P. 1
Kebutuhan Dasar Manusia - Nutrisi

Kebutuhan Dasar Manusia - Nutrisi

|Views: 230|Likes:
Published by Yusi Yukiss Finie
hasil diskusi SGD dan bolak-balik buku serta browsingan.
hasil diskusi SGD dan bolak-balik buku serta browsingan.

More info:

Published by: Yusi Yukiss Finie on Jan 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/07/2015

pdf

text

original

PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR NUTRISI

Learning task kelompok 3&4 1. Jelaskan prinsip pemberian nutrisi pada baliya! Ada berapa prinsip dalam pemberian nutrisi pada balita a. Makanan yang dikonsumsi balita seharusnya terdiri dari beragam jenisnya. Dimana balita memerlukan minimum 2 porsi (480 g) kelompok susu setiap hari untuk memberikan protein, riboflavin, dan vitamin A dan B12. Selain itu, balita juga membutuhkan asupan nutrisi dasri makanan yang berbahan dari padi-padian, sereal yang diperkaya, dan roti sebagai sumber yang baik akan zat besi dengan tambahan pada daging. Selain itu, balita juga harus menerima 4 porsi setiap hari dari kelompok buah dan sayuran. Satu porsi harus mengandung vitamin C yang baik. Sayuran berdaun hijau dan buah kuning dan sayuran harus sering disajikan. Anak usia prasekolah memerlukan kira-kira 480 g susu setiap hari, 30 hingga 90 g dari kelompok daging, 4 hingga 5 porsi dari kelompok buah, dan sayuran (termasuk sumber vitamin C setiap hari dan porsi sayuran dan buah-buahan berdaun hijau dan kuning tua), tiga porsi seluruh padi-padian atau makanan yang diperkaya gizinya dari kelompok roti dan sereal, dan 3 hingga 4 sendok teh margarin atau mentega. b. Makanan yang dikonsumsi harus higienis dan aman untuk menghindari bakteri penyakit dan kekurangan nutrisi pada balita tersebut. c. Makan harus dilakukan secara teratur dan dengan cara yang baik ( makan harus dilakukan dengan posisi duduk bukan berdiri atau tidur). 2. jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan

perkembanga balita!

1

 Kelainan genetik. Tinggi badan penduduk tiap bangsa tidaklah sama. setelah pubertas. Jenis kelamin. Akondroplasia menyebabkan dwarfisme (tubuh kerdil) sedangkan sindrom Marfan menyebabkan pertumbuhan tinggi badan yang berlebihan. Anak perempuan umumnya lebih cepat dewasa dibandingkan anak laki-laki. demikian pula sebaliknya. Posisi fetur yang abnormal bisa menyebabkan kelainan kongenital seperti club foot. Kondisi ini umumnya disertai dengan kegagalan pertumbuhan seperti pada kasus sindrom down dan sindrom turner. Nutrisi ibu hamil. Toksin. terutama dalam trimester terakhir kehamilan akan memengaruhi pertumbuhan janin.  Kelainan kromosom. Faktor internal yang memengaruhi tumbuh-kembang anak meliputi :  Perbedaan ras/etnis atau bangsa. Secara garis besar faktor-faktor tersebut terbagi atas faktor internal dan eksternal. Seseorang yang dilahirkan dengan ras eropa tidak mungkin memiliki faktor heriditer ras Indonesia. 2 . b. Aminopterin dan obat kontrasepsi dapat menyebabkan kelainan kongenital seperti palatoskisis. Usia.    Keluarga. Mekanis. Pertumbuhan berlangsung dengan pesat pada masa pranatal. Namun. Pada umumnya. Ada kecenderungan sebuah keluarga memiliki anggota keluarga yang tinggi-tinggi atau anggota keluarga yang gemuk-gemuk. tahun pertama kehidupan dan masa remaja.Banyak sekali faktor yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. a. pertumbuhan anak laki-laki justru lebih cepat di bandingkan anak perempuan. orang kulit putih memiliki ukuran tungkai yang lebih panjang dibandingkan orang Mongol. Faktor eksternal yang memengaruhi tumbuh-kembang anak meliputi : 1) Faktor pranatal    Gizi.

