diperbolehkan melakukan pemasangan kateter. karena dapat menyebabkan kerusakan uretra yang lebih parah. serta prognosisnya. jika tidak segera dilakukan operasi. Yang lebih berat lagi adalah robekan buli-buli intraperitoneal. Kedua keadaan itu dapat menyebabkan sepsis yang dapat mengancam jiwa. sedangkan trauma tumpul pada selangkangan atau straddle injury dapat menyebabkan rupture uretra pars bulbosa. pengelolaan.Penyulit Pada cedera buli-buli ekstraperitoneal. TRAUMA URETRA Secara klinis trauma uretra dibedakan menjadi trauma uretra anterior dan trauma uretra posterior. Diagnosis ditegakkan melalui foto uretrografi dengan memasukkan kontras melalui uretra. Pada trauma uretra yang berat. dapat menimbulkan peritonitis akibat dari ekstravasasi urin pada rongga intraperitoneum. Trauma tumpul tang menimbulkan fraktur tulang pelvis menyebabkan rupture uretra pars membranasea. hal ini karena keduanya menunjukkan perbedaan dalam hal etiologi trauma. tanda klinis.

Ruptura Uretra Posterior Rupture uretra posterior paling sering disebabkan oleh fraktur tulang pelvis. Fraktur yang mengenai ramus atau simfisis pubis dan menimbulkan kerusakan pada cincin pelvis, menyebabkan robekan uretra pars prostate-membranasea. Klasifikasi Colapinto dan McCollum (1976) membagi derjat cedera uretra dalam 3 jenis : 1. Uretra posterior masih utuh dan hanya mengalami stretching (peregangan). 2. Uretra posterior terputus pada perbatasan prostate-membranasea, selanjutnya diafragma urogenitalia masih utuh. 3. Uretra posterior, diafragma urogenitalis, dan uretra pars bulbosa sebelah proksimal ikut rusak. Diagnosis Rupture uretra posterior seringkali memberikan gambaran yang khas berupa: (1) perdarahan per-uretram, (2) retensi urin, dan (3) pada pemeriksaan colok dubur didapatkan adanya floating prostate (prostat melayang) di dalam suatu hematom. Pada pemeriksaan uretrografi retrigrad mungkin terdapat elongasi uretra atau ekstravasasi kontra pada pars prostate-membranasea. Tindakan Pada keadaan akut tindakan yang dilakukan adalah melakukan sistostomi untuk diversi urin. Setelah keadaan stabil sebagian ahli urologi melakukan primary endoscopic realignment yaitu melakukan pemasangan kateter uretra sebagai splint melalui tuntunan uretroskopi. Dengan cara ini diharapkan kedua ujung uretra yang terpisah dapat saling didekatkan. Tindakan ini dilakukan sebelum 1 minggu pasca rupture dan kateter uretra dipertahankan selama 14 hari. Penyulit Penyulit yang terjadi pada rupture uretra adalah striktura uretra yang seringkali kambuh, disfungsi ereksi, dan inkontinensia urin. 40

Rupture Uretra Anterior Cedera dari luar yang sering menyebabkan kerusakan uretra anterior adalah straddle injury (cedera selangkangan) yaitu uretra terjepit diantara tulang pelvis dan benda tumpul. Jenis kerusakan urerta yang terjadi berupa: kontusio dinding uretra, rupture parsial, atau rupture total dinding uretra. Patologi Jika terjadi rupture uretra beserta korpus spongiosum, darah dan urin keluar dari uretra tetapi masih terbatas pada fasia Buck, dan secara klinis terlihat hematoma yang terbatas pada penis. Namun jika fasia Buck ikut robek, ekstravasasi urin dan darah hanya dibatasi oleh fasia Colles sehingga darah dapat menjalar hingga skrotum atau ke dinding abdomen. Oleh karena itu robekan ini memberikan gambaran seperti kupu-kupu sehingga disebut butterfly hematoma atau hematoma kupu-kupu. Diagnosis Pada kontusio uretra, pasien mengeluh adanya perdarahan per-uretram atau hematuria. Jika terdapat robekan pada korpus spongiosum, terlihat adanya hematom pada penis atau hematoma kupu-kupu. Pada keadaan ini seringkali pasien tidak dapat miksi.

Tindakan Kontusio uretra tidak memerlukan terapi khusus, tetapi mengingat cedera ini dapat menimbulkan penyulit striktura uretra dikemudian hari, maka setelah 4 – 6 bulan perlu dilakukan pemeriksaan uretrografi ulangan. Pada rupture uretra parsial dengan ekstravasasi ringan, cukup dilakukan sistostomi untuk mengalihkan aliran urin. Kateter sistostomi dipertahankan sampai 2 minggu, dan dilepas setelah diyakinkan melalui pemeriksaan uretrografi bahwa sudah tidak ada ekstravasasi

kontras atau tidak timbul striktura uretra. Namun jika timbul striktura uretra, dilakukan reparasi uretra atau stachse.

41

TRAUMA PENIS
Trauma yang mencederai penis dapat berupa trauma tumpul, truma tajam, terkena mesin pabrik, rupture tunika albuginea, atau strangulasi penis. Pada trauma tumpul atau terkena mesin, jika tidak terjadi amputasi total, penis cukup dibersihkan dan dilakukan penjahitan primer. Jika terjadi amputasi penis total dan bagian distal dapat diidentifikasi, dianjurkan dicuci dengan larutan faram fisiologis kemudian disimpan didalam kantung es, dan dikirim ke pusat rujukan. Jika masih mungkin dilakukan replantasi (penyambungan) secara mikroskopik. Fraktur Penis Fraktur penis adalah rupture tunika albuenia korpus kavernosum penis yang terjadi pada saat penis dalam keadan ereksi. Rupture ini dapat disebabkan karena dibengkokkan sendiri oleh pasien pada saat masturbasi, dibengkokkan oleh pasangannya, atau tertekuk secara tidak sengaja pada saat hubungan seksual. Akibat tertekuk ini, penis menjadi bengkok (angulasi) dan timbul hematoma pada penis dengan disertai nyeri. Untuk mengetahui letak rupture, pasien perlu menjalani pemeriksaan foto kavernosografi yaitu memasukkan kontras kedalam korpus kavernosum dan kemudian diperhatikan adanya ekstravasasi kontras keluar dari tunika albugenia. Tindakan Eksplorasi rupture dengan sayatan sirkuminisi, kemudian dilakukan evakuasi hematoma. Selanjutnya dilakukan penjahitan pada robekan tunika albugenia. Strangulasi Penis Strangulasi penis adalah jeratan pada pangkal penis yang menyebabkan gangguan aliran darah pada penis. Gangguan aliran darah ini mengakibatkan penis menjadi iskemia dan edema yang jika dibiarkan akan menjadi nekrosis. Jeratan pada penis harus segera ditanggulangi dengan melepaskan cincin atau penjerat yang melingkar pada penis.

42

Avulsi Avulse adalah kehilangan sebagian atau seluruh dinding skrotum. Dilakukan debridement jaringan yang mengalami nekrosis. Trauma genitalia eksterna Trauma yang dapat terjadi pada trauma genitalia eksterna adalah avulsi. dianjrkan membuat kantong dip aha atau di inguinal guna meletakkan testis. 43 . Jika kulit skrotum yang tersisa tidak cukup untuk membungkus testis.Beberapa cara untuk melepaskan cincin yang menjerat batang penis adalah (1) memotong logam itu dengan gerinda atau gergaji listrik. Kemudian dilakukan pencucian luka dari debris dan rambut yang menempel dengan melakukan irigasi memakai air bersi dan kalau tersedia dengan garam fisiologis. atau luka bakar. serta transquiliser untuk menenangkan pasien. Pertolongan pertama adalah memberikan analgetika. atau (3) melakukan insisi pada penis yang telah mengalami edema dengan tujuan membuang cairan (edema0 sehingga logam dapat dikeluarkan. crushing. tetapi diusahakan sedapat mungkin jangan terlalu banyak membuang kulit skrotum yang masih hidup karena skrotum penting untuk membungkus testis. luka tajam. sedative. (2) melingkarkan tali pada penis pada sebelah distal logam dan kemudian melepaskannya perlahan-lahan. luka tumpul.

Pada anamnesis. sehingga harus dibantu dengan pemeriksaan ultrasonografi. Peyebab sekunder terjadi karena didapatkan kelainan pada testis atau epididimitis yang menyebabkan terganggunya system sekresi atau reabsorbsi cairan di kantong hidrokel. kantong hidrokel seolah-olah mengelilingi testis sehingga testis tak dapat diraba. Gambaran Klinis Pasien mengeluh adanya benjolan di kantong skrotum yang tidak nyeri. Pada hirokel yang terinfeksi atau kulit skrotm yang sangat tebal kadang-kadang sulit melakukan pemeriksaan ini. hidrokel dapat terjadi secara idiopatik (primer) dan sekunder. hidrokel funikulus 3. Kelainan pada testis itu mungkin suatu tumor. belum sempurnanya system limfatik di daerah skrotum dalam melakukan reabsorbsi cairan hidrokel. Pada pemeriksaan fisis didapatkan adanya benjolan di kantong skrotum dengan konsistensi kistus dan pada pemeriksaan penerawangan menunjukkan adanya transiluminasi. Menurut letak kantong hidrokel terhadap testis. Dalam keadaan normal. secara klinis dibedakan beberapa macam hidrokel yaitu: 1. besarnya kanting hidrokel tidak berubah sepanjang hari. cairan yang berada di dalam rongga memang ada dan berada dalam keseimbangan antara produksi dan reabsorpsi oleh system limfatik disekitarnya.Hidrokel Testis Definisi Hidrokel adalah penumpukan cairan yang berlebihan diantara lapisan parietalis dan viseralis tunika vaginalis. infeksi. 44 . hidrokel testis 2. Pada orang dewasa. belum sempurnanya prosesus vaginalis 2. Etiologi Hidrokel yang terjadi pada bayi baru lahir dapat disebabkan karena: 1. atau trama pada tstis/epididimis. hidrokel komunikan Pada hidrokel testis.

Aspirasi cairan hidrokel tidak dianjurkan karena angka kekambuhan tinggi. Pada palpasi. hidrokel permagna yang dirasakan terlalu berat dan menganggu pasien dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari. Beberapa indikasi untuk melakukan operasi pada hidrokel adalah: 1. hidrokel akan sembuh sendiri. hidrokel yang besar sehingga dapat menekan pembuluh darah 2. Pada hidrokel congenital dilakukan pendekatan inguinal karena seringkali hidrokel ini disertai dengan hernia inguinalis sehingga pada saat operasi hidrokel. Pada anamnesis kantong hidrokel besarnya tetap sepanjang hari. Terapi Hidrokel pada bayi biasanya ditunggu hingga anak mencapai usia 2 tahun dengan harapan setelah prosesus vaginalis menutup. kadang kala dapat menimbulkan penyulit berupa infeksi. sekaligus 45 . sehingga pada palpasi. testis dapat diraba dan berada di luar kantong hidrokel. indikasi kosmetik 3. Pada anamnesis.Pada hidrokel funikulus. kantong hidrokel terpisah dari testis dan dapat dimasukkan kedalam rongga abdomen. kantong hidrokel berada di funikulus yaitu terletak disebelah cranial dari testis. Pada hirokel komunikan terdapat hubungan antara prosesus vaginalis dengan rongga peritoneum sehingga prosesus vaginalis dapat terisi cairan peritoneum. Tindakan untuk megatasi cairan hidrokel adalah dengan aspirasi dan operasi. kantong hidrokel besarnya dapat berubah-ubah yaitu bertambah besar pada saat anak menangis. tetapi jika hidrokel masih tetap ada atau bertambah besar perlu dipikirkan untuk dilakukan koreksi.

hal. Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Buku Ajar Ilmu Bedah. Pada hidrokel testis dewasa dilakukan tindakan pendekatan scrotal dengan melakukan eksisi dan marsupialisasi kantong hidrokel dengan cara Winkelman atau plikasi kantong hidrokel sesuai dengan cara Lord. in : dasar-dasar urologi FK univ. Pada hidrokel funikulus dilakukan ekstirpasi hidrokel secara in toto. Purnomo B Basuki.melakukan herniorafi. hidrokel yang cukup besar mudah mengalami trauma dan hidrokel permagna bisa menekan pembuluh darah yang menuju ke testis sehingga menimbulkan atrofi testis. Sjamsuhidajat R. 1997. Jakarta. 2003. 2nd ed. CV. Sagung seto. Edisi revisi.Brawijaya. hal. Daftar pustaka 1. 140-142 46 . Penyulit Jika dibiarkan. 797 2. Jong Wim de.

Normalnya aliran balik vena memiliki satu arah katup yang berfungsi mencegah terjadinya turbulensi.VARIKOKEL PENDAHULUAN Varikokel dapat menyebabkan keluhan testis terasa berat. DEFINISI Varikokel adalah dilatasi abnormal vena pada pleksus pampiniformis akibat gangguan aliran darah balik vena spermatika interna. dan ini terjadi akibat tekanan meninggi di dalam vena testis yang tidak berkatup dari muara di vena kava inferior atau vena renalis sampai di testis. varikokel merupakan penyebab penting rendahnya produksi sperma dan menurunnya kualitas sperma. walaupun tidak semua varikokel mempengaruhi produksi sperma. Kadang varikokel merupakan faktor kausal gangguan fertilitas sehingga merupakan indikasi ligasi v. Diameter normal pleksus pampiniformis > 2 mm. Peninggian tekanan di dalam pleksus pampiniformis dapat diraba sebagai struktur yang terdiri atas varises pleksus pampiniformis yang memberikan kesan raba seperti kumpulan cacing. 47 .testis. Permukaan testis normal licin tanpa tonjolan dan konsistensi elastis.

INSIDENS Varikokel merupakan salah satu penyebab yang menyebabkan buruknya produksi sperma dan berkurangnya kualitas semen. Varikokel sering ditemukan pada usia 15-25 tahun dan jarang ditemukan pada pria diatas 40 tahun. Kelainan ini terdapat pada 15 % pria dan didapatkan 21-41 % pria yang mandul menderita varikokel. sedang yang kanan bermuara pada vena kava dengan arah miring. tetapi dari pengamatan membuktikan bahwa varikokel sebelah kiri lebih sering dijumpai ( 7093 % ). ETIOLOGI DAN ANATOMI Hingga sekarang belum diketahui secara pasti penyebab varikokel. KLASIFIKASI 48 . Hal ini disebabkan karena vena spermatika interna kiri bermuara pada vena renalis kiri dengan arah tegak lurus. Disamping itu vena spermatika interna kiri lebih panjang daripada yang kanan dan katupnya lebih sedikit dan inkompeten. Banyak kasus varikokel yang berlangsung asimptomatis atau tanpa gejala. Jika terdapat varikokel di sebelah kanan atau varikokel bilateral patut dicurigai adanya : Kelainan rongga retroperitoneal ( obstruksi vena karena tumor ) Muara vena spermatika kanan pada vena renalis kanan Adanya situs inversus.

Adanya anastomosis antara pleksus pampiniformis kiri dan kanan. Peningkatan suhu testis. seringkali disertai nyeri PATOGENESIS Varikokel dapat menimbulkan gangguan proses spermatogenesis melalui beberapa cara. pada akhirnya terjadi infertilitas. Semakin terasa bila penderita banyak berdiri dan cenderung lebih berat sore hari Benjolan diatas testis Nyeri daerah inguino-skrotalis ketika berdiri atau duduk lama Mengecilnya bentuk testis ( atropi testis ) 49 . antara lain : 1. 3. GAMBARAN KLINIS Pasien datang ke dokter biasanya mengeluh belum : mempunyai anak setelah beberapa tahun menikah atau kadang mengeluh adanya benjolan di atas testis yang terasa nyeri. Terjadi stagnasi darah balik pada sirkulasi testis sehingga testis mengalami hipoksia karena kekurangan oksigen 2. saat baring varikokel tidak nampak Derajat 3 : varikokel teraba dan terlihat jelas saat pasien berdiri tanpa maneuver valsava. 4. Gejala klinis varikokel ditandai : Rasa tidak enak/berat di daerah testis. Saat berbaring varikokel tidak terlihat jelas Derajat 4 : varikokel terlihat jelas baik pasien berdiri maupun duduk. Refluks hasil metabolit ginjal dan adrenal ( katekolamin dan prostaglandin ) melalui vena spermatika interna ke testis. besar varikokel dibagi 4 derajat sesuai anjuran Glezerman : Derajat 1 : varikokel teraba saat pasien berdiri dan lakukan maneuver valsava berulang kali Derajat 2 : varikokel terlihat saat pasien berdiri dan maneuver valsava sekali.Untuk keseragaman klinis. memungkinkan zat-zat hasil metabolit dialirkan dari testis kiri ke testis kanan sehingga menyebabkan gangguan spermatogenesis testis kanan.

Jika diperlukan. Orkidometer Supaya lebih objektif menetukan besar/volume testis dilakukan pengapuran dengan alat ini. c. pasien diminta untuk melakukan maneuver valsava atau mengedan. d. DIAGNOSIS BANDING  Hernia inguinalis 50 . dengan memperhatikan keadaan skrotum kemudian dilakukan palpasi. Untuk itu diperlukan pemeriksaan penunjang lainnya : a. Jika terdapat varikokel.DIAGNOSIS Pemeriksaan dilakukan dalam posisi berdiri. Stetoskop Doppler Pemeriksaan dengan auskultasi. b. Pemeriksaan analisis semen Untuk menentukan seberapa jauh varikokel telah menyebabkan kerusakan pada tubuli seminiferi. alat ini untuk mendeteksi adanya peningkatan aliran darah pada pleksus pampiniformis. pada inspeksi dan palpasi terdapat bentukan seperti kumpulan cacing dalam kantung sebelah cranial testis. USG atau CT scan USG dan CT scan bukanlah standard evaluasi kecuali pemeriksaan fisis tidak menemukan kesimpulan yang memuaskan. Kadangkala sulit untuk menemukan adanya bentukan varikokel secara klinis meskipun terdapat tanda-tanda lain yang menunjukkan adanya varikokel.

Setelah diketahui adanya hubungan varikokel dengan infertilitas. tindakan operasi lebih dititikbertakan pada koreksi gangguan fertilitas tersebut. Tindakan yang dikerjakan adalah : Ligasi tinggi vena spermatika interna secara palomo melalui operasi terbuka/bedah laparoskopi. Diantara mereka ada yang berpendapat bahwa varikokel yang telah menimbulkan gangguan infertilitas atau gangguan spermatogenesis merupakan indikasi mendapatkan suatu terapi. 51 . Varikokelektomi cara ivanisevich. Perkutan dengan memasukan bahan sklerosing dalam vena spermatika interna. Hidrokel  Kista epididimis KOMPLIKASI   Atrofi testis Infertilitas TERAPI Masih terjadi silang pendapat di antara para ahli tentang perlu tidaknya melakukan operasi.

52 .

EVALUSI Pasca tindakan dilakukan evaluasi keberhasilan terapi. Belum diketahui secara pasti penyebab varikokel. Varikokel sering ditemukan pada usia 15-25 tahun dan 53 . tetapi dari pengamatan membuktikan bahwa varikokel kiri lebih sering dijumpai ( 70-93 % ). dengan melihat beberapa indikator antara lain :  Bertambahnya volume testis  Perbaikan hasil analisis semen ( tiap 3 bulan )  Pasangan menjadi hamil Pada kerusakan testis yang belum parah. evaluasi pasca bedah vasoligasi tinggi dari palomo didapatkan :    80 % terjadi perbaikan volume testis 60-80 % terjadi perbaikan analisis semen 50 % pasangan menjadi hamil KESIMPULAN Varikokel adalah dilatasi abnormal vena pada pleksus pampiniformis akibat gangguan aliran darah balik vena spermatika interna.

CV. Jakarta. Setelah diketahui adanya hubungan varikokel dengan infertilitas. hal. hal. Jong Wim de. Sjamsuhidajat R.Brawijaya. Buku Ajar Ilmu Bedah. Jakarta. in : dasar-dasar urologi FK univ. Edisi revisi. 2003. Sagung seto. Purnomo B Basuki.jarang ditemukan pada pria diatas 40 tahun. DAFTAR PUSTAKA 1. 797 3.2008 54 .com/health/Varicocele/DS00618 accessed on januari 20.available from : http://www. 1997.mayoclinic. Varicocele. 2nd ed. 142-145 2. Penerbit Buku Kedokteran EGC. tindakan operasi lebih dititik beratkan pada koreksi gangguan fertilitas tersebut. Merupakan slah satu penyebab yang menyebabkan buruknya produksi sperma dan berkurangnya kualitas semen.

antara lain adalah perubahan suhu yang mendadak (seperti pada saat berenang). epididmis. pada kelainan ini tunika mengelilingi seluruh permukaan testis sehingga mencegah insersi epididimis ke dinding skrotum. latihan yang berlebihan. Anatomi Testis normal dibungkus oleh tunika albugenia. yaitu lapisan viseralis yang langsung menempel ke testis dan di sebelah luarnya adalah lapisan parietalis yang menempel ke muskulus dartos pada dinding skrotum. Pada permukaan anterior dan lateral.TORSIO TESTIS Torsio testis adalah terpluntirnya funikulus spermatikus yang berakibat terjadinya gangguan aliran darah pada testis. Terpluntirnya testis pada keadaan ini disebut torsio testis ekstravaginal. Kelainan ini dikenal sebagai anomaly bell-clapper. Adanya kelainan system penyanggah testis menyebabkan testis dapat mengalami torsio jika bergerak secara berlebihan. Tunika vaginalis yang seharusnya mengelilingi sebagian dari testis pada permukaan anterior dan lateral dari testis. celana yang terlalu ketat. ketakutan. Terjadinya torsio testis pada masa remaja banyak dikaitkan dengan kelainan system penyanggah testis. tunika vaginalis mudah sekali bergerak dan memungkinkan untuk terpluntir pada sumbu funikulus spermatikus. Beberapa keadaan yang menyebabkan pergerakan yang berlebihan itu. atau trauma yang mengenai skrotum. batuk. testis dan epididimis dikelilingi oleh tunika vaginalis yang terdiri atas 2 lapis. Keadaan ini menyebabkan testis dan epididimis dengan mudahnya bergerak di kantung tunika vaginalis dan menggantung pada funikulus spermatikus. Pada masa janin dan neonates lapisan parietal yang menempel pada muskulus dartos masih belum banyak jaringan penyanggahnya sehingga testis. 55 . Pathogenesis Secara fisiologis otot kremaster berfungsi menggerakkan testis mendekati dan menjauhi rongga abdomen guna mempertahankan suhu ideal untuk testis. Keadaan ini akan memudahkan testis mengalami torsio intravaginal. defekasi.

terjadi peningkatan aliran darah ke testis. Pemeriksaan penunjang yang berguna untuk membedakan torsio tesris dengan keadaan akut skrotum yang lain adalah dengan memakai: stetoskop Doppler. ultrasonografi Doppler.Terpluntirnya funikulus spermatikus menyebabkan obstrusi aliran darah testis sehingga testis mengalami hipoksia. dan iskemia. Operasi Tindakan operasi ini dimaksudkan untuk mengembalikan posisi testis pada arah yang benar (reposisi) dan setelah itu dilakukan penilaian apakah testis yang mengalami torsio masih viable (hidup) atau sudah mengalami nekrosis. Hidrokel terinfeksi 4. rewel atau tidak mau menyusui. yaitu dengan jalan memutar testis kearah berlawanan dengan arah torsio. 56 . Pada pemeriksaan fisik. Gambaran klinis dan diagnosis Pasien mengeluh nyeri hebat didaerah skrotum. Tumor testis 5. Edema skrotum. Hernia skrotalis inkarserata 3. Diagnosis Banding 1. kecuali pada torsio testis yang sudah lama dan telah mengalami keradangan steril. yang sifatnya mendadak dan diikuti pembengkakan pada testis. Pada akhirnya testis akan mengalami nekrosis. Pemeriksaan sedimen urin tidak menunjukkan adanya leukosit dalam urin dan pemeriksaan darah tidak menunjukkan adanya tanda inflamasi. Keadaan itu dikena sebagai akut skrotum. Epididimis akut 2. letaknya lebih tinggi dan lebih horizontal daripada testis sisi kontralateral. Kadang-kadang pada torsio testis yang baru saja terjadi dapat diraba adanya lilitan atau penebalan funikulus spermatikus. edema testis. dan sitigrafi testis yang kesemuanya bertujuan menilai adanya aliran darah ke testis. Pada torsio testis tidak didapatkan adanya aliran darah ke testis sedangkan pada keradangan akut testis. testis membengkak. Pada bayi gejalanya tidak khas yakni gelisah. Terapi Detorsi Manual Detorsi manual adalah mengembalikan posisi testis keasalnya.

sedangkan pada testis yang sudah mengalami nekrosis dilakukan pengangkatan testis (orkidektomi) dan kemudian disusul orkidopeksi pada testis kontralateral. Orkidopeksi dilakukan dengan mempergunakan benang yang tidak diserap pada 3 tempat untuk mencegah agar testis tidak terpluntir kembali. 57 .Jika testis masih hidup dilakukan orkidopeksi (fiksasi testis) pada tunika dartos kemudian disusul orkodopeksi pada testis kontralateral.

pelvis renalis. 1. diafragma urogenital. Bagian ini terdiri dari tiga bagian yaitu bagian bulbus. di antara kedua ujung anterior labia minora. Anatomi Traktus urinarius terdiri atas kaliks mayor dan minor. di ventralis dari ostium vagina. pendulous. ureter. berada dalam vestibulum vagina. sejak Yunani Kuno menulis tentang pembuatan drainase vesica urinaria dengan berbagai kateter. Saluran ini menutup apabila kosong. terbagi atas uretra anterior dan uretra posterior. dan dapat tanpa gejala atau muncul dengan ketidaknyamanan yang berat sebagai efek sekunder dari retensi urin. Striktur uretra adalah penyempitan uretra karena berkurangnya diameter dan atau elastisitas uretra akibat digantinya jaringan uretra dengan jaringan ikat yang kemudian mengerut. Panjang 4 cm. vesica urinaria dan uretra. Striktur uretra dapat berasal dari berbagai sebab. Pars bulbaris: terletak di proksimal. Berjalan melalui diafragma pelvis dan diafragma urogenital. 58 . menembus korpus kavernosum. Uretra merupakan suatu saluran fibromuscular yang dilalui oleh urin yang mengalir keluar dari vesica urinaria.STRIKTUR URETRA Pendahuluan Penyakit striktur uretra telah ditemukan sejak dahulu. korpus kavernosum uretra sampai bagian akhir glans penis. Uretra pada pria termasuk kelenjar prostat. Muaranya disebut ostium uretra eksternum. Uretra pada wanita adalah suatu saluran yang pendek dari vesica urinaria ke ostium uretra eksternum. merupakan bagian uretra yang melewati bulbus penis. dan paling distal. Mempunyai ukuran sepanjang 20 cm. yang disebut straddle injury. Uretra anterior merupakan bagian uretra pria yang memanjang dari bulbus ke meatus di puncak glans penis. terletak di bagian anterior vagina. bagian glandular. Striktura uretra sering terjadi di pars bulbaris karena sebagian besar striktur uretra terjadi karena trauma di daerah perineal.

3. Merupakan bagian yang terpendek dan tersempit. dan terdiri dari: 1. 3. korpus penis sampai ke glans penis panjang kira-kira 15 cm. Bagian distal dari uretra pars prostatika sedikit lebih lebar daripada proksimal. berjalan di dalam bulbus penis. mulai dari basis prostat sampai apeks prostat dengan panjang kira-kira 3 cm. 2.2. Kongenital Hal ini jarang terjadi. Pars glandis: bagian uretra di glans penis. Uretra ini sangat pendek dan epitelnya sudah berupa epitel squamosa (squamous compleks noncornificatum). Misalnya: 59 . Uretra posterior merupakan bagian uretra yang berjalan dari vesica urinaria ke bulbus. Pars membranous berada di antara lapisan diafragma urogenital. Memiliki panjang kira-kira 1-2 cm. Kalau bagian uretra yang lain dilapisi oleh epitel kolumner berlapis. Pars kavernous berada di dalam korpus kavernosum penis. serta kurang mampu berdilatasi. Pars pendulan/cavernosa/spongiosa: bagian uretra yang melewati corpus spongiosum penis. Etiologi Keadaan-keadaan yang dapat menyebabkan striktur uretra : 1. Pars prostatika berjalan menembusi prostat.

antara prostat dan os pubis dihubungkan oleh lig. ligamentum tertarik. prostatektomi. Tumor Tumor bisa menyebabkan striktura melalui dua cara. Kalau kita menemukan pasien dengan urteritis akut. Jadi kalau asalnya epitel squamous. Infeksi Seperti uretritis. Trauma Merupakan penyebab terbesar striktura (fraktur pelvis. 4. katerisasi). Kalau pada uretritis kronik. trauma uretra anterior. setelah sembuh jaringan penggantinya sama dengan iarinqan asal. merupakan penyebab tersering striktur uretra. misalnya karena straddle injury. setelah penyembuhan. Namun kini perkembangan antibiotik telah menyebabkan penurunan komplikasi infeksi gonorrhea. Akibatnya Itulah dan elastisitas ureter menghilang. jaringan penggantinya juga epitel squamous. sehingga menimbulkan trauma uretra pars bulbaris. Sehingga kalau ada trauma disini. 2. Fraktur/trauma pada pelvis dapat menyebabkan cedera pada uretra posterior. Pada straddle injury. Meatus kecil pada meatus ektopik pada pasien hipospodia.a. Di dalam bedah urologi dikatakan bahwa sekali striktur maka selamanya striktur. baik spesifik maupun non spesifik (GO. Pembedahan terbuka atau endoskopik 60 . puboprostaticum. Jadi seperti kita ketahui. Infeksi gonorrhea pada uretra biasa menjadi penyebab utama striktur uretra. tindakan sistoskopi. 3. Jadi memang sebagian besar striktura uretra Di pars Trauma uretra posterior bisa sobek. TBC). Divertikula kongenital -> penyebab proses striktura uretra. terjadi dibagian-bagian yang terfiksir seperti bulbus dan prostat. uretritisnya bisa menjadi kronik. Pada uretritis akut. Trauma uretra anterior. a. pasien harus diberi tahu bahwa pengobatannya harus sempurna. misalnya sadle sepeda. pendulan jarang terjadi cedera karena sifatnya yang mobile. b. Kalau pengobatannya tidak tuntas. yaitu proses penyembuhan tumor yang menyebabkan striktura uretra. sebabnya pasien harus benar-benar diberi tahu agar menuntaskan pengobatan. jaringan penggantinya adalah jarinqan lumen uretra menjadi sempit. perineal terkena benda keras. b. fibrous. ataupun tumornya itu sendiri yang mengakibatkan sumbatan uretra 5.

Striktur uretra terjadi setelah perlukaan pada urotelium atau korpus spongiosum yang menyebabkan pembentukan jaringan parut. 3. pancaran urin jauh dan diameternya besar. Pancaran air kencing lemah. Aliran urine yang terhambat mencari jalan keluar di tempat lain (proksimal dari striktur) dan akhirnya mengumpul di rongga periuretra. Jika terinfeksi dapat terjadi abses periuretra. Patofisiologi Proses radang akibat trauma atau infeksi pada uretra akan menyebabkan terbentuknya jaringan sikatrik pada uretra. Fase dekompensasi yang timbul pada saat vesica urinaria berkontraksi menimbulkan residu urin yang memudahkan terjadinya infeksi. Derajat Penyempitan Uretra 1. Pada penyempitan derajat berat kadang kala teraba jaringan keras di korpus spongiosum yang dikenal dengan spongiofibrosis. Jaringan sikatrik pada lumen menimbulkan hambatan aliran urine sehingga terjadi retensi urine. Normalnya. Bila terjadi abses multiple atau berulang sehingga terbentuk beberapa fistel yang disebut fistel seruling. yaitu lebih dari tuiuh kali. yang akan pecah membentuk fistula uretrokutan. Frekuensi Disebut frekuensi apabila kencing lebih sering dari normal. maka pancarannya akan jadi turbulen. Apabila sering kencing di malam hari disebut nocturia. Walaupun jarang. 3. Tapi kalau terjadi penyempitan karena striktur. Sedang : jika terdapat oklusi 1/3 sampai ½ diameter lumen uretra. yang merupakan keluhan paling sering. Pancaran air kencing bercabang Pada pemeriksaan sangat penting untuk ditanyakan bagaimana pancaran urinnya. Gejala Klinis Gejala striktur uretra meliputi : 1. Mirip seperti pancaran keran di westafel kalau ditutup sebagian. 2. pemasangan kateter juga dapat menyebabkan striktur. 2. Berat : jika terdapat oklusi lebih besar dari ½ diameter lumen uretra.Prosedur bedah yang melibatkan uretra dapat menghasilkan striktur. Ringan : jika oklusi yang terjadi kurang dari 1/3 diameter lumen uretra. Dikatakan nocturia 61 .

Pada flow incontinenntia. kencing lebih dari satu kali. Meatus kecil c. Kalau pada overflow incontinence. karena memang letaknya di uretra. Vesika terlihat menonjol di atas simfisis pubis. 5. 62 . Radiologi a. pasien merasa ingin kencing (karena vesicanya penuh). Dysuria dan hematuria 6. dan keinginan kencingnya itu sampai membangunkannya dari tidur sehingga mengganggu tidurnya. misalnya akibat paralisis musculus sphincter uretra. Vesika urinaria dapat teraba karena ada retensio urine. Uretrosistografi Pemeriksaan urethrocystography ini diindikasikan setelah terjadi trauma. Fisik : a. Itulah sebabnya disebut inkontinensia paradoxal. Jadi disini terlihat adanya perbedaan antara overflow inkontinensia (inkontinesia paradoksal) dengan flow incontinentia. bila terdapat darah dalam urin serta dicurigai terjadi fraktur pelvis. Keadaan umum pasien baik 7. 4.apabila di malam hari. diisi sampai kontras masuk ke vesica urinaria. Pemeriksaan 1. Akibatnya urin dapat keluar sendiri tanpa terkontrol. urin keluar tanpa adanya keinginan untuk kencing. namun urin keluar tanpa bisa dikontrol. Pemeriksaan tidak dilakukan bila terdapat infeksi uretra yang akut. Tekanan di vesica menjadi lebih tinggi daripada tekanan di uretra. 2. Overflow incontinence (inkontinensia paradoxal) Terjadi karena meningkatnya tekanan di vesica akibat penumpukan urin yang terus menerus. Keadaan umum pasien jelek bila telah lama akibat adanya perubahan pada faal ginjal (infeksi -> striktur -> refluks -> hidroureter -> hidronefrosis -> faal ginjal turun). Tidak jelas. b. kecuali bila ada fistula uretrocutaneus. Pada urethrocystography bahan kontras dimasukkan dengan semprit yang ujungnya sesuai dengan meatus uretra eksterna.

Kontras bisa di atas (pool atas lewat vesika urinaria) ataupun di bawah (pool bawah lewat uretra). Pemeriksaan dengan cara memasukkan kateter. Jika mungkin. Vesica urinaria perlu diperiksa dari posisi anterior. sebelumnya harus memasukkan anestetik lokal ke dalam uretra. Keuntungan Uretrosistografi bipolar : Mengetahui persis panjang striktur Mengetahui total penyempitan Mengetahui persis lokasinya c.Selain itu. Dikatakan striktur total bila sampai tidak ada kontras yang tersisa pada striktur. 63 . oblik kanan dan kiri. Foto diambil pada waktu pengisian kontras dengan posisi antero-posterior. Pada orang dewasa. Vesica urinaria diisi melalui kateter (alternatif lain melalui pungsi vesica suprapubik) dengan medium kontras yang dapat larut dalam air dan telah dihangatkan sesuai dengan suhu tubuh sebanyak 200 ml. Pada gambaran urethrocystography. Pengambilan foto radiografi selama miksi termasuk posisi oblik ureter distal. vesica urinaria dan uretra. b. Pasien wanita dapat duduk. sehingga panjang dan juga ketebalan striktur dapat diketahui. Oleh karena itu. striktur uretra menyebabkan dilatasi uretra bagian distal dari obstruksi. Uretrosistografi bipolar (untuk mengetahui panjang. Micturating Cystourethrography Pemeriksaan radiografi vesica urinaria dan uretra setelah pengisian medium kontras dan selama miksi. divertikel atau ruptur. posisi miksi pada pasien pria yang paling mudah adalah posisi berdiri. dan setelah beberapa menit kateter Foley dimasukkan sampai balonnya terletak lebih kurang 1 cm dari lubang uretra. Kontras dimasukkan setelah balon dikembangkan. Pemasukan medium kontras diatur dengan fluoroskopi intermitten. si pemeriksa harus memakai apron dan sarung tangan Pb. vesica urinaria diisi dari botol yang diangkat setinggi 1 m di atas meja pemeriksaan dan pengisian dilanjutkan sampai penderita merasakan keinginan kuat untuk miksi. lateral dan oblik untuk menemukan adanya fistula. serta total tidaknya striktur). pemeriksaan juga dapat dilakukan dengan cara menggunakan klem atau dengan cara memasukkan kateter kecil ke distal penis. Biasanya juga terlihat ekstravasasi kontras.

IVP IVP dilakukan untuk: a. Diagnosis Diagnosis pertama kali ditegakkan ketika pemasangan kateter melalui uretra tidak dapat dilakukan. Diagnosis pasti pada wanita adalah dengan bougie a boule. 64 . Striktur dapat juga dicurigai berdasarkan gejala dan riwayat medik seseorang. Melihat sisa urin (Post Voiding/ PV) pada striktur parsial yang biasanya disertai BPH (Benign Prostate Hyperplasy). BPH Terapi 1. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan darah rutin. b. Melihat anatomi saluran kencing bagian atas . Diagnosis pasti dibuat dengan pemeriksaan yang dikenal dengan uretrografi retrograde atau urethrocystography. dimana kadar ureum/kreatinin naik menunjukkan adanya kerusakan fungsi ginjal. dengan melihat ada tidaknya tulang pelvis yang retak. c. uretra posterior terlihat dilatasi. Kadang tidak terlihat. 3. Hb. tetapi karakteristik uretra posterior adalah gambaran suatu balon.Selama micturating cystourethrography. dengan tanda khas berupa hambatan pada waktu lepas. plastik) Yaitu dengan memasukkan bahan dari logam atau plastik untuk memperlebar saluran yang mengalami penyempitan tadi. Diagnosa Banding Ruptura Uretra Gambaran ekstravasasi kontras. Laboratorium Pemeriksaan darah menilai faal ginjal. Melihat tulang pelvis (post trauma). Konservatif: bouginasi (logam.

Komplikasi 1.5 cm. Panjangnya < 0.Hal ini harus dilakukan dengan hati-hati. Tindakan ini dapat dilakukan untuk pasien pasca prostatektomi dan striktura yang parsial. Terutama sekali di daerah pars bulbaris. Abses periuretra 65 . dapat berupa otis (tanpa lensa) dan dengan sache (dengan lensa). sehingga bahan tadi bisa tembus ke rektum. b. Maksudnya untuk membuat uretra menjadi berbentuk L atau U itu tadi. dibuat hipospodia (muara uretra terletak di ventral proksimal dari penis) Tahap II. Jika panjang. Infeksi traktus urinarius 2. atau dari belakang daun telinga. bentuk uretra diubah dulu menjadi bentuk huruf L atau U. yaitu hipospodia artifisial. akibat tingkat residifnya tinggi. Tertutup (uretrotomi interna). Untuk striktur yang panjang ini operasi dilakukan dalam dua tahap menurut Johansen. mukosa buccal. tapi di Indonesia teknik ini dilakukan juga pada striktura yang panjangnya 1-2 cm (asal partial). Terbuka. ada 2 cara. Prosedur sache ini yang paling sering digunakan. karena yang melakukan harus tahu betul bentuk uretra. Striktur uretra rekuren 4. yaitu: Jika pendek (0. yaitu uretroplasti berupa menutup uretra yang terbuka dengan mengambil dari preputium. 2. Itulah sebabnya pada pemasangan kateter. Oleh karena itulah sewaktu dilakukan tindakan. Terbentuknya divertikel uretra/ buli-buli 5. maka tidak dianastomose lagi karena bentuknya bisa seperti belut ketika ereksi. Indikasi Sache adalah: Struktur lumen masih berlubang (incomplete) Striktur pendek. Operatif a. fiksasi dilakukan di bagian depan paha atau di abdomen bagian bawah.5-1 cm) -> reseksi anastomose end to end. Fistula uretrokutan 3. Bentuk uretra seperti huruf S. yaitu: Tahap I. Dapat terjadi cedera di bagian belokan.

com/2005/11/striktur-uretra.com 66 .com http://www.kalbefarma.6. Batu uretra 7.medicastore.com/2006/05/striktura-uretra. DAFTAR PUSTAKA http://medika.html http://agusjati.blogspot.html http://www.blogspot. Karsinoma uretra Pencegahan Tindakan pencegahan yang paling penting adalah berhati-hati terutama dalam pemasangan kateter.

Manifestasi klinis tergantung dari letak tumor. Stadium Pengukuran derajat penyebaran tumor diukur dalam stadium tumor menurut UICC ( union International Centre Le Cancere ) atau perhimpunan kanker internasional. dinilai dengan adanya pembesaran limfonoduli yang mengandung sel-sel ganas. uretra. tingkat tumor dinyatakan dengan system TNM atau Tomor Nodul Metastasis. Gejala yang penting dan sering dianggap remeh adalah adanya hematuri yang berulang.M1. stadium dan penyulit yang disebabkan oleh tumor tersebut.T4. buli-buli. ureter. T adalah tingkat pertumbuhan tumor di dalam organ atau tingkat penyebaran tumor ke organ sekitarnya. prostat. N adalah penyebaran tumor secara limfogen. T diberi tanda T0 . M adalah penyebaran secara hematogen ke organ-organ lain yang letaknya berjauhan dari tumor primer.TUMOR UROGENITAL Pendahuluan Tumor traktus urogenitalia merupakan keganasan yang sering ditemukan pada tempat praktek sehari hari yang mungkin terlewatkan karena kurang kewaspadaan dokter mengenali penyakit ini. Sedangkan penulisan derajat diferensiasi sel berdasarkan atas pemeriksaan histopatologi dengan : G1 : diferensiasi baik G2 : diferensiasi sedang G3 : diferensiasi buruk Untuk mengetahui apakah sel-sel telah menjadi ganas dpat dilakukan pemeriksaan patologi yaitu sitopatologi melalui pemeriksaan sitologi urine dan 67 . Hematuri ini sering sembuh sendiri sehingga pasien tidak datang untuk berobat dan tumor tetap tumbuh dan membesar serta mengadakan penyebaran terus sehingga pasien biasanya datang dengan stadium yang sudah lanjut. Diberi tanda M0 . N diberi tanda N0 – N3. testis dan penis. Keganasan urogenital dapat terjadi mulai dari ginjal. Metastasis pada organ lain juga dapat terjadi dan dapat mengakibatkan gangguan organ tersebut dan memberikan manifestasi klinis pada organ yang terkena.

Tumor ini sering terjadi pada pasien dengan tuberous sklerosis atau penyakit boumeville yaitu kelainan bawaan yang ditandai dengan retardasi mental. Tumor ini banyak menyerang wanita dewasa daripada pria dengan ratio 4 : 1. Gejala klinisyang mungkin dikeluhkan adalah nyeri pinggang. stadium patologi dan derajat diferensiasi tumor untuk menegakkan diagnosis suatu keganasan menggunakan suatu pemeriksaan histopatologis dengan bahan pemeriksaan yang didapat dari biopsy jaringan atau specimen lengkap hasil operasi. Hamartoma ginjal Hamartoma atau angiomiolipoma merupakan tumor yang terdiri dari komponen lemak. 68 . Tumor pada saluran ginjal juga dibagi menjadi jinak dan ganas. lipoma. Tumor ganas kortex adalah adenokarsinoma dan nefroblastoma. Tumor saluran ginjal jinak adalah pailoma.sitologi yang diperoleh dari FNAB ( Fine Nedlee Aspiration Biopsy ) atau BJAH ( Biopsi Aspirasi Jarum Halus ). Untuk mengetahui ganas tidaknya suatu jaringan yang diperiksa. Sedangkan tumor ganas saluran ginjal adalah tumor pelvis renalis. Tumor ginjal jinak lebih jarang ditemukan daripada tumor ganas. Namun sering banyaknya penggunaan USG abdomen sebagai screening di klinik-klinik rawat jalan makin banyak ditemukan tumor ginjal yang masih dalam stadium jinak. epilepsy. Tumor ginjal berdasarkan letak dibagi menjadi dua : tumor pada kortex ginjal dan tumor pada system saluran ginjal. hamartoma. pembuluh darah dan otot polos. adenoma sebaseum dan hamartoma. Tumor jinak kortex adalah adenoma. Tumor pada kortex ginjal dibagi menjadi jinak dan ganas. TUMOR GINJAL Di rumah sakit merupakan tumor saluran kemih ketiga terbanyak yang ditemukan setelah tumor prostat dan tumor buli-buli. jenis histopatologinya. Gambaran klinis Pada hamartoma sering tanpa gejala biasanya ditemukan tidak sengaja pada pemeriksaan USG. onkositoma.

