Kuliah Online WISATA HATI DOT COM

Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi

Kuliah Dasar Wisatahati Kuliah Tauhid Mukaddimah
KDW0101 Seri 01 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada -

/ KDW01

Tidak Tidak Tidak Tidak

Bismillaahirrahmaanirrahiem, saya mulakan Kuliah Tauhid ini dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi-Nya, Allah, Tuhan semesta alam. Salam hormat kepada semua Peserta KuliahOnline. Menyenangkan sekali bisa ketemu dengan Saudara-saudara semua, meski secara maya. Saya berdoa semoga segala fadhilah ilmu dan fadhilah majelis ilmu, tetap diberikan oleh Allah kepada kita, sebagaimana kalau kita duduk bertatap muka satu atap di satu majelis ilmu. Rasulullah bersabda, bahwasanya sesiapa yang duduk di dalam majelis ilmu, maka Allah akan mencatatkannya sebagai orang yang ikut berjihad di medan perang membela agamanya Allah. Dan sesiapa yang duduk di majelis ilmu, maka Allah juga akan memerintahkan malaikat-Nya turun. Malaikat ini akan mengepakkan sayapnya dan bercucuran rahmat kepada siapa yang ternaungi. Malaikat ini juga akan membanggakan mereka semua di hadapan Allah, seraya memohonkan ampun kepada Allah. Majelis ilmu adalah juga bahagian dari Majelis Zikir, majelisnya orangorang yang belajar untuk mengenal dan mengingat Allah. Insya Allah segala fadhilahnya kelak kita akan pelajari lebih lanjut lagi. Saya hanya kepengen Saudarasaudara semua ikut mengamini doa saya, agar KuliahOnline ini menjadi Majelis Ilmu juga buat kita. Dan sejatinya, KuliahOnline ini adalah pengajian. Pengajian secara maya. Baarokawloohu lanaa, keberkahan semoga Allah berikan kepada kita, dan kepada siapa yang terlibat di dalam KuliahOnline ini. Saya juga berdoa kepada Allah, agar waktu dan biaya yang Saudara-saudara keluarkan; biaya registrasinya, biaya pemakaian listrik dan internetnya, biaya investasi perangkat kerasnya, dan biaya-biaya lainnya, dijadikan sebagai sedekah sebagaimana patutnya Allah menganggap sedekah bagi siapa yang mengeluarkan biaya dalam menuntut ilmu dan haji umrah. Dia-lah Yang Maha Syakuur, Maha Membalas, Maha Menghargai. Di mana kita sama tahu, bahwa setiap sedekah akan mendapatkan balasan yang luar biasanya dari Allah subhaanahu wata’ala. Dalam pada itu, saya menggarisbawahi kepada semua peserta KuliahOnline. Sesiapa

yang mendapatkan ilmu, pengalaman, pencerahan, spirit, motivasi dari sesi-sesi KuliahOnline ini, mudah-mudahan berkenan membagi lagi kepada yang lain. Agar bertambah-tambah pahala kebaikan kita bersama. Adapun registrasi yang muncul akibat KuliahOnline ini, mudahmudahan ada keridhaan dari Saudara-saudara semua sebagai sarana buat saya dan yang terlibat di KuliahOnline ini mencari rizki yang halal dan sebagai dana untuk operasional penyelenggaraan dan pengembangan KuliahOnline ini. Tapi sesiapa yang tiada kemampuan untuk melakukan registrasi, atau ada hambatan-hambatan teknologi, fisik dan keilmuan, maka kepada merekalah kita berbagi ilmu yang sudah didapat ini. Sungguh, kita sama-sama berjuang agar keridhaan Allah betul-betul kita dapatkan. Saudara ridha terhadap kami, dan kami ridha terhadap Saudara. *** Dengan memuji kepada Allah, saya beristighfar kepada Allah. Beragam nikmat, Allah berikan, sementara saya rasa ibadah tiada bertambah. Bahkan barangkali kalaulah tidak ada Kasih Sayang-Nya, tidak ada Rahman dan Rahim-Nya, niscaya tidak akan pernah berimbang antara dosa dengan kebaikan. Selalu akan lebih banyak dosa ketimbang kebaikan. Kesibukan dunia yang pada akhirnya seringkali menyebabkan manusia menjadi jatuh ke dalam kesusahan, tidak menjadi pelajaran buat yang lain. Atau bahkan sering tidak menjadi pelajaran bagi dirinya sendiri. Bukan kesibukannya itu sebenarnya yang menjadi masalah, melainkan karena kesibukan itu sudah melalaikannya dari mengingat Allah. Andai kesibukan mencari dunia tidak melalaikan diri kita dari Allah, maka niscaya hidup ini akan seimbang dunia dan akhirat. Mencari dunia adalah perintah Allah juga. Dan setiap perintah Allah yang dikerjakan, maka ia menjadi ibadah. Allah hanya meminta kita, jangan sampai kita lalai dari mengingatNya. Untuk itulah saya ingatkan diri ini dan diri yang bisa diingatkan dengan pembelajaran tauhid yang saya tulis. Agar kita bisa mementingkan Allah dari siapapun dan dari apapun. Dan Kuliah tauhid ini saya sampaikan juga sebagai pengingat bagi diri saya dan bagi mereka yang mau mengingat akan kelalaiannya beribadah sebagai tujuan diciptakannya manusia; Untuk beribadah kepada Allah. Kuliah Tauhid saya rangkai seraya memohon izin dan ridha-Nya. Saudara-saudaraku peserta KuliahOnline… Di antara biang keladi iman sering runtuh, sebab tidak sedikit manusia yang takut bahwa ia akan tidak memiliki rizki… Tidak bisa menyelesaikan masalah… Tidak bisa memenuhi keinginan-keinginan dunianya… Tidak akan bisa senang hidup di dunia jika rajin beribadah dan taat kepada Allah… Sedang Allah Maha Segala, Maha Kuasa, Maha Besar. Dunia mengalahkan dirinya dari Allah. Atau malah karena tidak mengenali apa itu hakikat kebahagiaan, hakikat kesenangan, dan atau lebih jauhnya hakikat hidup itu sendiri, yang kemudian

menyebabkan iman menjadi tidak muncul cahyanya di kehidupannya. Atau, malah tidak mengenal Allah? Untuk itulah perlu kiranya belajar tentang tauhid. Penyebab lain iman sering runtuh, adalah ketiadaan ilmu. Dan ilmu segala ilmu adalah ilmu tauhid. Belajar tentang tauhid adalah belajar tentang Allah, dan itu juga berarti belajar untuk kehidupan dan kematian. Kita hidup berasal dari Allah, dan pun kita akan mati untuk kembali kepada Allah Yang Maha Hidup. Pengetahuan bahwa manusia yang hidup akan mati, dan yang mati akan dibangkitkan kembali untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuatnya, juga mendorong saya menulis esai demi esai Kuliah Tauhid ini. Alangkah mengerikannya jika kemudian kita betulbetul dilalaikan oleh dunia, dan lebih mengerikan lagi jika kemudian hidup kita sendiri menjadi jauh dari Allah, dekat dengan perilaku-perilaku syetan, lalu mati. Entahlah, tidak terbayang betapa sia-sianya hidup seperti ini. Semula Kuliah Tauhid ini digunakan sebagai perenungan bagi diri sendiri, dan kemudian dibawa kepada sesiapa yang berkenan diajak untuk sama-sama belajar tentang Allah dan kehidupan ini. Rasanya saya seperti sedang berdiri sebagai orang yang tauhidnya sudah benar saja ya? Padahal masih jauh. Saya niatkan sama-sama belajar dengan Saudara-saudara semua. Hati ini gelisah dengan kurangnya ibadah, mudahnya maksiat, bahkan maksiat di tengah ibadah; ketika berdakwah, ketika menulis, ketika shalat, ketika zikir, ketika baca al Qur’an. Saya mengerti, jawaban semuanya adalah tauhid, untuk menghidupkan iman dan membuahkan amal yang terang benderang. Semakin manusia bertauhid, semakin ia aman dan nyaman. Pun semakin ia bahagia dan tenang. Sebab ia semakin mengenal dan semakin dekat dengan Allah. Belum lagi persoalan-persoalan kehidupan manusia dan hajatnya yang banyak yang tiada ada pernah habisnya. Dua hal ini; persoalan hidup dan hajat hidup, manusia sebenarnya membutuhkan Allah Yang Maha Tahu tentang dua hal ini. Namun ilmu tauhid sudah sedikit sekali dipelajari orang lantaran beratnya. Akhirnya manusia tidak mengenal Allah, Tuhannya. Perlu saya ketahui dan perlu lebih lagi diketahui oleh Saudara-saudara semua. Di tangan Allah; menaikkan gaji orang-orang yang tiada cukup gajinya, melunasi hutangnya, menghadiahkan pekerjaan dan permodalan usaha, menyembuhkan penyakit seseorang, dan menyelesaikan semua problem kehidupan manusia, adalah jauh-jauh lebih ringan daripada DIA memberi rizki kepada semua makhluk di bumi. Allah sediakan jalan shalat dhuha, sedekah, tahajjud misalnya, sudah akan membuat manusia enteng dengan persoalan hidup dan hajatnya. Tapi itulah, bagaimana mau mengenal Allah, kalau kemudian tiada mengenal seruan-Nya, petunjuk-Nya, bimbingan-Nya? Dan karena tidak mengenal jalan-jalan ini, manusia lalu menempuh jalan-jalannya sendiri yang lama dan berat. Lalu mereka mengatakan, “Inilah hidup”. “Perjuangan”, begitu katanya. Orang-orang ini tidak tahu bahwa Allah memberi

*** Di kali pertama kita memulai belajar sesuatu yang berat ini. Bukan duit. dan amal saleh. Nabiyallah Muhammad shalla ‘alaih. Hanya Allah”. Katanya. adalah kelembutan yang menghunjam hingga di lubuk hati saya yang paling dalam. Mari kita hadiahkan shalawat dan salam. Dan tiadalah cinta kepada Allah dihitung cinta. mengeesakan Allah. Jangan ada yang lain. manusia memilih jalan yang berat. Tauhid. maka Allah bershalawat 10x kepadanya. dan secepatnya menggelar sajadah dan menangis. sujud. Allah hanya meminta hanya ada DIA di hati kita. niscaya kehidupan akan terang benderang. Sentuhan tangannya di dada saya. “Yang Kamu butuhkan hanya Allah. Ta’at kepada Allah tiada dihitung ta’at apabila kita tiada ta’at kepada Rasulullah. Seakan pertolongan Allah itu jauuuuuuh. Lalu ruku’. Bukan yang lainnya. ibadah. Ada kesejukan yang mengalir. Satu saat saya menangis di hadapan seorang ‘alim. di kehidupan kita. Bagaimana mungkin seseorang sudah mah ia jauh dari Allah. seraya memperbaiki diri dari sisi iman. agar diri kita dan segenap orang-orang . lalu memberi-Nya persangkaan buruk yang demikian kepada Allah? Itu juga terjadi karena ia tidak mengenal Allah. “Apa sesungguhnya yang Kamu butuhkan?”. Dia bertanya. tidak mungkin ia gapai. Lalu dia memegang dada saya. Ketika manusia dihadapkan pada sejuta persoalan hidup yang lain. ia berputus asa dari rahmat Allah. Allah menjanjikan sesiapa yang bershalawat satu kali padanya. Iman. saya mengingat secuplik episode ketika saya bermasalah. itulah jawaban buat saya dan buat semua orang yang berdada sesak. Saya terdiam. Dan itulah juga jawaban buat orang yang belum sesak dadanya supaya menjadi modal ketika kesesakan bersemayam di dadanya. Kasih Sayang Allah begitu besar. menjadikan Allah segalanya. kita bershalawat kepada Rasulullah shalla ‘alaih. Bukan solusi. Ingin rasanya segera saya berlari ke tempat wudhu. dan berdoa pada-Nya. *** Saudara-saudaraku. kepada orang yang paling kita rindukan. Tauhid. Jauh lebih besar melampaui dosa siapapun dan jauh lebih besar dari dosa siapapun. sebagai doa. Tapi sayang.keringanan. hingga kita mencintai Allah. Mengapa? Sekali lagi saya insyafkan diri saya. di pikiran kita. Pertolongan-Nya pun demikian mudah didapat. ini sebab tiada ada ilmu tauhid. Dan saya lakukan itu. sebab DIA Yang Maha Tahu tentang bagaimana alam ciptaannya bekerja. Saat itu saya menangis. Tauhid! Itulah jawaban buat saya.

bukan piutang yang belum tertagih. mengenal rasul-Nya. dan mengikuti Rasulullah. Besar harapan saya. Rasulullah yang setiap hari saya paksakan bershalawat kepadanya minimal 100 kali sehari semalam. maka ikutilah aku (Rasuulullaah). siapa yang menghidupkan sunnahku. juga para jamaah yang lain yang belum mengetahui adanya KuliahOnline ini. terbiasa hidup dengan sunnahsunnah Rasulullah. Bukan. Dan barangsiapa yang mencintai diriku. mengenal Rasulullah. Dan mestinya ini jugalah yang Saudara-saudara semua takutkan. betul-betul memotivasi diri saya. siapa yang mengucapkan Laailaaha illallaah. dan ta’at kepada Rasulullah.yang ada di hati kita. Tiada yang saya takutkan kecuali diri ini mati dalam keadaan tidak bisa mengatakan Laailaaha illallaah wa-asyhadu anna Muhammadar rasuulullaah. Apapun modul yang dipilih oleh masingmasing peserta. Itu tiada lain. dan mencintai Rasulullah. maka dia akan bersamaku di surga. jika kalian mencintai Allah. menjadi penyembah-Nya. dan menjadi orang yang sayang apabila begitu gampang meninggalkan sunnahnya. agar kita-kita semua ini beserta keluarga kita. bukan penyakit yang belum sembuh. Qul. Mengikuti Allah. itulah yang mau saya tuju ketika saya tulis materi demi materi perkuliahan ini. Dan besar pula harapan ini. bisa benarbenar bersungguh-sungguh mengenal diri-Nya. Melainkan betul-betul yang kita takutkan adalah kalau kita meninggal dunia dalam keadaan kita tidak bisa mengucapkan kalimat tauhid. ada di barisannya Nabi ketika semua manusia dikumpulkan di Padang Makhsyar. maka sungguh dia telah mencintai diriku. Inilah tauhid. dan saling mengingatkan. Maka mari kita belajar sepenuh hati. bukan rumah yang belum bisa kita beli. Dan agar kita semua duduk satu surga dan bisa mencium wanginya. dakholal jannah. Ta’at kepada Allah. *** Tentu saja tidak ada yang bisa mengajarkan sebaik Allah yang mengajarkan. maka dia dijamin masuk surga. wa man ahabbanii kaana ma’ii filjannah. in kuntum tuhibbuunallaah fattabi’uunii yuhbibkumullaah. Mengenal Allah. kalimat “Laa-ilaaha illallaah”. Man qoola laa-ilaah illallaah. Dan tidak ada satu pun ilmu yang kita dapat kecuali Allah yang mengizinkannya menjadi . agar Allah --yang t’lah berkata bahwa tiadalah lengkap kalimat tauhid. tanpa kesaksian bahwa Muhammad itu adalah Rasul-Nya – memasukkan diri ini ke dalam golongan orang-orang yang mencintai-Nya. Man ahyaa sunnatii faqod ahabbanii. tanpa “Muhammadar rasuulullaah”. Mencintai Allah. bukan dunia yang selama ini menjadi sumber petaka dan masalah kita. agar kalimat tauhid betul-betul dicatat Allah pernah kita ucapkan. katakanlah. bukan pekerjaan dan modal usaha yang belum kita dapatkan. dan inilah ruh semua ruh seluruh KuliahOnline kita. Sungguh. niscaya kalian akan dicintai Allah. dan kemudian berkenan menjadi hamba-Nya. agar diri ini masuk kepada golongan orang-orang yang mencintai sunnahnya. Bukan hutang yang belum terbayar.

saya dan Anda semua akan sama-sama belajar tentang maa huwattauhiid? Apa itu tauhid? Saya katakan sama-sama belajar. Belum diampuni Allah. kuliah tauhid ini bisa menyelamatkan diri kita semua dari kehancuran yang lebih besar. dan akan terus belajar. Tapi siapa yang saya bisa mintakan kekayaan dan pembagian kekuasaan? Hanya DIA yang berkenan diminta. dan sangat-sangat baik. lewat pintu KuliahOnline yang beragam sesuai dengan kebutuhannya dan keinginannya. dan berkuasa. Saya mengenal banyak orang kaya. Subhaanallaah! Betapa menyenangkan hati kegiatan belajar dan mengajar tauhid ini. Apa yang saya maksud dengan kehancuran yang lebih besar? Yaitu ketika kematian datang. lalu saya membagi-baginya menjadi satu dua kisah hikmah. lebih banyak makan asam garam. jika kemudian neraka terhidang untuk kita. belum dapat ridha-Nya. menyingkirkan semua duka. Agar Allah angkat derajat kita semua. bahwa Allah Memang Tuhan saya. Buat apa kaya dunia. maka mintalah juga nasihat dari mereka. dan diberi! Saya nukilkan sedikit pengalamanpengalaman mereka yang berkenalan dengan Allah. Biarlah Allah yang mengetahui rahasia kebenaran-Nya. dan mewafatkan kita semua dalam kebaikan untuk segera bisa menemui Allah dalam keadaan yang diridha-Nya. Saya berharap. agar di diri kita semua. memang saya pun masih terus belajar. dengan kita mengenal-Nya. dari sedikit cara yang saya ketahui ini. para ‘alim ‘ulama di bidang ini. Dan yang lebih penting lagi. orang tua kita. Semuanya insya Allah perjalanan hidup yang begitu saja. dan segera memulai saja perjalanan tauhid dari mengenal-Nya. Kemuliaan mudah-mudahan Allah hadiahkan juga buat mereka-mereka yang kita kasihi. penderitaan.ilmu buat kita. Boleh jadi apa yang saya sampaikan adalah sebuah kesalahan. memberi jawaban semua persoalan hidup. sebab sebagaimana saya katakan di atas. kita tidak siap. untuk duduk bersama dan mengajarkan kepada kita semua tentang ilmu tauhid. dan buat orang-orang yang mulai mengikuti perkuliahan tauhid ini. belum dapat maaf-Nya. keluarga kita. lebih soleh. Saya undang hampir semua kelompok manusia. Semoga cara saya memperkenalkan Allah kepada diri saya. Ada yang tidak bermasalah. Kanan kiri Anda yang mengikuti pembelajaran ini. sudahlah cukup membuat saya bangga. tumbuh tauhid. *** Setelah ini. banyak yang lebih ‘alim. bisa menjadi satu pembelajaran tauhid yang diridhai Allah subhaanahuu wata’ala. Tidak ada yang aneh dari pembelajaran tauhid yang akan saya sampaikan. Namun apa yang saya tempuh. abadan abadaa. tanpa batas. Selama-lamanya. Sebab kepadaNya juga berpulang semua kebenaran. Kelak kita akan undang para ahli. Dia begitu baik. para orang yang sudah mendoakan dan menjadi bahagian dari amal saleh. iman. . sahabat-sahabat kita. sesuai tujuan perkuliahan ini.

penuh ampunan. ga usah khawatir. baik yang berupa tulisan. Baru setelah itu. Bulan yang semua amal dilipatgandakan. yang karenanya Saudara memilih Kuliah Solusi Terapan. Bersabarlah mengikuti Kuliah Tauhid ini. Mudah-mudahan dengan kekuatan getaran hati menuju Allah. berjamaahlah (kecuali perempuan). saya mengingatkan yang memulai belajar Kuliah Tauhid ini. Niscaya ia bisa juga menjadi jawaban buat Saudara. mudah-mudahan Allah membimbing kita semua. Yang masih shalat di rumah. shalatlah. Jazaakallaah. hingga ke seminar-seminar dari berbagai materi Kuliah Online. Dan bukanlah satu kebetulan. Dalam pada itu. sempurnakanlah dengan qabliyah ba’diyah. Kuliah Dasar Tauhid ini saya anggap sebagai ruh dari seluruh materi Kuliah Online. Kuliah Pilihan. Mudah-mudahan Anda semua bisa berprasangka baik. terdiri dari 41 esai pembelajaran tentang tauhid termasuk mukaddimah ini. Yang belum shalat. Kritik dan saran teramat sangat saya tunggu. Kuliah Tauhid ini bersifat harian. Kuliah Dasar Tauhid ini sendiri. berusahalah untuk shalat di masjid. apabila ditemukan banyak kejanggalan. *** . Semuanya saya undang belajar di Kuliah Online. penuh keberkahan.tapi sekedar ingin belajar menambah wawasan. Yang sudah shalat wajib. maka jumlahnya 40 esai. audio. Anda yang butuh pencerahan dan pertolongan. Baik Kuliah Dasar. bahkan sebelum Saudara mengikuti Kuliah Solusi Terapan Sedekah. penuh dengan keridhaan Allah. visual. perkuliahan tauhid ini sudah cukup menemani hari-hari Anda. Saya tutup dulu pintunya materi-materi lain. Saudarasaudara bisa mengambil materi-materi kuliah lain. Maafkan segala kesalahan saya dan kawan-kawan pengelola perkuliahan online ini ya. tapi masih sendiri. Selamat mengikuti perkuliahan. Amin. Web Admin). Sementara itu. dan Kuliah Solusi Terapan Sedekah. Mudahmudahan (KuliahOnline ini dimulai perdananya tanggal 25 Agustus 2008. Yang sudah shalat. Terima kasih atas kepercayaan Anda semua kepada kami. Kalau mukaddimah ini dikeluarkan. untuk sama-sama memulai memperbaiki ibadah kita sebagai awal implementasi Kuliah Tauhid ini. Insya Allah saya akan menemani hari-hari Saudara semua dengan perkuliahan yang kita berdoa mudahmudahan diridhai Allah. saya tutup dulu kanalnya materi-materi lain. dan ridha menerima pengajaran seperti ini. Amin. insya Allah. Agar ia tidak diakses dulu sebelum Kuliah Dasar Tauhid ini dipelajarinya. Ada pula yang memang bermasalah. kita semua memulai perjalanan belajar KuliahOnline ini ketika Sya’ban sudah akan berakhir dan berganti dengan Ramadhan.

kuciptakan makhluk untuk mengetahui Aku. Yaa Rahmaan. Fakholaqtu kholqon liya’rifanii. Agar kami tahu bahwa setiap detik kehidupan kami senantiasa diperhatikan olehMu. berilah kami ilmu yang bermanfaat. kecuali Engkau yang mengizinkan dan mengajarkan. Duhai Allah yang tiada bisa mengajarkan sesuatu. Kenalkan kami kepada keagunganMu. Ampuni kami dari seluruh ragam keburukan dan kemaksiatan yang sepenuhnya Engkau genggam seluruh catatannya. Wahai Zat Yang Teramat Teliti dalam mencatat. dan perkenalkan diri-Mu kepada kami. agar kami tahu bahwa kami hidup tidak sendiri. Allaahumma sholli wa sallim wa baarik ‘alaa sayyyidinaa Muhammadin wa’ alaa aalihi washohbihi ajma’iin walhamdulillaahi robbil’aalamiin. Kenalkan kami kepada Engkau Yang Maha Menjawab Semua Doa. sungguh dulu Aku adalah permata yang tersembunyi. Yaa Rahiim. Maka. setelahnya kami memohon agar Engkau hapuskan seluruh catatan keburukan kami dan menggantinya dengan catatan ampunan. kami semua memohon ampun dari-Mu. dan menambah kecintaan kami kepada Rasul-Mu. maaf dan ridha-Mu. juga dari kesalahan tidak mengikuti ajaran-Mu dan ajaran Rasul-Mu. Engkau Maha Kuasa. Kenalkan kami kepada Kasih Sayang-Mu. yaa Allah.Yaa Allah. Nastaghfirullaahal ‘adzhiem wa atuu-bu ilaih. Kenalkan kami ya Allah. dari kesalahan melalaikan diri-Mu. Ilmu yang bisa membawa kami kepada diri-Mu. Kami ingin kembali pada-Mu dalam keadaaan diri yang sudah terampuni. dengan Kemurahan Ampunan dan Maaf-Mu. memuji dengan pujian yang Engkau sandangkan pada diri-Mu. Sehingga enteng hidup mereka yang mengenal-Mu. Fa-uriidu an u’rofa. hari ini. Engkau Maha Menolong. kesulitan kami. Maha Mengawasi. sehingga tiadalah kesulitan itu menjadi bahagian dari kehidupan orang-orang yang mengenal-Mu. Ilmu yang bisa menyelamatkan kehidupan kami. kami tahu bahwa Engkau Maha Mendengar. yang bila tidak diberikan ilmu itu maka kami tidak mengenal-Mu. Apapun kesusahan kami. kuntu kanzan makhfiyyan. dari kesalahan tidak mengenal-Mu. dengan penuh kerendahhatian dan penuh harap akan keselamatan yang abadi. Kenalkan kepada kami diri-Mu Yang Maha Melihat. Rabb. izinkan kami bershalawat dulu kepada Rasul-Mu. Kenalkan kami pada diri-Mu. Ya Allah. serta didahului dengan beristighfar yang sungguh-sungguh dari dalam hati kami. kenalkan kami kepada diri-Mu yang Maha Membebaskan manusia dari permasalahannya. maka Aku ingin dikenal. Kenalkan kami kepada Zat yang tidak sanggup melihat kami menderita dan menanggung dosa. Engkau yang berkata dalam kalam-Mu. saat ini. agar tiada sombong kami hidup di dunia ini. . izinkan kami mengenal-Mu. Ajarkan kami ilmu-ilmu yang bisa membuat kami menjadi selamat dunia dan akhirat.

lantaran ia jarang berkumpul sama anak-anaknya. Saya ingin kemudahan. tidak kelelahan di dalam mencari dan menikmati dunia. Pasangan hidupnya juga adalah kesibukannya. Saya melihat ada yang menangis padahal Allah Maha Membahagiakan. Ingin rasanya saya gemakan terus kalimat tauhid ini di hati ini. Saya jaga jangan sampai ia lepas. Saya melihat tidak sedikit manusia yang kelelahan mencari dunia. Termasuk di urusan rizki. Bahwa LAA ILAAHA ILLALLAAH. padahal Allah Maha Memudahkan. Saya mau meyakini Kalimat Tauhid ini. dan menjadikan Allah sebagai Sentral Kehidupan saya. Tawa canda anak-anaknya milik pembantu-pembantu dan supirnya. Ada yang miskin dan menderita. Subhaanallaah. Karenanya saya mau bersungguh-sungguh dan berdoa. Tidak ada rizki selain dari Allah. Saya melihat manusia-manusia yang berat hidupnya dengan beban hidupnya. Ada yang kaya. tapi tidak memiliki keluarga. Ada yang bermasalah. Sebab yang ia cari memang dunia. tidak ada Tuhan selain Allah. Ada yang hidupnya sulit. Sebab ia tidak men-share bebannya itu kepada Allah. Padahal DIA lah Yang Maha Meringankan. padahal Allah bisa menciptakan kekayaan di hati yang tidak perlu kaya secara dunia. padahal Allah Maha Menolong. supaya enteng hidup saya. iman dan amal saleh. Tiada ia tempuh jalan-jalan ibadah yang mengantarkannya kepada Pemilik Dunia.Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Laa ilaaha illallaah KDW0102 Seri 02 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Yang kita perlukan di kehidupan ini adalah tauhid. Tidak ada tuhan selain Allah pokoknya. Tidak ada pemberi rizki kecuali Allah. Memohon taufiq dan hidayah-Nya. Saya tidak mau menjadi bahagian dari orang-orang yang kelelahan itu. Tidak ada cara mencari rizki kecuali caranya Allah. Keluarganya adalah bisnisnya. Keluarganya adalah pekerjaannya. izinkanlah kami-kami menjadi orang kaya yang hidupnya senang ya . Tidak mudah.

Itu saya lihat terjadi sebab kemudahan itu ia dapatkan bukan dengan mentaati Allah. Peluncur jalannya miring. Mau lurus. tapi penghuni langit tiada mencintainya dan tiada menghargainya. badannya. Saya melihat tidak sedikit manusia yang justru malah mudah mencari dunia. lalu ia katakan kepada dunia dia mau membentuk keluarga baru yang lebih harmoni. Tidak berlaku hukum permainan catur. tiada pernah dibawa menikmati shalat-shalat malam. maka berlaku aturan permainan catur. Peluncur pun mau kita buat jalannya melompat-lompat seperti maen halma. ALLAH MAEN SENDIRIAN DI DUNIA INI. Ada manusia yang segalanya ada. Adapun Raja. ada di tangan Allah. Senang dunia akhirat. dan paling banyak hanya bisa jalan dua kotak catur lurus ke depan. Pion hanya bisa jalan maju tidak bisa mundur. Dan bila analogi catur ini boleh dibawa ke urusan tamsil tauhid. Laa ilaaha illallaah. Kita boleh menjalankan Kuda selagu-lagunya. Tuhannya. kedamaian. Padahal dunia sedang menghinakannya. mau muter-muter. bahkan keheningan berduaan dengan Pemilik Surga di dalam shalat pun tiada dia kenal. ya bebaslah maennya. dan Peluncur serta Menterinya masih ada di kanan kirinya. mau lompat. Yang bisa menghormatinya. Tidak ada yang bisa memberi itu semua kecuali Allah. Tapi itu kalau maen BERDUA. Tidak ada yang bisa memberi kemudahan kecuali Allah. Kemudahan ada di tangan Allah. Wajahnya ceria. Inilah yang terjadi kalau kita maen catur SENDIRIAN. tapi jiwanya rapuh. Kalau kita maen catur BERDUA. meskipun seluruh pion belum dijalankan. ia pun boleh melompat dan bebas bergerak ke sana kemari. maka perlu kita ketahui Allah itu tidak ada sekutu bagi-Nya. TIDAK ADA YANG LAIN. Sama dengan maksudnya itu kalimat. Itulah ATURAN CATUR. adalah manusia-manusia yang tiada pernah tahu siapa dia sebenarnya. Dimana kuda jalannya L. pikirannya. Dia merasa dunia digenggamnya. maka Raja hanya bisa diam. Ada yang hidupnya pindah berpindah. Ada selalu yang diambil sebagai tebusan dari mudahnya ia mendapatkan dunia. Saya mengingat analogi maen CATUR yang sering saya sampaikan kepada para pendengar tausiyah saya. Bahagia dunia akhirat. Bagaimana kalau maen catur SENDIRIAN? Kalau maen catur sendirian. yang bisa memuliakannya. yang sesungguhnya saya sedang memperdengarkannya pada diri saya sendiri. bebas. Saya melihat ada yang keluarganya berantakan. sehingga sesungguhnya dirinya pun tiada kebagian jam istirahat dan bersenang-senang bahkan. dan berkeliling dunia. Tapi ia kekeringan.Allah. Ibarat main catur. Tidak boleh ia melompati Raja. bila di depannya. boleh. sementara ia enjoy dengan hal itu. dari kesenangan yang satu ke kesenangan yang lain. Ada pekerja-pekerja yang mengabdikan hidupnya untuk kerja dan usaha. Laa ilaaha illallaah. Tapi hatinya. ketenangan. Kebahagiaan. Sehingga ia tidak sadar bahwa Allah justru mengazabnya dengan dunia-Nya. Ada yang mengenal semua tempat-tempat indah. hingga jiwanya sendiri lelah mengikutinya. seluruh Pion belum dijalankan. Tidak ada yang bisa memberikan ragam kesulitan . Bagi Raja.

maka tidak ada pernah kegagalan baginya… *** Sampe sini. Ya. sebab peraturan adalah peraturanNya. Tidak ada aturan yang terbaik kecuali apa-apa yang sudah Allah aturkan. baik di tahapan mencari dunia. Saya tidak menjamin diri saya sendiri. pasrah berserah diri untuk ikut di dalam aturan-Nya dan mengikuti-nya sepenuh hati dengan kekuatan penuh. andai benar. Laa ilaaha illallaah. dan siap untuk melaksanakan kewajiban dan meninggalkan larangan-Nya. Maka saya kepengen Allah berkehendak memudahkan segala urusan saya. Ia tidak sanggup menjamin dirinya dan anak keturunannya masuk surga bila tiada ketaatan dan amal salih. adalah aktifitasnya tidak dia lakukan karena Allah dan untuk Allah. SAYA TIDAK PERCAYA YANG SAYA TULIS. Karena Dia lah Laa ilaaha illallaah. bahwa kalau Allah sudah mengatur. Tidak setengah-setengah. yang memainkan seluruh peraturan. melalui pengajaran para guru. Tidak ada Tuhan selain Allah. dengan sabab ilmu yang diteteskan-Nya pada saya. Rasul pun demikian. Saya sangat sangat bersedia untuk diatur. Tulisan yang dijadikan esaiesai Kuliah Tauhid di KuliahOnline Wisatahati. atau di tahapan menikmati dan mengelola dunia. Kehendak itu kehendaknya Allah. saya membaca ulang apa yang saya tulis. dan segala kuasa adalah Kuasa-Nya. . SAYA MEMBACA ULANG TULISAN INI. lewat berbagai media. Tidak ada pemain di dunia ini. para orang tua. Bila Allah sudah mengatur. Laa ilaaha illallaah. Laa ilaaha illallaah. Kuliah Tauhid kepada seluruh peserta KuliahOnline. yang harus saya lakukan adalah menyadari semua itu. Tidak ada kehidupan kecuali untuk-Nya. Benarkah yang saya tulis ini? Sehebat itukah tauhid saya? Tambah ga percaya lagi.kecuali Allah yang hingga Dia lah yang bisa melepaskannya kembali. bahwa ia akan mendapatkan segala kemudahan apabila Allah tidak saya ikuti. untuk meninggikan kalimat Allah. Adduh. Sebab saya tahu dan meyakini. Tapi bila saya menghendaki Allah memberikan kemudahan buat saya. kecuali Allah. Saya melihat. Allah bimbing saya untuk mencari dunia dengan baik. Andai dia punya visi misi li i’laa-i kalimaatillaah. sudah seharusnya saya menjadi hamba-Nya yang mau mengikuti segala aturan-Nya. saya benar-benar memohon Allah menjadikannya menjadi baitbait doa agar apa yang tertulis menjadi kenyataan. maka aturan-Nya itulah yang terbaik. maka Kun Fayakuun-Nya yang terjadi. Dari atas. dan memanfaatkannya dengan baik untuk kepentingan agama-Nya. Tidak ada yang mengatur dunia ini kecuali Allah. bahwa saya sedang mengajar lewat esai ini. Kuasa-Nya yang terjadi. Dengan berpikiran seperti ini. kegagalan para pencari dunia. sampai bait ini.

Biarkan. sedang dialog sendirian. tidak ada sesuatu yang harus dikejar kecuali diri-Nya semata. saya melihat saya! Saya masuk ke kehidupan saya… Dan saya menemukan diri ini masih jauh dari tulisan di atas. Terus dikonsentrasikan di pembesaran asma-Nya. saya masih menomorduakan panggilan Allah. Jika ada urusan dunia. Kalau Kamu benar tauhidnya. Lihat saja. di setiap waktu shalat. Saya ingin berteriak kepada diri saya. bukannya malah menunggu kedatangan Allah. ya segera tinggal saja. Saya tahu Allah bakal datang.dan hanya di jalan-Nya. kecuali Allah. apa sanggup saya menuliskannya lagi bait-bait yang masih menari di hati ini? Saya ingin berteriak kepada diri saya. Allah bimbing saya untuk senantiasa mensyukuri segala nikmat. Lihat. Dan tidak pagi tidak siang tidak malam. lebih pantas rasanya saya menangisi diri ini. buktikan kalau Anda benar! Benar tauhidnya. Wahai Kamu! (Begitu saya seharusnya menunjuk hidung saya sendiri dengan jari). Apakah ini yang disebut Laa ilaaha illallaah? Tidak ada urusan --harusnya--kecuali urusan-Nya Allah yang harus lebih kita urus? Nyatanya. Tapi saya malah masih nulis. Sesukanya. Maka bahagian menanti berkumandangnya azan adalah hal yang mestinya menjadi hal yang luar biasa.. Ya. Lalu. Yang dengan demikian tidak seharusnya pencarian dunia. Nyatanya? Belum tuh. Jauuuuuuuuuuhhhh… Duh. Benar sudah mengatakan Laa ilaaha illallaah. Sebab waktu shalat betul-betul sebentar lagi datang. berhenti di sebatas mencari dunia itu saja. nengajar… Atau sedang menulis sih? Maaf wahai tanganku. saya tahu jadwal shalat.. Tegakkan tauhid dalam kehidupan Kamu! Jangan ada yang laen di hati Kamu. Ya. Saya melihat diri saya lagi. Saya melihat saya. benar! Jauh. Jauh benar dari menjadikan Allah sebagai tujuan hidup. Sebenarnya. bukan siap-siap menyambut kedatangan-Nya. malah jadi Allah yang menunggu saya! Duh duh duh. Tidak ada yang lebih penting di dunia ini kecuali menegakkan shalat. Ketika . perlakukan Allah dengan benar. tunjukkan kalau Anda benar! Lagi. SAYA MELIHAT DIRI SAYA. di perbesaran manfaatnya. saya sedang berdialog dengan diri sendiri. Loh loh loh… Ntar dulu. lalu Allah datang memanggil. saya tidak bergeming. Allah memanggil saya. Memanggil dengan azan. Perhatikan DIA. Biarkan ia terus menulis sekenanya. Wuh. Teramat jauh. dan meyakini bahwa Laa ilaaha illallaah.

Tidak ada yang lebih penting kecuali Allah. bahwa kamu mau shalat shubuhan dulu. Shalat berjamaah tidak dipaksakan untuk dikejar di shaf yang pertama. untuk dunia kamu. Laa ilaaha illallaah. Yusuf Mansur. Biarlah Allah membimbing saya terus. Jangan lupa terus memohon bimbingan dari Allah. Shalat sunnah tidak dipaksakan untuk ditegakkan. dan men-shut-down komputer ini. Saya tulis buku ini agar saya tidak susah mencari kamu wahai dunia. SAYA BERTUHAN ALLAH. Siap-siap menuju masjid. saya hidup di dunia ini. Saya tulis buku ini. (tulisan ini “sudah berulang tahun”. untuk urusan permasalahan kamu. Tapi giliran beribadah. Salam. Udah mau shubuh tuh. jangan harap ini menjadi awal hari yang baik.mencari dunia. Rasul pun mengajarkan doa agar kita memohon kepada Allah agar Allah membaguskan dunia kita sebab di sini kita hidup. dan agama. Ah dunia. Laa ilaaha illallaah. Makasih yaaa.wisatahati. Itulah. sehingga bisa menjadi hamba-Nya yang sesuai dengan apa yang digariskan-Nya. Katakan kepada dunia. Keluarga masih terabaikan. Itu saja. dan Allah adalah pemilik segala apa yang ada di dunia ini. Kurangnya… banyak. Kampung Ketapang. LALU HIDUP SAYA TETAP SUSAH? Atau merasa susah? Itu tandanya saya belum benar-benar bertuhan Allah. Eh saya. sebab kasihan melihat diri saya yang sering kesusahan mencari dunia untuk menjaga kehormatan dan kemuliaan diri. pukul 04. Laa ilaaha illallaah. Setidaknya belum dimaksimalkan potensinya untuk ditujukan pada sebesar-besarnya kepentingan sesama.38 WIB. 1hr lebih cepat dari saya meng-upload tulisan ini ke web www. Ayo mandi. Saya melihat saya. Saya akan segera berhenti mengetik. ayo maju terus! Sempurnakan terus ilmu dan ikhtiarmu. Tidak ada yang mengajarkan ilmu dan memberikan kesempurnaan langkah kecuali Allah. Sebab ia sungguh saya tulis tahun lalu. bahwa kamu itu tidak penting. MENGAPA setelah tuhan saya adalah Allah. Kehadiran diri tidak digunakan untuk kepentingan sesama. Senin 27 Agustus 2007. gampang benar teriak lelah. Tapi betapapun. Kalau shalat shubuh sudah tidak disiplin.com dan . Tapi saya ingatkan juga diri saya. koq masih nulis terus? Katanya mau Shubuhan? Iya iya. Maka saya menghibur diri ini. untuk segala hajat kamu… Loh. mau bersusah payah. Tapi.

dijadikan esai KuliahOnline. Mudah-mudahan Allah subhaanahuu wata’aala benarbenar menjadikan kita sebagai orang-orang yang mengEsakan-Nya, bertauhid hanya pada-Nya).
Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi

Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Allah Sebagai Pusat
KDW0103 Seri 03 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak

Allah Sebagai Pusat
Orang-orang yang mengenal Allah dan meyakini-Nya, insya Allah akan tenang hidupnya, jauh dari kekhawatiran, jauh dari kegelisahan. Bu Yuyun, sebut saja begitu, punya anak semata wayang yang ia besarkan tanpa suami. Sejak putranya ini masuk SMA kelas 1, suaminya meninggal. Dari hari ke hari ia kuatkan batinnya bahwa ia TIDAK SENDIRIAN dalam membesarkan anaknya. Ia bersama Allah. ALLAH SELALU MENEMANINYA. Ini yang ia yakini. Saban shalat ia berdoa agar diberi kemampuan membesarkan anaknya dan memiliki rizki yang cukup. Ya, bener loh. Hampir saban shalat. Saya banyak belajar dari Bu Yuyun ini. Ketika banyak orang gelisah, ia hidup tenang. Sebab ada Allah di hatinya, ada Allah di pikirannya. Ketika banyak orang ketakutan dan risau dengan dunianya, ia tenang-tenang saja. Persis seperti meja, yang begitu tenang sebab memiliki empat kaki yang kuat yang menopang keberadaannya. Hidupnya begitu santai. Dan ini yang menjadikannya lebih kaya ketimbang orang yang kaya tapi hidup selalu penuh dengan kekurangan. Sebagai ikhtiar dunianya, ia membuka jahitan rumahan. Ia bertutur, selalu ada saja pelanggan di saat yang tepat ia membutuhkan rizki. Sudah diatur Allah, begitu katanya. Sejauh ini, aman-aman saja. Sampe kemudian anaknya ini pergi hari itu untuk melihat kelulusannya; masuk atau tidak ia ke perguruan tinggi yang ia idam-idamkan. Bu Yuyun berdebar-debar. Ia tahu, kalau anaknya lulus, ini masalah buat dirinya.

Kalau anaknya tidak lulus, pun masalah buat dirinya juga. Tentu saja ia senang dapat masalah dalam bentuk anaknya lulus. Masalahnya tentu saja apalagi kalau bukan uang kuliah anaknya. Tapi segera ia banting sesuai dengan pengalamannya selama ini. Ada Allah Yang Maha Memberi Rizki. Dan ini yang membuatnya tenang. Ia kenal dengan Allah, bahwa Allah selama ini senantiasa mencukupkan rizki buat dirinya dan anaknya. Ia tahu bahwa Allah Maha Tahu bahwa ia sedang membesarkan anaknya. Dan Allah pun tahu bahwa hari ini akan ada khabar tentang nasib anaknya. Kondisi ini sudah ia sampaikan ke Allah jauh-jauh hari, bahwa ia butuh biaya buat anaknya lulus. Dia yakin, Allah pasti akan memenuhi kebutuhan anaknya, dan atau memberikan yang terbaik. Ia malah bersemangat sekali untuk menambah kedekatan dirinya dengan Allah. Sekali lagi, ini yang membuatnya tenang. Dan memang Allah Maha Mengatur. Sehari setelah anaknya dinyatakan lulus, Allah kirimkan paman anaknya ini, alias adik almarhum suaminya. Hari itu, beliau berkunjung silaturahim. Dan Allah alirkan rizki untuk anaknya, lewat pamannya ini. Bukan hanya untuk uang masuk kuliahnya saja, tapi juga untuk biaya kuliah secara keseluruhan. Semoga saya bisa belajar lebih banyak lagi dari Bu Yuyun ini. I’m coming ya Allah. Saya datang kepada-Mu ya Allah. Semestinya, dengan banyaknya masalah dan hajat saya, saya lebih bersemangat lagi dan tanpa lelah mendatangi-Mu dan memohon pada-Mu. Bolehlah dibilang bahwa hidup ini harus punya keyakinan terhadap Yang Kuasa. Tanpa ini, akan lemah sekali kita menjalani hidup ini. Dan untuk memiliki keyakinan, buka diri buka hati untuk menerima ilmu dan pengajaran tentang keyakinan. Kita sama-sama meminta kepada Allah agar Allah betul-betul membukakan mata hati kita bukan saja untuk mengenal-Nya, tapi juga untuk meyakini-Nya; yakin akan Kebesaran-Nya, yakin akan Kekuasaan-Nya. Kita butuh Allah. Dan senantiasa akan selalu butuh Allah. Maka bertuhanlah Allah. Sebenerbenernya pertuhanan. Supaya Allah betul-betul menjaga kita, menolong kita, dan menyediakan apa-apa yang kita perlukan yang kita butuhkan. Jangan sampai kita hidup seperti tidak punya Allah. Allah Maha Memberi Rizki, tapi hidup kita susah. Allah Maha Menolong, tapi setiap ada hajat dan masalah, selalu merasa mentok. Kalo bahasa saya mah, Allah dianggurin. Alias “dibikin nganggur’, sebab jarang kita deketin, jarang kita mintakan bantuan-Nya. Insya Allah doa bi doa. Saya mendoakan Anda semua, dan Anda juga doakan saya. Supaya Allah betul-betul hadir di kehidupan kita dan berkenan hadir di kehidupan kita. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah",

kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu". Kami-lah Pelindungmu di dunia dan di akhirat; Di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Qs. Fushshilaat: 31-32). *** Ada baiknya peserta KuliahOnline mempelajari sedikit kisah Bu Yuyun ini, pelanpelan. Betul-betul diresapi. Kenapa ada orang yang begitu dimudahkan urusannya sama Allah, dan mengapa ada yang sepertinya diblok, dipersulit oleh Allah. Saya meminta Saudara-saudara semua bersabar, mempelajari Kuliah Tauhid ini mahlan mahlan, pelan-pelan. Sebab setelah Kuliah Tauhid ini Saudara akan ngebut belajar tentang sesuatu yang membuat Saudarasaudara semua ada percepatan di semua urusan. Termasuk di urusan mengubah hidup, memperbaiki hidup, dan di urusan pencarian solusi buat permasalahan kehidupan yang sedang dihadapi. “Ilmu instan” ini akan bahaya di kedepan harinya, manakala Saudarasaudara tidak punya basic tauhid yang bagus. Saya tidak terlalu perduli omongan kawankawan pengelola Kuliah Tauhid yang mengatakan, ada baiknya memberi banyak pelajaran buat kawan-kawan peserta KuliahOnline agar banyak yang didapat. Saya tidak perduli. Saya bahkan ketika belajar, dapat jauh lebih sedikit ketimbang ini. Pernah satu ketika saya datang ke seorang ulama. Saya mengadu tentang masalah saya kepadanya. Meminta nasihat darinya. Saya datang dari jam 20 malam. Sampe jam 00 saya belum juga dipanggilnya. Boro-boro diajak bicara. Disuruh mendekat pun tidak. Di awal sih saya diajak bicara. Tapi bicaranya ketus sekali, “Koq datang lagi?!!!”. Saya jawab, “Ya, sebab masalahnya beluman selesai”. “Ya sudah, tunggu sana”, katanya, sambil menunjuk satu sudut teras majelisnya. Saudara-saudaraku Peserta KuliahOnline, saya kemudian menunggu dengan sabarnya. Tapi ga urung saya gatel juga untuk tidak bertanya. Saya bertanya, “Kyai, sudah jam 12 (malam), kapan saya dikasih kesempatan bicara?”. Waktu itu saya lihat tamunya tinggal sedikit. Saya berharap saya bisa nyelang walo sebentar. Ternyata saya salah. “Yang nyuruh situ dateng siapa?” “Ga ada. Saya sendiri”. “Ya sudah, tunggu saja!”. Wah, andai tidak ada husnudzdzan, baik sangka, niscaya saya sudah kesal bukan

kepalang. Saya tentu akan mengatakan kepada Kyai ini, tidak menghargai tamu. Tapi ya itu. Saya menerima apa kata guru, dan saya memilih menerima perlakuan guru. Kira-kira jam 01-an, mendekati jam 02 pagi, saya baru dipanggilnya. Beliau lalu bertanya, “Tahu IBM ga?” Sungguh pun saya tahu, tapi saya bingung. “Apa urusannya dengan masalah saya tuh IBM?”, tanya saya. Tentu saja dalam hati. Saya ga berani bertanya langsung. Akhirnya saya jawab singkat saja, “Tahu, Kyai”. “Nah, IBM itu punya VPN, Virtual Private Network, jaringan jalur khusus. Ntar gue kasih VPN buat elu yang bisa jadi jalur khusus elu berdoa kepada Allah. Insya Allah hutang elu yang segede gunung, kempes dah!”. Kejadian dialog ini terjadi sekitar tahun 2003. Kyai Betawi ini memang kerja di Perusahaan Asing. Perusahaan Perancis. Sumpah. Saat itu saya merasa Kyai saya akan memberi saya sesuatu yang gimanaaa gitu. Sesuatu yang BESAR yang bakal instan membuat saya selesai masalah saya. Sim Salabim. Begitu saya pikir. Ternyata saya tidak sepenuhnya benar. Malah, sempat berkernyit dan tertawa kecil. Kyai tersebut masuk ke dalam rumahnya, dan sejurus kemudian keluar lagi membawa DUA PENTOL KOREK API. Dua korek api itu dilempar ke arah saya. “Nih pake nih...”, katanya. Ngasihnya bener-bener dilempar. Sebab beliau ngasih sambil berdiri. Sedang saya duduk di bawahnya. “Itu korek api, VPN buat elu. Pake tuh yang bener. Udah gih dah, pulang!”. Saya pulang akhirnya. Kurang lebih 6 jam saya menunggu, hasilnya 2 korek api saja! Menggerutu ga saya? Ntar dulu. Saya berpikir bahwa saya barangkali belajarnya kudu sedikit demi sedikit. Tapi apa ya maksudnya? Pelan-pelan saya pikirkan. Hingga akhirnya saya mengaitkan dengan kalimatnya tadi: “Nah, IBM itu punya VPN, Virtual Private Network, jaringan jalur khusus. Ntar gue kasih VPN buat elu yang bisa jadi jalur khusus elu berdoa kepada Allah. Insya Allah hutang elu yang segede gunung, kempes dah!”. Saya akhirnya mampu mengkorelasikan 2 korek api yang nyaris tanpa kata-kata itu dengan kalimat singkat Kyai. Rupanya saya disuruh bangun malam. Jangan banyakin tidur. Bagaimana-bagaimananya dengan 2 korek api ini, saya bahas di Kuliah Pilihan tersendiri yang judulnya: Rahasia Angka 11. Silahkan dah nanti login di sana, setelah KuliahOnline 41 esai ini selesai. Satu hal yang mau saya kata, adalah sabar. Belajar itu harus sabar. Kita sama berdoa

Sampaikan ilmu ini kepada sebanyak-banyaknya orang. Tapi sarankan kepada mereka semua. niscaya menjadi sesuatu yang betul-betul berpengaruh positif bagi hidup kita. waktu. Mudah— mudahan Saudara-saudara tergerak memberikan doa buat kami semua. . agar ada keberkahan lebih banyak buat semua yang terlibat. “Semua ada waktunya”. agar mengikuti saja KuliahOnline ini secara langsung. Termasuk segala permasalahan yang kita hadapi. termasuk kenapa koq sepertinya bisa “satu malam”? Saya mohon maaf atas semua kesalahan saya dalam memberikan pengajaran. agar Allah betul-betul berkenan memberi kita ilmu yang bermanfaat dunia dan akhirat. Sekali lagi saya berdoa mudah-mudahan segala biaya. sekaligus syukuran KuliahOnline ini. eh malah beberapa ujian kehidupan muncul. Ada kisah seorang ibu muda. Mudahmudahan Saudara-saudara memaklumi cara saya mengajar ini. Salam dan doa saya untuk Saudara-saudara semua. saya sudah mau jalan ke rumah sakit.kepada Allah. Alih-alih berharap bisa bercerai cepat supaya bisa memulai hidup baru. Ia ada ujungnya. Ibunya menyuruhnya bersabar. Besok saya akan tambahin dengan pelajaran di balik Kisah Bu Yuyun. Terima kasih ya. Gak selesai-selesai. mandiri. Waktu saya susun dan edit esai kuliah ini. Bayi saya masih dirawat di Rumah Sakit Harapan Kita. sampe ketemu dengan materi besok. Semua Ada Akhirnya KDW0105 Seri 05 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Sebagaimana malam yang segera akan berakhir dan berganti dengan pagi. Amal saleh kitalah yang mempercepat perjalanan itu. Beliau memproses perceraiannya sejak tahun 2001. begitu nasihat ibunya. Ok. Mohon doanya ya. Segala sesuatu juga ada akhirnya. Insya Allah tanggal 30 sore saya mengagendakan ketemuan darat (kopi darat). Insya Allah akan diberitahukan lebih lanjut oleh Web Admin dari KuliahOnline ini. Sesuatu yang sedikit yang diberi-Nya manfaat dan ada ridha-Nya. energi Saudara dalam mengklik website ini menjadi amal ibadah dan dihitung sedekah Saudara. Wallaahu a’lam. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Semua Ada Waktu. Sebut saja T.

Ia mengaku tersentuh dengan ketabahan mantan istrinya. dan ia meminta maaf tidak bisa mengurus anaknya. ia diberitahu ibunya agar bersedekah dengan apa yang ia punya. Tapi ya setelah dipikir-pikir lagi. Saya mengatakan. mantan suaminya ini bercerita. Sebagaimana orang-orang tua yang mengajarkan. rasanya hidup kita akan benar dengan sendirinya. Sama dengan ketika saya menyebut ikhtiar bagi mereka yang bermasalah adalah taubat dan memperbanyak amal saleh. itulah buah dari dukungan ibunya. tapi tidak mendapatkan uang 1 milyar. Ada kemudian yang protes. engga juga disebut “tidak melakukan apa-apa” bagi mereka yang memperbaiki dirinya. mantan suaminya ini memberinya uang yang sangat besar. cara kita hidup. Sebab nyatanya. kalau udah rizkinya. Karena itulah ikhtiarnya. Sepertinya tiba-tiba. ia lalu berjilbab dan memperbanyak taubat. Sebagai kompensasinya. Hari gini. Mantan suaminya hanya minta diikhlaskan segala kesalahannya. Kadang saya berpikir ya. ia perbaiki hidupnya. Dalam satu kesempatan. ikhtiarnya ya itu: taubat dan amal saleh (memperbaiki shalat. Bersedekahlah ia. tiba. Kegiatankegiatan sosial ia ikuti. Dan akhirnya waktu yang ia tunggu. banyak manusia yang garagara secuplik drama kehidupannya yang tidak enak. buah dari kesabarannya dan hasil kemudahan dan berkah dari sedekahnya… Dan benarlah juga keyakinan orangorang tua dulu. Dua tahunan terakhir. apalagi 1 milyar. Dan masalah akan selesai dengan sendirinya. ya rizkinya. Kesusahan hidup. kalau udah waktunya. si ibu T ini bercerita. tabungan yang nyaris 1 milyar tersebut adalah tabungan 2 tahun terakhir. dan memaknai ulang hidup kita untuk lebih lagi beribadah kepada Allah dan bermanfaat untuk sesama. maka ia mendapatkan hak cerai. uang 1 juta saja besar sekali. Saya menyebut. ga sebanding dengan Karunia Allah berupa “hidup” itu sendiri. Yang luar biasa. menambah shalat-shalat sunnah. Beda sekali dengan waktu-waktu sebelumnya. Bukan harta gono gini. Yang mana hasil kerjaannya itu adalah buah sabar dan sedekahnya. Yang membuat ibu T ini agak berdebar dengan cara kerja Allah. suaminya ini “bekerja” sebab diatur Allah. dan berproses dengan sangat mudah. lantas kemudian membuat matanya tertutup dari Karunia Allah yang sesungguhnya masih teramat besar. Ia lupakan persoalan perceraiannya. Bila sebelumnya ia belum berjilbab. 2 tahun sejak ia bersedekah sesuatu yang besar. sedekah. harus tetap ada ikhtiarnya. Dan memang. Keinginan kita juga akan terjawab dengan sendirinya. Ia usahakan sering mendatangi pengajian. membaca al Qur’an. tidak . asal kita perbaiki saja hidup kita. suaminya ini memberi uang nyaris 1 milyar dari hasil tabungannya pasca bercerai. sudahlah.Setelah sekian tahun. ya. ya waktunya. Sedekah yang besar. dll). andai kita tidak melakukan banyak hal. Masya Allah. ia mendapatkan keputusan cerai. Ia segarkan hidupnya dengan Karunia Allah yang lain. barangkali kalau dulu Allah mengabulkan kehendaknya.

Tapi memang Kehendak-Nya. Seakanakan membenarkan pandangan bahwa kalau mendekatkan diri kepada Allah. . “Perjalanan waktu” bisa dipercepat atau menjadi lambat. Hakikatnya. bukan kehendak kita. Maksudnya. doa ibunya yang juga turut membantu percepatan perceraiannya dan kemudian juga mendapatkan berkah uang 1 milyar. bukan memaksa. Ia mendekati Allah dengan harapan dan doa agar Allah mau membayarkan hutangnya. kayaknya engga ya? Barangkali sedekahnya itu yang mempercepat. apakah bisa selesai dalam 2 tahun juga apabila Ibu T ini tidak melakukan sesuatu? Lalu yang bertanya ini menjawab sendiri. ia tidak “nyampe-nyampe”. keikhlasannya yang mempercepat. Namun serasa tumpul benar. salah satunya adalah karena keyakinan kita sendiri kepada Allah. maka Allah betul-betul datang kepadanya. kecuali Allah pun datang kepadanya. Malah datang ujian-ujian baru kepadanya setelah sekian bulan mendisiplinkan riyadhah.gampang loh untuk bisa bertaubat dan beramal saleh. ada yang bertanya. Kalaulah Allah tidak memudahkan jalan. Yang lainnya menjawab. Belajar dari kasus perceraian berkahnya Ibu T di atas. bukan mengatur. Dan Allah pasti datang. dan amal keseharian kita. rasanya itulah berkah buat kita. maka sesungguhnya tidak akan pernah ada masalah buat kita. Zaidi bertanya seperti yang lain bertanya: Koq mengapa tanda-tanda bisa kebayar hutang belum muncul juga? Koq ujian hidup bertambah berat? Koq Allah kayak mengabaikan dia? Saya menyodorkan beberapa jawaban. Sama saja seperti dengan tidak datang kepada Allah. Segala riyadhah ia tempuh. apa kira-kira yang bisa dipetik oleh Para Peserta KuliahOnline? Ketika ceramah esai ini saya sampaikan langsung. hutangnya tetap ga kebayar-bayar. kalau kita selalu merasa ditemani Allah. maka jalan menuju pertaubatan dan amal saleh tidak akan mudah jalannya. Dan yang lainnya itu menjawab. Bukankah yang kita cari di dunia ini adalah kedekatan diri dengan Allah? Kalaulah kita harus mendekatkan diri kita melalui pintu masalah. Selain Ibu T di atas. ujiannya akan banyak. Kita hanya bisa meminta. Ia bercerita. *** Tidak ada yang datang kepada Allah. Sebab sebelumnya ia tidak ikhlas menerima perceraian itu. Kita hanya bisa memohon. Datang dengan segenap pertolongan dan kebaikan Allah. adalah Zaidi. Ada yang berharap ketika ia datang kepada Allah.

Apabila nanti hutangnya sudah terbayar. menuju pertolongan-Nya? Tanyakan dengan jujur. Biar bagaimana. dengan jumlah takaran yang sebenernya sudah dikurangi jauh dari yang semestinya diterima. Ia hukum hamba-Nya dengan memperhatikan segala kebaikan diri orang itu dan diri orang-orang di sekeliling orang itu. Allah Maha Pengasih Maha Penyayang. Hingga ia bisa menempatkan Allah jauh di atas dunia yang ia cari. Bila memang dosanya banyak sekali. Jangan-jangan. ia bisa tetap memelihara dhuhanya. Anggap saja. ya wajar saja kan? Ibarat tagihan dari amal keburukan. kurang disadari oleh seseorang. Katakanlah ia pernah berzina. Inilah keadilan-Nya. Bayangkan jika sebenernya Allah masih kasih ia kehidupan. Jika tidak mau akibat buruk diterima setara dengan keburukan yang harus diterima. Atau malah katakanlah ia berzina dalam keadaan ia menjadi suami atau istri dari seseorang. soal keburukan. ia berumur pendek. atau ia sudah kembali menjadi pengusaha yang sakses. Baik sangka kepadaNya. akibat buruk harus diterima. Juga amal salehnya harus hebat. Andai pun sepanjang hidup ia pakai untuk pertaubatan. Yang begini ini. kalau Allah mempercepat ia selesai dari masalah. Akhirnya. dan soal kematian. Ada yang diringankan sebab anaknya sedang menuntut ilmu. ibadah dan disiplin ibadahnya ini sebagai latihan keistiqamahan. hidup enak dan bahagia dengan amal-amal salehnya. Belum lagi soal bala. Ada yang diringankan sebab orang tuanya senantiasa memanjatkan doa untuknya. bisa memelihara seluruh amalan-amalan wajibnya. dan pembiasaan ibadah tersebut. dan penderitaannya ia terima sebagai satu kepatutan yang menggugurkan dosanya. Dan banyak lagi pertimbangan Allah yang tidak kita mengerti kecuali hanya dengan jalan husnudzdzan kepada-Nya. Hukumannya bagi yang berzina dan ia dalam keadaan menikah. Kalau tidak setara. Namun. dan ada bala yang lebih besar yang bakalan datang. adalah hukuman mati. amal-amal kebaikan kayaknya buat bayar dulu keburukan-keburukan yang ia lakukan selama itu.Pertama. maka bertaubat adalah jawabannya. Bisa juga dikaitkan bahwa Allah Maha Tahu. dan keburu lupa lagi. Maksudnya. Ada yang Allah ringankan sebab ia punya anak yatim. adalah wajar juga kayaknya. bisa memelihara sunnah-sunnah qabliyah ba’diyahnya. Sedang berzina itu “kontrak susahnya” harus 40 tahun. andai ini bisa dijadikan jawaban yang ketiga. Yang serius. Bila . malah nanti ga bisa istiqamah lagi ibadahnya. harusnya ia keluar dari masalahnya. Maka jawaban yang berikutnya dari pertanyaan Zaidi di atas adalah justru seputar dosanya sendiri. malah bermasalah lagi. yang ia kumpulkan. Bagaimana dosanya dia sebelum akhirnya kemudian berjalan menuju Allah. Dan itulah Allah. Allah sedang berkenan menyegerakan segala akibat buruk. Keburu sibuk lagi. Ada yang diringankan sebab ia pernah membantu seseorang. Nikmatin saja dulu “kedekatan” diri dengan Allah. Ada yang diringankan sebab istrinya mendoakan tanpa henti. tetap harus ada yang dibayar. Lalu dua hal ini dihapuskan oleh Allah. Ini kan jadi semacam Training-Camp buat dia. Taubat yang sempurna.

Tapi. Makin keras angin masalah yang menerpanya. Belum bertahun-tahun. Tetap positif kepada Allah. juga tidak akan mampu memberikan apa-apa. Asal kita terus berjalan. dan kemudian menumbuhkan iman dan memperbanyak amal saleh. makin sungguh-sungguh ibadahnya. Baru saja beberapa bulan kan? Belum beberapa tahun? Atau katakanlah. Sesungguhnya tidak diam di tempat. mulai dari akil baligh sampe sekarang ini. Pada permulaannya. Ada lebih banyak karunia Allah yang bakal diterima setelah kesulitan hidup yang dihadapinya. makin kenceng ibadahnya. ada karunia Allah yang teramat besar di balik segala rupa kesulitan dan permasalahan hidup yang dihadapi. Ya. Jangan ragu menambah vomue ibadah. Percayalah. Kepada Allah juga kita memohon agar Allah bukakan terus mata hati kita tentang Kebesaran dan KekuasaanNya. Dan lagian. Makin kenceng ujiannya. kejar saja perjalanan waktu dengan amal saleh. Dunia. setiap perjalanan. memperbanyak syukur.menyadari hal ini. hidup kita banyak bener dosanya. termasuk perjalanan mencari solusi. lalu kita . Jangan justru malah surut. bila terlalu dikejar. dan tetap husnudzdzan kepada Allah. Jawaban yang ke-empat. Baarokawloohu lanaa. Sedang kalau kita ingat dosa kita. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Allah Tidak Pernah Meninggalkan Kita KDW0106 Seri 06 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Andai kita menebus segala kesalahan kita dengan dunia yang kita punya. Sampe ketemu di esai perkuliahan tauhid berikutnya. perjalanan kita cenderung seperti lambat. sudah berapa tahun kita kerjakan? Jangan-jangan sepanjang kita hidup. berpikir positif. ia hanya butuh keikhlasan menerima hidup ini apa adanya. banyak yang lebih naik kehidupannya setelah kesusahan demi kesusahan ia alami. baru beberapa tahun. Insya Allah jawaban akan Allah berikan. ada derajat yang lebih tinggi yang Allah siapkan untuk dirinya. setiap perjalanan ada akhirnya. tambahin saja lagi load kebaikannya. Hanya karena bebannya berat saja. lambat pun. Amin. Saya pribadi menyadari bahwa sungguh. Belum sebanding sama amalan ibadah kita. Sekali lagi. Tidak berhenti. tetap berjalan. pasti ada akhirnya.

Saya ngebayangin. Di dalam program Ihyaa-us Sunnah (Program Menghidupkan Sunnah). ya bermasalah juga jadinya. dan untuk mengangkat derajat. Saya banyak bermaksiat dengan rizki dan jalan yang justru sesungguhnya diberikan oleh Allah. . Hamba-hamba Allah memang banyak yang sudah menyepelekan sunnah. memang nyata-nyata dipelajari bahwa di balik sunnah itu ada kejayaan. makin banyak rasanya dosa saya. sunnah dhuha. Ia datang dengan senyuman. tentu ini adalah proses pendekatan diri kepada Allah yang murah adanya. “Nah ustadz. Jangankan urusan yang nyata-nyata sebagai dosa. Akhirnya. Ketidaktahuan tujuan hidup. tidak mengapa”. Saya kemudian bertanya sedikit kepadanya. Ngentengin sunnah juga merupakan dosa. begitu kata sebagian dari kita. sunnah qabliyah ba’diyah”. Namun berbeda dengan yang lain. Ia berbagi pengalaman.” begitu katanya. Begitu kan kata Ustadz?” “Ya. bener-bener tidak mengapa: “Cuma sunnah ini”. dosa”.” katanya lagi. Hingga saya bersyukur bahwa saya diberi-Nya karunia kejatuhan ini”. saya bahkan mulai menyepelekan shalat wajib. Betul. Seorang bapak datang dalam keadaan bermasalah. yang juga akan menjadi program menarik semua peserta KuliahOnline untuk menebus dosa (he he he). apa yang terjadi?”. dan berhasil memetik hikmahnya. Luar biasa. saya sudah akan terlalu jauh dari Allah. kalau tidak dikerjakan.mendapati Allah di sisi kita. “Dosa?” “Ya. Makin lama Allah biarkan saya dalam kekayaan. “Apa yang didapat setelah jauh dari Allah?” “Ketidaktenangan. Padahal. “Kalau saya tidak dibangkrutkan Allah. Dan yang lebih jelas lagi. Kalau terlalu lama ninggalin sunnah. Pengertian sunnah masih: “Kalau dikerjakan mendapatkan pahala. dosa. menjaga sunnah adalah sesuatu yang terpenting yang benarbenar berpengaruh kepada kualitas hidup kita. betapa saya menzalimi Allah yang sangat sayang kepada saya. Tapi saya biarkan. sunnah tahajjud. Ngentengin sunnah. Sahabat saya ini sudah berhasil menaruh baik sangkanya kepada Allah. bahwa ia senang Allah bangkrutkan. “Terus. Apalagi kalau yang ditinggalkan itu adalah sunnah-sunnah muakkad. “Sangat jauh malah. Saya sudah tahu kemana arahnya pembicaraan dia. tanya saya lebih lanjut kepada beliau. Urusan meninggalkan shalat sunnah saja kan sebenernya dosa.

tapi saya merasakan hebatnya bersepi-sepi dengan Allah”. Saya anggap. Dan saya kira. Biarlah. hidup saya penuh dengan masalah. katanya. maka akan semakin besar pengurangannya. Maka manakalah Allah sudah mengangkat kembali hidup kita. Hingga nanti saatnya datang. Makin jaya. namanya orang bangkrut. saya sedang menunggu takdir Allah terhadap diri saya. Biarlah Allah yang mengatur hidup kita. buku perdana saya. Saya selanjutnya membiarkan ia bicara. insya Allah dengan izin-Nya. Dia cerita bahwa buku Mencari Tuhan Yang Hilang.“Ya. Allah akan mengulurkan pertolongan-Nya. Bukan sebaliknya. beban masalah saya adalah pengurangan dosa saya. Saya terima perlakuan dan intimidasi orang-orang yang uangnya di saya dan saya tidak bisa mengembalikan. Saya ikhlas menjalani ini ustadz. semestinya makin hebat shalat wajibnya. amal saleh. kita akan menjadi manusia-manusia yang banyak manfaatnya. yang sudah lumayan membentuk kepribadian dia ini. Sementara itu.” Bukan saya berbangga diri. Biar saja saya begini dulu. tanggung jawab. dan mengangkat derajat kita. bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan saya. “Terus. Alhamdulillah. Allah akan selalu menolong. Dia bicara banyak sekali. Kelihatan sekali sebenernya tatapan matanya . pancing saya. Makin berterima kasih pada-Nya. Saya terima cacian dan makian keluarga saya. Dunia ramai sekali di luar diri saya. “Ustadz. Ridha sekali. Daripada dipendem di kuburan yang mengerikan. dan lain-lain sebagai bekal di soal kehidupan “Apa doa saudara setelah saudara dekat dengan Allah?”. Masih panjang kan Ustadz…?”. sungguh. makin bersungguh-sungguh mendekatkan diri kepada Allah. semakin saya bersyukur. bahwa ketika Allah ada di kehidupan kita. iman. kepasrahan. nasihat apa yang saudara harapkan dari saya?” “Saya hanya pengen ketemu ustadz saja. saya terima sikap tidak pedulinya kawan-kawan yang kadang menyakitkan saya sebab saya begitu memperhatikan mereka. buku tersebut banyak berisi persoalan-persoalan tauhid. Dalem sekali rasa syukur saya. Saya terima semuanya. Allah mempersiapkan diri kita untuk menjadi individu yang lebih baik lagi yang lebih hebat lagi. Allah tidak akan pernah mengabaikan saya. Allah tidak akan pernah tidak mau menolong. ini saya terima. Orang ini mengingatkan saya banget-banget. Saya belajar dari ustadz. Semakin kaya. maka segalanya akan mengalir bahagia. Saya mau memahami bahwa eposide kehidupan saya belumlah berakhir di sini. Tapi semakin besar masalah saya. agar masalah saya jangan cepat selesai kalau saya belum kuat imannya. kedatangannya justru nasihat untuk diri saya. Terlalu mahal tebusannya bila kita tergolong sebagai golongan orang-orang yang melupakan Allah. Ketika saya pompa diri ini. makin rajin shalat sunnahnya. Dia juga mengingatkan tentang diri saya sekian tahun yang lalu. Ga lebih”. “Saya berdoa. Semakin berat.

dan putus asa. Segera saja saya banting kepada pemikiran. Saya males mengikuti bayangan buruk pikiran buruk. sudah di mata benar. gelap. belum selesai ya? Belum. Saya mah tetap saja maunya positif. dan keyakinan-keyakinan lain yang positif. Ga apa-apa masalah bertambah besar. penuh hutang. merana. Tambang emas yang baru saja diperpanjang hak tambangnya. Semoga ia kuat. Tapi kemampuan untuk meyakini Allah dan berpikir positif itu memang setelah mengalami sendiri pasang surut kehidupan. merana. Malah cenderung bertambah besar. Ada seorang kawan yang tambang emasnya direbut orang. Misalnya begini. insya Allah. Allah teramat suka sama manusia-manusia yang percaya bahwa diri-Nya pasti mengatur yang terbaik. tetaplah baik sangka kepada-Nya. asal rizki juga bertambah besar”. Lah. Sungguhpun kadang kejadiannya memaksa saya untuk berpikir buruk. asal dosa saya semakin besar yang diampuni Allah. saya adalah termasuk orang-orang yang berusaha belajar meyakini bahwa Kekuasaan Allah itu ada. “Ga apa-apa masalah bertambah besar. membuat dia harus melihat dengan telanjang aset dan perusahaannya pindah tangan. saya punya urusan. dan kemudian menerima pengajaranpengajaran tentang iman dan kasih sayang Allah dari orang-orang yang positif memandang Allah dan kehidupan ini. tapi kan yang nulis situ. Jadilah dia kemudian nestapa. sudah menjadi bara di tengah kehampaannya. sendiri. sendiri. tiba-tiba saja harus direlakan pindah tangan. dan putus asa. hidup penuh tekanan. *** Apapun keadaan dan kejadiannya. Istilah-istilah hukum dan ekonomi modern. Ya. ups! Kata siapa? Loh bukannya tertulis begitu? Jadilah dia kemudian nestapa. Namun iman di hatinya. Tapi. dan sudah ditanam investasi dari hasil hutangan baru. hidup penuh tekanan. Pertolongan Allah itu ada. Ketika bercerita tentang keyakinan kepada Allah. situ yang bagaimana? Koq maen nulis sendiri kesimpulannya? Oh. bagaimana sih ini? Ya. penuh hutang. Bayang-bayang jatuh miskin. gelap.hampir kosong. . Dan dia pasti kuat. lalu urusan itu kelihatannya tidak selesai. dan secercah ilmu.

repot juga ya? Engga tuh. dan jaya kembali? Ya habis situ yang bilang dia akhirnya rontok. Di sisi yang satu ini saja. Biar nulisnya ga jenuh. hidup penuh tekanan. Dia memilih ga mau percaya bahwa dia benerbener habis. Sebab nyatanya dia tidak. sampeyan ini siapa? He he he. dia masih punya Allah dan Rasul-Nya. Dia memang kehilangan banyak hal. Jadi. gelap. Dia belum kehilangan buyer nya. jadi dong merana dan nestapanya? Kenapa sih? Kayaknya kudu merana dan nestapa dulu ya untuk kemudian bangun. Dan tidak sedikit yang sudah pindah tangan. Beberapa aset yang disita adalah aset keluarganya yang dijadikan pinjaman.Yang benar. Terus mau kemana lagi dia? Ke Allah. Dia terus aja maju ke Allah.kuliahonline. . dan putus asa. Dia terus saja berjalan.com. engga. Lah???!!! Ya. penuh hutang. Sebab nyatanya emang susah. Saya kudu ngajar besok pagi. Iseng saja. Terus. dia menuai musuh-musuh baru yang berasal dari keluarga. Sekelilingnya menertawakan dia. sekaligus sebagai ibu dan istri yang gagal. Dia belum kehilangan keluarganya. Saya rindu mengajar. Ini habis pulang dari rumah sakit. Itu yang membuatnya ga jadi merana dan ga jadi nestapa. Mana perempuan lagi. Mencemooh dia. Harus pakai “mestinya”. Dia ga merasa repot. Asli rontok. Lewat website www. Loh. itu mah namanya ga berperasaan.wisatahati. merana. bagaimana dengan dia? Pengusaha ini tetap tegar. Dan yang lebih penting. Wuah. Dia belum kehilangan ilmunya. Tapi dia belum kehilangan semangatnya. Ga kebayang dah kalo kita yang menjadi dia. sendiri. Hutang bank nya? Makin banyak. bangkit. Online. ia kemudian nestapa. Weh. Dia rontok. Kalo lagi jenuh. sebagai pengusaha yang gagal. bagaimana? Mestinya. lagi letih. kan “saya” suka muncul. Subhaanallaah! Tapi berkembang ga tambang emasnya? Engga.

Rapih. Bahkan hebatnya nih. ia kembangkan mati-matian. Akhirnya apa? Akhirnya ia bangkit lagi. Mereka-mereka yang sempat “mengadili”. Allah mempersiapkan kenaikan derajat pengusaha ini pada porsiNya. Ia bahkan terdorong lebih lagi menuju Allah. permodalan. Barangkali ketika di tangan seterunya si pengusaha ini. Ada satu peristiwa hukum dan ekonomi juga antara dirinya dengan penguasa daerah dan pusat. malah balik lagi ke pemilik asli. Kalau saya letih. Ia tetap berusaha mencari petunjuk sama Allah. tadi kan Kamu sendiri yang nyelang? Ya ga apa-apa toh? Kan sama saja. menyaksikan kebesaran Allah. bukannya mikir. asal jangan “saya” dimunculkan pas nyetir saja! He he he. Iya juga. begitu dah. Ia berdoa siang malam. Betapa Kuasa-Nya bekerja di kehidupan orang-orang yang kuat mentalnya. bingung ya? Mudah-mudahan engga. Pengusaha yang sempat terjerembab ini sudah berhasil mempertahankan imannya. saya punya kembaran. Nyatanya. Ia pasrah dalam kendali Allah. Ga ada ikhtiarnya? Nah ini bedanya. asset itu dikembalikan Allah dalam hitungan yang berlipat-lipat baik dalam hal asset. Saya yang ngetik. Tapi dia memilih menyebutnya sebagai pasrah. maupun hal-hal lainnya. Malah saya yang mikir. Situ kan saya juga. Subhaanallaah ya? Kamu ini. dan mengatur sesuatu. Yah. yang menyebabkan rentetan juga peristiwa hukum dan ekonomi yang berputar. Dengan kejadian itu. Tapi tidak pasrah dalam ikhtiar. Bukannya seharusnya Kamu? Loh. sang seteru itu merasa sudah pasti asset perusahaan tambang emas itu jadi miliknya. Tidak ada training yang lebih hebat daripada training kehidupan di mana Allah bertindak langsung menjadi Grand-Master Trainernya. Dan otak barangkali. Subhaanallaah! Maha Suci Allah yang tidak pernah salah dalam mengendalikan. yang kembaran saya inilah yang saya biarkan maju. Ini cara saya menulis. Allah mengembalikan begitu saja asset yang sudah pernah diambil-Nya (kesejatian semua kejadian). Iya kan? He he he. lewat tangan orang lain. menentukan. Bagaimana urusannya? Klir. Hingga kemudian ketika tidak ada satu pun lembaga hukum yang bisa membantunya --sebab katanya kesalahan administrasi hukum dan ekonomi adalah kebodohannya – saat itulah pertolongan Allah datang. Jadi.Situ boleh menyebutnya ga berperasaan. Saya yang bercerita. Bahkan ketika saya berceramah! Ga apa2. Bisa modar. Termasuk tentang kehidupan ini. Pasrah itu pekerjaan hati. . Peserta KuliahOnline. Sedang ikhtiar itu pekerjaan fisik.

tapi dalam kesejukan. Tuh kan. besok. sampe ketemu. sebab entah mengapa nama wisatahati kuat sekali ada di pikiran saya saat di penjara itu. Oh. iya. dan temui dulu tetamunya.Saudara-saudaraku semua. Makasih ya. saya akan bercerita tentang latar belakang Wisatahati sedikit ya? Insya Allah. sebar luaskan ilmu yang didapat ini. Asal bener-bener sehat. Insya Allah. Memberi Saudara semua rizki-Nya sehingga Saudara bisa datang berkumpul. Ok. Silahkan shut-down komputernya. peserta KuliahOnline. Kalo ga hormat sama tamu. katanya udah “Ok. inilah kumpul-kumpul pertama antar-pengguna web www. sampe ketemu”? koq masih terus nulis? Iya. Ini juga udah ada tamu. Semoga Allah menerangkan benderangkan langit. berbagi dan bersaudara. Sebab kadang ga ada jeda buat nafas saking padatnya jadwal ngajar. Dari kawan-kawan PPPA (Program Pembibitan Penghafal al Qur’an). Ga apa-apa. tamu mah suruh nunggu juga. untuk sama-sama belajar. dan bener-bener lega nafasnya. kata Rasul. Padahal masih pengen nulis ya? Iya. He he he. Mestinya. Tapi sudah mulai menukik ke urusan ibadah keseharian. kita masih akan belajar tauhid. nulis saja terus.com. dua tiga hari dah. Saudara-saudaraku. ga beriman. iya. Insya Allah bagi yang datang. Jangan lupa. Nanti malah ga hormat sama tamu. kita berkumpul di Sekolah Daarul Qur’an Internasional. Yah. tabligh dan syiar. Jangan. Di depan rumah. Iya. ga dilayanin? Ya dilayanin juga. Tapi kalo tamunya namunya gini hari? Malem-malem? Tamu nya udah bilang koq. Mudah-mudahan yang sabar ya belajarnya. Sudah. Subhaanallaah. Sabtu tanggal 30 Agutus 2008 sore. sampe ketemu ya di Sekolah Daarul Qur’an . Insya Allah mulai hari-hari selanjutnya. nunggu. Ajak-ajak juga saudara-saudara dan kawan-kawan yang memiliki kemudahan akses internet untuk sama-sama mendaftarkan dirinya di KuliahOnline. Loh. situ kan yang mula-mulain.wisatahati. panjang lagi? Lah. sejak nama website ini ada di kepala saya ketika saya berada di dalam tahanan kepolisian di tahun 1999! Saat itu saya kepengen berpikir untuk duluan memesan nama web ini. kalo ga bilang. Ya sudah.

Maghrib dan isya juga dilakukan di pesantren bersama-sama dengan para calon Penghafal al Qur’an yang dibina di Daarul Qur’an. Saya meminta maaf tidak bisa menjamu kawan-kawan semua dengan sempurna sebab ketidakhadiran saya. tapi tetap saja semua beranggapan kurang asem garem. pengelola web. Padahal biasanya kan memang juga tidak hadir. Sesuatu pelajaran dan atau pengajian yang digelar tanpa kehadiran fisik. Subhaanallaah. saya berdoa semoga semuanya menikmati sajian Allah di dalam kehidupan pesantren yang mereka berada di dalamnya. Ketika saya memonitor lewat handphone. Di antaranya mempertemukan peserta KuliahOnline dengan tim IT WebOnline dan juga bertemunya para peserta KuliahOnline satu sama lainnya dari berbagai entitas dan daerah. dan saya. Kecamatan Cipondoh. Mudahmudahan ga pada nyasar. Loh…??? Nyahut lagi…??? He he he. acara kemaren sore berjalan juga satu dua misi. Iya. sebab-sebab yang begini inilah kemudian dicari sistemnya dalam sistem Online. udah buruan shut-down dah yaaaa…. diselenggarakan pertemuan tatap muka (kopi darat) antarpeserta. Dan saya kira.Internasional. Sungguhpun kami sudah berusaha memberikan yang terbaik. Namanya juga KuliahOnline. Apalagi mereka bisa makan makanan pondok. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Perjalanan Tauhid Perjalanan Keyakinan (+ 5 esay tambahan) KDW0107 Seri 07 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Tanggal 30 Agustus 2008. he he he. Alhamdulillah. terdengar suara asaatidz pondok beserta para santri yang mengaji surah al Waaqi’ah yang mudah-mudahan diikuti oleh semua Peserta KuliahOnline. Sesuatu yang barangkali jarang-jarang terjadi bagi sebagian . Kelurahan Ketapang. Sebab sayanya tidak hadir. di Kampung ketapang. Dan saya kira ini adalah salah satu manfaatnya juga. Maka nya. Tapi saya meminta maaf sedalam-dalamnya kepada Peserta KuliahOnline yang datang di pertemuan kemaren sore sebab saya harus keluar dari pesantren. he he he.

Dua tempat yang merupakan karunia buat negeri ini. he he he. Sementara tetap ada banyak yang bertanya. sesungguhnya itu juga adalah doa buat bayi saya. Peserta Kuliah Tatap Muka nya Wisatahati yang sempat diselenggarakan (sementara udah ditutup). pimpinan pondok yang baik. he he he. Saya menyempatkan berbagi tengokan. anak yang baik.30!!! saya harus memainkan peranan sebagai ayah yang baik. saya udah usahakan untuk hadir. Salah satu manfaatnya adalah ketidakterbatasannya waktu. terjadi halhal yang sungguh akhirnya saya malah pulang ke rumah jam 23. Subhaanallaah. Saya berdoa kepada Allah agar peserta KuliahOnline yang datang kemarenan bersilaturahim diberikan keberkahan tersendiri sebab kedatangannya ke tempat yang banyak sekali amal di dalamnya (pesantren). Tidak merupakan kuliah berseri yang akan membentuk kepribadian. sebelum tahajjud saya sempat bermain dengan Muhammad Kun Syafi’i. Saya undang juga beberapa komunitas Wisatahati di sana. kenapa sih engga dibuka aja kanal-kanal materi lain? Kan materi-materi itu juga bisa dicicil belajarnya? Engga. Alhamdulillah. kalau dikasihkan sekaligus. Jangan dikasihkan sekaligus. Saya berharap Allah subhaanahuu wata’aala memulangkan bayi saya di siang harinya. Ketika saya tetapkan tanggal 30. di beberapa hari menjelang ujian saja. Apalagi bila saudara berkenan sedikit repot dengan membagi pelajaran-pelajaran yang saya bagikan ini kepada orang lain. Kadang ke pesantren di Ketapang. Saya masih bersama bayi saya. Biar ga kembung.yang lain. akan menjadi bacaan biasa. Insya Allah apa yang Saudara pelajari dan apa yang Saudara akan pelajari. Namun saran saya. Ternyata Kehendak Allah lain. Tapi ya biasa aja. Di keduanya berkumpul santri-santri yang menghafalkan al Qur’an . ia bisa mengumpulkan dalam beberapa hari. Insya Allah akan bertambah-tambah banyaklah amal kebaikannya. akan tidak efektif rasanya belajar seperti itu. mantu yang baik. bermanfaat untuk kehidupan saudara dan keluarga saudara. Luangkanlah waktu Saudara. suami yang baik. kakaknya Muhammad Yusuf al Haafidz bayi saya. Produktif ya. Bagi yang tidak bisa mengakses harian. Baru kemudian diikuti materinya dalam hitungan sekali belajar sekian materi. peserta KuliahOnline. komplit. Saya bertahan untuk memberikan kuliah-kuliah fundamental ini. dicicil juga. Dan itu pun. asaatidz dan tamu-tamu istimewa saya. Haus ya haus. Saya khawatir. di situasi-situasi seperti ini (full-traffic) akhirnya Allah mengizinkan KuliahOnline ini berjalan. Kadang ke pesantren di Bulak Santri. Waba’du. bahkan kawan yang baik bagi seorang kawan yang mau bunuh diri pada malam itu! Wuah. dan beberapa simpul donatur. Itu kan sama saja saudara belajar di SMP-SMU tapi ga masuk-masuk. kalau Saudara berkenan membagi-bagikan pelajaran. Dan malah saat itu. Tentang kejadian bayi saya. seperti Peserta Pesantren Riyadhah. ada cerita menarik yang saya akan tuliskan sebagai esai kuliah mendatang. Saya menulis ini habis shubuh. Dia sudah punya adik lagi. Dan saya berdoa agar semuanya diberi kesabaran. Kun baru berusia 1 tahun 1 bulan. Sekalinya masuk. Biar kedatangannya di sore hari di rumah bisa disambut para santri.

adalah satu hari menjelang tanggal 1 Ramadhan. pertanyaan-pertanyaan yang masuk. agar Ramadhan ini menjadi bulan penuh support dari Allah dalam upaya kita mencari diri-Nya. kali ini istimewa. Oh ya. saya sempatkan membaca imel-imel yang masuk. Memang . dan sering mengeluhkan tentang rizki-Nya di saat mestinya Dia marah dengan kelakuan kita. Subhaanallaah astaghfirullah. tapi perkara tauhidnya sangatsangat terkait dengan Ramadhan. Adapun maksud dan tujuan saya adalah sekaligus sebagai bekal masuk ke bulan suci Ramadhan (sewaktu esai ini dinaikkan. web admin). ada bahagian ayat yang berbunyi: “Dan Kami sesungguhnya teramat dekat dengan kalian. dan berlangsung terus menerus selama 41 hari). kelak ia akan terkait juga. *** Bercanda Dengan Allah Ketika kita dilanda kesusahan. Bismillah ya. kita bahas dulu materi kuliah sambungan yang memang sudah disiapkan jauh-jauh hari. Sebelum meneruskan menyiapkan esai hari ini. menjadi sebuah percepatan yang diridhai Allah. Kekuasaan dan Keajaiban Allah di bayi saya. Saya sajikan langsung 5 esai kuliah yang mestinya saya bagi menjadi 5 esai kuliah buat 5 hari ke depan. “bercandalah” dengan Allah. Ga jauh-jauh dari kita. Dia ada banget-banget. sering mengecewakan-Nya. Harapan saya. ke meja redaksi. Memang kuliah ini bukan kuliah khusus tentang Ramadhan. sering bertanya tentang Pertolongan dan Kuasa-Nya. Tapi sebelum saya jadikan kondisi bayi saya dan apa yang terjadi di seputaran waktu terakhir-akhir KuliahOnline ini saya selangkan sebagai materi kuliah. sungguhpun kita sering menyakiti-Nya. Di edisi mendatang. Mudah-mudahan kebijakan saya yang sudah saya langgar ini (mestinya tetap esai ringan per pertemuan. tapi kalian tidak bisa melihat”. Allah akan bekerja sesuai dengan kepercayaan kita pada-Nya. Seberapa percayanya kita sama Allah? Ini yang menjadi pertanyaan tauhid dan iman kita pada-Nya. mudah-mudahan menjadi pengajaran buat kita bahwa Allah itu memang patut diyakini Keberadaan-Nya dan ga boleh lagi ada keraguan! Sungguh. Kita berdoa terus agar Allah semakin memperkenalkan diri-Nya dengan diri kita dan semakin sayang kepada kita. Ok. mari kita pelajari 5 esai berikut ini.untuk disebarluaskan lagi ke seantero buminya Allah. Kalaupun tidak terkait. Bahkan di surah al Waaqi’ah yang kemaren Peserta KuliahOnline baca bersama para santri.

sebagaimana saya ceritakan dalam buku “Mencari Tuhan Yang Hilang”. Saya menikmati betul candaan itu. Begitu. saya sambil jagain si abang Kun (putra ketiga saya yang masih berumur 1 tahun 1 bulan tadi). Kalau saya hanya menulis tentang ini. makan apa. Ini kasus saya yakini sebagai kasus-kasus istidraj. berat.kadang sesuatu berjalan “seperti” tidak sesuai kepercayaan kita pada-Nya. saya bilang di atas. Tapi efek dari penerimaan ini. Tahun 1999. Tapi darimana nyari 86 juta dalam 1 bulan? Terutama dalam keadaan saya seperti itu? Saat itulah. saya bingung. Saudara-saudaraku peserta KuliahOnline. Keluarga nyerah. saya pasang niat bener. Selama 14 hari saya di dalam tahanan. Saya harus membayar 86 juta rupiah dalam waktu hanya 1 bulan. Tapi belum ditulis saat itu. Kondisi saya saat itu. kita akan kaget sendiri manakala kita teguh berdiri pada apa yang kita yakini. Saya menerima. semua prinsipprinsip dasar Wisatahati. maaf. untuk menerima kasus ini. dengan pertimbangan mudahmudahan Allah memaafkan kesalahan saya di tempat lain yang barangkali hukumannya adalah ini. Bahwa saya bener-bener akan bayar. Bener-bener hanya selembar. Pakaian. saya lepas dari penjara kepolisian. dan terus berlanjut sampe ke LP. Boro-boro buat bayar. Deket sekali terasa Allah itu. buat ongkos pulang dari kantor kepolisian menuju rumah transitan (saya belum bisa pulang sebab satu dua hal saat itu) saja saya bingung. maka saya harus menyerahkan diri lagi. Begini. Tapi di pencarian menuju . hampir nangis nih saya nulis ini. Ga ada. saya tidak ganti baju! Dan tentu saja saya tidak pakai lagi celana dalam. Sebab sambil saya nulis ini. Dan memang Dia itu dekat. bahwa unsur pidana akan dihilangkan jika saya menerima kasus ini betulbetul dijadikan kasus perdata. he he he. Sebab ada perjanjian tidak tertulis (damai). Sebab emang 86 juta itu bahagian dari hutang 1 milyaran yang harus saya bayar. Saya ga mau mikir jauh. tapi Allah hidangkan kesusahan ketika kita berjalan di jalan B. Saya tidak berada langsung di balik kasus ini. dimulai dipraktekkan. Nah. Kondisi saya saat itu parah. maka kasus ini dinaikkan lagi. Kawan-kawan juga pada minggir semua. Dan setelah pulang nanti. Apalagi untuk kondisi saya saat itu. Dan saya “diwajibkan” untuk menyerahkan diri sendiri tidak perlu dijemput petugas. Yang penting bisa keluar dulu. Maka kasus ini saya terima. Tapi perjanjian itu saya iyakan saja. hanya selembar. bener-bener minus. dan sesekali jawabjawab sms dari TV dan dari kawan-kawan pondok yang butuh koordinasi cepat. Tapi saya ga bisa nangis. berat. kan ketahuan tuh bahwa saya secara hitungan matematis ga bisa bayar? Bila saya ga bisa bayar dalam satu bulan. Istidraj ini artinya dimainkan Allah. Kita punya salah di jalan A. ga bakal ada. Tapi yakinlah. Duh. Padahal saat itu. Kalau tidak. saat itulah saya bercanda sama Allah. niscaya saya sudah akan menangis. Kemudian bayangan bakal kebayar. pakai pakaian apa. Di antaranya: konsentrasi jangan di 86 juta. Cuma.

Allah pasti bisa. nyari ridha-Nya. Hingga di pertengahan bulan. Ya. kelihatannya ga adil ya? Biar saja. seraya meminta maaf kepada Allah. saya sempat khawatir saja. saya justru sedang berikhtiar membayar 86 juta tersebut! Persis dalam waktu 1 bulan. Sungguh. Permpuan. Saya ga tahu saya bisa bayar atau tidak. maka saya dipenjara lagi. Gaji-gaji dari kerjaan-kerjaan saya itu. saya polin buat Allah. zikir. shalat-shalat sunnah qabliyah ba’diyah. Sebab apa? Sebab saya serahkan sepenuhnya kepada Allah. Jadi. Biar saja Allah yang akan menyiapkan sejumlah uang tersebut. dan ada waktu. baca al Qur’an. dan segar rasanya. saya megang uang nih. selebihnya tostosan saja buat Allah. saya ga bisa bayar hutang yang dibebankan kepada saya. Dan Engkau juga tahu. mau bercanda sama Allah! Saya datangi sekolahan di belakang saya bekerja sebagai tukang fotokopi. tidak terjadi. Kurang lebihnya. bayaran sekolahnya. Ikhtiar saya apa? Ya itu lah ikhtiar saya. bukan khawatir. Dihadirkanlah satu anak yatim. Sebab tarohannya anak yatim. ngajar bahasa. “Ya Allah. saya yang bayarin. ngapain juga saya pikirin. Saya tertawa kecil. Biar saja Allah yang urus. Dengan cara-cara-Nya. shalat ditepatwaktuin. saya gelar sajadah. Tapi kalau engga. tinggal Engkau pilih dah. Habis itu saya bangun dari sujud. dipolin. saya menawarkan kepada Allah menjadi tentara-Nya. saya ambil saja buat makan. Sebab ga bisa bayar lagi emangnya”. Saya katakan kepada Allah yang bagi sebagian yang lain kalimatnya mungkin aneh. Saya yakin sekali Allah tidak akan mengambil keputusan saya ditangkep lagi. Lalu apa yang saya lakukan? Saya melakukan perbaikan dan perubahan di ibadahibadah saya saja. Saya tahu ga bakalan mungkin cukup kalau saya tabung. Allah yang tahu hati saya. Habis saya bayarin itu.Allah saja. maka saya terusin bayarannya tuh anak yatim. ngajar komputer. Ya Allah. saya boleh sombong sedikit. Selebihnya. ngajar al Qur’an. Dua minggu kemudian peristiwa yang saya sempat khawatirkan. saya udah bayarin tuh satu anak yatim SPP nya. Besarnya 27. dari hasil jualan es dan jadi tukang fotokopi. yang tinggal dua minggu lagi. Sampe sini. nyari ampunan-Nya. Namanya Ummi. witir. ngajar madrasah. kalau bulan depan. dan lain-lain. biar saja Allah yang mikirin! Gitu lah pikiran saya. dengan cara begini. Saya sujud. dhuha. Saya minta dihadirkan satu anak yatim yang pintar untuk saya bayarin SPP nya bulan itu. Tapi bagi saya. Saya katakan. Kan susah loh menjaga rutinitas ibadah dalam keadaan puyeng? Iya ga? Yang ngalamin ini yang bisa jawab dah. Saya katakan padanya. Untuk masalah? Jangan dipikirin! Ntar stress sendiri. Saat itu melintas di pikiran saya.500 rupiah. tahajjud. Kenapa saya harus . ya saya bayarin lagi. biar saja. Saya ngajar sana sini. Tapi yang saya paham. Kalau Engkau masih tetap membiarkan saya bebas. Itu ungkapan saking deketnya saya sama Allah. Bukan dengan caracara saya. Uang ini saya timang-timang. Jadi. bulan ini.

IS menonton TV. perjalanan waktu ini akan sampai juga. makasih. Saya datang lagi ke sekolah tersebut. Maka nya kelak kemudian kisah-kisah perjalanan saya diberi judul: Wisatahati Mencari Tuhan Yang Hilang. Kemudian saya balik lagi dan sujud. kita akan pelajari kisah hebatnya keyakinan seorang tukang nasi yang kemudian membawanya pada perubahan hidup. Saya mohon kepada-Mu ya Allah. Dan insya Allah akan diganti sama Allah dalam 1 minggu. “Ya Allah. Itu kalau kita percaya Allah menggantinya dalam 1 minggu. dari hati saya. Saya kemudian sadar. tapi sedang jualan. karena saya “lolos”. saya akan tambahin dari sekarang. namanya Maemunah. Awal tahun 2007. Allah rupanya juga bercanda bersama saya. Di sana ada saya katanya sedang bertutur. (IS). saya bayarin lagi SPP anak tersebut. Di esai KuliahOnline berikutnya. Saya anggap ini kisah perjalanan tauhid. bahwa kalau mau ditolong Allah. Dan Maemunah ini beberapa bulan kemudian jadi istri saya! Maemunah saat saya nikahi. Saat itu hutang tetap belum lunas. seraya mengatakan (kurang lebih). doa saya belum sempurna. masih duduk di bangku SMP kelas 3. saya tebar di berbagai buku saya. Tapi saya hanya bebas doangan sementara. itulah yang terjadi sama saya. Sampe ketemu di esai berikutnya. Ya sudahlah. sudah dengar kan audio yang saya upload? Judulnya: Kenapa Harus Khawatir Padahal Ada Allah? Ya. ya saya jalanin janji saya. tapi percayalah. Nah. Mencari Tuhan yang hilang dari diri saya. Semua memang butuh perjalanan waktu. Udah nolongin saya.khawatir. Masalah itu insya Allah bergulir sempurna penyelesaiannya. insya Allah hidup kita akan berubah ke arah yang kita kehendaki. . Dan tahu ga? Anak yatim kedua yang saya bayarin. *** Air Gula Untuk Bayiku Saya yakin Allah tidak akan menyia-nyiakan amal kita. ha ha ha. Ya saudarasaudaraku. Inilah kisah saya. Kisah perjalanan saya mencari Tuhan. 1 SPP lagi untuk 1 anak yatim yang lain. Saya bukan promosi. jika kita percaya dan yakin sama Allah. Sebab hutangnya belum selesai. Ya Allah. tos-tosan saja sedekahnya. kali ini. Silahkan dikoleksi ya. Subhaanallah. Kali ini saya sempurnakan. dengan wasilah amal ini. Secuplik kisah-kisah saya. bayarkanlah hutang tersebut”. Dan dia satu sekolah dengan si Ummi tadi.

Sejumlah 37 milyar rupiah. Masya Allah. melewati tikungan anak sungai yang namanya kesulitan. . Bahkan bukan hanya rumah itu yang bisa ia beli tepat waktu. Andai mereka diusir dari kontrakannya. membuat keberkahan Allah datang. Bahkan untuk tahun 2008. Subhaanallaah. Ia dapat order menangani katering 16rb orang 3x sehari. maka Allah belum tentu bakal turun tangan. mereka betul-betul kosong. Masa katanya mati. Sekian minggu ia tunggu keajaiban sedekah. Pasti berhasil. Susu anak sudah ia gantikan dengan air gula. Cara bicaranya meyakinkan. uangnya sudah 1 milyar. Keridhaan bayinya juga meminum air gula. Hanya dalam hitungan beberapa bulan saja. Di tengah situasinya yang hampir bener-bener game over. Dan itu kelak benar-benar terjadi. andai mereka jadi pinjam. ada pesan yang disampaikannya lewat saya. Juga susu anak. Di saat “bercanda” dengan kesusahannya. alhamdulillah. supaya Allah segera menunjukkan Kuasa-Nya. Ada juga bumbu kisahnya yang tak kalah menariknya. sungguhpun si pemilik rumah tidak yakin dengan penampilan pembeli rumahnya. Tapi mereka ga jadi minjem. Sungai pasti ada ujungnya. dan mengatakan akan membayar dalam tempo 2 bulan. hampir mereka ini pinjam uang ke kerabat dekat. Dia tawar rumah tersebut. Uang itu sejatinya ditahan untuk tabungan bayar kontrakan yang 2 bulan lagi bakalan habis. dengan segala resikonya. Hanya. Keyakinan dan kesabarannya berbuah. dan terus jalani kehidupan ini. IS dan istrinya menawar sebuah rumah bagus. dia memegang kontrak katering yang sangat-sangat besar. Rasa sesal di hati istrinya selalu ia tepis dengan keyakinan bahwa Allah tidak mungkin menyia-nyiakan iman dan amal salehnya a/ janji-janji Tuhannya. Dari dia. Masa iya itu semua akan terjadi? Begitulah IS dan istrinya meyakinkan diri mereka. andai mereka tidak bisa membeli susu buat bayinya lalu bayinya jadi sakit. Tapi juga ia bisa membangun satu perusahaan katering dengan aset hampir 20 milyaran dalam tempo hanya 1 tahun. bahwa semua ini terjadi sebab mereka berdiri di atas keyakinannya akan janji-janji Allah. atau mati sekalipun. sebagaimana alaminya alam ini yang berisi dua hal. tidak ada cerita tidak berhasil. tapi tak kunjung datang. IS dan istrinya sepakat untuk menyedekahkan uang itu. Sekali sudah ditempuh jalan Allah. ia ada uang 1 juta. andai mereka tidak bisa bayar listrik kontrakannya lalu malu kepada yang punya kontrakan. sebagai “alternatif” andai mereka benar-benar diusir dari kontrakannya. Subhaanallaah. Dan inilah yang menjadi keyakinan kita. Dan sekalian saja pikir mereka. atau bahkan orang tua. Mereka bilang. kesukaran. listrik. Biarlah ia mengalir.Saat itu. Mereka saat itu pasrah. Ini menjadi berkah buatnya. maka biarlah Allah tahu. alias katering dengan 48rb porsi per hari. Dan datangnya ga maen-maen. sabar. Ia kasih biskuit2 kecil pengganjel makanan. Ga tanggung-tanggung seharga 700 juta. dan lain-lain. kesenangan dan kesusahan.

Ketika kesulitan relatif memuncak. Bertahan saja dengan kesusahannya itu. kadang begini. manakala mereka berpindah sandaran. Misal. cakep banget. mereka berinisiatif untuk meminjam kepada orang tuanya. Makin susah. IS. Bahasanya tentu saja bukan bahasa mengeluh. padahal uang ini sejatinya untuk bayar kontrakan dan bayar ini itu. Kondisi-kondisi begini kalo dibawa ke shalat malam lalu diadukan ke Allah. Kontrakan udah mau habis. kami serahkan uang kami kepada-Mu. Mereka khawatir mereka menjadi lemah. Dia sedekahkan uang 1jt-1jt nya yang ia punya. Tapi mereka urungkan ini. IS dan istrinya menunggu balasan Allah. Bisa juga balasannya berupa panjang umur. sampe hampir dua bulan. Lalu IS dan istrinya percaya pada Allah.lalu berkah amal saleh Allah tidak beri. Setidaknya menurut pengetahuan dan perasaannya. balasan Allah ga kunjung datang. Sebab belum tentu juga balasan Allah itu hanya uang. Ya memang ini akan jadi diskusi panjang. Kan. keluarga bahagia. sehat. Allah ga balas-balas tuh amal salehnya.*** Menjadi Lemah Hanya bersandar kepada Allah dan yakin pada pertolongan-Nya. kita coba bahas IS tersebut. Biar Allah tahu bahwa mereka jadi tidak bisa bayar kontrakan sebab uang kontrakannya disedekahkan. anak sehat. Biar Allah tahu bahwa anak mereka mengalah minum air gula sebab jatah susunya disedekahkan. Allah menyuruh kita percaya pada-Nya. belum tentu mendapatkan berkah yang begitu banyak. Sekarang. dan seterusnya. Saya mengamini. dan bersandar hanya pada-Nya. wuah. Tapi ya itu tadi. Tapi oke lah. mengikuti seruan-Nya. Ternyata. andai ada perubahan suasana hati. Mudah-mudahan bisa dibahas di lain tempat. ya mereka akan menjadi lemah. kita menjadi kuat. makin baik. sang penjual nasi yang mendapat berkah tersebut. Tapi bahasa pasrah. Mereka udah benar. “Ya Allah. cuma kitanya aja yang ga berasa. air susu anak sebagaimana diceritakan sebelumnya sudah diganti dengan air gula. Sedang Engkau tahu tidak . Allah sebenernya udah balas. Koq jahat bener ya Allah? Hanya gara-gara perubahan suasana hati.

Tapi ya Allah. Belum tentu. bisa saja IS dapat uang. atau orang tuanya ada uangnya. ridha-Mu. (-) Apa hubungannya? (+) Katanya. Dan Engkau pun tahu ya Allah. susu dan yang lain-lainnya. Tapi kemudian pertolongan Allah tidak akan bener-bener terasa. Kita berandai-andai istrinya IS yang maju ke orang tuanya: (+) Pak. kami pun tahu bahwa Engkau tidak akan mengingkari janji. koq minjem uang sama Bapakmu ini? (+) Ada. andai IS bener-bener minjam ke orang tuanya. Misal. dengan kepasrahan semacam ini. Apalagi kenyataannya. (-) Emangnya ga kerja? (+) Kerja. andai balasannya adalah ampunan-Mu. dan Engkau lah Yang Maha Memberi Rizki.ada yang kami miliki lagi kecuali itu. . kemudian pertolongan Allah datang. kalo kita sudah melengkapi dengan doa semacam ini. (-) Kalo ada. Sayang. Tapi ngelihat Ustadz Yusuf di TV. (-) Maksudnya? (+) Ya. belum tentu ketika IS dan istrinya minjam ke orang tuanya lalu orang tuanya menyediakan. ini baik benar untuk menambah keyakinan dan iman kita. (-) Koq kerja ga ada duitnya? Buat apa kerja? (+) Sebenernya ada sih Pak. cakep bener tuh. kalo kemudian kita “melengkapi” sedekah atau amal kita. Ya Allah. koq masih tetap minta sama Bapak? (+) Uangnya disedekahkan dua bulan yang lalu. dengan malah pindah sandaran ke manusia. kasih sayang-Mu. Janganjangan malah menjadi lemah kita adanya. Saya membayangkan. kepanjangan umur kami dalam keadaan sehat dan beriman. ya sedekah apa yang kita punya. maka tidak mengapa ya Allah Engkau tidak membalas sedekah kami dengan uang. wah. kalo ada. bahwa uang itu sedianya untuk membayar kontrakan. Engkau pula Yang Maha Memenuhi Kebutuhan-kebutuhan kami…”. Akan terasa benar pertolongan Allah itu. Tapi uangnya yang ga ada. terjadi dialog yang melemahkan seperti ini. boleh saya pinjam uang? (-) Suamimu kemana? (+) Ada. Nah. kalo mau kaya. Beda. kalau udah setengah pingsan. (-) Loh. dulu ada duit.

(-) Wah. alias percaya ya percaya. (-) Ya. Bahkan. Jangan ada tanda tanya ke Allah. saya juga sudah sampaikan itu. ketika seseorang sudah percaya sama Allah. Dan jangan ada keluhan. Titik ya titik. DIA berikan dan DIA titipkan alam ini pada manusia. minta sama suamimu itu. kalo situasi dialog ini yang terjadi. Syahdan. Dia pasrah saja sama Allah. sudah. Ya akhirnya kejadian dah apa yang diceritakan di tulisan sebelumnya ini. (-) Ya. ya engga gitu. DIA bahkan titipkan rizki dan karunia khusus untuk manusia. suamimu tetap maksa? (+) Iya. seorang buruh pabrik bersedekah 1000 rupiah di akhir pengajian tentang . apalagi sampe terjadi penyesalan. Insya Allah di ujung perjalanan kita. Sama kontrakan. Buat susu anak. Wallahu a’lam. saya butuh banget uang itu. Tapi kemudian IS dan istrinya memilih keep silent. Lalui saja kehidupannya dengan bergantung penuh pada ketetapan Allah dan berjalan terus dengan kepercayaannya itu. tidak usah kemudian mencari jalan yang lain. Bahkan pada tataran yang ekstremnya. sang istri pun sekarang akan jadi serba salah. Itu kebodohannya. (-) Terus. Sampe mana kepercayaan akan janji Allah itu bisa bekerja untuk kehidupan kita? Sampe tidak ada “koma”nya. Sedekah koq pengen kaya. Berapa uang yang dulu kamu sedekahkan? (+) 1 juta Pak (-) Bagus! Bapakmu ini saja ga pernah dikasih uang 1 juta… Nah. sungguh penuh dengan kejutan-kejutan indah. dan tidak baguslah hubungan antara mertua dan mantunya itu. Melainkan hanya ada “titik”. (+) Ya. *** Uang bensin yang ditukar 1000x lipat Allah percaya kepada manusia. (+) Tapi Pak. Tapi manusia banyak yang tidak percaya pada-Nya. kira-kira apa yang akan terjadi? Lemahlah istrinya.

Ia mencoba meyakinkan dirinya. Tapi hari itu.700 per liter. bensinnya sudah habis. Jadi. saya akan mengajak saudara memperdalam situasinya. betapa benar janji Allah. Oleh kawannya ini. Ia dorong motor ini dengan enteng. kenapa tidak. Sedangkan uang 1000 ini sedianya untuk membeli bensin yang memang harganya saat itu Rp. akan membuat kita terpelihara. Maklum. Tidak cukup sampai di situ. dia memilih menyedekahkan uang 1000 rupiah itu untuk berharap keajaiban sedekah bisa terjadi pada dirinya. *** Jangan Memperlemah Diri Lagi Banyak keadaan-keadaan yang bisa memperlemah iman kita pada janji-janjiNya. 1000 rupiah tersebut untuk beli setengah liter bensin. sambil belajar di . ia dibelikan bensin yang cukup baginya menghidupkan motor. rumah ke ladang. Terlebih lagi terhadap mereka yang tetap memegang teguh kepercayaannya kepada Allah. Mengeluhkah ia? Tidak. ia dihampiri oleh pengendara mobil kijang yang ternyata kawan lamanya yang sedang berkunjung ke kampung tersebut. 1. bahwa bensinnya pasti cukup membawanya pulang ke rumah. Sungguh ia pun bosan dengan keadaan dirinya. padahal motornya ini VESPA! Dan pertolongan Allah itu benar-benar nyata. Inilah yang ia anggap perjuangan sedekah. baru beberapa ratus meter saja. Baru beberapa langkah ia mendorong. Saudaraku yang membaca kisah tentang “motor yang kehabisan bensin” sebelum tulisan ini. Segala keraguan ia tepis. Ia siap. yang baru ia ketahui jumlahnya ketika ia sampai di rumah. Andai sedekah bisa membuat dirinya bisa banyak rizki.sedekah. Tapi di saat yang sama. Dan apa yang terjadi. Yang penting motornya bisa jalan bolak balik ladang ke rumah. Jadilah ia mendorong motornya itu. hanya buruh perkebunan. Termasuk bayangan mendorong motornya apabila bensinnya habis di tengah jalan. pengendara kijang ini kemudian memberikan uang 1jt di dalam amplop tertutup. ia pun mencoba menghibur bahwa ia siap saja mendorong motornya itu sampe ke rumah. Maka ia nikmati saja kejadian ini. Kiranya kesabaran dan usaha menambah ilmu. Subhaanallaah.

tempuhlah juga jalan kesabaran dan keistiqamahan menegakkan terus ibadahibadah tersebut sambil menanti penuh harap kepada Allah Yang Tidak Pernah Mengecewakan. sedang saya menyebutnya kepercayaan yang lemah. Terus terang. saya sendiri juga kadang “kerepotan” dengan pertanyaanpertanyaan jamaah. koq masih dibawa juga motornya. Langkah yang sudah betul. emangnya kenapa bensinnya.mana gerangan kesalahan kita ketika kita menempuh jalan-jalan Allah. Dan niscaya juga ia bertambah lemah. Tidak sedikit para pencari pertolongan Allah lalu malah berubah menjadi mengeluh kepada Allah. Misal. Tapi kayaknya dikit lagi juga habis. Baik. . maka ia pasti akan berhasil. boleh saya pinjam uang…? (-) Buat apa…? (+) Buat beli bensin. Dan tidak sedikt juga yang berubah sebab ia “keliru” bertanya kepada yang tidak luas ilmunya. Saya kerap memberitahu. Makin kita pasrah kepada Allah. Orang lain menganggap ini sebagai ikhtiar. ini sama saja tidak menyempurnakan kepercayaannya kepada Allah. Misal begini. terjadi dialog: (+) Mas. sesuai dengan mukaddimah di sub tulisan ini. berubah di ujungnya. Menurut saya. tidak sedikit mereka yang malah jadi dosa. Tinggal tunggu waktu. habis? (+) Belum. ia tidak akan mendapatkan berkah ketemu dengan pengendara kijang andai ia “beralih” kepada bantuan orang lain. shalat-shalat sunnah. mereka bahkan su-udzdzan kepada saya. yang mana ia konfirmasikan ilmu-ilmu tentang sedekah kepada para ustadz yang “tidak sepaham”. saya akan ajak saudara memperdalam situasi kisah motor yang kehabisan bensin tersebut. andai ia benar-benar meminjam kepada manusia. Pada kasus motor yang kehabisan bensin. Yaitu banyak di antara kita yang berubah menjadi pemarah kepada Allah lantaran menganggap cara-Nya Allah tidak sakses membuat kita mencapai keinginan kita. lalu ia menjadi tahu bahwa bensinnya dikhawatirkan tidak cukup. dan cenderung menyalahkan Allah. (-) Lah. jalan-jalan riyadhah. ia kemudian memutuskan untuk “meminjam” kepada orang lain. Sambil mengisi waktu. (-) Udah tahu bensin bakalan habis. Akhirnya. setelah sadar bahwa ia “meminjamkan” uang kepada Allah. setelah ia menyandarkan dirinya kepada Allah. Artinya. dan doa ditempuh. Sudah mah jadi menyesal. Apalagi kalau orang yang ia pinjam duitnya itu menyalahkan dia. sedekah. Tidak sedikit juga orangorang yang menjadi lemah sebab bersandar kepada orang lain. semakin enak kita “mengadukan” kelemahan-kelemahan kita. bahwa ketika jalan ibadah. ia malah berpaling kepada selain Allah.

mana ketemu dengan si pengendara kijang. dan mogoknya bukan karena motornya rusak? Tapi karena bensinnya habis? Sudah mah susah. dia minjem. Orang yang dimintakan duitnya ini barangkali tertawa… “Mas. Pengendara motor ini akan makin tertekan. Koq gitu? Lah iya. Ga ada “penghentian waktu” atau “penghentian perjalanan”. Coba kalo bener-bener mogok. malu lagi…”. Udah tahu bensin udah mau habis. malah mas ini membuat sulit orang saja. coba. pikirin dulu kebutuhan sendiri. maka ga bakal ketemu dengan pengemudi kijang yang membuatnya dapat uang 1000x lipat dari yang ia sedekahin. Percayalah sama Allah. Tapi inilah cerita sedekah. mbok ya mikir. Kita hanya butuh bantuan Allah saja. bahwa kita masih butuh bantuan manusia. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Tauhid Yang Menggerakkan Iman Yang Menggerakkan Bergerak Menuju Allah KDW0108 Seri 08 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Banyak yang mau berubah. (-) Sekarang mana duitnya? Koq minjam? (+) Dipakai buat sedekah. dan uang tersebut mau digunakan untuk membeli bensin. Bukan yang lain. malah disedekahin. Kalo begini. Kalo normal-normal saja. kan lancar. tapi memilih jalan mundur. manakala ia makin disudutkan. ya ga ada keajaiban sedekah. Ini sama saja nyulitin diri sendiri. Wah. dihina dan diperlemah pula. seribu kali percaya sama si ustadz tersebut. “Mas. Jangan sampe bikin orang susah saja”. Tempuhlah jalan-jalan riyadhah. Kelihatannya kan betul.(+) Tadinya bawa duit Mas. Buat beli bensin. saya ga ada duit lagi. eh. Taro kata begini. sebab bensinnya penuh dan motornya ga mogok. . Dan jangan menyisakan sedikit pun ruang di hati. Lain kali kalo mau sedekah. lalu bener-bener dapet pinjaman untuk beli bensin. Dan orang tersebut tidak salah. Udah mah engga dapet. Habis itu.

jodoh. Ada yang lebih penting dari itu semua. Bergerak. Kapan amalan akan sungguh-sungguh kita pakai? Nanti ketika sakratul maut. Saatnya memakai tuh uang yang ditabung. padahal ia tiada ahli ibadah malah banyak maksiat. Buat peserta KuliahOnline yang saat ini jaya. diri yang diampuni dan husnul khatimah. tinggal datang menghadap teller. Ada yang lebih penting ketimbang soal hutang. Masya Allah. Atau malah sudah. Berusaha membenahi ibadah. Saatnya kini engkau membuka mata. perniagaan. rumah tempat tinggal. Jalan saja. Ga apa-apa. Kadang shalat sunnah. Tapi dia tiada berpikir tentang kemaksiatannya kepada Allah. Dan barangkali lebih banyak tidak tertegaknya dibanding tertegaknya. Shalat wajib dilakukan di akhir. entah sudah berapa waktu shalat-shalat sunnah tiada tertegak sempurna. rumah tangga. sementara rizki Allah mengalir keras. Dan ketika seorang hamba bergerak menuju Allah. ga paham ngaji. Tidak khawatir soal-soal akhirat. dan pake dah tuh uang. Tanpa hati. itu sama saja dengan pembekalan akan dibekali saban hari. Dan insya Allah ragam kuliah akan membuat lengkap bekal berjalan menuju Allah. Tapi lihatlah. Dia tiada berpikir betapa malasnya dia beribadah. diterima dan meninggal dalam keadaan hati yang bersih. sepuasa-puasanya. kadang tidak. Saat itulah sungguh sangat diperlukan semua amal. ga paham ibadah. Artinya berjalan menuju Allah. Ibarat orang menabung. inilah saatsaat terbaik menabung sebanyak-banyaknya amal. Banyak di antara kita yang mengeluh tentang keadaannya di dunia ini. Mudah-mudahan Allah mengasihi kita semua. Tinggal tunggu waktu saja. Atau malahan tinggal mencet dengan ujung jari lewat keypad atau keyboard (mobile banking atau internet banking). Ada yang bertanya. sengajingajinya. Insya Allah ketika kanal materi selain esai Kuliah Tauhid ini dibuka. Maka demikianlah pula amalan kita. Pergi saja ke Allah. Karena engkau diciptakan untuk beribadah. karir. Artinya ya mulai saja shalat seshalat-shalatnya. Shalat sunnah? Wuah. kekayaan. Sebisanya. Dunia akan Allah serahkan kepada siapa yang Dia percayai. rizkinya banyak. Andaipun ada yang mendapatkan dunia-Nya. pada saat bersamaan Allah akan angkat setinggi-tingginya derajatnya. Wahai diriku yang mengaku memiliki Allah sebagai Tuhannya. maka subhaanallaah. Benahin apa yang bisa dibenahin. melakukan amalan-amalan yang mengantarkannya dekat dengan Allah. Yaitu bagaimana kita kembali kepada Allah dalam keadaan amal banyak. maka sesungguhnya kesengsaraan dan kenestapaan akan menjadi haknya. tapi dia tidak merasakan itu. Semua ada waktunya. keluarganya utuh. engkau selalu khawatir soal-soal dunia. kerjaan. Dah tersedia. anak keturunan.Dalam Kuliah Tauhid ini saya mengajak peserta KuliahOnline untuk segera bangun menuju Allah. bila yang belum kunjung mendapatkan anugerah dari Allah. Dan sebaliknya. Itulah babak baru yang sesungguhnya dari kehidupan kita. sabarlah. waduh saya ga ngerti apa-apa nih? Dosa melulu. sehat. Engkau dituntut untuk beribadah. nabung terus. Dan anugerah terbesar buat mereka yang mendekatkan dirinya .

tanya saya membuka percakapan. Saat terbangun. Saya pesen ke supir saya: “Nanti di depan ke kiri ya”. Saya menghentikan langkah. Saya paham. Biasanya kan hanya melihat di TV saja…”. ntar habis dari toilet ya”. Tentang apaan sih?” “Saya bosen jadi satpam Pak Ustadz”. . Begitu berhenti dan keluar dari mobil. Tetidur di dalam mobil. ada tanda pom bensin sebentar lagi. Supir saya mengira saya pengen beli bensin. Baarokawloohu lanaa. “Saya ke toilet dulu ya”. “Nanti saya pengen ngobrol boleh Ustadz?” “Saya buru-buru loh. adalah kedekatan diri itu sendiri! Dunia menjadi tiada arti buat mereka yang menempatkan Allah di atas segala-galanya. Akhirnya ketemu sekuriti ini. “Pak Ustadz. “Masih banyak. Ada minimart nya yang dilengkapi fasilitas ngopi-ngopi ringan. Menunggu beliau. pegimana? Bosen jadi satpam? Emangnya ga gajian?”. Dari jauh ia melambai dan mendekati saya. Lagi enak-enak tidur di perjalanan. alhamdulillah nih bisa ketemu Pak Ustadz. Eh nemu pom bensin. Saya senyum aja. Atau. Saya mencari warung kopi. Begitu pikir saya. he he he. insya Allah.kepada Allah. Bukan jadwal setelah ini. Sejurus kemudian saya sadar. *** Satu hari saya jalan melintas di satu daerah. sampe kita kemudian pantas diangkat derajatnya dan diberikan segala yang kita hajatkan. untuk bicara-bicara dengan beliau ini. *** “Jadi. ayo mari kita koreksi lewat pembekalan-pembekalan materi sebelumnya dan husnusdzdzan ke Allah. Padahal bukan. “Ok. Berarti barangkali saya kudu bicara dengan dia. saya terbangun pengen pipis. Pak Ustadz”. ini Allah pasti yang “berhentiin” saya. bahwa Allah subhaanahuu wata’aala berkenan mengampuni dan menyuci dosa-dosa kita dulu. Alhamdulillah ini pom bensin bagus banget. Sekuriti ini barangkali “target operasi” dakwah hari ini. Saya katakan pada sekuriti yang mulia ini. ada seorang sekuriti. “PakUstadz!”. Ga ke-geeran. Saya pengen pipis.

apa yang kita lakukan di dunia ini juga ibadah. maka yang demikian masihkah pantas disebut usaha kita adalah ibadah? Apalagi kalau kemudian hasil kerjaan dan hasil usaha. Tiada disebut perhatian sama Yang Memberi Rizki bila shalatnya tidak tepat waktu. Maka lalu saya ingatkan sekuriti yang entahlah saya merasa he is the man yang Allah sedang berkenan mengubahnya dengan mempertemukan dia dengan saya. “Oh. kalo nganggap kerjaan-kerjaan kita ibadah. Artinya kita menerima tamu pas waktu shalat datang. Tapi kemudian kita menerima tamu sementara Allah datang. agak susah buat ngerubahnya”. jam tiga kurang dikit. kita abaikan Allah. kalau kita niatkan sebagai ibadah. memang untuk mengejar ketertinggalan dunia saja. jauh tuh. Cuma sebatas omongan doangan. sekuriti itu bisa benar-benar menganggap kerjaannya ibadah. dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku. Lalu. buat Allah nya lebih sedikit ketimbang buat kebutuhankebutuhan kita. tapi sama Allah ga mau mendekat. Saya meminta maaf kepada sekuriti ini umpama ada perkataan saya yang salah. bisa ya bisa tidak. Soalnya kita kan tugas. “Wah. bahwa shalat itu kudu tepat waktu.“Gaji mah ada Ustadz. Kalau ibadah wajibnya nomor tujuh belas. Misalnya lagi. itu ada syaratnya. Tugas juga kan ibadah. kurang lebih dah”. Saya mengingat diri saya dulu yang dikoreksi oleh seorang faqih. ya disebut bohong dah tuh kerjaan adalah ibadah. Di awal waktu. Entar-entaran. “Gini ya Kang. tapi ibadah dari dulu ya begitu-begitu saja. Kayaknya perlu dipikirin lagi tuh sebutan-sebutan ibadah. Distel kayak apa juga. kita niatkan usaha kita sebagai ibadah. “Ya. Tapi. boleh ga? Bagus malah. Rizki mah mau nambah. dan kemudian kita abaikan shalat. kita bersantai-santai dalam mendirikan shalat. Rizki mah mau banyak. Tapi masa gini-gini aja?” “Gini-gini aja itu. kalo ibadahnya gitu-gitu aja. seorang ‘alim. tapi bisa juga ga. Tapi umumnya begitu lah manusia. jadi ga apa-apa telat ya? Karena situ pikir kerja situ adalah juga ibadah?” Sekuriti itu senyum aja. Bila dalam sehari semalam kita shalat telat . Butuh perjalanan satu setengah jam andai ashar ini kayak sekarang. Itu kan jadi sama saja dengan mengentar-entarkan mengingat Allah. Kalo situ shalatnya jam setengah lima. Artinya. ustadz langsung nembak aja nih”. Disebut jujur mengatakan itu. saya mengejar. tetap nomor satu. “Disebut barusan itu maksudnya jam setengah limaan ya? Saya kan baru jam 5 nih masuk ke pom bensin ini”. ya emang udah begitu. Aqimish shalaata lidzikrii. Bukan hanya boleh. “Udah shalat ashar?” “Barusan Pak Ustadz. Lagian. Apa syaratnya? Yakni kalau ibadah wajibnya. iya ga? Ya saya pikir sama saja”.

dia masih seperti diam di tempat. Bila seseorang membuka usaha. Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan seperti ini cukup kompleks. Jika dia alumni SMU. Buru tuh rizki dengan kita yang datang menjemput Allah. Dan gaji itu rizki. maka berapa jarak ketertinggalan kita tuh? 5x satu setengah jam. Tapi bisa diurai satu satu dengan bahasa-bahasa kita. Ngebut ke Allah nya”. kita telat terus. sementara yang satu usahanya maju. saya tanya. Belagu ya saya? Masa omongan cetek begini kudu nanya paham apa engga sama lawan bicara? Saya katakan pada dia. bahwa maksudnya. benahin shalatnya. makin jauh saja mestinya kita dari senang”. dan cenderung jahat lalu hidupnya seperti penuh berkah? Sedang si Fulan yang satu yang rajin shalat dan banyak kebaikannya. lalu ada lagi yang buka usaha. sejak diwajibkan shalat. lalu dikali sekian hari dalam sebulan. Saudara-saudaraku Peserta KuliahOnline. Mudah-mudahan demikian juga saudara-saudara ya? He he he. Jangan sampe keduluan Allah”. dan dikali lagi sekian tahun kita telat. tapi ga kenal sama Yang Bagi-bagiin rizki. bahasa-bahasa kehidupan yang cair dan dekat dengan fakta. mau berubah?” “Mau Pak Ustadz. Si sekuriti mengaku mengerti. Insya Allah ada waktunya pembahasan yang demikian. Tapi giliran Allah memanggil. Dari raut mukanya. atau yang lebih bahayanya lagi kalau bener-benar lewat tuh shalat? Wuah. maka kawankawan selitingnya mah udah di mana. Jangan setengah lima-an lagi shalat asharnya. Pantangan telat. dan kemudian dikalikan sejak akil baligh. Kan aneh. dan yang lainnya sempit usahanya. Kembali kepada si sekuriti. sedang Allah lah Tuhan yang sejatinya menjadikan . yang selama ini telat shalatnya. sebelum azan udah standby di atas sajadah. Ngapain juga coba saya kejar Pak Ustadz nih. lalu hidupnya susah. Dia pada kerja supaya dapat gaji. Dan saya mengingatkan kepada peserta KuliahOnline untuk tidak menggunakan mata telanjang untuk mengukur kenapa si Fulan tidak shalat. dan sekian bulan dalam setahun. Kita ini pengen rizkinya Allah. Contohnya ya pekerja-pekerja di tanah air ini. Mudahmudahan sekuriti ini paham apa yang saya omongin. Itu baru telat saja.terus. bisa jadi sebab ibadah yang satu itu bagus sedang yang lain tidak. kalo ga serius?” “Ya udah. belum kalo ketinggalan atau kelupaan. “Terus. “Ngebut gimana?” “Satu. nampaknya ia paham. deketin Allah dah. percakapan ini kurang lebih begitu.

Sekuriti itu tertawa.seseorang bekerja. rapih. itu mah gede banget. ente nya aja kali yang kebanyakan beban. Nemuin klien. Jadi dihitung sama bos pegimana gitu sampe ketemu . itu udah gede”. ustadz”. Tapi gede gaji bukan karena udah lama kerjanya. “Yah. Hutang di warung juga terpaksa dibuka lagi. dan persiapannya masya Allah. sebab saya tinggal di mess. Ini namanya ga kenal sama Allah.. wangi. Emang ga cukup Pak ustadz”. Saya ini kerjanya pagi siang sore malem. bayar susu anak. “Wuah. Saya inget betul. Alias udah mulai ngambil dulu bayar belakangan”. emang udah lama kerjanya?” “Kerjanya sih udah tujuh taon. pegimana mau sedekah. hari gini aja nih. “Koq bisa?” “Ya. malah kelakuannya seperti ga menghargai Allah. Eh. “Yang kedua.” saya teruskan. Pak ustadz”. pan kudu bayar motor. ga ada persiapan. Emang gajinya berapa?” “Satu koma tujuh. keluarin sedekahnya”. giliran ketemu Allah. yang orang sering sebut orang kecil. dan tidak segan-segan menunjukkan wajah dan fisik lelahnya. “Yang kedua. Maaf ya. amit-amit pakaiannya. “Ah. “Pak Ustadz. bayar ini bayar itu. udah pada habis belanjaan. “Itu kerja bisa gede. untuk ukuran sekuriti. bayar kontrakan.

“Secara dunianya. Kalo ngelihat keuangan model begini. Tabungan juga ga ada. Sekuriti ini nyengir. “Ya udah. Bukan cara dan kebaikannya.angka 1. Ajak dia. Makin cakep kalo anak-anak juga dikerahin. ya nombok dah jadinya. Emang ini motor kalo dilepas. Sekuriti ini berpikir. Sebentar kemudian saya bilang sama ini sekuriti. Saya sayang-sayang ini motor. Ga jelas tuh darimana dia nutupin kebutuhan dia yang lain. ga ada”. “Siap ustadz”. Shalatnya gimana? Mau diubah?” “Mau Ustadz. sebab saya punya tanggungan banyak”. lama keajaiban itu akan muncul. “Jangan Ustadz. “Ya susah kalo begitu mah. Kecuali Allah berkehendak lain. Tapi saya akan cari terus. “Yah Ustadz. tapi sedekahnya tetap ga keluar. Susah lagi belinya. Ngapain juga ente kredit motor? Kan ga perlu?” “Pengen kayak orang-orang Pak Ustadz”. Ikutan semuanya ngebenahin shalat”. Setidaknya menurut ilmu yang saya dapat. Kan saya udah bilang. Ya lain soal itu mah.7jt”. Saya benahin dah”. “Kang. Bukan ilmu dan ibadahnya. “Tapi sedekahnya tetap kudu loh”. Emas juga ga punya”. saya kehabisan akal untuk nembak dia. Kayak motor. Repot”. kalo saya unjukin bahwa situ . udah keterlanjuran ya? Ok. Pengen kayak orang-orang. Rupanya angsuran motornya itu 900 ribu. dia punya 900 ribu. motornya. Kalo engga apa keq”. Kontrakan saja sudah 450 ribu sama air dan listrik. lepas aja itu tanggungan. Kalo dia hanya betulin shalatnya saja. lakukan berdua. Ibarat sendal. kenapa masih kurang?” “Ya itu. “Terus. Jangan sendirian. “Sedekahin aja motornya. Sebab tanggung. “Bareng sama istri ya.

Dia janji akan ngebenahin mati-matian shalatnya. Ga pernah berani. Kayak sekarang ini. Asal apa? Asal kita barengin dengan peningkatan ibadah kita. shalat dhuha dan tahajjudnya. Trmasuk dia akan polin shalat taubatnya. Ga kebagian. Dan ga apa-apa juga memimpikan sesuatu yang belom kesampaian sama kita. Satu koma tujuh. “Ya Pak. masih dalam batas-batas wajar. eh. Dia juga janji akan rajinin di waktu senggang untuk baca al Qur’an. kalo sudah saya tunjukkan. Jangan koma. Dan itu dia aminin. Baru ini saya berani”. shalat hajatnya. yang besar lagi sedekahnya. mau kasbon. Sekuriti ini ngangguk lagi. Apa boleh buta. “Mana bisa?” kata komandannya. Perasaan udah lama banget dia emang ga lari kepada Allah. Ancem aja diri. Jangan pake kalau”. Dicoba dulu”. Jangan malah berleha-leha. buat apa? Akhirnya mau ga mau sekuriti ini jawab dengan menceritakan pertemuannya dengan saya. Yang penting kerja dan ada gajinya. Sekuriti ini saya bimbing untuk kasbon. . padahal dia Sarjana Akuntansi! Ya. “Ya kalo yakin. Untuk sedekah. Si sekuriti mengangguk. Ga usah kuatir. Ga kena di hati. Ketika ditanya buat apa? Dia nyengir ga jawab. Pantesan juga dia ga betah dengan posisinya sebagai sekuriti. Sedapetnya. “Entar bulan depan saya hidup pegimana?” “Yakin ga sama Allah?” “Yakin”. mau ngejalanin?”. *** Sekuriti ini kemudian maju ke atasannya. Tapi ya begitu dah hidup. agar mau menambah ibadah-ibadahnya. “Selama saya bisa. Ga sesuai sama rencana. manteb.” katanya. susah dah. Itulah barangkali yang sudah membuat Allah mengunci mati dirinya hanya menjadi sekuriti sekian tahun. Tapi usahakan semua.bisa sedekah. Shalat Jum’at aja nunggu komat. Supaya bisa signifikan besaran sedekahnya. Bagi saya sendiri. Komandannya terus mengejar.. biarin aja harga barang pada naik. Kan belum bisa diambil?” “Bisa. apa boleh buat. Pol. saya kan ga pernah kasbon. titik. Semuanya. “Ok. sebab dia sekuriti. ga mengapa punya banyak keinginan. rupanya dia ini Sarjana Akuntansi. Tapi ketika ditanya berapa? Dia jawab. Asal keinginan itu keinginan yang diperbolehkan. Akhirnya hidup kemakan dengan tingginya harga. Sehingga perubahannya berasa. situ mau percaya?”. Wah. “Gajian bulan depan masih ada ga?” “Masih. saya akan jalanin.

berubah ga tuh si sekuriti nasibnya”. Dan barangkali akan betul-betul mempercepat perubahan nasib si sekuriti. Sebab insya Allah. tidak kasbonnya dia ini. “Bener nih. “Buat sedekah katanya Pak”. Tepat waktu terus. kalau pake jalur formal. Dan lumayan istiqamah ibadah-ibadah sunnahnya. begitu kata komandannya. Alhamdulillah. Sebab komandannya ini ikutan merayu. sekuriti ini dilihat sama kawan-kawannya rajin betul shalatnya. Dan saya pun tersenyum dengan keadaan ini. sebab kata mereka barangkali aman sebab jual motor. dapet kasbonan 30% aja belum tentu lolos cepet. Bos nya yang mengetahui hal ini. Jadi. “Kita lihatin nih dia. maka kelihatannya dia gagal. si sekuriti ini ga kasbon. senang. sekuriti ini direkomendasikan untuk ketemu langsung sama ownernya ini pom bensin. yang merupakan kisah pertemuannya dengan saya.Singkat cerita. Sekuriti ini mengaku dia cerah. Hari demi hari. bos besarnya menyetujui. saya demen ama yang begini. sebagaimana Allah tidak akan mempermalukan si sekuriti. Sedang situ kan udah diambil bulan kemaren”. Sebab tempat kerjanya jadi barokah dengan adanya orang yang mendadak jadi saleh begini. Sebab cerita si sekuriti ini sama komandannya. Bukan apa-apa. Tapi subhaanallah. Percuma”. Subhaanallaah. Kawan-kawannya ini ga melihat motor besarnya lagi. ga kasbon? Udah akhir bulan loh. Supaya benarbenar menjadi tambahan uswatun hasanah bagi yang belum punya iman. Dan dia tahu janji Allah pastilah datang. menjadi kisah yang dinanti the end story nya. Yang lain bakalan gajian. “Kita coba lihat. ditanyalah si sekuriti ini sesuatu urusan yang sesungguhnya adalah rahasia dirinya. satu pom bensin itu menyaksikan perubahan ini. Apalagi kenyataannya si sekuriti ga mengurangi kedisiplinan kerjaannya. sampe akhir bulan berikutnya. Katanya. Termasuk dinanti oleh bos nya. Sebab buat apa sedekah 1 bulan gaji di depan yang diambil di muka. menantang ledekan kawan-kawannya yang pada mau ikutan rajin shalat dan sedekah. begitu lah pemikiran kawankawannya yang tahu bahwa si sekuriti ini ingin berubah bersama Allah melalui jalan shalat dan sedekah. pasti Allah tidak akan tinggal diam. . asal dengan catatan dia berhasil dulu. sebab Allah pasti tidak akan mempermalukannya juga. Kalo dia ga kasbon saja. kalau kemudian kas bon. Malah tambah cerah muka nya. berarti dia berhasil. Suatu hari bos nya pernah berkata. Bukan dari keajaiban mendekati Allah. Begitu katanya. sebab dia menunggu janjinya Allah. Berhasil kah? Tunggu dulu. Saatnya ngumpul dengan si bos. Tapi kalo dia kasbon. Saya ketawa mendengar dan menuliskan kembali kisah ini.

Sebab itu motor dijual cepat harganya ga nyampe 13 juta. yakni hidupnya di bulan depan yang dia pertaruhkan. Tuh motor dia pake buat ngeberangkatin satu-satunya ibunya yang masih hidup. Mendadak si bos itu yang kagum.7jt gajinya. masya Allah. Si sekuriti ini kemudian diketahui oleh owner pom bensin tersebut sebagai sarjana S1 Akuntansi. berubah. Katanya. dan menyuruh si sekuriti ini bercerita tentang keberkahan yang dilaluinya selama 1 bulan setengah ini. Sebab apa? Sebab kata si sekuriti. Dan itu trjadi begitu cepat. seribu kali si sekuriti ini berhasil keluar sebagai pemenang. Dia lalu kumpulin semua karyawannya. Masih tanggalan bulan kemaren. masya Allah. Tapi soal tauhid. Kata si sekuriti. sadar kekuatannya ampe kayak gitu. dia jual! Uangnya melek-melek buat sedekah. Allah persis mengganti 10x lipat. Ga perlu kasbon. ada transaksi tanah. Lalu dia dimutasi di perusahaan si owner yang lain. soal keyakinan dan iman seseorang kepada Allah. masya Allah. pasca dia benahin shalatnya. dan dia sedekah besar yang belum pernah dia lakukan seumur hidupnya. Dan dia merasa ga perlu lagi motor. siapa kemudian yang mengikuti cerita ini? Kayaknya kawan-kawan sepom bensinnya . keyakinan. Berubah.5jt. Cerita ini bukan sekedar cerita tentang Keajaiban Sedekah dan Shalat saja. Si sekuriti masih bercerita. Sekedar memediasi saja lewat sms ke pembeli dan penjual. Tambahannya dari simpenan ibunya sendiri. Padahal dirinya ga trlibat secara fisik. dari transaksi ini. akhirnya dia malu sama Allah.Sekuriti ini bilang tadinya sih dia udah siap-siap emang mau kasbon kalo ampe pertengahan bulan ini ga ada tanda-tanda. dan diyakini. Tapi kemudian cerita si sekuriti ini benarbenar bikin bengong orang pada. buat perubahan hidupnya. Tapi Allah mengaruniainya komisi penjualan tanah di kampungnya sebesar 17. kurang. dan dijadikan staff keuangan di sana. Tapi dia tambahin 12 juta dari 17jt uang cash yang dia punya. Apakah cukup sampe di situ perubahan yang trjadi pada diri si sekuriti? Engga. yang melibatkan dirinya. berubah. Tuhannya. Subhaanallaah. Tapi lihatlah. Sehingga ibunya punya 25 juta. Sampe-sampe bulan kemaren juga belum selesai. trjadi keajaiban. Saudara-saudaraku sekalian. Bahkan lebih. bahwa dia merasa aman dengan uang 5 juta lebihan transaksi. belum berganti bulan. Tauhid yang menggerakkan! Begitu saya mengistilahkan. Tauhid. Dan lihat juga cerita ini. Dan dia baru sedikit mengenal Allah. dan imannya ini bekerja menggerakkan dia hingga mampu berbuat sesuatu. Dengan uang ini. Akhirnya? Jadi! Bekerja penuh buat perubahan dirinya. Sekuriti ini mengenal Allah. ia aman. Motornya yang selama ini dia sayang-sayang. Subhaanallaah kan? Itu jual motor. Di kampung. Dia sedekah 1. ilmu yang sedikit ini dipake sama dia. Masya Allah.

