P. 1
Perancangan Counter Parkir

Perancangan Counter Parkir

|Views: 837|Likes:

Elektronika

Elektronika

More info:

Published by: Bayu Dwi Rizkyadha Putra on Jan 05, 2013
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

04/11/2015

PERANCANGAN COUNTER PARKIR PADA PUSAT PERBELANJAAN BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535

LAPORAN TUGAS AKHIR Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Tugas Laporan Akhir Praktikum Mikroprosesor I Program Diploma III Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran

Disusun Oleh :

BAYU DWI RIZKYADHA PUTRA (140303110002)

UNIVERSITAS PADJADJARAN FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PROGRAM DIPLOMA III ILMU KOMPUTER PROGRAM STUDI TEKNIK KOMPUTER 2012

ABSTRAK

Banyaknya kendaraan yang datang ke sebuah tempat publik, membuat pengelola tempat parkir, perlu menghitung data kedatangan serta kepergian kendaraan dalam tempat tersebut tersebut. Hal tersebut, memaksa pengelola harus memiliki data kendaraan yang keluar dan masuk pada sebuah tempat parker tersebut, sehingga mereka bisa mengatur kendaraan yang keluar dan masuk pada tempat tersebut.. Atas dasar permasalahan inilah, praktikan mengkaji dan meneliti sebuah alat sederhana, yang mampu memberikan kemudahan untuk mengelola kendaraan dalam suatu tempat parkir, dengan mudah. Masalah yang akan diangkat, sebagai acuan dasar dalam melaksanakan percobaan kali ini adalah, membuat sebuah alat penghitung (counter), yang bisa digunakan dan diaplikasikan dalam gedung – gedung parkir, untuk membantu menghitung, jumlah kendaraan yang datang ke tempat tersebut. Tujuan yang ingin dicapai, dari pembuatan alat ini adalah, dengan dibuatnya alat penghitung sederhana ini, kedepannya dapat diimplementasikan dan diterapkan secara penuh di berbagai tempat parkir atau pusat perbelanjaan, sehingga mempermudah pengelola untuk mengatur kendaraan. Untuk mengimplementasikan pembuatan alat penghitung ini, dibutuhkan beberapa alat elektronika seperti Mikrokontroller ATMega 8535 (sebagai pusat kendali pada alat ini), kemudian Sensor Cahaya atau LDR (Light Dependent Resistor) dan catu daya, sebagai sumber tegangan untuk alat ini. Selain itu, semua komponen elektronika yang telah disebutkan diatas, disusun dan dipasang diatas papan PCB. Kesimpulan dari praktikum kali ini adalah, pembuatan alat penghitung (counter) menggunakan Mikrokontroller ATMega 8535, yang dibuat secara miniaturnya atau prototypenya, mampu menghitung / mencacah, dikala sensor LDR tidak terkena cahaya, sehingga alat penghitung ini, mampu memberikan pemberitahuan kepada pengelola suatu tempat parkir atau kepada pengendara itu sendiri, jumlah kendaraan yang ada didalam gedung parkir tersebut. Dari hasil praktikum yang telah dilakukan, saran penulis yaitu, untuk kedepannya, alat penghitung sederhana, dapat dikembangkan lebih baik lagi, dengan penggunaan berbagai alat elektronika / komponen elektronika yang lebih memadai dan lengkap, sehingga akan menghasilkan sebuah counter berbasis Mikrokontroller yang lebih baik lagi.

ABSTRACT

Many of vehicles coming into a public place, make the manager of the parking area, needs the data necessary to calculate an arrival and departure of many vehicles in that’s place. It’s makes a managers must have data come and out of vehicles in a parking, lot of that, so they could set the vehicle in and out of the place. Basis of these issues, this experiment to investigate and a simple tool, that can make it easier to manage the vehicles in a parking area, easily. Issues to be raised, as a basic reference in conducting the experiment this time is, make a counter, which can be used and applied in the building or parking area, to help counting the number of vehicles comes to thats place. The aim, of maked this tool are made with a simple counter. In the future, it can be fully implemented and applied in various car parks or shopping centers, making it easier for administrators to manage vehicles. To implements the creation counter, it takes some electronic devices likes Microcontroller ATMega 8535 (as a control center in the tool), then Light Sensor or LDR (Light Dependent Resistor) and power supply, as a voltage source of this tool. In addition, all electronic components mentioned above, prepared and mounted on the PCB board. The conclusion of the practice is, making simple counter using a Microcontroller ATMega 8535, which created a miniature or prototype, capable of counting, when the LDR sensor is not exposed to light, so the Microcontroller could be calculate, being able to give notice to the manager of a car park or to the driver itself, the number of vehicles parked inside the building. From the results of lthis practice that has been done, the authors suggestion that, for the future, a simple counter, can be developed even better, with the use of various electronic equipment / electronic components are more adequate and complete, so it will produce a counter-based Microcontroller better.

KATA PENGANTAR

Alhamdulilah, Puji serta syukur, senantiasa penulis panjatkan kehadirat Allah swt., karena atas berkat rahmat dan limpahan rezeki-Nya, penulis dapat menyelesaikan laporan akhir ini. Tak lupa, shalawat serta salam, tercurah ruah kepada junjunan kita, Nabi besar Muhammad saw, kepada keluarganya, sahabatnya, lalu sampailah kepada kita, selaku umatnya sampai akhir jaman. Penulis menyusun laporan ini, dengan tujuan ingin memberitahukan kepada para pembaca, menjelaskan mengenai hasil penelitian penulis, mengenai Counter Menggunakan Mikrokontroller. Penulis mengucapkan banyak terima kasih, kepada semua elemen pendukung terselesaikannya laporan ini, baik secara langsung, maupun tidak langsung, yang turut membantu secara materil maupun immateril kepada penulis. Penulis berharap, dengan adanya laporan ini, dapat memberikan keterangan yang jelas, kepada para pembaca, mengenai berbagai macam kegunaan dan fungsi mengenai counter yang berbasis Mikrokontroller ini, serta dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari – hari. Penulis sadar, bahwa dalam laporan ini, masih banyak kekurangan, maka dari itu, penulis sangat mengharapkan sumbangsi dari para pembaca yang berupa saran atau kritik yang membangun, yang berguna untuk dikemudian hari. Bandung, Desember 2012

Penulis

DAFTAR ISI

ABSTRAK ……………………………....……….....………......…….…………................... i KATA PENGANTAR ……………………………...............…………………………….... iii DAFTAR ISI ……………………………………….............................................................. iv DAFTAR TABEL .................................................................................................................. vi DAFTAR GAMBAR ............................................................................................................ vii BAB I PENDAHULUAN ………………………………………......……......…...............… 1 1.1 Latar Belakang Masalah .......................................................................................... 1 1.2 Rumusan Masalah .................................................................................................... 2 1.3 Tujuan Penelitian ..................................................................................................... 2 1.4 Batasan Masalah ...................................................................................................... 2 1.5 Kegunaan Hasil Penelitian ....................................................................................... 3 1.6 Metode Penelitian .................................................................................................... 3 BAB II KAJIAN TEORI ………………………………………………...……......…......… 5 2.1 Resistor …………………………………….....……….……….....................…...... 5 2.2 Kapasitor.........................…...................................................................................… 6 2.2.1 Tipe Kapasitor .................................................................................................. 7 2.3 LDR (Light Dependent Resistor)............................................................................... 8 2.4 Mikrokontroler ATMEL dan AVR............................................................................ 9 2.4.1 Fitur – Fitur pada ATMega 8535 ..................................................................... 10

2.4.2 Konfigurasi Pin AVR ATMega 8535 .............................................................. 11 2.5 LCD (Liquid Crystal Display) ................................................................................ 12 2.6 Counter Parkir Pada Pusat Perbelanjaan Berbasis Mikrokontroler ATMega 8535. 14 BAB III ANALISIS & PERANCANGAN ….....................................................……........ 15 3.1 Alat Percobaan berserta Fungsinya ………......………….....................………........ 15 3.2 Bahan – Bahan Percobaan Beserta Fungsinya ......................................................... 15 BAB IV HASIL & PEMBAHASAN …………………….........................……....……….. 17 4.1 Skematik Rangkaian Counter Parkir pada Pusat Perbelanjaan Berbasis

Mikrokontroler ATMega 8535................................................................................... 17 4.2 Gambar Rangkaian Counter Parkir pada Pusat Perbelanjaan Berbasis Mikrokontroler ATMega 8535............................................................................................................ 18 4.3 Diagram Blok dan Flowchart ................................................................................... 19 4.4 Penjelasan Mengenai Cara Kerja Rangkaian ............................................................ 22 BAB V PENUTUP ................................................................................................................ 24 5.1 Simpulan ………......................................………….......….................…..……… 24 5.2 Saran …………………………......…................................................……………… 24 DAFTAR PUSTAKA …………………………..................................................…...……. viii LAMPIRAN............................................................................................................................. x

DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Cincin Warna Resistor ........................................................................................... 6 Tabel 2.2 Jenis Mikrokontroler AVR ................................................................................... 10 Tabel 2.3 Konfigurasi PIN pada LCD .................................................................................... 13

DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Resistor ................................................................................................................. 5 Gambar 2.2 Berbagai Jenis Kapasitor ...................................................................................... 7 Gambar 2.3 LDR (Light Dependent Resistor).......................................................................... 8 Gambar 2.4 Lambang LDR ...................................................................................................... 8 Gambar 2.5 Mikrokontroler ATMega 8535............................................................................ 10 Gambar 2.6 Konfigurasi Kaki (Pin) ATMega 8535 ............................................................... 11

Gambar 2.7 Contoh LCD ....................................................................................................... 12 Gambar 2.8 Blok Diagarm LCD............................................................................................. 13 Gambar 2.9 Konektor pada LCD............................................................................................ 13 Gambar 4.1 Skematik Rangkaian Counter Parkir pada Pusat Perbelanjaan Berbasis Mikrokontroler ATMega 8535........................................................................... 17 Gambar 4.2 Rangkaian Tampak Atas .................................................................................... 18

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah Pada saat ini, begitu banyak sekali fasilitas – fasilitas publik yang menjamur didaerah perkotaan, terutama kota – kota besar. Fasilitas publik yang dimaksud, banyak sekali macamnya, seperti kantor – kantor pelayanan publik, pusat – pusat perbelanjaan, tempat rekreasi dan lain sebagainya Karena saking banyaknya fasilitas publik yang menjamur, membuat banyak sekali orang yang berdatangan untuk mengunjungi tempat tersebut. Banyaknya kedatangan pengunjung itu sendiri, dapat membuat masalah baru bagi para pengelola fasilitas publik tersebut, misalnya dari kepadatan jumlah kendaraan yang terparkir, yang sering kali dengan banyaknya kendaraan tersebut, membuat berbagai fasilitas yang disediakan oleh para pengelola menjadi tidak maksimal, sehingga membuat para pengunjung menjadi kecewa. Oleh karena itu, alat penghitung (counter) berbasi Mikrokontroler ATMega 8535 ini, diteliti oleh penulis, sebagai salah satu solusi untuk memudahkan para pengelola fasilitas publik / gedung parkir, untuk mengetahui, jumlah kedatangan kendaraan atau pengguna gedung parkir tersebut, sehingga, diharapkan kedepannya, para pengelola tersebut, mampu meningkatkan kualitas pelayanan tempat parkir tersebut.

1.2. Rumusan Masalah Dalam hal ini, kami akan mengangkat masalah mengenai kesulitan para pengelola gedung parkir dan pengguna gedung parkir untuk mengetahui data statistik, jumlah kendaraan yang ada pada suatu tempat, menjadi pokok pembahasan dan topik utama, penelitian kali ini. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, counter parkir berbasis Mikrokontroler ATMega8535 ini berguna sebagai salah satu alat yang mampu membantu menghitung data banyaknya kendaraan suatu tempat. Dalam pengembangan alat ini, ada beberapa masalah yang dapat dikaji yaitu : 1. Membuat Alat penghitung yang sederhana, tapi memiliki fungsi yang memadai untuk menghitung jumlah kendaraan yang terparkir 2. Memiliki desain yang baik, sehingga mampu memberikan kemudahan bagi penggunanya, untuk mengetahui jumlah kuantitas kendaraan yang terparkir. 3. Membuat counter yang mampu menghitung tambah atau kurang (counter up & down) sehingga memudahkan para pengguna gedung parkir, mengetahui kapasitas yang tersisa dalam gedung parkir tersebut.

1.3. Tujuan Penelitian Bedasarkan rumusan masalah di atas, adapun tujuan kami dalam melakukan penelitian ini adalah, Membuat sebuah rangkaian penghitung / counter, yang sederhana tetapi memiliki fungsi yang cukup maksimal.

1.4 Batasan Masalah

Dalam penelitian ini, Penulis membatasi masalah yang dibahas, yaitu rangkaian counter sederhana, fungsi dan kegunaannya beserta komponen – komponen penyusun rangkaian elektronika ini. Rangkaian ini juga untuk sementara hanya digunakan pada ruang lingkup yang kecil saja. Selain itu, untuk membuat program yang akan diisikan kepada Mikrokontroler, hanya sebatas program count up dan count down saja.

1.5 Kegunaan Hasil Penelitian Dalam penggunaannya, Rangkaian Mikrokontroler ini, berguna untuk semua pengunjung yang akan menggunakan suatu gedung parkir. Alat ini sendiri, menggunakan fungsi dari LDR (Light Dependent Resistor) yang dimana, pada saat komponen elektronika ini tidak terkena cahaya, maka akan memberikan sinyal low (0) dan perubahan tersebut akan dikirimkan ke Mikrokontroler ATMega 8535, untuk diolah, bedasarkan program yang telah dibuat sebelumnya, sehingga apabila pengguna menggunakan alat ini, diharapkan alat ini mampu memberikan pemberitahuan kepada penggunanya, mengenai data statistik penggunaan tempat parkir tersebut.

1.6 Metode Penulisan Untuk menyusun Laporan ini, Penulis Menggunakan Metode Penulisan Sebagai Berikut: a) Metode Studi Pustaka Penulis mempelajari dan mengumpulkan data mengenai counter, program – program untuk Mikrokontroler dengan menggunakan bahasa C, dan komponen – komponen yang dibutuhkan, fungsinya serta gambar rangkaiannya. b) Metode Penelitian Penulis meneliti dan berusaha memahami semua komponen elektronika yang dibutuhkan dalam pembuatan alat penghitung sederhana ini.

c) Metode Praktek Setelah melakukan penelitian, Penulis mencoba menerapkan rangkaian yang telah dipelajari dan diteliti, memprogram mikrokontroler, kemudian merangkai semua komponen yang telah tersedia pada papan PCB, untuk disusun menjadi sebuah alat elektronik, yaitu Counter Parkir Pada Pusat Perbelanjaan Berbasis Mikrokontroler ATMega 8535.

BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Resistor Resistor adalah komponen dasar elektronika yang digunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian, atau menurut pengertian lain yaitu komponen elektronik dua saluran yang didesain untuk menahan arus listrik dengan memproduksi penurunan tegangan listrik di antara kedua salurannya sesuai dengan arus yang mengalirinya. Resistor digunakan sebagai bagian dari jejaring elektronik dan sirkuit elektronik, dan merupakan salah satu komponen yang paling sering digunakan. Resistor dapat dibuat dari bermacam-macam kompon dan film. Dari hukum ohm diketahui, resistansi berbanding terbalik dengan arus yang mengalir melaluinya. Satuan resistansi dari suatu resistor disebut Ohm atau dilambangkan dengan simbol Ω (omega).

Bedasarkan kebutuhan dalam rangkaian yang berbeda, maka bentuk dari sebuah resistor dapat berbeda terkait dengan daya yang mampu bekerja pada resistor tersebut. Untuk daya rendah, berkisar antara 0.25 Watt – 1 Watt umumnya memiliki bentuk yang kecil. Sedangkan untuk daya yang cukup besar berkisar 2 Watt – 25 Watt, umumnya memiliki bentuk yang lebih besar.

Gambar 2.1 Resistor Tipe resistor yang umum adalah berbentuk tabung dengan dua kaki tembaga di kiri dan di kanan. Pada badannya terdapat lingkaran membentuk kode warna untuk memudahkan pemakai mengenali besar resistansi tanpa mengukur besarnya resistansi menggunakan alat ukur, yaitu ohmmeter. Kode warna tersebut adalah standar manufaktur yang dikeluarkan EIA (Electronic Industries Association) seperti yang ditunjukan tabel dibawah ini :

Tabel 2.1 Cincin Warna Resistor

2.2 Kapasitor Kapasitor atau kondensator ( C ) adalah komponen dasar elektronika yang termasuk dalam komponen pasif yang digunakan untuk menyimpan muatan listrik dalam jangka waktu tertentu. Kapasitor ini di temukan oleh Michael Faraday itu sebabnya kenapa satuan dari

kapasitor adalah Farad. Pada umumnya kapasitor terdiri atas dua plat logam yang di pisahkan oleh suatu bahan penyekat biasa disebut bahan dielektrik yaitu berupa vakum udara,keramik,gelas,mika dan lain lain. kedua plat ini di beri muatan listrik yang sama besar tapi yang satu positif dan lainnya negatif. 2.2.1 Tipe Kapasitor Kapasitor terdiri dari beberapa tipe, tergantung dari bahan dielektriknya. Untuk lebih sederhana dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu kapasitor electrostatic, electrolytic dan electrochemical. Kapasitor Electrostatic : Kapasitor electrostatic adalah kelompok kapasitor yang dibuat dengan bahan dielektrik dari keramik, film dan mika. Keramik dan mika adalah bahan yang popular serta murah untuk membuat kapasitor yang kapasitansinya kecil. Tersedia dari besaran pF sampai beberapa uF, yang biasanya untuk aplikasi rangkaian yang berkenaan dengan frekuensi tinggi. Kapasitor Electrolytic: Kelompok kapasitor electrolytic terdiri dari kapasitorkapasitor yang bahan dielektriknya adalah lapisan metal-oksida.Umumnya kapasitor yang termasuk kelompok ini adalah kapasitor polar dengantanda + dan – di badannya. Mengapa kapasitor ini dapat memiliki polaritas, adalah karena proses pembuatannya menggunakan elektrolisa sehingga terbentuk kutup positif anoda dan kutup negatif katoda. Kapasitor Electrochemical: Satu jenis kapasitor lain adalah kapasitor

electrochemical. Termasuk kapasitor jenis ini adalah batere dan accu. Pada kenyataanya batere dan accu adalah kapasitor yang sangat baik, karena memiliki kapasitansi yang besar dan arus bocor (leakage current) yang sangat kecil. Tipe kapasitor jenis ini juga masih dalam pengembangan untuk mendapatkan kapasitansi

yang besar namun kecil dan ringan, misalnya untuk applikasi mobil elektrik dan telepon selular.

Gambar 2.2 Berbagai Jenis Kapasitor 2.3 LDR (Light Dependent Resistor) LDR singkatan dari Light Dependent Resistor adalah resistor yang nilai resistansinya berubah-ubah karena adanya intensitas cahaya yang diserap. LDR juga merupakan resistor yang mempunyai koefisien temperature negatif, dimana resistansinya dipengaruhi oleh intrensitas cahaya. LDR dibentuk dari cadium Sulfied (CDS) yang mana CDS dihasilkan dari serbuk keramik. Secara umum, CDS disebut juga peralatan photo conductive, selama konduktivitas atau resistansi dari CDS bervariasi terhadap intensitas cahaya. Jika intensitas cahaya yang diterima tinggi maka hambatan juga akan tinggi yang mengakibatkan tengangan yang keluar juga akan tinggi begitu juga sebaliknya disinilah mekanisme proses perubahan cahaya menjadi listrik terjadi.

Gambar 2.3 LDR (Light Dependent Resistor)

CDS tidak mempunyai sensitivitas yang sama pada tiap panjang gelombang dari ultraviolet sampai dengan infra merah. Hal tersebut dinamakan karakteristik respon spectrum dan diberikan oleh pabrik. CDS banyak digunakan dalam perencanaan rangkaian bolak-balik (AC) dibandingkan denagn photo transistor dan photo dioda.

Gambar 2.4 Lambang LDR 2.4 Mikrokontroler ATMEL dan AVR Mikrokontroler AVR merupakan mikrokontroler berbasis arsitektur RISC (Reduced Instruction Set Computing) 8 bit. Berbeda dengan mikrokontroler keluarga 8051 yang mempunyai arsitektur CISC (Complex Instruction Set Computing), AVR menjalankan

sebuah instruksi tunggal dalam satu siklus dan memiliki struktur I/O yang cukup lengkap sehingga penggunaan komponen eksternal dapat dikurangi. Mikrokontroler AVR didesain menggunakan arsitektur Harvard, di mana ruang dan jalur bus bagi memori program dipisahkan dengan memori data. Memori program diakses dengan single-level pipelining, di mana ketika sebuah instruksi dijalankan, instruksi lain berikutnya akan di-prefetch dari program memori. AVR mempunyai kepanjangan Advanced Versatile RISC atau Alf and Vegard’s RISC Processor yang berasal dari dua nama mahasiswa, yaitu Alf-Egil Bogel dan Vegard Wollan. AVR Memiliki berbagai keunggulan, dibandingkan dengan Mikrokontroler lain. Keunggulan – keunggulan Mikrokontroler AVR yaitu 1. AVR Memiliki kecepatan eksekusi program yang lebih cepat, karena sebagian besar instruksi dieksekusi dalam satu siklus clock, lebih cepat daripada mikrokontroler MSC51.

2. AVR juga, merupakan mikrokontroler yang memiliki Fasilitas yang lengkap, seperti : ADC Internal, EEPROM internal, Timer/Counter, Watchdog Timer dengan osillator internal 1 MHz, PWM, Port I/O, komunikasi serial, I2C dan lain – lain. Sehingga, dengan fasilitas yang lengkap ini, programmer dan desainer dapat menggunakannya untuk berbagai aplikasi sistem elektronika, seperti Robotika, Otomasi Industri, peralatan telekomunikasi dan lain sebagainya. Secara umum, mikrokontroler AVR dapat dikelompokan menjadi tiga kelompok, yaitu keluarga AT90Sxx, ATMega dan ATtiny.

Tabel 2.2 Jenis Mikrokontroler AVR Mikrokontroler AVR Tipe Tiny AVR AT90Sxx ATMega Jumlah Pin 8 - 32 20 – 44 32 - 64 Flash 1 – 2k 1 – 8k 8 – 128k Memori EEPROM 64 - 128 128 – 512 512 – 4k SRAM 0 – 128 0 – 1k 512 – 4k

Sedangkan perbedaan antara ATMega8535, dengan ATMega16, terletak pada memori flash. Jika pada memori flash ATMega8535 sebesar 8KB, maka pada ATMega16 adalah sebesar 16 KB. Begitu juga dengan ATMega32 yang memiliki memori flash 32 KB.

Gambar 2.5 Mikrokontroler ATMega 8535 2.4.1 Fitur – Fitur pada ATMega 8535 Beberapa fitur yang dimiliki ATMega 8535 adalah sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Saluran I/O sebanyak 32 buah, yang terdiri atas Port A, B, C dan D ADC (Analog to Digital Converter) 10 bit sebanyak 8 channel Tiga buah Timer/Counter dengan kemampuan perbandingan CPU yang terdiri atas 32 register Watchdog Timer dengan osilator internal SRAM sebesar 512 byte Memori Flash sebesar 8kb dengan kemampuan read while write Sumber Interupsi Internal dan External Port antarmuka SPI (Serial Peripheral Interface) untuk men-download program ke flash

10. EEPROM sebesar 512 byte yang dapat diprogram saat operasi 11. Port USART (Universal Synchronous Asynchronous Receiver Transmitter) untuk komunikasi serial.

2.4.2 Konfigurasi Pin AVR ATMega 8535

Gambar 2.6 Konfigurasi Kaki (Pin) ATMega 8535 Konfigurasi pin ATMega 8535 dengan kemasan 40 pin DIP (Dual In – Line Package) dapat dilihat gambar diatas. Dari gambar tersebut, dapat dijelaskan berbagai fungsi dari masing – masing pin ATMega 8535 sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. VCC merupakan Pin yang berfungsi sebagai pin masukan catudaya GND merupakan Pin Ground Port A (PA0...PA7) merupakan pin I/O dan pin masukan ADC Port B (PB0...PB7) merupakan pin I/O dan pin yang mempunyai fungsi khusus yaitu Timer/Counter, komparator Analog dan SPI 5. Port C (PC0...PC7) merupakan port I/O dan pin yang mempunyai fungsi khusus, yaitu komparator analog dan Timer Oscillator 6. Port D (PD0...PD1) merupakan port I/O dan pin fungsi khusus yaitu komparator analog dan interrupt eksternal serta komunikasi serial 7. 8. RESET merupakan pin yang digunakan untuk mereset mikrokontroler XTAL1 dan XTAL2 merupakan pin masukan clock eksternal

9.

AVCC merupakan pin masukan untuk tegangan ADC

10. AREF merupakan pin masukan tegangan referensi untuk ADC

2.5 LCD (Liquid Crystal Display) LCD adalah suatu display dari bahan cairan kristal yang pengoprasiannya mengunakan sistem dot matriks. LCD banyak digunakan sebagai display perangkat – perangkat digital seperti, kalkulator, multitester digital, jam digital, televisi, dan lain sebagainya.

Gambar 2.7 Contoh LCD

Gambar 2.8 Blok Diagarm LCD

LCD dapat digunakan dengan mudah, dan disandingkan dengan Mikrokontroler AVR ATMega 8535. LCD yang digunakan adalah 2 x 16, yang memiliki arti bahwa, 2 baris 16 kolom. LCD ini juga memiliki 16 Pin. Berikut ini Penjelasannya :

Gambar 2.9 Konektor pada LCD Tabel 2.3 Konfigurasi PIN pada LCD

No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

Nama Pin VSS VCC VEE RS R/W EN D0 D1 D2 D3 D4 D5 D6 D7 BPL GND

Deskripsi 0V (Ground Voltage) +5V Kontras LCD Register Select (1 = Instruction register, 0 = Data Register) Untuk memilih mode tulis atau baca (1 = Read ; 0 = Write) Enable LCD (0= To Start Lacht Data, 1 = Disable) Data Bus 0 Data Bus 1 Data Bus 2 Data Bus 3 Data Bus 4 Data Bus 5 Data Bus 6 Data Bus 7 Back Plane Light Ground

2.6 Counter Parkir Pada Pusat Perbelanjaan Berbasis Mikrokontroler ATMega 8535 Counter Parkir Pada Pusat Perbelanjaan Berbasis Mikrokontroler ATMega 8535, merupakan sebuah rangkaian Mikrokontroler, yang menggunakan berbagai Mikrokontroler ATMega 8535, sebagai alat pengendali utama. Selain itu juga, membutuhkan beberapa komponen elektronika yang mudah ditemukan dipasaran, seperti : Resistor Tetap, Kapasitor / Kondensor, Osilator Kristal, Switch ,LCD , dan Baterai.

BAB III ANALISIS & PERANCANGAN 3.3 Alat Percobaan Beserta Fungsinya Berikut ini adalah Alat – alat yang digunakan dalam praktikum kali ini, beserta fungsinya yaitu : 1. Solder Solder berfungsi sebagai alat pemanas, untuk melelehkan timah, agar bisa

menghubungkan berbagai komponen elektronik yang terpasang pada Papan PCB. 2. Gunting Gunting ini, berfungsi untuk memotong kaki – kaki komponen, apabila ada kaki yang terlalu panjang, ataupun untuk merapikan komponen pada Papan PCB.

3.4 Bahan – Bahan Percobaan Beserta Fungsinya Berikut ini adalah Alat – alat yang digunakan dalam praktikum kali ini, beserta fungsinya yaitu : 1. Resistor Resistor pada rangkaian kali ini berfungsi sebagai penahan arus yang mengalir. 2. Kapasitor Kapasitor pada rangkaian kali ini berfungsi sebagai penyimpan muatan. 3. LDR (Light Dependent Resistor) LDR atau Light Dependent Resistor pada rangkaian kali ini berfungsi sebagai komponen yang sensitif terhadap cahaya. Pada dasarnya, fungsi LDR pada rangkaian kali ini hampir sama dengan resistor, tetapi, LDR disini lebih memiliki fungsi seperti saklar, karena ia mengaliri arus, tergantung pada cahaya yang mengenai pada komponen ini.

4. Papan PCB Papan PCB atau Printed Circuit Board berfungsi sebagai alat untuk menyimpan berbagai komponen elektronika. Selain untuk menyimpan, alat ini juga berfungsi sebagai penghubung antara berbagai komponen elektronika yang dipasang diatasnya, karena pada papan PCB memiliki lapisan tembaga. 5. Kabel Kabel berfungsi sebagai alat penghubung antar kaki – kaki komponen, sehingga setiap komponen elektronika dapat saling tersambung. 6. Timah Timah berfungsi sebagai perekat komponen elektronik, agar bisa menempel pada Papan PCB. Selain itu, timah juga dapat berfungsi sebagai penambal jalur – jalur pada PCB, apabila jalur tersebut putus. 7. LCD LCD atau Liquid Crystal Display berfungsi sebagai alat peraga, untuk menampilkan hasil olahan perhitungan dalam Mikrokontroler. 8. Mikrokontroler ATMega 8535 Mikrokontroler ATMega 8535, pada percobaan kali ini, berfungsi sebagai otak atau pengatur kendali, dari semua rangkaian ini. Komponen ini juga, berfungsi sebagai pengolah inputan untuk dikeluarkan hasilnya melalui outputan. 9. Baterai Baterai berfungsi sebagai sumber tegangan pada rangkaian ini.

BAB IV HASIL & PEMBAHASAN 4.1 Skematik Rangkaian Counter Parkir pada Pusat Perbelanjaan Berbasis Mikrokontroler ATMega 8535

Gambar 4.1 Skematik Rangkaian Counter Parkir pada Pusat Perbelanjaan Berbasis Mikrokontroler ATMega 8535 Dari skematik Rangkaian Counter Parkir pada Pusat Perbelanjaan Berbasis Mikrokontroler ATMega 8535 diatas, alat ini menggunakan LED Super Bright sebanyak 2 Buah, kemudian menggunakan satu set rangkaian lengkap Minimum Sistem, beserta dengan Mikrokontroler ATMega 8535. Dalam mikrokontroler ini, dapat dimasukan berbagai listing program, sehingga programmer dapat memprogram Mikrokontroler agar

dapat mengontrol dan menampilkan hasil yang diinginkan. Selain itu, alat ini juga membutuhkan dua buah LDR (Light Dependent Resistor), yang dimana pada dasarnya, LDR mempunyai fungsi yang hampir sama dengan resistor, tetapi memiliki perbedaan dimana, LDR bekerja dipengaruhi oleh cahaya. Serta menggunakan sebuah switch untuk reset, dan sumber tegangan DC sebesar 9 Volt atau tegangan yang berasal dari USB.

4.2 Gambar Rangkaian Counter Parkir pada Pusat Perbelanjaan Berbasis Mikrokontroler ATMega 8535

Gambar 4.2 Rangkaian Tampak Atas Gambar diatas menunjukkan Rangkaian Counter Parkir pada Pusat Perbelanjaan Berbasis Mikrokontroler ATMega 8535, dilihat dari tampak atas. Terlihat beberapa komponen seperti LCD, LDR, Kapasitor dan Rangkaian Sistem Minimum ATMega

8535. Terlihat juga beberapa kabel ISP, yang berfungsi sebagai penghubung antar rangkaian.

4.3 Diagram Blok dan Flowchart

4.4 Penjelasan Mengenai Cara Kerja Rangkaian Pada subbab ini, penulis akan menjelaskan cara kerja Rangkaian Counter Parkir pada Pusat Perbelanjaan Berbasis Mikrokontroler ATMega 8535 ini dapat berfungsi. Pada saat LDR 1 tidak terkena cahaya dari LED Superbright, maka LDR akan mengirimkan perintah kepada PINB.0 untuk melaksanakan perintah menghitung naik pada program yang telah dibuat sebelumnya kepada Mikrokontroler. Kemudian, setelah mikrokontroler telah mendapatkan kiriman perintah tersebut, maka Mikrokontroler akan mengolah sinyal masukan tersebut, untuk dikeluarkan hasilnya melalui LCD. Begitu juga pada proses menghitung turun / countdown. Pada saat LDR 2 tidak terkena cahaya dari LED Superbright, maka LDR akan mengirimkan perintah kepada PINB.1 untuk melaksanakan perintah menghitung turun pada program yang telah dibuat sebelumnya kepada Mikrokontroler. Setelah Mikrokontroler mengolah sinyal outputan tersebut, Mikrokontroler pun mengeluarkan hasil prosesnya pada LCD.

BAB V PENUTUP 5.1 Simpulan Dari Praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa, untuk membuat rangkaian Penghitung (Counter) Berbasis Mikrokontroler ATMega 8535 ini, pada dasarnya memanfaatkan fungsi LDR yang dimana, komponen ini akan bekerja, dipengaruhi oleh ada atau tidaknya sinar cahaya yang mengenai pada komponen ini, kemudian nilai yang dihasilkan oleh LDR tersebut, diterjemahkan dan diolah oleh Mikrokontroler, untuk dikeluarkan hasilnya melalui LCD. 5.2 Saran Untuk kedepannya, Rangkaian Mikrokontroler ini bisa dikembangkan lebih baik lagi, sehingga Counter Parkir Pada Pusat Perbelanjaan Berbasis Mikrokontroler ATMega 8535 ini tidak hanya berupa hasil penelitian saja, melainkan bisa benar – benar diimplementasikan di kehidupan sehari – hari. Selain itu, Penulis pun menyadari bahwa dalam penelitian alat elektronika ini, masih terdapat beberapa kekurangan dan kesalahan, sehingga saran dan kritik yang membangun, akan sangat penulis tunggu, agar alat ini, bisa dikembangkan lebih baik lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.

2012.

ATMega8535.

http://downloads.ziddu.com/downloadfiles/

15312932/

AVRAtmega8535.pdf (Diakses pada tanggal 16 – September – 2012, Pukul 09.11 WIB). Anonim. 2012. AVR ATMega8535. http://depokinstruments.com/2010/03/10/avr-

atmega8535/ (Diakses pada tanggal 16 – September – 2012, Pukul 07.32 WIB). Anonim. 2012. Cara Kerja Kapasitor. http://www.infoservicetv.com/cara-kerja-

kapasitor.html (Diakses Tanggal 18 September 2011, 03.45 WIB). Anonim. 2012. Membuat Aplikasi LCD. http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/Membuat %20aplikasi %20LCD.docx (Diakses pada tanggal 27 – September – 2012, Pukul 21.50 WIB). Anonim. 2012. Mikrokontroler AVR. http://library.binus.ac.id/eColls/eThesis/Bab2/2010-100597-sk%20bab%202.pdf (Diakses pada tanggal 15 – September – 2012, Pukul 10.32 WIB). Anonim. 2012. Mikrokontroler AVR ATMega 8535. http://spenix(Diakses pada

ei.blogspot.com/2012/07/mikrokontroler-avr-atmega-8535.html tanggal 15 – September – 2012, Pukul 09.43 WIB). Anonim. 2012. LDR ( Light Dependent Resistor).

http://elektronika(Diakses

elektronika.blogspot.com/2007/03/ldr-light-dependent-resistor.html Tanggal 21 Januari 2012, 03.12 WIB)

Anonim. 2012. Pengertian Mikrokontroler ATMega 8535. http://beskem.net/pengertianmikrokontroler-atmega8535/ (Diakses pada tanggal 15 – September – 2012, Pukul 22.15 WIB).

Anonim. 2012. Resistor. http://id.wikipedia.org/wiki/Resistor (Diakses Tanggal 21 Januari 2012, 00.32 WIB) Rangkuti, Sayban. 2011. Mikrokontroler ATMEL AVR : Simulasi dan Praktek Menggunakan ISIS Proteus dan CodeVisionAVR. Bandung : Penerbit Informatika. Setiawan, Afrie. 2010. 20 Aplikasi Mikrokontroler ATMega 8535 & ATMega 16 Menggunakan BASCOM - AVR. Yogyakarta : Penerbit Andi. Sholahuddin, Asep. 2012. Modul Praktikum Mikroprosessor ATMega 8535. Bandung : Universitas Padjadjaran. Sutrisno. 1986. Elekronika Dasar 1: Teori dan Penerapannya. Bandung : Penerbit ITB Sutrisno. 1986. Elekronika Dasar 2: Teori dan Penerapannya. Bandung : Penerbit ITB

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->