P. 1
Hubungan Guru dengan Peserta Didik

Hubungan Guru dengan Peserta Didik

|Views: 440|Likes:
Published by Ayahnya Dio
Hubungan Guru
Hubungan Guru

More info:

Published by: Ayahnya Dio on Jan 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/14/2014

pdf

text

original

 Hubungan Guru dengan Peserta Didik 1.

Guru berperilaku secara profesional dalam melaksanakan tugas mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran. 2. Guru membimbing peserta didik untuk memahami, menghayati dan mengamalkan hak-hak dan kewajiban sebagai individu, warga sekolah, dan anggota masyarakat. 3. Guru mengetahui bahwa setiap peserta didik memiliki karakteristik secara individual dan masing-masingnya berhak atas layanan pembelajaran. 4. Guru menghimpun informasi tentang peserta didik dan

menggunakannya untuk kepentingan proses kependidikan. 5. Guru secara perseorangan atau bersama-sama secara terus-menerus berusaha menciptakan, memelihara, dan mengembangkan suasana sekolah yang menyenangkan sebagai lingkungan belajar yang efektif dan efisien bagi peserta didik. 6. Guru menjalin hubungan dengan peserta didik yang dilandasi rasa kasih sayang dan menghindarkan diri dari tindak kekerasan fisik yang di luar batas kaidah pendidikan. 7. Guru berusaha secara manusiawi untuk mencegah setiap gangguan yang dapat mempengaruhi perkembangan negatif bagi peserta didik. 8. Guru secara langsung mencurahkan usaha-usaha profesionalnya untuk membantu peserta didik dalam mengembangkan keseluruhan kepribadiannya, termasuk kemampuannya untuk berkarya. 9. Guru menjunjung tinggi harga diri, integritas, dan tidak sekali-kali merendahkan martabat peserta didiknya. 10. Guru bertindak dan memandang semua tindakan peserta didiknya secara adil 11. Guru berperilaku taat asas kepada hukum dan menjunjung tinggi kebutuhan dan hak-hak peserta didiknya. 12. Guru terpanggil hati nurani dan moralnya untuk secara tekun

kemajuan. Guru memberikan informasi kepada orangtua/wali secara jujur dan objektif mengenai perkembangan peserta didik. 16. Guru membuat usaha-usaha yang rasional untuk melindungi peserta didiknya dari kondisi-kondisi yang menghambat proses belajar. Guru menjunjung tinggi hak orangtua/wali siswa untuk berkonsultasi dengannya berkaitan dengan kesejahteraan. Guru memotivasi orangtua/wali memajukan siswa dan untuk beradaptasi dan berpartisipasi pendidikan. dan kemanusiaan. Guru berusaha membina hubungan kerja sama yang efektif dan efisien dengan orangtua/wali siswa dalam melaksanakan proses pendidikan. kesehatan. Guru tidak boleh kepada menggunakan peserta didik hubungan dengan dan tindakan yang profesionalnya cara-cara melanggar norma sosial. dan agama. 15. 14. kebudayaan.dan penuh perhatian bagi pertumbuhan dan perkembangan peserta didiknya. 13. menimbulkan gangguan kesehatan. 4. Guru merahasiakan informasi setiap peserta didik kepada orang lain yang bukan orangtua/walinya. 6. moral. Guru tidak boleh menggunakan hubungan dan tindakan profesional dengan peserta didiknya untuk memperoleh keuntungan-keuntungan pribadi. 3. 5. dan cita-cita . hukum. Guru tidak boleh membuka rahasia pribadi peserta didiknya untuk alasan-alasan yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan pendidikan. Guru dalam meningkatkan kualitas berkomunikasi secara baik dengan orangtua/wali siswa mengenai kondisi dan kemajuan peserta didik dalam proses kependidikan pada umumnya. 2.  Hubungan Guru dengan Orangtua/Wali Siswa 1. dan kemanusiaan.

Guru peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat. 6. Guru mengakomodasi aspirasi masyarakat dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran. 4. Guru bekerja sama secara arif dengan masyarakat untuk meningkatkan prestise dan martabat profesinya. 3. Guru tidak boleh membocorkan rahasia sejawat dan rahasia peserta didiknya kepada masyarakat. 2. dan reputasi sekolah. moral. 2.anak. 5.  Hubungan Guru dengan Masyarakat 1. Guru memotivasi diri dan rekan sejawat secara aktif dan kreatif dalam melaksanakan proses pendidikan. Guru melakukan semua usaha untuk secara bersama-sama dengan masyarakat berperan aktif dalam pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan peserta didiknya. Guru menjalin komunikasi dan kerjasama yang harmonis. Guru tidak boleh menampilkan diri secara eksklusif dalam kehidupan masyarakat. prestasi. dan efisien dengan masyarakat untuk memajukan dan mengembangkan pendidikan.  Hubungan Guru dengan Sekolah 1. dan kemanusiaan dalam berhubungan dengan masyarakat. menjunjung tinggi nilai-nilai agama. efektif. Guru memberikan pandangan profesional. 7. 7. Guru tidak boleh melakukan hubungan dan tindakan profesional dengan orangtua/wali siswa untuk memperoleh keuntungan- keuntungan pribadi. . hukum. 8. Guru memelihara dan meningkatkan kinerja.

Guru membasiskan diri pada nilai-nilai agama. 9. Guru tidak boleh melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang akan merendahkan martabat pribadi dan profesional sejawatnya. Guru tidak boleh membuka rahasia pribadi sejawat kecuali untuk pertimbangan-pertimbangan yang dapat dilegalkan secara hukum. Guru mengoreksi tindakan-tindakan sejawat yang menyimpang dari kaidah-kaidah profesionalnya. Guru menerima otoritas kolega seniornya untuk mengekspresikan pendapat-pendapat profesional berkaitan dengan tugas-tugas pendidikan dan pembelajaran. Guru memiliki beban moral bersama-sama dengan sejawat untuk meningkatkan keefektifan pribadi sebagai guru dalam menjalankan tugas-tugas profesional pendidikan dan pembelajaran. dan kemanusiaan dalam setiap tindakan profesional dengan sejawat. moral. dan martabat berkaitan dengan kualifikasi dan kompetensi sejawat atau calon sejawat. 6. Guru menjunjung tinggi martabat profesionalisme dan hubungan kesejawatan dengan standar dan kearifan profesional. 4. Guru menghormati rekan sejawat. Guru tidak boleh mengoreksi tindakan-tindakan profesional sejawatnya atas dasar pendapat siswa atau masyarakat yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. 10. 8. 12. 13. 5. Guru menciptakan suasana kekeluargaan di dalam dan luar sekolah. 11. 14. 7. Guru menciptakan atau melaksanakan proses yang kondusif. 15. 16. Guru dengan berbagai cara harus membantu rekan-rekan juniornya untuk tumbuh secara profesional dan memilih jenis pelatihan yang relevan dengan tuntutan profesionalitasnya. Guru tidak boleh menciptakan kondisi atau bertindak yang langsung .3. Guru tidak boleh mengeluarkan pernyataan-pernyataan keliru agama. kemanusiaan. 17. moral. Guru saling membimbing antar sesama rekan sejawat.

dan integritas dalam tindakan-tindakan profesional lainnya. 2. Guru menjadi anggota organisasi profesi guru dan berperan serta secara aktif dalam melaksanakan program-program organisasi bagi kepentingan kependidikan. 8. Guru tidak boleh mengeluarkan pendapat dengan maksud menghindari tugas-tugas dan tanggung jawab yang muncul akibat kebijakan barn di bidang pendidikan dan pembelajaran. 5. Guru berusaha mengembangkan dan memajukan disiplin ilmu pendidikan dan bidang studi yang diajarkan. Guru tidak boleh menerima janji. 7. inisiatif individual.  Hubungan Guru dengan Sejawat 1. Guru terus-menerus meningkatkan kompetensinya. 3. 6. dan pujian yang dapat mempengaruhi keputusan atau tindakan-tindakan profesionalnya. Guru memantapkan dan memajukan organisasi profesi guru yang memberi manfaat bagi kependidikan. pemberian.atau tidak langsung akan memunculkan konflik dengan sejawat. Guru menjunjung tinggi jabatan guru sebagai sebuah profesi. 4. Guru aktif mengembangkan organisasi profesi guru agar menjadi pusat informasi dan komunikasi pendidikan untuk kepentingan guru dan masyarakat. Guru tidak boleh melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang akan merendahkan martabat profesionalnya. 4. Guru menjunjung tinggi tindakan dan pertimbangan pribadi dalam . Guru menjunjung tinggi tindakan dan pertimbangan pribadi dalam menjalankan tugas-tugas profesionalnya dan bertanggung jawab atas konsekuensinya. 2. 3.  Hubungan Guru dengan Organisasi Profesinya 1. Guru menerima tugas-tugas sebagai suatu bentuk tanggung jawab.

7. Guru tidak boleh menyatakan keluar dari keanggotaan sebagai organisasi profesi tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. 3. Undang-Undang ten tang Guru dan Dosen. 6. 2. UU ten tang Sistem Pendidikan Nasional. memelihara. dan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. 4.menjalankan tugas-tugas organisasi profesi dan bertanggung jawab atas konsekuensinya. 8. dan ketentuan perundang-undangan lainnya. Guru tidak boleh melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang dapat merendahkan martabat dan eksistensi profesinya. . 5. Guru tidak boleh melakukan tindakan pribadi atau kedinasan yang berakibat pada kerugian negara. Guru membantu program pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan berbudaya. inisiatif individual. Guru memiliki komitmen kuat untuk melaksanakan program organisasi pembangunan bidang pendidikan sebagaimana ditetapkan dalam UUD 1945. Guru berusaha menciptakan. dan integritas dalam tindakantindakan profesional lainnya. Guru tidak boleh mengeluarkan pendapat dan bersaksi palsu untuk memperoleh keuntungan pribadi dari organisasi profesinya. Guru tidak boleh menghindari kewajiban yang dibebankan oleh pemerintah atau satuan pendidikan untuk kemajuan pendidikan dan pembelajaran. Guru menerima tugas-tugas organisasi profesi sebagai suatu bentuk tanggung jawab. 5.  Hubungan Guru dengan Pemerintah 1.

guru Indonesia. negara. dan kemanusiaan. guru Indonesia. Kami. Rumusan Ikrar Guru Indonesia itu berbunyi: IKRAR GURU INDONESIA 1. membina persatuan dan kesatuan bangsa yang berwatak kekeluargaan. guru Indonesia. guru Indonesia. 3. 4. Kami. bertekad bulat mewujudkan tujuan nasional dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.Sebagai pernyataan kebulatan tekad guru Indonesia. bersatu dalam wadah organisasi perjuangan Persatuan Guru Republik Indonesia. Kami. Kami. . adalah insan pendidik bangsa yang beriman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. adalah pengemban dan pelaksana cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. pembela dan pengamal Pancasila yang setia pada Undang-Undang Dasar 1945. 5. guru Indonesia. Kami. pada kongres PGRI XVI yang diselenggarakan tanggal 3 sampai dengan 8 Juli 1989 Jakarta ditetapkan adanya Ikrar Guru Indonesia. menjunjung tinggi kode etik guru Indonesia sebagai pedoman tingkah laku profesi dalam pengabdiannya terhadap bangsa. 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->