FUNGSI PENGAWAS DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN DI MI AL-ISLAM KARTASURA

Makalah Ini Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah : Manajemen Pendidikan Islam Dosen Pengampu : Prof. Dr. H. Usman Abu Bakar, MA

Disusun Oleh: Umi Salasatun NIM. 26.10.7.3.068

PROGRAM PASCA SARJANA MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SURAKARTA 2011

1

B B E L

L

B l

g

Upaya peningkatan kualitas pendidikan sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh pemerintah saat ini. Berbagai usaha mulai dari pembaharuan kurikulum, perbaikan dari sarana prasarana, pelatihan pelatihan guru dan bantuan dana langsung berupa dana Bos ke sekolah sekolah. Ini menunjukkan keseriusan-keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas mutu sumber daya manusia Indonesia ke depan. Sejalan dengan ini pemerintah telah pula mengesahkan UndangUndang Guru dan Dosen agar guru lebih memperhatikan tugasnya se suai dengan yang diamanatkan pemerintah. Guru dituntut memiliki kompetensi yang memadai sehingga mampu menerapkan profesionalismenya dalam peningkatan mutu pendidikan ke depan, sebab guru merupakan ujung tombak kemajuan pendidikan dimasa depan. Dalam menjalankan tugas profesinya guru memerlukan agen pembaharuan yang professional pula sehingga guru tidak tertinggal dari kemajuan ilmu pengetahuan dan technologi yang berkembang terus. Selain itu guru juga memerlukan sosok yang dipandang mampu untuk memecahkan masalah-masalah pokok yang berhubungan dengan pelajaran dan administrasi sekolah. Tidak hanya guru, dalam organisasi sekolah Kepala sekolahpun memerlukan pembinaan yang terstruktur agar kualitas pendidikan di sekolah itu dapat dikendalikan. Kepala sekolah beserta guru dalam pengelolaan pendidikan di sekolah mempunyai misi yang tertuang dalam tujuan pendidikan sebagaimana dituliskan dalam visi sekolah. Untuk mencapai tujuan

pendidikan tersebut diperlukan manajemen pendidikan yang mantap. Dalam manajemen pendidikan telah diatur peran dan fungsi masing-

2

planning / perencanaan. apakah peran dan fungsi kepengawasan dalam meningkatkan mutu pendidikan sebagai bagian dari manajemen pendidikan itu sendiri. organizing / pengorganisasian. ermasalahannya sekarang. Kepengawasan sangat erat hubungannya dengan sekolah-sekolah sebagai tempat berlangsungnya kegiatan/pengelolaan fungsi-fungsi manajemen pendidikan tersebut dan merupakan bagian dari warga sekolah tersebut. controlling/pengawasan dan budgeting / pendanaan. staffing/penyusunan tenaga.masing fungsi manajemen tersebut antara lain. B Masalah Dari latar belakang masalah diatas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut. Kepala sekolah beserta guru dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajemennya memerlukan control/pengawasan dari pengawas pendidikan dalam pencapaian tujuan pendidikan. bagaimana fungsi pengawas bagi Mi Al-Islam Kartasura? 3 . Kepengawasan adalah bagian dari fungsi manajemen pendidikan yaitu controlling.

baik personel maupun faktor material perencanaan adalah aktivitas memikirkan dan memilih rangkaian tindakan-tindakan yang tertuju pada tercapainya tujuan pendidikan. I 4 . terlebih dahulu perlu diketahui bidang garapan manajemen pendidikan yang tergambar dari fungsi-fungsi manajemen pendidikan itu sendiri.B B II KAJIAN TE A. Dalam setiap perencanaan ada dua faktor yang harus diperhatikan yaitu faktor tujuan dan sarana. b) Pengorganisasian (Organising) Organisasi adalah aktivitas menyusun dan membentuk hitungan-hitungan yang berwujud suatu ketentuan dalam mencapai tujuan pendidikan. Semua orang yang terlibat di dalamnya mempunyai tanggungjawab dan wewenang.Fungsifungsi pokok manajemen pendidikan tersebut adalah: a) Perencanaan (Planing) Perencanaan merupakan salah satu syarat mutlak bagi setiap kegiatan. Adanya unsur tujuan ini menjadi tugas dan tanggungjawab bersama dari masing-masing fungsi manajemen tersebut untuk mencapainya. Setiap sikap kegiatan dalam proses manajemen pendidikan diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan yang tercantum dalam kurikulum. serta hak dan kewajiban sesuai dengan kedudukan dan fungsi masing-masing. Pengertian Pengawas Dalam pelaksanaan manajemen pendidikan.