Diagnosis Hamartoma dapat ditentukan dengan USG yang memberikan gambaran hiperekoik dan dapat pula dikonfirmasi dengan CT scan ampak area dengan densitas negative. Biasanya terjadi pada anak-anak dibawah umur 10 tahun dan paling sering terjadi pada anak umur 3. Kadang juga ditemukan hematuri dan hipertensi.5 tahun.hematuri. Gambaran klinis Biasanya tumor tidak bergejala atau biasanya pasien dibawa ke dokter karena perutnya membuncit karena teraba adanya massa. Biasanya terjadi unilateral tetapi dapat juga terjadi bilateral. Tumor terdapat pada ginjal dan dapat di eksisi dengan sempurna 69 . Gambaran ini patognomonis untuk hamartoma. Penyebaran tumor ini dapat terajdi secara ekspansi lokal dengan simpai. struma dan epitel. melalui vena kava atau vena renalis atau secara limfogen. Nefroblastoma Tumor ini dikenal dengan tumor Wilms yang berasal blastema metanefrik dan terdiri dari blastema. Atau dapat pula bersamaan dengan penyakit tuberous sklerosis.gejal obstruksi saluran kemih bagian atas dan kadang terdapat perdarahan retroperitoneal. hematogen. Penatalaksanaan Jika tumor kecil dan tidak mengganggu tidak perlu diobati tetapi jika tumor besar dan mengganggu dilakukan nefrektomi. Stadium NWTS ( Natinal Wilm’s Tumor Study ) membagi tingkat penyebaran tumor ( setelah dilakukan nefrektomi ) dalam 5 stadium : I.

V. Adenokarsinoma ginjal Tumor ini dikenal dengan nama tumor grawitz dan merupakan tumor ganas parenkim ginjal yang berasal dari tubulus proksimal ginjal. Penatalaksanaan Bila tumor masih dalam stadium dini dan ginjal di sebelah kontralateral masih normal dapat dilakukan nefrektomi radikal. Tumor meluas keluar ginkal dan dapat dieksisi sempurna. Kadang kala diawali dengan pemberian sitostatika dengan kombinasi Actinomycin D dengan Vincristine dan radiasi eksterna karena tumor Wilm’s bersifat radiosensitive. Pada neuroblastoma biasanya keadaan pasien lebih buruk dan pada pemeriksaan IVP terjadi pendesakan system kaliks gnjal ke kaudolateral serta kadar VMA dalam urin meningkat sedangkan pada tumor Wilm’s kadar VMA normal. III. Tumor ini banyak didapatkan pada pria daripada wanita dengan ratio 2 : 1 dan juga banyak didapatkan pada usia diatas 40 tahun. Diagnosis Metastasis hematogen Tumor bilateral Dengan USG ditemukan massa padat pada perut ( retroperitoneal ) sebelah atas. Diagnosis banding Hidronefrosis atau kista ginjal yang merupakan benjolan dengan konsistensi kistik. mungkin telah mengadakan penetrasi ke jaringan lemak perirenal. Factor resiko yang paling dekat menyebabkan tumor ini adalah merokok. Atau dapat juga foto thoraks untuk mengetahui adanya metastasis karena 85 % metastasis ke paru.II. Ada sisa sel tumor di abdomen yang mungkin berasal dari : biopsy atau rupture yang terjadi sebelum atau selama operasi IV. Dan teratoma peritoneum. CT scan juga dapat memberi gambaran pembesaran ginjal dan sekaligus menunjukkan pembesaran kelenjar regional atau infiltrasi tumor ke jaringan sekitarnya. limfonoduli para aorta atau vasa renalis. Pada pemeriksaan dengan IVP tampak adanya gambaran distorsi system pelvikokalises atau mungkin terdapat ginjal non-visualized. Biasanya terjadi unilateral. Dan dipastikan dengan pemeriksaan histopatologik. 70 .

hipertensi. Diagnosis banding Hidronefrosis. Sitostatika juga tidak banyak memberikan manfaat. Stadium II : Tumor ke jaringan lemak perirenal dengan fasia Gerota masih utuh. CT scan merupakan pemeriksaan yang mempunyai akurasi tinggi pada karsinoma ginjal dan juga untuk mengetahui penyebaran tumor. hiperkalsemia dan gangguan fungsi hati yang non metastatic. Penyebaran tumor ini bisa secara langsung menembus simpai ginjal ke jaringan sekitarnay dan melalui pembuuh limfe atau v. : Tumor masih terbatas dalam ginjal dengan fasia Gerota masih 71 . polikistik ginjal dan tuberculosis ginjal. Stadium IV : tumor menjalar ke organ sekitarnya / metastasis jauh. dan dengan pemerikasaan histopatologis. nyeri pinggang dan massa di daerah ginjal merupakan tanda tumor dalam stadium lanjut. Diagnosis Diagnosis ditegakkkan dengan ditemukannya gejala klinis. hasilnya tidak memuaskan hanya untuk mencegah metastasis karena tumor ini bersifat radioresisten. Imunoterapi dengan mengguankan Interferon atau dikombinasi dengan interleukin tetapi hasilnya juga belum diketahui. anemia karena perdarahan intratumoral. pencitraan dengan USG hanya untuk mengetahui massa solid atau tidak. Kadang ditemukan juga tanda sindroma paraneoplastik seperti polisitemia. Radiasi eksterna. Stadium Stadium I utuh. Gejala lain yang Nampak adalah febris. MRI dan arteriografi selektif juga merupakan pilihan untuk menegakkan diagnosis.Biasanya tumor ini disertai dengan pseudo kapsul yang terdiri atas parenkim ginjal yang tertekan oleh jaringan tumor dan jaringan fibrosa.renalis. Gambaran klinis Didapatkan trias klasik yaitu hematuri makroskopik. Hormonal dengan memberikan progestagen tetapi efeknya belum diketahui. Penatalaksanaan Nefrektomi radikal yaitu mengangkat ginjal dengan kapsula Gerota. kava atau limfonoduli regional. Fasia gerota merupakan barier yang menahan penyebaran tumor ke organ sekitarnya. Stadium III : tumor invasi ke vasa renalis/ v.

Jika dicurigai ada massa maka dilakukan pemeriksaan histopatologi. tuberkuloma atau hemangioma pada pielum ginjal. biasanya merupakan metaplasia sel-sel pelvis renalis karena adanya batu yang menahun pada pelvis. uretra proksimal karena pada organ tersebut juga terdapat sel transtitional. Lebih dari 10 % pasien ini tidak pernah 72 . buli-buli. Tumor ini kurang memberikan respon dengan pemberian sitostatika dan dengan radiasi eksterna. Untuk tumor yang sudah menyebar. IVP berguna untuk menemukan tumor ini dengan terlihat adanya filling defect dan tampak gambaran massa radiolusen. Angka kejadian tumor ini sangat jarang sekitar 1 % dari seluruh tumor urogenitalia. Karsinoma sel skuamosa. Kadang disertai juga nyeri pinggang dan teraba massa di pinggang. Diagnosis Diagnosis dapat ditegakkkan dengan ditemukannya gejala klinis. Gambaran klinis Gejala yang sering dikeluhkan adalah nyeri pinggang. Karsinoma sel trantitional. Melalui alat uretrorenografi dapat dilihat langsung keadaan pielum. Penatalaksanaan Nefrouretrektomi dilakukan dengan mengangkat sebagian dinding buli-buli sekitar muara ureter yang bersnagkutan. yang juga dapat menyerang ureter. Tumor ini biasanya terdapat pada ureter distal. Gambaran klinis Yang sering dikeluhkan pasien adalah kencing darah ( 80 % ). TUMOR URETER Hampir semua tumor ureter adalah karsinoma sel transtitional. 2.Tumor pelvis renalis Tumor ini sangat jarang ditemukan. kemoterapi dengan cisplastin merupakan cara pengobatan yang dianjurkan. Menurut jenis histopatologisnya tumor ini dibedakan menjadi dua jenis : 1. hematuri kambuhan atau gejala dari obstruksi oleh tumor. Keadaan tersebut akibat adanya bendungan akibat tumor sehingga menjadi hidronefrosis. Pemeriksaan sitologi urin dengan mengambil urin melalui kateter ureter. lalu dapat menggunakan USG dan CT scan untuk dapat membedakan apakah massa tersebut batu.

noduler ( infiltrative ) atau campuran ( papiller dan infiltrative ).mengeluh dan tumor diketemukan secara tidak sengaja pada saat screening dengan USG atau pada pemeriksaan IVP. ureter berada di cuff buli-buli sebanyak 2 cm di sekeliling muara ureter. kadang terdapat hidronefrosis atau ginjal non visualized dan dalam keadaan ini dilakukan pemeriksaan pielografi retrograde. ( resiko meningkat 2-6 kali dari yang tidak merokok ). Pemakaian uretroskopi lebih dianjurkan untuk melihat langsung tumor dan sekaligus melakukan biopsy. Pada kelainan jinak sel epitel atipik atau dysplasia mengalami hiperplasi tanpa perubahan 73 . Tumor ini dua kali lebih banyak pada pria daripada wanita. otot. ISK ( E. Fktor resiko yang mempermudah terjadinya karsinoma buli-buli adalah : pekerjaan ( pekerja di pabrik kimia. opium dan INH dalam jangka lama juga meningkatkan resiko ). laboratorium. pemanis buatan. IVP berguna untuk menemukan tumor ini dengan terlihat adanya filling defect di dalam lumen ureter. tekstil. Untuk tumor yang terdapt pada distal ureter dapat dilakukan reseksi parsial ureter dan muaranya di kandung kemih serta neoureterovesikostomi. fenasetin. lemak perivesika lalu kemudian menyebar langsung ke jaringan sekitar dengan limfogen atau hematogen. makanan dan obat-obatan ( kebiasaan mengkonsumsi kopi. Pada daerah industry tingkat kejadian meningkat tajam. Bentuk tumor buli-buli : papiller. TUMOR BULI-BULI Tumor ini merupakan keganasan kedua terbanayk pada system urogenital setelah karsinoma prostat. Sitologi urin diambil urine dengan memakai kateter uretre dan kadang dilakukan biopsy dengan alat brush biopsy. non-invasive ( in-situ ). Diagnosis Diagnosis dapat ditegakkan dengan ditemukannya gejala klinis. salon sering terpapar bahan karsinogen berupa senyawa amin aromatic ). penggunaan obat seperti siklofosfamid. Penatalaksanaan Nefroureterektomi dengan mengangkat ginjal. pabrik kulit. Menghasilkan zat nitrosamine yang karsinogenik ).coli dan proteus sp. perokok.tumor ganas ini berkembang dari epitel yang atipik atau dysplasia yang berupa lesi yang mengalami proliferasi dan mengalamai infiltrasi ke lamina propria.

sedangkan jenis lainnya karsinoma sel skuamosa ( 10 % ) dan adenokarsinoma ( 2 % ). tidak dapat menahan kemih dan polakisuri pada karsinoma in situ yang sudah mengadakan infiltrasi luas. membuat anastomosis kedua ureter kedalam sigmoid. Doksorubisin atau dengan interferon. Diagnosis Selain melihat dari gambaran klinisnya pemeriksaan bimanual sangat berguna untuk menentukan infiltrasi.sel atau inti. Pemeriksaan antigen permukaan sel dan flow cytometri berguna untuk mendeteksi adanya kelainan kromoso sel-sel uretelium. Secara histopatologis sebagian besar tumor ini adalah karsinoma sel transisional ( 90 % ). Gambaran klinis Perlu diwaspadai jika pasien datang dengan mengeluh hematuri yang bersifat tanpa rasa nyeri ( painless ). Radiasi eksterna dilakukan setelah TUR buli-buli atau setelah sistektomi. Keluhan akibat penyakit yang lanjut seperti obstruksi saluran kemih karena retensi bekuan darah atau edema tungkai karena adanya penekanan kelenjat limfe oleh massa tumor. kambuhan ( intermiten ) dan terjadi pada seluruh miksi ( hematuri total ). Kadang terdapat gejala iritasi seperti disuria. 5 FU. Dilakukan juga terapi adjuvant dengan kemoterapi sistemik. Siklofosfamid. Dilakukan pembedahan dengan cara sistektomi radikal. Lalu dilakukan kemoterapi secara intravesikal dengan memberikan obat-obat Mitomisin C. Cara ini tidak banyak dipakai lagi karena menimbulkan bnayak penyulit. Pada sistography dan IVP tampak filling defect dalam kandung kemih. Pemeriksaan sitologi urin untuk memeriksa sel-sel urotelium yang terlepas bersama urin. Jika didapatkan hidroureter dan hidronefrosis merupakan salah satu tanda adanya infiltrasi tumor ke ureter atau muara ureter. Uretrosigmoidostomi. CT scan dan MRI berguna untuk menentukan ekstensi tumor ke organ sekitarnay dan dipastikan dengan pemeriksaan histopatologi untuk jaringan tumor. antara lain : 1. parsial atau total bila penyebaran karsinoma telah sampai otot vesika. 74 . BCG. Jika dilakukan sistektomi radikal maka selanjutnya aliran urin dari ureter dilakukan melalui beberapa cara diversi urin. Penatalaksanaan Tindakan endoskopik merupakan terapi baku karsinoma bili-buli melalui reseksi transurethral ( TUR buli-buli ).

Kemungkinan menderita karsinoma prostat meningkat jika dalam keluarganya ada yang menderita tumor ini. mengganti buli-buli dengan ileum sebagai penampang urin. mengganti buli-buli dengan segmen ileum dengan membuat stoma yang kontinen ( dapt menahan urin pada volume tertentu ). karena berkemih tetap melalui uretra dan tidak melalyui stoma yang dipasang di abdomen. Tumor ini menyerang pada usiadiatas usia 50 tahun. Conduit usus. Cara ini kurang praktis jadi saat ini jarang digunakan. 4.2. isoflavon atau fitosterol pada kedelai. Sedangkan vitamin A. Karsinoma prostat sering terjadi pada zona perifer ( 75 % ) dan pada zona sentral dan transtitional ( 20 % ). Insidens ini akhir-akhir ini meningkat karena meningkatnya umur harapan hidup. lingkungan dan infeksi. diet. membuat neoblader dari segmen usus halus yang kemudian dilakukan anastomosis dengan uretra. sitologi urin dan sistoskopi. Diet yang mengandung banyak lemak. betakaroten. Teknik ini dirasa lebih fisiologis untuk pasien. Biasanya karsinoma ini berupa lesi multisentrik. likofen pada tomat. TUMOR PROSTAT Merupakan keganasan urogenital yang terbanyak. Diversi urin orthotopic. daging merah dan hati diduga meningkatkan kejadian kanker prostat. Semua pasien buli-buli harus melakukan pemeriksaan secara berkala dan secara rutin dilakukan pemeriksaan klinis. Beberapa faktor yang diduga sebagai penyebab timbulnya karsinoma prostat adalah predisposisis genetika. Diversi urin kontinen. hormonal. susu binatang. penegakkan diagnosis yang lebih baik dan kewaspadaan tiap-tiap individu mengenai keganasan ini menjadi meningkat karena adanya informasi mengenai di berbagai media. 3. Derajat keganasan pada 75 . Kanker ini jarang menyerang pada usia dibawah 45 tahun. sedangkan untuk mengeluarkan urin dipasang kateter menetap melalui sebuah stoma. Keganasan prostat ini biasanya merupakan adenokarsinoma yang berasal dari kelenjar prostat yang hipotrofik pada usia decade kelima sampai ketujuh. daging dan biji-bijian ) dan vitamin E di duga dapat menurunkan insidens kanker prostat. selenium ( yang terdapat pada ikan laut. pengaruh kebiasaan hidup sehari hari. urin lalu dikeluarkan dengan melakukan kateterisasi mandiri melalui stoma secara berkala.

Sediaan biopsy dapat diperoleh dengan menggunakan jarum biopsy besar secara transrectal atau transperineal. G II yang berdiferensiasi sedang dan G III yang berdiferensiasi buruk. Kanker pada stadium dini biasanya diketahui pada saat colok dubur berupa nodul keras pada prostat atau secara kebetulan diketemukan adanya peningkatan PSA ( Prostate Specific Antigen ) pada saat pemeriksaan laboratorium. atipik sel dan kelainan inti sel. Jika dicurigai ada daerah hipoekoik selanjutnya dilakukan biopsy transrectal pada area tersebut dengan bimbingan TRUS. Diagnosis Selain melihat dari gejala klinisnya. MRI lebih akurat dalam menentukan ekstensi tumor ke ekstrakapsuler atau ke vesikula seminalis. Untuk keganasan prostat dikenal dengan petanda tumor fosfatase asam prostat ( PAP ) dan Antigen khas prostat ( Prostate Spesific Antigen ) yang sensitivitasnya 76 . Metastasis ke tulang umumnya bersifat osteoblastik. Gambaran klinis Pada kanker prostat dini biasanya belum menunjukkan gejala apa-apa. Pada stadium dini sulit dideteksi sengan colok dubur sehingga untuk mendiagnosa dibantu dengan ultrasonography transrectal ( TRUS ). Diagnosis pasti hanya dengan pemeriksaan patologik. fraktur pada tempat metastasis atau kelainan neurologic jika metastasis ke tulang vertebra. Penyebaran secara limfogen melalui kelenjar limfe melalui kelnjar limfe daerah pelvis menuju kelenjar limfe retroperitoneal. CT scan dapat untuk mengetahui adanya metastasis. Tumor yang berada pada kelenjar prostat tumbuh menembus kapsul prostat dan mengadakan infiltrasi ke organ sekitarnya. Pembagian derajat keganasan ini merupakan indicator pertumbuhan daan progesifitas tumor. kosta. Lebih dari 10 % pasien mengeluh adanya gangguan saluran kemih berupa kesulitan miksi. kanker juga dapat menekan rectum sehingga mengeluh kesulitan BAB. hepar. Walaupun jarng.lumbalis. Derajat G I yaitu berdiferensiasi baik. Cara lain untuk mendapatkan bahan pemeriksaan adalah dengan aspirasi jarum halus ( fine needle aspiration = FNA ). v. dan otak.tumor ini berdasarkan atas diferensiasi sel. disuri atau hematuri yang menunjukkan bahwa kankaer telah menekan uretra. pemeriksan fisik yang penting adalah colok dubur. paru. Kebanyakan penderita datang pada stadium lamjut dengan tanda obstruksi atau tanda metastasis ke organ lain. Kanker prostat yang sudah metastasis ke tulang menyebabkan nyeri pada tulang.

Radiasi dilakukan untuk pasien tua dan tumor yang telah mengadakan metastasis. tetapi terdapat beberapa factor yang meningkatkan insidens terjadinya tumor ini. Selain untuk keperluan diagnosis. tetapi berdasarkan teori dari hugin’s yaitu : “ sel epitel prostat akan mengalami atrofi jika sumber androgen ditiadakan. Pada metastasis tulang kadar PSA darah meningkat. Prostatektomi radikal dilakukan pada stadium T1-2N0M0 dengan mengangkat seluruh prostat dan vesikula seminalis. trauma testis. respons terhadap radiasi dan prognosisnya. sel sertoli dan gonadoblastoma. TUMOR TESTIS Tumor ini merupakan keganasan terbanyak pada pria yang berusia 15-35 tahun dan merupakan 1-2 % semua neoplasma pada pria.tinggi dan spesifisitasnya tidak terlalu tinggi. PSA kadang juga meninggi pada hipertrofi prostat dan peninggian ini proporsional dengan berat jaringan prostat. Jadi pada terapi ini dilakukan dengan pemberian obat untuk melakukan blockade androgen total. disfungsi ereksi dan inkontinensia. 77 . Sebagian bear tumor ini berasal dari sel germinal ( 95 % ) yang terdiri atas seminoma dan non seminoma sedangkan isinya berasal dari non germinal. Perbaikan pada pasien ini sekarang menjadi lebih baik karena etrdapat sarana diagnosis yang lebih baik karena terdapat sarana diagmosis yang lebih baik dan diketemukan patanda tumor serta tekhnik pembedahan yang lebih baik. PSA dapat digunakan untuk mengikuti perkembangan penyakit atau hasil pengobatan. Penyebab tumor belum diketahui pasti. tetap lebih tinggi dibandingkan PAP. Pada stadium yang masih dini dilakukan observasi seumur hidup. Tetapi dengan tekhnik nerve sparring dapat dicegah terjadinya penyulit. Pemberian radiasi biasanya didahului dengan limfadektomi dan dengan cara terapi hormonal. hanya pada operasi ini dapat terjadi penyulit seperti perdarahan. yaitu : maldesensus testis. atrofi atau infeksi testis dan pengaruh hormone. Tumor non germinal diantaranya adalah tumor sel leydig. Sifat seminoma berbeda dengan non seminoma antara lain derajat keganasannya. Penatalaksanaan Tindakan yang dilakukan tergantung daripada stsium. derajat diferensiasinya dan umur harapan hidup.

tidak nyeri pada palpasi dan tidak menunjukkan tanda transiluminasi. epididimis. Tunika albugenia merupakan barier bagi perjalanan tumor ke organ lain. Penanda tumor juga berguna untuk membantu diagnosis. funikulus spermatikus atau bahkan ke kulit skrotum. monitoring respon pengobatan dan sebagai indicator prognosis tumor testis. Biopsy atau pendekatan trans-skrotal tidak diperbolehkan karena bisa sel-sel tumor bisa menyebar. teratokarsinoma atau tumor yolk sack tetapi tidak pada tumor karsinoma murni dan seminoma murni. pasien karsinoma embrional dan seminoma murni. Pemberian sitostatika terlebih dahulu diharapkan terjadi downstaging dan ukuran tumor akan mengecil.Tumor testis pada mulanya berupa lesi intratestikular yang akhirnya mengenai seluruh parenkim testis dan kemudian menyebar ke rete testis. Pada jenis seminoma responnya sangat baik terhadap radiasi sedangkan jenis non-seminoma tidak sensitive sehingga dilakukan pembersihan kelenjar retroperitoneal atau retroperitoneal lymphonode dissection ( RPLND ). Gambaran klinis Pasien biasanya mengeluh adanya pembesaran pada testis yang biasanya tidak nyeri. padat. Diagnosis USG dapat membedakan lesi intra testikular atau ekstra testikuler dan massa padat atau kistik. Dari hasil pemeriksaan patologi dapat dibedakan jenis seminoma atau nonseminoma. Sehingga jika tunika ini rusak peluang sel-sel tumor untuk menyebar lebih besar. Penanda yang paling sering diperiksa adalah AFP ( alfa feto protein ) biasa meningkat pada karsinoma embrional. Pada pemeriksaan fisik testis terdapat benjolan keras. penatalaksanaan pada dugaan tumor testis tidak boleh dilakukan biopsy testis. Perhatikan adnya infiltrasi tumor pada funikulus atau epididimis. CT scan digunakan untuk menentukan ada tidaknya metastase pada retroperitoneum. karena itu bahan untuk pemeriksaan di ambil dengan orkidektomi dengan pendekatan inguinal. penentuan stadium tumor. HCG ( Hman Chorionic Gonadotropin ) biasa meningkat pada semua pasien koriokarsinoma. 78 . MRI digunakan untuk mnegetahui luas ekstensi tumor testis.

lesi datar atau lesi ulseratif. Tumor kemudian mengadakan invasi limfogen ke kelenjar limfe inguinal dan selanjutnya menyebar ke kelenjar limfe di daerah pelvis hingga subklavia. lesi eksofitik. mencegah kekambuhan dan mempertahankan penis agar dapat miksi dengan berdiri atau dapat melakukan senggama. Fasia Buck berfungsi sebagai barier dan jika fasia ini telah terinfiltrasi oleh tumor sel kanker menjadi lebih mudah mengadakan invasi hematogen.TUMOR PENIS Tumor ganas ini terdiri dari karsinoma sel basal. penektomi parsial ( jika tumor terbatas pada glans atau batang sebelah distal ). Tindakan yang dapat dilakukan adalah sirkumsisi ( jika tomor terbatas pad preputium ). Sirkumsisi pada masa anak dapat memperkecil terjadinya karsinoma pada kemudian hari. Diagnosis Tidak ada pemeriksaan laboratorium yang khas. penektomi total dan uretrostoi perineal ( untuk tumor batang sebelah proksimal ). Karsinoma sel skuamosa ini berasal dari kulit preputium. melanoma. Karsinoma penis pada stadium awal berupa bentukan tumor papiler. dengan kemoterapi dengan krim 5 FU ( untuk tumor in-situ atau eritroplasia Queryat ) dan dengan radiasi eksterna. yang pertama ditujukan pada tumor primer yang bertujuan menghilangkan tumor secara paripurna. Lesi primer berupa tumor yang kotor. pemeriksaan pencitraan dibutuhkan untuk menentukan penyebaran ke organ lain. FaKtor penyebab utama adalah rangsangan lama seperti balanoprostitis kronik pada fimosis. Kadang didapatkan pembesaran kelenjat limfe inguinal yang nyeri karena infeksi atau pembesaran kelenjar limfe subklavia. berbau dan serimg mengalami infeksi. takut dan merasa berdosa karena mengalami penyakit seperti itu. terapi laser dengan Nd : YAG. Diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan patologi dan biopsy pada lesi primer. Tahap yang kedua ditujukan terhadap metastasis pada kelenjar limfe inguinal dengan cara pemberian antibiotic setelah operasi pada lesi primer jika klenjar masih tetap ada 79 . Penatalaksanaan Pengelolaan tumor ini dibagi menjadi dua tahap. Gambaran klinis Biasanya pasien datng terlambat karena malu. glans dan batang penis. ulserasi serta perdarahan. tumor mesenkim dan yang paling sering adalah karsinoma sel skuamosa.

Purnomo B Basuki. 2003.dilakukan diseksi kelenjar. CV. Bila kelenjar terlalu besar sehingga inoperable ( tidak bisa diangkat ) maka dapat dicoba pemberia sitostatika atau radiasi paliatif dengan harapan ukurannya mengecil. Edisi revisi. hal. Penerbit Buku Kedokteran EGC. 774 – 790 80 . DAFTAR PUSTAKA 4. Jakarta. hal. Jong Wim de.186 5. Jakarta. 1997. 161 . 2nd ed. Sagung seto. Buku Ajar Ilmu Bedah. in : dasar-dasar urologi FK univ.Brawijaya. Sjamsuhidajat R.

5% sampai dengan 21% dari populasi. dan urethra. Hematuria dapat berasal dari bagian manapun di sepanjang traktus uriarius. ataupun keganasan pada traktus urinarius. ureter. Dibawah ini adalah beberapa penyebab hematuria yang tersering: ● Kanker kandung kemih ● Kanker ginjal ● Kanker prostat ● Kanker ureter ● Kanker urethra ● Batu traktus urinarius ● Infeksi traktus urinarius 81 . prostat.HEMATURIA Hematuria adalah suatu keadaan dimana terdapat sel darah merah pada urine. pemakaian obat-obat penghilang rasa sakit secara berlebihan. hematuria dapat menjadi tanda untuk infeksi. Pada banyak pasien tidak ditemukan penyebab hematuria yang spesifik. Etiologi Adanya sel darah merah dala urine tidak selalu merupakan tanda dari adanya penyakit yang serius. kandung kencing.tersebut termasuk merokok. batu. Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 9% sampai 18% dari individu normal dapat mempunyai gejala hematuria dalam tingkat tertentu. walaupun begitu. termasuk ginjal. Tetapi hematuria dapat menjadi tanda dari kondisi medis yang sangat penting yang memerlukan penaganan segera. dan terpapar dengan zat kimia tertentu. Diperkirakan hematuria timbul pada 2. Faktorfaktor resiko yang dapat meyebabkan timbulnya penyakit. Hematuria dapat dibagi menjadi dua yaitu “gross” ( dimana jumlah sel darah merah yang terdapat di urine berjumlah banyak dan dapat terlihat dengan mata telanjang) dan “microscopic” ( dimana jumlah sel darah merah yang terdapat di urine sedikit dan hanya dapat dilihat dengan mikroskop. radiasi. Microscopic hematuria biasanya secara tidak sengaja ditemukan pada saat dilakukan pemeriksaan urim rutin sedangkan gross hematuri biasanya membawa pasien datang berobat.

tumor ureter dan batu pada traktus urinarius. Cara lain yang lebih baik untuk mendeteksi massa pada ginjal atau batu pada traktus urinarius adalah menggunakan CT scan. Pemeriksaan radiologi yang paling sering dilakukan adalh IVP. Untuk pasien dengan lekosit pada urine nya harus dilakukan kultur urin. Harus dicari tanda-tanda penyakit ginjal (salah satunya proteinuria) Dan tanda-tanda infeksi saluran kemih. Pemeriksaan ini biasanya digabung dengan USG ginjal. bentuk sel darah merah yang abnormal. Untuk pasien dengan peningkatan kadar kreatinin dalam darah atau pasien yang alergi terhadap kontras dapat dilakukan pemeriksaan MRI atau pielografi retrograd untuk menilai traktus urinarius bagian atas. Pasien-pasien dengan jumlah protein yang bermakna dalam urine. Yang dilakukan dengan menyuntikkan kontras pada pembuluh darah kemudian dilakukan beberapa kali foto Rontgen selama ginjal mengeksresikan kontras tersebut. Langkah pertama dalah anannesa riwayat perjalanan penyakit dan pemeriksaan fisik yang teliti. 82 . Kelemahan IVP adalah sering tidak dapat mendeteksi massa ginjal yang kecil. Jumlah sel darah merah dalam lapang pandang besar dan bentuk sel darah merah harus diperhatikan. Hal ini dapat membantu untuk memperkirakan asal perdarahan. Pemeriksaan ureum kreatinin darah juga perlu dilakukan untuk menilai fungsi ginjal. atau hasil pemeriksaan kreatinin yang tidak normal harus menjalani pemeriksaan penyakit ginjal yang lebih lanjut. Pemeriksaan laboratorium yang dianjurkan adalah urinalisa dan pemeriksaan sedimen urin. Pemeriksaan sitologi pada urine juga perlu dilakukan untuk mencari adanya sel-sel abnormal pada urine. Pemeriksaan radiologi ginjal dan ureter perlu dilakukan untuk mendeteksi adanya massa pada ginjal.● Pielonefritis ● Benign Prostatic Hypertrophy ● Penyakit ginjal ● Radiasi atau cystitis yang di induksi oleh zat kimia ● Trauma traktus urinarius ● Prostatitis Diagnosis Setiap pasien dengan gross hematuria atau mikroskopik hematuria yang bermakna harus di evaluasi lebih lanjut.

Kelemahan dari pemerikasaan-pemeriksaan di atas adalah ketidakmampuan untuk secara teliti memeriksa kandung kencing. 83 . Dalam ha ini perlu dilakukan cytoscopy. Melalui cytoscopy dokter dapat memeriksa keadaan bagian dalam urethra dan kandung kencing.

RETENSI URIN Definisi Retensio urine adalah suatu sindroma klinis urologi dimana trejadi penumpukan urine didalam kandung kemih karena tidak dapat berkemih sehingga kapasitas maksimal buli terlampaui.Retensi urin bisa disebabkan oleh berbagai macam penyebab sehingga ini bukan merupakan suatu diagnosa pasti melaikan hanya gejala.Sehingga menimbulkan keadaan yang tidak nyaman dari pasien dan ini merupakan suatu kegawat daruratan yang sering terjadi.Pertolongan diberikan hanya bersifat sementara.kesembuhan hanya bisa didapat dengan menghilangkan penyebab utamanya. Anatomi Saluran kemih Pada wanita Pada Pria 84 .

Kantung kemih merupakan kantung berselimut otot-otot yang terdapat pada rongga pelvis dibelakang simpisis pubis.Disebelah depan dari rectum.Kantung kemih meregang jika telah terisi urin dari ginjal.Pengosongan terjadi melalui kontraksi otot-otot ding-ding kantung kemih yang terjadi melalui refleks berkemih.Impuls ini juga menuju otot-otot dingding luar uretra sehingga relaksasi agar urin dapat keluar.pars spongiosa baru mencapai orificium uretra eksternum.pada wanita terdapat didepan dari vagina dan dibelakang dari uterus. Urin diproduksi pada ginjal dan dialirkan melalui ureter kedalam kantung kemih sebagai tempat penampungan sementara sebelum diekskresi keluar tubuh.Impuls yang dihasilkan menghantarkan balik respon kepada otot-otot dingding luar yang membungkus kantung kemih sehingga berkontraksi untuk mengosongkan kantung kemih.pars membrabnasea.Sedangkan produksi urin oleh ginjal sekitar 0.Pertama-tama tekanan yang dihasilkan oleh urin menyebabkan aktivasi reseptor regangan pada ding-ding dalam kantung kemih .rangsang ini dikirim sebagai impuls saraf kesaraf sepinal dan mencapai pusat dari miksi yang terdapat pada segmen S2 dan S3 .5-1ml/KgBB/Jam sehingga jika berat badan orang dewasa 70 diakan menghasilkan urin minimal 840-1680ml dan mengakibakan dalam keadaan normal miksi sekitar 3 s/d 4 x/hari.kapasitasnya 300-400ml.hal ini memicu refleks spinal (refleks miksi )yang berkerja secara parasimpatis.Anatomi dan Fisiologi Kantung kemih.Ketika rangsang regang telah menurun otot-otot mengalami relaksasi kembali Pada wanita urin langsung dikeluarkan melalui uretra menuju orificium uretra eksternum .Sedangkan pada pria uretra sendiri terbagi atas uretra pars prostatika . Etiologi Retensi urin 85 .

Fibrosis Infeksi saluran kemih Pada pria bisa disebabkan karena : Kelaina Intra Vesika Sumbatan akibat batu intra vesika Sumbatan akibat tumor intra vesika Sumbatan akibat gumpalan darah Kontraktur bladder neck Hipertrofi bladder neck Kelainan Neurogenik Kerusakan pusat miksi S2-S4 setinggi T12-L1 Kelainan jaras serabut sensoris parasimpatis kepusat miksi dan penghantaran serpon impuls ke otot detunsor Kelainan Miogenik Kelemahan otot-otot detunsor sehingga kontraksi tidak 86 . Fistula. Inkoordinasi antara otot detunsor dengan otot uretra pada pasien cidera kauda ekuina Kelainan Uretra Striktura Trauma.Dari mekanisme kerja kantung kemih serta perjalanan system ekskresi baik pada wanita maupun pria ini dapat menimbulkan kelainan/sumbatan yang menghambat terjadinya pengeluaran urin.Sehingga menyebabkan keadaan yang disebut retensi urin. Ruptura. Pada wanita bisa disebabkan karena : Kelainan Intra Vesika Sumbatan akibat batu intra vesika Sumbatan akibat tumor intra vesika Sumbatan akibat gumpalan darah Kontraktur bladder neck Hipertrofi bladder neck Kelainan Neurogenik Kerusakan pusat miksi S2-S4 setinggi T12-L1 Kelainan jaras serabut sensoris parasimpatis kepusat miksi dan penghantaran serpon impuls ke otot detunsor Kelainan Miogenik Kelemahan otot-otot detunsor sehingga kontraksi tidak adekuat.

calices minor melembung. Jika retensio tersebut berlangsung dalam jangka waktu yang lama maka akan terjadi dekompensasi U-V junction dan menyebabkan reflux. namun nantinya akan terjadi dekompensasi. Perubahan parenkim ginjal. Merupakan akibat dari distensi peliviocalices. 5. Pada kompensasi akan menyebabkan hipertrofi otot detrusor dan hipertofi otot trigonum. 2. sehingga vasa arcuata terjepit dan akan menjadi atrofi iskemik. 4. Infeksi saluran kemih Batu uretra Divertikulum Fimosis/Parafimosis Kelainan muara uretra Ulkus/Tumor penis Patogenesa dan Komplikasi 1. Ruptura. dan terjadi peregangan yang menyebab kan retensio urine. Keadaan tersebut menyebabkan mekanisme back pressure terhadap kedua ginjal. keadaan diatas akan berlanjut menjadi hidronefrosis. papilae mendatar. Perubahan vesica. dapat terjadi kompensasi dan dekompensasi. Perubahan ureter. Fistula. Pada hipertrofi trigonum terjadi obstruksi sekunder ureter intravesical. yang nantinya akan manjadi atonia.adekuat. yaitu dilatasi pelviocalices. 3. Back pressure berserta relux menyebabkan kerusakan ginjal menjadi lebih cepat. ureter akan melebar dan memanjang. pada mulanya ureter masih dapat mengadakan kompensasi. Hidronefrosis ada tiga tingkat. Pada dekompensasi terjadi melemahnya otot detrusor yang akan menjadi atoni sehingga terjadi retensio urine ( parsial atau total ). Inkoordinasi antara otot detunsor dengan otot uretra pada pasien cidera kauda ekuina Kelainan Uretra Pembesaran portat sehingga menghambat aliran diuretra pars prosstatika (BPH/Ca-prostat/Kista) Striktura Trauma. Perubahan pelviocalices. yang akan menyebabkan fungsi ginjal berkurang. Perubahan urethra karena adanya lesi proximal yang menyebabkan dilatasi. 87 .

Pengosongan dilakukan dengan pemasangan kateter sebagai pertolongan pertama kepada pasien agar tidak menimbulkan gejala komplikasi lainya.Penyebab harus diketahui dengan cepat agar keadaan cepat ditangan.Gejala Klinis Retensi Totalis  Sama sekali tidak dapat miksi  Gelisah  Sakit suprasimfisis  Mengejan  Overflow inkontinentia.incontinentia paradoxal Diagnosis  Pada pemeriksaan fisik : VU mengembang (dengan palpasi disekitar pubikum)  Balottemen positif pada VU  Dapat dilakukan Rektal Taucher untuk menggetahui apakah ada pembesara prostat Pemeriksaan penujang Rontgen:Photo BNO-IVU USG buli-buli USG Prostat Sistografi Uretrografi Terapi Untuk penanganan setelah diagnosa retensio urine total maka harus dilakukan drainage dengan pemasangan kateter untuk mengosongkan kandung kemih dan mencari causanya secara pasti.Jika kateter tidak berhasil dapat dilakukan cystostomia dengan abocath sampai vesica kosong. 88 .musti melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

Pererbit CV Sagung Seto. Balon. A. DC.1994. 2. Editor Ronardy DH. Buku Ajar Ilmu Bedah.Gambar diatas menunjukkan berbagai macam kateter. 1058-1064. Penerbit EGC.W. De Jong. Saluran untuk mengisi balon. Purnomo. Kateter de Pezzer. alih bahasa: Andrianto.R. 479-481. Cetakan Pertama. Edisi Revisi. Penerbit EGC. 1. Dasar dasar Urologi. Jakarta 2003. Retensio Urin. Kateter Malecot. Sjamsuhidajat. Jakarta. 69-85. Editor. Ukuran Cahrriere DAFTAR PUSTAKA 1. D. Kateter Tienmann. Kateter Foley.BB.emedicine. C. Edisi Kedua. 3. E.P. 3. Buku Ajar Bedah Bagian 2. 2. Sabiston.1997.com 89 . Lumen. 4. B. Jakarta.

gagal hepar. radiasi o Orkitis o Trauma testis o Penyakit sistemik : gagal ginjal.Infertilitas pada Pria Etiologi Pre Testikuler Kelainan pada hipotalamus o Defisiensi hormon gondotropin yaitu LH. gangguan emisi dan gangguan ejakulasi kelainan fungsi dan motilitas sperma o kelainan bawaan ekor sperma o gangguan maturasi sperma o kelainan imunologik o infeksi 90 . dan FSH Kelainan pada hipofisis o Insufisiensi hipofisis oleh karena tumor. radiasi atau operasi o Hiperprolaktinemia o Hemokromatosis o Substitusi/terapi hormone yang berlebihan Testikuler o Anomaly kromososm o Anorkhismus bilateral o Gonadoktosin : obat-obatan. anemi bulan sabit o Kriptorkismus o varikokel Pasca Testikuler Gangguan transportasi sperma o congenital bilateral absent of the vas deferens (CBAVD) o obstruksi vas deferens/epididimis akibat infeksi atau vasektomi o disfungsi ereksi.

ginekomasti. dan konsistensi).Evaluasi dan Diagnosis Evaluasi dari pihak pria meliputi anamnesis. faal liver. Anamnesis: 1. alkohol. pembedahan pada retroperitoneal d. hipospadi atau pemnyempitan muara uretra 3. epididimitis. ISK. colok dubur: menilai pembesaran/nyeri prostat. pemeriksaan fisik umum: fisik tubuh kekar. vas deferens menebal atau tak teraba. ukuran. keadaan versikula seminalis. varikokel. riwayat seksual  libido/potensi seksual. riwayat operasi: pasca herniorafi. sering menderita episode febris. trauma. pekerjaan dan kebiasaan: perokok. anosmia. mump. gangguan faal ginjal. penggunaan lubrikan pada saat senggama 2. pemeriksaan genitalia jaringan parut (bekas herniotomi atau bekas orkidopeksi/orkidodektomi). fungsi tiroid). laboratorium. orkidopeksi. terpapar oleh radiasi. penyakit sistemik (DM. riwayat reproduksi pasangannya (fertil) Pemeriksaan fisik 1. dan pemeriksaan penunjang. pemeriksaan hormon 3. frekuensi senggama. uji fungsi sperma 91 . analisis semen 2. keadaan testis (jumlah. dan reflex bulbokavernosus Pemeriksaan penunjang: 1. biopsi testis 5. pestisida 3. pemeriksaan imunologik 4. riwayat pemakaian obat-obatan jangka lama: marijuana dan steroid c. riwayat penyakit dahulu a. torsio testis b. penyempitan lapang pandang (visual field) 2. galaktore. pemeriksaan fisik.

jika terdapat pembutuan pada vas deferens karena infeksi atau setelah menjalani vasektomi dilakukan penyambungan kembali vas deferens atau vaso vasostomi. Pembedahan Usaha pembedahan yang dilakukan ditujukan pada tempat kelainan penyebab infertilitas yaitu operasi pada organ pre testikulaer. adenomektomi hipofisis pada adenoma hipofisis 2. Adanya antibodi antisperma yag didapatkan pada pemeriksaan imunologik dapat dicoba dengan pemberian kortikosteroid. 92 . reaksi imunologik antibody antisperma. Tindakan itu dapat berupa: 1. dan koreksi saluran yang membuntu penyaluran sperma. koreksi terhadap penyebab kerusakan testis. Ejakulasi retrograd dapat diberikan golongan adrenergik alfa atau trisiklik antidepresan (imipramin) yang dapat menyebabkan kontraksi leher ke buli pada saat emisi sperma pada uretra posterior. varikokel yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada spermatogonium dilakukan operasi vasoligasi tinggi atau varikokelektomi 3.Terapi Medikamentosa Kelainan-kelainan yang mungkin masih dapat dikoreksi secara medikamentosa adalah : defisiensi hormone. infeksi. Melalui teknik bedah mikroskopik angka keberhasilan penyambungan vas deferens (yang ditandai dengan terdapatnya sperna pada ejakulat) ± 80-90 % sedangkan angka keberhasilan fungsional (pasangan menjadi hamil) ± 50-60% 4. Pada hipogonadotropik-hipogonadismus (hipogonadismus sekunder) dapat dicoba diberikan LH untuk merangsang sel Leydig memproduksi testosteron. kemudian diberikan hormon Human Chorionic Gonadotropin (HCG). dan ejakulasi retrograde. pembuntuan pada duktus ejakulatorius dilakukan reseksi transuretral. Sedangkan pada pembuntuan yang lebih proximal yaitu pada epididimis dilakukan penyambungan epididimo-vasostomi yaitu penyambungan epididimis dengan vas deferens.