Kuliah Online WISATA HATI DOT COM

Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi

Kuliah Dasar Wisatahati Kuliah Tauhid Mukaddimah
KDW0101 Seri 01 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada -

/ KDW01

Tidak Tidak Tidak Tidak

Bismillaahirrahmaanirrahiem, saya mulakan Kuliah Tauhid ini dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi-Nya, Allah, Tuhan semesta alam. Salam hormat kepada semua Peserta KuliahOnline. Menyenangkan sekali bisa ketemu dengan Saudara-saudara semua, meski secara maya. Saya berdoa semoga segala fadhilah ilmu dan fadhilah majelis ilmu, tetap diberikan oleh Allah kepada kita, sebagaimana kalau kita duduk bertatap muka satu atap di satu majelis ilmu. Rasulullah bersabda, bahwasanya sesiapa yang duduk di dalam majelis ilmu, maka Allah akan mencatatkannya sebagai orang yang ikut berjihad di medan perang membela agamanya Allah. Dan sesiapa yang duduk di majelis ilmu, maka Allah juga akan memerintahkan malaikat-Nya turun. Malaikat ini akan mengepakkan sayapnya dan bercucuran rahmat kepada siapa yang ternaungi. Malaikat ini juga akan membanggakan mereka semua di hadapan Allah, seraya memohonkan ampun kepada Allah. Majelis ilmu adalah juga bahagian dari Majelis Zikir, majelisnya orangorang yang belajar untuk mengenal dan mengingat Allah. Insya Allah segala fadhilahnya kelak kita akan pelajari lebih lanjut lagi. Saya hanya kepengen Saudarasaudara semua ikut mengamini doa saya, agar KuliahOnline ini menjadi Majelis Ilmu juga buat kita. Dan sejatinya, KuliahOnline ini adalah pengajian. Pengajian secara maya. Baarokawloohu lanaa, keberkahan semoga Allah berikan kepada kita, dan kepada siapa yang terlibat di dalam KuliahOnline ini. Saya juga berdoa kepada Allah, agar waktu dan biaya yang Saudara-saudara keluarkan; biaya registrasinya, biaya pemakaian listrik dan internetnya, biaya investasi perangkat kerasnya, dan biaya-biaya lainnya, dijadikan sebagai sedekah sebagaimana patutnya Allah menganggap sedekah bagi siapa yang mengeluarkan biaya dalam menuntut ilmu dan haji umrah. Dia-lah Yang Maha Syakuur, Maha Membalas, Maha Menghargai. Di mana kita sama tahu, bahwa setiap sedekah akan mendapatkan balasan yang luar biasanya dari Allah subhaanahu wata’ala. Dalam pada itu, saya menggarisbawahi kepada semua peserta KuliahOnline. Sesiapa

yang mendapatkan ilmu, pengalaman, pencerahan, spirit, motivasi dari sesi-sesi KuliahOnline ini, mudah-mudahan berkenan membagi lagi kepada yang lain. Agar bertambah-tambah pahala kebaikan kita bersama. Adapun registrasi yang muncul akibat KuliahOnline ini, mudahmudahan ada keridhaan dari Saudara-saudara semua sebagai sarana buat saya dan yang terlibat di KuliahOnline ini mencari rizki yang halal dan sebagai dana untuk operasional penyelenggaraan dan pengembangan KuliahOnline ini. Tapi sesiapa yang tiada kemampuan untuk melakukan registrasi, atau ada hambatan-hambatan teknologi, fisik dan keilmuan, maka kepada merekalah kita berbagi ilmu yang sudah didapat ini. Sungguh, kita sama-sama berjuang agar keridhaan Allah betul-betul kita dapatkan. Saudara ridha terhadap kami, dan kami ridha terhadap Saudara. *** Dengan memuji kepada Allah, saya beristighfar kepada Allah. Beragam nikmat, Allah berikan, sementara saya rasa ibadah tiada bertambah. Bahkan barangkali kalaulah tidak ada Kasih Sayang-Nya, tidak ada Rahman dan Rahim-Nya, niscaya tidak akan pernah berimbang antara dosa dengan kebaikan. Selalu akan lebih banyak dosa ketimbang kebaikan. Kesibukan dunia yang pada akhirnya seringkali menyebabkan manusia menjadi jatuh ke dalam kesusahan, tidak menjadi pelajaran buat yang lain. Atau bahkan sering tidak menjadi pelajaran bagi dirinya sendiri. Bukan kesibukannya itu sebenarnya yang menjadi masalah, melainkan karena kesibukan itu sudah melalaikannya dari mengingat Allah. Andai kesibukan mencari dunia tidak melalaikan diri kita dari Allah, maka niscaya hidup ini akan seimbang dunia dan akhirat. Mencari dunia adalah perintah Allah juga. Dan setiap perintah Allah yang dikerjakan, maka ia menjadi ibadah. Allah hanya meminta kita, jangan sampai kita lalai dari mengingatNya. Untuk itulah saya ingatkan diri ini dan diri yang bisa diingatkan dengan pembelajaran tauhid yang saya tulis. Agar kita bisa mementingkan Allah dari siapapun dan dari apapun. Dan Kuliah tauhid ini saya sampaikan juga sebagai pengingat bagi diri saya dan bagi mereka yang mau mengingat akan kelalaiannya beribadah sebagai tujuan diciptakannya manusia; Untuk beribadah kepada Allah. Kuliah Tauhid saya rangkai seraya memohon izin dan ridha-Nya. Saudara-saudaraku peserta KuliahOnline… Di antara biang keladi iman sering runtuh, sebab tidak sedikit manusia yang takut bahwa ia akan tidak memiliki rizki… Tidak bisa menyelesaikan masalah… Tidak bisa memenuhi keinginan-keinginan dunianya… Tidak akan bisa senang hidup di dunia jika rajin beribadah dan taat kepada Allah… Sedang Allah Maha Segala, Maha Kuasa, Maha Besar. Dunia mengalahkan dirinya dari Allah. Atau malah karena tidak mengenali apa itu hakikat kebahagiaan, hakikat kesenangan, dan atau lebih jauhnya hakikat hidup itu sendiri, yang kemudian

menyebabkan iman menjadi tidak muncul cahyanya di kehidupannya. Atau, malah tidak mengenal Allah? Untuk itulah perlu kiranya belajar tentang tauhid. Penyebab lain iman sering runtuh, adalah ketiadaan ilmu. Dan ilmu segala ilmu adalah ilmu tauhid. Belajar tentang tauhid adalah belajar tentang Allah, dan itu juga berarti belajar untuk kehidupan dan kematian. Kita hidup berasal dari Allah, dan pun kita akan mati untuk kembali kepada Allah Yang Maha Hidup. Pengetahuan bahwa manusia yang hidup akan mati, dan yang mati akan dibangkitkan kembali untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuatnya, juga mendorong saya menulis esai demi esai Kuliah Tauhid ini. Alangkah mengerikannya jika kemudian kita betulbetul dilalaikan oleh dunia, dan lebih mengerikan lagi jika kemudian hidup kita sendiri menjadi jauh dari Allah, dekat dengan perilaku-perilaku syetan, lalu mati. Entahlah, tidak terbayang betapa sia-sianya hidup seperti ini. Semula Kuliah Tauhid ini digunakan sebagai perenungan bagi diri sendiri, dan kemudian dibawa kepada sesiapa yang berkenan diajak untuk sama-sama belajar tentang Allah dan kehidupan ini. Rasanya saya seperti sedang berdiri sebagai orang yang tauhidnya sudah benar saja ya? Padahal masih jauh. Saya niatkan sama-sama belajar dengan Saudara-saudara semua. Hati ini gelisah dengan kurangnya ibadah, mudahnya maksiat, bahkan maksiat di tengah ibadah; ketika berdakwah, ketika menulis, ketika shalat, ketika zikir, ketika baca al Qur’an. Saya mengerti, jawaban semuanya adalah tauhid, untuk menghidupkan iman dan membuahkan amal yang terang benderang. Semakin manusia bertauhid, semakin ia aman dan nyaman. Pun semakin ia bahagia dan tenang. Sebab ia semakin mengenal dan semakin dekat dengan Allah. Belum lagi persoalan-persoalan kehidupan manusia dan hajatnya yang banyak yang tiada ada pernah habisnya. Dua hal ini; persoalan hidup dan hajat hidup, manusia sebenarnya membutuhkan Allah Yang Maha Tahu tentang dua hal ini. Namun ilmu tauhid sudah sedikit sekali dipelajari orang lantaran beratnya. Akhirnya manusia tidak mengenal Allah, Tuhannya. Perlu saya ketahui dan perlu lebih lagi diketahui oleh Saudara-saudara semua. Di tangan Allah; menaikkan gaji orang-orang yang tiada cukup gajinya, melunasi hutangnya, menghadiahkan pekerjaan dan permodalan usaha, menyembuhkan penyakit seseorang, dan menyelesaikan semua problem kehidupan manusia, adalah jauh-jauh lebih ringan daripada DIA memberi rizki kepada semua makhluk di bumi. Allah sediakan jalan shalat dhuha, sedekah, tahajjud misalnya, sudah akan membuat manusia enteng dengan persoalan hidup dan hajatnya. Tapi itulah, bagaimana mau mengenal Allah, kalau kemudian tiada mengenal seruan-Nya, petunjuk-Nya, bimbingan-Nya? Dan karena tidak mengenal jalan-jalan ini, manusia lalu menempuh jalan-jalannya sendiri yang lama dan berat. Lalu mereka mengatakan, “Inilah hidup”. “Perjuangan”, begitu katanya. Orang-orang ini tidak tahu bahwa Allah memberi

Lalu dia memegang dada saya. sujud. ia berputus asa dari rahmat Allah. mengeesakan Allah. Mari kita hadiahkan shalawat dan salam. Ketika manusia dihadapkan pada sejuta persoalan hidup yang lain. kita bershalawat kepada Rasulullah shalla ‘alaih. Bukan duit. *** Saudara-saudaraku. tidak mungkin ia gapai. Tapi sayang. Jangan ada yang lain. Ada kesejukan yang mengalir. seraya memperbaiki diri dari sisi iman. Bukan solusi. Dia bertanya. Saya terdiam. Dan saya lakukan itu. di pikiran kita. Tauhid! Itulah jawaban buat saya. Seakan pertolongan Allah itu jauuuuuuh. Nabiyallah Muhammad shalla ‘alaih. adalah kelembutan yang menghunjam hingga di lubuk hati saya yang paling dalam. saya mengingat secuplik episode ketika saya bermasalah. dan amal saleh. Lalu ruku’. menjadikan Allah segalanya. itulah jawaban buat saya dan buat semua orang yang berdada sesak. Satu saat saya menangis di hadapan seorang ‘alim. Ingin rasanya segera saya berlari ke tempat wudhu. kepada orang yang paling kita rindukan. agar diri kita dan segenap orang-orang . dan secepatnya menggelar sajadah dan menangis. maka Allah bershalawat 10x kepadanya. “Yang Kamu butuhkan hanya Allah.keringanan. Tauhid. Dan tiadalah cinta kepada Allah dihitung cinta. Katanya. ini sebab tiada ada ilmu tauhid. Bukan yang lainnya. Dan itulah juga jawaban buat orang yang belum sesak dadanya supaya menjadi modal ketika kesesakan bersemayam di dadanya. dan berdoa pada-Nya. Mengapa? Sekali lagi saya insyafkan diri saya. Jauh lebih besar melampaui dosa siapapun dan jauh lebih besar dari dosa siapapun. *** Di kali pertama kita memulai belajar sesuatu yang berat ini. Kasih Sayang Allah begitu besar. Allah menjanjikan sesiapa yang bershalawat satu kali padanya. Tauhid. Saat itu saya menangis. di kehidupan kita. lalu memberi-Nya persangkaan buruk yang demikian kepada Allah? Itu juga terjadi karena ia tidak mengenal Allah. Hanya Allah”. niscaya kehidupan akan terang benderang. “Apa sesungguhnya yang Kamu butuhkan?”. hingga kita mencintai Allah. Bagaimana mungkin seseorang sudah mah ia jauh dari Allah. ibadah. sebagai doa. Ta’at kepada Allah tiada dihitung ta’at apabila kita tiada ta’at kepada Rasulullah. Allah hanya meminta hanya ada DIA di hati kita. Sentuhan tangannya di dada saya. sebab DIA Yang Maha Tahu tentang bagaimana alam ciptaannya bekerja. Pertolongan-Nya pun demikian mudah didapat. manusia memilih jalan yang berat. Iman.

maka dia dijamin masuk surga. Dan mestinya ini jugalah yang Saudara-saudara semua takutkan. Besar harapan saya. siapa yang mengucapkan Laailaaha illallaah. dan ta’at kepada Rasulullah. Itu tiada lain. Bukan hutang yang belum terbayar. Qul. betul-betul memotivasi diri saya. bukan dunia yang selama ini menjadi sumber petaka dan masalah kita. Dan barangsiapa yang mencintai diriku. mengenal Rasulullah. katakanlah. Ta’at kepada Allah. niscaya kalian akan dicintai Allah. tanpa “Muhammadar rasuulullaah”. bukan rumah yang belum bisa kita beli. bukan penyakit yang belum sembuh. maka ikutilah aku (Rasuulullaah). tanpa kesaksian bahwa Muhammad itu adalah Rasul-Nya – memasukkan diri ini ke dalam golongan orang-orang yang mencintai-Nya. jika kalian mencintai Allah. itulah yang mau saya tuju ketika saya tulis materi demi materi perkuliahan ini. maka sungguh dia telah mencintai diriku. bisa benarbenar bersungguh-sungguh mengenal diri-Nya. kalimat “Laa-ilaaha illallaah”. juga para jamaah yang lain yang belum mengetahui adanya KuliahOnline ini. agar diri ini masuk kepada golongan orang-orang yang mencintai sunnahnya. Maka mari kita belajar sepenuh hati. dan mengikuti Rasulullah. Melainkan betul-betul yang kita takutkan adalah kalau kita meninggal dunia dalam keadaan kita tidak bisa mengucapkan kalimat tauhid. dan menjadi orang yang sayang apabila begitu gampang meninggalkan sunnahnya. Mencintai Allah. ada di barisannya Nabi ketika semua manusia dikumpulkan di Padang Makhsyar. dan mencintai Rasulullah. Mengikuti Allah. dakholal jannah. wa man ahabbanii kaana ma’ii filjannah. agar Allah --yang t’lah berkata bahwa tiadalah lengkap kalimat tauhid. mengenal rasul-Nya. siapa yang menghidupkan sunnahku. terbiasa hidup dengan sunnahsunnah Rasulullah. dan inilah ruh semua ruh seluruh KuliahOnline kita. Inilah tauhid. dan kemudian berkenan menjadi hamba-Nya. in kuntum tuhibbuunallaah fattabi’uunii yuhbibkumullaah. Dan agar kita semua duduk satu surga dan bisa mencium wanginya. dan saling mengingatkan. bukan pekerjaan dan modal usaha yang belum kita dapatkan. Mengenal Allah. Dan besar pula harapan ini. Tiada yang saya takutkan kecuali diri ini mati dalam keadaan tidak bisa mengatakan Laailaaha illallaah wa-asyhadu anna Muhammadar rasuulullaah. Apapun modul yang dipilih oleh masingmasing peserta. Rasulullah yang setiap hari saya paksakan bershalawat kepadanya minimal 100 kali sehari semalam. menjadi penyembah-Nya. agar kalimat tauhid betul-betul dicatat Allah pernah kita ucapkan.yang ada di hati kita. Bukan. Man qoola laa-ilaah illallaah. agar kita-kita semua ini beserta keluarga kita. Sungguh. maka dia akan bersamaku di surga. *** Tentu saja tidak ada yang bisa mengajarkan sebaik Allah yang mengajarkan. Man ahyaa sunnatii faqod ahabbanii. bukan piutang yang belum tertagih. Dan tidak ada satu pun ilmu yang kita dapat kecuali Allah yang mengizinkannya menjadi .

bahwa Allah Memang Tuhan saya. saya dan Anda semua akan sama-sama belajar tentang maa huwattauhiid? Apa itu tauhid? Saya katakan sama-sama belajar. Buat apa kaya dunia. belum dapat maaf-Nya. belum dapat ridha-Nya. para ‘alim ‘ulama di bidang ini. Semoga cara saya memperkenalkan Allah kepada diri saya. dari sedikit cara yang saya ketahui ini. sesuai tujuan perkuliahan ini. tanpa batas.ilmu buat kita. lalu saya membagi-baginya menjadi satu dua kisah hikmah. Belum diampuni Allah. lebih soleh. sahabat-sahabat kita. dan akan terus belajar. Saya berharap. dan segera memulai saja perjalanan tauhid dari mengenal-Nya. memang saya pun masih terus belajar. para orang yang sudah mendoakan dan menjadi bahagian dari amal saleh. penderitaan. maka mintalah juga nasihat dari mereka. sebab sebagaimana saya katakan di atas. *** Setelah ini. Kemuliaan mudah-mudahan Allah hadiahkan juga buat mereka-mereka yang kita kasihi. menyingkirkan semua duka. sudahlah cukup membuat saya bangga. Semuanya insya Allah perjalanan hidup yang begitu saja. Sebab kepadaNya juga berpulang semua kebenaran. Dia begitu baik. Agar Allah angkat derajat kita semua. lebih banyak makan asam garam. bisa menjadi satu pembelajaran tauhid yang diridhai Allah subhaanahuu wata’ala. tumbuh tauhid. Tapi siapa yang saya bisa mintakan kekayaan dan pembagian kekuasaan? Hanya DIA yang berkenan diminta. Dan yang lebih penting lagi. dan mewafatkan kita semua dalam kebaikan untuk segera bisa menemui Allah dalam keadaan yang diridha-Nya. memberi jawaban semua persoalan hidup. dan sangat-sangat baik. Kanan kiri Anda yang mengikuti pembelajaran ini. dan buat orang-orang yang mulai mengikuti perkuliahan tauhid ini. Ada yang tidak bermasalah. Saya mengenal banyak orang kaya. orang tua kita. abadan abadaa. Selama-lamanya. . lewat pintu KuliahOnline yang beragam sesuai dengan kebutuhannya dan keinginannya. Boleh jadi apa yang saya sampaikan adalah sebuah kesalahan. kuliah tauhid ini bisa menyelamatkan diri kita semua dari kehancuran yang lebih besar. Kelak kita akan undang para ahli. dan berkuasa. iman. kita tidak siap. Apa yang saya maksud dengan kehancuran yang lebih besar? Yaitu ketika kematian datang. jika kemudian neraka terhidang untuk kita. banyak yang lebih ‘alim. Namun apa yang saya tempuh. Subhaanallaah! Betapa menyenangkan hati kegiatan belajar dan mengajar tauhid ini. Saya undang hampir semua kelompok manusia. keluarga kita. dan diberi! Saya nukilkan sedikit pengalamanpengalaman mereka yang berkenalan dengan Allah. untuk duduk bersama dan mengajarkan kepada kita semua tentang ilmu tauhid. dengan kita mengenal-Nya. Tidak ada yang aneh dari pembelajaran tauhid yang akan saya sampaikan. Biarlah Allah yang mengetahui rahasia kebenaran-Nya. agar di diri kita semua.

Kuliah Dasar Tauhid ini saya anggap sebagai ruh dari seluruh materi Kuliah Online. Maafkan segala kesalahan saya dan kawan-kawan pengelola perkuliahan online ini ya. Semuanya saya undang belajar di Kuliah Online. Kuliah Dasar Tauhid ini sendiri. terdiri dari 41 esai pembelajaran tentang tauhid termasuk mukaddimah ini. Dan bukanlah satu kebetulan. Baru setelah itu. kita semua memulai perjalanan belajar KuliahOnline ini ketika Sya’ban sudah akan berakhir dan berganti dengan Ramadhan. Saudarasaudara bisa mengambil materi-materi kuliah lain. Bersabarlah mengikuti Kuliah Tauhid ini. Baik Kuliah Dasar. Mudahmudahan (KuliahOnline ini dimulai perdananya tanggal 25 Agustus 2008. Amin. bahkan sebelum Saudara mengikuti Kuliah Solusi Terapan Sedekah. Web Admin). Kuliah Tauhid ini bersifat harian. audio. Kuliah Pilihan. Kalau mukaddimah ini dikeluarkan. Niscaya ia bisa juga menjadi jawaban buat Saudara. saya tutup dulu kanalnya materi-materi lain. shalatlah. Bulan yang semua amal dilipatgandakan. Yang sudah shalat. Dalam pada itu. Ada pula yang memang bermasalah. Yang belum shalat. Terima kasih atas kepercayaan Anda semua kepada kami. berusahalah untuk shalat di masjid.tapi sekedar ingin belajar menambah wawasan. Jazaakallaah. Sementara itu. dan Kuliah Solusi Terapan Sedekah. sempurnakanlah dengan qabliyah ba’diyah. penuh keberkahan. Kritik dan saran teramat sangat saya tunggu. Anda yang butuh pencerahan dan pertolongan. visual. dan ridha menerima pengajaran seperti ini. *** . Insya Allah saya akan menemani hari-hari Saudara semua dengan perkuliahan yang kita berdoa mudahmudahan diridhai Allah. baik yang berupa tulisan. berjamaahlah (kecuali perempuan). Mudah-mudahan Anda semua bisa berprasangka baik. Agar ia tidak diakses dulu sebelum Kuliah Dasar Tauhid ini dipelajarinya. ga usah khawatir. penuh ampunan. Yang sudah shalat wajib. saya mengingatkan yang memulai belajar Kuliah Tauhid ini. Yang masih shalat di rumah. Selamat mengikuti perkuliahan. hingga ke seminar-seminar dari berbagai materi Kuliah Online. untuk sama-sama memulai memperbaiki ibadah kita sebagai awal implementasi Kuliah Tauhid ini. yang karenanya Saudara memilih Kuliah Solusi Terapan. penuh dengan keridhaan Allah. Amin. apabila ditemukan banyak kejanggalan. maka jumlahnya 40 esai. tapi masih sendiri. insya Allah. Mudah-mudahan dengan kekuatan getaran hati menuju Allah. Saya tutup dulu pintunya materi-materi lain. mudah-mudahan Allah membimbing kita semua. perkuliahan tauhid ini sudah cukup menemani hari-hari Anda.

saat ini. dari kesalahan melalaikan diri-Mu. Maha Mengawasi. Kenalkan kami pada diri-Mu. Yaa Rahiim. Ajarkan kami ilmu-ilmu yang bisa membuat kami menjadi selamat dunia dan akhirat. dengan penuh kerendahhatian dan penuh harap akan keselamatan yang abadi. Kenalkan kepada kami diri-Mu Yang Maha Melihat. Maka. Duhai Allah yang tiada bisa mengajarkan sesuatu. dan perkenalkan diri-Mu kepada kami. setelahnya kami memohon agar Engkau hapuskan seluruh catatan keburukan kami dan menggantinya dengan catatan ampunan. maaf dan ridha-Mu. Ilmu yang bisa membawa kami kepada diri-Mu. izinkan kami mengenal-Mu. dan menambah kecintaan kami kepada Rasul-Mu. berilah kami ilmu yang bermanfaat. yaa Allah. Ya Allah. Engkau yang berkata dalam kalam-Mu. Engkau Maha Kuasa. hari ini. Engkau Maha Menolong. Kenalkan kami kepada Zat yang tidak sanggup melihat kami menderita dan menanggung dosa. Kenalkan kami kepada Kasih Sayang-Mu. Fa-uriidu an u’rofa. Nastaghfirullaahal ‘adzhiem wa atuu-bu ilaih. Kenalkan kami ya Allah. sehingga tiadalah kesulitan itu menjadi bahagian dari kehidupan orang-orang yang mengenal-Mu. juga dari kesalahan tidak mengikuti ajaran-Mu dan ajaran Rasul-Mu. agar tiada sombong kami hidup di dunia ini. Fakholaqtu kholqon liya’rifanii. Agar kami tahu bahwa setiap detik kehidupan kami senantiasa diperhatikan olehMu. memuji dengan pujian yang Engkau sandangkan pada diri-Mu. yang bila tidak diberikan ilmu itu maka kami tidak mengenal-Mu. Wahai Zat Yang Teramat Teliti dalam mencatat. Rabb. kuntu kanzan makhfiyyan. . sungguh dulu Aku adalah permata yang tersembunyi. dari kesalahan tidak mengenal-Mu. kuciptakan makhluk untuk mengetahui Aku.Yaa Allah. Kenalkan kami kepada Engkau Yang Maha Menjawab Semua Doa. Allaahumma sholli wa sallim wa baarik ‘alaa sayyyidinaa Muhammadin wa’ alaa aalihi washohbihi ajma’iin walhamdulillaahi robbil’aalamiin. Apapun kesusahan kami. Ampuni kami dari seluruh ragam keburukan dan kemaksiatan yang sepenuhnya Engkau genggam seluruh catatannya. kenalkan kami kepada diri-Mu yang Maha Membebaskan manusia dari permasalahannya. kami tahu bahwa Engkau Maha Mendengar. kesulitan kami. Kenalkan kami kepada keagunganMu. kecuali Engkau yang mengizinkan dan mengajarkan. izinkan kami bershalawat dulu kepada Rasul-Mu. maka Aku ingin dikenal. kami semua memohon ampun dari-Mu. Kami ingin kembali pada-Mu dalam keadaaan diri yang sudah terampuni. agar kami tahu bahwa kami hidup tidak sendiri. Yaa Rahmaan. dengan Kemurahan Ampunan dan Maaf-Mu. Sehingga enteng hidup mereka yang mengenal-Mu. serta didahului dengan beristighfar yang sungguh-sungguh dari dalam hati kami. Ilmu yang bisa menyelamatkan kehidupan kami.

Saya mau meyakini Kalimat Tauhid ini. Padahal DIA lah Yang Maha Meringankan. Sebab yang ia cari memang dunia. Saya jaga jangan sampai ia lepas. Ada yang kaya. iman dan amal saleh. Ingin rasanya saya gemakan terus kalimat tauhid ini di hati ini. Pasangan hidupnya juga adalah kesibukannya. dan menjadikan Allah sebagai Sentral Kehidupan saya. supaya enteng hidup saya. Sebab ia tidak men-share bebannya itu kepada Allah. Saya tidak mau menjadi bahagian dari orang-orang yang kelelahan itu. padahal Allah Maha Memudahkan. Ada yang bermasalah.Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Laa ilaaha illallaah KDW0102 Seri 02 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Yang kita perlukan di kehidupan ini adalah tauhid. Tidak ada pemberi rizki kecuali Allah. lantaran ia jarang berkumpul sama anak-anaknya. tapi tidak memiliki keluarga. tidak kelelahan di dalam mencari dan menikmati dunia. Tidak ada cara mencari rizki kecuali caranya Allah. Saya melihat manusia-manusia yang berat hidupnya dengan beban hidupnya. Keluarganya adalah bisnisnya. Ada yang miskin dan menderita. Bahwa LAA ILAAHA ILLALLAAH. tidak ada Tuhan selain Allah. izinkanlah kami-kami menjadi orang kaya yang hidupnya senang ya . Saya melihat ada yang menangis padahal Allah Maha Membahagiakan. padahal Allah bisa menciptakan kekayaan di hati yang tidak perlu kaya secara dunia. Saya melihat tidak sedikit manusia yang kelelahan mencari dunia. Tiada ia tempuh jalan-jalan ibadah yang mengantarkannya kepada Pemilik Dunia. Tawa canda anak-anaknya milik pembantu-pembantu dan supirnya. Keluarganya adalah pekerjaannya. Tidak ada tuhan selain Allah pokoknya. padahal Allah Maha Menolong. Saya ingin kemudahan. Tidak ada rizki selain dari Allah. Termasuk di urusan rizki. Karenanya saya mau bersungguh-sungguh dan berdoa. Ada yang hidupnya sulit. Tidak mudah. Memohon taufiq dan hidayah-Nya. Subhaanallaah.

bebas. Tapi itu kalau maen BERDUA. mau lompat. Inilah yang terjadi kalau kita maen catur SENDIRIAN. Tuhannya. ia pun boleh melompat dan bebas bergerak ke sana kemari. adalah manusia-manusia yang tiada pernah tahu siapa dia sebenarnya. Peluncur pun mau kita buat jalannya melompat-lompat seperti maen halma. Tidak berlaku hukum permainan catur. dan berkeliling dunia. Senang dunia akhirat. sementara ia enjoy dengan hal itu. Dimana kuda jalannya L. mau muter-muter. Ada yang mengenal semua tempat-tempat indah. Bagi Raja. Laa ilaaha illallaah. badannya. Dia merasa dunia digenggamnya. pikirannya. Mau lurus. Tapi hatinya. Itulah ATURAN CATUR. Tidak ada yang bisa memberi itu semua kecuali Allah. Padahal dunia sedang menghinakannya. tiada pernah dibawa menikmati shalat-shalat malam. Pion hanya bisa jalan maju tidak bisa mundur. Bahagia dunia akhirat. Sama dengan maksudnya itu kalimat. Kalau kita maen catur BERDUA. Tapi ia kekeringan. Ada selalu yang diambil sebagai tebusan dari mudahnya ia mendapatkan dunia. Saya melihat tidak sedikit manusia yang justru malah mudah mencari dunia. tapi jiwanya rapuh. dan Peluncur serta Menterinya masih ada di kanan kirinya. kedamaian. Bagaimana kalau maen catur SENDIRIAN? Kalau maen catur sendirian. yang sesungguhnya saya sedang memperdengarkannya pada diri saya sendiri. Sehingga ia tidak sadar bahwa Allah justru mengazabnya dengan dunia-Nya. Laa ilaaha illallaah. ya bebaslah maennya. bila di depannya. Saya mengingat analogi maen CATUR yang sering saya sampaikan kepada para pendengar tausiyah saya. Ibarat main catur. dan paling banyak hanya bisa jalan dua kotak catur lurus ke depan. tapi penghuni langit tiada mencintainya dan tiada menghargainya. meskipun seluruh pion belum dijalankan. Kemudahan ada di tangan Allah. lalu ia katakan kepada dunia dia mau membentuk keluarga baru yang lebih harmoni. boleh. ketenangan. Peluncur jalannya miring. ALLAH MAEN SENDIRIAN DI DUNIA INI. Tidak ada yang bisa memberi kemudahan kecuali Allah. Saya melihat ada yang keluarganya berantakan. maka perlu kita ketahui Allah itu tidak ada sekutu bagi-Nya. Kebahagiaan. hingga jiwanya sendiri lelah mengikutinya. dari kesenangan yang satu ke kesenangan yang lain. maka berlaku aturan permainan catur. maka Raja hanya bisa diam. Adapun Raja. Yang bisa menghormatinya. Kita boleh menjalankan Kuda selagu-lagunya. Ada manusia yang segalanya ada. Wajahnya ceria. Ada yang hidupnya pindah berpindah. Itu saya lihat terjadi sebab kemudahan itu ia dapatkan bukan dengan mentaati Allah. Dan bila analogi catur ini boleh dibawa ke urusan tamsil tauhid. sehingga sesungguhnya dirinya pun tiada kebagian jam istirahat dan bersenang-senang bahkan. yang bisa memuliakannya. ada di tangan Allah.Allah. TIDAK ADA YANG LAIN. bahkan keheningan berduaan dengan Pemilik Surga di dalam shalat pun tiada dia kenal. Tidak ada yang bisa memberikan ragam kesulitan . Ada pekerja-pekerja yang mengabdikan hidupnya untuk kerja dan usaha. seluruh Pion belum dijalankan. Tidak boleh ia melompati Raja.

saya benar-benar memohon Allah menjadikannya menjadi baitbait doa agar apa yang tertulis menjadi kenyataan. dan siap untuk melaksanakan kewajiban dan meninggalkan larangan-Nya. maka Kun Fayakuun-Nya yang terjadi. saya membaca ulang apa yang saya tulis. bahwa ia akan mendapatkan segala kemudahan apabila Allah tidak saya ikuti. Kuliah Tauhid kepada seluruh peserta KuliahOnline. Laa ilaaha illallaah. Saya melihat. Tidak ada yang mengatur dunia ini kecuali Allah. Tapi bila saya menghendaki Allah memberikan kemudahan buat saya. Karena Dia lah Laa ilaaha illallaah. dengan sabab ilmu yang diteteskan-Nya pada saya. Tidak ada aturan yang terbaik kecuali apa-apa yang sudah Allah aturkan. Adduh. Saya sangat sangat bersedia untuk diatur. Tulisan yang dijadikan esaiesai Kuliah Tauhid di KuliahOnline Wisatahati. baik di tahapan mencari dunia. Maka saya kepengen Allah berkehendak memudahkan segala urusan saya. Benarkah yang saya tulis ini? Sehebat itukah tauhid saya? Tambah ga percaya lagi. Ya. Kehendak itu kehendaknya Allah.kecuali Allah yang hingga Dia lah yang bisa melepaskannya kembali. melalui pengajaran para guru. Sebab saya tahu dan meyakini. andai benar. Tidak ada Tuhan selain Allah. yang harus saya lakukan adalah menyadari semua itu. lewat berbagai media. Kuasa-Nya yang terjadi. sebab peraturan adalah peraturanNya. sudah seharusnya saya menjadi hamba-Nya yang mau mengikuti segala aturan-Nya. Laa ilaaha illallaah. dan memanfaatkannya dengan baik untuk kepentingan agama-Nya. pasrah berserah diri untuk ikut di dalam aturan-Nya dan mengikuti-nya sepenuh hati dengan kekuatan penuh. yang memainkan seluruh peraturan. para orang tua. atau di tahapan menikmati dan mengelola dunia. kegagalan para pencari dunia. dan segala kuasa adalah Kuasa-Nya. maka aturan-Nya itulah yang terbaik. Ia tidak sanggup menjamin dirinya dan anak keturunannya masuk surga bila tiada ketaatan dan amal salih. SAYA TIDAK PERCAYA YANG SAYA TULIS. untuk meninggikan kalimat Allah. Tidak ada pemain di dunia ini. Dari atas. Rasul pun demikian. Allah bimbing saya untuk mencari dunia dengan baik. Bila Allah sudah mengatur. Tidak ada kehidupan kecuali untuk-Nya. Tidak setengah-setengah. Saya tidak menjamin diri saya sendiri. . Andai dia punya visi misi li i’laa-i kalimaatillaah. bahwa kalau Allah sudah mengatur. Laa ilaaha illallaah. Dengan berpikiran seperti ini. maka tidak ada pernah kegagalan baginya… *** Sampe sini. SAYA MEMBACA ULANG TULISAN INI. adalah aktifitasnya tidak dia lakukan karena Allah dan untuk Allah. kecuali Allah. bahwa saya sedang mengajar lewat esai ini. sampai bait ini.

Perhatikan DIA. Allah bimbing saya untuk senantiasa mensyukuri segala nikmat. Tapi saya malah masih nulis. Sesukanya. Saya tahu Allah bakal datang. saya melihat saya! Saya masuk ke kehidupan saya… Dan saya menemukan diri ini masih jauh dari tulisan di atas. Biarkan ia terus menulis sekenanya. saya tahu jadwal shalat. Terus dikonsentrasikan di pembesaran asma-Nya. Kalau Kamu benar tauhidnya. Lalu. perlakukan Allah dengan benar. nengajar… Atau sedang menulis sih? Maaf wahai tanganku. Jauh benar dari menjadikan Allah sebagai tujuan hidup. Allah memanggil saya. di setiap waktu shalat. Wahai Kamu! (Begitu saya seharusnya menunjuk hidung saya sendiri dengan jari). Ya. apa sanggup saya menuliskannya lagi bait-bait yang masih menari di hati ini? Saya ingin berteriak kepada diri saya. sedang dialog sendirian. saya tidak bergeming. Nyatanya? Belum tuh. berhenti di sebatas mencari dunia itu saja. SAYA MELIHAT DIRI SAYA. Sebab waktu shalat betul-betul sebentar lagi datang. Benar sudah mengatakan Laa ilaaha illallaah. di perbesaran manfaatnya. Ya. Lihat. Biarkan. Lihat saja. buktikan kalau Anda benar! Benar tauhidnya. Loh loh loh… Ntar dulu. kecuali Allah.. bukannya malah menunggu kedatangan Allah. Memanggil dengan azan. saya sedang berdialog dengan diri sendiri. Tegakkan tauhid dalam kehidupan Kamu! Jangan ada yang laen di hati Kamu. Saya melihat saya. saya masih menomorduakan panggilan Allah. ya segera tinggal saja. Apakah ini yang disebut Laa ilaaha illallaah? Tidak ada urusan --harusnya--kecuali urusan-Nya Allah yang harus lebih kita urus? Nyatanya. Wuh. Maka bahagian menanti berkumandangnya azan adalah hal yang mestinya menjadi hal yang luar biasa. Tidak ada yang lebih penting di dunia ini kecuali menegakkan shalat. Jauuuuuuuuuuhhhh… Duh. tidak ada sesuatu yang harus dikejar kecuali diri-Nya semata. benar! Jauh. lebih pantas rasanya saya menangisi diri ini. Saya ingin berteriak kepada diri saya. Yang dengan demikian tidak seharusnya pencarian dunia. Sebenarnya. tunjukkan kalau Anda benar! Lagi. Dan tidak pagi tidak siang tidak malam.dan hanya di jalan-Nya. malah jadi Allah yang menunggu saya! Duh duh duh. bukan siap-siap menyambut kedatangan-Nya. dan meyakini bahwa Laa ilaaha illallaah. Teramat jauh. Jika ada urusan dunia. Saya melihat diri saya lagi. Ketika . lalu Allah datang memanggil..

ayo maju terus! Sempurnakan terus ilmu dan ikhtiarmu. Udah mau shubuh tuh. Rasul pun mengajarkan doa agar kita memohon kepada Allah agar Allah membaguskan dunia kita sebab di sini kita hidup. Siap-siap menuju masjid. Tapi. Tapi saya ingatkan juga diri saya. dan agama. Katakan kepada dunia. Itulah. Sebab ia sungguh saya tulis tahun lalu. Itu saja.38 WIB. (tulisan ini “sudah berulang tahun”.wisatahati. Keluarga masih terabaikan. Ah dunia. dan men-shut-down komputer ini. Setidaknya belum dimaksimalkan potensinya untuk ditujukan pada sebesar-besarnya kepentingan sesama. Salam. Saya melihat saya. Kurangnya… banyak. sebab kasihan melihat diri saya yang sering kesusahan mencari dunia untuk menjaga kehormatan dan kemuliaan diri. LALU HIDUP SAYA TETAP SUSAH? Atau merasa susah? Itu tandanya saya belum benar-benar bertuhan Allah. jangan harap ini menjadi awal hari yang baik. dan Allah adalah pemilik segala apa yang ada di dunia ini. koq masih nulis terus? Katanya mau Shubuhan? Iya iya. Laa ilaaha illallaah. Maka saya menghibur diri ini. SAYA BERTUHAN ALLAH. Shalat sunnah tidak dipaksakan untuk ditegakkan.mencari dunia. Laa ilaaha illallaah. Yusuf Mansur. Kalau shalat shubuh sudah tidak disiplin. untuk dunia kamu. Saya tulis buku ini. sehingga bisa menjadi hamba-Nya yang sesuai dengan apa yang digariskan-Nya. untuk urusan permasalahan kamu. Shalat berjamaah tidak dipaksakan untuk dikejar di shaf yang pertama. Tidak ada yang lebih penting kecuali Allah. saya hidup di dunia ini. pukul 04. Saya tulis buku ini agar saya tidak susah mencari kamu wahai dunia.com dan . Eh saya. Kampung Ketapang. mau bersusah payah. Laa ilaaha illallaah. bahwa kamu mau shalat shubuhan dulu. Saya akan segera berhenti mengetik. Tidak ada yang mengajarkan ilmu dan memberikan kesempurnaan langkah kecuali Allah. Makasih yaaa. Biarlah Allah membimbing saya terus. Ayo mandi. bahwa kamu itu tidak penting. gampang benar teriak lelah. untuk segala hajat kamu… Loh. Tapi giliran beribadah. Kehadiran diri tidak digunakan untuk kepentingan sesama. MENGAPA setelah tuhan saya adalah Allah. Jangan lupa terus memohon bimbingan dari Allah. Senin 27 Agustus 2007. 1hr lebih cepat dari saya meng-upload tulisan ini ke web www. Tapi betapapun.

dijadikan esai KuliahOnline. Mudah-mudahan Allah subhaanahuu wata’aala benarbenar menjadikan kita sebagai orang-orang yang mengEsakan-Nya, bertauhid hanya pada-Nya).
Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi

Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Allah Sebagai Pusat
KDW0103 Seri 03 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak

Allah Sebagai Pusat
Orang-orang yang mengenal Allah dan meyakini-Nya, insya Allah akan tenang hidupnya, jauh dari kekhawatiran, jauh dari kegelisahan. Bu Yuyun, sebut saja begitu, punya anak semata wayang yang ia besarkan tanpa suami. Sejak putranya ini masuk SMA kelas 1, suaminya meninggal. Dari hari ke hari ia kuatkan batinnya bahwa ia TIDAK SENDIRIAN dalam membesarkan anaknya. Ia bersama Allah. ALLAH SELALU MENEMANINYA. Ini yang ia yakini. Saban shalat ia berdoa agar diberi kemampuan membesarkan anaknya dan memiliki rizki yang cukup. Ya, bener loh. Hampir saban shalat. Saya banyak belajar dari Bu Yuyun ini. Ketika banyak orang gelisah, ia hidup tenang. Sebab ada Allah di hatinya, ada Allah di pikirannya. Ketika banyak orang ketakutan dan risau dengan dunianya, ia tenang-tenang saja. Persis seperti meja, yang begitu tenang sebab memiliki empat kaki yang kuat yang menopang keberadaannya. Hidupnya begitu santai. Dan ini yang menjadikannya lebih kaya ketimbang orang yang kaya tapi hidup selalu penuh dengan kekurangan. Sebagai ikhtiar dunianya, ia membuka jahitan rumahan. Ia bertutur, selalu ada saja pelanggan di saat yang tepat ia membutuhkan rizki. Sudah diatur Allah, begitu katanya. Sejauh ini, aman-aman saja. Sampe kemudian anaknya ini pergi hari itu untuk melihat kelulusannya; masuk atau tidak ia ke perguruan tinggi yang ia idam-idamkan. Bu Yuyun berdebar-debar. Ia tahu, kalau anaknya lulus, ini masalah buat dirinya.

Kalau anaknya tidak lulus, pun masalah buat dirinya juga. Tentu saja ia senang dapat masalah dalam bentuk anaknya lulus. Masalahnya tentu saja apalagi kalau bukan uang kuliah anaknya. Tapi segera ia banting sesuai dengan pengalamannya selama ini. Ada Allah Yang Maha Memberi Rizki. Dan ini yang membuatnya tenang. Ia kenal dengan Allah, bahwa Allah selama ini senantiasa mencukupkan rizki buat dirinya dan anaknya. Ia tahu bahwa Allah Maha Tahu bahwa ia sedang membesarkan anaknya. Dan Allah pun tahu bahwa hari ini akan ada khabar tentang nasib anaknya. Kondisi ini sudah ia sampaikan ke Allah jauh-jauh hari, bahwa ia butuh biaya buat anaknya lulus. Dia yakin, Allah pasti akan memenuhi kebutuhan anaknya, dan atau memberikan yang terbaik. Ia malah bersemangat sekali untuk menambah kedekatan dirinya dengan Allah. Sekali lagi, ini yang membuatnya tenang. Dan memang Allah Maha Mengatur. Sehari setelah anaknya dinyatakan lulus, Allah kirimkan paman anaknya ini, alias adik almarhum suaminya. Hari itu, beliau berkunjung silaturahim. Dan Allah alirkan rizki untuk anaknya, lewat pamannya ini. Bukan hanya untuk uang masuk kuliahnya saja, tapi juga untuk biaya kuliah secara keseluruhan. Semoga saya bisa belajar lebih banyak lagi dari Bu Yuyun ini. I’m coming ya Allah. Saya datang kepada-Mu ya Allah. Semestinya, dengan banyaknya masalah dan hajat saya, saya lebih bersemangat lagi dan tanpa lelah mendatangi-Mu dan memohon pada-Mu. Bolehlah dibilang bahwa hidup ini harus punya keyakinan terhadap Yang Kuasa. Tanpa ini, akan lemah sekali kita menjalani hidup ini. Dan untuk memiliki keyakinan, buka diri buka hati untuk menerima ilmu dan pengajaran tentang keyakinan. Kita sama-sama meminta kepada Allah agar Allah betul-betul membukakan mata hati kita bukan saja untuk mengenal-Nya, tapi juga untuk meyakini-Nya; yakin akan Kebesaran-Nya, yakin akan Kekuasaan-Nya. Kita butuh Allah. Dan senantiasa akan selalu butuh Allah. Maka bertuhanlah Allah. Sebenerbenernya pertuhanan. Supaya Allah betul-betul menjaga kita, menolong kita, dan menyediakan apa-apa yang kita perlukan yang kita butuhkan. Jangan sampai kita hidup seperti tidak punya Allah. Allah Maha Memberi Rizki, tapi hidup kita susah. Allah Maha Menolong, tapi setiap ada hajat dan masalah, selalu merasa mentok. Kalo bahasa saya mah, Allah dianggurin. Alias “dibikin nganggur’, sebab jarang kita deketin, jarang kita mintakan bantuan-Nya. Insya Allah doa bi doa. Saya mendoakan Anda semua, dan Anda juga doakan saya. Supaya Allah betul-betul hadir di kehidupan kita dan berkenan hadir di kehidupan kita. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah",

kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu". Kami-lah Pelindungmu di dunia dan di akhirat; Di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Qs. Fushshilaat: 31-32). *** Ada baiknya peserta KuliahOnline mempelajari sedikit kisah Bu Yuyun ini, pelanpelan. Betul-betul diresapi. Kenapa ada orang yang begitu dimudahkan urusannya sama Allah, dan mengapa ada yang sepertinya diblok, dipersulit oleh Allah. Saya meminta Saudara-saudara semua bersabar, mempelajari Kuliah Tauhid ini mahlan mahlan, pelan-pelan. Sebab setelah Kuliah Tauhid ini Saudara akan ngebut belajar tentang sesuatu yang membuat Saudarasaudara semua ada percepatan di semua urusan. Termasuk di urusan mengubah hidup, memperbaiki hidup, dan di urusan pencarian solusi buat permasalahan kehidupan yang sedang dihadapi. “Ilmu instan” ini akan bahaya di kedepan harinya, manakala Saudarasaudara tidak punya basic tauhid yang bagus. Saya tidak terlalu perduli omongan kawankawan pengelola Kuliah Tauhid yang mengatakan, ada baiknya memberi banyak pelajaran buat kawan-kawan peserta KuliahOnline agar banyak yang didapat. Saya tidak perduli. Saya bahkan ketika belajar, dapat jauh lebih sedikit ketimbang ini. Pernah satu ketika saya datang ke seorang ulama. Saya mengadu tentang masalah saya kepadanya. Meminta nasihat darinya. Saya datang dari jam 20 malam. Sampe jam 00 saya belum juga dipanggilnya. Boro-boro diajak bicara. Disuruh mendekat pun tidak. Di awal sih saya diajak bicara. Tapi bicaranya ketus sekali, “Koq datang lagi?!!!”. Saya jawab, “Ya, sebab masalahnya beluman selesai”. “Ya sudah, tunggu sana”, katanya, sambil menunjuk satu sudut teras majelisnya. Saudara-saudaraku Peserta KuliahOnline, saya kemudian menunggu dengan sabarnya. Tapi ga urung saya gatel juga untuk tidak bertanya. Saya bertanya, “Kyai, sudah jam 12 (malam), kapan saya dikasih kesempatan bicara?”. Waktu itu saya lihat tamunya tinggal sedikit. Saya berharap saya bisa nyelang walo sebentar. Ternyata saya salah. “Yang nyuruh situ dateng siapa?” “Ga ada. Saya sendiri”. “Ya sudah, tunggu saja!”. Wah, andai tidak ada husnudzdzan, baik sangka, niscaya saya sudah kesal bukan

kepalang. Saya tentu akan mengatakan kepada Kyai ini, tidak menghargai tamu. Tapi ya itu. Saya menerima apa kata guru, dan saya memilih menerima perlakuan guru. Kira-kira jam 01-an, mendekati jam 02 pagi, saya baru dipanggilnya. Beliau lalu bertanya, “Tahu IBM ga?” Sungguh pun saya tahu, tapi saya bingung. “Apa urusannya dengan masalah saya tuh IBM?”, tanya saya. Tentu saja dalam hati. Saya ga berani bertanya langsung. Akhirnya saya jawab singkat saja, “Tahu, Kyai”. “Nah, IBM itu punya VPN, Virtual Private Network, jaringan jalur khusus. Ntar gue kasih VPN buat elu yang bisa jadi jalur khusus elu berdoa kepada Allah. Insya Allah hutang elu yang segede gunung, kempes dah!”. Kejadian dialog ini terjadi sekitar tahun 2003. Kyai Betawi ini memang kerja di Perusahaan Asing. Perusahaan Perancis. Sumpah. Saat itu saya merasa Kyai saya akan memberi saya sesuatu yang gimanaaa gitu. Sesuatu yang BESAR yang bakal instan membuat saya selesai masalah saya. Sim Salabim. Begitu saya pikir. Ternyata saya tidak sepenuhnya benar. Malah, sempat berkernyit dan tertawa kecil. Kyai tersebut masuk ke dalam rumahnya, dan sejurus kemudian keluar lagi membawa DUA PENTOL KOREK API. Dua korek api itu dilempar ke arah saya. “Nih pake nih...”, katanya. Ngasihnya bener-bener dilempar. Sebab beliau ngasih sambil berdiri. Sedang saya duduk di bawahnya. “Itu korek api, VPN buat elu. Pake tuh yang bener. Udah gih dah, pulang!”. Saya pulang akhirnya. Kurang lebih 6 jam saya menunggu, hasilnya 2 korek api saja! Menggerutu ga saya? Ntar dulu. Saya berpikir bahwa saya barangkali belajarnya kudu sedikit demi sedikit. Tapi apa ya maksudnya? Pelan-pelan saya pikirkan. Hingga akhirnya saya mengaitkan dengan kalimatnya tadi: “Nah, IBM itu punya VPN, Virtual Private Network, jaringan jalur khusus. Ntar gue kasih VPN buat elu yang bisa jadi jalur khusus elu berdoa kepada Allah. Insya Allah hutang elu yang segede gunung, kempes dah!”. Saya akhirnya mampu mengkorelasikan 2 korek api yang nyaris tanpa kata-kata itu dengan kalimat singkat Kyai. Rupanya saya disuruh bangun malam. Jangan banyakin tidur. Bagaimana-bagaimananya dengan 2 korek api ini, saya bahas di Kuliah Pilihan tersendiri yang judulnya: Rahasia Angka 11. Silahkan dah nanti login di sana, setelah KuliahOnline 41 esai ini selesai. Satu hal yang mau saya kata, adalah sabar. Belajar itu harus sabar. Kita sama berdoa

Terima kasih ya. Ada kisah seorang ibu muda. Amal saleh kitalah yang mempercepat perjalanan itu. Ok. Wallaahu a’lam. energi Saudara dalam mengklik website ini menjadi amal ibadah dan dihitung sedekah Saudara. Insya Allah tanggal 30 sore saya mengagendakan ketemuan darat (kopi darat). Termasuk segala permasalahan yang kita hadapi. Sampaikan ilmu ini kepada sebanyak-banyaknya orang. niscaya menjadi sesuatu yang betul-betul berpengaruh positif bagi hidup kita. Mohon doanya ya. sekaligus syukuran KuliahOnline ini. agar ada keberkahan lebih banyak buat semua yang terlibat. Ibunya menyuruhnya bersabar. begitu nasihat ibunya. Insya Allah akan diberitahukan lebih lanjut oleh Web Admin dari KuliahOnline ini. Gak selesai-selesai. Besok saya akan tambahin dengan pelajaran di balik Kisah Bu Yuyun. Alih-alih berharap bisa bercerai cepat supaya bisa memulai hidup baru. Ia ada ujungnya. termasuk kenapa koq sepertinya bisa “satu malam”? Saya mohon maaf atas semua kesalahan saya dalam memberikan pengajaran.kepada Allah. Sekali lagi saya berdoa mudah-mudahan segala biaya. eh malah beberapa ujian kehidupan muncul. agar Allah betul-betul berkenan memberi kita ilmu yang bermanfaat dunia dan akhirat. sampe ketemu dengan materi besok. Mudah— mudahan Saudara-saudara tergerak memberikan doa buat kami semua. saya sudah mau jalan ke rumah sakit. Sesuatu yang sedikit yang diberi-Nya manfaat dan ada ridha-Nya. Salam dan doa saya untuk Saudara-saudara semua. agar mengikuti saja KuliahOnline ini secara langsung. Bayi saya masih dirawat di Rumah Sakit Harapan Kita. Tapi sarankan kepada mereka semua. Beliau memproses perceraiannya sejak tahun 2001. Sebut saja T. Waktu saya susun dan edit esai kuliah ini. . Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Semua Ada Waktu. “Semua ada waktunya”. Mudahmudahan Saudara-saudara memaklumi cara saya mengajar ini. mandiri. Segala sesuatu juga ada akhirnya. Semua Ada Akhirnya KDW0105 Seri 05 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Sebagaimana malam yang segera akan berakhir dan berganti dengan pagi. waktu.

ia lalu berjilbab dan memperbanyak taubat. tiba. ia diberitahu ibunya agar bersedekah dengan apa yang ia punya. Ia mengaku tersentuh dengan ketabahan mantan istrinya. Yang luar biasa. suaminya ini “bekerja” sebab diatur Allah. Sebagai kompensasinya. mantan suaminya ini bercerita. Bila sebelumnya ia belum berjilbab. kalau udah waktunya. Kegiatankegiatan sosial ia ikuti. itulah buah dari dukungan ibunya. rasanya hidup kita akan benar dengan sendirinya. ya waktunya. Dan masalah akan selesai dengan sendirinya. Keinginan kita juga akan terjawab dengan sendirinya. lantas kemudian membuat matanya tertutup dari Karunia Allah yang sesungguhnya masih teramat besar. ia mendapatkan keputusan cerai. Sebagaimana orang-orang tua yang mengajarkan. uang 1 juta saja besar sekali. Sepertinya tiba-tiba. tidak . asal kita perbaiki saja hidup kita. Dua tahunan terakhir. Tapi ya setelah dipikir-pikir lagi. Karena itulah ikhtiarnya. Kesusahan hidup. dan memaknai ulang hidup kita untuk lebih lagi beribadah kepada Allah dan bermanfaat untuk sesama. si ibu T ini bercerita. Sama dengan ketika saya menyebut ikhtiar bagi mereka yang bermasalah adalah taubat dan memperbanyak amal saleh. Ia usahakan sering mendatangi pengajian. dan ia meminta maaf tidak bisa mengurus anaknya. Dan memang. Saya menyebut. Kadang saya berpikir ya. Masya Allah. apalagi 1 milyar. Ada kemudian yang protes. dan berproses dengan sangat mudah. Yang mana hasil kerjaannya itu adalah buah sabar dan sedekahnya. Beda sekali dengan waktu-waktu sebelumnya. suaminya ini memberi uang nyaris 1 milyar dari hasil tabungannya pasca bercerai. Sebab nyatanya. kalau udah rizkinya. Yang membuat ibu T ini agak berdebar dengan cara kerja Allah. Bukan harta gono gini. membaca al Qur’an. ikhtiarnya ya itu: taubat dan amal saleh (memperbaiki shalat. Dan akhirnya waktu yang ia tunggu. engga juga disebut “tidak melakukan apa-apa” bagi mereka yang memperbaiki dirinya. cara kita hidup. ga sebanding dengan Karunia Allah berupa “hidup” itu sendiri. maka ia mendapatkan hak cerai. tapi tidak mendapatkan uang 1 milyar. Ia lupakan persoalan perceraiannya. dll). Hari gini. 2 tahun sejak ia bersedekah sesuatu yang besar. buah dari kesabarannya dan hasil kemudahan dan berkah dari sedekahnya… Dan benarlah juga keyakinan orangorang tua dulu. menambah shalat-shalat sunnah. Bersedekahlah ia. Sedekah yang besar. tabungan yang nyaris 1 milyar tersebut adalah tabungan 2 tahun terakhir. harus tetap ada ikhtiarnya. banyak manusia yang garagara secuplik drama kehidupannya yang tidak enak. andai kita tidak melakukan banyak hal. sedekah. Dalam satu kesempatan. ya. ia perbaiki hidupnya. Ia segarkan hidupnya dengan Karunia Allah yang lain. Mantan suaminya hanya minta diikhlaskan segala kesalahannya. barangkali kalau dulu Allah mengabulkan kehendaknya.Setelah sekian tahun. ya rizkinya. Saya mengatakan. mantan suaminya ini memberinya uang yang sangat besar. sudahlah.

doa ibunya yang juga turut membantu percepatan perceraiannya dan kemudian juga mendapatkan berkah uang 1 milyar. Seakanakan membenarkan pandangan bahwa kalau mendekatkan diri kepada Allah. keikhlasannya yang mempercepat. dan amal keseharian kita. apakah bisa selesai dalam 2 tahun juga apabila Ibu T ini tidak melakukan sesuatu? Lalu yang bertanya ini menjawab sendiri. kecuali Allah pun datang kepadanya. Zaidi bertanya seperti yang lain bertanya: Koq mengapa tanda-tanda bisa kebayar hutang belum muncul juga? Koq ujian hidup bertambah berat? Koq Allah kayak mengabaikan dia? Saya menyodorkan beberapa jawaban. “Perjalanan waktu” bisa dipercepat atau menjadi lambat. Namun serasa tumpul benar. Segala riyadhah ia tempuh. maka jalan menuju pertaubatan dan amal saleh tidak akan mudah jalannya. maka Allah betul-betul datang kepadanya. adalah Zaidi. Ia bercerita. rasanya itulah berkah buat kita. Sama saja seperti dengan tidak datang kepada Allah. Kita hanya bisa memohon. Maksudnya. hutangnya tetap ga kebayar-bayar. Tapi memang Kehendak-Nya. Selain Ibu T di atas. Ia mendekati Allah dengan harapan dan doa agar Allah mau membayarkan hutangnya. *** Tidak ada yang datang kepada Allah. kayaknya engga ya? Barangkali sedekahnya itu yang mempercepat. kalau kita selalu merasa ditemani Allah. ada yang bertanya. Ada yang berharap ketika ia datang kepada Allah. . bukan kehendak kita.gampang loh untuk bisa bertaubat dan beramal saleh. Kita hanya bisa meminta. Yang lainnya menjawab. Datang dengan segenap pertolongan dan kebaikan Allah. Hakikatnya. salah satunya adalah karena keyakinan kita sendiri kepada Allah. ia tidak “nyampe-nyampe”. bukan memaksa. ujiannya akan banyak. bukan mengatur. maka sesungguhnya tidak akan pernah ada masalah buat kita. Bukankah yang kita cari di dunia ini adalah kedekatan diri dengan Allah? Kalaulah kita harus mendekatkan diri kita melalui pintu masalah. Dan yang lainnya itu menjawab. Belajar dari kasus perceraian berkahnya Ibu T di atas. apa kira-kira yang bisa dipetik oleh Para Peserta KuliahOnline? Ketika ceramah esai ini saya sampaikan langsung. Sebab sebelumnya ia tidak ikhlas menerima perceraian itu. Dan Allah pasti datang. Kalaulah Allah tidak memudahkan jalan. Malah datang ujian-ujian baru kepadanya setelah sekian bulan mendisiplinkan riyadhah.

Hingga ia bisa menempatkan Allah jauh di atas dunia yang ia cari. Ada yang diringankan sebab orang tuanya senantiasa memanjatkan doa untuknya. dan soal kematian. adalah hukuman mati. Bila memang dosanya banyak sekali. Ada yang diringankan sebab anaknya sedang menuntut ilmu. Atau malah katakanlah ia berzina dalam keadaan ia menjadi suami atau istri dari seseorang. Sedang berzina itu “kontrak susahnya” harus 40 tahun. ia bisa tetap memelihara dhuhanya. ibadah dan disiplin ibadahnya ini sebagai latihan keistiqamahan. adalah wajar juga kayaknya. Namun. ia berumur pendek. malah bermasalah lagi. kalau Allah mempercepat ia selesai dari masalah. Hukumannya bagi yang berzina dan ia dalam keadaan menikah. maka bertaubat adalah jawabannya. Yang begini ini. amal-amal kebaikan kayaknya buat bayar dulu keburukan-keburukan yang ia lakukan selama itu. Juga amal salehnya harus hebat. Kalau tidak setara. Katakanlah ia pernah berzina. Allah Maha Pengasih Maha Penyayang. Andai pun sepanjang hidup ia pakai untuk pertaubatan. Jangan-jangan. Ada yang diringankan sebab ia pernah membantu seseorang. menuju pertolongan-Nya? Tanyakan dengan jujur. harusnya ia keluar dari masalahnya. dan penderitaannya ia terima sebagai satu kepatutan yang menggugurkan dosanya. Biar bagaimana. Baik sangka kepadaNya. malah nanti ga bisa istiqamah lagi ibadahnya. dan pembiasaan ibadah tersebut. bisa memelihara sunnah-sunnah qabliyah ba’diyahnya. Akhirnya. bisa memelihara seluruh amalan-amalan wajibnya. Nikmatin saja dulu “kedekatan” diri dengan Allah. soal keburukan. andai ini bisa dijadikan jawaban yang ketiga. tetap harus ada yang dibayar. Maksudnya. Bila . Dan banyak lagi pertimbangan Allah yang tidak kita mengerti kecuali hanya dengan jalan husnudzdzan kepada-Nya. Jika tidak mau akibat buruk diterima setara dengan keburukan yang harus diterima.Pertama. Ini kan jadi semacam Training-Camp buat dia. Bayangkan jika sebenernya Allah masih kasih ia kehidupan. kurang disadari oleh seseorang. dengan jumlah takaran yang sebenernya sudah dikurangi jauh dari yang semestinya diterima. Maka jawaban yang berikutnya dari pertanyaan Zaidi di atas adalah justru seputar dosanya sendiri. yang ia kumpulkan. akibat buruk harus diterima. hidup enak dan bahagia dengan amal-amal salehnya. Allah sedang berkenan menyegerakan segala akibat buruk. Anggap saja. Bagaimana dosanya dia sebelum akhirnya kemudian berjalan menuju Allah. dan ada bala yang lebih besar yang bakalan datang. Ada yang Allah ringankan sebab ia punya anak yatim. Lalu dua hal ini dihapuskan oleh Allah. Inilah keadilan-Nya. Keburu sibuk lagi. ya wajar saja kan? Ibarat tagihan dari amal keburukan. Ada yang diringankan sebab istrinya mendoakan tanpa henti. Taubat yang sempurna. Belum lagi soal bala. Ia hukum hamba-Nya dengan memperhatikan segala kebaikan diri orang itu dan diri orang-orang di sekeliling orang itu. Dan itulah Allah. Yang serius. dan keburu lupa lagi. Apabila nanti hutangnya sudah terbayar. atau ia sudah kembali menjadi pengusaha yang sakses. Bisa juga dikaitkan bahwa Allah Maha Tahu.

pasti ada akhirnya. bila terlalu dikejar. juga tidak akan mampu memberikan apa-apa. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Allah Tidak Pernah Meninggalkan Kita KDW0106 Seri 06 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Andai kita menebus segala kesalahan kita dengan dunia yang kita punya. Makin kenceng ujiannya. setiap perjalanan ada akhirnya. Asal kita terus berjalan. Sampe ketemu di esai perkuliahan tauhid berikutnya. Insya Allah jawaban akan Allah berikan. Dan lagian. Sedang kalau kita ingat dosa kita. Dunia. makin sungguh-sungguh ibadahnya. ada karunia Allah yang teramat besar di balik segala rupa kesulitan dan permasalahan hidup yang dihadapi. perjalanan kita cenderung seperti lambat. banyak yang lebih naik kehidupannya setelah kesusahan demi kesusahan ia alami. baru beberapa tahun. Pada permulaannya. Amin. lalu kita . Jangan justru malah surut. dan kemudian menumbuhkan iman dan memperbanyak amal saleh. sudah berapa tahun kita kerjakan? Jangan-jangan sepanjang kita hidup. Saya pribadi menyadari bahwa sungguh. Makin keras angin masalah yang menerpanya. lambat pun. Tapi. Baarokawloohu lanaa. tetap berjalan. memperbanyak syukur. Tetap positif kepada Allah. Hanya karena bebannya berat saja. mulai dari akil baligh sampe sekarang ini. tambahin saja lagi load kebaikannya. Kepada Allah juga kita memohon agar Allah bukakan terus mata hati kita tentang Kebesaran dan KekuasaanNya. setiap perjalanan. Jawaban yang ke-empat. Belum bertahun-tahun. Sekali lagi. Sesungguhnya tidak diam di tempat. berpikir positif. ada derajat yang lebih tinggi yang Allah siapkan untuk dirinya. Ya. hidup kita banyak bener dosanya. Baru saja beberapa bulan kan? Belum beberapa tahun? Atau katakanlah. Ada lebih banyak karunia Allah yang bakal diterima setelah kesulitan hidup yang dihadapinya. Jangan ragu menambah vomue ibadah. Percayalah. Tidak berhenti. Belum sebanding sama amalan ibadah kita. ia hanya butuh keikhlasan menerima hidup ini apa adanya.menyadari hal ini. termasuk perjalanan mencari solusi. dan tetap husnudzdzan kepada Allah. makin kenceng ibadahnya. kejar saja perjalanan waktu dengan amal saleh.

Dan yang lebih jelas lagi.mendapati Allah di sisi kita. Hamba-hamba Allah memang banyak yang sudah menyepelekan sunnah. “Nah ustadz. Namun berbeda dengan yang lain. Saya banyak bermaksiat dengan rizki dan jalan yang justru sesungguhnya diberikan oleh Allah. menjaga sunnah adalah sesuatu yang terpenting yang benarbenar berpengaruh kepada kualitas hidup kita. Kalau terlalu lama ninggalin sunnah. Ketidaktahuan tujuan hidup. “Sangat jauh malah. memang nyata-nyata dipelajari bahwa di balik sunnah itu ada kejayaan. Ia berbagi pengalaman. sunnah dhuha. Ia datang dengan senyuman. Saya ngebayangin. Saya kemudian bertanya sedikit kepadanya. Betul. Sahabat saya ini sudah berhasil menaruh baik sangkanya kepada Allah. dosa. betapa saya menzalimi Allah yang sangat sayang kepada saya. Jangankan urusan yang nyata-nyata sebagai dosa. dan untuk mengangkat derajat.” begitu katanya. bahwa ia senang Allah bangkrutkan. Luar biasa. “Kalau saya tidak dibangkrutkan Allah. Hingga saya bersyukur bahwa saya diberi-Nya karunia kejatuhan ini”. kalau tidak dikerjakan. tentu ini adalah proses pendekatan diri kepada Allah yang murah adanya.” katanya lagi. Ngentengin sunnah juga merupakan dosa. apa yang terjadi?”. Tapi saya biarkan. saya sudah akan terlalu jauh dari Allah. bener-bener tidak mengapa: “Cuma sunnah ini”. Padahal. “Terus. yang juga akan menjadi program menarik semua peserta KuliahOnline untuk menebus dosa (he he he). dan berhasil memetik hikmahnya. “Apa yang didapat setelah jauh dari Allah?” “Ketidaktenangan. ya bermasalah juga jadinya. Ngentengin sunnah. sunnah tahajjud. Di dalam program Ihyaa-us Sunnah (Program Menghidupkan Sunnah). dosa”. Apalagi kalau yang ditinggalkan itu adalah sunnah-sunnah muakkad. tidak mengapa”. Seorang bapak datang dalam keadaan bermasalah. Makin lama Allah biarkan saya dalam kekayaan. makin banyak rasanya dosa saya. begitu kata sebagian dari kita. Saya sudah tahu kemana arahnya pembicaraan dia. . Urusan meninggalkan shalat sunnah saja kan sebenernya dosa. Akhirnya. saya bahkan mulai menyepelekan shalat wajib. Begitu kan kata Ustadz?” “Ya. Pengertian sunnah masih: “Kalau dikerjakan mendapatkan pahala. tanya saya lebih lanjut kepada beliau. sunnah qabliyah ba’diyah”. “Dosa?” “Ya.

tapi saya merasakan hebatnya bersepi-sepi dengan Allah”. Dia cerita bahwa buku Mencari Tuhan Yang Hilang. Hingga nanti saatnya datang. maka akan semakin besar pengurangannya. saya terima sikap tidak pedulinya kawan-kawan yang kadang menyakitkan saya sebab saya begitu memperhatikan mereka. katanya. “Ustadz.” Bukan saya berbangga diri. Bukan sebaliknya. kita akan menjadi manusia-manusia yang banyak manfaatnya. Semakin kaya. Saya terima perlakuan dan intimidasi orang-orang yang uangnya di saya dan saya tidak bisa mengembalikan. Saya ikhlas menjalani ini ustadz. amal saleh. Makin jaya. Saya mau memahami bahwa eposide kehidupan saya belumlah berakhir di sini. Saya anggap. Maka manakalah Allah sudah mengangkat kembali hidup kita. dan lain-lain sebagai bekal di soal kehidupan “Apa doa saudara setelah saudara dekat dengan Allah?”. semakin saya bersyukur. sungguh. buku perdana saya. beban masalah saya adalah pengurangan dosa saya. Dia bicara banyak sekali. dan mengangkat derajat kita. Allah akan selalu menolong. Dan saya kira. agar masalah saya jangan cepat selesai kalau saya belum kuat imannya. Biarlah. kedatangannya justru nasihat untuk diri saya. hidup saya penuh dengan masalah. Orang ini mengingatkan saya banget-banget. namanya orang bangkrut. buku tersebut banyak berisi persoalan-persoalan tauhid. “Terus.“Ya. Alhamdulillah. Biarlah Allah yang mengatur hidup kita. Masih panjang kan Ustadz…?”. bahwa ketika Allah ada di kehidupan kita. maka segalanya akan mengalir bahagia. Dunia ramai sekali di luar diri saya. Allah tidak akan pernah tidak mau menolong. Allah akan mengulurkan pertolongan-Nya. saya sedang menunggu takdir Allah terhadap diri saya. Dalem sekali rasa syukur saya. ini saya terima. Saya terima semuanya. Tapi semakin besar masalah saya. insya Allah dengan izin-Nya. pancing saya. makin rajin shalat sunnahnya. Allah tidak akan pernah mengabaikan saya. Saya terima cacian dan makian keluarga saya. “Saya berdoa. Ga lebih”. Biar saja saya begini dulu. Sementara itu. makin bersungguh-sungguh mendekatkan diri kepada Allah. kepasrahan. iman. Semakin berat. Allah mempersiapkan diri kita untuk menjadi individu yang lebih baik lagi yang lebih hebat lagi. Saya belajar dari ustadz. Daripada dipendem di kuburan yang mengerikan. semestinya makin hebat shalat wajibnya. nasihat apa yang saudara harapkan dari saya?” “Saya hanya pengen ketemu ustadz saja. Saya selanjutnya membiarkan ia bicara. yang sudah lumayan membentuk kepribadian dia ini. Ketika saya pompa diri ini. Ridha sekali. Terlalu mahal tebusannya bila kita tergolong sebagai golongan orang-orang yang melupakan Allah. Makin berterima kasih pada-Nya. bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan saya. tanggung jawab. Kelihatan sekali sebenernya tatapan matanya . Dia juga mengingatkan tentang diri saya sekian tahun yang lalu.

sudah di mata benar. dan keyakinan-keyakinan lain yang positif. dan sudah ditanam investasi dari hasil hutangan baru. Allah teramat suka sama manusia-manusia yang percaya bahwa diri-Nya pasti mengatur yang terbaik. Sungguhpun kadang kejadiannya memaksa saya untuk berpikir buruk. asal dosa saya semakin besar yang diampuni Allah. . Saya mah tetap saja maunya positif. ups! Kata siapa? Loh bukannya tertulis begitu? Jadilah dia kemudian nestapa. tapi kan yang nulis situ. dan kemudian menerima pengajaranpengajaran tentang iman dan kasih sayang Allah dari orang-orang yang positif memandang Allah dan kehidupan ini. Ya. membuat dia harus melihat dengan telanjang aset dan perusahaannya pindah tangan. Bayang-bayang jatuh miskin. penuh hutang. Ketika bercerita tentang keyakinan kepada Allah. dan putus asa. dan putus asa. gelap. tiba-tiba saja harus direlakan pindah tangan. saya adalah termasuk orang-orang yang berusaha belajar meyakini bahwa Kekuasaan Allah itu ada. Namun iman di hatinya. asal rizki juga bertambah besar”. gelap. “Ga apa-apa masalah bertambah besar. Ga apa-apa masalah bertambah besar. *** Apapun keadaan dan kejadiannya.hampir kosong. belum selesai ya? Belum. situ yang bagaimana? Koq maen nulis sendiri kesimpulannya? Oh. Pertolongan Allah itu ada. merana. Ada seorang kawan yang tambang emasnya direbut orang. sendiri. Malah cenderung bertambah besar. Lah. sendiri. sudah menjadi bara di tengah kehampaannya. Misalnya begini. merana. dan secercah ilmu. Semoga ia kuat. Istilah-istilah hukum dan ekonomi modern. hidup penuh tekanan. insya Allah. Tapi. hidup penuh tekanan. Dan dia pasti kuat. penuh hutang. Tapi kemampuan untuk meyakini Allah dan berpikir positif itu memang setelah mengalami sendiri pasang surut kehidupan. Jadilah dia kemudian nestapa. saya punya urusan. Saya males mengikuti bayangan buruk pikiran buruk. lalu urusan itu kelihatannya tidak selesai. Segera saja saya banting kepada pemikiran. tetaplah baik sangka kepada-Nya. bagaimana sih ini? Ya. Tambang emas yang baru saja diperpanjang hak tambangnya.

repot juga ya? Engga tuh. sendiri. Dia rontok. Loh. Asli rontok. Dia terus saja berjalan. dia menuai musuh-musuh baru yang berasal dari keluarga. Ga kebayang dah kalo kita yang menjadi dia. kan “saya” suka muncul. sekaligus sebagai ibu dan istri yang gagal.kuliahonline. Saya kudu ngajar besok pagi. Saya rindu mengajar. sampeyan ini siapa? He he he. Lah???!!! Ya. engga. Dia terus aja maju ke Allah. Weh. dan putus asa. Terus mau kemana lagi dia? Ke Allah. Dia ga merasa repot. jadi dong merana dan nestapanya? Kenapa sih? Kayaknya kudu merana dan nestapa dulu ya untuk kemudian bangun. itu mah namanya ga berperasaan. Iseng saja. Subhaanallaah! Tapi berkembang ga tambang emasnya? Engga. Dia belum kehilangan buyer nya. Dan tidak sedikit yang sudah pindah tangan. sebagai pengusaha yang gagal.com. Ini habis pulang dari rumah sakit. Beberapa aset yang disita adalah aset keluarganya yang dijadikan pinjaman. Mencemooh dia. Di sisi yang satu ini saja. Dia memilih ga mau percaya bahwa dia benerbener habis. Online. bagaimana dengan dia? Pengusaha ini tetap tegar. Kalo lagi jenuh. lagi letih. Sekelilingnya menertawakan dia. bagaimana? Mestinya. Dia memang kehilangan banyak hal. Dia belum kehilangan ilmunya. Wuah. Dia belum kehilangan keluarganya. merana. penuh hutang. gelap. Sebab nyatanya emang susah. Lewat website www. Hutang bank nya? Makin banyak. Jadi. Harus pakai “mestinya”.Yang benar. Tapi dia belum kehilangan semangatnya. Itu yang membuatnya ga jadi merana dan ga jadi nestapa. Terus. bangkit. . hidup penuh tekanan. dia masih punya Allah dan Rasul-Nya. dan jaya kembali? Ya habis situ yang bilang dia akhirnya rontok. Biar nulisnya ga jenuh. Dan yang lebih penting. ia kemudian nestapa. Sebab nyatanya dia tidak. Mana perempuan lagi.wisatahati.

Akhirnya apa? Akhirnya ia bangkit lagi. maupun hal-hal lainnya. Peserta KuliahOnline. begitu dah. Ini cara saya menulis. Ada satu peristiwa hukum dan ekonomi juga antara dirinya dengan penguasa daerah dan pusat. Allah mengembalikan begitu saja asset yang sudah pernah diambil-Nya (kesejatian semua kejadian). menentukan. Dengan kejadian itu. Termasuk tentang kehidupan ini. asal jangan “saya” dimunculkan pas nyetir saja! He he he. bingung ya? Mudah-mudahan engga. Tapi dia memilih menyebutnya sebagai pasrah. Saya yang bercerita. Saya yang ngetik.Situ boleh menyebutnya ga berperasaan. Iya kan? He he he. Subhaanallaah! Maha Suci Allah yang tidak pernah salah dalam mengendalikan. Pasrah itu pekerjaan hati. menyaksikan kebesaran Allah. Pengusaha yang sempat terjerembab ini sudah berhasil mempertahankan imannya. Allah mempersiapkan kenaikan derajat pengusaha ini pada porsiNya. Bisa modar. yang menyebabkan rentetan juga peristiwa hukum dan ekonomi yang berputar. lewat tangan orang lain. Tidak ada training yang lebih hebat daripada training kehidupan di mana Allah bertindak langsung menjadi Grand-Master Trainernya. Sedang ikhtiar itu pekerjaan fisik. ia kembangkan mati-matian. Mereka-mereka yang sempat “mengadili”. Ia berdoa siang malam. yang kembaran saya inilah yang saya biarkan maju. Dan otak barangkali. Betapa Kuasa-Nya bekerja di kehidupan orang-orang yang kuat mentalnya. tadi kan Kamu sendiri yang nyelang? Ya ga apa-apa toh? Kan sama saja. Malah saya yang mikir. permodalan. Kalau saya letih. Rapih. Bagaimana urusannya? Klir. Ga ada ikhtiarnya? Nah ini bedanya. asset itu dikembalikan Allah dalam hitungan yang berlipat-lipat baik dalam hal asset. Yah. Iya juga. Hingga kemudian ketika tidak ada satu pun lembaga hukum yang bisa membantunya --sebab katanya kesalahan administrasi hukum dan ekonomi adalah kebodohannya – saat itulah pertolongan Allah datang. Bukannya seharusnya Kamu? Loh. Ia tetap berusaha mencari petunjuk sama Allah. bukannya mikir. Bahkan ketika saya berceramah! Ga apa2. . Jadi. Situ kan saya juga. dan mengatur sesuatu. Nyatanya. sang seteru itu merasa sudah pasti asset perusahaan tambang emas itu jadi miliknya. Tapi tidak pasrah dalam ikhtiar. saya punya kembaran. Bahkan hebatnya nih. Ia pasrah dalam kendali Allah. Ia bahkan terdorong lebih lagi menuju Allah. Subhaanallaah ya? Kamu ini. Barangkali ketika di tangan seterunya si pengusaha ini. malah balik lagi ke pemilik asli.

sampe ketemu ya di Sekolah Daarul Qur’an . tamu mah suruh nunggu juga. kalo ga bilang. Iya. Sudah. besok. Ok. Sebab kadang ga ada jeda buat nafas saking padatnya jadwal ngajar. untuk sama-sama belajar. Oh. iya. Nanti malah ga hormat sama tamu. Jangan lupa. peserta KuliahOnline. Ga apa-apa. Padahal masih pengen nulis ya? Iya. kita masih akan belajar tauhid. tabligh dan syiar. Loh. He he he. dan bener-bener lega nafasnya. sampe ketemu”? koq masih terus nulis? Iya. Insya Allah. nulis saja terus. berbagi dan bersaudara. Subhaanallaah. Mudah-mudahan yang sabar ya belajarnya. kita berkumpul di Sekolah Daarul Qur’an Internasional. ga beriman. Dari kawan-kawan PPPA (Program Pembibitan Penghafal al Qur’an). Ya sudah.Saudara-saudaraku semua. Ini juga udah ada tamu. sejak nama website ini ada di kepala saya ketika saya berada di dalam tahanan kepolisian di tahun 1999! Saat itu saya kepengen berpikir untuk duluan memesan nama web ini. Asal bener-bener sehat. tapi dalam kesejukan.com. situ kan yang mula-mulain. iya. sebab entah mengapa nama wisatahati kuat sekali ada di pikiran saya saat di penjara itu. Memberi Saudara semua rizki-Nya sehingga Saudara bisa datang berkumpul. Ajak-ajak juga saudara-saudara dan kawan-kawan yang memiliki kemudahan akses internet untuk sama-sama mendaftarkan dirinya di KuliahOnline. Saudara-saudaraku. Makasih ya. Di depan rumah. sebar luaskan ilmu yang didapat ini. saya akan bercerita tentang latar belakang Wisatahati sedikit ya? Insya Allah. Yah. dua tiga hari dah. Insya Allah bagi yang datang. Tuh kan. Jangan. Silahkan shut-down komputernya.wisatahati. sampe ketemu. Sabtu tanggal 30 Agutus 2008 sore. katanya udah “Ok. Tapi sudah mulai menukik ke urusan ibadah keseharian. inilah kumpul-kumpul pertama antar-pengguna web www. Kalo ga hormat sama tamu. nunggu. Mestinya. dan temui dulu tetamunya. ga dilayanin? Ya dilayanin juga. panjang lagi? Lah. Insya Allah mulai hari-hari selanjutnya. Tapi kalo tamunya namunya gini hari? Malem-malem? Tamu nya udah bilang koq. kata Rasul. Semoga Allah menerangkan benderangkan langit.

Tapi saya meminta maaf sedalam-dalamnya kepada Peserta KuliahOnline yang datang di pertemuan kemaren sore sebab saya harus keluar dari pesantren. Namanya juga KuliahOnline.Internasional. Sesuatu yang barangkali jarang-jarang terjadi bagi sebagian . Subhaanallaah. Dan saya kira. Apalagi mereka bisa makan makanan pondok. Maka nya. sebab-sebab yang begini inilah kemudian dicari sistemnya dalam sistem Online. Sungguhpun kami sudah berusaha memberikan yang terbaik. pengelola web. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Perjalanan Tauhid Perjalanan Keyakinan (+ 5 esay tambahan) KDW0107 Seri 07 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Tanggal 30 Agustus 2008. udah buruan shut-down dah yaaaa…. Loh…??? Nyahut lagi…??? He he he. Mudahmudahan ga pada nyasar. tapi tetap saja semua beranggapan kurang asem garem. Iya. Alhamdulillah. terdengar suara asaatidz pondok beserta para santri yang mengaji surah al Waaqi’ah yang mudah-mudahan diikuti oleh semua Peserta KuliahOnline. Padahal biasanya kan memang juga tidak hadir. saya berdoa semoga semuanya menikmati sajian Allah di dalam kehidupan pesantren yang mereka berada di dalamnya. dan saya. he he he. Sebab sayanya tidak hadir. Ketika saya memonitor lewat handphone. Saya meminta maaf tidak bisa menjamu kawan-kawan semua dengan sempurna sebab ketidakhadiran saya. Sesuatu pelajaran dan atau pengajian yang digelar tanpa kehadiran fisik. Kelurahan Ketapang. Di antaranya mempertemukan peserta KuliahOnline dengan tim IT WebOnline dan juga bertemunya para peserta KuliahOnline satu sama lainnya dari berbagai entitas dan daerah. di Kampung ketapang. Dan saya kira ini adalah salah satu manfaatnya juga. diselenggarakan pertemuan tatap muka (kopi darat) antarpeserta. he he he. acara kemaren sore berjalan juga satu dua misi. Maghrib dan isya juga dilakukan di pesantren bersama-sama dengan para calon Penghafal al Qur’an yang dibina di Daarul Qur’an. Kecamatan Cipondoh.

komplit. terjadi halhal yang sungguh akhirnya saya malah pulang ke rumah jam 23. Apalagi bila saudara berkenan sedikit repot dengan membagi pelajaran-pelajaran yang saya bagikan ini kepada orang lain. Saya berharap Allah subhaanahuu wata’aala memulangkan bayi saya di siang harinya. Kadang ke pesantren di Ketapang. Bagi yang tidak bisa mengakses harian. he he he. Kadang ke pesantren di Bulak Santri. kenapa sih engga dibuka aja kanal-kanal materi lain? Kan materi-materi itu juga bisa dicicil belajarnya? Engga. Insya Allah akan bertambah-tambah banyaklah amal kebaikannya. ada cerita menarik yang saya akan tuliskan sebagai esai kuliah mendatang. di situasi-situasi seperti ini (full-traffic) akhirnya Allah mengizinkan KuliahOnline ini berjalan. Jangan dikasihkan sekaligus. Waba’du. bahkan kawan yang baik bagi seorang kawan yang mau bunuh diri pada malam itu! Wuah. Alhamdulillah. Dua tempat yang merupakan karunia buat negeri ini. Saya masih bersama bayi saya. sebelum tahajjud saya sempat bermain dengan Muhammad Kun Syafi’i. Saya bertahan untuk memberikan kuliah-kuliah fundamental ini. Dan malah saat itu. Baru kemudian diikuti materinya dalam hitungan sekali belajar sekian materi. Saya undang juga beberapa komunitas Wisatahati di sana. Dan itu pun. Saya berdoa kepada Allah agar peserta KuliahOnline yang datang kemarenan bersilaturahim diberikan keberkahan tersendiri sebab kedatangannya ke tempat yang banyak sekali amal di dalamnya (pesantren). Di keduanya berkumpul santri-santri yang menghafalkan al Qur’an . kalau dikasihkan sekaligus. Dia sudah punya adik lagi.yang lain. Biar ga kembung. Itu kan sama saja saudara belajar di SMP-SMU tapi ga masuk-masuk. bermanfaat untuk kehidupan saudara dan keluarga saudara. Sekalinya masuk. kalau Saudara berkenan membagi-bagikan pelajaran. Saya menyempatkan berbagi tengokan. akan menjadi bacaan biasa. di beberapa hari menjelang ujian saja. anak yang baik. Saya menulis ini habis shubuh. Kun baru berusia 1 tahun 1 bulan. suami yang baik. Tidak merupakan kuliah berseri yang akan membentuk kepribadian. Tentang kejadian bayi saya. Peserta Kuliah Tatap Muka nya Wisatahati yang sempat diselenggarakan (sementara udah ditutup). Dan saya berdoa agar semuanya diberi kesabaran. sesungguhnya itu juga adalah doa buat bayi saya. Subhaanallaah. saya udah usahakan untuk hadir. akan tidak efektif rasanya belajar seperti itu. Luangkanlah waktu Saudara. Tapi ya biasa aja.30!!! saya harus memainkan peranan sebagai ayah yang baik. he he he. Ternyata Kehendak Allah lain. pimpinan pondok yang baik. seperti Peserta Pesantren Riyadhah. asaatidz dan tamu-tamu istimewa saya. dan beberapa simpul donatur. Produktif ya. dicicil juga. Biar kedatangannya di sore hari di rumah bisa disambut para santri. Ketika saya tetapkan tanggal 30. Haus ya haus. ia bisa mengumpulkan dalam beberapa hari. Salah satu manfaatnya adalah ketidakterbatasannya waktu. Insya Allah apa yang Saudara pelajari dan apa yang Saudara akan pelajari. kakaknya Muhammad Yusuf al Haafidz bayi saya. Sementara tetap ada banyak yang bertanya. Namun saran saya. Saya khawatir. mantu yang baik. peserta KuliahOnline.

Memang . tapi perkara tauhidnya sangatsangat terkait dengan Ramadhan. ke meja redaksi. Seberapa percayanya kita sama Allah? Ini yang menjadi pertanyaan tauhid dan iman kita pada-Nya. Bahkan di surah al Waaqi’ah yang kemaren Peserta KuliahOnline baca bersama para santri. Sebelum meneruskan menyiapkan esai hari ini. Kita berdoa terus agar Allah semakin memperkenalkan diri-Nya dengan diri kita dan semakin sayang kepada kita. Subhaanallaah astaghfirullah. agar Ramadhan ini menjadi bulan penuh support dari Allah dalam upaya kita mencari diri-Nya. pertanyaan-pertanyaan yang masuk. kelak ia akan terkait juga. Adapun maksud dan tujuan saya adalah sekaligus sebagai bekal masuk ke bulan suci Ramadhan (sewaktu esai ini dinaikkan. sungguhpun kita sering menyakiti-Nya. ada bahagian ayat yang berbunyi: “Dan Kami sesungguhnya teramat dekat dengan kalian. “bercandalah” dengan Allah.untuk disebarluaskan lagi ke seantero buminya Allah. dan berlangsung terus menerus selama 41 hari). web admin). menjadi sebuah percepatan yang diridhai Allah. mudah-mudahan menjadi pengajaran buat kita bahwa Allah itu memang patut diyakini Keberadaan-Nya dan ga boleh lagi ada keraguan! Sungguh. Tapi sebelum saya jadikan kondisi bayi saya dan apa yang terjadi di seputaran waktu terakhir-akhir KuliahOnline ini saya selangkan sebagai materi kuliah. Bismillah ya. sering mengecewakan-Nya. Saya sajikan langsung 5 esai kuliah yang mestinya saya bagi menjadi 5 esai kuliah buat 5 hari ke depan. Allah akan bekerja sesuai dengan kepercayaan kita pada-Nya. Ga jauh-jauh dari kita. kali ini istimewa. Kalaupun tidak terkait. adalah satu hari menjelang tanggal 1 Ramadhan. Di edisi mendatang. Memang kuliah ini bukan kuliah khusus tentang Ramadhan. Mudah-mudahan kebijakan saya yang sudah saya langgar ini (mestinya tetap esai ringan per pertemuan. tapi kalian tidak bisa melihat”. Kekuasaan dan Keajaiban Allah di bayi saya. Oh ya. sering bertanya tentang Pertolongan dan Kuasa-Nya. *** Bercanda Dengan Allah Ketika kita dilanda kesusahan. Ok. Dia ada banget-banget. Harapan saya. dan sering mengeluhkan tentang rizki-Nya di saat mestinya Dia marah dengan kelakuan kita. kita bahas dulu materi kuliah sambungan yang memang sudah disiapkan jauh-jauh hari. mari kita pelajari 5 esai berikut ini. saya sempatkan membaca imel-imel yang masuk.

hampir nangis nih saya nulis ini. Kawan-kawan juga pada minggir semua. saya sambil jagain si abang Kun (putra ketiga saya yang masih berumur 1 tahun 1 bulan tadi). Sebab sambil saya nulis ini. Padahal saat itu. Kemudian bayangan bakal kebayar. dan terus berlanjut sampe ke LP. buat ongkos pulang dari kantor kepolisian menuju rumah transitan (saya belum bisa pulang sebab satu dua hal saat itu) saja saya bingung. maaf. saya pasang niat bener. Cuma. he he he. Boro-boro buat bayar. Apalagi untuk kondisi saya saat itu. berat. Tahun 1999. Ga ada. dan sesekali jawabjawab sms dari TV dan dari kawan-kawan pondok yang butuh koordinasi cepat. untuk menerima kasus ini. Tapi perjanjian itu saya iyakan saja. pakai pakaian apa. kita akan kaget sendiri manakala kita teguh berdiri pada apa yang kita yakini. Pakaian. niscaya saya sudah akan menangis. Sebab emang 86 juta itu bahagian dari hutang 1 milyaran yang harus saya bayar. kan ketahuan tuh bahwa saya secara hitungan matematis ga bisa bayar? Bila saya ga bisa bayar dalam satu bulan. Begitu. Selama 14 hari saya di dalam tahanan. Kita punya salah di jalan A. saya bingung. saya tidak ganti baju! Dan tentu saja saya tidak pakai lagi celana dalam. Dan saya “diwajibkan” untuk menyerahkan diri sendiri tidak perlu dijemput petugas. Saya menerima. saya lepas dari penjara kepolisian. Dan setelah pulang nanti. tapi Allah hidangkan kesusahan ketika kita berjalan di jalan B. Tapi efek dari penerimaan ini. Tapi saya ga bisa nangis. Tapi yakinlah. bahwa unsur pidana akan dihilangkan jika saya menerima kasus ini betulbetul dijadikan kasus perdata. Saya tidak berada langsung di balik kasus ini.kadang sesuatu berjalan “seperti” tidak sesuai kepercayaan kita pada-Nya. Istidraj ini artinya dimainkan Allah. Maka kasus ini saya terima. Saya ga mau mikir jauh. Bahwa saya bener-bener akan bayar. saya bilang di atas. Deket sekali terasa Allah itu. Kondisi saya saat itu parah. Tapi darimana nyari 86 juta dalam 1 bulan? Terutama dalam keadaan saya seperti itu? Saat itulah. Keluarga nyerah. hanya selembar. Yang penting bisa keluar dulu. saat itulah saya bercanda sama Allah. Tapi belum ditulis saat itu. sebagaimana saya ceritakan dalam buku “Mencari Tuhan Yang Hilang”. Saudara-saudaraku peserta KuliahOnline. Begini. Kondisi saya saat itu. dimulai dipraktekkan. ga bakal ada. Dan memang Dia itu dekat. semua prinsipprinsip dasar Wisatahati. dengan pertimbangan mudahmudahan Allah memaafkan kesalahan saya di tempat lain yang barangkali hukumannya adalah ini. maka saya harus menyerahkan diri lagi. Sebab ada perjanjian tidak tertulis (damai). Tapi di pencarian menuju . Bener-bener hanya selembar. makan apa. Ini kasus saya yakini sebagai kasus-kasus istidraj. berat. Kalau tidak. maka kasus ini dinaikkan lagi. bener-bener minus. Saya menikmati betul candaan itu. Kalau saya hanya menulis tentang ini. Nah. Duh. Di antaranya: konsentrasi jangan di 86 juta. Saya harus membayar 86 juta rupiah dalam waktu hanya 1 bulan.

Allah pasti bisa. Ya Allah. Biar saja Allah yang akan menyiapkan sejumlah uang tersebut. Jadi. mau bercanda sama Allah! Saya datangi sekolahan di belakang saya bekerja sebagai tukang fotokopi. Tapi bagi saya. Dua minggu kemudian peristiwa yang saya sempat khawatirkan. Sampe sini. Sebab tarohannya anak yatim. Ikhtiar saya apa? Ya itu lah ikhtiar saya. dan segar rasanya. Saya tahu ga bakalan mungkin cukup kalau saya tabung. zikir. saya gelar sajadah. nyari ampunan-Nya. Tapi yang saya paham. bayaran sekolahnya. ngapain juga saya pikirin. saya ambil saja buat makan. saya boleh sombong sedikit. Permpuan. Kan susah loh menjaga rutinitas ibadah dalam keadaan puyeng? Iya ga? Yang ngalamin ini yang bisa jawab dah. tidak terjadi. tahajjud. saya menawarkan kepada Allah menjadi tentara-Nya. Saya yakin sekali Allah tidak akan mengambil keputusan saya ditangkep lagi. Saya katakan. ngajar komputer. Saat itu melintas di pikiran saya. dhuha. Sebab apa? Sebab saya serahkan sepenuhnya kepada Allah. Allah yang tahu hati saya. baca al Qur’an. Sungguh. Itu ungkapan saking deketnya saya sama Allah. nyari ridha-Nya. maka saya dipenjara lagi. Selebihnya. Lalu apa yang saya lakukan? Saya melakukan perbaikan dan perubahan di ibadahibadah saya saja. dari hasil jualan es dan jadi tukang fotokopi. tinggal Engkau pilih dah. ngajar bahasa. Tapi kalau engga.Allah saja. bulan ini. Kenapa saya harus . maka saya terusin bayarannya tuh anak yatim. dipolin. yang tinggal dua minggu lagi. bukan khawatir. Ya. Dihadirkanlah satu anak yatim. Habis itu saya bangun dari sujud. Jadi. saya yang bayarin. saya polin buat Allah. saya ga bisa bayar hutang yang dibebankan kepada saya. Saya minta dihadirkan satu anak yatim yang pintar untuk saya bayarin SPP nya bulan itu. Uang ini saya timang-timang. ngajar madrasah. ngajar al Qur’an. Biar saja Allah yang urus. “Ya Allah. shalat ditepatwaktuin. biar saja. saya sempat khawatir saja. dengan cara begini. Saya katakan kepada Allah yang bagi sebagian yang lain kalimatnya mungkin aneh. selebihnya tostosan saja buat Allah. Saya tertawa kecil. Habis saya bayarin itu. Saya ga tahu saya bisa bayar atau tidak. Sebab ga bisa bayar lagi emangnya”. dan lain-lain. Saya ngajar sana sini. shalat-shalat sunnah qabliyah ba’diyah. Kurang lebihnya. saya udah bayarin tuh satu anak yatim SPP nya. kelihatannya ga adil ya? Biar saja. Hingga di pertengahan bulan. Dengan cara-cara-Nya. seraya meminta maaf kepada Allah. Gaji-gaji dari kerjaan-kerjaan saya itu. Kalau Engkau masih tetap membiarkan saya bebas. witir. Saya katakan padanya.500 rupiah. Bukan dengan caracara saya. kalau bulan depan. Dan Engkau juga tahu. Saya sujud. dan ada waktu. saya megang uang nih. ya saya bayarin lagi. saya justru sedang berikhtiar membayar 86 juta tersebut! Persis dalam waktu 1 bulan. Namanya Ummi. biar saja Allah yang mikirin! Gitu lah pikiran saya. Besarnya 27. Untuk masalah? Jangan dipikirin! Ntar stress sendiri.

“Ya Allah. Di sana ada saya katanya sedang bertutur. perjalanan waktu ini akan sampai juga. Saya kemudian sadar. makasih. tos-tosan saja sedekahnya. Sebab hutangnya belum selesai. Dan tahu ga? Anak yatim kedua yang saya bayarin. bahwa kalau mau ditolong Allah. Saya datang lagi ke sekolah tersebut. IS menonton TV. tapi percayalah. Tapi saya hanya bebas doangan sementara. seraya mengatakan (kurang lebih). dengan wasilah amal ini. . Ya saudarasaudaraku. ya saya jalanin janji saya. sudah dengar kan audio yang saya upload? Judulnya: Kenapa Harus Khawatir Padahal Ada Allah? Ya. jika kita percaya dan yakin sama Allah. Di esai KuliahOnline berikutnya. Dan Maemunah ini beberapa bulan kemudian jadi istri saya! Maemunah saat saya nikahi. Subhaanallah. Udah nolongin saya. Nah. itulah yang terjadi sama saya. saya akan tambahin dari sekarang. Semua memang butuh perjalanan waktu. Mencari Tuhan yang hilang dari diri saya. saya tebar di berbagai buku saya. kali ini. doa saya belum sempurna. Saat itu hutang tetap belum lunas. Secuplik kisah-kisah saya. Awal tahun 2007. karena saya “lolos”. Allah rupanya juga bercanda bersama saya. ha ha ha. Itu kalau kita percaya Allah menggantinya dalam 1 minggu. masih duduk di bangku SMP kelas 3. Saya anggap ini kisah perjalanan tauhid. Saya bukan promosi. (IS). dari hati saya. Kisah perjalanan saya mencari Tuhan. Dan insya Allah akan diganti sama Allah dalam 1 minggu. kita akan pelajari kisah hebatnya keyakinan seorang tukang nasi yang kemudian membawanya pada perubahan hidup.khawatir. Maka nya kelak kemudian kisah-kisah perjalanan saya diberi judul: Wisatahati Mencari Tuhan Yang Hilang. *** Air Gula Untuk Bayiku Saya yakin Allah tidak akan menyia-nyiakan amal kita. bayarkanlah hutang tersebut”. saya bayarin lagi SPP anak tersebut. Masalah itu insya Allah bergulir sempurna penyelesaiannya. Ya sudahlah. 1 SPP lagi untuk 1 anak yatim yang lain. tapi sedang jualan. insya Allah hidup kita akan berubah ke arah yang kita kehendaki. Sampe ketemu di esai berikutnya. Inilah kisah saya. namanya Maemunah. Kemudian saya balik lagi dan sujud. Dan dia satu sekolah dengan si Ummi tadi. Saya mohon kepada-Mu ya Allah. Kali ini saya sempurnakan. Silahkan dikoleksi ya. Ya Allah.

Subhaanallaah.Saat itu. andai mereka tidak bisa membeli susu buat bayinya lalu bayinya jadi sakit. sebagai “alternatif” andai mereka benar-benar diusir dari kontrakannya. IS dan istrinya sepakat untuk menyedekahkan uang itu. Tapi juga ia bisa membangun satu perusahaan katering dengan aset hampir 20 milyaran dalam tempo hanya 1 tahun. Ia dapat order menangani katering 16rb orang 3x sehari. Cara bicaranya meyakinkan. Rasa sesal di hati istrinya selalu ia tepis dengan keyakinan bahwa Allah tidak mungkin menyia-nyiakan iman dan amal salehnya a/ janji-janji Tuhannya. alias katering dengan 48rb porsi per hari. sungguhpun si pemilik rumah tidak yakin dengan penampilan pembeli rumahnya. maka biarlah Allah tahu. Ini menjadi berkah buatnya. bahwa semua ini terjadi sebab mereka berdiri di atas keyakinannya akan janji-janji Allah. Dan datangnya ga maen-maen. dia memegang kontrak katering yang sangat-sangat besar. Di tengah situasinya yang hampir bener-bener game over. Mereka saat itu pasrah. Dan inilah yang menjadi keyakinan kita. sebagaimana alaminya alam ini yang berisi dua hal. hampir mereka ini pinjam uang ke kerabat dekat. ia ada uang 1 juta. Di saat “bercanda” dengan kesusahannya. mereka betul-betul kosong. Bahkan bukan hanya rumah itu yang bisa ia beli tepat waktu. Masya Allah. Hanya. membuat keberkahan Allah datang. Bahkan untuk tahun 2008. dan lain-lain. Ga tanggung-tanggung seharga 700 juta. dan mengatakan akan membayar dalam tempo 2 bulan. Masa katanya mati. dan terus jalani kehidupan ini. Biarlah ia mengalir. ada pesan yang disampaikannya lewat saya. Ada juga bumbu kisahnya yang tak kalah menariknya. Juga susu anak. Tapi mereka ga jadi minjem. kesenangan dan kesusahan. Susu anak sudah ia gantikan dengan air gula. . Subhaanallaah. Ia kasih biskuit2 kecil pengganjel makanan. uangnya sudah 1 milyar. Sejumlah 37 milyar rupiah. Pasti berhasil. IS dan istrinya menawar sebuah rumah bagus. tidak ada cerita tidak berhasil. atau bahkan orang tua. Hanya dalam hitungan beberapa bulan saja. kesukaran. alhamdulillah. Dari dia. melewati tikungan anak sungai yang namanya kesulitan. Sekian minggu ia tunggu keajaiban sedekah. Uang itu sejatinya ditahan untuk tabungan bayar kontrakan yang 2 bulan lagi bakalan habis. Dan itu kelak benar-benar terjadi. andai mereka tidak bisa bayar listrik kontrakannya lalu malu kepada yang punya kontrakan. Andai mereka diusir dari kontrakannya. listrik. supaya Allah segera menunjukkan Kuasa-Nya. Sungai pasti ada ujungnya. atau mati sekalipun. dengan segala resikonya. Dia tawar rumah tersebut. Keridhaan bayinya juga meminum air gula. Mereka bilang. andai mereka jadi pinjam. sabar. Keyakinan dan kesabarannya berbuah. maka Allah belum tentu bakal turun tangan. Sekali sudah ditempuh jalan Allah. Dan sekalian saja pikir mereka. tapi tak kunjung datang. Masa iya itu semua akan terjadi? Begitulah IS dan istrinya meyakinkan diri mereka.

kita coba bahas IS tersebut. dan seterusnya. kadang begini. Sebab belum tentu juga balasan Allah itu hanya uang.*** Menjadi Lemah Hanya bersandar kepada Allah dan yakin pada pertolongan-Nya. anak sehat. sehat. Setidaknya menurut pengetahuan dan perasaannya. Makin susah. belum tentu mendapatkan berkah yang begitu banyak. Misal. kita menjadi kuat. sampe hampir dua bulan. “Ya Allah.lalu berkah amal saleh Allah tidak beri. sang penjual nasi yang mendapat berkah tersebut. mengikuti seruan-Nya. IS. Mereka khawatir mereka menjadi lemah. andai ada perubahan suasana hati. Bisa juga balasannya berupa panjang umur. Tapi mereka urungkan ini. air susu anak sebagaimana diceritakan sebelumnya sudah diganti dengan air gula. cakep banget. Dia sedekahkan uang 1jt-1jt nya yang ia punya. Bertahan saja dengan kesusahannya itu. padahal uang ini sejatinya untuk bayar kontrakan dan bayar ini itu. Lalu IS dan istrinya percaya pada Allah. ya mereka akan menjadi lemah. Mereka udah benar. IS dan istrinya menunggu balasan Allah. balasan Allah ga kunjung datang. makin baik. Mudah-mudahan bisa dibahas di lain tempat. Ternyata. Ketika kesulitan relatif memuncak. Allah menyuruh kita percaya pada-Nya. Kontrakan udah mau habis. Biar Allah tahu bahwa anak mereka mengalah minum air gula sebab jatah susunya disedekahkan. cuma kitanya aja yang ga berasa. keluarga bahagia. Kan. Biar Allah tahu bahwa mereka jadi tidak bisa bayar kontrakan sebab uang kontrakannya disedekahkan. manakala mereka berpindah sandaran. Koq jahat bener ya Allah? Hanya gara-gara perubahan suasana hati. wuah. Saya mengamini. Tapi ya itu tadi. Bahasanya tentu saja bukan bahasa mengeluh. Sedang Engkau tahu tidak . Sekarang. dan bersandar hanya pada-Nya. Allah ga balas-balas tuh amal salehnya. Ya memang ini akan jadi diskusi panjang. Tapi oke lah. Allah sebenernya udah balas. mereka berinisiatif untuk meminjam kepada orang tuanya. Tapi bahasa pasrah. Kondisi-kondisi begini kalo dibawa ke shalat malam lalu diadukan ke Allah. kami serahkan uang kami kepada-Mu.

Saya membayangkan. Tapi uangnya yang ga ada. koq minjem uang sama Bapakmu ini? (+) Ada. Tapi ya Allah. andai IS bener-bener minjam ke orang tuanya. bisa saja IS dapat uang. Ya Allah. ini baik benar untuk menambah keyakinan dan iman kita. Kita berandai-andai istrinya IS yang maju ke orang tuanya: (+) Pak. boleh saya pinjam uang? (-) Suamimu kemana? (+) Ada. koq masih tetap minta sama Bapak? (+) Uangnya disedekahkan dua bulan yang lalu. dan Engkau lah Yang Maha Memberi Rizki. (-) Koq kerja ga ada duitnya? Buat apa kerja? (+) Sebenernya ada sih Pak. Misal. (-) Loh. Sayang. kemudian pertolongan Allah datang. ya sedekah apa yang kita punya. dengan malah pindah sandaran ke manusia. Dan Engkau pun tahu ya Allah. Belum tentu. cakep bener tuh. kalo kita sudah melengkapi dengan doa semacam ini. (-) Emangnya ga kerja? (+) Kerja. (-) Maksudnya? (+) Ya. dulu ada duit. (-) Apa hubungannya? (+) Katanya. kasih sayang-Mu. . Tapi ngelihat Ustadz Yusuf di TV. kalau udah setengah pingsan. ridha-Mu. kalo kemudian kita “melengkapi” sedekah atau amal kita. bahwa uang itu sedianya untuk membayar kontrakan. kami pun tahu bahwa Engkau tidak akan mengingkari janji. kalo ada. wah. Janganjangan malah menjadi lemah kita adanya. Nah. susu dan yang lain-lainnya. terjadi dialog yang melemahkan seperti ini. Akan terasa benar pertolongan Allah itu. (-) Kalo ada. Tapi kemudian pertolongan Allah tidak akan bener-bener terasa. dengan kepasrahan semacam ini. andai balasannya adalah ampunan-Mu. belum tentu ketika IS dan istrinya minjam ke orang tuanya lalu orang tuanya menyediakan. Beda. Apalagi kenyataannya. atau orang tuanya ada uangnya. kepanjangan umur kami dalam keadaan sehat dan beriman. Engkau pula Yang Maha Memenuhi Kebutuhan-kebutuhan kami…”. kalo mau kaya.ada yang kami miliki lagi kecuali itu. maka tidak mengapa ya Allah Engkau tidak membalas sedekah kami dengan uang.

suamimu tetap maksa? (+) Iya. Insya Allah di ujung perjalanan kita. (-) Ya. Dia pasrah saja sama Allah. alias percaya ya percaya. DIA bahkan titipkan rizki dan karunia khusus untuk manusia. Tapi manusia banyak yang tidak percaya pada-Nya. sudah. sang istri pun sekarang akan jadi serba salah. (-) Terus. Sedekah koq pengen kaya. Itu kebodohannya. Sampe mana kepercayaan akan janji Allah itu bisa bekerja untuk kehidupan kita? Sampe tidak ada “koma”nya. seorang buruh pabrik bersedekah 1000 rupiah di akhir pengajian tentang . kalo situasi dialog ini yang terjadi. (-) Ya. ketika seseorang sudah percaya sama Allah. dan tidak baguslah hubungan antara mertua dan mantunya itu. DIA berikan dan DIA titipkan alam ini pada manusia. Dan jangan ada keluhan. Bahkan pada tataran yang ekstremnya. Jangan ada tanda tanya ke Allah. tidak usah kemudian mencari jalan yang lain. (+) Ya. Sama kontrakan. minta sama suamimu itu. Titik ya titik. Berapa uang yang dulu kamu sedekahkan? (+) 1 juta Pak (-) Bagus! Bapakmu ini saja ga pernah dikasih uang 1 juta… Nah. *** Uang bensin yang ditukar 1000x lipat Allah percaya kepada manusia. Buat susu anak. Ya akhirnya kejadian dah apa yang diceritakan di tulisan sebelumnya ini. saya juga sudah sampaikan itu. Melainkan hanya ada “titik”. kira-kira apa yang akan terjadi? Lemahlah istrinya. Tapi kemudian IS dan istrinya memilih keep silent. sungguh penuh dengan kejutan-kejutan indah. saya butuh banget uang itu. Syahdan. Lalui saja kehidupannya dengan bergantung penuh pada ketetapan Allah dan berjalan terus dengan kepercayaannya itu.(-) Wah. apalagi sampe terjadi penyesalan. Wallahu a’lam. Bahkan. ya engga gitu. (+) Tapi Pak.

bensinnya sudah habis. Segala keraguan ia tepis. Yang penting motornya bisa jalan bolak balik ladang ke rumah. kenapa tidak. Maklum. Inilah yang ia anggap perjuangan sedekah. Ia mencoba meyakinkan dirinya. Ia dorong motor ini dengan enteng. Andai sedekah bisa membuat dirinya bisa banyak rizki. Saudaraku yang membaca kisah tentang “motor yang kehabisan bensin” sebelum tulisan ini. Sedangkan uang 1000 ini sedianya untuk membeli bensin yang memang harganya saat itu Rp. Tapi di saat yang sama. *** Jangan Memperlemah Diri Lagi Banyak keadaan-keadaan yang bisa memperlemah iman kita pada janji-janjiNya. Mengeluhkah ia? Tidak. Baru beberapa langkah ia mendorong. Oleh kawannya ini. 1000 rupiah tersebut untuk beli setengah liter bensin. Ia siap. yang baru ia ketahui jumlahnya ketika ia sampai di rumah. ia dihampiri oleh pengendara mobil kijang yang ternyata kawan lamanya yang sedang berkunjung ke kampung tersebut. Sungguh ia pun bosan dengan keadaan dirinya. Kiranya kesabaran dan usaha menambah ilmu. pengendara kijang ini kemudian memberikan uang 1jt di dalam amplop tertutup. Tidak cukup sampai di situ. Jadi. akan membuat kita terpelihara. sambil belajar di .700 per liter.sedekah. hanya buruh perkebunan. Maka ia nikmati saja kejadian ini. rumah ke ladang. Subhaanallaah. Terlebih lagi terhadap mereka yang tetap memegang teguh kepercayaannya kepada Allah. Tapi hari itu. ia pun mencoba menghibur bahwa ia siap saja mendorong motornya itu sampe ke rumah. Termasuk bayangan mendorong motornya apabila bensinnya habis di tengah jalan. 1. Jadilah ia mendorong motornya itu. baru beberapa ratus meter saja. saya akan mengajak saudara memperdalam situasinya. bahwa bensinnya pasti cukup membawanya pulang ke rumah. padahal motornya ini VESPA! Dan pertolongan Allah itu benar-benar nyata. ia dibelikan bensin yang cukup baginya menghidupkan motor. Dan apa yang terjadi. betapa benar janji Allah. dia memilih menyedekahkan uang 1000 rupiah itu untuk berharap keajaiban sedekah bisa terjadi pada dirinya.

ia malah berpaling kepada selain Allah. habis? (+) Belum. Tapi kayaknya dikit lagi juga habis. setelah ia menyandarkan dirinya kepada Allah. Orang lain menganggap ini sebagai ikhtiar. Misal. Langkah yang sudah betul. Pada kasus motor yang kehabisan bensin. tidak sedikit mereka yang malah jadi dosa. Artinya. dan doa ditempuh. yang mana ia konfirmasikan ilmu-ilmu tentang sedekah kepada para ustadz yang “tidak sepaham”. Makin kita pasrah kepada Allah. koq masih dibawa juga motornya. Apalagi kalau orang yang ia pinjam duitnya itu menyalahkan dia. shalat-shalat sunnah. Tidak sedikit para pencari pertolongan Allah lalu malah berubah menjadi mengeluh kepada Allah. tempuhlah juga jalan kesabaran dan keistiqamahan menegakkan terus ibadahibadah tersebut sambil menanti penuh harap kepada Allah Yang Tidak Pernah Mengecewakan. dan cenderung menyalahkan Allah. boleh saya pinjam uang…? (-) Buat apa…? (+) Buat beli bensin. Dan tidak sedikt juga yang berubah sebab ia “keliru” bertanya kepada yang tidak luas ilmunya. mereka bahkan su-udzdzan kepada saya. sesuai dengan mukaddimah di sub tulisan ini. setelah sadar bahwa ia “meminjamkan” uang kepada Allah. sedang saya menyebutnya kepercayaan yang lemah. Yaitu banyak di antara kita yang berubah menjadi pemarah kepada Allah lantaran menganggap cara-Nya Allah tidak sakses membuat kita mencapai keinginan kita. Dan niscaya juga ia bertambah lemah. (-) Udah tahu bensin bakalan habis. ia tidak akan mendapatkan berkah ketemu dengan pengendara kijang andai ia “beralih” kepada bantuan orang lain. . Baik. saya akan ajak saudara memperdalam situasi kisah motor yang kehabisan bensin tersebut. ia kemudian memutuskan untuk “meminjam” kepada orang lain. lalu ia menjadi tahu bahwa bensinnya dikhawatirkan tidak cukup. semakin enak kita “mengadukan” kelemahan-kelemahan kita. saya sendiri juga kadang “kerepotan” dengan pertanyaanpertanyaan jamaah. terjadi dialog: (+) Mas. maka ia pasti akan berhasil. Saya kerap memberitahu. Menurut saya. (-) Lah. Sambil mengisi waktu. Tidak sedikit juga orangorang yang menjadi lemah sebab bersandar kepada orang lain. Sudah mah jadi menyesal. Terus terang. andai ia benar-benar meminjam kepada manusia. Akhirnya. bahwa ketika jalan ibadah. Tinggal tunggu waktu. sedekah. jalan-jalan riyadhah. ini sama saja tidak menyempurnakan kepercayaannya kepada Allah. emangnya kenapa bensinnya.mana gerangan kesalahan kita ketika kita menempuh jalan-jalan Allah. Misal begini. berubah di ujungnya.

Jangan sampe bikin orang susah saja”. mbok ya mikir. malah disedekahin. kan lancar. Bukan yang lain. malah mas ini membuat sulit orang saja.(+) Tadinya bawa duit Mas. eh. mana ketemu dengan si pengendara kijang. Lain kali kalo mau sedekah. Udah tahu bensin udah mau habis. tapi memilih jalan mundur. Kalo normal-normal saja. lalu bener-bener dapet pinjaman untuk beli bensin. Ga ada “penghentian waktu” atau “penghentian perjalanan”. manakala ia makin disudutkan. dan uang tersebut mau digunakan untuk membeli bensin. ya ga ada keajaiban sedekah. “Mas. Kalo begini. malu lagi…”. Habis itu. seribu kali percaya sama si ustadz tersebut. Dan jangan menyisakan sedikit pun ruang di hati. maka ga bakal ketemu dengan pengemudi kijang yang membuatnya dapat uang 1000x lipat dari yang ia sedekahin. saya ga ada duit lagi. Buat beli bensin. Ini sama saja nyulitin diri sendiri. Tempuhlah jalan-jalan riyadhah. Percayalah sama Allah. Kelihatannya kan betul. dia minjem. Orang yang dimintakan duitnya ini barangkali tertawa… “Mas. sebab bensinnya penuh dan motornya ga mogok. bahwa kita masih butuh bantuan manusia. Koq gitu? Lah iya. Taro kata begini. Coba kalo bener-bener mogok. Dan orang tersebut tidak salah. Wah. pikirin dulu kebutuhan sendiri. Pengendara motor ini akan makin tertekan. Kita hanya butuh bantuan Allah saja. coba. dihina dan diperlemah pula. Udah mah engga dapet. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Tauhid Yang Menggerakkan Iman Yang Menggerakkan Bergerak Menuju Allah KDW0108 Seri 08 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Banyak yang mau berubah. (-) Sekarang mana duitnya? Koq minjam? (+) Dipakai buat sedekah. . Tapi inilah cerita sedekah. dan mogoknya bukan karena motornya rusak? Tapi karena bensinnya habis? Sudah mah susah.

Mudah-mudahan Allah mengasihi kita semua. kekayaan. waduh saya ga ngerti apa-apa nih? Dosa melulu. inilah saatsaat terbaik menabung sebanyak-banyaknya amal. Tanpa hati. Benahin apa yang bisa dibenahin. Maka demikianlah pula amalan kita. Dan sebaliknya. Karena engkau diciptakan untuk beribadah. Tinggal tunggu waktu saja. tinggal datang menghadap teller. Atau malah sudah. nabung terus. Tapi dia tiada berpikir tentang kemaksiatannya kepada Allah. Saatnya memakai tuh uang yang ditabung. Banyak di antara kita yang mengeluh tentang keadaannya di dunia ini. maka subhaanallaah. Dan insya Allah ragam kuliah akan membuat lengkap bekal berjalan menuju Allah. Berusaha membenahi ibadah. Yaitu bagaimana kita kembali kepada Allah dalam keadaan amal banyak. Sebisanya. Ada yang lebih penting ketimbang soal hutang. rumah tempat tinggal. itu sama saja dengan pembekalan akan dibekali saban hari. ga paham ngaji. Artinya ya mulai saja shalat seshalat-shalatnya. Dan ketika seorang hamba bergerak menuju Allah. Atau malahan tinggal mencet dengan ujung jari lewat keypad atau keyboard (mobile banking atau internet banking). Dia tiada berpikir betapa malasnya dia beribadah. engkau selalu khawatir soal-soal dunia. anak keturunan. Jalan saja. Wahai diriku yang mengaku memiliki Allah sebagai Tuhannya. Itulah babak baru yang sesungguhnya dari kehidupan kita. Tapi lihatlah. maka sesungguhnya kesengsaraan dan kenestapaan akan menjadi haknya. Saatnya kini engkau membuka mata. sepuasa-puasanya. Shalat wajib dilakukan di akhir. Saat itulah sungguh sangat diperlukan semua amal. bila yang belum kunjung mendapatkan anugerah dari Allah. Tidak khawatir soal-soal akhirat. tapi dia tidak merasakan itu. rizkinya banyak. Dunia akan Allah serahkan kepada siapa yang Dia percayai. Semua ada waktunya. Ga apa-apa. Ibarat orang menabung. ga paham ibadah. entah sudah berapa waktu shalat-shalat sunnah tiada tertegak sempurna. Pergi saja ke Allah. sengajingajinya. Insya Allah ketika kanal materi selain esai Kuliah Tauhid ini dibuka. Ada yang bertanya. Engkau dituntut untuk beribadah. Kadang shalat sunnah. Kapan amalan akan sungguh-sungguh kita pakai? Nanti ketika sakratul maut. diri yang diampuni dan husnul khatimah. kerjaan. perniagaan. Artinya berjalan menuju Allah. Shalat sunnah? Wuah.Dalam Kuliah Tauhid ini saya mengajak peserta KuliahOnline untuk segera bangun menuju Allah. sementara rizki Allah mengalir keras. sabarlah. Ada yang lebih penting dari itu semua. Masya Allah. Andaipun ada yang mendapatkan dunia-Nya. Bergerak. keluarganya utuh. diterima dan meninggal dalam keadaan hati yang bersih. Buat peserta KuliahOnline yang saat ini jaya. Dan anugerah terbesar buat mereka yang mendekatkan dirinya . sehat. Dah tersedia. karir. padahal ia tiada ahli ibadah malah banyak maksiat. rumah tangga. dan pake dah tuh uang. kadang tidak. Dan barangkali lebih banyak tidak tertegaknya dibanding tertegaknya. pada saat bersamaan Allah akan angkat setinggi-tingginya derajatnya. melakukan amalan-amalan yang mengantarkannya dekat dengan Allah. jodoh.

Baarokawloohu lanaa. sampe kita kemudian pantas diangkat derajatnya dan diberikan segala yang kita hajatkan. Berarti barangkali saya kudu bicara dengan dia. ini Allah pasti yang “berhentiin” saya. Ga ke-geeran. Tetidur di dalam mobil. “PakUstadz!”. “Ok. Atau. Ada minimart nya yang dilengkapi fasilitas ngopi-ngopi ringan. “Nanti saya pengen ngobrol boleh Ustadz?” “Saya buru-buru loh. Biasanya kan hanya melihat di TV saja…”. ntar habis dari toilet ya”. “Masih banyak. alhamdulillah nih bisa ketemu Pak Ustadz. . Saat terbangun. Menunggu beliau. pegimana? Bosen jadi satpam? Emangnya ga gajian?”. Padahal bukan. Akhirnya ketemu sekuriti ini. “Pak Ustadz.kepada Allah. Supir saya mengira saya pengen beli bensin. *** Satu hari saya jalan melintas di satu daerah. adalah kedekatan diri itu sendiri! Dunia menjadi tiada arti buat mereka yang menempatkan Allah di atas segala-galanya. Saya pesen ke supir saya: “Nanti di depan ke kiri ya”. tanya saya membuka percakapan. “Saya ke toilet dulu ya”. saya terbangun pengen pipis. Begitu pikir saya. Pak Ustadz”. Saya katakan pada sekuriti yang mulia ini. untuk bicara-bicara dengan beliau ini. Lagi enak-enak tidur di perjalanan. Saya mencari warung kopi. Dari jauh ia melambai dan mendekati saya. Sekuriti ini barangkali “target operasi” dakwah hari ini. Saya menghentikan langkah. *** “Jadi. Saya senyum aja. Tentang apaan sih?” “Saya bosen jadi satpam Pak Ustadz”. Sejurus kemudian saya sadar. Eh nemu pom bensin. Saya paham. Alhamdulillah ini pom bensin bagus banget. Begitu berhenti dan keluar dari mobil. bahwa Allah subhaanahuu wata’aala berkenan mengampuni dan menyuci dosa-dosa kita dulu. Saya pengen pipis. ada seorang sekuriti. he he he. insya Allah. Bukan jadwal setelah ini. ayo mari kita koreksi lewat pembekalan-pembekalan materi sebelumnya dan husnusdzdzan ke Allah. ada tanda pom bensin sebentar lagi.

Misalnya lagi. Kalo situ shalatnya jam setengah lima. Aqimish shalaata lidzikrii.“Gaji mah ada Ustadz. Cuma sebatas omongan doangan. tapi ibadah dari dulu ya begitu-begitu saja. jam tiga kurang dikit. Rizki mah mau banyak. saya mengejar. kalau kita niatkan sebagai ibadah. memang untuk mengejar ketertinggalan dunia saja. sekuriti itu bisa benar-benar menganggap kerjaannya ibadah. Tiada disebut perhatian sama Yang Memberi Rizki bila shalatnya tidak tepat waktu. Di awal waktu. seorang ‘alim. Kalau ibadah wajibnya nomor tujuh belas. Lagian. agak susah buat ngerubahnya”. ya disebut bohong dah tuh kerjaan adalah ibadah. Rizki mah mau nambah. itu ada syaratnya. kita niatkan usaha kita sebagai ibadah. tapi bisa juga ga. Tapi masa gini-gini aja?” “Gini-gini aja itu. Lalu. “Gini ya Kang. kita bersantai-santai dalam mendirikan shalat. “Udah shalat ashar?” “Barusan Pak Ustadz. Maka lalu saya ingatkan sekuriti yang entahlah saya merasa he is the man yang Allah sedang berkenan mengubahnya dengan mempertemukan dia dengan saya. Saya mengingat diri saya dulu yang dikoreksi oleh seorang faqih. Tugas juga kan ibadah. Bila dalam sehari semalam kita shalat telat . Artinya. tapi sama Allah ga mau mendekat. Tapi umumnya begitu lah manusia. dan kemudian kita abaikan shalat. Butuh perjalanan satu setengah jam andai ashar ini kayak sekarang. Tapi. “Disebut barusan itu maksudnya jam setengah limaan ya? Saya kan baru jam 5 nih masuk ke pom bensin ini”. bisa ya bisa tidak. Tapi kemudian kita menerima tamu sementara Allah datang. ustadz langsung nembak aja nih”. Distel kayak apa juga. jauh tuh. Soalnya kita kan tugas. bahwa shalat itu kudu tepat waktu. Disebut jujur mengatakan itu. tetap nomor satu. Itu kan jadi sama saja dengan mengentar-entarkan mengingat Allah. jadi ga apa-apa telat ya? Karena situ pikir kerja situ adalah juga ibadah?” Sekuriti itu senyum aja. Bukan hanya boleh. “Ya. Apa syaratnya? Yakni kalau ibadah wajibnya. buat Allah nya lebih sedikit ketimbang buat kebutuhankebutuhan kita. kurang lebih dah”. ya emang udah begitu. Artinya kita menerima tamu pas waktu shalat datang. kalo ibadahnya gitu-gitu aja. “Oh. kita abaikan Allah. maka yang demikian masihkah pantas disebut usaha kita adalah ibadah? Apalagi kalau kemudian hasil kerjaan dan hasil usaha. boleh ga? Bagus malah. dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku. kalo nganggap kerjaan-kerjaan kita ibadah. apa yang kita lakukan di dunia ini juga ibadah. Saya meminta maaf kepada sekuriti ini umpama ada perkataan saya yang salah. “Wah. Kayaknya perlu dipikirin lagi tuh sebutan-sebutan ibadah. Entar-entaran. iya ga? Ya saya pikir sama saja”.

sebelum azan udah standby di atas sajadah. kalo ga serius?” “Ya udah. Mudahmudahan sekuriti ini paham apa yang saya omongin. lalu dikali sekian hari dalam sebulan.terus. atau yang lebih bahayanya lagi kalau bener-benar lewat tuh shalat? Wuah. yang selama ini telat shalatnya. Bila seseorang membuka usaha. Jika dia alumni SMU. Ngebut ke Allah nya”. dan kemudian dikalikan sejak akil baligh. nampaknya ia paham. mau berubah?” “Mau Pak Ustadz. Dan saya mengingatkan kepada peserta KuliahOnline untuk tidak menggunakan mata telanjang untuk mengukur kenapa si Fulan tidak shalat. dia masih seperti diam di tempat. maka berapa jarak ketertinggalan kita tuh? 5x satu setengah jam. Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan seperti ini cukup kompleks. Tapi giliran Allah memanggil. maka kawankawan selitingnya mah udah di mana. belum kalo ketinggalan atau kelupaan. Dia pada kerja supaya dapat gaji. lalu ada lagi yang buka usaha. Kan aneh. dan sekian bulan dalam setahun. Dan gaji itu rizki. Jangan setengah lima-an lagi shalat asharnya. saya tanya. dan dikali lagi sekian tahun kita telat. kita telat terus. bahasa-bahasa kehidupan yang cair dan dekat dengan fakta. Saudara-saudaraku Peserta KuliahOnline. makin jauh saja mestinya kita dari senang”. dan cenderung jahat lalu hidupnya seperti penuh berkah? Sedang si Fulan yang satu yang rajin shalat dan banyak kebaikannya. tapi ga kenal sama Yang Bagi-bagiin rizki. Ngapain juga coba saya kejar Pak Ustadz nih. Buru tuh rizki dengan kita yang datang menjemput Allah. benahin shalatnya. Contohnya ya pekerja-pekerja di tanah air ini. percakapan ini kurang lebih begitu. lalu hidupnya susah. Dari raut mukanya. Itu baru telat saja. Si sekuriti mengaku mengerti. Mudah-mudahan demikian juga saudara-saudara ya? He he he. dan yang lainnya sempit usahanya. bisa jadi sebab ibadah yang satu itu bagus sedang yang lain tidak. bahwa maksudnya. Belagu ya saya? Masa omongan cetek begini kudu nanya paham apa engga sama lawan bicara? Saya katakan pada dia. Pantangan telat. sedang Allah lah Tuhan yang sejatinya menjadikan . Jangan sampe keduluan Allah”. Insya Allah ada waktunya pembahasan yang demikian. Tapi bisa diurai satu satu dengan bahasa-bahasa kita. deketin Allah dah. “Ngebut gimana?” “Satu. sementara yang satu usahanya maju. “Terus. Kita ini pengen rizkinya Allah. sejak diwajibkan shalat. Kembali kepada si sekuriti.

giliran ketemu Allah. Emang gajinya berapa?” “Satu koma tujuh. bayar ini bayar itu. Alias udah mulai ngambil dulu bayar belakangan”. Eh. Hutang di warung juga terpaksa dibuka lagi. Saya ini kerjanya pagi siang sore malem.seseorang bekerja. pan kudu bayar motor. ga ada persiapan. itu mah gede banget. wangi. itu udah gede”. dan persiapannya masya Allah. Jadi dihitung sama bos pegimana gitu sampe ketemu . ente nya aja kali yang kebanyakan beban. “Yang kedua. “Yah. bayar susu anak. bayar kontrakan. pegimana mau sedekah. Emang ga cukup Pak ustadz”. Sekuriti itu tertawa. Tapi gede gaji bukan karena udah lama kerjanya. “Ah. dan tidak segan-segan menunjukkan wajah dan fisik lelahnya. “Yang kedua.” saya teruskan. untuk ukuran sekuriti. emang udah lama kerjanya?” “Kerjanya sih udah tujuh taon. Pak ustadz”. “Koq bisa?” “Ya. sebab saya tinggal di mess. amit-amit pakaiannya. Nemuin klien. ustadz”.. malah kelakuannya seperti ga menghargai Allah. hari gini aja nih. “Pak Ustadz. “Wuah. “Itu kerja bisa gede. keluarin sedekahnya”. Ini namanya ga kenal sama Allah. rapih. yang orang sering sebut orang kecil. Maaf ya. udah pada habis belanjaan. Saya inget betul.

“Kang.angka 1. Susah lagi belinya. “Jangan Ustadz. Makin cakep kalo anak-anak juga dikerahin. Saya benahin dah”. ya nombok dah jadinya. udah keterlanjuran ya? Ok. “Ya udah. lepas aja itu tanggungan. Sekuriti ini nyengir. Jangan sendirian. Saya sayang-sayang ini motor. Bukan cara dan kebaikannya. saya kehabisan akal untuk nembak dia. Kalo ngelihat keuangan model begini. Kontrakan saja sudah 450 ribu sama air dan listrik. Ibarat sendal. kenapa masih kurang?” “Ya itu. Kecuali Allah berkehendak lain. Rupanya angsuran motornya itu 900 ribu. sebab saya punya tanggungan banyak”. Ikutan semuanya ngebenahin shalat”. ga ada”. “Siap ustadz”. Kalo engga apa keq”. Shalatnya gimana? Mau diubah?” “Mau Ustadz. kalo saya unjukin bahwa situ . “Yah Ustadz. Ngapain juga ente kredit motor? Kan ga perlu?” “Pengen kayak orang-orang Pak Ustadz”. motornya. “Secara dunianya. Emas juga ga punya”. Tabungan juga ga ada. Kayak motor. “Ya susah kalo begitu mah.7jt”. lakukan berdua. Kalo dia hanya betulin shalatnya saja. tapi sedekahnya tetap ga keluar. Emang ini motor kalo dilepas. Repot”. Tapi saya akan cari terus. “Sedekahin aja motornya. Setidaknya menurut ilmu yang saya dapat. Sebentar kemudian saya bilang sama ini sekuriti. Sebab tanggung. Ajak dia. “Tapi sedekahnya tetap kudu loh”. Pengen kayak orang-orang. Ya lain soal itu mah. Kan saya udah bilang. “Terus. Ga jelas tuh darimana dia nutupin kebutuhan dia yang lain. lama keajaiban itu akan muncul. “Bareng sama istri ya. Bukan ilmu dan ibadahnya. Sekuriti ini berpikir. dia punya 900 ribu.

“Ok. Ga kena di hati. “Ya Pak. Jangan pake kalau”. Sehingga perubahannya berasa. Ketika ditanya buat apa? Dia nyengir ga jawab. “Ya kalo yakin. Baru ini saya berani”. ga mengapa punya banyak keinginan. saya akan jalanin. Sedapetnya. Jangan koma. Satu koma tujuh. Asal apa? Asal kita barengin dengan peningkatan ibadah kita. padahal dia Sarjana Akuntansi! Ya. Si sekuriti mengangguk. saya kan ga pernah kasbon. Sekuriti ini saya bimbing untuk kasbon. Supaya bisa signifikan besaran sedekahnya. situ mau percaya?”. Tapi usahakan semua. Semuanya. Wah. Sekuriti ini ngangguk lagi.bisa sedekah. yang besar lagi sedekahnya. buat apa? Akhirnya mau ga mau sekuriti ini jawab dengan menceritakan pertemuannya dengan saya. “Selama saya bisa. . sebab dia sekuriti. Ga pernah berani. biarin aja harga barang pada naik. shalat dhuha dan tahajjudnya. Ancem aja diri. Itulah barangkali yang sudah membuat Allah mengunci mati dirinya hanya menjadi sekuriti sekian tahun. Dia juga janji akan rajinin di waktu senggang untuk baca al Qur’an. agar mau menambah ibadah-ibadahnya. Akhirnya hidup kemakan dengan tingginya harga. apa boleh buat. Ga usah kuatir. shalat hajatnya. Shalat Jum’at aja nunggu komat. Tapi ya begitu dah hidup. Jangan malah berleha-leha. Pol. Yang penting kerja dan ada gajinya. mau kasbon. Komandannya terus mengejar. Perasaan udah lama banget dia emang ga lari kepada Allah. Dan itu dia aminin. titik. susah dah. Untuk sedekah. Ga sesuai sama rencana.” katanya. Asal keinginan itu keinginan yang diperbolehkan. Apa boleh buta. eh. rupanya dia ini Sarjana Akuntansi. Kayak sekarang ini. Bagi saya sendiri.. Ga kebagian. “Mana bisa?” kata komandannya. Kan belum bisa diambil?” “Bisa. *** Sekuriti ini kemudian maju ke atasannya. mau ngejalanin?”. Trmasuk dia akan polin shalat taubatnya. “Entar bulan depan saya hidup pegimana?” “Yakin ga sama Allah?” “Yakin”. “Gajian bulan depan masih ada ga?” “Masih. manteb. Dia janji akan ngebenahin mati-matian shalatnya. kalo sudah saya tunjukkan. Pantesan juga dia ga betah dengan posisinya sebagai sekuriti. Dan ga apa-apa juga memimpikan sesuatu yang belom kesampaian sama kita. Tapi ketika ditanya berapa? Dia jawab. masih dalam batas-batas wajar. Dicoba dulu”.

Bukan dari keajaiban mendekati Allah. “Bener nih. saya demen ama yang begini. ditanyalah si sekuriti ini sesuatu urusan yang sesungguhnya adalah rahasia dirinya. Begitu katanya. Alhamdulillah. pasti Allah tidak akan tinggal diam. berubah ga tuh si sekuriti nasibnya”. Supaya benarbenar menjadi tambahan uswatun hasanah bagi yang belum punya iman. Saya ketawa mendengar dan menuliskan kembali kisah ini. begitu lah pemikiran kawankawannya yang tahu bahwa si sekuriti ini ingin berubah bersama Allah melalui jalan shalat dan sedekah. Hari demi hari. satu pom bensin itu menyaksikan perubahan ini.Singkat cerita. Dan barangkali akan betul-betul mempercepat perubahan nasib si sekuriti. Dan saya pun tersenyum dengan keadaan ini. menantang ledekan kawan-kawannya yang pada mau ikutan rajin shalat dan sedekah. Percuma”. Kawan-kawannya ini ga melihat motor besarnya lagi. Sebab buat apa sedekah 1 bulan gaji di depan yang diambil di muka. dapet kasbonan 30% aja belum tentu lolos cepet. Dan lumayan istiqamah ibadah-ibadah sunnahnya. Tapi kalo dia kasbon. Sebab komandannya ini ikutan merayu. Saatnya ngumpul dengan si bos. sebab kata mereka barangkali aman sebab jual motor. berarti dia berhasil. sampe akhir bulan berikutnya. si sekuriti ini ga kasbon. . Jadi. Termasuk dinanti oleh bos nya. kalau kemudian kas bon. kalau pake jalur formal. sebagaimana Allah tidak akan mempermalukan si sekuriti. Bukan apa-apa. “Kita lihatin nih dia. Kalo dia ga kasbon saja. asal dengan catatan dia berhasil dulu. Apalagi kenyataannya si sekuriti ga mengurangi kedisiplinan kerjaannya. Sebab insya Allah. Bos nya yang mengetahui hal ini. Suatu hari bos nya pernah berkata. maka kelihatannya dia gagal. Yang lain bakalan gajian. Sedang situ kan udah diambil bulan kemaren”. Tepat waktu terus. Dan dia tahu janji Allah pastilah datang. Malah tambah cerah muka nya. “Kita coba lihat. ga kasbon? Udah akhir bulan loh. “Buat sedekah katanya Pak”. Berhasil kah? Tunggu dulu. menjadi kisah yang dinanti the end story nya. Tapi subhaanallah. sebab dia menunggu janjinya Allah. sekuriti ini direkomendasikan untuk ketemu langsung sama ownernya ini pom bensin. tidak kasbonnya dia ini. Sebab tempat kerjanya jadi barokah dengan adanya orang yang mendadak jadi saleh begini. Sebab cerita si sekuriti ini sama komandannya. yang merupakan kisah pertemuannya dengan saya. sekuriti ini dilihat sama kawan-kawannya rajin betul shalatnya. bos besarnya menyetujui. begitu kata komandannya. Sekuriti ini mengaku dia cerah. Katanya. Subhaanallaah. senang. sebab Allah pasti tidak akan mempermalukannya juga.

Subhaanallaah. kurang. Tauhid. Dia lalu kumpulin semua karyawannya. yang melibatkan dirinya. akhirnya dia malu sama Allah. Sebab apa? Sebab kata si sekuriti. Tauhid yang menggerakkan! Begitu saya mengistilahkan. dan imannya ini bekerja menggerakkan dia hingga mampu berbuat sesuatu. Allah persis mengganti 10x lipat. Dan lihat juga cerita ini. Motornya yang selama ini dia sayang-sayang.7jt gajinya. Ga perlu kasbon. Tuhannya. Kata si sekuriti. Tapi soal tauhid. Cerita ini bukan sekedar cerita tentang Keajaiban Sedekah dan Shalat saja. masya Allah. Tapi dia tambahin 12 juta dari 17jt uang cash yang dia punya. Lalu dia dimutasi di perusahaan si owner yang lain. Bahkan lebih. Dan dia baru sedikit mengenal Allah. dan diyakini. belum berganti bulan. Dengan uang ini. dan dia sedekah besar yang belum pernah dia lakukan seumur hidupnya. berubah. Sampe-sampe bulan kemaren juga belum selesai. Tapi kemudian cerita si sekuriti ini benarbenar bikin bengong orang pada. dan dijadikan staff keuangan di sana. soal keyakinan dan iman seseorang kepada Allah. Sekuriti ini mengenal Allah. trjadi keajaiban. Tuh motor dia pake buat ngeberangkatin satu-satunya ibunya yang masih hidup. Akhirnya? Jadi! Bekerja penuh buat perubahan dirinya. Tambahannya dari simpenan ibunya sendiri. Sekedar memediasi saja lewat sms ke pembeli dan penjual. Katanya. Si sekuriti masih bercerita. Tapi lihatlah. Dia sedekah 1. yakni hidupnya di bulan depan yang dia pertaruhkan. Subhaanallaah kan? Itu jual motor. Masya Allah. Mendadak si bos itu yang kagum. keyakinan. Dan dia merasa ga perlu lagi motor. ilmu yang sedikit ini dipake sama dia. buat perubahan hidupnya. masya Allah. Di kampung. dan menyuruh si sekuriti ini bercerita tentang keberkahan yang dilaluinya selama 1 bulan setengah ini. Sehingga ibunya punya 25 juta. berubah.Sekuriti ini bilang tadinya sih dia udah siap-siap emang mau kasbon kalo ampe pertengahan bulan ini ga ada tanda-tanda. Dan itu trjadi begitu cepat. dia jual! Uangnya melek-melek buat sedekah. Sebab itu motor dijual cepat harganya ga nyampe 13 juta. Apakah cukup sampe di situ perubahan yang trjadi pada diri si sekuriti? Engga. siapa kemudian yang mengikuti cerita ini? Kayaknya kawan-kawan sepom bensinnya .5jt. seribu kali si sekuriti ini berhasil keluar sebagai pemenang. Berubah. ia aman. Tapi Allah mengaruniainya komisi penjualan tanah di kampungnya sebesar 17. pasca dia benahin shalatnya. sadar kekuatannya ampe kayak gitu. Saudara-saudaraku sekalian. bahwa dia merasa aman dengan uang 5 juta lebihan transaksi. Padahal dirinya ga trlibat secara fisik. Masih tanggalan bulan kemaren. Si sekuriti ini kemudian diketahui oleh owner pom bensin tersebut sebagai sarjana S1 Akuntansi. ada transaksi tanah. dari transaksi ini. masya Allah.

Dan memang bukan apa-apa. ya sampe ketemu dah di esai berikutnya. Tapi ya Allah jugalah yang menggerakkan tangan ini menulis. saya jadi ikut belajar. Muhammad Yusuf al Haafidz akan pulang ke rumah untuk yang pertama kalinya. jangan terus-terusan meratapi dosanya. Barangkali cerita ini akan lebih dikenang sebagai sebuah cerita manis saja. Saya merapihkan tulisan ini di halaman parkir rumah sakit Harapan Kita. Semua menikmati. Saya berhutang banyak kepada saudara semua. Pertanyaan ini juga layak juga diajukan kepada Peserta KuliahOnline yang saat ini mengikuti esai ini? Apa yang ada di benak Saudara? Biasa sajakah? Atau mau bertanya. Semua orang punya prinsip hidup yang berbeda. Sebuah pesantren yang dikemas secara modern dan internasional. Kepada Allah semua kebenaran dan niat dikembalikan. Lalu saya lampirkan kalimat pendahuluan. esai ini saja sudah kepanjangan. Semalam saya ikutan tarawih di pesantren Daarul Qur’an internasional. Siapa sangka. Di antara semua peserta KuliahOnline saja ada yang insya Allah saya yakin mengalami keajaiban-keajaiban dalam hidup ini. Kita ngebut sengebut2nya menuju Allah. semua yang terlibat. lalu mengejarnya dengan amal saleh. Ini juga tadinya bukan esai sekuriti ini yang mau saya jadikan tulisan. Kejar saja ampunan Allah dengan memperbanyak taubat dan istighfar. file yang dibuka adalah tentang langkah konkrit untuk berubah. siapa sekuriti ini yang dimaksud? Di mana pom bensinnya? Bisa kah kita bertemu dengan orang aslinya? Berdoa saja. kembali lagi pada rutinitas dunia. terlihat menikmati. Saya pikir. memang tidak gampang buat seseorang menempatkan dirinya untuk menjadi contoh. Mudah-mudahan allah membalas amal baik saudara semua. Sebagiannya memilih diam saja. dan hanya orang-orang tertentu saja yang memilih untuk benarbenar terbuka untuk dicontoh. Yah. Setelah itu. Yang lebih penting buat kita sekarang ini. Di antaranya. Sebab kenyataannya juga buat saya tidak gampang menghadirkan testimoni aslinya. Terima kasih banyak atas doa-doanya dan perhatiannya. Ga makmumnya. Masih di dalam mobil. Tapi rampungnya sedikit sedikit. ketika sudah dipublish. kalimat pendahuluan ini saja sudah 10 halaman. Tapi tarawihnya dijejek 1 juz sekali tarawih. Jika ada di antara peserta KuliahOnline yang pengen ikutan tarawih 1 juz . Sambil menunggu dunia terang. barangkali tidak semua ditakdirkan menjadi manusiamanusia pembelajar. dan sebagiannya lagi memilih menceritakan ini kepada satu dua orang saja. ga para tamu dan wali santri yang ikut. sudah. Dari semalam saya tulis esai ini. hampipr 11 halaman. Persis seeperti yang kemaren-kemaren juga dijadikan statement esai penutup. Jadi. Yang merasa dosanya banyak. Salam saya buat keluarga dan kawankawan di sekeliling saudara semua. Semalam. bagaimana kemudian kisah ini mengisnpirasikan kita semua untuk kemudian sama-sama mencontoh saja kisah ini.pun belum tentu ada yang mengikuti jejak suksesnya si sekuriti ini. ga imam-imamnya. Masya Allah. Insya Allah hari ini bayi saya.

kondisi-kondisi begini yang saya demen. Baik yang masih terjalin silaturahim maupu yang sudah putus sebab satu dua hal. doa terbaik itu salah satunya adalah doa .ini. Sementara saya akhirnya bisa mendampingi para santri dan guru-guru memimpin dan mengembangkan pesantren Daarul Qur’an ini. Saya pernah mendengar. Beruntunglah saya memiliki keluarga besar jamaa emua yang peduli dan perhatian kepada saya. Subhaanallaah. Istri saya meluncurnya dari rumah. ata yang tidak. silahkan datang saja langsung ya. kelihatannya matahari sudah mulai kelihatan. bayi saya. Baik yang rajin datang ke pengajian di pondok. Ok. Makasih doa-doanya. Insya Allah saya pribadi membiasaka mendoakan saudara-saudara semua. tapi masih tetep bisa ngajar lewat KuliahOnline ini. Sebab saya juga kebagian menjadi salah satu imam jaganya. Muhammad yusuf a haafidz sudah pulang di hari pertama Ramadhan atau bertepatan dengan 1 September 200 setelah sejak tanggal 17 Agustus 2008 lalu harus menginap di rumah sakit. Dan juga kepada para donatur pesantren. Doakan keluarga kami ya. Alhamdulillah. Saya juga tiada henti mendoakan saudara dan jamaah semua. Siaran langsung jam 5 ba’da shubuh tadi. dan lalu saya katakan kepada Allah. Saya kurangin jadwal. Baik yang dekat maupun yang jauh. Ucapan Terima Kasih Peserta KuliahOnline yang berbahagia. Insya Allah saya usahakan ada. ya Alla kirimkanlah segala fadhilah ayatayat-Mu yang saya baca ini untuk segenap jamaah kami Baik yang langsung maupun yang tidak. Saya baru pulang juga langsung dari TPI. Masya Allah. Ya. Dengan cara mengirimkan suratul faatihah sebagai doa Malah tidak jarang saya bacakan surah yaasiin. Dan saya masih sempet mengkader ustadz-ustadz muda untuk diperjalankan ke seantero negeri.

di mana kemaren kita belajar tentang kisa perubahannya seorang sekuriti sebab ia ubah kebiasaannya beribadah dan menjalani sediki ilmu yang didapatnya dengan keyakinan tinggi. Andalka uga kekuatan doa. Berubahlah bersama orang-orang yang positif. ubahlah juga porsi doanya. Jangan hanya mengandalkan otak saja. agar lebih banyak ana yatimnya. ingin lebih menyenangkan keluarga. masya Allah. Apalagi otot. kekuatan ibadah. Apalagi kalau perubahan itu bisa diniatkan dari sekarang. setiap orang yang mau berubah. Melanjutkan kajian esai Kuliah Tauhid terdahulu. Bahwa setiap orang bisa berubah dengan mudah. Maka bila diresapi bersama itu tulisan. Alhamdulillah. pasti susah. dan kekuatan amal saleh. Ubahlah bersama Allah. nawaitu kan bahwa kalau kehidupan berubah. porsi ibadahnya da porsi amal salehnya. *** Ubahlah Bersama Allah Apa-apa kalau sendirian. agar lebih banyak sedekahnya. . yang mampu bersama-sama menuj perubahan.untuk oran ain. Sekali lagi. Ya. dilurusin. Subhaanallaah. alias nawait nya dibenerin. Dan apa-apa kalau dikerjakan secara tim. Apalagi bila kita mau berubah bersama Allah. wuah. perubahan itu adalah perubahan yang diridhai Allah Misalnya. Apalagi Allah sebagai partner kita. agar bermanfaa lebih besar lagi buat agamanya Allah. doa itu akan dikembalikan kepada kita menjadi doanya par malaikat Allah untuk kita. orang tua. asal dia tidak sendirian mengubah keadaa dirinya. agar mudah datang ke pengajian. maka perubahan ini akan ia bawa k hal-hal positif. seharusnya menginspirasikan satu hal buat kita. Dalam bahasa yang lebi ederhana. Maka kata para guru. pasti lebih mudah. buat orang-orang sekitar.

supaya ada perbaikan. Miskin. Selalu hina di mata keluarga. Usaha yang tiada menguntungkan. Rumah tangga tanpa anak. ya jawabannya. bisa. Hidup dalam kungkungan hutang. Kalaupu terjadi perubahan.Tidak bisa seseorang berubah. kekuatan amal saleh. Ya itu tadi. maka yang akan menikmati adalah orang lain. akan membuat manusia keletihan. porsi usaha. Selalu kurang. porsi tenaga. kepengen anak tidak seperti kita. Bangkrut. dan seberapa bagus kualitas perubahannya. Keluarga yang tidak harmonis. Tempuhlah jalan-jalan seperti yang sudah disebut di atas. Bila Anda jadi rajin membuka al Qur’an. kalau ditanya. tanya saja seberapa besar da berkualitasnya usaha untuk menuju perubahan itu. rajin . Tapi jangan pake hanya kekuatan dunia saja. cepe elahnya. Hidup tanpa pendamping hidup. mengubah hidup ke arah yang lebih baik. Jadi. maka perubahan adalah milik Anda! Masih belum paham ya? Gini. Keluarga sakit-sakitan. Pekerjaan yang bergaji kecil. gunakan tambaha kekuatan doa. Perubahan apa sih yang dimaksud? Perubahan apa saja yang dikehendaki. Sedang memperbesar porsi mikir porsi kerja. Yang lebih sering terjadi adalah orang tersebut kan terjebak pada terus menerus di dalam suasana ikhtiar menuju perubahan itu. Tentu saja bekal bekal “dunia” ya dijalani. apakah saya bisa berubah. Teliti kekurangan dan kelemahan dar sisi ini. saudara dan tetangga. tempuhlah jalan yang berbeda dengan yang orang lain tempuh. Bukan dia. Ketika ada perbaikan. Berketurunan dari orang-orang rendahan. Dagangan rugi terus. Ia tidak akan puny banyak waktu untuk menikmati perubahan itu. perubahan yang paling gampang diidentifikasi adala perubahan ibadah. kekuatan ibadah. Seberapa lama perubahan bisa dicapai. tanpa adanya perubahan. Ngajuin modal ga pernah tembus. Sekali lagi. Kepengen anak lebih maju dari kita hidupnya Dan seterusnya.

begini. istilah saya mah orang-orang yang tidak memiliki Alla pun sanggup melakukannya. Yang tidak punya Tuhan pun akan mendapatkan gaji bila i bekerja. dan seterusnya. mak perubahan yang sesungguhnya tidak akan pernah bisa dinikmati. itu sebenernya tanda-tanda kemunduran. kebaikan-kebaikan pada sekitar bertambah. shalat halat sunnahnya juga bertambah. maka tiadalah yang bisa kita dapa kecuali kesembuhan itu saja. Andai kita sakit. Insya Allah sesua dengan sunnatullah-Nya. tiada berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah. Terhadap “langkah-langkah dunia”. ada jam-jam tambahan bercengkrama bersama Allah. akukanlah petunjuk-petunjuk “dunia”. bila hanya beroba aja. kecuali apa yang sekeda kita rasakan saja. butuh langkah konkrit Seorang kawan bertanya masih seputar bentuk konkritnya atau langkah konkritnya menuj perubahan tersebut. *** Bentuk Konkrit Perubahan Setiap perubahan. Supaya tidak sekedar bekerja. jagalah/perhatikanlah makanan yan dimakan. sebentar lagi perubahan benar-benar akan terjadi. Buat Anda yang bertambah dan berubah. Yang demikian itu sama bila seseorang “hanya bekerja”. sebagai seseorang yang menginginkan Perubahan Besar. kalau hanya melakukan langkah-langkah dunia ini. Pake ukuran kebahagiaan yang hakiki. Buat yang perlu penjelasan lagi. sedekahnya bertambah. Namun. maka bis dipastikan. jika posisi Anda saat ini hidup dalam suasana sakitsakitan. Tapi. Ia perlu “nilai”. tapi frekuensi ibadah dan amal saleh menjad berkurang dan melemah. kesembuhan itu bisa saja kita dapatkan. Saya perna membesut satu seminar tentang kehidupan yang judulnya: . lalu kita berobat. Tapi. istirahat yang cukup. Coba saja dirasakan Dirasakan pake ukuran hati.membuka buku-buku hadits. Maka saya katakan begini. Tent aja ia bisa mendapatkan gaji. berolahragalah. maka tiadala ukup ia bekerja sekedar bekerja.

coba datang kepada Allah. Selepas shalat waji misalnya. Maka. Kalau perlu ambi shalat-shalat sunnah yang jarang orang kerjakan. Bila sebelum sakitsakitan malas-malasan shalatnya. Cari waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa. selain menempuh cara-cara dunia. Bila sebelumnya shalat-shalat sunnah malas benar tertegak. Bila sebelum sakit-sakitan. dan tiada ada usaha untuk khusyu’. seperti menjadi ayah yang baik. Insya Allah. Suami menjadi suami yang lebih baik lagi ke istri. tambahin sedekahnya. perbaiki hubungan Anda denga orang tua Anda. jadikan delapan. dhuha dan atau bahkan tahajjud. tidak sakit-sakitan dengan cara melakukan hal-hal berikut ini. Kitalah yang menungg Allah. dan seterusnya. Jadilah orang yang rindu dengan waktu shalat. shalat sunna syukur wudhu. Istri menjadi lebih bai agi ke suami. Pergiat doa. Jangan sampe Allah menunggu. tapi masih dua rakaat tambahin jadi empat. akhlak. Jadilah orang-orang yang betul-betul bergiat berubah di urusa yang disebut ini. bahwa kita shalat membawa penyakit kita untuk diber Nya kesembuhan. Mulai dari qabliyah ba’diyah. diintrospeksi. Jika sebelumnya kit tiada khusyu’ shalatnya. sebab kepengen berdoa setela usai shalat. Kalo tadinya sudah empat. Dan kebaikan-kebaikan lain. contohnya terlanjur contoh hidup sehat. Syukur syukur bisa berdoa selepas shalat hajat. Atau ketika posisi Anda adalah anak. saudara ke saudaranya. Lebih sering sendiriannya ketimban berjamaahnya… Ubahlah. diteliti kekurangannya. dan seterusnya. Langsung munajat setelah berhadapan dengan Nya di dalam shalat. Bila sebelumnya sudah shalat dhuha. maka hidupkanlah shalat shalat sunnah. cobalah ubah bersama Allah dalam menuju hidup yang sehat. cari lagi anak yatim yang lain sebanya yang kita mampu sebagai tambahan.Memaknai kehidupan. dhuha. dan atau perbuatan dan . kini kita shalat dengan hat dan pikiran kita. sering telatnya ketimbang tepatnya Lebih sering malasnya ketimbang rajinnya. Bila sebelum sakit-sakitan sedikit anak yatimnya. Artinya. Lebih bertenaga. Tetangga ke tetangganya. mak sekarang pas sakit-sakitan. ada sedekahnya. dan lain-lain. shalat sunnah tasbih. sebelum azan. lalu kebut di sisi ini untuk menjadi ayah dan ib yang lebih baik lagi. ibu yang baik. moral. Datang ke Allah sebelum waktunya. langkah konkrit dalam kasu kepengen hidup sehat. sebab kita ada keluhan yang ingin disampaikan kepada Nya. bagi anak-anak Anda. perbaikan perbaikan yang lebih bersifat mental. Baiklah. Sambut Allah.

itu perkara lain. para lelaki ngebela-belain shalat berjamaah. Dengan berpuasa saja. paling tidak seseorang “nyambung” mulai dari sahur. Gerakan batinnya.sikap sehari-hari nilah yang akan membuat ikhtiar Anda menuju perubahan dan perbaikan hidup menjad mudah. gerakan niatnya. sebenernya itu sudah cukup mengantarkan seseorang menjadi . boleh dibilang manusia terkoneksi terus sama Allah. Di bulan puasa. shalat sunnah sayang terlewati. menyiapkan makana berbuka dan sahur. terjaga dengan apa yang disebut puasa. Allah hadirkan bulan puasa dari 12 bulan yang Allah berikan. Di bulan puasa. sungguh bulannya amal salih. Pokoknya. sebab ada keridhaan Allah di sana. (Perkara seseorang kemudian mengisi puasanya atau tidak. Subhaanallaah. gerakan fisiknya. Alhamdulillah. Apalagi bila kita mau menambah kualitas kedekatan itu dengan ilmu dan amal salih. semakin bagus kualitas hidup kita. di perjalanan ikhtiar menuju sehat. lalu tetap mengambil amalanamalan yang wajibnya saja. Sebab kondisi kita “siap bangun”. Ketika kita tidur pun. sampe mau tidur. ada seorang kawan yang mereferensika sesuatu yang ternyata cocok dengan Anda sehingga Anda memperoleh kesehatan sempurna. bagi siapa yan menempuh jalan untuk menghadirkan pertolongan Allah. Semakin banyak waktu yang diluangkan bersama Allah. baca al Qur’an disempet-sempetin. pikiran kita setidak-tidaknya berpikir untuk jangan sampai tidak bangun sahur. kita ingat mengaji. maka Allah akan hadirkan jalan jalan di luar jalan yang selama ini ia tempuh. Hal-hal di atas bisa diterapkan juga pada kasus-kasus yang lain. Mudah. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Hidup Bersama Allah KDW0110 Seri 10 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Luangkan waktu bersama Allah. Nanti akan terjadi keajaiban-keajaiban-Nya yang tahu-tahu Anda sudah hidup semakin sehat Misalnya. Di bulan puasa. Itu sebabnya kita kemudian bisa bangun sahur. Di bulan puasa ini.para istri. Ketika dia puasa saja. Di bulan puasa. Para ibu. Sedekah juga bertebaran di bulan ini.

termasuk di Pesantren Daarul Qur’an. Bahkan ketika bermasalah pun tidak kunjung mendekatkan dirinya dengan Allah. gerakannya. Di pesantren manapun ia. acara-acara kantor. Saya semalam menangis. segala rupa amalan warga pesantren. setiap malam berlangsung tarawih 1 juzan yang memang sudah lama saya idamidamkan. mestinya kita sadar untuk memulai perjalanan mencari Allah. tidak berjauhan).du. kita kejar kehidupan yang nyaman di kehidupan kedua nanti setelah kita meninggal. witir dan baca al Qur’an. Hidup bersama Allah. Tapi dikebut. Suasana pesantren sering mendatangkan kedamaian. Sebab saya menangis. Ditambah lagi saya yang alhamdulillah bulan ini banyak mengurangi jadual untuk berkonsentrasi di tengah-tengah para santri dan asaatidz. Di antaranya barangkali saya terlalu bahagia. alangkah bagusnya. masya Allah. Jalankan ini semua sampe ia menjadi kebiasaan buat kita. Ga kebayang dalam hidup saya. Supaya bisa shalat malam. Para Peserta KuliahOnline yang berbahagia. Saya tidak menjanjikan apa-apa. semakin baik nilainya). . Bukan sekedar ditempuh. Di 2 lokasi Pesantren Daarul Qur’an. sungguh ini membahagiakan sekali. baik di bulan puasa ini. adalah menuju Allah. saya menemukan banyak manusia yang menyibukkan dirinya dengan urusannya. Wuah. Ada di tengah anak-anak dan para asaatidz pondok yang hatinya. Apalah lagi buat kita-kita yang sadar bahwa kita-kita ini emang manusia-manusia yang masya Allah. semakin banyak kita dalam beramal. dan pengajiannya untuk diselenggarakan di pesantren. di Kampung Bulak Santri dan di Kampung Ketapang (dua-duanya berjarak dekat. witir. ada kedamaian sendiri. Kita kejar dosa kita. masya Allah. Rasanya. ada beberapa hal. plus lingkungan yang khusus. memimpin dan mengelola pesantren hafalan al Qur’an. Kebiasaan-kebiasaan di bulan puasa. kita emang perlu waktu khusus dan tempat-tempat khusus. Semakin bagus kita mengisi. Mulai dari bangun shalat shubuh lebih di awal. terus saja kita jalankan. bahwa saya dan kawan-kawan diamanahi berkah yang luar biasa. berlangsung tarawih 1 juz 1 malam. kecuali mudah-mudahan berkah dari amalan harian pesantren bisa dibawa ketika berada di sana dan kemudian bisa dibawa pulang itu keberkahan. Saya betul-betul mengundang kawan-kawan jamaah semua untuk mengagendakan acaraacara keluarga.terhubung sama Allah. suara anak-anak santri. Suara imam-imam saban malamnya. Menjadi habit buat kita. istighfar dan membaca al Qur’an menunggu waktu shubuh. pikirannya. dalam keadaan bagaimanapun kita. akan semakin baik score-nya. Dan memasuki puasa. Tentu saja. Supaya bisa tertegak shalat sunnah tahajjud. dosanya gede banget-banget. Kalau bisa. Rizki insya Allah kebuka. Andai seperti ini hidup kita di bulan-bulan berikutnya. maupun nanti setelah bulan puasa meninggalkan kita. Waba. yang memang bisa membawa kita untuk bisa terpengaruh untuk bisa hidup bersama Allah.

mudahmudahan Allah sudah men-take over masalah kita. kita belajar meyakini. Namun sesuatu yang pasti. Allah akan berikan kepadanya. tujuan hidup kita bukanlah Allah. yaitu Allah. Sadar-sadar. Insya Allah. insya Allah --sering saya bilang – Allah akan berikan kenikmatan “lupa bahwa diri kita sedang bermasalah”. Ya. perjalanan ikhtiar kita mencapai keinginan. Dunia seringkali merenggut hidup kita. selain kita sendiri semakin punya banyak waktu untuk menikmati hidup ini. kurang apa kita coba? Kerja keras udah. Bagi jamaah peserta kuliah. pun hidup kita akan sepi dengan sendirinya dari masalah-masalah yang memenjarakan kita punya hidup. sudah ia dapatkan. Kita-kita ini harus yakin. Ingat-ingat. Jalankan segala ibadah sampe kita sendiri larut dalam keasyikan menjalankan ini. Sesiapa yang menjalankan dengan hati. membaik dan menjadi kawan. luangkanlah waktu untuk bersama Allah. Menagih tetap menagih. maka lompatan besar sesungguhnya sudah terjadi. Tujuan kita. meskipun bergelimang harta dan bagus jabatan. Sesering mungkin. Saya orang yang tidak mau memakai ukuran dunia. Ketika seseorang berhutang misalnya. kita berjalan saja menuju Allah. tau-tau dah nyampe. Semakin kita meluangkan waktu untuk Allah. Allah. ga apa-apa juga. Dan ini lebih mahal dari apapun di dunia ini. Kalau kita pikir-pikir ya. Bahwa selama 40 hari kita bungkus diri kita dengan apa yang dinamakan “taqorrub ilallaah”. ketenangan yang luar biasa. Yaitu Allah. mendekatkan diri kepada Allah. kerja cerdas udah. Jabatan . maka hal aneh yang akan terjadi. Boleh jadi di antara saudara yang melakukan ibadah-ibadah mengaku belum ada tanda-tanda masalahnya bisa selesai.Ini pula lah yang mau dikejar dalam Riyadhah 40 hari menjadi kaya. kalaulah sampe kita-kita ini bermasalah hidup di dunia ini. tapi kenapa hidup kita jauh dari berkualitas? Jawabannya ternyata. pertolongan Allah bakal datang juga kepada kita. lalu masalah kita itu bisa mengantarkan kita menjadi mengingat Allah. Maka pesan saya buat diri saya dan buat semua Peserta KuliahOnline. Bukan yang lain. bisa saja terjadi satu demi satu mereka yang ia punya hutang kepadanya. Dan inilah yang semestinya kita kejar. ini juga perlu saya garis bawahi. Bila kita bisa MENGUBAH HALUAN HIDUP. Dia akan menyediakan jawaban-jawaban-Nya untuk kita. Bukan solusi buat permasalahan kita dan bukan jawaban dari keinginan kita. Yakni. bahwa ubahlah haluan hidup kita. Hanya DIA. Kalau kita mengejar solusi dan mengejar keinginan. lalu layak disebut sukses. kita akan letih dibuatnya. Insya Allah selalu ada saja kemudahan yang membuatnya masih terasa punya banyak waktu. Terlalu mahal tebusannya bila tiada dapat mengingat Allah. Kita kejarlah Allah. kita kembalikan lagi. Pemilik Segala Solusi. apabila kehidupannya rapuh. Saya orang yang tidak percaya bahwa seseorang yang menapaki kesuksesan . Lupakan keinginan kita.

kita telat 10 jam. Tinggalkanlah semua urusan jual beli. perbanyak zikir dan istighfar kepada Allah. kita susah tuh selama itu. dan yang paling mahal dirampas adalah waktu untuk kebersamaan kita dengan Allah. 300 jam itu lebih kurangnya 12-13 hari. Dunia diurus ga ada habisnya. kita sering ketinggalan shalat ashar di jam 5 sore. akan menyebabkan kita menjadi orang-orang yang jauh rizki dan tidak bertambah rizki. tapi tarohannya mahal sekali. telat 4 tahunan. wuah. Berarti kan 2 jam telatnya? Katakanlah 5 shalat waktu dikali telat 2 jam. Sedari malam pun kita jejak. tapi sempatkanlah diri kita untuk bisa shalat dhuha dan baca al Qur’an. 2. dan akil baligh dihitung dari umur 10 tahun. Tapi karena Rahman Rahim Allah lah. . Sibuk. 300 jam. Jangan bangga menjadi yang terdepan. perusahaan. Berikut ini tips untuk saya dan untuk kita semua: 1. Lebih bahaya kalau kita sering telat shalat sejak akil baligh.direksi memang kita sandang. Biasakanlah untuk memulai pagi dengan shalat dhuha dan membaca al Qur’an. kalau sedang dianugerahi usaha. Bisa dibayangkan betapa kalahnya kita mengejar dunia bila kita sering telat shalat dalam 12 bulan. Itu berarti ketinggalan kurang lebih 150 harian ngitung gampangnya. meninggalkan puasa. berarti kita akan kalah 40 bulan. Bayangkan. Tinggalkan itu semua untuk segera shalat menghadap Allah. anak buah. urusan dunia. kita masih bisa tertawa. terlalu jauh kita memutar kemudi untuk kembali di tracknya. Katakanlah umur kita saat ini 30 tahun. urusan perniagaan. Kalo bisa. 40 bulan itu 4 tahunan. Kalau kita semua tidak segera mengubah haluan hidup kita. meninggalkan berhaji hanya gara-gara tidak siap. tapi shalat tiada mau bertambah. Belom lagi kalo dihitung meninggalkan shalat. 150 harian itu sama dengan ketinggalan 4 bulanan. lalu kita masih korbankan pagi kita. barang seayat dua ayat. Wajar saja kita mundur di dunia ini. shalatlah. harus lebih penting buat kita daripada yang lain. Namun saya akan menambahkan. Kesibukan ga ada habisnya. keluarga. Ibarat orang yang adu lari. ya sibuk. Yakinkah semuanya bahwa Allah itu lebih penting dari semua urusan dunia. Tapi kita harus bisa mengendalikan diri. Menjelang tidur. Kebanyakan atau keseringan meninggalkan qabliyah ba’diyah. Contoh. barangkali konversiannya bisa 10-20 tahunan. maka kita akan kalah 10 jam. urusan pekerjaan. kesenangan kita. masih bisa makan minum enak. masih bisa tersenyum. Dalam satu bulan. dunia tidak akan pernah cukup buat kita. Bila shalat tidak tepat waktu. Inilah tauhid. Shalat 5 waktu. Bikin doyan diri dengan shalat sunnah qabliyah ba’diyah. atau ditambah lagi dengan dosa-dosa dan maksiat. pastilah kita akan semakin jauh dari Allah subhaanahuu wata’aala. berwudhulah. Shalatlah tepat waktu. dan Maha Pemaaf. atau karunia-karunia lain. Maha Pengasih benar Allah. 3. sebab langkah kita. pekerjaan. Rizki kita mau bertambah. Kita boleh bilang bahwa keluarlah dari rumah sepagi mungkin. maka dalam sehari. Waktunya shalat nanti. harusnya. tapi di urusan shalat menjadi yang paling belakang. Subhaanallaah. Jangan mudah meninggalkan qabliyah ba’diyah. 4. kesehatan kita. jadilah motor penggerak bagi sekeliling untuk sama-sama shalat menghadap Allah.

besok saja jawabannya. Kalau kemudian ia harus meniti karir lagi untuk sampai ke jenjangnya.Ingat-ingat dosa. Cari jalan-jalan yang bisa kita kemudian tercatat sebagai orang-orang yang beramal saleh. 6. berapa lama lagi? Ukuran normalnya ya 10 tahunan lagi. adakalanya kita mengikuti syetan. Ibarat jalan. Dan di saat bangun malam inilah sesungguhnya titik 0 hidup kita dimulai. aku menyerahkan sepenuh-penuhnya segala urusan kepada Allah. Jangan lupa. Melenceng malah. maka hidup kita akan payah di siang harinya ketika kita bekerja dan berusaha. Kita bangun malahlah. kita balik lagi kembali ke Allah dan mengembalikan semua urusan kepada Allah. Doa menjelang tidur kan begitu. jadilah kepala lokomotif yang membawa gerbong kebaikan. Dan biasanya perjalanan kedua akan lebih berat lagi. sampe ketemu lagi di esai berikutnya. Insya Allah kita akan belajar sedikit “meninggalkan dunia”. maka itu berarti kemunduran buat kita.30. Masya Allah. jabatan manajer yang 10 tahunan ia kejar. Bila langkah dalam hidup ini dimulai dari shalat shubuh jam 05. Tambah panjang tuh. Kalau perlu. Tapi kemudian dia tergoda memperkaya diri. panjang bener garis hidup kita melencengnya! Ini belom dihitung bulak beloknya kita ketika kita hidup. dengan satu kecemasan di hati dan pikiran kita bahwa kalau kita tidak bangun malam. sebagaimana kita mengincar waktu sahur takuttakut kita kepayahan di siang harinya ketika kita berpuasa. Kalau perjalanan kita dihitung dari jam 3 dinihari waktu tahajjud bagaimana? Maka ia menyumbang perjalanan kemunduran kita lebih kurang sebanyak 2 jam setengah dikali 30 hari dalam sebulan. Akhirnya. 5. dikali 12 bulan dalam setahun. berbuat kebaikan. Niatkan bangun malam. Ok. Bingung kan? Ya. tapi tetap mendapatkannya. Jadilah bahagian dari orang-orang yang ikut ngumpul bersama orang-orang yang senangnya beramal saleh. Insya Allah. Saya sering mengilustrasikan begini. Adakalanya kita menuruti hawa nafsu. Ada seorang manajer yang hidupnya udah lempeng. Di antaranya Innii ufawwidhu amrii ilallaah. harus hilang. utamanya kalau tetap Allah tidak ridha. udah 4 tahunan. Kejar ketertinggalan dengan amal saleh. Agar kekejar itu ketertinggalan selama hidup kita haluannya ga bener. Bedanya berapa jam tuh? Lihat penjelasan perihal hitung-hitungan kalau shalat kita telat. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Memberi Perintah Kepada Allah KDW0111 Seri-11 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak . dan dikali berapa umur akil baligh kita.

Para tetamu juga sudah disediakan ruang-ruang untuk menunggu. kita akan mulai belajar tentang mengenal Allah di dalam kehidupan yang nyata. Apa yang saya rasa. Maka sedemikian kerasnya usaha saya untuk berusaha bisa shalat tepat waktu dulu. sambil menikmati sajian-sajian kegiatan pondok untuk diikuti. bahwa Allah datang. Baru kemudian saya mempelajari bahagian-bahagian shalat secara detail dengan memohon kepada Allah bimbingan-Nya. Adalah kebohongan adanya buat saya yang mengaku mencari Allah. mudah-mudahan banyak ragam kegiatan yang bisa diikuti sambil berkunjung ke pondok ini. mengenal Allah. Harusnya. saya juga sudah pindah ke dalam lingkungan Pondok. Apa maksudnya dari kalimat saya ini.Kunjungan Pondok Peserta KuliahOnline yang dirahmati Allah. tgl 4 September. Keberkahan mudah-mudahan mengiringi kita semua. Semoga bisa mendekatkan diri saya dan keluarga ke lingkungan pondok. dan secara apa yang saya alami dan rasakan ketika saya berusaha mengenal Allah. saya share menjadi bahagian dari esai-esai Kuliah Tauhid. Tidak ada pintu belajar mengenal Allah kecuali kita belajar tentang shalat dulu. saya dapat. Semalam. secara filosofi. tapi kemudian shalat saya payah. *** Memberi Perintah Kepada Allah Tidak ada pekerjaan terpenting dalam kehidupan kita kecuali menunggu datangnya shalat. sementara kita tidak berada di tempat. secara psikologi. atau sekedar bertamu. Juga memberi maslahat bagi lingkungan. dan menyegerakan shalat. Puji syukur kepada Allah. Hari ini ada mulai banyak tamu yang datang berkunjung ke saya. silahkan renungkan tiga esai yang saya sertakan sebagai bahan kuliah hari ini. Selamat membayangkan kedekatan Saudara dengan Allah manakala Saudara sudah bisa melompat khawatir. Mudahmudahan kedatangan para tamu membawa berkah tersendiri bagi pondok dan bagi para tetamu sendiri. Amin. Seiring dengan perkembangan materi. Namun di Kuliah Tauhid ini ditekankan pengenalan secara rasa. Insya Allah kajian tentang shalat ada di Kuliah Dasar tersendiri. . mengikuti Program Kunjungan Pondok ke Pondok Daarul Qur’an. Alhamdulillah saya bisa menyewa/mengontrak rumah Pak RW yang berlokasi persis di pintu masuk Sekolah Daarul Qur’an Internasional (Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an – Daarul Qur’an).

Pembicaraan saat itu sedang membicarakan shalat tepat waktu. Yaitu perintah “tunggu” tersebut. lalu melaksanakan shalat? Atau biasabiasa saja? Kalau Anda tidak segera bergegas menyambut seruan itu. Bener. tapi tidak bergerak. perintah apa tuh kira-kira?”. Sebagian lagi mendengar.Dalam satu dialog ada yang bertanya kepada saya bahwa tanpa sadar kita sering memberi perintah kepada Allah. “Tahu ga Ustadz. saya sedang nyetir. kita masih asyik dengan dunia kita. Rupanya kita ini memberi satu pengkodean terhadap Allah. Ketika Allah memanggil. Saya langsung merespon membenarkan. Perintah “tunggu” kepada Allah ini berarti: # Tunggu ya. Tidak sadar bahwa Allah sudah memanggil kita untuk sujud dan ruku’ menghadap-Nya. Masa Allah disuruh menunggu kita. Luar biasa. lewat muadzdzin. iya ga? *** Perintah “Tunggu” Tidak ada yang lebih penting di dunia ini yang harus kita kerjakan kecuali shalat. “Perintah yang dimaksud. kata orang ini. # Tunggu ya. Tertutup oleh kesibukannya bekerja. saya sedang melayani pelanggan. Jadilah Allah “Menunggu” kita. Apa yang terjadi dengan diri Anda ketika Anda mendengar Azan? Apakah langsung bergegas memenuhi panggilan azan tersebut. sedang yang lainnya adalah pekerjaan sambilan. Menikmati nasihat yang sedang datang ke saya. saya sedang menerima . Sebagiannya malah tidak bisa lagi mendengar. perintah tunggu…” katanya melanjutkan. Sungguh tidak ada pantas-pantasnya. Sejak awal bicara. Perintah tunggu ya?” Coba aja lihat. Shalatlah pekerjaan utama kita. maka ketahuilah kita termasuk yang berkategori memberi perintah kepada Allah. saya memilih belajar saja. “Iya juga. Yaitu pengkodean perintah “TUNGGU”. Saya memilih diam. di hampir di setiap 5 waktu shalat. berusaha dan mencari dunia. # Tunggu ya.

saya sedang di tol. Kita ini. Adzan berkumandang… Allahu akbar. Mayor. Dan Allah datang di setiap waktu shalat membawa apa yang kita butuhkan. kita menjadi manusia. saya sedang dalam terburuburu. saya sedang bekerja. Perintah tunggu inilah yang kita berikan kepada Allah. Coba aja berkaca kepada diri sendiri. Lihat saja. Kita ada. seorang kopral. lalu lewat mobil jenderal. malah Allah kita suruh menunggu… *** Siapa sih kita? Sesiapa yang tidak mengusahakan shalat di awal waktu. Kita ga kenal siapa kita. manusia. di luar kebaikan-Nya yang bersifat sunnatullah. bagaimana mungkin manusia yang diciptakan dari saripati tanah lalu tibatiba menjadi pembangkang? Menjadi pendurhaka kepada Allah? Tapi ya begitulah. dari sperma. Hirarki itu. # Tunggu ya. Ya. Pertolongan-Nya lah yang sedang kita butuhkan. # Tunggu ya. lantaran ada hubungan yang diizinkan Allah dari hubungan laki-laki dan perempuan yang kemudian terjadilah kita. . # Tunggu ya saya sedang ngajar. saya sedang rapat. # Tunggu ya saya sedang merokok. saudara-saudaraku yang dirahmati Allah. # Tunggu ya. saya sedang nemani klien. Sersan. sungguh dia adalah orang yang tidak mengenal Allah.tamu. memberi apa yang kita inginkan. saya sedang belanja. ga boleh dia memerintah sersan. # Tunggu ya saya sedang belajar. Rizki-Nya lah yang selalu kita cari. Diciptakan dari saripati tanah. # Tunggu ya. berani-beraninya kita “memerintah” Allah untuk menunggu kita. maka secara kesatuan. ga boleh memerintah kapten. dan seterusnya. Bahkan. saya sedang dagang nih. # Tunggu ya. Allahu akbar… Bukannya kita bergegas menyambut seruan itu. terjadi. Dan seterusnya. dan kebiasaan ketika menghadapi waktu shalat. tidak bisa memerintah Jenderal. ini akan jadi masalah buat dia. # Tunggu ya saya sedang tidur. # Tunggu ya. Makanya Allah menyindir di surah Yaasiin ayat ke-77. makhluk ciptaan Allah. Iya kan? Sedangkan. lalu dia tidak mengangkat tangan tanda hormat. # Tunggu ya. seorang polisi yang berdiri di pinggir jalan. Kita ini emang manusia yang ga tahu diuntung dan ga tahu diri.

siapa kita. segala sesuatu ada pintunya. Dan pintu supaya bisa mendekatkan diri kepada Allah itu adalah shalat. Lah. Kalo bisa. saya yang menyambut Allah. Sebab ga ada pantespantesnya. Kepada Allah kita berharap sejak ini TAUHID kita BUNYI. Sore tadi saya berbincang-bincang sebelum ashar dengan X. wali murid dari santri kami yang bernama Ayu. yang dinikmati rizki-Nya. sekarang.Nah. Sedang untuk sesuatu yang bakal abadi. atau kita memberikan perintah tunggu kepada-Nya. Wa baabut taqorrub ilallaahi. bagaimana mungkin kemudian kita membiarkan Allah menunggu kita. lalu jadi yang menunggu saya? Emangnya. dan siapa juga Allah? Terlalu amat sangat jauuuuuuhhhhh hirarki kedudukannya. siapa saya?”. Insya Allah orang bisa rada selamet soal shalat. tanya. Yakni manakala kita berusaha mengenal Allah di saat Allah datang saja dulu di waktu shalat. Maksudnya. Likulli syai-in baabun. untuk menunggu kita? Astaghfirullah. berpengaruh ke kehidupan kita. Pemberi Karunia. yang dirindukan pertolonganNya dan bantuan-Nya. Alhamdulillah. selama Ramadhan ini. sering kita tidak sungguh-sungguh. Masa Raja Diraja. Mereka senang-senang. . *** Renungkan tiga esai ini dulu ya sebagai bahan kuliah hari ini. “Jangan sampe Allah menunggu saya. Pesantren punya kegiatan buka puasa dan tarawih keliling ke wali-wali santri. ilmu tauhid kita itu nyata. ash-sholaah. ketika bisa berpikir begini. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Dapat Apa Dari Dunia…? KDW0112 Seri 12 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Daarul Qur’an Method Kita sering habis-habisan berbuat untuk sesuatu yang justru akan kita tinggal.

Masya Allah. bahwa materi besok (hari ini). Dia memilih khuruj (keluar 3 hari sampe 40 hari) ala jamaah tabligh. habis shubuh. statement Ustadz menarik juga tuh. atau malah di pesantren mah sebelum ashar. Insya Allah kalo visi misi nya sudah sama. Sementara ia punya usaha pabrikan rumahan pembuat mesin pengering nangka dan pisang. bangun-bangun jam 11! Alhamdulillahnya udah sempet dhuha waktu menginspeksi anakanak santri di Pesantren. Untuk menuju Allah. Istirahat. yang bisa mengikuti tarawih 1 juzan ini (tidak semua mushalla berkenan. Yakni di kediaman tuan rumah. Sampe sini. Tapi jangan sampe meninggalkan dan melalaikan ibadah mahdhoh (wajib) nya. Tumbang juga. kenapa saya tidak wajibkan saja para wali santri mengikuti KuliahOnline ini. atau di mushalla/masjid di sana.00-05. Pak X ini juga bertanya tentang materi. ketika azan ashar. dan kemudian saya diamanahkan Allah beberapa kegiatan. Itulah yang dimaksud belajar meninggalkan dunia sekaligus mendapatkannya.Sudah mah bisa melihat anaknya pulang. Saya baru sadar. hatinya juga sama-sama tesambung ke Allah. mereka bisa kedatangan kawan-kawan dari anak-anaknya dan para dewan guru pesantren. Saya pikir. kan kerja juga ibadah? Iya. besok saja (tadi pagi maksudnya). maafkan saya ya. Pak X ini rupanya juga peserta KuliahOnline Wisatahati. Saya menceritakan kepada beliau. beliau bilang. mengingat stamina jamaahnya yang belum tentu sanggup mengikuti tarawih begini). betul. hati dan pikiran para wali santri. ia amanahkan sebaik-baiknya tokonya ini kepada anak buah dan saudaranya. Tidak sungguhsungguh meninggalkan dunia. ketika Ustadz bilang. kapan kita beribadah kepada Allah. Dia mengaku. Saya tanya. Tokonya ia atur sebaik-baiknya sebelum ia meninggalkannya. ia temani kyai ini keliling daerah. habis siaran langsung di TPI jam 05. maka ini akan mempermudah perjalanan menuju perubahan yang dikehendaki. oh iya ya. eh. Bagus malah. Biasanya dia hanya mampu menjualkan 1-2 mesin saja . kita sudah harus meninggalkan dunia kita. Satu hari ia berkhidmat kepada agama. Perubahan bermodalkan ridha Allah. Saya senang sekali. malah tumbang beneran. bahwa saya punya kawan yang buka toko sepatu. statement yang mana? Kalimat yang mana? Itu. Nah. Hari ini saya terlambat mengupload sebab alhamdulillah saya dikasih “ga enak badan”. ada yang mengatakan.30. adalah bagaimana kita meninggalkan dunia. Nah. Ada seseorang yang berkhidmat kepada seorang kyai. Ia aturkan karyawankaryawannya. tapi tetap mendapatkannya?! Bagaimana tuh caranya? Begini. Saya masih harus ikut memimpin tarawih 1 juzan. toko sepatunya malah mendapatkan hasil lebih. insya Allah saya sempatkan. Dan kegiatan tarawih 1 juz 1 malam tetap bisa berlangsung. kapan ustadz ada waktunya? Saya bilang. Ini kan sama juga dengan saya mengisi ruh. Pak X ini bertanya kepada saya. hanya harus tahu kapan kita bekerja. Tambah senang lagi mereka bahwa saya menyatakan saya pun bisa mendampingi. sebentar lagi ashar kan? Kata saya. Ia bantu kyai ini.

untuk dipilih yang tidak nabrak waktu shalat. Dan benar saja. bahwa tuh bule merasa ga usah lagi harus diperpanjang masa diskusinya. Tapi apa yang terjadi? Setelah ia berkenalan dengan ilmu tauhid. Dia sudah perhatian sama Tuhannya. anak dan orang tuanya. Orang-orang kampung yang diajarnya digerakkan Allah untuk memberikan sebagian hasil panen penduduk kepada dia. mencoba untuk hidup mementingkan Allah. Ntar malem ba’da tarawih saya lanjutkan lagi. Satu tahun kemudian ia bercerita. alhamdulillah saya lihat ada waktu sebelum . Pemasar konstruksi ini bercerita. ada satu klien. Ia lalu menjadi memegang prinsip bahwa Allah itu segala-galanya. Niatan ini lumayan disetujui. Batalkah? Tidak. apalagi kalo sampe ga punya gaji sama sekali. pasti dia orang jujur. Tapi itu pun seringnya nombok. Malah katanya lebih hingga bisa dijual untuk bisa membelikan sesuatu buat istri. hidupnya lebih punya sekarang ini. Gajinya 800rb. ya baiknya kita re-schedule jadwal yang nabrak waktu shalat. dan klien-kliennya malah disuruh nunggu! Katanya. syaratnya jangan mengeluh. Eh. Apa sebab? Allah menanggung hidupnya. Tapi kalau ga berkenan menunggu. Apa yang diterapkan oleh si pengusaha yang diceritakan ini adalah metodenya Daarul Qur’an. pasti pekerjaan-pekerjaan yang dipercayakan kepadanya pun akan juga disiplin. dan punya hutang.per bulan. masih ada bonus-bonus dan tunjangan ini itu. Saya perkuat hatinya. bule kini percaya sama dirinya. per bulan! Seorang anak muda datang bersama istri dan keluarganya. Karenanya ia pamit untuk kemudian menjadi dai pedalaman. begitu kata bule ini meyakinkan. Si bule ini mempersilahkan dia mem-break. shalat berjamaah. Minta nasihat agar dikuatkan mentalnya untuk jadi ustadz di pedalaman. Saya menyebutnya DAARUL QUR’AN METHOD. Dan bule ini masih menambahkan. sudah azan maghrib. bahwa kalau memang sudah bulat. Tapi keluarganya bingung. ia berkeinginan mempraktekkan ketauhidannya ini di lingkup usahanya. mengubah kebiasaan (culture) perusahaannya. saya senang sekali. Rapat-rapat ia beritahu bahwa ia harus break 10 menit sebelum azan. yang direksinya itu “bule”. Bulan pertama saja. gaji sebesar 50rb per bulan dari lembaga dakwah yang menaungi perjalanannya ini malahan utuh. kalau berkenan menunggu. sebab ga mungkin di-re-schedule. Ini dia mengaku dia bisa menghasilkan sampai 5 mesin. Mengapa? Katanya. Dan inilah DAARUL QUR’AN METHOD. bahwa dia disiplin dengan waktu audiensi bersama Tuhannya. Allah akan mengaruniakan sesuatu yang lebih. sekaligus jadi beban pemikiran istri dan orang tuanya. Ia selama ini kerja di pabrik. Panggilan hatinya kuat sekali untuk berdakwah. Bergaji saja engga bisa hidup pas-pasan (nombok). Masya Allah kan? Seorang pemasar di bidang konstruksi. Katanya. Biasanya ia ajarkan agar karyawannya sigap-sigap mencari dan melayani pelanggannya. Seorang pengusaha makanan. Saya buka puasa dulu ya. *** Setelah buka puasa. pernah kejadian. Lalu apa yang terjadi? Meeting dicukupkan sampe waktu break saja. Insya Allah.

agar bisa ngontrol yang begini gini. Terutama ketenangan.isya-an dan tarawih. ia suruh bergantian melayani pelanggannya. terdengar alunan suara merdu ajakan shalat. Ia beritahu pelanggannya bahwa yang muslim. indahnya. tetap harus ada di tengah-tengah barisan yang mengingat Allah! Dia mau belajar dari kesalahannya selama ini. bukan pesantren namanya kalau santri-santrinya tidak pintar. tetap. “Sudah shalat dhuha belum?”. Daarul Qur’an Method ini sudah mulai diadopsi oleh banyak perusahaan. Laporan satu demi satu berdatangan tentang perubahan. Untuk apa? Rupanya ia meminta karyawan-karyawatinya shalat dhuha dulu dan membaca al Qur’an 1-5 ayat! Dan ini ia wajibkan. Namun akhirat juga harus . subhaanallaah. sudah materi baru. Alhamdulillah. Pas zuhur. Mumpung pasti didengar seruannya. Ucapan ini hanya untuk menunjukkan betapa kesalehan dan tahu Allah itu lebih penting dari segalanya. Dan ia dititipkan karyawan. Besok. kan ga bisa shalat dan ngaji yang haidh? Ya. Lanjut ya? Pengusaha makanan ini malah meminta karyawan-karyawannya menunda buka toko sekitar 20 menit dari jadual. bahwa Pemilik Rizki selama ini ia abaikan. kata dia. Lah. kenapa juga ga dibawa ke Allah. Tentu saja. Saya juga pengen tuh ngembangin usaha yang absen pertamanya adalah dhuha dan baca al Qur’an. Nah. tamu-tamu yang datang harus ditanya sama sekuriti pintu gerbang pabrik/kantor. Syukur-syukur bisa setoran hafalan al Qur’an. Tanpa kecuali yang haidh. Diusahakan diberlakukan. Melainkan Allah lah yang segalanya. Karena di sini kita hidup. Kalau perlu. ngontrak/nyewa rumah di depan pesantren. diperdengarkan bacaan-bacaan al Qur’an. Saya sampe merapat ke pesantren. dan cara pandang terhadap dunia yang tidak lagi segalanya. Masya Allah. bukan “Mau ketemu siapa?”. bisa shalat zuhur dulu sambil menunggu makanan datang. senang berdoa dan mendoakan. Sementara jam masuknya. Baiklah. Supaya bisa diupload malam ini juga dan dibaca. Alhamdulillah. Harus lebih banyak yang ke mushalla malahan. diberlakukan. Biarlah santri-santri tidak menjadi santri yang pintar. di pesantren. dan menjelang pulang. rajin shalat-shalat sunnah. yang kayak gini-gini. Ah. Sebelum azan. *** Dapat Apa Dari Dunia…? Dunia harus dikejar. saya lanjutkan tanpa menunggu tarawih. ringan bangun malam dan puasapuasa sunnah. asal ia bisa shalat tepat waktu.

Makan. Kekayaan yang dinikmati adalah yang di atas kertas. Bukan kekayaan yang sesungguhnya. nyatanya orang tuanya di kampung sana. ya tetap saja penjara namanya. namun bukan penghuni asli. Akhirakhirnya. Dikasih apa kita ini sama dunia? Belum meninggal aja. Punya anak kayak ga punya anak. Di usia saya yang kata orang masih muda ini. keluarga di mana. . Begitu gagahnya. Punya kawan.diperhatikan. Bener sih istri make mobil. Ada yang begini ada yang begitu. Coba aja baca bait-bait tulisan di dalam buku ini. Dia di mana. Punya mobil lebih dari satu. tentang “dunia”. Mati. masih. yang dipake tetep satu. Mereka pun sering kehilangan kita. Punya saudara kayak ga punya saudara. justru banyak yang tidak berpenghuni. kayak ga punya agama. Punya orang tua. Sudah mah nempatin gratis. keluarga di mana. Ga kesulitan. punya agama. atau bahkan pembantu. tidak sedikit orang-orang kaya yang tidak bisa menikmati kekayaannya. Dunia tetap berputar. Di banyak blok perumahan mewah. dunia malah menjadikannya duduk di kursi pesakitan. Ada yang berpenghuni. tidak bersama keluarga. Saya tinggal memeriksa ulang saja. kita ini ga dikasih apa-apa. Tulisan berikut ini. Melainkan hanya penyewa. kayak ga punya tetangga. tapi kualitas hidupnya? Layak dipertanyakan kalau ia menyempatkan diri merenung. Rumah yang luar biasa ia bangun pun kalo ditanya dibangun untuk siapa? Ia kelak tidak mengerti juga jawabannya. sesungguhnya sudah saya siapkan dari jauh-jauh hari sebelum Kuliah Tauhid ini dirilis. Ada tulisan saya yang berjudul: punya suami kayak ga punya suami. Kaya iya. lalu tenggelam berakhir masa kepopulerannya. Merasa populer. Kalo dijawab untuk orang tuanya. Jadi. anak-anak make mobil. tapi ia betul-betul sudah tinggal di penjara. tapi kehidupannya banyak yang mati lampu. Peserta KuliahOnline yang saya sayangi. Tapi kita kehilangan mereka nantinya. alhamdulillah. kayak ga punya kawan. ada yang meninggalkan hutang. Termasuk urusan-urusan air. Punya istri kayak ga punya istri. Dia di mana. Sementara. Orang tuanya juga merasa percuma kalo maen ke rumah tersebut. listrik. Tidur tidak bersama keluarga. Sebab di sanalah tempat kita kembali. sebab memang tidak ada siapa-siapa. dikasih duit pula tuh pembantu dan ditanggung semua hajat dan keperluannya. Ada bintang-bintang yang begitu populer. Kalo dijawab buat anakanaknya. dan kebersihan serta keamanan. kayak ga punya orang tua. nyatanya anak-anaknya studi di luar kota dan di luar negeri. saya sering berpikir. Tidak sedikit juga pengusaha yang susah payah membangun rumah super mewahnya. Sungguhpun penjara ia bisa sulap menjadi ruangan super mewah. Populer sudah tidak. dan menemplatenya. Sibuk dengan urusannya. Inilah doa dan ajaran keseimbangan hidup yang diajarkan Rasulullah. Bareng dengan saya mempersiapkan ragam tulisan materi kuliah yang lain. Punya tetangga. disorot layar kaca duduk di kursi tersangka.

Sesungguhnya kita tidak mencintai Allah melainkan mencintai dunia. Mobil dia beliin yang banyak. Atau cuma katanya saja. Apanya yang senang? Cuma perasaannya saja. ada yang dari kartu kredit. Tahukah saudara. Kejar juga akhirat.. kalo kekayaan itu ada di tangan orang soleh. manfaat. kredit. Ia sewakan untuk orangorang asing. Sedang kematian tidak ada yang tahu. Ada yang kredit memang barangnya. dan ia sekalian tinggal di situ. Coba aja lihat 2 tulisan berikut ini. rata-rata kredit. Banyak-banyak berbuat kebaikan. dengan memperhatikan amal saleh yang menjadi bekal menghadap Allah. Sekarang baru jalan 8 tahun. jangan hanya mengejar dunia. buat kemudian diberdayakan uangnya. Bahkan cenderung di kamar yang paling jelek.Adduh. Tapi. Habis itu jual. Kalo kamar yang itupun ada yang sewa. kita tidak akan dapat apa2.. Makanya Allah dan Rasul-Nya mengajarkan. Setelah berputar. ia memilih tinggal di rumah di belakang hotel yang ia sewa dari penduduk dengan bayar tahunan! Ini kan gendeng. Rumah mewah banyak dibangun oleh dia supaya duitnya berputar. mata saya ini koq ya merasa “bukan itu yang harus kita cari”. maka sungguh. 15 tahun. Saya berjuang untuk rumah yang sesungguhnya saya tidak tahu apakah kalau saya meninggal nanti rumah ini udah lunas atau belum. Ada seorang karyawan yang kalo saya tanya. kemudian belanjakan dah buat orang susah. Apa katanya? Iya juga. perbaiki cara kita beribadah. subhaanallaah. . Ada kawan yang membangun hotel. Punya uang. Saya tidak mendapatkan apa-apa. Jangan sampai mencintai Allah hanya di mulut saja. Subhaanallaah. Dan utamanya. Saya barangkali terlalu sentimentil ya? Tapi baiklah. dapat apa situ dari dunia? Gaji situ buat apa? Wong buat kebutuhan situ aja kurang? Lalu ia jawablah pake kata hatinya. beli-beliin dah perusahaan-perusahaan sakit. Kemudian sehatin. Motor juga begitu. Mantab. KPR nya. Kata yang paling jujur yang pernah ia dengar. hasilnya ia bikin untuk lebih menggerakkan ekonomi syariah di kampungnya. Hasil penjualannya untuk membantu pesantren-pesantren dah. Sebab kamar-kamarnya disewain semua. dunia bahkan mengambil semuanya. saya turunin sedikit tempo nya. Mobil yang saya dapatkan pun. Itulah barangkali yang disebut dengan kesenangan yang menipu. Dapet uang. *** Karyawan Masih seputar dapet apa dari dunia? Jika kita memburu hanya dunia. Dan itulah jawabannya sendiri. Bukan jawaban orang lain. Barang-barang di rumah ini. Lihat. di kamar mana ia tinggal? Di kamar yang biasa saja.

maka sesungguhnya Allah mengazabnya. Sebut saja. lalu Allah ambil serta merta dengan caracara yang tidak pernah ia duga sebelumnya. tinggallah dulu di rumahnya beliau. Ada asuransi ini ada asuransi itu. harus dijual kembali dengan harga murah. akhirnya ngontrak-ngontrak juga. Rupanya selama ini ia hidup untuk bank di mana ia kredit rumah. bakal hilang. Lalu dia? Dapat apa? Ga dapat apa-apa. sakit 4-5 bulan. Mana lah jahat? Daripada diazabnya nanti di akhirat? Kan repot. Manalah kita tega. dia ga lupa sama Allah. itu namanya ujian dari Allah. kenapa engkau wahai ustadz menyalahkan dia? Bukankah dia membantu orang tua dan adiknya? (-) Kelihatannya sih begitu. Kalau ketika dia bekerja. Ya begitu dah dunia.Begitu katanya. Coba aja kalau dia sakit agak panjang. kalo gitu jahat ya Allah? (-) Ya. dia tidak ingat sama Allah. Ia hidup untuk bayar leasing yang membengkakkan harga motor dan mobilnya sekian kali lipat. tidak lagi terbayar. . Di situ kemudian menjadi peluang dunia industri asuransi. Tapi orang tuanya mohon-mohon agar ia jual rumahnya untuk membantu adiknya. Dapat apa dia? Semula ia berpikir ia sudah mencapai banyak hal. Banyak kemudian karyawan-karyawan yang terjebak oleh hutang yang tidak terbayar dan akhirnya bener-bener ga punya apaapa. Dan insya Allah itu adalah kebaikan dari Allah. Ia hidup untuk bayar kartu kredit yang ga lunaslunas. gila kan? Capecape kita kemudian bayar angsuran rumah. dan kemudian kita mengontrak. tidak. berantakan. Lalu ia di-PHK. untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Orang tuanya lalu bilang. Ternyata tidak. (+) Hei. Misal. ikut aja. (+) Koq kelihatannya? (-) Ya. Dunia. fine. Kita juallah rumah kita. lalu disita. Ok. Tidak sedikit dari mereka yang kemudian setelah semua aset yang dibelinya dengan acar berhutang. Ada yang bilang. jangan lupakan asuransi akhirat dengan shalat dan sedekah. adiknya masuk penjara sebab satu hutang. Mobil dan motor lalu ditarik leasing. Rumah. Tapi Allah dan seluruh amal kita. lunas. (+) Emang pegimana? (-) Begini. emang. (+) Wah. Maka kemudian seluruh rencana keuangan. Itu kan bukan sebab dia. Sebab adiknya. hanya agar jangan satu atap dengan orang tua. Tapi kalau selama dia kerja. Allah tungguin apa yang dia kumpulin itu benar-benar lunas. Lihat. ga bakal hilang. Sebab ternyata satu dua hal yang tidak terprediksi sebelumnya. Namun.

Ah. Dunia hanya mempermainkan manusia. (-) Nah. Kini. Mudah-mudahan ada yang terbuka mata hatinya. maka akan Aku tambah nikmat-Ku padamu. malah menendang. Sedang sama dunia. malah memerintah. Kita kan disuruh syukur. biar saja. Ia jadikan dunia sebagai sarana ibadah kepada Pemilik Dunia.(+) Ukurannya apaan? (-) Shalat ga dia? Kalau dia jawab: shalat. tapi untuk Allah.” begitu kata sebahagiannya yang lain. Banyak-banyak beramal saleh. dia berontak. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Romantisme Bertauhid KDW0113 Seri 13 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Pesantren Online . Diburu. Didekap. termasuk firman-Nya ya: Bersyukurlah kamu. Esai besok kita mulai menukik bicara tentang shalat dan kualitas shalat kita. ditambah terus jam untuk mencarinya. Bila selama ini hidup untuk dunia. tapi dunia itu menipu. maka shalatnya seperti apa? Kalo shalatnya sering di akhir waktu. ya sama saja dengan tidak menghargai Allah. Kemudian. Dilayani. Sesunguhnya dia tidak pernah menyerahkan dirinya. masih seribu. Dikejar. maka sesungguhnya azab Allah teramat pedih. (+) Oh. malah memerangkap. Tapi kalau kalian tidak bersyukur. Dunia dipegang. Ya begitu tuh dunia. malah maju memukul. Insya Allah. setelah kerja. sedekah seribu. Dia menyerahkan dirinya. Masa kemudian sama Allah malah mengurangi waktu. sebab itu yang lebih kekal. istilahnya. sedekahnya gimana? Sebelum kerja. kalau begitu. Ini kan tidak bersyukur disebutnya. Makanya Allah menasihati untuk jangan tertipu urusan dunia. Yang Punya Dunia. hingga kemudian ke definisidefinisi tauhid berdasarkan kitab-kitab. Lihat lagi. Berturut-turut kita juga akan bicara tentang doa. al Qur’an dan al Hadits. Masih kelihatan sentimentil ya? “Nanti malah menghalangi orang mencari dunia loh. hidupnya di dunia. itu tahu.

Oleh bagian produksi saya diminta untuk menyinggung soal KuliahOnline. Untuk kemudahan berkendaraan. biar saja ide Pesantren Online ini terus kemudian bergulir hingga ia menjadi mirip seperti pesantren pada umumnya. Entahlah. Di satu waktu. Saya jawab. *** Supir Saya Kita tidak mengenal Allah. Apa kesibukan Ustadz di bulan Ramadhan ini? Tanya pembawa acaranya. Itu yang menyebabkan kita tidak menyambut kedatangan-Nya. Beruntunglah orang-orang yang tahu bahwa Allah itu selalu datang. Artinya. agar dia standby langsung di depan lobi satu tempat. Tema nya: Pesantren Kilat. “Bagaimana sih? Udah tahu mau jalan. hanya bedanya ia bersifat maya. agar tidak jadi hambatan bagi perjalanan . tidak di shalat fardhu. Dan rasanya. ketika saya tidak mendapati supir saya tepat waktu. Asal dia mau membaca basmallah dan berdoa agar amalan ceramah saya. maka dia dapet juga pahala kebaikannya. Malah saya seringkali membesarkan hatinya. dan mengikuti sesi Kuliah Tauhid ini saja dulu. pun ia dapatkan. Sebutan Pesantren Online ini sungguh menggoda. Bagaimana dengan Peserta semua? Berkenan memberi tanggapan? Tapi saya berusaha tetap konsisten. dan lebih tidak lagi di shalat tahajjud. Namun. Datang dengan segala karunia-Nya.Pagi ini. Dan saya sudah wantiwanti dengan sangat. Saya berusaha menggiring peserta untuk hanya melihat. sebab sudah akan jalan lagi ke tempat yang lain. Yang demikian itu. saya memberitahu supir saya. bahwa kemana saya ceramah. datang dengan segala pertolongan-Nya. Allah karuniakan saya supir. tidak perlu dikaitkan dengan momen Ramadhan saja. tidak kurang saya pun suka terbersit rasa kesal. tanggal 6 September 2008 saya diundang menjadi tamu dalam acara Apa Khabar Indonesia edisi akhir pekan. bahwa salah satu kesibukan saya adalah menggawangi Pesantren Online. Insya Allah kita akan coba buatkan tim khusus yang merriset dan kemudian merilis Pesantren Online ini. koq malah ga ada?” begitu saya berpikir. tapi sebutan ini langsung direspon oleh pemirsa yang melihat. Saya tidak menganggap supir saya ini lebih rendah dari saya.

supir saya sudah datang dan meminta maaf. saya naik taksi saja juga dah.saya. Makin cepat kita datang kepada Allah. Ya. Sebelum taxi yang saya pesan. Dan sekarang saya membiarkan Allah menunggu saya… Saya tidak dapat membayangkan. Saya harus selalu standby buat majikan saya. Tuhan kita? Disebut siap siaga bila kita selalu stel panca indera kita. Lebih lagi saya tidak mampu membayangkan jika saya lah yang menjadi supir buat majikan saya. dia tidak ada. . Yang Maha Perkasa. untuk diri kita sendiri. Karena saya tidak bisa menunggu lebih lama. Kita. dia lalu mengatakan itu. Ada suara bersalah di ujung seberang HP sana. atau alarm. mencari taksi. ketika saya perlu dia. Tapi apa boleh buat. Saya marah. Lantaran tidak mengenal-Nya. Dan dia saya suruh pulang. namun. Selama ini kita menyadari bahwa sama yang namanya shalat. Makin kita bergegas menuju Allah. Saya tutup telponnya dan saya segera mencari taxi. saya bilang sama dia. *** Romantisme Bertauhid Allah. kepada keluarga saya. hajat kalau ada bisa Allah segerakan pencapaiannya. Tuhan saya yang sudah demikian baik kepada saya. menjadi weker. masalahmasalah kalau datang cepat selesainya. menyambut Allah. rasanya hidup kita akan didahulukan ketimbang orang-orang yang selalu telat datangnya. Selalu waspada setiap waktu shalat datang. kita jarang mementingkannya. Syukursyukur bila kita mau menjaga wudhu kita. Wuih. doa-doa kita pun akan semakin cepat dikabul. Pak. selalu mendatangi kita. bahwa selama ini saya sering mengecewakan Allah. dengan Kasih Sayang-Nya. katanya sedang ngantar saudara saya ke depan jalan utama. Begitu saya keluar. Jadi. Disambut tidak disambut. Namun saya tidak mau berlama-lama lagi. saya tidak dapat membayangkan. silahkan saja naik taxi ya. Tapi rupanya dia tidak mengindahkan. adalah supir saya. sampe. apa yang saya akan lakukan terhadap supir saya itu. Subhaanallaah. andai yang mengucapkan kalimat: “Tunggu ya Pak!”. ga perlu mengantri ketika saat shalat datang. bersabar rasanya lebih baik. Lebih konyol lagi kalo dia bilang. Begitu saya telpon. Lalu kenapa kita tidak pernah siap siaga untuk Allah. dilayani tidak dilayani. Sekarang saya sadar. kepada semua manusia. DIA selalu hadir di kehidupan kita. kita lalu menjadi manusiamanusia yang kehilangan momen berharga bertemu dengan Pemilik Dunia ini. Saya makan dulu… (???!!!). kalo ga sabar.

Ternyata. dia sudah standby dengan mobil yang AC nya sudah dingin menyebar ke seluruh kabin mobil. Tampil di muka ketika shalat. Tapi logika ini mau dipakai untuk menunjukkan kesiapan kita dan kesopanan kita terhadap Allah. Tapi ya. Candaan iseng. saya bercerita kepada yang melebihi sahabat dekat saya.Masih seputar supir saya. Begitulah. he he he. Bagi yang mengingat masa-masa pergi haji atau umrahnya. saya sudah di sini ya Allah. Bertentangan tentu memvisualkan hal-hal seperti ini. Sehingga hati ini senang betul mengambil air wudhu untuk tajdiidul wudhu (memperbaharui wudhu). Kita sudah siap siaga sebelum datangnya waktu shalat. Bukan yang sebenarnya. indahnya… Saya kadang suka iseng membayangkan. Jangan biarkan lagi kita yang ditunggu Allah. Saya perdengarkan keluhan-keluhan saya tentang kejadian-kejadian hidup . kalau kemudian ia turun dari mobilnya. Lebih lega lagi saya kalau kemudian mobil itu bersih luar dalem dan wangi. Subhaanallaah. Lalu saya menoleh ketika Allah datang. Masya Allah. Ketika saya pedengerkan keluhan saya. Syukur-syukur kita mau menyambut Allah dengan pakaian yang lebih bagus ketimbang kita menemui manusia. Kalaupun tidak. Allah memasuki masjid dengan Anggun-Nya. Saya sudah di sini. koq bisa ya kalo di tanah suci kita melangkahkan kaki kita ke masjid. Asli. Kita datang sebelum waktu azan… Duh. siapkan wewangian khusus untuk menyambut Allah yang kita pakai hanya ketika menghadap-Nya. Kita kemudian tegakkan shalat-shalat sunnah. Coba diprogram hidup kita. Saya ingin Pencipta saya senang bahwa saya betul-betul mengabdi pada-Nya. jauh sekali dari yang semestinya. DIA berada di samping saya. Mari kita sambut Allah. jauh sebelum azan? Bahkan ada yang tidak beranjak dari masjidil haram atau masjidin nabawi. penuh Wibawa. ya dengan cara beginilah dulu. saya bayangkan bahwa Allah yang membangunkan saya. senang sekali saya bayangkan. dan membangunkan saya dengan penuh Kelembutan dan Kasih Sayang-Nya. memilih untuk menunggu datangnya waktu shalat yang lain. bayangan iseng ini. Saya belum mampu mengabdi banyak. Ini kan cerita “alangkah manisnya”. sehari-hari saya tidak demikian. Begitu pun ketika masa shalat tahajjud. Tapi kita yang menyambut kedatangan Allah. penuh Pesona. lantaran saya sudah di dalam masjid duluan. Tapi inilah saya. alangkah manisnya bila kemudian ketika saya keluar dari satu tempat. Lalu Allah tersenyum kepada saya dan saya katakan. Kita sudah siap siaga sebelum muadzdzin mengumandangkan azannya. lalu dengan sopannya membukakan pintu mobil untuk saya. Saya seperti raja. jangan Allah yang menunggu kita. dengan menyetel ulang jadwal ibadah kita. Allah turun dengan Malaikat-Malaikat Pengiring-Nya. Ketika saya terbangun. Mestinya. Romantisme bertauhid dengan Allah menjadi sangat nyata buat saya. Tambah bangga saya.

Bicara Keyakinan Bahagia bener saya pagi ini. Kendalikan perasaan dengan memprogramnya. Tidak lupa juga saya doakan para santri. Hampir jam 01 saya bangun dari tidur yang terasa sudah terlalu lama. Saya masuk ke kamar saya. Qumii dan Abang Kun. Muhammad Yusuf al Haafidz. atau sedang sangat sedih. Kepada-Nya lah semua urusan dikembalikan. Saya bahagia. juga dalam keadaan yang sehat. sebab jam 10. saya trnyata baru tidur jam 11 malam tadi. pelan-pelan. Bicara Keyakinan KDW0114 Seri 14 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Bicara Tauhid. Dua donatur pondok yang sudah menganggap kami sebagai keluarga mereka dan mereka juga sebagai keluarga kami. pimpinan Shalat Center yang menggerakkan Indonesia untuk shalat khusyu’. Ada ketenangan di wajah-wajah mereka. Pakai bahasa sehari-hari dengan tetap memperhatikan kesantunan. Dalam suasana sentimentil. sedang kecewa. Saya bahagia. romantisme bertauhid bisa senantiasa kita rasakan. agar Allah hadir di hati saya. saya usahakan betul. Amin. Kita berdoa terus agar Allah berkenan memperkenalkan diri-Nya kepada kita dan kita bisa mengenal-Nya. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Bicara Tauhid. beliau berdua dan keluarganya menemani kami. padahal saya lihat jam. istri saya tertidur dengan pulasnya.yang saya lewati. bahwa jam 21 sebelumnya saya berangkat ke Ustadz Abu Sangkan. kesopanan layaknya saya bicara dengan Tuhan Pemilik Alam ini. biasanya manusia sanggup bercengkerama dengan Allah. Tapi ya itu. Dan di sebelahnya tertidur jagoan kecil kami. Ustadz . Duh. Saya makan roti cane plus kare. Saya kontrol kamar Wirda. nikmatnya diberi kesehatan. sedang sangat senang. visualisasi bahwa saya sedang bercengkrama denganNya. Sehingga kapanpun. Rahasianya barangkali karena hatinya dihadirkan untuk berdioalog dengan Allah. Semuanya tertidur pulas.30 malam sebelumnya saya ketemu dengan Haji Amril dan Ibu Amril. Saya cium Wirda dan saya mendoakan anak-anak saya. detail. Ugh. misalnya sedang marah. Dari awal kami membangun Bulak dan hingga ke Sekolah Internasional ini. Semoga kita bisa senantiasa menyambut Allah dan bermesra-mesraan denganNya. adab. Saya bahagia sebab saya pulang jam 00 lewat dalam keadaan saya sehat.

Alhamdulillah. he he he”. Saya pun bahagia. Barangkali inilah salah satu balasan Allah untuk saya dan keluarga saya. bisa share. jam 17. sehingga menjadi hadiah yang tidak terkatakan buat saya besarnya. beginilah ketika tamu-tamu saya datang ke pesantren. begitu mau pulang saya dihadiahinya buku “Spiritual Salah Kaprah”. Dan dari beliaulah menjadi wasilah saya ketemu dengan Ustadz Abu Sangkan. selalu saya bacakan doa di tengah-tengah santri. Haji Syamsul Ma’arif Surabaya.fenomenal ini salah satu inspirasi saya. Saya bahagia saya didoakan di tengah-tengah ribuan jamaahnya yang saat itu hadir di Shalat Center di Jati Makmur. Pondok Gede. saya . Kesempatan berdialog dengan wali santri adalah sesuatu yang mahal buat saya. anak-anak santri yang saat itu berjadwal buka puasa dan tarawih bareng di kediaman Haji Ramos tampak bahagia sekali. saya sampai di kediaman Haji Ramos. di antara percakapan kami adalah tentang Baitullah. Saya bercanda dengan Fadhil dan beberapa santri kawan Fadhil.00 nya kurang lebih. Saya bahagia. Bisa berbagi. Saya bahagia menjadi bahagian dari dakwah ini. Alhamdulillah. Ternyata memang para santri benar bahagia. Ketapang-Cilegon. Diimami oleh mertua saya. Ya. Tentang rumah Allah. hati saya.15 nya saya bercengkerama dengan beberapa wali santri yang lain yang ternyata turut diundang di acara tersebut. orang tua dari Fadhil santri kami. nikmat mana lagi yang engkau dustakan? Tanya Allah kepada kita semua. sebab jam 17. setelah sebelumnya menyempatkan berjamaah dengan indah bersama satu dua guru yang tersisa di pondok dan para tukang. Mudah-mudahan saya bisa menemani perjalanan Saudara semua sambil turut pula belajar. Para santri senang. menjadi atas nama Allah. Say didoakan Ustadz Abu Sangkan agar lidah saya. Alhamdulillah. Senang. saya rasa. Saya tiba. “Jangan kebetahan ya. nanti lupa balik ke pesantren. ada satu jamaah yang juga sudah seperti keluarga bagi saya pribadi. hingga saya hampirhampir meneteskan air mata. namun ditempuh “hanya” satu jam dari pondok. Saya bahagia. Sebab kediaman Haji Ramos ini unique. Ada kolam renang yang terkoneksi dengan sekian rumah yang melingkar di Cilegon Residence. Saya jalan jam 16. bisa satu rasa. saya tambah senang lagi melihatnya. Dan saya manfaatkan untuk istirahat. Fabi-ayyi aalaa-i robbikumaa tukadzdzibaan. Dan kolam renang itu seperti di tempat pelesir. pikiran saya. Meskipun jaraknya terasa jauh. gerakan saya. di bahagian tengahnya. Di sana. Dan cukup panjang bagi saya Ustadz Abu Sangkan mendoakan saya. Saya bahagia. *** Sebenarnya banyak lagi kebahagiaan saya yang rasanya kalau saya tulis terus.

Kemudian tambah dengan doa dan ibadah yang benar. saya mengajak semua menabung sedekah untuk umrah. Lima dikali lima belas juta. hanya perlu dana 7.5jt. Misalkan emas. Yakni pasang niat untuk bersedekah 7. bersama rombongan besar para santri dan keluarganya. Gitu doanya. Saya melihat para jamaah dah kaget dengan kalimat saya. Bahkan.5jt ini karena-Mu ya Allah. mengisi liburan Juli 2009. “Hanya lebih kurang 375rb saja. maka itu adalah udah diniatkan untuk sedekah. pun Allah masih menyediakan cara yang lain. he he he. Insya Allah pasti berangkat dah. sudah terbiasa dengan “hitung-hitungan” sedekah. besar. Maka sisanya 3. Di mana 7. misalkan ada dana tabungan sebesar 7. Disebut hanya perlu 7. ya Allah aku sedekahkan 7. Berarti lima. kata saya. Artinya. sama dengan tujuh puluh lima juta. berapa orang anaknya? Beliau menjawab tiga. dengan kemudahan biaya dari-Mu.5jt nya lagi. 3. bahwa untuk berangkat berlima. Jika konsisten menabung dengan hanya 800rb per bulan. Di kediaman Haji Ramos dan di hadapan para wali santri dan santri. tapi izinkan berangkatkan saya dan seluruh keluarga saya ke tanah suci. “Bagaimana kalau saya katakan kepada Saudara semua. maka pada bulan Juni tahun depan. Ibarat kredit 7. Ya. alias dicukupkan dengan sedekah yang 4jt tadi. Ga kudu 75jt”.5jt lagi ini dicicil dah selama 9 bulan. sebab mereka keluarga besar Daarul Qur’an. Kalau mau cepat. Jika bener-bener tidak punya apa-apa. Sisanya baru dicicil. adalah perkalian 10% dari 75jt. cukup dibantu dengan merajinkan dhuha dan minta sama Allah. hingga saya juga kepengen bercerita tentang perjalanan religi ke Baitullah.5jt itu dikeluarkan sebagai sedekah kita jika kita ingin pergi umrah berlima (asumsi pergi umrah plus oleh-oleh. Nanti saya pecah-pecah deh tulisan ini terus. Kalau ga mau bayar yang 3. ibadah umrah bareng. sudah akan ada rizki khusus umrah sebesar 75jt. insya Allah juga berangkat. hasil dari kumpulan tabungan dan jual-jual barang. 15jt/orang). Besar ga biaya umrah berlima? Kalau tujuh puluh lima juta rupiah? Dijawab. Insya Allah. sebesar Rp. Kalau mau ringan.5jt andai Allah beri rizki.5jt saja.5jt sekaligus. kita minta diingatkan oleh Allah. Bilang sama Allah. Insya Allah berangkat . Dan memang besar. Misalnya 4jt.5jt. Saya tanya Haji Ramos. ya bayarkan saja sekarangsekarang ini. sekeluarga.tidak akan bisa istirahat sampe shubuh. atau apa. jual-jualin beberapa barang di rumah andai tidak ada uang 7. Panjer duluan. Jumlah angsurannya akan mengecil.5jt. tahun depan. sedang umrahnya baru Juli tahun depan. Berapa? Per bulan “hanya” 800rb saja. andai ada rizki 7. karena sekarang masih bulan September. Umrah Juli 2009.5jt.5jt lagi. Cicilan sedekah. ada 9 bulan kesempatan kita untuk “menabung” untuk “sedekah”. DP-in aja berapa. Tapi saya katakan.

3 Esai ini saya sertakan sebagai lanjutan esai sebelumnya. nyahur. katanya mau istirahat ya? Iya. Sebelum sahur dan istirahat. bicara keyakinan. sebab sekalian bantu-bantu istri yang menyusui dede bayi. Allah tidak perlu dengan segala rupa ikhtiar kita. Ketika diabsen sama guru. Tapi lebih dikarenakan dia tidak di dalam masjid/mushalla/tempat shalat. Banyak di antara kita yang tidak bisa menjawab panggilan azan. habis ini mau shalat. ibadah saja. saya sertakan 3 esai Kuliah Tauhid. shubuh ini sudah masuk juz ke-8. Lama ya? Ya. ini pun menambah kebahagiaan tersendiri. Ok. alhamdulillah.04. ikhtiar kita hanyalah adab saja. dari kita untuk-Nya. Alhamdulillah. dan menyelimutkan kakinya yang katanya berasa dingin. judulnya: # Menjawab Panggilan # Budek ya? Dan # Tidak Bergegas. bolehlah kita sebut “Allah sedang mengabsen kita”. dengan jawaban yang jujur. Wong sekedar percaya bahwa Allah akan memberangkatkan umrah di Juli 2009. Selamat mengikuti. Bagi-Nya. Saya sempetin mijit kakinya istri dulu. Ini adalah juga bahagian dari implementasi tauhid. ketika azan memanggil. bukan karena dia tidak mendengar. Yah. Supaya bisa ngimamin di pondok. maka sungguh akan benar-benar berangkat. . Loh. udah jam 02. satu demi satu anak menjawab: Hadir pak! Sesungguhnya.juga. Bicara tauhid. *** Jawab Panggilan Apakah kita termasuk yang dipanggil-Nya? Apakah kita tahu bahwa kita termasuk yang dipanggil-Nya? Apakah kita termasuk yang memenuhi panggilan-Nya? coba marilah kita jawab bersama. Tidak berpengaruh andai keputusan-Nya sudah diturunkan untuk kita berangkat. lalu istirahat.

masih di kantor. Yang begini ini sebab muadzdzin mengucapkan kalimat Allahu akbar. namun ia tidak menjawab panggilan kita. Sebagai orang tua. lalu anak segera bergegas menuju kita. Dan bila anak kita tidak menjawab panggilan kita. tentu dia tidak akan menyahut. Dan sebaliknya. adakalanya kita memanggil anak. meski namanya sama. Dan sebagai orang tua. Begitu kita . kita akan sebal manakala kita tahu anak kita mendengar panggilan kita. Misalkan anak kita sedang main gitar di depan rumah. Bayangkan Allah sedang mengabsen saudara. masih meeting. hal yang biasa bila kita memanggil anak kita. masih makan minum. Kecuali hayya ‘alashsholaah dan hayya ‘alal falaah. Indah betul rasanya bila kemudian kita bisa menjawab: Allahu akbar. dan dia dengar dari luar kelas. tapi tidak kunjung datang. Tapi kita tunggu beberapa lama. Allahu akbar. tapi kita masih di pasar. Dan sekarang bayangkan juga betapa sedihnya hati kita bila kemudian Allah mengabsen. dia nyahut. dan adakalanya dia lebih peduli dengan kegiatannya. Ada juga anak yang menjawab tapi seperti tidak menjawab. atau sedang menggambar. masih di perjalanan. maka kita sungguh akan senang bila kita memanggil anak kita dan anak kita menjawab panggilan kita. Subhaanallaah. lalu saudara mengacungkan tangan: “Saya sudah di sini ya Allah…”.Ibarat anak yang sedang diabsen gurunya. Allahu akbar. Pada saat anak kita menjawab panggilan kita. Sebab dia tidak berada di kelas itu. Sebab sibuk dengan gitar atau asyik dengan menggambarnya. dia yang sudah nyahut. Lalu dia tidak nyahut lagi. demikianlah juga adanya analogi azan dan jawaban azan. Kita panggil. kita kemudian menjadi tidak senang. sama dengan kalimatnya muadzdzin. kita senang. Akhirnya kita samperin. Rugi betul kita ini. Kita panggil lagi. jawaban yang lain. *** Budek Ya… Bila kita punya anak. Kiranya.

kita akan bertambah senang bila anak kita bukan sekedar menjawab panggilan kita. . sebagian kita malah berkata begini: “Ya Allah. adalah kelakuan kita. Astaghfirullah. Ada yang kemudian sampe mengganggu jamaah yang laen sebab lupa dimatiin suara HP nya. Terhadap anak yang tidak mendengar panggilan kita. kan kejadian-kejadian seperti tadi tidak akan ada. Saya menulis ini pun sesungguhnya adalah juga termasuk yang disebut ini. sebab dia buang air kecil sebelum wudhu. dua puluh sebelumnya. Ada lagi yang sudah komat. Ada lagi orang yang jalan menuju Allah sambil ngobrol cekikikan. Ada juga bahkan anak yang tidak sedikit kesal karena dipanggil sama kita orang tuanya. Di pinggir masjid.”. kita masih “tega” merokok dulu. Dia jadi celaka. kita pun kadang suka begini. Kelakuan manusia sekitar kita. Misalkan sepuluh menit sebelumnya. kalau sudah siap sebelum azan.samperin. apa kira-kira perkataan Allah kepada kita. menghabiskan batang rokok yang masih tanggung kita hisap belum habis. mengganggu aktifitasnya. Tidak mencerminkan sedang ditunggu Allah. langkah kita adalah seperti bukan langkah yang mengenal Allah. Jika demikian. Seakan-akan benar-benar kita tidak tahu siapa yang sedang menunggu kita. Ada lagi yang kemudian tidak merapihkan pergelangan lengan bajunya. Lihat saja. Panggilan kita dianggap mengganggu mainnya. Itulah sebab ia tidak merapihkan lagi pakaiannya. tapi bergegas memenuhi panggilan kita. kelakuan kita pun ampuuuunnn dah. Khusus perihal shalat. Tidak jarang kita dimudahkan Allah untuk berkaca tentang kelakuan kita dari melihat kelakuan orang lain. Ada yang mengendorkan dasinya. barulah kemudian anak kita berdiri dan meninggalkan kegiatannya. kita sering melihat. Masya Allah. dan jalan dengan teramat slow. Lihat saja kelakuan kita. udah ashar lagi aja…”. Ada yang mengeluarkan bajunya padahal sudah rapih sebelum masuk masjid. Coba. masih terima sms dan mengirim sms ke sana kemari. Begitulah kita terhadap Allah. kita lalu berkata begini ke anak kita: “Budek ya…. ketika dipanggil oleh-Nya lalu kita tidak bergegas memenuhi seruan-Nya? *** Tidak Bergegas… Jika kita memanggil anak kita. Sudah mah tidak bergegas. di teras.

Ini. urusan shalat itulah urusan tauhid. Tanda kantuk yang tidak ditahan. nguap aja. bagus. Di sana ada tempat shalat yang bersih. Dan alhamdulillah malah nyampe jam 12. kita bisa konsentrasi dengan hebat. Diberitahu bahwa dokternya hanya sampe jam 13 saja. Betul-betul waspada di urusan shalat. Subhaanallaah! Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Menunda Dunia Untuk Allah KDW0115 Seri-15 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Shalat Cermin Tauhid Persoalan Shalat. Alhamdulillah. Insya Allah pembahasannya masih seputar shalat.40-an. urusan shalat nomor satu. sebagaimana itulah kita bertauhid kepadanya. Alhamdulillah pagi ini kita ketemu lagi. Dan saya menyuarakan agar sebanyak-banyaknya orang juga begini. Akhirnya malah kadang terlambat semua mua. saya ga begitu dah ustadz. . kalo ga ditegur kita ini? Kalau sedang rapat sama pimpinan proyek. Dan sering juga akhirnya shalat di akhir waktu. Kemaren pagi jam 11 saya nemanin istri saya check-up kami punya baby di rumah sakit. Saya menikmati benar mendahulukan Allah ini. Saya belajar seperti ini. Nah. tapi semua bermula dari sini… Dari shalat… Permohonan maaf kepada para peserta sebab kemaren sempat kosong tidak ada materi. nguap. Ketika kita menghadap pimpinan. persoalan shalat adalah persoalan tauhid. Kalo ga begitu. sama klien. Datangnya juga terlambat. coba-coba dah sambil smsan. niscaya jalanan akan dibuat lenggang oleh Allah Pemilik Jalan. Saya yakin. Saya mengincar pom bensin di menjelang Mal Puri. Lalu bagaimana kualitas shalat kita. Sehingga kalau mendahulukan Allah. yang punya jalan adalah Allah. Masih belum terlambat. Sebab tauhid kan sederhananya: Mengenal Allah. Sebab buat saya. Ntar dokternya malah pergi lagi. ketika makmum. Persoalan Tauhid Bagi saya. Tapi kalo iya. kadang suka timbul pikiran begini.Ada yang berkata. mbok ya mikir. shalat di sana saja dah. Memang ada urusan lain di urusan shalat. Takutnya telat. dan mendengarkan dengan seksama.

Subhaanallaah! Padahal jam 11 kan masih jauh? Masih 1 jam menuju waktu shalat. . Persoalan shalat sebenernya dijadikan Kuliah Dasar tersendiri. Selamat menikmati esai-esai pendek. sebagai kelanjutan bicara-bicara ini. Percuma juga kita bicara Allah bila kemudian urusan shalat kita berantakan. Sebab di surat interview itu. Juga mudah mendistribusikan lagi kepada yang lain sebagai perpanjangan dakwah saya dan kawan-kawan. sedikit sekali yang betul-betul memerhatikan shalat sebagai cerminan bertauhid yang benar. Rawan apaan? Rawan untuk tidak bisa mempersiapkan diri shalat tepat waktu. mari kita lanjutkan pembahasan seputar shalat.Begitulah Saudara-saudaraku. di dalam pesta perkawinan. di gedung-gedung. Contoh. Amin. maka ia dijadikan sebagai bahagian dari Kuliah Tauhid. Dia ini orang yang terbiasa tepat waktu. soal shalat. Jam yang rawan bagi dia. Kalau dilihat perilaku manusia-manusia di Indonesia ini. di perkantoran. memang bertuhan namun sebenernya masih perlu dipertanyakan lagi ketuhanannya. ya Allah ya Tuhanku. Ia gelisah. wuh. Ok. peserta KuliahOnline. karena bagi saya ini persoalan yang mendasar. Di mall. kayak ga ketemu shalat tepat waktu di sini. kecuali segelintir saja. jadikanlah aku dan anak keturunanku sebagai orang-orang yang menegakkan shalat… *** Menunda Dunia Untuk Allah Ada hadiah dari Allah buat siapa saja yang mementingkan diri-Nya Si A. ia dipanggil jam 11. Namun.00. Sebab seperti ga kenal sama Allah. membawa surat interview. Robbij’alnii muqiimash sholaah wa min dzurriyyatii. Saya pilih juga cara penyajian dengan esai-esai pendek agar peserta mudah mempelajari dan memahami.

Ternyata hanya dia seorang. atau di jam berapa wawancara bisa dilaksanakan. pertanyaan itu jelas ia jawab. Tapi karena dia butuh pekerjaan.” “Mau shalat dulu. “Bawa aja tas nya. Lihat ya. Aman nih. Betul: Batal. jawabannya jelas: Batal. kemudian dia tetap memutuskan untuk datang.Iya. bukan sudah datang.30-an ga kunjung ada kejelasan apakah wawancara bisa dilaksanakan atau tidak. baru “sudah menjelang”.” “Oh… Silahkan… Nanti saya beritahu Bapak. Masya Allah. Pikiran ini betul-betul mengganggu si A ini. Itu kalo dia prediksi wawancara bisa berlangsung tepat waktu. Di mata si A ini. “Mbak. saya izin dulu ya. Saya titip tas di sini.” katanya kepada resepsionis. Bagaimana kalau pewawancara telat. Tapi apa yang terjadi? Ternyata si penginterview dipanggil oleh direksi. Emangnya mau kemana? Bapak sebentar lagi barangkali datang. atau bahasa lainnya. Sampe jam 11. Atau ia datang di urutan wawancara nomor ke sekian? Atau wawancara akan masih berlangsung sedang waktu shalat sudah menjelang. Dia memilih tidak wawancara bila wawancara itu dilakukan di jam 12 lalu mengganggu jadual shalatnya. Nanti saya balik lagi. Dia catatkan namanya untuk interview. Jam 11 kurang dia sudah sampai.” .

azan.Alhamdulillah. pundaknya ditepuk oleh salah satu dari yang tiga.08. Kira-kira jam 12-an lewat. Pertemuan di mushalla. sambil menunggu azan selesai. “Mas yang akan diwawancara oleh saya ya?” Kagetlah si A. dan dalam keadaan wangi. bahwa dia bisa mengalahkan interview untuk dapat azan dan shalat zuhur berjamaah. si A. adalah direksi. Bersih wajahnya. Satu shaf. Juga dalam keadaan sudah berwudhu nampaknya. Sebab baru jam 12. sudah menyelesaikan wawancara. selepas shalat ba’diyah. “Mas. Ada rasa kebanggaan di hatinya. Ini malah dipersilahkan dan akan dibantu untuk memberitahukan ke pewawancara.” kata si A. Hanya. Selepas azan. Sedang yang mewawancara pun nampaknya memiliki jabatan yang cukup tinggi di kantor tersebut. Dalam keadaan rapih baju dan celananya. Rupanya ia bersama-sama sang pewawancara. kemana yang azan? Koq belum azan nih?” cetus lagi yang satu.” Singkat cerita. *** Sesampenya si A di ruang mushalla.50. malah si A itu diajak makan siang bersama. si A tidak sempat lagi bicara-bicara dengan tiga orang tersebut. Sebab mushalla sudah keburu ramai. “Saya saja Pak yang azan. Alhamdulillah. . Dirut kita. Berdirilah yang tiga orang tersebut. belum ada orang. Seolah-olah mereka mendampingi si A ber-azan. Bagaimana lalu dengan awawancaranya? Ya sudah tidak perlu diwawancara kali. tapi belum datang saatnya azan. datang seorang bapak. bukan pegawai sini ya?” tanya salah satu dari yang tiga orang tersebut. Bapak ini sudah datang dalam keadaan berwudhu. Kirain akan dimarahin. malah Allah dudukkan dia dalam posisi yang sangat mulia. Berseri. Dua dari yang tiga. zuhur jam 12. Sebab si A tidak melihat ada tanda-tanda bekas air wudhu baru. Ia jaga shalatnya. sambil melihat jam. “Yang ngimamin shalat itu. Ditemani oleh dua orang lagi di sebelahnya. “Kita tunggu beliau selesai shalat sunnah.” katanya datar. pikir si A. Sungguh beruntung si A. “Iya Pak” “Eh. saat itu. dan azannya si A.

Suasana pun barangkali sedang nyaman. Atau karena banyaknya dunia yang di tangan kita. Sedangkan kita…? Judul di atas bukan bermaksud memberi hadiah jam tangan. Bukan. Ketika manusia langsung ngebut dengan pekerjaannya. Para Peserta Kuliah Online yang budiman. Tidak mudah loh menerapkan hal ini. bimbingan. dan pertolongan Allah. Bukankah sejatinya semua punya Allah? Berikut ini kira-kira waktu terbaik kita: 1. Waktu pagi. Dan masih banyak lagi lah. memuji Allah dan memohon pertolongan-Nya. Allah Maha Mengendalikan dunia ini. Jam sibuk-sibuknya. Memohon bimbingan-Nya agar kita tidak kelelahan dalam menjalani hidup ini. dan DIA Maha Mengetahui apa yang akan terjadi. Kita ajak anakanak dan istri. kalau kita hidup dalam aturan Allah. buat Allah. *** Memberi Jam yang Terbaik Allah begitu baik sama kita. Makanya. kita malah tahan dulu barang sebentar untuk menegakkan shalat shubuh.Alhamdulillah. dan atau di sepertiga malam. Wuah. 2. Subhaanallaah. Maksudnya. Dan sebelumnya. tidak sedang bermasalah. dengan kesibukannya. Untuk bangun malam. waktu terbaik untuk-Nya. Bukan di tangan siapa-siapa. mintalah bantuan. ini berat. kita lalu tidak bisa bangun malam. Agar orang-orang tua kita panjang umur. kita korbankan dulu barang sedikit untuk menegakkan shalat dhuha. subhaanallaah. di dua pertiga malam. dengan usahanya. Pintu rizki pun di tanganNya. Karena lelahnya mencari dunia. Jadilah orang yang berbahagia. Untuk ruku’ dan sujud. Masya Allah. agar bisa memberikan kepada Allah. Traffic lagi tinggi-tingginya. sehat dan diampuni Allah. Jam zuhur. kita bisa memotong menghadiahkan waktu yang berharga yang kita miliki. ketika manusia langsung berburu dunia. Tidak sedikit yang tidak mampu mengorbankan waktu tidurnya. Agar anak-anak menjadi anak-anak yang saleh salehah. di mana ketika orang sedang sibuk-sibuknya. Ketika . maka Allah akan mengaturkan hal-hal yang terbaik buat kita. 3. kita lalu berat untuk bangun malam. memberikan waktu terbaik kita buat Allah. Kalau bisa shalat shubuhnya di masjid. Waktu istirahat kita di pertengahan malam.

kenapa tidak kita tunggu saja sampe maghrib usai. Apakah benar Pak Helmy. Perintahnya bener-bener datar. Kalau tetap khawatir. Repot memang. untuk perutnya. karena berburu pulang cepat. untuk keseombongannya. Subhaanallaah. kita ridho meninggalkannya demi Yang Memiliki diri kita dengan seluruh pemberian-Nya. Itupun dilakukan si bos besar ini tanpa menunggu jawaban dari Pak Helmy. Tanpa ada nada suruh cepatcepat.pelanggan lagi banyak-banyaknya. maka kita wajibkan diri kita . ke ruang saya ya…”. mampir lagi jelang isya. datar. maka jam 18 mampir ke masjid. Banyak manusia yang terjebak di kemacetan. mereka tutup. Manusia mau lelah. raga kita. dan menekan shortcut number yang tersambung ke ruangan Pak Helmy. Dan bos besar pun tidak tahu juga barangkali siapa yang ngangkat telpon di ruangan Pak Helmy tersebut. Lihat saja Mekkah dan madinah. Barangkali. Kita Digaji Beliau Sih… Kita tidak pernah tahu dengan sungguh-sungguh darimana rizki kita berasal. dengan shalat ashar. dan tidak ada juga perintah untuk bersegera. mau cape. dan lalu bicara begitu: “Pak Helmy. pembeli internasional. Jalan lagi usai maghrib. Dan jalan lagi setelah shalat isya. buat Allah. apakah bisa atau tidak. Sungguh banyak kemuliaan bacaan-bacaan habis ashar. atau bukan? Dalam kehidupan sehari-hari. Lalu. Kita segarkan diri kita. karena itulah kita jarang mengistimewakan Allah. Jam macet. untuk hawa nafsunya. Ketika jam shalat. Ga usah khawatir degan berkurangnya perniagaan. misalkan pulang jam 5. Atau syukursyukur kita sekalian selesaikan isya. jiwa kita. Tapi insya Allah yang begini ini yang kelak akan Allah istimewakan. baru kita pulang. Kita segarkan batin kita. Bukan sekedar local buyer. Bukan seperti selama ini yang untuk dunianya. Akhirnya apa? Allah malah memberikan international buyer. 4. *** Habis. Bos besar ngangkat telpon. “Pak Helmy. Akhirnya tetap saja kemaleman karena memang macet. Kalau memang macet-macet juga. Jam pulang. Insya Allah akan saya banyak tulis di website. kalau kita jadi Pak Helmy. Jam ngantuk. Tapi kali ini cape dan lelahnya. dengan air wudhu. ke ruang saya ya…”. perintah bos besar. Jam ashar.

karena kedudukannya. supaya bos besar senang. karena kekayaannya. dan bersegeralah dia meminta maaf kepada bos besar seraya menyampaikan bahwa dia salah. Maka kita akan menjawab. Istri dari SBY. Lalu. Dengan jawaban yang paling jujur dari sikap dan perilaku kita selama ini. Dia yang menggaji saya. bila kemudian Pemilik Kesejatian Kedudukan. Kelihatan tidak neko-neko. umpama ternyata sekretaris ruangan Pak Helmy yang mengangkat telpon itu. *** Ani SBY Adalah wajar menghormati dan menghargai seorang manusia. Sederhana. karena kemuliaannya. Tidak kedengeran bisnis . tidak kita hormati tidak kita hargai. saya memprologkan hal ini. Saya bekerja di perusahaan ini sebab kebaikan dia”. “Duuuh. lalu kemudian si sekretaris ruangan itu lupa menyampaikan bahwa bos besar memanggil. Ini hanya cerita seorang anak bangsa yang bangga sama ibu negaranya. Kemuliaan. Senang. dan bahkan seperti sudah menebak apa kemauan bos besar. Ini juga bukan cerita tentang seseorang yang membela SBY. segitunya kalo dipanggil bos…”. sebab saya memang senang dengan Bu Ani SBY. Semoga Allah menyayangi kita semua. maka marahlah Pak Helmy. Tapi menjadi tidak wajar. bagaimana dengan panggilan Allah? Bagaimana keadaan hati kita? Bagaimana keadaan diri kita? Bagaimana penampilan kita? Bagaimana sikap kita? Silahkan jawab sendiri. Ini bukan tulisan esai yang pro partai demokrat. Kalau kita ditegor orang. Itu saja. Kita lalu merapihkan diri. Kekayaan. Begitu hebatnya “tauhid” kita kepada bos besar tersebut. Kalau kita jadi Pak Helmy.untuk menyegerakan diri ke ruangan bos besar. Luar biasa. Web Admin). Sebab dia kan bos nya saya. Masing-masing. “Ya wajarlah. kita ke ruangannya membawa datadata yang barangkali diperlukan. istri presidennya yang berkuasa saat ini (SBY adalah presiden Indonesia saat tulisan ini dibuat. Ok.

he he he. Manusia. hanya minta waktu sama kita untuk tepat waktu. Saya bergumam di dalam hati. “Betul-betul diawasi”. Dan ini bukan tulisan yang menyatakan ketidaksenangan dengan beliau. Tidak mau melihat Yang Maha Terhormat.yang macammacam. Supaya bisa mementingkan Allah. jam 11 semalam sebelumnya. ga boleh lagi masukin barang sejak jam 11 malam tadi”. ya saya pulang. Clear Area. lebih dari siapapun di dunia ini. maka jadual baca doa. menghormati Allah. Coba saja saya dilarang masuk. kita tidak repot? Nah! Coba aja lihat. Kalo saya pulang. manusia sudah dibuat repot. pelajaran tauhid. kata yang satunya lagi. seyogyanya berkenalanlah dengan Allah. *** . Kita tau sendiri bagaimana bentuknya. Bagaimana dengan Allah? Bagaimana dengan kedatangan-Nya di waktu shalat? Allah. tinggalkanlah jual beli. Bukan sombong. Sebab apa? Ya sebab tadi. Ada pengecualian. lebih menghargai terhadap mereka yang punya kekuasaan dan pengaruh lebih. Biarlah sistem yang bekerja. jadi ga enak. insya Allah wajah saya diberi keleluasan untuk masuk. tinggalkanlah perniagaan. Saya yang udah mau nerobos masuk. Untuk kedatangan pembesar negeri ini. jadi berantakan. Bu Presiden bakalan masuk ruangan. he he he. Justru lantaran senangnya. Kita hanya disuruh pada saatnya menghadap. Saya mendengar dialog ini. Yang Teramat Kaya. Manusia lebih bisa menghargai manusia lain yang lebih kaya. “Iya. “Pengawalannya ketat Pak!” kata salah satu panitia. Nampaknya sosok ibu dan istri yang baik. Tidak menghargai Yang Maha Kaya. dihadiri oleh Bu Ani SBY sebagai istri Presiden yang bakal membuka pameran secara resmi. Dan katanya. bergetar di hati saya. Tapi terhadap Allah. dan ini baru istrinya. Tulisan ini menjadi ada. engga boleh lagi ada yang keluar masuk 2 jam sebelumnya. menghargai Allah. Pada satu saat. subhaanallaah. Kenapa ya kalo yang datang Allah. Itu kalau mau beruntung. seluruh penyewa ruangan pameran. ada pameran buku-buku di Dunia Islam yang pembukaannya saya diundang utuk hadir. karena Allah menjadikan ini sebagai pelajaran buat saya. Yang lainnya menimpali. he he he. Kita tidak disuruh bersiap-siap yang berlebihan hingga kemudian kita malah melupakan dunia kita. Tapi saya tahan langkah saya ini. Tapi lihat? Manusia lebih menghargai manusia yang lebih terhormat. Dan di pagi hari. Yang Maha Kuasa dan Teramat Kuasa. barang-barang boleh masuk ke ruang pameran. ya begitu dah bentuk penghargaan dan penghormatan kita. Toh kalau panitia butuh. Namun. Maka diri ini berpesan kepada diri ini sendiri. dia akan nyari saya. Lewat hati.

Adem rasanya. banyak manusia yang gelisah dengan pendapatannya hari itu. Kalau kita tiada gelisah dengan kondisi buruknya shalat kita. Artinya. Banyak orang tua yang gelisah dengan keadaan anaknya yang sudah makan atau belum kalau anaknya pulang terlambat.Gelisah Bilakah kegelisahan menghilang dari kalbu kita manakalah kita mengabaikan waktu shalat? Bila datang sebentar lagi waktu shalat. dan gelisah kalau tidak ada tanda-tanda anaknya bakal datang. Gelisah apa? Gelisah tidak bisa shalat tepat waktu. menyiapkan diri untuk shalat. sedang kita masih di jalan tol misalnya… bersyukurlah bila kemudian dikarunia hati yang gelisah. tapi waktunya azan belum lagi datang. Tapi siapa yang mampu gelisah sebab khawatir shalat tidak tepat waktu? Sebuah keutamaan adanya bila kemudian kita datang ke tempat shalat. Ya. Jangan sampe kemudian kita merasa “aman-aman” saja. Banyak manusia yang resah dengan masalahnya yang belum juga selesai hingga di hari itu. Banyak manusia yang gelisah dengan proyek-proyeknya hari itu. Di mana kita ketika waktu shalat tiba? Pertanyaan ini kita tanyakan kepada diri kita. alhamdulillah kami sudah di dalam masjid # alhamdulillah kami sudah dalam keadaan berwudhu dan di atas sajadah # alhamdulillah kami sudah berjalan menuju masjid # maka bersyukurlah. sampai kita tidak tahu jawabannya apaan. maka Allah akan berikan kegelisahan itu di hati kita. dan kita tahu siapa yang bakal turun ke langit dunia (yaitu Allah). Bahkan tidak gelisah sama sekali ketika jam shalat sudah mau habis. Kalo kita menjawab. *** Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Fadilah Iman Kepada Allah Keutamaan Keyakinan Terhadap Allah KDW0116 Seri-16 dari 41 seri/esai . Kan banyak tuh orang-orang yang gelisah tapi ga tahu kenapa dia bisa gelisah? Maka coba aja jajal koreksi dari sisi ini. kitalah yang datang duluan.

Meski belum waktunya. Kemaren kan saya contohkan pembahasan mengenai Umrah Juli. Begini. Suara Merdeka. baik yang berupa dokumen lama yang bersifat tulisan. Republika. saya memperhatikan ada pertanyaan yang menarik seputar keyakinan (Bicara Tauhid Bicara Keyakinan).File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Ada Ada Ada Ada - Tidak Tidak Tidak Tidak Peserta KuliahOnline. 10. melainkan menabung sedekah umrah. tulisan lama). Sindo. maupun wawancara. Inilah bahagian tauhid. melengkapi esai-esai kuliah kita. siapa yang meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik. awal Syawal. Banyak peserta yang meminta penjelasan lebih lanjut. website kita akan dilengkapi dengan kolom-kolom tulisan saya di media. Di mana saya mengajak wali santri untuk sama-sama umrah sekeluarga. 700x hingga lipatan pengembalian yang tidak terhingga. Keyakinan terhadap janji ini adalah juga bahagian . bahagian dari mempercayai dan meyakini Allah. 2x. dengan menabung bukan biaya umrah. Mudah-mudahan tulisan-tulisan di media-media tersebut bisa bermanfaat. Insya Allah. Poskota. maka Allah akan mengganti dengan yang lebih banyak. teori dasarnya. Amin. tapi baiklah saya akan jadikan ini materi Kuliah Tauhid saja. berbarengan dengan dibukanya pintu materimateri lain KuliahOnline. dan ragam tulisan di media lain. *** Fadhilah Iman Kepada Allah Keutamaan Keyakinan Terhadap Allah Disebut bertauhid manakala kita bisa mempercayai janji Allah sebab meyakini bahwa janji Allah adalah benar. Saya hari ini mempersiapkan materi sambungan tentang perbaikan shalat sebagai implementasi awal bertauhid yang benar. Gatra (khusus Gatra. Tapi sebelum kita lanjut ke materi selanjutnya.

Web Admin). (Tunggu saja ya BelanjaOnline di web ini aktif. Pesan secara online via web kesayangan Anda ini. atau dari Allah? “Dari Allah”. tapi dia yakin sama Allah. Ada seseorang yang tidak yakin dengan dirinya. lalu menjajal. Dia bersedekah di acara. maka akan semakin hebat pengaruhnya pada diri kita. Dan keyakinannya ini mengantarkannya pada rizki. Saya lalu bertanya kepada dia. Selesai pipis. keyakinannya terhadap Allah sudah menggerakkannya bersedekah. Tapi ini saja. Buku terbaru saya: The Miracle. Supaya peserta bisa mendapatkan buku ini hanya dengan mengklik ujung mouse dan keyboard saja. Ya saya tahu. Seorang ibu di Jember mengikuti tausiyah saya tentang janji Allah.50rb. Tapi dia menjawab. Semakin kita mempercayai Janji Allah. banyak yang memiliki kesadaran bahwa tidak ada yang pasti di dunia ini kecuali aturan Allah. dia punya rumah dihampiri pengendara sedan yang sudah kebelet kepengen pipis. Ini saya sebut separuh keyakinan. tentang keyakinan akan Keesaan. bisa sangat-sangat berhasil. 5rb. *** Pernah ada kisah seorang tukang ikan datang meminta amalan agar bisa punya modal lebih. Tapi ya ga tau dah. Namanya juga nasib”. rizki itu dari ikan. kepada mereka yang beramal tanpa keyakinan dan ilmu. dia diberi Rp. lalu bisa mendapatkan rizki lebih? Tapi dia memilih percaya saja kepada Allah. begitu katanya meyakinkan dirinya sendiri. untung pasti bertambah?”. ya nambah untungnya Pak Ustadz. Dan keajaibanpun terjadi. Rp. atau 10x lipat dari yang disedekahkannya. dan dia tidak bekerja. lalu bekerja dan menunaikan keyakinan ini.dari tauhid. ini bukan hanya pengajaran sedekah. . Esai berikutnya sungguhpun terlihat seperti pembahasan tentang sedekah. Peserta KuliahOnline yang dirahmati Allah. Yang membuat dia tidak yakin. Dan buku ini banyak berbicara tentang hal ini (tauhid). Sungguhpun uang itu adalah untuk ongkos. Sekali lagi ini pengajaran tauhid. tahu-tahu buku itu udah di rumah. Dia pulang dengan jalan kaki sebab ongkosnya dipakai bersedekah. “Allah punya sejuta cara jika sudah menghendaki sesuatu”. Bahkan yang tidak punya keyakinan pun akan berhasil! Hanya saja. “Minta saja sama Allah tambahan rizki. Sesampainya di rumah. bagaimana bisa dirinya yang tidak ada siapa-siapa di rumahnya. Dia ragu menjawabnya. insya Allah ga kudu pake tambahan modal. akan beda rasanya. sesungguhnya ini adalah pembahasan tentang tauhid. dan Kekuasaan Allah. udah terbit. Ketika ditanya buat apa modal lebih. “Memangnya pasti tuh kalo modal ditambah. Kebenaran. “Secara hitungan sih. ia kalahkan. dijawab supaya ada untung lebih.

Semua berdiri di atas Kehendak-Nya. Tapi nambah rizki dengan jalan-jalan Allah”. makasih ya. peristiwa ini bagi si tukang ikan amazing banget. “Yah.rizki pasti nambah”. Kisah di atas bukan hanya bertutur tentang fadhilah . Saya menambahkan si tukang ikan ini. bahwa untuk menghadirkan Kehendak Allah inilah diperlukan ikhtiar. karena percaya. Karena biasa. ini cukup baginya untuk bertambah rizkinya. Bahkan jalan ini Allah yang memberitahu. Sebab mempercayai adalah menggunakan hati. sebagaimana biasanya. Ada seorang anak muda yang biasa minjem motor. 50rb. maka rizki itu bisa darimana saja. Kita melihat sebatas mata. al Qur’anul Karim”. Allah Melihat dari Asry-Nya sana. tahu. Dan hari ini terjawab! Begitulah kalau tauhid ini bekerja. Sore harinya (dia dagang pagi hari). Esoknya. “Bang. bahwa dari situlah rizki si tukang ikan bisa terbuka. tapi anak muda ini memberi rizki tambahan. Nah. darimana jalannya Pak Ustadz? Darimana jalannya jika tidak ada tambahan modal?” “Jalannya bukan nambah modal. Hanya orang-orang yang bisa memahami dengan akal dan mengimani dengan hatilah yang derajatnya akan berbeda. langsung lewat Kitab-Nya. diperlukan upaya. Tapi tidak sulit baginya mempercayai. darimana bakal bertambah rizki? Lalu dibawa ke persoalan tauhid. Nah.” kata si anak muda ini. “Pak. Dia kemaren bertanya. Terus. ya tidak ada yang aneh. tukang ikan ini berjanji akan mencoba untuk bersedekah. Keterbatasan pengetahuan seseorang akan sumber rizki menyebabkan rizkinya juga terbatas. Sulit bagi si tukang ikan ini memikirkan bagaimana bisa sampai terjadi penambahan rizki. Peserta KuliahOnline. Yakini saja bahwa Allah akan membukakan pintu rizki yang lebih banyak dan kemudian mau memintanya. Allah lah yang mengatur kejadian ini. orang-orang yang beriman dan berilmu. Karena Allah itu di mana saja. Sedang si tukang ikan. Hanya 15 menit anak muda ini memakai motor itu. Bukan akal. minjem motor. uang! Rp.” kata si tukang ikan mempersilahkan anak muda ini memakai motornya. dari mejanya. yang si tukang ikan tidak tahu. ke persoalan keyakinan. adalah sedekah. sambil mengembalikan STNK motor dan uang. salah satu ikhtiar untuk menambah jalan rizki buat Bapak. maka sungguh. ada kejadian. Tapi mereka yang terbatas pengetahuannya akan sumber rizki sebenernya cukup dengan memiliki ilmu tauhid. Keyakinan saja kita tidak punya. Sedang Allah tidak terbatas penglihatannya. Ya. dia bersedekah 5rb. maka sudah akan bertambah-tambah rizkinya. jalan-jalan Allah itu tidak sebatas tambah modal sebagai jalan yang Bapak yakini sebagai satu-satunya jalan. Barangkali. Tidak punya spektrum yang lebih luas. “Silahkan. Hanya. bahwa rizki di tangan Allah. apalagi amal kali. hanya bisa melihat bahwa rizkinya ya dari usahanya. sebagaimana kita. Sehingga Bapak bertanya darimana kalau tidak nambah modal? Sebab Allah memang tidak perlu sebab untuk menambah dan menutup rizki seseorang.

Terperanjatlah si ibu ini.” begitu tanya saya ketika dia mengutarakan akan daftar umrah. biasanya pemilik travel umrah. Pertanyaan darimana jalannya itu pertanyaan yang tidak bertauhid. Wah. “Sendirian berangkatnya? Suami?. “Suami?” “Belum”. “Suami engga berangkat Ustadz”. “Kalau percaya. tapi coba jajal yang satu ini. demi mendengar saya bicara begini. ga usah daftar umrah dah. maka saya merasa lebih perlu memberi nasihat ibu ini bersedekah ketimbang menerima pendaftaran umrahnya. “Wah. . tapi tentang fadhilah iman kepada Allah. Tahulah saya. Mintanya jangan tanggung-tanggung. “Iya. bahwa persoalannya ada di uang. Itulah kita. kalo gitu. Sendirian. “Suami udah pernah berangkat?” “Belum”. mana ada yang menolak rizki. Ustadz”. Sebab pendaftar kan berarti rizki. minta saja sama Allah supaya sekalian berangkat haji saja. “Uangnya ga cukup ya?”. “Mana enak berangkat sendirian?” Ibu itu menjawab dengan senyumannya. Sebab orang mukmin tahu. jalannya itu adalah jalan Allah. ada seorang ibu mau daftar Umrah Ramadhan. Minta berangkat bareng dengan suami”. keutamaan tentang meyakini Allah. Ibu percaya ga bahwa pergi haji itu bukan karena uang?” “Percaya”. Maaf ya. Tapi karena saya bismillah buka travel bukan untuk bisnis semata. manusia. “Udah pernah ke Tanah Suci sebelumnya?” “Belum”. “Tapi saya udah kepengen umrah. darimana jalannya Ustadz? Ini saja boleh nabung dikit-dikit”.sedekah saja. *** 1 tahun yang lalu. Beliau mengangguk.

berdoa sepanjang waktu shalat. kurang seru. Umrah Liburan. Sebab uangnya ga jadi dipake daftar. terkait dengan persoalan umrah Juli tahun 2009 (saat esai ini ditulis masih 2008. dan keuntungannya melampaui biaya haji. Satu. Namun saya bilang. Syukur-syukur mau bersedekah.“Banyak Bu jalannya. Tapi jangan menabung untuk biaya umrah. Tanpa dinyana. Bersama suaminya! Tentu saja saya mengenalinya. Sebenernya kalau si ibu ini yakin. Ada proyek yang diamanahkan ke beliau. Ia menganggap kelebihannya itu adalah pengembalian Allah atas sedekah uang umrah. Sebagiannya untuk pengembangan pembibitan penghafal al Qur’an. Web Admin) . Kalau perlu berdoa dengan menambah jam-jam shalat sunnah. Jadi ga beliau Umrah Ramadhan? Tidak. Tahun lalu. 2 bulan sebelum Ramadhan. Menabunglah untuk “Sedekah Umrah”. 1 bulan sebelum Ramadhan. Sebab sekarang ketika saya bercerita. Maka menabunglah. Berceritalah dia termasuk di depan calon jamaah haji yang lain. di akhir Juni 2009). masih lebih.” Saya sarankan si ibu ini agar rela menyedekahkan uangnya. dan satu lagi keuntungan buat perusahaannya. sebagiannya untuk anak-anak yatim dan dhuafa di luar pesantren Daarul Qur’an. Masih ada waktu 10 bulan (pendaftaran terakhir Umrah Juli 2009. . travel haji umrah kami mengadakan manasik haji. Saat ini September 2008. Uang USD2000 pindah tangan. Tahu ga? Ibu tersebut ada di barisan orang-orang yang ikut manasik haji. dia tetap memilih berangkat. Kalau kuat berdoa. Karenanya saya minta ibu ini bertaruh untuk menyedekahkan saja uang yang sedianya untuk umrah ini. dan kemudian ia masih mendapat bonus lagi 2. Ibu ini setuju. Dan murah meriah. lalu di Tanah Suci dia berdoa yang sama. bahwa Janji Allah itu benar. berupa biaya haji berdua dengan suaminya. Masa berangkat sendirian? Tidak ditemani pendamping hidup. inilah tauhid. Melainkan habis buat sedekah. bicara tentang keyakinan. kita pernah bicara kan? Bicara tentang tauhid. Peserta KuliahOnline. begitulah saya pernah bertutur di KuliahOnline ini. Sedang saya ketemu dengan ibu ini di bulan Sya’ban. Yang kita incer. Dia pakai untuk biaya haji dirinya dan suaminya. ga berapa lama setelah ia sedekahkan uang umrah kemaren lusa itu. Juli 2009. Diselenggarakan di Sekolah Daarul Qur’an Internasional (Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an) yang berlokasi di Kampung Ketapang. Dekat dengan kediaman saya. *** Nah. Allah bukakan rizki yang buanyak sekali. Bahkan lewat. kita pake cara ini. Cara yakin kepada Allah dan bersedekah. Dua-duanya sama-sama pekerjaan sunnat. sudah masuk Ramadhan. 1 tahun berlalu. ya berangkat juga. Masya Allah. jangan kenal lelah dan jangan berhenti.

Tapi sudah jauh bicara tentang tauhid. siapa yang sedekah 7.5jt. Artinya. Kalau punya uang. ibu. Meyakini Allah. permintaan kita.5jt. keluarga ini terdiri dari 5 orang anggota. tinggal daftar. Atau.. Kalau tidak punya uang. keluarkan sekarang. Dan yakini. Kekuasaan-Nya. Bahkan saya menyeru kepada jamaah peserta kuliah. kebesaran-Nya. *** Peserta KuliahOnline. Cicil terus sampe bulan Juni. Inilah tauhid. tempuh jalan tauhid. bahwa insya Allah pada saatnya nanti Allah akan memberikan rizki untuk mendaftarkan umrah sekeluarga. Santri bernama A. Bahkan. Atau bisa saja Allah memberi lebih dari sekedar 75jt. Dan saya tegaskan kembali. jangan sampai terjadi. doa dan sedekah. insya Allah akan terjadi apa yang kita yakini. Iman kita tentang tauhid. Niatkanlah berangkat Umrah Liburan nanti. ini sudah melampaui bicara tentang sedekah. tidak masalah. Kan masih ada waktu 10 bulan? Bagi saja 10 bulan. ayah. Tapi bagi yang tidak punya cash untuk sedekah sebesar 7. dan kalikan dengan biaya umrah. maka didapat matematika seperti ini. Insya Allah kita ketemu dah di Tanah Suci. Tempuh jalan meyakini Janji Allah. meyakini Janji-Nya. keluarkan 7. Bila ini yang diyakini. siapa yang mau dapat 75jt.5jt. Hitung berapa anggota keluarga Anda semua.Saya katakan kepada wali santri saat itu (saat tercetus ide umrah bareng sekeluarga besar pesantren). Kalimat ini sama dengan: Siapa yang mau dapat 10. keyakinan . Kemudian kalikan 10% dari total biaya itu. yang sebagiannya juga dipelajari insya Allah di KuliahOnline. dan 3 orang anak. 5 x 15 juta biaya umrah = 75 juta. Bagaimana kalau tidak punya uang? Sedang saya punya mau semua wali santri berangkat bersama seluruh anak-anaknya. memiliki kakak dan adik 2 orang. rasanya tidak salah jika kemudian saya menyeru kepada seluruh wali santri agar memakai betul ilmu yang didapat ini. padahal cicilan sedekah kita belum lunas. dapet 10. maka cicil saja. Maka. ketika bicara ini. bahwa berdasarkan teori dasar siapa yang memberi satu akan mendapatkan 10. Ketemu angkanya 750rb setiap bulannya.5jt akan mendapatkan 75jt. Dia akan memberi hingga 700x lipat atau bahkan lebih. bahwa bisa saja Allah membayar lunas dulu target kita. kita meyakini. agar juga menerapkan ini. Apalagi kalau ga berangkat sebab ga punya uang. Keesaan-Nya. kalau diturunin pada kasus ini. Sebab Janji-Nya memang demikian. Siapa yang mengeluarkan 1. di Buku The Miracle. keluarkan saja 1. sekarang-sekarang ini. Bagi mereka yang punya 7. Jangan ada yang ketinggalan.

tanggal 9 September 2008. Jadi. 9 wedding anniversary kami. saya kembali mengingatkan. ada jadwal untuk ketemu dengan satu relasi di sana. Masya Allah. Kami waktu itu. Benahilah shalatnya dulu. *** Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Pengaruh Kepada Urusan Yang Lain KDW0117 Seri-17 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Dimarahi Bule Allah Maha Baik.kita tentang tauhid. Mohon doa dari semua peserta. Doa dari Anda semualah yang juga turut sudah menjaga kami. bisa terukur. . katanya orang bule terkenal paling disiplin. Sedari pagi kami sudah siap-siap. th Baarokawloohu lanaa. bertanya-tanya di hati. Nyatanya ga semua ya. saya dan beberapa kawan. Sampe ketemu lagi besok. bahwa bila semua ini mau berjalan mulus. Dalam pada itu. Tempat dan waktu sudah ditetapkan. Dalam satu kesempatan pergi lawatan dakwah ke negeri Belanda. Tidak pernah Dia kecewa. 15 menitan kami tunggu di tempat itu. Kemaren. makasih doanya selama ini. harus menunggu. Sudah lewat 15 menit pula. Mudah-mudahan panjang umur. akan mengantarkan kita mendapatkan keajaiban-keajaiban Janji Allah. Beruntunglah di negeri Belanda itu sistem transportasi sudah baik. nomor satu. kami merayakan ulang tahun perkawinan kami yang ke-9. Salam. saling berpandang-pandangan. Maka besok insya Allah kita akan meneruskan kembali kajian tentang shalat dengan pengembangan pembahasan dari sisi tauhid. Ini adalah landasan tauhid. Pada waktu yang telah ditetapkan. Buktinya kami-kami yang datang sejak awal. tetap saja kita harus memperbaiki shalat kita. tapi si Bule ini tidak nongol-nongol. utamanya bila Anda mau menjajal sesuatu yang besar-besar. kami sampai di tempat yang dimaksud.

Allah itu benar-benar Maha Baik. idih. Coba kalau Allah itu Pemarah? Duh. tempat yang dijadikan point-meeting itu ada dua. bila persoalannya adalah persoalan yang berat. Dan benar. Mukanya serius. dan ternyata memang dia. begitu salah satu dari kami tanpa perduli dia ngerti apa engga. habislah kita. “Misternya saja yang telat’. ada seorang Bule. lalu kita panggil anak kita untuk makan misalnya. di antara kita ada yang sebel diabaikan. kalau yang ditunggu emang udah track recordnya selalu telat. ga ada khabar berita. dan dia tidak memberitahu bahwa tempat yang dimaksud itu ada dua serupa. “Bangsa asia. seberapa serius kita menjaga tepat waktu? Seberapa niat kita menjaga waktu? Seberapa kita mementingkan Allah. Selidik punya selidik. lalu menaruh dunia ini di bawah kepentingan pertemuan dengan Allah di waktu shalat? Kita aja kalo jadi orang tua. tidak enak. Lalu mencoba mendatangi tempat yang satunya itu. Jangankan diabaikan. suka telat!”. Bertambah-tambah kekeselan kita. Akan bertambah sebal lagi. . kita sebel banget. Cerita ini hendak memberikan gambaran. Lalu kita ini gimana? *** Kita Marah Diabaikan Ketika kita membuat Allah menunggu kita. Dalam 5x sehari waktu shalat.Ga lama. Anak kita suruh mandi. bahwa subhaanallaah. cerita ini kan bukan ingin menceritakan siapa yang benar siapa yang salah. Satu waktu. Sekian menit kami tidak kunjung datang. Bule ini datang menghampiri kami. Tapi ya sudahlah. bagaimana perasaan kita? Biasa-biasa saja? Atau gelisah? Masih seputar telat dan tunggu menunggu. Kami sampaikan baik-baik bahwa kami sudah sampe sedari tadi. Ada di antara kita yang bilang begini: Ga enak menunggu orang. padahal ini negerinya dia. Disuruh menunggu saja. Apalagi kalo yang ditunggu. marah-marah. Tapi tetap saja dia marah! Kenapa engga teliti. kami tidak terima. Tambah kesel lah lagi kita. lalu dia tidak bergerak. tidak mendengar. Lalu menyebut kira-kira begini. Wah. persoalan yang penting. Bule itu curiga kami salah datang. di sana dia ketemu kami-kami. Tambah kacau lagi. Kami salah identifikasi tempat. kita jadi marah. Wuah.

dua jempol dah kelakuannya. Dia hanya disebut orang yang berbuat baik. masya Allah. Dan orang-orang seperti ini. Sayangnya. bagi saya ini juga clear. maka dia akan menuai kebaikan juga. Sedang manusia itu ada dosadosa lain. bila tidak shalat. Kecelakaan dia. hidupnya tenang. Tapi dia tidak shalat. di dalam Islam. Ga adil dong Allah? Ga juga. Mengganggu pelajaran. Sudah jelas dia dapat keburukan dari keburukan yang ia kerjakan. penuh kasih. jadi berantakan. badannya sehat. Tentu sumpah serapah. pikirannya fresh terus. maka seluruh kebaikannya itu tidak bisa menyelamatkan dirinya.andai gara-gara keterlambatan kawan kita ini. Apalagi kalau yang telat itu banyak. tentu menjadi tidak masalah bila kemudian kita meninggalkan dia. dan datangnya satu demi satu. sudah Allah aturkan sunnatullah-nya. bantuan kepada tetangganya ini tidak bernilai akhirat di mata Allah. maka jeleklah seluruh amal dianggapnya. menjadi nampak ke wajah kita. maka baguslah seluruh amal yang lainnya dianggap. Kita lalu menganggap dia sudah membuang waktu kita yang begitu berharga. Shalat adalah pintu pertama amal yang dihisab. tidak dianggap suatu kebaikan bila seseorang mengerjakannya tapi meninggalkan shalat. Ga ada tawar menawar. hanyalah dia tidak shalat. Maaf ya. dan merugilah dia. Namun. Tapi tetap saja urusannya teramat menganggu. . ilmu mengenal Allah dari pintu shalat. Bahkan. Andai Anda seorang guru. Sangat baik. ha. Dia jelek. Ga ngaruh. Ga perlulah shalat-shalatan. atau minimal gerutuan dan kekeselan di hati. Selanjutnya apa yang terjadi? Selanjutnya yang terjadi adalah kawan kita tersebut tidak lagi masuk ke dalam daftar hitungan kita. akan bertambahtambah keburukannya. perhatian. Jika dia bagus. marahlah kita bila kemudian murid pada telat datangnya. Termasuk dosa bila tidak bertuhan Allah. Anggaplah dia sering memberi bantuan dan makanan kepada tetangga. Meskipun ia shalat. dan setiap ia menemui kesulitan. kebaikan terhadap karyawannya itu tidak bisa ia bawa mati. Ini sekaligus menjadi jawaban sederhana atas perilaku orang modern yang mengatakan ga perlulah syariat-syariatan. Buat apa juga shalat jika masih suka nipu. jika dia meninggal. Kebaikannya di dunia. ia selalu ada jalan keluar. Kita menjadi hati-hati bila kemudian mengadakan janji dengan dia. Maka. yang penting berbuat baiknya. bahwa siapa yang menanam kebaikan. Andai Anda adalah orang yang lebih penting daripada yang ditunggu. Bagaimana jika ada orang yang udah shalat kemudian jadi tidak baik. Bagaimana dengan Allah? Bagaimana kita selama ini bergaul dengan Allah? Inilah salah satu pentingnya kita mempelajari ilmu tauhid. Padahal kita ini orang penting. kemudian urusan kita yang lain. Ini kartu mati buat saya. Di dunia dia dapat sunnatullah-nya. Ada seorang yang sama karyawan. begitulah kita membatin. Yang penting berbuat baik.

bila persoalannya adalah persoalan yang berat. Ada yang ditampakkan ketidakberesan hidupnya. Banyak yang tidak tahu. tidak menyadari. Insya Allah kita akan seminarkan hal ini di pertemuan kopi darat ya. atau minimal gerutuan dan kekeselan di hati. Konklusinya jangan dibawa kepada pembenaran lebih baik berbuat baik saja. maka bagus juga kehidupannya. saya jawab. Tentu sumpah serapah. *** Pengaruh Kepada Urusan Yang Lain Shalat amat terkait dengan lain-lain hal di kehidupan ini. kemudian urusan kita yang lain. sesungguhnya bukan disembunyikan. Coba aja buktikan. Coba perhatikan kalimat di atas: Akan bertambah sebal lagi. Loh. teramat besar kerugiannya. bahwa buat apanya iya. Namun. jadi berantakan. Bahasa agama mah. hidup bakal berantakan. bener. lurus. Sesiapa yang shalatnya bagus. andai gara-gara keterlambatan kawan kita ini. dijamin. Dan ini sama bahayanya dengan tidak mengetahui. kalau telat menyadari atau telat mengetahui. para pengusaha yang berjalan di tempat dan cenderung turun. bisa jadi sebab mengabaikan soal shalat ini. Tambah kesel lah lagi kita. Atau. persoalan yang penting. maka demikian jugalah hidupnya. Benahi shalatnya. Sesiapa yang shalatnya lempeng. tapi shalat dan pakai jilbab itu juga penting. dan dia pun menemukan bahwa shalatnya memang berantakan. para kuli bangunan yang statis hidupnya. Shalat. Gitu. dengan kualitasnya. para pramuniaga dan kasir dan karyawan-karyawan bawah yang terkunci gajinya hingga berbelas belas tahun. maka insya Allah hidup pun akan tertata. Bertambahtambah kekeselan kita. Sebab. atau pura-pura tidak tahu? Bahwa urusan shalat sangat terkait dengan urusan yang lain. ada yang disembunyikan oleh Allah. sangat berpengaruh di kehidupan kita. maka demikianlah yang memang bakal terjadi. menjadi nampak ke wajah kita. bila ada seseorang yang kemudian menemukan hidupnya berantakan.Sama dengan buat apa pake jilbab kalo kelakuannya konyol. Coba saja abaikan shalat. Dan mereka ini . tapi orang tersebut tidak diberikan kemampuan untuk merasakan ketidakberesannya. Para pegawai yang kehidupannya biasa-biasa saja.

Yang lain mencari solusi. Alhamdulillah. ntar dunia malah ga kebagian”. Sebenernya. Lupain akhirat. didapatlah saya shalatnya sering telat. Dan kelak ini akan berpengaruh pada Yusuf Mansur dewasa pasca masalah. Lempengin sajadah. dan itu dianggap sebagai “ikhtiar” juga. Mu’allim Syafii Hadzami almarhum. ungkapan orang-orang tua dulu. saya “ditugaskan” oleh hati dan pikiran saya untuk mencari Allah. Bahkan di tahun ini saya mengenal istilah “mencari solusi di atas sajadah’. Malah bahasa tepatnya: biasa telat. dan bagi kyai-kyai yang tinggi tauhidnya. oleh-olehnya senantiasa soal shalat. Terbalik”. Solusi dicari. Ketika yang lain mengatakan jangan hanya doa dan shalat. Ya. tetap shalat”. banyak kyai. saya berkernyit juga awalnya ditanya tentang shalat. Biar gini-gini. Saya pun termasuk yang telat menyadari perihal shalat ini berpengaruh pada masa depan saya. Kita sudah membahasnya sedikit di beberapa esai kemaren bagaimana rupanya bila kita telat shalatnya. Sebab ketika beliau kejar dengan pertanyaanpertanyaan lanjutan. saya malah “dipenjarakan” oleh pengetahuan yang saya dapat u/ berlama-lama di atas sajadah. Sama dengan Abah Anom yang juga mengakui buyut saya ini sebagai guru pribadinya. maupun shalat sunnah. Tahun 2003. Saya pun bahkan ditegur soal shalat sunnah ketika saya diketahui tidak rajin shalat sunnah (untuk tidak menyebut meninggalkan shalat sunnah). Kira-kira saya menjawab. insya Allah hidup akan lempeng. insya Allah hidup akan jadi bener. Namun. Namun saya tahun 2003 itu malah digedor tentang shalat terus. Keluarlah kemudian nasihat yang kemudian saya populerkan. Setelah sekian tahun saya bergelut dengan kesusahan saya. Beliau ulama betawi yang sangat masyhur. ntar dunia ngikut. “Benerin sajadah. seakan hidup lagi di hati saya: “Benahin akhiratnya. Sebab beliau menjadikan buyut saya ini sebagai salah satu guru yang ditulis di dalam sejarah hidupnya. Datang ke kyai mana saja. yang mengingatkan saya tentang shalat. “Shalatlah. entah itu shalat wajib. sama shalat engga lupa. ini tidak menghalangi Mu’allim Syafii Hadzami bertanya: “Shalatnya bagaimana?” Singkat cerita. tahun 2003 saya berkenalan dengan soal kerapihan shalat. namun tidak mengoreksi soal shalat tamu yang datang mengadu ini. Sepusing-pusingnya. Indah. telat itu sama saja dengan tidak mengenal Allah dan tidak mengistimewakan-Nya. Dan saat itu. Muhammad Mansur Jembatan Lima. banyak ulama. shalat engga dibenahin. Jawaban saya. semakin saya keturunan kyai. Masya Allah. mestinya makin tidak pantes shalat saya di bawah mutu. atau yang biasa disebut “amalan”. Baginya. Dan beliau tahu saya buyutnya Kyai besar: KH.terlambat mengetahuinya. Saya datang kepada beliau. seperasaan saya. salah satunya. . jalan-jalan hidup dicari. Rupanya jawaban ini tidak memuaskannya. Tidak sedikit yang memberikan wirid dan zikir. adalah jawaban kebanyakan.

susah. Ga ditanya saya S2 di mana? Ga ditanya bagaimana manajemen bisnis saya? Ga ditanya. perjalana tauhid buat saya. tapi kalau kita tidak kerjakan maka tidak akan dapat dosa apa-apa. kalau burung yang tidak terbang padahal dia tahu bahwa dia punya sayap? Kali ini saya tidak jawab. tapi kehidupannya ga berubah. di tahun 2003 itu saya berkenalan ulang dengan ayat-ayat dan haditshadits tentang shalat. ukurannya karena saya dibesarkan di lingkungan kyai. burung onta. tidak mi’raj. Yang ditanya. Saya lalu dihadapkan pada satu teori: bagaimana kalau disebut tidak menghidupkan sunnah? Bagaimana kalau disebut shalatnya tidak mi’raj? Tidak naik kepada Allah. Jauh-jauh saya belajar. kenapa juga shalat saya ga bener. katanya. Namun.siapapun ga pantes shalatnya rusak. shalat itu mi’rajnya seseorang yang beriman. Dia tidak tahu dia punya sayap. Seperasaan saya. Sehingga wajar kemudian ada banyak orang yang shalat. Ada satu cerita yang saya geli bener dibuatnya. Masya Allah. Maka di perjalanan berikutnya. bila dikerjakan tanpa sunnah? Saya pun dihadapkan pada pemikiran lain berdasarkan firman Allah bahwa sesiapa yang mengaku mencintai Allah. begitu kata ulama yang saya temui. “Burung males”. sebab ga punya sayap. Yaitu lewat pintu shalat dulu. Ga dipake itu shalat-shalat sunnah. . selama ini yang saya pelajari sebelumnya. Salah. yang ditanya tentang shalat wajib dan diperiksa pula shalat-shalat sunnah saya. Lalu bagaimana mungkin kemudian disebut mengikuti rasulullah bila kemudian tidak berusaha mengikuti sunnah-sunnahnya? Sehingga bagaimana mungkin juga disebut mencintai Allah jika kemudian kita tiada menegakkan sunnah-sunnah Rasul-Nya yang karenanya kemudian dianggap cinta kepada Allah itu belumlah sempurna. Karenanya saya kemudian membuat Kuliah Dasar yang membahas tentang shalat di satu kelompok esai khusus tentang shalat. kenapa dia tidak pakai buat terbang! Nah. Begitu. Buku Mencari Tuhan Yang Hilang kemudian lebih membumi. kudu ikut sama Rasulullah. Ash-sholaatu mi’roojul mu’miniin. shalat sunnah itu ibarat sayap burung bagi shalat wajib. kalau kita kerjakan kita dapat pahala. baru kemudian bercabang ke pintupintu yang lain. Saking pentingnya. bagaimana shalatnya? Cukup itu sebagai indikator kejatuhan dan kejayaan kembali. Insya Allah. Saya ditanya lagi. Tapi kemudian shalatnya tidak naik. Terhadap shalat sunnah. Burung yang ga terbang padahal burung sayap disebutnya burung bodoh. Akhirnya ketika saya jatuh. Sebab ga cukup kuat buat mengangkat derajatnya. burung apa yang punya sayap tapi ga terbang? Saya jawab. Ternyata saya salah. Saya ditanya. Sebab pencariannya lewat pintu yang kali ini sudah benar. Tinggi-tinggi saya belajar. Udah tahu punya sayap.

Anaknya nolak disebut ga kerja. Ikutin kertas ini. Subhaanallaah. Ada anak muda datang kepada saya. Ia mencari pekerjaan. tapi Allah tidak ia cari. Dijawab oleh anak muda itu.berantakan. Ia ubah haluan. akhirnya ya nyampe. saya bilang. Jangan berjamaah kecuali sama sunnahsunnahnya. Saya sebut di atas. belajar yang lain-lain di KuliahOnline ini. Hidup saya pun meningkat. Pertanyaan yang saya tanyakan adalah pertanyaan yang ditanyakan kepada saya dulu. bahwa tidak boleh dilihat ini kertas kecuali sampe rumah. bolehlah saya mengira bahwa ibu ini pasti mendoakan terus anaknya. Dan kemudian rabu nya udah kembali padahal belum 7 hari. ga sesuai dengan kuliahnya. kejar saya. Melihat dandanan ibunya dan cara ibunya menenteng dia ke saya. Insya Allah. “Jangan tinggal shalat. dan pulanglah. Ustadz”. sebab pintu-Nya sudah saya buka. Sebab 3 tahun setelahnya saya memperbaiki shalat saya (Ya Allah. iya. Hari selasa. Beliau kira-kira datang senen. Kata anaknya. likulli syai-in baabun. tidaklah disebut . wa baabut taqorrub ilallaahi ash sholaah. Disebut bahwa anaknya ini udah kawin. Sudah disebut di esai terdahulu. Anak muda itu barangkali tidak menduga kalau yang saya tulis hanya soal shalat. Tapi ga kerja. “Iya. Dan jangan shalat kecuali berjamaah. hutang saya lunas. Semangat bertauhid adalah semangat memperbaiki shalat kita. he he he. Ternyata beliau cerita. Dan pintu pertama untuk mengenal Allah pertama kalinya adalah shalat. Besok kita bercerita-cerita ya. pelajaran ini sungguh sangat mendalam buat saya. “Bagaimana shalatnya?”. sambil berpesan bahwa lakukan apa yang ditulis di kertas ini. Engkau Yang Maha Mengetahui Lintasan Hati Hamba saat bercerita ini). Lakukan ini 7hr ke depan dan kemudian balik lagi ke saya”. Malah kadang saya suka iseng. Ya. Udah 32 tahun umurnya. Dan sebelumnya saya tanya kepada dia sebelum saya tulis sesuatu itu. pas dah. ini juga sangat berpengaruh buat saya. beliau seperti dihentakkan hatinya. Khususnya di awal-awal perbaikan seseorang. Di antaranya untuk soal konselingan. barangkali Allah berkenan datang secepat itu sebab ia juga punya ibu yang sayang dan perhatian. Pintu apa? Pintu shalat. Ia menjawab. kelak. Selanjutnya itu anak dan ibu bercerita masing-masing versinya. tapi shalat kita belum kunjung kita perbaiki. Saudara-saudaraku Peserta KuliahOnline. Selama ini ia salah mencari. tentang orang-orang yang bersentuhan dengan urusan berkah dari perbaikan shalat. Dan seutamautama doa adalah yang dipanjatkan setelah shalat wajib. Ditenteng oleh ibunya.Waba’du. alias hanya selang satu hari. Terakhir mau saya katakan. Orang mengenal saya sebagai penganjur sedekah. saya lebih senang menganjurkan perihal perbaikan shalat wajib dan penegakan shalat sunnah. Saya kemudian mengambil kertas dan menuliskan sesuatu di kertas itu. Allah hadir dalam kehidupan saya. Padahal aslinya. “Iya apa?”. segala sesuatu itu punya pintu. Sebelumnya saya guide. Ya udah. sering saya sebut percuma kita belajar tauhid. ia sudah mendapatkan pekerjaan.

serta doa. Yang lain menyebut ”tidak ikhlas”. Sebenernya ini soal klasik yang sering ditanyakan oleh jamaah. Buat saya ini adalah soal Tauhid. yakin. Baiklah. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Tidak Ikhlas? KDW0118 Seri-18 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Ikhlas? Di esai Bicara Tauhid Bicara Keyakinan. Silahkan saja direnungkan. Soal keyakinan. Dan yang lain menyebutnya sebagai pamrih atas ibadah-ibadah yang dilakukan karena dunia. saya lebih memilih menyebutnya ”berharap sama Allah”. Yang lain menyebutnya ”tidak ikhlas”. saya perhatikan kemudian muncul banyak pertanyaan dari Peserta KuliahOnline tentang ”Ikhlas tidak ya kalau kita bersedekah sebab mengharap imbalan?”. Mudah-mudahan bisa menjelaskan tentang perbedaan antara ikhlas. Yakin dan percaya akan seruan Allah dan Rasul-Nya. saya lebih memilih menyebut ”saking percayanya sama Allah lalu saya melakukannya”. yang saya ambil seadanya dari buku terbaru saya yang judulnya: ”an Introduction to THE MIRACLE”. dan di sampel ”sedekah mengantarkan umrah”. Esai ini seadanya memang saya ambil. saya selang dulu dengan esai tentang keikhlasan dan doa. bila kemudian soal shalatnya rusak. saya lebih kepengen meyakininya sebagai sebuah keutamaan jalan sebab yang memberikan petunjuk . soal kepercayaan. Mudah-mudahan Allah senantiasa memperbaiki amaliyah harian kita.bagus tauhidnya. khususnya shalat kita. nurut sama Seruan Allah. Yakin dan percaya akan Janji-Janji Allah.

Selamat mengikuti esai-esai ini. tapi sekalian nyuruh beli. al-Baqarah: 186) Suatu hari Luqman “bingung”… “Kenapa ketika seseorang ibadah kepada Allah.” Atau. Salah tuh. Waba’du.” Orang-orang seperti ini nih yang saya bingungkan. memangnya siapa yang mengatakan enggak boleh minta? (+) Ya orang-orang. Insya Allah besok masih saya cuplikkan bahagian dari buku tersebut untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ”ikhlas atau tidak ketika kita beribadah lalu berharap imbalan?”. Ini bukan promosi.adalah Yang Memiliki Dunia yang juga menyuruh kita beribadah. . “Sedekah-sedekah saja. tahajjud saja. saya terus mendorong kawan-kawan WebOnline untuk menyempurnakan BelanjaOnline agar peserta langsung bisa mendapatkan buku aslinya. “Ibadah-ibadah saja… jangan minta-minta sama Allah. *** Tulisan Ini Bukan Memaksa Anda Meminta kepada Allah “… Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku. Tunggu dah besok ya. Insya Allah besok saya akan naikkan esai yang judulnya: ”Ibadah: Jalan Rizki Utama”. jangan tahajjud sebab pengen minta ini minta itu sama Allah.” (QS. malah lalu enggak boleh minta sama Allah?” (-) Loh..” “Tahajjud. kata Luqman. Masa sih sedekah karena pengen sesuatu. he he he.. (-) Orang yang mana? (+) Ya yang mengatakan.

. (+) Gini. kenapa kamu “menyerang” mereka-mereka itu? Bukannya mereka itu bagus? Dan mengajarkan kemurnian ibadah? (+) Ya. Tapi’kan begitu cara kerjanya setan.. Halus banget. boleh enggak meminta sama Allah? (-) Boleh. Masa menyamakan mereka yang berpendapat seperti itu seperti setan? (+) Ya enggak sih. apakah masih bagus disebutnya? (-) Tapi siapa juga yang menyekat? Kan mengajarkan keikhlasan? (+) Apa coba sebutannya buat mereka yang melarang hamba-Nya meminta sama Allah? Apa bukan menyekat tuh? Memberi dinding antara seorang hamba dengan Allah? (-) Ya. Satu sisi mengajarkan perbuatan baik harus dilakukan dengan keikhlasan.” Iya’kan? Enggak berani? Sebab kalau berani membantah berarti tidak ikhlas? (-) Iya juga sih. tapi di saat yang sama mengajarkan keburukan. bila ada yang mengajarkan kebaikan. Kita enggak berani ngebantah perkataan. Tapi di sisi yang lain.. (+) Enggak gitu gimana? (-) Ini’kan sekadar mengajarkan keikhlasan. bagus-bagus saja. Apa ini bukan kerjaan setan? (-) Wah. “ibadah-ibadah saja. sama dengan berdo’a. (+) Meminta itu berdo’a bukan? (-) Ya. enggak gitu sih. Gitu loh. (+) Guru saya pernah bilang. itulah setan? (-) Maksudnya? (+) Ya setan’kan masuk lewat pintu ilmu. jangan minta-minta sama Allah. seseorang tidak diperbolehkannya meminta sama Allah.(-) Loh... terlalu jauh tuh. Tapi kalau mengajarkan keikhlasan sambil menyekat hamba-Nya dari Allah.

(+) Jadi... boleh nih berdo’a? (-) Ya, bolehlah... malah jadi ibadah. (+) Ok, malah jadi ibadah ya? (-) Ya... jadi ibadah. (+) Terus... boleh enggak seseorang yang tidak ibadah meminta sama Allah? (-) Maksudnya? (+) Boleh enggak seseorang yang tidak shalat misalnya, lalu dia berdo’a kepada Allah? (-) Boleh saja... berdo’a’kan tidak mempersyaratkan apa pun, kecuali sebagai akhlak. (+) Jadi, boleh nih, seorang preman misalnya, berdo’a kepada Allah? (-) Ya... boleh. (+) Walau dia tidak shalat? (-) Ya, boleh... meski dia tidak shalat, dia berhak berdo’a. (+) Lah, lalu kenapa orang yang menempuh jalan tahajjud, menempuh jalan sedekah, lalu jadi tidak boleh meminta? (-) Iya juga ya... kenapa jadi tidak boleh? (+) Situ sendiri’kan yang bilang... sedekah-sedekah saja, tahajjud-tahajjud saja, jangan minta-minta sama Allah? (-) Bener. (+) Padahal, mestinya kalimat yang benar itu begini... “tidak tahajjud saja boleh meminta, apalagi tahajjud. Tidak sedekah saja boleh meminta, apalagi bila bersedekah.” (-) Bener.

(+) Dari tadi bener-bener melulu? (-) Lah, memang bener. (+) Sekarang siapa yang bingung? (-) Ya enggak bingung... saya benar, situ benar. (+) Maksudnya? (-) Beribadah karena sesuatu’kan jadinya tidak ikhlas? (+) Yah, itu mah namanya kembali kepada pertanyaan semula. (-) Kembali bagaimana? (+) Yah, di depan’kan ditanya, boleh enggak meminta sama Allah tanpa ibadah? (-) Oh... dialog di depan tadi? (+) Ya iyalah... dialog yang tadi, masa harus balik lagi? (-) Jadi... gimana? (+) Ikhlas itu jangan dikaitkan dengan meminta. Bila seseorang meminta kepada Allah,

jangan dikatakan tidak ikhlas dong? (-) Lalu, mestinya dikatakan apa buat seseorang yang bersedekah lantaran dia susah? (+) Dikatakan kepadanya, “Dia menempuh jalan yang diberitahu Allah dan RasulNya.” (-) Oh... gitu ya? (+) Ya... begitu. Ketika Allah bilang bahwa Allah akan membantu yang mau membantu sesama, lalu ada seorang yang keluar dari rumahnya membantu orang lain karena dia kepengen kesusahannya dibantu Allah, Masa salah? Bukankah ini berarti dia mempraktikkan cara-cara Allah bila kepengen dibantu. Dan berarti dia dapat

pahala tersendiri, yaitu pahala menjawab seruan Allah, pahala nurut sama Allah, pahala percaya sama Allah. (-) Tapi’kan enggak bener dong. (+) Enggak bener pegimana? (-) Kok aneh ya, ibadah’kan harusnya murni, ikhlas? (+) Ya itu tadi... sebab pemahaman ikhlasnya kali yang salah. Mestinya ikhlas itu adalah tidak dikaitkan dengan do’a, dengan permintaan. Kasihan hamba-hambaNya Allah yang memang kepengen sesuatu dari Allah, dan Allah memang membuka pintu-Nya, dan murah memberi hadiah kepada hamba-Nya yang mau menegakkan ibadah. Lebih kasihan lagi kepada orang-orang yang tidak tahu bagaimana caranya merayu Allah. (-) Jadi, tetap disebut ikhlas nih, bila seseorang beribadah karena sesuatu? (+) Kalimatnya barangkali begini, orang itu punya tauhid yang bagus. Punya iman yang bagus. Karena percayanya dia sama cara yang dianjurkan Allah dan Rasul-Nya, lalu dia tempuh jalan itu. Gitu. Secara simpelnya, disebut tidak ikhlas itu kalau ia ngomongin dia punya amal ke kiri dan ke kanan dengan maksud riya atau sombong, sum’ah/berbangga diri. Kalau ke Allah mah namanya do’a, harapan, permintaan, munajat. (Iya juga ya... apalagi meminta itu’kan ibadah juga ya? ) (Nah... berarti kalau seseorang mau sedekah, dan ia punya permintaan, berarti ada dua ) ibadah?

(+) Betul... ibadah “sedekah” dan ibadah “meminta”. (-) Dapat dua pahala ya? (+) Ya... dapat dua keutamaan. (-) Paham saya sekarang. (+) Masa? (-) Iya.

(+) Lalu masih menyalahkan orang yang bersedekah lantaran proyeknya pengen lancar? (-) Masih. (+) Lah? (-) Ya iya... namanya juga bingung. (+) Ya sudah... bingung saja terus. (-) Ya soalnya memang tetap bingung. (+) Iya... enggak apa-apa. Kan enggak maksa supaya situ mau minta sama Allah. Jadi, ya enggak apa-apa bingung juga. Silahkan saja. Kalau saya mah enggak bingung. Bagi saya, saya percaya sama Allah. Percaya sama cara-cara-Nya Allah. Allah bilang, kalau mau begini, begitu. Kalau mau begitu, begini. Lalu saya ikuti itu. Ini namanya tunduk, patuh, dan taat. Sekali lagi, ini namanya keutamaan dari percaya sama Allah. *** Yah, namanya juga orang bingung. Luqman sendiri bingung. Anda enggak usah ikut bingung… he… he… he.... Yang jelas Luqman meyakini, banyak orang yang tidak berani minta sama Allah. Padahal Allah sendiri yang menyuruh meminta kepadaNya. Masa ketika seseorang meminta jadi salah? Iya enggak? (-) Iya. (+) Lah... kok ada jawaban lagi? (-) Tadi nanya? (+) Nanya apaan? (-) Tadi nanya... masa ketika seseorang meminta jadi salah? Iya enggak? Ya

Enggak boleh ngomong ya? (+) Boleh. Ok. Dikabulkan yang satu. situ diam saja ya.. Jangan diganggu ya.. Enggak apa-apa. kok kamu lagi? (-) He… he… he….. saya diam saja. Salah satu caranya adalah dengan banyak meminta kepada Allah. supaya tetap terhubung dengan Allah.. Oke *** Kembali lagi dengan kalimat di awal.. Terus begitu. itu’kan kata situ. (+) Loh. maka jadilah orang-orang yang senantiasa butuh sama Allah. enggak usah ya? jawab kalau saya enggak minta situ ngejawab. (+) Wah.. (-) Wah. sudahlah. nanti jadi panjang lagi!? *** Minta Terus Jangan Ragu Allah suka dengan hamba-Nya yang banyak meminta. Luqman Hakim teringat ... Salah satu caranya adalah dengan banyak meminta kepada Allah. Enggak apa-apa. Tapi saya lagi nulis ini buat pembaca buku ini. Supaya tetap terhubung dengan Allah. Terus begitu.saya jawab iya. minta lagi yang lain. minta lagi yang lain.. (-) (+) Ya udah. Dikabulkan yang satu. silahkan. maka jadilah orang-orang yang senantiasa butuh sama Allah.

ia dan istrinya berdo’a semoga anaknya ini lahir dengan selamat. Makanya kita harus terus berdo’a. mengingatkan. dan cantik. Alhamdulillah. kepada Allah mah jangan takut meminta. belum aman.. siang. Anda disayang sama Allah. Memintalah. matanya bisa melihat. maka (jawablah).. kaki dan tangannya bisa digerakkan normal. Istrinya Luqman memberitahu suaminya.. apalagi jika Anda punya amal yang hebat. Allah tidak akan pernah merasa keberatan dan tidak akan pernah merasa bosan bila ada hambaNya yang meminta dan meminta terus. lahirlah anaknya dengan selamat. mestinya Luqman Hakim dan istrinya berhenti berdo’a jika mereka berdua memuaskan dirinya hanya sampai etape itu saja. kita belom aman loh? Wirda memang sudah lahir selamat. Mestinya seseorang yang merasa perlu sama Allah tidak menghentikan ibadahnya.proses kelahiran si Wirda. pagi. normal. malam.. Boleh dibilang. melainkan dia terus-menerus memelihara ibadahnya dan terus-menerus berdo’a. Bayi putri yang sehat. maka Allah akan memenuhi apa yang kita minta. tapi’kan belum tahu apakah telinganya bisa mendengar. bahwasanya Aku adalah dekat. Allah senang bila hamba-Nya mau meminta pada-Nya. Percayalah. mulutnya bisa bicara? Artinya. “Pah. Tapi mereka berdua tidak mau berhenti sampe di situ saja. tidak menghentikan do’anya. Aku mengabulkan . ”Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku. iya’kan?” Luqman membenarkan. Berhentikah ia dan istrinya berdo’a? Iya.

Dalam kehidupan sehari-hari.? Sebuah Keutamaan Ibadah adalah salah satu ikhtiar mendapatkan dunia. mau meminta cinta dan kasih sayangnya Allah.. Di samping tentu menjadi sebuah wujud iman dan keyakinan kepada-Nya. mencari dunia dengan jalan beribadah adalah sebuah keutamaan.. Ya. Ketika Allah memerintahkan kita begini dan begitu ketika kita mencari dunia milik-Nya.minta. “… Kamulah yang berkehendak kepada Allah…” (QS. bagaimana ketika permintaan bertambah. tidak sedikit orang yang menyalahkan orang lain yang beribadah sebagai jalan ikhtiar mencari dunia-Nya Allah. ibadah juga bertambah. Luqman masih tertarik untuk membahas tentang “menempuh jalan ibadah sebagai sebuah keutamaan”... Sebab meminta itu adalah ibadah seorang hamba kepada Allah. agar mereka selalu berada dalam kebenaran.. al-Baqarah : 186) Justru bila ada hamba-Nya yang tidak mau meminta. mau meminta ridha dan perlindungan-Nya. Pokoknya sama Allah mah minta. dan seterusnya.permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Khaliqnya. dan minta. Itu’kan . Faathir: 15) Memintalah kepada Allah.” (QS.. terus meminta. maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku. Mengapa demikian? Sebab bukankah mengikuti anjuran Allah dan Rasul-Nya adalah juga ibadah? Dunia adalah milik Allah. Tentu saja cakep buat dia apabila dia mau meminta ampunan Allah. Luqman Hakim lebih menyebutnya sebagai “sebuah keutamaan”. maka ini menjadi sebuah ibadah yang sangat hebat. aneh. Yang tidak kalah pentingnya.

Lalu. Saudaraku. Andai kita tidak ada uang pun kita akan mengusahakan setengah mati. Terhadap saran manusia. kita tinggalkan rumah kita. Maka bila seseorang melakukan tahajjud dan juga berdo’a kepada Allah. Ketika seorang dokter mengatakan. pinjam sana pinjam sini. Mengapa terhadap nasihat Allah dan Rasul-Nya tidak kita ikuti? Apakah karena kita tidak percaya kepada Allah dan Rasul-Nya? Atau jangan-jangan kita terjebak kepada kesungkanan atau makna keikhlasan yang barangkali perlu dikoreksi? Sehingga ibadah kita tidak bertenaga? Tidak memiliki spirit? Sebab bisa jadi bayang-bayang tidak boleh beribadah karena meminta sesuatu dari Allah. keyakinan kita bukan main hebatnya. terhadap dokter saja.. hanya pada-Nya-. Allah menyebut bahwa jalan tahajjud akan membuat hidup seseorang berubah menjadi lebih baik lagi. kita korbankan kendaraan kita untuk mendapatkan uang buat operasi. “Anda harus dioperasi segera. Kalau perlu. Bila dilakukan terus-menerus akan membuat seseorang naik terus derajat dan kemuliaannya. terhadap nasihat manusia. atau percaya. dalam hitungan 24 jam!” Wah. dan kemudian menyandarkan harapan hanya pada-Nya -sekali lagi. atas janji-janji-Nya sendiri. kita bak… bik… buk… memikirkan dan mengikutinya. dan meminta (do’a) adalah juga ibadah. Atau malah jangan-jangan kepikiran terus untuk sesegera mungkin menjalankan advis sang desainer interior tersebut. menjadikan kita seperti setengah-setengah beribadah. apakah ini salah? Lebih utama mana dengan yang tidak mengerjakannya? Atau lebih utama mana dengan yang mengerjakannya tanpa berharap kepada-Nya? Apalagi kalau kita sepakat bahwa meminta kepada Allah pun merupakan ibadah tersendiri? Tahajjud ya ibadah.. bukankah dia malah . Macam gini. kita akan terbirit-birit mengiyakan. ada seseorang yang melakukan tahajjud sebab percaya akan firman-firman Allah dan hadits-hadits Rasul seputar tahajjud ini. entah itu dunia-Nya.sebutan betawinya nurut. Lalu memberikan advisnya tentang tata ruang yang lebih membuat sirkulasi udara rumah kita menjadi lebih bagus. maka insya Allah kita akan mengubah tata letak rumah kita tersebut andai memang kita ada uang.. berharap solusi dari-Nya. Ada ahli desain interior. Dia berkunjung ke rumah kita. Bukan karena penuh pengharapan kepada-Nya..

agar bisa menikmati bersimpuh di hadapan Allah. Abang Kun bangun. beribadah saja. Ya Allah. Mohon do’a agar Allah memberikan bimbingan kebenaran dari-Nya. seseorang yang menghendaki pertolongan Allah bergegas menyambut seruan ini untuk benar-benar berharap turunnya pertolongan Allah baginya. alias hamil lagi. sambil muraja’ah juz ke-14 untuk ngimamin tarawih besok. jangan minta-minta sama Allah. Barangkali sebab dipanggilnya abang. sebab salah satunya doa-doa para jamaah semua kepada Allah. Subhaanallaah. Rasul misal pernah bilang juga begini. ini menurut saya perlu dilakukan lagi penelitian mendalam. yang bisa sembuh. bantulah sesama. maka pas ia berumur empat bulan. Saudaraku. Jalan Rezeki Utama Bekerja Dengan Allah. harus ikhlas.” Lalu. “Kalau mau dibantu Allah. Anak saya yang ketiga. bisa semuanya berangkat ke Baitullaah. Apakah ini salah? Tega bener kalo salah mah. Tidak ketinggalan saya berdoa pula untuk Anda peserta KuliahOnline. Kami memangginya Abang Kun. di Baitullaah-Nya. sehat. nromal. laki-laki. Kalimat bahwa beribadah sama Allah. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Ibadah. Di TVRI sedang berlangsung LIVE siaran Tarawih dari Mekkah. istri saya “isi” lagi. Namanya Muhammad Kun Syafi’i. ayo! Beranilah meminta. saya juga berkesempatan berdoa agar semua kaum . Lahirlah kemudian bayi yang ke-empat. Kasihan orang yang butuh pertolongan Allah yang menempuh jalan ibadah dan jalan-jalan yang diseru-Nya. saya berdoa agar anak-anak saya dan keluarga.dapat dua keutamaan? Terus lagi. Bekerja Untuk Allah KDW0119 Seri-19 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Ibadah Tujuan Hidup Abang Kun bangun. Jam masih menunjukkan pukul 01-an dinihari.

Selamat jalan jamaah umrahku. berangkat shubuh ini. Dalam keadaan TV mati. iman dan kembali dengan umrah yang mabrur. Hanya itu jalannya kalau negeri ini mau makmur kembali. Ingat-ingat tujuan kita diciptakan. Agar negeri ini mau tunduk dan ta’at kepada Allah. saya usap punggungnya. dan mengambilnya. Sebahagiaannya barangkali tidak termasuk yang saya sebut. sudah membuat orang menjadi jauh dari yang namanya ibadah. dan saya katakan padanya: “Abang. sesuai dengan janji saya.muslimin berkesempatan menjadi tamunya Allah. Dalam rangka menyemangati kembali diri ini dan diri semua orang yang bisa saya semangati. kesibukan dunia. Semoga Anda semua diberi Allah ganti ongkos umrah dan keletihan selama berumrah dengan kelezatan ibadah. Lihat yang pada tarawih malam hari ini di Masjidil Haram”. Alhamdulillah kalau begitu. lihat Mekkah yuk. Agar keridhaan Allah mengiringi seluruh ikhtiar negeri ini memperbaiki diri dan meningkatkan kesejahteraan dus keluar dari segala krisis. Alunannya membuat saya rindu akan Baitullaah. Semuanya. yang ke sekian. Semoga berkenan dan bermanfaat. bahwa hari ini kita akan belajar tentang “Ibadah: Jalan Rizki Utama”. Dan masya Allah. perbaiki ibadah bila hidup mau kembali benar. Perjalanan kita sudah menunjukkan bahwa melencengnya kita dari kehidupan kita membuat hidup kita semakin jauh dari Allah. kami berdua menikmati bacaan ayat suci al Qur’an. Sama dengan esai kemaren. beginilah kenyataan orang zaman sekarang. Kebetulan pula. Namun. dan melihat dengan mata tidak berkedip. dia bersorak ketika melihat langsung menara-menara Masjidil Haram. Selamat jalan wahai jamaah umrahku. ya ulamanya. Kosasih. ya habaaibnya. mudah-mudahan bisa . esai ini saya cuplik seadanya juga dari buku The Miracle. dipimpin oleh KH. Peserta KuliahOnline. ya masyarakatnya. Segala urusan dunia sudah mengalahkan tujuan hidup di dunia itu sendiri. dan jamaah umrah dari seluruh tanah air. Saya gendong. Ya. Agar Allah juga berikan ampunan kepada seluruh keluarga besar negeri ini. Abang Kun dibuatkan susu oleh Bu Yayuk. bawalah doa untuk negeri ini. Saya masuk ke kamarnya Abang. Panjatkanlah doa di sana agar pertolongan Allah segera hadir di kehidupan anak negeri di seluruh negeri. saya cuplikkan tulisan ini. Selamat jalan jamaah umrah semua. Ya Allah. saya bertanya apakah jamaah sekalian sudah menerima imel tentang penanaman pohon untuk penghijauan pondok? Bila sudah. saya hidupkan. yaitu untuk beribadah kepada Yang Kuasa. Waba’du. sebagai pusat dari semua langkah perbaikan diri dan perbaikan hidup. Saya betul-betul menghendaki diri ini mau memperbaiki ibadah. Abang menunjuk-nunjuk dengan tangan mungilnya layar di TV. ya pimpinannya. Abang terdiam dari nangisnya. rombongan Umrah Ramadhan Wisatahati/Daarul Qur’an. maka saya hadirkan esai ini melengkapi esai Kuliah Tauhid. Lihat Ka’bah. Kelalaian dunia.

Dan lewat media KuliahOnline ini juga saya serukan agar peserta KuliahOnline berkenan melakukan penghijauan sebisa-bisanya di lingkungan masing-masing juga. Amin. kelak di hari kiamat. Ok. seukuran usaha. pohon-pohon yang sudah berdiameter besar. seukuran dagangan. alam kita. Mudah-mudahan pepohonan yang ditanam ini bisa menjadi pelindung di hari tiada perlindungan kecuali perlindungan Allah. berikut ini esai yang saya maksud. JALAN REZEKI UTAMA Bekerja DENGAN Allah. Dan kalau bisa. seukuran proyek. saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Begitulah selama ini pikiran kita bekerja. kembali ramah kepada kita. Atas nama pribadi dan keluarga besar Pesantren Daarul Qur’an. atau seukuran modalnya. Tidak pernah terpikirkan atau jarang terpikirkan bahwa hasil usaha bisa DIPERBESAR lewat jalan ibadah.. dan yang unik-unik.. Pohon apa saja. Selamat mengikuti. Bekerja UNTUK Allah Memperluas Jalan Usaha Memperbesar Hasil Usaha Semula banyak orang berpikir bahwa hasil usaha dia adalah seukuran kerja. Agar lingkungan kita.punya rizki ya untuk menyediakan pepohonan yang dimaksud. Terutama pohon-pohon buah. *** IBADAH. dan jalan usaha bisa DIPERLUAS lewat jalan ibadah! .

bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang hak dan yang batil. Tuhan semesta alam. barangkali iya. Tidak boleh beribadah karena dunia-Nya. Maksudnya. Entahlah. al-Baqarah: 185) Tentu saja termasuk “petunjuk” untuk mencari rezeki dari Yang Maha Memiliki segala perbendaharaan rezeki Ikhlas. al-An’aam: 162) Kalau kalimatnya seperti di atas.” (QS. dan Harapan Memberi Spirit dalam Beribadah Wacana-wacana yang menjadikan “kekurangberanian” atau “kesungkanan” untuk meyakini keyakinan itu secara bulat. iya yakin bahwa “jalan ibadah bisa menambah dan memperluas jalan rezeki”. Apa pun yang kita lakukan tentu harus mengikhlaskan diri kita karena Allah . Harus karena wajah-Nya semata”. hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah. Al-Qur`an adalah petunjuk. baik di praktik maupun di teori (menjadi metode) adalah sebab ada wacana bahwa “Ibadah itu harus ikhlas.Ya. “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan. siapa yang berani memberi kritik? Siapa yang berani mengoreksi? Dan siapa yang berani memberi catatan? Saya pun tidak akan berani.” (QS. banyak di antara kita yang tidak berani berpikir bahwa jalan ibadah bisa menambah dan memperluas rezeki. tapi membicarakannya hingga “menjadi sebuah metode”. menjadi sebuah solusi yang “diataskertaskan”. atau saya yang “terlalu berani?” Padahal sebagai sebuah petunjuk. “Katakanlah. ’Sesungguhnya shalatku. Do'a. Yakin. tidak sedikit yang kurang berani. ibadahku...

” (QS. Jalan- . Harapan pun dia gantungkan semata hanya kepada Allah. “Dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. kita-kita yang sedang diberi nikmat kesulitan. yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi. mereka tahu dengan ilmunya bahwa dengan beribadah. mereka beribadah sepenuh hati kepada Allah.” (QS. Bagaimana kalau mereka secara cerdas. percaya dan berkenan mengikuti dengan harapan agar benar-benar kesulitan kita dimudahkan Allah. ath-Thalaaq: 7) Lalu. maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya. “memisahkan” antara keikhlasan dan do’a? “Memisahkan” antara keikhlasan dengan harapan? Artinya ketika mereka menjalankan.semata. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. jadi mudah. Tapi tunggu dulu! Orang-orang yang mencari dunia milik Allah lewat jalan ibadah pun tidak mesti juga serta merta dikatakan tidak ikhlas. Karenanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan. Lalu Allah memberitahu bahwa kalau sedang disempitkan rezekinya. “Katakanlah. dunia akan Allah dekatkan. Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia. ’Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua. bersedekahlah. yang menghidupkan dan mematikan. sebab karena Allah dan Rasul-Nya memberi petunjuk demikian. Bahwa dia menempuh jalan ibadah. harus percaya dan mengikutinya. Nanti Allah akan buat apa-apa yang sulit. tapi pada saat yang sama. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekadar apa yang Allah berikan kepadanya. al-A’raaf: 158) Contoh salah satu bentuk ibadah adalah sedekah. supaya kamu mendapat petunjuk.

percaya pada seruan dan petunjuk Allah. yaitu tinggal mengikuti saja petunjukpetunjuk di dalam Al-Qur`an. Salahkah kita? Apakah kita disebut tidak ikhlas hanya karena beribadah karena berharap akan kebenaran janji-Nya? Salahkah bila kita percaya sama omongan-Nya? Sama “iming-iming-Nya?” Salahkah juga kalau kita kemudian bersedekah karena kepengen diberikan kemudahan atau karena kesulitan kita kepengen dihapus-Nya? Sedang ini adalah firman-Nya? Nampaknya tega betul bila disebut tidak ikhlas. ketika ada yang percaya kemudian menjalankan dan merasakannya. Kita melakukan karena kita percaya pada-Nya. Dan ketika manusia menjalankan petunjuk Allah. Lalu iman kita bekerja dengan kekuatan penuh. kita mengesakan Allah. atau hal-hal lainnya. Maka. alias kita bersedekah. bukankah ia menjadi sebuah ibadah tersendiri? Malah ibadah ini begitu indah dan memberi semangat dalam nilai. atau melepas kesulitan. lalu kita melakukannya”. kepada sekitarnya? Bahwa bersedekahlah jika ingin dicabut segala kesulitannya? Lalu salahkah dia bila dia . Sesuatu yang malah harus dikupas dan ditelaah lebih jauh lagi. inilah bahkan CARA TERCERDAS dan TERHEBAT sepanjang sejarah cara-cara yang dikerjakan manusia. pemilik segala kemudahan. Dan karena harapan adalah hanya dengan berharap kepada-Nya. Ibadah yang tumbuh atas dasar keyakinan kepada apa yang digariskan Allah. Sebab cara ini dan petunjuk ini datangnya dari Allah. kita turuti betul. Iman dan tauhid yang kemudian berbuah amal shaleh Bahkan menurut pendapat saya. Lalu. maka kita pun berharap agar Allah benar-benar memenuhi janji-Nya. Saya lebih kepengen menyebutnya dengan “inilah iman”. “saking percayanya sama petunjuk Allah. setelah kita tunaikan sedekah. salahkah juga bila ia bercerita ini kepada kawan-kawannya. Kita melakukan karena kita yakin pada Allah dan kita mengetahui itu. apakah setelah dikembangkan menjadi paragraf di atas masih terjadi benturan? Saya pikir ini adalah sesuatu yang berbeda. Dan “inilah tauhid”. Gampang! Entah dalam mencari rezeki. Saya lebih suka menyebutnya.Nya yaitu jalan sedekah.

Betapapun. Setelah sedekah. 1000 di waktu shalat Jum’at. dan dirasakan oleh banyak orang. Setelah shalat Jum’at dia makan di warung dekat masjid. Sudah Allah berikan ilmu. Ada seorang yang bersedekah Rp. maka kebodohanlah baginya. Kalau tidak. 1000 di satu shalat Jum’at. Juga lebih mudah diserap dan masuk menjadi pemahaman bagi orang banyak. Jumlahnya katakanlah mendekati Rp. Dan mestinya. ia kemudian tambah menyadari dan tambah meyakini kebenaran janji Allah. bersyukur bukan bersyukur karena ilmunya. 1000. bukan kebetulan. Sama peristiwanya. kelak ia akan mengubah jumlahnya. Berbeda dengan orang yang satu. Orang ini tetap bersyukur kepada Allah.menjadikan pengetahuannya. Tapi yang satu ini memahami satu hal. Sebut saja ada yang bersedekah Rp. sebagai sebuah metode? Bahwa kalau mau keluar dari masalah. Ketika akan bayar. atau minimal mengistiqamahkan ibadahnya. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut . yakni bahwa Allah telah menjanjikan bayaran 10 kali lipat bagi mereka yang mau bersedekah. Tapi orang ini tidak menyadari dengan ilmunya bahwa peristiwa ini ada kaitannya dengan sedekahnya yang Rp. 1000. bersedekahlah? Kalau menjadi metode. maka bisa dengan mudah diikuti. ada yang bayarin makanannya. Tapi orang ini bersyukur biasa. sama-sama Rp. ini di mata dia. Ketika ia dibayarin. dicontoh. pengalamannya. Jadi. Terus. 10.? Langkah dan Hasil Kebetulan dan Metode Supaya gampangnya saya berikan contoh. makanannya dibayarin orang.000.000 atau Rp. success story lebih mudah masuk ke hati dan pikiran orang. Bedanya ada! Yakni di peningkatan amaliyah kemudiannya. kita bikin sampel yang berbeda. tidak bertambah imannya. dia kemudian makan dan ada yang bayarin. hikmah dan pengalaman. Ia bersedekah yang sama. 10.

Artinya. banyak kejadian yang sebenarnya punya korelasi antara hasil dengan langkah. kebetulan saja bila ia dibayari orang makan siangnya. Dia hanya mencuplik satu dua kisah saja yang biasa ditemui di keseharian. yang namanya sistem. maka subhanallah. Seperti di atas tadi. dianggap sebuah kebetulan yang sifatnya “normatif”. dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. bahkan akan menjadi lebih hebat .nama Allah gemetarlah hati mereka. imannya. maka ia akan membentuk ketetapan hasil yang akan cenderung baku. Buku ini hanya memberi bobot penggalian kisah-kisah tersebut dan menyuguhkan kepada pembaca. Kemudian bergerak untuk mengamalkan. tanpa perlu Korelasi Gerakan Akhirnya. bukan karena ia bersedekah ketika shalat Jum’at. Ketika terbukti. Berupaya Mencari Sesuatu di Balik Kisah Buku yang ada di tangan saudara ini adalah buku yang sederhana. al-Anfaal: 2) Ketika ilmu masuk. Padahal. Bahkan. ada yang mengalaminya. Buat seorang yang tidak berilmu. langkah dengan hasil. atau sebaliknya. bila dijalankan dengan sungguh-sungguh. bertambah-tambah pembuktian pun sudah beriman. yang menganggap hal tersebut adalah bukan kebetulan. ia memahami. Pengertiannya. Beda dengan yang berilmu. barangkali dianggap sebuah kebetulan. Ini bolehlah disebut bergetar.” (QS. Alias sebenarnya bagi seorang Mukmin. Dan ini pun semua terjadi atas ridha dan izin-Nya. dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya). Inilah saya sebut sayang bila tidak dimetodekan. karena ya itu tadi. bertambahtambah. bahwa ternyata di balik kisah itu ada sebuah metode yang kalau diikuti dia akan berulang kejadiannya. seseorang akan naik terus derajatnya. tidak istiqamah. Seseorang cenderung tidak mengulangi.

lagi hasilnya bila bobot amaliyahnya ditambah kualitas dan kuantitasnya. Bila nampak dunia yang bagus. Namun bila ibadah buruk. maka kehidupan pun akan menjadi lebih baik lagi. Itu bisa ditempuh dengan satu ayunan langkah. memberikan cara yang mudah bagi manusia. Tentu dengan memperluas seluas-luasnya cakupan ibadah yang dimaksud sebagai seluruh gerakan. mencari dunia-Nya. Bila ibadah diperbaiki. Namun dia hanya memiliki dunia-Nya. Tidak ada istimewanya bagi yang tidak mengistimewakan Allah. tapi di tangan orang-orang yang tidak rajin beribadah. rasa dan pikiran seorang hamba kepada Sang Khaliq. ketiadaan ilmu yang barangkali membuat seseorang tidak mengetahui bahwa dia bisa punya energi dan kemampuan yang akan melipatgandakan hasil keringatnya. Mencari Rezeki Cara Mudah Mencari Rezeki Cara Repot Saudaraku. hidup pun akan biasa saja. Tapi manusia senangnya memilih cara yang repot. Padahal Allah tentu yang paling tahu tentang kunci-kunci perbendaharaan rezeki-Nya.? . memberi makan anak yatim. dalam urusan mencari rezeki. shalat malam. barangkali sebab ilmu dunia dan usaha orang itu sendiri. jangan buru-buru silau. Tapi apa boleh buat. Ibadah biasa saja. Yakni tadi. hasil tenaga dan pikirannya. tidak memiliki diri dan keridhaan-Nya. ibadah. cara yang sukar. Alangkah cantiknya bila seseorang memiliki dunia dan juga memiliki Allah sebagai Pemilik dunia. menyenangkan hati yang berduka adalah “hanya sekian” dari apa yang disebut sebagai ibadah. lewat jalan ibadah. Allah memberikan cara yang gampang bagi manusia. Allah menyebut kunci segala kunci bagi manusia itu adalah dengan beribadah kepada-Nya. Kiranya itulah kebaikan dari Allah. Sedekah. maka kehidupan buruk yang akan terhidang.

. ya ketika kita duduk bersama anak yatim dan mencari anak asuh tersebut. atau lainnya. saya ingin memberikan satu garis yang jelas bahwa sungguh pun nanti ada pengisahanpengisahan yang sepertinya instan. di warung. di rapat ini rapat itu. Jalan ibadah adalah jalan yang berproses. shalat malam. harus kita lihat sebagai “jam kerja” tambahan juga. Semuanya memiliki rentetan proses yang saling kait mengkait. di kantor. SESUNGGUHNYA TIDAK ADA YANG INSTAN. Tidak ada yang sim salabim abrakadabra. karena ia adalah kerjaan yang membutuhkan kesediaan waktu.Tidak Ada yang Sim Salabim Jam Ibadah = Jam Kerja Ikhtiar = Ibadah Ibadah = Ikhtiar Tidak ada yang sim salabim. Dilihat dari keharusan melakukan ikhtiar yang di luar ikhtiar buminya. adalah segala urusan dunia. di setiap tahapan ibadah menjadi sebuah kegiatan yang berpahala dan mempunyai kebaikan dunia akhirat. anjuran memberi makan anak yatim dan atau menanggung sebanyakbanyaknya anak asuh. bahkan sejak seseorang baru saja berniat untuk melakukan ibadah. Sedangkan “jam tambahannya”. Di dalam pengantar ini. baik ketika memberi makan anak yatim. Contoh. di belanja keperluan usaha. jangan-jangan yang jam utama adalah ibadah. Jalan ibadah pun bukan jalan sim salabim. di pertemuan bisnis ini dan itu. Karenanya. biaya. masih di lembar muqaddimah buku ini. Bekerja dengan Allah Bekerja untuk Allah Jadi. dan lain sebagainya. Malah nanti akan dipaparkan. ibadah adalah sebuah sebuah ikhtiar juga. Jam kerja/usaha ikhtiar buminya adalah ketika kerja dan usaha itu sendiri. ya di di toko. Dan yang jam tambahan. energi.

pekerjaan tahajjud. ya besarnya berbeda dengan bayaran hasil keringatnya sendiri. Yah. Siapa yang bayar? Ya Allah! Dan karena bayarannya dari Allah. Mengapa bisa beda?! Sebab si karyawan bekerja di siang harinya dia bekerja untuk manusia. Sedang di waktu malam. tidak mengerjakan. yaitu shalat Malam. Makanya. Menjadi ‘abid-Nya. saya menyebut dua rakaat itu sebagai “lembur”. Ibadah’kan artinya menghamba sama Allah. karena kerjanya sama Allah. Karena judulnya bekerja dan berusaha untuk Allah. Pengalaman yang Menjadi Ilmu Ilmu yang Menjadi Metode/Sistem Berikut ini adalah contoh lainnya lagi.Inilah yang disebut bekerja dengan Allah dan untuk Allah. ya ada bayarannya. Allah menghitungnya sebagai ibadah. Ya. “sekadar” dua rakaat saja shalat Tahajjud. Lihat saja bayaran Allah untuk “pekerjaan” yang satu ini. Subhanallah. sekarang kita coba ambil contoh lain lagi. Kalau di bait-bait di atas contohnya adalah sedekah. Lagi bangun ya mengerjakan. Malah tidak sedikit yang menganggap “pekerjaan” tahajjud sebagai pekerjaan yang nambah beban keletihan setelah sepanjang hari bekerja. Haji Doni dan Hajjah Dian. hitung-hitung pemanasan sebelum mukaddimah yang sesungguhnya dari buku ini. menjadi pelayan-Nya. dia shalat Malam. Padahal. Sebab. Contoh lainnya adalah sepasang suami istri sahabat saya. tidak bangun. Dia merasa ada yang aneh. Untuk bisa shalat Malam kita harus lembur mengorbankan waktu kita meski hanya sekadar dua rakaat. maka baginya lebih baik pahalanya (kebaikannya) di sisi Allah daripada dunia dengan segala isinya. Dia punya . kan kita menganggap shalat Malam sebagai pekerjaan sambilan. Dan ini juga pekerjaan. siapa yang shalat dua rakaat di tengah malam. ternyata bayarannya jauh lebih besar daripada seorang karyawan bekerja seharian penuh. maka bayarannya subhanallah pasti lebih besar daripada kerja sama manusia. khairun minaddunyaa wa maa fiihaa.

Lalu “iseng” mengumpulkan anak yatim saban malam Jumat. Ini bukan saja berbagi ilmu dan pengalaman. Akhirnya dia sadar. berbagi sistem. Dari maghrib sampe isya. Ibadah = Pekerjaan? MPA (Manajemen Perusahaan Allah) . bahwa duduknya bersama anak-anak yatim itulah yang sudah menjadi pembuka jalan. sepi. Sebab sekarang sudah dia jadikan pekerjaan utama. Keduanya menganggap inilah hasil ikhtiar ibadahnya. Kini. Nah. Dia betul-betul mengaku berkah menjalani “pekerjaan sambilannya” itu. Tapi siapa sangka bila kemudian dia menyadari bahwa pekerjaan mulai ramai. berikut pemasangan iklan-iklannya di TV. bukan sambilan lagi. Maaf disebut iseng. diikuti.pekerjaan. tapi berbagi metode. bahkan metode ini dia “pasarkan” kepada kawan-kawannya yang lain untuk samasama dipercayai. Makananan yang disediakan buat anak-anak yatim itu pun berubah menjadi lebih terencana dengan menu yang semakin baik. clear & clean mulai berdatangan. Belum lagi lahir order-order iklan PSA (Iklan Layanan Masyarakat) dari banyak perusahaan dan departemen. Dia berusaha teguh tidak meninggalkan “pekerjaan isengnya”. Sebab dia emang melakukan dengan tidak berlatar belakang “ilmu”. Film yang kelak ditonton lebih dari 5 juta penonton ini dengan mudah dibesut oleh kawan saya ini. ini’kan pengalaman yang berbuah menjadi ilmu! Hebatnya kawan saya itu kemudian menjadikannya metode. Proyek-proyek yang bersih. Haji Doni dan Hajjah Dian. Kawan saya inilah yang kelak memproduksi film layar lebar KUN FAYAKUUN. Pokoknya melakukan. tentang bagaimana membuka jalan rezeki lebih banyak dan lebih besar namun tetap di jalan-Nya yang benar dan lurus. dan dirasakan manfaatnya. Dia jalankan terus sepenuh hati dan dengan keyakinan yang bertambah. Film yang menginspirasikan banyak orang di Indonesia tentang kekuasaan dan kebesaran Allah.

Dia’kan harus belanja. dan mengembalikan ruang tamu. Masya Allah! Insya Allah akan coba dibahas juga di buku ini tentang ayat-ayat terakhir surah alJumu’ah yang membahas pengajaran tentang ibadah yang terkait dengan terbukanya pintu rezeki yang pengajaran ini berasal dari Allah. inilah pekerjaan. produksi (masak). Inilah yang Allah suka. Dia delegasikan tugas-tugas belanja dan masak ke orang rumahnya/ke pembantunya. Benarkah ini bukan pekerjaan? Saudaraku. melainkan sedikit bercengkrama. Bekerja dengan Allah dan untuk Allah. menyapu dan mengepel lantainya. Inilah juga yang disebut ibadah. Saban malam Jumat beliau berdua mencari anak-anak yatim. sudah seperti mengelola “MPA (Manajemen Perusahaan Allah)”. ruang TV yang terpakai oleh anak-anak yatim itu. mengumpulkan. sebagai pengelola keuangan. Benarkah dia cuma bekerja 1 jam? Dari maghrib sampe isya saja di setiap malam Jumat? Enggak juga.Sekarang kita lihat Haji Doni dan Hajjah Dian. merapikan piring dan gelasnya. Iya’kan? Lalu berjuangnya dia mengosongkan waktu ashar di hari Kamis supaya sampai di rumah sebelum maghrib pun harus dilihat sebagai “jam kerjanya” juga buat Allah. Belum lagi merapikan karpetnya. Ini pun masuk dalam hitungan waktu bekerja dengan dan untuk Allah. Seakanakan orang-orang rumahnya ada yang dia angkat sebagai manajer. Perjalanannya sebenarnya lebih panjang dari “sekadar” 1 jam itu. Khairurraziqin. stok (gudang). Seseorang harus bekerja dan berusaha. dari mana Haji Doni dan Hajjah Dian punya duit buat sedekah? Ya dari pekerjaan dan usahanya. yaitu membahagiakan anak-anak yatim. Ini saja. dsb. anak-anak pun tidak langsung bubar. dan menyenangkan mereka semua. manusia mau menyisihkan waktunya untuk diri-Nya. Apalagi’kan untuk bisa sedekah. duduk bersama. sebaik-baik . Istilahnya. Begitu selesai isya. sebagai bagian purchasing (pembelian).

Ekonomi Hidup Saudaraku. saya ulangi kembali kalimat di awal tulisan pengantar ini. Dalam mengerjakan suatu ibadah. mau menambah jalan ibadah. yaitu pasar di sekitar Masjidil Haram di Makkah dan pasar di sekitar Masjid Nabawi di Madinah. tapi jalan rezeki utama. Bahkan. . seluruh rangkaian mata rantai ekonomi terbangun dan hidup pula. berkahnya dirasakan juga oleh bangsa lain di negara yang lain. Jalan Rezeki Utama Ibadah Hidup. Hidup terus! Karenanya. bisnis pakaian. pesawat Garuda dan seluruh keluarga besar karyawannya. menggunakan jasa transportasi untuk ke pasar dan untuk mengangkut anakanak yatimnya. Ini yang saya yakini! Malah. dan masih banyak lagi. bisnis hotel. dan juga berkenan untuk mengistiqamahkannya. banyak sekali mata rantai ekonomi yang terbangun dengan sendirinya. katering lokal. bersedekah. Sebut saja barusan tadi. bisnis maskapai penerbangan. memberi makan anak yatim. Jaringan hotel yang menjadi penginapan transit jamaah. dan sebagainya. wah. saya menyebutnya bukan tambahan rezeki. Dua-duanya hidup 24 jam. produsen bahan pakaian dan aksesori umrah dan haji. Mengapa demikian? Sebab masjidnya hidup juga 24 jam. mengapa pula ia bisa membuat kita menjadi berkah? Sebab ada mata rantai ekonomi yang terjadi dalam satu praktik ibadah. shalat bersama anak yatim. Indonesia misalnya. Berkah dah! Masjidil Haram & Masjid Nabawi Tidak aneh bila kita lihat bahwa di dunia ini ada dua pasar yang tidak ada matinya. menyediakan pakaiannya. bisnis ini dan itu. Masjidil Haram dan Masjid Nabawi adalah dua masjid yang tidak ada matinya. selalu ada saja jalan tambahan rezeki yang membuat seorang manusia yang rajin ibadah. membeli makanan.Pemberi rezeki. produsen bensin. transportasi bus yang mengangkut jamaah dan pengiringnya ke bandara. bisnis katering.

Dan belum bicara tentang maslahat yang lebih besar kepada orang yang lebih banyak lagi. tahajjud. misalnya lewat jalur penelitian dan pengembangan penemuan teknologi ini dan itu. memberi makan anak yatim. yang semuanya juga adalah ibadah yang menguak kebesaran Allah dan kehebatan ciptaanNya. unek-unek. melengkapi pembahasan yang jauh dari sempurna ini. Maka Allah betul-betul akan “membayar” kita dengan ridha dan keberkahan dari-Nya. Apalah lagi kalau si manusianya. layangkan saja e-mail ke saya. Maha Suci Allah yang bila sudah menggariskan sesuatu. terlebih lagi untuk hamba-hamba-Nya. Di dalam buku ini dilampirkan sedikit kumpulan tulisan saya yang pernah dimuat di majalah Gatra & di website www.Subhanallah. Allah menyediakan dunia-Nya untuk manusia ciptaan-Nya.. dhuha. baca Al-Qur`an.wisatahati. Apa saja yang dipandang perlu untuk dikritisi oleh pembaca semua jangan segan-segan layangkan imel ke saya atau ke web admin. kita maksudnya. kesan pesan terhadap saya barangkali..com. Apa yang dinukil di buku ini adalah sesuatu yang sangat kecil. Selamat Menikmati “The Miracle” Demikianlah pengajaran yang mudah-mudahan berguna buat diri saya dan buat diri orang yang mau memahami pentingnya ibadah. ibadah. maka dengan senang hati saya menerimanya.. Atau sekadar saran. Meski saya jarang berkesempatan membalas langsung. tapi insya Allah saya . masa kemudian kita yang beribadah jadi kalah terang segalagalanya daripada yang tidak beribadah? Pasti ada yang salah jika demikian. tapi bicara tentang hal-hal yang kerap dianggap kecil seperti sedekah. pendapat. dan ibadah. tidak apa-apa. mengasihi orang miskin. bahkan ia berbicara tentang ibadah-ibadah yang bukan ibadah secara makro. maka itu adalah penuh dengan kemaslahatan. mau menjadikan segala sesuatu yang kita kerjakan sebagai jalan-jalan ibadah kepada-Nya.. dsb.

Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Pentingkah Dunia? KDW0120 Seri-20 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Pentingkah Dunia? Banyak sekali perumpamaan tentang dunia di dalam al Qur’an. Namun segitunya saya berprinsip ini. Punya dunia. Betapapun. Pas ga ada dunia di kakinya. dia nangisnangis minta sama Allah.baca. Punya dunia. ini juga persiapan memegang dunia tapi mengendalikannya. berubah “nafsi-nafsi”/hidup sendiri-sendiri. Sayang. saya pun mengamini agar diri kita siap saja dulu. mudah-mudahan selingan esai-esai di 2 kuliah kemaren. Sementara itu. Begitu punya harta. Berikut ini kita lanjutkan esai-esai yang masih berkelanjutan dengan soal-soal tauhid yang dilekatkan/dikaitkan dengan shalat. lebih disukai Allah ketimbang muslim yang kemudian menjadi beban bagi orang lain dan minim manfaat gara-gara ketidakberdayaan SDM dan ekonominya. jadilah orang-orang yang terdepan dalam dunia dan akhirat. saya yang muda ini masih menganggap. sangat fair Allah mengajarkan kita tentang dunia-Nya. Entahlah. bukan dikendalikan dunia. Malah bertambah saleh. yang berhasil. dan kelewat sibuk sampe lupa sama Allah ‘azza wa jalla. tetap saleh. Daripada kemudian berubah menjadi liar setelah memegang dunia. Selamat menikmati The Miracle. Bagi saya. ga boleh timpang salah satunya. Punya dunia. Ok. berubah. Allah dilupakan. tapi bertambah-tambah kebaikannya. Hebatnya. bertambah tawadhu’. Berubah sombong. asal kita ga melupakan Allah. menjadi muslim yang kuat. tidak sedikit juga yang kemudian tetap selamet dan menjadikan “memiliki” dunia sebagai keutamaan yang menambah iman dan kesalehan. bertambah-tambah takutnya sama Allah. Punya dunia. kebanyakan manusia tidak punya tauhid yang bagus. Tentu saja kita kepengen seperti yang disebut terakhir ini. . Ga apa-apa kita mencari dunia. Ada yang luruslurus saja ketika ga megang harta. yang banyak manfaatnya. berubah lalai. sudah cukup menjawab beberapa pertanyaan yang dialamatkan ke saya. Begitu ada.

*** Peserta KuliahOnline. zuhur malah saya berjamaah. (+) Sudah berapa cabang sekarang ini…? (-) Baru empat cabang. ataukah justru azab?) (-) Alhamdulillah. saya ga tinggal. Apalagi dengan posisi saya yang katanya “ustadz”. jadi orang kebanyakan ga tersinggung. Maka pertanyaan itu adalah pertanyaan yang dianggap wajar oleh kebanyakan orang. shalat mah walau telat. Tidak nampak di antaranya ada penyakit. Benarkah demikian? Belum tentu. Kebetulan hari ini ada meeting . (+) Wah. Subhaanallah dan alhamdulillaah. (-) Oh. subhaanallaah… Alhamdulillah. Kemudian. Setidaknya dilihat dari jawaban-jawabannya yang banyak mengucapkan puji-pujian kepada Allah. Maka jawaban yang jujur yang didapat dari dia. sepintas tidak ada masalah ya dengan dialog di atas. (-) Iya. subhaanallaah ya. Saya jadi lumayan sibuk muter antar-cabang. setelah dapat jawabannya. Saya sering memancing dengan kalimat pertanyaan tersebut ke kawan-kawan. kelak yang akan membuka tabir apakah sesungguhnya yang sedang terjadi. Malah kayaknya dialog di atas terjadi di antara dua sahabat di mana salah satunya adalah pengusaha soleh yang sukses. yang kemudian kami sama-sama merenung jadinya.*** Tidak Sadar (+) Tambah sibuk ya…? (-) Alhamdulillah… Begitulah. Zuhur. saya ajukan lagi pertanyaanpertanyaan lainnya. (+) Barusan shalat jam berapa? (-) Zuhur? (+) Ya. Sama beberapa peserta rapat. Benarkah kemajuannya itu nikmat. (+) Shalatnya bagaimana…? (Kebetulan saya yang nanya.

“Hanya”. Kan masing-masing juga punya jadual kesibukan masing-masing. penting. banyak yang merasa fine-fine aja. susah juga untuk shalat tepat waktu. Tapi shalat tepat waktu juga.markom. Kan suasana Jakarta juga subhaanallaah. iya kan? Kadang saya perpindahan meeting ke meeting. Anak-anak pun ada jadual sekolah lah. Yang penting kan shalatnya ya ustadz. (+) Ooohhh… (-) Kenapa emangnya…? (+) Sering begini…? (-) Maksudnya…? (+) Shalat itu kan lebih baik di awal waktu. Terus. jadual ini itu. Nah. (+) Sabtu Minggu. . Habis makan siang. Yah. (+) Iya. jalan-jalan sama anak2? (-) Sesekali Ustadz. kami baik-baik saja Ustadz. ini menjadi berjamaah shalat tidak tepat waktu). berjamaahnya ini kita lihat jam berapa? Sehingga buat saya. dia ini “tetap berjamaah”. kondisi shalat di jam-jam 1-an itu sering? (-) Iyalah Ustadz. (+) Tiap hari pulang jam berapa? (-) Normal aja. Benarkah baik-baik saja? Ya. Kayak apa macetnya. (lihat. kayak yang lain dah. Jam-jam 10-an saya udah di rumah. keluarga gimana? (-) Alhamdulillah. sama peserta rapat. Pembaca yang dirahmati Allah. Ustadz. baik-baik saja. Tapi sampe di sini. Sebenernya ini udah tanda-tanda. (+) Jam berapa? (-) Jam 1-an. Merasa baik-baik saja. terusin saja bacanya. Tapi alhamdulillah. Saya sendiri pun kadang supervisi ke cabang-cabang saya lakukan dalam sabtu minggu. Terusin saja ngikuti esai KuliahOnline ini. jadual klub lah. Istri saya sekarang punya usaha. (+) Koq sesekali? (-) iyalah Ustadz. Macetnya kan ustadz tahu sendiri.

Seberapa sering sekarang kita menyisir rambut kita punya istri? Memijit pundaknya ketika dia kelelahan memasak untuk kita? Seberapa sering kita kemudian membelai dia punya rambut. pun menjadi satu peristiwa yang malah menambah kehangatan dan jadi candaan hidup yang dinikmati. Perjalanannya kemudian tidak jarang berakhir di perceraian. sudah merenggut banyak hal yang dia punya. segitu hebatnya kah kita mengumpulkan uang? Kalopun kita kumpulkan. mereka tidak lagi semangat mandi dan pakai wewangian. banyak para istri yang sedikit sekali merasakan sentuhan hangat suaminya seperti awal pernikahan. para suami. adalah manusia-manusia yang sejatinya sangat suka memasak masakan istri kita. aktif di pengajian-pengajian. Sebab suaminya entah ada di mana. Kayak esai di atas. keasinan. Lama-lama. wangi dan segar? Wong suami yang dicintai tidak ada di sisinya/ Kita. Atau bahkan di jalan. para suami kemudian memberikan kesempatan pada istrinya untuk mengambil kesibukan lain. Satu ke Barat. seakan-akan tidak masalah dengan berjamaah di jam 1. di kantor masing-masing. merasakan aroma wangi rambutnya yang habis keramas untuk kita? Betapa hebatnya kita merasakan dulu manisnya bicara berdua sambil ngopi. supaya jangan selalu menunggu dia. coba saja dirasakan. komunikasi makin jauh. seberapa banyak yang kita bakal makan dan nikmati? Tanya para istri. dan sedang apa. tanpa tahu dengan pasti ada di mana. Kita. Tidak sedikit. para suami. Keaseman. berkomunikasi dengan cara ini pun menjadi sebuah rutinitas yang disebeli sebenernya. sudah jarang. Sarapan. Tapi bagi saya. butuh dihidangkan kopi atau teh bikinan istri sendiri. Misalnya. Atau pun kalau tidak. Ya. Hanya ada laporan sms demi sms saja. Beda. Masya . Wuih. Ujungujungnya. Ini fakta. buat siapa lagi mereka bersih. Atau sekedar ber-3G ria. satu ke Timur. meskipun kualitas ibadahnya harus dipertanyakan dengan jawaban kejujuran. (Masih untung kalo tetap beribadah. Seperti bekerjasama dengan meniatkan/menyengaja shalat tidak waktu). dengan menyuruh berorganisasi. mengumpulkan dan mempertahankan dunia. belanja dari mall-ke mall. Sampe kemudian buka usaha sendiri.*** Punya Istri kayak Engga Punya Istri Punya Suami Kayak Engga Punya Suami Kesibukan manusia mencari. namun menjadi sebuah ritual yang tetap harus dijalankan. itu adalah – sekali lagi – samasama berjamaah tidak tepat waktunya. Sebab mereka pikir. kemanisan. nge-teh? Sekarang? Frekuensinya? Makan di rumah. atau rasa yang tawar karena justru lupa dikasih garem. ya perselingkuhan. Akibatnya? Hambar. Dalam hubungan suami istri.

yang datang dari seseorang yang pernah sangat ia kenal. ternyata pintu kamar kita ada yang mengetuk. tapi jika ada pemicunya? Apa yang akan terjadi? Sebut saja suaminya kemudian pulang selalu larut malam. Tapi semua itu akan terjadi. Betapapun mereka sanggup mengatasinya. maka terjadilah hal yang tidak diinginkan. ada tarifnya. Lalu berdirilah di hadapan kita seorang perempuan berseragam hotel menawarkan welcome message. pundak kita. Terusin terus ngikut KuliahOnline nya. pertanyaan itu pun lakinya kirimkan. banyak kejadian begini di sekitar kita. namun sebatas jangan sampai dianggap tidak meng-sms! Akhirnya ya begitu dah. Kalau kita bisa memburu dunia. Lelaki itu kemudian memberikan perhatiannya. “Teruskan saja dulu bacanya ini tulisan. katanya. akan diambil oleh dunia. Apa yang ia dapat sebagai seorang istri yang butuh suaminya? Datanglah sms menanyakan khabar. dan jalan lagi sepagi mungkin. Ada yang bertanya. ketika menginginkan pijatan lelah. Ketika kita lelah. Sekarang? Bagaimana? Kita bakal menemukan itu. Para istri pun demikian. Ketika lelah rapat di luar kota. Tidak sanggup kemudian saya meneruskan tulisan ini. Untuk 10 menit pertama. Lalu ia jawab. kalau kita pejamkan mata kita. dengan kasih sayangnya. Sedemikian gawatnya kah? Ya. bagaimana bisa berpengaruh antara shalat dengan kejadian itu? Ya. yang istri itu tahu bahwa pertanyaan itu adalah pertanyaan yang muncul dari perhatian karena ingin mencuri perhatian.Allah. Sabar”. jangan salah. Bahkan saudara-saudaraku. Lalu masa kan terjadi sama kita? Jika demikian. dan pasang telinga buka mata. coba aja dipikir sendiri. menemukan apa yang diinginkannya di laki-laki yang bukan suaminya. Free. Bahkan oleh mereka berdua. Selanjutnya. saya masih bilang. Mereka adalah makhluk-makhluk Allah yang teramat berdosa jika kita tidak perhatikan kebutuhan biologisnya. *** . Sedang ia tahu. menyentuh lembut kaki kita. jika para istri. ada tangan-tangan manis yang memegang kepala kita. gara-gara perkaranya sepele: Shalat kita engga beres. Maaf ya. sudah minum belum. kita hidup untuk siapa dan untuk apa? Ini semua. Dari sekedar nanya sudah makan belum. ya kejar. dan dapatkan. Sebab dunia itu jahat. he he he. Seakan tidak akan terjadi jika di kehidupan nyata. Berarti saya menyuruh tidak doyan dunia ya? Loh. Buru. dan jika para suami menemukan hal-hal tersebut di diri perempuan yang bukan istrinya.

Para suami bersuka cita sebab istrinya hamil. Para ibu. Gila ga? Untuk menemani anaknya berlibur. yang tidak bisa melihat momen di mana anak bangun tidur. engga tahu. dan jatuh lagi. Lalu kemudian kita berkata. neneknya. Anda ada di sampingnya? Kapan Anda terakhir bermain bola dengan anak laki-laki Anda. Apakah begini yang disebut hidup nikmat? Tidak sedikit anak-anak yang tidak merasakan dikelonin/dimanja ayah ibunya ketika mereka mau tidur. tertatih. anak-anak kita. adalah orang lain. istri bersuka cita sebab merasa lengkap sebagai seorang perempuan dan sebagai seorang istri. Masih syukur kalau anak Anda masih hidup. banyak ayah dan ibu. Anak yang begitu ditunggu keberadaannya. eh begitu anak sudah berwujud sebagai anak. yang untuk mengambil raport anaknya pun mati-matian menyisihkan waktu. Sementara. untuk mereka. Untuk anak-anak kita. pengasuhnya. Sementara. Tidak jarang para ayah muda yang tidak melihat momen di mana bayinya baru bisa berjalan. Bagaimana kalau anak Anda sudah meninggal dunia.Punya Anak Seperti Tidak Punya Anak Yang paling merana sebab kita tidak bisa mengendalikan waktu. yang menikmati pertunjukan Allah. apakah mereka punya ayah atau tidak. Dan tidak sedikit yang menyesal. Sekarang ini. mereka tidak punya waktu. bahwa apa yang kita lakukan adalah untuk dia. Karena gelap-gelap mereka udah jalan. pakaiannya? Meraba halus kulitnya? Kapan terakhir Anda bercanda dengan anak Anda dan melihat senyumannya anak-anak Anda? Jangan-jangan tidak pernah. baby sitternya. Kapan Anda terakhir mendengar anak Anda membaca al Qur’an? Di mana ketika mereka membaca al Qur’an. Lalu kita diberitakan kabar gembira ini tanpa menyaksikan pertunjukan ini secara langsung. tidak bisa mengendalikan perkembangan bisnis dan pekerjaan yang kita anggap sebagai “kemajuan” adalah anak kita. atau membantu mengikatkan rambut putri Anda yang sudah memanjang dan bisa diikat? Kapan Anda punya kesempatan memandikan anak-anak Anda? Membetulkan. Saking sibuknya. tidak bisa mengendalikan usaha. yang ketika meninggalnya pun Anda tidak bisa menemaninya menghembuskan nafasnya yang terakhir? . kita tinggalkan dia untuk kita berikan waktu kita untuk dunia. di mana para gurunya mewajibkan liburan kali ini didampingi orang tuanya. Tuhan Sang Pencipta. Para ayah sibuk bekerja. sibuk bekerja. mengapa memasukkan ke sekolah yang punya peraturan seperti itu! Tidak sedikit para orang tua.

Segitu sibuknya kah kita. Kita diberi-Nya pekerjaan yang tidak membuat kita menjadi makhluk-makhluk yang bahkan kita kepayahan ketika mau menikmati dunia yang kita cari. Ditelan kesibukan sendiri. dan ada juga yang tidak menyenangkan.Segitu sibuknya kah kita. Kelak mereka akan mencari kasih sayang dari yang lain. Maka Allah akan aturkan buat kita usaha yang membuat kita masih bisa ngegendong anak. kita tidak sanggup melakukannya walo hanya sebulan sekali? Jika demikian. Jadilah kemudian kita ditelan waktu. Tapi sebab yang sangat mendasar. tangan kita adalah sentuhan ajaib bagi penyakit anak kita. ketika kita butuh kehadiran mereka. Dunia yang kita cari bahkan sesungguhnya tidak menyisihkan kenikmatan buat kita kecuali kenikmatan yang semu. Mengajaknya jalan-jalan di taman. sudah bisa menjawabnya sendiri. Mereka lebih betah di rumah kawan-kawannya. mereka sama sekali tidak tergerak untuk bersam-sama kita menghabiskan sisa umur kita bersamanya. Coba benahin shalatnya. Dan Anda. sehingga ketika anak kita panas badannya lalu yang merawat adalah tangan yang bukan tangan ajaib baginya? Ya. siapa kita di mata anak-anak kita? Tidak lebih sekedar pencari dunia. Lalu. Kelak mereka akan mencari perlindungan dari yang lain. semua keadaan akan menyenangkan hati. Kenapa? Karena mereka tidak terlatih untuk itu! Semua bukan semata-mata karena kita sibuk ngurus dunia. Tapi bagi seorang mukmin. Sebagaimana kita ridha menerima datangnya siang. Bukan itu saja. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Betapa Jauhnya Kita Dari Allah KDW0121 Seri-22 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Betapa Jauhnya Kita Dari Allah Ada banyak hal yang menyenangkan hati di kehidupan ini. sungguh pun kita lengkapi hidupnya dengan super fasilitas. kita kudu juga ridha menerima datangnya . Mereka lebih nyaman berada di kekasihnya. Yakni sebab kita tidak perhatian sama shalat. Kelak mereka akan mencari kesenangan yang tidak didapatkan dari kita. ketika kita tua. sehingga untuk duduk bareng membaca buku bersama anak kita. dan mendengarkan celotehannya.

malam. Sebagaimana kita senang menjalani kehidupan yang terang, kita kudu juga siap dengan datangnya kegelapan. Betapapun ia sunnatullah di kehidupan ini. Satu hal yang harus kita yakini adalah di mana pun situasi kita berada, ada Allah yang senantiasa menemani. Susah senang adanya di hati. Gelap terang, bukan di mata. Barangkali, ikhlas menjalani hidup ini, pun merupakan pelajaran tauhid yang senantiasa akan diperlukan sebagai bekal di kehidupan ini. Saudara-saudaraku peserta kuliah online yang berbahagia, RINDU rasanya saya ketemu dengan Saudara-saudara semua, salah satu partner terbaik saya dalam belajar tentang Allah, rasul-Nya, dan kehidupan. Bulan-bulan terakhir ini, Allah memberikan keluarga kami hidangan-Nya. Sama saja dengan siapapun di dunia ini, ada susah, ada senang. Dan saya kira semuanya adalah persoalan penerimaan terhadap hidup ini. Kalau kita terima, maka semua keadaan akan baik-baik saja, akan senang-senang saja. Orang-orang yang punya hutang, misalnya, ketika ia kemudian menyadari bahwa ia tidak bisa bayar hutang-hutangnya, ketakutan demi ketakutan akan menghantui kehidupannya. Takut dipenjara, takut ketahuan sama keluarga, takut dilecehkan tetangga dan saudara-saudara, takut kehilangan muka, takut merugikan orang lain (yang sebenernya sudah terjadi), dan takut sama kenyataan-kenyataan yang sesungguhnya belum terjadi! Orang-orang ini takut sama bayangbayangnya sendiri bahkan. Jadilah kemudian mereka gelap di tengah dunia yang semestinya terang. Sendirian di saat dunia ini begitu penuh dengan manusia. Kesepian di saat dunia ini ramai. Ga berani keluar rumah. Ga berani ketemu orang. Ga berani menegakkan muka. Bahkan ga berani membuka mata! Inginnya kabur saja, bahkan tidak jarang kepengennya mati saja. Hidup lantas jadi cape, letih, lelah. Semakin dicari itu solusi, semakin membuahkan masalahmasalah baru. Orang-orang yang gagal ini kebanyakan sebab gagal memikirkan Allah, tuhannya. Yang ia pikirkan, nasibnya, nasibnya, nasibnya. Bukan memikirkan kelakuankelakuannya kepada Allah dan rizki-Nya yang selama ini kita sudah tidak syukur kepada-Nya. Dan saya melihat saya. Saya tidak mau demikian itu terjadi dalam hidup saya. Saya lebih memilih ikhlas menjalani kesusahan, sebagai penerimaan rangkaian akibat dari kejauhan saya dari Allah. Betul, saya yakinkan diri saya, alih-alih saya memikirkan solusi, lebih baik akhirnya saya memikirkan Dia dan saya. Maksudnya, saya memikirkan bagaimana sih perjalanan kehidupan saya? Apakah ada Allah di sana? Seberapa dekat dan seberapa jauhnya saya? Ternyata masya Allah, saya menangis. Saya jauh dari Allah. Saya banyak lalainya hidup ini. Perjalanan saya sudah jauh melenceng dari tujuan diciptakan-Nya saya; yaitu untuk beribadah kepada-Nya. *** Perjalanan saya di kemudian hari ternyata – menurut saya --perjalanan tauhid. Saya menyebutnya perjalanan mencari Tuhan yang hilang. Hilang kemana? Hilang dari hati dan kehidupan. Perjalanan mencari Tuhan yang hilang di hati ini. Tentu saja saya berupaya kembali memasukkan Allah di hati, di pikiran, biar mewarnai gerak kehidupan. Semoga saya dan Anda semua, tidak kehilangan lagi Allah di kehidupan ini. Maka senantiasa ada doa yang dibaca setiap habis shalat; Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitanaa wa hablanaa mil

ladunka rahmatan. Innaka antal wahhaab, ya Allah, janganlah Engkau kembali menyesatkan kami setelah Engkau memberikan kami hidayah, petunjuk. Dan karuniakanlah kami hidup yang penuh rahmat. Sesungguhnya Engkaulah Allah Yang Maha Memberi Karunia, Maha Memberi Pengajaran. Maka bolehlah saya menyebut, kegagalan manusia memperbaiki kehidupannya, atau mengubah kehidupannya menjadi lebih baik lagi, adalah sebab imannya tidak dibenerin. Tauhidnya tidak dibenerin. Amal ibadah memang barangkali dibangun, dikerjakan, tapi iman dan tauhidnya ga ada. Akhirnya banyak yang malah kemudian mengeluh. Kenapa saya sudah bertobat, koq tetap saja susah? Kenapa koq saya sudah kembali pada Allah, tapi kemudian masih saja sulit? Dan pertanyaan-pertanyaan yang semakin menyesatkan diri kita dari Allah. Bukannya semakin ikhlas menjalani hidup, malah kemudian bertambah sesak. Bukannya semakin menerima, malah kemudian makin sengsara. Cukuplah Allah Penolongku, inilah kalimat yang semestinya disuarakan terus menerus di hati kita. Ya Allah ampunilah saya, ini kalimat yang semestinya keluar dari lisan, hati dan pikiran kita. Engkaulah Pengaturku ya Allah. Terserah Engkau mengatur apa, bikinlah hati ini menjadi ikhlas karena-Mu. Begini mestinya. Akhirnya hati tidak beriak lagi. Adem. Ikhlas. Allah berada di balik semua kejadian. Allah yang mengatur segalanya. Dengan ilmu seadanya, saya mengubah haluan hidup. Dari yang tadinya mencari solusi, akhirnya gerak langkah dan pikiran difokuskan untuk mencari Allah. Mencari-Nya dengan memperbaiki diri, memperbaiki ibadah, membanyakkan amal saleh. Praktis saat itu, saat-saat di mana saya butuh pertolonganNya, saya tidak melakukan serangkaian pencarian solusi lagi. Saya kembali kepada Allah saja. Yang lain bilang bahwa saya tidak melakukan sesuatu untuk masalah saya, sedangkan saya menolak dikatakan demikian. Inilah ikhtiar saya, setelah tidak ada lagi yang bisa saya lakukan. Dan semestinya inilah yang sedari dulu saya lakukan, jangan mesti menunggu tidak ada lagi yang bisa saya lakukan. Sebab inilah inti segala inti. Percuma mencari segala teori penyelesaian hidup, jika Yang Maha Segala tidak menghendaki. *** Bentuk konritnya tentu saja ada. Di antaranya saya berusaha keras memperbaiki rundown hidup saya dulu yang selama ini salah. Ya, urut-urutan kita menjalani hidup ini, salah. Dan emang urusan sama Allah mah kayak tebalik balik. Mestinya tengah malam atau di penghujung malam enak-enak tidur, kita disuruh bangun. Pagi-pagi disuruh ngegetolin nyari duit, ini merilekskan badan dan pikiran dulu buat dhuha. Di saat-saat sedang sibuk, ada zuhur sama ashar. Ketika dapat duit, maka disuruh ngeluarin lagi sebagiannya. Padahal di saat yang sama, kita malah kepengennya kan bertambah, bukan berkurang. Beginilah hidup seorang mukmin, seorang yang percaya sama Allah. Dia tunduk dan patuh kepada Allah dan terhadap aturanaturan-Nya, dan inilah Islam; aslama yuslimu, islaaaman, berserah diri, tunduk dan patuh kepada Allah dan ajaran-ajaran-Nya. Pelakunya disebut muslim (faa’il/subject). Nyatanya? Di kehidupan sehari-hari? Kita kurang ikhlas ngejalanin hidup ini. Kita ga sabar ngejalanin ibadah. Kita pun malah menjadikan ibadah-ibadah menjadi beban. Ada yang hanya kemudian

menjalankan wajibnya saja, dan wajib itupun dijalankan tidak dengan sepenuh hati. Saya menyebut saya menjalani kehidupan yang salah, sebab itu hidup saja jadi jauh dari Allah. Bagaimana salahnya? Di mana salahnya? Begini, setiap mukmin, mestinya memulai harinya dari bangun di pertengahan malam, di dua pertiga malam, atau di sepertiga malam yang terakhir. Bangun untuk apa? Untuk tahajjud, untuk sujud kepada Allah Yang Maha Rahman. Allah menyebut mereka sebagai hamba-Nya jika kemudian kita semua bisa “yabiituuna lirobbihim sujjadaw wa qiyaamaa”, di tengah malam bisa sujud dan ruku di hadapan Allah. Wadz-kurisma rabbika bukrataw washiilaa, kita bisa mengingat Allah di saat pagi dan petang. Waminallaili fasjud lahuu wa sabbbih-hu lailan thowiilaa, bahkan di malam harinya kita bisa memuji-Nya, bertasbih pada-Nya dengan memanjangkan malam. Nah, kemudian apa yang terjadi? Yang terjadi, jangankan di pertengahan malam, di dua pertiga malam, atau di sepertiga malam, di pagi dan di siang hari saja saya tidak mengingat Allah! Maksudnya? Ya, saya ga ingat dhuha, ga ingat shalat tepat waktu, ga enteng qabliyah ba’diyah. Apalagi untuk shalat malam? Wah, jauh! Lebih seremnya, saya merasa tidak bersalah ketika saya dapati diri ini jarang betul shalat shubuh berjamaah. Ga tauh tuh, kenapa dulu bisa begitu. Padahal semasa kecil, saya digelandang sama orang tua dari kamar untuk bangun tidur dan disuruh berada di masjid di waktu shubuh. Jangan berada di kamar. Eh, ketika kuliah, ketika dewasa, dan ketika mulai mencari dunia, malah Allah Pemilik Dunia saya lupakan! Terus terang, keadaan inilah yang lebih menyesakkan dada saya saat itu ketimbang urusan dunia; hutang, jatuh bisnis, rugi, dan sebagainya. Tapi, ini pun baru muncul ketika Allah mengingatkan saya tentang Allah. Tadinya, ga kepikiran juga. Makanya kemudian saya ingatkan yang bisa saya ingatkan. Dari sini saja, dari tidak melakukan shalat malam, hidup saya udah melenceng. Jauh. Sangat jauh. Tentu saja saya harus memperbaikinya lagi. Ibarat menarik garis lurus, hidup saya udah ga lurus lagi. Startnya saja jam 5 pagi, bagaimana bisa lurus? Saya coba perjelas ya. Dulu, saya merasa aman dengan bangun lalu keadaan langit masih cukup gelap, atau terang dikit tapi belum terang banget. Kenapa merasa aman? Sebab saya pikir masih ada shubuh. Sebagai orang yang tahu tentang shalat malam, mestinya kan gelisah tidak shalat malam. Ini malah aman dari tidak shubuh berjamaah! Kelewatan kan? Seberapa jarak jauhnya jika saya tidak melakukan shalat malam? Ternyata jauh banget. Berpengaruh banget-banget. Perhitungannya sama dengan perhitungan telat shalat. Anggap saja semestinya kita memulai hidup kita jam setengah 3 pagi. Lalu kita malah bangun jam 5 pagi. Itu kan dua jam setengah telatnya. Ngitung gampangnya, 2 jam dah. 2 jam sehari, dikali 30 hari, maka itu udah 60 jam. 60 jam dikali 12 bulan, itu sama saja dengan 720 jam. 720 jam dibagi 24 jam sehari, maka hidup saya udah melenceng 30 hari! Itu kan jauh beneeeerrr. 30 hari dalam satu tahun inilah kesusahan saya. 30 hari itu sebulan loh! Bagaimana kalau Allah membagi lagi dalam satu tahun, di setiap bulan ada saja kesusahan kita. Allah cicil tidak dikasih kesusahan sekaligus 30 hari. Melainkan dua hari di bulan apa, sekian hari di bulan apa, dan sekian hari di bulan apa. Hingga kemudian kita menyangka, ya inilah hidup. Ada susah, ada senang! Padahal bukan. Yakni kitalah yang membuat hidup kita sendiri jadi susah. Coba

saja benahin tahajjudnya, niscaya garis hidup akan lurus lagi dengan sendirinya. Begitulah saya belajar. Anda boleh tidak sepaham. Tapi silahkan direnungkan sebaikbaiknya. Materi ini bukan tentang tahajjud. Tapi ini tentang tauhid. Saya yang tidak tahajjud, dosa saya bukan karena tidak tahajjudnya, tapi karena saya mengabaikan Allah! Allah datang, saya abaikan. Dan Allah datang setiap malam. Lihat, bagaimana mungkin orang yang mengenal-Nya, lalu tidak menyambut-Nya???!!! Dan inilah saya. Lihat lagi ya, seperasaan saya, saya susah itu berawal di tahun 97. Saya lepas dari rumah, dari ‘aliyah (SMU), dari kehidupan pesantren, tahun 1992. Berarti ada 5 tahun. Maka, perhitungan 30 hari tadi, dikali 5 tahuh. Hasilnya? 150 hari. 150 hari itu sama saja dengan 5 bulan hidup saya susah. Lah, banyak orang yang kemudian baru giat bangun malam ketika bermasalah. Dilihat dari jarak tempuh pencari Allah, dari sisi bangun malamnya, dia kudu melewati masa impas 5 bulan. Sebab emang ketahuan dari sisi mundurnya, saya mengalami kemunduran 5 bulan sabab tidak menjalani tahajjud 5 tahun. Kelihatannya berat dan ribet, tapi bagi saya saat itu, justru kerinduan yang ada. Saya semakin rindu pada-Nya, manakala hati dan pikiran ini merenung, jika dari perhitungan shalat malam ini saja saya telatnya, mundurnya, susahnya, bisa 5 bulan, bagaimana dengan perhitungan waktu shalat wajib? Dan perhitungan dari meninggalkan shalat-shalat sunnah qabliyah ba’diyah dan dhuha? Wuah, gawat. Saudara-saudaraku, mudah-mudahan Allah menyaksikan bahwa saya menulis ini untuk ‘ibrah diri saya dan saudara-saudara saya. Saat itu, saya kepengennya berlari saja menuju diri-Nya. Mengejar ketertinggalan. Memang ampunan adalah milik Allah. Pertolonganpun milik-Nya. Tapi saya memilih mengejar-Nya! Mengejar Allah. Kekejar ga? Saat itu, saya engga tahu. Sekarang pun masih engga tau. Tapi saya yakin, Allah menunggu saya. Saya yakin Allah menanti saya. Saat itu saya berteriak. “I’m coming ya Allah… Ini saya, Yusuf Mansur, yang banyak salahnya, datang ya Allah. Datang pada-Mu…”. Allah buat saya adalah solusi. Kalau Allah berkenan menemui saya, dan saya diperkenankan ketemu Dia, maka solusi itu pastilah saya dapatkan. *** Dalam kehidupan nyata pun, Allah mengajarkan kita. Allah memandu para pencari-Nya, untuk mencari-Nya dalam sujud, dalam keheningan malam. Dan bahkan Allah memandu para pencari-Nya, para pencari pertolongan-Nya dengan mengatakan kepada hamba-hamba-Nya, “Jika hamba-Ku mencari-Ku, carilah di mereka yang bersedih hatinya, yang lapar perutnya, yang menderita hidupnya… Carilah Aku dengan membantu mereka, niscaya kalian akan ketemu dengan-Ku”. Di dalam hadits-hadits yang bertebaran, Allah kerap menyatakan bahwa “Jika seorang mukmin ingin dilepaskan oleh Allah dari kesulitan dunia dan akhirat, bebaskanlah kesulitan mukmin yang lain. Allah akan membantu hamba-Nya manakalah

hamba-Nya mau membantu yang lain”. Ini selaras dengan banyak firman Allah tentang pencarian diri-Nya. Carilah Allah, sebab Dialah “Hasbunallah wa ni’mal wakiil, ni’mal maulaa wa ni’man nashiir, laa hawla walaa quwwata illaa billaah, cukuplah Allah sebagai Penolong dan Pelindung, tidak ada daya selain kekuatan-Nya”. “Fa man kaana yarjuu liqaa-a rabbihi falya’mal ‘amalan shaalihan, barangsiapa yang kepengen ketemu dengan Allah, hendaknya dia memperbanyak amal saleh”. Para pencari Allah, inilah ikhtiarnya. Ia bergerak terus. Aktif. Justru tidak diam. Pasrah bukan berarti diam, dan terjemahan di ibadahnya juga menjadi seaktif-aktifnya. Perbaiki shalat sebagai hubungan vertikal kepada-Nya, dan perbanyak amal saleh sedekah, berbagi, zakat, membantu orang; dengan tenaga, dengan nasihat-nasihat yang menggembirakan, dengan ilmu dan pikiran, dan tentu saja dengan harta yang tersisa. Semakin besar apa yang kita lakukan di dalam shalat dan sedekah, insya Allah akan semakin ketemu Allah. Dan inilah solusi itu. Solusi dari semua solusi permasalah kehidupan manusia. Begitulah. Saya meminta ampun kepada Allah, dari dosa-dosa saya. Saya belum berbicara tentang dosa yang lain, yang bobotnya akan memperpanjang parahnya masa/waktu kesusahan saya (time limit). *** Sekedar tambahan pengingat buat saudara-saudara semua. Tadi, dari tidak shalat tahajjudnya saya selama 5 tahun saja, sudah susah selama 5 bulan. Itu belum dihitung dari masa melalaikan shalat wajib. Masih ingat kan hitungannya? Mari bermain-main dengan angka waktu kesusahan: Jika seseorang terbiasa telat shalatnya, misalnya, atau anggap saja telatnya masing-masing 1 jam, maka 1 jam dikali 5 waktu shalat sama dengan 5 jam. 5 jam x 30 hari x 12 bulan x 5 tahun (ukuran kasus saya), maka didapat 9000 jam telat. 9000 jam itu, 375 hari. Dan 375 hari itu, satu tahun lebih 20 hari! 1 tahun 20 hari ditambah 5 bulan, itu berarti 1,5 tahun. Masya Allah kan? Seusaha apapun saya memperbaiki hidup saya, jika shalat wajib tidak saya benahin, maka hitungan ini ga akan pernah berkurang, kecuali saya banyak-banyak taubat dari soal yang satu ini. Kelalain shalat wajib dan shalat sunnah tahajjud ini saja, score nya sudah 1,5 tahun. Wajarlah saya pikir saya susah. Dan umur kesusahan saya, secara normal, adalah 1,5 tahun. Kecuali ada Kehendak Allah. Nah, di Kehendak Allah inilah saya mencoba meminta-Nya bermurah hati mempersingkat perjalanan kesusahan di dunia, dan menghapus sama sekali kesusahan di alam kubur dan di negeri akhir. ***

Sungguh saudaraku, dengan saya menghitung diri saya sendiri, saya jadi ikhlas jalanin hidup ini. Saya tahu, mestinya saya susah sekurang-kurangnya 1,5 tahun. Daftar ini akan makin panjang, manakala saya menyadari selama 5 tahun saya kuliah, saya meninggalkan

sebagai karunia-Nya. Banyak betul hutang saya. Lah. Ini saya betul-betul mengajarkan teori berhitung. setiap ruas dari badan kita. dalam keadaan yang diharamkan-Nya. itu artinya. dengan ukuran fiqh ini. Rasul mengabarkan kemurahan Allah. dimintakan sedekahnya oleh Allah. Sedangkan Allah menagih sedekah kita sehari semalam. ini. hanya ada 8 qabliyah ba’diyah (minus ba’diyah shubuh dan ashar). beribu maaf bila ada yang tidak suka dengan pembahasan saya. hitung-hitunganan ini masih belum dihitung qabliyah ba’diyah. masuknya “daging” ke dalam “daging” yang lain. tidak akan manusia yang mampu membayar-Nya. Tapi mudah-mudahan perhitungan ini bisa menginsyafkan kita semua). *** Saudaraku. Saya pertegas ya. maka tidak disebut sekali berzina orang yang melakukannya “sekali”. 8 dan 12 rakaat. Lagian. maka hitungannya saya harus geber-geberan shalat dhuha selama 61 hari berturut-turut baru kemudian saya bisa menebus ketinggalan dhuha saya selama 5 tahun! Perjalanan yang tidak mudah. dan menghitungnya. jika kita sekali saja melalaikan shalat wajib. sebab tidak bayar hutang. 4. Sekalian saja saya rengkuh semua rahmat-Nya. maka kelalaian kita itu akan memakan 70 shalat qabliyah ba’diyah. maka kirakira 5 tahun juga Allah akan mengambil kehidupan saya! Jika harus ditebus dengan shalat dhuha 2 rakaat saban pagi. Cadangan devisa kita untuk shalat-shalat yang lalai. Saudara-saudaraku. (Maaf. Maka. Ada seseorang yang berzina. serem kan. lebih baik saya menebus dengan cara begini ini. Tentu saja kelak tidak ada yang mengetahui perhitungan terdetail kecuali Allah saja. lalu ia melakukan sekian variasi hubungan badan. 6. Jika kemudian 366 hari dibagi 6 hari adalah 61 hari. kebayang kan betapa perjalanan melenceng kita ternyata semakin jauh. semua itu cukup dengan dibayar lewat shalat dhuha 2 rakaat saja di pagi hari. maka saya bisa mempersingkatnya dengan menegakkan shalat dhuha pol 12 rakaat setiap pagi! Dengan saya shalat dhuha 12 rakaat. Rasul memberitahu. Saya mencoba mengambil pena. Allah mengaruniakan janji-janji-Nya yang lain kalau saya mau shalat dhuha 2. saya masih berkenan menambah deretan panjang impact dari dosa-dosa kita. Daripada saya dipenjara selama 5 tahun.dhuha. Yang disebut zina itu adalah dukhuulul lahm ilal lahm. maka saya sudah menebus 6 hari ketinggalan shalat dhuha di tahun-tahun yang lewat. Membayar dengan apa? Dengan bersedekah. Tapi Allah beritahu juga. tidak ada yang gratis. Termasuk ketika kita memakai badan ini sebagai pemberian-Nya. terdapat berkali-kali zina. sekian tahun dhuha tidak tertegak. Kata Rasulullah. Sedangkan satu hari. hingga ruas-rusa di jari jemari! Alhamdulillah. 5 tahun tidak shalat dhuha. maka dosanya 40 tahun masa perjalanan ibadah tidak diterima! Wuah. Ya. kalau Allah tidak Maha Rahman Maha sRahim. semakin ngentengin saya. di 5 shalat waktu itu. Bagaimana kalau kemudian kita melakukan dosa zina misalnya? Sekali zina. sekali saja kita tidak shalat. Masya Allah. maka sudah habis 7 hari kemakan kita punya qabliyah ba’diyah. sungguh-sungguh kurang. Tapi saya mencoba menempuhnya. Dia minta kita membayar. Lebih serem lagi kalau saya kasih sedikit tinjauan fiqhnya. Lalu saya mengingat saya… Masya Allah. sehingga – . Sebab dalam sekali itu. tidak gratis.

percaya sama ramalan. Bagaimana dengan durhaka sama orang tua? Yang kata Allah. hukumannya bukan lagi sekedar 40 tahun. barangsiapa yang lebih berat timbangan amal baiknya. saya dengan mengetahui hitung-hitungan ini. ada saudara-saudara saya yang barangkali berkernyit. jika ada yang berzina dilihat oleh 4 orang secara terbuka. jika saya berlari sungguh-sungguh pada-Nya. Tapi bagaimana kalau amal-amal kita sepayah dosadosa kita? Itu baru zina. maka itu berarti 120 tahun Anda akan menghabiskan hidup Anda dalam kesusahan. Ini lebih-lebihan lagi seremnya!!! Perhitungannya dituntaskan di alam kubur. Tapi hukuman mati. yakni di antaranya perbuatan zina itu mesti dilihat oleh mata telanjang oleh 4 saksi. maka kesusahannya boleh jadi seumur hidup. berapa banyaknya???!!! Tidakkah ini menyeramkan buat yang pernah berzina???!!! Jika 3 kali saja keluar masuk sedangkan disebut sekali berzina itu adalah sekali saja masuknya. Ada banyak ayat yang menyatakan bahwa kita semua memang akan dihitung: “Fa ammaa man tsaqulat mawaaziinuhuu. masjid. Ini kan tidak terkontrol. sebab merasa ga akan keuber. dan diterima Allah! Kalo sudah kematian menjelang??? Ya tinggal terima nasib. atau berkernyit sebab apa. Persyaratannya juga susah. Maka wahai saudara-saudaraku. Kalo di dunia. saya beritahu ya. fahuwa fii ‘iisyati roodhiyah. amal kita tidak diterima kecuali kita dapat ridha dari orang tua? Bagaimana pula dengan dosa menyakiti orang lain. yang score nya 40 harian (tidak diterimanya amal) per sekali datang kepada mereka? *** Sampe sini. beruntunglah buat mereka yang pernah berzina. ga akan kekejar. maka bisa jadi berkurang siksaan alam kubur sebesar kebaikan yang dialirkan ketika di dunia. membesarkan anak yatim). Dirajam. Ada loh yang tidak dihukum di dunia ini. Ga apa-apa masih menyisakan sisa masalah. Beda dengan saya. Entah berkernyit sebab bingung. wa . bahwa suka tidak suka. malah semakin berterima kasih kepada Allah. tapi hewan. Buat mereka yang tidak suka dengan hitung-hitungan ini. memang kita akan dihitung oleh Allah al Hasiibul Jaliil. kita bisa berteriak minta ampun. bahwa hitungan saya memang sangat kurang sekali. yang tidak bertaubat. dan ga akan pernah bisa balance jadinya. Saya semakin sadar. ditimpuk pake batu sampe mati. kita bisa menjerit beristighfar. Allah Yang Maha Cermat Hitungannya.maaf – ia “keluar masuk” bersetubuh sampe kemudian ia keluar terpuaskan. dia akan berada di kehidupan yang diridhai Allah. itu namanya bukan manusia lagi. Dan menurut saya. maka kemudian bolehlah saya menyebut. Sebab yang paling mahal dari Allah adalah kesempatan kita bertaubat. Bagaimana pula yang berzina dalam keadaan sudah bersuami atau beristri? Wuah. lalu bertaubat. Kalo kita di dunianya menyisakan kebaikan yang terus bergulir (sempat membangun sekolah. Ga apa-apa. Dan saya percaya. yang pun juga punya hukuman yang sama? Bagaimana dengan dosa syirik yang tidak diampuni Allah? Dosa mendatangi tukang tenun. Karena di negeri ini tidak berlaku hukum rajam. tapi memang arif. maka ketika di mil pertama saja kita lari. barangkali Allah yang akan mempercepat perjalanan kita. Memang hukum Islam berat.

Allah berfirman. jika kehidupan kita lebih banyak amal buruknya. sedang mata mereka berkedip kedip dan hati mereka kosong tidak percaya bahwa mereka sudah ada di negeri berbangkit dan di hari hisab dijalankan”. dikelilingi keburukan dan ketemunya sama orang-orang yang merugikan kita. tangguhkanlah kami meski dalam waktu yang singkat supaya kami bisa menjawab seruanMu dan mengikuti rasul-rasul. lebih banyak amal buruknya. nyata. Awalam takuunuu aqsamtum min qablu maa lakum min zawaal. murah segala-galanya. score kehidupan akhir ditentukan di hari hisab. al Qaari’ah: 6-9). murah kasih sayang Nya. pelan-pelan masuk di bab pertaubatan dan di bab betapa murahnya Allah terhadap kita. maka berkatalah orang-orang dzalim. fa ummuhuu haawiyah. Besok kita teruskan ngajinya. Beginilah. dan peringatkanlah manusia terhadap hari yang azab datang kepada mereka. murah ampunan Nya. Sebaliknya. ketemu dengan kebaikan dan orang-orang baik. Tapi di dunia ini. Sebab hitung-hitungan di kebaikan pun ga malah . *** Ok. murah pertolongan Nya. dikelilingi orangorang baik. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai pada hari yang padanya pemandangan mencengangkan”. janganlah engkau mengira bahwa Allah akan lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang dzalim. terpaksa saya penggal dulu. maka wajarlah jika hidup kita penuh dengan keburukan. “Muhthi’iina muqni’ii ru-uusihim laa yartaddu iliaihim tharfuhum wa af-idatuhum hawaa. Innamaa yuakhkhiruhum li yaumin tasykhashu fiihil abshaar. hendaklah mereka mendirikan shalat. Ibraahiim: 42-44). Maka itulah saudara-saudaraku. sebelum datang suatu hari di mana tidak ada lagi jual beli dan persahabatan”. Sesiapa yang banyak kebaikannya. Kepanjangan ntar ngajinya. katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang beriman. maka tempatnya di neraka hawiyah” (Qs. “Wa laa tahsabannallaaha ghaafilan ‘ammaa ya’maludz dzaalimuun. namun menyadari bahwa hidup selama ini dalam kegelimangan dosa atau kelalaian dari segi ibadah seperti yang saya jelaskan di atas. barangsiapa yang ringan timbangan amal baiknya. Sebab kepanjangan ntar kuliahnya. maka ia hidup dalam keadaan baik. “Qul li’ibaadiyal ladziina aamanuu yuqiimush shalaata wa yunfiquu mimmaa razaqnaahum sirraw wa a’laaniyyatam min qabli ay-ya’tiya yaumul laa bai’un fiihii walaa khilaal. Masya Allah. menafkahkan sebahagian rizki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi maupun secara terang-terangan. “Wa andzirin naasa yauma ya’tiihimul ‘adzaabu fa yaquulul ladziina zhalamuu rabbanaa akhkhirnaa ilaa ajalin qariibin nujib da’wataka wanattabi’ir rusul. mereka datang bergegas gegas memenuhi panggilan dengan mengangkat kepala mereka. keberuntungan yang nyata yang Allah hadiahkan buat kita adalah kita termasuk orang-orang yang panjang umur dan berkesempatan untuk bertaubat. hai Tuhan kami. bukankah kamu dulu yakin bahwa kamu tidak akan binasa? Tidak akan menghadapi hari ini?” (Qs. Ibraahiim: 31). bagi semua yang sekarang ini susah. (Qs.ammaa man khoffat mawaazinuhuu.

Dari uang bisnis ini bisnis itu. bila saya sehat terus. urusan Allah. BMW. dan menyiapkan materi lain dalam bentuk audio dan video. Tapi kemudian tanggapan orang seribu satu macam. Walopun di sana ada gambar saya juga mereksa keadaan pondok dengan mengendarai sepeda ontel tahun 47! Cellica itu memang mobil mewah. Kijang. Alphard. Yang tidak tahu. Penilaian. kisah saya diangkat di layar kaca. Saya tidak bisa membalas satu-satu sms dan imel tersebut. saya akan menulis lagi kuliah ini. Kita bahas soal menarik ini besok besok ya. sekian APV. dan lewat imel. he he he. . kita bukukan saja. Kesulitannya bukan di saya. dan web nya hanya isi-isi yang baru saja. Sebab akan dibukukan nih isi seluruh web generasi sebelum lebaran. disangkanya mah saya pengoleksi mobil dan hidup dalam berlebihan. Ntar saya malah jatuh sakit garagara mikirin. Biar saja. he he he. Untuk kemudian dibersihkan. sontak ini mengundang sejuta komentar. Itu yang disorot hanya cellica. Dan bukankah kita kita mengaku berdakwah karena Allah? Bukan karena nama? Kalau tauhidnya benar. menceritakan perjalanan hidup saya. di layar TV One. Sebenernya. sampe bus 27 seat. kita gerakkan juga ekonomi mikro melalui pembiayaan pembiayaan mikro. Saudara-saudaraku. berdakwah karena Allah. Makasih juga atas doa-doanya yang disampaikan lewat sms ke hp saya: 081510511127. Di jasa penyewaan mobil. tapi di SDM editingnya. Insya Allah itupun ibarat kuliah. tolong saya dah. gambar di mana saya sedang mengendarai Cellica Sport 2 pintu warna silver. ya kuliah juga. maju saja terus. Tidak sedikit yang miring. Belum berkesempatan atau tidak berkesempatan. banyak hal saya ambil sebagai keputusan. Isinya. beberapa pekan yang lalu. sejujurnya. Hanya tidak dimasukkan di kolom kuliah online. Beri testimoni saudara lagi ke imel web admin ini tentang kuliah online ini. carry. saya ga usah sakit hati. Yang lama. Mercy. Jasa penyewaan mobil ini menyumbang kontribusi yang tidak sedikit buat pesantren dan di perputaran ekonomi warga sekitar. Pada waktunya saya akan umumkan kesiapan materi audio dan videonya. tolong ya. Sebagiannya indah-indah dan banyak pula yang memotivasi saya bahwa sungguh kuliah online dibutuhkan. ini juga persoalan tauhid. di artikel-artikel lepas dan di sms-sms jamaah. Contohnya. Tidak gampang menyiapkan materi audio dan video. Toh barangkali mereka yang ngomongin jelek ga tahu tentang keadaan yang sebenernya. boleh protes juga koq. ga usah mikirin yang gitu-gitu. ha ha ha. Dengan tajuk “Sejarah Membesarkan Nama”. duh. Namun jika saudara perhatikan.menarik dan mencengangkannya. Jadi. Asal jangan terlalu pedes ya. Nah. Jagura. Namun saya baca. semacam kesan dan pesan dah. Mohon maaf yang mana saya banyak absennya mengajar. Saya beritahu ke jamaah semua. sambil saudara-saudara online. Terselip di sana. Padahal ada mobil-mobil mewah lainnya. Doain dah buat semua kru KuliahOnline supaya mereka semua diberi kemudahan dan mendapatkan keberkahan seperti keberkahan saudara-saudara semua yang menuntut ilmu lewat KuliahOnline ini. Tapi ia dijadikan unit bisnisnya pesantren. saya tiada henti menulis. di renungan-renungan inspirasi. Wuih. Insya Allah mulai hari ini. Namun sudah saya cicil.

weh. dipakai untuk subsidi silang programprogram dakwah dan pesantren-pesantren bebas biaya yang dibangun dan dikembangkan di seluruh tanah air bareng dengan seluruh donatur PPPA. Sekolah ini bukan sekolah orang susah. Dan itu pun punya istri. sebab memang fasilitasnya lengkap dan sangat sangat bagus. Rumah yang saya tempati.Yah gitu dah. rumah RW di lingkungan pesantren. malah satu. masih baby). maksud hati mau ngejelasin. sebab saya memutuskan sekolah ini memang hanya untuk orang kaya. Daarul Qur’an sendiri. yang patut diacungi jempol dari Daarul Qur’an adalah ia berdiri juga di atas prinsip wakaf dan sedekah. Tapi. Hasil dari keuntungan operasional sekolah ini. Masuknya dolar. Terkesan sekolah ini bukan buat orang susah. Unit-unit bisnis di lingkungan Daarul Qur’an dan Wisatahati. persis di depan pesantren. Sekaligus untuk menyuburkan amal baik dan mengubur amal-amal jelek dengan pergulirannya. sampe ketemu besok yaaaa… *** Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Jauh Deketnya Kita Dengan Allah KDW0123 Seri-23 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Jauh Deketnya Kita Dengan Allah Inget Dan Lalainya Kita Sama Allah Yang disebut masalah itu bukan masalah yang dianggap masalah oleh manusia. Memang tidak arif di tengah-tengah masyarakat yang juga miskin dan serba kekurangan. Weh. boleh ngumpulin dan nambahin dari jual Karimun 2004. Ini bahaya nih. tapi malah bisa terjebak jadi riya dan sum’ah. Ok. Dan memang demikian. Dan kami cukup senang dengan ini. weh. saya bangga sekali saya hidup di rumah kontrakan. Lumayan mahal. semakin kami menyuburkan wakaf dan sedekah. Yaitu 1 unit Tigo. dibangun dan dikembangkan dengan prinsip wakaf dan sedekah. Tapi ya kami juga punya alasan tersendiri. semakin gilagilaan perkembangan bisnisnya. . Mobil saya pribadi. Dan memang subhaanallaah. Namun. Dan pesantren-pesantren gratis ini adalah untuk mereka yang dhuafa dan anak-anak yatim dan tidak mampu. koq malah nambah lagi ya tulisannya? He he he. adalah pesantren modern dan bahkan internasional. segitu lumayan berkembangnya (walaupun ukurannya masih small.

kita deket dengan Allah dan ingat pada-Nya. Tapi bagi saya. justru Allah segerakan keburukan buatnya. makin banyak beban yang saya pikul. kalau kita jauh dari Allah dan lupa sama Allah. masalah-masalah baru. beragam reaksi ketika peserta KuliahOnline membaca materi kuliah ke-22. Akhirnya. tanpa banyak kalam. Dan karenanya kita perlu berterima kasih kepada Allah. memangnya ada? Begitu barangkali sebagian kita bertanya. Dan tentu saja. lah lah lah. saya tuliskan di kolomkolom Non-KuliahOnline di Website ini. Termasuk ketika saya harus membayar dengan masuk penjara. beberapa kejadian kecil selama “libur”. Nah. atau malah tidak sedikit yang terjadi begini: ketika seseorang berjalan menuju ampunan-Nya. ya. Alhamdulillah. Tapi baik. Allah akan angkat derajat saya. ada. Menambah berat. Ada satu keanehan. sebab saya malah menganggap. Allah sediakan banyak jalan untuk mengejar ketertinggalan ini. Sehingga kemudian saya fokus juga untuk mengejar ketertinggalan. Bertambah berkali-kali lipat. sampe ke saya. Apa jadinya kalau saya tidak menyadari? Yang paling parah adalah dosa tauhid. ada juga amalan yang bener-bener ngenolin dosa-dosa. jika Allah menghendaki suatu kebaikan bagi seseorang. saya bukannya menyesal. Sambil terus husnudzdzan kepada Allah. Saat itulah saya teliti kehidupan saya. Saya terimain aja apa yang terjadi. dalam satu dua kasus. dari dosa-dosa. Dan kepositifan itu. jawaban yang sering saya lihat adalah justru dengan cara itu. jadi sabar. Dan alhamdulillah. Saudaraku yang dirahmati Allah. makin cepat beban turun ke pundak saya. Saya pun demikian. di tengah jalan ia malah menemui kendala-kendala baru. Supaya apa? Supaya segera terbebas ia dari kesalahankesalahannya. Ketika saya jejek gas. saya anggap menjadi doa juga. Salah satunya adalah dengan bertaubat sebener-benernya taubat. hutang saya malah tambah buanyak. Ada hadits qudsi yang isinya kurang lebih. Allah mempercepat masa bayar dari keburukan yang kita lakukan. kita merasa Allah tidak akan pernah dekat dengan kita. bahwa nanti selepas 0-0. Sebab hitungannya memang wajar saya susah. Jawabannya.Melainkan disebut bermasalah itu. kita bismillah memulai materi ke-23 ini. Insya Allah. akan semakin cepat pula keringanan itu saya dapat. Loh. Allah pun tentu tidak akan memikulkan beban buat hamba-Nya kecuali . Tidak jarang reaksi begini malah terjadi: Seseorang merasa Allah semakin menjauh ketika justru ia semakin mendekat. Kesimpulannya. Saudaraku. Istilahnya. “Message” ini. Setelah menelisik kesalahan-kesalahan saya. Dan insya Allah saya tahu. injek pedal. saya mewajarkan diri saya mengapa saya jadi susah. Silahkan melihat-lihat di artikel lepas maupun di sms-sms dengan jamaah. Alhamdulillah. Dan yang disebut anugerah adalah sebaliknya. ya kalimat-kalimat di atas itu. saya jadi sustain. dulu. Tentu saja perlu diteliti lebih dalam lagi. saya malah jadi ikhlas menerima “kenapa saya susah”. yang justru menambah bungkuk. Mudah-mudahan ada benang merah dengan materi-materi KuliahOnline. Semoga Allah memberikan ridha-Nya. Saat itu. Agak enteng terasa.

Padahal mata rantai keajaiban akan terjadi di setiap simpul mata rantai jaringan orang-orang yang disebut. ambang batas maksimal akan terjadi. sedang susah. sedang malang. atau bahkan mengatasnamakan “kasihan. Supaya nyambung. ketika saya buru-buru mengoreksi. Dan selama ini pula ia menebus kesalahannya. meratapi. kesusahannya hanya berkurang sedikit. mata rantai ketidaknerimaan atas takdir Allah. Bahwa bersama kesulitan itu ada Kemurahan Allah. Allah. jatuhnya perekonomian nasional. Artinya. Mereka lalu memilih saling memahami. Jarang orang yang bisa menerima keadaannya. saling memaafkan. andai keikhlasan ada di hati mereka. dan tidak akan pernah terjadi melewati ambang batas itu. sabab mengikuti orang baik. rasanya menjadi teman yang meringankan perjalanan hidup. coba baca lagi Materi Kuliah ke-22 ya. malah saling berpegangan tangan mengejar dan mengubah keburukan yang sudah trjadi. mau diapain lagi? Sudah terjadi. Kalau dulu tidak terjadi krisis di keluarga kami. Selama 10 tahun katanya beliau mengikuti ustadz ini. salah memilih bisnis. sedang sakit. Bingung ya? Ya. Biar agak nyambung. *** Beberapa saat setelah saya menulis KuliahOnline materi ke-22. sama sekali “tidak dihitungnya”. Dalam kasus ini. seperti ada di semua mata rantai orang-orang yang terlibat. Hanya. Terhadap yang begini ini. yang kemudian ditetapkan sita jaminan. Ada kecocokan. ga bisa juga . menghancurkan orang lain”. Shalat shubuh berjamaah adalah hal minimal yang ia lakukan. Kalau ga tenang. Ia hanya merasakan ketenangan. Jangan terburu-buru. resesi global. Gitulah permisalannya. seseorang yang diburu petugas bank sebab hutangnya. Maksudnya. dan sedang sulit di kesulitan yang umumnya dirasakan orang umum sebagai satu kesulitan. Misalnya. saya ketemu dengan seorang yang mengaku pengikut setia seorang ustadz ternama di negeri ini. tidak akan lahir perusahaan ini. sedang berhutang. Si anak merasa takut dengan saudara-saudaranya yang lain. maka yang terjadi adalah Cahaya Allah di setiap etape berikutnya. Kebanyakan orang memilih untuk menambah dirinya untuk lebih lagi berduka. ya sudah. saudarasaudaranya yang lain tidak menerima si saudara ini melakukan perbuatan bodoh yang merugikan ibu mereka. Sementara. Baca nya pelanpelan. Lalu kemudian tampak terang benderanglah manakala akhirnya mereka kemudian bisa bilang. ada Rahmat Allah. keikhlasan menjalani setiap peristiwa. Tapi adapun masalahnya. ada Kebaikan Allah. sebagai jaminan hutangnya itu adalah tanah ibunya. “Bener juga. sampe kemudian menyalahkan ketidaktepatan waktu. Penerimaan terhadap segala kejadian. menyesali. masa krisislah.yang bisa hamba-Nya itu pikul. tetap saja masalah. dsb. petugas bank yang memberikan rekomendasi menyesal sudah memberikan ia kredit. ia aminkan. si penghutang pun menambah lagi daftar panjang penyesalannya: kenapa sampe kenal si Fulan yang ia yakini sebagai penyebab segala kehancurannya. alhamdulillah ia bisa mengikuti pula kebiasaannya ustadz ini. keadaan sedang di-PHK. bahwa ketenangan itu hal termahal ketika bermasalah. Jarang orang yang memandang bahwa kesulitan itu adalah anugerah. Tapi ia mengaku. si ibu kemudian menyesali kenapa semua ini terjadi.

Pertanyaanpertanyaan ini ia coba redam. Subhaanallaah. Ternyata benar. Kalau dilihat-lihat dari selisih itu saja. “Atau dibuang ke panjang umur. justru tidak terjadi. inilah memang bisikan syeitan. berarti ia masuk ke ustadz tersebut di umur 38 tahun. Haj”. Tapi minimal. melainkan justru semakin kuat. dan tidak membuat dirinya tidak lagi gelisah. dia lumayan tercenung. Malah ya itu. sudah jauh tertinggal. tidak mudah. sejak ia mencoba menghitung-hitung kesalahan dirinya. Sebab dari hitung-hitungan shalat seperti di materi ke-22. sudah diampuni sejak awal ia memohon ampun. Saudaraku. Saudara-Saudaraku sekalian. Baru sebanding. tiada sebanding dengan 28 tahunan ia mengikuti syetan. begitu saya sambungnya. Ya. Perjalanan seorang hamba yang berusaha untuk menjadi ‘abid-Nya. Dia ini semula merasa ada sesuatu di hatinya yang selama ini ia tahan-tahan. bahwa barangkali ia “belum impas” membayar Allah subhaanahuu wata’aalaa. Masya Allah. ia tambah ga bisa menyesali. Koq belum ada perubahan? Kenapa ya? Saya kan udah mengikuti jalannya orang baik. Membiarkannya hidup untuk menebus dosa-dosanya. Yakni pertanyaan seperti yang saya jelaskan di atas: “Kenapa ya? Saya kan udah berubah. menjadi merasa haus untuk terus berburu kebaikan. sambil terus . Ia menahan pertanyaan ini untuk tidak meledak. meskipun kita tidak akan pernah bisa menghitungnya. Kerjaannya menggagalkan saja riyadhah seseorang. kesusahan yang ia rasakan. bahwa Allah itu Maha Pemurah. hal ini tidak membuatnya lemah. kekhawatiran semula bahwa ia akan semakin menyesali dirinya. agar bisa menebus ketertinggalannya dan beramal saleh. Ia mengaku. Ga apa2 ya? Anggap saja ini seperti tuntutan awal agar langkahnya menjadi semakin benar. saya mencoba mengingat-ngingat juga apa yang terjadi dalam kehidupan saya dan kemudian sebisa mungkin saya share kepada kawan-kawan saya. Namun ia diberi kesempatan berumur panjang. Perjalanan saya perjalanan belajar tentang tauhid.saya hidup enak”. ia masih perlu 18 tahun perjalanan kebaikan. Artinya. Apa yang membuat dia ini bisa menahan pertanyaan-pertanyaan tersebut? Salah satunya kemudian apa yang ditulis di materi kuliah ke-22. Saya masih membutuhkan 1-2 tulisan penjeda lagi untuk sampai ke hitunganhitungan sebaliknya dari tulisan materi ke-22. justru ia semakin ikhlas akan segala kesusahannya. kita menjadi tambah yakin. Namun ada yang menarik. Kawan saya ini bilang. usianya 48 tahun. bisa saja. Tapi saya kepengen menjalani hidup ini lebih ikhlas. Tapi saudara-saudaraku sekalian ga usah khawatir. 10 tahun ia mengikuti ustadz terkenal ini. Ia yang semula mengatakan bahwa selama 10 tahun ia sudah shalat shubuh berjamaah tanpa putus. koq tetap saja ga berubah?”. Lah. Sekarang ini. Yakni dengan meyakini pula bahwa karena pertolongan Allah lah. Ia yakinkan dirinya perjalanan pertaubatannya belum nyampe. Dan di saat yang sama. Allah itu Maha Pemurah. 48 tahun dipotong masa 10 tahun. Syukur bahwa Allah itu Maha Baik. bagaimana dengan usia 38 tahun ke belakang? Yakni mulai ia akil baligh – yang katakanlah balighnya itu usia 10 tahun – hingga 38 tahun? Dia bilang. Tidak mengganggu pikirannya. tidak menjamah hatinya. Nanti kita tetap sampai ke pembahasan hitung-hitungan betapa murahnya Allah. Yang ada. yang ada malah bertambah syukur.

tapi. dunia malah menjauhkan saya dari-Mu ya Allah. Saya banting ke sana saja. islam. saya merasa adem hati ini. Saya tidak mau menjadi orang yang paling nestapa dan tambah nestapa dengan menyalahkan diri yang auranya negatif. Dan saya pun belajar. Dulu. saya banyak bermaksiat kepada-Mu. . Di perjalanan pertaubatan saya. serta harus menanggung ini semua. Insya Allah nyampe. dengan disertai segala kemungkinan-kemungkinan buruk. Saya terima kesulitan sebagai anugerah. Salah mendifinisikan. Rumus “MASALAH” itu sederhana: Kalau kita jauh dari Allah dan kalau kita lupa sama Allah. hilang sabarnya. dan terlambat mengetahuinya. Menurut saya ini bukan menyalahkan diri sendiri. bahkan ketika dunia saya genggam. kurang syukurnya. saya hidup dalam keadaan tidak turut pada aturan-Mu. Saya diberinya waktu untuk menyelesaikan. saya t’lah melalaikan shalat berjamaah. Saya merasakan getaran harus terus memperbaiki iman islam saya. Ada saya pernah keluar dari salah satu rumah kawan saya yang kemudian saya clear dinyatakan bersalah dan harus menanggung sejumlah kerugian. kita coba jelaskan ya. Beda. Tapi terus saja saya pompa dengan kepositifan. Saya.belajar tentang iman. amal-amal saleh. tauhid. ya Allah. Saya menerima hukuman. Rabbanaa dzalamnaa anfusanaa. Saya pun banyak nafsunya. Ini lebih ke “memposisikan diri menerima” bahwa rangkaian kesulitan hidup sebab dosa dan kemaksiatan yang saya lakukan. Ya. jika kemudian kesusahan ini adalah cara-Mu untuk menyucikan diri saya. Seketika saya “mewajarkan” mengapa saya menjadi sulit dan susah. dulu hati saya relatif menerima. Sebenernya. Tapi saudara-saudara. Anugerah yang mengantarkan saya kepada Allah. ini beda dengan menyalahkan diri. Begitu saya keluar dari rumahnya. sebelum kita beralih ke materi kuliah besok. yang ada kemudian lisan ini berzikir dengan doanya Nabiyallah Adam. apa yang disebut anugerah dan apa yang disebut masalah. saya membayangkan dosa-dosa saya. Ya Allah. dan ibadah. Saya kejar terus saja Allah. ternyata masalahnya menjadi semakin jadi. Saya hanya meyakinkan diri ini. akan beresiko sangat besar. saya terima. Rasanya saya sudah membagi beban saya kepada Allah. sebagaimana saya jelaskan di atas. Saudaraku. nampak seperti menyalahkan diri sendiri. dengan doa di atas. dan saya jatuh. waillam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakuunannaa minal khaasiriin. saya banyak meninggalkan sunnah. dengan cara ini saja. sungguh saya telah menzalimi diri saya sendiri. masa iya ga kekejar? Masa iya ga nyampe. itu auranya positif. saya membayangkan dosadosa saya. ketika saya menyadari bahwa saya mulai di ambang kejatuhan. Subhaanallaah. pelanpelan. di awal-awal belajar tentang resiko kehidupan deket-jauh dari Allah. Dengan cara ini. Ringankan saja perjalanan ini ya Allah. Saya tidak taat kepadaMu. Hebat. Termasuk belajar dari setiap etape kehidupan langsung (learning process – experiental learning). dan cara-Mu untuk mengingatkan saya akan diri-Mu. Saya bisa merasakan itu. Rupanya memang jawabannya adalah saya jauuuuuuuuuuuuuuhhhhh dari Allah. Apalagi Dia Maha Rahman Maha Rahim.

maka Allah akan benamkan semuanya menyisakan kita yang kemudian meratapi kejatuhan kita. syukurnya kita. bisa baca al Qur’an lagi. menjadi deket dan ingat sama Allah. Yang diincer sama Allah adalah tauhid kita. dan dia merasa “aman-aman” saja. tidak menginjak bumi… ini yang harus kita kenali sebagai “sedang bermasalah”. dan soal-soal yang lain yang sedang saudara hadapi. shalat dhuhanya jadi hilang. Kalau dia mau mengubah “masalah” nya itu jadi anugerah. tidak sedikit yang tidak memahami lalu langsung nge-track di urusan ini. mudah bener mengubah dari masalah menjadi anugerah. masalah iman. Maka saudara akan tercengang sendiri. bisa bertaubat. soal amal saleh. soal tauhid.Nah. dari jauh dan lupa sama Allah. Insya Allah kita akan ketemu bahwa Allah benar-benar Maha Pemurah. bisa megang tasbih lagi. ini mah namanya ANUGERAH. Lah. wuah. Masalah tauhid. di urusan-urusan yang saudara anggap masalah. ada yang tahu dan menyadari. sama suami. iman kita. Sifatnya yang begini ini yang diincer. Sebab ukurannya sudah beda. Tapi andai saudara-saudara yang kaya ini benar-benar jatuh miskin. kita bisa inget sama Allah. Sebab apa? Anugerah itu adalah sebaliknya. ada satu dua tagihan kita yang tidak tertagih. trnyata sekarang bukan. iman. Maha Sayang. Ini hanya model dari bentuk pesan tauhid saja dari Allah. soal syukur Saudara? Coba saja lihat-lihat ke belakang hidup Saudara sebelumnya berhutang. dan amal saleh. inget dan lalainya dari Allah. sama orang tua. Cuma. Saudara di-PHK. shalat berjamaah jadi hilang. Bisa seketika koq. Yakni. soal islam. Saudara malah serakah. Tapi ya itu. tapi saudara malah jauh dari Allah dan lupa sama Allah. tapi ada kemunduran spiritual. Saudara karirnya naik. Coba saja saudara pikirkan misalnya soal hutang. bisa beramal saleh. ini justru masalah. belum tentu disebut bermasalah. amal saleh kita. Ada yang dikasih tahu lantas menerima. Perlakukan juga dua kriteria ini. Jika sebelumnya “bercerai”nya itu yang disebut masalahnya. mukmin yang baik. Maha . Karena yang disebut masalah itu bukan masalah keduniaan. Keajaiban perubahan suasana hati juga akan segera didapat. Mari kita sama-sama mengoreksi. Bukan. Tapi dengan di-PHK kemudian menjadi saleh. tambah tawadhu’. sombong. Janganjangan sebenernya kehidupan Saudara sedang diincer sama Allah. raibnya satu dua asset diambil orang. Seseorang yang bercerai. ada yang diberitahu tapi tidak bergeming. kita bisa deket sama Allah. islam kita. pertaubatan. Ini bukan yang diincer Allah. Benarkah hutang itulah masalah Anda? Bukan soal iman. iya ya. soal jodoh. sementara itu banyak juga yang tidak tahu dan tidak menyadari. masalah syukur. Coba lagi pikirin soal penyakit. bisa merogoh kantong lagi untuk sedekah. Yakni pindah jalur saja. jauh dan deket sama Allah. menjadi deket lagi sama anak istri. Kalau tidak mempan diberitahu dengan “message” dari Allah (dengan sejumlah masalah). Misalnya. insya Allah inilah anugerah. Namun sebaliknya. jauh dan deketnya dengan Allah. coba koreksi dari dua hal ini. demo karyawan. lalu dengan kemiskinannya itu bisa menjadi muslim yang baik. coba juga pakai 2 ukuran ini. gampang. Saudara kaya. Buat yang tidak sedang menghadapi masalah apapun. soal anak. adalah anugerah. perjalanan sebelum cerainya itulah yang disebut masalah.

web admin). Tidak pernah kehendak . dilihat ulang. maka bener-bener Allah itu Maha Pemurah. Semula ia sebagai kawan saya. insya Allah bahkan kesulitan itulah anugerah Allah buat kita semua. Di tengah kesulitan kita. Oldies banget. Andai kita lalui semua ragam kesulitan itu bersama Allah. selalu terselip Pertolongan Allah. selalu terselip Pertolongan-Nya dan Kemurahan-Nya. Kebiasaan menulis ini di kemudian hari yang mengantarkan saya menulis buku-buku yang lainnya (lihat galeri. Sekali lagi. Saya butuh teman. kalimat yang saya garis bawahi. Perjalanan waktu akan membuktikan itu. Saat itu saya terpenjara dengan sel dunia. Sedikit berbagi. Agaknya. Saya mengatakan “bersama kesulitan”. Allah menganugerahkan saya kemampuan untuk menggoretkan ceritera kesulitan itu. Dan tidak ada Kehendak-Nya kecuali kehendak itu adalah kehendak yang baik-baik. dan tulisan itu pun akhirnya menjadi buku. Ketika saya berada di pusaran kesulitan. Hingga kemudian saya bisa menulis KuliahOnline ini. Semua adalah Kehendak-Nya. Di tengah kesulitan kita. sebab memang nyatanya gara-gara mata kita yang butalah yang tidak bisa melihat Karunia Allah. Dan kebiasaan menulis ini bukan satu-satunya anugerah Allah yang Allah berikan bersama kesulitan. bahwa kalau kita mau berpikir tentang Kemurahan Allah. andai saya tidak mengalami kesusahan hidup. Akhirnya saya ambil pena dan kertas. selalu terselip Kemurahan Allah.Baik sama kita. Saya akhirnya bisa menulis. Ruang seukuran kurang lebih 2x3 menjadi kamar saya yang bagus untuk banyak merenung dan menulis hasil perenungan. Terbit dengan judul: Wisatahati Mencari Tuhan Yang Hilang. Subhaanallaah. ia kemudian menjadi salah satu cahya bagi kehidupan saya. dibaca ulang. niscaya buku ini tidak lahir. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Jadi Ikhlas Ngejalanin Hidup KDW0124 Seri-24 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Jadi ikhlas Ngejalanin Hidup Di tengah kesulitan kita. Dan bila kitab sepakat. Akhirnya ia menjadi kawan banyak orang setelah jadi sebuah buku. Sebab emang ga ada fasilitas. Ketika itu saya merasa putus asa. Saya termasuk yang percaya sedari awal. Subhaanallaah. Benar-benar pena dan kertas.

Begitulah dongeng tentang Yusuf Mansur bermula. Dikatakan juga ya. Tapi kemudian ia tetap banyak mendapatkan berkah Allah. pun sebab berkah berada di dalam kesulitan. ah. Dan PPPA adalah suatu program donasi untuk pembibitan penghafal al Qur’an. peserta KuliahOnline juga banyak yang mengalami anugerahanugerah seperti ini. kalo saya tidak dipenjara. adalah ibadah ayah ibunya. bahwa anak ini mendapatkan pekerjaan. sebab saya juga menganalisis bahwa banyak piutang orangorang tua saya.itu menjadi buruk hingga kemudian kita yang mewujudkannya menjadi buruk. Tidak pernah. KH. dan saudara-saudara kita. Dia kan turunan guru (sebutan untuk seorang Kyai. saya tidak menafikan peran “nasab”. tidak pantas saya menjadi yang tidak bersyukur. berdoa dengan tulus agar Allah jangan menghukum suaminya. khususnya yang serumah. Dia kan ‘alim. Sebagaimana saya pernah sampaikan. Tapi bukan karena dirinya. Tahadduts bin-ni’mah. Bila ada yang mengatakan. Disebut bukan satu-satunya. Maka nya ketika di kemudian waktu saya menyadari bahwa akhirnya kesulitan itu mengantarkan saya menjadi “bisa menulis”. Bisa ya. inilah yang saya anggap anugerah itu. Zahid Mimbar. di diri saya. ia tiada menegakkan shalat. Kesulitan akhirnya menjadi rahmat. dan ketemu dengan Maemunah. Padahal selama kuliah. tidak akan ada itu cerita menghafalkan al Qur’an. Satu . rajin benar mendoakan anaknya ini. Dan tentu saja beragam nikmat lain yang sangat-sangat tidak bisa saya sebut satu per satu. bahwa kadang ada seorang anak yang dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan. dan menyayangi suaminya. Mereka rajin dan tulus mendoakan saya. pertimbangan Allah. akhirnya kemudian orang-orang mengenal saya sebagai ustadz. Abdurrahman Mimbar. Dia kan lahir dan besar di madrasah. bahwa keluarga dan turunan bisa berpengaruh. rasanya. guru-guru saya. sebab amal ibadah yang dilakukan oleh orang-orang tua kita. Ah. keluarga saya. Rasanya. memang insya Allah bisa tershare itu cahya amal ibadahnya ke saya. Saya bisa sebut beberapa. menjadi saleh. Saya menikah. Pantes aja. bisa tidak. Allah barangkali berkenan menjabah doa-doa yang begini ini. itu kan si Yusuf Mansur. Sebab dia kan pinter. sebab buanyak sekali. Sebagai da’i. Atau ada seorang suami yang banyak benar maksiatnya. Mereka insya Allah penuh mengharap saya selamat dan bisa menyelesaikan semua urusan-urusan saya. saya lahir dari keturunan seorang kyai. Berawal dari orangorang meminta saya bercerita isi buku (bedah buku). Maka kemudian turunlah Keputusan Allah. Dikatakan ya. melainkan karena doa ayah ibunya. dan pengajian-pengajian kecil. Ternyata. Barangkali ini anak menyimpan sepasang orang tua yang masya Allah. lahirlah Daarul Qur’an dan PPPA Daarul Qur’an. Anugerah yang Allah berikan bersamaan datangnya dengan kesulitan yang Dia izinkan mampir di kehidupan saya. Maka itu saya katakan. web admin). ayah saya. Daarul Qur’an adalah sebuah nama yang saya berikan untuk institusi pesantren penghafal al Qur’an. Saya pun mencatat bahwa sejarah saya menghafal al Qur’an adalah sebab saya terpenjara. Peran turunan. Saya percaya. Dan di kemudian hari. Menurut riwayat. dan bisa dibanggakan keluarga. lahir dari garis seorang ulama di Kaliungu. Ternyata si suami ini menyimpan istri yang sering merintih di hadapan Tuhannya. dan berlatar belakang keluarga pesantren. sekedar untuk tahadduts bin-ni’mah: Buku-buku saya membawa saya menjadi ustadz.

Seorang hafidz al Qur’an dan seorang penulis di berbagai majalah dan koran Islam saat itu. Saya tambah mengingat orang-orang tua saya yang menggerakkan dirinya dan jamaahnya. di pengajian. Lagi-lagi dengan orang saleh nan penyabar. sungguh tidak ada yang bisa menyelamatkan saya. ribuan santrinya. Beliau pegawai negeri (Depag) yang sangat-sangat jujur. Tapi masya Allah. rasanya ga akan saya bisa menikmati ragam kesenangan lagi. bahwa semua yang disebut di atas. saya mengingat satu peristiwa. Tercatat dua kali diamanahkan sebagai Pimpro Pengadaan al Qur’an dan ta’mir Masjid Istiqlal. membentang di antara Roxy mengarah ke Stasiun Beos. Namanya dijadikan nama jalan sepanjang jalan Jembatan Lima. KH. kita akan susah. ibu saya menikah lagi. percuma. bahwa saya pun mendapatkan didikan agama sampe perguruan tinggi. juga pegawai negeri yang teramat jujur dan penyabar. Tuhan saya dan Tuhan Saudara-saudara semua. saya sudah berada di tengah-tengah madrasah terkenal di kalangan betawi. Jembatan Lima Jakarta Barat. . Hermawan. Saya juga mengingat jasa guruguru saya yang dimintakan doanya oleh keluarga saya. Sungguh kalau tidak ada Kemurahan Allah. Ketika saya lahir. Ayah kandung saya bercerai dengan ibu saya ketika saya masih di dalam kandungan. agak-agak “gak laku” ketika dibenturkan dengan masalah-masalah saya. malah membuat saya makin terpojok. biar ditambah dengan satu fakta.tahun yang lalu saya pernah berkunjung ke keluarga pesantren Kaliungu. Subhaanallaah. Malah tambah memberatkan saya. Kembali saya katakan. “Ga pantes dia mah jadi keturunan orang baik-baik”. juga untuk mendoakan saya. Saya kemudian menjadi penghafal al Qur’an. boleh dikata. begitu dah kurang lebihnya. Rasulullah sendiri tidak bisa menjamin nasib putrinya andai putrinya ini berbuat salah dan tidak meniti jalan Allah. kalo kita salah. untuk mendoakan saya. Semakin orang sinis. Bahkan Rasulullah bilang kepada kita semua. Agaknya. dan di masjid. Di usia saya 5 tahun. Banyak sifat-sifat beliau yang saya rasakan menurun ke saya. Kota. dan kemudian menjadi penulis. Alhamdulillah. Kelak. pun lahir dari garis keturunan KHM. siapapun kita adanya di mata Allah. semakin orang memandang rendah saya. PIK namanya di sana. Sanusi Hasan. Madrasah al Mansuriyah. salaf. banyak mengelola al Qur’an. ayah tiri saya hidup sangat-sangat sederhana. Dengan status saya sebagai keturunan orang baikbaik. saya dapat tambahan rizki dan pengasuhan dari kedua orang ini. cerita di atas. Saya pun menikmati ragam kesusahan dari kesusahan yang saya lakukan. perjalanan jalan hidup saya sekarang-sekarang ini banyak berpengaruh dari rizki halal yang saya makan dari beliau. Di saat yang sama. laqatha’tu yadahaa. aku akan potong tangannya. Ayah tiri saya. Dari garis ibu. saya merasakan keberkahan ini semua. Wuah. Ada pesantren besar. dan malah keturunan ulama. law anna Faatimata binti Muhammad saraqat. Sama seperti paman saya. saya diasuh oleh paman saya. Tanpa itu. Masya Allah. senang di masjid. kalau Fatimah binti Muhammad mencuri. Seorang ulama betawi tempo doeloe. rasanya bener-bener bahwa amal saya mah ga ada yang bisa membantu saya. ya susah mah susah aja. Secara bercanda. Sedari lahir. saya pun mengaminkan. Hidup saya lebih banyak dihabiskan di madrasah. maka ga peduli siapa kita. bahwa kalau kita salah. Mansur. kalo mengingat hal ini.

kalau 10 jam sehari. atau bahasa kitanya. saya merasakan memiliki keluarga. Perasaan ini masih ditambah dengan kenyataan bahwa kehadiran saya ternyata malah menjadi beban buat yang lain. Ada seorang anak. sedang dia masih di tempat. please Peserta KuliahOnline menjadikannya sebuah perenungan. bahwa ragam kesulitan saya pernah mendorong saya untuk bunuh diri. Kita tahu hitung-hitungannya. ia mesti telat karirnya. maka sebulan itu 300 jam. Saudara-saudaraku sekalian. Tapi bahwa bias kebaikan satu keluarga. keturunan. “Cuma” soal lalai saja). dan nasab yang baik-baik. Jangan dijadikan perdebatan. Ajak hati ikut merenung satu kebenaran yang terselip. yang selama kuliahnya ga pernah shalat wajib tepat waktu (ga bicara tentang dosa besar ya. “kelebihan” kebaikan ini yang dishare kepada anaknya ini. telat rizkinya. Katakanlah anak ini selalu telat 2 jam. langsung setelah ia lulus. Keduanya mencintai shalatshalat sunnah. Alhamdulillah. atau sama dengan 6 bulan. Tapi kadang bisa 8 atau malah 12 rakaat. maka orang ini udah jalan 10 jam. Allah berikan saya jalan-jalan yang tadinya tidak terlihat. ia tetap dapat pekerjaan. Bahkan saya bercerita di salah satu buku dan CD saya. dia masih di bawah. untunglah. Jika rahmat itu berbentuk pekerjaan. Wajar kalau kemudian saya katakan kepada saudara semua. Sementara itu. dikali 4 tahun masa kuliah. anak model begini tetap senang hidupnya. atau ngitung gampangnya: 15 hari. tentu saja masih akan berpengaruh buat seseorang. Ia akan melihat amal-amal lain. adalah salah satunya untuk menunjukkan ketegasan akan keadilan dan keharusan seseorang untuk menyelamatkan dirinya sendiri dengan berbuat lurus. Orang lain udah naik 10 tangga. (Dalam soal hitung-hitungan ini. dan jauh dari rahmat Allah seukuran 2 tahun perjalanan dunia. Sebut saja ayahnya ternyata imam shalat di masjid. ada seseorang yang adu jalan dengannya. dan tidak punya apa-apa lagi. ga bisa 2 rakaat. Datang dengan segenap Kemurahan-Nya. adalah juga kemurahan Allah adanya. itu sama saja telat 24 bulan. 15 hari dikali 12 bulan? 180 hari. Misalnya. Dan 24 bulan itu adalah 2 tahun. Berbicara tentang Rasulullah yang menegaskan demikian. Atau kalaupun tidak. Dia kuliah 4 tahun. begitu lulus kuliah. asal Allah berkenan. Tapi kemudian Allah datang. Dan ini pun bisa berlaku buat siapa saja. Dan itu pun mestinya ia dapatkan pekerjaan setelah mengejar 2 tahun ke depan. ga pake jeda waktu 2 tahun sebagaimana dihitung di atas. ya mesti nganggur 2 tahun. saleh. Tidak jarang kita temukan. Sekali dhuha. Saya bisa memberi contoh. Merasa bukan siapa-siapa. Ibaratnya. Maka. Maka pekerjaan ini baru ia dapatkan setelah ia memperbaiki dulu shalatnya. melengkapi contoh di atas. termasuk amalan-amalan ayah ibunya si anak ini. Allah kita benar-benar Pemurah. Orang lain udah punya 10 langkah. maka telatnya 10 jam. 6 bulan dalam setahun. ibunya guru di ta’lim-ta’lim taman bacaan al Qur’an.Apa message yang mau saya sampaikan? Message nya. anak ini. Web Admin). Tidak perduli siapa ia. saya pun pernah merasa jatuh sekali. Atau dia kudu mengalami kesusahan selama 2 tahun. 2 jam dikali 5 waktu sehari. dia masih di situ. bahwa anak ini secara teorinya jauh rahmat Allah sejauh 2 tahun. tentu saja ia bisa dapatkan Kemurahan itu. Bahwa secara teori. Hingga kemudian Allah datangkan . di sisi yang lain. Shalat sunnah tahajjud juga bisa 11 rakaat plus witir.

Ada sebagiannya yang sedang mengajar. Bahkan yang tertidur di pengajian pun mendapatkan rahmat-Nya. maka seluruh kebaikan keluarga ini. Sungguh. Satu ketika misalnya. maka subhaanallaah. membantu satu keluarga. Weh. Dan mengaji ini kan satu kebaikan. dan bisa mencari rizki kembali. sayangilah yang menyayangi anak saya sepeninggal saya. lalu melanjutkan lagi ta’limnya. ada anakanak yatim mengaji. Nah. di saat ta’lim. Istri saudara mengumpulkan anak-anak yatim ini untuk mendoakan saudara. Allah akan mencari kebaikan seseorang untuk menyelamatkannya. Insya Allah anak keturunan saudara semua akan hidup mulia. didoakan saja sudah merupakan kekuatan. bisa juga satu saat menjadi kebaikan buat kita. jika ayah ibunya si anak ini berdoa mendoakan anaknya yang malas shalatnya. kekuatan dorongan kebaikan dari kebaikannya orang lain. ada kiriman doa untuk saya. perbuatan ‘alim ‘ulama ini betul-betul bisamengundang pertimbangan Allah untuk Dia berkenan menolong saya. Allah akan betul-betul cari ini. ada anak yatim yang keturunan seorang yang saleh. Begitulah pengaruh kebaikan satu keluarga. Ya Allah.keputusan-Nya yang lain. pengen nangis rasanya saya. Maka subhaanallaah. saudara dengan uang yang tiada seberapa. ya Allah. maka Kemurahan Allah akan turun juga. Anda semua bisa memulai menjadi nasab yang baik bagi keturunan Anda semua. Dan bercucuranlah rahmat dari sayap itu untuk semua yang mengaji. Sekedar doa saja. dan titi jalannya Allah. Subhaanallaah. Allah mengutus malaikat-Nya untuk diam di sana. jangankan satu pohon. Supaya mengalir segala kebaikan saudara ke anak keturunan dan keluarga Saudara. bila dilakukan sepenuh hati. Dan bukan tidak mungkin. Genjot saja kebaikankebaikan. Apalagi misalnya. Tapi sabab itu keluarga ini menjadi tegak punggungnya. Saudaraku. satu keluarga. Saudaraku. sehingga itu bisa Allah jadikan pertimbangan untuk menyelamatkannya. perbuatan semacam istri ini. Ah. Artinya. kalau dia berbuat kebaikan dan kita ada nyangkutnya di jaringan kebaikan itu. jadi pengen nangis beneran nulisnya. Saya beri contoh lain. Sebab pengaruhnya dahsyat sekali. Masya Allah. Kalau sudah begini. menaungi mereka yang mengaji. Kita sering mendengar riwayat di mana Allah perintahkan malaikat-malaikat-Nya benar-benar mencari kebaikan yang ada dari diri seorang hamba-Nya. Lalu distop mengajarnya itu untuk mendoakan saya. ketika anak-anak yatim ini menengadahkan tangannya ke atas. dan meyakini bahwa Allah . yang merupakan orang lain pun. yang kayak begini ini nih yang masya Allah. Lalu orang saleh ini berdoa kepada Allah Tuhannya. di situasi seperti ini. bisa mengundang rahmat Allah yang bisa menggugurkan dosa-dosa kita semua. Atau seperti orang tua saya. itu sudah tidak bisa disebut “sekedar”. Jangankan ibadahibadah yang membutuhkan gerakan-gerakan banyak. Lalu meminta doa dari mereka. Tapi anak-anak yatim ini mengaji sebab dikumpulkan oleh istri Saudara. sementara saudara terbaring lemah di rumah sakit ga ada tanda-tanda kehidupan. untuk berdoa. dan men-sharenya ke kita. jika Allah berkenan. Apalagi didoakan di tengah ta’lim yang bobot kebaikannya. Beliau ajak murid-muridnya mendoakan saya. bisa saja Allah segera memberikan signal kehidupan bagi suami orang ini. sesering mungkin. punya nilai lebih. walo miskin. Allah memerintahkan malaikat-Nya itu untuk mengembangkan sayapnya. Beliau mendatangi ‘alim ‘ulama yang diyakininya saleh. Misalkan.

semua hal berkumpul menjadi satu penentu juga yang bisa mengundang Kemurahan Allah turun. Walo akhirnya banyak hambatannya ke penaikan ke KuliahOnline nya. Dan kemudian pergunakan juga banyak kesempatan untuk berdoa. Waba’du.Maha Mendengar doa. banyakin taubat. qabliyah ba’diyah. saudara sendiri ga tahu menahu bahwa ada sekumpulan orang yang shalat Jum’at mendoakan saudara. Kadang kita menganggap Kemurahan Allah itu adalah hal-hal berupa “anugerah kebaikan” saja. Misalkan ternyata. si suami tersebut Allah berikan karunia kesembuhan total. bukanlah kemurahan Allah. Pada akhirnya. Kalau kita menilik kandungan KuliahOnline yang lalu. Padahal tidak setiap keburukan itu (baca: kejadian-kejadian buruk). tahajjud. Tetap nyampe itu energi kebaikannya kepada saudara. insya Allah. lalu saudara jadi putus asa. he he he. dari Fulan bin Fulan yang bersedekah sekian sekian. peran keluarga dan orang-orang tua penting. Mudah-mudahan segala hajatnya dikabul Allah. adalah buruk buat kita. ga usah kuatir juga bila saudara banyak melakukan keburukan. Wah. baca al Qur’an. maka itu adalah kemurahan Allah adanya. Mari kita bacakan al Faatihah sebagai doa bagi beliau. Habis keganggu terus. kalau kemudian keburukan yang kita alami malah membuat kita jadi kembali kepada Allah. Amin. “Ada permohonan doa. Allah Maha Memiliki Keajaiban. saya nikmati saja. perbaiki shalat-shalat wajib. Baru nulis sebait. Nulis lagi. urusan anak2. Kalau keburukan. *** Tulisan kali ini. Sebab yang memberikan sedekah itu bukan saudara. memang biar gimana. dan teramat penting. udah ada tamu. perbanyak istighfar dan sedekah. Energinya besar sekali sebagai faktor pendorong turunnya Rahmat dan Kemurahan Allah. eh ada tausiyah yang saya harus segera menyudahi menulis. saya yakin. Di tangannya memegang lembaran-lembaran berisi catatan-catatan pengumumam. Masya Allah kan? Jadi. ga juga. hidupkan ibadahibadah sunnah. Apalagi semua jamaah yang mendoakan itu adalah sekumpulan orang-orang yang akan melaksanakan perintah Allah: Shalat Jum’at. . dan yang meminta doa untuk saudara adalah orang lain. udah dipanggil urusan pondok. agak masih ga ketemu “feel”nya ya? Ya. hal ini mesti ada pengaruhnya kepada orang yang didoakan itu. Salah satunya pengumuman sedekah orang. Kita kan lagi bicara Kemurahan Allah. mhn maaf. dhuha. Nerusin sebait lagi. Tapi disebut ga dapat feel nya. Mudah-mudahan kesabaran semua Peserta KuliahOnline menjadikan salah satu sabab saya dimudahkan dalam mengajar di KuliahOnline ini. Kemudian dia mengumumkan. Yah. masalahnya ditolong Allah… al Faatihah…”. witr. Yang penting sekarang mah. Nulis lagi. Seorang pengurus masjid berdiri di depan ratusan orang yang akan shalat Jum’at. maka ini pun sama saja.

Ada juga tipe-tipe manusia yang ingat sama Allah kalau susah aja. (Qs. Maka tatkala Dia melepaskan kamu ke daratan kamu berpaling. Falammaa najjaakum ilal barri a’radhtum. Andai saya tidak tahu atau . jadi berputus asa. sebisa mungkin. he he he. berpaling karena sombong dan malas beribadah. “Wa idzaa an’amnaa ‘ala insaani a’radhaawa na-aa bi jaanibih. 83). Kemudian kalo hilang itu kesusahan. Saya pribadi belajar dari ayat-ayat ini. Agar ia menjadi berkah buat Saudara-saudara semua. Para Peserta yang dimuliakan Allah. maka Dia menenggelamkan kamu karena keingkaranmu kemudian kamu tidak memperoleh orang yang menuntut atas Kami terhadap kejadian itu?” (Qs. Tidak sedikit yang malah ketika hidup ni’mat. az Zumar: 21). al Israa. al Israa: 67). lalu Dia mengirimkan kepada kamu angin topan. Dan adalah manusia sangat ingkar”. tiadalah yang kamu panggilpanggil kecuali Allah. kembali lagi ke tabiat jeleknya. (Qs. sangatlah berbeda dengan keadaan mencekam beberapa tahun yang silam. adalah agar manusia kembali”. dan kemudian tidak ikhlas kalau menjalani kehidupan yang buruk. saya berdoa dulu loh setiap memulai penulisan ini. dan ketika diberi kehidupan yang buruk. Banyak yang ikhlas menerima dan menjalani kehidupan baik (baca: menikmati). atau apakah kamu akan merasa aman dari bahwa Dia bisa saja mengembalikan kamu ke laut waktu yang lain. manusia jika diberi ni’mat dari Kami. berpaling dan membelakang dengan sombong.alaikum qaashifam minar riihi fa yughriqakum bi maa kafartum tsumma laa tajiduu lakum ‘alainaa bihii tabii’aa. Ga apaapalah ya? Saudara semua insya Allah saya anggap bahagian dari kehidupan saya sendiri. (Qs. “wa idzaa massakumudh dhurru fil bahri dhalla man tad’uuna illaa iyyaahu. *** Waba’du lagi nih. al Israa: 68-69). petik saja hikmah-hikmah yang terkandung ya. Insya Allah. maka apakah kamu akan merasa aman bahwa Dia menjungkirbalikkan sebahagian daratan terhadap kamu. Dan apabila dia mendapat kesusahan jadilah ia berputus asa”. Demi memperhatikan keadaan sekarang.“Walanudziiqannahum minal ‘adzaabil adnaa duunal ‘adzaabil akbari la’allahum yarji’uun. Jangan cerewet. Wa idzaa massahusy-syarru kaana yauusaa. (Berdoa koq ya bilangbilang ya? He he he). dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan. Betapapun. bicara tentang kehidupan baik dan buruk. Manusia diingatkan oleh Allah: “afa-amintum ay-yakhsifa bikum jaanibal barri aw yursila ‘alaikum haasibaa. dan Kami timpakan sebagian keburukan dari keburukan-keburukan yang dilakukan manusia. Tsumma laa tajiduu lakum wakiilaa. atau Dia mengirimkan angin berbatu terhadap kamu? Kemudian kamu tidak memperoleh perlindungan bagi kamu? “am amintum ay-yu’iidakum fiihi taaratan ukhraa fa yursila .

Apabila ternyata kita-kita ini termasuk orang yang rajin mengumpulkan poin keburukan. kita bisa memperbaharui iman kita. Dengan itu. lindungilah kami dari maksiat-maksiat baru yang membawa lagi kami kepada kesusahan. please. kecuali kita mengingat memang dosa kita belum lah sebanding dengan perjalanan pertaubatan dan ibadah kita. maka Allah akan tolong. Dan karunia bisa bertaubat sendiri adalah satu karunia yang masya Allah. Kepada Allah kita berharap agar Allah membuat kita bisa senang dengan sabab ampunan dan kasih sayang-Nya. bisa bertaubat. Rabb. dikupas tentang poin-poin keburukan kita. kami beriman kepada-Mu. jika ada seseorang berdoa dan beramal. atau karena memang kesusahan itu dipergilirkan Allah. sebab dipanjangkannya umur kita saja . termasuk ikhlas dalam beribadah. Yang dengannya saya ingin membuka mata. Ya Allah. keburukan dan dosa. kecuali karena Kehendak-Nya. maka ya banyak-banyak bersyukur saja kepada Allah. Kenapa mesti banyak bersyukur? Ya. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Allah Maha Pemurah KDW0125 Seri 25 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Panen Amal Di Kuliah 22. Hanya karena Engkau belum menunjukkan siapa diri kami. Dan benarbenarlah menjadikan kami dan anak-anak keturunan kami sebagai orang-orang yang mulia dan selamat. karena barangkali dosa-dosanya. dan bertaubat dari dosa-dosa baru. Dan janganlah mencela Allah sebab doa yang belum dikabulkan. bisa kemudian mengejar ketertinggalan kita. mahal sekali. bukan tidak mungkin kemudian saya akan dikembalikan lagi ke posisi itu. lalu dia meminta tolong kepada Allah. Teramat . Ya Allah. Tapi sesiapa yang tidak mengingat pertolongan Allah. lalu orang-orang masih melihat kami-kami ini hidup sebagai orang yang mulia dan selamat. maka Allah akan kembalikan ke keadaan semula. jangan cepat-cepat putus asa. lalu belum kunjung selesai juga masalahnya. Siapapun hamba Allah yang susah. Karena ga akan kekejar. Ya Allah. alias senang melakukan maksiat.lupa lagi bahwa Allah lah yang menyelamatkan saya. Bikin diri ini ikhlas menerima kejadian-kejadian hidup. perbaikilah diri kami dengan menyadarkan kami betapa kami banyak kesalahan dan kelalaiannya terhadap Engkau. pimpin kami keluar dari kegelapan-kegelapan kelakuan kami. sudah merupakan karunia dari Allah. Di dunia dan juga di akhirat. Lihat-lihat juga kelakuan kita sebelum mengambil jalannya orang-orang yang baik. bahkan ke posisi yang lebih gawat lagi. bukan sebab ibadah kita.

Shalatnya cukup 2 rakaat saja dengan bacaan bebas di setiap rakaatnya. judi misalnya. Tapi. Perlu banyak-banyak bersyukur. rasanya lebih mahal dari apa yang menjadi hajat kita. Kita mencari tahu dengan cermin kejujuran diri. Ada yang menjawab sedang tidak bicara dengan ibunya. mengapa saya koq sudah 5 tahun terakhir ini berikhtiar dengan jalan sedekah dan bangun malam. Kita minta ampun sama Allah. Di antara sekian banyak artikel saya. ngebut. Antara lain maksudnya untuk melihat-lihat yang sekorelasi dengan kuliah kita ini. Cara yang paling efektif di awal adalah shalat taubat. Sungguh beruntung orang yang membersihkannya dan sungguh merugi orang mengotorinya”. yakni berkenan untuk menyucikan jiwa kita yang kotor. tidak serta merta dianggap bertaubat. Banyak orang yang tiada sempat bertaubat. sebab satu dan dua hal. bahwa sebentar lagi kita akan menegakkan shalat dengan membawa dosa-dosa yang mau kita mintakan ampun kepada Allah. kitakita ini masih diberi-Nya kesempatan umur panjang dan kesempatan bertaubat. anak keturunan. sesungguhnya ia menyucikan dirinya sendiri. ini untuk mengoreksi. saya meminta kepada semua Peserta KuliahOnline untuk menjelajahi kolom-kolom lain di Wisatahati. pekerjaan. Saya rata-rata menjawab dengan pertanyaan: Bagaimana masa lalunya? Apa yang terjadi hari ini. Allah sudah berjanji akan . dengan benar-benar mendidik diri sebelum shalat. Ya itu lah. dan lain-lain. seputar pengakuan sudah nge-track. Dalam satu dua masa libur yang saya tambah panjangkan masa liburnya nih KuliahOnline. Allah mengilhamkan kepada jiwa itu kefasikan dan ketaqwaan.mahal malah. berbuat amal saleh tapi hajatnya belum juga terkabul. Di antara sms itu ada yang bertanya. Dan kepada Allah lah tempat kembali”. (Qs. Perlu ada pernyataan lisan dari kita. (Qs. Qad aflaha man zakkaahaa wa qad khaaba man dassaahaa. tapi justru agar kita termasuk orang-orang yang beruntung. saya meng-upload sms-sms dari jamaah berikut jawaban saya. minta maaf pada-Nya atas semua kesalahan-kesalahan kita. “… Wa man tazakkaa fainnamaa yatazakkaa linafsihi. Pernyataan permohonan maaf. Dan tiada yang bertaubat kecuali itu adalah untuk kebaikannya sendiri. Dan barangsiapa yang menyucikan diri. koq tetap tidak mendapatkan jodoh? Sebagiannya bertanya. Wa ilallaahil mashiir. Pernyataan memohon ampun. Tentu saja nama dan nomornya udah saya samarkan.com. Ada saya suruh peserta untuk membuka artikel-artikel lepas dan kolom-kolom sms jamaah. rizki. Berikut ini cuplikan artikel saya tentang apa yang perlu kita lakukan supaya Allah berkenan “memangkas masa pemberlakuan hukuman/azab”: Hendaknya kita meng-enolkan dulu semua perbuatan buruk kita dengan bertaubat. mengapa begini begitu. Ada yang mengatakan udah kebanyakan makan uang haram. Ada yang mengatakan baru saja bertaubat dari judi dan meninggalkan shalat. Menghentikan perbuatan buruk. asy Syams: 8-10). Ini bukan menghukum diri. Dua ini saja. Faathir: 18). entah itu jodoh. “Fa-almahaa fujuuraha wataqwaahaa. atau hal-hal lainnya seperti hutang. tapi kita diberi-Nya kesempatan bertaubat. persiapkan diri yang betul. Ada yang mengatakan sebelumnya senang sekali berzina. sangat terkait dengan kemaren. Karena Kemurahan Allah lah.

Bukan seadanya loh ya. witr. malah saya usahakan di setiap shalat fardhu. Semaksimalnya. dan selanjutnya kita melaju bebas di jalan-jalan kebaikan. Yang disebut ibadah sunnah itu. Kita hanya bisa meniti. saya mulai galakkan lagi. tapi tidak bisa mengatur. shalat hajat untuk masa depan saya. saya menegakkan shalat taubat plus shalat hajat. Allah sediakan ampunan dan jalan-jalan kebaikan yang luar biasa yang insya Allah menjadi enteng buat kita mengubur dosa-dosa kita. Habis itu perbanyak shalatshalat taubat di setiap kesempatan. Begitu banyak fadhilah untuk masa lalu dan masa depan kita. Sampe ketemu di KuliahOnline besok. dan menahan diri dari perbuatan-perbuatan buruk yang baru. Terus motivasi diri kita. qabliyah ba’diyah. Bintang We Are Not Game Over Yet alan hidup itu Allah yang punya. menegakkan shalat sunnah taubat dan hajat juga menjadi satu keberkahan tersendiri adanya. Di awal-awal saya dulu meniti jalan pertaubatan. . Shalat taubat untuk masa lalu saya. baca al Qur’an. shalat berjamaah. meng-enolkan maksiat kita. sebagai jalan Tauhid. Kita mulai belajar bagaimana fokus mencari Allah. Bahkan sekarang-sekarang ini. Kemudian setelah itu. kejar semua ketertinggalan kita dengan banyak-banyak istighfar. dan menghidupkan sunnah-sunnah semaksimal-maksimalnya kemampuan kita. Untuk mengejar ketertinggalan kita. sebab ada gerakan-gerakan shalat yang menyehatkan fisik. Allah itu Maha Pemurah. sedekah. bahkan Allah akan memberikan ampunanNya lebih banyak ketimbang dosa yang kita bawa kepada-Nya. tahajjud. Demikian cuplikan artikel saya mudah-mudahan bermanfaat. Selain tentu saja sehat. dhuha.mengampuni kita bila kita mau datang kepada-Nya.

Pesantren menyewa satu rumah yang cukup besar. tentu saja tidak bisa dibenarkan. Kebetulan saya sedang belajar Hukum Perikatan. di pondok ada sedikit masalah. belum lagi genap setengah tahun ruma ini disewa. semua Peserta KuliahOnline. Perbuatan si pemilik rumah. tapi kita tidak bisa memaksa. Mirip . atau kebijakan. insya Allah segalanya berjalan sangat baik. Bahkan kita akan meliha ehidupan di kemudian hari adalah kemenangan buat yang percaya bahwa memang kehidupan in milik Allah. sudah ada yang mendatangi untuk dikosongkan. pun saya usahakan baca. Namun. rumah asaatidz. Yth. Berbaik-baik saja dengan-Nya. tertanggal hari ini. Tahu-tahu.. atau kebijaksanaan. da erkenan memperbaiki diri. percaya semu kejadian ini ada Allah di baliknya. saya jeda dengan meminta semua peserta melihat-lihat kolom-kolom lai i Wisatahti. Sepert eberapa waktu yang lalu. kemudian mau menerima hidup ini seadanya keadaan. untuk memberi kesempatan dan mendorong saudar peserta semua untuk menjelajahi isi web. semalam. sehingga ia menempuh jalan ini. percaya bahwa Allah akan mengatur yang terbaik. Ini saya ikuti sebagai syarat kelengkapan kelulusan merai gelar sarjana satu (S1) di UIN. Wise. juga adalah sesuatu yang diperlukan dalam hidup ini. dan mulailah mendekatkan diri pada-Nya. Khususnya kolom interaksi sms dan artikel lepas. saya mencob berakrab-akrab dengan komputer. Semalam saya berhadapan dengan buku-buku yang sebisa mungkin saya baca untuk tambaha ersiapan ujian-ujian pagi ini. 29 Oktober 2008. saya akan mengikuti ujia ompre dan ujian baca kitab al Mahalli. ketika saya selesai menelaah buku dan kitab yang akan diujikan. Say idak mau libur lagi. mesti si pemilik rumah sedang mengalami satu dua hal peristiwa besa atau kesulitan dalam hidupnya. Kecuali memang ketika saya memang sengaja men-jeda. pikiran saya juga tertuju pada saudara-saudara semua: Peserta KuliahOnline. Belajar tentang Akad. Kitab Hasyiataani. getaran hati mengatakan. dengan hanya menyisakan semangat. Belajar tentang Bisnis Islam Lumayan terasa ilmu ini hidupnya di masyarakat. Disewalah ini rumah selama 3 tahun. Maksud saya. Masalah ruma pembina. Tapi.com. jug i dalam urusan hukum. mest da apa-apa nih. Sebab katanya udah dijual. Tapi masya Allah. untuk dijadikan rumah-rumah tempat tinggal para stadznya. atau yang lebih dikenal dengan al Mahalli (Kita Fiqh). Dalam pada itu. khususnya bab-bab yang akan diujikan. he he he.Kita hanya bis meminta. percaya bahwa Kehendak Allah itu pasti baik adanya. Saya menjeda perkuliahan. adi.

Tapi jadinya. selesai.seperti ‘Umar bin Khattab yang melepas seorang pencuri sebab karen lapar. dan saya persilahkan orang tersebut meneruskan sewanya sampe tahun yan udah ia bayar. saya beli. sampe saya dan beliau. urusannya ke saya (ke pesantren). bersamasama pemilik awalnya. rumah dia pribadi. Dia tidak keberatan keluar. Kalau istri sehat sih. tanpa memoton biaya beli rumah itu. Dalam keadaan masih kurang enak badan. dan si pencuri berjanji akan bertaubat. ada bagian rumah yang dikontrakkan. Begitu bangun. ga apa-apa. Alhamdulillah. saya shalat 2 raka’at dengan tenang. Mengatur kehidupan ini dengan lembut. Haafidz nangis. Jadi saya punya waktu sampe jam 07. saya berinisiatif memanggil semuanya. Tapi masya Allah. Ternyata si enyewa ini sudah sewa selama dua tahun. rumah ini ada dua. Jadi. . kami punya bayi baru. *** Saya tidur dengan meniatkan meneruskan menulis KuliahOnline pas bangun malam. tidak boleh kita melamarnya dan tidak boleh s erempuan (atau keluarga perempuan) menerima lamaran orang lain. beliau bangu yusuin Haafidz. Satu. bayi kami ini nangis. Saya puny waktu yang cukup. Aman dah. Pesantren mengembalikan uang sewanya itu. Menjelang tidurnya. Dan saya pun menyatakan aka memberi kesempatan untuk terus melanjutkan sewaannya itu kalo dia suka. Tapi seinga aya. saya mengajak ngobrol si pengontrak ini. ada mufakat. asal diganti utuh uan ewanya. say mijitin pundak dan kepala beliau. Ini keadaannya kurang sehat. Lagi-lagi ada kendala. Alhamdulillah. Juga bua pembina/asaatidz. Jarak tempuh dari pesantren sampe ke UIN Syari Hidayatullah Ciputat. Bukannya apa-apa. Istri say ang semalam ini datang haidhnya. Selanjutnya.3 untuk nulis. Kasihan sama istri kal sampe Hafidz. ketika muncul masalah di rumah yang satunya lagi. rumah kontrakan yang dikontrak (bukan yang dibeli). Kebetulan. he he he. Sebab ujian itu jam 9 pagi. Saya tidak shalat di luar kamar. bangun. Begitulah keagungan Islam. Maka kemudian. kalo dia betah. Di dalam hukum tunangan saja ika kita tahu seorang perempuan sudah dilamar. Saya beritahu bahw umah ini sudah dibeli. Sampe clear segala urusan Sampe segitunya Islam mengatur. tertidur. Persis selesai shalat. Saya panggillah si pemilik rumah. D alam rumah pribadi dia pun (yang saya beli). Rada khawatir juga. dan satu yang saya kontrak. Semalam istri saya kurang sehat. saya tidak jadi lagi megang komputer. sekitar satu setengah jam. jaga-jaga kenapa-napa. Emang luar biasa para istri nih. Alhamdulillah. rumah yang saya beli. saya ijin sama beliau untuk shalat malam.

saya harus menaikkan satu tulisan KuliahOnline.Saya kemudian memilih tidak menutup witir dulu Saya dekati Haafidz untuk kemudian saya ambil alih. Terima kasih ya Allah. Memang saya sesekali megang komputer sambil megang Haafidz. Apalagi. Judulnya: Bintang: We Are Not Game Over Yet. Saya sudah membacanya ulang Alhamdulillah. Tapi. Lah koq ndilalahnya. maka gunakanlah pembelajaran ini sebagai modal memotivasi orang juga. sudah lengkap. Haafidz nangis lagi. Eh. Amin. Biar gimana. saya kasih tahu Haafidz da stri. Dan karena tidak semu rang bermasalah. Barangkali kepencet-pencet utsnya. Untu jaga-jaga lagi. Tema nya ini tulisan. Yah aya angggap ini kebetulan yang menyenangkan. ka lebih penting anak ya. saya shalat shubuh Lagi-lagi saya minta maaf sama Allah. saat itu (saat tulisan ini dibuat. sungguh isinya amat berkesuaian. Tapi kejeda terus… Alhamdulillah. 29 Oktober 2008. di layar saya. Insya Allah pelajaran ini sebaga ersiapan adanya andai hidup kita . dan saya dapat menulis lagi. Tulisan ini dimaksudkan sebagai motivasi buat yang sedang bermasalah. he he he. materi kuliah bisa diupload. entah pegimana ceritanya. Alhamdulillah. Saya menunjukkan sat ua hal di layar komputer sama Haafidz meski saya tahu Haafidz pasti belum ngerti apa-apa. Ya saya memilih menggendong Haafidz ulu. sama dengan yang mau say tulis. hari ini. Meski yang saya upload in ukan materi baru. Tulisan berjudul “Bintang: We Are Not Game Over Yet” ini bertutur tentang perjalanan seorang ana manusia yang kembali kepada Allah. tulisan ini muncu Dan tulisan ini. Neger ni butuh banyak motivasi. yang diawali dengan ikhtiar untuk kembali kepada Allah dan mencari Allah. Peserta KuliahOnline yang dirahmati Allah. Komputer sudah saya nyalakan sedari bangun awa Mau langsung ngebut. In dalah rangkaian perjalanan tauhid dari yang saya pelajari. menidurkannya lagi sambil saya ngajiin sebisa saya. saya itu niatnya mau nulis tentang tematema kedekata iri kepada Allah. Setelah Haafidz tenang. ketimbang situ-situ. Mudah-mudahan Allah memaklumi. emang dia sesuai dengan yang saya inginkan. malah muncul tulisan lama saya di sat ahunan yang lalu. habis shalat shubuh. Maaf ya. bisa di atas dan bisa di bawah. saya senangkan hati. Saat akan nulis itu. begitu saya bilang di tulisan ini. Saya tinggal memberi pengantar saja kepada saudara-saudara semua. kita-kita ini adalah manusia manusia yang bisa jatuh bangun. Dua-duanya paham. Haafidz pun dengan tenang tidur lagi. bahwa sebelum jalan ke kampus. alhamdulillah. Saya mengisahkan kisah ini. udah mah ga witir. saya pun memilih shalat di kamar. web admin) sedang ada pertemuan internal pesantren ketika saya mengumumkan akan memperbanya waktu di pondok (cut-off jadual ceramah) dan mulai merilis kuliah wisatahati. Amin. Engkau berkena memberikan kemudahan bagi saya. Barangkali ini “hadiah” Allah buat saya.

berbilang 4 semeste aya tidak daftar ulang kala itu. sebentar lagi. janganlah kita berlari. Ya. asal Allah sediakan jalan keluarnya. terkadang membiarkan kejadian-kejadian buruk menimp kita. Dan sala atu cara efektif untuk menyelesaikan semua kesulitan adalah justru dengan menghadapinya. Sebelum kejadian. Sambutlah ombak itu sebagai perjalanan kemenangan. Berlari dari urusan-urusan yang membebani pundak. 29 Oktober 2008. untuk menghadapi saja itu persoalan yang dihadapi. Ini justru untuk memangka erjalanan waktu dan tidak menyia-nyiakan masa depan. kelak kita justru akan berada di atas ombak. dengan penuh ketenangan da ersiapan tentunya. Banyak hal yang saat itu kocar-kacir karena menjadi the looser. Saya ingat. Mudah-mudahan kita mampu menemukan egala hikmah kejadian hidup. Ketik mbak datang. saya akan ujian akhir. Tahun 1999 saya di-DO. saya kemudian memotivasi kawan-kawan yang sedan ermasalah. Pagi ini. da menenggelamkan kita di lautan. he he he. kandas Karena saat itu saya sedang lari sana lari sini. Ga kebayang kalo saya akhirnya bisa sampe Ujian Akhir. Amin. Biarlah ia ada.betul-betul sedang bermasalah. Khususnya. menarik kita. Dan Allah ebagai Pemilik Kehidupan ini. Jadila emenang! Be a winner! Ketika kita sanggup menyambut ombak itu. Berdasarkan pengalaman itu. 1997 saya masih sempat KKN an sudah menulis satu bab mukaddimah untuk skripsi. sebagaimana say atakan di atas. untuk sesuatu maksud di kemudian harinya. dan diberikan kekuatan serta kesabaran menghadapi semu ujian hidup ini. *** Masalah hidup itu sunnatullah. Mudah-mudahan Peserta KuliahOnline bisa memetik hikmahnya. masalah yang tidak mampu kita tangani. saya aka egera menutup komputer untuk segera bersiap-siap ke kampus untuk ujian. Semua kesulitan harus diakhiri. Mohon doanya ya. Salah satunya ya perkuliahan Berantakan. Saat itu saya termasuk yang lari sana lari sini. sebelum sidang skripsi. Akhirnya saya menyerah di balik . kalau dhitung dari 1997. hari ini. Saya mengingat sekali peristiwa ini. Tapi cita-cita menyelesaikan S-1. dan bisa mengendalikan ombak itu Itulah kesejatian menghadapi masalah. Sebab ombak itu justru akan menyeret kita. Tentu saja kita meminta kepad Allah supaya hidup kita terhindar dari masalah.

Say melihat bahwa kuliah saya berantakan. hingga tertahan d kamar sempit”. begitu katanya. Beliau melihat saya. y saya songsong. “Ada perlu apa? Silahkan”. Alih-alih dapat rekomendasi. Tentu tidak ada yan harus saya sesali. Bekal yang benar. Sekian waktu saya kumpulkan energi lagi. Barangkali beliau bingung. Datar. Khaeruddin. Dalam perjalanan 2 tahun itu. Ribet saya jawabnya. akhirnya ketika saya dapati. saya malah di-DO. Alhamdulillah. mulai dari lari sana lari sini. “Saya minta rekomendasi Bapak. Bekal saya meski boleh dibilang hanya tauhid kepada Allah. Di antara secuplik kisah. Saat itulah beliau nanya lagi: “Kenapa mint rekomendasi?”.sel. begitu saya bilang ketika sudah berhadapan dengannya. “Pak. tapi juga tinggi besar orangnya. Sebab terlalu panjang. ada satu cerita nih. Hanya. Saya memilih percaya sama Allah ketimbang percaya pada nasib. yang saat itu menjabat Pembantu Rektor. Drs. itu buku belum terbit. Ia mampu memotivasi banyak hal dalam kehidupan saya. Saya utarakan ke beliau bahwa saya ingi uliah lagi. Refleksi kisah selama 2 tahun itu saya tulis di Buku Wisatahati Mencari Tuhan Yang Hilang. Saya ngadep beliau yang buka saja tinggi jabatannya di kampus. Ingin menyelesaikan kuliah. 2 tahun aya menjalani hidup yang jauh dari matahari. banyak yang termakan. tapi tajem. akhirnya memang saya “kalah”. “Saya tidak daftar ulang 4 semester Pak”. Ketika saya mencoba menata kembali hidup saya. di tahun 1999. We Are Not Game Over Yet. . saya ijin menghadap Bapak…”. Oh… Kalau begitu. Bahwa insya Allah hidup ini belum akan berakhir. Yang begini ini nih. itu salah Anda…”. supaya saya bisa daftar ulang…”. Tapi saya kalah hanya untu ementara waktu. Ahma Sukardja. saya disarankan naik langsung ke DR. Ya say sadar. Say uju DP saya. Saya pun bismillah melangkahkan kaki ke kampus lagi. tapi ini merupakan bekal sebekal-bekalnya bekal. SH. tapi dalem. Bekal saya adalah keyakinan. Saat itu say benar-benar ga bisa jawab. ini ada mahasiswa kecil banget. Datar. Dari beliau. salah saya. Saya yang datang dengan bekal sangat minim. Dosen Pembimbing saya. “Kenapa emangnya…?” Saat saat itu ga bisa jawab. he he he. Saya serahkan semua urusan kepada Allah saja. Berharap dapat rekomendasi. Makanya saya minta maaf dan minta bantuan beliau. ada spirit yang sama di tulisan yang menjadi modu utama KuliahOnline hari ini: Bintang. d ruangannya. Bahwa Allah itu Sangat Kuasa terhadap hidup saya dan jalan hidup saya. berkeinginan seka memenangkan hidup ini.

Mudahmudahan da Kamu lulus”. Subhaanallaah. sama Kamu. mirip-mirip nanti kisah Bintang yang dikisahkan sebentar lagi. Anda yan eluar. Cukup lama saya termenung. saya pernah memesan satu stelan jas. Kata beliau. di-DO itu berat sekali. bahwa nanti jas ini akan dipakai saat wisuda dan nikah nanti. 1992. kenyataannya malah di-DO. Saat itu. dua-duanya ini tidak. istri dari ayah asuh saya. Saya keluar dari ruangan beliau. ketika saya tapaki lagi. Suda mah saya memberinya “malu”. Bagi saya saat itu. Ibu saya. atau menjad Kepala KUA (he he he). saya mendapatkan spirit baru. Supaya Kamu lulus ujian masuk IAIN atau UI. Apalagi kemudian orang-orang tua say . Sesuai kadarnya. Saya menghadap aka meneruskan kuliah lagi. Susah payah saya pupuk spirit saya. Secuplik kisah ini. Saya merasa. Saya katakan dengan senangnya ke beliau eliau. Ibu saya pernah menunjuk k sepupu-sepupu saya. terulang lagi. Artinya. pun nanya pertanyaan yang sama. kandas. ayah suh itu berangkat menjadi pembimbing haji. anak ke-5) sama-sama lulus SMA tahun ini. ke hal-hal yang menambah surut dan melemah keyakina dan semangat saya: Ayah asuh saya. Saya mendadak merefleksikan ke belakang. Ka Adi (ana eliau yang sepantaran dengan saya. Saya mengingat. di tahun 199 kalau tidak salah. sekarang malah lengkap dengan saya di-DO.Belum sempat saya minta maaf. dan bahkan barangkali menyesal sudah mengasuh saya yang mala memberinya kehinaan. atau saya yang bukakan…?”. ibu saya ini juga kebayang-kebayang di kepala saya. Bukan apa-apa. Saudara-saudaraku. bahwa dipenjar dalah berakhirnya segala mimpi. salah satunya d urusan kuliah. dan saya malah clea di-DO. Lagi-lagi datar. Kemudian bermimpi akan segera ikut sekolah calon hakim. setiap orang masalah dan bebannya berbeda-beda. Teringat kalimat beliau: “Suf. adalah Kamu. yang dimaksudkan dengan didoakan. Saya tidak sanggup menghidupka motor yang saya sewa dari tukang ojek saat itu. sedang saya belum? Ib Noni. “Pintu keluar di sebelah sana. Tapi yang kelua ntuk didoakan. Ja ni tidak saya pakai di dua peristiwa yang disebut. Kebayang kan sekarang saya mengecewakannya. adalah didoakan di Multazam. Kalimat itu begitu jelas buat saya. ayah punya anak kandung 7. Kelak. beliau sudah meneruskan. Seakan ini sama saja menguatkan pikiran buruk saya. Saya bingung mau ngapain. koq yang lain udah pada selesai kuliahnya. yang sedari kecil saya diasuhnya: KH. Sanusi Hasan. Saya tidak mau kecelakaan seba saya banyak bengongnya ketika di atas motor. Bagaimana saya mengatakan ha ini kepada beliau. ini yang melemahkan saya. jadi 8. tiba-tiba muncul di kepal aya. Wuah. ya saya tidak dapat rekomendasi itu. Sekarang setelah saya keluar.

sedih rasanya saat itu. ayah asuh saya. bahwa kebahagiaan buat hatinya adalah manakala melahirkan dan membesarkan seorang nak. Wuih. ya sulit untu angun lagi. Subhaanallaah. Nanti bikin aja sendiri perguruan tingginya. # Saya banting stir ingat satu kumpulan tulisan saya.mengatakan. Saya memilih bermimp ahwa ibu saya. Allah kasih saya kesejukan hati. Alhamdulillah. Tapi ya buat saya saat itu lebih baik demikian. sehingga beliau pasti akan senang. Sebab bukankah cita-cita mereka . Say atakan kepada diri saya. Begitu kata say memotivasi. Saya katakan kepada diri saya. Saya akan mengatakan kepada keluarga saya bukan saya di-DO. Kan kata orang lebih baik makan singkong beneran daripada mimp makan keju. Dan kebetulan ayah asuh saya mencintai dunia tuli menulis. benar-benar menghantui. tapi di acar eresmian perguruan tinggi saya. bahwa kalau sudah gagal. daripada makan singkon eneran juga engga. Syukur-syukur kan jadi perguruan tinggi. saya mencoba bangun angkit. dan saya mau katakan kepada ibu saya. Saya pelan-pelan memberikan kontribusi pemikiran dan perasaan kepada diri saya sendir Yang kali ini datangnya dari arah-arah dan hal-hal yang positif: Ga apa-apa gagal diwisuda. lebih baik bermimpi makan keju. Kalau saya sudah selesai kuliah. bahwa saya akan mendirikan pesantren saja. Kelak. tapi saya akan bilang ke mereka ahwa saya akan banting setir untuk jadi penulis. Pokoknya saya akan bercerita tentang “dream”. Entah darimana datangnya. satu impian yang membuat saya bisa tersenyum da melambung tinggi. bahwa barangkali Allah telah memilih jalan hidup yang bukan jalan hidup orang kuliahan. Buat saya pribadi. memang perguruan tinggi yang dimaksud ini berdiri. ayah saya yah asuh saya. daripada cerita tentan kegagalan. web admin) dan kemudia menikahkannya. keluarga saya. Tentu mereka aka ahagia dan mendukung. belum tentu sempat merampungkannya Saya mau nerusin saja hafalan al Qur’an saya. Kalau sudah pernah salah jadi orang. benarlah orang-orang itu semua. # Saya mau mengatakan kepada keluarga saya. keluarga saya. dan emudian insya Allah akan mengembangkannya menjadi programprogram diploma. bahwa saya akan mendirikan kursus ini kursus itu. Pikiran-pikiran bahwa saya sudah salah memompa motivasi diri. ya seumur-umur akan menanggung kesalahan itu Dan masih banyak lagi pikiran-pikiran buruk menghantui. menyekolahkannya hingga selesai kuliah (wisuda maksudnya. he he he. Saya disuruh-Nya merampungkan tulisan yang kalau saya kuliah lagi. yakni menikahkan. maka “tinggal selangkah lagi” dah urusan orang tua. bukan datang di acar wisuda saya.

Mansur. Saya doakan semuanya dalam keadaan diampuni. Toh royaltinya udah saya edekahkan ke pesantren. Sampe tgl 15 November. Amin. Jelajahi juga Qur’annya ya. Saudara boleh tidak suka dengan saya. Kepentingan saya mah udah bukan lagi kepentingan bisnis. *** Bintang . he he he. Jadi. atas semua hal. begitulah saya berkomunikasi dengan diri saya. dijag dan diberkahi Allah hidupnya. Carilah buku-buku ini di toko-toko buku terdekat di kota Anda. We are not game over yet. Supaya dapat A+. ada banyak ayat-ayat al Qur’an yang berserakan. baca-baca lagi buku ini. memberikan energ yang positif kepada diri saya sendiri. Bilamana perlu. dan di tulisan-tulisan di buku Mencari Tuhan Yang Hilang. ika berkenan. He he he. Doakan saya yang hari in ikut ujian di kampus. selamat mengikuti perkuliahan hari ini. dan mengatakan. Sebab tanggung nih. Di tulisan berikut ini. saya merekomendasikan membaca buku The Miracle. kenapa semena-mena sih ngasih kuliahnya? He he he. Alaa kulli haal. terdengar seperti promos ya? Ya biar saja. Dan masih banyak lagi. Mudah-mudahan dijed bukan berarti berhenti belajar. Tapi saya ingin meminta kepada Saudara semua membaca minimal buku saya yang berjudul Wisatahati Mencari Tuhan Yang Hilang. Kita punya hidup belumlah berakhir.semua adalah saya menjadi penerus buyu saya? KHM. saudara-saudaraku sekalian. Waba’du. Udah kejeda hampir 10 tahun. Oh ya. itu sama saja denga bersedekah ke pesantren. Coba sampe tgl 15 November ke depan. ya belikan orang-orang terdekat Saudara. sebagai basis penganta segala kuliah di KuliahOnline ini. saya mau menjeda lagi nih perkuliahan. Ok. ini bersesuaian dengan tulisan berikut yang disertakan ini. baca lagi ya. Pelan-pelan. Bag ang mengaku sudah baca. Yah. Atau kenapa males sih? Maaf ya. saudara-saudara yang membeli buku saya ini. Bukan males. makasih ya.

Assalaamu’alaikum warohmatuwloohi wabarokaatuh. 51 Qs. Bersama-Nya. at Tahriim: 8 Qs. az Zumar: 8. Hidup kita belumlah berakhir. al Hadiid: 6 Qs. an Naml: 62 Qs.We Are Not Game Over Yet Kajian Utama: Qs. 141-142. Apapun yang terjadi. bahwa Allah akan membantu perjuangan kita memperbaiki hidup kita. bukan berapa buruknya masa lalu kita. al Fajr: 21-30 Kajian Hadits: Disesuaikan. Bangun. kehidupan tidak berakhir di sini. terjadilah. Awloohumma shalli ’alaa sayyidinaa Muhammadin wa ’alaa aalihi washohbihii ajma’iin walhamdulillaahi robbil ’aalamiin. 185 Qs. as Sajdah: 21 Qs. al Fath: 4 Qs. Kajian Doa: Disesuaikan. itu tanda bahwa Allah masih memberi kita kesempatan mengubah apa yang mau kita ubah. . Aali Imraan: 26. Tapi yang menjadi masalah buat kita. Dan yang menjadi masalah. Bangkit! Sesuatu yang terjadi. adalah seberapa indah masa depan yang akan kita bangun. Bertaruhlah. Sekarang Saatnya Kembali Kepada Allah. Selama kita masih hidup. Termasuk memperbaiki segala kesalahan kita di dunia ini. ath Thalaaq: 3-5 Qs. Ubah masa lalu dengan menatap masa depan. Kehidupan akan terus berlangsung. Kalau kita memang masih hidup. Bersama Allah Yang Maha Mengubah Keadaan.

. Jangan sampai terjadi de-motivasi di bangsa kita. yang sudah saya tuangkan di dalam buku-buku saya. semestinya mengantarkan ”para penikmatnya” untuk kembali kepada Allah.. Berterima kasih diberi-Nya masalah. dan carilah Tuhan selain diri-Ku.” (Hadits Qudsi). Masalah hidup. Jamaah yang dicintai Allah.. permasalahan hidup kalo dinikmati. Makanya. kesalahannya... falyakhruj min tahti samaa-ii. Perjalanan waktu mengajarkan saya sebuah hikmah yang luar biasa. dan tidak bersabar di setiap ujian-Ku. Syukur. kealpaannya. Banyak orang orang yang kehilangan motivasi dan spirit dalam menjalani hidup ini. sisi spiritual saya ”lebih hidup”.. keluarlah dari langit-Ku. hidup enak.... Dengan masalah.. Ikhlas.Tidak Ada Yang Tidak Mungkin Bagi Allah. Lalu Allah beri masalah. wal yathlub robban siwaa-ii. Kalau kita lihat sekeliling kita. wa lam yashbir ’alaa balaa-ii. Banyak yang sesat justru ketika mereka tidak bermasalah.. Asal syaratnya: Sabar. apalagi di diri kita. Saya diajarkan oleh kehidupan ini: Berterimakasihlah sebab kita diberi masalah. Sebagiannya sebab mereka menghadapi masalah hidup yang harusnya tidak menjadikan mereka lemah. di antaranya Mencari Tuhan Yang Hilang. kita akan menjadi belajar. harusnya. nyaman.. Koq saya menyebutnya para penikmatnya? Ya.. apakah belum tiba saatnya bagi orang-orang yang beriman untuk membuat hati mereka tunduk mengingat Allah? Dan untuk tunduk terhadap apa-apa yang diturunkan dari kebenaran al Qur’an?” (Qs. ya dinikmati. dan karunia Allah biasanya akan datang lebih banyak lagi ketika sebelum bermasalah. cukup banyak orang-orang yang putus asa di negeri ini. Saya pribadi. Sebab kita akan menjadi kuat.. malah menyenangkan. ”Alam ya-ni lilladziina aamanuu an takhsya-a quluubuhum li dzikrillaahi wa maa nazala minal haqqi. ”Wa mal lam yasykur ’alaa na’maa-ii. benar-benar thanks to Allah. Dan berterimakasihlah diberi masalah oleh Allah. hingga mereka ingat kelalaiannya. siapa yang tidak bersyukur atas nikmat-Ku. al Hadiid: 16). dan tidak ridha atas Ketetapan-Ku... wa lam yardhoo bi qodhoo-ii.. tiada rintangan. setelah sebelumnya ”tidak terlalu . Kita harus ambil bahagian sebagai orang-orang yang bisa memotivasi bangsa ini dan diri kita sendiri..

dengan Allah anugerahkan masalah. bahwa tidak ada kata terlambat untuk memohon bantuan dan pertolongan Allah. begitu saya sering bertutur. Itu semua adalah buah dari perjalanan masalah yang orang-orang lebih sering mengeluhkannya ketimbang mensyukurinya. Kisah Bintang ini sudah memotivasi diri saya sendiri. andai kita masih diberi-Nya karunia untuk hidup. We’re not game over yet. kisah yang menjadi pembelajaran di dalam Pengantar Kuliah Wisatahati ini. Padahal hidupnya sendiri bermasalah. mudah-mudahan berhasil membangun Motivasi & Spirit kita semua yang mengikutinya. tapi juga senang dan selamat di negeri akhir. banyak di antara kita yang barangkali sedang tidak bermasalah. Terutama saya mengisahkan kisah Bintang ini sebagai pelajaran buat saya. Allah menghadiahkan bisnis yang halal buat saya. untuk segera bertaubat. maka kata-kata tersebut tidak berlaku untuk Allah. Artinya. Maka mudah-mudahan kisah ini menjadi pelajaran agar betul-betul selamat kita sebab menjadi orang-orang yang senantiasa ingat dan mau terus memperbaiki diri. Perjalanan masalah saya pribadi. tapi ternyata sebab Allah belum menjatuhkan keputusan-Nya. Allah teramat Kuasa. Alhamdulillah kalo begitu mah. seraya memohon ampun dan melayangkan doa kepada-Nya. Tapi jangan sampai ternyata keadaannya itu bukanlah keadaan yang sesungguhnya. . Dan saya mengisahkan kisah Bintang. melahirkan modul-modul Kuliah Wisatahati ini. Sementara itu. untuk mengajarkan kepada diri saya. Allah hadiahkan jalan dakwah buat saya. Agar bukan saja hidup kita senang dan selamat di dunia ini. Jika ada sesuatu yang kita sebut tidak mungkin. Bagi merekamereka yang bermasalah.hidup” untuk tidak mengatakan sudah ”separuh mati”. hidupnya sih memang tidak bermasalah. dan Allah berikan saya keluarga dan jamaah yang menyenangkan. betullah kenyataan yang saya saat ini nikmati. kehidupan baru justru baru saja mereka mulai! Ada kekuatan di balik permasalahan yang Allah hidangkan dalam hidup kita. Bintang: Perjalanan Kehidupan Berbuah Hikmah Kisah Bintang. dan perjalanan masalah-masalah para jamaah yang datang konseling ke majelis Wisatahati. yang kemudian dijadikan judul dari bahagian modul perkuliahan Wisatahati. kadang tanpa mereka sadari. bahwa hidup belumlah berakhir seperti yang kita bayangkan. Bahkan. Dan bisa dibilang Majelis Wisatahati dan Kuliah Wisatahati pun berawal dari masalah.

Doa ini diberi ibu saya ketika saya dilihatnya sedang menangisi hidup ini. bahwa hidup masih bisa diperbaiki. Doa ini sangat membantu saya. lalu diseru kembali kepada Allah. Hadiah Dari Ibu. Jamaah yang dicintai Allah. Saya menyayangi Anda semua. Siapa tahu di antara Anda ada yang membutuhkan doa ini. Kusebut asma-Mu. Yaa Awlooh. bahwa jika masih senang mencari rizki haram. Seolah kita tiada iman yang mengajarkan bahwa Allah lah Yang Memberi Rizki hingga menyebabkan kita ”putus asa”.. Termasuk membuka kesempatan bagi diri kita untuk memperbaiki diri dan membuka harapan di tengah keputusasaan kita. untuk istriku dan . dengar. Allah sudah mengampuni segala dosa.. Sebab siapa tahu. dan mencari rizki bukan dari jalannya Allah. kita-kita yang tidak bermasalah inilah sesungguhnya yang lebih membutuhkan nasihat ini. Doa yang diajarkan oleh ibu saya. serta urusan masih bisa dan insya Allah bisa diselesaikan. pintu ampunan-Mu. Termasuk pula kumohonkan agar Engkau membukakan pintu maaf-Mu. Kalau perlu. masih merasa harus menempuh cara-cara yang tidak disukai Allah dalam mencari rizki. merasa susah dan sempit nafas oleh sesaknya persoalan dunia yang harusnya tidak menyesakkan batin. Yaa Fattaahu.Sedikit saya mengingatkan diri saya. Kepengen sekali di saat berakhirnya hidup. ketimbang mereka yang bermasalah. Di setiap penulisan buku. di setiap kajian agama. sebelum saya kisahkan kisah Bintang. sami’naa wa atho’naa. Di tengah kehidupan yang banyak permasalahan dan keinginan. itu tandanya diri berada dalam keputusasaan juga. dan taati. perhatikan. saya usahakan saya sendiri ikut belajar. Do’a Kesayangan Saya. Mohammad Mansur Kampung Sawah Jembatan Lima. Saya teringat doa ini sebab saya mengingat Anda jamaah sekalian. Membuka apa saja. harus senantiasa disuarakan terus oleh siapa saja. Yang Maha Membuka. terima. untuk orang-orang tuaku. untukku. isyu tentang ”Kembali Kepada Allah”. Untuk Mengubah Keadaan Jamaah sekalian.. Dan bila diri kita sedang tidak bermasalah. Ibu Humrif’ah Binti Hajjah Rafi’ah Binti KH.. saya mengingat doa berikut ini. agar Engkau membukakan segala pintu yang bersesuaian untukku. sebagaimana ketika ibu saya menghampiri saya dan menuliskan doa ini untuk saya: Awloohumma yaa Fattaahu. atau bahkan di tengah kemungkinan-kemungkinan yang mungkin saja terjadi. dan ketika merumuskan modul-modul perkuliahan Wisatahati. Kasihan diri kita kalau sampe jauh dari Allah. di setiap penuturan kisah-kisah hikmah. Sebab diri ini belumlah selesai perjalanan hidupnya.

Cahaya Lampu Yang Melemah Baiklah jamaah sekalian. Bintang merasa hidupnya akan segera game over. untuk anak-anakku dan keturunan-keturunannya. atau malah ia merasa ia ingin saja segera mengakhiri hidupnya. adalah seorang laki-laki. Ia pakai nama kawannya untuk pinjaman ke bank. Saya mulakan sedikit kisah tentang Bintang ini. 40 tahunan. tamat. Ia jual tanah orang tuanya. Saya bacakan salah satu doa kesayangan saya ini.. dan untuk segenap orang-orang yang kucintai. 30… . rasa takut. Biasa. tidak punya harapan. agar juga menjadi doa yang mengiringi ta’lim kita. Ubah keadaan kami yaa Awlooh. Bintang. Wahai Yang Maha Memberikanku rizki.. Yaa Muhawwilal haali. Sungguh lemah.. tapi lemah. Ia pinjam surat kendaraan besannya. Deretan ini menambah lemah Bintang. Ibarat lampu digital. kepada keadaan yang lebih baik lagi. Hawwil haalanaa ilaa ahsanil haali. seorang ayah. beban kehidupan memang bisa membuat seseorang kepengen saja rasanya mengakhiri hidupnya. Demikianlah jamaah sekalian. yang kepayahan ekonomi dan rumah tangganya. keluarga kita. Senantiasa kita mohonkan ridho dari Allah di segala langkah kita. Bintang merasa hidupnya semakin gelap dan tidak menentu. melekat di hati dan di pikiran. Rasa malu. dan anak-anak keturunan kita. dan masih banyak lagi kekhawatiran-kekhawatiran akan keburukan demi keburukan. seakan menjadi jawaban yang menyelesaikan semua perkara dunia. Orang-orang seperti Bintang seakan-akan tegar. untuk keluargaku. 50. Mengalir pahala dan kebaikannya untuk kita. cahayanya melemah. hina. Bunuh diri.orang tuanya. 100. 90. 80. Para tetangga yang tidak bisa ia kembalikan dananya. Ya. Yaa Rozzaaqu. 40. sebut saja begitu. Wahai Yang Maha Mengubah Keadaan. 70… terus turun… 60. Dia di ambang perasaan bahwa hidupnya akan segera berakhir. Ia jaminkan rumah mertuanya. dan memohon agar segala aktifitas kita dicatatNya sebagai amal saleh dan ibadah untuk-Nya. Dan bertambah lemah apabila ia mengingat keburukannya menghantam kanan kirinya.

berdoalah. dsb. Manusia belum tentu mau membantu. dan DIA akan menolong siapa yang meminta pertolonganNya”. komplit. Kita-kita. Jelas itu adalah sederetan kalimat-kalimat lemah yang ia suarakan sendiri sehingga seakanakan hidupnya betul-betul sudah tidak memiliki kemampuan apa-apa. Wajar juga kalo Bintang merasa dirinya bakal game over. apalagi kalau kita mengadu pada Allah. terus saja ia mengipasi diri kita. Bintang meyakinkan dirinya. Kita mengadu pada manusia saja yang kita anggap bisa membantu. sulit berjodoh. -Rumah mertuanya bakal disita. DIA akan mengabulkan siapa yang berdoa. ga akan punya jodoh. Tapi kalau Allah sudah pasti mau membantu. Berikut ini suara-suara di dalam hati dan pikirannya: -Tidak akan bangkit. nasibnya jelek. insya Allah sudah akan membahagiakan hati. Pun payah meyakini Kekuasaan Allah. -Keikhlasan orang tuanya menyediakan tanahnya untuk dijual. sia-sia. -Akan game over Itulah suara yang menang. yang ia biarkan muncul menguasai dirinya. Buat yang . -Tidak akan sanggup membayar hutang. Wuah. dan akan segera berkahir! Belum lagi tambahan dari terbayangnya wajah-wajah seram para penagih. dengan ragam persoalan hidup kita masing-masing. Yang belum berjodoh. benarkah? Benarkah nasihat kawannya ini? Benarkah Allah akan membantunya bila ia berdoa? Apa iya dia yang merasa dosanya banyak. Kita pun belum tentu kuat jika berada di dalam posisi Bintang. Salah seorang kawannya menasihati dia tentang kekuatan doa: “Bintang.Berdoa Untuk Ketentraman Hati Berdoa Untuk Ketenangan Hati Di posisi cahaya tinggal 30 ini Bintang ”berkenalan” dengan Doa. Sebab Allah sendiri yang menjanjikan. lalu doanya akan didengar Allah? Bintang rupanya termasuk orang-orang yang payah dalam meyakini kekuatan doa. Yang dihitungnya selalu hitung-hitungan matematis manusia. Berdoa bisa mengubah segalanya. kadang suara putus asa pun muncul dari dalam diri kita. Minimal doa akan menentramkan hati. wajahwajah memelasnya para istri dari orang-orang yang namanya ia pakai untuk meminjam ke bank.

sudah nasib saya ga punya rumah. terhadap persoalan berat yang kita hadapi. Bila kita pelihara suara-suara melemahkan ini. jangan ngimpi punya rumah. mending mati saja daripada ngerepotin. Yaasiin: 82). kudu ada ijazah. insya Allah DIA akan mengurus permasalahan-permasalahan kita. hingga berujung pada putus asa. sebab udah lebih dari 8 tahun sih. Memberikan taufik dan hidayahNya. Berdoa berarti percaya kepada Yang Kuasa. (QS. “Innahuu ‘alaa kulli syai-in qodiir. sulit dapat pekerjaan. Dan terjadi bukan karena apa yang diusahakan manusia. Di posisi seperti inilah Bintang berkenalan dengan doa. ‘Aali Imraan: 26). dsb. mandul.. tidak akan sembuh. sulit sembuh. Yang belum kerja. sulit kalau tidak ada kenalan orang dalem. Yang belum punya anak. Berkenalan dengan Kuasa dan Kebesaran Allah. Allah Sanggup Mengatasinya. bahwa Allah itu ADA. Lemah tak berdaya. sulit kalo ga ada gaji gede mah. Kalau kita memasrahkan kepada Yang Kuasa... cukup bagi-Nya mengatakan Kun. niscaya hidup kita akan semakin lemah saja. Bintang benar. Lawan dengan keyakinan dan doa.berpenyakitan. niscaya Allah yang akan mencukupkannya. ga mungkin punya rumah. ath Thalaaq: 3). Dan barangsiapa yang memasrahkan urusannya kepada Allah. Terjadi bukan karena apa yang dipikirkan. kalau Allah sudah berkenan. sulit kalo ga pake pelicin. jangan biarkan suara ini muncul.” (Qs. Tidak peduli Seberapa Besarnya Masalah Kita. Allah membuat perjalanan waktu kemudian ikut juga mengajarkan.” (Qs. Lawan. sesungguhnya DIA Maha Kuasa atas segala sesuatu”. Yang belum punya rumah. Jadi. Wa mayyatawakkal ’alawloohi fahuwa hasbuh. ga bakalan bisa. bahwa DIA tidak memiliki batas. dsb. dsb. Bintang mau meyakini. ”. Maka. Fayakuun. ga bakalan sembuh... Tapi terjadi karena Allah menghendaki itu terjadi. Dan bukankah Allah sendiri yang bilang. maka jadilah. Lawan dengan iman dan semangat. sehingga berangsur-angsur Bintang percaya dengan kekuatan doa dan percaya akan Kuasa Allah. Dan memang Allah jugalah yang menancapkan keimanan ke dalam hati hamba-hamba-Nya yang lemah. dsb. maka segala sesuatu bisa saja terjadi. turunan susah ya susah. Dan Bintang mau mencoba meyakinkan dirinya sendiri. ”Innamaa amruhuu idzaa arooda syai-an ay yaquula lahuu kun fayakuun. Sesungguhnya urusan-Nya jika DIA menghendaki sesuatu. Jamaah yang dicintai Allah. bahwa datang kepada Allah adalah jawaban buat segala masalah yang sedang dihadapinya. kudu ada koneksi. Terjadi bukan karena perasaan manusia. ga bakalannya bisa memiliki rumah yang layak. susah dapet pekerjaan yang bener. .

(Qs. ”Huwalladzii anzalassakiinata fii quluubil mu’miniina........Bintang pun memproses permohonannya.. ”Wa may-yataqillaaha. menikmati perjalanan memelihara diri yang biasa kita sebut taqwa.. ketika manusia bertaubat.. dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah. Innawlooha baalighu amrihi.... Lihatlah janji Allah berikut ini yang kemudian dinikmati oleh Bintang: ”. wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasib. ath Thalaaq: 5). dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah. Bintang memulai babak baru lagi dalam hidupnya. supaya bertambah-tambah imannya. Sesiapa yang bertaqwa. al Fath: 4). dan Allah akan lipat gandakan pahala baginya. Allah berjanji akan menghapus kesalahannya. Ya. yukaffir ’anhu sayyi-aatihi. Maka benarlah kiranya ungkapan ini Cukuplah ketenangan mestinya hadir ke dalam hati mereka yang beriman dengan melihat ayat berikut ini: “Wa mayyattaqillaaha yaj’al lahuu makhrojaa.” (Qs.. fahuwa hasbuh. memprihatinkan.... Dalam pada itu.. Dialah Allah yang menurunkan ketenangan di hati orang-orang yang beriman..” (Qs. (Qs. memelihara dirinya dari apa yang Allah tidak suka... cukuplah awal untuk memperbaki kehidupan adalah dengan melakukan pertaubatan. Allah akan menjadikan kemudahan baginya di setiap urusannya. liyazdaaduu iimaanamma’a iimaanihim.. sesungguhnya Allah menguasai segala sesuatu.. qod ja’alawloohu likulli syai-in qodroo.. Allah akan hapuskan kesalahan-kesalahannya. Sesiapa yang bertawa.... Babak menikmati perjalanan doa. Allah berikan kesejukan batin yang luar biasa buat hati Bintang sehingga ia menjadi tegar menghadapi hidup ini.. wahai orang-orang yang . Wa may-yattaqillaaha... dan menikmati perjalanan pertaubatannya... Di saat situasinya memang menurut sebagian orang tidak lagi bakal selamat. Ath Thalaaq: 2-3)... dan Allah akan berikan rizki dari jalan yang tiada ia duga. yaj’allahuu mi amrihii yusroo. memperbaiki hidupnya. wa yu’dzim lahuu ajroo.. yang percaya kepada Allah.... serta menyempurnakan segala nikmat-Nya dengan ampunan-Nya. maka Allah akan mencukupkannya. ”Yaa ayyuhalladziina aamanuu. Dia mendekatkan dirinya pada Allah. keadaannya Bintang..... Tapi alhamdulillah ketenangan Allah masukkan ke dalam hatinya Bintang. ketika di awal memohon pertolongan Allah.. maka Allah akan berikan baginya jalan keluar.... wa mayyatawakkal ’alawlooh. ath Thalaaq: 4). Benarlah juga ungkapan yang mengatakan. Allah membuat segala sesuatu itu ada ukurannya”.

waghfirlanaa.. wa yaksyifussuu-a. Allah memang Maha Memberi Harapan.. Tapi tidak sedikit manusia yang susah sebab ia mengundang sendiri kesusahan itu datang ke dalam kehidupannya.... wayudkhilakum jannaatin tajrii min tahtihal anhaar...... Sesuatu yang membesarkan hatinya. pada hari di mana Allah tidak akan mempermalukan para nabi dan orang-orang yang bersamanya.. dan ampunilah kami. cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka. walladziina dzolamuu min haa-ulaa-i sayushiibuhum sayyi-aatu .. dan siapa yang menghilangkan kesusahan apabila ia berdoa kepada-Nya... mudah-mudahan Allah Tuhanmu memperbaiki segala kesalahan-kesalahanmu.?” (Qs. ’asaa robbukum ayyukaffiro ’ankum sayyi-aatikum. yaquuluuna robbanaa atmim lanaa nuuronaa. Sedikit saja harapan Allah bentangkan bagi hamba-Nya. ”Fa ashoobahum sayyi-aatu maa kasabuu...... Jamaah yang dicintai Allah. mereka berkata wahai Tuhan kami sempurnakanlah untuk kami cahaya kami. innaka ’alaa kulli syai-in qodiiir...... Bintang disergap kerinduan yang mendalam kepada Allah.... ”Ammayyujiibul mudhthorro idzaa da’aahu.. Sesuatu yang tiba-tiba saja sanggup membuat dia merasa hidupnya masih punya harapan. dan memasukkan kamu semua ke dalam surga-Nya yang mengalir di bawahnya sungai-sungai... nuuruhum yas’aa baina aydiihim wa biaymaanihim.beriman. siapa yang menghilangkan kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya..... at Tahriim: 8). tuubuu ilawloohi taubatan nashuuhaa.. Allah... Maka mereka ditimpa akibat buruk perbuatan buruk mereka sendiri. Alhamdulillah kesadaran Allah bersitkan di hatinya.. sesuatu merayap dalam hatinya Bintang. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu... Bintang termasuk yang mengundang sendiri kesusahan tersebut.... an Naml: 62). yauma laa yukhzillaahunnabiyya waladziina aamanuu ma’ahuu. Tuhan Yang Memberi Harapan Mestinya Kita Rindu Pada-Nya Setelah perkenalannya dengan doa dan Kekuasaan Allah...” (Qs. maka harapan itu akan “menghidupkannya” kembali. Ada seseorang yang mengalami kesusahan sebab Allah mempergilirkan kesusahan itu sebagai ujian hidup. bertaubatlah kamu kepada Allah dengan sebenarbenarnya pertaubatan..

Setelah Allah menceritakan tentang kehancuran ummat-ummat sebelum kita. jika Allah ada. Shalat seadanya. tidak lain agar mereka kembali. Bintang bertaubat. dan orang-orang yang zalim di antara mereka akan ditimpa akibat dari apa yang mereka usahakan. dan mereka sekali-kali tidak akan bisa melepaskan diri. dengan sikap tidak sempurna. Dan tiba-tiba saja terbentang lembaran-lembaran dari hari-hari yang sudah dia jalani. Ia mengakui bahwa sesungguhnya ia sendiri yang sudah tidak bersyukur pada-Nya. Allah sudah saya nomor sekiankan. Dan memang seharusnyalah kita kembali kepada Allah sebelum terlambat. mari kita lihat firman Allah di Surah al Fajr. Kesusahan dunia saja sudah membuat kita menjadi susah.” (Qs. Masjid. jarang ia hadiri. tanpa dia sadari. jarang dia datangi untuk shalat berjamaah. Ia bertaubat pernah tidak ikhlas menerima dirinya bisa ditipu sana ditipu sini. Dengan mantab.” begitu kata Bintang pada dirinya sendiri.. Ia bertaubat sudah pernah berburuk sangka kepada-Nya. Bintang terus melihat dirinya. apalagi nanti kesusahan akhirat. koq tidak menjaga diri-Nya? Dan membiarkan orang zalim bisa berlenggang menzalimi manusia yang lain termasuk dirinya? Dengan sebab kesadarannya. Ia bertaubat kepada Allah dari seluruh dosa yang sudah ia buat.. shalat tiada tertegak dengan baik. Akhirnya ya wajar Allah tarik segala nikmat dari-Nya. . Jamaah sekalian. az Zumar: 51). betul-betul jarang dia lakukan. Batinnya benar-benar kosong dari Allah. Bintang ikhlas dengan keadaannya. Bintang ikhlas menerima kesusahannya. wa maa hum bimu’jiziin. sudah melalaikannya dari Allah. ”Ah. mushalla. ia ambil wudhu sebagai permulaan.. dan ia tegakkan shalat sunnah taubat. Ta’lim-ta’lim. tertegak seperti orang malas. Ia bertaubat pernah mengutuk Allah. Kayaknya kesusahan saya adalah panggilan Allah bagi saya agar saya kembali pada-Nya. hingga ia hancur. Dia melihat dengan jelas.” (Qs... Tertegak qaamuu kusaalaa. Kembali Kepada Allah Bintang kembali pada Allah. Kami timpakan sebagian akibat buruk yang manusia lakukan sebelum siksaan yang sebenarnya datang. Kesuksesan sedikit yang sudah Allah berikan. dengan alasan sibuk tiada waktu. as Sajdah: 21). Ia bertaubat kepada Allah.maa kasabuu. ”Walanudziiqannahum minal ’adzaabil adnaa duunal adzaabil akbari la’allahum yarji’uun. Untuk shalat sunnah? Wuih.. Ia pun bertaubat pernah punya perasaan jelek kepada Allah: Mengapa katanya.

pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksaan-Nya. Kalau bisa. wa annaa lahudz dzikroo. bahwa doa kita semua didengar Allah.dan sebab-sebabnya.... niscaya DIA akan mendengar dan mendengar terus permohonan dan keluh kesah kita. wa jaa-a robbuka wal malaku shoffan shoffaa.. dan memperdengarkan semua keluhannya kepada Allah.. jangan sampe telat bertaubat. Demikian jugalah kita berdoa semoga kita adalah orang-orang yang bisa kembali kepada Allah.. dan datanglah Tuhanmu. dan pada hari itu teringatlah manusia akan apa-apa yang telah ia perbuat selama di dunia.. yaquulu yaa-laitanii qoddamtu lihayaatii. al Fajr: 27-30). dan dia mengatakan alangkah baiknya kiranya jika aku dahulu mengerjakan amal saleh untuk hidup yang sekarang ini. Untuk itu.. idzaa dukkatil ardhu dakkan dakkaa.. Allah mengingatkan kita untuk segera kembali kepada Allah.. Supaya kita kembali dalam keadaan yang Allah sudah ridho kepada kita: ”Yaa-ayyatuhannafsul muth-mainnah.... yaumaidziy yatadzakkarul insaanu.. akan tetapi tidaklah berguna lagi itu semua bagi manusia. wa jii-a yaumaidzim bijahannama. wadkhulii jannatii... melihat neraka pun jangan.. sedang malaikat berbaris-baris. Maka tidak bosan saya mengingat diri saya. fadkhulii fii ’ibaadii.. Bintang kemudian kembali kepada Allah. marilah jamaah semua.. Allah mengatakan seperti ini: ”Kallaa. kembalilah pada Tuhanmu dengan hati yang tenang lagi diridhai-Nya.. Itulah jamaah sekalian.... Namun.. Bila Kita Istiqamah. dan jamaah semua. ketika semua badai telah berlalu. lalu dia ingat kepada Allah. Kalau ..... Kalau kita kembali pada Allah. janganlah kita melupakan Allah lagi. Dan jamaah yang dicintai Allah.. al Fajr: 21-26). irji’ii ilaa robbiki roodhiyatam mardhiyyah. fayaumaidzil laa yu’adzdzibu ’adzaabahuu ahad. kita pun kadang berada di posisi Bintang seperti ini. dan masuklah ke dalam surga-Ku. lalu di ujung akhir surah. Allah Pasti Menolong Kalau Sudah Ditolong.. wahai jiwa-jiwa yang tenang.... dan pada hari itu diperlihatkan neraka jahannam.. Jangankan masuk neraka. Supaya kita tidak sempat melihat neraka. masuklah ke dalam barisan hamba-hambaKu.. Jangan Lupakan Yang Menolong Bintang susah. (Qs....” (Qs. apabila bumi digoncangkan berturut-turut. Na’udzu billaah tsumma na’udzu billaah. Alhamdulillah. kita bersama-sama saling mengingatkan agar menyegerakan diri kembali kepada Allah. dan memohon pertolongan-Nya.

Begitukah yang terjadi. 70. akan berusaha menjadi orang-orang yang selalu dijaga dan ditolong-Nya. dan bersyukur. cahaya lampu itu akan naik kembali. Insya Allah amin. mudah-mudahan Allah senantiasa menjadikan kita sebagai hambaNya yang ingat pada-Nya. Ia memasrahkan segalanya. Ingat dan bersyukur.. hingga ke titik 30. berat untuk kita untuk menjadi hambaNya yang diingat-Nya lagi.. Dengarlah ayat Allah berikut ini: ”Wa idzaa massal insaanu dhurrun. Dari titik 30. tentu kalau ingat kondisi ini. tsumma idzaa khowwalahuu ni’matan minhu nasiya maa kaana yad’uu ilaihi min qoblu. bahwa ia bakalan game over. Inilah titik baliknya Bintang.. dan juga Anda semua para jamaah sekalian.. Dari angka 100. dia akan berdoa kepada Allah seraya bertaubat kepada-Nya... Kita berlindung. Secara teori.. Kita pun berdoa semoga keistiqamahan Allah berikan kepada kita.kita melupakan Allah setelah ditolong-Nya. dengan menjadikan diri kita tidak lagi gampang berbuat maksiat dan enteng untuk beribadah dan berbuat baik kepada sesama. da’aa robbahuu muniiban ilaihi. Tuhannya.. 60. seperti prajurit Allah yang kepengen syahid di jalan-Nya. Tapi kali ini ia songsong “kematiannya”. cahaya kehidupan Bintang turun drastis... Bahwa. Bintang menyeru Allah dan kembali padaNya. 40. Ia tahu.? Mestinya. lempeng --jika kita hanya ingat pada kesenangan saja. 70. berada di titik 30. 90. dan jika manusia ditimpakan kesulitan. Begitu kira-kira yang disampaikan di atas. Dengarlah wahai hatiku. 80. di titik 30 inilah Bintang da’aa robbahuu muniiban ilaihi. tapi kemudian jika sudah diberikan nikmat-Nya kembali. wahai diriku. yang pernah tahu bagaimana rasanya jadi orang susah.. 50..” (Qs. naik jadi 40.. seiring dengan kembalinya Bintang kepada Allah. Tapi khususnya bagi Bintang dan orang-orang seperti Bintang. hingga terus ke titik 100. ibarat lampu digital. Kejadian ini terjadi ketika lampu digital itu.. az Zumar: 8). 60. ke 90. Titik Balik Yang Penuh Ujian Jamaah yang dicintai Allah. 50. 80. Menjadi sulit kita istiqamah --lurus. hari-hari berikutnya Bintang hanya fokus kepada Allah. dia lupa bahwa dia pernah berdoa sebelumnya. .

Aali Imraan: 142). Allah Tidak Akan Membiarkan Hamba-Nya Sendirian Dalam Menjalani Ujian Kehidupan Allah memang senantiasa menguji hamba-Nya. 9. (Qs. Doa sudah dipanjatkan. Secara teori sih harusnya titik balik Bintang di titik 30 itu mestinya menjadi starting poin untuk dia naik lagi posisi kehidupannya. Sesaat ia seperti kembali ke titik nadir. 7. Dia merasa. Mending kali kalo rumahnya sendiri. 20. Bintang limbung. Jangan lagi ditanya ruko yang disewanya. 4. dan menyayangi kita. Apakah Bintang putus asa? Namanya juga manusia. menjaga kita. bahwa Allah ternyata tidak mendengar. dan kembalinya dia kepada Allah. membuat mertuanya menyumpahi dia tiada henti. 6. seakan-akan percuma. seperti yang suka disuarakan juga oleh orang-orang yang lemah imannya dan tidak bertauhid yang baik. Apakah kalian mengira akan masuk surga? Sedang belum nyata bagi Allah bahwa kita adalah orang-orang yang berjihad di jalan-Nya dan belum nyata bagi Allah bahwa kita adalah termasuk orang-orang yang sabar”. Istri dan anak-anaknya? Berantakan.Tapi tunggu dulu! ”Am hasibtum an tadkhulul jannata wa lammaa ya’lamillaahul ladziina jaahaduu minkum wa ya’lamash shoobiriin. 3. Kitanya saja yang perlu mengenali bahwa Allah begitu dekat dalam kehidupan kita. Akhirnya malah “Game” beneran. Jangan tanya mobil dan motor yang memang juga sudah lama tidak lagi ada di garasinya. Dia akan selalu memperhatikan kita. Tapi Allah tidak akan membiarkan hamba-hamba-Nya sendirian dalam menjalani ujian hidup ini.. 2. ketika dia sudah berada di dalam sel. Perjumpaannya dengan Allah. 1… dan… 0. Diperkarakan oleh satu dari sekian lawannya. Cahayanya malah makin melemah… 30. Yang terjadi ternyata tidak begitu. 8. Tapi apa boleh buat. Allah akan selalu menemani. Bahkan Bintang mendekam beberapa saat di sel polisi. Rupanya ini memang titik balik. Rumahnya disita. 10. Ya. Tapi titik balik yang penuh dengan ujian. tapi kenapa kehidupan tetap berakhir buruk? Dan Bintang menemukan keadaan dia ini. Ini rumah yang disita adalah rumah mertuanya hingga maaf. yang memang sudah lama tidak diisi sebab tidak lagi beroperasi. Semuanya habis. . Tunggu dulu. 5.

tidak pantas cengeng. Sebuah pelajaran yang mengajarkan bahwa Bintang masih hidup.. kalau kemudian dunia menipunya kembali dan menghempaskannya ke neraka? Allah yang mengajarkan manusia dengan ilmu-Nya. Bila pun dia mati... faqod faaza. dunia ini tidak lain adalah kesenangan yang menipu.Di dalam sel. di mana Bintang berada satu kamar dengannya... Aali Imraan: 185). jika neraka dijauhkan. Ia adalah Bintang.. Subhaanaka laa ‘ilma lanaa illaa maa ‘allamtanaa innaka antal ‘aliimul hakiim. Tiap-tiap jiwa akan merasakan mati. . Dengan cara apa Allah mengajarkan Bintang? Dengan kematian..” (Qs. Sebabnya apa? Sebabnya ya itu. hampir saja ia meratapi keadaannya berlama-lama. Jamaah sekalian. Maha Suci Engkau. Ia tertegun.. Bintang terguncang kesadarannya untuk kesekian kalinya. sungguhpun secara dunia ga bisa naik lagi. wa innamaa tuwaffauna ujuurokum yaumal qiyaamah. maka sungguh dia telah beruntung. tiap-tiap jiwa akan merasakan mati. Kematian bagaimana? Allah menolong Bintang.. Sedangkan dia masih hidup.. Bintang histeris dalam kesunyiannya. Dan kalau masih hidup. merasa beruntung. Bintang masih bisa mengubah keadaan hidupnya. Mati di sel. Bukanlah benar kata Allah? Bahwa dunia ini hanya kesenangan yang menipu. Lalu. maka barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukka ke dalam surga. Dan Bintang selamat. wamalhayaatuddunyaa illaa mataa’ul ghuruur. dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu... tentu Allah akan menyempurnakan pahala dan kebaikannya di hari akhir. Bintang meresapi kata per kata firman Allah ini... ada yang mati.. Ia tidak bisa bicara. Bintang paham. karena Allah yang menghendaki keselamatan itu. sesungguhnya Bintang harus merasa faaza.. Tidak ada ilmu buat kami kecuali apa yang Engkau ajarkan kepada kami.. Tapi untunglah Allah memberinya pelajaran.. bahwa ia tidak pantas meratap. hingga kemudian dikeluarkan dari sel. Ia melihat proses kematian kawannya ini. Kawan satu selnya. alias dengan bangkrutnya ini dia selamat dan bisa bertaubat kepada Allah. Buat apa dia naik lagi derajat kehidupannya... Dia telah bertaubat dan kembali kepada Allah. Siapa tahu bisa membebaskan dia dari api neraka yang apinya ia pernah nyalakan dengan maksiatnya di dunia. faman zuhziha ’aninnaari wa udkhilaljannata. Bukan kawannya yang mati tersebut. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Bintang masih hidup! ”Kullu nafsin dzaa-iqatul maut.

bahwa setelah nanti kesulitan terlewati. Bintang masih hidup. dengan penyandaran yang sempurna. Jamaah sekalian. sebagai bayaran dari pengkhianatan kepada Allah . Aali Imraan: 142). Hidup ini terlalu singkat kalau kita isi dengan keluhan dan keluhan. namun juga akan berusaha melakukan kebaikan. Hidupku bukan berakhir di sini! Begitu teriakan batinnya. Malah kalau perlu ia akan gunakan kesempatan demi kesempatan yang Allah berikan. Hingga nyatalah ayat berikut ini juga di hati Bintang: ”Am hasibtum an tadkhulul jannata wa lammaa ya’lamillaahul ladziina jaahaduu minkum wa ya’lamash shoobiriin. Bahkan mungkin.Di hati Bintang. Akhirnya ia berprasangka sangat positif kepada Allah. Dan ia yakini. Charge Your Life! We Are Not Game Over yet! Jamaah yang dicintai Allah. Tapi rasanya mah bener. Bintang memaklumi bahwa Allah menguji dulu kembalinya dia ke Allah. Akhirnya ia meneruskan riyadhahnya. Kita akan sabar. Maksudnya. Kelak ketika kematian menjadi haknya. Hitung-hitung mengasah imannya. apa Bahasa Inggrisnya ini bener. hidupnya belonan game over. Tiba-tiba lagi Bintang menjadi bersemangat menjalani hidupnya. Entahlah. Luar biasa. Kalau kita bersandar kepada Allah. Bintang mengamini. he he he. bunyi. Apakah kalian mengira akan masuk surga? Sedang belum nyata bagi Allah bahwa kita adalah orang-orang yang berjihad di jalan-Nya dan belum nyata bagi Allah bahwa kita adalah termasuk orang-orang yang sabar”. dia akan menjadi individu yang penuh syukur. Yakni tempaan kesabaran. mestinya kita begini. akan diuji terlebih dahulu. Bahwa kata Allah mereka yang mengatakan iman. Sesuatu merayap kembali dalam batinnya. ayat Allah yang berbunyi: ”Am hasibannaasu ay-yutrokuu ayyaquulu aamannaa wahum laa yuftanuun”. akhirnya Bintang memang tahu. sebagai bentuk jihad di jalan Allah. bahwa memang amalnya tidak mencukupi untuk mengangkat cahaya lampunya. (Qs. Allah menguji kepulangannya dulu ke Allah. sebenernya his life isn’t game over yet. secara bercanda. kita akan menikmati seluruh penderitaan kita. maka kita akan kuat. Apalagi Bintang menyadari bahwa inilah barangkali tempaan juga bagi dirinya di mana Allah menghendaki dirinya masuk surga beneran. Ketidakberdayaan adalah ciptaan kita sendiri. Memenuhi ronggarongga hati dan pikirannya. Kita akan tabah. untuk berdakwah dan menyiarkan agamanya Allah. bahwa bukan saja ia akan menjadi orangorang yang bersyukur dengan tidak lagi gampang melakukan kesalahan. Keanehan terjadi lagi.