f) Pembiayaan (Budgeting) Pembiayaan merupakan. 5 . Tabrani pengendalian penilaian Rusyani yang 1997 menyatakan dengan pengawasan adalah dilakukan melaksanakan dan pemeriksaan. dan tujuan-tujuan ke dalam hubungan yang harmonis dan produktif dalam mencapai tujuan pendidikan.c) Pengordinasian (Coordinating) Koordinasi adalah aktivitas membawa orang-orang material. pikiran-pikiran. baik kemampuan. d) Komunikasi Komunikasi dalam setiap bentuknya adalah proses yang hendak mempengaruhi sikap dan perbuatan orang-orang dalam struktur organisasi. e) Supervisi / Pengawasan (Controlling) Supervisi sebagai fungsi manajemen pendidikan berarti aktivitas untuk menentukan kondisi-kondisi/syarat-syarat yang esensial yang akan menjamin tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. meningkatkan menyempurnakan. Kelancaran jalannya suatu organisasi tidak mungkin t Penilaian (Evaluating) g) Evaluasi adalah aktivitas untuk meneliti dan mengetahui sejauh mana pelaksanaan yang dilaksanakan mencapai hasil sesuai dengan rencana. Dari fungsi-fungsi manajemen pendidikan tersebut yang dibahas disinidalah kepengawasan / supervisi. motor penggerak bagi setiap organisasi. teknik-teknik.

Supervisi / kepengawasan mempunyai peran membangkitkan dan merangsang semangat kepala sekolah dan guru -guru dalam menjalankan tugasnya. Burton dalam M. Supervisi / kepengawasan mempunyai peran sebagai pengendali keberhasilan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Ngalin Purwanto 2004 mengatakan supervisi adalah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu kepala sekolah dan guru dalam melakukan pekerjaan mereka secara efektif.Tabrani Rusyani. mendukung seluruh efektivitas dalam pelaksanaan (H. 1996). koreksi dan motivasi rencan agar sejalan dengan perubahan yang mungkin terjadi. pemeriksaan. Pengendali disini berupa kepastian pelaksanaan kependidikan.M. Ngalin Purwanto 2004 menyatakan supervisi adalah layanan yang mengarahkan perhatian kepada dasar -dasar pendidikan dan cara-cara belajar serta perkembangannya dalam mencapai tujuan pendidikan.Dari beberapa batasan di atas dapat disimpulkan supervisi atau kepengawasan adalah aktivitas layanan yang dilaksanakan oleh pengawas berupa pembinaan. 2004) 6 . penilaian dan penelaah fakta kegiatan. Fungsi Pengawas Supervisi / kepengawasan mempunyai peran untuk memotivasi guru agar mengemban tugas pokoknya sesuai dengan tuntutan profesinya (Djauzah Ahmad. 1997). berusaha mempertinggi mutu pengetahuan / kompetensi guru serta membinakerjasama yang baik dan harmonis di antara warga sekolah (M. Ngalin Purwanto.manajemen maupun bidang operasionalnya. penilaian yang terencana dan berkelanjutan dengan menekankan pada dasar-dasar kependidikan dengan cara-cara belajar dan perkembangannya dalam mencapai tujuan pendidikan B. mencari dan mengembangkan metode baru.

7. 3.Dari beberapa batasan di atas dapat ditarik kesimpulan peranan kepengawasan adalah : memotivasi semangat kerja kepala sekolah dan guru dalam menjalankan tugasnya. Membagi-bagi dan mendelegasikan wewenang dan tanggungjawab kepada anggota kelompok. Mengikut sertakan semua anggota dalam menetapkan keputusan-keputusan. 5. Menghilangkan rasa malu dan rasa rendah diri pada anggota kelompok sehingga mereka berani mengemukakan pendapat demi kepentingan bersama. 4. Mengikut sertakan anggota-anggota kelompok (guru-guru. Memberikan bantuan kepada anggota kelompok dalam menghadapi dan memecahkan persoalan-persoalan. 8. Fungsi-fungsi kepengawasan pendidikan yang sangat penting diketahui adalah sebagai berikut. b) Dalam hubungan kemanusiaan 1. untuk bagi dijadikan diri pelajaran maupun demi bagi perbaikan anggota sendiri 7 . 6. Membangkitkan dan memupuk semangat kelompok atau memupuk moral yang tinggi kepada anggota kelompok. sesuai dengan fungsi-fungsi dan kecakapan masing-masing. Memanfaatkan kekeliruan ataupun kesalahan-kesalahan yang dialaminya selanjutnya. a) Dalam bidang kepemimpinan 1. meningkatkan kompetensi kepala sekolah dan guru-guru membina kerjasama yang harmonis serta sebagai pengendali keberhasilan tujuan yang telah ditetapkan sehingga meningkatkan mutu pendidikan lebih terjamin. pegawai) dalam berbagai kegiatan. Menyusun rencana dan policy bersama 2. kelompoknya. Mempertinggi daya kreatif pada anggota kelompok.

Menguasai dan memahami tujuan-tujuan pendidikan secara khusus dan terinci 8 . pesimistis dan sebagainya. 2. e) Dalam bidang evaluasi 1. Mengenal masing-masing pribadi anggota kelompok.2. Menempatkan personel pada tempat dan tugas yang sesuai dengan kecakapan dan kemampuan masing-masing. Mengarahkan anggota kelompok kepada sikap-sikap yang demokratis. 3. Menimbulkan dan memelihara sikap percaya dan mempercayai antara sesama anggota maupun antara anggota dengan pemimpin. Menguasai teknik-teknik memimpin rapat dan pertemuanpertemuan lainnya d) Dalam administrasi personel 1. Menghilangkan kelompok. Memperbesar rasa tanggungjawab para anggota kelompok. Memilih personel yang memiliki syarat-syarat dan kecakapan yang diperlukan untuk suatu pekerjaan. c) Dalam pembinaan proses kelompok 1. 6. 5. 2. Memupuk rasa saling menghormati diantara sesama anngota kelompok dan sesama manusia. Bertindak bijaksana dalam menyelesaikan pertentangan atau perselisihan pendapat diantara anggota kelompok. seperti dalam hal kemalasan. merasa rendah diri. 3. acuh tak acuh. 4. Membantu mengatasi kekurangan ataupun kesulitan yang dihadapi anggota kelompok. 5. baik kelemahan maupun kemampuan masing-masing. 3. Mengusahakan susunan kerja yang menyenangkan dan rasa curiga-mencurigai antara anggota meningkatkan daya kerja serta hasil maksimal. Memupuk sikap dan kesetiaan tolong-menolong 4.

Jika fungsi-fungsi kepengawasan di atas benar-benar dikuasai dan dijalankan dengan sebaik-baiknya oleh setiap pemimpin pendidikan termasuk pengawas terhadap para kepala sekolah dan guru-guru.2. maka kelancaran jalannya sekolah dalam pencapaian tujuan pendidikan akan lebih terjamin. para guru yang profesional dan masyarakat yang aktif berpartisipasi di dalam pengembangan pendidikannya turut mempengaruhi peningkatan mutu pendidikan. dan dapat diolah me nurut normanorma yang ada. Peranan dan Fungsi Kepengawasan dalam Pening atan Mutu Pendidi an Ada banyak faktor yang menentukan peningkatan mutu pendidikan. dan produktif. Pendidikan yang mengarah pada disintegrasi kesatuan bangsa bukanlah pendidikan bermutu. Bukan hanya dana yang memadai. juga pengasuh yang mempunyai visi dan misi yang jelas. Menguasai dan memiliki norma-norma atau ukuran-ukuran yang akan digunakan sebagai kreteria penilaian. Ngalin Purwanto. M. Pendidikan yang bermutu bukan hanya dari aspek akademik tetapi juga aspek pengembangan disiplin yang demokratis. C. 2004 mengatakan pengembangan minat dan sikap profesional itu hendaknya merupakan bagian integral dari program 9 . kritis. Peningkatan mutu pendidikan dalam era global bukan hanya menjawab tantangan-tantangan internal tetapi juga tantangan-tantangan global. Menguasai teknik-teknik pengumpulan data untuk memperoleh data yang lengkap. 3. Menafsirkan dan menyimpulkan hasil-hasil penilaian sehingga mendapat gambaran tentang kemungkinan-kemungkinan untuk mengdakan perbaikan-perbaikan. benar. Peranan kepengawasan hendaknya menuju pada hal-hal seperti di atas.

Selanjutnya upaya pengelolaan ini diupayakan bersandar pada pesan-pesan Al-Qur¶an dan Hadits agar selalu dapat menjaga sifat Islami. Maka manajemen ini bisa 10 . karena semua itu mempengaruhi kualitas pekerjaan seseorang dan akhirnya tertuju pada satu tujuan yaitu peningkatan mutu pendidikan. dan berikut ini penjabarannya. Aspek ini menghendaki adanya muatan-muatan nilai Islami dalam proses pengelolaan lembaga pendidikan Islam. maslahat. Manajemen lembaga Islam dan Impli asinya Manajemen pendidikan Islam adalah suatu proses pengelolaan lembaga pendidikan Islam secara Islami dengan cara menyiasati sumbersumber belajar dan hal-hal lainyang berkaitan untuk mencapai pendidikan Islam secara efektif dan efisien. kemajuan dan pemberdayaan.kepengawasan yang dilakukan oleh pengawas. tak ubahnya kualitas/mutu pendidikan jalan ditempat bahkan menurun seiring dengan patahnya semangat guru dan beratnya beban ekonomi. Sebaliknya apabila kepengawasan belum mampu menyentuh kepala sekolah dan guru. D. kualitas. Kedua. mendorong serta mengarahkan terciptanya kepuasan kerja. Dari uraian di atas dapat dilihat peranan dan fungsi kepengawasan dalam peningkatan mutu pendidikan ke depan adalah sebagai pembangkit motivasi dan semangat kepala sekolah dan guru. Pertama. misalnya penekanan pada penghargaan. Dengan dasar ini dipastikan peningkatan mutu pendidikan lebih terarah dan lebih mudah dicapai. Makna definitive ini selanjutnya mempunyai implikasi-implikasi yang saling terkait dan membentuk satu kesatuan system dalam manajemen pendidikan Islam. Hal ini menunjukkan objek dari manajemen ini yang secara khusus diarahkan untuk menangani pendidikan Islam dengan segala keunikannya. proses pengelolaan lembaga pendidikan Islam secara Islami. terhadap lembaga pendidikan Islam.

Adakalanya strategi tersebut sesuai dengan strategi dalam mengelola lembaga pendidikan umum. proses pengelolaan pendidikan Islam secara Islami menghendaki adanya sifat inklusif dan ekseklusif. Kelima. Ketiga. yang artinya kaidah-kaidah manajerial bisa dipakai untuk pengelolaan pendidikan selain pendidikan Islam selama ada kesesuaian sifat dan misinya. santri. Sekolah. Bahan. frase ini mengandung strategi yang menjadi salah satu pembeda antara administrasi dengan manajemen.memaparkan cara-cara pengelolaan manajemen Madrasah. dosen. yang meliputi guru. Lingkungan. Demikian pula dengan manajemen pendidikan Islam yang senantiasa diwujudkan melelui strategi tertentu. yaitu: 1. 11 . siswa. perguruan tinggi dll. Frase secara islami menunjukkan sifat inklusif. Manajemen penuh siasat atau strategi yang diarahkan untuk mencapai suatu tujuan. realitas. hanya terfokus pada lembaga pendidikan Islam. Sedangkan lembaga pendidikan lainnya telah dibahas secara detail dalam buku-buku manajemen pendidikan. 2. mahasiswa. merupakan segala hal yang mengarah pada masyarakat. Dan sebalikanya kaidah-kaidah manajemen pendidikan secara umum bisa juga dipakai dalam mengelola pendidikan Islam sesuai dengan nilai-nilai Islam. dan kultur yang dihadapi lembaga pendidikan Islam. Sumbersumber belajar disini memiliki cakupan yang luas. Kemudian frase Lembaga Pendidikan Islam menunjukkan keadaan ekslusif karena menjadi objek langsung. pondok pesantren. yang meliputi perpustakaan. ustd. buku paket ajar. dengan cara menyiasati. dll. Manusia. tetapi bisa jadi berbeda sama sekali lantaran adanya situasi khusus yang dihadapi lembaga pendidikan Islam. sumber-sumber belajar dan hal-hal yang terkait. 3. Keempat.

Aktivitas. misalnya tempat belajar dan mengajar. (Mujamil. Efektifitas dan efisien ini merupakan penjelasan terhadap komponen-komponen. alat-alat dan fasilitas sekolah. Adapun lembaga pendidikan yang bersifat eksternal adalah keberadaannya diluar lembaga. perbedaan individual anak didik perlu mendapat perhatian guru. berhasil guna dan berdaya guna. Ketujuh.2007 : 10-12) Berbicara tentang manajemen lembaga pendidikan Islam tidak terlepas dari unsur-unsur yang membentuk budaya lembaga itu sendiri. hubungan struktural sekolah dengan pemerintah dan interaksi pihak lembaga dengan keluarga seluruh anak didik. seperti laboratorium. bahkan mengendalikannya. Maksudnya. para karyawan sekolah.4. Semua itu terlibat langsung dalam susunan interaktif yang membentuk lembaga pendidikan. Salah satunya adalah lingkungan sekolah yang terdiri atas lingkungan internal sekolah. misalnya lingkungan masyarakat. efektif dan efisien. waktu. Artinya manajemen yang berhasil mencapai tujuan dengan penghemat tenaga. Alat dan peralatan. Adapun hal-hal yang terkaitbisa berupa keadaan sosio-politik. Keenam. sosio-kultur. Dalam lingkungan lembaga pendidikan seperti Sekolah/Madrasah. tujuan pendidikan Islam. perpustakaan dan aktivitas pembelajaran. Hal ini merupakan arah dari seluruh program pengelolaan lembaga pendidikan Islam sehingga tujuan itu sangat mempengaruhi komponen-komponen lainnya. 12 . sosio-ekonomi. maupun sosio-religius yang dihadapi oleh lembaga pendidikan Islam. dan peran penting dari keberadaan para pendidik dan anak didik atau ada guru dan murid. Sebelumnya sekaligus mengandung makna penyempurnaan dalam proses pencapaian tujuan pendidikan Islam. dan biaya. 5. Qomar.

yaitu bersih dalam perilaku negative. undang-undang dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Pendidikan tentang dakwah yang menyemarakkan lingkungan masyarakat dengan berbagai kegiatan positif dan dijunjung tinggi oleh nilai-nilai keagamaan. Hubungan yang sosiatif antara keduanya dimulai dengan beberapa harapan. 3. perlu dipelajari dan diamalkan semua yang berkaitan dengan pendidikan akhlaq dan budi pekerti yang baik menurut agama. Sangsi social di berlakukan dengan tetap mempertahankan keselarasan dengan hokum yang berlaku dan nilai-nilai keagamaan. Pendidikan tentang sangsi social yang merusak nama baik lingkungan social-religiusnya. Oleh karena itu. Pendidikan tentang lingkungan yang bersih. yaitu sebagai berikut: 1. Pengembangan manajemen lembaga pendidikan Islam bermula dari kondisi lingkungan Sekolah/Madrasah yang berkaitan dengan masyarakat.sehubungan dengan pengelolaan pengajaran agar proses belajar mengajar berjalan secara kondusif. 13 . 2.

yang terkait dengan pendidikan. Jika ditilik sejumlah peraturan dan perundang-undangan yang ada. Dengan demikian bukan berarti pengawas sekolah terbebas dari berbagai masalah. tempat parkir. Ternyata institusi pengawas sekolah semakin bermasalah setelah terjadinya desentralisasi penangan pendidikan. Hal yang paling mengenaskan adalah tidak tercantumnya anggaran untuk pengawas sekolah dalam anggaran belanja daerah (kabupaten/kota). ternyata secara hukum pengawas sekolah tidak diragukan lagi keberadaannya. keberadaan pengawas sekolah jelas dan tegas. tidak ada alasan apapun dan oleh siapapun yang memarjinalkan dan mengecilkan eksistensi pengawas sekolah. Lingkaran itu susah dicari awalnya dan sulit ditemukan akhirnya.BAB III RE LASI MENEJERIAL Eksistensi pengawas sekolah dinaungi oleh sejumlah dasar hukum. Selain itu. Institusi ini sering dijadiakn sebagai tempat pembuangan. Dengan demikian. dan tempat menimbun sejumlah aparatur yang tidak terpakai lagi (kasarnya: pejabat rongsokan). Keputusan Menteri Pendayagunaan aparatur Negara Nomor 118 Tahun 1996 (disempurnakan dengan keputusan nomor 091/2001) dan Keputuan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 020/U/1998 (disempurnakan dengan keputusan nomor 097/U/2001) merupakan menetapan pengawas sebagai pejabat fungsional yang permanen sampai saat ini. Penodaan terhadap institusi pengawas sekolah dan belum difungsikannya para pengawas sekolah secara optimal bak lingkaran yang tidak berujung berpangkal. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 adalah landasan hukum yang terbaru yang menegaskan keberadaan pejabat fungsional itu. Menurut undang-undang dan peraturan yang berlaku. 14 . pengawas sekolah belum difungsikan secara optimal oleh manajemen pendidikan di kabupaten dan kota. Sekurang-kurangnya fenomena itu masih terlihat sampai sekarang. Selain itu.

Aturan itu ternyata sangat lengkap. aturan-aturan itu tidak boleh dilanggar oleh manajemen atau birokrasi yang mengurus pengawas sekolah. 15 .Tidak ada ujung dan tidak ada pangkal. ternyata sudah ada aturannya. Institusi pengawas sekolah adalah institusi yang sah. Seyogyanya. Akan tetapi. Mulai dari aturan merekrut calon pengawas. inti permasalahannya dapat ditemukan. Pelecehan atau pelanggaran terhadap aturan-aturan yang ada itulah yang merupakan titik pangkal permasalahan pengawas sekolah sebagai institusi di dalam sistem pendidikan. jika dimasuki lebih dalam. Keabsahannya itu diatur oleh ketentuan yang berlaku. sampai kepada memberdayakan dan menfugsikan pengawas sekolah untuk operasional pendidikan.

Direktorat ini bertugas meningkatkan mutu tenaga kependidikan yang terdiri atas: (1) tenaga pengawas satuan pendidikan. peranan dan fungsi pengawas. Ada beberapa direktorat di lingkungan Ditjen PMPTK. Masalahnya adalah pengawas sekolah/madrasah selama ini masih banyak yang belum mengetahui dan memahami peranan yang harus dimainkannya serta fungsi yang diembannya.Permasalahan ini muncul karena sejak 16 . penilaian kinerja. maka pada kesempatan ini pembahasan dibatasi pada peranan dan fungsi pengawas sekolah/madrasah saja. (2) kepala sekolah/madrasah. (4) tenaga laboratorium laboran/teknisi. rekrutmen dan seleksi. satu di antaranya adalah Direktorat Tenaga Kependidikan. Mengingat banyaknya unsur-unsur yang harus ditingkatkan pembinaannya dan dibahas. pengembangan karir. Usaha usaha yang dilakukan untuk meningkatkan mutu tenaga pengawas sekolah/madrasah antara lain adalah penyempurnaan sejumlah unsur mulai dari rumusan konsep dasar pengawasan. pendidikan dan pelatihan. penghargaan dan perlindungan sampai pada pemberhentian dan pensiun. kompetensi kualifikasi dan sertifikasi.BAB IV ANALISIS  Bagaimana Fungsi Pengawas Bagi Manajemen lembaga Di Mi Al Islam Kartasura Peningkatan mutu pendidikan telah menjadi komitmen Departemen Pendidikan Nasional yang ditunjukkan dengan dibentuknya Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK). Salah satu tenaga kependidikan yang dinilai strategik dan penting untuk meningkatkan kinerja sekolah/madrasah dan kepala sekolah/madrasah adalah tenaga pengawas sekolah/madrasah. (3) tenaga administrasi sekolah/madrasah. Terlebih-lebih melaksanakan peranan dan fungsi tersebut. dan (5) tenaga perpustakaan sekolah/madrasah.

Cerification as a teacher. Lulus seleksi sebagai pengawas satuan pendidikan.diberlakukannya otonomi daerah. Pasal 39 yang berbunyi: (2) Kriteria minimal untuk menjadi pengawas satuan pendidikan meliputi: a. c. Memiliki sertifikat pendidikan fungsional sebagai pengawas satuan pendidikan. Experience: a. Bahkan ada pula yang diangkat sebagai balas budi ³tim sukses´ bupati/walikota terpilih. b. banyak bupati/walikota mengangkat pengawas sekolah bukan berasal dari guru dan atau kepala sekolah. mereka tidak pernah mendapatkan pelatihan pengawas sekolah. Ironisnya. Minimum of two years of classroom teaching experience. setelah mereka dilantik sebagai pengawas sekolah. Minimum of one year of leadership experience (such as principal). Harapannya adalah agar para pengawas sekolah/madrasah semakin bertambah pengetahuan dan pemahaman 17 . yang lebih parah lagi adalah pengangkatan tersebut di atas telah melanggar Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Ada pengawas sekolah yang diangkat dari mantan pejabat atau staf dinas dengan maksud untuk memperpanjang masa pensiunnya. Penulisan ini bertujuan untuk memberikan sumbangan konsep dan teori tentang peranan dan fungsi pengawas sekolah/madrasah bagi para pengawas sekolah/madrasah. Pengangkatan dengan cara tersebut sebenarnya bertentangan dengan pendapat Wiles & Bondi (2007) yang menyatakan: Selection criteria for supervisors. Berstatus sebagai guru sekurang-kurangnya 8 (delapan) tahun atau kepala sekolah sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun pada jenjang pendidikan yang sesuai dengan satuan pendidikan yang diawasi. based on their training and experience. pada hal mereka belum pernah menjadi guru atau kepala sekolah. c. b. Tetapi.

Oleh sebab itu. maka perananperanan dapat didefinisikan dalam terminologi harapan -harapan peranan yang bersifat kebenaran normatif dan menetapkan batasan -batasan kewajiban-kewajiban apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan seseorang secara khusus di dalam suatu organisasi. ³That roles are defined in terms of role expectations-the normative rights and duties that define within limits what a person should or should not do under various circumtances while he is the incumbent a particular role within an intitution.´. or status in institution.´ Bertitik tolak dari pendapat Wiles & Bondi tersebut.´ Dari pendapat Getzels tersebut. Peranan adalah aspek dinamis yang melekat pada posisi atau status seseorang di dalam suatu organisasi seperti yang dinyatakan oleh Lipham & Hoeh (1974). office. maka peranan pengawas sekolah/madrasah adalah membantu guru-guru dan pemimpin-pemimpin pendidikan untuk memahami isu-isu dan membuat keputusan yang bijak yang mempengaruhi pendidikan siswa. maka ia berkembang terus sesuai dengan tuntutan kebutuhan organisasi. Peranan pengawas sekolah/madrasah menurut Wiles & Bondi (2007).tentang peranan yang harus dimainkan dan fungsi yang diembannya serta yang lebih penting lagi mereka mampu mempraktikannya dengan baik di tempat tugasnya masing-masing. ³We indicate that a role is a dynamis aspect of a position.Karena peranan bersifat dinamis. selalu berupa perananperanan yang normatif atau yang ideal-ideal saja. Untuk membantu guru dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya serta meningkatkan prestasi belajar siswa. maka 18 . PERANAN PENGAWAS SEKOLAH/MADRASAH Peranan menurut Getzels (1967). setiap kita berbicara tentang peranan seseorang di dalam suatu organisasi termasuk juga organisasi sekolah/madrasah tentunya. ³The role of the supervisor is to help teachers and other education leaders understand issues and make wise decisions affecting student education.

arti pengevaluasian berbeda dengan penilaian. Kedua supervisi ini harus dilakukan secara teratur dan berkesinambungan oleh pengawas sekolah/madrasah. Sasaran supervisi akademik antara lain adalah untuk membantu guru dalam hal: (a) merencanakan kegiatan pembelajaran dan atau bimbingan. (k) mengembangkan interaksi pembelajaran/bimbingan (metode. teknik. orang sering menyamakan antara arti pengevaluasian dengan penilaian. (e) memberikan umpan balik secara tepat dan teratur dan terus menerus pada peserta didik. dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur. Sedangkan penilaian ialah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar siswa. (i) mengembangkan dan memanfaatkan alat bantu dan media pembelajaran dan atau bimbingan.dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan. (d) memanfaatkan hasil penilaian untuk peningkatan layanan pembelajaran/bimbingan. pendekatan dan sebagainya) yang tepat dan berdaya guna. dan (4) successor (penindak lanjut hasil pengawasan). Supervisi meliputi: (1) supervisi akademik.(h) menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. (j) memanfaatkan sumber-sumber belajar. (b) melaksanakan kegiatan pembelajaran/bimbingan. (3) evaluator (pengevaluasi) pelaporan. (l) melakukan penelitian praktis 19 . Apa saja yang dilakukan setiap peranan akan dibahas pada subbab fungsi pengawas sekolah/madrasah di bawah ini. model. dan (2) supervisi manajerial. (c) menilai proses dan hasil pembelajaran/bimbingan. (f) melayani peserta didik yang mengalami kesulitan belajar. penjaminan. jenjang. Pengevaluasian pendidikan ialah kegiatan pengendalian. Pada hal. (g) memberikan bimbingan belajar pada peserta didik. Dalam praktiknya. (2) supervisor (penyelia). strategi.peranan umum pengawas sekolah/madrasah adalah sebagai: (1) observer (pemantau). Peranan sebagai penyelia adalah melaksanakan supervisi.

20 .bagi perbaikan pembelajaran/bimbingan. dan (m) mengembangkan inovasi pembelajaran/bimbingan.

Bandung. PT. Media Pustaka  Tilaar H.A. Jakarta: Depdikbud  Purwanto M. 2006. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Ngalin. 2004. Remaja Rosdakarya  Staf Tenaga Kependidikan.DAFTAR PUSTAKA  Anonim 2003 PRRI No. 2001 Manajemen Pendidikan Nasional. Bandung PT. 21 . Achmad 1993. Petunjuk Peningkatan Mutu Pendidikan di Sekolah Dasar. Jakarta: Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional.20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.Bandung. 1997 Manajemen Pendidikan. Remaja Rosdakarya  Rusyam Tabrani R. Laporan Rapat Kordinasi Pengembangan Kebijakan Tenaga Kependidikan.R. Jakarta Depdiknas  Djauzal H.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful