STATIKA I

MODUL 1
PENGERTIAN DASAR STATIKA
Dosen Pengasuh : Ir. Thamrin Nasution
Materi Pembelajaran :
1. Pengertian Dasar Statika.  Gaya.  Pembagian Gaya Menurut Macamnya.  Gaya terpusat.  Gaya terbagi rata.  Gaya Momen, Torsi.  Menyusun Dan Menguraikan Gaya.  Metode Analitis.  Metode Grafis. 2. Gaya-gaya Dalam.  Pengertian.  Gaya Normal.  Gaya Lintang Geser.  Momen Lentur. 3. Perletakan/Tumpuan.  Tumpuan Sendi.  Tumpuan Rol.  Tumpuan Jepit.  Aplikasi.  Perjanjian Tanda. Tujuan Pembelajaran :  Mahasiswa memahami dan mengetahui tentang gaya-gaya, menyusun dan menguraikan gaya, gaya-gaya dalam serta perletakan. DAFTAR PUSTAKA a) Soemono, Ir., “STATIKA 1”, Edisi kedua, Cetakan ke-4, Penerbit ITB, Bandung, 1985.

UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemilik hak cipta photo-photo, buku-buku rujukan dan artikel, yang terlampir dalam modul pembelajaran ini. Semoga modul pembelajaran ini bermanfaat. Wassalam Penulis Thamrin Nasution thamrinnst.wordpress.com thamrin_nst@hotmail.co.id

thamrinnst.wordpress.com

Dll.Momen Torsi (puntir).Roda kenderaan. Semua gaya yang garis kerjanya terletak pada satu bidang datar disebut KOPLANAR. Mempunyai titik tangkap. P ton q ton/m’ 1 . ton dsb). Modul 1 Sesi 1.Berat kolom. . . . 2012 Departemen Teknik Sipil. dsb. Thamrin Nasution PENGERTIAN DASAR STATIKA A. balok pada bangunan. 1. Gaya Terbagi Rata (distributed load). PEMBAGIAN GAYA MENURUT MACAMNYA.Akibat berat lantai. b. b. Ir. ITMI. . Mempunyai besaran (kg. c. Semua gaya yang garis kerjanya berpotongan pada satu titik disebut gaya KONKUREN (bertitik pegang tunggal). Mempunyai arah. GAYA Dalam mekanika teknik.Air pada bendungan. . Gaya Momen. a. SIFAT a.Modul kuliah “STATIKA 1” . gaya dapat diartikan sebagai muatan yang bekerja pada suatu konstruksi. FTSP. .Akibat berat orang. GAYA. c.Angin pada dinding ataupun atap bangunan. Gaya Terpusat (point load). . (momen = gaya x lengan gaya). . Y P1 P1 Bidang datar P2 P3 X Gaya Koplanar P2 Gaya Konkuren Z 2.Momen lentur .

Ry =  Ky = K1y + K2y = K1 sin  + K2 sin  2 .arah gaya kekiri dan kebawah bertanda negatip (-). Rx =  Kx = K1x . MENYUSUN DAN MENGURAIKAN GAYA PADA BIDANG DATAR. METODE ANALITIS.pada sumbu X. 2012 Departemen Teknik Sipil. FTSP. Ir. arah dan letak titik tangkap resultan gaya. Perhatikan gambar kumpulan gaya berikut yang terletak pada bidang X-Y. Gaya Konkuren. ITMI. Modul 1 Sesi 1. .K2 cos  . .K2x = K1 cos  .arah gaya kekanan dan keatas bertanda positip (+).Modul kuliah “STATIKA 1” . 1. a. Tujuan : Mencari besar. Thamrin Nasution Ml Momen lentur Momen torsi B. Sejumlah gaya dapat digantikan oleh satu gaya yang disebut RESULTAN GAYA. Y K1 sin  K2  K2 cos  K1x = K1 cos  K1y = K1 sin  O K2x = K2 cos  K2y = K2 sin  K2 sin   K1 cos  X K1 Perjanjian tanda.pada sumbu Y. Besar resultan gaya. .

K1x = K1 cos 1 K1y = K1 sin 1 K2x = K2 cos 2 K2y = K2 sin 2 Rx =  Kx = K1x + K2x = K1 cos 1 + K2 cos 2 Ry =  Ky = K1y + K2y = K1 sin 1 + K2 sin 2 Resultan. Perhatikan gambar kumpulan gaya berikut yang terletak pada bidang X-Y. 2012 Departemen Teknik Sipil. ITMI. Untuk mencari letak titik tangkap resultan R adalah dengan menghitung momen Mx dan My terhadap titik O (pusat sumbu X-Y). R  Rx 2  Ry 2 Resultan ini bekerja melalui titik O. FTSP. 3 .Modul kuliah “STATIKA 1” . dimana momen sama dengan gaya dikali lengan gaya seperti berikut. R  Rx 2  Ry 2 Letak titik tangkap gaya resultan. Ir. Thamrin Nasution Maka resultan gaya. Modul 1 Sesi 1. K2 K2y y1 y2 2 K1 K1y 1 K1x K2x R Ry ys Rx 0 x2 xs x1 Komponen gaya pada sumbu X dan Y. Gaya Tidak Konkuren. Arah resultan gaya. Ry Y R R Ry tan γ  Ry Rx  X Rx (+) Rx  Rx Rx (-) b.

maka momen akibat resultan gaya. y xs  . Mx ys  Rx My = Ry ... y2 =  Kx ... Mx = Rx .. y My = K1y ...3). 4 ... x . xs My ...(2) Substitusikan (1) kedalam (2).... (4. tan γ  Ry Rx Contoh soal : 1). K3 = 3 ton dengan koordinat titik tangkap gaya-gaya (2. K1 = 6 ton. y1 + K2x .ys)..... FTSP.... ITMI.. ys  Ry Rx Arah resultan.2).. Y R 5... Thamrin Nasution Mx = K1x ..Modul kuliah “STATIKA 1” .. Modul 1 Sesi 1. 2 = 20o dan 3 = 300o. 2012 Departemen Teknik Sipil.740 K2 K1 300 o 20 o K3 140 o 0 X 1.(1) Titik tangkap resultan R dinamakan titik (s) dengan koordinat (xs. x1 + K2y ... ys ..... x2 =  Ky . Ir.. xs  Ry ...  Ky ... K2 = 8 ton....419 Diketahui : Gaya-gaya seperti tergambar.... Arah masing-masing gaya 1 = 140o.4) dan (5. x  Kx .

Ir.sin 20o + (3). FTSP.378 ys   = 5.(4) + (3). Rx 4. Thamrin Nasution Ditanya : Besar resultan gaya. ys Mx 25.cos 20o. x1 + K2y .sin 300o. y2 + K3x . y3 = (6). Mx = K1x .193 + 30. y1 + K2x .070 + 4.740 m.668 xs   = 1.4.m’.9. Rx =  Kx = K1 cos 1 + K2 cos 2 + K3 cos 3 = (6).419 m.598 Ry = + 3. My = K1y .sin 20o.sin 140o.(5) = 7.378 t.(3) = .518 + 1.cos 140o. xs My 5.Resultan pada sumbu Y. Ry 3. Ry =  Ky = K1 sin 1 + K2 sin 2 + K2 sin 2 = (6).cos 20o + (3). Penyelesaian : .Arah resultan.422 ton (kekanan).945 – 12.995 5 .cos 300o = .cos 300o.Resultan total.422 My = Ry .857 + 2.990 My = 5.90344 Rx 4. x2 + K3y .995 ton (keatas) .sin 140o + (8).668 t.736 – 2.959 ton .422  = arc tan (0. 2012 Departemen Teknik Sipil.500 Mx = 25. letak titik tangkap resultan dan arahnya.sin 300o = 3. Momen terhadap sumbu Y.995 tan γ   = 0.713 + 10. Momen terhadap sumbu X. .90344) = 42o 05’ 45” .422) 2  (3.Modul kuliah “STATIKA 1” .Resultan pada sumbu X. R Rx 2  Ry 2  (4. Ry 3.cos 140o + (8). Mx = Rx . Modul 1 Sesi 1.596 + 7.m’.(2) + (8).500 Rx = + 4.(2) + (8).Letak titik tangkap gaya resultan pada sumbu X dan Y. ITMI. x3 = (6).(4) + (3).995) 2 = 5.

a2 = 3 meter . ITMI.Besar resultan. P2 = 2 ton . P1 = 1 ton . a1  P2 . x . a3 = 6 meter maka. Modul 1 Sesi 1. a2  P3 . Ir.167 meter (dari sb-Y). (1 t) . R = P1 + P2 + P3 .Letak titik tangkap gaya resultan. P3 = 3 ton dan a1 = 1 meter . Tentukan besar dan letak titik tangkap gaya resultan berikut. a3 x R atau P1. a3 x P1  P2  P3 Apabila. a1 + P2 . Mencari letak titik berat luasan. (3 m)  (3 t) . Y a3 a2 a1 X F1 x Ftotal = F1 + F2 + F3 F2 F3 6 . Y a3 a2 a1 P1 P2 R = P1 + P2 + P3 x P3 X o Penyelesaian : . a2  P3 .Modul kuliah “STATIKA 1” . FTSP. 2012 Departemen Teknik Sipil. a1  P2 . (1 m)  (2 t) . a2 + P3 . Thamrin Nasution 2). 3). (6) x (1 t)  (2 t )  (3 t) x = 4. a3 P1. R = P1 .

Apabila terdapat dua gaya K1 dan K2 seperti gambar berikut. a3 R F1.. a1 + F2 . F1  F2  F3 atau x 2. hasil ini disebut paralelogram gaya. 2012 Departemen Teknik Sipil. a2 + F3 . ITMI..Modul kuliah “STATIKA 1” . Untuk mempercepat proses pekerjaan dapat digambarkan sebagai berikut. 7 . a1  F2 . Apabila terdapat gaya seperti gambar berikut. a3 x F1. A). K1 K1 // b) \ R a) \ // K2 O K2 O Maka resultan dapat dicari dengan cara. x . Gaya bersifat konkuren. a1  F2 . Ir. R = Ftotal = F1 + F2 + F3 . maka resultan R dapat dicari seperti cara grafis diatas yaitu.Besar resultan. POLIGON GAYA. menarik garis yang paralel dengan gaya K1 dan K2.K5 harus dilakukan dengan skala sehingga menghasilkan gambar b) diatas yang disebut poligon gaya. a3 (dari sumbu Y). a2  F3 . R = F1 . K3 K3 K2 K4 K3 R K2 a) K1 K4 K5 b) K2 K5 R K1 POLIGON GAYA K4 c) K1 R’ K5 Untuk menggambarkan gaya-gaya K1. Thamrin Nasution . kemudian ditarik garis dari titik O ketitik perpotongan kedua garis tadi. a2  F3 . K1 K1 a) R b) O R’ = mengimbangi R R’ = -R O K2 K2 a. METODE GRAFIS.Letak titik tangkap gaya resultan. FTSP. Modul 1 Sesi 1.

Sebagai contoh gaya tidak konkuren. ITMI. 2012 Departemen Teknik Sipil. Thamrin Nasution b. ambil contoh soal pada cara analitis sebelumnya. Ir. Modul 1 Sesi 1. FTSP. Y R 5.Modul kuliah “STATIKA 1” .740 K2 K1 300 o 20 o K3 140 o 0 X 1. K2 K1 K3 R’ K1 K3 R R R’ K2 cara pertama cara kedua 8 . Gaya tidak konkuren.419 Maka penyelesaian grafis adalah sebagai berikut.

g. Titik potong ini adalah merupakan titik tangkap gaya resultan R. K5 K1 0 5 b) diagram kutub K2 K3 K4 0 K1 3 2 1 4 5 0 3 1 2 K2 S titik sembarang a) K3 4 R K4 R K5 5 S titik sembarang Langkah-langkah penyelesaian grafis mencari resultan R adalah dengan menggambarkan pertama kali diagram kutubnya (dengan memakai skala gaya). Modul 1 Sesi 1. Susunlah gaya-gaya K1. Pada cara ini resultan R dari gaya-gaya yang tidak konkuren dapat dicari beserta titik tangkapnya.. yaitu : a. Buat titik sembarang S. Kemudian hubungkan pula titik S dengan ujung gaya K2. Thamrin Nasution B).Modul kuliah “STATIKA 1” . dan seterusnya sampai dengan garis 5. dinamakan garis 1. ITMI. 1). POLIGON BATANG. c. Dan seterusnya digambarkan sampai dengan garis yang sejajar garis 5 yang memotong gaya K5. 2012 Departemen Teknik Sipil. Ir.K5 seperti terlihat pada gambar b). 9 . besar dan letaknya sembarang. e. Gaya-gaya paralel secara vertikal. d. dengan cara menarik garis yang sejajar (//) dengan garis 0 memotong gaya K1 pada titik sembarang. f.. lihat contoh-contoh berikut. Setelah diagram kutub selesai. buat gambar a). FTSP. Pada titik perpotongan ini (yaitu pada gaya K1). b. Perpanjanglah garis 0 dan garis 5 sampai keduanya saling berpotongan satu sama lain. Tarik garis yang menghubungkan titik S dengan ujung atas gaya K1 dan selanjutnya dinamakan garis 0. tarik garis sejajar (//) dengan garis 1 sampai memotong gaya K2.

besar dan letaknya sembarang.Modul kuliah “STATIKA 1” . Gaya-gaya tidak paralel. FTSP. 2012 Departemen Teknik Sipil. Thamrin Nasution 2). tidak konkuren. ITMI. Modul 1 Sesi 1. Ir. 3 2 1 4 5 K4 0 K5 0 K1 K3 K2 1 K1 K2 2 3 K3 4 K4 5 R K5 R 10 .

.

Gambar/lukisan tidak simetris. Jika benda dibebani dengan gaya-gaya dan ternyata benda tersebut tidak bergerak maka benda tersebut dikatakan dalam keadaan seimbang statis. ITMI. KEADAAN SEIMBANG. F1 0 1 F2 F1 F2 3 2 F3 F3 0 F2 0 1 2 3 F2 1 F3 F1 F3 2 F1 F3 F2 F1 3 3 2 1 0 0 C. Ir. Thamrin Nasution 3). Rx =  Kx = 0 Ry =  Ky = 0 R  Rx 2  Ry 2 K3 K2 X 12 . Mencari letak titik berat poligon batang. 2012 Departemen Teknik Sipil.Modul kuliah “STATIKA 1” . K4 Y K1 Gaya-gaya seimbang apabila. FTSP. Modul 1 Sesi 1. Contoh gaya konkuren berikut. artinya gaya-gaya yang bekerja dalam keadaan seimbang statis antara gaya aksi dan reaksi.

Ir.Modul kuliah “STATIKA 1” . dalam keadaan seimbang statis terdapat gaya-gaya. FTSP. Modul 1 Sesi 1. Thamrin Nasution Dalam bentuk aplikasi pada jembatan seperti berikut. ITMI. Ra + Rb = P1 + P2 + P3 13 . 2012 Departemen Teknik Sipil. P1 Ra P2 P3 Rb A B Balok diatas dua tumpuan (A dan B).

I Dimana. Gaya Lintang/Geser. Gaya yang dipikul suatu konstruksi akan disalurkan ke setiap bagian dari konstruksi. FTSP.Modul kuliah “STATIKA 1” . P = gaya luar RA = gaya reaksi pada perletakan/tumpuan A. PENGERTIAN. Ir. I A P II B I RA II RB Q+ Q- Q+ Pot. N N N N N N N N 3. yang dilawan oleh tegangan didalamnya. ITMI. Gaya normal dapat berupa tekan atau tarik seperti berikut. Gaya dalam ini menimbuljan perobahan bentuk (deformasi) pada bagian konstruksi. Gaya yang disalurkan ini disebut gaya dalam. GAYA MOMEN LENTUR dan MOMEN TORSI. GAYA LINTANG/GESER. Thamrin Nasution GAYA-GAYA DALAM 1. Q = gaya lintang (gaya/perlawanan dalam). Gaya Normal. RB = gaya reaksi pada perletakan/tumpuan B. Modul 1 Sesi 1. Gaya-gaya dalam ini berupa GAYA NORMAL. 2012 Departemen Teknik Sipil. II 14 . QPot. 2. sehingga keseimbangan dalam tercapai.

ITMI. I).z M torsi = P . Momen Lentur. oleh gaya dalam (gaya lintang) dikembalikan kebentuk semula. Ir. Potongan II. Modul 1 Sesi 1. Pot. Akibat gaya reaksi RA elemen balok sebelah kiri terangkat keatas.Modul kuliah “STATIKA 1” . P A Garis lentur MB A B M+ RA RB P z RA P RB 5. 2012 Departemen Teknik Sipil. 4. Tampang balok menahan momen torsi/ puntir sebesar. sehingga menghasilkan gaya lintang negatip (Q-). Identik dengan peristiwa diatas (pot. I Momen lentur Akibat gaya luar P maka balok akan melentur. pada keadaan ini disebut gaya lintang positip (Q+). elemen sebelah kanan yang terangkat keatas. Momen Torsi. z 15 . M torsiBAB III =P. I A P B I RA garis lentur RB Pot. oleh gaya dalam momen lentur kondisi ini akan dilawan sehingga terdapat keseimbangan dalam. Thamrin Nasution Potongan I. FTSP.

Ir. 16 V0 H=0 . H = gaya-gaya horisontal tidak sama dengan nol. H = gaya-gaya horisontal sama dengan nol. Tumpuan Sendi. M = momen sama dengan nol. Modul 1 Sesi 1. H  0 (tidak dapat bergeser kesamping. Thamrin Nasution PERLETAKAN / TUMPUAN Semua bangunan (konstruksi) terletak diatas tumpuan/perletakan. dapat memikul gaya horisontal). M = 0 (tidak dapat memikul momen.Modul kuliah “STATIKA 1” . 1. Konstruksi sendi Gaya-gaya yang dapat/tidak dapat bekerja pada sendi. Simbol V0 M=0 V = gaya vertikal tidak sama dengan nol. ITMI. Tumpuan Rol. V = gaya vertikal tidak sama dengan nol. karena sendi dapat perputar pada porosnya). tidak dapat memikul gaya horisontal). Jenis-Jenis Tumpuan. Fungsi tumpuan adalah menyalurkan gaya-gaya luar yang bekerja pada konstruksi dan berat konstruksi itu sendiri ke bagian bawahnya. FTSP. H = 0 (dapat bergeser kesamping. V  0 (dapat memikul gaya vertikal). Simbol H0 Konstruksi rol M=0 Gaya-gaya yang dapat/tidak dapat bekerja pada rol. M = 0 (tidak dapat memikul momen. Sehingga terdapat reaksi-reaksi yang mengimbangi gaya-gaya luar tadi dan berat konstruksi. 2012 Departemen Teknik Sipil. 2. karena sendi dapat perputar pada porosnya). V  0 (dapat memikul gaya vertikal). M = momen sama dengan nol.

Ir. yaitu  gaya-gaya vertikal = 0 (V = 0). 2012 Departemen Teknik Sipil. Dalam Penyelesaian digunakan syarat seimbang pada gaya koplanar. P1 RAH A B P2 RAV RBV Gaya-gaya P1 dan P2 yang bekerja pada konstruksi dan reaksi-reaksi dari tumpuan sendi (RAH. FTSP. Modul 1 Sesi 1. balok beton Konstruksi perletakan jepit M0 H0 Simbol V0 Gaya-gaya yang bekerja Gaya-gaya yang dapat/tidak dapat bekerja pada perletakan jepit. M  0 (dapat memikul momen) 4. Tumpuan Jepit. V = gaya vertikal tidak sama dengan nol. Aplikasi. V  0 (dapat memikul gaya vertikal). RAV) dan tumpuan rol (RBV) berada dalam keadaan seimbang statis.  momen pada tumpuan rol = 0 (MB = 0). 17 .  gaya-gaya horisontal = 0 (H = 0).  momen pada tumpuan sendi = 0 (MA = 0). Thamrin Nasution 3. ITMI.Modul kuliah “STATIKA 1” . H0 M = momen sama dengan nol. H = gaya-gaya horisontal tidak sama dengan nol.

(0. b2 = 1.5 cm . 2 F1 = b1 . Gaya lintang bertanda positip apabila reaksi perletakan kiri menekan balok kearah atas dan gaya luar menekan balok kearah bawah. ITMI. f. dan gaya normal tarik bertanda positip. sebaliknya jumlah aljabar momen pada perletakan bertanda negatip bila arah putaran berlawanan jarum jam.Stb. Perjanjian Tanda. FTSP. RBH dan RBV dengan empat persamaan. sedangkan gaya-gaya horisontal yang arahnya menuju kekiri dianggap negatip. b3 = 4 cm . kebalikan dari peristiwa ini gaya lintang bertanda negatip. 18 . Luas. h2 = (1. Gaya-gaya horisontal yang arahnya menuju kekanan dianggap positip. c. yaitu RAH. Jumlah aljabar momen pada tumpuan/perletakan bertanda positip apabila arah putaran momen searah jarum jam.5 cm) = 4.5 cm) .5 cm . h2 = 10 cm . e. h3 = 3.5 cm a). oleh karena itu struktur disebut Statis tertentu. Apabila perletakan rol B diganti dengan sendi. 3 h3 b1 b2 b3 3 cm X Penyelesian : CARA ANALITIS X = -1 b1 = 9 cm . Tentukanlah letak pusat pusat berat dengan cara analitis dan grafis terhadap sb-X dan sb-Y. h1 = (9 cm) . RAV. WORKSHOP/PELATIHAN Diketahui penampang dengan ukuran-ukuran seperti tergambar. Modul 1 Sesi 1. (10 cm) = 15. Gaya-gaya vertikal yang arahnya menuju keatas dianggap positip. RAV dan RBV.Modul kuliah “STATIKA 1” .5 cm . 2 F2 = b2 . h1 = 0. sedangkan momen yang menyebabkan serat balok sebelah atas tertarik dan bawah tertekan dianggap negatip. d. struktur ini menjadi Statis tidak tertentu. Ir. Thamrin Nasution Jadi ada empat persamaan dengan tiga variabel yang tidak diketahui. maka variabel yang tidak diketahui menjadi 4 (empat) yaitu RAH. 5. Dalam perhitungan statika dipakai perjanjian tanda seperti berikut : a. sedangkan gayagaya vertikal yang arahnya menuju kebawah dianggap negatip. Gaya normal tekan bertanda negatip. 2012 Departemen Teknik Sipil. b. Y h1 1 2 5 cm h2 b1 = 10 cm + X b2 = 2 cm + X/2 b3 = 5 cm + X h1 = 1 cm + X/2 h2 = 11 cm + X h3 = 4 cm + X/2 Catatan : X = satu angka terakhir No.0 cm . Momen yang menyebabkan serat sebelah atas balok tertekan dan serat bawah tertarik dianggap positip.

19 cm dari sumbu Y.5 4.500 728.000 1917.5 cm) = 14.5 10.28 cm dari sumbu X.5 10. h3 = (4 cm) .75 13.50 33.125 360.0 72.0 cm 3.0 13. FTSP.00 5.0 114.0 8.000 120.0 16.0 My1 14. 3 = 243.0 119. y2 = (15 cm ) .50 21.500 1188.0 12.000 656.25 cm 17.00 27.5 cm) Jumlah My 2 2 = 57.875 cm .5 My2 Mx2 cm 12.000 905.000 cm .0 2.5 4.0 85.0 20.75 cm. Mx1 = F1 .0 130.50 19.50 6. (3.0 12.0 54.0 6.00 17.875 = 7.875 693.250 352.000 187.5 1.0 19. Letak Pusat Berat Penampang Terhadap sb-X dan sb-Y.75 6.750 192.5 5.0 18. 33.0 cm .25 18.50 cm 8.250 500.0 99.0 cm 0.75 5.0 13.0 16.750 100.0 22.0 33.0 15.00 6.5 98.0 18.250 2964. x1 = (4.000 3692.75 cm. 2 b).0 10.0 35.5 cm) 2 My2 = F2 . y1 = (4.5 8.0 12.250 832.5 9.5 Mx3 15. 3 = 221.75 cm) Jumlah Mx My1 = F1 .0 20.0 15. 3 = 245.0 11.750 1260.75 cm.5 156.750 1260. 3 = 66.5 3. x3 = (5 cm) + b1 + b2 + ½ b3 = (5 cm) + (9 cm) + (1.75 26.50 29. y2 = (3 cm) + ½ h2 = (3 cm) + 1/2 (10 cm) = 8 cm.0 90.0 5.0 77.0 y2 cm 1.000 1602. x3 = (14 cm ) . 2 Ftotal = 33.000 235.0 11.0 265.25 23.00 cm 3 cm 3 cm 3 cm 3 cm 3 cm 3 57.25 18.5 226.5 11.50 5.5 42.0 32.5 Mx1 cm 10.0 19.0 13.0 9.500 967.000 630.0 7. ITMI.5 308.000 cm .000 390.0 27.000 173.0 49.000 270.75 21.000 1485.0 6.50 24.0 14.5 cm .000 977.0 14.5 4.000 517.500 721. x2 = (15 cm ) .5 64. ( 9.0 14.750 504.500 607.50 25.0 353. (17.000 324.5 5. y1 = (3 cm) + h2 – ½ h1 = (3 cm) + (10 cm) –1/2 (0.000 66.00 18. Ir.5 12.0 10. -1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 y1 cm 9.0 4.50 14.5 3.0 5.0 11.000 42.500 490.75 cm) 2 Mx2 = F2 . 3 = 120.0 4.0 11.625 1152.25 6.0 14.5 2.5 13.5 11. (8 cm) 2 Mx3 = F3 .0 104.0 17.75 cm) 2 My3 = F3 .375 135.50 37.0 9.0 73.0 10.0 189.0 125.0 2.5 6.50 31.5 52.75 7.000 = 15.375 cm .5 Y  Kunci Jawaban No.000 1032.5 y3 cm 4.0 8.5 cm ) .50 17. x2 = (5 cm) + b1 + ½ b2 = (5 cm) + (9 cm) + 1/2 (1. (12.5 6.000 580.5 90.0 3.500 1122.5 12.750 cm .5 14.0 10.000 792.500 100. Thamrin Nasution F3 = b3 .500 3015.75 16.000 cm .0 76. 33.50 23.50 27.5 My3 cm 14. 2012 Departemen Teknik Sipil.5 2.0 7.0 39.5 cm ) . x1 = (5 cm) + ½ b1 = 1/2 (9 cm) + (5 cm) = 9.0 65.000 141.50 35.5 cm) = 4.5 cm 4.500 2450.0 5. Modul 1 Sesi 1.0 11.50 19. y3 = (3 cm) + ½ h3 = (3 cm) + 1/2 (3. = 42.0 44.5 10.5 cm) = 12.500 253.0 13. 3 = 509.00 15.0 104.5 24.250 264.000 1997.5 cm.500 cm .5 cm 2 cm 2 cm 2 cm 2 cm 9.375 1755.0 8.5 243.0 12.500 2425.75 16.0 3.000 19 . 3 3 X My Ftotal Mx Ftotal  509.0 17.000 406.000 245.0 16.0 4.5 cm.0 6.0 60.000 1434.250 cm .5 7.25 15.5 cm) + 1/2 (4 cm) = 17. b1 b2 b3 h1 h2 h3 F1 F2 F3 Ftotal x1 x2 x3 Stb.Modul kuliah “STATIKA 1” .0 30.000 511.000 1425.000 373.0 5.000 221. y3 = (14 cm ) . (4.5 5.000 370.0 1.25 5.50 4.0 52.0 12.00 22.75 19.5 cm) Jumlah = 14.500 822. (14.

000 6498.42 10.000 4668.80 9.500 4462. FTSP.250 1808.63 20.875 3908.0 7.56 11.000 9520.875 923.000 2463.28 8.875 509.Modul kuliah “STATIKA 1” . Modul 1 Sesi 1. Thamrin Nasution 20.70 26.04 23. ITMI.500 3249.250 20 .19 16.000 646.250 3542. Ir.000 2103.000 1271.500 Mx My X Y cm 3 cm 3 cm 15. 2012 Departemen Teknik Sipil.69 13.000 3229.000 4175.21 243.875 422.45 19.93 cm 7.64 12.750 1515.000 862.875 2630.25 24.12 8.83 22.750 5255.000 1254.000 842.00 10.47 25.10 11.125 1690.000 7916.25 2116.19 17.17 12.25 13.30 18.875 1647.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful