Makhluk multiseluler, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan tersusun atas jutaan sel.

Tiap sel memiliki fungsi tertentu untuk kelangsungan hidup suatu organisme. Untuk menjalankan fungsinya, sel melakukan proses metabolisme. Metabolisme adalah reaksi-reaksi kimia yang terjadi di dalam sel. Reaksi kimia ini akan mengubah suatu zat menjadi zat lain. Metabolisme terdiri atas dua proses sebagai berikut. 1. Anabolisme Anabolisme adalah proses-proses penyusunan energi kimia melalui sintesis senyawa-senyawa organik. 2. Katabolisme Katabolisme adalah proses penguraian dan pembebasan energi dari senyawa-senyawa organik melalui proses respirasi. Semua reaksi tersebut dikatalisis oleh enzim, baik oleh reaksi yang sederhana maupun reaksi yang rumit. Atau dengan pengertian ain: Anabolisme adalah pembentukan molekul-molekul kompleks dari molekul sederhana, contoh fotosintesis. Katabolisme adalah penguraian molekul-molekul kompleks menjadi molekul-molekul sederhana, contoh respirasi.

Metabolisme juga berperan mengubah zat yang beracunmenjadi senyawa yang tak beracun dan dapat dikeluarkan dari tubuh. Proses ini disebut detoksifikasi. Umumnya, hasil akhir anabolisme merupakan senyawa pemula untuk proses katabolisme. Hal itu disebabkan

sebagian besar proses metabolisme terjadi di dalam sel. Mekanisme masuk dan keluarnya zat kimia melalui membran sel mempunyai arti penting dalam mempertahankan keseimbangan energi dan materi dalam tubuh. Proses sintesis dan penguraian berlangsung dalam berbagai jalur metabolisme. Adapun hasil reaksi tiap tahap metabolisme merupakan senyawa pemula dari tahap reaksi berikutnya. Proses metabolisme yang terjadi di dalam sel makhluk hidup seperti pada tumbuhan dan manusia, melibatkan sebagian besar enzim (katalisator) baik berlangsung secara sintesis (anabolisme) dan respirasi (katabolisme). Apa peran enzim di dalam reaksi kimia yang terjadi di dalam sel? Pada saat berlangsungnya peristiwa reaksi biokimia di dalam sel, enzim bekerja secara spesifik. Enzim mempercepat reaksi kimia yang menghasilkan senyawa ATP dan senyawa-senyawa lain yang berenergi tinggi seperti pada proses respirasi, fotosintesis, kemosintesis, sintesis protein, dan lemak.

2.1 Pembagian Metabolisme 2.1.1 Anabolisme Anabolisme adalah suatu peristiwa perubahan senyawa sederhana menjadi senyawa kompleks, nama lain dari anabolisme adalah peristiwa sintesis atau penyusunan. Anabolisme memerlukan energi, misalnya : energi cahaya untuk fotosintesis, energi kimia untuk kemosintesis. Selain itu juga. anabolisme adalah proses sintesis molekul kompleks dari senyawa-senyawa kimia yang sederhana secara bertahap. Proses ini membutuhkan energi dari luar. Energi yang digunakan dalam reaksi ini dapat berupa energi cahaya ataupun energi kimia. Energi tersebut, selanjutnya digunakan untuk mengikat senyawa-senyawa sederhana tersebut menjadi senyawa yang lebih kompleks. Jadi, dalam proses ini energi yang diperlukan tersebut tidak hilang, tetapi tersimpan dalam bentuk ikatan-ikatan kimia pada senyawa kompleks yang terbentuk. Selain dua macam energi diatas, reaksi anabolisme juga menggunakan energi dari hasil reaksi katabolisme, yang berupa ATP. Agar asam amino dapat disusun menjadi protein, asam amino tersebut harus diaktifkan terlebih dahulu. Energi untuk aktivasi asam amino tersebut berasal dari ATP. Agar molekul glukosa dapat disusun dalam pati atau selulosa, maka molekul itu juga harus diaktifkan terlebih dahulu, dan energi yang diperlukan juga didapat dari ATP. Proses sintesis lemak juga memerlukan ATP. Anabolisme meliputi tiga tahapan dasar. Pertama, produksi prekursor seperti asam amino, monosakarida, dan nukleotida. Kedua, pengaktivasian senyawa-senyawa tersebut menjadi bentuk reaktif menggunakan energi dari ATP. Ketiga, penggabungan prekursor tersebut menjadi molekul kompleks, seperti protein, polisakarida, lemak, dan asam nukleat. Anabolisme yang menggunakan energi cahaya dikenal dengan fotosintesis, sedangkan anabolisme yang menggunakan energi kimia dikenal dengan kemosintesis. Senyawa kompleks yang disintesis organisme tersebut adalah senyawa organik atau senyawa hidrokarbon. Autotrof, seperti tumbuhan, dapat membentuk molekul organik kompleks di sel seperti polisakarida dan protein dari molekul sederhana seperti karbon dioksida dan air. Di lain pihak, heterotrof, seperti manusia dan hewan, tidak dapat menyusun senyawa organik sendiri. Jika organisme yang menyintesis senyawa organik menggunakan energi cahaya

disebut fotoautotrof, sementara itu organisme yang menyintesis senyawa organik menggunakan energi kimia disebut kemoautotrof. Reaksi anabolisme menghasilkan senyawa-senyawa yang sangat dibutuhkan oleh banyak organisme, baik organisme produsen (tumbuhan) maupun organisme konsumen (hewan, manusia). Beberapa contoh hasil anabolisme adalah glikogen, lemak, dan protein berguna sebagai bahan bakar cadangan untuk katabolisme, serta molekul protein, protein-karbohidrat, dan protein lipid yang merupakan komponen struktural yang esensial dari organisme, baik ekstrasel maupun intrasel. Beberapa macam proses anabolisme yang terjadi pada hewan diantaranya: 1. Kemosintesis

adalah proses asimilasi karbon yang energinya berasal dari reaksi-reaksi kimia, dan tidak diperlukan klorofil. Umumnya dilakukan oleh mikroorganisme, misalnya bakteri. Organisme disebut kemoautotrof. Bakteri kemoautotrof ini akan mengoksidasi senyawa-senyawa tertentu dan energi yang timbul digunakan untuk asimilasi karbon. Beberapa macam bakteri yang tidak mempunyai klorofil dapat mengadakan asimilasi C dengan menggunakan energi yang berasal dan reaksi-reaksi kimia, misalnya bakteri sulfur, bakteri nitrat, bakteri nitrit, bakteri besi dan lain-lain. Bakteri-bakteri tersebut memperoleh energi dari hasil oksidasi senyawa-senyawa tertentu. Bakteri besi memperoleh energi kimia dengan cara oksidasi Fe2+ (ferro) menjadi Fe3+ (ferri). Bakteri Nitrosomonas dan Nitrosococcus memperoleh energi dengan cara mengoksidasi NH3, tepatnya Amonium Karbonat menjadi asam nitrit dengan reaksi: Contoh, bakteri nitrit : Nitrosomonas, Nitrosococcus 2NH3 + 3O2 2 HNO2 + 2H2 O +Energi contoh, Bakteri nitrat : Nitrobacter 2 HNO2 + O2 2HNO3 + Energi contoh, Bakteri belerang : Thiobacillus, Bagiatoa 2S + 2H2 O + 3O2 2H2 SO4 + 284, 4 kal. Nitrosomonas + 3 O2 ———-> Nitrosococcus

(NH4)2CO3

2

HNO2

+

CO2

+

3

H20

+

Energi

2.

Sintesis Lemak

Lemak dapat disintesis dari karbohidrat dan protein, karena dalam metabolisme, ketiga zat tersebut bertemu di dalarn daur Krebs. Sebagian besar pertemuannya berlangsung melalui pintu gerbang utama siklus (daur) Krebs, yaitu Asetil Ko-enzim A. Akibatnya ketiga macam senyawa tadi dapat saling mengisi sebagai bahan pembentuk semua zat tersebut. Lemak dapat

seperti karbon dioksida dan air. amonia. Substansi-substansi tersebut adalah DNA dan RNA. Isoleusin dapat terurai menjadi Asam pirovat. Sifat dasar yang pasti dari reaksi katabolisme berbeda pada setiap organisme. Lemak berperan sebagai sumber tenaga (kalori) cadangan. Pada dasarnya protein adalah suatu polipeptida. Pada hewan reaksi katabolisme meliputi molekul organik kompleks yang dipecah menjadi molekul yang lebih sederhana.1. Fungsi reaksi katabolisme adalah untuk menyediakan energi dan komponen yang dibutuhkan oleh reaksi anabolisme. atau ion besi ke molekul akseptor seperti oksigen. setelah itu memasuki daur Krebs. Pada organisme fotosintetik seperti . bentuk reaksi katabolisme yang berbeda-beda ini tergantung dari reaksi redoks yang meliputi transfer elektron dari donor tereduksi seperti molekul organik. Termasuk didalamnya reaksi pemecahan dan oksidasi molekul makanan seperti reaksi yang menangkap energi dari cahaya matahari.dibentuk dari protein dan karbohidrat. Penggabungan molekul-molekul asam amino dalam jumlah besar akan membentuk molekul polipeptida. dimana molekul organik digunakan sebagai sumber energi pada organotrof. Sintesis Lemak dari Protein: Protein——–> Asam Amino protease Sebelum terbentuk lemak asam amino mengalami deaminasi lebih dabulu.3 kalori.2 Katabolisme Katabolisme adalah serangkaian reaksi yang merupakan proses pemecahan senyawa kompleks menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana dengan membebaskan energi. hidrogen sulfida. Leusin. karbohidrat dapat dibentuk dari lemak dan protein dan seterusnya. RNA dan Ribosom. Gliserol+ asam lemak . sedangkan 1 gram karbohidrat hanya menghasilkan 4. atau sulfat. 2. Sintesis Protein Sintesis protein yang berlangsung di dalam sel. Valin. 1 gram lemak menghasilkan 9. Alanin. Sintesis protein dalam sel dapat terjadi karena pada inti sel terdapat suatu zat (substansi) yang berperan penting sebagai ―pengatur sintesis protein‖. Tetapi. air. Banyak jenis asam amino yang langsung ke asam piravat —> Asetil Ko-A. yang dapat digunakan organisme untuk melakukan aktivitasnya. melibatkan DNA. Setiap sel dari organisme mampu untuk mensintesis protein-protein tertentu yang sesuai dengan keperluannya. Asam amino Serin. Nilai kalorinya lebih tinggi daripada karbohidrat.1 kalori saja. 3. selanjutnya asam piruvat –> gliserol –> fosfogliseroldehid Fosfogliseraldehid dengan asam lemak akan mengalami esterifkasi membentuk lemak.—> lemak. sementara litotrof menggunakan substrat anorganik dan fototrof menangkap cahaya matahari sebagai energi kimia. nitrat. Sintesis Lemak dari Karbohidrat: Glukosa diurai menjadi piruvat —> gliserol Glukosa diubah —> gula fosfat —> asetilKo-A —> asam lemak.

2. Pada setiap organisme. Kerja mekanis selalu terjadi jika sel otot berkontraksi. terjadi pemecahan ATP. yaitu proses pemecahan molekul yang berlangsung tanpa bantuan oksigen.tumbuhan dan sianobakteria. dan transpor elektron. yang melepaskan energi. 1. Kemudian. Energi panas ini. >> Senyawa organik + Oksigen -> Karbon dioksida + Air + Energi Termasuk ke dalam reaksi seluler adalah reaksi glikolisis. dan melepaskan energi yang disimpan dengan cara mereduksi koenzim Nikotinamid Adenin Dinukleotida (NAD+) menjadi NADH. molekul organik besar seperti protein. Akhirnya. Secara umum keseluruhan proses pada respirasi seluler berlangsung sebagai berikut. 3. yaitu sebagai berikut. Urutan yang paling umum dari reaksi katabolik pada hewan dapat dibedakan menjadi tiga tahapan utama. sel-sel harus mengeluarkan energi untuk mengangkut molekul zat atau ion yang melawan gradien konsentrasi zat. yaitu reaksi yang menggunakan oksigen sebagai bahan bakar organik. . molekul-molekul yang lebih kecil ini diambil oleh sel-sel dan masih diubah menjadi molekul yang lebih kecil. Misalnya. dimana diantara glikolisis dan siklus Krebs terdapat sebuah reaksi antara yang disebut dekarboksilasi oksidatif. atau respirasi anaerob. Contoh katabolisme adalah proses pernapasan sel atau respirasi. reaksi transfer elektron ini tidak menghasilkan energi. antara lain sebagai berikut. Kerja mekanis: Salah satu bentuk kerja mekanis adalah lokomosi. tetapi digunakan sebagai tempat menyimpan energi yang diserap dari cahaya matahari. Pada hakikatnya. biasanya asetil koenzim A (Asetil KoA). 2. polisakarida. Aktivitas hidup yang memerlukan energi. siklus Krebs. kelompok asetil pada KoA dioksidasi menjadi air dan karbon dioksida pada siklus asam sitrat dan rantai transpor elektron. untuk menghasilkan energi tersebut dapat dibagi dalam dua cara. Disamping timbul energi mekanik. pada proses kontraksi otot. umumnya timbul sebagai hasil sampingan transformasi energi dalam sel. atau lemak dicerna menjadi molekul yang lebih kecil di luar sel. respirasi adalah pemanfaatan energi bebas dalam makanan menjadi energi bebas yang ditimbun dalam bentuk ATP. timbul juga energi panas. Dalam sel. dan fermentasi asam cuka. 1. Pertama. Respirasi seluler atau respirasi aerob. Produksi Panas Energi panas penting bagi tubuh burung dan hewan menyusui. Termasuk ke dalam fermentasi adalah fermentasi asam laktat. ATP digunakan sebagai sumber energi bagi seluruh aktivitas hidup yang memerlukan energi. Transpor Aktif: Dalam transpor aktif. Fermentasi. fermentasi alkohol.

   Berlangsung pada matriks mitokondria. a. asetaldehid. glikolisis     Berlangsung di sitoplasma Berlangsung secara anaerob Mengubah satu molekul glukosa (senyawa berkarbon 6) menjadi dua molekul asam piruvat(senyawa berkarbon 3) Dihasilkan energi sebesar 2 ATP dan 2 NADH untuk tiap molekul glukosa. Jadi sebagai penerima hidrogen terakhir bukan oksigen tetapi senyawa-senyawa tertentu seperti asam piruvat. Untuk tiap molekul senyawa Asetil-KoA dihasilkan IATP. untuk tiap molekul Asam Piruvat menjadi AsetilKoA. Tabel Jumlah ATP yang dihasilkan selama respirasi sel : Proses Jenis ekseptor 2 NADH Jumlah ATP yang dihasilkan 2 ATP Glikolisis . Respirasi Aerob. sedangkan satu molekul FADH akan melepaskan / menghasilkan 2 ATP.    Berlangsung pada metriks motokondria Mengubah Asetil-KoA (senyawa berkarbon 2) menjadi CO2 (senyawa berkarbon 1). 1 FADH dan3 NADH. Dihasilkan 1 NADH dan CO2. yaitu respirasi yang tidak membutuhkan oksigen bebas. Dekarboksilasi Oksidatif Asam Piruvat. Respirasi Anaerob. Respirasi Aerob Respirasi sel secara Aerob berlangsung melalui empat tahap. Rantai Pengangkutan Elektron 4. Satu molekul NADH akan melepaskan / menghasilkan 3 ATP.Respirasi merupakan oksidasi senyawa organik secara terkendali untuk membebaskan energi bagi pemeliharaan dan perkembangan makhluk hidup. Mengubah Asam Piruvat (senyawa berkarbon 3) menjadi Asetil-KoA (senyawa berkarbon 2). dibedakan atas : a. b. Daur Krebs 3. 2. jadi oksigen merupakan senyawa penerima hidrogen terakhir.  NADH dan FADH merupakan senyawa pereduksi yang menghasilkan ion hidrogen. yaitu : 1. yaitu respirasi yang membutuhkan oksigen bebas. Berdasarkan kebutuhan terhadap tersedianya oksigen bebas.

b. Sedangkan asam lemak dapat dipecah menjadi molekul-molekul dengan 2 atom C. terjadi pada sel tumbuhan Reaksi : C6 H 12O6 Glukosa 2 C2 H5 OH + 2 CO2 + 2 ATP Etanol Fermentasi Laktat Aseptornya : Asam Piruvat. Respirasi Anaerob pada respirasi Anaerob jalur yang ditempuh meliputi : 1. Molekul dengan 2 atom C ini kemudian diubah menjadi asetil koenzim A. Pembentukan alkohol (fermentasi alkohol) atau pembentukan asam laktat (fermentasi asam laktat). hasilnya Asam Laktat. hasilnya etanol. Reaksi : C6 H 12O6 Glukosa C3 H6 O3 + 2 ATP As. Kalian dapat menghitung satu.Glukosa–> 2 asam piruvat Reaksi antara 2 NADH 2 asam piruvat–>2 asetil KoA + 2 CO2 Siklus Krebs 6 NADH 2 asetil KoA–> 4 CO2 Transfer elektron 10 NADH + 5 O2 –>10 NAD + H O 2 FADH + O2 –>2 FAD + 2 H2O 2 FADH2 2 ATP 30 ATP 4 ATP Pada proses glikolisis digunakan 2 molekul ATP sehingga hasil bersih ATP = 38-2 = 36. terjadi pada sel hewan. Fermentasi Alkohol : Aseptornya : Aseltadehid. Selanjutnya gliseral dehid 3-fosfat mengikuti jalur glikolisis sehingga terbentuk piruvat. Glikolisis 2. . Laktat Katabolisme Lemak dan Protein Katabolisme lemak dimulai dengan pemecahan lemak menjadi gliserol dan asam lemak. Gliserol yang merupakan senyawa dengan 3 atom C dapat dirubah menjadi gliseral dehid 3fosfat.

misalnya glikogen untuk simpanan. atau ke dalam bentuk glukosalah karbohidrat dikonversi di dalam hati. Peristiwa yang dialami unsur-unsur makanan setelah dicerna dan diserap adalah METABOLISME INTERMEDIAT. biasanya dalam bentuk fosfat energi tinggi atau unsur ekuivalen pereduksi. galaktosa dalam laktosa susu. Siklus asam sitrat sebagai lintasan amfibolik dalam metabolisme (perhatikan jalur persimpangan jalur katabolisme dan anabolisme) (dipetik dari: Murray dkk.2 Jalur Umum Metabolisme 2. Lintasan katabolik (pemecahan) Lintasan ini meliputi berbagai proses oksidasi yang melepaskan energi bebas. Salah satu contoh dari kategori ini adalah sintesis protein. Biokimia Harper) . Dalam bentuk glukosalah massa karbohidrat makanan diserap ke dalam aliran darah.2. Jadi metabolisme intermediat mencakup suatu bidang luas yang berupaya memahami bukan saja lintasan metabolik yang dialami oleh masing-masing molekul. beberapa asam amino diubah menjadi asam piruvat dan ada juga diubah menjadi asetil koenzim A. Setelah gugus amino dari asam amino dilepas. tetapi juga interelasi dan mekanisme yang mengatur arus metabolit melewati lintasan tersebut. Glukosa merupakan bahan bakar metabolik utama bagi jaringan mamalia (kecuali hewan pemamah biak) dan bahan bakar universal bagi janin. yaitu glikoprotein serta proteoglikan. 1 gram protein menghasilkan energi yang sama dengan 1 gram karbohirat. Unsur ini diubah menjadi karbohidrat lain dengan fungsi sangat spesifik. 3. serta dari glukosalah semua bentuk karbohidrat lain dalam tubuh dapat dibentuk. dalam senyawa lipid kompleks tertentu dan dalam bentuk gabungan dengan protein.Asam amino dihasilkan dari proses hidrolisis protein. 2. Lintasan amfibolik (persimpangan) Lintasan ini memiliki lebih dari satu fungsi dan terdapat pada persimpangan metabolisme sehingga bekerja sebagai penghubung antara lintasan anabolik dan lintasan katabolik. Contoh dari lintasan ini adalah siklus asam sitrat. Lintasan anabolik (penyatuan/pembentukan) Ini merupakan lintasan yang digunakan pada sintesis senyawa pembentuk struktur dan mesin tubuh. seperti rantai respirasi dan fosforilasi oksidatif. ribose dalam bentuk asam nukleat. 2.1 Metabolisme Karbohidrat Glukosa merupakan karbohidrat terpenting. Gugus amino yang dilepas dari asam amino dibawa ke hati untuk diubah menjadi amoniak (NH3) dan dibuang lewat urine. Lintasan metabolisme dapat digolongkan menjadi 3 kategori: 1.