Kondisi ini lebih lanjut akan menyebabkan hiperbilirubinemia dan kernik ikterus yang akan menyebabkan kerusakan jaringan otak. Untuk tumbuh kembangnya. dan kelainan jantung kongenital. kelainan kongenital mata. Kehamilan yang tidak diinginkan. Radiasi. Sitomegalo virus. kardiomegali. Diabetes militus dapat menyebabkan makrosomia. kurangnya sinar matahari. dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak. herpes simpleks). paparan sinar radioaktif. Eritroblastosis fetalis terjadi karena perbedaan golongan darah antara janin dan ibu sehingga ibu membentuk antibodi terhadap sel darah merah janin. spina bifida. anemia. Perlakuan salah atau kekerasan mental pada ibu hamil. kelainan jantung bawaan mengakibatkan retardasi pertumbuhan janin Lingkungan fisik dan duniawi. seperti trauma kepala dan asfiksia. paparan zat kimia 3 . Penyakit kronis atau kelainan kongenital. serta penyakit virus lainnya dapat mengakibatkan kelainan pada janin. Penyakit tuberkulosis. Sanitasi lingkungan yang kurang baik. bayi memerlukan zat makanan yang adekuat. serta kelainan jantung. hiperplasia adrenal. bisu.  Endrokrin. 2) Faktor persalinan : komplikasi persalinan pada bayi. 3) Faktor pascanatal    Gizi. Infeksi pada trimester I dan II akibat TORCH (Toksoplasma Rubela.   Anoksia embrio. tuli. Psikologis ibu. Kondisi ini menyebabkan gangguan fungsi pada plasenta sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan. Antibodi tersebut kemudian masuk ke dalam peredaran darah janin melalui plasenta dan mengakibatkan hemolisis. retardasi mental. penyakin menular seksual (PMS).  Infeksi. seperti mikrosefali.  Kelainan imunologi. Paparan radium dan sinar rontgen dapat mengakibatkan kelainan pada janin. seperti katarak. retardasi mental dan deformitas anggota gerak.

Pemakaian kortikosteroid dalam waktu lama dapat menghambat pertumbuhan anak. Interaksi ibu dan anak serta orang terdekat sangat berpengaruh terhadap tumbuh-kembang anak. Jelaskan menu semibang balita (makanan yang disarankan dan makanan yang dihindari)! Jawab : Gisi seimbang adalah asupan makanan yng mengandung gisi lengkap sesuai yang dibutuhkan balita pada masing – masing usia. defisiensi hormon pertumbuhan dapat menyebabkan anak tumbuh kerdil. Seorang anka yang tidak dikehendaki oleh orang tuanya atau anak yang  selalu merasa tertekan akan mengalami hambatan dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Perkembangan memerlukan stimulasi. keterlibatan ibu dan anggota keluarga lain dalam kegiatan anak. Stimulasi. Menu sehat balita harus mempunyai gizi seimbang antara kandungan 4 . 3. sosialisasi anak.   Lingkungan pengasuhan. Untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan balita sehat.  Sosial-ekonomi. Hal yang sama juga berlaku pada pemakaian oabt-obatan yang merangsang susunan saraf pusat karena dapat menghambat produksi hormon pertumbuhan. rokok. Gangguan hormonal pada penyakit hipotiroid dapat menghambat pertumbuhan anak .tertentu (timbal. Ini berkaitan dengan hubungan anak dengan orang-orang di sekitar.  Psikologis.  Obat-obatan. buruknya kesehatan lingkungan dan ketidaktahuan yang dapat menghambat pertumbuhan anak. Kemiskinan selalu berkaitan dengan kurangnya bahan makanan. perlakuan ibu terhadap perilaku anak. penyediaan mainan. khususnya dalam keluarga. dll) dapat memberi dampak negatif pada pertumbuhan anak. perlu diperhatikan asupan gizi yang seimbang. merkuri. Misalnya. Endokrin.

