P. 1
potensiometri jurnal

potensiometri jurnal

|Views: 316|Likes:
Published by Khafriati Atik

More info:

Published by: Khafriati Atik on Jan 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/09/2015

pdf

text

original

ISSN 1907–2635 82/Akred-LIPI/P2MBI/5/2007

Pengaruh Unsur Al, Mg, dan Na pada Analisis Uranium secara Potensiometri (Boybul, Iis Haryati)

PENGARUH UNSUR Al, Mg, DAN Na PADA ANALISIS URANIUM SECARA POTENSIOMETRI
Boybul dan Iis Haryati Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir – BATAN, Serpong

ABSTRAK PENGARUH UNSUR Al, Mg, DAN Na PADA ANALISIS URANIUM SECARA POTENSIOMETRI. Kadar uranium dalam larutan uranil nitrat hasil pelarutan pelat elemen bakar (PEB) U3O8-Al telah dianalisis dengan cara titrasi potensiometri. Penentuan kadar uranium dilakukan menggunakan metode reduksi-oksidasi dengan fero sulfat sebagai reduktor dan kalium bikromat sebagai oksidator. Larutan uranil nitrat hasil pelarutan mengandung unsur-unsur pengotor dengan kadar cukup tinggi. Untuk melihat adanya pengaruh unsur-unsur pengotor tersebut dilakukan preparasi sampel dengan teknik pemanasan menggunakan HClO4 dan preparasi sampel tanpa pemanasan. Hasil analisis uranium dalam larutan uranil nitrat hasil pelarutan pelat elemen bakar dengan teknik pemanasan dan tanpa pemanasan masing-masing sebesar 5,755 g/L dan 5,105 g/L. Adanya perbedaan hasil analisis yang cukup signifikan dari analisis tersebut dikarenakan di dalam larutan uranil nitrat terdapat unsur pengotor Al, Na, dan Mg dengan konsentrasi yang cukup tinggi. Dari percobaan yang dilakukan diketahui bahwa Al berpengaruh pada konsentrasi 8000 ppm dan 10 000 ppm dengan akurasi 96,35% dan 88,88%. Na berpengaruh pada konsentrasi 8000 ppm dan 10 000 ppm dengan akurasi 95,06% dan 87,09%. Sedangkan Mg berpengaruh pada konsentrasi 10 000 ppm dengan akurasi 96,23%. Pengaruh gabungan dari ketiga unsur-unsur tersebut dimulai masing-masing pada konsentrasi 1000 ppm, 2000 ppm dan 4000 ppm dengan akurasi 94,37%, 94,97%, dan 87,48%. Sedangkan pengaruh pada konsentrasi 6000 ppm atau lebih besar tidak bisa diukur. KATA KUNCI: Potensiometri, analisis uranium, elemen bakar U3O8 ABSTRACT THE INFLUENCE OF Al, Mg, AND Na ON URANIUM ANALYSIS USING POTENTIOMETRIC METHOD. The uranium concentration in uranyl nitrate solution from the dissolution of fuel element plate U3O8-Al has been analyzed using potentiometric method. The determination of uranium concentration is performed using redox method with ferro sulfate as the reductor and potassium bichromate as the oxidator. Uranyl nitrate solution obtained from the dissolution of fuel plate appears to contain impurities at relatively high concentration. To observe the influence of the impurities, sample preparation was perfomed employing heating with HClO4 and without heating. The results of uranium analysis in uranyl nitrate solution obtained from the dissolution of fuel elements plate with heating and without heating are 5.755 g/L and 5.105 g/L correpondingly. The difference in the analysis results is quite significant due to the presence of impurities Na, Mg and Al in the uranyl nitrate solution at rather high concentrations. The experiment results show that the influence of Al is noted at the concentrations of 8000 ppm and 10 000 ppm with accuracy of 95.06% and 87.09% respectively. The influence of Na is noted at the concentrations of 8000 ppm and 10 000 ppm with accuracy of 95.06% and 87.09%, respectively. The influence of Mg is noted at the concentration of 10 000 ppm with accuracy of 96.23%. The combined influence of the three elements commences at the concentrations of 1000 ppm, 2000 ppm, and 4000 ppm
Naskah diterima : dan direvisi :

29

dilakukan preparasi sampel dengan teknik pemanasan menggunakan asam perklorat 30 . maka dibuat simulasi penentuan kadar uranium. 3 No. seperti tercantum pada Tabel 1. larutan tersebut harus dianalisis untuk penentuan kadar uranium yang terkandung di dalamnya.307 ppm 100. fuel element U3O8 I. Dari Tabel 1 terlihat bahwa unsur-unsur Al.00 ppm Mg 1600 ppm * Hasil analisis dengan AAS Unsur Cr Al Na Cu Konsentrasi 20. Vol.37%.A. Untuk melihat adanya pengaruh unsur-unsur pengotor tersebut terhadap hasil analisis uranium. Bhn. yaitu memproduksi elemen bakar dispersi U3O8-Al tipe pelat untuk reaktor riset G. Sebelum proses pemurnian dilakukan.97%. dan mungkin akan mempengaruhi pada penentuan kadar uranium. Mg. FREE TERMS: potentiometry. The combined influence at the concentration of 6000 ppm or higher cannot be measured.36 ppm Fe 388. kemudian dilarutkan dengan natrium hidroksida untuk melarutkan kelongsong yang terdiri dari AlMg2. Pertama. Simulasi dilakukan dengan penambahan unsur-unsur tersebut ke dalam larutan uranium standar dengan variasi konsentrasi tertentu. Serbuk U3O8 kotor ini kemudian dilarutkan dengan asam nitrat 50% sehingga didapatkan larutan uranil nitrat. PEB dipotong dengan ukuran lebih kurang 1 cm × 7 cm. uranium analysis. Siwabessy. Tabel 1. 94. maka perlu dipelajari cara penentuan uranium dalam larutan uranil nitrat tersebut sehingga didapatkan hasil yang mendekati nilai yang sebenarnya dengan ketelitian analisis yang tinggi.50 ppm Karena larutan uranil nitrat yang dihasilkan dari proses pelarutan pelat gagalan ini mengandung banyak pengotor dengan konsentrasi yang cukup tinggi. PENDAHULUAN Instalasi Produksi Elemen Bakar Reaktor Riset telah berproduksi sejak diresmikan tahun 1987. and 87.500 ppm 18. mengandung banyak unsur-unsur pengotor. Sejak berproduksi sampai sekarang telah dihasilkan lebih dari lima ribu pelat elemen bakar U3O8-Al.J. perlu dilakukan proses lebih lanjut yaitu pemurnian dengan cara ekstraksi menggunakan campuran tributilfosfat-heksana. Pemungutan uranium dari pelat elemen bakar dilakukan dengan cara melarutkan PEB. dan Na terdapat dalam jumlah konsentrasi yang tinggi dalam larutan uranil nitrat.93 ppm 38. Pelat elemen bakar yang ditolak selanjutnya diproses ulang untuk memungut kembali uranium yang terkandung dalam pelat elemen bakar tersebut. yang selanjutnya dianalisis kadarnya sehingga didapatkan penyimpangannya. Nukl.48% respectively. Tingginya konsentrasi unsur-unsur tersebut di dalam larutan akan mempengaruhi analisis kadar uranium. 1 Januari 2007: 1–48 ISSN 1907–2635 82/Akred-LIPI/P2MBI/5/2007 with accuracy of 94. dikeringkan dan dipanggang di dalam tungku pada suhu 800 °C sehingga diperoleh serbuk U3O8 kotor. Oleh karena itu. dari sekian banyak pelat tersebut terdapat hampir seribu buah pelat yang tidak lolos uji kendali kualitas atau tidak memenuhi spesifikasi sehingga pelat tersebut ditolak. Selanjutnya larutan disaring. Larutan uranil nitrat yang dihasilkan ini belum murni. Konsentrasi unsur-unsur pengotor yang terkandung dalam larutan uranil nitrat hasil pelarutan pelat elemen bakar* Unsur Konsentrasi Ni 22. Tek. Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh dari unsur-unsur tersebut.00 ppm Mn 47.

larutan standar Na 1000 ppm. 6000 ppm. asam sulfamat. fero sulfat. vanadium sulfat. Bahan Bahan yang digunakan adalah Standard Reference Material uranium oksida. Dengan dilakukannya penelitian analisis kadar uranium dalam larutan uranil nitrat dengan matrik unsur-unsur pengotor yang cukup tinggi. 2000 ppm. Iis Haryati) (HClO4) dan preparasi sampel tanpa pemanasan. II. Selanjutnya ion U4+ dioksidasi dengan larutan standar K2Cr2O7 secara akurat. pengaruh ion asing seperti Al. 8000 ppm. 4000 ppm. NH4+. dan Na pada Analisis Uranium secara Potensiometri (Boybul. katalis Fe3+ + NO2 + H2O 2 Cr3+ + 3 UO22+ + H2O + 3 U4+ + 2 H+ Pada proses titrasi ini. ClO4. Ca. kepekaan elektrode. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketelitian dan ketepatan analisis uranium adalah konsentrasi uranium. Untuk perubahan pada titik akhir titrasi dan juga sebagai katalisator. asam fosfat. yang selanjutnya dititrasi dengan kalium bikromat sebagai oksidator dengan vanadium sebagai katalisator.ISSN 1907–2635 82/Akred-LIPI/P2MBI/5/2007 Pengaruh Unsur Al. TATA KERJA 2. yang dimaksudkan untuk menghilangkan gangguan dari unsur-unsur pengotor khususnya senyawa-senyawa organik. Pemanasan menggunakan asam perklorat berlangsung sampai timbul asap putih tebal. Selanjutnya sampel dianalisis dengan metode Davies-Gray[3]. amonium heptamolibdat. konsentrasi titran. Ion Mo akan berpengaruh apabila berada bersama dengan ion NO3. konsentrasi media. kalium bikromat.dan SO4 dalam jumlah kecil dapat diabaikan. Tahap-tahap reaksi yang terjadi adalah : U4+ + 2Fe3+ + 2H2O (1) UO22+ + 2Fe2+ + 4H+ NH2SO3H Mo(VI). F-.dalam jumlah besar. katalis 3Fe2+ + NO3.+ 2H+ V(IV). yang diikuti oleh perubahan potensial larutan hingga melampaui titik ekivalennya.1. Metode ini dikenal sebagai metode Davies-Gray. perubahan potensial dapat diikuti secara elektronik hingga letak titik ekivalen dapat dipastikan secara akurat. Mg. Cuplikan uranium dalam bentuk ion UO2+ direduksi menjadi ion U4+ dengan penambahan ion Fe2+ dalam jumlah berlebihan sebagai reduktor di dalam medium asam fosfat pekat. sebelum titrasi dilakukan ditambahkan vanadium. maka diharapkan hasil pengukuran kadar uranium akan memberikan hasil yang mendekati nilai sebenarnya dengan ketelitian dan akurasi yang tinggi. dan 10 000 ppm. Na. 2000 ppm. Naskah diterima : dan direvisi : 31 . Dengan bantuan potensiometer. dan larutan uranil nitrat hasil pelarutan PEB.+ 4H+ NH2SO3H 3Fe3+ + NO + 2H2O (2) (3) (4) Fe2+ Cr2O722- + NO3. Metode analisis uranium yang dipakai pada penelitian ini adalah metode penentuan uranium secara titrasi potensiometrik menggunakan fero sulfat sebagai reduktor dalam medium asam fosfat. asam nitrat. Cr. Kelebihan ion Fe2+ dioksidasi secara selektif oleh asam nitrat dengan bantuan molibdenum sebagai katalisator tanpa mempengaruhi ion U4+. larutan standar Al 1000 ppm. dan konsentrasi reduktor[2].

Bilas kaca arloji dan dinding beaker dengan air bebas mineral.3. Cara Kerja 2. 8000 ppm.2. Bhn. 1. Nukl. Pengukuran kadar uranium pemanasan dengan asam perklorat Ke dalam masing-masing 7 buah gelas piala ditambahkan 1 ml larutan cuplikan (cuplikan standar.J. dan dilakukan titrasi dengan 0. a. Larutan 0. yaitu 600 ml air bebas mineral ditambah 100 ml asam sulfat pekat 95-97%. Setelah itu ditambahkan 4 ml larutan A. 3 No. Pemanasan dilanjutkan sampai sekitar 1 menit. Larutan 1. Kemudian dimasukkan 10 ml air bebas mineral.4 g/l vanadium dalam larutan 4. Larutan 0. cuplikan contoh uranil nitrat hasil pelarutan dan cuplikan simulasi dengan penambahan unsur pengotor) menggunakan pipet. b. Serbuk U3O8 ditimbang dengan teliti sebanyak 0. pemanas listrik.5 liter dengan air bebas mineral.3. lalu dinginkan. 2000 ppm.2 Alat Alat yang digunakan adalah Potensiometer Metrohm 682. 2 ml asam amido sulfonat. dan panaskan sampai suhu 40 °C selama 1 menit sambil diaduk.8 M asam sulfat. Pembuatan larutan pereaksi. dan larutan standar Mg 1000 ppm. dan 100 ml asam amido sulfonat 1.027 N kalium bikromat sampai titik akhir titrasi tercapai. dan elektrode kombinasi Pt kalomel. lalu panaskan sampai timbul uap putih.0 M fero sulfat 280 gram FeSO4⋅7H2O dilarutkan dalam larutan 1. 16 ml asam fosfat 32 .5 M asam amido sulfonat 146 gram asam amido sulfonat dilarutkan dalam 1 liter air bebas mineral. peralatan gelas. Kemudian dimasukkan 4 ml asam perklorat. Serbuk dimasukkan ke dalam beaker 100 ml. dan 10 000 ppm. ditambah 1 ampul titrisol 1 g/l vanadium. 2. ditambah 500 ml asam nitrat pekat.324 gram kalium bikromat dilarutkan dalam 1 liter air bebas mineral. lalu ditepatkan dengan air bebas mineral menjadi 1 liter. didinginkan. lalu dipanaskan hingga larut sempurna.1. 5. cuplikan contoh uranil nitrat hasil pelarutan dan cuplikan simulasi dengan penambahan unsur pengotor) menggunakan pipet. 2 ml asam amido sulfonat.5M. Tek. Kemudian larutan dimasukkan ke dalam labu takar 100 ml dan ditepatkan hingga tanda garis dengan asam nitrat 3 M. 2. 3. 2. ditambah dengan 15 ml asam nitrat pekat.3. Terakhir dimasukkan 40 ml larutan vanadium 0. Vol. Tambahkan 10 ml air bebas mineral. Pengukuran kadar uranium tanpa pemanasan Ke dalam masing-masing 7 buah gelas piala ditambahkan 1 ml larutan cuplikan (cuplikan standar. 6000 ppm. Selanjutnya beaker ditutup dengan kaca arloji. dan 2 ml ferro sulfat. 8000 ppm. 4. 2. 4000 ppm.8 M asam sulfat 2150 ml air bebas mineral ditambah 125 ml asam sulfat pekat. 1 Januari 2007: 1–48 ISSN 1907–2635 82/Akred-LIPI/P2MBI/5/2007 4000 ppm. dan 10 000 ppm.5973 gram.027 N kalium bikromat 1. diaduk dengan pengaduk magnet selama 3 menit. Larutan 1. Pembuatan larutan standar U3O8. 6000 ppm. kemudian ditepatkan hingga 2.4 g/l. 16 ml asam fosfat pekat. Larutan A 4 gram amonium heptamolibdat tetrahidrat dilarutkan dalam 400 ml air bebas mineral.

Hasil validasi metode untuk analisis kadar uranium dalam uranium standar adalah sebagai berikut: 3.784 84. dan Na pada titrasi potensiometri Ke dalam masing-masing 7 buah gelas piala yang berisi 1 ml larutan standar uranil nitrat dengan konsentrasi 5.519 84. Demikian juga untuk pengaruh konsentrasi 2000 ppm. terlebih dahulu dilakukan validasi metode penentuan kadar uranium. dan 2 ml fero sulfat.199 0. Na dan gabungan Al.399 84.4 g/l. dan aduk dengan pengaduk magnet selama 3 menit.065 g/L.615 84.235% dan akurasi metode sebesar 99. 8000 ppm. ditampilkan pada Tabel 3 berikut. Mg dan Na. dan untuk pengaruh unsur Mg. Validasi Metode Analisis Kadar Uranium Untuk mengetahui unjuk kerja dari metode ini dihitung ketelitian dan akurasi dari metode tersebut berdasarkan hasil analisis uranium standar. Iis Haryati) pekat. dan 10 000 ppm.235 99.849%.670 0. III. HASIL DAN PEMBAHASAN Sebelum dilakukan analisis terhadap larutan uranil nitrat hasil pelarutan pelat elemen bakar dan analisis kadar uranium terhadap pengaruh adanya unsur-unsur Al.952 84. tambahkan larutan standar Al 1000 ppm. c.027 N kalium bikromat sampai titik akhir titrasi tercapai. dan Na pada Analisis Uranium secara Potensiometri (Boybul.1. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode yang dipakai untuk analisis kadar uranium telah tervalidasi. Setelah itu ditambahkan 4 ml larutan A. Mg. 4000 ppm.849 Dari hasil analisis yang tercantum pada Tabel 2 diatas diperoleh nilai relatif standar deviasi sebesar 0.567 84. Pengaruh unsur Al. Hasil analisis kadar uranium dalam uranium standar (CRM U3O8) dengan metode titrasi potensiometri adalah 84. yang dihitung berdasarkan nilai yang tercantum dalam sertifikat dari uranium standar. dan panaskan sampai suhu 40 °C selama 1 menit sambil diaduk. 6000 ppm.199 seperti tertera pada Tabel 2. Naskah diterima : dan direvisi : 33 . dan Na.798%. dan dilakukan titrasi dengan 0. Kemudian analisis dilakukan sesuai cara kerja poin 3(a) dan poin 3 (b). Tabel 2. Mg.855 84. Mg.ISSN 1907–2635 82/Akred-LIPI/P2MBI/5/2007 Pengaruh Unsur Al. Hasil analisis kadar uranium dalam serbuk U3O8 standar Ulangan 1 2 3 4 5 6 7 Rata-rata SD (%) RSD (%) Akurasi (%) Kadar U (%) 84.670 ± 0. Terakhir dimasukkan 40 ml larutan vanadium 0. Kadar uranium tercantum pada sertifikat (CRM) dari ANL adalah 84. Hal ini menunjukkan bahwa metode dan peralatan yang digunakan untuk analisis mempunyai ketelitian dan akurasi yang tinggi. Hasil analisis kadar uranium dalam larutan uranil nitrat dengan pemanasan menggunakan asam perklorat dan tanpa pemanasan.

4) dengan nilai sebesar 6.03 4. 6 dan 7.056 99. Vol. 3.35 4.215 5.74 5.190 5. Pengaruh Unsur-Unsur Pengotor Al.087 0. Sedangkan dengan teknik pemanasan unsur Al berpengaruh pada konsentrasi 10 000 ppm dengan akurasi 97.31 5.82 5. lebih besar dari F tabel (0. Bhn.751 5. Hasil analisis kadar uranium dalam larutan uranil nitrat hasil pelarutan pelat elemen bakar Ulangan 1 2 3 4 5 Rata-rata SD (%) RSD (%) Konsentrasi (g/L) Tanpa pemanasan 4. Hal ini menunjukkan bahwa unsur-unsur pengotor yang ada dalam larutan uranil nitrat berpengaruh pada analisis uranium. Tek.016 99.88 Dengan pemanasan Konsentrasi Akurasi (g/L) (%) 5.2.39.725 5.068 99.03 4. dan Mg terhadap Analisis Uranium Hasil analisis larutan uranium standar yang ditambah dengan unsur-unsur pengotor Al.173 5. 1 Januari 2007: 1–48 ISSN 1907–2635 82/Akred-LIPI/P2MBI/5/2007 Tabel 3.143 98. 3 No.042 Pemanasan 5.754 5.05. Tabel 4.212 5. Untuk menghilangkan pengaruh unsur-unsur pengotor tersebut maka dilakukan preparasi atau perlakuan dengan cara penambahan suatu senyawa atau larutan tertentu yang dapat menghilangkan pengaruh tersebut. Na. dimana hasil F hitung sebesar 450.015 Dari hasil analisis larutan uranil nitrat seperti tercantum pada Tabel 3 terlihat bahwa konsentrasi uranium dalam larutan uranil nitrat hasil analisis dengan teknik tanpa pemanasan lebih kecil dari hasil analisis dengan teknik pemanasan menggunakan asam perklorat.97 Dari hasil analisis pada Tabel 4 terlihat bahwa unsur Al berpengaruh terhadap analisis uranium dengan teknik analisis tanpa pemanasan pada konsentrasi 8000 ppm dan 10 000 ppm.755 0. Nukl.502 88.90 5.100 99. Hasil analisis uranium dengan konsentrasi 5. yang dinyatakan dengan akurasi analisis sebesar 96.88%.743 5.065 g/L setelah penambahan Al dengan berbagai konsentrasi Al yang ditambahkan (ppm) 1000 2000 4000 6000 8000 10 000 Tanpa pemanasan Konsentrasi Akurasi (g/L) (%) 5.97%. 5.4.94 5.J.880 96.48 5.103 0.35% dan 88.766 5.88 5. Senyawa-senyawa yang basanya dipakai untuk menghilangkan pengaruh unsur-unsur pengotor adalah asam perklorat pekat dan asam sulfat pekat[5].170 97. 34 . terutama unsur-unsur pengotor dengan konsentrasi yang tinggi.965 98.052 99. Hasil uji F menunjukkan bahwa kedua metode analisis tersebut berbeda secara signifikan.060 99.212 0. Na.2.760 5. dan Mg dicantumkan pada Tabel 4.071 99.

86 5.61 5. Hal ini terlihat dari akurasi analisis di atas 99%.089 99.079 99.53 5.31 5.06 4.971 98.23%.07 5.815 95.065 g/L setelah penambahan Mg dengan berbagai konsentrasi Mg yang ditambahkan (ppm) 1000 2000 4000 6000 8000 10 000 Tanpa pemanasan Konsentrasi Akurasi (g/L) (%) 5.06% dan 87. Tabel 5.000 98. Naskah diterima : dan direvisi : 35 .016 99.018 99. Sedangkan dengan teknik pemanasan dengan penambahan asam perklorat.14 4.21 5.09 Dengan pemanasan Konsentrasi Akurasi (g/L) (%) 5.025 99.23 Dengan pemanasan Konsentrasi Akurasi (g/L) (%) 5. Tabel 6. yang dinyatakan dengan akurasi analisis sebesar 96.74 5.411 87.035 99. dan Na pada Analisis Uranium secara Potensiometri (Boybul.030 99.43 Dari hasil analisis pada Tabel 6 terlihat bahwa unsur Mg berpengaruh terhadap analisis uranium dengan teknik analisis tanpa pemanasan pada konsentrasi 10000 ppm.030 99. yang dinyatakan dengan akurasi analisis sebesar 95. unsur Mg tidak berpengaruh terhadap analisis uranium.94 5.094 99.78 5.03 4.51 5.31 5.68 5.064 99.09%.72 5. Hasil analisis uranium dengan konsentrasi 5.41 5.049 99. Iis Haryati) Unsur Al dengan konsentrasi 10 000 ppm atau lebih tetap berpengaruh terhadap analisis uranium walaupun telah dilakukan pemanasan dengan penambahan asam perklorat. Mg.74 5. unsur Na tidak berpengaruh terhadap analisis uranium.53 Dari hasil analisis pada Tabel 5 terlihat bahwa unsur Na berpengaruh terhadap analisis uranium dengan teknik analisis tanpa pemanasan pada konsentrasi 8000 ppm dan 10 000 ppm.041 99.040 99.72 4.068 99.98 5.003 98. Sedangkan dengan teknik pemanasan dengan penambahan asam perklorat.065 g/L setelah penambahan Na dengan berbagai konsentrasi Na yang ditambahkan (ppm) 1000 2000 4000 6000 8000 10 000 Tanpa pemanasan Konsentrasi Akurasi (g/L) (%) 5.ISSN 1907–2635 82/Akred-LIPI/P2MBI/5/2007 Pengaruh Unsur Al.072 99. Hasil analisis uranium dengan konsentrasi 5.045 99.874 96.052 99. Hal ini dibuktikan dengan akurasi analisis di atas 99%.052 99.

sedangkan pada konsentrasi 8000 ppm tidak terukur. Mg dan Na yang mempengaruhi reaksi redoks. sedangkan dengan teknik pemanasan penambahan asam perklorat unsur Na tidak berpengaruh. USA. Nukl. 4. dan Mg dengan berbagai konsentrasi Al. DAFTAR PUSTAKA 1. Tek. Method 696-72.37%.780 94. 36 . dan Mg berpengaruh terhadap analisis uranium dengan teknik analisis tanpa pemanasan mulai dari konsentrasi 1000 ppm. Metrohm Ltd. 2000 ppm. Mg ditambahkan (ppm) 1000 2000 4000 6000 8000 Tanpa pemanasan Konsentrasi Akurasi (g/L) (%) 4.21 5. 1 Januari 2007: 1–48 ISSN 1907–2635 82/Akred-LIPI/P2MBI/5/2007 Tabel 7. 94. Bhn. Gabungan dari unsur-unsur Al. CH-9100 HERISAU. IV. 1982.48%. Instructions for Use 682 Titroprocessor Series 01. KESIMPULAN 1. “Description of the Numkem Quality Control of Fuel Element Fabrication”. Unsur pengotor Al berpengaruh terhadap analisis uranium dengan teknik tanpa pemanasan pada konsentrasi 8000 ppm atau lebih. NUKEM GmbH. 2. Hasil analisis uranium dengan konsentrasi 5.05 5. Unsur pengotor Na berpengaruh terhadap analisis uranium dengan teknik tanpa pemanasan pada konsentrasi 8000 ppm atau lebih.012 98. dan Mg berpengaruh terhadap analisis uranium dengan teknik tanpa pemanasan pada konsentrasi 1000 ppm atau lebih. Hal ini disebabkan oleh unsur pengotor Al. Part 3.2. Na.28%.95 4.2-4.522 89.28 Tidak bisa diukur - Pada Tabel 7 terlihat bahwa gabungan dari unsur-unsur Al. Na.025 99. 1973. Annual Book of ASTM Standards.810 94.97 4.48 Tidak bisa diukur Tidak bisa diukur Dengan pemanasan Konsentrasi Akurasi (g/L) (%) 5.J.97% dan 87. Begitu juga setelah dilakukan teknik pemanasan dengan penambahan asam perklorat pada konsentrasi unsur pengotor 6000 ppm tetap memberikan hasil analisis dengan akurasi 89. 3. sehingga potensial reaksi tidak dapat diukur karena konsentrasi unsur pengotor terlalu besar. pp. 3. 5. 4000 ppm dengan akurasi analisis sebesar 94. Switzerland. American Society for Testing and Materials.017 99. Vol. V. sedangkan pada konsentrasi 6000 ppm dan 8000 ppm hasil analisis tidak dapat diketahui.431 87. sedangkan dengan teknik pemanasan penambahan asam perklorat gabungan unsur-unsur tersebut berpengaruh pada konsentrasi 6000 ppm atau lebih. 1985. Na.065 g/L setelah penambahan gabungan Al. Na. 2.37 4. Unsur pengotor Mg berpengaruh terhadap analisis uranium dengan teknik tanpa pemanasan pada konsentrasi 10 000 ppm atau lebih. sedangkan dengan teknik pemanasan penambahan asam perklorat unsur Mg tidak berpengaruh. Pada teknik pemanasan dengan penambahan asam perklorat Al berpengaruh pada konsentrasi 10 000 ppm atau lebih. Part 3. 3 No.

“Method for Accountability of Uranium Dioxide” Lawrence Livermore Laboratory. Iis Haryati) 4. F. STEPHENS. ERNST. Nuclear Regulatory Commission Office of Standards Development. 1975.. S. Naskah diterima : dan direvisi : 37 . GUTMACHER. B... R. dan Na pada Analisis Uranium secara Potensiometri (Boybul. 1987. U. and HARRAR. New York.. K. General Chemistry Division. pp.ISSN 1907–2635 82/Akred-LIPI/P2MBI/5/2007 Pengaruh Unsur Al.L.4-20. J. R.. Mg. “Practical Statistic for Analytical Chemist”. Van Nostrand Reinhold Company. ANDERSON. 5. E. G.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->