WARTAZOA Vol. 19 No. 4 Th.

2009

MANIPULASI BIOPROSES DALAM RUMEN UNTUK MENINGKATKAN PENGGUNAAN PAKAN BERSERAT
WISRI PUASTUTI
Balai Penelitian Ternak, PO Box 221, Bogor 16002, Indonesia (Makalah diterima 30 Juni 2009 – Revisi 15 September 2009) ABSTRAK Ternak ruminansia memiliki organ pencernaan yang berkapasitas besar dengan sistem pencernaan yang unik. Proses pencernaannya melibatkan interaksi antar pakan, mikroba rumen dan ternak itu sendiri. Adanya pencernaan fermentatif memberikan keuntungan bagi ruminansia yang sebagian besar pakannya berupa serat kasar, yaitu selulosa, hemiselulosa dan xylan yang merupakan komponen karbohidrat. Untuk mencerna pakan berserat, mikroba rumen memegang peranan penting. Untuk mengoptimalkan peran mikroba rumen, maka dinamika mikroba di dalam rumen dapat dimanipulasi dengan beberapa cara untuk mengontrol ekosistemnya sehingga dapat meningkatkan sintesis protein mikroba dan aktivitas mikroba rumen. Proses pencernaan pada ruminansia sebagian besar merupakan kerja mikroba rumen, sehingga pemberian pakan pada ruminansia harus pula memperhatikan kebutuhan untuk mikroba rumen. Penggunaan suplemen dalam ransum dapat menstimulasi pertumbuhan dan aktivitas mikroba rumen. Penggunaan buffer dapat menjaga pH rumen dan proses fermentasi tetap normal. Adanya agen defaunasi pada ransum berkualitas rendah dapat mengontrol keberadaan mikrofauna rumen sehingga meningkatkan populasi bakteri rumen. Asam amino esensial berguna sebagai faktor tumbuh mikroba. Asam amino dan prekursornya dapat diberikan melalui suplementasi. Pemberian probiotik dapat mengontrol kondisi anaerob dalam rumen, sehingga meningkatkan populasi dan aktivitas mikroba rumen. Pemberian mineral mikro bagi mikroba rumen dapat meningkatkan aktivitas fermentasi di dalam rumen dan penambahan enzim dalam pakan dapat menstimulasi degradasi pakan. Meningkatnya populasi dan aktivitas mikroba rumen dapat meningkatkan kecernaan, meningkatkan konsumsi pakan dan akhirnya meningkatkan produktivitas ternak. Kata kunci: Pencernaan, mikroba rumen, pakan berserat, manipulasi ABSTRACT

MANIPULATION OF BIOPROCESS IN RUMEN TO IMPROVE FIBER FEED UTILIZATION
Ruminant has a unique digestive organ that has big capacity to digest fiber. The digestive process includes the interaction of feed, rumen microbe and animal itself. Fementative digestion gives an advantage for ruminant as majority of feed consists of fiber, i.e: cellulose, hemi cellulose and xylan. Rumen microbes have an important role to digest fiber. Rumen microbes could be manipulated by several strategies to increase microbial protein synthesis and microbial activity. Feed supplement could stimulate growth and activity of rumen microbes, while buffer could stabilize the rumen pH and also the fermentation. Defaunating agent was given to control the existence of rumen microfauna (protozoa) so increase the population of bacteria. Essensial amino acid was used as a growth factor of rumen microbe the amino acid or its precursor could be given as supplementation. Feeding probiotic could maintain anaerob condition in the rumen, and caused population and activity of rumen microbe increased. Addition of micro mineral or enzyme could improve the fermentation and feed degradation in the rumen, hence, improved feed intake and animal productivity. Key words: Rumen microbe, fiber source, manipulation, digestion

PENDAHULUAN Berbeda dengan ternak monogastrik, ruminansia memiliki sistem pencernaan yang unik. Ruminansia memiliki organ pencernaan yang berkapasitas besar dengan proses pencernaan yang merupakan serangkaian proses kompleks dan melibatkan interaksi dinamis antar pakan, populasi mikroba dan ternak itu sendiri. Hal ini sangat penting artinya bagi ruminansia yang sebagian besar pakannya berupa serat. Dengan demikian ternak ruminansia seperti sapi, kerbau,

kambing dan domba mampu memanfaatkan pakan berkualitas rendah dengan kandungan serat kasar yang tinggi. Upaya-upaya untuk meningkatkan kegunaan pakan berserat tinggi telah banyak dilakukan melalui pengolahan bahan pakan baik secara fisik, kimiawi ataupun biologis (HUNGATE, 1966; PRESTON dan LENG, 1987). Namun demikian hasilnya belum optimal karena aplikasi di lapang pada skala kecil dianggap kurang praktis. Teknik pengolahan tersebut masih memerlukan kajian-kajian lebih lanjut agar dapat diaplikasikan secara luas.

180

PAKAN SERAT Secara umum bahan pakan dikelompokkan sebagai sumber serat bila memiliki kandungan serat kasar ≥ 18% (SUTARDI. Hemiselulosa adalah kelompok serat yang tak larut air. 1987). Komponen dari serat yang paling stabil adalah lignin.WISRI PUASTUTI: Manipulasi Bioproses dalam Rumen untuk Meningkatkan Penggunaan Pakan Berserat Pada ternak ruminansia proses pencernaan di dalam rumen sangat bergantung pada populasi dan jenis mikroba yang berkembang dalam rumen. jerami jagung (SK > 30%). 2008). Melalui teknologi nutrisi. oligosakarida. terutama karena terbentuknya ikatan komplek lignohemiselulosa. 1985. Keberadaan lignin yang tinggi dalam pakan sangat mempengaruhi kecernaan selulosa dan hemiselulosa. galaktomanan dan arabinogalaktan (ORSKOV. Karbohidrat adalah sumber energi utama untuk pertumbuhan mikroba rumen dan ternak induk semang. Bagian NDF berkorelasi negatif dengan konsumsi pakan. yang merupakan komponen dari karbohidrat. sekaligus meningkatkan suplai protein mikroba bagi ternak induk semang. 1989). Selulosa dan hemiselulosa merupakan dua komponen utama fraksi serat dan keduanya mempunyai keterikatan erat serta tinggi kegunaannya bila bahan tersebut dicerna oleh mikroba rumen. 1988). usaha memanfaatkan pakan serat disamping melalui pengolahan perlu juga diikuti dengan usaha memacu pertumbuhan mikroba rumen melalui pemberian pakan tambahan dan pendekatan lingkungan. dimana meningkatnya NDF dalam pakan dapat mengurangi jumlah pakan yang dikonsumsi. Karbohidrat merupakan komponen utama dalam ransum ternak ruminansia. ARORA. Bioproses di dalam rumen dapat kita manipulasi selama kebutuhan nutrien dari mikroba rumennya tercukupi. semakin tinggi kandungan ADF dalam pakan akan menurunkan kecernaannya (SHROEDER. populasi mikroba tersebut dapat ditingkatkan melalui pendekatan kecukupan nutrien untuk pertumbuhannya (SUTARDI. 1997. glukomanan. Adapun bagian yang tidak larut oleh deterjen asam meliputi selulosa dan lignin (ADF = acid detergent fiber). bagian dinding sel tanaman yang tidak larut oleh deterjen netral adalah hemiselulosa. 1989). pada pakan yang mengandung banyak komponen serat diperlukan pengolahan terlebih dahulu untuk memutuskan atau melonggarkan ikatan lignoselulosa dan mempermudah penetrasi oleh enzim sehingga meningkatkan fermentabilitasnya. Sementara itu. Hal ini menyebaban kedua komponen sulit dicerna oleh mikroba rumen (VAN SOEST. Berdasarkan kelarutannya dalam deterjen (metode VAN SOEST). Fibril selulosa melekat pada sebuah makro molekul lignohemiselulosa yang merupakan kelompok asam asetil dan fenil (JUNG. pektin) dan polisakarida struktural yaitu fraksi serat. Di dalam kelompok tanaman dikotil hemiselulosa lebih kompleks dalam strukturnya dan mengandung xylan. pati. Akan tetapi sejumlah besar rantai lurus selulosa membentuk mikro fibril selulosa dan disatukan oleh ikatan hidrogen. selulosa dan lignin (NDF = neutral detergent fiber). arabinosa tunggal dan asam uronat. Oleh karena itu. Hemiselulosa di dalam dinding sel tanaman monokotil tersusun atas rantai panjang β(1−4)−xylosa yang mempunyai rantai cabang karbohidrat pendek. ZAIN. Lignin merupakan komponen non karbohidrat dari dinding sel tanaman dan tersusun atas polifenol yang tidak larut dalam asam sulfat 12 M (VAN SOEST. Komponen karbohidrat terdiri atas monosakarida. Oleh karena itu. sebaliknya defisiensi nutrien tertentu yang dibutuhkan oleh mikroba rumen akan mengurangi biomasa dan akan berakibat menurunnya daya cerna pakan terutama pakan berserat (PRESTON dan LENG. Untuk meningkatkan kecernaan serat dalam bahan pakan tersebut biasanya dilakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum diberikan pada ternak. sabut sawit (SK > 40%) dan kulit buah kakao (SK > 50%). 1985). Sumber serat yang banyak digunakan sebagai pakan adalah jerami padi (SK > 35%). Pada Tabel 1 disajikan komposisi beberapa bahan pakan sumber serat. polisakarida non struktural yaitu fraksi yang mudah tersedia (dekstrin. 2004). hemiselulosa dan xylan. MANIPULASI BIOPROSES DI DALAM RUMEN Manipulasi ekosistem rumen dapat dilakukan melalui pendekatan pengolahan pakan (untuk meningkatkan ketersediaan energi dan meningkatkan protein) dan melalui pemberian pakan tambahan yang dapat menstimulasi pertumbuhan dan aktivitas mikroba rumen guna meningkatkan kecernaan dan efisiensi penggunaan pakan. Oleh karena itu. 1980). 181 . Keberhasilan meningkatkan populasi mikroba akan meningkatkan konsentrasi enzim yang dihasilkan. yang kita kenal sebagai serat kasar (SK) itu sendiri tidak lain adalah polisakarida struktural yang terdiri atas selulosa. pakan dengan kandungan selulosa dan hemiselulosa maupun xylan yang tinggi dikategorikan sebagai pakan dengan serat kasar tinggi sehingga pakan seperti ini dapat juga disebut pakan serat. karena proses perombakan pakan pada dasarnya adalah kerja enzim yang dihasilkan oleh mikroba rumen. disakarida. Pada tulisan ini dibahas mengenai pakan serat dan manipulasi bioproses dalam rumen guna meningkatkan penggunaan pakan. Nilai ADF berkorelasi negatif dengan kecernaan pakan. sehingga diharapkan dapat meningkatkan kecernaan pakan. Jumlahnya mencapai 60 − 75% dari total bahan kering ransum.

22 − 1. e)DESPAL (2004) Dengan demikian fermentasi dan sintesis protein mikroba dalam rumen dapat ditingkatkan apabila dalam rumen tersedia semua prekursor yang dibutuhkan.. tetapi meningkat-kan VFA total (10%) Meningkatkan pH rumen hingga 2%. MgO.WARTAZOA Vol. Efek Tidak meningkatkan pH rumen.00 48. saliva buatan) ke dalam ransum bervariasi mulai dari tidak ada efek sampai berefek sangat nyata. Pengaruh pemberian buffer terhadap kondisi rumen Jenis/jumlah pemberian buffer 1.54 15. dan air minum sebesar 30% Sumber KHORASANI dan KENNELLY (2001) KALSCHEUR et al.5% NaHCO3 dari BK ransum Kerbau Nilli Ravi Jerami gandum SARWAR et al. Tabel 2.23 1.14 42. kecernaan. tekanan osmotik. degradasi protein dan sintesis protein mikroba (ERDMAN et al. produk metan. (2007) 182 .09 47. protein kasar (PK).86 Lignin − 8. 2007).40 25. (2008). Dengan demikian kondisi keasaman (pH) dan tekanan osmotik dalam rumen tetap terjaga untuk ekosistem mikroba (SARWAR et al..5% NaHCO3 + 0. CaCO3.80 − 28. 1982).36 73. b)TANGENDJAJA dan WINA (2000).50 Sabut sawitd) − 5. Efektivitas penambahan buffer tergantung pada beberapa faktor seperti komposisi pakan.96 59. pola fermentasi.75 18. 2007).10 7.64 Sumber: a)SYAMSU (2007). namun demikian tidak berpengaruh secara nyata terhadap kecernaannya (SARWAR et al.13 55. meningkat-kan kecernaan NDF sebesar 16% dan VFA total sebesar 6% Meningkatkan konsumsi BK sebesar 29%. (1997) Sapi Holstein 1.44 − 52. ADF.2% NaHCO3 dari BK ransum 1.57 77. ADF sebesar 27%.00 2. 1985). yaitu ransum dari hijauan serat sampai konsentrat (ROGERS dan DAVIS.41 6. MEES dan MERCHEN.16 − 19.48 34. 19 No.03 18.00 Silase jagungc) 33. d)ZAIN (1999).30 63.70 − 19. Hasil-hasil penelitian penggunaan buffer disajikan pada Tabel 2.20 44.5% MgO dari BK ransum Ternak Sapi Holstein Pakan basal Konsentrat dan hijauan Hay alfalfa dan silase jagung Meningkatnya konsumsi air minum sebagai salah satu cara untuk mempertahankan pH rumen tetap normal untuk mikroba rumen.00 − 19. Buffer juga mempengaruhi laju aliran digesta dalam rumen. khususnya komponen cair. 1982.65 32. Efek penambahan buffer (NaHCO3.00 29.9 4.00 2. Prekursor dapat disediakan melalui pemberian suplemen dalam ransum. Hal ini dapat dilihat pada bilangan keasaman (pH) rumen.70 − 25.00 9. Pemberian sodium bikarbonat pada kerbau yang diberi pakan basal jerami gandum berpengaruh secara linier terhadap konsumsi bahan kering (BK).09 − − 67. Proses ini ditunjukkan dengan konsumsi air yang meningkat seiring meningkatnya taraf NaHCO3 dalam ransum.08 Kulit buah kakaoe) − 8. c)GUEDES et al. Komposisi bahan pakan sumber serat Komposisi (%) Bahan kering Protein Lemak Serat kasar ADF NDF Selulosa Hemiselulosa Rumput raja 90.0 39.41 34. Penggunaan suplemen yang dapat menstimulasi pertumbuhan dan aktivitas mikroba rumen adalah: Penggunaan buffer Penambahan buffer pada pakan bertujuan menjaga pH rumen dan mempertahankan fermentasi normal dalam rumen.05 Jerami jagungb) 80. Laju aliran fraksi cair meningkat pada saat buffer ditambahkan ke dalam ransum dengan porsi konsentrat lebih tinggi (ROGERS dan DAVIS. 4 Th..62 79. 2009 Tabel 1.83 Jerami padia) − 4. NDF dan air. 1982).