Sumber vitamin B12 : daging. ASI banyak mengandung karbohidrat. karena dapat mengakibatkan kelainan fungsi otak dan kelainan pertumbuhan balita serta mudah terkena infeksi. bayam merah. havermut.susu keju. brokoli. Jika tubuh kurang vitamin C menyebabkan skorbut (pendarahan gusi). mudah terjadi luka dan infeksi tubuh. ubi. vitamin. misalnya tepung beras. Memberikan Vitamin D : Vitamin yang penting untuk membantu pembentukan/pemeliharaan formasi tulang dan homeostasis mineral. dan susu. Menu seimbang yang diberikan pada balita diantaranya : Memberika asupan asi. ASI mengandung kolostrum. protein. seperti seng dan vitamin A. unggas (ayam) Memberikan Vitamin C seperti jeruk dan buah-buahan lain yang rasanya masam. lemak. padi-padian.Pada anak usia dua sampai tiga tahun. hati. sayuran hijau.sebagai Sumber vitamin B2 Memberikan ragi. karbohidrat. ikan. dan air yang berubah menjadi sebuah fondasi yang sangat kokoh untuk melindungi tubuh dari penyakit. sebagai sumber vitamin B6 Memberikan Vitamin yang penting untuk pembentukan sel (termasuk sel darah merah) dan memelihara sel saraf. bit. roti .polongan . hambatan pertumbuhan pada bayi dan anakanak. otak. Hal ini perlu diwaspadai. jus hijau untuk memenuhi kebutuhan kalsium. sariawan. cabai.ASI merupakan sumber gizi pertama dan yang paling alami yang diberikan ibu kepada anaknya. vitamin dan serat. susu full cream. susu. polong. kuning telur. mulai mendapatkan masukan gizi-gizi yang khusus. karena mempunyai relevansi dengan perbanyakan sel tertentu dan bagian dari otak. beras merah. 5 . Zat lain yang perlu waspadai adalah zat besi.protein. kentang. misalnya jagung. memberikan zat besi dan folic acid untuk mencegah anemia pada balita Sumber karbohidrat . yaitu suatu zat kekebalan tubuh yang khusus. brokoli. Memberikan sayuaran sayuran. yang pada akhirnya mengakibatkan gangguan kemampuan anak dalam memecahkan masalah dan mengingat informasi serta mengurangi daya cipta.

dampaknya bagi balita bisa mengalami kegemukan dan gangguan metabolisme Hindari makanan yang mengandung pengawet Hindari memberikan minuman yang mengandung alkohol. ikan. telur. Jelaskan pengaruh status gizi terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita! Pengaruh status gizi terhadap pertumbuhan dan perkembangan adalah pertumbuhan anak sangat berkaitan dengan nutrisi yang dikonsumsi. Jika tubuh kurang vitamin E dapat terjadi hemolisis sel darah merah. Dimana kandungan gizi pada makanan yang dikonsumsi setiap hari menentukan status gizi 6 .Makanan yang mengandung vitamin D seperti : telur.E.serta memberikan sumber lemak untuk A. bila mengandung cuka di khawatirkan menimbulkan iritasi pada balita. Dimana kandungan gizi yang dikonsumsi setiap hari sangat mempengaruhi.tapi balita rentan terkena penyakit gondok Hindari makanan yang siap saji yang tinggi lemak dan natrium. dan kacang-kacangan. daging. pada anak-anak dapat menyebabkan rakhitis.D. Sumber utama protein berasal dari ikan. 4.walaupun gula murni memberikn kekeuatan tubuh . susu. dan minyak ikan. kegagalan ginjal kronik. berfungsi untuk mengganti sel-sel tubuh yang rusak serta memberikan sumber lemak untuk Menu yang dihindari yaitu : Hindari memberikan makanan yang terlalau manis . kacang-kacangan. Jika tubuh kurang vitamin D menyebabkan penyakit gastrointestinal (malabsorpsi atau radang pankreas kronik). Memberikan Vitamin yang penting untuk mencegah terjadinya hemolisis sel-sel darah merah dan anemia.K Protein Pelengkap sumber gizi balita sehat adalah protein. Sumber vitamin E : sayuran hijau. karena bisa menyebabkan obesitas.

TB = 170cm.8 x 55) = 66 + (959) + (850) – (374) = 1505 b. dan sebagainya. Rumus Harris Benedict BMR = 66 + (13. anak masih bisa beraktifitas. Pada anak balita terjadi proses pertumbuhan yang sangat pesat. kurang gizi pada tingkat ringan atau sedang masih belum menunjukkan gejala yang abnormal.anak. sehingga memerlukan zat gizi yang tinggi untuk setiap kilogram beratnya. badanya mulai kurus dan staminanya mulai menurun.8 x U) = 66 + (13. Disisi lain justru anak balita paling sering menderita akibat kekurangan gizi.7 x BB) + (5 x TB) – (6. Learning task semua kelompok 1. Pada fase lanjut balita dengan gizi buruk akan rentan terhadap penyakit.7 x 70) + (5 x 170 ) – (6. pada balita ada gold period pada usia 0 sampai 3 tahun. Tetapi bila diamati dengan seksama. umur 55 th. Salah satu kelompok umur dalam masyarakat yang paling mudah menderita kelainan gizi adalah anak balita. Hitung BMR klien dengan rumus Harris Benedict dan menurut WHO! Jawab : a. Misalnya. sebaliknya status gizi yang buruk akan memudahkan timbulnya penyakit. dimana pertumbuhan dasar yang berlangsung pada balita akan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Sedangkan pada masa balita ini merupakan periode penting dalam pertumbuhan.6 x BB + 897 7 . Rumus WHO BMR = 11. Status gizi yang baik akan mampu meningkatkan daya tahan tubuh yang baik pula. bermain. Laki-laki dengan BB = 70 kg.

Wanita kurus kalau hamil mempunyai resiko tinggi melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. 3. Kelebihan energi tersebut akan disimpan tubuh sebagai cadangan dalam bentuk lemak sehingga mengakibatkan seseorang menjadi lebih gemuk. anemia dan diare. jelaskan pengaruh bila seseorang memiliki badan terlalu kurus atau terlalu gemuk! Badan yang kurus disebabkan karena konsumsi energi lebih rendah dari kebutuhan yang mengakibatkan sebagian cadangan energi tubuh dalam bentuk lemak akan digunakan.= 11.6 x 70 + 897 = 1691 2. Eva dengan tinggi badan 147 cm. Badan yang gemuk atau Kelebihan berat badan terjadi bila makanan yang dikonsumsi mengandung energy melebihi kebutuhan tubuh. Penampilan kurang menarik 8 . Pengaruhnya bila seseorang terlalu kurus yaitu : 1. Penampilan cenderung kurang menarik 2. Resiko sakit tinggi.5 kg/m2 3.047 kg/m2 Klasifikasi : kurus. karena kurangnya asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk proses metabolisme. beberapa resiko sakit yang dihadapi antara lain : penyakit infeksi. hitung BMI/IMT klien dan termasuk dalam status gizi apa? IMT = BB/TB2 = 39/(1. BB 39 kg.47)2 = 18. Pengaruhnya bila seseorang terlalu gemuk yaitu : 1. kekurangan berat badan tingkat ringan karena berada dalam rentang skala 17-18. Mudah letih dan kurang mampu bekerja keras. depresi. 4.

Perbedaan BMR pada orang sehat dan sakit yaitu pada orang sehat tidak memerlukan penambahan suplemen sedangkan pada orang sakit memerlukan 9 . Gerakan tidak gesit dan lambat. sedangkan kita tahu bahwa aliran darah melewati jantung dan paru. Bagaimana menghitung BMR pada orang sakit. 3. dan 50% untuk sakit berat. 25 % untuk sakit sedang. sehingga seseorang yang mengalami obesitas akan cenderung malas bergerak dan beraktivitas. hal ini disebabkan karena dengan obesitas aktivitas gerak manusia juga ikut menurun. • Tekanan darah tinggi • Gangguan sendi dan tulang • Gangguan ginjal • Gangguan kandungan empedu • Kanker • Pada wanita dapat mengakibatkan gangguan haid (haid tidak teratur. apakah perbedaan BMR pada orang sehat dan sakit? Kecepatan metabolik basal (BMR=Basal Metabolic Rate) atau lebih tepat kecepatan metabolik pada keadaan istirahat (RMR=Resting Metabolic Rate) merupakan ukuran jumlah energi yang digunakan pada keadaan istirahat dan tanpa makanan.2. dan ditambahkan 30% untuk pasien yang dapat berjalan. Merupakan faktor resiko penyakit: Jantung dan pembuluh darah. perdarahan yang tidak teratur). yaitu 10% dari RMR yang diperkirakan untuk sakit ringan. Penyakit yang berat memerlukan tambahan suplemen kalori. karena kadar gula darah dalam tubuh tinggi sehingga orang yang obesitas rentan terkena penyakit diabetes mellitus. kemungkinan besar karena rasa lelah menahan bobot tubuh yang berat. Penderita obesitas rentan dengan tingginya kadar kolesterol yang mengganggu system peredaran darah. • Kencing manis (diabetes mellitus). Perkiraan energi harus ditambahkan kira-kira 20% perkiraan energi waktu istirahat untuk pasien yang harus beristirahat di tempat tidur. Oleh sebab itu obesitas dapat menghambat aliran darah ke jantung dan paru sehingga akan berpengaruh pada jantung seseorang. faktor penyulit pada persalinan 4.

Lingkar pergelangan tangan (lpt) memperkirakan kerangka tubuh klien r= TB(cm)/lpt(cm) : Wanita > (kecil) : 10. kontrol sel saraf .respansif) b.6-10.25% untuk orang sakit sedang .refleks tendon (normal) .0-18.  Tanda klinis . dan penambahan 50% untuk orang yang tergolong sakit berat .1 (besar) Laki-laki >10.4 (kecil) : 9.0-27.4(sedang):<9. Untuk menentukan seseorang mengalami masalah mal nutrisidata apa saja yang harus anda kumpulkan sebagai seorang perawat?  Pengukuran fisik dan antropometri a.perhatian stabil psikologis 10 .0 kg/ m2 (porsi terkecil distal tanagn –prosesus stiloid ) b.0 kg/m2 Kekuranagn berat badan tingkat ringan 17. Hemoglobin. 10% untuk orang sakit yang tergolong ringan.5-25.urin dan jaringan tubuh lain yang memberikan informasi status gizi seperti cek abumin. memeriksa kembali status nutrisi klien a.Lipatan kulit untuk mengetahui isi lemak jaringan subkutan  Tes lab dan biokimia :analisis darah.5 kg/m2 Normal >18. Mengobseravsi tanda-tanda perubahan nutrisi.6(besar) c.1 – 11 (sedang) :<10. TB dan BB untuk menentukan BMI : BB/TB2 ( m) Kategori : Kekurangan berat badan tingkat berat <17.0 Kelebihan berat badan tingkat ringan <25.(sadar .lengan dan tungkai lurus c.penambahan suplemen. 5. transferin.0 kg/ m2 Kelebihan berat badan tingkat berat >27. Postur tubuh(tegak. Penampilan umum (kurus .gemuk.sedang ).

rontok/mudah dicabut g. misalnya menghidangkan makanan dengan aneka bentuk dan wadah yang menarik.budaya .pengobatan 6. ubun –ubun cekung .d. Fungsi gastrointential :nafsu makan . tingkat aktivitas e.sosial ekonomi . Pada leher tidak ada pembesaran kelenjar k. fungsi kardiovaskuler f. kulit kering bersisik. Berikut merupakan beberapa strategi untuk menghadapi klien yang menolak makan : a. perubahan demi perubahanpun bermuncul karena kondisi yang membuat klien merasa tidak nyaman dengan kondisi serta lingkungannya. pembesaran tiroid h. sebagai seorang perawat apa strategi anda menghadapi klien yang menolak makan ketika dirawat di rumah sakit? Hospitalisasi merupakan pengalaman yang tidak menyenangkan.epistaksis . kultur dan agama f. kemampuan untuk memperoleh makanan d. Klien harus menghadapi berbagai kondisi baru yang berbeda dari kesehariannya ketika tidak mengalami hospitalisasi. edema j. 11 . rambut mudah patah .penyembuhan luka yang lama i. Salah satunya adalah perubahan nafsu makan klien. Ciptakanlah suasana makan yang menyenangkan dengan berbagai kreasi.eliminasi . Alergi c.organ /masa teraba pada abdomen e. status kesehatan . Kerangka tidak ada malformasi  Riwayat diet : a. Kebiasaan asupan makanan b. sehingga tidak jarang klien menolak makan saat dirawat.bengkak warna baik l. tidak nyeri lemah . Pada kaki.

b. dan pompa makan 12 . Indikasi : jika saluran gastrointestinal pasien berfungsi. Hindarkan cara memaksa dan mengancam dalam membujuk klien. Komplikasi : 1) Aspirasi 2) Komplikasi gastrointestinal 3) Masalah dengan akses alat. Pemenuhan nutrisi enteral Nutrisi enteral adalah nutrisi yang diberikan melalui saluran gastrointestinal. contra indikasi. yaitu a. Pemenuhan nutrisi oral Indikasi : jika pasien memiliki kemampuan untuk ingesti (memasukkan makanan) dan tidak memiliki masalah atau memiliki sedikit masalah dalam hal digesti (menelan) maupun absorpsi. Minta keluarga membujuk klien agar mau makan d. jelaskan mengenai pemberian nutrisi oral. parenteral. Libatkanlah klien untuk dalam proses pemberian makan. efeksamping)! Pemenuhan nutrisi dapat dilakukan dengan 3 cara. yaitu dengan menyediakan dukungan psikologi. keamanan dan nutrisi yang ekonomis. Selama waktu makan. Perbolehkan klien menentukan makanan yang dipilih untuk dimakan namun tetap mempertimbangkan asupan nutrisi yang seharusnya klien dapatkan (konsultasi pada bagian gizi) g. minimalkan gangguan. penyajian makanan hangat 7. misalnya matikan televisi dan jauhkan buku atau mainan dari meja makan (klien anak-anak). b. Edukasi klien dengan gambar (dampak yang ditimbulkan jika klien tidak makan. selang makan. enteral (indikasi. f. e.resiko yang mungkin terjadi jika klien tidak makan) namun dengan cara yang tidak bersifat menakut-nakuti klien c.

Kontraindikasi : 1) Jika saluran gastrointestinal pasien berfungsi 2) Jika pasien telah menunjukkan keinginan untuk tidak menerima pemberian nutrisi secara parenteral 3) Jika pemberian nutrisi parenteral menimbukan resiko yang lebih besar daripada manfaatnya Komplikasi : 1) Komplikasi yang berhubungan dengan mesin dari pemasangan kateter vena sentral 2) Komplikasi yang infeksius karena keberadaan kateter 3) Komplikasi metabolic yang berhubungan dengan larutan yang digunakan 13 . Indikasi : jika pasien tidak mampu mendigesti ataupun mengabsorpsi nutrisi secara enteral. Pemenuhan nutrisi parenteral Nutrisi parenteral adalah bentuk dukungan nutrisi yang khusus yaitu pemberian nutrisi melalui intravena.4) Komplikasi elektrolit atau metabolic c.

sedangkan pada balita dengan asupan nutrisi berlebih cenderung meningkatkan resiko obesitas dini. Pada balita dengan asupan nutrisi yang kurang akan menimbulkan gangguan dalam proses pertumbuhan badan serta perkembangan fisik serta mental balita. Eratnya hubungan asupan nutrisi bagi tubuh dalam proses tumbuh dan berkembang serta peran pentingnya dalam kelancaran aktivitas individu menyebabkan individu dituntut untuk senantiasa memenuhi kebutuhan nutrisinya agar tetap seimbang. Balita sangat rentan akan penyakit. Asupan nutrisi juga erat hubungannya dengan proses metabolisme dalam pembentukan energi untuk beraktivitas. Nutrisi dieperlukan dalam menjaga keutuhan mekanisme tubuh dalam tumbuh dan berkembang.KESIMPULAN Asupan nutrisi sangat berpengaruh pada status kesehatan seseorang. 14 . Sehingga keadaan sehat tetap dipertahankan dengan baik. asupan nutrisi yang baik dan seimbang akan meningkatkan status kesehatan seseorang. pemenuhan nutrisi yang seimbang akan sangat berpengaruh dalam mempertahankan kondisi balita agar tetap sehat.

Jakarta : EGC Perry & Potter.1999.Harrison Prinsip-prinsip of internal medicine 13/E . Isselbacher . 2008.DAFTAR PUSTAKA Guyton & Hall.Jakarta:Penerbit Buku Kedokteran EGC.dkk. 15 . Fundamental Keperawatan edisi 4 volume 2. 1999. Jakarta : EGC. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->