P. 1
SEDEKAH

SEDEKAH

|Views: 58|Likes:
Published by Winda Astika

More info:

Published by: Winda Astika on Jan 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/02/2013

pdf

text

original

SEDEKAH

Winda Astika
Jurusan Teknik Elektro Prodi Teknik Elektronika D IV Politeknik Negeri Bandung Jln. Gegerkalong Hilir, Ds. Ciwaruga, Bandung 40012, Kotak Pos 1234, Telepon (022)2013789, Fax. (022) 2013889 Homepage : www.polban.ac.id Email : polban@polban.ac.id
Intisari— Islam menganjurkan bagi umatnya untuk selalu berbuat kebaikan, salah satu contoh bentuk kebaikan yaitu dengan sedekah. Sedekah dalam islam hukumnya sunah namun dalam beberapa kasus tertentu sedekah juga bisa jadi wajib dan haram. Bentuk dari sedekah bukan dari materi saja namun kebaikan kita terhadap orag lain juga bisa dikatakan dengan sedekah. Oleh karena itu bentuk dari sedekah sangat bermacammacam asalkan tujuannya hanya mendapat keridhaan Allah SWT. Dalam alquran banyak sekali ayat-ayat yang menjelaskan tentang perintah sedekah, hadist nabi juga tidak sedikit jumlahnya. Dengan bersedekah kita dapat mendapaatkan beberapa manfaat dan dengan bersedekah juga kita mendapat balasan pahala dari Allah sebesar 10 sampai 700 kali lipat. Keywords— Sedekah, Al Quran, hadist.

I. PENDAHULUAN Islam memiliki ajaran-ajaran yang bersifat wajib maupun tidak wajib (sunah) yang dijalankan umat muslim. Salah satu contoh ajaran yang hukumnya sunah yaitu sedekah. Sedekah merupakan ajaran sunah dalam islam. Seruan ini ditunjukkan untuk seluruh umat muslim agar terhindar dari sifat egois dan kikir dengan mentyantuni orang yang tidak mampu karena pada dasarnya sebagian harta yang dimiliki adalah hak orang yang tidak mampu. Terdapat konsep dalam sedekah yaitu membantu kebutuhan hidup kaum muslimin untuk memperkokoh islam, dalam hal ini ditegaskan bahwa sebagai kaum muslimin hendaknya mambantu sesamanya untuk mensejahterakan, menunaikan kebutuhan dan menghapus kesedihannya karena sedekah memiliki kedudukan yang tinggu dalam ajaran islam. Menurut penelitian yang dilakukan Ahmad dan Sholeh (1991). Salah satu faktor malasnya anak untuk berbagi dan bersedekah tidak lepas dari peran orang tua yang mnanamkan perilaku bahwa sedekah hanya dijalankan di saat-saat tertenntu seperti pada bulan Ramadhan atau idul fitri. Dan menanamkan bahwa sedekah itu harus berupa materi seperti uang. Hal ini harus disadarkan bahwa kebaikan tanpa materi pun bisa termasuk dalam perilaku sedekah. II. LANDASAN TEORI A. Pengertian Sedekah Sedekah adalah suatu pemberian yang diberikan oleh seorang Muslim kepada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu;

suatu pemberian yang diberikan oleh seseorang sebagai kebajikan yang mengharap rida Allah SWT dan pahala semata. Sedekah dalam pengertian di atas oleh para fukaha (ahli fikih) disebut sadaqah at-tatawwu’ (sedekah secara spontan dan sukarela). Sebenarnya ada pula arti sedekah yang lain. Menurut mereka, istilah sedekah juga dapat searti dengan kata zakat, yang berarti suatu harta wajib dikeluarkan oleh seorang Muslim pada waktu tertentu dan dalam jumlah tertentu yang telah ditetapkan oleh syariat (hukum Islam). Karena itu para fukaha sering menyebut istilah zakat fitrah dengan sadaqah al-fitr. Adapun sedekah dalam pengertian bukan zakat sangat dianjurkan dalam Islam dan sangat baik dilakukan tiap saat. Di dalam Alquran banyak sekali ayat yang menganjurkan kaum muslimin untuk senantiasa memberikan sedekah. Di antara ayat yang dimaksud adalah yang artinya: “Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikanbisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat makruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami akan memberikan kepadanya pahala yang besar.” (QS An-Nisaa [4]:14). B. Perintah Sedekah Di dalam Alquran banyak sekali ayat yang menganjurkan kaum Muslimin untuk senantiasa memberikan sedekah. Di antara ayat yang dimaksud adalah firman Allah SWT QS. Al Baqarah : 274 yang artinya: “orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terangterangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kehawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” Dalam ayat di atas Allah menjanjikan bagi siap yang mau bersedekah, Allah akan memeliharanya dari segala bentuk kehawatiran dan segala bentuk kesedihan. Hadis yang menganjurkan sedekah juga tidak sedikit jumlahnya. Sedekah lebih utama jika diberikan secara diam-diam dibandingkan diberikan secara terang-terangan dalam arti diberitahukan atau diberitakan kepada umum. Hal ini

sejalan dengan hadits Nabi SAW dari sahabat Abu Hurairah. Dalam hadits itu dijelaskan salah satu kelompok hamba Allah SWT yang mendapat naungan-Nya di hari kiamat kelak adalah seseorang yang memberi sedekah dengan tangan kanannya lalu ia sembunyikan seakan-akan tangan kirinya tidak tahu apa yang telah diberikan oleh tangan kanannya tersebut. Sedekah lebih utama diberikan kepada kaum kerabat atau sanak saudara terdekat sebelum diberikan kepada orang lain. Kemudian sedekah itu seyogyanya diberikan kepada orang yang betul-betul sedang mendambakan uluran tangan. Mengenai kriteria barang yang lebih utama disedekahkan, para fuqaha berpendapat, barang yang akan disedekahkan sebaiknya barang yang berkualitas baik dan disukai oleh pemiliknya. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT yang artinya; ''Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebaktian (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai...'' (QS Ali Imran [3]: 92). Pahala sedekah akan lenyap bila si pemberi selalu menyebut-nyebut sedekah yang telah ia berikan atau menyakiti perasaan si penerima. Hal ini ditegaskan Allah SWT dalam firman-Nya yang berarti: ''Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan si penerima.'' (QS Al Baqarah [2]: 264). C. Hukum Sedekah Para fuqaha sepakat hukum sedekah pada dasarnya adalah sunah, berpahala bila dilakukan dan tidak berdosa jika ditinggalkan. Tidak seperti zakat yang hukumnya wajib, dan jumlahnya diatur secara khusus. Di samping sunah, adakalanya hukum sedekah menjadi haram yaitu dalam kasus seseorang yang bersedekah mengetahui pasti bahwa orang yang bakal menerima sedekah tersebut akan menggunakan harta sedekah untuk kemaksiatan. Terakhir ada kalanya juga hukum sedekah berubah menjadi wajib, yaitu ketika seseorang bertemu dengan orang lain yang sedang kelaparan hingga dapat mengancam keselamatan jiwanya, sementara dia mempunyai makanan yang lebih dari apa yang diperlukan saat itu. Hukum sedekah juga menjadi wajib jika seseorang bernazar hendak bersedekah kepada seseorang atau lembaga. D. Macam-macam Sedekah Terdapat banyak macam-macam sedekah. Hal ini untuk menepis anggapan dari sebagian kalangan bahwa sedekah hanya diartikan dalam bentuk mengeluarkan harta

saja. Sedekah harta memang bisa digolongkan seagai salah satu bentuk sedekah, namun bukan satu-satunya implementasi sedekah. Dengan banyaknya macam-macam sedekah, menjadi sebuah kesempatan bagi semua orang untuk bisa berlomba mengumpulkan pahala dengan melakukan sedekah. Karena jika sedekah hanya diartikan secara sempit, sama artinya dengan mengebiri hak orang untuk memperoleh kesempatan beribadah melalui sedekah. Sebab sedekah secara smpirt biasanya hanya dimaknai sebagai pemberian harta kepada orang lain. Jika ini sebagai makna sedekah, tentu hanya orang yang berasal dari kalangan kaya sajalah yang memiliki kesempatan untuk bersedekah. Sedangkan kaum miskin, tertutup kesempatan untuk menambah catatan amalannya di dunia. Dari pengertian di atas, bisa diartikan bahwa terdapat macam-macam sedekah. Sehingga sedekah bukan sekedar diartikan pada proses mengeluarkan harta yang kita miliki untuk kita bagikan pada orang lain saja. Ada beberapa macam-macam sedekah, diantaranya adalah : 1. Membantu urusan orang lain 2. Menjenguk orang sakit 3. Mengishlah dua orang yang berselisih, dalam sebuah hadist digambarkan oleh Rasullulah SAW : dari Abu hurairah r.a berkata, bahwasannya Rasullulah SAW bersabda : “ setiap ruas-ruas persendian setiap insan adalah sedekah. Setiap hari di mana matahari terbit adalah sedekah, mengisahlah di antara manusia ( yang berselisih adalah sedekah).” (HR. Bukhori) 4. Bekerja dan memberi nafkah pada sanak keluarga, hal ini sebagaimana diungkapkan dalam sebuah hadist : dari Al-Miqdan bin Ma’ dikarib Al-Zubaidi ra dari Rasullulah saw berkata, “ tidaklah ada satu pekerjaan yang paling mulia yang dilakukan oleh seorang dari pada pekejaan yang dilakukan dari tanggannya sendiri. Dan tidaklah seseorang menafkahkan hartanya terhadap diri, keluarga, anak dan pembantunya melainkan akan menjadi sedekah. (HR. Ibnu Majah) 5. Hubungan intim Suami Istri, ada cerita ketika itu dijaman Rasullullah ada seorang sahabat bertanya, “ apakah salah seorang diantara kami melampiaskan syahwatnya dan dia mendapatkan sedekah?” Kemudian dengan bijak Rasullulah menjawab : “ apa pendapatmu jika ia melampiaskannya pada tempat yang haram, apakah dia mendapatkan dosa? Maka demikian pula jika ia melampiaskannya pada yang halal, ia akan mendapat pahala.” Maka jelas hubungan intim suami istri merupakan salah satu contoh bentuk dari sedekah aslakan dengan pasangan yang syah menurut hukum islam dan negara. 6. Memberikan senyuman.

III. KEUTAMAAN SEDEKAH Sedekah memiliki sejumlah keutamaan dan keistimewaan. Dalam surah at-Taubah ([9]: 103), sedekah bertujuan untuk menyucikan harta dan diri muzaki agar menjadi penenteram batin mereka. Dalam sejumlah hadis, Rasulullah SAW menyatakan, sedekah itu merupakan bukti keimanan seseorang dan mereka yang bersedekah akan memperoleh pahala yang besar di sisi Allah SWT (HR alBaihaqi). Berikut beberapa keutamaan sedekah, yaitu : 1. Melipat gadakan Rezeki Allah SWT berfirman dalam salah satu ayat Alquran bahwa Dia akan membalas setiap kebaikan hamba-hamba-Nya dengan 10 kebaikan. Bahkan, di ayat yang lain dinyatakan 700 kebaikan. Khalifah Ali bin Abi Thalib menyatakan, ''Pancinglah rezeki dengan sedekah.'' 2. Sedekah dapat menolak bala Rasulullah SAW bersabda, ''Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala tidak pernah bisa mendahului sedekah.'' 3. Sedekah dapat menyembuhkan penyakit Rasulullah SAW menganjurkan, ''Obatilah penyakitmu dengan sedekah.'' 4. Sedekah dapat menunda kematian dan memperpanjang umur. Kata Rasulullah SAW, ''Perbanyaklah sedekah. Sebab, sedekah bisa memanjangkan umur.'' 5. Tidak menjadi miskin Dalam sebuah hadist. Rasullulah SAW bersumpah untuk 3 perkara, salah satu diantaranya adalah bahwa harta seorang yang gemar bersedekah tidak akan berkurang, bahkan bertambah dalam berbagai cara dan dalam berbagai bentuk.

Dari ayat di atas dijelaskan yaitu ketika kita bersedekah maka Allah akan membalas sedekah kita dengan 10 kali lipatnya. 2. Memberi 1 akan dibalas 700 “Perumpamaan (nafkah yang dikeluaran oleh) orangorang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan 7 bulir, pada tiap-tiap bulir : seratus biji, Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karuniaNya) dan lagi Maha Mengetahui.” (QS Al Baqarah : 261). Ayat di atas menjelaskan balasan dari Allah atas sedekah kita yaitu 700x lipat bagi Allah menghendaki. Ini lebih dahsyat lagi karena kita akan dibals dengan 700x lipat pahala. Sungguh sangat menarik ibadah sedekah, . Kita tinggal mengalikan dengan angka 10, berapapun yang kita sedekahkan atau kita berikan dengan ikhlas kepada orang lain yang membutuhkan bantuan kita. Ingatlah, balasan 10x lipat dari Allah itu adalah balasan minimal. Oleh karena itu, kita perlu merasa rugi besar jika kita hanya mengeluarkan sedekah dengan jumlah minimal. Semakin banyak bersedekah, maka pasti semakin banyak penggantinya dari Allah SWT. Setelah mengetahui keutamaan sedekah, maka tidak ada keraguan untuk kita melakukan sedekah. Dalam melakukan sedekah ada beberapa cara bersedekah yang dapat menggetarkan hati, yaitu diantaranya : 1. Bersedekahlah disaat Anda sedang ingin melakukan sedekah. Kalau menurut Ippho Santoso penulis buku “ 7 keajaiban rejeki” sedekah itu gak harus nunggu ikhlas dulu, ikhlas ga ikhlas yang penting sedekah saja. Nanti lama-lama juga ikhlas sendiri. Beliau Allah SWT mencintai orang-orang yang bersedekah. menganalogikan dengan sholat. Sholat itu khusu Kalau Allah SWT sudah mencintai seorang hambanya, maka tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan, tidak ada tidak khusu ya harus solat. Nanti lama-lama juga permintaan dan doa yang Allah tidak kabulkan, serta tidak ada khusu sendiri (dengan terus belajar tentunya). dosa yang Allah tidak ampuni, dan hamba tersebut akan 2. Bersedekahlah dengan sesuatu yang bernilai bagi meninggal dunia dalam keadaan husnul khatimah (baik). Anda. Kekuatan dan kekuasaan Allah jauh lebih besar dari persoalan Kebanyakan wujudnya adalah uang, namun yang dihadapi manusia. lebih luas lagi adalah benda yang juga anda suka, Sedekah juga mempunya konsep matematis. Konsep pikiran, tenaga, ilmu yang anda suka. Dengan matematis ini iperkenalkan oleh ustadz Yusuf Mansur. Konsep sedekah ini berangkat dari sebuah ayat yang menyumbang sesuatu yang anda sukai, membuat menyatakan bahwa sebuah kebaikan akan dibalas berkali-kali anda juga merasa berharga karena memberikan lipat. Dari situlah beliay meyakinkan umat muslim bersedekah. sesuatu yang berharga. Ada 2 konsep matematis sedekah Yusuf mansur, yaitu : 3. Bersedekah tanpa pernah mengharapkan balasan 1. Memberi 1 akan dibalas 10 dari orang yang Anda beri. “Barang siapa membawa amal yang baik, maka Yakinlah bahwa Tuhan akan membalas, tapi baginya (pahala) 10 kali lipat amalnya, dan barang tidak lewat jalan orang yang anda beri. siapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan 4. Bersedekah tanpa mengira bentuk balasan Allah atas kejahatannya, sedangkan mereka sedikit pun tidak yang kita sedekahkan. dianiaya (dirugikan).” (QS Al-An’aam : 160) Walapun banyak pengalaman menunjukan bahwa kalau bersedekah uang akan dibals dengan

uang yang lebih banyak, namun kita tak layak mengharap seperti itu. Siapa tau sedekah itu dibalas Allah dengan kesehatan, keselamatan, rasa tenang dll yang nilainya jauh lebih besar dari nilai uang yang disedekahkan. 5. Bersedekah tidak dengan maksud riya atau pamer. Banyak sekali dijumpai orang-orang yang bersedekah tak pernah ingin disebutkan namanya, cukup dengan “Hamba Allah”. Hal ini bertujuan supaya dirinya tak terjebak dalam riya dan sombong yang dikhawatirkan akan merusak pahala sedekah. IV. KESIMPULAN Amalan sedekah ialah salah satu amalan yang paling mulia disisi Alah SWT, dan memiliki kegunaan atau manfaat yang luar biasa baik bagi pelaku pemberi sedekah maupun orang yang menerima sedekah.

2. 3. 4.

Sedekah banyak sekali manfaatnya salah satunya melipat gandakan rezeki. Dengan sedekah kita dapat mensucikan harta dan hati. Sedekah merupakan ibdah yang hukumnya sunah, namum dalam beberapa kasus hukum sedekah bisa menjadi wajib dan haram.

1.

REFERENSI [1] http://www.pppa.or.id/ [2] Dadi haryana, 29 januari 2009, Keutamaan sedekah. (diunduh : 22 November 2012) [3] Prof Dr KH Achmad Satori Ismail, 22 November 2012, Inilah 5 Keutamaan Sedekah. (diunduh : 22 November 2012) [4] http://www.AnneAhira.com/

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->