Asam amino lisin merupakan faktor pembatas bagi produktivitas ternak.WISRI PUASTUTI: Manipulasi Bioproses dalam Rumen untuk Meningkatkan Penggunaan Pakan Berserat Agen defaunasi Defaunasi merupakan upaya untuk mengurangi keberadaan fauna. Defaunasi menggunakan saponin asal teh sebesar 0. 1997). Beberapa manfaat defaunasi terhadap parameter metabolisme rumen disajikan pada Tabel 3. Penggunaan minyak jagung sebagai agen defaunasi mampu mengeliminasi protozoa rumen dari 1. Defisiensi asam amino metionin. kehadiran protozoa memberikan efek negatif terhadap pertumbuhan ternak. Agen defaunasi yang mengandung lemak cenderung berasosiasi dengan partikel pakan dan mikroba rumen melalui penutupan permukaan secara fisik. Karena itu defaunasi menyebabkan aliran protein atau asam amino ke duodenum meningkat (WALLACE dan NEWBOLD. Asam amino lisin mengalami perombakan total di dalam rumen dan treonin tidak ditemukan dalam rumen maupun sampel digesta duodenum (SUTARDI. dan valin dapat menghambat pertumbuhan bakteri rumen dan untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan cara suplementasi asam amino tersebut ke dalam ransum. leusin. 2005). Bahan agensia defaunasi yang aman didapatkan dari bahan alami seperti kembang sepatu. sedangkan protein mikroba rumen meningkat (HU et al. maka defaunasi akan lebih baik untuk dilakukan. bila pakan bermutu rendah seperti jerami padi. leusin dan isoleusin mengalami dekarboksilasi dan deaminasi menghasilkan asam lemak berantai cabang (Branched Chain Fatty Acid = BCFA). 2008). Sebagai contoh Analog Hydroxy Methionine (AHM) atau amonium sulfat. isoleusin. Pada pemberian ransum berserat dan rendah kadar proteinnya. (2001) melaporkan bahwa jumlah protozoa cairan rumen turun hingga nol pada 12 jam setelah pemberian minyak kacang tanah 1000 ml/ekor pada sapi potong dan terus tidak terdapat protozoa selama 15 hari kemudian. dalam hal ini protozoa penghuni rumen. Sebaliknya. Bila pakan mengandung banyak bahan yang mudah difermentasi atau konsentrat yang proporsinya lebih banyak dibandingkan dengan rumput dan kualitas nutriennya bagus. Namun defisiensi asam amino lisin dan treonin tidak dapat diatasi dengan cara seperti itu. Berdasarkan pemikiran tersebut dapat terlihat bahwa defaunasi dapat dilakukan tergantung pada jenis pakan yang diberikan. 2004).40 x 1010 kol/ml atau naik sebesar 29. 2006). daun kelapa sawit. Bahan yang mengandung saponin. leusin dan isoleusin). steroid atau senyawa triterpen glikosida juga mempunyai efek defaunasi karena adanya interaksi saponin-kolesterol membran sel yang menyebabkan sel protozoa pecah (WINA et al. asam lemak volatil bercabang (isobutirat.5% (ZAIN et al. Melalui manipulasi proses nutrisi maka dapat dilakukan suplementasi asam amino tersebut atau melalui pemberian prekursornya. Penting atau tidaknya protozoa masih diperdebatkan. 1991).45 x 105 sel/ml menjadi 1. 1997).28 x 105 sel/ml dan mengakibatkan peningkatan populasi bakteri rumen dari 8. lerak dan minyak (Tabel 3). protozoa tidak memiliki daya lipolisis.. NHAN et al. maka defaunasi tidak perlu dilakukan. sehingga pH dapat dikontrol (DORE dan GOUET. Proses deaminasi dan dekarboksilasi BCAA menjadi BCFA dapat digambarkan sebagai berikut (ANDRIES et al. 2009)...3% (THALIB.. Asam amino bercabang (Branched Chain Amino Acid = BCAA) seperti valin.80 x 1010 kol/ml menjadi 11. isovalerat dan 2 metil-butirat) dan lisin maupun treonin berkapsul (SUTARDI. sabut sawit. akibatnya pada kondisi rumen banyak lemak aktivitas metabolisme protozoa terganggu dan akhirnya protozoa kurang mampu bertahan hidup. Pendapat yang lain menyatakan bahwa peranan protozoa cukup penting dalam mempertahankan pH rumen. 1987): 183 . sementara protein mikroba merupakan andalan utama sumber protein induk semang. Selanjutnya untuk meningkatkan asupan asam amino tersebut dapat dilakukan proteksi agar tidak didegradasi di dalam rumen (TRINACTY et al. Sebaliknya. Dilaporkan bahwa eliminasi protozoa menurunkan 10 kali jumlah bakteri yang didegradasi menjadi NH3. Ternak ruminansia juga membutuhkan asam amino aromatik seperti fenilalanin dan triptofan.8 mg/ml cairan rumen dapat memodifikasi rumen dengan menghasilkan proporsi asam asetat lebih rendah dan propionat lebih tinggi yang diikuti konsentrasi N-NH3 dan protozoa lebih rendah.. Asam amino sebagai faktor tumbuh mikroba rumen Tercatat ada 6 asam amino sebagai faktor pembatas bagi ruminansia. Asam amino bercabang hanya dihasilkan dari protein pakan. Hal ini karena protozoa cenderung memangsa bakteri untuk kelangsungan hidupnya akibat tidak diperoleh makanan berupa karbohidrat yang mudah difermentasi.4 dan 0. 1993). Defaunasi dengan menggunakan ekstrak buah lerak (Aksapon SR) menyebabkan kenaikan jumlah bakteri total sebesar 61. Protozoa dengan cepat dapat memanfaatkan karbohidrat yang mudah difermentasi untuk kebutuhan hidupnya dan memberikan keuntungan memperlambat konversi karbohidrat fermentabel menjadi asam laktat oleh bakteri rumen. asam amino bercabang (valin. Bakteri rumen mempunyai kemampuan lipolisis yang kuat sehingga dengan cepat dapat menguraikan lemak yang menyelimutinya.

62 4. 2 metil butirat dan isovalerat) telah dilaporkan merupakan unsur yang diperlukan selama proses sintesis protein mikroba.. Suplementasi BCFA akan mempengaruhi pertumbuhan dan aktivitas mikroba rumen.27 2.44 − − 1.9 Sumber: GOROSITO et al.69 2. (2008) ERWANTO (1995) ERWANTO (1995) OEMATAN (1997) THALIB et al. (1996) ZAIN et al. Selain dari itu juga terjadi peningkatan sintesis protein mikroba (RUSSEL dan SNIFFEN.52 3.22 2.4 25.19 4.0 146.5% BK Minyak ikan 1. (2005) WINA et al. R flavefacius dan bakteri amilolitik seperti Prevotella ruminicola. rarak Daun S.4 169.5% BK Minyak kelapa 1. BM = bobot metabolis R-CH(NH2)COOH + H2O  RCOCOOH + NH3 + 2H+ RCOCOOH + H2O  RCOOH + CO2 + H2 dimana: R = (CH3)2CH valin = (CH3)2CHCH2 leusin = CH3CH2CH(CH3) isoleusin (1985) yang menambahkan asam isovalerat.12 1. Kecernaan Konsentrasi Protein sel dinding sel Amonia mikroba (%)1) (mg/l)1) (mg/l)2) 17.77 9.44 1.19 6.27 2.5% BK Minyak ikan 1. Mikroba rumen yang banyak dipengaruhi oleh asam lemak adalah dari kelompok bakteri selulolitik seperti Fibrobacter succinogenes. 1984).1 180.72 4. (1996) OEMATAN (1997) THALIB (2004) ZAIN et al. Suplementasi asam lemak berantai cabang terhadap kecernaan dinding sel.91 -32 − 79 -11 − 49 1.1 153.35 2.07% BH Aksapon SR 80 mg/100 ml Minyak jagung 1.5% BK Aksapon SR 80 mg/100 ml Minyak jagung 1. (2008) BK = bahan kering.78 1.1 177. Asam lemak tersebut jika ditambah asam nvalerat dikenal dengan isoacid (FELIX et al.5% BK Faunasi 12. Ruminoccocus albus.07% BH Minyak jagung 1.9 138.5% BK Minyak ikan 1. Selenomonas ruminantium dan Succinimonas amylolytica (BALDWIN dan ALLISON. (1996) THALIB (2004) WINA et al. 1980).5 153.40 4. 2009 Tabel 3.5% BK Sapindus rarak 0. Hasil penelitian GOROSITO et al.9 3. konsentrasi amonia dan protein sel mikroba BCFA Non suplementasi n-valerat Isovalerat Isobutirat 2-metil butirat Campuran isoacids 1) BCFA (isobutirat. 1983). (1985) 2) RUSSEL dan SNIFFEN (1984) 184 . Tabel 4.06 3.91 1.46 9.6 26.27 149 114 115 112 Sumber ERWANTO (1995) ERWANTO (1995) THALIB et al.56 9. (2008) ERWANTO (1995) ERWANTO (1995) THALIB et al.5% BK Minyak jagung 1.1 15.0 162.40 3.5% BK Daun kembang sepatu Minyak kelapa 1. Pengaruh defaunasi terhadap metabolisme rumen Peubah N-NH3 Satuan mM mM mM mM mM Bakteri total 1011 kol/ml 10 kol/ml 109 kol/ml 10 kol/ml 108 kol/ml 10 kol/ml Protozoa 105 sel/ml 10 sel/ml 105 sel/ml 105 sel/ml 10 sel/ml % % 105/ml VFA total mM mM mM mM 5 5 10 11 11 Ternak Sapi Sapi Domba In vitro Domba Sapi Sapi Domba Sapi In vitro Domba Sapi Sapi Sapi Domba In vitro Domba In vitro Domba Sapi Sapi Sapi Domba Agen defaunasi Minyak kelapa 1.4 177. Butyrivibrio fibrosolvens.64 4.19 2.2 148.8 185.07% BH Aksapon SR 80 mg/100 ml Ekstrak buah S.9 12. isobutirat dan 2 metil butirat meningkatkan kecernaan dinding sel dan penggunaan nitrogen.4 149.5 25. 19 No.13 15. seperti terlihat pada Tabel 4. saman Minyak jagung 1.5% BK Minyak ikan 1. (1996) THALIB et al.49 8.5% BK Sapindus rarak 0.76 1.WARTAZOA Vol. 1984). (2005) ZAIN et al. (2008) JALALUDIN (1994) ERWANTO (1995) ERWANTO (1995) ZAIN et al.79 9.5% BK Minyak kelapa 1.27 1.5% BK Sapindus rarak 0.85 4.4 157 117 117 109 Defaunasi 8. 4 Th.4 26.5% BK Minyak jagung 1. Asam-asam ini digunakan sebagai donor kerangka karbon dalam pembentukan asam amino (RUSSEL dan SNIFFEN. BH = bobot hidup.

02 2.4 mM).. Pertumbuhan bakteri rumen lebih pesat dicapai pada penambahan valin 0.WISRI PUASTUTI: Manipulasi Bioproses dalam Rumen untuk Meningkatkan Penggunaan Pakan Berserat Meningkatnya kecernaan fraksi serat dinding sel pakan membuktikan bahwa penambahan kerangka karbon bercabang ini menguntungkan pada bakteri selulolitik.88 x 1010 kol/ml vs 10.11 1. Protein terlarut yang kaya akan BCAA akan menyediakan amonia dan kerangka karbon untuk sintesis protein mikroba rumen.4 18.26 1.6 vs MK = 1. dan keduanya juga kaya protein mudah larut (JALALUDIN.49 penelitian pemberian minyak kelapa (MK) dan hay daun singkong (DS) 1 kg/hari pada kerbau rawa yang diberi pakan dasar jerami padi ad libitum telah dilapokan oleh PHENGVILAYSOUK dan WANAPAT (2008) dengan pengaruh positif terhadap biofermentasi rumen kerbau rawa. Prinsip kerja yeast atau ragi pada ternak ruminansia secara singkat dapat dijelaskan sebagai berikut (YOON dan STERN.0 20. (1997) 185 . daun kacang tanah.79 2.6 48. (1997) HARTADI et al. Hasil Tabel 5.2 4.6 6.37 2. Peningkatan kecernaan tersebut sebagai akibat dari meningkatnya pertumbuhan bakteri sehingga proses fermentasi pakan dalam rumen berjalan lebih baik.28 Sumber PHUC et al.26 1.9 x 1010 kol/ml). Selanjutnya dinyatakan bahwa terjadinya peningkatan kecernaan bahan kering dan ADF dari silase jagung.3 7.83 0. Penggunaan probiotik dapat meningkatkan populasi dan aktivitas mikroba rumen untuk dapat meningkatkan kecernaan pakan. Beberapa strain mikroorganisme telah digunakan sebagai probiotik antara lain yeast dan jamur.4.1 vs DS = 108. Jenis Saccharomyces cerevisiae telah banyak digunakan dan diketahui meningkatkan produktivitas ternak. Berikut ini disajikan komposisi BCAA dari beberapa sumber protein pakan (Tabel 5). Pemberian 2 Hydroxy−4−(methylthio)−butanoic acid (HMB) ditambah metionin terproteksi pada sapi mampu meningkatkan protein susu lebih tinggi dari pada metionin yang tidak diproteksi.4 mg%) dalam rumen dan adanya minyak kelapa menyebabkan penurunan jumlah protozoa (Kontrol = 4.68 2.4 Valin (%) 5. demikian juga dengan meningkatnya penggunaan nitrogen yang menunjukkan terjadinya peningkatan sintesis protein mikroba.33 Isoleusin (%) 4. 1995).6 vs DS = 14. Yeast di dalam rumen mampu memanfaatkan oksigen sehingga menjamin kondisi anaerob bagi bakteri rumen dan menstimulasi populasi bakteri rumen tertentu.1 x 105).97 2. daun gamal.1 dan DS + MK = 103. Dengan demikian penambahan daun singkong dan gamal ke dalam ransum yang kaya sumber serat akan sangat menguntungkan dan memacu pertumbuhan mikroba rumen. (1997) HARTADI et al.5 52. 2003). Keadaan ini diikuti meningkatnya pemanfaatan amonia dan asam laktat sehingga pH rumen stabil. Daun gamal mempunyai fungsi yang serupa dengan daun singkong sebagai sumber BCAA. 2008).36 3. Peningkatan ini ditunjukkan pula pada alantoin dalam urin yang lebih besar dibandingkan dengan kontrolnya (73 vs 56 mM/hari) (ZAIN et al.1%. MIR dan MIR (1988) melaporkan bahwa suplementasi asam isobutirat meningkatkan kecernaan bahan kering dan ADF dari jerami barley dan gandum. leusin 0.3 89. tepung ikan. (1997) HARTADI et al.6 48.25 2. Sumber BCAA banyak tersedia dalam pakan seperti pada daun singkong. Komposisi BCAA dari beberapa sumber protein Bahan pakan Daun singkong Hidrolisat bulu ayam Tepung ikan Bungkil kacang tanah Bungkil kelapa Bungkil kedelai Daun lamtoro PK = protein kasar PK (%) 33.15% dan isoleusin 2. bungkil kedelai dan masih banyak lagi lainnnya. jerami barley dengan penambahan isoleusin dan peningkatan itu lebih efektif terutama pada keadaan karbohidrat mudah tersedia dalam pakan rendah.0% dalam ransum dibandingkan dengan kontrolnya (18. hidrolisat bulu ayam.78 3. Daun singkong mengandung asam amino bercabang tinggi seperti valin dan leusin yang mudah didegradasi oleh mikroba rumen. 1994).37 1. MK = 98. (1997) HARTADI et al. Hal ini menunjukkan adanya stimulasi sintesis protein mikroba oleh adanya HMB (NOFTSGER dan STPIERRE. Kondisi anaerob Leusin (%) 8. (2008) HARTADI et al. Keadaan ini menghasilkan ketersediaan VFA rumen jauh di atas kontrolnya (Kontrol = 93.24 1. (1997) HARTADI et al.46 3. Adanya daun singkong memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap peningkatan kadar NH3 (Kontrol = 6. Penggunaan probiotik Penggunaan probiotik merupakan satu alternatif dalam mengontrol fermentasi rumen yang lebih efisien dalam penggunaan nutrien pakan.

25 ±1. Probiotik jamur dilaporkan mampu melakukan penetrasi lebih dalam ke bagian dalam jaringan dan melalui enzim yang dihasilkan mampu mencerna komponen dinding sel.2 ± 5.7 ± 3. (2004) 53. Dengan meningkatnya kecernaan serat kasar.28 ± 0. (2000) menyatakan bahwa pemberian jamur jenis Orpinomyces pada rumen domba dapat meningkatkan kecernaan nutrien dan retensi nitrogen.7 − − − − 14. Tabel 6.3 ± 59.0 19.0 38.6 29.2 Kontrol Ditambah kultur jamur 59.08 x 10 5 3 jam 6 jam 12 jam 24 jam 17. disajikan pada Tabel 6.68 130. 2004). SURYAHADI et al. Penelitian ANDO et al.6 mM) setelah diberi probiotik Prevotella bryantii sejumlah 29 x 1010 cfu juga menunjukkan adanya peningkatan aktivitas mencerna pakan serat (CHIQUETTE et al.5 17. Penelitian menggunakan probiotik yeast telah dilakukan antara lain oleh DAWSON et al.8 25. sebanyak 106 CFU/ml dalam ransum berbasis jerami gandum mampu meningkatkan secara nyata fermentabilitas di dalam rumen (Tabel 7). (2004) Tabel 7. (1996) hingga oleh GUEDES et al.25 54.1 17.36 ± 1.74 44.3 23. (1994).8 menjadi 65. Peningkatan konsentrasi asetat dalam rumen sapi (57.0 13. DAWSON et al.95 ± 1. (2003) menguji beberapa jenis spesies jamur secara in vitro melaporkan bahwa Orpinomyces sp.4 44.03 614.43 51.1 60.42 x 105 709. 19 No. parameter rumen dan PBB sapi potong Parameter Kecernaan Bahan kering (%) Serat kasar (%) NDF (%) ADF (%) VFA total (mM) Amonia (mg/100 ml) Jumlah zoospora (per ml) Pertambahan bobot hidup (g/hari) Sumber: DEY et al. Pengaruh pemberian kultur jamur terhadap nilai nutrisi pakan.9 35.7 19.94 ± 1.06 2.52 ± 1.94 ± 1.98 ± 1. 2009 dan pH rumen yang stabil memungkinkan terjadinya sintesis protein mikroba yang lebih optimal sehingga populasi bakteri rumen total meningkat dan kecernaan serat kasar meningkat.1 28.8 ± 56. Selanjutnya dilaporkan oleh DEY et al.8 7..92 186 . Pengaruh pemberian yeast terhadap kecernaan dan produksi metana Perlakuan Kecernaan bahan kering (%) Yeast Tanpa Ditambah Ekstrak yeast Tanpa Ditambah Produksi metana (ml) Yeast Tanpa Ditambah Sumber: ANDO et al. MUNIKUMAR et al. (2004) turut membuktikan efek penambahan yeast terhadap beberapa sumber serat jerami jagung.27 1. Hasil penelitian penggunaan yeast memberikan efek terhadap kecernaan dan produksi metana. Jenis jamur rumen memiliki aktivitas fibrolitik yang lebih kuat untuk membantu pencernaan hijauan berkualitas rendah karena mampu memecah ikatan antara lignin dengan hemiselulosa (DEY et al. paling baik dalam mencerna serat jerami padi. (2008). (2004) bahwa pemberian kultur jamur Orpinomyces sp.WARTAZOA Vol. 2008). sementara aktivitas bakteri hanya pada permukaan saja. (1990).15 55. secara otomatis meningkatkan konsumsi dan suplai nutrien ke usus.0 40.3 16.6 15. Pada akhirnya akan meningkatkan respon produksi secara keseluruhan. 4 Th.8 28. jerami padi dan rumput Italia.4 28.93 ± 1.28 42..0 16.55 50.02 115.94 ± 0. Peningkatan kecernaan bahan kering diikuti dengan naiknya produksi metana yang menunjukkan adanya kenaikan aktivitas mikroba rumen. LEE et al.

2008). Pada tingkat industri pakan. Pemberian mineral garam menyebabkan ternak lebih sering minum. Hijauan dedaunan tersebut. tipe pakan dan metode aplikasi enzim tersebut (BEAUCHEMIN et al. dimana unsur seng berfungsi untuk menstimulasi pertumbuhan mikroba rumen. tetapi tidak ada pengaruhnya pada inkubasi 48 jam. Hijauan dedaunan atau leguminosa seperti daun singkong.. Mg. karena usaha peternakan pada umumnya masih secara tradisional. daun gamal dan daun turi sudah biasa diberikan pada ternak di pedesaan. Pemberian pakan masih mengandalkan sumber pakan yang seadanya di sekitar lokasi. BEAUCHEMIN et al. 2004). Adanya kendala untuk dapat mengimplementasi teknologi manipulasi bioproses rumen secara lebih lengkap. Sebagai konsekuensinya maka meningkatkan produksi VFA dan meningkatkan pertambahan bobot hidup harian. Seperti halnya suplementasi Cr organik 1. Pada ternak ruminansia.WISRI PUASTUTI: Manipulasi Bioproses dalam Rumen untuk Meningkatkan Penggunaan Pakan Berserat Pemberian kultur jamur menyebabkan terjadi penurunan amonia dan peningkatan nitrogen total. 2000). jerami kacang tanah.. merupakan sumber protein yang kaya BCAA dengan kecernaan yang tinggi sebagai sumber nitrogen dan kerangka karbon bagi mikroba rumen.59 mg/kg dalam ransum dapat meningkatkan fermentabilitas ransum secara in vitro yang memberi indikasi bahwa mineral Cr esensial bagi mikroba rumen (MUKTIANI. Suplemen pakan untuk memaksimalkan bioproses 187 . mikro (Cu. P. HOGAN (1996) menyatakan bahwa untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan yang optimal.. Penggunaan enzim dapat meningkatkan kecernaan NDF dan ADF setelah 6 jam inkubasi.. sedangkan dedak padi dan ampas tahu. Pemberian mineral dalam bentuk mineral blok berarti menyediakan mineral lengkap untuk mencukupi kebutuhan bagi ternak.. Co. dan kebutuhannya akan mineral ini sangat sedikit dibandingkan dengan mineral makro. Meningkatnya kecernaan mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas fermentasi mikroba rumen.. Mineral mikro yang berperan aktif dalam metabolisme mikroba rumen secara in vitro adalah Zn. VFA dan jumlah zoospora dalam cairan rumen. Pemanfaatan enzim untuk ruminansia Pengaruh enzim fibrolitik sebagai pakan tambahan untuk ruminansia pada awalnya dianggap sebagai sesuatu yang tak berarti. KENDALA DAN SARAN IMPLEMENTASI TEKNOLOGI Potensi implementasi teknologi manipulasi bioproses rumen cukup besar. Bagaimanapun tidak konsistennya pengaruh dari enzim dapat terjadi karena perbedaan dalam penyiapan enzim. Suplementasi mineral mikro Mineral mikro merupakan nutrien yang dibutuhkan dalam jumlah sangat sedikit. Co. Namun pada usaha peternakan rakyat konsentrat dan mineral komplit jarang diberikan. 2000. 2008). rumput sebagai sumber pakan utama. Enzim eksogenus diduga membantu mikroba rumen atau meningkatkan akses mikroba terhadap dinding sel dan meningkatkan laju degradasi serat (NSEREKO et al. 2004). Cl dan S). Penurunan amonia menunjukkan adanya pemakaian N−NH3 untuk sintesis protein mikroba sehingga meningkatkan fermentasi di dalam rumen yang ditunjukkan dengan meningkatnya kecernaan nutrien. 2005). sisa pertanian seperti singkong dan ubi sering dianggap sebagai pakan penguat atau tambahan. Se. formulasi konsentrat seringkali ditambah minyak atau lemak dengan tujuan untuk meningkatkan kandungan energi. Namun demikian beberapa penelitian akhir-akhir ini melaporkan bahwa ada manfaat penggunaan enzim fibrolitik bagi ruminansia (BEAUCHEMIN et al. Mn dan Zn) dan langka (I. hal ini berguna untuk mempertahankan pH rumen tetap pada kondisi normal. 1989). Enzim yang berasal dari Trichoderma longibrachiatum dan Aspergillus niger serta campurannya dapat meningkatkan kecernaan bahan kering in sacco setelah 6 dan 24 jam inkubasi di dalam rumen. Cu.. mineral selain untuk kebutuhan bagi induk semang juga dibutuhkan oleh mikroba di dalam rumen. 2004). Cr dan Se). dan Mo (SUPRIYATI. Mineral mikro dan mineral langka dibutuhkan mikroba untuk melakukan berbagai aktivitas termasuk sintesis vitamin B12. di sisi lain mempunyai efek defaunasi terhadap protozoa. 2002. sering dikombinasikan dengan hijauan dedaunan dalam pemberiannya pada ternak. Beberapa penelitian didisain untuk meningkatkan kecernaan pakan dalam rumen melalui tambahan enzim (MCALLISTER et al. namun demikian memiliki peran yang sangat besar. 2002). Pemberian mineral Zn perlu dilakukan dengan pertimbangan untuk memenuhi kebutuhan bagi ternak ruminansia yakni sebesar 40 − 50 ppm dan kebutuhan untuk mikroba rumen sebesar 130 − 220 ppm (ARORA. Jadi secara umum dapat dikatakan bahwa penggunaan enzim dalam pakan mampu menstimulasi degradasi pakan pada fase awal tetapi efek dari enzim berkurang seiring meningkatnya waktu inkubasi di dalam rumen (GIRALDO et al. PHIPPS et al. mikroba rumen membutuhkan mineral makro (Ca. Pada usaha peternakan. Fe. namun sifatnya parsial. Manipulasi bioproses dapat dilakukan secara lengkap pada usaha peternakan berskala besar atau usaha komersial yang sudah memformulasi ransumnya. Penambahan mineral Zn−metionin dalam pakan dapat meningkatkan kecernaan komponen serat kasar tinggi (HARYANTO et al..

Gajah Mada University Press. Alltech’s Asia Pacific Lecture Tour. 2008. Asian-Aust. BEAUCHEMIN. and milk composition. 2008. Dietary sodium bicarbonate and magnesium oxide for early postpartum lactating dairy cows: Effect on production. J.J.) administration on growth rate.L. DEY. 114 hlm. M.M.. Germany.J. Influence of diret-fed fibrolytic enzymes on diet digestibility and ruminal activity in sheep fed grass hay-based diet. Isoacid and urea as protein supplement for lactating cows fed corn silage. 2008. RASMUSSEN. A. DAFTAR PUSTAKA ANDO. 1 – 20. Isoacids in ruminant nutrition: Their role in ruminal and intermediary metabolism and possible influenced on performance. Sci. Anim. Institute of Animal Physiology and Animal Nutrition. DORE. J. 60: 89 – 97. 473 – 478. J. Y.S. (Ed). pp. A Review. Dairy Sci. Prevotella bryantii 25a used as a probiotic in earlylactation dairy cows: effect on ruminal fermentation characteristics. R. Reduksi Emisi Metan dan Stimulasi Pertumbuhan Mikroba pada Ternak Ruminansia.WARTAZOA Vol. 2005. DAWSON. Y. A. GUEDES. MORGAVI.K. R. 1980. H. Nutritional Properties Urea Treated Cocoa Pod for Ruminant. 1990. GONCALVES. 1987. 2006. J. Feed Sci. THALIB dan S. agen defaunasi. Effect of Saccharomyces cerevisiae yeast on ruminal fermentation and fibre degradation of maize silage in cows.N.A. R. Pencernaan Mikroba pada Ruminansia. 188 .A. Pros. J.M. ANDRIES. Arch. probiotik.P. 12 – 13 September 2005. J. PUNIYA and K. MORIKAWA. Y. Gadjah Mada University Press. D.X.J. Ruminant Nutrition and Production in the Tropics and Subtropics. Dairy Sci. Sci. BOLING. 1966. Doctoral Dissertation.L. Sci. Peningkatan nilai hayati jerami padi melalui bioproses fermentatif dan penambahan zinc organik. Anim. Technol. TILLMAN. J. 1995.. Manipulation of rumen fermentation by yeast: The effect of dried beer yeast on the in vitro degradability of forages and methane production. NEWMAN and J. RODRIGUES and A. YANG and L. Dairy Sci. Bogor. milk production. 2004. 117 hlm. 63: 1098 – 1103. Nutr. Tabel Komposisi Pakan untuk Indonesia. Feed Sci. Microbial interaction in the rumen. W. Australian Centre for International Agricultural Research.E. NISHIGUCHI and K. Anim..W. 2004.. DE BRABANDER and B. A. Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Influence of an anaerobic fungal culture (Orpinomyces sp.. L. Anim. mineral maupun enzim. Rumen metabolism. HUNGATE. R. CARRO. and PH. SUPRIYATI.P. Mode of action of exogenous cell wall degrading enzyme for ruminant. HUBER. In: Rumen Microbial Metabolism and Ruminant Digestion. A. 1996. RAMOS and M. J.Z. Sci. REKSOHADIPRODJO dan A. Effect of microbial supplements containing yeast and Lactobacili on roughage-fed ruminal microbial activities.. 1994. 1991. 86: 1617 – 1623.P. COLOMBATTO. M. 17: 68 – 72. J. F. SEHGAL. GOUET. WU. 91: 3536 – 3543. Disertasi.. Effect of carbon-4 and carbon-5 volatile fatty acids on digestion of plant cell wall in vitro. COOK and J. Sci. 84: 13 – 22. A. HARYANTO. J. RODE. KHAN. Anim. Anim. 17: 820 – 824. J. Dairy Sci. ALLISON. Bogor. Canberra. Gottingen. LIU. GUO and J. JARMANI.. 4 Th. TEJIDO. pp.D. INRA. 1982.J. 19 No. J. Beberapa suplemen pakan tersebut adalah: penggunaan buffer.A. R.G.A. pp. Sci.R. Bogor. Anim. 1989. Technol. RUSSELL and P.L. J. HARTADI. J. BULL.. DAWSON. M. K. 2004. Optimalisasi Sistem Fermentasi Rumen melalui Suplementasi Sulfur. DESPAL.. YE. ALLISON and M. asam amino dan prekusornya. A. S. S.E. J.I. J. D. RANILLA. 2004..A. 1985. Puslitbang Peternakan. S. J. Defaunasi. W. 68(4): 840 – 847. and M. D. 68: 3392 – 3398. R. Can. Paris. K.D.. K. acid-base metabolism and digestion. Effect of tea saponins on in vitro ruminal fermentation and growth performance in growing Boer goat. C. Y. FELIX. Academic Press. 96. 57: 2209 – 2215. Manipulasi bioproses di dalam rumen dapat dilakukan dengan pemberian suplemen pakan yang dapat menstimulasi pertumbuhan dan aktivitas mikroba rumen guna meningkatkan kecernaan pakan di dalam rumen. BUYSSE. M.L. CHIQUETTE. ERDMAN. 65: 712 – 731. HAYASAKA. KESIMPULAN Untuk meningkatkan penggunaan pakan berserat dapat dilakukan melalui pendekatan bioproses di dalam rumen. BALDWIN. 71 – 88. Anim. GOROSITO. GAMO. ERWANTO. 2009 rumen dapat ditambahkan baik pada pakan komplit maupun pada konsentratnya.. VAN SOEST. 1983. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. HU. 145: 27 – 40.B. B..A. JOUANY. 18: 169 – 180. SINGH. J. ruminal fermentation and nutrient digestion in calves.M. D. Asian-Aust. New York.A. 1997. Anim. Yogyakarta. HEMKEN and L. Yogyakarta. ARORA. GIRALDO.T. Successful application of defined yeast culture preparations in animal production. 47 p. The Rumen and Its Microbes. HOGAN.M. TAKAHASI. DIAS-DA-SILVA. hlm. COTTYN. GeorgAugust University. R. K. S.

A study of consistency of difference between cows in rumen out flow rate of fibrous particles and other substrates and consequence for digestibility and intake of roughages. MUKTIANI. and N. In situ degradability of barley straw in cattle fed a barley straw and chersted wheat grass diet supplemented with isobutyric acid. R. ERDMAN. MEES. Indian J. J. Sci. 86 hlm. NOFTSGER.K. 1987. Agron. B. 88: 153 – 170. J. J.H. Bogor.K. Can. CHENG. 1988. CHENG.A.R. D. Nutritive value of cassava leaves for monogastric animals. PIPEROVA and R. VON. 80: 2104 – 2114. 47: 45 – 51. M. DAVIS.L.WISRI PUASTUTI: Manipulasi Bioproses dalam Rumen untuk Meningkatkan Penggunaan Pakan Berserat JALALUDIN. B.J.A. Sci Congress. KENNELY. Nutr. Disertasi. http://www.J. NGU. MIR. D. 2008. Feed Sci and Technol. Armidale.G. BAAH. 80: 35 – 44..T. RUSSELL. Forage Nutrition for Ruminants.C.N. (23 Maret 2009). J. MCALLISTER. Dairy.M. T. I.69. 117 hlm. OGLE and J.W. J. N. T. and J. MIR. Anim. Influence of carbohydrate source and buffer on rumen fermentation characteristics. 2000. WANAPAT. Br. Anim. 2001.J. LEE.. 2000. JUNG.H. Tesis. J. Matching Ruminant Production System with Available Resources in the Tropics. AASIF SHAHZAD and MAHU-UN-NISA. LENG.R. 2003. Dairy Sci.gif. REID. milk yield and milk composition in late-lactation Holstein cows. STANFORD. and R. KAWASHIMA. SARWAR. PERMANA. S. Can. 189 . 14(4): 485 – 490. 1984. Effect of carbon 4 and carbon 5 volatile fatty acid on growth of mix rumen bacteria in vitro. Sci. 2003. Bogor. Sci. Sci. J.G.K.R. TREACHER. Anim. 1985. http://66. Effect of a surfactant and exogenous enzymes on digestibility.ag. Forage lignins and their effects on feed digestibility.T. 73: 312 – 314.. T. N. The use of local yeast culture Saccharomyces cerevisiae to improve fermentation and nutrient utilization of buffaloes.. Sci. Anim.mekarn. 84: 1707 – 1716. Anim. OJWANG and G.K.. TETER. Effect of coconut oil and cassava hay supplementation on rumen ecology. Rep. Penggunaan Hidrolisat Bulu Ayam dan Sorgum serta Suplemen Kromium Organik untuk Meningkatkan Produksi Susu pada Sapi Perah. Effect of sodium bicarbonate additions to wheat straw based diet on rumen turn over rate and nutrient digestibility by sheep. 81: 33 – 38. SINGH. 2002. NDSU Extention Service.A.A.L. R. Anim. Technol. STPIERRE.. Feed Sci. A. (17 Desember 2008). Anim. D.F. ORSKOV.J. 67: 987 – 995. K. 1997. G.11/search/cache?ei = UTF&&p=cassava+hay+as+ animal+feed&y =Search&rd =r1&meta. SUPRIYATI. K. Daun Kembang Sepatu dan Minyak Kelapa sebagai Agensia Defaunasi dan Suplementasi Analog Hidroksi Metionin dan Amonium Sulfat dalam Ransum Pertumbuhan Sapi Perah Jantan. Effect of ruminal fungi on in vitro degradation of rice straw. 2004. MCALLISTER. HA and K.S. N. L.. 65: 953 – 962. G. Effect of intraruminal infusion of mineral salt on volatile fatty acid production in steer fed high-grain and high-roughage diets. (31 Desember 2008). Suplementation of methionine and selection of highly digestible rumen undegradable protein to improve nitrogen efficiency for milk production. 1996. J. http://www. Anim.A. 2007. PRESTON. SUTTON and M. VAN HON. Penambul Books. Effect of fungal enzyme preparations on hydrolysis and subsequent degradation of alfalfa hay fiber by mixed rumen microorganisms in vitro. N. Asian-Aust. 1988. WIRYAWAN. pp.. S. A. and C.. growth performance and carcass traits of lambs. PHUC. Influence of level of sodium bicarbonate on milk yield and its composition in early lactating Nilli Ravi bufalloes. OEMATAN.edu/ pubs/ansci/dairy/as1250-3. Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.S. NSEREKO. SHELFORD and K. 2008. J. KHORASANI.E. J. 1997. J. JITV 13(2): 89 – 94. Asam Folat dan Fenilpropionat. 12: 1858 – 1864.A. Analog Hidroksi Metionin. K.B. and C. 88: 201 – 217. Uji Banding Gamal dan Angsana sebagai Sumber Protein. K. MORGAVI. PHIPPS. H.R. Prod. NHAN. J. PUNIYA and K.R. J. Influence of an anaerobic fungal culture administration on in vivo ruminal fermentation and nutrient digestion. MERCHEN. B. I.. Dairy Sci. and Z. 86: 958 – 969. J. E. L. J.T. 2002.ndsu. 2008. 246 – 247.D. and N. PHENGVILAYSOUK and M. RODE. 2000. PRESTON and R. 8th. H. Sci.A. M. BAE. P. 1989. Pengaruh suplementasi zink-biokompleks dan Zink-metionat dalam ransum domba. digestibility and feed intake in swamp buffaloes. Int. Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. 68: 829 – 834. J. B..S.P. SNIFFEN. Penicuik.218. Are enzyme useful in ruminant diet? Proc. 2: 168 – 169. Dairy Sci. Anim. Stimulasi Pertumbuhan Sapi Holstein Melalui Amoniasi Rumput dan Suplementasi Minyak Jagung. H.G. Bogor.htm. LINBERG. Asia-Aust. BEAUCHEMIN and T. 32: 1067 – 1072. ROGER. 66 hlm.B.R. J. YANO and R. 245 p. Dairy Sci. 2001. Sci.H. Proc. U. Tesis. SCHROEDER.A. BHAT. Effect of dietary forage concentration and buffer addition on duodenal flow of trans-C18:1 fatty acid and milk fat production in dairy cows. Soc. LENG. SURYAHADI. KALSCHEUR. J. Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. V. 1982. AAAP Anim. Practical application of defaunation of cattle on farm in Vietnam: Response of young cattle fed rice straw and grass to a single drench of groundnut oil. 1994.W.org/procKK/phuc. MUNIKUMAR.

litbang. Departemen Ilmu Makanan Ternak. J. P. I. D. Disertasi.K. Influence of directed fed microbials on ruminal microbial fermentation and performance of ruminants. A Review. Technical Publications. WINA. A. The effect of saponin from Sapindus rarak fruit on rumen microbe and performance of sheep. RICHTER. (27 Maret 2009). Sci. Butterworths. Rumen fermentation and its manipulation the development of yeast cultures as feed additivies. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. pp. E. L. and C. Effect of defaunation and supplementation methionine hydroxy analogue and branched chain amino acid in growing sheep diet based on palm press fiber ammoniated. Kajian penggunaan starter mikroba dalam fermentasi jerami padi sebagai sumber pakan pada peternakan rakyat di Sulawesi Tenggara. pp.id/bjagung/duadua. WIDYAWATI. In: LYONS T.J. SYAMSU.deptan. J. H. (Ed). Anim. STERN. Biotechnology in Feed Industry. Asian-Aust. TANGENDJAJA. 1995. R. 1985. 2009 SUTARDI. Bogor. T. K. B. M. 84 hlm. WINA. Uji efektivitas saponin buah Sapindus rarak sebagai inhibitor metanogenesis secara in vitro pada sistem pencernaan rumen. Anim. COLE (Ed. 194 hlm. Pakistan J. SABRANI. TRINACTY. 2005. 113 – 129.J. 190 . Guru Besar Tetap Ilmu Nutrisi Ternak. 53: 8093 – 8105. J. NEWBOLD.). 107 hlm. Nicholasville. 4 Th. Orasi Ilmiah. London. M. SUTARDI. A. http://balitsereal. 2000. 1997. Bogor. J.. Bogor. 173 – 192. Definition of fiber animal feed. Jilid I. 7(6): 813 – 816. lysine or both on milk production and plasma amino acid of high-yielding dairy cows. Czech. JITV 9(3): 164 – 171. S. 2009. SUTARDI. W and D. 54(6): 239 – 248. 19 No. The impact of saponins or saponin-containing plant materials on ruminant production.go. ZAIN. HAMID. dan E. JITV 2(1): 17 – 21. Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. 2004. http://jasmal. 1996. Substituti Rumput dengan Sabut Sawit dalam Ransum Pertumbuhan Domba: Pengaruh Amoniasi. SURYAHADI and N. CARRY and J. 1980.P. THALIB. RAMLI.Y.D. Nut.. 4 Januari 1997. SUHERMAN and M. Y. Food Chem. ZAIN. YOON.com. J. (27 Maret 2009).. 8: 535 – 555. WALLACE. 2008.J. MUETZEL and K.. Agric. BECKER. Sci. 1999. Effect of rumen-protected methionine. V.WARTAZOA Vol. VAN SOEST. pdf.blogspot. 1993. KRIZOVA.A.A. 2007. T. A Review. Limbah tanaman dan produk samping industri jagung untuk pakan. Defaunasi dan Suplementasi Analog Hidroksi Metionin serta Asam Amino Bercabang. M. RIHA. Alltech. Landasan Ilmu nutrisi. THALIB.J. In: Recent Advances in Animal Nutrition. T. Peluang dan Tantangan Pengembangan Ilmu-ilmu Nutrisi Ternak. and M. HERESIGN. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful