P. 1
Desain pembelajaran

Desain pembelajaran

|Views: 166|Likes:
Published by anihdx
model desain
model desain

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: anihdx on Jan 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/24/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Desain pembelajaran merupakan prinsip-prinsip penerjemahan dari pembelajaran dan instruksi ke dalam rencana-rencana untuk bahan-bahan dan aktivitas-aktivitas instruksional (Smith and Ragan, 1993). Lebih lanjut mereka mengatakan bahwa disain pembelajaran dapat dianggap sebagai suatu sistem yang berisi banyak komponen yang saling berinteraksi. Komponen-komponen tersebut harus dikembangkan dan diimplementasikan untuk kelengkapan suatu instruksional. Sistem pengembangan instruksional sering kali direpresentasikan sebagai model grafik. Beberapa tahun terakhir sejumlah model disain pembelajaran diperkenalkan oleh beberapa ahli/tokoh. Gentry mengatakan bahwa model disain pembelajaran adalah suatu representatif gafik tentang suatu pendekatan sistem, yang dirancang untuk memfasilitasi pengembangan yang efektif dan efisien dari pembelajaran. Tujuan dari disain pembelajaran yaitu membuat pembelajaran lebih efektif dan efisien dan mengurangi tingkat kesulitan pembelajaran (Morrison, Ross, dan Kemp, 2007).

B.

Tujuan Dalam pembuatan makalah ini terdapat beberapa tujuan yang hendak dicapai yaitu untuk mendeskripsikan model-model desain rencana pembelajaran. Adapun model-model desain rencana pembelajaran adalah model PPSI, model Banathy, model Kemp, model Gerlach & Elly, model Dick & Carrey, model ASSURE, dan model ADDIE.

Idealnya proses ini berdasar pada informasi dari teori belajar yang sudah teruji secara pedagogis dan dapat terjadi hanya pada siswa. perumusan tujuan pembelajaran. sebagai ilmu. B. desain pembelajaran membahas berbagai penelitian dan teori tentang strategi serta proses pengembangan pembelajaran dan pelaksanaannya. desain pembelajaran merupakan pengembangan sistem pembelajaran dan sistem pelaksanaannya termasuk sarana serta prosedur untuk meningkatkan mutu belajar. Mengandung arti bahwa penyusunan perencanaan pembelajaran harus sesuai dengan konsep pendidikan dan pembelajaran yang dianut dalam kurikulum yang digunakan. misalnya sebagai disiplin. Pengertian Desain Pembelajaran Desain pembelajaran sebagai proses menurut Syaiful Sagala (2005:136) adalah pengembangan pengajaran secara sistematik yang digunakan secara khusus teori-teori pembelajaran unuk menjamin kualitas pembelajaran. Sebagai sistem. atau dalam latar berbasis komunitas. dipandu oleh guru. pelaksanaan. sebagai sistem. dan sebagai proses. Proses ini berisi penentuan status awal dari pemahaman peserta didik.BAB II ISI A. penilaian. Sebagai ilmu. Pembelajar (pihak yang menjadi fokus) yang perlu diketahui meliputi. Komponen Utama Desain Pembelajaran Komponen utama dari desain pembelajaran adalah: 1. Sebagai disiplin. . desain pembelajaran merupakan ilmu untuk menciptakan spesifikasi pengembangan. karakteristik mereka. serta pengelolaan situasi yang memberikan fasilitas pelayanan pembelajaran dalam skala makro dan mikro untuk berbagai mata pelajaran pada berbagai tingkatan kompleksitas. Dengan demikian dapat disimpulkan desain pembelajaran adalah praktek penyusunan media teknologi komunikasi dan isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan secara efektif antara guru dan peserta didik. kemampuan awal dan pra syarat. Desain pembelajaran dapat dimaknai dari berbagai sudut pandang. dan merancang "perlakuan" berbasismedia untuk membantu terjadinya transisi.

Model PPSI (1976) Dalam model PPSI pengajaran dipandang sebagai suatu sistem. pelatih di bidang industry. kegiatan pembelajaran. Model Kemp (1985) Berorientasi pada perancangan pembelajaran yang menyeluruh. tentang pengukuran kemampuan atau kompetensi ang sudah dikuasai atau belum.2. Analisis Pembelajaran. Adapun urutan langkah-langkah dalam PPSI itu adalah sebagai berikut:  Merumuskan tujuan instruksional khusus  Menyusun alat evaluasi  Menetapkan kegiatan pembelajaran  Merancang program pengajaran  Malaksanakan program 2. Sehingga guru sekolah dasar dan sekolah menengah. Tujuan Pembelajaran (umum dan khusus) Adalah penjabaran kompetensi yang akan dikuasai oleh pembelajar. Strategi Pembelajaran. alat-alat dan sumber pembelajaran dan evaluasi. dosen perguruan tinggi. Sub-sistem dari pengajaran. model pembelajaran Kemp dapat digunakan di semua tingkat pendidikan. Model-model Desain Pembelajaran 1. adalah format materi yang akan diberikan kepada pembelajar 6. Ada 4 unsur yang merupakan dasar dalam membuat model Kemp: . Semua komponen tersebut diorganisir sedemikian rupa sehingga masing-masing komponen dapat berfungsi secara harmonis. dapat dilakukan secara makro dalam kurun satu tahun atau mikro dalam kurun satu kegiatan belajar mengajar. Penilaian Belajar. 5. C. serta ahli media yang akan bekerja sebagai perancang pembelajaran. Guru mempunyai tugas mengurutkan langkah-langkah sehingga tersusun suatu urutan-urutan system pengajaran yang baik. Menurut Miarso dan Soekamto. bahan pelajaran. mulai dari Sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Bahan Ajar. 3. merupakan proses menganalisis topik atau materi yang akan dipelajari 4. diantaranya tujuan pembelajaran.

mereka cukup dengan merumuskan tujuan pembelajaran khusus dengan mengacu pada tujuan pembelajaran umum yang telah disiapkan dalam system. Langkah 3 : Menganalisis tugas belajar . yang digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan belajar. Penyusunan tes berdasarkan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan pada langkah sebelumnya. Untuk siapa program itu dirancang? (ciri pebelajar)  Apa yang harus dipelajari? (tujuan yang akan dicapai)  Bagaimana isi bidang studi dapat dipelajari dengan baik? (metode/strategi pembelajaran)  Bagaimana mengetahui bahwa proses belajar telah berlangsung? (evaluasi) 3. Langkah 2 : Mengembangkan tes Pada langkah ini dikembangkan suatu tes sebagai alat evaluasi. Pada langkah terakhir para pengembang diharapkan dapat melakukan perubahan dan perbaikan sehingga tercipta suatu desain yang diinginkan. dan sebagainya oleh peserta didik atau siswa sebagai hasil pengalaman belajarnya. Model ini tampaknya hanya diperuntukan bagi guru-guru di sekolah. diketahui. yang merupakan pernyataan tentang hal-hal yang diharapkan untuk dikerjakan. atau ketercapaian tujuan pembelajaran oleh peserta didik/siswa. sebagai berikut: Langkah 1 : Merumuskan tujuan Pada langkah ini pengembang merumuskan tujuan pembelajaran. Model desain ini bertitik tolak dari pendekatan system (system approach). yang mencakup keenam komponen (langkah) yang saling berinterelasi dan berinteraksi untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Model Bela H.Banathy Model pengembangan system pembelajaran ini berorientasi pada tujuan pembelajaran. dirasakan. Komponen-komponen tersebut menjadi dan merupakan acuan dalam menetapkan langkah-langkah pengembangan. Langkah-langkah pengembangan system pembelajaran terdiri dari 6 jenis kegiatan.

Hal-hal yang telah dilaksanakan dan dicapai oleh peserta didik merupakan output dari implementasi system. Pada langkah ini. namun untuk mengembangkan rancangan system pembelajaran model ini memerlukan kemampuan akademik . Langkah ini dikembangkan sedemikian rupa yang menjamin agar peserta didik melaksanakan dan menguasai tugas-tugas yang telah dianalisis pada langkah 3 desain system juga meliputi penentuan siswa yang mempunyai potensi paling baik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Selain dari itu. Kendatipun 6 komponen tersebut tampaknya sangat sederhana. dalam desain system supaya ditentukan waktu dan tempat melakukan kegiatankegiatan pembalajaran. yang pada gilirannya menjadi dasar untuk mengadakan perubahan untuk perbaikan system pemabalajaran. dan oleh karena perlu disediakan alternative kegiatan tertentu yang cocok. sehingga mereka tidak perlu mempelajari hal-hal yang telah diketahui atau telah dikuasai sebelumnya. yakni perubahan tingkah laku yang diharapkan. Langkah 4 : Mendesain Sistem Pembelajaran Pada langkah ini dikembangkan berbagai alternative dan mengidentifikasi kegiatankegiatan pembelajaran. bahwa hasil –hasil yang diperoleh dari evaluasi digunakan sebagai umpan balik bagi system keseluruhan dan bagi kompinen-komponen system. perilaku awal peserta didik/siswa perlu dinilai dan dianalisis. Berdasarkan gambar tentang perilaku awal tersebut dapat dirancang materi pelajaran dan tugas-tugas belajar yang sesuai. yang harus dinilai supaya dapat diketahui hingga mereka dapat mempertunjukan atau menguasai tingkah laku sebagaimana dirumuskan dalam tujuan pembelajaran Langkah 6 : Melakukan Perubahan Untuk Perubahan Pada langkah ini ditentukan.Pada langkah ini dirumuskan tugas-tugas yang harus dilakukan oleh peserta didik/siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. baik yang harus dilakukan oleh siswa/peserta didik maupun kegiatankegiatan guru/tenaga pengajar. Langkah 5 : Melaksanakan Kegiatan dan mengetes hasil System yang sudah di desain selanjutnya dilaksanakan dalam bentuk uji coba di lapangan (sekolah) dan di tes hasilnya.

yang cukup tinggi serta pengalaman yang memadai serta wawasan yang luas. Dalam model ini juga diperlihatkan hubungan antara elemen yang satu dengan yang lainnya serta menyajikan suatu pola urutan yang dapat dikembangkan dalam suatu rencana untuk mengajar. Model Gerlach & Elly Merupakan suatu metode perencanaan pengajaran yang sistematis. seperti kepala sekolah. administrator. sehingga rancangan kurikulum yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan pendidikan di sekolah dan dapat diterapkan dalam system sekolah. proses pengemabnagan suatu system menuntut partisipasi pihak-pihak terkait. sekalipun tidak menggambarkan secara rinci setiap komponennya. supervisor dan kelompok guru. . Model ini menjadi suatu garis pedoman atau suatu peta perjalanan pembelajaran karena model ini memperlihatkan keseluruhan proses belajar mengajar yang baik. Selain dari itu. 4.

Rincian a. komponennya adalah sebagai berikut: Merumuskan tujuan pembelajaran (Specification of Object) Tujuan pembelajaran merupakan suatu target yang ingin dicapai dalam kegiatan pembelajaran. Tujuan harus bersifat jelas (tidak abstrak dan tidak terlalu luas) dan operasional agar mudah diukur dan dinilai. .

Tes awal dapat dilakukan dengan 2 cara: 1) Pretest 2) Mengumpulkan data pribadi siswa. 1) Berdasarkan jumlah siswa 2) Pengelompokkan campuran 3) Gabungan beberapa kelas 4) Sekolah dalam sekolah 5) Taman kependidikan . Menentukan isi materi (Specification of Content) Bahan atau materi pada dasarnya adalah “isi” dari kurikulum yakni berupa mata pelajaran atau bidang studi topik/sub topik dan rinciannya. Pengelompokkan belajar (Organization of Groups) Beberapa pengelompokkan siswa diantaranya. Pemilihan materi haruslah spesifik agar lebih mudah membatasi ruang lingkupnya dan dapat lebih jelas dan mudah dibandingkan dan dipisahkan dengan pokok bahasan lainnya. Penilaian kemampuan awal siswa (Assesment of Entering Bahaviors) Kemampuan awal siswa ditentukan dengan memberikan tes awal. Isi materi berbeda-beda disesuaikan menurut bidang studi. Menurut gerlach & elly ada 2 bentuk pendekatan. Isi materi harus sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. c.Berikut petunjuk praktis merumuskan tujuan pembelajaran: 1) Audience 2) Behavior 3) Condition 4) Degree b. tidak terlalu sukar dan tidak terlalu mudah. yaitu: 1) Bentuk Ekspository 2) Bentuk Inquiry e. sekolah tingkatan dan kelasnya. Menentukan strategi (Determination of Strategy) Strategi pembelajaran merupakan pendekatan yang dipakai pengajar dalam memanipulasi informasi. d. memilih sumber-sumber dan menentukan tugas/evaluasi dalam kegiatan balajar mengajar. Mengetahui kemampuan awal ini penting bagi pengajar agar dapat memberikan dosis pelajaran yang tepat.

ruangan yang tersedia. tujuantujuan yang dirumuskan. j. pola-pola administrasi serta kegunaan dan minat-minat para siswa. metode maupun media yang dipakai dalam pembelajaran tersebut sudah sesuai untuk tujuan yang dicapai atau masih perlu untuk disempurnakan. Dalam tahap evaluasi. 1) Ruangan-ruangan kelompok besar 2) Ruangan-ruangan kelompok kecil 3) Ruangan untuk belajar mandiri h. Sangat teliti dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran. Menentukan ruangan (Allocation of Space) Ada tiga alternatif ruangan belajar agar proses belajar mengajar dapat terkondisikan. Evaluasi hasil belajar (Evaluation of Performance) Semua kegiatan pembelajaran dikatakan berhasil atau tidak setelah tingkah laku akhir belajar tersebut dievaluasi. b. g. Cocok digunakan untuk segala kalangan. melainkan juga keseluruhan sistem pembelajaran. Sehingga untuk kedepannya dapat diperbaiki agar proses pembelajaran benar-benar berhasil.f. Pembagian waktu (Allocation of Time) Rencana penggunaan waktu akan berbeda berdasarkan pokok permasalahan. Memilih media (Allocation of Resources) Gerlach & Elly membagi media sebagai sumber belajar kedalam 5 kategori. 1) Manusia dan benda nyata 2) Media visual proyeksi 3) Media audio 4) Media cetak 5) Media display i. Adapun kekurangan model pembelajaran Gerlach &Elly yaitu . Kelebihan model pembelajaran Gerlach &Elly antara lain: a. tes maupun tanggapantanggapan tentang kegiatan pembelajaran ini menentukan apakah sistem. Menganalisi umpan balik (Analysis of Feed Back) Data dari analisis umpan balik yang diperoleh dari evaluasi. yang dilihat bukan hanya hasil belajar siswa.

yakni komputer dan perlengkapannya. Terlalu panjangnya prosedur perancangan desain pembelajaran. c. Model Dick and Carrey Model desain pembelajaran yang digunakan dalam pengembangan pembelajaran ini adalah Dick and Carey Systems Approach Model. e. Atwi Suparman (Rektor UT). Secara rinci tahapan-tahapan desain pembelajaran yang digunakan untuk memodifikasi dari desain pembelajaran Dick and Carey System sebagai berikut : a. diterapkan konsep-konsep dan prinsip perangkat keras komputer yang harus dikuasai siswa. Evaluasi. Pada tahap ini. identifikasi awal siswa dilakukan melalui tes awal. dan metodenya adalah metode pembelajaran berbasis komputer. model ini diciptakan selain cocok untuk pembelajaran formal di sekolah. Tujuan dalam pembelajaran akan memberi arah dalam merancang program. b. Identifikasi perilaku dan karakteristik awal siswa. implementasi program dan evaluasi. Identifikasi Tujuan. b. Penulisan tujuan kinerja dijabarkan dalam bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran. . Analisis Instruksional. Menurut Prof. maka dilakukan evaluasi terhadap efektivitas model belajar yang telah diterapkan. Setelah berakhirnya kegiatan implementasi program pembelajaran. juga untuk sistem pembelajaran yang melibatkan komputer dalam proses pembelajaran. Penulisan Tujuan Kinerja. d. Analisis tentang media dan metode tidak bersifat argumentatif guna mencapai berbagai alternatif media dan metode yang akan dipakai karena media yang digunakan sudah tertentu. Tidak adanya tahapan pengenalan karakteristik siswa. 5.a.

Model ASSURE Model ASSURE merupakan suatu model yang merupakan sebuah formulasi untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) atau disebut juga model berorientasi kelas. Model Pengembangan Instruksional Dick and Carey Sumber : Rusli Sofian M. Media. and Material . Menurut Heinich et al (2005) model ini terdiri atas enam langkah kegiatan yaitu: Analyze Learners States Objectives Select Methods.(2005) 6.Tahapantahapan model Dick & Carey dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 1.

simulasi. d. e. 2005 menyatakan sukar untuk menganalisis semua cirri pelajar yang ada. namun ada tiga hal penting dapat dilakuan untuk mengenal pelajar sesuai . Lebih lanjut Heinich. pelajar dan pengalaman pembelajaran. Partisipasi Pelajar di dalam kelas Sebelum pelajar dinilai secara formal. preview bahan. isi dari pelajaran yang akan dibuatkan medianya. Analisis Pelajar Menurut Heinich et al (2005) jika sebuah media pembelajaran akan digunakan secara baik dan disesuaikan dengan cirri-ciri belajar. Penggunaan Media dan bahan Menurut Heinich et al (2005) terdapat lima langkah bagi penggunaan media yang baik yaitu. sediakan bahan. (2005) menyatakan ada tiga hal penting dalam pemilihan metode. kemahiran. c. dan langkah terakhir adalah memilih dan atau mendesain media yang telah ditentukan. bahan dan media yaitu menentukan metode yang sesuai dengan tugas pembelajaran. Penilaian dan Revisi Sebuah media pembelajaran yang telah siap perlu dinilai untuk menguji keberkesanan dan impak pembelajaran. keterampilan awal khusus dan gaya belajar. Media dan Bahan Heinich et al. Pemilihan Metode. dilanjutkan dengan memilih media yang sesuai untuk melaksanakan media yang dipilih. kuis atau presentasi. f. Menyatakan Tujuan Menyatakan tujuan adalah tahapan ketika menentukan tujuan pembeljaran baik berdasarkan buku atau kurikulum. media dan bahan pelajaran itu sendiri.berdasarkan cirri-ciri umum. Penilaian yang dimaksud melibatkan beberapa aspek diantaranya . Menyatakan tujuan harus difokuskan kepada pengetahuan. sedikan persekitaran. b.Utilize Media and materials Require Learner Participation Evaluate and Revise a. dan sikap yang baru untuk dipelajari. Tujuan pembelajaran akan menginformasikan apakah yang sudah dipelajari anak dari pengajaran yang dijalankan. pelajar perlu dilibatkan dalam aktivitas pembelajaran seperti memecahkan masalah.

memilih metode dan media. Ibarat bangunan. pertimbangkan pula . mengidentifikasi masalah (kebutuhan). Disamping itu. Langkah 2: Desain Tahap ini dikenal juga dengan istilah membuat rancangan (blueprint). 7. penggunaan guru dan penggunaan pelajar.menilai pencapaian pelajar. measurable. Development (pengembangan) d. dan realistic). output yang akan kita hasilkan adalah berupa karakteristik atau profile calon peserta belajar. Selanjutnya menyusun tes. dimana tes tersebut harus didasarkan pada tujuan pembelajaran yag telah dirumuskan tadi.Salah satu fungsinya ADIDE yaitu menjadi pedoman dalam membangun perangkat dan infrastruktur program pelatihan yang efektif. Design (disain / perancangan) c. Model ini menggunakan 5 tahap pengembangan yakni : a. identifikasi kebutuhan dan analisis tugas yang rinci didasarkan atas kebutuhan. identifikasi kesenjangan. maka sebelum dibangun gambar rancang bangun (blue-print) diatas kertas harus ada terlebih dahulu. ADDIE muncul pada tahun 1990-an yang dikembangkan oleh Reiser dan Mollenda. dinamis dan mendukung kinerja pelatihan itu sendiri. Evaluation (evaluasi/ umpan balik) Langkah 1: Analisis Tahap analisis merupakan suatu proses mendefinisikan apa yang akan dipelajari oleh peserta belajar. Model ADDIE Ada satu model desain pembelajaran yang lebih sifatnya lebih generik yaitu model ADDIE (Analysis-Design-Develop-Implement. Oleh karena itu. pembelajaran yang dihasilkan. dan melakukan analisis tugas (task analysis). Analysis (analisa) b.Evaluate). Implementation (implementasi/eksekusi) e. Kemudian tentukanlah strategi pembelajaran yang tepat harusnya seperti apa untuk mencapai tujuan tersebut. yaitu melakukan needs assessment (analisis kebutuhan). Dalam hal ini ada banyak pilihan kombinasi metode dan media yang dapat kita pilih dan tentukan yang paling relevan. applicable. kualitas media. Apa yang kita lakukan dalam tahap desain ini? Pertama merumuskan tujuan pembelajaran yang SMAR (spesifik.

Jika penataan lingkungan harus tertentu.sumber-sumber pendukung lain. dan lainlain. maka multimedia tersebut harus dikembangkan. karena hasilnya digunakan untuk memperbaiki sistem pembelajaran yang sedang kita kembangkan. Lebih tepatnyaevaluasi formatif. Tahap uji coba ini memang merupakan bagian dari salah satu langkah ADDIE. Atau diperlukan modul cetak. Misal. karena tujuannya untuk kebutuhan revisi. Barulah diimplementasikan sesuai skenario atau desain awal. Evaluasi yang terjadi pada setiap empat tahap diatas itu dinamakan evaluasi formatif. Artinya. lingkungan belajar yang seperti apa seharusnya. Begitu pula halnya dengan lingkungan belajar lain yang akan mendukung proses pembelajaran semuanya harus disiapkan dalam tahap ini. mungkin kita memerlukan salah satu bentuk evaluasi formatif misalnya review ahli untuk memberikan input terhadap rancangan yang sedang kita buat. Sebenarnya tahap evaluasi bisa terjadi pada setiap empat tahap di atas. . Langkah 5: Evaluasi Evaluasi adalah proses untuk melihat apakah sistem pembelajaran yang sedang dibangun berhasil. sesuai dengan harapan awal atau tidak. Satu langkah penting dalam tahap pengembangan adalah uji coba sebelum diimplementasikan. Langkah 3: Pengembangan Pengembangan adalah proses mewujudkan blue-print alias desain tadi menjadi kenyataan. Pada tahap pengembangan. pada tahap rancangan. yaitu evaluasi. maka modul tersebut perlu dikembangkan. mungkin perlu uji coba dari produk yang kita kembangkan atau mungkin perlu evaluasi kelompok kecil dan lain-lain. maka lingkungan atau seting tertentu tersebut juga harus ditata. Misal. jika memerlukan software tertentu maka software tersebut harus sudah diinstal. Semua itu tertuang dalam sautu dokumen bernama blueprint yang jelas dan rinci. semisal sumber belajar yang relevan. pada tahap ini semua yang telah dikembangkan diinstal atau diset sedemikian rupa sesuai dengan peran atau fungsinya agar bisa diimplementasikan. jika dalam desain diperlukan suatu software berupa multimedia pembelajaran. Langkah 4: Implementasi Implementasi adalah langkah nyata untuk menerapkan system pembelajaran yang sedang kita buat. Artinya.

Design (disain /perancangan).BAB III PENUTUP A. Dalam model PPSI pengajaran dipandang sebagai suatu sistem. Model ASSURE merupakan suatu model yang merupakan sebuah formulasi untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) atau disebut juga model berorientasi kelas. serta ahli media yang akan bekerja sebagai perancang pembelajaran. model ADDIE. kegiatan pembelajaran. Model Dick & Carrey diciptakan selain cocok untuk pembelajaran formal di sekolah. dan model Hanafin and Peck. model Banathy. Implementation (implementasi/eksekusi). Model Gerlach & Elly menjadi suatu garis pedoman atau suatu peta perjalanan pembelajaran karena model ini memperlihatkan keseluruhan proses belajar mengajar yang baik. bahan pelajaran. alat-alat dan sumber pembelajaran dan evaluasi. dosen perguruan tinggi. Model ADDIE menggunakan 5 tahap pengembangan yakni Analysis (analisa). model Gerlach & Elly. juga untuk sistem pembelajaran yang melibatkan komputer dalam proses pembelajaran. sekalipun tidak menggambarkan secara rinci setiap komponennya. Model-model desain rencana pembelajaran adalah model PPSI. Model Banathy bertitik tolak dari pendekatan system (system approach). . diantaranya tujuan pembelajaran. Sub-sistem dari pengajaran. Evaluation (evaluasi/ umpan balik). pelatih di bidang industry. model Kemp. Kesimpulan Desain pembelajaran adalah praktek penyusunan media teknologi komunikasi dan isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan secara efektif antara guru dan peserta didik. Sehingga guru sekolah dasar dan sekolah menengah. Development (pengembangan). model Dick & Carrey. yang mencakup keenam komponen (langkah) yang saling berinterelasi dan berinteraksi untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. model ASSURE. Model kemp berorientasi pada perancangan pembelajaran yang menyeluruh.

html http://dewin221106.blogspot.html http://neozonk. Dadang dan Mulyadi. Mochamad.blogspot.com/2010/01/model-model-pengembangan-pembelajaran. Bahan ajar untuk Diklat E-Training. 2009. Konsep Dasar Desain Pembelajaran. . Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Taman Kanak Kanak dan Pendidikan Luar Biasa.com/2009/11/model-model-belajar-dan-pembelajaran.DAFTAR PUSTAKA http://www.com/2007/11/model-bela-hbanathy.html Supriatna.triyosupriyatno. PPPPTK TK dan PLB.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->