Tinggal kemudian apakah Bintang bisa menyabari dirinya dan tetap yakin Allah pasti akan menolongnya? Tergantung. akan menghalangi karunia Allah datang kepada kita. justru kualitas hidup kita makin menurun. Jamaah sekalian. Sedangkan langkah kita tidak akan pernah berhenti.saja. Tatap masa depan dengan penuh semangat. Habis segala-galanya. akan selalu ada pertolongan Allah yang kita butuhkan. Hanya Allah Yang Tahu. Aali Imraan: 141). Pelan.. Selamanya. bahwa ketika kita kembali kepada Allah. Lihatlah. kelihatannya pertaubatan Bintang tidak berhasil membawanya keluar dari kesulitan ya? Buktinya dia habis. hingga kemudian maut yang benar-benar menghentikan langkah kita. maka langkahnya akan benar-benar berhenti. di episode setelah pertaubatannya yang kelihatannya ”tidak membuahkan hasil”. kita pahami dulu satu hal: Bahwa apapun butuh perjalanan.. mengeluh. Maka. Jangan berhenti. bila keadaan seperti Bintang ini yang kita hadapi. Dan memang..” (Qs. bersabarlah. Perjalanan Belum Usai. termasuk perjalanan pertaubatan. Sebelum saya menceritakan terus kisah Bintang. Atau kemungkinan lain? Yakni bahwa Allah hendak membersihkan kita: ”Walayumahhishowloohul ladziina aamanuu. Teruskan. Jika Bintang berhenti sampai di sini. Apakah perjalanan ini akan ia teruskan atau berhenti sampai di sini. Butuh proses. Kehidupan Akhirat Yang Lebih Kekal . Ga tahu. Benarkah demikian? Kita lihat saja apa yang terjadi kemudian dengan Bintang. Tapi hunjamkan sedalam-dalamnya di hati: ”Hidup kita belum berakhir.. kalau sudah impas. Nanti. Mengeluh. atau sedang meniti jalan-Nya. maka kehidupan akan berjalan normal kembali. Jangan Surut. Angkatlah dagu kita. dan proses menuju sukses dunia akhirat. akan membuat perjalanan kesusahan kita akan terasa semakin panjang saja. Lebih baik kita suarakan pelan kalimat ini. Wallahu a’lam. proses itu. agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman. Barangkali Allah memang benar sedang menguji kita. perlu kesabaran dan keyakinan. Yakni tergantung Bintang sendiri. Dan perjalanan itu. Subhaanawlooh!”.

kehidupan akhirat yang lebih kekal itu yang harus kita lebih pikirkan. 5. maka biarlah kesusahan ini kami terima. dan boleh kita meminta agar Allah mencabut kesulitan dunia kita. Hingga akhirnya kita bisa mengatakan dengan penuh ketawadhuan kepada Allah: ”Ya Allah. kita rupanya menganggap titik balik Bintang adalah di angka 30. perubahan itu bisa dimulai. 10. Dan ketika kita mau mengubah hidup ini. andai segala kesusahan yang kami hadapi ini menjadi penebus segala kesusahan kami di hari kiamat. Berikanlah ampunan dan maaf-Mu untuk kami sebab kami sabar menerima segala ketetapanMu”. Ya Allah. Tidak perduli di posisi apapun.. 30. betapapun hidup di dunia ini tidak boleh kita sulit. 9. bahwa ibarat lampu digital. Subhaanallah. namun. 6. Dari 100. Apalagi ada sebuah Hadits Qudsi yang bisa memperkuat hati kita: Bagaimana Nasib Bintang Selanjutnya? Bukan Bangkit dari Titik 30 Tapi Bangkit Dari Titik 0! Jamaah sekalian. sudah diibaratkan di atas. kita bisa memulai dari mana kita mau memulai. Sejatinya.Harus Lebih Kita Pikirkan Ketimbang Kehidupan Dunia Waba’du. hingga kemudian mencapai titik terendah yaitu 0. 7. Segala upaya ia lakukan untuk bisa memulihkan stamina dan kehidupannya. agaknya kita harus paham. Tapi apa daya. lakukan bersama Allah dan Rasul-Nya. Insya Allah ini lebih menentramkan. Di kisah pertengahan tadi. yang mudah-mudahan Allah jaga supaya tidak terjadi demotivasi dalam kehidupan ini.. redupnya cahaya itu hanya sebentar ia rasakan. andai kesulitan ini justru akan meringankan dosa kami.. 20. dan memulai untuk bangkit kembali. hingga ke titik 30. maka kami ridha ya Allah. Di titik 30 inilah Bintang sadar.. . hingga kemudian ia tidak bisa menahan untuk terus dan terus meredup. dan kembali kepada Allah. 8. Daripada masih ada yang Engkau tunda dari hukuman kami. indah betul jika kita bisa menyuarakan kalimat ini. Di titik 30 ini pula Bintang memulai segala riyadhahnya untuk menembus langit. kehidupan Bintang terus meredup. Begini. Kebangkitan itu bisa dimulai.

Dia juga Yang Maha Memuliakan dan Maha Menghinakan. Ia bebas. Kalau belum mati.2. Allah memang Maha Besar. Bersama membangun kembali ekonomi keluarga. Subhaanawlooh! Bintang memulai kembali riyadhahnya. Kini Bintang gagah banget. Wajar dulu ia kehilangan kedamaian dan ketenangan. Dan ketika sudah keluar. dan hidup dalam kebersyukuran. yang menambah pundi perbendaaraan rizki dari Allah. Dan kemudian ia mendapati dirinya sebagai pemenang! Bintang melangkah dulu ke orang tuanya. Bintang belajar. mulai merayap naik. percaya diri. Di dalam sel. Pom bensin. Pelan. Bintang memulai kehidupannya dengan menjadi penjual bensin eceran. Bintang Keluar Sebagai Pemenang Begitu keluar dari sel. bahwa kedamaian dan ketenangan. Ia kemudian melangkah ke istri dan anakanaknya. Penuh semangat. Bintang sadar. 30…. Semua telah hilang. Sebab hilang iman dan syukurnya. lebih dari segala apa di dunia ini. 2.4. ketika menjadi tahanan. 0. Bukan . berarti belum tamat pengertian tamat yang sebenarnya. Meminta mereka ikut bersamanya. dan ikhlas. Dan kedamaian serta ketenangan itu bisa didapat dengan menjaga dan menyuburkan iman. kira-kira 10 tahun yang lalu. Proyek-proyek lain yang sifatnya dadakan pun kerap ia terima.3. Allah jaga harapannya Bintang. Allah jaga imannya Bintang. Dia Yang Maha Mengangkat dan Meninggikan. tapi ia merasa berkah. Di dalam penderitaannya. 3. Bintang merasa bahwa cahayanya yang sudah di titik 0. 20. tapi pasti: 0. Diceritakan bahwa Allah memang Maha Menjaga dan Memberi Pengajaran.1. 5… 10. Yakni dengan Allah memberi pengajaran buatnya. minta restu. Kecil-kecilan. Dan alhamdulillah. ia merasa sudah tamat. 4. atau SPBU. 0. 0. ia berupaya keras mendekatkan diri kepada Allah. segala puji bagi Allah. 1. Ditambah beberapa waralaba minimarket yang dikelola istrinya.5…. Diganti sama Allah dengan karunia iman. Jalan rizki memang Allah yang punya. ia keluar sebagai Bintang ”yang baru”. ia tidak mau kehilangan Allah lagi. Dan ia relatif lebih bahagia. Kawan satu selnya ada yang mati. ia punya. Bintang kemudian keluar dari selnya. Dan ini yang membuat Bintang sadar bahwa dirinya sesungguhnya belum mati. Itulah cerita seorang Bintang. Titik baliknya bukan di 30! Tapi di 0! Maka perjalanan pun ia lanjutkan.Ketika Bintang berposisi 0. 0.

Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Hadirkan Allah Dalam Kehidupan KDW0127 Seri 27 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Hadirkan Allah Dalam Kehidupan Tidak sedikit manusia yang dis-orientasi dalam hidupnya. bukan titik habis.manusia. Ini yang harus selalu disuarakan di hati kita. Kebenaran adalah datangnya dari Allah. Dan kepada Allah juga segala hikmah dan ilmu. bahwa hidup masih bisa ditata. Sisakan semangat bahwa hidup belum berakhir. Buan manusia. Dan sisakan semangat. Wassalaamu’alaikum warohmatuwloohi wabarokaatuh. dan kepada Anda semua yang saya cintai karena Allah: Sisakan semangat. Titik 0 baginya. Karena hidup tanpa Allah. Tiada ilmu kecuali adalah apa yang Allah ajarkan kepada kita semua. Segala puji buat Allah. . Semoga Allah membukakan segala pintu pertolongan-Nya buat kita semua. sesungguhnya Allah bersama kita. gersang. Mohon maaf atas segala kesalahan. bahwa Allah masih bersama kita. serta iman dan keyakinan. Kesalahan adalah asalnya dari diri yang penuh khilaf ini. Tanpa makna. kita mintakan. Di ujung Kuliah Pengantar kita. Jamaah sekalian. Innawlooha Ma’anaa Sesungguhnya Allah Selalu Bersama Kita. Kosong. dan tetap akan bersama kita. Innallaah ma’anaa. Sampai jumpa di semua modul Kuliah Wisatahati. saya ingin berseru kepada diri saya. Tapi ternyata justru momentum buat bangkit lagi. Masa depan pun Allah yang punya. Walhamdulillaahi robbil ’aalamiin. kering.

ia mendapatkan pekerjaan itu. bukan menuju Allah.Tulisan ke depan akan menyoroti bagaimana hidup dengan berpolakan tauhid. Lalu ia bener-bener sembuh. Misalkan sebab ia memang lulusan terbaik. Sesiapa yang belajar. seseorang yang kepengen kerja. Biasa saja. Betul memang dunia ini sudah dibuat-Nya berjalan dengan sunnatullaah-Nya. Termasuk perkara tauhid adalah menyandarkan semua urusan kepada Allah sahaja. ada Allah. Ia cari kesembuhan dengan berobat. wes berobat ya berobat. Maka. Ia tidak mau kehilangan motivasi hidup hanya lantaran hutang. Ibadah tiada ia tegakkan. keluarganya tidak shalat dan berdoa. Barangkali ia ketemu dokter yang tepat. Tentu saja. Padahal ia tidak berdoa. tiada ibadah dah pokoknya. Seorang yang berhutang. tidak ada jaminan juga bahwa Anda-Anda yang ber-Tuhan Allah. maka ia mendapatkan keuntungan. lalu begitu saja mendapatkan kemudahan. Dan yang demikian ini berlaku juga buat mereka yang bahkan tidak ber-Tuhan sekalipun. proses. berikhtiar saja. maka ia temukan kesembuhan. Ikhtiar. Namun. Ia lalu melayangkan surat lamaran pekerjaan tanpa mengucap basmalah. tidak membawa nilai ibadah dan keberkahan. sesuai sunnatullah-Nya. Dia tidak melibatkan Allah. ia bisa menjadi the winner. Banyak orang berikhtiar. Kelak akan ada juga pertanyaan. manakala kita kemudian sudah secara hati dan pola hidup bertauhid. Dan ini berarti tidak menjadi ibadah dan tidak menjadi keberkahan baginya. bisa jadi. subhaanallaah. secara dunia. Seseorang yang sakit. ia tidak memulai segala ikhtiarnya dengan bismillah. Hutangnya bisa saja ia tundukkan. bahkan barangkali ia malah menyalahkan gara-gara Allah nih ia berhutang. tanpa shalat dan doa terlebih dahulu. Ikhtiarnya menjadi ibadah dan mengandung keberkahan. bagus. Tidak mendapatkan Allah. tiada pengajianpengajian yang digelar. Ia bangun spirit hidupnya. sebatas mendapatkan pekerjaan itu. Sayangnya. Sungguhpun ia tiada hasil. kedudukan ikhtiar di mana? Kedudukan ikhtiar adalah menjadi ibadah. Kemudian ia full-kan ikhtiar. Ya sama saja. Ia bangun motivasi dirinya. Contoh. ikhtiarnya dan permasalahannya. sesiapa yang melibatkan Allah. Dan kelak juga kita akan belajar banyak kesia-siaan akhirnya terjadi sabab salah langkah menuju manusia. Sesiapa yang berobat. tanpa bersedekah di awal. Tapi kemudian ikhtiar menjadi salah apabila secara hati dan pola hidup tidak bertauhid. Dan Allah. Dengan sakitnya ia tiada ada menambah kedekatan diri dengan Allah. Bisa saja hal ini terjadi. maka dia gajian. berniaga. Sesiapa yang bekerja. Bahkan tanpa basmalah. Meskipun ada sebaliknya yang juga merupakan sunnatullaah-Nya juga. ya perlu dilakukan . berarti ibadah dan keberkahan. Sesiapa yang berusaha. tapi ia penuh semangat. Kira-kira begitulah ragam sunnatullah-Nya. dan punya performa yang mengagumkan. Tapi sakitnya ini ga menjadi rahmat buatnya. banyak skilnya. pemenang. maka ia mendapatkan ilmunya. multi-talent. Allah ia tidak percayai. terhadap yang begini. ketemu obat yang berkesesuaian. maka di dalam ikhtiarnya. Sejalan-jalannya. Nah. Ini memang juga sunnatullah-Nya.

dan bahkan menutup malam menjelang tidur dengan membaca aya-ayat al Qur’an. lalu hasilnya malah sama dengan yang tidak melibatkan Allah. Cuma kita kepengen beda. kita bertaruh 16 jam sehari untuk dunianya Allah. Ketika akhirnya azan datang. Kita kepengen semua apa yang kita lakukan menjadi ibadah dari kita kepada-Nya yang penuh dengan keberkahan. mesti jadi sesuatu yang bermanfaat dan bisa dinikmati. Bahkan kita mendahului seluruh gerakan ibadah dengan mengawali shalat tahajjud dan dhuha. Sebab kita akan kembali kepada Allah. ia sudah menang duluan. maka sebelum lagi semua pekerjaannya itu menghasilkan. Ada orientasi. kalau kita cuma kerja sebagai pegawai biasa. Enak dimakan. zikir sebelum tidur dan shalat dua rakaat. Katakanlah. kita tidak kepengen apa-apa yang kita lakukan tidak memiliki nilai di mata Allah. tidak ada juga yang sudah melibatkan Allah dan menyempurnakan ikhtiar. dan dalam prosesnya. Beda sekali bila kita melupakan Allah. Di mana kita menganggap majikan kita bukanlah manusia. mencoba mendahulukan hak Allah. Kita. Beda hidup antara yang memiliki Allah dan yang tidak. Punya Allah. Bahkan saya mau cerita di edisi ini. jadi daging. dengan sedekit mengubah pola ikhtiar kita. kita sudah bergegas bersiap-siap. Tentu sebagai seorang hamba Allah. Sehingga ketika azan baru saja akan datang (belum datang). menuju Allah. Kita baca bismillah di setiap kita mau mulai beraktifitas. Kita pun mengakhiri seluruh aktifitas kita dengan mengucap hamdalah. Dan hasilnya pun jelas akan beda. Beda sekali. Kita pun kepengen berbeda dengan karyawan biasa. Istilahnya. Dibelikan sesuatu itu uang. Kita sisihkan sebahagian rizki kita sebelum lagi uang itu habis. Kita jalan dulu memberi kanan dan kiri kita sebelum akhirnya kita sampai ke rumah. Dan setinggi-tingginya orientasi adalah ke Allah. dalam hasilnya. Beda nya di mana? Barangkali di nilai. Kita pun kemudian beda di hasil. Punya tauhid. kita beda. Dari kali langkah yang pertama. kita sudah menghentikan segala aktifitas keduniaan kita dan sudah siaga di atas sajadah dalam keadaan berwudhu. Ketika karyawan yang lain begitu gajian dia lupa diri dan foya-foya. Bila kita bisa seperti ini. tapi tiada menyisihkan untuk-Nya sedikit waktu dan perhatian kita . begitu kata orang tua mah. Masya Allah. semua sudah menjadi ibadah.dan dilalui. Masya Allah. ya pasti kita gajian. maka hasilnya akan masya Allah. yakni dengan melibatkan Allah. Namun buat mereka-mereka yang melibatkan Allah. Tapi Allah. nunggu uang itu habis. Hasilnya pasti beda. Yang lain. Semuanya akan diberikan Allah kenikmatan. maka inilah sebahagian yang disebut berhidup berkah. Dan tentu saja. Dan seluruh tahapannya mengandung keberkahan. Baik dalam kecepatannya. dan yang tidak menyempurnakan ikhtiar. Dimakan. atau sekedar membeli hajat keperluan hidup dan rumah tangga.

Edannya. Namun kemudian ketika kita mau menikmati. Buat saya. Ia punya segala-galanya. puasa-puasa sunnah semakin berat. Ia shalat malam! Weh. ya insya Allah akan kita injek terus itu dunia. itu syirik. ga tahunya Allah hilangkan rasa kepenatan untuk menambah kitya bener-bener kaya dan jaya. tanda tidak mampu. Dan 5 rumah mewahnya itu pun tiada ia sewakan karena ga mau rusak. Anak-anak kita pun berayah baru yang lebih sayang. He he he. Untuk masjid. sama anak istri jauh. Sebelum akhirnya kita ga bisa menikmati apa-apa! Ada satu cerita. Ada yang bilang. Burulah ia. Sehingga kemudian saya bisa membeli rumah kedua. rumah ke-empat. namun ia sewa di salah satu apartemen di kawasan Casablanca. Ga masalah. kita anggap itu semua fine-fine aja. Si kaya ini . Tapi jangan biarkan ia memegang kendali atas kita! Jangan sekali-kali. bila saya punya kesempatan merengkuh dunia. Tapi kalau kemudian di proyek pertama saja shalat wajib kita udah kedodoran. Rengkuhlah dunia. ini mah malah keanehan. saya sewakan untuk Allah. rumah kelima. Pagi-pagi yang belum wayahnya orang bangun. Dan banyak lagi keanehan-keanehan lain menurut si orang kaya ini. kenapa engga? Itu kan kesempatan dari Allah. rumah ketiga. Hingga setelah 2 hari. dibawa kerja kerasnya enak. tapi kitanya malah ngontrak! Ya buat apa? Kalaupun skenarionya seperti itu. Saya katakan kepada kawan-kawan yang berkesempatan merengkuh dunia. untuk pesantren. sama al Qur’an jauh. Berwudhu. Semula ia tidak tahu apa yang salah dalam hidupnya.untuk-Nya. shalat sunnah kita banyak lewatnya. Sadar-sadar keluarga pun sudah tidak berada di sisi kita. Peganglah ia. Cuma. ya mending stop di proyek pertama itu. Ia basuh mukanya. ia basuh wajahnya. Saya tidak mau seperti itu. ia bangun. Dalam satu kesempatan. sebab Allah bikin kita bener-bener lupa sama diri kita. ya buat apalah. Tapi kemudian ia tersadarkan satu hal. dan lain-lain hal yang manfaat. Buat apa punya 5 rumah mewah. Apalagi malam itu malam libur. kawannya ini pulang. Kalau ada yang bisa memegang lebih dari sepuluh proyek. o-o-o. pemandangan yang buatnya aneh. untuk perguliran ekonomi kerakyatan. badan kita sudah pada sakit semua. itu lebih dikarenakan saya sewakan itu rumah. Apa yang terjadi? Bisa jadi Allah malah membuat kita melupakan diri kita sendiri. Istri kita diambil laki-laki lain yang lebih perhatian. Badan dibawa lemburnya enak. ia memaksa kawannya untuk menemaninya. Ia jaga propertinya seperti telur emas. maksudnya. Hasilnya. shalat Jum’at saja sering telatnya. Malah kita umumkan kepada dunia bahwa keluarga kita ga mengerti kita! Ada satu masa saya dapat kisah seeorang yang berumah lebih dari 5. Begitu kawannya ini datang. Ada satu orang kaya yang kaya raya. namun ia merasa gelisah. dibawa gigihnya enak. Disangka kita yang sedang berada di puncak-puncak kejayaan. kawannya ini ia lihat berdoa sebelum tidur. Kita tiada sempat menikmati. barangkali ada benernya. Kemudian bila kenyataannya saya menyewa rumah orang lain untuk saya tempati.

Wajar kiranya khusus Kamis. Ia merasa sudah lengkap semua hidupnya. Istri kita tangannya berselendangkan bukan emas permata melainkan mukena dan sajadah. he he he. Cobalah janjian sama anak2 dan istri (atau suami). hidup itu indah loh. Masya Allah indah benar. Supaya jam 17 udah di rumah. lawan bicara kita bakalan bengong. mamah di rumah ya”. untuk sama-sama berkumpul antara si ayah dan si ibu. Saya punya keluarga yang menanti saya!”. Manteb. ia tidak punya Allah. Jadikan ia lebih bermakna. Sebentar lagi azan berkumandang. Sekarang saya pulang. Dan si kaya ini meminta si kawan ini menemaninya. Yang begini ini kan ga mesti jadi keluarganya ustadz atau kyai. apakah sudah ada di tengah-tengah jamaah zuhur? Alhamdulillah ya Papah bisa menyekolahkan kamu di sekolah islam. Pas pulang dari masjid. saya harus pulang. malam Jum’at. Kenapa? Supaya bisa berjamaah maghrib! Masya Allah! Ketika ditanya. dan mengkaji barang satu dua hadits. satu hari saja lagi. pokoknya jadikan hidup ini beda dah. Bayangkanlah saudara memakaikan sendal anak-anak saudara yang masih kecil. Untuk sama-sama membaca al Qur’an. Semuanya bisa melakukan ini. “Kamis malam ini kan takbiran!”. mampir ke ujung gang sebentar. sebab kita udah ngasih sama Allah senen sampe kamis siang ini. Dengan snyumnya. Aduhai indahnya. Si ayah udah pamit sama kantor. Di tangan kanan anak-anak kita memegang tas plastik kecil berisi al Qur’an. maka nya ia bingung mau berdoa apa? Ya. Siap-siap shalat. . Ayo. koq belabelain gitu? Ya terang kudu dibelain. beli kue-kue-an. kan? Kita sms anak-anak kita juga: “Gimana. Wes. Di saat siang hari. Satu yang tidak ia punya adalah keluarga! Bahkan ia tidak punya Allah. mau pulang sorean. Nah. Tapi bukan karena kepengen jalan-jalan. Papah di sini. Habis maghrib. untuk sama-sama baca Yaasiin. Terus janjian berangkat shubuh. janjian di salah satu pojokan. Semua jalan ke masjid. kawan yang satu ini berkata. Sehingga kita bisa jamaah bareng di tempat yang berbeda”. khusus kamis. kita betulkan peci dan kaennya anak2 kita. antara anak perempuan dan anak lelakinya. Dijamin. kita shalat bareng. dalam tawa dan aktifitas. Kamis. Dan ia pun menangis. Melainkan kepengen menuju masjid! Subhaaallaah! Kita betulkan kerudung anak2 kita. Ucapan sederhana ini ternyata makna nya dalam sekali bagi si kaya ini. untuk dimakan bersama keluarga. lebih berisi.berterima kasih kepada kawannya ini yang sudah menemaninya. kita sms pasangan kita: “Sedang apa?” Allah menunggu kita loh. untuk sama-sama bangun lebih awal. beda kan? Hidup ini kayaknya indaaaaah banget. sudah pada ngumpul di rumah. “Maaf. pengennya cuma ampe sore aja. Saudara-saudaraku. Saya hanya meminta izin 2 hari untuk menemani Anda.

Di belakang. “Walaa takuunuu kal-ladziina nasullaaha fa-ansahum anfusahum. berusaha mengisinya dengan jalan-jalan. Sekali lagi masya Allah. masya Allah! Udah ya. dan janganlah kamu menjadi orang-orang yang melupakan Allah. nah. eh. Sebuah keluarga. Saudara udah banyak ngalahnya ya? He he he. ketika dirasa rutinitas udah merenggut kekeluargaan. manakala udah jarang berkumpul. barangkali Allah lah yang menginginkan tulisan ini muncul. Mereka itulah orang-orang yang fasik”. Diniatkan nulis apa. Tulisan saat ini tadinya mau langsung ngebut dengan menjelaskan bagaimana sebuah ikhtiar disebut berpolakan tauhid. (Qs. Ada banyak yang kemudian membaca buku-buku itu. dengan iman. Mudah-mudahan juga ga ada yang keberatan. coba dah sekali-kali dijadikan perjalanan kebersamaan untuk mengisi ruhiyah masing-masing anggota keluarga. beratapkan langit. makan-makan bareng. U-laa-ika humul faasiquun. agar bisa maen ke rumah-rumah yatim di sekitar rumah. Tapi udah baca buku “The Miracle” dan “Mencari Tuhan Yang Hilang” belum? Itu kan “tugas” di kuliah kemaren yang karenanya saya jeda kuliahonline ini barang sebentar. Maafin saya ya. Suka begini emang. anak-anak dan istri menjadi makmumnya. Masya Allah. Ntar terusin kuliah besok. Maka Allah menjadikan mereka melupakan diri mereka sendiri. Al Hasyr: 19). Ini juga liburnya kebanyakan. sang ayah memimpin shalat malam di pekarangan belakang rumah. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Cari Allah Dulu (I) KDW0128 Seri 28 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Cari Allah Dulu (I) . Di akhir bulan. Mudahmudahan tulisan ini membawa banyak inspirasi buat Saudara dalam memaknai dan mengubah pola hidup. ngajar apa. Dari beberapa imel dan sms. Tentang ikhtiar yang melibatkan Allah. masya Allah. Yah. sampe ketemu besok. dan kemudian menengok nenek.Khususnya diisi dengan ibadah. saya menyatakan alhamdulillah dan terima kasih. Di tengah malam. Ok. dengan tauhid. sang ayah udah janjian akan juga pulang lebih cepat. yang ditulis dan diajar beda.

Bagi-Nya Kekuasaan di langit dan di bumi. Buat perempuan-perempuan yang sedang haidh. Laa ilaaha illaa huu. Dan jika Allah sudah berkenan mendatangkan kebaikan buatmu. Tunjukkanlah kepada kami jalan yang lurus. Fa-annaa tu’fakuun… . katakanlah hanya kepunyaan Allah saja pertolongan itu. Allah tempat bergantung. Al An’aam: 17). Wamaa yumsik falaa mursila lahuu mim ba’dih. sebab kita tidak melibatkan Allah. “Yaa-ayyuhan-naasudzkuruu ni’matallahi ‘alaikum. kita coba pelajari beberapa ayat berikut ini. Faathir: 2). untuk menggambarkan bagaimana sih suasana hati dan pola hidup melibatkan Allah itu. Jalan orang-orang yang Engkau beri ni’mat bukan jalan orang-orang yang murkai dan bukan pula jalan yang sesat”. niatkan belajar.Banyak kesia-siaan dari ikhtiar kita. Wahuwal ‘aziizul hakiim… Apa-apa yang Allah bukakan dari satu rahmat untuk manusia. kepada Engkau sahaja kami menyembah dan kepada Engkau sahaja kami meminta pertolongan. Wa lam yakul lahuu kufuwan ahad. atau ada yang tidak sepaham. (Qs. “Qul huwallaahu ahad. Allaahush shamad. maka ketahuilah Allah itu begitu Kuasa atas segala sesuatu”. Dan sebaliknya. meski itu seperti tidak mungkin. Lahuu mulkussamaawaati wal ardh wailaihi turja’uun. Dan Dia lah Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (Qs. Hal min khaaliqin ghairullahi yarzuqukum minassamaa-i wal ardh. Sebelumnya. Al Ikhlaash: 1-4). Al Faatihah: 5-7). Shirootol ladziina an’amta ‘alaihim ghoiril maghdhuubi ‘alaihim waladh-dhoolliin. maka tidak akan ada yang bisa menghalanginya. Dan tidak ada sekutu bagi-Nya”. Lam yalid wa lam yuulad. Az Zumar: 44). katakanlah Dia lah Allah yang satu. web admin): “Iyaaka na’budu wa iyaaka nasta’iin. Ihdinash shirootol mustaqiem. “Wa-iy-yamsaskallaahu falaa kaasyifa lahuu illaa huu. Wa-iy-yamsaska bikhoirin fahuwa ‘alaa kulli syai-in qadiir… Dan jika Allah menimpakan kemudharatan kepadamu. dan kepada-Nya kalian semua dikembalikan”. (Qs. “Maa yaftahillaahu linnaasi mir rahmatin falaa mumsika lahaa. tidak akan ada yang bisa juga melepasnya. jika Allah sudah menahannya. Insya Allah (buat yang sedang haidh. (Qs. Saya akan coba sodorkan beberapa kisah orang-orang yang melibatkan Allah. Silahkan saudara-saudara peserta KuliahOnline ambil wudhu dan ambil al Qur’an terjemah. agar tidak mengapa menyentuh dan membuka al Qur’an. ya ga usah buka al Qur’an kalo ragu. (Qs. “Qul lillaahis syafaa’atu jamii’an. maka tidak akan ada yang dapat menghilangkannya kecuali Allah sendiri. Tidak beranak dan tidak diperanakkan.

Kun Fayakuun sifatnya: “Innamaa qaulunaa lisyai-in idzaa aradnaahu an naquula lahuu kun fayakuun… Sesungguhnya perkataan Kami jika kami menghendakinya cukup bagi Kami dengan mengatakan Kun Fayakuun. hanya sekali ketemu. Coba saudara ambil al Qur’an terjemah. Yaasiin: 23). Insya Allah kita lanjutkan besok kuliahnya.a. Ya’lamu maa baina aydiihim wa maa khalfahum. Sampe meresap di hati. yaa ghulaam… wahai anakku. Walaa yuhiithuuna bisyai-in min ‘ilmihii illaa bi maa syaa-a. Kepunyaan-Nya apa-apa yang di langit dan di bumi. Kekuasaan Allah meliputi langit dan bumi. mintalah pertolongan dari Allah”. “A-attakhidzuu min duunihii aa-lihatan. Jika kamu hendak meminta. fa-idzaa sa-alta fas-alillaah. Jika kamu hendak memohon pertolongan. (Qs. Yaasiin: 82 (ini yang termasyhur) dan di al Mukmin: 68. Tiada yang dapat memberi syafaat kecuali dengan izin-Nya. Waba’du. al An’aam: 73. (Qs.. Iy-yuridnir rahmaanu bidhurrin laa tughni ‘annii syafaa’atuhum syai-an walaa yunqidzuun… Apakah kalian akan mengambil tuhan selain Allah? Jika Yang Maha Pengasih sudah menghendaki kemudharatan kepadaku niscaya pertolongan siapapun tidak akan memberi manfaat dan tidak pula bisa menyelamatkanku”. ingatlah ni’mat Allah kepadamu. kecuali Allah. (Qs. Aali ‘Imraan: 47. Lahuu maa fis-samaawaati wa maa fil ardh. Maryam: 35. jadi. *Qs. Walaa ya-uuduhuu hifdzhuhumaa wahuwal ‘aliyyul adzhiim. Man dzal-ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih. maka jadilah!”. Maka mengapakah kamu bisa berpaling?”. tidak mengantuk dan tidak tidur. Al Baqarah: 255). Faathir: 3). dia berkata. dan buka itu al Qur’an terjemah. maukah engkau aku ajarkan beberapa kalimat? Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu. Jelajahi satu demi satu ayat yang saya sertakan di lembara KuliahOnline hari ini. Ada 7 tempat lagi di dalam al Qur’an yang mengandung “Kun Fayakuun”.Wahai manusia. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. saya bisa mengajar saudara-saudara semua bisa menerjemahkan al Qur’an hanya sekali ketemu. dan mereka tidak mengetahui apa-apa kecuali yang Allah kehendaki. langsung bisa menerjemahkan al Qur’an. aku pernah duduk di belakangnya ontanya Rasulullah dan beliau bersabda. Berikut ada satu hadits yang mewakili juga pelajaran tauhid: “ ‘an Ibni ‘Abbaas radhiyallaahu ‘anhu kuntu khalfa Rasuulillaahi shallallaahu ‘alaihi wasallam wa qaala yaa ghulaam.. Ga perlu . An Nahl: 40). Aali ‘Imraan: 59. Dan kalau Allah sudah berkehendak menolong. selain ayat ke-40 surah an Nahl di atas. Laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa nauum. fa-idzas ta’anta fasta’in billaah… dari Ibnu Abbas r. mintalah kepada Allah. Apakah ada selain Allah yang memberikanmu rizki dari langit dan bumi? Tidak ada. Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Agung”. “Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum. Allah. tidak ada Tuhan selain Allah Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya. innii u’allimuka bikalimaatin: ihfadzillaaha yahfadzka. Yaitu di: al Baqarah: 117. Ya. wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardh. Pelan-pelan.

Biarlah nanti Dia yang membimbing langkah kita. Sama seperti kebanyakan kita. ibu Budi. dan di kantor kita. bener-bener tidak semua muslim memiliki al Qur’an terjemahan. Laa hawla itu sejak dari depan. Sebut saja ibu Yusuf. Tapi sayangnya. Nah. ibu Yusuf ini lalu mengetuk pintu manusia. Ia ambil kertas. Ya iyalah sebab kan udah ada terjemahannya. kesia-siaan. Segala ikhtiar bisa berhasil bila Dia mengizinkan ikhtiar itu berhasil. Bilamana perlu. saya suruh saja saudara mencari al Qur’an terjemah. bahwa ikhtiar itu memang satu keharusan. Alhamdulillah. Selalu terbuka. Bukan di belakang. punya masalah keuangan.lancar baca tulis arab. maka Pintu-Nya Allah itu yang ga pernah tertutup. ini hal sepele. Jadi. Yang demikian bila kita menyandarkan semua urusan kepada-Nya. kita hadiahkan al Qur’an untuk kanan kiri kita. Silahkan coba jelajahi BelanjaOnline di web kesayangan saudara ini: www.wisatahati. Bukan ketika mentok baru menyebut laa hawla. Izin-Nya juga di tangan-Nya. disebut pasrah itu ternyata juga di depan. Tapi yang terjadi adalah sebaliknya: kehinaan. Biarlah Dia yang membuka segala-galanya buat kita. Ia belum belajar tauhid. Insya Allah saudara bisa memesan al Qur’an terjemahan melalui web ini. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Cari Allah Dulu (II) KDW0129 Seri 29 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Cari Allah Dulu (II) Kalau kita mengetuk pintu Allah. Biarlah Dia yang mengatur segalanya untuk kita. mau diajarkan: Carilah Allah dulu. Perkenan-Nya adalah Kehendak-Nya. ibu Hendy. Jangan sampe kitakita ini ga punya al Qur’an terjemah di rumah kita. Semua ini dipikirnya Ibu Yusuf bisa memberinya pertolongan. Rizki di tangan Allah. langsung bisa dah tuh menerjemahkan al Qur’an. Di sini nanti sebagaimana yang kita bilang kemarenkemaren. Dan sebaliknya. Maaf. kemaluan. Di barisan ayatayat kemaren dah sama kita pelajari.com. namun memulainya bersama Allah itu juga satu keharusan. Silahkan ya. Gimana caranya? Gampang. he he he. Sebut saja juga ada tiga kandidat: ibu Jameel. atau . dan ia tulis siapa saja “kandidat” yang bisa ia mintakan pertolongan.

Kenapa???!!! Mau pinjam uang lagi???!!!” Lemaslah Ibu Yusuf ini. “Eh. . buat seorang muslim. Alhamdulillah. Barangkali bertanya sambil berkernyit. selalu berkenan menolong. Kata Rasulullah. Ramah. ya begitu dah. bisa. tidak ada satu doa pun yang dipanjatkan hamba Allah kecuali itu menjadi kebaikan buat dirinya sendiri. Dia. Namanya juga manusia. belum tentu. saya sendiri…”. Bu…”. Masih diberi-Nya waktu untuk memperbaiki kesalahan kita dan mengejar keburukan. Dan seorang muslim pun tahu bahwa ketika doa dipanjatkan. maaf. “Dari siapa? Ya. Justru karena pertolongan Allah lah kita ini masih diberi-Nya kesempatan hidup. Tadinya ia mau ngomong kalo masih boleh nambah. Cuma memang Allah lah yang lebih paham tentang kapan pertolongan-Nya Dia turunkan dan kapan doa seorang hamba dikabulkan. masya Allah. Ternyata kejadiannya malah ga ngenakin. Apalagi kalau track-record kita ga begitu bagus. Nolongin sekali. *** Ibu Yusuf. Hanya dalam bentuknya yang lain. Bilamana Allah belum mengabulkan.kalaupun tidak. “Ibu Yusuf mana ya?”. Dan atau Allah akan beri kebaikan di tempat yang tiada ia minta sebagai kebaikan baginya. Kalau tidak. Hanya Allah yang ga peduli dengan status hamba-Nya. Maaf ya. Atau. Dan hebatnya. yang sedang ada masalah keuangan. tentu kita tidak selamat dengan dosa-dosa kita dan kesalahankesalahan kita. Allah selalu menerima. maka Allah akan tolak bala dengan doa itu. “Dari Ibu Yusuf. Allah jadikan doa itu sebagai wasilah penambah derajatnya. di tempat yang ia tidak mintakan keselamatan. Dan memang benar ia punya hutang. Kesempatan kedua belum tentu ada. bahwa pertolongan Allah itu “sudah” diturunkan. Di Ketapang”. Saya Ibu Yusuf teman pengajian ibu. sesungguhnya saat itu saja sudah dikabulkan. ia pasti tahu dengan ilmunya. Teramat baik. “Hallo… Assalamu’alaikum… Ada Ibu jameel nya?”. Mau dia itu sering mengecewakan Allah atau tidak. Saudara-saudaraku. Memang benar ia mau minjam uang lagi. “Oooohhh… Ibu Yusuf itu. Dalam “daftar kandidat” nama Ibu Jameel ini paling atas. terus mencari pertolongan manusia. tanya Ibu yusuf dari ujung seberang telpon. ia akan jadi… kelamaan! He he he. Dan sebenernya. suaranya Ibu Jameel mulai berubah agak-agak ga ramah. jawab ibu Jameel renyah. Kita lihat saja ilustrasi berikut ini. Emang begini koq. Nolong dua tiga kali. please dah tambahin. baik benar Allah ini.

Bu Yusuf kebeneran loh. Iya. Mudahmudahan ketemu jalannya di sini. dengan Bu Budi di sini. Iya kan? Ada run-down yang salah. Percakapannya didengar sama Ibu Yusuf. “Ah. Yaitu Ibu Hendy. Ia melaju ke lis berikutnya. Palingan minjem lagi!” Lemeslah Ibu Yusuf ini. bilang sajalah Ibu lagi istirahat. Ibu Yusuf langsung menutup gagang telponnya. Pinjam-pinjam pun dilakonin. Apalagi urusan suami dan anak. pantang menyerah. ikhtiar tetap ikhtiar. yaitu belom ke Allah. terhadap kalimat di atas ini. Ia sadar ia emang suka banyak minjemnya sama orang lain. rupanya ia pantang mundur. Tapi apa boleh buat. Mestinya ia menaruh Allah di urutan paling pertama yang harus ia datangi. Yaitu Ibu Budi. “Hallo… Assalamu’alaikum…” “wa’alaikumussalaam…” “Ibu hendy nya ada…?” “Ini dari siapa…?” “Ini dari Ibu Yusuf…”. Tapi Ibu Yusuf melupakan Allah. Setelah gagal dengan Ibu Jameel di pertama kali ini. Namun. Lis ketiga. Tafakkur sebentar. mbok ya berhenti. Tapi ga urung ia nyesek juga “dibeginikan” orang. he he he. alhamdulillah. Ia harus pol ikhtiarnya. “Bu. masa sudah ikhtiar saja. kalau sudah ada tanda-tanda kegagalan. menganggap “namanya juga ikhtiar”. kita teruskan ilustrasi kisahnya. Dia maju terus ke lis nomor dua. Kepada Ibu Budi ini ia menaruh harapan. Tinggal satu lis lagi. Nah. nah. Di situ dengan siapa?” “Dengan Bu Yusuf”. semuanya tentu sepakat. “Oh. Saya lagi nyari temen buat ngobrol. ada telpooonnn…” “Dari siapa?” “Katanya. Apalagi ia lagi bener-bener butuh bantuan orang. Baik. Begitu mungkin pikir Ibu Yusuf.sebagaimana kita-kita. yang menerima telpon ini bicara. . Insya Allah ketemu. Berdoa. Bu Yusuf”. nah. Menghela nafas dan kemudian menoleh dulu ke Allah. kan belum ikut KuliahOnline. Saya itu koq ya lagi sedih banget”. Namun saya terpaksa bilang. “Assalamu’alaikum…” “Wa’alaikumussalam. Tanpa menunggu diberitahu. Di seberang sana. Tanya apa yang salah.

terbuka. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Cari Allah Dulu (III) KDW0130 Seri 30 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak . Beda dengan manusia. Ya sudahlah. Salahsalah kita datang. *** Saudara-saudaraku. Ada juga yang sengaja pura-pura tertutup. Atau seperti Bu Yusuf tadi. Semakin banyak permintaan kita. Anak-anak saya butuh biaya sekolah dan kuliah. Ternyata seperti Bu Yusuf ini kejadiannya.” “Ooohhh…” “Bu Yusuf. Dan satu lagi. Bu Yusuf tambah lemes. Sedang Allah malah menyuruh kita meminta dan meminta.“Sedih kenapa Bu Budi?” “Sedih. boleh ga kalo saya pinjam uang???” Wuah. Semakin kita bergantung hanya pada-Nya. sebab datang tidak tepat waktunya. Manusia ada bosannya dimintai pertolongan. Suami saya butuh biaya berobat. pusing. Banyak orang yang kemudian kecewa sebab mendatangi orang lain. Orang terakhir yang ia telpon. Semakin rajin kita meminta. eh malah Bu Budi yang mau minjem sama dia. hanya Allah yang tidak punya masalah. Allah semakin senang. malah kita kena semprot. Misalkan dia sedang uringuringan atau apa. Semua manusia pasti punya masalah. Pusing. semakin Allah ridha. malah bermasalah. Kalau kita datang kepada-Nya. kita samasama berdoa ya”. Saya pun tadinya mau minjam sama Bu Budi. malah kemudian jadi yang dijadikan target meminjam. saya tidak sedang melebih-lebihkan sesuatu. “Eh eh. Ada yang bener-bener tertutup. Dia tidak akan merasa terbebani. Hanya ada satu pintu yang selalu siap diketuk. Ia yang pengen minjem uang. Tapi yang begini ini memang sering terjadi. dan malah mengundang kita masuk untuk meminta kepada Pemilik ini pintu. Yaitu pintunya Allah. ada yang ditutup. Dia telpon Bu Budi. Duh. sama Bu Budi. semakin hebat juga Pertolongan Allah buat kita. Suara di ujung sana pun sama kecewanya. Pintu manusia sering tertutup.

Yakni ke Allah ‘azza wajalla. Begitulah kita mengenal satu jalan yang tiada diduga. Sebab sudah pasti terduga. maka jalan-jalan yang tak terduga itu diduga pasti hadirnya.Cari Allah Dulu (III) Rizki yang tiada diduga. bahwa hukumnya pertolongan Allah itu. Subhaanallaah. tidak ada yang disebut tidak diduga-duga itu. Namun sebelum ia telpon satu satu ini orang. saya bisa meyakinkan saudara-saudara semua. Sebabnya satu. memiliki keyakinan terhadap Sang Kuasa. siapa di antara tiga nama yang dikenalnya yang bisa menolongnya keluar dari kesulitan keuangan. Bukan didapat dari jalan yang kita tempuh. Usai dhuha. Akan beda buat Bu Yusuf andai beliau sedari awal ke Allah dulu. namun Allah belokkan jadi benar jalannya. tetap. Dengan bahasa sederhananya. Bahkan sebelum lagi ia berikhtiar. kalau Allah sudah berkata Kun. Kali ini. Bisa jadi langkahnya salah. Kelihatannya di jalan yang benar dan menghasilkan. Bu Yusuf ini tahu kemana ia harus datang untuk pertama kalinya. akan ada bimbingan dari Allah untuk ikhtiarnya. Fayakuun. Melainkan jalan-jalan yang disediakan Allah. sebelum ia buka kalam sama ini orang. Ya. Cari Allah dulu. Ikhtiar manusiaya. Namun. Baiklah. Atau malah tidak jarang malah buntung. Tiga orang yang dituju. Ia merasa harus dulu menghubungi Allah. ia menghadap dulu Allah. Sesungguhnya. Bu Yusuf shalat dhuha. Mari kita kembali ke Bu Yusuf. Boleh juga peserta KuliahOnline semuanya membuka kembali tulisan kemaren. yakni terduga bahwa datangnya pasti dari Allah. mentok semua. sebelum ia kemudian menyatakan diri sebagai orang yang butuh bantuan ini orang. Dan sebenernya. Dan ia sabarkan diri untuk tidak dulu menghubungi salah satu dari ketiga nama yang ia tulis. pasti adanya. Kita bayangkan. Alangkah ruginya orang yang tidak mendatangi Allah. Siapapun yang menempuh jalan-jalan pengundang pertolongan Allah. kita ilustrasikan bahwa Bu Yusuf berlangkah langkahnya orang yang benar. itu yang tidak pasti. dan Bu Budi. hadir begitu saja. itulah yang dimaksud dengan “keadaankeadaan yang tidak terduga”. Bu Yusuf shalat dhuha. Langkahnya orang yang bertauhid yang memiliki iman. Seakan-akan datang begitu saja. Inilah yang saya maksudkan dengan “terduga’. Insya Allah. Tidak seperti ikhtiar sebagian dari kita selama ini. dalam bentuk apa dan bagaimana. termasuk meniti jalan-jalan yang membuka pintu rizki. Ia tuliskan tiga nama ini di atas kertas: Bu Jameel. Ga tahunya nihil. Hanya. kita coba ilustrasikan bagaimana zig zag nya cara Allah menolong. Bu Hendy. Masih ingat ya kuliah kemaren? Bagaimana payahnya perjalanan Bu Yusuf mencari pertolongan manusia. Ia mencoba mengingat. Ia ambil kertas dan pena. Itu prerogatif Allah banget. Kita sering mendengar istilah “Min haitsu laa yahtasib”. ia bermunajat dengan .

kemanapun aku melangkah. Ya Allah. Siapa gerangan yang Engkau tunjuk sebagai perpanjangan tangan-Mu untuk menolong aku? Gitu. Bu Yusuf menempuh jalan shalat dhuha. Dan kalaulah Ibu Hendy tidak berhasil juga. Al Baqarah: 153). “Hallo. mintalah pertolongan kepada Allah dengan jalan shalat dan sabar. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”. maka ke list yang ketiga. yakni dengan tidak dulu buru-buru mengontak manusia adalah kesabaran kiranya? Sempurna. (Qs. Tentu saja dimulai dari list yang paling atas: Ibu Jameel. ya Allah. wal qudrota qudrotuka. wal quwwata quwwatuka. maka sesungguhnya ia masuk ke dalam posisi yang disebut dengan ayat berikut ini: “Yaa-ayyuhal ladziina aamanuus ta’iinuu bish shabri wash shalaah. Wahai orang-orang yang beriman. maka tidak akan aku ketemu jalan yang kumaksud. assalamu’alaikum… Bisa bicara dengan Ibu Jameel…?” “Wa’alaikumussalaam… Maaf. Lengkap. baru melangkah ke list yang kedua: Ibu Hendy. ia seakan-akan mengatakan kepada Allah. bahwa sungguh Allah akan terlibat. Ya Allah. Yaitu pintu shalat. Ini bisa diberikan makna. Allah akan bersama orang-orang yang sabar. Lihat. aku akan menelpon ketiga orang ini. Menyertai perjalanan ikhtiar mereka yang shalat dan sabar. Kita datangi dulu DIA. yakni Ibu Budi. tiga nama yang kutulis ini adalah hamba-hamba-Mu. Kalau sekiranya ibu Jameel tidak sukses. Satu pintu pengundang pertolongan ia datangi. wal jamaala jamaaluka. wal ‘ishmata ‘ishmatuka…Sesungguhnya dhuha ini adalah dhuha-Mu. kalau Engkau tidak membimbing. Dan dengan Bu Yusuf ini shalat dhuha dan menunda diri untuk tidak dulu mengontak siapapun kecuali Allah dulu. Langkah pun tidak sia-sia. ketika Bu Yusuf ini memanjatkan doa ini. ini dengan siapa ya? Salah sambung. dst… Sesungguhnya. Itulah dhuha. Ya.menggunakan doanya shalat dhuha… Innadh dhuhaa dhuhaa-uka. Maka kemudian Allah menyebut. Mereka tidak akan dapat memberikan pertolongan kalau Engkau tidak berkehendak dan tidak memberi izin. supaya kita mendapatkan banyak kemudahan. Itulah kesejatian menghamba kepada Yang Maha Berkehendak. bukankah sebagaimana saya sebut di atas.” . Dan kita lihatlah ilustrasi berikut ini: Setelah lepas shalat dan doa. Ia ambil ancang-ancang untuk menelpon mereka satu satu. Innallaaha ma’ash shaabiriin. Bu Yusuf kemudian menghela nafas. Dan kemudian ia menyempurnakannya dengan memasuki pintu sabar. Kita tahu bahwa pusat segala pusat ya Allah. wal bahaa-a bahaa-uka.

Bu Yusuf. e. “He he… Maaf ya Ustadzah… Saya tidak mengenali suara Ustadzah…” “Bu Yusuf. “Eh. tanya Bu Yusuf. Gampang. kata Ustadzah Mansur menggoda. Bu Yusuf menulis tiga nama. Cerita selanjutnya ga usahlah saya teruskan. “Ustadzah ada uang segitu?” “Weh. saya Ustadzah Mansur. Siapa tahu saya bisa membantu. 5 juta.“Oooohhh… Maaf ya. Nanti ustadzah yang pinjam sama murid yang ada uangnya. Kalo dapat. Ustadzah. Tapi lihat ilustrasi ini. Bu Yusuf jadi merah mukanya. saya kira ada…”. Ga apa-apa. satu dua kawan-kawan Peserta KuliahOnline ngalamin juga hal-hal begini ini. di ujung sana. Insya Allah dapat dah”. pake malu segala. “Bu Yusuf. “Masa Ibu kenal saya?”. “Ah. Kalau saja Ustadzah Mansur tahu betapa malunya ia tidak mengenali suara guru ngajinya sendiri. namanya sharing. sama guru sendiri lupa?” Wah. Dan saya rasa. saya kan ustadzah loh… Ga ada uang. Ibu Yusuf sudah berseri-seri tuh wajahnya. begitu kata suara yang salah sambung ini. Bukan kebetulan loh Ibu salah sambung begini… Pasti ini udah diatur Allah. Yah. ada apa pagi-pagi koq sudah seperti orang bingung? Niat menelpon siapa tadi? Bu Jameel ya? Koq jadi nyambungnya ke saya?” “E. Bapaknya lagi ga ada uang…”. uangnya buat Bu Yusuf. Silahkan”. kalau gitu datang saja ke rumah saya…” Wah. Untuk anak saya. siapa yang bilang ada? Saya kan hanya nyuruh ke rumah saya saja…”. Deket Pesantren Daarul Qur’an…”. “Malu…” “Duuuuhhh. Insya Allah”. “Rasanya sih… Tinggal di mana?” “Ketapang. eh… Ini Bu Yusuf mana ya? Rasanya saya kenal nih…”. Yang amanah. “Saya butuh uang Ustadzah. bicara saja. eh. “Bu Yusuf. Maaf salah sambung”. “Oh. tentu ia betulan sudah malu sendiri. bener… Saya sudah duga ini pasti Bu Yusuf yang tinggalnya deket dengan Daarul Qur’an. Asal dijaga ya. Saya Bu Yusuf. tapi kan banyak murid. Malahan kemudian Allah hadirkan orang ke-empat yang ga . Ilustrasi ini demikian hidup! Ia bagaikan nyata. ga ada apa-apa koq Ustadzah…” Ustadzah Mansur ini menangkap ada suara yang sedang butuh pertolongan. Jaminannya saya. Masa. “Ah.

Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Tahu Kemana Melangkah KDW0131 Seri 31 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Tahu Kemana Melangkah Tidak semestinya buat orang yang beriman tidak tahu kemana dia melangkah. Kira-kira tinggal sepekan istri saya menulis di diarinya satu keluhan yang hanya ia simpan untuk Allah. Mudah-mudahan semua peserta memaklumi dan berkenan terus memberikan masukan. Yang penting bismillahnya bener ya? Maka nya. Wajar saja kadang saya kepeleset. Allah perpendek durasi ikhtiarnya. Akhirnya jadi bumerang buat kita. Kebetulan saya baca itu diari. Sebab selesai di urusan salah sambung tadi. Tiga orang yang ditulis. Wass. Kayak film saja. malah ga ada yang dikontak. Isinya kira-kira tentang kegelisahan seorang istri yang suaminya belum juga kunjung memiliki biaya untuk persalinan. he he he. Apa saja. Salam untuk saudara semua. ada yang menggarisbawahi kajian-kajian yang saya tulis. Di usia kandungan 8-9 bulan. Kalau di tulisan-tulisan terdahulu ada yang tersinggung. ada yang marah.ditulis oleh Bu Yusuf. Bukannya apa. Bukan dalam bentuk meminta uang. namun ikhtiar dalam bentuk usaha. Apa yang saya sajikan. banyak juga kita salah ngomong. Saya mengajar ini seperti saya mengajar “LIVE”. Waba’du. Allah muliakan Bu Yusuf dengan Allah tutup kesusahannya hanya di satu orang saja yang Allah tunjuk dan percaya bisa menjaga aib Bu Yusuf. . salah ngadu. soal tauhid. Tapi kami tidak ada uang saat itu untuk biaya persalinan. Habis ini. Miracle kan? Allah mempermudah. saya bahagia betul istri saya akan melahirkan. natural saja sifatnya. kita akan bicara-bicara soal keyakinan. saya mohon doa ya. What do you think…? Tak tunggu komentarnya ya. Langsung. Silahkan beri komentar. yang lebih seru lagi. saya membawa istri saya berikhtiar mencari pertolongan manusia. November tahun 2001. saya minta maaf ya. Dan yang tidak kalah pentingnya.

Namun masya Allah. Posisi kepepet senantiasa diyakini sebagai posisi yang sedang terjadi dalam hidupnya. Akhirnya. Ikhtiarikhtiar langit sementara. nangis bingung. seperak juga ga ada. Kami ingin sempurna pengaduan. terjadilah persalinan itu. Dalam tidurnya ini ia bermimpi ketemu Rasulullah. Juga Wirda melihat anakanak hebat lainnya di Daarul Qur’an. Allah Maha Mendengar jeritan hati. Saya rasa. santri PPPA yang ditempatkan di Pesantren Tahfidz – Daarul Qur’an Internasional. dan bersandar hanya pada-Nya. maka bisa jadi. plus jagoan puasa sunnah dan shalat tahajjud. tanggal 29 besok (saat tulisan ini ditulis. Satu yang saya ingat. Jika mengingat kondisi tauhid saat-saat itu. Wirda lapor di pagi harinya. anak perusahaan dari Krakatau Steel. semua ayah akan begini jika menghadapi situasi serupa. ia ditanya Rasulullah dengan pertanyaan yang hampir sama dengan saya. Kitanya saja yang tak pandai menjaga kesabaran untuk tidak mengeluh dan tidak berhenti beribadah dan berdoa mengetuk pintu langit. Kedua. Rupanya ini menjadi motivasi. Pengalaman hidup saya di beberapa waktu terakhir mengajarkan bahwa kalau kami mendatangi manusia. nangis seneng. Ya. Wirda berulang tahun. sambil menunjukkan catatan yang ia tulis dari hasil mimpinya semalam. Satu shalat yang sering juga diamalkan oleh para penghafal al Qur’an. Belum lagi saat itu masalah . plus juz 1 & 30. Kalimat ini terasa hanya pantas diucapkan pada Allah saja. Istilahnya. Kami belajar. Wirda beberapa waktu yang lalu melihat Isamil dan Ishak. Nah. November ini. Menamatkan pendidikan SD nya di Daarul Huffaadz Lampung dengan mengantongi 23 & 25 juz. Pertama. Dirut Tirta. Ismail dan Ishak ini anak kembar yang masya Allah. Web Admin). istilah kepepet itulah garis finishnya. Saya berkeyakinan Wirda shalat sunnah lihifdzil Qur’an. pun melihat Atira. terus dilakukan. Agak-agak pantang kami mengucap tidak ada uang. Wirda. Sempurna. penuh hanya untuk makan saja. Kami sedang belajar saat itu. Banyak manusia yang tak sabar dengan kondisi “injury time”. nampaknya manis sekali untuk senantiasa diistiqamahi. Satu malam ia menyatakan akan menyempurnakan hafalan Yaasiin dan al Ma’tsurat. Masih kelas 4 SD di Daarul Huffadz. dan mendorong Wirda untuk hafal 30 juz. Ketika ditanya oleh saya. Bayi yang kelak di usia 7 tahun bermimpi bertemu dengan Rasulullah ketika akan menyatakan diri ingin menjadi penghafal al Qur’an. saya menangis dua kali. Wirda diajak Rasulullah shalat di rumah batunya Rasulullah tanpa Wirda tahu shalat apa itu namanya. koq ga niat 30 juz saja? Wirda memberi jawabannya dengan senyum. itu hanya membuka aib kami saja bahwa kami sedang dalam keadaan tidak berdaya. Wirda yang 7 tahun yang lalu menjadi bayi yang kita bicarakan ini. dan sudah mengantongi 4 juz. Hadi Purnomo. Ketika Wirda lahir. hasil ikhtiar harian. putri dari sahabat saya. Lahir bayi yang sempurna. Dalam waktu itu. biar Allah saja yang memilihkan dan menggerakkan hamba-hamba-Nya untuk menolong kami. Kemudian melanjutkan ke Daarul Qur’an untuk penyempurnaan. namun suaranya seenak Imam Makkah. Katanya.Asal halal. malamnya Wirda tertidur. hanya kepada Allah. yang kini tumbuh sebagai anak yang saya banggakan. bahwa dengan betul-betul menyandarkan posisi kepada Allah. mengagumkan. Hafalannya dan suaranya. Atira ini istimewa juga. 7 tahun silam lahir dalam keadaan saya tidak megang uang sama sekali.

Meminta maaf sudah membelakangiNya. Dan harus hanya mengabarkan bayi saya sudah lahir. Pengen jalan saja”. Kata orang. Meminta maaf sudah menganggap-Nya tidak ada. pasrah sepasrahpasrahnya. Menangis minta ampun sama Allah. Saya cium Wirda dengan penuh perasaan saya. Kembali. Jembatan Lima. saya masih mengingat kalimatnya. Selanjutnya. koq bisabisanya saya jawab ga tahu mau kemana… Bukankah sebagai seorang mukmin ia tahu seharusnya hendak pergi kemana? Ya kemana lagi. paman. kesusahan. minta dibimbing ini kaki. bahwa kalau sampai masuk dan ketemu dengan bibi. Dan kayaknya mah. Asli. Beberapa saat setelah Wirda lahir. “Nyari kemana…?”. Saya berdoa sejenak. sebelum masuk. dan saudara saya. Kadang saya sama sekali tidak membantunya. kepasrahan semacam dulu. doanya bayi itu mustajab. dengan ekspresi yang penuh dengan . “De. Sampe di sini. motor pinjaman masih terisi bensin. saya kadang terdorong untuk mendidik jamaah yang datang dengan kesusahannya untuk pol saja ke Allah. Saya berharap tidak ada satu kejadian pun di jalanan yang menyebabkan saya harus keluar uang. saya langsung pamit sama istri saya. Persis ketika di pintu Bidan Suli. saya yakin. Hingga kemudian saya menyadari motor saya ada di depan rumah keluarga Kampung Sawah. Alhamdulillah. Sekalian minta doa. saya beristighfar. Tidak lupa. kalau bukan ke Allah. saya yakinkan diri ini untuk tetap pantang meminta kepada makhlukNya. kemana hendak menuju. Saya lihat pintu gerbang hijaunya. Saat itu saya sujud. Saya ajarkan diri saya sebelum masuk. Saya jalan sejalan-jalannya. keprihatinan. agak sulit untuk ketemu dengan tauhid semacam dulu. Bidan dekat rumah kami (waktu itu belum ada Daarul Qur’an).masih sedang banyak-banyaknya. tulisan ini rasanya sudah saya tulis juga di buku Kun Fayakuun. “Nyari kemana…?” “Engga tahu. saya harus pasang muka tidak ada masalah dengan keuangan. Kondisi beginilah yang kelak membukakan pintu rizki dari langit dan bumi dan kemudia terangkat kehidupan. Ah. modal yang mahal sekali hidup di dalam kesedihan. Sungguh. Mau nyari duit…”. Bukan apa-apa. Saya berkeyakinan. di kantong tidak ada uang sama sekali. manis sekali tauhid saat itu. Allah yang menunjukkan dan menggerakkan saya ke sini. Istri saya kan nanya. pasrah saja. Rasanya. Apalagi pas tidak ada pintu yang terbuka. dengan situasi nyaman saat ini. kaka pamit dulu ya. dalam hati saya. Namun. Duh. di sini mesti ada jawaban untuk biaya bersalinnya istri saya tadi paginya di hari itu. dan saya meminta doa restu Wirda bayi. saya pamit sama bayi saya ini. terserah Allah saja. lebih kurang. Namun tidak sedikit yang kemudian hidup cengeng. Insya Allah biasanya orang tersebut akan penuh bergerak ke Allah.

biarlah sekedar uang kecil untuk jagajaga bensin dan makan minumnya saya sepanjang perjalanan ikhtiar. Saya kabarkan berita gembira ini. Namun beda nenek. Saya cium tangan orang yang saya hormati ini. Percaya saja Allah yang akan menggenapkannya. kehormatan. Tapi saya tahu persis. Berdoa. Yang saya cari rizki-Nya. pun pastinya ga punya uang. orang yang ikut membesarkan saya sejak bayi. Tapi subhaanallaah… Sampe mau pamitan. apa boleh buat. Ya sudah. Golongan 3 aja engga. Sebagian hati saya yang lain mengatakan. serta tidak menyiratkan kegalauan tak ada uang. Apalagi dengan kejadian demi kejadian yang saya alami. Tidak ada juga terdengar angin baik. Barangkali. orangnya gemar membantu. bahwa kami tidak punya uang.kebahagiaan. Pulang zuhuran. sebagai manusia. Laa hawla walaa quwwata illaa billaah”. Begitu saya bilang. Allah yang mengajari. yang akibatnya pun ditanggung oleh keluarga. Hanya Allah yang tahu. bilang itu sebagai bahagian dari ikhtiar”. Tangannya ringan untuk menolong orang. Kan ikhtiar namanya juga. Ga ah. “Percaya ga Allah Maha Menggerakkan HambaNya? Kan sudah bicara sama Allah tentang kebutuhan Wirda. Dan lalu saya pamit. Ingin rasanya saya memberi signal. ini kan bukan ikhtiar untuk minjem. Saya balikkan wajah saya dan tubuh saya. Malu rasanya. Inilah yang disebut dengan muru’ah. Entahlah kemana setelah ini. Saya datang kira-kira jam 10. saya pamit. Hajjah Hurul ‘In. Rupanya. saat itu saya jalan ke masjid. Hasbunallaah wani’mal wakiil. Tapi. atau yang akrab saya sapa dengan Bu Noni. Tapi. saya berharap sekali dapat sekedar persenan. Lagian. Dengan bahasa tubuh dan air muka. Juga nasihat. Seperasaan saya. entahlah. ga ada tanda-tanda. Ungkapan-ungkapan kebahagiaan saya dapatkan. Anggap saja. Ada saudarasaudara saya yang lain. Ga mungkin rasanya ia saya mintakan uang. untuk mengutarakan saja. asli rendahan saat itu. Termasuk seneng memersen (memberi uang). penghuni rumah Kampung Sawah. Namun sudah terlanjur niat untuk tidak menunjukkan kebutuhan kecuali di hadapan Allah saja. yang menikahi ibu saya ketika saya berusia 5 tahun. Saudara-saudara sekalian. Palingan saya ke orang tua. tidak ada satu pun yang nanya udah ada uang belum? He he he. Saat itu. kalaulah Engkau ya Allah tidak memberi saya uang untuk biaya bersalin. hati masih tetap berharap. Tidak yang lain. Pamitlah saya dengan sempurna. Saya berdoa kepada Allah dengan bahasa hati. bahwa ayah ibu saya. kemuliaan. Azan zuhur berkumandang. Hajjah Hurul ‘In. ada letupan di hati. adalah pegawai rendahan golongan 2. Jembatan Lima ini salah satu di antaranya adalah bibi saya. dari rumah ini. Allah yang akan mencukupkannya. Saya melangkah mantab meninggalkan rumah ini. Ya sudah. “Ga apa-apa. Maka saya cukupkan dengan mencari-Nya sahaja. Gitu. dan istri saya. dan hari ini saya sedang berjalan menyusuri bumi-Nya Allah yang katanya luas. Beliau kakak dari ibu saya. untuk mencari rizki-Nya. Di dalam hati saya mengatakan. ni’mal maulaa wani’man nashiir. Ayah tiri saya. Insya Allah. Terus terang. . Satu-satunya.

Ya Allah. ntar ada yang protes dah. Sebab pegangannya lain. Ya Allah. Bibi saya menahan saya dengan gerakan tangannya. maaf ya. bukan hanya selembar tipis. Tapi berlembar-lembar yang digulung. Saudaraku. Kan bisa saja penggenapan itu terjadi dengan bidan Suli memberikan . saya dengar. Doa saya kira-kira. Getaran rasa. begitu saya merintih pada-Nya. dan baca macammacam. nyampe di saya. Sebab udah jam 14 kalo ga salah saat itu. Di perjalanaan pulang saya zikir. uang ini bisa berganda dengan sendirinya di kantong saya. Ketika beliau memanggil saya yang sudah berlalu dari hadapannya. Takut kurang. dan menyelipkan segulungan uang di tangan saya. Saat itu. Begitu doa saya. emangnya shalawat bisa menggandakan uang? Emangnya dengan laa hawla uang bisa berubah jumlahnya? He he he. jangan diprotes nih kalimat paragraf ini. Di mana saya membayangkan. Dan alhamdulillah! Benar saja. air mata udah mau netes. istighfar dan laa hawla. Ini episode kecil saja untuk menggambarkan pelajaran kecil tentang tauhid. “An… Tunggu sebentar…”. saya tidak berani melihat uang ini. Besok saja dah. Kalo udah tenangan. “An…”. Saudara-saudara Peserta KuliahOnline. ya Allah. Allaahu akbar! Ga lama beliau keluar dari kamarnya. Dan pastinya. tiba-tiba suara yang saya sangat kenali. ternyata bibi saya bukan mengambil uang untuk ongkos saya. Saya tahan. jangan sampai perasaan bahagia saya ini menjadi salah di mata-Mu. Saya urungkan untuk berangkat ke Bekasi. tolong Engkau buat ini uang menjadi cukup sesampenya saya di bidan. Dengan kekuatan shalawat. baca shalawat. Beliau mengambil tangan kanan saya. Saya menengok. Ini suara bibi saya. Saya langsung menuju Bidan Suli. he he he. terasa kalimat ini memberi sejuta harapan. Cerita ini bukanlah ukuran hebatnya tauhid saya. Saya berdoa sepenuh hati agar demikian adanya. Uang dari Bu Noni saya kantongin. Kritis kali ya? Bukan apa. Saya putuskan langsung pulang dulu.“An…” Saya hampir ga percaya. dan beliau masuk ke kamar! Saya tahu. tentu tauhid saya ini tidak ada apaapanya. he he he. Saudara mau kadang protes melulu. Namun yang saya ga paham. Ia memanggil saya. Ini hanya ungkapan batin saja. he he he. Macam uang 20 ribuan atau 50 ribuan. Jangan sampai bibi saya tahu bahwa saya sedang nungguin ini uang. bibi saya pasti mengambil uang. “An…”. Tapi panggilan ini saya kenal. Ga tahan. Peserta KuliahOnline yang sedang belajar tauhid. saya tahu uang ini pastilah bukan sekedar uang ongkos. melainkan untuk biaya persalinan istri dan bayi saya! subhaanallaah. kalau kurang ini uang. Saya saat itu membayangkan satu ilmu kanuragan. Saudara-saudaraku. saya tahunan hidup bersama bibi saya.

ntar mahal. Allah menyelamatkan saya. temuin dah tuh bidan. Muhammad Kun Syafi’i. Mertua saya ini apa engga tahu ya kalo saya ga punya uang? Bicaranya seakan-akan saya sudah megang uang dari kemaren-kemaren untuk persiapan melahirkan. “Suf. besokbesok. Saya kan lakilaki. Tapi. saya berdoa. Doa dari saudara semua saya perlukan. Makasih ya Allah. Pas! Alhamdulillah. Maka saya tidak dapat membayangkan. Deg. Pas! Persis 500 ribu. malu lah di hadapan mertua. 9 hari lagi Wirda ulang tahun. umpama kejadian. dan Muhammad Yusuf al Haafidz. he he he. mertua saya takut kalo sampe nginep. sepenuhnya perjalanan tauhid. saya juga takjub. “Berapa Bu?”. Pembelajaran keyakinan terhadap Allah saja. kita akan belajar tentang apa yang sudah dikisahkan di Film Layar Lebar Kun Fayakuun. Bayangkan. Adiknya Wirda dah 3. Saya keluarkan uang yang belum saya lihat dan belum saya hitung ini. bahwa saya belum megang uang. Untuk kajian besok. Sesampainya saya di Bidan Suli. Jantung saya mau copot rasanya. Kita akan lihat bagaimana besok itu saya mengisahkan seorang penjual kaca yang menahan sang istri untuk tidak minjam kepada yang lain. Iya lah. he he he. deg. Waba’du silahkan pesan DVD Film Kun Fayakuun di web kesayangan . *** Saat tulisan ini saya tulis. Katanya si Nunun udah langsung boleh pulang”. “Ayo. mertua saya diberitahu oleh bidan untuk pulang saja langsung. wuah. Di mana harga diri kita. “500 ribu Pak Yusuf”.keringanan kepada saya. Rupanya. Di perjalanan saya berbisik canda kepada Tuhan yang teramat saya banggakan ini. Kepada Allah saja. Perjalanan tokoh di Kun Fayakuun. tanya saya kepada bidan. lebihkan ya…”. Sama nyai dari istri saya. Di depan teras bidan saya sujud. iya ga? Sejurus kemudian. Allah menjaga saya dari rasa malu. ibu mertua saya sudah ada di sana. Ga pake kembalian. Gitu. Mendingan ya langsung pulang saja. Engkau singkatkan perjalanan ikhtiar saya. Qumii Rahmatal Quluub.” kata mertua saya. Alhamdulillah. dan bersiap-siap nemuin bidan. “Ya Allah. dan langsung diberhasilkan. tanggal 20 November 2008. Saya dapat uang karena percaya pada-Mu ya Allah.

.saudara ini untuk menambah ilmu dan wawasan. Mudah-mudahan menambah hikmahnya.