P. 1
Keanekaragaman Makhluk hidup

Keanekaragaman Makhluk hidup

|Views: 142|Likes:
Published by Ariez

More info:

Published by: Ariez on Jan 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/05/2013

pdf

text

original

Keanekaragaman Makhluk Hidup

A. Pengklasifikasian Makhluk Hidup Makhluk hidup di dunia ini sangat beragam. Hal ini mendorong para ahli mencari cara untuk mempelajarinya, yaitu dengan menggunakan suatu sistem tertentu yang disebut klasifikasi. Ilmu tentang pengelompokkan makhluk hidup ini disebut taksonomi. Dasar pengelompokkan makhluk hidup ini adalah adanya persamaan dan perbedaan ciri-ciri morfologi, anatomi, fisiologi, tingkah laku, dan lain-lain. 1. Tata Nama Makhluk Hidup

Klasifikasi dilakukan berdasarkan kesamaan morfologi, anatomi, fisiologi, dan cara perkembangbiakannya. Dengan klasifikasi akan terbentuk kelompok-kelompok makhluk hidup yang disebut takson. Setelah diklasifikasikan, suatu makhluk hidup diberi nama berdasarkan kelompok yang dimilikinya. Sistem tata nama yang dipakai saat ini adalah sistem tata nama biner yang disebut binomial nomenclature yang diperkenalkan oleh Carolus Linnaeus yang dijuluki Bapak Taksonomi. Pemberian nama ilmiah makhluk hidup menggunakan bahasa Latin, dan terdiri dari dua kata yang menunjukkan nama genus dan spesies. Huruf pertama pada kata pertama ditulis kapital atau huruf besar, dan pada kata kedua ditulis dengan huruf kecil. Kedua kata ini ditulis mir ing. Contohnya: Oryza sativa (padi) dan Gnetum gnemon (melinjo). Jika nama makhluk hidup lebih dari dua kata, maka kata kedua harus disatukan atau diberi tanda penghubung dan ditulis miring. Contohnya, kembang sepatu bisa ditulis Hibiscus rosasinensis atau Hibiscus rosa-sinensis. Berdasarkan taksonomi yang dikembangkan Linnaeus, dunia tumbuhan dan hewan dibagi menjadi beberapa takson, yaitu kingdom ( k erajaan), filum (keluarga besar), class (kelas), ordo (bangsa), family (suku), genus (marga), dan spesies (jenis). Urutan dari kingdom ke spesies berdasarkan persamaan ciri-ciri yang paling umum, kemudian makin ke bawah persamaan ciri-ciri makin khusus dan perbedaan makin kecil. 1. Klasifikasi Makhluk Hidup

Pada 1969, ilmuwan Biologi R. H. Whittaker, membagi makhluk hidup menjadi lima kingdom, yaitu kingdom monera, protista, fungi, plantae, dan ani malia. Sistem ini banyak digunakan para ilmuwan biologi. Pembagian lima kingdom ini didasarkan pada susunan sel dan cara hidup dalam pemenuhan kebutuhan makanan. Klasifikasi tersebut adalah sebagai berikut. 1. Monera

Ciri-ciri monera a dalah uniseluler (bersel tunggal), sel prokariotik (tidak memiliki membran inti), dan memiliki reproduksi secara aseksual. 1) Bakteri

Bakteri memiliki sel uniseluler dan prokariotik. Umumnya tidak memiliki klorofil, namun ada yang memiliki klorofil sehingga dapat mela-kukan fotosintesis. Ukuran bakteri sangat kecil, hanya beberapa mikron. a) Berdasarkan bentuknya, bakteri dibagi menjadi tiga macam, yaitu: (1) Kokus (bulat) Contoh:

Staphylococcus aureus (penyebab radang paru-paru).(2) Basil (batang) Contoh: Bacillus anthracis (penyebab antraks) (3) Spiral (berbengkok-bengkok) Contoh: Treponema pallidum (penyebab sifilis) b) Jenis bakteri berdasarkan kebutuhan oksigen, antara lain: (1) Bakteri aerob adalah bakteri yang

membutuhkan oksigen untuk hidup, contohnya Nitrosomonas. (2) Bakt eri anaerob adalah bakteri yang tidak membutuhkan oksigen untuk hidup, contohnya Clostridium tetani. c) Jenis bakteri berdasarkan cara mendapatkan makanan, antara lain: (1) Bakt eri heterotrof, makanan diperoleh dari organisme lain. (2) Bakteri saprofit, makanan diperoleh dari sisa-sisa organisme lain. Contoh: Escherichia. (3) Bakteri parasit, makanan diperoleh dari organisme yang ditumpanginya. Biasanya bakteri merugikan. Contoh: Mycobacterium tuberculosis.(4) Bakteri autotrof, makanan diperoleh dengan membuat sendiri.(5) Bakteri fotoautotrof, bakteri dalam membuat makanannya dengan bantuan energi cahaya matahari. Contoh: bakteri hijau-biru. (6) Bakteri kemoautotrof, bakteri dalam membuat makanannya menggunakan energi kimia. Contoh: bakteri hidrogen. 2) Ganggang hijau biru (Cyanobacteria)

Cyanobacteria ti dak semuanya bersel satu (uniseluler). Cyanobacteria memiliki klorofil sehingga mampu berfotosintesis dan menghasilkan oksigen. Tempat hidup Cyanobacteria di danau, laut, sungai, rawa, batu, tanah, di air dengan suhu yang tinggi, maupun di air dengan tingkat keasaman tinggi (pH = 4). Contohnya, Spirulina (dapat digunakan sebagai sumber makanan yang kaya protein). b. Protista C iri-ciri protista a dalah eukariotik (mempunyai membran inti), uniseluler atau multiseluler (bersel banyak), dan autotrof atau heterotrof. 1) Protista yang memliki ciri-ciri seperti hewan (Protozoa) Berikut ini yang termasuk protista yang memiliki

ciri seperti hewan (protozoa). Cermatilah. a) Rhizopoda Rhizopoda bergerak dan menangkapi makanan menggunakan kaki semu atau pseupodia. Rhizopoda hidup di laut, air tawar, tubuh he wan, atau manusia. Contoh: Entamoeba histolityca (penyebab disentri). b) Flagellata Flagellata bergerak menggunakan flagel atau bulu cambuk, hidup di laut, air tawar, tubuh hewan, atau manusia. Contoh: Trypanosoma evansi (penyebab penyakit surra pada hewan ternak).

c) Cilliata Cilliata hidup bebas di air tawar atau laut, bergerak menggunakan rambut getar silia. Contoh: Paramecium caudatum. d) Sporozoa Spor ozoa tidak memiliki alat gerak, dan semua jenis sporozoa hidup sebagai parasit. Contoh: Plasmodium (penyebab malaria). 2) Protista yang memiliki ciri-ciri seperti tumbuhan (ganggang/ algae) Berikut ini adalah yang termasuk protista yang memiliki ciri-ciri seper ti tumbuhan (ganggang/algae). a) Euglenophyta Cirinya adalah uniseluler, tidak memiliki dinding sel, mempunyai klorofil sehingga mampu berfotosintesis, dan memiliki flagel. Contoh: Euglena. b) Pyrophyta S ebagian besar Pyrophyta adalah Dinoflagellata, hidup di air laut, tapi ada juga yang hidup di air tawar, uniseluler, memiliki dinding sel, dan mampu bergerak secara aktif. Contoh: Ceratium. 3) Protista yang memiliki ciri-ciri seperti jamur (fungi) Berikut ini yang termasuk protista yang memiliki ciri-ciri seperti jamur (fungi). a) Myxomycota (jamur lendir) Dalam siklus hidupnya, Myxomycota menghasilkan sel-sel yang hidup bebas yang berbentuk seperti amoeboid. Bila kekurangan makanan, sel-sel bebas ini membentuk massa yang berlendir. Selain itu, dapat pula membentuk spora bila keadaan kering. Contoh: Physarium. b) Oomycota (jamur air) Oomycota hidup bebas, makanan diperolehnya dari sisa-sisa tumbuhan di danau atau kolam, dan reproduksi secara seksual dan aseksual. Secara seksual menghasilkan hifa. Sedangkan, secara aseksual menghasilkan zoospora, yaitu spora yang mempunyai dua flagel yang da pat tumbuh menjadi hifa baru. Contoh: Saprolegnia (menempel pada tubuh ikan sebagai parasit). c. Fungi Cir i-cirinya adalah eukariot, memiliki dinding sel, tidak memiliki klorofi l, uniseluler atau multiseluler, hidup heterotrof (saprofit, parasit, dan mutual). Fungi hidup di tempat-tempat lembap, air laut, air tawar, di tempat yang asam dan bersimbiosis dengan ganggang membentuk lumut kerak (l ichenes). Reproduksi secara aseksual menghasilkan spora, kuncup, dan fragmentasi. Sedangkan, secara seksual dengan zigospora, askospora, dan basidiospora. Berikut ini yang termasuk ke dalam fungi. 1) Zigomycota Ciri-cirinya adalah:

a) Mempunyai hifa yang tidak bersekat. b) Reproduksi secara seksual dengan zigosporangium dan secara aseksual dengan spora. c) Hidup sebagai saprofit pada makanan, tanah, sisa-sisa tumbuhan atau hewan, ada juga yang hidup sebagai parasit. Contohnya, Rhizopus oryzae (untuk pembuatan tempe). 2) Ascomycota Ciri-cirinya adalah: a) Uniseluler atau multiseluler (sebagian besar). b) Mempunyai hifa yang bersekat-sekat. c) Ada yang membentuk tubuh buah dan ada yang tidak. d) Reproduksi aseksual dengan konidia dan tunas. Sedangkan, secara seksual dengan konidiospora. e) Hidup sebagai saprofit pada tanah, sisa-sisa organisme, ada yang sebagai parasit pada hewan atau manusia. Contoh: Saccharo-myces cereviceae (bahan pembuat minuman beralkohol). 3) Basidiomycota Ciri-cirinya adalah: a) Multiseluler. b) Hif a bersekat. c) Ada yang membentuk tubuh buah dan ada yang tidak. d) Umumnya hidup saprofit pada sisa-sisa organisme, ada yang parasit pada tumbuhan atau manusia. e) Reproduksi aseksual dengan membentuk konidiospora, secara seksual dengan menghasilkan basidiospora. Contohnya, Volvarella volvacea (jamur merang). 4) Deuteromycota Disebut juga jamur tak sempurna karena reproduksi seksualnya belum di ketahui. Contoh: Aspergillus wentii (pembuatan kecap, tauco). d. Plantae Ki ngdom plantae atau tumbuhan adalah istilah untuk organisme yang memiliki ciri eukariotik dan multiseluler. Selain itu, organisme ini mampu melakukan fotosintesis untuk menghasilkan makanan karena memiliki klorofil.Berdasarkan berkas pembuluh, plantae dibagi kedalam dua kelom pok (divisi), yaitu Thallophyta dan Tracheophyta. 1) Thallophyta Thallophyta mempunyai bagian tubuh yang sederhana, tidak mempunyai pembuluh angkut, akar, batang, dan daun sejati. Berikut ini yang termasuk Thallophyta. a) Algae (ganggang) Algae banyak tumbuh di tempat basah, multiseluler, dapat benang atau berkoloni, memiliki klorofil sehingga mampu melakukan fotosintesis. Tapi, ada juga yang memiliki pigmen lain. Reproduksi secara aseksual dengan fragmentasi. Sedangkan secara seksual dengan fertilisasi antara gamet jantan dan betina. Algae dibedakan atas 4 kelompok, yaitu: Chloropyta (alga hijau), Chrysophyta (alga

keemasan), Phaeophyta (alga cokelat), dan Rhodophyta (alga merah). b) Bryophyta (Lumut) Bryophyta hidup di tempat-tempat yang lembap, mempunyai bagian-bagian tubuh yang menyerupai daun, batang dan akar, mampu melakukan fotosintesis karena memiliki klorofil. Dalam masa

hidupnya me ngalami pergiliran keturunan (metagenesis) yang menghasilkan generasi penghasil gamet (gametofit) dan generasi penghasil spora (sporofit). Spora dihasilkan oleh sporogonium. Lumut dibagi menjadi dua kelompok, yaitu: (1) Hepaticeae (Lumut hati) Tumbuh secara horisontal, belum memiliki daun, dapat dibedakan menjadi lumut hati jantan dan betina. Alat reproduksinya adalah gemma, secara seksual dengan gametofit. Contoh: Marchantia. (2) Musci (Lumut daun) Tubuh lumut daun lebih menyerupai batang dan daun, hidup di tempat-tempat basah, berkelompok. Contoh: Sphagnum fimbriatun, Mnium. 2) Tracheophyta

Tumbuhan ya ng memiliki pembuluh angkut memiliki bagian-bagian tubuh yang terdiri dari akar, batang, dan daun sejati. Akar memiliki fungsi sebagai alat untuk menyerap air dan zat-zat mineral. Batang berfungsi sebagai alat transportasi dan pernapasan. Daun berfungsi sebagai organ untuk fotosintesis. Yang termasuk ke dalam Tracheophyta adalah: a) Pterydophyta Me mpunyai daun, batang, dan akar sejati, tidak berbunga. Akarnya berbentuk serabut, berfungsi untuk menyerap air dan zat makanan. Pt erydophyta telah memiliki pembuluh angkut (xilem) dan (floem), dan mengalami metagenesis, seperti tumbuhan lumut. Pterydophyta dikelompokkan menjadi 4 divisio, yaitu: Psilophyta (paku purba), Lycophyta (paku kawat), Sphenophyta (paku ekor kuda), dan Pterophyta (paku sejati). b) Spermatophyta (tumbuhan berbiji) Tumbuhan yang memiliki daun, batang, akar, dan bunga sebagai alat reproduksi dan menghasilkan biji. Bagian bunga yang menghasilkan gamet jantan disebut benangsari dan yang menghasilkan gamet betina disebut putik. Perkembangbiakan secara seksual dengan biji. Di dalam biji terdapat embrio/lembaga (calon tumbuhan baru).Spermatophyta dibagi menjadi dua kelompok yang didasarkan pada letak bijinya, yaitu: (1) Gymnosp ermae (tumbuhan biji terbuka) Gymnospermae tidak memiliki bunga yang sesungguhnya. Biji tidak terbungkus daun buah. Biji sebagai alat perkembangbiakan berbentuk k erucut yang disebut strobilus. Terdapat strobilus jantan dan strobilus betina. Gymnospermae terbagi menjadi 4 kelas, yaitu: – Cyadinae, contoh: Cycas rumphii (pakis haji). – Coniferae, contoh: Agathis alba (damar). – Gnetinae, contoh: Gnetum gnemon (melinjo). – Ginkyonae, contoh: Ginkgo biloba. (2) Angiospermae (Tumbuhan biji tertutup) Angiospermae memiliki bunga sejati sebagai alat reproduksi. Bakal biji diselubungi daun buah. Bunga-bunga pada Angiospermae ada yang lengkap maupun tidak lengkap. Bunga

lengkap bila memiliki kelopak bunga, mahkota bunga, putik, dan benangsari. Biji terbungkus bakal buah. Se telah terjadi pembuahan, biji berkembang sehingga mengandung kandung lembaga (embrio) dan endosperma (cadangan makanan). Angiospermae dibagi menjadi dua kelas, berdasarkan keping daun lembaga, yaitu dikotil dan monokotil. e. Animalia Animalia atau hewan merupakan organisme multiseluler, bersifat heterotrof, organisme yang aktif. Kingdom animalia dibagi ke dalam dua kelompok berdasarkan ada tidaknya tulang belakang, yaitu: 1) Avertebrata

Avertebrata merupakan kelompok hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Avertebrata terdiri dari 8 filum, yaitu: a) Porifera (hewan berpori) Porifera merupakan kelompok hewan multiseluler yang paling sederhana, tubuh berpori-pori, sebagian besar hidup di air laut, tapi ada juga yang hidup di air tawar. Tubuhnya berbentuk seperti bunga pada umumnya. Contoh: Niphates digitalis, Clathrina. b) Coelenterata (Hewan berongga) Struktur tubuh Coelenterata lebih kompleks dibanding porifera. Dalam daur hidupnya mempunyai bentuk tubuh sebagai polip dan medusa. Mulut memiliki tentakel, pada tentakel terdapat alat penyengat. Contoh: Chrysaora fruttescena (ubur-ubur). c) Coelenterata (Hewan berongga) Struktur tubuh Coelenterata lebih kompleks dibanding porifera. Dalam daur hidupnya mempunyai bentuk tubuh sebagai polip dan medusa. Mulut memiliki tentakel, pada tentakel terdapat alat penyengat. Contoh: Chrysaora fruttescena (ubur-ubur). d) Nemathelminthes (Cacing gilig) Bentuk tubuh gilig/silindris, memiliki rongga tubuh tapi tidak sejati. Permukaan tubuh dilapisi kutikula, memiliki sistem pencernaan ya ng lengkap. Hidup bebas atau sebagai parasit. Contoh: Ascaris lumbricoides (cacing perut). e) Annelida (Cacing gelang) Tubuh bersegmen dan bulat, sistem pencernaan sudah lengkap. Sebagian besar hidup bebas, ada yang sebagai parasit. Contoh: Lumbricus terrestris (cacing tanah). f) Mollusca (Hewan bertubuh lunak) Mollusca merupakan kelompok hewan yang bertubuh lunak, tubuh di lindungi cangkang, ada pula yang tidak bercangkang. Ukuran bervariasi. Hidup di perairan laut, air tawar, ataupun darat. Contoh: Achatina fulica (bekicot).

g) Arthropoda (Hewan berbuku-buku) Memiliki kaki beruas-ruas, tubuh dapat dibedakan antara kepala, dada, da n perut. Mempunyai rangka luar yang keras (kutikula). Hidup bebas, parasit, simbiosis. Contoh: Pardosa amenata (jenis laba-laba). h) Echinodermata (Hewan berkulit duri) Struktur tubuh simetri radial, seperti bintang, bulat, pipih. Permukaan tubuh umumnya berkulit duri. Bergerak menggunakan kaki ambulakral. Hidup bebas atau di perairan laut. Contoh: Acanthaster sp (bintang laut). 2) Vertebrata

Kelompok hewan ini memiliki tulang belakang, rangka dalam, rongga tubuh, sistem pernapasan, pencernaan, peredaran darah, ekskren, saraf, alat reproduksi terdiri dari kelamin jantan dan betina. Ver tebrata terdiri atas: a) Pisces (ikan), contoh: ikan louhan. b) Amphibia, contoh: katak. c) Reptilia, contoh: komodo. d) Aves (burung), contoh: penguin. e) Mamalia, contoh: kera. B. Organisasi Kehidupan Makhluk hidup di dunia ini sangat beraneka ragam. Keanekaragaman ini meliputi berbagai bentuk dan variasi tingkat kehidupan, mulai dari sel sampai organisme. 1. Sel

Sel adalah satuan terkecil makhluk hidup yang menyusun tubuh makhluk hidup, bentuk dan ukurannya bermacam-macam. Sel juga merupakan satuan fungsi kehidupan karena dalam sel terjadi fungsifungsi atau kegiatan hidup.Ukuran sel sangat kecil sehingga bagian-bagian sel dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron. Bagian-bagian tersebut adalah sebagai berikut: 1. Membran Plasma

Membran plasma berfungsi sebagai pelindung sel dan mengatur keluar masuknya zat-zat dari dalam atau dari luar sel. Pada sel hewan ter dapat dinding sel sehingga bentuknya kaku atau tetap. Sedangkan, pada sel tumbuhan tidak terdapat dinding sel sehingga membran sel menjadi lapisan sel terluar. Membran sel tersusun atas senyawa lipida dan protein (lipoprotein) serta bersifat semipermeabel. Tidak semua zat bisa masuk ke sel karena diseleksi oleh membran sel. 1. Sitoplasma

Sitoplasma adalah l arutan yang berada di antara membran sel dan inti sel. Sitoplasma mengandung 90% air dan bermacam-macam bahan biokimia untuk kehidupan, seperti ion-ion dan molekul-molekul garam, asam amino, gula, nukleotida, asam lemak, vitamin, dan gas-gas yang membentuk larutan. Di dalam sitoplasma terdapat struktur halus yang disebut organel sel. Organel-organel ini adalah: 1) Mit okondria berfungsi untuk respirasi atau pernapasan sel. 2) Badan golgi berfungsi dalam proses ekskresi sel. 3) Ribosom berfungsi sebagai tempat sintesis protein. 4) Lisosom berfungsi menghasilkan enzim-enzim untuk mencerna makanan. 5) Sentrosom berfungsi sebagai tempat menggantungnya kromosom saat pembelahan sel. Terdapat pada sel hewan dan manusia. 6) Vakuola berfungsi sebagai tempat menyimpan makanan dan mengeluarkan sisa metabolisme. Biasanya terdapat pada sel tumbuhan. 7) Plastida, hanya ditemukan pada tumbuhan. Ada yang mengandung zat warna dan ada yang tidak. Plastida yang mengandung zat hijau daun disebut kloroplas. 1. Inti Sel

Inti sel disebut juga nukleus. Inti sel terdiri atas membran inti sebagai pembungkus inti, nukleus atau anak inti, dan plasma inti atau nukleoplasma. Di dalam plasma inti terdapat benang-benang krosom yang berfungsi sebagai pembawa sifat keturunan. Inti sel berfungsi sebagai pengatur seluruh kegiatan sel. 1. Jaringan

Jaringan adalah kumpulan sel yang memiliki struktur dan fungsi yang sama. Jaringan pada tumbuhan dan hewan berbeda. 1. Jaringan pada Tumbuhan

Jaringan pada tumbuhan bermacam-macam, yaitu: 1) Jaringan meristem Jaringan meristem adalah jaringan yang sel-selnya selalu aktif membelah. Jaringan ini berfungsi untuk pertumbuhan sel. Terdapat pada ujung batang dan ujung akar serta pada kambium (ikatan pembuluh). 2) Jaringan epidermis Jaringan ini terletak pada permukaan batang, akar, dan daun. Jaringan ini berfungsi sebagai pelindung jaringan di bawahnya. 3) Jaringan parenkim 3) Jaringan parenkim merupakan jaringan pengisi antara jaringan yang lain. Oleh karena itu, jaringan parenkim terdapat hampir di seluruh bagian tubuh tumbuhan. 4) Jaringan pengokoh Jaringan pengokoh berfungsi menguatkan bagian tubuh tumbuhan. Terdapat di akar, batang, daun, dan buah. Jaringan pengokoh ini terdiri atas jaringan kolenkim dan sklerenkim.

5) Jaringan pengangkut Jaringan pengangkut dibagi menjadi dua macam, yaitu jaringan xilem dan floem. Jaringan xilem berfungsi untuk mengangkut air dan mineral dari tanah ke daun. Sedangkan, floem berfungsi untuk mengangkut sari makanan dari daun ke seluruh tubuh tanaman. 6) Jaringan endodermis Jaringan ini terdapat pada akar dan batang. b. Jaringan pada Hewan Jaringan p ada h ewan sama dengan jaringan pada manusia, yaitu: 1) Jaringan epitel Jaringan epitel berfungsi sebagai pelindung jaringan di bawahnya. Lapisan ini dibagi menjadi dua macam, yaitu epitel berlapis tunggal dan epitel berlapis banyak. Epitel lapisan tunggal, contohnya epitel pipih se lapis terdapat pada alveoli. Sedangkan, contoh epitel berlapis banyak adalah epitel pipih pada epidermis kulit vertebrata. 2) Jaringan penyokong Jaringan ini berfungsi untuk menyokong tubuh. Jaringan ini dibedakan menjadi: a) j aringan ikat berfungsi memperkuat tubuh dan sebagai penghubung antarjaringan. b) Jaringan tulang berfungsi sebagai pelindung bagian tubuh yang lunak. Jaringan ini dibagi menjadi dua macam, yaitu jaringan tulang keras dan tulang rawan. 3) Jaringan otot

Jaringan ini berfungsi sebagai alat gerak aktif. Jaringan ini dibagi menjadi tiga macam, yaitu otot lurik, otot polos, dan otot jantung. 4) Jar ingan darah Jaringan darah berfungsi sebagai alat transportasi dan pelindung tubuh dari bibit penyakit. Sel darah terdiri atas darah merah, darah putih, dan trombosit. 5) Jaringan saraf Jaringan ini berfungsi untuk menghantarkan rangsangan atau impuls. Jaringan ini terdiri atas sel-sel saraf (neuron). Neuron tersusun atas badan sel saraf, dendrit, dan akson. 1. Organ

Jaringan yang m emiliki bentuk dan fungsi yang sama akan membentuk organ. Organ pada tumbuhan adalah akar, batang, daun, bunga, biji dan buah. Organ-organ ini memiliki fungsi yang berbeda-beda. Organ pada manusia dan hewan adalah mata, hidung, telinga, usus, dan lain lain. 1. Sistem Organ

Sistem organ a dalah kumpulan dari organ-organ yang saling bekerja sama membentuk suatu sistem. Contoh sistem organ adalah sistem pernapasan yang terbentuk dari organ hidung, paru-paru, bronkus, dan tenggorokan. 1. Individu

Semua sistem organ akan bekerja sama untuk melakukan fungsi hidup atau proses kehidupan dan membentuk organisme. Sistem organ ini saling mempengaruhi sistem organ yang lain. Jika satu sistem organ rusak akan mengganggu sistem organ yang lain.

Tentulah sifat sifat mahkluk hidup harus dipahami secarai detail keberadaannyaPemahaman secara detail mahkluk hidup adalah bukan menghafal ciri ciri yang ada secara membabi buta, tetapi memaknai secara mendasar apa itu mahkluk hidup. Makhluk hidup adalah disusun oleh unit tekecilnya berupa sel maka di sel itulah sebenarnya kehidupan terjadi, didalam sel itulah sistem terjadi. Dan dari sinilah harus dikuasai sepenuhnya bagaimana makna kehidupan dimulai. Bagaimana sel itu mendapatkan makanan, yang kemudian dicerna , hasil cernaan itu kemudian untuk apa , zat yang tidak dicerna kemudian dibagaimanakan , setelah melakukan itu semua kemudian untuk tujuan apa ? dll Dari pemahaman itu kemudian dikembangkan ke mahkluk hidup sel tunggal (unicellulair) so dikorelasikan dengan tubuh kita yang multicellulair terus bagaimana semua ini terjadi . Kesimpulan dari hal diatas berarti semua yang dilakukan oleh kita berupa mencari material dari luar dengan suatu Koordinasi . yang kemudian masuk ke sistem Pencernaan , Respirasi , Ekskresi , Transportsi , Tumbuh dan Reproduksi adalah semua dikhususkan agar semua mencapai ke sasaran bagian terkecil tubuh kita adalah untuk Sel . Jika anda memaknai makanan berupa protein sampai di lambung dicerna oleh enzim pepsin menjadi peptone belum berarti apa apa makanan itu sebelum makanan itu sampai di sel dengan berbagai cara. Artinya jangan hanya berhenti mengetahui enzim di lambung dicerna secara bagaimana saja tetapi kuasai hingga makanan itu bisa akhirnya di sel kemudian diapakan . penulis Kita awali materi dari Klas 1 ( + 10 soal ) 1. Klasifikasi caranya dibagi 3 : 1.Alamiah didasarkan atas pengelompokan yang dilakukan oleh alam / habitat ,tumbuhan biji , perdu , semak , ( kecoa - burung merpati , ubur - hiu dll ) 2. Buatan / Artifisial dibuat oleh manusia ( kecoa, belalang dalam kelompok insekta dll Jadi klasifikasi Buatan mendasarkan ke cirri tubuh: anatomi , reproduksi , fisiologis , cara reproduksi dll, sehingga menyederhanakan obyek studi . 3. Phillogenik ) : hubungan evolusi mis kera dan manusia 2. Urutan Takson PIKOFAGES / DIKOFAGES artinya semakin kea rah spesies makasemakin banyak persamaan , sedikit perbedaan ,sedikit anggotanya dan sangat dekat hubungan kekerabatannya 3. Arti dua tumbuhan pada Sacaharum officinarum dg Sacharum spontaneum menunjukkan Genusnya sama species beda yaitu sama sama Genus Sacharum ini

terjadi karena struktur GEN yang berbeda untuk m.h nya ( merah , pink , putih) ! perhatikan penulisan species 4. Keaneka Ragaman Mahkluk hidup ada 3 1 - Keaneka ragaman genetic : dikawinkan Fertil : kelapa apa saja namun jangan ikut kelapa sawit , mangga apa saja , pisang apa saja dll yang tidak bisa Jeruk /Ganggang apa saja ( keaneka ragaman ini disebut pula keaneka ragaman dalam satu species) 2 - Keaneka ragaman Species dikawinkan Steril : sapi , kerbau , anjing dll 3 - Keaneka ragaman Ekosistem : keaneka ragaman pada lingkungan nya :Gurun , Hutan Tropis , Taiga , Tundra , pantai dll Hutan : , Kanopi . Liana , Tanaman hetrogen , Iklim mikro di dasar hutan dan makro di tajuk kanopi tumbuhan Gurun : Xerophyt , interval suhu siang malam tinggi , evaporasi tinggi maka …. Pantai berlumpur : Bakau / mangrove yang punya akar nafas ( Lumpur hasil dari penguraian sampah sehingga BOD ( Biological Oxygen Demand) naik , DO ( Desolve Oksigen) turun sehingga bakau menggunakan akar nafas) Taiga : Konifer ( Tumbuhan berdaun jarum ) Tundra : Lichenes, ( padang es ), dll 5. Pelestarian Insitu Berarti : disitu , ditempat aslinya : Badak bercula satu diujung kulon sedang eksitu diluar habitatnya , bunga Raflesia di kebun raya bogor dll 6. Kingdom VirusReproduksi Virus : Lisis ( APEAL) dan Lisogenik ( virus menumpang hidup di sel inang membentuk profage , inang tetap hidup dan membelah namun suatu saat melisis juga )Reproduksi pada virus secara Lisogenik bisa berubah menjadi Litik ketika sel yang ada Profage tersebut lemah . VIRUS PADA MAHKLUK HIDUP
  

Tumbuhan : Tungro ( padi kerdil) , CVPD ( jeruk ) , Mosaik ( TMV/tembakau ) Hewan : Rabies , Flu burung ( H5N1/Myxovirus ) FMD ( sapi ) Manusia : Demam berdarah ( Dengue) Polio , Cacar ,Hepatitis, Rabies, Trachoom, Campak , Herpes , Morbili , Kutil pada manusia pohon Dede , Gondong , Flu, Aids , Sars , Ebola dll

Ciri : dpt dikristalkan ( spt benda mati), DNA or RNA ( mampu reproduksi ) , Parasit obligat , hanya bisa dikultur / dikembang biakkan di jaringan m.h TIDAK bisa dikembangkan di media tumbuh agar agar dll Pembunuh Virus ampuh yaitu INTERFERON 7. Kingdom Monera ( Bakteri dan Ganggang Biru )

Bakteri : Dinding sel ( Peptidoglikan ) , Prokaryotik ( inti tanpa selaput inti sehingga materi kromosom berada di siroplasma ) digolongkan Monera, bentuk cocus (bulat), basilus(batang), vibrio(koma), spirillium (spiral), mitocondria tidak diketemukan diganti mesosom , pembelahan secara Amitosis ( pembelahan biner)
     

Bergerak dengan flagel ( mi-li- am- per ) : Monotrik , Lopotrik, Ampitrik , Peritrik Koloninya bisa Streptococus, Stapilococus , Sarkina , Diplococus , Diplobacillus etc . Respirasi bisa aerob dan aerob serat fakultatif ataupun obligat , Cara mendapa makanan bisa autotrop maupun heterotrop , Ketahan terhadap suhu lingkungan Thermofil , Psikrofil , dengan Cara reproduksi vegetatif amitosis maupun generatif dengan paraseksual ( konjugasi transduksi, transformasi )

Peran /guna bakteri untuk 1. Fiksasi N2 / pengikat N2 ( Rhizobium , Azotobacter , Clostridium pasteurianum ) 2. Nitrifikasi ( NS dan NC membuat nitrit ( HNO2) dan NB membuat nitrat (HNO3) dengan mengoksidasi nitrit ( Nitrosococus , Nitrosocoocus, Nitrobacter ) bakteri ini aerob :perlu O2 3. Teknik plasmid ( Rekombinan gen ) 4. Dalam bioteknologi
   

Yogurt ( Lactobacillus bulgaricus ) Bioinsektisida / BT ( Bacillus Thuringiensis ) Biometalurgi ( Thiobacilus ferooksidan) , SCP ( Methilophyllus ) Biogas methan ( Methanobacterium ) dll

Penyakit bakteriTiphes , Disentri , Sipilis, TBC , Pes, Dipteri , Radang paru (pneumonia), Tetanus , Kolera , Antraks, Gonoroe (menghafalkannya Disebutkan bakterinya : bakteri TBC) 8.Kingdom FungiJamur OZABD jamur ini mempunyai karakter :
    

Oomicotina ( jamur air : Phytoptora), Zygomicotina (Rhizopus ) , Ascomicotina ( Ascus spt beruas ruas Penisillium dan Asergillus dan Sacharomyces Basidiomycotina ( Basidium berpayung ) Volvariela volvacea , Auricularia dll Deuteromicotina : Monilia sitophyla ( Oncom)

Dengan Prinsip Reproduksi dari Spora – Hifa – Micellium – Sporangium – Spora

Mendapatkan makanan makanan secara heterotrop menguraikannya secara eksternal dengan mengeluarkan enzim keluar / kesubstrat. Makanan kesel sudah sederhana. Jamur Merugikan Aspergilus flavus racun aflatoxin , Pucinia ( Padi ) , Ustilago ( Gandum) , Phytoptora infestan (kentang ) Aspergilus fumigatus ( paru paru burung) Jamur Menguntungkan : Rhizopus ( tempe ) , Aspergilus wentii ( kecap), Sacharomyces cerevisae (alcohol), Monilia sitophyla ( Oncom) Volvariela volvacea , Auricularia ( jamur berukuran besar dimakan Basidiokarpnya ( badan buah) ,Basidium penghasil Basidiosporanya Lichenes ( simbiosis mutualisme jamur dan Ganggang ) : sebagai tumbuhan perintis 9. Kingdom Protista ( Ganggang dan Protozoa )

 

Ganggang hijau. keemasan,coklat dan merah ( Chloro, Crisso, Phaeo dan Rhodophyta ) dengan urutan pigmen chlorofil, karoten/xantofil dan fikoXantin dan FikoErythrin). Adaptif terhadap air , Autotrop Peran Spirulina (biru – SCP ) Anabaena (biru -fiksasi niyrogen) Chlorella (hijau SCP) Diatomae / Navicuka (keemasan –isolasi dinamit) Laminaria (coklat/pirang-mengandung asam alginate untuk tekstil, kapsul kosmotik ) Euchema spinosum , Glacilaria, Gelidium (EGG) (merah–agar agar)-dengan pasta dr telur,

Protozoa ( RSCM ) 1. Rhizopoda ( kaki semu / psudopoda ) : Amuba , Foraminifera (indicator minyak bumi ) 2. Sporozoa ( tanpa alat gerak ) : Plasmodium ( malaria ) dibawa nyamuk Anoples (STMGZOO) 3. Ciliata ( Bulu getar /Cilia) : Paramaecium caudatum ( indicator air jernih ) 4. Mastigopora/Flagelata (Bulu cambuk) : Tripanosoma ( penyakit tidur ) Euglena (berklorofil)

10. Hewan ( Animalia ) : P C P N A M M A E C P & C : Diploblastik , P : Triploblastik Acoelomata , N : Triploblastik Pseudocoelomata , A – C : Triploblastik Coelomata P (CHD) : Calcarea , Hextinelida, Demospongia ( Ascon , Sycon , Leucon ) terdapat Sel koanosit (pencernaan ) Amubosit (mengedarkan makanan ) C (HAS) : Hidrozoa , Antozoa , Schipozoa ( Hydra , Lilia Laut , Ubur ubur ) P (CTT) : Cestoda , Trematoda , Turbelaria ( C. Pita , C Hati , C. Planaria )

    

         

N(OTAWA) : Oxyuris vermicularis , Trichinella, Ascaris lumbricoides, Wucheria, Ankilostoma duodenale ( C. Kremi , C. Otot , C . Perut , C. Filaria , C. tambang ) A (POH) : Polychaeta , Oligochaeta, Hirudinea ( C. wawo , C. Tanah , Lintah ) M (CGP) : Chepalopoda , Gastropoda , Pelecypoda (Cumi , gurita , Siput , Kerang) A ( CAIM) : Crustacea , Aracnoida , Insekta dan Myriapoda ( kaki 5 – 4 – 3 – 2/1 Psg) ( Udang , Laba laba /Kalajengking , serangga, Kaki seribu / Kelabang ) E (OACEH) :Ophiuroidea , Asteroidea , Crinoidea , Echinoidea , Holothuroidea (Bintang Ular , Bintang Laut , Anemon , Bulu Babi , Teripang ) C (PARAM) : Pisces , Ampibia , Reptil , Aves , Mamalia ( ikan , katak , salamander , ular , buaya , unggas , menyusui ) Pisces ( Agnatha , Chondrictyes , Osteichtyes ) Ampibia ( Apoda, Anura , Urodella) Reptil ( Squamata, Chelonia ,Crocodilia , Ophidia ) , Aves Mamalia( Chiroptera, Marsupialia, Monotremata , Cetacea , Carnivore dll+)

11. Reproduksi Hewan 1. Pada Platihelmintes - Cacing Pita : (Telur – Hexacant – Cisticercus – C dws Taenia Solium (babi ), T saginata (sapi) ,Echinococus granulosus (anjing) Masuk tubuh makan daging yangada Cisticerkus. 2. Cacing Hati ( Fasciola hepatica ) : TuMiSiR Calon MC ( Telur –MirasidiumSporosis- Redia- Cercaria- MetaCercaria) mirasidium kesiput , keluar metacercaria lerumput – Ternak C, Dewasa – Manusia , Cacing hati Ikan Clonorsis sinensis 3. Coelenterata : Zygot – Planula- Polip (skifistoma) – Efira – Medusa muda – Dewasa ( Ubur ubur ) Generasi generatif Medusa Dewasa karena menghasilkan zigot ) 4. Cacing Tambang ( Ankilostoma ) Telur – Larva Rhabditiform – Filariform – menembus kulit - pembuluh darah – hati- jantung - paru – mulut – kerongkongan – usus (anemia) 5. Cacing Wucheria /filaria : Telur – larva microfilaria (nyamuk culex) – Elephantiasis (menyumbat kelenjar limfe , Limfe turun ke kaki jadi bengkak ) 6. Anelida : Cacing tanah : telur diletakkan di KLITELUM ruas yang menebal ,hermaprodit 7. Arthropoda – Pada Arachnoida : Kelisera dimulut ( Racun) , Pedipalpus ( capit) memgang , memasukkan sperma Metamorfosis sempurna ( Holometabola ) : T-

L-P-I : kupu , nyamuk , lalat Metamorfosis Hemimetabola tak sempurna : T-N-I: Belalang , kecoa,jangkrik 8. Molluska ( CGP ) Chepalopoda ( kaki di kepala ): tanpa cangkang kec Nautilus Gastropoda ( kaki di perut ) cangkang satu : siput ( bekicot , Lymnea ) Pelecipoda ( kaki pipih ) cangkang sepasang ( Bivalvia) insang berlapis lapis (Lamelibranchiata) : kerang lapisan cangkang dari luar Periostrakum ( gelap / hijau ) , Prismatik dan nakreas (mengkilat ) – PPN . Mutiara buatan : batu kecil diletakan di antara Mantel dan Nakreas 9. Echinodermata : OACEH yang bisa dimakan Holothuroidea : teripang semua bergerak dengan kaki ambulakral (diawali dari lubang madreporit – ke mulut melalui pembuluh)

12 PLANTAE LUMUT (Bryophyta) PAKU (Pterydophyta) dan SPERMATOPHYTA ( Tumbuhan Biji ) LUMUT ( LG ) : diatas (Gametofit ) yang kromosomnya haploid ada alat kelamin anteridium ( jantan) dan arkegonium (betina)

   

Ciri Lumut : Gametofitnya :Tumbuhan lumut . Sporofitnya :Sporogonium Akar Rhizoid , Non Tracheophyta belum punya Berkas pengangkut Xilem dan Floem Gametofit lebih lama hidupnya dibanding sporofitnya Sporogoniumnya : terdapat Seta (tangkai) , Apofisis (ujung tangkai yang melebar ) , kaliptra (tutup sporogonium) 7. Klasifikasi 1. 2. 3. 4. 5. 6. 1. Lumut Daun ( Musci) contoh Spagnum ( berumah satu) 2. Lumut Hati ( hepaticae) contoh Marchantia polymorpha untuk penyembuh hepatitis dengan batabng tak namapak dibungkus daun PAKU ( PS) : di bawah (sporofit ) 2n ada daun sporofil sporogonium – sporangiumCiri Paku : 1. Gametofitnya : Protalium

2. 3. 4. 5. 6.

Sporofitnya : Tumbuhan Paku (Pterydophyta) Akar serabut Ujung daun muda menggulung Berkas pengangkut ada konsentris Daun berspora karena ada Sporogonium ( ada indusium , sporangium , annulus) pada daun sporofil di bagaina bawah

Klasifikasi Paku : 1. Paku Homospora ( spora ukuran , bentuk dan jenis sama ) : paku kawat ( Licopodium ) 2. Paku Heterospor homospora ( spora ukuran , bentuk dan jenis beda : paku rane ( Selaginela) semanggi ( Marsilea crenata ) 3. Paku Peralihan (spora ukuran ,bentuk sama & jenis beda) Paku Ekor Kuda ( Equisetum debile)

Spermatophyta ( kormophyta Berbiji ) 1. Gymnospermae : Biji Terbuka : pembuahan tunggal , belum ada bunga namanya Strobilus Ex : Pinus, Melinko, Damar, Conifer , Gingko biloba, Pakis haji 2. Angispermae ( Mono dan Dikotil) : pembuahan ganda , berbunga ( monokotil kelipatan 3 , dikotil kelipatan 5 ) , Pembuahan ganda IG 1 dengan Ovum jadi Zygot (2n), IG2 dengan IKLS jadi Endosperm ( 3n)

13. Lingkungan ( Ekologi )Polusi Udara : 1. CO2 : Efek Rumah Kaca ( penghijauan ) 2. SO2 dan NOx : Hujan Asam ( diberi kapur ) 3. CFC : Berlubang Ozon ( Global Warning) Polusi Air dan Tanah 1. Sampah Organik : Biological Oxygen Demand naik , Desolve Oxygen turun 2. Pupuk /Deterjen : Eutrofikasi ( Blooming eceng gondok ) : BOD naik , DO turun terjadi pula Pendangkalan Polusi Suara : Suara diatas 80 dBSuksesi

1. Suksesi Primer : Ada – hilang – Ada : ada lagi diawali dengan urutan vegetasi URUTAN proses Lichenes – lumut / paku – rumput – semak – perdu – pohon 2. Suksesi sekunder : Ada – Rusak – Ada : hutan terbakar cirri Vegetasi sama dari sebelumnya Rantai makanan
   

Nichia /Niche : Status Jabatan m.h (kompetisi terjadi jika , Tempat dan Niche sama) Tingkat tropi I : Produsen ( fitoplankton , tumbuhan hijau ) Konsumen I : Herbivora ( Zooplankton , sapi ) Dasar piramida : Produsen

Rantai makanan dibagi menjasi 2 yaitu 1. Rantai Perumput : dimulai dari Produsen 2. Rantai Detritus : dimulai dari sissa m.h dimakan detritivor ( Cacing , Belatung )

Perpindahan energi pada rantai makanan : energi terkecil di Konsumen terakhir , karena terjadi pengurangan 90 % yang menjadi Egesta, ekresta, aktifitas , jadi yang untuk tuimbuh 10% Insektisida ( DDT) yang bersifat Non Bio Degradable tercemar di perairan Kandungan DDT terbesar Konsumen terakhir

Hg tercemar di perariran Hg akan mengendap ke dasar sehingga kandungan terbesar di Kerang yang berupa kehidupan bentos . menyebabkan MinamataPredasi : Predator dengan yang dimangsaKomensalisme : Anggrek dan mangga , Liana ( rotan ) yang merambat dengan pohonBioGeoKimia : suatu siklus materi berupa unsur /senyawa kimia dari MH bio) kelingkungan ( geo) contoh siklus O2 CO2 pada respirasi dan fotosintesis , sikus Nitrogen dalam nitrifikasi, fiksasi dan penguraian sisa sisa oleh bakteri dllNOTE (PENJELASAN) Keanekaragaman Hayati 1. Keanekaragaman Gen, menunjukkan adanya variasi gen dalam satu spesies. Contoh: keanekaragaman gen pada spesies kucing; kucing anggora, kucing Inggris, dan kucing siam. 2. Keanekaragaman Spesies, menunjukkan adanya variasi spesies dalam satu genus atau satu familia. Contoh: buah mangga, buah mangga, dan buah jambu. 3. Keanekaragaman Ekosistem, menunjukkan adanya variasi antara ekosistem yang satu dengan ekosistem yang lain. Contoh: ekosistem terumbu karang, ekosistem sungai, dan ekosistem hutan.

Karakteristik flora Indonesia dapat dibedakan menjadi wilayah bagian Indonesia barat dan timur.

   

Sedangkan karakteristik fauna di Indonesia dapat dibagi menjadi 3 wilayah berdasarkan garis Wallace dan Weber. Fauna tipe Asiatis, dengan ciri-ciri berbadan besar, banyak jenis kera, dan ikan air tawar. Contoh: gajah Sumatera, badak bercula satu, dan babi hutan. Fauna tipe peralihan, dengan ciri-ciri merupakan perpaduan dari fauna tipe Asiatis dan Australis. Contoh: anoa, komodo, dan kuskus. Fauna tipe Autralis, dengan ciri-ciri berbadan kecil dan banyak hewan marsupialia. Contoh: walabi, kanguru, dan burung pelikan Australia.

Binomial Nomenklatur
 

Binomial nomenklatur adalah suatu aturan penulisan nama spesies. Contoh penulisan nama spesies yang tepat menurut binomial nomenklatur:Ornithorhynchus anatinus atau Ornithorhynchus anatinus. Ornithorhynchus merupakan penunjuk genus anatinus merupakan penunjuk spesies.

 

Klasifikasi Makhluk Hidup

Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah mempermudah mempelajari makhluk hidup.

Urutan takson dalam klasifikasi makhluk hidup:
      

Kingdom (Kerajaan) Phylum (untuk hewan)/ Divisio (untuk tumbuhan) Classis (Kelas) Ordo (Bangsa) umumnya diakhiri dengan -ales pada tanaman umumnya diakhiri dengan - ceae pada tanamanFamilia (Suku) Genus (Marga) Spesies (Jenis)

Sistem Klasifikasi Lima Kingdom Menurut Robert Whittaker

1. 2. 3. 4. 5.

Kinhdom Monera Kingdom Protista Kingdom Fungi Kingdom Plantae Kingdom Animalia

1. KINGDOM MONERAKingdom Monera, terdiri atas 1. Bakteri : Archaebacteria dan Eubacteria 2. Ganggang hijau-biru. ( Cyanobacteria / Cyanophyta) Bakteri memiliki ciri-ciri sbb:
    

Prokariotik Dinding selnya mengandung peptidoglikan Reproduksi dengan membelah diri (amitosis) Memiliki plasmid Mampu membentuk endospora jika kondisi lingkungan tidak baik

Ganggang hijau-biru memiliki ciri-ciri sbb:
   

Uniseluler dan multiseluler Memiliki pigmen fikosianin Memiliki klorofil Habitat umumnya di perairan

Archaebacteria memiliki ciri-ciri sbb:
   

Prokariotik Dinding selnya tersusun dari protein Tidak mampu membentuk endospora Mampu hidup di lingkungan ekstrim

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri antara lain: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Leptospirosis, disebabkan oleh Leptospira sp. Tetanus, disebabkan oleh Clostridium tetani TBC, disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis Lepra, disebabkan oleh Mycobacterium leprae Antaks pada sapi, disebabkan oleh Bacillus anthracis Difteri, disebabkan oleh Corynebacterium diphtheria Tifus, disebabkan oleh Rickettsiae prowazekii

Peran positif bakteri antara lain:

1. Eschericia coli, berperan sebagai bakteri pembusuk sisa-sisa makanan di usus besar manusia. 2. Acetobacter acetii, pembuatan asam cuka 3. Acetobacter xylinum, pembuatan Nata de Coco 4. Lactobacillus bulgaricus, pembuatan yoghurt KINGDOM PROTISTA Kingdom Protista terdiri atas 1. Pprotista yang menyerupai jamur (Oomycota dan Myxomycota) 2. Protista yang menyerupai hewan (Protozoa) 3. Protista yang menyerupai tumbuhan (ganggang). Protozoa, terdiri atas ciliata, rhizopoda, flagellata, dan sporozoa. Ciliata (Ciliophora/Infusoria) memiliki ciri-ciri sbb:
  

Bergerak dengan menggunakan silia (rambut getar) Habitat di lingkungan berair Contoh: Paramecium sp.

Rhizopoda (Sarcodina) memiliki ciri-ciri sbb:
   

Bergerak dengan pseudopodia (kaki semu) Mampu membentuk kista di kondisi lingkungan ekstrim Habitat di tempat lembab dan lingkungan berair Contoh: Amoeba sp.

Flagellata (Mastigophora) memiliki ciri-ciri sbb:
 

Bergerak dengan flagellum (bulu cambuk) Contoh: Trypanosoma

Sporozoa (Apicomplexa) memiliki ciri-ciri sbb:
   

Berbentuk seperti spora Tidak memiliki alat gerak Hidup secara parasit pada hewan atau manusia Contoh: Plasmodium vivax

Daur Hidup Plasmodium GANGGANG /ALGAE Ganggang terdiri atas

1. 2. 3. 4.

Ganggang Ganggang Ganggang Ganggang

hijau (chlorophyta) coklat (phaeophyta) merah (rhodophyta) keemasan (chrysophyta).

Chlorophyta memiliki ciri-ciri sbb:
   

Pigmen dominan klorofil, yaitu klorofil a dan b Dinding sel mengandung selulosa Cadangan makanan disimpan dalam bentuk amilum Contoh: Spirogyra dan Ulva

Phaeophyta memiliki ciri-ciri sbb:
   

Pigmen dominan fukosantin Dinding sel mengandung pektin dan algin Cadangan makanan disimpan dalam bentuk laminarin Contoh: Sargassum

Rhodophyta memiliki ciri-ciri sbb:
   

Pigmen dominan fikoeritrin Dinding sel mengandung selulosa dan pektin Cadangan makann berupa tepung florid Contoh: Eucheuma spinosum

Chrysophyta memiliki ciri-ciri sbb:
   

Pigmen dominan santofil Dinding sel mengandung hemiselulosa Cadangan makann berupa leukosin Contoh: Navicula

Peran ganggang dalam kehidupan adalah sbb: 1. Chlorella, sebagai makanan bersuplemen 2. Ganggang coklat, seperti Laminaria, sebagai pupuk dan makanan ternak. 3. Ganggang merah, seperti Eucheuma dan Gelidium, sebagai bahan pembuat agar-agar 4. Ganggang keemasan, misalnya diatom, sebagai bahan peledak. 3. KINGDOM FUNGI Fungi, terdiri atas

1. 2. 3. 4.

Zygomycotina Ascomycotina Basidiomycotina Deuteromycotina.

Zygomycotina memiliki ciri-ciri sbb:
  

Jamur multiseluler dengan hifa tak bersekat Alat reproduksi seksual zigosporangium Contoh: Rhizopus

Ascomycotina memiliki ciri-ciri sbb:
  

Terdiri dari hifa bersekat dan berinti banyak Alat reproduksi seksual askus Contoh: Saccharomyces cereviciae

Basidiomycotina memiliki ciri-ciri sbb:
  

Jamur multiseluler dengan hifa bersekat dan berinti Alat reproduksi basidiospora Contoh: jamur merang (Volvariella volcaveae)

Deuteromycotina

adalah kelompok jamur yang sudah diidentifikasi tetapi belum diketahui alat reproduksi seksualnya.

Peran fungi dalam kehidupan antara lain: 1. Rhizopus oligsporus, berperan dalam pembuatan tempe 2. Saccharomyces cereviciae, berperan sebagai ragi dalam pembuatan anggur dan roti. 3. Neurospora sitophila, berperan dalam pembuatan oncom 4. Penicillium notatum, sebagai penghasil antibiotika 5. Aspergillus wentii, untuk membuat kecap 6. Aspergillus oryzae, untuk membuat sake dan kecap 7. Jamur merang (Volvariella volvaceae) dan jamur kuping (Auricularia polytricha), untuk dikonsumsi 4. KINGDOM PLANTAE Plantae, terdiri atas 1. Tumbuhan tingkat rendah (Thallophyta)

2. Tubuhan tingkat tinggi ( Kormophyta ).
 

Thallophyta merupakan kelompok tumbuhan yang akar , batang dan daun belum jelas Kormophyta merupakan kelompok tumbuhan yang akar , batang dan daun jelas

1. Lumut (Bryophyta) 2. Paku-pakuan (Pteridophyta) 3. Tumbuhan berbiji (Spermatophyta). Tumbuhan lumut memiliki ciri-ciri sbb:
    

Organisme fotoautotrof Tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati. Tidak memiliki pembuluh angkut Mengalami metagenesis dengan fase dominan gametofit Lumut gametofit berbentuk lembaran (talus), sedangkan lumut sporofit berbentuk terompet memanjang atau kapsul panjang.

Tumbuhan paku memiliki ciri-ciri sbb:
   

Organisme fotoautotrof Memiliki akar, batang, dan daun sejati Memiliki pembuluh angkut Mengalami metagenesis dengan fase dominan sporofit

Metagenesis Lumut dan Paku

Spermatophyta memiliki ciri-ciri sbb:
 

Organisme fotoautotrof Memiliki akar, batang, dan daun sejati

 

Memiliki pembuluh angkut Alat reproduksinya berupa biji

Spermatophyta, dapat dikelompokkan menjadi 1. Tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) 2. Tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae). Tumbuhan berbiji tertutup dapat dikelompokkan kembali menjadi 1. Tumbuhan berkeping tunggal (Monocotyledonae) 2. Tumbuhan berkeping ganda (Dicotyledonae). KINGDOM ANIMALIA Animalia, terdiri dari 1. Hewan tidak bertulang belakang (Invertebrata) 2. Hewan bertulang belakang (Vertebrata). Daur hidup Obelia sp.

Daur hidup Aurelia sp.

Daur hidup Cacing Hati (Fasciola hepatica) tica

1 : Myrasidium , 2 siput (Sporosis-Redia (2) - Cercaria) - Metacercaria keluar dari siput Lymnea berenang karena berekor ke rumput ( dimakan Ternak) jadi Dewasa Daur hidup Cacing Pita (Taenia solium).

Vertebrata Vertebrata terdiri atas 5 kelas yaitu 1. 2. 3. 4. 5. ikan (pisces) katak (amphibia) kadal, ular , buaya , penyu (reptilia) burung (aves), ) mammalia.

Pisces memiliki ciri-ciri sbb:
    

Berdarah dingin Bernapas dengan insang Sistem peredaran darah tunggal dan tertutup dengan jantung 2 bilik Fertilisasi eksternal Ovipar

Amphibia memiliki ciri-ciri sbb:
    

Berdarah dingin Bernapas dengan insang, setelah dewasa bernapas dengan paru-paru Sistem peredaran darah ganda dan tertutup dengan jantung 3 bilik Fertilisasi eksternal Ovipar

Mengalami metamorphosis

Reptilia memiliki ciri-ciri sbb:
    

Berdarah dingin Bernapas dengan paru-paru Sistem peredaran darah ganda dan tertutup dengan jantung 4 bilik Fertilisasi internal Umumnya ovipar, tapi ada juga yang ovovivipar

Aves memiliki ciri-ciri sbb:
    

Berdarah hangat Bernapas dengan paru-paru, dibantu pundi-pundi udara Sistem peredaran darah ganda dan tertutup dengan jantung 4 bilik Fertilisasi internal Ovipar

Mammalia memiliki ciri-ciri sbb:
     

Berdarah hangat Bernapas dengan paru-paru Sistem peredaran darah ganda dan tertutup dengan jantung 4 bilik Fertilisasi internal Vivipar Menyusui anaknya

Virus

Virus dipertimbangkan sebagai bagian dari makhluk hidup karena virus hanya mampu bereproduksi jika berada di dalam sel inang.

Ciri-ciri virus:
    

Ultra Mikroskopis Tubuh terdiri dari selubung protein Hanya memiliki RNA atau DNA saja Mampu bereproduksi hanya di dalam sel inang Dapat dikristalkan

Virus umumnya bersifat merugikan terhadap kehidupan. Beberapa penyakit yang disebabkan virus antara lain:

Polio, disebabkan Poliovirus

        

Cacar, disebabkan Measles virus Hepatitis, disebabkan Hepatitis virus Herpes, disebabkan Herpes simplex virus Ebola, disebabkan Ebola virus Influenza, disebabkan Influenza virus AIDS, disebabkan virus HIV (Human immunodeficiency virus) Flu burung, disebabkan virus H5N1 Rabies, disebabkan Rhabdovirus Campak, disebabkan Mumps virus

Pencemaran Lingkungan

Polusi adalah masuknya polutan ke dalam lingkungan yang menyebabkan perubahan lingkungan yang tidak menguntungkan.

Contoh polutan dan akibatnya terhadap lingkungan: 1. CO2 menyebabkan efek rumah kaca 2. Oksida Nitrogen dan belerang menyebabkan hujan asam dan gangguan saluran pernapasan 3. CO (Carbon MonoOksida) : Killing Gas .Afinitas terikat dengan Hb sangat tinggi 4. CFC menyebabkan penipisan lapisan ozon 5. Eutrofikasi adalah perombakan bahan organik yang menyebabkan habisnya persediaan oksigen dalam air dan terjadi penyuburan air. Eutrofikasi dapat disebabkan karena penumpukan sampah, bangkai hewan dan daun-daunan di dalam air. SUKSESI

Suksesi merupakan proses perkembangan suatu komunitas melalui tahap-tahap yang dapat diprediksi. Ada dua jenis suksesi, yaitu

1. suksesi primer 2. suksesi sekunder.
 

Suksesi primer adalah perubahan suatu ekosistem menjadi suatu ekosistem baru tanpa menyisakan komponen ekosistem awal. Suksesi sekunder a

Read more: http://khairul-anas.blogspot.com/2012/04/rangkuman-materi-biologi-kelasx.html#ixzz2ETWyr2ZW

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->