diikuti dengan oksidasi piruvat sampai dengan siklus asam sitrat. Asetil KoA akan masuk ke jalur persimpangan yaitu siklus asam sitrat. asam lemak serta gliserol dan asam amino. Lintasan katabolisme ini adalah proses pemecahan glukosa menjadi: 1. siklus asam sitrat. pada suasana anaerob (tidak tersedia oksigen) . Jika kapasitas penyimpanan glikogen sudah penuh. produk-produk ini terutama adalah glukosa. Dalam tahap ini dihasilkan energi berupa ATP. Secara ringkas. 3. Dalam tahap ini dihasilkan energi berupa ATP. asam laktat. glikogenolisis serta glukoneogenesis. Mamalia. melainkan akan dirangkai menjadi polimer glukosa (disebut glikogen). Jika glukosa dari diet tak tersedia dan cadangan glikogenpun juga habis. 2. Glukosa sebagai bahan bakar utama akan mengalami glikolisis (dipecah) menjadi 2 piruvat jika tersedia oksigen. maka glikogen dipecah menjadi glukosa. oksidasi piruvat. asam piruvat.Sifat diet atau makanan menentukan pola dasar metabolisme di dalam tubuh. Selanjutnya masing-masing piruvat dioksidasi menjadi asetil KoA. Ilustrasi skematis dari lintasan metabolik dasar Terdapat beberapa jalur metabolisme karbohidrat baik yang tergolong sebagai katabolisme maupun anabolisme. jalur-jalur metabolisme karbohidrat dijelaskan sebagai berikut: 1. yaitu glikolisis. yang kemudian akan dioksidasi secara sempurna melalui siklus asam sitrat. lipid dan protein dari makanan. Selanjutnya glukosa mengalami glikolisis. 6. Semua produk hasil pencernaan diproses melalui lintasan metaboliknya masing-masing menjadi suatu produk umum yaitu Asetil KoA. Jalur ini dinamakan glukoneogenesis (pembentukan glukosa baru) karena dianggap lipid dan protein harus diubah menjadi glukosa baru yang selanjutnya mengalami katabolisme untuk memperoleh energi. maka karbohidrat harus dikonversi menjadi jaringan lipid sebagai cadangan energi jangka panjang. 5. melebihi kebutuhan energi kita maka glukosa tidak dipecah. 4. glikogenesis. Jika sumber glukosa berlebihan. Dalam tahap ini dihasilkan energi berupa ATP. Secara berurutan. pada suasana aerob (tersedia oksigen) 2. Jika terjadi kekurangan glukosa dari diet sebagai sumber energi. Beberapa jalur metabolisme karbohidrat Glikolisis Glikolisis berlangsung di dalam sitosol semua sel. termasuk manusia harus memproses hasil penyerapan produk-produk pencernaan karbohidrat. maka sumber energi non karbohidrat yaitu lipid dan protein harus digunakan. Glikogen ini disimpan di hati dan otot sebagai cadangan energi jangka pendek.

Proses ini memerlukan ATP sebagai donor fosfat.Glikolisis merupakan jalur utama metabolisme glukosa agar terbentuk asam piruvat. sehingga hasilnya adalah ADP. Glukosa 6-fosfat diubah menjadi Fruktosa 6-fosfat dengan bantuan enzim fosfoheksosa isomerase dalam suatu reaksi isomerasi aldosa-ketosa.6-bifosfat 4. Terminal fosfat berenergi tinggi pada ATP digunakan. Gliseraldehid 3-fosfat dapat berubah menjadi dihidroksi aseton fosfat dan sebaliknya (reaksi interkonversi).(-1P) µ-D-fruktosa 6-fosfat + ATP « D-fruktosa 1. Dalam kondisi fisiologis tahap ini bisa dianggap irreversible. sehingga hasilnya adalah ADP. Enzim ini hanya bekerja pada anomer µ-glukosa 6-fosfat. ATP bereaksi sebagai kompleks Mg-ATP. Fosfofruktokinase merupakan enzim yang bersifat alosterik sekaligus bisa diinduksi. Reaksi ini dikatalisir oleh enzim aldolase (fruktosa 1. Fruktosa 6-fosfat diubah menjadi Fruktosa 1. Keseluruhan persamaan reaksi untuk glikolisis yang menghasilkan laktat adalah: Glukosa + 2ADP +2Pi à 2L(+)-Laktat +2ATP +2H2O Secara rinci. Mg2+ Glukosa + ATP à glukosa 6-fosfat + ADP 2. sehingga dalam kondisi fisiologis dianggap irrevesibel.6-bifosfat dipecah menjadi 2 senyawa triosa fosfat yaitu gliserahdehid 3-fosfat dan dihidroksi aseton fosfat. dan selanjutnya asetil-KoA untuk dioksidasi dalam siklus asam sitrat (Siklus Kreb’s). tahap-tahap dalam lintasan glikolisis adalah sebagai berikut (pada setiap tahap.6-bifosfat aldolase). Heksokinase dihambat secara alosterik oleh produk reaksi glukosa 6-fosfat. (-1P) Reaksi ini disertai kehilangan energi bebas dalam jumlah besar berupa kalor. D-gliseraldehid 3-fosfat « dihidroksiaseton fosfat . Glukosa masuk lintasan glikolisis melalui fosforilasi menjadi glukosa-6 fosfat dengan dikatalisir oleh enzim heksokinase atau glukokinase pada sel parenkim hati dan sel Pulau Langerhans pancreas. D-fruktosa 1.6-bifosfat dengan bantuan enzim fosfofruktokinase. µ-D-glukosa 6-fosfat « µ-D-fruktosa 6-fosfat 3. Reaksi bolak-balik ini mendapatkan katalisator enzim fosfotriosa isomerase. lihat dan hubungkan dengan Gambar Lintasan detail metabolisme karbohidrat): 1. Reaksi ini memerlukan ATP sebagai donor fosfat.6-bifosfat« D-gliseraldehid 3-fosfat + dihidroksiaseton fosfat 5. Selain itu glikolisis juga menjadi lintasan utama metabolisme fruktosa dan galaktosa. sehingga berperan penting dalam laju glikolisis. Fruktosa 1.

yang dikatalisir oleh enzim fosfogliserat kinase. setelah fosforolisis.3-bifosfogliserat + NADH + H+ Enzim yang bertanggung jawab terhadap oksidasi di atas adalah gliseraldehid 3-fosfat dehidrogenase. 2-fosfogliserat « fosfoenol piruvat + H2O .3-bifosfogliserat. Pada rantai respirasi mitokondria akan dihasilkan tiga fosfat berenergi tinggi. Fosfat berenergi tinggi ini ditangkap menjadi ATP dalam reaksi lebih lanjut dengan ADP. (+3P) Catatan: Karena fruktosa 1. D-gliseraldehid 3-fosfat + NAD+ + Pi« 1. Reaksi ini melibatkan dehidrasi serta pendistribusian kembali energi di dalam molekul.3-bifosfogliserat melewati gliseraldehid 3-fosfat.3bifosfogliserat. Enolase dihambat oleh fluoride. 2-fosfogliserat diubah menjadi fosfoenol piruvat (PEP) dengan bantuan enzim enolase. senyawa dihidroksi aseton fosfat juga dioksidasi menjadi 1.3-bifosfogliserat (difosfogliserat.3 bifosfogliserat. menaikkan valensi fosfat dari posisi 2 ke status berenergi tinggi.6-bifosfat yang memiliki 6 atom C dipecah menjadi Gliseraldehid 3fosfat dan dihidroksi aseton fosfat yang masing-masing memiliki 3 atom C. Atom-atom hydrogen yang dikeluarkan dari proses oksidasi ini dipindahkan kepada NAD+ yang terikat pada enzim. DPG) merupakan intermediate dalam reaksi ini.3-bifosfogliserat + ADP « 3-fosfogliserat + ATP Catatan: Karena ada dua molekul 1. dengan demikian terbentuk 2 molekul gula yang masing-masing beratom C tiga (triosa). sebuah gugus fosfat berenergi tinggi dalam posisi 1 senyawa 1. 1. 3-fosfogliserat « 2-fosfogliserat 9. 3-fosfogliserat diubah menjadi 2-fosfogliserat dengan dikatalisir oleh enzim fosfogliserat mutase. (+6P) 7.6. Enzim ini bergantung pada keberadaan Mg2+ atau Mn2+. (+2P) 8. maka dari 1 molekul glukosa pada bagian awal. Senyawa sisa yang dihasilkan adalah 3-fosfogliserat. Glikolisis berlangsung melalui oksidasi Gliseraldehid 3-fosfat menjadi 1. Jika molekul dihidroksiaseton fosfat juga berubah menjadi 1. dan karena aktivitas enzim fosfotriosa isomerase. Energi yang dihasilkan dalam proses oksidasi disimpan melalui pembentukan ikatan sulfur berenergi tinggi. suatu unsure yang dapat digunakan jika glikolisis di dalam darah perlu dicegah sebelum kadar glukosa darah diperiksa. sampai dengan tahap ini akan menghasilkan 2 x 3P = 6P.3-bifosfogliserat. suatu enzim yang bergantung kepada NAD. Senyawa 2. maka energi yang dihasilkan adalah 2 x 1P = 2P.

Fosfoenol piruvat + ADP à piruvat + ATP Catatan: Karena ada 2 molekul PEP maka terbentuk 2 molekul enol piruvat sehingga total hasil energi pada tahap ini adalah 2 x 1P = 2P. Fosfat berenergi tinggi PEP dipindahkan pada ADP oleh enzim piruvat kinase sehingga menghasilkan ATP. akan dioksidasi menjadi CO2 melalui siklus asam sitrat (Siklus Kreb’s). Reaksi ini disertai kehilangan energi bebas dalam jumlah besar sebagai panas dan secara fisiologis adalah irreversible. Reaksi ini dikatalisir oleh enzim laktat dehidrogenase. Enol piruvat yang terbentuk dalam reaksi ini mengalami konversi spontan menjadi keto piruvat. Kesimpulan: Pada glikolisis aerob. reoksidasi NADH melalui pemindahan sejumlah unsure ekuivalen pereduksi akan dicegah. energi yang dihasilkan terinci sebagai berikut: + 8P Pada glikolisis anaerob. energi yang dihasilkan terinci sebagai berikut: + 2P Oksidasi piruvat hasil tingkat substrat hasil oksidasi respirasi jumlah dikurangi untuk aktifasi glukosa dan fruktosa 6P :+ 0P :+ 4P : – 2P :+ 4P hasil tingkat substrat hasil oksidasi respirasi jumlah dikurangi untuk aktifasi glukosa dan fruktosa 6P :+ 6P :+10P : – 2P :+ 4P . Piruvat + NADH + H+ à L(+)-Laktat + NAD+ Dalam keadaan aerob. Piruvat akan direduksi oleh NADH menjadi laktat. piruvat diambil oleh mitokondria. (+2P) 11. Jika keadaan bersifat anaerob (tak tersedia oksigen). dan setelah konversi menjadi asetil-KoA.10. Ekuivalen pereduksi dari reaksi NADH + H+ yang terbentuk dalam glikolisis akan diambil oleh mitokondria untuk oksidasi melalui salah satu dari reaksi ulang alik (shuttle).

Produk sisa yang dihasilkan adalah CO2. piruvat dioksidasi (dekarboksilasi oksidatif) menjadi Asetil-KoA.Dalam jalur ini. dalam bentuk ATP. lipid dan protein. suatu ester koenzim A. Hidroksietil tiamin difosfat akan bertemu dengan lipoamid teroksidasi. Selanjutnya dengan adanya KoA-SH. Jalur ini juga merupakan konversi glukosa menjadi asam lemak dan lemak dan sebaliknya dari senyawa non karbohidrat menjadi karbohidrat. piruvat didekarboksilasi menjadi derivate hidroksietil tiamin difosfat terikat enzim oleh komponen kompleks enzim piruvat dehidrogenase. Akhirnya flavoprotein tereduksi ini dioksidasi oleh NAD+. yang mengandung FAD. Siklus asam sitrat sebagai jalur bersama metabolisme karbohidrat. suatu kelompok prostetik dihidroksilipoil transasetilase untuk membentuk asetil lipoamid. Siklus ini selesai jika lipoamid tereduksi direoksidasi oleh flavoprotein. asetat aktif). Jalur ini merupakan penghubung antara glikolisis dengan siklus Kreb’s. Siklus asam sitrat merupakan jalur bersama oksidasi karbohidrat. 2. Siklus asam sitrat merupakan rangkaian reaksi yang menyebabkan katabolisme asetil KoA. dengan membebaskan sejumlah ekuivalen hidrogen yang pada oksidasi menyebabkan pelepasan dan penangkapan sebagaian besar energi yang tersedia dari bahan baker jaringan. Hal ini terjadi karena glukosa. Piruvat + NAD+ + KoA à Asetil KoA + NADH + H+ + CO2 Siklus asam sitrat Siklus ini juga sering disebut sebagai siklus Kreb’s dan siklus asam trikarboksilat dan berlangsung di dalam mitokondria. Residu asetil ini berada dalam bentuk asetil-KoA (CH3-CO~KoA. asam lemak dan banyak asam amino dimetabolisir menjadi asetil KoA atau intermediat yang ada dalam siklus tersebut. asetil lipoamid akan diubah menjadi asetil KoA. yang akhirnya memindahkan ekuivalen pereduksi kepada rantai respirasi. lipid dan protein. 3. Rangkaian reaksi kimia yang terjadi dalam lintasan oksidasi piruvat adalah sebagai berikut: 1. lipid dan protein (dipetik dari: Murray dkk. yang terjadi di dalam mitokondria sel. Fungsi utama siklus asam sitrat adalah sebagai lintasan akhir bersama untuk oksidasi karbohidrat. Ko-A mengandung vitamin asam pantotenat. 4. Secara kolektif. selanjutnya TDP lepas. pada kehadiran dihidrolipoil dehidrogenase. dengan hasil sampingan berupa lipoamid tereduksi. Reaksi ini dikatalisir oleh berbagai enzim yang berbeda yang bekerja secara berurutan di dalam suatu kompleks multienzim yang berkaitan dengan membran interna mitokondria. Dengan adanya TDP (thiamine diphosphate). enzim tersebut diberi nama kompleks piruvat dehidrogenase dan analog dengan kompleks µ-keto glutarat dehidrogenase pada siklus asam sitrat. Biokimia Harper) .

4. Sitrat dikonversi menjadi isositrat oleh enzim akonitase (akonitat hidratase) yang mengandung besi Fe2+ dalam bentuk protein besi-sulfur (Fe:S). dikatalisir oleh enzim sitrat sintase menyebabkan sintesis ikatan karbon ke karbon di antara atom karbon metil pada asetil KoA dengan atom karbon karbonil pada oksaloasetat. Enzim-enzim siklus asam sitrat terletak di dalam matriks mitokondria. Biokimia Harper) Reaksi-reaksi pada siklus asam sitrat diuraikan sebagai berikut: 1. akan terbentuk ekuivalen pereduksi dalam bentuk hidrogen atau elektron sebagai hasil kegiatan enzim dehidrogenase spesifik. Konversi ini berlangsung dalam 2 tahap. . diikuti oleh hidrolisis ikatan tioester KoA yang disertai dengan hilangnya energi bebas dalam bentuk panas dalam jumlah besar. Oksidasi terkait rantai respirasi terhadap isositrat berlangsung hampir sempurna melalui enzim yang bergantung NAD+. Kondensasi awal asetil KoA dengan oksaloasetat membentuk sitrat. yang sebagian di antaranya terikat pada enzim dan rehidrasi menjadi isositrat. Selanjutnya µ-ketoglutarat mengalami dekarboksilasi oksidatif melalui cara yang sama dengan dekarboksilasi oksidatif piruvat. Lintasan detail Siklus Kreb’s (dipetik dari: Murray dkk. Reaksi tersebut dihambat oleh fluoroasetat yang dalam bentuk fluoroasetil KoA mengadakan kondensasi dengan oksaloasetat untuk membentuk fluorositrat. Unsur ekuivalen pereduksi ini kemudian memasuki rantai respirasi tempat sejumlah besar ATP dihasilkan dalam proses fosforilasi oksidatif. yaitu: dehidrasi menjadi sis-akonitat. Di antara enzim ini ada yang spesifik NAD+.Selama proses oksidasi asetil KoA di dalam siklus. hanya ditemukan di dalam mitokondria. Oksalosuksinat tampaknya akan tetap terikat pada enzim sebagai intermediate dalam keseluruhan reaksi. Dua enzim lainnya bersifat spesifik NADP+ dan masing-masing secara berurutan dijumpai di dalam mitokondria serta sitosol. yang bertempat di dalam membran interna mitokondria. dengan kedua substrat berupa asam µ-keto. Isositrat + NAD+ « Oksalosuksinat « µ-ketoglutarat + CO2 + NADH + H+ (terikat enzim) Kemudian terjadi dekarboksilasi menjadi µ-ketoglutarat yang juga dikatalisir oleh enzim isositrat dehidrogenase. Isositrat mengalami dehidrogenasi membentuk oksalosuksinat dengan adanya enzim isositrat dehidrogenase. Pada keadaan tanpa oksigen (anoksia) atau kekurangan oksigen (hipoksia) terjadi hambatan total pada siklus tersebut. baik dalam bentuk bebas ataupun melekat pada permukaan dalam membran interna mitokondria sehingga memfasilitasi pemindahan unsur ekuivalen pereduksi ke enzim terdekat pada rantai respirasi. Senyawa terakhir ini menghambat akonitase sehingga menimbulkan penumpukan sitrat. yang membentuk sitril KoA. Mn2+ atau Mg2+ merupakan komponen penting reaksi dekarboksilasi. memastikan reaksi tersebut selesai dengan sempurna. Reaksi kondensasi. 3. Asetil KoA + Oksaloasetat + H2O à Sitrat + KoA 2.

Fumarat terbentuk sebagai hasil dehidrogenasi. lipoat. Malat dikonversikan menjadi oksaloasetat dengan katalisator berupa enzim malat dehidrogenase. contohnya TDP. Suksinat dimetabolisir lebih lanjut melalui reaksi dehidrogenasi yang diikuti oleh penambahan air dan kemudian oleh dehidrogenasi lebih lanjut yang menghasilkan kembali oksaloasetat. dan menghasilkan pembentukan suksinil KoA (tioester berenergi tinggi). Enzim ini mengandung FAD dan protein besi-sulfur (Fe:S). kecuali alfa ketoglutarat dan suksinat dehidrogenase juga ditemukan di luar mitokondria. Arsenit menghambat reaksi di atas sehingga menyebabkan penumpukan µketoglutarat. Suksinat + FAD « Fumarat + FADH2 Reaksi dehidrogenasi pertama dikatalisir oleh enzim suksinat dehidrogenase yang terikat pada permukaan dalam membrane interna mitokondria. berbeda dengan enzim-enzim lain yang ditemukan pada matriks. FAD serta KoA. Meskipun dapat mengkatalisir reaksi serupa. Fumarase (fumarat hidratase) mengkatalisir penambahan air pada fumarat untuk menghasilkan malat. suatu reaksi yang memerlukan NAD+. Tahap selanjutnya terjadi perubahan suksinil KoA menjadi suksinat dengan adanya peran enzim suksinat tiokinase (suksinil KoA sintetase). Suksinil KoA + Pi + ADP « Suksinat + ATP + KoA Dalam siklus asam sitrat. 6. misalnya malat dehidrogenase pada kenyataannya mungkin bukan merupakan protein yang sama seperti enzim mitokondria yang mempunyai nama sama (dengan kata lain enzim tersebut merupakan isoenzim). Fumarat + H2O « L-malat Enzim fumarase juga mengkatalisir penambahan unsure-unsur air kepada ikatan rangkap fumarat dalam konfigurasi trans. juga memerlukan kofaktor yang idenstik dengan kompleks piruvat dehidrogenase. Reaksi ini adalah satu-satunya reaksi dehidrogenasi dalam siklus asam sitrat yang melibatkan pemindahan langsung atom hydrogen dari substrat kepada flavoprotein tanpa peran NAD+. 5. NAD+. sebagian enzim tersebut. Energi yang dihasilkan dalam siklus asam sitrat . L-Malat + NAD+ « oksaloasetat + NADH + H+ Enzim-enzim dalam siklus asam sitrat.µ-ketoglutarat + NAD+ + KoA à Suksinil KoA + CO2 + NADH + H+ Reaksi tersebut yang dikatalisir oleh kompleks µ-ketoglutarat dehidrogenase. reaksi ini adalah satu-satunya contoh pembentukan fosfat berenergi tinggi pada tingkatan substrat dan terjadi karena pelepasan energi bebas dari dekarboksilasi oksidatif µ-ketoglutarat cukup memadai untuk menghasilkan ikatan berenergi tinggi disamping pembentukan NADH (setara dengan 3~P.

Jumlah Glikogenesis Tahap pertama metabolisme karbohidrat adalah pemecahan glukosa (glikolisis) menjadi piruvat. 3. Kalau kita hubungkan jalur glikolisis. mencerna makanan. Dengan demikian rincian energi yang dihasilkan dalam siklus asam sitrat adalah: 1. Jika kita memiliki glukosa melampaui kebutuhan energi. otot jarang melampaui jumlah 1%. Selanjutnya piruvat dioksidasi menjadi asetil KoA. misalnya berpikir. bekerja dan sebagainya. Glikogen merupakan bentuk simpanan karbohidrat yang utama di dalam tubuh dan analog dengan amilum pada tumbuhan. Namun demikian FADH2 hanya menghasilkan 2 ikatan fosfat berenergi tinggi. Tiga molekul NADH. Unsur ini terutama terdapat didalam hati (sampai 6%). Satu molekul FADH2. 2. ekuivalen pereduksi NADH menghasilkan 3 ikatan fosfat berenergi tinggi melalui esterifikasi ADP menjadi ATP dalam proses fosforilasi oksidatif. Dalam hal ini sejumlah ekuivalen pereduksi akan dipindahkan ke rantai respirasi dalam membrane interna mitokondria (lihat kembali gambar tentang siklus ini). Proses di atas terjadi jika kita membutuhkan energi untuk aktifitas. maka kelebihan glukosa yang ada akan disimpan dalam bentuk glikogen. Akhirnya asetil KoA masuk ke dalam rangkaian siklus asam sitrat untuk dikatabolisir menjadi energi.Pada proses oksidasi yang dikatalisir enzim dehidrogenase. Selama melintasi rantai respirasi tersebut. 3 molekul NADH dan 1 FADH 2 akan dihasilkan untuk setiap molekul asetil-KoA yang dikatabolisir dalam siklus asam sitrat. oksidasi piruvat dan siklus Kreb’s. Fosfat berenergi tinggi selanjutnya akan dihasilkan pada tingkat siklus itu sendiri (pada tingkat substrat) pada saat suksinil KoA diubah menjadi suksinat. menghasilkan 2. akan dapat kita hitung bahwa 1 mol glukosa jika dibakar sempurna (aerob) akan menghasilkan energi dengan rincian sebagai berikut: 1. Glikolisis Oksidasi piruvat (2 x 3P) Siklus Kreb’s (2 x 12P) : 8P : 6P : 24P : 38P . Akan tetapi karena massa otot jauh lebih besar daripada hati. Pada tingkat substrat Jumlah Satu siklus Kreb’s akan menghasilkan energi 3P + 3P + 1P + 2P + 3P : 3 X 3P : 1 x 2P = 9P = 2P = 1P = 12P = 12P. menghasilkan 3. Proses anabolisme ini dinamakan glikogenesis.

glikogen merupakan polimer µ-D-Glukosa yang bercabang. Seperti amilum. Glukosa mengalami fosforilasi menjadi glukosa 6-fosfat (reaksi yang lazim terjadi juga pada lintasan glikolisis). Hidrolisis pirofosfat inorganic berikutnya oleh enzim pirofosfatase inorganik akan menarik reaksi kea rah kanan persamaan reaksi 5. khususnya pada saat di antara waktu makan. sehingga membebaskan uridin difosfat.maka besarnya simpanan glikogen di otot bisa mencapai tiga sampai empat kali lebih banyak. Atom C1 pada glukosa yang diaktifkan oleh UDPGlc membentuk ikatan glikosidik dengan atom C4 pada residu glukosa terminal glikogen. Glikogen otot berfungsi sebagai sumber heksosa yang tersedia dengan mudah untuk proses glikolisis di dalam otot itu sendiri. Reaksi ini dikatalisir oleh enzim UDPGlc pirofosforilase.6-bifosfat. Di otot reaksi ini dikatalisir oleh heksokinase sedangkan di hati oleh glukokinase. Enz-P + Glukosa 6-fosfat «Enz + Glukosa 1. Biokimia Harper) 4. Setelah 12-18 jam puasa. Sedangkan glikogen hati sangat berhubungan dengan simpanan dan pengiriman heksosa keluar untuk mempertahankan kadar glukosa darah. Glukosa 6-fosfat diubah menjadi glukosa 1-fosfat dalam reaksi dengan bantuan katalisator enzim fosfoglukomutase. 2. Molekul glikogen yang sudah .6-bifosfat « Enz-P + Glukosa 1-fosfat 3. Tetapi glikogen otot hanya terkuras secara bermakna setelah seseorang melakukan olahraga yang berat dan lama. Reaksi ini dikatalisir oleh enzim glikogen sintase. Enzim itu sendiri akan mengalami fosforilasi dan gugus fosfo akan mengambil bagian di dalam reaksi reversible yang intermediatnya adalah glukosa 1. UTP + Glukosa 1-fosfat « UDPGlc + PPi Uridin difosfat glukosa (UDPGlc) (dipetik dari: Murray dkk. hampir semua simpanan glikogen hati terkuras habis. Rangkaian proses terjadinya glikogenesis digambarkan sebagai berikut: 1. Selanjutnya glukosa 1-fosfat bereaksi dengan uridin trifosfat (UTP) untuk membentuk uridin difosfat glukosa (UDPGlc).

Proses ini dinamakan glikogenolisis. Enzim ini spesifik untuk proses fosforolisis rangkaian 1à4 glikogen untuk menghasilkan glukosa 1-fosfat. 6. Sekelompok glukosa dalam rangkaian linier dapat putus dari glikogen induknya dan berpindah tempat untuk membentuk cabang. maka glikogen harus dipecah untuk mendapatkan glukosa sebagai sumber energi. (C6)n + Pi à (C6)n-1 + Glukosa 1-fosfat Glikogen Glikogen Glukan transferase dibutuhkan sebagai katalisator pemindahan unit trisakarida dari satu cabang ke cabang lainnya sehingga membuat titik cabang 1à6 terpajan. Dengan pemutusan cabang tersebut. Setelah rantai dari glikogen primer diperpanjang dengan penambahan glukosa tersebut hingga mencapai minimal 11 residu glukosa. akan tetapi sebenarnya tidak demikian. Cabangcabang ini akan tumbuh dengan penambahan lebih lanjut 1àglukosil dan pembentukan cabang selanjutnya. UDPGlc + (C6)n à UDP + (C6)n+1 Glikogen Glikogen Residu glukosa yang lebih lanjut melekat pada posisi 1à4 untuk membentuk rantai pendek yang diaktifkan oleh glikogen sintase. Biokimia Harper) Tampak bahwa setiap penambahan 1 glukosa pada glikogen dikatalisir oleh enzim glikogen sintase. sedangkan di hati terdapat jumlah molekul glikogen yang melebihi jumlah molekul glikogenin. Hidrolisis ikatan 1à6 memerlukan kerja enzim enzim pemutus cabang (debranching enzyme) yang spesifik. Glikogenolisis Jika glukosa dari diet tidak dapat mencukupi kebutuhan. Untuk memutuskan ikatan glukosa satu demi satu dari glikogen diperlukan enzim fosforilase. Pada otot rangka glikogenin tetap melekat pada pusat molekul glikogen. Enzim yang berperan dalam tahap ini adalah enzim pembentuk cabang (branching enzyme). Glikogen primer selanjutnya dapat terbentuk pada primer protein yang dikenal sebagai glikogenin. maka kerja enzim fosforilase selanjutnya dapat berlangsung. Tahap-tahap perangkaian glukosa demi glukosa digambarkan pada bagan berikut : Biosintesis glikogen (dipetik dari: Murray dkk. . maka enzim pembentuk cabang memindahkan bagian dari rantai 1à4 (panjang minimal 6 residu glukosa) pada rantai yang berdekatan untuk membentuk rangkaian 1à6 sehingga membuat titik cabang pada molekul tersebut. jumlah total tapak reaktif dalam molekul akan meningkat sehingga akan mempercepat glikogenesis maupun glikogenolisis. Glikogenolisis seakan-akan kebalikan dari glikogenesis.ada sebelumnya (disebut glikogen primer) harus ada untuk memulai reaksi ini. Setelah jumlah residu terminal yang non reduktif bertambah. Residu glukosil terminal pada rantai paling luar molekul glikogen dibuang secara berurutan sampai kurang lebih ada 4 buah residu glukosa yang tersisa pada tiap sisi cabang 1à6.

Asam lemak dapat dioksidasi menjadi asetil KoA. 2. bisa dari lipid maupun protein. asam-asam amino penyusunnya akan masuk ke dalam siklus Kreb’s. Secara ringkas. barulah memecah protein untuk energi yang sesungguhnya protein berperan pokok sebagai pembangun tubuh. Maka tubuh adalah menggunakan lemak sebagai sumber energi. Degradasi ini merupakan proses kontinu. Perhatikan jalur glukoneogenesis yaitu masuknya lipid dan asam amino ke dalam lintasan (dipetik dari: Murray dkk.2 Metabolisme Asam Amino Kira-kira 75% asam amino digunakan untuk sintesis protein. Dalam hal ini protein telah dipecah menjadi berbagai macam asam amino (dipetik dari: Murray dkk. Protein Enzim Di dalam hati Di dalam plasma Hemoglobin Turnover rate (waktu paruh) 7-10 menit 10 hari 10 hari 120 hari . Jadi bisa disimpulkan bahwa glukoneogenesis adalah proses pembentukan glukosa dari senyawa-senyawa non karbohidrat. Biokimia Harper) Glukoneogenesis Glukoneogenesis terjadi jika sumber energi dari karbohidrat tidak tersedia lagi. Biokimia Harper) Glukoneogenesis dari bahan protein. Biokimia Harper) 2. Asam-asam amino dapat diperoleh dari protein yang kita makan atau dari hasil degradasi protein di dalam tubuh kita. Ringkasan jalur glukoneogenesis (dipetik dari: Murray dkk. Contoh dari protein turnover.1. Untuk protein. lipid dan protein. Contoh protein turnover.Tahap-tahap glikogenolisis (dipetik dari: Murray dkk. Selanjutnya asetil KoA masuk dalam siklus Kreb’s. Jika lemak juga tak tersedia. Lipid terpecah menjadi komponen penyusunnya yaitu asam lemak dan gliserol. tercantum pada tabel berikut. jalur glukoneogenesis dari bahan lipid maupun protein dijelaskan sebagai berikut: 1. Biokimia Harper) Lintasan metabolisme karbohidrat. Karena protein di dalam tubuh secara terus menerus diganti (protein turnover). Sementara itu gliserol masuk dalam jalur glikolisis.

Heme dan struktur lain yang serupa seperti mioglobin. hemoglobin. enzim dll. produksi asam amino dari pembongkaran protein tubuh. Jika jumlah asam amino berlebihan atau terjadi kekurangan sumber energi lain (karbohidrat dan protein). tubuh akan menggunakan asam amino sebagai sumber energi. pengambilan nitrogen dari asam amino. sitokrom. Jalur metabolik utama dari asam amino Jalur metabolik utama dari asam-asam amino terdiri atas pertama. digesti protein diet serta sintesis asam amino di hati. Deaminasi oksidatif Pelepasan amin dari glutamat menghasilkan ion amonium Contoh reaksi transaminasi. Pada reaksi ini dibutuhkan enzim alanin aminotransferase. . Keempat adalah sintesis protein dari asam-asam amino. Kedua. Ada 2 tahap pelepasan gugus amin dari asam amino. Perhatikan alanin mengalami transaminasi menjadi glutamat. . Sedangkan ketiga adalah katabolisme asam amino menjadi energi melalui siklus asam serta siklus urea sebagai proses pengolahan hasil sampingan pemecahan asam amino. Gugus amin ini kemudian dibuang karena bersifat toksik bagi tubuh. Jalur-jalur metabolik utama asam amino Katabolisme asam amino Asam-asam amino tidak dapat disimpan oleh tubuh.Hormon dan fosfolipid Selain menyediakan kebutuhan nitrogen. Transaminasi Enzim aminotransferase memindahkan amin kepada α-ketoglutarat menghasilkan glutamat atau kepada oksaloasetat menghasilkan aspartat 2.Struktur basa nitrogen DNA dan RNA . Tidak seperti karbohidrat dan lipid. asam amino memerlukan pelepasan gugus amin. asam-asam amino dapat juga digunakan sebagai sumber energi jika nitrogen dilepas. yaitu: 1.Otot Kolagen 180 hari 1000 hari Asam-asam amino juga menyediakan kebutuhan nitrogen untuk: .Asetilkolin dan neurotransmitter lainnya. .

serta mengubah rangka karbon non asam amino menjadi asam amino dan turunan lain yang mengandung nitrogen. Tahapan-tahapan proses yang terjadi di dalam siklus urea Sintesis asam amino Semua jaringan memiliki kemampuan untuk men-sintesis asam amino non esensial. Dalam raksi ini diperlukan energi dari ATP 2. melakukan remodeling asam amino. Berkaitan dengan hal ini. Dengan peran enzim karbamoil fosfat sintase I. Dengan peran enzim argininosuksinat liase. hati merupakan tempat utama metabolisme nitrogen. asam amino dikelompokkan menjadi 3 kategori yaitu asam amino glukogenik. ketogenik serta glukogenik dan ketogenik. asam-asam amino dapat memasuki siklus asam sitrat melalui jalur yang beraneka ragam. Dalam siklus ini dihasilkan urea yang selanjutnya dibuang melalui ginjal berupa urin. Dengan peran enzim ornitin transkarbamoilase. Selanjutnya ion amonium masuk ke dalam siklus urea. Asam amino glukogenik adalah asam-asam amino yang dapat masuk ke jalur produksi piruvat atau intermediat siklus asam sitrat seperti α-ketoglutarat atau oksaloasetat. deaminasi dan pembentukan urea. ion amonium bereaksi dengan CO2 menghasilkan karbamoil fosfat. Semua asam amino ini merupakan prekursor untuk glukosa melalui jalur glukoneogenesis. menghasilkan asam amino baru. karbamoil fosfat bereaksi dengan Lornitin menghasilkan L-sitrulin dan gugus fosfat dilepaskan 3. Dalam kondisi surplus diet. Perhatikan glutamat mengalami deaminasi menghasilkan amonium (NH4+). Ringkasan skematik mengenai reaksi transaminasi dan deaminasi oksidatif Setelah mengalami pelepasan gugus amin. Dengan peran enzim argininosuksinat sintase. Tempat-tempat masuknya asam amino ke dalam sikulus asam sitrat untuk produksi energi Gugus-gugus amin dilepaskan menjadi ion amonium (NH4+) yang selanjutnya masuk ke dalam siklus urea di hati. Proses yang terjadi di dalam siklus urea digambarkan terdiri atas beberapa tahap yaitu: 1. penambahan H2O terhadap L-arginin akan menghasilkan L-ornitin dan urea. Reaksi ini membutuhkan energi dari ATP 4. Tetapi. L-argininosuksinat dipecah menjadi fumarat dan L-arginin 5. Rangka karbon umumnya diubah menjadi karbohidrat melalui jalur glukoneogenesis. Contoh reaksi deaminasi oksidatif. L-sitrulin bereaksi dengan L-aspartat menghasilkan L-argininosuksinat.Glutamat juga dapat memindahkan amin ke rantai karbon lainnya. nitrogen toksik potensial dari asam amino dikeluarkan melalui transaminasi. Semua . atau menjadi asam lemak melalui jalur sintesis asam lemak. Dengan peran enzim arginase.

Melalui transaminasi piruvat dengan bantuan enzim alanin transaminase. SGPT). alanin. Biosintesis alanin Alanin dipindahkan ke sirkulasi oleh berbagai jaringan. threonin. yang hanya dapat masuk ke intermediat asetil KoA atau asetoasetil KoA Sekelompok kecil asam amino yaitu isoleusin. Alanin dipindahkan dari otot ke hati bersamaan dengan transportasi glukosa dari hati kembali ke otot. Valine esensial Biosintesis glutamat dan aspartat Glutamat dan aspartat disintesis dari asam α-keto dengan reaksi tranaminasi sederhana. Hati mengakumulasi alanin plasma. Lisin dan leusin adalah asam amino yang semata-mata ketogenik.asam amino kecuali lisin dan leusin mengandung sifat glukogenik. di mana rangka karbon didaur ulang dan mayoritas nitrogen dieliminir. Ada 2 jalur utama untuk memproduksi alanin otot yaitu: 1. Peran penting glutamat adalah sebagai donor amino intraseluler utama untuk reaksi transaminasi. Selama keadaan kelaparan pengurangan rangka karbon digunakan untuk menghasilkan energi. Glutamat + piruvat ßàα-ketoglutarat + alanin . Methionine*. AST. Fitur kunci dari siklus ini adalah bahwa dalam 1 molekul. Lysine. Isoleucine. Asparagine. ALT (juga dikenal sebagai serum glutamat-piruvat transaminase. Histidine. kebalikan transaminasi yang terjadi di otot dan secara proporsional meningkatkan produksi urea. dengan proses oksidasi menjadi CO2 dan H2O. Threonine. non-esensial Proline. Akhirnya. Glycine. Sedangkan aspartat adalah sebagai prekursor ornitin untuk siklus urea. Secara langsung melalui degradasi protein 2. dan tirosin bersifat glukogenik dan ketogenik. Tyrptophan. Asam amino Alanine. Serine. Alanin dibentuk dari piruvat. seharusnya kita kenal bahwa ada 3 kemungkinan penggunaan asam amino. Proses ini dinamakan siklus glukosa-alanin. Cysteine. Leucine. jaringan perifer mengekspor piruvat dan amonia ke hati. Aspartate. Katalisator reaksi ini adalah enzim glutamat dehidrogenase dan selanjutnya oleh aspartat aminotransferase. fenilalanin. Asam amino ini dinamakan asam amino esensial. Asam amino ini dinamakan asam amino non-esensial. Tyrosine Asam amino Arginine*. Phenylalanine*. Glutamine. Selebihnya adalah asam amino yang dapat disintesis dari asam amino lain. Glutamate. tetapi umumnya oleh otot. ada yang tidak dapat disintesis oleh tubuh kita sehingga harus ada di dalam makanan yang kita makan. Reaksi biosintesis glutamat Aspartat juga diturunkan dari asparagin dengan bantuan asparaginase. Dari 20 jenis asam amino. triptofan.

Ornitin memainkan peran signifikan sebagai akseptor karbamoil fosfat dalam siklus urea. Dalam produksi SAM. Peran metionin dalam sintesis sistein Biosintesis tirosin Tirosin diproduksi di dalam sel dengan hidroksilasi fenilalanin. homosistein berkondensasi dengan serin menghasilkan sistationin dengan bantuan enzim sistationase. Ornitin bukan salah satu dari 20 asam amino yang digunakan untuk sintesis protein. Gabungan dari 2 reaksi terakhir ini dikenal sebagai trans-sulfurasi. . Jika diet kita kaya tirosin. Selanjutnya dengan bantuan enzim sistationin liase sistationin diubah menjadi sistein dan α-ketobutirat. semua fosfat dari ATP hilang: 1 sebagai Pi dan 2 sebagai Ppi. Fenilalanin hidroksilase adalah campuran fungsi oksigenase: 1 atom oksigen digabungkan ke air dan lainnya ke gugus hidroksil dari tirosin. Reaksi transmetilasi melibatkan SAM sangatlah penting. Biosintesis S-adenosilmetionin (SAM) SAM merupakan precursor untuk sejumlah reaksi transfer metil (misalnya konversi norepinefrin menjadi epinefrin). tetapi dalam kasus ini peran Sadenosilmetionin dalam transmetilasi adalah sekunder untuk produksi homosistein (secara esensial oleh produk dari aktivitas transmetilase). Produksi ornitin dari glutamat penting ketika diet arginin sebagai sumber lain untuk ornitin terbatas. S-adenosilhomosistein selanjutnya berubah menjadi homosistein dan adenosin dengan bantuan enzim adenosilhomosisteinase. Reduktan yang dihasilkan adalah tetrahidrofolat kofaktor tetrahidrobiopterin. Homosistein dapat diubah kembali menjadi metionin oleh metionin sintase. Ornitin memiliki peran penting tambahan sebagai prekursor untuk sintesis poliamin. Dalam sintesis sistein. hal ini akan mengurangi kebutuhan fenilalanin sampai dengan 50%. Biosintesis tirosin dari fenilalanin Biosintesis ornitin dan prolin Glutamat adalah prekursor ornitin dan prolin. Adenosin diubah menjadi metionin bukan AMP. Kondensasi dari ATP dan metionin dikatalisis oleh enzim metionin adenosiltransfrease menghasilkan S-adenosilmetionin (SAM). Setengah dari fenilalanin dibutuhkan untuk memproduksi tirosin. Akibat dari tranfer metil adalah perubahan SAM menjadi Sadenosilhomosistein. Dengan glutamat semialdehid menjadi intermediat titik cabang menjadi satu dari 2 produk atau lainnya. yang dipertahankan dalam status tereduksi oleh NADH-dependent enzyme dihydropteridine reductase (DHPR).Siklus glukosa-alanin Biosintesis sistein Sulfur untuk sintesis sistein berasal dari metionin.

Biosintesis serin Jalur utama untuk serin dimulai dari intermediat glikolitik 3-fosfogliserat.Penggunaan glutamat semialdehid tergantung kepada kondisi seluler. ornitin didapatkan dari siklus urea ditambah dari glutamat semialdehid yang menghambat reaksi aminotransferase. BAB III KESIMPULAN 1. ketika konsentrasi arginin meningkat. Metabolisme sel adalah proses-proses pengubahan biokamis yang terjadi di dalam sel dan dapat di bedakan menjadi anabolisme atau penyusunan dan katabolisme atau penguraian. Penyusunan pada sel-sel hewan tidak seperti yang dalam sel tumbuhan. Sehingga. Aspartat dibentuk dalam reaksi transaminasi yang dikatalisis oleh aspartat transaminase. glutamat merupakan kolektor umum nitrogen amino. Biosintesis aspartat. Asparagin sintetase dan glutamin sintetase mengkatalisis produksi asparagin dan glutamin dari asam α-amino yang sesuai. menghasilkan glisin dan N5. Reaksi ini menggunakan analog asam α-keto aspartat. asparagin. A. Hasilnya adalah akumulasi semialdehid. Biosintesis glisin Jalur utama untuk glisin adalah 1 tahap reaksi yang dikatalisis oleh serin hidroksimetiltransferase. dan glutamat sebagai donor amino. Anabolisme adalah suatu peristiwa perubahan senyawa sederhana menjadi senyawa kompleks. N10-metilen-THF. oksaloasetat. Glutamat juga dihasilkan oleh reaksi aminotranferase. glutamat dan glutamin Glutamat disintesis dengan aminasi reduktif α-ketoglutarat yang dikatalisis oleh glutamat dehidrogenase yang merupakan reaksi nitrogen-fixing. Aktivitas aminotransferase dengan glutamat sebagai donor menghasilkan 3-fosfoserin. akan tetapi katabolismenya mempunyai kesamaan dengan sel tumbuhan meliputi peristiwa respirasi. AST. Aspartat juga dapat dibentuk dengan deaminasi asparagin yang dikatalisis oleh asparaginase. yang dalam hal ini nitrogen amino diberikan oleh sejumlah asam amino lain. Beberapa macam proses anabolisme yang terjadi pada hewan diantaranya: . Tetapi asparagin terbentuk oleh reaksi amidotransferase. Reaksi ini melibatkan transfer gugus hidroksimetil dari serin untuk kofaktor tetrahidrofolat (THF). Produksi ornitin dari semialdehid melalui reaksi glutamat-dependen transaminasi. Glutamin dihasilkan dari glutamat dengan inkorporasi langsung amonia dan ini merupakan reaksi fixing nitrogen lain. yaitu pembokaran zat-zat makanan menjadi energi. yang diubah menjadi serin oleh fosfoserin fosfatase. NADH-linked dehidrogenase mengubah 3-fosfogliserat menjadi sebuah asam keto yaitu 3-fosfopiruvat. Semialdehid didaur secara spontan menjadi Δ1pyrroline-5-carboxylate yang kemudian direduksi menjadi prolin oleh NADPH-dependent reductase. sesuai untuk transaminasi subsekuen.

Pencernaan mekanik: Mastikasi. dan tidak diperlukan klorofil. Bakteri kemoautotrof ini akan mengoksidasi senyawa-senyawa tertentu dan energi yang timbul digunakan untuk asimilasi karbon. Asam-asam amino dapat diperoleh dari protein yang kita makan atau dari hasil degradasi protein di dalam tubuh kita. karena dalam metabolisme. Sintesis protein yang berlangsung di dalam sel. Lemak dapat disintesis dari karbohidrat dan protein. Karena protein di dalam tubuh secara terus menerus diganti (protein turnover) Pencernaan adalah sebuah proses metabolisme di mana suatu makhluk hidup memproses sebuah zat. yang dapat digunakan organisme untuk melakukan aktivitasnya. pencernaan adalah suatu proses banyak-tingkat dalam sebuah sistem pencernaan. biasanya pada hewan. b) Metabolisme Asam Amino Kira-kira 75% asam amino digunakan untuk sintesis protein. Pencernaan dibagi menjadi lima proses terpisah: 1.a) Kemosintesis adalah proses asimilasi karbon yang energinya berasal dari reaksi-reaksi kimia. penggunaan gigi untuk merobek dan menghancurkan makanan. Injesti: Menaruh makanan di mulut 2. Organisme disebut kemoautotrof. Penggabungan molekul-molekul asam amino dalam jumlah besar akan membentuk molekul polipeptida. RNA dan Ribosom. c) Sintesis Protein. Katabolisme adalah serangkaian reaksi yang merupakan proses pemecahan senyawa kompleks menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana dengan membebaskan energi. Dalam kebanyakan vertebrata. atau ke dalam bentuk glukosalah karbohidrat dikonversi di dalam hati. Degradasi ini merupakan proses kontinu. serta dari glukosalah semua bentuk karbohidrat lain dalam tubuh dapat dibentuk. Umumnya dilakukan oleh mikroorganisme. dan tingkat sub-sel. kebanyakan organisme lain. 2. Glukosa merupakan bahan bakar metabolik utama bagi jaringan mamalia (kecuali hewan pemamah biak) dan bahan bakar universal bagi janin. dalam rangka untuk mengubah secara kimia atau mekanik sesuatu zat menjadi nutrisi. . Jalur Umum Metabolisme a) Metabolisme Karbohidrat Glukosa merupakan karbohidrat terpenting. setelah ingesti dari bahan mentah. misalnya bakteri. Dalam bentuk glukosalah massa karbohidrat makanan diserap ke dalam aliran darah. dan menyalurkan ke perut. sel. Proses ingesti biasanya melibatkan beberapa tipe manipulasi mekanik. ketiga zat tersebut bertemu di dalarn daur Krebs. Pencernaan biasanya dibagi menjadi aktivitas mekanik dan kimia. melibatkan DNA. b) Sintesis Lemak. Pencernaan terjadi pada organisme multi sel. B.

NUTRISI Nutrisi adalah substansi organik yang dibutuhkan organisme untuk fungsi normal dari sistem tubuh. Istilah ini kadang-kadang dipakai dengan kiasan. Nutrisi juga bisa dikatakan sebagai semua makanan yang mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh baik untuk mempertahankan keseimbangan metabolisme ataupun sebagai pembangun. (NUTRISI DAN PENCERNAAN MAKANAN A. daging. enzim. telur dan lain-lain. dan difusi 5. Cairan dipakai untuk maksud ini sering disebut minuman. Beberapa orang menolak untuk memakan makanan dari hewan seperti.3. pertumbuhan. biasanya berasal dari hewan atau tumbuhan. tetapi kata 'makanan' juga bisa dipakai. Nutrisi didapatkan dari makanan dan cairan yang selanjutnya diasimilasi oleh tubuh. 'bile'. dimakan oleh makhluk hidup untuk memberikan tenaga dana nutrisi. Makanan yang biasa dikonsumsi oleh Manusia dapat dinilai dengan status gizi secara . seperti "makanan untuk pemikiran". Penyerapan: Gerakan nutrisi dari sistem pencernaan ke sistem sirkulator dan 'lymphatic capallaries' melalui osmosis. pemeliharaan kesehatan. dan air) untuk memecah molekul kompleks menjati struktur sederhana 4. Penyingkiran: Penyingkiran material yang tidak dicerna dari 'tract' pencernaan melalui defekasi. transport aktif. Pencernaan kimiawi: Penambahan kimiawi (asam. Kecukupan makanan antropometri Makanan yang dibutuh manusia biasanya dibuat melalui bertani atau berkebun yang meliputi sumber hewan dan tumbuhan. Mereka yang tidak suka memakan daging dan sejenisnya disebut vegetarian yaitu orang yang hanya memakan sayuran sebagai makanan pokok mereka. Makanan adalah bahan.

Lemak akan digunakan saat tubuh kekurangan karbohidrat. baik otak maupun tubuh kita.) Daging Telur Produk-produk Perusahaan Susu   Tumbuhan-tumbuhan bumbu Bumbu Setiap makhluk hidup membutuhkan makanan. Setiap jenis gizi yang kita dapatkan mempunyai fungsi yang berbeda.Sumber tumbuhan      Sumber Hewan    Buah Sayuran Biji Padi-padian Biji Tumbuhan Polong (Buncis. Karbohidrat merupakan sumber tenaga yang kita dapatkan sehari-hari. makhluk hidup akan sulit dalam mengerjakan aktivitas sehari-harinya. Protein. baik otak maupun badan. Tanpa makanan. Lemak digunakan oleh tubuh kita sebagai cadangan makanan dan sebagai cadangan energi. mijumiju. dan lain-lain. Memakan makanan yang bergizi akan membantu pertumbuhan kita. Salah satu contoh makanan yang mengandung karbohidrat adalah nasi. lemak. karbohidrat.kacang ijo. membantu pertumbuhan badan dan otak. dan lemak akan memecah menjadi glukosa yang sangat berguna bagi tubuh kita saat kita membutuhkan energi. . dan lain-lain adalah salah satu contoh gizi yang akan kita dapatkan dari makanan. Protein digunakan oleh tubuh untuk membantu pertumbuhan kita. Setiap makanan mempunyai kandungan gizi yang berbeda. Makanan dapat membantu kita dalam mendapatkan energi.

Usus Besar. Gbr. Pada masa lalu. Angka kebutuhan nutrisi (zat gizi) dasar ini dikenal di dunia internasional dengan istilah Recommended Daily Allowance (RDA). Penggunaan nutrisi dalam level yang optimal. Anus. 3.Penelitian di bidang nutrisi mempelajari hubungan antara makanan dan minuman terhadap kesehatan dan penyakit. berturut-turut dimulai dari: 1. dikenal dengan Optimal Daily Allowance (ODA). 5. terbukti dapat mencegah dan menangani stres oksidatif sehingga membantu pencegahan penyakit kronis. penelitian mengenai nutrisi hanya terbatas pada pencegahan penyakit kurang gizi dan menentukan standard kebutuhan dasar nutrisi pada makhluk hidup. B. Usus Halus. Esofagus (kerongkongan). Dalam penanganan penyakit. bukti-bukti medis menunjukkan bahwa RDA belum mencukupi untuk menjaga fungsi optimal tubuh dan mencegah atau membantu penanganan penyakit kronis. Seiring dengan perkembangan ilmiah di bidang medis dan biologi molekular. khususnya dalam menentukan diet yang optimal. Rektum. 4. 6. Bukti-bukti medis menunjukkan bahwa akar dari banyak penyakit kronis adalah stres oksidatif yang disebabkan oleh berlebihnya radikal bebas di dalam tubuh. Sistem Pencernaan pada manusia . Level optimal ini dapat dicapai bila jumlah dan komposisi nutrisi yang digunakan tepat. 7. PENCERNAAN MAKANAN Sistem pencernaan makanan pada manusia terdiri dari beberapa organ. 2. penggunaan nutrisi sebagai pengobatan komplementer dapat membantu efektifitas dari pengobatan dan pada saat yang bersamaan mengatasi efek samping dari pengobatan. Lambung. Rongga Mulut.

Gigi Memiliki fungsi memotong.Rongga Mulut Mulut merupakan saluran pertama yang dilalui makanan. Pada rongga mulut. Pada Mulut terdapat : a. Perhatikan gambar di bawah ini : Add caption . mengoyak dan menggiling makanan menjadi partikel yang kecil-kecil. dilengkapi alat pencernaan dan kelenjar pencernaan untuk membantu pencernaan makanan.

Kelenjar Ludah Ada 3 kelenjar ludah pada rongga mulut. mucus. Fungsi ludah adalah melumasi rongga mulut serta mencerna karbohidrat menjadi disakarida. Esofagus (Kerongkongan) . dll.5 liter ludah. enzim amilase. Kandungan ludah pada manusia adalah : air. zat antibakteri. Ketiga kelenjar ludah tersebut menghasilkan ludah setiap harinya sekitar 1 sampai 2.b. Lidah Lidah berfungsi memiliki peran mengatur letak makanan di dalam mulut serta mengecap rasa makanan. c.

Sebagai disinfektan. yaitu epiglotis yang mengatur makanan agar tidak masuk ke trakea (tenggorokan). pada lambung terjadi pencernaan kimiawi dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan lambung. Senyawa kimiawi yang dihasilkan lambung adalah : Senyawa Kimia Asam HCl Fungsi Mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Ada 3 jenis otot polos yang menyusun lambung. Lambung dapat menampung makanan 1 liter hingga mencapai 2 liter. terdapat gerakan peristaltik sehingga makanan dapat berjalan menuju lambung. Fungsi esophagus adalah menyalurkan makanan ke lambung. Lambung Lambung adalah kelanjutan dari esophagus.Merupakan saluran yang menghubungkan antara rongga mulut dengan lambung. berbentuk seperti kantung. Dinding lambung disusun oleh otot-otot polos yang berfungsi menggerus makanan secara mekanik melalui kontraksi otot-otot tersebut. Pada ujung saluran esophagus setelah mulut terdapat daerah yang disebut faring. Selain pencernaan mekanik. yaitu otot memanjang. Pada faring terdapat klep. Agar makanan dapat berjalan sepanjang esophagus. otot melingkar. dan otot menyerong. serta .

Hasil penggerusan makanan di lambung secara mekanik dan kimiawi akan menjadikan makanan menjadi bubur yang disebut bubur kim.merangsang pengeluaran hormon sekretin dan kolesistokinin pada usus halus Lipase Memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Mukus Melindungi dinding lambung dari kerusakan akibat asam HCl. . Namun lipase yang dihasilkan sangat sedikit Renin Mengendapkan protein pada susu (kasein) dari air susu (ASI). Hanya dimiliki oleh bayi.

senyawa kimia yang dihasilkan kelenjar pankreas adalah : Senyawa Kimia Bikarbonat Fungsi Menetralkan suasana asam dari makanan yang berasal dari lambung Merangsang kelenjar pancreas mengeluarkan senyawa kimia yang dihasilkan ke usus halus Merangsang hati untuk mengeluarkan cairan empedu ke dalam usus halus. serta ileum (± 3. Hormon Sekretin Hormon CCK (Kolesistokinin) Selain itu. jejunum (± 2.Usus Halus Usus halus merupakan halus kelanjutan memiliki Usus halus dari lambung.6 m). Erepsin mengubah pepton menjadi asam amino. Senyawa yang dihasilkan oleh usus halus adalah : Senyawa Kimia Disakaridase Erepsinogen Fungsi Menguraikan disakarida menjadi monosakarida Erepsin yang belum aktif yang akan diubah menjadi erepsin. Pada usus halus hanya terjadi pencernaan secara kimiawi saja. .5 m). menjadi 3 bagian yaitu duodenum (± 25 cm). dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan oleh usus halus serta senyawa kimia dari kelenjar pankreas yang dilepaskan ke usus halus. sekitar Usus panjang terbagi 6-8 meter.

yaitu glukosa. Glukaosa hasil pencernaan kemudian diserap usus halus. maka pepton akan diuraikan oleh enzim tripsin. Makanan yang kini berada di usus halus kemudian dicerna sesuai kandungan zatnya. b. Tripsin mengubah pepton menjadi asam amino. Disakarida kemudian diuraikan oleh disakaridase menjadi monosakarida. dan erepsin menjadi asam amino. dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh peredaran darah. kimotripsin. . Makanan dari kelompok karbohidrat akan dicerna oleh amylase pancreas menjadi disakarida. c. Amilase Lipase Tripsinogen Kimotripsin Nuklease Mengubah amilum menjadi disakarida Mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol Tripsin yang belum aktif. Mengubah peptone menjadi asam amino Menguraikan nukleotida menjadi nukleosida dan gugus pospat Hormon Insulin Menurunkan kadar gula dalam darah sampai menjadi kadar normal Hormon Glukagon Menaikkan kadar gula darah sampai menjadi kadar normal PROSES PENCERNAAN MAKANAN Pencernaan makanan secara kimiawi pada usus halus terjadi pada suasana basa. Asam amino kemudian diserap usus dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh peredaran darah. Makanan dari kelompok protein setelah dilambung dicerna menjadi pepton.Enterokinase Mengaktifkan erepsinogen menjadi erepsin serta mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsin. Makanan yang berasal dari lambung dan bersuasana asam akan dinetralkan oleh bikarbonat dari pancreas. Prosesnya sebagai berikut : a.

Asam lemak dan gliserol kemudian diserap usus dan diedarkan menuju jantung oleh pembuluh limfe.d. Makanan dari kelompok lemak. Droplet lemak kemudian diuraikan oleh enzim lipase menjadi asam lemak dan gliserol. . pertama-tama akan dilarutkan (diemulsifikasi) oleh cairan empedu yang dihasilkan hati menjadi butiran-butiran lemak (droplet lemak).

5 meter. Menyerap air selama proses pencernaan. dan vitamin H (Biotin) sebagai hasil simbiosis dengan bakteri usus. . dan Kolon desenden. yaitu : Kolon asenden. d.Usus Besar (Kolon) Merupakan usus yang memiliki diameter lebih besar dari usus halus. dan berbentuk seperti huruf U terbalik. Tempat dihasilkannya vitamin K.coli. Memiliki panjang 1. b. Pengeluaran feses dari tubuh ddefekasi. c. Kolon Transversum. misalnya E. Fungsi kolon adalah : a. Usus besar dibagi menjadi 3 daerah. Membentuk massa feses Mendorong sisa makanan hasil pencernaan (feses) keluar dari tubuh.

infeksi bakteri. Otot spinkter yang menyusun rektum ada 2. Apabila feses sudah siap dibuang maka otot spinkter rectum mengatur pembukaan dan penutupan anus. Sebelum dibuang lewat anus. Di antara gangguan- . feses ditampung terlebih dahulu pada bagian rectum. dan kelainan alat pencernaan. yaitu otot polos dan otot lurik. • Kontipasi (Sembelit) • Maldigesti  Kesukaran dalam proses Defekasi (buang air besar)  Terlalu banyak makan atau makan suatu zat yang merangsang lambung. umumnya diakibatkan infeksi Helicobacter pylori • Xerostomia  Produksi air liur yang sangat sedikit Gangguan pada sistem pencernaan makanan dapat disebabkan oleh pola makan yang salah.Rektum dan Anus Merupakan lubang tempat pembuangan feses dari tubuh.  Feses yang sangat cair akibat peristaltik yang terlalu cepat. Gangguan Sistem Pencernaan • Apendikitis • Diare  Radang usus buntu. • Parotitis • Tukak Lambung/Maag  Infeksi pada kelenjar parotis disebut juga Gondong  "Radang" pada dinding lambung.

Sedangkan . Jika pertahanan mukus rusak. maka feses menjadi keras dan kering. Beberapa gangguan lain pada sistem pencernaan antara lain sebagai berikut: Peritonitis. peritonitis. Akibatnya. atau organisme perusak yang melukai dinding usus. kolik. Sembelit ini disebabkan karena kurang mengkonsumsi makanan yang berupa tumbuhan berserat dan banyak mengkonsumsi daging. Sebagian besar tukak lambung ini disebabkan oleh infeksi bakteri jenis tertentu. sampai pada infeksi usus buntu (apendisitis). air terlalu banyak diserap usus. tukak lambung. Gangguan lain adalah salah cerna akibat makan makanan yang merangsang lambung.gangguan ini adalah diare. enzim pencernaan akan memakan bagian-bagian kecil dari lapisan permukaan lambung. sembelit. Tukak lambung menyebabkan berlubangnya dinding lambung sehingga isi lambung jatuh di rongga perut. Tukak Lambung (Ulkus) Dinding lambung diselubungi mukus yang di dalamnya juga terkandung enzim. makanan tertentu. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadinya tukak lambung. seperti alkohol dan cabe yang mengakibatkan rasa nyeri yang disebut kolik. merupakan peradangan pada selaput perut (peritonium). Penyebab diare antara lain ansietas (stres). Diare Apabila kim dari perut mengalir ke usus terlalu cepat maka defekasi menjadi lebih sering dengan feses yang mengandung banyak air. Diare dalam waktu lama menyebabkan hilangnya air dan garam-garam mineral. Keadaan seperti ini disebut diare. sehingga terjadi dehidrasi. Konstipasi (Sembelit) Sembelit terjadi jika kim masuk ke usus dengan sangat lambat.

Gesekan akan lebih parah kalau lambung dalam keadaan kosong akibat makan tidak teratur yang pada akhirnya akan mengakibatkan pendarahan pada lambung. Gangguan lain pada lambung adalah gastritis atau peradangan pada lambung. sehingga timbul rasa nyeri yang disebut tukak lambung. Dapat pula apendiks terinfeksi sehingga terjadi peradangan yang disebut apendisitis. .produksi HCl yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya gesekan pada dinding lambung dan usus halus.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful