P. 1
kuliah online YM

kuliah online YM

|Views: 91|Likes:
Published by Tubagus Fadillah
KDW1
KDW1

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Tubagus Fadillah on Jan 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/17/2013

pdf

text

original

Kuliah Online WISATA HATI DOT COM

Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi

Kuliah Dasar Wisatahati Kuliah Tauhid Mukaddimah
KDW0101 Seri 01 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada -

/ KDW01

Tidak Tidak Tidak Tidak

Bismillaahirrahmaanirrahiem, saya mulakan Kuliah Tauhid ini dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi-Nya, Allah, Tuhan semesta alam. Salam hormat kepada semua Peserta KuliahOnline. Menyenangkan sekali bisa ketemu dengan Saudara-saudara semua, meski secara maya. Saya berdoa semoga segala fadhilah ilmu dan fadhilah majelis ilmu, tetap diberikan oleh Allah kepada kita, sebagaimana kalau kita duduk bertatap muka satu atap di satu majelis ilmu. Rasulullah bersabda, bahwasanya sesiapa yang duduk di dalam majelis ilmu, maka Allah akan mencatatkannya sebagai orang yang ikut berjihad di medan perang membela agamanya Allah. Dan sesiapa yang duduk di majelis ilmu, maka Allah juga akan memerintahkan malaikat-Nya turun. Malaikat ini akan mengepakkan sayapnya dan bercucuran rahmat kepada siapa yang ternaungi. Malaikat ini juga akan membanggakan mereka semua di hadapan Allah, seraya memohonkan ampun kepada Allah. Majelis ilmu adalah juga bahagian dari Majelis Zikir, majelisnya orangorang yang belajar untuk mengenal dan mengingat Allah. Insya Allah segala fadhilahnya kelak kita akan pelajari lebih lanjut lagi. Saya hanya kepengen Saudarasaudara semua ikut mengamini doa saya, agar KuliahOnline ini menjadi Majelis Ilmu juga buat kita. Dan sejatinya, KuliahOnline ini adalah pengajian. Pengajian secara maya. Baarokawloohu lanaa, keberkahan semoga Allah berikan kepada kita, dan kepada siapa yang terlibat di dalam KuliahOnline ini. Saya juga berdoa kepada Allah, agar waktu dan biaya yang Saudara-saudara keluarkan; biaya registrasinya, biaya pemakaian listrik dan internetnya, biaya investasi perangkat kerasnya, dan biaya-biaya lainnya, dijadikan sebagai sedekah sebagaimana patutnya Allah menganggap sedekah bagi siapa yang mengeluarkan biaya dalam menuntut ilmu dan haji umrah. Dia-lah Yang Maha Syakuur, Maha Membalas, Maha Menghargai. Di mana kita sama tahu, bahwa setiap sedekah akan mendapatkan balasan yang luar biasanya dari Allah subhaanahu wata’ala. Dalam pada itu, saya menggarisbawahi kepada semua peserta KuliahOnline. Sesiapa

yang mendapatkan ilmu, pengalaman, pencerahan, spirit, motivasi dari sesi-sesi KuliahOnline ini, mudah-mudahan berkenan membagi lagi kepada yang lain. Agar bertambah-tambah pahala kebaikan kita bersama. Adapun registrasi yang muncul akibat KuliahOnline ini, mudahmudahan ada keridhaan dari Saudara-saudara semua sebagai sarana buat saya dan yang terlibat di KuliahOnline ini mencari rizki yang halal dan sebagai dana untuk operasional penyelenggaraan dan pengembangan KuliahOnline ini. Tapi sesiapa yang tiada kemampuan untuk melakukan registrasi, atau ada hambatan-hambatan teknologi, fisik dan keilmuan, maka kepada merekalah kita berbagi ilmu yang sudah didapat ini. Sungguh, kita sama-sama berjuang agar keridhaan Allah betul-betul kita dapatkan. Saudara ridha terhadap kami, dan kami ridha terhadap Saudara. *** Dengan memuji kepada Allah, saya beristighfar kepada Allah. Beragam nikmat, Allah berikan, sementara saya rasa ibadah tiada bertambah. Bahkan barangkali kalaulah tidak ada Kasih Sayang-Nya, tidak ada Rahman dan Rahim-Nya, niscaya tidak akan pernah berimbang antara dosa dengan kebaikan. Selalu akan lebih banyak dosa ketimbang kebaikan. Kesibukan dunia yang pada akhirnya seringkali menyebabkan manusia menjadi jatuh ke dalam kesusahan, tidak menjadi pelajaran buat yang lain. Atau bahkan sering tidak menjadi pelajaran bagi dirinya sendiri. Bukan kesibukannya itu sebenarnya yang menjadi masalah, melainkan karena kesibukan itu sudah melalaikannya dari mengingat Allah. Andai kesibukan mencari dunia tidak melalaikan diri kita dari Allah, maka niscaya hidup ini akan seimbang dunia dan akhirat. Mencari dunia adalah perintah Allah juga. Dan setiap perintah Allah yang dikerjakan, maka ia menjadi ibadah. Allah hanya meminta kita, jangan sampai kita lalai dari mengingatNya. Untuk itulah saya ingatkan diri ini dan diri yang bisa diingatkan dengan pembelajaran tauhid yang saya tulis. Agar kita bisa mementingkan Allah dari siapapun dan dari apapun. Dan Kuliah tauhid ini saya sampaikan juga sebagai pengingat bagi diri saya dan bagi mereka yang mau mengingat akan kelalaiannya beribadah sebagai tujuan diciptakannya manusia; Untuk beribadah kepada Allah. Kuliah Tauhid saya rangkai seraya memohon izin dan ridha-Nya. Saudara-saudaraku peserta KuliahOnline… Di antara biang keladi iman sering runtuh, sebab tidak sedikit manusia yang takut bahwa ia akan tidak memiliki rizki… Tidak bisa menyelesaikan masalah… Tidak bisa memenuhi keinginan-keinginan dunianya… Tidak akan bisa senang hidup di dunia jika rajin beribadah dan taat kepada Allah… Sedang Allah Maha Segala, Maha Kuasa, Maha Besar. Dunia mengalahkan dirinya dari Allah. Atau malah karena tidak mengenali apa itu hakikat kebahagiaan, hakikat kesenangan, dan atau lebih jauhnya hakikat hidup itu sendiri, yang kemudian

menyebabkan iman menjadi tidak muncul cahyanya di kehidupannya. Atau, malah tidak mengenal Allah? Untuk itulah perlu kiranya belajar tentang tauhid. Penyebab lain iman sering runtuh, adalah ketiadaan ilmu. Dan ilmu segala ilmu adalah ilmu tauhid. Belajar tentang tauhid adalah belajar tentang Allah, dan itu juga berarti belajar untuk kehidupan dan kematian. Kita hidup berasal dari Allah, dan pun kita akan mati untuk kembali kepada Allah Yang Maha Hidup. Pengetahuan bahwa manusia yang hidup akan mati, dan yang mati akan dibangkitkan kembali untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuatnya, juga mendorong saya menulis esai demi esai Kuliah Tauhid ini. Alangkah mengerikannya jika kemudian kita betulbetul dilalaikan oleh dunia, dan lebih mengerikan lagi jika kemudian hidup kita sendiri menjadi jauh dari Allah, dekat dengan perilaku-perilaku syetan, lalu mati. Entahlah, tidak terbayang betapa sia-sianya hidup seperti ini. Semula Kuliah Tauhid ini digunakan sebagai perenungan bagi diri sendiri, dan kemudian dibawa kepada sesiapa yang berkenan diajak untuk sama-sama belajar tentang Allah dan kehidupan ini. Rasanya saya seperti sedang berdiri sebagai orang yang tauhidnya sudah benar saja ya? Padahal masih jauh. Saya niatkan sama-sama belajar dengan Saudara-saudara semua. Hati ini gelisah dengan kurangnya ibadah, mudahnya maksiat, bahkan maksiat di tengah ibadah; ketika berdakwah, ketika menulis, ketika shalat, ketika zikir, ketika baca al Qur’an. Saya mengerti, jawaban semuanya adalah tauhid, untuk menghidupkan iman dan membuahkan amal yang terang benderang. Semakin manusia bertauhid, semakin ia aman dan nyaman. Pun semakin ia bahagia dan tenang. Sebab ia semakin mengenal dan semakin dekat dengan Allah. Belum lagi persoalan-persoalan kehidupan manusia dan hajatnya yang banyak yang tiada ada pernah habisnya. Dua hal ini; persoalan hidup dan hajat hidup, manusia sebenarnya membutuhkan Allah Yang Maha Tahu tentang dua hal ini. Namun ilmu tauhid sudah sedikit sekali dipelajari orang lantaran beratnya. Akhirnya manusia tidak mengenal Allah, Tuhannya. Perlu saya ketahui dan perlu lebih lagi diketahui oleh Saudara-saudara semua. Di tangan Allah; menaikkan gaji orang-orang yang tiada cukup gajinya, melunasi hutangnya, menghadiahkan pekerjaan dan permodalan usaha, menyembuhkan penyakit seseorang, dan menyelesaikan semua problem kehidupan manusia, adalah jauh-jauh lebih ringan daripada DIA memberi rizki kepada semua makhluk di bumi. Allah sediakan jalan shalat dhuha, sedekah, tahajjud misalnya, sudah akan membuat manusia enteng dengan persoalan hidup dan hajatnya. Tapi itulah, bagaimana mau mengenal Allah, kalau kemudian tiada mengenal seruan-Nya, petunjuk-Nya, bimbingan-Nya? Dan karena tidak mengenal jalan-jalan ini, manusia lalu menempuh jalan-jalannya sendiri yang lama dan berat. Lalu mereka mengatakan, “Inilah hidup”. “Perjuangan”, begitu katanya. Orang-orang ini tidak tahu bahwa Allah memberi

menjadikan Allah segalanya. saya mengingat secuplik episode ketika saya bermasalah. Lalu dia memegang dada saya. Seakan pertolongan Allah itu jauuuuuuh. Nabiyallah Muhammad shalla ‘alaih. Tauhid! Itulah jawaban buat saya. Saya terdiam. ini sebab tiada ada ilmu tauhid. Allah hanya meminta hanya ada DIA di hati kita. hingga kita mencintai Allah. manusia memilih jalan yang berat. lalu memberi-Nya persangkaan buruk yang demikian kepada Allah? Itu juga terjadi karena ia tidak mengenal Allah. Tauhid. niscaya kehidupan akan terang benderang.keringanan. adalah kelembutan yang menghunjam hingga di lubuk hati saya yang paling dalam. Saat itu saya menangis. dan berdoa pada-Nya. ia berputus asa dari rahmat Allah. sujud. dan secepatnya menggelar sajadah dan menangis. kita bershalawat kepada Rasulullah shalla ‘alaih. di kehidupan kita. Ingin rasanya segera saya berlari ke tempat wudhu. “Apa sesungguhnya yang Kamu butuhkan?”. Tapi sayang. Ketika manusia dihadapkan pada sejuta persoalan hidup yang lain. Mari kita hadiahkan shalawat dan salam. Iman. Bagaimana mungkin seseorang sudah mah ia jauh dari Allah. “Yang Kamu butuhkan hanya Allah. Jauh lebih besar melampaui dosa siapapun dan jauh lebih besar dari dosa siapapun. di pikiran kita. Lalu ruku’. agar diri kita dan segenap orang-orang . Dan tiadalah cinta kepada Allah dihitung cinta. Katanya. *** Di kali pertama kita memulai belajar sesuatu yang berat ini. sebagai doa. tidak mungkin ia gapai. Ta’at kepada Allah tiada dihitung ta’at apabila kita tiada ta’at kepada Rasulullah. Satu saat saya menangis di hadapan seorang ‘alim. Jangan ada yang lain. Allah menjanjikan sesiapa yang bershalawat satu kali padanya. Kasih Sayang Allah begitu besar. kepada orang yang paling kita rindukan. Pertolongan-Nya pun demikian mudah didapat. Dan itulah juga jawaban buat orang yang belum sesak dadanya supaya menjadi modal ketika kesesakan bersemayam di dadanya. Dia bertanya. sebab DIA Yang Maha Tahu tentang bagaimana alam ciptaannya bekerja. Sentuhan tangannya di dada saya. Hanya Allah”. itulah jawaban buat saya dan buat semua orang yang berdada sesak. seraya memperbaiki diri dari sisi iman. *** Saudara-saudaraku. Mengapa? Sekali lagi saya insyafkan diri saya. Bukan solusi. Bukan duit. Bukan yang lainnya. Tauhid. dan amal saleh. Ada kesejukan yang mengalir. Dan saya lakukan itu. ibadah. maka Allah bershalawat 10x kepadanya. mengeesakan Allah.

Dan agar kita semua duduk satu surga dan bisa mencium wanginya. bisa benarbenar bersungguh-sungguh mengenal diri-Nya. Dan barangsiapa yang mencintai diriku. jika kalian mencintai Allah. maka ikutilah aku (Rasuulullaah). ada di barisannya Nabi ketika semua manusia dikumpulkan di Padang Makhsyar. Man ahyaa sunnatii faqod ahabbanii. Apapun modul yang dipilih oleh masingmasing peserta. siapa yang menghidupkan sunnahku. bukan rumah yang belum bisa kita beli. Bukan. Ta’at kepada Allah. wa man ahabbanii kaana ma’ii filjannah. Sungguh. terbiasa hidup dengan sunnahsunnah Rasulullah. Mengikuti Allah. bukan penyakit yang belum sembuh. Mencintai Allah. Qul. niscaya kalian akan dicintai Allah.yang ada di hati kita. bukan pekerjaan dan modal usaha yang belum kita dapatkan. mengenal rasul-Nya. Rasulullah yang setiap hari saya paksakan bershalawat kepadanya minimal 100 kali sehari semalam. Besar harapan saya. Tiada yang saya takutkan kecuali diri ini mati dalam keadaan tidak bisa mengatakan Laailaaha illallaah wa-asyhadu anna Muhammadar rasuulullaah. Man qoola laa-ilaah illallaah. kalimat “Laa-ilaaha illallaah”. in kuntum tuhibbuunallaah fattabi’uunii yuhbibkumullaah. Dan mestinya ini jugalah yang Saudara-saudara semua takutkan. maka sungguh dia telah mencintai diriku. Mengenal Allah. juga para jamaah yang lain yang belum mengetahui adanya KuliahOnline ini. agar kalimat tauhid betul-betul dicatat Allah pernah kita ucapkan. tanpa kesaksian bahwa Muhammad itu adalah Rasul-Nya – memasukkan diri ini ke dalam golongan orang-orang yang mencintai-Nya. itulah yang mau saya tuju ketika saya tulis materi demi materi perkuliahan ini. Melainkan betul-betul yang kita takutkan adalah kalau kita meninggal dunia dalam keadaan kita tidak bisa mengucapkan kalimat tauhid. mengenal Rasulullah. katakanlah. menjadi penyembah-Nya. dan mengikuti Rasulullah. maka dia dijamin masuk surga. agar kita-kita semua ini beserta keluarga kita. dan inilah ruh semua ruh seluruh KuliahOnline kita. betul-betul memotivasi diri saya. dan saling mengingatkan. dan kemudian berkenan menjadi hamba-Nya. maka dia akan bersamaku di surga. Itu tiada lain. Maka mari kita belajar sepenuh hati. dan ta’at kepada Rasulullah. *** Tentu saja tidak ada yang bisa mengajarkan sebaik Allah yang mengajarkan. siapa yang mengucapkan Laailaaha illallaah. Dan besar pula harapan ini. tanpa “Muhammadar rasuulullaah”. Dan tidak ada satu pun ilmu yang kita dapat kecuali Allah yang mengizinkannya menjadi . bukan piutang yang belum tertagih. Inilah tauhid. dan menjadi orang yang sayang apabila begitu gampang meninggalkan sunnahnya. agar diri ini masuk kepada golongan orang-orang yang mencintai sunnahnya. Bukan hutang yang belum terbayar. dan mencintai Rasulullah. bukan dunia yang selama ini menjadi sumber petaka dan masalah kita. agar Allah --yang t’lah berkata bahwa tiadalah lengkap kalimat tauhid. dakholal jannah.

banyak yang lebih ‘alim. lewat pintu KuliahOnline yang beragam sesuai dengan kebutuhannya dan keinginannya. Namun apa yang saya tempuh. abadan abadaa. *** Setelah ini. sahabat-sahabat kita. lebih banyak makan asam garam. . penderitaan. saya dan Anda semua akan sama-sama belajar tentang maa huwattauhiid? Apa itu tauhid? Saya katakan sama-sama belajar. orang tua kita. Agar Allah angkat derajat kita semua. Dia begitu baik. bahwa Allah Memang Tuhan saya. Belum diampuni Allah. dari sedikit cara yang saya ketahui ini. Saya undang hampir semua kelompok manusia. tanpa batas. agar di diri kita semua. Kemuliaan mudah-mudahan Allah hadiahkan juga buat mereka-mereka yang kita kasihi. menyingkirkan semua duka. keluarga kita. jika kemudian neraka terhidang untuk kita. Boleh jadi apa yang saya sampaikan adalah sebuah kesalahan. Sebab kepadaNya juga berpulang semua kebenaran. tumbuh tauhid. belum dapat maaf-Nya. bisa menjadi satu pembelajaran tauhid yang diridhai Allah subhaanahuu wata’ala.ilmu buat kita. dan akan terus belajar. Apa yang saya maksud dengan kehancuran yang lebih besar? Yaitu ketika kematian datang. memberi jawaban semua persoalan hidup. Buat apa kaya dunia. kuliah tauhid ini bisa menyelamatkan diri kita semua dari kehancuran yang lebih besar. memang saya pun masih terus belajar. belum dapat ridha-Nya. dan segera memulai saja perjalanan tauhid dari mengenal-Nya. lalu saya membagi-baginya menjadi satu dua kisah hikmah. Kelak kita akan undang para ahli. sebab sebagaimana saya katakan di atas. sudahlah cukup membuat saya bangga. Dan yang lebih penting lagi. dan sangat-sangat baik. lebih soleh. sesuai tujuan perkuliahan ini. dan buat orang-orang yang mulai mengikuti perkuliahan tauhid ini. Semuanya insya Allah perjalanan hidup yang begitu saja. Selama-lamanya. Saya berharap. Ada yang tidak bermasalah. iman. para ‘alim ‘ulama di bidang ini. kita tidak siap. Saya mengenal banyak orang kaya. maka mintalah juga nasihat dari mereka. dengan kita mengenal-Nya. Kanan kiri Anda yang mengikuti pembelajaran ini. Biarlah Allah yang mengetahui rahasia kebenaran-Nya. dan berkuasa. untuk duduk bersama dan mengajarkan kepada kita semua tentang ilmu tauhid. dan mewafatkan kita semua dalam kebaikan untuk segera bisa menemui Allah dalam keadaan yang diridha-Nya. para orang yang sudah mendoakan dan menjadi bahagian dari amal saleh. Tidak ada yang aneh dari pembelajaran tauhid yang akan saya sampaikan. dan diberi! Saya nukilkan sedikit pengalamanpengalaman mereka yang berkenalan dengan Allah. Subhaanallaah! Betapa menyenangkan hati kegiatan belajar dan mengajar tauhid ini. Semoga cara saya memperkenalkan Allah kepada diri saya. Tapi siapa yang saya bisa mintakan kekayaan dan pembagian kekuasaan? Hanya DIA yang berkenan diminta.

Terima kasih atas kepercayaan Anda semua kepada kami. visual. terdiri dari 41 esai pembelajaran tentang tauhid termasuk mukaddimah ini. Mudah-mudahan Anda semua bisa berprasangka baik. Amin. Baik Kuliah Dasar. Anda yang butuh pencerahan dan pertolongan. Niscaya ia bisa juga menjadi jawaban buat Saudara. Yang belum shalat. bahkan sebelum Saudara mengikuti Kuliah Solusi Terapan Sedekah. tapi masih sendiri. Ada pula yang memang bermasalah. sempurnakanlah dengan qabliyah ba’diyah. audio. baik yang berupa tulisan. Saya tutup dulu pintunya materi-materi lain. Dalam pada itu. Kuliah Dasar Tauhid ini saya anggap sebagai ruh dari seluruh materi Kuliah Online. Saudarasaudara bisa mengambil materi-materi kuliah lain. ga usah khawatir. Kuliah Pilihan. Baru setelah itu. Mudah-mudahan dengan kekuatan getaran hati menuju Allah. mudah-mudahan Allah membimbing kita semua. dan ridha menerima pengajaran seperti ini. hingga ke seminar-seminar dari berbagai materi Kuliah Online. Kritik dan saran teramat sangat saya tunggu. untuk sama-sama memulai memperbaiki ibadah kita sebagai awal implementasi Kuliah Tauhid ini. Maafkan segala kesalahan saya dan kawan-kawan pengelola perkuliahan online ini ya. insya Allah. dan Kuliah Solusi Terapan Sedekah. shalatlah. Dan bukanlah satu kebetulan. Semuanya saya undang belajar di Kuliah Online. Bersabarlah mengikuti Kuliah Tauhid ini. penuh keberkahan. penuh ampunan. Mudahmudahan (KuliahOnline ini dimulai perdananya tanggal 25 Agustus 2008. Yang sudah shalat. saya tutup dulu kanalnya materi-materi lain. Kuliah Tauhid ini bersifat harian. Bulan yang semua amal dilipatgandakan. perkuliahan tauhid ini sudah cukup menemani hari-hari Anda. Yang sudah shalat wajib. maka jumlahnya 40 esai. Web Admin). berjamaahlah (kecuali perempuan). Selamat mengikuti perkuliahan. Amin. yang karenanya Saudara memilih Kuliah Solusi Terapan. saya mengingatkan yang memulai belajar Kuliah Tauhid ini. berusahalah untuk shalat di masjid. Kuliah Dasar Tauhid ini sendiri. kita semua memulai perjalanan belajar KuliahOnline ini ketika Sya’ban sudah akan berakhir dan berganti dengan Ramadhan. *** . Agar ia tidak diakses dulu sebelum Kuliah Dasar Tauhid ini dipelajarinya. Sementara itu. apabila ditemukan banyak kejanggalan. Jazaakallaah. penuh dengan keridhaan Allah. Kalau mukaddimah ini dikeluarkan. Insya Allah saya akan menemani hari-hari Saudara semua dengan perkuliahan yang kita berdoa mudahmudahan diridhai Allah.tapi sekedar ingin belajar menambah wawasan. Yang masih shalat di rumah.

Agar kami tahu bahwa setiap detik kehidupan kami senantiasa diperhatikan olehMu. kuciptakan makhluk untuk mengetahui Aku. agar kami tahu bahwa kami hidup tidak sendiri. Sehingga enteng hidup mereka yang mengenal-Mu. Ampuni kami dari seluruh ragam keburukan dan kemaksiatan yang sepenuhnya Engkau genggam seluruh catatannya. izinkan kami mengenal-Mu. Kenalkan kami kepada Engkau Yang Maha Menjawab Semua Doa. Kenalkan kami ya Allah. Kenalkan kami kepada Zat yang tidak sanggup melihat kami menderita dan menanggung dosa. Wahai Zat Yang Teramat Teliti dalam mencatat. kesulitan kami. maaf dan ridha-Mu. Ya Allah. memuji dengan pujian yang Engkau sandangkan pada diri-Mu. Ilmu yang bisa membawa kami kepada diri-Mu. dengan penuh kerendahhatian dan penuh harap akan keselamatan yang abadi. berilah kami ilmu yang bermanfaat. saat ini. Duhai Allah yang tiada bisa mengajarkan sesuatu. kuntu kanzan makhfiyyan. setelahnya kami memohon agar Engkau hapuskan seluruh catatan keburukan kami dan menggantinya dengan catatan ampunan. . kami tahu bahwa Engkau Maha Mendengar. sehingga tiadalah kesulitan itu menjadi bahagian dari kehidupan orang-orang yang mengenal-Mu. Rabb. sungguh dulu Aku adalah permata yang tersembunyi. Kenalkan kami kepada Kasih Sayang-Mu. Ilmu yang bisa menyelamatkan kehidupan kami. dari kesalahan tidak mengenal-Mu. Kami ingin kembali pada-Mu dalam keadaaan diri yang sudah terampuni. dari kesalahan melalaikan diri-Mu. yaa Allah. maka Aku ingin dikenal. yang bila tidak diberikan ilmu itu maka kami tidak mengenal-Mu. juga dari kesalahan tidak mengikuti ajaran-Mu dan ajaran Rasul-Mu. Engkau Maha Menolong. Maha Mengawasi. dan menambah kecintaan kami kepada Rasul-Mu. kecuali Engkau yang mengizinkan dan mengajarkan. Kenalkan kami pada diri-Mu. Maka. Yaa Rahmaan. Fakholaqtu kholqon liya’rifanii. dan perkenalkan diri-Mu kepada kami. Yaa Rahiim. kami semua memohon ampun dari-Mu. kenalkan kami kepada diri-Mu yang Maha Membebaskan manusia dari permasalahannya. dengan Kemurahan Ampunan dan Maaf-Mu. Kenalkan kepada kami diri-Mu Yang Maha Melihat. Apapun kesusahan kami. Allaahumma sholli wa sallim wa baarik ‘alaa sayyyidinaa Muhammadin wa’ alaa aalihi washohbihi ajma’iin walhamdulillaahi robbil’aalamiin. Fa-uriidu an u’rofa. Ajarkan kami ilmu-ilmu yang bisa membuat kami menjadi selamat dunia dan akhirat.Yaa Allah. agar tiada sombong kami hidup di dunia ini. serta didahului dengan beristighfar yang sungguh-sungguh dari dalam hati kami. hari ini. Engkau Maha Kuasa. izinkan kami bershalawat dulu kepada Rasul-Mu. Kenalkan kami kepada keagunganMu. Nastaghfirullaahal ‘adzhiem wa atuu-bu ilaih. Engkau yang berkata dalam kalam-Mu.

Keluarganya adalah bisnisnya. Tidak ada cara mencari rizki kecuali caranya Allah. Padahal DIA lah Yang Maha Meringankan. supaya enteng hidup saya. padahal Allah Maha Menolong. Ada yang miskin dan menderita. Tidak ada tuhan selain Allah pokoknya. Memohon taufiq dan hidayah-Nya. Tawa canda anak-anaknya milik pembantu-pembantu dan supirnya. padahal Allah bisa menciptakan kekayaan di hati yang tidak perlu kaya secara dunia. Sebab yang ia cari memang dunia. tapi tidak memiliki keluarga. Karenanya saya mau bersungguh-sungguh dan berdoa. Saya jaga jangan sampai ia lepas. Ada yang kaya. Ingin rasanya saya gemakan terus kalimat tauhid ini di hati ini. Termasuk di urusan rizki. Tidak ada pemberi rizki kecuali Allah. Saya melihat tidak sedikit manusia yang kelelahan mencari dunia. Subhaanallaah. Pasangan hidupnya juga adalah kesibukannya. Keluarganya adalah pekerjaannya. Bahwa LAA ILAAHA ILLALLAAH. Tidak mudah. Tidak ada rizki selain dari Allah. Saya mau meyakini Kalimat Tauhid ini. Ada yang hidupnya sulit. tidak ada Tuhan selain Allah.Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Laa ilaaha illallaah KDW0102 Seri 02 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Yang kita perlukan di kehidupan ini adalah tauhid. Tiada ia tempuh jalan-jalan ibadah yang mengantarkannya kepada Pemilik Dunia. Saya melihat manusia-manusia yang berat hidupnya dengan beban hidupnya. dan menjadikan Allah sebagai Sentral Kehidupan saya. Saya ingin kemudahan. Sebab ia tidak men-share bebannya itu kepada Allah. izinkanlah kami-kami menjadi orang kaya yang hidupnya senang ya . Ada yang bermasalah. padahal Allah Maha Memudahkan. lantaran ia jarang berkumpul sama anak-anaknya. Saya tidak mau menjadi bahagian dari orang-orang yang kelelahan itu. iman dan amal saleh. Saya melihat ada yang menangis padahal Allah Maha Membahagiakan. tidak kelelahan di dalam mencari dan menikmati dunia.

Saya mengingat analogi maen CATUR yang sering saya sampaikan kepada para pendengar tausiyah saya. Sama dengan maksudnya itu kalimat. maka Raja hanya bisa diam. Tapi hatinya. Ada selalu yang diambil sebagai tebusan dari mudahnya ia mendapatkan dunia. Dan bila analogi catur ini boleh dibawa ke urusan tamsil tauhid. seluruh Pion belum dijalankan. Tuhannya. Dia merasa dunia digenggamnya. Inilah yang terjadi kalau kita maen catur SENDIRIAN. yang bisa memuliakannya. bahkan keheningan berduaan dengan Pemilik Surga di dalam shalat pun tiada dia kenal. Tidak ada yang bisa memberikan ragam kesulitan . Ada pekerja-pekerja yang mengabdikan hidupnya untuk kerja dan usaha. Kita boleh menjalankan Kuda selagu-lagunya. dan Peluncur serta Menterinya masih ada di kanan kirinya. dan berkeliling dunia. Kebahagiaan. Tidak berlaku hukum permainan catur. Pion hanya bisa jalan maju tidak bisa mundur. tapi jiwanya rapuh. Itu saya lihat terjadi sebab kemudahan itu ia dapatkan bukan dengan mentaati Allah. TIDAK ADA YANG LAIN. Kalau kita maen catur BERDUA. Yang bisa menghormatinya. Tidak ada yang bisa memberi itu semua kecuali Allah. Peluncur jalannya miring. hingga jiwanya sendiri lelah mengikutinya. Kemudahan ada di tangan Allah. maka perlu kita ketahui Allah itu tidak ada sekutu bagi-Nya. ia pun boleh melompat dan bebas bergerak ke sana kemari. bebas. yang sesungguhnya saya sedang memperdengarkannya pada diri saya sendiri. Senang dunia akhirat. Wajahnya ceria. mau muter-muter. sehingga sesungguhnya dirinya pun tiada kebagian jam istirahat dan bersenang-senang bahkan. badannya. Dimana kuda jalannya L. ada di tangan Allah. tapi penghuni langit tiada mencintainya dan tiada menghargainya. Mau lurus. Laa ilaaha illallaah. bila di depannya. pikirannya. Adapun Raja. Bagaimana kalau maen catur SENDIRIAN? Kalau maen catur sendirian. ketenangan. ya bebaslah maennya. Padahal dunia sedang menghinakannya. Tidak boleh ia melompati Raja. Ada yang hidupnya pindah berpindah. kedamaian.Allah. tiada pernah dibawa menikmati shalat-shalat malam. Ada manusia yang segalanya ada. Itulah ATURAN CATUR. Bahagia dunia akhirat. Saya melihat ada yang keluarganya berantakan. Ibarat main catur. Bagi Raja. lalu ia katakan kepada dunia dia mau membentuk keluarga baru yang lebih harmoni. adalah manusia-manusia yang tiada pernah tahu siapa dia sebenarnya. Tapi ia kekeringan. Tapi itu kalau maen BERDUA. Tidak ada yang bisa memberi kemudahan kecuali Allah. maka berlaku aturan permainan catur. mau lompat. ALLAH MAEN SENDIRIAN DI DUNIA INI. boleh. dari kesenangan yang satu ke kesenangan yang lain. Ada yang mengenal semua tempat-tempat indah. Peluncur pun mau kita buat jalannya melompat-lompat seperti maen halma. Laa ilaaha illallaah. Saya melihat tidak sedikit manusia yang justru malah mudah mencari dunia. Sehingga ia tidak sadar bahwa Allah justru mengazabnya dengan dunia-Nya. dan paling banyak hanya bisa jalan dua kotak catur lurus ke depan. sementara ia enjoy dengan hal itu. meskipun seluruh pion belum dijalankan.

Ya. saya benar-benar memohon Allah menjadikannya menjadi baitbait doa agar apa yang tertulis menjadi kenyataan. Laa ilaaha illallaah. yang memainkan seluruh peraturan. Saya sangat sangat bersedia untuk diatur. untuk meninggikan kalimat Allah. kegagalan para pencari dunia. Tidak ada pemain di dunia ini. SAYA MEMBACA ULANG TULISAN INI. Bila Allah sudah mengatur. Allah bimbing saya untuk mencari dunia dengan baik. . atau di tahapan menikmati dan mengelola dunia. melalui pengajaran para guru. Benarkah yang saya tulis ini? Sehebat itukah tauhid saya? Tambah ga percaya lagi. bahwa kalau Allah sudah mengatur. Adduh. dan memanfaatkannya dengan baik untuk kepentingan agama-Nya. saya membaca ulang apa yang saya tulis. Tapi bila saya menghendaki Allah memberikan kemudahan buat saya. Saya melihat. maka tidak ada pernah kegagalan baginya… *** Sampe sini. Dengan berpikiran seperti ini. maka Kun Fayakuun-Nya yang terjadi. baik di tahapan mencari dunia. Maka saya kepengen Allah berkehendak memudahkan segala urusan saya. Dari atas. kecuali Allah. Andai dia punya visi misi li i’laa-i kalimaatillaah. Sebab saya tahu dan meyakini. sampai bait ini. adalah aktifitasnya tidak dia lakukan karena Allah dan untuk Allah. SAYA TIDAK PERCAYA YANG SAYA TULIS. Saya tidak menjamin diri saya sendiri.kecuali Allah yang hingga Dia lah yang bisa melepaskannya kembali. lewat berbagai media. andai benar. dan segala kuasa adalah Kuasa-Nya. Kehendak itu kehendaknya Allah. Kuasa-Nya yang terjadi. Kuliah Tauhid kepada seluruh peserta KuliahOnline. pasrah berserah diri untuk ikut di dalam aturan-Nya dan mengikuti-nya sepenuh hati dengan kekuatan penuh. Laa ilaaha illallaah. Laa ilaaha illallaah. Rasul pun demikian. Tidak ada kehidupan kecuali untuk-Nya. bahwa saya sedang mengajar lewat esai ini. sudah seharusnya saya menjadi hamba-Nya yang mau mengikuti segala aturan-Nya. bahwa ia akan mendapatkan segala kemudahan apabila Allah tidak saya ikuti. Tidak ada yang mengatur dunia ini kecuali Allah. Karena Dia lah Laa ilaaha illallaah. yang harus saya lakukan adalah menyadari semua itu. Tidak setengah-setengah. Ia tidak sanggup menjamin dirinya dan anak keturunannya masuk surga bila tiada ketaatan dan amal salih. dengan sabab ilmu yang diteteskan-Nya pada saya. Tidak ada Tuhan selain Allah. Tulisan yang dijadikan esaiesai Kuliah Tauhid di KuliahOnline Wisatahati. maka aturan-Nya itulah yang terbaik. Tidak ada aturan yang terbaik kecuali apa-apa yang sudah Allah aturkan. para orang tua. dan siap untuk melaksanakan kewajiban dan meninggalkan larangan-Nya. sebab peraturan adalah peraturanNya.

Sebab waktu shalat betul-betul sebentar lagi datang. Benar sudah mengatakan Laa ilaaha illallaah. saya melihat saya! Saya masuk ke kehidupan saya… Dan saya menemukan diri ini masih jauh dari tulisan di atas. Sebenarnya. lalu Allah datang memanggil. Ya. saya masih menomorduakan panggilan Allah. saya tahu jadwal shalat. Wahai Kamu! (Begitu saya seharusnya menunjuk hidung saya sendiri dengan jari). nengajar… Atau sedang menulis sih? Maaf wahai tanganku. Tapi saya malah masih nulis. kecuali Allah. lebih pantas rasanya saya menangisi diri ini. dan meyakini bahwa Laa ilaaha illallaah. Ya. Nyatanya? Belum tuh. Saya tahu Allah bakal datang. Apakah ini yang disebut Laa ilaaha illallaah? Tidak ada urusan --harusnya--kecuali urusan-Nya Allah yang harus lebih kita urus? Nyatanya. tidak ada sesuatu yang harus dikejar kecuali diri-Nya semata. Dan tidak pagi tidak siang tidak malam. buktikan kalau Anda benar! Benar tauhidnya. Ketika . ya segera tinggal saja. Lalu. Biarkan ia terus menulis sekenanya. tunjukkan kalau Anda benar! Lagi..dan hanya di jalan-Nya. saya tidak bergeming. Saya melihat saya. Kalau Kamu benar tauhidnya. Jauuuuuuuuuuhhhh… Duh. bukan siap-siap menyambut kedatangan-Nya. Maka bahagian menanti berkumandangnya azan adalah hal yang mestinya menjadi hal yang luar biasa. apa sanggup saya menuliskannya lagi bait-bait yang masih menari di hati ini? Saya ingin berteriak kepada diri saya. Saya melihat diri saya lagi. Tidak ada yang lebih penting di dunia ini kecuali menegakkan shalat. Sesukanya. Jauh benar dari menjadikan Allah sebagai tujuan hidup. Memanggil dengan azan. Allah memanggil saya. Wuh.. Loh loh loh… Ntar dulu. saya sedang berdialog dengan diri sendiri. Saya ingin berteriak kepada diri saya. Terus dikonsentrasikan di pembesaran asma-Nya. di perbesaran manfaatnya. Teramat jauh. Biarkan. Tegakkan tauhid dalam kehidupan Kamu! Jangan ada yang laen di hati Kamu. Yang dengan demikian tidak seharusnya pencarian dunia. sedang dialog sendirian. berhenti di sebatas mencari dunia itu saja. SAYA MELIHAT DIRI SAYA. Allah bimbing saya untuk senantiasa mensyukuri segala nikmat. Lihat saja. di setiap waktu shalat. Perhatikan DIA. Jika ada urusan dunia. benar! Jauh. perlakukan Allah dengan benar. malah jadi Allah yang menunggu saya! Duh duh duh. Lihat. bukannya malah menunggu kedatangan Allah.

Tidak ada yang lebih penting kecuali Allah. Tapi. Makasih yaaa. Tidak ada yang mengajarkan ilmu dan memberikan kesempurnaan langkah kecuali Allah. LALU HIDUP SAYA TETAP SUSAH? Atau merasa susah? Itu tandanya saya belum benar-benar bertuhan Allah. Jangan lupa terus memohon bimbingan dari Allah. MENGAPA setelah tuhan saya adalah Allah. Saya melihat saya.mencari dunia. Kehadiran diri tidak digunakan untuk kepentingan sesama. bahwa kamu itu tidak penting. Saya tulis buku ini. koq masih nulis terus? Katanya mau Shubuhan? Iya iya. Laa ilaaha illallaah. Rasul pun mengajarkan doa agar kita memohon kepada Allah agar Allah membaguskan dunia kita sebab di sini kita hidup. Kalau shalat shubuh sudah tidak disiplin.38 WIB. Udah mau shubuh tuh. Siap-siap menuju masjid. ayo maju terus! Sempurnakan terus ilmu dan ikhtiarmu. dan Allah adalah pemilik segala apa yang ada di dunia ini. Tapi saya ingatkan juga diri saya. gampang benar teriak lelah. Setidaknya belum dimaksimalkan potensinya untuk ditujukan pada sebesar-besarnya kepentingan sesama. untuk urusan permasalahan kamu. dan men-shut-down komputer ini. Keluarga masih terabaikan. Salam. Biarlah Allah membimbing saya terus. Yusuf Mansur. Laa ilaaha illallaah. Kampung Ketapang. mau bersusah payah. Sebab ia sungguh saya tulis tahun lalu. Shalat sunnah tidak dipaksakan untuk ditegakkan. dan agama. Kurangnya… banyak. Senin 27 Agustus 2007. Shalat berjamaah tidak dipaksakan untuk dikejar di shaf yang pertama. Ah dunia. Ayo mandi. untuk dunia kamu.wisatahati. Saya akan segera berhenti mengetik. SAYA BERTUHAN ALLAH.com dan . Tapi giliran beribadah. Saya tulis buku ini agar saya tidak susah mencari kamu wahai dunia. saya hidup di dunia ini. Itu saja. (tulisan ini “sudah berulang tahun”. Tapi betapapun. untuk segala hajat kamu… Loh. bahwa kamu mau shalat shubuhan dulu. Laa ilaaha illallaah. Katakan kepada dunia. jangan harap ini menjadi awal hari yang baik. 1hr lebih cepat dari saya meng-upload tulisan ini ke web www. Eh saya. sebab kasihan melihat diri saya yang sering kesusahan mencari dunia untuk menjaga kehormatan dan kemuliaan diri. sehingga bisa menjadi hamba-Nya yang sesuai dengan apa yang digariskan-Nya. Maka saya menghibur diri ini. Itulah. pukul 04.

dijadikan esai KuliahOnline. Mudah-mudahan Allah subhaanahuu wata’aala benarbenar menjadikan kita sebagai orang-orang yang mengEsakan-Nya, bertauhid hanya pada-Nya).
Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi

Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Allah Sebagai Pusat
KDW0103 Seri 03 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak

Allah Sebagai Pusat
Orang-orang yang mengenal Allah dan meyakini-Nya, insya Allah akan tenang hidupnya, jauh dari kekhawatiran, jauh dari kegelisahan. Bu Yuyun, sebut saja begitu, punya anak semata wayang yang ia besarkan tanpa suami. Sejak putranya ini masuk SMA kelas 1, suaminya meninggal. Dari hari ke hari ia kuatkan batinnya bahwa ia TIDAK SENDIRIAN dalam membesarkan anaknya. Ia bersama Allah. ALLAH SELALU MENEMANINYA. Ini yang ia yakini. Saban shalat ia berdoa agar diberi kemampuan membesarkan anaknya dan memiliki rizki yang cukup. Ya, bener loh. Hampir saban shalat. Saya banyak belajar dari Bu Yuyun ini. Ketika banyak orang gelisah, ia hidup tenang. Sebab ada Allah di hatinya, ada Allah di pikirannya. Ketika banyak orang ketakutan dan risau dengan dunianya, ia tenang-tenang saja. Persis seperti meja, yang begitu tenang sebab memiliki empat kaki yang kuat yang menopang keberadaannya. Hidupnya begitu santai. Dan ini yang menjadikannya lebih kaya ketimbang orang yang kaya tapi hidup selalu penuh dengan kekurangan. Sebagai ikhtiar dunianya, ia membuka jahitan rumahan. Ia bertutur, selalu ada saja pelanggan di saat yang tepat ia membutuhkan rizki. Sudah diatur Allah, begitu katanya. Sejauh ini, aman-aman saja. Sampe kemudian anaknya ini pergi hari itu untuk melihat kelulusannya; masuk atau tidak ia ke perguruan tinggi yang ia idam-idamkan. Bu Yuyun berdebar-debar. Ia tahu, kalau anaknya lulus, ini masalah buat dirinya.

Kalau anaknya tidak lulus, pun masalah buat dirinya juga. Tentu saja ia senang dapat masalah dalam bentuk anaknya lulus. Masalahnya tentu saja apalagi kalau bukan uang kuliah anaknya. Tapi segera ia banting sesuai dengan pengalamannya selama ini. Ada Allah Yang Maha Memberi Rizki. Dan ini yang membuatnya tenang. Ia kenal dengan Allah, bahwa Allah selama ini senantiasa mencukupkan rizki buat dirinya dan anaknya. Ia tahu bahwa Allah Maha Tahu bahwa ia sedang membesarkan anaknya. Dan Allah pun tahu bahwa hari ini akan ada khabar tentang nasib anaknya. Kondisi ini sudah ia sampaikan ke Allah jauh-jauh hari, bahwa ia butuh biaya buat anaknya lulus. Dia yakin, Allah pasti akan memenuhi kebutuhan anaknya, dan atau memberikan yang terbaik. Ia malah bersemangat sekali untuk menambah kedekatan dirinya dengan Allah. Sekali lagi, ini yang membuatnya tenang. Dan memang Allah Maha Mengatur. Sehari setelah anaknya dinyatakan lulus, Allah kirimkan paman anaknya ini, alias adik almarhum suaminya. Hari itu, beliau berkunjung silaturahim. Dan Allah alirkan rizki untuk anaknya, lewat pamannya ini. Bukan hanya untuk uang masuk kuliahnya saja, tapi juga untuk biaya kuliah secara keseluruhan. Semoga saya bisa belajar lebih banyak lagi dari Bu Yuyun ini. I’m coming ya Allah. Saya datang kepada-Mu ya Allah. Semestinya, dengan banyaknya masalah dan hajat saya, saya lebih bersemangat lagi dan tanpa lelah mendatangi-Mu dan memohon pada-Mu. Bolehlah dibilang bahwa hidup ini harus punya keyakinan terhadap Yang Kuasa. Tanpa ini, akan lemah sekali kita menjalani hidup ini. Dan untuk memiliki keyakinan, buka diri buka hati untuk menerima ilmu dan pengajaran tentang keyakinan. Kita sama-sama meminta kepada Allah agar Allah betul-betul membukakan mata hati kita bukan saja untuk mengenal-Nya, tapi juga untuk meyakini-Nya; yakin akan Kebesaran-Nya, yakin akan Kekuasaan-Nya. Kita butuh Allah. Dan senantiasa akan selalu butuh Allah. Maka bertuhanlah Allah. Sebenerbenernya pertuhanan. Supaya Allah betul-betul menjaga kita, menolong kita, dan menyediakan apa-apa yang kita perlukan yang kita butuhkan. Jangan sampai kita hidup seperti tidak punya Allah. Allah Maha Memberi Rizki, tapi hidup kita susah. Allah Maha Menolong, tapi setiap ada hajat dan masalah, selalu merasa mentok. Kalo bahasa saya mah, Allah dianggurin. Alias “dibikin nganggur’, sebab jarang kita deketin, jarang kita mintakan bantuan-Nya. Insya Allah doa bi doa. Saya mendoakan Anda semua, dan Anda juga doakan saya. Supaya Allah betul-betul hadir di kehidupan kita dan berkenan hadir di kehidupan kita. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah",

kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu". Kami-lah Pelindungmu di dunia dan di akhirat; Di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Qs. Fushshilaat: 31-32). *** Ada baiknya peserta KuliahOnline mempelajari sedikit kisah Bu Yuyun ini, pelanpelan. Betul-betul diresapi. Kenapa ada orang yang begitu dimudahkan urusannya sama Allah, dan mengapa ada yang sepertinya diblok, dipersulit oleh Allah. Saya meminta Saudara-saudara semua bersabar, mempelajari Kuliah Tauhid ini mahlan mahlan, pelan-pelan. Sebab setelah Kuliah Tauhid ini Saudara akan ngebut belajar tentang sesuatu yang membuat Saudarasaudara semua ada percepatan di semua urusan. Termasuk di urusan mengubah hidup, memperbaiki hidup, dan di urusan pencarian solusi buat permasalahan kehidupan yang sedang dihadapi. “Ilmu instan” ini akan bahaya di kedepan harinya, manakala Saudarasaudara tidak punya basic tauhid yang bagus. Saya tidak terlalu perduli omongan kawankawan pengelola Kuliah Tauhid yang mengatakan, ada baiknya memberi banyak pelajaran buat kawan-kawan peserta KuliahOnline agar banyak yang didapat. Saya tidak perduli. Saya bahkan ketika belajar, dapat jauh lebih sedikit ketimbang ini. Pernah satu ketika saya datang ke seorang ulama. Saya mengadu tentang masalah saya kepadanya. Meminta nasihat darinya. Saya datang dari jam 20 malam. Sampe jam 00 saya belum juga dipanggilnya. Boro-boro diajak bicara. Disuruh mendekat pun tidak. Di awal sih saya diajak bicara. Tapi bicaranya ketus sekali, “Koq datang lagi?!!!”. Saya jawab, “Ya, sebab masalahnya beluman selesai”. “Ya sudah, tunggu sana”, katanya, sambil menunjuk satu sudut teras majelisnya. Saudara-saudaraku Peserta KuliahOnline, saya kemudian menunggu dengan sabarnya. Tapi ga urung saya gatel juga untuk tidak bertanya. Saya bertanya, “Kyai, sudah jam 12 (malam), kapan saya dikasih kesempatan bicara?”. Waktu itu saya lihat tamunya tinggal sedikit. Saya berharap saya bisa nyelang walo sebentar. Ternyata saya salah. “Yang nyuruh situ dateng siapa?” “Ga ada. Saya sendiri”. “Ya sudah, tunggu saja!”. Wah, andai tidak ada husnudzdzan, baik sangka, niscaya saya sudah kesal bukan

kepalang. Saya tentu akan mengatakan kepada Kyai ini, tidak menghargai tamu. Tapi ya itu. Saya menerima apa kata guru, dan saya memilih menerima perlakuan guru. Kira-kira jam 01-an, mendekati jam 02 pagi, saya baru dipanggilnya. Beliau lalu bertanya, “Tahu IBM ga?” Sungguh pun saya tahu, tapi saya bingung. “Apa urusannya dengan masalah saya tuh IBM?”, tanya saya. Tentu saja dalam hati. Saya ga berani bertanya langsung. Akhirnya saya jawab singkat saja, “Tahu, Kyai”. “Nah, IBM itu punya VPN, Virtual Private Network, jaringan jalur khusus. Ntar gue kasih VPN buat elu yang bisa jadi jalur khusus elu berdoa kepada Allah. Insya Allah hutang elu yang segede gunung, kempes dah!”. Kejadian dialog ini terjadi sekitar tahun 2003. Kyai Betawi ini memang kerja di Perusahaan Asing. Perusahaan Perancis. Sumpah. Saat itu saya merasa Kyai saya akan memberi saya sesuatu yang gimanaaa gitu. Sesuatu yang BESAR yang bakal instan membuat saya selesai masalah saya. Sim Salabim. Begitu saya pikir. Ternyata saya tidak sepenuhnya benar. Malah, sempat berkernyit dan tertawa kecil. Kyai tersebut masuk ke dalam rumahnya, dan sejurus kemudian keluar lagi membawa DUA PENTOL KOREK API. Dua korek api itu dilempar ke arah saya. “Nih pake nih...”, katanya. Ngasihnya bener-bener dilempar. Sebab beliau ngasih sambil berdiri. Sedang saya duduk di bawahnya. “Itu korek api, VPN buat elu. Pake tuh yang bener. Udah gih dah, pulang!”. Saya pulang akhirnya. Kurang lebih 6 jam saya menunggu, hasilnya 2 korek api saja! Menggerutu ga saya? Ntar dulu. Saya berpikir bahwa saya barangkali belajarnya kudu sedikit demi sedikit. Tapi apa ya maksudnya? Pelan-pelan saya pikirkan. Hingga akhirnya saya mengaitkan dengan kalimatnya tadi: “Nah, IBM itu punya VPN, Virtual Private Network, jaringan jalur khusus. Ntar gue kasih VPN buat elu yang bisa jadi jalur khusus elu berdoa kepada Allah. Insya Allah hutang elu yang segede gunung, kempes dah!”. Saya akhirnya mampu mengkorelasikan 2 korek api yang nyaris tanpa kata-kata itu dengan kalimat singkat Kyai. Rupanya saya disuruh bangun malam. Jangan banyakin tidur. Bagaimana-bagaimananya dengan 2 korek api ini, saya bahas di Kuliah Pilihan tersendiri yang judulnya: Rahasia Angka 11. Silahkan dah nanti login di sana, setelah KuliahOnline 41 esai ini selesai. Satu hal yang mau saya kata, adalah sabar. Belajar itu harus sabar. Kita sama berdoa

sekaligus syukuran KuliahOnline ini. Salam dan doa saya untuk Saudara-saudara semua. Semua Ada Akhirnya KDW0105 Seri 05 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Sebagaimana malam yang segera akan berakhir dan berganti dengan pagi. Besok saya akan tambahin dengan pelajaran di balik Kisah Bu Yuyun. Insya Allah akan diberitahukan lebih lanjut oleh Web Admin dari KuliahOnline ini. waktu. niscaya menjadi sesuatu yang betul-betul berpengaruh positif bagi hidup kita. termasuk kenapa koq sepertinya bisa “satu malam”? Saya mohon maaf atas semua kesalahan saya dalam memberikan pengajaran. Mudahmudahan Saudara-saudara memaklumi cara saya mengajar ini. Bayi saya masih dirawat di Rumah Sakit Harapan Kita. begitu nasihat ibunya. Ok. Waktu saya susun dan edit esai kuliah ini. Amal saleh kitalah yang mempercepat perjalanan itu. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Semua Ada Waktu. Sekali lagi saya berdoa mudah-mudahan segala biaya. Mohon doanya ya. Ibunya menyuruhnya bersabar. Ia ada ujungnya. Beliau memproses perceraiannya sejak tahun 2001. energi Saudara dalam mengklik website ini menjadi amal ibadah dan dihitung sedekah Saudara. Alih-alih berharap bisa bercerai cepat supaya bisa memulai hidup baru. Mudah— mudahan Saudara-saudara tergerak memberikan doa buat kami semua. “Semua ada waktunya”. Sampaikan ilmu ini kepada sebanyak-banyaknya orang. agar mengikuti saja KuliahOnline ini secara langsung. eh malah beberapa ujian kehidupan muncul. Termasuk segala permasalahan yang kita hadapi. Insya Allah tanggal 30 sore saya mengagendakan ketemuan darat (kopi darat). Gak selesai-selesai. Tapi sarankan kepada mereka semua. agar Allah betul-betul berkenan memberi kita ilmu yang bermanfaat dunia dan akhirat. saya sudah mau jalan ke rumah sakit. Terima kasih ya. Sebut saja T. . Segala sesuatu juga ada akhirnya. mandiri.kepada Allah. agar ada keberkahan lebih banyak buat semua yang terlibat. Sesuatu yang sedikit yang diberi-Nya manfaat dan ada ridha-Nya. Ada kisah seorang ibu muda. sampe ketemu dengan materi besok. Wallaahu a’lam.

Dalam satu kesempatan. mantan suaminya ini bercerita. Tapi ya setelah dipikir-pikir lagi. asal kita perbaiki saja hidup kita. sedekah.Setelah sekian tahun. uang 1 juta saja besar sekali. Masya Allah. dll). Saya menyebut. dan ia meminta maaf tidak bisa mengurus anaknya. Dan akhirnya waktu yang ia tunggu. Saya mengatakan. Kegiatankegiatan sosial ia ikuti. Bukan harta gono gini. dan memaknai ulang hidup kita untuk lebih lagi beribadah kepada Allah dan bermanfaat untuk sesama. tidak . cara kita hidup. mantan suaminya ini memberinya uang yang sangat besar. ia lalu berjilbab dan memperbanyak taubat. dan berproses dengan sangat mudah. Kesusahan hidup. buah dari kesabarannya dan hasil kemudahan dan berkah dari sedekahnya… Dan benarlah juga keyakinan orangorang tua dulu. sudahlah. lantas kemudian membuat matanya tertutup dari Karunia Allah yang sesungguhnya masih teramat besar. Ia usahakan sering mendatangi pengajian. rasanya hidup kita akan benar dengan sendirinya. maka ia mendapatkan hak cerai. ia mendapatkan keputusan cerai. ya. ya rizkinya. Sedekah yang besar. harus tetap ada ikhtiarnya. ia diberitahu ibunya agar bersedekah dengan apa yang ia punya. Ia lupakan persoalan perceraiannya. apalagi 1 milyar. banyak manusia yang garagara secuplik drama kehidupannya yang tidak enak. tiba. membaca al Qur’an. Hari gini. kalau udah waktunya. itulah buah dari dukungan ibunya. ga sebanding dengan Karunia Allah berupa “hidup” itu sendiri. menambah shalat-shalat sunnah. engga juga disebut “tidak melakukan apa-apa” bagi mereka yang memperbaiki dirinya. si ibu T ini bercerita. Yang membuat ibu T ini agak berdebar dengan cara kerja Allah. kalau udah rizkinya. Dan memang. Dan masalah akan selesai dengan sendirinya. Sepertinya tiba-tiba. tapi tidak mendapatkan uang 1 milyar. Ia mengaku tersentuh dengan ketabahan mantan istrinya. Ia segarkan hidupnya dengan Karunia Allah yang lain. Ada kemudian yang protes. ikhtiarnya ya itu: taubat dan amal saleh (memperbaiki shalat. Sebagai kompensasinya. Sebagaimana orang-orang tua yang mengajarkan. Dua tahunan terakhir. ya waktunya. andai kita tidak melakukan banyak hal. Bersedekahlah ia. Kadang saya berpikir ya. Keinginan kita juga akan terjawab dengan sendirinya. suaminya ini memberi uang nyaris 1 milyar dari hasil tabungannya pasca bercerai. suaminya ini “bekerja” sebab diatur Allah. Yang mana hasil kerjaannya itu adalah buah sabar dan sedekahnya. Yang luar biasa. Karena itulah ikhtiarnya. Mantan suaminya hanya minta diikhlaskan segala kesalahannya. ia perbaiki hidupnya. Sama dengan ketika saya menyebut ikhtiar bagi mereka yang bermasalah adalah taubat dan memperbanyak amal saleh. barangkali kalau dulu Allah mengabulkan kehendaknya. tabungan yang nyaris 1 milyar tersebut adalah tabungan 2 tahun terakhir. Bila sebelumnya ia belum berjilbab. Beda sekali dengan waktu-waktu sebelumnya. 2 tahun sejak ia bersedekah sesuatu yang besar. Sebab nyatanya.

dan amal keseharian kita. kalau kita selalu merasa ditemani Allah. Namun serasa tumpul benar. Ada yang berharap ketika ia datang kepada Allah. Dan Allah pasti datang. . apa kira-kira yang bisa dipetik oleh Para Peserta KuliahOnline? Ketika ceramah esai ini saya sampaikan langsung. Yang lainnya menjawab. maka Allah betul-betul datang kepadanya. Bukankah yang kita cari di dunia ini adalah kedekatan diri dengan Allah? Kalaulah kita harus mendekatkan diri kita melalui pintu masalah. Maksudnya. ujiannya akan banyak. Segala riyadhah ia tempuh. Zaidi bertanya seperti yang lain bertanya: Koq mengapa tanda-tanda bisa kebayar hutang belum muncul juga? Koq ujian hidup bertambah berat? Koq Allah kayak mengabaikan dia? Saya menyodorkan beberapa jawaban. Datang dengan segenap pertolongan dan kebaikan Allah. Kalaulah Allah tidak memudahkan jalan. salah satunya adalah karena keyakinan kita sendiri kepada Allah. Sebab sebelumnya ia tidak ikhlas menerima perceraian itu. bukan memaksa. kayaknya engga ya? Barangkali sedekahnya itu yang mempercepat. bukan mengatur. maka sesungguhnya tidak akan pernah ada masalah buat kita. kecuali Allah pun datang kepadanya. Hakikatnya. adalah Zaidi. ada yang bertanya. rasanya itulah berkah buat kita. *** Tidak ada yang datang kepada Allah. bukan kehendak kita. Malah datang ujian-ujian baru kepadanya setelah sekian bulan mendisiplinkan riyadhah. hutangnya tetap ga kebayar-bayar. Belajar dari kasus perceraian berkahnya Ibu T di atas. Tapi memang Kehendak-Nya. ia tidak “nyampe-nyampe”. Kita hanya bisa meminta. “Perjalanan waktu” bisa dipercepat atau menjadi lambat. Sama saja seperti dengan tidak datang kepada Allah. doa ibunya yang juga turut membantu percepatan perceraiannya dan kemudian juga mendapatkan berkah uang 1 milyar. keikhlasannya yang mempercepat. apakah bisa selesai dalam 2 tahun juga apabila Ibu T ini tidak melakukan sesuatu? Lalu yang bertanya ini menjawab sendiri. Ia bercerita. Selain Ibu T di atas. Kita hanya bisa memohon. Seakanakan membenarkan pandangan bahwa kalau mendekatkan diri kepada Allah. Ia mendekati Allah dengan harapan dan doa agar Allah mau membayarkan hutangnya. maka jalan menuju pertaubatan dan amal saleh tidak akan mudah jalannya. Dan yang lainnya itu menjawab.gampang loh untuk bisa bertaubat dan beramal saleh.

dan ada bala yang lebih besar yang bakalan datang. Bila memang dosanya banyak sekali. Atau malah katakanlah ia berzina dalam keadaan ia menjadi suami atau istri dari seseorang. Hukumannya bagi yang berzina dan ia dalam keadaan menikah. yang ia kumpulkan. Ada yang diringankan sebab istrinya mendoakan tanpa henti. Dan itulah Allah. adalah hukuman mati. Jika tidak mau akibat buruk diterima setara dengan keburukan yang harus diterima. tetap harus ada yang dibayar. Bagaimana dosanya dia sebelum akhirnya kemudian berjalan menuju Allah. Apabila nanti hutangnya sudah terbayar. soal keburukan. kalau Allah mempercepat ia selesai dari masalah. kurang disadari oleh seseorang. Bisa juga dikaitkan bahwa Allah Maha Tahu. Allah Maha Pengasih Maha Penyayang. malah nanti ga bisa istiqamah lagi ibadahnya. Baik sangka kepadaNya. dan keburu lupa lagi. Taubat yang sempurna. ibadah dan disiplin ibadahnya ini sebagai latihan keistiqamahan. ya wajar saja kan? Ibarat tagihan dari amal keburukan.Pertama. Juga amal salehnya harus hebat. Nikmatin saja dulu “kedekatan” diri dengan Allah. bisa memelihara seluruh amalan-amalan wajibnya. ia bisa tetap memelihara dhuhanya. menuju pertolongan-Nya? Tanyakan dengan jujur. Keburu sibuk lagi. Ada yang diringankan sebab ia pernah membantu seseorang. Ini kan jadi semacam Training-Camp buat dia. adalah wajar juga kayaknya. Maka jawaban yang berikutnya dari pertanyaan Zaidi di atas adalah justru seputar dosanya sendiri. Andai pun sepanjang hidup ia pakai untuk pertaubatan. malah bermasalah lagi. amal-amal kebaikan kayaknya buat bayar dulu keburukan-keburukan yang ia lakukan selama itu. Sedang berzina itu “kontrak susahnya” harus 40 tahun. Ada yang Allah ringankan sebab ia punya anak yatim. Belum lagi soal bala. Bayangkan jika sebenernya Allah masih kasih ia kehidupan. atau ia sudah kembali menjadi pengusaha yang sakses. hidup enak dan bahagia dengan amal-amal salehnya. Jangan-jangan. harusnya ia keluar dari masalahnya. Yang begini ini. Inilah keadilan-Nya. Maksudnya. bisa memelihara sunnah-sunnah qabliyah ba’diyahnya. Ia hukum hamba-Nya dengan memperhatikan segala kebaikan diri orang itu dan diri orang-orang di sekeliling orang itu. dan pembiasaan ibadah tersebut. Hingga ia bisa menempatkan Allah jauh di atas dunia yang ia cari. Ada yang diringankan sebab anaknya sedang menuntut ilmu. Yang serius. andai ini bisa dijadikan jawaban yang ketiga. Allah sedang berkenan menyegerakan segala akibat buruk. Dan banyak lagi pertimbangan Allah yang tidak kita mengerti kecuali hanya dengan jalan husnudzdzan kepada-Nya. akibat buruk harus diterima. dan penderitaannya ia terima sebagai satu kepatutan yang menggugurkan dosanya. Akhirnya. ia berumur pendek. maka bertaubat adalah jawabannya. Ada yang diringankan sebab orang tuanya senantiasa memanjatkan doa untuknya. dengan jumlah takaran yang sebenernya sudah dikurangi jauh dari yang semestinya diterima. Namun. Anggap saja. Katakanlah ia pernah berzina. dan soal kematian. Lalu dua hal ini dihapuskan oleh Allah. Biar bagaimana. Kalau tidak setara. Bila .

Jangan ragu menambah vomue ibadah. baru beberapa tahun. Baarokawloohu lanaa. mulai dari akil baligh sampe sekarang ini. Sesungguhnya tidak diam di tempat. Jawaban yang ke-empat. Tapi. juga tidak akan mampu memberikan apa-apa. Dan lagian. ada derajat yang lebih tinggi yang Allah siapkan untuk dirinya. Kepada Allah juga kita memohon agar Allah bukakan terus mata hati kita tentang Kebesaran dan KekuasaanNya. Percayalah. Amin. Pada permulaannya. banyak yang lebih naik kehidupannya setelah kesusahan demi kesusahan ia alami. dan kemudian menumbuhkan iman dan memperbanyak amal saleh. ia hanya butuh keikhlasan menerima hidup ini apa adanya. pasti ada akhirnya. berpikir positif. Makin kenceng ujiannya. termasuk perjalanan mencari solusi.menyadari hal ini. Ada lebih banyak karunia Allah yang bakal diterima setelah kesulitan hidup yang dihadapinya. Baru saja beberapa bulan kan? Belum beberapa tahun? Atau katakanlah. lalu kita . makin kenceng ibadahnya. sudah berapa tahun kita kerjakan? Jangan-jangan sepanjang kita hidup. Sampe ketemu di esai perkuliahan tauhid berikutnya. setiap perjalanan ada akhirnya. Sedang kalau kita ingat dosa kita. setiap perjalanan. hidup kita banyak bener dosanya. tambahin saja lagi load kebaikannya. Saya pribadi menyadari bahwa sungguh. dan tetap husnudzdzan kepada Allah. Hanya karena bebannya berat saja. Sekali lagi. Tetap positif kepada Allah. Asal kita terus berjalan. Tidak berhenti. kejar saja perjalanan waktu dengan amal saleh. Insya Allah jawaban akan Allah berikan. memperbanyak syukur. lambat pun. perjalanan kita cenderung seperti lambat. makin sungguh-sungguh ibadahnya. Jangan justru malah surut. bila terlalu dikejar. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Allah Tidak Pernah Meninggalkan Kita KDW0106 Seri 06 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Andai kita menebus segala kesalahan kita dengan dunia yang kita punya. Belum bertahun-tahun. tetap berjalan. Makin keras angin masalah yang menerpanya. Belum sebanding sama amalan ibadah kita. Ya. ada karunia Allah yang teramat besar di balik segala rupa kesulitan dan permasalahan hidup yang dihadapi. Dunia.

Ketidaktahuan tujuan hidup. apa yang terjadi?”. kalau tidak dikerjakan. sunnah qabliyah ba’diyah”. Hingga saya bersyukur bahwa saya diberi-Nya karunia kejatuhan ini”. tidak mengapa”. sunnah dhuha. Ia datang dengan senyuman. dosa. sunnah tahajjud. Tapi saya biarkan. bahwa ia senang Allah bangkrutkan. Betul. saya bahkan mulai menyepelekan shalat wajib. ya bermasalah juga jadinya. menjaga sunnah adalah sesuatu yang terpenting yang benarbenar berpengaruh kepada kualitas hidup kita. “Terus. Padahal.mendapati Allah di sisi kita. begitu kata sebagian dari kita. Urusan meninggalkan shalat sunnah saja kan sebenernya dosa. bener-bener tidak mengapa: “Cuma sunnah ini”. Pengertian sunnah masih: “Kalau dikerjakan mendapatkan pahala. Begitu kan kata Ustadz?” “Ya. dosa”. Kalau terlalu lama ninggalin sunnah. dan berhasil memetik hikmahnya. “Sangat jauh malah. memang nyata-nyata dipelajari bahwa di balik sunnah itu ada kejayaan. Akhirnya. Hamba-hamba Allah memang banyak yang sudah menyepelekan sunnah. makin banyak rasanya dosa saya. dan untuk mengangkat derajat. Seorang bapak datang dalam keadaan bermasalah. Saya sudah tahu kemana arahnya pembicaraan dia. Jangankan urusan yang nyata-nyata sebagai dosa.” katanya lagi. Makin lama Allah biarkan saya dalam kekayaan. Ngentengin sunnah juga merupakan dosa. “Apa yang didapat setelah jauh dari Allah?” “Ketidaktenangan. Luar biasa. Sahabat saya ini sudah berhasil menaruh baik sangkanya kepada Allah. Ngentengin sunnah. Ia berbagi pengalaman. Di dalam program Ihyaa-us Sunnah (Program Menghidupkan Sunnah). . “Dosa?” “Ya. tentu ini adalah proses pendekatan diri kepada Allah yang murah adanya. “Kalau saya tidak dibangkrutkan Allah. saya sudah akan terlalu jauh dari Allah. Saya ngebayangin. Dan yang lebih jelas lagi. Saya banyak bermaksiat dengan rizki dan jalan yang justru sesungguhnya diberikan oleh Allah. “Nah ustadz. betapa saya menzalimi Allah yang sangat sayang kepada saya. Apalagi kalau yang ditinggalkan itu adalah sunnah-sunnah muakkad.” begitu katanya. tanya saya lebih lanjut kepada beliau. Saya kemudian bertanya sedikit kepadanya. Namun berbeda dengan yang lain. yang juga akan menjadi program menarik semua peserta KuliahOnline untuk menebus dosa (he he he).

Saya anggap. Makin berterima kasih pada-Nya. Ga lebih”. Sementara itu. pancing saya.“Ya. Maka manakalah Allah sudah mengangkat kembali hidup kita. Allah tidak akan pernah mengabaikan saya.” Bukan saya berbangga diri. Dia cerita bahwa buku Mencari Tuhan Yang Hilang. Saya belajar dari ustadz. namanya orang bangkrut. insya Allah dengan izin-Nya. kedatangannya justru nasihat untuk diri saya. agar masalah saya jangan cepat selesai kalau saya belum kuat imannya. sungguh. Dia juga mengingatkan tentang diri saya sekian tahun yang lalu. ini saya terima. bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan saya. makin rajin shalat sunnahnya. kepasrahan. Biar saja saya begini dulu. maka segalanya akan mengalir bahagia. yang sudah lumayan membentuk kepribadian dia ini. bahwa ketika Allah ada di kehidupan kita. Saya terima perlakuan dan intimidasi orang-orang yang uangnya di saya dan saya tidak bisa mengembalikan. Dalem sekali rasa syukur saya. Makin jaya. Dan saya kira. amal saleh. semakin saya bersyukur. katanya. iman. tapi saya merasakan hebatnya bersepi-sepi dengan Allah”. Ketika saya pompa diri ini. kita akan menjadi manusia-manusia yang banyak manfaatnya. beban masalah saya adalah pengurangan dosa saya. saya terima sikap tidak pedulinya kawan-kawan yang kadang menyakitkan saya sebab saya begitu memperhatikan mereka. nasihat apa yang saudara harapkan dari saya?” “Saya hanya pengen ketemu ustadz saja. buku tersebut banyak berisi persoalan-persoalan tauhid. Bukan sebaliknya. semestinya makin hebat shalat wajibnya. tanggung jawab. “Terus. Ridha sekali. Daripada dipendem di kuburan yang mengerikan. Biarlah. Orang ini mengingatkan saya banget-banget. Saya ikhlas menjalani ini ustadz. Hingga nanti saatnya datang. Saya terima cacian dan makian keluarga saya. Semakin kaya. Kelihatan sekali sebenernya tatapan matanya . Masih panjang kan Ustadz…?”. Saya terima semuanya. Semakin berat. Allah tidak akan pernah tidak mau menolong. saya sedang menunggu takdir Allah terhadap diri saya. Dunia ramai sekali di luar diri saya. Alhamdulillah. hidup saya penuh dengan masalah. Allah mempersiapkan diri kita untuk menjadi individu yang lebih baik lagi yang lebih hebat lagi. Biarlah Allah yang mengatur hidup kita. Allah akan selalu menolong. Saya mau memahami bahwa eposide kehidupan saya belumlah berakhir di sini. buku perdana saya. Terlalu mahal tebusannya bila kita tergolong sebagai golongan orang-orang yang melupakan Allah. Tapi semakin besar masalah saya. Saya selanjutnya membiarkan ia bicara. “Saya berdoa. maka akan semakin besar pengurangannya. makin bersungguh-sungguh mendekatkan diri kepada Allah. “Ustadz. Dia bicara banyak sekali. dan mengangkat derajat kita. Allah akan mengulurkan pertolongan-Nya. dan lain-lain sebagai bekal di soal kehidupan “Apa doa saudara setelah saudara dekat dengan Allah?”.

Saya mah tetap saja maunya positif. sudah menjadi bara di tengah kehampaannya. Saya males mengikuti bayangan buruk pikiran buruk. tapi kan yang nulis situ. *** Apapun keadaan dan kejadiannya. Segera saja saya banting kepada pemikiran. “Ga apa-apa masalah bertambah besar. dan putus asa. bagaimana sih ini? Ya. gelap. Semoga ia kuat. merana. Pertolongan Allah itu ada. hidup penuh tekanan. gelap. Jadilah dia kemudian nestapa. . Ketika bercerita tentang keyakinan kepada Allah. Ga apa-apa masalah bertambah besar. dan putus asa. saya adalah termasuk orang-orang yang berusaha belajar meyakini bahwa Kekuasaan Allah itu ada. Tambang emas yang baru saja diperpanjang hak tambangnya. insya Allah. Bayang-bayang jatuh miskin. belum selesai ya? Belum. Tapi. Allah teramat suka sama manusia-manusia yang percaya bahwa diri-Nya pasti mengatur yang terbaik. asal rizki juga bertambah besar”. tetaplah baik sangka kepada-Nya. Tapi kemampuan untuk meyakini Allah dan berpikir positif itu memang setelah mengalami sendiri pasang surut kehidupan. Ada seorang kawan yang tambang emasnya direbut orang. tiba-tiba saja harus direlakan pindah tangan. lalu urusan itu kelihatannya tidak selesai.hampir kosong. dan keyakinan-keyakinan lain yang positif. Namun iman di hatinya. sendiri. dan kemudian menerima pengajaranpengajaran tentang iman dan kasih sayang Allah dari orang-orang yang positif memandang Allah dan kehidupan ini. dan sudah ditanam investasi dari hasil hutangan baru. Ya. penuh hutang. membuat dia harus melihat dengan telanjang aset dan perusahaannya pindah tangan. Sungguhpun kadang kejadiannya memaksa saya untuk berpikir buruk. sendiri. merana. sudah di mata benar. penuh hutang. ups! Kata siapa? Loh bukannya tertulis begitu? Jadilah dia kemudian nestapa. dan secercah ilmu. Istilah-istilah hukum dan ekonomi modern. situ yang bagaimana? Koq maen nulis sendiri kesimpulannya? Oh. Misalnya begini. Dan dia pasti kuat. asal dosa saya semakin besar yang diampuni Allah. Malah cenderung bertambah besar. saya punya urusan. hidup penuh tekanan. Lah.

Dan tidak sedikit yang sudah pindah tangan. kan “saya” suka muncul. itu mah namanya ga berperasaan. Online. Lewat website www.wisatahati. Dan yang lebih penting. Iseng saja. Jadi.kuliahonline. Dia memilih ga mau percaya bahwa dia benerbener habis. Ini habis pulang dari rumah sakit. Asli rontok. gelap. penuh hutang. Loh. ia kemudian nestapa.Yang benar. Dia terus aja maju ke Allah. Dia ga merasa repot. Terus. Dia terus saja berjalan. sendiri. repot juga ya? Engga tuh. Mana perempuan lagi. bagaimana? Mestinya. dia masih punya Allah dan Rasul-Nya. Dia memang kehilangan banyak hal. Weh. Dia belum kehilangan buyer nya. dan putus asa. Dia belum kehilangan keluarganya. Saya kudu ngajar besok pagi. Lah???!!! Ya. Di sisi yang satu ini saja. Sekelilingnya menertawakan dia. Itu yang membuatnya ga jadi merana dan ga jadi nestapa. jadi dong merana dan nestapanya? Kenapa sih? Kayaknya kudu merana dan nestapa dulu ya untuk kemudian bangun. Wuah. sampeyan ini siapa? He he he. engga. dia menuai musuh-musuh baru yang berasal dari keluarga. sekaligus sebagai ibu dan istri yang gagal. merana. lagi letih. Dia belum kehilangan ilmunya. Beberapa aset yang disita adalah aset keluarganya yang dijadikan pinjaman. Ga kebayang dah kalo kita yang menjadi dia. Tapi dia belum kehilangan semangatnya. sebagai pengusaha yang gagal. Dia rontok. bagaimana dengan dia? Pengusaha ini tetap tegar. hidup penuh tekanan. Kalo lagi jenuh. Harus pakai “mestinya”. Mencemooh dia. dan jaya kembali? Ya habis situ yang bilang dia akhirnya rontok. . Sebab nyatanya emang susah. Sebab nyatanya dia tidak. Subhaanallaah! Tapi berkembang ga tambang emasnya? Engga.com. Hutang bank nya? Makin banyak. Biar nulisnya ga jenuh. Saya rindu mengajar. Terus mau kemana lagi dia? Ke Allah. bangkit.

Sedang ikhtiar itu pekerjaan fisik. Tapi dia memilih menyebutnya sebagai pasrah. tadi kan Kamu sendiri yang nyelang? Ya ga apa-apa toh? Kan sama saja. yang menyebabkan rentetan juga peristiwa hukum dan ekonomi yang berputar. saya punya kembaran. menentukan. Subhaanallaah! Maha Suci Allah yang tidak pernah salah dalam mengendalikan. Ini cara saya menulis. Barangkali ketika di tangan seterunya si pengusaha ini. Betapa Kuasa-Nya bekerja di kehidupan orang-orang yang kuat mentalnya. Mereka-mereka yang sempat “mengadili”. Bagaimana urusannya? Klir. Bahkan hebatnya nih. Saya yang bercerita. Tapi tidak pasrah dalam ikhtiar. Akhirnya apa? Akhirnya ia bangkit lagi. Tidak ada training yang lebih hebat daripada training kehidupan di mana Allah bertindak langsung menjadi Grand-Master Trainernya. Bukannya seharusnya Kamu? Loh. ia kembangkan mati-matian. Situ kan saya juga. permodalan. begitu dah. Subhaanallaah ya? Kamu ini. Ia tetap berusaha mencari petunjuk sama Allah. Jadi. Pengusaha yang sempat terjerembab ini sudah berhasil mempertahankan imannya. Ia pasrah dalam kendali Allah. sang seteru itu merasa sudah pasti asset perusahaan tambang emas itu jadi miliknya. bukannya mikir. Iya juga. malah balik lagi ke pemilik asli. maupun hal-hal lainnya. Peserta KuliahOnline. dan mengatur sesuatu. Pasrah itu pekerjaan hati. Ada satu peristiwa hukum dan ekonomi juga antara dirinya dengan penguasa daerah dan pusat. Nyatanya. . Termasuk tentang kehidupan ini. asset itu dikembalikan Allah dalam hitungan yang berlipat-lipat baik dalam hal asset. bingung ya? Mudah-mudahan engga. Hingga kemudian ketika tidak ada satu pun lembaga hukum yang bisa membantunya --sebab katanya kesalahan administrasi hukum dan ekonomi adalah kebodohannya – saat itulah pertolongan Allah datang. Yah. Allah mempersiapkan kenaikan derajat pengusaha ini pada porsiNya. Bisa modar. Kalau saya letih. Malah saya yang mikir. Dengan kejadian itu. yang kembaran saya inilah yang saya biarkan maju. Saya yang ngetik. Ia berdoa siang malam. Allah mengembalikan begitu saja asset yang sudah pernah diambil-Nya (kesejatian semua kejadian).Situ boleh menyebutnya ga berperasaan. Dan otak barangkali. Ga ada ikhtiarnya? Nah ini bedanya. Bahkan ketika saya berceramah! Ga apa2. Iya kan? He he he. menyaksikan kebesaran Allah. Rapih. Ia bahkan terdorong lebih lagi menuju Allah. asal jangan “saya” dimunculkan pas nyetir saja! He he he. lewat tangan orang lain.

sejak nama website ini ada di kepala saya ketika saya berada di dalam tahanan kepolisian di tahun 1999! Saat itu saya kepengen berpikir untuk duluan memesan nama web ini. sampe ketemu ya di Sekolah Daarul Qur’an . Jangan. iya. Sudah. kita berkumpul di Sekolah Daarul Qur’an Internasional. Ga apa-apa. katanya udah “Ok. dua tiga hari dah. Mestinya. berbagi dan bersaudara. Ok. sampe ketemu”? koq masih terus nulis? Iya. Ajak-ajak juga saudara-saudara dan kawan-kawan yang memiliki kemudahan akses internet untuk sama-sama mendaftarkan dirinya di KuliahOnline. dan bener-bener lega nafasnya. dan temui dulu tetamunya. nulis saja terus. untuk sama-sama belajar. sebar luaskan ilmu yang didapat ini. Insya Allah bagi yang datang. Silahkan shut-down komputernya. Di depan rumah. Makasih ya. besok.com. Saudara-saudaraku. Semoga Allah menerangkan benderangkan langit.Saudara-saudaraku semua. Padahal masih pengen nulis ya? Iya. Iya. inilah kumpul-kumpul pertama antar-pengguna web www. Nanti malah ga hormat sama tamu. Tapi kalo tamunya namunya gini hari? Malem-malem? Tamu nya udah bilang koq. sebab entah mengapa nama wisatahati kuat sekali ada di pikiran saya saat di penjara itu. He he he. iya. nunggu. Subhaanallaah. ga beriman. panjang lagi? Lah. kita masih akan belajar tauhid. Insya Allah mulai hari-hari selanjutnya. Tapi sudah mulai menukik ke urusan ibadah keseharian. Kalo ga hormat sama tamu.wisatahati. Mudah-mudahan yang sabar ya belajarnya. saya akan bercerita tentang latar belakang Wisatahati sedikit ya? Insya Allah. Ini juga udah ada tamu. Yah. Ya sudah. Oh. Memberi Saudara semua rizki-Nya sehingga Saudara bisa datang berkumpul. Tuh kan. peserta KuliahOnline. Insya Allah. situ kan yang mula-mulain. kata Rasul. Jangan lupa. kalo ga bilang. ga dilayanin? Ya dilayanin juga. Dari kawan-kawan PPPA (Program Pembibitan Penghafal al Qur’an). Loh. Sabtu tanggal 30 Agutus 2008 sore. tapi dalam kesejukan. Asal bener-bener sehat. tabligh dan syiar. tamu mah suruh nunggu juga. Sebab kadang ga ada jeda buat nafas saking padatnya jadwal ngajar. sampe ketemu.

dan saya. Sebab sayanya tidak hadir. Kecamatan Cipondoh. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Perjalanan Tauhid Perjalanan Keyakinan (+ 5 esay tambahan) KDW0107 Seri 07 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Tanggal 30 Agustus 2008. acara kemaren sore berjalan juga satu dua misi. Dan saya kira. Sungguhpun kami sudah berusaha memberikan yang terbaik. Kelurahan Ketapang. tapi tetap saja semua beranggapan kurang asem garem. Namanya juga KuliahOnline. Saya meminta maaf tidak bisa menjamu kawan-kawan semua dengan sempurna sebab ketidakhadiran saya. terdengar suara asaatidz pondok beserta para santri yang mengaji surah al Waaqi’ah yang mudah-mudahan diikuti oleh semua Peserta KuliahOnline. diselenggarakan pertemuan tatap muka (kopi darat) antarpeserta. Tapi saya meminta maaf sedalam-dalamnya kepada Peserta KuliahOnline yang datang di pertemuan kemaren sore sebab saya harus keluar dari pesantren. Dan saya kira ini adalah salah satu manfaatnya juga. Padahal biasanya kan memang juga tidak hadir. he he he. sebab-sebab yang begini inilah kemudian dicari sistemnya dalam sistem Online. di Kampung ketapang. saya berdoa semoga semuanya menikmati sajian Allah di dalam kehidupan pesantren yang mereka berada di dalamnya. Di antaranya mempertemukan peserta KuliahOnline dengan tim IT WebOnline dan juga bertemunya para peserta KuliahOnline satu sama lainnya dari berbagai entitas dan daerah. Maghrib dan isya juga dilakukan di pesantren bersama-sama dengan para calon Penghafal al Qur’an yang dibina di Daarul Qur’an. pengelola web. he he he.Internasional. Ketika saya memonitor lewat handphone. Sesuatu yang barangkali jarang-jarang terjadi bagi sebagian . Apalagi mereka bisa makan makanan pondok. Maka nya. udah buruan shut-down dah yaaaa…. Subhaanallaah. Iya. Sesuatu pelajaran dan atau pengajian yang digelar tanpa kehadiran fisik. Mudahmudahan ga pada nyasar. Loh…??? Nyahut lagi…??? He he he. Alhamdulillah.

akan menjadi bacaan biasa. bahkan kawan yang baik bagi seorang kawan yang mau bunuh diri pada malam itu! Wuah. pimpinan pondok yang baik. Apalagi bila saudara berkenan sedikit repot dengan membagi pelajaran-pelajaran yang saya bagikan ini kepada orang lain. he he he. asaatidz dan tamu-tamu istimewa saya. Alhamdulillah. Saya menulis ini habis shubuh. Di keduanya berkumpul santri-santri yang menghafalkan al Qur’an .yang lain. anak yang baik. akan tidak efektif rasanya belajar seperti itu. Kun baru berusia 1 tahun 1 bulan. Jangan dikasihkan sekaligus. kalau Saudara berkenan membagi-bagikan pelajaran. kakaknya Muhammad Yusuf al Haafidz bayi saya. Subhaanallaah. Kadang ke pesantren di Ketapang. Salah satu manfaatnya adalah ketidakterbatasannya waktu. Luangkanlah waktu Saudara. Dua tempat yang merupakan karunia buat negeri ini. Saya menyempatkan berbagi tengokan. Produktif ya. ia bisa mengumpulkan dalam beberapa hari. Tidak merupakan kuliah berseri yang akan membentuk kepribadian. Saya masih bersama bayi saya. Saya bertahan untuk memberikan kuliah-kuliah fundamental ini. Dan itu pun. Tapi ya biasa aja. bermanfaat untuk kehidupan saudara dan keluarga saudara. Sekalinya masuk. Itu kan sama saja saudara belajar di SMP-SMU tapi ga masuk-masuk. Biar kedatangannya di sore hari di rumah bisa disambut para santri. Bagi yang tidak bisa mengakses harian. sesungguhnya itu juga adalah doa buat bayi saya. Ketika saya tetapkan tanggal 30. Saya khawatir. Kadang ke pesantren di Bulak Santri. di situasi-situasi seperti ini (full-traffic) akhirnya Allah mengizinkan KuliahOnline ini berjalan. suami yang baik. Waba’du. Ternyata Kehendak Allah lain. Saya berdoa kepada Allah agar peserta KuliahOnline yang datang kemarenan bersilaturahim diberikan keberkahan tersendiri sebab kedatangannya ke tempat yang banyak sekali amal di dalamnya (pesantren). Saya berharap Allah subhaanahuu wata’aala memulangkan bayi saya di siang harinya. kalau dikasihkan sekaligus. terjadi halhal yang sungguh akhirnya saya malah pulang ke rumah jam 23. seperti Peserta Pesantren Riyadhah. peserta KuliahOnline. Peserta Kuliah Tatap Muka nya Wisatahati yang sempat diselenggarakan (sementara udah ditutup). komplit. Namun saran saya. Dia sudah punya adik lagi. ada cerita menarik yang saya akan tuliskan sebagai esai kuliah mendatang.30!!! saya harus memainkan peranan sebagai ayah yang baik. dicicil juga. di beberapa hari menjelang ujian saja. Sementara tetap ada banyak yang bertanya. Insya Allah apa yang Saudara pelajari dan apa yang Saudara akan pelajari. Haus ya haus. he he he. saya udah usahakan untuk hadir. mantu yang baik. Tentang kejadian bayi saya. Saya undang juga beberapa komunitas Wisatahati di sana. Dan malah saat itu. Insya Allah akan bertambah-tambah banyaklah amal kebaikannya. dan beberapa simpul donatur. Baru kemudian diikuti materinya dalam hitungan sekali belajar sekian materi. Dan saya berdoa agar semuanya diberi kesabaran. Biar ga kembung. kenapa sih engga dibuka aja kanal-kanal materi lain? Kan materi-materi itu juga bisa dicicil belajarnya? Engga. sebelum tahajjud saya sempat bermain dengan Muhammad Kun Syafi’i.

sering mengecewakan-Nya. saya sempatkan membaca imel-imel yang masuk. Di edisi mendatang. Harapan saya. Ga jauh-jauh dari kita. dan sering mengeluhkan tentang rizki-Nya di saat mestinya Dia marah dengan kelakuan kita. Allah akan bekerja sesuai dengan kepercayaan kita pada-Nya. menjadi sebuah percepatan yang diridhai Allah. Sebelum meneruskan menyiapkan esai hari ini. Bismillah ya. Saya sajikan langsung 5 esai kuliah yang mestinya saya bagi menjadi 5 esai kuliah buat 5 hari ke depan. Dia ada banget-banget. Kalaupun tidak terkait. tapi perkara tauhidnya sangatsangat terkait dengan Ramadhan. Kekuasaan dan Keajaiban Allah di bayi saya. agar Ramadhan ini menjadi bulan penuh support dari Allah dalam upaya kita mencari diri-Nya. ada bahagian ayat yang berbunyi: “Dan Kami sesungguhnya teramat dekat dengan kalian. mudah-mudahan menjadi pengajaran buat kita bahwa Allah itu memang patut diyakini Keberadaan-Nya dan ga boleh lagi ada keraguan! Sungguh. *** Bercanda Dengan Allah Ketika kita dilanda kesusahan. Oh ya. Memang .untuk disebarluaskan lagi ke seantero buminya Allah. Mudah-mudahan kebijakan saya yang sudah saya langgar ini (mestinya tetap esai ringan per pertemuan. kali ini istimewa. ke meja redaksi. adalah satu hari menjelang tanggal 1 Ramadhan. Tapi sebelum saya jadikan kondisi bayi saya dan apa yang terjadi di seputaran waktu terakhir-akhir KuliahOnline ini saya selangkan sebagai materi kuliah. Subhaanallaah astaghfirullah. pertanyaan-pertanyaan yang masuk. Adapun maksud dan tujuan saya adalah sekaligus sebagai bekal masuk ke bulan suci Ramadhan (sewaktu esai ini dinaikkan. Kita berdoa terus agar Allah semakin memperkenalkan diri-Nya dengan diri kita dan semakin sayang kepada kita. Ok. tapi kalian tidak bisa melihat”. dan berlangsung terus menerus selama 41 hari). Bahkan di surah al Waaqi’ah yang kemaren Peserta KuliahOnline baca bersama para santri. mari kita pelajari 5 esai berikut ini. sering bertanya tentang Pertolongan dan Kuasa-Nya. kelak ia akan terkait juga. Memang kuliah ini bukan kuliah khusus tentang Ramadhan. web admin). kita bahas dulu materi kuliah sambungan yang memang sudah disiapkan jauh-jauh hari. Seberapa percayanya kita sama Allah? Ini yang menjadi pertanyaan tauhid dan iman kita pada-Nya. sungguhpun kita sering menyakiti-Nya. “bercandalah” dengan Allah.

Tapi darimana nyari 86 juta dalam 1 bulan? Terutama dalam keadaan saya seperti itu? Saat itulah. saat itulah saya bercanda sama Allah. saya pasang niat bener. Kemudian bayangan bakal kebayar. tapi Allah hidangkan kesusahan ketika kita berjalan di jalan B. Ini kasus saya yakini sebagai kasus-kasus istidraj. Tapi saya ga bisa nangis. Kondisi saya saat itu parah. kita akan kaget sendiri manakala kita teguh berdiri pada apa yang kita yakini. kan ketahuan tuh bahwa saya secara hitungan matematis ga bisa bayar? Bila saya ga bisa bayar dalam satu bulan. buat ongkos pulang dari kantor kepolisian menuju rumah transitan (saya belum bisa pulang sebab satu dua hal saat itu) saja saya bingung. maka kasus ini dinaikkan lagi. Begini. Saya menikmati betul candaan itu. maaf. Tapi di pencarian menuju . Kondisi saya saat itu. dengan pertimbangan mudahmudahan Allah memaafkan kesalahan saya di tempat lain yang barangkali hukumannya adalah ini. Ga ada. berat. Apalagi untuk kondisi saya saat itu. sebagaimana saya ceritakan dalam buku “Mencari Tuhan Yang Hilang”. Sebab sambil saya nulis ini. Sebab ada perjanjian tidak tertulis (damai). Tapi yakinlah. Di antaranya: konsentrasi jangan di 86 juta. Dan saya “diwajibkan” untuk menyerahkan diri sendiri tidak perlu dijemput petugas. Saudara-saudaraku peserta KuliahOnline. Deket sekali terasa Allah itu. saya lepas dari penjara kepolisian. dan sesekali jawabjawab sms dari TV dan dari kawan-kawan pondok yang butuh koordinasi cepat. makan apa. Istidraj ini artinya dimainkan Allah. Tapi perjanjian itu saya iyakan saja. Tapi efek dari penerimaan ini. Sebab emang 86 juta itu bahagian dari hutang 1 milyaran yang harus saya bayar. berat. maka saya harus menyerahkan diri lagi. saya bingung. Padahal saat itu. dan terus berlanjut sampe ke LP. Kalau tidak. ga bakal ada. Bahwa saya bener-bener akan bayar. saya bilang di atas. Begitu. Saya tidak berada langsung di balik kasus ini. Nah. hampir nangis nih saya nulis ini. he he he. saya sambil jagain si abang Kun (putra ketiga saya yang masih berumur 1 tahun 1 bulan tadi). Tapi belum ditulis saat itu. Dan setelah pulang nanti.kadang sesuatu berjalan “seperti” tidak sesuai kepercayaan kita pada-Nya. Saya harus membayar 86 juta rupiah dalam waktu hanya 1 bulan. Cuma. dimulai dipraktekkan. Kawan-kawan juga pada minggir semua. Kita punya salah di jalan A. Saya menerima. hanya selembar. Tahun 1999. Pakaian. Duh. pakai pakaian apa. saya tidak ganti baju! Dan tentu saja saya tidak pakai lagi celana dalam. niscaya saya sudah akan menangis. Yang penting bisa keluar dulu. Boro-boro buat bayar. bener-bener minus. Kalau saya hanya menulis tentang ini. bahwa unsur pidana akan dihilangkan jika saya menerima kasus ini betulbetul dijadikan kasus perdata. Keluarga nyerah. Bener-bener hanya selembar. Dan memang Dia itu dekat. Selama 14 hari saya di dalam tahanan. untuk menerima kasus ini. semua prinsipprinsip dasar Wisatahati. Maka kasus ini saya terima. Saya ga mau mikir jauh.

Lalu apa yang saya lakukan? Saya melakukan perbaikan dan perubahan di ibadahibadah saya saja. Dan Engkau juga tahu. Ya Allah. saya yang bayarin. dan lain-lain. ngapain juga saya pikirin. Allah yang tahu hati saya. tidak terjadi. Saya ngajar sana sini. Hingga di pertengahan bulan. bukan khawatir. Kenapa saya harus . Tapi yang saya paham. Jadi. Sampe sini. saya gelar sajadah. Allah pasti bisa. Tapi kalau engga. Dua minggu kemudian peristiwa yang saya sempat khawatirkan. ya saya bayarin lagi. “Ya Allah. saya polin buat Allah.Allah saja. saya ga bisa bayar hutang yang dibebankan kepada saya. Saya katakan kepada Allah yang bagi sebagian yang lain kalimatnya mungkin aneh. Jadi. zikir. saya menawarkan kepada Allah menjadi tentara-Nya. saya sempat khawatir saja. Habis itu saya bangun dari sujud. Sungguh. dipolin. saya boleh sombong sedikit. saya justru sedang berikhtiar membayar 86 juta tersebut! Persis dalam waktu 1 bulan. Saya sujud. ngajar komputer. biar saja Allah yang mikirin! Gitu lah pikiran saya. Biar saja Allah yang urus. Bukan dengan caracara saya. kelihatannya ga adil ya? Biar saja. Sebab tarohannya anak yatim. Saya ga tahu saya bisa bayar atau tidak. yang tinggal dua minggu lagi. mau bercanda sama Allah! Saya datangi sekolahan di belakang saya bekerja sebagai tukang fotokopi. Saat itu melintas di pikiran saya. nyari ridha-Nya. selebihnya tostosan saja buat Allah. Biar saja Allah yang akan menyiapkan sejumlah uang tersebut. Saya minta dihadirkan satu anak yatim yang pintar untuk saya bayarin SPP nya bulan itu. Ikhtiar saya apa? Ya itu lah ikhtiar saya. dengan cara begini. tahajjud. ngajar al Qur’an. Dengan cara-cara-Nya. shalat-shalat sunnah qabliyah ba’diyah. saya megang uang nih. Ya. dari hasil jualan es dan jadi tukang fotokopi. Tapi bagi saya. Kurang lebihnya. kalau bulan depan. ngajar madrasah. Dihadirkanlah satu anak yatim. maka saya terusin bayarannya tuh anak yatim. saya ambil saja buat makan. Kan susah loh menjaga rutinitas ibadah dalam keadaan puyeng? Iya ga? Yang ngalamin ini yang bisa jawab dah. saya udah bayarin tuh satu anak yatim SPP nya. bulan ini. Kalau Engkau masih tetap membiarkan saya bebas. Saya yakin sekali Allah tidak akan mengambil keputusan saya ditangkep lagi. Saya katakan. Gaji-gaji dari kerjaan-kerjaan saya itu. Saya tertawa kecil. witir. Sebab apa? Sebab saya serahkan sepenuhnya kepada Allah. dhuha. maka saya dipenjara lagi. baca al Qur’an. Habis saya bayarin itu. tinggal Engkau pilih dah. Itu ungkapan saking deketnya saya sama Allah. Selebihnya. Saya katakan padanya. biar saja. ngajar bahasa. Sebab ga bisa bayar lagi emangnya”. seraya meminta maaf kepada Allah. bayaran sekolahnya. Saya tahu ga bakalan mungkin cukup kalau saya tabung. Permpuan. shalat ditepatwaktuin.500 rupiah. dan ada waktu. Uang ini saya timang-timang. Namanya Ummi. Untuk masalah? Jangan dipikirin! Ntar stress sendiri. Besarnya 27. nyari ampunan-Nya. dan segar rasanya.

Dan insya Allah akan diganti sama Allah dalam 1 minggu. Semua memang butuh perjalanan waktu. dengan wasilah amal ini. . ya saya jalanin janji saya. itulah yang terjadi sama saya. Dan Maemunah ini beberapa bulan kemudian jadi istri saya! Maemunah saat saya nikahi. namanya Maemunah. tapi percayalah. Nah. perjalanan waktu ini akan sampai juga. Maka nya kelak kemudian kisah-kisah perjalanan saya diberi judul: Wisatahati Mencari Tuhan Yang Hilang. Silahkan dikoleksi ya. bahwa kalau mau ditolong Allah. sudah dengar kan audio yang saya upload? Judulnya: Kenapa Harus Khawatir Padahal Ada Allah? Ya. Di sana ada saya katanya sedang bertutur. tapi sedang jualan. Ya Allah. Subhaanallah. Kemudian saya balik lagi dan sujud. Sampe ketemu di esai berikutnya. ha ha ha. Saya mohon kepada-Mu ya Allah. Dan tahu ga? Anak yatim kedua yang saya bayarin. saya akan tambahin dari sekarang. Ya saudarasaudaraku. dari hati saya. “Ya Allah. Saya kemudian sadar. insya Allah hidup kita akan berubah ke arah yang kita kehendaki. Dan dia satu sekolah dengan si Ummi tadi. Saya datang lagi ke sekolah tersebut. Saat itu hutang tetap belum lunas. makasih. Awal tahun 2007. 1 SPP lagi untuk 1 anak yatim yang lain. IS menonton TV. Udah nolongin saya. Sebab hutangnya belum selesai. kali ini. tos-tosan saja sedekahnya. (IS). Kisah perjalanan saya mencari Tuhan. *** Air Gula Untuk Bayiku Saya yakin Allah tidak akan menyia-nyiakan amal kita. saya bayarin lagi SPP anak tersebut. Allah rupanya juga bercanda bersama saya. Di esai KuliahOnline berikutnya. bayarkanlah hutang tersebut”. masih duduk di bangku SMP kelas 3. saya tebar di berbagai buku saya.khawatir. Secuplik kisah-kisah saya. seraya mengatakan (kurang lebih). jika kita percaya dan yakin sama Allah. Ya sudahlah. Tapi saya hanya bebas doangan sementara. Kali ini saya sempurnakan. Mencari Tuhan yang hilang dari diri saya. Itu kalau kita percaya Allah menggantinya dalam 1 minggu. Saya anggap ini kisah perjalanan tauhid. kita akan pelajari kisah hebatnya keyakinan seorang tukang nasi yang kemudian membawanya pada perubahan hidup. Inilah kisah saya. Masalah itu insya Allah bergulir sempurna penyelesaiannya. Saya bukan promosi. doa saya belum sempurna. karena saya “lolos”.

IS dan istrinya sepakat untuk menyedekahkan uang itu. mereka betul-betul kosong. andai mereka jadi pinjam. . Cara bicaranya meyakinkan. Dari dia. Juga susu anak. ada pesan yang disampaikannya lewat saya. atau mati sekalipun. Di saat “bercanda” dengan kesusahannya. Sejumlah 37 milyar rupiah. Dan datangnya ga maen-maen. tidak ada cerita tidak berhasil. Ada juga bumbu kisahnya yang tak kalah menariknya. ia ada uang 1 juta. supaya Allah segera menunjukkan Kuasa-Nya. sungguhpun si pemilik rumah tidak yakin dengan penampilan pembeli rumahnya. Ia dapat order menangani katering 16rb orang 3x sehari. Hanya dalam hitungan beberapa bulan saja. Masa katanya mati. andai mereka tidak bisa membeli susu buat bayinya lalu bayinya jadi sakit.Saat itu. Keyakinan dan kesabarannya berbuah. Subhaanallaah. Keridhaan bayinya juga meminum air gula. Di tengah situasinya yang hampir bener-bener game over. uangnya sudah 1 milyar. Masya Allah. Mereka bilang. sebagai “alternatif” andai mereka benar-benar diusir dari kontrakannya. atau bahkan orang tua. membuat keberkahan Allah datang. maka Allah belum tentu bakal turun tangan. Subhaanallaah. Uang itu sejatinya ditahan untuk tabungan bayar kontrakan yang 2 bulan lagi bakalan habis. Sungai pasti ada ujungnya. Susu anak sudah ia gantikan dengan air gula. Sekali sudah ditempuh jalan Allah. Biarlah ia mengalir. Dia tawar rumah tersebut. Bahkan untuk tahun 2008. Dan sekalian saja pikir mereka. Andai mereka diusir dari kontrakannya. dia memegang kontrak katering yang sangat-sangat besar. dan terus jalani kehidupan ini. sabar. Dan itu kelak benar-benar terjadi. alias katering dengan 48rb porsi per hari. Rasa sesal di hati istrinya selalu ia tepis dengan keyakinan bahwa Allah tidak mungkin menyia-nyiakan iman dan amal salehnya a/ janji-janji Tuhannya. Mereka saat itu pasrah. Bahkan bukan hanya rumah itu yang bisa ia beli tepat waktu. tapi tak kunjung datang. Pasti berhasil. Ga tanggung-tanggung seharga 700 juta. dan lain-lain. Dan inilah yang menjadi keyakinan kita. IS dan istrinya menawar sebuah rumah bagus. Tapi mereka ga jadi minjem. melewati tikungan anak sungai yang namanya kesulitan. dengan segala resikonya. Hanya. kesenangan dan kesusahan. alhamdulillah. bahwa semua ini terjadi sebab mereka berdiri di atas keyakinannya akan janji-janji Allah. hampir mereka ini pinjam uang ke kerabat dekat. Sekian minggu ia tunggu keajaiban sedekah. Masa iya itu semua akan terjadi? Begitulah IS dan istrinya meyakinkan diri mereka. sebagaimana alaminya alam ini yang berisi dua hal. andai mereka tidak bisa bayar listrik kontrakannya lalu malu kepada yang punya kontrakan. kesukaran. Ia kasih biskuit2 kecil pengganjel makanan. Ini menjadi berkah buatnya. listrik. maka biarlah Allah tahu. Tapi juga ia bisa membangun satu perusahaan katering dengan aset hampir 20 milyaran dalam tempo hanya 1 tahun. dan mengatakan akan membayar dalam tempo 2 bulan.

manakala mereka berpindah sandaran. makin baik. Bisa juga balasannya berupa panjang umur. kadang begini. wuah. dan bersandar hanya pada-Nya. keluarga bahagia.*** Menjadi Lemah Hanya bersandar kepada Allah dan yakin pada pertolongan-Nya. Tapi ya itu tadi. Sekarang. Ketika kesulitan relatif memuncak. mengikuti seruan-Nya. Ya memang ini akan jadi diskusi panjang. Sedang Engkau tahu tidak . balasan Allah ga kunjung datang. Setidaknya menurut pengetahuan dan perasaannya. sehat. IS dan istrinya menunggu balasan Allah. Sebab belum tentu juga balasan Allah itu hanya uang. anak sehat. ya mereka akan menjadi lemah. Ternyata. Tapi bahasa pasrah. Tapi mereka urungkan ini. Makin susah. cuma kitanya aja yang ga berasa. Allah sebenernya udah balas. Biar Allah tahu bahwa mereka jadi tidak bisa bayar kontrakan sebab uang kontrakannya disedekahkan. Bahasanya tentu saja bukan bahasa mengeluh.lalu berkah amal saleh Allah tidak beri. Mudah-mudahan bisa dibahas di lain tempat. IS. andai ada perubahan suasana hati. belum tentu mendapatkan berkah yang begitu banyak. kita menjadi kuat. kami serahkan uang kami kepada-Mu. Kondisi-kondisi begini kalo dibawa ke shalat malam lalu diadukan ke Allah. Tapi oke lah. kita coba bahas IS tersebut. sang penjual nasi yang mendapat berkah tersebut. Misal. Mereka khawatir mereka menjadi lemah. Koq jahat bener ya Allah? Hanya gara-gara perubahan suasana hati. Saya mengamini. Allah menyuruh kita percaya pada-Nya. Biar Allah tahu bahwa anak mereka mengalah minum air gula sebab jatah susunya disedekahkan. Bertahan saja dengan kesusahannya itu. sampe hampir dua bulan. air susu anak sebagaimana diceritakan sebelumnya sudah diganti dengan air gula. Dia sedekahkan uang 1jt-1jt nya yang ia punya. dan seterusnya. Allah ga balas-balas tuh amal salehnya. mereka berinisiatif untuk meminjam kepada orang tuanya. Kan. Kontrakan udah mau habis. Lalu IS dan istrinya percaya pada Allah. padahal uang ini sejatinya untuk bayar kontrakan dan bayar ini itu. Mereka udah benar. cakep banget. “Ya Allah.

Akan terasa benar pertolongan Allah itu. kalo kita sudah melengkapi dengan doa semacam ini. ini baik benar untuk menambah keyakinan dan iman kita. atau orang tuanya ada uangnya. (-) Loh. Nah. Misal. kalo ada. (-) Emangnya ga kerja? (+) Kerja. kalo kemudian kita “melengkapi” sedekah atau amal kita. belum tentu ketika IS dan istrinya minjam ke orang tuanya lalu orang tuanya menyediakan. kalo mau kaya. kemudian pertolongan Allah datang. bisa saja IS dapat uang. Apalagi kenyataannya. ya sedekah apa yang kita punya. wah.ada yang kami miliki lagi kecuali itu. Dan Engkau pun tahu ya Allah. Janganjangan malah menjadi lemah kita adanya. bahwa uang itu sedianya untuk membayar kontrakan. cakep bener tuh. Tapi uangnya yang ga ada. (-) Maksudnya? (+) Ya. andai balasannya adalah ampunan-Mu. kami pun tahu bahwa Engkau tidak akan mengingkari janji. terjadi dialog yang melemahkan seperti ini. (-) Apa hubungannya? (+) Katanya. maka tidak mengapa ya Allah Engkau tidak membalas sedekah kami dengan uang. . Tapi ngelihat Ustadz Yusuf di TV. Kita berandai-andai istrinya IS yang maju ke orang tuanya: (+) Pak. kalau udah setengah pingsan. Engkau pula Yang Maha Memenuhi Kebutuhan-kebutuhan kami…”. andai IS bener-bener minjam ke orang tuanya. boleh saya pinjam uang? (-) Suamimu kemana? (+) Ada. Tapi kemudian pertolongan Allah tidak akan bener-bener terasa. dan Engkau lah Yang Maha Memberi Rizki. koq masih tetap minta sama Bapak? (+) Uangnya disedekahkan dua bulan yang lalu. kasih sayang-Mu. susu dan yang lain-lainnya. dengan malah pindah sandaran ke manusia. kepanjangan umur kami dalam keadaan sehat dan beriman. Beda. Tapi ya Allah. (-) Koq kerja ga ada duitnya? Buat apa kerja? (+) Sebenernya ada sih Pak. (-) Kalo ada. Ya Allah. Sayang. ridha-Mu. dengan kepasrahan semacam ini. koq minjem uang sama Bapakmu ini? (+) Ada. dulu ada duit. Saya membayangkan. Belum tentu.

saya butuh banget uang itu. Sama kontrakan. Tapi manusia banyak yang tidak percaya pada-Nya. alias percaya ya percaya. dan tidak baguslah hubungan antara mertua dan mantunya itu. seorang buruh pabrik bersedekah 1000 rupiah di akhir pengajian tentang . tidak usah kemudian mencari jalan yang lain. sungguh penuh dengan kejutan-kejutan indah. (-) Ya.(-) Wah. (-) Ya. (+) Tapi Pak. DIA berikan dan DIA titipkan alam ini pada manusia. (+) Ya. Tapi kemudian IS dan istrinya memilih keep silent. Sampe mana kepercayaan akan janji Allah itu bisa bekerja untuk kehidupan kita? Sampe tidak ada “koma”nya. saya juga sudah sampaikan itu. Jangan ada tanda tanya ke Allah. (-) Terus. Buat susu anak. Itu kebodohannya. sang istri pun sekarang akan jadi serba salah. Wallahu a’lam. apalagi sampe terjadi penyesalan. Sedekah koq pengen kaya. suamimu tetap maksa? (+) Iya. Dia pasrah saja sama Allah. ketika seseorang sudah percaya sama Allah. Dan jangan ada keluhan. Syahdan. DIA bahkan titipkan rizki dan karunia khusus untuk manusia. *** Uang bensin yang ditukar 1000x lipat Allah percaya kepada manusia. minta sama suamimu itu. Bahkan. Ya akhirnya kejadian dah apa yang diceritakan di tulisan sebelumnya ini. kalo situasi dialog ini yang terjadi. ya engga gitu. Lalui saja kehidupannya dengan bergantung penuh pada ketetapan Allah dan berjalan terus dengan kepercayaannya itu. kira-kira apa yang akan terjadi? Lemahlah istrinya. Melainkan hanya ada “titik”. Titik ya titik. Insya Allah di ujung perjalanan kita. sudah. Bahkan pada tataran yang ekstremnya. Berapa uang yang dulu kamu sedekahkan? (+) 1 juta Pak (-) Bagus! Bapakmu ini saja ga pernah dikasih uang 1 juta… Nah.

hanya buruh perkebunan. Andai sedekah bisa membuat dirinya bisa banyak rizki. sambil belajar di . rumah ke ladang. baru beberapa ratus meter saja. Mengeluhkah ia? Tidak. Jadi. Ia mencoba meyakinkan dirinya. Termasuk bayangan mendorong motornya apabila bensinnya habis di tengah jalan. padahal motornya ini VESPA! Dan pertolongan Allah itu benar-benar nyata. ia dihampiri oleh pengendara mobil kijang yang ternyata kawan lamanya yang sedang berkunjung ke kampung tersebut. Oleh kawannya ini. Maka ia nikmati saja kejadian ini. akan membuat kita terpelihara. bahwa bensinnya pasti cukup membawanya pulang ke rumah. Kiranya kesabaran dan usaha menambah ilmu. dia memilih menyedekahkan uang 1000 rupiah itu untuk berharap keajaiban sedekah bisa terjadi pada dirinya. bensinnya sudah habis. Subhaanallaah. Sungguh ia pun bosan dengan keadaan dirinya. 1. Baru beberapa langkah ia mendorong. yang baru ia ketahui jumlahnya ketika ia sampai di rumah. Tapi hari itu. betapa benar janji Allah. 1000 rupiah tersebut untuk beli setengah liter bensin. Inilah yang ia anggap perjuangan sedekah. Yang penting motornya bisa jalan bolak balik ladang ke rumah. *** Jangan Memperlemah Diri Lagi Banyak keadaan-keadaan yang bisa memperlemah iman kita pada janji-janjiNya. kenapa tidak. ia dibelikan bensin yang cukup baginya menghidupkan motor. saya akan mengajak saudara memperdalam situasinya. Tapi di saat yang sama. ia pun mencoba menghibur bahwa ia siap saja mendorong motornya itu sampe ke rumah. Ia siap. Ia dorong motor ini dengan enteng. Dan apa yang terjadi. Maklum. pengendara kijang ini kemudian memberikan uang 1jt di dalam amplop tertutup.sedekah. Sedangkan uang 1000 ini sedianya untuk membeli bensin yang memang harganya saat itu Rp. Tidak cukup sampai di situ. Jadilah ia mendorong motornya itu. Terlebih lagi terhadap mereka yang tetap memegang teguh kepercayaannya kepada Allah. Segala keraguan ia tepis.700 per liter. Saudaraku yang membaca kisah tentang “motor yang kehabisan bensin” sebelum tulisan ini.

saya sendiri juga kadang “kerepotan” dengan pertanyaanpertanyaan jamaah. sedekah. saya akan ajak saudara memperdalam situasi kisah motor yang kehabisan bensin tersebut. Sambil mengisi waktu. Misal begini. Baik. emangnya kenapa bensinnya. tempuhlah juga jalan kesabaran dan keistiqamahan menegakkan terus ibadahibadah tersebut sambil menanti penuh harap kepada Allah Yang Tidak Pernah Mengecewakan. semakin enak kita “mengadukan” kelemahan-kelemahan kita. ia kemudian memutuskan untuk “meminjam” kepada orang lain. setelah ia menyandarkan dirinya kepada Allah. bahwa ketika jalan ibadah. terjadi dialog: (+) Mas. maka ia pasti akan berhasil. ia tidak akan mendapatkan berkah ketemu dengan pengendara kijang andai ia “beralih” kepada bantuan orang lain. Saya kerap memberitahu. shalat-shalat sunnah. sesuai dengan mukaddimah di sub tulisan ini. sedang saya menyebutnya kepercayaan yang lemah. setelah sadar bahwa ia “meminjamkan” uang kepada Allah. berubah di ujungnya. lalu ia menjadi tahu bahwa bensinnya dikhawatirkan tidak cukup. Akhirnya. andai ia benar-benar meminjam kepada manusia. Tapi kayaknya dikit lagi juga habis. Terus terang. koq masih dibawa juga motornya. Orang lain menganggap ini sebagai ikhtiar. . tidak sedikit mereka yang malah jadi dosa. (-) Udah tahu bensin bakalan habis. Tidak sedikit juga orangorang yang menjadi lemah sebab bersandar kepada orang lain. Menurut saya. Langkah yang sudah betul. Dan tidak sedikt juga yang berubah sebab ia “keliru” bertanya kepada yang tidak luas ilmunya. Dan niscaya juga ia bertambah lemah. dan cenderung menyalahkan Allah. Tidak sedikit para pencari pertolongan Allah lalu malah berubah menjadi mengeluh kepada Allah. dan doa ditempuh. Apalagi kalau orang yang ia pinjam duitnya itu menyalahkan dia. boleh saya pinjam uang…? (-) Buat apa…? (+) Buat beli bensin. jalan-jalan riyadhah. yang mana ia konfirmasikan ilmu-ilmu tentang sedekah kepada para ustadz yang “tidak sepaham”. Misal. (-) Lah.mana gerangan kesalahan kita ketika kita menempuh jalan-jalan Allah. Yaitu banyak di antara kita yang berubah menjadi pemarah kepada Allah lantaran menganggap cara-Nya Allah tidak sakses membuat kita mencapai keinginan kita. Tinggal tunggu waktu. habis? (+) Belum. mereka bahkan su-udzdzan kepada saya. Sudah mah jadi menyesal. ia malah berpaling kepada selain Allah. Makin kita pasrah kepada Allah. Artinya. Pada kasus motor yang kehabisan bensin. ini sama saja tidak menyempurnakan kepercayaannya kepada Allah.

Ga ada “penghentian waktu” atau “penghentian perjalanan”. Pengendara motor ini akan makin tertekan. Habis itu. dan uang tersebut mau digunakan untuk membeli bensin. maka ga bakal ketemu dengan pengemudi kijang yang membuatnya dapat uang 1000x lipat dari yang ia sedekahin. mana ketemu dengan si pengendara kijang. tapi memilih jalan mundur. saya ga ada duit lagi. ya ga ada keajaiban sedekah. pikirin dulu kebutuhan sendiri. (-) Sekarang mana duitnya? Koq minjam? (+) Dipakai buat sedekah. Kalo normal-normal saja. Coba kalo bener-bener mogok. malu lagi…”. “Mas. mbok ya mikir. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Tauhid Yang Menggerakkan Iman Yang Menggerakkan Bergerak Menuju Allah KDW0108 Seri 08 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Banyak yang mau berubah. Kelihatannya kan betul. Koq gitu? Lah iya. Udah mah engga dapet. Buat beli bensin. . coba. malah disedekahin. Tapi inilah cerita sedekah. Taro kata begini. Udah tahu bensin udah mau habis. dan mogoknya bukan karena motornya rusak? Tapi karena bensinnya habis? Sudah mah susah. dia minjem. dihina dan diperlemah pula. Percayalah sama Allah. Tempuhlah jalan-jalan riyadhah. sebab bensinnya penuh dan motornya ga mogok. Kalo begini. Ini sama saja nyulitin diri sendiri.(+) Tadinya bawa duit Mas. Jangan sampe bikin orang susah saja”. Lain kali kalo mau sedekah. eh. seribu kali percaya sama si ustadz tersebut. manakala ia makin disudutkan. Dan orang tersebut tidak salah. malah mas ini membuat sulit orang saja. Kita hanya butuh bantuan Allah saja. Wah. lalu bener-bener dapet pinjaman untuk beli bensin. kan lancar. bahwa kita masih butuh bantuan manusia. Bukan yang lain. Dan jangan menyisakan sedikit pun ruang di hati. Orang yang dimintakan duitnya ini barangkali tertawa… “Mas.

Tapi dia tiada berpikir tentang kemaksiatannya kepada Allah. tapi dia tidak merasakan itu. karir. Masya Allah. sementara rizki Allah mengalir keras. inilah saatsaat terbaik menabung sebanyak-banyaknya amal. Buat peserta KuliahOnline yang saat ini jaya. jodoh. Dan barangkali lebih banyak tidak tertegaknya dibanding tertegaknya. Semua ada waktunya. Dan sebaliknya. rumah tangga. Dan ketika seorang hamba bergerak menuju Allah. ga paham ngaji. Dunia akan Allah serahkan kepada siapa yang Dia percayai. tinggal datang menghadap teller. Bergerak. rizkinya banyak. Jalan saja. engkau selalu khawatir soal-soal dunia. Kapan amalan akan sungguh-sungguh kita pakai? Nanti ketika sakratul maut.Dalam Kuliah Tauhid ini saya mengajak peserta KuliahOnline untuk segera bangun menuju Allah. Mudah-mudahan Allah mengasihi kita semua. Artinya berjalan menuju Allah. sepuasa-puasanya. Dan insya Allah ragam kuliah akan membuat lengkap bekal berjalan menuju Allah. maka sesungguhnya kesengsaraan dan kenestapaan akan menjadi haknya. Kadang shalat sunnah. Dia tiada berpikir betapa malasnya dia beribadah. perniagaan. rumah tempat tinggal. Ibarat orang menabung. kekayaan. Saatnya kini engkau membuka mata. Tidak khawatir soal-soal akhirat. Tanpa hati. maka subhaanallaah. diri yang diampuni dan husnul khatimah. diterima dan meninggal dalam keadaan hati yang bersih. bila yang belum kunjung mendapatkan anugerah dari Allah. Andaipun ada yang mendapatkan dunia-Nya. Sebisanya. entah sudah berapa waktu shalat-shalat sunnah tiada tertegak sempurna. Dah tersedia. Engkau dituntut untuk beribadah. sehat. Tapi lihatlah. Ada yang bertanya. Shalat wajib dilakukan di akhir. pada saat bersamaan Allah akan angkat setinggi-tingginya derajatnya. sengajingajinya. itu sama saja dengan pembekalan akan dibekali saban hari. dan pake dah tuh uang. ga paham ibadah. Yaitu bagaimana kita kembali kepada Allah dalam keadaan amal banyak. Saatnya memakai tuh uang yang ditabung. Ada yang lebih penting ketimbang soal hutang. Shalat sunnah? Wuah. kadang tidak. Karena engkau diciptakan untuk beribadah. Pergi saja ke Allah. keluarganya utuh. anak keturunan. Itulah babak baru yang sesungguhnya dari kehidupan kita. Saat itulah sungguh sangat diperlukan semua amal. Atau malahan tinggal mencet dengan ujung jari lewat keypad atau keyboard (mobile banking atau internet banking). Ada yang lebih penting dari itu semua. kerjaan. Artinya ya mulai saja shalat seshalat-shalatnya. waduh saya ga ngerti apa-apa nih? Dosa melulu. melakukan amalan-amalan yang mengantarkannya dekat dengan Allah. sabarlah. Maka demikianlah pula amalan kita. Ga apa-apa. padahal ia tiada ahli ibadah malah banyak maksiat. Insya Allah ketika kanal materi selain esai Kuliah Tauhid ini dibuka. Banyak di antara kita yang mengeluh tentang keadaannya di dunia ini. nabung terus. Berusaha membenahi ibadah. Benahin apa yang bisa dibenahin. Atau malah sudah. Wahai diriku yang mengaku memiliki Allah sebagai Tuhannya. Dan anugerah terbesar buat mereka yang mendekatkan dirinya . Tinggal tunggu waktu saja.

Ga ke-geeran. saya terbangun pengen pipis. ini Allah pasti yang “berhentiin” saya. *** Satu hari saya jalan melintas di satu daerah. he he he. Tetidur di dalam mobil. ntar habis dari toilet ya”. Saya senyum aja. sampe kita kemudian pantas diangkat derajatnya dan diberikan segala yang kita hajatkan. pegimana? Bosen jadi satpam? Emangnya ga gajian?”. Saya pesen ke supir saya: “Nanti di depan ke kiri ya”. Tentang apaan sih?” “Saya bosen jadi satpam Pak Ustadz”. Sejurus kemudian saya sadar. “Saya ke toilet dulu ya”. “Ok. tanya saya membuka percakapan. Menunggu beliau. Begitu pikir saya. adalah kedekatan diri itu sendiri! Dunia menjadi tiada arti buat mereka yang menempatkan Allah di atas segala-galanya. ada tanda pom bensin sebentar lagi. Alhamdulillah ini pom bensin bagus banget. Begitu berhenti dan keluar dari mobil.kepada Allah. Lagi enak-enak tidur di perjalanan. insya Allah. “Pak Ustadz. . Biasanya kan hanya melihat di TV saja…”. Pak Ustadz”. “PakUstadz!”. Saya katakan pada sekuriti yang mulia ini. Eh nemu pom bensin. ayo mari kita koreksi lewat pembekalan-pembekalan materi sebelumnya dan husnusdzdzan ke Allah. ada seorang sekuriti. bahwa Allah subhaanahuu wata’aala berkenan mengampuni dan menyuci dosa-dosa kita dulu. Sekuriti ini barangkali “target operasi” dakwah hari ini. alhamdulillah nih bisa ketemu Pak Ustadz. Padahal bukan. Saya paham. Supir saya mengira saya pengen beli bensin. Berarti barangkali saya kudu bicara dengan dia. Bukan jadwal setelah ini. Dari jauh ia melambai dan mendekati saya. “Masih banyak. Saya mencari warung kopi. Ada minimart nya yang dilengkapi fasilitas ngopi-ngopi ringan. Saya menghentikan langkah. Saya pengen pipis. “Nanti saya pengen ngobrol boleh Ustadz?” “Saya buru-buru loh. Akhirnya ketemu sekuriti ini. Atau. Saat terbangun. untuk bicara-bicara dengan beliau ini. *** “Jadi. Baarokawloohu lanaa.

Kalau ibadah wajibnya nomor tujuh belas. bahwa shalat itu kudu tepat waktu.“Gaji mah ada Ustadz. Distel kayak apa juga. Aqimish shalaata lidzikrii. Saya meminta maaf kepada sekuriti ini umpama ada perkataan saya yang salah. Artinya kita menerima tamu pas waktu shalat datang. Soalnya kita kan tugas. bisa ya bisa tidak. Saya mengingat diri saya dulu yang dikoreksi oleh seorang faqih. Tapi. Rizki mah mau banyak. Tugas juga kan ibadah. “Oh. saya mengejar. Bila dalam sehari semalam kita shalat telat . kalo nganggap kerjaan-kerjaan kita ibadah. sekuriti itu bisa benar-benar menganggap kerjaannya ibadah. jadi ga apa-apa telat ya? Karena situ pikir kerja situ adalah juga ibadah?” Sekuriti itu senyum aja. Tapi masa gini-gini aja?” “Gini-gini aja itu. Entar-entaran. buat Allah nya lebih sedikit ketimbang buat kebutuhankebutuhan kita. jam tiga kurang dikit. kita bersantai-santai dalam mendirikan shalat. dan kemudian kita abaikan shalat. dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku. ya disebut bohong dah tuh kerjaan adalah ibadah. Artinya. Rizki mah mau nambah. kurang lebih dah”. Cuma sebatas omongan doangan. tetap nomor satu. maka yang demikian masihkah pantas disebut usaha kita adalah ibadah? Apalagi kalau kemudian hasil kerjaan dan hasil usaha. “Gini ya Kang. agak susah buat ngerubahnya”. “Disebut barusan itu maksudnya jam setengah limaan ya? Saya kan baru jam 5 nih masuk ke pom bensin ini”. seorang ‘alim. “Ya. jauh tuh. Maka lalu saya ingatkan sekuriti yang entahlah saya merasa he is the man yang Allah sedang berkenan mengubahnya dengan mempertemukan dia dengan saya. tapi bisa juga ga. apa yang kita lakukan di dunia ini juga ibadah. Tapi umumnya begitu lah manusia. kita niatkan usaha kita sebagai ibadah. Tiada disebut perhatian sama Yang Memberi Rizki bila shalatnya tidak tepat waktu. kita abaikan Allah. Di awal waktu. tapi sama Allah ga mau mendekat. Kalo situ shalatnya jam setengah lima. boleh ga? Bagus malah. Lalu. Disebut jujur mengatakan itu. “Udah shalat ashar?” “Barusan Pak Ustadz. Kayaknya perlu dipikirin lagi tuh sebutan-sebutan ibadah. Itu kan jadi sama saja dengan mengentar-entarkan mengingat Allah. Butuh perjalanan satu setengah jam andai ashar ini kayak sekarang. Misalnya lagi. kalo ibadahnya gitu-gitu aja. ustadz langsung nembak aja nih”. tapi ibadah dari dulu ya begitu-begitu saja. itu ada syaratnya. “Wah. Lagian. Apa syaratnya? Yakni kalau ibadah wajibnya. ya emang udah begitu. iya ga? Ya saya pikir sama saja”. kalau kita niatkan sebagai ibadah. Bukan hanya boleh. memang untuk mengejar ketertinggalan dunia saja. Tapi kemudian kita menerima tamu sementara Allah datang.

Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan seperti ini cukup kompleks. Insya Allah ada waktunya pembahasan yang demikian. kita telat terus. dia masih seperti diam di tempat. Mudahmudahan sekuriti ini paham apa yang saya omongin. Mudah-mudahan demikian juga saudara-saudara ya? He he he. deketin Allah dah. Bila seseorang membuka usaha. bahasa-bahasa kehidupan yang cair dan dekat dengan fakta. Itu baru telat saja. bisa jadi sebab ibadah yang satu itu bagus sedang yang lain tidak. sementara yang satu usahanya maju. sebelum azan udah standby di atas sajadah. Pantangan telat. saya tanya.terus. Tapi giliran Allah memanggil. Dan gaji itu rizki. percakapan ini kurang lebih begitu. belum kalo ketinggalan atau kelupaan. lalu dikali sekian hari dalam sebulan. Buru tuh rizki dengan kita yang datang menjemput Allah. lalu hidupnya susah. Kembali kepada si sekuriti. dan yang lainnya sempit usahanya. Dari raut mukanya. dan cenderung jahat lalu hidupnya seperti penuh berkah? Sedang si Fulan yang satu yang rajin shalat dan banyak kebaikannya. Ngebut ke Allah nya”. nampaknya ia paham. Jika dia alumni SMU. makin jauh saja mestinya kita dari senang”. atau yang lebih bahayanya lagi kalau bener-benar lewat tuh shalat? Wuah. Contohnya ya pekerja-pekerja di tanah air ini. Si sekuriti mengaku mengerti. “Terus. yang selama ini telat shalatnya. Kita ini pengen rizkinya Allah. dan dikali lagi sekian tahun kita telat. Dia pada kerja supaya dapat gaji. sejak diwajibkan shalat. Kan aneh. Dan saya mengingatkan kepada peserta KuliahOnline untuk tidak menggunakan mata telanjang untuk mengukur kenapa si Fulan tidak shalat. bahwa maksudnya. mau berubah?” “Mau Pak Ustadz. sedang Allah lah Tuhan yang sejatinya menjadikan . tapi ga kenal sama Yang Bagi-bagiin rizki. lalu ada lagi yang buka usaha. maka berapa jarak ketertinggalan kita tuh? 5x satu setengah jam. dan kemudian dikalikan sejak akil baligh. Jangan sampe keduluan Allah”. Tapi bisa diurai satu satu dengan bahasa-bahasa kita. benahin shalatnya. Saudara-saudaraku Peserta KuliahOnline. Belagu ya saya? Masa omongan cetek begini kudu nanya paham apa engga sama lawan bicara? Saya katakan pada dia. Jangan setengah lima-an lagi shalat asharnya. “Ngebut gimana?” “Satu. maka kawankawan selitingnya mah udah di mana. dan sekian bulan dalam setahun. kalo ga serius?” “Ya udah. Ngapain juga coba saya kejar Pak Ustadz nih.

“Itu kerja bisa gede.” saya teruskan. “Yang kedua. “Yang kedua. hari gini aja nih. Hutang di warung juga terpaksa dibuka lagi. “Yah.. itu udah gede”. bayar ini bayar itu. pegimana mau sedekah. Sekuriti itu tertawa. emang udah lama kerjanya?” “Kerjanya sih udah tujuh taon. Eh. Emang gajinya berapa?” “Satu koma tujuh. yang orang sering sebut orang kecil. dan tidak segan-segan menunjukkan wajah dan fisik lelahnya. “Wuah. Emang ga cukup Pak ustadz”. “Koq bisa?” “Ya. giliran ketemu Allah. dan persiapannya masya Allah. ga ada persiapan. untuk ukuran sekuriti. Jadi dihitung sama bos pegimana gitu sampe ketemu . rapih. bayar kontrakan. Saya ini kerjanya pagi siang sore malem. sebab saya tinggal di mess. Maaf ya. pan kudu bayar motor. Ini namanya ga kenal sama Allah. amit-amit pakaiannya. “Ah. Pak ustadz”. malah kelakuannya seperti ga menghargai Allah. ente nya aja kali yang kebanyakan beban. keluarin sedekahnya”. udah pada habis belanjaan. Alias udah mulai ngambil dulu bayar belakangan”. bayar susu anak. Tapi gede gaji bukan karena udah lama kerjanya. ustadz”. Nemuin klien. Saya inget betul. itu mah gede banget. wangi.seseorang bekerja. “Pak Ustadz.

Ga jelas tuh darimana dia nutupin kebutuhan dia yang lain. “Ya udah. Kalo ngelihat keuangan model begini. “Sedekahin aja motornya. Kecuali Allah berkehendak lain. Kalo engga apa keq”. saya kehabisan akal untuk nembak dia. ga ada”. Makin cakep kalo anak-anak juga dikerahin. udah keterlanjuran ya? Ok. Sebentar kemudian saya bilang sama ini sekuriti. Saya sayang-sayang ini motor. Kalo dia hanya betulin shalatnya saja. “Siap ustadz”. dia punya 900 ribu. Pengen kayak orang-orang. Rupanya angsuran motornya itu 900 ribu. Ya lain soal itu mah. Ibarat sendal. Repot”. Sekuriti ini nyengir. “Tapi sedekahnya tetap kudu loh”. “Bareng sama istri ya. kenapa masih kurang?” “Ya itu. lakukan berdua. “Yah Ustadz. ya nombok dah jadinya. Kayak motor. Susah lagi belinya. Emas juga ga punya”. Sekuriti ini berpikir. motornya. lepas aja itu tanggungan. Kontrakan saja sudah 450 ribu sama air dan listrik. “Ya susah kalo begitu mah. “Kang.7jt”. Sebab tanggung. lama keajaiban itu akan muncul. Ajak dia. Bukan ilmu dan ibadahnya. Bukan cara dan kebaikannya. Jangan sendirian. Tapi saya akan cari terus. “Terus. “Secara dunianya. Ngapain juga ente kredit motor? Kan ga perlu?” “Pengen kayak orang-orang Pak Ustadz”. Shalatnya gimana? Mau diubah?” “Mau Ustadz. Setidaknya menurut ilmu yang saya dapat. “Jangan Ustadz. kalo saya unjukin bahwa situ . Ikutan semuanya ngebenahin shalat”. Kan saya udah bilang. tapi sedekahnya tetap ga keluar. Emang ini motor kalo dilepas. sebab saya punya tanggungan banyak”. Tabungan juga ga ada.angka 1. Saya benahin dah”.

Kayak sekarang ini. “Ya Pak. yang besar lagi sedekahnya. rupanya dia ini Sarjana Akuntansi. “Ya kalo yakin. susah dah. ga mengapa punya banyak keinginan. Ketika ditanya buat apa? Dia nyengir ga jawab.. sebab dia sekuriti. *** Sekuriti ini kemudian maju ke atasannya. Kan belum bisa diambil?” “Bisa. padahal dia Sarjana Akuntansi! Ya. . Ga pernah berani. Jangan pake kalau”. Dia juga janji akan rajinin di waktu senggang untuk baca al Qur’an. apa boleh buat. buat apa? Akhirnya mau ga mau sekuriti ini jawab dengan menceritakan pertemuannya dengan saya. Jangan malah berleha-leha. “Gajian bulan depan masih ada ga?” “Masih. Dicoba dulu”. Komandannya terus mengejar. Bagi saya sendiri. Apa boleh buta. Wah. Asal apa? Asal kita barengin dengan peningkatan ibadah kita. Sehingga perubahannya berasa. Jangan koma. Dan ga apa-apa juga memimpikan sesuatu yang belom kesampaian sama kita. saya kan ga pernah kasbon. Ga sesuai sama rencana. biarin aja harga barang pada naik. Untuk sedekah. Ga usah kuatir. Dan itu dia aminin. Tapi ketika ditanya berapa? Dia jawab. Si sekuriti mengangguk. mau ngejalanin?”. Pol. Pantesan juga dia ga betah dengan posisinya sebagai sekuriti. Shalat Jum’at aja nunggu komat. Itulah barangkali yang sudah membuat Allah mengunci mati dirinya hanya menjadi sekuriti sekian tahun. Akhirnya hidup kemakan dengan tingginya harga. Baru ini saya berani”. Satu koma tujuh. “Entar bulan depan saya hidup pegimana?” “Yakin ga sama Allah?” “Yakin”. “Ok.bisa sedekah. Tapi ya begitu dah hidup. Supaya bisa signifikan besaran sedekahnya. shalat hajatnya. Tapi usahakan semua. Ga kebagian. eh. manteb. Ga kena di hati. Sekuriti ini saya bimbing untuk kasbon.” katanya. Semuanya. “Selama saya bisa. titik. Ancem aja diri. Sekuriti ini ngangguk lagi. Sedapetnya. Asal keinginan itu keinginan yang diperbolehkan. Trmasuk dia akan polin shalat taubatnya. masih dalam batas-batas wajar. Perasaan udah lama banget dia emang ga lari kepada Allah. kalo sudah saya tunjukkan. saya akan jalanin. situ mau percaya?”. mau kasbon. shalat dhuha dan tahajjudnya. agar mau menambah ibadah-ibadahnya. “Mana bisa?” kata komandannya. Dia janji akan ngebenahin mati-matian shalatnya. Yang penting kerja dan ada gajinya.

Suatu hari bos nya pernah berkata. berubah ga tuh si sekuriti nasibnya”. maka kelihatannya dia gagal. Begitu katanya. Sebab tempat kerjanya jadi barokah dengan adanya orang yang mendadak jadi saleh begini. Berhasil kah? Tunggu dulu. Dan lumayan istiqamah ibadah-ibadah sunnahnya. Supaya benarbenar menjadi tambahan uswatun hasanah bagi yang belum punya iman. sekuriti ini direkomendasikan untuk ketemu langsung sama ownernya ini pom bensin. sekuriti ini dilihat sama kawan-kawannya rajin betul shalatnya. Sebab cerita si sekuriti ini sama komandannya. sebab dia menunggu janjinya Allah. Tepat waktu terus. Sekuriti ini mengaku dia cerah. “Buat sedekah katanya Pak”. “Bener nih. satu pom bensin itu menyaksikan perubahan ini. kalau kemudian kas bon. Jadi. Hari demi hari. sebagaimana Allah tidak akan mempermalukan si sekuriti. Subhaanallaah. menantang ledekan kawan-kawannya yang pada mau ikutan rajin shalat dan sedekah. sampe akhir bulan berikutnya. kalau pake jalur formal. begitu lah pemikiran kawankawannya yang tahu bahwa si sekuriti ini ingin berubah bersama Allah melalui jalan shalat dan sedekah. senang. Dan barangkali akan betul-betul mempercepat perubahan nasib si sekuriti. Tapi kalo dia kasbon. tidak kasbonnya dia ini. Kalo dia ga kasbon saja. asal dengan catatan dia berhasil dulu. pasti Allah tidak akan tinggal diam. si sekuriti ini ga kasbon. sebab Allah pasti tidak akan mempermalukannya juga. Dan saya pun tersenyum dengan keadaan ini. Dan dia tahu janji Allah pastilah datang. Sebab buat apa sedekah 1 bulan gaji di depan yang diambil di muka. Yang lain bakalan gajian. ditanyalah si sekuriti ini sesuatu urusan yang sesungguhnya adalah rahasia dirinya. Percuma”. Tapi subhaanallah. Bukan apa-apa. ga kasbon? Udah akhir bulan loh. Apalagi kenyataannya si sekuriti ga mengurangi kedisiplinan kerjaannya. Katanya. Termasuk dinanti oleh bos nya. yang merupakan kisah pertemuannya dengan saya. . Kawan-kawannya ini ga melihat motor besarnya lagi. sebab kata mereka barangkali aman sebab jual motor. Sedang situ kan udah diambil bulan kemaren”. Malah tambah cerah muka nya. Saya ketawa mendengar dan menuliskan kembali kisah ini. Alhamdulillah. dapet kasbonan 30% aja belum tentu lolos cepet. Bos nya yang mengetahui hal ini. Sebab komandannya ini ikutan merayu. Saatnya ngumpul dengan si bos. menjadi kisah yang dinanti the end story nya. begitu kata komandannya. “Kita lihatin nih dia. berarti dia berhasil. Bukan dari keajaiban mendekati Allah. Sebab insya Allah. “Kita coba lihat. saya demen ama yang begini.Singkat cerita. bos besarnya menyetujui.

yang melibatkan dirinya. berubah. Dan lihat juga cerita ini. ada transaksi tanah. Apakah cukup sampe di situ perubahan yang trjadi pada diri si sekuriti? Engga. Sebab apa? Sebab kata si sekuriti. Saudara-saudaraku sekalian. Dengan uang ini. Tapi dia tambahin 12 juta dari 17jt uang cash yang dia punya. Cerita ini bukan sekedar cerita tentang Keajaiban Sedekah dan Shalat saja. pasca dia benahin shalatnya. Tapi kemudian cerita si sekuriti ini benarbenar bikin bengong orang pada. dari transaksi ini. yakni hidupnya di bulan depan yang dia pertaruhkan. Tapi soal tauhid. Sehingga ibunya punya 25 juta. Motornya yang selama ini dia sayang-sayang. Tapi lihatlah. sadar kekuatannya ampe kayak gitu. Tuh motor dia pake buat ngeberangkatin satu-satunya ibunya yang masih hidup. Kata si sekuriti. buat perubahan hidupnya. Dan itu trjadi begitu cepat. Si sekuriti ini kemudian diketahui oleh owner pom bensin tersebut sebagai sarjana S1 Akuntansi. Dia sedekah 1. dan menyuruh si sekuriti ini bercerita tentang keberkahan yang dilaluinya selama 1 bulan setengah ini. kurang. Katanya. Akhirnya? Jadi! Bekerja penuh buat perubahan dirinya. belum berganti bulan. Subhaanallaah kan? Itu jual motor. Mendadak si bos itu yang kagum. Sekuriti ini mengenal Allah. seribu kali si sekuriti ini berhasil keluar sebagai pemenang.Sekuriti ini bilang tadinya sih dia udah siap-siap emang mau kasbon kalo ampe pertengahan bulan ini ga ada tanda-tanda. Padahal dirinya ga trlibat secara fisik. dia jual! Uangnya melek-melek buat sedekah. Sekedar memediasi saja lewat sms ke pembeli dan penjual. Tauhid yang menggerakkan! Begitu saya mengistilahkan. Masih tanggalan bulan kemaren. ilmu yang sedikit ini dipake sama dia. Berubah. Di kampung. keyakinan. Tambahannya dari simpenan ibunya sendiri. berubah. dan imannya ini bekerja menggerakkan dia hingga mampu berbuat sesuatu. masya Allah. soal keyakinan dan iman seseorang kepada Allah. Dan dia baru sedikit mengenal Allah. trjadi keajaiban. dan diyakini. bahwa dia merasa aman dengan uang 5 juta lebihan transaksi. Subhaanallaah. Masya Allah. dan dia sedekah besar yang belum pernah dia lakukan seumur hidupnya.5jt. Dia lalu kumpulin semua karyawannya. ia aman. Sebab itu motor dijual cepat harganya ga nyampe 13 juta. masya Allah. Si sekuriti masih bercerita. siapa kemudian yang mengikuti cerita ini? Kayaknya kawan-kawan sepom bensinnya . Dan dia merasa ga perlu lagi motor. Tapi Allah mengaruniainya komisi penjualan tanah di kampungnya sebesar 17.7jt gajinya. akhirnya dia malu sama Allah. dan dijadikan staff keuangan di sana. Allah persis mengganti 10x lipat. Ga perlu kasbon. Lalu dia dimutasi di perusahaan si owner yang lain. Sampe-sampe bulan kemaren juga belum selesai. masya Allah. Bahkan lebih. Tuhannya. Tauhid.

terlihat menikmati. Yah. Pertanyaan ini juga layak juga diajukan kepada Peserta KuliahOnline yang saat ini mengikuti esai ini? Apa yang ada di benak Saudara? Biasa sajakah? Atau mau bertanya. Saya berhutang banyak kepada saudara semua. Yang lebih penting buat kita sekarang ini. Kepada Allah semua kebenaran dan niat dikembalikan. barangkali tidak semua ditakdirkan menjadi manusiamanusia pembelajar. ga para tamu dan wali santri yang ikut. Persis seeperti yang kemaren-kemaren juga dijadikan statement esai penutup. siapa sekuriti ini yang dimaksud? Di mana pom bensinnya? Bisa kah kita bertemu dengan orang aslinya? Berdoa saja. Semua menikmati. dan sebagiannya lagi memilih menceritakan ini kepada satu dua orang saja. memang tidak gampang buat seseorang menempatkan dirinya untuk menjadi contoh. bagaimana kemudian kisah ini mengisnpirasikan kita semua untuk kemudian sama-sama mencontoh saja kisah ini. Tapi ya Allah jugalah yang menggerakkan tangan ini menulis. Kita ngebut sengebut2nya menuju Allah. Yang merasa dosanya banyak. Kejar saja ampunan Allah dengan memperbanyak taubat dan istighfar. Di antaranya. Terima kasih banyak atas doa-doanya dan perhatiannya. Semua orang punya prinsip hidup yang berbeda. Dan memang bukan apa-apa. Ga makmumnya. Lalu saya lampirkan kalimat pendahuluan. Muhammad Yusuf al Haafidz akan pulang ke rumah untuk yang pertama kalinya. ketika sudah dipublish. hampipr 11 halaman. Di antara semua peserta KuliahOnline saja ada yang insya Allah saya yakin mengalami keajaiban-keajaiban dalam hidup ini. Sebuah pesantren yang dikemas secara modern dan internasional. saya jadi ikut belajar. Tapi tarawihnya dijejek 1 juz sekali tarawih. Sambil menunggu dunia terang. sudah. Siapa sangka. lalu mengejarnya dengan amal saleh. Masya Allah. jangan terus-terusan meratapi dosanya. semua yang terlibat. kalimat pendahuluan ini saja sudah 10 halaman. dan hanya orang-orang tertentu saja yang memilih untuk benarbenar terbuka untuk dicontoh. ga imam-imamnya. Ini juga tadinya bukan esai sekuriti ini yang mau saya jadikan tulisan. Jika ada di antara peserta KuliahOnline yang pengen ikutan tarawih 1 juz . kembali lagi pada rutinitas dunia. Semalam. Setelah itu. Sebab kenyataannya juga buat saya tidak gampang menghadirkan testimoni aslinya. Barangkali cerita ini akan lebih dikenang sebagai sebuah cerita manis saja. Semalam saya ikutan tarawih di pesantren Daarul Qur’an internasional. Dari semalam saya tulis esai ini. Saya merapihkan tulisan ini di halaman parkir rumah sakit Harapan Kita. Sebagiannya memilih diam saja. ya sampe ketemu dah di esai berikutnya. Insya Allah hari ini bayi saya. file yang dibuka adalah tentang langkah konkrit untuk berubah. Saya pikir. Mudah-mudahan allah membalas amal baik saudara semua. esai ini saja sudah kepanjangan. Salam saya buat keluarga dan kawankawan di sekeliling saudara semua. Tapi rampungnya sedikit sedikit. Jadi. Masih di dalam mobil.pun belum tentu ada yang mengikuti jejak suksesnya si sekuriti ini.

Sementara saya akhirnya bisa mendampingi para santri dan guru-guru memimpin dan mengembangkan pesantren Daarul Qur’an ini. Saya baru pulang juga langsung dari TPI. Baik yang masih terjalin silaturahim maupu yang sudah putus sebab satu dua hal. Dan juga kepada para donatur pesantren. Sebab saya juga kebagian menjadi salah satu imam jaganya. bayi saya. kelihatannya matahari sudah mulai kelihatan. Siaran langsung jam 5 ba’da shubuh tadi. Insya Allah saya pribadi membiasaka mendoakan saudara-saudara semua. Masya Allah. Ucapan Terima Kasih Peserta KuliahOnline yang berbahagia. Alhamdulillah. Doakan keluarga kami ya. silahkan datang saja langsung ya. Baik yang dekat maupun yang jauh. Saya pernah mendengar. Ya. Beruntunglah saya memiliki keluarga besar jamaa emua yang peduli dan perhatian kepada saya. Muhammad yusuf a haafidz sudah pulang di hari pertama Ramadhan atau bertepatan dengan 1 September 200 setelah sejak tanggal 17 Agustus 2008 lalu harus menginap di rumah sakit. kondisi-kondisi begini yang saya demen. tapi masih tetep bisa ngajar lewat KuliahOnline ini. Istri saya meluncurnya dari rumah. ya Alla kirimkanlah segala fadhilah ayatayat-Mu yang saya baca ini untuk segenap jamaah kami Baik yang langsung maupun yang tidak. Baik yang rajin datang ke pengajian di pondok. ata yang tidak.ini. Saya juga tiada henti mendoakan saudara dan jamaah semua. Subhaanallaah. doa terbaik itu salah satunya adalah doa . dan lalu saya katakan kepada Allah. Dengan cara mengirimkan suratul faatihah sebagai doa Malah tidak jarang saya bacakan surah yaasiin. Saya kurangin jadwal. Makasih doa-doanya. Ok. Insya Allah saya usahakan ada. Dan saya masih sempet mengkader ustadz-ustadz muda untuk diperjalankan ke seantero negeri.

maka perubahan ini akan ia bawa k hal-hal positif. agar mudah datang ke pengajian. buat orang-orang sekitar. masya Allah. alias nawait nya dibenerin. dilurusin. Apalagi bila kita mau berubah bersama Allah. Maka bila diresapi bersama itu tulisan. Apalagi Allah sebagai partner kita. wuah. Maka kata para guru. pasti lebih mudah. kekuatan ibadah. Melanjutkan kajian esai Kuliah Tauhid terdahulu.untuk oran ain. Apalagi kalau perubahan itu bisa diniatkan dari sekarang. agar lebih banyak ana yatimnya. Bahwa setiap orang bisa berubah dengan mudah. ubahlah juga porsi doanya. Jangan hanya mengandalkan otak saja. doa itu akan dikembalikan kepada kita menjadi doanya par malaikat Allah untuk kita. Subhaanallaah. Dan apa-apa kalau dikerjakan secara tim. Alhamdulillah. orang tua. Berubahlah bersama orang-orang yang positif. *** Ubahlah Bersama Allah Apa-apa kalau sendirian. pasti susah. . seharusnya menginspirasikan satu hal buat kita. dan kekuatan amal saleh. porsi ibadahnya da porsi amal salehnya. Dalam bahasa yang lebi ederhana. Ya. ingin lebih menyenangkan keluarga. perubahan itu adalah perubahan yang diridhai Allah Misalnya. Ubahlah bersama Allah. Sekali lagi. Andalka uga kekuatan doa. yang mampu bersama-sama menuj perubahan. Apalagi otot. agar lebih banyak sedekahnya. setiap orang yang mau berubah. agar bermanfaa lebih besar lagi buat agamanya Allah. nawaitu kan bahwa kalau kehidupan berubah. asal dia tidak sendirian mengubah keadaa dirinya. di mana kemaren kita belajar tentang kisa perubahannya seorang sekuriti sebab ia ubah kebiasaannya beribadah dan menjalani sediki ilmu yang didapatnya dengan keyakinan tinggi.

apakah saya bisa berubah. maka perubahan adalah milik Anda! Masih belum paham ya? Gini. bisa. Tempuhlah jalan-jalan seperti yang sudah disebut di atas. ya jawabannya. Keluarga yang tidak harmonis. cepe elahnya. Jadi. Dagangan rugi terus. saudara dan tetangga.Tidak bisa seseorang berubah. Tapi jangan pake hanya kekuatan dunia saja. Perubahan apa sih yang dimaksud? Perubahan apa saja yang dikehendaki. maka yang akan menikmati adalah orang lain. tanpa adanya perubahan. Ia tidak akan puny banyak waktu untuk menikmati perubahan itu. Miskin. Pekerjaan yang bergaji kecil. Selalu kurang. tempuhlah jalan yang berbeda dengan yang orang lain tempuh. Kalaupu terjadi perubahan. Yang lebih sering terjadi adalah orang tersebut kan terjebak pada terus menerus di dalam suasana ikhtiar menuju perubahan itu. kalau ditanya. Seberapa lama perubahan bisa dicapai. tanya saja seberapa besar da berkualitasnya usaha untuk menuju perubahan itu. gunakan tambaha kekuatan doa. Hidup dalam kungkungan hutang. Ya itu tadi. Hidup tanpa pendamping hidup. supaya ada perbaikan. Bangkrut. Teliti kekurangan dan kelemahan dar sisi ini. Bukan dia. Usaha yang tiada menguntungkan. Bila Anda jadi rajin membuka al Qur’an. akan membuat manusia keletihan. rajin . kekuatan ibadah. Keluarga sakit-sakitan. kepengen anak tidak seperti kita. Ngajuin modal ga pernah tembus. Sekali lagi. Sedang memperbesar porsi mikir porsi kerja. mengubah hidup ke arah yang lebih baik. dan seberapa bagus kualitas perubahannya. Tentu saja bekal bekal “dunia” ya dijalani. Berketurunan dari orang-orang rendahan. perubahan yang paling gampang diidentifikasi adala perubahan ibadah. Selalu hina di mata keluarga. Ketika ada perbaikan. porsi usaha. Rumah tangga tanpa anak. porsi tenaga. Kepengen anak lebih maju dari kita hidupnya Dan seterusnya. kekuatan amal saleh.

kesembuhan itu bisa saja kita dapatkan. jika posisi Anda saat ini hidup dalam suasana sakitsakitan. Andai kita sakit. Maka saya katakan begini. kecuali apa yang sekeda kita rasakan saja. sebentar lagi perubahan benar-benar akan terjadi. shalat halat sunnahnya juga bertambah. tiada berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah. lalu kita berobat. dan seterusnya. ada jam-jam tambahan bercengkrama bersama Allah. Namun. Buat Anda yang bertambah dan berubah. Yang tidak punya Tuhan pun akan mendapatkan gaji bila i bekerja. tapi frekuensi ibadah dan amal saleh menjad berkurang dan melemah. berolahragalah. kalau hanya melakukan langkah-langkah dunia ini. Tent aja ia bisa mendapatkan gaji. Saya perna membesut satu seminar tentang kehidupan yang judulnya: . begini. istilah saya mah orang-orang yang tidak memiliki Alla pun sanggup melakukannya. Supaya tidak sekedar bekerja. butuh langkah konkrit Seorang kawan bertanya masih seputar bentuk konkritnya atau langkah konkritnya menuj perubahan tersebut. akukanlah petunjuk-petunjuk “dunia”. Yang demikian itu sama bila seseorang “hanya bekerja”. *** Bentuk Konkrit Perubahan Setiap perubahan. Pake ukuran kebahagiaan yang hakiki. Tapi. itu sebenernya tanda-tanda kemunduran. mak perubahan yang sesungguhnya tidak akan pernah bisa dinikmati. kebaikan-kebaikan pada sekitar bertambah. maka bis dipastikan. bila hanya beroba aja. Tapi. sebagai seseorang yang menginginkan Perubahan Besar. Coba saja dirasakan Dirasakan pake ukuran hati. Terhadap “langkah-langkah dunia”. jagalah/perhatikanlah makanan yan dimakan. Buat yang perlu penjelasan lagi. maka tiadalah yang bisa kita dapa kecuali kesembuhan itu saja. Insya Allah sesua dengan sunnatullah-Nya. sedekahnya bertambah. Ia perlu “nilai”. maka tiadala ukup ia bekerja sekedar bekerja.membuka buku-buku hadits. istirahat yang cukup.

Lebih bertenaga. sebab kepengen berdoa setela usai shalat. moral. Jangan sampe Allah menunggu. dhuha. saudara ke saudaranya. akhlak. seperti menjadi ayah yang baik. shalat sunnah tasbih. ibu yang baik. tambahin sedekahnya. bagi anak-anak Anda. dan tiada ada usaha untuk khusyu’. bahwa kita shalat membawa penyakit kita untuk diber Nya kesembuhan. perbaiki hubungan Anda denga orang tua Anda. Kalo tadinya sudah empat. shalat sunna syukur wudhu. mak sekarang pas sakit-sakitan. cobalah ubah bersama Allah dalam menuju hidup yang sehat. tapi masih dua rakaat tambahin jadi empat. dan atau perbuatan dan . diintrospeksi. ada sedekahnya. sering telatnya ketimbang tepatnya Lebih sering malasnya ketimbang rajinnya. Bila sebelum sakit-sakitan. Pergiat doa. Mulai dari qabliyah ba’diyah. kini kita shalat dengan hat dan pikiran kita. Suami menjadi suami yang lebih baik lagi ke istri. Jadilah orang-orang yang betul-betul bergiat berubah di urusa yang disebut ini. Maka. Kitalah yang menungg Allah. dan seterusnya. Jadilah orang yang rindu dengan waktu shalat. Langsung munajat setelah berhadapan dengan Nya di dalam shalat. Jika sebelumnya kit tiada khusyu’ shalatnya. Kalau perlu ambi shalat-shalat sunnah yang jarang orang kerjakan. selain menempuh cara-cara dunia. perbaikan perbaikan yang lebih bersifat mental. langkah konkrit dalam kasu kepengen hidup sehat. sebelum azan. coba datang kepada Allah. Selepas shalat waji misalnya. Syukur syukur bisa berdoa selepas shalat hajat. cari lagi anak yatim yang lain sebanya yang kita mampu sebagai tambahan. dhuha dan atau bahkan tahajjud. Baiklah. sebab kita ada keluhan yang ingin disampaikan kepada Nya. Sambut Allah. Datang ke Allah sebelum waktunya. tidak sakit-sakitan dengan cara melakukan hal-hal berikut ini. dan seterusnya. dan lain-lain. Bila sebelum sakitsakitan malas-malasan shalatnya. Bila sebelumnya sudah shalat dhuha. lalu kebut di sisi ini untuk menjadi ayah dan ib yang lebih baik lagi. Tetangga ke tetangganya.Memaknai kehidupan. Istri menjadi lebih bai agi ke suami. Bila sebelumnya shalat-shalat sunnah malas benar tertegak. Dan kebaikan-kebaikan lain. Artinya. Cari waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa. diteliti kekurangannya. contohnya terlanjur contoh hidup sehat. Atau ketika posisi Anda adalah anak. Lebih sering sendiriannya ketimban berjamaahnya… Ubahlah. jadikan delapan. maka hidupkanlah shalat shalat sunnah. Insya Allah. Bila sebelum sakit-sakitan sedikit anak yatimnya.

di perjalanan ikhtiar menuju sehat. ada seorang kawan yang mereferensika sesuatu yang ternyata cocok dengan Anda sehingga Anda memperoleh kesehatan sempurna. Semakin banyak waktu yang diluangkan bersama Allah. Di bulan puasa.sikap sehari-hari nilah yang akan membuat ikhtiar Anda menuju perubahan dan perbaikan hidup menjad mudah. Ketika dia puasa saja. gerakan fisiknya.para istri. Alhamdulillah. maka Allah akan hadirkan jalan jalan di luar jalan yang selama ini ia tempuh. lalu tetap mengambil amalanamalan yang wajibnya saja. shalat sunnah sayang terlewati. paling tidak seseorang “nyambung” mulai dari sahur. Para ibu. Di bulan puasa ini. boleh dibilang manusia terkoneksi terus sama Allah. Di bulan puasa. Pokoknya. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Hidup Bersama Allah KDW0110 Seri 10 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Luangkan waktu bersama Allah. Sebab kondisi kita “siap bangun”. baca al Qur’an disempet-sempetin. Dengan berpuasa saja. Di bulan puasa. terjaga dengan apa yang disebut puasa. kita ingat mengaji. sebab ada keridhaan Allah di sana. semakin bagus kualitas hidup kita. Sedekah juga bertebaran di bulan ini. Ketika kita tidur pun. sampe mau tidur. para lelaki ngebela-belain shalat berjamaah. (Perkara seseorang kemudian mengisi puasanya atau tidak. Di bulan puasa. pikiran kita setidak-tidaknya berpikir untuk jangan sampai tidak bangun sahur. bagi siapa yan menempuh jalan untuk menghadirkan pertolongan Allah. sungguh bulannya amal salih. Hal-hal di atas bisa diterapkan juga pada kasus-kasus yang lain. sebenernya itu sudah cukup mengantarkan seseorang menjadi . itu perkara lain. Apalagi bila kita mau menambah kualitas kedekatan itu dengan ilmu dan amal salih. Nanti akan terjadi keajaiban-keajaiban-Nya yang tahu-tahu Anda sudah hidup semakin sehat Misalnya. Subhaanallaah. Mudah. Gerakan batinnya. Allah hadirkan bulan puasa dari 12 bulan yang Allah berikan. Itu sebabnya kita kemudian bisa bangun sahur. gerakan niatnya. menyiapkan makana berbuka dan sahur.

sungguh ini membahagiakan sekali. gerakannya. Semakin bagus kita mengisi. dan pengajiannya untuk diselenggarakan di pesantren. Bahkan ketika bermasalah pun tidak kunjung mendekatkan dirinya dengan Allah. Bukan sekedar ditempuh. Jalankan ini semua sampe ia menjadi kebiasaan buat kita. Saya tidak menjanjikan apa-apa. Di antaranya barangkali saya terlalu bahagia.terhubung sama Allah. Ada di tengah anak-anak dan para asaatidz pondok yang hatinya. baik di bulan puasa ini. Mulai dari bangun shalat shubuh lebih di awal. semakin baik nilainya). Suasana pesantren sering mendatangkan kedamaian. istighfar dan membaca al Qur’an menunggu waktu shubuh. di Kampung Bulak Santri dan di Kampung Ketapang (dua-duanya berjarak dekat. Kalau bisa. Supaya bisa tertegak shalat sunnah tahajjud. Apalah lagi buat kita-kita yang sadar bahwa kita-kita ini emang manusia-manusia yang masya Allah. Suara imam-imam saban malamnya. Para Peserta KuliahOnline yang berbahagia. mestinya kita sadar untuk memulai perjalanan mencari Allah. Tapi dikebut. semakin banyak kita dalam beramal. kita emang perlu waktu khusus dan tempat-tempat khusus. Andai seperti ini hidup kita di bulan-bulan berikutnya. saya menemukan banyak manusia yang menyibukkan dirinya dengan urusannya. Saya semalam menangis. maupun nanti setelah bulan puasa meninggalkan kita. Dan memasuki puasa. masya Allah. Rizki insya Allah kebuka. witir dan baca al Qur’an. kecuali mudah-mudahan berkah dari amalan harian pesantren bisa dibawa ketika berada di sana dan kemudian bisa dibawa pulang itu keberkahan. . Ga kebayang dalam hidup saya. dosanya gede banget-banget. Di pesantren manapun ia. suara anak-anak santri. Di 2 lokasi Pesantren Daarul Qur’an. adalah menuju Allah. Kebiasaan-kebiasaan di bulan puasa. Menjadi habit buat kita. berlangsung tarawih 1 juz 1 malam.du. Tentu saja. alangkah bagusnya. witir. kita kejar kehidupan yang nyaman di kehidupan kedua nanti setelah kita meninggal. Kita kejar dosa kita. setiap malam berlangsung tarawih 1 juzan yang memang sudah lama saya idamidamkan. segala rupa amalan warga pesantren. Rasanya. acara-acara kantor. Waba. akan semakin baik score-nya. Supaya bisa shalat malam. dalam keadaan bagaimanapun kita. memimpin dan mengelola pesantren hafalan al Qur’an. Ditambah lagi saya yang alhamdulillah bulan ini banyak mengurangi jadual untuk berkonsentrasi di tengah-tengah para santri dan asaatidz. terus saja kita jalankan. tidak berjauhan). termasuk di Pesantren Daarul Qur’an. Sebab saya menangis. bahwa saya dan kawan-kawan diamanahi berkah yang luar biasa. ada kedamaian sendiri. Saya betul-betul mengundang kawan-kawan jamaah semua untuk mengagendakan acaraacara keluarga. Wuah. Hidup bersama Allah. plus lingkungan yang khusus. yang memang bisa membawa kita untuk bisa terpengaruh untuk bisa hidup bersama Allah. ada beberapa hal. pikirannya. masya Allah.

maka lompatan besar sesungguhnya sudah terjadi. Terlalu mahal tebusannya bila tiada dapat mengingat Allah. Jabatan . bisa saja terjadi satu demi satu mereka yang ia punya hutang kepadanya. Dan inilah yang semestinya kita kejar. selain kita sendiri semakin punya banyak waktu untuk menikmati hidup ini. Kalau kita pikir-pikir ya. Kalau kita mengejar solusi dan mengejar keinginan. Sesering mungkin. Maka pesan saya buat diri saya dan buat semua Peserta KuliahOnline. kurang apa kita coba? Kerja keras udah. Kita-kita ini harus yakin. ini juga perlu saya garis bawahi.Ini pula lah yang mau dikejar dalam Riyadhah 40 hari menjadi kaya. Bukan solusi buat permasalahan kita dan bukan jawaban dari keinginan kita. Ingat-ingat. mudahmudahan Allah sudah men-take over masalah kita. Jalankan segala ibadah sampe kita sendiri larut dalam keasyikan menjalankan ini. Insya Allah selalu ada saja kemudahan yang membuatnya masih terasa punya banyak waktu. lalu layak disebut sukses. Bila kita bisa MENGUBAH HALUAN HIDUP. luangkanlah waktu untuk bersama Allah. kita berjalan saja menuju Allah. meskipun bergelimang harta dan bagus jabatan. Bahwa selama 40 hari kita bungkus diri kita dengan apa yang dinamakan “taqorrub ilallaah”. tujuan hidup kita bukanlah Allah. tapi kenapa hidup kita jauh dari berkualitas? Jawabannya ternyata. kita kembalikan lagi. perjalanan ikhtiar kita mencapai keinginan. kita akan letih dibuatnya. Lupakan keinginan kita. tau-tau dah nyampe. kita belajar meyakini. yaitu Allah. membaik dan menjadi kawan. Pemilik Segala Solusi. Saya orang yang tidak mau memakai ukuran dunia. Namun sesuatu yang pasti. Hanya DIA. pun hidup kita akan sepi dengan sendirinya dari masalah-masalah yang memenjarakan kita punya hidup. Saya orang yang tidak percaya bahwa seseorang yang menapaki kesuksesan . mendekatkan diri kepada Allah. Dan ini lebih mahal dari apapun di dunia ini. Sadar-sadar. Semakin kita meluangkan waktu untuk Allah. Sesiapa yang menjalankan dengan hati. Boleh jadi di antara saudara yang melakukan ibadah-ibadah mengaku belum ada tanda-tanda masalahnya bisa selesai. bahwa ubahlah haluan hidup kita. Insya Allah. Ketika seseorang berhutang misalnya. insya Allah --sering saya bilang – Allah akan berikan kenikmatan “lupa bahwa diri kita sedang bermasalah”. maka hal aneh yang akan terjadi. pertolongan Allah bakal datang juga kepada kita. apabila kehidupannya rapuh. Tujuan kita. Kita kejarlah Allah. Ya. Allah akan berikan kepadanya. sudah ia dapatkan. kalaulah sampe kita-kita ini bermasalah hidup di dunia ini. Menagih tetap menagih. Yaitu Allah. ga apa-apa juga. ketenangan yang luar biasa. Dunia seringkali merenggut hidup kita. Yakni. Bukan yang lain. Allah. lalu masalah kita itu bisa mengantarkan kita menjadi mengingat Allah. Bagi jamaah peserta kuliah. kerja cerdas udah. Dia akan menyediakan jawaban-jawaban-Nya untuk kita.

Lebih bahaya kalau kita sering telat shalat sejak akil baligh. Sedari malam pun kita jejak. 4. lalu kita masih korbankan pagi kita. kita telat 10 jam. jadilah motor penggerak bagi sekeliling untuk sama-sama shalat menghadap Allah. pastilah kita akan semakin jauh dari Allah subhaanahuu wata’aala. maka kita akan kalah 10 jam. Kalau kita semua tidak segera mengubah haluan hidup kita. Tinggalkanlah semua urusan jual beli. Waktunya shalat nanti. Jangan mudah meninggalkan qabliyah ba’diyah. Wajar saja kita mundur di dunia ini. tapi shalat tiada mau bertambah. Maha Pengasih benar Allah. terlalu jauh kita memutar kemudi untuk kembali di tracknya. anak buah. urusan perniagaan. Bila shalat tidak tepat waktu. Yakinkah semuanya bahwa Allah itu lebih penting dari semua urusan dunia. barangkali konversiannya bisa 10-20 tahunan. 40 bulan itu 4 tahunan. Dalam satu bulan. Ibarat orang yang adu lari. Tapi karena Rahman Rahim Allah lah.direksi memang kita sandang. kesehatan kita. 300 jam. . meninggalkan puasa. pekerjaan. Berikut ini tips untuk saya dan untuk kita semua: 1. Subhaanallaah. meninggalkan berhaji hanya gara-gara tidak siap. atau ditambah lagi dengan dosa-dosa dan maksiat. masih bisa tersenyum. Contoh. dan Maha Pemaaf. tapi sempatkanlah diri kita untuk bisa shalat dhuha dan baca al Qur’an. urusan dunia. sebab langkah kita. barang seayat dua ayat. kita sering ketinggalan shalat ashar di jam 5 sore. kita susah tuh selama itu. Biasakanlah untuk memulai pagi dengan shalat dhuha dan membaca al Qur’an. maka dalam sehari. kalau sedang dianugerahi usaha. Dunia diurus ga ada habisnya. berarti kita akan kalah 40 bulan. Rizki kita mau bertambah. Bisa dibayangkan betapa kalahnya kita mengejar dunia bila kita sering telat shalat dalam 12 bulan. Sibuk. Menjelang tidur. Belom lagi kalo dihitung meninggalkan shalat. atau karunia-karunia lain. Kebanyakan atau keseringan meninggalkan qabliyah ba’diyah. wuah. Itu berarti ketinggalan kurang lebih 150 harian ngitung gampangnya. Tinggalkan itu semua untuk segera shalat menghadap Allah. Tapi kita harus bisa mengendalikan diri. Kesibukan ga ada habisnya. harus lebih penting buat kita daripada yang lain. 2. ya sibuk. kita masih bisa tertawa. tapi di urusan shalat menjadi yang paling belakang. dan akil baligh dihitung dari umur 10 tahun. telat 4 tahunan. harusnya. keluarga. 3. perusahaan. Katakanlah umur kita saat ini 30 tahun. akan menyebabkan kita menjadi orang-orang yang jauh rizki dan tidak bertambah rizki. urusan pekerjaan. Shalatlah tepat waktu. Kita boleh bilang bahwa keluarlah dari rumah sepagi mungkin. Namun saya akan menambahkan. Shalat 5 waktu. Bayangkan. shalatlah. 150 harian itu sama dengan ketinggalan 4 bulanan. masih bisa makan minum enak. tapi tarohannya mahal sekali. berwudhulah. Kalo bisa. perbanyak zikir dan istighfar kepada Allah. kesenangan kita. Bikin doyan diri dengan shalat sunnah qabliyah ba’diyah. Berarti kan 2 jam telatnya? Katakanlah 5 shalat waktu dikali telat 2 jam. dan yang paling mahal dirampas adalah waktu untuk kebersamaan kita dengan Allah. Jangan bangga menjadi yang terdepan. 300 jam itu lebih kurangnya 12-13 hari. Inilah tauhid. dunia tidak akan pernah cukup buat kita.

sampe ketemu lagi di esai berikutnya. Kejar ketertinggalan dengan amal saleh. berapa lama lagi? Ukuran normalnya ya 10 tahunan lagi. Bedanya berapa jam tuh? Lihat penjelasan perihal hitung-hitungan kalau shalat kita telat. Di antaranya Innii ufawwidhu amrii ilallaah. Jadilah bahagian dari orang-orang yang ikut ngumpul bersama orang-orang yang senangnya beramal saleh. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Memberi Perintah Kepada Allah KDW0111 Seri-11 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak . Jangan lupa. Kalau perjalanan kita dihitung dari jam 3 dinihari waktu tahajjud bagaimana? Maka ia menyumbang perjalanan kemunduran kita lebih kurang sebanyak 2 jam setengah dikali 30 hari dalam sebulan. harus hilang. dan dikali berapa umur akil baligh kita. Masya Allah. udah 4 tahunan. maka itu berarti kemunduran buat kita. Akhirnya. Insya Allah. Dan biasanya perjalanan kedua akan lebih berat lagi. panjang bener garis hidup kita melencengnya! Ini belom dihitung bulak beloknya kita ketika kita hidup. Insya Allah kita akan belajar sedikit “meninggalkan dunia”. dengan satu kecemasan di hati dan pikiran kita bahwa kalau kita tidak bangun malam. Melenceng malah. adakalanya kita mengikuti syetan. Ada seorang manajer yang hidupnya udah lempeng. Cari jalan-jalan yang bisa kita kemudian tercatat sebagai orang-orang yang beramal saleh. dikali 12 bulan dalam setahun. Tapi kemudian dia tergoda memperkaya diri. Dan di saat bangun malam inilah sesungguhnya titik 0 hidup kita dimulai. berbuat kebaikan. Doa menjelang tidur kan begitu. Bila langkah dalam hidup ini dimulai dari shalat shubuh jam 05. 5. aku menyerahkan sepenuh-penuhnya segala urusan kepada Allah.30. maka hidup kita akan payah di siang harinya ketika kita bekerja dan berusaha. Kalau perlu. Kita bangun malahlah. Adakalanya kita menuruti hawa nafsu. kita balik lagi kembali ke Allah dan mengembalikan semua urusan kepada Allah. Tambah panjang tuh. Kalau kemudian ia harus meniti karir lagi untuk sampai ke jenjangnya. Ok. sebagaimana kita mengincar waktu sahur takuttakut kita kepayahan di siang harinya ketika kita berpuasa. tapi tetap mendapatkannya. Niatkan bangun malam. 6. utamanya kalau tetap Allah tidak ridha. Saya sering mengilustrasikan begini. jadilah kepala lokomotif yang membawa gerbong kebaikan. Ibarat jalan. Bingung kan? Ya.Ingat-ingat dosa. besok saja jawabannya. Agar kekejar itu ketertinggalan selama hidup kita haluannya ga bener. jabatan manajer yang 10 tahunan ia kejar.

Adalah kebohongan adanya buat saya yang mengaku mencari Allah. Harusnya. silahkan renungkan tiga esai yang saya sertakan sebagai bahan kuliah hari ini. kita akan mulai belajar tentang mengenal Allah di dalam kehidupan yang nyata. *** Memberi Perintah Kepada Allah Tidak ada pekerjaan terpenting dalam kehidupan kita kecuali menunggu datangnya shalat. Namun di Kuliah Tauhid ini ditekankan pengenalan secara rasa. tgl 4 September. Juga memberi maslahat bagi lingkungan. Apa yang saya rasa. saya share menjadi bahagian dari esai-esai Kuliah Tauhid. saya juga sudah pindah ke dalam lingkungan Pondok. Hari ini ada mulai banyak tamu yang datang berkunjung ke saya. Insya Allah kajian tentang shalat ada di Kuliah Dasar tersendiri. Apa maksudnya dari kalimat saya ini.Kunjungan Pondok Peserta KuliahOnline yang dirahmati Allah. Semalam. dan menyegerakan shalat. sementara kita tidak berada di tempat. atau sekedar bertamu. Para tetamu juga sudah disediakan ruang-ruang untuk menunggu. mudah-mudahan banyak ragam kegiatan yang bisa diikuti sambil berkunjung ke pondok ini. saya dapat. Mudahmudahan kedatangan para tamu membawa berkah tersendiri bagi pondok dan bagi para tetamu sendiri. . secara psikologi. secara filosofi. sambil menikmati sajian-sajian kegiatan pondok untuk diikuti. Amin. Keberkahan mudah-mudahan mengiringi kita semua. Seiring dengan perkembangan materi. Semoga bisa mendekatkan diri saya dan keluarga ke lingkungan pondok. dan secara apa yang saya alami dan rasakan ketika saya berusaha mengenal Allah. mengikuti Program Kunjungan Pondok ke Pondok Daarul Qur’an. Alhamdulillah saya bisa menyewa/mengontrak rumah Pak RW yang berlokasi persis di pintu masuk Sekolah Daarul Qur’an Internasional (Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an – Daarul Qur’an). Tidak ada pintu belajar mengenal Allah kecuali kita belajar tentang shalat dulu. Baru kemudian saya mempelajari bahagian-bahagian shalat secara detail dengan memohon kepada Allah bimbingan-Nya. Maka sedemikian kerasnya usaha saya untuk berusaha bisa shalat tepat waktu dulu. bahwa Allah datang. Selamat membayangkan kedekatan Saudara dengan Allah manakala Saudara sudah bisa melompat khawatir. Puji syukur kepada Allah. mengenal Allah. tapi kemudian shalat saya payah.

lalu melaksanakan shalat? Atau biasabiasa saja? Kalau Anda tidak segera bergegas menyambut seruan itu. Ketika Allah memanggil. Perintah tunggu ya?” Coba aja lihat. Shalatlah pekerjaan utama kita. Sebagian lagi mendengar. kita masih asyik dengan dunia kita. sedang yang lainnya adalah pekerjaan sambilan. Jadilah Allah “Menunggu” kita. iya ga? *** Perintah “Tunggu” Tidak ada yang lebih penting di dunia ini yang harus kita kerjakan kecuali shalat. Rupanya kita ini memberi satu pengkodean terhadap Allah. “Perintah yang dimaksud. saya sedang melayani pelanggan. berusaha dan mencari dunia. “Tahu ga Ustadz. perintah tunggu…” katanya melanjutkan. Tidak sadar bahwa Allah sudah memanggil kita untuk sujud dan ruku’ menghadap-Nya. Sejak awal bicara. Saya memilih diam. Sebagiannya malah tidak bisa lagi mendengar. Tertutup oleh kesibukannya bekerja.Dalam satu dialog ada yang bertanya kepada saya bahwa tanpa sadar kita sering memberi perintah kepada Allah. Masa Allah disuruh menunggu kita. Yaitu perintah “tunggu” tersebut. Pembicaraan saat itu sedang membicarakan shalat tepat waktu. Yaitu pengkodean perintah “TUNGGU”. tapi tidak bergerak. # Tunggu ya. perintah apa tuh kira-kira?”. lewat muadzdzin. saya memilih belajar saja. saya sedang nyetir. Sungguh tidak ada pantas-pantasnya. “Iya juga. Bener. Saya langsung merespon membenarkan. Luar biasa. kata orang ini. Menikmati nasihat yang sedang datang ke saya. maka ketahuilah kita termasuk yang berkategori memberi perintah kepada Allah. Apa yang terjadi dengan diri Anda ketika Anda mendengar Azan? Apakah langsung bergegas memenuhi panggilan azan tersebut. saya sedang menerima . # Tunggu ya. di hampir di setiap 5 waktu shalat. Perintah “tunggu” kepada Allah ini berarti: # Tunggu ya.

saya sedang nemani klien. ga boleh dia memerintah sersan. Rizki-Nya lah yang selalu kita cari. seorang kopral. dan kebiasaan ketika menghadapi waktu shalat. saya sedang belanja. Bahkan. # Tunggu ya saya sedang merokok. saya sedang rapat. tidak bisa memerintah Jenderal. lalu dia tidak mengangkat tangan tanda hormat. saya sedang dagang nih. # Tunggu ya saya sedang ngajar.tamu. manusia. # Tunggu ya. sungguh dia adalah orang yang tidak mengenal Allah. berani-beraninya kita “memerintah” Allah untuk menunggu kita. malah Allah kita suruh menunggu… *** Siapa sih kita? Sesiapa yang tidak mengusahakan shalat di awal waktu. # Tunggu ya. Lihat saja. saudara-saudaraku yang dirahmati Allah. Dan seterusnya. terjadi. makhluk ciptaan Allah. lantaran ada hubungan yang diizinkan Allah dari hubungan laki-laki dan perempuan yang kemudian terjadilah kita. ini akan jadi masalah buat dia. Diciptakan dari saripati tanah. di luar kebaikan-Nya yang bersifat sunnatullah. . memberi apa yang kita inginkan. Ya. Kita ada. Perintah tunggu inilah yang kita berikan kepada Allah. bagaimana mungkin manusia yang diciptakan dari saripati tanah lalu tibatiba menjadi pembangkang? Menjadi pendurhaka kepada Allah? Tapi ya begitulah. Adzan berkumandang… Allahu akbar. # Tunggu ya. # Tunggu ya. Kita ini emang manusia yang ga tahu diuntung dan ga tahu diri. dan seterusnya. # Tunggu ya. seorang polisi yang berdiri di pinggir jalan. saya sedang bekerja. Allahu akbar… Bukannya kita bergegas menyambut seruan itu. saya sedang di tol. Coba aja berkaca kepada diri sendiri. lalu lewat mobil jenderal. Mayor. Kita ini. # Tunggu ya saya sedang belajar. Hirarki itu. dari sperma. Dan Allah datang di setiap waktu shalat membawa apa yang kita butuhkan. # Tunggu ya saya sedang tidur. # Tunggu ya. Iya kan? Sedangkan. Kita ga kenal siapa kita. # Tunggu ya. saya sedang dalam terburuburu. Pertolongan-Nya lah yang sedang kita butuhkan. kita menjadi manusia. ga boleh memerintah kapten. Sersan. maka secara kesatuan. Makanya Allah menyindir di surah Yaasiin ayat ke-77.

Sebab ga ada pantespantesnya. yang dirindukan pertolonganNya dan bantuan-Nya. Sore tadi saya berbincang-bincang sebelum ashar dengan X. Maksudnya. siapa saya?”. selama Ramadhan ini. dan siapa juga Allah? Terlalu amat sangat jauuuuuuhhhhh hirarki kedudukannya. Masa Raja Diraja. bagaimana mungkin kemudian kita membiarkan Allah menunggu kita. Pemberi Karunia. siapa kita. Alhamdulillah. *** Renungkan tiga esai ini dulu ya sebagai bahan kuliah hari ini. ash-sholaah. Mereka senang-senang. saya yang menyambut Allah. segala sesuatu ada pintunya. Dan pintu supaya bisa mendekatkan diri kepada Allah itu adalah shalat. Insya Allah orang bisa rada selamet soal shalat. wali murid dari santri kami yang bernama Ayu.Nah. Yakni manakala kita berusaha mengenal Allah di saat Allah datang saja dulu di waktu shalat. ilmu tauhid kita itu nyata. tanya. lalu jadi yang menunggu saya? Emangnya. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Dapat Apa Dari Dunia…? KDW0112 Seri 12 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Daarul Qur’an Method Kita sering habis-habisan berbuat untuk sesuatu yang justru akan kita tinggal. untuk menunggu kita? Astaghfirullah. . atau kita memberikan perintah tunggu kepada-Nya. Pesantren punya kegiatan buka puasa dan tarawih keliling ke wali-wali santri. Likulli syai-in baabun. sering kita tidak sungguh-sungguh. Lah. Kalo bisa. “Jangan sampe Allah menunggu saya. sekarang. yang dinikmati rizki-Nya. Kepada Allah kita berharap sejak ini TAUHID kita BUNYI. ketika bisa berpikir begini. Wa baabut taqorrub ilallaahi. berpengaruh ke kehidupan kita. Sedang untuk sesuatu yang bakal abadi.

ketika azan ashar. Istirahat. Saya menceritakan kepada beliau. Nah. sebentar lagi ashar kan? Kata saya. Sampe sini. hanya harus tahu kapan kita bekerja. Saya masih harus ikut memimpin tarawih 1 juzan. kapan ustadz ada waktunya? Saya bilang. Pak X ini bertanya kepada saya.00-05. Insya Allah kalo visi misi nya sudah sama. yang bisa mengikuti tarawih 1 juzan ini (tidak semua mushalla berkenan. kenapa saya tidak wajibkan saja para wali santri mengikuti KuliahOnline ini. ketika Ustadz bilang. Sementara ia punya usaha pabrikan rumahan pembuat mesin pengering nangka dan pisang. Dan kegiatan tarawih 1 juz 1 malam tetap bisa berlangsung. maafkan saya ya. Ia bantu kyai ini. betul. Pak X ini rupanya juga peserta KuliahOnline Wisatahati. Bagus malah. Saya tanya. Saya baru sadar. Tidak sungguhsungguh meninggalkan dunia. statement Ustadz menarik juga tuh. malah tumbang beneran. kan kerja juga ibadah? Iya. Tumbang juga. Masya Allah. Yakni di kediaman tuan rumah. Satu hari ia berkhidmat kepada agama. mengingat stamina jamaahnya yang belum tentu sanggup mengikuti tarawih begini). habis shubuh.30. Tambah senang lagi mereka bahwa saya menyatakan saya pun bisa mendampingi. Tapi jangan sampe meninggalkan dan melalaikan ibadah mahdhoh (wajib) nya. ia amanahkan sebaik-baiknya tokonya ini kepada anak buah dan saudaranya. tapi tetap mendapatkannya?! Bagaimana tuh caranya? Begini. Tokonya ia atur sebaik-baiknya sebelum ia meninggalkannya. Itulah yang dimaksud belajar meninggalkan dunia sekaligus mendapatkannya. atau malah di pesantren mah sebelum ashar. habis siaran langsung di TPI jam 05. oh iya ya. Ini kan sama juga dengan saya mengisi ruh. hati dan pikiran para wali santri. Ia aturkan karyawankaryawannya. Dia memilih khuruj (keluar 3 hari sampe 40 hari) ala jamaah tabligh. ada yang mengatakan. ia temani kyai ini keliling daerah.Sudah mah bisa melihat anaknya pulang. statement yang mana? Kalimat yang mana? Itu. bahwa materi besok (hari ini). adalah bagaimana kita meninggalkan dunia. Ada seseorang yang berkhidmat kepada seorang kyai. hatinya juga sama-sama tesambung ke Allah. Saya pikir. Dia mengaku. insya Allah saya sempatkan. atau di mushalla/masjid di sana. besok saja (tadi pagi maksudnya). Saya senang sekali. Perubahan bermodalkan ridha Allah. Nah. Untuk menuju Allah. bahwa saya punya kawan yang buka toko sepatu. Hari ini saya terlambat mengupload sebab alhamdulillah saya dikasih “ga enak badan”. mereka bisa kedatangan kawan-kawan dari anak-anaknya dan para dewan guru pesantren. kapan kita beribadah kepada Allah. Biasanya dia hanya mampu menjualkan 1-2 mesin saja . beliau bilang. toko sepatunya malah mendapatkan hasil lebih. bangun-bangun jam 11! Alhamdulillahnya udah sempet dhuha waktu menginspeksi anakanak santri di Pesantren. Pak X ini juga bertanya tentang materi. kita sudah harus meninggalkan dunia kita. dan kemudian saya diamanahkan Allah beberapa kegiatan. maka ini akan mempermudah perjalanan menuju perubahan yang dikehendaki. eh.

Ntar malem ba’da tarawih saya lanjutkan lagi. dan klien-kliennya malah disuruh nunggu! Katanya. pasti dia orang jujur. mencoba untuk hidup mementingkan Allah. bahwa dia disiplin dengan waktu audiensi bersama Tuhannya. kalau berkenan menunggu. bahwa kalau memang sudah bulat. Dia sudah perhatian sama Tuhannya. Apa sebab? Allah menanggung hidupnya. Seorang pengusaha makanan. bahwa tuh bule merasa ga usah lagi harus diperpanjang masa diskusinya. Ia lalu menjadi memegang prinsip bahwa Allah itu segala-galanya. Orang-orang kampung yang diajarnya digerakkan Allah untuk memberikan sebagian hasil panen penduduk kepada dia. Malah katanya lebih hingga bisa dijual untuk bisa membelikan sesuatu buat istri. per bulan! Seorang anak muda datang bersama istri dan keluarganya. Saya menyebutnya DAARUL QUR’AN METHOD. *** Setelah buka puasa. Dan benar saja. Biasanya ia ajarkan agar karyawannya sigap-sigap mencari dan melayani pelanggannya. Batalkah? Tidak. bule kini percaya sama dirinya. Bergaji saja engga bisa hidup pas-pasan (nombok). syaratnya jangan mengeluh. Panggilan hatinya kuat sekali untuk berdakwah. ya baiknya kita re-schedule jadwal yang nabrak waktu shalat. Allah akan mengaruniakan sesuatu yang lebih. Si bule ini mempersilahkan dia mem-break. Minta nasihat agar dikuatkan mentalnya untuk jadi ustadz di pedalaman. sudah azan maghrib. apalagi kalo sampe ga punya gaji sama sekali. hidupnya lebih punya sekarang ini. Dan inilah DAARUL QUR’AN METHOD. Satu tahun kemudian ia bercerita. begitu kata bule ini meyakinkan. alhamdulillah saya lihat ada waktu sebelum . Saya buka puasa dulu ya. Katanya. Gajinya 800rb. masih ada bonus-bonus dan tunjangan ini itu. Tapi apa yang terjadi? Setelah ia berkenalan dengan ilmu tauhid. Masya Allah kan? Seorang pemasar di bidang konstruksi. Rapat-rapat ia beritahu bahwa ia harus break 10 menit sebelum azan. Dan bule ini masih menambahkan. saya senang sekali. Ini dia mengaku dia bisa menghasilkan sampai 5 mesin. ada satu klien. dan punya hutang. Karenanya ia pamit untuk kemudian menjadi dai pedalaman. Pemasar konstruksi ini bercerita. ia berkeinginan mempraktekkan ketauhidannya ini di lingkup usahanya. Tapi kalau ga berkenan menunggu. untuk dipilih yang tidak nabrak waktu shalat. Mengapa? Katanya. sekaligus jadi beban pemikiran istri dan orang tuanya. Lalu apa yang terjadi? Meeting dicukupkan sampe waktu break saja. Tapi itu pun seringnya nombok.per bulan. Niatan ini lumayan disetujui. pasti pekerjaan-pekerjaan yang dipercayakan kepadanya pun akan juga disiplin. mengubah kebiasaan (culture) perusahaannya. Eh. Ia selama ini kerja di pabrik. yang direksinya itu “bule”. pernah kejadian. Bulan pertama saja. Saya perkuat hatinya. shalat berjamaah. gaji sebesar 50rb per bulan dari lembaga dakwah yang menaungi perjalanannya ini malahan utuh. anak dan orang tuanya. Tapi keluarganya bingung. sebab ga mungkin di-re-schedule. Apa yang diterapkan oleh si pengusaha yang diceritakan ini adalah metodenya Daarul Qur’an. Insya Allah.

Sementara jam masuknya. sudah materi baru. rajin shalat-shalat sunnah. *** Dapat Apa Dari Dunia…? Dunia harus dikejar. Saya sampe merapat ke pesantren. Biarlah santri-santri tidak menjadi santri yang pintar. diperdengarkan bacaan-bacaan al Qur’an. kata dia. Masya Allah. di pesantren. subhaanallaah. diberlakukan. tamu-tamu yang datang harus ditanya sama sekuriti pintu gerbang pabrik/kantor. indahnya. Kalau perlu. Laporan satu demi satu berdatangan tentang perubahan. Besok. kenapa juga ga dibawa ke Allah. Diusahakan diberlakukan. Untuk apa? Rupanya ia meminta karyawan-karyawatinya shalat dhuha dulu dan membaca al Qur’an 1-5 ayat! Dan ini ia wajibkan. bahwa Pemilik Rizki selama ini ia abaikan. Ia beritahu pelanggannya bahwa yang muslim. Ah. “Sudah shalat dhuha belum?”. ngontrak/nyewa rumah di depan pesantren. Baiklah. Nah. Terutama ketenangan. Lah. yang kayak gini-gini. kan ga bisa shalat dan ngaji yang haidh? Ya. Sebelum azan. Harus lebih banyak yang ke mushalla malahan. agar bisa ngontrol yang begini gini. Lanjut ya? Pengusaha makanan ini malah meminta karyawan-karyawannya menunda buka toko sekitar 20 menit dari jadual. asal ia bisa shalat tepat waktu. Alhamdulillah. senang berdoa dan mendoakan. Alhamdulillah. Saya juga pengen tuh ngembangin usaha yang absen pertamanya adalah dhuha dan baca al Qur’an. Supaya bisa diupload malam ini juga dan dibaca. saya lanjutkan tanpa menunggu tarawih. Namun akhirat juga harus . Syukur-syukur bisa setoran hafalan al Qur’an. tetap harus ada di tengah-tengah barisan yang mengingat Allah! Dia mau belajar dari kesalahannya selama ini. bukan “Mau ketemu siapa?”. Karena di sini kita hidup. bukan pesantren namanya kalau santri-santrinya tidak pintar.isya-an dan tarawih. Mumpung pasti didengar seruannya. ringan bangun malam dan puasapuasa sunnah. Tanpa kecuali yang haidh. terdengar alunan suara merdu ajakan shalat. Dan ia dititipkan karyawan. Ucapan ini hanya untuk menunjukkan betapa kesalehan dan tahu Allah itu lebih penting dari segalanya. dan menjelang pulang. tetap. Pas zuhur. Tentu saja. ia suruh bergantian melayani pelanggannya. Melainkan Allah lah yang segalanya. dan cara pandang terhadap dunia yang tidak lagi segalanya. bisa shalat zuhur dulu sambil menunggu makanan datang. Daarul Qur’an Method ini sudah mulai diadopsi oleh banyak perusahaan.

dan menemplatenya. Mereka pun sering kehilangan kita. kayak ga punya agama. Sibuk dengan urusannya. nyatanya orang tuanya di kampung sana. Tidak sedikit juga pengusaha yang susah payah membangun rumah super mewahnya. ada yang meninggalkan hutang. atau bahkan pembantu. Kalo dijawab untuk orang tuanya. justru banyak yang tidak berpenghuni. Ada bintang-bintang yang begitu populer. Dia di mana. Punya orang tua. Dunia tetap berputar.diperhatikan. alhamdulillah. Ga kesulitan. . Punya mobil lebih dari satu. Sementara. Makan. Orang tuanya juga merasa percuma kalo maen ke rumah tersebut. Ada yang begini ada yang begitu. kayak ga punya tetangga. Rumah yang luar biasa ia bangun pun kalo ditanya dibangun untuk siapa? Ia kelak tidak mengerti juga jawabannya. Mati. Melainkan hanya penyewa. Tapi kita kehilangan mereka nantinya. Dikasih apa kita ini sama dunia? Belum meninggal aja. Kekayaan yang dinikmati adalah yang di atas kertas. punya agama. dikasih duit pula tuh pembantu dan ditanggung semua hajat dan keperluannya. Begitu gagahnya. tidak sedikit orang-orang kaya yang tidak bisa menikmati kekayaannya. dan kebersihan serta keamanan. nyatanya anak-anaknya studi di luar kota dan di luar negeri. tentang “dunia”. Punya tetangga. Dia di mana. sesungguhnya sudah saya siapkan dari jauh-jauh hari sebelum Kuliah Tauhid ini dirilis. saya sering berpikir. Kalo dijawab buat anakanaknya. keluarga di mana. Coba aja baca bait-bait tulisan di dalam buku ini. tapi kehidupannya banyak yang mati lampu. masih. kayak ga punya orang tua. Jadi. Ada tulisan saya yang berjudul: punya suami kayak ga punya suami. Bukan kekayaan yang sesungguhnya. Di banyak blok perumahan mewah. Di usia saya yang kata orang masih muda ini. Punya saudara kayak ga punya saudara. Inilah doa dan ajaran keseimbangan hidup yang diajarkan Rasulullah. Akhirakhirnya. Kaya iya. yang dipake tetep satu. sebab memang tidak ada siapa-siapa. Tulisan berikut ini. disorot layar kaca duduk di kursi tersangka. tapi kualitas hidupnya? Layak dipertanyakan kalau ia menyempatkan diri merenung. Tidur tidak bersama keluarga. Bener sih istri make mobil. kita ini ga dikasih apa-apa. Ada yang berpenghuni. dunia malah menjadikannya duduk di kursi pesakitan. tapi ia betul-betul sudah tinggal di penjara. Merasa populer. keluarga di mana. Punya kawan. listrik. Punya istri kayak ga punya istri. lalu tenggelam berakhir masa kepopulerannya. tidak bersama keluarga. kayak ga punya kawan. Populer sudah tidak. Termasuk urusan-urusan air. Sungguhpun penjara ia bisa sulap menjadi ruangan super mewah. ya tetap saja penjara namanya. namun bukan penghuni asli. Sebab di sanalah tempat kita kembali. anak-anak make mobil. Bareng dengan saya mempersiapkan ragam tulisan materi kuliah yang lain. Saya tinggal memeriksa ulang saja. Punya anak kayak ga punya anak. Peserta KuliahOnline yang saya sayangi. Sudah mah nempatin gratis.

Kalo kamar yang itupun ada yang sewa. Sebab kamar-kamarnya disewain semua. Kemudian sehatin. dapat apa situ dari dunia? Gaji situ buat apa? Wong buat kebutuhan situ aja kurang? Lalu ia jawablah pake kata hatinya. Setelah berputar. Bahkan cenderung di kamar yang paling jelek. Habis itu jual. kita tidak akan dapat apa2. kalo kekayaan itu ada di tangan orang soleh. Dan utamanya. Jangan sampai mencintai Allah hanya di mulut saja. Punya uang. mata saya ini koq ya merasa “bukan itu yang harus kita cari”. manfaat. Banyak-banyak berbuat kebaikan. Bukan jawaban orang lain. Hasil penjualannya untuk membantu pesantren-pesantren dah. Lihat. Sekarang baru jalan 8 tahun. rata-rata kredit. Kejar juga akhirat. Barang-barang di rumah ini. Saya berjuang untuk rumah yang sesungguhnya saya tidak tahu apakah kalau saya meninggal nanti rumah ini udah lunas atau belum. Ia sewakan untuk orangorang asing. subhaanallaah. Motor juga begitu. Makanya Allah dan Rasul-Nya mengajarkan.Adduh. Ada seorang karyawan yang kalo saya tanya. Kata yang paling jujur yang pernah ia dengar. Tahukah saudara. beli-beliin dah perusahaan-perusahaan sakit. kemudian belanjakan dah buat orang susah. Apa katanya? Iya juga. KPR nya. perbaiki cara kita beribadah. Ada kawan yang membangun hotel.. Rumah mewah banyak dibangun oleh dia supaya duitnya berputar. dunia bahkan mengambil semuanya. Apanya yang senang? Cuma perasaannya saja.. saya turunin sedikit tempo nya. Coba aja lihat 2 tulisan berikut ini. Dan itulah jawabannya sendiri. Mobil yang saya dapatkan pun. Dapet uang. ia memilih tinggal di rumah di belakang hotel yang ia sewa dari penduduk dengan bayar tahunan! Ini kan gendeng. hasilnya ia bikin untuk lebih menggerakkan ekonomi syariah di kampungnya. . Mantab. Tapi. kredit. 15 tahun. maka sungguh. Atau cuma katanya saja. Sedang kematian tidak ada yang tahu. Saya barangkali terlalu sentimentil ya? Tapi baiklah. Subhaanallaah. Sesungguhnya kita tidak mencintai Allah melainkan mencintai dunia. dengan memperhatikan amal saleh yang menjadi bekal menghadap Allah. dan ia sekalian tinggal di situ. ada yang dari kartu kredit. Ada yang kredit memang barangnya. buat kemudian diberdayakan uangnya. Mobil dia beliin yang banyak. jangan hanya mengejar dunia. Itulah barangkali yang disebut dengan kesenangan yang menipu. Saya tidak mendapatkan apa-apa. *** Karyawan Masih seputar dapet apa dari dunia? Jika kita memburu hanya dunia. di kamar mana ia tinggal? Di kamar yang biasa saja.

Tapi kalau selama dia kerja. jangan lupakan asuransi akhirat dengan shalat dan sedekah. emang. (+) Wah. lunas. Tapi orang tuanya mohon-mohon agar ia jual rumahnya untuk membantu adiknya. gila kan? Capecape kita kemudian bayar angsuran rumah. Orang tuanya lalu bilang. lalu disita. untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Dunia. Manalah kita tega. Itu kan bukan sebab dia. (+) Emang pegimana? (-) Begini. Mana lah jahat? Daripada diazabnya nanti di akhirat? Kan repot. Di situ kemudian menjadi peluang dunia industri asuransi. Dan insya Allah itu adalah kebaikan dari Allah. Kita juallah rumah kita. hanya agar jangan satu atap dengan orang tua. Sebab adiknya. Tapi Allah dan seluruh amal kita. Ternyata tidak. Ada yang bilang. Sebut saja. berantakan. itu namanya ujian dari Allah. tinggallah dulu di rumahnya beliau. akhirnya ngontrak-ngontrak juga. Namun. Ya begitu dah dunia. ga bakal hilang. Rumah. tidak lagi terbayar. Ada asuransi ini ada asuransi itu. Banyak kemudian karyawan-karyawan yang terjebak oleh hutang yang tidak terbayar dan akhirnya bener-bener ga punya apaapa. harus dijual kembali dengan harga murah. (+) Hei. Lalu dia? Dapat apa? Ga dapat apa-apa. Kalau ketika dia bekerja. Tidak sedikit dari mereka yang kemudian setelah semua aset yang dibelinya dengan acar berhutang. . Maka kemudian seluruh rencana keuangan. bakal hilang. Rupanya selama ini ia hidup untuk bank di mana ia kredit rumah.Begitu katanya. dan kemudian kita mengontrak. dia tidak ingat sama Allah. adiknya masuk penjara sebab satu hutang. lalu Allah ambil serta merta dengan caracara yang tidak pernah ia duga sebelumnya. kalo gitu jahat ya Allah? (-) Ya. tidak. Allah tungguin apa yang dia kumpulin itu benar-benar lunas. sakit 4-5 bulan. Mobil dan motor lalu ditarik leasing. Coba aja kalau dia sakit agak panjang. fine. Ok. Dapat apa dia? Semula ia berpikir ia sudah mencapai banyak hal. kenapa engkau wahai ustadz menyalahkan dia? Bukankah dia membantu orang tua dan adiknya? (-) Kelihatannya sih begitu. Lalu ia di-PHK. Ia hidup untuk bayar kartu kredit yang ga lunaslunas. ikut aja. maka sesungguhnya Allah mengazabnya. Misal. Sebab ternyata satu dua hal yang tidak terprediksi sebelumnya. dia ga lupa sama Allah. (+) Koq kelihatannya? (-) Ya. Lihat. Ia hidup untuk bayar leasing yang membengkakkan harga motor dan mobilnya sekian kali lipat.

istilahnya. Diburu. tapi untuk Allah. Esai besok kita mulai menukik bicara tentang shalat dan kualitas shalat kita. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Romantisme Bertauhid KDW0113 Seri 13 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Pesantren Online . Ah. Berturut-turut kita juga akan bicara tentang doa. al Qur’an dan al Hadits. itu tahu. maka sesungguhnya azab Allah teramat pedih. maka akan Aku tambah nikmat-Ku padamu. Dia menyerahkan dirinya. malah memerangkap. Insya Allah. (+) Oh. Mudah-mudahan ada yang terbuka mata hatinya. Masa kemudian sama Allah malah mengurangi waktu. Bila selama ini hidup untuk dunia. Dunia dipegang. Didekap. Lihat lagi. Tapi kalau kalian tidak bersyukur. Masih kelihatan sentimentil ya? “Nanti malah menghalangi orang mencari dunia loh. Banyak-banyak beramal saleh. termasuk firman-Nya ya: Bersyukurlah kamu.” begitu kata sebahagiannya yang lain. Sesunguhnya dia tidak pernah menyerahkan dirinya. ya sama saja dengan tidak menghargai Allah. Kemudian. Dikejar. Dilayani. sebab itu yang lebih kekal. sedekah seribu. Ia jadikan dunia sebagai sarana ibadah kepada Pemilik Dunia. masih seribu. (-) Nah. setelah kerja. maka shalatnya seperti apa? Kalo shalatnya sering di akhir waktu. Yang Punya Dunia. malah maju memukul. hidupnya di dunia. dia berontak. biar saja. Makanya Allah menasihati untuk jangan tertipu urusan dunia. kalau begitu. Sedang sama dunia. malah menendang.(+) Ukurannya apaan? (-) Shalat ga dia? Kalau dia jawab: shalat. Ya begitu tuh dunia. ditambah terus jam untuk mencarinya. Dunia hanya mempermainkan manusia. Kita kan disuruh syukur. malah memerintah. sedekahnya gimana? Sebelum kerja. tapi dunia itu menipu. hingga kemudian ke definisidefinisi tauhid berdasarkan kitab-kitab. Kini. Ini kan tidak bersyukur disebutnya.

Namun. tidak kurang saya pun suka terbersit rasa kesal. Itu yang menyebabkan kita tidak menyambut kedatangan-Nya. Artinya. Datang dengan segala karunia-Nya. agar tidak jadi hambatan bagi perjalanan . Oleh bagian produksi saya diminta untuk menyinggung soal KuliahOnline. Saya berusaha menggiring peserta untuk hanya melihat. maka dia dapet juga pahala kebaikannya. Sebutan Pesantren Online ini sungguh menggoda. Beruntunglah orang-orang yang tahu bahwa Allah itu selalu datang. hanya bedanya ia bersifat maya. pun ia dapatkan. Yang demikian itu. koq malah ga ada?” begitu saya berpikir. Entahlah. Saya tidak menganggap supir saya ini lebih rendah dari saya. ketika saya tidak mendapati supir saya tepat waktu. Tema nya: Pesantren Kilat. bahwa salah satu kesibukan saya adalah menggawangi Pesantren Online. “Bagaimana sih? Udah tahu mau jalan. Allah karuniakan saya supir. tidak perlu dikaitkan dengan momen Ramadhan saja. Untuk kemudahan berkendaraan. dan mengikuti sesi Kuliah Tauhid ini saja dulu. Insya Allah kita akan coba buatkan tim khusus yang merriset dan kemudian merilis Pesantren Online ini. tanggal 6 September 2008 saya diundang menjadi tamu dalam acara Apa Khabar Indonesia edisi akhir pekan. bahwa kemana saya ceramah. *** Supir Saya Kita tidak mengenal Allah. agar dia standby langsung di depan lobi satu tempat. Apa kesibukan Ustadz di bulan Ramadhan ini? Tanya pembawa acaranya. Dan saya sudah wantiwanti dengan sangat. Malah saya seringkali membesarkan hatinya. Saya jawab. Di satu waktu. dan lebih tidak lagi di shalat tahajjud. datang dengan segala pertolongan-Nya. biar saja ide Pesantren Online ini terus kemudian bergulir hingga ia menjadi mirip seperti pesantren pada umumnya.Pagi ini. Dan rasanya. Asal dia mau membaca basmallah dan berdoa agar amalan ceramah saya. tidak di shalat fardhu. saya memberitahu supir saya. tapi sebutan ini langsung direspon oleh pemirsa yang melihat. sebab sudah akan jalan lagi ke tempat yang lain. Bagaimana dengan Peserta semua? Berkenan memberi tanggapan? Tapi saya berusaha tetap konsisten.

masalahmasalah kalau datang cepat selesainya. rasanya hidup kita akan didahulukan ketimbang orang-orang yang selalu telat datangnya. Lebih lagi saya tidak mampu membayangkan jika saya lah yang menjadi supir buat majikan saya. . Ya. Subhaanallaah. Karena saya tidak bisa menunggu lebih lama. ketika saya perlu dia. namun. Tuhan kita? Disebut siap siaga bila kita selalu stel panca indera kita. ga perlu mengantri ketika saat shalat datang. bahwa selama ini saya sering mengecewakan Allah. Yang Maha Perkasa. sampe. *** Romantisme Bertauhid Allah. apa yang saya akan lakukan terhadap supir saya itu. hajat kalau ada bisa Allah segerakan pencapaiannya. Makin cepat kita datang kepada Allah. mencari taksi. Tapi apa boleh buat. Saya tutup telponnya dan saya segera mencari taxi. Sebelum taxi yang saya pesan. menjadi weker. Sekarang saya sadar. andai yang mengucapkan kalimat: “Tunggu ya Pak!”. Dan dia saya suruh pulang. kita jarang mementingkannya. Lebih konyol lagi kalo dia bilang.saya. Begitu saya telpon. katanya sedang ngantar saudara saya ke depan jalan utama. Begitu saya keluar. silahkan saja naik taxi ya. dia lalu mengatakan itu. Selama ini kita menyadari bahwa sama yang namanya shalat. Kita. saya tidak dapat membayangkan. Lalu kenapa kita tidak pernah siap siaga untuk Allah. Saya harus selalu standby buat majikan saya. menyambut Allah. Dan sekarang saya membiarkan Allah menunggu saya… Saya tidak dapat membayangkan. Wuih. kepada keluarga saya. Jadi. kita lalu menjadi manusiamanusia yang kehilangan momen berharga bertemu dengan Pemilik Dunia ini. doa-doa kita pun akan semakin cepat dikabul. selalu mendatangi kita. kepada semua manusia. atau alarm. Selalu waspada setiap waktu shalat datang. DIA selalu hadir di kehidupan kita. Tuhan saya yang sudah demikian baik kepada saya. dia tidak ada. dengan Kasih Sayang-Nya. untuk diri kita sendiri. Saya marah. Pak. bersabar rasanya lebih baik. kalo ga sabar. saya bilang sama dia. Makin kita bergegas menuju Allah. Namun saya tidak mau berlama-lama lagi. Lantaran tidak mengenal-Nya. Tapi rupanya dia tidak mengindahkan. supir saya sudah datang dan meminta maaf. adalah supir saya. Disambut tidak disambut. saya naik taksi saja juga dah. Saya makan dulu… (???!!!). Syukursyukur bila kita mau menjaga wudhu kita. dilayani tidak dilayani. Ada suara bersalah di ujung seberang HP sana.

Bukan yang sebenarnya. he he he. Ketika saya pedengerkan keluhan saya. Allah turun dengan Malaikat-Malaikat Pengiring-Nya. Bagi yang mengingat masa-masa pergi haji atau umrahnya. saya bercerita kepada yang melebihi sahabat dekat saya. Bertentangan tentu memvisualkan hal-hal seperti ini. Saya seperti raja. Lebih lega lagi saya kalau kemudian mobil itu bersih luar dalem dan wangi. Romantisme bertauhid dengan Allah menjadi sangat nyata buat saya. kalau kemudian ia turun dari mobilnya. jauh sekali dari yang semestinya. Tampil di muka ketika shalat. Asli. Begitu pun ketika masa shalat tahajjud.Masih seputar supir saya. jauh sebelum azan? Bahkan ada yang tidak beranjak dari masjidil haram atau masjidin nabawi. Saya ingin Pencipta saya senang bahwa saya betul-betul mengabdi pada-Nya. dan membangunkan saya dengan penuh Kelembutan dan Kasih Sayang-Nya. Tapi logika ini mau dipakai untuk menunjukkan kesiapan kita dan kesopanan kita terhadap Allah. saya sudah di sini ya Allah. memilih untuk menunggu datangnya waktu shalat yang lain. Allah memasuki masjid dengan Anggun-Nya. Kita kemudian tegakkan shalat-shalat sunnah. Saya perdengarkan keluhan-keluhan saya tentang kejadian-kejadian hidup . Tapi ya. dia sudah standby dengan mobil yang AC nya sudah dingin menyebar ke seluruh kabin mobil. alangkah manisnya bila kemudian ketika saya keluar dari satu tempat. koq bisa ya kalo di tanah suci kita melangkahkan kaki kita ke masjid. Ketika saya terbangun. Candaan iseng. siapkan wewangian khusus untuk menyambut Allah yang kita pakai hanya ketika menghadap-Nya. Subhaanallaah. penuh Wibawa. indahnya… Saya kadang suka iseng membayangkan. ya dengan cara beginilah dulu. Masya Allah. Tapi kita yang menyambut kedatangan Allah. Kalaupun tidak. Ternyata. saya bayangkan bahwa Allah yang membangunkan saya. lalu dengan sopannya membukakan pintu mobil untuk saya. Kita datang sebelum waktu azan… Duh. Syukur-syukur kita mau menyambut Allah dengan pakaian yang lebih bagus ketimbang kita menemui manusia. Begitulah. dengan menyetel ulang jadwal ibadah kita. DIA berada di samping saya. Mestinya. bayangan iseng ini. senang sekali saya bayangkan. Lalu Allah tersenyum kepada saya dan saya katakan. Jangan biarkan lagi kita yang ditunggu Allah. Saya sudah di sini. jangan Allah yang menunggu kita. Sehingga hati ini senang betul mengambil air wudhu untuk tajdiidul wudhu (memperbaharui wudhu). Kita sudah siap siaga sebelum datangnya waktu shalat. Coba diprogram hidup kita. Tambah bangga saya. Tapi inilah saya. Ini kan cerita “alangkah manisnya”. sehari-hari saya tidak demikian. penuh Pesona. lantaran saya sudah di dalam masjid duluan. Kita sudah siap siaga sebelum muadzdzin mengumandangkan azannya. Lalu saya menoleh ketika Allah datang. Saya belum mampu mengabdi banyak. Mari kita sambut Allah.

sedang kecewa. Bicara Keyakinan Bahagia bener saya pagi ini. Saya masuk ke kamar saya.30 malam sebelumnya saya ketemu dengan Haji Amril dan Ibu Amril. Kendalikan perasaan dengan memprogramnya. Dua donatur pondok yang sudah menganggap kami sebagai keluarga mereka dan mereka juga sebagai keluarga kami. Qumii dan Abang Kun. juga dalam keadaan yang sehat. agar Allah hadir di hati saya. sebab jam 10. atau sedang sangat sedih. visualisasi bahwa saya sedang bercengkrama denganNya. padahal saya lihat jam. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Bicara Tauhid. Tapi ya itu. Saya bahagia. Kita berdoa terus agar Allah berkenan memperkenalkan diri-Nya kepada kita dan kita bisa mengenal-Nya. Saya makan roti cane plus kare. Kepada-Nya lah semua urusan dikembalikan. Saya cium Wirda dan saya mendoakan anak-anak saya. adab. pimpinan Shalat Center yang menggerakkan Indonesia untuk shalat khusyu’. Ada ketenangan di wajah-wajah mereka. Pakai bahasa sehari-hari dengan tetap memperhatikan kesantunan. Ustadz . Semoga kita bisa senantiasa menyambut Allah dan bermesra-mesraan denganNya. Sehingga kapanpun. Dalam suasana sentimentil. Semuanya tertidur pulas. Rahasianya barangkali karena hatinya dihadirkan untuk berdioalog dengan Allah. sedang sangat senang. istri saya tertidur dengan pulasnya. Amin. romantisme bertauhid bisa senantiasa kita rasakan. saya usahakan betul. nikmatnya diberi kesehatan. Tidak lupa juga saya doakan para santri. Duh. saya trnyata baru tidur jam 11 malam tadi. Saya bahagia sebab saya pulang jam 00 lewat dalam keadaan saya sehat. detail. Saya kontrol kamar Wirda. Ugh. Bicara Keyakinan KDW0114 Seri 14 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Bicara Tauhid. Hampir jam 01 saya bangun dari tidur yang terasa sudah terlalu lama. Dari awal kami membangun Bulak dan hingga ke Sekolah Internasional ini.yang saya lewati. beliau berdua dan keluarganya menemani kami. pelan-pelan. Muhammad Yusuf al Haafidz. Saya bahagia. bahwa jam 21 sebelumnya saya berangkat ke Ustadz Abu Sangkan. biasanya manusia sanggup bercengkerama dengan Allah. misalnya sedang marah. Dan di sebelahnya tertidur jagoan kecil kami. kesopanan layaknya saya bicara dengan Tuhan Pemilik Alam ini.

Alhamdulillah. Mudah-mudahan saya bisa menemani perjalanan Saudara semua sambil turut pula belajar. di antara percakapan kami adalah tentang Baitullah. Tentang rumah Allah. Barangkali inilah salah satu balasan Allah untuk saya dan keluarga saya. Meskipun jaraknya terasa jauh. anak-anak santri yang saat itu berjadwal buka puasa dan tarawih bareng di kediaman Haji Ramos tampak bahagia sekali. sebab jam 17. selalu saya bacakan doa di tengah-tengah santri. namun ditempuh “hanya” satu jam dari pondok.00 nya kurang lebih. Saya bercanda dengan Fadhil dan beberapa santri kawan Fadhil. Haji Syamsul Ma’arif Surabaya. Pondok Gede. Saya pun bahagia. bisa satu rasa. di bahagian tengahnya. Para santri senang. Saya bahagia saya didoakan di tengah-tengah ribuan jamaahnya yang saat itu hadir di Shalat Center di Jati Makmur. Alhamdulillah. Ada kolam renang yang terkoneksi dengan sekian rumah yang melingkar di Cilegon Residence. Ternyata memang para santri benar bahagia. Saya bahagia. Diimami oleh mertua saya. jam 17. Dan cukup panjang bagi saya Ustadz Abu Sangkan mendoakan saya. Sebab kediaman Haji Ramos ini unique. saya tambah senang lagi melihatnya. begitu mau pulang saya dihadiahinya buku “Spiritual Salah Kaprah”. Alhamdulillah. “Jangan kebetahan ya. saya rasa. *** Sebenarnya banyak lagi kebahagiaan saya yang rasanya kalau saya tulis terus. Saya jalan jam 16. he he he”. pikiran saya. saya sampai di kediaman Haji Ramos. ada satu jamaah yang juga sudah seperti keluarga bagi saya pribadi. Say didoakan Ustadz Abu Sangkan agar lidah saya. hingga saya hampirhampir meneteskan air mata. Saya bahagia. Dan dari beliaulah menjadi wasilah saya ketemu dengan Ustadz Abu Sangkan.15 nya saya bercengkerama dengan beberapa wali santri yang lain yang ternyata turut diundang di acara tersebut. hati saya. setelah sebelumnya menyempatkan berjamaah dengan indah bersama satu dua guru yang tersisa di pondok dan para tukang. Ketapang-Cilegon. orang tua dari Fadhil santri kami. saya . Dan kolam renang itu seperti di tempat pelesir. Bisa berbagi.fenomenal ini salah satu inspirasi saya. bisa share. Saya tiba. Fabi-ayyi aalaa-i robbikumaa tukadzdzibaan. Dan saya manfaatkan untuk istirahat. Saya bahagia menjadi bahagian dari dakwah ini. Saya bahagia. Senang. sehingga menjadi hadiah yang tidak terkatakan buat saya besarnya. Ya. Kesempatan berdialog dengan wali santri adalah sesuatu yang mahal buat saya. menjadi atas nama Allah. nanti lupa balik ke pesantren. gerakan saya. Di sana. nikmat mana lagi yang engkau dustakan? Tanya Allah kepada kita semua. beginilah ketika tamu-tamu saya datang ke pesantren.

kita minta diingatkan oleh Allah. insya Allah juga berangkat. Saya tanya Haji Ramos. Yakni pasang niat untuk bersedekah 7. Panjer duluan. cukup dibantu dengan merajinkan dhuha dan minta sama Allah. Di kediaman Haji Ramos dan di hadapan para wali santri dan santri.5jt. Kemudian tambah dengan doa dan ibadah yang benar. berapa orang anaknya? Beliau menjawab tiga. ya Allah aku sedekahkan 7.5jt itu dikeluarkan sebagai sedekah kita jika kita ingin pergi umrah berlima (asumsi pergi umrah plus oleh-oleh. Insya Allah pasti berangkat dah. Ga kudu 75jt”. sama dengan tujuh puluh lima juta.5jt ini karena-Mu ya Allah. Kalau ga mau bayar yang 3. Berapa? Per bulan “hanya” 800rb saja. pun Allah masih menyediakan cara yang lain.5jt. tahun depan. Disebut hanya perlu 7.5jt saja. misalkan ada dana tabungan sebesar 7. hanya perlu dana 7. Misalnya 4jt.5jt nya lagi. ya bayarkan saja sekarangsekarang ini. 15jt/orang). tapi izinkan berangkatkan saya dan seluruh keluarga saya ke tanah suci. sebesar Rp. dengan kemudahan biaya dari-Mu. Misalkan emas. sekeluarga.5jt andai Allah beri rizki. saya mengajak semua menabung sedekah untuk umrah. sudah terbiasa dengan “hitung-hitungan” sedekah. “Hanya lebih kurang 375rb saja. andai ada rizki 7. ibadah umrah bareng. Ibarat kredit 7. “Bagaimana kalau saya katakan kepada Saudara semua. Jika konsisten menabung dengan hanya 800rb per bulan. Artinya. sebab mereka keluarga besar Daarul Qur’an. sudah akan ada rizki khusus umrah sebesar 75jt. 3. Saya melihat para jamaah dah kaget dengan kalimat saya. Tapi saya katakan. Kalau mau ringan. Gitu doanya. Insya Allah. hasil dari kumpulan tabungan dan jual-jual barang.5jt lagi. maka pada bulan Juni tahun depan. hingga saya juga kepengen bercerita tentang perjalanan religi ke Baitullah. Jika bener-bener tidak punya apa-apa. karena sekarang masih bulan September. jual-jualin beberapa barang di rumah andai tidak ada uang 7.5jt. bahwa untuk berangkat berlima. Bilang sama Allah. Bahkan. Nanti saya pecah-pecah deh tulisan ini terus. Umrah Juli 2009. Lima dikali lima belas juta. maka itu adalah udah diniatkan untuk sedekah. adalah perkalian 10% dari 75jt. Insya Allah berangkat . Jumlah angsurannya akan mengecil. besar.5jt lagi ini dicicil dah selama 9 bulan. Besar ga biaya umrah berlima? Kalau tujuh puluh lima juta rupiah? Dijawab. Kalau mau cepat. DP-in aja berapa. mengisi liburan Juli 2009. Berarti lima. Di mana 7. sedang umrahnya baru Juli tahun depan. atau apa. Sisanya baru dicicil. bersama rombongan besar para santri dan keluarganya. Maka sisanya 3. Cicilan sedekah. Dan memang besar.5jt sekaligus. alias dicukupkan dengan sedekah yang 4jt tadi. Ya. kata saya.5jt. he he he.tidak akan bisa istirahat sampe shubuh. ada 9 bulan kesempatan kita untuk “menabung” untuk “sedekah”.

Lama ya? Ya. Banyak di antara kita yang tidak bisa menjawab panggilan azan. Ok. sebab sekalian bantu-bantu istri yang menyusui dede bayi. Bagi-Nya. 3 Esai ini saya sertakan sebagai lanjutan esai sebelumnya. Tapi lebih dikarenakan dia tidak di dalam masjid/mushalla/tempat shalat. Saya sempetin mijit kakinya istri dulu. shubuh ini sudah masuk juz ke-8. Wong sekedar percaya bahwa Allah akan memberangkatkan umrah di Juli 2009. bukan karena dia tidak mendengar. nyahur. Supaya bisa ngimamin di pondok. Tidak berpengaruh andai keputusan-Nya sudah diturunkan untuk kita berangkat. ini pun menambah kebahagiaan tersendiri. dari kita untuk-Nya. Ini adalah juga bahagian dari implementasi tauhid. lalu istirahat. katanya mau istirahat ya? Iya. .juga. *** Jawab Panggilan Apakah kita termasuk yang dipanggil-Nya? Apakah kita tahu bahwa kita termasuk yang dipanggil-Nya? Apakah kita termasuk yang memenuhi panggilan-Nya? coba marilah kita jawab bersama. saya sertakan 3 esai Kuliah Tauhid. Alhamdulillah. Yah. udah jam 02. dan menyelimutkan kakinya yang katanya berasa dingin. judulnya: # Menjawab Panggilan # Budek ya? Dan # Tidak Bergegas. bicara keyakinan.04. satu demi satu anak menjawab: Hadir pak! Sesungguhnya. habis ini mau shalat. Allah tidak perlu dengan segala rupa ikhtiar kita. maka sungguh akan benar-benar berangkat. Ketika diabsen sama guru. Loh. Sebelum sahur dan istirahat. Bicara tauhid. ketika azan memanggil. ikhtiar kita hanyalah adab saja. dengan jawaban yang jujur. Selamat mengikuti. bolehlah kita sebut “Allah sedang mengabsen kita”. ibadah saja. alhamdulillah.

Kita panggil. Kiranya. *** Budek Ya… Bila kita punya anak. Kita panggil lagi. lalu anak segera bergegas menuju kita.Ibarat anak yang sedang diabsen gurunya. kita senang. Allahu akbar. dia nyahut. maka kita sungguh akan senang bila kita memanggil anak kita dan anak kita menjawab panggilan kita. tentu dia tidak akan menyahut. masih di kantor. Akhirnya kita samperin. Sebab sibuk dengan gitar atau asyik dengan menggambarnya. atau sedang menggambar. masih makan minum. Dan sebaliknya. masih di perjalanan. hal yang biasa bila kita memanggil anak kita. Subhaanallaah. Kecuali hayya ‘alashsholaah dan hayya ‘alal falaah. Dan sebagai orang tua. namun ia tidak menjawab panggilan kita. Rugi betul kita ini. Tapi kita tunggu beberapa lama. Ada juga anak yang menjawab tapi seperti tidak menjawab. kita akan sebal manakala kita tahu anak kita mendengar panggilan kita. dan adakalanya dia lebih peduli dengan kegiatannya. lalu saudara mengacungkan tangan: “Saya sudah di sini ya Allah…”. dia yang sudah nyahut. Dan sekarang bayangkan juga betapa sedihnya hati kita bila kemudian Allah mengabsen. jawaban yang lain. adakalanya kita memanggil anak. Allahu akbar. meski namanya sama. dan dia dengar dari luar kelas. Indah betul rasanya bila kemudian kita bisa menjawab: Allahu akbar. kita kemudian menjadi tidak senang. Pada saat anak kita menjawab panggilan kita. Lalu dia tidak nyahut lagi. Sebagai orang tua. tapi kita masih di pasar. Yang begini ini sebab muadzdzin mengucapkan kalimat Allahu akbar. Bayangkan Allah sedang mengabsen saudara. Sebab dia tidak berada di kelas itu. tapi tidak kunjung datang. sama dengan kalimatnya muadzdzin. masih meeting. Begitu kita . Misalkan anak kita sedang main gitar di depan rumah. demikianlah juga adanya analogi azan dan jawaban azan. Dan bila anak kita tidak menjawab panggilan kita.

Tidak mencerminkan sedang ditunggu Allah. Di pinggir masjid. Coba. sebab dia buang air kecil sebelum wudhu. Panggilan kita dianggap mengganggu mainnya.”. Jika demikian.samperin. Ada juga bahkan anak yang tidak sedikit kesal karena dipanggil sama kita orang tuanya. langkah kita adalah seperti bukan langkah yang mengenal Allah. Itulah sebab ia tidak merapihkan lagi pakaiannya. kita sering melihat. Sudah mah tidak bergegas. apa kira-kira perkataan Allah kepada kita. mengganggu aktifitasnya. kita pun kadang suka begini. Ada yang mengeluarkan bajunya padahal sudah rapih sebelum masuk masjid. masih terima sms dan mengirim sms ke sana kemari. dua puluh sebelumnya. kita akan bertambah senang bila anak kita bukan sekedar menjawab panggilan kita. kan kejadian-kejadian seperti tadi tidak akan ada. Masya Allah. kita masih “tega” merokok dulu. Lihat saja kelakuan kita. menghabiskan batang rokok yang masih tanggung kita hisap belum habis. Ada lagi yang kemudian tidak merapihkan pergelangan lengan bajunya. Ada yang mengendorkan dasinya. Seakan-akan benar-benar kita tidak tahu siapa yang sedang menunggu kita. sebagian kita malah berkata begini: “Ya Allah. ketika dipanggil oleh-Nya lalu kita tidak bergegas memenuhi seruan-Nya? *** Tidak Bergegas… Jika kita memanggil anak kita. Dia jadi celaka. Saya menulis ini pun sesungguhnya adalah juga termasuk yang disebut ini. Tidak jarang kita dimudahkan Allah untuk berkaca tentang kelakuan kita dari melihat kelakuan orang lain. Terhadap anak yang tidak mendengar panggilan kita. dan jalan dengan teramat slow. di teras. Misalkan sepuluh menit sebelumnya. Ada lagi orang yang jalan menuju Allah sambil ngobrol cekikikan. kita lalu berkata begini ke anak kita: “Budek ya…. adalah kelakuan kita. Kelakuan manusia sekitar kita. . kalau sudah siap sebelum azan. tapi bergegas memenuhi panggilan kita. Begitulah kita terhadap Allah. udah ashar lagi aja…”. barulah kemudian anak kita berdiri dan meninggalkan kegiatannya. Khusus perihal shalat. Ada lagi yang sudah komat. Lihat saja. kelakuan kita pun ampuuuunnn dah. Ada yang kemudian sampe mengganggu jamaah yang laen sebab lupa dimatiin suara HP nya. Astaghfirullah.

Ntar dokternya malah pergi lagi. Subhaanallaah! Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Menunda Dunia Untuk Allah KDW0115 Seri-15 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Shalat Cermin Tauhid Persoalan Shalat. kita bisa konsentrasi dengan hebat. Masih belum terlambat. Memang ada urusan lain di urusan shalat. saya ga begitu dah ustadz. urusan shalat itulah urusan tauhid. Sebab tauhid kan sederhananya: Mengenal Allah. Betul-betul waspada di urusan shalat. mbok ya mikir. nguap. Takutnya telat. Kalo ga begitu. Dan saya menyuarakan agar sebanyak-banyaknya orang juga begini. Tanda kantuk yang tidak ditahan. ketika makmum. tapi semua bermula dari sini… Dari shalat… Permohonan maaf kepada para peserta sebab kemaren sempat kosong tidak ada materi. coba-coba dah sambil smsan.40-an. persoalan shalat adalah persoalan tauhid. sebagaimana itulah kita bertauhid kepadanya. Dan alhamdulillah malah nyampe jam 12. kalo ga ditegur kita ini? Kalau sedang rapat sama pimpinan proyek. Saya menikmati benar mendahulukan Allah ini. Saya belajar seperti ini. kadang suka timbul pikiran begini. yang punya jalan adalah Allah. Di sana ada tempat shalat yang bersih. Nah. Saya mengincar pom bensin di menjelang Mal Puri. Lalu bagaimana kualitas shalat kita. Ini. bagus. Diberitahu bahwa dokternya hanya sampe jam 13 saja. niscaya jalanan akan dibuat lenggang oleh Allah Pemilik Jalan. urusan shalat nomor satu. Alhamdulillah. Dan sering juga akhirnya shalat di akhir waktu. Insya Allah pembahasannya masih seputar shalat. Kemaren pagi jam 11 saya nemanin istri saya check-up kami punya baby di rumah sakit. Tapi kalo iya. Persoalan Tauhid Bagi saya.Ada yang berkata. sama klien. Sebab buat saya. Datangnya juga terlambat. nguap aja. Sehingga kalau mendahulukan Allah. shalat di sana saja dah. . Akhirnya malah kadang terlambat semua mua. dan mendengarkan dengan seksama. Alhamdulillah pagi ini kita ketemu lagi. Ketika kita menghadap pimpinan. Saya yakin.

Begitulah Saudara-saudaraku. di dalam pesta perkawinan. Ia gelisah. Selamat menikmati esai-esai pendek. soal shalat. ia dipanggil jam 11. mari kita lanjutkan pembahasan seputar shalat. Di mall. di perkantoran. Saya pilih juga cara penyajian dengan esai-esai pendek agar peserta mudah mempelajari dan memahami. Amin. di gedung-gedung. Subhaanallaah! Padahal jam 11 kan masih jauh? Masih 1 jam menuju waktu shalat. Percuma juga kita bicara Allah bila kemudian urusan shalat kita berantakan. Rawan apaan? Rawan untuk tidak bisa mempersiapkan diri shalat tepat waktu. kecuali segelintir saja. Namun. wuh. Contoh. peserta KuliahOnline. .00. kayak ga ketemu shalat tepat waktu di sini. maka ia dijadikan sebagai bahagian dari Kuliah Tauhid. memang bertuhan namun sebenernya masih perlu dipertanyakan lagi ketuhanannya. Persoalan shalat sebenernya dijadikan Kuliah Dasar tersendiri. Sebab di surat interview itu. Robbij’alnii muqiimash sholaah wa min dzurriyyatii. karena bagi saya ini persoalan yang mendasar. ya Allah ya Tuhanku. Sebab seperti ga kenal sama Allah. Jam yang rawan bagi dia. sebagai kelanjutan bicara-bicara ini. Dia ini orang yang terbiasa tepat waktu. Juga mudah mendistribusikan lagi kepada yang lain sebagai perpanjangan dakwah saya dan kawan-kawan. Kalau dilihat perilaku manusia-manusia di Indonesia ini. Ok. membawa surat interview. jadikanlah aku dan anak keturunanku sebagai orang-orang yang menegakkan shalat… *** Menunda Dunia Untuk Allah Ada hadiah dari Allah buat siapa saja yang mementingkan diri-Nya Si A. sedikit sekali yang betul-betul memerhatikan shalat sebagai cerminan bertauhid yang benar.

kemudian dia tetap memutuskan untuk datang.” “Oh… Silahkan… Nanti saya beritahu Bapak. Sampe jam 11.” “Mau shalat dulu. Bagaimana kalau pewawancara telat. Aman nih. Nanti saya balik lagi.” . Masya Allah. Saya titip tas di sini. bukan sudah datang. Tapi karena dia butuh pekerjaan. Ternyata hanya dia seorang. Di mata si A ini. Atau ia datang di urutan wawancara nomor ke sekian? Atau wawancara akan masih berlangsung sedang waktu shalat sudah menjelang. Itu kalo dia prediksi wawancara bisa berlangsung tepat waktu. Lihat ya. pertanyaan itu jelas ia jawab. “Mbak. jawabannya jelas: Batal. Dia catatkan namanya untuk interview. atau bahasa lainnya.30-an ga kunjung ada kejelasan apakah wawancara bisa dilaksanakan atau tidak. Pikiran ini betul-betul mengganggu si A ini.” katanya kepada resepsionis. Dia memilih tidak wawancara bila wawancara itu dilakukan di jam 12 lalu mengganggu jadual shalatnya. Jam 11 kurang dia sudah sampai.Iya. Emangnya mau kemana? Bapak sebentar lagi barangkali datang. Tapi apa yang terjadi? Ternyata si penginterview dipanggil oleh direksi. Betul: Batal. saya izin dulu ya. atau di jam berapa wawancara bisa dilaksanakan. “Bawa aja tas nya. baru “sudah menjelang”.

Pertemuan di mushalla. malah si A itu diajak makan siang bersama. Berdirilah yang tiga orang tersebut. “Mas yang akan diwawancara oleh saya ya?” Kagetlah si A. si A. saat itu. malah Allah dudukkan dia dalam posisi yang sangat mulia. Rupanya ia bersama-sama sang pewawancara. Alhamdulillah.” kata si A. Ditemani oleh dua orang lagi di sebelahnya. bahwa dia bisa mengalahkan interview untuk dapat azan dan shalat zuhur berjamaah. “Iya Pak” “Eh. bukan pegawai sini ya?” tanya salah satu dari yang tiga orang tersebut. Seolah-olah mereka mendampingi si A ber-azan.” Singkat cerita. “Mas. Dua dari yang tiga. Sebab si A tidak melihat ada tanda-tanda bekas air wudhu baru. Dalam keadaan rapih baju dan celananya. Sedang yang mewawancara pun nampaknya memiliki jabatan yang cukup tinggi di kantor tersebut. datang seorang bapak. azan. Sungguh beruntung si A. Satu shaf. Kirain akan dimarahin. Sebab mushalla sudah keburu ramai. Dirut kita. “Kita tunggu beliau selesai shalat sunnah. . Bersih wajahnya. belum ada orang. zuhur jam 12. pikir si A. Juga dalam keadaan sudah berwudhu nampaknya. sambil menunggu azan selesai.” katanya datar. adalah direksi. Sebab baru jam 12. Ia jaga shalatnya. Ini malah dipersilahkan dan akan dibantu untuk memberitahukan ke pewawancara. Selepas azan. kemana yang azan? Koq belum azan nih?” cetus lagi yang satu.50. dan azannya si A. Kira-kira jam 12-an lewat. sambil melihat jam.Alhamdulillah. si A tidak sempat lagi bicara-bicara dengan tiga orang tersebut. “Yang ngimamin shalat itu. Ada rasa kebanggaan di hatinya. Berseri. dan dalam keadaan wangi. selepas shalat ba’diyah. “Saya saja Pak yang azan. pundaknya ditepuk oleh salah satu dari yang tiga. Bapak ini sudah datang dalam keadaan berwudhu. Hanya. *** Sesampenya si A di ruang mushalla. Bagaimana lalu dengan awawancaranya? Ya sudah tidak perlu diwawancara kali. tapi belum datang saatnya azan.08. sudah menyelesaikan wawancara.

Untuk bangun malam. Karena lelahnya mencari dunia. 3. dengan kesibukannya. Untuk ruku’ dan sujud. Traffic lagi tinggi-tingginya. bimbingan. Bukan di tangan siapa-siapa. Memohon bimbingan-Nya agar kita tidak kelelahan dalam menjalani hidup ini. Kita ajak anakanak dan istri. Wuah. dengan usahanya. Makanya. Bukankah sejatinya semua punya Allah? Berikut ini kira-kira waktu terbaik kita: 1. kita korbankan dulu barang sedikit untuk menegakkan shalat dhuha. Maksudnya. ini berat. *** Memberi Jam yang Terbaik Allah begitu baik sama kita. Dan sebelumnya. Jam zuhur. memberikan waktu terbaik kita buat Allah. subhaanallaah. Para Peserta Kuliah Online yang budiman. kalau kita hidup dalam aturan Allah. Ketika manusia langsung ngebut dengan pekerjaannya. Kalau bisa shalat shubuhnya di masjid. Ketika . Agar anak-anak menjadi anak-anak yang saleh salehah. dan atau di sepertiga malam. buat Allah. Atau karena banyaknya dunia yang di tangan kita. kita lalu berat untuk bangun malam. di mana ketika orang sedang sibuk-sibuknya. Bukan. kita bisa memotong menghadiahkan waktu yang berharga yang kita miliki. kita malah tahan dulu barang sebentar untuk menegakkan shalat shubuh. Subhaanallaah. sehat dan diampuni Allah. Agar orang-orang tua kita panjang umur. waktu terbaik untuk-Nya. dan DIA Maha Mengetahui apa yang akan terjadi. Pintu rizki pun di tanganNya. Tidak sedikit yang tidak mampu mengorbankan waktu tidurnya. Allah Maha Mengendalikan dunia ini. di dua pertiga malam. Masya Allah. mintalah bantuan. memuji Allah dan memohon pertolongan-Nya. tidak sedang bermasalah. Jadilah orang yang berbahagia. Sedangkan kita…? Judul di atas bukan bermaksud memberi hadiah jam tangan. Waktu istirahat kita di pertengahan malam. Suasana pun barangkali sedang nyaman. Dan masih banyak lagi lah. dan pertolongan Allah. Jam sibuk-sibuknya. Waktu pagi. kita lalu tidak bisa bangun malam. maka Allah akan mengaturkan hal-hal yang terbaik buat kita.Alhamdulillah. agar bisa memberikan kepada Allah. Tidak mudah loh menerapkan hal ini. 2. ketika manusia langsung berburu dunia.

Manusia mau lelah. Insya Allah akan saya banyak tulis di website. Kita segarkan diri kita. Dan bos besar pun tidak tahu juga barangkali siapa yang ngangkat telpon di ruangan Pak Helmy tersebut. Akhirnya apa? Allah malah memberikan international buyer. dan lalu bicara begitu: “Pak Helmy. Kita Digaji Beliau Sih… Kita tidak pernah tahu dengan sungguh-sungguh darimana rizki kita berasal. mau cape. Apakah benar Pak Helmy. Tapi insya Allah yang begini ini yang kelak akan Allah istimewakan. maka jam 18 mampir ke masjid. untuk hawa nafsunya. Jam macet. 4. Lalu. apakah bisa atau tidak. Akhirnya tetap saja kemaleman karena memang macet. Tanpa ada nada suruh cepatcepat. kalau kita jadi Pak Helmy. pembeli internasional. untuk perutnya.pelanggan lagi banyak-banyaknya. Atau syukursyukur kita sekalian selesaikan isya. ke ruang saya ya…”. karena berburu pulang cepat. kita ridho meninggalkannya demi Yang Memiliki diri kita dengan seluruh pemberian-Nya. maka kita wajibkan diri kita . Itupun dilakukan si bos besar ini tanpa menunggu jawaban dari Pak Helmy. mampir lagi jelang isya. Bos besar ngangkat telpon. Ga usah khawatir degan berkurangnya perniagaan. Jam ashar. dengan shalat ashar. Banyak manusia yang terjebak di kemacetan. Tapi kali ini cape dan lelahnya. *** Habis. Bukan sekedar local buyer. Kalau memang macet-macet juga. Repot memang. misalkan pulang jam 5. Kita segarkan batin kita. dan menekan shortcut number yang tersambung ke ruangan Pak Helmy. Bukan seperti selama ini yang untuk dunianya. datar. jiwa kita. Jam pulang. untuk keseombongannya. raga kita. perintah bos besar. Barangkali. baru kita pulang. Sungguh banyak kemuliaan bacaan-bacaan habis ashar. Jam ngantuk. Subhaanallaah. buat Allah. Perintahnya bener-bener datar. Ketika jam shalat. dengan air wudhu. Dan jalan lagi setelah shalat isya. atau bukan? Dalam kehidupan sehari-hari. mereka tutup. Lihat saja Mekkah dan madinah. kenapa tidak kita tunggu saja sampe maghrib usai. dan tidak ada juga perintah untuk bersegera. Kalau tetap khawatir. “Pak Helmy. karena itulah kita jarang mengistimewakan Allah. Jalan lagi usai maghrib. ke ruang saya ya…”.

Dengan jawaban yang paling jujur dari sikap dan perilaku kita selama ini. saya memprologkan hal ini. Kelihatan tidak neko-neko. Itu saja.untuk menyegerakan diri ke ruangan bos besar. “Ya wajarlah. Luar biasa. Tapi menjadi tidak wajar. karena kekayaannya. Dia yang menggaji saya. Ini bukan tulisan esai yang pro partai demokrat. Semoga Allah menyayangi kita semua. umpama ternyata sekretaris ruangan Pak Helmy yang mengangkat telpon itu. Senang. bagaimana dengan panggilan Allah? Bagaimana keadaan hati kita? Bagaimana keadaan diri kita? Bagaimana penampilan kita? Bagaimana sikap kita? Silahkan jawab sendiri. Masing-masing. Kemuliaan. Sebab dia kan bos nya saya. Sederhana. Istri dari SBY. istri presidennya yang berkuasa saat ini (SBY adalah presiden Indonesia saat tulisan ini dibuat. Kita lalu merapihkan diri. Ok. Web Admin). Lalu. Ini hanya cerita seorang anak bangsa yang bangga sama ibu negaranya. Saya bekerja di perusahaan ini sebab kebaikan dia”. sebab saya memang senang dengan Bu Ani SBY. Maka kita akan menjawab. kita ke ruangannya membawa datadata yang barangkali diperlukan. Kekayaan. Tidak kedengeran bisnis . *** Ani SBY Adalah wajar menghormati dan menghargai seorang manusia. “Duuuh. bila kemudian Pemilik Kesejatian Kedudukan. Kalau kita ditegor orang. Kalau kita jadi Pak Helmy. Begitu hebatnya “tauhid” kita kepada bos besar tersebut. karena kemuliaannya. segitunya kalo dipanggil bos…”. tidak kita hormati tidak kita hargai. maka marahlah Pak Helmy. lalu kemudian si sekretaris ruangan itu lupa menyampaikan bahwa bos besar memanggil. dan bahkan seperti sudah menebak apa kemauan bos besar. dan bersegeralah dia meminta maaf kepada bos besar seraya menyampaikan bahwa dia salah. supaya bos besar senang. karena kedudukannya. Ini juga bukan cerita tentang seseorang yang membela SBY.

karena Allah menjadikan ini sebagai pelajaran buat saya. subhaanallaah. Yang lainnya menimpali. menghargai Allah. jadi ga enak. bergetar di hati saya. Dan ini bukan tulisan yang menyatakan ketidaksenangan dengan beliau. ada pameran buku-buku di Dunia Islam yang pembukaannya saya diundang utuk hadir. Yang Maha Kuasa dan Teramat Kuasa. manusia sudah dibuat repot. seyogyanya berkenalanlah dengan Allah. ga boleh lagi masukin barang sejak jam 11 malam tadi”. insya Allah wajah saya diberi keleluasan untuk masuk. lebih dari siapapun di dunia ini. Saya bergumam di dalam hati. Ada pengecualian. Clear Area. Tidak mau melihat Yang Maha Terhormat. “Iya. Manusia lebih bisa menghargai manusia lain yang lebih kaya. jadi berantakan. Kita hanya disuruh pada saatnya menghadap. lebih menghargai terhadap mereka yang punya kekuasaan dan pengaruh lebih. ya begitu dah bentuk penghargaan dan penghormatan kita. dia akan nyari saya. Maka diri ini berpesan kepada diri ini sendiri. Kalo saya pulang. Bukan sombong. barang-barang boleh masuk ke ruang pameran. Tulisan ini menjadi ada. Saya yang udah mau nerobos masuk. Lewat hati. Justru lantaran senangnya. Saya mendengar dialog ini. Kita tidak disuruh bersiap-siap yang berlebihan hingga kemudian kita malah melupakan dunia kita. Tapi terhadap Allah. kita tidak repot? Nah! Coba aja lihat. Toh kalau panitia butuh. Dan katanya. Dan di pagi hari. Supaya bisa mementingkan Allah. Bu Presiden bakalan masuk ruangan. Yang Teramat Kaya. tinggalkanlah perniagaan. Bagaimana dengan Allah? Bagaimana dengan kedatangan-Nya di waktu shalat? Allah. Namun. Kenapa ya kalo yang datang Allah. Itu kalau mau beruntung. he he he. dan ini baru istrinya. “Pengawalannya ketat Pak!” kata salah satu panitia. “Betul-betul diawasi”. hanya minta waktu sama kita untuk tepat waktu. Biarlah sistem yang bekerja. ya saya pulang. Nampaknya sosok ibu dan istri yang baik. jam 11 semalam sebelumnya. maka jadual baca doa. Coba saja saya dilarang masuk. kata yang satunya lagi. tinggalkanlah jual beli. Kita tau sendiri bagaimana bentuknya. menghormati Allah. pelajaran tauhid. seluruh penyewa ruangan pameran.yang macammacam. Tapi saya tahan langkah saya ini. he he he. Untuk kedatangan pembesar negeri ini. engga boleh lagi ada yang keluar masuk 2 jam sebelumnya. he he he. dihadiri oleh Bu Ani SBY sebagai istri Presiden yang bakal membuka pameran secara resmi. Tidak menghargai Yang Maha Kaya. *** . Tapi lihat? Manusia lebih menghargai manusia yang lebih terhormat. Manusia. Sebab apa? Ya sebab tadi. Pada satu saat.

Di mana kita ketika waktu shalat tiba? Pertanyaan ini kita tanyakan kepada diri kita. Bahkan tidak gelisah sama sekali ketika jam shalat sudah mau habis. sedang kita masih di jalan tol misalnya… bersyukurlah bila kemudian dikarunia hati yang gelisah. menyiapkan diri untuk shalat. *** Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Fadilah Iman Kepada Allah Keutamaan Keyakinan Terhadap Allah KDW0116 Seri-16 dari 41 seri/esai . Ya. kitalah yang datang duluan. Gelisah apa? Gelisah tidak bisa shalat tepat waktu. Kalau kita tiada gelisah dengan kondisi buruknya shalat kita. Kalo kita menjawab. Kan banyak tuh orang-orang yang gelisah tapi ga tahu kenapa dia bisa gelisah? Maka coba aja jajal koreksi dari sisi ini. Adem rasanya. banyak manusia yang gelisah dengan pendapatannya hari itu. dan kita tahu siapa yang bakal turun ke langit dunia (yaitu Allah). sampai kita tidak tahu jawabannya apaan. Banyak manusia yang resah dengan masalahnya yang belum juga selesai hingga di hari itu. maka Allah akan berikan kegelisahan itu di hati kita. Banyak manusia yang gelisah dengan proyek-proyeknya hari itu. Tapi siapa yang mampu gelisah sebab khawatir shalat tidak tepat waktu? Sebuah keutamaan adanya bila kemudian kita datang ke tempat shalat. Jangan sampe kemudian kita merasa “aman-aman” saja. alhamdulillah kami sudah di dalam masjid # alhamdulillah kami sudah dalam keadaan berwudhu dan di atas sajadah # alhamdulillah kami sudah berjalan menuju masjid # maka bersyukurlah.Gelisah Bilakah kegelisahan menghilang dari kalbu kita manakalah kita mengabaikan waktu shalat? Bila datang sebentar lagi waktu shalat. tapi waktunya azan belum lagi datang. Artinya. dan gelisah kalau tidak ada tanda-tanda anaknya bakal datang. Banyak orang tua yang gelisah dengan keadaan anaknya yang sudah makan atau belum kalau anaknya pulang terlambat.

siapa yang meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik. Banyak peserta yang meminta penjelasan lebih lanjut. Sindo. Insya Allah. melengkapi esai-esai kuliah kita. Di mana saya mengajak wali santri untuk sama-sama umrah sekeluarga. tulisan lama). 700x hingga lipatan pengembalian yang tidak terhingga. melainkan menabung sedekah umrah. Amin. Mudah-mudahan tulisan-tulisan di media-media tersebut bisa bermanfaat. Kemaren kan saya contohkan pembahasan mengenai Umrah Juli. teori dasarnya. Gatra (khusus Gatra. maupun wawancara. *** Fadhilah Iman Kepada Allah Keutamaan Keyakinan Terhadap Allah Disebut bertauhid manakala kita bisa mempercayai janji Allah sebab meyakini bahwa janji Allah adalah benar. Keyakinan terhadap janji ini adalah juga bahagian . maka Allah akan mengganti dengan yang lebih banyak. Poskota. Republika. tapi baiklah saya akan jadikan ini materi Kuliah Tauhid saja. saya memperhatikan ada pertanyaan yang menarik seputar keyakinan (Bicara Tauhid Bicara Keyakinan). Meski belum waktunya. 10.File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Ada Ada Ada Ada - Tidak Tidak Tidak Tidak Peserta KuliahOnline. bahagian dari mempercayai dan meyakini Allah. baik yang berupa dokumen lama yang bersifat tulisan. Tapi sebelum kita lanjut ke materi selanjutnya. Begini. Suara Merdeka. Inilah bahagian tauhid. 2x. Saya hari ini mempersiapkan materi sambungan tentang perbaikan shalat sebagai implementasi awal bertauhid yang benar. awal Syawal. dengan menabung bukan biaya umrah. dan ragam tulisan di media lain. website kita akan dilengkapi dengan kolom-kolom tulisan saya di media. berbarengan dengan dibukanya pintu materimateri lain KuliahOnline.

kepada mereka yang beramal tanpa keyakinan dan ilmu. Ya saya tahu. maka akan semakin hebat pengaruhnya pada diri kita. Tapi ya ga tau dah. tapi dia yakin sama Allah. dan dia tidak bekerja. Pesan secara online via web kesayangan Anda ini. Esai berikutnya sungguhpun terlihat seperti pembahasan tentang sedekah. Semakin kita mempercayai Janji Allah. Sungguhpun uang itu adalah untuk ongkos. Seorang ibu di Jember mengikuti tausiyah saya tentang janji Allah. Supaya peserta bisa mendapatkan buku ini hanya dengan mengklik ujung mouse dan keyboard saja. Yang membuat dia tidak yakin. ini bukan hanya pengajaran sedekah. lalu bisa mendapatkan rizki lebih? Tapi dia memilih percaya saja kepada Allah. tentang keyakinan akan Keesaan. atau 10x lipat dari yang disedekahkannya. Dia pulang dengan jalan kaki sebab ongkosnya dipakai bersedekah. dijawab supaya ada untung lebih. dia diberi Rp. Ini saya sebut separuh keyakinan. “Memangnya pasti tuh kalo modal ditambah. akan beda rasanya. “Allah punya sejuta cara jika sudah menghendaki sesuatu”. rizki itu dari ikan. udah terbit. Namanya juga nasib”. Bahkan yang tidak punya keyakinan pun akan berhasil! Hanya saja. Buku terbaru saya: The Miracle. insya Allah ga kudu pake tambahan modal.dari tauhid. atau dari Allah? “Dari Allah”. Ada seseorang yang tidak yakin dengan dirinya. ia kalahkan. untung pasti bertambah?”. Dia bersedekah di acara. Sekali lagi ini pengajaran tauhid. banyak yang memiliki kesadaran bahwa tidak ada yang pasti di dunia ini kecuali aturan Allah. begitu katanya meyakinkan dirinya sendiri. “Minta saja sama Allah tambahan rizki. Dia ragu menjawabnya. dia punya rumah dihampiri pengendara sedan yang sudah kebelet kepengen pipis. . Tapi ini saja. ya nambah untungnya Pak Ustadz. 5rb. dan Kekuasaan Allah. (Tunggu saja ya BelanjaOnline di web ini aktif. Dan keajaibanpun terjadi. Dan buku ini banyak berbicara tentang hal ini (tauhid). Dan keyakinannya ini mengantarkannya pada rizki. Peserta KuliahOnline yang dirahmati Allah. Kebenaran. keyakinannya terhadap Allah sudah menggerakkannya bersedekah. sesungguhnya ini adalah pembahasan tentang tauhid. Saya lalu bertanya kepada dia. *** Pernah ada kisah seorang tukang ikan datang meminta amalan agar bisa punya modal lebih. bisa sangat-sangat berhasil. tahu-tahu buku itu udah di rumah. Sesampainya di rumah. Tapi dia menjawab. “Secara hitungan sih. lalu menjajal. Rp. Web Admin). lalu bekerja dan menunaikan keyakinan ini. Ketika ditanya buat apa modal lebih. bagaimana bisa dirinya yang tidak ada siapa-siapa di rumahnya.50rb. Selesai pipis.

ya tidak ada yang aneh. diperlukan upaya. yang si tukang ikan tidak tahu. Tapi tidak sulit baginya mempercayai. al Qur’anul Karim”. Sedang Allah tidak terbatas penglihatannya. maka sungguh. Ada seorang anak muda yang biasa minjem motor. Allah lah yang mengatur kejadian ini. Sebab mempercayai adalah menggunakan hati. salah satu ikhtiar untuk menambah jalan rizki buat Bapak. Keterbatasan pengetahuan seseorang akan sumber rizki menyebabkan rizkinya juga terbatas. Sehingga Bapak bertanya darimana kalau tidak nambah modal? Sebab Allah memang tidak perlu sebab untuk menambah dan menutup rizki seseorang. ini cukup baginya untuk bertambah rizkinya. Barangkali. Peserta KuliahOnline. bahwa untuk menghadirkan Kehendak Allah inilah diperlukan ikhtiar. orang-orang yang beriman dan berilmu. Keyakinan saja kita tidak punya. Karena Allah itu di mana saja. Terus. “Bang. Kita melihat sebatas mata. Esoknya. 50rb. Sulit bagi si tukang ikan ini memikirkan bagaimana bisa sampai terjadi penambahan rizki. darimana bakal bertambah rizki? Lalu dibawa ke persoalan tauhid. Hanya 15 menit anak muda ini memakai motor itu. Karena biasa. karena percaya. Semua berdiri di atas Kehendak-Nya. “Pak. tahu. tapi anak muda ini memberi rizki tambahan. darimana jalannya Pak Ustadz? Darimana jalannya jika tidak ada tambahan modal?” “Jalannya bukan nambah modal. “Silahkan. Bahkan jalan ini Allah yang memberitahu. apalagi amal kali. sebagaimana kita.” kata si tukang ikan mempersilahkan anak muda ini memakai motornya. adalah sedekah. “Yah. maka sudah akan bertambah-tambah rizkinya. Saya menambahkan si tukang ikan ini. Yakini saja bahwa Allah akan membukakan pintu rizki yang lebih banyak dan kemudian mau memintanya. jalan-jalan Allah itu tidak sebatas tambah modal sebagai jalan yang Bapak yakini sebagai satu-satunya jalan. dia bersedekah 5rb. peristiwa ini bagi si tukang ikan amazing banget. Dan hari ini terjawab! Begitulah kalau tauhid ini bekerja. Ya. Hanya orang-orang yang bisa memahami dengan akal dan mengimani dengan hatilah yang derajatnya akan berbeda. ada kejadian. sambil mengembalikan STNK motor dan uang. Nah. Tapi nambah rizki dengan jalan-jalan Allah”. minjem motor. Sore harinya (dia dagang pagi hari). Bukan akal. hanya bisa melihat bahwa rizkinya ya dari usahanya. Dia kemaren bertanya. dari mejanya. makasih ya. bahwa rizki di tangan Allah. Allah Melihat dari Asry-Nya sana. Tidak punya spektrum yang lebih luas. Kisah di atas bukan hanya bertutur tentang fadhilah . Nah. tukang ikan ini berjanji akan mencoba untuk bersedekah. maka rizki itu bisa darimana saja. sebagaimana biasanya. langsung lewat Kitab-Nya. uang! Rp. Tapi mereka yang terbatas pengetahuannya akan sumber rizki sebenernya cukup dengan memiliki ilmu tauhid. ke persoalan keyakinan. bahwa dari situlah rizki si tukang ikan bisa terbuka. Hanya.rizki pasti nambah”. Sedang si tukang ikan.” kata si anak muda ini.

“Kalau percaya. ga usah daftar umrah dah. Beliau mengangguk. demi mendengar saya bicara begini. Mintanya jangan tanggung-tanggung. “Sendirian berangkatnya? Suami?. Tahulah saya. Ustadz”. bahwa persoalannya ada di uang.” begitu tanya saya ketika dia mengutarakan akan daftar umrah. “Suami engga berangkat Ustadz”. ada seorang ibu mau daftar Umrah Ramadhan. Minta berangkat bareng dengan suami”. “Wah. Itulah kita. “Suami?” “Belum”. darimana jalannya Ustadz? Ini saja boleh nabung dikit-dikit”. “Uangnya ga cukup ya?”. Wah. “Udah pernah ke Tanah Suci sebelumnya?” “Belum”. kalo gitu. mana ada yang menolak rizki. . “Mana enak berangkat sendirian?” Ibu itu menjawab dengan senyumannya. tapi coba jajal yang satu ini. “Suami udah pernah berangkat?” “Belum”. Maaf ya. tapi tentang fadhilah iman kepada Allah. Ibu percaya ga bahwa pergi haji itu bukan karena uang?” “Percaya”. keutamaan tentang meyakini Allah. manusia. “Iya. “Tapi saya udah kepengen umrah. Pertanyaan darimana jalannya itu pertanyaan yang tidak bertauhid. Sebab orang mukmin tahu. jalannya itu adalah jalan Allah.sedekah saja. biasanya pemilik travel umrah. maka saya merasa lebih perlu memberi nasihat ibu ini bersedekah ketimbang menerima pendaftaran umrahnya. Tapi karena saya bismillah buka travel bukan untuk bisnis semata. Terperanjatlah si ibu ini. *** 1 tahun yang lalu. Sendirian. Sebab pendaftar kan berarti rizki. minta saja sama Allah supaya sekalian berangkat haji saja.

di akhir Juni 2009). Tahun lalu. Diselenggarakan di Sekolah Daarul Qur’an Internasional (Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an) yang berlokasi di Kampung Ketapang. bicara tentang keyakinan. Berceritalah dia termasuk di depan calon jamaah haji yang lain. Sebagiannya untuk pengembangan pembibitan penghafal al Qur’an. 2 bulan sebelum Ramadhan. Melainkan habis buat sedekah. Uang USD2000 pindah tangan. Kalau kuat berdoa. terkait dengan persoalan umrah Juli tahun 2009 (saat esai ini ditulis masih 2008. Satu. Syukur-syukur mau bersedekah. Karenanya saya minta ibu ini bertaruh untuk menyedekahkan saja uang yang sedianya untuk umrah ini. Menabunglah untuk “Sedekah Umrah”. Tapi jangan menabung untuk biaya umrah. Sebab sekarang ketika saya bercerita. begitulah saya pernah bertutur di KuliahOnline ini. Masih ada waktu 10 bulan (pendaftaran terakhir Umrah Juli 2009. Sebab uangnya ga jadi dipake daftar. ya berangkat juga. 1 bulan sebelum Ramadhan. kita pernah bicara kan? Bicara tentang tauhid. dia tetap memilih berangkat. Dia pakai untuk biaya haji dirinya dan suaminya. lalu di Tanah Suci dia berdoa yang sama. Cara yakin kepada Allah dan bersedekah. *** Nah. Jadi ga beliau Umrah Ramadhan? Tidak. Dekat dengan kediaman saya. bahwa Janji Allah itu benar. Dua-duanya sama-sama pekerjaan sunnat. travel haji umrah kami mengadakan manasik haji. sebagiannya untuk anak-anak yatim dan dhuafa di luar pesantren Daarul Qur’an. Allah bukakan rizki yang buanyak sekali. Ia menganggap kelebihannya itu adalah pengembalian Allah atas sedekah uang umrah. . kita pake cara ini. Sebenernya kalau si ibu ini yakin. Juli 2009. Tahu ga? Ibu tersebut ada di barisan orang-orang yang ikut manasik haji. 1 tahun berlalu. Bersama suaminya! Tentu saja saya mengenalinya. Masya Allah. kurang seru. Masa berangkat sendirian? Tidak ditemani pendamping hidup. Tanpa dinyana. Peserta KuliahOnline. berdoa sepanjang waktu shalat. dan satu lagi keuntungan buat perusahaannya. Saat ini September 2008. Yang kita incer.“Banyak Bu jalannya. jangan kenal lelah dan jangan berhenti. Sedang saya ketemu dengan ibu ini di bulan Sya’ban.” Saya sarankan si ibu ini agar rela menyedekahkan uangnya. Umrah Liburan. masih lebih. dan keuntungannya melampaui biaya haji. inilah tauhid. Dan murah meriah. sudah masuk Ramadhan. Ibu ini setuju. berupa biaya haji berdua dengan suaminya. Web Admin) . Ada proyek yang diamanahkan ke beliau. Bahkan lewat. ga berapa lama setelah ia sedekahkan uang umrah kemaren lusa itu. dan kemudian ia masih mendapat bonus lagi 2. Namun saya bilang. Kalau perlu berdoa dengan menambah jam-jam shalat sunnah. Maka menabunglah.

Hitung berapa anggota keluarga Anda semua. Kalau punya uang. 5 x 15 juta biaya umrah = 75 juta. di Buku The Miracle. dapet 10. kalau diturunin pada kasus ini. Meyakini Allah. meyakini Janji-Nya. Dan saya tegaskan kembali. *** Peserta KuliahOnline. doa dan sedekah. siapa yang sedekah 7. agar juga menerapkan ini. bahwa berdasarkan teori dasar siapa yang memberi satu akan mendapatkan 10. Dan yakini. maka cicil saja. ketika bicara ini. Dia akan memberi hingga 700x lipat atau bahkan lebih. Apalagi kalau ga berangkat sebab ga punya uang. Maka. permintaan kita. Kemudian kalikan 10% dari total biaya itu. insya Allah akan terjadi apa yang kita yakini. Siapa yang mengeluarkan 1. Kan masih ada waktu 10 bulan? Bagi saja 10 bulan. Bahkan. Kalimat ini sama dengan: Siapa yang mau dapat 10.5jt. Inilah tauhid. rasanya tidak salah jika kemudian saya menyeru kepada seluruh wali santri agar memakai betul ilmu yang didapat ini. dan kalikan dengan biaya umrah. ayah. Kekuasaan-Nya. sekarang-sekarang ini. bahwa bisa saja Allah membayar lunas dulu target kita. memiliki kakak dan adik 2 orang. keluarkan saja 1. Tempuh jalan meyakini Janji Allah. ibu. keyakinan .5jt. Iman kita tentang tauhid. dan 3 orang anak. siapa yang mau dapat 75jt. keluarga ini terdiri dari 5 orang anggota. tempuh jalan tauhid.5jt akan mendapatkan 75jt. padahal cicilan sedekah kita belum lunas. Tapi sudah jauh bicara tentang tauhid. tinggal daftar. Tapi bagi yang tidak punya cash untuk sedekah sebesar 7. Bagaimana kalau tidak punya uang? Sedang saya punya mau semua wali santri berangkat bersama seluruh anak-anaknya. ini sudah melampaui bicara tentang sedekah.Saya katakan kepada wali santri saat itu (saat tercetus ide umrah bareng sekeluarga besar pesantren). Bahkan saya menyeru kepada jamaah peserta kuliah. keluarkan sekarang.5jt. Kalau tidak punya uang. Insya Allah kita ketemu dah di Tanah Suci. Keesaan-Nya. yang sebagiannya juga dipelajari insya Allah di KuliahOnline. Atau bisa saja Allah memberi lebih dari sekedar 75jt. kebesaran-Nya. Sebab Janji-Nya memang demikian. Ketemu angkanya 750rb setiap bulannya. keluarkan 7. Bagi mereka yang punya 7. Niatkanlah berangkat Umrah Liburan nanti. Atau. bahwa insya Allah pada saatnya nanti Allah akan memberikan rizki untuk mendaftarkan umrah sekeluarga. Artinya. Santri bernama A. jangan sampai terjadi. Cicil terus sampe bulan Juni. tidak masalah. maka didapat matematika seperti ini. Bila ini yang diyakini.. kita meyakini. Jangan ada yang ketinggalan.

Maka besok insya Allah kita akan meneruskan kembali kajian tentang shalat dengan pengembangan pembahasan dari sisi tauhid. Ini adalah landasan tauhid. Dalam satu kesempatan pergi lawatan dakwah ke negeri Belanda. bisa terukur. utamanya bila Anda mau menjajal sesuatu yang besar-besar. makasih doanya selama ini. Sedari pagi kami sudah siap-siap. bahwa bila semua ini mau berjalan mulus. saya kembali mengingatkan. Tidak pernah Dia kecewa. Kami waktu itu. saya dan beberapa kawan. th Baarokawloohu lanaa. 15 menitan kami tunggu di tempat itu. Buktinya kami-kami yang datang sejak awal. Salam. *** Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Pengaruh Kepada Urusan Yang Lain KDW0117 Seri-17 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Dimarahi Bule Allah Maha Baik. tapi si Bule ini tidak nongol-nongol. Jadi. harus menunggu. Mohon doa dari semua peserta. Doa dari Anda semualah yang juga turut sudah menjaga kami. Pada waktu yang telah ditetapkan. Sudah lewat 15 menit pula. Beruntunglah di negeri Belanda itu sistem transportasi sudah baik. ada jadwal untuk ketemu dengan satu relasi di sana. Kemaren.kita tentang tauhid. tanggal 9 September 2008. Masya Allah. 9 wedding anniversary kami. Dalam pada itu. nomor satu. bertanya-tanya di hati. katanya orang bule terkenal paling disiplin. Nyatanya ga semua ya. Sampe ketemu lagi besok. kami sampai di tempat yang dimaksud. akan mengantarkan kita mendapatkan keajaiban-keajaiban Janji Allah. Tempat dan waktu sudah ditetapkan. saling berpandang-pandangan. Mudah-mudahan panjang umur. kami merayakan ulang tahun perkawinan kami yang ke-9. tetap saja kita harus memperbaiki shalat kita. Benahilah shalatnya dulu. .

kita jadi marah. bagaimana perasaan kita? Biasa-biasa saja? Atau gelisah? Masih seputar telat dan tunggu menunggu. Satu waktu.Ga lama. Tambah kacau lagi. Bertambah-tambah kekeselan kita. Tambah kesel lah lagi kita. Allah itu benar-benar Maha Baik. kita sebel banget. bahwa subhaanallaah. begitu salah satu dari kami tanpa perduli dia ngerti apa engga. persoalan yang penting. Lalu menyebut kira-kira begini. dan ternyata memang dia. padahal ini negerinya dia. Wah. Mukanya serius. Akan bertambah sebal lagi. Coba kalau Allah itu Pemarah? Duh. tidak mendengar. Wuah. “Bangsa asia. Cerita ini hendak memberikan gambaran. marah-marah. Dan benar. Bule itu curiga kami salah datang. habislah kita. lalu menaruh dunia ini di bawah kepentingan pertemuan dengan Allah di waktu shalat? Kita aja kalo jadi orang tua. Kami salah identifikasi tempat. Ada di antara kita yang bilang begini: Ga enak menunggu orang. Lalu kita ini gimana? *** Kita Marah Diabaikan Ketika kita membuat Allah menunggu kita. Tapi ya sudahlah. cerita ini kan bukan ingin menceritakan siapa yang benar siapa yang salah. dan dia tidak memberitahu bahwa tempat yang dimaksud itu ada dua serupa. Apalagi kalo yang ditunggu. seberapa serius kita menjaga tepat waktu? Seberapa niat kita menjaga waktu? Seberapa kita mementingkan Allah. tidak enak. Dalam 5x sehari waktu shalat. Kami sampaikan baik-baik bahwa kami sudah sampe sedari tadi. Lalu mencoba mendatangi tempat yang satunya itu. idih. Tapi tetap saja dia marah! Kenapa engga teliti. lalu kita panggil anak kita untuk makan misalnya. ada seorang Bule. . Bule ini datang menghampiri kami. Sekian menit kami tidak kunjung datang. kalau yang ditunggu emang udah track recordnya selalu telat. Disuruh menunggu saja. suka telat!”. di antara kita ada yang sebel diabaikan. lalu dia tidak bergerak. Anak kita suruh mandi. “Misternya saja yang telat’. kami tidak terima. bila persoalannya adalah persoalan yang berat. ga ada khabar berita. di sana dia ketemu kami-kami. Selidik punya selidik. tempat yang dijadikan point-meeting itu ada dua. Jangankan diabaikan.

dan setiap ia menemui kesulitan. masya Allah. badannya sehat. ia selalu ada jalan keluar. Ga ada tawar menawar. Anggaplah dia sering memberi bantuan dan makanan kepada tetangga. begitulah kita membatin. Mengganggu pelajaran. Andai Anda seorang guru. jika dia meninggal. penuh kasih. bahwa siapa yang menanam kebaikan. hidupnya tenang. bantuan kepada tetangganya ini tidak bernilai akhirat di mata Allah. jadi berantakan. maka jeleklah seluruh amal dianggapnya. Bahkan. Tapi dia tidak shalat. dan datangnya satu demi satu. Ini kartu mati buat saya.andai gara-gara keterlambatan kawan kita ini. Sayangnya. Kita menjadi hati-hati bila kemudian mengadakan janji dengan dia. Dia hanya disebut orang yang berbuat baik. yang penting berbuat baiknya. Ga adil dong Allah? Ga juga. Kecelakaan dia. Dan orang-orang seperti ini. Shalat adalah pintu pertama amal yang dihisab. Ini sekaligus menjadi jawaban sederhana atas perilaku orang modern yang mengatakan ga perlulah syariat-syariatan. Sangat baik. pikirannya fresh terus. Bagaimana jika ada orang yang udah shalat kemudian jadi tidak baik. maka baguslah seluruh amal yang lainnya dianggap. dua jempol dah kelakuannya. Dia jelek. Namun. sudah Allah aturkan sunnatullah-nya. kemudian urusan kita yang lain. ha. Termasuk dosa bila tidak bertuhan Allah. Ga ngaruh. perhatian. Padahal kita ini orang penting. Andai Anda adalah orang yang lebih penting daripada yang ditunggu. Ga perlulah shalat-shalatan. Yang penting berbuat baik. bila tidak shalat. Tentu sumpah serapah. . di dalam Islam. Kebaikannya di dunia. Bagaimana dengan Allah? Bagaimana kita selama ini bergaul dengan Allah? Inilah salah satu pentingnya kita mempelajari ilmu tauhid. Tapi tetap saja urusannya teramat menganggu. akan bertambahtambah keburukannya. Maka. Buat apa juga shalat jika masih suka nipu. hanyalah dia tidak shalat. maka dia akan menuai kebaikan juga. Kita lalu menganggap dia sudah membuang waktu kita yang begitu berharga. atau minimal gerutuan dan kekeselan di hati. Di dunia dia dapat sunnatullah-nya. kebaikan terhadap karyawannya itu tidak bisa ia bawa mati. Ada seorang yang sama karyawan. tentu menjadi tidak masalah bila kemudian kita meninggalkan dia. Selanjutnya apa yang terjadi? Selanjutnya yang terjadi adalah kawan kita tersebut tidak lagi masuk ke dalam daftar hitungan kita. Apalagi kalau yang telat itu banyak. ilmu mengenal Allah dari pintu shalat. dan merugilah dia. bagi saya ini juga clear. Maaf ya. Jika dia bagus. Sudah jelas dia dapat keburukan dari keburukan yang ia kerjakan. maka seluruh kebaikannya itu tidak bisa menyelamatkan dirinya. Meskipun ia shalat. tidak dianggap suatu kebaikan bila seseorang mengerjakannya tapi meninggalkan shalat. Sedang manusia itu ada dosadosa lain. menjadi nampak ke wajah kita. marahlah kita bila kemudian murid pada telat datangnya.

Sama dengan buat apa pake jilbab kalo kelakuannya konyol. dan dia pun menemukan bahwa shalatnya memang berantakan. andai gara-gara keterlambatan kawan kita ini. Para pegawai yang kehidupannya biasa-biasa saja. Insya Allah kita akan seminarkan hal ini di pertemuan kopi darat ya. Ada yang ditampakkan ketidakberesan hidupnya. maka demikianlah yang memang bakal terjadi. tidak menyadari. Bertambahtambah kekeselan kita. persoalan yang penting. para pramuniaga dan kasir dan karyawan-karyawan bawah yang terkunci gajinya hingga berbelas belas tahun. Namun. Gitu. jadi berantakan. para kuli bangunan yang statis hidupnya. Dan ini sama bahayanya dengan tidak mengetahui. Benahi shalatnya. Sesiapa yang shalatnya lempeng. maka demikian jugalah hidupnya. lurus. bener. Tentu sumpah serapah. Bahasa agama mah. atau minimal gerutuan dan kekeselan di hati. dijamin. dengan kualitasnya. tapi orang tersebut tidak diberikan kemampuan untuk merasakan ketidakberesannya. Shalat. Coba perhatikan kalimat di atas: Akan bertambah sebal lagi. kalau telat menyadari atau telat mengetahui. Tambah kesel lah lagi kita. maka bagus juga kehidupannya. Loh. bila persoalannya adalah persoalan yang berat. maka insya Allah hidup pun akan tertata. hidup bakal berantakan. teramat besar kerugiannya. Dan mereka ini . bila ada seseorang yang kemudian menemukan hidupnya berantakan. Konklusinya jangan dibawa kepada pembenaran lebih baik berbuat baik saja. sesungguhnya bukan disembunyikan. saya jawab. Atau. Coba saja abaikan shalat. bisa jadi sebab mengabaikan soal shalat ini. Coba aja buktikan. tapi shalat dan pakai jilbab itu juga penting. Banyak yang tidak tahu. atau pura-pura tidak tahu? Bahwa urusan shalat sangat terkait dengan urusan yang lain. *** Pengaruh Kepada Urusan Yang Lain Shalat amat terkait dengan lain-lain hal di kehidupan ini. menjadi nampak ke wajah kita. sangat berpengaruh di kehidupan kita. kemudian urusan kita yang lain. bahwa buat apanya iya. ada yang disembunyikan oleh Allah. Sesiapa yang shalatnya bagus. Sebab. para pengusaha yang berjalan di tempat dan cenderung turun.

Masya Allah. Tahun 2003. Bahkan di tahun ini saya mengenal istilah “mencari solusi di atas sajadah’. namun tidak mengoreksi soal shalat tamu yang datang mengadu ini. Sama dengan Abah Anom yang juga mengakui buyut saya ini sebagai guru pribadinya. Sepusing-pusingnya. sama shalat engga lupa. Saya datang kepada beliau. Lupain akhirat.terlambat mengetahuinya. Indah. Solusi dicari. Kita sudah membahasnya sedikit di beberapa esai kemaren bagaimana rupanya bila kita telat shalatnya. banyak ulama. Kira-kira saya menjawab. ntar dunia ngikut. Mu’allim Syafii Hadzami almarhum. Beliau ulama betawi yang sangat masyhur. entah itu shalat wajib. Setelah sekian tahun saya bergelut dengan kesusahan saya. Ya. tetap shalat”. Biar gini-gini. Namun saya tahun 2003 itu malah digedor tentang shalat terus. ini tidak menghalangi Mu’allim Syafii Hadzami bertanya: “Shalatnya bagaimana?” Singkat cerita. Terbalik”. dan bagi kyai-kyai yang tinggi tauhidnya. shalat engga dibenahin. Namun. “Shalatlah. Ketika yang lain mengatakan jangan hanya doa dan shalat. saya berkernyit juga awalnya ditanya tentang shalat. Keluarlah kemudian nasihat yang kemudian saya populerkan. oleh-olehnya senantiasa soal shalat. Saya pun bahkan ditegur soal shalat sunnah ketika saya diketahui tidak rajin shalat sunnah (untuk tidak menyebut meninggalkan shalat sunnah). insya Allah hidup akan jadi bener. Sebab beliau menjadikan buyut saya ini sebagai salah satu guru yang ditulis di dalam sejarah hidupnya. Dan saat itu. didapatlah saya shalatnya sering telat. Yang lain mencari solusi. ntar dunia malah ga kebagian”. telat itu sama saja dengan tidak mengenal Allah dan tidak mengistimewakan-Nya. seperasaan saya. Lempengin sajadah. ungkapan orang-orang tua dulu. seakan hidup lagi di hati saya: “Benahin akhiratnya. Saya pun termasuk yang telat menyadari perihal shalat ini berpengaruh pada masa depan saya. mestinya makin tidak pantes shalat saya di bawah mutu. saya “ditugaskan” oleh hati dan pikiran saya untuk mencari Allah. Tidak sedikit yang memberikan wirid dan zikir. Sebenernya. insya Allah hidup akan lempeng. semakin saya keturunan kyai. Dan kelak ini akan berpengaruh pada Yusuf Mansur dewasa pasca masalah. Muhammad Mansur Jembatan Lima. Dan beliau tahu saya buyutnya Kyai besar: KH. adalah jawaban kebanyakan. tahun 2003 saya berkenalan dengan soal kerapihan shalat. saya malah “dipenjarakan” oleh pengetahuan yang saya dapat u/ berlama-lama di atas sajadah. Sebab ketika beliau kejar dengan pertanyaanpertanyaan lanjutan. maupun shalat sunnah. Alhamdulillah. banyak kyai. . atau yang biasa disebut “amalan”. jalan-jalan hidup dicari. Datang ke kyai mana saja. Baginya. yang mengingatkan saya tentang shalat. Rupanya jawaban ini tidak memuaskannya. Malah bahasa tepatnya: biasa telat. dan itu dianggap sebagai “ikhtiar” juga. Jawaban saya. salah satunya. “Benerin sajadah.

ukurannya karena saya dibesarkan di lingkungan kyai. tidak mi’raj. Terhadap shalat sunnah. Jauh-jauh saya belajar. perjalana tauhid buat saya. shalat sunnah itu ibarat sayap burung bagi shalat wajib. Maka di perjalanan berikutnya. bila dikerjakan tanpa sunnah? Saya pun dihadapkan pada pemikiran lain berdasarkan firman Allah bahwa sesiapa yang mengaku mencintai Allah. Masya Allah. kudu ikut sama Rasulullah.siapapun ga pantes shalatnya rusak. Salah. Ga ditanya saya S2 di mana? Ga ditanya bagaimana manajemen bisnis saya? Ga ditanya. Ga dipake itu shalat-shalat sunnah. Udah tahu punya sayap. susah. “Burung males”. sebab ga punya sayap. Yang ditanya. tapi kalau kita tidak kerjakan maka tidak akan dapat dosa apa-apa. tapi kehidupannya ga berubah. Ternyata saya salah. Saya ditanya lagi. di tahun 2003 itu saya berkenalan ulang dengan ayat-ayat dan haditshadits tentang shalat. Ada satu cerita yang saya geli bener dibuatnya. burung apa yang punya sayap tapi ga terbang? Saya jawab. kenapa juga shalat saya ga bener. begitu kata ulama yang saya temui. kalau burung yang tidak terbang padahal dia tahu bahwa dia punya sayap? Kali ini saya tidak jawab. katanya. shalat itu mi’rajnya seseorang yang beriman. Lalu bagaimana mungkin kemudian disebut mengikuti rasulullah bila kemudian tidak berusaha mengikuti sunnah-sunnahnya? Sehingga bagaimana mungkin juga disebut mencintai Allah jika kemudian kita tiada menegakkan sunnah-sunnah Rasul-Nya yang karenanya kemudian dianggap cinta kepada Allah itu belumlah sempurna. Sehingga wajar kemudian ada banyak orang yang shalat. Tapi kemudian shalatnya tidak naik. Namun. burung onta. Saya lalu dihadapkan pada satu teori: bagaimana kalau disebut tidak menghidupkan sunnah? Bagaimana kalau disebut shalatnya tidak mi’raj? Tidak naik kepada Allah. selama ini yang saya pelajari sebelumnya. kalau kita kerjakan kita dapat pahala. Sebab pencariannya lewat pintu yang kali ini sudah benar. Seperasaan saya. Begitu. baru kemudian bercabang ke pintupintu yang lain. Yaitu lewat pintu shalat dulu. Burung yang ga terbang padahal burung sayap disebutnya burung bodoh. Saya ditanya. Karenanya saya kemudian membuat Kuliah Dasar yang membahas tentang shalat di satu kelompok esai khusus tentang shalat. Dia tidak tahu dia punya sayap. Tinggi-tinggi saya belajar. Ash-sholaatu mi’roojul mu’miniin. Sebab ga cukup kuat buat mengangkat derajatnya. kenapa dia tidak pakai buat terbang! Nah. Insya Allah. Saking pentingnya. Buku Mencari Tuhan Yang Hilang kemudian lebih membumi. bagaimana shalatnya? Cukup itu sebagai indikator kejatuhan dan kejayaan kembali. . yang ditanya tentang shalat wajib dan diperiksa pula shalat-shalat sunnah saya. Akhirnya ketika saya jatuh.

Orang mengenal saya sebagai penganjur sedekah. kelak. Selanjutnya itu anak dan ibu bercerita masing-masing versinya. tapi Allah tidak ia cari. Khususnya di awal-awal perbaikan seseorang. Jangan berjamaah kecuali sama sunnahsunnahnya. sebab pintu-Nya sudah saya buka. saya lebih senang menganjurkan perihal perbaikan shalat wajib dan penegakan shalat sunnah. kejar saya. Disebut bahwa anaknya ini udah kawin. Ada anak muda datang kepada saya. Dan seutamautama doa adalah yang dipanjatkan setelah shalat wajib. wa baabut taqorrub ilallaahi ash sholaah. Terakhir mau saya katakan. segala sesuatu itu punya pintu. Dan jangan shalat kecuali berjamaah. Melihat dandanan ibunya dan cara ibunya menenteng dia ke saya. Saudara-saudaraku Peserta KuliahOnline.berantakan. Engkau Yang Maha Mengetahui Lintasan Hati Hamba saat bercerita ini). ia sudah mendapatkan pekerjaan. bahwa tidak boleh dilihat ini kertas kecuali sampe rumah. pas dah. Dan kemudian rabu nya udah kembali padahal belum 7 hari. Hari selasa. hutang saya lunas. iya. ini juga sangat berpengaruh buat saya. tidaklah disebut . Pintu apa? Pintu shalat. dan pulanglah. Subhaanallaah. Dan sebelumnya saya tanya kepada dia sebelum saya tulis sesuatu itu. Lakukan ini 7hr ke depan dan kemudian balik lagi ke saya”. Ya udah. Beliau kira-kira datang senen. barangkali Allah berkenan datang secepat itu sebab ia juga punya ibu yang sayang dan perhatian. saya bilang. Dijawab oleh anak muda itu.Waba’du. beliau seperti dihentakkan hatinya. Sebelumnya saya guide. Dan pintu pertama untuk mengenal Allah pertama kalinya adalah shalat. Anak muda itu barangkali tidak menduga kalau yang saya tulis hanya soal shalat. Selama ini ia salah mencari. Tapi ga kerja. Sebab 3 tahun setelahnya saya memperbaiki shalat saya (Ya Allah. Sudah disebut di esai terdahulu. “Iya. ga sesuai dengan kuliahnya. alias hanya selang satu hari. he he he. Ternyata beliau cerita. “Iya apa?”. Ditenteng oleh ibunya. Udah 32 tahun umurnya. Ustadz”. pelajaran ini sungguh sangat mendalam buat saya. Ia ubah haluan. Saya sebut di atas. Hidup saya pun meningkat. Malah kadang saya suka iseng. Ia menjawab. akhirnya ya nyampe. Besok kita bercerita-cerita ya. “Bagaimana shalatnya?”. Insya Allah. belajar yang lain-lain di KuliahOnline ini. tapi shalat kita belum kunjung kita perbaiki. Pertanyaan yang saya tanyakan adalah pertanyaan yang ditanyakan kepada saya dulu. sering saya sebut percuma kita belajar tauhid. bolehlah saya mengira bahwa ibu ini pasti mendoakan terus anaknya. Di antaranya untuk soal konselingan. tentang orang-orang yang bersentuhan dengan urusan berkah dari perbaikan shalat. Ikutin kertas ini. Semangat bertauhid adalah semangat memperbaiki shalat kita. Saya kemudian mengambil kertas dan menuliskan sesuatu di kertas itu. sambil berpesan bahwa lakukan apa yang ditulis di kertas ini. “Jangan tinggal shalat. Ia mencari pekerjaan. Ya. Kata anaknya. likulli syai-in baabun. Allah hadir dalam kehidupan saya. Padahal aslinya. Anaknya nolak disebut ga kerja.

Baiklah. Buat saya ini adalah soal Tauhid. saya selang dulu dengan esai tentang keikhlasan dan doa. Mudah-mudahan bisa menjelaskan tentang perbedaan antara ikhlas. Yang lain menyebut ”tidak ikhlas”. saya lebih kepengen meyakininya sebagai sebuah keutamaan jalan sebab yang memberikan petunjuk . nurut sama Seruan Allah. Sebenernya ini soal klasik yang sering ditanyakan oleh jamaah. soal kepercayaan. Yang lain menyebutnya ”tidak ikhlas”. serta doa. Yakin dan percaya akan Janji-Janji Allah. Esai ini seadanya memang saya ambil. Silahkan saja direnungkan. saya perhatikan kemudian muncul banyak pertanyaan dari Peserta KuliahOnline tentang ”Ikhlas tidak ya kalau kita bersedekah sebab mengharap imbalan?”.bagus tauhidnya. Yakin dan percaya akan seruan Allah dan Rasul-Nya. Dan yang lain menyebutnya sebagai pamrih atas ibadah-ibadah yang dilakukan karena dunia. khususnya shalat kita. yang saya ambil seadanya dari buku terbaru saya yang judulnya: ”an Introduction to THE MIRACLE”. bila kemudian soal shalatnya rusak. Mudah-mudahan Allah senantiasa memperbaiki amaliyah harian kita. saya lebih memilih menyebutnya ”berharap sama Allah”. saya lebih memilih menyebut ”saking percayanya sama Allah lalu saya melakukannya”. yakin. dan di sampel ”sedekah mengantarkan umrah”. Soal keyakinan. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Tidak Ikhlas? KDW0118 Seri-18 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Ikhlas? Di esai Bicara Tauhid Bicara Keyakinan.

*** Tulisan Ini Bukan Memaksa Anda Meminta kepada Allah “… Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku. tahajjud saja. Salah tuh. he he he. Tunggu dah besok ya.” Atau. Ini bukan promosi.” (QS.adalah Yang Memiliki Dunia yang juga menyuruh kita beribadah.” “Tahajjud. “Ibadah-ibadah saja… jangan minta-minta sama Allah.. saya terus mendorong kawan-kawan WebOnline untuk menyempurnakan BelanjaOnline agar peserta langsung bisa mendapatkan buku aslinya. jangan tahajjud sebab pengen minta ini minta itu sama Allah.” Orang-orang seperti ini nih yang saya bingungkan. memangnya siapa yang mengatakan enggak boleh minta? (+) Ya orang-orang. “Sedekah-sedekah saja. kata Luqman. al-Baqarah: 186) Suatu hari Luqman “bingung”… “Kenapa ketika seseorang ibadah kepada Allah. Selamat mengikuti esai-esai ini. tapi sekalian nyuruh beli. Waba’du. .. malah lalu enggak boleh minta sama Allah?” (-) Loh. Insya Allah besok masih saya cuplikkan bahagian dari buku tersebut untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ”ikhlas atau tidak ketika kita beribadah lalu berharap imbalan?”. Insya Allah besok saya akan naikkan esai yang judulnya: ”Ibadah: Jalan Rizki Utama”. (-) Orang yang mana? (+) Ya yang mengatakan. Masa sih sedekah karena pengen sesuatu.

” Iya’kan? Enggak berani? Sebab kalau berani membantah berarti tidak ikhlas? (-) Iya juga sih. Masa menyamakan mereka yang berpendapat seperti itu seperti setan? (+) Ya enggak sih. (+) Enggak gitu gimana? (-) Ini’kan sekadar mengajarkan keikhlasan.(-) Loh. terlalu jauh tuh. Tapi’kan begitu cara kerjanya setan. Gitu loh. Tapi kalau mengajarkan keikhlasan sambil menyekat hamba-Nya dari Allah. (+) Guru saya pernah bilang. . boleh enggak meminta sama Allah? (-) Boleh. tapi di saat yang sama mengajarkan keburukan. Tapi di sisi yang lain.. bila ada yang mengajarkan kebaikan. Apa ini bukan kerjaan setan? (-) Wah. apakah masih bagus disebutnya? (-) Tapi siapa juga yang menyekat? Kan mengajarkan keikhlasan? (+) Apa coba sebutannya buat mereka yang melarang hamba-Nya meminta sama Allah? Apa bukan menyekat tuh? Memberi dinding antara seorang hamba dengan Allah? (-) Ya.. (+) Gini. bagus-bagus saja.. kenapa kamu “menyerang” mereka-mereka itu? Bukannya mereka itu bagus? Dan mengajarkan kemurnian ibadah? (+) Ya. Halus banget. sama dengan berdo’a. “ibadah-ibadah saja. enggak gitu sih. (+) Meminta itu berdo’a bukan? (-) Ya. Kita enggak berani ngebantah perkataan. Satu sisi mengajarkan perbuatan baik harus dilakukan dengan keikhlasan. jangan minta-minta sama Allah. seseorang tidak diperbolehkannya meminta sama Allah.. itulah setan? (-) Maksudnya? (+) Ya setan’kan masuk lewat pintu ilmu.

(+) Jadi... boleh nih berdo’a? (-) Ya, bolehlah... malah jadi ibadah. (+) Ok, malah jadi ibadah ya? (-) Ya... jadi ibadah. (+) Terus... boleh enggak seseorang yang tidak ibadah meminta sama Allah? (-) Maksudnya? (+) Boleh enggak seseorang yang tidak shalat misalnya, lalu dia berdo’a kepada Allah? (-) Boleh saja... berdo’a’kan tidak mempersyaratkan apa pun, kecuali sebagai akhlak. (+) Jadi, boleh nih, seorang preman misalnya, berdo’a kepada Allah? (-) Ya... boleh. (+) Walau dia tidak shalat? (-) Ya, boleh... meski dia tidak shalat, dia berhak berdo’a. (+) Lah, lalu kenapa orang yang menempuh jalan tahajjud, menempuh jalan sedekah, lalu jadi tidak boleh meminta? (-) Iya juga ya... kenapa jadi tidak boleh? (+) Situ sendiri’kan yang bilang... sedekah-sedekah saja, tahajjud-tahajjud saja, jangan minta-minta sama Allah? (-) Bener. (+) Padahal, mestinya kalimat yang benar itu begini... “tidak tahajjud saja boleh meminta, apalagi tahajjud. Tidak sedekah saja boleh meminta, apalagi bila bersedekah.” (-) Bener.

(+) Dari tadi bener-bener melulu? (-) Lah, memang bener. (+) Sekarang siapa yang bingung? (-) Ya enggak bingung... saya benar, situ benar. (+) Maksudnya? (-) Beribadah karena sesuatu’kan jadinya tidak ikhlas? (+) Yah, itu mah namanya kembali kepada pertanyaan semula. (-) Kembali bagaimana? (+) Yah, di depan’kan ditanya, boleh enggak meminta sama Allah tanpa ibadah? (-) Oh... dialog di depan tadi? (+) Ya iyalah... dialog yang tadi, masa harus balik lagi? (-) Jadi... gimana? (+) Ikhlas itu jangan dikaitkan dengan meminta. Bila seseorang meminta kepada Allah,

jangan dikatakan tidak ikhlas dong? (-) Lalu, mestinya dikatakan apa buat seseorang yang bersedekah lantaran dia susah? (+) Dikatakan kepadanya, “Dia menempuh jalan yang diberitahu Allah dan RasulNya.” (-) Oh... gitu ya? (+) Ya... begitu. Ketika Allah bilang bahwa Allah akan membantu yang mau membantu sesama, lalu ada seorang yang keluar dari rumahnya membantu orang lain karena dia kepengen kesusahannya dibantu Allah, Masa salah? Bukankah ini berarti dia mempraktikkan cara-cara Allah bila kepengen dibantu. Dan berarti dia dapat

pahala tersendiri, yaitu pahala menjawab seruan Allah, pahala nurut sama Allah, pahala percaya sama Allah. (-) Tapi’kan enggak bener dong. (+) Enggak bener pegimana? (-) Kok aneh ya, ibadah’kan harusnya murni, ikhlas? (+) Ya itu tadi... sebab pemahaman ikhlasnya kali yang salah. Mestinya ikhlas itu adalah tidak dikaitkan dengan do’a, dengan permintaan. Kasihan hamba-hambaNya Allah yang memang kepengen sesuatu dari Allah, dan Allah memang membuka pintu-Nya, dan murah memberi hadiah kepada hamba-Nya yang mau menegakkan ibadah. Lebih kasihan lagi kepada orang-orang yang tidak tahu bagaimana caranya merayu Allah. (-) Jadi, tetap disebut ikhlas nih, bila seseorang beribadah karena sesuatu? (+) Kalimatnya barangkali begini, orang itu punya tauhid yang bagus. Punya iman yang bagus. Karena percayanya dia sama cara yang dianjurkan Allah dan Rasul-Nya, lalu dia tempuh jalan itu. Gitu. Secara simpelnya, disebut tidak ikhlas itu kalau ia ngomongin dia punya amal ke kiri dan ke kanan dengan maksud riya atau sombong, sum’ah/berbangga diri. Kalau ke Allah mah namanya do’a, harapan, permintaan, munajat. (Iya juga ya... apalagi meminta itu’kan ibadah juga ya? ) (Nah... berarti kalau seseorang mau sedekah, dan ia punya permintaan, berarti ada dua ) ibadah?

(+) Betul... ibadah “sedekah” dan ibadah “meminta”. (-) Dapat dua pahala ya? (+) Ya... dapat dua keutamaan. (-) Paham saya sekarang. (+) Masa? (-) Iya.

(+) Lalu masih menyalahkan orang yang bersedekah lantaran proyeknya pengen lancar? (-) Masih. (+) Lah? (-) Ya iya... namanya juga bingung. (+) Ya sudah... bingung saja terus. (-) Ya soalnya memang tetap bingung. (+) Iya... enggak apa-apa. Kan enggak maksa supaya situ mau minta sama Allah. Jadi, ya enggak apa-apa bingung juga. Silahkan saja. Kalau saya mah enggak bingung. Bagi saya, saya percaya sama Allah. Percaya sama cara-cara-Nya Allah. Allah bilang, kalau mau begini, begitu. Kalau mau begitu, begini. Lalu saya ikuti itu. Ini namanya tunduk, patuh, dan taat. Sekali lagi, ini namanya keutamaan dari percaya sama Allah. *** Yah, namanya juga orang bingung. Luqman sendiri bingung. Anda enggak usah ikut bingung… he… he… he.... Yang jelas Luqman meyakini, banyak orang yang tidak berani minta sama Allah. Padahal Allah sendiri yang menyuruh meminta kepadaNya. Masa ketika seseorang meminta jadi salah? Iya enggak? (-) Iya. (+) Lah... kok ada jawaban lagi? (-) Tadi nanya? (+) Nanya apaan? (-) Tadi nanya... masa ketika seseorang meminta jadi salah? Iya enggak? Ya

(+) Wah. silahkan. maka jadilah orang-orang yang senantiasa butuh sama Allah.. supaya tetap terhubung dengan Allah. Enggak apa-apa.. Oke *** Kembali lagi dengan kalimat di awal.. situ diam saja ya. Ok. Terus begitu. nanti jadi panjang lagi!? *** Minta Terus Jangan Ragu Allah suka dengan hamba-Nya yang banyak meminta. maka jadilah orang-orang yang senantiasa butuh sama Allah. Salah satu caranya adalah dengan banyak meminta kepada Allah. kok kamu lagi? (-) He… he… he…. Terus begitu. Jangan diganggu ya. Dikabulkan yang satu. (-) (+) Ya udah.. minta lagi yang lain. Supaya tetap terhubung dengan Allah. (+) Loh. Enggak apa-apa. Enggak boleh ngomong ya? (+) Boleh.. enggak usah ya? jawab kalau saya enggak minta situ ngejawab. Salah satu caranya adalah dengan banyak meminta kepada Allah. Tapi saya lagi nulis ini buat pembaca buku ini. Dikabulkan yang satu.. sudahlah. minta lagi yang lain.. (-) Wah. itu’kan kata situ.saya jawab iya. Luqman Hakim teringat ... saya diam saja.

Anda disayang sama Allah. Percayalah. lahirlah anaknya dengan selamat. siang.. Makanya kita harus terus berdo’a. kepada Allah mah jangan takut meminta. Bayi putri yang sehat. ia dan istrinya berdo’a semoga anaknya ini lahir dengan selamat. Memintalah. kaki dan tangannya bisa digerakkan normal. iya’kan?” Luqman membenarkan.. maka Allah akan memenuhi apa yang kita minta. Istrinya Luqman memberitahu suaminya. melainkan dia terus-menerus memelihara ibadahnya dan terus-menerus berdo’a.. Berhentikah ia dan istrinya berdo’a? Iya. ”Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku. pagi. Allah senang bila hamba-Nya mau meminta pada-Nya.. dan cantik. belum aman. Mestinya seseorang yang merasa perlu sama Allah tidak menghentikan ibadahnya. bahwasanya Aku adalah dekat. Boleh dibilang. Allah tidak akan pernah merasa keberatan dan tidak akan pernah merasa bosan bila ada hambaNya yang meminta dan meminta terus.proses kelahiran si Wirda. kita belom aman loh? Wirda memang sudah lahir selamat. maka (jawablah). Aku mengabulkan . mulutnya bisa bicara? Artinya. Tapi mereka berdua tidak mau berhenti sampe di situ saja. mengingatkan. apalagi jika Anda punya amal yang hebat. tidak menghentikan do’anya. normal. matanya bisa melihat. tapi’kan belum tahu apakah telinganya bisa mendengar. malam. mestinya Luqman Hakim dan istrinya berhenti berdo’a jika mereka berdua memuaskan dirinya hanya sampai etape itu saja. Alhamdulillah. “Pah.

” (QS.permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Itu’kan . terus meminta. agar mereka selalu berada dalam kebenaran.minta. dan minta. aneh. maka ini menjadi sebuah ibadah yang sangat hebat.. mencari dunia dengan jalan beribadah adalah sebuah keutamaan... al-Baqarah : 186) Justru bila ada hamba-Nya yang tidak mau meminta. mau meminta ridha dan perlindungan-Nya. Khaliqnya. dan seterusnya. Faathir: 15) Memintalah kepada Allah. bagaimana ketika permintaan bertambah. Luqman Hakim lebih menyebutnya sebagai “sebuah keutamaan”.. “… Kamulah yang berkehendak kepada Allah…” (QS. Tentu saja cakep buat dia apabila dia mau meminta ampunan Allah. Sebab meminta itu adalah ibadah seorang hamba kepada Allah. Ketika Allah memerintahkan kita begini dan begitu ketika kita mencari dunia milik-Nya. mau meminta cinta dan kasih sayangnya Allah. Di samping tentu menjadi sebuah wujud iman dan keyakinan kepada-Nya. Pokoknya sama Allah mah minta.. Mengapa demikian? Sebab bukankah mengikuti anjuran Allah dan Rasul-Nya adalah juga ibadah? Dunia adalah milik Allah. Ya. Dalam kehidupan sehari-hari.. Luqman masih tertarik untuk membahas tentang “menempuh jalan ibadah sebagai sebuah keutamaan”. tidak sedikit orang yang menyalahkan orang lain yang beribadah sebagai jalan ikhtiar mencari dunia-Nya Allah.? Sebuah Keutamaan Ibadah adalah salah satu ikhtiar mendapatkan dunia. Yang tidak kalah pentingnya. ibadah juga bertambah. maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku.

Andai kita tidak ada uang pun kita akan mengusahakan setengah mati.. Ada ahli desain interior. entah itu dunia-Nya. “Anda harus dioperasi segera. Terhadap saran manusia. Lalu memberikan advisnya tentang tata ruang yang lebih membuat sirkulasi udara rumah kita menjadi lebih bagus. kita korbankan kendaraan kita untuk mendapatkan uang buat operasi. keyakinan kita bukan main hebatnya. Dia berkunjung ke rumah kita. dalam hitungan 24 jam!” Wah. Macam gini. hanya pada-Nya-. Allah menyebut bahwa jalan tahajjud akan membuat hidup seseorang berubah menjadi lebih baik lagi. kita bak… bik… buk… memikirkan dan mengikutinya. berharap solusi dari-Nya. Kalau perlu. dan meminta (do’a) adalah juga ibadah. kita tinggalkan rumah kita. Maka bila seseorang melakukan tahajjud dan juga berdo’a kepada Allah. kita akan terbirit-birit mengiyakan. menjadikan kita seperti setengah-setengah beribadah. Bukan karena penuh pengharapan kepada-Nya. pinjam sana pinjam sini. Atau malah jangan-jangan kepikiran terus untuk sesegera mungkin menjalankan advis sang desainer interior tersebut.. Mengapa terhadap nasihat Allah dan Rasul-Nya tidak kita ikuti? Apakah karena kita tidak percaya kepada Allah dan Rasul-Nya? Atau jangan-jangan kita terjebak kepada kesungkanan atau makna keikhlasan yang barangkali perlu dikoreksi? Sehingga ibadah kita tidak bertenaga? Tidak memiliki spirit? Sebab bisa jadi bayang-bayang tidak boleh beribadah karena meminta sesuatu dari Allah. terhadap nasihat manusia. Lalu. Saudaraku. atas janji-janji-Nya sendiri. Bila dilakukan terus-menerus akan membuat seseorang naik terus derajat dan kemuliaannya. apakah ini salah? Lebih utama mana dengan yang tidak mengerjakannya? Atau lebih utama mana dengan yang mengerjakannya tanpa berharap kepada-Nya? Apalagi kalau kita sepakat bahwa meminta kepada Allah pun merupakan ibadah tersendiri? Tahajjud ya ibadah.sebutan betawinya nurut. atau percaya.. terhadap dokter saja. maka insya Allah kita akan mengubah tata letak rumah kita tersebut andai memang kita ada uang. dan kemudian menyandarkan harapan hanya pada-Nya -sekali lagi.. Ketika seorang dokter mengatakan. bukankah dia malah . ada seseorang yang melakukan tahajjud sebab percaya akan firman-firman Allah dan hadits-hadits Rasul seputar tahajjud ini.

agar bisa menikmati bersimpuh di hadapan Allah. Subhaanallaah. ayo! Beranilah meminta. Rasul misal pernah bilang juga begini. saya juga berkesempatan berdoa agar semua kaum . bisa semuanya berangkat ke Baitullaah. sehat. Namanya Muhammad Kun Syafi’i. istri saya “isi” lagi. maka pas ia berumur empat bulan. di Baitullaah-Nya. bantulah sesama. harus ikhlas. sebab salah satunya doa-doa para jamaah semua kepada Allah. Anak saya yang ketiga.” Lalu. Lahirlah kemudian bayi yang ke-empat. alias hamil lagi. “Kalau mau dibantu Allah. Abang Kun bangun. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Ibadah. Di TVRI sedang berlangsung LIVE siaran Tarawih dari Mekkah.dapat dua keutamaan? Terus lagi. sambil muraja’ah juz ke-14 untuk ngimamin tarawih besok. Apakah ini salah? Tega bener kalo salah mah. Kasihan orang yang butuh pertolongan Allah yang menempuh jalan ibadah dan jalan-jalan yang diseru-Nya. saya berdoa agar anak-anak saya dan keluarga. yang bisa sembuh. Saudaraku. Mohon do’a agar Allah memberikan bimbingan kebenaran dari-Nya. jangan minta-minta sama Allah. ini menurut saya perlu dilakukan lagi penelitian mendalam. Jam masih menunjukkan pukul 01-an dinihari. nromal. beribadah saja. Kalimat bahwa beribadah sama Allah. Jalan Rezeki Utama Bekerja Dengan Allah. seseorang yang menghendaki pertolongan Allah bergegas menyambut seruan ini untuk benar-benar berharap turunnya pertolongan Allah baginya. Barangkali sebab dipanggilnya abang. Tidak ketinggalan saya berdoa pula untuk Anda peserta KuliahOnline. laki-laki. Kami memangginya Abang Kun. Ya Allah. Bekerja Untuk Allah KDW0119 Seri-19 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Ibadah Tujuan Hidup Abang Kun bangun.

Abang Kun dibuatkan susu oleh Bu Yayuk. dipimpin oleh KH. Abang terdiam dari nangisnya. Peserta KuliahOnline. saya usap punggungnya. Kebetulan pula. kami berdua menikmati bacaan ayat suci al Qur’an. Panjatkanlah doa di sana agar pertolongan Allah segera hadir di kehidupan anak negeri di seluruh negeri. Namun. ya masyarakatnya. maka saya hadirkan esai ini melengkapi esai Kuliah Tauhid. dan mengambilnya. ya habaaibnya. esai ini saya cuplik seadanya juga dari buku The Miracle. Ingat-ingat tujuan kita diciptakan. lihat Mekkah yuk. dan melihat dengan mata tidak berkedip. Alunannya membuat saya rindu akan Baitullaah. Hanya itu jalannya kalau negeri ini mau makmur kembali. Sama dengan esai kemaren. dia bersorak ketika melihat langsung menara-menara Masjidil Haram. Selamat jalan jamaah umrah semua. kesibukan dunia. Selamat jalan wahai jamaah umrahku. Kelalaian dunia. dan saya katakan padanya: “Abang. mudah-mudahan bisa . Selamat jalan jamaah umrahku. Segala urusan dunia sudah mengalahkan tujuan hidup di dunia itu sendiri. berangkat shubuh ini. Lihat yang pada tarawih malam hari ini di Masjidil Haram”. bawalah doa untuk negeri ini. Alhamdulillah kalau begitu. Waba’du. saya hidupkan. sebagai pusat dari semua langkah perbaikan diri dan perbaikan hidup. Ya. Saya gendong. Semuanya. Agar Allah juga berikan ampunan kepada seluruh keluarga besar negeri ini. Dalam keadaan TV mati. Perjalanan kita sudah menunjukkan bahwa melencengnya kita dari kehidupan kita membuat hidup kita semakin jauh dari Allah. ya pimpinannya. rombongan Umrah Ramadhan Wisatahati/Daarul Qur’an. bahwa hari ini kita akan belajar tentang “Ibadah: Jalan Rizki Utama”. saya cuplikkan tulisan ini. iman dan kembali dengan umrah yang mabrur. yang ke sekian. Abang menunjuk-nunjuk dengan tangan mungilnya layar di TV. Dan masya Allah. yaitu untuk beribadah kepada Yang Kuasa. saya bertanya apakah jamaah sekalian sudah menerima imel tentang penanaman pohon untuk penghijauan pondok? Bila sudah. Sebahagiaannya barangkali tidak termasuk yang saya sebut. Ya Allah. Saya masuk ke kamarnya Abang. Semoga Anda semua diberi Allah ganti ongkos umrah dan keletihan selama berumrah dengan kelezatan ibadah. beginilah kenyataan orang zaman sekarang. Dalam rangka menyemangati kembali diri ini dan diri semua orang yang bisa saya semangati. sudah membuat orang menjadi jauh dari yang namanya ibadah. sesuai dengan janji saya.muslimin berkesempatan menjadi tamunya Allah. Kosasih. Agar negeri ini mau tunduk dan ta’at kepada Allah. Saya betul-betul menghendaki diri ini mau memperbaiki ibadah. perbaiki ibadah bila hidup mau kembali benar. Semoga berkenan dan bermanfaat. Agar keridhaan Allah mengiringi seluruh ikhtiar negeri ini memperbaiki diri dan meningkatkan kesejahteraan dus keluar dari segala krisis. Lihat Ka’bah. ya ulamanya. dan jamaah umrah dari seluruh tanah air.

seukuran proyek. berikut ini esai yang saya maksud. alam kita.. *** IBADAH. dan yang unik-unik. kembali ramah kepada kita. Terutama pohon-pohon buah. dan jalan usaha bisa DIPERLUAS lewat jalan ibadah! . Begitulah selama ini pikiran kita bekerja. seukuran usaha. Bekerja UNTUK Allah Memperluas Jalan Usaha Memperbesar Hasil Usaha Semula banyak orang berpikir bahwa hasil usaha dia adalah seukuran kerja. seukuran dagangan. Amin. Pohon apa saja. Agar lingkungan kita. saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.punya rizki ya untuk menyediakan pepohonan yang dimaksud. Dan kalau bisa. pohon-pohon yang sudah berdiameter besar. JALAN REZEKI UTAMA Bekerja DENGAN Allah. Ok. Mudah-mudahan pepohonan yang ditanam ini bisa menjadi pelindung di hari tiada perlindungan kecuali perlindungan Allah. Tidak pernah terpikirkan atau jarang terpikirkan bahwa hasil usaha bisa DIPERBESAR lewat jalan ibadah. Dan lewat media KuliahOnline ini juga saya serukan agar peserta KuliahOnline berkenan melakukan penghijauan sebisa-bisanya di lingkungan masing-masing juga.. kelak di hari kiamat. Selamat mengikuti. Atas nama pribadi dan keluarga besar Pesantren Daarul Qur’an. atau seukuran modalnya.

” (QS.. Yakin. banyak di antara kita yang tidak berani berpikir bahwa jalan ibadah bisa menambah dan memperluas rezeki. Apa pun yang kita lakukan tentu harus mengikhlaskan diri kita karena Allah . tapi membicarakannya hingga “menjadi sebuah metode”. al-Baqarah: 185) Tentu saja termasuk “petunjuk” untuk mencari rezeki dari Yang Maha Memiliki segala perbendaharaan rezeki Ikhlas. menjadi sebuah solusi yang “diataskertaskan”. Harus karena wajah-Nya semata”. Al-Qur`an adalah petunjuk. Maksudnya. Do'a. Tidak boleh beribadah karena dunia-Nya. bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang hak dan yang batil. atau saya yang “terlalu berani?” Padahal sebagai sebuah petunjuk. dan Harapan Memberi Spirit dalam Beribadah Wacana-wacana yang menjadikan “kekurangberanian” atau “kesungkanan” untuk meyakini keyakinan itu secara bulat. siapa yang berani memberi kritik? Siapa yang berani mengoreksi? Dan siapa yang berani memberi catatan? Saya pun tidak akan berani. ’Sesungguhnya shalatku. al-An’aam: 162) Kalau kalimatnya seperti di atas. tidak sedikit yang kurang berani. “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan. baik di praktik maupun di teori (menjadi metode) adalah sebab ada wacana bahwa “Ibadah itu harus ikhlas. hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah. iya yakin bahwa “jalan ibadah bisa menambah dan memperluas jalan rezeki”. Tuhan semesta alam. barangkali iya.” (QS. Entahlah. “Katakanlah. ibadahku..Ya.

Nanti Allah akan buat apa-apa yang sulit. ath-Thalaaq: 7) Lalu. tapi pada saat yang sama. Lalu Allah memberitahu bahwa kalau sedang disempitkan rezekinya. “Katakanlah.” (QS. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. percaya dan berkenan mengikuti dengan harapan agar benar-benar kesulitan kita dimudahkan Allah. Tapi tunggu dulu! Orang-orang yang mencari dunia milik Allah lewat jalan ibadah pun tidak mesti juga serta merta dikatakan tidak ikhlas. yang menghidupkan dan mematikan.semata. al-A’raaf: 158) Contoh salah satu bentuk ibadah adalah sedekah. dunia akan Allah dekatkan. mereka tahu dengan ilmunya bahwa dengan beribadah. mereka beribadah sepenuh hati kepada Allah. kita-kita yang sedang diberi nikmat kesulitan. Harapan pun dia gantungkan semata hanya kepada Allah. sebab karena Allah dan Rasul-Nya memberi petunjuk demikian. “memisahkan” antara keikhlasan dan do’a? “Memisahkan” antara keikhlasan dengan harapan? Artinya ketika mereka menjalankan. bersedekahlah. maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya. Jalan- . “Dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. harus percaya dan mengikutinya. yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi.” (QS. Bahwa dia menempuh jalan ibadah. jadi mudah. ’Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekadar apa yang Allah berikan kepadanya. Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia. Bagaimana kalau mereka secara cerdas. Karenanya. supaya kamu mendapat petunjuk.

apakah setelah dikembangkan menjadi paragraf di atas masih terjadi benturan? Saya pikir ini adalah sesuatu yang berbeda. lalu kita melakukannya”. inilah bahkan CARA TERCERDAS dan TERHEBAT sepanjang sejarah cara-cara yang dikerjakan manusia. salahkah juga bila ia bercerita ini kepada kawan-kawannya. bukankah ia menjadi sebuah ibadah tersendiri? Malah ibadah ini begitu indah dan memberi semangat dalam nilai. kita mengesakan Allah. kepada sekitarnya? Bahwa bersedekahlah jika ingin dicabut segala kesulitannya? Lalu salahkah dia bila dia . kita turuti betul. percaya pada seruan dan petunjuk Allah. maka kita pun berharap agar Allah benar-benar memenuhi janji-Nya. Saya lebih kepengen menyebutnya dengan “inilah iman”. Dan “inilah tauhid”. Iman dan tauhid yang kemudian berbuah amal shaleh Bahkan menurut pendapat saya. atau hal-hal lainnya. Saya lebih suka menyebutnya. Gampang! Entah dalam mencari rezeki. yaitu tinggal mengikuti saja petunjukpetunjuk di dalam Al-Qur`an. Sesuatu yang malah harus dikupas dan ditelaah lebih jauh lagi. Kita melakukan karena kita yakin pada Allah dan kita mengetahui itu. atau melepas kesulitan. Dan ketika manusia menjalankan petunjuk Allah. ketika ada yang percaya kemudian menjalankan dan merasakannya. Lalu iman kita bekerja dengan kekuatan penuh. pemilik segala kemudahan.Nya yaitu jalan sedekah. Sebab cara ini dan petunjuk ini datangnya dari Allah. “saking percayanya sama petunjuk Allah. Kita melakukan karena kita percaya pada-Nya. Maka. Dan karena harapan adalah hanya dengan berharap kepada-Nya. Lalu. Salahkah kita? Apakah kita disebut tidak ikhlas hanya karena beribadah karena berharap akan kebenaran janji-Nya? Salahkah bila kita percaya sama omongan-Nya? Sama “iming-iming-Nya?” Salahkah juga kalau kita kemudian bersedekah karena kepengen diberikan kemudahan atau karena kesulitan kita kepengen dihapus-Nya? Sedang ini adalah firman-Nya? Nampaknya tega betul bila disebut tidak ikhlas. Ibadah yang tumbuh atas dasar keyakinan kepada apa yang digariskan Allah. alias kita bersedekah. setelah kita tunaikan sedekah.

tidak bertambah imannya. ada yang bayarin makanannya. pengalamannya. 1000 di satu shalat Jum’at. Ia bersedekah yang sama. 1000 di waktu shalat Jum’at. dicontoh. Sudah Allah berikan ilmu. 1000. sama-sama Rp. Tapi orang ini bersyukur biasa. maka kebodohanlah baginya. Jumlahnya katakanlah mendekati Rp. dan dirasakan oleh banyak orang. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut . Sama peristiwanya. maka bisa dengan mudah diikuti. Terus. Setelah sedekah.? Langkah dan Hasil Kebetulan dan Metode Supaya gampangnya saya berikan contoh. 1000. Berbeda dengan orang yang satu.000 atau Rp. kelak ia akan mengubah jumlahnya. Ketika ia dibayarin. makanannya dibayarin orang. Sebut saja ada yang bersedekah Rp. Kalau tidak. Setelah shalat Jum’at dia makan di warung dekat masjid.000. hikmah dan pengalaman. ia kemudian tambah menyadari dan tambah meyakini kebenaran janji Allah. Orang ini tetap bersyukur kepada Allah. atau minimal mengistiqamahkan ibadahnya. ini di mata dia.menjadikan pengetahuannya. sebagai sebuah metode? Bahwa kalau mau keluar dari masalah. bersyukur bukan bersyukur karena ilmunya. Bedanya ada! Yakni di peningkatan amaliyah kemudiannya. 10. Betapapun. bersedekahlah? Kalau menjadi metode. Jadi. 10. Dan mestinya. kita bikin sampel yang berbeda. Ada seorang yang bersedekah Rp. dia kemudian makan dan ada yang bayarin. success story lebih mudah masuk ke hati dan pikiran orang. bukan kebetulan. Juga lebih mudah diserap dan masuk menjadi pemahaman bagi orang banyak. Ketika akan bayar. Tapi yang satu ini memahami satu hal. yakni bahwa Allah telah menjanjikan bayaran 10 kali lipat bagi mereka yang mau bersedekah. Tapi orang ini tidak menyadari dengan ilmunya bahwa peristiwa ini ada kaitannya dengan sedekahnya yang Rp.

Seperti di atas tadi. Alias sebenarnya bagi seorang Mukmin. bertambahtambah. kebetulan saja bila ia dibayari orang makan siangnya. al-Anfaal: 2) Ketika ilmu masuk. dianggap sebuah kebetulan yang sifatnya “normatif”. Seseorang cenderung tidak mengulangi. Buku ini hanya memberi bobot penggalian kisah-kisah tersebut dan menyuguhkan kepada pembaca. bila dijalankan dengan sungguh-sungguh. banyak kejadian yang sebenarnya punya korelasi antara hasil dengan langkah. dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya). bukan karena ia bersedekah ketika shalat Jum’at.nama Allah gemetarlah hati mereka. tidak istiqamah. Artinya. langkah dengan hasil. dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. Inilah saya sebut sayang bila tidak dimetodekan. seseorang akan naik terus derajatnya. ia memahami. Dan ini pun semua terjadi atas ridha dan izin-Nya. bahkan akan menjadi lebih hebat . Ketika terbukti. imannya. Dia hanya mencuplik satu dua kisah saja yang biasa ditemui di keseharian. barangkali dianggap sebuah kebetulan. ada yang mengalaminya. bertambah-tambah pembuktian pun sudah beriman. yang menganggap hal tersebut adalah bukan kebetulan. Bahkan. Kemudian bergerak untuk mengamalkan. bahwa ternyata di balik kisah itu ada sebuah metode yang kalau diikuti dia akan berulang kejadiannya. Pengertiannya. Ini bolehlah disebut bergetar. Buat seorang yang tidak berilmu. Padahal. maka ia akan membentuk ketetapan hasil yang akan cenderung baku. Berupaya Mencari Sesuatu di Balik Kisah Buku yang ada di tangan saudara ini adalah buku yang sederhana. yang namanya sistem. atau sebaliknya. karena ya itu tadi. maka subhanallah. Beda dengan yang berilmu.” (QS. tanpa perlu Korelasi Gerakan Akhirnya.

barangkali sebab ilmu dunia dan usaha orang itu sendiri. Bila ibadah diperbaiki. cara yang sukar. Mencari Rezeki Cara Mudah Mencari Rezeki Cara Repot Saudaraku. memberikan cara yang mudah bagi manusia. memberi makan anak yatim. Tidak ada istimewanya bagi yang tidak mengistimewakan Allah. ibadah. Allah menyebut kunci segala kunci bagi manusia itu adalah dengan beribadah kepada-Nya. rasa dan pikiran seorang hamba kepada Sang Khaliq. maka kehidupan pun akan menjadi lebih baik lagi. Itu bisa ditempuh dengan satu ayunan langkah.lagi hasilnya bila bobot amaliyahnya ditambah kualitas dan kuantitasnya. Yakni tadi. maka kehidupan buruk yang akan terhidang. ketiadaan ilmu yang barangkali membuat seseorang tidak mengetahui bahwa dia bisa punya energi dan kemampuan yang akan melipatgandakan hasil keringatnya. hidup pun akan biasa saja. Sedekah. hasil tenaga dan pikirannya. mencari dunia-Nya. shalat malam. Namun dia hanya memiliki dunia-Nya. Tapi apa boleh buat. menyenangkan hati yang berduka adalah “hanya sekian” dari apa yang disebut sebagai ibadah. Bila nampak dunia yang bagus. dalam urusan mencari rezeki. Namun bila ibadah buruk. tidak memiliki diri dan keridhaan-Nya. Allah memberikan cara yang gampang bagi manusia. Alangkah cantiknya bila seseorang memiliki dunia dan juga memiliki Allah sebagai Pemilik dunia. Kiranya itulah kebaikan dari Allah. Padahal Allah tentu yang paling tahu tentang kunci-kunci perbendaharaan rezeki-Nya. lewat jalan ibadah. jangan buru-buru silau. Tentu dengan memperluas seluas-luasnya cakupan ibadah yang dimaksud sebagai seluruh gerakan. Tapi manusia senangnya memilih cara yang repot.? . tapi di tangan orang-orang yang tidak rajin beribadah. Ibadah biasa saja.

Tidak ada yang sim salabim abrakadabra. Bekerja dengan Allah Bekerja untuk Allah Jadi. . Contoh. Jalan ibadah pun bukan jalan sim salabim. Sedangkan “jam tambahannya”. jangan-jangan yang jam utama adalah ibadah. Karenanya. di warung. baik ketika memberi makan anak yatim. bahkan sejak seseorang baru saja berniat untuk melakukan ibadah. di belanja keperluan usaha. Di dalam pengantar ini. anjuran memberi makan anak yatim dan atau menanggung sebanyakbanyaknya anak asuh. energi. ibadah adalah sebuah sebuah ikhtiar juga. biaya. Semuanya memiliki rentetan proses yang saling kait mengkait. Dan yang jam tambahan. atau lainnya. harus kita lihat sebagai “jam kerja” tambahan juga. Malah nanti akan dipaparkan. dan lain sebagainya. di kantor. di setiap tahapan ibadah menjadi sebuah kegiatan yang berpahala dan mempunyai kebaikan dunia akhirat. ya di di toko. di rapat ini rapat itu. masih di lembar muqaddimah buku ini. adalah segala urusan dunia. di pertemuan bisnis ini dan itu.Tidak Ada yang Sim Salabim Jam Ibadah = Jam Kerja Ikhtiar = Ibadah Ibadah = Ikhtiar Tidak ada yang sim salabim. Jalan ibadah adalah jalan yang berproses. ya ketika kita duduk bersama anak yatim dan mencari anak asuh tersebut. shalat malam. karena ia adalah kerjaan yang membutuhkan kesediaan waktu. Dilihat dari keharusan melakukan ikhtiar yang di luar ikhtiar buminya. SESUNGGUHNYA TIDAK ADA YANG INSTAN. saya ingin memberikan satu garis yang jelas bahwa sungguh pun nanti ada pengisahanpengisahan yang sepertinya instan. Jam kerja/usaha ikhtiar buminya adalah ketika kerja dan usaha itu sendiri.

tidak bangun. Haji Doni dan Hajjah Dian. ya ada bayarannya. Lihat saja bayaran Allah untuk “pekerjaan” yang satu ini. tidak mengerjakan. ya besarnya berbeda dengan bayaran hasil keringatnya sendiri. Sebab. Allah menghitungnya sebagai ibadah. ternyata bayarannya jauh lebih besar daripada seorang karyawan bekerja seharian penuh. Padahal. “sekadar” dua rakaat saja shalat Tahajjud. pekerjaan tahajjud. Ya. maka bayarannya subhanallah pasti lebih besar daripada kerja sama manusia. Makanya. Menjadi ‘abid-Nya. Malah tidak sedikit yang menganggap “pekerjaan” tahajjud sebagai pekerjaan yang nambah beban keletihan setelah sepanjang hari bekerja. Sedang di waktu malam. Untuk bisa shalat Malam kita harus lembur mengorbankan waktu kita meski hanya sekadar dua rakaat.Inilah yang disebut bekerja dengan Allah dan untuk Allah. Subhanallah. kan kita menganggap shalat Malam sebagai pekerjaan sambilan. siapa yang shalat dua rakaat di tengah malam. khairun minaddunyaa wa maa fiihaa. Dan ini juga pekerjaan. Mengapa bisa beda?! Sebab si karyawan bekerja di siang harinya dia bekerja untuk manusia. karena kerjanya sama Allah. Ibadah’kan artinya menghamba sama Allah. Yah. Contoh lainnya adalah sepasang suami istri sahabat saya. maka baginya lebih baik pahalanya (kebaikannya) di sisi Allah daripada dunia dengan segala isinya. saya menyebut dua rakaat itu sebagai “lembur”. Dia merasa ada yang aneh. hitung-hitung pemanasan sebelum mukaddimah yang sesungguhnya dari buku ini. Kalau di bait-bait di atas contohnya adalah sedekah. Lagi bangun ya mengerjakan. sekarang kita coba ambil contoh lain lagi. Pengalaman yang Menjadi Ilmu Ilmu yang Menjadi Metode/Sistem Berikut ini adalah contoh lainnya lagi. yaitu shalat Malam. menjadi pelayan-Nya. Karena judulnya bekerja dan berusaha untuk Allah. Dia punya . Siapa yang bayar? Ya Allah! Dan karena bayarannya dari Allah. dia shalat Malam.

Ibadah = Pekerjaan? MPA (Manajemen Perusahaan Allah) . tentang bagaimana membuka jalan rezeki lebih banyak dan lebih besar namun tetap di jalan-Nya yang benar dan lurus. bukan sambilan lagi. Pokoknya melakukan. Dia jalankan terus sepenuh hati dan dengan keyakinan yang bertambah. dan dirasakan manfaatnya. Akhirnya dia sadar. Dari maghrib sampe isya. Nah. berbagi sistem. Keduanya menganggap inilah hasil ikhtiar ibadahnya. Sebab dia emang melakukan dengan tidak berlatar belakang “ilmu”. Lalu “iseng” mengumpulkan anak yatim saban malam Jumat. Dia berusaha teguh tidak meninggalkan “pekerjaan isengnya”. Makananan yang disediakan buat anak-anak yatim itu pun berubah menjadi lebih terencana dengan menu yang semakin baik. berikut pemasangan iklan-iklannya di TV. Sebab sekarang sudah dia jadikan pekerjaan utama.pekerjaan. ini’kan pengalaman yang berbuah menjadi ilmu! Hebatnya kawan saya itu kemudian menjadikannya metode. Kawan saya inilah yang kelak memproduksi film layar lebar KUN FAYAKUUN. sepi. Haji Doni dan Hajjah Dian. bahkan metode ini dia “pasarkan” kepada kawan-kawannya yang lain untuk samasama dipercayai. tapi berbagi metode. Tapi siapa sangka bila kemudian dia menyadari bahwa pekerjaan mulai ramai. Film yang menginspirasikan banyak orang di Indonesia tentang kekuasaan dan kebesaran Allah. Maaf disebut iseng. diikuti. Proyek-proyek yang bersih. Ini bukan saja berbagi ilmu dan pengalaman. bahwa duduknya bersama anak-anak yatim itulah yang sudah menjadi pembuka jalan. Dia betul-betul mengaku berkah menjalani “pekerjaan sambilannya” itu. clear & clean mulai berdatangan. Kini. Belum lagi lahir order-order iklan PSA (Iklan Layanan Masyarakat) dari banyak perusahaan dan departemen. Film yang kelak ditonton lebih dari 5 juta penonton ini dengan mudah dibesut oleh kawan saya ini.

Belum lagi merapikan karpetnya. Seseorang harus bekerja dan berusaha. dan menyenangkan mereka semua. ruang TV yang terpakai oleh anak-anak yatim itu. dsb. dan mengembalikan ruang tamu. Ini pun masuk dalam hitungan waktu bekerja dengan dan untuk Allah. dari mana Haji Doni dan Hajjah Dian punya duit buat sedekah? Ya dari pekerjaan dan usahanya. sebaik-baik . Istilahnya. Khairurraziqin. Perjalanannya sebenarnya lebih panjang dari “sekadar” 1 jam itu. sebagai bagian purchasing (pembelian). produksi (masak). sebagai pengelola keuangan. mengumpulkan. Benarkah ini bukan pekerjaan? Saudaraku. Saban malam Jumat beliau berdua mencari anak-anak yatim. Seakanakan orang-orang rumahnya ada yang dia angkat sebagai manajer. Inilah juga yang disebut ibadah. manusia mau menyisihkan waktunya untuk diri-Nya. Dia delegasikan tugas-tugas belanja dan masak ke orang rumahnya/ke pembantunya. Begitu selesai isya. sudah seperti mengelola “MPA (Manajemen Perusahaan Allah)”. menyapu dan mengepel lantainya. Benarkah dia cuma bekerja 1 jam? Dari maghrib sampe isya saja di setiap malam Jumat? Enggak juga. yaitu membahagiakan anak-anak yatim. anak-anak pun tidak langsung bubar. duduk bersama. merapikan piring dan gelasnya. Dia’kan harus belanja. Masya Allah! Insya Allah akan coba dibahas juga di buku ini tentang ayat-ayat terakhir surah alJumu’ah yang membahas pengajaran tentang ibadah yang terkait dengan terbukanya pintu rezeki yang pengajaran ini berasal dari Allah. inilah pekerjaan. Bekerja dengan Allah dan untuk Allah. Apalagi’kan untuk bisa sedekah. stok (gudang). melainkan sedikit bercengkrama.Sekarang kita lihat Haji Doni dan Hajjah Dian. Ini saja. Inilah yang Allah suka. Iya’kan? Lalu berjuangnya dia mengosongkan waktu ashar di hari Kamis supaya sampai di rumah sebelum maghrib pun harus dilihat sebagai “jam kerjanya” juga buat Allah.

bisnis ini dan itu. pesawat Garuda dan seluruh keluarga besar karyawannya. dan juga berkenan untuk mengistiqamahkannya. bisnis hotel. saya menyebutnya bukan tambahan rezeki. Dua-duanya hidup 24 jam. wah. Berkah dah! Masjidil Haram & Masjid Nabawi Tidak aneh bila kita lihat bahwa di dunia ini ada dua pasar yang tidak ada matinya. Jalan Rezeki Utama Ibadah Hidup. bisnis pakaian. memberi makan anak yatim. membeli makanan. selalu ada saja jalan tambahan rezeki yang membuat seorang manusia yang rajin ibadah. produsen bahan pakaian dan aksesori umrah dan haji. mengapa pula ia bisa membuat kita menjadi berkah? Sebab ada mata rantai ekonomi yang terjadi dalam satu praktik ibadah. banyak sekali mata rantai ekonomi yang terbangun dengan sendirinya. Bahkan. shalat bersama anak yatim. . katering lokal. Indonesia misalnya. Masjidil Haram dan Masjid Nabawi adalah dua masjid yang tidak ada matinya. Mengapa demikian? Sebab masjidnya hidup juga 24 jam. dan masih banyak lagi. Sebut saja barusan tadi. berkahnya dirasakan juga oleh bangsa lain di negara yang lain. yaitu pasar di sekitar Masjidil Haram di Makkah dan pasar di sekitar Masjid Nabawi di Madinah. Hidup terus! Karenanya. Ini yang saya yakini! Malah. bisnis katering. bisnis maskapai penerbangan. menyediakan pakaiannya. seluruh rangkaian mata rantai ekonomi terbangun dan hidup pula.Pemberi rezeki. Jaringan hotel yang menjadi penginapan transit jamaah. dan sebagainya. saya ulangi kembali kalimat di awal tulisan pengantar ini. menggunakan jasa transportasi untuk ke pasar dan untuk mengangkut anakanak yatimnya. Ekonomi Hidup Saudaraku. mau menambah jalan ibadah. produsen bensin. Dalam mengerjakan suatu ibadah. tapi jalan rezeki utama. transportasi bus yang mengangkut jamaah dan pengiringnya ke bandara. bersedekah.

mengasihi orang miskin. tapi insya Allah saya . Apa saja yang dipandang perlu untuk dikritisi oleh pembaca semua jangan segan-segan layangkan imel ke saya atau ke web admin. Maha Suci Allah yang bila sudah menggariskan sesuatu. misalnya lewat jalur penelitian dan pengembangan penemuan teknologi ini dan itu. Dan belum bicara tentang maslahat yang lebih besar kepada orang yang lebih banyak lagi. unek-unek. Apalah lagi kalau si manusianya. tidak apa-apa. ibadah. Di dalam buku ini dilampirkan sedikit kumpulan tulisan saya yang pernah dimuat di majalah Gatra & di website www. Apa yang dinukil di buku ini adalah sesuatu yang sangat kecil. dsb. Selamat Menikmati “The Miracle” Demikianlah pengajaran yang mudah-mudahan berguna buat diri saya dan buat diri orang yang mau memahami pentingnya ibadah. kita maksudnya.. dhuha.Subhanallah. maka itu adalah penuh dengan kemaslahatan. Allah menyediakan dunia-Nya untuk manusia ciptaan-Nya. Atau sekadar saran.com. Meski saya jarang berkesempatan membalas langsung. dan ibadah. tapi bicara tentang hal-hal yang kerap dianggap kecil seperti sedekah. layangkan saja e-mail ke saya. masa kemudian kita yang beribadah jadi kalah terang segalagalanya daripada yang tidak beribadah? Pasti ada yang salah jika demikian. mau menjadikan segala sesuatu yang kita kerjakan sebagai jalan-jalan ibadah kepada-Nya.. melengkapi pembahasan yang jauh dari sempurna ini. tahajjud. bahkan ia berbicara tentang ibadah-ibadah yang bukan ibadah secara makro.. kesan pesan terhadap saya barangkali. memberi makan anak yatim.. Maka Allah betul-betul akan “membayar” kita dengan ridha dan keberkahan dari-Nya. pendapat.wisatahati. maka dengan senang hati saya menerimanya. yang semuanya juga adalah ibadah yang menguak kebesaran Allah dan kehebatan ciptaanNya. terlebih lagi untuk hamba-hamba-Nya. baca Al-Qur`an.

saya pun mengamini agar diri kita siap saja dulu. berubah “nafsi-nafsi”/hidup sendiri-sendiri. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Pentingkah Dunia? KDW0120 Seri-20 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Pentingkah Dunia? Banyak sekali perumpamaan tentang dunia di dalam al Qur’an. Ada yang luruslurus saja ketika ga megang harta. Pas ga ada dunia di kakinya. Namun segitunya saya berprinsip ini. Punya dunia. tapi bertambah-tambah kebaikannya. asal kita ga melupakan Allah. mudah-mudahan selingan esai-esai di 2 kuliah kemaren. Begitu punya harta. Sementara itu. Selamat menikmati The Miracle. tidak sedikit juga yang kemudian tetap selamet dan menjadikan “memiliki” dunia sebagai keutamaan yang menambah iman dan kesalehan. Allah dilupakan.baca. Ga apa-apa kita mencari dunia. dia nangisnangis minta sama Allah. dan kelewat sibuk sampe lupa sama Allah ‘azza wa jalla. saya yang muda ini masih menganggap. Punya dunia. sangat fair Allah mengajarkan kita tentang dunia-Nya. bertambah tawadhu’. Malah bertambah saleh. berubah lalai. Betapapun. Berikut ini kita lanjutkan esai-esai yang masih berkelanjutan dengan soal-soal tauhid yang dilekatkan/dikaitkan dengan shalat. Daripada kemudian berubah menjadi liar setelah memegang dunia. Entahlah. Tentu saja kita kepengen seperti yang disebut terakhir ini. lebih disukai Allah ketimbang muslim yang kemudian menjadi beban bagi orang lain dan minim manfaat gara-gara ketidakberdayaan SDM dan ekonominya. sudah cukup menjawab beberapa pertanyaan yang dialamatkan ke saya. . Bagi saya. Ok. Begitu ada. Punya dunia. berubah. yang berhasil. menjadi muslim yang kuat. bukan dikendalikan dunia. Hebatnya. yang banyak manfaatnya. kebanyakan manusia tidak punya tauhid yang bagus. Berubah sombong. ini juga persiapan memegang dunia tapi mengendalikannya. Punya dunia. tetap saleh. Sayang. jadilah orang-orang yang terdepan dalam dunia dan akhirat. bertambah-tambah takutnya sama Allah. ga boleh timpang salah satunya.

Zuhur. Kemudian. subhaanallaah ya. (-) Oh. shalat mah walau telat. ataukah justru azab?) (-) Alhamdulillah. Saya jadi lumayan sibuk muter antar-cabang. (-) Iya. *** Peserta KuliahOnline. saya ga tinggal. Kebetulan hari ini ada meeting . Malah kayaknya dialog di atas terjadi di antara dua sahabat di mana salah satunya adalah pengusaha soleh yang sukses. Benarkah demikian? Belum tentu. Subhaanallah dan alhamdulillaah. (+) Wah. Benarkah kemajuannya itu nikmat. Maka pertanyaan itu adalah pertanyaan yang dianggap wajar oleh kebanyakan orang.*** Tidak Sadar (+) Tambah sibuk ya…? (-) Alhamdulillah… Begitulah. jadi orang kebanyakan ga tersinggung. Apalagi dengan posisi saya yang katanya “ustadz”. Maka jawaban yang jujur yang didapat dari dia. (+) Barusan shalat jam berapa? (-) Zuhur? (+) Ya. Saya sering memancing dengan kalimat pertanyaan tersebut ke kawan-kawan. Sama beberapa peserta rapat. (+) Sudah berapa cabang sekarang ini…? (-) Baru empat cabang. Tidak nampak di antaranya ada penyakit. yang kemudian kami sama-sama merenung jadinya. subhaanallaah… Alhamdulillah. zuhur malah saya berjamaah. sepintas tidak ada masalah ya dengan dialog di atas. Setidaknya dilihat dari jawaban-jawabannya yang banyak mengucapkan puji-pujian kepada Allah. kelak yang akan membuka tabir apakah sesungguhnya yang sedang terjadi. (+) Shalatnya bagaimana…? (Kebetulan saya yang nanya. saya ajukan lagi pertanyaanpertanyaan lainnya. setelah dapat jawabannya.

kami baik-baik saja Ustadz. susah juga untuk shalat tepat waktu. . sama peserta rapat. Jam-jam 10-an saya udah di rumah. (+) Iya. (+) Tiap hari pulang jam berapa? (-) Normal aja. Anak-anak pun ada jadual sekolah lah.markom. dia ini “tetap berjamaah”. Benarkah baik-baik saja? Ya. (+) Jam berapa? (-) Jam 1-an. Yah. terusin saja bacanya. Istri saya sekarang punya usaha. Macetnya kan ustadz tahu sendiri. Ustadz. (+) Ooohhh… (-) Kenapa emangnya…? (+) Sering begini…? (-) Maksudnya…? (+) Shalat itu kan lebih baik di awal waktu. Pembaca yang dirahmati Allah. Tapi shalat tepat waktu juga. keluarga gimana? (-) Alhamdulillah. Terusin saja ngikuti esai KuliahOnline ini. (lihat. banyak yang merasa fine-fine aja. berjamaahnya ini kita lihat jam berapa? Sehingga buat saya. iya kan? Kadang saya perpindahan meeting ke meeting. Kayak apa macetnya. Habis makan siang. (+) Koq sesekali? (-) iyalah Ustadz. Nah. Kan suasana Jakarta juga subhaanallaah. jadual klub lah. Yang penting kan shalatnya ya ustadz. Kan masing-masing juga punya jadual kesibukan masing-masing. Sebenernya ini udah tanda-tanda. Merasa baik-baik saja. jadual ini itu. baik-baik saja. ini menjadi berjamaah shalat tidak tepat waktu). “Hanya”. Tapi sampe di sini. kondisi shalat di jam-jam 1-an itu sering? (-) Iyalah Ustadz. (+) Sabtu Minggu. jalan-jalan sama anak2? (-) Sesekali Ustadz. Terus. penting. kayak yang lain dah. Saya sendiri pun kadang supervisi ke cabang-cabang saya lakukan dalam sabtu minggu. Tapi alhamdulillah.

Sarapan. ya perselingkuhan. Ya. dengan menyuruh berorganisasi. Misalnya. dan sedang apa. para suami. Kayak esai di atas. Atau sekedar ber-3G ria. adalah manusia-manusia yang sejatinya sangat suka memasak masakan istri kita. seberapa banyak yang kita bakal makan dan nikmati? Tanya para istri. Masya . belanja dari mall-ke mall. sudah jarang. aktif di pengajian-pengajian. Keaseman. Atau bahkan di jalan. Lama-lama. Tidak sedikit. seakan-akan tidak masalah dengan berjamaah di jam 1. Sebab mereka pikir. Satu ke Barat. komunikasi makin jauh. mengumpulkan dan mempertahankan dunia. tanpa tahu dengan pasti ada di mana. para suami. Dalam hubungan suami istri. Wuih. kemanisan. nge-teh? Sekarang? Frekuensinya? Makan di rumah. banyak para istri yang sedikit sekali merasakan sentuhan hangat suaminya seperti awal pernikahan. Seberapa sering sekarang kita menyisir rambut kita punya istri? Memijit pundaknya ketika dia kelelahan memasak untuk kita? Seberapa sering kita kemudian membelai dia punya rambut. Sampe kemudian buka usaha sendiri. meskipun kualitas ibadahnya harus dipertanyakan dengan jawaban kejujuran. merasakan aroma wangi rambutnya yang habis keramas untuk kita? Betapa hebatnya kita merasakan dulu manisnya bicara berdua sambil ngopi. wangi dan segar? Wong suami yang dicintai tidak ada di sisinya/ Kita. Seperti bekerjasama dengan meniatkan/menyengaja shalat tidak waktu). Atau pun kalau tidak. Tapi bagi saya. Beda. para suami kemudian memberikan kesempatan pada istrinya untuk mengambil kesibukan lain. atau rasa yang tawar karena justru lupa dikasih garem. segitu hebatnya kah kita mengumpulkan uang? Kalopun kita kumpulkan. Ini fakta. keasinan. pun menjadi satu peristiwa yang malah menambah kehangatan dan jadi candaan hidup yang dinikmati. Ujungujungnya. coba saja dirasakan. Akibatnya? Hambar. mereka tidak lagi semangat mandi dan pakai wewangian.*** Punya Istri kayak Engga Punya Istri Punya Suami Kayak Engga Punya Suami Kesibukan manusia mencari. Sebab suaminya entah ada di mana. Hanya ada laporan sms demi sms saja. buat siapa lagi mereka bersih. berkomunikasi dengan cara ini pun menjadi sebuah rutinitas yang disebeli sebenernya. sudah merenggut banyak hal yang dia punya. satu ke Timur. butuh dihidangkan kopi atau teh bikinan istri sendiri. namun menjadi sebuah ritual yang tetap harus dijalankan. Perjalanannya kemudian tidak jarang berakhir di perceraian. di kantor masing-masing. supaya jangan selalu menunggu dia. (Masih untung kalo tetap beribadah. Kita. itu adalah – sekali lagi – samasama berjamaah tidak tepat waktunya.

jika para istri. yang istri itu tahu bahwa pertanyaan itu adalah pertanyaan yang muncul dari perhatian karena ingin mencuri perhatian. kita hidup untuk siapa dan untuk apa? Ini semua. maka terjadilah hal yang tidak diinginkan. Tapi semua itu akan terjadi. Berarti saya menyuruh tidak doyan dunia ya? Loh. Ketika kita lelah. Ada yang bertanya. ada tangan-tangan manis yang memegang kepala kita. katanya. Para istri pun demikian. Sekarang? Bagaimana? Kita bakal menemukan itu. “Teruskan saja dulu bacanya ini tulisan. Tidak sanggup kemudian saya meneruskan tulisan ini. bagaimana bisa berpengaruh antara shalat dengan kejadian itu? Ya. menyentuh lembut kaki kita. Lalu masa kan terjadi sama kita? Jika demikian. dengan kasih sayangnya. gara-gara perkaranya sepele: Shalat kita engga beres. ternyata pintu kamar kita ada yang mengetuk. dan jalan lagi sepagi mungkin. kalau kita pejamkan mata kita. Betapapun mereka sanggup mengatasinya. Sebab dunia itu jahat. Lalu berdirilah di hadapan kita seorang perempuan berseragam hotel menawarkan welcome message. namun sebatas jangan sampai dianggap tidak meng-sms! Akhirnya ya begitu dah. ketika menginginkan pijatan lelah. dan jika para suami menemukan hal-hal tersebut di diri perempuan yang bukan istrinya. Bahkan saudara-saudaraku. saya masih bilang. Lalu ia jawab. Sabar”. dan pasang telinga buka mata. ya kejar. Seakan tidak akan terjadi jika di kehidupan nyata. menemukan apa yang diinginkannya di laki-laki yang bukan suaminya. Terusin terus ngikut KuliahOnline nya. Kalau kita bisa memburu dunia. he he he. Selanjutnya. Sedemikian gawatnya kah? Ya. Ketika lelah rapat di luar kota. yang datang dari seseorang yang pernah sangat ia kenal. pertanyaan itu pun lakinya kirimkan. coba aja dipikir sendiri. Mereka adalah makhluk-makhluk Allah yang teramat berdosa jika kita tidak perhatikan kebutuhan biologisnya. sudah minum belum. akan diambil oleh dunia. Maaf ya. jangan salah.Allah. ada tarifnya. *** . Sedang ia tahu. Buru. banyak kejadian begini di sekitar kita. Dari sekedar nanya sudah makan belum. Free. Apa yang ia dapat sebagai seorang istri yang butuh suaminya? Datanglah sms menanyakan khabar. pundak kita. Lelaki itu kemudian memberikan perhatiannya. Bahkan oleh mereka berdua. dan dapatkan. tapi jika ada pemicunya? Apa yang akan terjadi? Sebut saja suaminya kemudian pulang selalu larut malam. Untuk 10 menit pertama.

yang menikmati pertunjukan Allah. Para ayah sibuk bekerja. Lalu kemudian kita berkata. Para ibu. Untuk anak-anak kita. engga tahu. pengasuhnya. di mana para gurunya mewajibkan liburan kali ini didampingi orang tuanya. apakah mereka punya ayah atau tidak. Sementara. Dan tidak sedikit yang menyesal. Bagaimana kalau anak Anda sudah meninggal dunia. Anak yang begitu ditunggu keberadaannya. Sekarang ini. Anda ada di sampingnya? Kapan Anda terakhir bermain bola dengan anak laki-laki Anda. banyak ayah dan ibu.Punya Anak Seperti Tidak Punya Anak Yang paling merana sebab kita tidak bisa mengendalikan waktu. yang tidak bisa melihat momen di mana anak bangun tidur. tertatih. bahwa apa yang kita lakukan adalah untuk dia. yang ketika meninggalnya pun Anda tidak bisa menemaninya menghembuskan nafasnya yang terakhir? . yang untuk mengambil raport anaknya pun mati-matian menyisihkan waktu. baby sitternya. Masih syukur kalau anak Anda masih hidup. anak-anak kita. pakaiannya? Meraba halus kulitnya? Kapan terakhir Anda bercanda dengan anak Anda dan melihat senyumannya anak-anak Anda? Jangan-jangan tidak pernah. Lalu kita diberitakan kabar gembira ini tanpa menyaksikan pertunjukan ini secara langsung. atau membantu mengikatkan rambut putri Anda yang sudah memanjang dan bisa diikat? Kapan Anda punya kesempatan memandikan anak-anak Anda? Membetulkan. Tuhan Sang Pencipta. mengapa memasukkan ke sekolah yang punya peraturan seperti itu! Tidak sedikit para orang tua. Kapan Anda terakhir mendengar anak Anda membaca al Qur’an? Di mana ketika mereka membaca al Qur’an. istri bersuka cita sebab merasa lengkap sebagai seorang perempuan dan sebagai seorang istri. kita tinggalkan dia untuk kita berikan waktu kita untuk dunia. mereka tidak punya waktu. Gila ga? Untuk menemani anaknya berlibur. adalah orang lain. Tidak jarang para ayah muda yang tidak melihat momen di mana bayinya baru bisa berjalan. tidak bisa mengendalikan perkembangan bisnis dan pekerjaan yang kita anggap sebagai “kemajuan” adalah anak kita. neneknya. sibuk bekerja. tidak bisa mengendalikan usaha. dan jatuh lagi. eh begitu anak sudah berwujud sebagai anak. Para suami bersuka cita sebab istrinya hamil. untuk mereka. Karena gelap-gelap mereka udah jalan. Apakah begini yang disebut hidup nikmat? Tidak sedikit anak-anak yang tidak merasakan dikelonin/dimanja ayah ibunya ketika mereka mau tidur. Saking sibuknya. Sementara.

sehingga ketika anak kita panas badannya lalu yang merawat adalah tangan yang bukan tangan ajaib baginya? Ya. Kelak mereka akan mencari kasih sayang dari yang lain. Segitu sibuknya kah kita. Sebagaimana kita ridha menerima datangnya siang. Tapi sebab yang sangat mendasar. Tapi bagi seorang mukmin. kita tidak sanggup melakukannya walo hanya sebulan sekali? Jika demikian. Kita diberi-Nya pekerjaan yang tidak membuat kita menjadi makhluk-makhluk yang bahkan kita kepayahan ketika mau menikmati dunia yang kita cari. Kenapa? Karena mereka tidak terlatih untuk itu! Semua bukan semata-mata karena kita sibuk ngurus dunia.Segitu sibuknya kah kita. Dunia yang kita cari bahkan sesungguhnya tidak menyisihkan kenikmatan buat kita kecuali kenikmatan yang semu. dan ada juga yang tidak menyenangkan. ketika kita butuh kehadiran mereka. sehingga untuk duduk bareng membaca buku bersama anak kita. ketika kita tua. Dan Anda. mereka sama sekali tidak tergerak untuk bersam-sama kita menghabiskan sisa umur kita bersamanya. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Betapa Jauhnya Kita Dari Allah KDW0121 Seri-22 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Betapa Jauhnya Kita Dari Allah Ada banyak hal yang menyenangkan hati di kehidupan ini. sudah bisa menjawabnya sendiri. Coba benahin shalatnya. Lalu. Jadilah kemudian kita ditelan waktu. Mereka lebih betah di rumah kawan-kawannya. kita kudu juga ridha menerima datangnya . Kelak mereka akan mencari kesenangan yang tidak didapatkan dari kita. siapa kita di mata anak-anak kita? Tidak lebih sekedar pencari dunia. Kelak mereka akan mencari perlindungan dari yang lain. tangan kita adalah sentuhan ajaib bagi penyakit anak kita. Mengajaknya jalan-jalan di taman. semua keadaan akan menyenangkan hati. Bukan itu saja. sungguh pun kita lengkapi hidupnya dengan super fasilitas. Yakni sebab kita tidak perhatian sama shalat. Maka Allah akan aturkan buat kita usaha yang membuat kita masih bisa ngegendong anak. Ditelan kesibukan sendiri. Mereka lebih nyaman berada di kekasihnya. dan mendengarkan celotehannya.

malam. Sebagaimana kita senang menjalani kehidupan yang terang, kita kudu juga siap dengan datangnya kegelapan. Betapapun ia sunnatullah di kehidupan ini. Satu hal yang harus kita yakini adalah di mana pun situasi kita berada, ada Allah yang senantiasa menemani. Susah senang adanya di hati. Gelap terang, bukan di mata. Barangkali, ikhlas menjalani hidup ini, pun merupakan pelajaran tauhid yang senantiasa akan diperlukan sebagai bekal di kehidupan ini. Saudara-saudaraku peserta kuliah online yang berbahagia, RINDU rasanya saya ketemu dengan Saudara-saudara semua, salah satu partner terbaik saya dalam belajar tentang Allah, rasul-Nya, dan kehidupan. Bulan-bulan terakhir ini, Allah memberikan keluarga kami hidangan-Nya. Sama saja dengan siapapun di dunia ini, ada susah, ada senang. Dan saya kira semuanya adalah persoalan penerimaan terhadap hidup ini. Kalau kita terima, maka semua keadaan akan baik-baik saja, akan senang-senang saja. Orang-orang yang punya hutang, misalnya, ketika ia kemudian menyadari bahwa ia tidak bisa bayar hutang-hutangnya, ketakutan demi ketakutan akan menghantui kehidupannya. Takut dipenjara, takut ketahuan sama keluarga, takut dilecehkan tetangga dan saudara-saudara, takut kehilangan muka, takut merugikan orang lain (yang sebenernya sudah terjadi), dan takut sama kenyataan-kenyataan yang sesungguhnya belum terjadi! Orang-orang ini takut sama bayangbayangnya sendiri bahkan. Jadilah kemudian mereka gelap di tengah dunia yang semestinya terang. Sendirian di saat dunia ini begitu penuh dengan manusia. Kesepian di saat dunia ini ramai. Ga berani keluar rumah. Ga berani ketemu orang. Ga berani menegakkan muka. Bahkan ga berani membuka mata! Inginnya kabur saja, bahkan tidak jarang kepengennya mati saja. Hidup lantas jadi cape, letih, lelah. Semakin dicari itu solusi, semakin membuahkan masalahmasalah baru. Orang-orang yang gagal ini kebanyakan sebab gagal memikirkan Allah, tuhannya. Yang ia pikirkan, nasibnya, nasibnya, nasibnya. Bukan memikirkan kelakuankelakuannya kepada Allah dan rizki-Nya yang selama ini kita sudah tidak syukur kepada-Nya. Dan saya melihat saya. Saya tidak mau demikian itu terjadi dalam hidup saya. Saya lebih memilih ikhlas menjalani kesusahan, sebagai penerimaan rangkaian akibat dari kejauhan saya dari Allah. Betul, saya yakinkan diri saya, alih-alih saya memikirkan solusi, lebih baik akhirnya saya memikirkan Dia dan saya. Maksudnya, saya memikirkan bagaimana sih perjalanan kehidupan saya? Apakah ada Allah di sana? Seberapa dekat dan seberapa jauhnya saya? Ternyata masya Allah, saya menangis. Saya jauh dari Allah. Saya banyak lalainya hidup ini. Perjalanan saya sudah jauh melenceng dari tujuan diciptakan-Nya saya; yaitu untuk beribadah kepada-Nya. *** Perjalanan saya di kemudian hari ternyata – menurut saya --perjalanan tauhid. Saya menyebutnya perjalanan mencari Tuhan yang hilang. Hilang kemana? Hilang dari hati dan kehidupan. Perjalanan mencari Tuhan yang hilang di hati ini. Tentu saja saya berupaya kembali memasukkan Allah di hati, di pikiran, biar mewarnai gerak kehidupan. Semoga saya dan Anda semua, tidak kehilangan lagi Allah di kehidupan ini. Maka senantiasa ada doa yang dibaca setiap habis shalat; Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitanaa wa hablanaa mil

ladunka rahmatan. Innaka antal wahhaab, ya Allah, janganlah Engkau kembali menyesatkan kami setelah Engkau memberikan kami hidayah, petunjuk. Dan karuniakanlah kami hidup yang penuh rahmat. Sesungguhnya Engkaulah Allah Yang Maha Memberi Karunia, Maha Memberi Pengajaran. Maka bolehlah saya menyebut, kegagalan manusia memperbaiki kehidupannya, atau mengubah kehidupannya menjadi lebih baik lagi, adalah sebab imannya tidak dibenerin. Tauhidnya tidak dibenerin. Amal ibadah memang barangkali dibangun, dikerjakan, tapi iman dan tauhidnya ga ada. Akhirnya banyak yang malah kemudian mengeluh. Kenapa saya sudah bertobat, koq tetap saja susah? Kenapa koq saya sudah kembali pada Allah, tapi kemudian masih saja sulit? Dan pertanyaan-pertanyaan yang semakin menyesatkan diri kita dari Allah. Bukannya semakin ikhlas menjalani hidup, malah kemudian bertambah sesak. Bukannya semakin menerima, malah kemudian makin sengsara. Cukuplah Allah Penolongku, inilah kalimat yang semestinya disuarakan terus menerus di hati kita. Ya Allah ampunilah saya, ini kalimat yang semestinya keluar dari lisan, hati dan pikiran kita. Engkaulah Pengaturku ya Allah. Terserah Engkau mengatur apa, bikinlah hati ini menjadi ikhlas karena-Mu. Begini mestinya. Akhirnya hati tidak beriak lagi. Adem. Ikhlas. Allah berada di balik semua kejadian. Allah yang mengatur segalanya. Dengan ilmu seadanya, saya mengubah haluan hidup. Dari yang tadinya mencari solusi, akhirnya gerak langkah dan pikiran difokuskan untuk mencari Allah. Mencari-Nya dengan memperbaiki diri, memperbaiki ibadah, membanyakkan amal saleh. Praktis saat itu, saat-saat di mana saya butuh pertolonganNya, saya tidak melakukan serangkaian pencarian solusi lagi. Saya kembali kepada Allah saja. Yang lain bilang bahwa saya tidak melakukan sesuatu untuk masalah saya, sedangkan saya menolak dikatakan demikian. Inilah ikhtiar saya, setelah tidak ada lagi yang bisa saya lakukan. Dan semestinya inilah yang sedari dulu saya lakukan, jangan mesti menunggu tidak ada lagi yang bisa saya lakukan. Sebab inilah inti segala inti. Percuma mencari segala teori penyelesaian hidup, jika Yang Maha Segala tidak menghendaki. *** Bentuk konritnya tentu saja ada. Di antaranya saya berusaha keras memperbaiki rundown hidup saya dulu yang selama ini salah. Ya, urut-urutan kita menjalani hidup ini, salah. Dan emang urusan sama Allah mah kayak tebalik balik. Mestinya tengah malam atau di penghujung malam enak-enak tidur, kita disuruh bangun. Pagi-pagi disuruh ngegetolin nyari duit, ini merilekskan badan dan pikiran dulu buat dhuha. Di saat-saat sedang sibuk, ada zuhur sama ashar. Ketika dapat duit, maka disuruh ngeluarin lagi sebagiannya. Padahal di saat yang sama, kita malah kepengennya kan bertambah, bukan berkurang. Beginilah hidup seorang mukmin, seorang yang percaya sama Allah. Dia tunduk dan patuh kepada Allah dan terhadap aturanaturan-Nya, dan inilah Islam; aslama yuslimu, islaaaman, berserah diri, tunduk dan patuh kepada Allah dan ajaran-ajaran-Nya. Pelakunya disebut muslim (faa’il/subject). Nyatanya? Di kehidupan sehari-hari? Kita kurang ikhlas ngejalanin hidup ini. Kita ga sabar ngejalanin ibadah. Kita pun malah menjadikan ibadah-ibadah menjadi beban. Ada yang hanya kemudian

menjalankan wajibnya saja, dan wajib itupun dijalankan tidak dengan sepenuh hati. Saya menyebut saya menjalani kehidupan yang salah, sebab itu hidup saja jadi jauh dari Allah. Bagaimana salahnya? Di mana salahnya? Begini, setiap mukmin, mestinya memulai harinya dari bangun di pertengahan malam, di dua pertiga malam, atau di sepertiga malam yang terakhir. Bangun untuk apa? Untuk tahajjud, untuk sujud kepada Allah Yang Maha Rahman. Allah menyebut mereka sebagai hamba-Nya jika kemudian kita semua bisa “yabiituuna lirobbihim sujjadaw wa qiyaamaa”, di tengah malam bisa sujud dan ruku di hadapan Allah. Wadz-kurisma rabbika bukrataw washiilaa, kita bisa mengingat Allah di saat pagi dan petang. Waminallaili fasjud lahuu wa sabbbih-hu lailan thowiilaa, bahkan di malam harinya kita bisa memuji-Nya, bertasbih pada-Nya dengan memanjangkan malam. Nah, kemudian apa yang terjadi? Yang terjadi, jangankan di pertengahan malam, di dua pertiga malam, atau di sepertiga malam, di pagi dan di siang hari saja saya tidak mengingat Allah! Maksudnya? Ya, saya ga ingat dhuha, ga ingat shalat tepat waktu, ga enteng qabliyah ba’diyah. Apalagi untuk shalat malam? Wah, jauh! Lebih seremnya, saya merasa tidak bersalah ketika saya dapati diri ini jarang betul shalat shubuh berjamaah. Ga tauh tuh, kenapa dulu bisa begitu. Padahal semasa kecil, saya digelandang sama orang tua dari kamar untuk bangun tidur dan disuruh berada di masjid di waktu shubuh. Jangan berada di kamar. Eh, ketika kuliah, ketika dewasa, dan ketika mulai mencari dunia, malah Allah Pemilik Dunia saya lupakan! Terus terang, keadaan inilah yang lebih menyesakkan dada saya saat itu ketimbang urusan dunia; hutang, jatuh bisnis, rugi, dan sebagainya. Tapi, ini pun baru muncul ketika Allah mengingatkan saya tentang Allah. Tadinya, ga kepikiran juga. Makanya kemudian saya ingatkan yang bisa saya ingatkan. Dari sini saja, dari tidak melakukan shalat malam, hidup saya udah melenceng. Jauh. Sangat jauh. Tentu saja saya harus memperbaikinya lagi. Ibarat menarik garis lurus, hidup saya udah ga lurus lagi. Startnya saja jam 5 pagi, bagaimana bisa lurus? Saya coba perjelas ya. Dulu, saya merasa aman dengan bangun lalu keadaan langit masih cukup gelap, atau terang dikit tapi belum terang banget. Kenapa merasa aman? Sebab saya pikir masih ada shubuh. Sebagai orang yang tahu tentang shalat malam, mestinya kan gelisah tidak shalat malam. Ini malah aman dari tidak shubuh berjamaah! Kelewatan kan? Seberapa jarak jauhnya jika saya tidak melakukan shalat malam? Ternyata jauh banget. Berpengaruh banget-banget. Perhitungannya sama dengan perhitungan telat shalat. Anggap saja semestinya kita memulai hidup kita jam setengah 3 pagi. Lalu kita malah bangun jam 5 pagi. Itu kan dua jam setengah telatnya. Ngitung gampangnya, 2 jam dah. 2 jam sehari, dikali 30 hari, maka itu udah 60 jam. 60 jam dikali 12 bulan, itu sama saja dengan 720 jam. 720 jam dibagi 24 jam sehari, maka hidup saya udah melenceng 30 hari! Itu kan jauh beneeeerrr. 30 hari dalam satu tahun inilah kesusahan saya. 30 hari itu sebulan loh! Bagaimana kalau Allah membagi lagi dalam satu tahun, di setiap bulan ada saja kesusahan kita. Allah cicil tidak dikasih kesusahan sekaligus 30 hari. Melainkan dua hari di bulan apa, sekian hari di bulan apa, dan sekian hari di bulan apa. Hingga kemudian kita menyangka, ya inilah hidup. Ada susah, ada senang! Padahal bukan. Yakni kitalah yang membuat hidup kita sendiri jadi susah. Coba

saja benahin tahajjudnya, niscaya garis hidup akan lurus lagi dengan sendirinya. Begitulah saya belajar. Anda boleh tidak sepaham. Tapi silahkan direnungkan sebaikbaiknya. Materi ini bukan tentang tahajjud. Tapi ini tentang tauhid. Saya yang tidak tahajjud, dosa saya bukan karena tidak tahajjudnya, tapi karena saya mengabaikan Allah! Allah datang, saya abaikan. Dan Allah datang setiap malam. Lihat, bagaimana mungkin orang yang mengenal-Nya, lalu tidak menyambut-Nya???!!! Dan inilah saya. Lihat lagi ya, seperasaan saya, saya susah itu berawal di tahun 97. Saya lepas dari rumah, dari ‘aliyah (SMU), dari kehidupan pesantren, tahun 1992. Berarti ada 5 tahun. Maka, perhitungan 30 hari tadi, dikali 5 tahuh. Hasilnya? 150 hari. 150 hari itu sama saja dengan 5 bulan hidup saya susah. Lah, banyak orang yang kemudian baru giat bangun malam ketika bermasalah. Dilihat dari jarak tempuh pencari Allah, dari sisi bangun malamnya, dia kudu melewati masa impas 5 bulan. Sebab emang ketahuan dari sisi mundurnya, saya mengalami kemunduran 5 bulan sabab tidak menjalani tahajjud 5 tahun. Kelihatannya berat dan ribet, tapi bagi saya saat itu, justru kerinduan yang ada. Saya semakin rindu pada-Nya, manakala hati dan pikiran ini merenung, jika dari perhitungan shalat malam ini saja saya telatnya, mundurnya, susahnya, bisa 5 bulan, bagaimana dengan perhitungan waktu shalat wajib? Dan perhitungan dari meninggalkan shalat-shalat sunnah qabliyah ba’diyah dan dhuha? Wuah, gawat. Saudara-saudaraku, mudah-mudahan Allah menyaksikan bahwa saya menulis ini untuk ‘ibrah diri saya dan saudara-saudara saya. Saat itu, saya kepengennya berlari saja menuju diri-Nya. Mengejar ketertinggalan. Memang ampunan adalah milik Allah. Pertolonganpun milik-Nya. Tapi saya memilih mengejar-Nya! Mengejar Allah. Kekejar ga? Saat itu, saya engga tahu. Sekarang pun masih engga tau. Tapi saya yakin, Allah menunggu saya. Saya yakin Allah menanti saya. Saat itu saya berteriak. “I’m coming ya Allah… Ini saya, Yusuf Mansur, yang banyak salahnya, datang ya Allah. Datang pada-Mu…”. Allah buat saya adalah solusi. Kalau Allah berkenan menemui saya, dan saya diperkenankan ketemu Dia, maka solusi itu pastilah saya dapatkan. *** Dalam kehidupan nyata pun, Allah mengajarkan kita. Allah memandu para pencari-Nya, untuk mencari-Nya dalam sujud, dalam keheningan malam. Dan bahkan Allah memandu para pencari-Nya, para pencari pertolongan-Nya dengan mengatakan kepada hamba-hamba-Nya, “Jika hamba-Ku mencari-Ku, carilah di mereka yang bersedih hatinya, yang lapar perutnya, yang menderita hidupnya… Carilah Aku dengan membantu mereka, niscaya kalian akan ketemu dengan-Ku”. Di dalam hadits-hadits yang bertebaran, Allah kerap menyatakan bahwa “Jika seorang mukmin ingin dilepaskan oleh Allah dari kesulitan dunia dan akhirat, bebaskanlah kesulitan mukmin yang lain. Allah akan membantu hamba-Nya manakalah

hamba-Nya mau membantu yang lain”. Ini selaras dengan banyak firman Allah tentang pencarian diri-Nya. Carilah Allah, sebab Dialah “Hasbunallah wa ni’mal wakiil, ni’mal maulaa wa ni’man nashiir, laa hawla walaa quwwata illaa billaah, cukuplah Allah sebagai Penolong dan Pelindung, tidak ada daya selain kekuatan-Nya”. “Fa man kaana yarjuu liqaa-a rabbihi falya’mal ‘amalan shaalihan, barangsiapa yang kepengen ketemu dengan Allah, hendaknya dia memperbanyak amal saleh”. Para pencari Allah, inilah ikhtiarnya. Ia bergerak terus. Aktif. Justru tidak diam. Pasrah bukan berarti diam, dan terjemahan di ibadahnya juga menjadi seaktif-aktifnya. Perbaiki shalat sebagai hubungan vertikal kepada-Nya, dan perbanyak amal saleh sedekah, berbagi, zakat, membantu orang; dengan tenaga, dengan nasihat-nasihat yang menggembirakan, dengan ilmu dan pikiran, dan tentu saja dengan harta yang tersisa. Semakin besar apa yang kita lakukan di dalam shalat dan sedekah, insya Allah akan semakin ketemu Allah. Dan inilah solusi itu. Solusi dari semua solusi permasalah kehidupan manusia. Begitulah. Saya meminta ampun kepada Allah, dari dosa-dosa saya. Saya belum berbicara tentang dosa yang lain, yang bobotnya akan memperpanjang parahnya masa/waktu kesusahan saya (time limit). *** Sekedar tambahan pengingat buat saudara-saudara semua. Tadi, dari tidak shalat tahajjudnya saya selama 5 tahun saja, sudah susah selama 5 bulan. Itu belum dihitung dari masa melalaikan shalat wajib. Masih ingat kan hitungannya? Mari bermain-main dengan angka waktu kesusahan: Jika seseorang terbiasa telat shalatnya, misalnya, atau anggap saja telatnya masing-masing 1 jam, maka 1 jam dikali 5 waktu shalat sama dengan 5 jam. 5 jam x 30 hari x 12 bulan x 5 tahun (ukuran kasus saya), maka didapat 9000 jam telat. 9000 jam itu, 375 hari. Dan 375 hari itu, satu tahun lebih 20 hari! 1 tahun 20 hari ditambah 5 bulan, itu berarti 1,5 tahun. Masya Allah kan? Seusaha apapun saya memperbaiki hidup saya, jika shalat wajib tidak saya benahin, maka hitungan ini ga akan pernah berkurang, kecuali saya banyak-banyak taubat dari soal yang satu ini. Kelalain shalat wajib dan shalat sunnah tahajjud ini saja, score nya sudah 1,5 tahun. Wajarlah saya pikir saya susah. Dan umur kesusahan saya, secara normal, adalah 1,5 tahun. Kecuali ada Kehendak Allah. Nah, di Kehendak Allah inilah saya mencoba meminta-Nya bermurah hati mempersingkat perjalanan kesusahan di dunia, dan menghapus sama sekali kesusahan di alam kubur dan di negeri akhir. ***

Sungguh saudaraku, dengan saya menghitung diri saya sendiri, saya jadi ikhlas jalanin hidup ini. Saya tahu, mestinya saya susah sekurang-kurangnya 1,5 tahun. Daftar ini akan makin panjang, manakala saya menyadari selama 5 tahun saya kuliah, saya meninggalkan

dimintakan sedekahnya oleh Allah. sekian tahun dhuha tidak tertegak. Saya mencoba mengambil pena. setiap ruas dari badan kita. Lah. Jika kemudian 366 hari dibagi 6 hari adalah 61 hari. beribu maaf bila ada yang tidak suka dengan pembahasan saya. Sekalian saja saya rengkuh semua rahmat-Nya. maka hitungannya saya harus geber-geberan shalat dhuha selama 61 hari berturut-turut baru kemudian saya bisa menebus ketinggalan dhuha saya selama 5 tahun! Perjalanan yang tidak mudah. jika kita sekali saja melalaikan shalat wajib. maka tidak disebut sekali berzina orang yang melakukannya “sekali”. dan menghitungnya. dalam keadaan yang diharamkan-Nya. Allah mengaruniakan janji-janji-Nya yang lain kalau saya mau shalat dhuha 2. saya masih berkenan menambah deretan panjang impact dari dosa-dosa kita. di 5 shalat waktu itu. sekali saja kita tidak shalat. tidak gratis. Maka. Dia minta kita membayar. Rasul memberitahu. lebih baik saya menebus dengan cara begini ini. tidak akan manusia yang mampu membayar-Nya. tidak ada yang gratis. Yang disebut zina itu adalah dukhuulul lahm ilal lahm. lalu ia melakukan sekian variasi hubungan badan. Kata Rasulullah. ini. Ya. Banyak betul hutang saya. sebagai karunia-Nya. Tapi mudah-mudahan perhitungan ini bisa menginsyafkan kita semua). Membayar dengan apa? Dengan bersedekah. (Maaf.dhuha. semua itu cukup dengan dibayar lewat shalat dhuha 2 rakaat saja di pagi hari. 6. Tapi saya mencoba menempuhnya. hingga ruas-rusa di jari jemari! Alhamdulillah. *** Saudaraku. maka saya sudah menebus 6 hari ketinggalan shalat dhuha di tahun-tahun yang lewat. Lagian. semakin ngentengin saya. maka dosanya 40 tahun masa perjalanan ibadah tidak diterima! Wuah. kebayang kan betapa perjalanan melenceng kita ternyata semakin jauh. Saya pertegas ya. 4. Rasul mengabarkan kemurahan Allah. Termasuk ketika kita memakai badan ini sebagai pemberian-Nya. Ada seseorang yang berzina. kalau Allah tidak Maha Rahman Maha sRahim. dengan ukuran fiqh ini. sehingga – . Lalu saya mengingat saya… Masya Allah. serem kan. maka kelalaian kita itu akan memakan 70 shalat qabliyah ba’diyah. Sedangkan Allah menagih sedekah kita sehari semalam. Sedangkan satu hari. Tapi Allah beritahu juga. maka kirakira 5 tahun juga Allah akan mengambil kehidupan saya! Jika harus ditebus dengan shalat dhuha 2 rakaat saban pagi. hitung-hitunganan ini masih belum dihitung qabliyah ba’diyah. Masya Allah. 5 tahun tidak shalat dhuha. sebab tidak bayar hutang. Lebih serem lagi kalau saya kasih sedikit tinjauan fiqhnya. Cadangan devisa kita untuk shalat-shalat yang lalai. masuknya “daging” ke dalam “daging” yang lain. terdapat berkali-kali zina. maka sudah habis 7 hari kemakan kita punya qabliyah ba’diyah. Bagaimana kalau kemudian kita melakukan dosa zina misalnya? Sekali zina. 8 dan 12 rakaat. Tentu saja kelak tidak ada yang mengetahui perhitungan terdetail kecuali Allah saja. maka saya bisa mempersingkatnya dengan menegakkan shalat dhuha pol 12 rakaat setiap pagi! Dengan saya shalat dhuha 12 rakaat. sungguh-sungguh kurang. Saudara-saudaraku. Sebab dalam sekali itu. hanya ada 8 qabliyah ba’diyah (minus ba’diyah shubuh dan ashar). Daripada saya dipenjara selama 5 tahun. itu artinya. Ini saya betul-betul mengajarkan teori berhitung.

dia akan berada di kehidupan yang diridhai Allah. yakni di antaranya perbuatan zina itu mesti dilihat oleh mata telanjang oleh 4 saksi. jika saya berlari sungguh-sungguh pada-Nya. Tapi bagaimana kalau amal-amal kita sepayah dosadosa kita? Itu baru zina. ga akan kekejar. yang score nya 40 harian (tidak diterimanya amal) per sekali datang kepada mereka? *** Sampe sini. tapi memang arif. masjid. Buat mereka yang tidak suka dengan hitung-hitungan ini. yang pun juga punya hukuman yang sama? Bagaimana dengan dosa syirik yang tidak diampuni Allah? Dosa mendatangi tukang tenun. barangkali Allah yang akan mempercepat perjalanan kita. maka kemudian bolehlah saya menyebut. berapa banyaknya???!!! Tidakkah ini menyeramkan buat yang pernah berzina???!!! Jika 3 kali saja keluar masuk sedangkan disebut sekali berzina itu adalah sekali saja masuknya. beruntunglah buat mereka yang pernah berzina. memang kita akan dihitung oleh Allah al Hasiibul Jaliil. jika ada yang berzina dilihat oleh 4 orang secara terbuka. lalu bertaubat. itu namanya bukan manusia lagi. barangsiapa yang lebih berat timbangan amal baiknya. Ga apa-apa masih menyisakan sisa masalah. Beda dengan saya. Karena di negeri ini tidak berlaku hukum rajam. Kalo kita di dunianya menyisakan kebaikan yang terus bergulir (sempat membangun sekolah. yang tidak bertaubat. maka kesusahannya boleh jadi seumur hidup. Tapi hukuman mati. Persyaratannya juga susah. Ini kan tidak terkontrol. maka bisa jadi berkurang siksaan alam kubur sebesar kebaikan yang dialirkan ketika di dunia. Ada banyak ayat yang menyatakan bahwa kita semua memang akan dihitung: “Fa ammaa man tsaqulat mawaaziinuhuu. maka ketika di mil pertama saja kita lari. kita bisa menjerit beristighfar.maaf – ia “keluar masuk” bersetubuh sampe kemudian ia keluar terpuaskan. Sebab yang paling mahal dari Allah adalah kesempatan kita bertaubat. dan ga akan pernah bisa balance jadinya. tapi hewan. malah semakin berterima kasih kepada Allah. Entah berkernyit sebab bingung. maka itu berarti 120 tahun Anda akan menghabiskan hidup Anda dalam kesusahan. saya dengan mengetahui hitung-hitungan ini. ada saudara-saudara saya yang barangkali berkernyit. Ga apa-apa. bahwa hitungan saya memang sangat kurang sekali. Saya semakin sadar. sebab merasa ga akan keuber. atau berkernyit sebab apa. membesarkan anak yatim). Maka wahai saudara-saudaraku. amal kita tidak diterima kecuali kita dapat ridha dari orang tua? Bagaimana pula dengan dosa menyakiti orang lain. saya beritahu ya. Ini lebih-lebihan lagi seremnya!!! Perhitungannya dituntaskan di alam kubur. Bagaimana pula yang berzina dalam keadaan sudah bersuami atau beristri? Wuah. Dan saya percaya. Allah Yang Maha Cermat Hitungannya. bahwa suka tidak suka. Dan menurut saya. hukumannya bukan lagi sekedar 40 tahun. Kalo di dunia. percaya sama ramalan. kita bisa berteriak minta ampun. ditimpuk pake batu sampe mati. fahuwa fii ‘iisyati roodhiyah. wa . Dirajam. Bagaimana dengan durhaka sama orang tua? Yang kata Allah. dan diterima Allah! Kalo sudah kematian menjelang??? Ya tinggal terima nasib. Memang hukum Islam berat. Ada loh yang tidak dihukum di dunia ini.

namun menyadari bahwa hidup selama ini dalam kegelimangan dosa atau kelalaian dari segi ibadah seperti yang saya jelaskan di atas. “Muhthi’iina muqni’ii ru-uusihim laa yartaddu iliaihim tharfuhum wa af-idatuhum hawaa.ammaa man khoffat mawaazinuhuu. Besok kita teruskan ngajinya. “Qul li’ibaadiyal ladziina aamanuu yuqiimush shalaata wa yunfiquu mimmaa razaqnaahum sirraw wa a’laaniyyatam min qabli ay-ya’tiya yaumul laa bai’un fiihii walaa khilaal. nyata. barangsiapa yang ringan timbangan amal baiknya. dan peringatkanlah manusia terhadap hari yang azab datang kepada mereka. Sebab kepanjangan ntar kuliahnya. hai Tuhan kami. mereka datang bergegas gegas memenuhi panggilan dengan mengangkat kepala mereka. menafkahkan sebahagian rizki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi maupun secara terang-terangan. *** Ok. score kehidupan akhir ditentukan di hari hisab. Ibraahiim: 31). bukankah kamu dulu yakin bahwa kamu tidak akan binasa? Tidak akan menghadapi hari ini?” (Qs. al Qaari’ah: 6-9). murah ampunan Nya. Sebab hitung-hitungan di kebaikan pun ga malah . Allah berfirman. Sebaliknya. Tapi di dunia ini. Beginilah. maka berkatalah orang-orang dzalim. janganlah engkau mengira bahwa Allah akan lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang dzalim. katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang beriman. ketemu dengan kebaikan dan orang-orang baik. keberuntungan yang nyata yang Allah hadiahkan buat kita adalah kita termasuk orang-orang yang panjang umur dan berkesempatan untuk bertaubat. Sesiapa yang banyak kebaikannya. pelan-pelan masuk di bab pertaubatan dan di bab betapa murahnya Allah terhadap kita. “Wa andzirin naasa yauma ya’tiihimul ‘adzaabu fa yaquulul ladziina zhalamuu rabbanaa akhkhirnaa ilaa ajalin qariibin nujib da’wataka wanattabi’ir rusul. murah kasih sayang Nya. maka ia hidup dalam keadaan baik. maka wajarlah jika hidup kita penuh dengan keburukan. “Wa laa tahsabannallaaha ghaafilan ‘ammaa ya’maludz dzaalimuun. (Qs. murah segala-galanya. Innamaa yuakhkhiruhum li yaumin tasykhashu fiihil abshaar. Masya Allah. dikelilingi keburukan dan ketemunya sama orang-orang yang merugikan kita. hendaklah mereka mendirikan shalat. fa ummuhuu haawiyah. bagi semua yang sekarang ini susah. tangguhkanlah kami meski dalam waktu yang singkat supaya kami bisa menjawab seruanMu dan mengikuti rasul-rasul. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai pada hari yang padanya pemandangan mencengangkan”. terpaksa saya penggal dulu. Kepanjangan ntar ngajinya. Awalam takuunuu aqsamtum min qablu maa lakum min zawaal. lebih banyak amal buruknya. murah pertolongan Nya. Maka itulah saudara-saudaraku. dikelilingi orangorang baik. maka tempatnya di neraka hawiyah” (Qs. jika kehidupan kita lebih banyak amal buruknya. sedang mata mereka berkedip kedip dan hati mereka kosong tidak percaya bahwa mereka sudah ada di negeri berbangkit dan di hari hisab dijalankan”. Ibraahiim: 42-44). sebelum datang suatu hari di mana tidak ada lagi jual beli dan persahabatan”.

sekian APV. Beri testimoni saudara lagi ke imel web admin ini tentang kuliah online ini. banyak hal saya ambil sebagai keputusan. ha ha ha. Di jasa penyewaan mobil. tapi di SDM editingnya. Tidak sedikit yang miring. tolong saya dah. Saudara-saudaraku. kita bukukan saja. he he he. dan lewat imel. Walopun di sana ada gambar saya juga mereksa keadaan pondok dengan mengendarai sepeda ontel tahun 47! Cellica itu memang mobil mewah.menarik dan mencengangkannya. urusan Allah. Pada waktunya saya akan umumkan kesiapan materi audio dan videonya. Jagura. Mohon maaf yang mana saya banyak absennya mengajar. beberapa pekan yang lalu. Jasa penyewaan mobil ini menyumbang kontribusi yang tidak sedikit buat pesantren dan di perputaran ekonomi warga sekitar. Isinya. ya kuliah juga. Padahal ada mobil-mobil mewah lainnya. Tapi ia dijadikan unit bisnisnya pesantren. Sebenernya. maju saja terus. Dari uang bisnis ini bisnis itu. Sebab akan dibukukan nih isi seluruh web generasi sebelum lebaran. Toh barangkali mereka yang ngomongin jelek ga tahu tentang keadaan yang sebenernya. Jadi. dan menyiapkan materi lain dalam bentuk audio dan video. Contohnya. Biar saja. Insya Allah itupun ibarat kuliah. carry. Insya Allah mulai hari ini. Tidak gampang menyiapkan materi audio dan video. sampe bus 27 seat. Dengan tajuk “Sejarah Membesarkan Nama”. Wuih. Hanya tidak dimasukkan di kolom kuliah online. Ntar saya malah jatuh sakit garagara mikirin. boleh protes juga koq. saya akan menulis lagi kuliah ini. Yang tidak tahu. Saya beritahu ke jamaah semua. semacam kesan dan pesan dah. BMW. Terselip di sana. di renungan-renungan inspirasi. Kesulitannya bukan di saya. he he he. Doain dah buat semua kru KuliahOnline supaya mereka semua diberi kemudahan dan mendapatkan keberkahan seperti keberkahan saudara-saudara semua yang menuntut ilmu lewat KuliahOnline ini. dan web nya hanya isi-isi yang baru saja. berdakwah karena Allah. Kijang. di layar TV One. sontak ini mengundang sejuta komentar. Dan bukankah kita kita mengaku berdakwah karena Allah? Bukan karena nama? Kalau tauhidnya benar. disangkanya mah saya pengoleksi mobil dan hidup dalam berlebihan. ga usah mikirin yang gitu-gitu. Itu yang disorot hanya cellica. Mercy. di artikel-artikel lepas dan di sms-sms jamaah. duh. sambil saudara-saudara online. Namun sudah saya cicil. bila saya sehat terus. Sebagiannya indah-indah dan banyak pula yang memotivasi saya bahwa sungguh kuliah online dibutuhkan. Kita bahas soal menarik ini besok besok ya. Penilaian. Yang lama. menceritakan perjalanan hidup saya. saya tiada henti menulis. Makasih juga atas doa-doanya yang disampaikan lewat sms ke hp saya: 081510511127. Nah. Saya tidak bisa membalas satu-satu sms dan imel tersebut. . kisah saya diangkat di layar kaca. Tapi kemudian tanggapan orang seribu satu macam. tolong ya. saya ga usah sakit hati. sejujurnya. gambar di mana saya sedang mengendarai Cellica Sport 2 pintu warna silver. Untuk kemudian dibersihkan. Asal jangan terlalu pedes ya. Alphard. Belum berkesempatan atau tidak berkesempatan. ini juga persoalan tauhid. Namun jika saudara perhatikan. Namun saya baca. kita gerakkan juga ekonomi mikro melalui pembiayaan pembiayaan mikro.

weh. Dan memang subhaanallaah. Hasil dari keuntungan operasional sekolah ini. sebab saya memutuskan sekolah ini memang hanya untuk orang kaya. Yaitu 1 unit Tigo. Sekolah ini bukan sekolah orang susah. . persis di depan pesantren. Mobil saya pribadi.Yah gitu dah. Tapi. Terkesan sekolah ini bukan buat orang susah. tapi malah bisa terjebak jadi riya dan sum’ah. sebab memang fasilitasnya lengkap dan sangat sangat bagus. Dan itu pun punya istri. Weh. Tapi ya kami juga punya alasan tersendiri. malah satu. Dan kami cukup senang dengan ini. weh. Masuknya dolar. Memang tidak arif di tengah-tengah masyarakat yang juga miskin dan serba kekurangan. Daarul Qur’an sendiri. Ok. koq malah nambah lagi ya tulisannya? He he he. dipakai untuk subsidi silang programprogram dakwah dan pesantren-pesantren bebas biaya yang dibangun dan dikembangkan di seluruh tanah air bareng dengan seluruh donatur PPPA. yang patut diacungi jempol dari Daarul Qur’an adalah ia berdiri juga di atas prinsip wakaf dan sedekah. Dan pesantren-pesantren gratis ini adalah untuk mereka yang dhuafa dan anak-anak yatim dan tidak mampu. semakin gilagilaan perkembangan bisnisnya. rumah RW di lingkungan pesantren. Lumayan mahal. Unit-unit bisnis di lingkungan Daarul Qur’an dan Wisatahati. dibangun dan dikembangkan dengan prinsip wakaf dan sedekah. adalah pesantren modern dan bahkan internasional. sampe ketemu besok yaaaa… *** Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Jauh Deketnya Kita Dengan Allah KDW0123 Seri-23 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Jauh Deketnya Kita Dengan Allah Inget Dan Lalainya Kita Sama Allah Yang disebut masalah itu bukan masalah yang dianggap masalah oleh manusia. Dan memang demikian. boleh ngumpulin dan nambahin dari jual Karimun 2004. Namun. saya bangga sekali saya hidup di rumah kontrakan. Sekaligus untuk menyuburkan amal baik dan mengubur amal-amal jelek dengan pergulirannya. Rumah yang saya tempati. semakin kami menyuburkan wakaf dan sedekah. Ini bahaya nih. maksud hati mau ngejelasin. segitu lumayan berkembangnya (walaupun ukurannya masih small. masih baby).

Termasuk ketika saya harus membayar dengan masuk penjara. dulu. Setelah menelisik kesalahan-kesalahan saya. dari dosa-dosa. Loh. saya anggap menjadi doa juga. Semoga Allah memberikan ridha-Nya. Ada satu keanehan. Allah mempercepat masa bayar dari keburukan yang kita lakukan. Dan yang disebut anugerah adalah sebaliknya. Allah sediakan banyak jalan untuk mengejar ketertinggalan ini. Bertambah berkali-kali lipat. saya jadi sustain. kita merasa Allah tidak akan pernah dekat dengan kita. Salah satunya adalah dengan bertaubat sebener-benernya taubat. Saya terimain aja apa yang terjadi. “Message” ini. Saat itulah saya teliti kehidupan saya. Sambil terus husnudzdzan kepada Allah. Saudaraku. Alhamdulillah. Jawabannya. Nah. Tapi bagi saya. jawaban yang sering saya lihat adalah justru dengan cara itu. lah lah lah. Dan insya Allah saya tahu. jadi sabar. Saat itu. dalam satu dua kasus. Dan tentu saja. akan semakin cepat pula keringanan itu saya dapat. bahwa nanti selepas 0-0. Apa jadinya kalau saya tidak menyadari? Yang paling parah adalah dosa tauhid. Agak enteng terasa. ada. jika Allah menghendaki suatu kebaikan bagi seseorang. Ketika saya jejek gas. makin cepat beban turun ke pundak saya. justru Allah segerakan keburukan buatnya. Akhirnya. Silahkan melihat-lihat di artikel lepas maupun di sms-sms dengan jamaah. Dan alhamdulillah. Menambah berat. Insya Allah. Mudah-mudahan ada benang merah dengan materi-materi KuliahOnline. di tengah jalan ia malah menemui kendala-kendala baru. injek pedal. ya. Allah akan angkat derajat saya. saya tuliskan di kolomkolom Non-KuliahOnline di Website ini. yang justru menambah bungkuk. beragam reaksi ketika peserta KuliahOnline membaca materi kuliah ke-22. Tidak jarang reaksi begini malah terjadi: Seseorang merasa Allah semakin menjauh ketika justru ia semakin mendekat. Istilahnya. saya mewajarkan diri saya mengapa saya jadi susah. sebab saya malah menganggap. Dan kepositifan itu. ada juga amalan yang bener-bener ngenolin dosa-dosa. saya bukannya menyesal. Alhamdulillah. tanpa banyak kalam. Saudaraku yang dirahmati Allah. ya kalimat-kalimat di atas itu. saya malah jadi ikhlas menerima “kenapa saya susah”. Sehingga kemudian saya fokus juga untuk mengejar ketertinggalan. kita deket dengan Allah dan ingat pada-Nya. Dan karenanya kita perlu berterima kasih kepada Allah. atau malah tidak sedikit yang terjadi begini: ketika seseorang berjalan menuju ampunan-Nya. Allah pun tentu tidak akan memikulkan beban buat hamba-Nya kecuali . beberapa kejadian kecil selama “libur”. Ada hadits qudsi yang isinya kurang lebih. Tentu saja perlu diteliti lebih dalam lagi. kita bismillah memulai materi ke-23 ini. kalau kita jauh dari Allah dan lupa sama Allah. sampe ke saya. Supaya apa? Supaya segera terbebas ia dari kesalahankesalahannya. Saya pun demikian. Sebab hitungannya memang wajar saya susah. hutang saya malah tambah buanyak. Kesimpulannya. memangnya ada? Begitu barangkali sebagian kita bertanya. makin banyak beban yang saya pikul.Melainkan disebut bermasalah itu. Tapi baik. masalah-masalah baru.

saling memaafkan. “Bener juga. Lalu kemudian tampak terang benderanglah manakala akhirnya mereka kemudian bisa bilang. sedang berhutang. Padahal mata rantai keajaiban akan terjadi di setiap simpul mata rantai jaringan orang-orang yang disebut. sama sekali “tidak dihitungnya”. Sementara. mata rantai ketidaknerimaan atas takdir Allah. Tapi ia mengaku. yang kemudian ditetapkan sita jaminan. Gitulah permisalannya. ada Rahmat Allah. kesusahannya hanya berkurang sedikit. keadaan sedang di-PHK. Baca nya pelanpelan. andai keikhlasan ada di hati mereka. tetap saja masalah. sedang susah. ya sudah. Jarang orang yang memandang bahwa kesulitan itu adalah anugerah. sabab mengikuti orang baik. Jangan terburu-buru. dan sedang sulit di kesulitan yang umumnya dirasakan orang umum sebagai satu kesulitan. coba baca lagi Materi Kuliah ke-22 ya. Bahwa bersama kesulitan itu ada Kemurahan Allah. sedang sakit. Si anak merasa takut dengan saudara-saudaranya yang lain. sedang malang. Kalau ga tenang. Dan selama ini pula ia menebus kesalahannya. Shalat shubuh berjamaah adalah hal minimal yang ia lakukan. keikhlasan menjalani setiap peristiwa. Kalau dulu tidak terjadi krisis di keluarga kami. saudarasaudaranya yang lain tidak menerima si saudara ini melakukan perbuatan bodoh yang merugikan ibu mereka. malah saling berpegangan tangan mengejar dan mengubah keburukan yang sudah trjadi. masa krisislah. Kebanyakan orang memilih untuk menambah dirinya untuk lebih lagi berduka. Jarang orang yang bisa menerima keadaannya. Tapi adapun masalahnya. rasanya menjadi teman yang meringankan perjalanan hidup. Misalnya. si penghutang pun menambah lagi daftar panjang penyesalannya: kenapa sampe kenal si Fulan yang ia yakini sebagai penyebab segala kehancurannya. si ibu kemudian menyesali kenapa semua ini terjadi. resesi global. ambang batas maksimal akan terjadi.yang bisa hamba-Nya itu pikul. ketika saya buru-buru mengoreksi. mau diapain lagi? Sudah terjadi. Hanya. dan tidak akan pernah terjadi melewati ambang batas itu. Biar agak nyambung. menyesali. seperti ada di semua mata rantai orang-orang yang terlibat. salah memilih bisnis. sampe kemudian menyalahkan ketidaktepatan waktu. maka yang terjadi adalah Cahaya Allah di setiap etape berikutnya. jatuhnya perekonomian nasional. atau bahkan mengatasnamakan “kasihan. Dalam kasus ini. petugas bank yang memberikan rekomendasi menyesal sudah memberikan ia kredit. Maksudnya. saya ketemu dengan seorang yang mengaku pengikut setia seorang ustadz ternama di negeri ini. Supaya nyambung. sebagai jaminan hutangnya itu adalah tanah ibunya. tidak akan lahir perusahaan ini. Allah. ada Kebaikan Allah. alhamdulillah ia bisa mengikuti pula kebiasaannya ustadz ini. menghancurkan orang lain”. meratapi. Ada kecocokan. dsb. bahwa ketenangan itu hal termahal ketika bermasalah. Penerimaan terhadap segala kejadian. ia aminkan. *** Beberapa saat setelah saya menulis KuliahOnline materi ke-22. Selama 10 tahun katanya beliau mengikuti ustadz ini. seseorang yang diburu petugas bank sebab hutangnya. Ia hanya merasakan ketenangan. Terhadap yang begini ini. Mereka lalu memilih saling memahami. Artinya. Bingung ya? Ya. ga bisa juga .

Haj”. Nanti kita tetap sampai ke pembahasan hitung-hitungan betapa murahnya Allah. usianya 48 tahun. Sebab dari hitung-hitungan shalat seperti di materi ke-22. kekhawatiran semula bahwa ia akan semakin menyesali dirinya. Tapi minimal. Tapi saudara-saudaraku sekalian ga usah khawatir. Namun ada yang menarik. Membiarkannya hidup untuk menebus dosa-dosanya. Lah. inilah memang bisikan syeitan. Saudara-Saudaraku sekalian. ia masih perlu 18 tahun perjalanan kebaikan. Dia ini semula merasa ada sesuatu di hatinya yang selama ini ia tahan-tahan. bahwa barangkali ia “belum impas” membayar Allah subhaanahuu wata’aalaa. Pertanyaanpertanyaan ini ia coba redam. dia lumayan tercenung. menjadi merasa haus untuk terus berburu kebaikan. hal ini tidak membuatnya lemah. 48 tahun dipotong masa 10 tahun. Yakni pertanyaan seperti yang saya jelaskan di atas: “Kenapa ya? Saya kan udah berubah. Allah itu Maha Pemurah. sudah jauh tertinggal. tidak menjamah hatinya. Apa yang membuat dia ini bisa menahan pertanyaan-pertanyaan tersebut? Salah satunya kemudian apa yang ditulis di materi kuliah ke-22. Syukur bahwa Allah itu Maha Baik. Kalau dilihat-lihat dari selisih itu saja. justru ia semakin ikhlas akan segala kesusahannya. Koq belum ada perubahan? Kenapa ya? Saya kan udah mengikuti jalannya orang baik. kita menjadi tambah yakin. berarti ia masuk ke ustadz tersebut di umur 38 tahun. dan tidak membuat dirinya tidak lagi gelisah. bagaimana dengan usia 38 tahun ke belakang? Yakni mulai ia akil baligh – yang katakanlah balighnya itu usia 10 tahun – hingga 38 tahun? Dia bilang. kesusahan yang ia rasakan. tiada sebanding dengan 28 tahunan ia mengikuti syetan. Perjalanan seorang hamba yang berusaha untuk menjadi ‘abid-Nya. begitu saya sambungnya. Ia yang semula mengatakan bahwa selama 10 tahun ia sudah shalat shubuh berjamaah tanpa putus. sejak ia mencoba menghitung-hitung kesalahan dirinya. Ia yakinkan dirinya perjalanan pertaubatannya belum nyampe. Saudaraku. koq tetap saja ga berubah?”. Baru sebanding. Malah ya itu. Kerjaannya menggagalkan saja riyadhah seseorang. “Atau dibuang ke panjang umur. Artinya. saya mencoba mengingat-ngingat juga apa yang terjadi dalam kehidupan saya dan kemudian sebisa mungkin saya share kepada kawan-kawan saya. Ternyata benar. meskipun kita tidak akan pernah bisa menghitungnya. sudah diampuni sejak awal ia memohon ampun. Perjalanan saya perjalanan belajar tentang tauhid. Dan di saat yang sama. Yang ada. Tidak mengganggu pikirannya. Ia mengaku. justru tidak terjadi. bisa saja. sambil terus . Ga apa2 ya? Anggap saja ini seperti tuntutan awal agar langkahnya menjadi semakin benar. 10 tahun ia mengikuti ustadz terkenal ini. Ia menahan pertanyaan ini untuk tidak meledak. agar bisa menebus ketertinggalannya dan beramal saleh. Ya. ia tambah ga bisa menyesali. melainkan justru semakin kuat.saya hidup enak”. Tapi saya kepengen menjalani hidup ini lebih ikhlas. bahwa Allah itu Maha Pemurah. Yakni dengan meyakini pula bahwa karena pertolongan Allah lah. Masya Allah. Saya masih membutuhkan 1-2 tulisan penjeda lagi untuk sampai ke hitunganhitungan sebaliknya dari tulisan materi ke-22. Subhaanallaah. Sekarang ini. tidak mudah. yang ada malah bertambah syukur. Namun ia diberi kesempatan berumur panjang. Kawan saya ini bilang.

dan cara-Mu untuk mengingatkan saya akan diri-Mu. Di perjalanan pertaubatan saya. Rumus “MASALAH” itu sederhana: Kalau kita jauh dari Allah dan kalau kita lupa sama Allah. pelanpelan. Insya Allah nyampe. ternyata masalahnya menjadi semakin jadi. di awal-awal belajar tentang resiko kehidupan deket-jauh dari Allah. masa iya ga kekejar? Masa iya ga nyampe. kurang syukurnya. hilang sabarnya. Begitu saya keluar dari rumahnya. saya hidup dalam keadaan tidak turut pada aturan-Mu. Rabbanaa dzalamnaa anfusanaa. Apalagi Dia Maha Rahman Maha Rahim. Saudaraku. kita coba jelaskan ya. Hebat. saya terima. Termasuk belajar dari setiap etape kehidupan langsung (learning process – experiental learning). . Beda. saya membayangkan dosadosa saya. Sebenernya. Saya. Rupanya memang jawabannya adalah saya jauuuuuuuuuuuuuuhhhhh dari Allah. Saya bisa merasakan itu. Ringankan saja perjalanan ini ya Allah. amal-amal saleh. Dulu. dunia malah menjauhkan saya dari-Mu ya Allah. Ya Allah. saya t’lah melalaikan shalat berjamaah. islam. Salah mendifinisikan. Seketika saya “mewajarkan” mengapa saya menjadi sulit dan susah. Saya tidak taat kepadaMu. Saya menerima hukuman. saya banyak bermaksiat kepada-Mu. Anugerah yang mengantarkan saya kepada Allah. apa yang disebut anugerah dan apa yang disebut masalah. dan terlambat mengetahuinya. dengan disertai segala kemungkinan-kemungkinan buruk. waillam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakuunannaa minal khaasiriin. saya banyak meninggalkan sunnah. sebelum kita beralih ke materi kuliah besok. ya Allah. dengan cara ini saja. Saya hanya meyakinkan diri ini. Rasanya saya sudah membagi beban saya kepada Allah. tapi. akan beresiko sangat besar. Saya kejar terus saja Allah. Ada saya pernah keluar dari salah satu rumah kawan saya yang kemudian saya clear dinyatakan bersalah dan harus menanggung sejumlah kerugian. ketika saya menyadari bahwa saya mulai di ambang kejatuhan. dan saya jatuh. dan ibadah. tauhid. Menurut saya ini bukan menyalahkan diri sendiri. Ya. Saya diberinya waktu untuk menyelesaikan. Saya banting ke sana saja. Tapi saudara-saudara. Ini lebih ke “memposisikan diri menerima” bahwa rangkaian kesulitan hidup sebab dosa dan kemaksiatan yang saya lakukan. Tapi terus saja saya pompa dengan kepositifan. itu auranya positif. bahkan ketika dunia saya genggam. Dan saya pun belajar. saya merasa adem hati ini. dulu hati saya relatif menerima. saya membayangkan dosa-dosa saya. sungguh saya telah menzalimi diri saya sendiri. jika kemudian kesusahan ini adalah cara-Mu untuk menyucikan diri saya. Saya merasakan getaran harus terus memperbaiki iman islam saya.belajar tentang iman. Saya tidak mau menjadi orang yang paling nestapa dan tambah nestapa dengan menyalahkan diri yang auranya negatif. Subhaanallaah. nampak seperti menyalahkan diri sendiri. dengan doa di atas. ini beda dengan menyalahkan diri. yang ada kemudian lisan ini berzikir dengan doanya Nabiyallah Adam. sebagaimana saya jelaskan di atas. Saya pun banyak nafsunya. Dengan cara ini. serta harus menanggung ini semua. Saya terima kesulitan sebagai anugerah.

Coba lagi pikirin soal penyakit. demo karyawan. dari jauh dan lupa sama Allah. iman kita. Misalnya. Ada yang dikasih tahu lantas menerima. Maha . mukmin yang baik. tambah tawadhu’. Buat yang tidak sedang menghadapi masalah apapun. pertaubatan. coba koreksi dari dua hal ini. insya Allah inilah anugerah. Yang diincer sama Allah adalah tauhid kita. Saudara kaya. Kalau tidak mempan diberitahu dengan “message” dari Allah (dengan sejumlah masalah). kita bisa inget sama Allah. dan dia merasa “aman-aman” saja. Janganjangan sebenernya kehidupan Saudara sedang diincer sama Allah. Tapi ya itu. Bukan. Mari kita sama-sama mengoreksi. ini justru masalah. adalah anugerah. bisa bertaubat. maka Allah akan benamkan semuanya menyisakan kita yang kemudian meratapi kejatuhan kita. sama suami. soal syukur Saudara? Coba saja lihat-lihat ke belakang hidup Saudara sebelumnya berhutang. Karena yang disebut masalah itu bukan masalah keduniaan. Tapi dengan di-PHK kemudian menjadi saleh. shalat dhuhanya jadi hilang. jauh dan deketnya dengan Allah. Saudara malah serakah. sama orang tua. tapi saudara malah jauh dari Allah dan lupa sama Allah. ada yang tahu dan menyadari. trnyata sekarang bukan. menjadi deket dan ingat sama Allah. Tapi andai saudara-saudara yang kaya ini benar-benar jatuh miskin. Lah. Jika sebelumnya “bercerai”nya itu yang disebut masalahnya. amal saleh kita. masalah iman. bisa merogoh kantong lagi untuk sedekah. dan amal saleh. mudah bener mengubah dari masalah menjadi anugerah. Sifatnya yang begini ini yang diincer. syukurnya kita. Ini hanya model dari bentuk pesan tauhid saja dari Allah. inget dan lalainya dari Allah. sementara itu banyak juga yang tidak tahu dan tidak menyadari. tidak menginjak bumi… ini yang harus kita kenali sebagai “sedang bermasalah”. Benarkah hutang itulah masalah Anda? Bukan soal iman. wuah. soal tauhid. Kalau dia mau mengubah “masalah” nya itu jadi anugerah. iman. Namun sebaliknya. bisa megang tasbih lagi. menjadi deket lagi sama anak istri. soal anak. ada yang diberitahu tapi tidak bergeming. kita bisa deket sama Allah. Cuma. bisa beramal saleh. islam kita. jauh dan deket sama Allah. sombong. tidak sedikit yang tidak memahami lalu langsung nge-track di urusan ini. lalu dengan kemiskinannya itu bisa menjadi muslim yang baik. dan soal-soal yang lain yang sedang saudara hadapi. raibnya satu dua asset diambil orang. Saudara karirnya naik. soal islam. Coba saja saudara pikirkan misalnya soal hutang. ada satu dua tagihan kita yang tidak tertagih. Maka saudara akan tercengang sendiri. iya ya. shalat berjamaah jadi hilang. Saudara di-PHK. soal jodoh. ini mah namanya ANUGERAH. Bisa seketika koq. Masalah tauhid. Sebab apa? Anugerah itu adalah sebaliknya.Nah. coba juga pakai 2 ukuran ini. tapi ada kemunduran spiritual. Seseorang yang bercerai. bisa baca al Qur’an lagi. gampang. masalah syukur. Sebab ukurannya sudah beda. Ini bukan yang diincer Allah. Yakni. Perlakukan juga dua kriteria ini. di urusan-urusan yang saudara anggap masalah. soal amal saleh. belum tentu disebut bermasalah. Keajaiban perubahan suasana hati juga akan segera didapat. Insya Allah kita akan ketemu bahwa Allah benar-benar Maha Pemurah. Maha Sayang. Yakni pindah jalur saja. perjalanan sebelum cerainya itulah yang disebut masalah.

Akhirnya saya ambil pena dan kertas. maka bener-bener Allah itu Maha Pemurah. kalimat yang saya garis bawahi. Ketika saya berada di pusaran kesulitan. Terbit dengan judul: Wisatahati Mencari Tuhan Yang Hilang. Saat itu saya terpenjara dengan sel dunia. Dan tidak ada Kehendak-Nya kecuali kehendak itu adalah kehendak yang baik-baik. dibaca ulang. Akhirnya ia menjadi kawan banyak orang setelah jadi sebuah buku. Di tengah kesulitan kita. Allah menganugerahkan saya kemampuan untuk menggoretkan ceritera kesulitan itu. insya Allah bahkan kesulitan itulah anugerah Allah buat kita semua. Agaknya. Benar-benar pena dan kertas. web admin). Ruang seukuran kurang lebih 2x3 menjadi kamar saya yang bagus untuk banyak merenung dan menulis hasil perenungan. Perjalanan waktu akan membuktikan itu. Saya akhirnya bisa menulis. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Jadi Ikhlas Ngejalanin Hidup KDW0124 Seri-24 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Jadi ikhlas Ngejalanin Hidup Di tengah kesulitan kita. Saya mengatakan “bersama kesulitan”. bahwa kalau kita mau berpikir tentang Kemurahan Allah. Hingga kemudian saya bisa menulis KuliahOnline ini. andai saya tidak mengalami kesusahan hidup. selalu terselip Pertolongan-Nya dan Kemurahan-Nya. ia kemudian menjadi salah satu cahya bagi kehidupan saya. niscaya buku ini tidak lahir. Tidak pernah kehendak . Subhaanallaah. Dan bila kitab sepakat.Baik sama kita. Sekali lagi. Kebiasaan menulis ini di kemudian hari yang mengantarkan saya menulis buku-buku yang lainnya (lihat galeri. Saya butuh teman. dilihat ulang. dan tulisan itu pun akhirnya menjadi buku. sebab memang nyatanya gara-gara mata kita yang butalah yang tidak bisa melihat Karunia Allah. Dan kebiasaan menulis ini bukan satu-satunya anugerah Allah yang Allah berikan bersama kesulitan. Semua adalah Kehendak-Nya. Ketika itu saya merasa putus asa. Subhaanallaah. Oldies banget. selalu terselip Pertolongan Allah. Saya termasuk yang percaya sedari awal. Di tengah kesulitan kita. Sebab emang ga ada fasilitas. Andai kita lalui semua ragam kesulitan itu bersama Allah. Sedikit berbagi. Semula ia sebagai kawan saya. selalu terselip Kemurahan Allah.

guru-guru saya. Maka itu saya katakan. Berawal dari orangorang meminta saya bercerita isi buku (bedah buku). Tapi kemudian ia tetap banyak mendapatkan berkah Allah. bahwa keluarga dan turunan bisa berpengaruh. Barangkali ini anak menyimpan sepasang orang tua yang masya Allah. Tahadduts bin-ni’mah. dan ketemu dengan Maemunah. Maka nya ketika di kemudian waktu saya menyadari bahwa akhirnya kesulitan itu mengantarkan saya menjadi “bisa menulis”. ayah saya. Pantes aja. Maka kemudian turunlah Keputusan Allah. Saya percaya. Ternyata. Dan di kemudian hari. dan bisa dibanggakan keluarga. Peran turunan. rasanya. rajin benar mendoakan anaknya ini. Abdurrahman Mimbar. Ah. sekedar untuk tahadduts bin-ni’mah: Buku-buku saya membawa saya menjadi ustadz. dan berlatar belakang keluarga pesantren. dan pengajian-pengajian kecil. Kesulitan akhirnya menjadi rahmat. Dikatakan ya. Bila ada yang mengatakan. kalo saya tidak dipenjara. pertimbangan Allah. Tidak pernah. Bisa ya. Dia kan ‘alim. Dan PPPA adalah suatu program donasi untuk pembibitan penghafal al Qur’an. inilah yang saya anggap anugerah itu. Rasanya. khususnya yang serumah. dan menyayangi suaminya.itu menjadi buruk hingga kemudian kita yang mewujudkannya menjadi buruk. Allah barangkali berkenan menjabah doa-doa yang begini ini. memang insya Allah bisa tershare itu cahya amal ibadahnya ke saya. Ternyata si suami ini menyimpan istri yang sering merintih di hadapan Tuhannya. Tapi bukan karena dirinya. menjadi saleh. Daarul Qur’an adalah sebuah nama yang saya berikan untuk institusi pesantren penghafal al Qur’an. Saya bisa sebut beberapa. Sebagaimana saya pernah sampaikan. tidak pantas saya menjadi yang tidak bersyukur. Satu . Menurut riwayat. web admin). Dia kan turunan guru (sebutan untuk seorang Kyai. saya tidak menafikan peran “nasab”. Saya menikah. tidak akan ada itu cerita menghafalkan al Qur’an. akhirnya kemudian orang-orang mengenal saya sebagai ustadz. ah. pun sebab berkah berada di dalam kesulitan. bisa tidak. Saya pun mencatat bahwa sejarah saya menghafal al Qur’an adalah sebab saya terpenjara. Begitulah dongeng tentang Yusuf Mansur bermula. KH. Sebagai da’i. Dia kan lahir dan besar di madrasah. bahwa kadang ada seorang anak yang dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan. dan saudara-saudara kita. Atau ada seorang suami yang banyak benar maksiatnya. Mereka insya Allah penuh mengharap saya selamat dan bisa menyelesaikan semua urusan-urusan saya. lahirlah Daarul Qur’an dan PPPA Daarul Qur’an. Anugerah yang Allah berikan bersamaan datangnya dengan kesulitan yang Dia izinkan mampir di kehidupan saya. bahwa anak ini mendapatkan pekerjaan. sebab amal ibadah yang dilakukan oleh orang-orang tua kita. Zahid Mimbar. Sebab dia kan pinter. ia tiada menegakkan shalat. adalah ibadah ayah ibunya. keluarga saya. Dikatakan juga ya. Padahal selama kuliah. peserta KuliahOnline juga banyak yang mengalami anugerahanugerah seperti ini. sebab buanyak sekali. di diri saya. berdoa dengan tulus agar Allah jangan menghukum suaminya. itu kan si Yusuf Mansur. melainkan karena doa ayah ibunya. lahir dari garis seorang ulama di Kaliungu. Disebut bukan satu-satunya. saya lahir dari keturunan seorang kyai. Dan tentu saja beragam nikmat lain yang sangat-sangat tidak bisa saya sebut satu per satu. Mereka rajin dan tulus mendoakan saya. sebab saya juga menganalisis bahwa banyak piutang orangorang tua saya.

saya merasakan keberkahan ini semua. rasanya bener-bener bahwa amal saya mah ga ada yang bisa membantu saya. percuma. saya diasuh oleh paman saya. untuk mendoakan saya. aku akan potong tangannya. ya susah mah susah aja. Dari garis ibu. Sedari lahir. “Ga pantes dia mah jadi keturunan orang baik-baik”. Tanpa itu. Di usia saya 5 tahun. Saya kemudian menjadi penghafal al Qur’an. saya sudah berada di tengah-tengah madrasah terkenal di kalangan betawi. Hermawan. salaf. dan malah keturunan ulama. saya pun mengaminkan. kita akan susah. Tapi masya Allah. Agaknya. Tercatat dua kali diamanahkan sebagai Pimpro Pengadaan al Qur’an dan ta’mir Masjid Istiqlal. Hidup saya lebih banyak dihabiskan di madrasah. . Sungguh kalau tidak ada Kemurahan Allah. Kelak. Namanya dijadikan nama jalan sepanjang jalan Jembatan Lima. Wuah. kalo mengingat hal ini. di pengajian. Seorang hafidz al Qur’an dan seorang penulis di berbagai majalah dan koran Islam saat itu. Kembali saya katakan. Beliau pegawai negeri (Depag) yang sangat-sangat jujur. Tuhan saya dan Tuhan Saudara-saudara semua. Subhaanallaah. Semakin orang sinis. agak-agak “gak laku” ketika dibenturkan dengan masalah-masalah saya. Saya tambah mengingat orang-orang tua saya yang menggerakkan dirinya dan jamaahnya. dan di masjid. Ketika saya lahir. saya dapat tambahan rizki dan pengasuhan dari kedua orang ini. bahwa kalau kita salah. Ayah kandung saya bercerai dengan ibu saya ketika saya masih di dalam kandungan. Malah tambah memberatkan saya. ribuan santrinya. Secara bercanda. kalo kita salah. Sanusi Hasan. kalau Fatimah binti Muhammad mencuri. Lagi-lagi dengan orang saleh nan penyabar. Bahkan Rasulullah bilang kepada kita semua. pun lahir dari garis keturunan KHM. maka ga peduli siapa kita. PIK namanya di sana. banyak mengelola al Qur’an. Jembatan Lima Jakarta Barat. Banyak sifat-sifat beliau yang saya rasakan menurun ke saya. saya mengingat satu peristiwa. perjalanan jalan hidup saya sekarang-sekarang ini banyak berpengaruh dari rizki halal yang saya makan dari beliau. boleh dikata. Saya pun menikmati ragam kesusahan dari kesusahan yang saya lakukan. biar ditambah dengan satu fakta. Sama seperti paman saya. Madrasah al Mansuriyah. malah membuat saya makin terpojok. juga untuk mendoakan saya. siapapun kita adanya di mata Allah. rasanya ga akan saya bisa menikmati ragam kesenangan lagi. membentang di antara Roxy mengarah ke Stasiun Beos. cerita di atas. bahwa semua yang disebut di atas. Masya Allah. Seorang ulama betawi tempo doeloe. laqatha’tu yadahaa. sungguh tidak ada yang bisa menyelamatkan saya. Dengan status saya sebagai keturunan orang baikbaik. semakin orang memandang rendah saya. ayah tiri saya hidup sangat-sangat sederhana. Mansur. Di saat yang sama. law anna Faatimata binti Muhammad saraqat. Ayah tiri saya. ibu saya menikah lagi. Saya juga mengingat jasa guruguru saya yang dimintakan doanya oleh keluarga saya. Kota.tahun yang lalu saya pernah berkunjung ke keluarga pesantren Kaliungu. senang di masjid. begitu dah kurang lebihnya. juga pegawai negeri yang teramat jujur dan penyabar. Ada pesantren besar. bahwa saya pun mendapatkan didikan agama sampe perguruan tinggi. Rasulullah sendiri tidak bisa menjamin nasib putrinya andai putrinya ini berbuat salah dan tidak meniti jalan Allah. KH. Alhamdulillah. dan kemudian menjadi penulis.

maka sebulan itu 300 jam. melengkapi contoh di atas. langsung setelah ia lulus. ia tetap dapat pekerjaan. Jangan dijadikan perdebatan. Ada seorang anak. 2 jam dikali 5 waktu sehari. adalah salah satunya untuk menunjukkan ketegasan akan keadilan dan keharusan seseorang untuk menyelamatkan dirinya sendiri dengan berbuat lurus. asal Allah berkenan. Allah kita benar-benar Pemurah. bahwa anak ini secara teorinya jauh rahmat Allah sejauh 2 tahun. saleh. Sebut saja ayahnya ternyata imam shalat di masjid. dikali 4 tahun masa kuliah. Ibaratnya. Bahwa secara teori. 15 hari dikali 12 bulan? 180 hari. Wajar kalau kemudian saya katakan kepada saudara semua. tentu saja masih akan berpengaruh buat seseorang. dan jauh dari rahmat Allah seukuran 2 tahun perjalanan dunia. Shalat sunnah tahajjud juga bisa 11 rakaat plus witir. maka telatnya 10 jam. Orang lain udah punya 10 langkah. Datang dengan segenap Kemurahan-Nya. ibunya guru di ta’lim-ta’lim taman bacaan al Qur’an. Alhamdulillah. adalah juga kemurahan Allah adanya. untunglah. 6 bulan dalam setahun. itu sama saja telat 24 bulan. atau sama dengan 6 bulan. please Peserta KuliahOnline menjadikannya sebuah perenungan. Web Admin). atau bahasa kitanya. Kita tahu hitung-hitungannya. saya merasakan memiliki keluarga. Maka. Maka pekerjaan ini baru ia dapatkan setelah ia memperbaiki dulu shalatnya. atau ngitung gampangnya: 15 hari. Keduanya mencintai shalatshalat sunnah. Dan 24 bulan itu adalah 2 tahun. Allah berikan saya jalan-jalan yang tadinya tidak terlihat. Atau dia kudu mengalami kesusahan selama 2 tahun. Berbicara tentang Rasulullah yang menegaskan demikian. Sekali dhuha. ada seseorang yang adu jalan dengannya. Saudara-saudaraku sekalian. Misalnya.Apa message yang mau saya sampaikan? Message nya. Tapi bahwa bias kebaikan satu keluarga. ia mesti telat karirnya. “kelebihan” kebaikan ini yang dishare kepada anaknya ini. Tidak jarang kita temukan. Saya bisa memberi contoh. Dan ini pun bisa berlaku buat siapa saja. bahwa ragam kesulitan saya pernah mendorong saya untuk bunuh diri. dan tidak punya apa-apa lagi. Perasaan ini masih ditambah dengan kenyataan bahwa kehadiran saya ternyata malah menjadi beban buat yang lain. dan nasab yang baik-baik. tentu saja ia bisa dapatkan Kemurahan itu. kalau 10 jam sehari. Orang lain udah naik 10 tangga. Tidak perduli siapa ia. maka orang ini udah jalan 10 jam. Ajak hati ikut merenung satu kebenaran yang terselip. Merasa bukan siapa-siapa. Jika rahmat itu berbentuk pekerjaan. Hingga kemudian Allah datangkan . Sementara itu. termasuk amalan-amalan ayah ibunya si anak ini. di sisi yang lain. anak model begini tetap senang hidupnya. keturunan. Dan itu pun mestinya ia dapatkan pekerjaan setelah mengejar 2 tahun ke depan. Tapi kemudian Allah datang. Katakanlah anak ini selalu telat 2 jam. dia masih di situ. dia masih di bawah. sedang dia masih di tempat. Tapi kadang bisa 8 atau malah 12 rakaat. “Cuma” soal lalai saja). Dia kuliah 4 tahun. (Dalam soal hitung-hitungan ini. anak ini. Bahkan saya bercerita di salah satu buku dan CD saya. ya mesti nganggur 2 tahun. Atau kalaupun tidak. telat rizkinya. yang selama kuliahnya ga pernah shalat wajib tepat waktu (ga bicara tentang dosa besar ya. Ia akan melihat amal-amal lain. begitu lulus kuliah. saya pun pernah merasa jatuh sekali. ga pake jeda waktu 2 tahun sebagaimana dihitung di atas. ga bisa 2 rakaat.

ada anak yatim yang keturunan seorang yang saleh. Allah mengutus malaikat-Nya untuk diam di sana. jika ayah ibunya si anak ini berdoa mendoakan anaknya yang malas shalatnya. Dan mengaji ini kan satu kebaikan. Misalkan. satu keluarga. Allah memerintahkan malaikat-Nya itu untuk mengembangkan sayapnya. untuk berdoa. itu sudah tidak bisa disebut “sekedar”. menaungi mereka yang mengaji. sayangilah yang menyayangi anak saya sepeninggal saya. ada kiriman doa untuk saya. Sekedar doa saja. Ada sebagiannya yang sedang mengajar. Ah. Saudaraku. Lalu distop mengajarnya itu untuk mendoakan saya. maka subhaanallaah. Masya Allah. Nah. Bahkan yang tertidur di pengajian pun mendapatkan rahmat-Nya.keputusan-Nya yang lain. Saudaraku. sesering mungkin. ya Allah. maka seluruh kebaikan keluarga ini. Artinya. Tapi anak-anak yatim ini mengaji sebab dikumpulkan oleh istri Saudara. dan titi jalannya Allah. saudara dengan uang yang tiada seberapa. Genjot saja kebaikankebaikan. Istri saudara mengumpulkan anak-anak yatim ini untuk mendoakan saudara. ada anakanak yatim mengaji. Supaya mengalir segala kebaikan saudara ke anak keturunan dan keluarga Saudara. Insya Allah anak keturunan saudara semua akan hidup mulia. Saya beri contoh lain. Lalu orang saleh ini berdoa kepada Allah Tuhannya. bisa mengundang rahmat Allah yang bisa menggugurkan dosa-dosa kita semua. punya nilai lebih. Sebab pengaruhnya dahsyat sekali. Dan bercucuranlah rahmat dari sayap itu untuk semua yang mengaji. jadi pengen nangis beneran nulisnya. bisa juga satu saat menjadi kebaikan buat kita. Subhaanallaah. Allah akan betul-betul cari ini. dan bisa mencari rizki kembali. kekuatan dorongan kebaikan dari kebaikannya orang lain. Maka subhaanallaah. di situasi seperti ini. lalu melanjutkan lagi ta’limnya. jika Allah berkenan. perbuatan ‘alim ‘ulama ini betul-betul bisamengundang pertimbangan Allah untuk Dia berkenan menolong saya. di saat ta’lim. Kita sering mendengar riwayat di mana Allah perintahkan malaikat-malaikat-Nya benar-benar mencari kebaikan yang ada dari diri seorang hamba-Nya. pengen nangis rasanya saya. Beliau ajak murid-muridnya mendoakan saya. bisa saja Allah segera memberikan signal kehidupan bagi suami orang ini. kalau dia berbuat kebaikan dan kita ada nyangkutnya di jaringan kebaikan itu. Weh. Lalu meminta doa dari mereka. sehingga itu bisa Allah jadikan pertimbangan untuk menyelamatkannya. Atau seperti orang tua saya. Begitulah pengaruh kebaikan satu keluarga. dan men-sharenya ke kita. dan meyakini bahwa Allah . ketika anak-anak yatim ini menengadahkan tangannya ke atas. yang merupakan orang lain pun. Beliau mendatangi ‘alim ‘ulama yang diyakininya saleh. sementara saudara terbaring lemah di rumah sakit ga ada tanda-tanda kehidupan. Sungguh. walo miskin. Tapi sabab itu keluarga ini menjadi tegak punggungnya. Jangankan ibadahibadah yang membutuhkan gerakan-gerakan banyak. bila dilakukan sepenuh hati. Kalau sudah begini. membantu satu keluarga. Ya Allah. yang kayak begini ini nih yang masya Allah. Dan bukan tidak mungkin. maka Kemurahan Allah akan turun juga. Anda semua bisa memulai menjadi nasab yang baik bagi keturunan Anda semua. Allah akan mencari kebaikan seseorang untuk menyelamatkannya. Satu ketika misalnya. Apalagi didoakan di tengah ta’lim yang bobot kebaikannya. jangankan satu pohon. perbuatan semacam istri ini. didoakan saja sudah merupakan kekuatan. Apalagi misalnya.

Yang penting sekarang mah. Tapi disebut ga dapat feel nya. saudara sendiri ga tahu menahu bahwa ada sekumpulan orang yang shalat Jum’at mendoakan saudara. Sebab yang memberikan sedekah itu bukan saudara. Baru nulis sebait. he he he. Kemudian dia mengumumkan. lalu saudara jadi putus asa. maka ini pun sama saja. kalau kemudian keburukan yang kita alami malah membuat kita jadi kembali kepada Allah. Energinya besar sekali sebagai faktor pendorong turunnya Rahmat dan Kemurahan Allah. ga usah kuatir juga bila saudara banyak melakukan keburukan. Waba’du. ga juga. Mudah-mudahan segala hajatnya dikabul Allah. Mudah-mudahan kesabaran semua Peserta KuliahOnline menjadikan salah satu sabab saya dimudahkan dalam mengajar di KuliahOnline ini. Nulis lagi. hidupkan ibadahibadah sunnah. dan teramat penting. adalah buruk buat kita. Dan kemudian pergunakan juga banyak kesempatan untuk berdoa. Padahal tidak setiap keburukan itu (baca: kejadian-kejadian buruk). *** Tulisan kali ini. Amin. semua hal berkumpul menjadi satu penentu juga yang bisa mengundang Kemurahan Allah turun. mhn maaf. Kalau kita menilik kandungan KuliahOnline yang lalu.Maha Mendengar doa. Di tangannya memegang lembaran-lembaran berisi catatan-catatan pengumumam. hal ini mesti ada pengaruhnya kepada orang yang didoakan itu. Kadang kita menganggap Kemurahan Allah itu adalah hal-hal berupa “anugerah kebaikan” saja. Walo akhirnya banyak hambatannya ke penaikan ke KuliahOnline nya. witr. masalahnya ditolong Allah… al Faatihah…”. Yah. Tetap nyampe itu energi kebaikannya kepada saudara. Habis keganggu terus. Masya Allah kan? Jadi. dari Fulan bin Fulan yang bersedekah sekian sekian. bukanlah kemurahan Allah. saya yakin. Kita kan lagi bicara Kemurahan Allah. udah ada tamu. Nerusin sebait lagi. udah dipanggil urusan pondok. perbaiki shalat-shalat wajib. agak masih ga ketemu “feel”nya ya? Ya. Mari kita bacakan al Faatihah sebagai doa bagi beliau. urusan anak2. banyakin taubat. “Ada permohonan doa. tahajjud. dhuha. baca al Qur’an. Apalagi semua jamaah yang mendoakan itu adalah sekumpulan orang-orang yang akan melaksanakan perintah Allah: Shalat Jum’at. peran keluarga dan orang-orang tua penting. Allah Maha Memiliki Keajaiban. memang biar gimana. eh ada tausiyah yang saya harus segera menyudahi menulis. Seorang pengurus masjid berdiri di depan ratusan orang yang akan shalat Jum’at. maka itu adalah kemurahan Allah adanya. qabliyah ba’diyah. Pada akhirnya. insya Allah. Nulis lagi. perbanyak istighfar dan sedekah. si suami tersebut Allah berikan karunia kesembuhan total. Wah. Salah satunya pengumuman sedekah orang. Kalau keburukan. Misalkan ternyata. saya nikmati saja. dan yang meminta doa untuk saudara adalah orang lain. .

Para Peserta yang dimuliakan Allah. dan Kami timpakan sebagian keburukan dari keburukan-keburukan yang dilakukan manusia. saya berdoa dulu loh setiap memulai penulisan ini. al Israa. dan ketika diberi kehidupan yang buruk. *** Waba’du lagi nih. (Qs. Dan adalah manusia sangat ingkar”. Wa idzaa massahusy-syarru kaana yauusaa. manusia jika diberi ni’mat dari Kami. lalu Dia mengirimkan kepada kamu angin topan. Dan apabila dia mendapat kesusahan jadilah ia berputus asa”. al Israa: 67). dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan. (Berdoa koq ya bilangbilang ya? He he he).“Walanudziiqannahum minal ‘adzaabil adnaa duunal ‘adzaabil akbari la’allahum yarji’uun. (Qs. 83). adalah agar manusia kembali”. az Zumar: 21). Demi memperhatikan keadaan sekarang. Ada juga tipe-tipe manusia yang ingat sama Allah kalau susah aja. Saya pribadi belajar dari ayat-ayat ini. Agar ia menjadi berkah buat Saudara-saudara semua. berpaling karena sombong dan malas beribadah. atau Dia mengirimkan angin berbatu terhadap kamu? Kemudian kamu tidak memperoleh perlindungan bagi kamu? “am amintum ay-yu’iidakum fiihi taaratan ukhraa fa yursila . (Qs.alaikum qaashifam minar riihi fa yughriqakum bi maa kafartum tsumma laa tajiduu lakum ‘alainaa bihii tabii’aa. Tsumma laa tajiduu lakum wakiilaa. dan kemudian tidak ikhlas kalau menjalani kehidupan yang buruk. sangatlah berbeda dengan keadaan mencekam beberapa tahun yang silam. “Wa idzaa an’amnaa ‘ala insaani a’radhaawa na-aa bi jaanibih. Maka tatkala Dia melepaskan kamu ke daratan kamu berpaling. Tidak sedikit yang malah ketika hidup ni’mat. berpaling dan membelakang dengan sombong. Falammaa najjaakum ilal barri a’radhtum. kembali lagi ke tabiat jeleknya. “wa idzaa massakumudh dhurru fil bahri dhalla man tad’uuna illaa iyyaahu. Manusia diingatkan oleh Allah: “afa-amintum ay-yakhsifa bikum jaanibal barri aw yursila ‘alaikum haasibaa. maka Dia menenggelamkan kamu karena keingkaranmu kemudian kamu tidak memperoleh orang yang menuntut atas Kami terhadap kejadian itu?” (Qs. Ga apaapalah ya? Saudara semua insya Allah saya anggap bahagian dari kehidupan saya sendiri. he he he. Kemudian kalo hilang itu kesusahan. tiadalah yang kamu panggilpanggil kecuali Allah. Insya Allah. atau apakah kamu akan merasa aman dari bahwa Dia bisa saja mengembalikan kamu ke laut waktu yang lain. sebisa mungkin. Andai saya tidak tahu atau . petik saja hikmah-hikmah yang terkandung ya. bicara tentang kehidupan baik dan buruk. Banyak yang ikhlas menerima dan menjalani kehidupan baik (baca: menikmati). jadi berputus asa. Jangan cerewet. maka apakah kamu akan merasa aman bahwa Dia menjungkirbalikkan sebahagian daratan terhadap kamu. Betapapun. al Israa: 68-69).

jangan cepat-cepat putus asa. please. lindungilah kami dari maksiat-maksiat baru yang membawa lagi kami kepada kesusahan. bukan tidak mungkin kemudian saya akan dikembalikan lagi ke posisi itu. pimpin kami keluar dari kegelapan-kegelapan kelakuan kami. Di dunia dan juga di akhirat. termasuk ikhlas dalam beribadah. Lihat-lihat juga kelakuan kita sebelum mengambil jalannya orang-orang yang baik. Dengan itu. keburukan dan dosa. Dan benarbenarlah menjadikan kami dan anak-anak keturunan kami sebagai orang-orang yang mulia dan selamat. kecuali kita mengingat memang dosa kita belum lah sebanding dengan perjalanan pertaubatan dan ibadah kita. Yang dengannya saya ingin membuka mata. Dan janganlah mencela Allah sebab doa yang belum dikabulkan. bisa bertaubat. bukan sebab ibadah kita. Ya Allah. atau karena memang kesusahan itu dipergilirkan Allah. bisa kemudian mengejar ketertinggalan kita. Rabb. bahkan ke posisi yang lebih gawat lagi. sudah merupakan karunia dari Allah. kita bisa memperbaharui iman kita. kami beriman kepada-Mu. alias senang melakukan maksiat. dan bertaubat dari dosa-dosa baru. Dan karunia bisa bertaubat sendiri adalah satu karunia yang masya Allah. Kepada Allah kita berharap agar Allah membuat kita bisa senang dengan sabab ampunan dan kasih sayang-Nya. lalu dia meminta tolong kepada Allah. jika ada seseorang berdoa dan beramal. dikupas tentang poin-poin keburukan kita. Siapapun hamba Allah yang susah. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Allah Maha Pemurah KDW0125 Seri 25 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Panen Amal Di Kuliah 22. maka ya banyak-banyak bersyukur saja kepada Allah. Kenapa mesti banyak bersyukur? Ya. karena barangkali dosa-dosanya. Tapi sesiapa yang tidak mengingat pertolongan Allah. perbaikilah diri kami dengan menyadarkan kami betapa kami banyak kesalahan dan kelalaiannya terhadap Engkau. Hanya karena Engkau belum menunjukkan siapa diri kami. Teramat . lalu belum kunjung selesai juga masalahnya.lupa lagi bahwa Allah lah yang menyelamatkan saya. maka Allah akan tolong. Ya Allah. lalu orang-orang masih melihat kami-kami ini hidup sebagai orang yang mulia dan selamat. Apabila ternyata kita-kita ini termasuk orang yang rajin mengumpulkan poin keburukan. kecuali karena Kehendak-Nya. maka Allah akan kembalikan ke keadaan semula. mahal sekali. Ya Allah. Bikin diri ini ikhlas menerima kejadian-kejadian hidup. sebab dipanjangkannya umur kita saja . Karena ga akan kekejar.

tidak serta merta dianggap bertaubat. asy Syams: 8-10). (Qs. Sungguh beruntung orang yang membersihkannya dan sungguh merugi orang mengotorinya”.com. Kita mencari tahu dengan cermin kejujuran diri. Antara lain maksudnya untuk melihat-lihat yang sekorelasi dengan kuliah kita ini. berbuat amal saleh tapi hajatnya belum juga terkabul. Perlu banyak-banyak bersyukur. Ada yang mengatakan udah kebanyakan makan uang haram. tapi justru agar kita termasuk orang-orang yang beruntung. tapi kita diberi-Nya kesempatan bertaubat. (Qs. dengan benar-benar mendidik diri sebelum shalat. Pernyataan memohon ampun. Pernyataan permohonan maaf. Allah sudah berjanji akan . Di antara sekian banyak artikel saya. mengapa begini begitu. Qad aflaha man zakkaahaa wa qad khaaba man dassaahaa. bahwa sebentar lagi kita akan menegakkan shalat dengan membawa dosa-dosa yang mau kita mintakan ampun kepada Allah. Wa ilallaahil mashiir. entah itu jodoh. Allah mengilhamkan kepada jiwa itu kefasikan dan ketaqwaan. sangat terkait dengan kemaren. Ini bukan menghukum diri. Ada yang mengatakan sebelumnya senang sekali berzina. Berikut ini cuplikan artikel saya tentang apa yang perlu kita lakukan supaya Allah berkenan “memangkas masa pemberlakuan hukuman/azab”: Hendaknya kita meng-enolkan dulu semua perbuatan buruk kita dengan bertaubat. mengapa saya koq sudah 5 tahun terakhir ini berikhtiar dengan jalan sedekah dan bangun malam. ngebut. Ada yang menjawab sedang tidak bicara dengan ibunya. kitakita ini masih diberi-Nya kesempatan umur panjang dan kesempatan bertaubat. Banyak orang yang tiada sempat bertaubat. saya meminta kepada semua Peserta KuliahOnline untuk menjelajahi kolom-kolom lain di Wisatahati. koq tetap tidak mendapatkan jodoh? Sebagiannya bertanya. Kita minta ampun sama Allah. Faathir: 18). dan lain-lain. Tentu saja nama dan nomornya udah saya samarkan. atau hal-hal lainnya seperti hutang. judi misalnya. ini untuk mengoreksi. rasanya lebih mahal dari apa yang menjadi hajat kita. Saya rata-rata menjawab dengan pertanyaan: Bagaimana masa lalunya? Apa yang terjadi hari ini. Cara yang paling efektif di awal adalah shalat taubat. Dua ini saja. sesungguhnya ia menyucikan dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang menyucikan diri. Menghentikan perbuatan buruk. saya meng-upload sms-sms dari jamaah berikut jawaban saya. rizki. seputar pengakuan sudah nge-track.mahal malah. Karena Kemurahan Allah lah. Ya itu lah. anak keturunan. Dan kepada Allah lah tempat kembali”. Dan tiada yang bertaubat kecuali itu adalah untuk kebaikannya sendiri. pekerjaan. “Fa-almahaa fujuuraha wataqwaahaa. minta maaf pada-Nya atas semua kesalahan-kesalahan kita. Shalatnya cukup 2 rakaat saja dengan bacaan bebas di setiap rakaatnya. persiapkan diri yang betul. Perlu ada pernyataan lisan dari kita. Ada saya suruh peserta untuk membuka artikel-artikel lepas dan kolom-kolom sms jamaah. Tapi. Dalam satu dua masa libur yang saya tambah panjangkan masa liburnya nih KuliahOnline. yakni berkenan untuk menyucikan jiwa kita yang kotor. Ada yang mengatakan baru saja bertaubat dari judi dan meninggalkan shalat. “… Wa man tazakkaa fainnamaa yatazakkaa linafsihi. Di antara sms itu ada yang bertanya. sebab satu dan dua hal.

malah saya usahakan di setiap shalat fardhu. bahkan Allah akan memberikan ampunanNya lebih banyak ketimbang dosa yang kita bawa kepada-Nya. Habis itu perbanyak shalatshalat taubat di setiap kesempatan. dan selanjutnya kita melaju bebas di jalan-jalan kebaikan. Allah sediakan ampunan dan jalan-jalan kebaikan yang luar biasa yang insya Allah menjadi enteng buat kita mengubur dosa-dosa kita. Yang disebut ibadah sunnah itu. saya mulai galakkan lagi.mengampuni kita bila kita mau datang kepada-Nya. Selain tentu saja sehat. tahajjud. sebab ada gerakan-gerakan shalat yang menyehatkan fisik. dan menghidupkan sunnah-sunnah semaksimal-maksimalnya kemampuan kita. kejar semua ketertinggalan kita dengan banyak-banyak istighfar. Bintang We Are Not Game Over Yet alan hidup itu Allah yang punya. Kita mulai belajar bagaimana fokus mencari Allah. Sampe ketemu di KuliahOnline besok. saya menegakkan shalat taubat plus shalat hajat. tapi tidak bisa mengatur. Untuk mengejar ketertinggalan kita. menegakkan shalat sunnah taubat dan hajat juga menjadi satu keberkahan tersendiri adanya. Kita hanya bisa meniti. shalat hajat untuk masa depan saya. dhuha. Begitu banyak fadhilah untuk masa lalu dan masa depan kita. Kemudian setelah itu. . Shalat taubat untuk masa lalu saya. Terus motivasi diri kita. Demikian cuplikan artikel saya mudah-mudahan bermanfaat. meng-enolkan maksiat kita. Bukan seadanya loh ya. shalat berjamaah. dan menahan diri dari perbuatan-perbuatan buruk yang baru. witr. Di awal-awal saya dulu meniti jalan pertaubatan. Semaksimalnya. qabliyah ba’diyah. Allah itu Maha Pemurah. sedekah. baca al Qur’an. Bahkan sekarang-sekarang ini. sebagai jalan Tauhid.

Berbaik-baik saja dengan-Nya. untuk memberi kesempatan dan mendorong saudar peserta semua untuk menjelajahi isi web. Belajar tentang Akad. Ini saya ikuti sebagai syarat kelengkapan kelulusan merai gelar sarjana satu (S1) di UIN. saya akan mengikuti ujia ompre dan ujian baca kitab al Mahalli. atau yang lebih dikenal dengan al Mahalli (Kita Fiqh). Maksud saya. Mirip . Saya menjeda perkuliahan. Dalam pada itu. belum lagi genap setengah tahun ruma ini disewa.Kita hanya bis meminta. semalam.. Sebab katanya udah dijual. insya Allah segalanya berjalan sangat baik. Khususnya kolom interaksi sms dan artikel lepas. kemudian mau menerima hidup ini seadanya keadaan. untuk dijadikan rumah-rumah tempat tinggal para stadznya. ketika saya selesai menelaah buku dan kitab yang akan diujikan. da erkenan memperbaiki diri. Tapi masya Allah. Pesantren menyewa satu rumah yang cukup besar. jug i dalam urusan hukum. Tahu-tahu. percaya bahwa Allah akan mengatur yang terbaik. Say idak mau libur lagi. he he he. adi. pun saya usahakan baca. Masalah ruma pembina. Sepert eberapa waktu yang lalu. Semalam saya berhadapan dengan buku-buku yang sebisa mungkin saya baca untuk tambaha ersiapan ujian-ujian pagi ini. Belajar tentang Bisnis Islam Lumayan terasa ilmu ini hidupnya di masyarakat. 29 Oktober 2008. mesti si pemilik rumah sedang mengalami satu dua hal peristiwa besa atau kesulitan dalam hidupnya. di pondok ada sedikit masalah. Kecuali memang ketika saya memang sengaja men-jeda. tentu saja tidak bisa dibenarkan. sudah ada yang mendatangi untuk dikosongkan. tertanggal hari ini. sehingga ia menempuh jalan ini. Bahkan kita akan meliha ehidupan di kemudian hari adalah kemenangan buat yang percaya bahwa memang kehidupan in milik Allah. saya mencob berakrab-akrab dengan komputer. mest da apa-apa nih. atau kebijakan. semua Peserta KuliahOnline. percaya semu kejadian ini ada Allah di baliknya. atau kebijaksanaan. getaran hati mengatakan. Disewalah ini rumah selama 3 tahun. Kitab Hasyiataani. Kebetulan saya sedang belajar Hukum Perikatan. pikiran saya juga tertuju pada saudara-saudara semua: Peserta KuliahOnline.com. Yth. Namun. juga adalah sesuatu yang diperlukan dalam hidup ini. tapi kita tidak bisa memaksa. dengan hanya menyisakan semangat. rumah asaatidz. khususnya bab-bab yang akan diujikan. Tapi. Perbuatan si pemilik rumah. saya jeda dengan meminta semua peserta melihat-lihat kolom-kolom lai i Wisatahti. percaya bahwa Kehendak Allah itu pasti baik adanya. dan mulailah mendekatkan diri pada-Nya. Wise.

Juga bua pembina/asaatidz. tertidur. Bukannya apa-apa. Persis selesai shalat. beliau bangu yusuin Haafidz. Jadi saya punya waktu sampe jam 07. asal diganti utuh uan ewanya. Alhamdulillah. Satu. Ini keadaannya kurang sehat. Aman dah. say mijitin pundak dan kepala beliau. Tapi jadinya. Begitu bangun. sampe saya dan beliau. Istri say ang semalam ini datang haidhnya. Saya puny waktu yang cukup. Ternyata si enyewa ini sudah sewa selama dua tahun. Alhamdulillah. ada mufakat. dan si pencuri berjanji akan bertaubat. Emang luar biasa para istri nih.3 untuk nulis. Maka kemudian. Dia tidak keberatan keluar. selesai. Pesantren mengembalikan uang sewanya itu. Sebab ujian itu jam 9 pagi. Saya beritahu bahw umah ini sudah dibeli. Kasihan sama istri kal sampe Hafidz. Dan saya pun menyatakan aka memberi kesempatan untuk terus melanjutkan sewaannya itu kalo dia suka. Mengatur kehidupan ini dengan lembut. *** Saya tidur dengan meniatkan meneruskan menulis KuliahOnline pas bangun malam. Kalau istri sehat sih. Tapi seinga aya. Di dalam hukum tunangan saja ika kita tahu seorang perempuan sudah dilamar. Jarak tempuh dari pesantren sampe ke UIN Syari Hidayatullah Ciputat. saya beli. saya shalat 2 raka’at dengan tenang. rumah dia pribadi.seperti ‘Umar bin Khattab yang melepas seorang pencuri sebab karen lapar. saya tidak jadi lagi megang komputer. ga apa-apa. bayi kami ini nangis. kami punya bayi baru. he he he. Sampe clear segala urusan Sampe segitunya Islam mengatur. saya mengajak ngobrol si pengontrak ini. Lagi-lagi ada kendala. bersamasama pemilik awalnya. rumah kontrakan yang dikontrak (bukan yang dibeli). Selanjutnya. Menjelang tidurnya. tanpa memoton biaya beli rumah itu. Semalam istri saya kurang sehat. Begitulah keagungan Islam. Tapi masya Allah. D alam rumah pribadi dia pun (yang saya beli). Dalam keadaan masih kurang enak badan. Kebetulan. kalo dia betah. bangun. Jadi. ada bagian rumah yang dikontrakkan. rumah yang saya beli. tidak boleh kita melamarnya dan tidak boleh s erempuan (atau keluarga perempuan) menerima lamaran orang lain. dan satu yang saya kontrak. sekitar satu setengah jam. dan saya persilahkan orang tersebut meneruskan sewanya sampe tahun yan udah ia bayar. saya berinisiatif memanggil semuanya. Haafidz nangis. urusannya ke saya (ke pesantren). . saya ijin sama beliau untuk shalat malam. Saya panggillah si pemilik rumah. Alhamdulillah. jaga-jaga kenapa-napa. Saya tidak shalat di luar kamar. rumah ini ada dua. Rada khawatir juga. ketika muncul masalah di rumah yang satunya lagi.

Saya tinggal memberi pengantar saja kepada saudara-saudara semua. ka lebih penting anak ya. maka gunakanlah pembelajaran ini sebagai modal memotivasi orang juga. Komputer sudah saya nyalakan sedari bangun awa Mau langsung ngebut. Neger ni butuh banyak motivasi. saya itu niatnya mau nulis tentang tematema kedekata iri kepada Allah. Tulisan berjudul “Bintang: We Are Not Game Over Yet” ini bertutur tentang perjalanan seorang ana manusia yang kembali kepada Allah. di layar saya. Barangkali kepencet-pencet utsnya.Saya kemudian memilih tidak menutup witir dulu Saya dekati Haafidz untuk kemudian saya ambil alih. alhamdulillah. Saya menunjukkan sat ua hal di layar komputer sama Haafidz meski saya tahu Haafidz pasti belum ngerti apa-apa. Mudah-mudahan Allah memaklumi. Tapi. begitu saya bilang di tulisan ini. Terima kasih ya Allah. yang diawali dengan ikhtiar untuk kembali kepada Allah dan mencari Allah. saya harus menaikkan satu tulisan KuliahOnline. Dan karena tidak semu rang bermasalah. Meski yang saya upload in ukan materi baru. Biar gimana. Tapi kejeda terus… Alhamdulillah. malah muncul tulisan lama saya di sat ahunan yang lalu. Judulnya: Bintang: We Are Not Game Over Yet. he he he. Setelah Haafidz tenang. saya kasih tahu Haafidz da stri. kita-kita ini adalah manusia manusia yang bisa jatuh bangun. Apalagi. web admin) sedang ada pertemuan internal pesantren ketika saya mengumumkan akan memperbanya waktu di pondok (cut-off jadual ceramah) dan mulai merilis kuliah wisatahati. habis shalat shubuh. Eh. Haafidz pun dengan tenang tidur lagi. Lah koq ndilalahnya. entah pegimana ceritanya. Amin. Alhamdulillah. Saya sudah membacanya ulang Alhamdulillah. Yah aya angggap ini kebetulan yang menyenangkan. Engkau berkena memberikan kemudahan bagi saya. Amin. Tulisan ini dimaksudkan sebagai motivasi buat yang sedang bermasalah. Saya mengisahkan kisah ini. dan saya dapat menulis lagi. udah mah ga witir. Peserta KuliahOnline yang dirahmati Allah. bisa di atas dan bisa di bawah. sama dengan yang mau say tulis. Barangkali ini “hadiah” Allah buat saya. emang dia sesuai dengan yang saya inginkan. Ya saya memilih menggendong Haafidz ulu. Dua-duanya paham. bahwa sebelum jalan ke kampus. tulisan ini muncu Dan tulisan ini. saya shalat shubuh Lagi-lagi saya minta maaf sama Allah. saat itu (saat tulisan ini dibuat. sudah lengkap. saya senangkan hati. Insya Allah pelajaran ini sebaga ersiapan adanya andai hidup kita . 29 Oktober 2008. hari ini. Memang saya sesekali megang komputer sambil megang Haafidz. ketimbang situ-situ. Untu jaga-jaga lagi. Maaf ya. Haafidz nangis lagi. saya pun memilih shalat di kamar. Tema nya ini tulisan. In dalah rangkaian perjalanan tauhid dari yang saya pelajari. menidurkannya lagi sambil saya ngajiin sebisa saya. materi kuliah bisa diupload. sungguh isinya amat berkesuaian. Saat akan nulis itu.

Mudah-mudahan Peserta KuliahOnline bisa memetik hikmahnya. dan diberikan kekuatan serta kesabaran menghadapi semu ujian hidup ini. Jadila emenang! Be a winner! Ketika kita sanggup menyambut ombak itu. hari ini. sebagaimana say atakan di atas. Dan Allah ebagai Pemilik Kehidupan ini. Salah satunya ya perkuliahan Berantakan. sebentar lagi. kandas Karena saat itu saya sedang lari sana lari sini. Tentu saja kita meminta kepad Allah supaya hidup kita terhindar dari masalah. Berdasarkan pengalaman itu. Tapi cita-cita menyelesaikan S-1. Sambutlah ombak itu sebagai perjalanan kemenangan. Akhirnya saya menyerah di balik . Khususnya. he he he. Pagi ini. kelak kita justru akan berada di atas ombak. Sebab ombak itu justru akan menyeret kita. Saat itu saya termasuk yang lari sana lari sini. untuk menghadapi saja itu persoalan yang dihadapi. menarik kita. Dan sala atu cara efektif untuk menyelesaikan semua kesulitan adalah justru dengan menghadapinya. Semua kesulitan harus diakhiri. Ketik mbak datang. kalau dhitung dari 1997. janganlah kita berlari. Mudah-mudahan kita mampu menemukan egala hikmah kejadian hidup. sebelum sidang skripsi.betul-betul sedang bermasalah. berbilang 4 semeste aya tidak daftar ulang kala itu. terkadang membiarkan kejadian-kejadian buruk menimp kita. 29 Oktober 2008. Saya ingat. Amin. Saya mengingat sekali peristiwa ini. masalah yang tidak mampu kita tangani. untuk sesuatu maksud di kemudian harinya. 1997 saya masih sempat KKN an sudah menulis satu bab mukaddimah untuk skripsi. saya aka egera menutup komputer untuk segera bersiap-siap ke kampus untuk ujian. *** Masalah hidup itu sunnatullah. Ga kebayang kalo saya akhirnya bisa sampe Ujian Akhir. da menenggelamkan kita di lautan. Sebelum kejadian. Berlari dari urusan-urusan yang membebani pundak. Mohon doanya ya. saya akan ujian akhir. dan bisa mengendalikan ombak itu Itulah kesejatian menghadapi masalah. Ini justru untuk memangka erjalanan waktu dan tidak menyia-nyiakan masa depan. saya kemudian memotivasi kawan-kawan yang sedan ermasalah. Biarlah ia ada. dengan penuh ketenangan da ersiapan tentunya. Ya. asal Allah sediakan jalan keluarnya. Tahun 1999 saya di-DO. Banyak hal yang saat itu kocar-kacir karena menjadi the looser.

. tapi dalem. Datar. Bekal yang benar. Bekal saya adalah keyakinan. “Ada perlu apa? Silahkan”. ada satu cerita nih. “Saya tidak daftar ulang 4 semester Pak”. Yang begini ini nih. Ingin menyelesaikan kuliah. begitu saya bilang ketika sudah berhadapan dengannya. Alhamdulillah. Sekian waktu saya kumpulkan energi lagi. tapi tajem. begitu katanya. Say melihat bahwa kuliah saya berantakan. hingga tertahan d kamar sempit”. Sebab terlalu panjang. Bekal saya meski boleh dibilang hanya tauhid kepada Allah. SH. supaya saya bisa daftar ulang…”. Dari beliau. di tahun 1999. Barangkali beliau bingung. ada spirit yang sama di tulisan yang menjadi modu utama KuliahOnline hari ini: Bintang. Ia mampu memotivasi banyak hal dalam kehidupan saya. Khaeruddin. 2 tahun aya menjalani hidup yang jauh dari matahari. ini ada mahasiswa kecil banget. saya ijin menghadap Bapak…”. akhirnya memang saya “kalah”. Di antara secuplik kisah. tapi juga tinggi besar orangnya. tapi ini merupakan bekal sebekal-bekalnya bekal. Say uju DP saya. Datar. Beliau melihat saya. Refleksi kisah selama 2 tahun itu saya tulis di Buku Wisatahati Mencari Tuhan Yang Hilang. Saya serahkan semua urusan kepada Allah saja. Saat itulah beliau nanya lagi: “Kenapa mint rekomendasi?”. Ya say sadar.sel. Bahwa insya Allah hidup ini belum akan berakhir. Dosen Pembimbing saya. yang saat itu menjabat Pembantu Rektor. Dalam perjalanan 2 tahun itu. berkeinginan seka memenangkan hidup ini. salah saya. mulai dari lari sana lari sini. y saya songsong. Bahwa Allah itu Sangat Kuasa terhadap hidup saya dan jalan hidup saya. Ahma Sukardja. We Are Not Game Over Yet. Saya memilih percaya sama Allah ketimbang percaya pada nasib. banyak yang termakan. saya disarankan naik langsung ke DR. itu buku belum terbit. “Kenapa emangnya…?” Saat saat itu ga bisa jawab. “Saya minta rekomendasi Bapak. Saya utarakan ke beliau bahwa saya ingi uliah lagi. Tentu tidak ada yan harus saya sesali. Alih-alih dapat rekomendasi. d ruangannya. Drs. Saya yang datang dengan bekal sangat minim. Saat itu say benar-benar ga bisa jawab. Saya ngadep beliau yang buka saja tinggi jabatannya di kampus. Ribet saya jawabnya. Berharap dapat rekomendasi. akhirnya ketika saya dapati. Ketika saya mencoba menata kembali hidup saya. “Pak. saya malah di-DO. Makanya saya minta maaf dan minta bantuan beliau. Oh… Kalau begitu. Saya pun bismillah melangkahkan kaki ke kampus lagi. Tapi saya kalah hanya untu ementara waktu. itu salah Anda…”. he he he. Hanya.

anak ke-5) sama-sama lulus SMA tahun ini. mirip-mirip nanti kisah Bintang yang dikisahkan sebentar lagi. ke hal-hal yang menambah surut dan melemah keyakina dan semangat saya: Ayah asuh saya. Saya mendadak merefleksikan ke belakang. bahwa nanti jas ini akan dipakai saat wisuda dan nikah nanti. pun nanya pertanyaan yang sama. Bukan apa-apa. Sekarang setelah saya keluar. Apalagi kemudian orang-orang tua say . Cukup lama saya termenung. yang dimaksudkan dengan didoakan. Kata beliau. Ibu saya. Artinya. ayah suh itu berangkat menjadi pembimbing haji. Secuplik kisah ini. Susah payah saya pupuk spirit saya. Tapi yang kelua ntuk didoakan. di tahun 199 kalau tidak salah. kenyataannya malah di-DO. Seakan ini sama saja menguatkan pikiran buruk saya. bahwa dipenjar dalah berakhirnya segala mimpi. sekarang malah lengkap dengan saya di-DO. Mudahmudahan da Kamu lulus”. ya saya tidak dapat rekomendasi itu. tiba-tiba muncul di kepal aya. atau menjad Kepala KUA (he he he). Suda mah saya memberinya “malu”. ini yang melemahkan saya. atau saya yang bukakan…?”. “Pintu keluar di sebelah sana. yang sedari kecil saya diasuhnya: KH. Saat itu. Bagi saya saat itu. sedang saya belum? Ib Noni. dan saya malah clea di-DO. Lagi-lagi datar. jadi 8. Saudara-saudaraku. salah satunya d urusan kuliah. Saya mengingat. Kelak. Subhaanallaah. istri dari ayah asuh saya. Ka Adi (ana eliau yang sepantaran dengan saya. kandas. saya mendapatkan spirit baru. Teringat kalimat beliau: “Suf. Kebayang kan sekarang saya mengecewakannya. beliau sudah meneruskan. Saya tidak mau kecelakaan seba saya banyak bengongnya ketika di atas motor. ibu saya ini juga kebayang-kebayang di kepala saya. sama Kamu. dua-duanya ini tidak.Belum sempat saya minta maaf. adalah Kamu. Supaya Kamu lulus ujian masuk IAIN atau UI. setiap orang masalah dan bebannya berbeda-beda. dan bahkan barangkali menyesal sudah mengasuh saya yang mala memberinya kehinaan. Sesuai kadarnya. Saya bingung mau ngapain. 1992. terulang lagi. Saya merasa. Ibu saya pernah menunjuk k sepupu-sepupu saya. koq yang lain udah pada selesai kuliahnya. ayah punya anak kandung 7. di-DO itu berat sekali. Kalimat itu begitu jelas buat saya. adalah didoakan di Multazam. Anda yan eluar. saya pernah memesan satu stelan jas. ketika saya tapaki lagi. Saya katakan dengan senangnya ke beliau eliau. Wuah. Sanusi Hasan. Saya keluar dari ruangan beliau. Bagaimana saya mengatakan ha ini kepada beliau. Ja ni tidak saya pakai di dua peristiwa yang disebut. Saya menghadap aka meneruskan kuliah lagi. Saya tidak sanggup menghidupka motor yang saya sewa dari tukang ojek saat itu. Kemudian bermimpi akan segera ikut sekolah calon hakim.

Say atakan kepada diri saya. Kan kata orang lebih baik makan singkong beneran daripada mimp makan keju. Alhamdulillah. Syukur-syukur kan jadi perguruan tinggi.mengatakan. saya mencoba bangun angkit. benarlah orang-orang itu semua. Nanti bikin aja sendiri perguruan tingginya. Pikiran-pikiran bahwa saya sudah salah memompa motivasi diri. tapi di acar eresmian perguruan tinggi saya. Sebab bukankah cita-cita mereka . belum tentu sempat merampungkannya Saya mau nerusin saja hafalan al Qur’an saya. yakni menikahkan. benar-benar menghantui. Saya katakan kepada diri saya. Saya memilih bermimp ahwa ibu saya. he he he. sedih rasanya saat itu. Begitu kata say memotivasi. Allah kasih saya kesejukan hati. bukan datang di acar wisuda saya. Entah darimana datangnya. Pokoknya saya akan bercerita tentang “dream”. bahwa saya akan mendirikan pesantren saja. Dan kebetulan ayah asuh saya mencintai dunia tuli menulis. keluarga saya. Saya disuruh-Nya merampungkan tulisan yang kalau saya kuliah lagi. Kelak. daripada makan singkon eneran juga engga. web admin) dan kemudia menikahkannya. bahwa barangkali Allah telah memilih jalan hidup yang bukan jalan hidup orang kuliahan. bahwa kalau sudah gagal. daripada cerita tentan kegagalan. maka “tinggal selangkah lagi” dah urusan orang tua. memang perguruan tinggi yang dimaksud ini berdiri. lebih baik bermimpi makan keju. Tentu mereka aka ahagia dan mendukung. tapi saya akan bilang ke mereka ahwa saya akan banting setir untuk jadi penulis. ya sulit untu angun lagi. Buat saya pribadi. menyekolahkannya hingga selesai kuliah (wisuda maksudnya. bahwa kebahagiaan buat hatinya adalah manakala melahirkan dan membesarkan seorang nak. keluarga saya. ayah saya yah asuh saya. # Saya mau mengatakan kepada keluarga saya. Subhaanallaah. Tapi ya buat saya saat itu lebih baik demikian. Wuih. Kalau sudah pernah salah jadi orang. ya seumur-umur akan menanggung kesalahan itu Dan masih banyak lagi pikiran-pikiran buruk menghantui. satu impian yang membuat saya bisa tersenyum da melambung tinggi. ayah asuh saya. dan emudian insya Allah akan mengembangkannya menjadi programprogram diploma. Saya pelan-pelan memberikan kontribusi pemikiran dan perasaan kepada diri saya sendir Yang kali ini datangnya dari arah-arah dan hal-hal yang positif: Ga apa-apa gagal diwisuda. bahwa saya akan mendirikan kursus ini kursus itu. Saya akan mengatakan kepada keluarga saya bukan saya di-DO. sehingga beliau pasti akan senang. dan saya mau katakan kepada ibu saya. Kalau saya sudah selesai kuliah. # Saya banting stir ingat satu kumpulan tulisan saya.

Tapi saya ingin meminta kepada Saudara semua membaca minimal buku saya yang berjudul Wisatahati Mencari Tuhan Yang Hilang. sebagai basis penganta segala kuliah di KuliahOnline ini. ika berkenan. *** Bintang . Coba sampe tgl 15 November ke depan. Ok. memberikan energ yang positif kepada diri saya sendiri. He he he. ada banyak ayat-ayat al Qur’an yang berserakan. Amin. Jelajahi juga Qur’annya ya. saya mau menjeda lagi nih perkuliahan. Sampe tgl 15 November. Kita punya hidup belumlah berakhir. Jadi. Waba’du. Yah. Supaya dapat A+. makasih ya. he he he. Saya doakan semuanya dalam keadaan diampuni. Bag ang mengaku sudah baca. ini bersesuaian dengan tulisan berikut yang disertakan ini. Udah kejeda hampir 10 tahun. dan di tulisan-tulisan di buku Mencari Tuhan Yang Hilang. dan mengatakan. saudara-saudara yang membeli buku saya ini. baca lagi ya. Kepentingan saya mah udah bukan lagi kepentingan bisnis. dijag dan diberkahi Allah hidupnya. Di tulisan berikut ini. saudara-saudaraku sekalian. baca-baca lagi buku ini. atas semua hal. selamat mengikuti perkuliahan hari ini. Bukan males. itu sama saja denga bersedekah ke pesantren. Toh royaltinya udah saya edekahkan ke pesantren.semua adalah saya menjadi penerus buyu saya? KHM. Dan masih banyak lagi. We are not game over yet. Saudara boleh tidak suka dengan saya. Alaa kulli haal. kenapa semena-mena sih ngasih kuliahnya? He he he. begitulah saya berkomunikasi dengan diri saya. Carilah buku-buku ini di toko-toko buku terdekat di kota Anda. ya belikan orang-orang terdekat Saudara. Mudah-mudahan dijed bukan berarti berhenti belajar. Bilamana perlu. Oh ya. saya merekomendasikan membaca buku The Miracle. Mansur. Doakan saya yang hari in ikut ujian di kampus. Atau kenapa males sih? Maaf ya. Sebab tanggung nih. Pelan-pelan. terdengar seperti promos ya? Ya biar saja.

Hidup kita belumlah berakhir. as Sajdah: 21 Qs. kehidupan tidak berakhir di sini. Selama kita masih hidup. 185 Qs. . Awloohumma shalli ’alaa sayyidinaa Muhammadin wa ’alaa aalihi washohbihii ajma’iin walhamdulillaahi robbil ’aalamiin. Dan yang menjadi masalah. Sekarang Saatnya Kembali Kepada Allah. Bertaruhlah. Kajian Doa: Disesuaikan. bahwa Allah akan membantu perjuangan kita memperbaiki hidup kita. al Fajr: 21-30 Kajian Hadits: Disesuaikan. Bersama Allah Yang Maha Mengubah Keadaan. adalah seberapa indah masa depan yang akan kita bangun. bukan berapa buruknya masa lalu kita. 141-142. 51 Qs. Kehidupan akan terus berlangsung. at Tahriim: 8 Qs. Aali Imraan: 26. Tapi yang menjadi masalah buat kita. az Zumar: 8. Kalau kita memang masih hidup. itu tanda bahwa Allah masih memberi kita kesempatan mengubah apa yang mau kita ubah. ath Thalaaq: 3-5 Qs. Bersama-Nya. Apapun yang terjadi. Termasuk memperbaiki segala kesalahan kita di dunia ini. Bangkit! Sesuatu yang terjadi.We Are Not Game Over Yet Kajian Utama: Qs. terjadilah. Ubah masa lalu dengan menatap masa depan. al Fath: 4 Qs. an Naml: 62 Qs. Bangun. al Hadiid: 6 Qs. Assalaamu’alaikum warohmatuwloohi wabarokaatuh.

dan tidak ridha atas Ketetapan-Ku. ya dinikmati. siapa yang tidak bersyukur atas nikmat-Ku.. di antaranya Mencari Tuhan Yang Hilang.” (Hadits Qudsi). Sebab kita akan menjadi kuat.... cukup banyak orang-orang yang putus asa di negeri ini. semestinya mengantarkan ”para penikmatnya” untuk kembali kepada Allah.. Dan berterimakasihlah diberi masalah oleh Allah. Jangan sampai terjadi de-motivasi di bangsa kita. Banyak orang orang yang kehilangan motivasi dan spirit dalam menjalani hidup ini. al Hadiid: 16). dan tidak bersabar di setiap ujian-Ku. Banyak yang sesat justru ketika mereka tidak bermasalah. Lalu Allah beri masalah. wa lam yardhoo bi qodhoo-ii.Tidak Ada Yang Tidak Mungkin Bagi Allah.... Syukur. permasalahan hidup kalo dinikmati. wal yathlub robban siwaa-ii. kita akan menjadi belajar. wa lam yashbir ’alaa balaa-ii. dan carilah Tuhan selain diri-Ku. Dengan masalah. Kita harus ambil bahagian sebagai orang-orang yang bisa memotivasi bangsa ini dan diri kita sendiri. falyakhruj min tahti samaa-ii. harusnya.. Asal syaratnya: Sabar.. yang sudah saya tuangkan di dalam buku-buku saya.. Makanya. nyaman.. Saya diajarkan oleh kehidupan ini: Berterimakasihlah sebab kita diberi masalah.. Kalau kita lihat sekeliling kita. Ikhlas. Perjalanan waktu mengajarkan saya sebuah hikmah yang luar biasa. Masalah hidup. tiada rintangan. hingga mereka ingat kelalaiannya.. hidup enak. kesalahannya.. Saya pribadi.. Berterima kasih diberi-Nya masalah. ”Wa mal lam yasykur ’alaa na’maa-ii. Jamaah yang dicintai Allah.. kealpaannya.. Sebagiannya sebab mereka menghadapi masalah hidup yang harusnya tidak menjadikan mereka lemah. Koq saya menyebutnya para penikmatnya? Ya. sisi spiritual saya ”lebih hidup”. apakah belum tiba saatnya bagi orang-orang yang beriman untuk membuat hati mereka tunduk mengingat Allah? Dan untuk tunduk terhadap apa-apa yang diturunkan dari kebenaran al Qur’an?” (Qs. keluarlah dari langit-Ku. apalagi di diri kita. ”Alam ya-ni lilladziina aamanuu an takhsya-a quluubuhum li dzikrillaahi wa maa nazala minal haqqi. setelah sebelumnya ”tidak terlalu . benar-benar thanks to Allah. malah menyenangkan. dan karunia Allah biasanya akan datang lebih banyak lagi ketika sebelum bermasalah.

tapi ternyata sebab Allah belum menjatuhkan keputusan-Nya. betullah kenyataan yang saya saat ini nikmati. Terutama saya mengisahkan kisah Bintang ini sebagai pelajaran buat saya. Alhamdulillah kalo begitu mah. Padahal hidupnya sendiri bermasalah. seraya memohon ampun dan melayangkan doa kepada-Nya. maka kata-kata tersebut tidak berlaku untuk Allah. Bagi merekamereka yang bermasalah. kisah yang menjadi pembelajaran di dalam Pengantar Kuliah Wisatahati ini. . tapi juga senang dan selamat di negeri akhir. bahwa tidak ada kata terlambat untuk memohon bantuan dan pertolongan Allah. Dan bisa dibilang Majelis Wisatahati dan Kuliah Wisatahati pun berawal dari masalah. Jika ada sesuatu yang kita sebut tidak mungkin. Allah teramat Kuasa. Perjalanan masalah saya pribadi. We’re not game over yet. Allah hadiahkan jalan dakwah buat saya. begitu saya sering bertutur. Agar bukan saja hidup kita senang dan selamat di dunia ini. dengan Allah anugerahkan masalah. untuk mengajarkan kepada diri saya. melahirkan modul-modul Kuliah Wisatahati ini. kadang tanpa mereka sadari. Artinya. hidupnya sih memang tidak bermasalah. Dan saya mengisahkan kisah Bintang. Allah menghadiahkan bisnis yang halal buat saya. Bintang: Perjalanan Kehidupan Berbuah Hikmah Kisah Bintang.hidup” untuk tidak mengatakan sudah ”separuh mati”. dan perjalanan masalah-masalah para jamaah yang datang konseling ke majelis Wisatahati. dan Allah berikan saya keluarga dan jamaah yang menyenangkan. Bahkan. Itu semua adalah buah dari perjalanan masalah yang orang-orang lebih sering mengeluhkannya ketimbang mensyukurinya. Kisah Bintang ini sudah memotivasi diri saya sendiri. Sementara itu. banyak di antara kita yang barangkali sedang tidak bermasalah. yang kemudian dijadikan judul dari bahagian modul perkuliahan Wisatahati. bahwa hidup belumlah berakhir seperti yang kita bayangkan. kehidupan baru justru baru saja mereka mulai! Ada kekuatan di balik permasalahan yang Allah hidangkan dalam hidup kita. andai kita masih diberi-Nya karunia untuk hidup. mudah-mudahan berhasil membangun Motivasi & Spirit kita semua yang mengikutinya. Tapi jangan sampai ternyata keadaannya itu bukanlah keadaan yang sesungguhnya. untuk segera bertaubat. Maka mudah-mudahan kisah ini menjadi pelajaran agar betul-betul selamat kita sebab menjadi orang-orang yang senantiasa ingat dan mau terus memperbaiki diri.

Yaa Fattaahu. Di setiap penulisan buku. Ibu Humrif’ah Binti Hajjah Rafi’ah Binti KH. Saya menyayangi Anda semua. Kasihan diri kita kalau sampe jauh dari Allah. kita-kita yang tidak bermasalah inilah sesungguhnya yang lebih membutuhkan nasihat ini.. Termasuk membuka kesempatan bagi diri kita untuk memperbaiki diri dan membuka harapan di tengah keputusasaan kita.. untuk istriku dan . di setiap kajian agama. sebagaimana ketika ibu saya menghampiri saya dan menuliskan doa ini untuk saya: Awloohumma yaa Fattaahu. Jamaah yang dicintai Allah. dan taati. perhatikan. Do’a Kesayangan Saya. Mohammad Mansur Kampung Sawah Jembatan Lima. Kusebut asma-Mu. Di tengah kehidupan yang banyak permasalahan dan keinginan. agar Engkau membukakan segala pintu yang bersesuaian untukku. merasa susah dan sempit nafas oleh sesaknya persoalan dunia yang harusnya tidak menyesakkan batin. isyu tentang ”Kembali Kepada Allah”. Sebab siapa tahu. Dan bila diri kita sedang tidak bermasalah. terima. serta urusan masih bisa dan insya Allah bisa diselesaikan. bahwa hidup masih bisa diperbaiki. lalu diseru kembali kepada Allah. Doa ini sangat membantu saya. saya mengingat doa berikut ini. Yaa Awlooh. dan mencari rizki bukan dari jalannya Allah. Allah sudah mengampuni segala dosa. Kepengen sekali di saat berakhirnya hidup. ketimbang mereka yang bermasalah. bahwa jika masih senang mencari rizki haram. Kalau perlu.Sedikit saya mengingatkan diri saya... Siapa tahu di antara Anda ada yang membutuhkan doa ini. Untuk Mengubah Keadaan Jamaah sekalian. saya usahakan saya sendiri ikut belajar. Membuka apa saja. Saya teringat doa ini sebab saya mengingat Anda jamaah sekalian. sebelum saya kisahkan kisah Bintang. untukku. Doa ini diberi ibu saya ketika saya dilihatnya sedang menangisi hidup ini. di setiap penuturan kisah-kisah hikmah. Termasuk pula kumohonkan agar Engkau membukakan pintu maaf-Mu. Sebab diri ini belumlah selesai perjalanan hidupnya. masih merasa harus menempuh cara-cara yang tidak disukai Allah dalam mencari rizki. atau bahkan di tengah kemungkinan-kemungkinan yang mungkin saja terjadi. Seolah kita tiada iman yang mengajarkan bahwa Allah lah Yang Memberi Rizki hingga menyebabkan kita ”putus asa”. dengar. pintu ampunan-Mu. dan ketika merumuskan modul-modul perkuliahan Wisatahati. Doa yang diajarkan oleh ibu saya. untuk orang-orang tuaku. sami’naa wa atho’naa. Hadiah Dari Ibu. itu tandanya diri berada dalam keputusasaan juga. Yang Maha Membuka. harus senantiasa disuarakan terus oleh siapa saja.

. keluarga kita. agar juga menjadi doa yang mengiringi ta’lim kita. Senantiasa kita mohonkan ridho dari Allah di segala langkah kita. dan anak-anak keturunan kita. Bintang. Deretan ini menambah lemah Bintang. 100. Rasa malu. atau malah ia merasa ia ingin saja segera mengakhiri hidupnya. untuk anak-anakku dan keturunan-keturunannya. adalah seorang laki-laki.. Ia pakai nama kawannya untuk pinjaman ke bank. rasa takut. melekat di hati dan di pikiran. Demikianlah jamaah sekalian. Biasa. 70… terus turun… 60. dan masih banyak lagi kekhawatiran-kekhawatiran akan keburukan demi keburukan. Bunuh diri. Dia di ambang perasaan bahwa hidupnya akan segera berakhir. Cahaya Lampu Yang Melemah Baiklah jamaah sekalian. Orang-orang seperti Bintang seakan-akan tegar. seakan menjadi jawaban yang menyelesaikan semua perkara dunia. 80.orang tuanya. hina. kepada keadaan yang lebih baik lagi. Ia jaminkan rumah mertuanya. 30… . Ia pinjam surat kendaraan besannya. Ya. 90. Hawwil haalanaa ilaa ahsanil haali. Dan bertambah lemah apabila ia mengingat keburukannya menghantam kanan kirinya. Mengalir pahala dan kebaikannya untuk kita. tamat. tapi lemah. Wahai Yang Maha Memberikanku rizki.. cahayanya melemah. beban kehidupan memang bisa membuat seseorang kepengen saja rasanya mengakhiri hidupnya. Sungguh lemah. 40 tahunan. Ubah keadaan kami yaa Awlooh. sebut saja begitu. Yaa Rozzaaqu. Yaa Muhawwilal haali. yang kepayahan ekonomi dan rumah tangganya. Bintang merasa hidupnya akan segera game over. Ia jual tanah orang tuanya. Saya bacakan salah satu doa kesayangan saya ini. Para tetangga yang tidak bisa ia kembalikan dananya. Saya mulakan sedikit kisah tentang Bintang ini. 40. 50. Bintang merasa hidupnya semakin gelap dan tidak menentu. dan memohon agar segala aktifitas kita dicatatNya sebagai amal saleh dan ibadah untuk-Nya. seorang ayah. untuk keluargaku. Wahai Yang Maha Mengubah Keadaan. dan untuk segenap orang-orang yang kucintai. Ibarat lampu digital. tidak punya harapan.

Kita mengadu pada manusia saja yang kita anggap bisa membantu. -Tidak akan sanggup membayar hutang.Berdoa Untuk Ketentraman Hati Berdoa Untuk Ketenangan Hati Di posisi cahaya tinggal 30 ini Bintang ”berkenalan” dengan Doa. wajahwajah memelasnya para istri dari orang-orang yang namanya ia pakai untuk meminjam ke bank. dan DIA akan menolong siapa yang meminta pertolonganNya”. Berikut ini suara-suara di dalam hati dan pikirannya: -Tidak akan bangkit. insya Allah sudah akan membahagiakan hati. Pun payah meyakini Kekuasaan Allah. Wajar juga kalo Bintang merasa dirinya bakal game over. Kita-kita. dengan ragam persoalan hidup kita masing-masing. lalu doanya akan didengar Allah? Bintang rupanya termasuk orang-orang yang payah dalam meyakini kekuatan doa. Kita pun belum tentu kuat jika berada di dalam posisi Bintang. sulit berjodoh. nasibnya jelek. Sebab Allah sendiri yang menjanjikan. Jelas itu adalah sederetan kalimat-kalimat lemah yang ia suarakan sendiri sehingga seakanakan hidupnya betul-betul sudah tidak memiliki kemampuan apa-apa. apalagi kalau kita mengadu pada Allah. benarkah? Benarkah nasihat kawannya ini? Benarkah Allah akan membantunya bila ia berdoa? Apa iya dia yang merasa dosanya banyak. yang ia biarkan muncul menguasai dirinya. Wuah. Yang belum berjodoh. komplit. sia-sia. Minimal doa akan menentramkan hati. terus saja ia mengipasi diri kita. -Keikhlasan orang tuanya menyediakan tanahnya untuk dijual. Yang dihitungnya selalu hitung-hitungan matematis manusia. DIA akan mengabulkan siapa yang berdoa. Tapi kalau Allah sudah pasti mau membantu. Buat yang . -Rumah mertuanya bakal disita. Salah seorang kawannya menasihati dia tentang kekuatan doa: “Bintang. Manusia belum tentu mau membantu. dan akan segera berkahir! Belum lagi tambahan dari terbayangnya wajah-wajah seram para penagih. dsb. berdoalah. Berdoa bisa mengubah segalanya. ga akan punya jodoh. -Akan game over Itulah suara yang menang. Bintang meyakinkan dirinya. kadang suara putus asa pun muncul dari dalam diri kita.

kudu ada koneksi. Terjadi bukan karena perasaan manusia. bahwa DIA tidak memiliki batas. Di posisi seperti inilah Bintang berkenalan dengan doa.” (Qs. maka jadilah. sudah nasib saya ga punya rumah. terhadap persoalan berat yang kita hadapi. Fayakuun. Tidak peduli Seberapa Besarnya Masalah Kita.. insya Allah DIA akan mengurus permasalahan-permasalahan kita. ga bakalan bisa. Lemah tak berdaya. cukup bagi-Nya mengatakan Kun. maka segala sesuatu bisa saja terjadi. ”. Dan terjadi bukan karena apa yang diusahakan manusia. Dan bukankah Allah sendiri yang bilang. Memberikan taufik dan hidayahNya. Bila kita pelihara suara-suara melemahkan ini. ‘Aali Imraan: 26). jangan biarkan suara ini muncul. ga bakalannya bisa memiliki rumah yang layak. bahwa datang kepada Allah adalah jawaban buat segala masalah yang sedang dihadapinya. “Innahuu ‘alaa kulli syai-in qodiir. Dan barangsiapa yang memasrahkan urusannya kepada Allah. dsb. Maka. Dan memang Allah jugalah yang menancapkan keimanan ke dalam hati hamba-hamba-Nya yang lemah. ga mungkin punya rumah. Berkenalan dengan Kuasa dan Kebesaran Allah. Yang belum punya rumah. ath Thalaaq: 3). Kalau kita memasrahkan kepada Yang Kuasa. Lawan dengan iman dan semangat. Allah Sanggup Mengatasinya. susah dapet pekerjaan yang bener. mandul. Yang belum punya anak. bahwa Allah itu ADA. sulit sembuh. Jamaah yang dicintai Allah. Jadi. niscaya hidup kita akan semakin lemah saja. tidak akan sembuh.. Yang belum kerja. Tapi terjadi karena Allah menghendaki itu terjadi.berpenyakitan. sulit dapat pekerjaan. sulit kalo ga pake pelicin. Bintang benar. dsb. ga bakalan sembuh.” (Qs. Lawan dengan keyakinan dan doa.. Terjadi bukan karena apa yang dipikirkan. sulit kalo ga ada gaji gede mah. Dan Bintang mau mencoba meyakinkan dirinya sendiri. jangan ngimpi punya rumah. Wa mayyatawakkal ’alawloohi fahuwa hasbuh. Bintang mau meyakini. kudu ada ijazah. sebab udah lebih dari 8 tahun sih. Lawan. Allah membuat perjalanan waktu kemudian ikut juga mengajarkan. hingga berujung pada putus asa.. sesungguhnya DIA Maha Kuasa atas segala sesuatu”.. Sesungguhnya urusan-Nya jika DIA menghendaki sesuatu. (QS. mending mati saja daripada ngerepotin. kalau Allah sudah berkenan. dsb. ”Innamaa amruhuu idzaa arooda syai-an ay yaquula lahuu kun fayakuun. . turunan susah ya susah. sulit kalau tidak ada kenalan orang dalem. niscaya Allah yang akan mencukupkannya. dsb. Berdoa berarti percaya kepada Yang Kuasa. Yaasiin: 82). sehingga berangsur-angsur Bintang percaya dengan kekuatan doa dan percaya akan Kuasa Allah.

yukaffir ’anhu sayyi-aatihi... wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasib. dan Allah akan berikan rizki dari jalan yang tiada ia duga. Sesiapa yang bertawa... dan Allah akan lipat gandakan pahala baginya. fahuwa hasbuh. wa mayyatawakkal ’alawlooh... memperbaiki hidupnya. yang percaya kepada Allah.. Benarlah juga ungkapan yang mengatakan.” (Qs..... Dia mendekatkan dirinya pada Allah. Maka benarlah kiranya ungkapan ini Cukuplah ketenangan mestinya hadir ke dalam hati mereka yang beriman dengan melihat ayat berikut ini: “Wa mayyattaqillaaha yaj’al lahuu makhrojaa.. serta menyempurnakan segala nikmat-Nya dengan ampunan-Nya....” (Qs. Dalam pada itu. Babak menikmati perjalanan doa. menikmati perjalanan memelihara diri yang biasa kita sebut taqwa.. memprihatinkan. ”Huwalladzii anzalassakiinata fii quluubil mu’miniina. wa yu’dzim lahuu ajroo... ”Yaa ayyuhalladziina aamanuu. Allah membuat segala sesuatu itu ada ukurannya”..... Allah berjanji akan menghapus kesalahannya.. supaya bertambah-tambah imannya.. qod ja’alawloohu likulli syai-in qodroo.. dan menikmati perjalanan pertaubatannya... keadaannya Bintang. Ya..Bintang pun memproses permohonannya.. Tapi alhamdulillah ketenangan Allah masukkan ke dalam hatinya Bintang.. (Qs. maka Allah akan berikan baginya jalan keluar.. wahai orang-orang yang . yaj’allahuu mi amrihii yusroo. al Fath: 4).. sesungguhnya Allah menguasai segala sesuatu. Lihatlah janji Allah berikut ini yang kemudian dinikmati oleh Bintang: ”... ”Wa may-yataqillaaha... (Qs. ketika manusia bertaubat. memelihara dirinya dari apa yang Allah tidak suka. Allah akan menjadikan kemudahan baginya di setiap urusannya. cukuplah awal untuk memperbaki kehidupan adalah dengan melakukan pertaubatan. Di saat situasinya memang menurut sebagian orang tidak lagi bakal selamat. ath Thalaaq: 5).. Allah akan hapuskan kesalahan-kesalahannya. ketika di awal memohon pertolongan Allah. Dialah Allah yang menurunkan ketenangan di hati orang-orang yang beriman... Bintang memulai babak baru lagi dalam hidupnya. dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah.... Ath Thalaaq: 2-3). Allah berikan kesejukan batin yang luar biasa buat hati Bintang sehingga ia menjadi tegar menghadapi hidup ini.... ath Thalaaq: 4). liyazdaaduu iimaanamma’a iimaanihim. Wa may-yattaqillaaha. Sesiapa yang bertaqwa.. dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah. maka Allah akan mencukupkannya. Innawlooha baalighu amrihi.

dan memasukkan kamu semua ke dalam surga-Nya yang mengalir di bawahnya sungai-sungai... ’asaa robbukum ayyukaffiro ’ankum sayyi-aatikum.... walladziina dzolamuu min haa-ulaa-i sayushiibuhum sayyi-aatu .beriman.. bertaubatlah kamu kepada Allah dengan sebenarbenarnya pertaubatan.?” (Qs. Bintang disergap kerinduan yang mendalam kepada Allah..... Jamaah yang dicintai Allah. Sesuatu yang tiba-tiba saja sanggup membuat dia merasa hidupnya masih punya harapan..... wa yaksyifussuu-a.. Allah memang Maha Memberi Harapan... wayudkhilakum jannaatin tajrii min tahtihal anhaar. Bintang termasuk yang mengundang sendiri kesusahan tersebut.. mereka berkata wahai Tuhan kami sempurnakanlah untuk kami cahaya kami. innaka ’alaa kulli syai-in qodiiir.. sesuatu merayap dalam hatinya Bintang. pada hari di mana Allah tidak akan mempermalukan para nabi dan orang-orang yang bersamanya. at Tahriim: 8).” (Qs... Allah. Ada seseorang yang mengalami kesusahan sebab Allah mempergilirkan kesusahan itu sebagai ujian hidup. nuuruhum yas’aa baina aydiihim wa biaymaanihim....... yauma laa yukhzillaahunnabiyya waladziina aamanuu ma’ahuu. ”Ammayyujiibul mudhthorro idzaa da’aahu.. siapa yang menghilangkan kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya. dan siapa yang menghilangkan kesusahan apabila ia berdoa kepada-Nya. maka harapan itu akan “menghidupkannya” kembali.. Sedikit saja harapan Allah bentangkan bagi hamba-Nya. tuubuu ilawloohi taubatan nashuuhaa..... cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka.... waghfirlanaa. an Naml: 62). Sesuatu yang membesarkan hatinya.... Tapi tidak sedikit manusia yang susah sebab ia mengundang sendiri kesusahan itu datang ke dalam kehidupannya. yaquuluuna robbanaa atmim lanaa nuuronaa. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu..... dan ampunilah kami. Alhamdulillah kesadaran Allah bersitkan di hatinya. mudah-mudahan Allah Tuhanmu memperbaiki segala kesalahan-kesalahanmu.. Tuhan Yang Memberi Harapan Mestinya Kita Rindu Pada-Nya Setelah perkenalannya dengan doa dan Kekuasaan Allah. ”Fa ashoobahum sayyi-aatu maa kasabuu.. Maka mereka ditimpa akibat buruk perbuatan buruk mereka sendiri..

Kesuksesan sedikit yang sudah Allah berikan.. Bintang terus melihat dirinya. dengan sikap tidak sempurna.. Ia bertaubat kepada Allah. Ta’lim-ta’lim. ”Ah. mari kita lihat firman Allah di Surah al Fajr. dengan alasan sibuk tiada waktu. Untuk shalat sunnah? Wuih. sudah melalaikannya dari Allah. Allah sudah saya nomor sekiankan. Ia pun bertaubat pernah punya perasaan jelek kepada Allah: Mengapa katanya. Bintang bertaubat.” begitu kata Bintang pada dirinya sendiri. az Zumar: 51). jika Allah ada. dan orang-orang yang zalim di antara mereka akan ditimpa akibat dari apa yang mereka usahakan.” (Qs. Shalat seadanya. apalagi nanti kesusahan akhirat. Ia bertaubat sudah pernah berburuk sangka kepada-Nya. tertegak seperti orang malas. Kembali Kepada Allah Bintang kembali pada Allah. Bintang ikhlas dengan keadaannya. Dan memang seharusnyalah kita kembali kepada Allah sebelum terlambat.. koq tidak menjaga diri-Nya? Dan membiarkan orang zalim bisa berlenggang menzalimi manusia yang lain termasuk dirinya? Dengan sebab kesadarannya. Dan tiba-tiba saja terbentang lembaran-lembaran dari hari-hari yang sudah dia jalani. Ia bertaubat pernah tidak ikhlas menerima dirinya bisa ditipu sana ditipu sini. Kesusahan dunia saja sudah membuat kita menjadi susah.maa kasabuu. hingga ia hancur. dan mereka sekali-kali tidak akan bisa melepaskan diri.” (Qs.. Ia mengakui bahwa sesungguhnya ia sendiri yang sudah tidak bersyukur pada-Nya. Akhirnya ya wajar Allah tarik segala nikmat dari-Nya... jarang ia hadiri. ”Walanudziiqannahum minal ’adzaabil adnaa duunal adzaabil akbari la’allahum yarji’uun. Dia melihat dengan jelas. Setelah Allah menceritakan tentang kehancuran ummat-ummat sebelum kita. . tidak lain agar mereka kembali. Ia bertaubat pernah mengutuk Allah. Dengan mantab. dan ia tegakkan shalat sunnah taubat. jarang dia datangi untuk shalat berjamaah. betul-betul jarang dia lakukan. Batinnya benar-benar kosong dari Allah. as Sajdah: 21). shalat tiada tertegak dengan baik. mushalla. wa maa hum bimu’jiziin. Bintang ikhlas menerima kesusahannya. Jamaah sekalian. tanpa dia sadari. Tertegak qaamuu kusaalaa. Kayaknya kesusahan saya adalah panggilan Allah bagi saya agar saya kembali pada-Nya. ia ambil wudhu sebagai permulaan. Ia bertaubat kepada Allah dari seluruh dosa yang sudah ia buat. Masjid. Kami timpakan sebagian akibat buruk yang manusia lakukan sebelum siksaan yang sebenarnya datang.

wahai jiwa-jiwa yang tenang. kita pun kadang berada di posisi Bintang seperti ini.. bahwa doa kita semua didengar Allah.. dan masuklah ke dalam surga-Ku. lalu di ujung akhir surah. dan pada hari itu teringatlah manusia akan apa-apa yang telah ia perbuat selama di dunia. al Fajr: 27-30).. niscaya DIA akan mendengar dan mendengar terus permohonan dan keluh kesah kita. Jangankan masuk neraka... kembalilah pada Tuhanmu dengan hati yang tenang lagi diridhai-Nya. Alhamdulillah. Demikian jugalah kita berdoa semoga kita adalah orang-orang yang bisa kembali kepada Allah.. ketika semua badai telah berlalu... irji’ii ilaa robbiki roodhiyatam mardhiyyah. Itulah jamaah sekalian... jangan sampe telat bertaubat.. Supaya kita tidak sempat melihat neraka.... dan memohon pertolongan-Nya. (Qs. Allah mengingatkan kita untuk segera kembali kepada Allah. Untuk itu.. Allah Pasti Menolong Kalau Sudah Ditolong.. Bila Kita Istiqamah.. dan jamaah semua. wa jaa-a robbuka wal malaku shoffan shoffaa. yaumaidziy yatadzakkarul insaanu. Allah mengatakan seperti ini: ”Kallaa. Na’udzu billaah tsumma na’udzu billaah... Kalau kita kembali pada Allah.. fadkhulii fii ’ibaadii. fayaumaidzil laa yu’adzdzibu ’adzaabahuu ahad. al Fajr: 21-26). dan datanglah Tuhanmu.. lalu dia ingat kepada Allah.. wa jii-a yaumaidzim bijahannama. apabila bumi digoncangkan berturut-turut..dan sebab-sebabnya. dan memperdengarkan semua keluhannya kepada Allah. pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksaan-Nya... Kalau .. Kalau bisa. Dan jamaah yang dicintai Allah. yaquulu yaa-laitanii qoddamtu lihayaatii. Jangan Lupakan Yang Menolong Bintang susah.. kita bersama-sama saling mengingatkan agar menyegerakan diri kembali kepada Allah. masuklah ke dalam barisan hamba-hambaKu. akan tetapi tidaklah berguna lagi itu semua bagi manusia. sedang malaikat berbaris-baris. marilah jamaah semua. Namun. Bintang kemudian kembali kepada Allah.. wa annaa lahudz dzikroo. wadkhulii jannatii.. idzaa dukkatil ardhu dakkan dakkaa. Maka tidak bosan saya mengingat diri saya.. dan pada hari itu diperlihatkan neraka jahannam.. Supaya kita kembali dalam keadaan yang Allah sudah ridho kepada kita: ”Yaa-ayyatuhannafsul muth-mainnah.. janganlah kita melupakan Allah lagi.... dan dia mengatakan alangkah baiknya kiranya jika aku dahulu mengerjakan amal saleh untuk hidup yang sekarang ini. melihat neraka pun jangan....” (Qs.

Kejadian ini terjadi ketika lampu digital itu. 70. 40. Dari angka 100. Ia tahu. di titik 30 inilah Bintang da’aa robbahuu muniiban ilaihi. dia akan berdoa kepada Allah seraya bertaubat kepada-Nya.kita melupakan Allah setelah ditolong-Nya. 70. da’aa robbahuu muniiban ilaihi. lempeng --jika kita hanya ingat pada kesenangan saja. tentu kalau ingat kondisi ini. hingga ke titik 30. Ia memasrahkan segalanya.. tapi kemudian jika sudah diberikan nikmat-Nya kembali. Kita berlindung. 90. berada di titik 30. Tapi kali ini ia songsong “kematiannya”. dia lupa bahwa dia pernah berdoa sebelumnya.. hingga terus ke titik 100. ke 90. 50. dan bersyukur. Dari titik 30.. Begitukah yang terjadi. dan jika manusia ditimpakan kesulitan. dan juga Anda semua para jamaah sekalian. akan berusaha menjadi orang-orang yang selalu dijaga dan ditolong-Nya. mudah-mudahan Allah senantiasa menjadikan kita sebagai hambaNya yang ingat pada-Nya. Bintang menyeru Allah dan kembali padaNya.. Secara teori. seiring dengan kembalinya Bintang kepada Allah. ibarat lampu digital... Dengarlah wahai hatiku. dengan menjadikan diri kita tidak lagi gampang berbuat maksiat dan enteng untuk beribadah dan berbuat baik kepada sesama. Tapi khususnya bagi Bintang dan orang-orang seperti Bintang.. az Zumar: 8).. bahwa ia bakalan game over. cahaya kehidupan Bintang turun drastis. Begitu kira-kira yang disampaikan di atas. Tuhannya. Insya Allah amin. 60. wahai diriku.... 80.. . naik jadi 40. tsumma idzaa khowwalahuu ni’matan minhu nasiya maa kaana yad’uu ilaihi min qoblu. Kita pun berdoa semoga keistiqamahan Allah berikan kepada kita. Bahwa. Titik Balik Yang Penuh Ujian Jamaah yang dicintai Allah. cahaya lampu itu akan naik kembali. 50. Inilah titik baliknya Bintang. Menjadi sulit kita istiqamah --lurus. 80. 60.” (Qs. berat untuk kita untuk menjadi hambaNya yang diingat-Nya lagi. hari-hari berikutnya Bintang hanya fokus kepada Allah.? Mestinya.. seperti prajurit Allah yang kepengen syahid di jalan-Nya. Ingat dan bersyukur. Dengarlah ayat Allah berikut ini: ”Wa idzaa massal insaanu dhurrun. yang pernah tahu bagaimana rasanya jadi orang susah..

membuat mertuanya menyumpahi dia tiada henti. Tapi titik balik yang penuh dengan ujian. seakan-akan percuma. Jangan tanya mobil dan motor yang memang juga sudah lama tidak lagi ada di garasinya. dan menyayangi kita. Tapi apa boleh buat. Diperkarakan oleh satu dari sekian lawannya. Tunggu dulu. 4. Yang terjadi ternyata tidak begitu. 8. 20. Rumahnya disita.Tapi tunggu dulu! ”Am hasibtum an tadkhulul jannata wa lammaa ya’lamillaahul ladziina jaahaduu minkum wa ya’lamash shoobiriin. 10. Ini rumah yang disita adalah rumah mertuanya hingga maaf. Doa sudah dipanjatkan. 5. Istri dan anak-anaknya? Berantakan. Akhirnya malah “Game” beneran. Apakah kalian mengira akan masuk surga? Sedang belum nyata bagi Allah bahwa kita adalah orang-orang yang berjihad di jalan-Nya dan belum nyata bagi Allah bahwa kita adalah termasuk orang-orang yang sabar”. Semuanya habis. 1… dan… 0. Perjumpaannya dengan Allah. Cahayanya malah makin melemah… 30.. . Kitanya saja yang perlu mengenali bahwa Allah begitu dekat dalam kehidupan kita. 3. ketika dia sudah berada di dalam sel. Tapi Allah tidak akan membiarkan hamba-hamba-Nya sendirian dalam menjalani ujian hidup ini. Aali Imraan: 142). (Qs. 6. Rupanya ini memang titik balik. Bahkan Bintang mendekam beberapa saat di sel polisi. menjaga kita. 2. tapi kenapa kehidupan tetap berakhir buruk? Dan Bintang menemukan keadaan dia ini. bahwa Allah ternyata tidak mendengar. Ya. 9. Mending kali kalo rumahnya sendiri. Dia merasa. dan kembalinya dia kepada Allah. Secara teori sih harusnya titik balik Bintang di titik 30 itu mestinya menjadi starting poin untuk dia naik lagi posisi kehidupannya. Sesaat ia seperti kembali ke titik nadir. Bintang limbung. Jangan lagi ditanya ruko yang disewanya. seperti yang suka disuarakan juga oleh orang-orang yang lemah imannya dan tidak bertauhid yang baik. yang memang sudah lama tidak diisi sebab tidak lagi beroperasi. Apakah Bintang putus asa? Namanya juga manusia. Allah Tidak Akan Membiarkan Hamba-Nya Sendirian Dalam Menjalani Ujian Kehidupan Allah memang senantiasa menguji hamba-Nya. 7. Dia akan selalu memperhatikan kita. Allah akan selalu menemani.

ada yang mati. Bila pun dia mati. Ia adalah Bintang. wa innamaa tuwaffauna ujuurokum yaumal qiyaamah. tentu Allah akan menyempurnakan pahala dan kebaikannya di hari akhir... hampir saja ia meratapi keadaannya berlama-lama.” (Qs. Maha Suci Engkau. Dia telah bertaubat dan kembali kepada Allah. Bintang masih bisa mengubah keadaan hidupnya. . Sebabnya apa? Sebabnya ya itu.. Mati di sel. Jamaah sekalian.. Kawan satu selnya.. kalau kemudian dunia menipunya kembali dan menghempaskannya ke neraka? Allah yang mengajarkan manusia dengan ilmu-Nya.. Bintang meresapi kata per kata firman Allah ini. Bintang paham. maka sungguh dia telah beruntung. dunia ini tidak lain adalah kesenangan yang menipu. Siapa tahu bisa membebaskan dia dari api neraka yang apinya ia pernah nyalakan dengan maksiatnya di dunia. di mana Bintang berada satu kamar dengannya. maka barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukka ke dalam surga... Sebuah pelajaran yang mengajarkan bahwa Bintang masih hidup. Tapi untunglah Allah memberinya pelajaran..Di dalam sel. wamalhayaatuddunyaa illaa mataa’ul ghuruur. karena Allah yang menghendaki keselamatan itu... alias dengan bangkrutnya ini dia selamat dan bisa bertaubat kepada Allah. tidak pantas cengeng.. Ia tertegun. bahwa ia tidak pantas meratap. sungguhpun secara dunia ga bisa naik lagi. Sedangkan dia masih hidup. Kematian bagaimana? Allah menolong Bintang. Buat apa dia naik lagi derajat kehidupannya... Bintang masih hidup! ”Kullu nafsin dzaa-iqatul maut. sesungguhnya Bintang harus merasa faaza.. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan kalau masih hidup. merasa beruntung. Dan Bintang selamat. Subhaanaka laa ‘ilma lanaa illaa maa ‘allamtanaa innaka antal ‘aliimul hakiim. Ia melihat proses kematian kawannya ini.. Tiap-tiap jiwa akan merasakan mati. faqod faaza. Bukan kawannya yang mati tersebut. Tidak ada ilmu buat kami kecuali apa yang Engkau ajarkan kepada kami. jika neraka dijauhkan. Lalu. Aali Imraan: 185). tiap-tiap jiwa akan merasakan mati. Bintang terguncang kesadarannya untuk kesekian kalinya. hingga kemudian dikeluarkan dari sel.. faman zuhziha ’aninnaari wa udkhilaljannata. Bukanlah benar kata Allah? Bahwa dunia ini hanya kesenangan yang menipu. Dengan cara apa Allah mengajarkan Bintang? Dengan kematian.. dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu.. Bintang histeris dalam kesunyiannya.. Ia tidak bisa bicara.

Dan ia yakini. bahwa bukan saja ia akan menjadi orangorang yang bersyukur dengan tidak lagi gampang melakukan kesalahan. secara bercanda. Maksudnya. Hitung-hitung mengasah imannya. sebagai bayaran dari pengkhianatan kepada Allah . (Qs. he he he. Yakni tempaan kesabaran. Apakah kalian mengira akan masuk surga? Sedang belum nyata bagi Allah bahwa kita adalah orang-orang yang berjihad di jalan-Nya dan belum nyata bagi Allah bahwa kita adalah termasuk orang-orang yang sabar”. Bintang mengamini. Entahlah. Keanehan terjadi lagi. Tapi rasanya mah bener. Charge Your Life! We Are Not Game Over yet! Jamaah yang dicintai Allah. kita akan menikmati seluruh penderitaan kita. Jamaah sekalian. Kita akan sabar. Allah menguji kepulangannya dulu ke Allah. Malah kalau perlu ia akan gunakan kesempatan demi kesempatan yang Allah berikan. apa Bahasa Inggrisnya ini bener. bunyi. Hingga nyatalah ayat berikut ini juga di hati Bintang: ”Am hasibtum an tadkhulul jannata wa lammaa ya’lamillaahul ladziina jaahaduu minkum wa ya’lamash shoobiriin. Kalau kita bersandar kepada Allah. Luar biasa. dengan penyandaran yang sempurna. Aali Imraan: 142). Tiba-tiba lagi Bintang menjadi bersemangat menjalani hidupnya. Kita akan tabah. hidupnya belonan game over. bahwa memang amalnya tidak mencukupi untuk mengangkat cahaya lampunya. Memenuhi ronggarongga hati dan pikirannya. Hidup ini terlalu singkat kalau kita isi dengan keluhan dan keluhan. dia akan menjadi individu yang penuh syukur.Di hati Bintang. akhirnya Bintang memang tahu. Bahwa kata Allah mereka yang mengatakan iman. Bintang memaklumi bahwa Allah menguji dulu kembalinya dia ke Allah. namun juga akan berusaha melakukan kebaikan. bahwa setelah nanti kesulitan terlewati. maka kita akan kuat. ayat Allah yang berbunyi: ”Am hasibannaasu ay-yutrokuu ayyaquulu aamannaa wahum laa yuftanuun”. Akhirnya ia berprasangka sangat positif kepada Allah. mestinya kita begini. akan diuji terlebih dahulu. untuk berdakwah dan menyiarkan agamanya Allah. Bahkan mungkin. Bintang masih hidup. Apalagi Bintang menyadari bahwa inilah barangkali tempaan juga bagi dirinya di mana Allah menghendaki dirinya masuk surga beneran. sebagai bentuk jihad di jalan Allah. Ketidakberdayaan adalah ciptaan kita sendiri. Kelak ketika kematian menjadi haknya. Hidupku bukan berakhir di sini! Begitu teriakan batinnya. sebenernya his life isn’t game over yet. Sesuatu merayap kembali dalam batinnya. Akhirnya ia meneruskan riyadhahnya.

Jika Bintang berhenti sampai di sini. maka langkahnya akan benar-benar berhenti. Lihatlah. hingga kemudian maut yang benar-benar menghentikan langkah kita.. kalau sudah impas. Wallahu a’lam. bila keadaan seperti Bintang ini yang kita hadapi. Ga tahu. dan proses menuju sukses dunia akhirat. bersabarlah. atau sedang meniti jalan-Nya. akan membuat perjalanan kesusahan kita akan terasa semakin panjang saja. Pelan. Sebelum saya menceritakan terus kisah Bintang. bahwa ketika kita kembali kepada Allah. justru kualitas hidup kita makin menurun. di episode setelah pertaubatannya yang kelihatannya ”tidak membuahkan hasil”. Maka. Dan memang. Mengeluh. akan menghalangi karunia Allah datang kepada kita. Lebih baik kita suarakan pelan kalimat ini. kita pahami dulu satu hal: Bahwa apapun butuh perjalanan. akan selalu ada pertolongan Allah yang kita butuhkan. mengeluh.. perlu kesabaran dan keyakinan. Benarkah demikian? Kita lihat saja apa yang terjadi kemudian dengan Bintang. Subhaanawlooh!”. Tatap masa depan dengan penuh semangat. Habis segala-galanya. Apakah perjalanan ini akan ia teruskan atau berhenti sampai di sini. Hanya Allah Yang Tahu. Barangkali Allah memang benar sedang menguji kita. Perjalanan Belum Usai. agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman. Nanti.saja. Aali Imraan: 141).” (Qs. Atau kemungkinan lain? Yakni bahwa Allah hendak membersihkan kita: ”Walayumahhishowloohul ladziina aamanuu. Teruskan.. Dan perjalanan itu. maka kehidupan akan berjalan normal kembali. Sedangkan langkah kita tidak akan pernah berhenti. Angkatlah dagu kita. Tapi hunjamkan sedalam-dalamnya di hati: ”Hidup kita belum berakhir. Yakni tergantung Bintang sendiri. Butuh proses. Kehidupan Akhirat Yang Lebih Kekal . Jangan Surut. termasuk perjalanan pertaubatan. Jangan berhenti. proses itu. kelihatannya pertaubatan Bintang tidak berhasil membawanya keluar dari kesulitan ya? Buktinya dia habis. Jamaah sekalian.. Tinggal kemudian apakah Bintang bisa menyabari dirinya dan tetap yakin Allah pasti akan menolongnya? Tergantung. Selamanya.

Begini. Tapi apa daya. 30. Hingga akhirnya kita bisa mengatakan dengan penuh ketawadhuan kepada Allah: ”Ya Allah.. dan memulai untuk bangkit kembali. lakukan bersama Allah dan Rasul-Nya.. 6. redupnya cahaya itu hanya sebentar ia rasakan. bahwa ibarat lampu digital. . Berikanlah ampunan dan maaf-Mu untuk kami sebab kami sabar menerima segala ketetapanMu”. 9. indah betul jika kita bisa menyuarakan kalimat ini. kehidupan Bintang terus meredup. Dari 100. sudah diibaratkan di atas. yang mudah-mudahan Allah jaga supaya tidak terjadi demotivasi dalam kehidupan ini. agaknya kita harus paham. kehidupan akhirat yang lebih kekal itu yang harus kita lebih pikirkan. Kebangkitan itu bisa dimulai. andai segala kesusahan yang kami hadapi ini menjadi penebus segala kesusahan kami di hari kiamat. dan boleh kita meminta agar Allah mencabut kesulitan dunia kita. Insya Allah ini lebih menentramkan. Segala upaya ia lakukan untuk bisa memulihkan stamina dan kehidupannya. Apalagi ada sebuah Hadits Qudsi yang bisa memperkuat hati kita: Bagaimana Nasib Bintang Selanjutnya? Bukan Bangkit dari Titik 30 Tapi Bangkit Dari Titik 0! Jamaah sekalian. hingga kemudian mencapai titik terendah yaitu 0. maka kami ridha ya Allah. Di titik 30 ini pula Bintang memulai segala riyadhahnya untuk menembus langit.Harus Lebih Kita Pikirkan Ketimbang Kehidupan Dunia Waba’du. hingga ke titik 30. 5. hingga kemudian ia tidak bisa menahan untuk terus dan terus meredup. kita rupanya menganggap titik balik Bintang adalah di angka 30. Daripada masih ada yang Engkau tunda dari hukuman kami. 8. andai kesulitan ini justru akan meringankan dosa kami. 20. dan kembali kepada Allah. Subhaanallah. Di kisah pertengahan tadi. Dan ketika kita mau mengubah hidup ini. perubahan itu bisa dimulai.. betapapun hidup di dunia ini tidak boleh kita sulit. kita bisa memulai dari mana kita mau memulai.. 10. Sejatinya. 7. maka biarlah kesusahan ini kami terima. Ya Allah. Di titik 30 inilah Bintang sadar. namun. Tidak perduli di posisi apapun.

Diceritakan bahwa Allah memang Maha Menjaga dan Memberi Pengajaran. Ia bebas. Proyek-proyek lain yang sifatnya dadakan pun kerap ia terima. Allah jaga harapannya Bintang. Jalan rizki memang Allah yang punya. Bersama membangun kembali ekonomi keluarga. dan ikhlas. percaya diri. 30…. Pom bensin.2. Dan ketika sudah keluar.5…. dan hidup dalam kebersyukuran. Sebab hilang iman dan syukurnya. lebih dari segala apa di dunia ini. Dia juga Yang Maha Memuliakan dan Maha Menghinakan. 0. ia keluar sebagai Bintang ”yang baru”. Meminta mereka ikut bersamanya. berarti belum tamat pengertian tamat yang sebenarnya. segala puji bagi Allah. 2.Ketika Bintang berposisi 0. bahwa kedamaian dan ketenangan. Bintang sadar. Kawan satu selnya ada yang mati. Kecil-kecilan. 20. Pelan. atau SPBU. Bintang kemudian keluar dari selnya. Di dalam penderitaannya.4. ketika menjadi tahanan. 0. 5… 10. ia tidak mau kehilangan Allah lagi. ia berupaya keras mendekatkan diri kepada Allah. Dan ia relatif lebih bahagia. Dan alhamdulillah. Dan ini yang membuat Bintang sadar bahwa dirinya sesungguhnya belum mati. Bintang Keluar Sebagai Pemenang Begitu keluar dari sel. Bintang memulai kehidupannya dengan menjadi penjual bensin eceran. Itulah cerita seorang Bintang. ia merasa sudah tamat. Di dalam sel. Subhaanawlooh! Bintang memulai kembali riyadhahnya. yang menambah pundi perbendaaraan rizki dari Allah. Bukan . Semua telah hilang. Wajar dulu ia kehilangan kedamaian dan ketenangan. Kini Bintang gagah banget. kira-kira 10 tahun yang lalu. Bintang merasa bahwa cahayanya yang sudah di titik 0. Dan kemudian ia mendapati dirinya sebagai pemenang! Bintang melangkah dulu ke orang tuanya. tapi ia merasa berkah. tapi pasti: 0. mulai merayap naik. Dia Yang Maha Mengangkat dan Meninggikan. Allah jaga imannya Bintang. 4. ia punya. Bintang belajar. 1. Penuh semangat. Dan kedamaian serta ketenangan itu bisa didapat dengan menjaga dan menyuburkan iman. Ditambah beberapa waralaba minimarket yang dikelola istrinya. Kalau belum mati. Diganti sama Allah dengan karunia iman. Yakni dengan Allah memberi pengajaran buatnya. minta restu. Ia kemudian melangkah ke istri dan anakanaknya. Allah memang Maha Besar. Titik baliknya bukan di 30! Tapi di 0! Maka perjalanan pun ia lanjutkan. 3. 0. 0.1.3.

manusia. bukan titik habis. Innawlooha Ma’anaa Sesungguhnya Allah Selalu Bersama Kita. Walhamdulillaahi robbil ’aalamiin. dan kepada Anda semua yang saya cintai karena Allah: Sisakan semangat. kita mintakan. gersang. Segala puji buat Allah. Kesalahan adalah asalnya dari diri yang penuh khilaf ini. Semoga Allah membukakan segala pintu pertolongan-Nya buat kita semua. serta iman dan keyakinan. bahwa Allah masih bersama kita. Titik 0 baginya. Buan manusia. Kosong. Tapi ternyata justru momentum buat bangkit lagi. Kebenaran adalah datangnya dari Allah. Jamaah sekalian. Tanpa makna. bahwa hidup masih bisa ditata. Wassalaamu’alaikum warohmatuwloohi wabarokaatuh. saya ingin berseru kepada diri saya. Tiada ilmu kecuali adalah apa yang Allah ajarkan kepada kita semua. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Hadirkan Allah Dalam Kehidupan KDW0127 Seri 27 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Hadirkan Allah Dalam Kehidupan Tidak sedikit manusia yang dis-orientasi dalam hidupnya. Di ujung Kuliah Pengantar kita. Karena hidup tanpa Allah. Dan kepada Allah juga segala hikmah dan ilmu. Sampai jumpa di semua modul Kuliah Wisatahati. kering. Innallaah ma’anaa. . Dan sisakan semangat. Sisakan semangat bahwa hidup belum berakhir. dan tetap akan bersama kita. Ini yang harus selalu disuarakan di hati kita. Mohon maaf atas segala kesalahan. Masa depan pun Allah yang punya. sesungguhnya Allah bersama kita.

lalu begitu saja mendapatkan kemudahan. Biasa saja. maka dia gajian. Dia tidak melibatkan Allah. sesiapa yang melibatkan Allah. Sayangnya. ada Allah. berikhtiar saja. Termasuk perkara tauhid adalah menyandarkan semua urusan kepada Allah sahaja. Dengan sakitnya ia tiada ada menambah kedekatan diri dengan Allah. Meskipun ada sebaliknya yang juga merupakan sunnatullaah-Nya juga. Bahkan tanpa basmalah. ketemu obat yang berkesesuaian. ia tidak memulai segala ikhtiarnya dengan bismillah. Contoh. Ia cari kesembuhan dengan berobat. tidak ada jaminan juga bahwa Anda-Anda yang ber-Tuhan Allah. maka ia mendapatkan keuntungan. Bisa saja hal ini terjadi. tiada pengajianpengajian yang digelar. Sesiapa yang berobat. Tapi sakitnya ini ga menjadi rahmat buatnya. subhaanallaah. bisa jadi. Betul memang dunia ini sudah dibuat-Nya berjalan dengan sunnatullaah-Nya. ikhtiarnya dan permasalahannya. ya perlu dilakukan . Banyak orang berikhtiar. Dan Allah. Hutangnya bisa saja ia tundukkan. berniaga. Ikhtiar. Barangkali ia ketemu dokter yang tepat. Sesiapa yang bekerja. Sungguhpun ia tiada hasil. Dan kelak juga kita akan belajar banyak kesia-siaan akhirnya terjadi sabab salah langkah menuju manusia. tanpa shalat dan doa terlebih dahulu. maka di dalam ikhtiarnya. Maka. sesuai sunnatullah-Nya. Sejalan-jalannya. Kemudian ia full-kan ikhtiar. wes berobat ya berobat. Ia tidak mau kehilangan motivasi hidup hanya lantaran hutang. Ia lalu melayangkan surat lamaran pekerjaan tanpa mengucap basmalah. bukan menuju Allah. Sesiapa yang berusaha. Tapi kemudian ikhtiar menjadi salah apabila secara hati dan pola hidup tidak bertauhid. Nah. seseorang yang kepengen kerja. Dan yang demikian ini berlaku juga buat mereka yang bahkan tidak ber-Tuhan sekalipun. Kira-kira begitulah ragam sunnatullah-Nya. Seorang yang berhutang. keluarganya tidak shalat dan berdoa.Tulisan ke depan akan menyoroti bagaimana hidup dengan berpolakan tauhid. manakala kita kemudian sudah secara hati dan pola hidup bertauhid. Ini memang juga sunnatullah-Nya. banyak skilnya. Dan ini berarti tidak menjadi ibadah dan tidak menjadi keberkahan baginya. Ia bangun motivasi dirinya. ia mendapatkan pekerjaan itu. sebatas mendapatkan pekerjaan itu. bahkan barangkali ia malah menyalahkan gara-gara Allah nih ia berhutang. tapi ia penuh semangat. tidak membawa nilai ibadah dan keberkahan. secara dunia. Padahal ia tidak berdoa. Ibadah tiada ia tegakkan. Tentu saja. tanpa bersedekah di awal. Misalkan sebab ia memang lulusan terbaik. multi-talent. proses. berarti ibadah dan keberkahan. tiada ibadah dah pokoknya. Namun. Allah ia tidak percayai. Lalu ia bener-bener sembuh. Tidak mendapatkan Allah. Seseorang yang sakit. kedudukan ikhtiar di mana? Kedudukan ikhtiar adalah menjadi ibadah. bagus. Ia bangun spirit hidupnya. maka ia mendapatkan ilmunya. terhadap yang begini. ia bisa menjadi the winner. Sesiapa yang belajar. Ikhtiarnya menjadi ibadah dan mengandung keberkahan. maka ia temukan kesembuhan. Ya sama saja. dan punya performa yang mengagumkan. pemenang. Kelak akan ada juga pertanyaan.

kita tidak kepengen apa-apa yang kita lakukan tidak memiliki nilai di mata Allah. Beda sekali bila kita melupakan Allah. mencoba mendahulukan hak Allah. Punya tauhid. Katakanlah. Tapi Allah. semua sudah menjadi ibadah. kita beda. Hasilnya pasti beda. Dan hasilnya pun jelas akan beda. menuju Allah. Kita pun mengakhiri seluruh aktifitas kita dengan mengucap hamdalah. Bahkan kita mendahului seluruh gerakan ibadah dengan mengawali shalat tahajjud dan dhuha. maka hasilnya akan masya Allah. Kita pun kepengen berbeda dengan karyawan biasa. Kita pun kemudian beda di hasil. tidak ada juga yang sudah melibatkan Allah dan menyempurnakan ikhtiar. Sehingga ketika azan baru saja akan datang (belum datang). kalau kita cuma kerja sebagai pegawai biasa. jadi daging. zikir sebelum tidur dan shalat dua rakaat. Masya Allah. Beda hidup antara yang memiliki Allah dan yang tidak. ya pasti kita gajian. Kita. kita sudah menghentikan segala aktifitas keduniaan kita dan sudah siaga di atas sajadah dalam keadaan berwudhu. tapi tiada menyisihkan untuk-Nya sedikit waktu dan perhatian kita . yakni dengan melibatkan Allah. Namun buat mereka-mereka yang melibatkan Allah. dan dalam prosesnya. Dari kali langkah yang pertama. Istilahnya. dalam hasilnya. begitu kata orang tua mah. Beda nya di mana? Barangkali di nilai. maka sebelum lagi semua pekerjaannya itu menghasilkan. maka inilah sebahagian yang disebut berhidup berkah. lalu hasilnya malah sama dengan yang tidak melibatkan Allah. Baik dalam kecepatannya. Bahkan saya mau cerita di edisi ini. Ketika akhirnya azan datang.dan dilalui. Di mana kita menganggap majikan kita bukanlah manusia. Kita kepengen semua apa yang kita lakukan menjadi ibadah dari kita kepada-Nya yang penuh dengan keberkahan. dan bahkan menutup malam menjelang tidur dengan membaca aya-ayat al Qur’an. Sebab kita akan kembali kepada Allah. Semuanya akan diberikan Allah kenikmatan. Dibelikan sesuatu itu uang. kita sudah bergegas bersiap-siap. Yang lain. mesti jadi sesuatu yang bermanfaat dan bisa dinikmati. dan yang tidak menyempurnakan ikhtiar. Dimakan. kita bertaruh 16 jam sehari untuk dunianya Allah. Masya Allah. Ketika karyawan yang lain begitu gajian dia lupa diri dan foya-foya. Dan seluruh tahapannya mengandung keberkahan. atau sekedar membeli hajat keperluan hidup dan rumah tangga. Beda sekali. ia sudah menang duluan. dengan sedekit mengubah pola ikhtiar kita. Punya Allah. Kita baca bismillah di setiap kita mau mulai beraktifitas. Kita jalan dulu memberi kanan dan kiri kita sebelum akhirnya kita sampai ke rumah. Dan tentu saja. Ada orientasi. Dan setinggi-tingginya orientasi adalah ke Allah. Tentu sebagai seorang hamba Allah. Bila kita bisa seperti ini. Kita sisihkan sebahagian rizki kita sebelum lagi uang itu habis. Enak dimakan. Cuma kita kepengen beda. nunggu uang itu habis.

sebab Allah bikin kita bener-bener lupa sama diri kita. Rengkuhlah dunia. Ada yang bilang. Dan 5 rumah mewahnya itu pun tiada ia sewakan karena ga mau rusak. barangkali ada benernya. sama al Qur’an jauh. Apa yang terjadi? Bisa jadi Allah malah membuat kita melupakan diri kita sendiri. itu lebih dikarenakan saya sewakan itu rumah. ga tahunya Allah hilangkan rasa kepenatan untuk menambah kitya bener-bener kaya dan jaya. Ia shalat malam! Weh. untuk pesantren. Namun kemudian ketika kita mau menikmati. Kalau ada yang bisa memegang lebih dari sepuluh proyek. Kita tiada sempat menikmati. Saya katakan kepada kawan-kawan yang berkesempatan merengkuh dunia. Begitu kawannya ini datang. o-o-o. Apalagi malam itu malam libur. Disangka kita yang sedang berada di puncak-puncak kejayaan. Kemudian bila kenyataannya saya menyewa rumah orang lain untuk saya tempati. rumah ketiga. Peganglah ia. Ada satu orang kaya yang kaya raya. badan kita sudah pada sakit semua. Dalam satu kesempatan. puasa-puasa sunnah semakin berat. sama anak istri jauh. ya buat apalah. Istri kita diambil laki-laki lain yang lebih perhatian. tanda tidak mampu. itu syirik. rumah kelima. Pagi-pagi yang belum wayahnya orang bangun. namun ia sewa di salah satu apartemen di kawasan Casablanca. Buat saya. pemandangan yang buatnya aneh. Hingga setelah 2 hari. Saya tidak mau seperti itu. Tapi jangan biarkan ia memegang kendali atas kita! Jangan sekali-kali. Sebelum akhirnya kita ga bisa menikmati apa-apa! Ada satu cerita. Badan dibawa lemburnya enak. Hasilnya. dibawa kerja kerasnya enak. shalat sunnah kita banyak lewatnya. ya mending stop di proyek pertama itu. Dan banyak lagi keanehan-keanehan lain menurut si orang kaya ini. Anak-anak kita pun berayah baru yang lebih sayang. Tapi kalau kemudian di proyek pertama saja shalat wajib kita udah kedodoran. tapi kitanya malah ngontrak! Ya buat apa? Kalaupun skenarionya seperti itu. ya insya Allah akan kita injek terus itu dunia. kita anggap itu semua fine-fine aja. Edannya. ia bangun. ini mah malah keanehan. Ia punya segala-galanya. Ga masalah. kawannya ini pulang. bila saya punya kesempatan merengkuh dunia. maksudnya. ia memaksa kawannya untuk menemaninya. Ia jaga propertinya seperti telur emas. rumah ke-empat. namun ia merasa gelisah. untuk perguliran ekonomi kerakyatan. Burulah ia. kenapa engga? Itu kan kesempatan dari Allah. ia basuh wajahnya. Semula ia tidak tahu apa yang salah dalam hidupnya. Cuma. Ia basuh mukanya. Tapi kemudian ia tersadarkan satu hal.untuk-Nya. He he he. Si kaya ini . Berwudhu. Buat apa punya 5 rumah mewah. Untuk masjid. Sadar-sadar keluarga pun sudah tidak berada di sisi kita. Malah kita umumkan kepada dunia bahwa keluarga kita ga mengerti kita! Ada satu masa saya dapat kisah seeorang yang berumah lebih dari 5. Sehingga kemudian saya bisa membeli rumah kedua. saya sewakan untuk Allah. shalat Jum’at saja sering telatnya. dan lain-lain hal yang manfaat. dibawa gigihnya enak. kawannya ini ia lihat berdoa sebelum tidur.

untuk sama-sama berkumpul antara si ayah dan si ibu. Yang begini ini kan ga mesti jadi keluarganya ustadz atau kyai. Habis maghrib. Cobalah janjian sama anak2 dan istri (atau suami). Dengan snyumnya. Saya punya keluarga yang menanti saya!”. beli kue-kue-an. untuk sama-sama bangun lebih awal. Semua jalan ke masjid. Sekarang saya pulang. saya harus pulang. Ia merasa sudah lengkap semua hidupnya. Ucapan sederhana ini ternyata makna nya dalam sekali bagi si kaya ini. Dan si kaya ini meminta si kawan ini menemaninya. maka nya ia bingung mau berdoa apa? Ya. Untuk sama-sama membaca al Qur’an. Papah di sini. lawan bicara kita bakalan bengong. dan mengkaji barang satu dua hadits. janjian di salah satu pojokan. Di saat siang hari. Dan ia pun menangis. Bayangkanlah saudara memakaikan sendal anak-anak saudara yang masih kecil. he he he. Terus janjian berangkat shubuh. pengennya cuma ampe sore aja. Sehingga kita bisa jamaah bareng di tempat yang berbeda”. Jadikan ia lebih bermakna. koq belabelain gitu? Ya terang kudu dibelain. Sebentar lagi azan berkumandang. Di tangan kanan anak-anak kita memegang tas plastik kecil berisi al Qur’an. pokoknya jadikan hidup ini beda dah. untuk dimakan bersama keluarga. kita betulkan peci dan kaennya anak2 kita. satu hari saja lagi. Tapi bukan karena kepengen jalan-jalan. kan? Kita sms anak-anak kita juga: “Gimana. Saudara-saudaraku. antara anak perempuan dan anak lelakinya. lebih berisi. “Kamis malam ini kan takbiran!”. dalam tawa dan aktifitas. beda kan? Hidup ini kayaknya indaaaaah banget. mamah di rumah ya”. Siap-siap shalat. hidup itu indah loh. “Maaf. .berterima kasih kepada kawannya ini yang sudah menemaninya. apakah sudah ada di tengah-tengah jamaah zuhur? Alhamdulillah ya Papah bisa menyekolahkan kamu di sekolah islam. sudah pada ngumpul di rumah. Semuanya bisa melakukan ini. Masya Allah indah benar. Manteb. ia tidak punya Allah. Kamis. Saya hanya meminta izin 2 hari untuk menemani Anda. sebab kita udah ngasih sama Allah senen sampe kamis siang ini. kita shalat bareng. mampir ke ujung gang sebentar. Kenapa? Supaya bisa berjamaah maghrib! Masya Allah! Ketika ditanya. Pas pulang dari masjid. kita sms pasangan kita: “Sedang apa?” Allah menunggu kita loh. Si ayah udah pamit sama kantor. Ayo. kawan yang satu ini berkata. Supaya jam 17 udah di rumah. Wajar kiranya khusus Kamis. malam Jum’at. khusus kamis. Istri kita tangannya berselendangkan bukan emas permata melainkan mukena dan sajadah. Satu yang tidak ia punya adalah keluarga! Bahkan ia tidak punya Allah. Nah. Dijamin. mau pulang sorean. Aduhai indahnya. Melainkan kepengen menuju masjid! Subhaaallaah! Kita betulkan kerudung anak2 kita. Wes. untuk sama-sama baca Yaasiin.

masya Allah! Udah ya. eh. manakala udah jarang berkumpul. sang ayah memimpin shalat malam di pekarangan belakang rumah. Maka Allah menjadikan mereka melupakan diri mereka sendiri. dan janganlah kamu menjadi orang-orang yang melupakan Allah. coba dah sekali-kali dijadikan perjalanan kebersamaan untuk mengisi ruhiyah masing-masing anggota keluarga. (Qs. Suka begini emang. Di belakang. Yah. Maafin saya ya. Ok. Mudahmudahan tulisan ini membawa banyak inspirasi buat Saudara dalam memaknai dan mengubah pola hidup. anak-anak dan istri menjadi makmumnya. Ntar terusin kuliah besok. beratapkan langit. masya Allah. Sekali lagi masya Allah. Mereka itulah orang-orang yang fasik”. Saudara udah banyak ngalahnya ya? He he he. agar bisa maen ke rumah-rumah yatim di sekitar rumah. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Cari Allah Dulu (I) KDW0128 Seri 28 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Cari Allah Dulu (I) . dengan tauhid. sang ayah udah janjian akan juga pulang lebih cepat. saya menyatakan alhamdulillah dan terima kasih. nah. “Walaa takuunuu kal-ladziina nasullaaha fa-ansahum anfusahum. Tentang ikhtiar yang melibatkan Allah. dan kemudian menengok nenek. Tulisan saat ini tadinya mau langsung ngebut dengan menjelaskan bagaimana sebuah ikhtiar disebut berpolakan tauhid. Di tengah malam. Dari beberapa imel dan sms. Sebuah keluarga. Tapi udah baca buku “The Miracle” dan “Mencari Tuhan Yang Hilang” belum? Itu kan “tugas” di kuliah kemaren yang karenanya saya jeda kuliahonline ini barang sebentar. yang ditulis dan diajar beda. Ada banyak yang kemudian membaca buku-buku itu. makan-makan bareng. dengan iman. Al Hasyr: 19).Khususnya diisi dengan ibadah. Di akhir bulan. sampe ketemu besok. berusaha mengisinya dengan jalan-jalan. Ini juga liburnya kebanyakan. ngajar apa. U-laa-ika humul faasiquun. ketika dirasa rutinitas udah merenggut kekeluargaan. Masya Allah. Mudah-mudahan juga ga ada yang keberatan. barangkali Allah lah yang menginginkan tulisan ini muncul. Diniatkan nulis apa.

(Qs. atau ada yang tidak sepaham.Banyak kesia-siaan dari ikhtiar kita. untuk menggambarkan bagaimana sih suasana hati dan pola hidup melibatkan Allah itu. Wa lam yakul lahuu kufuwan ahad. maka tidak akan ada yang dapat menghilangkannya kecuali Allah sendiri. Hal min khaaliqin ghairullahi yarzuqukum minassamaa-i wal ardh. “Yaa-ayyuhan-naasudzkuruu ni’matallahi ‘alaikum. Insya Allah (buat yang sedang haidh. Wamaa yumsik falaa mursila lahuu mim ba’dih. kita coba pelajari beberapa ayat berikut ini. kepada Engkau sahaja kami menyembah dan kepada Engkau sahaja kami meminta pertolongan. jika Allah sudah menahannya. Az Zumar: 44). Jalan orang-orang yang Engkau beri ni’mat bukan jalan orang-orang yang murkai dan bukan pula jalan yang sesat”. Laa ilaaha illaa huu. Dan sebaliknya. Al An’aam: 17). web admin): “Iyaaka na’budu wa iyaaka nasta’iin. katakanlah Dia lah Allah yang satu. (Qs. tidak akan ada yang bisa juga melepasnya. maka ketahuilah Allah itu begitu Kuasa atas segala sesuatu”. Silahkan saudara-saudara peserta KuliahOnline ambil wudhu dan ambil al Qur’an terjemah. (Qs. ya ga usah buka al Qur’an kalo ragu. maka tidak akan ada yang bisa menghalanginya. “Wa-iy-yamsaskallaahu falaa kaasyifa lahuu illaa huu. Saya akan coba sodorkan beberapa kisah orang-orang yang melibatkan Allah. dan kepada-Nya kalian semua dikembalikan”. Ihdinash shirootol mustaqiem. Al Ikhlaash: 1-4). katakanlah hanya kepunyaan Allah saja pertolongan itu. Wa-iy-yamsaska bikhoirin fahuwa ‘alaa kulli syai-in qadiir… Dan jika Allah menimpakan kemudharatan kepadamu. agar tidak mengapa menyentuh dan membuka al Qur’an. Shirootol ladziina an’amta ‘alaihim ghoiril maghdhuubi ‘alaihim waladh-dhoolliin. Fa-annaa tu’fakuun… . Wahuwal ‘aziizul hakiim… Apa-apa yang Allah bukakan dari satu rahmat untuk manusia. (Qs. Tunjukkanlah kepada kami jalan yang lurus. “Qul huwallaahu ahad. Buat perempuan-perempuan yang sedang haidh. Dan jika Allah sudah berkenan mendatangkan kebaikan buatmu. “Maa yaftahillaahu linnaasi mir rahmatin falaa mumsika lahaa. sebab kita tidak melibatkan Allah. Sebelumnya. (Qs. meski itu seperti tidak mungkin. Lam yalid wa lam yuulad. Tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan Dia lah Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. Al Faatihah: 5-7). Bagi-Nya Kekuasaan di langit dan di bumi. niatkan belajar. Lahuu mulkussamaawaati wal ardh wailaihi turja’uun. “Qul lillaahis syafaa’atu jamii’an. Allaahush shamad. Dan tidak ada sekutu bagi-Nya”. Faathir: 2). Allah tempat bergantung.

Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Agung”. mintalah kepada Allah. “Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum. Aali ‘Imraan: 47. An Nahl: 40). Yaasiin: 23). Pelan-pelan. al An’aam: 73. Yaitu di: al Baqarah: 117. Walaa yuhiithuuna bisyai-in min ‘ilmihii illaa bi maa syaa-a. Yaasiin: 82 (ini yang termasyhur) dan di al Mukmin: 68. Faathir: 3). Laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa nauum. hanya sekali ketemu. tidak mengantuk dan tidak tidur. saya bisa mengajar saudara-saudara semua bisa menerjemahkan al Qur’an hanya sekali ketemu. Jika kamu hendak memohon pertolongan. wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardh. Kekuasaan Allah meliputi langit dan bumi. jadi. Coba saudara ambil al Qur’an terjemah. Sampe meresap di hati. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya. Allah. Kun Fayakuun sifatnya: “Innamaa qaulunaa lisyai-in idzaa aradnaahu an naquula lahuu kun fayakuun… Sesungguhnya perkataan Kami jika kami menghendakinya cukup bagi Kami dengan mengatakan Kun Fayakuun. dia berkata. dan buka itu al Qur’an terjemah. dan mereka tidak mengetahui apa-apa kecuali yang Allah kehendaki. kecuali Allah. Waba’du. Jelajahi satu demi satu ayat yang saya sertakan di lembara KuliahOnline hari ini. “A-attakhidzuu min duunihii aa-lihatan. Ya. yaa ghulaam… wahai anakku. aku pernah duduk di belakangnya ontanya Rasulullah dan beliau bersabda.a. ingatlah ni’mat Allah kepadamu. Dan kalau Allah sudah berkehendak menolong. Jika kamu hendak meminta. Ada 7 tempat lagi di dalam al Qur’an yang mengandung “Kun Fayakuun”. Walaa ya-uuduhuu hifdzhuhumaa wahuwal ‘aliyyul adzhiim. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Man dzal-ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih. maukah engkau aku ajarkan beberapa kalimat? Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu. Maryam: 35. fa-idzas ta’anta fasta’in billaah… dari Ibnu Abbas r. Tiada yang dapat memberi syafaat kecuali dengan izin-Nya. *Qs.Wahai manusia. Ya’lamu maa baina aydiihim wa maa khalfahum. Apakah ada selain Allah yang memberikanmu rizki dari langit dan bumi? Tidak ada. Al Baqarah: 255). (Qs. mintalah pertolongan dari Allah”. Ga perlu . Berikut ada satu hadits yang mewakili juga pelajaran tauhid: “ ‘an Ibni ‘Abbaas radhiyallaahu ‘anhu kuntu khalfa Rasuulillaahi shallallaahu ‘alaihi wasallam wa qaala yaa ghulaam. Lahuu maa fis-samaawaati wa maa fil ardh. Insya Allah kita lanjutkan besok kuliahnya. Aali ‘Imraan: 59. innii u’allimuka bikalimaatin: ihfadzillaaha yahfadzka. tidak ada Tuhan selain Allah Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya. Maka mengapakah kamu bisa berpaling?”... Kepunyaan-Nya apa-apa yang di langit dan di bumi. selain ayat ke-40 surah an Nahl di atas. Iy-yuridnir rahmaanu bidhurrin laa tughni ‘annii syafaa’atuhum syai-an walaa yunqidzuun… Apakah kalian akan mengambil tuhan selain Allah? Jika Yang Maha Pengasih sudah menghendaki kemudharatan kepadaku niscaya pertolongan siapapun tidak akan memberi manfaat dan tidak pula bisa menyelamatkanku”. (Qs. fa-idzaa sa-alta fas-alillaah. langsung bisa menerjemahkan al Qur’an. maka jadilah!”. (Qs.

wisatahati. Sama seperti kebanyakan kita. kesia-siaan. disebut pasrah itu ternyata juga di depan.lancar baca tulis arab. Maaf. Segala ikhtiar bisa berhasil bila Dia mengizinkan ikhtiar itu berhasil. Sebut saja juga ada tiga kandidat: ibu Jameel. Biarlah Dia yang mengatur segalanya untuk kita. Nah. Alhamdulillah. Biarlah nanti Dia yang membimbing langkah kita. Silahkan coba jelajahi BelanjaOnline di web kesayangan saudara ini: www. ibu Budi. Rizki di tangan Allah. Insya Allah saudara bisa memesan al Qur’an terjemahan melalui web ini. Ia ambil kertas. Jadi. Silahkan ya. Biarlah Dia yang membuka segala-galanya buat kita. langsung bisa dah tuh menerjemahkan al Qur’an. Di barisan ayatayat kemaren dah sama kita pelajari. atau . Bilamana perlu. ibu Yusuf ini lalu mengetuk pintu manusia. kita hadiahkan al Qur’an untuk kanan kiri kita. saya suruh saja saudara mencari al Qur’an terjemah. Perkenan-Nya adalah Kehendak-Nya. maka Pintu-Nya Allah itu yang ga pernah tertutup. Tapi sayangnya. mau diajarkan: Carilah Allah dulu. ini hal sepele. Bukan ketika mentok baru menyebut laa hawla. namun memulainya bersama Allah itu juga satu keharusan. Jangan sampe kitakita ini ga punya al Qur’an terjemah di rumah kita. Bukan di belakang. Laa hawla itu sejak dari depan. dan ia tulis siapa saja “kandidat” yang bisa ia mintakan pertolongan. kemaluan. Gimana caranya? Gampang. dan di kantor kita. Di sini nanti sebagaimana yang kita bilang kemarenkemaren. bahwa ikhtiar itu memang satu keharusan.com. Ya iyalah sebab kan udah ada terjemahannya. Izin-Nya juga di tangan-Nya. Sebut saja ibu Yusuf. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Cari Allah Dulu (II) KDW0129 Seri 29 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Cari Allah Dulu (II) Kalau kita mengetuk pintu Allah. ibu Hendy. punya masalah keuangan. he he he. Dan sebaliknya. Ia belum belajar tauhid. Selalu terbuka. Tapi yang terjadi adalah sebaliknya: kehinaan. Yang demikian bila kita menyandarkan semua urusan kepada-Nya. bener-bener tidak semua muslim memiliki al Qur’an terjemahan. Semua ini dipikirnya Ibu Yusuf bisa memberinya pertolongan.

Dalam “daftar kandidat” nama Ibu Jameel ini paling atas. Bilamana Allah belum mengabulkan. Maaf ya. terus mencari pertolongan manusia.kalaupun tidak. bisa. Memang benar ia mau minjam uang lagi. di tempat yang ia tidak mintakan keselamatan. sesungguhnya saat itu saja sudah dikabulkan. Namanya juga manusia. baik benar Allah ini. Kata Rasulullah. “Ibu Yusuf mana ya?”. . yang sedang ada masalah keuangan. Kesempatan kedua belum tentu ada. tentu kita tidak selamat dengan dosa-dosa kita dan kesalahankesalahan kita. buat seorang muslim. Kita lihat saja ilustrasi berikut ini. Allah selalu menerima. jawab ibu Jameel renyah. suaranya Ibu Jameel mulai berubah agak-agak ga ramah. Hanya Allah yang ga peduli dengan status hamba-Nya. “Dari siapa? Ya. Saudara-saudaraku. Teramat baik. Cuma memang Allah lah yang lebih paham tentang kapan pertolongan-Nya Dia turunkan dan kapan doa seorang hamba dikabulkan. Dan seorang muslim pun tahu bahwa ketika doa dipanjatkan. Kalau tidak. Nolongin sekali. please dah tambahin. ia pasti tahu dengan ilmunya. tidak ada satu doa pun yang dipanjatkan hamba Allah kecuali itu menjadi kebaikan buat dirinya sendiri. Masih diberi-Nya waktu untuk memperbaiki kesalahan kita dan mengejar keburukan. Justru karena pertolongan Allah lah kita ini masih diberi-Nya kesempatan hidup. Dan atau Allah akan beri kebaikan di tempat yang tiada ia minta sebagai kebaikan baginya. Dia. maaf. masya Allah. belum tentu. Alhamdulillah. ya begitu dah. Apalagi kalau track-record kita ga begitu bagus. “Hallo… Assalamu’alaikum… Ada Ibu jameel nya?”. Atau. Dan memang benar ia punya hutang. Mau dia itu sering mengecewakan Allah atau tidak. Kenapa???!!! Mau pinjam uang lagi???!!!” Lemaslah Ibu Yusuf ini. Hanya dalam bentuknya yang lain. Bu…”. *** Ibu Yusuf. “Dari Ibu Yusuf. Saya Ibu Yusuf teman pengajian ibu. bahwa pertolongan Allah itu “sudah” diturunkan. “Eh. “Oooohhh… Ibu Yusuf itu. Dan sebenernya. saya sendiri…”. Emang begini koq. Ternyata kejadiannya malah ga ngenakin. Nolong dua tiga kali. tanya Ibu yusuf dari ujung seberang telpon. Di Ketapang”. Dan hebatnya. Allah jadikan doa itu sebagai wasilah penambah derajatnya. ia akan jadi… kelamaan! He he he. maka Allah akan tolak bala dengan doa itu. Tadinya ia mau ngomong kalo masih boleh nambah. Barangkali bertanya sambil berkernyit. selalu berkenan menolong. Ramah.

rupanya ia pantang mundur. Baik. Ia harus pol ikhtiarnya. “Ah. Nah.sebagaimana kita-kita. “Assalamu’alaikum…” “Wa’alaikumussalam. nah. kalau sudah ada tanda-tanda kegagalan. Tinggal satu lis lagi. “Hallo… Assalamu’alaikum…” “wa’alaikumussalaam…” “Ibu hendy nya ada…?” “Ini dari siapa…?” “Ini dari Ibu Yusuf…”. menganggap “namanya juga ikhtiar”. yang menerima telpon ini bicara. Ia melaju ke lis berikutnya. ikhtiar tetap ikhtiar. Yaitu Ibu Budi. Iya. Bu Yusuf”. Namun saya terpaksa bilang. masa sudah ikhtiar saja. Yaitu Ibu Hendy. kan belum ikut KuliahOnline. Palingan minjem lagi!” Lemeslah Ibu Yusuf ini. Namun. Menghela nafas dan kemudian menoleh dulu ke Allah. Di situ dengan siapa?” “Dengan Bu Yusuf”. Pinjam-pinjam pun dilakonin. kita teruskan ilustrasi kisahnya. Apalagi ia lagi bener-bener butuh bantuan orang. he he he. Mudahmudahan ketemu jalannya di sini. nah. Tanpa menunggu diberitahu. Ia sadar ia emang suka banyak minjemnya sama orang lain. Iya kan? Ada run-down yang salah. Di seberang sana. alhamdulillah. “Bu. bilang sajalah Ibu lagi istirahat. Berdoa. Mestinya ia menaruh Allah di urutan paling pertama yang harus ia datangi. Tapi ga urung ia nyesek juga “dibeginikan” orang. Bu Yusuf kebeneran loh. Dia maju terus ke lis nomor dua. ada telpooonnn…” “Dari siapa?” “Katanya. Begitu mungkin pikir Ibu Yusuf. terhadap kalimat di atas ini. Percakapannya didengar sama Ibu Yusuf. semuanya tentu sepakat. Apalagi urusan suami dan anak. Tapi apa boleh buat. yaitu belom ke Allah. pantang menyerah. . Insya Allah ketemu. Ibu Yusuf langsung menutup gagang telponnya. Setelah gagal dengan Ibu Jameel di pertama kali ini. “Oh. Tafakkur sebentar. Saya lagi nyari temen buat ngobrol. Saya itu koq ya lagi sedih banget”. Kepada Ibu Budi ini ia menaruh harapan. dengan Bu Budi di sini. mbok ya berhenti. Tanya apa yang salah. Lis ketiga. Tapi Ibu Yusuf melupakan Allah.

Bu Yusuf tambah lemes. Ada juga yang sengaja pura-pura tertutup. *** Saudara-saudaraku. semakin hebat juga Pertolongan Allah buat kita. Pusing. Ternyata seperti Bu Yusuf ini kejadiannya. Duh. Dan satu lagi. Misalkan dia sedang uringuringan atau apa. semakin Allah ridha. Orang terakhir yang ia telpon. hanya Allah yang tidak punya masalah. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Cari Allah Dulu (III) KDW0130 Seri 30 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak . Yaitu pintunya Allah. Hanya ada satu pintu yang selalu siap diketuk. Salahsalah kita datang. Semakin kita bergantung hanya pada-Nya. sebab datang tidak tepat waktunya. kita samasama berdoa ya”. Beda dengan manusia. Manusia ada bosannya dimintai pertolongan. Saya pun tadinya mau minjam sama Bu Budi. Sedang Allah malah menyuruh kita meminta dan meminta. Allah semakin senang. Ia yang pengen minjem uang. “Eh eh. malah kemudian jadi yang dijadikan target meminjam. dan malah mengundang kita masuk untuk meminta kepada Pemilik ini pintu. Ya sudahlah. eh malah Bu Budi yang mau minjem sama dia. Dia telpon Bu Budi. Pintu manusia sering tertutup. sama Bu Budi. saya tidak sedang melebih-lebihkan sesuatu. terbuka. Semua manusia pasti punya masalah. Semakin rajin kita meminta. Anak-anak saya butuh biaya sekolah dan kuliah.” “Ooohhh…” “Bu Yusuf. Suara di ujung sana pun sama kecewanya. boleh ga kalo saya pinjam uang???” Wuah.“Sedih kenapa Bu Budi?” “Sedih. Semakin banyak permintaan kita. malah kita kena semprot. Suami saya butuh biaya berobat. pusing. ada yang ditutup. Tapi yang begini ini memang sering terjadi. Banyak orang yang kemudian kecewa sebab mendatangi orang lain. Ada yang bener-bener tertutup. malah bermasalah. Kalau kita datang kepada-Nya. Dia tidak akan merasa terbebani. Atau seperti Bu Yusuf tadi.

Tiga orang yang dituju. Sesungguhnya. Bu Yusuf ini tahu kemana ia harus datang untuk pertama kalinya. Ia tuliskan tiga nama ini di atas kertas: Bu Jameel. ia bermunajat dengan . Ga tahunya nihil. Kita sering mendengar istilah “Min haitsu laa yahtasib”. Ia ambil kertas dan pena. Ikhtiar manusiaya. memiliki keyakinan terhadap Sang Kuasa. Itu prerogatif Allah banget. Dengan bahasa sederhananya.Cari Allah Dulu (III) Rizki yang tiada diduga. Seakan-akan datang begitu saja. Kali ini. Bahkan sebelum lagi ia berikhtiar. Bisa jadi langkahnya salah. Bu Yusuf shalat dhuha. Hanya. namun Allah belokkan jadi benar jalannya. Subhaanallaah. Begitulah kita mengenal satu jalan yang tiada diduga. Bu Hendy. Melainkan jalan-jalan yang disediakan Allah. Atau malah tidak jarang malah buntung. maka jalan-jalan yang tak terduga itu diduga pasti hadirnya. Bukan didapat dari jalan yang kita tempuh. Alangkah ruginya orang yang tidak mendatangi Allah. itulah yang dimaksud dengan “keadaankeadaan yang tidak terduga”. kita ilustrasikan bahwa Bu Yusuf berlangkah langkahnya orang yang benar. siapa di antara tiga nama yang dikenalnya yang bisa menolongnya keluar dari kesulitan keuangan. Ia merasa harus dulu menghubungi Allah. kita coba ilustrasikan bagaimana zig zag nya cara Allah menolong. Mari kita kembali ke Bu Yusuf. Namun. pasti adanya. Fayakuun. yakni terduga bahwa datangnya pasti dari Allah. dan Bu Budi. Tidak seperti ikhtiar sebagian dari kita selama ini. Kelihatannya di jalan yang benar dan menghasilkan. tidak ada yang disebut tidak diduga-duga itu. Sebabnya satu. Yakni ke Allah ‘azza wajalla. sebelum ia buka kalam sama ini orang. Kita bayangkan. Insya Allah. Boleh juga peserta KuliahOnline semuanya membuka kembali tulisan kemaren. Sebab sudah pasti terduga. dalam bentuk apa dan bagaimana. sebelum ia kemudian menyatakan diri sebagai orang yang butuh bantuan ini orang. Namun sebelum ia telpon satu satu ini orang. Siapapun yang menempuh jalan-jalan pengundang pertolongan Allah. Inilah yang saya maksudkan dengan “terduga’. hadir begitu saja. saya bisa meyakinkan saudara-saudara semua. akan ada bimbingan dari Allah untuk ikhtiarnya. termasuk meniti jalan-jalan yang membuka pintu rizki. Akan beda buat Bu Yusuf andai beliau sedari awal ke Allah dulu. itu yang tidak pasti. Langkahnya orang yang bertauhid yang memiliki iman. Baiklah. Ia mencoba mengingat. Masih ingat ya kuliah kemaren? Bagaimana payahnya perjalanan Bu Yusuf mencari pertolongan manusia. Bu Yusuf shalat dhuha. Usai dhuha. Ya. mentok semua. bahwa hukumnya pertolongan Allah itu. tetap. kalau Allah sudah berkata Kun. Dan ia sabarkan diri untuk tidak dulu menghubungi salah satu dari ketiga nama yang ia tulis. ia menghadap dulu Allah. Dan sebenernya. Cari Allah dulu.

wal jamaala jamaaluka. ketika Bu Yusuf ini memanjatkan doa ini. Siapa gerangan yang Engkau tunjuk sebagai perpanjangan tangan-Mu untuk menolong aku? Gitu. Dan dengan Bu Yusuf ini shalat dhuha dan menunda diri untuk tidak dulu mengontak siapapun kecuali Allah dulu. Maka kemudian Allah menyebut. Kalau sekiranya ibu Jameel tidak sukses. Bu Yusuf kemudian menghela nafas. maka tidak akan aku ketemu jalan yang kumaksud. Wahai orang-orang yang beriman. maka sesungguhnya ia masuk ke dalam posisi yang disebut dengan ayat berikut ini: “Yaa-ayyuhal ladziina aamanuus ta’iinuu bish shabri wash shalaah. wal qudrota qudrotuka. Al Baqarah: 153). Dan kalaulah Ibu Hendy tidak berhasil juga. Menyertai perjalanan ikhtiar mereka yang shalat dan sabar. Tentu saja dimulai dari list yang paling atas: Ibu Jameel. Itulah dhuha. wal ‘ishmata ‘ishmatuka…Sesungguhnya dhuha ini adalah dhuha-Mu. Ya Allah. (Qs. aku akan menelpon ketiga orang ini. “Hallo. supaya kita mendapatkan banyak kemudahan. baru melangkah ke list yang kedua: Ibu Hendy. Kita datangi dulu DIA. wal bahaa-a bahaa-uka. Ya. Lengkap. ini dengan siapa ya? Salah sambung. Satu pintu pengundang pertolongan ia datangi. Ini bisa diberikan makna. wal quwwata quwwatuka. Ia ambil ancang-ancang untuk menelpon mereka satu satu.menggunakan doanya shalat dhuha… Innadh dhuhaa dhuhaa-uka. tiga nama yang kutulis ini adalah hamba-hamba-Mu. Kita tahu bahwa pusat segala pusat ya Allah. kalau Engkau tidak membimbing. Mereka tidak akan dapat memberikan pertolongan kalau Engkau tidak berkehendak dan tidak memberi izin. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”. ia seakan-akan mengatakan kepada Allah. Bu Yusuf menempuh jalan shalat dhuha. Innallaaha ma’ash shaabiriin. ya Allah. assalamu’alaikum… Bisa bicara dengan Ibu Jameel…?” “Wa’alaikumussalaam… Maaf. bukankah sebagaimana saya sebut di atas. mintalah pertolongan kepada Allah dengan jalan shalat dan sabar. yakni dengan tidak dulu buru-buru mengontak manusia adalah kesabaran kiranya? Sempurna. Dan kemudian ia menyempurnakannya dengan memasuki pintu sabar. Itulah kesejatian menghamba kepada Yang Maha Berkehendak. Allah akan bersama orang-orang yang sabar. bahwa sungguh Allah akan terlibat. Ya Allah. maka ke list yang ketiga.” . dst… Sesungguhnya. Dan kita lihatlah ilustrasi berikut ini: Setelah lepas shalat dan doa. Lihat. yakni Ibu Budi. Yaitu pintu shalat. Langkah pun tidak sia-sia. kemanapun aku melangkah.

Yang amanah. Deket Pesantren Daarul Qur’an…”. eh… Ini Bu Yusuf mana ya? Rasanya saya kenal nih…”. Siapa tahu saya bisa membantu. siapa yang bilang ada? Saya kan hanya nyuruh ke rumah saya saja…”. begitu kata suara yang salah sambung ini. Bapaknya lagi ga ada uang…”. “Malu…” “Duuuuhhh. tanya Bu Yusuf. di ujung sana. saya Ustadzah Mansur. kalau gitu datang saja ke rumah saya…” Wah. bicara saja. Asal dijaga ya. Malahan kemudian Allah hadirkan orang ke-empat yang ga . Ustadzah. Masa. “Masa Ibu kenal saya?”. Cerita selanjutnya ga usahlah saya teruskan. saya kira ada…”. Bu Yusuf jadi merah mukanya. e. Yah. Kalau saja Ustadzah Mansur tahu betapa malunya ia tidak mengenali suara guru ngajinya sendiri. kata Ustadzah Mansur menggoda. tentu ia betulan sudah malu sendiri. Dan saya rasa.“Oooohhh… Maaf ya. Bu Yusuf. “Bu Yusuf. “Bu Yusuf. Jaminannya saya. Gampang. Ibu Yusuf sudah berseri-seri tuh wajahnya. Untuk anak saya. “Rasanya sih… Tinggal di mana?” “Ketapang. ga ada apa-apa koq Ustadzah…” Ustadzah Mansur ini menangkap ada suara yang sedang butuh pertolongan. Ilustrasi ini demikian hidup! Ia bagaikan nyata. Insya Allah”. Bu Yusuf menulis tiga nama. pake malu segala. eh. “Oh. Tapi lihat ilustrasi ini. saya kan ustadzah loh… Ga ada uang. “Eh. “Ah. “Ah. tapi kan banyak murid. “He he… Maaf ya Ustadzah… Saya tidak mengenali suara Ustadzah…” “Bu Yusuf. Ga apa-apa. Bukan kebetulan loh Ibu salah sambung begini… Pasti ini udah diatur Allah. sama guru sendiri lupa?” Wah. “Saya butuh uang Ustadzah. 5 juta. Insya Allah dapat dah”. Maaf salah sambung”. bener… Saya sudah duga ini pasti Bu Yusuf yang tinggalnya deket dengan Daarul Qur’an. “Ustadzah ada uang segitu?” “Weh. Kalo dapat. ada apa pagi-pagi koq sudah seperti orang bingung? Niat menelpon siapa tadi? Bu Jameel ya? Koq jadi nyambungnya ke saya?” “E. namanya sharing. Nanti ustadzah yang pinjam sama murid yang ada uangnya. Silahkan”. satu dua kawan-kawan Peserta KuliahOnline ngalamin juga hal-hal begini ini. Saya Bu Yusuf. uangnya buat Bu Yusuf.

Waba’du. saya minta maaf ya.ditulis oleh Bu Yusuf. saya membawa istri saya berikhtiar mencari pertolongan manusia. Silahkan beri komentar. Akhirnya jadi bumerang buat kita. he he he. Habis ini. Di usia kandungan 8-9 bulan. yang lebih seru lagi. namun ikhtiar dalam bentuk usaha. November tahun 2001. Wass. Apa saja. natural saja sifatnya. What do you think…? Tak tunggu komentarnya ya. Miracle kan? Allah mempermudah. Apa yang saya sajikan. Salam untuk saudara semua. soal tauhid. Saya mengajar ini seperti saya mengajar “LIVE”. Kayak film saja. Kebetulan saya baca itu diari. saya mohon doa ya. Yang penting bismillahnya bener ya? Maka nya. Allah muliakan Bu Yusuf dengan Allah tutup kesusahannya hanya di satu orang saja yang Allah tunjuk dan percaya bisa menjaga aib Bu Yusuf. Tapi kami tidak ada uang saat itu untuk biaya persalinan. Mudah-mudahan semua peserta memaklumi dan berkenan terus memberikan masukan. Tiga orang yang ditulis. Bukannya apa. Kalau di tulisan-tulisan terdahulu ada yang tersinggung. malah ga ada yang dikontak. ada yang menggarisbawahi kajian-kajian yang saya tulis. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Tahu Kemana Melangkah KDW0131 Seri 31 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Tahu Kemana Melangkah Tidak semestinya buat orang yang beriman tidak tahu kemana dia melangkah. Bukan dalam bentuk meminta uang. saya bahagia betul istri saya akan melahirkan. Allah perpendek durasi ikhtiarnya. Dan yang tidak kalah pentingnya. Sebab selesai di urusan salah sambung tadi. ada yang marah. kita akan bicara-bicara soal keyakinan. Kira-kira tinggal sepekan istri saya menulis di diarinya satu keluhan yang hanya ia simpan untuk Allah. Langsung. Wajar saja kadang saya kepeleset. salah ngadu. banyak juga kita salah ngomong. Isinya kira-kira tentang kegelisahan seorang istri yang suaminya belum juga kunjung memiliki biaya untuk persalinan. .

biar Allah saja yang memilihkan dan menggerakkan hamba-hamba-Nya untuk menolong kami. Lahir bayi yang sempurna. namun suaranya seenak Imam Makkah. anak perusahaan dari Krakatau Steel. terus dilakukan. Web Admin). Ismail dan Ishak ini anak kembar yang masya Allah. hanya kepada Allah. Ketika ditanya oleh saya. Belum lagi saat itu masalah . hasil ikhtiar harian. malamnya Wirda tertidur. terjadilah persalinan itu. ia ditanya Rasulullah dengan pertanyaan yang hampir sama dengan saya. Wirda lapor di pagi harinya. Akhirnya. maka bisa jadi. Dalam tidurnya ini ia bermimpi ketemu Rasulullah. Menamatkan pendidikan SD nya di Daarul Huffaadz Lampung dengan mengantongi 23 & 25 juz. koq ga niat 30 juz saja? Wirda memberi jawabannya dengan senyum. dan sudah mengantongi 4 juz. Kalimat ini terasa hanya pantas diucapkan pada Allah saja. mengagumkan. Namun masya Allah. Wirda. santri PPPA yang ditempatkan di Pesantren Tahfidz – Daarul Qur’an Internasional. semua ayah akan begini jika menghadapi situasi serupa. seperak juga ga ada. Dalam waktu itu. Agak-agak pantang kami mengucap tidak ada uang. Pertama. penuh hanya untuk makan saja. nangis seneng. tanggal 29 besok (saat tulisan ini ditulis. Wirda yang 7 tahun yang lalu menjadi bayi yang kita bicarakan ini. bahwa dengan betul-betul menyandarkan posisi kepada Allah. Wirda beberapa waktu yang lalu melihat Isamil dan Ishak. Kami sedang belajar saat itu. Kedua. itu hanya membuka aib kami saja bahwa kami sedang dalam keadaan tidak berdaya. nangis bingung. Pengalaman hidup saya di beberapa waktu terakhir mengajarkan bahwa kalau kami mendatangi manusia. plus juz 1 & 30.Asal halal. Rupanya ini menjadi motivasi. Kami ingin sempurna pengaduan. dan mendorong Wirda untuk hafal 30 juz. Posisi kepepet senantiasa diyakini sebagai posisi yang sedang terjadi dalam hidupnya. Hafalannya dan suaranya. Saya rasa. Masih kelas 4 SD di Daarul Huffadz. Sempurna. Satu shalat yang sering juga diamalkan oleh para penghafal al Qur’an. 7 tahun silam lahir dalam keadaan saya tidak megang uang sama sekali. Banyak manusia yang tak sabar dengan kondisi “injury time”. Dirut Tirta. November ini. Bayi yang kelak di usia 7 tahun bermimpi bertemu dengan Rasulullah ketika akan menyatakan diri ingin menjadi penghafal al Qur’an. Hadi Purnomo. Wirda berulang tahun. Satu yang saya ingat. Juga Wirda melihat anakanak hebat lainnya di Daarul Qur’an. Satu malam ia menyatakan akan menyempurnakan hafalan Yaasiin dan al Ma’tsurat. Allah Maha Mendengar jeritan hati. Katanya. Istilahnya. istilah kepepet itulah garis finishnya. Ketika Wirda lahir. saya menangis dua kali. sambil menunjukkan catatan yang ia tulis dari hasil mimpinya semalam. putri dari sahabat saya. Ikhtiarikhtiar langit sementara. Ya. pun melihat Atira. Kemudian melanjutkan ke Daarul Qur’an untuk penyempurnaan. Atira ini istimewa juga. Kitanya saja yang tak pandai menjaga kesabaran untuk tidak mengeluh dan tidak berhenti beribadah dan berdoa mengetuk pintu langit. Saya berkeyakinan Wirda shalat sunnah lihifdzil Qur’an. Wirda diajak Rasulullah shalat di rumah batunya Rasulullah tanpa Wirda tahu shalat apa itu namanya. Kami belajar. Nah. yang kini tumbuh sebagai anak yang saya banggakan. nampaknya manis sekali untuk senantiasa diistiqamahi. plus jagoan puasa sunnah dan shalat tahajjud. dan bersandar hanya pada-Nya. Jika mengingat kondisi tauhid saat-saat itu.

saya harus pasang muka tidak ada masalah dengan keuangan. Kembali. tulisan ini rasanya sudah saya tulis juga di buku Kun Fayakuun. motor pinjaman masih terisi bensin. Kata orang. Namun tidak sedikit yang kemudian hidup cengeng. Saya berkeyakinan. Saya berharap tidak ada satu kejadian pun di jalanan yang menyebabkan saya harus keluar uang. dalam hati saya. agak sulit untuk ketemu dengan tauhid semacam dulu. Insya Allah biasanya orang tersebut akan penuh bergerak ke Allah. Kondisi beginilah yang kelak membukakan pintu rizki dari langit dan bumi dan kemudia terangkat kehidupan. Sampe di sini. kepasrahan semacam dulu. di sini mesti ada jawaban untuk biaya bersalinnya istri saya tadi paginya di hari itu. Rasanya. Namun. saya pamit sama bayi saya ini. dengan ekspresi yang penuh dengan . lebih kurang. Meminta maaf sudah membelakangiNya. “Nyari kemana…?” “Engga tahu. Asli. paman. Mau nyari duit…”. Duh. bahwa kalau sampai masuk dan ketemu dengan bibi. pasrah saja. Saya berdoa sejenak. “De. doanya bayi itu mustajab. saya beristighfar. Sungguh. Bidan dekat rumah kami (waktu itu belum ada Daarul Qur’an). di kantong tidak ada uang sama sekali. Meminta maaf sudah menganggap-Nya tidak ada. Sekalian minta doa. Saya ajarkan diri saya sebelum masuk. minta dibimbing ini kaki. kalau bukan ke Allah. Istri saya kan nanya.masih sedang banyak-banyaknya. saya masih mengingat kalimatnya. Ah. Selanjutnya. Hingga kemudian saya menyadari motor saya ada di depan rumah keluarga Kampung Sawah. saya langsung pamit sama istri saya. Allah yang menunjukkan dan menggerakkan saya ke sini. Jembatan Lima. saya kadang terdorong untuk mendidik jamaah yang datang dengan kesusahannya untuk pol saja ke Allah. Saat itu saya sujud. Menangis minta ampun sama Allah. Alhamdulillah. Saya jalan sejalan-jalannya. kaka pamit dulu ya. manis sekali tauhid saat itu. Saya lihat pintu gerbang hijaunya. Apalagi pas tidak ada pintu yang terbuka. Persis ketika di pintu Bidan Suli. Kadang saya sama sekali tidak membantunya. Saya cium Wirda dengan penuh perasaan saya. kesusahan. Dan kayaknya mah. dengan situasi nyaman saat ini. sebelum masuk. “Nyari kemana…?”. saya yakin. Pengen jalan saja”. saya yakinkan diri ini untuk tetap pantang meminta kepada makhlukNya. modal yang mahal sekali hidup di dalam kesedihan. Bukan apa-apa. terserah Allah saja. koq bisabisanya saya jawab ga tahu mau kemana… Bukankah sebagai seorang mukmin ia tahu seharusnya hendak pergi kemana? Ya kemana lagi. keprihatinan. dan saya meminta doa restu Wirda bayi. dan saudara saya. Dan harus hanya mengabarkan bayi saya sudah lahir. Tidak lupa. pasrah sepasrahpasrahnya. kemana hendak menuju. Beberapa saat setelah Wirda lahir.

Sebagian hati saya yang lain mengatakan. Apalagi dengan kejadian demi kejadian yang saya alami. atau yang akrab saya sapa dengan Bu Noni. kehormatan. bahwa kami tidak punya uang. Allah yang mengajari. Ga mungkin rasanya ia saya mintakan uang. Insya Allah. Namun sudah terlanjur niat untuk tidak menunjukkan kebutuhan kecuali di hadapan Allah saja. Terus terang. serta tidak menyiratkan kegalauan tak ada uang. Pulang zuhuran. Gitu. Termasuk seneng memersen (memberi uang). entahlah. Ingin rasanya saya memberi signal. dan hari ini saya sedang berjalan menyusuri bumi-Nya Allah yang katanya luas. orang yang ikut membesarkan saya sejak bayi. dari rumah ini. adalah pegawai rendahan golongan 2. orangnya gemar membantu. Kan ikhtiar namanya juga. Ga ah. Hasbunallaah wani’mal wakiil. dan istri saya. Anggap saja. penghuni rumah Kampung Sawah. yang akibatnya pun ditanggung oleh keluarga. Hanya Allah yang tahu. Pamitlah saya dengan sempurna. hati masih tetap berharap. Entahlah kemana setelah ini. Saya melangkah mantab meninggalkan rumah ini. biarlah sekedar uang kecil untuk jagajaga bensin dan makan minumnya saya sepanjang perjalanan ikhtiar. saat itu saya jalan ke masjid. saya berharap sekali dapat sekedar persenan. Di dalam hati saya mengatakan. Hajjah Hurul ‘In. . Ungkapan-ungkapan kebahagiaan saya dapatkan. apa boleh buat. kemuliaan. Juga nasihat. bahwa ayah ibu saya. Tapi. Malu rasanya. tidak ada satu pun yang nanya udah ada uang belum? He he he. Satu-satunya. Tidak ada juga terdengar angin baik. Azan zuhur berkumandang. Percaya saja Allah yang akan menggenapkannya. Barangkali. Yang saya cari rizki-Nya. Beliau kakak dari ibu saya. Tapi. pun pastinya ga punya uang. Allah yang akan mencukupkannya. Saudara-saudara sekalian. Dengan bahasa tubuh dan air muka. Tidak yang lain. ni’mal maulaa wani’man nashiir. Rupanya. sebagai manusia. Golongan 3 aja engga. ga ada tanda-tanda. Saat itu. Begitu saya bilang. Tangannya ringan untuk menolong orang. Hajjah Hurul ‘In. ini kan bukan ikhtiar untuk minjem. Saya balikkan wajah saya dan tubuh saya. Namun beda nenek. Tapi saya tahu persis. Tapi subhaanallaah… Sampe mau pamitan. “Percaya ga Allah Maha Menggerakkan HambaNya? Kan sudah bicara sama Allah tentang kebutuhan Wirda. Lagian. Berdoa. yang menikahi ibu saya ketika saya berusia 5 tahun. Ya sudah. kalaulah Engkau ya Allah tidak memberi saya uang untuk biaya bersalin. Saya kabarkan berita gembira ini. Laa hawla walaa quwwata illaa billaah”. Jembatan Lima ini salah satu di antaranya adalah bibi saya. Saya datang kira-kira jam 10. Seperasaan saya. Maka saya cukupkan dengan mencari-Nya sahaja.kebahagiaan. Saya cium tangan orang yang saya hormati ini. untuk mencari rizki-Nya. bilang itu sebagai bahagian dari ikhtiar”. Inilah yang disebut dengan muru’ah. Ayah tiri saya. Palingan saya ke orang tua. saya pamit. Dan lalu saya pamit. asli rendahan saat itu. untuk mengutarakan saja. Ada saudarasaudara saya yang lain. “Ga apa-apa. Saya berdoa kepada Allah dengan bahasa hati. ada letupan di hati. Ya sudah.

bibi saya pasti mengambil uang. Takut kurang. Ya Allah. Dan pastinya. terasa kalimat ini memberi sejuta harapan. Macam uang 20 ribuan atau 50 ribuan. Kan bisa saja penggenapan itu terjadi dengan bidan Suli memberikan . Saya saat itu membayangkan satu ilmu kanuragan. air mata udah mau netes. Beliau mengambil tangan kanan saya. Kalo udah tenangan. ternyata bibi saya bukan mengambil uang untuk ongkos saya. Dan alhamdulillah! Benar saja. Ini suara bibi saya. Cerita ini bukanlah ukuran hebatnya tauhid saya. kalau kurang ini uang. Kritis kali ya? Bukan apa. Saudara-saudara Peserta KuliahOnline. Doa saya kira-kira. “An…”. dan menyelipkan segulungan uang di tangan saya. bukan hanya selembar tipis. Saya urungkan untuk berangkat ke Bekasi. Saat itu. Ia memanggil saya. Allaahu akbar! Ga lama beliau keluar dari kamarnya. Di mana saya membayangkan. saya tahunan hidup bersama bibi saya. dan baca macammacam. tentu tauhid saya ini tidak ada apaapanya.“An…” Saya hampir ga percaya. Namun yang saya ga paham. Ini hanya ungkapan batin saja. nyampe di saya. Besok saja dah. Ga tahan. begitu saya merintih pada-Nya. tiba-tiba suara yang saya sangat kenali. Peserta KuliahOnline yang sedang belajar tauhid. Saya berdoa sepenuh hati agar demikian adanya. saya tidak berani melihat uang ini. melainkan untuk biaya persalinan istri dan bayi saya! subhaanallaah. maaf ya. Begitu doa saya. Bibi saya menahan saya dengan gerakan tangannya. dan beliau masuk ke kamar! Saya tahu. Tapi panggilan ini saya kenal. Sebab pegangannya lain. he he he. uang ini bisa berganda dengan sendirinya di kantong saya. Ketika beliau memanggil saya yang sudah berlalu dari hadapannya. ntar ada yang protes dah. he he he. “An… Tunggu sebentar…”. Saudaraku. he he he. Tapi berlembar-lembar yang digulung. jangan sampai perasaan bahagia saya ini menjadi salah di mata-Mu. Ini episode kecil saja untuk menggambarkan pelajaran kecil tentang tauhid. ya Allah. Saya menengok. Saya putuskan langsung pulang dulu. jangan diprotes nih kalimat paragraf ini. saya tahu uang ini pastilah bukan sekedar uang ongkos. saya dengar. istighfar dan laa hawla. Saudara mau kadang protes melulu. Saya tahan. Di perjalanaan pulang saya zikir. Getaran rasa. tolong Engkau buat ini uang menjadi cukup sesampenya saya di bidan. Jangan sampai bibi saya tahu bahwa saya sedang nungguin ini uang. Ya Allah. Dengan kekuatan shalawat. Saudara-saudaraku. Saya langsung menuju Bidan Suli. baca shalawat. emangnya shalawat bisa menggandakan uang? Emangnya dengan laa hawla uang bisa berubah jumlahnya? He he he. “An…”. Uang dari Bu Noni saya kantongin. Sebab udah jam 14 kalo ga salah saat itu.

Mendingan ya langsung pulang saja. Qumii Rahmatal Quluub. Allah menyelamatkan saya. dan langsung diberhasilkan. Allah menjaga saya dari rasa malu. besokbesok. Muhammad Kun Syafi’i. bahwa saya belum megang uang. dan bersiap-siap nemuin bidan. Di perjalanan saya berbisik canda kepada Tuhan yang teramat saya banggakan ini. Doa dari saudara semua saya perlukan. umpama kejadian. wuah. Ga pake kembalian. lebihkan ya…”. Sama nyai dari istri saya. Tapi. Deg.keringanan kepada saya. “Berapa Bu?”. “Ayo. Iya lah. temuin dah tuh bidan. Alhamdulillah. Engkau singkatkan perjalanan ikhtiar saya. malu lah di hadapan mertua. Pas! Persis 500 ribu. Kepada Allah saja. Pembelajaran keyakinan terhadap Allah saja. tanya saya kepada bidan. Gitu.” kata mertua saya. Di mana harga diri kita. “500 ribu Pak Yusuf”. Katanya si Nunun udah langsung boleh pulang”. Maka saya tidak dapat membayangkan. saya juga takjub. kita akan belajar tentang apa yang sudah dikisahkan di Film Layar Lebar Kun Fayakuun. Waba’du silahkan pesan DVD Film Kun Fayakuun di web kesayangan . Untuk kajian besok. mertua saya diberitahu oleh bidan untuk pulang saja langsung. Di depan teras bidan saya sujud. Perjalanan tokoh di Kun Fayakuun. dan Muhammad Yusuf al Haafidz. Makasih ya Allah. tanggal 20 November 2008. he he he. ntar mahal. Adiknya Wirda dah 3. Sesampainya saya di Bidan Suli. 9 hari lagi Wirda ulang tahun. saya berdoa. deg. Saya kan lakilaki. Mertua saya ini apa engga tahu ya kalo saya ga punya uang? Bicaranya seakan-akan saya sudah megang uang dari kemaren-kemaren untuk persiapan melahirkan. Saya dapat uang karena percaya pada-Mu ya Allah. iya ga? Sejurus kemudian. he he he. Bayangkan. sepenuhnya perjalanan tauhid. “Ya Allah. Saya keluarkan uang yang belum saya lihat dan belum saya hitung ini. *** Saat tulisan ini saya tulis. “Suf. Jantung saya mau copot rasanya. Kita akan lihat bagaimana besok itu saya mengisahkan seorang penjual kaca yang menahan sang istri untuk tidak minjam kepada yang lain. Pas! Alhamdulillah. ibu mertua saya sudah ada di sana. mertua saya takut kalo sampe nginep. Rupanya.

Mudah-mudahan menambah hikmahnya.saudara ini untuk menambah ilmu dan wawasan. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->