Dan memang bukan apa-apa. ketika sudah dipublish. esai ini saja sudah kepanjangan. Pertanyaan ini juga layak juga diajukan kepada Peserta KuliahOnline yang saat ini mengikuti esai ini? Apa yang ada di benak Saudara? Biasa sajakah? Atau mau bertanya. ga imam-imamnya. jangan terus-terusan meratapi dosanya. kembali lagi pada rutinitas dunia. saya jadi ikut belajar. Kepada Allah semua kebenaran dan niat dikembalikan. sudah. Kejar saja ampunan Allah dengan memperbanyak taubat dan istighfar. Tapi tarawihnya dijejek 1 juz sekali tarawih. Yah. Yang lebih penting buat kita sekarang ini. Sambil menunggu dunia terang. Semalam. file yang dibuka adalah tentang langkah konkrit untuk berubah. kalimat pendahuluan ini saja sudah 10 halaman. Saya merapihkan tulisan ini di halaman parkir rumah sakit Harapan Kita.pun belum tentu ada yang mengikuti jejak suksesnya si sekuriti ini. Semua menikmati. Siapa sangka. Setelah itu. lalu mengejarnya dengan amal saleh. Salam saya buat keluarga dan kawankawan di sekeliling saudara semua. Insya Allah hari ini bayi saya. Saya berhutang banyak kepada saudara semua. Saya pikir. Di antara semua peserta KuliahOnline saja ada yang insya Allah saya yakin mengalami keajaiban-keajaiban dalam hidup ini. Yang merasa dosanya banyak. Semua orang punya prinsip hidup yang berbeda. hampipr 11 halaman. dan hanya orang-orang tertentu saja yang memilih untuk benarbenar terbuka untuk dicontoh. Barangkali cerita ini akan lebih dikenang sebagai sebuah cerita manis saja. Dari semalam saya tulis esai ini. Sebagiannya memilih diam saja. Muhammad Yusuf al Haafidz akan pulang ke rumah untuk yang pertama kalinya. ya sampe ketemu dah di esai berikutnya. Lalu saya lampirkan kalimat pendahuluan. Di antaranya. siapa sekuriti ini yang dimaksud? Di mana pom bensinnya? Bisa kah kita bertemu dengan orang aslinya? Berdoa saja. Tapi rampungnya sedikit sedikit. Jika ada di antara peserta KuliahOnline yang pengen ikutan tarawih 1 juz . semua yang terlibat. Kita ngebut sengebut2nya menuju Allah. Sebuah pesantren yang dikemas secara modern dan internasional. Masih di dalam mobil. ga para tamu dan wali santri yang ikut. Mudah-mudahan allah membalas amal baik saudara semua. Persis seeperti yang kemaren-kemaren juga dijadikan statement esai penutup. Terima kasih banyak atas doa-doanya dan perhatiannya. terlihat menikmati. Sebab kenyataannya juga buat saya tidak gampang menghadirkan testimoni aslinya. bagaimana kemudian kisah ini mengisnpirasikan kita semua untuk kemudian sama-sama mencontoh saja kisah ini. Masya Allah. Ga makmumnya. dan sebagiannya lagi memilih menceritakan ini kepada satu dua orang saja. Tapi ya Allah jugalah yang menggerakkan tangan ini menulis. Semalam saya ikutan tarawih di pesantren Daarul Qur’an internasional. Ini juga tadinya bukan esai sekuriti ini yang mau saya jadikan tulisan. barangkali tidak semua ditakdirkan menjadi manusiamanusia pembelajar. Jadi. memang tidak gampang buat seseorang menempatkan dirinya untuk menjadi contoh.

Makasih doa-doanya. Baik yang masih terjalin silaturahim maupu yang sudah putus sebab satu dua hal. silahkan datang saja langsung ya. Sebab saya juga kebagian menjadi salah satu imam jaganya. Muhammad yusuf a haafidz sudah pulang di hari pertama Ramadhan atau bertepatan dengan 1 September 200 setelah sejak tanggal 17 Agustus 2008 lalu harus menginap di rumah sakit. Sementara saya akhirnya bisa mendampingi para santri dan guru-guru memimpin dan mengembangkan pesantren Daarul Qur’an ini. Ya. bayi saya. ata yang tidak. Subhaanallaah. kondisi-kondisi begini yang saya demen. Dan saya masih sempet mengkader ustadz-ustadz muda untuk diperjalankan ke seantero negeri. Ok. doa terbaik itu salah satunya adalah doa . kelihatannya matahari sudah mulai kelihatan. Baik yang rajin datang ke pengajian di pondok. ya Alla kirimkanlah segala fadhilah ayatayat-Mu yang saya baca ini untuk segenap jamaah kami Baik yang langsung maupun yang tidak. Ucapan Terima Kasih Peserta KuliahOnline yang berbahagia. Siaran langsung jam 5 ba’da shubuh tadi. Baik yang dekat maupun yang jauh. Dengan cara mengirimkan suratul faatihah sebagai doa Malah tidak jarang saya bacakan surah yaasiin. Insya Allah saya usahakan ada. Insya Allah saya pribadi membiasaka mendoakan saudara-saudara semua. dan lalu saya katakan kepada Allah. Saya kurangin jadwal. Masya Allah. Beruntunglah saya memiliki keluarga besar jamaa emua yang peduli dan perhatian kepada saya. Saya juga tiada henti mendoakan saudara dan jamaah semua. Alhamdulillah. Doakan keluarga kami ya. Saya baru pulang juga langsung dari TPI. Istri saya meluncurnya dari rumah. Dan juga kepada para donatur pesantren.ini. Saya pernah mendengar. tapi masih tetep bisa ngajar lewat KuliahOnline ini.

yang mampu bersama-sama menuj perubahan. *** Ubahlah Bersama Allah Apa-apa kalau sendirian. Melanjutkan kajian esai Kuliah Tauhid terdahulu. Ya. Sekali lagi. agar lebih banyak sedekahnya. perubahan itu adalah perubahan yang diridhai Allah Misalnya. maka perubahan ini akan ia bawa k hal-hal positif. dilurusin. Ubahlah bersama Allah. asal dia tidak sendirian mengubah keadaa dirinya. alias nawait nya dibenerin. ingin lebih menyenangkan keluarga. Berubahlah bersama orang-orang yang positif. porsi ibadahnya da porsi amal salehnya. nawaitu kan bahwa kalau kehidupan berubah. masya Allah. doa itu akan dikembalikan kepada kita menjadi doanya par malaikat Allah untuk kita. Apalagi kalau perubahan itu bisa diniatkan dari sekarang. wuah. Maka kata para guru. kekuatan ibadah. Maka bila diresapi bersama itu tulisan. seharusnya menginspirasikan satu hal buat kita.untuk oran ain. . Apalagi Allah sebagai partner kita. agar lebih banyak ana yatimnya. pasti susah. Subhaanallaah. Andalka uga kekuatan doa. Apalagi otot. pasti lebih mudah. buat orang-orang sekitar. Apalagi bila kita mau berubah bersama Allah. orang tua. Dalam bahasa yang lebi ederhana. Dan apa-apa kalau dikerjakan secara tim. Jangan hanya mengandalkan otak saja. agar mudah datang ke pengajian. Bahwa setiap orang bisa berubah dengan mudah. Alhamdulillah. dan kekuatan amal saleh. agar bermanfaa lebih besar lagi buat agamanya Allah. ubahlah juga porsi doanya. di mana kemaren kita belajar tentang kisa perubahannya seorang sekuriti sebab ia ubah kebiasaannya beribadah dan menjalani sediki ilmu yang didapatnya dengan keyakinan tinggi. setiap orang yang mau berubah.

Yang lebih sering terjadi adalah orang tersebut kan terjebak pada terus menerus di dalam suasana ikhtiar menuju perubahan itu. tanya saja seberapa besar da berkualitasnya usaha untuk menuju perubahan itu. Dagangan rugi terus. bisa. Kalaupu terjadi perubahan. Rumah tangga tanpa anak. rajin . Selalu hina di mata keluarga. maka yang akan menikmati adalah orang lain. Ngajuin modal ga pernah tembus. Sekali lagi. kepengen anak tidak seperti kita. gunakan tambaha kekuatan doa. porsi usaha. kekuatan ibadah. tanpa adanya perubahan. Pekerjaan yang bergaji kecil. kekuatan amal saleh. porsi tenaga. Perubahan apa sih yang dimaksud? Perubahan apa saja yang dikehendaki. Hidup tanpa pendamping hidup. saudara dan tetangga. Jadi.Tidak bisa seseorang berubah. cepe elahnya. Bangkrut. perubahan yang paling gampang diidentifikasi adala perubahan ibadah. Keluarga yang tidak harmonis. Miskin. mengubah hidup ke arah yang lebih baik. Tapi jangan pake hanya kekuatan dunia saja. Ia tidak akan puny banyak waktu untuk menikmati perubahan itu. Teliti kekurangan dan kelemahan dar sisi ini. Tempuhlah jalan-jalan seperti yang sudah disebut di atas. Tentu saja bekal bekal “dunia” ya dijalani. Bukan dia. Berketurunan dari orang-orang rendahan. tempuhlah jalan yang berbeda dengan yang orang lain tempuh. akan membuat manusia keletihan. ya jawabannya. Ketika ada perbaikan. kalau ditanya. Selalu kurang. maka perubahan adalah milik Anda! Masih belum paham ya? Gini. Seberapa lama perubahan bisa dicapai. Ya itu tadi. supaya ada perbaikan. Sedang memperbesar porsi mikir porsi kerja. Bila Anda jadi rajin membuka al Qur’an. Hidup dalam kungkungan hutang. Usaha yang tiada menguntungkan. apakah saya bisa berubah. Kepengen anak lebih maju dari kita hidupnya Dan seterusnya. Keluarga sakit-sakitan. dan seberapa bagus kualitas perubahannya.

maka bis dipastikan. ada jam-jam tambahan bercengkrama bersama Allah. sedekahnya bertambah. Terhadap “langkah-langkah dunia”. Namun. sebentar lagi perubahan benar-benar akan terjadi. tiada berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah. Coba saja dirasakan Dirasakan pake ukuran hati. jagalah/perhatikanlah makanan yan dimakan. Saya perna membesut satu seminar tentang kehidupan yang judulnya: . jika posisi Anda saat ini hidup dalam suasana sakitsakitan.membuka buku-buku hadits. mak perubahan yang sesungguhnya tidak akan pernah bisa dinikmati. Buat yang perlu penjelasan lagi. kesembuhan itu bisa saja kita dapatkan. Supaya tidak sekedar bekerja. kebaikan-kebaikan pada sekitar bertambah. Buat Anda yang bertambah dan berubah. kalau hanya melakukan langkah-langkah dunia ini. maka tiadala ukup ia bekerja sekedar bekerja. istilah saya mah orang-orang yang tidak memiliki Alla pun sanggup melakukannya. itu sebenernya tanda-tanda kemunduran. kecuali apa yang sekeda kita rasakan saja. tapi frekuensi ibadah dan amal saleh menjad berkurang dan melemah. lalu kita berobat. istirahat yang cukup. *** Bentuk Konkrit Perubahan Setiap perubahan. Yang tidak punya Tuhan pun akan mendapatkan gaji bila i bekerja. Maka saya katakan begini. Tent aja ia bisa mendapatkan gaji. begini. butuh langkah konkrit Seorang kawan bertanya masih seputar bentuk konkritnya atau langkah konkritnya menuj perubahan tersebut. akukanlah petunjuk-petunjuk “dunia”. shalat halat sunnahnya juga bertambah. Yang demikian itu sama bila seseorang “hanya bekerja”. Tapi. Tapi. sebagai seseorang yang menginginkan Perubahan Besar. Ia perlu “nilai”. bila hanya beroba aja. Andai kita sakit. Pake ukuran kebahagiaan yang hakiki. maka tiadalah yang bisa kita dapa kecuali kesembuhan itu saja. dan seterusnya. berolahragalah. Insya Allah sesua dengan sunnatullah-Nya.

Baiklah. sebelum azan. tapi masih dua rakaat tambahin jadi empat. Bila sebelum sakit-sakitan sedikit anak yatimnya. ibu yang baik. dhuha. bagi anak-anak Anda. shalat sunnah tasbih. tambahin sedekahnya. Bila sebelumnya shalat-shalat sunnah malas benar tertegak. Bila sebelumnya sudah shalat dhuha. langkah konkrit dalam kasu kepengen hidup sehat. seperti menjadi ayah yang baik. Dan kebaikan-kebaikan lain. dan lain-lain. dan tiada ada usaha untuk khusyu’.Memaknai kehidupan. Tetangga ke tetangganya. Artinya. dan seterusnya. Datang ke Allah sebelum waktunya. Maka. bahwa kita shalat membawa penyakit kita untuk diber Nya kesembuhan. perbaiki hubungan Anda denga orang tua Anda. mak sekarang pas sakit-sakitan. Bila sebelum sakitsakitan malas-malasan shalatnya. Cari waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa. dan seterusnya. Mulai dari qabliyah ba’diyah. coba datang kepada Allah. selain menempuh cara-cara dunia. Langsung munajat setelah berhadapan dengan Nya di dalam shalat. Jangan sampe Allah menunggu. diintrospeksi. Bila sebelum sakit-sakitan. cobalah ubah bersama Allah dalam menuju hidup yang sehat. Istri menjadi lebih bai agi ke suami. Insya Allah. Jadilah orang yang rindu dengan waktu shalat. kini kita shalat dengan hat dan pikiran kita. Selepas shalat waji misalnya. Jadilah orang-orang yang betul-betul bergiat berubah di urusa yang disebut ini. cari lagi anak yatim yang lain sebanya yang kita mampu sebagai tambahan. sebab kepengen berdoa setela usai shalat. diteliti kekurangannya. Atau ketika posisi Anda adalah anak. akhlak. ada sedekahnya. perbaikan perbaikan yang lebih bersifat mental. Kalo tadinya sudah empat. Pergiat doa. moral. lalu kebut di sisi ini untuk menjadi ayah dan ib yang lebih baik lagi. Jika sebelumnya kit tiada khusyu’ shalatnya. Kitalah yang menungg Allah. Lebih sering sendiriannya ketimban berjamaahnya… Ubahlah. sebab kita ada keluhan yang ingin disampaikan kepada Nya. contohnya terlanjur contoh hidup sehat. maka hidupkanlah shalat shalat sunnah. dan atau perbuatan dan . saudara ke saudaranya. Sambut Allah. Syukur syukur bisa berdoa selepas shalat hajat. sering telatnya ketimbang tepatnya Lebih sering malasnya ketimbang rajinnya. Lebih bertenaga. tidak sakit-sakitan dengan cara melakukan hal-hal berikut ini. Suami menjadi suami yang lebih baik lagi ke istri. jadikan delapan. dhuha dan atau bahkan tahajjud. shalat sunna syukur wudhu. Kalau perlu ambi shalat-shalat sunnah yang jarang orang kerjakan.

ada seorang kawan yang mereferensika sesuatu yang ternyata cocok dengan Anda sehingga Anda memperoleh kesehatan sempurna. sungguh bulannya amal salih. semakin bagus kualitas hidup kita. Mudah. itu perkara lain. Allah hadirkan bulan puasa dari 12 bulan yang Allah berikan. pikiran kita setidak-tidaknya berpikir untuk jangan sampai tidak bangun sahur. Itu sebabnya kita kemudian bisa bangun sahur. menyiapkan makana berbuka dan sahur. sebab ada keridhaan Allah di sana. baca al Qur’an disempet-sempetin. Dengan berpuasa saja. Di bulan puasa. Para ibu. bagi siapa yan menempuh jalan untuk menghadirkan pertolongan Allah. Alhamdulillah. Ketika dia puasa saja. sampe mau tidur. boleh dibilang manusia terkoneksi terus sama Allah. Nanti akan terjadi keajaiban-keajaiban-Nya yang tahu-tahu Anda sudah hidup semakin sehat Misalnya. Ketika kita tidur pun. di perjalanan ikhtiar menuju sehat. Di bulan puasa. terjaga dengan apa yang disebut puasa. Di bulan puasa.para istri. Hal-hal di atas bisa diterapkan juga pada kasus-kasus yang lain. maka Allah akan hadirkan jalan jalan di luar jalan yang selama ini ia tempuh. Semakin banyak waktu yang diluangkan bersama Allah. Sedekah juga bertebaran di bulan ini. Di bulan puasa. Di bulan puasa ini. Sebab kondisi kita “siap bangun”. para lelaki ngebela-belain shalat berjamaah. gerakan fisiknya. Gerakan batinnya. Apalagi bila kita mau menambah kualitas kedekatan itu dengan ilmu dan amal salih. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Hidup Bersama Allah KDW0110 Seri 10 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Luangkan waktu bersama Allah. sebenernya itu sudah cukup mengantarkan seseorang menjadi . shalat sunnah sayang terlewati. (Perkara seseorang kemudian mengisi puasanya atau tidak. Pokoknya.sikap sehari-hari nilah yang akan membuat ikhtiar Anda menuju perubahan dan perbaikan hidup menjad mudah. lalu tetap mengambil amalanamalan yang wajibnya saja. gerakan niatnya. kita ingat mengaji. paling tidak seseorang “nyambung” mulai dari sahur. Subhaanallaah.

kita kejar kehidupan yang nyaman di kehidupan kedua nanti setelah kita meninggal. Wuah. plus lingkungan yang khusus. Saya semalam menangis. Ada di tengah anak-anak dan para asaatidz pondok yang hatinya. terus saja kita jalankan. semakin banyak kita dalam beramal. istighfar dan membaca al Qur’an menunggu waktu shubuh. sungguh ini membahagiakan sekali. di Kampung Bulak Santri dan di Kampung Ketapang (dua-duanya berjarak dekat. ada kedamaian sendiri. ada beberapa hal. Kebiasaan-kebiasaan di bulan puasa. kita emang perlu waktu khusus dan tempat-tempat khusus. masya Allah. pikirannya. Saya tidak menjanjikan apa-apa. Supaya bisa shalat malam. gerakannya. Di 2 lokasi Pesantren Daarul Qur’an. setiap malam berlangsung tarawih 1 juzan yang memang sudah lama saya idamidamkan. bahwa saya dan kawan-kawan diamanahi berkah yang luar biasa. Bahkan ketika bermasalah pun tidak kunjung mendekatkan dirinya dengan Allah. witir dan baca al Qur’an. baik di bulan puasa ini. Rizki insya Allah kebuka. Suasana pesantren sering mendatangkan kedamaian. termasuk di Pesantren Daarul Qur’an. saya menemukan banyak manusia yang menyibukkan dirinya dengan urusannya. Jalankan ini semua sampe ia menjadi kebiasaan buat kita. . Ditambah lagi saya yang alhamdulillah bulan ini banyak mengurangi jadual untuk berkonsentrasi di tengah-tengah para santri dan asaatidz. Para Peserta KuliahOnline yang berbahagia. Kita kejar dosa kita. Supaya bisa tertegak shalat sunnah tahajjud. tidak berjauhan). Di pesantren manapun ia. Tentu saja. masya Allah. akan semakin baik score-nya. dalam keadaan bagaimanapun kita. dan pengajiannya untuk diselenggarakan di pesantren. Semakin bagus kita mengisi. semakin baik nilainya). mestinya kita sadar untuk memulai perjalanan mencari Allah. Hidup bersama Allah. kecuali mudah-mudahan berkah dari amalan harian pesantren bisa dibawa ketika berada di sana dan kemudian bisa dibawa pulang itu keberkahan. Tapi dikebut. Saya betul-betul mengundang kawan-kawan jamaah semua untuk mengagendakan acaraacara keluarga. Dan memasuki puasa. adalah menuju Allah. Bukan sekedar ditempuh. Sebab saya menangis. berlangsung tarawih 1 juz 1 malam. Menjadi habit buat kita. segala rupa amalan warga pesantren. Suara imam-imam saban malamnya. dosanya gede banget-banget.du. suara anak-anak santri. acara-acara kantor. Di antaranya barangkali saya terlalu bahagia. memimpin dan mengelola pesantren hafalan al Qur’an.terhubung sama Allah. Waba. Rasanya. alangkah bagusnya. Apalah lagi buat kita-kita yang sadar bahwa kita-kita ini emang manusia-manusia yang masya Allah. maupun nanti setelah bulan puasa meninggalkan kita. Ga kebayang dalam hidup saya. witir. Mulai dari bangun shalat shubuh lebih di awal. Andai seperti ini hidup kita di bulan-bulan berikutnya. yang memang bisa membawa kita untuk bisa terpengaruh untuk bisa hidup bersama Allah. Kalau bisa.

meskipun bergelimang harta dan bagus jabatan. Terlalu mahal tebusannya bila tiada dapat mengingat Allah. mendekatkan diri kepada Allah. mudahmudahan Allah sudah men-take over masalah kita. ga apa-apa juga. Dan inilah yang semestinya kita kejar. Dunia seringkali merenggut hidup kita. Bahwa selama 40 hari kita bungkus diri kita dengan apa yang dinamakan “taqorrub ilallaah”. Kita kejarlah Allah. Menagih tetap menagih. ketenangan yang luar biasa. Ingat-ingat. kita kembalikan lagi. Sadar-sadar. lalu layak disebut sukses. insya Allah --sering saya bilang – Allah akan berikan kenikmatan “lupa bahwa diri kita sedang bermasalah”.Ini pula lah yang mau dikejar dalam Riyadhah 40 hari menjadi kaya. Jabatan . bisa saja terjadi satu demi satu mereka yang ia punya hutang kepadanya. Sesiapa yang menjalankan dengan hati. kita akan letih dibuatnya. Bukan yang lain. Namun sesuatu yang pasti. Lupakan keinginan kita. Yaitu Allah. Bukan solusi buat permasalahan kita dan bukan jawaban dari keinginan kita. kurang apa kita coba? Kerja keras udah. Dan ini lebih mahal dari apapun di dunia ini. Boleh jadi di antara saudara yang melakukan ibadah-ibadah mengaku belum ada tanda-tanda masalahnya bisa selesai. kita berjalan saja menuju Allah. Tujuan kita. apabila kehidupannya rapuh. Kalau kita mengejar solusi dan mengejar keinginan. Hanya DIA. Jalankan segala ibadah sampe kita sendiri larut dalam keasyikan menjalankan ini. ini juga perlu saya garis bawahi. tujuan hidup kita bukanlah Allah. pun hidup kita akan sepi dengan sendirinya dari masalah-masalah yang memenjarakan kita punya hidup. yaitu Allah. Insya Allah. Kalau kita pikir-pikir ya. sudah ia dapatkan. membaik dan menjadi kawan. bahwa ubahlah haluan hidup kita. maka lompatan besar sesungguhnya sudah terjadi. lalu masalah kita itu bisa mengantarkan kita menjadi mengingat Allah. perjalanan ikhtiar kita mencapai keinginan. Saya orang yang tidak percaya bahwa seseorang yang menapaki kesuksesan . kerja cerdas udah. Kita-kita ini harus yakin. Bagi jamaah peserta kuliah. maka hal aneh yang akan terjadi. tau-tau dah nyampe. Bila kita bisa MENGUBAH HALUAN HIDUP. tapi kenapa hidup kita jauh dari berkualitas? Jawabannya ternyata. Allah akan berikan kepadanya. Sesering mungkin. Ketika seseorang berhutang misalnya. Maka pesan saya buat diri saya dan buat semua Peserta KuliahOnline. kalaulah sampe kita-kita ini bermasalah hidup di dunia ini. Yakni. Allah. Dia akan menyediakan jawaban-jawaban-Nya untuk kita. luangkanlah waktu untuk bersama Allah. Ya. Semakin kita meluangkan waktu untuk Allah. pertolongan Allah bakal datang juga kepada kita. Insya Allah selalu ada saja kemudahan yang membuatnya masih terasa punya banyak waktu. selain kita sendiri semakin punya banyak waktu untuk menikmati hidup ini. kita belajar meyakini. Pemilik Segala Solusi. Saya orang yang tidak mau memakai ukuran dunia.

harusnya. lalu kita masih korbankan pagi kita. Tapi karena Rahman Rahim Allah lah. Menjelang tidur. Jangan bangga menjadi yang terdepan. Tapi kita harus bisa mengendalikan diri. Wajar saja kita mundur di dunia ini. Dalam satu bulan. terlalu jauh kita memutar kemudi untuk kembali di tracknya. Tinggalkanlah semua urusan jual beli. perusahaan. Kesibukan ga ada habisnya. urusan perniagaan. ya sibuk. Bikin doyan diri dengan shalat sunnah qabliyah ba’diyah. Shalatlah tepat waktu. tapi di urusan shalat menjadi yang paling belakang. berwudhulah. 3. kita telat 10 jam.direksi memang kita sandang. masih bisa tersenyum. atau ditambah lagi dengan dosa-dosa dan maksiat. maka dalam sehari. urusan pekerjaan. urusan dunia. Rizki kita mau bertambah. . Tinggalkan itu semua untuk segera shalat menghadap Allah. jadilah motor penggerak bagi sekeliling untuk sama-sama shalat menghadap Allah. Yakinkah semuanya bahwa Allah itu lebih penting dari semua urusan dunia. kita susah tuh selama itu. Bayangkan. barangkali konversiannya bisa 10-20 tahunan. pastilah kita akan semakin jauh dari Allah subhaanahuu wata’aala. Sibuk. Waktunya shalat nanti. masih bisa makan minum enak. Dunia diurus ga ada habisnya. Kalau kita semua tidak segera mengubah haluan hidup kita. tapi tarohannya mahal sekali. sebab langkah kita. Kebanyakan atau keseringan meninggalkan qabliyah ba’diyah. tapi sempatkanlah diri kita untuk bisa shalat dhuha dan baca al Qur’an. kalau sedang dianugerahi usaha. maka kita akan kalah 10 jam. Itu berarti ketinggalan kurang lebih 150 harian ngitung gampangnya. dan yang paling mahal dirampas adalah waktu untuk kebersamaan kita dengan Allah. Jangan mudah meninggalkan qabliyah ba’diyah. Bila shalat tidak tepat waktu. telat 4 tahunan. atau karunia-karunia lain. Biasakanlah untuk memulai pagi dengan shalat dhuha dan membaca al Qur’an. meninggalkan puasa. Contoh. akan menyebabkan kita menjadi orang-orang yang jauh rizki dan tidak bertambah rizki. tapi shalat tiada mau bertambah. 4. dunia tidak akan pernah cukup buat kita. 150 harian itu sama dengan ketinggalan 4 bulanan. Kalo bisa. anak buah. perbanyak zikir dan istighfar kepada Allah. wuah. Shalat 5 waktu. berarti kita akan kalah 40 bulan. Maha Pengasih benar Allah. kesenangan kita. kita masih bisa tertawa. Katakanlah umur kita saat ini 30 tahun. kesehatan kita. 300 jam itu lebih kurangnya 12-13 hari. dan akil baligh dihitung dari umur 10 tahun. meninggalkan berhaji hanya gara-gara tidak siap. shalatlah. kita sering ketinggalan shalat ashar di jam 5 sore. Bisa dibayangkan betapa kalahnya kita mengejar dunia bila kita sering telat shalat dalam 12 bulan. Namun saya akan menambahkan. Berikut ini tips untuk saya dan untuk kita semua: 1. harus lebih penting buat kita daripada yang lain. 2. Kita boleh bilang bahwa keluarlah dari rumah sepagi mungkin. keluarga. Belom lagi kalo dihitung meninggalkan shalat. dan Maha Pemaaf. Sedari malam pun kita jejak. Inilah tauhid. Berarti kan 2 jam telatnya? Katakanlah 5 shalat waktu dikali telat 2 jam. Ibarat orang yang adu lari. Lebih bahaya kalau kita sering telat shalat sejak akil baligh. Subhaanallaah. barang seayat dua ayat. 40 bulan itu 4 tahunan. pekerjaan. 300 jam.

Bingung kan? Ya. Insya Allah kita akan belajar sedikit “meninggalkan dunia”. 5. panjang bener garis hidup kita melencengnya! Ini belom dihitung bulak beloknya kita ketika kita hidup. Bila langkah dalam hidup ini dimulai dari shalat shubuh jam 05. besok saja jawabannya. Kalau perlu. berbuat kebaikan. kita balik lagi kembali ke Allah dan mengembalikan semua urusan kepada Allah. Jangan lupa. harus hilang. Ok. Kalau perjalanan kita dihitung dari jam 3 dinihari waktu tahajjud bagaimana? Maka ia menyumbang perjalanan kemunduran kita lebih kurang sebanyak 2 jam setengah dikali 30 hari dalam sebulan. Ada seorang manajer yang hidupnya udah lempeng. Kejar ketertinggalan dengan amal saleh. Ibarat jalan. Tapi kemudian dia tergoda memperkaya diri. Cari jalan-jalan yang bisa kita kemudian tercatat sebagai orang-orang yang beramal saleh. maka itu berarti kemunduran buat kita. Melenceng malah. Jadilah bahagian dari orang-orang yang ikut ngumpul bersama orang-orang yang senangnya beramal saleh. Dan di saat bangun malam inilah sesungguhnya titik 0 hidup kita dimulai. Niatkan bangun malam. Doa menjelang tidur kan begitu. berapa lama lagi? Ukuran normalnya ya 10 tahunan lagi. jadilah kepala lokomotif yang membawa gerbong kebaikan.Ingat-ingat dosa. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Memberi Perintah Kepada Allah KDW0111 Seri-11 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak . tapi tetap mendapatkannya. Kita bangun malahlah. dengan satu kecemasan di hati dan pikiran kita bahwa kalau kita tidak bangun malam. sebagaimana kita mengincar waktu sahur takuttakut kita kepayahan di siang harinya ketika kita berpuasa. Akhirnya. aku menyerahkan sepenuh-penuhnya segala urusan kepada Allah. Bedanya berapa jam tuh? Lihat penjelasan perihal hitung-hitungan kalau shalat kita telat. utamanya kalau tetap Allah tidak ridha. Adakalanya kita menuruti hawa nafsu. Kalau kemudian ia harus meniti karir lagi untuk sampai ke jenjangnya. Di antaranya Innii ufawwidhu amrii ilallaah. Insya Allah. Saya sering mengilustrasikan begini. 6. Agar kekejar itu ketertinggalan selama hidup kita haluannya ga bener. Masya Allah. sampe ketemu lagi di esai berikutnya. dan dikali berapa umur akil baligh kita. adakalanya kita mengikuti syetan. Dan biasanya perjalanan kedua akan lebih berat lagi. Tambah panjang tuh. maka hidup kita akan payah di siang harinya ketika kita bekerja dan berusaha. dikali 12 bulan dalam setahun. jabatan manajer yang 10 tahunan ia kejar. udah 4 tahunan.30.

bahwa Allah datang. Seiring dengan perkembangan materi. Apa yang saya rasa. saya share menjadi bahagian dari esai-esai Kuliah Tauhid. mengenal Allah. mengikuti Program Kunjungan Pondok ke Pondok Daarul Qur’an. dan menyegerakan shalat. Apa maksudnya dari kalimat saya ini. Insya Allah kajian tentang shalat ada di Kuliah Dasar tersendiri. dan secara apa yang saya alami dan rasakan ketika saya berusaha mengenal Allah. silahkan renungkan tiga esai yang saya sertakan sebagai bahan kuliah hari ini. secara filosofi. sementara kita tidak berada di tempat. Namun di Kuliah Tauhid ini ditekankan pengenalan secara rasa. *** Memberi Perintah Kepada Allah Tidak ada pekerjaan terpenting dalam kehidupan kita kecuali menunggu datangnya shalat. Puji syukur kepada Allah.Kunjungan Pondok Peserta KuliahOnline yang dirahmati Allah. saya juga sudah pindah ke dalam lingkungan Pondok. . Selamat membayangkan kedekatan Saudara dengan Allah manakala Saudara sudah bisa melompat khawatir. Hari ini ada mulai banyak tamu yang datang berkunjung ke saya. secara psikologi. Keberkahan mudah-mudahan mengiringi kita semua. tapi kemudian shalat saya payah. Adalah kebohongan adanya buat saya yang mengaku mencari Allah. Alhamdulillah saya bisa menyewa/mengontrak rumah Pak RW yang berlokasi persis di pintu masuk Sekolah Daarul Qur’an Internasional (Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an – Daarul Qur’an). Juga memberi maslahat bagi lingkungan. Harusnya. Maka sedemikian kerasnya usaha saya untuk berusaha bisa shalat tepat waktu dulu. sambil menikmati sajian-sajian kegiatan pondok untuk diikuti. tgl 4 September. Semoga bisa mendekatkan diri saya dan keluarga ke lingkungan pondok. atau sekedar bertamu. Amin. Tidak ada pintu belajar mengenal Allah kecuali kita belajar tentang shalat dulu. Baru kemudian saya mempelajari bahagian-bahagian shalat secara detail dengan memohon kepada Allah bimbingan-Nya. Semalam. mudah-mudahan banyak ragam kegiatan yang bisa diikuti sambil berkunjung ke pondok ini. kita akan mulai belajar tentang mengenal Allah di dalam kehidupan yang nyata. saya dapat. Mudahmudahan kedatangan para tamu membawa berkah tersendiri bagi pondok dan bagi para tetamu sendiri. Para tetamu juga sudah disediakan ruang-ruang untuk menunggu.

Jadilah Allah “Menunggu” kita. Tidak sadar bahwa Allah sudah memanggil kita untuk sujud dan ruku’ menghadap-Nya. saya sedang melayani pelanggan. Saya memilih diam.Dalam satu dialog ada yang bertanya kepada saya bahwa tanpa sadar kita sering memberi perintah kepada Allah. lewat muadzdzin. Luar biasa. berusaha dan mencari dunia. lalu melaksanakan shalat? Atau biasabiasa saja? Kalau Anda tidak segera bergegas menyambut seruan itu. Apa yang terjadi dengan diri Anda ketika Anda mendengar Azan? Apakah langsung bergegas memenuhi panggilan azan tersebut. Ketika Allah memanggil. Tertutup oleh kesibukannya bekerja. Masa Allah disuruh menunggu kita. perintah tunggu…” katanya melanjutkan. Sebagiannya malah tidak bisa lagi mendengar. Sungguh tidak ada pantas-pantasnya. Shalatlah pekerjaan utama kita. Menikmati nasihat yang sedang datang ke saya. kata orang ini. di hampir di setiap 5 waktu shalat. Yaitu perintah “tunggu” tersebut. Yaitu pengkodean perintah “TUNGGU”. tapi tidak bergerak. perintah apa tuh kira-kira?”. sedang yang lainnya adalah pekerjaan sambilan. “Perintah yang dimaksud. Perintah tunggu ya?” Coba aja lihat. “Iya juga. Perintah “tunggu” kepada Allah ini berarti: # Tunggu ya. saya sedang nyetir. kita masih asyik dengan dunia kita. saya memilih belajar saja. # Tunggu ya. Bener. “Tahu ga Ustadz. Rupanya kita ini memberi satu pengkodean terhadap Allah. iya ga? *** Perintah “Tunggu” Tidak ada yang lebih penting di dunia ini yang harus kita kerjakan kecuali shalat. saya sedang menerima . Pembicaraan saat itu sedang membicarakan shalat tepat waktu. Sebagian lagi mendengar. # Tunggu ya. Sejak awal bicara. maka ketahuilah kita termasuk yang berkategori memberi perintah kepada Allah. Saya langsung merespon membenarkan.

saya sedang rapat. dari sperma. Hirarki itu. Diciptakan dari saripati tanah. bagaimana mungkin manusia yang diciptakan dari saripati tanah lalu tibatiba menjadi pembangkang? Menjadi pendurhaka kepada Allah? Tapi ya begitulah. dan kebiasaan ketika menghadapi waktu shalat. Kita ini emang manusia yang ga tahu diuntung dan ga tahu diri. saya sedang dalam terburuburu. berani-beraninya kita “memerintah” Allah untuk menunggu kita. Pertolongan-Nya lah yang sedang kita butuhkan. dan seterusnya. # Tunggu ya. sungguh dia adalah orang yang tidak mengenal Allah. saya sedang belanja.tamu. ga boleh memerintah kapten. Perintah tunggu inilah yang kita berikan kepada Allah. # Tunggu ya. Bahkan. Coba aja berkaca kepada diri sendiri. saya sedang di tol. Dan Allah datang di setiap waktu shalat membawa apa yang kita butuhkan. # Tunggu ya saya sedang ngajar. seorang kopral. seorang polisi yang berdiri di pinggir jalan. Iya kan? Sedangkan. saudara-saudaraku yang dirahmati Allah. terjadi. malah Allah kita suruh menunggu… *** Siapa sih kita? Sesiapa yang tidak mengusahakan shalat di awal waktu. ini akan jadi masalah buat dia. lalu dia tidak mengangkat tangan tanda hormat. # Tunggu ya saya sedang belajar. saya sedang bekerja. tidak bisa memerintah Jenderal. saya sedang dagang nih. manusia. Lihat saja. makhluk ciptaan Allah. Ya. Kita ga kenal siapa kita. Dan seterusnya. lantaran ada hubungan yang diizinkan Allah dari hubungan laki-laki dan perempuan yang kemudian terjadilah kita. # Tunggu ya. Makanya Allah menyindir di surah Yaasiin ayat ke-77. # Tunggu ya. # Tunggu ya. saya sedang nemani klien. memberi apa yang kita inginkan. maka secara kesatuan. Kita ini. lalu lewat mobil jenderal. Allahu akbar… Bukannya kita bergegas menyambut seruan itu. Rizki-Nya lah yang selalu kita cari. kita menjadi manusia. ga boleh dia memerintah sersan. Adzan berkumandang… Allahu akbar. Kita ada. # Tunggu ya saya sedang merokok. Sersan. Mayor. # Tunggu ya. di luar kebaikan-Nya yang bersifat sunnatullah. . # Tunggu ya. # Tunggu ya saya sedang tidur.

Wa baabut taqorrub ilallaahi. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Dapat Apa Dari Dunia…? KDW0112 Seri 12 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Daarul Qur’an Method Kita sering habis-habisan berbuat untuk sesuatu yang justru akan kita tinggal. berpengaruh ke kehidupan kita. sekarang. saya yang menyambut Allah. Maksudnya. wali murid dari santri kami yang bernama Ayu. lalu jadi yang menunggu saya? Emangnya. Dan pintu supaya bisa mendekatkan diri kepada Allah itu adalah shalat. siapa saya?”. Kalo bisa. selama Ramadhan ini. Kepada Allah kita berharap sejak ini TAUHID kita BUNYI. Yakni manakala kita berusaha mengenal Allah di saat Allah datang saja dulu di waktu shalat. sering kita tidak sungguh-sungguh. atau kita memberikan perintah tunggu kepada-Nya. . siapa kita. Insya Allah orang bisa rada selamet soal shalat. ketika bisa berpikir begini. Likulli syai-in baabun. Masa Raja Diraja. Sore tadi saya berbincang-bincang sebelum ashar dengan X. tanya.Nah. Sebab ga ada pantespantesnya. Lah. Pemberi Karunia. yang dirindukan pertolonganNya dan bantuan-Nya. dan siapa juga Allah? Terlalu amat sangat jauuuuuuhhhhh hirarki kedudukannya. Alhamdulillah. Pesantren punya kegiatan buka puasa dan tarawih keliling ke wali-wali santri. bagaimana mungkin kemudian kita membiarkan Allah menunggu kita. yang dinikmati rizki-Nya. ilmu tauhid kita itu nyata. “Jangan sampe Allah menunggu saya. *** Renungkan tiga esai ini dulu ya sebagai bahan kuliah hari ini. segala sesuatu ada pintunya. Mereka senang-senang. Sedang untuk sesuatu yang bakal abadi. untuk menunggu kita? Astaghfirullah. ash-sholaah.

bahwa materi besok (hari ini). yang bisa mengikuti tarawih 1 juzan ini (tidak semua mushalla berkenan. Saya menceritakan kepada beliau. Ada seseorang yang berkhidmat kepada seorang kyai. habis shubuh. kenapa saya tidak wajibkan saja para wali santri mengikuti KuliahOnline ini. Satu hari ia berkhidmat kepada agama. Tapi jangan sampe meninggalkan dan melalaikan ibadah mahdhoh (wajib) nya. insya Allah saya sempatkan. hati dan pikiran para wali santri. sebentar lagi ashar kan? Kata saya. toko sepatunya malah mendapatkan hasil lebih. Untuk menuju Allah. hanya harus tahu kapan kita bekerja. atau di mushalla/masjid di sana. ada yang mengatakan. bahwa saya punya kawan yang buka toko sepatu.00-05.Sudah mah bisa melihat anaknya pulang. Dia memilih khuruj (keluar 3 hari sampe 40 hari) ala jamaah tabligh. Insya Allah kalo visi misi nya sudah sama. malah tumbang beneran. Pak X ini juga bertanya tentang materi. Dia mengaku. Ia aturkan karyawankaryawannya. kapan kita beribadah kepada Allah. kan kerja juga ibadah? Iya. ketika Ustadz bilang. dan kemudian saya diamanahkan Allah beberapa kegiatan. Saya senang sekali. Ia bantu kyai ini. Perubahan bermodalkan ridha Allah. Tokonya ia atur sebaik-baiknya sebelum ia meninggalkannya. Tumbang juga. Istirahat. Saya masih harus ikut memimpin tarawih 1 juzan. bangun-bangun jam 11! Alhamdulillahnya udah sempet dhuha waktu menginspeksi anakanak santri di Pesantren. Masya Allah. oh iya ya. Dan kegiatan tarawih 1 juz 1 malam tetap bisa berlangsung. habis siaran langsung di TPI jam 05.30. Itulah yang dimaksud belajar meninggalkan dunia sekaligus mendapatkannya. atau malah di pesantren mah sebelum ashar. besok saja (tadi pagi maksudnya). Bagus malah. Sampe sini. Saya pikir. ia amanahkan sebaik-baiknya tokonya ini kepada anak buah dan saudaranya. Saya tanya. beliau bilang. mengingat stamina jamaahnya yang belum tentu sanggup mengikuti tarawih begini). adalah bagaimana kita meninggalkan dunia. maafkan saya ya. kita sudah harus meninggalkan dunia kita. Nah. kapan ustadz ada waktunya? Saya bilang. Pak X ini bertanya kepada saya. Tidak sungguhsungguh meninggalkan dunia. Tambah senang lagi mereka bahwa saya menyatakan saya pun bisa mendampingi. tapi tetap mendapatkannya?! Bagaimana tuh caranya? Begini. eh. Pak X ini rupanya juga peserta KuliahOnline Wisatahati. maka ini akan mempermudah perjalanan menuju perubahan yang dikehendaki. ketika azan ashar. Biasanya dia hanya mampu menjualkan 1-2 mesin saja . Sementara ia punya usaha pabrikan rumahan pembuat mesin pengering nangka dan pisang. Nah. Yakni di kediaman tuan rumah. mereka bisa kedatangan kawan-kawan dari anak-anaknya dan para dewan guru pesantren. Hari ini saya terlambat mengupload sebab alhamdulillah saya dikasih “ga enak badan”. Ini kan sama juga dengan saya mengisi ruh. betul. ia temani kyai ini keliling daerah. statement yang mana? Kalimat yang mana? Itu. hatinya juga sama-sama tesambung ke Allah. Saya baru sadar. statement Ustadz menarik juga tuh.

Bergaji saja engga bisa hidup pas-pasan (nombok). Karenanya ia pamit untuk kemudian menjadi dai pedalaman. Apa yang diterapkan oleh si pengusaha yang diceritakan ini adalah metodenya Daarul Qur’an. Dan bule ini masih menambahkan. bule kini percaya sama dirinya. Apa sebab? Allah menanggung hidupnya. Malah katanya lebih hingga bisa dijual untuk bisa membelikan sesuatu buat istri. Dan benar saja. dan klien-kliennya malah disuruh nunggu! Katanya. Gajinya 800rb. untuk dipilih yang tidak nabrak waktu shalat. apalagi kalo sampe ga punya gaji sama sekali. ia berkeinginan mempraktekkan ketauhidannya ini di lingkup usahanya. hidupnya lebih punya sekarang ini. Ntar malem ba’da tarawih saya lanjutkan lagi. sekaligus jadi beban pemikiran istri dan orang tuanya. Mengapa? Katanya. Tapi apa yang terjadi? Setelah ia berkenalan dengan ilmu tauhid. anak dan orang tuanya. gaji sebesar 50rb per bulan dari lembaga dakwah yang menaungi perjalanannya ini malahan utuh. Pemasar konstruksi ini bercerita. Dan inilah DAARUL QUR’AN METHOD. Panggilan hatinya kuat sekali untuk berdakwah. yang direksinya itu “bule”. masih ada bonus-bonus dan tunjangan ini itu. Minta nasihat agar dikuatkan mentalnya untuk jadi ustadz di pedalaman. Orang-orang kampung yang diajarnya digerakkan Allah untuk memberikan sebagian hasil panen penduduk kepada dia. Saya perkuat hatinya. Niatan ini lumayan disetujui. Insya Allah. Satu tahun kemudian ia bercerita. pernah kejadian. syaratnya jangan mengeluh. Ia selama ini kerja di pabrik. Seorang pengusaha makanan. pasti dia orang jujur. sebab ga mungkin di-re-schedule. Tapi keluarganya bingung. sudah azan maghrib. Saya menyebutnya DAARUL QUR’AN METHOD. bahwa tuh bule merasa ga usah lagi harus diperpanjang masa diskusinya. bahwa kalau memang sudah bulat. mengubah kebiasaan (culture) perusahaannya. Batalkah? Tidak. Biasanya ia ajarkan agar karyawannya sigap-sigap mencari dan melayani pelanggannya. Lalu apa yang terjadi? Meeting dicukupkan sampe waktu break saja. ya baiknya kita re-schedule jadwal yang nabrak waktu shalat. mencoba untuk hidup mementingkan Allah. Saya buka puasa dulu ya. Ia lalu menjadi memegang prinsip bahwa Allah itu segala-galanya. Masya Allah kan? Seorang pemasar di bidang konstruksi. alhamdulillah saya lihat ada waktu sebelum . Dia sudah perhatian sama Tuhannya. bahwa dia disiplin dengan waktu audiensi bersama Tuhannya. Tapi itu pun seringnya nombok. Eh. *** Setelah buka puasa. kalau berkenan menunggu. shalat berjamaah. pasti pekerjaan-pekerjaan yang dipercayakan kepadanya pun akan juga disiplin. Si bule ini mempersilahkan dia mem-break.per bulan. dan punya hutang. Ini dia mengaku dia bisa menghasilkan sampai 5 mesin. Bulan pertama saja. per bulan! Seorang anak muda datang bersama istri dan keluarganya. ada satu klien. Rapat-rapat ia beritahu bahwa ia harus break 10 menit sebelum azan. Allah akan mengaruniakan sesuatu yang lebih. begitu kata bule ini meyakinkan. saya senang sekali. Katanya. Tapi kalau ga berkenan menunggu.

Lanjut ya? Pengusaha makanan ini malah meminta karyawan-karyawannya menunda buka toko sekitar 20 menit dari jadual. saya lanjutkan tanpa menunggu tarawih. ia suruh bergantian melayani pelanggannya. tamu-tamu yang datang harus ditanya sama sekuriti pintu gerbang pabrik/kantor. rajin shalat-shalat sunnah. ngontrak/nyewa rumah di depan pesantren. Saya juga pengen tuh ngembangin usaha yang absen pertamanya adalah dhuha dan baca al Qur’an. Lah. di pesantren. senang berdoa dan mendoakan. terdengar alunan suara merdu ajakan shalat. bisa shalat zuhur dulu sambil menunggu makanan datang. tetap harus ada di tengah-tengah barisan yang mengingat Allah! Dia mau belajar dari kesalahannya selama ini. Laporan satu demi satu berdatangan tentang perubahan. agar bisa ngontrol yang begini gini. Melainkan Allah lah yang segalanya. Namun akhirat juga harus . *** Dapat Apa Dari Dunia…? Dunia harus dikejar. Sementara jam masuknya. Baiklah. indahnya. tetap. Syukur-syukur bisa setoran hafalan al Qur’an. Terutama ketenangan. Masya Allah. sudah materi baru. bukan “Mau ketemu siapa?”. Ucapan ini hanya untuk menunjukkan betapa kesalehan dan tahu Allah itu lebih penting dari segalanya. kata dia. Diusahakan diberlakukan. bahwa Pemilik Rizki selama ini ia abaikan. Alhamdulillah. Biarlah santri-santri tidak menjadi santri yang pintar. Mumpung pasti didengar seruannya. Tentu saja. Karena di sini kita hidup. yang kayak gini-gini. Ah. kan ga bisa shalat dan ngaji yang haidh? Ya. subhaanallaah. ringan bangun malam dan puasapuasa sunnah. Besok. bukan pesantren namanya kalau santri-santrinya tidak pintar. Sebelum azan. Untuk apa? Rupanya ia meminta karyawan-karyawatinya shalat dhuha dulu dan membaca al Qur’an 1-5 ayat! Dan ini ia wajibkan. Daarul Qur’an Method ini sudah mulai diadopsi oleh banyak perusahaan. “Sudah shalat dhuha belum?”. Ia beritahu pelanggannya bahwa yang muslim. dan cara pandang terhadap dunia yang tidak lagi segalanya. Tanpa kecuali yang haidh. dan menjelang pulang. Nah. diberlakukan. kenapa juga ga dibawa ke Allah.isya-an dan tarawih. Supaya bisa diupload malam ini juga dan dibaca. asal ia bisa shalat tepat waktu. Saya sampe merapat ke pesantren. Dan ia dititipkan karyawan. Pas zuhur. diperdengarkan bacaan-bacaan al Qur’an. Kalau perlu. Alhamdulillah. Harus lebih banyak yang ke mushalla malahan.

Tidak sedikit juga pengusaha yang susah payah membangun rumah super mewahnya. dan kebersihan serta keamanan. keluarga di mana. Sungguhpun penjara ia bisa sulap menjadi ruangan super mewah. Begitu gagahnya. Ada tulisan saya yang berjudul: punya suami kayak ga punya suami. nyatanya orang tuanya di kampung sana. masih. namun bukan penghuni asli. Ada yang berpenghuni. Kaya iya. kayak ga punya orang tua. Bukan kekayaan yang sesungguhnya. dan menemplatenya. Punya mobil lebih dari satu. sebab memang tidak ada siapa-siapa. Ada yang begini ada yang begitu. Makan.diperhatikan. Peserta KuliahOnline yang saya sayangi. Punya kawan. Sibuk dengan urusannya. Tulisan berikut ini. Kalo dijawab buat anakanaknya. Punya anak kayak ga punya anak. Coba aja baca bait-bait tulisan di dalam buku ini. Sementara. Ada bintang-bintang yang begitu populer. Tidur tidak bersama keluarga. atau bahkan pembantu. Saya tinggal memeriksa ulang saja. Tapi kita kehilangan mereka nantinya. . tidak bersama keluarga. Mati. Dikasih apa kita ini sama dunia? Belum meninggal aja. Punya orang tua. Inilah doa dan ajaran keseimbangan hidup yang diajarkan Rasulullah. saya sering berpikir. justru banyak yang tidak berpenghuni. Di usia saya yang kata orang masih muda ini. Sebab di sanalah tempat kita kembali. yang dipake tetep satu. Bareng dengan saya mempersiapkan ragam tulisan materi kuliah yang lain. Melainkan hanya penyewa. dunia malah menjadikannya duduk di kursi pesakitan. kayak ga punya kawan. tapi ia betul-betul sudah tinggal di penjara. Kekayaan yang dinikmati adalah yang di atas kertas. tentang “dunia”. tapi kehidupannya banyak yang mati lampu. Dia di mana. Sudah mah nempatin gratis. tidak sedikit orang-orang kaya yang tidak bisa menikmati kekayaannya. kita ini ga dikasih apa-apa. punya agama. tapi kualitas hidupnya? Layak dipertanyakan kalau ia menyempatkan diri merenung. Orang tuanya juga merasa percuma kalo maen ke rumah tersebut. Ga kesulitan. ada yang meninggalkan hutang. ya tetap saja penjara namanya. Kalo dijawab untuk orang tuanya. dikasih duit pula tuh pembantu dan ditanggung semua hajat dan keperluannya. Punya tetangga. Rumah yang luar biasa ia bangun pun kalo ditanya dibangun untuk siapa? Ia kelak tidak mengerti juga jawabannya. sesungguhnya sudah saya siapkan dari jauh-jauh hari sebelum Kuliah Tauhid ini dirilis. nyatanya anak-anaknya studi di luar kota dan di luar negeri. Jadi. anak-anak make mobil. kayak ga punya tetangga. keluarga di mana. Punya saudara kayak ga punya saudara. kayak ga punya agama. lalu tenggelam berakhir masa kepopulerannya. Termasuk urusan-urusan air. alhamdulillah. Dunia tetap berputar. listrik. Dia di mana. Populer sudah tidak. disorot layar kaca duduk di kursi tersangka. Mereka pun sering kehilangan kita. Punya istri kayak ga punya istri. Di banyak blok perumahan mewah. Bener sih istri make mobil. Akhirakhirnya. Merasa populer.

Coba aja lihat 2 tulisan berikut ini. dapat apa situ dari dunia? Gaji situ buat apa? Wong buat kebutuhan situ aja kurang? Lalu ia jawablah pake kata hatinya. Apanya yang senang? Cuma perasaannya saja. Dan itulah jawabannya sendiri. Kalo kamar yang itupun ada yang sewa. Motor juga begitu. Mobil yang saya dapatkan pun. Punya uang. KPR nya. Mantab. Tapi. Ada seorang karyawan yang kalo saya tanya. Atau cuma katanya saja. Ada yang kredit memang barangnya. rata-rata kredit. Sebab kamar-kamarnya disewain semua. Habis itu jual. Saya tidak mendapatkan apa-apa. dan ia sekalian tinggal di situ. Tahukah saudara. di kamar mana ia tinggal? Di kamar yang biasa saja. manfaat. kemudian belanjakan dah buat orang susah. Dapet uang. Banyak-banyak berbuat kebaikan. Kejar juga akhirat. saya turunin sedikit tempo nya. Sedang kematian tidak ada yang tahu. Hasil penjualannya untuk membantu pesantren-pesantren dah. Mobil dia beliin yang banyak. Setelah berputar.. dunia bahkan mengambil semuanya. kita tidak akan dapat apa2. Bukan jawaban orang lain. Saya barangkali terlalu sentimentil ya? Tapi baiklah. Lihat. kalo kekayaan itu ada di tangan orang soleh. Saya berjuang untuk rumah yang sesungguhnya saya tidak tahu apakah kalau saya meninggal nanti rumah ini udah lunas atau belum.. . Sesungguhnya kita tidak mencintai Allah melainkan mencintai dunia. beli-beliin dah perusahaan-perusahaan sakit. buat kemudian diberdayakan uangnya. Jangan sampai mencintai Allah hanya di mulut saja. perbaiki cara kita beribadah. Apa katanya? Iya juga. Barang-barang di rumah ini. Sekarang baru jalan 8 tahun. ada yang dari kartu kredit. jangan hanya mengejar dunia. subhaanallaah. dengan memperhatikan amal saleh yang menjadi bekal menghadap Allah. mata saya ini koq ya merasa “bukan itu yang harus kita cari”. Subhaanallaah. Dan utamanya. Makanya Allah dan Rasul-Nya mengajarkan. maka sungguh. hasilnya ia bikin untuk lebih menggerakkan ekonomi syariah di kampungnya. Bahkan cenderung di kamar yang paling jelek. kredit. Kemudian sehatin.Adduh. Ada kawan yang membangun hotel. *** Karyawan Masih seputar dapet apa dari dunia? Jika kita memburu hanya dunia. Ia sewakan untuk orangorang asing. Itulah barangkali yang disebut dengan kesenangan yang menipu. Rumah mewah banyak dibangun oleh dia supaya duitnya berputar. 15 tahun. Kata yang paling jujur yang pernah ia dengar. ia memilih tinggal di rumah di belakang hotel yang ia sewa dari penduduk dengan bayar tahunan! Ini kan gendeng.

kalo gitu jahat ya Allah? (-) Ya. Coba aja kalau dia sakit agak panjang. itu namanya ujian dari Allah. Ia hidup untuk bayar kartu kredit yang ga lunaslunas. Dan insya Allah itu adalah kebaikan dari Allah. Tidak sedikit dari mereka yang kemudian setelah semua aset yang dibelinya dengan acar berhutang. harus dijual kembali dengan harga murah. Misal. Manalah kita tega. Sebab adiknya. bakal hilang. untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. dia tidak ingat sama Allah. berantakan. sakit 4-5 bulan. lalu Allah ambil serta merta dengan caracara yang tidak pernah ia duga sebelumnya. Ada asuransi ini ada asuransi itu. Ia hidup untuk bayar leasing yang membengkakkan harga motor dan mobilnya sekian kali lipat. Dunia. emang. fine. ikut aja. Tapi orang tuanya mohon-mohon agar ia jual rumahnya untuk membantu adiknya.Begitu katanya. Kita juallah rumah kita. Rumah. Mana lah jahat? Daripada diazabnya nanti di akhirat? Kan repot. lunas. Rupanya selama ini ia hidup untuk bank di mana ia kredit rumah. jangan lupakan asuransi akhirat dengan shalat dan sedekah. kenapa engkau wahai ustadz menyalahkan dia? Bukankah dia membantu orang tua dan adiknya? (-) Kelihatannya sih begitu. ga bakal hilang. maka sesungguhnya Allah mengazabnya. Maka kemudian seluruh rencana keuangan. Ok. (+) Wah. Tapi Allah dan seluruh amal kita. dia ga lupa sama Allah. Ada yang bilang. gila kan? Capecape kita kemudian bayar angsuran rumah. Itu kan bukan sebab dia. Dapat apa dia? Semula ia berpikir ia sudah mencapai banyak hal. (+) Emang pegimana? (-) Begini. Mobil dan motor lalu ditarik leasing. Sebut saja. (+) Koq kelihatannya? (-) Ya. Ya begitu dah dunia. tinggallah dulu di rumahnya beliau. adiknya masuk penjara sebab satu hutang. Sebab ternyata satu dua hal yang tidak terprediksi sebelumnya. Ternyata tidak. Orang tuanya lalu bilang. tidak lagi terbayar. akhirnya ngontrak-ngontrak juga. Lalu dia? Dapat apa? Ga dapat apa-apa. Di situ kemudian menjadi peluang dunia industri asuransi. Lihat. Namun. Allah tungguin apa yang dia kumpulin itu benar-benar lunas. Lalu ia di-PHK. lalu disita. dan kemudian kita mengontrak. Kalau ketika dia bekerja. tidak. Tapi kalau selama dia kerja. Banyak kemudian karyawan-karyawan yang terjebak oleh hutang yang tidak terbayar dan akhirnya bener-bener ga punya apaapa. . (+) Hei. hanya agar jangan satu atap dengan orang tua.

Lihat lagi. Ya begitu tuh dunia. Insya Allah. Tapi kalau kalian tidak bersyukur. Yang Punya Dunia. al Qur’an dan al Hadits. Sesunguhnya dia tidak pernah menyerahkan dirinya. Dunia hanya mempermainkan manusia. ya sama saja dengan tidak menghargai Allah. Ini kan tidak bersyukur disebutnya. Masa kemudian sama Allah malah mengurangi waktu. (-) Nah. Dunia dipegang. masih seribu. Kemudian. setelah kerja. Masih kelihatan sentimentil ya? “Nanti malah menghalangi orang mencari dunia loh. Ah.” begitu kata sebahagiannya yang lain. kalau begitu. Kini.(+) Ukurannya apaan? (-) Shalat ga dia? Kalau dia jawab: shalat. malah menendang. maka akan Aku tambah nikmat-Ku padamu. itu tahu. sebab itu yang lebih kekal. termasuk firman-Nya ya: Bersyukurlah kamu. istilahnya. Ia jadikan dunia sebagai sarana ibadah kepada Pemilik Dunia. Dilayani. Dia menyerahkan dirinya. tapi dunia itu menipu. Kita kan disuruh syukur. sedekah seribu. Didekap. sedekahnya gimana? Sebelum kerja. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Romantisme Bertauhid KDW0113 Seri 13 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Pesantren Online . Diburu. hidupnya di dunia. Berturut-turut kita juga akan bicara tentang doa. tapi untuk Allah. hingga kemudian ke definisidefinisi tauhid berdasarkan kitab-kitab. malah maju memukul. biar saja. maka sesungguhnya azab Allah teramat pedih. Bila selama ini hidup untuk dunia. malah memerintah. Banyak-banyak beramal saleh. (+) Oh. ditambah terus jam untuk mencarinya. Makanya Allah menasihati untuk jangan tertipu urusan dunia. dia berontak. maka shalatnya seperti apa? Kalo shalatnya sering di akhir waktu. Sedang sama dunia. Mudah-mudahan ada yang terbuka mata hatinya. Dikejar. malah memerangkap. Esai besok kita mulai menukik bicara tentang shalat dan kualitas shalat kita.

tanggal 6 September 2008 saya diundang menjadi tamu dalam acara Apa Khabar Indonesia edisi akhir pekan. biar saja ide Pesantren Online ini terus kemudian bergulir hingga ia menjadi mirip seperti pesantren pada umumnya. Namun. Entahlah. Yang demikian itu. Allah karuniakan saya supir. Saya berusaha menggiring peserta untuk hanya melihat. Saya tidak menganggap supir saya ini lebih rendah dari saya. ketika saya tidak mendapati supir saya tepat waktu. tidak kurang saya pun suka terbersit rasa kesal. Datang dengan segala karunia-Nya. Bagaimana dengan Peserta semua? Berkenan memberi tanggapan? Tapi saya berusaha tetap konsisten. Saya jawab. *** Supir Saya Kita tidak mengenal Allah. dan mengikuti sesi Kuliah Tauhid ini saja dulu. Oleh bagian produksi saya diminta untuk menyinggung soal KuliahOnline. bahwa salah satu kesibukan saya adalah menggawangi Pesantren Online. agar dia standby langsung di depan lobi satu tempat. Apa kesibukan Ustadz di bulan Ramadhan ini? Tanya pembawa acaranya. Sebutan Pesantren Online ini sungguh menggoda. Beruntunglah orang-orang yang tahu bahwa Allah itu selalu datang. saya memberitahu supir saya.Pagi ini. Malah saya seringkali membesarkan hatinya. “Bagaimana sih? Udah tahu mau jalan. bahwa kemana saya ceramah. koq malah ga ada?” begitu saya berpikir. datang dengan segala pertolongan-Nya. Artinya. tidak perlu dikaitkan dengan momen Ramadhan saja. Untuk kemudahan berkendaraan. Insya Allah kita akan coba buatkan tim khusus yang merriset dan kemudian merilis Pesantren Online ini. dan lebih tidak lagi di shalat tahajjud. hanya bedanya ia bersifat maya. Tema nya: Pesantren Kilat. maka dia dapet juga pahala kebaikannya. tapi sebutan ini langsung direspon oleh pemirsa yang melihat. pun ia dapatkan. Dan saya sudah wantiwanti dengan sangat. Asal dia mau membaca basmallah dan berdoa agar amalan ceramah saya. Itu yang menyebabkan kita tidak menyambut kedatangan-Nya. sebab sudah akan jalan lagi ke tempat yang lain. tidak di shalat fardhu. Dan rasanya. Di satu waktu. agar tidak jadi hambatan bagi perjalanan .

Tapi apa boleh buat. andai yang mengucapkan kalimat: “Tunggu ya Pak!”. sampe. Selama ini kita menyadari bahwa sama yang namanya shalat. Kita. menyambut Allah. Begitu saya keluar. Saya tutup telponnya dan saya segera mencari taxi. Yang Maha Perkasa. kalo ga sabar. Disambut tidak disambut. Karena saya tidak bisa menunggu lebih lama. saya naik taksi saja juga dah. bersabar rasanya lebih baik. dengan Kasih Sayang-Nya. kita jarang mementingkannya. Sekarang saya sadar. Lantaran tidak mengenal-Nya. Lebih lagi saya tidak mampu membayangkan jika saya lah yang menjadi supir buat majikan saya. Jadi. ga perlu mengantri ketika saat shalat datang. *** Romantisme Bertauhid Allah. kita lalu menjadi manusiamanusia yang kehilangan momen berharga bertemu dengan Pemilik Dunia ini. Lebih konyol lagi kalo dia bilang. Tuhan saya yang sudah demikian baik kepada saya. rasanya hidup kita akan didahulukan ketimbang orang-orang yang selalu telat datangnya. Syukursyukur bila kita mau menjaga wudhu kita. Wuih. Selalu waspada setiap waktu shalat datang. kepada semua manusia. Namun saya tidak mau berlama-lama lagi. namun. Pak. silahkan saja naik taxi ya. supir saya sudah datang dan meminta maaf. Lalu kenapa kita tidak pernah siap siaga untuk Allah. hajat kalau ada bisa Allah segerakan pencapaiannya. Makin cepat kita datang kepada Allah. dilayani tidak dilayani. apa yang saya akan lakukan terhadap supir saya itu. saya bilang sama dia. dia tidak ada. mencari taksi. doa-doa kita pun akan semakin cepat dikabul. Saya makan dulu… (???!!!). kepada keluarga saya. Begitu saya telpon. katanya sedang ngantar saudara saya ke depan jalan utama. Saya harus selalu standby buat majikan saya. Tuhan kita? Disebut siap siaga bila kita selalu stel panca indera kita. dia lalu mengatakan itu. Dan dia saya suruh pulang. bahwa selama ini saya sering mengecewakan Allah. Subhaanallaah. atau alarm. Makin kita bergegas menuju Allah. saya tidak dapat membayangkan. Saya marah. Ya. Tapi rupanya dia tidak mengindahkan. Dan sekarang saya membiarkan Allah menunggu saya… Saya tidak dapat membayangkan. selalu mendatangi kita.saya. menjadi weker. ketika saya perlu dia. untuk diri kita sendiri. Ada suara bersalah di ujung seberang HP sana. masalahmasalah kalau datang cepat selesainya. . Sebelum taxi yang saya pesan. adalah supir saya. DIA selalu hadir di kehidupan kita.

DIA berada di samping saya. Mestinya. Tapi inilah saya. Saya belum mampu mengabdi banyak. jauh sebelum azan? Bahkan ada yang tidak beranjak dari masjidil haram atau masjidin nabawi. lantaran saya sudah di dalam masjid duluan. Ternyata. Bertentangan tentu memvisualkan hal-hal seperti ini. he he he. Syukur-syukur kita mau menyambut Allah dengan pakaian yang lebih bagus ketimbang kita menemui manusia. sehari-hari saya tidak demikian. Masya Allah. Bagi yang mengingat masa-masa pergi haji atau umrahnya. Ketika saya terbangun. alangkah manisnya bila kemudian ketika saya keluar dari satu tempat. memilih untuk menunggu datangnya waktu shalat yang lain. Saya seperti raja. Saya sudah di sini. siapkan wewangian khusus untuk menyambut Allah yang kita pakai hanya ketika menghadap-Nya. Tapi logika ini mau dipakai untuk menunjukkan kesiapan kita dan kesopanan kita terhadap Allah. dia sudah standby dengan mobil yang AC nya sudah dingin menyebar ke seluruh kabin mobil. Lalu saya menoleh ketika Allah datang. Kita datang sebelum waktu azan… Duh. Saya ingin Pencipta saya senang bahwa saya betul-betul mengabdi pada-Nya. Jangan biarkan lagi kita yang ditunggu Allah. Asli. Kita sudah siap siaga sebelum datangnya waktu shalat. Allah memasuki masjid dengan Anggun-Nya. Candaan iseng. dan membangunkan saya dengan penuh Kelembutan dan Kasih Sayang-Nya. dengan menyetel ulang jadwal ibadah kita. saya bayangkan bahwa Allah yang membangunkan saya. Tapi ya. Tampil di muka ketika shalat. Kita sudah siap siaga sebelum muadzdzin mengumandangkan azannya. penuh Pesona. jangan Allah yang menunggu kita. Coba diprogram hidup kita. Kalaupun tidak. Tambah bangga saya. Kita kemudian tegakkan shalat-shalat sunnah. Romantisme bertauhid dengan Allah menjadi sangat nyata buat saya. Bukan yang sebenarnya. senang sekali saya bayangkan. penuh Wibawa. koq bisa ya kalo di tanah suci kita melangkahkan kaki kita ke masjid. Ketika saya pedengerkan keluhan saya. kalau kemudian ia turun dari mobilnya. Ini kan cerita “alangkah manisnya”. Subhaanallaah. ya dengan cara beginilah dulu. Allah turun dengan Malaikat-Malaikat Pengiring-Nya. Begitu pun ketika masa shalat tahajjud. Tapi kita yang menyambut kedatangan Allah. Lalu Allah tersenyum kepada saya dan saya katakan.Masih seputar supir saya. lalu dengan sopannya membukakan pintu mobil untuk saya. indahnya… Saya kadang suka iseng membayangkan. saya bercerita kepada yang melebihi sahabat dekat saya. Sehingga hati ini senang betul mengambil air wudhu untuk tajdiidul wudhu (memperbaharui wudhu). jauh sekali dari yang semestinya. bayangan iseng ini. Begitulah. saya sudah di sini ya Allah. Saya perdengarkan keluhan-keluhan saya tentang kejadian-kejadian hidup . Lebih lega lagi saya kalau kemudian mobil itu bersih luar dalem dan wangi. Mari kita sambut Allah.

Muhammad Yusuf al Haafidz. Bicara Keyakinan Bahagia bener saya pagi ini. Tidak lupa juga saya doakan para santri. Saya cium Wirda dan saya mendoakan anak-anak saya. Bicara Keyakinan KDW0114 Seri 14 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Bicara Tauhid. Saya bahagia. Ustadz . bahwa jam 21 sebelumnya saya berangkat ke Ustadz Abu Sangkan. visualisasi bahwa saya sedang bercengkrama denganNya. Ugh. Dan di sebelahnya tertidur jagoan kecil kami. saya usahakan betul.yang saya lewati. sedang sangat senang. pimpinan Shalat Center yang menggerakkan Indonesia untuk shalat khusyu’. sebab jam 10. Saya bahagia. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Bicara Tauhid. beliau berdua dan keluarganya menemani kami. juga dalam keadaan yang sehat. Kita berdoa terus agar Allah berkenan memperkenalkan diri-Nya kepada kita dan kita bisa mengenal-Nya. Kepada-Nya lah semua urusan dikembalikan. Qumii dan Abang Kun. kesopanan layaknya saya bicara dengan Tuhan Pemilik Alam ini. pelan-pelan. Amin. Semuanya tertidur pulas. istri saya tertidur dengan pulasnya. Saya masuk ke kamar saya. Semoga kita bisa senantiasa menyambut Allah dan bermesra-mesraan denganNya. Dalam suasana sentimentil. misalnya sedang marah. Saya kontrol kamar Wirda. nikmatnya diberi kesehatan. sedang kecewa. Duh. Hampir jam 01 saya bangun dari tidur yang terasa sudah terlalu lama. Dua donatur pondok yang sudah menganggap kami sebagai keluarga mereka dan mereka juga sebagai keluarga kami. Kendalikan perasaan dengan memprogramnya. romantisme bertauhid bisa senantiasa kita rasakan. Pakai bahasa sehari-hari dengan tetap memperhatikan kesantunan. detail. saya trnyata baru tidur jam 11 malam tadi. Sehingga kapanpun. Ada ketenangan di wajah-wajah mereka. biasanya manusia sanggup bercengkerama dengan Allah. Dari awal kami membangun Bulak dan hingga ke Sekolah Internasional ini. adab. atau sedang sangat sedih. agar Allah hadir di hati saya. padahal saya lihat jam. Saya makan roti cane plus kare.30 malam sebelumnya saya ketemu dengan Haji Amril dan Ibu Amril. Rahasianya barangkali karena hatinya dihadirkan untuk berdioalog dengan Allah. Tapi ya itu. Saya bahagia sebab saya pulang jam 00 lewat dalam keadaan saya sehat.

gerakan saya. selalu saya bacakan doa di tengah-tengah santri. *** Sebenarnya banyak lagi kebahagiaan saya yang rasanya kalau saya tulis terus. Saya bahagia saya didoakan di tengah-tengah ribuan jamaahnya yang saat itu hadir di Shalat Center di Jati Makmur. Meskipun jaraknya terasa jauh. Alhamdulillah.15 nya saya bercengkerama dengan beberapa wali santri yang lain yang ternyata turut diundang di acara tersebut. Bisa berbagi. saya sampai di kediaman Haji Ramos. Dan kolam renang itu seperti di tempat pelesir. beginilah ketika tamu-tamu saya datang ke pesantren. Ketapang-Cilegon. Pondok Gede. Senang. Saya tiba. di bahagian tengahnya. Kesempatan berdialog dengan wali santri adalah sesuatu yang mahal buat saya. bisa satu rasa. Alhamdulillah. Saya jalan jam 16. Mudah-mudahan saya bisa menemani perjalanan Saudara semua sambil turut pula belajar.00 nya kurang lebih. hingga saya hampirhampir meneteskan air mata.fenomenal ini salah satu inspirasi saya. anak-anak santri yang saat itu berjadwal buka puasa dan tarawih bareng di kediaman Haji Ramos tampak bahagia sekali. Ya. nikmat mana lagi yang engkau dustakan? Tanya Allah kepada kita semua. Di sana. Haji Syamsul Ma’arif Surabaya. Say didoakan Ustadz Abu Sangkan agar lidah saya. Alhamdulillah. hati saya. begitu mau pulang saya dihadiahinya buku “Spiritual Salah Kaprah”. Tentang rumah Allah. jam 17. ada satu jamaah yang juga sudah seperti keluarga bagi saya pribadi. orang tua dari Fadhil santri kami. setelah sebelumnya menyempatkan berjamaah dengan indah bersama satu dua guru yang tersisa di pondok dan para tukang. nanti lupa balik ke pesantren. Fabi-ayyi aalaa-i robbikumaa tukadzdzibaan. he he he”. namun ditempuh “hanya” satu jam dari pondok. menjadi atas nama Allah. Dan cukup panjang bagi saya Ustadz Abu Sangkan mendoakan saya. pikiran saya. saya . Saya pun bahagia. Saya bahagia. sebab jam 17. Dan saya manfaatkan untuk istirahat. Ada kolam renang yang terkoneksi dengan sekian rumah yang melingkar di Cilegon Residence. Saya bercanda dengan Fadhil dan beberapa santri kawan Fadhil. Saya bahagia menjadi bahagian dari dakwah ini. Dan dari beliaulah menjadi wasilah saya ketemu dengan Ustadz Abu Sangkan. saya tambah senang lagi melihatnya. bisa share. Sebab kediaman Haji Ramos ini unique. Saya bahagia. Ternyata memang para santri benar bahagia. Barangkali inilah salah satu balasan Allah untuk saya dan keluarga saya. saya rasa. Para santri senang. sehingga menjadi hadiah yang tidak terkatakan buat saya besarnya. di antara percakapan kami adalah tentang Baitullah. Saya bahagia. “Jangan kebetahan ya. Diimami oleh mertua saya.

Maka sisanya 3. maka itu adalah udah diniatkan untuk sedekah. sebab mereka keluarga besar Daarul Qur’an. ada 9 bulan kesempatan kita untuk “menabung” untuk “sedekah”. ya bayarkan saja sekarangsekarang ini. Besar ga biaya umrah berlima? Kalau tujuh puluh lima juta rupiah? Dijawab. Kalau mau ringan.5jt. Ya. kata saya. adalah perkalian 10% dari 75jt. Saya melihat para jamaah dah kaget dengan kalimat saya. Yakni pasang niat untuk bersedekah 7. tapi izinkan berangkatkan saya dan seluruh keluarga saya ke tanah suci. Jika konsisten menabung dengan hanya 800rb per bulan.5jt ini karena-Mu ya Allah.5jt.5jt lagi.5jt lagi ini dicicil dah selama 9 bulan. bersama rombongan besar para santri dan keluarganya. insya Allah juga berangkat. sekeluarga.tidak akan bisa istirahat sampe shubuh.5jt nya lagi. sudah terbiasa dengan “hitung-hitungan” sedekah.5jt. tahun depan. Berapa? Per bulan “hanya” 800rb saja. sudah akan ada rizki khusus umrah sebesar 75jt. pun Allah masih menyediakan cara yang lain. Tapi saya katakan. Ibarat kredit 7. Jumlah angsurannya akan mengecil. “Hanya lebih kurang 375rb saja. hanya perlu dana 7. Umrah Juli 2009. Di mana 7. “Bagaimana kalau saya katakan kepada Saudara semua. atau apa. Panjer duluan. Kemudian tambah dengan doa dan ibadah yang benar. Misalnya 4jt. kita minta diingatkan oleh Allah. maka pada bulan Juni tahun depan. misalkan ada dana tabungan sebesar 7. DP-in aja berapa. alias dicukupkan dengan sedekah yang 4jt tadi. Jika bener-bener tidak punya apa-apa. Cicilan sedekah. 3. he he he. Insya Allah.5jt itu dikeluarkan sebagai sedekah kita jika kita ingin pergi umrah berlima (asumsi pergi umrah plus oleh-oleh. Misalkan emas. Disebut hanya perlu 7. hasil dari kumpulan tabungan dan jual-jual barang.5jt saja. sama dengan tujuh puluh lima juta. saya mengajak semua menabung sedekah untuk umrah. jual-jualin beberapa barang di rumah andai tidak ada uang 7. Artinya. ibadah umrah bareng. sedang umrahnya baru Juli tahun depan. besar. Sisanya baru dicicil. sebesar Rp. Gitu doanya. Insya Allah berangkat . Bilang sama Allah. andai ada rizki 7. Kalau ga mau bayar yang 3. berapa orang anaknya? Beliau menjawab tiga. Ga kudu 75jt”. Berarti lima. bahwa untuk berangkat berlima. ya Allah aku sedekahkan 7.5jt andai Allah beri rizki. Nanti saya pecah-pecah deh tulisan ini terus. Dan memang besar. cukup dibantu dengan merajinkan dhuha dan minta sama Allah. dengan kemudahan biaya dari-Mu.5jt sekaligus. Lima dikali lima belas juta. Di kediaman Haji Ramos dan di hadapan para wali santri dan santri. 15jt/orang).5jt. hingga saya juga kepengen bercerita tentang perjalanan religi ke Baitullah. Insya Allah pasti berangkat dah. Kalau mau cepat. mengisi liburan Juli 2009. karena sekarang masih bulan September. Bahkan. Saya tanya Haji Ramos.

Alhamdulillah. Bagi-Nya. Tapi lebih dikarenakan dia tidak di dalam masjid/mushalla/tempat shalat. katanya mau istirahat ya? Iya. Ini adalah juga bahagian dari implementasi tauhid. ikhtiar kita hanyalah adab saja. shubuh ini sudah masuk juz ke-8. dari kita untuk-Nya. sebab sekalian bantu-bantu istri yang menyusui dede bayi. Ok. Bicara tauhid. Allah tidak perlu dengan segala rupa ikhtiar kita. Yah. udah jam 02. habis ini mau shalat. Wong sekedar percaya bahwa Allah akan memberangkatkan umrah di Juli 2009. Selamat mengikuti. 3 Esai ini saya sertakan sebagai lanjutan esai sebelumnya. Banyak di antara kita yang tidak bisa menjawab panggilan azan.04. bukan karena dia tidak mendengar. bolehlah kita sebut “Allah sedang mengabsen kita”. lalu istirahat. Sebelum sahur dan istirahat. ini pun menambah kebahagiaan tersendiri. alhamdulillah. Lama ya? Ya. Tidak berpengaruh andai keputusan-Nya sudah diturunkan untuk kita berangkat. Supaya bisa ngimamin di pondok. Loh. Ketika diabsen sama guru. maka sungguh akan benar-benar berangkat. judulnya: # Menjawab Panggilan # Budek ya? Dan # Tidak Bergegas. . saya sertakan 3 esai Kuliah Tauhid. ketika azan memanggil. nyahur. ibadah saja. dan menyelimutkan kakinya yang katanya berasa dingin. satu demi satu anak menjawab: Hadir pak! Sesungguhnya. Saya sempetin mijit kakinya istri dulu.juga. dengan jawaban yang jujur. bicara keyakinan. *** Jawab Panggilan Apakah kita termasuk yang dipanggil-Nya? Apakah kita tahu bahwa kita termasuk yang dipanggil-Nya? Apakah kita termasuk yang memenuhi panggilan-Nya? coba marilah kita jawab bersama.

Allahu akbar. kita senang. atau sedang menggambar. Yang begini ini sebab muadzdzin mengucapkan kalimat Allahu akbar. Dan sebaliknya. dia nyahut. jawaban yang lain. Tapi kita tunggu beberapa lama. masih di perjalanan. Bayangkan Allah sedang mengabsen saudara. Kecuali hayya ‘alashsholaah dan hayya ‘alal falaah. Allahu akbar. tapi tidak kunjung datang. maka kita sungguh akan senang bila kita memanggil anak kita dan anak kita menjawab panggilan kita. dia yang sudah nyahut. Sebab sibuk dengan gitar atau asyik dengan menggambarnya. Akhirnya kita samperin. Dan sekarang bayangkan juga betapa sedihnya hati kita bila kemudian Allah mengabsen. sama dengan kalimatnya muadzdzin. masih di kantor. kita akan sebal manakala kita tahu anak kita mendengar panggilan kita. masih meeting. kita kemudian menjadi tidak senang. Rugi betul kita ini. Ada juga anak yang menjawab tapi seperti tidak menjawab. Dan sebagai orang tua. dan adakalanya dia lebih peduli dengan kegiatannya. Kita panggil. Subhaanallaah. Begitu kita . Lalu dia tidak nyahut lagi. Kiranya. Pada saat anak kita menjawab panggilan kita. Sebagai orang tua. masih makan minum. meski namanya sama. tentu dia tidak akan menyahut. Kita panggil lagi. dan dia dengar dari luar kelas. Dan bila anak kita tidak menjawab panggilan kita.Ibarat anak yang sedang diabsen gurunya. lalu anak segera bergegas menuju kita. demikianlah juga adanya analogi azan dan jawaban azan. Misalkan anak kita sedang main gitar di depan rumah. *** Budek Ya… Bila kita punya anak. Sebab dia tidak berada di kelas itu. Indah betul rasanya bila kemudian kita bisa menjawab: Allahu akbar. adakalanya kita memanggil anak. namun ia tidak menjawab panggilan kita. tapi kita masih di pasar. hal yang biasa bila kita memanggil anak kita. lalu saudara mengacungkan tangan: “Saya sudah di sini ya Allah…”.

Saya menulis ini pun sesungguhnya adalah juga termasuk yang disebut ini. masih terima sms dan mengirim sms ke sana kemari. kita sering melihat. kelakuan kita pun ampuuuunnn dah. Tidak mencerminkan sedang ditunggu Allah. Lihat saja. Ada yang mengeluarkan bajunya padahal sudah rapih sebelum masuk masjid. . Panggilan kita dianggap mengganggu mainnya. udah ashar lagi aja…”. mengganggu aktifitasnya. kita akan bertambah senang bila anak kita bukan sekedar menjawab panggilan kita. langkah kita adalah seperti bukan langkah yang mengenal Allah. Begitulah kita terhadap Allah.samperin. adalah kelakuan kita. Ada juga bahkan anak yang tidak sedikit kesal karena dipanggil sama kita orang tuanya. ketika dipanggil oleh-Nya lalu kita tidak bergegas memenuhi seruan-Nya? *** Tidak Bergegas… Jika kita memanggil anak kita. Ada yang mengendorkan dasinya. dan jalan dengan teramat slow. sebab dia buang air kecil sebelum wudhu. Lihat saja kelakuan kita. kalau sudah siap sebelum azan. Ada lagi orang yang jalan menuju Allah sambil ngobrol cekikikan. dua puluh sebelumnya. Dia jadi celaka. Itulah sebab ia tidak merapihkan lagi pakaiannya. kita pun kadang suka begini. kita masih “tega” merokok dulu. Seakan-akan benar-benar kita tidak tahu siapa yang sedang menunggu kita. Coba. di teras. tapi bergegas memenuhi panggilan kita. barulah kemudian anak kita berdiri dan meninggalkan kegiatannya. Astaghfirullah. Khusus perihal shalat. Masya Allah. Di pinggir masjid. Ada lagi yang sudah komat. Misalkan sepuluh menit sebelumnya. Ada yang kemudian sampe mengganggu jamaah yang laen sebab lupa dimatiin suara HP nya. apa kira-kira perkataan Allah kepada kita. Sudah mah tidak bergegas. Tidak jarang kita dimudahkan Allah untuk berkaca tentang kelakuan kita dari melihat kelakuan orang lain. Ada lagi yang kemudian tidak merapihkan pergelangan lengan bajunya. kita lalu berkata begini ke anak kita: “Budek ya…. Terhadap anak yang tidak mendengar panggilan kita. Kelakuan manusia sekitar kita.”. Jika demikian. sebagian kita malah berkata begini: “Ya Allah. kan kejadian-kejadian seperti tadi tidak akan ada. menghabiskan batang rokok yang masih tanggung kita hisap belum habis.

Ntar dokternya malah pergi lagi. Tapi kalo iya. Dan sering juga akhirnya shalat di akhir waktu. Takutnya telat. urusan shalat itulah urusan tauhid. sebagaimana itulah kita bertauhid kepadanya. Di sana ada tempat shalat yang bersih. Memang ada urusan lain di urusan shalat. Tanda kantuk yang tidak ditahan. shalat di sana saja dah. yang punya jalan adalah Allah. Sebab buat saya. Nah. tapi semua bermula dari sini… Dari shalat… Permohonan maaf kepada para peserta sebab kemaren sempat kosong tidak ada materi. . coba-coba dah sambil smsan. sama klien. Masih belum terlambat. Ini. persoalan shalat adalah persoalan tauhid. Kalo ga begitu. Sehingga kalau mendahulukan Allah. Alhamdulillah pagi ini kita ketemu lagi. bagus. Dan saya menyuarakan agar sebanyak-banyaknya orang juga begini. saya ga begitu dah ustadz. dan mendengarkan dengan seksama. nguap. Saya mengincar pom bensin di menjelang Mal Puri. Diberitahu bahwa dokternya hanya sampe jam 13 saja. kita bisa konsentrasi dengan hebat. Saya yakin. Sebab tauhid kan sederhananya: Mengenal Allah. kadang suka timbul pikiran begini. kalo ga ditegur kita ini? Kalau sedang rapat sama pimpinan proyek. Insya Allah pembahasannya masih seputar shalat. Saya belajar seperti ini. niscaya jalanan akan dibuat lenggang oleh Allah Pemilik Jalan. nguap aja. urusan shalat nomor satu. Datangnya juga terlambat. Akhirnya malah kadang terlambat semua mua. mbok ya mikir. Persoalan Tauhid Bagi saya. Kemaren pagi jam 11 saya nemanin istri saya check-up kami punya baby di rumah sakit. Ketika kita menghadap pimpinan. Alhamdulillah. Dan alhamdulillah malah nyampe jam 12.40-an. Subhaanallaah! Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Menunda Dunia Untuk Allah KDW0115 Seri-15 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Shalat Cermin Tauhid Persoalan Shalat. Lalu bagaimana kualitas shalat kita. Saya menikmati benar mendahulukan Allah ini. Betul-betul waspada di urusan shalat.Ada yang berkata. ketika makmum.

membawa surat interview. sebagai kelanjutan bicara-bicara ini. di dalam pesta perkawinan. memang bertuhan namun sebenernya masih perlu dipertanyakan lagi ketuhanannya. soal shalat. Subhaanallaah! Padahal jam 11 kan masih jauh? Masih 1 jam menuju waktu shalat. ia dipanggil jam 11. di gedung-gedung. Selamat menikmati esai-esai pendek. Sebab di surat interview itu. Namun.00. wuh. Robbij’alnii muqiimash sholaah wa min dzurriyyatii. Persoalan shalat sebenernya dijadikan Kuliah Dasar tersendiri. Ia gelisah. karena bagi saya ini persoalan yang mendasar. Juga mudah mendistribusikan lagi kepada yang lain sebagai perpanjangan dakwah saya dan kawan-kawan. kayak ga ketemu shalat tepat waktu di sini. jadikanlah aku dan anak keturunanku sebagai orang-orang yang menegakkan shalat… *** Menunda Dunia Untuk Allah Ada hadiah dari Allah buat siapa saja yang mementingkan diri-Nya Si A. Amin. . Ok. Sebab seperti ga kenal sama Allah. mari kita lanjutkan pembahasan seputar shalat. peserta KuliahOnline. Dia ini orang yang terbiasa tepat waktu. Contoh. Percuma juga kita bicara Allah bila kemudian urusan shalat kita berantakan. di perkantoran. Saya pilih juga cara penyajian dengan esai-esai pendek agar peserta mudah mempelajari dan memahami. Rawan apaan? Rawan untuk tidak bisa mempersiapkan diri shalat tepat waktu. ya Allah ya Tuhanku. maka ia dijadikan sebagai bahagian dari Kuliah Tauhid. sedikit sekali yang betul-betul memerhatikan shalat sebagai cerminan bertauhid yang benar.Begitulah Saudara-saudaraku. Jam yang rawan bagi dia. Kalau dilihat perilaku manusia-manusia di Indonesia ini. kecuali segelintir saja. Di mall.

pertanyaan itu jelas ia jawab.” katanya kepada resepsionis. baru “sudah menjelang”. Di mata si A ini. Lihat ya. atau di jam berapa wawancara bisa dilaksanakan. bukan sudah datang.” “Oh… Silahkan… Nanti saya beritahu Bapak. Jam 11 kurang dia sudah sampai. Sampe jam 11. Betul: Batal. Aman nih. Pikiran ini betul-betul mengganggu si A ini. jawabannya jelas: Batal. Itu kalo dia prediksi wawancara bisa berlangsung tepat waktu.30-an ga kunjung ada kejelasan apakah wawancara bisa dilaksanakan atau tidak. kemudian dia tetap memutuskan untuk datang. saya izin dulu ya. Nanti saya balik lagi. Tapi apa yang terjadi? Ternyata si penginterview dipanggil oleh direksi. Dia catatkan namanya untuk interview. Bagaimana kalau pewawancara telat. Atau ia datang di urutan wawancara nomor ke sekian? Atau wawancara akan masih berlangsung sedang waktu shalat sudah menjelang. “Mbak. Masya Allah.” “Mau shalat dulu. “Bawa aja tas nya. Emangnya mau kemana? Bapak sebentar lagi barangkali datang. Tapi karena dia butuh pekerjaan.Iya. Saya titip tas di sini. Dia memilih tidak wawancara bila wawancara itu dilakukan di jam 12 lalu mengganggu jadual shalatnya.” . atau bahasa lainnya. Ternyata hanya dia seorang.

“Yang ngimamin shalat itu. malah Allah dudukkan dia dalam posisi yang sangat mulia. selepas shalat ba’diyah. Bagaimana lalu dengan awawancaranya? Ya sudah tidak perlu diwawancara kali. *** Sesampenya si A di ruang mushalla. “Kita tunggu beliau selesai shalat sunnah. malah si A itu diajak makan siang bersama. bahwa dia bisa mengalahkan interview untuk dapat azan dan shalat zuhur berjamaah. Alhamdulillah. adalah direksi. Ada rasa kebanggaan di hatinya. Pertemuan di mushalla. Bapak ini sudah datang dalam keadaan berwudhu. Sedang yang mewawancara pun nampaknya memiliki jabatan yang cukup tinggi di kantor tersebut. Satu shaf. Sebab baru jam 12. dan dalam keadaan wangi. pikir si A. Berdirilah yang tiga orang tersebut. Dirut kita. bukan pegawai sini ya?” tanya salah satu dari yang tiga orang tersebut.08. “Saya saja Pak yang azan. azan. Ditemani oleh dua orang lagi di sebelahnya. datang seorang bapak. Sebab si A tidak melihat ada tanda-tanda bekas air wudhu baru. Bersih wajahnya. belum ada orang. zuhur jam 12. kemana yang azan? Koq belum azan nih?” cetus lagi yang satu. Seolah-olah mereka mendampingi si A ber-azan. tapi belum datang saatnya azan. Sungguh beruntung si A. sambil melihat jam. Dalam keadaan rapih baju dan celananya. Ini malah dipersilahkan dan akan dibantu untuk memberitahukan ke pewawancara. Ia jaga shalatnya. Rupanya ia bersama-sama sang pewawancara.” kata si A.Alhamdulillah. “Iya Pak” “Eh.” katanya datar. dan azannya si A. Kira-kira jam 12-an lewat. Selepas azan. Juga dalam keadaan sudah berwudhu nampaknya.50. si A. Sebab mushalla sudah keburu ramai. “Mas.” Singkat cerita. “Mas yang akan diwawancara oleh saya ya?” Kagetlah si A. saat itu. Dua dari yang tiga. si A tidak sempat lagi bicara-bicara dengan tiga orang tersebut. Berseri. Kirain akan dimarahin. pundaknya ditepuk oleh salah satu dari yang tiga. . sambil menunggu azan selesai. Hanya. sudah menyelesaikan wawancara.

dengan usahanya. subhaanallaah. Untuk ruku’ dan sujud. Waktu istirahat kita di pertengahan malam. Jam sibuk-sibuknya. Wuah. kita bisa memotong menghadiahkan waktu yang berharga yang kita miliki. maka Allah akan mengaturkan hal-hal yang terbaik buat kita. Traffic lagi tinggi-tingginya. buat Allah. Ketika .Alhamdulillah. tidak sedang bermasalah. Jam zuhur. waktu terbaik untuk-Nya. Para Peserta Kuliah Online yang budiman. Masya Allah. 2. Agar anak-anak menjadi anak-anak yang saleh salehah. Suasana pun barangkali sedang nyaman. sehat dan diampuni Allah. Bukankah sejatinya semua punya Allah? Berikut ini kira-kira waktu terbaik kita: 1. Karena lelahnya mencari dunia. Bukan. kita lalu tidak bisa bangun malam. Dan masih banyak lagi lah. dan DIA Maha Mengetahui apa yang akan terjadi. kita lalu berat untuk bangun malam. kita malah tahan dulu barang sebentar untuk menegakkan shalat shubuh. Tidak mudah loh menerapkan hal ini. bimbingan. Untuk bangun malam. Atau karena banyaknya dunia yang di tangan kita. Kita ajak anakanak dan istri. dan atau di sepertiga malam. Agar orang-orang tua kita panjang umur. Ketika manusia langsung ngebut dengan pekerjaannya. Memohon bimbingan-Nya agar kita tidak kelelahan dalam menjalani hidup ini. Pintu rizki pun di tanganNya. Tidak sedikit yang tidak mampu mengorbankan waktu tidurnya. *** Memberi Jam yang Terbaik Allah begitu baik sama kita. Waktu pagi. kalau kita hidup dalam aturan Allah. ketika manusia langsung berburu dunia. di mana ketika orang sedang sibuk-sibuknya. memberikan waktu terbaik kita buat Allah. Kalau bisa shalat shubuhnya di masjid. Dan sebelumnya. Allah Maha Mengendalikan dunia ini. memuji Allah dan memohon pertolongan-Nya. kita korbankan dulu barang sedikit untuk menegakkan shalat dhuha. mintalah bantuan. agar bisa memberikan kepada Allah. dan pertolongan Allah. Jadilah orang yang berbahagia. Makanya. Subhaanallaah. 3. di dua pertiga malam. ini berat. dengan kesibukannya. Sedangkan kita…? Judul di atas bukan bermaksud memberi hadiah jam tangan. Bukan di tangan siapa-siapa. Maksudnya.

datar. dan menekan shortcut number yang tersambung ke ruangan Pak Helmy. Bos besar ngangkat telpon. Tanpa ada nada suruh cepatcepat. Lalu.pelanggan lagi banyak-banyaknya. maka jam 18 mampir ke masjid. Jam pulang. “Pak Helmy. dengan shalat ashar. Subhaanallaah. perintah bos besar. atau bukan? Dalam kehidupan sehari-hari. dan tidak ada juga perintah untuk bersegera. kalau kita jadi Pak Helmy. jiwa kita. Banyak manusia yang terjebak di kemacetan. Tapi insya Allah yang begini ini yang kelak akan Allah istimewakan. karena berburu pulang cepat. pembeli internasional. Akhirnya tetap saja kemaleman karena memang macet. Insya Allah akan saya banyak tulis di website. Atau syukursyukur kita sekalian selesaikan isya. Perintahnya bener-bener datar. Akhirnya apa? Allah malah memberikan international buyer. Ga usah khawatir degan berkurangnya perniagaan. kenapa tidak kita tunggu saja sampe maghrib usai. *** Habis. Manusia mau lelah. ke ruang saya ya…”. untuk keseombongannya. mampir lagi jelang isya. kita ridho meninggalkannya demi Yang Memiliki diri kita dengan seluruh pemberian-Nya. raga kita. misalkan pulang jam 5. Kita Digaji Beliau Sih… Kita tidak pernah tahu dengan sungguh-sungguh darimana rizki kita berasal. Ketika jam shalat. baru kita pulang. karena itulah kita jarang mengistimewakan Allah. Kita segarkan batin kita. Sungguh banyak kemuliaan bacaan-bacaan habis ashar. Tapi kali ini cape dan lelahnya. Jalan lagi usai maghrib. Kalau tetap khawatir. buat Allah. Bukan seperti selama ini yang untuk dunianya. dengan air wudhu. mereka tutup. Kalau memang macet-macet juga. Lihat saja Mekkah dan madinah. apakah bisa atau tidak. Dan jalan lagi setelah shalat isya. Itupun dilakukan si bos besar ini tanpa menunggu jawaban dari Pak Helmy. dan lalu bicara begitu: “Pak Helmy. Kita segarkan diri kita. 4. Barangkali. Jam ngantuk. Repot memang. untuk perutnya. ke ruang saya ya…”. Bukan sekedar local buyer. mau cape. Dan bos besar pun tidak tahu juga barangkali siapa yang ngangkat telpon di ruangan Pak Helmy tersebut. untuk hawa nafsunya. Jam ashar. maka kita wajibkan diri kita . Jam macet. Apakah benar Pak Helmy.

Kita lalu merapihkan diri. dan bahkan seperti sudah menebak apa kemauan bos besar. Istri dari SBY. bila kemudian Pemilik Kesejatian Kedudukan. Kalau kita ditegor orang. sebab saya memang senang dengan Bu Ani SBY. Ini juga bukan cerita tentang seseorang yang membela SBY. karena kedudukannya. “Duuuh. lalu kemudian si sekretaris ruangan itu lupa menyampaikan bahwa bos besar memanggil. tidak kita hormati tidak kita hargai. Kelihatan tidak neko-neko. Masing-masing. kita ke ruangannya membawa datadata yang barangkali diperlukan. Luar biasa. Lalu. Maka kita akan menjawab. Ini hanya cerita seorang anak bangsa yang bangga sama ibu negaranya. Tapi menjadi tidak wajar. *** Ani SBY Adalah wajar menghormati dan menghargai seorang manusia. saya memprologkan hal ini. Dia yang menggaji saya. Kekayaan.untuk menyegerakan diri ke ruangan bos besar. Senang. Kalau kita jadi Pak Helmy. Begitu hebatnya “tauhid” kita kepada bos besar tersebut. umpama ternyata sekretaris ruangan Pak Helmy yang mengangkat telpon itu. Sebab dia kan bos nya saya. Ini bukan tulisan esai yang pro partai demokrat. Itu saja. Ok. Web Admin). maka marahlah Pak Helmy. karena kemuliaannya. Sederhana. istri presidennya yang berkuasa saat ini (SBY adalah presiden Indonesia saat tulisan ini dibuat. supaya bos besar senang. Kemuliaan. Saya bekerja di perusahaan ini sebab kebaikan dia”. dan bersegeralah dia meminta maaf kepada bos besar seraya menyampaikan bahwa dia salah. karena kekayaannya. Semoga Allah menyayangi kita semua. bagaimana dengan panggilan Allah? Bagaimana keadaan hati kita? Bagaimana keadaan diri kita? Bagaimana penampilan kita? Bagaimana sikap kita? Silahkan jawab sendiri. “Ya wajarlah. Tidak kedengeran bisnis . Dengan jawaban yang paling jujur dari sikap dan perilaku kita selama ini. segitunya kalo dipanggil bos…”.

Dan di pagi hari. Bukan sombong. Biarlah sistem yang bekerja. “Iya. “Pengawalannya ketat Pak!” kata salah satu panitia. menghormati Allah. jadi ga enak. Saya mendengar dialog ini. Maka diri ini berpesan kepada diri ini sendiri. engga boleh lagi ada yang keluar masuk 2 jam sebelumnya. Manusia lebih bisa menghargai manusia lain yang lebih kaya. Nampaknya sosok ibu dan istri yang baik. dia akan nyari saya. Yang Maha Kuasa dan Teramat Kuasa. barang-barang boleh masuk ke ruang pameran. kata yang satunya lagi. Supaya bisa mementingkan Allah. karena Allah menjadikan ini sebagai pelajaran buat saya. Tapi terhadap Allah. “Betul-betul diawasi”. lebih dari siapapun di dunia ini. he he he. Yang lainnya menimpali. pelajaran tauhid. ada pameran buku-buku di Dunia Islam yang pembukaannya saya diundang utuk hadir. Toh kalau panitia butuh. Pada satu saat. Dan katanya. *** . Lewat hati. hanya minta waktu sama kita untuk tepat waktu. Saya yang udah mau nerobos masuk. lebih menghargai terhadap mereka yang punya kekuasaan dan pengaruh lebih. Tapi lihat? Manusia lebih menghargai manusia yang lebih terhormat.yang macammacam. he he he. Saya bergumam di dalam hati. he he he. Kita tidak disuruh bersiap-siap yang berlebihan hingga kemudian kita malah melupakan dunia kita. bergetar di hati saya. Tidak menghargai Yang Maha Kaya. maka jadual baca doa. Itu kalau mau beruntung. Bu Presiden bakalan masuk ruangan. kita tidak repot? Nah! Coba aja lihat. seluruh penyewa ruangan pameran. dihadiri oleh Bu Ani SBY sebagai istri Presiden yang bakal membuka pameran secara resmi. Bagaimana dengan Allah? Bagaimana dengan kedatangan-Nya di waktu shalat? Allah. seyogyanya berkenalanlah dengan Allah. Ada pengecualian. Namun. Clear Area. Sebab apa? Ya sebab tadi. subhaanallaah. Untuk kedatangan pembesar negeri ini. manusia sudah dibuat repot. ya begitu dah bentuk penghargaan dan penghormatan kita. ya saya pulang. dan ini baru istrinya. Tidak mau melihat Yang Maha Terhormat. jadi berantakan. Kalo saya pulang. jam 11 semalam sebelumnya. Manusia. Justru lantaran senangnya. insya Allah wajah saya diberi keleluasan untuk masuk. ga boleh lagi masukin barang sejak jam 11 malam tadi”. Tulisan ini menjadi ada. Kita tau sendiri bagaimana bentuknya. tinggalkanlah jual beli. Tapi saya tahan langkah saya ini. menghargai Allah. Kenapa ya kalo yang datang Allah. Kita hanya disuruh pada saatnya menghadap. Dan ini bukan tulisan yang menyatakan ketidaksenangan dengan beliau. tinggalkanlah perniagaan. Yang Teramat Kaya. Coba saja saya dilarang masuk.

Jangan sampe kemudian kita merasa “aman-aman” saja. Gelisah apa? Gelisah tidak bisa shalat tepat waktu. Kalau kita tiada gelisah dengan kondisi buruknya shalat kita. Artinya. kitalah yang datang duluan. Banyak manusia yang resah dengan masalahnya yang belum juga selesai hingga di hari itu. sampai kita tidak tahu jawabannya apaan. Tapi siapa yang mampu gelisah sebab khawatir shalat tidak tepat waktu? Sebuah keutamaan adanya bila kemudian kita datang ke tempat shalat. Di mana kita ketika waktu shalat tiba? Pertanyaan ini kita tanyakan kepada diri kita. maka Allah akan berikan kegelisahan itu di hati kita. Bahkan tidak gelisah sama sekali ketika jam shalat sudah mau habis. sedang kita masih di jalan tol misalnya… bersyukurlah bila kemudian dikarunia hati yang gelisah. Ya. dan kita tahu siapa yang bakal turun ke langit dunia (yaitu Allah). Kan banyak tuh orang-orang yang gelisah tapi ga tahu kenapa dia bisa gelisah? Maka coba aja jajal koreksi dari sisi ini. Adem rasanya. *** Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Fadilah Iman Kepada Allah Keutamaan Keyakinan Terhadap Allah KDW0116 Seri-16 dari 41 seri/esai . dan gelisah kalau tidak ada tanda-tanda anaknya bakal datang.Gelisah Bilakah kegelisahan menghilang dari kalbu kita manakalah kita mengabaikan waktu shalat? Bila datang sebentar lagi waktu shalat. tapi waktunya azan belum lagi datang. Banyak orang tua yang gelisah dengan keadaan anaknya yang sudah makan atau belum kalau anaknya pulang terlambat. banyak manusia yang gelisah dengan pendapatannya hari itu. Kalo kita menjawab. Banyak manusia yang gelisah dengan proyek-proyeknya hari itu. menyiapkan diri untuk shalat. alhamdulillah kami sudah di dalam masjid # alhamdulillah kami sudah dalam keadaan berwudhu dan di atas sajadah # alhamdulillah kami sudah berjalan menuju masjid # maka bersyukurlah.

teori dasarnya. berbarengan dengan dibukanya pintu materimateri lain KuliahOnline. Suara Merdeka. Tapi sebelum kita lanjut ke materi selanjutnya. Gatra (khusus Gatra. maupun wawancara. dengan menabung bukan biaya umrah. Di mana saya mengajak wali santri untuk sama-sama umrah sekeluarga. siapa yang meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik. Saya hari ini mempersiapkan materi sambungan tentang perbaikan shalat sebagai implementasi awal bertauhid yang benar. Republika. 10. tapi baiklah saya akan jadikan ini materi Kuliah Tauhid saja. saya memperhatikan ada pertanyaan yang menarik seputar keyakinan (Bicara Tauhid Bicara Keyakinan). Meski belum waktunya. baik yang berupa dokumen lama yang bersifat tulisan. Inilah bahagian tauhid. Amin. 700x hingga lipatan pengembalian yang tidak terhingga. melainkan menabung sedekah umrah. maka Allah akan mengganti dengan yang lebih banyak. Insya Allah. Keyakinan terhadap janji ini adalah juga bahagian . website kita akan dilengkapi dengan kolom-kolom tulisan saya di media. tulisan lama). Banyak peserta yang meminta penjelasan lebih lanjut. Sindo. awal Syawal.File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Ada Ada Ada Ada - Tidak Tidak Tidak Tidak Peserta KuliahOnline. melengkapi esai-esai kuliah kita. Begini. Kemaren kan saya contohkan pembahasan mengenai Umrah Juli. bahagian dari mempercayai dan meyakini Allah. Poskota. *** Fadhilah Iman Kepada Allah Keutamaan Keyakinan Terhadap Allah Disebut bertauhid manakala kita bisa mempercayai janji Allah sebab meyakini bahwa janji Allah adalah benar. Mudah-mudahan tulisan-tulisan di media-media tersebut bisa bermanfaat. dan ragam tulisan di media lain. 2x.

Rp. keyakinannya terhadap Allah sudah menggerakkannya bersedekah. bagaimana bisa dirinya yang tidak ada siapa-siapa di rumahnya. lalu bekerja dan menunaikan keyakinan ini. Dia bersedekah di acara. Seorang ibu di Jember mengikuti tausiyah saya tentang janji Allah. Dia ragu menjawabnya. Pesan secara online via web kesayangan Anda ini. tahu-tahu buku itu udah di rumah.dari tauhid. Peserta KuliahOnline yang dirahmati Allah. Tapi dia menjawab. rizki itu dari ikan. Ketika ditanya buat apa modal lebih. ia kalahkan. . 5rb. atau dari Allah? “Dari Allah”. Buku terbaru saya: The Miracle. “Memangnya pasti tuh kalo modal ditambah. dan dia tidak bekerja. Selesai pipis. Kebenaran. banyak yang memiliki kesadaran bahwa tidak ada yang pasti di dunia ini kecuali aturan Allah. (Tunggu saja ya BelanjaOnline di web ini aktif. Tapi ini saja. akan beda rasanya. Ya saya tahu. sesungguhnya ini adalah pembahasan tentang tauhid. dia diberi Rp. dan Kekuasaan Allah. Dan keajaibanpun terjadi. dijawab supaya ada untung lebih. atau 10x lipat dari yang disedekahkannya. Sesampainya di rumah. Dan keyakinannya ini mengantarkannya pada rizki. tentang keyakinan akan Keesaan. Sekali lagi ini pengajaran tauhid. kepada mereka yang beramal tanpa keyakinan dan ilmu. tapi dia yakin sama Allah. Sungguhpun uang itu adalah untuk ongkos. Dan buku ini banyak berbicara tentang hal ini (tauhid). Dia pulang dengan jalan kaki sebab ongkosnya dipakai bersedekah. Ada seseorang yang tidak yakin dengan dirinya. “Allah punya sejuta cara jika sudah menghendaki sesuatu”. maka akan semakin hebat pengaruhnya pada diri kita. ya nambah untungnya Pak Ustadz. Supaya peserta bisa mendapatkan buku ini hanya dengan mengklik ujung mouse dan keyboard saja. Tapi ya ga tau dah. Yang membuat dia tidak yakin. untung pasti bertambah?”. lalu menjajal. *** Pernah ada kisah seorang tukang ikan datang meminta amalan agar bisa punya modal lebih. dia punya rumah dihampiri pengendara sedan yang sudah kebelet kepengen pipis. Ini saya sebut separuh keyakinan.50rb. Bahkan yang tidak punya keyakinan pun akan berhasil! Hanya saja. insya Allah ga kudu pake tambahan modal. ini bukan hanya pengajaran sedekah. “Minta saja sama Allah tambahan rizki. “Secara hitungan sih. Semakin kita mempercayai Janji Allah. begitu katanya meyakinkan dirinya sendiri. Esai berikutnya sungguhpun terlihat seperti pembahasan tentang sedekah. udah terbit. Saya lalu bertanya kepada dia. lalu bisa mendapatkan rizki lebih? Tapi dia memilih percaya saja kepada Allah. bisa sangat-sangat berhasil. Web Admin). Namanya juga nasib”.

Tapi mereka yang terbatas pengetahuannya akan sumber rizki sebenernya cukup dengan memiliki ilmu tauhid. ya tidak ada yang aneh. tapi anak muda ini memberi rizki tambahan. Dan hari ini terjawab! Begitulah kalau tauhid ini bekerja. Hanya 15 menit anak muda ini memakai motor itu. Karena Allah itu di mana saja. Saya menambahkan si tukang ikan ini. Tapi tidak sulit baginya mempercayai. diperlukan upaya. Kisah di atas bukan hanya bertutur tentang fadhilah . al Qur’anul Karim”. Hanya. Nah. karena percaya. Hanya orang-orang yang bisa memahami dengan akal dan mengimani dengan hatilah yang derajatnya akan berbeda. maka rizki itu bisa darimana saja. Terus. Dia kemaren bertanya. adalah sedekah. sambil mengembalikan STNK motor dan uang. maka sudah akan bertambah-tambah rizkinya. sebagaimana biasanya. bahwa dari situlah rizki si tukang ikan bisa terbuka. Keterbatasan pengetahuan seseorang akan sumber rizki menyebabkan rizkinya juga terbatas. Sehingga Bapak bertanya darimana kalau tidak nambah modal? Sebab Allah memang tidak perlu sebab untuk menambah dan menutup rizki seseorang. Peserta KuliahOnline. 50rb. dari mejanya. salah satu ikhtiar untuk menambah jalan rizki buat Bapak. hanya bisa melihat bahwa rizkinya ya dari usahanya. peristiwa ini bagi si tukang ikan amazing banget. apalagi amal kali. Kita melihat sebatas mata. Yakini saja bahwa Allah akan membukakan pintu rizki yang lebih banyak dan kemudian mau memintanya. ke persoalan keyakinan. Sulit bagi si tukang ikan ini memikirkan bagaimana bisa sampai terjadi penambahan rizki. Barangkali. Sedang si tukang ikan. tahu. jalan-jalan Allah itu tidak sebatas tambah modal sebagai jalan yang Bapak yakini sebagai satu-satunya jalan. Semua berdiri di atas Kehendak-Nya. “Bang. tukang ikan ini berjanji akan mencoba untuk bersedekah. Bukan akal. Esoknya. “Pak. “Silahkan. Bahkan jalan ini Allah yang memberitahu. makasih ya.” kata si anak muda ini. langsung lewat Kitab-Nya. Sebab mempercayai adalah menggunakan hati. Karena biasa. Sedang Allah tidak terbatas penglihatannya. darimana jalannya Pak Ustadz? Darimana jalannya jika tidak ada tambahan modal?” “Jalannya bukan nambah modal. Sore harinya (dia dagang pagi hari). “Yah. sebagaimana kita. Allah Melihat dari Asry-Nya sana. bahwa rizki di tangan Allah. minjem motor.rizki pasti nambah”. Ya. ini cukup baginya untuk bertambah rizkinya. Tidak punya spektrum yang lebih luas. yang si tukang ikan tidak tahu. Ada seorang anak muda yang biasa minjem motor. uang! Rp. ada kejadian. bahwa untuk menghadirkan Kehendak Allah inilah diperlukan ikhtiar. orang-orang yang beriman dan berilmu. maka sungguh.” kata si tukang ikan mempersilahkan anak muda ini memakai motornya. dia bersedekah 5rb. Nah. Tapi nambah rizki dengan jalan-jalan Allah”. darimana bakal bertambah rizki? Lalu dibawa ke persoalan tauhid. Allah lah yang mengatur kejadian ini. Keyakinan saja kita tidak punya.

“Suami udah pernah berangkat?” “Belum”. Terperanjatlah si ibu ini. tapi coba jajal yang satu ini. Itulah kita.” begitu tanya saya ketika dia mengutarakan akan daftar umrah. “Mana enak berangkat sendirian?” Ibu itu menjawab dengan senyumannya. manusia. “Uangnya ga cukup ya?”. Ustadz”. “Kalau percaya. “Suami?” “Belum”. Tapi karena saya bismillah buka travel bukan untuk bisnis semata. “Wah. bahwa persoalannya ada di uang. Beliau mengangguk. ga usah daftar umrah dah. “Tapi saya udah kepengen umrah. “Sendirian berangkatnya? Suami?. Pertanyaan darimana jalannya itu pertanyaan yang tidak bertauhid. . demi mendengar saya bicara begini. mana ada yang menolak rizki. biasanya pemilik travel umrah.sedekah saja. kalo gitu. Ibu percaya ga bahwa pergi haji itu bukan karena uang?” “Percaya”. ada seorang ibu mau daftar Umrah Ramadhan. darimana jalannya Ustadz? Ini saja boleh nabung dikit-dikit”. jalannya itu adalah jalan Allah. keutamaan tentang meyakini Allah. minta saja sama Allah supaya sekalian berangkat haji saja. Wah. Mintanya jangan tanggung-tanggung. Maaf ya. tapi tentang fadhilah iman kepada Allah. maka saya merasa lebih perlu memberi nasihat ibu ini bersedekah ketimbang menerima pendaftaran umrahnya. “Udah pernah ke Tanah Suci sebelumnya?” “Belum”. Sendirian. “Suami engga berangkat Ustadz”. “Iya. Minta berangkat bareng dengan suami”. Sebab pendaftar kan berarti rizki. Tahulah saya. *** 1 tahun yang lalu. Sebab orang mukmin tahu.

Bahkan lewat. . Allah bukakan rizki yang buanyak sekali. inilah tauhid. dia tetap memilih berangkat. kurang seru. dan satu lagi keuntungan buat perusahaannya. Sebab uangnya ga jadi dipake daftar. kita pake cara ini. Karenanya saya minta ibu ini bertaruh untuk menyedekahkan saja uang yang sedianya untuk umrah ini. Sebagiannya untuk pengembangan pembibitan penghafal al Qur’an. Maka menabunglah. berdoa sepanjang waktu shalat. jangan kenal lelah dan jangan berhenti. ya berangkat juga. 2 bulan sebelum Ramadhan. dan keuntungannya melampaui biaya haji. Tahun lalu. Masih ada waktu 10 bulan (pendaftaran terakhir Umrah Juli 2009. sebagiannya untuk anak-anak yatim dan dhuafa di luar pesantren Daarul Qur’an. Ia menganggap kelebihannya itu adalah pengembalian Allah atas sedekah uang umrah. Sebab sekarang ketika saya bercerita. Berceritalah dia termasuk di depan calon jamaah haji yang lain. Masa berangkat sendirian? Tidak ditemani pendamping hidup. 1 tahun berlalu. Cara yakin kepada Allah dan bersedekah. Dua-duanya sama-sama pekerjaan sunnat. Yang kita incer. Tapi jangan menabung untuk biaya umrah. terkait dengan persoalan umrah Juli tahun 2009 (saat esai ini ditulis masih 2008. Bersama suaminya! Tentu saja saya mengenalinya. Ibu ini setuju. di akhir Juni 2009). Tahu ga? Ibu tersebut ada di barisan orang-orang yang ikut manasik haji. Peserta KuliahOnline. berupa biaya haji berdua dengan suaminya. sudah masuk Ramadhan. bahwa Janji Allah itu benar. Ada proyek yang diamanahkan ke beliau. Umrah Liburan. Satu. Syukur-syukur mau bersedekah. Sedang saya ketemu dengan ibu ini di bulan Sya’ban. Melainkan habis buat sedekah. Dan murah meriah. Namun saya bilang. Kalau perlu berdoa dengan menambah jam-jam shalat sunnah. bicara tentang keyakinan. Tanpa dinyana. Saat ini September 2008. Diselenggarakan di Sekolah Daarul Qur’an Internasional (Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an) yang berlokasi di Kampung Ketapang.“Banyak Bu jalannya. Kalau kuat berdoa. begitulah saya pernah bertutur di KuliahOnline ini. *** Nah. dan kemudian ia masih mendapat bonus lagi 2. Jadi ga beliau Umrah Ramadhan? Tidak. 1 bulan sebelum Ramadhan. Uang USD2000 pindah tangan. Sebenernya kalau si ibu ini yakin. kita pernah bicara kan? Bicara tentang tauhid. Dekat dengan kediaman saya. Web Admin) . Menabunglah untuk “Sedekah Umrah”. masih lebih. ga berapa lama setelah ia sedekahkan uang umrah kemaren lusa itu. Dia pakai untuk biaya haji dirinya dan suaminya. Masya Allah. lalu di Tanah Suci dia berdoa yang sama.” Saya sarankan si ibu ini agar rela menyedekahkan uangnya. Juli 2009. travel haji umrah kami mengadakan manasik haji.

Kekuasaan-Nya. ibu. meyakini Janji-Nya. bahwa berdasarkan teori dasar siapa yang memberi satu akan mendapatkan 10. Dan saya tegaskan kembali. doa dan sedekah. keluarkan sekarang. Apalagi kalau ga berangkat sebab ga punya uang. *** Peserta KuliahOnline. memiliki kakak dan adik 2 orang. Dia akan memberi hingga 700x lipat atau bahkan lebih. rasanya tidak salah jika kemudian saya menyeru kepada seluruh wali santri agar memakai betul ilmu yang didapat ini. bahwa insya Allah pada saatnya nanti Allah akan memberikan rizki untuk mendaftarkan umrah sekeluarga. Iman kita tentang tauhid. keyakinan . Kemudian kalikan 10% dari total biaya itu.. ayah. Kalau punya uang. maka cicil saja. yang sebagiannya juga dipelajari insya Allah di KuliahOnline. 5 x 15 juta biaya umrah = 75 juta. dapet 10. permintaan kita. Bahkan saya menyeru kepada jamaah peserta kuliah. tempuh jalan tauhid. Hitung berapa anggota keluarga Anda semua. dan 3 orang anak. keluarkan 7. insya Allah akan terjadi apa yang kita yakini. Ketemu angkanya 750rb setiap bulannya.5jt. keluarkan saja 1. Bila ini yang diyakini. siapa yang sedekah 7. di Buku The Miracle. Bagi mereka yang punya 7. Kan masih ada waktu 10 bulan? Bagi saja 10 bulan. kalau diturunin pada kasus ini.5jt akan mendapatkan 75jt. Niatkanlah berangkat Umrah Liburan nanti. kita meyakini. Meyakini Allah. dan kalikan dengan biaya umrah. ini sudah melampaui bicara tentang sedekah. agar juga menerapkan ini. tidak masalah. keluarga ini terdiri dari 5 orang anggota. Kalau tidak punya uang. jangan sampai terjadi. Atau bisa saja Allah memberi lebih dari sekedar 75jt. Sebab Janji-Nya memang demikian. Maka. Tapi sudah jauh bicara tentang tauhid. Keesaan-Nya. Dan yakini. Bahkan. Tapi bagi yang tidak punya cash untuk sedekah sebesar 7.Saya katakan kepada wali santri saat itu (saat tercetus ide umrah bareng sekeluarga besar pesantren).5jt. kebesaran-Nya. tinggal daftar. siapa yang mau dapat 75jt. Kalimat ini sama dengan: Siapa yang mau dapat 10. Jangan ada yang ketinggalan. Bagaimana kalau tidak punya uang? Sedang saya punya mau semua wali santri berangkat bersama seluruh anak-anaknya. Artinya. Tempuh jalan meyakini Janji Allah. Insya Allah kita ketemu dah di Tanah Suci.5jt. Siapa yang mengeluarkan 1. maka didapat matematika seperti ini. Inilah tauhid. sekarang-sekarang ini. Cicil terus sampe bulan Juni. bahwa bisa saja Allah membayar lunas dulu target kita. ketika bicara ini. Santri bernama A. padahal cicilan sedekah kita belum lunas. Atau.

9 wedding anniversary kami. Benahilah shalatnya dulu. *** Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Pengaruh Kepada Urusan Yang Lain KDW0117 Seri-17 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Dimarahi Bule Allah Maha Baik. Kemaren. . Buktinya kami-kami yang datang sejak awal. Ini adalah landasan tauhid. Nyatanya ga semua ya. Kami waktu itu. tapi si Bule ini tidak nongol-nongol. bertanya-tanya di hati. Jadi. Mudah-mudahan panjang umur. Mohon doa dari semua peserta. bisa terukur. kami sampai di tempat yang dimaksud. 15 menitan kami tunggu di tempat itu. Sampe ketemu lagi besok. tetap saja kita harus memperbaiki shalat kita. katanya orang bule terkenal paling disiplin. th Baarokawloohu lanaa. saling berpandang-pandangan. ada jadwal untuk ketemu dengan satu relasi di sana. Sedari pagi kami sudah siap-siap. saya kembali mengingatkan. Dalam satu kesempatan pergi lawatan dakwah ke negeri Belanda. Beruntunglah di negeri Belanda itu sistem transportasi sudah baik. Maka besok insya Allah kita akan meneruskan kembali kajian tentang shalat dengan pengembangan pembahasan dari sisi tauhid.kita tentang tauhid. makasih doanya selama ini. tanggal 9 September 2008. Sudah lewat 15 menit pula. akan mengantarkan kita mendapatkan keajaiban-keajaiban Janji Allah. Salam. Dalam pada itu. bahwa bila semua ini mau berjalan mulus. saya dan beberapa kawan. nomor satu. Masya Allah. kami merayakan ulang tahun perkawinan kami yang ke-9. Doa dari Anda semualah yang juga turut sudah menjaga kami. utamanya bila Anda mau menjajal sesuatu yang besar-besar. Tempat dan waktu sudah ditetapkan. harus menunggu. Pada waktu yang telah ditetapkan. Tidak pernah Dia kecewa.

Lalu menyebut kira-kira begini. Dalam 5x sehari waktu shalat. Disuruh menunggu saja. ada seorang Bule. kalau yang ditunggu emang udah track recordnya selalu telat. Coba kalau Allah itu Pemarah? Duh. idih. lalu dia tidak bergerak. Akan bertambah sebal lagi. di antara kita ada yang sebel diabaikan. Cerita ini hendak memberikan gambaran. lalu menaruh dunia ini di bawah kepentingan pertemuan dengan Allah di waktu shalat? Kita aja kalo jadi orang tua. tidak enak. Tapi tetap saja dia marah! Kenapa engga teliti. ga ada khabar berita. cerita ini kan bukan ingin menceritakan siapa yang benar siapa yang salah. Kami sampaikan baik-baik bahwa kami sudah sampe sedari tadi. Wuah. Wah. padahal ini negerinya dia. seberapa serius kita menjaga tepat waktu? Seberapa niat kita menjaga waktu? Seberapa kita mementingkan Allah. Bertambah-tambah kekeselan kita. bila persoalannya adalah persoalan yang berat. kami tidak terima. Lalu kita ini gimana? *** Kita Marah Diabaikan Ketika kita membuat Allah menunggu kita. Dan benar. tempat yang dijadikan point-meeting itu ada dua. “Bangsa asia. dan ternyata memang dia. Kami salah identifikasi tempat. tidak mendengar. Bule itu curiga kami salah datang. Selidik punya selidik. habislah kita. bagaimana perasaan kita? Biasa-biasa saja? Atau gelisah? Masih seputar telat dan tunggu menunggu. bahwa subhaanallaah. Jangankan diabaikan. Lalu mencoba mendatangi tempat yang satunya itu. . Anak kita suruh mandi. Satu waktu. Tambah kesel lah lagi kita. dan dia tidak memberitahu bahwa tempat yang dimaksud itu ada dua serupa. kita sebel banget. kita jadi marah. lalu kita panggil anak kita untuk makan misalnya. Tambah kacau lagi. Ada di antara kita yang bilang begini: Ga enak menunggu orang. suka telat!”.Ga lama. Apalagi kalo yang ditunggu. Bule ini datang menghampiri kami. marah-marah. Allah itu benar-benar Maha Baik. Sekian menit kami tidak kunjung datang. Tapi ya sudahlah. “Misternya saja yang telat’. di sana dia ketemu kami-kami. begitu salah satu dari kami tanpa perduli dia ngerti apa engga. persoalan yang penting. Mukanya serius.

Sedang manusia itu ada dosadosa lain. di dalam Islam. hanyalah dia tidak shalat. Apalagi kalau yang telat itu banyak. dan merugilah dia. Maaf ya. Kita lalu menganggap dia sudah membuang waktu kita yang begitu berharga. tidak dianggap suatu kebaikan bila seseorang mengerjakannya tapi meninggalkan shalat. begitulah kita membatin. Kebaikannya di dunia. Dia hanya disebut orang yang berbuat baik. Ga adil dong Allah? Ga juga. Sudah jelas dia dapat keburukan dari keburukan yang ia kerjakan. Buat apa juga shalat jika masih suka nipu. penuh kasih. Tapi dia tidak shalat. bantuan kepada tetangganya ini tidak bernilai akhirat di mata Allah. Andai Anda adalah orang yang lebih penting daripada yang ditunggu. Bagaimana jika ada orang yang udah shalat kemudian jadi tidak baik. Ada seorang yang sama karyawan. Meskipun ia shalat. Ga ada tawar menawar. menjadi nampak ke wajah kita. masya Allah. Ini sekaligus menjadi jawaban sederhana atas perilaku orang modern yang mengatakan ga perlulah syariat-syariatan. kebaikan terhadap karyawannya itu tidak bisa ia bawa mati. Namun. jadi berantakan. akan bertambahtambah keburukannya. pikirannya fresh terus. Dia jelek. Maka. maka dia akan menuai kebaikan juga. Selanjutnya apa yang terjadi? Selanjutnya yang terjadi adalah kawan kita tersebut tidak lagi masuk ke dalam daftar hitungan kita. Ga perlulah shalat-shalatan. dua jempol dah kelakuannya. Di dunia dia dapat sunnatullah-nya. Yang penting berbuat baik. maka jeleklah seluruh amal dianggapnya. ha. Sangat baik. kemudian urusan kita yang lain. Bagaimana dengan Allah? Bagaimana kita selama ini bergaul dengan Allah? Inilah salah satu pentingnya kita mempelajari ilmu tauhid. badannya sehat. atau minimal gerutuan dan kekeselan di hati. sudah Allah aturkan sunnatullah-nya. dan setiap ia menemui kesulitan. Dan orang-orang seperti ini. . hidupnya tenang. bahwa siapa yang menanam kebaikan. marahlah kita bila kemudian murid pada telat datangnya. Andai Anda seorang guru. ia selalu ada jalan keluar. maka seluruh kebaikannya itu tidak bisa menyelamatkan dirinya. perhatian. Bahkan. tentu menjadi tidak masalah bila kemudian kita meninggalkan dia.andai gara-gara keterlambatan kawan kita ini. bila tidak shalat. Tentu sumpah serapah. Ga ngaruh. Ini kartu mati buat saya. maka baguslah seluruh amal yang lainnya dianggap. Padahal kita ini orang penting. ilmu mengenal Allah dari pintu shalat. Termasuk dosa bila tidak bertuhan Allah. dan datangnya satu demi satu. Anggaplah dia sering memberi bantuan dan makanan kepada tetangga. Shalat adalah pintu pertama amal yang dihisab. Kecelakaan dia. bagi saya ini juga clear. jika dia meninggal. Tapi tetap saja urusannya teramat menganggu. Jika dia bagus. Mengganggu pelajaran. Kita menjadi hati-hati bila kemudian mengadakan janji dengan dia. Sayangnya. yang penting berbuat baiknya.

Para pegawai yang kehidupannya biasa-biasa saja. bener. jadi berantakan.Sama dengan buat apa pake jilbab kalo kelakuannya konyol. Benahi shalatnya. dengan kualitasnya. Insya Allah kita akan seminarkan hal ini di pertemuan kopi darat ya. maka bagus juga kehidupannya. Dan ini sama bahayanya dengan tidak mengetahui. persoalan yang penting. Coba perhatikan kalimat di atas: Akan bertambah sebal lagi. kalau telat menyadari atau telat mengetahui. teramat besar kerugiannya. Sebab. tapi orang tersebut tidak diberikan kemampuan untuk merasakan ketidakberesannya. para pramuniaga dan kasir dan karyawan-karyawan bawah yang terkunci gajinya hingga berbelas belas tahun. Dan mereka ini . Sesiapa yang shalatnya bagus. Ada yang ditampakkan ketidakberesan hidupnya. bila persoalannya adalah persoalan yang berat. Bertambahtambah kekeselan kita. Konklusinya jangan dibawa kepada pembenaran lebih baik berbuat baik saja. hidup bakal berantakan. Atau. Loh. para kuli bangunan yang statis hidupnya. bila ada seseorang yang kemudian menemukan hidupnya berantakan. Banyak yang tidak tahu. atau minimal gerutuan dan kekeselan di hati. saya jawab. ada yang disembunyikan oleh Allah. sangat berpengaruh di kehidupan kita. Sesiapa yang shalatnya lempeng. Coba saja abaikan shalat. bisa jadi sebab mengabaikan soal shalat ini. tidak menyadari. Shalat. Gitu. maka insya Allah hidup pun akan tertata. menjadi nampak ke wajah kita. *** Pengaruh Kepada Urusan Yang Lain Shalat amat terkait dengan lain-lain hal di kehidupan ini. maka demikian jugalah hidupnya. lurus. Namun. tapi shalat dan pakai jilbab itu juga penting. sesungguhnya bukan disembunyikan. Tambah kesel lah lagi kita. maka demikianlah yang memang bakal terjadi. para pengusaha yang berjalan di tempat dan cenderung turun. kemudian urusan kita yang lain. atau pura-pura tidak tahu? Bahwa urusan shalat sangat terkait dengan urusan yang lain. dijamin. Coba aja buktikan. bahwa buat apanya iya. Tentu sumpah serapah. dan dia pun menemukan bahwa shalatnya memang berantakan. Bahasa agama mah. andai gara-gara keterlambatan kawan kita ini.

Biar gini-gini. adalah jawaban kebanyakan. Solusi dicari. shalat engga dibenahin. Kira-kira saya menjawab. Keluarlah kemudian nasihat yang kemudian saya populerkan. saya malah “dipenjarakan” oleh pengetahuan yang saya dapat u/ berlama-lama di atas sajadah. Terbalik”. Baginya. Ketika yang lain mengatakan jangan hanya doa dan shalat. Namun. Dan beliau tahu saya buyutnya Kyai besar: KH. didapatlah saya shalatnya sering telat. Alhamdulillah. Namun saya tahun 2003 itu malah digedor tentang shalat terus. ini tidak menghalangi Mu’allim Syafii Hadzami bertanya: “Shalatnya bagaimana?” Singkat cerita. semakin saya keturunan kyai. Datang ke kyai mana saja. mestinya makin tidak pantes shalat saya di bawah mutu. ntar dunia ngikut. Indah. Dan saat itu. “Benerin sajadah. tetap shalat”. Rupanya jawaban ini tidak memuaskannya. salah satunya. maupun shalat sunnah. insya Allah hidup akan jadi bener. Saya pun termasuk yang telat menyadari perihal shalat ini berpengaruh pada masa depan saya.terlambat mengetahuinya. saya berkernyit juga awalnya ditanya tentang shalat. insya Allah hidup akan lempeng. yang mengingatkan saya tentang shalat. ntar dunia malah ga kebagian”. entah itu shalat wajib. dan itu dianggap sebagai “ikhtiar” juga. Yang lain mencari solusi. Ya. Sama dengan Abah Anom yang juga mengakui buyut saya ini sebagai guru pribadinya. Lupain akhirat. telat itu sama saja dengan tidak mengenal Allah dan tidak mengistimewakan-Nya. Sebab ketika beliau kejar dengan pertanyaanpertanyaan lanjutan. atau yang biasa disebut “amalan”. Tidak sedikit yang memberikan wirid dan zikir. “Shalatlah. Bahkan di tahun ini saya mengenal istilah “mencari solusi di atas sajadah’. banyak kyai. . seakan hidup lagi di hati saya: “Benahin akhiratnya. oleh-olehnya senantiasa soal shalat. Mu’allim Syafii Hadzami almarhum. Jawaban saya. Beliau ulama betawi yang sangat masyhur. tahun 2003 saya berkenalan dengan soal kerapihan shalat. sama shalat engga lupa. Kita sudah membahasnya sedikit di beberapa esai kemaren bagaimana rupanya bila kita telat shalatnya. Masya Allah. Malah bahasa tepatnya: biasa telat. namun tidak mengoreksi soal shalat tamu yang datang mengadu ini. Muhammad Mansur Jembatan Lima. Saya datang kepada beliau. dan bagi kyai-kyai yang tinggi tauhidnya. Tahun 2003. jalan-jalan hidup dicari. ungkapan orang-orang tua dulu. Saya pun bahkan ditegur soal shalat sunnah ketika saya diketahui tidak rajin shalat sunnah (untuk tidak menyebut meninggalkan shalat sunnah). saya “ditugaskan” oleh hati dan pikiran saya untuk mencari Allah. Sebenernya. Sepusing-pusingnya. banyak ulama. seperasaan saya. Sebab beliau menjadikan buyut saya ini sebagai salah satu guru yang ditulis di dalam sejarah hidupnya. Lempengin sajadah. Setelah sekian tahun saya bergelut dengan kesusahan saya. Dan kelak ini akan berpengaruh pada Yusuf Mansur dewasa pasca masalah.

Sebab ga cukup kuat buat mengangkat derajatnya. Seperasaan saya. kenapa dia tidak pakai buat terbang! Nah. Yaitu lewat pintu shalat dulu. kenapa juga shalat saya ga bener. bagaimana shalatnya? Cukup itu sebagai indikator kejatuhan dan kejayaan kembali. Tinggi-tinggi saya belajar. burung apa yang punya sayap tapi ga terbang? Saya jawab. Ga dipake itu shalat-shalat sunnah. Tapi kemudian shalatnya tidak naik. Saya ditanya lagi. Udah tahu punya sayap. Ternyata saya salah. Maka di perjalanan berikutnya. Ada satu cerita yang saya geli bener dibuatnya. Lalu bagaimana mungkin kemudian disebut mengikuti rasulullah bila kemudian tidak berusaha mengikuti sunnah-sunnahnya? Sehingga bagaimana mungkin juga disebut mencintai Allah jika kemudian kita tiada menegakkan sunnah-sunnah Rasul-Nya yang karenanya kemudian dianggap cinta kepada Allah itu belumlah sempurna.siapapun ga pantes shalatnya rusak. susah. ukurannya karena saya dibesarkan di lingkungan kyai. Terhadap shalat sunnah. katanya. bila dikerjakan tanpa sunnah? Saya pun dihadapkan pada pemikiran lain berdasarkan firman Allah bahwa sesiapa yang mengaku mencintai Allah. Namun. Masya Allah. Saya lalu dihadapkan pada satu teori: bagaimana kalau disebut tidak menghidupkan sunnah? Bagaimana kalau disebut shalatnya tidak mi’raj? Tidak naik kepada Allah. burung onta. tapi kalau kita tidak kerjakan maka tidak akan dapat dosa apa-apa. yang ditanya tentang shalat wajib dan diperiksa pula shalat-shalat sunnah saya. baru kemudian bercabang ke pintupintu yang lain. selama ini yang saya pelajari sebelumnya. Jauh-jauh saya belajar. Akhirnya ketika saya jatuh. Sehingga wajar kemudian ada banyak orang yang shalat. Sebab pencariannya lewat pintu yang kali ini sudah benar. Saya ditanya. sebab ga punya sayap. . Dia tidak tahu dia punya sayap. Ash-sholaatu mi’roojul mu’miniin. begitu kata ulama yang saya temui. Salah. tapi kehidupannya ga berubah. di tahun 2003 itu saya berkenalan ulang dengan ayat-ayat dan haditshadits tentang shalat. Ga ditanya saya S2 di mana? Ga ditanya bagaimana manajemen bisnis saya? Ga ditanya. shalat sunnah itu ibarat sayap burung bagi shalat wajib. kalau burung yang tidak terbang padahal dia tahu bahwa dia punya sayap? Kali ini saya tidak jawab. “Burung males”. Begitu. Karenanya saya kemudian membuat Kuliah Dasar yang membahas tentang shalat di satu kelompok esai khusus tentang shalat. Saking pentingnya. Buku Mencari Tuhan Yang Hilang kemudian lebih membumi. shalat itu mi’rajnya seseorang yang beriman. tidak mi’raj. Insya Allah. perjalana tauhid buat saya. kudu ikut sama Rasulullah. Burung yang ga terbang padahal burung sayap disebutnya burung bodoh. Yang ditanya. kalau kita kerjakan kita dapat pahala.

Khususnya di awal-awal perbaikan seseorang. Dijawab oleh anak muda itu. Saudara-saudaraku Peserta KuliahOnline. Subhaanallaah. Hari selasa. Anaknya nolak disebut ga kerja. Sudah disebut di esai terdahulu. sambil berpesan bahwa lakukan apa yang ditulis di kertas ini. beliau seperti dihentakkan hatinya. Ada anak muda datang kepada saya. Terakhir mau saya katakan. Orang mengenal saya sebagai penganjur sedekah. Udah 32 tahun umurnya. dan pulanglah.Waba’du. Anak muda itu barangkali tidak menduga kalau yang saya tulis hanya soal shalat. Dan seutamautama doa adalah yang dipanjatkan setelah shalat wajib. Pintu apa? Pintu shalat. tentang orang-orang yang bersentuhan dengan urusan berkah dari perbaikan shalat. Saya sebut di atas. Lakukan ini 7hr ke depan dan kemudian balik lagi ke saya”. bolehlah saya mengira bahwa ibu ini pasti mendoakan terus anaknya. saya lebih senang menganjurkan perihal perbaikan shalat wajib dan penegakan shalat sunnah. tapi shalat kita belum kunjung kita perbaiki. Besok kita bercerita-cerita ya. Disebut bahwa anaknya ini udah kawin. Allah hadir dalam kehidupan saya. Melihat dandanan ibunya dan cara ibunya menenteng dia ke saya. segala sesuatu itu punya pintu. Tapi ga kerja. Ya udah. pelajaran ini sungguh sangat mendalam buat saya. Insya Allah. Ternyata beliau cerita. Dan jangan shalat kecuali berjamaah. akhirnya ya nyampe. he he he. Kata anaknya. Hidup saya pun meningkat. Dan sebelumnya saya tanya kepada dia sebelum saya tulis sesuatu itu. Ia mencari pekerjaan. iya. Malah kadang saya suka iseng. sebab pintu-Nya sudah saya buka. Dan kemudian rabu nya udah kembali padahal belum 7 hari. tapi Allah tidak ia cari. bahwa tidak boleh dilihat ini kertas kecuali sampe rumah. Ditenteng oleh ibunya. barangkali Allah berkenan datang secepat itu sebab ia juga punya ibu yang sayang dan perhatian. Ya. Sebab 3 tahun setelahnya saya memperbaiki shalat saya (Ya Allah. Ia menjawab. Di antaranya untuk soal konselingan. sering saya sebut percuma kita belajar tauhid. Sebelumnya saya guide. tidaklah disebut . alias hanya selang satu hari. “Bagaimana shalatnya?”. Selanjutnya itu anak dan ibu bercerita masing-masing versinya. Padahal aslinya. Pertanyaan yang saya tanyakan adalah pertanyaan yang ditanyakan kepada saya dulu. kejar saya. likulli syai-in baabun. “Iya apa?”. Ikutin kertas ini. belajar yang lain-lain di KuliahOnline ini. saya bilang. Jangan berjamaah kecuali sama sunnahsunnahnya. pas dah. wa baabut taqorrub ilallaahi ash sholaah. ia sudah mendapatkan pekerjaan.berantakan. Beliau kira-kira datang senen. Ustadz”. Ia ubah haluan. Engkau Yang Maha Mengetahui Lintasan Hati Hamba saat bercerita ini). Semangat bertauhid adalah semangat memperbaiki shalat kita. ga sesuai dengan kuliahnya. ini juga sangat berpengaruh buat saya. hutang saya lunas. Selama ini ia salah mencari. Dan pintu pertama untuk mengenal Allah pertama kalinya adalah shalat. “Iya. “Jangan tinggal shalat. kelak. Saya kemudian mengambil kertas dan menuliskan sesuatu di kertas itu.

Mudah-mudahan Allah senantiasa memperbaiki amaliyah harian kita.bagus tauhidnya. yakin. Esai ini seadanya memang saya ambil. Yang lain menyebut ”tidak ikhlas”. saya lebih memilih menyebut ”saking percayanya sama Allah lalu saya melakukannya”. saya perhatikan kemudian muncul banyak pertanyaan dari Peserta KuliahOnline tentang ”Ikhlas tidak ya kalau kita bersedekah sebab mengharap imbalan?”. Yang lain menyebutnya ”tidak ikhlas”. Soal keyakinan. Sebenernya ini soal klasik yang sering ditanyakan oleh jamaah. bila kemudian soal shalatnya rusak. khususnya shalat kita. yang saya ambil seadanya dari buku terbaru saya yang judulnya: ”an Introduction to THE MIRACLE”. Yakin dan percaya akan seruan Allah dan Rasul-Nya. saya selang dulu dengan esai tentang keikhlasan dan doa. nurut sama Seruan Allah. Mudah-mudahan bisa menjelaskan tentang perbedaan antara ikhlas. saya lebih kepengen meyakininya sebagai sebuah keutamaan jalan sebab yang memberikan petunjuk . Dan yang lain menyebutnya sebagai pamrih atas ibadah-ibadah yang dilakukan karena dunia. Silahkan saja direnungkan. Yakin dan percaya akan Janji-Janji Allah. saya lebih memilih menyebutnya ”berharap sama Allah”. soal kepercayaan. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Tidak Ikhlas? KDW0118 Seri-18 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Ikhlas? Di esai Bicara Tauhid Bicara Keyakinan. dan di sampel ”sedekah mengantarkan umrah”. serta doa. Baiklah. Buat saya ini adalah soal Tauhid.

” Orang-orang seperti ini nih yang saya bingungkan. kata Luqman.” Atau. al-Baqarah: 186) Suatu hari Luqman “bingung”… “Kenapa ketika seseorang ibadah kepada Allah. saya terus mendorong kawan-kawan WebOnline untuk menyempurnakan BelanjaOnline agar peserta langsung bisa mendapatkan buku aslinya.. tahajjud saja. Masa sih sedekah karena pengen sesuatu. Tunggu dah besok ya. “Sedekah-sedekah saja. “Ibadah-ibadah saja… jangan minta-minta sama Allah. jangan tahajjud sebab pengen minta ini minta itu sama Allah. . Salah tuh. *** Tulisan Ini Bukan Memaksa Anda Meminta kepada Allah “… Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku. memangnya siapa yang mengatakan enggak boleh minta? (+) Ya orang-orang. tapi sekalian nyuruh beli. (-) Orang yang mana? (+) Ya yang mengatakan.” (QS. he he he..adalah Yang Memiliki Dunia yang juga menyuruh kita beribadah. Insya Allah besok saya akan naikkan esai yang judulnya: ”Ibadah: Jalan Rizki Utama”. Insya Allah besok masih saya cuplikkan bahagian dari buku tersebut untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ”ikhlas atau tidak ketika kita beribadah lalu berharap imbalan?”.” “Tahajjud. Waba’du. Ini bukan promosi. Selamat mengikuti esai-esai ini. malah lalu enggak boleh minta sama Allah?” (-) Loh.

sama dengan berdo’a. tapi di saat yang sama mengajarkan keburukan. (+) Meminta itu berdo’a bukan? (-) Ya. (+) Gini. jangan minta-minta sama Allah..(-) Loh.. Kita enggak berani ngebantah perkataan. Apa ini bukan kerjaan setan? (-) Wah. Tapi di sisi yang lain. itulah setan? (-) Maksudnya? (+) Ya setan’kan masuk lewat pintu ilmu. Tapi’kan begitu cara kerjanya setan. . seseorang tidak diperbolehkannya meminta sama Allah. enggak gitu sih. Satu sisi mengajarkan perbuatan baik harus dilakukan dengan keikhlasan.. “ibadah-ibadah saja. Gitu loh. Halus banget.” Iya’kan? Enggak berani? Sebab kalau berani membantah berarti tidak ikhlas? (-) Iya juga sih. (+) Guru saya pernah bilang.. kenapa kamu “menyerang” mereka-mereka itu? Bukannya mereka itu bagus? Dan mengajarkan kemurnian ibadah? (+) Ya. bagus-bagus saja. terlalu jauh tuh. Tapi kalau mengajarkan keikhlasan sambil menyekat hamba-Nya dari Allah. boleh enggak meminta sama Allah? (-) Boleh. Masa menyamakan mereka yang berpendapat seperti itu seperti setan? (+) Ya enggak sih. bila ada yang mengajarkan kebaikan. apakah masih bagus disebutnya? (-) Tapi siapa juga yang menyekat? Kan mengajarkan keikhlasan? (+) Apa coba sebutannya buat mereka yang melarang hamba-Nya meminta sama Allah? Apa bukan menyekat tuh? Memberi dinding antara seorang hamba dengan Allah? (-) Ya. (+) Enggak gitu gimana? (-) Ini’kan sekadar mengajarkan keikhlasan.

(+) Jadi... boleh nih berdo’a? (-) Ya, bolehlah... malah jadi ibadah. (+) Ok, malah jadi ibadah ya? (-) Ya... jadi ibadah. (+) Terus... boleh enggak seseorang yang tidak ibadah meminta sama Allah? (-) Maksudnya? (+) Boleh enggak seseorang yang tidak shalat misalnya, lalu dia berdo’a kepada Allah? (-) Boleh saja... berdo’a’kan tidak mempersyaratkan apa pun, kecuali sebagai akhlak. (+) Jadi, boleh nih, seorang preman misalnya, berdo’a kepada Allah? (-) Ya... boleh. (+) Walau dia tidak shalat? (-) Ya, boleh... meski dia tidak shalat, dia berhak berdo’a. (+) Lah, lalu kenapa orang yang menempuh jalan tahajjud, menempuh jalan sedekah, lalu jadi tidak boleh meminta? (-) Iya juga ya... kenapa jadi tidak boleh? (+) Situ sendiri’kan yang bilang... sedekah-sedekah saja, tahajjud-tahajjud saja, jangan minta-minta sama Allah? (-) Bener. (+) Padahal, mestinya kalimat yang benar itu begini... “tidak tahajjud saja boleh meminta, apalagi tahajjud. Tidak sedekah saja boleh meminta, apalagi bila bersedekah.” (-) Bener.

(+) Dari tadi bener-bener melulu? (-) Lah, memang bener. (+) Sekarang siapa yang bingung? (-) Ya enggak bingung... saya benar, situ benar. (+) Maksudnya? (-) Beribadah karena sesuatu’kan jadinya tidak ikhlas? (+) Yah, itu mah namanya kembali kepada pertanyaan semula. (-) Kembali bagaimana? (+) Yah, di depan’kan ditanya, boleh enggak meminta sama Allah tanpa ibadah? (-) Oh... dialog di depan tadi? (+) Ya iyalah... dialog yang tadi, masa harus balik lagi? (-) Jadi... gimana? (+) Ikhlas itu jangan dikaitkan dengan meminta. Bila seseorang meminta kepada Allah,

jangan dikatakan tidak ikhlas dong? (-) Lalu, mestinya dikatakan apa buat seseorang yang bersedekah lantaran dia susah? (+) Dikatakan kepadanya, “Dia menempuh jalan yang diberitahu Allah dan RasulNya.” (-) Oh... gitu ya? (+) Ya... begitu. Ketika Allah bilang bahwa Allah akan membantu yang mau membantu sesama, lalu ada seorang yang keluar dari rumahnya membantu orang lain karena dia kepengen kesusahannya dibantu Allah, Masa salah? Bukankah ini berarti dia mempraktikkan cara-cara Allah bila kepengen dibantu. Dan berarti dia dapat

pahala tersendiri, yaitu pahala menjawab seruan Allah, pahala nurut sama Allah, pahala percaya sama Allah. (-) Tapi’kan enggak bener dong. (+) Enggak bener pegimana? (-) Kok aneh ya, ibadah’kan harusnya murni, ikhlas? (+) Ya itu tadi... sebab pemahaman ikhlasnya kali yang salah. Mestinya ikhlas itu adalah tidak dikaitkan dengan do’a, dengan permintaan. Kasihan hamba-hambaNya Allah yang memang kepengen sesuatu dari Allah, dan Allah memang membuka pintu-Nya, dan murah memberi hadiah kepada hamba-Nya yang mau menegakkan ibadah. Lebih kasihan lagi kepada orang-orang yang tidak tahu bagaimana caranya merayu Allah. (-) Jadi, tetap disebut ikhlas nih, bila seseorang beribadah karena sesuatu? (+) Kalimatnya barangkali begini, orang itu punya tauhid yang bagus. Punya iman yang bagus. Karena percayanya dia sama cara yang dianjurkan Allah dan Rasul-Nya, lalu dia tempuh jalan itu. Gitu. Secara simpelnya, disebut tidak ikhlas itu kalau ia ngomongin dia punya amal ke kiri dan ke kanan dengan maksud riya atau sombong, sum’ah/berbangga diri. Kalau ke Allah mah namanya do’a, harapan, permintaan, munajat. (Iya juga ya... apalagi meminta itu’kan ibadah juga ya? ) (Nah... berarti kalau seseorang mau sedekah, dan ia punya permintaan, berarti ada dua ) ibadah?

(+) Betul... ibadah “sedekah” dan ibadah “meminta”. (-) Dapat dua pahala ya? (+) Ya... dapat dua keutamaan. (-) Paham saya sekarang. (+) Masa? (-) Iya.

(+) Lalu masih menyalahkan orang yang bersedekah lantaran proyeknya pengen lancar? (-) Masih. (+) Lah? (-) Ya iya... namanya juga bingung. (+) Ya sudah... bingung saja terus. (-) Ya soalnya memang tetap bingung. (+) Iya... enggak apa-apa. Kan enggak maksa supaya situ mau minta sama Allah. Jadi, ya enggak apa-apa bingung juga. Silahkan saja. Kalau saya mah enggak bingung. Bagi saya, saya percaya sama Allah. Percaya sama cara-cara-Nya Allah. Allah bilang, kalau mau begini, begitu. Kalau mau begitu, begini. Lalu saya ikuti itu. Ini namanya tunduk, patuh, dan taat. Sekali lagi, ini namanya keutamaan dari percaya sama Allah. *** Yah, namanya juga orang bingung. Luqman sendiri bingung. Anda enggak usah ikut bingung… he… he… he.... Yang jelas Luqman meyakini, banyak orang yang tidak berani minta sama Allah. Padahal Allah sendiri yang menyuruh meminta kepadaNya. Masa ketika seseorang meminta jadi salah? Iya enggak? (-) Iya. (+) Lah... kok ada jawaban lagi? (-) Tadi nanya? (+) Nanya apaan? (-) Tadi nanya... masa ketika seseorang meminta jadi salah? Iya enggak? Ya

. enggak usah ya? jawab kalau saya enggak minta situ ngejawab. maka jadilah orang-orang yang senantiasa butuh sama Allah. Luqman Hakim teringat . Oke *** Kembali lagi dengan kalimat di awal. Terus begitu. itu’kan kata situ. kok kamu lagi? (-) He… he… he…. Ok.. nanti jadi panjang lagi!? *** Minta Terus Jangan Ragu Allah suka dengan hamba-Nya yang banyak meminta. Salah satu caranya adalah dengan banyak meminta kepada Allah. sudahlah. Enggak boleh ngomong ya? (+) Boleh. minta lagi yang lain... saya diam saja. (-) Wah. Jangan diganggu ya. Dikabulkan yang satu. Salah satu caranya adalah dengan banyak meminta kepada Allah. Tapi saya lagi nulis ini buat pembaca buku ini. silahkan.. minta lagi yang lain... Enggak apa-apa. Enggak apa-apa. (+) Loh.saya jawab iya. Terus begitu. (-) (+) Ya udah.. Supaya tetap terhubung dengan Allah. Dikabulkan yang satu.. situ diam saja ya. maka jadilah orang-orang yang senantiasa butuh sama Allah. (+) Wah. supaya tetap terhubung dengan Allah.

Aku mengabulkan . Percayalah. Istrinya Luqman memberitahu suaminya. melainkan dia terus-menerus memelihara ibadahnya dan terus-menerus berdo’a. Memintalah. mulutnya bisa bicara? Artinya. iya’kan?” Luqman membenarkan. ia dan istrinya berdo’a semoga anaknya ini lahir dengan selamat. kepada Allah mah jangan takut meminta. “Pah. siang. dan cantik. malam. mestinya Luqman Hakim dan istrinya berhenti berdo’a jika mereka berdua memuaskan dirinya hanya sampai etape itu saja.proses kelahiran si Wirda. lahirlah anaknya dengan selamat. matanya bisa melihat.. pagi. tidak menghentikan do’anya. Bayi putri yang sehat.. bahwasanya Aku adalah dekat. tapi’kan belum tahu apakah telinganya bisa mendengar. Berhentikah ia dan istrinya berdo’a? Iya. normal. maka Allah akan memenuhi apa yang kita minta. Allah tidak akan pernah merasa keberatan dan tidak akan pernah merasa bosan bila ada hambaNya yang meminta dan meminta terus. maka (jawablah). Allah senang bila hamba-Nya mau meminta pada-Nya. Boleh dibilang. Makanya kita harus terus berdo’a. Anda disayang sama Allah. kita belom aman loh? Wirda memang sudah lahir selamat. ”Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku. kaki dan tangannya bisa digerakkan normal.. Alhamdulillah.. Mestinya seseorang yang merasa perlu sama Allah tidak menghentikan ibadahnya. belum aman. apalagi jika Anda punya amal yang hebat. mengingatkan. Tapi mereka berdua tidak mau berhenti sampe di situ saja.

Faathir: 15) Memintalah kepada Allah. Khaliqnya.? Sebuah Keutamaan Ibadah adalah salah satu ikhtiar mendapatkan dunia. Ya. Dalam kehidupan sehari-hari.. “… Kamulah yang berkehendak kepada Allah…” (QS. Sebab meminta itu adalah ibadah seorang hamba kepada Allah. Itu’kan . maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku. maka ini menjadi sebuah ibadah yang sangat hebat. dan minta.. Luqman Hakim lebih menyebutnya sebagai “sebuah keutamaan”.minta.... Di samping tentu menjadi sebuah wujud iman dan keyakinan kepada-Nya. al-Baqarah : 186) Justru bila ada hamba-Nya yang tidak mau meminta. Ketika Allah memerintahkan kita begini dan begitu ketika kita mencari dunia milik-Nya. Luqman masih tertarik untuk membahas tentang “menempuh jalan ibadah sebagai sebuah keutamaan”. Tentu saja cakep buat dia apabila dia mau meminta ampunan Allah. mau meminta ridha dan perlindungan-Nya. Yang tidak kalah pentingnya. agar mereka selalu berada dalam kebenaran. Pokoknya sama Allah mah minta.. Mengapa demikian? Sebab bukankah mengikuti anjuran Allah dan Rasul-Nya adalah juga ibadah? Dunia adalah milik Allah. aneh. bagaimana ketika permintaan bertambah.permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.” (QS. terus meminta. tidak sedikit orang yang menyalahkan orang lain yang beribadah sebagai jalan ikhtiar mencari dunia-Nya Allah. mau meminta cinta dan kasih sayangnya Allah. mencari dunia dengan jalan beribadah adalah sebuah keutamaan. dan seterusnya. ibadah juga bertambah.

entah itu dunia-Nya. kita tinggalkan rumah kita. apakah ini salah? Lebih utama mana dengan yang tidak mengerjakannya? Atau lebih utama mana dengan yang mengerjakannya tanpa berharap kepada-Nya? Apalagi kalau kita sepakat bahwa meminta kepada Allah pun merupakan ibadah tersendiri? Tahajjud ya ibadah. menjadikan kita seperti setengah-setengah beribadah. dalam hitungan 24 jam!” Wah.sebutan betawinya nurut. pinjam sana pinjam sini. “Anda harus dioperasi segera. Terhadap saran manusia. berharap solusi dari-Nya.. Atau malah jangan-jangan kepikiran terus untuk sesegera mungkin menjalankan advis sang desainer interior tersebut. Mengapa terhadap nasihat Allah dan Rasul-Nya tidak kita ikuti? Apakah karena kita tidak percaya kepada Allah dan Rasul-Nya? Atau jangan-jangan kita terjebak kepada kesungkanan atau makna keikhlasan yang barangkali perlu dikoreksi? Sehingga ibadah kita tidak bertenaga? Tidak memiliki spirit? Sebab bisa jadi bayang-bayang tidak boleh beribadah karena meminta sesuatu dari Allah. Macam gini. kita korbankan kendaraan kita untuk mendapatkan uang buat operasi. Kalau perlu. ada seseorang yang melakukan tahajjud sebab percaya akan firman-firman Allah dan hadits-hadits Rasul seputar tahajjud ini. terhadap nasihat manusia. Lalu memberikan advisnya tentang tata ruang yang lebih membuat sirkulasi udara rumah kita menjadi lebih bagus. Saudaraku. dan meminta (do’a) adalah juga ibadah. Lalu. maka insya Allah kita akan mengubah tata letak rumah kita tersebut andai memang kita ada uang. kita bak… bik… buk… memikirkan dan mengikutinya. keyakinan kita bukan main hebatnya. atau percaya. Bila dilakukan terus-menerus akan membuat seseorang naik terus derajat dan kemuliaannya.. Ketika seorang dokter mengatakan. terhadap dokter saja.. atas janji-janji-Nya sendiri. Maka bila seseorang melakukan tahajjud dan juga berdo’a kepada Allah. Ada ahli desain interior. kita akan terbirit-birit mengiyakan. bukankah dia malah .. hanya pada-Nya-. dan kemudian menyandarkan harapan hanya pada-Nya -sekali lagi. Dia berkunjung ke rumah kita. Bukan karena penuh pengharapan kepada-Nya. Andai kita tidak ada uang pun kita akan mengusahakan setengah mati. Allah menyebut bahwa jalan tahajjud akan membuat hidup seseorang berubah menjadi lebih baik lagi.

dapat dua keutamaan? Terus lagi. Jalan Rezeki Utama Bekerja Dengan Allah. “Kalau mau dibantu Allah. Jam masih menunjukkan pukul 01-an dinihari.” Lalu. Kalimat bahwa beribadah sama Allah. nromal. Namanya Muhammad Kun Syafi’i. Kasihan orang yang butuh pertolongan Allah yang menempuh jalan ibadah dan jalan-jalan yang diseru-Nya. Lahirlah kemudian bayi yang ke-empat. Abang Kun bangun. Saudaraku. Apakah ini salah? Tega bener kalo salah mah. harus ikhlas. Ya Allah. Bekerja Untuk Allah KDW0119 Seri-19 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Ibadah Tujuan Hidup Abang Kun bangun. agar bisa menikmati bersimpuh di hadapan Allah. ayo! Beranilah meminta. di Baitullaah-Nya. yang bisa sembuh. Anak saya yang ketiga. alias hamil lagi. bantulah sesama. sebab salah satunya doa-doa para jamaah semua kepada Allah. maka pas ia berumur empat bulan. Di TVRI sedang berlangsung LIVE siaran Tarawih dari Mekkah. sehat. istri saya “isi” lagi. Mohon do’a agar Allah memberikan bimbingan kebenaran dari-Nya. Subhaanallaah. beribadah saja. Kami memangginya Abang Kun. jangan minta-minta sama Allah. seseorang yang menghendaki pertolongan Allah bergegas menyambut seruan ini untuk benar-benar berharap turunnya pertolongan Allah baginya. bisa semuanya berangkat ke Baitullaah. sambil muraja’ah juz ke-14 untuk ngimamin tarawih besok. Rasul misal pernah bilang juga begini. saya berdoa agar anak-anak saya dan keluarga. Barangkali sebab dipanggilnya abang. ini menurut saya perlu dilakukan lagi penelitian mendalam. Tidak ketinggalan saya berdoa pula untuk Anda peserta KuliahOnline. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Ibadah. laki-laki. saya juga berkesempatan berdoa agar semua kaum .

sebagai pusat dari semua langkah perbaikan diri dan perbaikan hidup. saya hidupkan. Panjatkanlah doa di sana agar pertolongan Allah segera hadir di kehidupan anak negeri di seluruh negeri. Semuanya. bahwa hari ini kita akan belajar tentang “Ibadah: Jalan Rizki Utama”. Lihat Ka’bah. kesibukan dunia. Semoga Anda semua diberi Allah ganti ongkos umrah dan keletihan selama berumrah dengan kelezatan ibadah. ya masyarakatnya. mudah-mudahan bisa . Dalam keadaan TV mati. dan mengambilnya. Semoga berkenan dan bermanfaat. Saya gendong. Perjalanan kita sudah menunjukkan bahwa melencengnya kita dari kehidupan kita membuat hidup kita semakin jauh dari Allah. Waba’du. dan saya katakan padanya: “Abang. berangkat shubuh ini. saya cuplikkan tulisan ini. Agar negeri ini mau tunduk dan ta’at kepada Allah. Sebahagiaannya barangkali tidak termasuk yang saya sebut. Alhamdulillah kalau begitu. saya bertanya apakah jamaah sekalian sudah menerima imel tentang penanaman pohon untuk penghijauan pondok? Bila sudah. dan jamaah umrah dari seluruh tanah air. Hanya itu jalannya kalau negeri ini mau makmur kembali. yang ke sekian. Sama dengan esai kemaren. Selamat jalan jamaah umrah semua. rombongan Umrah Ramadhan Wisatahati/Daarul Qur’an. dipimpin oleh KH. iman dan kembali dengan umrah yang mabrur. Kosasih. Ingat-ingat tujuan kita diciptakan. Ya.muslimin berkesempatan menjadi tamunya Allah. Kelalaian dunia. maka saya hadirkan esai ini melengkapi esai Kuliah Tauhid. sudah membuat orang menjadi jauh dari yang namanya ibadah. Ya Allah. Selamat jalan wahai jamaah umrahku. perbaiki ibadah bila hidup mau kembali benar. Segala urusan dunia sudah mengalahkan tujuan hidup di dunia itu sendiri. lihat Mekkah yuk. Abang menunjuk-nunjuk dengan tangan mungilnya layar di TV. ya ulamanya. ya habaaibnya. Peserta KuliahOnline. yaitu untuk beribadah kepada Yang Kuasa. saya usap punggungnya. ya pimpinannya. Abang terdiam dari nangisnya. sesuai dengan janji saya. Agar Allah juga berikan ampunan kepada seluruh keluarga besar negeri ini. Selamat jalan jamaah umrahku. Kebetulan pula. Alunannya membuat saya rindu akan Baitullaah. bawalah doa untuk negeri ini. kami berdua menikmati bacaan ayat suci al Qur’an. dia bersorak ketika melihat langsung menara-menara Masjidil Haram. Namun. Lihat yang pada tarawih malam hari ini di Masjidil Haram”. beginilah kenyataan orang zaman sekarang. dan melihat dengan mata tidak berkedip. Saya masuk ke kamarnya Abang. Abang Kun dibuatkan susu oleh Bu Yayuk. Dalam rangka menyemangati kembali diri ini dan diri semua orang yang bisa saya semangati. esai ini saya cuplik seadanya juga dari buku The Miracle. Dan masya Allah. Agar keridhaan Allah mengiringi seluruh ikhtiar negeri ini memperbaiki diri dan meningkatkan kesejahteraan dus keluar dari segala krisis. Saya betul-betul menghendaki diri ini mau memperbaiki ibadah.

dan yang unik-unik. seukuran dagangan. Begitulah selama ini pikiran kita bekerja. pohon-pohon yang sudah berdiameter besar. kelak di hari kiamat. JALAN REZEKI UTAMA Bekerja DENGAN Allah. Mudah-mudahan pepohonan yang ditanam ini bisa menjadi pelindung di hari tiada perlindungan kecuali perlindungan Allah. saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Selamat mengikuti. Pohon apa saja. Amin. Dan kalau bisa. seukuran proyek. Dan lewat media KuliahOnline ini juga saya serukan agar peserta KuliahOnline berkenan melakukan penghijauan sebisa-bisanya di lingkungan masing-masing juga. alam kita. Agar lingkungan kita. berikut ini esai yang saya maksud.punya rizki ya untuk menyediakan pepohonan yang dimaksud. Tidak pernah terpikirkan atau jarang terpikirkan bahwa hasil usaha bisa DIPERBESAR lewat jalan ibadah. atau seukuran modalnya. Terutama pohon-pohon buah. *** IBADAH.. Atas nama pribadi dan keluarga besar Pesantren Daarul Qur’an. Ok. Bekerja UNTUK Allah Memperluas Jalan Usaha Memperbesar Hasil Usaha Semula banyak orang berpikir bahwa hasil usaha dia adalah seukuran kerja.. kembali ramah kepada kita. dan jalan usaha bisa DIPERLUAS lewat jalan ibadah! . seukuran usaha.

banyak di antara kita yang tidak berani berpikir bahwa jalan ibadah bisa menambah dan memperluas rezeki.. tidak sedikit yang kurang berani. Harus karena wajah-Nya semata”.Ya. Tidak boleh beribadah karena dunia-Nya. “Katakanlah. bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang hak dan yang batil. dan Harapan Memberi Spirit dalam Beribadah Wacana-wacana yang menjadikan “kekurangberanian” atau “kesungkanan” untuk meyakini keyakinan itu secara bulat.” (QS. atau saya yang “terlalu berani?” Padahal sebagai sebuah petunjuk. iya yakin bahwa “jalan ibadah bisa menambah dan memperluas jalan rezeki”. barangkali iya. al-An’aam: 162) Kalau kalimatnya seperti di atas. Apa pun yang kita lakukan tentu harus mengikhlaskan diri kita karena Allah . Do'a. Yakin. “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan. Al-Qur`an adalah petunjuk. menjadi sebuah solusi yang “diataskertaskan”.. ibadahku. baik di praktik maupun di teori (menjadi metode) adalah sebab ada wacana bahwa “Ibadah itu harus ikhlas. ’Sesungguhnya shalatku. Tuhan semesta alam. Entahlah. hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah.” (QS. al-Baqarah: 185) Tentu saja termasuk “petunjuk” untuk mencari rezeki dari Yang Maha Memiliki segala perbendaharaan rezeki Ikhlas. Maksudnya. tapi membicarakannya hingga “menjadi sebuah metode”. siapa yang berani memberi kritik? Siapa yang berani mengoreksi? Dan siapa yang berani memberi catatan? Saya pun tidak akan berani.

“memisahkan” antara keikhlasan dan do’a? “Memisahkan” antara keikhlasan dengan harapan? Artinya ketika mereka menjalankan. Lalu Allah memberitahu bahwa kalau sedang disempitkan rezekinya. Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia. “Katakanlah. Tapi tunggu dulu! Orang-orang yang mencari dunia milik Allah lewat jalan ibadah pun tidak mesti juga serta merta dikatakan tidak ikhlas. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. “Dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. yang menghidupkan dan mematikan. sebab karena Allah dan Rasul-Nya memberi petunjuk demikian. yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi. Bahwa dia menempuh jalan ibadah. Harapan pun dia gantungkan semata hanya kepada Allah. Nanti Allah akan buat apa-apa yang sulit. maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya. supaya kamu mendapat petunjuk. kita-kita yang sedang diberi nikmat kesulitan. dunia akan Allah dekatkan. mereka beribadah sepenuh hati kepada Allah. al-A’raaf: 158) Contoh salah satu bentuk ibadah adalah sedekah. tapi pada saat yang sama. percaya dan berkenan mengikuti dengan harapan agar benar-benar kesulitan kita dimudahkan Allah. harus percaya dan mengikutinya. ath-Thalaaq: 7) Lalu. Jalan- . Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekadar apa yang Allah berikan kepadanya.semata.” (QS. Bagaimana kalau mereka secara cerdas.” (QS. mereka tahu dengan ilmunya bahwa dengan beribadah. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan. ’Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua. bersedekahlah. jadi mudah. Karenanya.

atau hal-hal lainnya. Dan karena harapan adalah hanya dengan berharap kepada-Nya. lalu kita melakukannya”. atau melepas kesulitan. salahkah juga bila ia bercerita ini kepada kawan-kawannya. inilah bahkan CARA TERCERDAS dan TERHEBAT sepanjang sejarah cara-cara yang dikerjakan manusia. Sebab cara ini dan petunjuk ini datangnya dari Allah. Lalu iman kita bekerja dengan kekuatan penuh. kita mengesakan Allah. Salahkah kita? Apakah kita disebut tidak ikhlas hanya karena beribadah karena berharap akan kebenaran janji-Nya? Salahkah bila kita percaya sama omongan-Nya? Sama “iming-iming-Nya?” Salahkah juga kalau kita kemudian bersedekah karena kepengen diberikan kemudahan atau karena kesulitan kita kepengen dihapus-Nya? Sedang ini adalah firman-Nya? Nampaknya tega betul bila disebut tidak ikhlas. kita turuti betul. Saya lebih kepengen menyebutnya dengan “inilah iman”. Kita melakukan karena kita percaya pada-Nya. Kita melakukan karena kita yakin pada Allah dan kita mengetahui itu. Saya lebih suka menyebutnya. “saking percayanya sama petunjuk Allah. Dan ketika manusia menjalankan petunjuk Allah. Iman dan tauhid yang kemudian berbuah amal shaleh Bahkan menurut pendapat saya. Gampang! Entah dalam mencari rezeki. Sesuatu yang malah harus dikupas dan ditelaah lebih jauh lagi. Lalu. Ibadah yang tumbuh atas dasar keyakinan kepada apa yang digariskan Allah. alias kita bersedekah. apakah setelah dikembangkan menjadi paragraf di atas masih terjadi benturan? Saya pikir ini adalah sesuatu yang berbeda. percaya pada seruan dan petunjuk Allah. setelah kita tunaikan sedekah. kepada sekitarnya? Bahwa bersedekahlah jika ingin dicabut segala kesulitannya? Lalu salahkah dia bila dia . Dan “inilah tauhid”. ketika ada yang percaya kemudian menjalankan dan merasakannya.Nya yaitu jalan sedekah. yaitu tinggal mengikuti saja petunjukpetunjuk di dalam Al-Qur`an. maka kita pun berharap agar Allah benar-benar memenuhi janji-Nya. bukankah ia menjadi sebuah ibadah tersendiri? Malah ibadah ini begitu indah dan memberi semangat dalam nilai. pemilik segala kemudahan. Maka.

bukan kebetulan.? Langkah dan Hasil Kebetulan dan Metode Supaya gampangnya saya berikan contoh. ada yang bayarin makanannya. Juga lebih mudah diserap dan masuk menjadi pemahaman bagi orang banyak. 1000. Sama peristiwanya. Jumlahnya katakanlah mendekati Rp. Tapi yang satu ini memahami satu hal. ia kemudian tambah menyadari dan tambah meyakini kebenaran janji Allah. sebagai sebuah metode? Bahwa kalau mau keluar dari masalah.000. Jadi. Ada seorang yang bersedekah Rp. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut . Setelah shalat Jum’at dia makan di warung dekat masjid. kelak ia akan mengubah jumlahnya. dan dirasakan oleh banyak orang. 10. Sebut saja ada yang bersedekah Rp. bersyukur bukan bersyukur karena ilmunya. Betapapun. success story lebih mudah masuk ke hati dan pikiran orang.menjadikan pengetahuannya. ini di mata dia. pengalamannya. hikmah dan pengalaman. Berbeda dengan orang yang satu. Orang ini tetap bersyukur kepada Allah. bersedekahlah? Kalau menjadi metode. dia kemudian makan dan ada yang bayarin. Setelah sedekah. Ketika ia dibayarin. Tapi orang ini bersyukur biasa. Sudah Allah berikan ilmu.000 atau Rp. Ketika akan bayar. yakni bahwa Allah telah menjanjikan bayaran 10 kali lipat bagi mereka yang mau bersedekah. Terus. Tapi orang ini tidak menyadari dengan ilmunya bahwa peristiwa ini ada kaitannya dengan sedekahnya yang Rp. Kalau tidak. maka bisa dengan mudah diikuti. sama-sama Rp. 10. tidak bertambah imannya. Dan mestinya. 1000 di waktu shalat Jum’at. Ia bersedekah yang sama. kita bikin sampel yang berbeda. 1000. makanannya dibayarin orang. 1000 di satu shalat Jum’at. atau minimal mengistiqamahkan ibadahnya. Bedanya ada! Yakni di peningkatan amaliyah kemudiannya. maka kebodohanlah baginya. dicontoh.

atau sebaliknya. Seseorang cenderung tidak mengulangi. dianggap sebuah kebetulan yang sifatnya “normatif”. Seperti di atas tadi. Bahkan. Kemudian bergerak untuk mengamalkan. Dan ini pun semua terjadi atas ridha dan izin-Nya. al-Anfaal: 2) Ketika ilmu masuk. kebetulan saja bila ia dibayari orang makan siangnya. Beda dengan yang berilmu. maka subhanallah. Pengertiannya. dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. Berupaya Mencari Sesuatu di Balik Kisah Buku yang ada di tangan saudara ini adalah buku yang sederhana. bertambahtambah.nama Allah gemetarlah hati mereka. Buku ini hanya memberi bobot penggalian kisah-kisah tersebut dan menyuguhkan kepada pembaca. yang namanya sistem. yang menganggap hal tersebut adalah bukan kebetulan. bertambah-tambah pembuktian pun sudah beriman. tanpa perlu Korelasi Gerakan Akhirnya. dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya). seseorang akan naik terus derajatnya. bahkan akan menjadi lebih hebat . Alias sebenarnya bagi seorang Mukmin. Ketika terbukti. Dia hanya mencuplik satu dua kisah saja yang biasa ditemui di keseharian. langkah dengan hasil.” (QS. bila dijalankan dengan sungguh-sungguh. barangkali dianggap sebuah kebetulan. bukan karena ia bersedekah ketika shalat Jum’at. Buat seorang yang tidak berilmu. tidak istiqamah. ia memahami. maka ia akan membentuk ketetapan hasil yang akan cenderung baku. Ini bolehlah disebut bergetar. banyak kejadian yang sebenarnya punya korelasi antara hasil dengan langkah. Inilah saya sebut sayang bila tidak dimetodekan. ada yang mengalaminya. Padahal. karena ya itu tadi. Artinya. imannya. bahwa ternyata di balik kisah itu ada sebuah metode yang kalau diikuti dia akan berulang kejadiannya.

Allah memberikan cara yang gampang bagi manusia. tapi di tangan orang-orang yang tidak rajin beribadah. Tapi apa boleh buat. Allah menyebut kunci segala kunci bagi manusia itu adalah dengan beribadah kepada-Nya. shalat malam. memberi makan anak yatim. Tidak ada istimewanya bagi yang tidak mengistimewakan Allah.lagi hasilnya bila bobot amaliyahnya ditambah kualitas dan kuantitasnya. Alangkah cantiknya bila seseorang memiliki dunia dan juga memiliki Allah sebagai Pemilik dunia. jangan buru-buru silau. Mencari Rezeki Cara Mudah Mencari Rezeki Cara Repot Saudaraku. maka kehidupan buruk yang akan terhidang. dalam urusan mencari rezeki. Bila nampak dunia yang bagus. Tentu dengan memperluas seluas-luasnya cakupan ibadah yang dimaksud sebagai seluruh gerakan. Sedekah. Tapi manusia senangnya memilih cara yang repot. Ibadah biasa saja.? . Namun dia hanya memiliki dunia-Nya. Namun bila ibadah buruk. cara yang sukar. lewat jalan ibadah. tidak memiliki diri dan keridhaan-Nya. menyenangkan hati yang berduka adalah “hanya sekian” dari apa yang disebut sebagai ibadah. Yakni tadi. Bila ibadah diperbaiki. Kiranya itulah kebaikan dari Allah. ketiadaan ilmu yang barangkali membuat seseorang tidak mengetahui bahwa dia bisa punya energi dan kemampuan yang akan melipatgandakan hasil keringatnya. maka kehidupan pun akan menjadi lebih baik lagi. memberikan cara yang mudah bagi manusia. hidup pun akan biasa saja. rasa dan pikiran seorang hamba kepada Sang Khaliq. barangkali sebab ilmu dunia dan usaha orang itu sendiri. ibadah. hasil tenaga dan pikirannya. Itu bisa ditempuh dengan satu ayunan langkah. Padahal Allah tentu yang paling tahu tentang kunci-kunci perbendaharaan rezeki-Nya. mencari dunia-Nya.

harus kita lihat sebagai “jam kerja” tambahan juga. anjuran memberi makan anak yatim dan atau menanggung sebanyakbanyaknya anak asuh. Semuanya memiliki rentetan proses yang saling kait mengkait. energi. Di dalam pengantar ini. adalah segala urusan dunia. masih di lembar muqaddimah buku ini. jangan-jangan yang jam utama adalah ibadah. biaya. di setiap tahapan ibadah menjadi sebuah kegiatan yang berpahala dan mempunyai kebaikan dunia akhirat. Jalan ibadah adalah jalan yang berproses. saya ingin memberikan satu garis yang jelas bahwa sungguh pun nanti ada pengisahanpengisahan yang sepertinya instan. Jam kerja/usaha ikhtiar buminya adalah ketika kerja dan usaha itu sendiri. Sedangkan “jam tambahannya”. Bekerja dengan Allah Bekerja untuk Allah Jadi. di kantor. di warung. . Karenanya. dan lain sebagainya. atau lainnya. di rapat ini rapat itu. di pertemuan bisnis ini dan itu.Tidak Ada yang Sim Salabim Jam Ibadah = Jam Kerja Ikhtiar = Ibadah Ibadah = Ikhtiar Tidak ada yang sim salabim. Dilihat dari keharusan melakukan ikhtiar yang di luar ikhtiar buminya. bahkan sejak seseorang baru saja berniat untuk melakukan ibadah. karena ia adalah kerjaan yang membutuhkan kesediaan waktu. ya di di toko. ya ketika kita duduk bersama anak yatim dan mencari anak asuh tersebut. Contoh. Dan yang jam tambahan. baik ketika memberi makan anak yatim. Tidak ada yang sim salabim abrakadabra. shalat malam. Jalan ibadah pun bukan jalan sim salabim. di belanja keperluan usaha. SESUNGGUHNYA TIDAK ADA YANG INSTAN. Malah nanti akan dipaparkan. ibadah adalah sebuah sebuah ikhtiar juga.

Allah menghitungnya sebagai ibadah. Untuk bisa shalat Malam kita harus lembur mengorbankan waktu kita meski hanya sekadar dua rakaat. Kalau di bait-bait di atas contohnya adalah sedekah. Menjadi ‘abid-Nya. Yah. Haji Doni dan Hajjah Dian. Lihat saja bayaran Allah untuk “pekerjaan” yang satu ini. menjadi pelayan-Nya. khairun minaddunyaa wa maa fiihaa. ternyata bayarannya jauh lebih besar daripada seorang karyawan bekerja seharian penuh. pekerjaan tahajjud.Inilah yang disebut bekerja dengan Allah dan untuk Allah. “sekadar” dua rakaat saja shalat Tahajjud. Pengalaman yang Menjadi Ilmu Ilmu yang Menjadi Metode/Sistem Berikut ini adalah contoh lainnya lagi. kan kita menganggap shalat Malam sebagai pekerjaan sambilan. Makanya. maka baginya lebih baik pahalanya (kebaikannya) di sisi Allah daripada dunia dengan segala isinya. saya menyebut dua rakaat itu sebagai “lembur”. Subhanallah. Padahal. Sedang di waktu malam. tidak bangun. karena kerjanya sama Allah. Dan ini juga pekerjaan. Mengapa bisa beda?! Sebab si karyawan bekerja di siang harinya dia bekerja untuk manusia. Ibadah’kan artinya menghamba sama Allah. Dia merasa ada yang aneh. Sebab. maka bayarannya subhanallah pasti lebih besar daripada kerja sama manusia. Lagi bangun ya mengerjakan. hitung-hitung pemanasan sebelum mukaddimah yang sesungguhnya dari buku ini. tidak mengerjakan. ya besarnya berbeda dengan bayaran hasil keringatnya sendiri. sekarang kita coba ambil contoh lain lagi. dia shalat Malam. Dia punya . yaitu shalat Malam. ya ada bayarannya. Contoh lainnya adalah sepasang suami istri sahabat saya. Ya. siapa yang shalat dua rakaat di tengah malam. Siapa yang bayar? Ya Allah! Dan karena bayarannya dari Allah. Malah tidak sedikit yang menganggap “pekerjaan” tahajjud sebagai pekerjaan yang nambah beban keletihan setelah sepanjang hari bekerja. Karena judulnya bekerja dan berusaha untuk Allah.

Nah. dan dirasakan manfaatnya. Film yang kelak ditonton lebih dari 5 juta penonton ini dengan mudah dibesut oleh kawan saya ini. Haji Doni dan Hajjah Dian. Sebab sekarang sudah dia jadikan pekerjaan utama. bukan sambilan lagi. tapi berbagi metode. Ibadah = Pekerjaan? MPA (Manajemen Perusahaan Allah) . Sebab dia emang melakukan dengan tidak berlatar belakang “ilmu”. Belum lagi lahir order-order iklan PSA (Iklan Layanan Masyarakat) dari banyak perusahaan dan departemen. Dia betul-betul mengaku berkah menjalani “pekerjaan sambilannya” itu. Dia jalankan terus sepenuh hati dan dengan keyakinan yang bertambah. sepi. Film yang menginspirasikan banyak orang di Indonesia tentang kekuasaan dan kebesaran Allah. clear & clean mulai berdatangan. Lalu “iseng” mengumpulkan anak yatim saban malam Jumat. berikut pemasangan iklan-iklannya di TV. Kawan saya inilah yang kelak memproduksi film layar lebar KUN FAYAKUUN. bahwa duduknya bersama anak-anak yatim itulah yang sudah menjadi pembuka jalan. Pokoknya melakukan. Tapi siapa sangka bila kemudian dia menyadari bahwa pekerjaan mulai ramai. Makananan yang disediakan buat anak-anak yatim itu pun berubah menjadi lebih terencana dengan menu yang semakin baik.pekerjaan. Ini bukan saja berbagi ilmu dan pengalaman. Keduanya menganggap inilah hasil ikhtiar ibadahnya. Maaf disebut iseng. Dia berusaha teguh tidak meninggalkan “pekerjaan isengnya”. tentang bagaimana membuka jalan rezeki lebih banyak dan lebih besar namun tetap di jalan-Nya yang benar dan lurus. Proyek-proyek yang bersih. diikuti. Akhirnya dia sadar. ini’kan pengalaman yang berbuah menjadi ilmu! Hebatnya kawan saya itu kemudian menjadikannya metode. bahkan metode ini dia “pasarkan” kepada kawan-kawannya yang lain untuk samasama dipercayai. Dari maghrib sampe isya. Kini. berbagi sistem.

duduk bersama. yaitu membahagiakan anak-anak yatim. Seakanakan orang-orang rumahnya ada yang dia angkat sebagai manajer. sebagai bagian purchasing (pembelian). Perjalanannya sebenarnya lebih panjang dari “sekadar” 1 jam itu. dan mengembalikan ruang tamu. manusia mau menyisihkan waktunya untuk diri-Nya. dsb. sudah seperti mengelola “MPA (Manajemen Perusahaan Allah)”. Inilah yang Allah suka. merapikan piring dan gelasnya. dan menyenangkan mereka semua. sebagai pengelola keuangan. Dia’kan harus belanja. Inilah juga yang disebut ibadah. menyapu dan mengepel lantainya. Belum lagi merapikan karpetnya. anak-anak pun tidak langsung bubar. sebaik-baik . Begitu selesai isya. Benarkah dia cuma bekerja 1 jam? Dari maghrib sampe isya saja di setiap malam Jumat? Enggak juga. Saban malam Jumat beliau berdua mencari anak-anak yatim. Benarkah ini bukan pekerjaan? Saudaraku. dari mana Haji Doni dan Hajjah Dian punya duit buat sedekah? Ya dari pekerjaan dan usahanya. inilah pekerjaan. Dia delegasikan tugas-tugas belanja dan masak ke orang rumahnya/ke pembantunya. stok (gudang). Khairurraziqin. Ini pun masuk dalam hitungan waktu bekerja dengan dan untuk Allah. Bekerja dengan Allah dan untuk Allah. Istilahnya. mengumpulkan. Iya’kan? Lalu berjuangnya dia mengosongkan waktu ashar di hari Kamis supaya sampai di rumah sebelum maghrib pun harus dilihat sebagai “jam kerjanya” juga buat Allah. Masya Allah! Insya Allah akan coba dibahas juga di buku ini tentang ayat-ayat terakhir surah alJumu’ah yang membahas pengajaran tentang ibadah yang terkait dengan terbukanya pintu rezeki yang pengajaran ini berasal dari Allah. Apalagi’kan untuk bisa sedekah. melainkan sedikit bercengkrama. ruang TV yang terpakai oleh anak-anak yatim itu. produksi (masak). Ini saja. Seseorang harus bekerja dan berusaha.Sekarang kita lihat Haji Doni dan Hajjah Dian.

Bahkan. Mengapa demikian? Sebab masjidnya hidup juga 24 jam. menggunakan jasa transportasi untuk ke pasar dan untuk mengangkut anakanak yatimnya. dan juga berkenan untuk mengistiqamahkannya. katering lokal. Sebut saja barusan tadi. bisnis maskapai penerbangan. yaitu pasar di sekitar Masjidil Haram di Makkah dan pasar di sekitar Masjid Nabawi di Madinah. dan masih banyak lagi. Indonesia misalnya. produsen bahan pakaian dan aksesori umrah dan haji. seluruh rangkaian mata rantai ekonomi terbangun dan hidup pula. bisnis katering. banyak sekali mata rantai ekonomi yang terbangun dengan sendirinya. . shalat bersama anak yatim. tapi jalan rezeki utama. Ekonomi Hidup Saudaraku. bersedekah. menyediakan pakaiannya. selalu ada saja jalan tambahan rezeki yang membuat seorang manusia yang rajin ibadah. Jalan Rezeki Utama Ibadah Hidup. bisnis hotel. mengapa pula ia bisa membuat kita menjadi berkah? Sebab ada mata rantai ekonomi yang terjadi dalam satu praktik ibadah. Dua-duanya hidup 24 jam. Hidup terus! Karenanya. produsen bensin. Dalam mengerjakan suatu ibadah. transportasi bus yang mengangkut jamaah dan pengiringnya ke bandara. Berkah dah! Masjidil Haram & Masjid Nabawi Tidak aneh bila kita lihat bahwa di dunia ini ada dua pasar yang tidak ada matinya.Pemberi rezeki. berkahnya dirasakan juga oleh bangsa lain di negara yang lain. Masjidil Haram dan Masjid Nabawi adalah dua masjid yang tidak ada matinya. saya menyebutnya bukan tambahan rezeki. dan sebagainya. memberi makan anak yatim. bisnis pakaian. pesawat Garuda dan seluruh keluarga besar karyawannya. Jaringan hotel yang menjadi penginapan transit jamaah. saya ulangi kembali kalimat di awal tulisan pengantar ini. bisnis ini dan itu. wah. mau menambah jalan ibadah. membeli makanan. Ini yang saya yakini! Malah.

tapi insya Allah saya ..com. kesan pesan terhadap saya barangkali. dhuha. Apa saja yang dipandang perlu untuk dikritisi oleh pembaca semua jangan segan-segan layangkan imel ke saya atau ke web admin.. Maha Suci Allah yang bila sudah menggariskan sesuatu. Allah menyediakan dunia-Nya untuk manusia ciptaan-Nya. Meski saya jarang berkesempatan membalas langsung. Dan belum bicara tentang maslahat yang lebih besar kepada orang yang lebih banyak lagi. maka itu adalah penuh dengan kemaslahatan. bahkan ia berbicara tentang ibadah-ibadah yang bukan ibadah secara makro. maka dengan senang hati saya menerimanya.wisatahati. misalnya lewat jalur penelitian dan pengembangan penemuan teknologi ini dan itu.. mengasihi orang miskin. Di dalam buku ini dilampirkan sedikit kumpulan tulisan saya yang pernah dimuat di majalah Gatra & di website www. Maka Allah betul-betul akan “membayar” kita dengan ridha dan keberkahan dari-Nya. baca Al-Qur`an. dsb. unek-unek. Apalah lagi kalau si manusianya. layangkan saja e-mail ke saya. ibadah. melengkapi pembahasan yang jauh dari sempurna ini. dan ibadah. tapi bicara tentang hal-hal yang kerap dianggap kecil seperti sedekah. Selamat Menikmati “The Miracle” Demikianlah pengajaran yang mudah-mudahan berguna buat diri saya dan buat diri orang yang mau memahami pentingnya ibadah. memberi makan anak yatim. pendapat. Atau sekadar saran. tahajjud.. Apa yang dinukil di buku ini adalah sesuatu yang sangat kecil. kita maksudnya.Subhanallah. mau menjadikan segala sesuatu yang kita kerjakan sebagai jalan-jalan ibadah kepada-Nya. tidak apa-apa. yang semuanya juga adalah ibadah yang menguak kebesaran Allah dan kehebatan ciptaanNya. terlebih lagi untuk hamba-hamba-Nya. masa kemudian kita yang beribadah jadi kalah terang segalagalanya daripada yang tidak beribadah? Pasti ada yang salah jika demikian.

lebih disukai Allah ketimbang muslim yang kemudian menjadi beban bagi orang lain dan minim manfaat gara-gara ketidakberdayaan SDM dan ekonominya. . bertambah tawadhu’. berubah “nafsi-nafsi”/hidup sendiri-sendiri. Punya dunia. Berubah sombong. Bagi saya. bukan dikendalikan dunia. Ada yang luruslurus saja ketika ga megang harta. menjadi muslim yang kuat. jadilah orang-orang yang terdepan dalam dunia dan akhirat. Berikut ini kita lanjutkan esai-esai yang masih berkelanjutan dengan soal-soal tauhid yang dilekatkan/dikaitkan dengan shalat. Begitu punya harta. Pas ga ada dunia di kakinya. Malah bertambah saleh. ga boleh timpang salah satunya. kebanyakan manusia tidak punya tauhid yang bagus. Ga apa-apa kita mencari dunia. Entahlah. berubah lalai. tidak sedikit juga yang kemudian tetap selamet dan menjadikan “memiliki” dunia sebagai keutamaan yang menambah iman dan kesalehan. yang berhasil.baca. Hebatnya. yang banyak manfaatnya. Namun segitunya saya berprinsip ini. Tentu saja kita kepengen seperti yang disebut terakhir ini. Punya dunia. bertambah-tambah takutnya sama Allah. tapi bertambah-tambah kebaikannya. dia nangisnangis minta sama Allah. mudah-mudahan selingan esai-esai di 2 kuliah kemaren. sudah cukup menjawab beberapa pertanyaan yang dialamatkan ke saya. asal kita ga melupakan Allah. sangat fair Allah mengajarkan kita tentang dunia-Nya. Sayang. Ok. Punya dunia. Betapapun. Punya dunia. ini juga persiapan memegang dunia tapi mengendalikannya. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Pentingkah Dunia? KDW0120 Seri-20 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Pentingkah Dunia? Banyak sekali perumpamaan tentang dunia di dalam al Qur’an. Sementara itu. saya pun mengamini agar diri kita siap saja dulu. Allah dilupakan. Daripada kemudian berubah menjadi liar setelah memegang dunia. Selamat menikmati The Miracle. berubah. dan kelewat sibuk sampe lupa sama Allah ‘azza wa jalla. saya yang muda ini masih menganggap. Begitu ada. tetap saleh.

subhaanallaah… Alhamdulillah. (+) Wah. saya ga tinggal. Saya sering memancing dengan kalimat pertanyaan tersebut ke kawan-kawan. Saya jadi lumayan sibuk muter antar-cabang. Subhaanallah dan alhamdulillaah.*** Tidak Sadar (+) Tambah sibuk ya…? (-) Alhamdulillah… Begitulah. Maka jawaban yang jujur yang didapat dari dia. kelak yang akan membuka tabir apakah sesungguhnya yang sedang terjadi. Malah kayaknya dialog di atas terjadi di antara dua sahabat di mana salah satunya adalah pengusaha soleh yang sukses. Apalagi dengan posisi saya yang katanya “ustadz”. Benarkah kemajuannya itu nikmat. (+) Barusan shalat jam berapa? (-) Zuhur? (+) Ya. Maka pertanyaan itu adalah pertanyaan yang dianggap wajar oleh kebanyakan orang. Kebetulan hari ini ada meeting . (+) Sudah berapa cabang sekarang ini…? (-) Baru empat cabang. zuhur malah saya berjamaah. shalat mah walau telat. Kemudian. (+) Shalatnya bagaimana…? (Kebetulan saya yang nanya. (-) Iya. setelah dapat jawabannya. Setidaknya dilihat dari jawaban-jawabannya yang banyak mengucapkan puji-pujian kepada Allah. (-) Oh. ataukah justru azab?) (-) Alhamdulillah. Tidak nampak di antaranya ada penyakit. jadi orang kebanyakan ga tersinggung. yang kemudian kami sama-sama merenung jadinya. Sama beberapa peserta rapat. *** Peserta KuliahOnline. subhaanallaah ya. saya ajukan lagi pertanyaanpertanyaan lainnya. Benarkah demikian? Belum tentu. sepintas tidak ada masalah ya dengan dialog di atas. Zuhur.

banyak yang merasa fine-fine aja. kayak yang lain dah. Terusin saja ngikuti esai KuliahOnline ini. Tapi alhamdulillah. penting. “Hanya”. jadual ini itu. (+) Sabtu Minggu. (+) Ooohhh… (-) Kenapa emangnya…? (+) Sering begini…? (-) Maksudnya…? (+) Shalat itu kan lebih baik di awal waktu. jalan-jalan sama anak2? (-) Sesekali Ustadz. dia ini “tetap berjamaah”. Pembaca yang dirahmati Allah. Istri saya sekarang punya usaha. Yang penting kan shalatnya ya ustadz. berjamaahnya ini kita lihat jam berapa? Sehingga buat saya. Tapi sampe di sini. Kayak apa macetnya. jadual klub lah. kami baik-baik saja Ustadz. kondisi shalat di jam-jam 1-an itu sering? (-) Iyalah Ustadz. Sebenernya ini udah tanda-tanda. .markom. Ustadz. Saya sendiri pun kadang supervisi ke cabang-cabang saya lakukan dalam sabtu minggu. Merasa baik-baik saja. Benarkah baik-baik saja? Ya. terusin saja bacanya. Macetnya kan ustadz tahu sendiri. ini menjadi berjamaah shalat tidak tepat waktu). keluarga gimana? (-) Alhamdulillah. Anak-anak pun ada jadual sekolah lah. (+) Jam berapa? (-) Jam 1-an. Tapi shalat tepat waktu juga. sama peserta rapat. baik-baik saja. iya kan? Kadang saya perpindahan meeting ke meeting. (+) Tiap hari pulang jam berapa? (-) Normal aja. Terus. Yah. Nah. (+) Koq sesekali? (-) iyalah Ustadz. Jam-jam 10-an saya udah di rumah. susah juga untuk shalat tepat waktu. (+) Iya. Habis makan siang. Kan suasana Jakarta juga subhaanallaah. (lihat. Kan masing-masing juga punya jadual kesibukan masing-masing.

pun menjadi satu peristiwa yang malah menambah kehangatan dan jadi candaan hidup yang dinikmati. nge-teh? Sekarang? Frekuensinya? Makan di rumah. Sebab mereka pikir. tanpa tahu dengan pasti ada di mana. Ya. Atau pun kalau tidak. Sarapan. atau rasa yang tawar karena justru lupa dikasih garem. mereka tidak lagi semangat mandi dan pakai wewangian. Kayak esai di atas. Misalnya. Tapi bagi saya. banyak para istri yang sedikit sekali merasakan sentuhan hangat suaminya seperti awal pernikahan. Masya . meskipun kualitas ibadahnya harus dipertanyakan dengan jawaban kejujuran. Tidak sedikit. kemanisan. itu adalah – sekali lagi – samasama berjamaah tidak tepat waktunya. Seperti bekerjasama dengan meniatkan/menyengaja shalat tidak waktu). Seberapa sering sekarang kita menyisir rambut kita punya istri? Memijit pundaknya ketika dia kelelahan memasak untuk kita? Seberapa sering kita kemudian membelai dia punya rambut. coba saja dirasakan. buat siapa lagi mereka bersih. Atau sekedar ber-3G ria. segitu hebatnya kah kita mengumpulkan uang? Kalopun kita kumpulkan. adalah manusia-manusia yang sejatinya sangat suka memasak masakan istri kita. Ini fakta. para suami. belanja dari mall-ke mall. sudah merenggut banyak hal yang dia punya. dengan menyuruh berorganisasi. Perjalanannya kemudian tidak jarang berakhir di perceraian. Lama-lama. Dalam hubungan suami istri. Atau bahkan di jalan. Kita. Sebab suaminya entah ada di mana. dan sedang apa. aktif di pengajian-pengajian.*** Punya Istri kayak Engga Punya Istri Punya Suami Kayak Engga Punya Suami Kesibukan manusia mencari. namun menjadi sebuah ritual yang tetap harus dijalankan. Keaseman. berkomunikasi dengan cara ini pun menjadi sebuah rutinitas yang disebeli sebenernya. keasinan. komunikasi makin jauh. seberapa banyak yang kita bakal makan dan nikmati? Tanya para istri. Satu ke Barat. satu ke Timur. Beda. para suami. para suami kemudian memberikan kesempatan pada istrinya untuk mengambil kesibukan lain. merasakan aroma wangi rambutnya yang habis keramas untuk kita? Betapa hebatnya kita merasakan dulu manisnya bicara berdua sambil ngopi. Wuih. Ujungujungnya. mengumpulkan dan mempertahankan dunia. wangi dan segar? Wong suami yang dicintai tidak ada di sisinya/ Kita. Hanya ada laporan sms demi sms saja. di kantor masing-masing. supaya jangan selalu menunggu dia. Akibatnya? Hambar. seakan-akan tidak masalah dengan berjamaah di jam 1. Sampe kemudian buka usaha sendiri. butuh dihidangkan kopi atau teh bikinan istri sendiri. sudah jarang. ya perselingkuhan. (Masih untung kalo tetap beribadah.

Lalu masa kan terjadi sama kita? Jika demikian. *** . dan jika para suami menemukan hal-hal tersebut di diri perempuan yang bukan istrinya. Dari sekedar nanya sudah makan belum. Mereka adalah makhluk-makhluk Allah yang teramat berdosa jika kita tidak perhatikan kebutuhan biologisnya. Terusin terus ngikut KuliahOnline nya. maka terjadilah hal yang tidak diinginkan. Untuk 10 menit pertama. yang istri itu tahu bahwa pertanyaan itu adalah pertanyaan yang muncul dari perhatian karena ingin mencuri perhatian. Free. “Teruskan saja dulu bacanya ini tulisan. coba aja dipikir sendiri. tapi jika ada pemicunya? Apa yang akan terjadi? Sebut saja suaminya kemudian pulang selalu larut malam. Ada yang bertanya. menemukan apa yang diinginkannya di laki-laki yang bukan suaminya. Tidak sanggup kemudian saya meneruskan tulisan ini. ternyata pintu kamar kita ada yang mengetuk. Seakan tidak akan terjadi jika di kehidupan nyata. Sedemikian gawatnya kah? Ya. Buru. dan dapatkan. kalau kita pejamkan mata kita. akan diambil oleh dunia. banyak kejadian begini di sekitar kita. Ketika kita lelah. saya masih bilang. dan pasang telinga buka mata. jangan salah. Ketika lelah rapat di luar kota. dan jalan lagi sepagi mungkin. Tapi semua itu akan terjadi. Sekarang? Bagaimana? Kita bakal menemukan itu. pundak kita. Sabar”. Kalau kita bisa memburu dunia. Lalu ia jawab. Betapapun mereka sanggup mengatasinya. katanya. Bahkan oleh mereka berdua. Bahkan saudara-saudaraku. Lalu berdirilah di hadapan kita seorang perempuan berseragam hotel menawarkan welcome message. Para istri pun demikian. Sedang ia tahu.Allah. Sebab dunia itu jahat. namun sebatas jangan sampai dianggap tidak meng-sms! Akhirnya ya begitu dah. Apa yang ia dapat sebagai seorang istri yang butuh suaminya? Datanglah sms menanyakan khabar. ada tangan-tangan manis yang memegang kepala kita. pertanyaan itu pun lakinya kirimkan. dengan kasih sayangnya. yang datang dari seseorang yang pernah sangat ia kenal. Berarti saya menyuruh tidak doyan dunia ya? Loh. Maaf ya. kita hidup untuk siapa dan untuk apa? Ini semua. ada tarifnya. sudah minum belum. ya kejar. Lelaki itu kemudian memberikan perhatiannya. jika para istri. gara-gara perkaranya sepele: Shalat kita engga beres. ketika menginginkan pijatan lelah. menyentuh lembut kaki kita. Selanjutnya. he he he. bagaimana bisa berpengaruh antara shalat dengan kejadian itu? Ya.

tidak bisa mengendalikan usaha. Sekarang ini. Para ayah sibuk bekerja. yang ketika meninggalnya pun Anda tidak bisa menemaninya menghembuskan nafasnya yang terakhir? . yang untuk mengambil raport anaknya pun mati-matian menyisihkan waktu. Kapan Anda terakhir mendengar anak Anda membaca al Qur’an? Di mana ketika mereka membaca al Qur’an. Apakah begini yang disebut hidup nikmat? Tidak sedikit anak-anak yang tidak merasakan dikelonin/dimanja ayah ibunya ketika mereka mau tidur. kita tinggalkan dia untuk kita berikan waktu kita untuk dunia. Sementara. apakah mereka punya ayah atau tidak.Punya Anak Seperti Tidak Punya Anak Yang paling merana sebab kita tidak bisa mengendalikan waktu. mereka tidak punya waktu. pakaiannya? Meraba halus kulitnya? Kapan terakhir Anda bercanda dengan anak Anda dan melihat senyumannya anak-anak Anda? Jangan-jangan tidak pernah. anak-anak kita. Lalu kemudian kita berkata. Lalu kita diberitakan kabar gembira ini tanpa menyaksikan pertunjukan ini secara langsung. tidak bisa mengendalikan perkembangan bisnis dan pekerjaan yang kita anggap sebagai “kemajuan” adalah anak kita. adalah orang lain. Para suami bersuka cita sebab istrinya hamil. tertatih. istri bersuka cita sebab merasa lengkap sebagai seorang perempuan dan sebagai seorang istri. yang menikmati pertunjukan Allah. Dan tidak sedikit yang menyesal. eh begitu anak sudah berwujud sebagai anak. pengasuhnya. sibuk bekerja. yang tidak bisa melihat momen di mana anak bangun tidur. Untuk anak-anak kita. Anak yang begitu ditunggu keberadaannya. Masih syukur kalau anak Anda masih hidup. bahwa apa yang kita lakukan adalah untuk dia. Tuhan Sang Pencipta. Tidak jarang para ayah muda yang tidak melihat momen di mana bayinya baru bisa berjalan. atau membantu mengikatkan rambut putri Anda yang sudah memanjang dan bisa diikat? Kapan Anda punya kesempatan memandikan anak-anak Anda? Membetulkan. Para ibu. mengapa memasukkan ke sekolah yang punya peraturan seperti itu! Tidak sedikit para orang tua. baby sitternya. Anda ada di sampingnya? Kapan Anda terakhir bermain bola dengan anak laki-laki Anda. untuk mereka. Gila ga? Untuk menemani anaknya berlibur. Bagaimana kalau anak Anda sudah meninggal dunia. di mana para gurunya mewajibkan liburan kali ini didampingi orang tuanya. Sementara. banyak ayah dan ibu. dan jatuh lagi. neneknya. Karena gelap-gelap mereka udah jalan. Saking sibuknya. engga tahu.

Segitu sibuknya kah kita. Tapi sebab yang sangat mendasar. kita kudu juga ridha menerima datangnya . sehingga ketika anak kita panas badannya lalu yang merawat adalah tangan yang bukan tangan ajaib baginya? Ya. Dunia yang kita cari bahkan sesungguhnya tidak menyisihkan kenikmatan buat kita kecuali kenikmatan yang semu. sehingga untuk duduk bareng membaca buku bersama anak kita. Coba benahin shalatnya. ketika kita butuh kehadiran mereka. Kelak mereka akan mencari kasih sayang dari yang lain. Kita diberi-Nya pekerjaan yang tidak membuat kita menjadi makhluk-makhluk yang bahkan kita kepayahan ketika mau menikmati dunia yang kita cari. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Betapa Jauhnya Kita Dari Allah KDW0121 Seri-22 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Betapa Jauhnya Kita Dari Allah Ada banyak hal yang menyenangkan hati di kehidupan ini. sudah bisa menjawabnya sendiri. mereka sama sekali tidak tergerak untuk bersam-sama kita menghabiskan sisa umur kita bersamanya. semua keadaan akan menyenangkan hati. Mereka lebih nyaman berada di kekasihnya. Kelak mereka akan mencari kesenangan yang tidak didapatkan dari kita. dan mendengarkan celotehannya. siapa kita di mata anak-anak kita? Tidak lebih sekedar pencari dunia. Sebagaimana kita ridha menerima datangnya siang. tangan kita adalah sentuhan ajaib bagi penyakit anak kita. Maka Allah akan aturkan buat kita usaha yang membuat kita masih bisa ngegendong anak. Yakni sebab kita tidak perhatian sama shalat. Jadilah kemudian kita ditelan waktu. Kenapa? Karena mereka tidak terlatih untuk itu! Semua bukan semata-mata karena kita sibuk ngurus dunia. Segitu sibuknya kah kita. Mereka lebih betah di rumah kawan-kawannya. Tapi bagi seorang mukmin. kita tidak sanggup melakukannya walo hanya sebulan sekali? Jika demikian. Kelak mereka akan mencari perlindungan dari yang lain. Dan Anda. sungguh pun kita lengkapi hidupnya dengan super fasilitas. dan ada juga yang tidak menyenangkan. Bukan itu saja. Mengajaknya jalan-jalan di taman. Ditelan kesibukan sendiri. ketika kita tua. Lalu.

malam. Sebagaimana kita senang menjalani kehidupan yang terang, kita kudu juga siap dengan datangnya kegelapan. Betapapun ia sunnatullah di kehidupan ini. Satu hal yang harus kita yakini adalah di mana pun situasi kita berada, ada Allah yang senantiasa menemani. Susah senang adanya di hati. Gelap terang, bukan di mata. Barangkali, ikhlas menjalani hidup ini, pun merupakan pelajaran tauhid yang senantiasa akan diperlukan sebagai bekal di kehidupan ini. Saudara-saudaraku peserta kuliah online yang berbahagia, RINDU rasanya saya ketemu dengan Saudara-saudara semua, salah satu partner terbaik saya dalam belajar tentang Allah, rasul-Nya, dan kehidupan. Bulan-bulan terakhir ini, Allah memberikan keluarga kami hidangan-Nya. Sama saja dengan siapapun di dunia ini, ada susah, ada senang. Dan saya kira semuanya adalah persoalan penerimaan terhadap hidup ini. Kalau kita terima, maka semua keadaan akan baik-baik saja, akan senang-senang saja. Orang-orang yang punya hutang, misalnya, ketika ia kemudian menyadari bahwa ia tidak bisa bayar hutang-hutangnya, ketakutan demi ketakutan akan menghantui kehidupannya. Takut dipenjara, takut ketahuan sama keluarga, takut dilecehkan tetangga dan saudara-saudara, takut kehilangan muka, takut merugikan orang lain (yang sebenernya sudah terjadi), dan takut sama kenyataan-kenyataan yang sesungguhnya belum terjadi! Orang-orang ini takut sama bayangbayangnya sendiri bahkan. Jadilah kemudian mereka gelap di tengah dunia yang semestinya terang. Sendirian di saat dunia ini begitu penuh dengan manusia. Kesepian di saat dunia ini ramai. Ga berani keluar rumah. Ga berani ketemu orang. Ga berani menegakkan muka. Bahkan ga berani membuka mata! Inginnya kabur saja, bahkan tidak jarang kepengennya mati saja. Hidup lantas jadi cape, letih, lelah. Semakin dicari itu solusi, semakin membuahkan masalahmasalah baru. Orang-orang yang gagal ini kebanyakan sebab gagal memikirkan Allah, tuhannya. Yang ia pikirkan, nasibnya, nasibnya, nasibnya. Bukan memikirkan kelakuankelakuannya kepada Allah dan rizki-Nya yang selama ini kita sudah tidak syukur kepada-Nya. Dan saya melihat saya. Saya tidak mau demikian itu terjadi dalam hidup saya. Saya lebih memilih ikhlas menjalani kesusahan, sebagai penerimaan rangkaian akibat dari kejauhan saya dari Allah. Betul, saya yakinkan diri saya, alih-alih saya memikirkan solusi, lebih baik akhirnya saya memikirkan Dia dan saya. Maksudnya, saya memikirkan bagaimana sih perjalanan kehidupan saya? Apakah ada Allah di sana? Seberapa dekat dan seberapa jauhnya saya? Ternyata masya Allah, saya menangis. Saya jauh dari Allah. Saya banyak lalainya hidup ini. Perjalanan saya sudah jauh melenceng dari tujuan diciptakan-Nya saya; yaitu untuk beribadah kepada-Nya. *** Perjalanan saya di kemudian hari ternyata – menurut saya --perjalanan tauhid. Saya menyebutnya perjalanan mencari Tuhan yang hilang. Hilang kemana? Hilang dari hati dan kehidupan. Perjalanan mencari Tuhan yang hilang di hati ini. Tentu saja saya berupaya kembali memasukkan Allah di hati, di pikiran, biar mewarnai gerak kehidupan. Semoga saya dan Anda semua, tidak kehilangan lagi Allah di kehidupan ini. Maka senantiasa ada doa yang dibaca setiap habis shalat; Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitanaa wa hablanaa mil

ladunka rahmatan. Innaka antal wahhaab, ya Allah, janganlah Engkau kembali menyesatkan kami setelah Engkau memberikan kami hidayah, petunjuk. Dan karuniakanlah kami hidup yang penuh rahmat. Sesungguhnya Engkaulah Allah Yang Maha Memberi Karunia, Maha Memberi Pengajaran. Maka bolehlah saya menyebut, kegagalan manusia memperbaiki kehidupannya, atau mengubah kehidupannya menjadi lebih baik lagi, adalah sebab imannya tidak dibenerin. Tauhidnya tidak dibenerin. Amal ibadah memang barangkali dibangun, dikerjakan, tapi iman dan tauhidnya ga ada. Akhirnya banyak yang malah kemudian mengeluh. Kenapa saya sudah bertobat, koq tetap saja susah? Kenapa koq saya sudah kembali pada Allah, tapi kemudian masih saja sulit? Dan pertanyaan-pertanyaan yang semakin menyesatkan diri kita dari Allah. Bukannya semakin ikhlas menjalani hidup, malah kemudian bertambah sesak. Bukannya semakin menerima, malah kemudian makin sengsara. Cukuplah Allah Penolongku, inilah kalimat yang semestinya disuarakan terus menerus di hati kita. Ya Allah ampunilah saya, ini kalimat yang semestinya keluar dari lisan, hati dan pikiran kita. Engkaulah Pengaturku ya Allah. Terserah Engkau mengatur apa, bikinlah hati ini menjadi ikhlas karena-Mu. Begini mestinya. Akhirnya hati tidak beriak lagi. Adem. Ikhlas. Allah berada di balik semua kejadian. Allah yang mengatur segalanya. Dengan ilmu seadanya, saya mengubah haluan hidup. Dari yang tadinya mencari solusi, akhirnya gerak langkah dan pikiran difokuskan untuk mencari Allah. Mencari-Nya dengan memperbaiki diri, memperbaiki ibadah, membanyakkan amal saleh. Praktis saat itu, saat-saat di mana saya butuh pertolonganNya, saya tidak melakukan serangkaian pencarian solusi lagi. Saya kembali kepada Allah saja. Yang lain bilang bahwa saya tidak melakukan sesuatu untuk masalah saya, sedangkan saya menolak dikatakan demikian. Inilah ikhtiar saya, setelah tidak ada lagi yang bisa saya lakukan. Dan semestinya inilah yang sedari dulu saya lakukan, jangan mesti menunggu tidak ada lagi yang bisa saya lakukan. Sebab inilah inti segala inti. Percuma mencari segala teori penyelesaian hidup, jika Yang Maha Segala tidak menghendaki. *** Bentuk konritnya tentu saja ada. Di antaranya saya berusaha keras memperbaiki rundown hidup saya dulu yang selama ini salah. Ya, urut-urutan kita menjalani hidup ini, salah. Dan emang urusan sama Allah mah kayak tebalik balik. Mestinya tengah malam atau di penghujung malam enak-enak tidur, kita disuruh bangun. Pagi-pagi disuruh ngegetolin nyari duit, ini merilekskan badan dan pikiran dulu buat dhuha. Di saat-saat sedang sibuk, ada zuhur sama ashar. Ketika dapat duit, maka disuruh ngeluarin lagi sebagiannya. Padahal di saat yang sama, kita malah kepengennya kan bertambah, bukan berkurang. Beginilah hidup seorang mukmin, seorang yang percaya sama Allah. Dia tunduk dan patuh kepada Allah dan terhadap aturanaturan-Nya, dan inilah Islam; aslama yuslimu, islaaaman, berserah diri, tunduk dan patuh kepada Allah dan ajaran-ajaran-Nya. Pelakunya disebut muslim (faa’il/subject). Nyatanya? Di kehidupan sehari-hari? Kita kurang ikhlas ngejalanin hidup ini. Kita ga sabar ngejalanin ibadah. Kita pun malah menjadikan ibadah-ibadah menjadi beban. Ada yang hanya kemudian

menjalankan wajibnya saja, dan wajib itupun dijalankan tidak dengan sepenuh hati. Saya menyebut saya menjalani kehidupan yang salah, sebab itu hidup saja jadi jauh dari Allah. Bagaimana salahnya? Di mana salahnya? Begini, setiap mukmin, mestinya memulai harinya dari bangun di pertengahan malam, di dua pertiga malam, atau di sepertiga malam yang terakhir. Bangun untuk apa? Untuk tahajjud, untuk sujud kepada Allah Yang Maha Rahman. Allah menyebut mereka sebagai hamba-Nya jika kemudian kita semua bisa “yabiituuna lirobbihim sujjadaw wa qiyaamaa”, di tengah malam bisa sujud dan ruku di hadapan Allah. Wadz-kurisma rabbika bukrataw washiilaa, kita bisa mengingat Allah di saat pagi dan petang. Waminallaili fasjud lahuu wa sabbbih-hu lailan thowiilaa, bahkan di malam harinya kita bisa memuji-Nya, bertasbih pada-Nya dengan memanjangkan malam. Nah, kemudian apa yang terjadi? Yang terjadi, jangankan di pertengahan malam, di dua pertiga malam, atau di sepertiga malam, di pagi dan di siang hari saja saya tidak mengingat Allah! Maksudnya? Ya, saya ga ingat dhuha, ga ingat shalat tepat waktu, ga enteng qabliyah ba’diyah. Apalagi untuk shalat malam? Wah, jauh! Lebih seremnya, saya merasa tidak bersalah ketika saya dapati diri ini jarang betul shalat shubuh berjamaah. Ga tauh tuh, kenapa dulu bisa begitu. Padahal semasa kecil, saya digelandang sama orang tua dari kamar untuk bangun tidur dan disuruh berada di masjid di waktu shubuh. Jangan berada di kamar. Eh, ketika kuliah, ketika dewasa, dan ketika mulai mencari dunia, malah Allah Pemilik Dunia saya lupakan! Terus terang, keadaan inilah yang lebih menyesakkan dada saya saat itu ketimbang urusan dunia; hutang, jatuh bisnis, rugi, dan sebagainya. Tapi, ini pun baru muncul ketika Allah mengingatkan saya tentang Allah. Tadinya, ga kepikiran juga. Makanya kemudian saya ingatkan yang bisa saya ingatkan. Dari sini saja, dari tidak melakukan shalat malam, hidup saya udah melenceng. Jauh. Sangat jauh. Tentu saja saya harus memperbaikinya lagi. Ibarat menarik garis lurus, hidup saya udah ga lurus lagi. Startnya saja jam 5 pagi, bagaimana bisa lurus? Saya coba perjelas ya. Dulu, saya merasa aman dengan bangun lalu keadaan langit masih cukup gelap, atau terang dikit tapi belum terang banget. Kenapa merasa aman? Sebab saya pikir masih ada shubuh. Sebagai orang yang tahu tentang shalat malam, mestinya kan gelisah tidak shalat malam. Ini malah aman dari tidak shubuh berjamaah! Kelewatan kan? Seberapa jarak jauhnya jika saya tidak melakukan shalat malam? Ternyata jauh banget. Berpengaruh banget-banget. Perhitungannya sama dengan perhitungan telat shalat. Anggap saja semestinya kita memulai hidup kita jam setengah 3 pagi. Lalu kita malah bangun jam 5 pagi. Itu kan dua jam setengah telatnya. Ngitung gampangnya, 2 jam dah. 2 jam sehari, dikali 30 hari, maka itu udah 60 jam. 60 jam dikali 12 bulan, itu sama saja dengan 720 jam. 720 jam dibagi 24 jam sehari, maka hidup saya udah melenceng 30 hari! Itu kan jauh beneeeerrr. 30 hari dalam satu tahun inilah kesusahan saya. 30 hari itu sebulan loh! Bagaimana kalau Allah membagi lagi dalam satu tahun, di setiap bulan ada saja kesusahan kita. Allah cicil tidak dikasih kesusahan sekaligus 30 hari. Melainkan dua hari di bulan apa, sekian hari di bulan apa, dan sekian hari di bulan apa. Hingga kemudian kita menyangka, ya inilah hidup. Ada susah, ada senang! Padahal bukan. Yakni kitalah yang membuat hidup kita sendiri jadi susah. Coba

saja benahin tahajjudnya, niscaya garis hidup akan lurus lagi dengan sendirinya. Begitulah saya belajar. Anda boleh tidak sepaham. Tapi silahkan direnungkan sebaikbaiknya. Materi ini bukan tentang tahajjud. Tapi ini tentang tauhid. Saya yang tidak tahajjud, dosa saya bukan karena tidak tahajjudnya, tapi karena saya mengabaikan Allah! Allah datang, saya abaikan. Dan Allah datang setiap malam. Lihat, bagaimana mungkin orang yang mengenal-Nya, lalu tidak menyambut-Nya???!!! Dan inilah saya. Lihat lagi ya, seperasaan saya, saya susah itu berawal di tahun 97. Saya lepas dari rumah, dari ‘aliyah (SMU), dari kehidupan pesantren, tahun 1992. Berarti ada 5 tahun. Maka, perhitungan 30 hari tadi, dikali 5 tahuh. Hasilnya? 150 hari. 150 hari itu sama saja dengan 5 bulan hidup saya susah. Lah, banyak orang yang kemudian baru giat bangun malam ketika bermasalah. Dilihat dari jarak tempuh pencari Allah, dari sisi bangun malamnya, dia kudu melewati masa impas 5 bulan. Sebab emang ketahuan dari sisi mundurnya, saya mengalami kemunduran 5 bulan sabab tidak menjalani tahajjud 5 tahun. Kelihatannya berat dan ribet, tapi bagi saya saat itu, justru kerinduan yang ada. Saya semakin rindu pada-Nya, manakala hati dan pikiran ini merenung, jika dari perhitungan shalat malam ini saja saya telatnya, mundurnya, susahnya, bisa 5 bulan, bagaimana dengan perhitungan waktu shalat wajib? Dan perhitungan dari meninggalkan shalat-shalat sunnah qabliyah ba’diyah dan dhuha? Wuah, gawat. Saudara-saudaraku, mudah-mudahan Allah menyaksikan bahwa saya menulis ini untuk ‘ibrah diri saya dan saudara-saudara saya. Saat itu, saya kepengennya berlari saja menuju diri-Nya. Mengejar ketertinggalan. Memang ampunan adalah milik Allah. Pertolonganpun milik-Nya. Tapi saya memilih mengejar-Nya! Mengejar Allah. Kekejar ga? Saat itu, saya engga tahu. Sekarang pun masih engga tau. Tapi saya yakin, Allah menunggu saya. Saya yakin Allah menanti saya. Saat itu saya berteriak. “I’m coming ya Allah… Ini saya, Yusuf Mansur, yang banyak salahnya, datang ya Allah. Datang pada-Mu…”. Allah buat saya adalah solusi. Kalau Allah berkenan menemui saya, dan saya diperkenankan ketemu Dia, maka solusi itu pastilah saya dapatkan. *** Dalam kehidupan nyata pun, Allah mengajarkan kita. Allah memandu para pencari-Nya, untuk mencari-Nya dalam sujud, dalam keheningan malam. Dan bahkan Allah memandu para pencari-Nya, para pencari pertolongan-Nya dengan mengatakan kepada hamba-hamba-Nya, “Jika hamba-Ku mencari-Ku, carilah di mereka yang bersedih hatinya, yang lapar perutnya, yang menderita hidupnya… Carilah Aku dengan membantu mereka, niscaya kalian akan ketemu dengan-Ku”. Di dalam hadits-hadits yang bertebaran, Allah kerap menyatakan bahwa “Jika seorang mukmin ingin dilepaskan oleh Allah dari kesulitan dunia dan akhirat, bebaskanlah kesulitan mukmin yang lain. Allah akan membantu hamba-Nya manakalah

hamba-Nya mau membantu yang lain”. Ini selaras dengan banyak firman Allah tentang pencarian diri-Nya. Carilah Allah, sebab Dialah “Hasbunallah wa ni’mal wakiil, ni’mal maulaa wa ni’man nashiir, laa hawla walaa quwwata illaa billaah, cukuplah Allah sebagai Penolong dan Pelindung, tidak ada daya selain kekuatan-Nya”. “Fa man kaana yarjuu liqaa-a rabbihi falya’mal ‘amalan shaalihan, barangsiapa yang kepengen ketemu dengan Allah, hendaknya dia memperbanyak amal saleh”. Para pencari Allah, inilah ikhtiarnya. Ia bergerak terus. Aktif. Justru tidak diam. Pasrah bukan berarti diam, dan terjemahan di ibadahnya juga menjadi seaktif-aktifnya. Perbaiki shalat sebagai hubungan vertikal kepada-Nya, dan perbanyak amal saleh sedekah, berbagi, zakat, membantu orang; dengan tenaga, dengan nasihat-nasihat yang menggembirakan, dengan ilmu dan pikiran, dan tentu saja dengan harta yang tersisa. Semakin besar apa yang kita lakukan di dalam shalat dan sedekah, insya Allah akan semakin ketemu Allah. Dan inilah solusi itu. Solusi dari semua solusi permasalah kehidupan manusia. Begitulah. Saya meminta ampun kepada Allah, dari dosa-dosa saya. Saya belum berbicara tentang dosa yang lain, yang bobotnya akan memperpanjang parahnya masa/waktu kesusahan saya (time limit). *** Sekedar tambahan pengingat buat saudara-saudara semua. Tadi, dari tidak shalat tahajjudnya saya selama 5 tahun saja, sudah susah selama 5 bulan. Itu belum dihitung dari masa melalaikan shalat wajib. Masih ingat kan hitungannya? Mari bermain-main dengan angka waktu kesusahan: Jika seseorang terbiasa telat shalatnya, misalnya, atau anggap saja telatnya masing-masing 1 jam, maka 1 jam dikali 5 waktu shalat sama dengan 5 jam. 5 jam x 30 hari x 12 bulan x 5 tahun (ukuran kasus saya), maka didapat 9000 jam telat. 9000 jam itu, 375 hari. Dan 375 hari itu, satu tahun lebih 20 hari! 1 tahun 20 hari ditambah 5 bulan, itu berarti 1,5 tahun. Masya Allah kan? Seusaha apapun saya memperbaiki hidup saya, jika shalat wajib tidak saya benahin, maka hitungan ini ga akan pernah berkurang, kecuali saya banyak-banyak taubat dari soal yang satu ini. Kelalain shalat wajib dan shalat sunnah tahajjud ini saja, score nya sudah 1,5 tahun. Wajarlah saya pikir saya susah. Dan umur kesusahan saya, secara normal, adalah 1,5 tahun. Kecuali ada Kehendak Allah. Nah, di Kehendak Allah inilah saya mencoba meminta-Nya bermurah hati mempersingkat perjalanan kesusahan di dunia, dan menghapus sama sekali kesusahan di alam kubur dan di negeri akhir. ***

Sungguh saudaraku, dengan saya menghitung diri saya sendiri, saya jadi ikhlas jalanin hidup ini. Saya tahu, mestinya saya susah sekurang-kurangnya 1,5 tahun. Daftar ini akan makin panjang, manakala saya menyadari selama 5 tahun saya kuliah, saya meninggalkan

Daripada saya dipenjara selama 5 tahun. hitung-hitunganan ini masih belum dihitung qabliyah ba’diyah. *** Saudaraku. sebab tidak bayar hutang. Rasul mengabarkan kemurahan Allah. Ada seseorang yang berzina. Masya Allah. serem kan. hingga ruas-rusa di jari jemari! Alhamdulillah. itu artinya. Ya. sehingga – . semakin ngentengin saya. Saya mencoba mengambil pena. Lalu saya mengingat saya… Masya Allah. Saudara-saudaraku. Banyak betul hutang saya. saya masih berkenan menambah deretan panjang impact dari dosa-dosa kita. Lagian. Tapi Allah beritahu juga. Sedangkan Allah menagih sedekah kita sehari semalam. lebih baik saya menebus dengan cara begini ini. 8 dan 12 rakaat. dengan ukuran fiqh ini. beribu maaf bila ada yang tidak suka dengan pembahasan saya. maka saya bisa mempersingkatnya dengan menegakkan shalat dhuha pol 12 rakaat setiap pagi! Dengan saya shalat dhuha 12 rakaat. 6. maka kirakira 5 tahun juga Allah akan mengambil kehidupan saya! Jika harus ditebus dengan shalat dhuha 2 rakaat saban pagi. di 5 shalat waktu itu. maka tidak disebut sekali berzina orang yang melakukannya “sekali”. Bagaimana kalau kemudian kita melakukan dosa zina misalnya? Sekali zina. maka dosanya 40 tahun masa perjalanan ibadah tidak diterima! Wuah. Lah. hanya ada 8 qabliyah ba’diyah (minus ba’diyah shubuh dan ashar). sungguh-sungguh kurang. Sebab dalam sekali itu. Sedangkan satu hari. (Maaf. lalu ia melakukan sekian variasi hubungan badan. tidak akan manusia yang mampu membayar-Nya. Maka. Allah mengaruniakan janji-janji-Nya yang lain kalau saya mau shalat dhuha 2. maka hitungannya saya harus geber-geberan shalat dhuha selama 61 hari berturut-turut baru kemudian saya bisa menebus ketinggalan dhuha saya selama 5 tahun! Perjalanan yang tidak mudah. Ini saya betul-betul mengajarkan teori berhitung. Kata Rasulullah. Yang disebut zina itu adalah dukhuulul lahm ilal lahm. ini. Jika kemudian 366 hari dibagi 6 hari adalah 61 hari. tidak ada yang gratis. sebagai karunia-Nya. setiap ruas dari badan kita. masuknya “daging” ke dalam “daging” yang lain. dan menghitungnya. Tapi mudah-mudahan perhitungan ini bisa menginsyafkan kita semua). dimintakan sedekahnya oleh Allah. kalau Allah tidak Maha Rahman Maha sRahim. sekali saja kita tidak shalat. Rasul memberitahu. maka kelalaian kita itu akan memakan 70 shalat qabliyah ba’diyah. maka saya sudah menebus 6 hari ketinggalan shalat dhuha di tahun-tahun yang lewat. 4. Sekalian saja saya rengkuh semua rahmat-Nya. tidak gratis. Saya pertegas ya. Cadangan devisa kita untuk shalat-shalat yang lalai. kebayang kan betapa perjalanan melenceng kita ternyata semakin jauh. sekian tahun dhuha tidak tertegak. Tentu saja kelak tidak ada yang mengetahui perhitungan terdetail kecuali Allah saja. Tapi saya mencoba menempuhnya. dalam keadaan yang diharamkan-Nya. terdapat berkali-kali zina. jika kita sekali saja melalaikan shalat wajib. Membayar dengan apa? Dengan bersedekah.dhuha. Dia minta kita membayar. 5 tahun tidak shalat dhuha. maka sudah habis 7 hari kemakan kita punya qabliyah ba’diyah. Lebih serem lagi kalau saya kasih sedikit tinjauan fiqhnya. Termasuk ketika kita memakai badan ini sebagai pemberian-Nya. semua itu cukup dengan dibayar lewat shalat dhuha 2 rakaat saja di pagi hari.

ga akan kekejar. Ada loh yang tidak dihukum di dunia ini. ditimpuk pake batu sampe mati. Ini kan tidak terkontrol. Kalo di dunia. Beda dengan saya. beruntunglah buat mereka yang pernah berzina. Tapi hukuman mati. Persyaratannya juga susah. saya dengan mengetahui hitung-hitungan ini. Maka wahai saudara-saudaraku. barangsiapa yang lebih berat timbangan amal baiknya. Memang hukum Islam berat. maka bisa jadi berkurang siksaan alam kubur sebesar kebaikan yang dialirkan ketika di dunia.maaf – ia “keluar masuk” bersetubuh sampe kemudian ia keluar terpuaskan. Bagaimana dengan durhaka sama orang tua? Yang kata Allah. saya beritahu ya. Buat mereka yang tidak suka dengan hitung-hitungan ini. sebab merasa ga akan keuber. Ada banyak ayat yang menyatakan bahwa kita semua memang akan dihitung: “Fa ammaa man tsaqulat mawaaziinuhuu. yang score nya 40 harian (tidak diterimanya amal) per sekali datang kepada mereka? *** Sampe sini. Dirajam. hukumannya bukan lagi sekedar 40 tahun. Ga apa-apa masih menyisakan sisa masalah. maka ketika di mil pertama saja kita lari. Entah berkernyit sebab bingung. Saya semakin sadar. dia akan berada di kehidupan yang diridhai Allah. jika saya berlari sungguh-sungguh pada-Nya. berapa banyaknya???!!! Tidakkah ini menyeramkan buat yang pernah berzina???!!! Jika 3 kali saja keluar masuk sedangkan disebut sekali berzina itu adalah sekali saja masuknya. malah semakin berterima kasih kepada Allah. Dan saya percaya. itu namanya bukan manusia lagi. membesarkan anak yatim). maka kesusahannya boleh jadi seumur hidup. Allah Yang Maha Cermat Hitungannya. dan diterima Allah! Kalo sudah kematian menjelang??? Ya tinggal terima nasib. dan ga akan pernah bisa balance jadinya. jika ada yang berzina dilihat oleh 4 orang secara terbuka. yang pun juga punya hukuman yang sama? Bagaimana dengan dosa syirik yang tidak diampuni Allah? Dosa mendatangi tukang tenun. Ga apa-apa. Sebab yang paling mahal dari Allah adalah kesempatan kita bertaubat. Dan menurut saya. kita bisa berteriak minta ampun. yang tidak bertaubat. Karena di negeri ini tidak berlaku hukum rajam. kita bisa menjerit beristighfar. tapi hewan. atau berkernyit sebab apa. bahwa hitungan saya memang sangat kurang sekali. percaya sama ramalan. maka itu berarti 120 tahun Anda akan menghabiskan hidup Anda dalam kesusahan. masjid. barangkali Allah yang akan mempercepat perjalanan kita. memang kita akan dihitung oleh Allah al Hasiibul Jaliil. Ini lebih-lebihan lagi seremnya!!! Perhitungannya dituntaskan di alam kubur. Bagaimana pula yang berzina dalam keadaan sudah bersuami atau beristri? Wuah. Tapi bagaimana kalau amal-amal kita sepayah dosadosa kita? Itu baru zina. bahwa suka tidak suka. maka kemudian bolehlah saya menyebut. lalu bertaubat. fahuwa fii ‘iisyati roodhiyah. yakni di antaranya perbuatan zina itu mesti dilihat oleh mata telanjang oleh 4 saksi. wa . amal kita tidak diterima kecuali kita dapat ridha dari orang tua? Bagaimana pula dengan dosa menyakiti orang lain. ada saudara-saudara saya yang barangkali berkernyit. tapi memang arif. Kalo kita di dunianya menyisakan kebaikan yang terus bergulir (sempat membangun sekolah.

Allah berfirman. Sesiapa yang banyak kebaikannya. dan peringatkanlah manusia terhadap hari yang azab datang kepada mereka. Sebab hitung-hitungan di kebaikan pun ga malah . barangsiapa yang ringan timbangan amal baiknya. fa ummuhuu haawiyah. maka wajarlah jika hidup kita penuh dengan keburukan. Innamaa yuakhkhiruhum li yaumin tasykhashu fiihil abshaar. murah ampunan Nya. hai Tuhan kami. Masya Allah. maka tempatnya di neraka hawiyah” (Qs. *** Ok. Awalam takuunuu aqsamtum min qablu maa lakum min zawaal. Sebaliknya. Tapi di dunia ini. sedang mata mereka berkedip kedip dan hati mereka kosong tidak percaya bahwa mereka sudah ada di negeri berbangkit dan di hari hisab dijalankan”. Besok kita teruskan ngajinya. Sebab kepanjangan ntar kuliahnya. jika kehidupan kita lebih banyak amal buruknya. katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang beriman. “Qul li’ibaadiyal ladziina aamanuu yuqiimush shalaata wa yunfiquu mimmaa razaqnaahum sirraw wa a’laaniyyatam min qabli ay-ya’tiya yaumul laa bai’un fiihii walaa khilaal. hendaklah mereka mendirikan shalat. pelan-pelan masuk di bab pertaubatan dan di bab betapa murahnya Allah terhadap kita. ketemu dengan kebaikan dan orang-orang baik. tangguhkanlah kami meski dalam waktu yang singkat supaya kami bisa menjawab seruanMu dan mengikuti rasul-rasul. score kehidupan akhir ditentukan di hari hisab. Ibraahiim: 42-44). Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai pada hari yang padanya pemandangan mencengangkan”. dikelilingi keburukan dan ketemunya sama orang-orang yang merugikan kita. murah kasih sayang Nya. Maka itulah saudara-saudaraku. maka berkatalah orang-orang dzalim. al Qaari’ah: 6-9). namun menyadari bahwa hidup selama ini dalam kegelimangan dosa atau kelalaian dari segi ibadah seperti yang saya jelaskan di atas. keberuntungan yang nyata yang Allah hadiahkan buat kita adalah kita termasuk orang-orang yang panjang umur dan berkesempatan untuk bertaubat. janganlah engkau mengira bahwa Allah akan lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang dzalim. Ibraahiim: 31). lebih banyak amal buruknya. bagi semua yang sekarang ini susah. Kepanjangan ntar ngajinya. “Wa andzirin naasa yauma ya’tiihimul ‘adzaabu fa yaquulul ladziina zhalamuu rabbanaa akhkhirnaa ilaa ajalin qariibin nujib da’wataka wanattabi’ir rusul. murah segala-galanya. menafkahkan sebahagian rizki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi maupun secara terang-terangan. “Muhthi’iina muqni’ii ru-uusihim laa yartaddu iliaihim tharfuhum wa af-idatuhum hawaa. dikelilingi orangorang baik. nyata. Beginilah. mereka datang bergegas gegas memenuhi panggilan dengan mengangkat kepala mereka. “Wa laa tahsabannallaaha ghaafilan ‘ammaa ya’maludz dzaalimuun. murah pertolongan Nya. sebelum datang suatu hari di mana tidak ada lagi jual beli dan persahabatan”. (Qs. maka ia hidup dalam keadaan baik. bukankah kamu dulu yakin bahwa kamu tidak akan binasa? Tidak akan menghadapi hari ini?” (Qs. terpaksa saya penggal dulu.ammaa man khoffat mawaazinuhuu.

Toh barangkali mereka yang ngomongin jelek ga tahu tentang keadaan yang sebenernya. Belum berkesempatan atau tidak berkesempatan. Insya Allah mulai hari ini. saya akan menulis lagi kuliah ini. Asal jangan terlalu pedes ya. Tapi kemudian tanggapan orang seribu satu macam. tolong ya. disangkanya mah saya pengoleksi mobil dan hidup dalam berlebihan. Jagura. dan menyiapkan materi lain dalam bentuk audio dan video. Wuih. beberapa pekan yang lalu. Penilaian. Sebab akan dibukukan nih isi seluruh web generasi sebelum lebaran. Biar saja. Namun sudah saya cicil. di layar TV One. banyak hal saya ambil sebagai keputusan. kita bukukan saja.menarik dan mencengangkannya. Itu yang disorot hanya cellica. Jasa penyewaan mobil ini menyumbang kontribusi yang tidak sedikit buat pesantren dan di perputaran ekonomi warga sekitar. he he he. Insya Allah itupun ibarat kuliah. bila saya sehat terus. kisah saya diangkat di layar kaca. Doain dah buat semua kru KuliahOnline supaya mereka semua diberi kemudahan dan mendapatkan keberkahan seperti keberkahan saudara-saudara semua yang menuntut ilmu lewat KuliahOnline ini. Namun saya baca. BMW. di artikel-artikel lepas dan di sms-sms jamaah. dan lewat imel. Saya tidak bisa membalas satu-satu sms dan imel tersebut. berdakwah karena Allah. Namun jika saudara perhatikan. dan web nya hanya isi-isi yang baru saja. Kijang. Jadi. Beri testimoni saudara lagi ke imel web admin ini tentang kuliah online ini. Kita bahas soal menarik ini besok besok ya. Saya beritahu ke jamaah semua. Untuk kemudian dibersihkan. ini juga persoalan tauhid. Ntar saya malah jatuh sakit garagara mikirin. Makasih juga atas doa-doanya yang disampaikan lewat sms ke hp saya: 081510511127. Yang lama. Nah. Di jasa penyewaan mobil. Terselip di sana. sekian APV. Pada waktunya saya akan umumkan kesiapan materi audio dan videonya. Alphard. Kesulitannya bukan di saya. ga usah mikirin yang gitu-gitu. semacam kesan dan pesan dah. sontak ini mengundang sejuta komentar. kita gerakkan juga ekonomi mikro melalui pembiayaan pembiayaan mikro. Dengan tajuk “Sejarah Membesarkan Nama”. he he he. Mohon maaf yang mana saya banyak absennya mengajar. Walopun di sana ada gambar saya juga mereksa keadaan pondok dengan mengendarai sepeda ontel tahun 47! Cellica itu memang mobil mewah. Sebagiannya indah-indah dan banyak pula yang memotivasi saya bahwa sungguh kuliah online dibutuhkan. ha ha ha. Mercy. di renungan-renungan inspirasi. Yang tidak tahu. Saudara-saudaraku. tolong saya dah. sejujurnya. Tidak sedikit yang miring. ya kuliah juga. saya tiada henti menulis. duh. boleh protes juga koq. Contohnya. urusan Allah. Tapi ia dijadikan unit bisnisnya pesantren. carry. Dari uang bisnis ini bisnis itu. gambar di mana saya sedang mengendarai Cellica Sport 2 pintu warna silver. maju saja terus. Hanya tidak dimasukkan di kolom kuliah online. menceritakan perjalanan hidup saya. sampe bus 27 seat. sambil saudara-saudara online. . Padahal ada mobil-mobil mewah lainnya. Sebenernya. Isinya. tapi di SDM editingnya. Tidak gampang menyiapkan materi audio dan video. saya ga usah sakit hati. Dan bukankah kita kita mengaku berdakwah karena Allah? Bukan karena nama? Kalau tauhidnya benar.

Masuknya dolar. Namun. Dan kami cukup senang dengan ini. Mobil saya pribadi. Unit-unit bisnis di lingkungan Daarul Qur’an dan Wisatahati. segitu lumayan berkembangnya (walaupun ukurannya masih small. Dan itu pun punya istri. persis di depan pesantren. Memang tidak arif di tengah-tengah masyarakat yang juga miskin dan serba kekurangan. . Dan memang subhaanallaah. Weh. semakin kami menyuburkan wakaf dan sedekah. Sekolah ini bukan sekolah orang susah. tapi malah bisa terjebak jadi riya dan sum’ah. Hasil dari keuntungan operasional sekolah ini. sebab memang fasilitasnya lengkap dan sangat sangat bagus. Tapi ya kami juga punya alasan tersendiri. koq malah nambah lagi ya tulisannya? He he he. sampe ketemu besok yaaaa… *** Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Jauh Deketnya Kita Dengan Allah KDW0123 Seri-23 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Jauh Deketnya Kita Dengan Allah Inget Dan Lalainya Kita Sama Allah Yang disebut masalah itu bukan masalah yang dianggap masalah oleh manusia. Daarul Qur’an sendiri. sebab saya memutuskan sekolah ini memang hanya untuk orang kaya. Ok. dipakai untuk subsidi silang programprogram dakwah dan pesantren-pesantren bebas biaya yang dibangun dan dikembangkan di seluruh tanah air bareng dengan seluruh donatur PPPA. rumah RW di lingkungan pesantren. saya bangga sekali saya hidup di rumah kontrakan. weh. semakin gilagilaan perkembangan bisnisnya. Sekaligus untuk menyuburkan amal baik dan mengubur amal-amal jelek dengan pergulirannya. Yaitu 1 unit Tigo. Terkesan sekolah ini bukan buat orang susah. weh. dibangun dan dikembangkan dengan prinsip wakaf dan sedekah. Dan memang demikian. boleh ngumpulin dan nambahin dari jual Karimun 2004. Rumah yang saya tempati. maksud hati mau ngejelasin. yang patut diacungi jempol dari Daarul Qur’an adalah ia berdiri juga di atas prinsip wakaf dan sedekah.Yah gitu dah. Tapi. Ini bahaya nih. masih baby). adalah pesantren modern dan bahkan internasional. malah satu. Lumayan mahal. Dan pesantren-pesantren gratis ini adalah untuk mereka yang dhuafa dan anak-anak yatim dan tidak mampu.

Saat itulah saya teliti kehidupan saya. Dan insya Allah saya tahu. Agak enteng terasa. Allah akan angkat derajat saya. bahwa nanti selepas 0-0. Saudaraku. Alhamdulillah. Sambil terus husnudzdzan kepada Allah. Sebab hitungannya memang wajar saya susah. saya anggap menjadi doa juga. Insya Allah. Setelah menelisik kesalahan-kesalahan saya. Istilahnya. dari dosa-dosa. Salah satunya adalah dengan bertaubat sebener-benernya taubat. Dan karenanya kita perlu berterima kasih kepada Allah. Mudah-mudahan ada benang merah dengan materi-materi KuliahOnline. Tapi baik. Sehingga kemudian saya fokus juga untuk mengejar ketertinggalan. Loh. ya. Ketika saya jejek gas. ada. akan semakin cepat pula keringanan itu saya dapat. Ada satu keanehan. Tidak jarang reaksi begini malah terjadi: Seseorang merasa Allah semakin menjauh ketika justru ia semakin mendekat. Allah sediakan banyak jalan untuk mengejar ketertinggalan ini. kita deket dengan Allah dan ingat pada-Nya. Allah mempercepat masa bayar dari keburukan yang kita lakukan. Saudaraku yang dirahmati Allah. sebab saya malah menganggap. ada juga amalan yang bener-bener ngenolin dosa-dosa. Tentu saja perlu diteliti lebih dalam lagi. di tengah jalan ia malah menemui kendala-kendala baru. Dan tentu saja. kita bismillah memulai materi ke-23 ini. Supaya apa? Supaya segera terbebas ia dari kesalahankesalahannya. Kesimpulannya. Alhamdulillah. Saat itu. lah lah lah. Semoga Allah memberikan ridha-Nya. Allah pun tentu tidak akan memikulkan beban buat hamba-Nya kecuali . Saya pun demikian. kalau kita jauh dari Allah dan lupa sama Allah. Termasuk ketika saya harus membayar dengan masuk penjara. yang justru menambah bungkuk. hutang saya malah tambah buanyak. Akhirnya. Dan kepositifan itu. makin banyak beban yang saya pikul. kita merasa Allah tidak akan pernah dekat dengan kita. beragam reaksi ketika peserta KuliahOnline membaca materi kuliah ke-22. saya bukannya menyesal.Melainkan disebut bermasalah itu. injek pedal. Tapi bagi saya. Menambah berat. jadi sabar. makin cepat beban turun ke pundak saya. Apa jadinya kalau saya tidak menyadari? Yang paling parah adalah dosa tauhid. sampe ke saya. jika Allah menghendaki suatu kebaikan bagi seseorang. justru Allah segerakan keburukan buatnya. “Message” ini. tanpa banyak kalam. memangnya ada? Begitu barangkali sebagian kita bertanya. jawaban yang sering saya lihat adalah justru dengan cara itu. Jawabannya. Dan alhamdulillah. atau malah tidak sedikit yang terjadi begini: ketika seseorang berjalan menuju ampunan-Nya. Bertambah berkali-kali lipat. dalam satu dua kasus. saya tuliskan di kolomkolom Non-KuliahOnline di Website ini. ya kalimat-kalimat di atas itu. Silahkan melihat-lihat di artikel lepas maupun di sms-sms dengan jamaah. saya malah jadi ikhlas menerima “kenapa saya susah”. masalah-masalah baru. Dan yang disebut anugerah adalah sebaliknya. Nah. saya jadi sustain. dulu. saya mewajarkan diri saya mengapa saya jadi susah. beberapa kejadian kecil selama “libur”. Ada hadits qudsi yang isinya kurang lebih. Saya terimain aja apa yang terjadi.

resesi global. tetap saja masalah. saudarasaudaranya yang lain tidak menerima si saudara ini melakukan perbuatan bodoh yang merugikan ibu mereka. ga bisa juga .yang bisa hamba-Nya itu pikul. si ibu kemudian menyesali kenapa semua ini terjadi. ia aminkan. dan tidak akan pernah terjadi melewati ambang batas itu. “Bener juga. Misalnya. Penerimaan terhadap segala kejadian. malah saling berpegangan tangan mengejar dan mengubah keburukan yang sudah trjadi. Sementara. Mereka lalu memilih saling memahami. ambang batas maksimal akan terjadi. sampe kemudian menyalahkan ketidaktepatan waktu. mau diapain lagi? Sudah terjadi. menyesali. coba baca lagi Materi Kuliah ke-22 ya. Jarang orang yang bisa menerima keadaannya. sama sekali “tidak dihitungnya”. sedang malang. tidak akan lahir perusahaan ini. Bingung ya? Ya. Dan selama ini pula ia menebus kesalahannya. Si anak merasa takut dengan saudara-saudaranya yang lain. Kalau ga tenang. jatuhnya perekonomian nasional. Tapi ia mengaku. keikhlasan menjalani setiap peristiwa. ya sudah. petugas bank yang memberikan rekomendasi menyesal sudah memberikan ia kredit. Artinya. andai keikhlasan ada di hati mereka. alhamdulillah ia bisa mengikuti pula kebiasaannya ustadz ini. keadaan sedang di-PHK. Lalu kemudian tampak terang benderanglah manakala akhirnya mereka kemudian bisa bilang. Jarang orang yang memandang bahwa kesulitan itu adalah anugerah. Terhadap yang begini ini. sebagai jaminan hutangnya itu adalah tanah ibunya. Hanya. kesusahannya hanya berkurang sedikit. dsb. Kebanyakan orang memilih untuk menambah dirinya untuk lebih lagi berduka. maka yang terjadi adalah Cahaya Allah di setiap etape berikutnya. Bahwa bersama kesulitan itu ada Kemurahan Allah. ada Rahmat Allah. rasanya menjadi teman yang meringankan perjalanan hidup. Tapi adapun masalahnya. dan sedang sulit di kesulitan yang umumnya dirasakan orang umum sebagai satu kesulitan. seperti ada di semua mata rantai orang-orang yang terlibat. masa krisislah. meratapi. saya ketemu dengan seorang yang mengaku pengikut setia seorang ustadz ternama di negeri ini. Jangan terburu-buru. ada Kebaikan Allah. Ada kecocokan. Allah. mata rantai ketidaknerimaan atas takdir Allah. Padahal mata rantai keajaiban akan terjadi di setiap simpul mata rantai jaringan orang-orang yang disebut. ketika saya buru-buru mengoreksi. bahwa ketenangan itu hal termahal ketika bermasalah. saling memaafkan. yang kemudian ditetapkan sita jaminan. si penghutang pun menambah lagi daftar panjang penyesalannya: kenapa sampe kenal si Fulan yang ia yakini sebagai penyebab segala kehancurannya. sedang susah. menghancurkan orang lain”. sabab mengikuti orang baik. sedang berhutang. Supaya nyambung. Maksudnya. Shalat shubuh berjamaah adalah hal minimal yang ia lakukan. seseorang yang diburu petugas bank sebab hutangnya. salah memilih bisnis. Gitulah permisalannya. Dalam kasus ini. sedang sakit. Baca nya pelanpelan. *** Beberapa saat setelah saya menulis KuliahOnline materi ke-22. Kalau dulu tidak terjadi krisis di keluarga kami. Selama 10 tahun katanya beliau mengikuti ustadz ini. atau bahkan mengatasnamakan “kasihan. Biar agak nyambung. Ia hanya merasakan ketenangan.

berarti ia masuk ke ustadz tersebut di umur 38 tahun. Ternyata benar. Namun ia diberi kesempatan berumur panjang. Perjalanan saya perjalanan belajar tentang tauhid. menjadi merasa haus untuk terus berburu kebaikan. tiada sebanding dengan 28 tahunan ia mengikuti syetan. Tapi saya kepengen menjalani hidup ini lebih ikhlas. Lah. Kerjaannya menggagalkan saja riyadhah seseorang. kesusahan yang ia rasakan. bahwa barangkali ia “belum impas” membayar Allah subhaanahuu wata’aalaa. dan tidak membuat dirinya tidak lagi gelisah. justru ia semakin ikhlas akan segala kesusahannya. Ya. begitu saya sambungnya. justru tidak terjadi. sambil terus . “Atau dibuang ke panjang umur. Allah itu Maha Pemurah. Tidak mengganggu pikirannya. meskipun kita tidak akan pernah bisa menghitungnya. Masya Allah. usianya 48 tahun. Yang ada. ia tambah ga bisa menyesali. 48 tahun dipotong masa 10 tahun. hal ini tidak membuatnya lemah. dia lumayan tercenung. Membiarkannya hidup untuk menebus dosa-dosanya. Dan di saat yang sama. Saudara-Saudaraku sekalian. Kalau dilihat-lihat dari selisih itu saja. ia masih perlu 18 tahun perjalanan kebaikan. Ia yakinkan dirinya perjalanan pertaubatannya belum nyampe. sudah jauh tertinggal. Ga apa2 ya? Anggap saja ini seperti tuntutan awal agar langkahnya menjadi semakin benar. Sebab dari hitung-hitungan shalat seperti di materi ke-22. Sekarang ini. Malah ya itu. Saya masih membutuhkan 1-2 tulisan penjeda lagi untuk sampai ke hitunganhitungan sebaliknya dari tulisan materi ke-22. Ia menahan pertanyaan ini untuk tidak meledak. saya mencoba mengingat-ngingat juga apa yang terjadi dalam kehidupan saya dan kemudian sebisa mungkin saya share kepada kawan-kawan saya. Apa yang membuat dia ini bisa menahan pertanyaan-pertanyaan tersebut? Salah satunya kemudian apa yang ditulis di materi kuliah ke-22. tidak menjamah hatinya. yang ada malah bertambah syukur. agar bisa menebus ketertinggalannya dan beramal saleh. Artinya. Kawan saya ini bilang. Haj”. Syukur bahwa Allah itu Maha Baik. Tapi saudara-saudaraku sekalian ga usah khawatir. bagaimana dengan usia 38 tahun ke belakang? Yakni mulai ia akil baligh – yang katakanlah balighnya itu usia 10 tahun – hingga 38 tahun? Dia bilang. Dia ini semula merasa ada sesuatu di hatinya yang selama ini ia tahan-tahan. Subhaanallaah. Tapi minimal. sudah diampuni sejak awal ia memohon ampun. 10 tahun ia mengikuti ustadz terkenal ini. Koq belum ada perubahan? Kenapa ya? Saya kan udah mengikuti jalannya orang baik. kekhawatiran semula bahwa ia akan semakin menyesali dirinya. sejak ia mencoba menghitung-hitung kesalahan dirinya. Yakni pertanyaan seperti yang saya jelaskan di atas: “Kenapa ya? Saya kan udah berubah. Ia mengaku. kita menjadi tambah yakin. Saudaraku. Nanti kita tetap sampai ke pembahasan hitung-hitungan betapa murahnya Allah. melainkan justru semakin kuat. bahwa Allah itu Maha Pemurah. Baru sebanding. Pertanyaanpertanyaan ini ia coba redam. bisa saja. koq tetap saja ga berubah?”. Yakni dengan meyakini pula bahwa karena pertolongan Allah lah. Perjalanan seorang hamba yang berusaha untuk menjadi ‘abid-Nya.saya hidup enak”. tidak mudah. Ia yang semula mengatakan bahwa selama 10 tahun ia sudah shalat shubuh berjamaah tanpa putus. Namun ada yang menarik. inilah memang bisikan syeitan.

Ringankan saja perjalanan ini ya Allah. masa iya ga kekejar? Masa iya ga nyampe. Ada saya pernah keluar dari salah satu rumah kawan saya yang kemudian saya clear dinyatakan bersalah dan harus menanggung sejumlah kerugian. Saya. Sebenernya. Saya diberinya waktu untuk menyelesaikan. Saya tidak mau menjadi orang yang paling nestapa dan tambah nestapa dengan menyalahkan diri yang auranya negatif. Salah mendifinisikan. . saya terima. amal-amal saleh. Rabbanaa dzalamnaa anfusanaa. ternyata masalahnya menjadi semakin jadi. Saya pun banyak nafsunya. sebelum kita beralih ke materi kuliah besok. ketika saya menyadari bahwa saya mulai di ambang kejatuhan.belajar tentang iman. Di perjalanan pertaubatan saya. Hebat. saya t’lah melalaikan shalat berjamaah. akan beresiko sangat besar. jika kemudian kesusahan ini adalah cara-Mu untuk menyucikan diri saya. sungguh saya telah menzalimi diri saya sendiri. Tapi saudara-saudara. sebagaimana saya jelaskan di atas. bahkan ketika dunia saya genggam. saya banyak meninggalkan sunnah. Seketika saya “mewajarkan” mengapa saya menjadi sulit dan susah. apa yang disebut anugerah dan apa yang disebut masalah. Anugerah yang mengantarkan saya kepada Allah. dengan doa di atas. saya membayangkan dosa-dosa saya. hilang sabarnya. di awal-awal belajar tentang resiko kehidupan deket-jauh dari Allah. dulu hati saya relatif menerima. Saya menerima hukuman. yang ada kemudian lisan ini berzikir dengan doanya Nabiyallah Adam. Apalagi Dia Maha Rahman Maha Rahim. Saudaraku. kurang syukurnya. dan cara-Mu untuk mengingatkan saya akan diri-Mu. Saya kejar terus saja Allah. Ya Allah. saya merasa adem hati ini. dengan cara ini saja. nampak seperti menyalahkan diri sendiri. Saya tidak taat kepadaMu. pelanpelan. Saya banting ke sana saja. islam. saya membayangkan dosadosa saya. ya Allah. dunia malah menjauhkan saya dari-Mu ya Allah. saya banyak bermaksiat kepada-Mu. dan terlambat mengetahuinya. Termasuk belajar dari setiap etape kehidupan langsung (learning process – experiental learning). Saya hanya meyakinkan diri ini. Ya. Saya bisa merasakan itu. Rupanya memang jawabannya adalah saya jauuuuuuuuuuuuuuhhhhh dari Allah. kita coba jelaskan ya. itu auranya positif. Begitu saya keluar dari rumahnya. Rumus “MASALAH” itu sederhana: Kalau kita jauh dari Allah dan kalau kita lupa sama Allah. dan ibadah. tapi. serta harus menanggung ini semua. Saya merasakan getaran harus terus memperbaiki iman islam saya. dengan disertai segala kemungkinan-kemungkinan buruk. Dan saya pun belajar. dan saya jatuh. Menurut saya ini bukan menyalahkan diri sendiri. Saya terima kesulitan sebagai anugerah. Subhaanallaah. saya hidup dalam keadaan tidak turut pada aturan-Mu. Dengan cara ini. waillam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakuunannaa minal khaasiriin. Rasanya saya sudah membagi beban saya kepada Allah. Ini lebih ke “memposisikan diri menerima” bahwa rangkaian kesulitan hidup sebab dosa dan kemaksiatan yang saya lakukan. Tapi terus saja saya pompa dengan kepositifan. ini beda dengan menyalahkan diri. tauhid. Insya Allah nyampe. Beda. Dulu.

sementara itu banyak juga yang tidak tahu dan tidak menyadari. Cuma. Perlakukan juga dua kriteria ini. ini justru masalah. Sifatnya yang begini ini yang diincer. menjadi deket lagi sama anak istri. jauh dan deket sama Allah. bisa baca al Qur’an lagi. ada yang tahu dan menyadari. soal tauhid. amal saleh kita. dan soal-soal yang lain yang sedang saudara hadapi. mudah bener mengubah dari masalah menjadi anugerah. Saudara karirnya naik. Bukan.Nah. Coba saja saudara pikirkan misalnya soal hutang. adalah anugerah. demo karyawan. iya ya. Namun sebaliknya. dan amal saleh. Bisa seketika koq. Masalah tauhid. Keajaiban perubahan suasana hati juga akan segera didapat. sombong. Mari kita sama-sama mengoreksi. Benarkah hutang itulah masalah Anda? Bukan soal iman. Tapi andai saudara-saudara yang kaya ini benar-benar jatuh miskin. Maka saudara akan tercengang sendiri. pertaubatan. Saudara di-PHK. menjadi deket dan ingat sama Allah. kita bisa deket sama Allah. iman. Yakni pindah jalur saja. tidak sedikit yang tidak memahami lalu langsung nge-track di urusan ini. ada yang diberitahu tapi tidak bergeming. soal anak. bisa megang tasbih lagi. kita bisa inget sama Allah. bisa merogoh kantong lagi untuk sedekah. Buat yang tidak sedang menghadapi masalah apapun. ada satu dua tagihan kita yang tidak tertagih. Kalau tidak mempan diberitahu dengan “message” dari Allah (dengan sejumlah masalah). insya Allah inilah anugerah. soal islam. bisa bertaubat. soal jodoh. Maha Sayang. Ini bukan yang diincer Allah. inget dan lalainya dari Allah. Tapi dengan di-PHK kemudian menjadi saleh. Yang diincer sama Allah adalah tauhid kita. dari jauh dan lupa sama Allah. syukurnya kita. Ini hanya model dari bentuk pesan tauhid saja dari Allah. di urusan-urusan yang saudara anggap masalah. Sebab apa? Anugerah itu adalah sebaliknya. coba koreksi dari dua hal ini. iman kita. ini mah namanya ANUGERAH. mukmin yang baik. Yakni. Misalnya. Lah. Seseorang yang bercerai. masalah syukur. maka Allah akan benamkan semuanya menyisakan kita yang kemudian meratapi kejatuhan kita. masalah iman. jauh dan deketnya dengan Allah. Sebab ukurannya sudah beda. Maha . Tapi ya itu. tapi ada kemunduran spiritual. trnyata sekarang bukan. sama orang tua. wuah. sama suami. soal amal saleh. tapi saudara malah jauh dari Allah dan lupa sama Allah. coba juga pakai 2 ukuran ini. Coba lagi pikirin soal penyakit. Jika sebelumnya “bercerai”nya itu yang disebut masalahnya. tidak menginjak bumi… ini yang harus kita kenali sebagai “sedang bermasalah”. tambah tawadhu’. lalu dengan kemiskinannya itu bisa menjadi muslim yang baik. shalat berjamaah jadi hilang. islam kita. Ada yang dikasih tahu lantas menerima. Insya Allah kita akan ketemu bahwa Allah benar-benar Maha Pemurah. bisa beramal saleh. Janganjangan sebenernya kehidupan Saudara sedang diincer sama Allah. dan dia merasa “aman-aman” saja. Karena yang disebut masalah itu bukan masalah keduniaan. gampang. soal syukur Saudara? Coba saja lihat-lihat ke belakang hidup Saudara sebelumnya berhutang. perjalanan sebelum cerainya itulah yang disebut masalah. Saudara kaya. belum tentu disebut bermasalah. shalat dhuhanya jadi hilang. Saudara malah serakah. raibnya satu dua asset diambil orang. Kalau dia mau mengubah “masalah” nya itu jadi anugerah.

Terbit dengan judul: Wisatahati Mencari Tuhan Yang Hilang. bahwa kalau kita mau berpikir tentang Kemurahan Allah. web admin). dan tulisan itu pun akhirnya menjadi buku. insya Allah bahkan kesulitan itulah anugerah Allah buat kita semua. Di tengah kesulitan kita. Perjalanan waktu akan membuktikan itu. Ketika itu saya merasa putus asa. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Jadi Ikhlas Ngejalanin Hidup KDW0124 Seri-24 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Jadi ikhlas Ngejalanin Hidup Di tengah kesulitan kita. Subhaanallaah. sebab memang nyatanya gara-gara mata kita yang butalah yang tidak bisa melihat Karunia Allah. Benar-benar pena dan kertas. Semula ia sebagai kawan saya. Saat itu saya terpenjara dengan sel dunia. ia kemudian menjadi salah satu cahya bagi kehidupan saya. Oldies banget. niscaya buku ini tidak lahir. Subhaanallaah. Saya termasuk yang percaya sedari awal.Baik sama kita. Ruang seukuran kurang lebih 2x3 menjadi kamar saya yang bagus untuk banyak merenung dan menulis hasil perenungan. andai saya tidak mengalami kesusahan hidup. Kebiasaan menulis ini di kemudian hari yang mengantarkan saya menulis buku-buku yang lainnya (lihat galeri. Sedikit berbagi. Sekali lagi. selalu terselip Pertolongan-Nya dan Kemurahan-Nya. Sebab emang ga ada fasilitas. Agaknya. Saya butuh teman. Akhirnya ia menjadi kawan banyak orang setelah jadi sebuah buku. dilihat ulang. selalu terselip Pertolongan Allah. Allah menganugerahkan saya kemampuan untuk menggoretkan ceritera kesulitan itu. Hingga kemudian saya bisa menulis KuliahOnline ini. maka bener-bener Allah itu Maha Pemurah. Semua adalah Kehendak-Nya. Dan bila kitab sepakat. kalimat yang saya garis bawahi. Ketika saya berada di pusaran kesulitan. Di tengah kesulitan kita. Tidak pernah kehendak . selalu terselip Kemurahan Allah. Dan tidak ada Kehendak-Nya kecuali kehendak itu adalah kehendak yang baik-baik. Andai kita lalui semua ragam kesulitan itu bersama Allah. Saya akhirnya bisa menulis. Saya mengatakan “bersama kesulitan”. Akhirnya saya ambil pena dan kertas. Dan kebiasaan menulis ini bukan satu-satunya anugerah Allah yang Allah berikan bersama kesulitan. dibaca ulang.

Tapi bukan karena dirinya. Dan PPPA adalah suatu program donasi untuk pembibitan penghafal al Qur’an. Menurut riwayat. itu kan si Yusuf Mansur. ia tiada menegakkan shalat. Sebagaimana saya pernah sampaikan. pertimbangan Allah. Ternyata si suami ini menyimpan istri yang sering merintih di hadapan Tuhannya. Bila ada yang mengatakan. Padahal selama kuliah. Barangkali ini anak menyimpan sepasang orang tua yang masya Allah. melainkan karena doa ayah ibunya. Saya bisa sebut beberapa. Bisa ya. keluarga saya. tidak akan ada itu cerita menghafalkan al Qur’an. sekedar untuk tahadduts bin-ni’mah: Buku-buku saya membawa saya menjadi ustadz. Saya menikah. KH. Rasanya. Allah barangkali berkenan menjabah doa-doa yang begini ini. Abdurrahman Mimbar. lahirlah Daarul Qur’an dan PPPA Daarul Qur’an. ayah saya. Mereka rajin dan tulus mendoakan saya. Sebagai da’i. Maka nya ketika di kemudian waktu saya menyadari bahwa akhirnya kesulitan itu mengantarkan saya menjadi “bisa menulis”. Pantes aja. memang insya Allah bisa tershare itu cahya amal ibadahnya ke saya. Dikatakan ya. Dan tentu saja beragam nikmat lain yang sangat-sangat tidak bisa saya sebut satu per satu. bahwa keluarga dan turunan bisa berpengaruh. Tahadduts bin-ni’mah. Saya percaya. Dia kan lahir dan besar di madrasah. Dia kan ‘alim. bahwa kadang ada seorang anak yang dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan.itu menjadi buruk hingga kemudian kita yang mewujudkannya menjadi buruk. Ah. rajin benar mendoakan anaknya ini. dan berlatar belakang keluarga pesantren. dan pengajian-pengajian kecil. sebab buanyak sekali. Maka itu saya katakan. Disebut bukan satu-satunya. saya lahir dari keturunan seorang kyai. kalo saya tidak dipenjara. Maka kemudian turunlah Keputusan Allah. Saya pun mencatat bahwa sejarah saya menghafal al Qur’an adalah sebab saya terpenjara. khususnya yang serumah. akhirnya kemudian orang-orang mengenal saya sebagai ustadz. Kesulitan akhirnya menjadi rahmat. menjadi saleh. Begitulah dongeng tentang Yusuf Mansur bermula. bisa tidak. dan bisa dibanggakan keluarga. saya tidak menafikan peran “nasab”. berdoa dengan tulus agar Allah jangan menghukum suaminya. bahwa anak ini mendapatkan pekerjaan. peserta KuliahOnline juga banyak yang mengalami anugerahanugerah seperti ini. Tidak pernah. Satu . Peran turunan. guru-guru saya. sebab saya juga menganalisis bahwa banyak piutang orangorang tua saya. Sebab dia kan pinter. di diri saya. web admin). dan saudara-saudara kita. sebab amal ibadah yang dilakukan oleh orang-orang tua kita. dan ketemu dengan Maemunah. pun sebab berkah berada di dalam kesulitan. inilah yang saya anggap anugerah itu. adalah ibadah ayah ibunya. Mereka insya Allah penuh mengharap saya selamat dan bisa menyelesaikan semua urusan-urusan saya. Ternyata. Tapi kemudian ia tetap banyak mendapatkan berkah Allah. lahir dari garis seorang ulama di Kaliungu. ah. Zahid Mimbar. tidak pantas saya menjadi yang tidak bersyukur. Dikatakan juga ya. dan menyayangi suaminya. Dan di kemudian hari. Berawal dari orangorang meminta saya bercerita isi buku (bedah buku). Dia kan turunan guru (sebutan untuk seorang Kyai. Daarul Qur’an adalah sebuah nama yang saya berikan untuk institusi pesantren penghafal al Qur’an. Atau ada seorang suami yang banyak benar maksiatnya. rasanya. Anugerah yang Allah berikan bersamaan datangnya dengan kesulitan yang Dia izinkan mampir di kehidupan saya.

banyak mengelola al Qur’an. saya merasakan keberkahan ini semua. Wuah. saya sudah berada di tengah-tengah madrasah terkenal di kalangan betawi. Saya juga mengingat jasa guruguru saya yang dimintakan doanya oleh keluarga saya. Jembatan Lima Jakarta Barat. sungguh tidak ada yang bisa menyelamatkan saya. Hidup saya lebih banyak dihabiskan di madrasah. untuk mendoakan saya. Mansur. Dengan status saya sebagai keturunan orang baikbaik. rasanya bener-bener bahwa amal saya mah ga ada yang bisa membantu saya. kalo mengingat hal ini. Sedari lahir. siapapun kita adanya di mata Allah. saya mengingat satu peristiwa. “Ga pantes dia mah jadi keturunan orang baik-baik”. agak-agak “gak laku” ketika dibenturkan dengan masalah-masalah saya. semakin orang memandang rendah saya. Tercatat dua kali diamanahkan sebagai Pimpro Pengadaan al Qur’an dan ta’mir Masjid Istiqlal. Kembali saya katakan. juga pegawai negeri yang teramat jujur dan penyabar. boleh dikata. Tuhan saya dan Tuhan Saudara-saudara semua. membentang di antara Roxy mengarah ke Stasiun Beos. cerita di atas. Saya pun menikmati ragam kesusahan dari kesusahan yang saya lakukan. Ayah tiri saya. Subhaanallaah. Sungguh kalau tidak ada Kemurahan Allah. Sama seperti paman saya. Beliau pegawai negeri (Depag) yang sangat-sangat jujur. Namanya dijadikan nama jalan sepanjang jalan Jembatan Lima. Rasulullah sendiri tidak bisa menjamin nasib putrinya andai putrinya ini berbuat salah dan tidak meniti jalan Allah. Ada pesantren besar. Tapi masya Allah. malah membuat saya makin terpojok. Saya kemudian menjadi penghafal al Qur’an. Kota. Masya Allah. Di usia saya 5 tahun. Dari garis ibu. senang di masjid. aku akan potong tangannya. percuma. Alhamdulillah. kalau Fatimah binti Muhammad mencuri. Seorang hafidz al Qur’an dan seorang penulis di berbagai majalah dan koran Islam saat itu. Lagi-lagi dengan orang saleh nan penyabar. Malah tambah memberatkan saya. laqatha’tu yadahaa. ribuan santrinya. PIK namanya di sana. biar ditambah dengan satu fakta. Seorang ulama betawi tempo doeloe. dan kemudian menjadi penulis. Di saat yang sama. Sanusi Hasan. law anna Faatimata binti Muhammad saraqat. juga untuk mendoakan saya. Agaknya. Tanpa itu. bahwa saya pun mendapatkan didikan agama sampe perguruan tinggi. bahwa semua yang disebut di atas. begitu dah kurang lebihnya. kita akan susah. dan di masjid. Kelak. pun lahir dari garis keturunan KHM. kalo kita salah. Ketika saya lahir. dan malah keturunan ulama. saya pun mengaminkan. KH. Semakin orang sinis. perjalanan jalan hidup saya sekarang-sekarang ini banyak berpengaruh dari rizki halal yang saya makan dari beliau. saya dapat tambahan rizki dan pengasuhan dari kedua orang ini. bahwa kalau kita salah. . di pengajian. Bahkan Rasulullah bilang kepada kita semua. Secara bercanda. Banyak sifat-sifat beliau yang saya rasakan menurun ke saya. Hermawan. rasanya ga akan saya bisa menikmati ragam kesenangan lagi. saya diasuh oleh paman saya. Saya tambah mengingat orang-orang tua saya yang menggerakkan dirinya dan jamaahnya. ayah tiri saya hidup sangat-sangat sederhana. Madrasah al Mansuriyah. Ayah kandung saya bercerai dengan ibu saya ketika saya masih di dalam kandungan. ya susah mah susah aja. ibu saya menikah lagi. salaf.tahun yang lalu saya pernah berkunjung ke keluarga pesantren Kaliungu. maka ga peduli siapa kita.

Alhamdulillah. atau sama dengan 6 bulan.Apa message yang mau saya sampaikan? Message nya. ia mesti telat karirnya. Orang lain udah punya 10 langkah. Datang dengan segenap Kemurahan-Nya. Jangan dijadikan perdebatan. bahwa anak ini secara teorinya jauh rahmat Allah sejauh 2 tahun. ga bisa 2 rakaat. Ia akan melihat amal-amal lain. Hingga kemudian Allah datangkan . Ada seorang anak. dan jauh dari rahmat Allah seukuran 2 tahun perjalanan dunia. ada seseorang yang adu jalan dengannya. Shalat sunnah tahajjud juga bisa 11 rakaat plus witir. please Peserta KuliahOnline menjadikannya sebuah perenungan. Atau kalaupun tidak. Dia kuliah 4 tahun. Allah berikan saya jalan-jalan yang tadinya tidak terlihat. ibunya guru di ta’lim-ta’lim taman bacaan al Qur’an. Tidak jarang kita temukan. maka sebulan itu 300 jam. Tapi kadang bisa 8 atau malah 12 rakaat. melengkapi contoh di atas. 15 hari dikali 12 bulan? 180 hari. maka orang ini udah jalan 10 jam. kalau 10 jam sehari. Dan 24 bulan itu adalah 2 tahun. ia tetap dapat pekerjaan. termasuk amalan-amalan ayah ibunya si anak ini. Dan ini pun bisa berlaku buat siapa saja. Saudara-saudaraku sekalian. (Dalam soal hitung-hitungan ini. saya pun pernah merasa jatuh sekali. langsung setelah ia lulus. Jika rahmat itu berbentuk pekerjaan. asal Allah berkenan. “Cuma” soal lalai saja). Orang lain udah naik 10 tangga. dia masih di situ. dan nasab yang baik-baik. Tapi kemudian Allah datang. atau ngitung gampangnya: 15 hari. tentu saja masih akan berpengaruh buat seseorang. Bahwa secara teori. Sekali dhuha. Merasa bukan siapa-siapa. Katakanlah anak ini selalu telat 2 jam. yang selama kuliahnya ga pernah shalat wajib tepat waktu (ga bicara tentang dosa besar ya. di sisi yang lain. Web Admin). maka telatnya 10 jam. Ibaratnya. Perasaan ini masih ditambah dengan kenyataan bahwa kehadiran saya ternyata malah menjadi beban buat yang lain. Ajak hati ikut merenung satu kebenaran yang terselip. Allah kita benar-benar Pemurah. saleh. Wajar kalau kemudian saya katakan kepada saudara semua. begitu lulus kuliah. anak ini. dikali 4 tahun masa kuliah. 2 jam dikali 5 waktu sehari. anak model begini tetap senang hidupnya. Saya bisa memberi contoh. itu sama saja telat 24 bulan. Maka. Tidak perduli siapa ia. Atau dia kudu mengalami kesusahan selama 2 tahun. sedang dia masih di tempat. atau bahasa kitanya. Maka pekerjaan ini baru ia dapatkan setelah ia memperbaiki dulu shalatnya. saya merasakan memiliki keluarga. Sementara itu. adalah juga kemurahan Allah adanya. Kita tahu hitung-hitungannya. ya mesti nganggur 2 tahun. ga pake jeda waktu 2 tahun sebagaimana dihitung di atas. 6 bulan dalam setahun. Keduanya mencintai shalatshalat sunnah. adalah salah satunya untuk menunjukkan ketegasan akan keadilan dan keharusan seseorang untuk menyelamatkan dirinya sendiri dengan berbuat lurus. tentu saja ia bisa dapatkan Kemurahan itu. Misalnya. Bahkan saya bercerita di salah satu buku dan CD saya. telat rizkinya. bahwa ragam kesulitan saya pernah mendorong saya untuk bunuh diri. “kelebihan” kebaikan ini yang dishare kepada anaknya ini. Berbicara tentang Rasulullah yang menegaskan demikian. Dan itu pun mestinya ia dapatkan pekerjaan setelah mengejar 2 tahun ke depan. Tapi bahwa bias kebaikan satu keluarga. untunglah. dia masih di bawah. dan tidak punya apa-apa lagi. keturunan. Sebut saja ayahnya ternyata imam shalat di masjid.

ada anakanak yatim mengaji.keputusan-Nya yang lain. walo miskin. lalu melanjutkan lagi ta’limnya. Dan bukan tidak mungkin. membantu satu keluarga. dan men-sharenya ke kita. dan meyakini bahwa Allah . bila dilakukan sepenuh hati. itu sudah tidak bisa disebut “sekedar”. dan bisa mencari rizki kembali. maka subhaanallaah. Sebab pengaruhnya dahsyat sekali. Bahkan yang tertidur di pengajian pun mendapatkan rahmat-Nya. Beliau ajak murid-muridnya mendoakan saya. Saudaraku. untuk berdoa. Insya Allah anak keturunan saudara semua akan hidup mulia. perbuatan ‘alim ‘ulama ini betul-betul bisamengundang pertimbangan Allah untuk Dia berkenan menolong saya. Weh. Kalau sudah begini. Tapi sabab itu keluarga ini menjadi tegak punggungnya. Anda semua bisa memulai menjadi nasab yang baik bagi keturunan Anda semua. Allah akan mencari kebaikan seseorang untuk menyelamatkannya. Masya Allah. Satu ketika misalnya. Allah akan betul-betul cari ini. satu keluarga. Ah. Tapi anak-anak yatim ini mengaji sebab dikumpulkan oleh istri Saudara. perbuatan semacam istri ini. maka seluruh kebaikan keluarga ini. sesering mungkin. maka Kemurahan Allah akan turun juga. bisa saja Allah segera memberikan signal kehidupan bagi suami orang ini. di situasi seperti ini. Sekedar doa saja. menaungi mereka yang mengaji. bisa mengundang rahmat Allah yang bisa menggugurkan dosa-dosa kita semua. Ada sebagiannya yang sedang mengajar. jangankan satu pohon. kalau dia berbuat kebaikan dan kita ada nyangkutnya di jaringan kebaikan itu. Supaya mengalir segala kebaikan saudara ke anak keturunan dan keluarga Saudara. Saudaraku. bisa juga satu saat menjadi kebaikan buat kita. Dan bercucuranlah rahmat dari sayap itu untuk semua yang mengaji. yang kayak begini ini nih yang masya Allah. pengen nangis rasanya saya. ketika anak-anak yatim ini menengadahkan tangannya ke atas. yang merupakan orang lain pun. Saya beri contoh lain. Allah mengutus malaikat-Nya untuk diam di sana. Apalagi didoakan di tengah ta’lim yang bobot kebaikannya. Maka subhaanallaah. di saat ta’lim. jadi pengen nangis beneran nulisnya. Atau seperti orang tua saya. Lalu distop mengajarnya itu untuk mendoakan saya. sayangilah yang menyayangi anak saya sepeninggal saya. dan titi jalannya Allah. Artinya. Apalagi misalnya. punya nilai lebih. Kita sering mendengar riwayat di mana Allah perintahkan malaikat-malaikat-Nya benar-benar mencari kebaikan yang ada dari diri seorang hamba-Nya. sehingga itu bisa Allah jadikan pertimbangan untuk menyelamatkannya. Subhaanallaah. ada anak yatim yang keturunan seorang yang saleh. Genjot saja kebaikankebaikan. Beliau mendatangi ‘alim ‘ulama yang diyakininya saleh. Misalkan. jika Allah berkenan. Sungguh. Allah memerintahkan malaikat-Nya itu untuk mengembangkan sayapnya. Ya Allah. ada kiriman doa untuk saya. Lalu meminta doa dari mereka. jika ayah ibunya si anak ini berdoa mendoakan anaknya yang malas shalatnya. didoakan saja sudah merupakan kekuatan. Begitulah pengaruh kebaikan satu keluarga. Nah. saudara dengan uang yang tiada seberapa. Lalu orang saleh ini berdoa kepada Allah Tuhannya. sementara saudara terbaring lemah di rumah sakit ga ada tanda-tanda kehidupan. Istri saudara mengumpulkan anak-anak yatim ini untuk mendoakan saudara. kekuatan dorongan kebaikan dari kebaikannya orang lain. ya Allah. Dan mengaji ini kan satu kebaikan. Jangankan ibadahibadah yang membutuhkan gerakan-gerakan banyak.

. Allah Maha Memiliki Keajaiban. adalah buruk buat kita. Nulis lagi. Pada akhirnya. dan teramat penting. Waba’du. saya nikmati saja. Yah. perbaiki shalat-shalat wajib. “Ada permohonan doa. dhuha. banyakin taubat. Salah satunya pengumuman sedekah orang. Energinya besar sekali sebagai faktor pendorong turunnya Rahmat dan Kemurahan Allah. Kita kan lagi bicara Kemurahan Allah. Seorang pengurus masjid berdiri di depan ratusan orang yang akan shalat Jum’at. Mari kita bacakan al Faatihah sebagai doa bagi beliau. Amin. hal ini mesti ada pengaruhnya kepada orang yang didoakan itu. Kadang kita menganggap Kemurahan Allah itu adalah hal-hal berupa “anugerah kebaikan” saja. mhn maaf. he he he. hidupkan ibadahibadah sunnah. Di tangannya memegang lembaran-lembaran berisi catatan-catatan pengumumam. ga usah kuatir juga bila saudara banyak melakukan keburukan. Baru nulis sebait. Sebab yang memberikan sedekah itu bukan saudara. dari Fulan bin Fulan yang bersedekah sekian sekian. udah ada tamu. Padahal tidak setiap keburukan itu (baca: kejadian-kejadian buruk). semua hal berkumpul menjadi satu penentu juga yang bisa mengundang Kemurahan Allah turun. perbanyak istighfar dan sedekah. qabliyah ba’diyah. masalahnya ditolong Allah… al Faatihah…”. udah dipanggil urusan pondok.Maha Mendengar doa. insya Allah. maka itu adalah kemurahan Allah adanya. maka ini pun sama saja. Yang penting sekarang mah. Nulis lagi. eh ada tausiyah yang saya harus segera menyudahi menulis. kalau kemudian keburukan yang kita alami malah membuat kita jadi kembali kepada Allah. Walo akhirnya banyak hambatannya ke penaikan ke KuliahOnline nya. Kalau keburukan. Apalagi semua jamaah yang mendoakan itu adalah sekumpulan orang-orang yang akan melaksanakan perintah Allah: Shalat Jum’at. Kemudian dia mengumumkan. Kalau kita menilik kandungan KuliahOnline yang lalu. Wah. agak masih ga ketemu “feel”nya ya? Ya. Nerusin sebait lagi. urusan anak2. Misalkan ternyata. Mudah-mudahan segala hajatnya dikabul Allah. Tetap nyampe itu energi kebaikannya kepada saudara. ga juga. memang biar gimana. si suami tersebut Allah berikan karunia kesembuhan total. saya yakin. Masya Allah kan? Jadi. lalu saudara jadi putus asa. tahajjud. Dan kemudian pergunakan juga banyak kesempatan untuk berdoa. bukanlah kemurahan Allah. Tapi disebut ga dapat feel nya. dan yang meminta doa untuk saudara adalah orang lain. witr. Mudah-mudahan kesabaran semua Peserta KuliahOnline menjadikan salah satu sabab saya dimudahkan dalam mengajar di KuliahOnline ini. baca al Qur’an. *** Tulisan kali ini. Habis keganggu terus. saudara sendiri ga tahu menahu bahwa ada sekumpulan orang yang shalat Jum’at mendoakan saudara. peran keluarga dan orang-orang tua penting.

Ga apaapalah ya? Saudara semua insya Allah saya anggap bahagian dari kehidupan saya sendiri. manusia jika diberi ni’mat dari Kami. 83). tiadalah yang kamu panggilpanggil kecuali Allah. Dan apabila dia mendapat kesusahan jadilah ia berputus asa”. az Zumar: 21). Banyak yang ikhlas menerima dan menjalani kehidupan baik (baca: menikmati). Tsumma laa tajiduu lakum wakiilaa. Insya Allah. Wa idzaa massahusy-syarru kaana yauusaa. Para Peserta yang dimuliakan Allah. Saya pribadi belajar dari ayat-ayat ini. “wa idzaa massakumudh dhurru fil bahri dhalla man tad’uuna illaa iyyaahu. (Qs. sebisa mungkin. (Qs.alaikum qaashifam minar riihi fa yughriqakum bi maa kafartum tsumma laa tajiduu lakum ‘alainaa bihii tabii’aa. *** Waba’du lagi nih.“Walanudziiqannahum minal ‘adzaabil adnaa duunal ‘adzaabil akbari la’allahum yarji’uun. Betapapun. berpaling karena sombong dan malas beribadah. Maka tatkala Dia melepaskan kamu ke daratan kamu berpaling. Andai saya tidak tahu atau . dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan. Kemudian kalo hilang itu kesusahan. lalu Dia mengirimkan kepada kamu angin topan. dan ketika diberi kehidupan yang buruk. atau apakah kamu akan merasa aman dari bahwa Dia bisa saja mengembalikan kamu ke laut waktu yang lain. Demi memperhatikan keadaan sekarang. al Israa: 68-69). he he he. atau Dia mengirimkan angin berbatu terhadap kamu? Kemudian kamu tidak memperoleh perlindungan bagi kamu? “am amintum ay-yu’iidakum fiihi taaratan ukhraa fa yursila . al Israa. Jangan cerewet. jadi berputus asa. Tidak sedikit yang malah ketika hidup ni’mat. kembali lagi ke tabiat jeleknya. sangatlah berbeda dengan keadaan mencekam beberapa tahun yang silam. Manusia diingatkan oleh Allah: “afa-amintum ay-yakhsifa bikum jaanibal barri aw yursila ‘alaikum haasibaa. al Israa: 67). Falammaa najjaakum ilal barri a’radhtum. “Wa idzaa an’amnaa ‘ala insaani a’radhaawa na-aa bi jaanibih. maka apakah kamu akan merasa aman bahwa Dia menjungkirbalikkan sebahagian daratan terhadap kamu. berpaling dan membelakang dengan sombong. Dan adalah manusia sangat ingkar”. (Qs. dan kemudian tidak ikhlas kalau menjalani kehidupan yang buruk. adalah agar manusia kembali”. bicara tentang kehidupan baik dan buruk. Agar ia menjadi berkah buat Saudara-saudara semua. (Berdoa koq ya bilangbilang ya? He he he). dan Kami timpakan sebagian keburukan dari keburukan-keburukan yang dilakukan manusia. Ada juga tipe-tipe manusia yang ingat sama Allah kalau susah aja. maka Dia menenggelamkan kamu karena keingkaranmu kemudian kamu tidak memperoleh orang yang menuntut atas Kami terhadap kejadian itu?” (Qs. petik saja hikmah-hikmah yang terkandung ya. saya berdoa dulu loh setiap memulai penulisan ini.

Tapi sesiapa yang tidak mengingat pertolongan Allah. alias senang melakukan maksiat. kecuali karena Kehendak-Nya. keburukan dan dosa. pimpin kami keluar dari kegelapan-kegelapan kelakuan kami. Apabila ternyata kita-kita ini termasuk orang yang rajin mengumpulkan poin keburukan. Ya Allah. dikupas tentang poin-poin keburukan kita.lupa lagi bahwa Allah lah yang menyelamatkan saya. kita bisa memperbaharui iman kita. lalu orang-orang masih melihat kami-kami ini hidup sebagai orang yang mulia dan selamat. sebab dipanjangkannya umur kita saja . kecuali kita mengingat memang dosa kita belum lah sebanding dengan perjalanan pertaubatan dan ibadah kita. maka Allah akan kembalikan ke keadaan semula. dan bertaubat dari dosa-dosa baru. lalu belum kunjung selesai juga masalahnya. lindungilah kami dari maksiat-maksiat baru yang membawa lagi kami kepada kesusahan. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Allah Maha Pemurah KDW0125 Seri 25 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Panen Amal Di Kuliah 22. lalu dia meminta tolong kepada Allah. Di dunia dan juga di akhirat. Lihat-lihat juga kelakuan kita sebelum mengambil jalannya orang-orang yang baik. Dan janganlah mencela Allah sebab doa yang belum dikabulkan. bisa kemudian mengejar ketertinggalan kita. maka Allah akan tolong. sudah merupakan karunia dari Allah. Teramat . Siapapun hamba Allah yang susah. jika ada seseorang berdoa dan beramal. mahal sekali. jangan cepat-cepat putus asa. Kepada Allah kita berharap agar Allah membuat kita bisa senang dengan sabab ampunan dan kasih sayang-Nya. bisa bertaubat. termasuk ikhlas dalam beribadah. Dan karunia bisa bertaubat sendiri adalah satu karunia yang masya Allah. bukan tidak mungkin kemudian saya akan dikembalikan lagi ke posisi itu. karena barangkali dosa-dosanya. atau karena memang kesusahan itu dipergilirkan Allah. Kenapa mesti banyak bersyukur? Ya. Ya Allah. Bikin diri ini ikhlas menerima kejadian-kejadian hidup. Ya Allah. maka ya banyak-banyak bersyukur saja kepada Allah. Yang dengannya saya ingin membuka mata. Hanya karena Engkau belum menunjukkan siapa diri kami. bukan sebab ibadah kita. Rabb. Karena ga akan kekejar. please. Dan benarbenarlah menjadikan kami dan anak-anak keturunan kami sebagai orang-orang yang mulia dan selamat. bahkan ke posisi yang lebih gawat lagi. kami beriman kepada-Mu. perbaikilah diri kami dengan menyadarkan kami betapa kami banyak kesalahan dan kelalaiannya terhadap Engkau. Dengan itu.

Dan tiada yang bertaubat kecuali itu adalah untuk kebaikannya sendiri. sesungguhnya ia menyucikan dirinya sendiri. Berikut ini cuplikan artikel saya tentang apa yang perlu kita lakukan supaya Allah berkenan “memangkas masa pemberlakuan hukuman/azab”: Hendaknya kita meng-enolkan dulu semua perbuatan buruk kita dengan bertaubat. Tentu saja nama dan nomornya udah saya samarkan. mengapa saya koq sudah 5 tahun terakhir ini berikhtiar dengan jalan sedekah dan bangun malam. Banyak orang yang tiada sempat bertaubat. asy Syams: 8-10). Kita minta ampun sama Allah. “… Wa man tazakkaa fainnamaa yatazakkaa linafsihi. minta maaf pada-Nya atas semua kesalahan-kesalahan kita. rizki.com. Ini bukan menghukum diri. tapi kita diberi-Nya kesempatan bertaubat. dengan benar-benar mendidik diri sebelum shalat. anak keturunan. Faathir: 18). koq tetap tidak mendapatkan jodoh? Sebagiannya bertanya. Dua ini saja. Perlu ada pernyataan lisan dari kita. (Qs. Qad aflaha man zakkaahaa wa qad khaaba man dassaahaa. judi misalnya. Ada saya suruh peserta untuk membuka artikel-artikel lepas dan kolom-kolom sms jamaah. Allah mengilhamkan kepada jiwa itu kefasikan dan ketaqwaan. Shalatnya cukup 2 rakaat saja dengan bacaan bebas di setiap rakaatnya. Allah sudah berjanji akan . Antara lain maksudnya untuk melihat-lihat yang sekorelasi dengan kuliah kita ini. Ya itu lah. berbuat amal saleh tapi hajatnya belum juga terkabul. Ada yang mengatakan baru saja bertaubat dari judi dan meninggalkan shalat. ini untuk mengoreksi. entah itu jodoh. bahwa sebentar lagi kita akan menegakkan shalat dengan membawa dosa-dosa yang mau kita mintakan ampun kepada Allah. atau hal-hal lainnya seperti hutang. tapi justru agar kita termasuk orang-orang yang beruntung. mengapa begini begitu. Wa ilallaahil mashiir. Menghentikan perbuatan buruk. rasanya lebih mahal dari apa yang menjadi hajat kita. tidak serta merta dianggap bertaubat. Saya rata-rata menjawab dengan pertanyaan: Bagaimana masa lalunya? Apa yang terjadi hari ini. Dalam satu dua masa libur yang saya tambah panjangkan masa liburnya nih KuliahOnline. yakni berkenan untuk menyucikan jiwa kita yang kotor. Tapi. dan lain-lain. Ada yang mengatakan sebelumnya senang sekali berzina. Pernyataan permohonan maaf. sangat terkait dengan kemaren. seputar pengakuan sudah nge-track. “Fa-almahaa fujuuraha wataqwaahaa. Kita mencari tahu dengan cermin kejujuran diri. Perlu banyak-banyak bersyukur. saya meminta kepada semua Peserta KuliahOnline untuk menjelajahi kolom-kolom lain di Wisatahati. Di antara sekian banyak artikel saya. Dan kepada Allah lah tempat kembali”. ngebut. Pernyataan memohon ampun.mahal malah. persiapkan diri yang betul. Di antara sms itu ada yang bertanya. Cara yang paling efektif di awal adalah shalat taubat. Karena Kemurahan Allah lah. Sungguh beruntung orang yang membersihkannya dan sungguh merugi orang mengotorinya”. Ada yang mengatakan udah kebanyakan makan uang haram. saya meng-upload sms-sms dari jamaah berikut jawaban saya. kitakita ini masih diberi-Nya kesempatan umur panjang dan kesempatan bertaubat. Dan barangsiapa yang menyucikan diri. sebab satu dan dua hal. pekerjaan. Ada yang menjawab sedang tidak bicara dengan ibunya. (Qs.

Allah sediakan ampunan dan jalan-jalan kebaikan yang luar biasa yang insya Allah menjadi enteng buat kita mengubur dosa-dosa kita. sedekah. tahajjud. dhuha. Allah itu Maha Pemurah. malah saya usahakan di setiap shalat fardhu. kejar semua ketertinggalan kita dengan banyak-banyak istighfar. meng-enolkan maksiat kita. dan menahan diri dari perbuatan-perbuatan buruk yang baru. Di awal-awal saya dulu meniti jalan pertaubatan. qabliyah ba’diyah. saya menegakkan shalat taubat plus shalat hajat. Bintang We Are Not Game Over Yet alan hidup itu Allah yang punya. shalat berjamaah. baca al Qur’an. tapi tidak bisa mengatur. Kita hanya bisa meniti. Untuk mengejar ketertinggalan kita. Shalat taubat untuk masa lalu saya. Kita mulai belajar bagaimana fokus mencari Allah. menegakkan shalat sunnah taubat dan hajat juga menjadi satu keberkahan tersendiri adanya. Habis itu perbanyak shalatshalat taubat di setiap kesempatan. Semaksimalnya.mengampuni kita bila kita mau datang kepada-Nya. dan selanjutnya kita melaju bebas di jalan-jalan kebaikan. Kemudian setelah itu. shalat hajat untuk masa depan saya. Begitu banyak fadhilah untuk masa lalu dan masa depan kita. sebab ada gerakan-gerakan shalat yang menyehatkan fisik. Terus motivasi diri kita. dan menghidupkan sunnah-sunnah semaksimal-maksimalnya kemampuan kita. sebagai jalan Tauhid. witr. Bukan seadanya loh ya. Selain tentu saja sehat. saya mulai galakkan lagi. Demikian cuplikan artikel saya mudah-mudahan bermanfaat. Yang disebut ibadah sunnah itu. bahkan Allah akan memberikan ampunanNya lebih banyak ketimbang dosa yang kita bawa kepada-Nya. Sampe ketemu di KuliahOnline besok. Bahkan sekarang-sekarang ini. .

semua Peserta KuliahOnline. pun saya usahakan baca. Semalam saya berhadapan dengan buku-buku yang sebisa mungkin saya baca untuk tambaha ersiapan ujian-ujian pagi ini.Kita hanya bis meminta. Wise. saya akan mengikuti ujia ompre dan ujian baca kitab al Mahalli. Belajar tentang Akad. atau kebijaksanaan. dengan hanya menyisakan semangat. Berbaik-baik saja dengan-Nya. getaran hati mengatakan. Perbuatan si pemilik rumah. adi. saya jeda dengan meminta semua peserta melihat-lihat kolom-kolom lai i Wisatahti. percaya bahwa Allah akan mengatur yang terbaik. Sepert eberapa waktu yang lalu.com. di pondok ada sedikit masalah. juga adalah sesuatu yang diperlukan dalam hidup ini. tertanggal hari ini. semalam. atau kebijakan. percaya bahwa Kehendak Allah itu pasti baik adanya. Kebetulan saya sedang belajar Hukum Perikatan. Tahu-tahu. da erkenan memperbaiki diri. mest da apa-apa nih. he he he. Pesantren menyewa satu rumah yang cukup besar. insya Allah segalanya berjalan sangat baik. Mirip . ketika saya selesai menelaah buku dan kitab yang akan diujikan. Say idak mau libur lagi. percaya semu kejadian ini ada Allah di baliknya. 29 Oktober 2008. atau yang lebih dikenal dengan al Mahalli (Kita Fiqh). tapi kita tidak bisa memaksa. belum lagi genap setengah tahun ruma ini disewa. khususnya bab-bab yang akan diujikan. Maksud saya. Yth. Bahkan kita akan meliha ehidupan di kemudian hari adalah kemenangan buat yang percaya bahwa memang kehidupan in milik Allah. sehingga ia menempuh jalan ini.. Belajar tentang Bisnis Islam Lumayan terasa ilmu ini hidupnya di masyarakat. untuk dijadikan rumah-rumah tempat tinggal para stadznya. sudah ada yang mendatangi untuk dikosongkan. kemudian mau menerima hidup ini seadanya keadaan. dan mulailah mendekatkan diri pada-Nya. Tapi. rumah asaatidz. mesti si pemilik rumah sedang mengalami satu dua hal peristiwa besa atau kesulitan dalam hidupnya. Khususnya kolom interaksi sms dan artikel lepas. Tapi masya Allah. saya mencob berakrab-akrab dengan komputer. tentu saja tidak bisa dibenarkan. Kitab Hasyiataani. pikiran saya juga tertuju pada saudara-saudara semua: Peserta KuliahOnline. jug i dalam urusan hukum. untuk memberi kesempatan dan mendorong saudar peserta semua untuk menjelajahi isi web. Masalah ruma pembina. Sebab katanya udah dijual. Ini saya ikuti sebagai syarat kelengkapan kelulusan merai gelar sarjana satu (S1) di UIN. Kecuali memang ketika saya memang sengaja men-jeda. Disewalah ini rumah selama 3 tahun. Saya menjeda perkuliahan. Dalam pada itu. Namun.

dan saya persilahkan orang tersebut meneruskan sewanya sampe tahun yan udah ia bayar. rumah yang saya beli. saya berinisiatif memanggil semuanya. tanpa memoton biaya beli rumah itu. Kebetulan. ada mufakat.seperti ‘Umar bin Khattab yang melepas seorang pencuri sebab karen lapar. selesai. Rada khawatir juga. sekitar satu setengah jam. Tapi jadinya. Lagi-lagi ada kendala. sampe saya dan beliau. kalo dia betah. saya mengajak ngobrol si pengontrak ini. tertidur. Semalam istri saya kurang sehat. Sampe clear segala urusan Sampe segitunya Islam mengatur. rumah ini ada dua. Alhamdulillah. Jarak tempuh dari pesantren sampe ke UIN Syari Hidayatullah Ciputat. beliau bangu yusuin Haafidz. Di dalam hukum tunangan saja ika kita tahu seorang perempuan sudah dilamar. Jadi. Menjelang tidurnya. bayi kami ini nangis. Bukannya apa-apa. Tapi masya Allah. D alam rumah pribadi dia pun (yang saya beli). dan si pencuri berjanji akan bertaubat. Sebab ujian itu jam 9 pagi. Alhamdulillah. Ini keadaannya kurang sehat. rumah dia pribadi. . dan satu yang saya kontrak. saya beli. Saya tidak shalat di luar kamar. kami punya bayi baru. Pesantren mengembalikan uang sewanya itu. Jadi saya punya waktu sampe jam 07. Saya puny waktu yang cukup. urusannya ke saya (ke pesantren). Tapi seinga aya. bersamasama pemilik awalnya.3 untuk nulis. rumah kontrakan yang dikontrak (bukan yang dibeli). say mijitin pundak dan kepala beliau. Maka kemudian. ada bagian rumah yang dikontrakkan. Selanjutnya. Saya panggillah si pemilik rumah. Emang luar biasa para istri nih. Alhamdulillah. Dalam keadaan masih kurang enak badan. jaga-jaga kenapa-napa. bangun. tidak boleh kita melamarnya dan tidak boleh s erempuan (atau keluarga perempuan) menerima lamaran orang lain. ga apa-apa. Juga bua pembina/asaatidz. Istri say ang semalam ini datang haidhnya. Satu. Dan saya pun menyatakan aka memberi kesempatan untuk terus melanjutkan sewaannya itu kalo dia suka. he he he. *** Saya tidur dengan meniatkan meneruskan menulis KuliahOnline pas bangun malam. Saya beritahu bahw umah ini sudah dibeli. asal diganti utuh uan ewanya. saya ijin sama beliau untuk shalat malam. Begitu bangun. Kalau istri sehat sih. Kasihan sama istri kal sampe Hafidz. Haafidz nangis. Ternyata si enyewa ini sudah sewa selama dua tahun. ketika muncul masalah di rumah yang satunya lagi. saya tidak jadi lagi megang komputer. Aman dah. Begitulah keagungan Islam. saya shalat 2 raka’at dengan tenang. Dia tidak keberatan keluar. Mengatur kehidupan ini dengan lembut. Persis selesai shalat.

Peserta KuliahOnline yang dirahmati Allah. Meski yang saya upload in ukan materi baru. web admin) sedang ada pertemuan internal pesantren ketika saya mengumumkan akan memperbanya waktu di pondok (cut-off jadual ceramah) dan mulai merilis kuliah wisatahati. saya kasih tahu Haafidz da stri.Saya kemudian memilih tidak menutup witir dulu Saya dekati Haafidz untuk kemudian saya ambil alih. Amin. Memang saya sesekali megang komputer sambil megang Haafidz. emang dia sesuai dengan yang saya inginkan. Terima kasih ya Allah. bahwa sebelum jalan ke kampus. Barangkali ini “hadiah” Allah buat saya. Neger ni butuh banyak motivasi. saya itu niatnya mau nulis tentang tematema kedekata iri kepada Allah. Maaf ya. 29 Oktober 2008. Komputer sudah saya nyalakan sedari bangun awa Mau langsung ngebut. Tapi. Eh. Biar gimana. Amin. Yah aya angggap ini kebetulan yang menyenangkan. Ya saya memilih menggendong Haafidz ulu. saya shalat shubuh Lagi-lagi saya minta maaf sama Allah. Saya mengisahkan kisah ini. Alhamdulillah. malah muncul tulisan lama saya di sat ahunan yang lalu. sungguh isinya amat berkesuaian. Haafidz pun dengan tenang tidur lagi. Saya sudah membacanya ulang Alhamdulillah. sama dengan yang mau say tulis. Saat akan nulis itu. entah pegimana ceritanya. menidurkannya lagi sambil saya ngajiin sebisa saya. Saya tinggal memberi pengantar saja kepada saudara-saudara semua. saya harus menaikkan satu tulisan KuliahOnline. tulisan ini muncu Dan tulisan ini. yang diawali dengan ikhtiar untuk kembali kepada Allah dan mencari Allah. alhamdulillah. Haafidz nangis lagi. saya senangkan hati. habis shalat shubuh. Tulisan ini dimaksudkan sebagai motivasi buat yang sedang bermasalah. kita-kita ini adalah manusia manusia yang bisa jatuh bangun. Engkau berkena memberikan kemudahan bagi saya. begitu saya bilang di tulisan ini. Dua-duanya paham. saat itu (saat tulisan ini dibuat. Setelah Haafidz tenang. saya pun memilih shalat di kamar. ketimbang situ-situ. Tulisan berjudul “Bintang: We Are Not Game Over Yet” ini bertutur tentang perjalanan seorang ana manusia yang kembali kepada Allah. Lah koq ndilalahnya. dan saya dapat menulis lagi. Mudah-mudahan Allah memaklumi. Untu jaga-jaga lagi. di layar saya. Dan karena tidak semu rang bermasalah. Barangkali kepencet-pencet utsnya. bisa di atas dan bisa di bawah. sudah lengkap. ka lebih penting anak ya. maka gunakanlah pembelajaran ini sebagai modal memotivasi orang juga. hari ini. materi kuliah bisa diupload. udah mah ga witir. Insya Allah pelajaran ini sebaga ersiapan adanya andai hidup kita . In dalah rangkaian perjalanan tauhid dari yang saya pelajari. he he he. Apalagi. Judulnya: Bintang: We Are Not Game Over Yet. Tema nya ini tulisan. Tapi kejeda terus… Alhamdulillah. Saya menunjukkan sat ua hal di layar komputer sama Haafidz meski saya tahu Haafidz pasti belum ngerti apa-apa.

Khususnya. untuk menghadapi saja itu persoalan yang dihadapi. Berdasarkan pengalaman itu. sebelum sidang skripsi. Akhirnya saya menyerah di balik . Banyak hal yang saat itu kocar-kacir karena menjadi the looser. da menenggelamkan kita di lautan. dengan penuh ketenangan da ersiapan tentunya. Mudah-mudahan kita mampu menemukan egala hikmah kejadian hidup. untuk sesuatu maksud di kemudian harinya. saya akan ujian akhir. dan bisa mengendalikan ombak itu Itulah kesejatian menghadapi masalah. *** Masalah hidup itu sunnatullah. menarik kita. Amin. sebentar lagi. Saya mengingat sekali peristiwa ini. dan diberikan kekuatan serta kesabaran menghadapi semu ujian hidup ini. 29 Oktober 2008. Mohon doanya ya. masalah yang tidak mampu kita tangani. Sebab ombak itu justru akan menyeret kita. Salah satunya ya perkuliahan Berantakan. Saya ingat. Ya. Tapi cita-cita menyelesaikan S-1. hari ini. Semua kesulitan harus diakhiri. sebagaimana say atakan di atas. 1997 saya masih sempat KKN an sudah menulis satu bab mukaddimah untuk skripsi. asal Allah sediakan jalan keluarnya. kalau dhitung dari 1997. Ketik mbak datang. kelak kita justru akan berada di atas ombak. Pagi ini. Dan Allah ebagai Pemilik Kehidupan ini. Saat itu saya termasuk yang lari sana lari sini. saya aka egera menutup komputer untuk segera bersiap-siap ke kampus untuk ujian. Ini justru untuk memangka erjalanan waktu dan tidak menyia-nyiakan masa depan.betul-betul sedang bermasalah. kandas Karena saat itu saya sedang lari sana lari sini. Berlari dari urusan-urusan yang membebani pundak. Sebelum kejadian. Sambutlah ombak itu sebagai perjalanan kemenangan. Biarlah ia ada. berbilang 4 semeste aya tidak daftar ulang kala itu. Mudah-mudahan Peserta KuliahOnline bisa memetik hikmahnya. he he he. Ga kebayang kalo saya akhirnya bisa sampe Ujian Akhir. saya kemudian memotivasi kawan-kawan yang sedan ermasalah. Tahun 1999 saya di-DO. Tentu saja kita meminta kepad Allah supaya hidup kita terhindar dari masalah. janganlah kita berlari. terkadang membiarkan kejadian-kejadian buruk menimp kita. Dan sala atu cara efektif untuk menyelesaikan semua kesulitan adalah justru dengan menghadapinya. Jadila emenang! Be a winner! Ketika kita sanggup menyambut ombak itu.

Saya utarakan ke beliau bahwa saya ingi uliah lagi. Saat itu say benar-benar ga bisa jawab. Ingin menyelesaikan kuliah. akhirnya ketika saya dapati. banyak yang termakan. tapi juga tinggi besar orangnya. Ketika saya mencoba menata kembali hidup saya. di tahun 1999. yang saat itu menjabat Pembantu Rektor. Tapi saya kalah hanya untu ementara waktu. Saya ngadep beliau yang buka saja tinggi jabatannya di kampus. ada spirit yang sama di tulisan yang menjadi modu utama KuliahOnline hari ini: Bintang. Bekal yang benar. mulai dari lari sana lari sini. Ya say sadar. hingga tertahan d kamar sempit”. ada satu cerita nih. Khaeruddin. akhirnya memang saya “kalah”. Say uju DP saya. Yang begini ini nih. saya disarankan naik langsung ke DR. tapi tajem. Bekal saya meski boleh dibilang hanya tauhid kepada Allah. Ahma Sukardja. Saya memilih percaya sama Allah ketimbang percaya pada nasib. itu buku belum terbit. salah saya. Dalam perjalanan 2 tahun itu. Datar. Saya serahkan semua urusan kepada Allah saja. Refleksi kisah selama 2 tahun itu saya tulis di Buku Wisatahati Mencari Tuhan Yang Hilang. Bahwa insya Allah hidup ini belum akan berakhir. . itu salah Anda…”. “Ada perlu apa? Silahkan”. 2 tahun aya menjalani hidup yang jauh dari matahari. Tentu tidak ada yan harus saya sesali. Sekian waktu saya kumpulkan energi lagi. saya malah di-DO.sel. Saat itulah beliau nanya lagi: “Kenapa mint rekomendasi?”. Drs. saya ijin menghadap Bapak…”. We Are Not Game Over Yet. Beliau melihat saya. supaya saya bisa daftar ulang…”. SH. d ruangannya. “Pak. begitu saya bilang ketika sudah berhadapan dengannya. y saya songsong. he he he. Bahwa Allah itu Sangat Kuasa terhadap hidup saya dan jalan hidup saya. ini ada mahasiswa kecil banget. Barangkali beliau bingung. berkeinginan seka memenangkan hidup ini. Hanya. Ia mampu memotivasi banyak hal dalam kehidupan saya. Dosen Pembimbing saya. Di antara secuplik kisah. Oh… Kalau begitu. tapi ini merupakan bekal sebekal-bekalnya bekal. Datar. Sebab terlalu panjang. Alih-alih dapat rekomendasi. Saya pun bismillah melangkahkan kaki ke kampus lagi. Bekal saya adalah keyakinan. “Saya tidak daftar ulang 4 semester Pak”. begitu katanya. tapi dalem. Alhamdulillah. Dari beliau. Berharap dapat rekomendasi. “Kenapa emangnya…?” Saat saat itu ga bisa jawab. Say melihat bahwa kuliah saya berantakan. “Saya minta rekomendasi Bapak. Saya yang datang dengan bekal sangat minim. Makanya saya minta maaf dan minta bantuan beliau. Ribet saya jawabnya.

ini yang melemahkan saya. Secuplik kisah ini. Tapi yang kelua ntuk didoakan. dan bahkan barangkali menyesal sudah mengasuh saya yang mala memberinya kehinaan. jadi 8. di tahun 199 kalau tidak salah. sedang saya belum? Ib Noni. ya saya tidak dapat rekomendasi itu. di-DO itu berat sekali. kandas. Saya tidak mau kecelakaan seba saya banyak bengongnya ketika di atas motor. Supaya Kamu lulus ujian masuk IAIN atau UI. pun nanya pertanyaan yang sama. Mudahmudahan da Kamu lulus”. Saya tidak sanggup menghidupka motor yang saya sewa dari tukang ojek saat itu. Subhaanallaah. sama Kamu. Cukup lama saya termenung. yang sedari kecil saya diasuhnya: KH. saya mendapatkan spirit baru. Saya keluar dari ruangan beliau. Kebayang kan sekarang saya mengecewakannya. Saya katakan dengan senangnya ke beliau eliau. mirip-mirip nanti kisah Bintang yang dikisahkan sebentar lagi. Ibu saya. Kata beliau. salah satunya d urusan kuliah. Kemudian bermimpi akan segera ikut sekolah calon hakim. Lagi-lagi datar.Belum sempat saya minta maaf. Wuah. Susah payah saya pupuk spirit saya. Kalimat itu begitu jelas buat saya. bahwa dipenjar dalah berakhirnya segala mimpi. dan saya malah clea di-DO. Anda yan eluar. adalah Kamu. kenyataannya malah di-DO. Artinya. Saudara-saudaraku. Sanusi Hasan. Ja ni tidak saya pakai di dua peristiwa yang disebut. 1992. Saya menghadap aka meneruskan kuliah lagi. ayah punya anak kandung 7. Teringat kalimat beliau: “Suf. sekarang malah lengkap dengan saya di-DO. beliau sudah meneruskan. Saat itu. tiba-tiba muncul di kepal aya. atau menjad Kepala KUA (he he he). bahwa nanti jas ini akan dipakai saat wisuda dan nikah nanti. Bukan apa-apa. Saya bingung mau ngapain. Suda mah saya memberinya “malu”. Saya mengingat. setiap orang masalah dan bebannya berbeda-beda. Saya mendadak merefleksikan ke belakang. atau saya yang bukakan…?”. Ibu saya pernah menunjuk k sepupu-sepupu saya. Ka Adi (ana eliau yang sepantaran dengan saya. ketika saya tapaki lagi. koq yang lain udah pada selesai kuliahnya. istri dari ayah asuh saya. adalah didoakan di Multazam. Kelak. saya pernah memesan satu stelan jas. anak ke-5) sama-sama lulus SMA tahun ini. ayah suh itu berangkat menjadi pembimbing haji. dua-duanya ini tidak. ke hal-hal yang menambah surut dan melemah keyakina dan semangat saya: Ayah asuh saya. Bagi saya saat itu. terulang lagi. “Pintu keluar di sebelah sana. Sesuai kadarnya. Bagaimana saya mengatakan ha ini kepada beliau. Sekarang setelah saya keluar. ibu saya ini juga kebayang-kebayang di kepala saya. Saya merasa. Apalagi kemudian orang-orang tua say . yang dimaksudkan dengan didoakan. Seakan ini sama saja menguatkan pikiran buruk saya.

bahwa kebahagiaan buat hatinya adalah manakala melahirkan dan membesarkan seorang nak. ya sulit untu angun lagi. Saya akan mengatakan kepada keluarga saya bukan saya di-DO. Alhamdulillah.mengatakan. daripada cerita tentan kegagalan. Kan kata orang lebih baik makan singkong beneran daripada mimp makan keju. tapi saya akan bilang ke mereka ahwa saya akan banting setir untuk jadi penulis. Tapi ya buat saya saat itu lebih baik demikian. Pikiran-pikiran bahwa saya sudah salah memompa motivasi diri. bahwa saya akan mendirikan kursus ini kursus itu. yakni menikahkan. tapi di acar eresmian perguruan tinggi saya. ya seumur-umur akan menanggung kesalahan itu Dan masih banyak lagi pikiran-pikiran buruk menghantui. satu impian yang membuat saya bisa tersenyum da melambung tinggi. Saya katakan kepada diri saya. bahwa saya akan mendirikan pesantren saja. Nanti bikin aja sendiri perguruan tingginya. maka “tinggal selangkah lagi” dah urusan orang tua. ayah asuh saya. sedih rasanya saat itu. lebih baik bermimpi makan keju. benarlah orang-orang itu semua. Saya disuruh-Nya merampungkan tulisan yang kalau saya kuliah lagi. menyekolahkannya hingga selesai kuliah (wisuda maksudnya. bahwa barangkali Allah telah memilih jalan hidup yang bukan jalan hidup orang kuliahan. # Saya banting stir ingat satu kumpulan tulisan saya. keluarga saya. Wuih. bahwa kalau sudah gagal. Kalau saya sudah selesai kuliah. daripada makan singkon eneran juga engga. dan emudian insya Allah akan mengembangkannya menjadi programprogram diploma. web admin) dan kemudia menikahkannya. Syukur-syukur kan jadi perguruan tinggi. Saya memilih bermimp ahwa ibu saya. Dan kebetulan ayah asuh saya mencintai dunia tuli menulis. dan saya mau katakan kepada ibu saya. keluarga saya. he he he. # Saya mau mengatakan kepada keluarga saya. Subhaanallaah. Say atakan kepada diri saya. benar-benar menghantui. Kalau sudah pernah salah jadi orang. Saya pelan-pelan memberikan kontribusi pemikiran dan perasaan kepada diri saya sendir Yang kali ini datangnya dari arah-arah dan hal-hal yang positif: Ga apa-apa gagal diwisuda. Begitu kata say memotivasi. ayah saya yah asuh saya. Entah darimana datangnya. sehingga beliau pasti akan senang. bukan datang di acar wisuda saya. Allah kasih saya kesejukan hati. Pokoknya saya akan bercerita tentang “dream”. Sebab bukankah cita-cita mereka . belum tentu sempat merampungkannya Saya mau nerusin saja hafalan al Qur’an saya. Tentu mereka aka ahagia dan mendukung. memang perguruan tinggi yang dimaksud ini berdiri. Buat saya pribadi. saya mencoba bangun angkit. Kelak.

We are not game over yet. Yah.semua adalah saya menjadi penerus buyu saya? KHM. ini bersesuaian dengan tulisan berikut yang disertakan ini. Mudah-mudahan dijed bukan berarti berhenti belajar. Tapi saya ingin meminta kepada Saudara semua membaca minimal buku saya yang berjudul Wisatahati Mencari Tuhan Yang Hilang. Mansur. Saya doakan semuanya dalam keadaan diampuni. Udah kejeda hampir 10 tahun. terdengar seperti promos ya? Ya biar saja. Waba’du. dijag dan diberkahi Allah hidupnya. Alaa kulli haal. selamat mengikuti perkuliahan hari ini. ada banyak ayat-ayat al Qur’an yang berserakan. memberikan energ yang positif kepada diri saya sendiri. atas semua hal. Dan masih banyak lagi. dan mengatakan. baca lagi ya. Bag ang mengaku sudah baca. Di tulisan berikut ini. Bilamana perlu. Jelajahi juga Qur’annya ya. Coba sampe tgl 15 November ke depan. Jadi. ika berkenan. He he he. Carilah buku-buku ini di toko-toko buku terdekat di kota Anda. Saudara boleh tidak suka dengan saya. Sebab tanggung nih. ya belikan orang-orang terdekat Saudara. saya mau menjeda lagi nih perkuliahan. Amin. dan di tulisan-tulisan di buku Mencari Tuhan Yang Hilang. he he he. sebagai basis penganta segala kuliah di KuliahOnline ini. Kita punya hidup belumlah berakhir. makasih ya. Oh ya. *** Bintang . Sampe tgl 15 November. Doakan saya yang hari in ikut ujian di kampus. Toh royaltinya udah saya edekahkan ke pesantren. kenapa semena-mena sih ngasih kuliahnya? He he he. baca-baca lagi buku ini. saudara-saudaraku sekalian. Supaya dapat A+. Atau kenapa males sih? Maaf ya. saya merekomendasikan membaca buku The Miracle. saudara-saudara yang membeli buku saya ini. Ok. Bukan males. Kepentingan saya mah udah bukan lagi kepentingan bisnis. itu sama saja denga bersedekah ke pesantren. Pelan-pelan. begitulah saya berkomunikasi dengan diri saya.

185 Qs. adalah seberapa indah masa depan yang akan kita bangun. itu tanda bahwa Allah masih memberi kita kesempatan mengubah apa yang mau kita ubah. Kajian Doa: Disesuaikan. Selama kita masih hidup. Sekarang Saatnya Kembali Kepada Allah. Ubah masa lalu dengan menatap masa depan. al Fath: 4 Qs. as Sajdah: 21 Qs. bukan berapa buruknya masa lalu kita. Kehidupan akan terus berlangsung. Tapi yang menjadi masalah buat kita. terjadilah. Termasuk memperbaiki segala kesalahan kita di dunia ini. 141-142. at Tahriim: 8 Qs. ath Thalaaq: 3-5 Qs. Hidup kita belumlah berakhir. Bangun. Assalaamu’alaikum warohmatuwloohi wabarokaatuh. . al Fajr: 21-30 Kajian Hadits: Disesuaikan. Bangkit! Sesuatu yang terjadi. 51 Qs. bahwa Allah akan membantu perjuangan kita memperbaiki hidup kita. al Hadiid: 6 Qs. Kalau kita memang masih hidup.We Are Not Game Over Yet Kajian Utama: Qs. Bersama Allah Yang Maha Mengubah Keadaan. an Naml: 62 Qs. Bersama-Nya. Apapun yang terjadi. Bertaruhlah. Awloohumma shalli ’alaa sayyidinaa Muhammadin wa ’alaa aalihi washohbihii ajma’iin walhamdulillaahi robbil ’aalamiin. Aali Imraan: 26. kehidupan tidak berakhir di sini. az Zumar: 8. Dan yang menjadi masalah.

permasalahan hidup kalo dinikmati.Tidak Ada Yang Tidak Mungkin Bagi Allah. wa lam yashbir ’alaa balaa-ii. Jamaah yang dicintai Allah. ”Alam ya-ni lilladziina aamanuu an takhsya-a quluubuhum li dzikrillaahi wa maa nazala minal haqqi. wa lam yardhoo bi qodhoo-ii. tiada rintangan. yang sudah saya tuangkan di dalam buku-buku saya.. dan tidak ridha atas Ketetapan-Ku. kita akan menjadi belajar. apakah belum tiba saatnya bagi orang-orang yang beriman untuk membuat hati mereka tunduk mengingat Allah? Dan untuk tunduk terhadap apa-apa yang diturunkan dari kebenaran al Qur’an?” (Qs. Saya pribadi.. semestinya mengantarkan ”para penikmatnya” untuk kembali kepada Allah.... falyakhruj min tahti samaa-ii.. setelah sebelumnya ”tidak terlalu . Ikhlas.. kealpaannya. nyaman... siapa yang tidak bersyukur atas nikmat-Ku. Dengan masalah. kesalahannya.” (Hadits Qudsi). harusnya. Makanya. di antaranya Mencari Tuhan Yang Hilang. benar-benar thanks to Allah. malah menyenangkan. sisi spiritual saya ”lebih hidup”. dan carilah Tuhan selain diri-Ku. hingga mereka ingat kelalaiannya... Lalu Allah beri masalah. hidup enak. Koq saya menyebutnya para penikmatnya? Ya.. Berterima kasih diberi-Nya masalah. al Hadiid: 16). keluarlah dari langit-Ku. cukup banyak orang-orang yang putus asa di negeri ini. Kalau kita lihat sekeliling kita. Dan berterimakasihlah diberi masalah oleh Allah. Sebagiannya sebab mereka menghadapi masalah hidup yang harusnya tidak menjadikan mereka lemah. Asal syaratnya: Sabar. Banyak yang sesat justru ketika mereka tidak bermasalah. ya dinikmati. Masalah hidup. wal yathlub robban siwaa-ii... Saya diajarkan oleh kehidupan ini: Berterimakasihlah sebab kita diberi masalah... Jangan sampai terjadi de-motivasi di bangsa kita. Perjalanan waktu mengajarkan saya sebuah hikmah yang luar biasa. Sebab kita akan menjadi kuat.. Banyak orang orang yang kehilangan motivasi dan spirit dalam menjalani hidup ini. dan karunia Allah biasanya akan datang lebih banyak lagi ketika sebelum bermasalah.. Kita harus ambil bahagian sebagai orang-orang yang bisa memotivasi bangsa ini dan diri kita sendiri. apalagi di diri kita. dan tidak bersabar di setiap ujian-Ku. Syukur. ”Wa mal lam yasykur ’alaa na’maa-ii.

Perjalanan masalah saya pribadi. Itu semua adalah buah dari perjalanan masalah yang orang-orang lebih sering mengeluhkannya ketimbang mensyukurinya. betullah kenyataan yang saya saat ini nikmati. melahirkan modul-modul Kuliah Wisatahati ini. Allah hadiahkan jalan dakwah buat saya. dan perjalanan masalah-masalah para jamaah yang datang konseling ke majelis Wisatahati. mudah-mudahan berhasil membangun Motivasi & Spirit kita semua yang mengikutinya. hidupnya sih memang tidak bermasalah. Bahkan. tapi ternyata sebab Allah belum menjatuhkan keputusan-Nya. Allah menghadiahkan bisnis yang halal buat saya. bahwa hidup belumlah berakhir seperti yang kita bayangkan. untuk mengajarkan kepada diri saya. Bagi merekamereka yang bermasalah. kadang tanpa mereka sadari. dan Allah berikan saya keluarga dan jamaah yang menyenangkan. bahwa tidak ada kata terlambat untuk memohon bantuan dan pertolongan Allah. Dan saya mengisahkan kisah Bintang. seraya memohon ampun dan melayangkan doa kepada-Nya. untuk segera bertaubat. . Maka mudah-mudahan kisah ini menjadi pelajaran agar betul-betul selamat kita sebab menjadi orang-orang yang senantiasa ingat dan mau terus memperbaiki diri. Kisah Bintang ini sudah memotivasi diri saya sendiri. yang kemudian dijadikan judul dari bahagian modul perkuliahan Wisatahati. maka kata-kata tersebut tidak berlaku untuk Allah. Alhamdulillah kalo begitu mah. Terutama saya mengisahkan kisah Bintang ini sebagai pelajaran buat saya. tapi juga senang dan selamat di negeri akhir. Jika ada sesuatu yang kita sebut tidak mungkin. andai kita masih diberi-Nya karunia untuk hidup. dengan Allah anugerahkan masalah. Padahal hidupnya sendiri bermasalah. Dan bisa dibilang Majelis Wisatahati dan Kuliah Wisatahati pun berawal dari masalah.hidup” untuk tidak mengatakan sudah ”separuh mati”. kisah yang menjadi pembelajaran di dalam Pengantar Kuliah Wisatahati ini. We’re not game over yet. kehidupan baru justru baru saja mereka mulai! Ada kekuatan di balik permasalahan yang Allah hidangkan dalam hidup kita. Tapi jangan sampai ternyata keadaannya itu bukanlah keadaan yang sesungguhnya. begitu saya sering bertutur. banyak di antara kita yang barangkali sedang tidak bermasalah. Allah teramat Kuasa. Sementara itu. Agar bukan saja hidup kita senang dan selamat di dunia ini. Artinya. Bintang: Perjalanan Kehidupan Berbuah Hikmah Kisah Bintang.

serta urusan masih bisa dan insya Allah bisa diselesaikan. kita-kita yang tidak bermasalah inilah sesungguhnya yang lebih membutuhkan nasihat ini. dan ketika merumuskan modul-modul perkuliahan Wisatahati. dan taati. Sebab diri ini belumlah selesai perjalanan hidupnya. agar Engkau membukakan segala pintu yang bersesuaian untukku. Di setiap penulisan buku. Ibu Humrif’ah Binti Hajjah Rafi’ah Binti KH. Membuka apa saja. merasa susah dan sempit nafas oleh sesaknya persoalan dunia yang harusnya tidak menyesakkan batin.. Kepengen sekali di saat berakhirnya hidup. untukku. di setiap kajian agama. Mohammad Mansur Kampung Sawah Jembatan Lima.. pintu ampunan-Mu. Saya teringat doa ini sebab saya mengingat Anda jamaah sekalian. Kusebut asma-Mu. Dan bila diri kita sedang tidak bermasalah. saya mengingat doa berikut ini. Doa yang diajarkan oleh ibu saya. Hadiah Dari Ibu. Termasuk membuka kesempatan bagi diri kita untuk memperbaiki diri dan membuka harapan di tengah keputusasaan kita. Jamaah yang dicintai Allah. sebagaimana ketika ibu saya menghampiri saya dan menuliskan doa ini untuk saya: Awloohumma yaa Fattaahu. perhatikan. harus senantiasa disuarakan terus oleh siapa saja. lalu diseru kembali kepada Allah. dan mencari rizki bukan dari jalannya Allah. bahwa jika masih senang mencari rizki haram. Kalau perlu. Yang Maha Membuka. Yaa Awlooh. Kasihan diri kita kalau sampe jauh dari Allah.. sebelum saya kisahkan kisah Bintang. Yaa Fattaahu. terima. Di tengah kehidupan yang banyak permasalahan dan keinginan. Untuk Mengubah Keadaan Jamaah sekalian. isyu tentang ”Kembali Kepada Allah”. saya usahakan saya sendiri ikut belajar. sami’naa wa atho’naa. untuk istriku dan . Doa ini sangat membantu saya. masih merasa harus menempuh cara-cara yang tidak disukai Allah dalam mencari rizki. Termasuk pula kumohonkan agar Engkau membukakan pintu maaf-Mu. dengar. Do’a Kesayangan Saya.. itu tandanya diri berada dalam keputusasaan juga. Allah sudah mengampuni segala dosa. Saya menyayangi Anda semua. Sebab siapa tahu. di setiap penuturan kisah-kisah hikmah. Siapa tahu di antara Anda ada yang membutuhkan doa ini. Doa ini diberi ibu saya ketika saya dilihatnya sedang menangisi hidup ini. atau bahkan di tengah kemungkinan-kemungkinan yang mungkin saja terjadi. untuk orang-orang tuaku. bahwa hidup masih bisa diperbaiki. ketimbang mereka yang bermasalah.Sedikit saya mengingatkan diri saya. Seolah kita tiada iman yang mengajarkan bahwa Allah lah Yang Memberi Rizki hingga menyebabkan kita ”putus asa”.

untuk keluargaku.orang tuanya. atau malah ia merasa ia ingin saja segera mengakhiri hidupnya. untuk anak-anakku dan keturunan-keturunannya. 50. Ya. tidak punya harapan. adalah seorang laki-laki. sebut saja begitu. Ia pakai nama kawannya untuk pinjaman ke bank. Ia jual tanah orang tuanya. Demikianlah jamaah sekalian.. Ia jaminkan rumah mertuanya. kepada keadaan yang lebih baik lagi. Saya bacakan salah satu doa kesayangan saya ini. seakan menjadi jawaban yang menyelesaikan semua perkara dunia. Bintang. tamat. 100. Bintang merasa hidupnya semakin gelap dan tidak menentu. Dia di ambang perasaan bahwa hidupnya akan segera berakhir.. Ia pinjam surat kendaraan besannya. Bunuh diri. keluarga kita.. dan masih banyak lagi kekhawatiran-kekhawatiran akan keburukan demi keburukan. Senantiasa kita mohonkan ridho dari Allah di segala langkah kita. Cahaya Lampu Yang Melemah Baiklah jamaah sekalian. dan anak-anak keturunan kita. Orang-orang seperti Bintang seakan-akan tegar. 80. Hawwil haalanaa ilaa ahsanil haali. Para tetangga yang tidak bisa ia kembalikan dananya. 40 tahunan. Ubah keadaan kami yaa Awlooh. Yaa Rozzaaqu. dan untuk segenap orang-orang yang kucintai. Yaa Muhawwilal haali. tapi lemah. Biasa. Rasa malu. Sungguh lemah. Wahai Yang Maha Memberikanku rizki. Ibarat lampu digital. 70… terus turun… 60. Deretan ini menambah lemah Bintang. rasa takut. dan memohon agar segala aktifitas kita dicatatNya sebagai amal saleh dan ibadah untuk-Nya. 30… . 40. cahayanya melemah. Bintang merasa hidupnya akan segera game over. beban kehidupan memang bisa membuat seseorang kepengen saja rasanya mengakhiri hidupnya. 90. agar juga menjadi doa yang mengiringi ta’lim kita. Dan bertambah lemah apabila ia mengingat keburukannya menghantam kanan kirinya. Wahai Yang Maha Mengubah Keadaan. Mengalir pahala dan kebaikannya untuk kita. hina. yang kepayahan ekonomi dan rumah tangganya. melekat di hati dan di pikiran. Saya mulakan sedikit kisah tentang Bintang ini. seorang ayah.

-Akan game over Itulah suara yang menang. Tapi kalau Allah sudah pasti mau membantu. Wajar juga kalo Bintang merasa dirinya bakal game over. -Rumah mertuanya bakal disita. yang ia biarkan muncul menguasai dirinya. terus saja ia mengipasi diri kita. -Keikhlasan orang tuanya menyediakan tanahnya untuk dijual. kadang suara putus asa pun muncul dari dalam diri kita. benarkah? Benarkah nasihat kawannya ini? Benarkah Allah akan membantunya bila ia berdoa? Apa iya dia yang merasa dosanya banyak. lalu doanya akan didengar Allah? Bintang rupanya termasuk orang-orang yang payah dalam meyakini kekuatan doa. Salah seorang kawannya menasihati dia tentang kekuatan doa: “Bintang. Kita mengadu pada manusia saja yang kita anggap bisa membantu. wajahwajah memelasnya para istri dari orang-orang yang namanya ia pakai untuk meminjam ke bank. dan DIA akan menolong siapa yang meminta pertolonganNya”. Minimal doa akan menentramkan hati. sulit berjodoh. ga akan punya jodoh. Jelas itu adalah sederetan kalimat-kalimat lemah yang ia suarakan sendiri sehingga seakanakan hidupnya betul-betul sudah tidak memiliki kemampuan apa-apa. dengan ragam persoalan hidup kita masing-masing.Berdoa Untuk Ketentraman Hati Berdoa Untuk Ketenangan Hati Di posisi cahaya tinggal 30 ini Bintang ”berkenalan” dengan Doa. Manusia belum tentu mau membantu. Berdoa bisa mengubah segalanya. Wuah. Yang dihitungnya selalu hitung-hitungan matematis manusia. Yang belum berjodoh. Berikut ini suara-suara di dalam hati dan pikirannya: -Tidak akan bangkit. DIA akan mengabulkan siapa yang berdoa. dsb. insya Allah sudah akan membahagiakan hati. apalagi kalau kita mengadu pada Allah. dan akan segera berkahir! Belum lagi tambahan dari terbayangnya wajah-wajah seram para penagih. Kita pun belum tentu kuat jika berada di dalam posisi Bintang. sia-sia. Sebab Allah sendiri yang menjanjikan. Bintang meyakinkan dirinya. Buat yang . nasibnya jelek. -Tidak akan sanggup membayar hutang. Pun payah meyakini Kekuasaan Allah. komplit. Kita-kita. berdoalah.

Jadi. Dan memang Allah jugalah yang menancapkan keimanan ke dalam hati hamba-hamba-Nya yang lemah. cukup bagi-Nya mengatakan Kun. Memberikan taufik dan hidayahNya.. kudu ada ijazah. sebab udah lebih dari 8 tahun sih. Lemah tak berdaya. ‘Aali Imraan: 26). sehingga berangsur-angsur Bintang percaya dengan kekuatan doa dan percaya akan Kuasa Allah. niscaya Allah yang akan mencukupkannya. jangan biarkan suara ini muncul.. bahwa DIA tidak memiliki batas. mending mati saja daripada ngerepotin.. kalau Allah sudah berkenan. Lawan dengan keyakinan dan doa.. Terjadi bukan karena perasaan manusia. Dan terjadi bukan karena apa yang diusahakan manusia. sulit sembuh. Yang belum punya rumah. Tidak peduli Seberapa Besarnya Masalah Kita. (QS. jangan ngimpi punya rumah. ga mungkin punya rumah. Dan barangsiapa yang memasrahkan urusannya kepada Allah. terhadap persoalan berat yang kita hadapi. ”Innamaa amruhuu idzaa arooda syai-an ay yaquula lahuu kun fayakuun. maka segala sesuatu bisa saja terjadi. Yaasiin: 82). Berkenalan dengan Kuasa dan Kebesaran Allah. mandul. sulit kalo ga pake pelicin. Allah membuat perjalanan waktu kemudian ikut juga mengajarkan. Allah Sanggup Mengatasinya. bahwa Allah itu ADA. Dan Bintang mau mencoba meyakinkan dirinya sendiri. Bintang benar. sudah nasib saya ga punya rumah. insya Allah DIA akan mengurus permasalahan-permasalahan kita. niscaya hidup kita akan semakin lemah saja. sulit dapat pekerjaan. ga bakalan sembuh. maka jadilah. Di posisi seperti inilah Bintang berkenalan dengan doa.” (Qs. Bila kita pelihara suara-suara melemahkan ini. turunan susah ya susah. . bahwa datang kepada Allah adalah jawaban buat segala masalah yang sedang dihadapinya. “Innahuu ‘alaa kulli syai-in qodiir. Berdoa berarti percaya kepada Yang Kuasa. Wa mayyatawakkal ’alawloohi fahuwa hasbuh. Fayakuun. Sesungguhnya urusan-Nya jika DIA menghendaki sesuatu.” (Qs. sulit kalau tidak ada kenalan orang dalem. kudu ada koneksi. Jamaah yang dicintai Allah. ga bakalannya bisa memiliki rumah yang layak. Lawan dengan iman dan semangat. Terjadi bukan karena apa yang dipikirkan.berpenyakitan. ath Thalaaq: 3). Tapi terjadi karena Allah menghendaki itu terjadi. dsb. Lawan. susah dapet pekerjaan yang bener. Kalau kita memasrahkan kepada Yang Kuasa. Yang belum punya anak. dsb. Dan bukankah Allah sendiri yang bilang. sesungguhnya DIA Maha Kuasa atas segala sesuatu”. dsb. ”. sulit kalo ga ada gaji gede mah. dsb. Yang belum kerja. Maka. Bintang mau meyakini. hingga berujung pada putus asa. tidak akan sembuh.. ga bakalan bisa.

. Allah akan menjadikan kemudahan baginya di setiap urusannya. Innawlooha baalighu amrihi. Wa may-yattaqillaaha.. Allah berikan kesejukan batin yang luar biasa buat hati Bintang sehingga ia menjadi tegar menghadapi hidup ini. memelihara dirinya dari apa yang Allah tidak suka.. (Qs. (Qs. Babak menikmati perjalanan doa. Ya. sesungguhnya Allah menguasai segala sesuatu...... Sesiapa yang bertawa. Ath Thalaaq: 2-3). wahai orang-orang yang ... Di saat situasinya memang menurut sebagian orang tidak lagi bakal selamat. wa yu’dzim lahuu ajroo. liyazdaaduu iimaanamma’a iimaanihim.. Bintang memulai babak baru lagi dalam hidupnya.. wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasib... Lihatlah janji Allah berikut ini yang kemudian dinikmati oleh Bintang: ”.. dan Allah akan berikan rizki dari jalan yang tiada ia duga.. fahuwa hasbuh. serta menyempurnakan segala nikmat-Nya dengan ampunan-Nya. Sesiapa yang bertaqwa. Dialah Allah yang menurunkan ketenangan di hati orang-orang yang beriman... Allah akan hapuskan kesalahan-kesalahannya...Bintang pun memproses permohonannya. supaya bertambah-tambah imannya. memperbaiki hidupnya. ”Yaa ayyuhalladziina aamanuu. Allah membuat segala sesuatu itu ada ukurannya”.” (Qs... ketika di awal memohon pertolongan Allah.. Dalam pada itu. al Fath: 4). dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah. dan menikmati perjalanan pertaubatannya. dan Allah akan lipat gandakan pahala baginya. qod ja’alawloohu likulli syai-in qodroo. yukaffir ’anhu sayyi-aatihi. Tapi alhamdulillah ketenangan Allah masukkan ke dalam hatinya Bintang...... Maka benarlah kiranya ungkapan ini Cukuplah ketenangan mestinya hadir ke dalam hati mereka yang beriman dengan melihat ayat berikut ini: “Wa mayyattaqillaaha yaj’al lahuu makhrojaa.. maka Allah akan mencukupkannya. Benarlah juga ungkapan yang mengatakan. maka Allah akan berikan baginya jalan keluar. memprihatinkan.. Allah berjanji akan menghapus kesalahannya. ”Huwalladzii anzalassakiinata fii quluubil mu’miniina... Dia mendekatkan dirinya pada Allah.... menikmati perjalanan memelihara diri yang biasa kita sebut taqwa....” (Qs. ath Thalaaq: 5).. ath Thalaaq: 4).... yang percaya kepada Allah. keadaannya Bintang. cukuplah awal untuk memperbaki kehidupan adalah dengan melakukan pertaubatan. ketika manusia bertaubat. yaj’allahuu mi amrihii yusroo. ”Wa may-yataqillaaha... wa mayyatawakkal ’alawlooh.. dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah..

.. mudah-mudahan Allah Tuhanmu memperbaiki segala kesalahan-kesalahanmu. wa yaksyifussuu-a.. waghfirlanaa. yaquuluuna robbanaa atmim lanaa nuuronaa... Maka mereka ditimpa akibat buruk perbuatan buruk mereka sendiri....... maka harapan itu akan “menghidupkannya” kembali... Sesuatu yang membesarkan hatinya.?” (Qs. at Tahriim: 8). dan ampunilah kami. Alhamdulillah kesadaran Allah bersitkan di hatinya. wayudkhilakum jannaatin tajrii min tahtihal anhaar.beriman.. Tapi tidak sedikit manusia yang susah sebab ia mengundang sendiri kesusahan itu datang ke dalam kehidupannya. cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka. tuubuu ilawloohi taubatan nashuuhaa.. ”Ammayyujiibul mudhthorro idzaa da’aahu. ”Fa ashoobahum sayyi-aatu maa kasabuu... sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.. Tuhan Yang Memberi Harapan Mestinya Kita Rindu Pada-Nya Setelah perkenalannya dengan doa dan Kekuasaan Allah... Sesuatu yang tiba-tiba saja sanggup membuat dia merasa hidupnya masih punya harapan... yauma laa yukhzillaahunnabiyya waladziina aamanuu ma’ahuu.. Jamaah yang dicintai Allah. pada hari di mana Allah tidak akan mempermalukan para nabi dan orang-orang yang bersamanya. dan memasukkan kamu semua ke dalam surga-Nya yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.. ’asaa robbukum ayyukaffiro ’ankum sayyi-aatikum..... dan siapa yang menghilangkan kesusahan apabila ia berdoa kepada-Nya.. walladziina dzolamuu min haa-ulaa-i sayushiibuhum sayyi-aatu . mereka berkata wahai Tuhan kami sempurnakanlah untuk kami cahaya kami. Bintang disergap kerinduan yang mendalam kepada Allah.. innaka ’alaa kulli syai-in qodiiir. Bintang termasuk yang mengundang sendiri kesusahan tersebut. Sedikit saja harapan Allah bentangkan bagi hamba-Nya.. Allah memang Maha Memberi Harapan..” (Qs...... bertaubatlah kamu kepada Allah dengan sebenarbenarnya pertaubatan. an Naml: 62)........ nuuruhum yas’aa baina aydiihim wa biaymaanihim. sesuatu merayap dalam hatinya Bintang. Allah. siapa yang menghilangkan kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya... Ada seseorang yang mengalami kesusahan sebab Allah mempergilirkan kesusahan itu sebagai ujian hidup.

” (Qs. hingga ia hancur. dengan alasan sibuk tiada waktu.maa kasabuu.. dan mereka sekali-kali tidak akan bisa melepaskan diri. Kami timpakan sebagian akibat buruk yang manusia lakukan sebelum siksaan yang sebenarnya datang. Untuk shalat sunnah? Wuih. Bintang ikhlas dengan keadaannya. Kembali Kepada Allah Bintang kembali pada Allah.” (Qs. Ia bertaubat pernah tidak ikhlas menerima dirinya bisa ditipu sana ditipu sini. Shalat seadanya. . Ia pun bertaubat pernah punya perasaan jelek kepada Allah: Mengapa katanya. dan orang-orang yang zalim di antara mereka akan ditimpa akibat dari apa yang mereka usahakan. koq tidak menjaga diri-Nya? Dan membiarkan orang zalim bisa berlenggang menzalimi manusia yang lain termasuk dirinya? Dengan sebab kesadarannya. tertegak seperti orang malas. Bintang terus melihat dirinya. Kesusahan dunia saja sudah membuat kita menjadi susah. wa maa hum bimu’jiziin. apalagi nanti kesusahan akhirat. Jamaah sekalian. Akhirnya ya wajar Allah tarik segala nikmat dari-Nya. mushalla. Ia bertaubat sudah pernah berburuk sangka kepada-Nya. Dan tiba-tiba saja terbentang lembaran-lembaran dari hari-hari yang sudah dia jalani. jika Allah ada. Bintang bertaubat. Bintang ikhlas menerima kesusahannya. Dan memang seharusnyalah kita kembali kepada Allah sebelum terlambat. ”Ah.” begitu kata Bintang pada dirinya sendiri. Kesuksesan sedikit yang sudah Allah berikan. dan ia tegakkan shalat sunnah taubat. Ia mengakui bahwa sesungguhnya ia sendiri yang sudah tidak bersyukur pada-Nya. jarang dia datangi untuk shalat berjamaah. jarang ia hadiri. ia ambil wudhu sebagai permulaan. az Zumar: 51). Ia bertaubat kepada Allah. Kayaknya kesusahan saya adalah panggilan Allah bagi saya agar saya kembali pada-Nya. Tertegak qaamuu kusaalaa. Masjid. ”Walanudziiqannahum minal ’adzaabil adnaa duunal adzaabil akbari la’allahum yarji’uun. Dia melihat dengan jelas. as Sajdah: 21). Ta’lim-ta’lim. shalat tiada tertegak dengan baik. Allah sudah saya nomor sekiankan... tidak lain agar mereka kembali. Setelah Allah menceritakan tentang kehancuran ummat-ummat sebelum kita. tanpa dia sadari. sudah melalaikannya dari Allah. Ia bertaubat kepada Allah dari seluruh dosa yang sudah ia buat.. dengan sikap tidak sempurna. mari kita lihat firman Allah di Surah al Fajr.. betul-betul jarang dia lakukan. Ia bertaubat pernah mengutuk Allah. Dengan mantab.. Batinnya benar-benar kosong dari Allah.

.. marilah jamaah semua. dan memohon pertolongan-Nya. fadkhulii fii ’ibaadii. Namun. Supaya kita tidak sempat melihat neraka. wa annaa lahudz dzikroo. Supaya kita kembali dalam keadaan yang Allah sudah ridho kepada kita: ”Yaa-ayyatuhannafsul muth-mainnah.. bahwa doa kita semua didengar Allah..... Jangankan masuk neraka. melihat neraka pun jangan.... Allah mengingatkan kita untuk segera kembali kepada Allah... Kalau ..dan sebab-sebabnya... Allah Pasti Menolong Kalau Sudah Ditolong. dan dia mengatakan alangkah baiknya kiranya jika aku dahulu mengerjakan amal saleh untuk hidup yang sekarang ini. Alhamdulillah... kita pun kadang berada di posisi Bintang seperti ini.. Kalau bisa. dan pada hari itu teringatlah manusia akan apa-apa yang telah ia perbuat selama di dunia. Maka tidak bosan saya mengingat diri saya.. yaquulu yaa-laitanii qoddamtu lihayaatii. kembalilah pada Tuhanmu dengan hati yang tenang lagi diridhai-Nya. dan datanglah Tuhanmu.... Itulah jamaah sekalian. akan tetapi tidaklah berguna lagi itu semua bagi manusia. apabila bumi digoncangkan berturut-turut. wahai jiwa-jiwa yang tenang. wa jii-a yaumaidzim bijahannama.. kita bersama-sama saling mengingatkan agar menyegerakan diri kembali kepada Allah. sedang malaikat berbaris-baris. Dan jamaah yang dicintai Allah.. irji’ii ilaa robbiki roodhiyatam mardhiyyah. idzaa dukkatil ardhu dakkan dakkaa. wadkhulii jannatii. Jangan Lupakan Yang Menolong Bintang susah.. Na’udzu billaah tsumma na’udzu billaah.. Bila Kita Istiqamah.” (Qs. janganlah kita melupakan Allah lagi. yaumaidziy yatadzakkarul insaanu.. fayaumaidzil laa yu’adzdzibu ’adzaabahuu ahad.... Untuk itu. (Qs.. al Fajr: 21-26). dan jamaah semua. ketika semua badai telah berlalu. masuklah ke dalam barisan hamba-hambaKu.. dan pada hari itu diperlihatkan neraka jahannam.. Bintang kemudian kembali kepada Allah. lalu dia ingat kepada Allah. al Fajr: 27-30). wa jaa-a robbuka wal malaku shoffan shoffaa. jangan sampe telat bertaubat. lalu di ujung akhir surah. Demikian jugalah kita berdoa semoga kita adalah orang-orang yang bisa kembali kepada Allah.. Kalau kita kembali pada Allah. pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksaan-Nya. dan memperdengarkan semua keluhannya kepada Allah. dan masuklah ke dalam surga-Ku.. niscaya DIA akan mendengar dan mendengar terus permohonan dan keluh kesah kita. Allah mengatakan seperti ini: ”Kallaa....

.. tsumma idzaa khowwalahuu ni’matan minhu nasiya maa kaana yad’uu ilaihi min qoblu. dan bersyukur. mudah-mudahan Allah senantiasa menjadikan kita sebagai hambaNya yang ingat pada-Nya. da’aa robbahuu muniiban ilaihi.. Bahwa.. 60. berada di titik 30. 70. 70. tapi kemudian jika sudah diberikan nikmat-Nya kembali. Dengarlah wahai hatiku. dan jika manusia ditimpakan kesulitan. hingga ke titik 30. dengan menjadikan diri kita tidak lagi gampang berbuat maksiat dan enteng untuk beribadah dan berbuat baik kepada sesama. dia akan berdoa kepada Allah seraya bertaubat kepada-Nya. naik jadi 40. 50.. hingga terus ke titik 100. Begitu kira-kira yang disampaikan di atas. berat untuk kita untuk menjadi hambaNya yang diingat-Nya lagi. Bintang menyeru Allah dan kembali padaNya.” (Qs. di titik 30 inilah Bintang da’aa robbahuu muniiban ilaihi. Begitukah yang terjadi. Kita pun berdoa semoga keistiqamahan Allah berikan kepada kita..? Mestinya. Tuhannya.kita melupakan Allah setelah ditolong-Nya. Menjadi sulit kita istiqamah --lurus. seperti prajurit Allah yang kepengen syahid di jalan-Nya. Insya Allah amin. yang pernah tahu bagaimana rasanya jadi orang susah. Inilah titik baliknya Bintang. 40. 80. akan berusaha menjadi orang-orang yang selalu dijaga dan ditolong-Nya. 80. Dari angka 100. ke 90. ibarat lampu digital. Ia memasrahkan segalanya. Dari titik 30... az Zumar: 8). seiring dengan kembalinya Bintang kepada Allah. cahaya kehidupan Bintang turun drastis. Tapi khususnya bagi Bintang dan orang-orang seperti Bintang. Ingat dan bersyukur. wahai diriku. Titik Balik Yang Penuh Ujian Jamaah yang dicintai Allah. 90. Kejadian ini terjadi ketika lampu digital itu. dia lupa bahwa dia pernah berdoa sebelumnya. Dengarlah ayat Allah berikut ini: ”Wa idzaa massal insaanu dhurrun. cahaya lampu itu akan naik kembali.. 50.. Ia tahu. lempeng --jika kita hanya ingat pada kesenangan saja.. bahwa ia bakalan game over. Secara teori. 60. Tapi kali ini ia songsong “kematiannya”... . Kita berlindung. dan juga Anda semua para jamaah sekalian. tentu kalau ingat kondisi ini. hari-hari berikutnya Bintang hanya fokus kepada Allah..

Ya. 6. Perjumpaannya dengan Allah. Aali Imraan: 142). dan kembalinya dia kepada Allah. 5. ketika dia sudah berada di dalam sel. 4. tapi kenapa kehidupan tetap berakhir buruk? Dan Bintang menemukan keadaan dia ini. 8. 2. Kitanya saja yang perlu mengenali bahwa Allah begitu dekat dalam kehidupan kita. Dia merasa.Tapi tunggu dulu! ”Am hasibtum an tadkhulul jannata wa lammaa ya’lamillaahul ladziina jaahaduu minkum wa ya’lamash shoobiriin. Semuanya habis. 1… dan… 0. Dia akan selalu memperhatikan kita. 20. Mending kali kalo rumahnya sendiri. seperti yang suka disuarakan juga oleh orang-orang yang lemah imannya dan tidak bertauhid yang baik. Doa sudah dipanjatkan. seakan-akan percuma. Cahayanya malah makin melemah… 30. menjaga kita. 10. Istri dan anak-anaknya? Berantakan. Bintang limbung. 9. Rumahnya disita. Jangan lagi ditanya ruko yang disewanya. Tapi titik balik yang penuh dengan ujian. Jangan tanya mobil dan motor yang memang juga sudah lama tidak lagi ada di garasinya. Diperkarakan oleh satu dari sekian lawannya. Tunggu dulu. Tapi apa boleh buat. Akhirnya malah “Game” beneran.. Apakah Bintang putus asa? Namanya juga manusia. Yang terjadi ternyata tidak begitu. membuat mertuanya menyumpahi dia tiada henti. 7. dan menyayangi kita. Secara teori sih harusnya titik balik Bintang di titik 30 itu mestinya menjadi starting poin untuk dia naik lagi posisi kehidupannya. Bahkan Bintang mendekam beberapa saat di sel polisi. Sesaat ia seperti kembali ke titik nadir. Allah akan selalu menemani. . Tapi Allah tidak akan membiarkan hamba-hamba-Nya sendirian dalam menjalani ujian hidup ini. 3. yang memang sudah lama tidak diisi sebab tidak lagi beroperasi. bahwa Allah ternyata tidak mendengar. Rupanya ini memang titik balik. Apakah kalian mengira akan masuk surga? Sedang belum nyata bagi Allah bahwa kita adalah orang-orang yang berjihad di jalan-Nya dan belum nyata bagi Allah bahwa kita adalah termasuk orang-orang yang sabar”. Allah Tidak Akan Membiarkan Hamba-Nya Sendirian Dalam Menjalani Ujian Kehidupan Allah memang senantiasa menguji hamba-Nya. (Qs. Ini rumah yang disita adalah rumah mertuanya hingga maaf.

. Maha Suci Engkau. dunia ini tidak lain adalah kesenangan yang menipu. Mati di sel. Subhaanaka laa ‘ilma lanaa illaa maa ‘allamtanaa innaka antal ‘aliimul hakiim.. di mana Bintang berada satu kamar dengannya.. Lalu. tentu Allah akan menyempurnakan pahala dan kebaikannya di hari akhir.. Kawan satu selnya. Ia tidak bisa bicara. Dan Bintang selamat. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan kalau masih hidup. Tapi untunglah Allah memberinya pelajaran. wamalhayaatuddunyaa illaa mataa’ul ghuruur. Buat apa dia naik lagi derajat kehidupannya.. Sebabnya apa? Sebabnya ya itu. Bukan kawannya yang mati tersebut. Ia melihat proses kematian kawannya ini.. Jamaah sekalian. Bintang masih hidup! ”Kullu nafsin dzaa-iqatul maut. jika neraka dijauhkan... merasa beruntung... Kematian bagaimana? Allah menolong Bintang.. Bintang masih bisa mengubah keadaan hidupnya.. bahwa ia tidak pantas meratap. Tidak ada ilmu buat kami kecuali apa yang Engkau ajarkan kepada kami.Di dalam sel. maka barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukka ke dalam surga.. hingga kemudian dikeluarkan dari sel.. tidak pantas cengeng. sesungguhnya Bintang harus merasa faaza. Bintang terguncang kesadarannya untuk kesekian kalinya. kalau kemudian dunia menipunya kembali dan menghempaskannya ke neraka? Allah yang mengajarkan manusia dengan ilmu-Nya.. Ia tertegun. Ia adalah Bintang.. Bintang histeris dalam kesunyiannya.. Dengan cara apa Allah mengajarkan Bintang? Dengan kematian. Siapa tahu bisa membebaskan dia dari api neraka yang apinya ia pernah nyalakan dengan maksiatnya di dunia. faman zuhziha ’aninnaari wa udkhilaljannata.. Bila pun dia mati. Dia telah bertaubat dan kembali kepada Allah. Bintang paham. maka sungguh dia telah beruntung. Aali Imraan: 185).. Tiap-tiap jiwa akan merasakan mati. Bintang meresapi kata per kata firman Allah ini. alias dengan bangkrutnya ini dia selamat dan bisa bertaubat kepada Allah. karena Allah yang menghendaki keselamatan itu. dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Sedangkan dia masih hidup. hampir saja ia meratapi keadaannya berlama-lama. tiap-tiap jiwa akan merasakan mati. ada yang mati. Bukanlah benar kata Allah? Bahwa dunia ini hanya kesenangan yang menipu. sungguhpun secara dunia ga bisa naik lagi. faqod faaza.” (Qs. wa innamaa tuwaffauna ujuurokum yaumal qiyaamah. .. Sebuah pelajaran yang mengajarkan bahwa Bintang masih hidup.

dia akan menjadi individu yang penuh syukur. Yakni tempaan kesabaran. Tapi rasanya mah bener. Apalagi Bintang menyadari bahwa inilah barangkali tempaan juga bagi dirinya di mana Allah menghendaki dirinya masuk surga beneran. sebagai bentuk jihad di jalan Allah. Keanehan terjadi lagi. Hingga nyatalah ayat berikut ini juga di hati Bintang: ”Am hasibtum an tadkhulul jannata wa lammaa ya’lamillaahul ladziina jaahaduu minkum wa ya’lamash shoobiriin. Entahlah. maka kita akan kuat.Di hati Bintang. Allah menguji kepulangannya dulu ke Allah. Maksudnya. Kalau kita bersandar kepada Allah. bahwa setelah nanti kesulitan terlewati. Luar biasa. hidupnya belonan game over. Bintang mengamini. Akhirnya ia meneruskan riyadhahnya. Bintang masih hidup. untuk berdakwah dan menyiarkan agamanya Allah. akan diuji terlebih dahulu. bunyi. kita akan menikmati seluruh penderitaan kita. dengan penyandaran yang sempurna. Apakah kalian mengira akan masuk surga? Sedang belum nyata bagi Allah bahwa kita adalah orang-orang yang berjihad di jalan-Nya dan belum nyata bagi Allah bahwa kita adalah termasuk orang-orang yang sabar”. Sesuatu merayap kembali dalam batinnya. Hidup ini terlalu singkat kalau kita isi dengan keluhan dan keluhan. ayat Allah yang berbunyi: ”Am hasibannaasu ay-yutrokuu ayyaquulu aamannaa wahum laa yuftanuun”. Memenuhi ronggarongga hati dan pikirannya. Malah kalau perlu ia akan gunakan kesempatan demi kesempatan yang Allah berikan. sebagai bayaran dari pengkhianatan kepada Allah . akhirnya Bintang memang tahu. Dan ia yakini. Charge Your Life! We Are Not Game Over yet! Jamaah yang dicintai Allah. Hidupku bukan berakhir di sini! Begitu teriakan batinnya. bahwa bukan saja ia akan menjadi orangorang yang bersyukur dengan tidak lagi gampang melakukan kesalahan. Bahkan mungkin. sebenernya his life isn’t game over yet. Hitung-hitung mengasah imannya. Kelak ketika kematian menjadi haknya. Bahwa kata Allah mereka yang mengatakan iman. he he he. secara bercanda. Tiba-tiba lagi Bintang menjadi bersemangat menjalani hidupnya. Aali Imraan: 142). Kita akan tabah. mestinya kita begini. Kita akan sabar. namun juga akan berusaha melakukan kebaikan. Ketidakberdayaan adalah ciptaan kita sendiri. Bintang memaklumi bahwa Allah menguji dulu kembalinya dia ke Allah. Jamaah sekalian. (Qs. Akhirnya ia berprasangka sangat positif kepada Allah. apa Bahasa Inggrisnya ini bener. bahwa memang amalnya tidak mencukupi untuk mengangkat cahaya lampunya.

Selamanya. Barangkali Allah memang benar sedang menguji kita. proses itu.. termasuk perjalanan pertaubatan. Jangan berhenti. agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman. akan selalu ada pertolongan Allah yang kita butuhkan. Tapi hunjamkan sedalam-dalamnya di hati: ”Hidup kita belum berakhir. Dan memang. Habis segala-galanya. Hanya Allah Yang Tahu. Aali Imraan: 141). Wallahu a’lam. Tinggal kemudian apakah Bintang bisa menyabari dirinya dan tetap yakin Allah pasti akan menolongnya? Tergantung. maka kehidupan akan berjalan normal kembali. justru kualitas hidup kita makin menurun. perlu kesabaran dan keyakinan. Lebih baik kita suarakan pelan kalimat ini. Jika Bintang berhenti sampai di sini. bila keadaan seperti Bintang ini yang kita hadapi. Sebelum saya menceritakan terus kisah Bintang. Teruskan. bersabarlah.saja. hingga kemudian maut yang benar-benar menghentikan langkah kita. Maka. mengeluh. Sedangkan langkah kita tidak akan pernah berhenti. Benarkah demikian? Kita lihat saja apa yang terjadi kemudian dengan Bintang. Pelan. Butuh proses. Perjalanan Belum Usai.. akan menghalangi karunia Allah datang kepada kita.” (Qs. Jangan Surut. di episode setelah pertaubatannya yang kelihatannya ”tidak membuahkan hasil”. Angkatlah dagu kita. dan proses menuju sukses dunia akhirat. Nanti. kita pahami dulu satu hal: Bahwa apapun butuh perjalanan. Jamaah sekalian. Yakni tergantung Bintang sendiri. kalau sudah impas. bahwa ketika kita kembali kepada Allah. Tatap masa depan dengan penuh semangat. Apakah perjalanan ini akan ia teruskan atau berhenti sampai di sini. Dan perjalanan itu. Ga tahu. maka langkahnya akan benar-benar berhenti. Kehidupan Akhirat Yang Lebih Kekal .. atau sedang meniti jalan-Nya. akan membuat perjalanan kesusahan kita akan terasa semakin panjang saja. Atau kemungkinan lain? Yakni bahwa Allah hendak membersihkan kita: ”Walayumahhishowloohul ladziina aamanuu. Subhaanawlooh!”. Mengeluh. Lihatlah. kelihatannya pertaubatan Bintang tidak berhasil membawanya keluar dari kesulitan ya? Buktinya dia habis..

5. Tapi apa daya. yang mudah-mudahan Allah jaga supaya tidak terjadi demotivasi dalam kehidupan ini. Dan ketika kita mau mengubah hidup ini. Dari 100. 30. 20. Tidak perduli di posisi apapun. Di titik 30 ini pula Bintang memulai segala riyadhahnya untuk menembus langit. Daripada masih ada yang Engkau tunda dari hukuman kami. kita bisa memulai dari mana kita mau memulai. Ya Allah. Segala upaya ia lakukan untuk bisa memulihkan stamina dan kehidupannya.Harus Lebih Kita Pikirkan Ketimbang Kehidupan Dunia Waba’du. maka kami ridha ya Allah.. dan boleh kita meminta agar Allah mencabut kesulitan dunia kita. bahwa ibarat lampu digital. Subhaanallah. Kebangkitan itu bisa dimulai.. 7. perubahan itu bisa dimulai.. 9. maka biarlah kesusahan ini kami terima. Di kisah pertengahan tadi.. indah betul jika kita bisa menyuarakan kalimat ini. sudah diibaratkan di atas. andai kesulitan ini justru akan meringankan dosa kami. dan kembali kepada Allah. hingga kemudian mencapai titik terendah yaitu 0. Sejatinya. 6. kehidupan akhirat yang lebih kekal itu yang harus kita lebih pikirkan. kehidupan Bintang terus meredup. Insya Allah ini lebih menentramkan. Hingga akhirnya kita bisa mengatakan dengan penuh ketawadhuan kepada Allah: ”Ya Allah. agaknya kita harus paham. 10. andai segala kesusahan yang kami hadapi ini menjadi penebus segala kesusahan kami di hari kiamat. hingga kemudian ia tidak bisa menahan untuk terus dan terus meredup. dan memulai untuk bangkit kembali. Begini. Apalagi ada sebuah Hadits Qudsi yang bisa memperkuat hati kita: Bagaimana Nasib Bintang Selanjutnya? Bukan Bangkit dari Titik 30 Tapi Bangkit Dari Titik 0! Jamaah sekalian. Berikanlah ampunan dan maaf-Mu untuk kami sebab kami sabar menerima segala ketetapanMu”. hingga ke titik 30. . Di titik 30 inilah Bintang sadar. lakukan bersama Allah dan Rasul-Nya. betapapun hidup di dunia ini tidak boleh kita sulit. namun. 8. redupnya cahaya itu hanya sebentar ia rasakan. kita rupanya menganggap titik balik Bintang adalah di angka 30.

Bintang memulai kehidupannya dengan menjadi penjual bensin eceran. Ia kemudian melangkah ke istri dan anakanaknya. Bintang Keluar Sebagai Pemenang Begitu keluar dari sel. Proyek-proyek lain yang sifatnya dadakan pun kerap ia terima. bahwa kedamaian dan ketenangan.Ketika Bintang berposisi 0. Dan ini yang membuat Bintang sadar bahwa dirinya sesungguhnya belum mati. Penuh semangat. Bintang belajar. ia merasa sudah tamat. Semua telah hilang. kira-kira 10 tahun yang lalu. Bintang sadar. Di dalam penderitaannya. 2. Dia Yang Maha Mengangkat dan Meninggikan. Dan kemudian ia mendapati dirinya sebagai pemenang! Bintang melangkah dulu ke orang tuanya. ia punya. Pelan. lebih dari segala apa di dunia ini. ketika menjadi tahanan. Dia juga Yang Maha Memuliakan dan Maha Menghinakan. Ia bebas. Bintang kemudian keluar dari selnya. Kalau belum mati. Itulah cerita seorang Bintang. 1. Dan alhamdulillah. segala puji bagi Allah. dan ikhlas. Subhaanawlooh! Bintang memulai kembali riyadhahnya. Titik baliknya bukan di 30! Tapi di 0! Maka perjalanan pun ia lanjutkan. atau SPBU. 0. percaya diri. Kecil-kecilan. Sebab hilang iman dan syukurnya. ia keluar sebagai Bintang ”yang baru”. ia tidak mau kehilangan Allah lagi. Allah memang Maha Besar.1. Wajar dulu ia kehilangan kedamaian dan ketenangan. Dan kedamaian serta ketenangan itu bisa didapat dengan menjaga dan menyuburkan iman. dan hidup dalam kebersyukuran. Pom bensin. ia berupaya keras mendekatkan diri kepada Allah. mulai merayap naik. Ditambah beberapa waralaba minimarket yang dikelola istrinya.5…. Kawan satu selnya ada yang mati. 0.4. 4. 30…. Bukan . Di dalam sel. Meminta mereka ikut bersamanya. 3. Diganti sama Allah dengan karunia iman. Allah jaga imannya Bintang.3. minta restu. tapi pasti: 0. 5… 10. Dan ketika sudah keluar. berarti belum tamat pengertian tamat yang sebenarnya. tapi ia merasa berkah. Dan ia relatif lebih bahagia. Bersama membangun kembali ekonomi keluarga. Allah jaga harapannya Bintang.2. 20. Jalan rizki memang Allah yang punya. 0. Kini Bintang gagah banget. Bintang merasa bahwa cahayanya yang sudah di titik 0. 0. yang menambah pundi perbendaaraan rizki dari Allah. Yakni dengan Allah memberi pengajaran buatnya. Diceritakan bahwa Allah memang Maha Menjaga dan Memberi Pengajaran.

Buan manusia.manusia. Tapi ternyata justru momentum buat bangkit lagi. Di ujung Kuliah Pengantar kita. kita mintakan. Masa depan pun Allah yang punya. Sampai jumpa di semua modul Kuliah Wisatahati. Titik 0 baginya. bahwa hidup masih bisa ditata. Sisakan semangat bahwa hidup belum berakhir. dan kepada Anda semua yang saya cintai karena Allah: Sisakan semangat. Kosong. Kebenaran adalah datangnya dari Allah. bukan titik habis. sesungguhnya Allah bersama kita. Segala puji buat Allah. Ini yang harus selalu disuarakan di hati kita. Innawlooha Ma’anaa Sesungguhnya Allah Selalu Bersama Kita. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Hadirkan Allah Dalam Kehidupan KDW0127 Seri 27 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Hadirkan Allah Dalam Kehidupan Tidak sedikit manusia yang dis-orientasi dalam hidupnya. Jamaah sekalian. Innallaah ma’anaa. . serta iman dan keyakinan. Dan sisakan semangat. Walhamdulillaahi robbil ’aalamiin. Karena hidup tanpa Allah. Dan kepada Allah juga segala hikmah dan ilmu. dan tetap akan bersama kita. gersang. Mohon maaf atas segala kesalahan. saya ingin berseru kepada diri saya. Wassalaamu’alaikum warohmatuwloohi wabarokaatuh. Semoga Allah membukakan segala pintu pertolongan-Nya buat kita semua. Kesalahan adalah asalnya dari diri yang penuh khilaf ini. kering. Tiada ilmu kecuali adalah apa yang Allah ajarkan kepada kita semua. bahwa Allah masih bersama kita. Tanpa makna.

Sayangnya. Ia tidak mau kehilangan motivasi hidup hanya lantaran hutang. ia tidak memulai segala ikhtiarnya dengan bismillah.Tulisan ke depan akan menyoroti bagaimana hidup dengan berpolakan tauhid. wes berobat ya berobat. Kelak akan ada juga pertanyaan. Dan ini berarti tidak menjadi ibadah dan tidak menjadi keberkahan baginya. Dengan sakitnya ia tiada ada menambah kedekatan diri dengan Allah. Ibadah tiada ia tegakkan. Meskipun ada sebaliknya yang juga merupakan sunnatullaah-Nya juga. Padahal ia tidak berdoa. Dan yang demikian ini berlaku juga buat mereka yang bahkan tidak ber-Tuhan sekalipun. Sesiapa yang berusaha. keluarganya tidak shalat dan berdoa. tidak membawa nilai ibadah dan keberkahan. Seseorang yang sakit. Seorang yang berhutang. Misalkan sebab ia memang lulusan terbaik. Betul memang dunia ini sudah dibuat-Nya berjalan dengan sunnatullaah-Nya. Sesiapa yang bekerja. tanpa bersedekah di awal. pemenang. seseorang yang kepengen kerja. Bisa saja hal ini terjadi. maka ia mendapatkan keuntungan. Biasa saja. Tentu saja. Sesiapa yang belajar. tapi ia penuh semangat. berarti ibadah dan keberkahan. terhadap yang begini. Bahkan tanpa basmalah. Contoh. maka ia mendapatkan ilmunya. ikhtiarnya dan permasalahannya. tiada pengajianpengajian yang digelar. Termasuk perkara tauhid adalah menyandarkan semua urusan kepada Allah sahaja. Sungguhpun ia tiada hasil. ada Allah. Ia bangun motivasi dirinya. sebatas mendapatkan pekerjaan itu. Tapi sakitnya ini ga menjadi rahmat buatnya. berniaga. bisa jadi. ya perlu dilakukan . proses. kedudukan ikhtiar di mana? Kedudukan ikhtiar adalah menjadi ibadah. berikhtiar saja. Nah. lalu begitu saja mendapatkan kemudahan. sesuai sunnatullah-Nya. dan punya performa yang mengagumkan. Ia bangun spirit hidupnya. Ya sama saja. secara dunia. Ia cari kesembuhan dengan berobat. Allah ia tidak percayai. sesiapa yang melibatkan Allah. Ikhtiarnya menjadi ibadah dan mengandung keberkahan. maka di dalam ikhtiarnya. Ia lalu melayangkan surat lamaran pekerjaan tanpa mengucap basmalah. bukan menuju Allah. maka ia temukan kesembuhan. Sesiapa yang berobat. Ini memang juga sunnatullah-Nya. Dan Allah. Banyak orang berikhtiar. manakala kita kemudian sudah secara hati dan pola hidup bertauhid. Namun. maka dia gajian. subhaanallaah. tidak ada jaminan juga bahwa Anda-Anda yang ber-Tuhan Allah. Tapi kemudian ikhtiar menjadi salah apabila secara hati dan pola hidup tidak bertauhid. tanpa shalat dan doa terlebih dahulu. tiada ibadah dah pokoknya. Maka. multi-talent. ketemu obat yang berkesesuaian. Lalu ia bener-bener sembuh. Kira-kira begitulah ragam sunnatullah-Nya. banyak skilnya. Barangkali ia ketemu dokter yang tepat. Hutangnya bisa saja ia tundukkan. ia mendapatkan pekerjaan itu. bahkan barangkali ia malah menyalahkan gara-gara Allah nih ia berhutang. Dan kelak juga kita akan belajar banyak kesia-siaan akhirnya terjadi sabab salah langkah menuju manusia. Ikhtiar. ia bisa menjadi the winner. bagus. Tidak mendapatkan Allah. Sejalan-jalannya. Kemudian ia full-kan ikhtiar. Dia tidak melibatkan Allah.

Dimakan. maka hasilnya akan masya Allah. dan dalam prosesnya. Enak dimakan. tidak ada juga yang sudah melibatkan Allah dan menyempurnakan ikhtiar. dalam hasilnya. lalu hasilnya malah sama dengan yang tidak melibatkan Allah. Dari kali langkah yang pertama. atau sekedar membeli hajat keperluan hidup dan rumah tangga. ia sudah menang duluan. Cuma kita kepengen beda. Kita pun mengakhiri seluruh aktifitas kita dengan mengucap hamdalah. Punya tauhid. Dan setinggi-tingginya orientasi adalah ke Allah. Kita sisihkan sebahagian rizki kita sebelum lagi uang itu habis. nunggu uang itu habis. menuju Allah. Bahkan saya mau cerita di edisi ini. kita sudah bergegas bersiap-siap. kita bertaruh 16 jam sehari untuk dunianya Allah. mencoba mendahulukan hak Allah.dan dilalui. zikir sebelum tidur dan shalat dua rakaat. Beda sekali bila kita melupakan Allah. Kita jalan dulu memberi kanan dan kiri kita sebelum akhirnya kita sampai ke rumah. Istilahnya. Dan tentu saja. yakni dengan melibatkan Allah. kita beda. Yang lain. Namun buat mereka-mereka yang melibatkan Allah. Dan seluruh tahapannya mengandung keberkahan. mesti jadi sesuatu yang bermanfaat dan bisa dinikmati. Semuanya akan diberikan Allah kenikmatan. Dan hasilnya pun jelas akan beda. Ada orientasi. ya pasti kita gajian. Tapi Allah. Dibelikan sesuatu itu uang. jadi daging. Bila kita bisa seperti ini. Kita baca bismillah di setiap kita mau mulai beraktifitas. semua sudah menjadi ibadah. Hasilnya pasti beda. Masya Allah. kalau kita cuma kerja sebagai pegawai biasa. Di mana kita menganggap majikan kita bukanlah manusia. Sehingga ketika azan baru saja akan datang (belum datang). dan bahkan menutup malam menjelang tidur dengan membaca aya-ayat al Qur’an. Tentu sebagai seorang hamba Allah. Beda hidup antara yang memiliki Allah dan yang tidak. Punya Allah. maka inilah sebahagian yang disebut berhidup berkah. Sebab kita akan kembali kepada Allah. Kita. Bahkan kita mendahului seluruh gerakan ibadah dengan mengawali shalat tahajjud dan dhuha. Masya Allah. Katakanlah. Beda nya di mana? Barangkali di nilai. dan yang tidak menyempurnakan ikhtiar. Ketika karyawan yang lain begitu gajian dia lupa diri dan foya-foya. kita sudah menghentikan segala aktifitas keduniaan kita dan sudah siaga di atas sajadah dalam keadaan berwudhu. begitu kata orang tua mah. Baik dalam kecepatannya. kita tidak kepengen apa-apa yang kita lakukan tidak memiliki nilai di mata Allah. Kita pun kepengen berbeda dengan karyawan biasa. Ketika akhirnya azan datang. Kita pun kemudian beda di hasil. Kita kepengen semua apa yang kita lakukan menjadi ibadah dari kita kepada-Nya yang penuh dengan keberkahan. Beda sekali. tapi tiada menyisihkan untuk-Nya sedikit waktu dan perhatian kita . maka sebelum lagi semua pekerjaannya itu menghasilkan. dengan sedekit mengubah pola ikhtiar kita.

Apalagi malam itu malam libur. sama anak istri jauh. Cuma. Namun kemudian ketika kita mau menikmati. Berwudhu. Begitu kawannya ini datang. bila saya punya kesempatan merengkuh dunia. Burulah ia. maksudnya. rumah ke-empat. Malah kita umumkan kepada dunia bahwa keluarga kita ga mengerti kita! Ada satu masa saya dapat kisah seeorang yang berumah lebih dari 5. dan lain-lain hal yang manfaat. Sadar-sadar keluarga pun sudah tidak berada di sisi kita. barangkali ada benernya. o-o-o. Ada satu orang kaya yang kaya raya. kenapa engga? Itu kan kesempatan dari Allah. Dalam satu kesempatan. Tapi kemudian ia tersadarkan satu hal. Ia basuh mukanya. Dan 5 rumah mewahnya itu pun tiada ia sewakan karena ga mau rusak. ya mending stop di proyek pertama itu. Buat saya. rumah ketiga. itu syirik. ia memaksa kawannya untuk menemaninya. Ia jaga propertinya seperti telur emas. He he he. dibawa kerja kerasnya enak. ya insya Allah akan kita injek terus itu dunia. Saya tidak mau seperti itu. Edannya. Rengkuhlah dunia. Saya katakan kepada kawan-kawan yang berkesempatan merengkuh dunia. puasa-puasa sunnah semakin berat. pemandangan yang buatnya aneh. namun ia sewa di salah satu apartemen di kawasan Casablanca. Disangka kita yang sedang berada di puncak-puncak kejayaan. Hingga setelah 2 hari. Sebelum akhirnya kita ga bisa menikmati apa-apa! Ada satu cerita. Istri kita diambil laki-laki lain yang lebih perhatian. Kita tiada sempat menikmati. ini mah malah keanehan. Apa yang terjadi? Bisa jadi Allah malah membuat kita melupakan diri kita sendiri. dibawa gigihnya enak. Dan banyak lagi keanehan-keanehan lain menurut si orang kaya ini. Semula ia tidak tahu apa yang salah dalam hidupnya. tanda tidak mampu. untuk pesantren. Anak-anak kita pun berayah baru yang lebih sayang. Buat apa punya 5 rumah mewah. Ia punya segala-galanya. Hasilnya.untuk-Nya. shalat sunnah kita banyak lewatnya. sebab Allah bikin kita bener-bener lupa sama diri kita. shalat Jum’at saja sering telatnya. kawannya ini pulang. Tapi kalau kemudian di proyek pertama saja shalat wajib kita udah kedodoran. tapi kitanya malah ngontrak! Ya buat apa? Kalaupun skenarionya seperti itu. Sehingga kemudian saya bisa membeli rumah kedua. badan kita sudah pada sakit semua. Peganglah ia. untuk perguliran ekonomi kerakyatan. Badan dibawa lemburnya enak. rumah kelima. Pagi-pagi yang belum wayahnya orang bangun. saya sewakan untuk Allah. kawannya ini ia lihat berdoa sebelum tidur. Si kaya ini . Kemudian bila kenyataannya saya menyewa rumah orang lain untuk saya tempati. ia bangun. Ga masalah. Ada yang bilang. Tapi jangan biarkan ia memegang kendali atas kita! Jangan sekali-kali. itu lebih dikarenakan saya sewakan itu rumah. ga tahunya Allah hilangkan rasa kepenatan untuk menambah kitya bener-bener kaya dan jaya. Untuk masjid. sama al Qur’an jauh. ia basuh wajahnya. Ia shalat malam! Weh. ya buat apalah. namun ia merasa gelisah. Kalau ada yang bisa memegang lebih dari sepuluh proyek. kita anggap itu semua fine-fine aja.

kita betulkan peci dan kaennya anak2 kita. kita shalat bareng. saya harus pulang. Wes. dan mengkaji barang satu dua hadits. Jadikan ia lebih bermakna. Dengan snyumnya. . Dijamin. mamah di rumah ya”. Istri kita tangannya berselendangkan bukan emas permata melainkan mukena dan sajadah. janjian di salah satu pojokan. Aduhai indahnya. beda kan? Hidup ini kayaknya indaaaaah banget. kita sms pasangan kita: “Sedang apa?” Allah menunggu kita loh. untuk dimakan bersama keluarga. Saya hanya meminta izin 2 hari untuk menemani Anda. sudah pada ngumpul di rumah. lebih berisi. mau pulang sorean. khusus kamis. Di saat siang hari. hidup itu indah loh. pokoknya jadikan hidup ini beda dah. Di tangan kanan anak-anak kita memegang tas plastik kecil berisi al Qur’an. Melainkan kepengen menuju masjid! Subhaaallaah! Kita betulkan kerudung anak2 kita. Sebentar lagi azan berkumandang. kawan yang satu ini berkata. Sekarang saya pulang. apakah sudah ada di tengah-tengah jamaah zuhur? Alhamdulillah ya Papah bisa menyekolahkan kamu di sekolah islam. Kenapa? Supaya bisa berjamaah maghrib! Masya Allah! Ketika ditanya. Dan ia pun menangis. he he he. maka nya ia bingung mau berdoa apa? Ya. untuk sama-sama bangun lebih awal. Semuanya bisa melakukan ini. “Kamis malam ini kan takbiran!”. Cobalah janjian sama anak2 dan istri (atau suami). Siap-siap shalat. ia tidak punya Allah. kan? Kita sms anak-anak kita juga: “Gimana.berterima kasih kepada kawannya ini yang sudah menemaninya. untuk sama-sama baca Yaasiin. Supaya jam 17 udah di rumah. Nah. antara anak perempuan dan anak lelakinya. Ia merasa sudah lengkap semua hidupnya. Semua jalan ke masjid. lawan bicara kita bakalan bengong. satu hari saja lagi. Ucapan sederhana ini ternyata makna nya dalam sekali bagi si kaya ini. Tapi bukan karena kepengen jalan-jalan. untuk sama-sama berkumpul antara si ayah dan si ibu. Ayo. beli kue-kue-an. Terus janjian berangkat shubuh. Masya Allah indah benar. Untuk sama-sama membaca al Qur’an. koq belabelain gitu? Ya terang kudu dibelain. Yang begini ini kan ga mesti jadi keluarganya ustadz atau kyai. Wajar kiranya khusus Kamis. Manteb. malam Jum’at. dalam tawa dan aktifitas. sebab kita udah ngasih sama Allah senen sampe kamis siang ini. Habis maghrib. Kamis. Saudara-saudaraku. Si ayah udah pamit sama kantor. Dan si kaya ini meminta si kawan ini menemaninya. Satu yang tidak ia punya adalah keluarga! Bahkan ia tidak punya Allah. Sehingga kita bisa jamaah bareng di tempat yang berbeda”. pengennya cuma ampe sore aja. Pas pulang dari masjid. Bayangkanlah saudara memakaikan sendal anak-anak saudara yang masih kecil. “Maaf. mampir ke ujung gang sebentar. Papah di sini. Saya punya keluarga yang menanti saya!”.

yang ditulis dan diajar beda. Di tengah malam. Ntar terusin kuliah besok. Suka begini emang. Masya Allah. sampe ketemu besok. Dari beberapa imel dan sms. Sebuah keluarga. Diniatkan nulis apa. Maka Allah menjadikan mereka melupakan diri mereka sendiri. Al Hasyr: 19). ketika dirasa rutinitas udah merenggut kekeluargaan. sang ayah udah janjian akan juga pulang lebih cepat. manakala udah jarang berkumpul. Tulisan saat ini tadinya mau langsung ngebut dengan menjelaskan bagaimana sebuah ikhtiar disebut berpolakan tauhid. masya Allah! Udah ya. Sekali lagi masya Allah. Mudah-mudahan juga ga ada yang keberatan. Ok. Maafin saya ya. nah. Tapi udah baca buku “The Miracle” dan “Mencari Tuhan Yang Hilang” belum? Itu kan “tugas” di kuliah kemaren yang karenanya saya jeda kuliahonline ini barang sebentar. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Cari Allah Dulu (I) KDW0128 Seri 28 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Cari Allah Dulu (I) . beratapkan langit. agar bisa maen ke rumah-rumah yatim di sekitar rumah. ngajar apa. eh. coba dah sekali-kali dijadikan perjalanan kebersamaan untuk mengisi ruhiyah masing-masing anggota keluarga. makan-makan bareng. dan kemudian menengok nenek.Khususnya diisi dengan ibadah. Ada banyak yang kemudian membaca buku-buku itu. Tentang ikhtiar yang melibatkan Allah. anak-anak dan istri menjadi makmumnya. masya Allah. dengan tauhid. Mudahmudahan tulisan ini membawa banyak inspirasi buat Saudara dalam memaknai dan mengubah pola hidup. dan janganlah kamu menjadi orang-orang yang melupakan Allah. Saudara udah banyak ngalahnya ya? He he he. Di belakang. Yah. Mereka itulah orang-orang yang fasik”. Ini juga liburnya kebanyakan. berusaha mengisinya dengan jalan-jalan. Di akhir bulan. “Walaa takuunuu kal-ladziina nasullaaha fa-ansahum anfusahum. barangkali Allah lah yang menginginkan tulisan ini muncul. dengan iman. saya menyatakan alhamdulillah dan terima kasih. U-laa-ika humul faasiquun. sang ayah memimpin shalat malam di pekarangan belakang rumah. (Qs.

Allah tempat bergantung. Buat perempuan-perempuan yang sedang haidh. (Qs. Ihdinash shirootol mustaqiem. Tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada sekutu bagi-Nya”. (Qs. “Maa yaftahillaahu linnaasi mir rahmatin falaa mumsika lahaa. kepada Engkau sahaja kami menyembah dan kepada Engkau sahaja kami meminta pertolongan. Al Faatihah: 5-7). Saya akan coba sodorkan beberapa kisah orang-orang yang melibatkan Allah. katakanlah Dia lah Allah yang satu. “Wa-iy-yamsaskallaahu falaa kaasyifa lahuu illaa huu. agar tidak mengapa menyentuh dan membuka al Qur’an. “Qul huwallaahu ahad. atau ada yang tidak sepaham. Tunjukkanlah kepada kami jalan yang lurus. Wa-iy-yamsaska bikhoirin fahuwa ‘alaa kulli syai-in qadiir… Dan jika Allah menimpakan kemudharatan kepadamu. Laa ilaaha illaa huu. Hal min khaaliqin ghairullahi yarzuqukum minassamaa-i wal ardh. Lahuu mulkussamaawaati wal ardh wailaihi turja’uun. “Qul lillaahis syafaa’atu jamii’an. Fa-annaa tu’fakuun… . jika Allah sudah menahannya. sebab kita tidak melibatkan Allah. maka tidak akan ada yang dapat menghilangkannya kecuali Allah sendiri. web admin): “Iyaaka na’budu wa iyaaka nasta’iin. (Qs. tidak akan ada yang bisa juga melepasnya. Az Zumar: 44). Bagi-Nya Kekuasaan di langit dan di bumi. meski itu seperti tidak mungkin. maka tidak akan ada yang bisa menghalanginya. “Yaa-ayyuhan-naasudzkuruu ni’matallahi ‘alaikum. untuk menggambarkan bagaimana sih suasana hati dan pola hidup melibatkan Allah itu. niatkan belajar. Wamaa yumsik falaa mursila lahuu mim ba’dih. Dan sebaliknya. Allaahush shamad. ya ga usah buka al Qur’an kalo ragu. Shirootol ladziina an’amta ‘alaihim ghoiril maghdhuubi ‘alaihim waladh-dhoolliin. Sebelumnya. Dan Dia lah Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.Banyak kesia-siaan dari ikhtiar kita. Jalan orang-orang yang Engkau beri ni’mat bukan jalan orang-orang yang murkai dan bukan pula jalan yang sesat”. maka ketahuilah Allah itu begitu Kuasa atas segala sesuatu”. Al Ikhlaash: 1-4). Lam yalid wa lam yuulad. Insya Allah (buat yang sedang haidh. Al An’aam: 17). (Qs. Wahuwal ‘aziizul hakiim… Apa-apa yang Allah bukakan dari satu rahmat untuk manusia. (Qs. dan kepada-Nya kalian semua dikembalikan”. Faathir: 2). Wa lam yakul lahuu kufuwan ahad. kita coba pelajari beberapa ayat berikut ini. katakanlah hanya kepunyaan Allah saja pertolongan itu. Dan jika Allah sudah berkenan mendatangkan kebaikan buatmu. Silahkan saudara-saudara peserta KuliahOnline ambil wudhu dan ambil al Qur’an terjemah.

Ada 7 tempat lagi di dalam al Qur’an yang mengandung “Kun Fayakuun”. dan buka itu al Qur’an terjemah. (Qs. mintalah pertolongan dari Allah”. maka jadilah!”. Yaasiin: 23). al An’aam: 73. Yaitu di: al Baqarah: 117. wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardh. “A-attakhidzuu min duunihii aa-lihatan. langsung bisa menerjemahkan al Qur’an. Ga perlu . Ya’lamu maa baina aydiihim wa maa khalfahum. Insya Allah kita lanjutkan besok kuliahnya. dia berkata. Kekuasaan Allah meliputi langit dan bumi. Lahuu maa fis-samaawaati wa maa fil ardh.. Walaa yuhiithuuna bisyai-in min ‘ilmihii illaa bi maa syaa-a. hanya sekali ketemu. Pelan-pelan.. Yaasiin: 82 (ini yang termasyhur) dan di al Mukmin: 68. yaa ghulaam… wahai anakku. Allah. dan mereka tidak mengetahui apa-apa kecuali yang Allah kehendaki. Jelajahi satu demi satu ayat yang saya sertakan di lembara KuliahOnline hari ini. ingatlah ni’mat Allah kepadamu. An Nahl: 40). Iy-yuridnir rahmaanu bidhurrin laa tughni ‘annii syafaa’atuhum syai-an walaa yunqidzuun… Apakah kalian akan mengambil tuhan selain Allah? Jika Yang Maha Pengasih sudah menghendaki kemudharatan kepadaku niscaya pertolongan siapapun tidak akan memberi manfaat dan tidak pula bisa menyelamatkanku”. Jika kamu hendak meminta. Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Agung”. tidak mengantuk dan tidak tidur. Coba saudara ambil al Qur’an terjemah. (Qs. Laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa nauum.Wahai manusia. Man dzal-ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih. “Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum. Aali ‘Imraan: 47. Kun Fayakuun sifatnya: “Innamaa qaulunaa lisyai-in idzaa aradnaahu an naquula lahuu kun fayakuun… Sesungguhnya perkataan Kami jika kami menghendakinya cukup bagi Kami dengan mengatakan Kun Fayakuun. Maka mengapakah kamu bisa berpaling?”. Waba’du. Apakah ada selain Allah yang memberikanmu rizki dari langit dan bumi? Tidak ada. Maryam: 35. tidak ada Tuhan selain Allah Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya. Dan kalau Allah sudah berkehendak menolong. (Qs. fa-idzaa sa-alta fas-alillaah. Ya. Faathir: 3). selain ayat ke-40 surah an Nahl di atas. *Qs. maukah engkau aku ajarkan beberapa kalimat? Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu. fa-idzas ta’anta fasta’in billaah… dari Ibnu Abbas r. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Walaa ya-uuduhuu hifdzhuhumaa wahuwal ‘aliyyul adzhiim. Al Baqarah: 255).a. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya. innii u’allimuka bikalimaatin: ihfadzillaaha yahfadzka. Tiada yang dapat memberi syafaat kecuali dengan izin-Nya. Aali ‘Imraan: 59. Kepunyaan-Nya apa-apa yang di langit dan di bumi. Jika kamu hendak memohon pertolongan. aku pernah duduk di belakangnya ontanya Rasulullah dan beliau bersabda. mintalah kepada Allah. jadi. Sampe meresap di hati. Berikut ada satu hadits yang mewakili juga pelajaran tauhid: “ ‘an Ibni ‘Abbaas radhiyallaahu ‘anhu kuntu khalfa Rasuulillaahi shallallaahu ‘alaihi wasallam wa qaala yaa ghulaam. saya bisa mengajar saudara-saudara semua bisa menerjemahkan al Qur’an hanya sekali ketemu. kecuali Allah.

ibu Yusuf ini lalu mengetuk pintu manusia. Biarlah Dia yang membuka segala-galanya buat kita.wisatahati. Di sini nanti sebagaimana yang kita bilang kemarenkemaren. ibu Budi. Tapi yang terjadi adalah sebaliknya: kehinaan. atau . Semua ini dipikirnya Ibu Yusuf bisa memberinya pertolongan. Biarlah Dia yang mengatur segalanya untuk kita. Biarlah nanti Dia yang membimbing langkah kita. ibu Hendy. namun memulainya bersama Allah itu juga satu keharusan. saya suruh saja saudara mencari al Qur’an terjemah. Ya iyalah sebab kan udah ada terjemahannya. Selalu terbuka. bahwa ikhtiar itu memang satu keharusan. Perkenan-Nya adalah Kehendak-Nya. maka Pintu-Nya Allah itu yang ga pernah tertutup.com. bener-bener tidak semua muslim memiliki al Qur’an terjemahan. Yang demikian bila kita menyandarkan semua urusan kepada-Nya. punya masalah keuangan. Nah. Jangan sampe kitakita ini ga punya al Qur’an terjemah di rumah kita. mau diajarkan: Carilah Allah dulu. Ia ambil kertas. Silahkan ya. Insya Allah saudara bisa memesan al Qur’an terjemahan melalui web ini. Bukan di belakang. Segala ikhtiar bisa berhasil bila Dia mengizinkan ikhtiar itu berhasil. Rizki di tangan Allah. Sebut saja juga ada tiga kandidat: ibu Jameel. kemaluan. Silahkan coba jelajahi BelanjaOnline di web kesayangan saudara ini: www. ini hal sepele. disebut pasrah itu ternyata juga di depan. Izin-Nya juga di tangan-Nya. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Cari Allah Dulu (II) KDW0129 Seri 29 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Cari Allah Dulu (II) Kalau kita mengetuk pintu Allah. kesia-siaan. Tapi sayangnya. Sama seperti kebanyakan kita. Bukan ketika mentok baru menyebut laa hawla. kita hadiahkan al Qur’an untuk kanan kiri kita. Sebut saja ibu Yusuf. Ia belum belajar tauhid. Gimana caranya? Gampang. he he he.lancar baca tulis arab. langsung bisa dah tuh menerjemahkan al Qur’an. Alhamdulillah. dan ia tulis siapa saja “kandidat” yang bisa ia mintakan pertolongan. dan di kantor kita. Di barisan ayatayat kemaren dah sama kita pelajari. Bilamana perlu. Laa hawla itu sejak dari depan. Dan sebaliknya. Maaf. Jadi.

yang sedang ada masalah keuangan. “Dari siapa? Ya. tentu kita tidak selamat dengan dosa-dosa kita dan kesalahankesalahan kita. bahwa pertolongan Allah itu “sudah” diturunkan. Dan seorang muslim pun tahu bahwa ketika doa dipanjatkan. Bilamana Allah belum mengabulkan. jawab ibu Jameel renyah. Barangkali bertanya sambil berkernyit. Allah jadikan doa itu sebagai wasilah penambah derajatnya. Ramah. Dan hebatnya.kalaupun tidak. Hanya dalam bentuknya yang lain. maaf. Dalam “daftar kandidat” nama Ibu Jameel ini paling atas. Kenapa???!!! Mau pinjam uang lagi???!!!” Lemaslah Ibu Yusuf ini. Tadinya ia mau ngomong kalo masih boleh nambah. ia akan jadi… kelamaan! He he he. . Mau dia itu sering mengecewakan Allah atau tidak. “Hallo… Assalamu’alaikum… Ada Ibu jameel nya?”. Namanya juga manusia. Kata Rasulullah. selalu berkenan menolong. Teramat baik. terus mencari pertolongan manusia. Nolongin sekali. Nolong dua tiga kali. Apalagi kalau track-record kita ga begitu bagus. Di Ketapang”. Maaf ya. tidak ada satu doa pun yang dipanjatkan hamba Allah kecuali itu menjadi kebaikan buat dirinya sendiri. Cuma memang Allah lah yang lebih paham tentang kapan pertolongan-Nya Dia turunkan dan kapan doa seorang hamba dikabulkan. belum tentu. Atau. “Dari Ibu Yusuf. Ternyata kejadiannya malah ga ngenakin. Allah selalu menerima. Saudara-saudaraku. Dan sebenernya. maka Allah akan tolak bala dengan doa itu. Alhamdulillah. Kesempatan kedua belum tentu ada. Bu…”. Dia. Masih diberi-Nya waktu untuk memperbaiki kesalahan kita dan mengejar keburukan. sesungguhnya saat itu saja sudah dikabulkan. tanya Ibu yusuf dari ujung seberang telpon. “Ibu Yusuf mana ya?”. Dan memang benar ia punya hutang. Dan atau Allah akan beri kebaikan di tempat yang tiada ia minta sebagai kebaikan baginya. baik benar Allah ini. Saya Ibu Yusuf teman pengajian ibu. ia pasti tahu dengan ilmunya. *** Ibu Yusuf. buat seorang muslim. Justru karena pertolongan Allah lah kita ini masih diberi-Nya kesempatan hidup. Memang benar ia mau minjam uang lagi. “Eh. Kita lihat saja ilustrasi berikut ini. ya begitu dah. Hanya Allah yang ga peduli dengan status hamba-Nya. suaranya Ibu Jameel mulai berubah agak-agak ga ramah. “Oooohhh… Ibu Yusuf itu. di tempat yang ia tidak mintakan keselamatan. Emang begini koq. saya sendiri…”. please dah tambahin. bisa. Kalau tidak. masya Allah.

Tinggal satu lis lagi. Insya Allah ketemu. Pinjam-pinjam pun dilakonin. kan belum ikut KuliahOnline. bilang sajalah Ibu lagi istirahat. “Ah. alhamdulillah. Menghela nafas dan kemudian menoleh dulu ke Allah. nah. yang menerima telpon ini bicara. Baik. Yaitu Ibu Budi. Iya. Kepada Ibu Budi ini ia menaruh harapan. Setelah gagal dengan Ibu Jameel di pertama kali ini. Percakapannya didengar sama Ibu Yusuf. Tanpa menunggu diberitahu. Tapi Ibu Yusuf melupakan Allah. Dia maju terus ke lis nomor dua. nah. kalau sudah ada tanda-tanda kegagalan. Tanya apa yang salah. semuanya tentu sepakat. Bu Yusuf kebeneran loh. rupanya ia pantang mundur. Ia melaju ke lis berikutnya. kita teruskan ilustrasi kisahnya.sebagaimana kita-kita. Berdoa. Tapi ga urung ia nyesek juga “dibeginikan” orang. mbok ya berhenti. Nah. Iya kan? Ada run-down yang salah. Di seberang sana. Saya lagi nyari temen buat ngobrol. Begitu mungkin pikir Ibu Yusuf. “Oh. yaitu belom ke Allah. Tafakkur sebentar. Bu Yusuf”. menganggap “namanya juga ikhtiar”. Yaitu Ibu Hendy. Mudahmudahan ketemu jalannya di sini. Palingan minjem lagi!” Lemeslah Ibu Yusuf ini. Di situ dengan siapa?” “Dengan Bu Yusuf”. “Hallo… Assalamu’alaikum…” “wa’alaikumussalaam…” “Ibu hendy nya ada…?” “Ini dari siapa…?” “Ini dari Ibu Yusuf…”. Saya itu koq ya lagi sedih banget”. . “Assalamu’alaikum…” “Wa’alaikumussalam. Ibu Yusuf langsung menutup gagang telponnya. dengan Bu Budi di sini. Mestinya ia menaruh Allah di urutan paling pertama yang harus ia datangi. Lis ketiga. “Bu. he he he. pantang menyerah. masa sudah ikhtiar saja. Apalagi urusan suami dan anak. terhadap kalimat di atas ini. Namun saya terpaksa bilang. ikhtiar tetap ikhtiar. ada telpooonnn…” “Dari siapa?” “Katanya. Ia sadar ia emang suka banyak minjemnya sama orang lain. Tapi apa boleh buat. Namun. Ia harus pol ikhtiarnya. Apalagi ia lagi bener-bener butuh bantuan orang.

Saya pun tadinya mau minjam sama Bu Budi. semakin Allah ridha. Duh. hanya Allah yang tidak punya masalah. Suami saya butuh biaya berobat. Ia yang pengen minjem uang. ada yang ditutup. Ya sudahlah. kita samasama berdoa ya”. Pintu manusia sering tertutup. Semakin rajin kita meminta. Salahsalah kita datang. Anak-anak saya butuh biaya sekolah dan kuliah. Beda dengan manusia. Bu Yusuf tambah lemes. Kalau kita datang kepada-Nya. saya tidak sedang melebih-lebihkan sesuatu. Suara di ujung sana pun sama kecewanya. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Cari Allah Dulu (III) KDW0130 Seri 30 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak . Pusing. Manusia ada bosannya dimintai pertolongan. terbuka. boleh ga kalo saya pinjam uang???” Wuah. Semua manusia pasti punya masalah. Banyak orang yang kemudian kecewa sebab mendatangi orang lain. malah bermasalah. Ternyata seperti Bu Yusuf ini kejadiannya. Semakin banyak permintaan kita. Ada yang bener-bener tertutup. semakin hebat juga Pertolongan Allah buat kita. Allah semakin senang. Atau seperti Bu Yusuf tadi.“Sedih kenapa Bu Budi?” “Sedih. dan malah mengundang kita masuk untuk meminta kepada Pemilik ini pintu. Tapi yang begini ini memang sering terjadi. sama Bu Budi. Orang terakhir yang ia telpon. pusing. Sedang Allah malah menyuruh kita meminta dan meminta. “Eh eh. Dia telpon Bu Budi. Misalkan dia sedang uringuringan atau apa. malah kita kena semprot.” “Ooohhh…” “Bu Yusuf. Dia tidak akan merasa terbebani. Hanya ada satu pintu yang selalu siap diketuk. *** Saudara-saudaraku. Dan satu lagi. sebab datang tidak tepat waktunya. eh malah Bu Budi yang mau minjem sama dia. Ada juga yang sengaja pura-pura tertutup. malah kemudian jadi yang dijadikan target meminjam. Semakin kita bergantung hanya pada-Nya. Yaitu pintunya Allah.

Cari Allah dulu. dalam bentuk apa dan bagaimana. kita ilustrasikan bahwa Bu Yusuf berlangkah langkahnya orang yang benar. Dengan bahasa sederhananya. saya bisa meyakinkan saudara-saudara semua. Boleh juga peserta KuliahOnline semuanya membuka kembali tulisan kemaren. tetap. Namun sebelum ia telpon satu satu ini orang. sebelum ia kemudian menyatakan diri sebagai orang yang butuh bantuan ini orang. Ia mencoba mengingat. pasti adanya. Itu prerogatif Allah banget. Namun. termasuk meniti jalan-jalan yang membuka pintu rizki. sebelum ia buka kalam sama ini orang. Dan sebenernya. Dan ia sabarkan diri untuk tidak dulu menghubungi salah satu dari ketiga nama yang ia tulis. Kali ini. siapa di antara tiga nama yang dikenalnya yang bisa menolongnya keluar dari kesulitan keuangan. Seakan-akan datang begitu saja. dan Bu Budi. itulah yang dimaksud dengan “keadaankeadaan yang tidak terduga”. Alangkah ruginya orang yang tidak mendatangi Allah. Insya Allah. namun Allah belokkan jadi benar jalannya. Usai dhuha. Bu Yusuf shalat dhuha. Kelihatannya di jalan yang benar dan menghasilkan. Kita bayangkan. Ia tuliskan tiga nama ini di atas kertas: Bu Jameel. Subhaanallaah.Cari Allah Dulu (III) Rizki yang tiada diduga. Ya. Bisa jadi langkahnya salah. Ga tahunya nihil. bahwa hukumnya pertolongan Allah itu. maka jalan-jalan yang tak terduga itu diduga pasti hadirnya. ia bermunajat dengan . yakni terduga bahwa datangnya pasti dari Allah. ia menghadap dulu Allah. Bu Hendy. Atau malah tidak jarang malah buntung. Ia ambil kertas dan pena. tidak ada yang disebut tidak diduga-duga itu. Bu Yusuf shalat dhuha. kalau Allah sudah berkata Kun. Bahkan sebelum lagi ia berikhtiar. Ikhtiar manusiaya. Ia merasa harus dulu menghubungi Allah. Siapapun yang menempuh jalan-jalan pengundang pertolongan Allah. Begitulah kita mengenal satu jalan yang tiada diduga. Langkahnya orang yang bertauhid yang memiliki iman. Melainkan jalan-jalan yang disediakan Allah. Sebab sudah pasti terduga. Sebabnya satu. Mari kita kembali ke Bu Yusuf. kita coba ilustrasikan bagaimana zig zag nya cara Allah menolong. Akan beda buat Bu Yusuf andai beliau sedari awal ke Allah dulu. Bu Yusuf ini tahu kemana ia harus datang untuk pertama kalinya. akan ada bimbingan dari Allah untuk ikhtiarnya. Tiga orang yang dituju. mentok semua. Hanya. Fayakuun. Yakni ke Allah ‘azza wajalla. Bukan didapat dari jalan yang kita tempuh. itu yang tidak pasti. Tidak seperti ikhtiar sebagian dari kita selama ini. Inilah yang saya maksudkan dengan “terduga’. hadir begitu saja. Baiklah. Kita sering mendengar istilah “Min haitsu laa yahtasib”. Masih ingat ya kuliah kemaren? Bagaimana payahnya perjalanan Bu Yusuf mencari pertolongan manusia. Sesungguhnya. memiliki keyakinan terhadap Sang Kuasa.

supaya kita mendapatkan banyak kemudahan. Bu Yusuf menempuh jalan shalat dhuha. Bu Yusuf kemudian menghela nafas. kalau Engkau tidak membimbing. Ia ambil ancang-ancang untuk menelpon mereka satu satu. Yaitu pintu shalat. “Hallo. maka sesungguhnya ia masuk ke dalam posisi yang disebut dengan ayat berikut ini: “Yaa-ayyuhal ladziina aamanuus ta’iinuu bish shabri wash shalaah. ini dengan siapa ya? Salah sambung. yakni dengan tidak dulu buru-buru mengontak manusia adalah kesabaran kiranya? Sempurna. Kita datangi dulu DIA. Kita tahu bahwa pusat segala pusat ya Allah. (Qs. Dan kalaulah Ibu Hendy tidak berhasil juga. Satu pintu pengundang pertolongan ia datangi. Ya. bukankah sebagaimana saya sebut di atas. Al Baqarah: 153).” . Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”. Siapa gerangan yang Engkau tunjuk sebagai perpanjangan tangan-Mu untuk menolong aku? Gitu. assalamu’alaikum… Bisa bicara dengan Ibu Jameel…?” “Wa’alaikumussalaam… Maaf. Itulah kesejatian menghamba kepada Yang Maha Berkehendak. wal quwwata quwwatuka. Dan kita lihatlah ilustrasi berikut ini: Setelah lepas shalat dan doa. Dan kemudian ia menyempurnakannya dengan memasuki pintu sabar.menggunakan doanya shalat dhuha… Innadh dhuhaa dhuhaa-uka. Itulah dhuha. maka ke list yang ketiga. Dan dengan Bu Yusuf ini shalat dhuha dan menunda diri untuk tidak dulu mengontak siapapun kecuali Allah dulu. tiga nama yang kutulis ini adalah hamba-hamba-Mu. Ya Allah. wal qudrota qudrotuka. Kalau sekiranya ibu Jameel tidak sukses. ketika Bu Yusuf ini memanjatkan doa ini. baru melangkah ke list yang kedua: Ibu Hendy. Innallaaha ma’ash shaabiriin. ia seakan-akan mengatakan kepada Allah. Mereka tidak akan dapat memberikan pertolongan kalau Engkau tidak berkehendak dan tidak memberi izin. Tentu saja dimulai dari list yang paling atas: Ibu Jameel. mintalah pertolongan kepada Allah dengan jalan shalat dan sabar. wal jamaala jamaaluka. Maka kemudian Allah menyebut. Menyertai perjalanan ikhtiar mereka yang shalat dan sabar. wal ‘ishmata ‘ishmatuka…Sesungguhnya dhuha ini adalah dhuha-Mu. Wahai orang-orang yang beriman. dst… Sesungguhnya. Lengkap. Ya Allah. Ini bisa diberikan makna. yakni Ibu Budi. wal bahaa-a bahaa-uka. ya Allah. Allah akan bersama orang-orang yang sabar. Langkah pun tidak sia-sia. Lihat. bahwa sungguh Allah akan terlibat. maka tidak akan aku ketemu jalan yang kumaksud. aku akan menelpon ketiga orang ini. kemanapun aku melangkah.

“Rasanya sih… Tinggal di mana?” “Ketapang. “He he… Maaf ya Ustadzah… Saya tidak mengenali suara Ustadzah…” “Bu Yusuf. “Ah. ada apa pagi-pagi koq sudah seperti orang bingung? Niat menelpon siapa tadi? Bu Jameel ya? Koq jadi nyambungnya ke saya?” “E. kalau gitu datang saja ke rumah saya…” Wah. saya Ustadzah Mansur. Maaf salah sambung”. Bu Yusuf jadi merah mukanya. “Saya butuh uang Ustadzah. Untuk anak saya. Kalo dapat. Cerita selanjutnya ga usahlah saya teruskan. “Bu Yusuf. saya kan ustadzah loh… Ga ada uang. Nanti ustadzah yang pinjam sama murid yang ada uangnya. kata Ustadzah Mansur menggoda. “Malu…” “Duuuuhhh. Insya Allah”. Yang amanah. uangnya buat Bu Yusuf. sama guru sendiri lupa?” Wah. Dan saya rasa. siapa yang bilang ada? Saya kan hanya nyuruh ke rumah saya saja…”. Asal dijaga ya. Gampang. bicara saja. eh. e. Bu Yusuf menulis tiga nama. “Eh. Insya Allah dapat dah”. namanya sharing. Ga apa-apa. “Bu Yusuf. Silahkan”. “Ah. saya kira ada…”. Siapa tahu saya bisa membantu. begitu kata suara yang salah sambung ini. Ilustrasi ini demikian hidup! Ia bagaikan nyata. Bu Yusuf. di ujung sana. eh… Ini Bu Yusuf mana ya? Rasanya saya kenal nih…”. Malahan kemudian Allah hadirkan orang ke-empat yang ga . satu dua kawan-kawan Peserta KuliahOnline ngalamin juga hal-hal begini ini. tapi kan banyak murid. “Masa Ibu kenal saya?”. Tapi lihat ilustrasi ini. Ustadzah.“Oooohhh… Maaf ya. pake malu segala. 5 juta. Saya Bu Yusuf. Deket Pesantren Daarul Qur’an…”. Jaminannya saya. Bukan kebetulan loh Ibu salah sambung begini… Pasti ini udah diatur Allah. tentu ia betulan sudah malu sendiri. “Oh. ga ada apa-apa koq Ustadzah…” Ustadzah Mansur ini menangkap ada suara yang sedang butuh pertolongan. Yah. Kalau saja Ustadzah Mansur tahu betapa malunya ia tidak mengenali suara guru ngajinya sendiri. bener… Saya sudah duga ini pasti Bu Yusuf yang tinggalnya deket dengan Daarul Qur’an. “Ustadzah ada uang segitu?” “Weh. Ibu Yusuf sudah berseri-seri tuh wajahnya. Masa. tanya Bu Yusuf. Bapaknya lagi ga ada uang…”.

Wass. Dan yang tidak kalah pentingnya.ditulis oleh Bu Yusuf. Allah muliakan Bu Yusuf dengan Allah tutup kesusahannya hanya di satu orang saja yang Allah tunjuk dan percaya bisa menjaga aib Bu Yusuf. Allah perpendek durasi ikhtiarnya. Mudah-mudahan semua peserta memaklumi dan berkenan terus memberikan masukan. soal tauhid. Langsung. Isinya kira-kira tentang kegelisahan seorang istri yang suaminya belum juga kunjung memiliki biaya untuk persalinan. Waba’du. Habis ini. Silahkan beri komentar. salah ngadu. Sebab selesai di urusan salah sambung tadi. Saya mengajar ini seperti saya mengajar “LIVE”. Salam untuk saudara semua. Kayak film saja. natural saja sifatnya. Kira-kira tinggal sepekan istri saya menulis di diarinya satu keluhan yang hanya ia simpan untuk Allah. Akhirnya jadi bumerang buat kita. Apa saja. Wajar saja kadang saya kepeleset. saya membawa istri saya berikhtiar mencari pertolongan manusia. Kalau di tulisan-tulisan terdahulu ada yang tersinggung. ada yang marah. November tahun 2001. banyak juga kita salah ngomong. . Kebetulan saya baca itu diari. Tapi kami tidak ada uang saat itu untuk biaya persalinan. Di usia kandungan 8-9 bulan. Apa yang saya sajikan. saya bahagia betul istri saya akan melahirkan. kita akan bicara-bicara soal keyakinan. ada yang menggarisbawahi kajian-kajian yang saya tulis. saya minta maaf ya. Tiga orang yang ditulis. saya mohon doa ya. What do you think…? Tak tunggu komentarnya ya. namun ikhtiar dalam bentuk usaha. yang lebih seru lagi. Bukan dalam bentuk meminta uang. Bukannya apa. malah ga ada yang dikontak. he he he. Miracle kan? Allah mempermudah. Yang penting bismillahnya bener ya? Maka nya. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Tahu Kemana Melangkah KDW0131 Seri 31 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Tahu Kemana Melangkah Tidak semestinya buat orang yang beriman tidak tahu kemana dia melangkah.

sambil menunjukkan catatan yang ia tulis dari hasil mimpinya semalam. hanya kepada Allah. Menamatkan pendidikan SD nya di Daarul Huffaadz Lampung dengan mengantongi 23 & 25 juz. plus jagoan puasa sunnah dan shalat tahajjud. Wirda diajak Rasulullah shalat di rumah batunya Rasulullah tanpa Wirda tahu shalat apa itu namanya. Kami ingin sempurna pengaduan. bahwa dengan betul-betul menyandarkan posisi kepada Allah. Pengalaman hidup saya di beberapa waktu terakhir mengajarkan bahwa kalau kami mendatangi manusia. Wirda beberapa waktu yang lalu melihat Isamil dan Ishak. Katanya. anak perusahaan dari Krakatau Steel. November ini. Agak-agak pantang kami mengucap tidak ada uang. Istilahnya. Ketika Wirda lahir. putri dari sahabat saya. Ikhtiarikhtiar langit sementara. santri PPPA yang ditempatkan di Pesantren Tahfidz – Daarul Qur’an Internasional. Pertama. istilah kepepet itulah garis finishnya. Satu malam ia menyatakan akan menyempurnakan hafalan Yaasiin dan al Ma’tsurat. Kemudian melanjutkan ke Daarul Qur’an untuk penyempurnaan. nangis seneng. biar Allah saja yang memilihkan dan menggerakkan hamba-hamba-Nya untuk menolong kami. Kitanya saja yang tak pandai menjaga kesabaran untuk tidak mengeluh dan tidak berhenti beribadah dan berdoa mengetuk pintu langit. Atira ini istimewa juga. Masih kelas 4 SD di Daarul Huffadz. Banyak manusia yang tak sabar dengan kondisi “injury time”. Wirda lapor di pagi harinya. Wirda yang 7 tahun yang lalu menjadi bayi yang kita bicarakan ini. Ismail dan Ishak ini anak kembar yang masya Allah. terus dilakukan. Ya. Wirda berulang tahun. Allah Maha Mendengar jeritan hati. 7 tahun silam lahir dalam keadaan saya tidak megang uang sama sekali. Juga Wirda melihat anakanak hebat lainnya di Daarul Qur’an. Hafalannya dan suaranya. Ketika ditanya oleh saya. ia ditanya Rasulullah dengan pertanyaan yang hampir sama dengan saya. nangis bingung. hasil ikhtiar harian. itu hanya membuka aib kami saja bahwa kami sedang dalam keadaan tidak berdaya. Posisi kepepet senantiasa diyakini sebagai posisi yang sedang terjadi dalam hidupnya. namun suaranya seenak Imam Makkah. Dalam tidurnya ini ia bermimpi ketemu Rasulullah. saya menangis dua kali. tanggal 29 besok (saat tulisan ini ditulis. Jika mengingat kondisi tauhid saat-saat itu. plus juz 1 & 30. Dirut Tirta. seperak juga ga ada. penuh hanya untuk makan saja. Dalam waktu itu. Rupanya ini menjadi motivasi. Saya berkeyakinan Wirda shalat sunnah lihifdzil Qur’an. Nah. nampaknya manis sekali untuk senantiasa diistiqamahi. terjadilah persalinan itu. yang kini tumbuh sebagai anak yang saya banggakan. dan bersandar hanya pada-Nya. malamnya Wirda tertidur. Bayi yang kelak di usia 7 tahun bermimpi bertemu dengan Rasulullah ketika akan menyatakan diri ingin menjadi penghafal al Qur’an. Satu yang saya ingat.Asal halal. semua ayah akan begini jika menghadapi situasi serupa. Lahir bayi yang sempurna. Hadi Purnomo. Kalimat ini terasa hanya pantas diucapkan pada Allah saja. Wirda. Belum lagi saat itu masalah . Kami belajar. mengagumkan. maka bisa jadi. Sempurna. dan sudah mengantongi 4 juz. Saya rasa. Kami sedang belajar saat itu. Satu shalat yang sering juga diamalkan oleh para penghafal al Qur’an. Kedua. Web Admin). dan mendorong Wirda untuk hafal 30 juz. Namun masya Allah. koq ga niat 30 juz saja? Wirda memberi jawabannya dengan senyum. pun melihat Atira. Akhirnya.

“Nyari kemana…?”. “Nyari kemana…?” “Engga tahu. Saya jalan sejalan-jalannya. motor pinjaman masih terisi bensin. Saya berkeyakinan. di kantong tidak ada uang sama sekali. saya langsung pamit sama istri saya. kemana hendak menuju. dengan situasi nyaman saat ini. Bidan dekat rumah kami (waktu itu belum ada Daarul Qur’an).masih sedang banyak-banyaknya. Kembali. dalam hati saya. Insya Allah biasanya orang tersebut akan penuh bergerak ke Allah. saya harus pasang muka tidak ada masalah dengan keuangan. minta dibimbing ini kaki. saya yakin. koq bisabisanya saya jawab ga tahu mau kemana… Bukankah sebagai seorang mukmin ia tahu seharusnya hendak pergi kemana? Ya kemana lagi. Allah yang menunjukkan dan menggerakkan saya ke sini. kepasrahan semacam dulu. Jembatan Lima. saya yakinkan diri ini untuk tetap pantang meminta kepada makhlukNya. kaka pamit dulu ya. Kadang saya sama sekali tidak membantunya. Apalagi pas tidak ada pintu yang terbuka. Rasanya. sebelum masuk. Saya berdoa sejenak. dengan ekspresi yang penuh dengan . Beberapa saat setelah Wirda lahir. dan saya meminta doa restu Wirda bayi. Bukan apa-apa. Dan kayaknya mah. “De. lebih kurang. Sampe di sini. Namun. Meminta maaf sudah membelakangiNya. kalau bukan ke Allah. Saya cium Wirda dengan penuh perasaan saya. saya pamit sama bayi saya ini. manis sekali tauhid saat itu. Saya ajarkan diri saya sebelum masuk. Kondisi beginilah yang kelak membukakan pintu rizki dari langit dan bumi dan kemudia terangkat kehidupan. keprihatinan. dan saudara saya. di sini mesti ada jawaban untuk biaya bersalinnya istri saya tadi paginya di hari itu. doanya bayi itu mustajab. Sekalian minta doa. saya beristighfar. Saya lihat pintu gerbang hijaunya. Dan harus hanya mengabarkan bayi saya sudah lahir. Mau nyari duit…”. Kata orang. bahwa kalau sampai masuk dan ketemu dengan bibi. saya masih mengingat kalimatnya. pasrah sepasrahpasrahnya. Namun tidak sedikit yang kemudian hidup cengeng. modal yang mahal sekali hidup di dalam kesedihan. Duh. tulisan ini rasanya sudah saya tulis juga di buku Kun Fayakuun. kesusahan. Alhamdulillah. Ah. Menangis minta ampun sama Allah. Meminta maaf sudah menganggap-Nya tidak ada. Hingga kemudian saya menyadari motor saya ada di depan rumah keluarga Kampung Sawah. Tidak lupa. terserah Allah saja. Saat itu saya sujud. Istri saya kan nanya. paman. Saya berharap tidak ada satu kejadian pun di jalanan yang menyebabkan saya harus keluar uang. saya kadang terdorong untuk mendidik jamaah yang datang dengan kesusahannya untuk pol saja ke Allah. Pengen jalan saja”. Asli. agak sulit untuk ketemu dengan tauhid semacam dulu. pasrah saja. Selanjutnya. Persis ketika di pintu Bidan Suli. Sungguh.

dan hari ini saya sedang berjalan menyusuri bumi-Nya Allah yang katanya luas. Pamitlah saya dengan sempurna. Seperasaan saya. Saya melangkah mantab meninggalkan rumah ini. “Percaya ga Allah Maha Menggerakkan HambaNya? Kan sudah bicara sama Allah tentang kebutuhan Wirda. ga ada tanda-tanda. Tangannya ringan untuk menolong orang. Ya sudah. Di dalam hati saya mengatakan. kalaulah Engkau ya Allah tidak memberi saya uang untuk biaya bersalin. dari rumah ini. bahwa ayah ibu saya. Satu-satunya. Rupanya. Entahlah kemana setelah ini. saya berharap sekali dapat sekedar persenan. Namun sudah terlanjur niat untuk tidak menunjukkan kebutuhan kecuali di hadapan Allah saja. Ya sudah. Maka saya cukupkan dengan mencari-Nya sahaja. Insya Allah. Hajjah Hurul ‘In. hati masih tetap berharap. Anggap saja. orang yang ikut membesarkan saya sejak bayi. Tapi saya tahu persis. serta tidak menyiratkan kegalauan tak ada uang. kemuliaan. bahwa kami tidak punya uang. Tapi subhaanallaah… Sampe mau pamitan. yang akibatnya pun ditanggung oleh keluarga. Azan zuhur berkumandang. . Lagian. adalah pegawai rendahan golongan 2. Jembatan Lima ini salah satu di antaranya adalah bibi saya. Saya datang kira-kira jam 10. saya pamit. Ga ah. Ada saudarasaudara saya yang lain. yang menikahi ibu saya ketika saya berusia 5 tahun. Ingin rasanya saya memberi signal. penghuni rumah Kampung Sawah. Berdoa. Hanya Allah yang tahu. Tidak ada juga terdengar angin baik. kehormatan. Malu rasanya. Allah yang akan mencukupkannya. Terus terang. Laa hawla walaa quwwata illaa billaah”. Saya cium tangan orang yang saya hormati ini. pun pastinya ga punya uang.kebahagiaan. orangnya gemar membantu. Begitu saya bilang. entahlah. Termasuk seneng memersen (memberi uang). Saat itu. untuk mencari rizki-Nya. asli rendahan saat itu. ada letupan di hati. Tapi. Juga nasihat. Palingan saya ke orang tua. Barangkali. untuk mengutarakan saja. Sebagian hati saya yang lain mengatakan. Ungkapan-ungkapan kebahagiaan saya dapatkan. Yang saya cari rizki-Nya. Tidak yang lain. Gitu. bilang itu sebagai bahagian dari ikhtiar”. saat itu saya jalan ke masjid. Allah yang mengajari. tidak ada satu pun yang nanya udah ada uang belum? He he he. Saya balikkan wajah saya dan tubuh saya. Saya berdoa kepada Allah dengan bahasa hati. atau yang akrab saya sapa dengan Bu Noni. Hajjah Hurul ‘In. ni’mal maulaa wani’man nashiir. Kan ikhtiar namanya juga. Dengan bahasa tubuh dan air muka. Ga mungkin rasanya ia saya mintakan uang. Apalagi dengan kejadian demi kejadian yang saya alami. Golongan 3 aja engga. apa boleh buat. Dan lalu saya pamit. ini kan bukan ikhtiar untuk minjem. Inilah yang disebut dengan muru’ah. Hasbunallaah wani’mal wakiil. Beliau kakak dari ibu saya. Saya kabarkan berita gembira ini. “Ga apa-apa. Tapi. Percaya saja Allah yang akan menggenapkannya. Pulang zuhuran. biarlah sekedar uang kecil untuk jagajaga bensin dan makan minumnya saya sepanjang perjalanan ikhtiar. sebagai manusia. Namun beda nenek. Ayah tiri saya. dan istri saya. Saudara-saudara sekalian.

dan baca macammacam. Kalo udah tenangan. Tapi panggilan ini saya kenal. nyampe di saya. Sebab udah jam 14 kalo ga salah saat itu. terasa kalimat ini memberi sejuta harapan. “An… Tunggu sebentar…”. Ga tahan. Ini suara bibi saya. Macam uang 20 ribuan atau 50 ribuan. begitu saya merintih pada-Nya. Besok saja dah. Allaahu akbar! Ga lama beliau keluar dari kamarnya. Sebab pegangannya lain. Saya putuskan langsung pulang dulu. Saya tahan. maaf ya. air mata udah mau netes. tentu tauhid saya ini tidak ada apaapanya. Saat itu. bibi saya pasti mengambil uang. Begitu doa saya. Dan alhamdulillah! Benar saja. Saya berdoa sepenuh hati agar demikian adanya.“An…” Saya hampir ga percaya. Saudaraku. Doa saya kira-kira. Bibi saya menahan saya dengan gerakan tangannya. Getaran rasa. Saudara-saudaraku. Saya saat itu membayangkan satu ilmu kanuragan. Saudara-saudara Peserta KuliahOnline. Uang dari Bu Noni saya kantongin. kalau kurang ini uang. Takut kurang. Beliau mengambil tangan kanan saya. ntar ada yang protes dah. Ini hanya ungkapan batin saja. Cerita ini bukanlah ukuran hebatnya tauhid saya. Ya Allah. emangnya shalawat bisa menggandakan uang? Emangnya dengan laa hawla uang bisa berubah jumlahnya? He he he. “An…”. melainkan untuk biaya persalinan istri dan bayi saya! subhaanallaah. Dengan kekuatan shalawat. Peserta KuliahOnline yang sedang belajar tauhid. Ini episode kecil saja untuk menggambarkan pelajaran kecil tentang tauhid. baca shalawat. uang ini bisa berganda dengan sendirinya di kantong saya. saya tahunan hidup bersama bibi saya. Ya Allah. Namun yang saya ga paham. he he he. he he he. Di mana saya membayangkan. Kritis kali ya? Bukan apa. he he he. saya tahu uang ini pastilah bukan sekedar uang ongkos. Ia memanggil saya. Tapi berlembar-lembar yang digulung. saya dengar. istighfar dan laa hawla. Saya menengok. bukan hanya selembar tipis. ternyata bibi saya bukan mengambil uang untuk ongkos saya. Kan bisa saja penggenapan itu terjadi dengan bidan Suli memberikan . tiba-tiba suara yang saya sangat kenali. Jangan sampai bibi saya tahu bahwa saya sedang nungguin ini uang. dan menyelipkan segulungan uang di tangan saya. jangan sampai perasaan bahagia saya ini menjadi salah di mata-Mu. dan beliau masuk ke kamar! Saya tahu. tolong Engkau buat ini uang menjadi cukup sesampenya saya di bidan. Ketika beliau memanggil saya yang sudah berlalu dari hadapannya. ya Allah. jangan diprotes nih kalimat paragraf ini. Dan pastinya. Saya langsung menuju Bidan Suli. Saya urungkan untuk berangkat ke Bekasi. Di perjalanaan pulang saya zikir. “An…”. Saudara mau kadang protes melulu. saya tidak berani melihat uang ini.

Ga pake kembalian. ibu mertua saya sudah ada di sana. Muhammad Kun Syafi’i. Kita akan lihat bagaimana besok itu saya mengisahkan seorang penjual kaca yang menahan sang istri untuk tidak minjam kepada yang lain. Doa dari saudara semua saya perlukan. “500 ribu Pak Yusuf”. iya ga? Sejurus kemudian. Deg. Alhamdulillah. Di perjalanan saya berbisik canda kepada Tuhan yang teramat saya banggakan ini. he he he. Sama nyai dari istri saya. temuin dah tuh bidan. besokbesok. Adiknya Wirda dah 3. saya juga takjub. Tapi. Allah menyelamatkan saya. saya berdoa. Iya lah. Bayangkan. *** Saat tulisan ini saya tulis. “Ya Allah. “Suf. sepenuhnya perjalanan tauhid. Untuk kajian besok. dan Muhammad Yusuf al Haafidz. Saya kan lakilaki. Jantung saya mau copot rasanya.keringanan kepada saya. Gitu. bahwa saya belum megang uang. Di depan teras bidan saya sujud. umpama kejadian. “Ayo.” kata mertua saya. Maka saya tidak dapat membayangkan. Pas! Alhamdulillah. Pas! Persis 500 ribu. dan langsung diberhasilkan. Rupanya. Mertua saya ini apa engga tahu ya kalo saya ga punya uang? Bicaranya seakan-akan saya sudah megang uang dari kemaren-kemaren untuk persiapan melahirkan. Kepada Allah saja. Sesampainya saya di Bidan Suli. tanya saya kepada bidan. Waba’du silahkan pesan DVD Film Kun Fayakuun di web kesayangan . ntar mahal. Mendingan ya langsung pulang saja. he he he. Makasih ya Allah. kita akan belajar tentang apa yang sudah dikisahkan di Film Layar Lebar Kun Fayakuun. “Berapa Bu?”. Katanya si Nunun udah langsung boleh pulang”. Saya keluarkan uang yang belum saya lihat dan belum saya hitung ini. Qumii Rahmatal Quluub. Di mana harga diri kita. mertua saya diberitahu oleh bidan untuk pulang saja langsung. wuah. lebihkan ya…”. dan bersiap-siap nemuin bidan. Allah menjaga saya dari rasa malu. Perjalanan tokoh di Kun Fayakuun. mertua saya takut kalo sampe nginep. tanggal 20 November 2008. Engkau singkatkan perjalanan ikhtiar saya. Pembelajaran keyakinan terhadap Allah saja. Saya dapat uang karena percaya pada-Mu ya Allah. deg. malu lah di hadapan mertua. 9 hari lagi Wirda ulang tahun.

saudara ini untuk menambah ilmu dan wawasan. Mudah-mudahan menambah hikmahnya. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful