Kuliah Online WISATA HATI DOT COM

Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi

Kuliah Dasar Wisatahati Kuliah Tauhid Mukaddimah
KDW0101 Seri 01 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada -

/ KDW01

Tidak Tidak Tidak Tidak

Bismillaahirrahmaanirrahiem, saya mulakan Kuliah Tauhid ini dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi-Nya, Allah, Tuhan semesta alam. Salam hormat kepada semua Peserta KuliahOnline. Menyenangkan sekali bisa ketemu dengan Saudara-saudara semua, meski secara maya. Saya berdoa semoga segala fadhilah ilmu dan fadhilah majelis ilmu, tetap diberikan oleh Allah kepada kita, sebagaimana kalau kita duduk bertatap muka satu atap di satu majelis ilmu. Rasulullah bersabda, bahwasanya sesiapa yang duduk di dalam majelis ilmu, maka Allah akan mencatatkannya sebagai orang yang ikut berjihad di medan perang membela agamanya Allah. Dan sesiapa yang duduk di majelis ilmu, maka Allah juga akan memerintahkan malaikat-Nya turun. Malaikat ini akan mengepakkan sayapnya dan bercucuran rahmat kepada siapa yang ternaungi. Malaikat ini juga akan membanggakan mereka semua di hadapan Allah, seraya memohonkan ampun kepada Allah. Majelis ilmu adalah juga bahagian dari Majelis Zikir, majelisnya orangorang yang belajar untuk mengenal dan mengingat Allah. Insya Allah segala fadhilahnya kelak kita akan pelajari lebih lanjut lagi. Saya hanya kepengen Saudarasaudara semua ikut mengamini doa saya, agar KuliahOnline ini menjadi Majelis Ilmu juga buat kita. Dan sejatinya, KuliahOnline ini adalah pengajian. Pengajian secara maya. Baarokawloohu lanaa, keberkahan semoga Allah berikan kepada kita, dan kepada siapa yang terlibat di dalam KuliahOnline ini. Saya juga berdoa kepada Allah, agar waktu dan biaya yang Saudara-saudara keluarkan; biaya registrasinya, biaya pemakaian listrik dan internetnya, biaya investasi perangkat kerasnya, dan biaya-biaya lainnya, dijadikan sebagai sedekah sebagaimana patutnya Allah menganggap sedekah bagi siapa yang mengeluarkan biaya dalam menuntut ilmu dan haji umrah. Dia-lah Yang Maha Syakuur, Maha Membalas, Maha Menghargai. Di mana kita sama tahu, bahwa setiap sedekah akan mendapatkan balasan yang luar biasanya dari Allah subhaanahu wata’ala. Dalam pada itu, saya menggarisbawahi kepada semua peserta KuliahOnline. Sesiapa

yang mendapatkan ilmu, pengalaman, pencerahan, spirit, motivasi dari sesi-sesi KuliahOnline ini, mudah-mudahan berkenan membagi lagi kepada yang lain. Agar bertambah-tambah pahala kebaikan kita bersama. Adapun registrasi yang muncul akibat KuliahOnline ini, mudahmudahan ada keridhaan dari Saudara-saudara semua sebagai sarana buat saya dan yang terlibat di KuliahOnline ini mencari rizki yang halal dan sebagai dana untuk operasional penyelenggaraan dan pengembangan KuliahOnline ini. Tapi sesiapa yang tiada kemampuan untuk melakukan registrasi, atau ada hambatan-hambatan teknologi, fisik dan keilmuan, maka kepada merekalah kita berbagi ilmu yang sudah didapat ini. Sungguh, kita sama-sama berjuang agar keridhaan Allah betul-betul kita dapatkan. Saudara ridha terhadap kami, dan kami ridha terhadap Saudara. *** Dengan memuji kepada Allah, saya beristighfar kepada Allah. Beragam nikmat, Allah berikan, sementara saya rasa ibadah tiada bertambah. Bahkan barangkali kalaulah tidak ada Kasih Sayang-Nya, tidak ada Rahman dan Rahim-Nya, niscaya tidak akan pernah berimbang antara dosa dengan kebaikan. Selalu akan lebih banyak dosa ketimbang kebaikan. Kesibukan dunia yang pada akhirnya seringkali menyebabkan manusia menjadi jatuh ke dalam kesusahan, tidak menjadi pelajaran buat yang lain. Atau bahkan sering tidak menjadi pelajaran bagi dirinya sendiri. Bukan kesibukannya itu sebenarnya yang menjadi masalah, melainkan karena kesibukan itu sudah melalaikannya dari mengingat Allah. Andai kesibukan mencari dunia tidak melalaikan diri kita dari Allah, maka niscaya hidup ini akan seimbang dunia dan akhirat. Mencari dunia adalah perintah Allah juga. Dan setiap perintah Allah yang dikerjakan, maka ia menjadi ibadah. Allah hanya meminta kita, jangan sampai kita lalai dari mengingatNya. Untuk itulah saya ingatkan diri ini dan diri yang bisa diingatkan dengan pembelajaran tauhid yang saya tulis. Agar kita bisa mementingkan Allah dari siapapun dan dari apapun. Dan Kuliah tauhid ini saya sampaikan juga sebagai pengingat bagi diri saya dan bagi mereka yang mau mengingat akan kelalaiannya beribadah sebagai tujuan diciptakannya manusia; Untuk beribadah kepada Allah. Kuliah Tauhid saya rangkai seraya memohon izin dan ridha-Nya. Saudara-saudaraku peserta KuliahOnline… Di antara biang keladi iman sering runtuh, sebab tidak sedikit manusia yang takut bahwa ia akan tidak memiliki rizki… Tidak bisa menyelesaikan masalah… Tidak bisa memenuhi keinginan-keinginan dunianya… Tidak akan bisa senang hidup di dunia jika rajin beribadah dan taat kepada Allah… Sedang Allah Maha Segala, Maha Kuasa, Maha Besar. Dunia mengalahkan dirinya dari Allah. Atau malah karena tidak mengenali apa itu hakikat kebahagiaan, hakikat kesenangan, dan atau lebih jauhnya hakikat hidup itu sendiri, yang kemudian

menyebabkan iman menjadi tidak muncul cahyanya di kehidupannya. Atau, malah tidak mengenal Allah? Untuk itulah perlu kiranya belajar tentang tauhid. Penyebab lain iman sering runtuh, adalah ketiadaan ilmu. Dan ilmu segala ilmu adalah ilmu tauhid. Belajar tentang tauhid adalah belajar tentang Allah, dan itu juga berarti belajar untuk kehidupan dan kematian. Kita hidup berasal dari Allah, dan pun kita akan mati untuk kembali kepada Allah Yang Maha Hidup. Pengetahuan bahwa manusia yang hidup akan mati, dan yang mati akan dibangkitkan kembali untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuatnya, juga mendorong saya menulis esai demi esai Kuliah Tauhid ini. Alangkah mengerikannya jika kemudian kita betulbetul dilalaikan oleh dunia, dan lebih mengerikan lagi jika kemudian hidup kita sendiri menjadi jauh dari Allah, dekat dengan perilaku-perilaku syetan, lalu mati. Entahlah, tidak terbayang betapa sia-sianya hidup seperti ini. Semula Kuliah Tauhid ini digunakan sebagai perenungan bagi diri sendiri, dan kemudian dibawa kepada sesiapa yang berkenan diajak untuk sama-sama belajar tentang Allah dan kehidupan ini. Rasanya saya seperti sedang berdiri sebagai orang yang tauhidnya sudah benar saja ya? Padahal masih jauh. Saya niatkan sama-sama belajar dengan Saudara-saudara semua. Hati ini gelisah dengan kurangnya ibadah, mudahnya maksiat, bahkan maksiat di tengah ibadah; ketika berdakwah, ketika menulis, ketika shalat, ketika zikir, ketika baca al Qur’an. Saya mengerti, jawaban semuanya adalah tauhid, untuk menghidupkan iman dan membuahkan amal yang terang benderang. Semakin manusia bertauhid, semakin ia aman dan nyaman. Pun semakin ia bahagia dan tenang. Sebab ia semakin mengenal dan semakin dekat dengan Allah. Belum lagi persoalan-persoalan kehidupan manusia dan hajatnya yang banyak yang tiada ada pernah habisnya. Dua hal ini; persoalan hidup dan hajat hidup, manusia sebenarnya membutuhkan Allah Yang Maha Tahu tentang dua hal ini. Namun ilmu tauhid sudah sedikit sekali dipelajari orang lantaran beratnya. Akhirnya manusia tidak mengenal Allah, Tuhannya. Perlu saya ketahui dan perlu lebih lagi diketahui oleh Saudara-saudara semua. Di tangan Allah; menaikkan gaji orang-orang yang tiada cukup gajinya, melunasi hutangnya, menghadiahkan pekerjaan dan permodalan usaha, menyembuhkan penyakit seseorang, dan menyelesaikan semua problem kehidupan manusia, adalah jauh-jauh lebih ringan daripada DIA memberi rizki kepada semua makhluk di bumi. Allah sediakan jalan shalat dhuha, sedekah, tahajjud misalnya, sudah akan membuat manusia enteng dengan persoalan hidup dan hajatnya. Tapi itulah, bagaimana mau mengenal Allah, kalau kemudian tiada mengenal seruan-Nya, petunjuk-Nya, bimbingan-Nya? Dan karena tidak mengenal jalan-jalan ini, manusia lalu menempuh jalan-jalannya sendiri yang lama dan berat. Lalu mereka mengatakan, “Inilah hidup”. “Perjuangan”, begitu katanya. Orang-orang ini tidak tahu bahwa Allah memberi

sebab DIA Yang Maha Tahu tentang bagaimana alam ciptaannya bekerja. dan berdoa pada-Nya. Ta’at kepada Allah tiada dihitung ta’at apabila kita tiada ta’at kepada Rasulullah. Tapi sayang. Saya terdiam. Iman. Bukan solusi. Ada kesejukan yang mengalir. Satu saat saya menangis di hadapan seorang ‘alim. Bukan duit. itulah jawaban buat saya dan buat semua orang yang berdada sesak. Lalu ruku’. Bukan yang lainnya. menjadikan Allah segalanya.keringanan. “Yang Kamu butuhkan hanya Allah. di pikiran kita. Ingin rasanya segera saya berlari ke tempat wudhu. di kehidupan kita. sujud. *** Saudara-saudaraku. Nabiyallah Muhammad shalla ‘alaih. Tauhid. ini sebab tiada ada ilmu tauhid. Jangan ada yang lain. maka Allah bershalawat 10x kepadanya. *** Di kali pertama kita memulai belajar sesuatu yang berat ini. Kasih Sayang Allah begitu besar. Mari kita hadiahkan shalawat dan salam. ia berputus asa dari rahmat Allah. tidak mungkin ia gapai. Mengapa? Sekali lagi saya insyafkan diri saya. Tauhid! Itulah jawaban buat saya. Bagaimana mungkin seseorang sudah mah ia jauh dari Allah. kita bershalawat kepada Rasulullah shalla ‘alaih. dan secepatnya menggelar sajadah dan menangis. lalu memberi-Nya persangkaan buruk yang demikian kepada Allah? Itu juga terjadi karena ia tidak mengenal Allah. Dan tiadalah cinta kepada Allah dihitung cinta. Sentuhan tangannya di dada saya. Lalu dia memegang dada saya. ibadah. Tauhid. manusia memilih jalan yang berat. Hanya Allah”. Dan itulah juga jawaban buat orang yang belum sesak dadanya supaya menjadi modal ketika kesesakan bersemayam di dadanya. “Apa sesungguhnya yang Kamu butuhkan?”. Saat itu saya menangis. seraya memperbaiki diri dari sisi iman. adalah kelembutan yang menghunjam hingga di lubuk hati saya yang paling dalam. Pertolongan-Nya pun demikian mudah didapat. Dia bertanya. saya mengingat secuplik episode ketika saya bermasalah. Katanya. Dan saya lakukan itu. Allah hanya meminta hanya ada DIA di hati kita. mengeesakan Allah. kepada orang yang paling kita rindukan. sebagai doa. agar diri kita dan segenap orang-orang . Ketika manusia dihadapkan pada sejuta persoalan hidup yang lain. Allah menjanjikan sesiapa yang bershalawat satu kali padanya. Jauh lebih besar melampaui dosa siapapun dan jauh lebih besar dari dosa siapapun. niscaya kehidupan akan terang benderang. hingga kita mencintai Allah. dan amal saleh. Seakan pertolongan Allah itu jauuuuuuh.

dan kemudian berkenan menjadi hamba-Nya. Dan mestinya ini jugalah yang Saudara-saudara semua takutkan. itulah yang mau saya tuju ketika saya tulis materi demi materi perkuliahan ini. katakanlah. dan mencintai Rasulullah. Melainkan betul-betul yang kita takutkan adalah kalau kita meninggal dunia dalam keadaan kita tidak bisa mengucapkan kalimat tauhid. dakholal jannah. betul-betul memotivasi diri saya. agar kita-kita semua ini beserta keluarga kita. Dan besar pula harapan ini. agar kalimat tauhid betul-betul dicatat Allah pernah kita ucapkan. Bukan hutang yang belum terbayar. dan mengikuti Rasulullah. Man ahyaa sunnatii faqod ahabbanii. maka dia akan bersamaku di surga. Mencintai Allah. wa man ahabbanii kaana ma’ii filjannah. siapa yang menghidupkan sunnahku. Qul. maka sungguh dia telah mencintai diriku. Besar harapan saya. dan inilah ruh semua ruh seluruh KuliahOnline kita. ada di barisannya Nabi ketika semua manusia dikumpulkan di Padang Makhsyar. siapa yang mengucapkan Laailaaha illallaah. maka dia dijamin masuk surga. Dan agar kita semua duduk satu surga dan bisa mencium wanginya. menjadi penyembah-Nya. tanpa kesaksian bahwa Muhammad itu adalah Rasul-Nya – memasukkan diri ini ke dalam golongan orang-orang yang mencintai-Nya. mengenal Rasulullah. Bukan. bukan penyakit yang belum sembuh. Ta’at kepada Allah.yang ada di hati kita. niscaya kalian akan dicintai Allah. *** Tentu saja tidak ada yang bisa mengajarkan sebaik Allah yang mengajarkan. dan menjadi orang yang sayang apabila begitu gampang meninggalkan sunnahnya. bisa benarbenar bersungguh-sungguh mengenal diri-Nya. Dan tidak ada satu pun ilmu yang kita dapat kecuali Allah yang mengizinkannya menjadi . Dan barangsiapa yang mencintai diriku. Rasulullah yang setiap hari saya paksakan bershalawat kepadanya minimal 100 kali sehari semalam. mengenal rasul-Nya. bukan dunia yang selama ini menjadi sumber petaka dan masalah kita. Man qoola laa-ilaah illallaah. tanpa “Muhammadar rasuulullaah”. bukan pekerjaan dan modal usaha yang belum kita dapatkan. dan saling mengingatkan. kalimat “Laa-ilaaha illallaah”. bukan rumah yang belum bisa kita beli. Sungguh. Mengenal Allah. Itu tiada lain. juga para jamaah yang lain yang belum mengetahui adanya KuliahOnline ini. bukan piutang yang belum tertagih. in kuntum tuhibbuunallaah fattabi’uunii yuhbibkumullaah. agar Allah --yang t’lah berkata bahwa tiadalah lengkap kalimat tauhid. Maka mari kita belajar sepenuh hati. maka ikutilah aku (Rasuulullaah). Mengikuti Allah. terbiasa hidup dengan sunnahsunnah Rasulullah. jika kalian mencintai Allah. Tiada yang saya takutkan kecuali diri ini mati dalam keadaan tidak bisa mengatakan Laailaaha illallaah wa-asyhadu anna Muhammadar rasuulullaah. Inilah tauhid. dan ta’at kepada Rasulullah. agar diri ini masuk kepada golongan orang-orang yang mencintai sunnahnya. Apapun modul yang dipilih oleh masingmasing peserta.

Semoga cara saya memperkenalkan Allah kepada diri saya. Biarlah Allah yang mengetahui rahasia kebenaran-Nya. memang saya pun masih terus belajar. Namun apa yang saya tempuh. dan sangat-sangat baik. Dia begitu baik. Selama-lamanya. Kanan kiri Anda yang mengikuti pembelajaran ini. belum dapat maaf-Nya. maka mintalah juga nasihat dari mereka. Subhaanallaah! Betapa menyenangkan hati kegiatan belajar dan mengajar tauhid ini. saya dan Anda semua akan sama-sama belajar tentang maa huwattauhiid? Apa itu tauhid? Saya katakan sama-sama belajar. dan segera memulai saja perjalanan tauhid dari mengenal-Nya. abadan abadaa. Tapi siapa yang saya bisa mintakan kekayaan dan pembagian kekuasaan? Hanya DIA yang berkenan diminta. sahabat-sahabat kita. untuk duduk bersama dan mengajarkan kepada kita semua tentang ilmu tauhid. Sebab kepadaNya juga berpulang semua kebenaran. tumbuh tauhid. tanpa batas. kita tidak siap. sebab sebagaimana saya katakan di atas. memberi jawaban semua persoalan hidup. lebih banyak makan asam garam. agar di diri kita semua. lalu saya membagi-baginya menjadi satu dua kisah hikmah. Saya undang hampir semua kelompok manusia. Belum diampuni Allah. dan akan terus belajar. Saya berharap. keluarga kita. bisa menjadi satu pembelajaran tauhid yang diridhai Allah subhaanahuu wata’ala. Apa yang saya maksud dengan kehancuran yang lebih besar? Yaitu ketika kematian datang. Agar Allah angkat derajat kita semua. Dan yang lebih penting lagi. dari sedikit cara yang saya ketahui ini. para orang yang sudah mendoakan dan menjadi bahagian dari amal saleh. para ‘alim ‘ulama di bidang ini. Saya mengenal banyak orang kaya. dan buat orang-orang yang mulai mengikuti perkuliahan tauhid ini. dan mewafatkan kita semua dalam kebaikan untuk segera bisa menemui Allah dalam keadaan yang diridha-Nya. orang tua kita. Semuanya insya Allah perjalanan hidup yang begitu saja. lebih soleh. penderitaan. Ada yang tidak bermasalah. dan diberi! Saya nukilkan sedikit pengalamanpengalaman mereka yang berkenalan dengan Allah. iman. sesuai tujuan perkuliahan ini. menyingkirkan semua duka. Kelak kita akan undang para ahli. Boleh jadi apa yang saya sampaikan adalah sebuah kesalahan. lewat pintu KuliahOnline yang beragam sesuai dengan kebutuhannya dan keinginannya.ilmu buat kita. dan berkuasa. sudahlah cukup membuat saya bangga. Tidak ada yang aneh dari pembelajaran tauhid yang akan saya sampaikan. . banyak yang lebih ‘alim. dengan kita mengenal-Nya. bahwa Allah Memang Tuhan saya. *** Setelah ini. belum dapat ridha-Nya. kuliah tauhid ini bisa menyelamatkan diri kita semua dari kehancuran yang lebih besar. Buat apa kaya dunia. jika kemudian neraka terhidang untuk kita. Kemuliaan mudah-mudahan Allah hadiahkan juga buat mereka-mereka yang kita kasihi.

Amin. Baru setelah itu. Saudarasaudara bisa mengambil materi-materi kuliah lain. Yang belum shalat. Selamat mengikuti perkuliahan. Agar ia tidak diakses dulu sebelum Kuliah Dasar Tauhid ini dipelajarinya. saya tutup dulu kanalnya materi-materi lain. hingga ke seminar-seminar dari berbagai materi Kuliah Online. Kuliah Tauhid ini bersifat harian. Baik Kuliah Dasar. Mudah-mudahan Anda semua bisa berprasangka baik. baik yang berupa tulisan. *** . kita semua memulai perjalanan belajar KuliahOnline ini ketika Sya’ban sudah akan berakhir dan berganti dengan Ramadhan. Web Admin). penuh dengan keridhaan Allah. visual. Yang sudah shalat wajib. untuk sama-sama memulai memperbaiki ibadah kita sebagai awal implementasi Kuliah Tauhid ini. audio. Yang sudah shalat. Kuliah Pilihan. mudah-mudahan Allah membimbing kita semua. Dalam pada itu. insya Allah. Ada pula yang memang bermasalah. Bulan yang semua amal dilipatgandakan. Mudah-mudahan dengan kekuatan getaran hati menuju Allah. Terima kasih atas kepercayaan Anda semua kepada kami. Saya tutup dulu pintunya materi-materi lain. Kuliah Dasar Tauhid ini sendiri. Maafkan segala kesalahan saya dan kawan-kawan pengelola perkuliahan online ini ya. dan ridha menerima pengajaran seperti ini. ga usah khawatir. dan Kuliah Solusi Terapan Sedekah. penuh keberkahan. Bersabarlah mengikuti Kuliah Tauhid ini. Amin. Mudahmudahan (KuliahOnline ini dimulai perdananya tanggal 25 Agustus 2008. Sementara itu. perkuliahan tauhid ini sudah cukup menemani hari-hari Anda. berusahalah untuk shalat di masjid. yang karenanya Saudara memilih Kuliah Solusi Terapan. Kritik dan saran teramat sangat saya tunggu. sempurnakanlah dengan qabliyah ba’diyah. Yang masih shalat di rumah. Kuliah Dasar Tauhid ini saya anggap sebagai ruh dari seluruh materi Kuliah Online. berjamaahlah (kecuali perempuan). Kalau mukaddimah ini dikeluarkan. saya mengingatkan yang memulai belajar Kuliah Tauhid ini. Niscaya ia bisa juga menjadi jawaban buat Saudara. terdiri dari 41 esai pembelajaran tentang tauhid termasuk mukaddimah ini. Jazaakallaah. Anda yang butuh pencerahan dan pertolongan. Dan bukanlah satu kebetulan. apabila ditemukan banyak kejanggalan.tapi sekedar ingin belajar menambah wawasan. penuh ampunan. bahkan sebelum Saudara mengikuti Kuliah Solusi Terapan Sedekah. maka jumlahnya 40 esai. shalatlah. Insya Allah saya akan menemani hari-hari Saudara semua dengan perkuliahan yang kita berdoa mudahmudahan diridhai Allah. tapi masih sendiri. Semuanya saya undang belajar di Kuliah Online.

memuji dengan pujian yang Engkau sandangkan pada diri-Mu. yang bila tidak diberikan ilmu itu maka kami tidak mengenal-Mu. Kenalkan kami kepada Zat yang tidak sanggup melihat kami menderita dan menanggung dosa. Kenalkan kami kepada Engkau Yang Maha Menjawab Semua Doa. Kenalkan kami ya Allah. kecuali Engkau yang mengizinkan dan mengajarkan. kuntu kanzan makhfiyyan. Fa-uriidu an u’rofa. Wahai Zat Yang Teramat Teliti dalam mencatat. Ilmu yang bisa menyelamatkan kehidupan kami. Kenalkan kami kepada Kasih Sayang-Mu. maaf dan ridha-Mu. izinkan kami mengenal-Mu. Maka. sungguh dulu Aku adalah permata yang tersembunyi. Duhai Allah yang tiada bisa mengajarkan sesuatu. izinkan kami bershalawat dulu kepada Rasul-Mu. Kami ingin kembali pada-Mu dalam keadaaan diri yang sudah terampuni. kesulitan kami. Ajarkan kami ilmu-ilmu yang bisa membuat kami menjadi selamat dunia dan akhirat. berilah kami ilmu yang bermanfaat. Ya Allah. Allaahumma sholli wa sallim wa baarik ‘alaa sayyyidinaa Muhammadin wa’ alaa aalihi washohbihi ajma’iin walhamdulillaahi robbil’aalamiin. hari ini. Nastaghfirullaahal ‘adzhiem wa atuu-bu ilaih. dengan Kemurahan Ampunan dan Maaf-Mu.Yaa Allah. dari kesalahan melalaikan diri-Mu. Ilmu yang bisa membawa kami kepada diri-Mu. juga dari kesalahan tidak mengikuti ajaran-Mu dan ajaran Rasul-Mu. kami semua memohon ampun dari-Mu. kami tahu bahwa Engkau Maha Mendengar. agar tiada sombong kami hidup di dunia ini. serta didahului dengan beristighfar yang sungguh-sungguh dari dalam hati kami. dari kesalahan tidak mengenal-Mu. dan menambah kecintaan kami kepada Rasul-Mu. dan perkenalkan diri-Mu kepada kami. Yaa Rahmaan. Ampuni kami dari seluruh ragam keburukan dan kemaksiatan yang sepenuhnya Engkau genggam seluruh catatannya. Engkau Maha Menolong. Fakholaqtu kholqon liya’rifanii. setelahnya kami memohon agar Engkau hapuskan seluruh catatan keburukan kami dan menggantinya dengan catatan ampunan. Kenalkan kepada kami diri-Mu Yang Maha Melihat. Sehingga enteng hidup mereka yang mengenal-Mu. Yaa Rahiim. Engkau Maha Kuasa. Rabb. Maha Mengawasi. Kenalkan kami pada diri-Mu. Kenalkan kami kepada keagunganMu. saat ini. Agar kami tahu bahwa setiap detik kehidupan kami senantiasa diperhatikan olehMu. kuciptakan makhluk untuk mengetahui Aku. yaa Allah. Apapun kesusahan kami. kenalkan kami kepada diri-Mu yang Maha Membebaskan manusia dari permasalahannya. Engkau yang berkata dalam kalam-Mu. dengan penuh kerendahhatian dan penuh harap akan keselamatan yang abadi. maka Aku ingin dikenal. . sehingga tiadalah kesulitan itu menjadi bahagian dari kehidupan orang-orang yang mengenal-Mu. agar kami tahu bahwa kami hidup tidak sendiri.

Tidak ada rizki selain dari Allah. Termasuk di urusan rizki. Karenanya saya mau bersungguh-sungguh dan berdoa. Subhaanallaah. Saya melihat ada yang menangis padahal Allah Maha Membahagiakan. Ada yang bermasalah. Keluarganya adalah bisnisnya. Tawa canda anak-anaknya milik pembantu-pembantu dan supirnya. tapi tidak memiliki keluarga. tidak ada Tuhan selain Allah. Ada yang hidupnya sulit.Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Laa ilaaha illallaah KDW0102 Seri 02 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Yang kita perlukan di kehidupan ini adalah tauhid. Sebab yang ia cari memang dunia. Pasangan hidupnya juga adalah kesibukannya. Ingin rasanya saya gemakan terus kalimat tauhid ini di hati ini. Bahwa LAA ILAAHA ILLALLAAH. Ada yang miskin dan menderita. Padahal DIA lah Yang Maha Meringankan. Saya melihat tidak sedikit manusia yang kelelahan mencari dunia. Memohon taufiq dan hidayah-Nya. Sebab ia tidak men-share bebannya itu kepada Allah. Saya ingin kemudahan. lantaran ia jarang berkumpul sama anak-anaknya. Tidak ada tuhan selain Allah pokoknya. dan menjadikan Allah sebagai Sentral Kehidupan saya. Saya mau meyakini Kalimat Tauhid ini. Tidak ada pemberi rizki kecuali Allah. Saya tidak mau menjadi bahagian dari orang-orang yang kelelahan itu. izinkanlah kami-kami menjadi orang kaya yang hidupnya senang ya . Keluarganya adalah pekerjaannya. padahal Allah bisa menciptakan kekayaan di hati yang tidak perlu kaya secara dunia. supaya enteng hidup saya. padahal Allah Maha Menolong. iman dan amal saleh. padahal Allah Maha Memudahkan. Tidak mudah. Tidak ada cara mencari rizki kecuali caranya Allah. Tiada ia tempuh jalan-jalan ibadah yang mengantarkannya kepada Pemilik Dunia. Ada yang kaya. tidak kelelahan di dalam mencari dan menikmati dunia. Saya jaga jangan sampai ia lepas. Saya melihat manusia-manusia yang berat hidupnya dengan beban hidupnya.

seluruh Pion belum dijalankan. Yang bisa menghormatinya. ya bebaslah maennya. yang sesungguhnya saya sedang memperdengarkannya pada diri saya sendiri. Dan bila analogi catur ini boleh dibawa ke urusan tamsil tauhid. badannya. dan berkeliling dunia. Peluncur jalannya miring. Adapun Raja. ALLAH MAEN SENDIRIAN DI DUNIA INI. ia pun boleh melompat dan bebas bergerak ke sana kemari. Tidak ada yang bisa memberikan ragam kesulitan . Kebahagiaan. Peluncur pun mau kita buat jalannya melompat-lompat seperti maen halma. Tidak berlaku hukum permainan catur. Padahal dunia sedang menghinakannya. Ada yang hidupnya pindah berpindah. boleh. Sama dengan maksudnya itu kalimat. Wajahnya ceria. dan Peluncur serta Menterinya masih ada di kanan kirinya. Senang dunia akhirat. Saya melihat tidak sedikit manusia yang justru malah mudah mencari dunia. kedamaian. tiada pernah dibawa menikmati shalat-shalat malam. Dimana kuda jalannya L. Sehingga ia tidak sadar bahwa Allah justru mengazabnya dengan dunia-Nya. Tidak ada yang bisa memberi itu semua kecuali Allah. TIDAK ADA YANG LAIN. dari kesenangan yang satu ke kesenangan yang lain. Tidak boleh ia melompati Raja. Mau lurus. Laa ilaaha illallaah. Kita boleh menjalankan Kuda selagu-lagunya. adalah manusia-manusia yang tiada pernah tahu siapa dia sebenarnya. Ada yang mengenal semua tempat-tempat indah. Tapi hatinya. pikirannya. meskipun seluruh pion belum dijalankan. Tapi ia kekeringan. Kalau kita maen catur BERDUA. Pion hanya bisa jalan maju tidak bisa mundur. mau lompat. sehingga sesungguhnya dirinya pun tiada kebagian jam istirahat dan bersenang-senang bahkan. tapi jiwanya rapuh. Ada manusia yang segalanya ada. mau muter-muter. bila di depannya. Kemudahan ada di tangan Allah. ada di tangan Allah. Ada pekerja-pekerja yang mengabdikan hidupnya untuk kerja dan usaha. Tapi itu kalau maen BERDUA. hingga jiwanya sendiri lelah mengikutinya. Itulah ATURAN CATUR. Ibarat main catur. Saya melihat ada yang keluarganya berantakan. bebas. Tidak ada yang bisa memberi kemudahan kecuali Allah. lalu ia katakan kepada dunia dia mau membentuk keluarga baru yang lebih harmoni. Laa ilaaha illallaah. yang bisa memuliakannya. Ada selalu yang diambil sebagai tebusan dari mudahnya ia mendapatkan dunia.Allah. Saya mengingat analogi maen CATUR yang sering saya sampaikan kepada para pendengar tausiyah saya. Itu saya lihat terjadi sebab kemudahan itu ia dapatkan bukan dengan mentaati Allah. maka berlaku aturan permainan catur. Bagi Raja. Bahagia dunia akhirat. Inilah yang terjadi kalau kita maen catur SENDIRIAN. Dia merasa dunia digenggamnya. tapi penghuni langit tiada mencintainya dan tiada menghargainya. dan paling banyak hanya bisa jalan dua kotak catur lurus ke depan. sementara ia enjoy dengan hal itu. Bagaimana kalau maen catur SENDIRIAN? Kalau maen catur sendirian. maka Raja hanya bisa diam. ketenangan. bahkan keheningan berduaan dengan Pemilik Surga di dalam shalat pun tiada dia kenal. Tuhannya. maka perlu kita ketahui Allah itu tidak ada sekutu bagi-Nya.

untuk meninggikan kalimat Allah. atau di tahapan menikmati dan mengelola dunia. kecuali Allah. saya membaca ulang apa yang saya tulis. dan memanfaatkannya dengan baik untuk kepentingan agama-Nya. maka tidak ada pernah kegagalan baginya… *** Sampe sini. Tidak ada kehidupan kecuali untuk-Nya. Laa ilaaha illallaah. pasrah berserah diri untuk ikut di dalam aturan-Nya dan mengikuti-nya sepenuh hati dengan kekuatan penuh. Ya. Benarkah yang saya tulis ini? Sehebat itukah tauhid saya? Tambah ga percaya lagi. Adduh. Tidak setengah-setengah. bahwa kalau Allah sudah mengatur. Tidak ada Tuhan selain Allah. saya benar-benar memohon Allah menjadikannya menjadi baitbait doa agar apa yang tertulis menjadi kenyataan. melalui pengajaran para guru. Dari atas. Maka saya kepengen Allah berkehendak memudahkan segala urusan saya. dan segala kuasa adalah Kuasa-Nya. lewat berbagai media. Tapi bila saya menghendaki Allah memberikan kemudahan buat saya. Bila Allah sudah mengatur. Karena Dia lah Laa ilaaha illallaah. sudah seharusnya saya menjadi hamba-Nya yang mau mengikuti segala aturan-Nya. Kuliah Tauhid kepada seluruh peserta KuliahOnline. Sebab saya tahu dan meyakini. Ia tidak sanggup menjamin dirinya dan anak keturunannya masuk surga bila tiada ketaatan dan amal salih. SAYA TIDAK PERCAYA YANG SAYA TULIS. andai benar. Tidak ada pemain di dunia ini.kecuali Allah yang hingga Dia lah yang bisa melepaskannya kembali. adalah aktifitasnya tidak dia lakukan karena Allah dan untuk Allah. Allah bimbing saya untuk mencari dunia dengan baik. Tulisan yang dijadikan esaiesai Kuliah Tauhid di KuliahOnline Wisatahati. sampai bait ini. Saya tidak menjamin diri saya sendiri. para orang tua. kegagalan para pencari dunia. Saya sangat sangat bersedia untuk diatur. dan siap untuk melaksanakan kewajiban dan meninggalkan larangan-Nya. Tidak ada aturan yang terbaik kecuali apa-apa yang sudah Allah aturkan. bahwa ia akan mendapatkan segala kemudahan apabila Allah tidak saya ikuti. Rasul pun demikian. Kuasa-Nya yang terjadi. yang memainkan seluruh peraturan. Andai dia punya visi misi li i’laa-i kalimaatillaah. SAYA MEMBACA ULANG TULISAN INI. sebab peraturan adalah peraturanNya. baik di tahapan mencari dunia. Tidak ada yang mengatur dunia ini kecuali Allah. . maka aturan-Nya itulah yang terbaik. Laa ilaaha illallaah. yang harus saya lakukan adalah menyadari semua itu. maka Kun Fayakuun-Nya yang terjadi. Saya melihat. bahwa saya sedang mengajar lewat esai ini. Kehendak itu kehendaknya Allah. Laa ilaaha illallaah. Dengan berpikiran seperti ini. dengan sabab ilmu yang diteteskan-Nya pada saya.

Ya. Lihat saja. Benar sudah mengatakan Laa ilaaha illallaah.dan hanya di jalan-Nya. Dan tidak pagi tidak siang tidak malam. Biarkan. dan meyakini bahwa Laa ilaaha illallaah. Saya melihat diri saya lagi. Sesukanya. Kalau Kamu benar tauhidnya. Sebab waktu shalat betul-betul sebentar lagi datang. apa sanggup saya menuliskannya lagi bait-bait yang masih menari di hati ini? Saya ingin berteriak kepada diri saya. malah jadi Allah yang menunggu saya! Duh duh duh. Maka bahagian menanti berkumandangnya azan adalah hal yang mestinya menjadi hal yang luar biasa. saya masih menomorduakan panggilan Allah. Tapi saya malah masih nulis. benar! Jauh. Ketika . di perbesaran manfaatnya. Apakah ini yang disebut Laa ilaaha illallaah? Tidak ada urusan --harusnya--kecuali urusan-Nya Allah yang harus lebih kita urus? Nyatanya. lebih pantas rasanya saya menangisi diri ini. saya tahu jadwal shalat. SAYA MELIHAT DIRI SAYA. Saya tahu Allah bakal datang. di setiap waktu shalat. nengajar… Atau sedang menulis sih? Maaf wahai tanganku. saya tidak bergeming. perlakukan Allah dengan benar. bukan siap-siap menyambut kedatangan-Nya. Jauh benar dari menjadikan Allah sebagai tujuan hidup. Biarkan ia terus menulis sekenanya. Wahai Kamu! (Begitu saya seharusnya menunjuk hidung saya sendiri dengan jari). Allah bimbing saya untuk senantiasa mensyukuri segala nikmat. Yang dengan demikian tidak seharusnya pencarian dunia. berhenti di sebatas mencari dunia itu saja. Lalu. Perhatikan DIA. Memanggil dengan azan. Tegakkan tauhid dalam kehidupan Kamu! Jangan ada yang laen di hati Kamu. Saya melihat saya. Sebenarnya. Saya ingin berteriak kepada diri saya. Nyatanya? Belum tuh. Loh loh loh… Ntar dulu. Terus dikonsentrasikan di pembesaran asma-Nya. Jauuuuuuuuuuhhhh… Duh. ya segera tinggal saja. lalu Allah datang memanggil. sedang dialog sendirian. buktikan kalau Anda benar! Benar tauhidnya. Lihat. tidak ada sesuatu yang harus dikejar kecuali diri-Nya semata.. Teramat jauh. bukannya malah menunggu kedatangan Allah. Wuh. tunjukkan kalau Anda benar! Lagi. Tidak ada yang lebih penting di dunia ini kecuali menegakkan shalat. kecuali Allah. Jika ada urusan dunia. saya sedang berdialog dengan diri sendiri. saya melihat saya! Saya masuk ke kehidupan saya… Dan saya menemukan diri ini masih jauh dari tulisan di atas.. Allah memanggil saya. Ya.

dan men-shut-down komputer ini. Tidak ada yang mengajarkan ilmu dan memberikan kesempurnaan langkah kecuali Allah. Setidaknya belum dimaksimalkan potensinya untuk ditujukan pada sebesar-besarnya kepentingan sesama. Shalat sunnah tidak dipaksakan untuk ditegakkan.38 WIB. Tapi giliran beribadah.mencari dunia. Kampung Ketapang. Biarlah Allah membimbing saya terus. Yusuf Mansur. untuk segala hajat kamu… Loh. Kalau shalat shubuh sudah tidak disiplin. untuk urusan permasalahan kamu. gampang benar teriak lelah. Itulah. Laa ilaaha illallaah. SAYA BERTUHAN ALLAH. Saya akan segera berhenti mengetik. Rasul pun mengajarkan doa agar kita memohon kepada Allah agar Allah membaguskan dunia kita sebab di sini kita hidup. Makasih yaaa. Katakan kepada dunia. ayo maju terus! Sempurnakan terus ilmu dan ikhtiarmu. Kehadiran diri tidak digunakan untuk kepentingan sesama.com dan . LALU HIDUP SAYA TETAP SUSAH? Atau merasa susah? Itu tandanya saya belum benar-benar bertuhan Allah. (tulisan ini “sudah berulang tahun”. saya hidup di dunia ini. Jangan lupa terus memohon bimbingan dari Allah. dan agama. bahwa kamu itu tidak penting. Ah dunia. Maka saya menghibur diri ini. Shalat berjamaah tidak dipaksakan untuk dikejar di shaf yang pertama. Keluarga masih terabaikan. Senin 27 Agustus 2007. Itu saja. jangan harap ini menjadi awal hari yang baik. bahwa kamu mau shalat shubuhan dulu. Salam. Ayo mandi. koq masih nulis terus? Katanya mau Shubuhan? Iya iya. Kurangnya… banyak. Saya tulis buku ini agar saya tidak susah mencari kamu wahai dunia. Eh saya. sebab kasihan melihat diri saya yang sering kesusahan mencari dunia untuk menjaga kehormatan dan kemuliaan diri. sehingga bisa menjadi hamba-Nya yang sesuai dengan apa yang digariskan-Nya. Siap-siap menuju masjid.wisatahati. pukul 04. MENGAPA setelah tuhan saya adalah Allah. Laa ilaaha illallaah. mau bersusah payah. untuk dunia kamu. Sebab ia sungguh saya tulis tahun lalu. Tapi betapapun. dan Allah adalah pemilik segala apa yang ada di dunia ini. Saya melihat saya. Tapi saya ingatkan juga diri saya. Tapi. Saya tulis buku ini. Tidak ada yang lebih penting kecuali Allah. Udah mau shubuh tuh. 1hr lebih cepat dari saya meng-upload tulisan ini ke web www. Laa ilaaha illallaah.

dijadikan esai KuliahOnline. Mudah-mudahan Allah subhaanahuu wata’aala benarbenar menjadikan kita sebagai orang-orang yang mengEsakan-Nya, bertauhid hanya pada-Nya).
Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi

Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Allah Sebagai Pusat
KDW0103 Seri 03 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak

Allah Sebagai Pusat
Orang-orang yang mengenal Allah dan meyakini-Nya, insya Allah akan tenang hidupnya, jauh dari kekhawatiran, jauh dari kegelisahan. Bu Yuyun, sebut saja begitu, punya anak semata wayang yang ia besarkan tanpa suami. Sejak putranya ini masuk SMA kelas 1, suaminya meninggal. Dari hari ke hari ia kuatkan batinnya bahwa ia TIDAK SENDIRIAN dalam membesarkan anaknya. Ia bersama Allah. ALLAH SELALU MENEMANINYA. Ini yang ia yakini. Saban shalat ia berdoa agar diberi kemampuan membesarkan anaknya dan memiliki rizki yang cukup. Ya, bener loh. Hampir saban shalat. Saya banyak belajar dari Bu Yuyun ini. Ketika banyak orang gelisah, ia hidup tenang. Sebab ada Allah di hatinya, ada Allah di pikirannya. Ketika banyak orang ketakutan dan risau dengan dunianya, ia tenang-tenang saja. Persis seperti meja, yang begitu tenang sebab memiliki empat kaki yang kuat yang menopang keberadaannya. Hidupnya begitu santai. Dan ini yang menjadikannya lebih kaya ketimbang orang yang kaya tapi hidup selalu penuh dengan kekurangan. Sebagai ikhtiar dunianya, ia membuka jahitan rumahan. Ia bertutur, selalu ada saja pelanggan di saat yang tepat ia membutuhkan rizki. Sudah diatur Allah, begitu katanya. Sejauh ini, aman-aman saja. Sampe kemudian anaknya ini pergi hari itu untuk melihat kelulusannya; masuk atau tidak ia ke perguruan tinggi yang ia idam-idamkan. Bu Yuyun berdebar-debar. Ia tahu, kalau anaknya lulus, ini masalah buat dirinya.

Kalau anaknya tidak lulus, pun masalah buat dirinya juga. Tentu saja ia senang dapat masalah dalam bentuk anaknya lulus. Masalahnya tentu saja apalagi kalau bukan uang kuliah anaknya. Tapi segera ia banting sesuai dengan pengalamannya selama ini. Ada Allah Yang Maha Memberi Rizki. Dan ini yang membuatnya tenang. Ia kenal dengan Allah, bahwa Allah selama ini senantiasa mencukupkan rizki buat dirinya dan anaknya. Ia tahu bahwa Allah Maha Tahu bahwa ia sedang membesarkan anaknya. Dan Allah pun tahu bahwa hari ini akan ada khabar tentang nasib anaknya. Kondisi ini sudah ia sampaikan ke Allah jauh-jauh hari, bahwa ia butuh biaya buat anaknya lulus. Dia yakin, Allah pasti akan memenuhi kebutuhan anaknya, dan atau memberikan yang terbaik. Ia malah bersemangat sekali untuk menambah kedekatan dirinya dengan Allah. Sekali lagi, ini yang membuatnya tenang. Dan memang Allah Maha Mengatur. Sehari setelah anaknya dinyatakan lulus, Allah kirimkan paman anaknya ini, alias adik almarhum suaminya. Hari itu, beliau berkunjung silaturahim. Dan Allah alirkan rizki untuk anaknya, lewat pamannya ini. Bukan hanya untuk uang masuk kuliahnya saja, tapi juga untuk biaya kuliah secara keseluruhan. Semoga saya bisa belajar lebih banyak lagi dari Bu Yuyun ini. I’m coming ya Allah. Saya datang kepada-Mu ya Allah. Semestinya, dengan banyaknya masalah dan hajat saya, saya lebih bersemangat lagi dan tanpa lelah mendatangi-Mu dan memohon pada-Mu. Bolehlah dibilang bahwa hidup ini harus punya keyakinan terhadap Yang Kuasa. Tanpa ini, akan lemah sekali kita menjalani hidup ini. Dan untuk memiliki keyakinan, buka diri buka hati untuk menerima ilmu dan pengajaran tentang keyakinan. Kita sama-sama meminta kepada Allah agar Allah betul-betul membukakan mata hati kita bukan saja untuk mengenal-Nya, tapi juga untuk meyakini-Nya; yakin akan Kebesaran-Nya, yakin akan Kekuasaan-Nya. Kita butuh Allah. Dan senantiasa akan selalu butuh Allah. Maka bertuhanlah Allah. Sebenerbenernya pertuhanan. Supaya Allah betul-betul menjaga kita, menolong kita, dan menyediakan apa-apa yang kita perlukan yang kita butuhkan. Jangan sampai kita hidup seperti tidak punya Allah. Allah Maha Memberi Rizki, tapi hidup kita susah. Allah Maha Menolong, tapi setiap ada hajat dan masalah, selalu merasa mentok. Kalo bahasa saya mah, Allah dianggurin. Alias “dibikin nganggur’, sebab jarang kita deketin, jarang kita mintakan bantuan-Nya. Insya Allah doa bi doa. Saya mendoakan Anda semua, dan Anda juga doakan saya. Supaya Allah betul-betul hadir di kehidupan kita dan berkenan hadir di kehidupan kita. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah",

kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu". Kami-lah Pelindungmu di dunia dan di akhirat; Di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Qs. Fushshilaat: 31-32). *** Ada baiknya peserta KuliahOnline mempelajari sedikit kisah Bu Yuyun ini, pelanpelan. Betul-betul diresapi. Kenapa ada orang yang begitu dimudahkan urusannya sama Allah, dan mengapa ada yang sepertinya diblok, dipersulit oleh Allah. Saya meminta Saudara-saudara semua bersabar, mempelajari Kuliah Tauhid ini mahlan mahlan, pelan-pelan. Sebab setelah Kuliah Tauhid ini Saudara akan ngebut belajar tentang sesuatu yang membuat Saudarasaudara semua ada percepatan di semua urusan. Termasuk di urusan mengubah hidup, memperbaiki hidup, dan di urusan pencarian solusi buat permasalahan kehidupan yang sedang dihadapi. “Ilmu instan” ini akan bahaya di kedepan harinya, manakala Saudarasaudara tidak punya basic tauhid yang bagus. Saya tidak terlalu perduli omongan kawankawan pengelola Kuliah Tauhid yang mengatakan, ada baiknya memberi banyak pelajaran buat kawan-kawan peserta KuliahOnline agar banyak yang didapat. Saya tidak perduli. Saya bahkan ketika belajar, dapat jauh lebih sedikit ketimbang ini. Pernah satu ketika saya datang ke seorang ulama. Saya mengadu tentang masalah saya kepadanya. Meminta nasihat darinya. Saya datang dari jam 20 malam. Sampe jam 00 saya belum juga dipanggilnya. Boro-boro diajak bicara. Disuruh mendekat pun tidak. Di awal sih saya diajak bicara. Tapi bicaranya ketus sekali, “Koq datang lagi?!!!”. Saya jawab, “Ya, sebab masalahnya beluman selesai”. “Ya sudah, tunggu sana”, katanya, sambil menunjuk satu sudut teras majelisnya. Saudara-saudaraku Peserta KuliahOnline, saya kemudian menunggu dengan sabarnya. Tapi ga urung saya gatel juga untuk tidak bertanya. Saya bertanya, “Kyai, sudah jam 12 (malam), kapan saya dikasih kesempatan bicara?”. Waktu itu saya lihat tamunya tinggal sedikit. Saya berharap saya bisa nyelang walo sebentar. Ternyata saya salah. “Yang nyuruh situ dateng siapa?” “Ga ada. Saya sendiri”. “Ya sudah, tunggu saja!”. Wah, andai tidak ada husnudzdzan, baik sangka, niscaya saya sudah kesal bukan

kepalang. Saya tentu akan mengatakan kepada Kyai ini, tidak menghargai tamu. Tapi ya itu. Saya menerima apa kata guru, dan saya memilih menerima perlakuan guru. Kira-kira jam 01-an, mendekati jam 02 pagi, saya baru dipanggilnya. Beliau lalu bertanya, “Tahu IBM ga?” Sungguh pun saya tahu, tapi saya bingung. “Apa urusannya dengan masalah saya tuh IBM?”, tanya saya. Tentu saja dalam hati. Saya ga berani bertanya langsung. Akhirnya saya jawab singkat saja, “Tahu, Kyai”. “Nah, IBM itu punya VPN, Virtual Private Network, jaringan jalur khusus. Ntar gue kasih VPN buat elu yang bisa jadi jalur khusus elu berdoa kepada Allah. Insya Allah hutang elu yang segede gunung, kempes dah!”. Kejadian dialog ini terjadi sekitar tahun 2003. Kyai Betawi ini memang kerja di Perusahaan Asing. Perusahaan Perancis. Sumpah. Saat itu saya merasa Kyai saya akan memberi saya sesuatu yang gimanaaa gitu. Sesuatu yang BESAR yang bakal instan membuat saya selesai masalah saya. Sim Salabim. Begitu saya pikir. Ternyata saya tidak sepenuhnya benar. Malah, sempat berkernyit dan tertawa kecil. Kyai tersebut masuk ke dalam rumahnya, dan sejurus kemudian keluar lagi membawa DUA PENTOL KOREK API. Dua korek api itu dilempar ke arah saya. “Nih pake nih...”, katanya. Ngasihnya bener-bener dilempar. Sebab beliau ngasih sambil berdiri. Sedang saya duduk di bawahnya. “Itu korek api, VPN buat elu. Pake tuh yang bener. Udah gih dah, pulang!”. Saya pulang akhirnya. Kurang lebih 6 jam saya menunggu, hasilnya 2 korek api saja! Menggerutu ga saya? Ntar dulu. Saya berpikir bahwa saya barangkali belajarnya kudu sedikit demi sedikit. Tapi apa ya maksudnya? Pelan-pelan saya pikirkan. Hingga akhirnya saya mengaitkan dengan kalimatnya tadi: “Nah, IBM itu punya VPN, Virtual Private Network, jaringan jalur khusus. Ntar gue kasih VPN buat elu yang bisa jadi jalur khusus elu berdoa kepada Allah. Insya Allah hutang elu yang segede gunung, kempes dah!”. Saya akhirnya mampu mengkorelasikan 2 korek api yang nyaris tanpa kata-kata itu dengan kalimat singkat Kyai. Rupanya saya disuruh bangun malam. Jangan banyakin tidur. Bagaimana-bagaimananya dengan 2 korek api ini, saya bahas di Kuliah Pilihan tersendiri yang judulnya: Rahasia Angka 11. Silahkan dah nanti login di sana, setelah KuliahOnline 41 esai ini selesai. Satu hal yang mau saya kata, adalah sabar. Belajar itu harus sabar. Kita sama berdoa

agar Allah betul-betul berkenan memberi kita ilmu yang bermanfaat dunia dan akhirat. Gak selesai-selesai. Amal saleh kitalah yang mempercepat perjalanan itu. Besok saya akan tambahin dengan pelajaran di balik Kisah Bu Yuyun. agar ada keberkahan lebih banyak buat semua yang terlibat. Wallaahu a’lam. Sampaikan ilmu ini kepada sebanyak-banyaknya orang. Terima kasih ya. Sesuatu yang sedikit yang diberi-Nya manfaat dan ada ridha-Nya. Beliau memproses perceraiannya sejak tahun 2001.kepada Allah. Ada kisah seorang ibu muda. saya sudah mau jalan ke rumah sakit. Segala sesuatu juga ada akhirnya. waktu. . termasuk kenapa koq sepertinya bisa “satu malam”? Saya mohon maaf atas semua kesalahan saya dalam memberikan pengajaran. sekaligus syukuran KuliahOnline ini. niscaya menjadi sesuatu yang betul-betul berpengaruh positif bagi hidup kita. Mudahmudahan Saudara-saudara memaklumi cara saya mengajar ini. agar mengikuti saja KuliahOnline ini secara langsung. Alih-alih berharap bisa bercerai cepat supaya bisa memulai hidup baru. Ok. Ibunya menyuruhnya bersabar. Salam dan doa saya untuk Saudara-saudara semua. Mohon doanya ya. Semua Ada Akhirnya KDW0105 Seri 05 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Sebagaimana malam yang segera akan berakhir dan berganti dengan pagi. Sebut saja T. Insya Allah tanggal 30 sore saya mengagendakan ketemuan darat (kopi darat). Insya Allah akan diberitahukan lebih lanjut oleh Web Admin dari KuliahOnline ini. eh malah beberapa ujian kehidupan muncul. energi Saudara dalam mengklik website ini menjadi amal ibadah dan dihitung sedekah Saudara. mandiri. “Semua ada waktunya”. Bayi saya masih dirawat di Rumah Sakit Harapan Kita. Mudah— mudahan Saudara-saudara tergerak memberikan doa buat kami semua. Termasuk segala permasalahan yang kita hadapi. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Semua Ada Waktu. Sekali lagi saya berdoa mudah-mudahan segala biaya. Tapi sarankan kepada mereka semua. begitu nasihat ibunya. Waktu saya susun dan edit esai kuliah ini. sampe ketemu dengan materi besok. Ia ada ujungnya.

Masya Allah. si ibu T ini bercerita. Tapi ya setelah dipikir-pikir lagi. Ada kemudian yang protes. barangkali kalau dulu Allah mengabulkan kehendaknya. suaminya ini “bekerja” sebab diatur Allah. Yang mana hasil kerjaannya itu adalah buah sabar dan sedekahnya. Sebab nyatanya. kalau udah rizkinya. Ia segarkan hidupnya dengan Karunia Allah yang lain. kalau udah waktunya. dan memaknai ulang hidup kita untuk lebih lagi beribadah kepada Allah dan bermanfaat untuk sesama. Dan memang. Sama dengan ketika saya menyebut ikhtiar bagi mereka yang bermasalah adalah taubat dan memperbanyak amal saleh. asal kita perbaiki saja hidup kita. Kesusahan hidup. Beda sekali dengan waktu-waktu sebelumnya. sedekah. dan berproses dengan sangat mudah. banyak manusia yang garagara secuplik drama kehidupannya yang tidak enak. mantan suaminya ini memberinya uang yang sangat besar. Sebagaimana orang-orang tua yang mengajarkan. membaca al Qur’an. Dalam satu kesempatan. sudahlah. maka ia mendapatkan hak cerai. uang 1 juta saja besar sekali. Ia usahakan sering mendatangi pengajian. Sedekah yang besar. 2 tahun sejak ia bersedekah sesuatu yang besar. Dan akhirnya waktu yang ia tunggu. engga juga disebut “tidak melakukan apa-apa” bagi mereka yang memperbaiki dirinya. rasanya hidup kita akan benar dengan sendirinya. Dan masalah akan selesai dengan sendirinya. apalagi 1 milyar. Ia mengaku tersentuh dengan ketabahan mantan istrinya. Bukan harta gono gini. ya rizkinya. Bila sebelumnya ia belum berjilbab. Kegiatankegiatan sosial ia ikuti. ya. andai kita tidak melakukan banyak hal. ikhtiarnya ya itu: taubat dan amal saleh (memperbaiki shalat. cara kita hidup. lantas kemudian membuat matanya tertutup dari Karunia Allah yang sesungguhnya masih teramat besar. Hari gini.Setelah sekian tahun. menambah shalat-shalat sunnah. tidak . tiba. Yang luar biasa. ga sebanding dengan Karunia Allah berupa “hidup” itu sendiri. ia lalu berjilbab dan memperbanyak taubat. tabungan yang nyaris 1 milyar tersebut adalah tabungan 2 tahun terakhir. itulah buah dari dukungan ibunya. ia mendapatkan keputusan cerai. Saya mengatakan. Yang membuat ibu T ini agak berdebar dengan cara kerja Allah. harus tetap ada ikhtiarnya. ia perbaiki hidupnya. mantan suaminya ini bercerita. Karena itulah ikhtiarnya. ya waktunya. buah dari kesabarannya dan hasil kemudahan dan berkah dari sedekahnya… Dan benarlah juga keyakinan orangorang tua dulu. Keinginan kita juga akan terjawab dengan sendirinya. ia diberitahu ibunya agar bersedekah dengan apa yang ia punya. Mantan suaminya hanya minta diikhlaskan segala kesalahannya. dan ia meminta maaf tidak bisa mengurus anaknya. dll). Bersedekahlah ia. Sebagai kompensasinya. Sepertinya tiba-tiba. Dua tahunan terakhir. Kadang saya berpikir ya. tapi tidak mendapatkan uang 1 milyar. Saya menyebut. Ia lupakan persoalan perceraiannya. suaminya ini memberi uang nyaris 1 milyar dari hasil tabungannya pasca bercerai.

Bukankah yang kita cari di dunia ini adalah kedekatan diri dengan Allah? Kalaulah kita harus mendekatkan diri kita melalui pintu masalah. kecuali Allah pun datang kepadanya. Selain Ibu T di atas.gampang loh untuk bisa bertaubat dan beramal saleh. Dan Allah pasti datang. Ia mendekati Allah dengan harapan dan doa agar Allah mau membayarkan hutangnya. apakah bisa selesai dalam 2 tahun juga apabila Ibu T ini tidak melakukan sesuatu? Lalu yang bertanya ini menjawab sendiri. rasanya itulah berkah buat kita. maka jalan menuju pertaubatan dan amal saleh tidak akan mudah jalannya. bukan kehendak kita. maka Allah betul-betul datang kepadanya. salah satunya adalah karena keyakinan kita sendiri kepada Allah. dan amal keseharian kita. bukan memaksa. ujiannya akan banyak. Kalaulah Allah tidak memudahkan jalan. maka sesungguhnya tidak akan pernah ada masalah buat kita. Dan yang lainnya itu menjawab. Zaidi bertanya seperti yang lain bertanya: Koq mengapa tanda-tanda bisa kebayar hutang belum muncul juga? Koq ujian hidup bertambah berat? Koq Allah kayak mengabaikan dia? Saya menyodorkan beberapa jawaban. Segala riyadhah ia tempuh. Kita hanya bisa meminta. ia tidak “nyampe-nyampe”. Yang lainnya menjawab. Datang dengan segenap pertolongan dan kebaikan Allah. “Perjalanan waktu” bisa dipercepat atau menjadi lambat. Kita hanya bisa memohon. kalau kita selalu merasa ditemani Allah. adalah Zaidi. Belajar dari kasus perceraian berkahnya Ibu T di atas. Tapi memang Kehendak-Nya. Maksudnya. Ia bercerita. Hakikatnya. doa ibunya yang juga turut membantu percepatan perceraiannya dan kemudian juga mendapatkan berkah uang 1 milyar. Namun serasa tumpul benar. Malah datang ujian-ujian baru kepadanya setelah sekian bulan mendisiplinkan riyadhah. kayaknya engga ya? Barangkali sedekahnya itu yang mempercepat. Sebab sebelumnya ia tidak ikhlas menerima perceraian itu. Sama saja seperti dengan tidak datang kepada Allah. ada yang bertanya. apa kira-kira yang bisa dipetik oleh Para Peserta KuliahOnline? Ketika ceramah esai ini saya sampaikan langsung. . bukan mengatur. *** Tidak ada yang datang kepada Allah. hutangnya tetap ga kebayar-bayar. Seakanakan membenarkan pandangan bahwa kalau mendekatkan diri kepada Allah. Ada yang berharap ketika ia datang kepada Allah. keikhlasannya yang mempercepat.

Ada yang Allah ringankan sebab ia punya anak yatim. dan penderitaannya ia terima sebagai satu kepatutan yang menggugurkan dosanya. maka bertaubat adalah jawabannya. Anggap saja. Bagaimana dosanya dia sebelum akhirnya kemudian berjalan menuju Allah. Dan banyak lagi pertimbangan Allah yang tidak kita mengerti kecuali hanya dengan jalan husnudzdzan kepada-Nya. malah nanti ga bisa istiqamah lagi ibadahnya. Lalu dua hal ini dihapuskan oleh Allah. soal keburukan. kurang disadari oleh seseorang. Ada yang diringankan sebab ia pernah membantu seseorang. Andai pun sepanjang hidup ia pakai untuk pertaubatan. ia bisa tetap memelihara dhuhanya. kalau Allah mempercepat ia selesai dari masalah. dan keburu lupa lagi. tetap harus ada yang dibayar. Atau malah katakanlah ia berzina dalam keadaan ia menjadi suami atau istri dari seseorang. Maka jawaban yang berikutnya dari pertanyaan Zaidi di atas adalah justru seputar dosanya sendiri. amal-amal kebaikan kayaknya buat bayar dulu keburukan-keburukan yang ia lakukan selama itu. Apabila nanti hutangnya sudah terbayar. akibat buruk harus diterima. Ada yang diringankan sebab orang tuanya senantiasa memanjatkan doa untuknya. Dan itulah Allah. Belum lagi soal bala. Bila . dan soal kematian. Keburu sibuk lagi. Bisa juga dikaitkan bahwa Allah Maha Tahu. Inilah keadilan-Nya. Bila memang dosanya banyak sekali. bisa memelihara sunnah-sunnah qabliyah ba’diyahnya. yang ia kumpulkan. Ia hukum hamba-Nya dengan memperhatikan segala kebaikan diri orang itu dan diri orang-orang di sekeliling orang itu. ya wajar saja kan? Ibarat tagihan dari amal keburukan. malah bermasalah lagi. atau ia sudah kembali menjadi pengusaha yang sakses. dan ada bala yang lebih besar yang bakalan datang. Biar bagaimana. andai ini bisa dijadikan jawaban yang ketiga. Ada yang diringankan sebab istrinya mendoakan tanpa henti. Akhirnya. adalah hukuman mati. Nikmatin saja dulu “kedekatan” diri dengan Allah. dengan jumlah takaran yang sebenernya sudah dikurangi jauh dari yang semestinya diterima. Jangan-jangan. menuju pertolongan-Nya? Tanyakan dengan jujur. Namun. hidup enak dan bahagia dengan amal-amal salehnya. Sedang berzina itu “kontrak susahnya” harus 40 tahun. Jika tidak mau akibat buruk diterima setara dengan keburukan yang harus diterima. bisa memelihara seluruh amalan-amalan wajibnya. harusnya ia keluar dari masalahnya. Ini kan jadi semacam Training-Camp buat dia. Juga amal salehnya harus hebat. Maksudnya. Taubat yang sempurna. Hukumannya bagi yang berzina dan ia dalam keadaan menikah. Allah Maha Pengasih Maha Penyayang. Hingga ia bisa menempatkan Allah jauh di atas dunia yang ia cari.Pertama. Kalau tidak setara. Baik sangka kepadaNya. Yang begini ini. ibadah dan disiplin ibadahnya ini sebagai latihan keistiqamahan. Ada yang diringankan sebab anaknya sedang menuntut ilmu. Katakanlah ia pernah berzina. adalah wajar juga kayaknya. ia berumur pendek. dan pembiasaan ibadah tersebut. Bayangkan jika sebenernya Allah masih kasih ia kehidupan. Yang serius. Allah sedang berkenan menyegerakan segala akibat buruk.

juga tidak akan mampu memberikan apa-apa. lalu kita . Ada lebih banyak karunia Allah yang bakal diterima setelah kesulitan hidup yang dihadapinya. Makin keras angin masalah yang menerpanya. Dan lagian. Sedang kalau kita ingat dosa kita. Jangan ragu menambah vomue ibadah. kejar saja perjalanan waktu dengan amal saleh. Sekali lagi. Saya pribadi menyadari bahwa sungguh. Dunia. Insya Allah jawaban akan Allah berikan. setiap perjalanan ada akhirnya. Ya. mulai dari akil baligh sampe sekarang ini. berpikir positif. Hanya karena bebannya berat saja. dan tetap husnudzdzan kepada Allah. dan kemudian menumbuhkan iman dan memperbanyak amal saleh. Baru saja beberapa bulan kan? Belum beberapa tahun? Atau katakanlah. hidup kita banyak bener dosanya. Jangan justru malah surut. tetap berjalan. Pada permulaannya. makin sungguh-sungguh ibadahnya. bila terlalu dikejar. Belum bertahun-tahun. Tapi. Kepada Allah juga kita memohon agar Allah bukakan terus mata hati kita tentang Kebesaran dan KekuasaanNya. ada karunia Allah yang teramat besar di balik segala rupa kesulitan dan permasalahan hidup yang dihadapi. Amin. Tetap positif kepada Allah. pasti ada akhirnya. ada derajat yang lebih tinggi yang Allah siapkan untuk dirinya. Belum sebanding sama amalan ibadah kita. Percayalah. banyak yang lebih naik kehidupannya setelah kesusahan demi kesusahan ia alami. Sampe ketemu di esai perkuliahan tauhid berikutnya. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Allah Tidak Pernah Meninggalkan Kita KDW0106 Seri 06 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Andai kita menebus segala kesalahan kita dengan dunia yang kita punya. Asal kita terus berjalan. perjalanan kita cenderung seperti lambat. setiap perjalanan. lambat pun. Makin kenceng ujiannya. Jawaban yang ke-empat. sudah berapa tahun kita kerjakan? Jangan-jangan sepanjang kita hidup. ia hanya butuh keikhlasan menerima hidup ini apa adanya. Baarokawloohu lanaa. tambahin saja lagi load kebaikannya. memperbanyak syukur. Tidak berhenti. Sesungguhnya tidak diam di tempat. baru beberapa tahun. termasuk perjalanan mencari solusi.menyadari hal ini. makin kenceng ibadahnya.

sunnah dhuha. Pengertian sunnah masih: “Kalau dikerjakan mendapatkan pahala. Begitu kan kata Ustadz?” “Ya.mendapati Allah di sisi kita. Saya ngebayangin. saya bahkan mulai menyepelekan shalat wajib. Apalagi kalau yang ditinggalkan itu adalah sunnah-sunnah muakkad. dan berhasil memetik hikmahnya. yang juga akan menjadi program menarik semua peserta KuliahOnline untuk menebus dosa (he he he). Urusan meninggalkan shalat sunnah saja kan sebenernya dosa. Makin lama Allah biarkan saya dalam kekayaan. dosa”. Padahal. Dan yang lebih jelas lagi. Ngentengin sunnah. begitu kata sebagian dari kita. “Dosa?” “Ya. Akhirnya. Saya sudah tahu kemana arahnya pembicaraan dia. Ketidaktahuan tujuan hidup. . dan untuk mengangkat derajat. Jangankan urusan yang nyata-nyata sebagai dosa. Ia berbagi pengalaman. Sahabat saya ini sudah berhasil menaruh baik sangkanya kepada Allah. Hamba-hamba Allah memang banyak yang sudah menyepelekan sunnah. makin banyak rasanya dosa saya. Namun berbeda dengan yang lain. saya sudah akan terlalu jauh dari Allah. bahwa ia senang Allah bangkrutkan. Kalau terlalu lama ninggalin sunnah. “Sangat jauh malah. Ia datang dengan senyuman. Di dalam program Ihyaa-us Sunnah (Program Menghidupkan Sunnah). Hingga saya bersyukur bahwa saya diberi-Nya karunia kejatuhan ini”. Luar biasa. memang nyata-nyata dipelajari bahwa di balik sunnah itu ada kejayaan. “Apa yang didapat setelah jauh dari Allah?” “Ketidaktenangan. tidak mengapa”.” begitu katanya. “Nah ustadz. apa yang terjadi?”. dosa. “Terus. tanya saya lebih lanjut kepada beliau. sunnah qabliyah ba’diyah”. Betul. kalau tidak dikerjakan. betapa saya menzalimi Allah yang sangat sayang kepada saya. Ngentengin sunnah juga merupakan dosa. Seorang bapak datang dalam keadaan bermasalah. ya bermasalah juga jadinya. bener-bener tidak mengapa: “Cuma sunnah ini”. “Kalau saya tidak dibangkrutkan Allah. Saya banyak bermaksiat dengan rizki dan jalan yang justru sesungguhnya diberikan oleh Allah. sunnah tahajjud. tentu ini adalah proses pendekatan diri kepada Allah yang murah adanya. menjaga sunnah adalah sesuatu yang terpenting yang benarbenar berpengaruh kepada kualitas hidup kita. Tapi saya biarkan.” katanya lagi. Saya kemudian bertanya sedikit kepadanya.

Allah tidak akan pernah mengabaikan saya. buku perdana saya. kedatangannya justru nasihat untuk diri saya. Daripada dipendem di kuburan yang mengerikan. Ketika saya pompa diri ini. Kelihatan sekali sebenernya tatapan matanya . Semakin berat. insya Allah dengan izin-Nya. katanya. kepasrahan. buku tersebut banyak berisi persoalan-persoalan tauhid. Ridha sekali. dan lain-lain sebagai bekal di soal kehidupan “Apa doa saudara setelah saudara dekat dengan Allah?”. amal saleh. Dalem sekali rasa syukur saya. Biar saja saya begini dulu. namanya orang bangkrut. saya sedang menunggu takdir Allah terhadap diri saya. pancing saya. nasihat apa yang saudara harapkan dari saya?” “Saya hanya pengen ketemu ustadz saja. Saya terima cacian dan makian keluarga saya. Sementara itu.“Ya. Allah akan mengulurkan pertolongan-Nya. Masih panjang kan Ustadz…?”. “Terus. makin bersungguh-sungguh mendekatkan diri kepada Allah. hidup saya penuh dengan masalah. makin rajin shalat sunnahnya. iman. sungguh. Saya mau memahami bahwa eposide kehidupan saya belumlah berakhir di sini. Saya selanjutnya membiarkan ia bicara. Dia cerita bahwa buku Mencari Tuhan Yang Hilang. Biarlah Allah yang mengatur hidup kita. bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan saya. Saya belajar dari ustadz. Makin berterima kasih pada-Nya. bahwa ketika Allah ada di kehidupan kita. Allah akan selalu menolong. Semakin kaya. beban masalah saya adalah pengurangan dosa saya. Saya anggap. Tapi semakin besar masalah saya. dan mengangkat derajat kita.” Bukan saya berbangga diri. “Saya berdoa. Saya ikhlas menjalani ini ustadz. Dunia ramai sekali di luar diri saya. agar masalah saya jangan cepat selesai kalau saya belum kuat imannya. Bukan sebaliknya. Hingga nanti saatnya datang. Ga lebih”. Alhamdulillah. Allah mempersiapkan diri kita untuk menjadi individu yang lebih baik lagi yang lebih hebat lagi. Saya terima perlakuan dan intimidasi orang-orang yang uangnya di saya dan saya tidak bisa mengembalikan. kita akan menjadi manusia-manusia yang banyak manfaatnya. Dia bicara banyak sekali. saya terima sikap tidak pedulinya kawan-kawan yang kadang menyakitkan saya sebab saya begitu memperhatikan mereka. tanggung jawab. Saya terima semuanya. yang sudah lumayan membentuk kepribadian dia ini. Dia juga mengingatkan tentang diri saya sekian tahun yang lalu. Biarlah. Orang ini mengingatkan saya banget-banget. Terlalu mahal tebusannya bila kita tergolong sebagai golongan orang-orang yang melupakan Allah. tapi saya merasakan hebatnya bersepi-sepi dengan Allah”. Dan saya kira. semestinya makin hebat shalat wajibnya. maka segalanya akan mengalir bahagia. Makin jaya. semakin saya bersyukur. Allah tidak akan pernah tidak mau menolong. Maka manakalah Allah sudah mengangkat kembali hidup kita. maka akan semakin besar pengurangannya. ini saya terima. “Ustadz.

Pertolongan Allah itu ada. Misalnya begini. asal dosa saya semakin besar yang diampuni Allah. . tiba-tiba saja harus direlakan pindah tangan. Tambang emas yang baru saja diperpanjang hak tambangnya. Saya males mengikuti bayangan buruk pikiran buruk. Semoga ia kuat. penuh hutang. Bayang-bayang jatuh miskin. saya punya urusan. sudah di mata benar. Ga apa-apa masalah bertambah besar. dan kemudian menerima pengajaranpengajaran tentang iman dan kasih sayang Allah dari orang-orang yang positif memandang Allah dan kehidupan ini. Tapi. hidup penuh tekanan. Ada seorang kawan yang tambang emasnya direbut orang. Dan dia pasti kuat. Segera saja saya banting kepada pemikiran. Ketika bercerita tentang keyakinan kepada Allah. merana. Sungguhpun kadang kejadiannya memaksa saya untuk berpikir buruk. gelap. dan putus asa. Allah teramat suka sama manusia-manusia yang percaya bahwa diri-Nya pasti mengatur yang terbaik. bagaimana sih ini? Ya. Saya mah tetap saja maunya positif. dan sudah ditanam investasi dari hasil hutangan baru. saya adalah termasuk orang-orang yang berusaha belajar meyakini bahwa Kekuasaan Allah itu ada. Istilah-istilah hukum dan ekonomi modern. lalu urusan itu kelihatannya tidak selesai. situ yang bagaimana? Koq maen nulis sendiri kesimpulannya? Oh. Tapi kemampuan untuk meyakini Allah dan berpikir positif itu memang setelah mengalami sendiri pasang surut kehidupan. sendiri. gelap. ups! Kata siapa? Loh bukannya tertulis begitu? Jadilah dia kemudian nestapa. dan secercah ilmu. insya Allah. sendiri. tetaplah baik sangka kepada-Nya. tapi kan yang nulis situ. asal rizki juga bertambah besar”. membuat dia harus melihat dengan telanjang aset dan perusahaannya pindah tangan. Namun iman di hatinya.hampir kosong. Malah cenderung bertambah besar. belum selesai ya? Belum. dan keyakinan-keyakinan lain yang positif. penuh hutang. merana. Ya. hidup penuh tekanan. *** Apapun keadaan dan kejadiannya. Jadilah dia kemudian nestapa. “Ga apa-apa masalah bertambah besar. Lah. dan putus asa. sudah menjadi bara di tengah kehampaannya.

gelap. Asli rontok. Dia belum kehilangan ilmunya. Iseng saja. Dia belum kehilangan keluarganya. Weh. Itu yang membuatnya ga jadi merana dan ga jadi nestapa.wisatahati. Dia belum kehilangan buyer nya. Sebab nyatanya dia tidak. Biar nulisnya ga jenuh. sebagai pengusaha yang gagal. Mencemooh dia. dia masih punya Allah dan Rasul-Nya. Loh. . Dia rontok. sendiri. Saya kudu ngajar besok pagi. Dia terus aja maju ke Allah. Saya rindu mengajar. Sekelilingnya menertawakan dia. lagi letih. Ini habis pulang dari rumah sakit. ia kemudian nestapa. kan “saya” suka muncul. Lah???!!! Ya. engga. dan putus asa. bagaimana dengan dia? Pengusaha ini tetap tegar. sekaligus sebagai ibu dan istri yang gagal. penuh hutang.Yang benar. Dia terus saja berjalan. Dia ga merasa repot. Ga kebayang dah kalo kita yang menjadi dia. Hutang bank nya? Makin banyak.kuliahonline. hidup penuh tekanan. dia menuai musuh-musuh baru yang berasal dari keluarga. Terus. Online. sampeyan ini siapa? He he he. Dia memang kehilangan banyak hal. Dan yang lebih penting. repot juga ya? Engga tuh.com. Kalo lagi jenuh. Mana perempuan lagi. Dan tidak sedikit yang sudah pindah tangan. Beberapa aset yang disita adalah aset keluarganya yang dijadikan pinjaman. Di sisi yang satu ini saja. bagaimana? Mestinya. dan jaya kembali? Ya habis situ yang bilang dia akhirnya rontok. Terus mau kemana lagi dia? Ke Allah. Lewat website www. Harus pakai “mestinya”. Wuah. bangkit. jadi dong merana dan nestapanya? Kenapa sih? Kayaknya kudu merana dan nestapa dulu ya untuk kemudian bangun. merana. Jadi. itu mah namanya ga berperasaan. Tapi dia belum kehilangan semangatnya. Subhaanallaah! Tapi berkembang ga tambang emasnya? Engga. Sebab nyatanya emang susah. Dia memilih ga mau percaya bahwa dia benerbener habis.

yang menyebabkan rentetan juga peristiwa hukum dan ekonomi yang berputar. begitu dah. Saya yang bercerita. saya punya kembaran. Dengan kejadian itu. asal jangan “saya” dimunculkan pas nyetir saja! He he he. bingung ya? Mudah-mudahan engga. Mereka-mereka yang sempat “mengadili”. . Pasrah itu pekerjaan hati. permodalan. Iya kan? He he he. Pengusaha yang sempat terjerembab ini sudah berhasil mempertahankan imannya. Bukannya seharusnya Kamu? Loh. maupun hal-hal lainnya. Yah. Sedang ikhtiar itu pekerjaan fisik. Bagaimana urusannya? Klir. Malah saya yang mikir. Peserta KuliahOnline. Termasuk tentang kehidupan ini. Allah mempersiapkan kenaikan derajat pengusaha ini pada porsiNya. Dan otak barangkali. Tapi dia memilih menyebutnya sebagai pasrah. bukannya mikir. Ia tetap berusaha mencari petunjuk sama Allah. Ini cara saya menulis. Ia bahkan terdorong lebih lagi menuju Allah.Situ boleh menyebutnya ga berperasaan. tadi kan Kamu sendiri yang nyelang? Ya ga apa-apa toh? Kan sama saja. menentukan. sang seteru itu merasa sudah pasti asset perusahaan tambang emas itu jadi miliknya. Nyatanya. Iya juga. asset itu dikembalikan Allah dalam hitungan yang berlipat-lipat baik dalam hal asset. ia kembangkan mati-matian. Jadi. Ga ada ikhtiarnya? Nah ini bedanya. Bisa modar. menyaksikan kebesaran Allah. Subhaanallaah ya? Kamu ini. Bahkan hebatnya nih. dan mengatur sesuatu. Ada satu peristiwa hukum dan ekonomi juga antara dirinya dengan penguasa daerah dan pusat. Tidak ada training yang lebih hebat daripada training kehidupan di mana Allah bertindak langsung menjadi Grand-Master Trainernya. Barangkali ketika di tangan seterunya si pengusaha ini. Saya yang ngetik. Situ kan saya juga. yang kembaran saya inilah yang saya biarkan maju. Akhirnya apa? Akhirnya ia bangkit lagi. Betapa Kuasa-Nya bekerja di kehidupan orang-orang yang kuat mentalnya. Ia pasrah dalam kendali Allah. Subhaanallaah! Maha Suci Allah yang tidak pernah salah dalam mengendalikan. Bahkan ketika saya berceramah! Ga apa2. Ia berdoa siang malam. Tapi tidak pasrah dalam ikhtiar. lewat tangan orang lain. Hingga kemudian ketika tidak ada satu pun lembaga hukum yang bisa membantunya --sebab katanya kesalahan administrasi hukum dan ekonomi adalah kebodohannya – saat itulah pertolongan Allah datang. Rapih. Allah mengembalikan begitu saja asset yang sudah pernah diambil-Nya (kesejatian semua kejadian). Kalau saya letih. malah balik lagi ke pemilik asli.

Ok. tabligh dan syiar. Saudara-saudaraku. inilah kumpul-kumpul pertama antar-pengguna web www. Iya. Ga apa-apa. Tapi sudah mulai menukik ke urusan ibadah keseharian. katanya udah “Ok. Loh. Yah. Jangan lupa. Tapi kalo tamunya namunya gini hari? Malem-malem? Tamu nya udah bilang koq. Oh. kita berkumpul di Sekolah Daarul Qur’an Internasional. Silahkan shut-down komputernya. iya.wisatahati. Ajak-ajak juga saudara-saudara dan kawan-kawan yang memiliki kemudahan akses internet untuk sama-sama mendaftarkan dirinya di KuliahOnline. Mudah-mudahan yang sabar ya belajarnya.Saudara-saudaraku semua. kata Rasul. sebab entah mengapa nama wisatahati kuat sekali ada di pikiran saya saat di penjara itu. Memberi Saudara semua rizki-Nya sehingga Saudara bisa datang berkumpul. sampe ketemu”? koq masih terus nulis? Iya. He he he. berbagi dan bersaudara. dan bener-bener lega nafasnya. Kalo ga hormat sama tamu. Sebab kadang ga ada jeda buat nafas saking padatnya jadwal ngajar. tapi dalam kesejukan. panjang lagi? Lah. Tuh kan. Mestinya. nunggu. sejak nama website ini ada di kepala saya ketika saya berada di dalam tahanan kepolisian di tahun 1999! Saat itu saya kepengen berpikir untuk duluan memesan nama web ini. Insya Allah. peserta KuliahOnline. dan temui dulu tetamunya. Dari kawan-kawan PPPA (Program Pembibitan Penghafal al Qur’an). Asal bener-bener sehat. nulis saja terus.com. ga dilayanin? Ya dilayanin juga. tamu mah suruh nunggu juga. Sabtu tanggal 30 Agutus 2008 sore. besok. Ya sudah. Insya Allah bagi yang datang. ga beriman. sebar luaskan ilmu yang didapat ini. Padahal masih pengen nulis ya? Iya. kalo ga bilang. Jangan. Di depan rumah. sampe ketemu ya di Sekolah Daarul Qur’an . kita masih akan belajar tauhid. Insya Allah mulai hari-hari selanjutnya. dua tiga hari dah. Sudah. situ kan yang mula-mulain. untuk sama-sama belajar. Semoga Allah menerangkan benderangkan langit. Subhaanallaah. sampe ketemu. Ini juga udah ada tamu. Nanti malah ga hormat sama tamu. saya akan bercerita tentang latar belakang Wisatahati sedikit ya? Insya Allah. iya. Makasih ya.

pengelola web.Internasional. Sebab sayanya tidak hadir. Apalagi mereka bisa makan makanan pondok. Subhaanallaah. Sesuatu pelajaran dan atau pengajian yang digelar tanpa kehadiran fisik. sebab-sebab yang begini inilah kemudian dicari sistemnya dalam sistem Online. Di antaranya mempertemukan peserta KuliahOnline dengan tim IT WebOnline dan juga bertemunya para peserta KuliahOnline satu sama lainnya dari berbagai entitas dan daerah. Kelurahan Ketapang. Maka nya. he he he. Ketika saya memonitor lewat handphone. Alhamdulillah. Sesuatu yang barangkali jarang-jarang terjadi bagi sebagian . Sungguhpun kami sudah berusaha memberikan yang terbaik. Namanya juga KuliahOnline. udah buruan shut-down dah yaaaa…. Dan saya kira ini adalah salah satu manfaatnya juga. Tapi saya meminta maaf sedalam-dalamnya kepada Peserta KuliahOnline yang datang di pertemuan kemaren sore sebab saya harus keluar dari pesantren. saya berdoa semoga semuanya menikmati sajian Allah di dalam kehidupan pesantren yang mereka berada di dalamnya. Saya meminta maaf tidak bisa menjamu kawan-kawan semua dengan sempurna sebab ketidakhadiran saya. diselenggarakan pertemuan tatap muka (kopi darat) antarpeserta. Dan saya kira. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Perjalanan Tauhid Perjalanan Keyakinan (+ 5 esay tambahan) KDW0107 Seri 07 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Tanggal 30 Agustus 2008. Iya. he he he. Kecamatan Cipondoh. tapi tetap saja semua beranggapan kurang asem garem. di Kampung ketapang. Maghrib dan isya juga dilakukan di pesantren bersama-sama dengan para calon Penghafal al Qur’an yang dibina di Daarul Qur’an. terdengar suara asaatidz pondok beserta para santri yang mengaji surah al Waaqi’ah yang mudah-mudahan diikuti oleh semua Peserta KuliahOnline. dan saya. Loh…??? Nyahut lagi…??? He he he. Mudahmudahan ga pada nyasar. Padahal biasanya kan memang juga tidak hadir. acara kemaren sore berjalan juga satu dua misi.

sesungguhnya itu juga adalah doa buat bayi saya. kalau dikasihkan sekaligus.yang lain. Waba’du. Kadang ke pesantren di Bulak Santri. Saya menulis ini habis shubuh. Saya khawatir. mantu yang baik. anak yang baik. Kadang ke pesantren di Ketapang. Insya Allah apa yang Saudara pelajari dan apa yang Saudara akan pelajari. Dan saya berdoa agar semuanya diberi kesabaran. ia bisa mengumpulkan dalam beberapa hari. Apalagi bila saudara berkenan sedikit repot dengan membagi pelajaran-pelajaran yang saya bagikan ini kepada orang lain. peserta KuliahOnline. Jangan dikasihkan sekaligus. Tentang kejadian bayi saya. he he he. dicicil juga. akan menjadi bacaan biasa. Dia sudah punya adik lagi. sebelum tahajjud saya sempat bermain dengan Muhammad Kun Syafi’i. terjadi halhal yang sungguh akhirnya saya malah pulang ke rumah jam 23. Di keduanya berkumpul santri-santri yang menghafalkan al Qur’an . Salah satu manfaatnya adalah ketidakterbatasannya waktu. Itu kan sama saja saudara belajar di SMP-SMU tapi ga masuk-masuk.30!!! saya harus memainkan peranan sebagai ayah yang baik. bermanfaat untuk kehidupan saudara dan keluarga saudara. Luangkanlah waktu Saudara. Insya Allah akan bertambah-tambah banyaklah amal kebaikannya. asaatidz dan tamu-tamu istimewa saya. Saya berharap Allah subhaanahuu wata’aala memulangkan bayi saya di siang harinya. akan tidak efektif rasanya belajar seperti itu. Biar kedatangannya di sore hari di rumah bisa disambut para santri. dan beberapa simpul donatur. Dua tempat yang merupakan karunia buat negeri ini. Saya masih bersama bayi saya. Saya undang juga beberapa komunitas Wisatahati di sana. di situasi-situasi seperti ini (full-traffic) akhirnya Allah mengizinkan KuliahOnline ini berjalan. he he he. Bagi yang tidak bisa mengakses harian. Sementara tetap ada banyak yang bertanya. Saya bertahan untuk memberikan kuliah-kuliah fundamental ini. ada cerita menarik yang saya akan tuliskan sebagai esai kuliah mendatang. saya udah usahakan untuk hadir. Baru kemudian diikuti materinya dalam hitungan sekali belajar sekian materi. kenapa sih engga dibuka aja kanal-kanal materi lain? Kan materi-materi itu juga bisa dicicil belajarnya? Engga. komplit. Tidak merupakan kuliah berseri yang akan membentuk kepribadian. Ketika saya tetapkan tanggal 30. Tapi ya biasa aja. di beberapa hari menjelang ujian saja. Namun saran saya. Alhamdulillah. Subhaanallaah. suami yang baik. kalau Saudara berkenan membagi-bagikan pelajaran. seperti Peserta Pesantren Riyadhah. Saya menyempatkan berbagi tengokan. kakaknya Muhammad Yusuf al Haafidz bayi saya. Kun baru berusia 1 tahun 1 bulan. Peserta Kuliah Tatap Muka nya Wisatahati yang sempat diselenggarakan (sementara udah ditutup). Ternyata Kehendak Allah lain. Saya berdoa kepada Allah agar peserta KuliahOnline yang datang kemarenan bersilaturahim diberikan keberkahan tersendiri sebab kedatangannya ke tempat yang banyak sekali amal di dalamnya (pesantren). Produktif ya. Sekalinya masuk. Dan itu pun. bahkan kawan yang baik bagi seorang kawan yang mau bunuh diri pada malam itu! Wuah. Biar ga kembung. pimpinan pondok yang baik. Dan malah saat itu. Haus ya haus.

dan sering mengeluhkan tentang rizki-Nya di saat mestinya Dia marah dengan kelakuan kita. Ga jauh-jauh dari kita. agar Ramadhan ini menjadi bulan penuh support dari Allah dalam upaya kita mencari diri-Nya. “bercandalah” dengan Allah. kelak ia akan terkait juga. mari kita pelajari 5 esai berikut ini. adalah satu hari menjelang tanggal 1 Ramadhan. Bismillah ya. ke meja redaksi. sungguhpun kita sering menyakiti-Nya. Sebelum meneruskan menyiapkan esai hari ini. web admin). sering mengecewakan-Nya. Kekuasaan dan Keajaiban Allah di bayi saya. Saya sajikan langsung 5 esai kuliah yang mestinya saya bagi menjadi 5 esai kuliah buat 5 hari ke depan. Allah akan bekerja sesuai dengan kepercayaan kita pada-Nya. Di edisi mendatang. Memang kuliah ini bukan kuliah khusus tentang Ramadhan. dan berlangsung terus menerus selama 41 hari). Dia ada banget-banget. Subhaanallaah astaghfirullah. kita bahas dulu materi kuliah sambungan yang memang sudah disiapkan jauh-jauh hari. Adapun maksud dan tujuan saya adalah sekaligus sebagai bekal masuk ke bulan suci Ramadhan (sewaktu esai ini dinaikkan. menjadi sebuah percepatan yang diridhai Allah. *** Bercanda Dengan Allah Ketika kita dilanda kesusahan. Bahkan di surah al Waaqi’ah yang kemaren Peserta KuliahOnline baca bersama para santri. Memang . saya sempatkan membaca imel-imel yang masuk. Harapan saya. tapi perkara tauhidnya sangatsangat terkait dengan Ramadhan. Seberapa percayanya kita sama Allah? Ini yang menjadi pertanyaan tauhid dan iman kita pada-Nya. ada bahagian ayat yang berbunyi: “Dan Kami sesungguhnya teramat dekat dengan kalian. tapi kalian tidak bisa melihat”. Tapi sebelum saya jadikan kondisi bayi saya dan apa yang terjadi di seputaran waktu terakhir-akhir KuliahOnline ini saya selangkan sebagai materi kuliah.untuk disebarluaskan lagi ke seantero buminya Allah. Mudah-mudahan kebijakan saya yang sudah saya langgar ini (mestinya tetap esai ringan per pertemuan. mudah-mudahan menjadi pengajaran buat kita bahwa Allah itu memang patut diyakini Keberadaan-Nya dan ga boleh lagi ada keraguan! Sungguh. kali ini istimewa. pertanyaan-pertanyaan yang masuk. Ok. sering bertanya tentang Pertolongan dan Kuasa-Nya. Oh ya. Kita berdoa terus agar Allah semakin memperkenalkan diri-Nya dengan diri kita dan semakin sayang kepada kita. Kalaupun tidak terkait.

maaf. he he he. Kawan-kawan juga pada minggir semua. bener-bener minus. Saudara-saudaraku peserta KuliahOnline. Tapi efek dari penerimaan ini. Sebab ada perjanjian tidak tertulis (damai). kan ketahuan tuh bahwa saya secara hitungan matematis ga bisa bayar? Bila saya ga bisa bayar dalam satu bulan. Ga ada. Tapi di pencarian menuju .kadang sesuatu berjalan “seperti” tidak sesuai kepercayaan kita pada-Nya. saya bingung. saya bilang di atas. Nah. Saya menerima. Selama 14 hari saya di dalam tahanan. makan apa. dimulai dipraktekkan. Ini kasus saya yakini sebagai kasus-kasus istidraj. Dan saya “diwajibkan” untuk menyerahkan diri sendiri tidak perlu dijemput petugas. Begitu. saat itulah saya bercanda sama Allah. Cuma. Tapi belum ditulis saat itu. Di antaranya: konsentrasi jangan di 86 juta. Deket sekali terasa Allah itu. Kondisi saya saat itu. bahwa unsur pidana akan dihilangkan jika saya menerima kasus ini betulbetul dijadikan kasus perdata. Begini. Dan memang Dia itu dekat. Tahun 1999. untuk menerima kasus ini. Maka kasus ini saya terima. dan sesekali jawabjawab sms dari TV dan dari kawan-kawan pondok yang butuh koordinasi cepat. saya lepas dari penjara kepolisian. Keluarga nyerah. Saya tidak berada langsung di balik kasus ini. maka saya harus menyerahkan diri lagi. Saya ga mau mikir jauh. Tapi yakinlah. Tapi saya ga bisa nangis. berat. Dan setelah pulang nanti. ga bakal ada. Tapi darimana nyari 86 juta dalam 1 bulan? Terutama dalam keadaan saya seperti itu? Saat itulah. Duh. saya tidak ganti baju! Dan tentu saja saya tidak pakai lagi celana dalam. maka kasus ini dinaikkan lagi. Saya menikmati betul candaan itu. kita akan kaget sendiri manakala kita teguh berdiri pada apa yang kita yakini. Kita punya salah di jalan A. hampir nangis nih saya nulis ini. pakai pakaian apa. Tapi perjanjian itu saya iyakan saja. hanya selembar. Boro-boro buat bayar. Sebab sambil saya nulis ini. Istidraj ini artinya dimainkan Allah. Bahwa saya bener-bener akan bayar. sebagaimana saya ceritakan dalam buku “Mencari Tuhan Yang Hilang”. Bener-bener hanya selembar. Yang penting bisa keluar dulu. Kemudian bayangan bakal kebayar. Kondisi saya saat itu parah. semua prinsipprinsip dasar Wisatahati. Pakaian. Sebab emang 86 juta itu bahagian dari hutang 1 milyaran yang harus saya bayar. saya pasang niat bener. Apalagi untuk kondisi saya saat itu. Saya harus membayar 86 juta rupiah dalam waktu hanya 1 bulan. buat ongkos pulang dari kantor kepolisian menuju rumah transitan (saya belum bisa pulang sebab satu dua hal saat itu) saja saya bingung. niscaya saya sudah akan menangis. saya sambil jagain si abang Kun (putra ketiga saya yang masih berumur 1 tahun 1 bulan tadi). dengan pertimbangan mudahmudahan Allah memaafkan kesalahan saya di tempat lain yang barangkali hukumannya adalah ini. Kalau tidak. tapi Allah hidangkan kesusahan ketika kita berjalan di jalan B. Padahal saat itu. Kalau saya hanya menulis tentang ini. berat. dan terus berlanjut sampe ke LP.

saya sempat khawatir saja. Sebab tarohannya anak yatim. mau bercanda sama Allah! Saya datangi sekolahan di belakang saya bekerja sebagai tukang fotokopi. witir. Sebab ga bisa bayar lagi emangnya”. Sebab apa? Sebab saya serahkan sepenuhnya kepada Allah. Habis saya bayarin itu. Permpuan. saya udah bayarin tuh satu anak yatim SPP nya. dan lain-lain. ngajar madrasah. shalat-shalat sunnah qabliyah ba’diyah. Allah pasti bisa. Ikhtiar saya apa? Ya itu lah ikhtiar saya. Saya sujud. Biar saja Allah yang akan menyiapkan sejumlah uang tersebut. saya menawarkan kepada Allah menjadi tentara-Nya. saya ambil saja buat makan. dan segar rasanya. Tapi bagi saya. Saya tertawa kecil. Saya katakan padanya. seraya meminta maaf kepada Allah. Kenapa saya harus .Allah saja. Ya Allah. Saya yakin sekali Allah tidak akan mengambil keputusan saya ditangkep lagi. nyari ridha-Nya. yang tinggal dua minggu lagi. Selebihnya. Gaji-gaji dari kerjaan-kerjaan saya itu. zikir. saya ga bisa bayar hutang yang dibebankan kepada saya. Hingga di pertengahan bulan. tidak terjadi. Dan Engkau juga tahu. Allah yang tahu hati saya. baca al Qur’an. Bukan dengan caracara saya. Saya katakan. tinggal Engkau pilih dah. Dengan cara-cara-Nya. Lalu apa yang saya lakukan? Saya melakukan perbaikan dan perubahan di ibadahibadah saya saja. Besarnya 27. Habis itu saya bangun dari sujud. saya yang bayarin. Saya minta dihadirkan satu anak yatim yang pintar untuk saya bayarin SPP nya bulan itu. bayaran sekolahnya. Untuk masalah? Jangan dipikirin! Ntar stress sendiri. dipolin. Itu ungkapan saking deketnya saya sama Allah. saya justru sedang berikhtiar membayar 86 juta tersebut! Persis dalam waktu 1 bulan. biar saja Allah yang mikirin! Gitu lah pikiran saya. Kalau Engkau masih tetap membiarkan saya bebas. dari hasil jualan es dan jadi tukang fotokopi. Saat itu melintas di pikiran saya. ya saya bayarin lagi. Jadi. Biar saja Allah yang urus. Saya katakan kepada Allah yang bagi sebagian yang lain kalimatnya mungkin aneh.500 rupiah. Kurang lebihnya. Saya ga tahu saya bisa bayar atau tidak. bulan ini. ngajar komputer. Tapi yang saya paham. Dihadirkanlah satu anak yatim. saya gelar sajadah. maka saya dipenjara lagi. Sungguh. Jadi. shalat ditepatwaktuin. tahajjud. selebihnya tostosan saja buat Allah. dengan cara begini. biar saja. kalau bulan depan. Uang ini saya timang-timang. Saya ngajar sana sini. “Ya Allah. dan ada waktu. nyari ampunan-Nya. saya megang uang nih. Tapi kalau engga. saya polin buat Allah. bukan khawatir. dhuha. Ya. Dua minggu kemudian peristiwa yang saya sempat khawatirkan. Kan susah loh menjaga rutinitas ibadah dalam keadaan puyeng? Iya ga? Yang ngalamin ini yang bisa jawab dah. ngajar bahasa. kelihatannya ga adil ya? Biar saja. ngajar al Qur’an. Namanya Ummi. Sampe sini. saya boleh sombong sedikit. Saya tahu ga bakalan mungkin cukup kalau saya tabung. maka saya terusin bayarannya tuh anak yatim. ngapain juga saya pikirin.

Saat itu hutang tetap belum lunas. karena saya “lolos”. IS menonton TV. namanya Maemunah. Dan dia satu sekolah dengan si Ummi tadi. . perjalanan waktu ini akan sampai juga. Nah. Saya anggap ini kisah perjalanan tauhid. Subhaanallah. tos-tosan saja sedekahnya. Di sana ada saya katanya sedang bertutur. Ya Allah. Kisah perjalanan saya mencari Tuhan. Saya mohon kepada-Mu ya Allah. dengan wasilah amal ini. Di esai KuliahOnline berikutnya. *** Air Gula Untuk Bayiku Saya yakin Allah tidak akan menyia-nyiakan amal kita. Ya sudahlah. saya bayarin lagi SPP anak tersebut. Maka nya kelak kemudian kisah-kisah perjalanan saya diberi judul: Wisatahati Mencari Tuhan Yang Hilang. 1 SPP lagi untuk 1 anak yatim yang lain. Sebab hutangnya belum selesai. jika kita percaya dan yakin sama Allah. “Ya Allah. Silahkan dikoleksi ya. Semua memang butuh perjalanan waktu. bayarkanlah hutang tersebut”. Saya kemudian sadar. Udah nolongin saya. dari hati saya. Mencari Tuhan yang hilang dari diri saya. Dan Maemunah ini beberapa bulan kemudian jadi istri saya! Maemunah saat saya nikahi. Saya bukan promosi. seraya mengatakan (kurang lebih). Ya saudarasaudaraku. Tapi saya hanya bebas doangan sementara. (IS).khawatir. itulah yang terjadi sama saya. Saya datang lagi ke sekolah tersebut. kita akan pelajari kisah hebatnya keyakinan seorang tukang nasi yang kemudian membawanya pada perubahan hidup. tapi percayalah. Dan tahu ga? Anak yatim kedua yang saya bayarin. Allah rupanya juga bercanda bersama saya. bahwa kalau mau ditolong Allah. saya akan tambahin dari sekarang. ha ha ha. tapi sedang jualan. makasih. Kemudian saya balik lagi dan sujud. Dan insya Allah akan diganti sama Allah dalam 1 minggu. doa saya belum sempurna. insya Allah hidup kita akan berubah ke arah yang kita kehendaki. Secuplik kisah-kisah saya. kali ini. Awal tahun 2007. Inilah kisah saya. masih duduk di bangku SMP kelas 3. Masalah itu insya Allah bergulir sempurna penyelesaiannya. Sampe ketemu di esai berikutnya. Kali ini saya sempurnakan. Itu kalau kita percaya Allah menggantinya dalam 1 minggu. ya saya jalanin janji saya. saya tebar di berbagai buku saya. sudah dengar kan audio yang saya upload? Judulnya: Kenapa Harus Khawatir Padahal Ada Allah? Ya.

IS dan istrinya menawar sebuah rumah bagus. Juga susu anak. Dia tawar rumah tersebut. sebagaimana alaminya alam ini yang berisi dua hal. atau bahkan orang tua. uangnya sudah 1 milyar. andai mereka tidak bisa membeli susu buat bayinya lalu bayinya jadi sakit. Hanya dalam hitungan beberapa bulan saja. Pasti berhasil. supaya Allah segera menunjukkan Kuasa-Nya. Sungai pasti ada ujungnya. Bahkan untuk tahun 2008. kesenangan dan kesusahan. IS dan istrinya sepakat untuk menyedekahkan uang itu. Hanya. dia memegang kontrak katering yang sangat-sangat besar. andai mereka tidak bisa bayar listrik kontrakannya lalu malu kepada yang punya kontrakan. Ga tanggung-tanggung seharga 700 juta. alias katering dengan 48rb porsi per hari. maka Allah belum tentu bakal turun tangan. Rasa sesal di hati istrinya selalu ia tepis dengan keyakinan bahwa Allah tidak mungkin menyia-nyiakan iman dan amal salehnya a/ janji-janji Tuhannya. membuat keberkahan Allah datang. Keyakinan dan kesabarannya berbuah. Masya Allah. Sejumlah 37 milyar rupiah. Dan sekalian saja pikir mereka. dan terus jalani kehidupan ini. dengan segala resikonya. maka biarlah Allah tahu. dan mengatakan akan membayar dalam tempo 2 bulan. Keridhaan bayinya juga meminum air gula. Tapi mereka ga jadi minjem. Sekian minggu ia tunggu keajaiban sedekah. Subhaanallaah. Subhaanallaah. Sekali sudah ditempuh jalan Allah. ia ada uang 1 juta. tapi tak kunjung datang. Uang itu sejatinya ditahan untuk tabungan bayar kontrakan yang 2 bulan lagi bakalan habis. Ini menjadi berkah buatnya. atau mati sekalipun. Bahkan bukan hanya rumah itu yang bisa ia beli tepat waktu. mereka betul-betul kosong. Andai mereka diusir dari kontrakannya. bahwa semua ini terjadi sebab mereka berdiri di atas keyakinannya akan janji-janji Allah. dan lain-lain. Dan datangnya ga maen-maen. Ada juga bumbu kisahnya yang tak kalah menariknya. Ia kasih biskuit2 kecil pengganjel makanan. hampir mereka ini pinjam uang ke kerabat dekat. . alhamdulillah.Saat itu. Mereka bilang. listrik. Cara bicaranya meyakinkan. Mereka saat itu pasrah. Biarlah ia mengalir. Masa katanya mati. Dan itu kelak benar-benar terjadi. tidak ada cerita tidak berhasil. Susu anak sudah ia gantikan dengan air gula. ada pesan yang disampaikannya lewat saya. melewati tikungan anak sungai yang namanya kesulitan. Dari dia. Di saat “bercanda” dengan kesusahannya. Masa iya itu semua akan terjadi? Begitulah IS dan istrinya meyakinkan diri mereka. kesukaran. sungguhpun si pemilik rumah tidak yakin dengan penampilan pembeli rumahnya. sebagai “alternatif” andai mereka benar-benar diusir dari kontrakannya. andai mereka jadi pinjam. Tapi juga ia bisa membangun satu perusahaan katering dengan aset hampir 20 milyaran dalam tempo hanya 1 tahun. Di tengah situasinya yang hampir bener-bener game over. Dan inilah yang menjadi keyakinan kita. Ia dapat order menangani katering 16rb orang 3x sehari. sabar.

belum tentu mendapatkan berkah yang begitu banyak. air susu anak sebagaimana diceritakan sebelumnya sudah diganti dengan air gula. mereka berinisiatif untuk meminjam kepada orang tuanya. Tapi oke lah. Allah sebenernya udah balas.*** Menjadi Lemah Hanya bersandar kepada Allah dan yakin pada pertolongan-Nya. mengikuti seruan-Nya. Bahasanya tentu saja bukan bahasa mengeluh. Saya mengamini. Tapi ya itu tadi. Sekarang. Dia sedekahkan uang 1jt-1jt nya yang ia punya. andai ada perubahan suasana hati. IS. dan bersandar hanya pada-Nya. Ternyata. sehat. Sedang Engkau tahu tidak .lalu berkah amal saleh Allah tidak beri. makin baik. “Ya Allah. kita menjadi kuat. Biar Allah tahu bahwa mereka jadi tidak bisa bayar kontrakan sebab uang kontrakannya disedekahkan. keluarga bahagia. anak sehat. cuma kitanya aja yang ga berasa. Mudah-mudahan bisa dibahas di lain tempat. Mereka udah benar. Kan. padahal uang ini sejatinya untuk bayar kontrakan dan bayar ini itu. ya mereka akan menjadi lemah. wuah. Ya memang ini akan jadi diskusi panjang. kadang begini. Setidaknya menurut pengetahuan dan perasaannya. balasan Allah ga kunjung datang. sang penjual nasi yang mendapat berkah tersebut. cakep banget. Kondisi-kondisi begini kalo dibawa ke shalat malam lalu diadukan ke Allah. Allah menyuruh kita percaya pada-Nya. Tapi bahasa pasrah. Misal. Bisa juga balasannya berupa panjang umur. Koq jahat bener ya Allah? Hanya gara-gara perubahan suasana hati. sampe hampir dua bulan. kami serahkan uang kami kepada-Mu. dan seterusnya. Bertahan saja dengan kesusahannya itu. IS dan istrinya menunggu balasan Allah. Ketika kesulitan relatif memuncak. Makin susah. Biar Allah tahu bahwa anak mereka mengalah minum air gula sebab jatah susunya disedekahkan. Sebab belum tentu juga balasan Allah itu hanya uang. Allah ga balas-balas tuh amal salehnya. Kontrakan udah mau habis. manakala mereka berpindah sandaran. Mereka khawatir mereka menjadi lemah. Tapi mereka urungkan ini. Lalu IS dan istrinya percaya pada Allah. kita coba bahas IS tersebut.

Akan terasa benar pertolongan Allah itu. belum tentu ketika IS dan istrinya minjam ke orang tuanya lalu orang tuanya menyediakan. . Tapi uangnya yang ga ada. kalo ada. (-) Apa hubungannya? (+) Katanya. maka tidak mengapa ya Allah Engkau tidak membalas sedekah kami dengan uang. ya sedekah apa yang kita punya. ridha-Mu. kalo kemudian kita “melengkapi” sedekah atau amal kita. andai balasannya adalah ampunan-Mu. kalo mau kaya. kemudian pertolongan Allah datang. Tapi ngelihat Ustadz Yusuf di TV. (-) Koq kerja ga ada duitnya? Buat apa kerja? (+) Sebenernya ada sih Pak. Tapi ya Allah. (-) Maksudnya? (+) Ya. koq masih tetap minta sama Bapak? (+) Uangnya disedekahkan dua bulan yang lalu. susu dan yang lain-lainnya. bahwa uang itu sedianya untuk membayar kontrakan. Kita berandai-andai istrinya IS yang maju ke orang tuanya: (+) Pak. andai IS bener-bener minjam ke orang tuanya. Belum tentu. dulu ada duit. koq minjem uang sama Bapakmu ini? (+) Ada. Engkau pula Yang Maha Memenuhi Kebutuhan-kebutuhan kami…”. atau orang tuanya ada uangnya. kasih sayang-Mu. Tapi kemudian pertolongan Allah tidak akan bener-bener terasa. terjadi dialog yang melemahkan seperti ini. bisa saja IS dapat uang. (-) Kalo ada. (-) Emangnya ga kerja? (+) Kerja. Saya membayangkan. dengan malah pindah sandaran ke manusia. dengan kepasrahan semacam ini. dan Engkau lah Yang Maha Memberi Rizki. Beda. kalo kita sudah melengkapi dengan doa semacam ini. Ya Allah. Janganjangan malah menjadi lemah kita adanya. kalau udah setengah pingsan. Apalagi kenyataannya. boleh saya pinjam uang? (-) Suamimu kemana? (+) Ada. ini baik benar untuk menambah keyakinan dan iman kita.ada yang kami miliki lagi kecuali itu. kami pun tahu bahwa Engkau tidak akan mengingkari janji. Nah. (-) Loh. Dan Engkau pun tahu ya Allah. cakep bener tuh. Sayang. Misal. wah. kepanjangan umur kami dalam keadaan sehat dan beriman.

sudah. dan tidak baguslah hubungan antara mertua dan mantunya itu. Melainkan hanya ada “titik”. alias percaya ya percaya. suamimu tetap maksa? (+) Iya. tidak usah kemudian mencari jalan yang lain. apalagi sampe terjadi penyesalan. saya juga sudah sampaikan itu. Titik ya titik. Tapi manusia banyak yang tidak percaya pada-Nya. (-) Ya. Sedekah koq pengen kaya. (+) Ya. ya engga gitu. Dia pasrah saja sama Allah. kalo situasi dialog ini yang terjadi. seorang buruh pabrik bersedekah 1000 rupiah di akhir pengajian tentang . minta sama suamimu itu. *** Uang bensin yang ditukar 1000x lipat Allah percaya kepada manusia. Syahdan. DIA bahkan titipkan rizki dan karunia khusus untuk manusia. Insya Allah di ujung perjalanan kita. Itu kebodohannya. saya butuh banget uang itu. DIA berikan dan DIA titipkan alam ini pada manusia. Berapa uang yang dulu kamu sedekahkan? (+) 1 juta Pak (-) Bagus! Bapakmu ini saja ga pernah dikasih uang 1 juta… Nah.(-) Wah. Wallahu a’lam. Bahkan pada tataran yang ekstremnya. sungguh penuh dengan kejutan-kejutan indah. Bahkan. sang istri pun sekarang akan jadi serba salah. (-) Terus. Jangan ada tanda tanya ke Allah. (-) Ya. Dan jangan ada keluhan. (+) Tapi Pak. kira-kira apa yang akan terjadi? Lemahlah istrinya. Lalui saja kehidupannya dengan bergantung penuh pada ketetapan Allah dan berjalan terus dengan kepercayaannya itu. ketika seseorang sudah percaya sama Allah. Tapi kemudian IS dan istrinya memilih keep silent. Ya akhirnya kejadian dah apa yang diceritakan di tulisan sebelumnya ini. Sampe mana kepercayaan akan janji Allah itu bisa bekerja untuk kehidupan kita? Sampe tidak ada “koma”nya. Buat susu anak. Sama kontrakan.

Andai sedekah bisa membuat dirinya bisa banyak rizki. Dan apa yang terjadi. Maklum. Ia siap. Sungguh ia pun bosan dengan keadaan dirinya. Saudaraku yang membaca kisah tentang “motor yang kehabisan bensin” sebelum tulisan ini. padahal motornya ini VESPA! Dan pertolongan Allah itu benar-benar nyata. bahwa bensinnya pasti cukup membawanya pulang ke rumah. *** Jangan Memperlemah Diri Lagi Banyak keadaan-keadaan yang bisa memperlemah iman kita pada janji-janjiNya. Kiranya kesabaran dan usaha menambah ilmu. Segala keraguan ia tepis. Tapi di saat yang sama. hanya buruh perkebunan. sambil belajar di . baru beberapa ratus meter saja. Yang penting motornya bisa jalan bolak balik ladang ke rumah. Tapi hari itu. akan membuat kita terpelihara. Maka ia nikmati saja kejadian ini. dia memilih menyedekahkan uang 1000 rupiah itu untuk berharap keajaiban sedekah bisa terjadi pada dirinya. Termasuk bayangan mendorong motornya apabila bensinnya habis di tengah jalan. Ia mencoba meyakinkan dirinya. rumah ke ladang. Tidak cukup sampai di situ. Ia dorong motor ini dengan enteng. Oleh kawannya ini. ia pun mencoba menghibur bahwa ia siap saja mendorong motornya itu sampe ke rumah.sedekah. betapa benar janji Allah. Mengeluhkah ia? Tidak. bensinnya sudah habis. Jadi. 1. 1000 rupiah tersebut untuk beli setengah liter bensin.700 per liter. ia dihampiri oleh pengendara mobil kijang yang ternyata kawan lamanya yang sedang berkunjung ke kampung tersebut. Terlebih lagi terhadap mereka yang tetap memegang teguh kepercayaannya kepada Allah. kenapa tidak. Baru beberapa langkah ia mendorong. Subhaanallaah. Inilah yang ia anggap perjuangan sedekah. Jadilah ia mendorong motornya itu. Sedangkan uang 1000 ini sedianya untuk membeli bensin yang memang harganya saat itu Rp. pengendara kijang ini kemudian memberikan uang 1jt di dalam amplop tertutup. yang baru ia ketahui jumlahnya ketika ia sampai di rumah. ia dibelikan bensin yang cukup baginya menghidupkan motor. saya akan mengajak saudara memperdalam situasinya.

mana gerangan kesalahan kita ketika kita menempuh jalan-jalan Allah. mereka bahkan su-udzdzan kepada saya. sesuai dengan mukaddimah di sub tulisan ini. ia kemudian memutuskan untuk “meminjam” kepada orang lain. Menurut saya. Sudah mah jadi menyesal. Tidak sedikit juga orangorang yang menjadi lemah sebab bersandar kepada orang lain. habis? (+) Belum. Yaitu banyak di antara kita yang berubah menjadi pemarah kepada Allah lantaran menganggap cara-Nya Allah tidak sakses membuat kita mencapai keinginan kita. Orang lain menganggap ini sebagai ikhtiar. tidak sedikit mereka yang malah jadi dosa. (-) Udah tahu bensin bakalan habis. Baik. setelah ia menyandarkan dirinya kepada Allah. Dan tidak sedikt juga yang berubah sebab ia “keliru” bertanya kepada yang tidak luas ilmunya. Pada kasus motor yang kehabisan bensin. ia malah berpaling kepada selain Allah. setelah sadar bahwa ia “meminjamkan” uang kepada Allah. sedang saya menyebutnya kepercayaan yang lemah. Akhirnya. jalan-jalan riyadhah. Sambil mengisi waktu. Terus terang. Tidak sedikit para pencari pertolongan Allah lalu malah berubah menjadi mengeluh kepada Allah. Dan niscaya juga ia bertambah lemah. Misal. dan doa ditempuh. (-) Lah. andai ia benar-benar meminjam kepada manusia. . Langkah yang sudah betul. dan cenderung menyalahkan Allah. koq masih dibawa juga motornya. saya akan ajak saudara memperdalam situasi kisah motor yang kehabisan bensin tersebut. Makin kita pasrah kepada Allah. terjadi dialog: (+) Mas. ini sama saja tidak menyempurnakan kepercayaannya kepada Allah. sedekah. maka ia pasti akan berhasil. Saya kerap memberitahu. ia tidak akan mendapatkan berkah ketemu dengan pengendara kijang andai ia “beralih” kepada bantuan orang lain. emangnya kenapa bensinnya. semakin enak kita “mengadukan” kelemahan-kelemahan kita. bahwa ketika jalan ibadah. saya sendiri juga kadang “kerepotan” dengan pertanyaanpertanyaan jamaah. lalu ia menjadi tahu bahwa bensinnya dikhawatirkan tidak cukup. yang mana ia konfirmasikan ilmu-ilmu tentang sedekah kepada para ustadz yang “tidak sepaham”. berubah di ujungnya. Artinya. Tapi kayaknya dikit lagi juga habis. boleh saya pinjam uang…? (-) Buat apa…? (+) Buat beli bensin. shalat-shalat sunnah. Tinggal tunggu waktu. Misal begini. tempuhlah juga jalan kesabaran dan keistiqamahan menegakkan terus ibadahibadah tersebut sambil menanti penuh harap kepada Allah Yang Tidak Pernah Mengecewakan. Apalagi kalau orang yang ia pinjam duitnya itu menyalahkan dia.

Tapi inilah cerita sedekah. Kelihatannya kan betul. manakala ia makin disudutkan. saya ga ada duit lagi. eh. Udah tahu bensin udah mau habis. dia minjem. Habis itu. . seribu kali percaya sama si ustadz tersebut. kan lancar. dan mogoknya bukan karena motornya rusak? Tapi karena bensinnya habis? Sudah mah susah. Tempuhlah jalan-jalan riyadhah. Percayalah sama Allah. Dan orang tersebut tidak salah. sebab bensinnya penuh dan motornya ga mogok. Udah mah engga dapet. bahwa kita masih butuh bantuan manusia. malah disedekahin. Wah. ya ga ada keajaiban sedekah. mbok ya mikir. Koq gitu? Lah iya. Buat beli bensin. (-) Sekarang mana duitnya? Koq minjam? (+) Dipakai buat sedekah. Lain kali kalo mau sedekah. Coba kalo bener-bener mogok. dan uang tersebut mau digunakan untuk membeli bensin. malu lagi…”. Bukan yang lain. Taro kata begini. lalu bener-bener dapet pinjaman untuk beli bensin.(+) Tadinya bawa duit Mas. malah mas ini membuat sulit orang saja. Pengendara motor ini akan makin tertekan. Kalo normal-normal saja. mana ketemu dengan si pengendara kijang. coba. Jangan sampe bikin orang susah saja”. Kita hanya butuh bantuan Allah saja. dihina dan diperlemah pula. Ga ada “penghentian waktu” atau “penghentian perjalanan”. maka ga bakal ketemu dengan pengemudi kijang yang membuatnya dapat uang 1000x lipat dari yang ia sedekahin. tapi memilih jalan mundur. Kalo begini. Orang yang dimintakan duitnya ini barangkali tertawa… “Mas. pikirin dulu kebutuhan sendiri. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Tauhid Yang Menggerakkan Iman Yang Menggerakkan Bergerak Menuju Allah KDW0108 Seri 08 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Banyak yang mau berubah. Ini sama saja nyulitin diri sendiri. Dan jangan menyisakan sedikit pun ruang di hati. “Mas.

itu sama saja dengan pembekalan akan dibekali saban hari. Shalat sunnah? Wuah. kerjaan. Buat peserta KuliahOnline yang saat ini jaya. Dan anugerah terbesar buat mereka yang mendekatkan dirinya . Dan sebaliknya. inilah saatsaat terbaik menabung sebanyak-banyaknya amal. Benahin apa yang bisa dibenahin. jodoh. rumah tempat tinggal. kadang tidak. Ada yang lebih penting dari itu semua. Yaitu bagaimana kita kembali kepada Allah dalam keadaan amal banyak. engkau selalu khawatir soal-soal dunia. Ibarat orang menabung. sepuasa-puasanya. waduh saya ga ngerti apa-apa nih? Dosa melulu. diterima dan meninggal dalam keadaan hati yang bersih. maka sesungguhnya kesengsaraan dan kenestapaan akan menjadi haknya. padahal ia tiada ahli ibadah malah banyak maksiat. Tapi dia tiada berpikir tentang kemaksiatannya kepada Allah. Wahai diriku yang mengaku memiliki Allah sebagai Tuhannya. perniagaan. diri yang diampuni dan husnul khatimah. Atau malah sudah. sabarlah. maka subhaanallaah. Atau malahan tinggal mencet dengan ujung jari lewat keypad atau keyboard (mobile banking atau internet banking). sehat. Artinya ya mulai saja shalat seshalat-shalatnya. karir.Dalam Kuliah Tauhid ini saya mengajak peserta KuliahOnline untuk segera bangun menuju Allah. Kapan amalan akan sungguh-sungguh kita pakai? Nanti ketika sakratul maut. sementara rizki Allah mengalir keras. Tinggal tunggu waktu saja. Dan barangkali lebih banyak tidak tertegaknya dibanding tertegaknya. rizkinya banyak. Andaipun ada yang mendapatkan dunia-Nya. anak keturunan. Ada yang bertanya. Artinya berjalan menuju Allah. Dan ketika seorang hamba bergerak menuju Allah. Jalan saja. Sebisanya. Bergerak. Insya Allah ketika kanal materi selain esai Kuliah Tauhid ini dibuka. ga paham ngaji. entah sudah berapa waktu shalat-shalat sunnah tiada tertegak sempurna. Shalat wajib dilakukan di akhir. Saat itulah sungguh sangat diperlukan semua amal. sengajingajinya. kekayaan. Tanpa hati. Berusaha membenahi ibadah. nabung terus. tapi dia tidak merasakan itu. Itulah babak baru yang sesungguhnya dari kehidupan kita. Tapi lihatlah. dan pake dah tuh uang. Dunia akan Allah serahkan kepada siapa yang Dia percayai. Pergi saja ke Allah. bila yang belum kunjung mendapatkan anugerah dari Allah. Saatnya memakai tuh uang yang ditabung. Semua ada waktunya. ga paham ibadah. Dah tersedia. Tidak khawatir soal-soal akhirat. Ga apa-apa. Engkau dituntut untuk beribadah. Masya Allah. Saatnya kini engkau membuka mata. pada saat bersamaan Allah akan angkat setinggi-tingginya derajatnya. Kadang shalat sunnah. Banyak di antara kita yang mengeluh tentang keadaannya di dunia ini. Karena engkau diciptakan untuk beribadah. Maka demikianlah pula amalan kita. tinggal datang menghadap teller. Ada yang lebih penting ketimbang soal hutang. keluarganya utuh. Dia tiada berpikir betapa malasnya dia beribadah. Mudah-mudahan Allah mengasihi kita semua. Dan insya Allah ragam kuliah akan membuat lengkap bekal berjalan menuju Allah. melakukan amalan-amalan yang mengantarkannya dekat dengan Allah. rumah tangga.

ada seorang sekuriti. ayo mari kita koreksi lewat pembekalan-pembekalan materi sebelumnya dan husnusdzdzan ke Allah. Saya menghentikan langkah. Tentang apaan sih?” “Saya bosen jadi satpam Pak Ustadz”. he he he. “Ok. Supir saya mengira saya pengen beli bensin. *** Satu hari saya jalan melintas di satu daerah. tanya saya membuka percakapan. Akhirnya ketemu sekuriti ini. “Masih banyak. pegimana? Bosen jadi satpam? Emangnya ga gajian?”. Baarokawloohu lanaa. Saya katakan pada sekuriti yang mulia ini. Berarti barangkali saya kudu bicara dengan dia. Ga ke-geeran. Begitu berhenti dan keluar dari mobil. Sekuriti ini barangkali “target operasi” dakwah hari ini. bahwa Allah subhaanahuu wata’aala berkenan mengampuni dan menyuci dosa-dosa kita dulu. Saya paham. sampe kita kemudian pantas diangkat derajatnya dan diberikan segala yang kita hajatkan. Atau.kepada Allah. Alhamdulillah ini pom bensin bagus banget. Eh nemu pom bensin. Dari jauh ia melambai dan mendekati saya. ada tanda pom bensin sebentar lagi. Saya pengen pipis. saya terbangun pengen pipis. . Biasanya kan hanya melihat di TV saja…”. Sejurus kemudian saya sadar. Padahal bukan. “Pak Ustadz. Saat terbangun. *** “Jadi. Begitu pikir saya. “Nanti saya pengen ngobrol boleh Ustadz?” “Saya buru-buru loh. adalah kedekatan diri itu sendiri! Dunia menjadi tiada arti buat mereka yang menempatkan Allah di atas segala-galanya. Tetidur di dalam mobil. insya Allah. “Saya ke toilet dulu ya”. Bukan jadwal setelah ini. Menunggu beliau. Saya mencari warung kopi. ini Allah pasti yang “berhentiin” saya. Lagi enak-enak tidur di perjalanan. Pak Ustadz”. alhamdulillah nih bisa ketemu Pak Ustadz. ntar habis dari toilet ya”. “PakUstadz!”. untuk bicara-bicara dengan beliau ini. Saya senyum aja. Saya pesen ke supir saya: “Nanti di depan ke kiri ya”. Ada minimart nya yang dilengkapi fasilitas ngopi-ngopi ringan.

Lalu. Distel kayak apa juga. Tugas juga kan ibadah. tapi bisa juga ga.“Gaji mah ada Ustadz. “Disebut barusan itu maksudnya jam setengah limaan ya? Saya kan baru jam 5 nih masuk ke pom bensin ini”. apa yang kita lakukan di dunia ini juga ibadah. Saya meminta maaf kepada sekuriti ini umpama ada perkataan saya yang salah. tetap nomor satu. kalo nganggap kerjaan-kerjaan kita ibadah. “Ya. “Oh. Kalo situ shalatnya jam setengah lima. “Udah shalat ashar?” “Barusan Pak Ustadz. jadi ga apa-apa telat ya? Karena situ pikir kerja situ adalah juga ibadah?” Sekuriti itu senyum aja. Di awal waktu. iya ga? Ya saya pikir sama saja”. Rizki mah mau banyak. dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku. kurang lebih dah”. kalau kita niatkan sebagai ibadah. seorang ‘alim. Aqimish shalaata lidzikrii. kita abaikan Allah. Tapi umumnya begitu lah manusia. kita bersantai-santai dalam mendirikan shalat. “Gini ya Kang. ya disebut bohong dah tuh kerjaan adalah ibadah. Misalnya lagi. bisa ya bisa tidak. Bila dalam sehari semalam kita shalat telat . kalo ibadahnya gitu-gitu aja. jam tiga kurang dikit. Rizki mah mau nambah. ya emang udah begitu. kita niatkan usaha kita sebagai ibadah. Entar-entaran. Tiada disebut perhatian sama Yang Memberi Rizki bila shalatnya tidak tepat waktu. Kayaknya perlu dipikirin lagi tuh sebutan-sebutan ibadah. bahwa shalat itu kudu tepat waktu. saya mengejar. Tapi. Maka lalu saya ingatkan sekuriti yang entahlah saya merasa he is the man yang Allah sedang berkenan mengubahnya dengan mempertemukan dia dengan saya. agak susah buat ngerubahnya”. Itu kan jadi sama saja dengan mengentar-entarkan mengingat Allah. Kalau ibadah wajibnya nomor tujuh belas. Apa syaratnya? Yakni kalau ibadah wajibnya. Artinya kita menerima tamu pas waktu shalat datang. Artinya. Bukan hanya boleh. Tapi kemudian kita menerima tamu sementara Allah datang. “Wah. Butuh perjalanan satu setengah jam andai ashar ini kayak sekarang. dan kemudian kita abaikan shalat. Cuma sebatas omongan doangan. Disebut jujur mengatakan itu. Lagian. ustadz langsung nembak aja nih”. maka yang demikian masihkah pantas disebut usaha kita adalah ibadah? Apalagi kalau kemudian hasil kerjaan dan hasil usaha. tapi ibadah dari dulu ya begitu-begitu saja. jauh tuh. memang untuk mengejar ketertinggalan dunia saja. boleh ga? Bagus malah. buat Allah nya lebih sedikit ketimbang buat kebutuhankebutuhan kita. Soalnya kita kan tugas. tapi sama Allah ga mau mendekat. sekuriti itu bisa benar-benar menganggap kerjaannya ibadah. itu ada syaratnya. Tapi masa gini-gini aja?” “Gini-gini aja itu. Saya mengingat diri saya dulu yang dikoreksi oleh seorang faqih.

benahin shalatnya. lalu ada lagi yang buka usaha. lalu hidupnya susah. percakapan ini kurang lebih begitu. Bila seseorang membuka usaha. nampaknya ia paham. “Terus. dan dikali lagi sekian tahun kita telat. yang selama ini telat shalatnya. bahasa-bahasa kehidupan yang cair dan dekat dengan fakta. Si sekuriti mengaku mengerti. Mudah-mudahan demikian juga saudara-saudara ya? He he he. dan yang lainnya sempit usahanya. Dia pada kerja supaya dapat gaji. “Ngebut gimana?” “Satu. Dan gaji itu rizki. Jika dia alumni SMU. Jangan sampe keduluan Allah”. deketin Allah dah. dan sekian bulan dalam setahun. dia masih seperti diam di tempat. maka berapa jarak ketertinggalan kita tuh? 5x satu setengah jam. makin jauh saja mestinya kita dari senang”.terus. Dari raut mukanya. Mudahmudahan sekuriti ini paham apa yang saya omongin. kita telat terus. dan kemudian dikalikan sejak akil baligh. Belagu ya saya? Masa omongan cetek begini kudu nanya paham apa engga sama lawan bicara? Saya katakan pada dia. Kan aneh. Ngebut ke Allah nya”. atau yang lebih bahayanya lagi kalau bener-benar lewat tuh shalat? Wuah. Insya Allah ada waktunya pembahasan yang demikian. dan cenderung jahat lalu hidupnya seperti penuh berkah? Sedang si Fulan yang satu yang rajin shalat dan banyak kebaikannya. Contohnya ya pekerja-pekerja di tanah air ini. sebelum azan udah standby di atas sajadah. Ngapain juga coba saya kejar Pak Ustadz nih. bisa jadi sebab ibadah yang satu itu bagus sedang yang lain tidak. sejak diwajibkan shalat. sementara yang satu usahanya maju. saya tanya. Kembali kepada si sekuriti. sedang Allah lah Tuhan yang sejatinya menjadikan . Dan saya mengingatkan kepada peserta KuliahOnline untuk tidak menggunakan mata telanjang untuk mengukur kenapa si Fulan tidak shalat. Tapi bisa diurai satu satu dengan bahasa-bahasa kita. Jangan setengah lima-an lagi shalat asharnya. Buru tuh rizki dengan kita yang datang menjemput Allah. Kita ini pengen rizkinya Allah. bahwa maksudnya. Pantangan telat. Saudara-saudaraku Peserta KuliahOnline. Itu baru telat saja. Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan seperti ini cukup kompleks. tapi ga kenal sama Yang Bagi-bagiin rizki. belum kalo ketinggalan atau kelupaan. kalo ga serius?” “Ya udah. Tapi giliran Allah memanggil. maka kawankawan selitingnya mah udah di mana. mau berubah?” “Mau Pak Ustadz. lalu dikali sekian hari dalam sebulan.

rapih. Saya inget betul. yang orang sering sebut orang kecil.” saya teruskan. Saya ini kerjanya pagi siang sore malem. Nemuin klien. Tapi gede gaji bukan karena udah lama kerjanya. bayar kontrakan. ga ada persiapan. Alias udah mulai ngambil dulu bayar belakangan”. dan tidak segan-segan menunjukkan wajah dan fisik lelahnya. Ini namanya ga kenal sama Allah. dan persiapannya masya Allah. Emang ga cukup Pak ustadz”. udah pada habis belanjaan. itu mah gede banget. emang udah lama kerjanya?” “Kerjanya sih udah tujuh taon. “Ah. Eh. Jadi dihitung sama bos pegimana gitu sampe ketemu . Emang gajinya berapa?” “Satu koma tujuh. “Itu kerja bisa gede. bayar ini bayar itu. ente nya aja kali yang kebanyakan beban. pan kudu bayar motor. hari gini aja nih. Pak ustadz”. giliran ketemu Allah.seseorang bekerja. Hutang di warung juga terpaksa dibuka lagi. Maaf ya. “Yah. “Yang kedua. keluarin sedekahnya”. “Koq bisa?” “Ya. wangi. untuk ukuran sekuriti. malah kelakuannya seperti ga menghargai Allah. amit-amit pakaiannya. Sekuriti itu tertawa. bayar susu anak. ustadz”. “Pak Ustadz.. “Yang kedua. pegimana mau sedekah. “Wuah. sebab saya tinggal di mess. itu udah gede”.

“Kang. Kontrakan saja sudah 450 ribu sama air dan listrik.angka 1. Makin cakep kalo anak-anak juga dikerahin.7jt”. “Siap ustadz”. Tapi saya akan cari terus. Sebab tanggung. Bukan ilmu dan ibadahnya. Ga jelas tuh darimana dia nutupin kebutuhan dia yang lain. “Jangan Ustadz. lepas aja itu tanggungan. Kalo ngelihat keuangan model begini. Bukan cara dan kebaikannya. “Terus. Jangan sendirian. “Tapi sedekahnya tetap kudu loh”. Emang ini motor kalo dilepas. Ajak dia. Sekuriti ini berpikir. Saya benahin dah”. kenapa masih kurang?” “Ya itu. lakukan berdua. udah keterlanjuran ya? Ok. Tabungan juga ga ada. Kalo engga apa keq”. dia punya 900 ribu. Kayak motor. Sekuriti ini nyengir. Ngapain juga ente kredit motor? Kan ga perlu?” “Pengen kayak orang-orang Pak Ustadz”. Susah lagi belinya. Kecuali Allah berkehendak lain. Ikutan semuanya ngebenahin shalat”. Saya sayang-sayang ini motor. tapi sedekahnya tetap ga keluar. Ya lain soal itu mah. lama keajaiban itu akan muncul. “Ya susah kalo begitu mah. Pengen kayak orang-orang. Setidaknya menurut ilmu yang saya dapat. motornya. “Secara dunianya. “Sedekahin aja motornya. ga ada”. saya kehabisan akal untuk nembak dia. “Yah Ustadz. kalo saya unjukin bahwa situ . Sebentar kemudian saya bilang sama ini sekuriti. ya nombok dah jadinya. Rupanya angsuran motornya itu 900 ribu. Repot”. Shalatnya gimana? Mau diubah?” “Mau Ustadz. Ibarat sendal. Kan saya udah bilang. Emas juga ga punya”. Kalo dia hanya betulin shalatnya saja. “Ya udah. sebab saya punya tanggungan banyak”. “Bareng sama istri ya.

Pantesan juga dia ga betah dengan posisinya sebagai sekuriti. situ mau percaya?”. Satu koma tujuh. “Mana bisa?” kata komandannya. “Entar bulan depan saya hidup pegimana?” “Yakin ga sama Allah?” “Yakin”. “Ya Pak. Sedapetnya. mau ngejalanin?”. “Selama saya bisa. masih dalam batas-batas wajar. rupanya dia ini Sarjana Akuntansi. Jangan malah berleha-leha. “Ya kalo yakin. Ancem aja diri. Perasaan udah lama banget dia emang ga lari kepada Allah. Ga kena di hati. . padahal dia Sarjana Akuntansi! Ya. Ga pernah berani. Bagi saya sendiri. Kan belum bisa diambil?” “Bisa.bisa sedekah. saya kan ga pernah kasbon. Itulah barangkali yang sudah membuat Allah mengunci mati dirinya hanya menjadi sekuriti sekian tahun. buat apa? Akhirnya mau ga mau sekuriti ini jawab dengan menceritakan pertemuannya dengan saya. Ketika ditanya buat apa? Dia nyengir ga jawab. Jangan koma. biarin aja harga barang pada naik. Baru ini saya berani”. Pol. Jangan pake kalau”. Dan ga apa-apa juga memimpikan sesuatu yang belom kesampaian sama kita. apa boleh buat. susah dah.. Kayak sekarang ini. Ga sesuai sama rencana. Dia juga janji akan rajinin di waktu senggang untuk baca al Qur’an. Ga usah kuatir. kalo sudah saya tunjukkan. titik. Untuk sedekah. agar mau menambah ibadah-ibadahnya. Apa boleh buta. Ga kebagian. mau kasbon. Akhirnya hidup kemakan dengan tingginya harga. Tapi usahakan semua.” katanya. *** Sekuriti ini kemudian maju ke atasannya. saya akan jalanin. Semuanya. “Ok. Dicoba dulu”. eh. Dan itu dia aminin. Asal apa? Asal kita barengin dengan peningkatan ibadah kita. Supaya bisa signifikan besaran sedekahnya. Tapi ya begitu dah hidup. “Gajian bulan depan masih ada ga?” “Masih. shalat dhuha dan tahajjudnya. Sekuriti ini ngangguk lagi. sebab dia sekuriti. Sekuriti ini saya bimbing untuk kasbon. yang besar lagi sedekahnya. Yang penting kerja dan ada gajinya. Tapi ketika ditanya berapa? Dia jawab. ga mengapa punya banyak keinginan. Asal keinginan itu keinginan yang diperbolehkan. Shalat Jum’at aja nunggu komat. Sehingga perubahannya berasa. Wah. shalat hajatnya. Komandannya terus mengejar. Si sekuriti mengangguk. manteb. Trmasuk dia akan polin shalat taubatnya. Dia janji akan ngebenahin mati-matian shalatnya.

. Dan dia tahu janji Allah pastilah datang. menjadi kisah yang dinanti the end story nya. berubah ga tuh si sekuriti nasibnya”. saya demen ama yang begini. “Kita coba lihat. Saya ketawa mendengar dan menuliskan kembali kisah ini. pasti Allah tidak akan tinggal diam. Subhaanallaah. sekuriti ini direkomendasikan untuk ketemu langsung sama ownernya ini pom bensin. Supaya benarbenar menjadi tambahan uswatun hasanah bagi yang belum punya iman. Sebab cerita si sekuriti ini sama komandannya. bos besarnya menyetujui. “Kita lihatin nih dia. Bos nya yang mengetahui hal ini. satu pom bensin itu menyaksikan perubahan ini. Alhamdulillah. ditanyalah si sekuriti ini sesuatu urusan yang sesungguhnya adalah rahasia dirinya. Begitu katanya. Bukan dari keajaiban mendekati Allah. sampe akhir bulan berikutnya.Singkat cerita. Yang lain bakalan gajian. tidak kasbonnya dia ini. Sekuriti ini mengaku dia cerah. ga kasbon? Udah akhir bulan loh. sebab kata mereka barangkali aman sebab jual motor. Sebab tempat kerjanya jadi barokah dengan adanya orang yang mendadak jadi saleh begini. Termasuk dinanti oleh bos nya. Bukan apa-apa. berarti dia berhasil. Dan lumayan istiqamah ibadah-ibadah sunnahnya. Kalo dia ga kasbon saja. “Buat sedekah katanya Pak”. Hari demi hari. yang merupakan kisah pertemuannya dengan saya. Jadi. sebab dia menunggu janjinya Allah. sebagaimana Allah tidak akan mempermalukan si sekuriti. asal dengan catatan dia berhasil dulu. Suatu hari bos nya pernah berkata. Sebab buat apa sedekah 1 bulan gaji di depan yang diambil di muka. Dan saya pun tersenyum dengan keadaan ini. Katanya. Sedang situ kan udah diambil bulan kemaren”. Apalagi kenyataannya si sekuriti ga mengurangi kedisiplinan kerjaannya. maka kelihatannya dia gagal. dapet kasbonan 30% aja belum tentu lolos cepet. Tapi subhaanallah. Percuma”. Sebab insya Allah. kalau kemudian kas bon. Tepat waktu terus. Berhasil kah? Tunggu dulu. kalau pake jalur formal. Tapi kalo dia kasbon. Saatnya ngumpul dengan si bos. Dan barangkali akan betul-betul mempercepat perubahan nasib si sekuriti. Malah tambah cerah muka nya. sekuriti ini dilihat sama kawan-kawannya rajin betul shalatnya. Sebab komandannya ini ikutan merayu. begitu kata komandannya. begitu lah pemikiran kawankawannya yang tahu bahwa si sekuriti ini ingin berubah bersama Allah melalui jalan shalat dan sedekah. menantang ledekan kawan-kawannya yang pada mau ikutan rajin shalat dan sedekah. sebab Allah pasti tidak akan mempermalukannya juga. Kawan-kawannya ini ga melihat motor besarnya lagi. senang. “Bener nih. si sekuriti ini ga kasbon.

soal keyakinan dan iman seseorang kepada Allah. Tapi dia tambahin 12 juta dari 17jt uang cash yang dia punya. ada transaksi tanah. Di kampung. Sebab itu motor dijual cepat harganya ga nyampe 13 juta. Tapi Allah mengaruniainya komisi penjualan tanah di kampungnya sebesar 17. Si sekuriti ini kemudian diketahui oleh owner pom bensin tersebut sebagai sarjana S1 Akuntansi. Tapi lihatlah. yang melibatkan dirinya. Tauhid. buat perubahan hidupnya. Dia lalu kumpulin semua karyawannya. dan menyuruh si sekuriti ini bercerita tentang keberkahan yang dilaluinya selama 1 bulan setengah ini. Tuh motor dia pake buat ngeberangkatin satu-satunya ibunya yang masih hidup. trjadi keajaiban. Dan lihat juga cerita ini. Saudara-saudaraku sekalian. Katanya. Si sekuriti masih bercerita. Mendadak si bos itu yang kagum. Masih tanggalan bulan kemaren.7jt gajinya. Ga perlu kasbon. masya Allah. ia aman. Sekuriti ini mengenal Allah. seribu kali si sekuriti ini berhasil keluar sebagai pemenang. dan diyakini. Padahal dirinya ga trlibat secara fisik. sadar kekuatannya ampe kayak gitu.Sekuriti ini bilang tadinya sih dia udah siap-siap emang mau kasbon kalo ampe pertengahan bulan ini ga ada tanda-tanda. Sekedar memediasi saja lewat sms ke pembeli dan penjual. Dan dia baru sedikit mengenal Allah. Lalu dia dimutasi di perusahaan si owner yang lain. dan imannya ini bekerja menggerakkan dia hingga mampu berbuat sesuatu. akhirnya dia malu sama Allah. Tuhannya. Tambahannya dari simpenan ibunya sendiri. Akhirnya? Jadi! Bekerja penuh buat perubahan dirinya. Sebab apa? Sebab kata si sekuriti. yakni hidupnya di bulan depan yang dia pertaruhkan. dari transaksi ini. Dia sedekah 1. Tapi kemudian cerita si sekuriti ini benarbenar bikin bengong orang pada. Dan dia merasa ga perlu lagi motor. Sehingga ibunya punya 25 juta.5jt. masya Allah. Cerita ini bukan sekedar cerita tentang Keajaiban Sedekah dan Shalat saja. keyakinan. siapa kemudian yang mengikuti cerita ini? Kayaknya kawan-kawan sepom bensinnya . Apakah cukup sampe di situ perubahan yang trjadi pada diri si sekuriti? Engga. Dengan uang ini. Dan itu trjadi begitu cepat. dan dia sedekah besar yang belum pernah dia lakukan seumur hidupnya. Tapi soal tauhid. Masya Allah. Bahkan lebih. berubah. kurang. bahwa dia merasa aman dengan uang 5 juta lebihan transaksi. Allah persis mengganti 10x lipat. Sampe-sampe bulan kemaren juga belum selesai. Subhaanallaah. Tauhid yang menggerakkan! Begitu saya mengistilahkan. Kata si sekuriti. dia jual! Uangnya melek-melek buat sedekah. berubah. Subhaanallaah kan? Itu jual motor. Motornya yang selama ini dia sayang-sayang. belum berganti bulan. ilmu yang sedikit ini dipake sama dia. pasca dia benahin shalatnya. masya Allah. Berubah. dan dijadikan staff keuangan di sana.

Jadi. Salam saya buat keluarga dan kawankawan di sekeliling saudara semua. barangkali tidak semua ditakdirkan menjadi manusiamanusia pembelajar. Yang lebih penting buat kita sekarang ini. Ini juga tadinya bukan esai sekuriti ini yang mau saya jadikan tulisan. siapa sekuriti ini yang dimaksud? Di mana pom bensinnya? Bisa kah kita bertemu dengan orang aslinya? Berdoa saja. ketika sudah dipublish. Di antaranya. Muhammad Yusuf al Haafidz akan pulang ke rumah untuk yang pertama kalinya. Saya pikir. file yang dibuka adalah tentang langkah konkrit untuk berubah. kalimat pendahuluan ini saja sudah 10 halaman. ya sampe ketemu dah di esai berikutnya. Di antara semua peserta KuliahOnline saja ada yang insya Allah saya yakin mengalami keajaiban-keajaiban dalam hidup ini. ga para tamu dan wali santri yang ikut. Masih di dalam mobil. Persis seeperti yang kemaren-kemaren juga dijadikan statement esai penutup. memang tidak gampang buat seseorang menempatkan dirinya untuk menjadi contoh. Siapa sangka. Semua menikmati. Semalam. Setelah itu. Mudah-mudahan allah membalas amal baik saudara semua. Saya merapihkan tulisan ini di halaman parkir rumah sakit Harapan Kita. Yang merasa dosanya banyak. kembali lagi pada rutinitas dunia. jangan terus-terusan meratapi dosanya. Kejar saja ampunan Allah dengan memperbanyak taubat dan istighfar. Tapi rampungnya sedikit sedikit. Masya Allah. Pertanyaan ini juga layak juga diajukan kepada Peserta KuliahOnline yang saat ini mengikuti esai ini? Apa yang ada di benak Saudara? Biasa sajakah? Atau mau bertanya. Yah. Semua orang punya prinsip hidup yang berbeda. dan hanya orang-orang tertentu saja yang memilih untuk benarbenar terbuka untuk dicontoh. Sebagiannya memilih diam saja. Lalu saya lampirkan kalimat pendahuluan. terlihat menikmati. Tapi tarawihnya dijejek 1 juz sekali tarawih.pun belum tentu ada yang mengikuti jejak suksesnya si sekuriti ini. Jika ada di antara peserta KuliahOnline yang pengen ikutan tarawih 1 juz . dan sebagiannya lagi memilih menceritakan ini kepada satu dua orang saja. esai ini saja sudah kepanjangan. Sambil menunggu dunia terang. Sebab kenyataannya juga buat saya tidak gampang menghadirkan testimoni aslinya. Terima kasih banyak atas doa-doanya dan perhatiannya. Ga makmumnya. Sebuah pesantren yang dikemas secara modern dan internasional. ga imam-imamnya. Dari semalam saya tulis esai ini. bagaimana kemudian kisah ini mengisnpirasikan kita semua untuk kemudian sama-sama mencontoh saja kisah ini. Kita ngebut sengebut2nya menuju Allah. Tapi ya Allah jugalah yang menggerakkan tangan ini menulis. saya jadi ikut belajar. Insya Allah hari ini bayi saya. Saya berhutang banyak kepada saudara semua. Dan memang bukan apa-apa. lalu mengejarnya dengan amal saleh. sudah. hampipr 11 halaman. semua yang terlibat. Barangkali cerita ini akan lebih dikenang sebagai sebuah cerita manis saja. Kepada Allah semua kebenaran dan niat dikembalikan. Semalam saya ikutan tarawih di pesantren Daarul Qur’an internasional.

Sebab saya juga kebagian menjadi salah satu imam jaganya. Insya Allah saya usahakan ada. Baik yang masih terjalin silaturahim maupu yang sudah putus sebab satu dua hal. Masya Allah. tapi masih tetep bisa ngajar lewat KuliahOnline ini. Sementara saya akhirnya bisa mendampingi para santri dan guru-guru memimpin dan mengembangkan pesantren Daarul Qur’an ini. Ya. Baik yang dekat maupun yang jauh. ata yang tidak. Dan saya masih sempet mengkader ustadz-ustadz muda untuk diperjalankan ke seantero negeri. Saya baru pulang juga langsung dari TPI. Saya juga tiada henti mendoakan saudara dan jamaah semua. Insya Allah saya pribadi membiasaka mendoakan saudara-saudara semua. dan lalu saya katakan kepada Allah. Baik yang rajin datang ke pengajian di pondok. Dengan cara mengirimkan suratul faatihah sebagai doa Malah tidak jarang saya bacakan surah yaasiin. Siaran langsung jam 5 ba’da shubuh tadi. Makasih doa-doanya. silahkan datang saja langsung ya.ini. doa terbaik itu salah satunya adalah doa . Subhaanallaah. Beruntunglah saya memiliki keluarga besar jamaa emua yang peduli dan perhatian kepada saya. ya Alla kirimkanlah segala fadhilah ayatayat-Mu yang saya baca ini untuk segenap jamaah kami Baik yang langsung maupun yang tidak. bayi saya. Saya pernah mendengar. Saya kurangin jadwal. kelihatannya matahari sudah mulai kelihatan. Dan juga kepada para donatur pesantren. Ok. Istri saya meluncurnya dari rumah. Ucapan Terima Kasih Peserta KuliahOnline yang berbahagia. Doakan keluarga kami ya. Muhammad yusuf a haafidz sudah pulang di hari pertama Ramadhan atau bertepatan dengan 1 September 200 setelah sejak tanggal 17 Agustus 2008 lalu harus menginap di rumah sakit. Alhamdulillah. kondisi-kondisi begini yang saya demen.

Maka kata para guru. setiap orang yang mau berubah. alias nawait nya dibenerin. Dalam bahasa yang lebi ederhana. Apalagi kalau perubahan itu bisa diniatkan dari sekarang. Jangan hanya mengandalkan otak saja. di mana kemaren kita belajar tentang kisa perubahannya seorang sekuriti sebab ia ubah kebiasaannya beribadah dan menjalani sediki ilmu yang didapatnya dengan keyakinan tinggi. porsi ibadahnya da porsi amal salehnya. agar mudah datang ke pengajian. nawaitu kan bahwa kalau kehidupan berubah. doa itu akan dikembalikan kepada kita menjadi doanya par malaikat Allah untuk kita. seharusnya menginspirasikan satu hal buat kita. agar bermanfaa lebih besar lagi buat agamanya Allah. buat orang-orang sekitar. masya Allah. Alhamdulillah. agar lebih banyak ana yatimnya. dan kekuatan amal saleh. Andalka uga kekuatan doa. perubahan itu adalah perubahan yang diridhai Allah Misalnya. ubahlah juga porsi doanya. Berubahlah bersama orang-orang yang positif. Subhaanallaah. yang mampu bersama-sama menuj perubahan. pasti susah. ingin lebih menyenangkan keluarga. maka perubahan ini akan ia bawa k hal-hal positif. Dan apa-apa kalau dikerjakan secara tim. pasti lebih mudah. Ubahlah bersama Allah. Melanjutkan kajian esai Kuliah Tauhid terdahulu. wuah. kekuatan ibadah. Apalagi bila kita mau berubah bersama Allah. orang tua. Bahwa setiap orang bisa berubah dengan mudah. asal dia tidak sendirian mengubah keadaa dirinya.untuk oran ain. . Apalagi otot. agar lebih banyak sedekahnya. Maka bila diresapi bersama itu tulisan. Ya. Sekali lagi. *** Ubahlah Bersama Allah Apa-apa kalau sendirian. dilurusin. Apalagi Allah sebagai partner kita.

Ngajuin modal ga pernah tembus. maka perubahan adalah milik Anda! Masih belum paham ya? Gini. kekuatan amal saleh. tanya saja seberapa besar da berkualitasnya usaha untuk menuju perubahan itu. Selalu hina di mata keluarga. Hidup tanpa pendamping hidup. bisa. tempuhlah jalan yang berbeda dengan yang orang lain tempuh. kepengen anak tidak seperti kita. Tentu saja bekal bekal “dunia” ya dijalani. Tempuhlah jalan-jalan seperti yang sudah disebut di atas. Yang lebih sering terjadi adalah orang tersebut kan terjebak pada terus menerus di dalam suasana ikhtiar menuju perubahan itu. saudara dan tetangga. Sekali lagi. porsi tenaga. Bukan dia. rajin . Keluarga sakit-sakitan. akan membuat manusia keletihan. Teliti kekurangan dan kelemahan dar sisi ini. Dagangan rugi terus. dan seberapa bagus kualitas perubahannya. Rumah tangga tanpa anak. Seberapa lama perubahan bisa dicapai. Kalaupu terjadi perubahan. mengubah hidup ke arah yang lebih baik. apakah saya bisa berubah. Ketika ada perbaikan. supaya ada perbaikan. Tapi jangan pake hanya kekuatan dunia saja. Kepengen anak lebih maju dari kita hidupnya Dan seterusnya. tanpa adanya perubahan. Hidup dalam kungkungan hutang. Bila Anda jadi rajin membuka al Qur’an. Pekerjaan yang bergaji kecil. Selalu kurang. kekuatan ibadah. maka yang akan menikmati adalah orang lain. Jadi. Ya itu tadi. Bangkrut. Perubahan apa sih yang dimaksud? Perubahan apa saja yang dikehendaki. Miskin. Sedang memperbesar porsi mikir porsi kerja. Keluarga yang tidak harmonis. Berketurunan dari orang-orang rendahan. cepe elahnya. gunakan tambaha kekuatan doa.Tidak bisa seseorang berubah. Usaha yang tiada menguntungkan. kalau ditanya. porsi usaha. Ia tidak akan puny banyak waktu untuk menikmati perubahan itu. perubahan yang paling gampang diidentifikasi adala perubahan ibadah. ya jawabannya.

membuka buku-buku hadits. istilah saya mah orang-orang yang tidak memiliki Alla pun sanggup melakukannya. kebaikan-kebaikan pada sekitar bertambah. istirahat yang cukup. itu sebenernya tanda-tanda kemunduran. butuh langkah konkrit Seorang kawan bertanya masih seputar bentuk konkritnya atau langkah konkritnya menuj perubahan tersebut. bila hanya beroba aja. maka tiadalah yang bisa kita dapa kecuali kesembuhan itu saja. begini. Saya perna membesut satu seminar tentang kehidupan yang judulnya: . tiada berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah. berolahragalah. Tent aja ia bisa mendapatkan gaji. Tapi. Coba saja dirasakan Dirasakan pake ukuran hati. Terhadap “langkah-langkah dunia”. Namun. Ia perlu “nilai”. ada jam-jam tambahan bercengkrama bersama Allah. *** Bentuk Konkrit Perubahan Setiap perubahan. Buat yang perlu penjelasan lagi. sebagai seseorang yang menginginkan Perubahan Besar. tapi frekuensi ibadah dan amal saleh menjad berkurang dan melemah. shalat halat sunnahnya juga bertambah. akukanlah petunjuk-petunjuk “dunia”. kalau hanya melakukan langkah-langkah dunia ini. maka tiadala ukup ia bekerja sekedar bekerja. lalu kita berobat. Yang tidak punya Tuhan pun akan mendapatkan gaji bila i bekerja. dan seterusnya. Andai kita sakit. sebentar lagi perubahan benar-benar akan terjadi. kecuali apa yang sekeda kita rasakan saja. kesembuhan itu bisa saja kita dapatkan. Supaya tidak sekedar bekerja. jagalah/perhatikanlah makanan yan dimakan. sedekahnya bertambah. jika posisi Anda saat ini hidup dalam suasana sakitsakitan. Tapi. maka bis dipastikan. Pake ukuran kebahagiaan yang hakiki. Insya Allah sesua dengan sunnatullah-Nya. Buat Anda yang bertambah dan berubah. mak perubahan yang sesungguhnya tidak akan pernah bisa dinikmati. Yang demikian itu sama bila seseorang “hanya bekerja”. Maka saya katakan begini.

Suami menjadi suami yang lebih baik lagi ke istri. ada sedekahnya. sebab kita ada keluhan yang ingin disampaikan kepada Nya. seperti menjadi ayah yang baik. coba datang kepada Allah. contohnya terlanjur contoh hidup sehat. ibu yang baik. kini kita shalat dengan hat dan pikiran kita. sering telatnya ketimbang tepatnya Lebih sering malasnya ketimbang rajinnya. dan seterusnya. Datang ke Allah sebelum waktunya. Artinya.Memaknai kehidupan. langkah konkrit dalam kasu kepengen hidup sehat. Kalo tadinya sudah empat. tidak sakit-sakitan dengan cara melakukan hal-hal berikut ini. Selepas shalat waji misalnya. bahwa kita shalat membawa penyakit kita untuk diber Nya kesembuhan. Istri menjadi lebih bai agi ke suami. Bila sebelum sakit-sakitan sedikit anak yatimnya. sebab kepengen berdoa setela usai shalat. Baiklah. Atau ketika posisi Anda adalah anak. Lebih bertenaga. perbaikan perbaikan yang lebih bersifat mental. Jika sebelumnya kit tiada khusyu’ shalatnya. Bila sebelumnya sudah shalat dhuha. tapi masih dua rakaat tambahin jadi empat. dan tiada ada usaha untuk khusyu’. Dan kebaikan-kebaikan lain. dan seterusnya. cari lagi anak yatim yang lain sebanya yang kita mampu sebagai tambahan. Jadilah orang-orang yang betul-betul bergiat berubah di urusa yang disebut ini. Bila sebelum sakitsakitan malas-malasan shalatnya. mak sekarang pas sakit-sakitan. shalat sunna syukur wudhu. akhlak. lalu kebut di sisi ini untuk menjadi ayah dan ib yang lebih baik lagi. Cari waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa. dan atau perbuatan dan . dhuha dan atau bahkan tahajjud. tambahin sedekahnya. Kalau perlu ambi shalat-shalat sunnah yang jarang orang kerjakan. jadikan delapan. perbaiki hubungan Anda denga orang tua Anda. Langsung munajat setelah berhadapan dengan Nya di dalam shalat. Bila sebelumnya shalat-shalat sunnah malas benar tertegak. diteliti kekurangannya. bagi anak-anak Anda. Jangan sampe Allah menunggu. Bila sebelum sakit-sakitan. Kitalah yang menungg Allah. Insya Allah. dhuha. cobalah ubah bersama Allah dalam menuju hidup yang sehat. Pergiat doa. maka hidupkanlah shalat shalat sunnah. shalat sunnah tasbih. Lebih sering sendiriannya ketimban berjamaahnya… Ubahlah. dan lain-lain. Syukur syukur bisa berdoa selepas shalat hajat. Maka. saudara ke saudaranya. selain menempuh cara-cara dunia. Tetangga ke tetangganya. moral. sebelum azan. Sambut Allah. Jadilah orang yang rindu dengan waktu shalat. diintrospeksi. Mulai dari qabliyah ba’diyah.

sikap sehari-hari nilah yang akan membuat ikhtiar Anda menuju perubahan dan perbaikan hidup menjad mudah. menyiapkan makana berbuka dan sahur. Sebab kondisi kita “siap bangun”. Nanti akan terjadi keajaiban-keajaiban-Nya yang tahu-tahu Anda sudah hidup semakin sehat Misalnya. sungguh bulannya amal salih. Alhamdulillah. Di bulan puasa. gerakan fisiknya. para lelaki ngebela-belain shalat berjamaah. Allah hadirkan bulan puasa dari 12 bulan yang Allah berikan. Di bulan puasa. (Perkara seseorang kemudian mengisi puasanya atau tidak. sebab ada keridhaan Allah di sana. Subhaanallaah. ada seorang kawan yang mereferensika sesuatu yang ternyata cocok dengan Anda sehingga Anda memperoleh kesehatan sempurna. Di bulan puasa ini.para istri. pikiran kita setidak-tidaknya berpikir untuk jangan sampai tidak bangun sahur. Semakin banyak waktu yang diluangkan bersama Allah. Di bulan puasa. paling tidak seseorang “nyambung” mulai dari sahur. gerakan niatnya. Mudah. Pokoknya. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Hidup Bersama Allah KDW0110 Seri 10 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Luangkan waktu bersama Allah. Gerakan batinnya. terjaga dengan apa yang disebut puasa. Para ibu. sebenernya itu sudah cukup mengantarkan seseorang menjadi . Sedekah juga bertebaran di bulan ini. Di bulan puasa. itu perkara lain. lalu tetap mengambil amalanamalan yang wajibnya saja. sampe mau tidur. boleh dibilang manusia terkoneksi terus sama Allah. bagi siapa yan menempuh jalan untuk menghadirkan pertolongan Allah. maka Allah akan hadirkan jalan jalan di luar jalan yang selama ini ia tempuh. di perjalanan ikhtiar menuju sehat. baca al Qur’an disempet-sempetin. semakin bagus kualitas hidup kita. Apalagi bila kita mau menambah kualitas kedekatan itu dengan ilmu dan amal salih. Hal-hal di atas bisa diterapkan juga pada kasus-kasus yang lain. kita ingat mengaji. Itu sebabnya kita kemudian bisa bangun sahur. Dengan berpuasa saja. shalat sunnah sayang terlewati. Ketika dia puasa saja. Ketika kita tidur pun.

sungguh ini membahagiakan sekali. Bahkan ketika bermasalah pun tidak kunjung mendekatkan dirinya dengan Allah. Ada di tengah anak-anak dan para asaatidz pondok yang hatinya. witir dan baca al Qur’an. pikirannya. Kita kejar dosa kita. kita emang perlu waktu khusus dan tempat-tempat khusus. Wuah. bahwa saya dan kawan-kawan diamanahi berkah yang luar biasa. Kebiasaan-kebiasaan di bulan puasa. Apalah lagi buat kita-kita yang sadar bahwa kita-kita ini emang manusia-manusia yang masya Allah. semakin banyak kita dalam beramal. saya menemukan banyak manusia yang menyibukkan dirinya dengan urusannya. Di pesantren manapun ia.du. Bukan sekedar ditempuh. segala rupa amalan warga pesantren. Tentu saja. masya Allah. . Suara imam-imam saban malamnya. Saya tidak menjanjikan apa-apa. di Kampung Bulak Santri dan di Kampung Ketapang (dua-duanya berjarak dekat. Saya semalam menangis. Supaya bisa tertegak shalat sunnah tahajjud. memimpin dan mengelola pesantren hafalan al Qur’an. kita kejar kehidupan yang nyaman di kehidupan kedua nanti setelah kita meninggal. Tapi dikebut. Sebab saya menangis. akan semakin baik score-nya. adalah menuju Allah. setiap malam berlangsung tarawih 1 juzan yang memang sudah lama saya idamidamkan. Dan memasuki puasa. yang memang bisa membawa kita untuk bisa terpengaruh untuk bisa hidup bersama Allah. Di 2 lokasi Pesantren Daarul Qur’an. Ditambah lagi saya yang alhamdulillah bulan ini banyak mengurangi jadual untuk berkonsentrasi di tengah-tengah para santri dan asaatidz. dalam keadaan bagaimanapun kita. dosanya gede banget-banget. Hidup bersama Allah. witir. ada beberapa hal. kecuali mudah-mudahan berkah dari amalan harian pesantren bisa dibawa ketika berada di sana dan kemudian bisa dibawa pulang itu keberkahan. Di antaranya barangkali saya terlalu bahagia. alangkah bagusnya. masya Allah. Suasana pesantren sering mendatangkan kedamaian. Ga kebayang dalam hidup saya. Saya betul-betul mengundang kawan-kawan jamaah semua untuk mengagendakan acaraacara keluarga. suara anak-anak santri. Para Peserta KuliahOnline yang berbahagia. Rasanya. Mulai dari bangun shalat shubuh lebih di awal. ada kedamaian sendiri. Waba. dan pengajiannya untuk diselenggarakan di pesantren.terhubung sama Allah. semakin baik nilainya). Andai seperti ini hidup kita di bulan-bulan berikutnya. Kalau bisa. maupun nanti setelah bulan puasa meninggalkan kita. istighfar dan membaca al Qur’an menunggu waktu shubuh. mestinya kita sadar untuk memulai perjalanan mencari Allah. gerakannya. berlangsung tarawih 1 juz 1 malam. Jalankan ini semua sampe ia menjadi kebiasaan buat kita. tidak berjauhan). Semakin bagus kita mengisi. terus saja kita jalankan. plus lingkungan yang khusus. Menjadi habit buat kita. acara-acara kantor. Supaya bisa shalat malam. Rizki insya Allah kebuka. termasuk di Pesantren Daarul Qur’an. baik di bulan puasa ini.

meskipun bergelimang harta dan bagus jabatan. Kita kejarlah Allah. ketenangan yang luar biasa. lalu masalah kita itu bisa mengantarkan kita menjadi mengingat Allah. lalu layak disebut sukses. Ketika seseorang berhutang misalnya. kita akan letih dibuatnya. Boleh jadi di antara saudara yang melakukan ibadah-ibadah mengaku belum ada tanda-tanda masalahnya bisa selesai. Bagi jamaah peserta kuliah. yaitu Allah. kita belajar meyakini. membaik dan menjadi kawan. Lupakan keinginan kita. kurang apa kita coba? Kerja keras udah. bahwa ubahlah haluan hidup kita. Jabatan . Saya orang yang tidak percaya bahwa seseorang yang menapaki kesuksesan . Insya Allah. insya Allah --sering saya bilang – Allah akan berikan kenikmatan “lupa bahwa diri kita sedang bermasalah”. ga apa-apa juga. Tujuan kita. apabila kehidupannya rapuh. Kalau kita mengejar solusi dan mengejar keinginan. Sadar-sadar. ini juga perlu saya garis bawahi. Hanya DIA. bisa saja terjadi satu demi satu mereka yang ia punya hutang kepadanya. Bukan yang lain. kita kembalikan lagi. Dan inilah yang semestinya kita kejar. Saya orang yang tidak mau memakai ukuran dunia. Kita-kita ini harus yakin. Insya Allah selalu ada saja kemudahan yang membuatnya masih terasa punya banyak waktu. Namun sesuatu yang pasti. Dia akan menyediakan jawaban-jawaban-Nya untuk kita. Allah akan berikan kepadanya. kita berjalan saja menuju Allah. maka hal aneh yang akan terjadi. Sesering mungkin. tapi kenapa hidup kita jauh dari berkualitas? Jawabannya ternyata. Bila kita bisa MENGUBAH HALUAN HIDUP. Ya. mudahmudahan Allah sudah men-take over masalah kita. Dunia seringkali merenggut hidup kita. Kalau kita pikir-pikir ya. luangkanlah waktu untuk bersama Allah. Sesiapa yang menjalankan dengan hati. Bahwa selama 40 hari kita bungkus diri kita dengan apa yang dinamakan “taqorrub ilallaah”. kalaulah sampe kita-kita ini bermasalah hidup di dunia ini. Semakin kita meluangkan waktu untuk Allah.Ini pula lah yang mau dikejar dalam Riyadhah 40 hari menjadi kaya. Menagih tetap menagih. tau-tau dah nyampe. Yakni. selain kita sendiri semakin punya banyak waktu untuk menikmati hidup ini. maka lompatan besar sesungguhnya sudah terjadi. pertolongan Allah bakal datang juga kepada kita. tujuan hidup kita bukanlah Allah. kerja cerdas udah. perjalanan ikhtiar kita mencapai keinginan. Jalankan segala ibadah sampe kita sendiri larut dalam keasyikan menjalankan ini. Allah. Maka pesan saya buat diri saya dan buat semua Peserta KuliahOnline. Pemilik Segala Solusi. Dan ini lebih mahal dari apapun di dunia ini. sudah ia dapatkan. Bukan solusi buat permasalahan kita dan bukan jawaban dari keinginan kita. Ingat-ingat. Yaitu Allah. Terlalu mahal tebusannya bila tiada dapat mengingat Allah. pun hidup kita akan sepi dengan sendirinya dari masalah-masalah yang memenjarakan kita punya hidup. mendekatkan diri kepada Allah.

Itu berarti ketinggalan kurang lebih 150 harian ngitung gampangnya. Bila shalat tidak tepat waktu. Berikut ini tips untuk saya dan untuk kita semua: 1. Kalo bisa. ya sibuk. Menjelang tidur. kita telat 10 jam. maka dalam sehari.direksi memang kita sandang. Dalam satu bulan. Sibuk. Belom lagi kalo dihitung meninggalkan shalat. kesehatan kita. harus lebih penting buat kita daripada yang lain. atau karunia-karunia lain. tapi sempatkanlah diri kita untuk bisa shalat dhuha dan baca al Qur’an. Shalatlah tepat waktu. barangkali konversiannya bisa 10-20 tahunan. Tapi kita harus bisa mengendalikan diri. 3. pastilah kita akan semakin jauh dari Allah subhaanahuu wata’aala. kesenangan kita. 300 jam itu lebih kurangnya 12-13 hari. Bisa dibayangkan betapa kalahnya kita mengejar dunia bila kita sering telat shalat dalam 12 bulan. urusan pekerjaan. terlalu jauh kita memutar kemudi untuk kembali di tracknya. 150 harian itu sama dengan ketinggalan 4 bulanan. Sedari malam pun kita jejak. meninggalkan berhaji hanya gara-gara tidak siap. Biasakanlah untuk memulai pagi dengan shalat dhuha dan membaca al Qur’an. Bikin doyan diri dengan shalat sunnah qabliyah ba’diyah. kita susah tuh selama itu. dan akil baligh dihitung dari umur 10 tahun. tapi shalat tiada mau bertambah. kita masih bisa tertawa. jadilah motor penggerak bagi sekeliling untuk sama-sama shalat menghadap Allah. berwudhulah. dan Maha Pemaaf. maka kita akan kalah 10 jam. Ibarat orang yang adu lari. kalau sedang dianugerahi usaha. Shalat 5 waktu. urusan dunia. pekerjaan. Inilah tauhid. Kita boleh bilang bahwa keluarlah dari rumah sepagi mungkin. barang seayat dua ayat. Berarti kan 2 jam telatnya? Katakanlah 5 shalat waktu dikali telat 2 jam. akan menyebabkan kita menjadi orang-orang yang jauh rizki dan tidak bertambah rizki. Yakinkah semuanya bahwa Allah itu lebih penting dari semua urusan dunia. 4. masih bisa tersenyum. Wajar saja kita mundur di dunia ini. dan yang paling mahal dirampas adalah waktu untuk kebersamaan kita dengan Allah. lalu kita masih korbankan pagi kita. perbanyak zikir dan istighfar kepada Allah. 300 jam. Namun saya akan menambahkan. tapi tarohannya mahal sekali. Kebanyakan atau keseringan meninggalkan qabliyah ba’diyah. meninggalkan puasa. Bayangkan. Subhaanallaah. anak buah. urusan perniagaan. Kesibukan ga ada habisnya. berarti kita akan kalah 40 bulan. atau ditambah lagi dengan dosa-dosa dan maksiat. Tapi karena Rahman Rahim Allah lah. Maha Pengasih benar Allah. telat 4 tahunan. Waktunya shalat nanti. 2. Katakanlah umur kita saat ini 30 tahun. masih bisa makan minum enak. Dunia diurus ga ada habisnya. keluarga. tapi di urusan shalat menjadi yang paling belakang. Lebih bahaya kalau kita sering telat shalat sejak akil baligh. Jangan bangga menjadi yang terdepan. . Rizki kita mau bertambah. perusahaan. Kalau kita semua tidak segera mengubah haluan hidup kita. wuah. dunia tidak akan pernah cukup buat kita. Contoh. kita sering ketinggalan shalat ashar di jam 5 sore. harusnya. Tinggalkan itu semua untuk segera shalat menghadap Allah. Jangan mudah meninggalkan qabliyah ba’diyah. Tinggalkanlah semua urusan jual beli. sebab langkah kita. shalatlah. 40 bulan itu 4 tahunan.

besok saja jawabannya. harus hilang. Kalau kemudian ia harus meniti karir lagi untuk sampai ke jenjangnya. Kejar ketertinggalan dengan amal saleh. maka itu berarti kemunduran buat kita. tapi tetap mendapatkannya. sebagaimana kita mengincar waktu sahur takuttakut kita kepayahan di siang harinya ketika kita berpuasa. berbuat kebaikan. Jadilah bahagian dari orang-orang yang ikut ngumpul bersama orang-orang yang senangnya beramal saleh. dan dikali berapa umur akil baligh kita. aku menyerahkan sepenuh-penuhnya segala urusan kepada Allah. Saya sering mengilustrasikan begini. udah 4 tahunan. Tambah panjang tuh. utamanya kalau tetap Allah tidak ridha. berapa lama lagi? Ukuran normalnya ya 10 tahunan lagi. Kita bangun malahlah.Ingat-ingat dosa. Ibarat jalan. maka hidup kita akan payah di siang harinya ketika kita bekerja dan berusaha. Agar kekejar itu ketertinggalan selama hidup kita haluannya ga bener. Dan biasanya perjalanan kedua akan lebih berat lagi. Akhirnya. Bila langkah dalam hidup ini dimulai dari shalat shubuh jam 05. Jangan lupa. Adakalanya kita menuruti hawa nafsu. 5. Masya Allah. Insya Allah. jadilah kepala lokomotif yang membawa gerbong kebaikan. Bingung kan? Ya. Kalau perjalanan kita dihitung dari jam 3 dinihari waktu tahajjud bagaimana? Maka ia menyumbang perjalanan kemunduran kita lebih kurang sebanyak 2 jam setengah dikali 30 hari dalam sebulan. Cari jalan-jalan yang bisa kita kemudian tercatat sebagai orang-orang yang beramal saleh. Niatkan bangun malam. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Memberi Perintah Kepada Allah KDW0111 Seri-11 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak . adakalanya kita mengikuti syetan. Ok.30. Melenceng malah. Tapi kemudian dia tergoda memperkaya diri. Ada seorang manajer yang hidupnya udah lempeng. jabatan manajer yang 10 tahunan ia kejar. Bedanya berapa jam tuh? Lihat penjelasan perihal hitung-hitungan kalau shalat kita telat. Doa menjelang tidur kan begitu. Dan di saat bangun malam inilah sesungguhnya titik 0 hidup kita dimulai. panjang bener garis hidup kita melencengnya! Ini belom dihitung bulak beloknya kita ketika kita hidup. dengan satu kecemasan di hati dan pikiran kita bahwa kalau kita tidak bangun malam. kita balik lagi kembali ke Allah dan mengembalikan semua urusan kepada Allah. 6. dikali 12 bulan dalam setahun. Kalau perlu. Di antaranya Innii ufawwidhu amrii ilallaah. Insya Allah kita akan belajar sedikit “meninggalkan dunia”. sampe ketemu lagi di esai berikutnya.

Puji syukur kepada Allah. secara filosofi. Keberkahan mudah-mudahan mengiringi kita semua.Kunjungan Pondok Peserta KuliahOnline yang dirahmati Allah. tgl 4 September. Maka sedemikian kerasnya usaha saya untuk berusaha bisa shalat tepat waktu dulu. sambil menikmati sajian-sajian kegiatan pondok untuk diikuti. . secara psikologi. Juga memberi maslahat bagi lingkungan. saya dapat. Semalam. Amin. dan menyegerakan shalat. Harusnya. mudah-mudahan banyak ragam kegiatan yang bisa diikuti sambil berkunjung ke pondok ini. Tidak ada pintu belajar mengenal Allah kecuali kita belajar tentang shalat dulu. Semoga bisa mendekatkan diri saya dan keluarga ke lingkungan pondok. Apa yang saya rasa. tapi kemudian shalat saya payah. Hari ini ada mulai banyak tamu yang datang berkunjung ke saya. Baru kemudian saya mempelajari bahagian-bahagian shalat secara detail dengan memohon kepada Allah bimbingan-Nya. silahkan renungkan tiga esai yang saya sertakan sebagai bahan kuliah hari ini. Alhamdulillah saya bisa menyewa/mengontrak rumah Pak RW yang berlokasi persis di pintu masuk Sekolah Daarul Qur’an Internasional (Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an – Daarul Qur’an). bahwa Allah datang. saya juga sudah pindah ke dalam lingkungan Pondok. dan secara apa yang saya alami dan rasakan ketika saya berusaha mengenal Allah. kita akan mulai belajar tentang mengenal Allah di dalam kehidupan yang nyata. *** Memberi Perintah Kepada Allah Tidak ada pekerjaan terpenting dalam kehidupan kita kecuali menunggu datangnya shalat. mengikuti Program Kunjungan Pondok ke Pondok Daarul Qur’an. mengenal Allah. Apa maksudnya dari kalimat saya ini. atau sekedar bertamu. Adalah kebohongan adanya buat saya yang mengaku mencari Allah. Mudahmudahan kedatangan para tamu membawa berkah tersendiri bagi pondok dan bagi para tetamu sendiri. sementara kita tidak berada di tempat. Namun di Kuliah Tauhid ini ditekankan pengenalan secara rasa. Selamat membayangkan kedekatan Saudara dengan Allah manakala Saudara sudah bisa melompat khawatir. Seiring dengan perkembangan materi. Para tetamu juga sudah disediakan ruang-ruang untuk menunggu. Insya Allah kajian tentang shalat ada di Kuliah Dasar tersendiri. saya share menjadi bahagian dari esai-esai Kuliah Tauhid.

Rupanya kita ini memberi satu pengkodean terhadap Allah. iya ga? *** Perintah “Tunggu” Tidak ada yang lebih penting di dunia ini yang harus kita kerjakan kecuali shalat. saya memilih belajar saja. Saya memilih diam. Saya langsung merespon membenarkan. Masa Allah disuruh menunggu kita. # Tunggu ya. sedang yang lainnya adalah pekerjaan sambilan. “Tahu ga Ustadz. Bener. Perintah “tunggu” kepada Allah ini berarti: # Tunggu ya. kata orang ini. tapi tidak bergerak. “Iya juga.Dalam satu dialog ada yang bertanya kepada saya bahwa tanpa sadar kita sering memberi perintah kepada Allah. Jadilah Allah “Menunggu” kita. Yaitu perintah “tunggu” tersebut. Tidak sadar bahwa Allah sudah memanggil kita untuk sujud dan ruku’ menghadap-Nya. Perintah tunggu ya?” Coba aja lihat. “Perintah yang dimaksud. saya sedang nyetir. Shalatlah pekerjaan utama kita. Sebagian lagi mendengar. Sejak awal bicara. Ketika Allah memanggil. Sebagiannya malah tidak bisa lagi mendengar. di hampir di setiap 5 waktu shalat. saya sedang melayani pelanggan. lewat muadzdzin. kita masih asyik dengan dunia kita. Yaitu pengkodean perintah “TUNGGU”. # Tunggu ya. Apa yang terjadi dengan diri Anda ketika Anda mendengar Azan? Apakah langsung bergegas memenuhi panggilan azan tersebut. perintah apa tuh kira-kira?”. Menikmati nasihat yang sedang datang ke saya. saya sedang menerima . Sungguh tidak ada pantas-pantasnya. Pembicaraan saat itu sedang membicarakan shalat tepat waktu. lalu melaksanakan shalat? Atau biasabiasa saja? Kalau Anda tidak segera bergegas menyambut seruan itu. Luar biasa. perintah tunggu…” katanya melanjutkan. berusaha dan mencari dunia. maka ketahuilah kita termasuk yang berkategori memberi perintah kepada Allah. Tertutup oleh kesibukannya bekerja.

Allahu akbar… Bukannya kita bergegas menyambut seruan itu. saya sedang dagang nih. Diciptakan dari saripati tanah. Kita ini. makhluk ciptaan Allah. Kita ga kenal siapa kita. manusia. # Tunggu ya saya sedang merokok. # Tunggu ya. dan seterusnya. saya sedang nemani klien. # Tunggu ya. saya sedang dalam terburuburu. # Tunggu ya. Kita ini emang manusia yang ga tahu diuntung dan ga tahu diri. Dan Allah datang di setiap waktu shalat membawa apa yang kita butuhkan. seorang polisi yang berdiri di pinggir jalan. di luar kebaikan-Nya yang bersifat sunnatullah. saya sedang belanja. Kita ada. Sersan. Perintah tunggu inilah yang kita berikan kepada Allah. seorang kopral. saudara-saudaraku yang dirahmati Allah. # Tunggu ya saya sedang ngajar. Mayor. Pertolongan-Nya lah yang sedang kita butuhkan. dari sperma. dan kebiasaan ketika menghadapi waktu shalat. Ya. saya sedang bekerja. ga boleh dia memerintah sersan. # Tunggu ya. Coba aja berkaca kepada diri sendiri. Lihat saja. # Tunggu ya saya sedang tidur. # Tunggu ya saya sedang belajar. Dan seterusnya. terjadi. lantaran ada hubungan yang diizinkan Allah dari hubungan laki-laki dan perempuan yang kemudian terjadilah kita. maka secara kesatuan. berani-beraninya kita “memerintah” Allah untuk menunggu kita. Iya kan? Sedangkan. Rizki-Nya lah yang selalu kita cari. tidak bisa memerintah Jenderal. # Tunggu ya. lalu lewat mobil jenderal. malah Allah kita suruh menunggu… *** Siapa sih kita? Sesiapa yang tidak mengusahakan shalat di awal waktu. Hirarki itu. kita menjadi manusia.tamu. Adzan berkumandang… Allahu akbar. bagaimana mungkin manusia yang diciptakan dari saripati tanah lalu tibatiba menjadi pembangkang? Menjadi pendurhaka kepada Allah? Tapi ya begitulah. # Tunggu ya. . memberi apa yang kita inginkan. lalu dia tidak mengangkat tangan tanda hormat. sungguh dia adalah orang yang tidak mengenal Allah. # Tunggu ya. ga boleh memerintah kapten. Makanya Allah menyindir di surah Yaasiin ayat ke-77. Bahkan. ini akan jadi masalah buat dia. saya sedang di tol. saya sedang rapat.

yang dinikmati rizki-Nya. atau kita memberikan perintah tunggu kepada-Nya. Yakni manakala kita berusaha mengenal Allah di saat Allah datang saja dulu di waktu shalat. ash-sholaah. segala sesuatu ada pintunya. Sebab ga ada pantespantesnya. Likulli syai-in baabun. Kalo bisa. tanya. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Dapat Apa Dari Dunia…? KDW0112 Seri 12 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Daarul Qur’an Method Kita sering habis-habisan berbuat untuk sesuatu yang justru akan kita tinggal. *** Renungkan tiga esai ini dulu ya sebagai bahan kuliah hari ini. “Jangan sampe Allah menunggu saya. Pemberi Karunia. ilmu tauhid kita itu nyata. Insya Allah orang bisa rada selamet soal shalat. untuk menunggu kita? Astaghfirullah. Sore tadi saya berbincang-bincang sebelum ashar dengan X. lalu jadi yang menunggu saya? Emangnya. sekarang. siapa saya?”. selama Ramadhan ini. Sedang untuk sesuatu yang bakal abadi. Maksudnya. Kepada Allah kita berharap sejak ini TAUHID kita BUNYI. Wa baabut taqorrub ilallaahi. wali murid dari santri kami yang bernama Ayu. Alhamdulillah. yang dirindukan pertolonganNya dan bantuan-Nya. sering kita tidak sungguh-sungguh. berpengaruh ke kehidupan kita. Lah. siapa kita. Pesantren punya kegiatan buka puasa dan tarawih keliling ke wali-wali santri. .Nah. Dan pintu supaya bisa mendekatkan diri kepada Allah itu adalah shalat. ketika bisa berpikir begini. Masa Raja Diraja. bagaimana mungkin kemudian kita membiarkan Allah menunggu kita. dan siapa juga Allah? Terlalu amat sangat jauuuuuuhhhhh hirarki kedudukannya. saya yang menyambut Allah. Mereka senang-senang.

statement Ustadz menarik juga tuh. betul. Istirahat. dan kemudian saya diamanahkan Allah beberapa kegiatan. Perubahan bermodalkan ridha Allah. oh iya ya. hati dan pikiran para wali santri. Ia aturkan karyawankaryawannya. Itulah yang dimaksud belajar meninggalkan dunia sekaligus mendapatkannya. ada yang mengatakan. ketika azan ashar. Ada seseorang yang berkhidmat kepada seorang kyai. Saya pikir.Sudah mah bisa melihat anaknya pulang. Tapi jangan sampe meninggalkan dan melalaikan ibadah mahdhoh (wajib) nya. Dia mengaku. Tumbang juga. maafkan saya ya. hanya harus tahu kapan kita bekerja. Saya menceritakan kepada beliau. kan kerja juga ibadah? Iya. malah tumbang beneran. habis siaran langsung di TPI jam 05. insya Allah saya sempatkan. Tidak sungguhsungguh meninggalkan dunia. kenapa saya tidak wajibkan saja para wali santri mengikuti KuliahOnline ini. eh. Dia memilih khuruj (keluar 3 hari sampe 40 hari) ala jamaah tabligh. adalah bagaimana kita meninggalkan dunia.00-05. atau di mushalla/masjid di sana. Ini kan sama juga dengan saya mengisi ruh. tapi tetap mendapatkannya?! Bagaimana tuh caranya? Begini. statement yang mana? Kalimat yang mana? Itu. bangun-bangun jam 11! Alhamdulillahnya udah sempet dhuha waktu menginspeksi anakanak santri di Pesantren. yang bisa mengikuti tarawih 1 juzan ini (tidak semua mushalla berkenan. Dan kegiatan tarawih 1 juz 1 malam tetap bisa berlangsung. maka ini akan mempermudah perjalanan menuju perubahan yang dikehendaki. kapan ustadz ada waktunya? Saya bilang. Satu hari ia berkhidmat kepada agama. Tokonya ia atur sebaik-baiknya sebelum ia meninggalkannya. beliau bilang. Masya Allah. atau malah di pesantren mah sebelum ashar. bahwa saya punya kawan yang buka toko sepatu. habis shubuh. sebentar lagi ashar kan? Kata saya. Sementara ia punya usaha pabrikan rumahan pembuat mesin pengering nangka dan pisang. Hari ini saya terlambat mengupload sebab alhamdulillah saya dikasih “ga enak badan”. Yakni di kediaman tuan rumah. Saya masih harus ikut memimpin tarawih 1 juzan. Tambah senang lagi mereka bahwa saya menyatakan saya pun bisa mendampingi. Untuk menuju Allah. Pak X ini bertanya kepada saya. bahwa materi besok (hari ini). besok saja (tadi pagi maksudnya). Pak X ini juga bertanya tentang materi. Biasanya dia hanya mampu menjualkan 1-2 mesin saja . Insya Allah kalo visi misi nya sudah sama. kapan kita beribadah kepada Allah. Saya senang sekali. ia temani kyai ini keliling daerah. Saya tanya. Nah. ia amanahkan sebaik-baiknya tokonya ini kepada anak buah dan saudaranya. kita sudah harus meninggalkan dunia kita. mengingat stamina jamaahnya yang belum tentu sanggup mengikuti tarawih begini). ketika Ustadz bilang. Saya baru sadar. Bagus malah. mereka bisa kedatangan kawan-kawan dari anak-anaknya dan para dewan guru pesantren. Nah. Sampe sini. Ia bantu kyai ini.30. hatinya juga sama-sama tesambung ke Allah. Pak X ini rupanya juga peserta KuliahOnline Wisatahati. toko sepatunya malah mendapatkan hasil lebih.

Biasanya ia ajarkan agar karyawannya sigap-sigap mencari dan melayani pelanggannya. mencoba untuk hidup mementingkan Allah. Mengapa? Katanya. pernah kejadian. masih ada bonus-bonus dan tunjangan ini itu. Apa yang diterapkan oleh si pengusaha yang diceritakan ini adalah metodenya Daarul Qur’an. Saya menyebutnya DAARUL QUR’AN METHOD. sekaligus jadi beban pemikiran istri dan orang tuanya. Seorang pengusaha makanan. Rapat-rapat ia beritahu bahwa ia harus break 10 menit sebelum azan. Lalu apa yang terjadi? Meeting dicukupkan sampe waktu break saja. mengubah kebiasaan (culture) perusahaannya. sebab ga mungkin di-re-schedule. ada satu klien. yang direksinya itu “bule”. Eh. Ntar malem ba’da tarawih saya lanjutkan lagi. Masya Allah kan? Seorang pemasar di bidang konstruksi. dan klien-kliennya malah disuruh nunggu! Katanya. Dan benar saja. gaji sebesar 50rb per bulan dari lembaga dakwah yang menaungi perjalanannya ini malahan utuh. Saya buka puasa dulu ya. bahwa dia disiplin dengan waktu audiensi bersama Tuhannya. hidupnya lebih punya sekarang ini. Ini dia mengaku dia bisa menghasilkan sampai 5 mesin. syaratnya jangan mengeluh. sudah azan maghrib. Apa sebab? Allah menanggung hidupnya. saya senang sekali. Ia lalu menjadi memegang prinsip bahwa Allah itu segala-galanya. Tapi itu pun seringnya nombok. bahwa tuh bule merasa ga usah lagi harus diperpanjang masa diskusinya. Insya Allah. Tapi kalau ga berkenan menunggu. Bulan pertama saja. Orang-orang kampung yang diajarnya digerakkan Allah untuk memberikan sebagian hasil panen penduduk kepada dia. Minta nasihat agar dikuatkan mentalnya untuk jadi ustadz di pedalaman. alhamdulillah saya lihat ada waktu sebelum . dan punya hutang. begitu kata bule ini meyakinkan. per bulan! Seorang anak muda datang bersama istri dan keluarganya. Satu tahun kemudian ia bercerita. Bergaji saja engga bisa hidup pas-pasan (nombok). ia berkeinginan mempraktekkan ketauhidannya ini di lingkup usahanya. Panggilan hatinya kuat sekali untuk berdakwah. Tapi keluarganya bingung. Dan inilah DAARUL QUR’AN METHOD. Karenanya ia pamit untuk kemudian menjadi dai pedalaman. Niatan ini lumayan disetujui. shalat berjamaah. *** Setelah buka puasa. Saya perkuat hatinya. Dia sudah perhatian sama Tuhannya. Tapi apa yang terjadi? Setelah ia berkenalan dengan ilmu tauhid. anak dan orang tuanya. untuk dipilih yang tidak nabrak waktu shalat. Si bule ini mempersilahkan dia mem-break. apalagi kalo sampe ga punya gaji sama sekali. Batalkah? Tidak.per bulan. kalau berkenan menunggu. pasti pekerjaan-pekerjaan yang dipercayakan kepadanya pun akan juga disiplin. Katanya. Pemasar konstruksi ini bercerita. Gajinya 800rb. bule kini percaya sama dirinya. Allah akan mengaruniakan sesuatu yang lebih. Malah katanya lebih hingga bisa dijual untuk bisa membelikan sesuatu buat istri. bahwa kalau memang sudah bulat. Ia selama ini kerja di pabrik. pasti dia orang jujur. ya baiknya kita re-schedule jadwal yang nabrak waktu shalat. Dan bule ini masih menambahkan.

Harus lebih banyak yang ke mushalla malahan. Baiklah. bahwa Pemilik Rizki selama ini ia abaikan. Daarul Qur’an Method ini sudah mulai diadopsi oleh banyak perusahaan. Melainkan Allah lah yang segalanya. Lah. tetap harus ada di tengah-tengah barisan yang mengingat Allah! Dia mau belajar dari kesalahannya selama ini. Alhamdulillah. Besok. dan menjelang pulang. Saya juga pengen tuh ngembangin usaha yang absen pertamanya adalah dhuha dan baca al Qur’an. Nah. Dan ia dititipkan karyawan. asal ia bisa shalat tepat waktu. indahnya. kan ga bisa shalat dan ngaji yang haidh? Ya. ringan bangun malam dan puasapuasa sunnah. Ah. senang berdoa dan mendoakan. Syukur-syukur bisa setoran hafalan al Qur’an. “Sudah shalat dhuha belum?”. Tanpa kecuali yang haidh. saya lanjutkan tanpa menunggu tarawih. Supaya bisa diupload malam ini juga dan dibaca. Kalau perlu. Alhamdulillah.isya-an dan tarawih. Ia beritahu pelanggannya bahwa yang muslim. Untuk apa? Rupanya ia meminta karyawan-karyawatinya shalat dhuha dulu dan membaca al Qur’an 1-5 ayat! Dan ini ia wajibkan. bisa shalat zuhur dulu sambil menunggu makanan datang. di pesantren. Biarlah santri-santri tidak menjadi santri yang pintar. Laporan satu demi satu berdatangan tentang perubahan. Ucapan ini hanya untuk menunjukkan betapa kesalehan dan tahu Allah itu lebih penting dari segalanya. Saya sampe merapat ke pesantren. rajin shalat-shalat sunnah. Karena di sini kita hidup. kata dia. Sebelum azan. tetap. yang kayak gini-gini. Lanjut ya? Pengusaha makanan ini malah meminta karyawan-karyawannya menunda buka toko sekitar 20 menit dari jadual. Pas zuhur. Diusahakan diberlakukan. sudah materi baru. ia suruh bergantian melayani pelanggannya. dan cara pandang terhadap dunia yang tidak lagi segalanya. diberlakukan. Mumpung pasti didengar seruannya. subhaanallaah. bukan “Mau ketemu siapa?”. diperdengarkan bacaan-bacaan al Qur’an. kenapa juga ga dibawa ke Allah. Terutama ketenangan. ngontrak/nyewa rumah di depan pesantren. *** Dapat Apa Dari Dunia…? Dunia harus dikejar. agar bisa ngontrol yang begini gini. tamu-tamu yang datang harus ditanya sama sekuriti pintu gerbang pabrik/kantor. terdengar alunan suara merdu ajakan shalat. bukan pesantren namanya kalau santri-santrinya tidak pintar. Tentu saja. Masya Allah. Sementara jam masuknya. Namun akhirat juga harus .

keluarga di mana. kita ini ga dikasih apa-apa. Orang tuanya juga merasa percuma kalo maen ke rumah tersebut. Tidak sedikit juga pengusaha yang susah payah membangun rumah super mewahnya. Kalo dijawab buat anakanaknya. listrik. dikasih duit pula tuh pembantu dan ditanggung semua hajat dan keperluannya. Mati. Ada yang berpenghuni. kayak ga punya kawan. Dunia tetap berputar. Tapi kita kehilangan mereka nantinya. Sibuk dengan urusannya. Punya anak kayak ga punya anak. punya agama. Punya istri kayak ga punya istri. Jadi. Punya tetangga. dan kebersihan serta keamanan. Saya tinggal memeriksa ulang saja. Dia di mana. Ada tulisan saya yang berjudul: punya suami kayak ga punya suami. Populer sudah tidak. . kayak ga punya orang tua. masih. Dia di mana. Bener sih istri make mobil. Tidur tidak bersama keluarga.diperhatikan. Rumah yang luar biasa ia bangun pun kalo ditanya dibangun untuk siapa? Ia kelak tidak mengerti juga jawabannya. disorot layar kaca duduk di kursi tersangka. tentang “dunia”. Sementara. Termasuk urusan-urusan air. ya tetap saja penjara namanya. justru banyak yang tidak berpenghuni. tidak sedikit orang-orang kaya yang tidak bisa menikmati kekayaannya. Merasa populer. tapi kualitas hidupnya? Layak dipertanyakan kalau ia menyempatkan diri merenung. yang dipake tetep satu. Punya kawan. Makan. kayak ga punya tetangga. Mereka pun sering kehilangan kita. kayak ga punya agama. Tulisan berikut ini. Bareng dengan saya mempersiapkan ragam tulisan materi kuliah yang lain. tidak bersama keluarga. anak-anak make mobil. Dikasih apa kita ini sama dunia? Belum meninggal aja. Di banyak blok perumahan mewah. lalu tenggelam berakhir masa kepopulerannya. Kaya iya. Sungguhpun penjara ia bisa sulap menjadi ruangan super mewah. nyatanya anak-anaknya studi di luar kota dan di luar negeri. atau bahkan pembantu. Kekayaan yang dinikmati adalah yang di atas kertas. keluarga di mana. Akhirakhirnya. Punya mobil lebih dari satu. ada yang meninggalkan hutang. Begitu gagahnya. Kalo dijawab untuk orang tuanya. Coba aja baca bait-bait tulisan di dalam buku ini. Punya orang tua. Inilah doa dan ajaran keseimbangan hidup yang diajarkan Rasulullah. Melainkan hanya penyewa. Sudah mah nempatin gratis. Bukan kekayaan yang sesungguhnya. tapi ia betul-betul sudah tinggal di penjara. Ada bintang-bintang yang begitu populer. dan menemplatenya. saya sering berpikir. Di usia saya yang kata orang masih muda ini. Ada yang begini ada yang begitu. tapi kehidupannya banyak yang mati lampu. Ga kesulitan. dunia malah menjadikannya duduk di kursi pesakitan. nyatanya orang tuanya di kampung sana. Peserta KuliahOnline yang saya sayangi. Punya saudara kayak ga punya saudara. sesungguhnya sudah saya siapkan dari jauh-jauh hari sebelum Kuliah Tauhid ini dirilis. Sebab di sanalah tempat kita kembali. sebab memang tidak ada siapa-siapa. alhamdulillah. namun bukan penghuni asli.

dunia bahkan mengambil semuanya. Tapi. Sekarang baru jalan 8 tahun. Mobil dia beliin yang banyak. dengan memperhatikan amal saleh yang menjadi bekal menghadap Allah. Saya berjuang untuk rumah yang sesungguhnya saya tidak tahu apakah kalau saya meninggal nanti rumah ini udah lunas atau belum. Dan utamanya. Bahkan cenderung di kamar yang paling jelek. Kata yang paling jujur yang pernah ia dengar. Saya barangkali terlalu sentimentil ya? Tapi baiklah. . Dapet uang. maka sungguh. Tahukah saudara. Bukan jawaban orang lain. Makanya Allah dan Rasul-Nya mengajarkan. kita tidak akan dapat apa2. Setelah berputar. Motor juga begitu. mata saya ini koq ya merasa “bukan itu yang harus kita cari”. Coba aja lihat 2 tulisan berikut ini. Rumah mewah banyak dibangun oleh dia supaya duitnya berputar. Sebab kamar-kamarnya disewain semua. Ia sewakan untuk orangorang asing. Dan itulah jawabannya sendiri. Apanya yang senang? Cuma perasaannya saja. 15 tahun. Habis itu jual. *** Karyawan Masih seputar dapet apa dari dunia? Jika kita memburu hanya dunia. saya turunin sedikit tempo nya. rata-rata kredit. Jangan sampai mencintai Allah hanya di mulut saja. Saya tidak mendapatkan apa-apa. Itulah barangkali yang disebut dengan kesenangan yang menipu. ada yang dari kartu kredit. KPR nya. jangan hanya mengejar dunia. dan ia sekalian tinggal di situ.Adduh. di kamar mana ia tinggal? Di kamar yang biasa saja. kalo kekayaan itu ada di tangan orang soleh. Mantab. Kejar juga akhirat. ia memilih tinggal di rumah di belakang hotel yang ia sewa dari penduduk dengan bayar tahunan! Ini kan gendeng. Sedang kematian tidak ada yang tahu. Ada yang kredit memang barangnya. Punya uang. Sesungguhnya kita tidak mencintai Allah melainkan mencintai dunia. Apa katanya? Iya juga. kredit. kemudian belanjakan dah buat orang susah. Ada kawan yang membangun hotel. Hasil penjualannya untuk membantu pesantren-pesantren dah. Mobil yang saya dapatkan pun.. beli-beliin dah perusahaan-perusahaan sakit. Ada seorang karyawan yang kalo saya tanya. Barang-barang di rumah ini. manfaat. Banyak-banyak berbuat kebaikan. perbaiki cara kita beribadah. Lihat. subhaanallaah. buat kemudian diberdayakan uangnya. Atau cuma katanya saja. Kalo kamar yang itupun ada yang sewa. Subhaanallaah. Kemudian sehatin. hasilnya ia bikin untuk lebih menggerakkan ekonomi syariah di kampungnya. dapat apa situ dari dunia? Gaji situ buat apa? Wong buat kebutuhan situ aja kurang? Lalu ia jawablah pake kata hatinya..

(+) Wah. (+) Koq kelihatannya? (-) Ya. untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. akhirnya ngontrak-ngontrak juga. Manalah kita tega. Lalu dia? Dapat apa? Ga dapat apa-apa. Tapi kalau selama dia kerja. itu namanya ujian dari Allah. . Rupanya selama ini ia hidup untuk bank di mana ia kredit rumah. Kalau ketika dia bekerja. tidak lagi terbayar. maka sesungguhnya Allah mengazabnya. dia ga lupa sama Allah. Sebut saja. Tapi orang tuanya mohon-mohon agar ia jual rumahnya untuk membantu adiknya. Mana lah jahat? Daripada diazabnya nanti di akhirat? Kan repot. Orang tuanya lalu bilang. Tapi Allah dan seluruh amal kita. Di situ kemudian menjadi peluang dunia industri asuransi. Ada yang bilang. Ok. lunas. dan kemudian kita mengontrak. bakal hilang. harus dijual kembali dengan harga murah. Allah tungguin apa yang dia kumpulin itu benar-benar lunas. Coba aja kalau dia sakit agak panjang. Tidak sedikit dari mereka yang kemudian setelah semua aset yang dibelinya dengan acar berhutang. kenapa engkau wahai ustadz menyalahkan dia? Bukankah dia membantu orang tua dan adiknya? (-) Kelihatannya sih begitu. lalu Allah ambil serta merta dengan caracara yang tidak pernah ia duga sebelumnya. fine. Dunia. Dapat apa dia? Semula ia berpikir ia sudah mencapai banyak hal. Maka kemudian seluruh rencana keuangan. sakit 4-5 bulan. berantakan. Ya begitu dah dunia. Misal. hanya agar jangan satu atap dengan orang tua. ikut aja. tidak. Ada asuransi ini ada asuransi itu. Mobil dan motor lalu ditarik leasing. adiknya masuk penjara sebab satu hutang. Lalu ia di-PHK. Ia hidup untuk bayar leasing yang membengkakkan harga motor dan mobilnya sekian kali lipat. Kita juallah rumah kita. (+) Emang pegimana? (-) Begini. Dan insya Allah itu adalah kebaikan dari Allah. tinggallah dulu di rumahnya beliau. Lihat. lalu disita. gila kan? Capecape kita kemudian bayar angsuran rumah. jangan lupakan asuransi akhirat dengan shalat dan sedekah. Rumah. Ternyata tidak. dia tidak ingat sama Allah. kalo gitu jahat ya Allah? (-) Ya. Namun. Sebab adiknya. Itu kan bukan sebab dia. Sebab ternyata satu dua hal yang tidak terprediksi sebelumnya. ga bakal hilang. (+) Hei. emang.Begitu katanya. Banyak kemudian karyawan-karyawan yang terjebak oleh hutang yang tidak terbayar dan akhirnya bener-bener ga punya apaapa. Ia hidup untuk bayar kartu kredit yang ga lunaslunas.

masih seribu. Tapi kalau kalian tidak bersyukur. Dunia hanya mempermainkan manusia. Masa kemudian sama Allah malah mengurangi waktu. hidupnya di dunia. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Romantisme Bertauhid KDW0113 Seri 13 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Pesantren Online . itu tahu. setelah kerja. Dia menyerahkan dirinya. maka sesungguhnya azab Allah teramat pedih. Didekap. (+) Oh. Sedang sama dunia. Insya Allah. termasuk firman-Nya ya: Bersyukurlah kamu. Berturut-turut kita juga akan bicara tentang doa. al Qur’an dan al Hadits.” begitu kata sebahagiannya yang lain. Ah. Diburu. Dikejar. Ya begitu tuh dunia. Ini kan tidak bersyukur disebutnya. Yang Punya Dunia.(+) Ukurannya apaan? (-) Shalat ga dia? Kalau dia jawab: shalat. hingga kemudian ke definisidefinisi tauhid berdasarkan kitab-kitab. ditambah terus jam untuk mencarinya. sedekah seribu. Makanya Allah menasihati untuk jangan tertipu urusan dunia. sedekahnya gimana? Sebelum kerja. biar saja. kalau begitu. Kita kan disuruh syukur. Dilayani. malah maju memukul. Sesunguhnya dia tidak pernah menyerahkan dirinya. Masih kelihatan sentimentil ya? “Nanti malah menghalangi orang mencari dunia loh. dia berontak. Kini. Lihat lagi. Esai besok kita mulai menukik bicara tentang shalat dan kualitas shalat kita. Banyak-banyak beramal saleh. maka shalatnya seperti apa? Kalo shalatnya sering di akhir waktu. malah memerangkap. (-) Nah. maka akan Aku tambah nikmat-Ku padamu. malah menendang. Bila selama ini hidup untuk dunia. Kemudian. tapi untuk Allah. malah memerintah. ya sama saja dengan tidak menghargai Allah. Ia jadikan dunia sebagai sarana ibadah kepada Pemilik Dunia. Mudah-mudahan ada yang terbuka mata hatinya. Dunia dipegang. istilahnya. tapi dunia itu menipu. sebab itu yang lebih kekal.

Bagaimana dengan Peserta semua? Berkenan memberi tanggapan? Tapi saya berusaha tetap konsisten. Oleh bagian produksi saya diminta untuk menyinggung soal KuliahOnline. datang dengan segala pertolongan-Nya. tanggal 6 September 2008 saya diundang menjadi tamu dalam acara Apa Khabar Indonesia edisi akhir pekan. saya memberitahu supir saya. Entahlah. Malah saya seringkali membesarkan hatinya. *** Supir Saya Kita tidak mengenal Allah. Apa kesibukan Ustadz di bulan Ramadhan ini? Tanya pembawa acaranya. Allah karuniakan saya supir. sebab sudah akan jalan lagi ke tempat yang lain. Untuk kemudahan berkendaraan. Saya berusaha menggiring peserta untuk hanya melihat. biar saja ide Pesantren Online ini terus kemudian bergulir hingga ia menjadi mirip seperti pesantren pada umumnya. tidak kurang saya pun suka terbersit rasa kesal. ketika saya tidak mendapati supir saya tepat waktu. Artinya. tidak di shalat fardhu. Saya tidak menganggap supir saya ini lebih rendah dari saya. dan lebih tidak lagi di shalat tahajjud. Tema nya: Pesantren Kilat. tapi sebutan ini langsung direspon oleh pemirsa yang melihat. hanya bedanya ia bersifat maya. bahwa salah satu kesibukan saya adalah menggawangi Pesantren Online. Insya Allah kita akan coba buatkan tim khusus yang merriset dan kemudian merilis Pesantren Online ini. agar tidak jadi hambatan bagi perjalanan . Datang dengan segala karunia-Nya. koq malah ga ada?” begitu saya berpikir. Namun. Sebutan Pesantren Online ini sungguh menggoda. Dan saya sudah wantiwanti dengan sangat. Saya jawab.Pagi ini. bahwa kemana saya ceramah. dan mengikuti sesi Kuliah Tauhid ini saja dulu. maka dia dapet juga pahala kebaikannya. Itu yang menyebabkan kita tidak menyambut kedatangan-Nya. agar dia standby langsung di depan lobi satu tempat. pun ia dapatkan. Dan rasanya. Beruntunglah orang-orang yang tahu bahwa Allah itu selalu datang. Asal dia mau membaca basmallah dan berdoa agar amalan ceramah saya. Di satu waktu. “Bagaimana sih? Udah tahu mau jalan. tidak perlu dikaitkan dengan momen Ramadhan saja. Yang demikian itu.

menyambut Allah. Jadi. dengan Kasih Sayang-Nya. Saya marah. Lebih lagi saya tidak mampu membayangkan jika saya lah yang menjadi supir buat majikan saya. *** Romantisme Bertauhid Allah. Yang Maha Perkasa. mencari taksi. dilayani tidak dilayani. Saya makan dulu… (???!!!). namun. kalo ga sabar. adalah supir saya. atau alarm. Ya. Syukursyukur bila kita mau menjaga wudhu kita. kita jarang mementingkannya. hajat kalau ada bisa Allah segerakan pencapaiannya. sampe. Wuih. . saya naik taksi saja juga dah.saya. Begitu saya telpon. Karena saya tidak bisa menunggu lebih lama. Tapi apa boleh buat. Sebelum taxi yang saya pesan. Sekarang saya sadar. katanya sedang ngantar saudara saya ke depan jalan utama. saya bilang sama dia. masalahmasalah kalau datang cepat selesainya. DIA selalu hadir di kehidupan kita. Selama ini kita menyadari bahwa sama yang namanya shalat. apa yang saya akan lakukan terhadap supir saya itu. Saya tutup telponnya dan saya segera mencari taxi. Lalu kenapa kita tidak pernah siap siaga untuk Allah. andai yang mengucapkan kalimat: “Tunggu ya Pak!”. untuk diri kita sendiri. rasanya hidup kita akan didahulukan ketimbang orang-orang yang selalu telat datangnya. Disambut tidak disambut. Tuhan saya yang sudah demikian baik kepada saya. saya tidak dapat membayangkan. ga perlu mengantri ketika saat shalat datang. Subhaanallaah. menjadi weker. Dan sekarang saya membiarkan Allah menunggu saya… Saya tidak dapat membayangkan. Lebih konyol lagi kalo dia bilang. kepada keluarga saya. kepada semua manusia. Namun saya tidak mau berlama-lama lagi. Selalu waspada setiap waktu shalat datang. bersabar rasanya lebih baik. Makin kita bergegas menuju Allah. selalu mendatangi kita. supir saya sudah datang dan meminta maaf. Kita. kita lalu menjadi manusiamanusia yang kehilangan momen berharga bertemu dengan Pemilik Dunia ini. dia lalu mengatakan itu. Ada suara bersalah di ujung seberang HP sana. dia tidak ada. Tapi rupanya dia tidak mengindahkan. silahkan saja naik taxi ya. Tuhan kita? Disebut siap siaga bila kita selalu stel panca indera kita. Makin cepat kita datang kepada Allah. doa-doa kita pun akan semakin cepat dikabul. Dan dia saya suruh pulang. bahwa selama ini saya sering mengecewakan Allah. Pak. Saya harus selalu standby buat majikan saya. Lantaran tidak mengenal-Nya. ketika saya perlu dia. Begitu saya keluar.

jauh sebelum azan? Bahkan ada yang tidak beranjak dari masjidil haram atau masjidin nabawi. Mari kita sambut Allah. Masya Allah. Asli. memilih untuk menunggu datangnya waktu shalat yang lain. Kita datang sebelum waktu azan… Duh. Tambah bangga saya. koq bisa ya kalo di tanah suci kita melangkahkan kaki kita ke masjid. kalau kemudian ia turun dari mobilnya. saya bayangkan bahwa Allah yang membangunkan saya. dan membangunkan saya dengan penuh Kelembutan dan Kasih Sayang-Nya. DIA berada di samping saya. indahnya… Saya kadang suka iseng membayangkan. Kita sudah siap siaga sebelum datangnya waktu shalat. penuh Pesona. Saya sudah di sini. Jangan biarkan lagi kita yang ditunggu Allah.Masih seputar supir saya. dia sudah standby dengan mobil yang AC nya sudah dingin menyebar ke seluruh kabin mobil. Begitulah. Saya belum mampu mengabdi banyak. jangan Allah yang menunggu kita. Lebih lega lagi saya kalau kemudian mobil itu bersih luar dalem dan wangi. he he he. jauh sekali dari yang semestinya. Lalu Allah tersenyum kepada saya dan saya katakan. saya bercerita kepada yang melebihi sahabat dekat saya. Tapi ya. Saya ingin Pencipta saya senang bahwa saya betul-betul mengabdi pada-Nya. Tapi logika ini mau dipakai untuk menunjukkan kesiapan kita dan kesopanan kita terhadap Allah. Allah turun dengan Malaikat-Malaikat Pengiring-Nya. Ketika saya terbangun. bayangan iseng ini. Tampil di muka ketika shalat. penuh Wibawa. Mestinya. Begitu pun ketika masa shalat tahajjud. Syukur-syukur kita mau menyambut Allah dengan pakaian yang lebih bagus ketimbang kita menemui manusia. Tapi kita yang menyambut kedatangan Allah. Tapi inilah saya. Sehingga hati ini senang betul mengambil air wudhu untuk tajdiidul wudhu (memperbaharui wudhu). Saya seperti raja. Ketika saya pedengerkan keluhan saya. Ternyata. senang sekali saya bayangkan. Allah memasuki masjid dengan Anggun-Nya. lantaran saya sudah di dalam masjid duluan. Candaan iseng. saya sudah di sini ya Allah. Ini kan cerita “alangkah manisnya”. Romantisme bertauhid dengan Allah menjadi sangat nyata buat saya. sehari-hari saya tidak demikian. siapkan wewangian khusus untuk menyambut Allah yang kita pakai hanya ketika menghadap-Nya. Kita kemudian tegakkan shalat-shalat sunnah. lalu dengan sopannya membukakan pintu mobil untuk saya. Bertentangan tentu memvisualkan hal-hal seperti ini. ya dengan cara beginilah dulu. Saya perdengarkan keluhan-keluhan saya tentang kejadian-kejadian hidup . alangkah manisnya bila kemudian ketika saya keluar dari satu tempat. Subhaanallaah. Kalaupun tidak. Bukan yang sebenarnya. Bagi yang mengingat masa-masa pergi haji atau umrahnya. Lalu saya menoleh ketika Allah datang. Kita sudah siap siaga sebelum muadzdzin mengumandangkan azannya. Coba diprogram hidup kita. dengan menyetel ulang jadwal ibadah kita.

istri saya tertidur dengan pulasnya. detail. Kepada-Nya lah semua urusan dikembalikan. adab. sebab jam 10. Tapi ya itu. Muhammad Yusuf al Haafidz. Amin. pimpinan Shalat Center yang menggerakkan Indonesia untuk shalat khusyu’. Kendalikan perasaan dengan memprogramnya. misalnya sedang marah. Bicara Keyakinan Bahagia bener saya pagi ini. beliau berdua dan keluarganya menemani kami. sedang sangat senang. Sehingga kapanpun. Dua donatur pondok yang sudah menganggap kami sebagai keluarga mereka dan mereka juga sebagai keluarga kami. Qumii dan Abang Kun. sedang kecewa. saya trnyata baru tidur jam 11 malam tadi. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Bicara Tauhid. biasanya manusia sanggup bercengkerama dengan Allah. saya usahakan betul. Pakai bahasa sehari-hari dengan tetap memperhatikan kesantunan. bahwa jam 21 sebelumnya saya berangkat ke Ustadz Abu Sangkan. Saya bahagia. pelan-pelan. Tidak lupa juga saya doakan para santri. nikmatnya diberi kesehatan. Bicara Keyakinan KDW0114 Seri 14 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Bicara Tauhid. agar Allah hadir di hati saya. Ada ketenangan di wajah-wajah mereka. Saya masuk ke kamar saya. Ugh. Semoga kita bisa senantiasa menyambut Allah dan bermesra-mesraan denganNya. Dalam suasana sentimentil. Rahasianya barangkali karena hatinya dihadirkan untuk berdioalog dengan Allah. juga dalam keadaan yang sehat. Duh. atau sedang sangat sedih. romantisme bertauhid bisa senantiasa kita rasakan. Hampir jam 01 saya bangun dari tidur yang terasa sudah terlalu lama. padahal saya lihat jam. Semuanya tertidur pulas.yang saya lewati. Saya bahagia sebab saya pulang jam 00 lewat dalam keadaan saya sehat. Saya kontrol kamar Wirda. Ustadz . Saya bahagia. kesopanan layaknya saya bicara dengan Tuhan Pemilik Alam ini. visualisasi bahwa saya sedang bercengkrama denganNya. Kita berdoa terus agar Allah berkenan memperkenalkan diri-Nya kepada kita dan kita bisa mengenal-Nya. Dari awal kami membangun Bulak dan hingga ke Sekolah Internasional ini. Dan di sebelahnya tertidur jagoan kecil kami. Saya cium Wirda dan saya mendoakan anak-anak saya. Saya makan roti cane plus kare.30 malam sebelumnya saya ketemu dengan Haji Amril dan Ibu Amril.

Ya. jam 17. Diimami oleh mertua saya. hati saya. setelah sebelumnya menyempatkan berjamaah dengan indah bersama satu dua guru yang tersisa di pondok dan para tukang. bisa share. Dan cukup panjang bagi saya Ustadz Abu Sangkan mendoakan saya. beginilah ketika tamu-tamu saya datang ke pesantren. pikiran saya.fenomenal ini salah satu inspirasi saya. Kesempatan berdialog dengan wali santri adalah sesuatu yang mahal buat saya. begitu mau pulang saya dihadiahinya buku “Spiritual Salah Kaprah”. Haji Syamsul Ma’arif Surabaya. saya . Mudah-mudahan saya bisa menemani perjalanan Saudara semua sambil turut pula belajar. di antara percakapan kami adalah tentang Baitullah. orang tua dari Fadhil santri kami. Pondok Gede. Saya bahagia. hingga saya hampirhampir meneteskan air mata. Ada kolam renang yang terkoneksi dengan sekian rumah yang melingkar di Cilegon Residence. Barangkali inilah salah satu balasan Allah untuk saya dan keluarga saya. selalu saya bacakan doa di tengah-tengah santri. Saya bahagia saya didoakan di tengah-tengah ribuan jamaahnya yang saat itu hadir di Shalat Center di Jati Makmur. Dan dari beliaulah menjadi wasilah saya ketemu dengan Ustadz Abu Sangkan. saya tambah senang lagi melihatnya. Bisa berbagi. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Saya jalan jam 16. saya sampai di kediaman Haji Ramos. Para santri senang. sehingga menjadi hadiah yang tidak terkatakan buat saya besarnya. bisa satu rasa. nanti lupa balik ke pesantren. Saya bahagia menjadi bahagian dari dakwah ini. he he he”. sebab jam 17. Saya tiba. Dan kolam renang itu seperti di tempat pelesir. saya rasa. Saya bahagia. ada satu jamaah yang juga sudah seperti keluarga bagi saya pribadi.15 nya saya bercengkerama dengan beberapa wali santri yang lain yang ternyata turut diundang di acara tersebut. *** Sebenarnya banyak lagi kebahagiaan saya yang rasanya kalau saya tulis terus. Fabi-ayyi aalaa-i robbikumaa tukadzdzibaan. “Jangan kebetahan ya.00 nya kurang lebih. Say didoakan Ustadz Abu Sangkan agar lidah saya. Alhamdulillah. Sebab kediaman Haji Ramos ini unique. nikmat mana lagi yang engkau dustakan? Tanya Allah kepada kita semua. Dan saya manfaatkan untuk istirahat. anak-anak santri yang saat itu berjadwal buka puasa dan tarawih bareng di kediaman Haji Ramos tampak bahagia sekali. Ternyata memang para santri benar bahagia. Saya bercanda dengan Fadhil dan beberapa santri kawan Fadhil. di bahagian tengahnya. Saya pun bahagia. gerakan saya. Di sana. Senang. Saya bahagia. namun ditempuh “hanya” satu jam dari pondok. Meskipun jaraknya terasa jauh. menjadi atas nama Allah. Tentang rumah Allah. Ketapang-Cilegon.

sebab mereka keluarga besar Daarul Qur’an. alias dicukupkan dengan sedekah yang 4jt tadi. pun Allah masih menyediakan cara yang lain. insya Allah juga berangkat. bahwa untuk berangkat berlima. karena sekarang masih bulan September. Berarti lima. hingga saya juga kepengen bercerita tentang perjalanan religi ke Baitullah. Di mana 7.5jt itu dikeluarkan sebagai sedekah kita jika kita ingin pergi umrah berlima (asumsi pergi umrah plus oleh-oleh.5jt. Jumlah angsurannya akan mengecil.5jt. Insya Allah pasti berangkat dah. kita minta diingatkan oleh Allah. Jika konsisten menabung dengan hanya 800rb per bulan. he he he. Misalkan emas. andai ada rizki 7. sama dengan tujuh puluh lima juta. saya mengajak semua menabung sedekah untuk umrah. tahun depan. Misalnya 4jt. Maka sisanya 3. tapi izinkan berangkatkan saya dan seluruh keluarga saya ke tanah suci. 15jt/orang). Yakni pasang niat untuk bersedekah 7.5jt andai Allah beri rizki.5jt lagi. Kemudian tambah dengan doa dan ibadah yang benar. Jika bener-bener tidak punya apa-apa. ibadah umrah bareng. misalkan ada dana tabungan sebesar 7. Saya tanya Haji Ramos.5jt. ya bayarkan saja sekarangsekarang ini. Di kediaman Haji Ramos dan di hadapan para wali santri dan santri.5jt nya lagi. Insya Allah berangkat . adalah perkalian 10% dari 75jt.5jt saja. sudah akan ada rizki khusus umrah sebesar 75jt. dengan kemudahan biaya dari-Mu. Ga kudu 75jt”. mengisi liburan Juli 2009. Sisanya baru dicicil.5jt. Saya melihat para jamaah dah kaget dengan kalimat saya. kata saya. “Hanya lebih kurang 375rb saja. Bilang sama Allah. Tapi saya katakan. Panjer duluan. sekeluarga. Kalau ga mau bayar yang 3. maka pada bulan Juni tahun depan. Ya. cukup dibantu dengan merajinkan dhuha dan minta sama Allah.5jt ini karena-Mu ya Allah. besar. DP-in aja berapa.5jt lagi ini dicicil dah selama 9 bulan. Ibarat kredit 7. ya Allah aku sedekahkan 7. hanya perlu dana 7. Cicilan sedekah. “Bagaimana kalau saya katakan kepada Saudara semua. sudah terbiasa dengan “hitung-hitungan” sedekah. sedang umrahnya baru Juli tahun depan. berapa orang anaknya? Beliau menjawab tiga. ada 9 bulan kesempatan kita untuk “menabung” untuk “sedekah”. Umrah Juli 2009. Besar ga biaya umrah berlima? Kalau tujuh puluh lima juta rupiah? Dijawab. Artinya.tidak akan bisa istirahat sampe shubuh. Dan memang besar. sebesar Rp. bersama rombongan besar para santri dan keluarganya. 3. Nanti saya pecah-pecah deh tulisan ini terus.5jt sekaligus. maka itu adalah udah diniatkan untuk sedekah. Bahkan. Lima dikali lima belas juta. Insya Allah. Kalau mau cepat. Disebut hanya perlu 7. Kalau mau ringan. atau apa. hasil dari kumpulan tabungan dan jual-jual barang. Berapa? Per bulan “hanya” 800rb saja. Gitu doanya. jual-jualin beberapa barang di rumah andai tidak ada uang 7.

juga. saya sertakan 3 esai Kuliah Tauhid. Bagi-Nya. judulnya: # Menjawab Panggilan # Budek ya? Dan # Tidak Bergegas. Allah tidak perlu dengan segala rupa ikhtiar kita. Sebelum sahur dan istirahat. Bicara tauhid. ini pun menambah kebahagiaan tersendiri. Banyak di antara kita yang tidak bisa menjawab panggilan azan. nyahur. Saya sempetin mijit kakinya istri dulu. ikhtiar kita hanyalah adab saja. Alhamdulillah. bicara keyakinan. dengan jawaban yang jujur. udah jam 02. satu demi satu anak menjawab: Hadir pak! Sesungguhnya. Lama ya? Ya. Supaya bisa ngimamin di pondok. . dari kita untuk-Nya. 3 Esai ini saya sertakan sebagai lanjutan esai sebelumnya. bolehlah kita sebut “Allah sedang mengabsen kita”. alhamdulillah. Wong sekedar percaya bahwa Allah akan memberangkatkan umrah di Juli 2009. Yah. bukan karena dia tidak mendengar. lalu istirahat. Tidak berpengaruh andai keputusan-Nya sudah diturunkan untuk kita berangkat. Ok. shubuh ini sudah masuk juz ke-8. Ini adalah juga bahagian dari implementasi tauhid. Selamat mengikuti. katanya mau istirahat ya? Iya. sebab sekalian bantu-bantu istri yang menyusui dede bayi.04. dan menyelimutkan kakinya yang katanya berasa dingin. *** Jawab Panggilan Apakah kita termasuk yang dipanggil-Nya? Apakah kita tahu bahwa kita termasuk yang dipanggil-Nya? Apakah kita termasuk yang memenuhi panggilan-Nya? coba marilah kita jawab bersama. maka sungguh akan benar-benar berangkat. ibadah saja. habis ini mau shalat. ketika azan memanggil. Ketika diabsen sama guru. Loh. Tapi lebih dikarenakan dia tidak di dalam masjid/mushalla/tempat shalat.

Indah betul rasanya bila kemudian kita bisa menjawab: Allahu akbar. Rugi betul kita ini. atau sedang menggambar. Bayangkan Allah sedang mengabsen saudara. lalu saudara mengacungkan tangan: “Saya sudah di sini ya Allah…”. Sebagai orang tua. Kita panggil. masih di kantor. kita akan sebal manakala kita tahu anak kita mendengar panggilan kita. sama dengan kalimatnya muadzdzin. lalu anak segera bergegas menuju kita. Dan sekarang bayangkan juga betapa sedihnya hati kita bila kemudian Allah mengabsen. Subhaanallaah. Sebab dia tidak berada di kelas itu. Begitu kita . Dan sebaliknya. tapi kita masih di pasar. tentu dia tidak akan menyahut. tapi tidak kunjung datang. Sebab sibuk dengan gitar atau asyik dengan menggambarnya. Lalu dia tidak nyahut lagi. Tapi kita tunggu beberapa lama. maka kita sungguh akan senang bila kita memanggil anak kita dan anak kita menjawab panggilan kita. dan adakalanya dia lebih peduli dengan kegiatannya. dia yang sudah nyahut. kita kemudian menjadi tidak senang. masih makan minum. Akhirnya kita samperin. dia nyahut. adakalanya kita memanggil anak. Yang begini ini sebab muadzdzin mengucapkan kalimat Allahu akbar. Kecuali hayya ‘alashsholaah dan hayya ‘alal falaah. Ada juga anak yang menjawab tapi seperti tidak menjawab. *** Budek Ya… Bila kita punya anak. demikianlah juga adanya analogi azan dan jawaban azan. Allahu akbar. kita senang.Ibarat anak yang sedang diabsen gurunya. masih meeting. Misalkan anak kita sedang main gitar di depan rumah. Dan sebagai orang tua. jawaban yang lain. Kiranya. Dan bila anak kita tidak menjawab panggilan kita. meski namanya sama. hal yang biasa bila kita memanggil anak kita. masih di perjalanan. Kita panggil lagi. Pada saat anak kita menjawab panggilan kita. Allahu akbar. namun ia tidak menjawab panggilan kita. dan dia dengar dari luar kelas.

dua puluh sebelumnya. adalah kelakuan kita. kita akan bertambah senang bila anak kita bukan sekedar menjawab panggilan kita. Tidak mencerminkan sedang ditunggu Allah. Ada lagi orang yang jalan menuju Allah sambil ngobrol cekikikan. kita masih “tega” merokok dulu. sebagian kita malah berkata begini: “Ya Allah. Khusus perihal shalat. barulah kemudian anak kita berdiri dan meninggalkan kegiatannya. kita lalu berkata begini ke anak kita: “Budek ya…. apa kira-kira perkataan Allah kepada kita. tapi bergegas memenuhi panggilan kita. Tidak jarang kita dimudahkan Allah untuk berkaca tentang kelakuan kita dari melihat kelakuan orang lain. kita sering melihat. di teras. kalau sudah siap sebelum azan. Jika demikian. Ada lagi yang sudah komat. Panggilan kita dianggap mengganggu mainnya. Ada yang mengeluarkan bajunya padahal sudah rapih sebelum masuk masjid. Lihat saja. ketika dipanggil oleh-Nya lalu kita tidak bergegas memenuhi seruan-Nya? *** Tidak Bergegas… Jika kita memanggil anak kita. Masya Allah. Begitulah kita terhadap Allah. Ada juga bahkan anak yang tidak sedikit kesal karena dipanggil sama kita orang tuanya. masih terima sms dan mengirim sms ke sana kemari. Di pinggir masjid.samperin. Ada lagi yang kemudian tidak merapihkan pergelangan lengan bajunya. Ada yang kemudian sampe mengganggu jamaah yang laen sebab lupa dimatiin suara HP nya. Sudah mah tidak bergegas. sebab dia buang air kecil sebelum wudhu. Itulah sebab ia tidak merapihkan lagi pakaiannya. Terhadap anak yang tidak mendengar panggilan kita. mengganggu aktifitasnya. Coba. Kelakuan manusia sekitar kita. Misalkan sepuluh menit sebelumnya. Dia jadi celaka. Saya menulis ini pun sesungguhnya adalah juga termasuk yang disebut ini. . dan jalan dengan teramat slow. kita pun kadang suka begini. Astaghfirullah. Ada yang mengendorkan dasinya. Lihat saja kelakuan kita. Seakan-akan benar-benar kita tidak tahu siapa yang sedang menunggu kita. menghabiskan batang rokok yang masih tanggung kita hisap belum habis. kan kejadian-kejadian seperti tadi tidak akan ada. udah ashar lagi aja…”. langkah kita adalah seperti bukan langkah yang mengenal Allah. kelakuan kita pun ampuuuunnn dah.”.

40-an. Persoalan Tauhid Bagi saya. Betul-betul waspada di urusan shalat. Datangnya juga terlambat. bagus. Sebab tauhid kan sederhananya: Mengenal Allah. mbok ya mikir. saya ga begitu dah ustadz. Saya menikmati benar mendahulukan Allah ini. Insya Allah pembahasannya masih seputar shalat. Subhaanallaah! Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Menunda Dunia Untuk Allah KDW0115 Seri-15 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Shalat Cermin Tauhid Persoalan Shalat. Memang ada urusan lain di urusan shalat. niscaya jalanan akan dibuat lenggang oleh Allah Pemilik Jalan. Alhamdulillah. Di sana ada tempat shalat yang bersih. nguap.Ada yang berkata. persoalan shalat adalah persoalan tauhid. kadang suka timbul pikiran begini. Diberitahu bahwa dokternya hanya sampe jam 13 saja. Saya belajar seperti ini. Masih belum terlambat. urusan shalat nomor satu. Ketika kita menghadap pimpinan. Tanda kantuk yang tidak ditahan. Saya yakin. Sehingga kalau mendahulukan Allah. nguap aja. Sebab buat saya. tapi semua bermula dari sini… Dari shalat… Permohonan maaf kepada para peserta sebab kemaren sempat kosong tidak ada materi. Nah. Tapi kalo iya. Lalu bagaimana kualitas shalat kita. dan mendengarkan dengan seksama. yang punya jalan adalah Allah. urusan shalat itulah urusan tauhid. Dan sering juga akhirnya shalat di akhir waktu. Alhamdulillah pagi ini kita ketemu lagi. Akhirnya malah kadang terlambat semua mua. Dan alhamdulillah malah nyampe jam 12. Ini. kalo ga ditegur kita ini? Kalau sedang rapat sama pimpinan proyek. shalat di sana saja dah. sama klien. Takutnya telat. Saya mengincar pom bensin di menjelang Mal Puri. Dan saya menyuarakan agar sebanyak-banyaknya orang juga begini. kita bisa konsentrasi dengan hebat. Ntar dokternya malah pergi lagi. . sebagaimana itulah kita bertauhid kepadanya. coba-coba dah sambil smsan. Kemaren pagi jam 11 saya nemanin istri saya check-up kami punya baby di rumah sakit. ketika makmum. Kalo ga begitu.

mari kita lanjutkan pembahasan seputar shalat. Juga mudah mendistribusikan lagi kepada yang lain sebagai perpanjangan dakwah saya dan kawan-kawan. Ia gelisah. Selamat menikmati esai-esai pendek. Persoalan shalat sebenernya dijadikan Kuliah Dasar tersendiri. maka ia dijadikan sebagai bahagian dari Kuliah Tauhid. Robbij’alnii muqiimash sholaah wa min dzurriyyatii. membawa surat interview. Kalau dilihat perilaku manusia-manusia di Indonesia ini. Subhaanallaah! Padahal jam 11 kan masih jauh? Masih 1 jam menuju waktu shalat. Amin. di gedung-gedung. Saya pilih juga cara penyajian dengan esai-esai pendek agar peserta mudah mempelajari dan memahami.Begitulah Saudara-saudaraku. Namun. ya Allah ya Tuhanku. Sebab di surat interview itu. di perkantoran. Rawan apaan? Rawan untuk tidak bisa mempersiapkan diri shalat tepat waktu. Ok. Sebab seperti ga kenal sama Allah. sebagai kelanjutan bicara-bicara ini. Percuma juga kita bicara Allah bila kemudian urusan shalat kita berantakan. wuh. Dia ini orang yang terbiasa tepat waktu. peserta KuliahOnline. kecuali segelintir saja. sedikit sekali yang betul-betul memerhatikan shalat sebagai cerminan bertauhid yang benar. Di mall. Contoh.00. kayak ga ketemu shalat tepat waktu di sini. jadikanlah aku dan anak keturunanku sebagai orang-orang yang menegakkan shalat… *** Menunda Dunia Untuk Allah Ada hadiah dari Allah buat siapa saja yang mementingkan diri-Nya Si A. di dalam pesta perkawinan. karena bagi saya ini persoalan yang mendasar. ia dipanggil jam 11. memang bertuhan namun sebenernya masih perlu dipertanyakan lagi ketuhanannya. soal shalat. Jam yang rawan bagi dia. .

jawabannya jelas: Batal. Dia memilih tidak wawancara bila wawancara itu dilakukan di jam 12 lalu mengganggu jadual shalatnya. “Mbak. Betul: Batal. saya izin dulu ya. bukan sudah datang.30-an ga kunjung ada kejelasan apakah wawancara bisa dilaksanakan atau tidak. Dia catatkan namanya untuk interview. Masya Allah. Emangnya mau kemana? Bapak sebentar lagi barangkali datang. atau bahasa lainnya. Tapi apa yang terjadi? Ternyata si penginterview dipanggil oleh direksi. atau di jam berapa wawancara bisa dilaksanakan. Bagaimana kalau pewawancara telat. Sampe jam 11. Pikiran ini betul-betul mengganggu si A ini. pertanyaan itu jelas ia jawab.” katanya kepada resepsionis. Saya titip tas di sini. baru “sudah menjelang”. Aman nih. Jam 11 kurang dia sudah sampai.” . Ternyata hanya dia seorang.Iya. Atau ia datang di urutan wawancara nomor ke sekian? Atau wawancara akan masih berlangsung sedang waktu shalat sudah menjelang.” “Mau shalat dulu. kemudian dia tetap memutuskan untuk datang. Di mata si A ini. “Bawa aja tas nya. Itu kalo dia prediksi wawancara bisa berlangsung tepat waktu.” “Oh… Silahkan… Nanti saya beritahu Bapak. Lihat ya. Tapi karena dia butuh pekerjaan. Nanti saya balik lagi.

zuhur jam 12. “Saya saja Pak yang azan. Satu shaf. dan dalam keadaan wangi. Sungguh beruntung si A. Kira-kira jam 12-an lewat. Ada rasa kebanggaan di hatinya. azan. Sedang yang mewawancara pun nampaknya memiliki jabatan yang cukup tinggi di kantor tersebut. Juga dalam keadaan sudah berwudhu nampaknya. Sebab si A tidak melihat ada tanda-tanda bekas air wudhu baru. bahwa dia bisa mengalahkan interview untuk dapat azan dan shalat zuhur berjamaah. Pertemuan di mushalla. selepas shalat ba’diyah. Berseri. malah si A itu diajak makan siang bersama. Selepas azan. belum ada orang. malah Allah dudukkan dia dalam posisi yang sangat mulia. Bapak ini sudah datang dalam keadaan berwudhu. “Mas yang akan diwawancara oleh saya ya?” Kagetlah si A.” Singkat cerita. “Kita tunggu beliau selesai shalat sunnah. *** Sesampenya si A di ruang mushalla. tapi belum datang saatnya azan. Sebab baru jam 12. pundaknya ditepuk oleh salah satu dari yang tiga.” katanya datar. saat itu. sambil melihat jam. Alhamdulillah. datang seorang bapak. bukan pegawai sini ya?” tanya salah satu dari yang tiga orang tersebut. Berdirilah yang tiga orang tersebut. Dirut kita. Rupanya ia bersama-sama sang pewawancara. Hanya. Ditemani oleh dua orang lagi di sebelahnya.Alhamdulillah. Bersih wajahnya. Dua dari yang tiga. Kirain akan dimarahin. “Mas. . Bagaimana lalu dengan awawancaranya? Ya sudah tidak perlu diwawancara kali. Ini malah dipersilahkan dan akan dibantu untuk memberitahukan ke pewawancara. “Yang ngimamin shalat itu. Dalam keadaan rapih baju dan celananya. Sebab mushalla sudah keburu ramai. si A.” kata si A. “Iya Pak” “Eh.50. pikir si A. Seolah-olah mereka mendampingi si A ber-azan. sambil menunggu azan selesai. kemana yang azan? Koq belum azan nih?” cetus lagi yang satu. si A tidak sempat lagi bicara-bicara dengan tiga orang tersebut. sudah menyelesaikan wawancara. Ia jaga shalatnya. adalah direksi. dan azannya si A.08.

Waktu pagi. Wuah. mintalah bantuan. subhaanallaah. Sedangkan kita…? Judul di atas bukan bermaksud memberi hadiah jam tangan. buat Allah. dengan kesibukannya. ketika manusia langsung berburu dunia.Alhamdulillah. bimbingan. Dan sebelumnya. Karena lelahnya mencari dunia. Bukan. memuji Allah dan memohon pertolongan-Nya. Ketika . kita lalu berat untuk bangun malam. Subhaanallaah. Jam sibuk-sibuknya. maka Allah akan mengaturkan hal-hal yang terbaik buat kita. Waktu istirahat kita di pertengahan malam. kita malah tahan dulu barang sebentar untuk menegakkan shalat shubuh. Bukan di tangan siapa-siapa. Untuk bangun malam. Masya Allah. dan atau di sepertiga malam. kita lalu tidak bisa bangun malam. Atau karena banyaknya dunia yang di tangan kita. Agar anak-anak menjadi anak-anak yang saleh salehah. waktu terbaik untuk-Nya. Jadilah orang yang berbahagia. Traffic lagi tinggi-tingginya. dengan usahanya. Ketika manusia langsung ngebut dengan pekerjaannya. *** Memberi Jam yang Terbaik Allah begitu baik sama kita. kita korbankan dulu barang sedikit untuk menegakkan shalat dhuha. ini berat. Kalau bisa shalat shubuhnya di masjid. 2. Memohon bimbingan-Nya agar kita tidak kelelahan dalam menjalani hidup ini. Allah Maha Mengendalikan dunia ini. memberikan waktu terbaik kita buat Allah. Tidak mudah loh menerapkan hal ini. Dan masih banyak lagi lah. agar bisa memberikan kepada Allah. tidak sedang bermasalah. kalau kita hidup dalam aturan Allah. Pintu rizki pun di tanganNya. 3. dan DIA Maha Mengetahui apa yang akan terjadi. Maksudnya. Bukankah sejatinya semua punya Allah? Berikut ini kira-kira waktu terbaik kita: 1. Makanya. Tidak sedikit yang tidak mampu mengorbankan waktu tidurnya. Kita ajak anakanak dan istri. Agar orang-orang tua kita panjang umur. di dua pertiga malam. di mana ketika orang sedang sibuk-sibuknya. Untuk ruku’ dan sujud. Jam zuhur. Suasana pun barangkali sedang nyaman. sehat dan diampuni Allah. Para Peserta Kuliah Online yang budiman. kita bisa memotong menghadiahkan waktu yang berharga yang kita miliki. dan pertolongan Allah.

ke ruang saya ya…”. Jam pulang. Jam ashar. Akhirnya apa? Allah malah memberikan international buyer. dan menekan shortcut number yang tersambung ke ruangan Pak Helmy. baru kita pulang. Bukan seperti selama ini yang untuk dunianya. Tapi kali ini cape dan lelahnya. Insya Allah akan saya banyak tulis di website. untuk hawa nafsunya. buat Allah. dengan air wudhu. misalkan pulang jam 5. ke ruang saya ya…”. Kalau tetap khawatir. Banyak manusia yang terjebak di kemacetan. maka jam 18 mampir ke masjid. “Pak Helmy. Kita segarkan batin kita. karena berburu pulang cepat. Perintahnya bener-bener datar. atau bukan? Dalam kehidupan sehari-hari. 4. Jam macet. dan tidak ada juga perintah untuk bersegera. Kalau memang macet-macet juga. dengan shalat ashar. mampir lagi jelang isya. Lihat saja Mekkah dan madinah. mereka tutup. *** Habis. jiwa kita. Apakah benar Pak Helmy. Itupun dilakukan si bos besar ini tanpa menunggu jawaban dari Pak Helmy. kenapa tidak kita tunggu saja sampe maghrib usai. Kita segarkan diri kita. Jalan lagi usai maghrib. Ketika jam shalat. apakah bisa atau tidak. Tapi insya Allah yang begini ini yang kelak akan Allah istimewakan. pembeli internasional. Repot memang. Jam ngantuk. Dan bos besar pun tidak tahu juga barangkali siapa yang ngangkat telpon di ruangan Pak Helmy tersebut. Lalu. Bukan sekedar local buyer. Tanpa ada nada suruh cepatcepat. Subhaanallaah. Manusia mau lelah. untuk perutnya. datar. Barangkali. raga kita. Sungguh banyak kemuliaan bacaan-bacaan habis ashar. Akhirnya tetap saja kemaleman karena memang macet. Atau syukursyukur kita sekalian selesaikan isya. perintah bos besar.pelanggan lagi banyak-banyaknya. kalau kita jadi Pak Helmy. kita ridho meninggalkannya demi Yang Memiliki diri kita dengan seluruh pemberian-Nya. Kita Digaji Beliau Sih… Kita tidak pernah tahu dengan sungguh-sungguh darimana rizki kita berasal. untuk keseombongannya. mau cape. Ga usah khawatir degan berkurangnya perniagaan. karena itulah kita jarang mengistimewakan Allah. dan lalu bicara begitu: “Pak Helmy. Bos besar ngangkat telpon. maka kita wajibkan diri kita . Dan jalan lagi setelah shalat isya.

maka marahlah Pak Helmy.untuk menyegerakan diri ke ruangan bos besar. Tidak kedengeran bisnis . Kita lalu merapihkan diri. Senang. tidak kita hormati tidak kita hargai. saya memprologkan hal ini. Kemuliaan. Semoga Allah menyayangi kita semua. Dia yang menggaji saya. Masing-masing. Istri dari SBY. dan bersegeralah dia meminta maaf kepada bos besar seraya menyampaikan bahwa dia salah. Kekayaan. karena kemuliaannya. Itu saja. Dengan jawaban yang paling jujur dari sikap dan perilaku kita selama ini. Luar biasa. lalu kemudian si sekretaris ruangan itu lupa menyampaikan bahwa bos besar memanggil. supaya bos besar senang. Ok. istri presidennya yang berkuasa saat ini (SBY adalah presiden Indonesia saat tulisan ini dibuat. Ini bukan tulisan esai yang pro partai demokrat. “Ya wajarlah. Ini hanya cerita seorang anak bangsa yang bangga sama ibu negaranya. dan bahkan seperti sudah menebak apa kemauan bos besar. Saya bekerja di perusahaan ini sebab kebaikan dia”. *** Ani SBY Adalah wajar menghormati dan menghargai seorang manusia. segitunya kalo dipanggil bos…”. Kalau kita jadi Pak Helmy. bila kemudian Pemilik Kesejatian Kedudukan. Kalau kita ditegor orang. Ini juga bukan cerita tentang seseorang yang membela SBY. karena kedudukannya. karena kekayaannya. kita ke ruangannya membawa datadata yang barangkali diperlukan. Begitu hebatnya “tauhid” kita kepada bos besar tersebut. Tapi menjadi tidak wajar. Maka kita akan menjawab. “Duuuh. Sederhana. sebab saya memang senang dengan Bu Ani SBY. bagaimana dengan panggilan Allah? Bagaimana keadaan hati kita? Bagaimana keadaan diri kita? Bagaimana penampilan kita? Bagaimana sikap kita? Silahkan jawab sendiri. Lalu. Kelihatan tidak neko-neko. Sebab dia kan bos nya saya. Web Admin). umpama ternyata sekretaris ruangan Pak Helmy yang mengangkat telpon itu.

Kalo saya pulang. subhaanallaah. seluruh penyewa ruangan pameran. tinggalkanlah jual beli. Bukan sombong. ya begitu dah bentuk penghargaan dan penghormatan kita. kata yang satunya lagi. Kenapa ya kalo yang datang Allah. hanya minta waktu sama kita untuk tepat waktu. Itu kalau mau beruntung. menghargai Allah. Yang lainnya menimpali. Bu Presiden bakalan masuk ruangan. Kita tidak disuruh bersiap-siap yang berlebihan hingga kemudian kita malah melupakan dunia kita. he he he. Untuk kedatangan pembesar negeri ini. seyogyanya berkenalanlah dengan Allah. Namun. ada pameran buku-buku di Dunia Islam yang pembukaannya saya diundang utuk hadir. Tidak menghargai Yang Maha Kaya. jadi berantakan. he he he. barang-barang boleh masuk ke ruang pameran. bergetar di hati saya. dia akan nyari saya. menghormati Allah. Biarlah sistem yang bekerja. *** . Tulisan ini menjadi ada. Saya yang udah mau nerobos masuk. lebih dari siapapun di dunia ini.yang macammacam. Dan ini bukan tulisan yang menyatakan ketidaksenangan dengan beliau. he he he. Clear Area. Manusia. Sebab apa? Ya sebab tadi. kita tidak repot? Nah! Coba aja lihat. Kita tau sendiri bagaimana bentuknya. jam 11 semalam sebelumnya. Bagaimana dengan Allah? Bagaimana dengan kedatangan-Nya di waktu shalat? Allah. Dan di pagi hari. “Betul-betul diawasi”. dihadiri oleh Bu Ani SBY sebagai istri Presiden yang bakal membuka pameran secara resmi. ga boleh lagi masukin barang sejak jam 11 malam tadi”. Saya mendengar dialog ini. jadi ga enak. “Iya. Toh kalau panitia butuh. insya Allah wajah saya diberi keleluasan untuk masuk. Supaya bisa mementingkan Allah. karena Allah menjadikan ini sebagai pelajaran buat saya. Kita hanya disuruh pada saatnya menghadap. Maka diri ini berpesan kepada diri ini sendiri. Justru lantaran senangnya. Nampaknya sosok ibu dan istri yang baik. Lewat hati. Dan katanya. Tapi terhadap Allah. “Pengawalannya ketat Pak!” kata salah satu panitia. maka jadual baca doa. Tidak mau melihat Yang Maha Terhormat. Coba saja saya dilarang masuk. Yang Teramat Kaya. tinggalkanlah perniagaan. ya saya pulang. Yang Maha Kuasa dan Teramat Kuasa. pelajaran tauhid. Ada pengecualian. manusia sudah dibuat repot. Pada satu saat. Tapi lihat? Manusia lebih menghargai manusia yang lebih terhormat. Tapi saya tahan langkah saya ini. dan ini baru istrinya. engga boleh lagi ada yang keluar masuk 2 jam sebelumnya. Saya bergumam di dalam hati. Manusia lebih bisa menghargai manusia lain yang lebih kaya. lebih menghargai terhadap mereka yang punya kekuasaan dan pengaruh lebih.

Kalo kita menjawab. alhamdulillah kami sudah di dalam masjid # alhamdulillah kami sudah dalam keadaan berwudhu dan di atas sajadah # alhamdulillah kami sudah berjalan menuju masjid # maka bersyukurlah. tapi waktunya azan belum lagi datang. Bahkan tidak gelisah sama sekali ketika jam shalat sudah mau habis. dan kita tahu siapa yang bakal turun ke langit dunia (yaitu Allah). kitalah yang datang duluan. Kalau kita tiada gelisah dengan kondisi buruknya shalat kita. sedang kita masih di jalan tol misalnya… bersyukurlah bila kemudian dikarunia hati yang gelisah. Jangan sampe kemudian kita merasa “aman-aman” saja. Kan banyak tuh orang-orang yang gelisah tapi ga tahu kenapa dia bisa gelisah? Maka coba aja jajal koreksi dari sisi ini. Banyak manusia yang gelisah dengan proyek-proyeknya hari itu. sampai kita tidak tahu jawabannya apaan. Banyak manusia yang resah dengan masalahnya yang belum juga selesai hingga di hari itu. Tapi siapa yang mampu gelisah sebab khawatir shalat tidak tepat waktu? Sebuah keutamaan adanya bila kemudian kita datang ke tempat shalat. Gelisah apa? Gelisah tidak bisa shalat tepat waktu. Adem rasanya. Artinya. dan gelisah kalau tidak ada tanda-tanda anaknya bakal datang. Ya. menyiapkan diri untuk shalat. maka Allah akan berikan kegelisahan itu di hati kita. *** Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Fadilah Iman Kepada Allah Keutamaan Keyakinan Terhadap Allah KDW0116 Seri-16 dari 41 seri/esai .Gelisah Bilakah kegelisahan menghilang dari kalbu kita manakalah kita mengabaikan waktu shalat? Bila datang sebentar lagi waktu shalat. Di mana kita ketika waktu shalat tiba? Pertanyaan ini kita tanyakan kepada diri kita. Banyak orang tua yang gelisah dengan keadaan anaknya yang sudah makan atau belum kalau anaknya pulang terlambat. banyak manusia yang gelisah dengan pendapatannya hari itu.

tapi baiklah saya akan jadikan ini materi Kuliah Tauhid saja. Tapi sebelum kita lanjut ke materi selanjutnya. dan ragam tulisan di media lain. tulisan lama). Di mana saya mengajak wali santri untuk sama-sama umrah sekeluarga. baik yang berupa dokumen lama yang bersifat tulisan. Insya Allah. Inilah bahagian tauhid. siapa yang meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik. melengkapi esai-esai kuliah kita. Gatra (khusus Gatra. bahagian dari mempercayai dan meyakini Allah. Republika. awal Syawal. *** Fadhilah Iman Kepada Allah Keutamaan Keyakinan Terhadap Allah Disebut bertauhid manakala kita bisa mempercayai janji Allah sebab meyakini bahwa janji Allah adalah benar. maka Allah akan mengganti dengan yang lebih banyak. Begini. Sindo. 2x. maupun wawancara. 10. website kita akan dilengkapi dengan kolom-kolom tulisan saya di media. Amin. dengan menabung bukan biaya umrah. Keyakinan terhadap janji ini adalah juga bahagian . Meski belum waktunya. Poskota. berbarengan dengan dibukanya pintu materimateri lain KuliahOnline. Mudah-mudahan tulisan-tulisan di media-media tersebut bisa bermanfaat. teori dasarnya. Suara Merdeka. Banyak peserta yang meminta penjelasan lebih lanjut. Kemaren kan saya contohkan pembahasan mengenai Umrah Juli. 700x hingga lipatan pengembalian yang tidak terhingga.File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Ada Ada Ada Ada - Tidak Tidak Tidak Tidak Peserta KuliahOnline. Saya hari ini mempersiapkan materi sambungan tentang perbaikan shalat sebagai implementasi awal bertauhid yang benar. saya memperhatikan ada pertanyaan yang menarik seputar keyakinan (Bicara Tauhid Bicara Keyakinan). melainkan menabung sedekah umrah.

Tapi dia menjawab. Namanya juga nasib”. tapi dia yakin sama Allah. Dan keyakinannya ini mengantarkannya pada rizki. Dan buku ini banyak berbicara tentang hal ini (tauhid). Dia pulang dengan jalan kaki sebab ongkosnya dipakai bersedekah. akan beda rasanya. kepada mereka yang beramal tanpa keyakinan dan ilmu. “Minta saja sama Allah tambahan rizki. Dia bersedekah di acara. tentang keyakinan akan Keesaan. Peserta KuliahOnline yang dirahmati Allah. untung pasti bertambah?”. 5rb. ini bukan hanya pengajaran sedekah. Buku terbaru saya: The Miracle. Esai berikutnya sungguhpun terlihat seperti pembahasan tentang sedekah. Bahkan yang tidak punya keyakinan pun akan berhasil! Hanya saja. Tapi ini saja. Kebenaran. Semakin kita mempercayai Janji Allah. Supaya peserta bisa mendapatkan buku ini hanya dengan mengklik ujung mouse dan keyboard saja. atau dari Allah? “Dari Allah”. Dia ragu menjawabnya. Sungguhpun uang itu adalah untuk ongkos. . atau 10x lipat dari yang disedekahkannya. dan dia tidak bekerja. bisa sangat-sangat berhasil. insya Allah ga kudu pake tambahan modal. Dan keajaibanpun terjadi. ia kalahkan. *** Pernah ada kisah seorang tukang ikan datang meminta amalan agar bisa punya modal lebih. dia punya rumah dihampiri pengendara sedan yang sudah kebelet kepengen pipis. bagaimana bisa dirinya yang tidak ada siapa-siapa di rumahnya. Ya saya tahu. dan Kekuasaan Allah. “Allah punya sejuta cara jika sudah menghendaki sesuatu”. dijawab supaya ada untung lebih. keyakinannya terhadap Allah sudah menggerakkannya bersedekah. Pesan secara online via web kesayangan Anda ini. begitu katanya meyakinkan dirinya sendiri. Sesampainya di rumah. Tapi ya ga tau dah. Selesai pipis. lalu bisa mendapatkan rizki lebih? Tapi dia memilih percaya saja kepada Allah. “Secara hitungan sih. Ada seseorang yang tidak yakin dengan dirinya. Yang membuat dia tidak yakin. Ketika ditanya buat apa modal lebih. “Memangnya pasti tuh kalo modal ditambah. dia diberi Rp. rizki itu dari ikan. udah terbit. ya nambah untungnya Pak Ustadz.50rb. tahu-tahu buku itu udah di rumah. Ini saya sebut separuh keyakinan. (Tunggu saja ya BelanjaOnline di web ini aktif. lalu menjajal. sesungguhnya ini adalah pembahasan tentang tauhid. Rp. Saya lalu bertanya kepada dia.dari tauhid. Seorang ibu di Jember mengikuti tausiyah saya tentang janji Allah. banyak yang memiliki kesadaran bahwa tidak ada yang pasti di dunia ini kecuali aturan Allah. Web Admin). lalu bekerja dan menunaikan keyakinan ini. maka akan semakin hebat pengaruhnya pada diri kita. Sekali lagi ini pengajaran tauhid.

langsung lewat Kitab-Nya. makasih ya. tahu. sebagaimana biasanya. Bahkan jalan ini Allah yang memberitahu. Kita melihat sebatas mata. “Yah. maka rizki itu bisa darimana saja. tapi anak muda ini memberi rizki tambahan. Karena biasa. ada kejadian. Sulit bagi si tukang ikan ini memikirkan bagaimana bisa sampai terjadi penambahan rizki. Nah. Karena Allah itu di mana saja. Tapi mereka yang terbatas pengetahuannya akan sumber rizki sebenernya cukup dengan memiliki ilmu tauhid. ke persoalan keyakinan. Esoknya. Keterbatasan pengetahuan seseorang akan sumber rizki menyebabkan rizkinya juga terbatas. tukang ikan ini berjanji akan mencoba untuk bersedekah. darimana bakal bertambah rizki? Lalu dibawa ke persoalan tauhid. darimana jalannya Pak Ustadz? Darimana jalannya jika tidak ada tambahan modal?” “Jalannya bukan nambah modal. Dia kemaren bertanya. Keyakinan saja kita tidak punya. Allah Melihat dari Asry-Nya sana. maka sudah akan bertambah-tambah rizkinya. Sore harinya (dia dagang pagi hari). Tidak punya spektrum yang lebih luas. Allah lah yang mengatur kejadian ini.” kata si tukang ikan mempersilahkan anak muda ini memakai motornya. ini cukup baginya untuk bertambah rizkinya. hanya bisa melihat bahwa rizkinya ya dari usahanya. Dan hari ini terjawab! Begitulah kalau tauhid ini bekerja. Sehingga Bapak bertanya darimana kalau tidak nambah modal? Sebab Allah memang tidak perlu sebab untuk menambah dan menutup rizki seseorang. Ya. Sedang Allah tidak terbatas penglihatannya. jalan-jalan Allah itu tidak sebatas tambah modal sebagai jalan yang Bapak yakini sebagai satu-satunya jalan. minjem motor. ya tidak ada yang aneh. “Pak. Bukan akal. Sedang si tukang ikan. Kisah di atas bukan hanya bertutur tentang fadhilah .” kata si anak muda ini. sebagaimana kita. bahwa rizki di tangan Allah. Semua berdiri di atas Kehendak-Nya. Nah. uang! Rp. karena percaya. Terus. salah satu ikhtiar untuk menambah jalan rizki buat Bapak. Tapi tidak sulit baginya mempercayai. peristiwa ini bagi si tukang ikan amazing banget. sambil mengembalikan STNK motor dan uang. Hanya 15 menit anak muda ini memakai motor itu. Barangkali. diperlukan upaya. Sebab mempercayai adalah menggunakan hati. al Qur’anul Karim”. dari mejanya. adalah sedekah. maka sungguh.rizki pasti nambah”. 50rb. Tapi nambah rizki dengan jalan-jalan Allah”. “Bang. bahwa untuk menghadirkan Kehendak Allah inilah diperlukan ikhtiar. bahwa dari situlah rizki si tukang ikan bisa terbuka. Hanya. Yakini saja bahwa Allah akan membukakan pintu rizki yang lebih banyak dan kemudian mau memintanya. apalagi amal kali. “Silahkan. yang si tukang ikan tidak tahu. orang-orang yang beriman dan berilmu. dia bersedekah 5rb. Hanya orang-orang yang bisa memahami dengan akal dan mengimani dengan hatilah yang derajatnya akan berbeda. Saya menambahkan si tukang ikan ini. Peserta KuliahOnline. Ada seorang anak muda yang biasa minjem motor.

“Iya. Pertanyaan darimana jalannya itu pertanyaan yang tidak bertauhid. “Suami udah pernah berangkat?” “Belum”. Terperanjatlah si ibu ini. kalo gitu. “Uangnya ga cukup ya?”. Sebab orang mukmin tahu. manusia. ada seorang ibu mau daftar Umrah Ramadhan. tapi tentang fadhilah iman kepada Allah. “Suami?” “Belum”. darimana jalannya Ustadz? Ini saja boleh nabung dikit-dikit”. bahwa persoalannya ada di uang. Beliau mengangguk. biasanya pemilik travel umrah. Ibu percaya ga bahwa pergi haji itu bukan karena uang?” “Percaya”. “Kalau percaya. . Sendirian. tapi coba jajal yang satu ini. “Sendirian berangkatnya? Suami?. maka saya merasa lebih perlu memberi nasihat ibu ini bersedekah ketimbang menerima pendaftaran umrahnya. Minta berangkat bareng dengan suami”. Tapi karena saya bismillah buka travel bukan untuk bisnis semata. jalannya itu adalah jalan Allah. Maaf ya.sedekah saja. ga usah daftar umrah dah. “Wah. Sebab pendaftar kan berarti rizki. “Mana enak berangkat sendirian?” Ibu itu menjawab dengan senyumannya.” begitu tanya saya ketika dia mengutarakan akan daftar umrah. demi mendengar saya bicara begini. Tahulah saya. minta saja sama Allah supaya sekalian berangkat haji saja. *** 1 tahun yang lalu. Ustadz”. mana ada yang menolak rizki. Itulah kita. keutamaan tentang meyakini Allah. “Tapi saya udah kepengen umrah. “Udah pernah ke Tanah Suci sebelumnya?” “Belum”. “Suami engga berangkat Ustadz”. Wah. Mintanya jangan tanggung-tanggung.

. dan satu lagi keuntungan buat perusahaannya. Sebab uangnya ga jadi dipake daftar. Dua-duanya sama-sama pekerjaan sunnat. inilah tauhid. Ada proyek yang diamanahkan ke beliau. Namun saya bilang. Tapi jangan menabung untuk biaya umrah. ya berangkat juga. ga berapa lama setelah ia sedekahkan uang umrah kemaren lusa itu. Juli 2009. sudah masuk Ramadhan. bicara tentang keyakinan. kita pake cara ini. jangan kenal lelah dan jangan berhenti. Kalau perlu berdoa dengan menambah jam-jam shalat sunnah. Masa berangkat sendirian? Tidak ditemani pendamping hidup. Uang USD2000 pindah tangan. Ibu ini setuju. Masih ada waktu 10 bulan (pendaftaran terakhir Umrah Juli 2009. Tahun lalu. Kalau kuat berdoa. berupa biaya haji berdua dengan suaminya. dan kemudian ia masih mendapat bonus lagi 2. bahwa Janji Allah itu benar. Satu. Peserta KuliahOnline. dan keuntungannya melampaui biaya haji. Umrah Liburan. Berceritalah dia termasuk di depan calon jamaah haji yang lain. begitulah saya pernah bertutur di KuliahOnline ini. Menabunglah untuk “Sedekah Umrah”. di akhir Juni 2009). Masya Allah. Dan murah meriah. kurang seru. berdoa sepanjang waktu shalat. Diselenggarakan di Sekolah Daarul Qur’an Internasional (Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an) yang berlokasi di Kampung Ketapang. Cara yakin kepada Allah dan bersedekah. Saat ini September 2008. Dia pakai untuk biaya haji dirinya dan suaminya. Maka menabunglah. Bahkan lewat. 1 tahun berlalu. Bersama suaminya! Tentu saja saya mengenalinya. lalu di Tanah Suci dia berdoa yang sama.” Saya sarankan si ibu ini agar rela menyedekahkan uangnya. Allah bukakan rizki yang buanyak sekali. Melainkan habis buat sedekah. Sebenernya kalau si ibu ini yakin. Sedang saya ketemu dengan ibu ini di bulan Sya’ban. *** Nah. Web Admin) . Sebab sekarang ketika saya bercerita. Karenanya saya minta ibu ini bertaruh untuk menyedekahkan saja uang yang sedianya untuk umrah ini. 2 bulan sebelum Ramadhan. Dekat dengan kediaman saya.“Banyak Bu jalannya. Sebagiannya untuk pengembangan pembibitan penghafal al Qur’an. sebagiannya untuk anak-anak yatim dan dhuafa di luar pesantren Daarul Qur’an. Ia menganggap kelebihannya itu adalah pengembalian Allah atas sedekah uang umrah. kita pernah bicara kan? Bicara tentang tauhid. Syukur-syukur mau bersedekah. dia tetap memilih berangkat. 1 bulan sebelum Ramadhan. Tanpa dinyana. travel haji umrah kami mengadakan manasik haji. Jadi ga beliau Umrah Ramadhan? Tidak. terkait dengan persoalan umrah Juli tahun 2009 (saat esai ini ditulis masih 2008. masih lebih. Yang kita incer. Tahu ga? Ibu tersebut ada di barisan orang-orang yang ikut manasik haji.

Dan yakini. Bahkan saya menyeru kepada jamaah peserta kuliah. Hitung berapa anggota keluarga Anda semua. bahwa bisa saja Allah membayar lunas dulu target kita. Atau. Kalau punya uang. Bagi mereka yang punya 7.. permintaan kita. ayah. Dan saya tegaskan kembali. Kalau tidak punya uang. keluarkan saja 1. Apalagi kalau ga berangkat sebab ga punya uang. sekarang-sekarang ini. kita meyakini. Jangan ada yang ketinggalan. Tempuh jalan meyakini Janji Allah. jangan sampai terjadi. bahwa berdasarkan teori dasar siapa yang memberi satu akan mendapatkan 10.5jt. siapa yang sedekah 7. Dia akan memberi hingga 700x lipat atau bahkan lebih. Kalimat ini sama dengan: Siapa yang mau dapat 10. keluarkan sekarang. padahal cicilan sedekah kita belum lunas. Kemudian kalikan 10% dari total biaya itu. *** Peserta KuliahOnline. doa dan sedekah.5jt. dapet 10. tidak masalah. di Buku The Miracle. keyakinan . maka didapat matematika seperti ini. tinggal daftar. ini sudah melampaui bicara tentang sedekah. bahwa insya Allah pada saatnya nanti Allah akan memberikan rizki untuk mendaftarkan umrah sekeluarga.5jt akan mendapatkan 75jt. Atau bisa saja Allah memberi lebih dari sekedar 75jt. dan kalikan dengan biaya umrah. maka cicil saja. Bila ini yang diyakini. insya Allah akan terjadi apa yang kita yakini. keluarkan 7. tempuh jalan tauhid. Inilah tauhid. Meyakini Allah.5jt. memiliki kakak dan adik 2 orang. Kan masih ada waktu 10 bulan? Bagi saja 10 bulan. dan 3 orang anak. agar juga menerapkan ini. 5 x 15 juta biaya umrah = 75 juta. ibu. Santri bernama A. Tapi bagi yang tidak punya cash untuk sedekah sebesar 7. kebesaran-Nya. Siapa yang mengeluarkan 1. Sebab Janji-Nya memang demikian. Keesaan-Nya. keluarga ini terdiri dari 5 orang anggota. Cicil terus sampe bulan Juni. Insya Allah kita ketemu dah di Tanah Suci. Bahkan. yang sebagiannya juga dipelajari insya Allah di KuliahOnline. Kekuasaan-Nya. Maka. rasanya tidak salah jika kemudian saya menyeru kepada seluruh wali santri agar memakai betul ilmu yang didapat ini. Artinya. Tapi sudah jauh bicara tentang tauhid. meyakini Janji-Nya. ketika bicara ini. siapa yang mau dapat 75jt.Saya katakan kepada wali santri saat itu (saat tercetus ide umrah bareng sekeluarga besar pesantren). Ketemu angkanya 750rb setiap bulannya. kalau diturunin pada kasus ini. Bagaimana kalau tidak punya uang? Sedang saya punya mau semua wali santri berangkat bersama seluruh anak-anaknya. Iman kita tentang tauhid. Niatkanlah berangkat Umrah Liburan nanti.

harus menunggu. Benahilah shalatnya dulu. 9 wedding anniversary kami. Mudah-mudahan panjang umur. *** Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Pengaruh Kepada Urusan Yang Lain KDW0117 Seri-17 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Dimarahi Bule Allah Maha Baik. bisa terukur. utamanya bila Anda mau menjajal sesuatu yang besar-besar. 15 menitan kami tunggu di tempat itu. Tempat dan waktu sudah ditetapkan. saling berpandang-pandangan. Sudah lewat 15 menit pula. Masya Allah. Ini adalah landasan tauhid. akan mengantarkan kita mendapatkan keajaiban-keajaiban Janji Allah. makasih doanya selama ini. .kita tentang tauhid. Pada waktu yang telah ditetapkan. tanggal 9 September 2008. bertanya-tanya di hati. Kami waktu itu. Doa dari Anda semualah yang juga turut sudah menjaga kami. th Baarokawloohu lanaa. tapi si Bule ini tidak nongol-nongol. Kemaren. Jadi. katanya orang bule terkenal paling disiplin. Salam. Sampe ketemu lagi besok. Mohon doa dari semua peserta. Buktinya kami-kami yang datang sejak awal. Maka besok insya Allah kita akan meneruskan kembali kajian tentang shalat dengan pengembangan pembahasan dari sisi tauhid. kami sampai di tempat yang dimaksud. Sedari pagi kami sudah siap-siap. nomor satu. saya dan beberapa kawan. Dalam satu kesempatan pergi lawatan dakwah ke negeri Belanda. bahwa bila semua ini mau berjalan mulus. Beruntunglah di negeri Belanda itu sistem transportasi sudah baik. Dalam pada itu. ada jadwal untuk ketemu dengan satu relasi di sana. Nyatanya ga semua ya. tetap saja kita harus memperbaiki shalat kita. kami merayakan ulang tahun perkawinan kami yang ke-9. Tidak pernah Dia kecewa. saya kembali mengingatkan.

idih. Lalu kita ini gimana? *** Kita Marah Diabaikan Ketika kita membuat Allah menunggu kita. “Bangsa asia. padahal ini negerinya dia. di sana dia ketemu kami-kami. Sekian menit kami tidak kunjung datang. “Misternya saja yang telat’. marah-marah. Lalu mencoba mendatangi tempat yang satunya itu.Ga lama. kalau yang ditunggu emang udah track recordnya selalu telat. persoalan yang penting. dan dia tidak memberitahu bahwa tempat yang dimaksud itu ada dua serupa. Akan bertambah sebal lagi. suka telat!”. Tapi tetap saja dia marah! Kenapa engga teliti. Cerita ini hendak memberikan gambaran. Tapi ya sudahlah. Ada di antara kita yang bilang begini: Ga enak menunggu orang. bila persoalannya adalah persoalan yang berat. lalu kita panggil anak kita untuk makan misalnya. Bule itu curiga kami salah datang. Anak kita suruh mandi. kita sebel banget. ga ada khabar berita. tidak enak. cerita ini kan bukan ingin menceritakan siapa yang benar siapa yang salah. Selidik punya selidik. habislah kita. lalu menaruh dunia ini di bawah kepentingan pertemuan dengan Allah di waktu shalat? Kita aja kalo jadi orang tua. Bule ini datang menghampiri kami. lalu dia tidak bergerak. Satu waktu. kita jadi marah. Lalu menyebut kira-kira begini. Disuruh menunggu saja. Apalagi kalo yang ditunggu. Jangankan diabaikan. Wah. Dan benar. Allah itu benar-benar Maha Baik. Coba kalau Allah itu Pemarah? Duh. . dan ternyata memang dia. di antara kita ada yang sebel diabaikan. Wuah. Kami salah identifikasi tempat. tidak mendengar. begitu salah satu dari kami tanpa perduli dia ngerti apa engga. Mukanya serius. Kami sampaikan baik-baik bahwa kami sudah sampe sedari tadi. kami tidak terima. Tambah kacau lagi. bahwa subhaanallaah. seberapa serius kita menjaga tepat waktu? Seberapa niat kita menjaga waktu? Seberapa kita mementingkan Allah. bagaimana perasaan kita? Biasa-biasa saja? Atau gelisah? Masih seputar telat dan tunggu menunggu. Tambah kesel lah lagi kita. Dalam 5x sehari waktu shalat. ada seorang Bule. tempat yang dijadikan point-meeting itu ada dua. Bertambah-tambah kekeselan kita.

marahlah kita bila kemudian murid pada telat datangnya. Ga ngaruh. Jika dia bagus. sudah Allah aturkan sunnatullah-nya. Bagaimana dengan Allah? Bagaimana kita selama ini bergaul dengan Allah? Inilah salah satu pentingnya kita mempelajari ilmu tauhid.andai gara-gara keterlambatan kawan kita ini. di dalam Islam. Kecelakaan dia. masya Allah. Bahkan. jadi berantakan. pikirannya fresh terus. dan setiap ia menemui kesulitan. bagi saya ini juga clear. jika dia meninggal. Kita lalu menganggap dia sudah membuang waktu kita yang begitu berharga. Shalat adalah pintu pertama amal yang dihisab. bila tidak shalat. Dan orang-orang seperti ini. begitulah kita membatin. penuh kasih. Andai Anda adalah orang yang lebih penting daripada yang ditunggu. Ga perlulah shalat-shalatan. dan datangnya satu demi satu. menjadi nampak ke wajah kita. badannya sehat. Ini kartu mati buat saya. maka jeleklah seluruh amal dianggapnya. kemudian urusan kita yang lain. bantuan kepada tetangganya ini tidak bernilai akhirat di mata Allah. hanyalah dia tidak shalat. ia selalu ada jalan keluar. Dia jelek. Apalagi kalau yang telat itu banyak. Tapi tetap saja urusannya teramat menganggu. Anggaplah dia sering memberi bantuan dan makanan kepada tetangga. Namun. tidak dianggap suatu kebaikan bila seseorang mengerjakannya tapi meninggalkan shalat. Sudah jelas dia dapat keburukan dari keburukan yang ia kerjakan. Ga adil dong Allah? Ga juga. ilmu mengenal Allah dari pintu shalat. Kebaikannya di dunia. Kita menjadi hati-hati bila kemudian mengadakan janji dengan dia. Selanjutnya apa yang terjadi? Selanjutnya yang terjadi adalah kawan kita tersebut tidak lagi masuk ke dalam daftar hitungan kita. hidupnya tenang. . perhatian. Andai Anda seorang guru. tentu menjadi tidak masalah bila kemudian kita meninggalkan dia. Mengganggu pelajaran. dan merugilah dia. maka baguslah seluruh amal yang lainnya dianggap. Padahal kita ini orang penting. akan bertambahtambah keburukannya. Sangat baik. ha. Ada seorang yang sama karyawan. Ini sekaligus menjadi jawaban sederhana atas perilaku orang modern yang mengatakan ga perlulah syariat-syariatan. bahwa siapa yang menanam kebaikan. Bagaimana jika ada orang yang udah shalat kemudian jadi tidak baik. Tentu sumpah serapah. yang penting berbuat baiknya. Buat apa juga shalat jika masih suka nipu. maka seluruh kebaikannya itu tidak bisa menyelamatkan dirinya. Yang penting berbuat baik. Sayangnya. atau minimal gerutuan dan kekeselan di hati. Maaf ya. Sedang manusia itu ada dosadosa lain. Maka. kebaikan terhadap karyawannya itu tidak bisa ia bawa mati. Ga ada tawar menawar. dua jempol dah kelakuannya. Dia hanya disebut orang yang berbuat baik. Termasuk dosa bila tidak bertuhan Allah. Tapi dia tidak shalat. Meskipun ia shalat. Di dunia dia dapat sunnatullah-nya. maka dia akan menuai kebaikan juga.

Gitu. atau pura-pura tidak tahu? Bahwa urusan shalat sangat terkait dengan urusan yang lain. para pramuniaga dan kasir dan karyawan-karyawan bawah yang terkunci gajinya hingga berbelas belas tahun. Dan mereka ini . Atau. persoalan yang penting.Sama dengan buat apa pake jilbab kalo kelakuannya konyol. *** Pengaruh Kepada Urusan Yang Lain Shalat amat terkait dengan lain-lain hal di kehidupan ini. Sesiapa yang shalatnya lempeng. dijamin. Insya Allah kita akan seminarkan hal ini di pertemuan kopi darat ya. sesungguhnya bukan disembunyikan. Tambah kesel lah lagi kita. Shalat. menjadi nampak ke wajah kita. ada yang disembunyikan oleh Allah. maka demikianlah yang memang bakal terjadi. Coba saja abaikan shalat. dan dia pun menemukan bahwa shalatnya memang berantakan. sangat berpengaruh di kehidupan kita. para pengusaha yang berjalan di tempat dan cenderung turun. Konklusinya jangan dibawa kepada pembenaran lebih baik berbuat baik saja. bisa jadi sebab mengabaikan soal shalat ini. lurus. kalau telat menyadari atau telat mengetahui. kemudian urusan kita yang lain. para kuli bangunan yang statis hidupnya. bila ada seseorang yang kemudian menemukan hidupnya berantakan. dengan kualitasnya. Para pegawai yang kehidupannya biasa-biasa saja. saya jawab. bahwa buat apanya iya. Bertambahtambah kekeselan kita. maka insya Allah hidup pun akan tertata. jadi berantakan. Loh. Ada yang ditampakkan ketidakberesan hidupnya. tapi orang tersebut tidak diberikan kemampuan untuk merasakan ketidakberesannya. atau minimal gerutuan dan kekeselan di hati. tidak menyadari. Coba aja buktikan. Banyak yang tidak tahu. Namun. Sesiapa yang shalatnya bagus. teramat besar kerugiannya. tapi shalat dan pakai jilbab itu juga penting. Coba perhatikan kalimat di atas: Akan bertambah sebal lagi. Benahi shalatnya. bener. bila persoalannya adalah persoalan yang berat. Sebab. hidup bakal berantakan. maka demikian jugalah hidupnya. maka bagus juga kehidupannya. Dan ini sama bahayanya dengan tidak mengetahui. Bahasa agama mah. Tentu sumpah serapah. andai gara-gara keterlambatan kawan kita ini.

Yang lain mencari solusi. Keluarlah kemudian nasihat yang kemudian saya populerkan. Dan beliau tahu saya buyutnya Kyai besar: KH. saya “ditugaskan” oleh hati dan pikiran saya untuk mencari Allah. Saya pun bahkan ditegur soal shalat sunnah ketika saya diketahui tidak rajin shalat sunnah (untuk tidak menyebut meninggalkan shalat sunnah). Ya. didapatlah saya shalatnya sering telat. adalah jawaban kebanyakan. telat itu sama saja dengan tidak mengenal Allah dan tidak mengistimewakan-Nya. insya Allah hidup akan jadi bener. “Benerin sajadah. Kira-kira saya menjawab. Lempengin sajadah. Setelah sekian tahun saya bergelut dengan kesusahan saya. Dan kelak ini akan berpengaruh pada Yusuf Mansur dewasa pasca masalah. salah satunya. Sebenernya. seperasaan saya. saya berkernyit juga awalnya ditanya tentang shalat. maupun shalat sunnah. insya Allah hidup akan lempeng. atau yang biasa disebut “amalan”. Sama dengan Abah Anom yang juga mengakui buyut saya ini sebagai guru pribadinya. Muhammad Mansur Jembatan Lima. banyak kyai. Sebab ketika beliau kejar dengan pertanyaanpertanyaan lanjutan. Indah. Lupain akhirat.terlambat mengetahuinya. namun tidak mengoreksi soal shalat tamu yang datang mengadu ini. “Shalatlah. shalat engga dibenahin. Tidak sedikit yang memberikan wirid dan zikir. tahun 2003 saya berkenalan dengan soal kerapihan shalat. Solusi dicari. mestinya makin tidak pantes shalat saya di bawah mutu. ntar dunia ngikut. Datang ke kyai mana saja. . Dan saat itu. Baginya. Bahkan di tahun ini saya mengenal istilah “mencari solusi di atas sajadah’. yang mengingatkan saya tentang shalat. Malah bahasa tepatnya: biasa telat. Biar gini-gini. dan itu dianggap sebagai “ikhtiar” juga. Mu’allim Syafii Hadzami almarhum. ini tidak menghalangi Mu’allim Syafii Hadzami bertanya: “Shalatnya bagaimana?” Singkat cerita. Rupanya jawaban ini tidak memuaskannya. jalan-jalan hidup dicari. oleh-olehnya senantiasa soal shalat. dan bagi kyai-kyai yang tinggi tauhidnya. sama shalat engga lupa. Saya pun termasuk yang telat menyadari perihal shalat ini berpengaruh pada masa depan saya. Beliau ulama betawi yang sangat masyhur. semakin saya keturunan kyai. saya malah “dipenjarakan” oleh pengetahuan yang saya dapat u/ berlama-lama di atas sajadah. tetap shalat”. banyak ulama. seakan hidup lagi di hati saya: “Benahin akhiratnya. Jawaban saya. Namun. Saya datang kepada beliau. Sepusing-pusingnya. Alhamdulillah. entah itu shalat wajib. Ketika yang lain mengatakan jangan hanya doa dan shalat. ntar dunia malah ga kebagian”. Namun saya tahun 2003 itu malah digedor tentang shalat terus. Tahun 2003. Kita sudah membahasnya sedikit di beberapa esai kemaren bagaimana rupanya bila kita telat shalatnya. ungkapan orang-orang tua dulu. Sebab beliau menjadikan buyut saya ini sebagai salah satu guru yang ditulis di dalam sejarah hidupnya. Masya Allah. Terbalik”.

katanya. Dia tidak tahu dia punya sayap. Ash-sholaatu mi’roojul mu’miniin. Tinggi-tinggi saya belajar. Burung yang ga terbang padahal burung sayap disebutnya burung bodoh. Karenanya saya kemudian membuat Kuliah Dasar yang membahas tentang shalat di satu kelompok esai khusus tentang shalat. sebab ga punya sayap. Namun. Terhadap shalat sunnah. Salah. kalau burung yang tidak terbang padahal dia tahu bahwa dia punya sayap? Kali ini saya tidak jawab. Yaitu lewat pintu shalat dulu. kudu ikut sama Rasulullah. Akhirnya ketika saya jatuh. Saya ditanya. burung apa yang punya sayap tapi ga terbang? Saya jawab. tapi kehidupannya ga berubah. Ada satu cerita yang saya geli bener dibuatnya. yang ditanya tentang shalat wajib dan diperiksa pula shalat-shalat sunnah saya. Sehingga wajar kemudian ada banyak orang yang shalat. perjalana tauhid buat saya. begitu kata ulama yang saya temui. Jauh-jauh saya belajar. tapi kalau kita tidak kerjakan maka tidak akan dapat dosa apa-apa. kenapa juga shalat saya ga bener. Insya Allah. Ga ditanya saya S2 di mana? Ga ditanya bagaimana manajemen bisnis saya? Ga ditanya. Seperasaan saya. Sebab pencariannya lewat pintu yang kali ini sudah benar. Yang ditanya. Sebab ga cukup kuat buat mengangkat derajatnya. Begitu.siapapun ga pantes shalatnya rusak. selama ini yang saya pelajari sebelumnya. tidak mi’raj. bila dikerjakan tanpa sunnah? Saya pun dihadapkan pada pemikiran lain berdasarkan firman Allah bahwa sesiapa yang mengaku mencintai Allah. Saking pentingnya. bagaimana shalatnya? Cukup itu sebagai indikator kejatuhan dan kejayaan kembali. Lalu bagaimana mungkin kemudian disebut mengikuti rasulullah bila kemudian tidak berusaha mengikuti sunnah-sunnahnya? Sehingga bagaimana mungkin juga disebut mencintai Allah jika kemudian kita tiada menegakkan sunnah-sunnah Rasul-Nya yang karenanya kemudian dianggap cinta kepada Allah itu belumlah sempurna. Udah tahu punya sayap. Saya ditanya lagi. Ternyata saya salah. Ga dipake itu shalat-shalat sunnah. ukurannya karena saya dibesarkan di lingkungan kyai. “Burung males”. . Tapi kemudian shalatnya tidak naik. burung onta. kalau kita kerjakan kita dapat pahala. shalat sunnah itu ibarat sayap burung bagi shalat wajib. kenapa dia tidak pakai buat terbang! Nah. susah. Saya lalu dihadapkan pada satu teori: bagaimana kalau disebut tidak menghidupkan sunnah? Bagaimana kalau disebut shalatnya tidak mi’raj? Tidak naik kepada Allah. di tahun 2003 itu saya berkenalan ulang dengan ayat-ayat dan haditshadits tentang shalat. Buku Mencari Tuhan Yang Hilang kemudian lebih membumi. Masya Allah. shalat itu mi’rajnya seseorang yang beriman. baru kemudian bercabang ke pintupintu yang lain. Maka di perjalanan berikutnya.

Sebelumnya saya guide. Ia menjawab. Lakukan ini 7hr ke depan dan kemudian balik lagi ke saya”. pelajaran ini sungguh sangat mendalam buat saya. Ya. Disebut bahwa anaknya ini udah kawin. segala sesuatu itu punya pintu. kelak. Terakhir mau saya katakan. Udah 32 tahun umurnya. Ada anak muda datang kepada saya. barangkali Allah berkenan datang secepat itu sebab ia juga punya ibu yang sayang dan perhatian. Saudara-saudaraku Peserta KuliahOnline. tentang orang-orang yang bersentuhan dengan urusan berkah dari perbaikan shalat. beliau seperti dihentakkan hatinya. Pertanyaan yang saya tanyakan adalah pertanyaan yang ditanyakan kepada saya dulu. sering saya sebut percuma kita belajar tauhid. Hidup saya pun meningkat. iya. ini juga sangat berpengaruh buat saya. Ustadz”. Subhaanallaah. akhirnya ya nyampe. Sudah disebut di esai terdahulu. tidaklah disebut . alias hanya selang satu hari. Ikutin kertas ini. Hari selasa. saya lebih senang menganjurkan perihal perbaikan shalat wajib dan penegakan shalat sunnah. Selanjutnya itu anak dan ibu bercerita masing-masing versinya. Ya udah. Dan seutamautama doa adalah yang dipanjatkan setelah shalat wajib. Ternyata beliau cerita. “Iya. he he he. Dan pintu pertama untuk mengenal Allah pertama kalinya adalah shalat. Ditenteng oleh ibunya. Melihat dandanan ibunya dan cara ibunya menenteng dia ke saya. “Bagaimana shalatnya?”. Semangat bertauhid adalah semangat memperbaiki shalat kita. Engkau Yang Maha Mengetahui Lintasan Hati Hamba saat bercerita ini). belajar yang lain-lain di KuliahOnline ini. hutang saya lunas. Beliau kira-kira datang senen. Sebab 3 tahun setelahnya saya memperbaiki shalat saya (Ya Allah. Saya sebut di atas. Padahal aslinya. saya bilang. kejar saya. Pintu apa? Pintu shalat. Dan sebelumnya saya tanya kepada dia sebelum saya tulis sesuatu itu. Dijawab oleh anak muda itu.berantakan. Kata anaknya. Besok kita bercerita-cerita ya. Ia mencari pekerjaan. bolehlah saya mengira bahwa ibu ini pasti mendoakan terus anaknya. Anaknya nolak disebut ga kerja. Di antaranya untuk soal konselingan. Dan jangan shalat kecuali berjamaah. tapi shalat kita belum kunjung kita perbaiki. Selama ini ia salah mencari. wa baabut taqorrub ilallaahi ash sholaah. bahwa tidak boleh dilihat ini kertas kecuali sampe rumah. Tapi ga kerja.Waba’du. Insya Allah. Jangan berjamaah kecuali sama sunnahsunnahnya. “Iya apa?”. Allah hadir dalam kehidupan saya. Anak muda itu barangkali tidak menduga kalau yang saya tulis hanya soal shalat. sambil berpesan bahwa lakukan apa yang ditulis di kertas ini. Dan kemudian rabu nya udah kembali padahal belum 7 hari. Khususnya di awal-awal perbaikan seseorang. tapi Allah tidak ia cari. dan pulanglah. sebab pintu-Nya sudah saya buka. ga sesuai dengan kuliahnya. Orang mengenal saya sebagai penganjur sedekah. Malah kadang saya suka iseng. Ia ubah haluan. likulli syai-in baabun. pas dah. Saya kemudian mengambil kertas dan menuliskan sesuatu di kertas itu. ia sudah mendapatkan pekerjaan. “Jangan tinggal shalat.

dan di sampel ”sedekah mengantarkan umrah”. saya lebih memilih menyebutnya ”berharap sama Allah”. Yakin dan percaya akan Janji-Janji Allah. yakin. Yakin dan percaya akan seruan Allah dan Rasul-Nya. serta doa. bila kemudian soal shalatnya rusak. yang saya ambil seadanya dari buku terbaru saya yang judulnya: ”an Introduction to THE MIRACLE”. Baiklah. Buat saya ini adalah soal Tauhid. saya selang dulu dengan esai tentang keikhlasan dan doa. Soal keyakinan. Yang lain menyebutnya ”tidak ikhlas”. Silahkan saja direnungkan. Yang lain menyebut ”tidak ikhlas”. soal kepercayaan. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Tidak Ikhlas? KDW0118 Seri-18 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Ikhlas? Di esai Bicara Tauhid Bicara Keyakinan. khususnya shalat kita. saya perhatikan kemudian muncul banyak pertanyaan dari Peserta KuliahOnline tentang ”Ikhlas tidak ya kalau kita bersedekah sebab mengharap imbalan?”. nurut sama Seruan Allah. Mudah-mudahan Allah senantiasa memperbaiki amaliyah harian kita. Esai ini seadanya memang saya ambil. saya lebih memilih menyebut ”saking percayanya sama Allah lalu saya melakukannya”. Mudah-mudahan bisa menjelaskan tentang perbedaan antara ikhlas. Dan yang lain menyebutnya sebagai pamrih atas ibadah-ibadah yang dilakukan karena dunia. saya lebih kepengen meyakininya sebagai sebuah keutamaan jalan sebab yang memberikan petunjuk .bagus tauhidnya. Sebenernya ini soal klasik yang sering ditanyakan oleh jamaah.

Insya Allah besok saya akan naikkan esai yang judulnya: ”Ibadah: Jalan Rizki Utama”. tapi sekalian nyuruh beli. kata Luqman. “Sedekah-sedekah saja.. Waba’du. “Ibadah-ibadah saja… jangan minta-minta sama Allah.” Orang-orang seperti ini nih yang saya bingungkan. Masa sih sedekah karena pengen sesuatu. . Insya Allah besok masih saya cuplikkan bahagian dari buku tersebut untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ”ikhlas atau tidak ketika kita beribadah lalu berharap imbalan?”. Tunggu dah besok ya. memangnya siapa yang mengatakan enggak boleh minta? (+) Ya orang-orang.” Atau. al-Baqarah: 186) Suatu hari Luqman “bingung”… “Kenapa ketika seseorang ibadah kepada Allah. jangan tahajjud sebab pengen minta ini minta itu sama Allah. malah lalu enggak boleh minta sama Allah?” (-) Loh. *** Tulisan Ini Bukan Memaksa Anda Meminta kepada Allah “… Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku.” “Tahajjud. Ini bukan promosi. he he he. tahajjud saja. (-) Orang yang mana? (+) Ya yang mengatakan. Salah tuh.. Selamat mengikuti esai-esai ini. saya terus mendorong kawan-kawan WebOnline untuk menyempurnakan BelanjaOnline agar peserta langsung bisa mendapatkan buku aslinya.adalah Yang Memiliki Dunia yang juga menyuruh kita beribadah.” (QS.

bagus-bagus saja. Apa ini bukan kerjaan setan? (-) Wah.” Iya’kan? Enggak berani? Sebab kalau berani membantah berarti tidak ikhlas? (-) Iya juga sih. jangan minta-minta sama Allah. Masa menyamakan mereka yang berpendapat seperti itu seperti setan? (+) Ya enggak sih. (+) Guru saya pernah bilang.. “ibadah-ibadah saja. (+) Gini. Kita enggak berani ngebantah perkataan. Gitu loh. enggak gitu sih. Tapi’kan begitu cara kerjanya setan. boleh enggak meminta sama Allah? (-) Boleh. kenapa kamu “menyerang” mereka-mereka itu? Bukannya mereka itu bagus? Dan mengajarkan kemurnian ibadah? (+) Ya. tapi di saat yang sama mengajarkan keburukan.(-) Loh.. sama dengan berdo’a. seseorang tidak diperbolehkannya meminta sama Allah. (+) Meminta itu berdo’a bukan? (-) Ya. terlalu jauh tuh. Halus banget. apakah masih bagus disebutnya? (-) Tapi siapa juga yang menyekat? Kan mengajarkan keikhlasan? (+) Apa coba sebutannya buat mereka yang melarang hamba-Nya meminta sama Allah? Apa bukan menyekat tuh? Memberi dinding antara seorang hamba dengan Allah? (-) Ya.. bila ada yang mengajarkan kebaikan. Tapi di sisi yang lain. . Tapi kalau mengajarkan keikhlasan sambil menyekat hamba-Nya dari Allah. Satu sisi mengajarkan perbuatan baik harus dilakukan dengan keikhlasan. (+) Enggak gitu gimana? (-) Ini’kan sekadar mengajarkan keikhlasan.. itulah setan? (-) Maksudnya? (+) Ya setan’kan masuk lewat pintu ilmu.

(+) Jadi... boleh nih berdo’a? (-) Ya, bolehlah... malah jadi ibadah. (+) Ok, malah jadi ibadah ya? (-) Ya... jadi ibadah. (+) Terus... boleh enggak seseorang yang tidak ibadah meminta sama Allah? (-) Maksudnya? (+) Boleh enggak seseorang yang tidak shalat misalnya, lalu dia berdo’a kepada Allah? (-) Boleh saja... berdo’a’kan tidak mempersyaratkan apa pun, kecuali sebagai akhlak. (+) Jadi, boleh nih, seorang preman misalnya, berdo’a kepada Allah? (-) Ya... boleh. (+) Walau dia tidak shalat? (-) Ya, boleh... meski dia tidak shalat, dia berhak berdo’a. (+) Lah, lalu kenapa orang yang menempuh jalan tahajjud, menempuh jalan sedekah, lalu jadi tidak boleh meminta? (-) Iya juga ya... kenapa jadi tidak boleh? (+) Situ sendiri’kan yang bilang... sedekah-sedekah saja, tahajjud-tahajjud saja, jangan minta-minta sama Allah? (-) Bener. (+) Padahal, mestinya kalimat yang benar itu begini... “tidak tahajjud saja boleh meminta, apalagi tahajjud. Tidak sedekah saja boleh meminta, apalagi bila bersedekah.” (-) Bener.

(+) Dari tadi bener-bener melulu? (-) Lah, memang bener. (+) Sekarang siapa yang bingung? (-) Ya enggak bingung... saya benar, situ benar. (+) Maksudnya? (-) Beribadah karena sesuatu’kan jadinya tidak ikhlas? (+) Yah, itu mah namanya kembali kepada pertanyaan semula. (-) Kembali bagaimana? (+) Yah, di depan’kan ditanya, boleh enggak meminta sama Allah tanpa ibadah? (-) Oh... dialog di depan tadi? (+) Ya iyalah... dialog yang tadi, masa harus balik lagi? (-) Jadi... gimana? (+) Ikhlas itu jangan dikaitkan dengan meminta. Bila seseorang meminta kepada Allah,

jangan dikatakan tidak ikhlas dong? (-) Lalu, mestinya dikatakan apa buat seseorang yang bersedekah lantaran dia susah? (+) Dikatakan kepadanya, “Dia menempuh jalan yang diberitahu Allah dan RasulNya.” (-) Oh... gitu ya? (+) Ya... begitu. Ketika Allah bilang bahwa Allah akan membantu yang mau membantu sesama, lalu ada seorang yang keluar dari rumahnya membantu orang lain karena dia kepengen kesusahannya dibantu Allah, Masa salah? Bukankah ini berarti dia mempraktikkan cara-cara Allah bila kepengen dibantu. Dan berarti dia dapat

pahala tersendiri, yaitu pahala menjawab seruan Allah, pahala nurut sama Allah, pahala percaya sama Allah. (-) Tapi’kan enggak bener dong. (+) Enggak bener pegimana? (-) Kok aneh ya, ibadah’kan harusnya murni, ikhlas? (+) Ya itu tadi... sebab pemahaman ikhlasnya kali yang salah. Mestinya ikhlas itu adalah tidak dikaitkan dengan do’a, dengan permintaan. Kasihan hamba-hambaNya Allah yang memang kepengen sesuatu dari Allah, dan Allah memang membuka pintu-Nya, dan murah memberi hadiah kepada hamba-Nya yang mau menegakkan ibadah. Lebih kasihan lagi kepada orang-orang yang tidak tahu bagaimana caranya merayu Allah. (-) Jadi, tetap disebut ikhlas nih, bila seseorang beribadah karena sesuatu? (+) Kalimatnya barangkali begini, orang itu punya tauhid yang bagus. Punya iman yang bagus. Karena percayanya dia sama cara yang dianjurkan Allah dan Rasul-Nya, lalu dia tempuh jalan itu. Gitu. Secara simpelnya, disebut tidak ikhlas itu kalau ia ngomongin dia punya amal ke kiri dan ke kanan dengan maksud riya atau sombong, sum’ah/berbangga diri. Kalau ke Allah mah namanya do’a, harapan, permintaan, munajat. (Iya juga ya... apalagi meminta itu’kan ibadah juga ya? ) (Nah... berarti kalau seseorang mau sedekah, dan ia punya permintaan, berarti ada dua ) ibadah?

(+) Betul... ibadah “sedekah” dan ibadah “meminta”. (-) Dapat dua pahala ya? (+) Ya... dapat dua keutamaan. (-) Paham saya sekarang. (+) Masa? (-) Iya.

(+) Lalu masih menyalahkan orang yang bersedekah lantaran proyeknya pengen lancar? (-) Masih. (+) Lah? (-) Ya iya... namanya juga bingung. (+) Ya sudah... bingung saja terus. (-) Ya soalnya memang tetap bingung. (+) Iya... enggak apa-apa. Kan enggak maksa supaya situ mau minta sama Allah. Jadi, ya enggak apa-apa bingung juga. Silahkan saja. Kalau saya mah enggak bingung. Bagi saya, saya percaya sama Allah. Percaya sama cara-cara-Nya Allah. Allah bilang, kalau mau begini, begitu. Kalau mau begitu, begini. Lalu saya ikuti itu. Ini namanya tunduk, patuh, dan taat. Sekali lagi, ini namanya keutamaan dari percaya sama Allah. *** Yah, namanya juga orang bingung. Luqman sendiri bingung. Anda enggak usah ikut bingung… he… he… he.... Yang jelas Luqman meyakini, banyak orang yang tidak berani minta sama Allah. Padahal Allah sendiri yang menyuruh meminta kepadaNya. Masa ketika seseorang meminta jadi salah? Iya enggak? (-) Iya. (+) Lah... kok ada jawaban lagi? (-) Tadi nanya? (+) Nanya apaan? (-) Tadi nanya... masa ketika seseorang meminta jadi salah? Iya enggak? Ya

(-) Wah. minta lagi yang lain. maka jadilah orang-orang yang senantiasa butuh sama Allah.saya jawab iya. maka jadilah orang-orang yang senantiasa butuh sama Allah. itu’kan kata situ.. Dikabulkan yang satu. Enggak apa-apa. (+) Wah.. supaya tetap terhubung dengan Allah.. kok kamu lagi? (-) He… he… he…. Salah satu caranya adalah dengan banyak meminta kepada Allah. Salah satu caranya adalah dengan banyak meminta kepada Allah. (+) Loh. situ diam saja ya.. Terus begitu. Luqman Hakim teringat . Ok. Tapi saya lagi nulis ini buat pembaca buku ini. saya diam saja.. (-) (+) Ya udah. enggak usah ya? jawab kalau saya enggak minta situ ngejawab.. Dikabulkan yang satu. minta lagi yang lain. Enggak apa-apa. sudahlah... silahkan. Enggak boleh ngomong ya? (+) Boleh. nanti jadi panjang lagi!? *** Minta Terus Jangan Ragu Allah suka dengan hamba-Nya yang banyak meminta. Terus begitu.. Jangan diganggu ya. Supaya tetap terhubung dengan Allah. Oke *** Kembali lagi dengan kalimat di awal.

Allah tidak akan pernah merasa keberatan dan tidak akan pernah merasa bosan bila ada hambaNya yang meminta dan meminta terus. “Pah. matanya bisa melihat. Memintalah. Bayi putri yang sehat. kepada Allah mah jangan takut meminta.. normal. Tapi mereka berdua tidak mau berhenti sampe di situ saja. Mestinya seseorang yang merasa perlu sama Allah tidak menghentikan ibadahnya. Allah senang bila hamba-Nya mau meminta pada-Nya. maka (jawablah).. mengingatkan. tidak menghentikan do’anya. ”Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku. apalagi jika Anda punya amal yang hebat. lahirlah anaknya dengan selamat. siang. Makanya kita harus terus berdo’a. maka Allah akan memenuhi apa yang kita minta. kaki dan tangannya bisa digerakkan normal.. kita belom aman loh? Wirda memang sudah lahir selamat. mestinya Luqman Hakim dan istrinya berhenti berdo’a jika mereka berdua memuaskan dirinya hanya sampai etape itu saja. iya’kan?” Luqman membenarkan. tapi’kan belum tahu apakah telinganya bisa mendengar. malam.proses kelahiran si Wirda. Berhentikah ia dan istrinya berdo’a? Iya. pagi. Istrinya Luqman memberitahu suaminya. Percayalah. dan cantik. melainkan dia terus-menerus memelihara ibadahnya dan terus-menerus berdo’a.. Boleh dibilang. ia dan istrinya berdo’a semoga anaknya ini lahir dengan selamat. Anda disayang sama Allah. Alhamdulillah. belum aman. Aku mengabulkan . bahwasanya Aku adalah dekat. mulutnya bisa bicara? Artinya.

tidak sedikit orang yang menyalahkan orang lain yang beribadah sebagai jalan ikhtiar mencari dunia-Nya Allah. terus meminta. “… Kamulah yang berkehendak kepada Allah…” (QS. Faathir: 15) Memintalah kepada Allah..? Sebuah Keutamaan Ibadah adalah salah satu ikhtiar mendapatkan dunia. agar mereka selalu berada dalam kebenaran. Di samping tentu menjadi sebuah wujud iman dan keyakinan kepada-Nya. mencari dunia dengan jalan beribadah adalah sebuah keutamaan. Yang tidak kalah pentingnya. Itu’kan . Mengapa demikian? Sebab bukankah mengikuti anjuran Allah dan Rasul-Nya adalah juga ibadah? Dunia adalah milik Allah.permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. ibadah juga bertambah.minta.. Dalam kehidupan sehari-hari. Sebab meminta itu adalah ibadah seorang hamba kepada Allah.. bagaimana ketika permintaan bertambah. mau meminta ridha dan perlindungan-Nya.. al-Baqarah : 186) Justru bila ada hamba-Nya yang tidak mau meminta. dan seterusnya. Luqman masih tertarik untuk membahas tentang “menempuh jalan ibadah sebagai sebuah keutamaan”. aneh. Tentu saja cakep buat dia apabila dia mau meminta ampunan Allah. Ketika Allah memerintahkan kita begini dan begitu ketika kita mencari dunia milik-Nya. Luqman Hakim lebih menyebutnya sebagai “sebuah keutamaan”. Pokoknya sama Allah mah minta.. maka ini menjadi sebuah ibadah yang sangat hebat. maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku. Khaliqnya. dan minta.. Ya.” (QS. mau meminta cinta dan kasih sayangnya Allah.

Bukan karena penuh pengharapan kepada-Nya. Ada ahli desain interior. Bila dilakukan terus-menerus akan membuat seseorang naik terus derajat dan kemuliaannya. Lalu. maka insya Allah kita akan mengubah tata letak rumah kita tersebut andai memang kita ada uang. berharap solusi dari-Nya. dan meminta (do’a) adalah juga ibadah. dan kemudian menyandarkan harapan hanya pada-Nya -sekali lagi... Ketika seorang dokter mengatakan. bukankah dia malah .. menjadikan kita seperti setengah-setengah beribadah. hanya pada-Nya-. Terhadap saran manusia. terhadap dokter saja. Dia berkunjung ke rumah kita. kita akan terbirit-birit mengiyakan. keyakinan kita bukan main hebatnya. Lalu memberikan advisnya tentang tata ruang yang lebih membuat sirkulasi udara rumah kita menjadi lebih bagus. apakah ini salah? Lebih utama mana dengan yang tidak mengerjakannya? Atau lebih utama mana dengan yang mengerjakannya tanpa berharap kepada-Nya? Apalagi kalau kita sepakat bahwa meminta kepada Allah pun merupakan ibadah tersendiri? Tahajjud ya ibadah. Atau malah jangan-jangan kepikiran terus untuk sesegera mungkin menjalankan advis sang desainer interior tersebut. Andai kita tidak ada uang pun kita akan mengusahakan setengah mati. dalam hitungan 24 jam!” Wah. ada seseorang yang melakukan tahajjud sebab percaya akan firman-firman Allah dan hadits-hadits Rasul seputar tahajjud ini. “Anda harus dioperasi segera. atas janji-janji-Nya sendiri. entah itu dunia-Nya. atau percaya. kita korbankan kendaraan kita untuk mendapatkan uang buat operasi. Saudaraku. kita bak… bik… buk… memikirkan dan mengikutinya. Macam gini. Allah menyebut bahwa jalan tahajjud akan membuat hidup seseorang berubah menjadi lebih baik lagi. terhadap nasihat manusia. kita tinggalkan rumah kita. Kalau perlu.sebutan betawinya nurut.. Mengapa terhadap nasihat Allah dan Rasul-Nya tidak kita ikuti? Apakah karena kita tidak percaya kepada Allah dan Rasul-Nya? Atau jangan-jangan kita terjebak kepada kesungkanan atau makna keikhlasan yang barangkali perlu dikoreksi? Sehingga ibadah kita tidak bertenaga? Tidak memiliki spirit? Sebab bisa jadi bayang-bayang tidak boleh beribadah karena meminta sesuatu dari Allah. pinjam sana pinjam sini. Maka bila seseorang melakukan tahajjud dan juga berdo’a kepada Allah.

dapat dua keutamaan? Terus lagi. Saudaraku. Rasul misal pernah bilang juga begini. bisa semuanya berangkat ke Baitullaah. Lahirlah kemudian bayi yang ke-empat. laki-laki. “Kalau mau dibantu Allah. di Baitullaah-Nya. Jam masih menunjukkan pukul 01-an dinihari. Tidak ketinggalan saya berdoa pula untuk Anda peserta KuliahOnline. nromal. istri saya “isi” lagi. sebab salah satunya doa-doa para jamaah semua kepada Allah. sambil muraja’ah juz ke-14 untuk ngimamin tarawih besok. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Ibadah. jangan minta-minta sama Allah. bantulah sesama. yang bisa sembuh. Barangkali sebab dipanggilnya abang. Kasihan orang yang butuh pertolongan Allah yang menempuh jalan ibadah dan jalan-jalan yang diseru-Nya. Abang Kun bangun. Di TVRI sedang berlangsung LIVE siaran Tarawih dari Mekkah.” Lalu. Kalimat bahwa beribadah sama Allah. saya juga berkesempatan berdoa agar semua kaum . sehat. Apakah ini salah? Tega bener kalo salah mah. saya berdoa agar anak-anak saya dan keluarga. alias hamil lagi. Subhaanallaah. Jalan Rezeki Utama Bekerja Dengan Allah. agar bisa menikmati bersimpuh di hadapan Allah. Bekerja Untuk Allah KDW0119 Seri-19 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Ibadah Tujuan Hidup Abang Kun bangun. ini menurut saya perlu dilakukan lagi penelitian mendalam. ayo! Beranilah meminta. Mohon do’a agar Allah memberikan bimbingan kebenaran dari-Nya. Ya Allah. beribadah saja. Namanya Muhammad Kun Syafi’i. harus ikhlas. seseorang yang menghendaki pertolongan Allah bergegas menyambut seruan ini untuk benar-benar berharap turunnya pertolongan Allah baginya. Kami memangginya Abang Kun. Anak saya yang ketiga. maka pas ia berumur empat bulan.

Perjalanan kita sudah menunjukkan bahwa melencengnya kita dari kehidupan kita membuat hidup kita semakin jauh dari Allah. Kosasih. Ingat-ingat tujuan kita diciptakan. Dan masya Allah. kami berdua menikmati bacaan ayat suci al Qur’an. Semoga berkenan dan bermanfaat. dipimpin oleh KH.muslimin berkesempatan menjadi tamunya Allah. Dalam keadaan TV mati. sudah membuat orang menjadi jauh dari yang namanya ibadah. lihat Mekkah yuk. Agar negeri ini mau tunduk dan ta’at kepada Allah. saya hidupkan. bawalah doa untuk negeri ini. Alunannya membuat saya rindu akan Baitullaah. Lihat yang pada tarawih malam hari ini di Masjidil Haram”. Panjatkanlah doa di sana agar pertolongan Allah segera hadir di kehidupan anak negeri di seluruh negeri. Abang Kun dibuatkan susu oleh Bu Yayuk. Sama dengan esai kemaren. Semuanya. saya cuplikkan tulisan ini. Selamat jalan jamaah umrah semua. Sebahagiaannya barangkali tidak termasuk yang saya sebut. Abang menunjuk-nunjuk dengan tangan mungilnya layar di TV. Abang terdiam dari nangisnya. Agar keridhaan Allah mengiringi seluruh ikhtiar negeri ini memperbaiki diri dan meningkatkan kesejahteraan dus keluar dari segala krisis. ya masyarakatnya. maka saya hadirkan esai ini melengkapi esai Kuliah Tauhid. Ya Allah. beginilah kenyataan orang zaman sekarang. dan melihat dengan mata tidak berkedip. Dalam rangka menyemangati kembali diri ini dan diri semua orang yang bisa saya semangati. Agar Allah juga berikan ampunan kepada seluruh keluarga besar negeri ini. esai ini saya cuplik seadanya juga dari buku The Miracle. berangkat shubuh ini. Hanya itu jalannya kalau negeri ini mau makmur kembali. Kebetulan pula. perbaiki ibadah bila hidup mau kembali benar. sebagai pusat dari semua langkah perbaikan diri dan perbaikan hidup. Saya masuk ke kamarnya Abang. Namun. yaitu untuk beribadah kepada Yang Kuasa. sesuai dengan janji saya. Segala urusan dunia sudah mengalahkan tujuan hidup di dunia itu sendiri. Lihat Ka’bah. ya ulamanya. saya bertanya apakah jamaah sekalian sudah menerima imel tentang penanaman pohon untuk penghijauan pondok? Bila sudah. Semoga Anda semua diberi Allah ganti ongkos umrah dan keletihan selama berumrah dengan kelezatan ibadah. Waba’du. ya pimpinannya. yang ke sekian. mudah-mudahan bisa . iman dan kembali dengan umrah yang mabrur. Selamat jalan jamaah umrahku. rombongan Umrah Ramadhan Wisatahati/Daarul Qur’an. dia bersorak ketika melihat langsung menara-menara Masjidil Haram. Ya. Alhamdulillah kalau begitu. Saya betul-betul menghendaki diri ini mau memperbaiki ibadah. dan jamaah umrah dari seluruh tanah air. Selamat jalan wahai jamaah umrahku. bahwa hari ini kita akan belajar tentang “Ibadah: Jalan Rizki Utama”. kesibukan dunia. dan saya katakan padanya: “Abang. saya usap punggungnya. Peserta KuliahOnline. Kelalaian dunia. dan mengambilnya. Saya gendong. ya habaaibnya.

*** IBADAH. Atas nama pribadi dan keluarga besar Pesantren Daarul Qur’an. Pohon apa saja. seukuran dagangan. Agar lingkungan kita. kembali ramah kepada kita. Tidak pernah terpikirkan atau jarang terpikirkan bahwa hasil usaha bisa DIPERBESAR lewat jalan ibadah.. Bekerja UNTUK Allah Memperluas Jalan Usaha Memperbesar Hasil Usaha Semula banyak orang berpikir bahwa hasil usaha dia adalah seukuran kerja.. seukuran usaha. JALAN REZEKI UTAMA Bekerja DENGAN Allah. saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. pohon-pohon yang sudah berdiameter besar. dan yang unik-unik. Dan lewat media KuliahOnline ini juga saya serukan agar peserta KuliahOnline berkenan melakukan penghijauan sebisa-bisanya di lingkungan masing-masing juga. Begitulah selama ini pikiran kita bekerja. seukuran proyek. alam kita. atau seukuran modalnya. Mudah-mudahan pepohonan yang ditanam ini bisa menjadi pelindung di hari tiada perlindungan kecuali perlindungan Allah. Amin. kelak di hari kiamat.punya rizki ya untuk menyediakan pepohonan yang dimaksud. Ok. berikut ini esai yang saya maksud. dan jalan usaha bisa DIPERLUAS lewat jalan ibadah! . Selamat mengikuti. Terutama pohon-pohon buah. Dan kalau bisa.

Entahlah. tapi membicarakannya hingga “menjadi sebuah metode”. barangkali iya. baik di praktik maupun di teori (menjadi metode) adalah sebab ada wacana bahwa “Ibadah itu harus ikhlas. atau saya yang “terlalu berani?” Padahal sebagai sebuah petunjuk. hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah. Tidak boleh beribadah karena dunia-Nya.Ya. Yakin. al-An’aam: 162) Kalau kalimatnya seperti di atas. “Katakanlah.. ibadahku. Tuhan semesta alam. Do'a. Maksudnya. Harus karena wajah-Nya semata”.” (QS. dan Harapan Memberi Spirit dalam Beribadah Wacana-wacana yang menjadikan “kekurangberanian” atau “kesungkanan” untuk meyakini keyakinan itu secara bulat.. tidak sedikit yang kurang berani. “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan. al-Baqarah: 185) Tentu saja termasuk “petunjuk” untuk mencari rezeki dari Yang Maha Memiliki segala perbendaharaan rezeki Ikhlas.” (QS. Al-Qur`an adalah petunjuk. siapa yang berani memberi kritik? Siapa yang berani mengoreksi? Dan siapa yang berani memberi catatan? Saya pun tidak akan berani. menjadi sebuah solusi yang “diataskertaskan”. banyak di antara kita yang tidak berani berpikir bahwa jalan ibadah bisa menambah dan memperluas rezeki. Apa pun yang kita lakukan tentu harus mengikhlaskan diri kita karena Allah . ’Sesungguhnya shalatku. iya yakin bahwa “jalan ibadah bisa menambah dan memperluas jalan rezeki”. bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang hak dan yang batil.

“Dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. harus percaya dan mengikutinya. tapi pada saat yang sama. Bagaimana kalau mereka secara cerdas. Nanti Allah akan buat apa-apa yang sulit. Bahwa dia menempuh jalan ibadah.semata. Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia.” (QS. percaya dan berkenan mengikuti dengan harapan agar benar-benar kesulitan kita dimudahkan Allah. yang menghidupkan dan mematikan. Jalan- . Harapan pun dia gantungkan semata hanya kepada Allah. Lalu Allah memberitahu bahwa kalau sedang disempitkan rezekinya. mereka tahu dengan ilmunya bahwa dengan beribadah. ’Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua. Tapi tunggu dulu! Orang-orang yang mencari dunia milik Allah lewat jalan ibadah pun tidak mesti juga serta merta dikatakan tidak ikhlas. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan. “memisahkan” antara keikhlasan dan do’a? “Memisahkan” antara keikhlasan dengan harapan? Artinya ketika mereka menjalankan. kita-kita yang sedang diberi nikmat kesulitan. mereka beribadah sepenuh hati kepada Allah. “Katakanlah. yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi. supaya kamu mendapat petunjuk. sebab karena Allah dan Rasul-Nya memberi petunjuk demikian. dunia akan Allah dekatkan. maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya. ath-Thalaaq: 7) Lalu. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. al-A’raaf: 158) Contoh salah satu bentuk ibadah adalah sedekah. bersedekahlah. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekadar apa yang Allah berikan kepadanya. jadi mudah.” (QS. Karenanya.

yaitu tinggal mengikuti saja petunjukpetunjuk di dalam Al-Qur`an. lalu kita melakukannya”. bukankah ia menjadi sebuah ibadah tersendiri? Malah ibadah ini begitu indah dan memberi semangat dalam nilai. kita mengesakan Allah. alias kita bersedekah. ketika ada yang percaya kemudian menjalankan dan merasakannya. percaya pada seruan dan petunjuk Allah. maka kita pun berharap agar Allah benar-benar memenuhi janji-Nya. salahkah juga bila ia bercerita ini kepada kawan-kawannya. atau hal-hal lainnya. kita turuti betul. Kita melakukan karena kita yakin pada Allah dan kita mengetahui itu. Sebab cara ini dan petunjuk ini datangnya dari Allah. Kita melakukan karena kita percaya pada-Nya. Gampang! Entah dalam mencari rezeki. Lalu. Iman dan tauhid yang kemudian berbuah amal shaleh Bahkan menurut pendapat saya. Dan ketika manusia menjalankan petunjuk Allah. Maka. Dan karena harapan adalah hanya dengan berharap kepada-Nya.Nya yaitu jalan sedekah. atau melepas kesulitan. setelah kita tunaikan sedekah. apakah setelah dikembangkan menjadi paragraf di atas masih terjadi benturan? Saya pikir ini adalah sesuatu yang berbeda. “saking percayanya sama petunjuk Allah. pemilik segala kemudahan. kepada sekitarnya? Bahwa bersedekahlah jika ingin dicabut segala kesulitannya? Lalu salahkah dia bila dia . Saya lebih kepengen menyebutnya dengan “inilah iman”. Salahkah kita? Apakah kita disebut tidak ikhlas hanya karena beribadah karena berharap akan kebenaran janji-Nya? Salahkah bila kita percaya sama omongan-Nya? Sama “iming-iming-Nya?” Salahkah juga kalau kita kemudian bersedekah karena kepengen diberikan kemudahan atau karena kesulitan kita kepengen dihapus-Nya? Sedang ini adalah firman-Nya? Nampaknya tega betul bila disebut tidak ikhlas. Saya lebih suka menyebutnya. Lalu iman kita bekerja dengan kekuatan penuh. Sesuatu yang malah harus dikupas dan ditelaah lebih jauh lagi. Ibadah yang tumbuh atas dasar keyakinan kepada apa yang digariskan Allah. inilah bahkan CARA TERCERDAS dan TERHEBAT sepanjang sejarah cara-cara yang dikerjakan manusia. Dan “inilah tauhid”.

000 atau Rp. Orang ini tetap bersyukur kepada Allah. Ketika ia dibayarin. bersyukur bukan bersyukur karena ilmunya.? Langkah dan Hasil Kebetulan dan Metode Supaya gampangnya saya berikan contoh. hikmah dan pengalaman. 10. Setelah shalat Jum’at dia makan di warung dekat masjid. Jadi. sama-sama Rp. Bedanya ada! Yakni di peningkatan amaliyah kemudiannya. kita bikin sampel yang berbeda. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut . 10. Sama peristiwanya. Tapi orang ini bersyukur biasa. dan dirasakan oleh banyak orang. Ketika akan bayar. Betapapun. kelak ia akan mengubah jumlahnya. Sebut saja ada yang bersedekah Rp. tidak bertambah imannya. atau minimal mengistiqamahkan ibadahnya. ia kemudian tambah menyadari dan tambah meyakini kebenaran janji Allah. Terus. ini di mata dia. bersedekahlah? Kalau menjadi metode. Juga lebih mudah diserap dan masuk menjadi pemahaman bagi orang banyak. Setelah sedekah. Jumlahnya katakanlah mendekati Rp. ada yang bayarin makanannya. 1000. Ada seorang yang bersedekah Rp. bukan kebetulan. 1000 di satu shalat Jum’at. Dan mestinya. dia kemudian makan dan ada yang bayarin. pengalamannya. dicontoh. Tapi yang satu ini memahami satu hal. maka kebodohanlah baginya. sebagai sebuah metode? Bahwa kalau mau keluar dari masalah. Kalau tidak. makanannya dibayarin orang. Ia bersedekah yang sama. success story lebih mudah masuk ke hati dan pikiran orang.menjadikan pengetahuannya. Sudah Allah berikan ilmu. 1000. 1000 di waktu shalat Jum’at. Berbeda dengan orang yang satu. yakni bahwa Allah telah menjanjikan bayaran 10 kali lipat bagi mereka yang mau bersedekah. Tapi orang ini tidak menyadari dengan ilmunya bahwa peristiwa ini ada kaitannya dengan sedekahnya yang Rp.000. maka bisa dengan mudah diikuti.

bila dijalankan dengan sungguh-sungguh. Berupaya Mencari Sesuatu di Balik Kisah Buku yang ada di tangan saudara ini adalah buku yang sederhana. Dia hanya mencuplik satu dua kisah saja yang biasa ditemui di keseharian. dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. Buat seorang yang tidak berilmu. Buku ini hanya memberi bobot penggalian kisah-kisah tersebut dan menyuguhkan kepada pembaca. Kemudian bergerak untuk mengamalkan. Seseorang cenderung tidak mengulangi. Ketika terbukti. Artinya. yang menganggap hal tersebut adalah bukan kebetulan. bertambahtambah. seseorang akan naik terus derajatnya. Pengertiannya. atau sebaliknya. bahkan akan menjadi lebih hebat . tidak istiqamah. dianggap sebuah kebetulan yang sifatnya “normatif”. Inilah saya sebut sayang bila tidak dimetodekan. barangkali dianggap sebuah kebetulan. tanpa perlu Korelasi Gerakan Akhirnya. bertambah-tambah pembuktian pun sudah beriman. al-Anfaal: 2) Ketika ilmu masuk. kebetulan saja bila ia dibayari orang makan siangnya. banyak kejadian yang sebenarnya punya korelasi antara hasil dengan langkah. Beda dengan yang berilmu. Padahal. maka subhanallah.” (QS. dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya). bahwa ternyata di balik kisah itu ada sebuah metode yang kalau diikuti dia akan berulang kejadiannya.nama Allah gemetarlah hati mereka. Ini bolehlah disebut bergetar. Dan ini pun semua terjadi atas ridha dan izin-Nya. ia memahami. imannya. langkah dengan hasil. bukan karena ia bersedekah ketika shalat Jum’at. karena ya itu tadi. Bahkan. ada yang mengalaminya. Alias sebenarnya bagi seorang Mukmin. yang namanya sistem. maka ia akan membentuk ketetapan hasil yang akan cenderung baku. Seperti di atas tadi.

Namun dia hanya memiliki dunia-Nya. Yakni tadi. Tapi manusia senangnya memilih cara yang repot. Allah menyebut kunci segala kunci bagi manusia itu adalah dengan beribadah kepada-Nya. ibadah. Tentu dengan memperluas seluas-luasnya cakupan ibadah yang dimaksud sebagai seluruh gerakan. Itu bisa ditempuh dengan satu ayunan langkah. tapi di tangan orang-orang yang tidak rajin beribadah. Tapi apa boleh buat. Bila nampak dunia yang bagus. lewat jalan ibadah. tidak memiliki diri dan keridhaan-Nya. Padahal Allah tentu yang paling tahu tentang kunci-kunci perbendaharaan rezeki-Nya.? . Ibadah biasa saja. dalam urusan mencari rezeki. Kiranya itulah kebaikan dari Allah. Namun bila ibadah buruk. memberikan cara yang mudah bagi manusia. barangkali sebab ilmu dunia dan usaha orang itu sendiri. maka kehidupan pun akan menjadi lebih baik lagi. shalat malam. maka kehidupan buruk yang akan terhidang. mencari dunia-Nya. memberi makan anak yatim.lagi hasilnya bila bobot amaliyahnya ditambah kualitas dan kuantitasnya. rasa dan pikiran seorang hamba kepada Sang Khaliq. hidup pun akan biasa saja. Allah memberikan cara yang gampang bagi manusia. Bila ibadah diperbaiki. cara yang sukar. Mencari Rezeki Cara Mudah Mencari Rezeki Cara Repot Saudaraku. Tidak ada istimewanya bagi yang tidak mengistimewakan Allah. Alangkah cantiknya bila seseorang memiliki dunia dan juga memiliki Allah sebagai Pemilik dunia. menyenangkan hati yang berduka adalah “hanya sekian” dari apa yang disebut sebagai ibadah. hasil tenaga dan pikirannya. Sedekah. jangan buru-buru silau. ketiadaan ilmu yang barangkali membuat seseorang tidak mengetahui bahwa dia bisa punya energi dan kemampuan yang akan melipatgandakan hasil keringatnya.

Jalan ibadah adalah jalan yang berproses. di pertemuan bisnis ini dan itu. karena ia adalah kerjaan yang membutuhkan kesediaan waktu. di belanja keperluan usaha. Semuanya memiliki rentetan proses yang saling kait mengkait. anjuran memberi makan anak yatim dan atau menanggung sebanyakbanyaknya anak asuh. jangan-jangan yang jam utama adalah ibadah. Jalan ibadah pun bukan jalan sim salabim. masih di lembar muqaddimah buku ini. Contoh. SESUNGGUHNYA TIDAK ADA YANG INSTAN. . shalat malam. saya ingin memberikan satu garis yang jelas bahwa sungguh pun nanti ada pengisahanpengisahan yang sepertinya instan. adalah segala urusan dunia. di setiap tahapan ibadah menjadi sebuah kegiatan yang berpahala dan mempunyai kebaikan dunia akhirat. Jam kerja/usaha ikhtiar buminya adalah ketika kerja dan usaha itu sendiri. Di dalam pengantar ini. di rapat ini rapat itu. bahkan sejak seseorang baru saja berniat untuk melakukan ibadah. Dan yang jam tambahan. Karenanya. Malah nanti akan dipaparkan. di kantor. Bekerja dengan Allah Bekerja untuk Allah Jadi. di warung. energi.Tidak Ada yang Sim Salabim Jam Ibadah = Jam Kerja Ikhtiar = Ibadah Ibadah = Ikhtiar Tidak ada yang sim salabim. ya ketika kita duduk bersama anak yatim dan mencari anak asuh tersebut. Dilihat dari keharusan melakukan ikhtiar yang di luar ikhtiar buminya. Tidak ada yang sim salabim abrakadabra. Sedangkan “jam tambahannya”. ibadah adalah sebuah sebuah ikhtiar juga. ya di di toko. atau lainnya. biaya. baik ketika memberi makan anak yatim. dan lain sebagainya. harus kita lihat sebagai “jam kerja” tambahan juga.

Contoh lainnya adalah sepasang suami istri sahabat saya. Dia merasa ada yang aneh. Lagi bangun ya mengerjakan. Karena judulnya bekerja dan berusaha untuk Allah. Allah menghitungnya sebagai ibadah. ya besarnya berbeda dengan bayaran hasil keringatnya sendiri. Lihat saja bayaran Allah untuk “pekerjaan” yang satu ini. Dia punya . maka baginya lebih baik pahalanya (kebaikannya) di sisi Allah daripada dunia dengan segala isinya. sekarang kita coba ambil contoh lain lagi. menjadi pelayan-Nya. Subhanallah. Padahal.Inilah yang disebut bekerja dengan Allah dan untuk Allah. hitung-hitung pemanasan sebelum mukaddimah yang sesungguhnya dari buku ini. Pengalaman yang Menjadi Ilmu Ilmu yang Menjadi Metode/Sistem Berikut ini adalah contoh lainnya lagi. Dan ini juga pekerjaan. Kalau di bait-bait di atas contohnya adalah sedekah. Haji Doni dan Hajjah Dian. Mengapa bisa beda?! Sebab si karyawan bekerja di siang harinya dia bekerja untuk manusia. Ibadah’kan artinya menghamba sama Allah. Sedang di waktu malam. tidak bangun. ya ada bayarannya. yaitu shalat Malam. Ya. Untuk bisa shalat Malam kita harus lembur mengorbankan waktu kita meski hanya sekadar dua rakaat. Sebab. siapa yang shalat dua rakaat di tengah malam. tidak mengerjakan. Malah tidak sedikit yang menganggap “pekerjaan” tahajjud sebagai pekerjaan yang nambah beban keletihan setelah sepanjang hari bekerja. Makanya. “sekadar” dua rakaat saja shalat Tahajjud. Siapa yang bayar? Ya Allah! Dan karena bayarannya dari Allah. dia shalat Malam. saya menyebut dua rakaat itu sebagai “lembur”. Yah. pekerjaan tahajjud. khairun minaddunyaa wa maa fiihaa. kan kita menganggap shalat Malam sebagai pekerjaan sambilan. karena kerjanya sama Allah. maka bayarannya subhanallah pasti lebih besar daripada kerja sama manusia. Menjadi ‘abid-Nya. ternyata bayarannya jauh lebih besar daripada seorang karyawan bekerja seharian penuh.

Proyek-proyek yang bersih. Nah. Tapi siapa sangka bila kemudian dia menyadari bahwa pekerjaan mulai ramai. Pokoknya melakukan. Film yang kelak ditonton lebih dari 5 juta penonton ini dengan mudah dibesut oleh kawan saya ini. Akhirnya dia sadar.pekerjaan. Kini. sepi. Sebab dia emang melakukan dengan tidak berlatar belakang “ilmu”. Dia betul-betul mengaku berkah menjalani “pekerjaan sambilannya” itu. Dia berusaha teguh tidak meninggalkan “pekerjaan isengnya”. bukan sambilan lagi. Dari maghrib sampe isya. Lalu “iseng” mengumpulkan anak yatim saban malam Jumat. tapi berbagi metode. diikuti. Ini bukan saja berbagi ilmu dan pengalaman. Kawan saya inilah yang kelak memproduksi film layar lebar KUN FAYAKUUN. Maaf disebut iseng. dan dirasakan manfaatnya. clear & clean mulai berdatangan. Belum lagi lahir order-order iklan PSA (Iklan Layanan Masyarakat) dari banyak perusahaan dan departemen. bahkan metode ini dia “pasarkan” kepada kawan-kawannya yang lain untuk samasama dipercayai. berbagi sistem. Ibadah = Pekerjaan? MPA (Manajemen Perusahaan Allah) . ini’kan pengalaman yang berbuah menjadi ilmu! Hebatnya kawan saya itu kemudian menjadikannya metode. Keduanya menganggap inilah hasil ikhtiar ibadahnya. Makananan yang disediakan buat anak-anak yatim itu pun berubah menjadi lebih terencana dengan menu yang semakin baik. Haji Doni dan Hajjah Dian. berikut pemasangan iklan-iklannya di TV. tentang bagaimana membuka jalan rezeki lebih banyak dan lebih besar namun tetap di jalan-Nya yang benar dan lurus. Film yang menginspirasikan banyak orang di Indonesia tentang kekuasaan dan kebesaran Allah. Dia jalankan terus sepenuh hati dan dengan keyakinan yang bertambah. bahwa duduknya bersama anak-anak yatim itulah yang sudah menjadi pembuka jalan. Sebab sekarang sudah dia jadikan pekerjaan utama.

dan menyenangkan mereka semua. Perjalanannya sebenarnya lebih panjang dari “sekadar” 1 jam itu. sudah seperti mengelola “MPA (Manajemen Perusahaan Allah)”. dsb. Seakanakan orang-orang rumahnya ada yang dia angkat sebagai manajer. Benarkah dia cuma bekerja 1 jam? Dari maghrib sampe isya saja di setiap malam Jumat? Enggak juga. melainkan sedikit bercengkrama. Dia’kan harus belanja. produksi (masak). Apalagi’kan untuk bisa sedekah. yaitu membahagiakan anak-anak yatim. duduk bersama. stok (gudang). Bekerja dengan Allah dan untuk Allah. Inilah juga yang disebut ibadah.Sekarang kita lihat Haji Doni dan Hajjah Dian. sebagai pengelola keuangan. Belum lagi merapikan karpetnya. Khairurraziqin. Masya Allah! Insya Allah akan coba dibahas juga di buku ini tentang ayat-ayat terakhir surah alJumu’ah yang membahas pengajaran tentang ibadah yang terkait dengan terbukanya pintu rezeki yang pengajaran ini berasal dari Allah. mengumpulkan. Istilahnya. dari mana Haji Doni dan Hajjah Dian punya duit buat sedekah? Ya dari pekerjaan dan usahanya. ruang TV yang terpakai oleh anak-anak yatim itu. inilah pekerjaan. Ini saja. Seseorang harus bekerja dan berusaha. Saban malam Jumat beliau berdua mencari anak-anak yatim. sebagai bagian purchasing (pembelian). anak-anak pun tidak langsung bubar. sebaik-baik . Iya’kan? Lalu berjuangnya dia mengosongkan waktu ashar di hari Kamis supaya sampai di rumah sebelum maghrib pun harus dilihat sebagai “jam kerjanya” juga buat Allah. manusia mau menyisihkan waktunya untuk diri-Nya. menyapu dan mengepel lantainya. Ini pun masuk dalam hitungan waktu bekerja dengan dan untuk Allah. merapikan piring dan gelasnya. Benarkah ini bukan pekerjaan? Saudaraku. dan mengembalikan ruang tamu. Dia delegasikan tugas-tugas belanja dan masak ke orang rumahnya/ke pembantunya. Inilah yang Allah suka. Begitu selesai isya.

berkahnya dirasakan juga oleh bangsa lain di negara yang lain. Ini yang saya yakini! Malah. shalat bersama anak yatim. saya menyebutnya bukan tambahan rezeki. menyediakan pakaiannya. seluruh rangkaian mata rantai ekonomi terbangun dan hidup pula. pesawat Garuda dan seluruh keluarga besar karyawannya. Ekonomi Hidup Saudaraku. Indonesia misalnya. . mau menambah jalan ibadah.Pemberi rezeki. bisnis hotel. yaitu pasar di sekitar Masjidil Haram di Makkah dan pasar di sekitar Masjid Nabawi di Madinah. dan sebagainya. bisnis ini dan itu. produsen bahan pakaian dan aksesori umrah dan haji. dan juga berkenan untuk mengistiqamahkannya. mengapa pula ia bisa membuat kita menjadi berkah? Sebab ada mata rantai ekonomi yang terjadi dalam satu praktik ibadah. memberi makan anak yatim. Mengapa demikian? Sebab masjidnya hidup juga 24 jam. Sebut saja barusan tadi. saya ulangi kembali kalimat di awal tulisan pengantar ini. Jaringan hotel yang menjadi penginapan transit jamaah. transportasi bus yang mengangkut jamaah dan pengiringnya ke bandara. bisnis pakaian. banyak sekali mata rantai ekonomi yang terbangun dengan sendirinya. produsen bensin. dan masih banyak lagi. Dalam mengerjakan suatu ibadah. selalu ada saja jalan tambahan rezeki yang membuat seorang manusia yang rajin ibadah. katering lokal. Bahkan. wah. bisnis katering. tapi jalan rezeki utama. bisnis maskapai penerbangan. Dua-duanya hidup 24 jam. menggunakan jasa transportasi untuk ke pasar dan untuk mengangkut anakanak yatimnya. Berkah dah! Masjidil Haram & Masjid Nabawi Tidak aneh bila kita lihat bahwa di dunia ini ada dua pasar yang tidak ada matinya. membeli makanan. Masjidil Haram dan Masjid Nabawi adalah dua masjid yang tidak ada matinya. Jalan Rezeki Utama Ibadah Hidup. Hidup terus! Karenanya. bersedekah.

dhuha. tapi insya Allah saya . Di dalam buku ini dilampirkan sedikit kumpulan tulisan saya yang pernah dimuat di majalah Gatra & di website www. tapi bicara tentang hal-hal yang kerap dianggap kecil seperti sedekah. Dan belum bicara tentang maslahat yang lebih besar kepada orang yang lebih banyak lagi. Apalah lagi kalau si manusianya.Subhanallah. Maha Suci Allah yang bila sudah menggariskan sesuatu. ibadah.com. maka dengan senang hati saya menerimanya. Apa yang dinukil di buku ini adalah sesuatu yang sangat kecil. tidak apa-apa. dan ibadah. Selamat Menikmati “The Miracle” Demikianlah pengajaran yang mudah-mudahan berguna buat diri saya dan buat diri orang yang mau memahami pentingnya ibadah. baca Al-Qur`an. kesan pesan terhadap saya barangkali. Maka Allah betul-betul akan “membayar” kita dengan ridha dan keberkahan dari-Nya. terlebih lagi untuk hamba-hamba-Nya. Allah menyediakan dunia-Nya untuk manusia ciptaan-Nya.. bahkan ia berbicara tentang ibadah-ibadah yang bukan ibadah secara makro... yang semuanya juga adalah ibadah yang menguak kebesaran Allah dan kehebatan ciptaanNya. mau menjadikan segala sesuatu yang kita kerjakan sebagai jalan-jalan ibadah kepada-Nya.wisatahati. maka itu adalah penuh dengan kemaslahatan. kita maksudnya. tahajjud. masa kemudian kita yang beribadah jadi kalah terang segalagalanya daripada yang tidak beribadah? Pasti ada yang salah jika demikian. pendapat. Atau sekadar saran. layangkan saja e-mail ke saya. melengkapi pembahasan yang jauh dari sempurna ini.. mengasihi orang miskin. memberi makan anak yatim. misalnya lewat jalur penelitian dan pengembangan penemuan teknologi ini dan itu. Meski saya jarang berkesempatan membalas langsung. unek-unek. dsb. Apa saja yang dipandang perlu untuk dikritisi oleh pembaca semua jangan segan-segan layangkan imel ke saya atau ke web admin.

jadilah orang-orang yang terdepan dalam dunia dan akhirat. Ga apa-apa kita mencari dunia. ga boleh timpang salah satunya. Begitu ada. Entahlah. Ok. bertambah-tambah takutnya sama Allah. berubah. Berubah sombong. Selamat menikmati The Miracle. dan kelewat sibuk sampe lupa sama Allah ‘azza wa jalla. mudah-mudahan selingan esai-esai di 2 kuliah kemaren. bertambah tawadhu’. kebanyakan manusia tidak punya tauhid yang bagus. asal kita ga melupakan Allah. Tentu saja kita kepengen seperti yang disebut terakhir ini. Punya dunia. tetap saleh. saya pun mengamini agar diri kita siap saja dulu. tapi bertambah-tambah kebaikannya. menjadi muslim yang kuat. Pas ga ada dunia di kakinya. berubah “nafsi-nafsi”/hidup sendiri-sendiri. Daripada kemudian berubah menjadi liar setelah memegang dunia. Namun segitunya saya berprinsip ini. lebih disukai Allah ketimbang muslim yang kemudian menjadi beban bagi orang lain dan minim manfaat gara-gara ketidakberdayaan SDM dan ekonominya.baca. sangat fair Allah mengajarkan kita tentang dunia-Nya. Punya dunia. bukan dikendalikan dunia. Sementara itu. berubah lalai. dia nangisnangis minta sama Allah. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Pentingkah Dunia? KDW0120 Seri-20 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Pentingkah Dunia? Banyak sekali perumpamaan tentang dunia di dalam al Qur’an. yang berhasil. Allah dilupakan. saya yang muda ini masih menganggap. Bagi saya. Berikut ini kita lanjutkan esai-esai yang masih berkelanjutan dengan soal-soal tauhid yang dilekatkan/dikaitkan dengan shalat. tidak sedikit juga yang kemudian tetap selamet dan menjadikan “memiliki” dunia sebagai keutamaan yang menambah iman dan kesalehan. Begitu punya harta. ini juga persiapan memegang dunia tapi mengendalikannya. Punya dunia. Betapapun. Sayang. sudah cukup menjawab beberapa pertanyaan yang dialamatkan ke saya. Malah bertambah saleh. yang banyak manfaatnya. Punya dunia. . Ada yang luruslurus saja ketika ga megang harta. Hebatnya.

setelah dapat jawabannya. Kemudian. Malah kayaknya dialog di atas terjadi di antara dua sahabat di mana salah satunya adalah pengusaha soleh yang sukses. *** Peserta KuliahOnline. saya ajukan lagi pertanyaanpertanyaan lainnya. yang kemudian kami sama-sama merenung jadinya. (+) Sudah berapa cabang sekarang ini…? (-) Baru empat cabang. Tidak nampak di antaranya ada penyakit. (+) Barusan shalat jam berapa? (-) Zuhur? (+) Ya. Apalagi dengan posisi saya yang katanya “ustadz”. (-) Iya. ataukah justru azab?) (-) Alhamdulillah. Benarkah demikian? Belum tentu. sepintas tidak ada masalah ya dengan dialog di atas. subhaanallaah… Alhamdulillah. saya ga tinggal. (-) Oh. kelak yang akan membuka tabir apakah sesungguhnya yang sedang terjadi. Setidaknya dilihat dari jawaban-jawabannya yang banyak mengucapkan puji-pujian kepada Allah. Sama beberapa peserta rapat. shalat mah walau telat. Benarkah kemajuannya itu nikmat. (+) Wah. Saya jadi lumayan sibuk muter antar-cabang. Zuhur. (+) Shalatnya bagaimana…? (Kebetulan saya yang nanya. Maka jawaban yang jujur yang didapat dari dia. jadi orang kebanyakan ga tersinggung. Subhaanallah dan alhamdulillaah. Kebetulan hari ini ada meeting . zuhur malah saya berjamaah.*** Tidak Sadar (+) Tambah sibuk ya…? (-) Alhamdulillah… Begitulah. Maka pertanyaan itu adalah pertanyaan yang dianggap wajar oleh kebanyakan orang. subhaanallaah ya. Saya sering memancing dengan kalimat pertanyaan tersebut ke kawan-kawan.

Tapi shalat tepat waktu juga. Kan masing-masing juga punya jadual kesibukan masing-masing. iya kan? Kadang saya perpindahan meeting ke meeting. Tapi sampe di sini. Benarkah baik-baik saja? Ya. jalan-jalan sama anak2? (-) Sesekali Ustadz. jadual klub lah. “Hanya”. Kan suasana Jakarta juga subhaanallaah. Yah. (+) Jam berapa? (-) Jam 1-an. Yang penting kan shalatnya ya ustadz. (+) Iya. (+) Tiap hari pulang jam berapa? (-) Normal aja. Saya sendiri pun kadang supervisi ke cabang-cabang saya lakukan dalam sabtu minggu. baik-baik saja. Istri saya sekarang punya usaha. Merasa baik-baik saja. kami baik-baik saja Ustadz. Anak-anak pun ada jadual sekolah lah. terusin saja bacanya. kondisi shalat di jam-jam 1-an itu sering? (-) Iyalah Ustadz. dia ini “tetap berjamaah”. jadual ini itu. Jam-jam 10-an saya udah di rumah. Kayak apa macetnya. berjamaahnya ini kita lihat jam berapa? Sehingga buat saya. (+) Koq sesekali? (-) iyalah Ustadz. keluarga gimana? (-) Alhamdulillah. Habis makan siang. (lihat. Terusin saja ngikuti esai KuliahOnline ini. (+) Sabtu Minggu. penting. (+) Ooohhh… (-) Kenapa emangnya…? (+) Sering begini…? (-) Maksudnya…? (+) Shalat itu kan lebih baik di awal waktu. banyak yang merasa fine-fine aja. Tapi alhamdulillah. . Terus. Ustadz. Sebenernya ini udah tanda-tanda. kayak yang lain dah. Pembaca yang dirahmati Allah. susah juga untuk shalat tepat waktu. Nah. ini menjadi berjamaah shalat tidak tepat waktu).markom. Macetnya kan ustadz tahu sendiri. sama peserta rapat.

para suami. kemanisan. Tidak sedikit. (Masih untung kalo tetap beribadah. Satu ke Barat. meskipun kualitas ibadahnya harus dipertanyakan dengan jawaban kejujuran. merasakan aroma wangi rambutnya yang habis keramas untuk kita? Betapa hebatnya kita merasakan dulu manisnya bicara berdua sambil ngopi. keasinan. Sarapan. seberapa banyak yang kita bakal makan dan nikmati? Tanya para istri. mereka tidak lagi semangat mandi dan pakai wewangian. seakan-akan tidak masalah dengan berjamaah di jam 1. berkomunikasi dengan cara ini pun menjadi sebuah rutinitas yang disebeli sebenernya. namun menjadi sebuah ritual yang tetap harus dijalankan. coba saja dirasakan. Beda. Sampe kemudian buka usaha sendiri. Ini fakta. buat siapa lagi mereka bersih. para suami kemudian memberikan kesempatan pada istrinya untuk mengambil kesibukan lain. Atau pun kalau tidak. Atau sekedar ber-3G ria. sudah jarang. Sebab suaminya entah ada di mana. belanja dari mall-ke mall. Wuih. Keaseman. Dalam hubungan suami istri. Hanya ada laporan sms demi sms saja. Masya . Tapi bagi saya. para suami. di kantor masing-masing. Akibatnya? Hambar. segitu hebatnya kah kita mengumpulkan uang? Kalopun kita kumpulkan. itu adalah – sekali lagi – samasama berjamaah tidak tepat waktunya. butuh dihidangkan kopi atau teh bikinan istri sendiri. komunikasi makin jauh. satu ke Timur. Misalnya. sudah merenggut banyak hal yang dia punya. Kayak esai di atas. dan sedang apa. atau rasa yang tawar karena justru lupa dikasih garem. supaya jangan selalu menunggu dia.*** Punya Istri kayak Engga Punya Istri Punya Suami Kayak Engga Punya Suami Kesibukan manusia mencari. banyak para istri yang sedikit sekali merasakan sentuhan hangat suaminya seperti awal pernikahan. Ya. adalah manusia-manusia yang sejatinya sangat suka memasak masakan istri kita. dengan menyuruh berorganisasi. Perjalanannya kemudian tidak jarang berakhir di perceraian. mengumpulkan dan mempertahankan dunia. pun menjadi satu peristiwa yang malah menambah kehangatan dan jadi candaan hidup yang dinikmati. aktif di pengajian-pengajian. Lama-lama. ya perselingkuhan. Kita. Seperti bekerjasama dengan meniatkan/menyengaja shalat tidak waktu). Atau bahkan di jalan. tanpa tahu dengan pasti ada di mana. Seberapa sering sekarang kita menyisir rambut kita punya istri? Memijit pundaknya ketika dia kelelahan memasak untuk kita? Seberapa sering kita kemudian membelai dia punya rambut. nge-teh? Sekarang? Frekuensinya? Makan di rumah. wangi dan segar? Wong suami yang dicintai tidak ada di sisinya/ Kita. Ujungujungnya. Sebab mereka pikir.

ada tarifnya. Tidak sanggup kemudian saya meneruskan tulisan ini. Tapi semua itu akan terjadi. kita hidup untuk siapa dan untuk apa? Ini semua. pundak kita. dan pasang telinga buka mata. ternyata pintu kamar kita ada yang mengetuk. namun sebatas jangan sampai dianggap tidak meng-sms! Akhirnya ya begitu dah. Lalu ia jawab. coba aja dipikir sendiri. Dari sekedar nanya sudah makan belum. ya kejar. tapi jika ada pemicunya? Apa yang akan terjadi? Sebut saja suaminya kemudian pulang selalu larut malam. Mereka adalah makhluk-makhluk Allah yang teramat berdosa jika kita tidak perhatikan kebutuhan biologisnya. Para istri pun demikian. *** . jangan salah. Berarti saya menyuruh tidak doyan dunia ya? Loh. Sebab dunia itu jahat. Sedang ia tahu. Untuk 10 menit pertama. Lalu masa kan terjadi sama kita? Jika demikian. ada tangan-tangan manis yang memegang kepala kita. Lelaki itu kemudian memberikan perhatiannya. “Teruskan saja dulu bacanya ini tulisan. ketika menginginkan pijatan lelah. Maaf ya. Buru. dan jalan lagi sepagi mungkin. maka terjadilah hal yang tidak diinginkan. yang datang dari seseorang yang pernah sangat ia kenal. Seakan tidak akan terjadi jika di kehidupan nyata. akan diambil oleh dunia. menyentuh lembut kaki kita. sudah minum belum. Bahkan saudara-saudaraku. jika para istri. menemukan apa yang diinginkannya di laki-laki yang bukan suaminya. banyak kejadian begini di sekitar kita. dan dapatkan. Ketika lelah rapat di luar kota. Sekarang? Bagaimana? Kita bakal menemukan itu. Selanjutnya. bagaimana bisa berpengaruh antara shalat dengan kejadian itu? Ya. katanya. he he he. Betapapun mereka sanggup mengatasinya. Apa yang ia dapat sebagai seorang istri yang butuh suaminya? Datanglah sms menanyakan khabar. Sabar”. gara-gara perkaranya sepele: Shalat kita engga beres. Kalau kita bisa memburu dunia. Ada yang bertanya. Ketika kita lelah.Allah. pertanyaan itu pun lakinya kirimkan. Bahkan oleh mereka berdua. kalau kita pejamkan mata kita. Free. Sedemikian gawatnya kah? Ya. dan jika para suami menemukan hal-hal tersebut di diri perempuan yang bukan istrinya. saya masih bilang. Terusin terus ngikut KuliahOnline nya. Lalu berdirilah di hadapan kita seorang perempuan berseragam hotel menawarkan welcome message. dengan kasih sayangnya. yang istri itu tahu bahwa pertanyaan itu adalah pertanyaan yang muncul dari perhatian karena ingin mencuri perhatian.

tidak bisa mengendalikan usaha. untuk mereka. di mana para gurunya mewajibkan liburan kali ini didampingi orang tuanya. Anak yang begitu ditunggu keberadaannya. Karena gelap-gelap mereka udah jalan. Gila ga? Untuk menemani anaknya berlibur. baby sitternya. Tidak jarang para ayah muda yang tidak melihat momen di mana bayinya baru bisa berjalan. engga tahu. Dan tidak sedikit yang menyesal. Anda ada di sampingnya? Kapan Anda terakhir bermain bola dengan anak laki-laki Anda. pengasuhnya. Lalu kemudian kita berkata. istri bersuka cita sebab merasa lengkap sebagai seorang perempuan dan sebagai seorang istri. yang menikmati pertunjukan Allah. mereka tidak punya waktu. atau membantu mengikatkan rambut putri Anda yang sudah memanjang dan bisa diikat? Kapan Anda punya kesempatan memandikan anak-anak Anda? Membetulkan. Sementara.Punya Anak Seperti Tidak Punya Anak Yang paling merana sebab kita tidak bisa mengendalikan waktu. Saking sibuknya. Masih syukur kalau anak Anda masih hidup. anak-anak kita. adalah orang lain. Lalu kita diberitakan kabar gembira ini tanpa menyaksikan pertunjukan ini secara langsung. banyak ayah dan ibu. Apakah begini yang disebut hidup nikmat? Tidak sedikit anak-anak yang tidak merasakan dikelonin/dimanja ayah ibunya ketika mereka mau tidur. Para ayah sibuk bekerja. bahwa apa yang kita lakukan adalah untuk dia. Para suami bersuka cita sebab istrinya hamil. Tuhan Sang Pencipta. neneknya. sibuk bekerja. dan jatuh lagi. yang untuk mengambil raport anaknya pun mati-matian menyisihkan waktu. kita tinggalkan dia untuk kita berikan waktu kita untuk dunia. apakah mereka punya ayah atau tidak. yang tidak bisa melihat momen di mana anak bangun tidur. tertatih. Bagaimana kalau anak Anda sudah meninggal dunia. Para ibu. pakaiannya? Meraba halus kulitnya? Kapan terakhir Anda bercanda dengan anak Anda dan melihat senyumannya anak-anak Anda? Jangan-jangan tidak pernah. Untuk anak-anak kita. tidak bisa mengendalikan perkembangan bisnis dan pekerjaan yang kita anggap sebagai “kemajuan” adalah anak kita. yang ketika meninggalnya pun Anda tidak bisa menemaninya menghembuskan nafasnya yang terakhir? . Sementara. mengapa memasukkan ke sekolah yang punya peraturan seperti itu! Tidak sedikit para orang tua. Kapan Anda terakhir mendengar anak Anda membaca al Qur’an? Di mana ketika mereka membaca al Qur’an. eh begitu anak sudah berwujud sebagai anak. Sekarang ini.

Segitu sibuknya kah kita. Lalu. sungguh pun kita lengkapi hidupnya dengan super fasilitas. Kelak mereka akan mencari perlindungan dari yang lain. Ditelan kesibukan sendiri. Coba benahin shalatnya. Mengajaknya jalan-jalan di taman. sehingga untuk duduk bareng membaca buku bersama anak kita. kita kudu juga ridha menerima datangnya . Sebagaimana kita ridha menerima datangnya siang. kita tidak sanggup melakukannya walo hanya sebulan sekali? Jika demikian. tangan kita adalah sentuhan ajaib bagi penyakit anak kita. Kelak mereka akan mencari kasih sayang dari yang lain. sudah bisa menjawabnya sendiri. Mereka lebih betah di rumah kawan-kawannya. Tapi sebab yang sangat mendasar. ketika kita tua. Dunia yang kita cari bahkan sesungguhnya tidak menyisihkan kenikmatan buat kita kecuali kenikmatan yang semu. sehingga ketika anak kita panas badannya lalu yang merawat adalah tangan yang bukan tangan ajaib baginya? Ya. Dan Anda. mereka sama sekali tidak tergerak untuk bersam-sama kita menghabiskan sisa umur kita bersamanya. dan mendengarkan celotehannya. Bukan itu saja. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Betapa Jauhnya Kita Dari Allah KDW0121 Seri-22 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Betapa Jauhnya Kita Dari Allah Ada banyak hal yang menyenangkan hati di kehidupan ini. Tapi bagi seorang mukmin. Yakni sebab kita tidak perhatian sama shalat. siapa kita di mata anak-anak kita? Tidak lebih sekedar pencari dunia. dan ada juga yang tidak menyenangkan. Mereka lebih nyaman berada di kekasihnya. Kita diberi-Nya pekerjaan yang tidak membuat kita menjadi makhluk-makhluk yang bahkan kita kepayahan ketika mau menikmati dunia yang kita cari. Segitu sibuknya kah kita. Kenapa? Karena mereka tidak terlatih untuk itu! Semua bukan semata-mata karena kita sibuk ngurus dunia. semua keadaan akan menyenangkan hati. Jadilah kemudian kita ditelan waktu. ketika kita butuh kehadiran mereka. Kelak mereka akan mencari kesenangan yang tidak didapatkan dari kita. Maka Allah akan aturkan buat kita usaha yang membuat kita masih bisa ngegendong anak.

malam. Sebagaimana kita senang menjalani kehidupan yang terang, kita kudu juga siap dengan datangnya kegelapan. Betapapun ia sunnatullah di kehidupan ini. Satu hal yang harus kita yakini adalah di mana pun situasi kita berada, ada Allah yang senantiasa menemani. Susah senang adanya di hati. Gelap terang, bukan di mata. Barangkali, ikhlas menjalani hidup ini, pun merupakan pelajaran tauhid yang senantiasa akan diperlukan sebagai bekal di kehidupan ini. Saudara-saudaraku peserta kuliah online yang berbahagia, RINDU rasanya saya ketemu dengan Saudara-saudara semua, salah satu partner terbaik saya dalam belajar tentang Allah, rasul-Nya, dan kehidupan. Bulan-bulan terakhir ini, Allah memberikan keluarga kami hidangan-Nya. Sama saja dengan siapapun di dunia ini, ada susah, ada senang. Dan saya kira semuanya adalah persoalan penerimaan terhadap hidup ini. Kalau kita terima, maka semua keadaan akan baik-baik saja, akan senang-senang saja. Orang-orang yang punya hutang, misalnya, ketika ia kemudian menyadari bahwa ia tidak bisa bayar hutang-hutangnya, ketakutan demi ketakutan akan menghantui kehidupannya. Takut dipenjara, takut ketahuan sama keluarga, takut dilecehkan tetangga dan saudara-saudara, takut kehilangan muka, takut merugikan orang lain (yang sebenernya sudah terjadi), dan takut sama kenyataan-kenyataan yang sesungguhnya belum terjadi! Orang-orang ini takut sama bayangbayangnya sendiri bahkan. Jadilah kemudian mereka gelap di tengah dunia yang semestinya terang. Sendirian di saat dunia ini begitu penuh dengan manusia. Kesepian di saat dunia ini ramai. Ga berani keluar rumah. Ga berani ketemu orang. Ga berani menegakkan muka. Bahkan ga berani membuka mata! Inginnya kabur saja, bahkan tidak jarang kepengennya mati saja. Hidup lantas jadi cape, letih, lelah. Semakin dicari itu solusi, semakin membuahkan masalahmasalah baru. Orang-orang yang gagal ini kebanyakan sebab gagal memikirkan Allah, tuhannya. Yang ia pikirkan, nasibnya, nasibnya, nasibnya. Bukan memikirkan kelakuankelakuannya kepada Allah dan rizki-Nya yang selama ini kita sudah tidak syukur kepada-Nya. Dan saya melihat saya. Saya tidak mau demikian itu terjadi dalam hidup saya. Saya lebih memilih ikhlas menjalani kesusahan, sebagai penerimaan rangkaian akibat dari kejauhan saya dari Allah. Betul, saya yakinkan diri saya, alih-alih saya memikirkan solusi, lebih baik akhirnya saya memikirkan Dia dan saya. Maksudnya, saya memikirkan bagaimana sih perjalanan kehidupan saya? Apakah ada Allah di sana? Seberapa dekat dan seberapa jauhnya saya? Ternyata masya Allah, saya menangis. Saya jauh dari Allah. Saya banyak lalainya hidup ini. Perjalanan saya sudah jauh melenceng dari tujuan diciptakan-Nya saya; yaitu untuk beribadah kepada-Nya. *** Perjalanan saya di kemudian hari ternyata – menurut saya --perjalanan tauhid. Saya menyebutnya perjalanan mencari Tuhan yang hilang. Hilang kemana? Hilang dari hati dan kehidupan. Perjalanan mencari Tuhan yang hilang di hati ini. Tentu saja saya berupaya kembali memasukkan Allah di hati, di pikiran, biar mewarnai gerak kehidupan. Semoga saya dan Anda semua, tidak kehilangan lagi Allah di kehidupan ini. Maka senantiasa ada doa yang dibaca setiap habis shalat; Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitanaa wa hablanaa mil

ladunka rahmatan. Innaka antal wahhaab, ya Allah, janganlah Engkau kembali menyesatkan kami setelah Engkau memberikan kami hidayah, petunjuk. Dan karuniakanlah kami hidup yang penuh rahmat. Sesungguhnya Engkaulah Allah Yang Maha Memberi Karunia, Maha Memberi Pengajaran. Maka bolehlah saya menyebut, kegagalan manusia memperbaiki kehidupannya, atau mengubah kehidupannya menjadi lebih baik lagi, adalah sebab imannya tidak dibenerin. Tauhidnya tidak dibenerin. Amal ibadah memang barangkali dibangun, dikerjakan, tapi iman dan tauhidnya ga ada. Akhirnya banyak yang malah kemudian mengeluh. Kenapa saya sudah bertobat, koq tetap saja susah? Kenapa koq saya sudah kembali pada Allah, tapi kemudian masih saja sulit? Dan pertanyaan-pertanyaan yang semakin menyesatkan diri kita dari Allah. Bukannya semakin ikhlas menjalani hidup, malah kemudian bertambah sesak. Bukannya semakin menerima, malah kemudian makin sengsara. Cukuplah Allah Penolongku, inilah kalimat yang semestinya disuarakan terus menerus di hati kita. Ya Allah ampunilah saya, ini kalimat yang semestinya keluar dari lisan, hati dan pikiran kita. Engkaulah Pengaturku ya Allah. Terserah Engkau mengatur apa, bikinlah hati ini menjadi ikhlas karena-Mu. Begini mestinya. Akhirnya hati tidak beriak lagi. Adem. Ikhlas. Allah berada di balik semua kejadian. Allah yang mengatur segalanya. Dengan ilmu seadanya, saya mengubah haluan hidup. Dari yang tadinya mencari solusi, akhirnya gerak langkah dan pikiran difokuskan untuk mencari Allah. Mencari-Nya dengan memperbaiki diri, memperbaiki ibadah, membanyakkan amal saleh. Praktis saat itu, saat-saat di mana saya butuh pertolonganNya, saya tidak melakukan serangkaian pencarian solusi lagi. Saya kembali kepada Allah saja. Yang lain bilang bahwa saya tidak melakukan sesuatu untuk masalah saya, sedangkan saya menolak dikatakan demikian. Inilah ikhtiar saya, setelah tidak ada lagi yang bisa saya lakukan. Dan semestinya inilah yang sedari dulu saya lakukan, jangan mesti menunggu tidak ada lagi yang bisa saya lakukan. Sebab inilah inti segala inti. Percuma mencari segala teori penyelesaian hidup, jika Yang Maha Segala tidak menghendaki. *** Bentuk konritnya tentu saja ada. Di antaranya saya berusaha keras memperbaiki rundown hidup saya dulu yang selama ini salah. Ya, urut-urutan kita menjalani hidup ini, salah. Dan emang urusan sama Allah mah kayak tebalik balik. Mestinya tengah malam atau di penghujung malam enak-enak tidur, kita disuruh bangun. Pagi-pagi disuruh ngegetolin nyari duit, ini merilekskan badan dan pikiran dulu buat dhuha. Di saat-saat sedang sibuk, ada zuhur sama ashar. Ketika dapat duit, maka disuruh ngeluarin lagi sebagiannya. Padahal di saat yang sama, kita malah kepengennya kan bertambah, bukan berkurang. Beginilah hidup seorang mukmin, seorang yang percaya sama Allah. Dia tunduk dan patuh kepada Allah dan terhadap aturanaturan-Nya, dan inilah Islam; aslama yuslimu, islaaaman, berserah diri, tunduk dan patuh kepada Allah dan ajaran-ajaran-Nya. Pelakunya disebut muslim (faa’il/subject). Nyatanya? Di kehidupan sehari-hari? Kita kurang ikhlas ngejalanin hidup ini. Kita ga sabar ngejalanin ibadah. Kita pun malah menjadikan ibadah-ibadah menjadi beban. Ada yang hanya kemudian

menjalankan wajibnya saja, dan wajib itupun dijalankan tidak dengan sepenuh hati. Saya menyebut saya menjalani kehidupan yang salah, sebab itu hidup saja jadi jauh dari Allah. Bagaimana salahnya? Di mana salahnya? Begini, setiap mukmin, mestinya memulai harinya dari bangun di pertengahan malam, di dua pertiga malam, atau di sepertiga malam yang terakhir. Bangun untuk apa? Untuk tahajjud, untuk sujud kepada Allah Yang Maha Rahman. Allah menyebut mereka sebagai hamba-Nya jika kemudian kita semua bisa “yabiituuna lirobbihim sujjadaw wa qiyaamaa”, di tengah malam bisa sujud dan ruku di hadapan Allah. Wadz-kurisma rabbika bukrataw washiilaa, kita bisa mengingat Allah di saat pagi dan petang. Waminallaili fasjud lahuu wa sabbbih-hu lailan thowiilaa, bahkan di malam harinya kita bisa memuji-Nya, bertasbih pada-Nya dengan memanjangkan malam. Nah, kemudian apa yang terjadi? Yang terjadi, jangankan di pertengahan malam, di dua pertiga malam, atau di sepertiga malam, di pagi dan di siang hari saja saya tidak mengingat Allah! Maksudnya? Ya, saya ga ingat dhuha, ga ingat shalat tepat waktu, ga enteng qabliyah ba’diyah. Apalagi untuk shalat malam? Wah, jauh! Lebih seremnya, saya merasa tidak bersalah ketika saya dapati diri ini jarang betul shalat shubuh berjamaah. Ga tauh tuh, kenapa dulu bisa begitu. Padahal semasa kecil, saya digelandang sama orang tua dari kamar untuk bangun tidur dan disuruh berada di masjid di waktu shubuh. Jangan berada di kamar. Eh, ketika kuliah, ketika dewasa, dan ketika mulai mencari dunia, malah Allah Pemilik Dunia saya lupakan! Terus terang, keadaan inilah yang lebih menyesakkan dada saya saat itu ketimbang urusan dunia; hutang, jatuh bisnis, rugi, dan sebagainya. Tapi, ini pun baru muncul ketika Allah mengingatkan saya tentang Allah. Tadinya, ga kepikiran juga. Makanya kemudian saya ingatkan yang bisa saya ingatkan. Dari sini saja, dari tidak melakukan shalat malam, hidup saya udah melenceng. Jauh. Sangat jauh. Tentu saja saya harus memperbaikinya lagi. Ibarat menarik garis lurus, hidup saya udah ga lurus lagi. Startnya saja jam 5 pagi, bagaimana bisa lurus? Saya coba perjelas ya. Dulu, saya merasa aman dengan bangun lalu keadaan langit masih cukup gelap, atau terang dikit tapi belum terang banget. Kenapa merasa aman? Sebab saya pikir masih ada shubuh. Sebagai orang yang tahu tentang shalat malam, mestinya kan gelisah tidak shalat malam. Ini malah aman dari tidak shubuh berjamaah! Kelewatan kan? Seberapa jarak jauhnya jika saya tidak melakukan shalat malam? Ternyata jauh banget. Berpengaruh banget-banget. Perhitungannya sama dengan perhitungan telat shalat. Anggap saja semestinya kita memulai hidup kita jam setengah 3 pagi. Lalu kita malah bangun jam 5 pagi. Itu kan dua jam setengah telatnya. Ngitung gampangnya, 2 jam dah. 2 jam sehari, dikali 30 hari, maka itu udah 60 jam. 60 jam dikali 12 bulan, itu sama saja dengan 720 jam. 720 jam dibagi 24 jam sehari, maka hidup saya udah melenceng 30 hari! Itu kan jauh beneeeerrr. 30 hari dalam satu tahun inilah kesusahan saya. 30 hari itu sebulan loh! Bagaimana kalau Allah membagi lagi dalam satu tahun, di setiap bulan ada saja kesusahan kita. Allah cicil tidak dikasih kesusahan sekaligus 30 hari. Melainkan dua hari di bulan apa, sekian hari di bulan apa, dan sekian hari di bulan apa. Hingga kemudian kita menyangka, ya inilah hidup. Ada susah, ada senang! Padahal bukan. Yakni kitalah yang membuat hidup kita sendiri jadi susah. Coba

saja benahin tahajjudnya, niscaya garis hidup akan lurus lagi dengan sendirinya. Begitulah saya belajar. Anda boleh tidak sepaham. Tapi silahkan direnungkan sebaikbaiknya. Materi ini bukan tentang tahajjud. Tapi ini tentang tauhid. Saya yang tidak tahajjud, dosa saya bukan karena tidak tahajjudnya, tapi karena saya mengabaikan Allah! Allah datang, saya abaikan. Dan Allah datang setiap malam. Lihat, bagaimana mungkin orang yang mengenal-Nya, lalu tidak menyambut-Nya???!!! Dan inilah saya. Lihat lagi ya, seperasaan saya, saya susah itu berawal di tahun 97. Saya lepas dari rumah, dari ‘aliyah (SMU), dari kehidupan pesantren, tahun 1992. Berarti ada 5 tahun. Maka, perhitungan 30 hari tadi, dikali 5 tahuh. Hasilnya? 150 hari. 150 hari itu sama saja dengan 5 bulan hidup saya susah. Lah, banyak orang yang kemudian baru giat bangun malam ketika bermasalah. Dilihat dari jarak tempuh pencari Allah, dari sisi bangun malamnya, dia kudu melewati masa impas 5 bulan. Sebab emang ketahuan dari sisi mundurnya, saya mengalami kemunduran 5 bulan sabab tidak menjalani tahajjud 5 tahun. Kelihatannya berat dan ribet, tapi bagi saya saat itu, justru kerinduan yang ada. Saya semakin rindu pada-Nya, manakala hati dan pikiran ini merenung, jika dari perhitungan shalat malam ini saja saya telatnya, mundurnya, susahnya, bisa 5 bulan, bagaimana dengan perhitungan waktu shalat wajib? Dan perhitungan dari meninggalkan shalat-shalat sunnah qabliyah ba’diyah dan dhuha? Wuah, gawat. Saudara-saudaraku, mudah-mudahan Allah menyaksikan bahwa saya menulis ini untuk ‘ibrah diri saya dan saudara-saudara saya. Saat itu, saya kepengennya berlari saja menuju diri-Nya. Mengejar ketertinggalan. Memang ampunan adalah milik Allah. Pertolonganpun milik-Nya. Tapi saya memilih mengejar-Nya! Mengejar Allah. Kekejar ga? Saat itu, saya engga tahu. Sekarang pun masih engga tau. Tapi saya yakin, Allah menunggu saya. Saya yakin Allah menanti saya. Saat itu saya berteriak. “I’m coming ya Allah… Ini saya, Yusuf Mansur, yang banyak salahnya, datang ya Allah. Datang pada-Mu…”. Allah buat saya adalah solusi. Kalau Allah berkenan menemui saya, dan saya diperkenankan ketemu Dia, maka solusi itu pastilah saya dapatkan. *** Dalam kehidupan nyata pun, Allah mengajarkan kita. Allah memandu para pencari-Nya, untuk mencari-Nya dalam sujud, dalam keheningan malam. Dan bahkan Allah memandu para pencari-Nya, para pencari pertolongan-Nya dengan mengatakan kepada hamba-hamba-Nya, “Jika hamba-Ku mencari-Ku, carilah di mereka yang bersedih hatinya, yang lapar perutnya, yang menderita hidupnya… Carilah Aku dengan membantu mereka, niscaya kalian akan ketemu dengan-Ku”. Di dalam hadits-hadits yang bertebaran, Allah kerap menyatakan bahwa “Jika seorang mukmin ingin dilepaskan oleh Allah dari kesulitan dunia dan akhirat, bebaskanlah kesulitan mukmin yang lain. Allah akan membantu hamba-Nya manakalah

hamba-Nya mau membantu yang lain”. Ini selaras dengan banyak firman Allah tentang pencarian diri-Nya. Carilah Allah, sebab Dialah “Hasbunallah wa ni’mal wakiil, ni’mal maulaa wa ni’man nashiir, laa hawla walaa quwwata illaa billaah, cukuplah Allah sebagai Penolong dan Pelindung, tidak ada daya selain kekuatan-Nya”. “Fa man kaana yarjuu liqaa-a rabbihi falya’mal ‘amalan shaalihan, barangsiapa yang kepengen ketemu dengan Allah, hendaknya dia memperbanyak amal saleh”. Para pencari Allah, inilah ikhtiarnya. Ia bergerak terus. Aktif. Justru tidak diam. Pasrah bukan berarti diam, dan terjemahan di ibadahnya juga menjadi seaktif-aktifnya. Perbaiki shalat sebagai hubungan vertikal kepada-Nya, dan perbanyak amal saleh sedekah, berbagi, zakat, membantu orang; dengan tenaga, dengan nasihat-nasihat yang menggembirakan, dengan ilmu dan pikiran, dan tentu saja dengan harta yang tersisa. Semakin besar apa yang kita lakukan di dalam shalat dan sedekah, insya Allah akan semakin ketemu Allah. Dan inilah solusi itu. Solusi dari semua solusi permasalah kehidupan manusia. Begitulah. Saya meminta ampun kepada Allah, dari dosa-dosa saya. Saya belum berbicara tentang dosa yang lain, yang bobotnya akan memperpanjang parahnya masa/waktu kesusahan saya (time limit). *** Sekedar tambahan pengingat buat saudara-saudara semua. Tadi, dari tidak shalat tahajjudnya saya selama 5 tahun saja, sudah susah selama 5 bulan. Itu belum dihitung dari masa melalaikan shalat wajib. Masih ingat kan hitungannya? Mari bermain-main dengan angka waktu kesusahan: Jika seseorang terbiasa telat shalatnya, misalnya, atau anggap saja telatnya masing-masing 1 jam, maka 1 jam dikali 5 waktu shalat sama dengan 5 jam. 5 jam x 30 hari x 12 bulan x 5 tahun (ukuran kasus saya), maka didapat 9000 jam telat. 9000 jam itu, 375 hari. Dan 375 hari itu, satu tahun lebih 20 hari! 1 tahun 20 hari ditambah 5 bulan, itu berarti 1,5 tahun. Masya Allah kan? Seusaha apapun saya memperbaiki hidup saya, jika shalat wajib tidak saya benahin, maka hitungan ini ga akan pernah berkurang, kecuali saya banyak-banyak taubat dari soal yang satu ini. Kelalain shalat wajib dan shalat sunnah tahajjud ini saja, score nya sudah 1,5 tahun. Wajarlah saya pikir saya susah. Dan umur kesusahan saya, secara normal, adalah 1,5 tahun. Kecuali ada Kehendak Allah. Nah, di Kehendak Allah inilah saya mencoba meminta-Nya bermurah hati mempersingkat perjalanan kesusahan di dunia, dan menghapus sama sekali kesusahan di alam kubur dan di negeri akhir. ***

Sungguh saudaraku, dengan saya menghitung diri saya sendiri, saya jadi ikhlas jalanin hidup ini. Saya tahu, mestinya saya susah sekurang-kurangnya 1,5 tahun. Daftar ini akan makin panjang, manakala saya menyadari selama 5 tahun saya kuliah, saya meninggalkan

Jika kemudian 366 hari dibagi 6 hari adalah 61 hari. maka kirakira 5 tahun juga Allah akan mengambil kehidupan saya! Jika harus ditebus dengan shalat dhuha 2 rakaat saban pagi. maka kelalaian kita itu akan memakan 70 shalat qabliyah ba’diyah. hitung-hitunganan ini masih belum dihitung qabliyah ba’diyah. Tentu saja kelak tidak ada yang mengetahui perhitungan terdetail kecuali Allah saja. Lah. sehingga – . Rasul memberitahu. Tapi mudah-mudahan perhitungan ini bisa menginsyafkan kita semua). sekali saja kita tidak shalat. maka saya bisa mempersingkatnya dengan menegakkan shalat dhuha pol 12 rakaat setiap pagi! Dengan saya shalat dhuha 12 rakaat. dalam keadaan yang diharamkan-Nya. maka saya sudah menebus 6 hari ketinggalan shalat dhuha di tahun-tahun yang lewat. Lalu saya mengingat saya… Masya Allah. sungguh-sungguh kurang. lalu ia melakukan sekian variasi hubungan badan. maka tidak disebut sekali berzina orang yang melakukannya “sekali”. 6. Termasuk ketika kita memakai badan ini sebagai pemberian-Nya. *** Saudaraku. Banyak betul hutang saya. saya masih berkenan menambah deretan panjang impact dari dosa-dosa kita. Tapi saya mencoba menempuhnya. maka hitungannya saya harus geber-geberan shalat dhuha selama 61 hari berturut-turut baru kemudian saya bisa menebus ketinggalan dhuha saya selama 5 tahun! Perjalanan yang tidak mudah. 8 dan 12 rakaat. maka sudah habis 7 hari kemakan kita punya qabliyah ba’diyah. Yang disebut zina itu adalah dukhuulul lahm ilal lahm. Allah mengaruniakan janji-janji-Nya yang lain kalau saya mau shalat dhuha 2. setiap ruas dari badan kita. dimintakan sedekahnya oleh Allah. ini. dengan ukuran fiqh ini. maka dosanya 40 tahun masa perjalanan ibadah tidak diterima! Wuah. semakin ngentengin saya. 4. Masya Allah. 5 tahun tidak shalat dhuha. Sedangkan satu hari. Saudara-saudaraku. Lebih serem lagi kalau saya kasih sedikit tinjauan fiqhnya. Ini saya betul-betul mengajarkan teori berhitung. beribu maaf bila ada yang tidak suka dengan pembahasan saya. lebih baik saya menebus dengan cara begini ini. Bagaimana kalau kemudian kita melakukan dosa zina misalnya? Sekali zina. Maka. Cadangan devisa kita untuk shalat-shalat yang lalai. itu artinya. sebab tidak bayar hutang. serem kan. semua itu cukup dengan dibayar lewat shalat dhuha 2 rakaat saja di pagi hari. Sebab dalam sekali itu. (Maaf. tidak gratis. tidak ada yang gratis. Daripada saya dipenjara selama 5 tahun. kalau Allah tidak Maha Rahman Maha sRahim. hanya ada 8 qabliyah ba’diyah (minus ba’diyah shubuh dan ashar). Saya pertegas ya. Membayar dengan apa? Dengan bersedekah. sekian tahun dhuha tidak tertegak. Tapi Allah beritahu juga. Sedangkan Allah menagih sedekah kita sehari semalam. kebayang kan betapa perjalanan melenceng kita ternyata semakin jauh. Rasul mengabarkan kemurahan Allah. Kata Rasulullah. Ya. hingga ruas-rusa di jari jemari! Alhamdulillah. di 5 shalat waktu itu. sebagai karunia-Nya. Sekalian saja saya rengkuh semua rahmat-Nya. Lagian. terdapat berkali-kali zina. Dia minta kita membayar. Ada seseorang yang berzina. Saya mencoba mengambil pena. jika kita sekali saja melalaikan shalat wajib. dan menghitungnya. masuknya “daging” ke dalam “daging” yang lain.dhuha. tidak akan manusia yang mampu membayar-Nya.

Ada banyak ayat yang menyatakan bahwa kita semua memang akan dihitung: “Fa ammaa man tsaqulat mawaaziinuhuu. jika saya berlari sungguh-sungguh pada-Nya. wa . beruntunglah buat mereka yang pernah berzina. bahwa hitungan saya memang sangat kurang sekali. Bagaimana pula yang berzina dalam keadaan sudah bersuami atau beristri? Wuah. berapa banyaknya???!!! Tidakkah ini menyeramkan buat yang pernah berzina???!!! Jika 3 kali saja keluar masuk sedangkan disebut sekali berzina itu adalah sekali saja masuknya. Persyaratannya juga susah. Ini kan tidak terkontrol. yang tidak bertaubat. Ga apa-apa masih menyisakan sisa masalah. Tapi bagaimana kalau amal-amal kita sepayah dosadosa kita? Itu baru zina. barangsiapa yang lebih berat timbangan amal baiknya. maka itu berarti 120 tahun Anda akan menghabiskan hidup Anda dalam kesusahan. dia akan berada di kehidupan yang diridhai Allah. yang pun juga punya hukuman yang sama? Bagaimana dengan dosa syirik yang tidak diampuni Allah? Dosa mendatangi tukang tenun. kita bisa menjerit beristighfar. Memang hukum Islam berat. Ada loh yang tidak dihukum di dunia ini. maka ketika di mil pertama saja kita lari. Beda dengan saya. membesarkan anak yatim). Sebab yang paling mahal dari Allah adalah kesempatan kita bertaubat. ga akan kekejar. Kalo di dunia. ada saudara-saudara saya yang barangkali berkernyit. saya beritahu ya. percaya sama ramalan. saya dengan mengetahui hitung-hitungan ini. hukumannya bukan lagi sekedar 40 tahun. yakni di antaranya perbuatan zina itu mesti dilihat oleh mata telanjang oleh 4 saksi. Bagaimana dengan durhaka sama orang tua? Yang kata Allah. Tapi hukuman mati. sebab merasa ga akan keuber. Buat mereka yang tidak suka dengan hitung-hitungan ini. ditimpuk pake batu sampe mati. lalu bertaubat. Saya semakin sadar. fahuwa fii ‘iisyati roodhiyah. maka kesusahannya boleh jadi seumur hidup. yang score nya 40 harian (tidak diterimanya amal) per sekali datang kepada mereka? *** Sampe sini. kita bisa berteriak minta ampun. Entah berkernyit sebab bingung. Allah Yang Maha Cermat Hitungannya. Karena di negeri ini tidak berlaku hukum rajam. Dan saya percaya. bahwa suka tidak suka. Dirajam. malah semakin berterima kasih kepada Allah. Kalo kita di dunianya menyisakan kebaikan yang terus bergulir (sempat membangun sekolah. barangkali Allah yang akan mempercepat perjalanan kita. dan diterima Allah! Kalo sudah kematian menjelang??? Ya tinggal terima nasib. atau berkernyit sebab apa. Ini lebih-lebihan lagi seremnya!!! Perhitungannya dituntaskan di alam kubur. maka kemudian bolehlah saya menyebut. memang kita akan dihitung oleh Allah al Hasiibul Jaliil. jika ada yang berzina dilihat oleh 4 orang secara terbuka. amal kita tidak diterima kecuali kita dapat ridha dari orang tua? Bagaimana pula dengan dosa menyakiti orang lain. Ga apa-apa. masjid. Maka wahai saudara-saudaraku. itu namanya bukan manusia lagi. tapi memang arif. maka bisa jadi berkurang siksaan alam kubur sebesar kebaikan yang dialirkan ketika di dunia. dan ga akan pernah bisa balance jadinya. Dan menurut saya.maaf – ia “keluar masuk” bersetubuh sampe kemudian ia keluar terpuaskan. tapi hewan.

namun menyadari bahwa hidup selama ini dalam kegelimangan dosa atau kelalaian dari segi ibadah seperti yang saya jelaskan di atas. maka wajarlah jika hidup kita penuh dengan keburukan. murah ampunan Nya. keberuntungan yang nyata yang Allah hadiahkan buat kita adalah kita termasuk orang-orang yang panjang umur dan berkesempatan untuk bertaubat. katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang beriman. al Qaari’ah: 6-9). Sebaliknya. Allah berfirman. Ibraahiim: 31). menafkahkan sebahagian rizki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi maupun secara terang-terangan. fa ummuhuu haawiyah. “Wa laa tahsabannallaaha ghaafilan ‘ammaa ya’maludz dzaalimuun. Sebab kepanjangan ntar kuliahnya. Ibraahiim: 42-44). terpaksa saya penggal dulu. murah pertolongan Nya. hai Tuhan kami. score kehidupan akhir ditentukan di hari hisab. barangsiapa yang ringan timbangan amal baiknya. Sebab hitung-hitungan di kebaikan pun ga malah . janganlah engkau mengira bahwa Allah akan lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang dzalim.ammaa man khoffat mawaazinuhuu. maka tempatnya di neraka hawiyah” (Qs. dikelilingi keburukan dan ketemunya sama orang-orang yang merugikan kita. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai pada hari yang padanya pemandangan mencengangkan”. “Muhthi’iina muqni’ii ru-uusihim laa yartaddu iliaihim tharfuhum wa af-idatuhum hawaa. Besok kita teruskan ngajinya. jika kehidupan kita lebih banyak amal buruknya. Awalam takuunuu aqsamtum min qablu maa lakum min zawaal. maka ia hidup dalam keadaan baik. ketemu dengan kebaikan dan orang-orang baik. Innamaa yuakhkhiruhum li yaumin tasykhashu fiihil abshaar. dan peringatkanlah manusia terhadap hari yang azab datang kepada mereka. mereka datang bergegas gegas memenuhi panggilan dengan mengangkat kepala mereka. hendaklah mereka mendirikan shalat. tangguhkanlah kami meski dalam waktu yang singkat supaya kami bisa menjawab seruanMu dan mengikuti rasul-rasul. bagi semua yang sekarang ini susah. pelan-pelan masuk di bab pertaubatan dan di bab betapa murahnya Allah terhadap kita. dikelilingi orangorang baik. Sesiapa yang banyak kebaikannya. sedang mata mereka berkedip kedip dan hati mereka kosong tidak percaya bahwa mereka sudah ada di negeri berbangkit dan di hari hisab dijalankan”. nyata. sebelum datang suatu hari di mana tidak ada lagi jual beli dan persahabatan”. Kepanjangan ntar ngajinya. bukankah kamu dulu yakin bahwa kamu tidak akan binasa? Tidak akan menghadapi hari ini?” (Qs. Masya Allah. *** Ok. lebih banyak amal buruknya. murah segala-galanya. Tapi di dunia ini. Maka itulah saudara-saudaraku. Beginilah. “Qul li’ibaadiyal ladziina aamanuu yuqiimush shalaata wa yunfiquu mimmaa razaqnaahum sirraw wa a’laaniyyatam min qabli ay-ya’tiya yaumul laa bai’un fiihii walaa khilaal. murah kasih sayang Nya. maka berkatalah orang-orang dzalim. “Wa andzirin naasa yauma ya’tiihimul ‘adzaabu fa yaquulul ladziina zhalamuu rabbanaa akhkhirnaa ilaa ajalin qariibin nujib da’wataka wanattabi’ir rusul. (Qs.

tapi di SDM editingnya. ga usah mikirin yang gitu-gitu. Biar saja. Saya beritahu ke jamaah semua. kita bukukan saja. Doain dah buat semua kru KuliahOnline supaya mereka semua diberi kemudahan dan mendapatkan keberkahan seperti keberkahan saudara-saudara semua yang menuntut ilmu lewat KuliahOnline ini. Pada waktunya saya akan umumkan kesiapan materi audio dan videonya. kita gerakkan juga ekonomi mikro melalui pembiayaan pembiayaan mikro. di renungan-renungan inspirasi. Penilaian. Jagura. ini juga persoalan tauhid. Wuih. urusan Allah. gambar di mana saya sedang mengendarai Cellica Sport 2 pintu warna silver. Contohnya. Hanya tidak dimasukkan di kolom kuliah online. saya ga usah sakit hati. maju saja terus. boleh protes juga koq. Di jasa penyewaan mobil. di layar TV One. sambil saudara-saudara online. Alphard.menarik dan mencengangkannya. Tapi ia dijadikan unit bisnisnya pesantren. Jasa penyewaan mobil ini menyumbang kontribusi yang tidak sedikit buat pesantren dan di perputaran ekonomi warga sekitar. Isinya. Insya Allah itupun ibarat kuliah. Dengan tajuk “Sejarah Membesarkan Nama”. Ntar saya malah jatuh sakit garagara mikirin. tolong ya. Saya tidak bisa membalas satu-satu sms dan imel tersebut. disangkanya mah saya pengoleksi mobil dan hidup dalam berlebihan. Yang tidak tahu. Kesulitannya bukan di saya. sejujurnya. Namun jika saudara perhatikan. Tapi kemudian tanggapan orang seribu satu macam. Kita bahas soal menarik ini besok besok ya. Itu yang disorot hanya cellica. Terselip di sana. dan lewat imel. Makasih juga atas doa-doanya yang disampaikan lewat sms ke hp saya: 081510511127. Untuk kemudian dibersihkan. menceritakan perjalanan hidup saya. carry. Kijang. saya akan menulis lagi kuliah ini. sekian APV. BMW. Toh barangkali mereka yang ngomongin jelek ga tahu tentang keadaan yang sebenernya. bila saya sehat terus. . Mercy. ya kuliah juga. Beri testimoni saudara lagi ke imel web admin ini tentang kuliah online ini. beberapa pekan yang lalu. Walopun di sana ada gambar saya juga mereksa keadaan pondok dengan mengendarai sepeda ontel tahun 47! Cellica itu memang mobil mewah. Sebenernya. Sebagiannya indah-indah dan banyak pula yang memotivasi saya bahwa sungguh kuliah online dibutuhkan. di artikel-artikel lepas dan di sms-sms jamaah. kisah saya diangkat di layar kaca. banyak hal saya ambil sebagai keputusan. Sebab akan dibukukan nih isi seluruh web generasi sebelum lebaran. ha ha ha. duh. Dan bukankah kita kita mengaku berdakwah karena Allah? Bukan karena nama? Kalau tauhidnya benar. Jadi. tolong saya dah. Nah. he he he. Namun sudah saya cicil. sampe bus 27 seat. Yang lama. Padahal ada mobil-mobil mewah lainnya. Dari uang bisnis ini bisnis itu. Namun saya baca. Belum berkesempatan atau tidak berkesempatan. berdakwah karena Allah. semacam kesan dan pesan dah. he he he. dan web nya hanya isi-isi yang baru saja. sontak ini mengundang sejuta komentar. saya tiada henti menulis. Insya Allah mulai hari ini. Asal jangan terlalu pedes ya. Tidak gampang menyiapkan materi audio dan video. dan menyiapkan materi lain dalam bentuk audio dan video. Mohon maaf yang mana saya banyak absennya mengajar. Saudara-saudaraku. Tidak sedikit yang miring.

saya bangga sekali saya hidup di rumah kontrakan. Hasil dari keuntungan operasional sekolah ini. Terkesan sekolah ini bukan buat orang susah. Memang tidak arif di tengah-tengah masyarakat yang juga miskin dan serba kekurangan. Masuknya dolar. tapi malah bisa terjebak jadi riya dan sum’ah. weh. semakin kami menyuburkan wakaf dan sedekah. adalah pesantren modern dan bahkan internasional. Weh. Ini bahaya nih. Dan itu pun punya istri. sebab saya memutuskan sekolah ini memang hanya untuk orang kaya. dipakai untuk subsidi silang programprogram dakwah dan pesantren-pesantren bebas biaya yang dibangun dan dikembangkan di seluruh tanah air bareng dengan seluruh donatur PPPA. boleh ngumpulin dan nambahin dari jual Karimun 2004. yang patut diacungi jempol dari Daarul Qur’an adalah ia berdiri juga di atas prinsip wakaf dan sedekah. . Dan memang demikian. Sekolah ini bukan sekolah orang susah. Lumayan mahal. Rumah yang saya tempati. semakin gilagilaan perkembangan bisnisnya. Tapi. dibangun dan dikembangkan dengan prinsip wakaf dan sedekah. weh. sebab memang fasilitasnya lengkap dan sangat sangat bagus. Ok. Dan memang subhaanallaah. Tapi ya kami juga punya alasan tersendiri. masih baby). koq malah nambah lagi ya tulisannya? He he he. sampe ketemu besok yaaaa… *** Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Jauh Deketnya Kita Dengan Allah KDW0123 Seri-23 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Jauh Deketnya Kita Dengan Allah Inget Dan Lalainya Kita Sama Allah Yang disebut masalah itu bukan masalah yang dianggap masalah oleh manusia. persis di depan pesantren. maksud hati mau ngejelasin.Yah gitu dah. Sekaligus untuk menyuburkan amal baik dan mengubur amal-amal jelek dengan pergulirannya. rumah RW di lingkungan pesantren. malah satu. Namun. Unit-unit bisnis di lingkungan Daarul Qur’an dan Wisatahati. Dan pesantren-pesantren gratis ini adalah untuk mereka yang dhuafa dan anak-anak yatim dan tidak mampu. Mobil saya pribadi. Daarul Qur’an sendiri. Dan kami cukup senang dengan ini. Yaitu 1 unit Tigo. segitu lumayan berkembangnya (walaupun ukurannya masih small.

Allah pun tentu tidak akan memikulkan beban buat hamba-Nya kecuali . sampe ke saya. Ketika saya jejek gas. saya anggap menjadi doa juga. lah lah lah. sebab saya malah menganggap. ada. Sambil terus husnudzdzan kepada Allah. Saat itu. saya mewajarkan diri saya mengapa saya jadi susah. Dan kepositifan itu. ya kalimat-kalimat di atas itu. Ada satu keanehan. saya malah jadi ikhlas menerima “kenapa saya susah”. saya tuliskan di kolomkolom Non-KuliahOnline di Website ini. makin cepat beban turun ke pundak saya. Bertambah berkali-kali lipat. jika Allah menghendaki suatu kebaikan bagi seseorang. justru Allah segerakan keburukan buatnya. Kesimpulannya. Salah satunya adalah dengan bertaubat sebener-benernya taubat. Tidak jarang reaksi begini malah terjadi: Seseorang merasa Allah semakin menjauh ketika justru ia semakin mendekat. Sehingga kemudian saya fokus juga untuk mengejar ketertinggalan. makin banyak beban yang saya pikul. Tentu saja perlu diteliti lebih dalam lagi. dalam satu dua kasus. Supaya apa? Supaya segera terbebas ia dari kesalahankesalahannya. akan semakin cepat pula keringanan itu saya dapat. Mudah-mudahan ada benang merah dengan materi-materi KuliahOnline. bahwa nanti selepas 0-0. Dan karenanya kita perlu berterima kasih kepada Allah. Silahkan melihat-lihat di artikel lepas maupun di sms-sms dengan jamaah. Sebab hitungannya memang wajar saya susah.Melainkan disebut bermasalah itu. Setelah menelisik kesalahan-kesalahan saya. yang justru menambah bungkuk. atau malah tidak sedikit yang terjadi begini: ketika seseorang berjalan menuju ampunan-Nya. Dan tentu saja. beragam reaksi ketika peserta KuliahOnline membaca materi kuliah ke-22. Tapi bagi saya. Jawabannya. Saudaraku. di tengah jalan ia malah menemui kendala-kendala baru. dari dosa-dosa. Apa jadinya kalau saya tidak menyadari? Yang paling parah adalah dosa tauhid. Dan insya Allah saya tahu. Allah akan angkat derajat saya. ya. kita bismillah memulai materi ke-23 ini. memangnya ada? Begitu barangkali sebagian kita bertanya. ada juga amalan yang bener-bener ngenolin dosa-dosa. kita merasa Allah tidak akan pernah dekat dengan kita. Akhirnya. tanpa banyak kalam. Insya Allah. Loh. Termasuk ketika saya harus membayar dengan masuk penjara. Allah sediakan banyak jalan untuk mengejar ketertinggalan ini. Tapi baik. Saudaraku yang dirahmati Allah. Semoga Allah memberikan ridha-Nya. kita deket dengan Allah dan ingat pada-Nya. injek pedal. Dan yang disebut anugerah adalah sebaliknya. Ada hadits qudsi yang isinya kurang lebih. beberapa kejadian kecil selama “libur”. Nah. Dan alhamdulillah. jawaban yang sering saya lihat adalah justru dengan cara itu. “Message” ini. Alhamdulillah. saya bukannya menyesal. Saya terimain aja apa yang terjadi. hutang saya malah tambah buanyak. Saya pun demikian. jadi sabar. dulu. Menambah berat. Alhamdulillah. masalah-masalah baru. saya jadi sustain. Agak enteng terasa. Allah mempercepat masa bayar dari keburukan yang kita lakukan. kalau kita jauh dari Allah dan lupa sama Allah. Istilahnya. Saat itulah saya teliti kehidupan saya.

Biar agak nyambung. saya ketemu dengan seorang yang mengaku pengikut setia seorang ustadz ternama di negeri ini. *** Beberapa saat setelah saya menulis KuliahOnline materi ke-22. menghancurkan orang lain”. sama sekali “tidak dihitungnya”. Kebanyakan orang memilih untuk menambah dirinya untuk lebih lagi berduka. dan sedang sulit di kesulitan yang umumnya dirasakan orang umum sebagai satu kesulitan. Ia hanya merasakan ketenangan. ya sudah. malah saling berpegangan tangan mengejar dan mengubah keburukan yang sudah trjadi. ada Kebaikan Allah. sebagai jaminan hutangnya itu adalah tanah ibunya. saudarasaudaranya yang lain tidak menerima si saudara ini melakukan perbuatan bodoh yang merugikan ibu mereka. Lalu kemudian tampak terang benderanglah manakala akhirnya mereka kemudian bisa bilang. sedang susah. Jarang orang yang bisa menerima keadaannya. Kalau dulu tidak terjadi krisis di keluarga kami.yang bisa hamba-Nya itu pikul. Hanya. si penghutang pun menambah lagi daftar panjang penyesalannya: kenapa sampe kenal si Fulan yang ia yakini sebagai penyebab segala kehancurannya. ia aminkan. meratapi. sampe kemudian menyalahkan ketidaktepatan waktu. Shalat shubuh berjamaah adalah hal minimal yang ia lakukan. ada Rahmat Allah. Tapi ia mengaku. Tapi adapun masalahnya. Ada kecocokan. Dan selama ini pula ia menebus kesalahannya. dsb. rasanya menjadi teman yang meringankan perjalanan hidup. jatuhnya perekonomian nasional. Kalau ga tenang. sedang sakit. sedang berhutang. alhamdulillah ia bisa mengikuti pula kebiasaannya ustadz ini. tetap saja masalah. menyesali. Bingung ya? Ya. Gitulah permisalannya. ambang batas maksimal akan terjadi. Sementara. keikhlasan menjalani setiap peristiwa. Artinya. Terhadap yang begini ini. resesi global. ga bisa juga . Dalam kasus ini. dan tidak akan pernah terjadi melewati ambang batas itu. Supaya nyambung. “Bener juga. Mereka lalu memilih saling memahami. andai keikhlasan ada di hati mereka. Bahwa bersama kesulitan itu ada Kemurahan Allah. masa krisislah. Misalnya. mau diapain lagi? Sudah terjadi. seperti ada di semua mata rantai orang-orang yang terlibat. si ibu kemudian menyesali kenapa semua ini terjadi. yang kemudian ditetapkan sita jaminan. Si anak merasa takut dengan saudara-saudaranya yang lain. tidak akan lahir perusahaan ini. sedang malang. Penerimaan terhadap segala kejadian. Baca nya pelanpelan. mata rantai ketidaknerimaan atas takdir Allah. Jarang orang yang memandang bahwa kesulitan itu adalah anugerah. coba baca lagi Materi Kuliah ke-22 ya. Jangan terburu-buru. maka yang terjadi adalah Cahaya Allah di setiap etape berikutnya. petugas bank yang memberikan rekomendasi menyesal sudah memberikan ia kredit. kesusahannya hanya berkurang sedikit. sabab mengikuti orang baik. Maksudnya. seseorang yang diburu petugas bank sebab hutangnya. salah memilih bisnis. keadaan sedang di-PHK. bahwa ketenangan itu hal termahal ketika bermasalah. saling memaafkan. Selama 10 tahun katanya beliau mengikuti ustadz ini. atau bahkan mengatasnamakan “kasihan. Padahal mata rantai keajaiban akan terjadi di setiap simpul mata rantai jaringan orang-orang yang disebut. ketika saya buru-buru mengoreksi. Allah.

Ia mengaku. Saudara-Saudaraku sekalian. Sekarang ini. Tapi saudara-saudaraku sekalian ga usah khawatir. Saya masih membutuhkan 1-2 tulisan penjeda lagi untuk sampai ke hitunganhitungan sebaliknya dari tulisan materi ke-22. hal ini tidak membuatnya lemah. begitu saya sambungnya. Sebab dari hitung-hitungan shalat seperti di materi ke-22. Namun ia diberi kesempatan berumur panjang. Yakni pertanyaan seperti yang saya jelaskan di atas: “Kenapa ya? Saya kan udah berubah. Syukur bahwa Allah itu Maha Baik. Allah itu Maha Pemurah. bagaimana dengan usia 38 tahun ke belakang? Yakni mulai ia akil baligh – yang katakanlah balighnya itu usia 10 tahun – hingga 38 tahun? Dia bilang. justru ia semakin ikhlas akan segala kesusahannya. sambil terus . Membiarkannya hidup untuk menebus dosa-dosanya. Subhaanallaah. menjadi merasa haus untuk terus berburu kebaikan. Koq belum ada perubahan? Kenapa ya? Saya kan udah mengikuti jalannya orang baik. berarti ia masuk ke ustadz tersebut di umur 38 tahun. 48 tahun dipotong masa 10 tahun. Yakni dengan meyakini pula bahwa karena pertolongan Allah lah. Tapi saya kepengen menjalani hidup ini lebih ikhlas. Malah ya itu. dan tidak membuat dirinya tidak lagi gelisah. Yang ada. Dia ini semula merasa ada sesuatu di hatinya yang selama ini ia tahan-tahan. Ia yakinkan dirinya perjalanan pertaubatannya belum nyampe. ia masih perlu 18 tahun perjalanan kebaikan. Saudaraku. Tidak mengganggu pikirannya. usianya 48 tahun. Nanti kita tetap sampai ke pembahasan hitung-hitungan betapa murahnya Allah. “Atau dibuang ke panjang umur. Lah. Ga apa2 ya? Anggap saja ini seperti tuntutan awal agar langkahnya menjadi semakin benar. sudah jauh tertinggal. justru tidak terjadi. Ternyata benar. Tapi minimal. dia lumayan tercenung. bahwa barangkali ia “belum impas” membayar Allah subhaanahuu wata’aalaa. Perjalanan saya perjalanan belajar tentang tauhid. Ya. ia tambah ga bisa menyesali. Artinya. tiada sebanding dengan 28 tahunan ia mengikuti syetan. saya mencoba mengingat-ngingat juga apa yang terjadi dalam kehidupan saya dan kemudian sebisa mungkin saya share kepada kawan-kawan saya. Ia menahan pertanyaan ini untuk tidak meledak. Kerjaannya menggagalkan saja riyadhah seseorang. sejak ia mencoba menghitung-hitung kesalahan dirinya. 10 tahun ia mengikuti ustadz terkenal ini. Masya Allah. agar bisa menebus ketertinggalannya dan beramal saleh. kekhawatiran semula bahwa ia akan semakin menyesali dirinya. bahwa Allah itu Maha Pemurah. melainkan justru semakin kuat.saya hidup enak”. Perjalanan seorang hamba yang berusaha untuk menjadi ‘abid-Nya. kita menjadi tambah yakin. Namun ada yang menarik. meskipun kita tidak akan pernah bisa menghitungnya. tidak menjamah hatinya. Kawan saya ini bilang. koq tetap saja ga berubah?”. Pertanyaanpertanyaan ini ia coba redam. inilah memang bisikan syeitan. tidak mudah. Apa yang membuat dia ini bisa menahan pertanyaan-pertanyaan tersebut? Salah satunya kemudian apa yang ditulis di materi kuliah ke-22. Baru sebanding. bisa saja. Haj”. Ia yang semula mengatakan bahwa selama 10 tahun ia sudah shalat shubuh berjamaah tanpa putus. kesusahan yang ia rasakan. yang ada malah bertambah syukur. sudah diampuni sejak awal ia memohon ampun. Dan di saat yang sama. Kalau dilihat-lihat dari selisih itu saja.

Saya merasakan getaran harus terus memperbaiki iman islam saya. Ringankan saja perjalanan ini ya Allah. Apalagi Dia Maha Rahman Maha Rahim. Subhaanallaah. Ini lebih ke “memposisikan diri menerima” bahwa rangkaian kesulitan hidup sebab dosa dan kemaksiatan yang saya lakukan. dan terlambat mengetahuinya. amal-amal saleh. Anugerah yang mengantarkan saya kepada Allah. Dan saya pun belajar. Rabbanaa dzalamnaa anfusanaa. Saya pun banyak nafsunya. jika kemudian kesusahan ini adalah cara-Mu untuk menyucikan diri saya. Rupanya memang jawabannya adalah saya jauuuuuuuuuuuuuuhhhhh dari Allah. dengan disertai segala kemungkinan-kemungkinan buruk. yang ada kemudian lisan ini berzikir dengan doanya Nabiyallah Adam. saya banyak bermaksiat kepada-Mu. dengan cara ini saja. tapi. Tapi saudara-saudara. Saya kejar terus saja Allah. Saya hanya meyakinkan diri ini. saya membayangkan dosa-dosa saya. serta harus menanggung ini semua. Saudaraku. Saya tidak taat kepadaMu. bahkan ketika dunia saya genggam. saya banyak meninggalkan sunnah. sungguh saya telah menzalimi diri saya sendiri. Saya bisa merasakan itu. Ada saya pernah keluar dari salah satu rumah kawan saya yang kemudian saya clear dinyatakan bersalah dan harus menanggung sejumlah kerugian. akan beresiko sangat besar. ya Allah. Begitu saya keluar dari rumahnya. ternyata masalahnya menjadi semakin jadi. Saya terima kesulitan sebagai anugerah. itu auranya positif. saya merasa adem hati ini. . saya hidup dalam keadaan tidak turut pada aturan-Mu. Seketika saya “mewajarkan” mengapa saya menjadi sulit dan susah. ketika saya menyadari bahwa saya mulai di ambang kejatuhan. hilang sabarnya. dan saya jatuh. Saya banting ke sana saja. Saya diberinya waktu untuk menyelesaikan. Tapi terus saja saya pompa dengan kepositifan. Rasanya saya sudah membagi beban saya kepada Allah. pelanpelan. saya t’lah melalaikan shalat berjamaah. sebelum kita beralih ke materi kuliah besok. islam. masa iya ga kekejar? Masa iya ga nyampe. Di perjalanan pertaubatan saya. nampak seperti menyalahkan diri sendiri. Beda. dan cara-Mu untuk mengingatkan saya akan diri-Mu. ini beda dengan menyalahkan diri. Saya tidak mau menjadi orang yang paling nestapa dan tambah nestapa dengan menyalahkan diri yang auranya negatif. Sebenernya. kurang syukurnya. waillam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakuunannaa minal khaasiriin. Saya menerima hukuman. sebagaimana saya jelaskan di atas. Hebat. Saya. Dulu. Rumus “MASALAH” itu sederhana: Kalau kita jauh dari Allah dan kalau kita lupa sama Allah. dunia malah menjauhkan saya dari-Mu ya Allah.belajar tentang iman. apa yang disebut anugerah dan apa yang disebut masalah. Insya Allah nyampe. dan ibadah. Termasuk belajar dari setiap etape kehidupan langsung (learning process – experiental learning). Ya. tauhid. saya membayangkan dosadosa saya. Menurut saya ini bukan menyalahkan diri sendiri. di awal-awal belajar tentang resiko kehidupan deket-jauh dari Allah. Ya Allah. Salah mendifinisikan. dulu hati saya relatif menerima. kita coba jelaskan ya. Dengan cara ini. saya terima. dengan doa di atas.

Yang diincer sama Allah adalah tauhid kita. Namun sebaliknya. lalu dengan kemiskinannya itu bisa menjadi muslim yang baik. jauh dan deket sama Allah. raibnya satu dua asset diambil orang. masalah iman. coba juga pakai 2 ukuran ini. tidak sedikit yang tidak memahami lalu langsung nge-track di urusan ini. iman. shalat dhuhanya jadi hilang. coba koreksi dari dua hal ini. sama suami. trnyata sekarang bukan. tapi ada kemunduran spiritual. Insya Allah kita akan ketemu bahwa Allah benar-benar Maha Pemurah. insya Allah inilah anugerah. adalah anugerah. bisa baca al Qur’an lagi. di urusan-urusan yang saudara anggap masalah. Cuma. Maka saudara akan tercengang sendiri. Janganjangan sebenernya kehidupan Saudara sedang diincer sama Allah.Nah. demo karyawan. Ini bukan yang diincer Allah. ini justru masalah. Jika sebelumnya “bercerai”nya itu yang disebut masalahnya. iman kita. dan amal saleh. soal amal saleh. menjadi deket lagi sama anak istri. bisa bertaubat. bisa merogoh kantong lagi untuk sedekah. Sebab ukurannya sudah beda. sombong. Yakni. Tapi ya itu. Kalau tidak mempan diberitahu dengan “message” dari Allah (dengan sejumlah masalah). gampang. Bukan. pertaubatan. Tapi dengan di-PHK kemudian menjadi saleh. ada satu dua tagihan kita yang tidak tertagih. Saudara di-PHK. bisa megang tasbih lagi. Yakni pindah jalur saja. kita bisa deket sama Allah. Coba lagi pikirin soal penyakit. soal syukur Saudara? Coba saja lihat-lihat ke belakang hidup Saudara sebelumnya berhutang. bisa beramal saleh. tambah tawadhu’. sama orang tua. Buat yang tidak sedang menghadapi masalah apapun. kita bisa inget sama Allah. Mari kita sama-sama mengoreksi. dan soal-soal yang lain yang sedang saudara hadapi. Saudara karirnya naik. Benarkah hutang itulah masalah Anda? Bukan soal iman. Karena yang disebut masalah itu bukan masalah keduniaan. islam kita. Maha Sayang. masalah syukur. soal anak. tapi saudara malah jauh dari Allah dan lupa sama Allah. Masalah tauhid. Saudara kaya. iya ya. Kalau dia mau mengubah “masalah” nya itu jadi anugerah. ada yang diberitahu tapi tidak bergeming. soal jodoh. inget dan lalainya dari Allah. dari jauh dan lupa sama Allah. Ada yang dikasih tahu lantas menerima. syukurnya kita. Coba saja saudara pikirkan misalnya soal hutang. ini mah namanya ANUGERAH. maka Allah akan benamkan semuanya menyisakan kita yang kemudian meratapi kejatuhan kita. Sifatnya yang begini ini yang diincer. perjalanan sebelum cerainya itulah yang disebut masalah. jauh dan deketnya dengan Allah. mudah bener mengubah dari masalah menjadi anugerah. Saudara malah serakah. Sebab apa? Anugerah itu adalah sebaliknya. mukmin yang baik. Lah. soal tauhid. Tapi andai saudara-saudara yang kaya ini benar-benar jatuh miskin. amal saleh kita. Ini hanya model dari bentuk pesan tauhid saja dari Allah. soal islam. ada yang tahu dan menyadari. belum tentu disebut bermasalah. menjadi deket dan ingat sama Allah. Perlakukan juga dua kriteria ini. sementara itu banyak juga yang tidak tahu dan tidak menyadari. tidak menginjak bumi… ini yang harus kita kenali sebagai “sedang bermasalah”. Seseorang yang bercerai. Bisa seketika koq. Misalnya. dan dia merasa “aman-aman” saja. shalat berjamaah jadi hilang. wuah. Keajaiban perubahan suasana hati juga akan segera didapat. Maha .

Allah menganugerahkan saya kemampuan untuk menggoretkan ceritera kesulitan itu. Benar-benar pena dan kertas.Baik sama kita. web admin). selalu terselip Pertolongan Allah. Saya mengatakan “bersama kesulitan”. Saya akhirnya bisa menulis. kalimat yang saya garis bawahi. Ketika itu saya merasa putus asa. dilihat ulang. insya Allah bahkan kesulitan itulah anugerah Allah buat kita semua. Akhirnya ia menjadi kawan banyak orang setelah jadi sebuah buku. niscaya buku ini tidak lahir. sebab memang nyatanya gara-gara mata kita yang butalah yang tidak bisa melihat Karunia Allah. Ketika saya berada di pusaran kesulitan. Sebab emang ga ada fasilitas. Akhirnya saya ambil pena dan kertas. andai saya tidak mengalami kesusahan hidup. Dan kebiasaan menulis ini bukan satu-satunya anugerah Allah yang Allah berikan bersama kesulitan. Perjalanan waktu akan membuktikan itu. Saya butuh teman. Dan bila kitab sepakat. dan tulisan itu pun akhirnya menjadi buku. Semula ia sebagai kawan saya. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Jadi Ikhlas Ngejalanin Hidup KDW0124 Seri-24 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Jadi ikhlas Ngejalanin Hidup Di tengah kesulitan kita. Subhaanallaah. Ruang seukuran kurang lebih 2x3 menjadi kamar saya yang bagus untuk banyak merenung dan menulis hasil perenungan. Di tengah kesulitan kita. bahwa kalau kita mau berpikir tentang Kemurahan Allah. Terbit dengan judul: Wisatahati Mencari Tuhan Yang Hilang. Dan tidak ada Kehendak-Nya kecuali kehendak itu adalah kehendak yang baik-baik. maka bener-bener Allah itu Maha Pemurah. Andai kita lalui semua ragam kesulitan itu bersama Allah. ia kemudian menjadi salah satu cahya bagi kehidupan saya. Sekali lagi. Hingga kemudian saya bisa menulis KuliahOnline ini. dibaca ulang. Kebiasaan menulis ini di kemudian hari yang mengantarkan saya menulis buku-buku yang lainnya (lihat galeri. Tidak pernah kehendak . Oldies banget. Subhaanallaah. Saya termasuk yang percaya sedari awal. selalu terselip Pertolongan-Nya dan Kemurahan-Nya. Di tengah kesulitan kita. Semua adalah Kehendak-Nya. Agaknya. Sedikit berbagi. selalu terselip Kemurahan Allah. Saat itu saya terpenjara dengan sel dunia.

Saya menikah. Maka itu saya katakan. sebab saya juga menganalisis bahwa banyak piutang orangorang tua saya. saya tidak menafikan peran “nasab”. rasanya. Daarul Qur’an adalah sebuah nama yang saya berikan untuk institusi pesantren penghafal al Qur’an. Barangkali ini anak menyimpan sepasang orang tua yang masya Allah. pertimbangan Allah. itu kan si Yusuf Mansur. Ternyata si suami ini menyimpan istri yang sering merintih di hadapan Tuhannya. adalah ibadah ayah ibunya. bahwa anak ini mendapatkan pekerjaan. Sebagaimana saya pernah sampaikan. keluarga saya. ia tiada menegakkan shalat. peserta KuliahOnline juga banyak yang mengalami anugerahanugerah seperti ini. lahir dari garis seorang ulama di Kaliungu. Pantes aja. Dia kan ‘alim. berdoa dengan tulus agar Allah jangan menghukum suaminya.itu menjadi buruk hingga kemudian kita yang mewujudkannya menjadi buruk. dan saudara-saudara kita. Dan tentu saja beragam nikmat lain yang sangat-sangat tidak bisa saya sebut satu per satu. Mereka insya Allah penuh mengharap saya selamat dan bisa menyelesaikan semua urusan-urusan saya. Mereka rajin dan tulus mendoakan saya. di diri saya. Dikatakan ya. Peran turunan. Dikatakan juga ya. sebab buanyak sekali. Maka nya ketika di kemudian waktu saya menyadari bahwa akhirnya kesulitan itu mengantarkan saya menjadi “bisa menulis”. guru-guru saya. Ah. Maka kemudian turunlah Keputusan Allah. lahirlah Daarul Qur’an dan PPPA Daarul Qur’an. Tahadduts bin-ni’mah. kalo saya tidak dipenjara. dan berlatar belakang keluarga pesantren. web admin). Saya pun mencatat bahwa sejarah saya menghafal al Qur’an adalah sebab saya terpenjara. Berawal dari orangorang meminta saya bercerita isi buku (bedah buku). Menurut riwayat. pun sebab berkah berada di dalam kesulitan. Rasanya. dan ketemu dengan Maemunah. dan menyayangi suaminya. Zahid Mimbar. memang insya Allah bisa tershare itu cahya amal ibadahnya ke saya. akhirnya kemudian orang-orang mengenal saya sebagai ustadz. inilah yang saya anggap anugerah itu. saya lahir dari keturunan seorang kyai. Bila ada yang mengatakan. Saya percaya. Dan di kemudian hari. Disebut bukan satu-satunya. Padahal selama kuliah. rajin benar mendoakan anaknya ini. Allah barangkali berkenan menjabah doa-doa yang begini ini. tidak pantas saya menjadi yang tidak bersyukur. Dia kan turunan guru (sebutan untuk seorang Kyai. Begitulah dongeng tentang Yusuf Mansur bermula. Atau ada seorang suami yang banyak benar maksiatnya. Saya bisa sebut beberapa. melainkan karena doa ayah ibunya. Bisa ya. Tapi bukan karena dirinya. tidak akan ada itu cerita menghafalkan al Qur’an. Abdurrahman Mimbar. bisa tidak. Dia kan lahir dan besar di madrasah. Sebab dia kan pinter. sekedar untuk tahadduts bin-ni’mah: Buku-buku saya membawa saya menjadi ustadz. Tidak pernah. bahwa keluarga dan turunan bisa berpengaruh. dan bisa dibanggakan keluarga. Satu . bahwa kadang ada seorang anak yang dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan. ah. Anugerah yang Allah berikan bersamaan datangnya dengan kesulitan yang Dia izinkan mampir di kehidupan saya. Ternyata. Tapi kemudian ia tetap banyak mendapatkan berkah Allah. menjadi saleh. khususnya yang serumah. Dan PPPA adalah suatu program donasi untuk pembibitan penghafal al Qur’an. dan pengajian-pengajian kecil. Sebagai da’i. sebab amal ibadah yang dilakukan oleh orang-orang tua kita. Kesulitan akhirnya menjadi rahmat. ayah saya. KH.

juga pegawai negeri yang teramat jujur dan penyabar. . Ketika saya lahir. Kembali saya katakan. Secara bercanda. dan di masjid. percuma. juga untuk mendoakan saya. Beliau pegawai negeri (Depag) yang sangat-sangat jujur. Hermawan. Saya juga mengingat jasa guruguru saya yang dimintakan doanya oleh keluarga saya. Tapi masya Allah. di pengajian. Sanusi Hasan. ya susah mah susah aja. Rasulullah sendiri tidak bisa menjamin nasib putrinya andai putrinya ini berbuat salah dan tidak meniti jalan Allah. Malah tambah memberatkan saya. ribuan santrinya. salaf. Agaknya. “Ga pantes dia mah jadi keturunan orang baik-baik”. bahwa semua yang disebut di atas. semakin orang memandang rendah saya. Subhaanallaah. Tanpa itu. perjalanan jalan hidup saya sekarang-sekarang ini banyak berpengaruh dari rizki halal yang saya makan dari beliau. bahwa saya pun mendapatkan didikan agama sampe perguruan tinggi. Ayah kandung saya bercerai dengan ibu saya ketika saya masih di dalam kandungan. Tercatat dua kali diamanahkan sebagai Pimpro Pengadaan al Qur’an dan ta’mir Masjid Istiqlal. Wuah. laqatha’tu yadahaa. boleh dikata. dan kemudian menjadi penulis. PIK namanya di sana. banyak mengelola al Qur’an. Banyak sifat-sifat beliau yang saya rasakan menurun ke saya. Di usia saya 5 tahun. Madrasah al Mansuriyah. Kota. Lagi-lagi dengan orang saleh nan penyabar. Hidup saya lebih banyak dihabiskan di madrasah. Saya pun menikmati ragam kesusahan dari kesusahan yang saya lakukan. Alhamdulillah. Semakin orang sinis. senang di masjid. saya diasuh oleh paman saya. sungguh tidak ada yang bisa menyelamatkan saya. Seorang ulama betawi tempo doeloe. Ada pesantren besar. saya dapat tambahan rizki dan pengasuhan dari kedua orang ini. rasanya bener-bener bahwa amal saya mah ga ada yang bisa membantu saya. dan malah keturunan ulama. saya sudah berada di tengah-tengah madrasah terkenal di kalangan betawi. pun lahir dari garis keturunan KHM. law anna Faatimata binti Muhammad saraqat. siapapun kita adanya di mata Allah. Masya Allah. saya pun mengaminkan. kita akan susah. saya mengingat satu peristiwa. untuk mendoakan saya. ibu saya menikah lagi. kalau Fatimah binti Muhammad mencuri. Dari garis ibu. Jembatan Lima Jakarta Barat. aku akan potong tangannya. Sedari lahir. cerita di atas. saya merasakan keberkahan ini semua. membentang di antara Roxy mengarah ke Stasiun Beos. KH. Ayah tiri saya. Kelak. Seorang hafidz al Qur’an dan seorang penulis di berbagai majalah dan koran Islam saat itu. malah membuat saya makin terpojok. agak-agak “gak laku” ketika dibenturkan dengan masalah-masalah saya. Bahkan Rasulullah bilang kepada kita semua. Sama seperti paman saya. Tuhan saya dan Tuhan Saudara-saudara semua. kalo mengingat hal ini. biar ditambah dengan satu fakta. begitu dah kurang lebihnya. bahwa kalau kita salah.tahun yang lalu saya pernah berkunjung ke keluarga pesantren Kaliungu. maka ga peduli siapa kita. Sungguh kalau tidak ada Kemurahan Allah. Mansur. kalo kita salah. ayah tiri saya hidup sangat-sangat sederhana. Dengan status saya sebagai keturunan orang baikbaik. Saya kemudian menjadi penghafal al Qur’an. Di saat yang sama. Saya tambah mengingat orang-orang tua saya yang menggerakkan dirinya dan jamaahnya. Namanya dijadikan nama jalan sepanjang jalan Jembatan Lima. rasanya ga akan saya bisa menikmati ragam kesenangan lagi.

15 hari dikali 12 bulan? 180 hari. di sisi yang lain. Allah kita benar-benar Pemurah. “Cuma” soal lalai saja). 6 bulan dalam setahun. maka sebulan itu 300 jam. dan nasab yang baik-baik. begitu lulus kuliah. dia masih di bawah. Misalnya. Allah berikan saya jalan-jalan yang tadinya tidak terlihat. Alhamdulillah. Katakanlah anak ini selalu telat 2 jam. untunglah. atau sama dengan 6 bulan. atau bahasa kitanya. Atau dia kudu mengalami kesusahan selama 2 tahun. telat rizkinya. atau ngitung gampangnya: 15 hari. ga bisa 2 rakaat. Merasa bukan siapa-siapa. Sementara itu. yang selama kuliahnya ga pernah shalat wajib tepat waktu (ga bicara tentang dosa besar ya. maka orang ini udah jalan 10 jam. Orang lain udah punya 10 langkah. adalah salah satunya untuk menunjukkan ketegasan akan keadilan dan keharusan seseorang untuk menyelamatkan dirinya sendiri dengan berbuat lurus. ya mesti nganggur 2 tahun. Kita tahu hitung-hitungannya. Orang lain udah naik 10 tangga. Ibaratnya. ia mesti telat karirnya. Tapi kadang bisa 8 atau malah 12 rakaat. kalau 10 jam sehari. Tapi kemudian Allah datang. dia masih di situ. saya merasakan memiliki keluarga. Shalat sunnah tahajjud juga bisa 11 rakaat plus witir. Ia akan melihat amal-amal lain. langsung setelah ia lulus. Tapi bahwa bias kebaikan satu keluarga. Dan itu pun mestinya ia dapatkan pekerjaan setelah mengejar 2 tahun ke depan. ada seseorang yang adu jalan dengannya. bahwa anak ini secara teorinya jauh rahmat Allah sejauh 2 tahun. ia tetap dapat pekerjaan. Keduanya mencintai shalatshalat sunnah. saya pun pernah merasa jatuh sekali. anak ini. Jika rahmat itu berbentuk pekerjaan. Tidak jarang kita temukan. Tidak perduli siapa ia. Hingga kemudian Allah datangkan . Maka. melengkapi contoh di atas. dan tidak punya apa-apa lagi. anak model begini tetap senang hidupnya. dikali 4 tahun masa kuliah. Web Admin). Sebut saja ayahnya ternyata imam shalat di masjid. itu sama saja telat 24 bulan.Apa message yang mau saya sampaikan? Message nya. Ada seorang anak. saleh. Dan 24 bulan itu adalah 2 tahun. dan jauh dari rahmat Allah seukuran 2 tahun perjalanan dunia. Saya bisa memberi contoh. Maka pekerjaan ini baru ia dapatkan setelah ia memperbaiki dulu shalatnya. bahwa ragam kesulitan saya pernah mendorong saya untuk bunuh diri. ga pake jeda waktu 2 tahun sebagaimana dihitung di atas. Jangan dijadikan perdebatan. Dia kuliah 4 tahun. keturunan. adalah juga kemurahan Allah adanya. Atau kalaupun tidak. maka telatnya 10 jam. Bahkan saya bercerita di salah satu buku dan CD saya. asal Allah berkenan. Perasaan ini masih ditambah dengan kenyataan bahwa kehadiran saya ternyata malah menjadi beban buat yang lain. Ajak hati ikut merenung satu kebenaran yang terselip. Bahwa secara teori. sedang dia masih di tempat. Datang dengan segenap Kemurahan-Nya. please Peserta KuliahOnline menjadikannya sebuah perenungan. ibunya guru di ta’lim-ta’lim taman bacaan al Qur’an. Sekali dhuha. “kelebihan” kebaikan ini yang dishare kepada anaknya ini. Berbicara tentang Rasulullah yang menegaskan demikian. tentu saja masih akan berpengaruh buat seseorang. Saudara-saudaraku sekalian. tentu saja ia bisa dapatkan Kemurahan itu. Wajar kalau kemudian saya katakan kepada saudara semua. (Dalam soal hitung-hitungan ini. 2 jam dikali 5 waktu sehari. Dan ini pun bisa berlaku buat siapa saja. termasuk amalan-amalan ayah ibunya si anak ini.

jika ayah ibunya si anak ini berdoa mendoakan anaknya yang malas shalatnya. Misalkan. Apalagi misalnya. dan men-sharenya ke kita. membantu satu keluarga. Genjot saja kebaikankebaikan. Anda semua bisa memulai menjadi nasab yang baik bagi keturunan Anda semua. ketika anak-anak yatim ini menengadahkan tangannya ke atas. Nah. ada anakanak yatim mengaji. Allah memerintahkan malaikat-Nya itu untuk mengembangkan sayapnya. yang merupakan orang lain pun. Tapi sabab itu keluarga ini menjadi tegak punggungnya. Ada sebagiannya yang sedang mengajar. di situasi seperti ini. Begitulah pengaruh kebaikan satu keluarga. Dan bercucuranlah rahmat dari sayap itu untuk semua yang mengaji. Saya beri contoh lain. dan titi jalannya Allah. perbuatan ‘alim ‘ulama ini betul-betul bisamengundang pertimbangan Allah untuk Dia berkenan menolong saya. untuk berdoa. Ah. Allah akan betul-betul cari ini. Lalu orang saleh ini berdoa kepada Allah Tuhannya. Apalagi didoakan di tengah ta’lim yang bobot kebaikannya.keputusan-Nya yang lain. sehingga itu bisa Allah jadikan pertimbangan untuk menyelamatkannya. Lalu distop mengajarnya itu untuk mendoakan saya. maka Kemurahan Allah akan turun juga. Kita sering mendengar riwayat di mana Allah perintahkan malaikat-malaikat-Nya benar-benar mencari kebaikan yang ada dari diri seorang hamba-Nya. Allah akan mencari kebaikan seseorang untuk menyelamatkannya. Subhaanallaah. ada kiriman doa untuk saya. Maka subhaanallaah. Saudaraku. Ya Allah. Beliau mendatangi ‘alim ‘ulama yang diyakininya saleh. didoakan saja sudah merupakan kekuatan. Jangankan ibadahibadah yang membutuhkan gerakan-gerakan banyak. Weh. ada anak yatim yang keturunan seorang yang saleh. punya nilai lebih. Artinya. Saudaraku. bisa saja Allah segera memberikan signal kehidupan bagi suami orang ini. sementara saudara terbaring lemah di rumah sakit ga ada tanda-tanda kehidupan. saudara dengan uang yang tiada seberapa. lalu melanjutkan lagi ta’limnya. kekuatan dorongan kebaikan dari kebaikannya orang lain. sesering mungkin. Dan mengaji ini kan satu kebaikan. dan meyakini bahwa Allah . Allah mengutus malaikat-Nya untuk diam di sana. ya Allah. Istri saudara mengumpulkan anak-anak yatim ini untuk mendoakan saudara. menaungi mereka yang mengaji. Sekedar doa saja. maka seluruh kebaikan keluarga ini. Bahkan yang tertidur di pengajian pun mendapatkan rahmat-Nya. satu keluarga. Masya Allah. Beliau ajak murid-muridnya mendoakan saya. jika Allah berkenan. itu sudah tidak bisa disebut “sekedar”. perbuatan semacam istri ini. di saat ta’lim. Satu ketika misalnya. Atau seperti orang tua saya. jangankan satu pohon. Lalu meminta doa dari mereka. Supaya mengalir segala kebaikan saudara ke anak keturunan dan keluarga Saudara. walo miskin. bila dilakukan sepenuh hati. bisa mengundang rahmat Allah yang bisa menggugurkan dosa-dosa kita semua. Sebab pengaruhnya dahsyat sekali. Insya Allah anak keturunan saudara semua akan hidup mulia. jadi pengen nangis beneran nulisnya. Sungguh. pengen nangis rasanya saya. dan bisa mencari rizki kembali. Dan bukan tidak mungkin. kalau dia berbuat kebaikan dan kita ada nyangkutnya di jaringan kebaikan itu. Kalau sudah begini. yang kayak begini ini nih yang masya Allah. bisa juga satu saat menjadi kebaikan buat kita. Tapi anak-anak yatim ini mengaji sebab dikumpulkan oleh istri Saudara. sayangilah yang menyayangi anak saya sepeninggal saya. maka subhaanallaah.

maka ini pun sama saja. Waba’du. kalau kemudian keburukan yang kita alami malah membuat kita jadi kembali kepada Allah. agak masih ga ketemu “feel”nya ya? Ya. bukanlah kemurahan Allah. hal ini mesti ada pengaruhnya kepada orang yang didoakan itu. lalu saudara jadi putus asa. saya nikmati saja. Kita kan lagi bicara Kemurahan Allah. Seorang pengurus masjid berdiri di depan ratusan orang yang akan shalat Jum’at.Maha Mendengar doa. he he he. Misalkan ternyata. dan yang meminta doa untuk saudara adalah orang lain. Mudah-mudahan segala hajatnya dikabul Allah. Apalagi semua jamaah yang mendoakan itu adalah sekumpulan orang-orang yang akan melaksanakan perintah Allah: Shalat Jum’at. Yah. banyakin taubat. perbaiki shalat-shalat wajib. Habis keganggu terus. Kadang kita menganggap Kemurahan Allah itu adalah hal-hal berupa “anugerah kebaikan” saja. ga juga. memang biar gimana. qabliyah ba’diyah. masalahnya ditolong Allah… al Faatihah…”. Nulis lagi. adalah buruk buat kita. Nulis lagi. semua hal berkumpul menjadi satu penentu juga yang bisa mengundang Kemurahan Allah turun. Wah. dhuha. Walo akhirnya banyak hambatannya ke penaikan ke KuliahOnline nya. Kalau keburukan. Salah satunya pengumuman sedekah orang. . udah ada tamu. udah dipanggil urusan pondok. *** Tulisan kali ini. hidupkan ibadahibadah sunnah. dan teramat penting. Dan kemudian pergunakan juga banyak kesempatan untuk berdoa. baca al Qur’an. Kalau kita menilik kandungan KuliahOnline yang lalu. saudara sendiri ga tahu menahu bahwa ada sekumpulan orang yang shalat Jum’at mendoakan saudara. peran keluarga dan orang-orang tua penting. Padahal tidak setiap keburukan itu (baca: kejadian-kejadian buruk). ga usah kuatir juga bila saudara banyak melakukan keburukan. Sebab yang memberikan sedekah itu bukan saudara. Masya Allah kan? Jadi. Amin. mhn maaf. saya yakin. Tapi disebut ga dapat feel nya. witr. Baru nulis sebait. Nerusin sebait lagi. Kemudian dia mengumumkan. si suami tersebut Allah berikan karunia kesembuhan total. insya Allah. “Ada permohonan doa. eh ada tausiyah yang saya harus segera menyudahi menulis. perbanyak istighfar dan sedekah. Di tangannya memegang lembaran-lembaran berisi catatan-catatan pengumumam. Pada akhirnya. urusan anak2. Energinya besar sekali sebagai faktor pendorong turunnya Rahmat dan Kemurahan Allah. Tetap nyampe itu energi kebaikannya kepada saudara. tahajjud. dari Fulan bin Fulan yang bersedekah sekian sekian. Mudah-mudahan kesabaran semua Peserta KuliahOnline menjadikan salah satu sabab saya dimudahkan dalam mengajar di KuliahOnline ini. Allah Maha Memiliki Keajaiban. Mari kita bacakan al Faatihah sebagai doa bagi beliau. maka itu adalah kemurahan Allah adanya. Yang penting sekarang mah.

dan Kami timpakan sebagian keburukan dari keburukan-keburukan yang dilakukan manusia. sangatlah berbeda dengan keadaan mencekam beberapa tahun yang silam. Falammaa najjaakum ilal barri a’radhtum. Insya Allah. maka apakah kamu akan merasa aman bahwa Dia menjungkirbalikkan sebahagian daratan terhadap kamu.“Walanudziiqannahum minal ‘adzaabil adnaa duunal ‘adzaabil akbari la’allahum yarji’uun. Jangan cerewet. az Zumar: 21). berpaling dan membelakang dengan sombong. he he he. (Qs. Maka tatkala Dia melepaskan kamu ke daratan kamu berpaling. Agar ia menjadi berkah buat Saudara-saudara semua. al Israa: 68-69). (Qs. kembali lagi ke tabiat jeleknya. lalu Dia mengirimkan kepada kamu angin topan. berpaling karena sombong dan malas beribadah. (Berdoa koq ya bilangbilang ya? He he he). Para Peserta yang dimuliakan Allah. Demi memperhatikan keadaan sekarang. *** Waba’du lagi nih. Betapapun. atau apakah kamu akan merasa aman dari bahwa Dia bisa saja mengembalikan kamu ke laut waktu yang lain. atau Dia mengirimkan angin berbatu terhadap kamu? Kemudian kamu tidak memperoleh perlindungan bagi kamu? “am amintum ay-yu’iidakum fiihi taaratan ukhraa fa yursila . petik saja hikmah-hikmah yang terkandung ya. Banyak yang ikhlas menerima dan menjalani kehidupan baik (baca: menikmati). 83).alaikum qaashifam minar riihi fa yughriqakum bi maa kafartum tsumma laa tajiduu lakum ‘alainaa bihii tabii’aa. Tsumma laa tajiduu lakum wakiilaa. sebisa mungkin. manusia jika diberi ni’mat dari Kami. dan kemudian tidak ikhlas kalau menjalani kehidupan yang buruk. “Wa idzaa an’amnaa ‘ala insaani a’radhaawa na-aa bi jaanibih. al Israa: 67). saya berdoa dulu loh setiap memulai penulisan ini. Wa idzaa massahusy-syarru kaana yauusaa. maka Dia menenggelamkan kamu karena keingkaranmu kemudian kamu tidak memperoleh orang yang menuntut atas Kami terhadap kejadian itu?” (Qs. Ga apaapalah ya? Saudara semua insya Allah saya anggap bahagian dari kehidupan saya sendiri. Saya pribadi belajar dari ayat-ayat ini. Dan apabila dia mendapat kesusahan jadilah ia berputus asa”. (Qs. jadi berputus asa. bicara tentang kehidupan baik dan buruk. Ada juga tipe-tipe manusia yang ingat sama Allah kalau susah aja. adalah agar manusia kembali”. dan ketika diberi kehidupan yang buruk. tiadalah yang kamu panggilpanggil kecuali Allah. Tidak sedikit yang malah ketika hidup ni’mat. Manusia diingatkan oleh Allah: “afa-amintum ay-yakhsifa bikum jaanibal barri aw yursila ‘alaikum haasibaa. al Israa. Kemudian kalo hilang itu kesusahan. dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan. Andai saya tidak tahu atau . Dan adalah manusia sangat ingkar”. “wa idzaa massakumudh dhurru fil bahri dhalla man tad’uuna illaa iyyaahu.

bukan sebab ibadah kita. sudah merupakan karunia dari Allah. jika ada seseorang berdoa dan beramal. atau karena memang kesusahan itu dipergilirkan Allah. Dengan itu. please. Ya Allah. dikupas tentang poin-poin keburukan kita. bahkan ke posisi yang lebih gawat lagi. keburukan dan dosa. Hanya karena Engkau belum menunjukkan siapa diri kami. mahal sekali. dan bertaubat dari dosa-dosa baru. Dan karunia bisa bertaubat sendiri adalah satu karunia yang masya Allah. Apabila ternyata kita-kita ini termasuk orang yang rajin mengumpulkan poin keburukan. lindungilah kami dari maksiat-maksiat baru yang membawa lagi kami kepada kesusahan. maka Allah akan kembalikan ke keadaan semula. bukan tidak mungkin kemudian saya akan dikembalikan lagi ke posisi itu. Kenapa mesti banyak bersyukur? Ya.lupa lagi bahwa Allah lah yang menyelamatkan saya. kita bisa memperbaharui iman kita. lalu belum kunjung selesai juga masalahnya. sebab dipanjangkannya umur kita saja . pimpin kami keluar dari kegelapan-kegelapan kelakuan kami. Kepada Allah kita berharap agar Allah membuat kita bisa senang dengan sabab ampunan dan kasih sayang-Nya. karena barangkali dosa-dosanya. perbaikilah diri kami dengan menyadarkan kami betapa kami banyak kesalahan dan kelalaiannya terhadap Engkau. Tapi sesiapa yang tidak mengingat pertolongan Allah. Karena ga akan kekejar. kecuali karena Kehendak-Nya. Dan benarbenarlah menjadikan kami dan anak-anak keturunan kami sebagai orang-orang yang mulia dan selamat. Di dunia dan juga di akhirat. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Allah Maha Pemurah KDW0125 Seri 25 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Panen Amal Di Kuliah 22. jangan cepat-cepat putus asa. kami beriman kepada-Mu. lalu dia meminta tolong kepada Allah. alias senang melakukan maksiat. Yang dengannya saya ingin membuka mata. Rabb. termasuk ikhlas dalam beribadah. Ya Allah. Bikin diri ini ikhlas menerima kejadian-kejadian hidup. Teramat . maka ya banyak-banyak bersyukur saja kepada Allah. Dan janganlah mencela Allah sebab doa yang belum dikabulkan. lalu orang-orang masih melihat kami-kami ini hidup sebagai orang yang mulia dan selamat. maka Allah akan tolong. bisa kemudian mengejar ketertinggalan kita. Lihat-lihat juga kelakuan kita sebelum mengambil jalannya orang-orang yang baik. kecuali kita mengingat memang dosa kita belum lah sebanding dengan perjalanan pertaubatan dan ibadah kita. Ya Allah. bisa bertaubat. Siapapun hamba Allah yang susah.

com. judi misalnya. seputar pengakuan sudah nge-track. saya meminta kepada semua Peserta KuliahOnline untuk menjelajahi kolom-kolom lain di Wisatahati. Berikut ini cuplikan artikel saya tentang apa yang perlu kita lakukan supaya Allah berkenan “memangkas masa pemberlakuan hukuman/azab”: Hendaknya kita meng-enolkan dulu semua perbuatan buruk kita dengan bertaubat. Banyak orang yang tiada sempat bertaubat. Saya rata-rata menjawab dengan pertanyaan: Bagaimana masa lalunya? Apa yang terjadi hari ini. Allah sudah berjanji akan . Perlu ada pernyataan lisan dari kita. entah itu jodoh. tidak serta merta dianggap bertaubat. yakni berkenan untuk menyucikan jiwa kita yang kotor. Dan tiada yang bertaubat kecuali itu adalah untuk kebaikannya sendiri. Karena Kemurahan Allah lah. tapi kita diberi-Nya kesempatan bertaubat. Kita minta ampun sama Allah. Qad aflaha man zakkaahaa wa qad khaaba man dassaahaa.mahal malah. koq tetap tidak mendapatkan jodoh? Sebagiannya bertanya. berbuat amal saleh tapi hajatnya belum juga terkabul. (Qs. rasanya lebih mahal dari apa yang menjadi hajat kita. mengapa begini begitu. (Qs. saya meng-upload sms-sms dari jamaah berikut jawaban saya. tapi justru agar kita termasuk orang-orang yang beruntung. asy Syams: 8-10). Ada yang mengatakan baru saja bertaubat dari judi dan meninggalkan shalat. Dua ini saja. bahwa sebentar lagi kita akan menegakkan shalat dengan membawa dosa-dosa yang mau kita mintakan ampun kepada Allah. Ada saya suruh peserta untuk membuka artikel-artikel lepas dan kolom-kolom sms jamaah. rizki. pekerjaan. Dan kepada Allah lah tempat kembali”. Dalam satu dua masa libur yang saya tambah panjangkan masa liburnya nih KuliahOnline. mengapa saya koq sudah 5 tahun terakhir ini berikhtiar dengan jalan sedekah dan bangun malam. sebab satu dan dua hal. Di antara sms itu ada yang bertanya. persiapkan diri yang betul. Sungguh beruntung orang yang membersihkannya dan sungguh merugi orang mengotorinya”. ini untuk mengoreksi. Di antara sekian banyak artikel saya. “… Wa man tazakkaa fainnamaa yatazakkaa linafsihi. Ada yang menjawab sedang tidak bicara dengan ibunya. Allah mengilhamkan kepada jiwa itu kefasikan dan ketaqwaan. ngebut. “Fa-almahaa fujuuraha wataqwaahaa. Shalatnya cukup 2 rakaat saja dengan bacaan bebas di setiap rakaatnya. Wa ilallaahil mashiir. Pernyataan memohon ampun. Dan barangsiapa yang menyucikan diri. dengan benar-benar mendidik diri sebelum shalat. Perlu banyak-banyak bersyukur. anak keturunan. sangat terkait dengan kemaren. dan lain-lain. minta maaf pada-Nya atas semua kesalahan-kesalahan kita. Pernyataan permohonan maaf. atau hal-hal lainnya seperti hutang. Menghentikan perbuatan buruk. kitakita ini masih diberi-Nya kesempatan umur panjang dan kesempatan bertaubat. Tentu saja nama dan nomornya udah saya samarkan. Antara lain maksudnya untuk melihat-lihat yang sekorelasi dengan kuliah kita ini. Kita mencari tahu dengan cermin kejujuran diri. Tapi. Cara yang paling efektif di awal adalah shalat taubat. Ada yang mengatakan sebelumnya senang sekali berzina. Faathir: 18). Ini bukan menghukum diri. Ada yang mengatakan udah kebanyakan makan uang haram. Ya itu lah. sesungguhnya ia menyucikan dirinya sendiri.

shalat berjamaah. Shalat taubat untuk masa lalu saya. Selain tentu saja sehat. Kita mulai belajar bagaimana fokus mencari Allah. Bintang We Are Not Game Over Yet alan hidup itu Allah yang punya. shalat hajat untuk masa depan saya. Semaksimalnya. Bukan seadanya loh ya. Sampe ketemu di KuliahOnline besok. dan menahan diri dari perbuatan-perbuatan buruk yang baru. witr. Di awal-awal saya dulu meniti jalan pertaubatan. Kemudian setelah itu. dan menghidupkan sunnah-sunnah semaksimal-maksimalnya kemampuan kita. tapi tidak bisa mengatur. Habis itu perbanyak shalatshalat taubat di setiap kesempatan. baca al Qur’an. sedekah. sebab ada gerakan-gerakan shalat yang menyehatkan fisik. dan selanjutnya kita melaju bebas di jalan-jalan kebaikan. Bahkan sekarang-sekarang ini. sebagai jalan Tauhid. menegakkan shalat sunnah taubat dan hajat juga menjadi satu keberkahan tersendiri adanya. saya mulai galakkan lagi.mengampuni kita bila kita mau datang kepada-Nya. . meng-enolkan maksiat kita. malah saya usahakan di setiap shalat fardhu. Untuk mengejar ketertinggalan kita. kejar semua ketertinggalan kita dengan banyak-banyak istighfar. dhuha. Allah sediakan ampunan dan jalan-jalan kebaikan yang luar biasa yang insya Allah menjadi enteng buat kita mengubur dosa-dosa kita. Demikian cuplikan artikel saya mudah-mudahan bermanfaat. Terus motivasi diri kita. Begitu banyak fadhilah untuk masa lalu dan masa depan kita. Yang disebut ibadah sunnah itu. Allah itu Maha Pemurah. saya menegakkan shalat taubat plus shalat hajat. Kita hanya bisa meniti. qabliyah ba’diyah. bahkan Allah akan memberikan ampunanNya lebih banyak ketimbang dosa yang kita bawa kepada-Nya. tahajjud.

Kecuali memang ketika saya memang sengaja men-jeda. sehingga ia menempuh jalan ini. 29 Oktober 2008. juga adalah sesuatu yang diperlukan dalam hidup ini. Sepert eberapa waktu yang lalu. jug i dalam urusan hukum.. atau kebijakan. Tapi masya Allah. Bahkan kita akan meliha ehidupan di kemudian hari adalah kemenangan buat yang percaya bahwa memang kehidupan in milik Allah. Namun. sudah ada yang mendatangi untuk dikosongkan. Belajar tentang Akad. pun saya usahakan baca. getaran hati mengatakan. mest da apa-apa nih. Tapi.com. Mirip . Kebetulan saya sedang belajar Hukum Perikatan. dan mulailah mendekatkan diri pada-Nya. saya mencob berakrab-akrab dengan komputer. Yth. atau yang lebih dikenal dengan al Mahalli (Kita Fiqh). Berbaik-baik saja dengan-Nya. untuk memberi kesempatan dan mendorong saudar peserta semua untuk menjelajahi isi web. tapi kita tidak bisa memaksa. percaya semu kejadian ini ada Allah di baliknya. untuk dijadikan rumah-rumah tempat tinggal para stadznya. Say idak mau libur lagi. Khususnya kolom interaksi sms dan artikel lepas. ketika saya selesai menelaah buku dan kitab yang akan diujikan. Disewalah ini rumah selama 3 tahun. khususnya bab-bab yang akan diujikan. saya jeda dengan meminta semua peserta melihat-lihat kolom-kolom lai i Wisatahti.Kita hanya bis meminta. atau kebijaksanaan. percaya bahwa Allah akan mengatur yang terbaik. dengan hanya menyisakan semangat. rumah asaatidz. insya Allah segalanya berjalan sangat baik. he he he. adi. Semalam saya berhadapan dengan buku-buku yang sebisa mungkin saya baca untuk tambaha ersiapan ujian-ujian pagi ini. tentu saja tidak bisa dibenarkan. Dalam pada itu. Belajar tentang Bisnis Islam Lumayan terasa ilmu ini hidupnya di masyarakat. Masalah ruma pembina. kemudian mau menerima hidup ini seadanya keadaan. Pesantren menyewa satu rumah yang cukup besar. tertanggal hari ini. Maksud saya. semalam. Ini saya ikuti sebagai syarat kelengkapan kelulusan merai gelar sarjana satu (S1) di UIN. Kitab Hasyiataani. Perbuatan si pemilik rumah. Sebab katanya udah dijual. semua Peserta KuliahOnline. da erkenan memperbaiki diri. Tahu-tahu. belum lagi genap setengah tahun ruma ini disewa. di pondok ada sedikit masalah. Wise. saya akan mengikuti ujia ompre dan ujian baca kitab al Mahalli. mesti si pemilik rumah sedang mengalami satu dua hal peristiwa besa atau kesulitan dalam hidupnya. percaya bahwa Kehendak Allah itu pasti baik adanya. pikiran saya juga tertuju pada saudara-saudara semua: Peserta KuliahOnline. Saya menjeda perkuliahan.

kami punya bayi baru. Maka kemudian. sekitar satu setengah jam. Jadi saya punya waktu sampe jam 07. bangun. dan satu yang saya kontrak. Dalam keadaan masih kurang enak badan. tidak boleh kita melamarnya dan tidak boleh s erempuan (atau keluarga perempuan) menerima lamaran orang lain. Sampe clear segala urusan Sampe segitunya Islam mengatur. Selanjutnya. Semalam istri saya kurang sehat. sampe saya dan beliau. tertidur. tanpa memoton biaya beli rumah itu. Saya panggillah si pemilik rumah. say mijitin pundak dan kepala beliau. Alhamdulillah. Tapi jadinya. Saya beritahu bahw umah ini sudah dibeli. Begitulah keagungan Islam. asal diganti utuh uan ewanya. Sebab ujian itu jam 9 pagi. jaga-jaga kenapa-napa. Bukannya apa-apa. Saya puny waktu yang cukup. Kalau istri sehat sih. Tapi masya Allah. saya ijin sama beliau untuk shalat malam. he he he. ada mufakat.3 untuk nulis. Satu. Emang luar biasa para istri nih. rumah ini ada dua. Mengatur kehidupan ini dengan lembut. Saya tidak shalat di luar kamar. Ternyata si enyewa ini sudah sewa selama dua tahun.seperti ‘Umar bin Khattab yang melepas seorang pencuri sebab karen lapar. D alam rumah pribadi dia pun (yang saya beli). Kebetulan. Dia tidak keberatan keluar. Juga bua pembina/asaatidz. ga apa-apa. ada bagian rumah yang dikontrakkan. Menjelang tidurnya. Jadi. urusannya ke saya (ke pesantren). Lagi-lagi ada kendala. kalo dia betah. ketika muncul masalah di rumah yang satunya lagi. saya berinisiatif memanggil semuanya. Kasihan sama istri kal sampe Hafidz. Jarak tempuh dari pesantren sampe ke UIN Syari Hidayatullah Ciputat. Begitu bangun. Pesantren mengembalikan uang sewanya itu. rumah kontrakan yang dikontrak (bukan yang dibeli). . Aman dah. dan si pencuri berjanji akan bertaubat. *** Saya tidur dengan meniatkan meneruskan menulis KuliahOnline pas bangun malam. Rada khawatir juga. saya beli. Haafidz nangis. rumah yang saya beli. Persis selesai shalat. saya shalat 2 raka’at dengan tenang. selesai. Ini keadaannya kurang sehat. Di dalam hukum tunangan saja ika kita tahu seorang perempuan sudah dilamar. beliau bangu yusuin Haafidz. Istri say ang semalam ini datang haidhnya. bersamasama pemilik awalnya. Alhamdulillah. rumah dia pribadi. Alhamdulillah. Dan saya pun menyatakan aka memberi kesempatan untuk terus melanjutkan sewaannya itu kalo dia suka. bayi kami ini nangis. saya mengajak ngobrol si pengontrak ini. saya tidak jadi lagi megang komputer. Tapi seinga aya. dan saya persilahkan orang tersebut meneruskan sewanya sampe tahun yan udah ia bayar.

saya pun memilih shalat di kamar. sungguh isinya amat berkesuaian. Lah koq ndilalahnya. Engkau berkena memberikan kemudahan bagi saya. Mudah-mudahan Allah memaklumi. Yah aya angggap ini kebetulan yang menyenangkan. udah mah ga witir. dan saya dapat menulis lagi. bahwa sebelum jalan ke kampus. Barangkali kepencet-pencet utsnya. In dalah rangkaian perjalanan tauhid dari yang saya pelajari. saya shalat shubuh Lagi-lagi saya minta maaf sama Allah. Meski yang saya upload in ukan materi baru. saya itu niatnya mau nulis tentang tematema kedekata iri kepada Allah. Barangkali ini “hadiah” Allah buat saya. Komputer sudah saya nyalakan sedari bangun awa Mau langsung ngebut. Dan karena tidak semu rang bermasalah. emang dia sesuai dengan yang saya inginkan. 29 Oktober 2008. Biar gimana. saya harus menaikkan satu tulisan KuliahOnline. ketimbang situ-situ. web admin) sedang ada pertemuan internal pesantren ketika saya mengumumkan akan memperbanya waktu di pondok (cut-off jadual ceramah) dan mulai merilis kuliah wisatahati. Amin. sama dengan yang mau say tulis. saya senangkan hati. maka gunakanlah pembelajaran ini sebagai modal memotivasi orang juga. Judulnya: Bintang: We Are Not Game Over Yet. Tapi. Setelah Haafidz tenang. ka lebih penting anak ya. yang diawali dengan ikhtiar untuk kembali kepada Allah dan mencari Allah. Memang saya sesekali megang komputer sambil megang Haafidz. Amin. bisa di atas dan bisa di bawah. Apalagi. Haafidz nangis lagi. Alhamdulillah. Eh. Tema nya ini tulisan. menidurkannya lagi sambil saya ngajiin sebisa saya. entah pegimana ceritanya. di layar saya. hari ini. Saat akan nulis itu. Saya sudah membacanya ulang Alhamdulillah. alhamdulillah. saat itu (saat tulisan ini dibuat. materi kuliah bisa diupload. Saya menunjukkan sat ua hal di layar komputer sama Haafidz meski saya tahu Haafidz pasti belum ngerti apa-apa. Ya saya memilih menggendong Haafidz ulu. he he he. Dua-duanya paham. begitu saya bilang di tulisan ini. Tulisan berjudul “Bintang: We Are Not Game Over Yet” ini bertutur tentang perjalanan seorang ana manusia yang kembali kepada Allah. Tulisan ini dimaksudkan sebagai motivasi buat yang sedang bermasalah. habis shalat shubuh. Maaf ya. Neger ni butuh banyak motivasi. sudah lengkap. Terima kasih ya Allah. kita-kita ini adalah manusia manusia yang bisa jatuh bangun. saya kasih tahu Haafidz da stri. tulisan ini muncu Dan tulisan ini. Peserta KuliahOnline yang dirahmati Allah. Insya Allah pelajaran ini sebaga ersiapan adanya andai hidup kita . Saya mengisahkan kisah ini.Saya kemudian memilih tidak menutup witir dulu Saya dekati Haafidz untuk kemudian saya ambil alih. Tapi kejeda terus… Alhamdulillah. Haafidz pun dengan tenang tidur lagi. Untu jaga-jaga lagi. Saya tinggal memberi pengantar saja kepada saudara-saudara semua. malah muncul tulisan lama saya di sat ahunan yang lalu.

Sebelum kejadian. Saya mengingat sekali peristiwa ini. menarik kita. sebagaimana say atakan di atas. sebentar lagi. Saya ingat. he he he. berbilang 4 semeste aya tidak daftar ulang kala itu. Tahun 1999 saya di-DO.betul-betul sedang bermasalah. Salah satunya ya perkuliahan Berantakan. kelak kita justru akan berada di atas ombak. Jadila emenang! Be a winner! Ketika kita sanggup menyambut ombak itu. Berdasarkan pengalaman itu. Banyak hal yang saat itu kocar-kacir karena menjadi the looser. Biarlah ia ada. kandas Karena saat itu saya sedang lari sana lari sini. masalah yang tidak mampu kita tangani. untuk sesuatu maksud di kemudian harinya. Ya. da menenggelamkan kita di lautan. Khususnya. Dan sala atu cara efektif untuk menyelesaikan semua kesulitan adalah justru dengan menghadapinya. asal Allah sediakan jalan keluarnya. Saat itu saya termasuk yang lari sana lari sini. Ini justru untuk memangka erjalanan waktu dan tidak menyia-nyiakan masa depan. Semua kesulitan harus diakhiri. Tentu saja kita meminta kepad Allah supaya hidup kita terhindar dari masalah. Mudah-mudahan kita mampu menemukan egala hikmah kejadian hidup. Sebab ombak itu justru akan menyeret kita. saya kemudian memotivasi kawan-kawan yang sedan ermasalah. 29 Oktober 2008. Pagi ini. 1997 saya masih sempat KKN an sudah menulis satu bab mukaddimah untuk skripsi. *** Masalah hidup itu sunnatullah. janganlah kita berlari. Berlari dari urusan-urusan yang membebani pundak. Tapi cita-cita menyelesaikan S-1. hari ini. dan bisa mengendalikan ombak itu Itulah kesejatian menghadapi masalah. Ketik mbak datang. dengan penuh ketenangan da ersiapan tentunya. saya akan ujian akhir. Mudah-mudahan Peserta KuliahOnline bisa memetik hikmahnya. terkadang membiarkan kejadian-kejadian buruk menimp kita. Mohon doanya ya. Akhirnya saya menyerah di balik . dan diberikan kekuatan serta kesabaran menghadapi semu ujian hidup ini. sebelum sidang skripsi. Dan Allah ebagai Pemilik Kehidupan ini. untuk menghadapi saja itu persoalan yang dihadapi. Sambutlah ombak itu sebagai perjalanan kemenangan. Amin. saya aka egera menutup komputer untuk segera bersiap-siap ke kampus untuk ujian. kalau dhitung dari 1997. Ga kebayang kalo saya akhirnya bisa sampe Ujian Akhir.

Bahwa Allah itu Sangat Kuasa terhadap hidup saya dan jalan hidup saya. tapi ini merupakan bekal sebekal-bekalnya bekal. Datar. SH. Berharap dapat rekomendasi. Beliau melihat saya. Bahwa insya Allah hidup ini belum akan berakhir. Tapi saya kalah hanya untu ementara waktu. begitu katanya. tapi tajem. tapi dalem. Dosen Pembimbing saya. Refleksi kisah selama 2 tahun itu saya tulis di Buku Wisatahati Mencari Tuhan Yang Hilang. Dalam perjalanan 2 tahun itu. Say melihat bahwa kuliah saya berantakan. Datar. Sekian waktu saya kumpulkan energi lagi. ini ada mahasiswa kecil banget. di tahun 1999. “Ada perlu apa? Silahkan”. salah saya. Bekal saya adalah keyakinan. Tentu tidak ada yan harus saya sesali. Saya utarakan ke beliau bahwa saya ingi uliah lagi. Dari beliau. Ahma Sukardja. Ya say sadar. Khaeruddin. saya malah di-DO. 2 tahun aya menjalani hidup yang jauh dari matahari. hingga tertahan d kamar sempit”. berkeinginan seka memenangkan hidup ini. “Saya minta rekomendasi Bapak. Saya pun bismillah melangkahkan kaki ke kampus lagi. Saat itu say benar-benar ga bisa jawab. Alih-alih dapat rekomendasi. We Are Not Game Over Yet. Ingin menyelesaikan kuliah. Di antara secuplik kisah. Oh… Kalau begitu. Ketika saya mencoba menata kembali hidup saya. d ruangannya. Saya yang datang dengan bekal sangat minim. ada satu cerita nih. he he he. Barangkali beliau bingung. ada spirit yang sama di tulisan yang menjadi modu utama KuliahOnline hari ini: Bintang. Say uju DP saya. mulai dari lari sana lari sini. Drs. supaya saya bisa daftar ulang…”. . akhirnya memang saya “kalah”. yang saat itu menjabat Pembantu Rektor. itu buku belum terbit. Saya memilih percaya sama Allah ketimbang percaya pada nasib. Bekal yang benar.sel. Yang begini ini nih. “Pak. “Saya tidak daftar ulang 4 semester Pak”. Sebab terlalu panjang. Saya serahkan semua urusan kepada Allah saja. y saya songsong. begitu saya bilang ketika sudah berhadapan dengannya. saya disarankan naik langsung ke DR. Alhamdulillah. Ribet saya jawabnya. Bekal saya meski boleh dibilang hanya tauhid kepada Allah. banyak yang termakan. saya ijin menghadap Bapak…”. Hanya. Saya ngadep beliau yang buka saja tinggi jabatannya di kampus. itu salah Anda…”. akhirnya ketika saya dapati. Makanya saya minta maaf dan minta bantuan beliau. Saat itulah beliau nanya lagi: “Kenapa mint rekomendasi?”. Ia mampu memotivasi banyak hal dalam kehidupan saya. “Kenapa emangnya…?” Saat saat itu ga bisa jawab. tapi juga tinggi besar orangnya.

sama Kamu. Teringat kalimat beliau: “Suf. Bukan apa-apa. dan bahkan barangkali menyesal sudah mengasuh saya yang mala memberinya kehinaan. Kelak. Ka Adi (ana eliau yang sepantaran dengan saya. Saat itu. Bagaimana saya mengatakan ha ini kepada beliau. Saya katakan dengan senangnya ke beliau eliau. ibu saya ini juga kebayang-kebayang di kepala saya. ayah suh itu berangkat menjadi pembimbing haji. Anda yan eluar. setiap orang masalah dan bebannya berbeda-beda. ayah punya anak kandung 7. Kata beliau. Sesuai kadarnya. tiba-tiba muncul di kepal aya. Kebayang kan sekarang saya mengecewakannya. Ibu saya. Apalagi kemudian orang-orang tua say . Suda mah saya memberinya “malu”. sekarang malah lengkap dengan saya di-DO. jadi 8. anak ke-5) sama-sama lulus SMA tahun ini. Ja ni tidak saya pakai di dua peristiwa yang disebut. ini yang melemahkan saya. yang dimaksudkan dengan didoakan. Sekarang setelah saya keluar. kenyataannya malah di-DO. 1992. “Pintu keluar di sebelah sana. yang sedari kecil saya diasuhnya: KH. Saya bingung mau ngapain. Tapi yang kelua ntuk didoakan. saya pernah memesan satu stelan jas. dan saya malah clea di-DO. Lagi-lagi datar. Mudahmudahan da Kamu lulus”. bahwa nanti jas ini akan dipakai saat wisuda dan nikah nanti. Ibu saya pernah menunjuk k sepupu-sepupu saya. kandas. Kalimat itu begitu jelas buat saya. Artinya. ketika saya tapaki lagi. Subhaanallaah. Saya mengingat. Kemudian bermimpi akan segera ikut sekolah calon hakim. Saya tidak mau kecelakaan seba saya banyak bengongnya ketika di atas motor. ya saya tidak dapat rekomendasi itu. koq yang lain udah pada selesai kuliahnya. Secuplik kisah ini. ke hal-hal yang menambah surut dan melemah keyakina dan semangat saya: Ayah asuh saya. sedang saya belum? Ib Noni. adalah Kamu. atau menjad Kepala KUA (he he he). Sanusi Hasan. Saya menghadap aka meneruskan kuliah lagi. di-DO itu berat sekali. Saudara-saudaraku. salah satunya d urusan kuliah. adalah didoakan di Multazam. Susah payah saya pupuk spirit saya. istri dari ayah asuh saya. Seakan ini sama saja menguatkan pikiran buruk saya. Saya keluar dari ruangan beliau. pun nanya pertanyaan yang sama. Bagi saya saat itu.Belum sempat saya minta maaf. terulang lagi. Cukup lama saya termenung. Wuah. di tahun 199 kalau tidak salah. bahwa dipenjar dalah berakhirnya segala mimpi. Saya mendadak merefleksikan ke belakang. atau saya yang bukakan…?”. Saya merasa. Supaya Kamu lulus ujian masuk IAIN atau UI. dua-duanya ini tidak. saya mendapatkan spirit baru. Saya tidak sanggup menghidupka motor yang saya sewa dari tukang ojek saat itu. mirip-mirip nanti kisah Bintang yang dikisahkan sebentar lagi. beliau sudah meneruskan.

Saya katakan kepada diri saya. tapi di acar eresmian perguruan tinggi saya. yakni menikahkan. Syukur-syukur kan jadi perguruan tinggi. Tapi ya buat saya saat itu lebih baik demikian. Saya memilih bermimp ahwa ibu saya. Saya akan mengatakan kepada keluarga saya bukan saya di-DO. Pikiran-pikiran bahwa saya sudah salah memompa motivasi diri. web admin) dan kemudia menikahkannya. ya seumur-umur akan menanggung kesalahan itu Dan masih banyak lagi pikiran-pikiran buruk menghantui. Kalau saya sudah selesai kuliah. # Saya mau mengatakan kepada keluarga saya. benarlah orang-orang itu semua. Nanti bikin aja sendiri perguruan tingginya.mengatakan. Dan kebetulan ayah asuh saya mencintai dunia tuli menulis. Begitu kata say memotivasi. Subhaanallaah. # Saya banting stir ingat satu kumpulan tulisan saya. satu impian yang membuat saya bisa tersenyum da melambung tinggi. belum tentu sempat merampungkannya Saya mau nerusin saja hafalan al Qur’an saya. bahwa saya akan mendirikan kursus ini kursus itu. Pokoknya saya akan bercerita tentang “dream”. Sebab bukankah cita-cita mereka . daripada cerita tentan kegagalan. tapi saya akan bilang ke mereka ahwa saya akan banting setir untuk jadi penulis. daripada makan singkon eneran juga engga. bahwa saya akan mendirikan pesantren saja. Saya pelan-pelan memberikan kontribusi pemikiran dan perasaan kepada diri saya sendir Yang kali ini datangnya dari arah-arah dan hal-hal yang positif: Ga apa-apa gagal diwisuda. bukan datang di acar wisuda saya. sehingga beliau pasti akan senang. Kelak. Buat saya pribadi. Tentu mereka aka ahagia dan mendukung. ayah saya yah asuh saya. bahwa barangkali Allah telah memilih jalan hidup yang bukan jalan hidup orang kuliahan. memang perguruan tinggi yang dimaksud ini berdiri. keluarga saya. Kan kata orang lebih baik makan singkong beneran daripada mimp makan keju. sedih rasanya saat itu. dan emudian insya Allah akan mengembangkannya menjadi programprogram diploma. saya mencoba bangun angkit. ayah asuh saya. keluarga saya. maka “tinggal selangkah lagi” dah urusan orang tua. he he he. Allah kasih saya kesejukan hati. Say atakan kepada diri saya. lebih baik bermimpi makan keju. bahwa kalau sudah gagal. benar-benar menghantui. ya sulit untu angun lagi. Wuih. Entah darimana datangnya. Alhamdulillah. menyekolahkannya hingga selesai kuliah (wisuda maksudnya. Kalau sudah pernah salah jadi orang. dan saya mau katakan kepada ibu saya. Saya disuruh-Nya merampungkan tulisan yang kalau saya kuliah lagi. bahwa kebahagiaan buat hatinya adalah manakala melahirkan dan membesarkan seorang nak.

Sampe tgl 15 November. ini bersesuaian dengan tulisan berikut yang disertakan ini. Dan masih banyak lagi. Mansur. We are not game over yet. Oh ya. Saya doakan semuanya dalam keadaan diampuni. sebagai basis penganta segala kuliah di KuliahOnline ini. Doakan saya yang hari in ikut ujian di kampus. Sebab tanggung nih. *** Bintang . Jelajahi juga Qur’annya ya. baca lagi ya. Udah kejeda hampir 10 tahun. Mudah-mudahan dijed bukan berarti berhenti belajar. Tapi saya ingin meminta kepada Saudara semua membaca minimal buku saya yang berjudul Wisatahati Mencari Tuhan Yang Hilang. makasih ya. Toh royaltinya udah saya edekahkan ke pesantren. atas semua hal. begitulah saya berkomunikasi dengan diri saya. Pelan-pelan. memberikan energ yang positif kepada diri saya sendiri. Yah. baca-baca lagi buku ini. Coba sampe tgl 15 November ke depan. He he he.semua adalah saya menjadi penerus buyu saya? KHM. Bukan males. dan di tulisan-tulisan di buku Mencari Tuhan Yang Hilang. Ok. saya merekomendasikan membaca buku The Miracle. Atau kenapa males sih? Maaf ya. ada banyak ayat-ayat al Qur’an yang berserakan. Supaya dapat A+. Saudara boleh tidak suka dengan saya. dijag dan diberkahi Allah hidupnya. saudara-saudaraku sekalian. Amin. Di tulisan berikut ini. terdengar seperti promos ya? Ya biar saja. Kepentingan saya mah udah bukan lagi kepentingan bisnis. dan mengatakan. he he he. itu sama saja denga bersedekah ke pesantren. Jadi. Carilah buku-buku ini di toko-toko buku terdekat di kota Anda. kenapa semena-mena sih ngasih kuliahnya? He he he. ika berkenan. selamat mengikuti perkuliahan hari ini. Bag ang mengaku sudah baca. Alaa kulli haal. ya belikan orang-orang terdekat Saudara. saya mau menjeda lagi nih perkuliahan. Waba’du. Bilamana perlu. Kita punya hidup belumlah berakhir. saudara-saudara yang membeli buku saya ini.

Bertaruhlah. terjadilah. al Fajr: 21-30 Kajian Hadits: Disesuaikan. Bersama Allah Yang Maha Mengubah Keadaan. Ubah masa lalu dengan menatap masa depan. Hidup kita belumlah berakhir. Bangkit! Sesuatu yang terjadi. an Naml: 62 Qs. Kajian Doa: Disesuaikan. . Termasuk memperbaiki segala kesalahan kita di dunia ini. Bersama-Nya. Apapun yang terjadi. at Tahriim: 8 Qs. 185 Qs. al Fath: 4 Qs. al Hadiid: 6 Qs. Kehidupan akan terus berlangsung. bukan berapa buruknya masa lalu kita. Kalau kita memang masih hidup. itu tanda bahwa Allah masih memberi kita kesempatan mengubah apa yang mau kita ubah. Awloohumma shalli ’alaa sayyidinaa Muhammadin wa ’alaa aalihi washohbihii ajma’iin walhamdulillaahi robbil ’aalamiin. Aali Imraan: 26. as Sajdah: 21 Qs. Tapi yang menjadi masalah buat kita. Dan yang menjadi masalah. Bangun. kehidupan tidak berakhir di sini. ath Thalaaq: 3-5 Qs. az Zumar: 8. 51 Qs. adalah seberapa indah masa depan yang akan kita bangun. Assalaamu’alaikum warohmatuwloohi wabarokaatuh.We Are Not Game Over Yet Kajian Utama: Qs. 141-142. Sekarang Saatnya Kembali Kepada Allah. Selama kita masih hidup. bahwa Allah akan membantu perjuangan kita memperbaiki hidup kita.

ya dinikmati. Makanya. dan tidak ridha atas Ketetapan-Ku. permasalahan hidup kalo dinikmati.. falyakhruj min tahti samaa-ii. dan tidak bersabar di setiap ujian-Ku. Kalau kita lihat sekeliling kita. Banyak yang sesat justru ketika mereka tidak bermasalah. Sebab kita akan menjadi kuat. Kita harus ambil bahagian sebagai orang-orang yang bisa memotivasi bangsa ini dan diri kita sendiri. yang sudah saya tuangkan di dalam buku-buku saya. dan carilah Tuhan selain diri-Ku.... apalagi di diri kita. Jamaah yang dicintai Allah. harusnya.. Jangan sampai terjadi de-motivasi di bangsa kita. keluarlah dari langit-Ku. Berterima kasih diberi-Nya masalah. Sebagiannya sebab mereka menghadapi masalah hidup yang harusnya tidak menjadikan mereka lemah. benar-benar thanks to Allah. wa lam yardhoo bi qodhoo-ii.. di antaranya Mencari Tuhan Yang Hilang. wal yathlub robban siwaa-ii. al Hadiid: 16). hingga mereka ingat kelalaiannya. wa lam yashbir ’alaa balaa-ii.. Dan berterimakasihlah diberi masalah oleh Allah. Perjalanan waktu mengajarkan saya sebuah hikmah yang luar biasa. Lalu Allah beri masalah.. Syukur. Saya diajarkan oleh kehidupan ini: Berterimakasihlah sebab kita diberi masalah.. dan karunia Allah biasanya akan datang lebih banyak lagi ketika sebelum bermasalah. setelah sebelumnya ”tidak terlalu .. semestinya mengantarkan ”para penikmatnya” untuk kembali kepada Allah. malah menyenangkan. sisi spiritual saya ”lebih hidup”.Tidak Ada Yang Tidak Mungkin Bagi Allah. hidup enak.. Asal syaratnya: Sabar.... nyaman. Saya pribadi. kita akan menjadi belajar.... apakah belum tiba saatnya bagi orang-orang yang beriman untuk membuat hati mereka tunduk mengingat Allah? Dan untuk tunduk terhadap apa-apa yang diturunkan dari kebenaran al Qur’an?” (Qs. ”Alam ya-ni lilladziina aamanuu an takhsya-a quluubuhum li dzikrillaahi wa maa nazala minal haqqi. kealpaannya. Dengan masalah.. kesalahannya. siapa yang tidak bersyukur atas nikmat-Ku. tiada rintangan. ”Wa mal lam yasykur ’alaa na’maa-ii. cukup banyak orang-orang yang putus asa di negeri ini.” (Hadits Qudsi). Banyak orang orang yang kehilangan motivasi dan spirit dalam menjalani hidup ini. Koq saya menyebutnya para penikmatnya? Ya. Masalah hidup. Ikhlas.

Dan bisa dibilang Majelis Wisatahati dan Kuliah Wisatahati pun berawal dari masalah. bahwa tidak ada kata terlambat untuk memohon bantuan dan pertolongan Allah. Allah teramat Kuasa. banyak di antara kita yang barangkali sedang tidak bermasalah. mudah-mudahan berhasil membangun Motivasi & Spirit kita semua yang mengikutinya. kehidupan baru justru baru saja mereka mulai! Ada kekuatan di balik permasalahan yang Allah hidangkan dalam hidup kita. dengan Allah anugerahkan masalah. Alhamdulillah kalo begitu mah. Terutama saya mengisahkan kisah Bintang ini sebagai pelajaran buat saya. Artinya. untuk mengajarkan kepada diri saya. dan Allah berikan saya keluarga dan jamaah yang menyenangkan. yang kemudian dijadikan judul dari bahagian modul perkuliahan Wisatahati. betullah kenyataan yang saya saat ini nikmati. Itu semua adalah buah dari perjalanan masalah yang orang-orang lebih sering mengeluhkannya ketimbang mensyukurinya. seraya memohon ampun dan melayangkan doa kepada-Nya.hidup” untuk tidak mengatakan sudah ”separuh mati”. untuk segera bertaubat. Agar bukan saja hidup kita senang dan selamat di dunia ini. maka kata-kata tersebut tidak berlaku untuk Allah. Sementara itu. Kisah Bintang ini sudah memotivasi diri saya sendiri. Bahkan. kisah yang menjadi pembelajaran di dalam Pengantar Kuliah Wisatahati ini. bahwa hidup belumlah berakhir seperti yang kita bayangkan. Allah hadiahkan jalan dakwah buat saya. andai kita masih diberi-Nya karunia untuk hidup. melahirkan modul-modul Kuliah Wisatahati ini. begitu saya sering bertutur. Dan saya mengisahkan kisah Bintang. Padahal hidupnya sendiri bermasalah. kadang tanpa mereka sadari. Maka mudah-mudahan kisah ini menjadi pelajaran agar betul-betul selamat kita sebab menjadi orang-orang yang senantiasa ingat dan mau terus memperbaiki diri. tapi ternyata sebab Allah belum menjatuhkan keputusan-Nya. Perjalanan masalah saya pribadi. dan perjalanan masalah-masalah para jamaah yang datang konseling ke majelis Wisatahati. Tapi jangan sampai ternyata keadaannya itu bukanlah keadaan yang sesungguhnya. tapi juga senang dan selamat di negeri akhir. hidupnya sih memang tidak bermasalah. Allah menghadiahkan bisnis yang halal buat saya. Jika ada sesuatu yang kita sebut tidak mungkin. Bintang: Perjalanan Kehidupan Berbuah Hikmah Kisah Bintang. We’re not game over yet. . Bagi merekamereka yang bermasalah.

serta urusan masih bisa dan insya Allah bisa diselesaikan. bahwa hidup masih bisa diperbaiki. bahwa jika masih senang mencari rizki haram. ketimbang mereka yang bermasalah. Saya teringat doa ini sebab saya mengingat Anda jamaah sekalian. Untuk Mengubah Keadaan Jamaah sekalian. atau bahkan di tengah kemungkinan-kemungkinan yang mungkin saja terjadi. untukku. merasa susah dan sempit nafas oleh sesaknya persoalan dunia yang harusnya tidak menyesakkan batin. Termasuk pula kumohonkan agar Engkau membukakan pintu maaf-Mu. Doa ini sangat membantu saya. Sebab diri ini belumlah selesai perjalanan hidupnya. saya usahakan saya sendiri ikut belajar. Dan bila diri kita sedang tidak bermasalah. masih merasa harus menempuh cara-cara yang tidak disukai Allah dalam mencari rizki. Ibu Humrif’ah Binti Hajjah Rafi’ah Binti KH.. Di tengah kehidupan yang banyak permasalahan dan keinginan. dan ketika merumuskan modul-modul perkuliahan Wisatahati. saya mengingat doa berikut ini. lalu diseru kembali kepada Allah. Saya menyayangi Anda semua. Do’a Kesayangan Saya. Yaa Fattaahu. sebagaimana ketika ibu saya menghampiri saya dan menuliskan doa ini untuk saya: Awloohumma yaa Fattaahu.. Hadiah Dari Ibu. dan mencari rizki bukan dari jalannya Allah. pintu ampunan-Mu. untuk istriku dan . Kalau perlu. di setiap kajian agama. Doa ini diberi ibu saya ketika saya dilihatnya sedang menangisi hidup ini. untuk orang-orang tuaku. Mohammad Mansur Kampung Sawah Jembatan Lima. Doa yang diajarkan oleh ibu saya. Sebab siapa tahu. Membuka apa saja. Di setiap penulisan buku. terima. Termasuk membuka kesempatan bagi diri kita untuk memperbaiki diri dan membuka harapan di tengah keputusasaan kita. dan taati. itu tandanya diri berada dalam keputusasaan juga. harus senantiasa disuarakan terus oleh siapa saja. Siapa tahu di antara Anda ada yang membutuhkan doa ini. kita-kita yang tidak bermasalah inilah sesungguhnya yang lebih membutuhkan nasihat ini. agar Engkau membukakan segala pintu yang bersesuaian untukku. Jamaah yang dicintai Allah. sami’naa wa atho’naa.. perhatikan. Kasihan diri kita kalau sampe jauh dari Allah. isyu tentang ”Kembali Kepada Allah”. sebelum saya kisahkan kisah Bintang. Yang Maha Membuka. Yaa Awlooh.Sedikit saya mengingatkan diri saya. Kusebut asma-Mu. di setiap penuturan kisah-kisah hikmah.. Kepengen sekali di saat berakhirnya hidup. Allah sudah mengampuni segala dosa. dengar. Seolah kita tiada iman yang mengajarkan bahwa Allah lah Yang Memberi Rizki hingga menyebabkan kita ”putus asa”.

50. cahayanya melemah. Cahaya Lampu Yang Melemah Baiklah jamaah sekalian. Senantiasa kita mohonkan ridho dari Allah di segala langkah kita. Bunuh diri. Bintang. tidak punya harapan. Ia jual tanah orang tuanya. Deretan ini menambah lemah Bintang. Saya bacakan salah satu doa kesayangan saya ini. dan anak-anak keturunan kita.. 80. rasa takut. Rasa malu. 100.. Ia jaminkan rumah mertuanya. Mengalir pahala dan kebaikannya untuk kita. seorang ayah. dan masih banyak lagi kekhawatiran-kekhawatiran akan keburukan demi keburukan. Sungguh lemah. dan untuk segenap orang-orang yang kucintai. Biasa. kepada keadaan yang lebih baik lagi. beban kehidupan memang bisa membuat seseorang kepengen saja rasanya mengakhiri hidupnya. Ia pinjam surat kendaraan besannya. Ia pakai nama kawannya untuk pinjaman ke bank. tapi lemah. adalah seorang laki-laki. dan memohon agar segala aktifitas kita dicatatNya sebagai amal saleh dan ibadah untuk-Nya. 70… terus turun… 60. Yaa Rozzaaqu. Dan bertambah lemah apabila ia mengingat keburukannya menghantam kanan kirinya. sebut saja begitu. Ya.. Bintang merasa hidupnya akan segera game over. Saya mulakan sedikit kisah tentang Bintang ini. agar juga menjadi doa yang mengiringi ta’lim kita. Bintang merasa hidupnya semakin gelap dan tidak menentu. 40. 40 tahunan. untuk anak-anakku dan keturunan-keturunannya. Demikianlah jamaah sekalian.orang tuanya. Ibarat lampu digital. Dia di ambang perasaan bahwa hidupnya akan segera berakhir. keluarga kita. Wahai Yang Maha Memberikanku rizki. Ubah keadaan kami yaa Awlooh. tamat. untuk keluargaku. Hawwil haalanaa ilaa ahsanil haali. yang kepayahan ekonomi dan rumah tangganya. 90. melekat di hati dan di pikiran. hina. seakan menjadi jawaban yang menyelesaikan semua perkara dunia. 30… . Orang-orang seperti Bintang seakan-akan tegar. Wahai Yang Maha Mengubah Keadaan. atau malah ia merasa ia ingin saja segera mengakhiri hidupnya. Para tetangga yang tidak bisa ia kembalikan dananya. Yaa Muhawwilal haali.

-Rumah mertuanya bakal disita. Yang dihitungnya selalu hitung-hitungan matematis manusia. apalagi kalau kita mengadu pada Allah. Wuah. DIA akan mengabulkan siapa yang berdoa. benarkah? Benarkah nasihat kawannya ini? Benarkah Allah akan membantunya bila ia berdoa? Apa iya dia yang merasa dosanya banyak. berdoalah. Kita pun belum tentu kuat jika berada di dalam posisi Bintang. Sebab Allah sendiri yang menjanjikan. nasibnya jelek. terus saja ia mengipasi diri kita. Kita-kita. -Tidak akan sanggup membayar hutang. -Keikhlasan orang tuanya menyediakan tanahnya untuk dijual. wajahwajah memelasnya para istri dari orang-orang yang namanya ia pakai untuk meminjam ke bank. Jelas itu adalah sederetan kalimat-kalimat lemah yang ia suarakan sendiri sehingga seakanakan hidupnya betul-betul sudah tidak memiliki kemampuan apa-apa. dan akan segera berkahir! Belum lagi tambahan dari terbayangnya wajah-wajah seram para penagih. dsb. kadang suara putus asa pun muncul dari dalam diri kita. Buat yang . yang ia biarkan muncul menguasai dirinya. insya Allah sudah akan membahagiakan hati. sia-sia. Salah seorang kawannya menasihati dia tentang kekuatan doa: “Bintang. Berikut ini suara-suara di dalam hati dan pikirannya: -Tidak akan bangkit. komplit. Wajar juga kalo Bintang merasa dirinya bakal game over. Tapi kalau Allah sudah pasti mau membantu. Pun payah meyakini Kekuasaan Allah. dengan ragam persoalan hidup kita masing-masing. Kita mengadu pada manusia saja yang kita anggap bisa membantu. ga akan punya jodoh.Berdoa Untuk Ketentraman Hati Berdoa Untuk Ketenangan Hati Di posisi cahaya tinggal 30 ini Bintang ”berkenalan” dengan Doa. lalu doanya akan didengar Allah? Bintang rupanya termasuk orang-orang yang payah dalam meyakini kekuatan doa. Minimal doa akan menentramkan hati. dan DIA akan menolong siapa yang meminta pertolonganNya”. sulit berjodoh. Yang belum berjodoh. Berdoa bisa mengubah segalanya. -Akan game over Itulah suara yang menang. Manusia belum tentu mau membantu. Bintang meyakinkan dirinya.

Tidak peduli Seberapa Besarnya Masalah Kita. Berdoa berarti percaya kepada Yang Kuasa. ath Thalaaq: 3). Sesungguhnya urusan-Nya jika DIA menghendaki sesuatu.. Dan memang Allah jugalah yang menancapkan keimanan ke dalam hati hamba-hamba-Nya yang lemah. bahwa DIA tidak memiliki batas. ga bakalan sembuh. dsb. ”.” (Qs. Allah Sanggup Mengatasinya.berpenyakitan. “Innahuu ‘alaa kulli syai-in qodiir. Memberikan taufik dan hidayahNya. Tapi terjadi karena Allah menghendaki itu terjadi. sebab udah lebih dari 8 tahun sih. dsb. Bila kita pelihara suara-suara melemahkan ini. tidak akan sembuh. jangan biarkan suara ini muncul. Terjadi bukan karena perasaan manusia. sulit kalo ga ada gaji gede mah. cukup bagi-Nya mengatakan Kun. Jamaah yang dicintai Allah. Berkenalan dengan Kuasa dan Kebesaran Allah. Di posisi seperti inilah Bintang berkenalan dengan doa. Fayakuun. Yaasiin: 82). maka segala sesuatu bisa saja terjadi. susah dapet pekerjaan yang bener. (QS. Yang belum punya rumah. Lawan dengan keyakinan dan doa. sehingga berangsur-angsur Bintang percaya dengan kekuatan doa dan percaya akan Kuasa Allah. bahwa Allah itu ADA. sulit sembuh. kudu ada ijazah. Bintang benar. mending mati saja daripada ngerepotin.. Kalau kita memasrahkan kepada Yang Kuasa. niscaya Allah yang akan mencukupkannya. mandul. niscaya hidup kita akan semakin lemah saja. Dan barangsiapa yang memasrahkan urusannya kepada Allah. Lawan dengan iman dan semangat. ”Innamaa amruhuu idzaa arooda syai-an ay yaquula lahuu kun fayakuun. terhadap persoalan berat yang kita hadapi. sulit dapat pekerjaan.. jangan ngimpi punya rumah. sudah nasib saya ga punya rumah. Yang belum kerja. sesungguhnya DIA Maha Kuasa atas segala sesuatu”. dsb. Dan Bintang mau mencoba meyakinkan dirinya sendiri. turunan susah ya susah. Maka. sulit kalo ga pake pelicin. kalau Allah sudah berkenan. ga bakalannya bisa memiliki rumah yang layak. Bintang mau meyakini. Allah membuat perjalanan waktu kemudian ikut juga mengajarkan. Wa mayyatawakkal ’alawloohi fahuwa hasbuh. Dan terjadi bukan karena apa yang diusahakan manusia. hingga berujung pada putus asa.. ‘Aali Imraan: 26). bahwa datang kepada Allah adalah jawaban buat segala masalah yang sedang dihadapinya. Dan bukankah Allah sendiri yang bilang. .. Lemah tak berdaya. sulit kalau tidak ada kenalan orang dalem. maka jadilah.” (Qs. Terjadi bukan karena apa yang dipikirkan. Jadi. ga bakalan bisa. insya Allah DIA akan mengurus permasalahan-permasalahan kita. Yang belum punya anak. Lawan. dsb. ga mungkin punya rumah. kudu ada koneksi.

. Allah berikan kesejukan batin yang luar biasa buat hati Bintang sehingga ia menjadi tegar menghadapi hidup ini.. cukuplah awal untuk memperbaki kehidupan adalah dengan melakukan pertaubatan.Bintang pun memproses permohonannya..... dan Allah akan berikan rizki dari jalan yang tiada ia duga. Maka benarlah kiranya ungkapan ini Cukuplah ketenangan mestinya hadir ke dalam hati mereka yang beriman dengan melihat ayat berikut ini: “Wa mayyattaqillaaha yaj’al lahuu makhrojaa. Di saat situasinya memang menurut sebagian orang tidak lagi bakal selamat. Sesiapa yang bertawa...... wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasib. fahuwa hasbuh. dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah.. ath Thalaaq: 5)..... (Qs. al Fath: 4). qod ja’alawloohu likulli syai-in qodroo.. wa mayyatawakkal ’alawlooh. keadaannya Bintang. yang percaya kepada Allah. ath Thalaaq: 4). Tapi alhamdulillah ketenangan Allah masukkan ke dalam hatinya Bintang. Babak menikmati perjalanan doa.. yaj’allahuu mi amrihii yusroo. ”Huwalladzii anzalassakiinata fii quluubil mu’miniina. ketika manusia bertaubat.. yukaffir ’anhu sayyi-aatihi. ketika di awal memohon pertolongan Allah..... dan Allah akan lipat gandakan pahala baginya. Dia mendekatkan dirinya pada Allah.. (Qs..” (Qs.” (Qs. dan menikmati perjalanan pertaubatannya.. ”Wa may-yataqillaaha. menikmati perjalanan memelihara diri yang biasa kita sebut taqwa. wa yu’dzim lahuu ajroo.... Allah akan menjadikan kemudahan baginya di setiap urusannya.. Allah membuat segala sesuatu itu ada ukurannya”. maka Allah akan mencukupkannya... Wa may-yattaqillaaha. supaya bertambah-tambah imannya. memperbaiki hidupnya. sesungguhnya Allah menguasai segala sesuatu... maka Allah akan berikan baginya jalan keluar. Innawlooha baalighu amrihi. memelihara dirinya dari apa yang Allah tidak suka. Bintang memulai babak baru lagi dalam hidupnya. Allah akan hapuskan kesalahan-kesalahannya.. serta menyempurnakan segala nikmat-Nya dengan ampunan-Nya. liyazdaaduu iimaanamma’a iimaanihim.. memprihatinkan..... wahai orang-orang yang . Benarlah juga ungkapan yang mengatakan. dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah. Dalam pada itu.. Sesiapa yang bertaqwa. ”Yaa ayyuhalladziina aamanuu. Ath Thalaaq: 2-3). Dialah Allah yang menurunkan ketenangan di hati orang-orang yang beriman. Lihatlah janji Allah berikut ini yang kemudian dinikmati oleh Bintang: ”.. Ya.. Allah berjanji akan menghapus kesalahannya....

mudah-mudahan Allah Tuhanmu memperbaiki segala kesalahan-kesalahanmu.. Jamaah yang dicintai Allah. waghfirlanaa.. Tapi tidak sedikit manusia yang susah sebab ia mengundang sendiri kesusahan itu datang ke dalam kehidupannya. Sedikit saja harapan Allah bentangkan bagi hamba-Nya..beriman. ”Fa ashoobahum sayyi-aatu maa kasabuu. an Naml: 62)..?” (Qs. maka harapan itu akan “menghidupkannya” kembali.. Allah memang Maha Memberi Harapan.. mereka berkata wahai Tuhan kami sempurnakanlah untuk kami cahaya kami... bertaubatlah kamu kepada Allah dengan sebenarbenarnya pertaubatan. Allah... innaka ’alaa kulli syai-in qodiiir. Alhamdulillah kesadaran Allah bersitkan di hatinya.” (Qs. pada hari di mana Allah tidak akan mempermalukan para nabi dan orang-orang yang bersamanya. Maka mereka ditimpa akibat buruk perbuatan buruk mereka sendiri. wayudkhilakum jannaatin tajrii min tahtihal anhaar..... walladziina dzolamuu min haa-ulaa-i sayushiibuhum sayyi-aatu .. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.. Bintang disergap kerinduan yang mendalam kepada Allah. at Tahriim: 8)... ’asaa robbukum ayyukaffiro ’ankum sayyi-aatikum.. Sesuatu yang membesarkan hatinya... Ada seseorang yang mengalami kesusahan sebab Allah mempergilirkan kesusahan itu sebagai ujian hidup... dan siapa yang menghilangkan kesusahan apabila ia berdoa kepada-Nya.... yauma laa yukhzillaahunnabiyya waladziina aamanuu ma’ahuu. nuuruhum yas’aa baina aydiihim wa biaymaanihim..... yaquuluuna robbanaa atmim lanaa nuuronaa... dan memasukkan kamu semua ke dalam surga-Nya yang mengalir di bawahnya sungai-sungai... ”Ammayyujiibul mudhthorro idzaa da’aahu... Sesuatu yang tiba-tiba saja sanggup membuat dia merasa hidupnya masih punya harapan. siapa yang menghilangkan kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya..... dan ampunilah kami.. tuubuu ilawloohi taubatan nashuuhaa... Tuhan Yang Memberi Harapan Mestinya Kita Rindu Pada-Nya Setelah perkenalannya dengan doa dan Kekuasaan Allah. Bintang termasuk yang mengundang sendiri kesusahan tersebut.. cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka. sesuatu merayap dalam hatinya Bintang.. wa yaksyifussuu-a..

dan orang-orang yang zalim di antara mereka akan ditimpa akibat dari apa yang mereka usahakan. Kembali Kepada Allah Bintang kembali pada Allah. Setelah Allah menceritakan tentang kehancuran ummat-ummat sebelum kita. wa maa hum bimu’jiziin. Tertegak qaamuu kusaalaa. as Sajdah: 21). Ia pun bertaubat pernah punya perasaan jelek kepada Allah: Mengapa katanya. jarang dia datangi untuk shalat berjamaah. Kami timpakan sebagian akibat buruk yang manusia lakukan sebelum siksaan yang sebenarnya datang. Jamaah sekalian.” (Qs. dengan alasan sibuk tiada waktu. dan mereka sekali-kali tidak akan bisa melepaskan diri.” begitu kata Bintang pada dirinya sendiri. Ia bertaubat sudah pernah berburuk sangka kepada-Nya. Dan memang seharusnyalah kita kembali kepada Allah sebelum terlambat. Bintang ikhlas dengan keadaannya. Bintang ikhlas menerima kesusahannya. dengan sikap tidak sempurna. ”Ah. Untuk shalat sunnah? Wuih. Allah sudah saya nomor sekiankan. Kesuksesan sedikit yang sudah Allah berikan..maa kasabuu. Ia bertaubat kepada Allah dari seluruh dosa yang sudah ia buat. Dengan mantab. sudah melalaikannya dari Allah. Bintang bertaubat. mushalla.. jarang ia hadiri. Ia bertaubat pernah tidak ikhlas menerima dirinya bisa ditipu sana ditipu sini. Dan tiba-tiba saja terbentang lembaran-lembaran dari hari-hari yang sudah dia jalani. Kayaknya kesusahan saya adalah panggilan Allah bagi saya agar saya kembali pada-Nya. Dia melihat dengan jelas. betul-betul jarang dia lakukan. apalagi nanti kesusahan akhirat. tidak lain agar mereka kembali. koq tidak menjaga diri-Nya? Dan membiarkan orang zalim bisa berlenggang menzalimi manusia yang lain termasuk dirinya? Dengan sebab kesadarannya. Shalat seadanya. Ia bertaubat kepada Allah.. dan ia tegakkan shalat sunnah taubat. Kesusahan dunia saja sudah membuat kita menjadi susah. Ia bertaubat pernah mengutuk Allah.. hingga ia hancur. ”Walanudziiqannahum minal ’adzaabil adnaa duunal adzaabil akbari la’allahum yarji’uun. mari kita lihat firman Allah di Surah al Fajr. ia ambil wudhu sebagai permulaan. Ia mengakui bahwa sesungguhnya ia sendiri yang sudah tidak bersyukur pada-Nya. tanpa dia sadari. Masjid..” (Qs. jika Allah ada. az Zumar: 51). shalat tiada tertegak dengan baik.. tertegak seperti orang malas. Akhirnya ya wajar Allah tarik segala nikmat dari-Nya. Ta’lim-ta’lim. . Batinnya benar-benar kosong dari Allah. Bintang terus melihat dirinya.

wadkhulii jannatii. dan dia mengatakan alangkah baiknya kiranya jika aku dahulu mengerjakan amal saleh untuk hidup yang sekarang ini. pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksaan-Nya.. Demikian jugalah kita berdoa semoga kita adalah orang-orang yang bisa kembali kepada Allah. masuklah ke dalam barisan hamba-hambaKu. Untuk itu. Allah mengingatkan kita untuk segera kembali kepada Allah..” (Qs..... wa jaa-a robbuka wal malaku shoffan shoffaa.. dan memohon pertolongan-Nya. Dan jamaah yang dicintai Allah.. fayaumaidzil laa yu’adzdzibu ’adzaabahuu ahad..... melihat neraka pun jangan... lalu di ujung akhir surah. dan jamaah semua. Supaya kita kembali dalam keadaan yang Allah sudah ridho kepada kita: ”Yaa-ayyatuhannafsul muth-mainnah... fadkhulii fii ’ibaadii. sedang malaikat berbaris-baris.. bahwa doa kita semua didengar Allah.... dan memperdengarkan semua keluhannya kepada Allah.. apabila bumi digoncangkan berturut-turut. wa annaa lahudz dzikroo.. ketika semua badai telah berlalu.. wahai jiwa-jiwa yang tenang.. Allah mengatakan seperti ini: ”Kallaa. dan datanglah Tuhanmu. Kalau bisa. Jangankan masuk neraka.. akan tetapi tidaklah berguna lagi itu semua bagi manusia.dan sebab-sebabnya. wa jii-a yaumaidzim bijahannama. Namun. niscaya DIA akan mendengar dan mendengar terus permohonan dan keluh kesah kita. al Fajr: 27-30). Jangan Lupakan Yang Menolong Bintang susah. Allah Pasti Menolong Kalau Sudah Ditolong. Bintang kemudian kembali kepada Allah. Na’udzu billaah tsumma na’udzu billaah. jangan sampe telat bertaubat.. kita bersama-sama saling mengingatkan agar menyegerakan diri kembali kepada Allah. kita pun kadang berada di posisi Bintang seperti ini.. janganlah kita melupakan Allah lagi. dan pada hari itu teringatlah manusia akan apa-apa yang telah ia perbuat selama di dunia.. Kalau kita kembali pada Allah. dan pada hari itu diperlihatkan neraka jahannam... irji’ii ilaa robbiki roodhiyatam mardhiyyah. Kalau . Supaya kita tidak sempat melihat neraka..... (Qs. Alhamdulillah. yaumaidziy yatadzakkarul insaanu. kembalilah pada Tuhanmu dengan hati yang tenang lagi diridhai-Nya. lalu dia ingat kepada Allah. Maka tidak bosan saya mengingat diri saya.. marilah jamaah semua. idzaa dukkatil ardhu dakkan dakkaa. Bila Kita Istiqamah.. dan masuklah ke dalam surga-Ku.. yaquulu yaa-laitanii qoddamtu lihayaatii. al Fajr: 21-26). Itulah jamaah sekalian..

Tapi khususnya bagi Bintang dan orang-orang seperti Bintang. Ia memasrahkan segalanya. 80. mudah-mudahan Allah senantiasa menjadikan kita sebagai hambaNya yang ingat pada-Nya. Menjadi sulit kita istiqamah --lurus. Bahwa.. Bintang menyeru Allah dan kembali padaNya. cahaya kehidupan Bintang turun drastis.. 90... berada di titik 30. hingga ke titik 30. dengan menjadikan diri kita tidak lagi gampang berbuat maksiat dan enteng untuk beribadah dan berbuat baik kepada sesama. dia lupa bahwa dia pernah berdoa sebelumnya.. Ia tahu. Inilah titik baliknya Bintang.. hari-hari berikutnya Bintang hanya fokus kepada Allah. Dari titik 30. . lempeng --jika kita hanya ingat pada kesenangan saja. 50. Dengarlah ayat Allah berikut ini: ”Wa idzaa massal insaanu dhurrun.. akan berusaha menjadi orang-orang yang selalu dijaga dan ditolong-Nya. dan jika manusia ditimpakan kesulitan. Begitukah yang terjadi. seiring dengan kembalinya Bintang kepada Allah. Kita berlindung.. bahwa ia bakalan game over.kita melupakan Allah setelah ditolong-Nya. 40. naik jadi 40.. tapi kemudian jika sudah diberikan nikmat-Nya kembali. Kejadian ini terjadi ketika lampu digital itu. seperti prajurit Allah yang kepengen syahid di jalan-Nya.. 50. dan juga Anda semua para jamaah sekalian. 70. tsumma idzaa khowwalahuu ni’matan minhu nasiya maa kaana yad’uu ilaihi min qoblu. az Zumar: 8). Tuhannya. tentu kalau ingat kondisi ini. 60. dia akan berdoa kepada Allah seraya bertaubat kepada-Nya. wahai diriku. berat untuk kita untuk menjadi hambaNya yang diingat-Nya lagi. Titik Balik Yang Penuh Ujian Jamaah yang dicintai Allah. Kita pun berdoa semoga keistiqamahan Allah berikan kepada kita. hingga terus ke titik 100.... cahaya lampu itu akan naik kembali. da’aa robbahuu muniiban ilaihi. di titik 30 inilah Bintang da’aa robbahuu muniiban ilaihi. Dari angka 100. Tapi kali ini ia songsong “kematiannya”. Ingat dan bersyukur. Dengarlah wahai hatiku. 80. Secara teori. Begitu kira-kira yang disampaikan di atas. Insya Allah amin. dan bersyukur. 70.? Mestinya.. ke 90.” (Qs. 60. ibarat lampu digital. yang pernah tahu bagaimana rasanya jadi orang susah.

Jangan lagi ditanya ruko yang disewanya. Tunggu dulu. Tapi apa boleh buat. 10. 4. Cahayanya malah makin melemah… 30. Kitanya saja yang perlu mengenali bahwa Allah begitu dekat dalam kehidupan kita. Mending kali kalo rumahnya sendiri. Yang terjadi ternyata tidak begitu. Doa sudah dipanjatkan. dan menyayangi kita. Ini rumah yang disita adalah rumah mertuanya hingga maaf. Sesaat ia seperti kembali ke titik nadir. 1… dan… 0. Allah akan selalu menemani. Bintang limbung. Apakah kalian mengira akan masuk surga? Sedang belum nyata bagi Allah bahwa kita adalah orang-orang yang berjihad di jalan-Nya dan belum nyata bagi Allah bahwa kita adalah termasuk orang-orang yang sabar”. bahwa Allah ternyata tidak mendengar. Bahkan Bintang mendekam beberapa saat di sel polisi. Aali Imraan: 142). Dia akan selalu memperhatikan kita. seperti yang suka disuarakan juga oleh orang-orang yang lemah imannya dan tidak bertauhid yang baik. menjaga kita. Tapi titik balik yang penuh dengan ujian. seakan-akan percuma. 9. . Perjumpaannya dengan Allah. 8. Allah Tidak Akan Membiarkan Hamba-Nya Sendirian Dalam Menjalani Ujian Kehidupan Allah memang senantiasa menguji hamba-Nya.Tapi tunggu dulu! ”Am hasibtum an tadkhulul jannata wa lammaa ya’lamillaahul ladziina jaahaduu minkum wa ya’lamash shoobiriin. tapi kenapa kehidupan tetap berakhir buruk? Dan Bintang menemukan keadaan dia ini.. Rupanya ini memang titik balik. 20. yang memang sudah lama tidak diisi sebab tidak lagi beroperasi. 6. Apakah Bintang putus asa? Namanya juga manusia. Rumahnya disita. 2. 7. Jangan tanya mobil dan motor yang memang juga sudah lama tidak lagi ada di garasinya. Diperkarakan oleh satu dari sekian lawannya. membuat mertuanya menyumpahi dia tiada henti. Dia merasa. Istri dan anak-anaknya? Berantakan. 5. ketika dia sudah berada di dalam sel. dan kembalinya dia kepada Allah. Semuanya habis. Tapi Allah tidak akan membiarkan hamba-hamba-Nya sendirian dalam menjalani ujian hidup ini. (Qs. Secara teori sih harusnya titik balik Bintang di titik 30 itu mestinya menjadi starting poin untuk dia naik lagi posisi kehidupannya. 3. Ya. Akhirnya malah “Game” beneran.

Dan kalau masih hidup. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. maka barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukka ke dalam surga. tiap-tiap jiwa akan merasakan mati. maka sungguh dia telah beruntung. Ia melihat proses kematian kawannya ini. hingga kemudian dikeluarkan dari sel. Bila pun dia mati. Bintang histeris dalam kesunyiannya. bahwa ia tidak pantas meratap. faman zuhziha ’aninnaari wa udkhilaljannata. wa innamaa tuwaffauna ujuurokum yaumal qiyaamah.. Bukanlah benar kata Allah? Bahwa dunia ini hanya kesenangan yang menipu. sesungguhnya Bintang harus merasa faaza. kalau kemudian dunia menipunya kembali dan menghempaskannya ke neraka? Allah yang mengajarkan manusia dengan ilmu-Nya. Sebuah pelajaran yang mengajarkan bahwa Bintang masih hidup... Bukan kawannya yang mati tersebut. Jamaah sekalian... Kematian bagaimana? Allah menolong Bintang.Di dalam sel. di mana Bintang berada satu kamar dengannya. dunia ini tidak lain adalah kesenangan yang menipu. Dan Bintang selamat. Sedangkan dia masih hidup. Ia tidak bisa bicara. Siapa tahu bisa membebaskan dia dari api neraka yang apinya ia pernah nyalakan dengan maksiatnya di dunia. Mati di sel.. Dengan cara apa Allah mengajarkan Bintang? Dengan kematian.. Kawan satu selnya.... Bintang masih bisa mengubah keadaan hidupnya. karena Allah yang menghendaki keselamatan itu. Dia telah bertaubat dan kembali kepada Allah. Bintang paham. ada yang mati. dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. wamalhayaatuddunyaa illaa mataa’ul ghuruur. Bintang terguncang kesadarannya untuk kesekian kalinya. . Maha Suci Engkau. Buat apa dia naik lagi derajat kehidupannya. faqod faaza. Aali Imraan: 185). hampir saja ia meratapi keadaannya berlama-lama. Tiap-tiap jiwa akan merasakan mati. alias dengan bangkrutnya ini dia selamat dan bisa bertaubat kepada Allah.. merasa beruntung. tidak pantas cengeng.” (Qs. Subhaanaka laa ‘ilma lanaa illaa maa ‘allamtanaa innaka antal ‘aliimul hakiim. Tidak ada ilmu buat kami kecuali apa yang Engkau ajarkan kepada kami.. Bintang masih hidup! ”Kullu nafsin dzaa-iqatul maut. sungguhpun secara dunia ga bisa naik lagi. tentu Allah akan menyempurnakan pahala dan kebaikannya di hari akhir.. Ia tertegun.. Lalu.. Sebabnya apa? Sebabnya ya itu.... Tapi untunglah Allah memberinya pelajaran. jika neraka dijauhkan. Bintang meresapi kata per kata firman Allah ini... Ia adalah Bintang.

Ketidakberdayaan adalah ciptaan kita sendiri. Allah menguji kepulangannya dulu ke Allah. bunyi. Hitung-hitung mengasah imannya. Dan ia yakini. Memenuhi ronggarongga hati dan pikirannya. kita akan menikmati seluruh penderitaan kita. bahwa setelah nanti kesulitan terlewati. mestinya kita begini. Hidupku bukan berakhir di sini! Begitu teriakan batinnya. bahwa memang amalnya tidak mencukupi untuk mengangkat cahaya lampunya. dia akan menjadi individu yang penuh syukur. Hidup ini terlalu singkat kalau kita isi dengan keluhan dan keluhan. Kelak ketika kematian menjadi haknya. dengan penyandaran yang sempurna. Bahkan mungkin. Kalau kita bersandar kepada Allah. namun juga akan berusaha melakukan kebaikan. untuk berdakwah dan menyiarkan agamanya Allah. Kita akan sabar. Luar biasa. Entahlah. Kita akan tabah. Keanehan terjadi lagi. Bahwa kata Allah mereka yang mengatakan iman. ayat Allah yang berbunyi: ”Am hasibannaasu ay-yutrokuu ayyaquulu aamannaa wahum laa yuftanuun”. secara bercanda. Tapi rasanya mah bener. Jamaah sekalian. Maksudnya. Bintang mengamini. he he he. Sesuatu merayap kembali dalam batinnya. Bintang memaklumi bahwa Allah menguji dulu kembalinya dia ke Allah. Apalagi Bintang menyadari bahwa inilah barangkali tempaan juga bagi dirinya di mana Allah menghendaki dirinya masuk surga beneran. apa Bahasa Inggrisnya ini bener. akhirnya Bintang memang tahu. maka kita akan kuat. sebenernya his life isn’t game over yet.Di hati Bintang. Akhirnya ia meneruskan riyadhahnya. Malah kalau perlu ia akan gunakan kesempatan demi kesempatan yang Allah berikan. Bintang masih hidup. Aali Imraan: 142). Tiba-tiba lagi Bintang menjadi bersemangat menjalani hidupnya. Yakni tempaan kesabaran. akan diuji terlebih dahulu. Apakah kalian mengira akan masuk surga? Sedang belum nyata bagi Allah bahwa kita adalah orang-orang yang berjihad di jalan-Nya dan belum nyata bagi Allah bahwa kita adalah termasuk orang-orang yang sabar”. sebagai bentuk jihad di jalan Allah. bahwa bukan saja ia akan menjadi orangorang yang bersyukur dengan tidak lagi gampang melakukan kesalahan. Akhirnya ia berprasangka sangat positif kepada Allah. sebagai bayaran dari pengkhianatan kepada Allah . Charge Your Life! We Are Not Game Over yet! Jamaah yang dicintai Allah. Hingga nyatalah ayat berikut ini juga di hati Bintang: ”Am hasibtum an tadkhulul jannata wa lammaa ya’lamillaahul ladziina jaahaduu minkum wa ya’lamash shoobiriin. hidupnya belonan game over. (Qs.

Jangan Surut. Jika Bintang berhenti sampai di sini. Ga tahu.. Dan memang. Jangan berhenti. bahwa ketika kita kembali kepada Allah. Sedangkan langkah kita tidak akan pernah berhenti. kita pahami dulu satu hal: Bahwa apapun butuh perjalanan. Wallahu a’lam. Hanya Allah Yang Tahu. justru kualitas hidup kita makin menurun. atau sedang meniti jalan-Nya. Yakni tergantung Bintang sendiri. Nanti. Sebelum saya menceritakan terus kisah Bintang. Aali Imraan: 141). Teruskan.” (Qs. termasuk perjalanan pertaubatan. di episode setelah pertaubatannya yang kelihatannya ”tidak membuahkan hasil”.. Selamanya.. Benarkah demikian? Kita lihat saja apa yang terjadi kemudian dengan Bintang. maka langkahnya akan benar-benar berhenti. maka kehidupan akan berjalan normal kembali. Angkatlah dagu kita. Lihatlah. bersabarlah. perlu kesabaran dan keyakinan. Jamaah sekalian. Atau kemungkinan lain? Yakni bahwa Allah hendak membersihkan kita: ”Walayumahhishowloohul ladziina aamanuu. bila keadaan seperti Bintang ini yang kita hadapi. akan selalu ada pertolongan Allah yang kita butuhkan. Dan perjalanan itu. Apakah perjalanan ini akan ia teruskan atau berhenti sampai di sini. Pelan. dan proses menuju sukses dunia akhirat. kelihatannya pertaubatan Bintang tidak berhasil membawanya keluar dari kesulitan ya? Buktinya dia habis. Maka. hingga kemudian maut yang benar-benar menghentikan langkah kita. Barangkali Allah memang benar sedang menguji kita.. Habis segala-galanya. Kehidupan Akhirat Yang Lebih Kekal . agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman. Tapi hunjamkan sedalam-dalamnya di hati: ”Hidup kita belum berakhir.saja. Mengeluh. Tinggal kemudian apakah Bintang bisa menyabari dirinya dan tetap yakin Allah pasti akan menolongnya? Tergantung. mengeluh. Lebih baik kita suarakan pelan kalimat ini. Subhaanawlooh!”. proses itu. Perjalanan Belum Usai. kalau sudah impas. akan membuat perjalanan kesusahan kita akan terasa semakin panjang saja. Butuh proses. Tatap masa depan dengan penuh semangat. akan menghalangi karunia Allah datang kepada kita.

redupnya cahaya itu hanya sebentar ia rasakan. Subhaanallah. lakukan bersama Allah dan Rasul-Nya. Daripada masih ada yang Engkau tunda dari hukuman kami.Harus Lebih Kita Pikirkan Ketimbang Kehidupan Dunia Waba’du. Insya Allah ini lebih menentramkan. Dan ketika kita mau mengubah hidup ini. kehidupan Bintang terus meredup. 20. sudah diibaratkan di atas.. dan kembali kepada Allah. dan boleh kita meminta agar Allah mencabut kesulitan dunia kita. Sejatinya. andai kesulitan ini justru akan meringankan dosa kami. Di titik 30 inilah Bintang sadar. Di titik 30 ini pula Bintang memulai segala riyadhahnya untuk menembus langit. maka kami ridha ya Allah. dan memulai untuk bangkit kembali. 8. 30. kehidupan akhirat yang lebih kekal itu yang harus kita lebih pikirkan. . hingga kemudian mencapai titik terendah yaitu 0. namun. kita bisa memulai dari mana kita mau memulai. 10. betapapun hidup di dunia ini tidak boleh kita sulit.. agaknya kita harus paham. perubahan itu bisa dimulai. andai segala kesusahan yang kami hadapi ini menjadi penebus segala kesusahan kami di hari kiamat. maka biarlah kesusahan ini kami terima. hingga ke titik 30.. Di kisah pertengahan tadi.. Kebangkitan itu bisa dimulai. Segala upaya ia lakukan untuk bisa memulihkan stamina dan kehidupannya. 5. 6. bahwa ibarat lampu digital. indah betul jika kita bisa menyuarakan kalimat ini. Tidak perduli di posisi apapun. Apalagi ada sebuah Hadits Qudsi yang bisa memperkuat hati kita: Bagaimana Nasib Bintang Selanjutnya? Bukan Bangkit dari Titik 30 Tapi Bangkit Dari Titik 0! Jamaah sekalian. 7. Dari 100. yang mudah-mudahan Allah jaga supaya tidak terjadi demotivasi dalam kehidupan ini. Begini. kita rupanya menganggap titik balik Bintang adalah di angka 30. hingga kemudian ia tidak bisa menahan untuk terus dan terus meredup. Hingga akhirnya kita bisa mengatakan dengan penuh ketawadhuan kepada Allah: ”Ya Allah. Ya Allah. Tapi apa daya. 9. Berikanlah ampunan dan maaf-Mu untuk kami sebab kami sabar menerima segala ketetapanMu”.

0. 0. Ia kemudian melangkah ke istri dan anakanaknya. Dia juga Yang Maha Memuliakan dan Maha Menghinakan. bahwa kedamaian dan ketenangan. 0. Bintang memulai kehidupannya dengan menjadi penjual bensin eceran. kira-kira 10 tahun yang lalu. ia tidak mau kehilangan Allah lagi. Di dalam penderitaannya. atau SPBU. Ditambah beberapa waralaba minimarket yang dikelola istrinya. 30…. ketika menjadi tahanan. Dan ia relatif lebih bahagia. berarti belum tamat pengertian tamat yang sebenarnya. dan hidup dalam kebersyukuran. Bersama membangun kembali ekonomi keluarga. Bintang kemudian keluar dari selnya. Dan kedamaian serta ketenangan itu bisa didapat dengan menjaga dan menyuburkan iman. Allah jaga harapannya Bintang. percaya diri. Yakni dengan Allah memberi pengajaran buatnya.4. lebih dari segala apa di dunia ini. Bintang merasa bahwa cahayanya yang sudah di titik 0. Kawan satu selnya ada yang mati.2. Bintang Keluar Sebagai Pemenang Begitu keluar dari sel. Kalau belum mati. 4. Allah memang Maha Besar.Ketika Bintang berposisi 0. Diceritakan bahwa Allah memang Maha Menjaga dan Memberi Pengajaran. Pelan. Dan alhamdulillah. Jalan rizki memang Allah yang punya. Proyek-proyek lain yang sifatnya dadakan pun kerap ia terima. Sebab hilang iman dan syukurnya. ia keluar sebagai Bintang ”yang baru”. Wajar dulu ia kehilangan kedamaian dan ketenangan. Kecil-kecilan. 1. Dan ini yang membuat Bintang sadar bahwa dirinya sesungguhnya belum mati. Bintang sadar. Bintang belajar.3. Itulah cerita seorang Bintang. Dan ketika sudah keluar. tapi ia merasa berkah. yang menambah pundi perbendaaraan rizki dari Allah.1. Subhaanawlooh! Bintang memulai kembali riyadhahnya.5…. Ia bebas. segala puji bagi Allah. ia berupaya keras mendekatkan diri kepada Allah. Semua telah hilang. Di dalam sel. Diganti sama Allah dengan karunia iman. 3. Dan kemudian ia mendapati dirinya sebagai pemenang! Bintang melangkah dulu ke orang tuanya. Bukan . minta restu. 0. Kini Bintang gagah banget. 20. mulai merayap naik. 5… 10. tapi pasti: 0. Allah jaga imannya Bintang. Titik baliknya bukan di 30! Tapi di 0! Maka perjalanan pun ia lanjutkan. dan ikhlas. ia punya. Dia Yang Maha Mengangkat dan Meninggikan. 2. ia merasa sudah tamat. Penuh semangat. Meminta mereka ikut bersamanya. Pom bensin.

Kesalahan adalah asalnya dari diri yang penuh khilaf ini. Titik 0 baginya. Tanpa makna. . Kebenaran adalah datangnya dari Allah. Buan manusia. bukan titik habis. sesungguhnya Allah bersama kita. Innawlooha Ma’anaa Sesungguhnya Allah Selalu Bersama Kita. dan kepada Anda semua yang saya cintai karena Allah: Sisakan semangat. Masa depan pun Allah yang punya. Dan sisakan semangat. Tiada ilmu kecuali adalah apa yang Allah ajarkan kepada kita semua. Sampai jumpa di semua modul Kuliah Wisatahati. Wassalaamu’alaikum warohmatuwloohi wabarokaatuh. Innallaah ma’anaa. Karena hidup tanpa Allah.manusia. Segala puji buat Allah. Tapi ternyata justru momentum buat bangkit lagi. Dan kepada Allah juga segala hikmah dan ilmu. Ini yang harus selalu disuarakan di hati kita. kita mintakan. gersang. Semoga Allah membukakan segala pintu pertolongan-Nya buat kita semua. bahwa hidup masih bisa ditata. kering. Di ujung Kuliah Pengantar kita. Sisakan semangat bahwa hidup belum berakhir. serta iman dan keyakinan. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Hadirkan Allah Dalam Kehidupan KDW0127 Seri 27 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Hadirkan Allah Dalam Kehidupan Tidak sedikit manusia yang dis-orientasi dalam hidupnya. Kosong. Mohon maaf atas segala kesalahan. dan tetap akan bersama kita. saya ingin berseru kepada diri saya. Jamaah sekalian. bahwa Allah masih bersama kita. Walhamdulillaahi robbil ’aalamiin.

tidak ada jaminan juga bahwa Anda-Anda yang ber-Tuhan Allah. maka ia temukan kesembuhan. ada Allah. Meskipun ada sebaliknya yang juga merupakan sunnatullaah-Nya juga. ya perlu dilakukan . Biasa saja. manakala kita kemudian sudah secara hati dan pola hidup bertauhid. ia mendapatkan pekerjaan itu. maka ia mendapatkan keuntungan. berniaga.Tulisan ke depan akan menyoroti bagaimana hidup dengan berpolakan tauhid. Tidak mendapatkan Allah. Hutangnya bisa saja ia tundukkan. Tapi sakitnya ini ga menjadi rahmat buatnya. Padahal ia tidak berdoa. sesuai sunnatullah-Nya. ikhtiarnya dan permasalahannya. Seorang yang berhutang. Sesiapa yang belajar. Allah ia tidak percayai. banyak skilnya. dan punya performa yang mengagumkan. Ikhtiarnya menjadi ibadah dan mengandung keberkahan. Nah. wes berobat ya berobat. tidak membawa nilai ibadah dan keberkahan. tanpa shalat dan doa terlebih dahulu. sebatas mendapatkan pekerjaan itu. terhadap yang begini. ia tidak memulai segala ikhtiarnya dengan bismillah. Dan Allah. tiada pengajianpengajian yang digelar. Dengan sakitnya ia tiada ada menambah kedekatan diri dengan Allah. Sejalan-jalannya. maka dia gajian. Maka. Lalu ia bener-bener sembuh. secara dunia. tanpa bersedekah di awal. kedudukan ikhtiar di mana? Kedudukan ikhtiar adalah menjadi ibadah. Termasuk perkara tauhid adalah menyandarkan semua urusan kepada Allah sahaja. maka di dalam ikhtiarnya. Seseorang yang sakit. sesiapa yang melibatkan Allah. keluarganya tidak shalat dan berdoa. bisa jadi. bahkan barangkali ia malah menyalahkan gara-gara Allah nih ia berhutang. Kira-kira begitulah ragam sunnatullah-Nya. Dan kelak juga kita akan belajar banyak kesia-siaan akhirnya terjadi sabab salah langkah menuju manusia. ia bisa menjadi the winner. multi-talent. Betul memang dunia ini sudah dibuat-Nya berjalan dengan sunnatullaah-Nya. Ia tidak mau kehilangan motivasi hidup hanya lantaran hutang. Ia lalu melayangkan surat lamaran pekerjaan tanpa mengucap basmalah. Banyak orang berikhtiar. seseorang yang kepengen kerja. Ia bangun spirit hidupnya. pemenang. lalu begitu saja mendapatkan kemudahan. berarti ibadah dan keberkahan. Dia tidak melibatkan Allah. bukan menuju Allah. Contoh. Kemudian ia full-kan ikhtiar. proses. Ini memang juga sunnatullah-Nya. Barangkali ia ketemu dokter yang tepat. Bisa saja hal ini terjadi. Bahkan tanpa basmalah. Ibadah tiada ia tegakkan. ketemu obat yang berkesesuaian. maka ia mendapatkan ilmunya. Ikhtiar. Sesiapa yang berusaha. Dan ini berarti tidak menjadi ibadah dan tidak menjadi keberkahan baginya. Namun. tiada ibadah dah pokoknya. berikhtiar saja. Sesiapa yang berobat. Ya sama saja. Misalkan sebab ia memang lulusan terbaik. Tentu saja. Ia bangun motivasi dirinya. Sungguhpun ia tiada hasil. bagus. subhaanallaah. Dan yang demikian ini berlaku juga buat mereka yang bahkan tidak ber-Tuhan sekalipun. Sayangnya. Sesiapa yang bekerja. Ia cari kesembuhan dengan berobat. tapi ia penuh semangat. Tapi kemudian ikhtiar menjadi salah apabila secara hati dan pola hidup tidak bertauhid. Kelak akan ada juga pertanyaan.

Bahkan saya mau cerita di edisi ini. Dibelikan sesuatu itu uang. Cuma kita kepengen beda. jadi daging. Baik dalam kecepatannya. Punya Allah. dan bahkan menutup malam menjelang tidur dengan membaca aya-ayat al Qur’an. ya pasti kita gajian. atau sekedar membeli hajat keperluan hidup dan rumah tangga. menuju Allah. dan yang tidak menyempurnakan ikhtiar. Punya tauhid. maka inilah sebahagian yang disebut berhidup berkah. Kita sisihkan sebahagian rizki kita sebelum lagi uang itu habis. Kita baca bismillah di setiap kita mau mulai beraktifitas. tapi tiada menyisihkan untuk-Nya sedikit waktu dan perhatian kita . maka sebelum lagi semua pekerjaannya itu menghasilkan. Dan hasilnya pun jelas akan beda. Enak dimakan. kita tidak kepengen apa-apa yang kita lakukan tidak memiliki nilai di mata Allah. Namun buat mereka-mereka yang melibatkan Allah. Dimakan. kita beda. tidak ada juga yang sudah melibatkan Allah dan menyempurnakan ikhtiar. kalau kita cuma kerja sebagai pegawai biasa. Kita pun kepengen berbeda dengan karyawan biasa. maka hasilnya akan masya Allah. Beda sekali bila kita melupakan Allah. Tentu sebagai seorang hamba Allah. Masya Allah. lalu hasilnya malah sama dengan yang tidak melibatkan Allah. zikir sebelum tidur dan shalat dua rakaat. dengan sedekit mengubah pola ikhtiar kita. Katakanlah. Dan tentu saja. nunggu uang itu habis. Beda nya di mana? Barangkali di nilai. kita sudah menghentikan segala aktifitas keduniaan kita dan sudah siaga di atas sajadah dalam keadaan berwudhu. kita bertaruh 16 jam sehari untuk dunianya Allah. Masya Allah. Kita pun kemudian beda di hasil. Dan seluruh tahapannya mengandung keberkahan. Bila kita bisa seperti ini. mesti jadi sesuatu yang bermanfaat dan bisa dinikmati. begitu kata orang tua mah. Dan setinggi-tingginya orientasi adalah ke Allah. Kita. Ketika karyawan yang lain begitu gajian dia lupa diri dan foya-foya. Sebab kita akan kembali kepada Allah. Dari kali langkah yang pertama. Kita pun mengakhiri seluruh aktifitas kita dengan mengucap hamdalah. Ada orientasi. kita sudah bergegas bersiap-siap. Hasilnya pasti beda. Semuanya akan diberikan Allah kenikmatan. Tapi Allah. Di mana kita menganggap majikan kita bukanlah manusia. Kita kepengen semua apa yang kita lakukan menjadi ibadah dari kita kepada-Nya yang penuh dengan keberkahan. dan dalam prosesnya. Istilahnya. Sehingga ketika azan baru saja akan datang (belum datang). ia sudah menang duluan. Ketika akhirnya azan datang. mencoba mendahulukan hak Allah. Beda hidup antara yang memiliki Allah dan yang tidak. yakni dengan melibatkan Allah. semua sudah menjadi ibadah. Yang lain. Beda sekali. dalam hasilnya. Bahkan kita mendahului seluruh gerakan ibadah dengan mengawali shalat tahajjud dan dhuha. Kita jalan dulu memberi kanan dan kiri kita sebelum akhirnya kita sampai ke rumah.dan dilalui.

barangkali ada benernya. sama anak istri jauh. namun ia sewa di salah satu apartemen di kawasan Casablanca. Semula ia tidak tahu apa yang salah dalam hidupnya. maksudnya. Ga masalah. Malah kita umumkan kepada dunia bahwa keluarga kita ga mengerti kita! Ada satu masa saya dapat kisah seeorang yang berumah lebih dari 5. bila saya punya kesempatan merengkuh dunia. Ada yang bilang. untuk perguliran ekonomi kerakyatan. o-o-o. Hingga setelah 2 hari. Dan banyak lagi keanehan-keanehan lain menurut si orang kaya ini. sama al Qur’an jauh. puasa-puasa sunnah semakin berat.untuk-Nya. rumah ketiga. itu lebih dikarenakan saya sewakan itu rumah. ia basuh wajahnya. Begitu kawannya ini datang. ini mah malah keanehan. Ia basuh mukanya. Pagi-pagi yang belum wayahnya orang bangun. rumah kelima. Kemudian bila kenyataannya saya menyewa rumah orang lain untuk saya tempati. kita anggap itu semua fine-fine aja. dibawa kerja kerasnya enak. Si kaya ini . Tapi kemudian ia tersadarkan satu hal. sebab Allah bikin kita bener-bener lupa sama diri kita. Sebelum akhirnya kita ga bisa menikmati apa-apa! Ada satu cerita. tanda tidak mampu. shalat Jum’at saja sering telatnya. Buat apa punya 5 rumah mewah. dibawa gigihnya enak. Tapi jangan biarkan ia memegang kendali atas kita! Jangan sekali-kali. Badan dibawa lemburnya enak. kenapa engga? Itu kan kesempatan dari Allah. kawannya ini ia lihat berdoa sebelum tidur. untuk pesantren. Ia shalat malam! Weh. Apa yang terjadi? Bisa jadi Allah malah membuat kita melupakan diri kita sendiri. Burulah ia. ya mending stop di proyek pertama itu. itu syirik. ya insya Allah akan kita injek terus itu dunia. Ia punya segala-galanya. Dalam satu kesempatan. Buat saya. Apalagi malam itu malam libur. Edannya. Saya katakan kepada kawan-kawan yang berkesempatan merengkuh dunia. saya sewakan untuk Allah. Untuk masjid. Kita tiada sempat menikmati. Hasilnya. Cuma. dan lain-lain hal yang manfaat. Ia jaga propertinya seperti telur emas. tapi kitanya malah ngontrak! Ya buat apa? Kalaupun skenarionya seperti itu. shalat sunnah kita banyak lewatnya. Peganglah ia. pemandangan yang buatnya aneh. He he he. rumah ke-empat. badan kita sudah pada sakit semua. kawannya ini pulang. Disangka kita yang sedang berada di puncak-puncak kejayaan. Sadar-sadar keluarga pun sudah tidak berada di sisi kita. ga tahunya Allah hilangkan rasa kepenatan untuk menambah kitya bener-bener kaya dan jaya. Namun kemudian ketika kita mau menikmati. Tapi kalau kemudian di proyek pertama saja shalat wajib kita udah kedodoran. Anak-anak kita pun berayah baru yang lebih sayang. Kalau ada yang bisa memegang lebih dari sepuluh proyek. Ada satu orang kaya yang kaya raya. ia bangun. Rengkuhlah dunia. Berwudhu. Dan 5 rumah mewahnya itu pun tiada ia sewakan karena ga mau rusak. Saya tidak mau seperti itu. namun ia merasa gelisah. ia memaksa kawannya untuk menemaninya. Istri kita diambil laki-laki lain yang lebih perhatian. Sehingga kemudian saya bisa membeli rumah kedua. ya buat apalah.

Yang begini ini kan ga mesti jadi keluarganya ustadz atau kyai. saya harus pulang. satu hari saja lagi. Melainkan kepengen menuju masjid! Subhaaallaah! Kita betulkan kerudung anak2 kita. Sekarang saya pulang. . Satu yang tidak ia punya adalah keluarga! Bahkan ia tidak punya Allah. Semuanya bisa melakukan ini. he he he. Dan ia pun menangis. Di tangan kanan anak-anak kita memegang tas plastik kecil berisi al Qur’an. kita sms pasangan kita: “Sedang apa?” Allah menunggu kita loh. mampir ke ujung gang sebentar. Dengan snyumnya. Dan si kaya ini meminta si kawan ini menemaninya. kita betulkan peci dan kaennya anak2 kita. Di saat siang hari. Siap-siap shalat.berterima kasih kepada kawannya ini yang sudah menemaninya. pengennya cuma ampe sore aja. mamah di rumah ya”. Kamis. kawan yang satu ini berkata. Ia merasa sudah lengkap semua hidupnya. Saya hanya meminta izin 2 hari untuk menemani Anda. Terus janjian berangkat shubuh. Untuk sama-sama membaca al Qur’an. Kenapa? Supaya bisa berjamaah maghrib! Masya Allah! Ketika ditanya. Sebentar lagi azan berkumandang. Sehingga kita bisa jamaah bareng di tempat yang berbeda”. Habis maghrib. mau pulang sorean. Si ayah udah pamit sama kantor. “Kamis malam ini kan takbiran!”. Masya Allah indah benar. hidup itu indah loh. untuk sama-sama baca Yaasiin. lawan bicara kita bakalan bengong. Pas pulang dari masjid. Jadikan ia lebih bermakna. maka nya ia bingung mau berdoa apa? Ya. Bayangkanlah saudara memakaikan sendal anak-anak saudara yang masih kecil. Saya punya keluarga yang menanti saya!”. antara anak perempuan dan anak lelakinya. Manteb. Supaya jam 17 udah di rumah. kita shalat bareng. Aduhai indahnya. sebab kita udah ngasih sama Allah senen sampe kamis siang ini. khusus kamis. kan? Kita sms anak-anak kita juga: “Gimana. apakah sudah ada di tengah-tengah jamaah zuhur? Alhamdulillah ya Papah bisa menyekolahkan kamu di sekolah islam. Semua jalan ke masjid. Dijamin. Wes. beli kue-kue-an. ia tidak punya Allah. beda kan? Hidup ini kayaknya indaaaaah banget. Papah di sini. dalam tawa dan aktifitas. malam Jum’at. Cobalah janjian sama anak2 dan istri (atau suami). koq belabelain gitu? Ya terang kudu dibelain. Ucapan sederhana ini ternyata makna nya dalam sekali bagi si kaya ini. Saudara-saudaraku. Nah. Tapi bukan karena kepengen jalan-jalan. untuk dimakan bersama keluarga. sudah pada ngumpul di rumah. Ayo. Istri kita tangannya berselendangkan bukan emas permata melainkan mukena dan sajadah. Wajar kiranya khusus Kamis. “Maaf. lebih berisi. pokoknya jadikan hidup ini beda dah. untuk sama-sama berkumpul antara si ayah dan si ibu. untuk sama-sama bangun lebih awal. dan mengkaji barang satu dua hadits. janjian di salah satu pojokan.

beratapkan langit. dengan tauhid. Dari beberapa imel dan sms. Masya Allah. Tulisan saat ini tadinya mau langsung ngebut dengan menjelaskan bagaimana sebuah ikhtiar disebut berpolakan tauhid. dan kemudian menengok nenek. Al Hasyr: 19). masya Allah. Maka Allah menjadikan mereka melupakan diri mereka sendiri. saya menyatakan alhamdulillah dan terima kasih. Ntar terusin kuliah besok. dengan iman. eh. dan janganlah kamu menjadi orang-orang yang melupakan Allah.Khususnya diisi dengan ibadah. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Cari Allah Dulu (I) KDW0128 Seri 28 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Cari Allah Dulu (I) . Yah. Mudah-mudahan juga ga ada yang keberatan. (Qs. Sekali lagi masya Allah. sang ayah memimpin shalat malam di pekarangan belakang rumah. Mereka itulah orang-orang yang fasik”. “Walaa takuunuu kal-ladziina nasullaaha fa-ansahum anfusahum. Maafin saya ya. Suka begini emang. sampe ketemu besok. anak-anak dan istri menjadi makmumnya. coba dah sekali-kali dijadikan perjalanan kebersamaan untuk mengisi ruhiyah masing-masing anggota keluarga. ketika dirasa rutinitas udah merenggut kekeluargaan. Ada banyak yang kemudian membaca buku-buku itu. Tentang ikhtiar yang melibatkan Allah. manakala udah jarang berkumpul. Saudara udah banyak ngalahnya ya? He he he. ngajar apa. yang ditulis dan diajar beda. U-laa-ika humul faasiquun. Ok. barangkali Allah lah yang menginginkan tulisan ini muncul. Di akhir bulan. Tapi udah baca buku “The Miracle” dan “Mencari Tuhan Yang Hilang” belum? Itu kan “tugas” di kuliah kemaren yang karenanya saya jeda kuliahonline ini barang sebentar. Ini juga liburnya kebanyakan. Mudahmudahan tulisan ini membawa banyak inspirasi buat Saudara dalam memaknai dan mengubah pola hidup. Sebuah keluarga. sang ayah udah janjian akan juga pulang lebih cepat. Di tengah malam. masya Allah! Udah ya. makan-makan bareng. nah. agar bisa maen ke rumah-rumah yatim di sekitar rumah. Diniatkan nulis apa. Di belakang. berusaha mengisinya dengan jalan-jalan.

(Qs. meski itu seperti tidak mungkin. Bagi-Nya Kekuasaan di langit dan di bumi. tidak akan ada yang bisa juga melepasnya. Silahkan saudara-saudara peserta KuliahOnline ambil wudhu dan ambil al Qur’an terjemah. Allah tempat bergantung. “Yaa-ayyuhan-naasudzkuruu ni’matallahi ‘alaikum. Al Ikhlaash: 1-4). “Qul lillaahis syafaa’atu jamii’an. kepada Engkau sahaja kami menyembah dan kepada Engkau sahaja kami meminta pertolongan. Insya Allah (buat yang sedang haidh. Az Zumar: 44). Wamaa yumsik falaa mursila lahuu mim ba’dih. “Qul huwallaahu ahad. sebab kita tidak melibatkan Allah. maka ketahuilah Allah itu begitu Kuasa atas segala sesuatu”. Lam yalid wa lam yuulad. web admin): “Iyaaka na’budu wa iyaaka nasta’iin. kita coba pelajari beberapa ayat berikut ini. Faathir: 2). Allaahush shamad. Lahuu mulkussamaawaati wal ardh wailaihi turja’uun. Jalan orang-orang yang Engkau beri ni’mat bukan jalan orang-orang yang murkai dan bukan pula jalan yang sesat”. Wa lam yakul lahuu kufuwan ahad. dan kepada-Nya kalian semua dikembalikan”. Shirootol ladziina an’amta ‘alaihim ghoiril maghdhuubi ‘alaihim waladh-dhoolliin. ya ga usah buka al Qur’an kalo ragu. untuk menggambarkan bagaimana sih suasana hati dan pola hidup melibatkan Allah itu. Wahuwal ‘aziizul hakiim… Apa-apa yang Allah bukakan dari satu rahmat untuk manusia. “Wa-iy-yamsaskallaahu falaa kaasyifa lahuu illaa huu. Dan Dia lah Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. Tidak beranak dan tidak diperanakkan. Wa-iy-yamsaska bikhoirin fahuwa ‘alaa kulli syai-in qadiir… Dan jika Allah menimpakan kemudharatan kepadamu. Dan sebaliknya. (Qs. atau ada yang tidak sepaham. Fa-annaa tu’fakuun… . maka tidak akan ada yang bisa menghalanginya. Al Faatihah: 5-7). Sebelumnya. Dan jika Allah sudah berkenan mendatangkan kebaikan buatmu. Tunjukkanlah kepada kami jalan yang lurus. Hal min khaaliqin ghairullahi yarzuqukum minassamaa-i wal ardh. katakanlah Dia lah Allah yang satu. agar tidak mengapa menyentuh dan membuka al Qur’an. (Qs. katakanlah hanya kepunyaan Allah saja pertolongan itu. (Qs. “Maa yaftahillaahu linnaasi mir rahmatin falaa mumsika lahaa.Banyak kesia-siaan dari ikhtiar kita. Ihdinash shirootol mustaqiem. niatkan belajar. maka tidak akan ada yang dapat menghilangkannya kecuali Allah sendiri. (Qs. Buat perempuan-perempuan yang sedang haidh. jika Allah sudah menahannya. Al An’aam: 17). Laa ilaaha illaa huu. Saya akan coba sodorkan beberapa kisah orang-orang yang melibatkan Allah. Dan tidak ada sekutu bagi-Nya”.

. langsung bisa menerjemahkan al Qur’an. Allah. Yaitu di: al Baqarah: 117. Al Baqarah: 255). Laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa nauum. Faathir: 3). Kun Fayakuun sifatnya: “Innamaa qaulunaa lisyai-in idzaa aradnaahu an naquula lahuu kun fayakuun… Sesungguhnya perkataan Kami jika kami menghendakinya cukup bagi Kami dengan mengatakan Kun Fayakuun. maukah engkau aku ajarkan beberapa kalimat? Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Kekuasaan Allah meliputi langit dan bumi. dan buka itu al Qur’an terjemah. Walaa yuhiithuuna bisyai-in min ‘ilmihii illaa bi maa syaa-a. Insya Allah kita lanjutkan besok kuliahnya. “A-attakhidzuu min duunihii aa-lihatan. Yaasiin: 82 (ini yang termasyhur) dan di al Mukmin: 68. Coba saudara ambil al Qur’an terjemah. Tiada yang dapat memberi syafaat kecuali dengan izin-Nya. Dan kalau Allah sudah berkehendak menolong. Maryam: 35. mintalah kepada Allah. (Qs. Aali ‘Imraan: 47. (Qs. dan mereka tidak mengetahui apa-apa kecuali yang Allah kehendaki.a. Pelan-pelan.Wahai manusia. Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Agung”. Jika kamu hendak meminta. Jelajahi satu demi satu ayat yang saya sertakan di lembara KuliahOnline hari ini. Sampe meresap di hati. Jika kamu hendak memohon pertolongan. Ya’lamu maa baina aydiihim wa maa khalfahum. Maka mengapakah kamu bisa berpaling?”. Walaa ya-uuduhuu hifdzhuhumaa wahuwal ‘aliyyul adzhiim. tidak mengantuk dan tidak tidur. al An’aam: 73. Iy-yuridnir rahmaanu bidhurrin laa tughni ‘annii syafaa’atuhum syai-an walaa yunqidzuun… Apakah kalian akan mengambil tuhan selain Allah? Jika Yang Maha Pengasih sudah menghendaki kemudharatan kepadaku niscaya pertolongan siapapun tidak akan memberi manfaat dan tidak pula bisa menyelamatkanku”. maka jadilah!”. selain ayat ke-40 surah an Nahl di atas. kecuali Allah. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya. Apakah ada selain Allah yang memberikanmu rizki dari langit dan bumi? Tidak ada. mintalah pertolongan dari Allah”. Berikut ada satu hadits yang mewakili juga pelajaran tauhid: “ ‘an Ibni ‘Abbaas radhiyallaahu ‘anhu kuntu khalfa Rasuulillaahi shallallaahu ‘alaihi wasallam wa qaala yaa ghulaam. Yaasiin: 23). Waba’du. fa-idzaa sa-alta fas-alillaah. wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardh. saya bisa mengajar saudara-saudara semua bisa menerjemahkan al Qur’an hanya sekali ketemu. “Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum. Ya. Lahuu maa fis-samaawaati wa maa fil ardh. Ga perlu . Aali ‘Imraan: 59. ingatlah ni’mat Allah kepadamu. *Qs. aku pernah duduk di belakangnya ontanya Rasulullah dan beliau bersabda. fa-idzas ta’anta fasta’in billaah… dari Ibnu Abbas r. dia berkata. An Nahl: 40). yaa ghulaam… wahai anakku. Kepunyaan-Nya apa-apa yang di langit dan di bumi. innii u’allimuka bikalimaatin: ihfadzillaaha yahfadzka. hanya sekali ketemu. jadi.. Ada 7 tempat lagi di dalam al Qur’an yang mengandung “Kun Fayakuun”. tidak ada Tuhan selain Allah Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya. Man dzal-ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih. (Qs.

Di sini nanti sebagaimana yang kita bilang kemarenkemaren. Dan sebaliknya. bahwa ikhtiar itu memang satu keharusan. ibu Hendy. kemaluan. atau . Biarlah Dia yang membuka segala-galanya buat kita.lancar baca tulis arab. Silahkan coba jelajahi BelanjaOnline di web kesayangan saudara ini: www. bener-bener tidak semua muslim memiliki al Qur’an terjemahan. disebut pasrah itu ternyata juga di depan. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Cari Allah Dulu (II) KDW0129 Seri 29 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Cari Allah Dulu (II) Kalau kita mengetuk pintu Allah. Ia ambil kertas. Izin-Nya juga di tangan-Nya. Silahkan ya. Jadi. Nah. Biarlah Dia yang mengatur segalanya untuk kita. Segala ikhtiar bisa berhasil bila Dia mengizinkan ikhtiar itu berhasil. Alhamdulillah. mau diajarkan: Carilah Allah dulu. Tapi sayangnya. Gimana caranya? Gampang. Jangan sampe kitakita ini ga punya al Qur’an terjemah di rumah kita. Maaf. Ia belum belajar tauhid. namun memulainya bersama Allah itu juga satu keharusan. Laa hawla itu sejak dari depan. Biarlah nanti Dia yang membimbing langkah kita. ibu Budi. Insya Allah saudara bisa memesan al Qur’an terjemahan melalui web ini. Sama seperti kebanyakan kita. kita hadiahkan al Qur’an untuk kanan kiri kita. Selalu terbuka. punya masalah keuangan. Perkenan-Nya adalah Kehendak-Nya. Di barisan ayatayat kemaren dah sama kita pelajari. langsung bisa dah tuh menerjemahkan al Qur’an. he he he. Bukan di belakang.wisatahati. maka Pintu-Nya Allah itu yang ga pernah tertutup. Tapi yang terjadi adalah sebaliknya: kehinaan. Bukan ketika mentok baru menyebut laa hawla. Yang demikian bila kita menyandarkan semua urusan kepada-Nya. kesia-siaan. Sebut saja ibu Yusuf. Ya iyalah sebab kan udah ada terjemahannya. ini hal sepele. dan ia tulis siapa saja “kandidat” yang bisa ia mintakan pertolongan. ibu Yusuf ini lalu mengetuk pintu manusia. Sebut saja juga ada tiga kandidat: ibu Jameel. Semua ini dipikirnya Ibu Yusuf bisa memberinya pertolongan.com. Rizki di tangan Allah. saya suruh saja saudara mencari al Qur’an terjemah. dan di kantor kita. Bilamana perlu.

Dan sebenernya. “Hallo… Assalamu’alaikum… Ada Ibu jameel nya?”. Allah jadikan doa itu sebagai wasilah penambah derajatnya. Alhamdulillah. buat seorang muslim. Justru karena pertolongan Allah lah kita ini masih diberi-Nya kesempatan hidup. please dah tambahin. di tempat yang ia tidak mintakan keselamatan. Nolong dua tiga kali. Ramah. Tadinya ia mau ngomong kalo masih boleh nambah. sesungguhnya saat itu saja sudah dikabulkan. belum tentu. . Dan memang benar ia punya hutang. Saudara-saudaraku. Teramat baik. masya Allah. Hanya dalam bentuknya yang lain. Barangkali bertanya sambil berkernyit. Kata Rasulullah. “Ibu Yusuf mana ya?”. *** Ibu Yusuf. “Dari siapa? Ya. “Dari Ibu Yusuf. Kenapa???!!! Mau pinjam uang lagi???!!!” Lemaslah Ibu Yusuf ini. Cuma memang Allah lah yang lebih paham tentang kapan pertolongan-Nya Dia turunkan dan kapan doa seorang hamba dikabulkan. Bu…”. tentu kita tidak selamat dengan dosa-dosa kita dan kesalahankesalahan kita. Bilamana Allah belum mengabulkan. Dan atau Allah akan beri kebaikan di tempat yang tiada ia minta sebagai kebaikan baginya. “Eh. Allah selalu menerima. Hanya Allah yang ga peduli dengan status hamba-Nya. baik benar Allah ini. ia akan jadi… kelamaan! He he he. tidak ada satu doa pun yang dipanjatkan hamba Allah kecuali itu menjadi kebaikan buat dirinya sendiri. Di Ketapang”. Dalam “daftar kandidat” nama Ibu Jameel ini paling atas. bisa. Memang benar ia mau minjam uang lagi. Dia. bahwa pertolongan Allah itu “sudah” diturunkan. maka Allah akan tolak bala dengan doa itu. Kalau tidak. Saya Ibu Yusuf teman pengajian ibu. Nolongin sekali. selalu berkenan menolong. ya begitu dah. Emang begini koq. Apalagi kalau track-record kita ga begitu bagus. “Oooohhh… Ibu Yusuf itu. Masih diberi-Nya waktu untuk memperbaiki kesalahan kita dan mengejar keburukan. Mau dia itu sering mengecewakan Allah atau tidak. terus mencari pertolongan manusia. Kita lihat saja ilustrasi berikut ini.kalaupun tidak. Dan seorang muslim pun tahu bahwa ketika doa dipanjatkan. Maaf ya. suaranya Ibu Jameel mulai berubah agak-agak ga ramah. maaf. saya sendiri…”. ia pasti tahu dengan ilmunya. Ternyata kejadiannya malah ga ngenakin. jawab ibu Jameel renyah. Namanya juga manusia. Kesempatan kedua belum tentu ada. Atau. tanya Ibu yusuf dari ujung seberang telpon. Dan hebatnya. yang sedang ada masalah keuangan.

Saya itu koq ya lagi sedih banget”. yang menerima telpon ini bicara. Iya. Di seberang sana. . “Hallo… Assalamu’alaikum…” “wa’alaikumussalaam…” “Ibu hendy nya ada…?” “Ini dari siapa…?” “Ini dari Ibu Yusuf…”. Namun saya terpaksa bilang. ada telpooonnn…” “Dari siapa?” “Katanya. Bu Yusuf”. Nah. dengan Bu Budi di sini. nah. Apalagi urusan suami dan anak. ikhtiar tetap ikhtiar. Tapi Ibu Yusuf melupakan Allah. rupanya ia pantang mundur. Ia harus pol ikhtiarnya. Ia sadar ia emang suka banyak minjemnya sama orang lain. Iya kan? Ada run-down yang salah. yaitu belom ke Allah. Tafakkur sebentar. Tapi ga urung ia nyesek juga “dibeginikan” orang. Palingan minjem lagi!” Lemeslah Ibu Yusuf ini.sebagaimana kita-kita. Ibu Yusuf langsung menutup gagang telponnya. Bu Yusuf kebeneran loh. Yaitu Ibu Hendy. Mestinya ia menaruh Allah di urutan paling pertama yang harus ia datangi. Saya lagi nyari temen buat ngobrol. Berdoa. Apalagi ia lagi bener-bener butuh bantuan orang. pantang menyerah. terhadap kalimat di atas ini. Namun. semuanya tentu sepakat. “Oh. Tapi apa boleh buat. Tanpa menunggu diberitahu. Di situ dengan siapa?” “Dengan Bu Yusuf”. Yaitu Ibu Budi. Menghela nafas dan kemudian menoleh dulu ke Allah. Begitu mungkin pikir Ibu Yusuf. bilang sajalah Ibu lagi istirahat. “Assalamu’alaikum…” “Wa’alaikumussalam. Dia maju terus ke lis nomor dua. Kepada Ibu Budi ini ia menaruh harapan. Lis ketiga. Setelah gagal dengan Ibu Jameel di pertama kali ini. masa sudah ikhtiar saja. Pinjam-pinjam pun dilakonin. Insya Allah ketemu. Ia melaju ke lis berikutnya. Baik. Tinggal satu lis lagi. Mudahmudahan ketemu jalannya di sini. menganggap “namanya juga ikhtiar”. kita teruskan ilustrasi kisahnya. Percakapannya didengar sama Ibu Yusuf. alhamdulillah. Tanya apa yang salah. “Bu. “Ah. nah. kan belum ikut KuliahOnline. mbok ya berhenti. he he he. kalau sudah ada tanda-tanda kegagalan.

boleh ga kalo saya pinjam uang???” Wuah. Hanya ada satu pintu yang selalu siap diketuk. eh malah Bu Budi yang mau minjem sama dia. Manusia ada bosannya dimintai pertolongan. Dia tidak akan merasa terbebani.” “Ooohhh…” “Bu Yusuf. malah kita kena semprot. ada yang ditutup. Dia telpon Bu Budi. Beda dengan manusia. dan malah mengundang kita masuk untuk meminta kepada Pemilik ini pintu. terbuka. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Cari Allah Dulu (III) KDW0130 Seri 30 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak . Misalkan dia sedang uringuringan atau apa. Ada yang bener-bener tertutup. hanya Allah yang tidak punya masalah.“Sedih kenapa Bu Budi?” “Sedih. pusing. semakin Allah ridha. Anak-anak saya butuh biaya sekolah dan kuliah. Saya pun tadinya mau minjam sama Bu Budi. sama Bu Budi. Suara di ujung sana pun sama kecewanya. malah kemudian jadi yang dijadikan target meminjam. saya tidak sedang melebih-lebihkan sesuatu. Semakin rajin kita meminta. Semakin banyak permintaan kita. *** Saudara-saudaraku. Pintu manusia sering tertutup. Pusing. Ia yang pengen minjem uang. Salahsalah kita datang. “Eh eh. Ada juga yang sengaja pura-pura tertutup. Semakin kita bergantung hanya pada-Nya. Kalau kita datang kepada-Nya. Banyak orang yang kemudian kecewa sebab mendatangi orang lain. Yaitu pintunya Allah. semakin hebat juga Pertolongan Allah buat kita. Ya sudahlah. malah bermasalah. Sedang Allah malah menyuruh kita meminta dan meminta. kita samasama berdoa ya”. Orang terakhir yang ia telpon. sebab datang tidak tepat waktunya. Duh. Dan satu lagi. Bu Yusuf tambah lemes. Suami saya butuh biaya berobat. Semua manusia pasti punya masalah. Atau seperti Bu Yusuf tadi. Ternyata seperti Bu Yusuf ini kejadiannya. Tapi yang begini ini memang sering terjadi. Allah semakin senang.

namun Allah belokkan jadi benar jalannya. Sebabnya satu. Siapapun yang menempuh jalan-jalan pengundang pertolongan Allah. Namun. Yakni ke Allah ‘azza wajalla. Dan ia sabarkan diri untuk tidak dulu menghubungi salah satu dari ketiga nama yang ia tulis. Insya Allah. itulah yang dimaksud dengan “keadaankeadaan yang tidak terduga”. Subhaanallaah. Cari Allah dulu. Kelihatannya di jalan yang benar dan menghasilkan. Masih ingat ya kuliah kemaren? Bagaimana payahnya perjalanan Bu Yusuf mencari pertolongan manusia. itu yang tidak pasti. Baiklah. Bu Yusuf shalat dhuha. Usai dhuha. Inilah yang saya maksudkan dengan “terduga’. Kali ini. sebelum ia buka kalam sama ini orang. tidak ada yang disebut tidak diduga-duga itu. Bu Yusuf ini tahu kemana ia harus datang untuk pertama kalinya. Ia tuliskan tiga nama ini di atas kertas: Bu Jameel. maka jalan-jalan yang tak terduga itu diduga pasti hadirnya. hadir begitu saja. Ia merasa harus dulu menghubungi Allah. kalau Allah sudah berkata Kun. mentok semua. Melainkan jalan-jalan yang disediakan Allah. siapa di antara tiga nama yang dikenalnya yang bisa menolongnya keluar dari kesulitan keuangan. Akan beda buat Bu Yusuf andai beliau sedari awal ke Allah dulu. Seakan-akan datang begitu saja. Fayakuun. ia menghadap dulu Allah. Bukan didapat dari jalan yang kita tempuh. kita ilustrasikan bahwa Bu Yusuf berlangkah langkahnya orang yang benar. Kita sering mendengar istilah “Min haitsu laa yahtasib”. pasti adanya. Alangkah ruginya orang yang tidak mendatangi Allah. yakni terduga bahwa datangnya pasti dari Allah. Tiga orang yang dituju. termasuk meniti jalan-jalan yang membuka pintu rizki. Ga tahunya nihil. Dan sebenernya. bahwa hukumnya pertolongan Allah itu. Kita bayangkan. sebelum ia kemudian menyatakan diri sebagai orang yang butuh bantuan ini orang. Boleh juga peserta KuliahOnline semuanya membuka kembali tulisan kemaren. memiliki keyakinan terhadap Sang Kuasa. Dengan bahasa sederhananya. Hanya. Mari kita kembali ke Bu Yusuf. Ia ambil kertas dan pena.Cari Allah Dulu (III) Rizki yang tiada diduga. Ikhtiar manusiaya. ia bermunajat dengan . Bu Hendy. saya bisa meyakinkan saudara-saudara semua. Itu prerogatif Allah banget. Bahkan sebelum lagi ia berikhtiar. Atau malah tidak jarang malah buntung. akan ada bimbingan dari Allah untuk ikhtiarnya. Sebab sudah pasti terduga. Tidak seperti ikhtiar sebagian dari kita selama ini. Ya. Begitulah kita mengenal satu jalan yang tiada diduga. kita coba ilustrasikan bagaimana zig zag nya cara Allah menolong. Namun sebelum ia telpon satu satu ini orang. dan Bu Budi. Ia mencoba mengingat. Langkahnya orang yang bertauhid yang memiliki iman. Bu Yusuf shalat dhuha. Sesungguhnya. dalam bentuk apa dan bagaimana. Bisa jadi langkahnya salah. tetap.

Kita datangi dulu DIA. tiga nama yang kutulis ini adalah hamba-hamba-Mu. Menyertai perjalanan ikhtiar mereka yang shalat dan sabar. maka ke list yang ketiga. mintalah pertolongan kepada Allah dengan jalan shalat dan sabar. ketika Bu Yusuf ini memanjatkan doa ini. assalamu’alaikum… Bisa bicara dengan Ibu Jameel…?” “Wa’alaikumussalaam… Maaf. Dan kemudian ia menyempurnakannya dengan memasuki pintu sabar. Allah akan bersama orang-orang yang sabar. Mereka tidak akan dapat memberikan pertolongan kalau Engkau tidak berkehendak dan tidak memberi izin. Ia ambil ancang-ancang untuk menelpon mereka satu satu. Lengkap. wal bahaa-a bahaa-uka. Lihat. Itulah dhuha. ia seakan-akan mengatakan kepada Allah. Dan dengan Bu Yusuf ini shalat dhuha dan menunda diri untuk tidak dulu mengontak siapapun kecuali Allah dulu. Yaitu pintu shalat. Bu Yusuf menempuh jalan shalat dhuha. maka sesungguhnya ia masuk ke dalam posisi yang disebut dengan ayat berikut ini: “Yaa-ayyuhal ladziina aamanuus ta’iinuu bish shabri wash shalaah. ya Allah. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”. wal jamaala jamaaluka. yakni dengan tidak dulu buru-buru mengontak manusia adalah kesabaran kiranya? Sempurna. Dan kalaulah Ibu Hendy tidak berhasil juga. Al Baqarah: 153). Siapa gerangan yang Engkau tunjuk sebagai perpanjangan tangan-Mu untuk menolong aku? Gitu. Ya Allah.” . yakni Ibu Budi. kalau Engkau tidak membimbing. Maka kemudian Allah menyebut. Itulah kesejatian menghamba kepada Yang Maha Berkehendak. maka tidak akan aku ketemu jalan yang kumaksud. Langkah pun tidak sia-sia. wal quwwata quwwatuka. Ini bisa diberikan makna. wal ‘ishmata ‘ishmatuka…Sesungguhnya dhuha ini adalah dhuha-Mu. wal qudrota qudrotuka. Ya. Bu Yusuf kemudian menghela nafas. Innallaaha ma’ash shaabiriin. kemanapun aku melangkah. supaya kita mendapatkan banyak kemudahan. Tentu saja dimulai dari list yang paling atas: Ibu Jameel. Kalau sekiranya ibu Jameel tidak sukses.menggunakan doanya shalat dhuha… Innadh dhuhaa dhuhaa-uka. Dan kita lihatlah ilustrasi berikut ini: Setelah lepas shalat dan doa. Satu pintu pengundang pertolongan ia datangi. baru melangkah ke list yang kedua: Ibu Hendy. ini dengan siapa ya? Salah sambung. Kita tahu bahwa pusat segala pusat ya Allah. bahwa sungguh Allah akan terlibat. Ya Allah. aku akan menelpon ketiga orang ini. Wahai orang-orang yang beriman. (Qs. “Hallo. bukankah sebagaimana saya sebut di atas. dst… Sesungguhnya.

Kalo dapat. Bukan kebetulan loh Ibu salah sambung begini… Pasti ini udah diatur Allah. Bapaknya lagi ga ada uang…”. Ustadzah. Jaminannya saya. Ilustrasi ini demikian hidup! Ia bagaikan nyata. tentu ia betulan sudah malu sendiri. saya kira ada…”. Dan saya rasa. “He he… Maaf ya Ustadzah… Saya tidak mengenali suara Ustadzah…” “Bu Yusuf. “Ah.“Oooohhh… Maaf ya. “Ustadzah ada uang segitu?” “Weh. di ujung sana. Saya Bu Yusuf. ada apa pagi-pagi koq sudah seperti orang bingung? Niat menelpon siapa tadi? Bu Jameel ya? Koq jadi nyambungnya ke saya?” “E. bener… Saya sudah duga ini pasti Bu Yusuf yang tinggalnya deket dengan Daarul Qur’an. Insya Allah dapat dah”. Yah. 5 juta. Silahkan”. “Bu Yusuf. Ibu Yusuf sudah berseri-seri tuh wajahnya. Siapa tahu saya bisa membantu. “Ah. Deket Pesantren Daarul Qur’an…”. Tapi lihat ilustrasi ini. “Malu…” “Duuuuhhh. Asal dijaga ya. Malahan kemudian Allah hadirkan orang ke-empat yang ga . Masa. saya kan ustadzah loh… Ga ada uang. pake malu segala. bicara saja. Yang amanah. eh… Ini Bu Yusuf mana ya? Rasanya saya kenal nih…”. kalau gitu datang saja ke rumah saya…” Wah. begitu kata suara yang salah sambung ini. Kalau saja Ustadzah Mansur tahu betapa malunya ia tidak mengenali suara guru ngajinya sendiri. Untuk anak saya. sama guru sendiri lupa?” Wah. tapi kan banyak murid. tanya Bu Yusuf. Insya Allah”. satu dua kawan-kawan Peserta KuliahOnline ngalamin juga hal-hal begini ini. uangnya buat Bu Yusuf. e. “Eh. Bu Yusuf. saya Ustadzah Mansur. “Rasanya sih… Tinggal di mana?” “Ketapang. “Saya butuh uang Ustadzah. “Bu Yusuf. Maaf salah sambung”. kata Ustadzah Mansur menggoda. eh. Ga apa-apa. ga ada apa-apa koq Ustadzah…” Ustadzah Mansur ini menangkap ada suara yang sedang butuh pertolongan. “Masa Ibu kenal saya?”. Cerita selanjutnya ga usahlah saya teruskan. “Oh. Bu Yusuf jadi merah mukanya. Bu Yusuf menulis tiga nama. siapa yang bilang ada? Saya kan hanya nyuruh ke rumah saya saja…”. Nanti ustadzah yang pinjam sama murid yang ada uangnya. namanya sharing. Gampang.

ditulis oleh Bu Yusuf. soal tauhid. Di usia kandungan 8-9 bulan. Apa yang saya sajikan. Tiga orang yang ditulis. Apa saja. natural saja sifatnya. Kalau di tulisan-tulisan terdahulu ada yang tersinggung. Wajar saja kadang saya kepeleset. Tapi kami tidak ada uang saat itu untuk biaya persalinan. . Kayak film saja. saya membawa istri saya berikhtiar mencari pertolongan manusia. Sebab selesai di urusan salah sambung tadi. Miracle kan? Allah mempermudah. yang lebih seru lagi. Bukannya apa. Waba’du. Allah muliakan Bu Yusuf dengan Allah tutup kesusahannya hanya di satu orang saja yang Allah tunjuk dan percaya bisa menjaga aib Bu Yusuf. Silahkan beri komentar. November tahun 2001. Mudah-mudahan semua peserta memaklumi dan berkenan terus memberikan masukan. saya bahagia betul istri saya akan melahirkan. What do you think…? Tak tunggu komentarnya ya. Kira-kira tinggal sepekan istri saya menulis di diarinya satu keluhan yang hanya ia simpan untuk Allah. Habis ini. he he he. salah ngadu. Salam untuk saudara semua. Wass. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Tahu Kemana Melangkah KDW0131 Seri 31 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Tahu Kemana Melangkah Tidak semestinya buat orang yang beriman tidak tahu kemana dia melangkah. Dan yang tidak kalah pentingnya. kita akan bicara-bicara soal keyakinan. Allah perpendek durasi ikhtiarnya. namun ikhtiar dalam bentuk usaha. ada yang menggarisbawahi kajian-kajian yang saya tulis. Bukan dalam bentuk meminta uang. Langsung. banyak juga kita salah ngomong. Isinya kira-kira tentang kegelisahan seorang istri yang suaminya belum juga kunjung memiliki biaya untuk persalinan. ada yang marah. saya mohon doa ya. Akhirnya jadi bumerang buat kita. Saya mengajar ini seperti saya mengajar “LIVE”. Yang penting bismillahnya bener ya? Maka nya. saya minta maaf ya. malah ga ada yang dikontak. Kebetulan saya baca itu diari.

Istilahnya. Namun masya Allah. namun suaranya seenak Imam Makkah. Ketika Wirda lahir. putri dari sahabat saya. maka bisa jadi. pun melihat Atira. istilah kepepet itulah garis finishnya. hanya kepada Allah. Hadi Purnomo. seperak juga ga ada. Satu yang saya ingat. tanggal 29 besok (saat tulisan ini ditulis. biar Allah saja yang memilihkan dan menggerakkan hamba-hamba-Nya untuk menolong kami. Lahir bayi yang sempurna. Sempurna. Wirda beberapa waktu yang lalu melihat Isamil dan Ishak. Ikhtiarikhtiar langit sementara. Katanya. Ismail dan Ishak ini anak kembar yang masya Allah. Kami belajar. nangis seneng. bahwa dengan betul-betul menyandarkan posisi kepada Allah. Akhirnya. Rupanya ini menjadi motivasi. dan sudah mengantongi 4 juz. semua ayah akan begini jika menghadapi situasi serupa. saya menangis dua kali. Dalam waktu itu. Ya. November ini. nampaknya manis sekali untuk senantiasa diistiqamahi. Belum lagi saat itu masalah . dan bersandar hanya pada-Nya. dan mendorong Wirda untuk hafal 30 juz. Satu shalat yang sering juga diamalkan oleh para penghafal al Qur’an. Nah. Bayi yang kelak di usia 7 tahun bermimpi bertemu dengan Rasulullah ketika akan menyatakan diri ingin menjadi penghafal al Qur’an. terus dilakukan. Pengalaman hidup saya di beberapa waktu terakhir mengajarkan bahwa kalau kami mendatangi manusia. Banyak manusia yang tak sabar dengan kondisi “injury time”. Kami ingin sempurna pengaduan. Juga Wirda melihat anakanak hebat lainnya di Daarul Qur’an. Kitanya saja yang tak pandai menjaga kesabaran untuk tidak mengeluh dan tidak berhenti beribadah dan berdoa mengetuk pintu langit. ia ditanya Rasulullah dengan pertanyaan yang hampir sama dengan saya. Satu malam ia menyatakan akan menyempurnakan hafalan Yaasiin dan al Ma’tsurat. Kami sedang belajar saat itu. Dalam tidurnya ini ia bermimpi ketemu Rasulullah. Posisi kepepet senantiasa diyakini sebagai posisi yang sedang terjadi dalam hidupnya. sambil menunjukkan catatan yang ia tulis dari hasil mimpinya semalam. Hafalannya dan suaranya. Wirda yang 7 tahun yang lalu menjadi bayi yang kita bicarakan ini. nangis bingung. koq ga niat 30 juz saja? Wirda memberi jawabannya dengan senyum. Saya rasa. Pertama. mengagumkan.Asal halal. terjadilah persalinan itu. anak perusahaan dari Krakatau Steel. plus juz 1 & 30. Agak-agak pantang kami mengucap tidak ada uang. Kalimat ini terasa hanya pantas diucapkan pada Allah saja. penuh hanya untuk makan saja. yang kini tumbuh sebagai anak yang saya banggakan. Menamatkan pendidikan SD nya di Daarul Huffaadz Lampung dengan mengantongi 23 & 25 juz. Kemudian melanjutkan ke Daarul Qur’an untuk penyempurnaan. Wirda. malamnya Wirda tertidur. Wirda diajak Rasulullah shalat di rumah batunya Rasulullah tanpa Wirda tahu shalat apa itu namanya. Allah Maha Mendengar jeritan hati. Wirda berulang tahun. plus jagoan puasa sunnah dan shalat tahajjud. Ketika ditanya oleh saya. Atira ini istimewa juga. hasil ikhtiar harian. 7 tahun silam lahir dalam keadaan saya tidak megang uang sama sekali. Kedua. santri PPPA yang ditempatkan di Pesantren Tahfidz – Daarul Qur’an Internasional. Saya berkeyakinan Wirda shalat sunnah lihifdzil Qur’an. Web Admin). Masih kelas 4 SD di Daarul Huffadz. Dirut Tirta. Jika mengingat kondisi tauhid saat-saat itu. Wirda lapor di pagi harinya. itu hanya membuka aib kami saja bahwa kami sedang dalam keadaan tidak berdaya.

Duh. dan saya meminta doa restu Wirda bayi. Alhamdulillah. di kantong tidak ada uang sama sekali. pasrah saja. Namun. di sini mesti ada jawaban untuk biaya bersalinnya istri saya tadi paginya di hari itu. bahwa kalau sampai masuk dan ketemu dengan bibi. modal yang mahal sekali hidup di dalam kesedihan.masih sedang banyak-banyaknya. Insya Allah biasanya orang tersebut akan penuh bergerak ke Allah. Menangis minta ampun sama Allah. Mau nyari duit…”. Saat itu saya sujud. agak sulit untuk ketemu dengan tauhid semacam dulu. Kadang saya sama sekali tidak membantunya. Beberapa saat setelah Wirda lahir. Sekalian minta doa. Rasanya. “De. sebelum masuk. Meminta maaf sudah menganggap-Nya tidak ada. Selanjutnya. kemana hendak menuju. saya langsung pamit sama istri saya. dengan situasi nyaman saat ini. Meminta maaf sudah membelakangiNya. Ah. Jembatan Lima. Tidak lupa. Saya berharap tidak ada satu kejadian pun di jalanan yang menyebabkan saya harus keluar uang. Apalagi pas tidak ada pintu yang terbuka. tulisan ini rasanya sudah saya tulis juga di buku Kun Fayakuun. Sampe di sini. saya pamit sama bayi saya ini. Istri saya kan nanya. Dan harus hanya mengabarkan bayi saya sudah lahir. kesusahan. Saya cium Wirda dengan penuh perasaan saya. terserah Allah saja. koq bisabisanya saya jawab ga tahu mau kemana… Bukankah sebagai seorang mukmin ia tahu seharusnya hendak pergi kemana? Ya kemana lagi. “Nyari kemana…?” “Engga tahu. Pengen jalan saja”. Saya berdoa sejenak. saya beristighfar. motor pinjaman masih terisi bensin. Namun tidak sedikit yang kemudian hidup cengeng. saya yakin. Allah yang menunjukkan dan menggerakkan saya ke sini. Saya jalan sejalan-jalannya. Saya lihat pintu gerbang hijaunya. pasrah sepasrahpasrahnya. Saya ajarkan diri saya sebelum masuk. Kondisi beginilah yang kelak membukakan pintu rizki dari langit dan bumi dan kemudia terangkat kehidupan. keprihatinan. Saya berkeyakinan. kalau bukan ke Allah. Dan kayaknya mah. Persis ketika di pintu Bidan Suli. minta dibimbing ini kaki. Bidan dekat rumah kami (waktu itu belum ada Daarul Qur’an). saya masih mengingat kalimatnya. kaka pamit dulu ya. dalam hati saya. Hingga kemudian saya menyadari motor saya ada di depan rumah keluarga Kampung Sawah. Kata orang. dengan ekspresi yang penuh dengan . paman. lebih kurang. kepasrahan semacam dulu. Asli. doanya bayi itu mustajab. saya yakinkan diri ini untuk tetap pantang meminta kepada makhlukNya. saya kadang terdorong untuk mendidik jamaah yang datang dengan kesusahannya untuk pol saja ke Allah. Sungguh. “Nyari kemana…?”. Kembali. manis sekali tauhid saat itu. Bukan apa-apa. dan saudara saya. saya harus pasang muka tidak ada masalah dengan keuangan.

Jembatan Lima ini salah satu di antaranya adalah bibi saya. Termasuk seneng memersen (memberi uang). Ga ah. saat itu saya jalan ke masjid. yang menikahi ibu saya ketika saya berusia 5 tahun. Ungkapan-ungkapan kebahagiaan saya dapatkan. Hasbunallaah wani’mal wakiil. “Percaya ga Allah Maha Menggerakkan HambaNya? Kan sudah bicara sama Allah tentang kebutuhan Wirda. Ingin rasanya saya memberi signal. Ada saudarasaudara saya yang lain. ini kan bukan ikhtiar untuk minjem. kalaulah Engkau ya Allah tidak memberi saya uang untuk biaya bersalin. ada letupan di hati. biarlah sekedar uang kecil untuk jagajaga bensin dan makan minumnya saya sepanjang perjalanan ikhtiar. Barangkali. sebagai manusia. Saat itu. Ya sudah. saya berharap sekali dapat sekedar persenan. Allah yang akan mencukupkannya. orang yang ikut membesarkan saya sejak bayi. bahwa kami tidak punya uang. Rupanya. Saya balikkan wajah saya dan tubuh saya. serta tidak menyiratkan kegalauan tak ada uang. Tidak ada juga terdengar angin baik. Pamitlah saya dengan sempurna. bahwa ayah ibu saya. Satu-satunya.kebahagiaan. Di dalam hati saya mengatakan. Azan zuhur berkumandang. Saya cium tangan orang yang saya hormati ini. Juga nasihat. Apalagi dengan kejadian demi kejadian yang saya alami. Malu rasanya. Kan ikhtiar namanya juga. hati masih tetap berharap. Tapi. Allah yang mengajari. atau yang akrab saya sapa dengan Bu Noni. Ayah tiri saya. entahlah. Tapi saya tahu persis. “Ga apa-apa. Maka saya cukupkan dengan mencari-Nya sahaja. ni’mal maulaa wani’man nashiir. Saya datang kira-kira jam 10. Tapi subhaanallaah… Sampe mau pamitan. orangnya gemar membantu. kemuliaan. Tapi. apa boleh buat. dan istri saya. Insya Allah. Namun beda nenek. Saya berdoa kepada Allah dengan bahasa hati. tidak ada satu pun yang nanya udah ada uang belum? He he he. Ga mungkin rasanya ia saya mintakan uang. . adalah pegawai rendahan golongan 2. penghuni rumah Kampung Sawah. Saudara-saudara sekalian. dari rumah ini. Begitu saya bilang. Namun sudah terlanjur niat untuk tidak menunjukkan kebutuhan kecuali di hadapan Allah saja. Berdoa. asli rendahan saat itu. Dan lalu saya pamit. Tangannya ringan untuk menolong orang. Seperasaan saya. Saya melangkah mantab meninggalkan rumah ini. Yang saya cari rizki-Nya. Beliau kakak dari ibu saya. Hanya Allah yang tahu. untuk mencari rizki-Nya. pun pastinya ga punya uang. Laa hawla walaa quwwata illaa billaah”. Inilah yang disebut dengan muru’ah. Pulang zuhuran. Entahlah kemana setelah ini. Hajjah Hurul ‘In. Gitu. yang akibatnya pun ditanggung oleh keluarga. Ya sudah. saya pamit. ga ada tanda-tanda. Dengan bahasa tubuh dan air muka. bilang itu sebagai bahagian dari ikhtiar”. kehormatan. Hajjah Hurul ‘In. Anggap saja. Terus terang. Palingan saya ke orang tua. Golongan 3 aja engga. Sebagian hati saya yang lain mengatakan. Lagian. untuk mengutarakan saja. dan hari ini saya sedang berjalan menyusuri bumi-Nya Allah yang katanya luas. Percaya saja Allah yang akan menggenapkannya. Tidak yang lain. Saya kabarkan berita gembira ini.

he he he. tiba-tiba suara yang saya sangat kenali. dan baca macammacam. tentu tauhid saya ini tidak ada apaapanya. Saudara-saudaraku. ntar ada yang protes dah. Saya langsung menuju Bidan Suli. Di mana saya membayangkan. Macam uang 20 ribuan atau 50 ribuan. Dan alhamdulillah! Benar saja. Kalo udah tenangan. saya tidak berani melihat uang ini. baca shalawat. Ya Allah. Saya saat itu membayangkan satu ilmu kanuragan. Ini hanya ungkapan batin saja. maaf ya. Tapi panggilan ini saya kenal. Sebab pegangannya lain. istighfar dan laa hawla. Saya tahan. Di perjalanaan pulang saya zikir. saya dengar. Begitu doa saya. Uang dari Bu Noni saya kantongin. jangan diprotes nih kalimat paragraf ini. Saya putuskan langsung pulang dulu. ternyata bibi saya bukan mengambil uang untuk ongkos saya. he he he. bibi saya pasti mengambil uang. emangnya shalawat bisa menggandakan uang? Emangnya dengan laa hawla uang bisa berubah jumlahnya? He he he. terasa kalimat ini memberi sejuta harapan. ya Allah. Dan pastinya. dan menyelipkan segulungan uang di tangan saya. Getaran rasa. dan beliau masuk ke kamar! Saya tahu. uang ini bisa berganda dengan sendirinya di kantong saya. Saya urungkan untuk berangkat ke Bekasi. Saudara mau kadang protes melulu. Saudara-saudara Peserta KuliahOnline. Doa saya kira-kira. tolong Engkau buat ini uang menjadi cukup sesampenya saya di bidan. he he he. Kan bisa saja penggenapan itu terjadi dengan bidan Suli memberikan . kalau kurang ini uang. Ya Allah. Namun yang saya ga paham. “An…”. Saya menengok. air mata udah mau netes. Takut kurang. Saya berdoa sepenuh hati agar demikian adanya. Kritis kali ya? Bukan apa. saya tahunan hidup bersama bibi saya. Besok saja dah. nyampe di saya. Ini episode kecil saja untuk menggambarkan pelajaran kecil tentang tauhid. Peserta KuliahOnline yang sedang belajar tauhid. Dengan kekuatan shalawat. begitu saya merintih pada-Nya. Ketika beliau memanggil saya yang sudah berlalu dari hadapannya. Allaahu akbar! Ga lama beliau keluar dari kamarnya. Ia memanggil saya. saya tahu uang ini pastilah bukan sekedar uang ongkos. Bibi saya menahan saya dengan gerakan tangannya. Beliau mengambil tangan kanan saya.“An…” Saya hampir ga percaya. Sebab udah jam 14 kalo ga salah saat itu. Cerita ini bukanlah ukuran hebatnya tauhid saya. Jangan sampai bibi saya tahu bahwa saya sedang nungguin ini uang. Saat itu. “An… Tunggu sebentar…”. Ga tahan. “An…”. Ini suara bibi saya. jangan sampai perasaan bahagia saya ini menjadi salah di mata-Mu. bukan hanya selembar tipis. Tapi berlembar-lembar yang digulung. melainkan untuk biaya persalinan istri dan bayi saya! subhaanallaah. Saudaraku.

Gitu. Qumii Rahmatal Quluub. iya ga? Sejurus kemudian. Sesampainya saya di Bidan Suli. he he he. “Ya Allah. 9 hari lagi Wirda ulang tahun. besokbesok. “Suf. saya berdoa.” kata mertua saya. dan Muhammad Yusuf al Haafidz. Saya keluarkan uang yang belum saya lihat dan belum saya hitung ini. wuah. malu lah di hadapan mertua. Pembelajaran keyakinan terhadap Allah saja. “500 ribu Pak Yusuf”. Jantung saya mau copot rasanya. dan bersiap-siap nemuin bidan. Di perjalanan saya berbisik canda kepada Tuhan yang teramat saya banggakan ini. Kepada Allah saja. Waba’du silahkan pesan DVD Film Kun Fayakuun di web kesayangan . Tapi. Engkau singkatkan perjalanan ikhtiar saya. ibu mertua saya sudah ada di sana. Alhamdulillah. Allah menjaga saya dari rasa malu. dan langsung diberhasilkan. sepenuhnya perjalanan tauhid. kita akan belajar tentang apa yang sudah dikisahkan di Film Layar Lebar Kun Fayakuun. Rupanya. Saya kan lakilaki. ntar mahal. Deg. deg. Pas! Alhamdulillah. Untuk kajian besok. tanya saya kepada bidan. tanggal 20 November 2008. Ga pake kembalian. bahwa saya belum megang uang. Makasih ya Allah. Kita akan lihat bagaimana besok itu saya mengisahkan seorang penjual kaca yang menahan sang istri untuk tidak minjam kepada yang lain. saya juga takjub.keringanan kepada saya. Sama nyai dari istri saya. Allah menyelamatkan saya. Adiknya Wirda dah 3. umpama kejadian. Katanya si Nunun udah langsung boleh pulang”. Mendingan ya langsung pulang saja. Pas! Persis 500 ribu. Muhammad Kun Syafi’i. Perjalanan tokoh di Kun Fayakuun. Mertua saya ini apa engga tahu ya kalo saya ga punya uang? Bicaranya seakan-akan saya sudah megang uang dari kemaren-kemaren untuk persiapan melahirkan. Doa dari saudara semua saya perlukan. Saya dapat uang karena percaya pada-Mu ya Allah. Maka saya tidak dapat membayangkan. “Ayo. he he he. *** Saat tulisan ini saya tulis. Bayangkan. “Berapa Bu?”. Di depan teras bidan saya sujud. lebihkan ya…”. Di mana harga diri kita. temuin dah tuh bidan. Iya lah. mertua saya takut kalo sampe nginep. mertua saya diberitahu oleh bidan untuk pulang saja langsung.

Mudah-mudahan menambah hikmahnya. .saudara ini untuk menambah ilmu dan wawasan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful