P. 1
Sistem Periodik

Sistem Periodik

|Views: 45|Likes:
Published by Randy Angrhy

More info:

Published by: Randy Angrhy on Jan 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/13/2013

pdf

text

original

PENDAHULUAN

Unsur kimia, adalah zat kimiayang tidak dapat dibagi lagi menjadi zat yang lebih kecil, atau tidak dapat diubah menjadi zat kimia lain dengan menggunakan metode kimia biasa. Partikel terkecil dari unsure (Unsur Kimia) adalah atom. Sebuah atom terdiri atas inti atom (nukleus) dan dikelilingi oleh elektron. Inti atom terdiri atas sejumlah proton dan neutron. Hingga saat ini diketahui terdapat kurang lebih 117 unsur di dunia.

Lambang kimia Sebelum kimia menjadi bidang ilmu. simbol kimia yang digunakan adalah singkatan dari nama Latin (karena waktu itu Bahasa Latin merupakan bahasa sains). nama-nama unsur yang telah digunakan pada masa lampau tetap dipakai. meski nama-nama unsur diterjemahkan antarbahasa. Jumlah proton pada sebuah atom dikenal dengan istilah nomor atom (dilambangkan dengan Z). . Beberapa isotop bersifat radioaktif. Mereka menggunakan singkatan dalam diagram atau prosedur. Massa atom sebuah unsur (dilambangkan dengan "A") adalah massa rata-rata atom suatu unsur pada alam. didasarkan oleh lingkaran. Ukuran massa atom adalah satuan massa atom (smu).UNSUR-UNSUR KIMIA Penjelasan Hal yang membedakan unsur satu dengan lainnya adalah "jumlah proton" dan jumah elektron suatu unsur atau ikatan dalam inti atom tersebut. hal ini dikenal dengan sebutanisotop. sedangkan atom oksigen memiliki proton sebanyak 8 buah.Cu adalah simbol untuk unsur Cuprum (tembaga). meski pada waktu itu belum diketahui mana yang merupakan unsur. dan massa neutron hampir sama dengan massa proton. Huruf pertama simbol kimia ditulis dalam huruf kapital. Simbol kimia digunakan secara internasional. John Dalton memperkenalkan simbol-simbol yang lebih sederhana. Hg adalah simbol untuk unsur hydrargyrum (air raksa). dan sebagainya. Sistem yang saat ini digunakan diperkenalkan oleh Berzelius. Namun demikian. dan tanpa konsep mengenai suatu atom bergabung untuk membentuk molekul. dan mengalami penguraian (peluruhan) terhadap radiasi partikel alfa atau beta. Dalam sistem tipografi tersebut. misalnya Fe adalah simbol untuk unsur ferrum (besi). sedangkan huruf selanjutnya (jika ada) ditulis dalam huruf kecil. pada isotop yang memiliki kelimpahan terbanyak di alam. yang digunakan untuk menggambarkan molekul. Karena massa elektron sangatlah kecil. maka massa atom biasanya dinyatakan dengan jumlah proton dan neutron pada inti atom. Ketika teori atom berkembang. Dengan perkembangan teori zat. ahli alkemi telah menentukan simbol-simbol baik untuk logam maupun senyawa umum lainnya. atom-atom pada unsur yang sama tersebut dapat memiliki jumlah netron yang berbeda. seluruh atom karbon memiliki proton sebanyak 6 buah. Tata nama Penamaan unsur telah jauh sebelum adanya teori atom suatu zat. Misalnya. dan mana yang merupakan senyawa.

dan "Sauerstoff" berarti "oksigen". Kelimpahan .Misalnya. Menurut IUPAC. dalam Bahasa Jerman "Wasserstoff" berarti "hidrogen". Nama resmi dari unsur kimia ditentukan oleh organisasi IUPAC. nama unsur tidak diawali dengan huruf kapital. dan umumnya mengadopsi nama yang dipilih oleh penemu unsur tersebut. unsur "cuprum" dalam Bahasa Inggris dikenal dengan copper. dan penundaan penamaan unsur dalam waktu yang lama. Contoh lain. kecuali berada di awal kalimat. Nama-nama unsur baru ini ditetapkan pula oleh IUPAC. dan dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan istilah tembaga. banyak laboratorium mampu menciptakan unsur baru yang memiliki tingkat peluruhan cukup tinggi untuk dijual atau disimpan. Hal ini dapat menimbulkan kontroversi grup riset mana yang asli menemukan unsur tersebut. Dalam paruh akhir abad ke-20.

kalori dan beberapa senyawa) berdasarkan sifat kimianya menjadi gas. Awal Mula Perkembangan Pengelompokkan Unsur 1. Antoine Lavoisier (1789) Lavoisier mengelompokkan zat-zat yang dipercaya sebagai unsur (seperti cahaya. b. non-logam dan tanah. John Dalton (1808) Dalton mengemukakan bahwa unsur dari atom yang berbeda mempunyai sifat dan massa yang berbeda. Massa atom diperoleh dari perbandingan massa atom unsur terhadap massa atom unsur hidrogen. Ahli Kimia dari Arab dan Persia Para ahli kimia dari Arab dan Persia awalnya mengelompokkan zat-zat berdasarkan sifat logam dan non logam. a. Berangkat dari teorinya itu Dalton mengelompokkan zat-zat yang berupa unsur-unsur (sebanyak 36 unsur) berdasarkan kenaikan massa atomnya. Daftar Unsur yang disusun oleh Dalton: .Sistem Periodik Unsur Sistem periodik yang ada sekarang ini merupakan hasil dari perkembangan pengelompokkan unsur yang dilakukan oleh para ahli sebelumnya.

d. bila unsur-unsur dikelompokkan berdasarkan kesamaan sifat dan massa atomnya kemudian diurutkan. mengelompokkan unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa atom. Ia mengamati setiap pengulangan delapan unsur akan terdapat kemiripan sifat. Dalam aturan ini.c. Pada tahun 1828 Barzellius berhasil membuat dan mempublikasikan daftar massa atom unsur-unsur yang lebih akurat. John Newlands (1865) Pada tahun 1865. maka setiap kelompok akan terdiri dari tiga unsur dan massa atom unsur yang ditengah adalah rata-rata dari jumlah kedua atom unsur yang di tepi. John Jacobs Berzellius (1828) Dalam daftar massa unsur yang dibuat oleh Dalton terdapat kesalahan dalam penentuan massa atom unsur. unsur kedua mirip unsur kesembilan demikian seterusnya. Dengan demikian berarti unsur kesatu mirip unsur kedelapan. Johann Dőbereiner (1829) Pada tahun 1829. Johann Dőbereiner mengklasifikasikan unsur berdasarkan kemiripan sifat-sifatnya yang disebut sebagai triad Dobereiner. Dobereiner melihat hubungan antara ketiga atom ini yaitu: e. Newlands menyebut pengulangan ini sebagai hukum oktaf. .

. Lothar Meyer mengamati hubungan antara kenaikan massa atom dengan sifat unsur. masih ada beberapa kotak yang diisi lebih dari satu unsur. Hal ini dilakukan antara lain dengan membuat Kurva volume atom versus fungsi massa atom.Kelemahan dari tabel yang dibuat Newlands ini adalah. Setelah unsur-unsur yang ditemukan semakin banyak. diketahui bahwa pengulangan sifat tidak selalu terjadi pada unsur kedelapan.Lothar Meyer (1869) Pada tahun 1969. hal ini terjadi karena sifatnya yang sangat mirip. f.

seperti dinyatakan dalam hukum oktaf. Gambar Sistem periodik Meyer. Unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atom secara vertikal. .Dari kurva. dan pengulangan sifat unsur tidak selalu setelah 8 unsur. ia mengamati adanya keteraturan dari unsur-unsur dengan sifat yang mirip. Sedangkan unsur-unsur dengan sifat yang mirip terletak pada baris yang sama. Pengulangan sifat unsur membentuk kolom.

Unsur-unsur dengan sifat yang mirip ditempatkan pada kolom yang disebut golongan. . Dmitri Mendeleev (1869) Pada tahun 1869 Mendeleev membuat sistem periodik berdasarkan kenaikan massa atom dan kemiripan sifat.g. Sedangkan pengulangan sifat menghasilkan baris yang disebut periode.

Sistem Periodik Mendeleev menyediakan beberapa tempat kosong untuk unsurunsur yang belum ditemukan. Kolom ini yang pada perkembangannya berisi unsur-unsur gas mulia. Sifat unsur-unsur tersebut dapat diramalkan berdasarkan kemiripan sifat unsurunsur dalam golongan yang sama. dalam bentuk gas yang tidak berwarna dan tidak berbau dan dalam jumlah yang sangat sedikit di atmosfir. Sistem Periodik Mendeleev meramalkan sifat-sifat unsur yang belum diketahui. Karena unsur ini tidak dikenal senyawanya. Unsur-unsur ini sangat tidak reaktif. Lihat Sistem Periodik Mendeleev . Contoh prediksi unsur Germanium oleh Mendeleev: 3.Keunggulan Sistem Periodik Mendeleev 1. Sistem Periodik Mendeleev menyediakan satu kolom yang kosong pada group VIII. beberapa unsur yang ditemukan ternyata cocok dengan prediksi Mendeleev. 2. Pada perkembangan selanjutnya.maka para ilmuan di masa Mendeleev tidak tahu adanya unsur ini.

K. Adanya unsur-unsur yang tidak mempunyai kesamaan sifat dimasukkan dalam satu golongan. Na. Namun dari sifatnya. Sebagai contoh. Adanya penempatan unsur-unsur yang tidak sesuai dengan kenaikan massa atom. . unsur Iodin (I-127) mempunyai massa atom yang lebih keci dibandingkan unsur Telurium (Te-128). misalnya Cu dan Ag ditempatkan dengan unsur Li. Rb dan Cs. 2. Mendeleev terpaksa harus mendahulukan unsur Telurium dulu baru unsur Iodin.Kelemahan Sistem Periodik Mendeleev 1.

pada tahun 1913 ilmuan Henry Moseley menemukan nomor atom suatu unsur dengan bantuan sinar X. dari hasil penelitiannya tersebut ia menemukan bahwa kenaikan nomor atom sejalan dengan kenaikan massa atom.3. Nomor atom unsur Te (Z=52) yang ternyata lebih kecil dari iodin yaitu (Z=53). h. Kemudian muncullah Sistem periodik Modern yang disusun berdasarkan kenaikan nomor atom. Henry Moseley (1913) Setelah Rutherford menemukan muatan positif dalam inti atom. Sistem Periodik Henry Moseley (sistem periodik modern) . Kelemahan ini menyadarkan para ilmuan bahwa massa atom tidak menentukan sekali dimana suatu unsur empatkan dalam sistem periodik. Atas dasar penemuan tersebut Henry Moseley menyusun tabel Periodik Berdasarkan kenaikan nomor atom.

ternyata ada 2 jenis kecenderungan: unsur-unsur golongan I A sampai IV A. unsur-unsur golongan V A sampai golongan VIII A titik cair dan titik didihnya makin tinggi. Titik cair dan titik didih terendah dimiliki unsur golongan VIII A. dan seterusnya. dari atas ke bawah titik cair dan titik didih makin rendah. Dalam satu golongan. b. Energi Ionisasi Tingkat II > Tingkat I. Dalam 1 periode. 2. dapat disimpulkan: a. yaitu kecenderungan menarik elektron. Skala keelektronegatifan yang dibuat oleh LINUS PAULING. Energi Ionisasi Tingkat II. energi ionisasi makin kecil. Dalam 1 golongan. dari kiri ke kanan energi ionisasi cenderung bertambah. 5. III. dari atas ke bawah. Sifat logam – non-logam dalam unsur periodik: .BEBERAPA SIFAT PREODIK UNSUR 1. dan seterusnya. b. Diperlukan jumlah energi yang jauh lebih besar untuk melepas elektron dari kulit bagian dalam. Dalam satu periode. dari kiri ke kanan titik cair dan titik didik naik sampai golongan IV A kemudian turun drastis. Afinitas Elektron Energi yang menyertai proses penambahan 1 elektron pada 1 atom netral dalam wujud gas sehingga terbentuk ion bermuatan –1 4. 6. Energi Ionisasi (Potensial Ionisasi) Energi yang diperlukan untuk melepas 1 elektron dari suatu atom netral dalam wujud gas. Keperiodikan Energi Ionisasi sebagai berikut: a. 3. Logam dan Non-logam dalam sistem periodik Sifat logam dikaitkan dengan ke-elektropositifan. Titik Cair dan Titik Didih a. Keelektronegatifan suatu bilangan yang menyatakan kecenderungan relatif dari suatu unsur menarik elektron ke pihaknya dalam suatu ikatan kimia. sifat non-logam dikaitkan dengan keelektronegatifan. Jari-jari atom Jarak dari inti hingga kulit elektron terluar. Tingkat III > Tingkat II. yaitu kecenderungan elektron membentuk ion positif. b.

Unsur logam yang paling reaktif adalah golongan I A (logam alkali). Dari kiri ke kanan dalam satu periode. 2. . sifat logam berkurang sedangkan sifat non-logam bertambah. sedangkan non-logam yang paling reaktif adalah golongan VII A (Halogen). Kereaktifan Kereaktifan suatu unsur bergantung pada kecenderungannya melepas atau menarik elektron.1. Dari atas ke bawah dalam satu golongan. sifat logam bertambah sedangkan sifat non-logam berkurang.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->