Kuliah Online WISATA HATI DOT COM

Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi

Kuliah Dasar Wisatahati Kuliah Tauhid Mukaddimah
KDW0101 Seri 01 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada -

/ KDW01

Tidak Tidak Tidak Tidak

Bismillaahirrahmaanirrahiem, saya mulakan Kuliah Tauhid ini dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi-Nya, Allah, Tuhan semesta alam. Salam hormat kepada semua Peserta KuliahOnline. Menyenangkan sekali bisa ketemu dengan Saudara-saudara semua, meski secara maya. Saya berdoa semoga segala fadhilah ilmu dan fadhilah majelis ilmu, tetap diberikan oleh Allah kepada kita, sebagaimana kalau kita duduk bertatap muka satu atap di satu majelis ilmu. Rasulullah bersabda, bahwasanya sesiapa yang duduk di dalam majelis ilmu, maka Allah akan mencatatkannya sebagai orang yang ikut berjihad di medan perang membela agamanya Allah. Dan sesiapa yang duduk di majelis ilmu, maka Allah juga akan memerintahkan malaikat-Nya turun. Malaikat ini akan mengepakkan sayapnya dan bercucuran rahmat kepada siapa yang ternaungi. Malaikat ini juga akan membanggakan mereka semua di hadapan Allah, seraya memohonkan ampun kepada Allah. Majelis ilmu adalah juga bahagian dari Majelis Zikir, majelisnya orangorang yang belajar untuk mengenal dan mengingat Allah. Insya Allah segala fadhilahnya kelak kita akan pelajari lebih lanjut lagi. Saya hanya kepengen Saudarasaudara semua ikut mengamini doa saya, agar KuliahOnline ini menjadi Majelis Ilmu juga buat kita. Dan sejatinya, KuliahOnline ini adalah pengajian. Pengajian secara maya. Baarokawloohu lanaa, keberkahan semoga Allah berikan kepada kita, dan kepada siapa yang terlibat di dalam KuliahOnline ini. Saya juga berdoa kepada Allah, agar waktu dan biaya yang Saudara-saudara keluarkan; biaya registrasinya, biaya pemakaian listrik dan internetnya, biaya investasi perangkat kerasnya, dan biaya-biaya lainnya, dijadikan sebagai sedekah sebagaimana patutnya Allah menganggap sedekah bagi siapa yang mengeluarkan biaya dalam menuntut ilmu dan haji umrah. Dia-lah Yang Maha Syakuur, Maha Membalas, Maha Menghargai. Di mana kita sama tahu, bahwa setiap sedekah akan mendapatkan balasan yang luar biasanya dari Allah subhaanahu wata’ala. Dalam pada itu, saya menggarisbawahi kepada semua peserta KuliahOnline. Sesiapa

yang mendapatkan ilmu, pengalaman, pencerahan, spirit, motivasi dari sesi-sesi KuliahOnline ini, mudah-mudahan berkenan membagi lagi kepada yang lain. Agar bertambah-tambah pahala kebaikan kita bersama. Adapun registrasi yang muncul akibat KuliahOnline ini, mudahmudahan ada keridhaan dari Saudara-saudara semua sebagai sarana buat saya dan yang terlibat di KuliahOnline ini mencari rizki yang halal dan sebagai dana untuk operasional penyelenggaraan dan pengembangan KuliahOnline ini. Tapi sesiapa yang tiada kemampuan untuk melakukan registrasi, atau ada hambatan-hambatan teknologi, fisik dan keilmuan, maka kepada merekalah kita berbagi ilmu yang sudah didapat ini. Sungguh, kita sama-sama berjuang agar keridhaan Allah betul-betul kita dapatkan. Saudara ridha terhadap kami, dan kami ridha terhadap Saudara. *** Dengan memuji kepada Allah, saya beristighfar kepada Allah. Beragam nikmat, Allah berikan, sementara saya rasa ibadah tiada bertambah. Bahkan barangkali kalaulah tidak ada Kasih Sayang-Nya, tidak ada Rahman dan Rahim-Nya, niscaya tidak akan pernah berimbang antara dosa dengan kebaikan. Selalu akan lebih banyak dosa ketimbang kebaikan. Kesibukan dunia yang pada akhirnya seringkali menyebabkan manusia menjadi jatuh ke dalam kesusahan, tidak menjadi pelajaran buat yang lain. Atau bahkan sering tidak menjadi pelajaran bagi dirinya sendiri. Bukan kesibukannya itu sebenarnya yang menjadi masalah, melainkan karena kesibukan itu sudah melalaikannya dari mengingat Allah. Andai kesibukan mencari dunia tidak melalaikan diri kita dari Allah, maka niscaya hidup ini akan seimbang dunia dan akhirat. Mencari dunia adalah perintah Allah juga. Dan setiap perintah Allah yang dikerjakan, maka ia menjadi ibadah. Allah hanya meminta kita, jangan sampai kita lalai dari mengingatNya. Untuk itulah saya ingatkan diri ini dan diri yang bisa diingatkan dengan pembelajaran tauhid yang saya tulis. Agar kita bisa mementingkan Allah dari siapapun dan dari apapun. Dan Kuliah tauhid ini saya sampaikan juga sebagai pengingat bagi diri saya dan bagi mereka yang mau mengingat akan kelalaiannya beribadah sebagai tujuan diciptakannya manusia; Untuk beribadah kepada Allah. Kuliah Tauhid saya rangkai seraya memohon izin dan ridha-Nya. Saudara-saudaraku peserta KuliahOnline… Di antara biang keladi iman sering runtuh, sebab tidak sedikit manusia yang takut bahwa ia akan tidak memiliki rizki… Tidak bisa menyelesaikan masalah… Tidak bisa memenuhi keinginan-keinginan dunianya… Tidak akan bisa senang hidup di dunia jika rajin beribadah dan taat kepada Allah… Sedang Allah Maha Segala, Maha Kuasa, Maha Besar. Dunia mengalahkan dirinya dari Allah. Atau malah karena tidak mengenali apa itu hakikat kebahagiaan, hakikat kesenangan, dan atau lebih jauhnya hakikat hidup itu sendiri, yang kemudian

menyebabkan iman menjadi tidak muncul cahyanya di kehidupannya. Atau, malah tidak mengenal Allah? Untuk itulah perlu kiranya belajar tentang tauhid. Penyebab lain iman sering runtuh, adalah ketiadaan ilmu. Dan ilmu segala ilmu adalah ilmu tauhid. Belajar tentang tauhid adalah belajar tentang Allah, dan itu juga berarti belajar untuk kehidupan dan kematian. Kita hidup berasal dari Allah, dan pun kita akan mati untuk kembali kepada Allah Yang Maha Hidup. Pengetahuan bahwa manusia yang hidup akan mati, dan yang mati akan dibangkitkan kembali untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuatnya, juga mendorong saya menulis esai demi esai Kuliah Tauhid ini. Alangkah mengerikannya jika kemudian kita betulbetul dilalaikan oleh dunia, dan lebih mengerikan lagi jika kemudian hidup kita sendiri menjadi jauh dari Allah, dekat dengan perilaku-perilaku syetan, lalu mati. Entahlah, tidak terbayang betapa sia-sianya hidup seperti ini. Semula Kuliah Tauhid ini digunakan sebagai perenungan bagi diri sendiri, dan kemudian dibawa kepada sesiapa yang berkenan diajak untuk sama-sama belajar tentang Allah dan kehidupan ini. Rasanya saya seperti sedang berdiri sebagai orang yang tauhidnya sudah benar saja ya? Padahal masih jauh. Saya niatkan sama-sama belajar dengan Saudara-saudara semua. Hati ini gelisah dengan kurangnya ibadah, mudahnya maksiat, bahkan maksiat di tengah ibadah; ketika berdakwah, ketika menulis, ketika shalat, ketika zikir, ketika baca al Qur’an. Saya mengerti, jawaban semuanya adalah tauhid, untuk menghidupkan iman dan membuahkan amal yang terang benderang. Semakin manusia bertauhid, semakin ia aman dan nyaman. Pun semakin ia bahagia dan tenang. Sebab ia semakin mengenal dan semakin dekat dengan Allah. Belum lagi persoalan-persoalan kehidupan manusia dan hajatnya yang banyak yang tiada ada pernah habisnya. Dua hal ini; persoalan hidup dan hajat hidup, manusia sebenarnya membutuhkan Allah Yang Maha Tahu tentang dua hal ini. Namun ilmu tauhid sudah sedikit sekali dipelajari orang lantaran beratnya. Akhirnya manusia tidak mengenal Allah, Tuhannya. Perlu saya ketahui dan perlu lebih lagi diketahui oleh Saudara-saudara semua. Di tangan Allah; menaikkan gaji orang-orang yang tiada cukup gajinya, melunasi hutangnya, menghadiahkan pekerjaan dan permodalan usaha, menyembuhkan penyakit seseorang, dan menyelesaikan semua problem kehidupan manusia, adalah jauh-jauh lebih ringan daripada DIA memberi rizki kepada semua makhluk di bumi. Allah sediakan jalan shalat dhuha, sedekah, tahajjud misalnya, sudah akan membuat manusia enteng dengan persoalan hidup dan hajatnya. Tapi itulah, bagaimana mau mengenal Allah, kalau kemudian tiada mengenal seruan-Nya, petunjuk-Nya, bimbingan-Nya? Dan karena tidak mengenal jalan-jalan ini, manusia lalu menempuh jalan-jalannya sendiri yang lama dan berat. Lalu mereka mengatakan, “Inilah hidup”. “Perjuangan”, begitu katanya. Orang-orang ini tidak tahu bahwa Allah memberi

mengeesakan Allah. Tapi sayang. Dan tiadalah cinta kepada Allah dihitung cinta. Jauh lebih besar melampaui dosa siapapun dan jauh lebih besar dari dosa siapapun. Hanya Allah”. lalu memberi-Nya persangkaan buruk yang demikian kepada Allah? Itu juga terjadi karena ia tidak mengenal Allah. Kasih Sayang Allah begitu besar. Dia bertanya. *** Di kali pertama kita memulai belajar sesuatu yang berat ini. menjadikan Allah segalanya. “Apa sesungguhnya yang Kamu butuhkan?”. sebab DIA Yang Maha Tahu tentang bagaimana alam ciptaannya bekerja. Lalu ruku’. “Yang Kamu butuhkan hanya Allah. Pertolongan-Nya pun demikian mudah didapat. Tauhid. agar diri kita dan segenap orang-orang . adalah kelembutan yang menghunjam hingga di lubuk hati saya yang paling dalam. Mengapa? Sekali lagi saya insyafkan diri saya. di pikiran kita. Tauhid! Itulah jawaban buat saya. Jangan ada yang lain. ini sebab tiada ada ilmu tauhid. Saat itu saya menangis. hingga kita mencintai Allah. dan secepatnya menggelar sajadah dan menangis. Ada kesejukan yang mengalir. ibadah. Allah hanya meminta hanya ada DIA di hati kita. kita bershalawat kepada Rasulullah shalla ‘alaih. itulah jawaban buat saya dan buat semua orang yang berdada sesak. Seakan pertolongan Allah itu jauuuuuuh. Ketika manusia dihadapkan pada sejuta persoalan hidup yang lain. Dan itulah juga jawaban buat orang yang belum sesak dadanya supaya menjadi modal ketika kesesakan bersemayam di dadanya. saya mengingat secuplik episode ketika saya bermasalah. ia berputus asa dari rahmat Allah. sujud. Ingin rasanya segera saya berlari ke tempat wudhu. Dan saya lakukan itu. maka Allah bershalawat 10x kepadanya. Ta’at kepada Allah tiada dihitung ta’at apabila kita tiada ta’at kepada Rasulullah. dan berdoa pada-Nya. Saya terdiam. manusia memilih jalan yang berat. Nabiyallah Muhammad shalla ‘alaih. sebagai doa. Bukan yang lainnya. Sentuhan tangannya di dada saya. *** Saudara-saudaraku. Satu saat saya menangis di hadapan seorang ‘alim. Bukan duit. Mari kita hadiahkan shalawat dan salam. seraya memperbaiki diri dari sisi iman. Bukan solusi. tidak mungkin ia gapai. niscaya kehidupan akan terang benderang. Lalu dia memegang dada saya. Iman. Bagaimana mungkin seseorang sudah mah ia jauh dari Allah. Tauhid.keringanan. Allah menjanjikan sesiapa yang bershalawat satu kali padanya. dan amal saleh. di kehidupan kita. Katanya. kepada orang yang paling kita rindukan.

bukan piutang yang belum tertagih. Mencintai Allah. betul-betul memotivasi diri saya. bukan pekerjaan dan modal usaha yang belum kita dapatkan. agar kalimat tauhid betul-betul dicatat Allah pernah kita ucapkan. Bukan. terbiasa hidup dengan sunnahsunnah Rasulullah. dan mengikuti Rasulullah. *** Tentu saja tidak ada yang bisa mengajarkan sebaik Allah yang mengajarkan. Besar harapan saya. juga para jamaah yang lain yang belum mengetahui adanya KuliahOnline ini.yang ada di hati kita. katakanlah. agar kita-kita semua ini beserta keluarga kita. maka dia dijamin masuk surga. wa man ahabbanii kaana ma’ii filjannah. agar diri ini masuk kepada golongan orang-orang yang mencintai sunnahnya. dan inilah ruh semua ruh seluruh KuliahOnline kita. dan kemudian berkenan menjadi hamba-Nya. Maka mari kita belajar sepenuh hati. maka ikutilah aku (Rasuulullaah). dakholal jannah. Qul. Tiada yang saya takutkan kecuali diri ini mati dalam keadaan tidak bisa mengatakan Laailaaha illallaah wa-asyhadu anna Muhammadar rasuulullaah. Itu tiada lain. maka dia akan bersamaku di surga. ada di barisannya Nabi ketika semua manusia dikumpulkan di Padang Makhsyar. tanpa “Muhammadar rasuulullaah”. mengenal rasul-Nya. Melainkan betul-betul yang kita takutkan adalah kalau kita meninggal dunia dalam keadaan kita tidak bisa mengucapkan kalimat tauhid. niscaya kalian akan dicintai Allah. bukan penyakit yang belum sembuh. maka sungguh dia telah mencintai diriku. Dan mestinya ini jugalah yang Saudara-saudara semua takutkan. bukan dunia yang selama ini menjadi sumber petaka dan masalah kita. menjadi penyembah-Nya. Man qoola laa-ilaah illallaah. Inilah tauhid. kalimat “Laa-ilaaha illallaah”. jika kalian mencintai Allah. in kuntum tuhibbuunallaah fattabi’uunii yuhbibkumullaah. Apapun modul yang dipilih oleh masingmasing peserta. bisa benarbenar bersungguh-sungguh mengenal diri-Nya. dan ta’at kepada Rasulullah. siapa yang mengucapkan Laailaaha illallaah. agar Allah --yang t’lah berkata bahwa tiadalah lengkap kalimat tauhid. Dan besar pula harapan ini. Dan barangsiapa yang mencintai diriku. Mengenal Allah. dan mencintai Rasulullah. Dan tidak ada satu pun ilmu yang kita dapat kecuali Allah yang mengizinkannya menjadi . Man ahyaa sunnatii faqod ahabbanii. Dan agar kita semua duduk satu surga dan bisa mencium wanginya. siapa yang menghidupkan sunnahku. tanpa kesaksian bahwa Muhammad itu adalah Rasul-Nya – memasukkan diri ini ke dalam golongan orang-orang yang mencintai-Nya. Sungguh. bukan rumah yang belum bisa kita beli. dan menjadi orang yang sayang apabila begitu gampang meninggalkan sunnahnya. Ta’at kepada Allah. itulah yang mau saya tuju ketika saya tulis materi demi materi perkuliahan ini. Rasulullah yang setiap hari saya paksakan bershalawat kepadanya minimal 100 kali sehari semalam. Mengikuti Allah. dan saling mengingatkan. mengenal Rasulullah. Bukan hutang yang belum terbayar.

lebih banyak makan asam garam. lewat pintu KuliahOnline yang beragam sesuai dengan kebutuhannya dan keinginannya. belum dapat ridha-Nya. Semuanya insya Allah perjalanan hidup yang begitu saja. Tapi siapa yang saya bisa mintakan kekayaan dan pembagian kekuasaan? Hanya DIA yang berkenan diminta. belum dapat maaf-Nya. saya dan Anda semua akan sama-sama belajar tentang maa huwattauhiid? Apa itu tauhid? Saya katakan sama-sama belajar. penderitaan. tumbuh tauhid. Kanan kiri Anda yang mengikuti pembelajaran ini. Sebab kepadaNya juga berpulang semua kebenaran. dan segera memulai saja perjalanan tauhid dari mengenal-Nya. abadan abadaa.ilmu buat kita. sahabat-sahabat kita. Saya mengenal banyak orang kaya. dari sedikit cara yang saya ketahui ini. para orang yang sudah mendoakan dan menjadi bahagian dari amal saleh. dengan kita mengenal-Nya. Saya undang hampir semua kelompok manusia. Belum diampuni Allah. orang tua kita. Kemuliaan mudah-mudahan Allah hadiahkan juga buat mereka-mereka yang kita kasihi. dan buat orang-orang yang mulai mengikuti perkuliahan tauhid ini. kita tidak siap. Boleh jadi apa yang saya sampaikan adalah sebuah kesalahan. untuk duduk bersama dan mengajarkan kepada kita semua tentang ilmu tauhid. . Saya berharap. menyingkirkan semua duka. sudahlah cukup membuat saya bangga. iman. dan sangat-sangat baik. banyak yang lebih ‘alim. maka mintalah juga nasihat dari mereka. Ada yang tidak bermasalah. sebab sebagaimana saya katakan di atas. Namun apa yang saya tempuh. memang saya pun masih terus belajar. Biarlah Allah yang mengetahui rahasia kebenaran-Nya. jika kemudian neraka terhidang untuk kita. dan akan terus belajar. dan berkuasa. Dan yang lebih penting lagi. tanpa batas. Subhaanallaah! Betapa menyenangkan hati kegiatan belajar dan mengajar tauhid ini. Buat apa kaya dunia. keluarga kita. dan mewafatkan kita semua dalam kebaikan untuk segera bisa menemui Allah dalam keadaan yang diridha-Nya. kuliah tauhid ini bisa menyelamatkan diri kita semua dari kehancuran yang lebih besar. memberi jawaban semua persoalan hidup. Kelak kita akan undang para ahli. *** Setelah ini. Selama-lamanya. sesuai tujuan perkuliahan ini. Tidak ada yang aneh dari pembelajaran tauhid yang akan saya sampaikan. dan diberi! Saya nukilkan sedikit pengalamanpengalaman mereka yang berkenalan dengan Allah. Apa yang saya maksud dengan kehancuran yang lebih besar? Yaitu ketika kematian datang. agar di diri kita semua. para ‘alim ‘ulama di bidang ini. Agar Allah angkat derajat kita semua. Semoga cara saya memperkenalkan Allah kepada diri saya. lebih soleh. bahwa Allah Memang Tuhan saya. bisa menjadi satu pembelajaran tauhid yang diridhai Allah subhaanahuu wata’ala. lalu saya membagi-baginya menjadi satu dua kisah hikmah. Dia begitu baik.

berusahalah untuk shalat di masjid. Amin. Bulan yang semua amal dilipatgandakan. Kuliah Dasar Tauhid ini saya anggap sebagai ruh dari seluruh materi Kuliah Online. Semuanya saya undang belajar di Kuliah Online. penuh keberkahan. Mudah-mudahan dengan kekuatan getaran hati menuju Allah. untuk sama-sama memulai memperbaiki ibadah kita sebagai awal implementasi Kuliah Tauhid ini. Agar ia tidak diakses dulu sebelum Kuliah Dasar Tauhid ini dipelajarinya. saya mengingatkan yang memulai belajar Kuliah Tauhid ini. *** . Amin. Anda yang butuh pencerahan dan pertolongan. Insya Allah saya akan menemani hari-hari Saudara semua dengan perkuliahan yang kita berdoa mudahmudahan diridhai Allah. penuh ampunan. saya tutup dulu kanalnya materi-materi lain. visual. Baik Kuliah Dasar. Baru setelah itu. mudah-mudahan Allah membimbing kita semua. Kritik dan saran teramat sangat saya tunggu. penuh dengan keridhaan Allah. maka jumlahnya 40 esai. ga usah khawatir. Saya tutup dulu pintunya materi-materi lain. terdiri dari 41 esai pembelajaran tentang tauhid termasuk mukaddimah ini. tapi masih sendiri. shalatlah. Web Admin). Yang belum shalat. perkuliahan tauhid ini sudah cukup menemani hari-hari Anda. berjamaahlah (kecuali perempuan). Maafkan segala kesalahan saya dan kawan-kawan pengelola perkuliahan online ini ya. Yang masih shalat di rumah. apabila ditemukan banyak kejanggalan. Saudarasaudara bisa mengambil materi-materi kuliah lain. Kuliah Tauhid ini bersifat harian. Mudahmudahan (KuliahOnline ini dimulai perdananya tanggal 25 Agustus 2008. insya Allah. dan Kuliah Solusi Terapan Sedekah. hingga ke seminar-seminar dari berbagai materi Kuliah Online. Ada pula yang memang bermasalah.tapi sekedar ingin belajar menambah wawasan. sempurnakanlah dengan qabliyah ba’diyah. Kalau mukaddimah ini dikeluarkan. Jazaakallaah. Terima kasih atas kepercayaan Anda semua kepada kami. yang karenanya Saudara memilih Kuliah Solusi Terapan. Dalam pada itu. bahkan sebelum Saudara mengikuti Kuliah Solusi Terapan Sedekah. Dan bukanlah satu kebetulan. Bersabarlah mengikuti Kuliah Tauhid ini. Mudah-mudahan Anda semua bisa berprasangka baik. dan ridha menerima pengajaran seperti ini. Kuliah Pilihan. Niscaya ia bisa juga menjadi jawaban buat Saudara. Sementara itu. Yang sudah shalat. baik yang berupa tulisan. kita semua memulai perjalanan belajar KuliahOnline ini ketika Sya’ban sudah akan berakhir dan berganti dengan Ramadhan. Kuliah Dasar Tauhid ini sendiri. Selamat mengikuti perkuliahan. Yang sudah shalat wajib. audio.

Fakholaqtu kholqon liya’rifanii. yang bila tidak diberikan ilmu itu maka kami tidak mengenal-Mu. yaa Allah. dari kesalahan tidak mengenal-Mu. sungguh dulu Aku adalah permata yang tersembunyi. Engkau Maha Kuasa. Kenalkan kami kepada Engkau Yang Maha Menjawab Semua Doa. Rabb. kuntu kanzan makhfiyyan. Engkau Maha Menolong. memuji dengan pujian yang Engkau sandangkan pada diri-Mu. Kenalkan kami kepada keagunganMu.Yaa Allah. Ampuni kami dari seluruh ragam keburukan dan kemaksiatan yang sepenuhnya Engkau genggam seluruh catatannya. Allaahumma sholli wa sallim wa baarik ‘alaa sayyyidinaa Muhammadin wa’ alaa aalihi washohbihi ajma’iin walhamdulillaahi robbil’aalamiin. dan perkenalkan diri-Mu kepada kami. kesulitan kami. berilah kami ilmu yang bermanfaat. Engkau yang berkata dalam kalam-Mu. dari kesalahan melalaikan diri-Mu. kenalkan kami kepada diri-Mu yang Maha Membebaskan manusia dari permasalahannya. Ilmu yang bisa menyelamatkan kehidupan kami. Sehingga enteng hidup mereka yang mengenal-Mu. Yaa Rahmaan. hari ini. Apapun kesusahan kami. Maha Mengawasi. Kenalkan kami kepada Zat yang tidak sanggup melihat kami menderita dan menanggung dosa. dengan penuh kerendahhatian dan penuh harap akan keselamatan yang abadi. Ya Allah. Duhai Allah yang tiada bisa mengajarkan sesuatu. juga dari kesalahan tidak mengikuti ajaran-Mu dan ajaran Rasul-Mu. setelahnya kami memohon agar Engkau hapuskan seluruh catatan keburukan kami dan menggantinya dengan catatan ampunan. dan menambah kecintaan kami kepada Rasul-Mu. kecuali Engkau yang mengizinkan dan mengajarkan. Nastaghfirullaahal ‘adzhiem wa atuu-bu ilaih. Agar kami tahu bahwa setiap detik kehidupan kami senantiasa diperhatikan olehMu. izinkan kami bershalawat dulu kepada Rasul-Mu. dengan Kemurahan Ampunan dan Maaf-Mu. Kenalkan kami ya Allah. kami semua memohon ampun dari-Mu. maka Aku ingin dikenal. Ilmu yang bisa membawa kami kepada diri-Mu. agar tiada sombong kami hidup di dunia ini. Maka. . agar kami tahu bahwa kami hidup tidak sendiri. kami tahu bahwa Engkau Maha Mendengar. sehingga tiadalah kesulitan itu menjadi bahagian dari kehidupan orang-orang yang mengenal-Mu. kuciptakan makhluk untuk mengetahui Aku. Yaa Rahiim. saat ini. Fa-uriidu an u’rofa. Kami ingin kembali pada-Mu dalam keadaaan diri yang sudah terampuni. Kenalkan kami pada diri-Mu. izinkan kami mengenal-Mu. Wahai Zat Yang Teramat Teliti dalam mencatat. serta didahului dengan beristighfar yang sungguh-sungguh dari dalam hati kami. Ajarkan kami ilmu-ilmu yang bisa membuat kami menjadi selamat dunia dan akhirat. Kenalkan kepada kami diri-Mu Yang Maha Melihat. maaf dan ridha-Mu. Kenalkan kami kepada Kasih Sayang-Mu.

Ada yang miskin dan menderita. Saya tidak mau menjadi bahagian dari orang-orang yang kelelahan itu. tidak ada Tuhan selain Allah. Saya ingin kemudahan. Sebab ia tidak men-share bebannya itu kepada Allah. Tidak mudah. padahal Allah bisa menciptakan kekayaan di hati yang tidak perlu kaya secara dunia. tapi tidak memiliki keluarga. padahal Allah Maha Memudahkan. Tidak ada cara mencari rizki kecuali caranya Allah. Tidak ada tuhan selain Allah pokoknya. Saya melihat ada yang menangis padahal Allah Maha Membahagiakan. Pasangan hidupnya juga adalah kesibukannya. Karenanya saya mau bersungguh-sungguh dan berdoa. Ada yang kaya. Ada yang hidupnya sulit. dan menjadikan Allah sebagai Sentral Kehidupan saya. Saya mau meyakini Kalimat Tauhid ini. Ada yang bermasalah. Padahal DIA lah Yang Maha Meringankan. Tiada ia tempuh jalan-jalan ibadah yang mengantarkannya kepada Pemilik Dunia. iman dan amal saleh. Saya melihat tidak sedikit manusia yang kelelahan mencari dunia. lantaran ia jarang berkumpul sama anak-anaknya. Saya melihat manusia-manusia yang berat hidupnya dengan beban hidupnya. Keluarganya adalah pekerjaannya. Saya jaga jangan sampai ia lepas. izinkanlah kami-kami menjadi orang kaya yang hidupnya senang ya . Sebab yang ia cari memang dunia. padahal Allah Maha Menolong. Tidak ada rizki selain dari Allah. Keluarganya adalah bisnisnya. supaya enteng hidup saya. Memohon taufiq dan hidayah-Nya. Bahwa LAA ILAAHA ILLALLAAH. Termasuk di urusan rizki.Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Laa ilaaha illallaah KDW0102 Seri 02 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Yang kita perlukan di kehidupan ini adalah tauhid. Subhaanallaah. Tawa canda anak-anaknya milik pembantu-pembantu dan supirnya. tidak kelelahan di dalam mencari dan menikmati dunia. Tidak ada pemberi rizki kecuali Allah. Ingin rasanya saya gemakan terus kalimat tauhid ini di hati ini.

maka perlu kita ketahui Allah itu tidak ada sekutu bagi-Nya. maka Raja hanya bisa diam. Kita boleh menjalankan Kuda selagu-lagunya. bila di depannya. Dimana kuda jalannya L. Laa ilaaha illallaah. dari kesenangan yang satu ke kesenangan yang lain. Tidak ada yang bisa memberikan ragam kesulitan . Kebahagiaan. dan berkeliling dunia. TIDAK ADA YANG LAIN. Tuhannya. Tidak berlaku hukum permainan catur. ALLAH MAEN SENDIRIAN DI DUNIA INI. ya bebaslah maennya. Tidak ada yang bisa memberi itu semua kecuali Allah. tiada pernah dibawa menikmati shalat-shalat malam. Itu saya lihat terjadi sebab kemudahan itu ia dapatkan bukan dengan mentaati Allah. Ada manusia yang segalanya ada. Tapi itu kalau maen BERDUA. Ibarat main catur. boleh. Kalau kita maen catur BERDUA. Sehingga ia tidak sadar bahwa Allah justru mengazabnya dengan dunia-Nya. Yang bisa menghormatinya. bebas. badannya. ketenangan. Ada selalu yang diambil sebagai tebusan dari mudahnya ia mendapatkan dunia. Tapi hatinya. Adapun Raja.Allah. Tidak boleh ia melompati Raja. mau lompat. dan paling banyak hanya bisa jalan dua kotak catur lurus ke depan. Bagaimana kalau maen catur SENDIRIAN? Kalau maen catur sendirian. Bagi Raja. Bahagia dunia akhirat. lalu ia katakan kepada dunia dia mau membentuk keluarga baru yang lebih harmoni. Ada yang mengenal semua tempat-tempat indah. Dia merasa dunia digenggamnya. pikirannya. sehingga sesungguhnya dirinya pun tiada kebagian jam istirahat dan bersenang-senang bahkan. Padahal dunia sedang menghinakannya. Wajahnya ceria. Kemudahan ada di tangan Allah. Sama dengan maksudnya itu kalimat. tapi jiwanya rapuh. hingga jiwanya sendiri lelah mengikutinya. kedamaian. Itulah ATURAN CATUR. Saya melihat ada yang keluarganya berantakan. Inilah yang terjadi kalau kita maen catur SENDIRIAN. Laa ilaaha illallaah. bahkan keheningan berduaan dengan Pemilik Surga di dalam shalat pun tiada dia kenal. ia pun boleh melompat dan bebas bergerak ke sana kemari. tapi penghuni langit tiada mencintainya dan tiada menghargainya. Mau lurus. Pion hanya bisa jalan maju tidak bisa mundur. Saya mengingat analogi maen CATUR yang sering saya sampaikan kepada para pendengar tausiyah saya. Saya melihat tidak sedikit manusia yang justru malah mudah mencari dunia. maka berlaku aturan permainan catur. Tidak ada yang bisa memberi kemudahan kecuali Allah. yang bisa memuliakannya. sementara ia enjoy dengan hal itu. Senang dunia akhirat. ada di tangan Allah. Ada yang hidupnya pindah berpindah. mau muter-muter. dan Peluncur serta Menterinya masih ada di kanan kirinya. seluruh Pion belum dijalankan. Peluncur jalannya miring. Peluncur pun mau kita buat jalannya melompat-lompat seperti maen halma. Dan bila analogi catur ini boleh dibawa ke urusan tamsil tauhid. Ada pekerja-pekerja yang mengabdikan hidupnya untuk kerja dan usaha. meskipun seluruh pion belum dijalankan. Tapi ia kekeringan. adalah manusia-manusia yang tiada pernah tahu siapa dia sebenarnya. yang sesungguhnya saya sedang memperdengarkannya pada diri saya sendiri.

Laa ilaaha illallaah. Allah bimbing saya untuk mencari dunia dengan baik. Laa ilaaha illallaah. melalui pengajaran para guru. Tulisan yang dijadikan esaiesai Kuliah Tauhid di KuliahOnline Wisatahati. dan siap untuk melaksanakan kewajiban dan meninggalkan larangan-Nya. sampai bait ini. . Dengan berpikiran seperti ini. dan segala kuasa adalah Kuasa-Nya. yang memainkan seluruh peraturan. saya benar-benar memohon Allah menjadikannya menjadi baitbait doa agar apa yang tertulis menjadi kenyataan. maka tidak ada pernah kegagalan baginya… *** Sampe sini. Andai dia punya visi misi li i’laa-i kalimaatillaah. Tidak ada pemain di dunia ini. bahwa kalau Allah sudah mengatur. Karena Dia lah Laa ilaaha illallaah. lewat berbagai media. bahwa ia akan mendapatkan segala kemudahan apabila Allah tidak saya ikuti. Rasul pun demikian. Saya melihat. Tidak ada yang mengatur dunia ini kecuali Allah. sudah seharusnya saya menjadi hamba-Nya yang mau mengikuti segala aturan-Nya. andai benar. maka Kun Fayakuun-Nya yang terjadi. Tidak ada Tuhan selain Allah. Ya. Kuliah Tauhid kepada seluruh peserta KuliahOnline.kecuali Allah yang hingga Dia lah yang bisa melepaskannya kembali. Adduh. yang harus saya lakukan adalah menyadari semua itu. kegagalan para pencari dunia. maka aturan-Nya itulah yang terbaik. adalah aktifitasnya tidak dia lakukan karena Allah dan untuk Allah. bahwa saya sedang mengajar lewat esai ini. Tidak ada kehidupan kecuali untuk-Nya. Dari atas. saya membaca ulang apa yang saya tulis. Tidak setengah-setengah. Kehendak itu kehendaknya Allah. SAYA MEMBACA ULANG TULISAN INI. sebab peraturan adalah peraturanNya. untuk meninggikan kalimat Allah. dan memanfaatkannya dengan baik untuk kepentingan agama-Nya. pasrah berserah diri untuk ikut di dalam aturan-Nya dan mengikuti-nya sepenuh hati dengan kekuatan penuh. Ia tidak sanggup menjamin dirinya dan anak keturunannya masuk surga bila tiada ketaatan dan amal salih. atau di tahapan menikmati dan mengelola dunia. SAYA TIDAK PERCAYA YANG SAYA TULIS. Sebab saya tahu dan meyakini. Tapi bila saya menghendaki Allah memberikan kemudahan buat saya. dengan sabab ilmu yang diteteskan-Nya pada saya. Saya tidak menjamin diri saya sendiri. kecuali Allah. Bila Allah sudah mengatur. Benarkah yang saya tulis ini? Sehebat itukah tauhid saya? Tambah ga percaya lagi. baik di tahapan mencari dunia. Laa ilaaha illallaah. para orang tua. Maka saya kepengen Allah berkehendak memudahkan segala urusan saya. Tidak ada aturan yang terbaik kecuali apa-apa yang sudah Allah aturkan. Kuasa-Nya yang terjadi. Saya sangat sangat bersedia untuk diatur.

saya tahu jadwal shalat. Sebab waktu shalat betul-betul sebentar lagi datang. Saya ingin berteriak kepada diri saya. nengajar… Atau sedang menulis sih? Maaf wahai tanganku. Ketika . Saya melihat diri saya lagi. lebih pantas rasanya saya menangisi diri ini. Saya tahu Allah bakal datang. Kalau Kamu benar tauhidnya. Tidak ada yang lebih penting di dunia ini kecuali menegakkan shalat.. Maka bahagian menanti berkumandangnya azan adalah hal yang mestinya menjadi hal yang luar biasa. Allah bimbing saya untuk senantiasa mensyukuri segala nikmat. buktikan kalau Anda benar! Benar tauhidnya. Ya. Biarkan. di setiap waktu shalat. Loh loh loh… Ntar dulu. Benar sudah mengatakan Laa ilaaha illallaah. Teramat jauh. Tapi saya malah masih nulis. Saya melihat saya. Biarkan ia terus menulis sekenanya. saya masih menomorduakan panggilan Allah. Wuh.. Tegakkan tauhid dalam kehidupan Kamu! Jangan ada yang laen di hati Kamu. berhenti di sebatas mencari dunia itu saja. tidak ada sesuatu yang harus dikejar kecuali diri-Nya semata. apa sanggup saya menuliskannya lagi bait-bait yang masih menari di hati ini? Saya ingin berteriak kepada diri saya. Ya. sedang dialog sendirian. perlakukan Allah dengan benar. Dan tidak pagi tidak siang tidak malam. saya sedang berdialog dengan diri sendiri. Allah memanggil saya. Perhatikan DIA. Jika ada urusan dunia. di perbesaran manfaatnya.dan hanya di jalan-Nya. Memanggil dengan azan. malah jadi Allah yang menunggu saya! Duh duh duh. tunjukkan kalau Anda benar! Lagi. SAYA MELIHAT DIRI SAYA. Wahai Kamu! (Begitu saya seharusnya menunjuk hidung saya sendiri dengan jari). Apakah ini yang disebut Laa ilaaha illallaah? Tidak ada urusan --harusnya--kecuali urusan-Nya Allah yang harus lebih kita urus? Nyatanya. Yang dengan demikian tidak seharusnya pencarian dunia. Sesukanya. Terus dikonsentrasikan di pembesaran asma-Nya. dan meyakini bahwa Laa ilaaha illallaah. ya segera tinggal saja. Jauuuuuuuuuuhhhh… Duh. Sebenarnya. saya tidak bergeming. Lihat. Nyatanya? Belum tuh. bukannya malah menunggu kedatangan Allah. Lalu. saya melihat saya! Saya masuk ke kehidupan saya… Dan saya menemukan diri ini masih jauh dari tulisan di atas. benar! Jauh. kecuali Allah. Lihat saja. bukan siap-siap menyambut kedatangan-Nya. lalu Allah datang memanggil. Jauh benar dari menjadikan Allah sebagai tujuan hidup.

Tapi saya ingatkan juga diri saya. Itu saja. Kampung Ketapang. Tapi. Laa ilaaha illallaah. Eh saya. bahwa kamu mau shalat shubuhan dulu. Shalat sunnah tidak dipaksakan untuk ditegakkan. Ayo mandi. Ah dunia. Jangan lupa terus memohon bimbingan dari Allah.mencari dunia. Tapi betapapun. sehingga bisa menjadi hamba-Nya yang sesuai dengan apa yang digariskan-Nya. Setidaknya belum dimaksimalkan potensinya untuk ditujukan pada sebesar-besarnya kepentingan sesama. Tidak ada yang mengajarkan ilmu dan memberikan kesempurnaan langkah kecuali Allah. mau bersusah payah. Katakan kepada dunia.com dan . Siap-siap menuju masjid. Tapi giliran beribadah. Sebab ia sungguh saya tulis tahun lalu. dan agama. Saya tulis buku ini. Kalau shalat shubuh sudah tidak disiplin. SAYA BERTUHAN ALLAH. dan Allah adalah pemilik segala apa yang ada di dunia ini. Biarlah Allah membimbing saya terus. sebab kasihan melihat diri saya yang sering kesusahan mencari dunia untuk menjaga kehormatan dan kemuliaan diri. Itulah. Saya tulis buku ini agar saya tidak susah mencari kamu wahai dunia. Senin 27 Agustus 2007. Saya melihat saya. LALU HIDUP SAYA TETAP SUSAH? Atau merasa susah? Itu tandanya saya belum benar-benar bertuhan Allah. dan men-shut-down komputer ini. Maka saya menghibur diri ini.wisatahati. untuk segala hajat kamu… Loh. bahwa kamu itu tidak penting. gampang benar teriak lelah. pukul 04. Yusuf Mansur. Kehadiran diri tidak digunakan untuk kepentingan sesama. saya hidup di dunia ini. Laa ilaaha illallaah. untuk dunia kamu. Udah mau shubuh tuh. Keluarga masih terabaikan. MENGAPA setelah tuhan saya adalah Allah. Kurangnya… banyak. Saya akan segera berhenti mengetik. jangan harap ini menjadi awal hari yang baik. Laa ilaaha illallaah. 1hr lebih cepat dari saya meng-upload tulisan ini ke web www. Tidak ada yang lebih penting kecuali Allah. Rasul pun mengajarkan doa agar kita memohon kepada Allah agar Allah membaguskan dunia kita sebab di sini kita hidup. (tulisan ini “sudah berulang tahun”. Shalat berjamaah tidak dipaksakan untuk dikejar di shaf yang pertama. Salam. untuk urusan permasalahan kamu. koq masih nulis terus? Katanya mau Shubuhan? Iya iya.38 WIB. Makasih yaaa. ayo maju terus! Sempurnakan terus ilmu dan ikhtiarmu.

dijadikan esai KuliahOnline. Mudah-mudahan Allah subhaanahuu wata’aala benarbenar menjadikan kita sebagai orang-orang yang mengEsakan-Nya, bertauhid hanya pada-Nya).
Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi

Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Allah Sebagai Pusat
KDW0103 Seri 03 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak

Allah Sebagai Pusat
Orang-orang yang mengenal Allah dan meyakini-Nya, insya Allah akan tenang hidupnya, jauh dari kekhawatiran, jauh dari kegelisahan. Bu Yuyun, sebut saja begitu, punya anak semata wayang yang ia besarkan tanpa suami. Sejak putranya ini masuk SMA kelas 1, suaminya meninggal. Dari hari ke hari ia kuatkan batinnya bahwa ia TIDAK SENDIRIAN dalam membesarkan anaknya. Ia bersama Allah. ALLAH SELALU MENEMANINYA. Ini yang ia yakini. Saban shalat ia berdoa agar diberi kemampuan membesarkan anaknya dan memiliki rizki yang cukup. Ya, bener loh. Hampir saban shalat. Saya banyak belajar dari Bu Yuyun ini. Ketika banyak orang gelisah, ia hidup tenang. Sebab ada Allah di hatinya, ada Allah di pikirannya. Ketika banyak orang ketakutan dan risau dengan dunianya, ia tenang-tenang saja. Persis seperti meja, yang begitu tenang sebab memiliki empat kaki yang kuat yang menopang keberadaannya. Hidupnya begitu santai. Dan ini yang menjadikannya lebih kaya ketimbang orang yang kaya tapi hidup selalu penuh dengan kekurangan. Sebagai ikhtiar dunianya, ia membuka jahitan rumahan. Ia bertutur, selalu ada saja pelanggan di saat yang tepat ia membutuhkan rizki. Sudah diatur Allah, begitu katanya. Sejauh ini, aman-aman saja. Sampe kemudian anaknya ini pergi hari itu untuk melihat kelulusannya; masuk atau tidak ia ke perguruan tinggi yang ia idam-idamkan. Bu Yuyun berdebar-debar. Ia tahu, kalau anaknya lulus, ini masalah buat dirinya.

Kalau anaknya tidak lulus, pun masalah buat dirinya juga. Tentu saja ia senang dapat masalah dalam bentuk anaknya lulus. Masalahnya tentu saja apalagi kalau bukan uang kuliah anaknya. Tapi segera ia banting sesuai dengan pengalamannya selama ini. Ada Allah Yang Maha Memberi Rizki. Dan ini yang membuatnya tenang. Ia kenal dengan Allah, bahwa Allah selama ini senantiasa mencukupkan rizki buat dirinya dan anaknya. Ia tahu bahwa Allah Maha Tahu bahwa ia sedang membesarkan anaknya. Dan Allah pun tahu bahwa hari ini akan ada khabar tentang nasib anaknya. Kondisi ini sudah ia sampaikan ke Allah jauh-jauh hari, bahwa ia butuh biaya buat anaknya lulus. Dia yakin, Allah pasti akan memenuhi kebutuhan anaknya, dan atau memberikan yang terbaik. Ia malah bersemangat sekali untuk menambah kedekatan dirinya dengan Allah. Sekali lagi, ini yang membuatnya tenang. Dan memang Allah Maha Mengatur. Sehari setelah anaknya dinyatakan lulus, Allah kirimkan paman anaknya ini, alias adik almarhum suaminya. Hari itu, beliau berkunjung silaturahim. Dan Allah alirkan rizki untuk anaknya, lewat pamannya ini. Bukan hanya untuk uang masuk kuliahnya saja, tapi juga untuk biaya kuliah secara keseluruhan. Semoga saya bisa belajar lebih banyak lagi dari Bu Yuyun ini. I’m coming ya Allah. Saya datang kepada-Mu ya Allah. Semestinya, dengan banyaknya masalah dan hajat saya, saya lebih bersemangat lagi dan tanpa lelah mendatangi-Mu dan memohon pada-Mu. Bolehlah dibilang bahwa hidup ini harus punya keyakinan terhadap Yang Kuasa. Tanpa ini, akan lemah sekali kita menjalani hidup ini. Dan untuk memiliki keyakinan, buka diri buka hati untuk menerima ilmu dan pengajaran tentang keyakinan. Kita sama-sama meminta kepada Allah agar Allah betul-betul membukakan mata hati kita bukan saja untuk mengenal-Nya, tapi juga untuk meyakini-Nya; yakin akan Kebesaran-Nya, yakin akan Kekuasaan-Nya. Kita butuh Allah. Dan senantiasa akan selalu butuh Allah. Maka bertuhanlah Allah. Sebenerbenernya pertuhanan. Supaya Allah betul-betul menjaga kita, menolong kita, dan menyediakan apa-apa yang kita perlukan yang kita butuhkan. Jangan sampai kita hidup seperti tidak punya Allah. Allah Maha Memberi Rizki, tapi hidup kita susah. Allah Maha Menolong, tapi setiap ada hajat dan masalah, selalu merasa mentok. Kalo bahasa saya mah, Allah dianggurin. Alias “dibikin nganggur’, sebab jarang kita deketin, jarang kita mintakan bantuan-Nya. Insya Allah doa bi doa. Saya mendoakan Anda semua, dan Anda juga doakan saya. Supaya Allah betul-betul hadir di kehidupan kita dan berkenan hadir di kehidupan kita. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah",

kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu". Kami-lah Pelindungmu di dunia dan di akhirat; Di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Qs. Fushshilaat: 31-32). *** Ada baiknya peserta KuliahOnline mempelajari sedikit kisah Bu Yuyun ini, pelanpelan. Betul-betul diresapi. Kenapa ada orang yang begitu dimudahkan urusannya sama Allah, dan mengapa ada yang sepertinya diblok, dipersulit oleh Allah. Saya meminta Saudara-saudara semua bersabar, mempelajari Kuliah Tauhid ini mahlan mahlan, pelan-pelan. Sebab setelah Kuliah Tauhid ini Saudara akan ngebut belajar tentang sesuatu yang membuat Saudarasaudara semua ada percepatan di semua urusan. Termasuk di urusan mengubah hidup, memperbaiki hidup, dan di urusan pencarian solusi buat permasalahan kehidupan yang sedang dihadapi. “Ilmu instan” ini akan bahaya di kedepan harinya, manakala Saudarasaudara tidak punya basic tauhid yang bagus. Saya tidak terlalu perduli omongan kawankawan pengelola Kuliah Tauhid yang mengatakan, ada baiknya memberi banyak pelajaran buat kawan-kawan peserta KuliahOnline agar banyak yang didapat. Saya tidak perduli. Saya bahkan ketika belajar, dapat jauh lebih sedikit ketimbang ini. Pernah satu ketika saya datang ke seorang ulama. Saya mengadu tentang masalah saya kepadanya. Meminta nasihat darinya. Saya datang dari jam 20 malam. Sampe jam 00 saya belum juga dipanggilnya. Boro-boro diajak bicara. Disuruh mendekat pun tidak. Di awal sih saya diajak bicara. Tapi bicaranya ketus sekali, “Koq datang lagi?!!!”. Saya jawab, “Ya, sebab masalahnya beluman selesai”. “Ya sudah, tunggu sana”, katanya, sambil menunjuk satu sudut teras majelisnya. Saudara-saudaraku Peserta KuliahOnline, saya kemudian menunggu dengan sabarnya. Tapi ga urung saya gatel juga untuk tidak bertanya. Saya bertanya, “Kyai, sudah jam 12 (malam), kapan saya dikasih kesempatan bicara?”. Waktu itu saya lihat tamunya tinggal sedikit. Saya berharap saya bisa nyelang walo sebentar. Ternyata saya salah. “Yang nyuruh situ dateng siapa?” “Ga ada. Saya sendiri”. “Ya sudah, tunggu saja!”. Wah, andai tidak ada husnudzdzan, baik sangka, niscaya saya sudah kesal bukan

kepalang. Saya tentu akan mengatakan kepada Kyai ini, tidak menghargai tamu. Tapi ya itu. Saya menerima apa kata guru, dan saya memilih menerima perlakuan guru. Kira-kira jam 01-an, mendekati jam 02 pagi, saya baru dipanggilnya. Beliau lalu bertanya, “Tahu IBM ga?” Sungguh pun saya tahu, tapi saya bingung. “Apa urusannya dengan masalah saya tuh IBM?”, tanya saya. Tentu saja dalam hati. Saya ga berani bertanya langsung. Akhirnya saya jawab singkat saja, “Tahu, Kyai”. “Nah, IBM itu punya VPN, Virtual Private Network, jaringan jalur khusus. Ntar gue kasih VPN buat elu yang bisa jadi jalur khusus elu berdoa kepada Allah. Insya Allah hutang elu yang segede gunung, kempes dah!”. Kejadian dialog ini terjadi sekitar tahun 2003. Kyai Betawi ini memang kerja di Perusahaan Asing. Perusahaan Perancis. Sumpah. Saat itu saya merasa Kyai saya akan memberi saya sesuatu yang gimanaaa gitu. Sesuatu yang BESAR yang bakal instan membuat saya selesai masalah saya. Sim Salabim. Begitu saya pikir. Ternyata saya tidak sepenuhnya benar. Malah, sempat berkernyit dan tertawa kecil. Kyai tersebut masuk ke dalam rumahnya, dan sejurus kemudian keluar lagi membawa DUA PENTOL KOREK API. Dua korek api itu dilempar ke arah saya. “Nih pake nih...”, katanya. Ngasihnya bener-bener dilempar. Sebab beliau ngasih sambil berdiri. Sedang saya duduk di bawahnya. “Itu korek api, VPN buat elu. Pake tuh yang bener. Udah gih dah, pulang!”. Saya pulang akhirnya. Kurang lebih 6 jam saya menunggu, hasilnya 2 korek api saja! Menggerutu ga saya? Ntar dulu. Saya berpikir bahwa saya barangkali belajarnya kudu sedikit demi sedikit. Tapi apa ya maksudnya? Pelan-pelan saya pikirkan. Hingga akhirnya saya mengaitkan dengan kalimatnya tadi: “Nah, IBM itu punya VPN, Virtual Private Network, jaringan jalur khusus. Ntar gue kasih VPN buat elu yang bisa jadi jalur khusus elu berdoa kepada Allah. Insya Allah hutang elu yang segede gunung, kempes dah!”. Saya akhirnya mampu mengkorelasikan 2 korek api yang nyaris tanpa kata-kata itu dengan kalimat singkat Kyai. Rupanya saya disuruh bangun malam. Jangan banyakin tidur. Bagaimana-bagaimananya dengan 2 korek api ini, saya bahas di Kuliah Pilihan tersendiri yang judulnya: Rahasia Angka 11. Silahkan dah nanti login di sana, setelah KuliahOnline 41 esai ini selesai. Satu hal yang mau saya kata, adalah sabar. Belajar itu harus sabar. Kita sama berdoa

Termasuk segala permasalahan yang kita hadapi. Ibunya menyuruhnya bersabar. Bayi saya masih dirawat di Rumah Sakit Harapan Kita. Waktu saya susun dan edit esai kuliah ini. eh malah beberapa ujian kehidupan muncul. Tapi sarankan kepada mereka semua. Insya Allah akan diberitahukan lebih lanjut oleh Web Admin dari KuliahOnline ini. . mandiri. Segala sesuatu juga ada akhirnya. sekaligus syukuran KuliahOnline ini. saya sudah mau jalan ke rumah sakit. Gak selesai-selesai. Ada kisah seorang ibu muda. waktu. Alih-alih berharap bisa bercerai cepat supaya bisa memulai hidup baru. Mudahmudahan Saudara-saudara memaklumi cara saya mengajar ini. Terima kasih ya. agar Allah betul-betul berkenan memberi kita ilmu yang bermanfaat dunia dan akhirat. “Semua ada waktunya”. Sebut saja T.kepada Allah. termasuk kenapa koq sepertinya bisa “satu malam”? Saya mohon maaf atas semua kesalahan saya dalam memberikan pengajaran. Sekali lagi saya berdoa mudah-mudahan segala biaya. Besok saya akan tambahin dengan pelajaran di balik Kisah Bu Yuyun. Wallaahu a’lam. Ok. Mohon doanya ya. Semua Ada Akhirnya KDW0105 Seri 05 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Sebagaimana malam yang segera akan berakhir dan berganti dengan pagi. begitu nasihat ibunya. Salam dan doa saya untuk Saudara-saudara semua. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Semua Ada Waktu. Insya Allah tanggal 30 sore saya mengagendakan ketemuan darat (kopi darat). Beliau memproses perceraiannya sejak tahun 2001. agar ada keberkahan lebih banyak buat semua yang terlibat. Sesuatu yang sedikit yang diberi-Nya manfaat dan ada ridha-Nya. sampe ketemu dengan materi besok. energi Saudara dalam mengklik website ini menjadi amal ibadah dan dihitung sedekah Saudara. Sampaikan ilmu ini kepada sebanyak-banyaknya orang. agar mengikuti saja KuliahOnline ini secara langsung. Ia ada ujungnya. Mudah— mudahan Saudara-saudara tergerak memberikan doa buat kami semua. Amal saleh kitalah yang mempercepat perjalanan itu. niscaya menjadi sesuatu yang betul-betul berpengaruh positif bagi hidup kita.

ya waktunya. ia diberitahu ibunya agar bersedekah dengan apa yang ia punya. ya. tapi tidak mendapatkan uang 1 milyar. Beda sekali dengan waktu-waktu sebelumnya. andai kita tidak melakukan banyak hal. Saya menyebut. mantan suaminya ini bercerita. Dan akhirnya waktu yang ia tunggu. lantas kemudian membuat matanya tertutup dari Karunia Allah yang sesungguhnya masih teramat besar. Dan masalah akan selesai dengan sendirinya. barangkali kalau dulu Allah mengabulkan kehendaknya. Sebagai kompensasinya. tabungan yang nyaris 1 milyar tersebut adalah tabungan 2 tahun terakhir. Yang mana hasil kerjaannya itu adalah buah sabar dan sedekahnya. rasanya hidup kita akan benar dengan sendirinya. ya rizkinya. Bila sebelumnya ia belum berjilbab. Tapi ya setelah dipikir-pikir lagi. uang 1 juta saja besar sekali. Ia lupakan persoalan perceraiannya. Ia segarkan hidupnya dengan Karunia Allah yang lain. Sepertinya tiba-tiba. ga sebanding dengan Karunia Allah berupa “hidup” itu sendiri. membaca al Qur’an. engga juga disebut “tidak melakukan apa-apa” bagi mereka yang memperbaiki dirinya. kalau udah waktunya. Ia usahakan sering mendatangi pengajian. Karena itulah ikhtiarnya. dan memaknai ulang hidup kita untuk lebih lagi beribadah kepada Allah dan bermanfaat untuk sesama. Yang luar biasa. buah dari kesabarannya dan hasil kemudahan dan berkah dari sedekahnya… Dan benarlah juga keyakinan orangorang tua dulu. Ada kemudian yang protes. tidak . harus tetap ada ikhtiarnya. cara kita hidup. apalagi 1 milyar. menambah shalat-shalat sunnah. Hari gini. Dan memang. Ia mengaku tersentuh dengan ketabahan mantan istrinya. Bukan harta gono gini. Mantan suaminya hanya minta diikhlaskan segala kesalahannya. dan ia meminta maaf tidak bisa mengurus anaknya. Saya mengatakan. Kadang saya berpikir ya. sudahlah. banyak manusia yang garagara secuplik drama kehidupannya yang tidak enak. kalau udah rizkinya. itulah buah dari dukungan ibunya. Bersedekahlah ia. Sedekah yang besar. 2 tahun sejak ia bersedekah sesuatu yang besar. tiba. suaminya ini memberi uang nyaris 1 milyar dari hasil tabungannya pasca bercerai. si ibu T ini bercerita. maka ia mendapatkan hak cerai. dll). Keinginan kita juga akan terjawab dengan sendirinya. ia mendapatkan keputusan cerai. Sebab nyatanya. Dua tahunan terakhir. dan berproses dengan sangat mudah. ikhtiarnya ya itu: taubat dan amal saleh (memperbaiki shalat. Yang membuat ibu T ini agak berdebar dengan cara kerja Allah. ia perbaiki hidupnya. Sama dengan ketika saya menyebut ikhtiar bagi mereka yang bermasalah adalah taubat dan memperbanyak amal saleh. Sebagaimana orang-orang tua yang mengajarkan. Kesusahan hidup. Kegiatankegiatan sosial ia ikuti.Setelah sekian tahun. mantan suaminya ini memberinya uang yang sangat besar. Masya Allah. sedekah. ia lalu berjilbab dan memperbanyak taubat. suaminya ini “bekerja” sebab diatur Allah. Dalam satu kesempatan. asal kita perbaiki saja hidup kita.

Namun serasa tumpul benar. *** Tidak ada yang datang kepada Allah. ada yang bertanya. Seakanakan membenarkan pandangan bahwa kalau mendekatkan diri kepada Allah. ia tidak “nyampe-nyampe”. kecuali Allah pun datang kepadanya. Segala riyadhah ia tempuh. .gampang loh untuk bisa bertaubat dan beramal saleh. kayaknya engga ya? Barangkali sedekahnya itu yang mempercepat. adalah Zaidi. keikhlasannya yang mempercepat. Kalaulah Allah tidak memudahkan jalan. Sebab sebelumnya ia tidak ikhlas menerima perceraian itu. salah satunya adalah karena keyakinan kita sendiri kepada Allah. Kita hanya bisa memohon. Kita hanya bisa meminta. maka Allah betul-betul datang kepadanya. Dan yang lainnya itu menjawab. maka sesungguhnya tidak akan pernah ada masalah buat kita. Belajar dari kasus perceraian berkahnya Ibu T di atas. “Perjalanan waktu” bisa dipercepat atau menjadi lambat. bukan mengatur. Hakikatnya. Malah datang ujian-ujian baru kepadanya setelah sekian bulan mendisiplinkan riyadhah. Datang dengan segenap pertolongan dan kebaikan Allah. Bukankah yang kita cari di dunia ini adalah kedekatan diri dengan Allah? Kalaulah kita harus mendekatkan diri kita melalui pintu masalah. bukan kehendak kita. rasanya itulah berkah buat kita. kalau kita selalu merasa ditemani Allah. dan amal keseharian kita. Sama saja seperti dengan tidak datang kepada Allah. apakah bisa selesai dalam 2 tahun juga apabila Ibu T ini tidak melakukan sesuatu? Lalu yang bertanya ini menjawab sendiri. ujiannya akan banyak. hutangnya tetap ga kebayar-bayar. Zaidi bertanya seperti yang lain bertanya: Koq mengapa tanda-tanda bisa kebayar hutang belum muncul juga? Koq ujian hidup bertambah berat? Koq Allah kayak mengabaikan dia? Saya menyodorkan beberapa jawaban. apa kira-kira yang bisa dipetik oleh Para Peserta KuliahOnline? Ketika ceramah esai ini saya sampaikan langsung. Selain Ibu T di atas. Dan Allah pasti datang. Ia mendekati Allah dengan harapan dan doa agar Allah mau membayarkan hutangnya. Yang lainnya menjawab. doa ibunya yang juga turut membantu percepatan perceraiannya dan kemudian juga mendapatkan berkah uang 1 milyar. bukan memaksa. maka jalan menuju pertaubatan dan amal saleh tidak akan mudah jalannya. Ada yang berharap ketika ia datang kepada Allah. Tapi memang Kehendak-Nya. Maksudnya. Ia bercerita.

amal-amal kebaikan kayaknya buat bayar dulu keburukan-keburukan yang ia lakukan selama itu. menuju pertolongan-Nya? Tanyakan dengan jujur. Ada yang diringankan sebab anaknya sedang menuntut ilmu. kurang disadari oleh seseorang. kalau Allah mempercepat ia selesai dari masalah. Bila . ia bisa tetap memelihara dhuhanya. malah nanti ga bisa istiqamah lagi ibadahnya. Anggap saja. dan keburu lupa lagi. Keburu sibuk lagi. Belum lagi soal bala.Pertama. Ada yang diringankan sebab ia pernah membantu seseorang. tetap harus ada yang dibayar. Baik sangka kepadaNya. soal keburukan. Ia hukum hamba-Nya dengan memperhatikan segala kebaikan diri orang itu dan diri orang-orang di sekeliling orang itu. Yang begini ini. Maksudnya. Jangan-jangan. Allah sedang berkenan menyegerakan segala akibat buruk. Lalu dua hal ini dihapuskan oleh Allah. bisa memelihara sunnah-sunnah qabliyah ba’diyahnya. Akhirnya. andai ini bisa dijadikan jawaban yang ketiga. Allah Maha Pengasih Maha Penyayang. Ada yang Allah ringankan sebab ia punya anak yatim. adalah hukuman mati. Biar bagaimana. malah bermasalah lagi. akibat buruk harus diterima. maka bertaubat adalah jawabannya. Dan itulah Allah. atau ia sudah kembali menjadi pengusaha yang sakses. Hukumannya bagi yang berzina dan ia dalam keadaan menikah. Bagaimana dosanya dia sebelum akhirnya kemudian berjalan menuju Allah. harusnya ia keluar dari masalahnya. Inilah keadilan-Nya. hidup enak dan bahagia dengan amal-amal salehnya. dengan jumlah takaran yang sebenernya sudah dikurangi jauh dari yang semestinya diterima. Bila memang dosanya banyak sekali. Ini kan jadi semacam Training-Camp buat dia. ya wajar saja kan? Ibarat tagihan dari amal keburukan. Ada yang diringankan sebab orang tuanya senantiasa memanjatkan doa untuknya. Ada yang diringankan sebab istrinya mendoakan tanpa henti. Kalau tidak setara. Atau malah katakanlah ia berzina dalam keadaan ia menjadi suami atau istri dari seseorang. Katakanlah ia pernah berzina. dan soal kematian. Apabila nanti hutangnya sudah terbayar. Jika tidak mau akibat buruk diterima setara dengan keburukan yang harus diterima. Bayangkan jika sebenernya Allah masih kasih ia kehidupan. bisa memelihara seluruh amalan-amalan wajibnya. Yang serius. Sedang berzina itu “kontrak susahnya” harus 40 tahun. Hingga ia bisa menempatkan Allah jauh di atas dunia yang ia cari. Andai pun sepanjang hidup ia pakai untuk pertaubatan. yang ia kumpulkan. dan pembiasaan ibadah tersebut. ia berumur pendek. dan ada bala yang lebih besar yang bakalan datang. Namun. ibadah dan disiplin ibadahnya ini sebagai latihan keistiqamahan. dan penderitaannya ia terima sebagai satu kepatutan yang menggugurkan dosanya. Nikmatin saja dulu “kedekatan” diri dengan Allah. Maka jawaban yang berikutnya dari pertanyaan Zaidi di atas adalah justru seputar dosanya sendiri. Juga amal salehnya harus hebat. Taubat yang sempurna. Bisa juga dikaitkan bahwa Allah Maha Tahu. adalah wajar juga kayaknya. Dan banyak lagi pertimbangan Allah yang tidak kita mengerti kecuali hanya dengan jalan husnudzdzan kepada-Nya.

Dan lagian. Jangan justru malah surut. pasti ada akhirnya. makin kenceng ibadahnya. memperbanyak syukur. berpikir positif. Hanya karena bebannya berat saja. Sedang kalau kita ingat dosa kita. hidup kita banyak bener dosanya. ia hanya butuh keikhlasan menerima hidup ini apa adanya. lambat pun. Tapi. banyak yang lebih naik kehidupannya setelah kesusahan demi kesusahan ia alami. kejar saja perjalanan waktu dengan amal saleh. lalu kita . setiap perjalanan. termasuk perjalanan mencari solusi. Kepada Allah juga kita memohon agar Allah bukakan terus mata hati kita tentang Kebesaran dan KekuasaanNya. setiap perjalanan ada akhirnya. Sekali lagi.menyadari hal ini. ada derajat yang lebih tinggi yang Allah siapkan untuk dirinya. baru beberapa tahun. Asal kita terus berjalan. Makin keras angin masalah yang menerpanya. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Allah Tidak Pernah Meninggalkan Kita KDW0106 Seri 06 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Andai kita menebus segala kesalahan kita dengan dunia yang kita punya. Tetap positif kepada Allah. Baarokawloohu lanaa. Pada permulaannya. Amin. Percayalah. Jawaban yang ke-empat. dan tetap husnudzdzan kepada Allah. makin sungguh-sungguh ibadahnya. Insya Allah jawaban akan Allah berikan. sudah berapa tahun kita kerjakan? Jangan-jangan sepanjang kita hidup. Ada lebih banyak karunia Allah yang bakal diterima setelah kesulitan hidup yang dihadapinya. Makin kenceng ujiannya. tambahin saja lagi load kebaikannya. Jangan ragu menambah vomue ibadah. Baru saja beberapa bulan kan? Belum beberapa tahun? Atau katakanlah. Belum bertahun-tahun. Ya. perjalanan kita cenderung seperti lambat. Dunia. tetap berjalan. mulai dari akil baligh sampe sekarang ini. Sampe ketemu di esai perkuliahan tauhid berikutnya. juga tidak akan mampu memberikan apa-apa. bila terlalu dikejar. dan kemudian menumbuhkan iman dan memperbanyak amal saleh. Sesungguhnya tidak diam di tempat. Tidak berhenti. Belum sebanding sama amalan ibadah kita. ada karunia Allah yang teramat besar di balik segala rupa kesulitan dan permasalahan hidup yang dihadapi. Saya pribadi menyadari bahwa sungguh.

Ngentengin sunnah. Tapi saya biarkan. Luar biasa. Seorang bapak datang dalam keadaan bermasalah. Ngentengin sunnah juga merupakan dosa. bener-bener tidak mengapa: “Cuma sunnah ini”. Saya sudah tahu kemana arahnya pembicaraan dia.mendapati Allah di sisi kita. Kalau terlalu lama ninggalin sunnah. memang nyata-nyata dipelajari bahwa di balik sunnah itu ada kejayaan. makin banyak rasanya dosa saya. tentu ini adalah proses pendekatan diri kepada Allah yang murah adanya. apa yang terjadi?”. Makin lama Allah biarkan saya dalam kekayaan. “Dosa?” “Ya. Ketidaktahuan tujuan hidup. Urusan meninggalkan shalat sunnah saja kan sebenernya dosa. begitu kata sebagian dari kita. dan berhasil memetik hikmahnya. bahwa ia senang Allah bangkrutkan. “Apa yang didapat setelah jauh dari Allah?” “Ketidaktenangan. Betul. saya bahkan mulai menyepelekan shalat wajib. Hingga saya bersyukur bahwa saya diberi-Nya karunia kejatuhan ini”. yang juga akan menjadi program menarik semua peserta KuliahOnline untuk menebus dosa (he he he). Saya kemudian bertanya sedikit kepadanya. Begitu kan kata Ustadz?” “Ya. Hamba-hamba Allah memang banyak yang sudah menyepelekan sunnah. dosa”. Dan yang lebih jelas lagi. saya sudah akan terlalu jauh dari Allah. Saya ngebayangin. tidak mengapa”. Saya banyak bermaksiat dengan rizki dan jalan yang justru sesungguhnya diberikan oleh Allah. “Terus. sunnah dhuha. tanya saya lebih lanjut kepada beliau. Padahal.” begitu katanya. Namun berbeda dengan yang lain. dosa. “Kalau saya tidak dibangkrutkan Allah. Pengertian sunnah masih: “Kalau dikerjakan mendapatkan pahala. Jangankan urusan yang nyata-nyata sebagai dosa. . Di dalam program Ihyaa-us Sunnah (Program Menghidupkan Sunnah). Akhirnya.” katanya lagi. Ia datang dengan senyuman. betapa saya menzalimi Allah yang sangat sayang kepada saya. ya bermasalah juga jadinya. kalau tidak dikerjakan. menjaga sunnah adalah sesuatu yang terpenting yang benarbenar berpengaruh kepada kualitas hidup kita. dan untuk mengangkat derajat. Apalagi kalau yang ditinggalkan itu adalah sunnah-sunnah muakkad. “Nah ustadz. Sahabat saya ini sudah berhasil menaruh baik sangkanya kepada Allah. Ia berbagi pengalaman. “Sangat jauh malah. sunnah tahajjud. sunnah qabliyah ba’diyah”.

saya terima sikap tidak pedulinya kawan-kawan yang kadang menyakitkan saya sebab saya begitu memperhatikan mereka. Bukan sebaliknya. “Ustadz. Tapi semakin besar masalah saya. Terlalu mahal tebusannya bila kita tergolong sebagai golongan orang-orang yang melupakan Allah. kita akan menjadi manusia-manusia yang banyak manfaatnya. Biar saja saya begini dulu. Semakin berat. Saya belajar dari ustadz. Ketika saya pompa diri ini. Biarlah Allah yang mengatur hidup kita. “Terus. Biarlah. amal saleh. Saya terima perlakuan dan intimidasi orang-orang yang uangnya di saya dan saya tidak bisa mengembalikan. makin rajin shalat sunnahnya. Semakin kaya. namanya orang bangkrut. Makin jaya. Sementara itu. buku tersebut banyak berisi persoalan-persoalan tauhid. dan lain-lain sebagai bekal di soal kehidupan “Apa doa saudara setelah saudara dekat dengan Allah?”. Saya terima cacian dan makian keluarga saya. Orang ini mengingatkan saya banget-banget. bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan saya. Daripada dipendem di kuburan yang mengerikan. Masih panjang kan Ustadz…?”. katanya.“Ya. Dia bicara banyak sekali. pancing saya. Makin berterima kasih pada-Nya. insya Allah dengan izin-Nya. Saya selanjutnya membiarkan ia bicara. Saya mau memahami bahwa eposide kehidupan saya belumlah berakhir di sini. semakin saya bersyukur. hidup saya penuh dengan masalah. makin bersungguh-sungguh mendekatkan diri kepada Allah. Saya anggap. nasihat apa yang saudara harapkan dari saya?” “Saya hanya pengen ketemu ustadz saja. Ridha sekali. semestinya makin hebat shalat wajibnya. tanggung jawab. kepasrahan. buku perdana saya. Allah akan selalu menolong. Ga lebih”. Dia juga mengingatkan tentang diri saya sekian tahun yang lalu.” Bukan saya berbangga diri. bahwa ketika Allah ada di kehidupan kita. Allah tidak akan pernah tidak mau menolong. sungguh. beban masalah saya adalah pengurangan dosa saya. agar masalah saya jangan cepat selesai kalau saya belum kuat imannya. Maka manakalah Allah sudah mengangkat kembali hidup kita. dan mengangkat derajat kita. iman. Hingga nanti saatnya datang. maka akan semakin besar pengurangannya. yang sudah lumayan membentuk kepribadian dia ini. Allah mempersiapkan diri kita untuk menjadi individu yang lebih baik lagi yang lebih hebat lagi. Saya ikhlas menjalani ini ustadz. kedatangannya justru nasihat untuk diri saya. maka segalanya akan mengalir bahagia. tapi saya merasakan hebatnya bersepi-sepi dengan Allah”. Dia cerita bahwa buku Mencari Tuhan Yang Hilang. Alhamdulillah. Allah akan mengulurkan pertolongan-Nya. Kelihatan sekali sebenernya tatapan matanya . Dalem sekali rasa syukur saya. Dan saya kira. Saya terima semuanya. Dunia ramai sekali di luar diri saya. saya sedang menunggu takdir Allah terhadap diri saya. ini saya terima. “Saya berdoa. Allah tidak akan pernah mengabaikan saya.

sendiri. dan sudah ditanam investasi dari hasil hutangan baru. dan putus asa. dan keyakinan-keyakinan lain yang positif. Jadilah dia kemudian nestapa. tiba-tiba saja harus direlakan pindah tangan. situ yang bagaimana? Koq maen nulis sendiri kesimpulannya? Oh. Tapi. asal dosa saya semakin besar yang diampuni Allah. Saya males mengikuti bayangan buruk pikiran buruk. Ga apa-apa masalah bertambah besar. dan secercah ilmu. gelap. saya adalah termasuk orang-orang yang berusaha belajar meyakini bahwa Kekuasaan Allah itu ada. Bayang-bayang jatuh miskin. sudah menjadi bara di tengah kehampaannya. gelap. Misalnya begini. penuh hutang. lalu urusan itu kelihatannya tidak selesai. membuat dia harus melihat dengan telanjang aset dan perusahaannya pindah tangan. Segera saja saya banting kepada pemikiran. tetaplah baik sangka kepada-Nya. bagaimana sih ini? Ya. *** Apapun keadaan dan kejadiannya. . insya Allah. belum selesai ya? Belum. Ada seorang kawan yang tambang emasnya direbut orang. penuh hutang. Ya. merana. ups! Kata siapa? Loh bukannya tertulis begitu? Jadilah dia kemudian nestapa. Semoga ia kuat. Pertolongan Allah itu ada. saya punya urusan. Istilah-istilah hukum dan ekonomi modern. Tambang emas yang baru saja diperpanjang hak tambangnya. Tapi kemampuan untuk meyakini Allah dan berpikir positif itu memang setelah mengalami sendiri pasang surut kehidupan. “Ga apa-apa masalah bertambah besar. hidup penuh tekanan. merana. hidup penuh tekanan. Saya mah tetap saja maunya positif. Namun iman di hatinya. asal rizki juga bertambah besar”. sudah di mata benar. Sungguhpun kadang kejadiannya memaksa saya untuk berpikir buruk. Allah teramat suka sama manusia-manusia yang percaya bahwa diri-Nya pasti mengatur yang terbaik. Malah cenderung bertambah besar. Dan dia pasti kuat. dan putus asa. Lah.hampir kosong. dan kemudian menerima pengajaranpengajaran tentang iman dan kasih sayang Allah dari orang-orang yang positif memandang Allah dan kehidupan ini. sendiri. tapi kan yang nulis situ. Ketika bercerita tentang keyakinan kepada Allah.

dan jaya kembali? Ya habis situ yang bilang dia akhirnya rontok. Weh. dia menuai musuh-musuh baru yang berasal dari keluarga. engga. Di sisi yang satu ini saja. hidup penuh tekanan. Dia rontok. Dia terus aja maju ke Allah. lagi letih. merana. Biar nulisnya ga jenuh. Dia memang kehilangan banyak hal. Dia belum kehilangan ilmunya. Dia terus saja berjalan. Harus pakai “mestinya”. Subhaanallaah! Tapi berkembang ga tambang emasnya? Engga. dan putus asa. bangkit. Saya kudu ngajar besok pagi.wisatahati. Dan yang lebih penting. bagaimana dengan dia? Pengusaha ini tetap tegar. itu mah namanya ga berperasaan. Loh. ia kemudian nestapa. Terus. Tapi dia belum kehilangan semangatnya. Lewat website www. Kalo lagi jenuh. Saya rindu mengajar. Dan tidak sedikit yang sudah pindah tangan. repot juga ya? Engga tuh. Mencemooh dia. Ini habis pulang dari rumah sakit. sendiri.Yang benar. Mana perempuan lagi. Lah???!!! Ya. Iseng saja. Sebab nyatanya dia tidak. dia masih punya Allah dan Rasul-Nya. penuh hutang. Terus mau kemana lagi dia? Ke Allah. Sekelilingnya menertawakan dia. sebagai pengusaha yang gagal. Jadi. Ga kebayang dah kalo kita yang menjadi dia. bagaimana? Mestinya. Wuah.kuliahonline.com. gelap. kan “saya” suka muncul. Dia belum kehilangan buyer nya. Beberapa aset yang disita adalah aset keluarganya yang dijadikan pinjaman. sampeyan ini siapa? He he he. Online. Itu yang membuatnya ga jadi merana dan ga jadi nestapa. Sebab nyatanya emang susah. . Hutang bank nya? Makin banyak. jadi dong merana dan nestapanya? Kenapa sih? Kayaknya kudu merana dan nestapa dulu ya untuk kemudian bangun. Asli rontok. Dia ga merasa repot. Dia belum kehilangan keluarganya. Dia memilih ga mau percaya bahwa dia benerbener habis. sekaligus sebagai ibu dan istri yang gagal.

Barangkali ketika di tangan seterunya si pengusaha ini. Nyatanya. Dan otak barangkali. Tapi tidak pasrah dalam ikhtiar. Kalau saya letih. asset itu dikembalikan Allah dalam hitungan yang berlipat-lipat baik dalam hal asset. Bahkan hebatnya nih. Tidak ada training yang lebih hebat daripada training kehidupan di mana Allah bertindak langsung menjadi Grand-Master Trainernya. Situ kan saya juga. Ini cara saya menulis. yang menyebabkan rentetan juga peristiwa hukum dan ekonomi yang berputar. yang kembaran saya inilah yang saya biarkan maju. bukannya mikir. Mereka-mereka yang sempat “mengadili”. Bukannya seharusnya Kamu? Loh. Termasuk tentang kehidupan ini. . menyaksikan kebesaran Allah. Subhaanallaah! Maha Suci Allah yang tidak pernah salah dalam mengendalikan. Yah. Iya kan? He he he. Ada satu peristiwa hukum dan ekonomi juga antara dirinya dengan penguasa daerah dan pusat. Allah mempersiapkan kenaikan derajat pengusaha ini pada porsiNya. lewat tangan orang lain.Situ boleh menyebutnya ga berperasaan. Tapi dia memilih menyebutnya sebagai pasrah. menentukan. Pengusaha yang sempat terjerembab ini sudah berhasil mempertahankan imannya. Ia bahkan terdorong lebih lagi menuju Allah. Peserta KuliahOnline. Ia pasrah dalam kendali Allah. Rapih. Dengan kejadian itu. Malah saya yang mikir. Iya juga. ia kembangkan mati-matian. Betapa Kuasa-Nya bekerja di kehidupan orang-orang yang kuat mentalnya. Bagaimana urusannya? Klir. Subhaanallaah ya? Kamu ini. Saya yang ngetik. malah balik lagi ke pemilik asli. Saya yang bercerita. Hingga kemudian ketika tidak ada satu pun lembaga hukum yang bisa membantunya --sebab katanya kesalahan administrasi hukum dan ekonomi adalah kebodohannya – saat itulah pertolongan Allah datang. Sedang ikhtiar itu pekerjaan fisik. Ga ada ikhtiarnya? Nah ini bedanya. Allah mengembalikan begitu saja asset yang sudah pernah diambil-Nya (kesejatian semua kejadian). tadi kan Kamu sendiri yang nyelang? Ya ga apa-apa toh? Kan sama saja. dan mengatur sesuatu. Bisa modar. bingung ya? Mudah-mudahan engga. begitu dah. sang seteru itu merasa sudah pasti asset perusahaan tambang emas itu jadi miliknya. maupun hal-hal lainnya. asal jangan “saya” dimunculkan pas nyetir saja! He he he. Pasrah itu pekerjaan hati. Akhirnya apa? Akhirnya ia bangkit lagi. Ia tetap berusaha mencari petunjuk sama Allah. Jadi. Ia berdoa siang malam. saya punya kembaran. permodalan. Bahkan ketika saya berceramah! Ga apa2.

sampe ketemu”? koq masih terus nulis? Iya. nunggu. Semoga Allah menerangkan benderangkan langit. berbagi dan bersaudara. Loh. Silahkan shut-down komputernya. dua tiga hari dah. iya. Insya Allah bagi yang datang. Ga apa-apa. Ya sudah. Iya. kata Rasul. Sebab kadang ga ada jeda buat nafas saking padatnya jadwal ngajar. Dari kawan-kawan PPPA (Program Pembibitan Penghafal al Qur’an). Insya Allah. besok. kalo ga bilang. sejak nama website ini ada di kepala saya ketika saya berada di dalam tahanan kepolisian di tahun 1999! Saat itu saya kepengen berpikir untuk duluan memesan nama web ini. tamu mah suruh nunggu juga. panjang lagi? Lah. kita berkumpul di Sekolah Daarul Qur’an Internasional. inilah kumpul-kumpul pertama antar-pengguna web www. Memberi Saudara semua rizki-Nya sehingga Saudara bisa datang berkumpul. Padahal masih pengen nulis ya? Iya. sebab entah mengapa nama wisatahati kuat sekali ada di pikiran saya saat di penjara itu. Tapi kalo tamunya namunya gini hari? Malem-malem? Tamu nya udah bilang koq. dan bener-bener lega nafasnya. nulis saja terus. Kalo ga hormat sama tamu. iya. saya akan bercerita tentang latar belakang Wisatahati sedikit ya? Insya Allah.Saudara-saudaraku semua. ga beriman. Ajak-ajak juga saudara-saudara dan kawan-kawan yang memiliki kemudahan akses internet untuk sama-sama mendaftarkan dirinya di KuliahOnline. untuk sama-sama belajar. Nanti malah ga hormat sama tamu. Mudah-mudahan yang sabar ya belajarnya. Di depan rumah. dan temui dulu tetamunya. ga dilayanin? Ya dilayanin juga. Mestinya. Oh. sampe ketemu. Tuh kan. Insya Allah mulai hari-hari selanjutnya. tapi dalam kesejukan. sebar luaskan ilmu yang didapat ini. Jangan.com. tabligh dan syiar. Tapi sudah mulai menukik ke urusan ibadah keseharian. peserta KuliahOnline. situ kan yang mula-mulain. Asal bener-bener sehat. Subhaanallaah. Yah. Ok. Sabtu tanggal 30 Agutus 2008 sore. Makasih ya. sampe ketemu ya di Sekolah Daarul Qur’an . Sudah. kita masih akan belajar tauhid. Saudara-saudaraku. katanya udah “Ok. He he he.wisatahati. Ini juga udah ada tamu. Jangan lupa.

Mudahmudahan ga pada nyasar. Ketika saya memonitor lewat handphone. acara kemaren sore berjalan juga satu dua misi. terdengar suara asaatidz pondok beserta para santri yang mengaji surah al Waaqi’ah yang mudah-mudahan diikuti oleh semua Peserta KuliahOnline. saya berdoa semoga semuanya menikmati sajian Allah di dalam kehidupan pesantren yang mereka berada di dalamnya. dan saya. Sesuatu pelajaran dan atau pengajian yang digelar tanpa kehadiran fisik. sebab-sebab yang begini inilah kemudian dicari sistemnya dalam sistem Online. Subhaanallaah. Tapi saya meminta maaf sedalam-dalamnya kepada Peserta KuliahOnline yang datang di pertemuan kemaren sore sebab saya harus keluar dari pesantren.Internasional. Saya meminta maaf tidak bisa menjamu kawan-kawan semua dengan sempurna sebab ketidakhadiran saya. Loh…??? Nyahut lagi…??? He he he. pengelola web. Kecamatan Cipondoh. he he he. Namanya juga KuliahOnline. Padahal biasanya kan memang juga tidak hadir. tapi tetap saja semua beranggapan kurang asem garem. Iya. Sesuatu yang barangkali jarang-jarang terjadi bagi sebagian . Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Perjalanan Tauhid Perjalanan Keyakinan (+ 5 esay tambahan) KDW0107 Seri 07 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Tanggal 30 Agustus 2008. Kelurahan Ketapang. di Kampung ketapang. Dan saya kira ini adalah salah satu manfaatnya juga. Sebab sayanya tidak hadir. Sungguhpun kami sudah berusaha memberikan yang terbaik. Di antaranya mempertemukan peserta KuliahOnline dengan tim IT WebOnline dan juga bertemunya para peserta KuliahOnline satu sama lainnya dari berbagai entitas dan daerah. Dan saya kira. Maghrib dan isya juga dilakukan di pesantren bersama-sama dengan para calon Penghafal al Qur’an yang dibina di Daarul Qur’an. udah buruan shut-down dah yaaaa…. diselenggarakan pertemuan tatap muka (kopi darat) antarpeserta. Maka nya. Apalagi mereka bisa makan makanan pondok. he he he. Alhamdulillah.

Insya Allah akan bertambah-tambah banyaklah amal kebaikannya. Alhamdulillah. di situasi-situasi seperti ini (full-traffic) akhirnya Allah mengizinkan KuliahOnline ini berjalan. akan tidak efektif rasanya belajar seperti itu. Saya bertahan untuk memberikan kuliah-kuliah fundamental ini. Kadang ke pesantren di Ketapang. Dan malah saat itu. Saya menyempatkan berbagi tengokan. Saya menulis ini habis shubuh. kalau Saudara berkenan membagi-bagikan pelajaran. suami yang baik. bahkan kawan yang baik bagi seorang kawan yang mau bunuh diri pada malam itu! Wuah. Dan saya berdoa agar semuanya diberi kesabaran. Kadang ke pesantren di Bulak Santri. Sementara tetap ada banyak yang bertanya. ia bisa mengumpulkan dalam beberapa hari. bermanfaat untuk kehidupan saudara dan keluarga saudara. sesungguhnya itu juga adalah doa buat bayi saya.yang lain. Saya khawatir. dan beberapa simpul donatur. saya udah usahakan untuk hadir. Saya berdoa kepada Allah agar peserta KuliahOnline yang datang kemarenan bersilaturahim diberikan keberkahan tersendiri sebab kedatangannya ke tempat yang banyak sekali amal di dalamnya (pesantren). asaatidz dan tamu-tamu istimewa saya. Bagi yang tidak bisa mengakses harian. seperti Peserta Pesantren Riyadhah. Tidak merupakan kuliah berseri yang akan membentuk kepribadian. Salah satu manfaatnya adalah ketidakterbatasannya waktu. Peserta Kuliah Tatap Muka nya Wisatahati yang sempat diselenggarakan (sementara udah ditutup). Jangan dikasihkan sekaligus. Tentang kejadian bayi saya. Produktif ya. kenapa sih engga dibuka aja kanal-kanal materi lain? Kan materi-materi itu juga bisa dicicil belajarnya? Engga. kakaknya Muhammad Yusuf al Haafidz bayi saya. akan menjadi bacaan biasa. Kun baru berusia 1 tahun 1 bulan. he he he. kalau dikasihkan sekaligus. komplit. pimpinan pondok yang baik. Saya masih bersama bayi saya. Di keduanya berkumpul santri-santri yang menghafalkan al Qur’an . Subhaanallaah. Namun saran saya. he he he. Haus ya haus. Ketika saya tetapkan tanggal 30. anak yang baik. Saya undang juga beberapa komunitas Wisatahati di sana. di beberapa hari menjelang ujian saja. Insya Allah apa yang Saudara pelajari dan apa yang Saudara akan pelajari. peserta KuliahOnline. dicicil juga. Biar kedatangannya di sore hari di rumah bisa disambut para santri. Dua tempat yang merupakan karunia buat negeri ini. sebelum tahajjud saya sempat bermain dengan Muhammad Kun Syafi’i. Saya berharap Allah subhaanahuu wata’aala memulangkan bayi saya di siang harinya. Dia sudah punya adik lagi. Itu kan sama saja saudara belajar di SMP-SMU tapi ga masuk-masuk. terjadi halhal yang sungguh akhirnya saya malah pulang ke rumah jam 23. Waba’du. ada cerita menarik yang saya akan tuliskan sebagai esai kuliah mendatang. mantu yang baik. Sekalinya masuk. Dan itu pun. Baru kemudian diikuti materinya dalam hitungan sekali belajar sekian materi. Tapi ya biasa aja. Luangkanlah waktu Saudara. Apalagi bila saudara berkenan sedikit repot dengan membagi pelajaran-pelajaran yang saya bagikan ini kepada orang lain. Biar ga kembung.30!!! saya harus memainkan peranan sebagai ayah yang baik. Ternyata Kehendak Allah lain.

tapi perkara tauhidnya sangatsangat terkait dengan Ramadhan. Di edisi mendatang. kita bahas dulu materi kuliah sambungan yang memang sudah disiapkan jauh-jauh hari. adalah satu hari menjelang tanggal 1 Ramadhan. saya sempatkan membaca imel-imel yang masuk. tapi kalian tidak bisa melihat”. mari kita pelajari 5 esai berikut ini. pertanyaan-pertanyaan yang masuk. Dia ada banget-banget. Allah akan bekerja sesuai dengan kepercayaan kita pada-Nya. Sebelum meneruskan menyiapkan esai hari ini. Ga jauh-jauh dari kita. web admin). Subhaanallaah astaghfirullah. Kalaupun tidak terkait. Kekuasaan dan Keajaiban Allah di bayi saya. kelak ia akan terkait juga. ada bahagian ayat yang berbunyi: “Dan Kami sesungguhnya teramat dekat dengan kalian. sering bertanya tentang Pertolongan dan Kuasa-Nya. Seberapa percayanya kita sama Allah? Ini yang menjadi pertanyaan tauhid dan iman kita pada-Nya. Ok. *** Bercanda Dengan Allah Ketika kita dilanda kesusahan. Tapi sebelum saya jadikan kondisi bayi saya dan apa yang terjadi di seputaran waktu terakhir-akhir KuliahOnline ini saya selangkan sebagai materi kuliah. agar Ramadhan ini menjadi bulan penuh support dari Allah dalam upaya kita mencari diri-Nya. Adapun maksud dan tujuan saya adalah sekaligus sebagai bekal masuk ke bulan suci Ramadhan (sewaktu esai ini dinaikkan. sungguhpun kita sering menyakiti-Nya. sering mengecewakan-Nya. “bercandalah” dengan Allah. Kita berdoa terus agar Allah semakin memperkenalkan diri-Nya dengan diri kita dan semakin sayang kepada kita. Bismillah ya.untuk disebarluaskan lagi ke seantero buminya Allah. mudah-mudahan menjadi pengajaran buat kita bahwa Allah itu memang patut diyakini Keberadaan-Nya dan ga boleh lagi ada keraguan! Sungguh. Harapan saya. Bahkan di surah al Waaqi’ah yang kemaren Peserta KuliahOnline baca bersama para santri. menjadi sebuah percepatan yang diridhai Allah. kali ini istimewa. dan berlangsung terus menerus selama 41 hari). Memang . Memang kuliah ini bukan kuliah khusus tentang Ramadhan. Mudah-mudahan kebijakan saya yang sudah saya langgar ini (mestinya tetap esai ringan per pertemuan. ke meja redaksi. Oh ya. Saya sajikan langsung 5 esai kuliah yang mestinya saya bagi menjadi 5 esai kuliah buat 5 hari ke depan. dan sering mengeluhkan tentang rizki-Nya di saat mestinya Dia marah dengan kelakuan kita.

he he he. Begini. saya bingung. Bener-bener hanya selembar. Nah. dan terus berlanjut sampe ke LP. Ga ada. Keluarga nyerah. dan sesekali jawabjawab sms dari TV dan dari kawan-kawan pondok yang butuh koordinasi cepat. saya lepas dari penjara kepolisian. hampir nangis nih saya nulis ini. sebagaimana saya ceritakan dalam buku “Mencari Tuhan Yang Hilang”. Tapi saya ga bisa nangis. Apalagi untuk kondisi saya saat itu. saat itulah saya bercanda sama Allah. Maka kasus ini saya terima.kadang sesuatu berjalan “seperti” tidak sesuai kepercayaan kita pada-Nya. Padahal saat itu. Deket sekali terasa Allah itu. maka kasus ini dinaikkan lagi. kita akan kaget sendiri manakala kita teguh berdiri pada apa yang kita yakini. berat. Sebab emang 86 juta itu bahagian dari hutang 1 milyaran yang harus saya bayar. Bahwa saya bener-bener akan bayar. semua prinsipprinsip dasar Wisatahati. Saya ga mau mikir jauh. berat. Kemudian bayangan bakal kebayar. Saya menikmati betul candaan itu. Duh. Dan memang Dia itu dekat. Saya tidak berada langsung di balik kasus ini. bener-bener minus. Yang penting bisa keluar dulu. Tapi yakinlah. Tapi belum ditulis saat itu. dengan pertimbangan mudahmudahan Allah memaafkan kesalahan saya di tempat lain yang barangkali hukumannya adalah ini. Kondisi saya saat itu parah. Kondisi saya saat itu. Saudara-saudaraku peserta KuliahOnline. Selama 14 hari saya di dalam tahanan. saya pasang niat bener. Istidraj ini artinya dimainkan Allah. untuk menerima kasus ini. kan ketahuan tuh bahwa saya secara hitungan matematis ga bisa bayar? Bila saya ga bisa bayar dalam satu bulan. Dan saya “diwajibkan” untuk menyerahkan diri sendiri tidak perlu dijemput petugas. Sebab ada perjanjian tidak tertulis (damai). maka saya harus menyerahkan diri lagi. Tapi perjanjian itu saya iyakan saja. ga bakal ada. maaf. Kita punya salah di jalan A. Tapi efek dari penerimaan ini. niscaya saya sudah akan menangis. Kawan-kawan juga pada minggir semua. saya tidak ganti baju! Dan tentu saja saya tidak pakai lagi celana dalam. dimulai dipraktekkan. tapi Allah hidangkan kesusahan ketika kita berjalan di jalan B. Saya harus membayar 86 juta rupiah dalam waktu hanya 1 bulan. Cuma. Begitu. makan apa. Tahun 1999. Pakaian. saya bilang di atas. Saya menerima. Dan setelah pulang nanti. bahwa unsur pidana akan dihilangkan jika saya menerima kasus ini betulbetul dijadikan kasus perdata. pakai pakaian apa. Kalau tidak. Ini kasus saya yakini sebagai kasus-kasus istidraj. Kalau saya hanya menulis tentang ini. Sebab sambil saya nulis ini. Di antaranya: konsentrasi jangan di 86 juta. Tapi di pencarian menuju . hanya selembar. Boro-boro buat bayar. saya sambil jagain si abang Kun (putra ketiga saya yang masih berumur 1 tahun 1 bulan tadi). Tapi darimana nyari 86 juta dalam 1 bulan? Terutama dalam keadaan saya seperti itu? Saat itulah. buat ongkos pulang dari kantor kepolisian menuju rumah transitan (saya belum bisa pulang sebab satu dua hal saat itu) saja saya bingung.

Besarnya 27. Gaji-gaji dari kerjaan-kerjaan saya itu. Dihadirkanlah satu anak yatim. kelihatannya ga adil ya? Biar saja. saya menawarkan kepada Allah menjadi tentara-Nya. saya udah bayarin tuh satu anak yatim SPP nya. selebihnya tostosan saja buat Allah. Saya ngajar sana sini. shalat ditepatwaktuin. Saya sujud. Ya. bukan khawatir. Jadi. Selebihnya. nyari ridha-Nya. ngapain juga saya pikirin. saya polin buat Allah. Saya minta dihadirkan satu anak yatim yang pintar untuk saya bayarin SPP nya bulan itu. maka saya dipenjara lagi. Jadi. ngajar madrasah. Saya tertawa kecil. Sungguh.Allah saja. Saya tahu ga bakalan mungkin cukup kalau saya tabung. Hingga di pertengahan bulan. shalat-shalat sunnah qabliyah ba’diyah. Untuk masalah? Jangan dipikirin! Ntar stress sendiri. zikir. Kenapa saya harus . Kurang lebihnya. biar saja Allah yang mikirin! Gitu lah pikiran saya. mau bercanda sama Allah! Saya datangi sekolahan di belakang saya bekerja sebagai tukang fotokopi. Kalau Engkau masih tetap membiarkan saya bebas. baca al Qur’an. dhuha. Sampe sini. bulan ini. Dengan cara-cara-Nya. seraya meminta maaf kepada Allah. Namanya Ummi. dan lain-lain. Saya ga tahu saya bisa bayar atau tidak. Dua minggu kemudian peristiwa yang saya sempat khawatirkan. tidak terjadi. Habis itu saya bangun dari sujud. Saat itu melintas di pikiran saya. Saya katakan padanya. Permpuan. Dan Engkau juga tahu. tinggal Engkau pilih dah. Tapi bagi saya. Sebab ga bisa bayar lagi emangnya”. “Ya Allah. saya ambil saja buat makan. bayaran sekolahnya. saya boleh sombong sedikit. Bukan dengan caracara saya. saya justru sedang berikhtiar membayar 86 juta tersebut! Persis dalam waktu 1 bulan. ngajar bahasa. witir. yang tinggal dua minggu lagi. dan ada waktu. dengan cara begini. ya saya bayarin lagi. ngajar al Qur’an. dipolin. Habis saya bayarin itu. nyari ampunan-Nya. kalau bulan depan. Tapi kalau engga. Tapi yang saya paham. tahajjud. Biar saja Allah yang urus. Ikhtiar saya apa? Ya itu lah ikhtiar saya. maka saya terusin bayarannya tuh anak yatim. dari hasil jualan es dan jadi tukang fotokopi. Biar saja Allah yang akan menyiapkan sejumlah uang tersebut. Sebab tarohannya anak yatim. Ya Allah. Sebab apa? Sebab saya serahkan sepenuhnya kepada Allah.500 rupiah. saya gelar sajadah. Allah pasti bisa. saya ga bisa bayar hutang yang dibebankan kepada saya. Kan susah loh menjaga rutinitas ibadah dalam keadaan puyeng? Iya ga? Yang ngalamin ini yang bisa jawab dah. Lalu apa yang saya lakukan? Saya melakukan perbaikan dan perubahan di ibadahibadah saya saja. Allah yang tahu hati saya. Saya katakan kepada Allah yang bagi sebagian yang lain kalimatnya mungkin aneh. Itu ungkapan saking deketnya saya sama Allah. dan segar rasanya. biar saja. saya yang bayarin. saya sempat khawatir saja. ngajar komputer. Saya katakan. saya megang uang nih. Saya yakin sekali Allah tidak akan mengambil keputusan saya ditangkep lagi. Uang ini saya timang-timang.

seraya mengatakan (kurang lebih). doa saya belum sempurna. insya Allah hidup kita akan berubah ke arah yang kita kehendaki. Nah. (IS). Ya sudahlah. sudah dengar kan audio yang saya upload? Judulnya: Kenapa Harus Khawatir Padahal Ada Allah? Ya. Tapi saya hanya bebas doangan sementara. saya akan tambahin dari sekarang. Kisah perjalanan saya mencari Tuhan. Dan tahu ga? Anak yatim kedua yang saya bayarin. perjalanan waktu ini akan sampai juga. Saya mohon kepada-Mu ya Allah. 1 SPP lagi untuk 1 anak yatim yang lain. Allah rupanya juga bercanda bersama saya. makasih. kali ini. karena saya “lolos”. Subhaanallah. ya saya jalanin janji saya. Saat itu hutang tetap belum lunas. Saya anggap ini kisah perjalanan tauhid. Dan insya Allah akan diganti sama Allah dalam 1 minggu. Maka nya kelak kemudian kisah-kisah perjalanan saya diberi judul: Wisatahati Mencari Tuhan Yang Hilang. Saya bukan promosi. ha ha ha. Mencari Tuhan yang hilang dari diri saya. Sebab hutangnya belum selesai. masih duduk di bangku SMP kelas 3. bayarkanlah hutang tersebut”. Awal tahun 2007. namanya Maemunah. dengan wasilah amal ini. bahwa kalau mau ditolong Allah. jika kita percaya dan yakin sama Allah. tapi sedang jualan. Saya kemudian sadar. Masalah itu insya Allah bergulir sempurna penyelesaiannya. itulah yang terjadi sama saya. Sampe ketemu di esai berikutnya. Secuplik kisah-kisah saya. “Ya Allah. Silahkan dikoleksi ya. Kemudian saya balik lagi dan sujud. tapi percayalah. Udah nolongin saya. tos-tosan saja sedekahnya. Ya saudarasaudaraku.khawatir. Inilah kisah saya. dari hati saya. kita akan pelajari kisah hebatnya keyakinan seorang tukang nasi yang kemudian membawanya pada perubahan hidup. Saya datang lagi ke sekolah tersebut. Dan Maemunah ini beberapa bulan kemudian jadi istri saya! Maemunah saat saya nikahi. IS menonton TV. Di esai KuliahOnline berikutnya. Semua memang butuh perjalanan waktu. Ya Allah. . Itu kalau kita percaya Allah menggantinya dalam 1 minggu. Dan dia satu sekolah dengan si Ummi tadi. saya tebar di berbagai buku saya. saya bayarin lagi SPP anak tersebut. Di sana ada saya katanya sedang bertutur. *** Air Gula Untuk Bayiku Saya yakin Allah tidak akan menyia-nyiakan amal kita. Kali ini saya sempurnakan.

sebagai “alternatif” andai mereka benar-benar diusir dari kontrakannya. Sungai pasti ada ujungnya. Ini menjadi berkah buatnya. Keridhaan bayinya juga meminum air gula. Dari dia. Dan datangnya ga maen-maen. atau mati sekalipun. IS dan istrinya sepakat untuk menyedekahkan uang itu. ia ada uang 1 juta. dia memegang kontrak katering yang sangat-sangat besar. sebagaimana alaminya alam ini yang berisi dua hal. listrik. andai mereka tidak bisa membeli susu buat bayinya lalu bayinya jadi sakit. tidak ada cerita tidak berhasil. Ada juga bumbu kisahnya yang tak kalah menariknya. Tapi mereka ga jadi minjem. tapi tak kunjung datang. Ia kasih biskuit2 kecil pengganjel makanan. atau bahkan orang tua. dan terus jalani kehidupan ini. dan mengatakan akan membayar dalam tempo 2 bulan. Dan inilah yang menjadi keyakinan kita. membuat keberkahan Allah datang. Hanya. andai mereka jadi pinjam.Saat itu. maka Allah belum tentu bakal turun tangan. melewati tikungan anak sungai yang namanya kesulitan. Sejumlah 37 milyar rupiah. . Mereka saat itu pasrah. bahwa semua ini terjadi sebab mereka berdiri di atas keyakinannya akan janji-janji Allah. dengan segala resikonya. Bahkan bukan hanya rumah itu yang bisa ia beli tepat waktu. Subhaanallaah. Biarlah ia mengalir. Dan sekalian saja pikir mereka. IS dan istrinya menawar sebuah rumah bagus. uangnya sudah 1 milyar. Pasti berhasil. Ga tanggung-tanggung seharga 700 juta. alhamdulillah. Uang itu sejatinya ditahan untuk tabungan bayar kontrakan yang 2 bulan lagi bakalan habis. Dan itu kelak benar-benar terjadi. supaya Allah segera menunjukkan Kuasa-Nya. Rasa sesal di hati istrinya selalu ia tepis dengan keyakinan bahwa Allah tidak mungkin menyia-nyiakan iman dan amal salehnya a/ janji-janji Tuhannya. Hanya dalam hitungan beberapa bulan saja. Juga susu anak. Di saat “bercanda” dengan kesusahannya. mereka betul-betul kosong. Sekian minggu ia tunggu keajaiban sedekah. Susu anak sudah ia gantikan dengan air gula. kesenangan dan kesusahan. Subhaanallaah. Di tengah situasinya yang hampir bener-bener game over. ada pesan yang disampaikannya lewat saya. Sekali sudah ditempuh jalan Allah. Cara bicaranya meyakinkan. dan lain-lain. Ia dapat order menangani katering 16rb orang 3x sehari. sabar. sungguhpun si pemilik rumah tidak yakin dengan penampilan pembeli rumahnya. Bahkan untuk tahun 2008. Dia tawar rumah tersebut. andai mereka tidak bisa bayar listrik kontrakannya lalu malu kepada yang punya kontrakan. Masa iya itu semua akan terjadi? Begitulah IS dan istrinya meyakinkan diri mereka. Andai mereka diusir dari kontrakannya. Tapi juga ia bisa membangun satu perusahaan katering dengan aset hampir 20 milyaran dalam tempo hanya 1 tahun. Masya Allah. hampir mereka ini pinjam uang ke kerabat dekat. maka biarlah Allah tahu. alias katering dengan 48rb porsi per hari. kesukaran. Mereka bilang. Keyakinan dan kesabarannya berbuah. Masa katanya mati.

Ya memang ini akan jadi diskusi panjang. Sedang Engkau tahu tidak . Biar Allah tahu bahwa anak mereka mengalah minum air gula sebab jatah susunya disedekahkan. “Ya Allah. Mereka udah benar. padahal uang ini sejatinya untuk bayar kontrakan dan bayar ini itu. Lalu IS dan istrinya percaya pada Allah. Koq jahat bener ya Allah? Hanya gara-gara perubahan suasana hati. cakep banget. anak sehat. ya mereka akan menjadi lemah. Setidaknya menurut pengetahuan dan perasaannya.*** Menjadi Lemah Hanya bersandar kepada Allah dan yakin pada pertolongan-Nya. Ternyata. Misal. sehat. Tapi oke lah. Allah menyuruh kita percaya pada-Nya. Mereka khawatir mereka menjadi lemah. sang penjual nasi yang mendapat berkah tersebut. kita coba bahas IS tersebut. Makin susah. belum tentu mendapatkan berkah yang begitu banyak. Tapi ya itu tadi. Kan. dan bersandar hanya pada-Nya. kami serahkan uang kami kepada-Mu. Bertahan saja dengan kesusahannya itu. IS. Allah ga balas-balas tuh amal salehnya. Dia sedekahkan uang 1jt-1jt nya yang ia punya. Bahasanya tentu saja bukan bahasa mengeluh. andai ada perubahan suasana hati. Mudah-mudahan bisa dibahas di lain tempat. wuah. dan seterusnya. mereka berinisiatif untuk meminjam kepada orang tuanya. Tapi bahasa pasrah. Biar Allah tahu bahwa mereka jadi tidak bisa bayar kontrakan sebab uang kontrakannya disedekahkan. makin baik. Bisa juga balasannya berupa panjang umur. Allah sebenernya udah balas. Kontrakan udah mau habis. kadang begini.lalu berkah amal saleh Allah tidak beri. Kondisi-kondisi begini kalo dibawa ke shalat malam lalu diadukan ke Allah. Tapi mereka urungkan ini. manakala mereka berpindah sandaran. IS dan istrinya menunggu balasan Allah. Sekarang. Saya mengamini. balasan Allah ga kunjung datang. kita menjadi kuat. keluarga bahagia. Sebab belum tentu juga balasan Allah itu hanya uang. sampe hampir dua bulan. cuma kitanya aja yang ga berasa. mengikuti seruan-Nya. air susu anak sebagaimana diceritakan sebelumnya sudah diganti dengan air gula. Ketika kesulitan relatif memuncak.

atau orang tuanya ada uangnya. susu dan yang lain-lainnya. Beda. Kita berandai-andai istrinya IS yang maju ke orang tuanya: (+) Pak. kalo mau kaya. ini baik benar untuk menambah keyakinan dan iman kita. boleh saya pinjam uang? (-) Suamimu kemana? (+) Ada. dulu ada duit. Saya membayangkan. ya sedekah apa yang kita punya. Ya Allah. (-) Loh. kami pun tahu bahwa Engkau tidak akan mengingkari janji. Engkau pula Yang Maha Memenuhi Kebutuhan-kebutuhan kami…”. (-) Apa hubungannya? (+) Katanya. Akan terasa benar pertolongan Allah itu. bahwa uang itu sedianya untuk membayar kontrakan. kalo kemudian kita “melengkapi” sedekah atau amal kita. dan Engkau lah Yang Maha Memberi Rizki. andai IS bener-bener minjam ke orang tuanya. kemudian pertolongan Allah datang. bisa saja IS dapat uang. maka tidak mengapa ya Allah Engkau tidak membalas sedekah kami dengan uang. terjadi dialog yang melemahkan seperti ini. kalo ada.ada yang kami miliki lagi kecuali itu. kasih sayang-Mu. wah. Janganjangan malah menjadi lemah kita adanya. (-) Emangnya ga kerja? (+) Kerja. Dan Engkau pun tahu ya Allah. koq masih tetap minta sama Bapak? (+) Uangnya disedekahkan dua bulan yang lalu. Tapi ngelihat Ustadz Yusuf di TV. dengan malah pindah sandaran ke manusia. cakep bener tuh. . Tapi ya Allah. Nah. (-) Maksudnya? (+) Ya. belum tentu ketika IS dan istrinya minjam ke orang tuanya lalu orang tuanya menyediakan. ridha-Mu. Apalagi kenyataannya. kalau udah setengah pingsan. Belum tentu. (-) Koq kerja ga ada duitnya? Buat apa kerja? (+) Sebenernya ada sih Pak. Sayang. kepanjangan umur kami dalam keadaan sehat dan beriman. andai balasannya adalah ampunan-Mu. koq minjem uang sama Bapakmu ini? (+) Ada. Tapi uangnya yang ga ada. (-) Kalo ada. kalo kita sudah melengkapi dengan doa semacam ini. Tapi kemudian pertolongan Allah tidak akan bener-bener terasa. dengan kepasrahan semacam ini. Misal.

saya juga sudah sampaikan itu. Itu kebodohannya. Sampe mana kepercayaan akan janji Allah itu bisa bekerja untuk kehidupan kita? Sampe tidak ada “koma”nya. Tapi manusia banyak yang tidak percaya pada-Nya. Sama kontrakan. Tapi kemudian IS dan istrinya memilih keep silent. (-) Ya. Berapa uang yang dulu kamu sedekahkan? (+) 1 juta Pak (-) Bagus! Bapakmu ini saja ga pernah dikasih uang 1 juta… Nah. Bahkan. Jangan ada tanda tanya ke Allah. kira-kira apa yang akan terjadi? Lemahlah istrinya. Insya Allah di ujung perjalanan kita. (-) Terus. dan tidak baguslah hubungan antara mertua dan mantunya itu. kalo situasi dialog ini yang terjadi. ya engga gitu. DIA bahkan titipkan rizki dan karunia khusus untuk manusia. Lalui saja kehidupannya dengan bergantung penuh pada ketetapan Allah dan berjalan terus dengan kepercayaannya itu. Melainkan hanya ada “titik”. saya butuh banget uang itu. Sedekah koq pengen kaya. apalagi sampe terjadi penyesalan. seorang buruh pabrik bersedekah 1000 rupiah di akhir pengajian tentang . Dia pasrah saja sama Allah. DIA berikan dan DIA titipkan alam ini pada manusia. Wallahu a’lam. alias percaya ya percaya. sudah. Dan jangan ada keluhan. Ya akhirnya kejadian dah apa yang diceritakan di tulisan sebelumnya ini. Buat susu anak. sang istri pun sekarang akan jadi serba salah. Syahdan. (+) Tapi Pak.(-) Wah. tidak usah kemudian mencari jalan yang lain. (+) Ya. (-) Ya. Titik ya titik. Bahkan pada tataran yang ekstremnya. suamimu tetap maksa? (+) Iya. sungguh penuh dengan kejutan-kejutan indah. ketika seseorang sudah percaya sama Allah. *** Uang bensin yang ditukar 1000x lipat Allah percaya kepada manusia. minta sama suamimu itu.

Maka ia nikmati saja kejadian ini. Baru beberapa langkah ia mendorong. Ia siap. Dan apa yang terjadi. Tidak cukup sampai di situ. Subhaanallaah. Segala keraguan ia tepis. bahwa bensinnya pasti cukup membawanya pulang ke rumah. yang baru ia ketahui jumlahnya ketika ia sampai di rumah. rumah ke ladang. ia dihampiri oleh pengendara mobil kijang yang ternyata kawan lamanya yang sedang berkunjung ke kampung tersebut. ia pun mencoba menghibur bahwa ia siap saja mendorong motornya itu sampe ke rumah. padahal motornya ini VESPA! Dan pertolongan Allah itu benar-benar nyata. 1. Yang penting motornya bisa jalan bolak balik ladang ke rumah. baru beberapa ratus meter saja. dia memilih menyedekahkan uang 1000 rupiah itu untuk berharap keajaiban sedekah bisa terjadi pada dirinya. sambil belajar di . Ia dorong motor ini dengan enteng. Ia mencoba meyakinkan dirinya. bensinnya sudah habis. kenapa tidak. Tapi hari itu. akan membuat kita terpelihara. Mengeluhkah ia? Tidak. betapa benar janji Allah. 1000 rupiah tersebut untuk beli setengah liter bensin. Termasuk bayangan mendorong motornya apabila bensinnya habis di tengah jalan. Tapi di saat yang sama. Oleh kawannya ini. Sungguh ia pun bosan dengan keadaan dirinya.700 per liter. saya akan mengajak saudara memperdalam situasinya. Inilah yang ia anggap perjuangan sedekah. Kiranya kesabaran dan usaha menambah ilmu. Andai sedekah bisa membuat dirinya bisa banyak rizki. Terlebih lagi terhadap mereka yang tetap memegang teguh kepercayaannya kepada Allah. *** Jangan Memperlemah Diri Lagi Banyak keadaan-keadaan yang bisa memperlemah iman kita pada janji-janjiNya. Sedangkan uang 1000 ini sedianya untuk membeli bensin yang memang harganya saat itu Rp. Saudaraku yang membaca kisah tentang “motor yang kehabisan bensin” sebelum tulisan ini. Maklum. Jadi.sedekah. Jadilah ia mendorong motornya itu. hanya buruh perkebunan. ia dibelikan bensin yang cukup baginya menghidupkan motor. pengendara kijang ini kemudian memberikan uang 1jt di dalam amplop tertutup.

boleh saya pinjam uang…? (-) Buat apa…? (+) Buat beli bensin. habis? (+) Belum. (-) Udah tahu bensin bakalan habis. Tinggal tunggu waktu. (-) Lah. berubah di ujungnya. . Misal.mana gerangan kesalahan kita ketika kita menempuh jalan-jalan Allah. Dan tidak sedikt juga yang berubah sebab ia “keliru” bertanya kepada yang tidak luas ilmunya. Makin kita pasrah kepada Allah. Yaitu banyak di antara kita yang berubah menjadi pemarah kepada Allah lantaran menganggap cara-Nya Allah tidak sakses membuat kita mencapai keinginan kita. Sudah mah jadi menyesal. Tidak sedikit juga orangorang yang menjadi lemah sebab bersandar kepada orang lain. Tapi kayaknya dikit lagi juga habis. Langkah yang sudah betul. setelah ia menyandarkan dirinya kepada Allah. Saya kerap memberitahu. sesuai dengan mukaddimah di sub tulisan ini. ini sama saja tidak menyempurnakan kepercayaannya kepada Allah. Apalagi kalau orang yang ia pinjam duitnya itu menyalahkan dia. Artinya. setelah sadar bahwa ia “meminjamkan” uang kepada Allah. lalu ia menjadi tahu bahwa bensinnya dikhawatirkan tidak cukup. yang mana ia konfirmasikan ilmu-ilmu tentang sedekah kepada para ustadz yang “tidak sepaham”. Misal begini. sedang saya menyebutnya kepercayaan yang lemah. jalan-jalan riyadhah. dan doa ditempuh. mereka bahkan su-udzdzan kepada saya. Dan niscaya juga ia bertambah lemah. sedekah. ia kemudian memutuskan untuk “meminjam” kepada orang lain. Orang lain menganggap ini sebagai ikhtiar. Tidak sedikit para pencari pertolongan Allah lalu malah berubah menjadi mengeluh kepada Allah. Baik. Pada kasus motor yang kehabisan bensin. emangnya kenapa bensinnya. ia tidak akan mendapatkan berkah ketemu dengan pengendara kijang andai ia “beralih” kepada bantuan orang lain. shalat-shalat sunnah. saya sendiri juga kadang “kerepotan” dengan pertanyaanpertanyaan jamaah. bahwa ketika jalan ibadah. maka ia pasti akan berhasil. semakin enak kita “mengadukan” kelemahan-kelemahan kita. tempuhlah juga jalan kesabaran dan keistiqamahan menegakkan terus ibadahibadah tersebut sambil menanti penuh harap kepada Allah Yang Tidak Pernah Mengecewakan. saya akan ajak saudara memperdalam situasi kisah motor yang kehabisan bensin tersebut. Sambil mengisi waktu. Akhirnya. andai ia benar-benar meminjam kepada manusia. ia malah berpaling kepada selain Allah. Menurut saya. Terus terang. dan cenderung menyalahkan Allah. tidak sedikit mereka yang malah jadi dosa. koq masih dibawa juga motornya. terjadi dialog: (+) Mas.

bahwa kita masih butuh bantuan manusia. kan lancar.(+) Tadinya bawa duit Mas. mana ketemu dengan si pengendara kijang. sebab bensinnya penuh dan motornya ga mogok. mbok ya mikir. dan mogoknya bukan karena motornya rusak? Tapi karena bensinnya habis? Sudah mah susah. Coba kalo bener-bener mogok. Kalo begini. maka ga bakal ketemu dengan pengemudi kijang yang membuatnya dapat uang 1000x lipat dari yang ia sedekahin. “Mas. saya ga ada duit lagi. Pengendara motor ini akan makin tertekan. Lain kali kalo mau sedekah. Udah mah engga dapet. Dan jangan menyisakan sedikit pun ruang di hati. Ga ada “penghentian waktu” atau “penghentian perjalanan”. Kalo normal-normal saja. Udah tahu bensin udah mau habis. lalu bener-bener dapet pinjaman untuk beli bensin. manakala ia makin disudutkan. Dan orang tersebut tidak salah. tapi memilih jalan mundur. Kita hanya butuh bantuan Allah saja. Ini sama saja nyulitin diri sendiri. malu lagi…”. Wah. Buat beli bensin. Habis itu. seribu kali percaya sama si ustadz tersebut. Kelihatannya kan betul. Bukan yang lain. Koq gitu? Lah iya. coba. dia minjem. dan uang tersebut mau digunakan untuk membeli bensin. eh. Taro kata begini. Orang yang dimintakan duitnya ini barangkali tertawa… “Mas. . malah mas ini membuat sulit orang saja. Percayalah sama Allah. Tapi inilah cerita sedekah. (-) Sekarang mana duitnya? Koq minjam? (+) Dipakai buat sedekah. dihina dan diperlemah pula. pikirin dulu kebutuhan sendiri. malah disedekahin. Jangan sampe bikin orang susah saja”. Tempuhlah jalan-jalan riyadhah. ya ga ada keajaiban sedekah. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Tauhid Yang Menggerakkan Iman Yang Menggerakkan Bergerak Menuju Allah KDW0108 Seri 08 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Banyak yang mau berubah.

Dan ketika seorang hamba bergerak menuju Allah. Tapi dia tiada berpikir tentang kemaksiatannya kepada Allah. Benahin apa yang bisa dibenahin. entah sudah berapa waktu shalat-shalat sunnah tiada tertegak sempurna. karir. Masya Allah. Jalan saja. Itulah babak baru yang sesungguhnya dari kehidupan kita. Ada yang lebih penting ketimbang soal hutang. anak keturunan. pada saat bersamaan Allah akan angkat setinggi-tingginya derajatnya. Bergerak. bila yang belum kunjung mendapatkan anugerah dari Allah. Artinya berjalan menuju Allah. Dan sebaliknya. Karena engkau diciptakan untuk beribadah. Saatnya memakai tuh uang yang ditabung. kadang tidak. Kapan amalan akan sungguh-sungguh kita pakai? Nanti ketika sakratul maut. engkau selalu khawatir soal-soal dunia. Tanpa hati. sepuasa-puasanya. Tinggal tunggu waktu saja. Ada yang bertanya. kerjaan. Yaitu bagaimana kita kembali kepada Allah dalam keadaan amal banyak. perniagaan. Dan insya Allah ragam kuliah akan membuat lengkap bekal berjalan menuju Allah. Andaipun ada yang mendapatkan dunia-Nya. Shalat sunnah? Wuah. Dia tiada berpikir betapa malasnya dia beribadah. Banyak di antara kita yang mengeluh tentang keadaannya di dunia ini. melakukan amalan-amalan yang mengantarkannya dekat dengan Allah. tinggal datang menghadap teller. Kadang shalat sunnah. kekayaan. Saatnya kini engkau membuka mata. Saat itulah sungguh sangat diperlukan semua amal. diri yang diampuni dan husnul khatimah. Shalat wajib dilakukan di akhir. dan pake dah tuh uang. rumah tempat tinggal. Wahai diriku yang mengaku memiliki Allah sebagai Tuhannya. Ga apa-apa. keluarganya utuh. Artinya ya mulai saja shalat seshalat-shalatnya. diterima dan meninggal dalam keadaan hati yang bersih. sabarlah. Atau malah sudah. ga paham ibadah. sengajingajinya. waduh saya ga ngerti apa-apa nih? Dosa melulu. Sebisanya. Insya Allah ketika kanal materi selain esai Kuliah Tauhid ini dibuka. Ibarat orang menabung. nabung terus. Buat peserta KuliahOnline yang saat ini jaya. sehat. Engkau dituntut untuk beribadah. rumah tangga. Dah tersedia. Dunia akan Allah serahkan kepada siapa yang Dia percayai. Dan barangkali lebih banyak tidak tertegaknya dibanding tertegaknya. maka sesungguhnya kesengsaraan dan kenestapaan akan menjadi haknya. Pergi saja ke Allah. Atau malahan tinggal mencet dengan ujung jari lewat keypad atau keyboard (mobile banking atau internet banking). itu sama saja dengan pembekalan akan dibekali saban hari. Tapi lihatlah. ga paham ngaji. jodoh. Dan anugerah terbesar buat mereka yang mendekatkan dirinya .Dalam Kuliah Tauhid ini saya mengajak peserta KuliahOnline untuk segera bangun menuju Allah. Tidak khawatir soal-soal akhirat. Semua ada waktunya. Maka demikianlah pula amalan kita. sementara rizki Allah mengalir keras. Berusaha membenahi ibadah. maka subhaanallaah. inilah saatsaat terbaik menabung sebanyak-banyaknya amal. rizkinya banyak. Ada yang lebih penting dari itu semua. Mudah-mudahan Allah mengasihi kita semua. tapi dia tidak merasakan itu. padahal ia tiada ahli ibadah malah banyak maksiat.

kepada Allah. Saya katakan pada sekuriti yang mulia ini. Tetidur di dalam mobil. ini Allah pasti yang “berhentiin” saya. Eh nemu pom bensin. ntar habis dari toilet ya”. Saya paham. Padahal bukan. Atau. . “Saya ke toilet dulu ya”. “Pak Ustadz. alhamdulillah nih bisa ketemu Pak Ustadz. Supir saya mengira saya pengen beli bensin. Saya mencari warung kopi. pegimana? Bosen jadi satpam? Emangnya ga gajian?”. Saya senyum aja. Tentang apaan sih?” “Saya bosen jadi satpam Pak Ustadz”. Akhirnya ketemu sekuriti ini. Baarokawloohu lanaa. Menunggu beliau. ayo mari kita koreksi lewat pembekalan-pembekalan materi sebelumnya dan husnusdzdzan ke Allah. adalah kedekatan diri itu sendiri! Dunia menjadi tiada arti buat mereka yang menempatkan Allah di atas segala-galanya. “PakUstadz!”. “Masih banyak. Sekuriti ini barangkali “target operasi” dakwah hari ini. Lagi enak-enak tidur di perjalanan. sampe kita kemudian pantas diangkat derajatnya dan diberikan segala yang kita hajatkan. tanya saya membuka percakapan. “Ok. Alhamdulillah ini pom bensin bagus banget. Begitu pikir saya. ada tanda pom bensin sebentar lagi. Ada minimart nya yang dilengkapi fasilitas ngopi-ngopi ringan. Saya menghentikan langkah. Saat terbangun. ada seorang sekuriti. bahwa Allah subhaanahuu wata’aala berkenan mengampuni dan menyuci dosa-dosa kita dulu. Berarti barangkali saya kudu bicara dengan dia. “Nanti saya pengen ngobrol boleh Ustadz?” “Saya buru-buru loh. Saya pengen pipis. Begitu berhenti dan keluar dari mobil. *** Satu hari saya jalan melintas di satu daerah. Dari jauh ia melambai dan mendekati saya. Biasanya kan hanya melihat di TV saja…”. *** “Jadi. Saya pesen ke supir saya: “Nanti di depan ke kiri ya”. Ga ke-geeran. he he he. saya terbangun pengen pipis. untuk bicara-bicara dengan beliau ini. Pak Ustadz”. Bukan jadwal setelah ini. insya Allah. Sejurus kemudian saya sadar.

“Ya. Maka lalu saya ingatkan sekuriti yang entahlah saya merasa he is the man yang Allah sedang berkenan mengubahnya dengan mempertemukan dia dengan saya. “Oh. saya mengejar. sekuriti itu bisa benar-benar menganggap kerjaannya ibadah. Disebut jujur mengatakan itu. Lagian. memang untuk mengejar ketertinggalan dunia saja. jauh tuh. itu ada syaratnya. jadi ga apa-apa telat ya? Karena situ pikir kerja situ adalah juga ibadah?” Sekuriti itu senyum aja. jam tiga kurang dikit. Tugas juga kan ibadah. kita bersantai-santai dalam mendirikan shalat. ya disebut bohong dah tuh kerjaan adalah ibadah. Entar-entaran. Lalu. Saya mengingat diri saya dulu yang dikoreksi oleh seorang faqih. Artinya. dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku. Saya meminta maaf kepada sekuriti ini umpama ada perkataan saya yang salah. buat Allah nya lebih sedikit ketimbang buat kebutuhankebutuhan kita. Tapi kemudian kita menerima tamu sementara Allah datang. ya emang udah begitu. Distel kayak apa juga. Di awal waktu. Cuma sebatas omongan doangan. kita niatkan usaha kita sebagai ibadah. Itu kan jadi sama saja dengan mengentar-entarkan mengingat Allah. Tapi masa gini-gini aja?” “Gini-gini aja itu. Aqimish shalaata lidzikrii. kalo ibadahnya gitu-gitu aja. tapi ibadah dari dulu ya begitu-begitu saja. ustadz langsung nembak aja nih”. “Disebut barusan itu maksudnya jam setengah limaan ya? Saya kan baru jam 5 nih masuk ke pom bensin ini”. seorang ‘alim. “Udah shalat ashar?” “Barusan Pak Ustadz. boleh ga? Bagus malah. Bila dalam sehari semalam kita shalat telat . Tapi. “Wah.“Gaji mah ada Ustadz. kalau kita niatkan sebagai ibadah. Rizki mah mau banyak. Misalnya lagi. tetap nomor satu. Apa syaratnya? Yakni kalau ibadah wajibnya. dan kemudian kita abaikan shalat. “Gini ya Kang. maka yang demikian masihkah pantas disebut usaha kita adalah ibadah? Apalagi kalau kemudian hasil kerjaan dan hasil usaha. agak susah buat ngerubahnya”. kurang lebih dah”. apa yang kita lakukan di dunia ini juga ibadah. Tapi umumnya begitu lah manusia. tapi sama Allah ga mau mendekat. Kalo situ shalatnya jam setengah lima. Tiada disebut perhatian sama Yang Memberi Rizki bila shalatnya tidak tepat waktu. Artinya kita menerima tamu pas waktu shalat datang. bahwa shalat itu kudu tepat waktu. tapi bisa juga ga. Bukan hanya boleh. Kalau ibadah wajibnya nomor tujuh belas. Butuh perjalanan satu setengah jam andai ashar ini kayak sekarang. iya ga? Ya saya pikir sama saja”. bisa ya bisa tidak. Rizki mah mau nambah. Kayaknya perlu dipikirin lagi tuh sebutan-sebutan ibadah. kita abaikan Allah. kalo nganggap kerjaan-kerjaan kita ibadah. Soalnya kita kan tugas.

benahin shalatnya. nampaknya ia paham. bahwa maksudnya. saya tanya. Mudah-mudahan demikian juga saudara-saudara ya? He he he. Bila seseorang membuka usaha. Dan saya mengingatkan kepada peserta KuliahOnline untuk tidak menggunakan mata telanjang untuk mengukur kenapa si Fulan tidak shalat. sedang Allah lah Tuhan yang sejatinya menjadikan . Buru tuh rizki dengan kita yang datang menjemput Allah. maka berapa jarak ketertinggalan kita tuh? 5x satu setengah jam. sebelum azan udah standby di atas sajadah. Itu baru telat saja. sementara yang satu usahanya maju. dan kemudian dikalikan sejak akil baligh. Tapi bisa diurai satu satu dengan bahasa-bahasa kita. Kan aneh. Si sekuriti mengaku mengerti. Contohnya ya pekerja-pekerja di tanah air ini. sejak diwajibkan shalat. lalu dikali sekian hari dalam sebulan. lalu hidupnya susah.terus. Pantangan telat. maka kawankawan selitingnya mah udah di mana. Jangan sampe keduluan Allah”. makin jauh saja mestinya kita dari senang”. dia masih seperti diam di tempat. yang selama ini telat shalatnya. atau yang lebih bahayanya lagi kalau bener-benar lewat tuh shalat? Wuah. Kembali kepada si sekuriti. Saudara-saudaraku Peserta KuliahOnline. kalo ga serius?” “Ya udah. tapi ga kenal sama Yang Bagi-bagiin rizki. Jangan setengah lima-an lagi shalat asharnya. “Terus. kita telat terus. dan sekian bulan dalam setahun. Dia pada kerja supaya dapat gaji. lalu ada lagi yang buka usaha. belum kalo ketinggalan atau kelupaan. Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan seperti ini cukup kompleks. Jika dia alumni SMU. Dari raut mukanya. Tapi giliran Allah memanggil. Mudahmudahan sekuriti ini paham apa yang saya omongin. Kita ini pengen rizkinya Allah. Ngebut ke Allah nya”. mau berubah?” “Mau Pak Ustadz. Ngapain juga coba saya kejar Pak Ustadz nih. bisa jadi sebab ibadah yang satu itu bagus sedang yang lain tidak. dan cenderung jahat lalu hidupnya seperti penuh berkah? Sedang si Fulan yang satu yang rajin shalat dan banyak kebaikannya. Dan gaji itu rizki. dan yang lainnya sempit usahanya. Insya Allah ada waktunya pembahasan yang demikian. deketin Allah dah. bahasa-bahasa kehidupan yang cair dan dekat dengan fakta. percakapan ini kurang lebih begitu. Belagu ya saya? Masa omongan cetek begini kudu nanya paham apa engga sama lawan bicara? Saya katakan pada dia. dan dikali lagi sekian tahun kita telat. “Ngebut gimana?” “Satu.

Tapi gede gaji bukan karena udah lama kerjanya. itu udah gede”. Pak ustadz”. sebab saya tinggal di mess. bayar susu anak. dan tidak segan-segan menunjukkan wajah dan fisik lelahnya. yang orang sering sebut orang kecil.seseorang bekerja. bayar ini bayar itu. Hutang di warung juga terpaksa dibuka lagi. Nemuin klien. “Wuah. “Ah. Jadi dihitung sama bos pegimana gitu sampe ketemu . wangi. dan persiapannya masya Allah. Maaf ya. Emang gajinya berapa?” “Satu koma tujuh. “Itu kerja bisa gede. pan kudu bayar motor. keluarin sedekahnya”. pegimana mau sedekah. Alias udah mulai ngambil dulu bayar belakangan”. “Yang kedua. Eh. “Yang kedua.” saya teruskan. Saya ini kerjanya pagi siang sore malem. untuk ukuran sekuriti. emang udah lama kerjanya?” “Kerjanya sih udah tujuh taon. hari gini aja nih. Sekuriti itu tertawa. malah kelakuannya seperti ga menghargai Allah. amit-amit pakaiannya.. giliran ketemu Allah. Ini namanya ga kenal sama Allah. udah pada habis belanjaan. Saya inget betul. ente nya aja kali yang kebanyakan beban. Emang ga cukup Pak ustadz”. bayar kontrakan. ga ada persiapan. “Koq bisa?” “Ya. “Pak Ustadz. itu mah gede banget. ustadz”. rapih. “Yah.

lama keajaiban itu akan muncul. saya kehabisan akal untuk nembak dia. Kecuali Allah berkehendak lain. “Ya susah kalo begitu mah. “Ya udah. Kayak motor. motornya. Emas juga ga punya”. “Jangan Ustadz. Saya sayang-sayang ini motor. Shalatnya gimana? Mau diubah?” “Mau Ustadz.angka 1. Kontrakan saja sudah 450 ribu sama air dan listrik. Sekuriti ini berpikir. “Yah Ustadz. kenapa masih kurang?” “Ya itu. Ikutan semuanya ngebenahin shalat”.7jt”. Ajak dia. tapi sedekahnya tetap ga keluar. Makin cakep kalo anak-anak juga dikerahin. “Sedekahin aja motornya. Sekuriti ini nyengir. ya nombok dah jadinya. “Secara dunianya. Sebentar kemudian saya bilang sama ini sekuriti. Kalo engga apa keq”. Emang ini motor kalo dilepas. Ga jelas tuh darimana dia nutupin kebutuhan dia yang lain. Tapi saya akan cari terus. ga ada”. Ya lain soal itu mah. Saya benahin dah”. “Siap ustadz”. Rupanya angsuran motornya itu 900 ribu. Susah lagi belinya. lakukan berdua. kalo saya unjukin bahwa situ . “Terus. udah keterlanjuran ya? Ok. lepas aja itu tanggungan. dia punya 900 ribu. “Tapi sedekahnya tetap kudu loh”. Kan saya udah bilang. Pengen kayak orang-orang. Bukan ilmu dan ibadahnya. Ibarat sendal. Setidaknya menurut ilmu yang saya dapat. Repot”. Tabungan juga ga ada. “Bareng sama istri ya. Bukan cara dan kebaikannya. Jangan sendirian. Kalo ngelihat keuangan model begini. “Kang. Kalo dia hanya betulin shalatnya saja. Sebab tanggung. sebab saya punya tanggungan banyak”. Ngapain juga ente kredit motor? Kan ga perlu?” “Pengen kayak orang-orang Pak Ustadz”.

shalat dhuha dan tahajjudnya. rupanya dia ini Sarjana Akuntansi. kalo sudah saya tunjukkan. manteb. Perasaan udah lama banget dia emang ga lari kepada Allah. Akhirnya hidup kemakan dengan tingginya harga. Untuk sedekah. yang besar lagi sedekahnya. Wah. Dia juga janji akan rajinin di waktu senggang untuk baca al Qur’an. Semuanya. saya akan jalanin. Dan itu dia aminin. Jangan malah berleha-leha. Jangan koma. apa boleh buat. Sedapetnya. Baru ini saya berani”. “Gajian bulan depan masih ada ga?” “Masih. Si sekuriti mengangguk. buat apa? Akhirnya mau ga mau sekuriti ini jawab dengan menceritakan pertemuannya dengan saya. mau ngejalanin?”.. Ga sesuai sama rencana. Ancem aja diri.bisa sedekah. Jangan pake kalau”. “Entar bulan depan saya hidup pegimana?” “Yakin ga sama Allah?” “Yakin”. Dicoba dulu”. Bagi saya sendiri. Sekuriti ini saya bimbing untuk kasbon. Itulah barangkali yang sudah membuat Allah mengunci mati dirinya hanya menjadi sekuriti sekian tahun. “Selama saya bisa. Kayak sekarang ini. padahal dia Sarjana Akuntansi! Ya. situ mau percaya?”. Dan ga apa-apa juga memimpikan sesuatu yang belom kesampaian sama kita. . Apa boleh buta. Ga kebagian. Supaya bisa signifikan besaran sedekahnya. Ga kena di hati. biarin aja harga barang pada naik. masih dalam batas-batas wajar.” katanya. Ketika ditanya buat apa? Dia nyengir ga jawab. “Mana bisa?” kata komandannya. Yang penting kerja dan ada gajinya. Satu koma tujuh. mau kasbon. Asal apa? Asal kita barengin dengan peningkatan ibadah kita. Tapi ya begitu dah hidup. “Ya Pak. susah dah. sebab dia sekuriti. Ga usah kuatir. Asal keinginan itu keinginan yang diperbolehkan. Tapi ketika ditanya berapa? Dia jawab. Dia janji akan ngebenahin mati-matian shalatnya. Tapi usahakan semua. saya kan ga pernah kasbon. Pol. Sekuriti ini ngangguk lagi. eh. shalat hajatnya. titik. “Ya kalo yakin. “Ok. Pantesan juga dia ga betah dengan posisinya sebagai sekuriti. Komandannya terus mengejar. ga mengapa punya banyak keinginan. Shalat Jum’at aja nunggu komat. Kan belum bisa diambil?” “Bisa. agar mau menambah ibadah-ibadahnya. Sehingga perubahannya berasa. Ga pernah berani. *** Sekuriti ini kemudian maju ke atasannya. Trmasuk dia akan polin shalat taubatnya.

menantang ledekan kawan-kawannya yang pada mau ikutan rajin shalat dan sedekah. Sebab buat apa sedekah 1 bulan gaji di depan yang diambil di muka. dapet kasbonan 30% aja belum tentu lolos cepet. ga kasbon? Udah akhir bulan loh. Kalo dia ga kasbon saja. ditanyalah si sekuriti ini sesuatu urusan yang sesungguhnya adalah rahasia dirinya. Sekuriti ini mengaku dia cerah. Saya ketawa mendengar dan menuliskan kembali kisah ini. “Buat sedekah katanya Pak”. begitu kata komandannya. sekuriti ini direkomendasikan untuk ketemu langsung sama ownernya ini pom bensin. berarti dia berhasil. . Termasuk dinanti oleh bos nya. tidak kasbonnya dia ini. menjadi kisah yang dinanti the end story nya. asal dengan catatan dia berhasil dulu. Malah tambah cerah muka nya. Tapi subhaanallah. Begitu katanya. Dan saya pun tersenyum dengan keadaan ini. saya demen ama yang begini. Alhamdulillah. Supaya benarbenar menjadi tambahan uswatun hasanah bagi yang belum punya iman. begitu lah pemikiran kawankawannya yang tahu bahwa si sekuriti ini ingin berubah bersama Allah melalui jalan shalat dan sedekah. “Kita lihatin nih dia. Sebab cerita si sekuriti ini sama komandannya. Jadi. Kawan-kawannya ini ga melihat motor besarnya lagi. berubah ga tuh si sekuriti nasibnya”. sekuriti ini dilihat sama kawan-kawannya rajin betul shalatnya. bos besarnya menyetujui. sebab Allah pasti tidak akan mempermalukannya juga. Subhaanallaah. senang. Sebab tempat kerjanya jadi barokah dengan adanya orang yang mendadak jadi saleh begini. Percuma”. Bukan dari keajaiban mendekati Allah. kalau pake jalur formal. kalau kemudian kas bon. pasti Allah tidak akan tinggal diam. sampe akhir bulan berikutnya. Apalagi kenyataannya si sekuriti ga mengurangi kedisiplinan kerjaannya. maka kelihatannya dia gagal. si sekuriti ini ga kasbon. Katanya. sebab kata mereka barangkali aman sebab jual motor. “Kita coba lihat. Dan lumayan istiqamah ibadah-ibadah sunnahnya. “Bener nih. Hari demi hari. sebab dia menunggu janjinya Allah. Tapi kalo dia kasbon. yang merupakan kisah pertemuannya dengan saya. satu pom bensin itu menyaksikan perubahan ini. Bukan apa-apa. Tepat waktu terus. Dan barangkali akan betul-betul mempercepat perubahan nasib si sekuriti. Saatnya ngumpul dengan si bos. Sebab insya Allah. Sedang situ kan udah diambil bulan kemaren”. Berhasil kah? Tunggu dulu. Yang lain bakalan gajian. Sebab komandannya ini ikutan merayu. sebagaimana Allah tidak akan mempermalukan si sekuriti. Bos nya yang mengetahui hal ini.Singkat cerita. Suatu hari bos nya pernah berkata. Dan dia tahu janji Allah pastilah datang.

Dengan uang ini. ilmu yang sedikit ini dipake sama dia. soal keyakinan dan iman seseorang kepada Allah. Tauhid yang menggerakkan! Begitu saya mengistilahkan. Katanya. Tuh motor dia pake buat ngeberangkatin satu-satunya ibunya yang masih hidup. dan diyakini. Dan dia baru sedikit mengenal Allah. Sampe-sampe bulan kemaren juga belum selesai. Si sekuriti masih bercerita. akhirnya dia malu sama Allah. berubah. Lalu dia dimutasi di perusahaan si owner yang lain. Tauhid. berubah. Tapi lihatlah. trjadi keajaiban. dan dia sedekah besar yang belum pernah dia lakukan seumur hidupnya. seribu kali si sekuriti ini berhasil keluar sebagai pemenang. Kata si sekuriti. Subhaanallaah kan? Itu jual motor. masya Allah. Sekedar memediasi saja lewat sms ke pembeli dan penjual. masya Allah. Di kampung. Apakah cukup sampe di situ perubahan yang trjadi pada diri si sekuriti? Engga. Masya Allah. Dan lihat juga cerita ini. kurang. Cerita ini bukan sekedar cerita tentang Keajaiban Sedekah dan Shalat saja. Sekuriti ini mengenal Allah. Saudara-saudaraku sekalian. Subhaanallaah. Tapi Allah mengaruniainya komisi penjualan tanah di kampungnya sebesar 17. Tapi kemudian cerita si sekuriti ini benarbenar bikin bengong orang pada.5jt. belum berganti bulan. Dan dia merasa ga perlu lagi motor.7jt gajinya. pasca dia benahin shalatnya. Motornya yang selama ini dia sayang-sayang. keyakinan. dan dijadikan staff keuangan di sana. Tapi dia tambahin 12 juta dari 17jt uang cash yang dia punya. Mendadak si bos itu yang kagum. Sehingga ibunya punya 25 juta. Tuhannya. Sebab itu motor dijual cepat harganya ga nyampe 13 juta. sadar kekuatannya ampe kayak gitu. Tambahannya dari simpenan ibunya sendiri. Masih tanggalan bulan kemaren. ia aman. dari transaksi ini. dia jual! Uangnya melek-melek buat sedekah. Sebab apa? Sebab kata si sekuriti. Dia sedekah 1. Ga perlu kasbon. bahwa dia merasa aman dengan uang 5 juta lebihan transaksi. dan menyuruh si sekuriti ini bercerita tentang keberkahan yang dilaluinya selama 1 bulan setengah ini. ada transaksi tanah. yang melibatkan dirinya. Dia lalu kumpulin semua karyawannya. Dan itu trjadi begitu cepat. Si sekuriti ini kemudian diketahui oleh owner pom bensin tersebut sebagai sarjana S1 Akuntansi. Allah persis mengganti 10x lipat. Berubah. Bahkan lebih. masya Allah. Padahal dirinya ga trlibat secara fisik. Akhirnya? Jadi! Bekerja penuh buat perubahan dirinya. Tapi soal tauhid. siapa kemudian yang mengikuti cerita ini? Kayaknya kawan-kawan sepom bensinnya . dan imannya ini bekerja menggerakkan dia hingga mampu berbuat sesuatu. buat perubahan hidupnya.Sekuriti ini bilang tadinya sih dia udah siap-siap emang mau kasbon kalo ampe pertengahan bulan ini ga ada tanda-tanda. yakni hidupnya di bulan depan yang dia pertaruhkan.

bagaimana kemudian kisah ini mengisnpirasikan kita semua untuk kemudian sama-sama mencontoh saja kisah ini. Dari semalam saya tulis esai ini. Siapa sangka. file yang dibuka adalah tentang langkah konkrit untuk berubah. Semua orang punya prinsip hidup yang berbeda. Semalam. Barangkali cerita ini akan lebih dikenang sebagai sebuah cerita manis saja. Sambil menunggu dunia terang. Dan memang bukan apa-apa. Tapi ya Allah jugalah yang menggerakkan tangan ini menulis. siapa sekuriti ini yang dimaksud? Di mana pom bensinnya? Bisa kah kita bertemu dengan orang aslinya? Berdoa saja. Insya Allah hari ini bayi saya. memang tidak gampang buat seseorang menempatkan dirinya untuk menjadi contoh. Terima kasih banyak atas doa-doanya dan perhatiannya. Ga makmumnya. Saya merapihkan tulisan ini di halaman parkir rumah sakit Harapan Kita. Ini juga tadinya bukan esai sekuriti ini yang mau saya jadikan tulisan. terlihat menikmati. sudah.pun belum tentu ada yang mengikuti jejak suksesnya si sekuriti ini. Persis seeperti yang kemaren-kemaren juga dijadikan statement esai penutup. Jika ada di antara peserta KuliahOnline yang pengen ikutan tarawih 1 juz . Masih di dalam mobil. Lalu saya lampirkan kalimat pendahuluan. Sebab kenyataannya juga buat saya tidak gampang menghadirkan testimoni aslinya. ketika sudah dipublish. dan sebagiannya lagi memilih menceritakan ini kepada satu dua orang saja. Masya Allah. Kita ngebut sengebut2nya menuju Allah. Yang lebih penting buat kita sekarang ini. Setelah itu. Semalam saya ikutan tarawih di pesantren Daarul Qur’an internasional. Jadi. Kejar saja ampunan Allah dengan memperbanyak taubat dan istighfar. Saya berhutang banyak kepada saudara semua. ga para tamu dan wali santri yang ikut. Kepada Allah semua kebenaran dan niat dikembalikan. Muhammad Yusuf al Haafidz akan pulang ke rumah untuk yang pertama kalinya. Yang merasa dosanya banyak. Sebuah pesantren yang dikemas secara modern dan internasional. Mudah-mudahan allah membalas amal baik saudara semua. saya jadi ikut belajar. dan hanya orang-orang tertentu saja yang memilih untuk benarbenar terbuka untuk dicontoh. Yah. Di antara semua peserta KuliahOnline saja ada yang insya Allah saya yakin mengalami keajaiban-keajaiban dalam hidup ini. kalimat pendahuluan ini saja sudah 10 halaman. lalu mengejarnya dengan amal saleh. Pertanyaan ini juga layak juga diajukan kepada Peserta KuliahOnline yang saat ini mengikuti esai ini? Apa yang ada di benak Saudara? Biasa sajakah? Atau mau bertanya. esai ini saja sudah kepanjangan. Semua menikmati. Di antaranya. kembali lagi pada rutinitas dunia. hampipr 11 halaman. ya sampe ketemu dah di esai berikutnya. jangan terus-terusan meratapi dosanya. Saya pikir. semua yang terlibat. barangkali tidak semua ditakdirkan menjadi manusiamanusia pembelajar. Salam saya buat keluarga dan kawankawan di sekeliling saudara semua. Tapi tarawihnya dijejek 1 juz sekali tarawih. ga imam-imamnya. Tapi rampungnya sedikit sedikit. Sebagiannya memilih diam saja.

Makasih doa-doanya. ya Alla kirimkanlah segala fadhilah ayatayat-Mu yang saya baca ini untuk segenap jamaah kami Baik yang langsung maupun yang tidak. kelihatannya matahari sudah mulai kelihatan. Dan juga kepada para donatur pesantren. Baik yang rajin datang ke pengajian di pondok. Masya Allah. Ucapan Terima Kasih Peserta KuliahOnline yang berbahagia. Baik yang masih terjalin silaturahim maupu yang sudah putus sebab satu dua hal. Saya juga tiada henti mendoakan saudara dan jamaah semua. Dan saya masih sempet mengkader ustadz-ustadz muda untuk diperjalankan ke seantero negeri. kondisi-kondisi begini yang saya demen. Istri saya meluncurnya dari rumah. doa terbaik itu salah satunya adalah doa . Insya Allah saya pribadi membiasaka mendoakan saudara-saudara semua. Sebab saya juga kebagian menjadi salah satu imam jaganya. Insya Allah saya usahakan ada. Sementara saya akhirnya bisa mendampingi para santri dan guru-guru memimpin dan mengembangkan pesantren Daarul Qur’an ini. Dengan cara mengirimkan suratul faatihah sebagai doa Malah tidak jarang saya bacakan surah yaasiin. tapi masih tetep bisa ngajar lewat KuliahOnline ini. Doakan keluarga kami ya. Saya kurangin jadwal. Subhaanallaah. Beruntunglah saya memiliki keluarga besar jamaa emua yang peduli dan perhatian kepada saya. Siaran langsung jam 5 ba’da shubuh tadi. Ok. Saya pernah mendengar. Ya. Alhamdulillah. silahkan datang saja langsung ya. Saya baru pulang juga langsung dari TPI. dan lalu saya katakan kepada Allah. Muhammad yusuf a haafidz sudah pulang di hari pertama Ramadhan atau bertepatan dengan 1 September 200 setelah sejak tanggal 17 Agustus 2008 lalu harus menginap di rumah sakit.ini. Baik yang dekat maupun yang jauh. bayi saya. ata yang tidak.

porsi ibadahnya da porsi amal salehnya. dilurusin. pasti lebih mudah. agar lebih banyak sedekahnya. agar lebih banyak ana yatimnya. Bahwa setiap orang bisa berubah dengan mudah. Maka bila diresapi bersama itu tulisan. pasti susah. Dalam bahasa yang lebi ederhana. di mana kemaren kita belajar tentang kisa perubahannya seorang sekuriti sebab ia ubah kebiasaannya beribadah dan menjalani sediki ilmu yang didapatnya dengan keyakinan tinggi. doa itu akan dikembalikan kepada kita menjadi doanya par malaikat Allah untuk kita. Dan apa-apa kalau dikerjakan secara tim.untuk oran ain. ingin lebih menyenangkan keluarga. yang mampu bersama-sama menuj perubahan. nawaitu kan bahwa kalau kehidupan berubah. masya Allah. Apalagi otot. Ya. Apalagi kalau perubahan itu bisa diniatkan dari sekarang. Alhamdulillah. agar bermanfaa lebih besar lagi buat agamanya Allah. *** Ubahlah Bersama Allah Apa-apa kalau sendirian. Jangan hanya mengandalkan otak saja. orang tua. Berubahlah bersama orang-orang yang positif. Apalagi Allah sebagai partner kita. . seharusnya menginspirasikan satu hal buat kita. wuah. Andalka uga kekuatan doa. agar mudah datang ke pengajian. Maka kata para guru. maka perubahan ini akan ia bawa k hal-hal positif. dan kekuatan amal saleh. ubahlah juga porsi doanya. asal dia tidak sendirian mengubah keadaa dirinya. Sekali lagi. Ubahlah bersama Allah. Melanjutkan kajian esai Kuliah Tauhid terdahulu. perubahan itu adalah perubahan yang diridhai Allah Misalnya. Subhaanallaah. setiap orang yang mau berubah. kekuatan ibadah. Apalagi bila kita mau berubah bersama Allah. buat orang-orang sekitar. alias nawait nya dibenerin.

Keluarga sakit-sakitan. perubahan yang paling gampang diidentifikasi adala perubahan ibadah. Tentu saja bekal bekal “dunia” ya dijalani. porsi usaha. kepengen anak tidak seperti kita. ya jawabannya. Kepengen anak lebih maju dari kita hidupnya Dan seterusnya. Rumah tangga tanpa anak. maka perubahan adalah milik Anda! Masih belum paham ya? Gini. saudara dan tetangga. mengubah hidup ke arah yang lebih baik. Bila Anda jadi rajin membuka al Qur’an. Ngajuin modal ga pernah tembus. Tempuhlah jalan-jalan seperti yang sudah disebut di atas. Seberapa lama perubahan bisa dicapai. gunakan tambaha kekuatan doa. dan seberapa bagus kualitas perubahannya. cepe elahnya. Dagangan rugi terus. Sedang memperbesar porsi mikir porsi kerja. Keluarga yang tidak harmonis. kekuatan ibadah. apakah saya bisa berubah. Kalaupu terjadi perubahan. tanya saja seberapa besar da berkualitasnya usaha untuk menuju perubahan itu. Jadi. Usaha yang tiada menguntungkan. Perubahan apa sih yang dimaksud? Perubahan apa saja yang dikehendaki. kalau ditanya. Teliti kekurangan dan kelemahan dar sisi ini. Ketika ada perbaikan. porsi tenaga. rajin . Berketurunan dari orang-orang rendahan. supaya ada perbaikan. maka yang akan menikmati adalah orang lain.Tidak bisa seseorang berubah. Hidup dalam kungkungan hutang. Hidup tanpa pendamping hidup. Bangkrut. bisa. Ia tidak akan puny banyak waktu untuk menikmati perubahan itu. Miskin. akan membuat manusia keletihan. Tapi jangan pake hanya kekuatan dunia saja. Yang lebih sering terjadi adalah orang tersebut kan terjebak pada terus menerus di dalam suasana ikhtiar menuju perubahan itu. Ya itu tadi. Selalu kurang. tanpa adanya perubahan. Sekali lagi. kekuatan amal saleh. Bukan dia. Selalu hina di mata keluarga. Pekerjaan yang bergaji kecil. tempuhlah jalan yang berbeda dengan yang orang lain tempuh.

membuka buku-buku hadits. tiada berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah. mak perubahan yang sesungguhnya tidak akan pernah bisa dinikmati. kecuali apa yang sekeda kita rasakan saja. Coba saja dirasakan Dirasakan pake ukuran hati. dan seterusnya. lalu kita berobat. istirahat yang cukup. Tent aja ia bisa mendapatkan gaji. maka tiadalah yang bisa kita dapa kecuali kesembuhan itu saja. butuh langkah konkrit Seorang kawan bertanya masih seputar bentuk konkritnya atau langkah konkritnya menuj perubahan tersebut. Saya perna membesut satu seminar tentang kehidupan yang judulnya: . bila hanya beroba aja. Buat yang perlu penjelasan lagi. Yang demikian itu sama bila seseorang “hanya bekerja”. sedekahnya bertambah. Tapi. maka bis dipastikan. Buat Anda yang bertambah dan berubah. itu sebenernya tanda-tanda kemunduran. Tapi. berolahragalah. Ia perlu “nilai”. *** Bentuk Konkrit Perubahan Setiap perubahan. Terhadap “langkah-langkah dunia”. shalat halat sunnahnya juga bertambah. kebaikan-kebaikan pada sekitar bertambah. jika posisi Anda saat ini hidup dalam suasana sakitsakitan. jagalah/perhatikanlah makanan yan dimakan. istilah saya mah orang-orang yang tidak memiliki Alla pun sanggup melakukannya. tapi frekuensi ibadah dan amal saleh menjad berkurang dan melemah. sebagai seseorang yang menginginkan Perubahan Besar. kalau hanya melakukan langkah-langkah dunia ini. Pake ukuran kebahagiaan yang hakiki. Andai kita sakit. akukanlah petunjuk-petunjuk “dunia”. Namun. Yang tidak punya Tuhan pun akan mendapatkan gaji bila i bekerja. maka tiadala ukup ia bekerja sekedar bekerja. kesembuhan itu bisa saja kita dapatkan. sebentar lagi perubahan benar-benar akan terjadi. Supaya tidak sekedar bekerja. Maka saya katakan begini. Insya Allah sesua dengan sunnatullah-Nya. begini. ada jam-jam tambahan bercengkrama bersama Allah.

cari lagi anak yatim yang lain sebanya yang kita mampu sebagai tambahan. Bila sebelumnya shalat-shalat sunnah malas benar tertegak. Jadilah orang-orang yang betul-betul bergiat berubah di urusa yang disebut ini. Tetangga ke tetangganya. Mulai dari qabliyah ba’diyah. Syukur syukur bisa berdoa selepas shalat hajat. tidak sakit-sakitan dengan cara melakukan hal-hal berikut ini. Kalo tadinya sudah empat. Jadilah orang yang rindu dengan waktu shalat. selain menempuh cara-cara dunia. contohnya terlanjur contoh hidup sehat. bagi anak-anak Anda. shalat sunna syukur wudhu. dan tiada ada usaha untuk khusyu’. shalat sunnah tasbih. bahwa kita shalat membawa penyakit kita untuk diber Nya kesembuhan. langkah konkrit dalam kasu kepengen hidup sehat. Atau ketika posisi Anda adalah anak. perbaiki hubungan Anda denga orang tua Anda. ada sedekahnya. Bila sebelum sakitsakitan malas-malasan shalatnya. dhuha dan atau bahkan tahajjud. Suami menjadi suami yang lebih baik lagi ke istri. Selepas shalat waji misalnya. dan atau perbuatan dan . jadikan delapan. coba datang kepada Allah. seperti menjadi ayah yang baik. sering telatnya ketimbang tepatnya Lebih sering malasnya ketimbang rajinnya. diintrospeksi. maka hidupkanlah shalat shalat sunnah. tapi masih dua rakaat tambahin jadi empat. sebab kita ada keluhan yang ingin disampaikan kepada Nya. dhuha. ibu yang baik. Jika sebelumnya kit tiada khusyu’ shalatnya. Cari waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa. dan lain-lain. cobalah ubah bersama Allah dalam menuju hidup yang sehat. Jangan sampe Allah menunggu. kini kita shalat dengan hat dan pikiran kita. Datang ke Allah sebelum waktunya. Lebih bertenaga. lalu kebut di sisi ini untuk menjadi ayah dan ib yang lebih baik lagi. Maka. Bila sebelumnya sudah shalat dhuha. Lebih sering sendiriannya ketimban berjamaahnya… Ubahlah. tambahin sedekahnya. akhlak. Kalau perlu ambi shalat-shalat sunnah yang jarang orang kerjakan.Memaknai kehidupan. Kitalah yang menungg Allah. dan seterusnya. Sambut Allah. perbaikan perbaikan yang lebih bersifat mental. moral. diteliti kekurangannya. sebelum azan. Dan kebaikan-kebaikan lain. Langsung munajat setelah berhadapan dengan Nya di dalam shalat. sebab kepengen berdoa setela usai shalat. dan seterusnya. mak sekarang pas sakit-sakitan. Insya Allah. Bila sebelum sakit-sakitan. Bila sebelum sakit-sakitan sedikit anak yatimnya. Artinya. Baiklah. saudara ke saudaranya. Istri menjadi lebih bai agi ke suami. Pergiat doa.

Nanti akan terjadi keajaiban-keajaiban-Nya yang tahu-tahu Anda sudah hidup semakin sehat Misalnya. Apalagi bila kita mau menambah kualitas kedekatan itu dengan ilmu dan amal salih. Para ibu. gerakan fisiknya. Mudah. semakin bagus kualitas hidup kita. Itu sebabnya kita kemudian bisa bangun sahur. sebab ada keridhaan Allah di sana. baca al Qur’an disempet-sempetin. di perjalanan ikhtiar menuju sehat.para istri. sebenernya itu sudah cukup mengantarkan seseorang menjadi . lalu tetap mengambil amalanamalan yang wajibnya saja. bagi siapa yan menempuh jalan untuk menghadirkan pertolongan Allah. Allah hadirkan bulan puasa dari 12 bulan yang Allah berikan. sampe mau tidur. kita ingat mengaji. Semakin banyak waktu yang diluangkan bersama Allah. Gerakan batinnya. paling tidak seseorang “nyambung” mulai dari sahur. Di bulan puasa ini. sungguh bulannya amal salih. boleh dibilang manusia terkoneksi terus sama Allah. Hal-hal di atas bisa diterapkan juga pada kasus-kasus yang lain. itu perkara lain. terjaga dengan apa yang disebut puasa. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Hidup Bersama Allah KDW0110 Seri 10 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Luangkan waktu bersama Allah. Sedekah juga bertebaran di bulan ini. Pokoknya. Ketika kita tidur pun.sikap sehari-hari nilah yang akan membuat ikhtiar Anda menuju perubahan dan perbaikan hidup menjad mudah. Di bulan puasa. maka Allah akan hadirkan jalan jalan di luar jalan yang selama ini ia tempuh. Subhaanallaah. pikiran kita setidak-tidaknya berpikir untuk jangan sampai tidak bangun sahur. menyiapkan makana berbuka dan sahur. (Perkara seseorang kemudian mengisi puasanya atau tidak. shalat sunnah sayang terlewati. Di bulan puasa. gerakan niatnya. Di bulan puasa. Ketika dia puasa saja. Alhamdulillah. Di bulan puasa. para lelaki ngebela-belain shalat berjamaah. Sebab kondisi kita “siap bangun”. ada seorang kawan yang mereferensika sesuatu yang ternyata cocok dengan Anda sehingga Anda memperoleh kesehatan sempurna. Dengan berpuasa saja.

Kalau bisa. akan semakin baik score-nya. berlangsung tarawih 1 juz 1 malam. Rizki insya Allah kebuka. Andai seperti ini hidup kita di bulan-bulan berikutnya. Hidup bersama Allah. segala rupa amalan warga pesantren. ada beberapa hal. Menjadi habit buat kita.du. Supaya bisa shalat malam. Semakin bagus kita mengisi. Ga kebayang dalam hidup saya. Di 2 lokasi Pesantren Daarul Qur’an. Suasana pesantren sering mendatangkan kedamaian. kita emang perlu waktu khusus dan tempat-tempat khusus. Para Peserta KuliahOnline yang berbahagia. adalah menuju Allah. masya Allah. maupun nanti setelah bulan puasa meninggalkan kita. sungguh ini membahagiakan sekali. dan pengajiannya untuk diselenggarakan di pesantren.terhubung sama Allah. dosanya gede banget-banget. tidak berjauhan). kita kejar kehidupan yang nyaman di kehidupan kedua nanti setelah kita meninggal. Waba. Ditambah lagi saya yang alhamdulillah bulan ini banyak mengurangi jadual untuk berkonsentrasi di tengah-tengah para santri dan asaatidz. Wuah. istighfar dan membaca al Qur’an menunggu waktu shubuh. Ada di tengah anak-anak dan para asaatidz pondok yang hatinya. yang memang bisa membawa kita untuk bisa terpengaruh untuk bisa hidup bersama Allah. termasuk di Pesantren Daarul Qur’an. baik di bulan puasa ini. semakin banyak kita dalam beramal. witir. Bukan sekedar ditempuh. semakin baik nilainya). mestinya kita sadar untuk memulai perjalanan mencari Allah. memimpin dan mengelola pesantren hafalan al Qur’an. di Kampung Bulak Santri dan di Kampung Ketapang (dua-duanya berjarak dekat. Tapi dikebut. alangkah bagusnya. Di pesantren manapun ia. Di antaranya barangkali saya terlalu bahagia. witir dan baca al Qur’an. suara anak-anak santri. Apalah lagi buat kita-kita yang sadar bahwa kita-kita ini emang manusia-manusia yang masya Allah. setiap malam berlangsung tarawih 1 juzan yang memang sudah lama saya idamidamkan. . bahwa saya dan kawan-kawan diamanahi berkah yang luar biasa. Supaya bisa tertegak shalat sunnah tahajjud. Mulai dari bangun shalat shubuh lebih di awal. masya Allah. Rasanya. Saya semalam menangis. Tentu saja. saya menemukan banyak manusia yang menyibukkan dirinya dengan urusannya. terus saja kita jalankan. Kita kejar dosa kita. Jalankan ini semua sampe ia menjadi kebiasaan buat kita. Bahkan ketika bermasalah pun tidak kunjung mendekatkan dirinya dengan Allah. plus lingkungan yang khusus. Saya betul-betul mengundang kawan-kawan jamaah semua untuk mengagendakan acaraacara keluarga. Kebiasaan-kebiasaan di bulan puasa. dalam keadaan bagaimanapun kita. kecuali mudah-mudahan berkah dari amalan harian pesantren bisa dibawa ketika berada di sana dan kemudian bisa dibawa pulang itu keberkahan. Saya tidak menjanjikan apa-apa. Sebab saya menangis. ada kedamaian sendiri. gerakannya. acara-acara kantor. Dan memasuki puasa. pikirannya. Suara imam-imam saban malamnya.

Bagi jamaah peserta kuliah. Insya Allah selalu ada saja kemudahan yang membuatnya masih terasa punya banyak waktu. kalaulah sampe kita-kita ini bermasalah hidup di dunia ini. maka lompatan besar sesungguhnya sudah terjadi. Bahwa selama 40 hari kita bungkus diri kita dengan apa yang dinamakan “taqorrub ilallaah”. kita kembalikan lagi. Dia akan menyediakan jawaban-jawaban-Nya untuk kita. Dan inilah yang semestinya kita kejar. kita berjalan saja menuju Allah. insya Allah --sering saya bilang – Allah akan berikan kenikmatan “lupa bahwa diri kita sedang bermasalah”. tapi kenapa hidup kita jauh dari berkualitas? Jawabannya ternyata. Kalau kita pikir-pikir ya. lalu layak disebut sukses. Kita kejarlah Allah. Lupakan keinginan kita. Yakni. perjalanan ikhtiar kita mencapai keinginan. Ketika seseorang berhutang misalnya. Semakin kita meluangkan waktu untuk Allah. membaik dan menjadi kawan. Ingat-ingat. Saya orang yang tidak mau memakai ukuran dunia. Yaitu Allah. Dunia seringkali merenggut hidup kita. bisa saja terjadi satu demi satu mereka yang ia punya hutang kepadanya. meskipun bergelimang harta dan bagus jabatan. ini juga perlu saya garis bawahi. tau-tau dah nyampe. yaitu Allah. kita akan letih dibuatnya. pertolongan Allah bakal datang juga kepada kita. selain kita sendiri semakin punya banyak waktu untuk menikmati hidup ini. Terlalu mahal tebusannya bila tiada dapat mengingat Allah. kurang apa kita coba? Kerja keras udah. Bukan yang lain. Sesiapa yang menjalankan dengan hati. Dan ini lebih mahal dari apapun di dunia ini. Namun sesuatu yang pasti. lalu masalah kita itu bisa mengantarkan kita menjadi mengingat Allah. Saya orang yang tidak percaya bahwa seseorang yang menapaki kesuksesan . Bila kita bisa MENGUBAH HALUAN HIDUP. ga apa-apa juga. Allah akan berikan kepadanya. Sesering mungkin. Allah. Sadar-sadar. Hanya DIA. Jabatan . Kalau kita mengejar solusi dan mengejar keinginan. kerja cerdas udah. pun hidup kita akan sepi dengan sendirinya dari masalah-masalah yang memenjarakan kita punya hidup. Insya Allah. sudah ia dapatkan. mudahmudahan Allah sudah men-take over masalah kita. Tujuan kita. Jalankan segala ibadah sampe kita sendiri larut dalam keasyikan menjalankan ini. Maka pesan saya buat diri saya dan buat semua Peserta KuliahOnline. apabila kehidupannya rapuh. Pemilik Segala Solusi. ketenangan yang luar biasa. Kita-kita ini harus yakin. bahwa ubahlah haluan hidup kita. Menagih tetap menagih. kita belajar meyakini. Boleh jadi di antara saudara yang melakukan ibadah-ibadah mengaku belum ada tanda-tanda masalahnya bisa selesai.Ini pula lah yang mau dikejar dalam Riyadhah 40 hari menjadi kaya. mendekatkan diri kepada Allah. luangkanlah waktu untuk bersama Allah. Ya. tujuan hidup kita bukanlah Allah. maka hal aneh yang akan terjadi. Bukan solusi buat permasalahan kita dan bukan jawaban dari keinginan kita.

Berikut ini tips untuk saya dan untuk kita semua: 1. atau ditambah lagi dengan dosa-dosa dan maksiat. Kebanyakan atau keseringan meninggalkan qabliyah ba’diyah. pekerjaan. Subhaanallaah. Bisa dibayangkan betapa kalahnya kita mengejar dunia bila kita sering telat shalat dalam 12 bulan. Bila shalat tidak tepat waktu. Berarti kan 2 jam telatnya? Katakanlah 5 shalat waktu dikali telat 2 jam. kesehatan kita. jadilah motor penggerak bagi sekeliling untuk sama-sama shalat menghadap Allah. anak buah. Contoh. kita masih bisa tertawa. Tapi karena Rahman Rahim Allah lah. pastilah kita akan semakin jauh dari Allah subhaanahuu wata’aala. . perusahaan. masih bisa tersenyum. lalu kita masih korbankan pagi kita. barang seayat dua ayat. 300 jam. Yakinkah semuanya bahwa Allah itu lebih penting dari semua urusan dunia. Kita boleh bilang bahwa keluarlah dari rumah sepagi mungkin. Jangan mudah meninggalkan qabliyah ba’diyah. Waktunya shalat nanti. Dunia diurus ga ada habisnya. kita telat 10 jam. harusnya. Jangan bangga menjadi yang terdepan. berwudhulah. meninggalkan puasa. Bikin doyan diri dengan shalat sunnah qabliyah ba’diyah. Tapi kita harus bisa mengendalikan diri. Menjelang tidur. barangkali konversiannya bisa 10-20 tahunan. Tinggalkan itu semua untuk segera shalat menghadap Allah.direksi memang kita sandang. meninggalkan berhaji hanya gara-gara tidak siap. dan akil baligh dihitung dari umur 10 tahun. urusan pekerjaan. Bayangkan. masih bisa makan minum enak. Tinggalkanlah semua urusan jual beli. Lebih bahaya kalau kita sering telat shalat sejak akil baligh. Rizki kita mau bertambah. kalau sedang dianugerahi usaha. Dalam satu bulan. 3. berarti kita akan kalah 40 bulan. Maha Pengasih benar Allah. Belom lagi kalo dihitung meninggalkan shalat. Katakanlah umur kita saat ini 30 tahun. Sibuk. perbanyak zikir dan istighfar kepada Allah. maka dalam sehari. akan menyebabkan kita menjadi orang-orang yang jauh rizki dan tidak bertambah rizki. tapi di urusan shalat menjadi yang paling belakang. tapi tarohannya mahal sekali. Itu berarti ketinggalan kurang lebih 150 harian ngitung gampangnya. Kalo bisa. Kalau kita semua tidak segera mengubah haluan hidup kita. dan yang paling mahal dirampas adalah waktu untuk kebersamaan kita dengan Allah. harus lebih penting buat kita daripada yang lain. 300 jam itu lebih kurangnya 12-13 hari. Shalatlah tepat waktu. dan Maha Pemaaf. keluarga. Wajar saja kita mundur di dunia ini. Ibarat orang yang adu lari. sebab langkah kita. shalatlah. 150 harian itu sama dengan ketinggalan 4 bulanan. urusan dunia. dunia tidak akan pernah cukup buat kita. urusan perniagaan. telat 4 tahunan. kita sering ketinggalan shalat ashar di jam 5 sore. maka kita akan kalah 10 jam. Sedari malam pun kita jejak. Inilah tauhid. 2. Namun saya akan menambahkan. wuah. Shalat 5 waktu. tapi sempatkanlah diri kita untuk bisa shalat dhuha dan baca al Qur’an. Kesibukan ga ada habisnya. ya sibuk. kita susah tuh selama itu. 40 bulan itu 4 tahunan. kesenangan kita. 4. atau karunia-karunia lain. Biasakanlah untuk memulai pagi dengan shalat dhuha dan membaca al Qur’an. terlalu jauh kita memutar kemudi untuk kembali di tracknya. tapi shalat tiada mau bertambah.

Niatkan bangun malam. dikali 12 bulan dalam setahun. Melenceng malah. Ok. berapa lama lagi? Ukuran normalnya ya 10 tahunan lagi. Insya Allah. sampe ketemu lagi di esai berikutnya. dan dikali berapa umur akil baligh kita. Ibarat jalan. Ada seorang manajer yang hidupnya udah lempeng. aku menyerahkan sepenuh-penuhnya segala urusan kepada Allah. Tambah panjang tuh. Agar kekejar itu ketertinggalan selama hidup kita haluannya ga bener. Dan biasanya perjalanan kedua akan lebih berat lagi. maka itu berarti kemunduran buat kita. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Memberi Perintah Kepada Allah KDW0111 Seri-11 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak . besok saja jawabannya. jadilah kepala lokomotif yang membawa gerbong kebaikan.Ingat-ingat dosa. Tapi kemudian dia tergoda memperkaya diri. adakalanya kita mengikuti syetan. Di antaranya Innii ufawwidhu amrii ilallaah. maka hidup kita akan payah di siang harinya ketika kita bekerja dan berusaha. Dan di saat bangun malam inilah sesungguhnya titik 0 hidup kita dimulai. Cari jalan-jalan yang bisa kita kemudian tercatat sebagai orang-orang yang beramal saleh. tapi tetap mendapatkannya. jabatan manajer yang 10 tahunan ia kejar. berbuat kebaikan. Bingung kan? Ya. panjang bener garis hidup kita melencengnya! Ini belom dihitung bulak beloknya kita ketika kita hidup. dengan satu kecemasan di hati dan pikiran kita bahwa kalau kita tidak bangun malam. Kita bangun malahlah. 5. Kalau perjalanan kita dihitung dari jam 3 dinihari waktu tahajjud bagaimana? Maka ia menyumbang perjalanan kemunduran kita lebih kurang sebanyak 2 jam setengah dikali 30 hari dalam sebulan. sebagaimana kita mengincar waktu sahur takuttakut kita kepayahan di siang harinya ketika kita berpuasa. Adakalanya kita menuruti hawa nafsu. Bila langkah dalam hidup ini dimulai dari shalat shubuh jam 05. 6. Doa menjelang tidur kan begitu. kita balik lagi kembali ke Allah dan mengembalikan semua urusan kepada Allah. Akhirnya. Kejar ketertinggalan dengan amal saleh. Kalau perlu. Saya sering mengilustrasikan begini. udah 4 tahunan. Jadilah bahagian dari orang-orang yang ikut ngumpul bersama orang-orang yang senangnya beramal saleh.30. Kalau kemudian ia harus meniti karir lagi untuk sampai ke jenjangnya. Jangan lupa. Insya Allah kita akan belajar sedikit “meninggalkan dunia”. utamanya kalau tetap Allah tidak ridha. Bedanya berapa jam tuh? Lihat penjelasan perihal hitung-hitungan kalau shalat kita telat. Masya Allah. harus hilang.

Tidak ada pintu belajar mengenal Allah kecuali kita belajar tentang shalat dulu. bahwa Allah datang. Semoga bisa mendekatkan diri saya dan keluarga ke lingkungan pondok. atau sekedar bertamu. Adalah kebohongan adanya buat saya yang mengaku mencari Allah. Apa yang saya rasa. Seiring dengan perkembangan materi. dan menyegerakan shalat. *** Memberi Perintah Kepada Allah Tidak ada pekerjaan terpenting dalam kehidupan kita kecuali menunggu datangnya shalat. tgl 4 September. Alhamdulillah saya bisa menyewa/mengontrak rumah Pak RW yang berlokasi persis di pintu masuk Sekolah Daarul Qur’an Internasional (Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an – Daarul Qur’an).Kunjungan Pondok Peserta KuliahOnline yang dirahmati Allah. dan secara apa yang saya alami dan rasakan ketika saya berusaha mengenal Allah. silahkan renungkan tiga esai yang saya sertakan sebagai bahan kuliah hari ini. Keberkahan mudah-mudahan mengiringi kita semua. saya juga sudah pindah ke dalam lingkungan Pondok. secara filosofi. Harusnya. Maka sedemikian kerasnya usaha saya untuk berusaha bisa shalat tepat waktu dulu. saya dapat. Para tetamu juga sudah disediakan ruang-ruang untuk menunggu. mudah-mudahan banyak ragam kegiatan yang bisa diikuti sambil berkunjung ke pondok ini. Mudahmudahan kedatangan para tamu membawa berkah tersendiri bagi pondok dan bagi para tetamu sendiri. Hari ini ada mulai banyak tamu yang datang berkunjung ke saya. mengenal Allah. Selamat membayangkan kedekatan Saudara dengan Allah manakala Saudara sudah bisa melompat khawatir. Insya Allah kajian tentang shalat ada di Kuliah Dasar tersendiri. Baru kemudian saya mempelajari bahagian-bahagian shalat secara detail dengan memohon kepada Allah bimbingan-Nya. Puji syukur kepada Allah. Juga memberi maslahat bagi lingkungan. Apa maksudnya dari kalimat saya ini. sambil menikmati sajian-sajian kegiatan pondok untuk diikuti. Semalam. secara psikologi. mengikuti Program Kunjungan Pondok ke Pondok Daarul Qur’an. . sementara kita tidak berada di tempat. kita akan mulai belajar tentang mengenal Allah di dalam kehidupan yang nyata. tapi kemudian shalat saya payah. Namun di Kuliah Tauhid ini ditekankan pengenalan secara rasa. Amin. saya share menjadi bahagian dari esai-esai Kuliah Tauhid.

Masa Allah disuruh menunggu kita. Tertutup oleh kesibukannya bekerja. iya ga? *** Perintah “Tunggu” Tidak ada yang lebih penting di dunia ini yang harus kita kerjakan kecuali shalat. Yaitu perintah “tunggu” tersebut. lewat muadzdzin. saya sedang melayani pelanggan. Pembicaraan saat itu sedang membicarakan shalat tepat waktu. Sebagian lagi mendengar. Sungguh tidak ada pantas-pantasnya. Shalatlah pekerjaan utama kita. Bener. “Tahu ga Ustadz. saya memilih belajar saja. perintah apa tuh kira-kira?”. tapi tidak bergerak. sedang yang lainnya adalah pekerjaan sambilan. Jadilah Allah “Menunggu” kita. Saya langsung merespon membenarkan. perintah tunggu…” katanya melanjutkan. Rupanya kita ini memberi satu pengkodean terhadap Allah. Sebagiannya malah tidak bisa lagi mendengar. Menikmati nasihat yang sedang datang ke saya. kita masih asyik dengan dunia kita. # Tunggu ya. # Tunggu ya. Ketika Allah memanggil. Tidak sadar bahwa Allah sudah memanggil kita untuk sujud dan ruku’ menghadap-Nya. Apa yang terjadi dengan diri Anda ketika Anda mendengar Azan? Apakah langsung bergegas memenuhi panggilan azan tersebut. Sejak awal bicara. Perintah “tunggu” kepada Allah ini berarti: # Tunggu ya.Dalam satu dialog ada yang bertanya kepada saya bahwa tanpa sadar kita sering memberi perintah kepada Allah. berusaha dan mencari dunia. maka ketahuilah kita termasuk yang berkategori memberi perintah kepada Allah. kata orang ini. Yaitu pengkodean perintah “TUNGGU”. “Perintah yang dimaksud. “Iya juga. saya sedang menerima . Luar biasa. Perintah tunggu ya?” Coba aja lihat. saya sedang nyetir. lalu melaksanakan shalat? Atau biasabiasa saja? Kalau Anda tidak segera bergegas menyambut seruan itu. Saya memilih diam. di hampir di setiap 5 waktu shalat.

# Tunggu ya. Makanya Allah menyindir di surah Yaasiin ayat ke-77. # Tunggu ya saya sedang merokok. saya sedang dalam terburuburu. sungguh dia adalah orang yang tidak mengenal Allah. ini akan jadi masalah buat dia. Perintah tunggu inilah yang kita berikan kepada Allah. Iya kan? Sedangkan. lantaran ada hubungan yang diizinkan Allah dari hubungan laki-laki dan perempuan yang kemudian terjadilah kita. di luar kebaikan-Nya yang bersifat sunnatullah. terjadi. # Tunggu ya. dan kebiasaan ketika menghadapi waktu shalat. # Tunggu ya. # Tunggu ya. # Tunggu ya saya sedang belajar. lalu lewat mobil jenderal. Kita ada. saya sedang rapat. tidak bisa memerintah Jenderal. berani-beraninya kita “memerintah” Allah untuk menunggu kita. saya sedang nemani klien. # Tunggu ya saya sedang ngajar. saudara-saudaraku yang dirahmati Allah. Ya. makhluk ciptaan Allah. # Tunggu ya. Hirarki itu. Mayor. memberi apa yang kita inginkan. seorang polisi yang berdiri di pinggir jalan. maka secara kesatuan. dan seterusnya. Adzan berkumandang… Allahu akbar. lalu dia tidak mengangkat tangan tanda hormat. manusia. Kita ini emang manusia yang ga tahu diuntung dan ga tahu diri. bagaimana mungkin manusia yang diciptakan dari saripati tanah lalu tibatiba menjadi pembangkang? Menjadi pendurhaka kepada Allah? Tapi ya begitulah. malah Allah kita suruh menunggu… *** Siapa sih kita? Sesiapa yang tidak mengusahakan shalat di awal waktu. kita menjadi manusia.tamu. # Tunggu ya. Rizki-Nya lah yang selalu kita cari. # Tunggu ya. Diciptakan dari saripati tanah. . dari sperma. Bahkan. saya sedang bekerja. saya sedang di tol. Kita ini. seorang kopral. saya sedang dagang nih. Pertolongan-Nya lah yang sedang kita butuhkan. Dan seterusnya. saya sedang belanja. Coba aja berkaca kepada diri sendiri. Dan Allah datang di setiap waktu shalat membawa apa yang kita butuhkan. # Tunggu ya saya sedang tidur. Lihat saja. ga boleh dia memerintah sersan. Sersan. Allahu akbar… Bukannya kita bergegas menyambut seruan itu. Kita ga kenal siapa kita. ga boleh memerintah kapten.

Yakni manakala kita berusaha mengenal Allah di saat Allah datang saja dulu di waktu shalat. ilmu tauhid kita itu nyata. lalu jadi yang menunggu saya? Emangnya. tanya. “Jangan sampe Allah menunggu saya. Sore tadi saya berbincang-bincang sebelum ashar dengan X. berpengaruh ke kehidupan kita. Kepada Allah kita berharap sejak ini TAUHID kita BUNYI. Lah. Sedang untuk sesuatu yang bakal abadi. ash-sholaah. Likulli syai-in baabun. Mereka senang-senang. siapa saya?”. dan siapa juga Allah? Terlalu amat sangat jauuuuuuhhhhh hirarki kedudukannya. wali murid dari santri kami yang bernama Ayu. ketika bisa berpikir begini. atau kita memberikan perintah tunggu kepada-Nya. . Maksudnya. siapa kita. *** Renungkan tiga esai ini dulu ya sebagai bahan kuliah hari ini. segala sesuatu ada pintunya. Alhamdulillah. Dan pintu supaya bisa mendekatkan diri kepada Allah itu adalah shalat. Kalo bisa. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Dapat Apa Dari Dunia…? KDW0112 Seri 12 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Daarul Qur’an Method Kita sering habis-habisan berbuat untuk sesuatu yang justru akan kita tinggal.Nah. yang dirindukan pertolonganNya dan bantuan-Nya. sering kita tidak sungguh-sungguh. Pesantren punya kegiatan buka puasa dan tarawih keliling ke wali-wali santri. Insya Allah orang bisa rada selamet soal shalat. Sebab ga ada pantespantesnya. selama Ramadhan ini. Wa baabut taqorrub ilallaahi. Masa Raja Diraja. untuk menunggu kita? Astaghfirullah. yang dinikmati rizki-Nya. saya yang menyambut Allah. sekarang. Pemberi Karunia. bagaimana mungkin kemudian kita membiarkan Allah menunggu kita.

bangun-bangun jam 11! Alhamdulillahnya udah sempet dhuha waktu menginspeksi anakanak santri di Pesantren. sebentar lagi ashar kan? Kata saya. bahwa materi besok (hari ini). beliau bilang. malah tumbang beneran. hanya harus tahu kapan kita bekerja. Itulah yang dimaksud belajar meninggalkan dunia sekaligus mendapatkannya. Tumbang juga. Sementara ia punya usaha pabrikan rumahan pembuat mesin pengering nangka dan pisang. Tidak sungguhsungguh meninggalkan dunia. Ia aturkan karyawankaryawannya. ia temani kyai ini keliling daerah. kan kerja juga ibadah? Iya. Tambah senang lagi mereka bahwa saya menyatakan saya pun bisa mendampingi. Masya Allah. atau malah di pesantren mah sebelum ashar. Bagus malah. Ini kan sama juga dengan saya mengisi ruh. ketika Ustadz bilang. insya Allah saya sempatkan. Dan kegiatan tarawih 1 juz 1 malam tetap bisa berlangsung. Saya masih harus ikut memimpin tarawih 1 juzan. Istirahat. Hari ini saya terlambat mengupload sebab alhamdulillah saya dikasih “ga enak badan”. statement yang mana? Kalimat yang mana? Itu. ia amanahkan sebaik-baiknya tokonya ini kepada anak buah dan saudaranya. Sampe sini. Ia bantu kyai ini. Insya Allah kalo visi misi nya sudah sama. toko sepatunya malah mendapatkan hasil lebih. mereka bisa kedatangan kawan-kawan dari anak-anaknya dan para dewan guru pesantren. Saya tanya. tapi tetap mendapatkannya?! Bagaimana tuh caranya? Begini. Tapi jangan sampe meninggalkan dan melalaikan ibadah mahdhoh (wajib) nya. Pak X ini rupanya juga peserta KuliahOnline Wisatahati. Saya pikir. maafkan saya ya. atau di mushalla/masjid di sana. Yakni di kediaman tuan rumah. Saya menceritakan kepada beliau. dan kemudian saya diamanahkan Allah beberapa kegiatan. besok saja (tadi pagi maksudnya). Pak X ini juga bertanya tentang materi. ketika azan ashar. kapan ustadz ada waktunya? Saya bilang. Dia mengaku. kenapa saya tidak wajibkan saja para wali santri mengikuti KuliahOnline ini. oh iya ya. habis shubuh. statement Ustadz menarik juga tuh. Satu hari ia berkhidmat kepada agama. Ada seseorang yang berkhidmat kepada seorang kyai. Saya baru sadar. eh. Tokonya ia atur sebaik-baiknya sebelum ia meninggalkannya. betul. yang bisa mengikuti tarawih 1 juzan ini (tidak semua mushalla berkenan.00-05. habis siaran langsung di TPI jam 05.Sudah mah bisa melihat anaknya pulang. kita sudah harus meninggalkan dunia kita. ada yang mengatakan. mengingat stamina jamaahnya yang belum tentu sanggup mengikuti tarawih begini). Pak X ini bertanya kepada saya. bahwa saya punya kawan yang buka toko sepatu. Nah. Untuk menuju Allah.30. kapan kita beribadah kepada Allah. Saya senang sekali. Biasanya dia hanya mampu menjualkan 1-2 mesin saja . Perubahan bermodalkan ridha Allah. maka ini akan mempermudah perjalanan menuju perubahan yang dikehendaki. adalah bagaimana kita meninggalkan dunia. Dia memilih khuruj (keluar 3 hari sampe 40 hari) ala jamaah tabligh. Nah. hatinya juga sama-sama tesambung ke Allah. hati dan pikiran para wali santri.

Si bule ini mempersilahkan dia mem-break. Dan inilah DAARUL QUR’AN METHOD. Allah akan mengaruniakan sesuatu yang lebih. mengubah kebiasaan (culture) perusahaannya. kalau berkenan menunggu. Lalu apa yang terjadi? Meeting dicukupkan sampe waktu break saja. Satu tahun kemudian ia bercerita. Saya menyebutnya DAARUL QUR’AN METHOD. Dan bule ini masih menambahkan. ya baiknya kita re-schedule jadwal yang nabrak waktu shalat. Bulan pertama saja. Tapi kalau ga berkenan menunggu. saya senang sekali. Ia selama ini kerja di pabrik. begitu kata bule ini meyakinkan. Niatan ini lumayan disetujui. untuk dipilih yang tidak nabrak waktu shalat. Ini dia mengaku dia bisa menghasilkan sampai 5 mesin. Mengapa? Katanya. sekaligus jadi beban pemikiran istri dan orang tuanya.per bulan. bahwa dia disiplin dengan waktu audiensi bersama Tuhannya. Minta nasihat agar dikuatkan mentalnya untuk jadi ustadz di pedalaman. Apa yang diterapkan oleh si pengusaha yang diceritakan ini adalah metodenya Daarul Qur’an. Dan benar saja. Rapat-rapat ia beritahu bahwa ia harus break 10 menit sebelum azan. Masya Allah kan? Seorang pemasar di bidang konstruksi. Tapi apa yang terjadi? Setelah ia berkenalan dengan ilmu tauhid. Katanya. masih ada bonus-bonus dan tunjangan ini itu. Bergaji saja engga bisa hidup pas-pasan (nombok). mencoba untuk hidup mementingkan Allah. Pemasar konstruksi ini bercerita. Ntar malem ba’da tarawih saya lanjutkan lagi. Gajinya 800rb. bahwa tuh bule merasa ga usah lagi harus diperpanjang masa diskusinya. Ia lalu menjadi memegang prinsip bahwa Allah itu segala-galanya. gaji sebesar 50rb per bulan dari lembaga dakwah yang menaungi perjalanannya ini malahan utuh. alhamdulillah saya lihat ada waktu sebelum . Saya perkuat hatinya. Batalkah? Tidak. bahwa kalau memang sudah bulat. Karenanya ia pamit untuk kemudian menjadi dai pedalaman. pernah kejadian. apalagi kalo sampe ga punya gaji sama sekali. pasti dia orang jujur. ada satu klien. Malah katanya lebih hingga bisa dijual untuk bisa membelikan sesuatu buat istri. Seorang pengusaha makanan. Orang-orang kampung yang diajarnya digerakkan Allah untuk memberikan sebagian hasil panen penduduk kepada dia. dan klien-kliennya malah disuruh nunggu! Katanya. *** Setelah buka puasa. Biasanya ia ajarkan agar karyawannya sigap-sigap mencari dan melayani pelanggannya. Saya buka puasa dulu ya. anak dan orang tuanya. sebab ga mungkin di-re-schedule. ia berkeinginan mempraktekkan ketauhidannya ini di lingkup usahanya. hidupnya lebih punya sekarang ini. Tapi itu pun seringnya nombok. shalat berjamaah. Dia sudah perhatian sama Tuhannya. Eh. Tapi keluarganya bingung. sudah azan maghrib. pasti pekerjaan-pekerjaan yang dipercayakan kepadanya pun akan juga disiplin. Apa sebab? Allah menanggung hidupnya. dan punya hutang. yang direksinya itu “bule”. syaratnya jangan mengeluh. Panggilan hatinya kuat sekali untuk berdakwah. bule kini percaya sama dirinya. Insya Allah. per bulan! Seorang anak muda datang bersama istri dan keluarganya.

agar bisa ngontrol yang begini gini. *** Dapat Apa Dari Dunia…? Dunia harus dikejar. Untuk apa? Rupanya ia meminta karyawan-karyawatinya shalat dhuha dulu dan membaca al Qur’an 1-5 ayat! Dan ini ia wajibkan. di pesantren. subhaanallaah. diperdengarkan bacaan-bacaan al Qur’an. Ucapan ini hanya untuk menunjukkan betapa kesalehan dan tahu Allah itu lebih penting dari segalanya. Besok. Tentu saja. saya lanjutkan tanpa menunggu tarawih. Melainkan Allah lah yang segalanya. diberlakukan. tetap. tetap harus ada di tengah-tengah barisan yang mengingat Allah! Dia mau belajar dari kesalahannya selama ini. dan menjelang pulang. Sementara jam masuknya. kan ga bisa shalat dan ngaji yang haidh? Ya. tamu-tamu yang datang harus ditanya sama sekuriti pintu gerbang pabrik/kantor. Ia beritahu pelanggannya bahwa yang muslim. Sebelum azan. ia suruh bergantian melayani pelanggannya. bukan “Mau ketemu siapa?”. sudah materi baru. asal ia bisa shalat tepat waktu. Pas zuhur. rajin shalat-shalat sunnah. Ah. Syukur-syukur bisa setoran hafalan al Qur’an. Daarul Qur’an Method ini sudah mulai diadopsi oleh banyak perusahaan. indahnya. ngontrak/nyewa rumah di depan pesantren. kenapa juga ga dibawa ke Allah. bahwa Pemilik Rizki selama ini ia abaikan. Supaya bisa diupload malam ini juga dan dibaca. Harus lebih banyak yang ke mushalla malahan. Kalau perlu. terdengar alunan suara merdu ajakan shalat. Karena di sini kita hidup. Tanpa kecuali yang haidh. Alhamdulillah. Terutama ketenangan. Laporan satu demi satu berdatangan tentang perubahan. Alhamdulillah. Saya sampe merapat ke pesantren. senang berdoa dan mendoakan. Diusahakan diberlakukan. Namun akhirat juga harus . Lah. Saya juga pengen tuh ngembangin usaha yang absen pertamanya adalah dhuha dan baca al Qur’an. dan cara pandang terhadap dunia yang tidak lagi segalanya. bukan pesantren namanya kalau santri-santrinya tidak pintar. Biarlah santri-santri tidak menjadi santri yang pintar. Dan ia dititipkan karyawan.isya-an dan tarawih. yang kayak gini-gini. kata dia. Baiklah. bisa shalat zuhur dulu sambil menunggu makanan datang. ringan bangun malam dan puasapuasa sunnah. Masya Allah. Nah. Mumpung pasti didengar seruannya. Lanjut ya? Pengusaha makanan ini malah meminta karyawan-karyawannya menunda buka toko sekitar 20 menit dari jadual. “Sudah shalat dhuha belum?”.

punya agama. Begitu gagahnya. Orang tuanya juga merasa percuma kalo maen ke rumah tersebut. namun bukan penghuni asli. Rumah yang luar biasa ia bangun pun kalo ditanya dibangun untuk siapa? Ia kelak tidak mengerti juga jawabannya. listrik. dikasih duit pula tuh pembantu dan ditanggung semua hajat dan keperluannya. Tapi kita kehilangan mereka nantinya. tidak sedikit orang-orang kaya yang tidak bisa menikmati kekayaannya. nyatanya orang tuanya di kampung sana. dan kebersihan serta keamanan. sesungguhnya sudah saya siapkan dari jauh-jauh hari sebelum Kuliah Tauhid ini dirilis. Makan. Inilah doa dan ajaran keseimbangan hidup yang diajarkan Rasulullah. ada yang meninggalkan hutang. kayak ga punya agama. Ada bintang-bintang yang begitu populer. Kalo dijawab buat anakanaknya. Ada yang berpenghuni. Bukan kekayaan yang sesungguhnya. Dia di mana. Saya tinggal memeriksa ulang saja. Termasuk urusan-urusan air. keluarga di mana. Akhirakhirnya. tapi kehidupannya banyak yang mati lampu. . Kaya iya. nyatanya anak-anaknya studi di luar kota dan di luar negeri. Populer sudah tidak. saya sering berpikir. Jadi. Dikasih apa kita ini sama dunia? Belum meninggal aja. Punya tetangga. Ga kesulitan. kita ini ga dikasih apa-apa. alhamdulillah. sebab memang tidak ada siapa-siapa. Ada tulisan saya yang berjudul: punya suami kayak ga punya suami. Punya kawan. Sebab di sanalah tempat kita kembali. tapi ia betul-betul sudah tinggal di penjara. Ada yang begini ada yang begitu. kayak ga punya tetangga. Sudah mah nempatin gratis. Tidur tidak bersama keluarga. Sungguhpun penjara ia bisa sulap menjadi ruangan super mewah. Tulisan berikut ini.diperhatikan. tidak bersama keluarga. Di banyak blok perumahan mewah. Kekayaan yang dinikmati adalah yang di atas kertas. Di usia saya yang kata orang masih muda ini. Melainkan hanya penyewa. lalu tenggelam berakhir masa kepopulerannya. tapi kualitas hidupnya? Layak dipertanyakan kalau ia menyempatkan diri merenung. Coba aja baca bait-bait tulisan di dalam buku ini. Punya istri kayak ga punya istri. Merasa populer. kayak ga punya kawan. Mati. ya tetap saja penjara namanya. tentang “dunia”. Punya mobil lebih dari satu. Kalo dijawab untuk orang tuanya. dan menemplatenya. Punya orang tua. Dunia tetap berputar. Peserta KuliahOnline yang saya sayangi. Punya anak kayak ga punya anak. Sibuk dengan urusannya. Punya saudara kayak ga punya saudara. disorot layar kaca duduk di kursi tersangka. justru banyak yang tidak berpenghuni. anak-anak make mobil. masih. keluarga di mana. Bener sih istri make mobil. yang dipake tetep satu. Tidak sedikit juga pengusaha yang susah payah membangun rumah super mewahnya. Bareng dengan saya mempersiapkan ragam tulisan materi kuliah yang lain. Dia di mana. Mereka pun sering kehilangan kita. dunia malah menjadikannya duduk di kursi pesakitan. atau bahkan pembantu. Sementara. kayak ga punya orang tua.

Atau cuma katanya saja. saya turunin sedikit tempo nya. Hasil penjualannya untuk membantu pesantren-pesantren dah. dunia bahkan mengambil semuanya. Apanya yang senang? Cuma perasaannya saja. Sekarang baru jalan 8 tahun. Tapi. kemudian belanjakan dah buat orang susah. *** Karyawan Masih seputar dapet apa dari dunia? Jika kita memburu hanya dunia. mata saya ini koq ya merasa “bukan itu yang harus kita cari”. Ada kawan yang membangun hotel. Punya uang. hasilnya ia bikin untuk lebih menggerakkan ekonomi syariah di kampungnya. Habis itu jual. subhaanallaah. di kamar mana ia tinggal? Di kamar yang biasa saja. Dan itulah jawabannya sendiri. Dapet uang. 15 tahun. kita tidak akan dapat apa2. Dan utamanya. Itulah barangkali yang disebut dengan kesenangan yang menipu. maka sungguh. Makanya Allah dan Rasul-Nya mengajarkan. Setelah berputar. Saya barangkali terlalu sentimentil ya? Tapi baiklah. dengan memperhatikan amal saleh yang menjadi bekal menghadap Allah. Coba aja lihat 2 tulisan berikut ini. Ada seorang karyawan yang kalo saya tanya. Kata yang paling jujur yang pernah ia dengar.Adduh. Barang-barang di rumah ini. Sedang kematian tidak ada yang tahu. Rumah mewah banyak dibangun oleh dia supaya duitnya berputar. Ada yang kredit memang barangnya. Banyak-banyak berbuat kebaikan. Saya tidak mendapatkan apa-apa. Bahkan cenderung di kamar yang paling jelek. Kemudian sehatin. Subhaanallaah. kalo kekayaan itu ada di tangan orang soleh. buat kemudian diberdayakan uangnya. . Apa katanya? Iya juga. Kalo kamar yang itupun ada yang sewa.. Sesungguhnya kita tidak mencintai Allah melainkan mencintai dunia. jangan hanya mengejar dunia. Mobil yang saya dapatkan pun. Kejar juga akhirat. kredit. Sebab kamar-kamarnya disewain semua. ia memilih tinggal di rumah di belakang hotel yang ia sewa dari penduduk dengan bayar tahunan! Ini kan gendeng. rata-rata kredit. dapat apa situ dari dunia? Gaji situ buat apa? Wong buat kebutuhan situ aja kurang? Lalu ia jawablah pake kata hatinya. perbaiki cara kita beribadah.. Mobil dia beliin yang banyak. Mantab. Saya berjuang untuk rumah yang sesungguhnya saya tidak tahu apakah kalau saya meninggal nanti rumah ini udah lunas atau belum. Bukan jawaban orang lain. Jangan sampai mencintai Allah hanya di mulut saja. KPR nya. beli-beliin dah perusahaan-perusahaan sakit. manfaat. Motor juga begitu. Lihat. Tahukah saudara. dan ia sekalian tinggal di situ. ada yang dari kartu kredit. Ia sewakan untuk orangorang asing.

tidak lagi terbayar. lalu disita. lalu Allah ambil serta merta dengan caracara yang tidak pernah ia duga sebelumnya. kenapa engkau wahai ustadz menyalahkan dia? Bukankah dia membantu orang tua dan adiknya? (-) Kelihatannya sih begitu. akhirnya ngontrak-ngontrak juga. Tapi Allah dan seluruh amal kita. Lihat. Lalu ia di-PHK. Ok. sakit 4-5 bulan. Ya begitu dah dunia. lunas. Ada yang bilang. Rumah. Dapat apa dia? Semula ia berpikir ia sudah mencapai banyak hal. Rupanya selama ini ia hidup untuk bank di mana ia kredit rumah. tinggallah dulu di rumahnya beliau. emang. Di situ kemudian menjadi peluang dunia industri asuransi. dia tidak ingat sama Allah. Ia hidup untuk bayar leasing yang membengkakkan harga motor dan mobilnya sekian kali lipat. (+) Wah. Sebab adiknya. Tapi orang tuanya mohon-mohon agar ia jual rumahnya untuk membantu adiknya. dan kemudian kita mengontrak. tidak. (+) Koq kelihatannya? (-) Ya. itu namanya ujian dari Allah. Mana lah jahat? Daripada diazabnya nanti di akhirat? Kan repot. Tapi kalau selama dia kerja. fine. gila kan? Capecape kita kemudian bayar angsuran rumah. Dunia. Coba aja kalau dia sakit agak panjang. untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Sebab ternyata satu dua hal yang tidak terprediksi sebelumnya. Misal. harus dijual kembali dengan harga murah. kalo gitu jahat ya Allah? (-) Ya. jangan lupakan asuransi akhirat dengan shalat dan sedekah. (+) Emang pegimana? (-) Begini. Mobil dan motor lalu ditarik leasing. ikut aja. Ternyata tidak. Ada asuransi ini ada asuransi itu. Banyak kemudian karyawan-karyawan yang terjebak oleh hutang yang tidak terbayar dan akhirnya bener-bener ga punya apaapa. Kalau ketika dia bekerja. Itu kan bukan sebab dia. Tidak sedikit dari mereka yang kemudian setelah semua aset yang dibelinya dengan acar berhutang. . dia ga lupa sama Allah. Dan insya Allah itu adalah kebaikan dari Allah. Ia hidup untuk bayar kartu kredit yang ga lunaslunas. Kita juallah rumah kita. Lalu dia? Dapat apa? Ga dapat apa-apa. bakal hilang. Sebut saja. adiknya masuk penjara sebab satu hutang. (+) Hei. berantakan. Orang tuanya lalu bilang. Manalah kita tega. Allah tungguin apa yang dia kumpulin itu benar-benar lunas.Begitu katanya. hanya agar jangan satu atap dengan orang tua. ga bakal hilang. Namun. maka sesungguhnya Allah mengazabnya. Maka kemudian seluruh rencana keuangan.

Ia jadikan dunia sebagai sarana ibadah kepada Pemilik Dunia. Dikejar. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Romantisme Bertauhid KDW0113 Seri 13 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Pesantren Online . Kini. Didekap. tapi dunia itu menipu. sedekahnya gimana? Sebelum kerja. Dia menyerahkan dirinya. biar saja. sebab itu yang lebih kekal. (-) Nah. malah maju memukul. Bila selama ini hidup untuk dunia. maka sesungguhnya azab Allah teramat pedih. termasuk firman-Nya ya: Bersyukurlah kamu. dia berontak. malah memerangkap. Sedang sama dunia. Makanya Allah menasihati untuk jangan tertipu urusan dunia. Masih kelihatan sentimentil ya? “Nanti malah menghalangi orang mencari dunia loh. istilahnya. Tapi kalau kalian tidak bersyukur. ditambah terus jam untuk mencarinya. malah menendang. Kemudian. Dunia hanya mempermainkan manusia. Dilayani. tapi untuk Allah. Diburu. Kita kan disuruh syukur. masih seribu.(+) Ukurannya apaan? (-) Shalat ga dia? Kalau dia jawab: shalat. al Qur’an dan al Hadits. hingga kemudian ke definisidefinisi tauhid berdasarkan kitab-kitab.” begitu kata sebahagiannya yang lain. Yang Punya Dunia. Berturut-turut kita juga akan bicara tentang doa. Ya begitu tuh dunia. itu tahu. Ini kan tidak bersyukur disebutnya. hidupnya di dunia. setelah kerja. maka akan Aku tambah nikmat-Ku padamu. kalau begitu. Banyak-banyak beramal saleh. Lihat lagi. Insya Allah. Masa kemudian sama Allah malah mengurangi waktu. Sesunguhnya dia tidak pernah menyerahkan dirinya. Mudah-mudahan ada yang terbuka mata hatinya. sedekah seribu. Esai besok kita mulai menukik bicara tentang shalat dan kualitas shalat kita. Dunia dipegang. (+) Oh. maka shalatnya seperti apa? Kalo shalatnya sering di akhir waktu. Ah. ya sama saja dengan tidak menghargai Allah. malah memerintah.

Yang demikian itu. bahwa salah satu kesibukan saya adalah menggawangi Pesantren Online. “Bagaimana sih? Udah tahu mau jalan. Sebutan Pesantren Online ini sungguh menggoda. tidak di shalat fardhu. Entahlah. biar saja ide Pesantren Online ini terus kemudian bergulir hingga ia menjadi mirip seperti pesantren pada umumnya. Itu yang menyebabkan kita tidak menyambut kedatangan-Nya. maka dia dapet juga pahala kebaikannya. bahwa kemana saya ceramah. Allah karuniakan saya supir. agar dia standby langsung di depan lobi satu tempat. dan mengikuti sesi Kuliah Tauhid ini saja dulu. tapi sebutan ini langsung direspon oleh pemirsa yang melihat. Tema nya: Pesantren Kilat. pun ia dapatkan. Asal dia mau membaca basmallah dan berdoa agar amalan ceramah saya. dan lebih tidak lagi di shalat tahajjud. sebab sudah akan jalan lagi ke tempat yang lain. datang dengan segala pertolongan-Nya. Artinya. hanya bedanya ia bersifat maya. Namun. Datang dengan segala karunia-Nya. Oleh bagian produksi saya diminta untuk menyinggung soal KuliahOnline. agar tidak jadi hambatan bagi perjalanan . ketika saya tidak mendapati supir saya tepat waktu. tanggal 6 September 2008 saya diundang menjadi tamu dalam acara Apa Khabar Indonesia edisi akhir pekan. Bagaimana dengan Peserta semua? Berkenan memberi tanggapan? Tapi saya berusaha tetap konsisten. tidak perlu dikaitkan dengan momen Ramadhan saja. Dan rasanya. Apa kesibukan Ustadz di bulan Ramadhan ini? Tanya pembawa acaranya. Saya berusaha menggiring peserta untuk hanya melihat.Pagi ini. Insya Allah kita akan coba buatkan tim khusus yang merriset dan kemudian merilis Pesantren Online ini. koq malah ga ada?” begitu saya berpikir. saya memberitahu supir saya. *** Supir Saya Kita tidak mengenal Allah. Saya tidak menganggap supir saya ini lebih rendah dari saya. Untuk kemudahan berkendaraan. Malah saya seringkali membesarkan hatinya. Dan saya sudah wantiwanti dengan sangat. Beruntunglah orang-orang yang tahu bahwa Allah itu selalu datang. Di satu waktu. tidak kurang saya pun suka terbersit rasa kesal. Saya jawab.

Lebih lagi saya tidak mampu membayangkan jika saya lah yang menjadi supir buat majikan saya. Yang Maha Perkasa. Selalu waspada setiap waktu shalat datang. kalo ga sabar. Tuhan kita? Disebut siap siaga bila kita selalu stel panca indera kita. Karena saya tidak bisa menunggu lebih lama. Subhaanallaah. Tuhan saya yang sudah demikian baik kepada saya. doa-doa kita pun akan semakin cepat dikabul. sampe. Lalu kenapa kita tidak pernah siap siaga untuk Allah. Saya tutup telponnya dan saya segera mencari taxi. untuk diri kita sendiri. andai yang mengucapkan kalimat: “Tunggu ya Pak!”. masalahmasalah kalau datang cepat selesainya. atau alarm. saya naik taksi saja juga dah. . Kita. kita jarang mementingkannya. *** Romantisme Bertauhid Allah. Pak. kepada keluarga saya. Begitu saya telpon. Makin kita bergegas menuju Allah. Sebelum taxi yang saya pesan. ga perlu mengantri ketika saat shalat datang. Syukursyukur bila kita mau menjaga wudhu kita. DIA selalu hadir di kehidupan kita. Sekarang saya sadar. rasanya hidup kita akan didahulukan ketimbang orang-orang yang selalu telat datangnya. dilayani tidak dilayani. katanya sedang ngantar saudara saya ke depan jalan utama. Lantaran tidak mengenal-Nya. Dan dia saya suruh pulang. namun. menyambut Allah. hajat kalau ada bisa Allah segerakan pencapaiannya. Tapi apa boleh buat. mencari taksi. menjadi weker. Namun saya tidak mau berlama-lama lagi. bersabar rasanya lebih baik. Saya makan dulu… (???!!!). Lebih konyol lagi kalo dia bilang. apa yang saya akan lakukan terhadap supir saya itu. Tapi rupanya dia tidak mengindahkan. dia lalu mengatakan itu. ketika saya perlu dia.saya. Saya marah. adalah supir saya. dengan Kasih Sayang-Nya. Ya. supir saya sudah datang dan meminta maaf. Saya harus selalu standby buat majikan saya. selalu mendatangi kita. Ada suara bersalah di ujung seberang HP sana. Jadi. saya bilang sama dia. kepada semua manusia. silahkan saja naik taxi ya. Selama ini kita menyadari bahwa sama yang namanya shalat. saya tidak dapat membayangkan. Makin cepat kita datang kepada Allah. dia tidak ada. kita lalu menjadi manusiamanusia yang kehilangan momen berharga bertemu dengan Pemilik Dunia ini. Wuih. Dan sekarang saya membiarkan Allah menunggu saya… Saya tidak dapat membayangkan. Begitu saya keluar. Disambut tidak disambut. bahwa selama ini saya sering mengecewakan Allah.

senang sekali saya bayangkan. Ketika saya terbangun. saya bayangkan bahwa Allah yang membangunkan saya. Saya seperti raja. Tapi inilah saya. jauh sebelum azan? Bahkan ada yang tidak beranjak dari masjidil haram atau masjidin nabawi. Tapi ya. Kalaupun tidak. dengan menyetel ulang jadwal ibadah kita. memilih untuk menunggu datangnya waktu shalat yang lain. penuh Wibawa. alangkah manisnya bila kemudian ketika saya keluar dari satu tempat. Kita sudah siap siaga sebelum datangnya waktu shalat. Saya belum mampu mengabdi banyak. penuh Pesona. DIA berada di samping saya. Ini kan cerita “alangkah manisnya”. indahnya… Saya kadang suka iseng membayangkan. Bagi yang mengingat masa-masa pergi haji atau umrahnya. Mestinya. Ketika saya pedengerkan keluhan saya. lalu dengan sopannya membukakan pintu mobil untuk saya. Jangan biarkan lagi kita yang ditunggu Allah.Masih seputar supir saya. kalau kemudian ia turun dari mobilnya. Tambah bangga saya. he he he. Subhaanallaah. Bertentangan tentu memvisualkan hal-hal seperti ini. saya sudah di sini ya Allah. Romantisme bertauhid dengan Allah menjadi sangat nyata buat saya. jangan Allah yang menunggu kita. Tampil di muka ketika shalat. Saya sudah di sini. ya dengan cara beginilah dulu. Allah memasuki masjid dengan Anggun-Nya. Begitulah. Lalu Allah tersenyum kepada saya dan saya katakan. dan membangunkan saya dengan penuh Kelembutan dan Kasih Sayang-Nya. bayangan iseng ini. siapkan wewangian khusus untuk menyambut Allah yang kita pakai hanya ketika menghadap-Nya. Bukan yang sebenarnya. Asli. Lalu saya menoleh ketika Allah datang. Tapi kita yang menyambut kedatangan Allah. Ternyata. Masya Allah. lantaran saya sudah di dalam masjid duluan. Kita kemudian tegakkan shalat-shalat sunnah. Tapi logika ini mau dipakai untuk menunjukkan kesiapan kita dan kesopanan kita terhadap Allah. Syukur-syukur kita mau menyambut Allah dengan pakaian yang lebih bagus ketimbang kita menemui manusia. saya bercerita kepada yang melebihi sahabat dekat saya. koq bisa ya kalo di tanah suci kita melangkahkan kaki kita ke masjid. Saya ingin Pencipta saya senang bahwa saya betul-betul mengabdi pada-Nya. Kita datang sebelum waktu azan… Duh. Saya perdengarkan keluhan-keluhan saya tentang kejadian-kejadian hidup . Mari kita sambut Allah. Coba diprogram hidup kita. Allah turun dengan Malaikat-Malaikat Pengiring-Nya. Sehingga hati ini senang betul mengambil air wudhu untuk tajdiidul wudhu (memperbaharui wudhu). Lebih lega lagi saya kalau kemudian mobil itu bersih luar dalem dan wangi. Begitu pun ketika masa shalat tahajjud. sehari-hari saya tidak demikian. Candaan iseng. dia sudah standby dengan mobil yang AC nya sudah dingin menyebar ke seluruh kabin mobil. Kita sudah siap siaga sebelum muadzdzin mengumandangkan azannya. jauh sekali dari yang semestinya.

visualisasi bahwa saya sedang bercengkrama denganNya. saya usahakan betul. romantisme bertauhid bisa senantiasa kita rasakan. detail. Kendalikan perasaan dengan memprogramnya. Kepada-Nya lah semua urusan dikembalikan. padahal saya lihat jam. Dalam suasana sentimentil. Saya masuk ke kamar saya. Semuanya tertidur pulas. sedang kecewa. Bicara Keyakinan Bahagia bener saya pagi ini. Hampir jam 01 saya bangun dari tidur yang terasa sudah terlalu lama. Saya cium Wirda dan saya mendoakan anak-anak saya. bahwa jam 21 sebelumnya saya berangkat ke Ustadz Abu Sangkan. beliau berdua dan keluarganya menemani kami. Muhammad Yusuf al Haafidz. Pakai bahasa sehari-hari dengan tetap memperhatikan kesantunan. Tapi ya itu. Qumii dan Abang Kun. sebab jam 10. pimpinan Shalat Center yang menggerakkan Indonesia untuk shalat khusyu’. Tidak lupa juga saya doakan para santri. Duh. istri saya tertidur dengan pulasnya. Rahasianya barangkali karena hatinya dihadirkan untuk berdioalog dengan Allah. Ada ketenangan di wajah-wajah mereka. kesopanan layaknya saya bicara dengan Tuhan Pemilik Alam ini. agar Allah hadir di hati saya. Saya makan roti cane plus kare. Dua donatur pondok yang sudah menganggap kami sebagai keluarga mereka dan mereka juga sebagai keluarga kami. biasanya manusia sanggup bercengkerama dengan Allah. Bicara Keyakinan KDW0114 Seri 14 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Bicara Tauhid.yang saya lewati. Semoga kita bisa senantiasa menyambut Allah dan bermesra-mesraan denganNya. adab. Dan di sebelahnya tertidur jagoan kecil kami. Saya bahagia. Kita berdoa terus agar Allah berkenan memperkenalkan diri-Nya kepada kita dan kita bisa mengenal-Nya. Amin. Dari awal kami membangun Bulak dan hingga ke Sekolah Internasional ini. Saya bahagia. sedang sangat senang. nikmatnya diberi kesehatan. atau sedang sangat sedih. misalnya sedang marah. Saya bahagia sebab saya pulang jam 00 lewat dalam keadaan saya sehat. Sehingga kapanpun. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Bicara Tauhid. Ugh.30 malam sebelumnya saya ketemu dengan Haji Amril dan Ibu Amril. juga dalam keadaan yang sehat. saya trnyata baru tidur jam 11 malam tadi. Saya kontrol kamar Wirda. pelan-pelan. Ustadz .

he he he”. *** Sebenarnya banyak lagi kebahagiaan saya yang rasanya kalau saya tulis terus. jam 17. “Jangan kebetahan ya. bisa satu rasa. di bahagian tengahnya. Senang. Dan kolam renang itu seperti di tempat pelesir. Barangkali inilah salah satu balasan Allah untuk saya dan keluarga saya. hingga saya hampirhampir meneteskan air mata. setelah sebelumnya menyempatkan berjamaah dengan indah bersama satu dua guru yang tersisa di pondok dan para tukang. saya . Saya bahagia saya didoakan di tengah-tengah ribuan jamaahnya yang saat itu hadir di Shalat Center di Jati Makmur. Saya tiba. Dan dari beliaulah menjadi wasilah saya ketemu dengan Ustadz Abu Sangkan. orang tua dari Fadhil santri kami. Saya bahagia. Saya bahagia. anak-anak santri yang saat itu berjadwal buka puasa dan tarawih bareng di kediaman Haji Ramos tampak bahagia sekali. Di sana. Say didoakan Ustadz Abu Sangkan agar lidah saya. ada satu jamaah yang juga sudah seperti keluarga bagi saya pribadi. saya tambah senang lagi melihatnya. saya rasa. Meskipun jaraknya terasa jauh. Alhamdulillah. namun ditempuh “hanya” satu jam dari pondok. Ya. menjadi atas nama Allah. nikmat mana lagi yang engkau dustakan? Tanya Allah kepada kita semua. Ada kolam renang yang terkoneksi dengan sekian rumah yang melingkar di Cilegon Residence. Saya bahagia menjadi bahagian dari dakwah ini.00 nya kurang lebih. Para santri senang. Fabi-ayyi aalaa-i robbikumaa tukadzdzibaan. Dan cukup panjang bagi saya Ustadz Abu Sangkan mendoakan saya. Saya bercanda dengan Fadhil dan beberapa santri kawan Fadhil. Pondok Gede. begitu mau pulang saya dihadiahinya buku “Spiritual Salah Kaprah”. Ketapang-Cilegon. Tentang rumah Allah. Alhamdulillah. hati saya. pikiran saya. Dan saya manfaatkan untuk istirahat. di antara percakapan kami adalah tentang Baitullah. Saya pun bahagia. sehingga menjadi hadiah yang tidak terkatakan buat saya besarnya. gerakan saya. Alhamdulillah. sebab jam 17. selalu saya bacakan doa di tengah-tengah santri. Kesempatan berdialog dengan wali santri adalah sesuatu yang mahal buat saya. bisa share. nanti lupa balik ke pesantren. Mudah-mudahan saya bisa menemani perjalanan Saudara semua sambil turut pula belajar. Bisa berbagi. Diimami oleh mertua saya.15 nya saya bercengkerama dengan beberapa wali santri yang lain yang ternyata turut diundang di acara tersebut. Haji Syamsul Ma’arif Surabaya. Saya jalan jam 16. Ternyata memang para santri benar bahagia. beginilah ketika tamu-tamu saya datang ke pesantren.fenomenal ini salah satu inspirasi saya. Saya bahagia. saya sampai di kediaman Haji Ramos. Sebab kediaman Haji Ramos ini unique.

Nanti saya pecah-pecah deh tulisan ini terus. Ga kudu 75jt”. 15jt/orang). sebesar Rp. Di mana 7. ibadah umrah bareng. maka pada bulan Juni tahun depan. andai ada rizki 7. Bahkan. misalkan ada dana tabungan sebesar 7.5jt lagi. ada 9 bulan kesempatan kita untuk “menabung” untuk “sedekah”. 3. Artinya. sama dengan tujuh puluh lima juta. kata saya. cukup dibantu dengan merajinkan dhuha dan minta sama Allah.5jt saja.tidak akan bisa istirahat sampe shubuh.5jt. kita minta diingatkan oleh Allah. tapi izinkan berangkatkan saya dan seluruh keluarga saya ke tanah suci. Umrah Juli 2009.5jt itu dikeluarkan sebagai sedekah kita jika kita ingin pergi umrah berlima (asumsi pergi umrah plus oleh-oleh. Disebut hanya perlu 7. hanya perlu dana 7. Jumlah angsurannya akan mengecil. Yakni pasang niat untuk bersedekah 7. Kalau mau cepat. Jika bener-bener tidak punya apa-apa. adalah perkalian 10% dari 75jt. atau apa. Bilang sama Allah. Insya Allah. hingga saya juga kepengen bercerita tentang perjalanan religi ke Baitullah. bersama rombongan besar para santri dan keluarganya. saya mengajak semua menabung sedekah untuk umrah.5jt ini karena-Mu ya Allah. DP-in aja berapa. karena sekarang masih bulan September. Saya melihat para jamaah dah kaget dengan kalimat saya. bahwa untuk berangkat berlima. Saya tanya Haji Ramos. alias dicukupkan dengan sedekah yang 4jt tadi. “Hanya lebih kurang 375rb saja. Maka sisanya 3. dengan kemudahan biaya dari-Mu. Berapa? Per bulan “hanya” 800rb saja. Tapi saya katakan. jual-jualin beberapa barang di rumah andai tidak ada uang 7. ya Allah aku sedekahkan 7. Jika konsisten menabung dengan hanya 800rb per bulan. Cicilan sedekah. hasil dari kumpulan tabungan dan jual-jual barang.5jt. Gitu doanya. Ya. Besar ga biaya umrah berlima? Kalau tujuh puluh lima juta rupiah? Dijawab. Berarti lima. Dan memang besar.5jt lagi ini dicicil dah selama 9 bulan. ya bayarkan saja sekarangsekarang ini. he he he. insya Allah juga berangkat. Insya Allah pasti berangkat dah. Kalau mau ringan. maka itu adalah udah diniatkan untuk sedekah. tahun depan. Lima dikali lima belas juta. Di kediaman Haji Ramos dan di hadapan para wali santri dan santri. Misalkan emas. Misalnya 4jt. sekeluarga. pun Allah masih menyediakan cara yang lain. besar. berapa orang anaknya? Beliau menjawab tiga. sudah terbiasa dengan “hitung-hitungan” sedekah. sudah akan ada rizki khusus umrah sebesar 75jt. “Bagaimana kalau saya katakan kepada Saudara semua. Kalau ga mau bayar yang 3.5jt sekaligus.5jt. Kemudian tambah dengan doa dan ibadah yang benar. sebab mereka keluarga besar Daarul Qur’an.5jt nya lagi.5jt. Ibarat kredit 7. mengisi liburan Juli 2009. Sisanya baru dicicil. sedang umrahnya baru Juli tahun depan.5jt andai Allah beri rizki. Panjer duluan. Insya Allah berangkat .

juga. Banyak di antara kita yang tidak bisa menjawab panggilan azan. dari kita untuk-Nya. bolehlah kita sebut “Allah sedang mengabsen kita”. maka sungguh akan benar-benar berangkat. saya sertakan 3 esai Kuliah Tauhid. udah jam 02. Bicara tauhid. Saya sempetin mijit kakinya istri dulu. ini pun menambah kebahagiaan tersendiri. Loh. alhamdulillah. ibadah saja. dengan jawaban yang jujur. Selamat mengikuti. sebab sekalian bantu-bantu istri yang menyusui dede bayi. Wong sekedar percaya bahwa Allah akan memberangkatkan umrah di Juli 2009. shubuh ini sudah masuk juz ke-8.04. Ketika diabsen sama guru. Alhamdulillah. Tapi lebih dikarenakan dia tidak di dalam masjid/mushalla/tempat shalat. Supaya bisa ngimamin di pondok. Lama ya? Ya. satu demi satu anak menjawab: Hadir pak! Sesungguhnya. bukan karena dia tidak mendengar. Sebelum sahur dan istirahat. 3 Esai ini saya sertakan sebagai lanjutan esai sebelumnya. bicara keyakinan. *** Jawab Panggilan Apakah kita termasuk yang dipanggil-Nya? Apakah kita tahu bahwa kita termasuk yang dipanggil-Nya? Apakah kita termasuk yang memenuhi panggilan-Nya? coba marilah kita jawab bersama. Allah tidak perlu dengan segala rupa ikhtiar kita. katanya mau istirahat ya? Iya. lalu istirahat. Yah. judulnya: # Menjawab Panggilan # Budek ya? Dan # Tidak Bergegas. dan menyelimutkan kakinya yang katanya berasa dingin. ketika azan memanggil. Ok. nyahur. Ini adalah juga bahagian dari implementasi tauhid. Bagi-Nya. habis ini mau shalat. Tidak berpengaruh andai keputusan-Nya sudah diturunkan untuk kita berangkat. . ikhtiar kita hanyalah adab saja.

*** Budek Ya… Bila kita punya anak. Bayangkan Allah sedang mengabsen saudara. masih di kantor. adakalanya kita memanggil anak. Sebab dia tidak berada di kelas itu. dan dia dengar dari luar kelas. atau sedang menggambar. Subhaanallaah. lalu anak segera bergegas menuju kita. tapi tidak kunjung datang. namun ia tidak menjawab panggilan kita. demikianlah juga adanya analogi azan dan jawaban azan. Ada juga anak yang menjawab tapi seperti tidak menjawab. lalu saudara mengacungkan tangan: “Saya sudah di sini ya Allah…”. Indah betul rasanya bila kemudian kita bisa menjawab: Allahu akbar. kita senang. maka kita sungguh akan senang bila kita memanggil anak kita dan anak kita menjawab panggilan kita. Sebab sibuk dengan gitar atau asyik dengan menggambarnya. dan adakalanya dia lebih peduli dengan kegiatannya. kita akan sebal manakala kita tahu anak kita mendengar panggilan kita. masih meeting. Kita panggil. masih di perjalanan. Lalu dia tidak nyahut lagi. sama dengan kalimatnya muadzdzin. Kecuali hayya ‘alashsholaah dan hayya ‘alal falaah. Sebagai orang tua. dia nyahut. tapi kita masih di pasar. Begitu kita . Pada saat anak kita menjawab panggilan kita. Dan sebaliknya. Kiranya. Kita panggil lagi. Dan bila anak kita tidak menjawab panggilan kita. Akhirnya kita samperin. Tapi kita tunggu beberapa lama. Allahu akbar. hal yang biasa bila kita memanggil anak kita.Ibarat anak yang sedang diabsen gurunya. Yang begini ini sebab muadzdzin mengucapkan kalimat Allahu akbar. jawaban yang lain. Allahu akbar. dia yang sudah nyahut. meski namanya sama. Rugi betul kita ini. masih makan minum. kita kemudian menjadi tidak senang. Dan sekarang bayangkan juga betapa sedihnya hati kita bila kemudian Allah mengabsen. Misalkan anak kita sedang main gitar di depan rumah. Dan sebagai orang tua. tentu dia tidak akan menyahut.

kan kejadian-kejadian seperti tadi tidak akan ada. Misalkan sepuluh menit sebelumnya. kalau sudah siap sebelum azan. Ada lagi yang kemudian tidak merapihkan pergelangan lengan bajunya. Begitulah kita terhadap Allah. Ada yang kemudian sampe mengganggu jamaah yang laen sebab lupa dimatiin suara HP nya. masih terima sms dan mengirim sms ke sana kemari. Tidak mencerminkan sedang ditunggu Allah. Ada yang mengendorkan dasinya. udah ashar lagi aja…”. ketika dipanggil oleh-Nya lalu kita tidak bergegas memenuhi seruan-Nya? *** Tidak Bergegas… Jika kita memanggil anak kita. tapi bergegas memenuhi panggilan kita. Panggilan kita dianggap mengganggu mainnya. apa kira-kira perkataan Allah kepada kita. adalah kelakuan kita. Ada juga bahkan anak yang tidak sedikit kesal karena dipanggil sama kita orang tuanya. Terhadap anak yang tidak mendengar panggilan kita. Lihat saja. dua puluh sebelumnya. sebab dia buang air kecil sebelum wudhu. Ada lagi orang yang jalan menuju Allah sambil ngobrol cekikikan. Masya Allah. Kelakuan manusia sekitar kita. menghabiskan batang rokok yang masih tanggung kita hisap belum habis. di teras.”. kita akan bertambah senang bila anak kita bukan sekedar menjawab panggilan kita. Astaghfirullah. Saya menulis ini pun sesungguhnya adalah juga termasuk yang disebut ini. kita masih “tega” merokok dulu. Itulah sebab ia tidak merapihkan lagi pakaiannya. kita pun kadang suka begini. kita lalu berkata begini ke anak kita: “Budek ya…. langkah kita adalah seperti bukan langkah yang mengenal Allah. kelakuan kita pun ampuuuunnn dah. Sudah mah tidak bergegas. Jika demikian. mengganggu aktifitasnya. Seakan-akan benar-benar kita tidak tahu siapa yang sedang menunggu kita. Ada yang mengeluarkan bajunya padahal sudah rapih sebelum masuk masjid. Dia jadi celaka. Khusus perihal shalat.samperin. barulah kemudian anak kita berdiri dan meninggalkan kegiatannya. Tidak jarang kita dimudahkan Allah untuk berkaca tentang kelakuan kita dari melihat kelakuan orang lain. dan jalan dengan teramat slow. kita sering melihat. Coba. Di pinggir masjid. Lihat saja kelakuan kita. Ada lagi yang sudah komat. . sebagian kita malah berkata begini: “Ya Allah.

. Ntar dokternya malah pergi lagi. Persoalan Tauhid Bagi saya. saya ga begitu dah ustadz. mbok ya mikir. Ketika kita menghadap pimpinan. coba-coba dah sambil smsan. Kalo ga begitu. tapi semua bermula dari sini… Dari shalat… Permohonan maaf kepada para peserta sebab kemaren sempat kosong tidak ada materi. urusan shalat itulah urusan tauhid. kalo ga ditegur kita ini? Kalau sedang rapat sama pimpinan proyek. Dan alhamdulillah malah nyampe jam 12. sebagaimana itulah kita bertauhid kepadanya. Saya mengincar pom bensin di menjelang Mal Puri. Takutnya telat. Alhamdulillah pagi ini kita ketemu lagi. Diberitahu bahwa dokternya hanya sampe jam 13 saja. Memang ada urusan lain di urusan shalat.Ada yang berkata. nguap. Dan saya menyuarakan agar sebanyak-banyaknya orang juga begini. Lalu bagaimana kualitas shalat kita. kadang suka timbul pikiran begini. bagus. niscaya jalanan akan dibuat lenggang oleh Allah Pemilik Jalan. Akhirnya malah kadang terlambat semua mua. nguap aja. Nah. Sebab tauhid kan sederhananya: Mengenal Allah. Insya Allah pembahasannya masih seputar shalat. Ini. Di sana ada tempat shalat yang bersih. Saya menikmati benar mendahulukan Allah ini. Alhamdulillah. shalat di sana saja dah. Dan sering juga akhirnya shalat di akhir waktu. Masih belum terlambat. urusan shalat nomor satu. dan mendengarkan dengan seksama. Tapi kalo iya. Tanda kantuk yang tidak ditahan. Datangnya juga terlambat. Saya yakin. Betul-betul waspada di urusan shalat. Kemaren pagi jam 11 saya nemanin istri saya check-up kami punya baby di rumah sakit. Saya belajar seperti ini. persoalan shalat adalah persoalan tauhid. Sehingga kalau mendahulukan Allah. sama klien. Sebab buat saya. Subhaanallaah! Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Menunda Dunia Untuk Allah KDW0115 Seri-15 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Shalat Cermin Tauhid Persoalan Shalat. kita bisa konsentrasi dengan hebat. yang punya jalan adalah Allah. ketika makmum.40-an.

Sebab di surat interview itu. Sebab seperti ga kenal sama Allah. sedikit sekali yang betul-betul memerhatikan shalat sebagai cerminan bertauhid yang benar. jadikanlah aku dan anak keturunanku sebagai orang-orang yang menegakkan shalat… *** Menunda Dunia Untuk Allah Ada hadiah dari Allah buat siapa saja yang mementingkan diri-Nya Si A. mari kita lanjutkan pembahasan seputar shalat. Amin.00. memang bertuhan namun sebenernya masih perlu dipertanyakan lagi ketuhanannya. karena bagi saya ini persoalan yang mendasar. Ia gelisah. Persoalan shalat sebenernya dijadikan Kuliah Dasar tersendiri. Contoh. Jam yang rawan bagi dia. Selamat menikmati esai-esai pendek.Begitulah Saudara-saudaraku. Rawan apaan? Rawan untuk tidak bisa mempersiapkan diri shalat tepat waktu. Kalau dilihat perilaku manusia-manusia di Indonesia ini. peserta KuliahOnline. Namun. Subhaanallaah! Padahal jam 11 kan masih jauh? Masih 1 jam menuju waktu shalat. membawa surat interview. soal shalat. wuh. Dia ini orang yang terbiasa tepat waktu. kayak ga ketemu shalat tepat waktu di sini. sebagai kelanjutan bicara-bicara ini. Saya pilih juga cara penyajian dengan esai-esai pendek agar peserta mudah mempelajari dan memahami. ia dipanggil jam 11. Di mall. . Percuma juga kita bicara Allah bila kemudian urusan shalat kita berantakan. Robbij’alnii muqiimash sholaah wa min dzurriyyatii. maka ia dijadikan sebagai bahagian dari Kuliah Tauhid. Juga mudah mendistribusikan lagi kepada yang lain sebagai perpanjangan dakwah saya dan kawan-kawan. di perkantoran. Ok. kecuali segelintir saja. di gedung-gedung. di dalam pesta perkawinan. ya Allah ya Tuhanku.

Emangnya mau kemana? Bapak sebentar lagi barangkali datang. saya izin dulu ya. Bagaimana kalau pewawancara telat. baru “sudah menjelang”.Iya. Jam 11 kurang dia sudah sampai.” katanya kepada resepsionis. Dia catatkan namanya untuk interview. Pikiran ini betul-betul mengganggu si A ini. “Mbak. atau di jam berapa wawancara bisa dilaksanakan. Atau ia datang di urutan wawancara nomor ke sekian? Atau wawancara akan masih berlangsung sedang waktu shalat sudah menjelang.” . Ternyata hanya dia seorang.30-an ga kunjung ada kejelasan apakah wawancara bisa dilaksanakan atau tidak. Nanti saya balik lagi. jawabannya jelas: Batal. bukan sudah datang. Masya Allah. Saya titip tas di sini. Tapi karena dia butuh pekerjaan. Lihat ya. Sampe jam 11. Di mata si A ini. kemudian dia tetap memutuskan untuk datang.” “Mau shalat dulu. Itu kalo dia prediksi wawancara bisa berlangsung tepat waktu. Tapi apa yang terjadi? Ternyata si penginterview dipanggil oleh direksi. Dia memilih tidak wawancara bila wawancara itu dilakukan di jam 12 lalu mengganggu jadual shalatnya. “Bawa aja tas nya. atau bahasa lainnya. Aman nih. Betul: Batal.” “Oh… Silahkan… Nanti saya beritahu Bapak. pertanyaan itu jelas ia jawab.

” Singkat cerita. si A tidak sempat lagi bicara-bicara dengan tiga orang tersebut. Ditemani oleh dua orang lagi di sebelahnya. Selepas azan. “Mas. Dirut kita.” kata si A. zuhur jam 12. Dua dari yang tiga. Hanya. sudah menyelesaikan wawancara. Sebab baru jam 12.Alhamdulillah. si A. selepas shalat ba’diyah. Dalam keadaan rapih baju dan celananya. bukan pegawai sini ya?” tanya salah satu dari yang tiga orang tersebut. “Mas yang akan diwawancara oleh saya ya?” Kagetlah si A. malah si A itu diajak makan siang bersama. pundaknya ditepuk oleh salah satu dari yang tiga. azan. . Bersih wajahnya. dan azannya si A. Berdirilah yang tiga orang tersebut. belum ada orang. Bagaimana lalu dengan awawancaranya? Ya sudah tidak perlu diwawancara kali. sambil menunggu azan selesai. Bapak ini sudah datang dalam keadaan berwudhu. Satu shaf. “Iya Pak” “Eh. adalah direksi. Ia jaga shalatnya. Alhamdulillah.” katanya datar. Sebab mushalla sudah keburu ramai. “Kita tunggu beliau selesai shalat sunnah.50. Juga dalam keadaan sudah berwudhu nampaknya. Sedang yang mewawancara pun nampaknya memiliki jabatan yang cukup tinggi di kantor tersebut. Seolah-olah mereka mendampingi si A ber-azan. Sebab si A tidak melihat ada tanda-tanda bekas air wudhu baru. dan dalam keadaan wangi. “Saya saja Pak yang azan. Ini malah dipersilahkan dan akan dibantu untuk memberitahukan ke pewawancara. Rupanya ia bersama-sama sang pewawancara. sambil melihat jam. Berseri. kemana yang azan? Koq belum azan nih?” cetus lagi yang satu. malah Allah dudukkan dia dalam posisi yang sangat mulia. bahwa dia bisa mengalahkan interview untuk dapat azan dan shalat zuhur berjamaah. *** Sesampenya si A di ruang mushalla. Kira-kira jam 12-an lewat. Ada rasa kebanggaan di hatinya. saat itu. datang seorang bapak. pikir si A. Pertemuan di mushalla. Sungguh beruntung si A.08. “Yang ngimamin shalat itu. tapi belum datang saatnya azan. Kirain akan dimarahin.

dan atau di sepertiga malam. kalau kita hidup dalam aturan Allah. Ketika . Ketika manusia langsung ngebut dengan pekerjaannya. mintalah bantuan. Bukan. Agar orang-orang tua kita panjang umur. kita lalu berat untuk bangun malam. Jam sibuk-sibuknya. memuji Allah dan memohon pertolongan-Nya. Suasana pun barangkali sedang nyaman. di mana ketika orang sedang sibuk-sibuknya. 2. Memohon bimbingan-Nya agar kita tidak kelelahan dalam menjalani hidup ini. sehat dan diampuni Allah. waktu terbaik untuk-Nya. ketika manusia langsung berburu dunia. bimbingan. dan DIA Maha Mengetahui apa yang akan terjadi. kita korbankan dulu barang sedikit untuk menegakkan shalat dhuha. Dan masih banyak lagi lah. Wuah. Waktu istirahat kita di pertengahan malam. memberikan waktu terbaik kita buat Allah. Makanya. di dua pertiga malam. 3. Jam zuhur. Tidak mudah loh menerapkan hal ini. Para Peserta Kuliah Online yang budiman. agar bisa memberikan kepada Allah. maka Allah akan mengaturkan hal-hal yang terbaik buat kita. Tidak sedikit yang tidak mampu mengorbankan waktu tidurnya. Karena lelahnya mencari dunia. Bukankah sejatinya semua punya Allah? Berikut ini kira-kira waktu terbaik kita: 1. Masya Allah. Allah Maha Mengendalikan dunia ini. Jadilah orang yang berbahagia. dan pertolongan Allah. kita lalu tidak bisa bangun malam. Waktu pagi. Sedangkan kita…? Judul di atas bukan bermaksud memberi hadiah jam tangan. *** Memberi Jam yang Terbaik Allah begitu baik sama kita. Subhaanallaah. Maksudnya. Bukan di tangan siapa-siapa. Atau karena banyaknya dunia yang di tangan kita. Kalau bisa shalat shubuhnya di masjid. Untuk bangun malam. kita malah tahan dulu barang sebentar untuk menegakkan shalat shubuh. ini berat. tidak sedang bermasalah. Dan sebelumnya. Untuk ruku’ dan sujud. kita bisa memotong menghadiahkan waktu yang berharga yang kita miliki. subhaanallaah. dengan usahanya. Traffic lagi tinggi-tingginya.Alhamdulillah. buat Allah. Kita ajak anakanak dan istri. dengan kesibukannya. Pintu rizki pun di tanganNya. Agar anak-anak menjadi anak-anak yang saleh salehah.

Tapi insya Allah yang begini ini yang kelak akan Allah istimewakan. “Pak Helmy. Kalau tetap khawatir. Akhirnya apa? Allah malah memberikan international buyer. pembeli internasional. Jam macet. baru kita pulang. dan menekan shortcut number yang tersambung ke ruangan Pak Helmy. Subhaanallaah. Kita segarkan batin kita. Perintahnya bener-bener datar. apakah bisa atau tidak. Itupun dilakukan si bos besar ini tanpa menunggu jawaban dari Pak Helmy. dan lalu bicara begitu: “Pak Helmy. buat Allah. jiwa kita. Lalu. Jam ashar. Kita segarkan diri kita. Jam pulang. Kalau memang macet-macet juga. Insya Allah akan saya banyak tulis di website. Bukan seperti selama ini yang untuk dunianya. mereka tutup. Tapi kali ini cape dan lelahnya. untuk keseombongannya. karena itulah kita jarang mengistimewakan Allah. dengan shalat ashar. Jalan lagi usai maghrib. maka jam 18 mampir ke masjid. Akhirnya tetap saja kemaleman karena memang macet. Dan bos besar pun tidak tahu juga barangkali siapa yang ngangkat telpon di ruangan Pak Helmy tersebut. atau bukan? Dalam kehidupan sehari-hari. untuk perutnya. ke ruang saya ya…”. Dan jalan lagi setelah shalat isya. perintah bos besar. mau cape. kenapa tidak kita tunggu saja sampe maghrib usai. Bos besar ngangkat telpon. kalau kita jadi Pak Helmy. misalkan pulang jam 5. Manusia mau lelah. kita ridho meninggalkannya demi Yang Memiliki diri kita dengan seluruh pemberian-Nya. Apakah benar Pak Helmy. Sungguh banyak kemuliaan bacaan-bacaan habis ashar. 4. dengan air wudhu. ke ruang saya ya…”. Ketika jam shalat. Lihat saja Mekkah dan madinah. untuk hawa nafsunya. Atau syukursyukur kita sekalian selesaikan isya. datar. karena berburu pulang cepat. Tanpa ada nada suruh cepatcepat. dan tidak ada juga perintah untuk bersegera. raga kita. Jam ngantuk. Barangkali. maka kita wajibkan diri kita . *** Habis. Ga usah khawatir degan berkurangnya perniagaan. mampir lagi jelang isya. Repot memang.pelanggan lagi banyak-banyaknya. Kita Digaji Beliau Sih… Kita tidak pernah tahu dengan sungguh-sungguh darimana rizki kita berasal. Banyak manusia yang terjebak di kemacetan. Bukan sekedar local buyer.

Ini hanya cerita seorang anak bangsa yang bangga sama ibu negaranya. Begitu hebatnya “tauhid” kita kepada bos besar tersebut. Kalau kita jadi Pak Helmy. Ini juga bukan cerita tentang seseorang yang membela SBY. Kita lalu merapihkan diri. karena kedudukannya. bila kemudian Pemilik Kesejatian Kedudukan. “Ya wajarlah. Kekayaan. Sebab dia kan bos nya saya. Saya bekerja di perusahaan ini sebab kebaikan dia”. Senang. karena kekayaannya. kita ke ruangannya membawa datadata yang barangkali diperlukan. dan bersegeralah dia meminta maaf kepada bos besar seraya menyampaikan bahwa dia salah. sebab saya memang senang dengan Bu Ani SBY. Lalu. lalu kemudian si sekretaris ruangan itu lupa menyampaikan bahwa bos besar memanggil. Luar biasa. Kalau kita ditegor orang. bagaimana dengan panggilan Allah? Bagaimana keadaan hati kita? Bagaimana keadaan diri kita? Bagaimana penampilan kita? Bagaimana sikap kita? Silahkan jawab sendiri. Ini bukan tulisan esai yang pro partai demokrat. Tidak kedengeran bisnis . Istri dari SBY. istri presidennya yang berkuasa saat ini (SBY adalah presiden Indonesia saat tulisan ini dibuat. Kelihatan tidak neko-neko. Maka kita akan menjawab. tidak kita hormati tidak kita hargai. Semoga Allah menyayangi kita semua. karena kemuliaannya. Ok.untuk menyegerakan diri ke ruangan bos besar. Itu saja. Dengan jawaban yang paling jujur dari sikap dan perilaku kita selama ini. *** Ani SBY Adalah wajar menghormati dan menghargai seorang manusia. Dia yang menggaji saya. Sederhana. “Duuuh. maka marahlah Pak Helmy. saya memprologkan hal ini. Web Admin). dan bahkan seperti sudah menebak apa kemauan bos besar. Kemuliaan. segitunya kalo dipanggil bos…”. Tapi menjadi tidak wajar. supaya bos besar senang. Masing-masing. umpama ternyata sekretaris ruangan Pak Helmy yang mengangkat telpon itu.

Bagaimana dengan Allah? Bagaimana dengan kedatangan-Nya di waktu shalat? Allah. Maka diri ini berpesan kepada diri ini sendiri. Tapi terhadap Allah. ya saya pulang. Saya yang udah mau nerobos masuk. bergetar di hati saya. tinggalkanlah perniagaan. Manusia. Tapi lihat? Manusia lebih menghargai manusia yang lebih terhormat. Dan katanya. Manusia lebih bisa menghargai manusia lain yang lebih kaya. he he he. tinggalkanlah jual beli. Tidak menghargai Yang Maha Kaya. Tulisan ini menjadi ada. *** . hanya minta waktu sama kita untuk tepat waktu. manusia sudah dibuat repot. Pada satu saat. Kita tidak disuruh bersiap-siap yang berlebihan hingga kemudian kita malah melupakan dunia kita. “Betul-betul diawasi”. dihadiri oleh Bu Ani SBY sebagai istri Presiden yang bakal membuka pameran secara resmi. Yang lainnya menimpali. lebih menghargai terhadap mereka yang punya kekuasaan dan pengaruh lebih. kata yang satunya lagi. Lewat hati. he he he. insya Allah wajah saya diberi keleluasan untuk masuk. Ada pengecualian. Tidak mau melihat Yang Maha Terhormat. menghormati Allah. karena Allah menjadikan ini sebagai pelajaran buat saya. Bu Presiden bakalan masuk ruangan. Biarlah sistem yang bekerja. seyogyanya berkenalanlah dengan Allah. Kenapa ya kalo yang datang Allah. Toh kalau panitia butuh. menghargai Allah. barang-barang boleh masuk ke ruang pameran. ga boleh lagi masukin barang sejak jam 11 malam tadi”. kita tidak repot? Nah! Coba aja lihat. Justru lantaran senangnya. engga boleh lagi ada yang keluar masuk 2 jam sebelumnya. Saya bergumam di dalam hati. ada pameran buku-buku di Dunia Islam yang pembukaannya saya diundang utuk hadir. Clear Area. he he he. Saya mendengar dialog ini. dan ini baru istrinya. Sebab apa? Ya sebab tadi. “Iya. pelajaran tauhid. Supaya bisa mementingkan Allah. Nampaknya sosok ibu dan istri yang baik. jadi ga enak. Tapi saya tahan langkah saya ini. Kita tau sendiri bagaimana bentuknya. ya begitu dah bentuk penghargaan dan penghormatan kita. maka jadual baca doa. Kita hanya disuruh pada saatnya menghadap. Namun. Yang Teramat Kaya. Itu kalau mau beruntung. jam 11 semalam sebelumnya. Bukan sombong. Dan ini bukan tulisan yang menyatakan ketidaksenangan dengan beliau. subhaanallaah. seluruh penyewa ruangan pameran. Coba saja saya dilarang masuk. Dan di pagi hari. “Pengawalannya ketat Pak!” kata salah satu panitia. jadi berantakan. Kalo saya pulang. dia akan nyari saya. Yang Maha Kuasa dan Teramat Kuasa.yang macammacam. lebih dari siapapun di dunia ini. Untuk kedatangan pembesar negeri ini.

*** Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Fadilah Iman Kepada Allah Keutamaan Keyakinan Terhadap Allah KDW0116 Seri-16 dari 41 seri/esai . Artinya. Di mana kita ketika waktu shalat tiba? Pertanyaan ini kita tanyakan kepada diri kita. kitalah yang datang duluan. Adem rasanya. sampai kita tidak tahu jawabannya apaan. sedang kita masih di jalan tol misalnya… bersyukurlah bila kemudian dikarunia hati yang gelisah. banyak manusia yang gelisah dengan pendapatannya hari itu. Kan banyak tuh orang-orang yang gelisah tapi ga tahu kenapa dia bisa gelisah? Maka coba aja jajal koreksi dari sisi ini. Kalau kita tiada gelisah dengan kondisi buruknya shalat kita. Gelisah apa? Gelisah tidak bisa shalat tepat waktu. Jangan sampe kemudian kita merasa “aman-aman” saja. Ya. Bahkan tidak gelisah sama sekali ketika jam shalat sudah mau habis. Banyak manusia yang resah dengan masalahnya yang belum juga selesai hingga di hari itu. dan kita tahu siapa yang bakal turun ke langit dunia (yaitu Allah). maka Allah akan berikan kegelisahan itu di hati kita. Banyak orang tua yang gelisah dengan keadaan anaknya yang sudah makan atau belum kalau anaknya pulang terlambat. menyiapkan diri untuk shalat. Tapi siapa yang mampu gelisah sebab khawatir shalat tidak tepat waktu? Sebuah keutamaan adanya bila kemudian kita datang ke tempat shalat. alhamdulillah kami sudah di dalam masjid # alhamdulillah kami sudah dalam keadaan berwudhu dan di atas sajadah # alhamdulillah kami sudah berjalan menuju masjid # maka bersyukurlah. Banyak manusia yang gelisah dengan proyek-proyeknya hari itu. Kalo kita menjawab. tapi waktunya azan belum lagi datang. dan gelisah kalau tidak ada tanda-tanda anaknya bakal datang.Gelisah Bilakah kegelisahan menghilang dari kalbu kita manakalah kita mengabaikan waktu shalat? Bila datang sebentar lagi waktu shalat.

maupun wawancara. Suara Merdeka. 700x hingga lipatan pengembalian yang tidak terhingga. Tapi sebelum kita lanjut ke materi selanjutnya. tapi baiklah saya akan jadikan ini materi Kuliah Tauhid saja. Poskota. Kemaren kan saya contohkan pembahasan mengenai Umrah Juli. Republika. tulisan lama). awal Syawal. Begini. 2x.File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Ada Ada Ada Ada - Tidak Tidak Tidak Tidak Peserta KuliahOnline. Gatra (khusus Gatra. dengan menabung bukan biaya umrah. Amin. teori dasarnya. Sindo. melengkapi esai-esai kuliah kita. berbarengan dengan dibukanya pintu materimateri lain KuliahOnline. Inilah bahagian tauhid. melainkan menabung sedekah umrah. *** Fadhilah Iman Kepada Allah Keutamaan Keyakinan Terhadap Allah Disebut bertauhid manakala kita bisa mempercayai janji Allah sebab meyakini bahwa janji Allah adalah benar. Mudah-mudahan tulisan-tulisan di media-media tersebut bisa bermanfaat. Saya hari ini mempersiapkan materi sambungan tentang perbaikan shalat sebagai implementasi awal bertauhid yang benar. Keyakinan terhadap janji ini adalah juga bahagian . saya memperhatikan ada pertanyaan yang menarik seputar keyakinan (Bicara Tauhid Bicara Keyakinan). Meski belum waktunya. baik yang berupa dokumen lama yang bersifat tulisan. bahagian dari mempercayai dan meyakini Allah. siapa yang meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik. 10. Insya Allah. website kita akan dilengkapi dengan kolom-kolom tulisan saya di media. dan ragam tulisan di media lain. Di mana saya mengajak wali santri untuk sama-sama umrah sekeluarga. Banyak peserta yang meminta penjelasan lebih lanjut. maka Allah akan mengganti dengan yang lebih banyak.

tapi dia yakin sama Allah. dan dia tidak bekerja. tentang keyakinan akan Keesaan. (Tunggu saja ya BelanjaOnline di web ini aktif. Ada seseorang yang tidak yakin dengan dirinya. Saya lalu bertanya kepada dia. bisa sangat-sangat berhasil. lalu bisa mendapatkan rizki lebih? Tapi dia memilih percaya saja kepada Allah. Peserta KuliahOnline yang dirahmati Allah. bagaimana bisa dirinya yang tidak ada siapa-siapa di rumahnya. “Minta saja sama Allah tambahan rizki. rizki itu dari ikan. . “Memangnya pasti tuh kalo modal ditambah. dan Kekuasaan Allah. Ketika ditanya buat apa modal lebih. kepada mereka yang beramal tanpa keyakinan dan ilmu. banyak yang memiliki kesadaran bahwa tidak ada yang pasti di dunia ini kecuali aturan Allah. ya nambah untungnya Pak Ustadz. tahu-tahu buku itu udah di rumah. Namanya juga nasib”. Esai berikutnya sungguhpun terlihat seperti pembahasan tentang sedekah. Dan keajaibanpun terjadi.50rb. Dan buku ini banyak berbicara tentang hal ini (tauhid). Seorang ibu di Jember mengikuti tausiyah saya tentang janji Allah. Sekali lagi ini pengajaran tauhid. Bahkan yang tidak punya keyakinan pun akan berhasil! Hanya saja. Sungguhpun uang itu adalah untuk ongkos. dia diberi Rp. Tapi ini saja. atau 10x lipat dari yang disedekahkannya. Supaya peserta bisa mendapatkan buku ini hanya dengan mengklik ujung mouse dan keyboard saja. maka akan semakin hebat pengaruhnya pada diri kita. Semakin kita mempercayai Janji Allah. ia kalahkan. “Secara hitungan sih. Yang membuat dia tidak yakin. dijawab supaya ada untung lebih. sesungguhnya ini adalah pembahasan tentang tauhid. untung pasti bertambah?”. 5rb. lalu bekerja dan menunaikan keyakinan ini. atau dari Allah? “Dari Allah”. lalu menjajal. Dia pulang dengan jalan kaki sebab ongkosnya dipakai bersedekah. Web Admin). Tapi dia menjawab. dia punya rumah dihampiri pengendara sedan yang sudah kebelet kepengen pipis. Dia ragu menjawabnya. Selesai pipis. *** Pernah ada kisah seorang tukang ikan datang meminta amalan agar bisa punya modal lebih. “Allah punya sejuta cara jika sudah menghendaki sesuatu”. Sesampainya di rumah. Ya saya tahu.dari tauhid. ini bukan hanya pengajaran sedekah. udah terbit. insya Allah ga kudu pake tambahan modal. begitu katanya meyakinkan dirinya sendiri. Dia bersedekah di acara. akan beda rasanya. Pesan secara online via web kesayangan Anda ini. Kebenaran. Tapi ya ga tau dah. Rp. Ini saya sebut separuh keyakinan. Dan keyakinannya ini mengantarkannya pada rizki. Buku terbaru saya: The Miracle. keyakinannya terhadap Allah sudah menggerakkannya bersedekah.

uang! Rp. maka sungguh. bahwa untuk menghadirkan Kehendak Allah inilah diperlukan ikhtiar. langsung lewat Kitab-Nya. tukang ikan ini berjanji akan mencoba untuk bersedekah. al Qur’anul Karim”. Tidak punya spektrum yang lebih luas. yang si tukang ikan tidak tahu. Sulit bagi si tukang ikan ini memikirkan bagaimana bisa sampai terjadi penambahan rizki.” kata si anak muda ini. Allah Melihat dari Asry-Nya sana. Tapi mereka yang terbatas pengetahuannya akan sumber rizki sebenernya cukup dengan memiliki ilmu tauhid. apalagi amal kali. Hanya orang-orang yang bisa memahami dengan akal dan mengimani dengan hatilah yang derajatnya akan berbeda. Semua berdiri di atas Kehendak-Nya. Sedang Allah tidak terbatas penglihatannya. Keyakinan saja kita tidak punya. Saya menambahkan si tukang ikan ini. Kita melihat sebatas mata. sebagaimana kita. adalah sedekah. Hanya. salah satu ikhtiar untuk menambah jalan rizki buat Bapak. Tapi nambah rizki dengan jalan-jalan Allah”. darimana jalannya Pak Ustadz? Darimana jalannya jika tidak ada tambahan modal?” “Jalannya bukan nambah modal. bahwa dari situlah rizki si tukang ikan bisa terbuka. “Silahkan. Terus. ada kejadian. Karena Allah itu di mana saja. peristiwa ini bagi si tukang ikan amazing banget. darimana bakal bertambah rizki? Lalu dibawa ke persoalan tauhid. dia bersedekah 5rb. Nah. jalan-jalan Allah itu tidak sebatas tambah modal sebagai jalan yang Bapak yakini sebagai satu-satunya jalan. Sedang si tukang ikan. Kisah di atas bukan hanya bertutur tentang fadhilah . diperlukan upaya. Karena biasa.” kata si tukang ikan mempersilahkan anak muda ini memakai motornya. tahu. “Pak. Tapi tidak sulit baginya mempercayai. Dan hari ini terjawab! Begitulah kalau tauhid ini bekerja. minjem motor. Bukan akal. Ya. ya tidak ada yang aneh. makasih ya. Hanya 15 menit anak muda ini memakai motor itu. hanya bisa melihat bahwa rizkinya ya dari usahanya. Sehingga Bapak bertanya darimana kalau tidak nambah modal? Sebab Allah memang tidak perlu sebab untuk menambah dan menutup rizki seseorang. Dia kemaren bertanya. Nah. “Bang. ke persoalan keyakinan. Barangkali. Peserta KuliahOnline. bahwa rizki di tangan Allah. Yakini saja bahwa Allah akan membukakan pintu rizki yang lebih banyak dan kemudian mau memintanya. Sebab mempercayai adalah menggunakan hati. Esoknya. Keterbatasan pengetahuan seseorang akan sumber rizki menyebabkan rizkinya juga terbatas. “Yah. Allah lah yang mengatur kejadian ini. Bahkan jalan ini Allah yang memberitahu. orang-orang yang beriman dan berilmu. maka rizki itu bisa darimana saja. Sore harinya (dia dagang pagi hari). Ada seorang anak muda yang biasa minjem motor. sebagaimana biasanya. sambil mengembalikan STNK motor dan uang. dari mejanya. karena percaya. tapi anak muda ini memberi rizki tambahan.rizki pasti nambah”. maka sudah akan bertambah-tambah rizkinya. 50rb. ini cukup baginya untuk bertambah rizkinya.

Pertanyaan darimana jalannya itu pertanyaan yang tidak bertauhid. maka saya merasa lebih perlu memberi nasihat ibu ini bersedekah ketimbang menerima pendaftaran umrahnya. Wah. *** 1 tahun yang lalu. jalannya itu adalah jalan Allah. biasanya pemilik travel umrah.” begitu tanya saya ketika dia mengutarakan akan daftar umrah. Beliau mengangguk. Tapi karena saya bismillah buka travel bukan untuk bisnis semata. ga usah daftar umrah dah. Tahulah saya.sedekah saja. Terperanjatlah si ibu ini. keutamaan tentang meyakini Allah. bahwa persoalannya ada di uang. Minta berangkat bareng dengan suami”. demi mendengar saya bicara begini. tapi coba jajal yang satu ini. Ustadz”. “Tapi saya udah kepengen umrah. “Uangnya ga cukup ya?”. . “Mana enak berangkat sendirian?” Ibu itu menjawab dengan senyumannya. Itulah kita. Sebab pendaftar kan berarti rizki. “Suami?” “Belum”. tapi tentang fadhilah iman kepada Allah. Ibu percaya ga bahwa pergi haji itu bukan karena uang?” “Percaya”. kalo gitu. Sendirian. “Udah pernah ke Tanah Suci sebelumnya?” “Belum”. darimana jalannya Ustadz? Ini saja boleh nabung dikit-dikit”. “Sendirian berangkatnya? Suami?. minta saja sama Allah supaya sekalian berangkat haji saja. mana ada yang menolak rizki. “Wah. “Suami udah pernah berangkat?” “Belum”. “Suami engga berangkat Ustadz”. Mintanya jangan tanggung-tanggung. manusia. ada seorang ibu mau daftar Umrah Ramadhan. Sebab orang mukmin tahu. “Kalau percaya. “Iya. Maaf ya.

ga berapa lama setelah ia sedekahkan uang umrah kemaren lusa itu. Berceritalah dia termasuk di depan calon jamaah haji yang lain. Satu. kita pernah bicara kan? Bicara tentang tauhid. begitulah saya pernah bertutur di KuliahOnline ini. terkait dengan persoalan umrah Juli tahun 2009 (saat esai ini ditulis masih 2008. Syukur-syukur mau bersedekah. Karenanya saya minta ibu ini bertaruh untuk menyedekahkan saja uang yang sedianya untuk umrah ini. Sebab uangnya ga jadi dipake daftar. Dan murah meriah. Yang kita incer. Juli 2009. Tapi jangan menabung untuk biaya umrah. dan keuntungannya melampaui biaya haji. berupa biaya haji berdua dengan suaminya. sudah masuk Ramadhan. kurang seru. sebagiannya untuk anak-anak yatim dan dhuafa di luar pesantren Daarul Qur’an. Dua-duanya sama-sama pekerjaan sunnat. Diselenggarakan di Sekolah Daarul Qur’an Internasional (Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an) yang berlokasi di Kampung Ketapang. berdoa sepanjang waktu shalat. Tahu ga? Ibu tersebut ada di barisan orang-orang yang ikut manasik haji. Tahun lalu. kita pake cara ini. bicara tentang keyakinan. dia tetap memilih berangkat. Ia menganggap kelebihannya itu adalah pengembalian Allah atas sedekah uang umrah. Cara yakin kepada Allah dan bersedekah. Namun saya bilang. Sebab sekarang ketika saya bercerita. masih lebih. Melainkan habis buat sedekah. Sebagiannya untuk pengembangan pembibitan penghafal al Qur’an. jangan kenal lelah dan jangan berhenti. Peserta KuliahOnline. Allah bukakan rizki yang buanyak sekali. Bersama suaminya! Tentu saja saya mengenalinya. Tanpa dinyana. inilah tauhid. 2 bulan sebelum Ramadhan. Masih ada waktu 10 bulan (pendaftaran terakhir Umrah Juli 2009. 1 bulan sebelum Ramadhan. *** Nah. di akhir Juni 2009). travel haji umrah kami mengadakan manasik haji. dan kemudian ia masih mendapat bonus lagi 2. Saat ini September 2008. Dekat dengan kediaman saya. dan satu lagi keuntungan buat perusahaannya. Web Admin) . Sedang saya ketemu dengan ibu ini di bulan Sya’ban. Bahkan lewat. bahwa Janji Allah itu benar. Kalau perlu berdoa dengan menambah jam-jam shalat sunnah. Masya Allah. Ada proyek yang diamanahkan ke beliau. Uang USD2000 pindah tangan. Ibu ini setuju. Jadi ga beliau Umrah Ramadhan? Tidak. lalu di Tanah Suci dia berdoa yang sama. Masa berangkat sendirian? Tidak ditemani pendamping hidup. Kalau kuat berdoa.” Saya sarankan si ibu ini agar rela menyedekahkan uangnya. Dia pakai untuk biaya haji dirinya dan suaminya. Sebenernya kalau si ibu ini yakin. .“Banyak Bu jalannya. 1 tahun berlalu. Maka menabunglah. ya berangkat juga. Umrah Liburan. Menabunglah untuk “Sedekah Umrah”.

doa dan sedekah. Maka. tempuh jalan tauhid. Hitung berapa anggota keluarga Anda semua. Dan yakini. kalau diturunin pada kasus ini. *** Peserta KuliahOnline. keluarkan 7. keluarga ini terdiri dari 5 orang anggota. Keesaan-Nya. kita meyakini. padahal cicilan sedekah kita belum lunas. Siapa yang mengeluarkan 1.Saya katakan kepada wali santri saat itu (saat tercetus ide umrah bareng sekeluarga besar pesantren). kebesaran-Nya.5jt akan mendapatkan 75jt. Niatkanlah berangkat Umrah Liburan nanti.. rasanya tidak salah jika kemudian saya menyeru kepada seluruh wali santri agar memakai betul ilmu yang didapat ini. bahwa bisa saja Allah membayar lunas dulu target kita. yang sebagiannya juga dipelajari insya Allah di KuliahOnline. Iman kita tentang tauhid. dan 3 orang anak. bahwa insya Allah pada saatnya nanti Allah akan memberikan rizki untuk mendaftarkan umrah sekeluarga. ayah. ini sudah melampaui bicara tentang sedekah. Atau. Cicil terus sampe bulan Juni. jangan sampai terjadi. Ketemu angkanya 750rb setiap bulannya. Atau bisa saja Allah memberi lebih dari sekedar 75jt.5jt. keyakinan . Insya Allah kita ketemu dah di Tanah Suci. siapa yang mau dapat 75jt. Sebab Janji-Nya memang demikian.5jt. keluarkan saja 1. memiliki kakak dan adik 2 orang. Bahkan saya menyeru kepada jamaah peserta kuliah. agar juga menerapkan ini. ibu. Santri bernama A. tinggal daftar. ketika bicara ini. Kekuasaan-Nya.5jt. Bagaimana kalau tidak punya uang? Sedang saya punya mau semua wali santri berangkat bersama seluruh anak-anaknya. Kalau tidak punya uang. Meyakini Allah. permintaan kita. Bahkan. Tapi bagi yang tidak punya cash untuk sedekah sebesar 7. di Buku The Miracle. bahwa berdasarkan teori dasar siapa yang memberi satu akan mendapatkan 10. insya Allah akan terjadi apa yang kita yakini. Kalau punya uang. Bila ini yang diyakini. sekarang-sekarang ini. 5 x 15 juta biaya umrah = 75 juta. Jangan ada yang ketinggalan. Apalagi kalau ga berangkat sebab ga punya uang. Tempuh jalan meyakini Janji Allah. Bagi mereka yang punya 7. Dan saya tegaskan kembali. dan kalikan dengan biaya umrah. Artinya. siapa yang sedekah 7. dapet 10. Tapi sudah jauh bicara tentang tauhid. maka didapat matematika seperti ini. Kemudian kalikan 10% dari total biaya itu. Dia akan memberi hingga 700x lipat atau bahkan lebih. Kan masih ada waktu 10 bulan? Bagi saja 10 bulan. tidak masalah. keluarkan sekarang. meyakini Janji-Nya. maka cicil saja. Kalimat ini sama dengan: Siapa yang mau dapat 10. Inilah tauhid.

Maka besok insya Allah kita akan meneruskan kembali kajian tentang shalat dengan pengembangan pembahasan dari sisi tauhid. tanggal 9 September 2008. nomor satu. Nyatanya ga semua ya. Dalam pada itu. bahwa bila semua ini mau berjalan mulus. makasih doanya selama ini. Sedari pagi kami sudah siap-siap. Masya Allah. Mohon doa dari semua peserta. saya dan beberapa kawan. Doa dari Anda semualah yang juga turut sudah menjaga kami. tapi si Bule ini tidak nongol-nongol. kami merayakan ulang tahun perkawinan kami yang ke-9. Jadi. th Baarokawloohu lanaa.kita tentang tauhid. Kami waktu itu. Salam. bertanya-tanya di hati. harus menunggu. Beruntunglah di negeri Belanda itu sistem transportasi sudah baik. kami sampai di tempat yang dimaksud. akan mengantarkan kita mendapatkan keajaiban-keajaiban Janji Allah. Ini adalah landasan tauhid. utamanya bila Anda mau menjajal sesuatu yang besar-besar. . *** Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Pengaruh Kepada Urusan Yang Lain KDW0117 Seri-17 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Dimarahi Bule Allah Maha Baik. Sampe ketemu lagi besok. 15 menitan kami tunggu di tempat itu. Kemaren. Buktinya kami-kami yang datang sejak awal. Dalam satu kesempatan pergi lawatan dakwah ke negeri Belanda. saya kembali mengingatkan. ada jadwal untuk ketemu dengan satu relasi di sana. Tempat dan waktu sudah ditetapkan. Mudah-mudahan panjang umur. saling berpandang-pandangan. Benahilah shalatnya dulu. Pada waktu yang telah ditetapkan. bisa terukur. 9 wedding anniversary kami. Tidak pernah Dia kecewa. Sudah lewat 15 menit pula. katanya orang bule terkenal paling disiplin. tetap saja kita harus memperbaiki shalat kita.

Cerita ini hendak memberikan gambaran. Jangankan diabaikan. tempat yang dijadikan point-meeting itu ada dua. Lalu kita ini gimana? *** Kita Marah Diabaikan Ketika kita membuat Allah menunggu kita. Tapi tetap saja dia marah! Kenapa engga teliti. Kami sampaikan baik-baik bahwa kami sudah sampe sedari tadi. tidak enak. marah-marah. “Bangsa asia. Tambah kesel lah lagi kita. Tambah kacau lagi. bahwa subhaanallaah. Selidik punya selidik. Bule itu curiga kami salah datang. Mukanya serius. persoalan yang penting. suka telat!”. Bertambah-tambah kekeselan kita. Akan bertambah sebal lagi. Lalu menyebut kira-kira begini. begitu salah satu dari kami tanpa perduli dia ngerti apa engga. tidak mendengar. Wuah. bagaimana perasaan kita? Biasa-biasa saja? Atau gelisah? Masih seputar telat dan tunggu menunggu. kita jadi marah. Tapi ya sudahlah. lalu kita panggil anak kita untuk makan misalnya. di antara kita ada yang sebel diabaikan. ga ada khabar berita. Bule ini datang menghampiri kami. Ada di antara kita yang bilang begini: Ga enak menunggu orang. kami tidak terima. Sekian menit kami tidak kunjung datang. lalu dia tidak bergerak. ada seorang Bule. Coba kalau Allah itu Pemarah? Duh. “Misternya saja yang telat’. padahal ini negerinya dia. Kami salah identifikasi tempat. Dalam 5x sehari waktu shalat. Wah. Allah itu benar-benar Maha Baik. . kalau yang ditunggu emang udah track recordnya selalu telat. Anak kita suruh mandi. di sana dia ketemu kami-kami. cerita ini kan bukan ingin menceritakan siapa yang benar siapa yang salah. kita sebel banget. seberapa serius kita menjaga tepat waktu? Seberapa niat kita menjaga waktu? Seberapa kita mementingkan Allah. idih. Dan benar. dan dia tidak memberitahu bahwa tempat yang dimaksud itu ada dua serupa. lalu menaruh dunia ini di bawah kepentingan pertemuan dengan Allah di waktu shalat? Kita aja kalo jadi orang tua. dan ternyata memang dia. Satu waktu.Ga lama. Disuruh menunggu saja. Apalagi kalo yang ditunggu. bila persoalannya adalah persoalan yang berat. habislah kita. Lalu mencoba mendatangi tempat yang satunya itu.

akan bertambahtambah keburukannya. Bahkan. masya Allah. Apalagi kalau yang telat itu banyak. Yang penting berbuat baik. bagi saya ini juga clear. penuh kasih. . begitulah kita membatin. pikirannya fresh terus. yang penting berbuat baiknya. bantuan kepada tetangganya ini tidak bernilai akhirat di mata Allah. Meskipun ia shalat. tentu menjadi tidak masalah bila kemudian kita meninggalkan dia. maka baguslah seluruh amal yang lainnya dianggap. Tentu sumpah serapah. Anggaplah dia sering memberi bantuan dan makanan kepada tetangga. maka dia akan menuai kebaikan juga. Mengganggu pelajaran. Bagaimana jika ada orang yang udah shalat kemudian jadi tidak baik. bahwa siapa yang menanam kebaikan. Andai Anda adalah orang yang lebih penting daripada yang ditunggu. marahlah kita bila kemudian murid pada telat datangnya. tidak dianggap suatu kebaikan bila seseorang mengerjakannya tapi meninggalkan shalat. atau minimal gerutuan dan kekeselan di hati. Sedang manusia itu ada dosadosa lain. Ga ada tawar menawar. Ini sekaligus menjadi jawaban sederhana atas perilaku orang modern yang mengatakan ga perlulah syariat-syariatan. kebaikan terhadap karyawannya itu tidak bisa ia bawa mati. Tapi dia tidak shalat. Sayangnya. ha. maka jeleklah seluruh amal dianggapnya. Kita menjadi hati-hati bila kemudian mengadakan janji dengan dia. Selanjutnya apa yang terjadi? Selanjutnya yang terjadi adalah kawan kita tersebut tidak lagi masuk ke dalam daftar hitungan kita. Jika dia bagus. Di dunia dia dapat sunnatullah-nya. Ga perlulah shalat-shalatan.andai gara-gara keterlambatan kawan kita ini. Bagaimana dengan Allah? Bagaimana kita selama ini bergaul dengan Allah? Inilah salah satu pentingnya kita mempelajari ilmu tauhid. Andai Anda seorang guru. Dan orang-orang seperti ini. Dia jelek. maka seluruh kebaikannya itu tidak bisa menyelamatkan dirinya. dan setiap ia menemui kesulitan. Kebaikannya di dunia. ia selalu ada jalan keluar. Padahal kita ini orang penting. menjadi nampak ke wajah kita. Sangat baik. Namun. jika dia meninggal. Ga ngaruh. kemudian urusan kita yang lain. Ini kartu mati buat saya. hanyalah dia tidak shalat. sudah Allah aturkan sunnatullah-nya. Ada seorang yang sama karyawan. di dalam Islam. Dia hanya disebut orang yang berbuat baik. Buat apa juga shalat jika masih suka nipu. badannya sehat. dan merugilah dia. hidupnya tenang. Tapi tetap saja urusannya teramat menganggu. dan datangnya satu demi satu. Kecelakaan dia. Maka. Termasuk dosa bila tidak bertuhan Allah. Kita lalu menganggap dia sudah membuang waktu kita yang begitu berharga. Sudah jelas dia dapat keburukan dari keburukan yang ia kerjakan. jadi berantakan. dua jempol dah kelakuannya. ilmu mengenal Allah dari pintu shalat. Maaf ya. perhatian. bila tidak shalat. Shalat adalah pintu pertama amal yang dihisab. Ga adil dong Allah? Ga juga.

teramat besar kerugiannya.Sama dengan buat apa pake jilbab kalo kelakuannya konyol. lurus. Sebab. Coba perhatikan kalimat di atas: Akan bertambah sebal lagi. dengan kualitasnya. Coba saja abaikan shalat. para pramuniaga dan kasir dan karyawan-karyawan bawah yang terkunci gajinya hingga berbelas belas tahun. andai gara-gara keterlambatan kawan kita ini. Tambah kesel lah lagi kita. Bahasa agama mah. Dan mereka ini . Atau. Ada yang ditampakkan ketidakberesan hidupnya. bener. sangat berpengaruh di kehidupan kita. dijamin. Namun. *** Pengaruh Kepada Urusan Yang Lain Shalat amat terkait dengan lain-lain hal di kehidupan ini. bila ada seseorang yang kemudian menemukan hidupnya berantakan. Shalat. menjadi nampak ke wajah kita. Dan ini sama bahayanya dengan tidak mengetahui. Sesiapa yang shalatnya bagus. Tentu sumpah serapah. Coba aja buktikan. tidak menyadari. kalau telat menyadari atau telat mengetahui. bahwa buat apanya iya. kemudian urusan kita yang lain. dan dia pun menemukan bahwa shalatnya memang berantakan. sesungguhnya bukan disembunyikan. Para pegawai yang kehidupannya biasa-biasa saja. hidup bakal berantakan. atau pura-pura tidak tahu? Bahwa urusan shalat sangat terkait dengan urusan yang lain. Bertambahtambah kekeselan kita. jadi berantakan. Konklusinya jangan dibawa kepada pembenaran lebih baik berbuat baik saja. Benahi shalatnya. para pengusaha yang berjalan di tempat dan cenderung turun. Sesiapa yang shalatnya lempeng. tapi shalat dan pakai jilbab itu juga penting. Banyak yang tidak tahu. ada yang disembunyikan oleh Allah. maka demikianlah yang memang bakal terjadi. tapi orang tersebut tidak diberikan kemampuan untuk merasakan ketidakberesannya. maka bagus juga kehidupannya. Insya Allah kita akan seminarkan hal ini di pertemuan kopi darat ya. maka insya Allah hidup pun akan tertata. bila persoalannya adalah persoalan yang berat. maka demikian jugalah hidupnya. atau minimal gerutuan dan kekeselan di hati. persoalan yang penting. bisa jadi sebab mengabaikan soal shalat ini. para kuli bangunan yang statis hidupnya. saya jawab. Gitu. Loh.

ntar dunia malah ga kebagian”. saya “ditugaskan” oleh hati dan pikiran saya untuk mencari Allah. Tidak sedikit yang memberikan wirid dan zikir. Kita sudah membahasnya sedikit di beberapa esai kemaren bagaimana rupanya bila kita telat shalatnya. Terbalik”. Mu’allim Syafii Hadzami almarhum. Sebab ketika beliau kejar dengan pertanyaanpertanyaan lanjutan. Ketika yang lain mengatakan jangan hanya doa dan shalat. Sebab beliau menjadikan buyut saya ini sebagai salah satu guru yang ditulis di dalam sejarah hidupnya. Sepusing-pusingnya. Ya. Keluarlah kemudian nasihat yang kemudian saya populerkan. ungkapan orang-orang tua dulu. entah itu shalat wajib. Solusi dicari. Dan beliau tahu saya buyutnya Kyai besar: KH. “Benerin sajadah. . Muhammad Mansur Jembatan Lima. Tahun 2003. Saya pun bahkan ditegur soal shalat sunnah ketika saya diketahui tidak rajin shalat sunnah (untuk tidak menyebut meninggalkan shalat sunnah). Masya Allah. semakin saya keturunan kyai. sama shalat engga lupa. Namun saya tahun 2003 itu malah digedor tentang shalat terus. mestinya makin tidak pantes shalat saya di bawah mutu. Rupanya jawaban ini tidak memuaskannya. Bahkan di tahun ini saya mengenal istilah “mencari solusi di atas sajadah’. insya Allah hidup akan jadi bener. salah satunya. insya Allah hidup akan lempeng. yang mengingatkan saya tentang shalat. banyak kyai. Jawaban saya. Sebenernya. Beliau ulama betawi yang sangat masyhur. ntar dunia ngikut. Sama dengan Abah Anom yang juga mengakui buyut saya ini sebagai guru pribadinya. didapatlah saya shalatnya sering telat. Biar gini-gini. Baginya. Malah bahasa tepatnya: biasa telat. Saya pun termasuk yang telat menyadari perihal shalat ini berpengaruh pada masa depan saya. “Shalatlah. banyak ulama. atau yang biasa disebut “amalan”. saya berkernyit juga awalnya ditanya tentang shalat. shalat engga dibenahin. jalan-jalan hidup dicari. seakan hidup lagi di hati saya: “Benahin akhiratnya. Lempengin sajadah. ini tidak menghalangi Mu’allim Syafii Hadzami bertanya: “Shalatnya bagaimana?” Singkat cerita. seperasaan saya. tahun 2003 saya berkenalan dengan soal kerapihan shalat. Alhamdulillah. Saya datang kepada beliau. Kira-kira saya menjawab. namun tidak mengoreksi soal shalat tamu yang datang mengadu ini. oleh-olehnya senantiasa soal shalat. Namun. Indah.terlambat mengetahuinya. dan itu dianggap sebagai “ikhtiar” juga. Dan saat itu. Lupain akhirat. dan bagi kyai-kyai yang tinggi tauhidnya. maupun shalat sunnah. Dan kelak ini akan berpengaruh pada Yusuf Mansur dewasa pasca masalah. Datang ke kyai mana saja. adalah jawaban kebanyakan. telat itu sama saja dengan tidak mengenal Allah dan tidak mengistimewakan-Nya. Yang lain mencari solusi. saya malah “dipenjarakan” oleh pengetahuan yang saya dapat u/ berlama-lama di atas sajadah. Setelah sekian tahun saya bergelut dengan kesusahan saya. tetap shalat”.

shalat itu mi’rajnya seseorang yang beriman. “Burung males”. burung apa yang punya sayap tapi ga terbang? Saya jawab. Salah. selama ini yang saya pelajari sebelumnya. yang ditanya tentang shalat wajib dan diperiksa pula shalat-shalat sunnah saya. tapi kalau kita tidak kerjakan maka tidak akan dapat dosa apa-apa. kenapa dia tidak pakai buat terbang! Nah. perjalana tauhid buat saya. kenapa juga shalat saya ga bener. Saya ditanya. Ga dipake itu shalat-shalat sunnah. bila dikerjakan tanpa sunnah? Saya pun dihadapkan pada pemikiran lain berdasarkan firman Allah bahwa sesiapa yang mengaku mencintai Allah. Tinggi-tinggi saya belajar. Yang ditanya. Akhirnya ketika saya jatuh. Maka di perjalanan berikutnya. katanya. Sebab pencariannya lewat pintu yang kali ini sudah benar. Seperasaan saya. ukurannya karena saya dibesarkan di lingkungan kyai. Ternyata saya salah. Ash-sholaatu mi’roojul mu’miniin. burung onta.siapapun ga pantes shalatnya rusak. . Ada satu cerita yang saya geli bener dibuatnya. Jauh-jauh saya belajar. susah. shalat sunnah itu ibarat sayap burung bagi shalat wajib. Burung yang ga terbang padahal burung sayap disebutnya burung bodoh. bagaimana shalatnya? Cukup itu sebagai indikator kejatuhan dan kejayaan kembali. sebab ga punya sayap. Dia tidak tahu dia punya sayap. begitu kata ulama yang saya temui. Sehingga wajar kemudian ada banyak orang yang shalat. Saya lalu dihadapkan pada satu teori: bagaimana kalau disebut tidak menghidupkan sunnah? Bagaimana kalau disebut shalatnya tidak mi’raj? Tidak naik kepada Allah. Karenanya saya kemudian membuat Kuliah Dasar yang membahas tentang shalat di satu kelompok esai khusus tentang shalat. Ga ditanya saya S2 di mana? Ga ditanya bagaimana manajemen bisnis saya? Ga ditanya. Lalu bagaimana mungkin kemudian disebut mengikuti rasulullah bila kemudian tidak berusaha mengikuti sunnah-sunnahnya? Sehingga bagaimana mungkin juga disebut mencintai Allah jika kemudian kita tiada menegakkan sunnah-sunnah Rasul-Nya yang karenanya kemudian dianggap cinta kepada Allah itu belumlah sempurna. di tahun 2003 itu saya berkenalan ulang dengan ayat-ayat dan haditshadits tentang shalat. Namun. Yaitu lewat pintu shalat dulu. tidak mi’raj. Begitu. Buku Mencari Tuhan Yang Hilang kemudian lebih membumi. Insya Allah. baru kemudian bercabang ke pintupintu yang lain. Saking pentingnya. Udah tahu punya sayap. kalau burung yang tidak terbang padahal dia tahu bahwa dia punya sayap? Kali ini saya tidak jawab. Masya Allah. Sebab ga cukup kuat buat mengangkat derajatnya. Tapi kemudian shalatnya tidak naik. kudu ikut sama Rasulullah. tapi kehidupannya ga berubah. Terhadap shalat sunnah. kalau kita kerjakan kita dapat pahala. Saya ditanya lagi.

Beliau kira-kira datang senen. Khususnya di awal-awal perbaikan seseorang. alias hanya selang satu hari. Anak muda itu barangkali tidak menduga kalau yang saya tulis hanya soal shalat. Dijawab oleh anak muda itu. Padahal aslinya. Subhaanallaah. Ternyata beliau cerita. barangkali Allah berkenan datang secepat itu sebab ia juga punya ibu yang sayang dan perhatian. Ditenteng oleh ibunya. likulli syai-in baabun. hutang saya lunas. Dan sebelumnya saya tanya kepada dia sebelum saya tulis sesuatu itu. akhirnya ya nyampe. Orang mengenal saya sebagai penganjur sedekah. Pertanyaan yang saya tanyakan adalah pertanyaan yang ditanyakan kepada saya dulu. Dan jangan shalat kecuali berjamaah. Disebut bahwa anaknya ini udah kawin. Saya kemudian mengambil kertas dan menuliskan sesuatu di kertas itu. kejar saya. Sebab 3 tahun setelahnya saya memperbaiki shalat saya (Ya Allah. Ustadz”. Ya udah. Di antaranya untuk soal konselingan. belajar yang lain-lain di KuliahOnline ini. he he he. sering saya sebut percuma kita belajar tauhid. Udah 32 tahun umurnya. wa baabut taqorrub ilallaahi ash sholaah. ga sesuai dengan kuliahnya. bahwa tidak boleh dilihat ini kertas kecuali sampe rumah. Ia mencari pekerjaan. pas dah. Anaknya nolak disebut ga kerja. “Bagaimana shalatnya?”. Besok kita bercerita-cerita ya. Saya sebut di atas. Dan kemudian rabu nya udah kembali padahal belum 7 hari. Saudara-saudaraku Peserta KuliahOnline. Ia menjawab. kelak.berantakan. Ikutin kertas ini. dan pulanglah. tentang orang-orang yang bersentuhan dengan urusan berkah dari perbaikan shalat. “Iya. Kata anaknya. Terakhir mau saya katakan. “Jangan tinggal shalat. Tapi ga kerja. Melihat dandanan ibunya dan cara ibunya menenteng dia ke saya. bolehlah saya mengira bahwa ibu ini pasti mendoakan terus anaknya. Sudah disebut di esai terdahulu.Waba’du. Pintu apa? Pintu shalat. pelajaran ini sungguh sangat mendalam buat saya. sambil berpesan bahwa lakukan apa yang ditulis di kertas ini. Malah kadang saya suka iseng. Insya Allah. Dan pintu pertama untuk mengenal Allah pertama kalinya adalah shalat. saya bilang. Sebelumnya saya guide. Ya. Selanjutnya itu anak dan ibu bercerita masing-masing versinya. tapi shalat kita belum kunjung kita perbaiki. Ada anak muda datang kepada saya. segala sesuatu itu punya pintu. ia sudah mendapatkan pekerjaan. Lakukan ini 7hr ke depan dan kemudian balik lagi ke saya”. Hidup saya pun meningkat. saya lebih senang menganjurkan perihal perbaikan shalat wajib dan penegakan shalat sunnah. Engkau Yang Maha Mengetahui Lintasan Hati Hamba saat bercerita ini). sebab pintu-Nya sudah saya buka. beliau seperti dihentakkan hatinya. tapi Allah tidak ia cari. Allah hadir dalam kehidupan saya. tidaklah disebut . Hari selasa. Semangat bertauhid adalah semangat memperbaiki shalat kita. iya. Selama ini ia salah mencari. Jangan berjamaah kecuali sama sunnahsunnahnya. Ia ubah haluan. Dan seutamautama doa adalah yang dipanjatkan setelah shalat wajib. ini juga sangat berpengaruh buat saya. “Iya apa?”.

yakin. bila kemudian soal shalatnya rusak. Yakin dan percaya akan Janji-Janji Allah. khususnya shalat kita. Dan yang lain menyebutnya sebagai pamrih atas ibadah-ibadah yang dilakukan karena dunia. Mudah-mudahan Allah senantiasa memperbaiki amaliyah harian kita. saya lebih memilih menyebutnya ”berharap sama Allah”. serta doa. saya lebih memilih menyebut ”saking percayanya sama Allah lalu saya melakukannya”. Sebenernya ini soal klasik yang sering ditanyakan oleh jamaah. dan di sampel ”sedekah mengantarkan umrah”. Buat saya ini adalah soal Tauhid. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Tidak Ikhlas? KDW0118 Seri-18 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Ikhlas? Di esai Bicara Tauhid Bicara Keyakinan. Soal keyakinan. Mudah-mudahan bisa menjelaskan tentang perbedaan antara ikhlas. Silahkan saja direnungkan. Yakin dan percaya akan seruan Allah dan Rasul-Nya. nurut sama Seruan Allah. Esai ini seadanya memang saya ambil. saya lebih kepengen meyakininya sebagai sebuah keutamaan jalan sebab yang memberikan petunjuk . Yang lain menyebut ”tidak ikhlas”.bagus tauhidnya. soal kepercayaan. saya selang dulu dengan esai tentang keikhlasan dan doa. Baiklah. Yang lain menyebutnya ”tidak ikhlas”. saya perhatikan kemudian muncul banyak pertanyaan dari Peserta KuliahOnline tentang ”Ikhlas tidak ya kalau kita bersedekah sebab mengharap imbalan?”. yang saya ambil seadanya dari buku terbaru saya yang judulnya: ”an Introduction to THE MIRACLE”.

saya terus mendorong kawan-kawan WebOnline untuk menyempurnakan BelanjaOnline agar peserta langsung bisa mendapatkan buku aslinya. al-Baqarah: 186) Suatu hari Luqman “bingung”… “Kenapa ketika seseorang ibadah kepada Allah. *** Tulisan Ini Bukan Memaksa Anda Meminta kepada Allah “… Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku.adalah Yang Memiliki Dunia yang juga menyuruh kita beribadah. “Sedekah-sedekah saja. he he he. Tunggu dah besok ya. Ini bukan promosi.. jangan tahajjud sebab pengen minta ini minta itu sama Allah. tapi sekalian nyuruh beli.” Atau. malah lalu enggak boleh minta sama Allah?” (-) Loh.” Orang-orang seperti ini nih yang saya bingungkan. Insya Allah besok saya akan naikkan esai yang judulnya: ”Ibadah: Jalan Rizki Utama”. . tahajjud saja. memangnya siapa yang mengatakan enggak boleh minta? (+) Ya orang-orang.” (QS. Waba’du. (-) Orang yang mana? (+) Ya yang mengatakan. “Ibadah-ibadah saja… jangan minta-minta sama Allah. kata Luqman. Masa sih sedekah karena pengen sesuatu. Salah tuh.” “Tahajjud. Selamat mengikuti esai-esai ini.. Insya Allah besok masih saya cuplikkan bahagian dari buku tersebut untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ”ikhlas atau tidak ketika kita beribadah lalu berharap imbalan?”.

(+) Guru saya pernah bilang. jangan minta-minta sama Allah.. Tapi’kan begitu cara kerjanya setan.(-) Loh. itulah setan? (-) Maksudnya? (+) Ya setan’kan masuk lewat pintu ilmu. kenapa kamu “menyerang” mereka-mereka itu? Bukannya mereka itu bagus? Dan mengajarkan kemurnian ibadah? (+) Ya. bila ada yang mengajarkan kebaikan. boleh enggak meminta sama Allah? (-) Boleh. Masa menyamakan mereka yang berpendapat seperti itu seperti setan? (+) Ya enggak sih. apakah masih bagus disebutnya? (-) Tapi siapa juga yang menyekat? Kan mengajarkan keikhlasan? (+) Apa coba sebutannya buat mereka yang melarang hamba-Nya meminta sama Allah? Apa bukan menyekat tuh? Memberi dinding antara seorang hamba dengan Allah? (-) Ya. . Tapi di sisi yang lain. Halus banget... “ibadah-ibadah saja. (+) Enggak gitu gimana? (-) Ini’kan sekadar mengajarkan keikhlasan. tapi di saat yang sama mengajarkan keburukan. (+) Meminta itu berdo’a bukan? (-) Ya. seseorang tidak diperbolehkannya meminta sama Allah. Gitu loh. Apa ini bukan kerjaan setan? (-) Wah.” Iya’kan? Enggak berani? Sebab kalau berani membantah berarti tidak ikhlas? (-) Iya juga sih. enggak gitu sih. sama dengan berdo’a. (+) Gini. Satu sisi mengajarkan perbuatan baik harus dilakukan dengan keikhlasan.. terlalu jauh tuh. Tapi kalau mengajarkan keikhlasan sambil menyekat hamba-Nya dari Allah. Kita enggak berani ngebantah perkataan. bagus-bagus saja.

(+) Jadi... boleh nih berdo’a? (-) Ya, bolehlah... malah jadi ibadah. (+) Ok, malah jadi ibadah ya? (-) Ya... jadi ibadah. (+) Terus... boleh enggak seseorang yang tidak ibadah meminta sama Allah? (-) Maksudnya? (+) Boleh enggak seseorang yang tidak shalat misalnya, lalu dia berdo’a kepada Allah? (-) Boleh saja... berdo’a’kan tidak mempersyaratkan apa pun, kecuali sebagai akhlak. (+) Jadi, boleh nih, seorang preman misalnya, berdo’a kepada Allah? (-) Ya... boleh. (+) Walau dia tidak shalat? (-) Ya, boleh... meski dia tidak shalat, dia berhak berdo’a. (+) Lah, lalu kenapa orang yang menempuh jalan tahajjud, menempuh jalan sedekah, lalu jadi tidak boleh meminta? (-) Iya juga ya... kenapa jadi tidak boleh? (+) Situ sendiri’kan yang bilang... sedekah-sedekah saja, tahajjud-tahajjud saja, jangan minta-minta sama Allah? (-) Bener. (+) Padahal, mestinya kalimat yang benar itu begini... “tidak tahajjud saja boleh meminta, apalagi tahajjud. Tidak sedekah saja boleh meminta, apalagi bila bersedekah.” (-) Bener.

(+) Dari tadi bener-bener melulu? (-) Lah, memang bener. (+) Sekarang siapa yang bingung? (-) Ya enggak bingung... saya benar, situ benar. (+) Maksudnya? (-) Beribadah karena sesuatu’kan jadinya tidak ikhlas? (+) Yah, itu mah namanya kembali kepada pertanyaan semula. (-) Kembali bagaimana? (+) Yah, di depan’kan ditanya, boleh enggak meminta sama Allah tanpa ibadah? (-) Oh... dialog di depan tadi? (+) Ya iyalah... dialog yang tadi, masa harus balik lagi? (-) Jadi... gimana? (+) Ikhlas itu jangan dikaitkan dengan meminta. Bila seseorang meminta kepada Allah,

jangan dikatakan tidak ikhlas dong? (-) Lalu, mestinya dikatakan apa buat seseorang yang bersedekah lantaran dia susah? (+) Dikatakan kepadanya, “Dia menempuh jalan yang diberitahu Allah dan RasulNya.” (-) Oh... gitu ya? (+) Ya... begitu. Ketika Allah bilang bahwa Allah akan membantu yang mau membantu sesama, lalu ada seorang yang keluar dari rumahnya membantu orang lain karena dia kepengen kesusahannya dibantu Allah, Masa salah? Bukankah ini berarti dia mempraktikkan cara-cara Allah bila kepengen dibantu. Dan berarti dia dapat

pahala tersendiri, yaitu pahala menjawab seruan Allah, pahala nurut sama Allah, pahala percaya sama Allah. (-) Tapi’kan enggak bener dong. (+) Enggak bener pegimana? (-) Kok aneh ya, ibadah’kan harusnya murni, ikhlas? (+) Ya itu tadi... sebab pemahaman ikhlasnya kali yang salah. Mestinya ikhlas itu adalah tidak dikaitkan dengan do’a, dengan permintaan. Kasihan hamba-hambaNya Allah yang memang kepengen sesuatu dari Allah, dan Allah memang membuka pintu-Nya, dan murah memberi hadiah kepada hamba-Nya yang mau menegakkan ibadah. Lebih kasihan lagi kepada orang-orang yang tidak tahu bagaimana caranya merayu Allah. (-) Jadi, tetap disebut ikhlas nih, bila seseorang beribadah karena sesuatu? (+) Kalimatnya barangkali begini, orang itu punya tauhid yang bagus. Punya iman yang bagus. Karena percayanya dia sama cara yang dianjurkan Allah dan Rasul-Nya, lalu dia tempuh jalan itu. Gitu. Secara simpelnya, disebut tidak ikhlas itu kalau ia ngomongin dia punya amal ke kiri dan ke kanan dengan maksud riya atau sombong, sum’ah/berbangga diri. Kalau ke Allah mah namanya do’a, harapan, permintaan, munajat. (Iya juga ya... apalagi meminta itu’kan ibadah juga ya? ) (Nah... berarti kalau seseorang mau sedekah, dan ia punya permintaan, berarti ada dua ) ibadah?

(+) Betul... ibadah “sedekah” dan ibadah “meminta”. (-) Dapat dua pahala ya? (+) Ya... dapat dua keutamaan. (-) Paham saya sekarang. (+) Masa? (-) Iya.

(+) Lalu masih menyalahkan orang yang bersedekah lantaran proyeknya pengen lancar? (-) Masih. (+) Lah? (-) Ya iya... namanya juga bingung. (+) Ya sudah... bingung saja terus. (-) Ya soalnya memang tetap bingung. (+) Iya... enggak apa-apa. Kan enggak maksa supaya situ mau minta sama Allah. Jadi, ya enggak apa-apa bingung juga. Silahkan saja. Kalau saya mah enggak bingung. Bagi saya, saya percaya sama Allah. Percaya sama cara-cara-Nya Allah. Allah bilang, kalau mau begini, begitu. Kalau mau begitu, begini. Lalu saya ikuti itu. Ini namanya tunduk, patuh, dan taat. Sekali lagi, ini namanya keutamaan dari percaya sama Allah. *** Yah, namanya juga orang bingung. Luqman sendiri bingung. Anda enggak usah ikut bingung… he… he… he.... Yang jelas Luqman meyakini, banyak orang yang tidak berani minta sama Allah. Padahal Allah sendiri yang menyuruh meminta kepadaNya. Masa ketika seseorang meminta jadi salah? Iya enggak? (-) Iya. (+) Lah... kok ada jawaban lagi? (-) Tadi nanya? (+) Nanya apaan? (-) Tadi nanya... masa ketika seseorang meminta jadi salah? Iya enggak? Ya

(+) Loh.. Terus begitu. maka jadilah orang-orang yang senantiasa butuh sama Allah. (+) Wah.. maka jadilah orang-orang yang senantiasa butuh sama Allah. kok kamu lagi? (-) He… he… he…. silahkan.. Jangan diganggu ya.. (-) (+) Ya udah. Salah satu caranya adalah dengan banyak meminta kepada Allah.. (-) Wah. Supaya tetap terhubung dengan Allah. enggak usah ya? jawab kalau saya enggak minta situ ngejawab. nanti jadi panjang lagi!? *** Minta Terus Jangan Ragu Allah suka dengan hamba-Nya yang banyak meminta. itu’kan kata situ.. saya diam saja. Dikabulkan yang satu.. Dikabulkan yang satu. Salah satu caranya adalah dengan banyak meminta kepada Allah. minta lagi yang lain. Enggak boleh ngomong ya? (+) Boleh. Luqman Hakim teringat .. supaya tetap terhubung dengan Allah. minta lagi yang lain. sudahlah. Enggak apa-apa. Terus begitu. Ok.saya jawab iya. Oke *** Kembali lagi dengan kalimat di awal. Tapi saya lagi nulis ini buat pembaca buku ini.. situ diam saja ya. Enggak apa-apa.

normal. malam. siang. kepada Allah mah jangan takut meminta. Allah senang bila hamba-Nya mau meminta pada-Nya. Tapi mereka berdua tidak mau berhenti sampe di situ saja. Allah tidak akan pernah merasa keberatan dan tidak akan pernah merasa bosan bila ada hambaNya yang meminta dan meminta terus. Aku mengabulkan . dan cantik. iya’kan?” Luqman membenarkan. ia dan istrinya berdo’a semoga anaknya ini lahir dengan selamat. melainkan dia terus-menerus memelihara ibadahnya dan terus-menerus berdo’a. “Pah. Memintalah. maka (jawablah). Istrinya Luqman memberitahu suaminya. kita belom aman loh? Wirda memang sudah lahir selamat. tapi’kan belum tahu apakah telinganya bisa mendengar. mulutnya bisa bicara? Artinya. bahwasanya Aku adalah dekat. tidak menghentikan do’anya. ”Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku. mestinya Luqman Hakim dan istrinya berhenti berdo’a jika mereka berdua memuaskan dirinya hanya sampai etape itu saja. maka Allah akan memenuhi apa yang kita minta. lahirlah anaknya dengan selamat. pagi. apalagi jika Anda punya amal yang hebat. mengingatkan..proses kelahiran si Wirda. belum aman. Berhentikah ia dan istrinya berdo’a? Iya. Anda disayang sama Allah. Alhamdulillah. Mestinya seseorang yang merasa perlu sama Allah tidak menghentikan ibadahnya... Bayi putri yang sehat. Boleh dibilang. Makanya kita harus terus berdo’a. kaki dan tangannya bisa digerakkan normal. Percayalah.. matanya bisa melihat.

dan minta. dan seterusnya. Pokoknya sama Allah mah minta. Di samping tentu menjadi sebuah wujud iman dan keyakinan kepada-Nya. mau meminta cinta dan kasih sayangnya Allah.minta.. mau meminta ridha dan perlindungan-Nya.? Sebuah Keutamaan Ibadah adalah salah satu ikhtiar mendapatkan dunia. tidak sedikit orang yang menyalahkan orang lain yang beribadah sebagai jalan ikhtiar mencari dunia-Nya Allah. Faathir: 15) Memintalah kepada Allah. agar mereka selalu berada dalam kebenaran.. maka ini menjadi sebuah ibadah yang sangat hebat. aneh.permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Sebab meminta itu adalah ibadah seorang hamba kepada Allah. Khaliqnya. Itu’kan . Luqman Hakim lebih menyebutnya sebagai “sebuah keutamaan”. Yang tidak kalah pentingnya. ibadah juga bertambah. Dalam kehidupan sehari-hari. bagaimana ketika permintaan bertambah... Ketika Allah memerintahkan kita begini dan begitu ketika kita mencari dunia milik-Nya. Ya.. Mengapa demikian? Sebab bukankah mengikuti anjuran Allah dan Rasul-Nya adalah juga ibadah? Dunia adalah milik Allah. terus meminta.” (QS. “… Kamulah yang berkehendak kepada Allah…” (QS. Tentu saja cakep buat dia apabila dia mau meminta ampunan Allah. Luqman masih tertarik untuk membahas tentang “menempuh jalan ibadah sebagai sebuah keutamaan”. mencari dunia dengan jalan beribadah adalah sebuah keutamaan. maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku.. al-Baqarah : 186) Justru bila ada hamba-Nya yang tidak mau meminta.

terhadap nasihat manusia. dan meminta (do’a) adalah juga ibadah.. bukankah dia malah . Lalu memberikan advisnya tentang tata ruang yang lebih membuat sirkulasi udara rumah kita menjadi lebih bagus. Saudaraku. dan kemudian menyandarkan harapan hanya pada-Nya -sekali lagi. Mengapa terhadap nasihat Allah dan Rasul-Nya tidak kita ikuti? Apakah karena kita tidak percaya kepada Allah dan Rasul-Nya? Atau jangan-jangan kita terjebak kepada kesungkanan atau makna keikhlasan yang barangkali perlu dikoreksi? Sehingga ibadah kita tidak bertenaga? Tidak memiliki spirit? Sebab bisa jadi bayang-bayang tidak boleh beribadah karena meminta sesuatu dari Allah. Bila dilakukan terus-menerus akan membuat seseorang naik terus derajat dan kemuliaannya. hanya pada-Nya-. Allah menyebut bahwa jalan tahajjud akan membuat hidup seseorang berubah menjadi lebih baik lagi. kita korbankan kendaraan kita untuk mendapatkan uang buat operasi. Bukan karena penuh pengharapan kepada-Nya. Lalu. Maka bila seseorang melakukan tahajjud dan juga berdo’a kepada Allah. Kalau perlu. Macam gini. Dia berkunjung ke rumah kita. maka insya Allah kita akan mengubah tata letak rumah kita tersebut andai memang kita ada uang. kita akan terbirit-birit mengiyakan. atau percaya. keyakinan kita bukan main hebatnya. Terhadap saran manusia. Atau malah jangan-jangan kepikiran terus untuk sesegera mungkin menjalankan advis sang desainer interior tersebut.. kita bak… bik… buk… memikirkan dan mengikutinya. dalam hitungan 24 jam!” Wah. pinjam sana pinjam sini. atas janji-janji-Nya sendiri. terhadap dokter saja. Andai kita tidak ada uang pun kita akan mengusahakan setengah mati. menjadikan kita seperti setengah-setengah beribadah.. Ada ahli desain interior. Ketika seorang dokter mengatakan.. ada seseorang yang melakukan tahajjud sebab percaya akan firman-firman Allah dan hadits-hadits Rasul seputar tahajjud ini. berharap solusi dari-Nya. apakah ini salah? Lebih utama mana dengan yang tidak mengerjakannya? Atau lebih utama mana dengan yang mengerjakannya tanpa berharap kepada-Nya? Apalagi kalau kita sepakat bahwa meminta kepada Allah pun merupakan ibadah tersendiri? Tahajjud ya ibadah. “Anda harus dioperasi segera. entah itu dunia-Nya. kita tinggalkan rumah kita.sebutan betawinya nurut.

yang bisa sembuh.” Lalu. ayo! Beranilah meminta. maka pas ia berumur empat bulan. saya berdoa agar anak-anak saya dan keluarga. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Ibadah. Kalimat bahwa beribadah sama Allah. beribadah saja. bisa semuanya berangkat ke Baitullaah. laki-laki. Kasihan orang yang butuh pertolongan Allah yang menempuh jalan ibadah dan jalan-jalan yang diseru-Nya. sambil muraja’ah juz ke-14 untuk ngimamin tarawih besok. Anak saya yang ketiga. sehat. Bekerja Untuk Allah KDW0119 Seri-19 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Ibadah Tujuan Hidup Abang Kun bangun. jangan minta-minta sama Allah. istri saya “isi” lagi. Jalan Rezeki Utama Bekerja Dengan Allah. seseorang yang menghendaki pertolongan Allah bergegas menyambut seruan ini untuk benar-benar berharap turunnya pertolongan Allah baginya. Namanya Muhammad Kun Syafi’i. Rasul misal pernah bilang juga begini. Di TVRI sedang berlangsung LIVE siaran Tarawih dari Mekkah. Subhaanallaah. di Baitullaah-Nya. Apakah ini salah? Tega bener kalo salah mah. Jam masih menunjukkan pukul 01-an dinihari. saya juga berkesempatan berdoa agar semua kaum . Barangkali sebab dipanggilnya abang. Kami memangginya Abang Kun. Ya Allah. Mohon do’a agar Allah memberikan bimbingan kebenaran dari-Nya. Tidak ketinggalan saya berdoa pula untuk Anda peserta KuliahOnline. agar bisa menikmati bersimpuh di hadapan Allah. alias hamil lagi. sebab salah satunya doa-doa para jamaah semua kepada Allah. Abang Kun bangun. ini menurut saya perlu dilakukan lagi penelitian mendalam. harus ikhlas.dapat dua keutamaan? Terus lagi. nromal. Saudaraku. “Kalau mau dibantu Allah. bantulah sesama. Lahirlah kemudian bayi yang ke-empat.

dan saya katakan padanya: “Abang. rombongan Umrah Ramadhan Wisatahati/Daarul Qur’an. sudah membuat orang menjadi jauh dari yang namanya ibadah. Waba’du. sebagai pusat dari semua langkah perbaikan diri dan perbaikan hidup. Saya betul-betul menghendaki diri ini mau memperbaiki ibadah. Semoga berkenan dan bermanfaat. Agar Allah juga berikan ampunan kepada seluruh keluarga besar negeri ini. yaitu untuk beribadah kepada Yang Kuasa. Sebahagiaannya barangkali tidak termasuk yang saya sebut. dan melihat dengan mata tidak berkedip. perbaiki ibadah bila hidup mau kembali benar. Hanya itu jalannya kalau negeri ini mau makmur kembali. dia bersorak ketika melihat langsung menara-menara Masjidil Haram. sesuai dengan janji saya. Agar negeri ini mau tunduk dan ta’at kepada Allah. Saya masuk ke kamarnya Abang. Dalam keadaan TV mati. ya habaaibnya. Kelalaian dunia. Selamat jalan jamaah umrahku. saya cuplikkan tulisan ini.muslimin berkesempatan menjadi tamunya Allah. berangkat shubuh ini. iman dan kembali dengan umrah yang mabrur. Ingat-ingat tujuan kita diciptakan. Alhamdulillah kalau begitu. kami berdua menikmati bacaan ayat suci al Qur’an. bawalah doa untuk negeri ini. mudah-mudahan bisa . ya masyarakatnya. Sama dengan esai kemaren. Abang menunjuk-nunjuk dengan tangan mungilnya layar di TV. Segala urusan dunia sudah mengalahkan tujuan hidup di dunia itu sendiri. kesibukan dunia. Selamat jalan wahai jamaah umrahku. Abang Kun dibuatkan susu oleh Bu Yayuk. Abang terdiam dari nangisnya. Kosasih. Lihat yang pada tarawih malam hari ini di Masjidil Haram”. bahwa hari ini kita akan belajar tentang “Ibadah: Jalan Rizki Utama”. Dalam rangka menyemangati kembali diri ini dan diri semua orang yang bisa saya semangati. saya usap punggungnya. dan mengambilnya. Agar keridhaan Allah mengiringi seluruh ikhtiar negeri ini memperbaiki diri dan meningkatkan kesejahteraan dus keluar dari segala krisis. lihat Mekkah yuk. saya bertanya apakah jamaah sekalian sudah menerima imel tentang penanaman pohon untuk penghijauan pondok? Bila sudah. Alunannya membuat saya rindu akan Baitullaah. Selamat jalan jamaah umrah semua. saya hidupkan. Kebetulan pula. beginilah kenyataan orang zaman sekarang. ya pimpinannya. maka saya hadirkan esai ini melengkapi esai Kuliah Tauhid. esai ini saya cuplik seadanya juga dari buku The Miracle. Peserta KuliahOnline. Lihat Ka’bah. Ya Allah. Semuanya. Namun. Panjatkanlah doa di sana agar pertolongan Allah segera hadir di kehidupan anak negeri di seluruh negeri. dan jamaah umrah dari seluruh tanah air. Saya gendong. yang ke sekian. Perjalanan kita sudah menunjukkan bahwa melencengnya kita dari kehidupan kita membuat hidup kita semakin jauh dari Allah. Ya. dipimpin oleh KH. Semoga Anda semua diberi Allah ganti ongkos umrah dan keletihan selama berumrah dengan kelezatan ibadah. ya ulamanya. Dan masya Allah.

berikut ini esai yang saya maksud. alam kita. dan yang unik-unik. *** IBADAH. Dan lewat media KuliahOnline ini juga saya serukan agar peserta KuliahOnline berkenan melakukan penghijauan sebisa-bisanya di lingkungan masing-masing juga. Atas nama pribadi dan keluarga besar Pesantren Daarul Qur’an. kelak di hari kiamat.. saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.punya rizki ya untuk menyediakan pepohonan yang dimaksud. seukuran proyek. Agar lingkungan kita. seukuran dagangan. Begitulah selama ini pikiran kita bekerja. Ok.. JALAN REZEKI UTAMA Bekerja DENGAN Allah. Pohon apa saja. kembali ramah kepada kita. Dan kalau bisa. Mudah-mudahan pepohonan yang ditanam ini bisa menjadi pelindung di hari tiada perlindungan kecuali perlindungan Allah. atau seukuran modalnya. Amin. Bekerja UNTUK Allah Memperluas Jalan Usaha Memperbesar Hasil Usaha Semula banyak orang berpikir bahwa hasil usaha dia adalah seukuran kerja. Terutama pohon-pohon buah. pohon-pohon yang sudah berdiameter besar. Selamat mengikuti. Tidak pernah terpikirkan atau jarang terpikirkan bahwa hasil usaha bisa DIPERBESAR lewat jalan ibadah. seukuran usaha. dan jalan usaha bisa DIPERLUAS lewat jalan ibadah! .

Ya. Al-Qur`an adalah petunjuk. Apa pun yang kita lakukan tentu harus mengikhlaskan diri kita karena Allah . barangkali iya. menjadi sebuah solusi yang “diataskertaskan”. tidak sedikit yang kurang berani. hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah. iya yakin bahwa “jalan ibadah bisa menambah dan memperluas jalan rezeki”. banyak di antara kita yang tidak berani berpikir bahwa jalan ibadah bisa menambah dan memperluas rezeki. Tidak boleh beribadah karena dunia-Nya. siapa yang berani memberi kritik? Siapa yang berani mengoreksi? Dan siapa yang berani memberi catatan? Saya pun tidak akan berani. Maksudnya. Yakin. Harus karena wajah-Nya semata”. “Katakanlah. bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang hak dan yang batil. “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan..” (QS. dan Harapan Memberi Spirit dalam Beribadah Wacana-wacana yang menjadikan “kekurangberanian” atau “kesungkanan” untuk meyakini keyakinan itu secara bulat. Entahlah.. tapi membicarakannya hingga “menjadi sebuah metode”. Tuhan semesta alam. atau saya yang “terlalu berani?” Padahal sebagai sebuah petunjuk.” (QS. ibadahku. Do'a. ’Sesungguhnya shalatku. al-Baqarah: 185) Tentu saja termasuk “petunjuk” untuk mencari rezeki dari Yang Maha Memiliki segala perbendaharaan rezeki Ikhlas. al-An’aam: 162) Kalau kalimatnya seperti di atas. baik di praktik maupun di teori (menjadi metode) adalah sebab ada wacana bahwa “Ibadah itu harus ikhlas.

supaya kamu mendapat petunjuk. Jalan- . tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya. “Katakanlah. percaya dan berkenan mengikuti dengan harapan agar benar-benar kesulitan kita dimudahkan Allah.” (QS. al-A’raaf: 158) Contoh salah satu bentuk ibadah adalah sedekah. mereka tahu dengan ilmunya bahwa dengan beribadah. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan. sebab karena Allah dan Rasul-Nya memberi petunjuk demikian. Harapan pun dia gantungkan semata hanya kepada Allah. Nanti Allah akan buat apa-apa yang sulit. kita-kita yang sedang diberi nikmat kesulitan. ath-Thalaaq: 7) Lalu. Bahwa dia menempuh jalan ibadah.” (QS. yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekadar apa yang Allah berikan kepadanya. tapi pada saat yang sama. Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia. Bagaimana kalau mereka secara cerdas. dunia akan Allah dekatkan. Karenanya. Lalu Allah memberitahu bahwa kalau sedang disempitkan rezekinya. Tapi tunggu dulu! Orang-orang yang mencari dunia milik Allah lewat jalan ibadah pun tidak mesti juga serta merta dikatakan tidak ikhlas. “Dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. bersedekahlah. ’Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua. yang menghidupkan dan mematikan.semata. harus percaya dan mengikutinya. jadi mudah. mereka beribadah sepenuh hati kepada Allah. “memisahkan” antara keikhlasan dan do’a? “Memisahkan” antara keikhlasan dengan harapan? Artinya ketika mereka menjalankan.

Iman dan tauhid yang kemudian berbuah amal shaleh Bahkan menurut pendapat saya. inilah bahkan CARA TERCERDAS dan TERHEBAT sepanjang sejarah cara-cara yang dikerjakan manusia. Saya lebih kepengen menyebutnya dengan “inilah iman”. Saya lebih suka menyebutnya. Salahkah kita? Apakah kita disebut tidak ikhlas hanya karena beribadah karena berharap akan kebenaran janji-Nya? Salahkah bila kita percaya sama omongan-Nya? Sama “iming-iming-Nya?” Salahkah juga kalau kita kemudian bersedekah karena kepengen diberikan kemudahan atau karena kesulitan kita kepengen dihapus-Nya? Sedang ini adalah firman-Nya? Nampaknya tega betul bila disebut tidak ikhlas.Nya yaitu jalan sedekah. alias kita bersedekah. Lalu. kita turuti betul. salahkah juga bila ia bercerita ini kepada kawan-kawannya. pemilik segala kemudahan. yaitu tinggal mengikuti saja petunjukpetunjuk di dalam Al-Qur`an. “saking percayanya sama petunjuk Allah. Dan “inilah tauhid”. apakah setelah dikembangkan menjadi paragraf di atas masih terjadi benturan? Saya pikir ini adalah sesuatu yang berbeda. Sebab cara ini dan petunjuk ini datangnya dari Allah. kita mengesakan Allah. Dan karena harapan adalah hanya dengan berharap kepada-Nya. lalu kita melakukannya”. Kita melakukan karena kita yakin pada Allah dan kita mengetahui itu. percaya pada seruan dan petunjuk Allah. atau melepas kesulitan. Lalu iman kita bekerja dengan kekuatan penuh. maka kita pun berharap agar Allah benar-benar memenuhi janji-Nya. Maka. kepada sekitarnya? Bahwa bersedekahlah jika ingin dicabut segala kesulitannya? Lalu salahkah dia bila dia . Dan ketika manusia menjalankan petunjuk Allah. ketika ada yang percaya kemudian menjalankan dan merasakannya. setelah kita tunaikan sedekah. Gampang! Entah dalam mencari rezeki. Sesuatu yang malah harus dikupas dan ditelaah lebih jauh lagi. bukankah ia menjadi sebuah ibadah tersendiri? Malah ibadah ini begitu indah dan memberi semangat dalam nilai. atau hal-hal lainnya. Kita melakukan karena kita percaya pada-Nya. Ibadah yang tumbuh atas dasar keyakinan kepada apa yang digariskan Allah.

1000. Setelah sedekah. Terus. Tapi yang satu ini memahami satu hal. 1000 di satu shalat Jum’at. makanannya dibayarin orang. Jadi. kelak ia akan mengubah jumlahnya. bukan kebetulan. maka kebodohanlah baginya. Juga lebih mudah diserap dan masuk menjadi pemahaman bagi orang banyak. 10. Sama peristiwanya. Orang ini tetap bersyukur kepada Allah. Ia bersedekah yang sama. Ada seorang yang bersedekah Rp. kita bikin sampel yang berbeda. Berbeda dengan orang yang satu. ini di mata dia. 10. Dan mestinya. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut .000. hikmah dan pengalaman. Sebut saja ada yang bersedekah Rp.menjadikan pengetahuannya. Sudah Allah berikan ilmu. ada yang bayarin makanannya. ia kemudian tambah menyadari dan tambah meyakini kebenaran janji Allah. yakni bahwa Allah telah menjanjikan bayaran 10 kali lipat bagi mereka yang mau bersedekah.? Langkah dan Hasil Kebetulan dan Metode Supaya gampangnya saya berikan contoh. Betapapun. Tapi orang ini tidak menyadari dengan ilmunya bahwa peristiwa ini ada kaitannya dengan sedekahnya yang Rp. Tapi orang ini bersyukur biasa.000 atau Rp. sama-sama Rp. Setelah shalat Jum’at dia makan di warung dekat masjid. Jumlahnya katakanlah mendekati Rp. dia kemudian makan dan ada yang bayarin. maka bisa dengan mudah diikuti. success story lebih mudah masuk ke hati dan pikiran orang. bersyukur bukan bersyukur karena ilmunya. Kalau tidak. atau minimal mengistiqamahkan ibadahnya. dicontoh. sebagai sebuah metode? Bahwa kalau mau keluar dari masalah. 1000. pengalamannya. Ketika akan bayar. 1000 di waktu shalat Jum’at. bersedekahlah? Kalau menjadi metode. dan dirasakan oleh banyak orang. Bedanya ada! Yakni di peningkatan amaliyah kemudiannya. Ketika ia dibayarin. tidak bertambah imannya.

Buat seorang yang tidak berilmu. Inilah saya sebut sayang bila tidak dimetodekan. bertambah-tambah pembuktian pun sudah beriman. kebetulan saja bila ia dibayari orang makan siangnya. Ini bolehlah disebut bergetar. karena ya itu tadi. langkah dengan hasil. maka subhanallah. al-Anfaal: 2) Ketika ilmu masuk. bila dijalankan dengan sungguh-sungguh. bukan karena ia bersedekah ketika shalat Jum’at. Pengertiannya. Beda dengan yang berilmu. Kemudian bergerak untuk mengamalkan.nama Allah gemetarlah hati mereka. atau sebaliknya. Artinya. banyak kejadian yang sebenarnya punya korelasi antara hasil dengan langkah.” (QS. dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya). Dan ini pun semua terjadi atas ridha dan izin-Nya. seseorang akan naik terus derajatnya. Buku ini hanya memberi bobot penggalian kisah-kisah tersebut dan menyuguhkan kepada pembaca. imannya. Berupaya Mencari Sesuatu di Balik Kisah Buku yang ada di tangan saudara ini adalah buku yang sederhana. yang menganggap hal tersebut adalah bukan kebetulan. Ketika terbukti. Bahkan. bertambahtambah. bahkan akan menjadi lebih hebat . dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. tidak istiqamah. Padahal. Seseorang cenderung tidak mengulangi. Seperti di atas tadi. tanpa perlu Korelasi Gerakan Akhirnya. yang namanya sistem. bahwa ternyata di balik kisah itu ada sebuah metode yang kalau diikuti dia akan berulang kejadiannya. ia memahami. ada yang mengalaminya. Alias sebenarnya bagi seorang Mukmin. Dia hanya mencuplik satu dua kisah saja yang biasa ditemui di keseharian. dianggap sebuah kebetulan yang sifatnya “normatif”. barangkali dianggap sebuah kebetulan. maka ia akan membentuk ketetapan hasil yang akan cenderung baku.

shalat malam. Tidak ada istimewanya bagi yang tidak mengistimewakan Allah.? . Yakni tadi. Namun bila ibadah buruk. Sedekah. menyenangkan hati yang berduka adalah “hanya sekian” dari apa yang disebut sebagai ibadah. Tapi manusia senangnya memilih cara yang repot. Padahal Allah tentu yang paling tahu tentang kunci-kunci perbendaharaan rezeki-Nya. Bila ibadah diperbaiki. Allah menyebut kunci segala kunci bagi manusia itu adalah dengan beribadah kepada-Nya. jangan buru-buru silau. memberikan cara yang mudah bagi manusia. Tapi apa boleh buat. Alangkah cantiknya bila seseorang memiliki dunia dan juga memiliki Allah sebagai Pemilik dunia.lagi hasilnya bila bobot amaliyahnya ditambah kualitas dan kuantitasnya. Kiranya itulah kebaikan dari Allah. Mencari Rezeki Cara Mudah Mencari Rezeki Cara Repot Saudaraku. barangkali sebab ilmu dunia dan usaha orang itu sendiri. Ibadah biasa saja. Tentu dengan memperluas seluas-luasnya cakupan ibadah yang dimaksud sebagai seluruh gerakan. ibadah. cara yang sukar. Allah memberikan cara yang gampang bagi manusia. hidup pun akan biasa saja. maka kehidupan pun akan menjadi lebih baik lagi. Bila nampak dunia yang bagus. mencari dunia-Nya. tapi di tangan orang-orang yang tidak rajin beribadah. maka kehidupan buruk yang akan terhidang. tidak memiliki diri dan keridhaan-Nya. rasa dan pikiran seorang hamba kepada Sang Khaliq. Namun dia hanya memiliki dunia-Nya. memberi makan anak yatim. dalam urusan mencari rezeki. hasil tenaga dan pikirannya. ketiadaan ilmu yang barangkali membuat seseorang tidak mengetahui bahwa dia bisa punya energi dan kemampuan yang akan melipatgandakan hasil keringatnya. lewat jalan ibadah. Itu bisa ditempuh dengan satu ayunan langkah.

ya ketika kita duduk bersama anak yatim dan mencari anak asuh tersebut. energi. baik ketika memberi makan anak yatim. Dan yang jam tambahan. ya di di toko. jangan-jangan yang jam utama adalah ibadah. Jam kerja/usaha ikhtiar buminya adalah ketika kerja dan usaha itu sendiri. Jalan ibadah adalah jalan yang berproses. harus kita lihat sebagai “jam kerja” tambahan juga. bahkan sejak seseorang baru saja berniat untuk melakukan ibadah. saya ingin memberikan satu garis yang jelas bahwa sungguh pun nanti ada pengisahanpengisahan yang sepertinya instan. Malah nanti akan dipaparkan. SESUNGGUHNYA TIDAK ADA YANG INSTAN. adalah segala urusan dunia. Tidak ada yang sim salabim abrakadabra. Sedangkan “jam tambahannya”.Tidak Ada yang Sim Salabim Jam Ibadah = Jam Kerja Ikhtiar = Ibadah Ibadah = Ikhtiar Tidak ada yang sim salabim. di pertemuan bisnis ini dan itu. di setiap tahapan ibadah menjadi sebuah kegiatan yang berpahala dan mempunyai kebaikan dunia akhirat. biaya. karena ia adalah kerjaan yang membutuhkan kesediaan waktu. . Karenanya. atau lainnya. di belanja keperluan usaha. di kantor. anjuran memberi makan anak yatim dan atau menanggung sebanyakbanyaknya anak asuh. shalat malam. Contoh. masih di lembar muqaddimah buku ini. Di dalam pengantar ini. di rapat ini rapat itu. dan lain sebagainya. Dilihat dari keharusan melakukan ikhtiar yang di luar ikhtiar buminya. ibadah adalah sebuah sebuah ikhtiar juga. Semuanya memiliki rentetan proses yang saling kait mengkait. di warung. Bekerja dengan Allah Bekerja untuk Allah Jadi. Jalan ibadah pun bukan jalan sim salabim.

ya ada bayarannya. Padahal. yaitu shalat Malam. Sebab. menjadi pelayan-Nya. Yah. maka baginya lebih baik pahalanya (kebaikannya) di sisi Allah daripada dunia dengan segala isinya. Contoh lainnya adalah sepasang suami istri sahabat saya. Sedang di waktu malam. Ya. Haji Doni dan Hajjah Dian. Malah tidak sedikit yang menganggap “pekerjaan” tahajjud sebagai pekerjaan yang nambah beban keletihan setelah sepanjang hari bekerja. Subhanallah. siapa yang shalat dua rakaat di tengah malam. Makanya. ternyata bayarannya jauh lebih besar daripada seorang karyawan bekerja seharian penuh. sekarang kita coba ambil contoh lain lagi. maka bayarannya subhanallah pasti lebih besar daripada kerja sama manusia. Dia merasa ada yang aneh. “sekadar” dua rakaat saja shalat Tahajjud.Inilah yang disebut bekerja dengan Allah dan untuk Allah. tidak mengerjakan. dia shalat Malam. Untuk bisa shalat Malam kita harus lembur mengorbankan waktu kita meski hanya sekadar dua rakaat. Allah menghitungnya sebagai ibadah. pekerjaan tahajjud. Dia punya . Siapa yang bayar? Ya Allah! Dan karena bayarannya dari Allah. Lagi bangun ya mengerjakan. khairun minaddunyaa wa maa fiihaa. kan kita menganggap shalat Malam sebagai pekerjaan sambilan. hitung-hitung pemanasan sebelum mukaddimah yang sesungguhnya dari buku ini. tidak bangun. Kalau di bait-bait di atas contohnya adalah sedekah. Dan ini juga pekerjaan. Mengapa bisa beda?! Sebab si karyawan bekerja di siang harinya dia bekerja untuk manusia. ya besarnya berbeda dengan bayaran hasil keringatnya sendiri. Pengalaman yang Menjadi Ilmu Ilmu yang Menjadi Metode/Sistem Berikut ini adalah contoh lainnya lagi. Ibadah’kan artinya menghamba sama Allah. Karena judulnya bekerja dan berusaha untuk Allah. saya menyebut dua rakaat itu sebagai “lembur”. Menjadi ‘abid-Nya. karena kerjanya sama Allah. Lihat saja bayaran Allah untuk “pekerjaan” yang satu ini.

Dari maghrib sampe isya. bahkan metode ini dia “pasarkan” kepada kawan-kawannya yang lain untuk samasama dipercayai. bukan sambilan lagi. Kawan saya inilah yang kelak memproduksi film layar lebar KUN FAYAKUUN. ini’kan pengalaman yang berbuah menjadi ilmu! Hebatnya kawan saya itu kemudian menjadikannya metode. Film yang kelak ditonton lebih dari 5 juta penonton ini dengan mudah dibesut oleh kawan saya ini. bahwa duduknya bersama anak-anak yatim itulah yang sudah menjadi pembuka jalan. dan dirasakan manfaatnya. Sebab dia emang melakukan dengan tidak berlatar belakang “ilmu”. Ibadah = Pekerjaan? MPA (Manajemen Perusahaan Allah) . berikut pemasangan iklan-iklannya di TV. Dia berusaha teguh tidak meninggalkan “pekerjaan isengnya”.pekerjaan. Akhirnya dia sadar. sepi. clear & clean mulai berdatangan. Proyek-proyek yang bersih. Dia betul-betul mengaku berkah menjalani “pekerjaan sambilannya” itu. Nah. tapi berbagi metode. Lalu “iseng” mengumpulkan anak yatim saban malam Jumat. tentang bagaimana membuka jalan rezeki lebih banyak dan lebih besar namun tetap di jalan-Nya yang benar dan lurus. Sebab sekarang sudah dia jadikan pekerjaan utama. Kini. Pokoknya melakukan. diikuti. Haji Doni dan Hajjah Dian. berbagi sistem. Ini bukan saja berbagi ilmu dan pengalaman. Tapi siapa sangka bila kemudian dia menyadari bahwa pekerjaan mulai ramai. Dia jalankan terus sepenuh hati dan dengan keyakinan yang bertambah. Belum lagi lahir order-order iklan PSA (Iklan Layanan Masyarakat) dari banyak perusahaan dan departemen. Maaf disebut iseng. Makananan yang disediakan buat anak-anak yatim itu pun berubah menjadi lebih terencana dengan menu yang semakin baik. Film yang menginspirasikan banyak orang di Indonesia tentang kekuasaan dan kebesaran Allah. Keduanya menganggap inilah hasil ikhtiar ibadahnya.

dsb. Begitu selesai isya. sebagai pengelola keuangan. melainkan sedikit bercengkrama. Perjalanannya sebenarnya lebih panjang dari “sekadar” 1 jam itu. Inilah juga yang disebut ibadah. Benarkah dia cuma bekerja 1 jam? Dari maghrib sampe isya saja di setiap malam Jumat? Enggak juga. Iya’kan? Lalu berjuangnya dia mengosongkan waktu ashar di hari Kamis supaya sampai di rumah sebelum maghrib pun harus dilihat sebagai “jam kerjanya” juga buat Allah. Khairurraziqin. dari mana Haji Doni dan Hajjah Dian punya duit buat sedekah? Ya dari pekerjaan dan usahanya. inilah pekerjaan. merapikan piring dan gelasnya. Inilah yang Allah suka. Istilahnya. Dia delegasikan tugas-tugas belanja dan masak ke orang rumahnya/ke pembantunya. Seakanakan orang-orang rumahnya ada yang dia angkat sebagai manajer. anak-anak pun tidak langsung bubar. sebaik-baik . Seseorang harus bekerja dan berusaha.Sekarang kita lihat Haji Doni dan Hajjah Dian. Dia’kan harus belanja. Saban malam Jumat beliau berdua mencari anak-anak yatim. Masya Allah! Insya Allah akan coba dibahas juga di buku ini tentang ayat-ayat terakhir surah alJumu’ah yang membahas pengajaran tentang ibadah yang terkait dengan terbukanya pintu rezeki yang pengajaran ini berasal dari Allah. Ini saja. mengumpulkan. Belum lagi merapikan karpetnya. Ini pun masuk dalam hitungan waktu bekerja dengan dan untuk Allah. manusia mau menyisihkan waktunya untuk diri-Nya. ruang TV yang terpakai oleh anak-anak yatim itu. duduk bersama. yaitu membahagiakan anak-anak yatim. Apalagi’kan untuk bisa sedekah. stok (gudang). dan menyenangkan mereka semua. Bekerja dengan Allah dan untuk Allah. menyapu dan mengepel lantainya. dan mengembalikan ruang tamu. Benarkah ini bukan pekerjaan? Saudaraku. sudah seperti mengelola “MPA (Manajemen Perusahaan Allah)”. sebagai bagian purchasing (pembelian). produksi (masak).

bisnis hotel. Dalam mengerjakan suatu ibadah. Dua-duanya hidup 24 jam. wah. dan sebagainya. menggunakan jasa transportasi untuk ke pasar dan untuk mengangkut anakanak yatimnya. bisnis maskapai penerbangan. bisnis pakaian. produsen bahan pakaian dan aksesori umrah dan haji. banyak sekali mata rantai ekonomi yang terbangun dengan sendirinya. yaitu pasar di sekitar Masjidil Haram di Makkah dan pasar di sekitar Masjid Nabawi di Madinah. Mengapa demikian? Sebab masjidnya hidup juga 24 jam. mengapa pula ia bisa membuat kita menjadi berkah? Sebab ada mata rantai ekonomi yang terjadi dalam satu praktik ibadah. mau menambah jalan ibadah. shalat bersama anak yatim.Pemberi rezeki. Bahkan. Berkah dah! Masjidil Haram & Masjid Nabawi Tidak aneh bila kita lihat bahwa di dunia ini ada dua pasar yang tidak ada matinya. Hidup terus! Karenanya. menyediakan pakaiannya. bisnis ini dan itu. Indonesia misalnya. saya ulangi kembali kalimat di awal tulisan pengantar ini. Ekonomi Hidup Saudaraku. seluruh rangkaian mata rantai ekonomi terbangun dan hidup pula. membeli makanan. Jalan Rezeki Utama Ibadah Hidup. tapi jalan rezeki utama. pesawat Garuda dan seluruh keluarga besar karyawannya. Ini yang saya yakini! Malah. . saya menyebutnya bukan tambahan rezeki. produsen bensin. transportasi bus yang mengangkut jamaah dan pengiringnya ke bandara. memberi makan anak yatim. bersedekah. bisnis katering. selalu ada saja jalan tambahan rezeki yang membuat seorang manusia yang rajin ibadah. katering lokal. Jaringan hotel yang menjadi penginapan transit jamaah. berkahnya dirasakan juga oleh bangsa lain di negara yang lain. Masjidil Haram dan Masjid Nabawi adalah dua masjid yang tidak ada matinya. dan juga berkenan untuk mengistiqamahkannya. Sebut saja barusan tadi. dan masih banyak lagi.

ibadah.com.wisatahati. misalnya lewat jalur penelitian dan pengembangan penemuan teknologi ini dan itu. Apa saja yang dipandang perlu untuk dikritisi oleh pembaca semua jangan segan-segan layangkan imel ke saya atau ke web admin.. memberi makan anak yatim. melengkapi pembahasan yang jauh dari sempurna ini. tapi insya Allah saya . Maha Suci Allah yang bila sudah menggariskan sesuatu. unek-unek. dan ibadah. Dan belum bicara tentang maslahat yang lebih besar kepada orang yang lebih banyak lagi. Apalah lagi kalau si manusianya. tidak apa-apa. mengasihi orang miskin. tapi bicara tentang hal-hal yang kerap dianggap kecil seperti sedekah.. masa kemudian kita yang beribadah jadi kalah terang segalagalanya daripada yang tidak beribadah? Pasti ada yang salah jika demikian. terlebih lagi untuk hamba-hamba-Nya. baca Al-Qur`an. dhuha..Subhanallah. kita maksudnya. maka itu adalah penuh dengan kemaslahatan. mau menjadikan segala sesuatu yang kita kerjakan sebagai jalan-jalan ibadah kepada-Nya. Atau sekadar saran. Apa yang dinukil di buku ini adalah sesuatu yang sangat kecil. maka dengan senang hati saya menerimanya.. yang semuanya juga adalah ibadah yang menguak kebesaran Allah dan kehebatan ciptaanNya. dsb. bahkan ia berbicara tentang ibadah-ibadah yang bukan ibadah secara makro. pendapat. Di dalam buku ini dilampirkan sedikit kumpulan tulisan saya yang pernah dimuat di majalah Gatra & di website www. Maka Allah betul-betul akan “membayar” kita dengan ridha dan keberkahan dari-Nya. Selamat Menikmati “The Miracle” Demikianlah pengajaran yang mudah-mudahan berguna buat diri saya dan buat diri orang yang mau memahami pentingnya ibadah. kesan pesan terhadap saya barangkali. layangkan saja e-mail ke saya. Meski saya jarang berkesempatan membalas langsung. Allah menyediakan dunia-Nya untuk manusia ciptaan-Nya. tahajjud.

Punya dunia. Tentu saja kita kepengen seperti yang disebut terakhir ini. ga boleh timpang salah satunya. Selamat menikmati The Miracle. bertambah tawadhu’. Sayang. yang berhasil. Bagi saya. Hebatnya. lebih disukai Allah ketimbang muslim yang kemudian menjadi beban bagi orang lain dan minim manfaat gara-gara ketidakberdayaan SDM dan ekonominya. Namun segitunya saya berprinsip ini. kebanyakan manusia tidak punya tauhid yang bagus. dan kelewat sibuk sampe lupa sama Allah ‘azza wa jalla. Ada yang luruslurus saja ketika ga megang harta. berubah “nafsi-nafsi”/hidup sendiri-sendiri. Berubah sombong.baca. Begitu punya harta. Daripada kemudian berubah menjadi liar setelah memegang dunia. Punya dunia. Ga apa-apa kita mencari dunia. jadilah orang-orang yang terdepan dalam dunia dan akhirat. Ok. bukan dikendalikan dunia. Pas ga ada dunia di kakinya. ini juga persiapan memegang dunia tapi mengendalikannya. bertambah-tambah takutnya sama Allah. Berikut ini kita lanjutkan esai-esai yang masih berkelanjutan dengan soal-soal tauhid yang dilekatkan/dikaitkan dengan shalat. asal kita ga melupakan Allah. tapi bertambah-tambah kebaikannya. berubah lalai. tetap saleh. sangat fair Allah mengajarkan kita tentang dunia-Nya. saya yang muda ini masih menganggap. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Pentingkah Dunia? KDW0120 Seri-20 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Pentingkah Dunia? Banyak sekali perumpamaan tentang dunia di dalam al Qur’an. menjadi muslim yang kuat. tidak sedikit juga yang kemudian tetap selamet dan menjadikan “memiliki” dunia sebagai keutamaan yang menambah iman dan kesalehan. Punya dunia. Malah bertambah saleh. Sementara itu. yang banyak manfaatnya. berubah. sudah cukup menjawab beberapa pertanyaan yang dialamatkan ke saya. dia nangisnangis minta sama Allah. Punya dunia. mudah-mudahan selingan esai-esai di 2 kuliah kemaren. Entahlah. Allah dilupakan. . Betapapun. Begitu ada. saya pun mengamini agar diri kita siap saja dulu.

Kemudian. Zuhur. sepintas tidak ada masalah ya dengan dialog di atas. Kebetulan hari ini ada meeting . subhaanallaah ya. Saya jadi lumayan sibuk muter antar-cabang. Subhaanallah dan alhamdulillaah. (+) Shalatnya bagaimana…? (Kebetulan saya yang nanya. yang kemudian kami sama-sama merenung jadinya. Saya sering memancing dengan kalimat pertanyaan tersebut ke kawan-kawan. saya ajukan lagi pertanyaanpertanyaan lainnya. Benarkah demikian? Belum tentu. Setidaknya dilihat dari jawaban-jawabannya yang banyak mengucapkan puji-pujian kepada Allah. ataukah justru azab?) (-) Alhamdulillah. shalat mah walau telat. *** Peserta KuliahOnline. (-) Iya. (+) Barusan shalat jam berapa? (-) Zuhur? (+) Ya. jadi orang kebanyakan ga tersinggung. (-) Oh. (+) Sudah berapa cabang sekarang ini…? (-) Baru empat cabang. Sama beberapa peserta rapat. Malah kayaknya dialog di atas terjadi di antara dua sahabat di mana salah satunya adalah pengusaha soleh yang sukses. Benarkah kemajuannya itu nikmat. Tidak nampak di antaranya ada penyakit. kelak yang akan membuka tabir apakah sesungguhnya yang sedang terjadi. zuhur malah saya berjamaah. Apalagi dengan posisi saya yang katanya “ustadz”. subhaanallaah… Alhamdulillah. setelah dapat jawabannya. saya ga tinggal. (+) Wah.*** Tidak Sadar (+) Tambah sibuk ya…? (-) Alhamdulillah… Begitulah. Maka jawaban yang jujur yang didapat dari dia. Maka pertanyaan itu adalah pertanyaan yang dianggap wajar oleh kebanyakan orang.

Ustadz. (+) Iya. Tapi alhamdulillah. Saya sendiri pun kadang supervisi ke cabang-cabang saya lakukan dalam sabtu minggu. jalan-jalan sama anak2? (-) Sesekali Ustadz. keluarga gimana? (-) Alhamdulillah. Tapi shalat tepat waktu juga. Tapi sampe di sini. (+) Sabtu Minggu. Habis makan siang. Jam-jam 10-an saya udah di rumah. (+) Ooohhh… (-) Kenapa emangnya…? (+) Sering begini…? (-) Maksudnya…? (+) Shalat itu kan lebih baik di awal waktu. Pembaca yang dirahmati Allah. Terusin saja ngikuti esai KuliahOnline ini. berjamaahnya ini kita lihat jam berapa? Sehingga buat saya. Merasa baik-baik saja. (+) Koq sesekali? (-) iyalah Ustadz. Kan masing-masing juga punya jadual kesibukan masing-masing. sama peserta rapat. kami baik-baik saja Ustadz. Sebenernya ini udah tanda-tanda. Macetnya kan ustadz tahu sendiri. Benarkah baik-baik saja? Ya. kayak yang lain dah. penting. Kayak apa macetnya. Terus. kondisi shalat di jam-jam 1-an itu sering? (-) Iyalah Ustadz. . terusin saja bacanya. Yah. (lihat. ini menjadi berjamaah shalat tidak tepat waktu). (+) Jam berapa? (-) Jam 1-an. “Hanya”. banyak yang merasa fine-fine aja. Kan suasana Jakarta juga subhaanallaah. jadual ini itu. jadual klub lah. (+) Tiap hari pulang jam berapa? (-) Normal aja. Anak-anak pun ada jadual sekolah lah.markom. baik-baik saja. iya kan? Kadang saya perpindahan meeting ke meeting. Yang penting kan shalatnya ya ustadz. Istri saya sekarang punya usaha. susah juga untuk shalat tepat waktu. Nah. dia ini “tetap berjamaah”.

Seberapa sering sekarang kita menyisir rambut kita punya istri? Memijit pundaknya ketika dia kelelahan memasak untuk kita? Seberapa sering kita kemudian membelai dia punya rambut. Ujungujungnya. seberapa banyak yang kita bakal makan dan nikmati? Tanya para istri. mereka tidak lagi semangat mandi dan pakai wewangian. butuh dihidangkan kopi atau teh bikinan istri sendiri. Misalnya. itu adalah – sekali lagi – samasama berjamaah tidak tepat waktunya. Atau bahkan di jalan. wangi dan segar? Wong suami yang dicintai tidak ada di sisinya/ Kita. Sarapan. dengan menyuruh berorganisasi. Ini fakta. (Masih untung kalo tetap beribadah. Beda. seakan-akan tidak masalah dengan berjamaah di jam 1. belanja dari mall-ke mall. Ya. di kantor masing-masing. satu ke Timur. sudah merenggut banyak hal yang dia punya. nge-teh? Sekarang? Frekuensinya? Makan di rumah. coba saja dirasakan. dan sedang apa.*** Punya Istri kayak Engga Punya Istri Punya Suami Kayak Engga Punya Suami Kesibukan manusia mencari. buat siapa lagi mereka bersih. sudah jarang. Sampe kemudian buka usaha sendiri. Seperti bekerjasama dengan meniatkan/menyengaja shalat tidak waktu). meskipun kualitas ibadahnya harus dipertanyakan dengan jawaban kejujuran. pun menjadi satu peristiwa yang malah menambah kehangatan dan jadi candaan hidup yang dinikmati. berkomunikasi dengan cara ini pun menjadi sebuah rutinitas yang disebeli sebenernya. Masya . para suami. ya perselingkuhan. banyak para istri yang sedikit sekali merasakan sentuhan hangat suaminya seperti awal pernikahan. Lama-lama. adalah manusia-manusia yang sejatinya sangat suka memasak masakan istri kita. Satu ke Barat. komunikasi makin jauh. Atau sekedar ber-3G ria. Sebab suaminya entah ada di mana. atau rasa yang tawar karena justru lupa dikasih garem. segitu hebatnya kah kita mengumpulkan uang? Kalopun kita kumpulkan. Kita. Hanya ada laporan sms demi sms saja. Dalam hubungan suami istri. Sebab mereka pikir. Keaseman. aktif di pengajian-pengajian. merasakan aroma wangi rambutnya yang habis keramas untuk kita? Betapa hebatnya kita merasakan dulu manisnya bicara berdua sambil ngopi. tanpa tahu dengan pasti ada di mana. Perjalanannya kemudian tidak jarang berakhir di perceraian. kemanisan. namun menjadi sebuah ritual yang tetap harus dijalankan. Kayak esai di atas. keasinan. Tidak sedikit. Atau pun kalau tidak. para suami. supaya jangan selalu menunggu dia. mengumpulkan dan mempertahankan dunia. Akibatnya? Hambar. para suami kemudian memberikan kesempatan pada istrinya untuk mengambil kesibukan lain. Tapi bagi saya. Wuih.

Bahkan saudara-saudaraku. pundak kita. Untuk 10 menit pertama. ada tarifnya. yang datang dari seseorang yang pernah sangat ia kenal. Bahkan oleh mereka berdua. Sedemikian gawatnya kah? Ya. Ketika kita lelah. kita hidup untuk siapa dan untuk apa? Ini semua. akan diambil oleh dunia. tapi jika ada pemicunya? Apa yang akan terjadi? Sebut saja suaminya kemudian pulang selalu larut malam. jika para istri. “Teruskan saja dulu bacanya ini tulisan. jangan salah. Mereka adalah makhluk-makhluk Allah yang teramat berdosa jika kita tidak perhatikan kebutuhan biologisnya.Allah. dengan kasih sayangnya. ketika menginginkan pijatan lelah. Para istri pun demikian. he he he. ternyata pintu kamar kita ada yang mengetuk. Sedang ia tahu. Lalu masa kan terjadi sama kita? Jika demikian. gara-gara perkaranya sepele: Shalat kita engga beres. *** . Sebab dunia itu jahat. Sabar”. yang istri itu tahu bahwa pertanyaan itu adalah pertanyaan yang muncul dari perhatian karena ingin mencuri perhatian. Ketika lelah rapat di luar kota. pertanyaan itu pun lakinya kirimkan. Buru. Apa yang ia dapat sebagai seorang istri yang butuh suaminya? Datanglah sms menanyakan khabar. saya masih bilang. Tapi semua itu akan terjadi. dan jika para suami menemukan hal-hal tersebut di diri perempuan yang bukan istrinya. Tidak sanggup kemudian saya meneruskan tulisan ini. Terusin terus ngikut KuliahOnline nya. maka terjadilah hal yang tidak diinginkan. kalau kita pejamkan mata kita. Seakan tidak akan terjadi jika di kehidupan nyata. Ada yang bertanya. banyak kejadian begini di sekitar kita. coba aja dipikir sendiri. bagaimana bisa berpengaruh antara shalat dengan kejadian itu? Ya. dan pasang telinga buka mata. Free. namun sebatas jangan sampai dianggap tidak meng-sms! Akhirnya ya begitu dah. menyentuh lembut kaki kita. sudah minum belum. Betapapun mereka sanggup mengatasinya. ada tangan-tangan manis yang memegang kepala kita. dan jalan lagi sepagi mungkin. katanya. Dari sekedar nanya sudah makan belum. Sekarang? Bagaimana? Kita bakal menemukan itu. Kalau kita bisa memburu dunia. ya kejar. menemukan apa yang diinginkannya di laki-laki yang bukan suaminya. Lalu ia jawab. Lelaki itu kemudian memberikan perhatiannya. Berarti saya menyuruh tidak doyan dunia ya? Loh. dan dapatkan. Maaf ya. Selanjutnya. Lalu berdirilah di hadapan kita seorang perempuan berseragam hotel menawarkan welcome message.

tidak bisa mengendalikan usaha. untuk mereka. Para ayah sibuk bekerja. eh begitu anak sudah berwujud sebagai anak. Para suami bersuka cita sebab istrinya hamil. Masih syukur kalau anak Anda masih hidup. Kapan Anda terakhir mendengar anak Anda membaca al Qur’an? Di mana ketika mereka membaca al Qur’an. Tuhan Sang Pencipta. bahwa apa yang kita lakukan adalah untuk dia. banyak ayah dan ibu. Untuk anak-anak kita. neneknya. Bagaimana kalau anak Anda sudah meninggal dunia. kita tinggalkan dia untuk kita berikan waktu kita untuk dunia. baby sitternya. Karena gelap-gelap mereka udah jalan. Sementara. Sekarang ini. pakaiannya? Meraba halus kulitnya? Kapan terakhir Anda bercanda dengan anak Anda dan melihat senyumannya anak-anak Anda? Jangan-jangan tidak pernah. mereka tidak punya waktu. mengapa memasukkan ke sekolah yang punya peraturan seperti itu! Tidak sedikit para orang tua. Sementara. dan jatuh lagi. Apakah begini yang disebut hidup nikmat? Tidak sedikit anak-anak yang tidak merasakan dikelonin/dimanja ayah ibunya ketika mereka mau tidur. yang tidak bisa melihat momen di mana anak bangun tidur. Tidak jarang para ayah muda yang tidak melihat momen di mana bayinya baru bisa berjalan. sibuk bekerja. di mana para gurunya mewajibkan liburan kali ini didampingi orang tuanya. Lalu kemudian kita berkata. tertatih. Gila ga? Untuk menemani anaknya berlibur. anak-anak kita. Lalu kita diberitakan kabar gembira ini tanpa menyaksikan pertunjukan ini secara langsung.Punya Anak Seperti Tidak Punya Anak Yang paling merana sebab kita tidak bisa mengendalikan waktu. istri bersuka cita sebab merasa lengkap sebagai seorang perempuan dan sebagai seorang istri. yang menikmati pertunjukan Allah. yang untuk mengambil raport anaknya pun mati-matian menyisihkan waktu. Para ibu. Dan tidak sedikit yang menyesal. engga tahu. pengasuhnya. apakah mereka punya ayah atau tidak. adalah orang lain. Anak yang begitu ditunggu keberadaannya. Saking sibuknya. yang ketika meninggalnya pun Anda tidak bisa menemaninya menghembuskan nafasnya yang terakhir? . tidak bisa mengendalikan perkembangan bisnis dan pekerjaan yang kita anggap sebagai “kemajuan” adalah anak kita. atau membantu mengikatkan rambut putri Anda yang sudah memanjang dan bisa diikat? Kapan Anda punya kesempatan memandikan anak-anak Anda? Membetulkan. Anda ada di sampingnya? Kapan Anda terakhir bermain bola dengan anak laki-laki Anda.

Tapi bagi seorang mukmin. Jadilah kemudian kita ditelan waktu. semua keadaan akan menyenangkan hati. Mengajaknya jalan-jalan di taman. Kita diberi-Nya pekerjaan yang tidak membuat kita menjadi makhluk-makhluk yang bahkan kita kepayahan ketika mau menikmati dunia yang kita cari. ketika kita tua. siapa kita di mata anak-anak kita? Tidak lebih sekedar pencari dunia. Mereka lebih betah di rumah kawan-kawannya. sehingga untuk duduk bareng membaca buku bersama anak kita. Kenapa? Karena mereka tidak terlatih untuk itu! Semua bukan semata-mata karena kita sibuk ngurus dunia. sudah bisa menjawabnya sendiri. ketika kita butuh kehadiran mereka. Sebagaimana kita ridha menerima datangnya siang. kita tidak sanggup melakukannya walo hanya sebulan sekali? Jika demikian. Kelak mereka akan mencari perlindungan dari yang lain. Segitu sibuknya kah kita. dan ada juga yang tidak menyenangkan. Dunia yang kita cari bahkan sesungguhnya tidak menyisihkan kenikmatan buat kita kecuali kenikmatan yang semu. Kelak mereka akan mencari kesenangan yang tidak didapatkan dari kita. Yakni sebab kita tidak perhatian sama shalat. Lalu. sungguh pun kita lengkapi hidupnya dengan super fasilitas. Tapi sebab yang sangat mendasar. mereka sama sekali tidak tergerak untuk bersam-sama kita menghabiskan sisa umur kita bersamanya. Mereka lebih nyaman berada di kekasihnya. Maka Allah akan aturkan buat kita usaha yang membuat kita masih bisa ngegendong anak.Segitu sibuknya kah kita. Kelak mereka akan mencari kasih sayang dari yang lain. kita kudu juga ridha menerima datangnya . Ditelan kesibukan sendiri. sehingga ketika anak kita panas badannya lalu yang merawat adalah tangan yang bukan tangan ajaib baginya? Ya. Dan Anda. Bukan itu saja. dan mendengarkan celotehannya. Coba benahin shalatnya. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Betapa Jauhnya Kita Dari Allah KDW0121 Seri-22 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Betapa Jauhnya Kita Dari Allah Ada banyak hal yang menyenangkan hati di kehidupan ini. tangan kita adalah sentuhan ajaib bagi penyakit anak kita.

malam. Sebagaimana kita senang menjalani kehidupan yang terang, kita kudu juga siap dengan datangnya kegelapan. Betapapun ia sunnatullah di kehidupan ini. Satu hal yang harus kita yakini adalah di mana pun situasi kita berada, ada Allah yang senantiasa menemani. Susah senang adanya di hati. Gelap terang, bukan di mata. Barangkali, ikhlas menjalani hidup ini, pun merupakan pelajaran tauhid yang senantiasa akan diperlukan sebagai bekal di kehidupan ini. Saudara-saudaraku peserta kuliah online yang berbahagia, RINDU rasanya saya ketemu dengan Saudara-saudara semua, salah satu partner terbaik saya dalam belajar tentang Allah, rasul-Nya, dan kehidupan. Bulan-bulan terakhir ini, Allah memberikan keluarga kami hidangan-Nya. Sama saja dengan siapapun di dunia ini, ada susah, ada senang. Dan saya kira semuanya adalah persoalan penerimaan terhadap hidup ini. Kalau kita terima, maka semua keadaan akan baik-baik saja, akan senang-senang saja. Orang-orang yang punya hutang, misalnya, ketika ia kemudian menyadari bahwa ia tidak bisa bayar hutang-hutangnya, ketakutan demi ketakutan akan menghantui kehidupannya. Takut dipenjara, takut ketahuan sama keluarga, takut dilecehkan tetangga dan saudara-saudara, takut kehilangan muka, takut merugikan orang lain (yang sebenernya sudah terjadi), dan takut sama kenyataan-kenyataan yang sesungguhnya belum terjadi! Orang-orang ini takut sama bayangbayangnya sendiri bahkan. Jadilah kemudian mereka gelap di tengah dunia yang semestinya terang. Sendirian di saat dunia ini begitu penuh dengan manusia. Kesepian di saat dunia ini ramai. Ga berani keluar rumah. Ga berani ketemu orang. Ga berani menegakkan muka. Bahkan ga berani membuka mata! Inginnya kabur saja, bahkan tidak jarang kepengennya mati saja. Hidup lantas jadi cape, letih, lelah. Semakin dicari itu solusi, semakin membuahkan masalahmasalah baru. Orang-orang yang gagal ini kebanyakan sebab gagal memikirkan Allah, tuhannya. Yang ia pikirkan, nasibnya, nasibnya, nasibnya. Bukan memikirkan kelakuankelakuannya kepada Allah dan rizki-Nya yang selama ini kita sudah tidak syukur kepada-Nya. Dan saya melihat saya. Saya tidak mau demikian itu terjadi dalam hidup saya. Saya lebih memilih ikhlas menjalani kesusahan, sebagai penerimaan rangkaian akibat dari kejauhan saya dari Allah. Betul, saya yakinkan diri saya, alih-alih saya memikirkan solusi, lebih baik akhirnya saya memikirkan Dia dan saya. Maksudnya, saya memikirkan bagaimana sih perjalanan kehidupan saya? Apakah ada Allah di sana? Seberapa dekat dan seberapa jauhnya saya? Ternyata masya Allah, saya menangis. Saya jauh dari Allah. Saya banyak lalainya hidup ini. Perjalanan saya sudah jauh melenceng dari tujuan diciptakan-Nya saya; yaitu untuk beribadah kepada-Nya. *** Perjalanan saya di kemudian hari ternyata – menurut saya --perjalanan tauhid. Saya menyebutnya perjalanan mencari Tuhan yang hilang. Hilang kemana? Hilang dari hati dan kehidupan. Perjalanan mencari Tuhan yang hilang di hati ini. Tentu saja saya berupaya kembali memasukkan Allah di hati, di pikiran, biar mewarnai gerak kehidupan. Semoga saya dan Anda semua, tidak kehilangan lagi Allah di kehidupan ini. Maka senantiasa ada doa yang dibaca setiap habis shalat; Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitanaa wa hablanaa mil

ladunka rahmatan. Innaka antal wahhaab, ya Allah, janganlah Engkau kembali menyesatkan kami setelah Engkau memberikan kami hidayah, petunjuk. Dan karuniakanlah kami hidup yang penuh rahmat. Sesungguhnya Engkaulah Allah Yang Maha Memberi Karunia, Maha Memberi Pengajaran. Maka bolehlah saya menyebut, kegagalan manusia memperbaiki kehidupannya, atau mengubah kehidupannya menjadi lebih baik lagi, adalah sebab imannya tidak dibenerin. Tauhidnya tidak dibenerin. Amal ibadah memang barangkali dibangun, dikerjakan, tapi iman dan tauhidnya ga ada. Akhirnya banyak yang malah kemudian mengeluh. Kenapa saya sudah bertobat, koq tetap saja susah? Kenapa koq saya sudah kembali pada Allah, tapi kemudian masih saja sulit? Dan pertanyaan-pertanyaan yang semakin menyesatkan diri kita dari Allah. Bukannya semakin ikhlas menjalani hidup, malah kemudian bertambah sesak. Bukannya semakin menerima, malah kemudian makin sengsara. Cukuplah Allah Penolongku, inilah kalimat yang semestinya disuarakan terus menerus di hati kita. Ya Allah ampunilah saya, ini kalimat yang semestinya keluar dari lisan, hati dan pikiran kita. Engkaulah Pengaturku ya Allah. Terserah Engkau mengatur apa, bikinlah hati ini menjadi ikhlas karena-Mu. Begini mestinya. Akhirnya hati tidak beriak lagi. Adem. Ikhlas. Allah berada di balik semua kejadian. Allah yang mengatur segalanya. Dengan ilmu seadanya, saya mengubah haluan hidup. Dari yang tadinya mencari solusi, akhirnya gerak langkah dan pikiran difokuskan untuk mencari Allah. Mencari-Nya dengan memperbaiki diri, memperbaiki ibadah, membanyakkan amal saleh. Praktis saat itu, saat-saat di mana saya butuh pertolonganNya, saya tidak melakukan serangkaian pencarian solusi lagi. Saya kembali kepada Allah saja. Yang lain bilang bahwa saya tidak melakukan sesuatu untuk masalah saya, sedangkan saya menolak dikatakan demikian. Inilah ikhtiar saya, setelah tidak ada lagi yang bisa saya lakukan. Dan semestinya inilah yang sedari dulu saya lakukan, jangan mesti menunggu tidak ada lagi yang bisa saya lakukan. Sebab inilah inti segala inti. Percuma mencari segala teori penyelesaian hidup, jika Yang Maha Segala tidak menghendaki. *** Bentuk konritnya tentu saja ada. Di antaranya saya berusaha keras memperbaiki rundown hidup saya dulu yang selama ini salah. Ya, urut-urutan kita menjalani hidup ini, salah. Dan emang urusan sama Allah mah kayak tebalik balik. Mestinya tengah malam atau di penghujung malam enak-enak tidur, kita disuruh bangun. Pagi-pagi disuruh ngegetolin nyari duit, ini merilekskan badan dan pikiran dulu buat dhuha. Di saat-saat sedang sibuk, ada zuhur sama ashar. Ketika dapat duit, maka disuruh ngeluarin lagi sebagiannya. Padahal di saat yang sama, kita malah kepengennya kan bertambah, bukan berkurang. Beginilah hidup seorang mukmin, seorang yang percaya sama Allah. Dia tunduk dan patuh kepada Allah dan terhadap aturanaturan-Nya, dan inilah Islam; aslama yuslimu, islaaaman, berserah diri, tunduk dan patuh kepada Allah dan ajaran-ajaran-Nya. Pelakunya disebut muslim (faa’il/subject). Nyatanya? Di kehidupan sehari-hari? Kita kurang ikhlas ngejalanin hidup ini. Kita ga sabar ngejalanin ibadah. Kita pun malah menjadikan ibadah-ibadah menjadi beban. Ada yang hanya kemudian

menjalankan wajibnya saja, dan wajib itupun dijalankan tidak dengan sepenuh hati. Saya menyebut saya menjalani kehidupan yang salah, sebab itu hidup saja jadi jauh dari Allah. Bagaimana salahnya? Di mana salahnya? Begini, setiap mukmin, mestinya memulai harinya dari bangun di pertengahan malam, di dua pertiga malam, atau di sepertiga malam yang terakhir. Bangun untuk apa? Untuk tahajjud, untuk sujud kepada Allah Yang Maha Rahman. Allah menyebut mereka sebagai hamba-Nya jika kemudian kita semua bisa “yabiituuna lirobbihim sujjadaw wa qiyaamaa”, di tengah malam bisa sujud dan ruku di hadapan Allah. Wadz-kurisma rabbika bukrataw washiilaa, kita bisa mengingat Allah di saat pagi dan petang. Waminallaili fasjud lahuu wa sabbbih-hu lailan thowiilaa, bahkan di malam harinya kita bisa memuji-Nya, bertasbih pada-Nya dengan memanjangkan malam. Nah, kemudian apa yang terjadi? Yang terjadi, jangankan di pertengahan malam, di dua pertiga malam, atau di sepertiga malam, di pagi dan di siang hari saja saya tidak mengingat Allah! Maksudnya? Ya, saya ga ingat dhuha, ga ingat shalat tepat waktu, ga enteng qabliyah ba’diyah. Apalagi untuk shalat malam? Wah, jauh! Lebih seremnya, saya merasa tidak bersalah ketika saya dapati diri ini jarang betul shalat shubuh berjamaah. Ga tauh tuh, kenapa dulu bisa begitu. Padahal semasa kecil, saya digelandang sama orang tua dari kamar untuk bangun tidur dan disuruh berada di masjid di waktu shubuh. Jangan berada di kamar. Eh, ketika kuliah, ketika dewasa, dan ketika mulai mencari dunia, malah Allah Pemilik Dunia saya lupakan! Terus terang, keadaan inilah yang lebih menyesakkan dada saya saat itu ketimbang urusan dunia; hutang, jatuh bisnis, rugi, dan sebagainya. Tapi, ini pun baru muncul ketika Allah mengingatkan saya tentang Allah. Tadinya, ga kepikiran juga. Makanya kemudian saya ingatkan yang bisa saya ingatkan. Dari sini saja, dari tidak melakukan shalat malam, hidup saya udah melenceng. Jauh. Sangat jauh. Tentu saja saya harus memperbaikinya lagi. Ibarat menarik garis lurus, hidup saya udah ga lurus lagi. Startnya saja jam 5 pagi, bagaimana bisa lurus? Saya coba perjelas ya. Dulu, saya merasa aman dengan bangun lalu keadaan langit masih cukup gelap, atau terang dikit tapi belum terang banget. Kenapa merasa aman? Sebab saya pikir masih ada shubuh. Sebagai orang yang tahu tentang shalat malam, mestinya kan gelisah tidak shalat malam. Ini malah aman dari tidak shubuh berjamaah! Kelewatan kan? Seberapa jarak jauhnya jika saya tidak melakukan shalat malam? Ternyata jauh banget. Berpengaruh banget-banget. Perhitungannya sama dengan perhitungan telat shalat. Anggap saja semestinya kita memulai hidup kita jam setengah 3 pagi. Lalu kita malah bangun jam 5 pagi. Itu kan dua jam setengah telatnya. Ngitung gampangnya, 2 jam dah. 2 jam sehari, dikali 30 hari, maka itu udah 60 jam. 60 jam dikali 12 bulan, itu sama saja dengan 720 jam. 720 jam dibagi 24 jam sehari, maka hidup saya udah melenceng 30 hari! Itu kan jauh beneeeerrr. 30 hari dalam satu tahun inilah kesusahan saya. 30 hari itu sebulan loh! Bagaimana kalau Allah membagi lagi dalam satu tahun, di setiap bulan ada saja kesusahan kita. Allah cicil tidak dikasih kesusahan sekaligus 30 hari. Melainkan dua hari di bulan apa, sekian hari di bulan apa, dan sekian hari di bulan apa. Hingga kemudian kita menyangka, ya inilah hidup. Ada susah, ada senang! Padahal bukan. Yakni kitalah yang membuat hidup kita sendiri jadi susah. Coba

saja benahin tahajjudnya, niscaya garis hidup akan lurus lagi dengan sendirinya. Begitulah saya belajar. Anda boleh tidak sepaham. Tapi silahkan direnungkan sebaikbaiknya. Materi ini bukan tentang tahajjud. Tapi ini tentang tauhid. Saya yang tidak tahajjud, dosa saya bukan karena tidak tahajjudnya, tapi karena saya mengabaikan Allah! Allah datang, saya abaikan. Dan Allah datang setiap malam. Lihat, bagaimana mungkin orang yang mengenal-Nya, lalu tidak menyambut-Nya???!!! Dan inilah saya. Lihat lagi ya, seperasaan saya, saya susah itu berawal di tahun 97. Saya lepas dari rumah, dari ‘aliyah (SMU), dari kehidupan pesantren, tahun 1992. Berarti ada 5 tahun. Maka, perhitungan 30 hari tadi, dikali 5 tahuh. Hasilnya? 150 hari. 150 hari itu sama saja dengan 5 bulan hidup saya susah. Lah, banyak orang yang kemudian baru giat bangun malam ketika bermasalah. Dilihat dari jarak tempuh pencari Allah, dari sisi bangun malamnya, dia kudu melewati masa impas 5 bulan. Sebab emang ketahuan dari sisi mundurnya, saya mengalami kemunduran 5 bulan sabab tidak menjalani tahajjud 5 tahun. Kelihatannya berat dan ribet, tapi bagi saya saat itu, justru kerinduan yang ada. Saya semakin rindu pada-Nya, manakala hati dan pikiran ini merenung, jika dari perhitungan shalat malam ini saja saya telatnya, mundurnya, susahnya, bisa 5 bulan, bagaimana dengan perhitungan waktu shalat wajib? Dan perhitungan dari meninggalkan shalat-shalat sunnah qabliyah ba’diyah dan dhuha? Wuah, gawat. Saudara-saudaraku, mudah-mudahan Allah menyaksikan bahwa saya menulis ini untuk ‘ibrah diri saya dan saudara-saudara saya. Saat itu, saya kepengennya berlari saja menuju diri-Nya. Mengejar ketertinggalan. Memang ampunan adalah milik Allah. Pertolonganpun milik-Nya. Tapi saya memilih mengejar-Nya! Mengejar Allah. Kekejar ga? Saat itu, saya engga tahu. Sekarang pun masih engga tau. Tapi saya yakin, Allah menunggu saya. Saya yakin Allah menanti saya. Saat itu saya berteriak. “I’m coming ya Allah… Ini saya, Yusuf Mansur, yang banyak salahnya, datang ya Allah. Datang pada-Mu…”. Allah buat saya adalah solusi. Kalau Allah berkenan menemui saya, dan saya diperkenankan ketemu Dia, maka solusi itu pastilah saya dapatkan. *** Dalam kehidupan nyata pun, Allah mengajarkan kita. Allah memandu para pencari-Nya, untuk mencari-Nya dalam sujud, dalam keheningan malam. Dan bahkan Allah memandu para pencari-Nya, para pencari pertolongan-Nya dengan mengatakan kepada hamba-hamba-Nya, “Jika hamba-Ku mencari-Ku, carilah di mereka yang bersedih hatinya, yang lapar perutnya, yang menderita hidupnya… Carilah Aku dengan membantu mereka, niscaya kalian akan ketemu dengan-Ku”. Di dalam hadits-hadits yang bertebaran, Allah kerap menyatakan bahwa “Jika seorang mukmin ingin dilepaskan oleh Allah dari kesulitan dunia dan akhirat, bebaskanlah kesulitan mukmin yang lain. Allah akan membantu hamba-Nya manakalah

hamba-Nya mau membantu yang lain”. Ini selaras dengan banyak firman Allah tentang pencarian diri-Nya. Carilah Allah, sebab Dialah “Hasbunallah wa ni’mal wakiil, ni’mal maulaa wa ni’man nashiir, laa hawla walaa quwwata illaa billaah, cukuplah Allah sebagai Penolong dan Pelindung, tidak ada daya selain kekuatan-Nya”. “Fa man kaana yarjuu liqaa-a rabbihi falya’mal ‘amalan shaalihan, barangsiapa yang kepengen ketemu dengan Allah, hendaknya dia memperbanyak amal saleh”. Para pencari Allah, inilah ikhtiarnya. Ia bergerak terus. Aktif. Justru tidak diam. Pasrah bukan berarti diam, dan terjemahan di ibadahnya juga menjadi seaktif-aktifnya. Perbaiki shalat sebagai hubungan vertikal kepada-Nya, dan perbanyak amal saleh sedekah, berbagi, zakat, membantu orang; dengan tenaga, dengan nasihat-nasihat yang menggembirakan, dengan ilmu dan pikiran, dan tentu saja dengan harta yang tersisa. Semakin besar apa yang kita lakukan di dalam shalat dan sedekah, insya Allah akan semakin ketemu Allah. Dan inilah solusi itu. Solusi dari semua solusi permasalah kehidupan manusia. Begitulah. Saya meminta ampun kepada Allah, dari dosa-dosa saya. Saya belum berbicara tentang dosa yang lain, yang bobotnya akan memperpanjang parahnya masa/waktu kesusahan saya (time limit). *** Sekedar tambahan pengingat buat saudara-saudara semua. Tadi, dari tidak shalat tahajjudnya saya selama 5 tahun saja, sudah susah selama 5 bulan. Itu belum dihitung dari masa melalaikan shalat wajib. Masih ingat kan hitungannya? Mari bermain-main dengan angka waktu kesusahan: Jika seseorang terbiasa telat shalatnya, misalnya, atau anggap saja telatnya masing-masing 1 jam, maka 1 jam dikali 5 waktu shalat sama dengan 5 jam. 5 jam x 30 hari x 12 bulan x 5 tahun (ukuran kasus saya), maka didapat 9000 jam telat. 9000 jam itu, 375 hari. Dan 375 hari itu, satu tahun lebih 20 hari! 1 tahun 20 hari ditambah 5 bulan, itu berarti 1,5 tahun. Masya Allah kan? Seusaha apapun saya memperbaiki hidup saya, jika shalat wajib tidak saya benahin, maka hitungan ini ga akan pernah berkurang, kecuali saya banyak-banyak taubat dari soal yang satu ini. Kelalain shalat wajib dan shalat sunnah tahajjud ini saja, score nya sudah 1,5 tahun. Wajarlah saya pikir saya susah. Dan umur kesusahan saya, secara normal, adalah 1,5 tahun. Kecuali ada Kehendak Allah. Nah, di Kehendak Allah inilah saya mencoba meminta-Nya bermurah hati mempersingkat perjalanan kesusahan di dunia, dan menghapus sama sekali kesusahan di alam kubur dan di negeri akhir. ***

Sungguh saudaraku, dengan saya menghitung diri saya sendiri, saya jadi ikhlas jalanin hidup ini. Saya tahu, mestinya saya susah sekurang-kurangnya 1,5 tahun. Daftar ini akan makin panjang, manakala saya menyadari selama 5 tahun saya kuliah, saya meninggalkan

tidak akan manusia yang mampu membayar-Nya. *** Saudaraku. Sebab dalam sekali itu. Tapi Allah beritahu juga. Dia minta kita membayar. serem kan. masuknya “daging” ke dalam “daging” yang lain. semua itu cukup dengan dibayar lewat shalat dhuha 2 rakaat saja di pagi hari. 8 dan 12 rakaat. Jika kemudian 366 hari dibagi 6 hari adalah 61 hari. hingga ruas-rusa di jari jemari! Alhamdulillah. Bagaimana kalau kemudian kita melakukan dosa zina misalnya? Sekali zina. Lalu saya mengingat saya… Masya Allah. lebih baik saya menebus dengan cara begini ini. ini. sebagai karunia-Nya. Saudara-saudaraku.dhuha. Rasul memberitahu. Banyak betul hutang saya. dalam keadaan yang diharamkan-Nya. 6. Lagian. hanya ada 8 qabliyah ba’diyah (minus ba’diyah shubuh dan ashar). setiap ruas dari badan kita. kalau Allah tidak Maha Rahman Maha sRahim. 4. Cadangan devisa kita untuk shalat-shalat yang lalai. maka kelalaian kita itu akan memakan 70 shalat qabliyah ba’diyah. terdapat berkali-kali zina. maka saya sudah menebus 6 hari ketinggalan shalat dhuha di tahun-tahun yang lewat. dimintakan sedekahnya oleh Allah. Ada seseorang yang berzina. 5 tahun tidak shalat dhuha. Allah mengaruniakan janji-janji-Nya yang lain kalau saya mau shalat dhuha 2. beribu maaf bila ada yang tidak suka dengan pembahasan saya. Sedangkan Allah menagih sedekah kita sehari semalam. sebab tidak bayar hutang. sehingga – . lalu ia melakukan sekian variasi hubungan badan. Masya Allah. Sedangkan satu hari. Kata Rasulullah. jika kita sekali saja melalaikan shalat wajib. maka hitungannya saya harus geber-geberan shalat dhuha selama 61 hari berturut-turut baru kemudian saya bisa menebus ketinggalan dhuha saya selama 5 tahun! Perjalanan yang tidak mudah. Daripada saya dipenjara selama 5 tahun. sekali saja kita tidak shalat. sekian tahun dhuha tidak tertegak. Saya pertegas ya. Sekalian saja saya rengkuh semua rahmat-Nya. dengan ukuran fiqh ini. Tapi saya mencoba menempuhnya. Ya. Yang disebut zina itu adalah dukhuulul lahm ilal lahm. hitung-hitunganan ini masih belum dihitung qabliyah ba’diyah. sungguh-sungguh kurang. maka saya bisa mempersingkatnya dengan menegakkan shalat dhuha pol 12 rakaat setiap pagi! Dengan saya shalat dhuha 12 rakaat. (Maaf. Lebih serem lagi kalau saya kasih sedikit tinjauan fiqhnya. Termasuk ketika kita memakai badan ini sebagai pemberian-Nya. Tapi mudah-mudahan perhitungan ini bisa menginsyafkan kita semua). semakin ngentengin saya. Lah. kebayang kan betapa perjalanan melenceng kita ternyata semakin jauh. tidak ada yang gratis. Rasul mengabarkan kemurahan Allah. tidak gratis. saya masih berkenan menambah deretan panjang impact dari dosa-dosa kita. dan menghitungnya. maka tidak disebut sekali berzina orang yang melakukannya “sekali”. Tentu saja kelak tidak ada yang mengetahui perhitungan terdetail kecuali Allah saja. maka dosanya 40 tahun masa perjalanan ibadah tidak diterima! Wuah. maka kirakira 5 tahun juga Allah akan mengambil kehidupan saya! Jika harus ditebus dengan shalat dhuha 2 rakaat saban pagi. Ini saya betul-betul mengajarkan teori berhitung. di 5 shalat waktu itu. Maka. itu artinya. Saya mencoba mengambil pena. Membayar dengan apa? Dengan bersedekah. maka sudah habis 7 hari kemakan kita punya qabliyah ba’diyah.

berapa banyaknya???!!! Tidakkah ini menyeramkan buat yang pernah berzina???!!! Jika 3 kali saja keluar masuk sedangkan disebut sekali berzina itu adalah sekali saja masuknya. Persyaratannya juga susah. yang tidak bertaubat. Maka wahai saudara-saudaraku. Dirajam. Ga apa-apa masih menyisakan sisa masalah. Kalo kita di dunianya menyisakan kebaikan yang terus bergulir (sempat membangun sekolah. Karena di negeri ini tidak berlaku hukum rajam. tapi memang arif. wa . yakni di antaranya perbuatan zina itu mesti dilihat oleh mata telanjang oleh 4 saksi. tapi hewan. saya dengan mengetahui hitung-hitungan ini. Buat mereka yang tidak suka dengan hitung-hitungan ini. lalu bertaubat.maaf – ia “keluar masuk” bersetubuh sampe kemudian ia keluar terpuaskan. saya beritahu ya. Ada loh yang tidak dihukum di dunia ini. jika saya berlari sungguh-sungguh pada-Nya. Tapi bagaimana kalau amal-amal kita sepayah dosadosa kita? Itu baru zina. Dan saya percaya. yang pun juga punya hukuman yang sama? Bagaimana dengan dosa syirik yang tidak diampuni Allah? Dosa mendatangi tukang tenun. Tapi hukuman mati. Ini lebih-lebihan lagi seremnya!!! Perhitungannya dituntaskan di alam kubur. Entah berkernyit sebab bingung. sebab merasa ga akan keuber. dia akan berada di kehidupan yang diridhai Allah. ada saudara-saudara saya yang barangkali berkernyit. Bagaimana dengan durhaka sama orang tua? Yang kata Allah. Memang hukum Islam berat. Kalo di dunia. bahwa hitungan saya memang sangat kurang sekali. maka itu berarti 120 tahun Anda akan menghabiskan hidup Anda dalam kesusahan. percaya sama ramalan. Allah Yang Maha Cermat Hitungannya. atau berkernyit sebab apa. yang score nya 40 harian (tidak diterimanya amal) per sekali datang kepada mereka? *** Sampe sini. maka bisa jadi berkurang siksaan alam kubur sebesar kebaikan yang dialirkan ketika di dunia. Saya semakin sadar. amal kita tidak diterima kecuali kita dapat ridha dari orang tua? Bagaimana pula dengan dosa menyakiti orang lain. barangkali Allah yang akan mempercepat perjalanan kita. malah semakin berterima kasih kepada Allah. hukumannya bukan lagi sekedar 40 tahun. ditimpuk pake batu sampe mati. kita bisa berteriak minta ampun. Ini kan tidak terkontrol. dan diterima Allah! Kalo sudah kematian menjelang??? Ya tinggal terima nasib. fahuwa fii ‘iisyati roodhiyah. bahwa suka tidak suka. kita bisa menjerit beristighfar. ga akan kekejar. Bagaimana pula yang berzina dalam keadaan sudah bersuami atau beristri? Wuah. dan ga akan pernah bisa balance jadinya. Ga apa-apa. Dan menurut saya. Sebab yang paling mahal dari Allah adalah kesempatan kita bertaubat. maka ketika di mil pertama saja kita lari. memang kita akan dihitung oleh Allah al Hasiibul Jaliil. jika ada yang berzina dilihat oleh 4 orang secara terbuka. itu namanya bukan manusia lagi. barangsiapa yang lebih berat timbangan amal baiknya. masjid. Ada banyak ayat yang menyatakan bahwa kita semua memang akan dihitung: “Fa ammaa man tsaqulat mawaaziinuhuu. beruntunglah buat mereka yang pernah berzina. Beda dengan saya. maka kemudian bolehlah saya menyebut. membesarkan anak yatim). maka kesusahannya boleh jadi seumur hidup.

murah segala-galanya. fa ummuhuu haawiyah. maka berkatalah orang-orang dzalim. al Qaari’ah: 6-9). tangguhkanlah kami meski dalam waktu yang singkat supaya kami bisa menjawab seruanMu dan mengikuti rasul-rasul. barangsiapa yang ringan timbangan amal baiknya. hendaklah mereka mendirikan shalat. Awalam takuunuu aqsamtum min qablu maa lakum min zawaal. Ibraahiim: 31). dikelilingi orangorang baik. janganlah engkau mengira bahwa Allah akan lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang dzalim. sedang mata mereka berkedip kedip dan hati mereka kosong tidak percaya bahwa mereka sudah ada di negeri berbangkit dan di hari hisab dijalankan”. (Qs. Kepanjangan ntar ngajinya. Besok kita teruskan ngajinya. jika kehidupan kita lebih banyak amal buruknya. bagi semua yang sekarang ini susah. Maka itulah saudara-saudaraku. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai pada hari yang padanya pemandangan mencengangkan”. terpaksa saya penggal dulu. “Muhthi’iina muqni’ii ru-uusihim laa yartaddu iliaihim tharfuhum wa af-idatuhum hawaa. maka tempatnya di neraka hawiyah” (Qs. dikelilingi keburukan dan ketemunya sama orang-orang yang merugikan kita. maka ia hidup dalam keadaan baik. Innamaa yuakhkhiruhum li yaumin tasykhashu fiihil abshaar. Sesiapa yang banyak kebaikannya. “Qul li’ibaadiyal ladziina aamanuu yuqiimush shalaata wa yunfiquu mimmaa razaqnaahum sirraw wa a’laaniyyatam min qabli ay-ya’tiya yaumul laa bai’un fiihii walaa khilaal. pelan-pelan masuk di bab pertaubatan dan di bab betapa murahnya Allah terhadap kita. Sebaliknya. “Wa andzirin naasa yauma ya’tiihimul ‘adzaabu fa yaquulul ladziina zhalamuu rabbanaa akhkhirnaa ilaa ajalin qariibin nujib da’wataka wanattabi’ir rusul. bukankah kamu dulu yakin bahwa kamu tidak akan binasa? Tidak akan menghadapi hari ini?” (Qs. Tapi di dunia ini. sebelum datang suatu hari di mana tidak ada lagi jual beli dan persahabatan”. nyata. *** Ok. katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang beriman. murah ampunan Nya. keberuntungan yang nyata yang Allah hadiahkan buat kita adalah kita termasuk orang-orang yang panjang umur dan berkesempatan untuk bertaubat. hai Tuhan kami. namun menyadari bahwa hidup selama ini dalam kegelimangan dosa atau kelalaian dari segi ibadah seperti yang saya jelaskan di atas. Allah berfirman. lebih banyak amal buruknya. Beginilah.ammaa man khoffat mawaazinuhuu. Sebab hitung-hitungan di kebaikan pun ga malah . murah kasih sayang Nya. “Wa laa tahsabannallaaha ghaafilan ‘ammaa ya’maludz dzaalimuun. dan peringatkanlah manusia terhadap hari yang azab datang kepada mereka. Masya Allah. Ibraahiim: 42-44). menafkahkan sebahagian rizki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi maupun secara terang-terangan. score kehidupan akhir ditentukan di hari hisab. Sebab kepanjangan ntar kuliahnya. maka wajarlah jika hidup kita penuh dengan keburukan. murah pertolongan Nya. ketemu dengan kebaikan dan orang-orang baik. mereka datang bergegas gegas memenuhi panggilan dengan mengangkat kepala mereka.

Nah. Kijang. urusan Allah. dan web nya hanya isi-isi yang baru saja. he he he. ya kuliah juga. Kita bahas soal menarik ini besok besok ya. Saudara-saudaraku. Mohon maaf yang mana saya banyak absennya mengajar. Jasa penyewaan mobil ini menyumbang kontribusi yang tidak sedikit buat pesantren dan di perputaran ekonomi warga sekitar. sekian APV. tapi di SDM editingnya. Namun jika saudara perhatikan. saya ga usah sakit hati. Toh barangkali mereka yang ngomongin jelek ga tahu tentang keadaan yang sebenernya. tolong saya dah. Insya Allah itupun ibarat kuliah. . Sebagiannya indah-indah dan banyak pula yang memotivasi saya bahwa sungguh kuliah online dibutuhkan. Kesulitannya bukan di saya. Tapi kemudian tanggapan orang seribu satu macam. ini juga persoalan tauhid. Penilaian. Hanya tidak dimasukkan di kolom kuliah online. Makasih juga atas doa-doanya yang disampaikan lewat sms ke hp saya: 081510511127. gambar di mana saya sedang mengendarai Cellica Sport 2 pintu warna silver. Insya Allah mulai hari ini. bila saya sehat terus. carry. di layar TV One. Tapi ia dijadikan unit bisnisnya pesantren. di artikel-artikel lepas dan di sms-sms jamaah. Asal jangan terlalu pedes ya. Terselip di sana. kisah saya diangkat di layar kaca. Namun saya baca. kita gerakkan juga ekonomi mikro melalui pembiayaan pembiayaan mikro. dan lewat imel. Tidak sedikit yang miring. banyak hal saya ambil sebagai keputusan. duh. dan menyiapkan materi lain dalam bentuk audio dan video. Belum berkesempatan atau tidak berkesempatan. Namun sudah saya cicil. Pada waktunya saya akan umumkan kesiapan materi audio dan videonya. Di jasa penyewaan mobil. Untuk kemudian dibersihkan. sontak ini mengundang sejuta komentar. saya akan menulis lagi kuliah ini.menarik dan mencengangkannya. berdakwah karena Allah. Wuih. ha ha ha. Walopun di sana ada gambar saya juga mereksa keadaan pondok dengan mengendarai sepeda ontel tahun 47! Cellica itu memang mobil mewah. kita bukukan saja. semacam kesan dan pesan dah. Yang tidak tahu. Tidak gampang menyiapkan materi audio dan video. Biar saja. Sebenernya. Saya tidak bisa membalas satu-satu sms dan imel tersebut. boleh protes juga koq. maju saja terus. beberapa pekan yang lalu. di renungan-renungan inspirasi. tolong ya. sampe bus 27 seat. Itu yang disorot hanya cellica. sambil saudara-saudara online. disangkanya mah saya pengoleksi mobil dan hidup dalam berlebihan. Doain dah buat semua kru KuliahOnline supaya mereka semua diberi kemudahan dan mendapatkan keberkahan seperti keberkahan saudara-saudara semua yang menuntut ilmu lewat KuliahOnline ini. menceritakan perjalanan hidup saya. Contohnya. Jagura. Mercy. Jadi. sejujurnya. he he he. Dengan tajuk “Sejarah Membesarkan Nama”. saya tiada henti menulis. ga usah mikirin yang gitu-gitu. Saya beritahu ke jamaah semua. Ntar saya malah jatuh sakit garagara mikirin. Alphard. BMW. Yang lama. Dan bukankah kita kita mengaku berdakwah karena Allah? Bukan karena nama? Kalau tauhidnya benar. Beri testimoni saudara lagi ke imel web admin ini tentang kuliah online ini. Dari uang bisnis ini bisnis itu. Sebab akan dibukukan nih isi seluruh web generasi sebelum lebaran. Padahal ada mobil-mobil mewah lainnya. Isinya.

Dan itu pun punya istri. sebab saya memutuskan sekolah ini memang hanya untuk orang kaya.Yah gitu dah. Lumayan mahal. yang patut diacungi jempol dari Daarul Qur’an adalah ia berdiri juga di atas prinsip wakaf dan sedekah. Terkesan sekolah ini bukan buat orang susah. segitu lumayan berkembangnya (walaupun ukurannya masih small. masih baby). weh. Rumah yang saya tempati. Ini bahaya nih. Dan memang subhaanallaah. Sekolah ini bukan sekolah orang susah. Namun. Mobil saya pribadi. Tapi ya kami juga punya alasan tersendiri. rumah RW di lingkungan pesantren. persis di depan pesantren. Yaitu 1 unit Tigo. Dan pesantren-pesantren gratis ini adalah untuk mereka yang dhuafa dan anak-anak yatim dan tidak mampu. sampe ketemu besok yaaaa… *** Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Jauh Deketnya Kita Dengan Allah KDW0123 Seri-23 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Jauh Deketnya Kita Dengan Allah Inget Dan Lalainya Kita Sama Allah Yang disebut masalah itu bukan masalah yang dianggap masalah oleh manusia. Weh. boleh ngumpulin dan nambahin dari jual Karimun 2004. Hasil dari keuntungan operasional sekolah ini. semakin kami menyuburkan wakaf dan sedekah. saya bangga sekali saya hidup di rumah kontrakan. Dan kami cukup senang dengan ini. malah satu. sebab memang fasilitasnya lengkap dan sangat sangat bagus. Tapi. Daarul Qur’an sendiri. semakin gilagilaan perkembangan bisnisnya. Sekaligus untuk menyuburkan amal baik dan mengubur amal-amal jelek dengan pergulirannya. dibangun dan dikembangkan dengan prinsip wakaf dan sedekah. Ok. Masuknya dolar. koq malah nambah lagi ya tulisannya? He he he. adalah pesantren modern dan bahkan internasional. tapi malah bisa terjebak jadi riya dan sum’ah. maksud hati mau ngejelasin. Dan memang demikian. Memang tidak arif di tengah-tengah masyarakat yang juga miskin dan serba kekurangan. . Unit-unit bisnis di lingkungan Daarul Qur’an dan Wisatahati. weh. dipakai untuk subsidi silang programprogram dakwah dan pesantren-pesantren bebas biaya yang dibangun dan dikembangkan di seluruh tanah air bareng dengan seluruh donatur PPPA.

Dan insya Allah saya tahu. Saat itu. di tengah jalan ia malah menemui kendala-kendala baru. Agak enteng terasa. “Message” ini. Kesimpulannya. Allah akan angkat derajat saya. Ketika saya jejek gas. sebab saya malah menganggap. beberapa kejadian kecil selama “libur”. kalau kita jauh dari Allah dan lupa sama Allah. Loh. akan semakin cepat pula keringanan itu saya dapat. kita bismillah memulai materi ke-23 ini. saya mewajarkan diri saya mengapa saya jadi susah. hutang saya malah tambah buanyak. Nah. Sehingga kemudian saya fokus juga untuk mengejar ketertinggalan. memangnya ada? Begitu barangkali sebagian kita bertanya. yang justru menambah bungkuk. Insya Allah. Alhamdulillah. Ada satu keanehan. justru Allah segerakan keburukan buatnya. Dan kepositifan itu. kita deket dengan Allah dan ingat pada-Nya. Termasuk ketika saya harus membayar dengan masuk penjara. Setelah menelisik kesalahan-kesalahan saya. Allah pun tentu tidak akan memikulkan beban buat hamba-Nya kecuali . makin cepat beban turun ke pundak saya. Saya terimain aja apa yang terjadi. Tapi bagi saya. dulu. jika Allah menghendaki suatu kebaikan bagi seseorang. Akhirnya. saya malah jadi ikhlas menerima “kenapa saya susah”. Saudaraku yang dirahmati Allah. saya tuliskan di kolomkolom Non-KuliahOnline di Website ini.Melainkan disebut bermasalah itu. Dan karenanya kita perlu berterima kasih kepada Allah. Salah satunya adalah dengan bertaubat sebener-benernya taubat. dari dosa-dosa. tanpa banyak kalam. bahwa nanti selepas 0-0. Silahkan melihat-lihat di artikel lepas maupun di sms-sms dengan jamaah. saya bukannya menyesal. jawaban yang sering saya lihat adalah justru dengan cara itu. ya kalimat-kalimat di atas itu. injek pedal. dalam satu dua kasus. Sebab hitungannya memang wajar saya susah. Tapi baik. ya. Semoga Allah memberikan ridha-Nya. sampe ke saya. Dan tentu saja. Saat itulah saya teliti kehidupan saya. Dan alhamdulillah. Tidak jarang reaksi begini malah terjadi: Seseorang merasa Allah semakin menjauh ketika justru ia semakin mendekat. Mudah-mudahan ada benang merah dengan materi-materi KuliahOnline. Saya pun demikian. Menambah berat. saya anggap menjadi doa juga. ada juga amalan yang bener-bener ngenolin dosa-dosa. Dan yang disebut anugerah adalah sebaliknya. Bertambah berkali-kali lipat. Tentu saja perlu diteliti lebih dalam lagi. Istilahnya. kita merasa Allah tidak akan pernah dekat dengan kita. Alhamdulillah. atau malah tidak sedikit yang terjadi begini: ketika seseorang berjalan menuju ampunan-Nya. masalah-masalah baru. jadi sabar. saya jadi sustain. Allah sediakan banyak jalan untuk mengejar ketertinggalan ini. Apa jadinya kalau saya tidak menyadari? Yang paling parah adalah dosa tauhid. lah lah lah. Ada hadits qudsi yang isinya kurang lebih. Allah mempercepat masa bayar dari keburukan yang kita lakukan. beragam reaksi ketika peserta KuliahOnline membaca materi kuliah ke-22. Sambil terus husnudzdzan kepada Allah. makin banyak beban yang saya pikul. Supaya apa? Supaya segera terbebas ia dari kesalahankesalahannya. ada. Saudaraku. Jawabannya.

Si anak merasa takut dengan saudara-saudaranya yang lain. ketika saya buru-buru mengoreksi. menghancurkan orang lain”. bahwa ketenangan itu hal termahal ketika bermasalah. ya sudah. Misalnya. Tapi adapun masalahnya. ambang batas maksimal akan terjadi. saling memaafkan. ia aminkan. ga bisa juga . sedang malang. Supaya nyambung. Dalam kasus ini. sampe kemudian menyalahkan ketidaktepatan waktu. “Bener juga. si ibu kemudian menyesali kenapa semua ini terjadi. Gitulah permisalannya. rasanya menjadi teman yang meringankan perjalanan hidup. masa krisislah. keadaan sedang di-PHK. andai keikhlasan ada di hati mereka. kesusahannya hanya berkurang sedikit. dsb. sedang susah. Hanya. sedang sakit. seseorang yang diburu petugas bank sebab hutangnya. Ada kecocokan. Shalat shubuh berjamaah adalah hal minimal yang ia lakukan. saudarasaudaranya yang lain tidak menerima si saudara ini melakukan perbuatan bodoh yang merugikan ibu mereka. Kalau ga tenang. coba baca lagi Materi Kuliah ke-22 ya. Jarang orang yang memandang bahwa kesulitan itu adalah anugerah. Terhadap yang begini ini. jatuhnya perekonomian nasional. ada Kebaikan Allah. tetap saja masalah. dan sedang sulit di kesulitan yang umumnya dirasakan orang umum sebagai satu kesulitan. Jangan terburu-buru. meratapi. sedang berhutang. Kalau dulu tidak terjadi krisis di keluarga kami. si penghutang pun menambah lagi daftar panjang penyesalannya: kenapa sampe kenal si Fulan yang ia yakini sebagai penyebab segala kehancurannya. sabab mengikuti orang baik. resesi global. menyesali. yang kemudian ditetapkan sita jaminan. Lalu kemudian tampak terang benderanglah manakala akhirnya mereka kemudian bisa bilang. salah memilih bisnis. Padahal mata rantai keajaiban akan terjadi di setiap simpul mata rantai jaringan orang-orang yang disebut. sama sekali “tidak dihitungnya”. Baca nya pelanpelan. Kebanyakan orang memilih untuk menambah dirinya untuk lebih lagi berduka. Allah. Sementara. mata rantai ketidaknerimaan atas takdir Allah. ada Rahmat Allah. saya ketemu dengan seorang yang mengaku pengikut setia seorang ustadz ternama di negeri ini. Dan selama ini pula ia menebus kesalahannya. *** Beberapa saat setelah saya menulis KuliahOnline materi ke-22. atau bahkan mengatasnamakan “kasihan. tidak akan lahir perusahaan ini. mau diapain lagi? Sudah terjadi. dan tidak akan pernah terjadi melewati ambang batas itu. Ia hanya merasakan ketenangan. Bahwa bersama kesulitan itu ada Kemurahan Allah.yang bisa hamba-Nya itu pikul. Maksudnya. malah saling berpegangan tangan mengejar dan mengubah keburukan yang sudah trjadi. Penerimaan terhadap segala kejadian. sebagai jaminan hutangnya itu adalah tanah ibunya. Bingung ya? Ya. Mereka lalu memilih saling memahami. alhamdulillah ia bisa mengikuti pula kebiasaannya ustadz ini. Selama 10 tahun katanya beliau mengikuti ustadz ini. petugas bank yang memberikan rekomendasi menyesal sudah memberikan ia kredit. Biar agak nyambung. seperti ada di semua mata rantai orang-orang yang terlibat. maka yang terjadi adalah Cahaya Allah di setiap etape berikutnya. Jarang orang yang bisa menerima keadaannya. Artinya. keikhlasan menjalani setiap peristiwa. Tapi ia mengaku.

Kalau dilihat-lihat dari selisih itu saja. Tapi minimal. 10 tahun ia mengikuti ustadz terkenal ini. Ia menahan pertanyaan ini untuk tidak meledak. sudah diampuni sejak awal ia memohon ampun. menjadi merasa haus untuk terus berburu kebaikan. Koq belum ada perubahan? Kenapa ya? Saya kan udah mengikuti jalannya orang baik. 48 tahun dipotong masa 10 tahun. Pertanyaanpertanyaan ini ia coba redam. ia tambah ga bisa menyesali. sambil terus . dia lumayan tercenung. tidak mudah.saya hidup enak”. sejak ia mencoba menghitung-hitung kesalahan dirinya. Kawan saya ini bilang. agar bisa menebus ketertinggalannya dan beramal saleh. sudah jauh tertinggal. dan tidak membuat dirinya tidak lagi gelisah. bagaimana dengan usia 38 tahun ke belakang? Yakni mulai ia akil baligh – yang katakanlah balighnya itu usia 10 tahun – hingga 38 tahun? Dia bilang. Yakni pertanyaan seperti yang saya jelaskan di atas: “Kenapa ya? Saya kan udah berubah. Lah. bisa saja. usianya 48 tahun. Nanti kita tetap sampai ke pembahasan hitung-hitungan betapa murahnya Allah. kesusahan yang ia rasakan. ia masih perlu 18 tahun perjalanan kebaikan. Malah ya itu. inilah memang bisikan syeitan. Apa yang membuat dia ini bisa menahan pertanyaan-pertanyaan tersebut? Salah satunya kemudian apa yang ditulis di materi kuliah ke-22. Saya masih membutuhkan 1-2 tulisan penjeda lagi untuk sampai ke hitunganhitungan sebaliknya dari tulisan materi ke-22. bahwa Allah itu Maha Pemurah. Perjalanan seorang hamba yang berusaha untuk menjadi ‘abid-Nya. Saudara-Saudaraku sekalian. Namun ada yang menarik. Syukur bahwa Allah itu Maha Baik. bahwa barangkali ia “belum impas” membayar Allah subhaanahuu wata’aalaa. Baru sebanding. Subhaanallaah. justru ia semakin ikhlas akan segala kesusahannya. Haj”. tiada sebanding dengan 28 tahunan ia mengikuti syetan. Kerjaannya menggagalkan saja riyadhah seseorang. koq tetap saja ga berubah?”. berarti ia masuk ke ustadz tersebut di umur 38 tahun. Masya Allah. begitu saya sambungnya. Membiarkannya hidup untuk menebus dosa-dosanya. “Atau dibuang ke panjang umur. Ternyata benar. Ia yang semula mengatakan bahwa selama 10 tahun ia sudah shalat shubuh berjamaah tanpa putus. Sebab dari hitung-hitungan shalat seperti di materi ke-22. Dan di saat yang sama. Tapi saya kepengen menjalani hidup ini lebih ikhlas. justru tidak terjadi. Yakni dengan meyakini pula bahwa karena pertolongan Allah lah. Yang ada. tidak menjamah hatinya. Sekarang ini. Tidak mengganggu pikirannya. meskipun kita tidak akan pernah bisa menghitungnya. Ia mengaku. Namun ia diberi kesempatan berumur panjang. Ia yakinkan dirinya perjalanan pertaubatannya belum nyampe. Artinya. kita menjadi tambah yakin. kekhawatiran semula bahwa ia akan semakin menyesali dirinya. hal ini tidak membuatnya lemah. yang ada malah bertambah syukur. Ya. Saudaraku. Tapi saudara-saudaraku sekalian ga usah khawatir. saya mencoba mengingat-ngingat juga apa yang terjadi dalam kehidupan saya dan kemudian sebisa mungkin saya share kepada kawan-kawan saya. Allah itu Maha Pemurah. Perjalanan saya perjalanan belajar tentang tauhid. Ga apa2 ya? Anggap saja ini seperti tuntutan awal agar langkahnya menjadi semakin benar. Dia ini semula merasa ada sesuatu di hatinya yang selama ini ia tahan-tahan. melainkan justru semakin kuat.

amal-amal saleh. ternyata masalahnya menjadi semakin jadi. dunia malah menjauhkan saya dari-Mu ya Allah. saya merasa adem hati ini. Insya Allah nyampe. Saya tidak taat kepadaMu. Salah mendifinisikan. Saudaraku. saya banyak bermaksiat kepada-Mu. dan saya jatuh. apa yang disebut anugerah dan apa yang disebut masalah. Saya terima kesulitan sebagai anugerah. dengan disertai segala kemungkinan-kemungkinan buruk. Dengan cara ini. Saya kejar terus saja Allah. tapi. sungguh saya telah menzalimi diri saya sendiri. Ya Allah. jika kemudian kesusahan ini adalah cara-Mu untuk menyucikan diri saya. akan beresiko sangat besar. Termasuk belajar dari setiap etape kehidupan langsung (learning process – experiental learning). waillam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakuunannaa minal khaasiriin. Seketika saya “mewajarkan” mengapa saya menjadi sulit dan susah. Saya banting ke sana saja. Begitu saya keluar dari rumahnya. masa iya ga kekejar? Masa iya ga nyampe. Saya pun banyak nafsunya. dengan doa di atas. pelanpelan. islam. Saya hanya meyakinkan diri ini. sebelum kita beralih ke materi kuliah besok. Rasanya saya sudah membagi beban saya kepada Allah. Saya bisa merasakan itu. Saya diberinya waktu untuk menyelesaikan. kita coba jelaskan ya. dulu hati saya relatif menerima. dan ibadah. Ya. hilang sabarnya. Saya tidak mau menjadi orang yang paling nestapa dan tambah nestapa dengan menyalahkan diri yang auranya negatif. sebagaimana saya jelaskan di atas. kurang syukurnya. ketika saya menyadari bahwa saya mulai di ambang kejatuhan. saya membayangkan dosadosa saya. saya membayangkan dosa-dosa saya. . Saya. saya hidup dalam keadaan tidak turut pada aturan-Mu. saya terima. dengan cara ini saja. Anugerah yang mengantarkan saya kepada Allah. Dan saya pun belajar. Beda. saya banyak meninggalkan sunnah. Tapi saudara-saudara. di awal-awal belajar tentang resiko kehidupan deket-jauh dari Allah. dan cara-Mu untuk mengingatkan saya akan diri-Mu. Hebat. Tapi terus saja saya pompa dengan kepositifan. yang ada kemudian lisan ini berzikir dengan doanya Nabiyallah Adam. Saya merasakan getaran harus terus memperbaiki iman islam saya. Sebenernya. serta harus menanggung ini semua. Ringankan saja perjalanan ini ya Allah. saya t’lah melalaikan shalat berjamaah. Dulu. ya Allah. Ini lebih ke “memposisikan diri menerima” bahwa rangkaian kesulitan hidup sebab dosa dan kemaksiatan yang saya lakukan. Di perjalanan pertaubatan saya. itu auranya positif. Rupanya memang jawabannya adalah saya jauuuuuuuuuuuuuuhhhhh dari Allah. Rumus “MASALAH” itu sederhana: Kalau kita jauh dari Allah dan kalau kita lupa sama Allah. Apalagi Dia Maha Rahman Maha Rahim. ini beda dengan menyalahkan diri. dan terlambat mengetahuinya.belajar tentang iman. Ada saya pernah keluar dari salah satu rumah kawan saya yang kemudian saya clear dinyatakan bersalah dan harus menanggung sejumlah kerugian. tauhid. Menurut saya ini bukan menyalahkan diri sendiri. bahkan ketika dunia saya genggam. Subhaanallaah. Saya menerima hukuman. Rabbanaa dzalamnaa anfusanaa. nampak seperti menyalahkan diri sendiri.

shalat dhuhanya jadi hilang. menjadi deket dan ingat sama Allah. coba juga pakai 2 ukuran ini. sama suami. Lah. Saudara di-PHK. trnyata sekarang bukan. Ini bukan yang diincer Allah. syukurnya kita. Perlakukan juga dua kriteria ini. bisa megang tasbih lagi. Tapi dengan di-PHK kemudian menjadi saleh. tidak menginjak bumi… ini yang harus kita kenali sebagai “sedang bermasalah”. Yakni. dan soal-soal yang lain yang sedang saudara hadapi. Saudara karirnya naik. kita bisa deket sama Allah. Yakni pindah jalur saja. Sebab ukurannya sudah beda. Bisa seketika koq. raibnya satu dua asset diambil orang. gampang. dan amal saleh. Maha Sayang. ini mah namanya ANUGERAH. ini justru masalah. mudah bener mengubah dari masalah menjadi anugerah. Sifatnya yang begini ini yang diincer. Cuma. Coba lagi pikirin soal penyakit. ada satu dua tagihan kita yang tidak tertagih. insya Allah inilah anugerah. lalu dengan kemiskinannya itu bisa menjadi muslim yang baik. tambah tawadhu’. kita bisa inget sama Allah. Namun sebaliknya. dari jauh dan lupa sama Allah. perjalanan sebelum cerainya itulah yang disebut masalah. amal saleh kita. wuah. di urusan-urusan yang saudara anggap masalah. demo karyawan. tapi saudara malah jauh dari Allah dan lupa sama Allah. islam kita. Yang diincer sama Allah adalah tauhid kita. Misalnya. iman. belum tentu disebut bermasalah. tapi ada kemunduran spiritual. bisa merogoh kantong lagi untuk sedekah. tidak sedikit yang tidak memahami lalu langsung nge-track di urusan ini. pertaubatan. soal jodoh. masalah iman. mukmin yang baik. maka Allah akan benamkan semuanya menyisakan kita yang kemudian meratapi kejatuhan kita. soal syukur Saudara? Coba saja lihat-lihat ke belakang hidup Saudara sebelumnya berhutang. ada yang tahu dan menyadari. Kalau tidak mempan diberitahu dengan “message” dari Allah (dengan sejumlah masalah). jauh dan deketnya dengan Allah. Sebab apa? Anugerah itu adalah sebaliknya.Nah. ada yang diberitahu tapi tidak bergeming. iman kita. Bukan. sama orang tua. inget dan lalainya dari Allah. adalah anugerah. Tapi ya itu. Insya Allah kita akan ketemu bahwa Allah benar-benar Maha Pemurah. Maka saudara akan tercengang sendiri. jauh dan deket sama Allah. Tapi andai saudara-saudara yang kaya ini benar-benar jatuh miskin. Maha . Ini hanya model dari bentuk pesan tauhid saja dari Allah. soal anak. bisa bertaubat. coba koreksi dari dua hal ini. soal tauhid. dan dia merasa “aman-aman” saja. Benarkah hutang itulah masalah Anda? Bukan soal iman. Janganjangan sebenernya kehidupan Saudara sedang diincer sama Allah. shalat berjamaah jadi hilang. iya ya. menjadi deket lagi sama anak istri. Keajaiban perubahan suasana hati juga akan segera didapat. soal islam. masalah syukur. bisa beramal saleh. Saudara kaya. sementara itu banyak juga yang tidak tahu dan tidak menyadari. Ada yang dikasih tahu lantas menerima. sombong. Seseorang yang bercerai. Coba saja saudara pikirkan misalnya soal hutang. Mari kita sama-sama mengoreksi. bisa baca al Qur’an lagi. Saudara malah serakah. Jika sebelumnya “bercerai”nya itu yang disebut masalahnya. Kalau dia mau mengubah “masalah” nya itu jadi anugerah. Karena yang disebut masalah itu bukan masalah keduniaan. Masalah tauhid. Buat yang tidak sedang menghadapi masalah apapun. soal amal saleh.

selalu terselip Pertolongan Allah. Sebab emang ga ada fasilitas. dan tulisan itu pun akhirnya menjadi buku. Saya akhirnya bisa menulis. bahwa kalau kita mau berpikir tentang Kemurahan Allah. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Jadi Ikhlas Ngejalanin Hidup KDW0124 Seri-24 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Jadi ikhlas Ngejalanin Hidup Di tengah kesulitan kita. Ketika saya berada di pusaran kesulitan. dilihat ulang. Sedikit berbagi. Sekali lagi. Dan kebiasaan menulis ini bukan satu-satunya anugerah Allah yang Allah berikan bersama kesulitan. Terbit dengan judul: Wisatahati Mencari Tuhan Yang Hilang. ia kemudian menjadi salah satu cahya bagi kehidupan saya. insya Allah bahkan kesulitan itulah anugerah Allah buat kita semua. Saya butuh teman. Di tengah kesulitan kita. andai saya tidak mengalami kesusahan hidup. dibaca ulang. Subhaanallaah. Ketika itu saya merasa putus asa. web admin). niscaya buku ini tidak lahir. Subhaanallaah. Di tengah kesulitan kita. Oldies banget. Tidak pernah kehendak . Saya termasuk yang percaya sedari awal. selalu terselip Pertolongan-Nya dan Kemurahan-Nya. Allah menganugerahkan saya kemampuan untuk menggoretkan ceritera kesulitan itu. Akhirnya saya ambil pena dan kertas. Andai kita lalui semua ragam kesulitan itu bersama Allah.Baik sama kita. Agaknya. Saat itu saya terpenjara dengan sel dunia. Dan tidak ada Kehendak-Nya kecuali kehendak itu adalah kehendak yang baik-baik. Semula ia sebagai kawan saya. kalimat yang saya garis bawahi. Kebiasaan menulis ini di kemudian hari yang mengantarkan saya menulis buku-buku yang lainnya (lihat galeri. maka bener-bener Allah itu Maha Pemurah. selalu terselip Kemurahan Allah. Saya mengatakan “bersama kesulitan”. Perjalanan waktu akan membuktikan itu. Hingga kemudian saya bisa menulis KuliahOnline ini. Ruang seukuran kurang lebih 2x3 menjadi kamar saya yang bagus untuk banyak merenung dan menulis hasil perenungan. Semua adalah Kehendak-Nya. Dan bila kitab sepakat. Akhirnya ia menjadi kawan banyak orang setelah jadi sebuah buku. Benar-benar pena dan kertas. sebab memang nyatanya gara-gara mata kita yang butalah yang tidak bisa melihat Karunia Allah.

rajin benar mendoakan anaknya ini. khususnya yang serumah. dan pengajian-pengajian kecil. Daarul Qur’an adalah sebuah nama yang saya berikan untuk institusi pesantren penghafal al Qur’an. Dia kan turunan guru (sebutan untuk seorang Kyai. Dan tentu saja beragam nikmat lain yang sangat-sangat tidak bisa saya sebut satu per satu. Kesulitan akhirnya menjadi rahmat. Saya pun mencatat bahwa sejarah saya menghafal al Qur’an adalah sebab saya terpenjara. adalah ibadah ayah ibunya. Berawal dari orangorang meminta saya bercerita isi buku (bedah buku). guru-guru saya. lahirlah Daarul Qur’an dan PPPA Daarul Qur’an. Ternyata. inilah yang saya anggap anugerah itu. Menurut riwayat.itu menjadi buruk hingga kemudian kita yang mewujudkannya menjadi buruk. Ah. Dan di kemudian hari. bahwa anak ini mendapatkan pekerjaan. dan berlatar belakang keluarga pesantren. di diri saya. Rasanya. Disebut bukan satu-satunya. Anugerah yang Allah berikan bersamaan datangnya dengan kesulitan yang Dia izinkan mampir di kehidupan saya. Sebagaimana saya pernah sampaikan. Dia kan lahir dan besar di madrasah. Saya bisa sebut beberapa. pertimbangan Allah. Dan PPPA adalah suatu program donasi untuk pembibitan penghafal al Qur’an. ayah saya. ah. itu kan si Yusuf Mansur. Barangkali ini anak menyimpan sepasang orang tua yang masya Allah. Tidak pernah. Bila ada yang mengatakan. Saya percaya. Sebab dia kan pinter. Peran turunan. Tapi bukan karena dirinya. Maka nya ketika di kemudian waktu saya menyadari bahwa akhirnya kesulitan itu mengantarkan saya menjadi “bisa menulis”. bahwa kadang ada seorang anak yang dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan. sebab buanyak sekali. dan ketemu dengan Maemunah. Mereka insya Allah penuh mengharap saya selamat dan bisa menyelesaikan semua urusan-urusan saya. Sebagai da’i. Satu . ia tiada menegakkan shalat. Pantes aja. Ternyata si suami ini menyimpan istri yang sering merintih di hadapan Tuhannya. Tahadduts bin-ni’mah. Dikatakan ya. dan menyayangi suaminya. Allah barangkali berkenan menjabah doa-doa yang begini ini. sebab amal ibadah yang dilakukan oleh orang-orang tua kita. sekedar untuk tahadduts bin-ni’mah: Buku-buku saya membawa saya menjadi ustadz. tidak akan ada itu cerita menghafalkan al Qur’an. Begitulah dongeng tentang Yusuf Mansur bermula. memang insya Allah bisa tershare itu cahya amal ibadahnya ke saya. dan bisa dibanggakan keluarga. Zahid Mimbar. dan saudara-saudara kita. peserta KuliahOnline juga banyak yang mengalami anugerahanugerah seperti ini. web admin). keluarga saya. kalo saya tidak dipenjara. KH. Mereka rajin dan tulus mendoakan saya. saya tidak menafikan peran “nasab”. pun sebab berkah berada di dalam kesulitan. Saya menikah. bisa tidak. Bisa ya. Maka kemudian turunlah Keputusan Allah. bahwa keluarga dan turunan bisa berpengaruh. berdoa dengan tulus agar Allah jangan menghukum suaminya. saya lahir dari keturunan seorang kyai. akhirnya kemudian orang-orang mengenal saya sebagai ustadz. sebab saya juga menganalisis bahwa banyak piutang orangorang tua saya. Atau ada seorang suami yang banyak benar maksiatnya. menjadi saleh. melainkan karena doa ayah ibunya. tidak pantas saya menjadi yang tidak bersyukur. lahir dari garis seorang ulama di Kaliungu. Maka itu saya katakan. Abdurrahman Mimbar. rasanya. Dia kan ‘alim. Dikatakan juga ya. Padahal selama kuliah. Tapi kemudian ia tetap banyak mendapatkan berkah Allah.

Tuhan saya dan Tuhan Saudara-saudara semua. ayah tiri saya hidup sangat-sangat sederhana. rasanya ga akan saya bisa menikmati ragam kesenangan lagi. dan di masjid. Kota. law anna Faatimata binti Muhammad saraqat. saya diasuh oleh paman saya. sungguh tidak ada yang bisa menyelamatkan saya. dan kemudian menjadi penulis. Hidup saya lebih banyak dihabiskan di madrasah. bahwa kalau kita salah. Ayah tiri saya. untuk mendoakan saya. Rasulullah sendiri tidak bisa menjamin nasib putrinya andai putrinya ini berbuat salah dan tidak meniti jalan Allah. Alhamdulillah. “Ga pantes dia mah jadi keturunan orang baik-baik”. KH. cerita di atas. Dengan status saya sebagai keturunan orang baikbaik. biar ditambah dengan satu fakta. Malah tambah memberatkan saya. kalo mengingat hal ini. Kelak. juga pegawai negeri yang teramat jujur dan penyabar. percuma. Seorang ulama betawi tempo doeloe. Saya pun menikmati ragam kesusahan dari kesusahan yang saya lakukan. Saya juga mengingat jasa guruguru saya yang dimintakan doanya oleh keluarga saya. rasanya bener-bener bahwa amal saya mah ga ada yang bisa membantu saya.tahun yang lalu saya pernah berkunjung ke keluarga pesantren Kaliungu. Semakin orang sinis. aku akan potong tangannya. perjalanan jalan hidup saya sekarang-sekarang ini banyak berpengaruh dari rizki halal yang saya makan dari beliau. PIK namanya di sana. Wuah. siapapun kita adanya di mata Allah. saya pun mengaminkan. Saya tambah mengingat orang-orang tua saya yang menggerakkan dirinya dan jamaahnya. dan malah keturunan ulama. Madrasah al Mansuriyah. Sama seperti paman saya. boleh dikata. Ayah kandung saya bercerai dengan ibu saya ketika saya masih di dalam kandungan. Tanpa itu. maka ga peduli siapa kita. Secara bercanda. ya susah mah susah aja. salaf. Ada pesantren besar. Sanusi Hasan. Dari garis ibu. di pengajian. ribuan santrinya. saya mengingat satu peristiwa. saya dapat tambahan rizki dan pengasuhan dari kedua orang ini. Bahkan Rasulullah bilang kepada kita semua. membentang di antara Roxy mengarah ke Stasiun Beos. Agaknya. Kembali saya katakan. malah membuat saya makin terpojok. bahwa semua yang disebut di atas. Beliau pegawai negeri (Depag) yang sangat-sangat jujur. bahwa saya pun mendapatkan didikan agama sampe perguruan tinggi. agak-agak “gak laku” ketika dibenturkan dengan masalah-masalah saya. pun lahir dari garis keturunan KHM. laqatha’tu yadahaa. Mansur. Saya kemudian menjadi penghafal al Qur’an. begitu dah kurang lebihnya. Seorang hafidz al Qur’an dan seorang penulis di berbagai majalah dan koran Islam saat itu. Sedari lahir. kalo kita salah. banyak mengelola al Qur’an. Ketika saya lahir. Lagi-lagi dengan orang saleh nan penyabar. Di saat yang sama. . kita akan susah. Sungguh kalau tidak ada Kemurahan Allah. Tercatat dua kali diamanahkan sebagai Pimpro Pengadaan al Qur’an dan ta’mir Masjid Istiqlal. ibu saya menikah lagi. saya sudah berada di tengah-tengah madrasah terkenal di kalangan betawi. Tapi masya Allah. Masya Allah. Namanya dijadikan nama jalan sepanjang jalan Jembatan Lima. senang di masjid. saya merasakan keberkahan ini semua. kalau Fatimah binti Muhammad mencuri. Banyak sifat-sifat beliau yang saya rasakan menurun ke saya. semakin orang memandang rendah saya. Hermawan. juga untuk mendoakan saya. Subhaanallaah. Jembatan Lima Jakarta Barat. Di usia saya 5 tahun.

ibunya guru di ta’lim-ta’lim taman bacaan al Qur’an. Dan 24 bulan itu adalah 2 tahun. langsung setelah ia lulus. Maka pekerjaan ini baru ia dapatkan setelah ia memperbaiki dulu shalatnya. yang selama kuliahnya ga pernah shalat wajib tepat waktu (ga bicara tentang dosa besar ya. Tapi kemudian Allah datang. “Cuma” soal lalai saja). ia tetap dapat pekerjaan. “kelebihan” kebaikan ini yang dishare kepada anaknya ini. maka orang ini udah jalan 10 jam. saya pun pernah merasa jatuh sekali. ya mesti nganggur 2 tahun. dia masih di bawah. termasuk amalan-amalan ayah ibunya si anak ini. Tidak perduli siapa ia. telat rizkinya. Ia akan melihat amal-amal lain. kalau 10 jam sehari. anak ini. di sisi yang lain. saya merasakan memiliki keluarga. Bahkan saya bercerita di salah satu buku dan CD saya. Datang dengan segenap Kemurahan-Nya. Orang lain udah punya 10 langkah. ga pake jeda waktu 2 tahun sebagaimana dihitung di atas. Wajar kalau kemudian saya katakan kepada saudara semua. adalah juga kemurahan Allah adanya. Sebut saja ayahnya ternyata imam shalat di masjid. Ajak hati ikut merenung satu kebenaran yang terselip. dan tidak punya apa-apa lagi. dan nasab yang baik-baik.Apa message yang mau saya sampaikan? Message nya. tentu saja masih akan berpengaruh buat seseorang. 15 hari dikali 12 bulan? 180 hari. Ada seorang anak. bahwa ragam kesulitan saya pernah mendorong saya untuk bunuh diri. dan jauh dari rahmat Allah seukuran 2 tahun perjalanan dunia. Atau dia kudu mengalami kesusahan selama 2 tahun. sedang dia masih di tempat. Hingga kemudian Allah datangkan . Saya bisa memberi contoh. atau bahasa kitanya. Shalat sunnah tahajjud juga bisa 11 rakaat plus witir. begitu lulus kuliah. saleh. Web Admin). Tapi kadang bisa 8 atau malah 12 rakaat. Ibaratnya. dia masih di situ. bahwa anak ini secara teorinya jauh rahmat Allah sejauh 2 tahun. Maka. anak model begini tetap senang hidupnya. Dan itu pun mestinya ia dapatkan pekerjaan setelah mengejar 2 tahun ke depan. Misalnya. Sekali dhuha. Jangan dijadikan perdebatan. 6 bulan dalam setahun. (Dalam soal hitung-hitungan ini. adalah salah satunya untuk menunjukkan ketegasan akan keadilan dan keharusan seseorang untuk menyelamatkan dirinya sendiri dengan berbuat lurus. Orang lain udah naik 10 tangga. Saudara-saudaraku sekalian. Keduanya mencintai shalatshalat sunnah. keturunan. ga bisa 2 rakaat. please Peserta KuliahOnline menjadikannya sebuah perenungan. Dia kuliah 4 tahun. Bahwa secara teori. maka sebulan itu 300 jam. untunglah. Sementara itu. melengkapi contoh di atas. Perasaan ini masih ditambah dengan kenyataan bahwa kehadiran saya ternyata malah menjadi beban buat yang lain. Allah kita benar-benar Pemurah. ada seseorang yang adu jalan dengannya. Kita tahu hitung-hitungannya. Katakanlah anak ini selalu telat 2 jam. Dan ini pun bisa berlaku buat siapa saja. atau sama dengan 6 bulan. Merasa bukan siapa-siapa. atau ngitung gampangnya: 15 hari. itu sama saja telat 24 bulan. 2 jam dikali 5 waktu sehari. Berbicara tentang Rasulullah yang menegaskan demikian. dikali 4 tahun masa kuliah. asal Allah berkenan. Atau kalaupun tidak. Tidak jarang kita temukan. Tapi bahwa bias kebaikan satu keluarga. Jika rahmat itu berbentuk pekerjaan. maka telatnya 10 jam. ia mesti telat karirnya. Allah berikan saya jalan-jalan yang tadinya tidak terlihat. Alhamdulillah. tentu saja ia bisa dapatkan Kemurahan itu.

menaungi mereka yang mengaji. bisa juga satu saat menjadi kebaikan buat kita. saudara dengan uang yang tiada seberapa. Ya Allah. Apalagi misalnya. membantu satu keluarga. Insya Allah anak keturunan saudara semua akan hidup mulia. sayangilah yang menyayangi anak saya sepeninggal saya. Dan bercucuranlah rahmat dari sayap itu untuk semua yang mengaji. lalu melanjutkan lagi ta’limnya. Sungguh. Jangankan ibadahibadah yang membutuhkan gerakan-gerakan banyak. Saudaraku. Sebab pengaruhnya dahsyat sekali. Atau seperti orang tua saya. Istri saudara mengumpulkan anak-anak yatim ini untuk mendoakan saudara. Allah akan betul-betul cari ini. yang merupakan orang lain pun. bila dilakukan sepenuh hati. ya Allah. dan bisa mencari rizki kembali. Misalkan. maka subhaanallaah. Subhaanallaah. Beliau mendatangi ‘alim ‘ulama yang diyakininya saleh. bisa mengundang rahmat Allah yang bisa menggugurkan dosa-dosa kita semua. kekuatan dorongan kebaikan dari kebaikannya orang lain. Bahkan yang tertidur di pengajian pun mendapatkan rahmat-Nya. Apalagi didoakan di tengah ta’lim yang bobot kebaikannya. yang kayak begini ini nih yang masya Allah. Begitulah pengaruh kebaikan satu keluarga. dan meyakini bahwa Allah . sesering mungkin. ada kiriman doa untuk saya. jika Allah berkenan. Allah memerintahkan malaikat-Nya itu untuk mengembangkan sayapnya. kalau dia berbuat kebaikan dan kita ada nyangkutnya di jaringan kebaikan itu. Masya Allah. maka Kemurahan Allah akan turun juga. dan men-sharenya ke kita. Maka subhaanallaah. ada anakanak yatim mengaji. ketika anak-anak yatim ini menengadahkan tangannya ke atas. Tapi sabab itu keluarga ini menjadi tegak punggungnya. Artinya. jadi pengen nangis beneran nulisnya. di saat ta’lim. Kita sering mendengar riwayat di mana Allah perintahkan malaikat-malaikat-Nya benar-benar mencari kebaikan yang ada dari diri seorang hamba-Nya. jangankan satu pohon. Beliau ajak murid-muridnya mendoakan saya. Ada sebagiannya yang sedang mengajar. sementara saudara terbaring lemah di rumah sakit ga ada tanda-tanda kehidupan. satu keluarga. perbuatan semacam istri ini. Saudaraku. Weh. di situasi seperti ini. didoakan saja sudah merupakan kekuatan. jika ayah ibunya si anak ini berdoa mendoakan anaknya yang malas shalatnya. Lalu distop mengajarnya itu untuk mendoakan saya. dan titi jalannya Allah. Anda semua bisa memulai menjadi nasab yang baik bagi keturunan Anda semua. Lalu meminta doa dari mereka. Tapi anak-anak yatim ini mengaji sebab dikumpulkan oleh istri Saudara. itu sudah tidak bisa disebut “sekedar”. walo miskin. untuk berdoa.keputusan-Nya yang lain. perbuatan ‘alim ‘ulama ini betul-betul bisamengundang pertimbangan Allah untuk Dia berkenan menolong saya. Satu ketika misalnya. pengen nangis rasanya saya. Lalu orang saleh ini berdoa kepada Allah Tuhannya. sehingga itu bisa Allah jadikan pertimbangan untuk menyelamatkannya. Sekedar doa saja. Saya beri contoh lain. punya nilai lebih. Allah mengutus malaikat-Nya untuk diam di sana. Nah. maka seluruh kebaikan keluarga ini. Ah. Dan mengaji ini kan satu kebaikan. Genjot saja kebaikankebaikan. Allah akan mencari kebaikan seseorang untuk menyelamatkannya. bisa saja Allah segera memberikan signal kehidupan bagi suami orang ini. ada anak yatim yang keturunan seorang yang saleh. Dan bukan tidak mungkin. Kalau sudah begini. Supaya mengalir segala kebaikan saudara ke anak keturunan dan keluarga Saudara.

*** Tulisan kali ini. maka itu adalah kemurahan Allah adanya. Kalau kita menilik kandungan KuliahOnline yang lalu. Mari kita bacakan al Faatihah sebagai doa bagi beliau. Kemudian dia mengumumkan. Wah. bukanlah kemurahan Allah. banyakin taubat. Energinya besar sekali sebagai faktor pendorong turunnya Rahmat dan Kemurahan Allah. Dan kemudian pergunakan juga banyak kesempatan untuk berdoa. Padahal tidak setiap keburukan itu (baca: kejadian-kejadian buruk). lalu saudara jadi putus asa. Pada akhirnya. Habis keganggu terus. perbanyak istighfar dan sedekah. baca al Qur’an. Walo akhirnya banyak hambatannya ke penaikan ke KuliahOnline nya. Nulis lagi. Allah Maha Memiliki Keajaiban. udah dipanggil urusan pondok. saudara sendiri ga tahu menahu bahwa ada sekumpulan orang yang shalat Jum’at mendoakan saudara. Masya Allah kan? Jadi. dhuha. tahajjud. memang biar gimana. saya yakin. Nerusin sebait lagi. mhn maaf. ga juga. Waba’du. eh ada tausiyah yang saya harus segera menyudahi menulis. Apalagi semua jamaah yang mendoakan itu adalah sekumpulan orang-orang yang akan melaksanakan perintah Allah: Shalat Jum’at. urusan anak2. hal ini mesti ada pengaruhnya kepada orang yang didoakan itu. dari Fulan bin Fulan yang bersedekah sekian sekian. Kadang kita menganggap Kemurahan Allah itu adalah hal-hal berupa “anugerah kebaikan” saja. “Ada permohonan doa. Baru nulis sebait. Yang penting sekarang mah. perbaiki shalat-shalat wajib. ga usah kuatir juga bila saudara banyak melakukan keburukan. si suami tersebut Allah berikan karunia kesembuhan total. masalahnya ditolong Allah… al Faatihah…”. Mudah-mudahan kesabaran semua Peserta KuliahOnline menjadikan salah satu sabab saya dimudahkan dalam mengajar di KuliahOnline ini. witr. Kita kan lagi bicara Kemurahan Allah. . Yah. he he he. Salah satunya pengumuman sedekah orang. Tetap nyampe itu energi kebaikannya kepada saudara. Nulis lagi. dan yang meminta doa untuk saudara adalah orang lain.Maha Mendengar doa. Tapi disebut ga dapat feel nya. peran keluarga dan orang-orang tua penting. Di tangannya memegang lembaran-lembaran berisi catatan-catatan pengumumam. Kalau keburukan. maka ini pun sama saja. Misalkan ternyata. insya Allah. dan teramat penting. Mudah-mudahan segala hajatnya dikabul Allah. kalau kemudian keburukan yang kita alami malah membuat kita jadi kembali kepada Allah. Sebab yang memberikan sedekah itu bukan saudara. agak masih ga ketemu “feel”nya ya? Ya. hidupkan ibadahibadah sunnah. Seorang pengurus masjid berdiri di depan ratusan orang yang akan shalat Jum’at. semua hal berkumpul menjadi satu penentu juga yang bisa mengundang Kemurahan Allah turun. udah ada tamu. saya nikmati saja. Amin. adalah buruk buat kita. qabliyah ba’diyah.

maka Dia menenggelamkan kamu karena keingkaranmu kemudian kamu tidak memperoleh orang yang menuntut atas Kami terhadap kejadian itu?” (Qs. Dan apabila dia mendapat kesusahan jadilah ia berputus asa”. dan kemudian tidak ikhlas kalau menjalani kehidupan yang buruk. atau apakah kamu akan merasa aman dari bahwa Dia bisa saja mengembalikan kamu ke laut waktu yang lain.alaikum qaashifam minar riihi fa yughriqakum bi maa kafartum tsumma laa tajiduu lakum ‘alainaa bihii tabii’aa. Maka tatkala Dia melepaskan kamu ke daratan kamu berpaling. jadi berputus asa. dan ketika diberi kehidupan yang buruk. Falammaa najjaakum ilal barri a’radhtum. sebisa mungkin. Saya pribadi belajar dari ayat-ayat ini. Agar ia menjadi berkah buat Saudara-saudara semua. manusia jika diberi ni’mat dari Kami. Dan adalah manusia sangat ingkar”. maka apakah kamu akan merasa aman bahwa Dia menjungkirbalikkan sebahagian daratan terhadap kamu. (Qs. (Qs. Manusia diingatkan oleh Allah: “afa-amintum ay-yakhsifa bikum jaanibal barri aw yursila ‘alaikum haasibaa. atau Dia mengirimkan angin berbatu terhadap kamu? Kemudian kamu tidak memperoleh perlindungan bagi kamu? “am amintum ay-yu’iidakum fiihi taaratan ukhraa fa yursila . Ada juga tipe-tipe manusia yang ingat sama Allah kalau susah aja. petik saja hikmah-hikmah yang terkandung ya. he he he. sangatlah berbeda dengan keadaan mencekam beberapa tahun yang silam. lalu Dia mengirimkan kepada kamu angin topan. dan Kami timpakan sebagian keburukan dari keburukan-keburukan yang dilakukan manusia. bicara tentang kehidupan baik dan buruk. Para Peserta yang dimuliakan Allah. “wa idzaa massakumudh dhurru fil bahri dhalla man tad’uuna illaa iyyaahu. Kemudian kalo hilang itu kesusahan. saya berdoa dulu loh setiap memulai penulisan ini. Tidak sedikit yang malah ketika hidup ni’mat. Andai saya tidak tahu atau . *** Waba’du lagi nih. Banyak yang ikhlas menerima dan menjalani kehidupan baik (baca: menikmati). berpaling dan membelakang dengan sombong. “Wa idzaa an’amnaa ‘ala insaani a’radhaawa na-aa bi jaanibih. adalah agar manusia kembali”. Jangan cerewet. 83). al Israa. Insya Allah. dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan. (Qs. al Israa: 68-69). (Berdoa koq ya bilangbilang ya? He he he). Wa idzaa massahusy-syarru kaana yauusaa. Betapapun.“Walanudziiqannahum minal ‘adzaabil adnaa duunal ‘adzaabil akbari la’allahum yarji’uun. Tsumma laa tajiduu lakum wakiilaa. az Zumar: 21). Demi memperhatikan keadaan sekarang. berpaling karena sombong dan malas beribadah. kembali lagi ke tabiat jeleknya. al Israa: 67). Ga apaapalah ya? Saudara semua insya Allah saya anggap bahagian dari kehidupan saya sendiri. tiadalah yang kamu panggilpanggil kecuali Allah.

jangan cepat-cepat putus asa.lupa lagi bahwa Allah lah yang menyelamatkan saya. maka Allah akan tolong. maka Allah akan kembalikan ke keadaan semula. bisa kemudian mengejar ketertinggalan kita. Di dunia dan juga di akhirat. please. Apabila ternyata kita-kita ini termasuk orang yang rajin mengumpulkan poin keburukan. Dan benarbenarlah menjadikan kami dan anak-anak keturunan kami sebagai orang-orang yang mulia dan selamat. lalu dia meminta tolong kepada Allah. maka ya banyak-banyak bersyukur saja kepada Allah. bahkan ke posisi yang lebih gawat lagi. Ya Allah. Yang dengannya saya ingin membuka mata. termasuk ikhlas dalam beribadah. kecuali kita mengingat memang dosa kita belum lah sebanding dengan perjalanan pertaubatan dan ibadah kita. kita bisa memperbaharui iman kita. Bikin diri ini ikhlas menerima kejadian-kejadian hidup. pimpin kami keluar dari kegelapan-kegelapan kelakuan kami. Dengan itu. Kenapa mesti banyak bersyukur? Ya. lalu orang-orang masih melihat kami-kami ini hidup sebagai orang yang mulia dan selamat. kecuali karena Kehendak-Nya. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Allah Maha Pemurah KDW0125 Seri 25 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Panen Amal Di Kuliah 22. Hanya karena Engkau belum menunjukkan siapa diri kami. Lihat-lihat juga kelakuan kita sebelum mengambil jalannya orang-orang yang baik. kami beriman kepada-Mu. sebab dipanjangkannya umur kita saja . mahal sekali. sudah merupakan karunia dari Allah. bukan tidak mungkin kemudian saya akan dikembalikan lagi ke posisi itu. karena barangkali dosa-dosanya. bisa bertaubat. alias senang melakukan maksiat. Teramat . Dan janganlah mencela Allah sebab doa yang belum dikabulkan. Siapapun hamba Allah yang susah. Ya Allah. lindungilah kami dari maksiat-maksiat baru yang membawa lagi kami kepada kesusahan. Ya Allah. jika ada seseorang berdoa dan beramal. Rabb. perbaikilah diri kami dengan menyadarkan kami betapa kami banyak kesalahan dan kelalaiannya terhadap Engkau. dikupas tentang poin-poin keburukan kita. Kepada Allah kita berharap agar Allah membuat kita bisa senang dengan sabab ampunan dan kasih sayang-Nya. Karena ga akan kekejar. Dan karunia bisa bertaubat sendiri adalah satu karunia yang masya Allah. atau karena memang kesusahan itu dipergilirkan Allah. keburukan dan dosa. lalu belum kunjung selesai juga masalahnya. dan bertaubat dari dosa-dosa baru. Tapi sesiapa yang tidak mengingat pertolongan Allah. bukan sebab ibadah kita.

Karena Kemurahan Allah lah. persiapkan diri yang betul. dan lain-lain. Pernyataan memohon ampun. Di antara sekian banyak artikel saya. berbuat amal saleh tapi hajatnya belum juga terkabul. Di antara sms itu ada yang bertanya. ini untuk mengoreksi. Qad aflaha man zakkaahaa wa qad khaaba man dassaahaa. saya meng-upload sms-sms dari jamaah berikut jawaban saya. Ada yang mengatakan udah kebanyakan makan uang haram. mengapa saya koq sudah 5 tahun terakhir ini berikhtiar dengan jalan sedekah dan bangun malam. atau hal-hal lainnya seperti hutang. Ada yang mengatakan sebelumnya senang sekali berzina. tapi kita diberi-Nya kesempatan bertaubat. seputar pengakuan sudah nge-track. Cara yang paling efektif di awal adalah shalat taubat. pekerjaan. sebab satu dan dua hal. saya meminta kepada semua Peserta KuliahOnline untuk menjelajahi kolom-kolom lain di Wisatahati. rizki. Dua ini saja. dengan benar-benar mendidik diri sebelum shalat. tidak serta merta dianggap bertaubat. rasanya lebih mahal dari apa yang menjadi hajat kita. mengapa begini begitu. Wa ilallaahil mashiir. Dalam satu dua masa libur yang saya tambah panjangkan masa liburnya nih KuliahOnline. koq tetap tidak mendapatkan jodoh? Sebagiannya bertanya. Kita mencari tahu dengan cermin kejujuran diri. yakni berkenan untuk menyucikan jiwa kita yang kotor. “… Wa man tazakkaa fainnamaa yatazakkaa linafsihi. anak keturunan. Faathir: 18). Banyak orang yang tiada sempat bertaubat. Pernyataan permohonan maaf. Saya rata-rata menjawab dengan pertanyaan: Bagaimana masa lalunya? Apa yang terjadi hari ini. judi misalnya.mahal malah. “Fa-almahaa fujuuraha wataqwaahaa. Perlu ada pernyataan lisan dari kita.com. (Qs. Berikut ini cuplikan artikel saya tentang apa yang perlu kita lakukan supaya Allah berkenan “memangkas masa pemberlakuan hukuman/azab”: Hendaknya kita meng-enolkan dulu semua perbuatan buruk kita dengan bertaubat. Ya itu lah. Tentu saja nama dan nomornya udah saya samarkan. sangat terkait dengan kemaren. Sungguh beruntung orang yang membersihkannya dan sungguh merugi orang mengotorinya”. Ini bukan menghukum diri. Menghentikan perbuatan buruk. Dan kepada Allah lah tempat kembali”. ngebut. entah itu jodoh. (Qs. Kita minta ampun sama Allah. Perlu banyak-banyak bersyukur. Tapi. kitakita ini masih diberi-Nya kesempatan umur panjang dan kesempatan bertaubat. Allah mengilhamkan kepada jiwa itu kefasikan dan ketaqwaan. Dan tiada yang bertaubat kecuali itu adalah untuk kebaikannya sendiri. Ada yang menjawab sedang tidak bicara dengan ibunya. bahwa sebentar lagi kita akan menegakkan shalat dengan membawa dosa-dosa yang mau kita mintakan ampun kepada Allah. Ada yang mengatakan baru saja bertaubat dari judi dan meninggalkan shalat. Shalatnya cukup 2 rakaat saja dengan bacaan bebas di setiap rakaatnya. Antara lain maksudnya untuk melihat-lihat yang sekorelasi dengan kuliah kita ini. sesungguhnya ia menyucikan dirinya sendiri. minta maaf pada-Nya atas semua kesalahan-kesalahan kita. Ada saya suruh peserta untuk membuka artikel-artikel lepas dan kolom-kolom sms jamaah. Dan barangsiapa yang menyucikan diri. Allah sudah berjanji akan . asy Syams: 8-10). tapi justru agar kita termasuk orang-orang yang beruntung.

Habis itu perbanyak shalatshalat taubat di setiap kesempatan. Demikian cuplikan artikel saya mudah-mudahan bermanfaat. Kemudian setelah itu. saya mulai galakkan lagi. Kita hanya bisa meniti. Bukan seadanya loh ya. shalat berjamaah. Bintang We Are Not Game Over Yet alan hidup itu Allah yang punya.mengampuni kita bila kita mau datang kepada-Nya. tahajjud. Terus motivasi diri kita. Kita mulai belajar bagaimana fokus mencari Allah. qabliyah ba’diyah. Di awal-awal saya dulu meniti jalan pertaubatan. witr. dan selanjutnya kita melaju bebas di jalan-jalan kebaikan. Untuk mengejar ketertinggalan kita. . Begitu banyak fadhilah untuk masa lalu dan masa depan kita. malah saya usahakan di setiap shalat fardhu. baca al Qur’an. saya menegakkan shalat taubat plus shalat hajat. sebagai jalan Tauhid. Semaksimalnya. menegakkan shalat sunnah taubat dan hajat juga menjadi satu keberkahan tersendiri adanya. dan menghidupkan sunnah-sunnah semaksimal-maksimalnya kemampuan kita. shalat hajat untuk masa depan saya. dan menahan diri dari perbuatan-perbuatan buruk yang baru. Sampe ketemu di KuliahOnline besok. sebab ada gerakan-gerakan shalat yang menyehatkan fisik. bahkan Allah akan memberikan ampunanNya lebih banyak ketimbang dosa yang kita bawa kepada-Nya. Yang disebut ibadah sunnah itu. Selain tentu saja sehat. Shalat taubat untuk masa lalu saya. Allah sediakan ampunan dan jalan-jalan kebaikan yang luar biasa yang insya Allah menjadi enteng buat kita mengubur dosa-dosa kita. sedekah. kejar semua ketertinggalan kita dengan banyak-banyak istighfar. Allah itu Maha Pemurah. Bahkan sekarang-sekarang ini. tapi tidak bisa mengatur. meng-enolkan maksiat kita. dhuha.

percaya bahwa Allah akan mengatur yang terbaik. kemudian mau menerima hidup ini seadanya keadaan. belum lagi genap setengah tahun ruma ini disewa. ketika saya selesai menelaah buku dan kitab yang akan diujikan. adi. Mirip . Belajar tentang Bisnis Islam Lumayan terasa ilmu ini hidupnya di masyarakat. saya jeda dengan meminta semua peserta melihat-lihat kolom-kolom lai i Wisatahti. percaya semu kejadian ini ada Allah di baliknya. sudah ada yang mendatangi untuk dikosongkan. da erkenan memperbaiki diri. atau yang lebih dikenal dengan al Mahalli (Kita Fiqh). Maksud saya. Kecuali memang ketika saya memang sengaja men-jeda. getaran hati mengatakan. atau kebijakan. Ini saya ikuti sebagai syarat kelengkapan kelulusan merai gelar sarjana satu (S1) di UIN. Kebetulan saya sedang belajar Hukum Perikatan. saya mencob berakrab-akrab dengan komputer. Belajar tentang Akad. sehingga ia menempuh jalan ini. Pesantren menyewa satu rumah yang cukup besar. tapi kita tidak bisa memaksa. Tapi. Perbuatan si pemilik rumah. Wise. Disewalah ini rumah selama 3 tahun. 29 Oktober 2008. untuk memberi kesempatan dan mendorong saudar peserta semua untuk menjelajahi isi web. percaya bahwa Kehendak Allah itu pasti baik adanya. Kitab Hasyiataani. rumah asaatidz. khususnya bab-bab yang akan diujikan. Saya menjeda perkuliahan. atau kebijaksanaan.. mest da apa-apa nih. he he he. Bahkan kita akan meliha ehidupan di kemudian hari adalah kemenangan buat yang percaya bahwa memang kehidupan in milik Allah. Sepert eberapa waktu yang lalu.com. Semalam saya berhadapan dengan buku-buku yang sebisa mungkin saya baca untuk tambaha ersiapan ujian-ujian pagi ini. Say idak mau libur lagi. Dalam pada itu. pun saya usahakan baca. Sebab katanya udah dijual. untuk dijadikan rumah-rumah tempat tinggal para stadznya. Berbaik-baik saja dengan-Nya. tertanggal hari ini. jug i dalam urusan hukum. Yth. Namun. di pondok ada sedikit masalah. saya akan mengikuti ujia ompre dan ujian baca kitab al Mahalli. semalam. Khususnya kolom interaksi sms dan artikel lepas. dengan hanya menyisakan semangat. juga adalah sesuatu yang diperlukan dalam hidup ini. pikiran saya juga tertuju pada saudara-saudara semua: Peserta KuliahOnline. Tapi masya Allah. mesti si pemilik rumah sedang mengalami satu dua hal peristiwa besa atau kesulitan dalam hidupnya. insya Allah segalanya berjalan sangat baik. semua Peserta KuliahOnline. tentu saja tidak bisa dibenarkan.Kita hanya bis meminta. dan mulailah mendekatkan diri pada-Nya. Masalah ruma pembina. Tahu-tahu.

rumah yang saya beli. Tapi seinga aya. sekitar satu setengah jam. Sampe clear segala urusan Sampe segitunya Islam mengatur. Persis selesai shalat. Jadi. ada bagian rumah yang dikontrakkan. Alhamdulillah. saya shalat 2 raka’at dengan tenang. ada mufakat. dan si pencuri berjanji akan bertaubat. sampe saya dan beliau. saya tidak jadi lagi megang komputer. dan satu yang saya kontrak.seperti ‘Umar bin Khattab yang melepas seorang pencuri sebab karen lapar. Saya beritahu bahw umah ini sudah dibeli. Pesantren mengembalikan uang sewanya itu. kami punya bayi baru. jaga-jaga kenapa-napa. saya beli. Kasihan sama istri kal sampe Hafidz. Jadi saya punya waktu sampe jam 07. tanpa memoton biaya beli rumah itu. Alhamdulillah. saya berinisiatif memanggil semuanya. Tapi masya Allah. Istri say ang semalam ini datang haidhnya. bayi kami ini nangis. saya mengajak ngobrol si pengontrak ini. D alam rumah pribadi dia pun (yang saya beli). ketika muncul masalah di rumah yang satunya lagi. Dan saya pun menyatakan aka memberi kesempatan untuk terus melanjutkan sewaannya itu kalo dia suka. rumah ini ada dua. Saya puny waktu yang cukup. tidak boleh kita melamarnya dan tidak boleh s erempuan (atau keluarga perempuan) menerima lamaran orang lain. bersamasama pemilik awalnya. Di dalam hukum tunangan saja ika kita tahu seorang perempuan sudah dilamar. Maka kemudian. asal diganti utuh uan ewanya. Selanjutnya. Begitulah keagungan Islam. Kalau istri sehat sih. Saya tidak shalat di luar kamar. beliau bangu yusuin Haafidz. rumah kontrakan yang dikontrak (bukan yang dibeli). urusannya ke saya (ke pesantren). Menjelang tidurnya. rumah dia pribadi. Dalam keadaan masih kurang enak badan. Dia tidak keberatan keluar. Kebetulan. tertidur. Tapi jadinya.3 untuk nulis. Ini keadaannya kurang sehat. Jarak tempuh dari pesantren sampe ke UIN Syari Hidayatullah Ciputat. Aman dah. Satu. Bukannya apa-apa. Haafidz nangis. . Mengatur kehidupan ini dengan lembut. he he he. Emang luar biasa para istri nih. Alhamdulillah. bangun. kalo dia betah. ga apa-apa. Rada khawatir juga. say mijitin pundak dan kepala beliau. Begitu bangun. Sebab ujian itu jam 9 pagi. Semalam istri saya kurang sehat. dan saya persilahkan orang tersebut meneruskan sewanya sampe tahun yan udah ia bayar. Juga bua pembina/asaatidz. Saya panggillah si pemilik rumah. Lagi-lagi ada kendala. selesai. *** Saya tidur dengan meniatkan meneruskan menulis KuliahOnline pas bangun malam. saya ijin sama beliau untuk shalat malam. Ternyata si enyewa ini sudah sewa selama dua tahun.

Maaf ya. web admin) sedang ada pertemuan internal pesantren ketika saya mengumumkan akan memperbanya waktu di pondok (cut-off jadual ceramah) dan mulai merilis kuliah wisatahati. Barangkali kepencet-pencet utsnya. saya kasih tahu Haafidz da stri. Saya tinggal memberi pengantar saja kepada saudara-saudara semua. Barangkali ini “hadiah” Allah buat saya. Terima kasih ya Allah. Alhamdulillah. kita-kita ini adalah manusia manusia yang bisa jatuh bangun. saya itu niatnya mau nulis tentang tematema kedekata iri kepada Allah.Saya kemudian memilih tidak menutup witir dulu Saya dekati Haafidz untuk kemudian saya ambil alih. Eh. Setelah Haafidz tenang. Tapi kejeda terus… Alhamdulillah. saya pun memilih shalat di kamar. Saya menunjukkan sat ua hal di layar komputer sama Haafidz meski saya tahu Haafidz pasti belum ngerti apa-apa. Komputer sudah saya nyalakan sedari bangun awa Mau langsung ngebut. begitu saya bilang di tulisan ini. Tulisan ini dimaksudkan sebagai motivasi buat yang sedang bermasalah. bisa di atas dan bisa di bawah. Lah koq ndilalahnya. Memang saya sesekali megang komputer sambil megang Haafidz. Dan karena tidak semu rang bermasalah. saya shalat shubuh Lagi-lagi saya minta maaf sama Allah. Tulisan berjudul “Bintang: We Are Not Game Over Yet” ini bertutur tentang perjalanan seorang ana manusia yang kembali kepada Allah. Amin. Tapi. udah mah ga witir. Haafidz nangis lagi. sungguh isinya amat berkesuaian. Saya sudah membacanya ulang Alhamdulillah. Ya saya memilih menggendong Haafidz ulu. dan saya dapat menulis lagi. Untu jaga-jaga lagi. saya harus menaikkan satu tulisan KuliahOnline. menidurkannya lagi sambil saya ngajiin sebisa saya. emang dia sesuai dengan yang saya inginkan. entah pegimana ceritanya. Haafidz pun dengan tenang tidur lagi. tulisan ini muncu Dan tulisan ini. Insya Allah pelajaran ini sebaga ersiapan adanya andai hidup kita . Tema nya ini tulisan. sama dengan yang mau say tulis. Amin. maka gunakanlah pembelajaran ini sebagai modal memotivasi orang juga. Saya mengisahkan kisah ini. ka lebih penting anak ya. materi kuliah bisa diupload. saat itu (saat tulisan ini dibuat. saya senangkan hati. di layar saya. Dua-duanya paham. hari ini. 29 Oktober 2008. bahwa sebelum jalan ke kampus. In dalah rangkaian perjalanan tauhid dari yang saya pelajari. malah muncul tulisan lama saya di sat ahunan yang lalu. yang diawali dengan ikhtiar untuk kembali kepada Allah dan mencari Allah. sudah lengkap. he he he. Peserta KuliahOnline yang dirahmati Allah. Yah aya angggap ini kebetulan yang menyenangkan. habis shalat shubuh. Mudah-mudahan Allah memaklumi. Saat akan nulis itu. Neger ni butuh banyak motivasi. Meski yang saya upload in ukan materi baru. ketimbang situ-situ. Engkau berkena memberikan kemudahan bagi saya. Apalagi. alhamdulillah. Judulnya: Bintang: We Are Not Game Over Yet. Biar gimana.

Sebab ombak itu justru akan menyeret kita. Jadila emenang! Be a winner! Ketika kita sanggup menyambut ombak itu. Ga kebayang kalo saya akhirnya bisa sampe Ujian Akhir. saya akan ujian akhir. Dan Allah ebagai Pemilik Kehidupan ini. Mudah-mudahan kita mampu menemukan egala hikmah kejadian hidup. Khususnya. untuk sesuatu maksud di kemudian harinya. Saya ingat. Salah satunya ya perkuliahan Berantakan. berbilang 4 semeste aya tidak daftar ulang kala itu. kandas Karena saat itu saya sedang lari sana lari sini. 29 Oktober 2008. menarik kita. Semua kesulitan harus diakhiri. janganlah kita berlari. Ya. dan bisa mengendalikan ombak itu Itulah kesejatian menghadapi masalah. he he he. Ketik mbak datang. Akhirnya saya menyerah di balik . saya kemudian memotivasi kawan-kawan yang sedan ermasalah. Banyak hal yang saat itu kocar-kacir karena menjadi the looser. Saat itu saya termasuk yang lari sana lari sini. Saya mengingat sekali peristiwa ini. dan diberikan kekuatan serta kesabaran menghadapi semu ujian hidup ini. da menenggelamkan kita di lautan. Tahun 1999 saya di-DO. saya aka egera menutup komputer untuk segera bersiap-siap ke kampus untuk ujian. Berdasarkan pengalaman itu. asal Allah sediakan jalan keluarnya. dengan penuh ketenangan da ersiapan tentunya. Sambutlah ombak itu sebagai perjalanan kemenangan. sebagaimana say atakan di atas. Biarlah ia ada. sebelum sidang skripsi. sebentar lagi. Dan sala atu cara efektif untuk menyelesaikan semua kesulitan adalah justru dengan menghadapinya. kelak kita justru akan berada di atas ombak. Mudah-mudahan Peserta KuliahOnline bisa memetik hikmahnya. Amin. Tapi cita-cita menyelesaikan S-1. *** Masalah hidup itu sunnatullah. Sebelum kejadian. Tentu saja kita meminta kepad Allah supaya hidup kita terhindar dari masalah. Pagi ini. Mohon doanya ya. masalah yang tidak mampu kita tangani. kalau dhitung dari 1997. 1997 saya masih sempat KKN an sudah menulis satu bab mukaddimah untuk skripsi. terkadang membiarkan kejadian-kejadian buruk menimp kita.betul-betul sedang bermasalah. Berlari dari urusan-urusan yang membebani pundak. untuk menghadapi saja itu persoalan yang dihadapi. hari ini. Ini justru untuk memangka erjalanan waktu dan tidak menyia-nyiakan masa depan.

Saya utarakan ke beliau bahwa saya ingi uliah lagi. Alhamdulillah. Berharap dapat rekomendasi. Saat itulah beliau nanya lagi: “Kenapa mint rekomendasi?”. Say uju DP saya. We Are Not Game Over Yet. ada spirit yang sama di tulisan yang menjadi modu utama KuliahOnline hari ini: Bintang. berkeinginan seka memenangkan hidup ini. tapi juga tinggi besar orangnya. Saya yang datang dengan bekal sangat minim. Bahwa insya Allah hidup ini belum akan berakhir. Ia mampu memotivasi banyak hal dalam kehidupan saya. Drs. Dosen Pembimbing saya. Bekal saya meski boleh dibilang hanya tauhid kepada Allah. “Kenapa emangnya…?” Saat saat itu ga bisa jawab. “Ada perlu apa? Silahkan”. akhirnya ketika saya dapati. Ingin menyelesaikan kuliah. Khaeruddin. salah saya. Saat itu say benar-benar ga bisa jawab. Bekal saya adalah keyakinan.sel. Sekian waktu saya kumpulkan energi lagi. yang saat itu menjabat Pembantu Rektor. Makanya saya minta maaf dan minta bantuan beliau. ada satu cerita nih. “Saya tidak daftar ulang 4 semester Pak”. Saya serahkan semua urusan kepada Allah saja. Bekal yang benar. begitu katanya. Beliau melihat saya. hingga tertahan d kamar sempit”. Tapi saya kalah hanya untu ementara waktu. Yang begini ini nih. ini ada mahasiswa kecil banget. Ribet saya jawabnya. Datar. Saya memilih percaya sama Allah ketimbang percaya pada nasib. Refleksi kisah selama 2 tahun itu saya tulis di Buku Wisatahati Mencari Tuhan Yang Hilang. Hanya. “Saya minta rekomendasi Bapak. itu salah Anda…”. saya malah di-DO. Saya ngadep beliau yang buka saja tinggi jabatannya di kampus. y saya songsong. Tentu tidak ada yan harus saya sesali. Say melihat bahwa kuliah saya berantakan. Saya pun bismillah melangkahkan kaki ke kampus lagi. Sebab terlalu panjang. Alih-alih dapat rekomendasi. Ya say sadar. SH. Dalam perjalanan 2 tahun itu. mulai dari lari sana lari sini. “Pak. he he he. tapi ini merupakan bekal sebekal-bekalnya bekal. 2 tahun aya menjalani hidup yang jauh dari matahari. Oh… Kalau begitu. begitu saya bilang ketika sudah berhadapan dengannya. Di antara secuplik kisah. itu buku belum terbit. Bahwa Allah itu Sangat Kuasa terhadap hidup saya dan jalan hidup saya. d ruangannya. tapi tajem. . supaya saya bisa daftar ulang…”. tapi dalem. saya ijin menghadap Bapak…”. Ketika saya mencoba menata kembali hidup saya. saya disarankan naik langsung ke DR. Ahma Sukardja. di tahun 1999. Datar. Barangkali beliau bingung. banyak yang termakan. akhirnya memang saya “kalah”. Dari beliau.

Saya mengingat. Tapi yang kelua ntuk didoakan. Saudara-saudaraku. sedang saya belum? Ib Noni. Bagi saya saat itu. 1992. Saya keluar dari ruangan beliau. dan bahkan barangkali menyesal sudah mengasuh saya yang mala memberinya kehinaan. Lagi-lagi datar. “Pintu keluar di sebelah sana. Wuah. Kemudian bermimpi akan segera ikut sekolah calon hakim. Cukup lama saya termenung. yang dimaksudkan dengan didoakan. Susah payah saya pupuk spirit saya. Ja ni tidak saya pakai di dua peristiwa yang disebut. Saya katakan dengan senangnya ke beliau eliau. sekarang malah lengkap dengan saya di-DO.Belum sempat saya minta maaf. Saya mendadak merefleksikan ke belakang. istri dari ayah asuh saya. Kelak. ke hal-hal yang menambah surut dan melemah keyakina dan semangat saya: Ayah asuh saya. di tahun 199 kalau tidak salah. Ibu saya pernah menunjuk k sepupu-sepupu saya. Saya menghadap aka meneruskan kuliah lagi. ketika saya tapaki lagi. setiap orang masalah dan bebannya berbeda-beda. dan saya malah clea di-DO. beliau sudah meneruskan. Saya tidak sanggup menghidupka motor yang saya sewa dari tukang ojek saat itu. bahwa dipenjar dalah berakhirnya segala mimpi. Sanusi Hasan. Sekarang setelah saya keluar. yang sedari kecil saya diasuhnya: KH. salah satunya d urusan kuliah. Kebayang kan sekarang saya mengecewakannya. ayah punya anak kandung 7. Sesuai kadarnya. saya pernah memesan satu stelan jas. Saya bingung mau ngapain. Bagaimana saya mengatakan ha ini kepada beliau. Apalagi kemudian orang-orang tua say . kenyataannya malah di-DO. adalah didoakan di Multazam. Secuplik kisah ini. pun nanya pertanyaan yang sama. koq yang lain udah pada selesai kuliahnya. ini yang melemahkan saya. Seakan ini sama saja menguatkan pikiran buruk saya. di-DO itu berat sekali. Saat itu. Ka Adi (ana eliau yang sepantaran dengan saya. Subhaanallaah. atau saya yang bukakan…?”. anak ke-5) sama-sama lulus SMA tahun ini. terulang lagi. jadi 8. kandas. Bukan apa-apa. atau menjad Kepala KUA (he he he). dua-duanya ini tidak. adalah Kamu. Artinya. Anda yan eluar. sama Kamu. ayah suh itu berangkat menjadi pembimbing haji. mirip-mirip nanti kisah Bintang yang dikisahkan sebentar lagi. Supaya Kamu lulus ujian masuk IAIN atau UI. Mudahmudahan da Kamu lulus”. ibu saya ini juga kebayang-kebayang di kepala saya. Ibu saya. saya mendapatkan spirit baru. Kata beliau. Kalimat itu begitu jelas buat saya. ya saya tidak dapat rekomendasi itu. Saya tidak mau kecelakaan seba saya banyak bengongnya ketika di atas motor. tiba-tiba muncul di kepal aya. bahwa nanti jas ini akan dipakai saat wisuda dan nikah nanti. Teringat kalimat beliau: “Suf. Suda mah saya memberinya “malu”. Saya merasa.

bahwa kalau sudah gagal. ayah saya yah asuh saya. # Saya banting stir ingat satu kumpulan tulisan saya. keluarga saya. Pokoknya saya akan bercerita tentang “dream”. Wuih. keluarga saya. dan emudian insya Allah akan mengembangkannya menjadi programprogram diploma. web admin) dan kemudia menikahkannya. Syukur-syukur kan jadi perguruan tinggi. Kalau saya sudah selesai kuliah. menyekolahkannya hingga selesai kuliah (wisuda maksudnya. Nanti bikin aja sendiri perguruan tingginya. ayah asuh saya. Alhamdulillah. memang perguruan tinggi yang dimaksud ini berdiri. ya sulit untu angun lagi. ya seumur-umur akan menanggung kesalahan itu Dan masih banyak lagi pikiran-pikiran buruk menghantui. Saya katakan kepada diri saya. Saya disuruh-Nya merampungkan tulisan yang kalau saya kuliah lagi. benar-benar menghantui. Tapi ya buat saya saat itu lebih baik demikian.mengatakan. benarlah orang-orang itu semua. bahwa kebahagiaan buat hatinya adalah manakala melahirkan dan membesarkan seorang nak. tapi di acar eresmian perguruan tinggi saya. Dan kebetulan ayah asuh saya mencintai dunia tuli menulis. yakni menikahkan. belum tentu sempat merampungkannya Saya mau nerusin saja hafalan al Qur’an saya. Buat saya pribadi. Begitu kata say memotivasi. Say atakan kepada diri saya. sehingga beliau pasti akan senang. satu impian yang membuat saya bisa tersenyum da melambung tinggi. sedih rasanya saat itu. he he he. bahwa saya akan mendirikan kursus ini kursus itu. daripada makan singkon eneran juga engga. Pikiran-pikiran bahwa saya sudah salah memompa motivasi diri. Allah kasih saya kesejukan hati. Subhaanallaah. Kelak. lebih baik bermimpi makan keju. bahwa saya akan mendirikan pesantren saja. bahwa barangkali Allah telah memilih jalan hidup yang bukan jalan hidup orang kuliahan. tapi saya akan bilang ke mereka ahwa saya akan banting setir untuk jadi penulis. Saya akan mengatakan kepada keluarga saya bukan saya di-DO. Kan kata orang lebih baik makan singkong beneran daripada mimp makan keju. daripada cerita tentan kegagalan. bukan datang di acar wisuda saya. Saya pelan-pelan memberikan kontribusi pemikiran dan perasaan kepada diri saya sendir Yang kali ini datangnya dari arah-arah dan hal-hal yang positif: Ga apa-apa gagal diwisuda. Saya memilih bermimp ahwa ibu saya. Sebab bukankah cita-cita mereka . # Saya mau mengatakan kepada keluarga saya. dan saya mau katakan kepada ibu saya. Entah darimana datangnya. Kalau sudah pernah salah jadi orang. Tentu mereka aka ahagia dan mendukung. maka “tinggal selangkah lagi” dah urusan orang tua. saya mencoba bangun angkit.

Sebab tanggung nih. selamat mengikuti perkuliahan hari ini. saudara-saudara yang membeli buku saya ini. Yah. dan mengatakan. baca lagi ya. *** Bintang . Atau kenapa males sih? Maaf ya. makasih ya. ya belikan orang-orang terdekat Saudara. baca-baca lagi buku ini. Saudara boleh tidak suka dengan saya. Sampe tgl 15 November. Kepentingan saya mah udah bukan lagi kepentingan bisnis. ini bersesuaian dengan tulisan berikut yang disertakan ini. Pelan-pelan. atas semua hal. saya mau menjeda lagi nih perkuliahan. terdengar seperti promos ya? Ya biar saja. Toh royaltinya udah saya edekahkan ke pesantren. Alaa kulli haal. saudara-saudaraku sekalian. Jelajahi juga Qur’annya ya. he he he. ada banyak ayat-ayat al Qur’an yang berserakan. dan di tulisan-tulisan di buku Mencari Tuhan Yang Hilang. kenapa semena-mena sih ngasih kuliahnya? He he he. He he he. ika berkenan. begitulah saya berkomunikasi dengan diri saya. Carilah buku-buku ini di toko-toko buku terdekat di kota Anda. We are not game over yet. Amin. Dan masih banyak lagi. Udah kejeda hampir 10 tahun.semua adalah saya menjadi penerus buyu saya? KHM. Ok. saya merekomendasikan membaca buku The Miracle. Oh ya. Di tulisan berikut ini. Tapi saya ingin meminta kepada Saudara semua membaca minimal buku saya yang berjudul Wisatahati Mencari Tuhan Yang Hilang. Bukan males. memberikan energ yang positif kepada diri saya sendiri. dijag dan diberkahi Allah hidupnya. Kita punya hidup belumlah berakhir. Doakan saya yang hari in ikut ujian di kampus. Bilamana perlu. Saya doakan semuanya dalam keadaan diampuni. itu sama saja denga bersedekah ke pesantren. Coba sampe tgl 15 November ke depan. Mansur. Mudah-mudahan dijed bukan berarti berhenti belajar. Supaya dapat A+. Waba’du. Jadi. Bag ang mengaku sudah baca. sebagai basis penganta segala kuliah di KuliahOnline ini.

51 Qs. Bangkit! Sesuatu yang terjadi. al Fath: 4 Qs. Tapi yang menjadi masalah buat kita. Bertaruhlah. Sekarang Saatnya Kembali Kepada Allah. Awloohumma shalli ’alaa sayyidinaa Muhammadin wa ’alaa aalihi washohbihii ajma’iin walhamdulillaahi robbil ’aalamiin. Kalau kita memang masih hidup. Ubah masa lalu dengan menatap masa depan. at Tahriim: 8 Qs. ath Thalaaq: 3-5 Qs. 141-142. Dan yang menjadi masalah. Apapun yang terjadi.We Are Not Game Over Yet Kajian Utama: Qs. Aali Imraan: 26. al Hadiid: 6 Qs. itu tanda bahwa Allah masih memberi kita kesempatan mengubah apa yang mau kita ubah. Kajian Doa: Disesuaikan. al Fajr: 21-30 Kajian Hadits: Disesuaikan. as Sajdah: 21 Qs. an Naml: 62 Qs. az Zumar: 8. Kehidupan akan terus berlangsung. Bangun. Assalaamu’alaikum warohmatuwloohi wabarokaatuh. Hidup kita belumlah berakhir. 185 Qs. terjadilah. Termasuk memperbaiki segala kesalahan kita di dunia ini. kehidupan tidak berakhir di sini. Bersama Allah Yang Maha Mengubah Keadaan. bukan berapa buruknya masa lalu kita. Bersama-Nya. adalah seberapa indah masa depan yang akan kita bangun. bahwa Allah akan membantu perjuangan kita memperbaiki hidup kita. Selama kita masih hidup. .

benar-benar thanks to Allah. kita akan menjadi belajar. kealpaannya. Berterima kasih diberi-Nya masalah.. Jangan sampai terjadi de-motivasi di bangsa kita. keluarlah dari langit-Ku. dan tidak ridha atas Ketetapan-Ku. apalagi di diri kita. Saya diajarkan oleh kehidupan ini: Berterimakasihlah sebab kita diberi masalah. malah menyenangkan. sisi spiritual saya ”lebih hidup”. Saya pribadi. setelah sebelumnya ”tidak terlalu . Sebagiannya sebab mereka menghadapi masalah hidup yang harusnya tidak menjadikan mereka lemah.. wa lam yardhoo bi qodhoo-ii.” (Hadits Qudsi). Syukur.. nyaman. dan carilah Tuhan selain diri-Ku. Dengan masalah. Perjalanan waktu mengajarkan saya sebuah hikmah yang luar biasa. kesalahannya.. Ikhlas.. wal yathlub robban siwaa-ii. yang sudah saya tuangkan di dalam buku-buku saya. Banyak orang orang yang kehilangan motivasi dan spirit dalam menjalani hidup ini... Makanya. Kita harus ambil bahagian sebagai orang-orang yang bisa memotivasi bangsa ini dan diri kita sendiri. Kalau kita lihat sekeliling kita. ya dinikmati. hingga mereka ingat kelalaiannya. Dan berterimakasihlah diberi masalah oleh Allah. Koq saya menyebutnya para penikmatnya? Ya... siapa yang tidak bersyukur atas nikmat-Ku. Jamaah yang dicintai Allah.. tiada rintangan.. Asal syaratnya: Sabar. al Hadiid: 16)... apakah belum tiba saatnya bagi orang-orang yang beriman untuk membuat hati mereka tunduk mengingat Allah? Dan untuk tunduk terhadap apa-apa yang diturunkan dari kebenaran al Qur’an?” (Qs. harusnya. ”Wa mal lam yasykur ’alaa na’maa-ii.. Masalah hidup. dan tidak bersabar di setiap ujian-Ku. semestinya mengantarkan ”para penikmatnya” untuk kembali kepada Allah. Lalu Allah beri masalah. permasalahan hidup kalo dinikmati. di antaranya Mencari Tuhan Yang Hilang. cukup banyak orang-orang yang putus asa di negeri ini.... hidup enak. wa lam yashbir ’alaa balaa-ii.. dan karunia Allah biasanya akan datang lebih banyak lagi ketika sebelum bermasalah. Banyak yang sesat justru ketika mereka tidak bermasalah.Tidak Ada Yang Tidak Mungkin Bagi Allah. Sebab kita akan menjadi kuat. ”Alam ya-ni lilladziina aamanuu an takhsya-a quluubuhum li dzikrillaahi wa maa nazala minal haqqi. falyakhruj min tahti samaa-ii.

seraya memohon ampun dan melayangkan doa kepada-Nya. begitu saya sering bertutur. andai kita masih diberi-Nya karunia untuk hidup. Bahkan. Perjalanan masalah saya pribadi. Allah menghadiahkan bisnis yang halal buat saya. untuk mengajarkan kepada diri saya. Dan saya mengisahkan kisah Bintang. bahwa tidak ada kata terlambat untuk memohon bantuan dan pertolongan Allah. kisah yang menjadi pembelajaran di dalam Pengantar Kuliah Wisatahati ini. Sementara itu. Agar bukan saja hidup kita senang dan selamat di dunia ini. . Terutama saya mengisahkan kisah Bintang ini sebagai pelajaran buat saya. betullah kenyataan yang saya saat ini nikmati. kehidupan baru justru baru saja mereka mulai! Ada kekuatan di balik permasalahan yang Allah hidangkan dalam hidup kita. Bagi merekamereka yang bermasalah.hidup” untuk tidak mengatakan sudah ”separuh mati”. Jika ada sesuatu yang kita sebut tidak mungkin. yang kemudian dijadikan judul dari bahagian modul perkuliahan Wisatahati. Padahal hidupnya sendiri bermasalah. tapi ternyata sebab Allah belum menjatuhkan keputusan-Nya. Allah hadiahkan jalan dakwah buat saya. Artinya. dengan Allah anugerahkan masalah. Itu semua adalah buah dari perjalanan masalah yang orang-orang lebih sering mengeluhkannya ketimbang mensyukurinya. kadang tanpa mereka sadari. hidupnya sih memang tidak bermasalah. Tapi jangan sampai ternyata keadaannya itu bukanlah keadaan yang sesungguhnya. mudah-mudahan berhasil membangun Motivasi & Spirit kita semua yang mengikutinya. Kisah Bintang ini sudah memotivasi diri saya sendiri. dan perjalanan masalah-masalah para jamaah yang datang konseling ke majelis Wisatahati. bahwa hidup belumlah berakhir seperti yang kita bayangkan. maka kata-kata tersebut tidak berlaku untuk Allah. Alhamdulillah kalo begitu mah. dan Allah berikan saya keluarga dan jamaah yang menyenangkan. Dan bisa dibilang Majelis Wisatahati dan Kuliah Wisatahati pun berawal dari masalah. untuk segera bertaubat. banyak di antara kita yang barangkali sedang tidak bermasalah. Maka mudah-mudahan kisah ini menjadi pelajaran agar betul-betul selamat kita sebab menjadi orang-orang yang senantiasa ingat dan mau terus memperbaiki diri. Allah teramat Kuasa. We’re not game over yet. tapi juga senang dan selamat di negeri akhir. Bintang: Perjalanan Kehidupan Berbuah Hikmah Kisah Bintang. melahirkan modul-modul Kuliah Wisatahati ini.

Jamaah yang dicintai Allah.. Saya teringat doa ini sebab saya mengingat Anda jamaah sekalian. Saya menyayangi Anda semua. pintu ampunan-Mu. itu tandanya diri berada dalam keputusasaan juga. Mohammad Mansur Kampung Sawah Jembatan Lima. di setiap kajian agama. Siapa tahu di antara Anda ada yang membutuhkan doa ini. Sebab diri ini belumlah selesai perjalanan hidupnya. Yaa Fattaahu. Seolah kita tiada iman yang mengajarkan bahwa Allah lah Yang Memberi Rizki hingga menyebabkan kita ”putus asa”. Hadiah Dari Ibu. Ibu Humrif’ah Binti Hajjah Rafi’ah Binti KH. untuk istriku dan .. Doa ini diberi ibu saya ketika saya dilihatnya sedang menangisi hidup ini. Allah sudah mengampuni segala dosa.. masih merasa harus menempuh cara-cara yang tidak disukai Allah dalam mencari rizki. serta urusan masih bisa dan insya Allah bisa diselesaikan. ketimbang mereka yang bermasalah. sami’naa wa atho’naa. lalu diseru kembali kepada Allah. sebagaimana ketika ibu saya menghampiri saya dan menuliskan doa ini untuk saya: Awloohumma yaa Fattaahu. agar Engkau membukakan segala pintu yang bersesuaian untukku. dan taati. isyu tentang ”Kembali Kepada Allah”. merasa susah dan sempit nafas oleh sesaknya persoalan dunia yang harusnya tidak menyesakkan batin. dan mencari rizki bukan dari jalannya Allah. di setiap penuturan kisah-kisah hikmah. Yang Maha Membuka. Kusebut asma-Mu. dengar. Di tengah kehidupan yang banyak permasalahan dan keinginan. Kasihan diri kita kalau sampe jauh dari Allah. sebelum saya kisahkan kisah Bintang. saya mengingat doa berikut ini. Membuka apa saja. Termasuk pula kumohonkan agar Engkau membukakan pintu maaf-Mu. Do’a Kesayangan Saya. perhatikan. Kalau perlu. Di setiap penulisan buku. bahwa jika masih senang mencari rizki haram..Sedikit saya mengingatkan diri saya. terima. saya usahakan saya sendiri ikut belajar. Kepengen sekali di saat berakhirnya hidup. bahwa hidup masih bisa diperbaiki. Termasuk membuka kesempatan bagi diri kita untuk memperbaiki diri dan membuka harapan di tengah keputusasaan kita. dan ketika merumuskan modul-modul perkuliahan Wisatahati. untuk orang-orang tuaku. untukku. Doa yang diajarkan oleh ibu saya. harus senantiasa disuarakan terus oleh siapa saja. atau bahkan di tengah kemungkinan-kemungkinan yang mungkin saja terjadi. Untuk Mengubah Keadaan Jamaah sekalian. Yaa Awlooh. Dan bila diri kita sedang tidak bermasalah. Doa ini sangat membantu saya. kita-kita yang tidak bermasalah inilah sesungguhnya yang lebih membutuhkan nasihat ini. Sebab siapa tahu.

Dan bertambah lemah apabila ia mengingat keburukannya menghantam kanan kirinya. Sungguh lemah. Ia pinjam surat kendaraan besannya. Bintang merasa hidupnya semakin gelap dan tidak menentu. Bintang merasa hidupnya akan segera game over. 30… . dan untuk segenap orang-orang yang kucintai. dan masih banyak lagi kekhawatiran-kekhawatiran akan keburukan demi keburukan. atau malah ia merasa ia ingin saja segera mengakhiri hidupnya. 40. Deretan ini menambah lemah Bintang. Saya mulakan sedikit kisah tentang Bintang ini. tidak punya harapan. Ibarat lampu digital.. Yaa Muhawwilal haali. Hawwil haalanaa ilaa ahsanil haali.orang tuanya. Cahaya Lampu Yang Melemah Baiklah jamaah sekalian. 50. Bintang. Bunuh diri. Rasa malu. melekat di hati dan di pikiran. tamat. Saya bacakan salah satu doa kesayangan saya ini. Ia jaminkan rumah mertuanya. beban kehidupan memang bisa membuat seseorang kepengen saja rasanya mengakhiri hidupnya. Wahai Yang Maha Mengubah Keadaan. tapi lemah. sebut saja begitu. adalah seorang laki-laki. Ya. 100.. 90. 40 tahunan. Senantiasa kita mohonkan ridho dari Allah di segala langkah kita. Demikianlah jamaah sekalian. keluarga kita. dan anak-anak keturunan kita. hina. Orang-orang seperti Bintang seakan-akan tegar. seakan menjadi jawaban yang menyelesaikan semua perkara dunia. kepada keadaan yang lebih baik lagi. Wahai Yang Maha Memberikanku rizki. Biasa. Para tetangga yang tidak bisa ia kembalikan dananya. rasa takut. untuk anak-anakku dan keturunan-keturunannya. Ubah keadaan kami yaa Awlooh. cahayanya melemah. Ia jual tanah orang tuanya. 80. Mengalir pahala dan kebaikannya untuk kita. Dia di ambang perasaan bahwa hidupnya akan segera berakhir. agar juga menjadi doa yang mengiringi ta’lim kita.. dan memohon agar segala aktifitas kita dicatatNya sebagai amal saleh dan ibadah untuk-Nya. Yaa Rozzaaqu. untuk keluargaku. seorang ayah. 70… terus turun… 60. Ia pakai nama kawannya untuk pinjaman ke bank. yang kepayahan ekonomi dan rumah tangganya.

wajahwajah memelasnya para istri dari orang-orang yang namanya ia pakai untuk meminjam ke bank. apalagi kalau kita mengadu pada Allah. insya Allah sudah akan membahagiakan hati.Berdoa Untuk Ketentraman Hati Berdoa Untuk Ketenangan Hati Di posisi cahaya tinggal 30 ini Bintang ”berkenalan” dengan Doa. dan DIA akan menolong siapa yang meminta pertolonganNya”. Manusia belum tentu mau membantu. sulit berjodoh. berdoalah. Kita mengadu pada manusia saja yang kita anggap bisa membantu. komplit. -Rumah mertuanya bakal disita. Wuah. Berikut ini suara-suara di dalam hati dan pikirannya: -Tidak akan bangkit. sia-sia. DIA akan mengabulkan siapa yang berdoa. Yang belum berjodoh. dsb. -Akan game over Itulah suara yang menang. Sebab Allah sendiri yang menjanjikan. dengan ragam persoalan hidup kita masing-masing. yang ia biarkan muncul menguasai dirinya. Yang dihitungnya selalu hitung-hitungan matematis manusia. -Keikhlasan orang tuanya menyediakan tanahnya untuk dijual. Wajar juga kalo Bintang merasa dirinya bakal game over. -Tidak akan sanggup membayar hutang. Kita-kita. Tapi kalau Allah sudah pasti mau membantu. terus saja ia mengipasi diri kita. lalu doanya akan didengar Allah? Bintang rupanya termasuk orang-orang yang payah dalam meyakini kekuatan doa. nasibnya jelek. Bintang meyakinkan dirinya. Salah seorang kawannya menasihati dia tentang kekuatan doa: “Bintang. Pun payah meyakini Kekuasaan Allah. Kita pun belum tentu kuat jika berada di dalam posisi Bintang. dan akan segera berkahir! Belum lagi tambahan dari terbayangnya wajah-wajah seram para penagih. ga akan punya jodoh. benarkah? Benarkah nasihat kawannya ini? Benarkah Allah akan membantunya bila ia berdoa? Apa iya dia yang merasa dosanya banyak. Minimal doa akan menentramkan hati. Jelas itu adalah sederetan kalimat-kalimat lemah yang ia suarakan sendiri sehingga seakanakan hidupnya betul-betul sudah tidak memiliki kemampuan apa-apa. Berdoa bisa mengubah segalanya. Buat yang . kadang suara putus asa pun muncul dari dalam diri kita.

dsb. Yang belum punya rumah.. Lawan dengan keyakinan dan doa. bahwa Allah itu ADA. Terjadi bukan karena perasaan manusia. sudah nasib saya ga punya rumah. Dan barangsiapa yang memasrahkan urusannya kepada Allah. Dan Bintang mau mencoba meyakinkan dirinya sendiri. ga bakalan sembuh. kudu ada ijazah.berpenyakitan. Dan memang Allah jugalah yang menancapkan keimanan ke dalam hati hamba-hamba-Nya yang lemah.” (Qs. Tidak peduli Seberapa Besarnya Masalah Kita. sebab udah lebih dari 8 tahun sih. Kalau kita memasrahkan kepada Yang Kuasa. sulit dapat pekerjaan. hingga berujung pada putus asa. ga bakalan bisa. Berkenalan dengan Kuasa dan Kebesaran Allah. Yang belum kerja. Lemah tak berdaya.. ga bakalannya bisa memiliki rumah yang layak. Dan bukankah Allah sendiri yang bilang. sulit kalau tidak ada kenalan orang dalem. Dan terjadi bukan karena apa yang diusahakan manusia. sesungguhnya DIA Maha Kuasa atas segala sesuatu”. mending mati saja daripada ngerepotin.. sehingga berangsur-angsur Bintang percaya dengan kekuatan doa dan percaya akan Kuasa Allah. dsb. Yang belum punya anak. turunan susah ya susah. bahwa datang kepada Allah adalah jawaban buat segala masalah yang sedang dihadapinya. Di posisi seperti inilah Bintang berkenalan dengan doa. Jamaah yang dicintai Allah. Lawan dengan iman dan semangat. ath Thalaaq: 3). dsb. ga mungkin punya rumah. ‘Aali Imraan: 26). jangan biarkan suara ini muncul. sulit kalo ga pake pelicin.” (Qs. sulit kalo ga ada gaji gede mah. maka segala sesuatu bisa saja terjadi. insya Allah DIA akan mengurus permasalahan-permasalahan kita. susah dapet pekerjaan yang bener. Tapi terjadi karena Allah menghendaki itu terjadi. bahwa DIA tidak memiliki batas. Wa mayyatawakkal ’alawloohi fahuwa hasbuh. Sesungguhnya urusan-Nya jika DIA menghendaki sesuatu. mandul. cukup bagi-Nya mengatakan Kun. niscaya hidup kita akan semakin lemah saja. tidak akan sembuh. Memberikan taufik dan hidayahNya. maka jadilah. Yaasiin: 82).. Jadi. kalau Allah sudah berkenan. niscaya Allah yang akan mencukupkannya. kudu ada koneksi. Lawan. Fayakuun. jangan ngimpi punya rumah. ”Innamaa amruhuu idzaa arooda syai-an ay yaquula lahuu kun fayakuun. Bila kita pelihara suara-suara melemahkan ini. Bintang mau meyakini.. Berdoa berarti percaya kepada Yang Kuasa. terhadap persoalan berat yang kita hadapi. Maka. . “Innahuu ‘alaa kulli syai-in qodiir. Terjadi bukan karena apa yang dipikirkan. Allah membuat perjalanan waktu kemudian ikut juga mengajarkan. Bintang benar. dsb. Allah Sanggup Mengatasinya. (QS. sulit sembuh. ”.

.. menikmati perjalanan memelihara diri yang biasa kita sebut taqwa. Bintang memulai babak baru lagi dalam hidupnya... yaj’allahuu mi amrihii yusroo. keadaannya Bintang... liyazdaaduu iimaanamma’a iimaanihim. dan Allah akan lipat gandakan pahala baginya. dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah.. wahai orang-orang yang ..... dan Allah akan berikan rizki dari jalan yang tiada ia duga. supaya bertambah-tambah imannya.. Innawlooha baalighu amrihi... ketika di awal memohon pertolongan Allah. dan menikmati perjalanan pertaubatannya... Babak menikmati perjalanan doa. ath Thalaaq: 4). al Fath: 4). memprihatinkan.. Sesiapa yang bertawa. Dalam pada itu.Bintang pun memproses permohonannya. Dialah Allah yang menurunkan ketenangan di hati orang-orang yang beriman....... Lihatlah janji Allah berikut ini yang kemudian dinikmati oleh Bintang: ”. Allah akan menjadikan kemudahan baginya di setiap urusannya.... ath Thalaaq: 5). Dia mendekatkan dirinya pada Allah. cukuplah awal untuk memperbaki kehidupan adalah dengan melakukan pertaubatan. Di saat situasinya memang menurut sebagian orang tidak lagi bakal selamat. memelihara dirinya dari apa yang Allah tidak suka. dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah.. sesungguhnya Allah menguasai segala sesuatu. (Qs.” (Qs... Sesiapa yang bertaqwa. (Qs. serta menyempurnakan segala nikmat-Nya dengan ampunan-Nya... wa mayyatawakkal ’alawlooh. Wa may-yattaqillaaha. Allah membuat segala sesuatu itu ada ukurannya”.. wa yu’dzim lahuu ajroo.. Allah berjanji akan menghapus kesalahannya.... qod ja’alawloohu likulli syai-in qodroo. ketika manusia bertaubat.” (Qs. maka Allah akan mencukupkannya. Allah berikan kesejukan batin yang luar biasa buat hati Bintang sehingga ia menjadi tegar menghadapi hidup ini.. Ath Thalaaq: 2-3). ”Huwalladzii anzalassakiinata fii quluubil mu’miniina. fahuwa hasbuh. maka Allah akan berikan baginya jalan keluar..... memperbaiki hidupnya. Tapi alhamdulillah ketenangan Allah masukkan ke dalam hatinya Bintang. yang percaya kepada Allah. Benarlah juga ungkapan yang mengatakan. ”Yaa ayyuhalladziina aamanuu.. wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasib. ”Wa may-yataqillaaha. Allah akan hapuskan kesalahan-kesalahannya. Maka benarlah kiranya ungkapan ini Cukuplah ketenangan mestinya hadir ke dalam hati mereka yang beriman dengan melihat ayat berikut ini: “Wa mayyattaqillaaha yaj’al lahuu makhrojaa. yukaffir ’anhu sayyi-aatihi.. Ya....

Ada seseorang yang mengalami kesusahan sebab Allah mempergilirkan kesusahan itu sebagai ujian hidup. yaquuluuna robbanaa atmim lanaa nuuronaa. mereka berkata wahai Tuhan kami sempurnakanlah untuk kami cahaya kami..beriman.. Allah memang Maha Memberi Harapan.. Sesuatu yang tiba-tiba saja sanggup membuat dia merasa hidupnya masih punya harapan.. Bintang termasuk yang mengundang sendiri kesusahan tersebut.... dan memasukkan kamu semua ke dalam surga-Nya yang mengalir di bawahnya sungai-sungai... Sesuatu yang membesarkan hatinya. maka harapan itu akan “menghidupkannya” kembali... wa yaksyifussuu-a...” (Qs.. Tuhan Yang Memberi Harapan Mestinya Kita Rindu Pada-Nya Setelah perkenalannya dengan doa dan Kekuasaan Allah. cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka. mudah-mudahan Allah Tuhanmu memperbaiki segala kesalahan-kesalahanmu.... Alhamdulillah kesadaran Allah bersitkan di hatinya. bertaubatlah kamu kepada Allah dengan sebenarbenarnya pertaubatan. walladziina dzolamuu min haa-ulaa-i sayushiibuhum sayyi-aatu . at Tahriim: 8). waghfirlanaa... Bintang disergap kerinduan yang mendalam kepada Allah... pada hari di mana Allah tidak akan mempermalukan para nabi dan orang-orang yang bersamanya..... nuuruhum yas’aa baina aydiihim wa biaymaanihim. ’asaa robbukum ayyukaffiro ’ankum sayyi-aatikum. Allah.. an Naml: 62). sesuatu merayap dalam hatinya Bintang.. Jamaah yang dicintai Allah. Sedikit saja harapan Allah bentangkan bagi hamba-Nya. wayudkhilakum jannaatin tajrii min tahtihal anhaar. yauma laa yukhzillaahunnabiyya waladziina aamanuu ma’ahuu.. Tapi tidak sedikit manusia yang susah sebab ia mengundang sendiri kesusahan itu datang ke dalam kehidupannya... dan ampunilah kami...... ”Fa ashoobahum sayyi-aatu maa kasabuu. ”Ammayyujiibul mudhthorro idzaa da’aahu... tuubuu ilawloohi taubatan nashuuhaa...... innaka ’alaa kulli syai-in qodiiir. dan siapa yang menghilangkan kesusahan apabila ia berdoa kepada-Nya.. Maka mereka ditimpa akibat buruk perbuatan buruk mereka sendiri. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu..?” (Qs... siapa yang menghilangkan kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya.

Ia bertaubat kepada Allah. Kembali Kepada Allah Bintang kembali pada Allah. jarang dia datangi untuk shalat berjamaah. jika Allah ada. tanpa dia sadari. Masjid. jarang ia hadiri. hingga ia hancur. Bintang ikhlas dengan keadaannya. dan ia tegakkan shalat sunnah taubat. as Sajdah: 21). ”Walanudziiqannahum minal ’adzaabil adnaa duunal adzaabil akbari la’allahum yarji’uun.. Dan tiba-tiba saja terbentang lembaran-lembaran dari hari-hari yang sudah dia jalani. Ia bertaubat pernah mengutuk Allah. Ia mengakui bahwa sesungguhnya ia sendiri yang sudah tidak bersyukur pada-Nya.maa kasabuu.. Dan memang seharusnyalah kita kembali kepada Allah sebelum terlambat. Bintang terus melihat dirinya. Ia pun bertaubat pernah punya perasaan jelek kepada Allah: Mengapa katanya. Dia melihat dengan jelas.. tertegak seperti orang malas. apalagi nanti kesusahan akhirat. Allah sudah saya nomor sekiankan. Ta’lim-ta’lim. shalat tiada tertegak dengan baik. ”Ah. koq tidak menjaga diri-Nya? Dan membiarkan orang zalim bisa berlenggang menzalimi manusia yang lain termasuk dirinya? Dengan sebab kesadarannya. Tertegak qaamuu kusaalaa. Kesuksesan sedikit yang sudah Allah berikan. Kayaknya kesusahan saya adalah panggilan Allah bagi saya agar saya kembali pada-Nya. Ia bertaubat sudah pernah berburuk sangka kepada-Nya. Jamaah sekalian. Untuk shalat sunnah? Wuih. dan orang-orang yang zalim di antara mereka akan ditimpa akibat dari apa yang mereka usahakan. ia ambil wudhu sebagai permulaan.” (Qs.. dengan sikap tidak sempurna. az Zumar: 51). Akhirnya ya wajar Allah tarik segala nikmat dari-Nya. dengan alasan sibuk tiada waktu.. .. tidak lain agar mereka kembali. mari kita lihat firman Allah di Surah al Fajr. Ia bertaubat pernah tidak ikhlas menerima dirinya bisa ditipu sana ditipu sini. betul-betul jarang dia lakukan. wa maa hum bimu’jiziin. mushalla. Kami timpakan sebagian akibat buruk yang manusia lakukan sebelum siksaan yang sebenarnya datang. sudah melalaikannya dari Allah. Batinnya benar-benar kosong dari Allah.” (Qs. Setelah Allah menceritakan tentang kehancuran ummat-ummat sebelum kita. Kesusahan dunia saja sudah membuat kita menjadi susah.” begitu kata Bintang pada dirinya sendiri. Dengan mantab. Bintang bertaubat. Ia bertaubat kepada Allah dari seluruh dosa yang sudah ia buat. dan mereka sekali-kali tidak akan bisa melepaskan diri. Bintang ikhlas menerima kesusahannya. Shalat seadanya.

yaquulu yaa-laitanii qoddamtu lihayaatii. Jangankan masuk neraka. dan memohon pertolongan-Nya. dan memperdengarkan semua keluhannya kepada Allah. dan pada hari itu diperlihatkan neraka jahannam.. fayaumaidzil laa yu’adzdzibu ’adzaabahuu ahad. wahai jiwa-jiwa yang tenang.. sedang malaikat berbaris-baris. niscaya DIA akan mendengar dan mendengar terus permohonan dan keluh kesah kita. Supaya kita tidak sempat melihat neraka... wa jii-a yaumaidzim bijahannama.. dan masuklah ke dalam surga-Ku. dan jamaah semua. ketika semua badai telah berlalu. kembalilah pada Tuhanmu dengan hati yang tenang lagi diridhai-Nya. Supaya kita kembali dalam keadaan yang Allah sudah ridho kepada kita: ”Yaa-ayyatuhannafsul muth-mainnah. dan dia mengatakan alangkah baiknya kiranya jika aku dahulu mengerjakan amal saleh untuk hidup yang sekarang ini. yaumaidziy yatadzakkarul insaanu... Kalau . Bila Kita Istiqamah. wa jaa-a robbuka wal malaku shoffan shoffaa. Allah mengingatkan kita untuk segera kembali kepada Allah... bahwa doa kita semua didengar Allah... Allah mengatakan seperti ini: ”Kallaa.. wadkhulii jannatii... apabila bumi digoncangkan berturut-turut.. al Fajr: 21-26).. Dan jamaah yang dicintai Allah..” (Qs. kita pun kadang berada di posisi Bintang seperti ini... Kalau kita kembali pada Allah. Allah Pasti Menolong Kalau Sudah Ditolong. Untuk itu. Maka tidak bosan saya mengingat diri saya. Demikian jugalah kita berdoa semoga kita adalah orang-orang yang bisa kembali kepada Allah.. idzaa dukkatil ardhu dakkan dakkaa... pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksaan-Nya.... lalu dia ingat kepada Allah. Bintang kemudian kembali kepada Allah. wa annaa lahudz dzikroo. Namun. melihat neraka pun jangan. akan tetapi tidaklah berguna lagi itu semua bagi manusia. Alhamdulillah.. (Qs. masuklah ke dalam barisan hamba-hambaKu... lalu di ujung akhir surah. Na’udzu billaah tsumma na’udzu billaah.dan sebab-sebabnya. fadkhulii fii ’ibaadii. al Fajr: 27-30).. kita bersama-sama saling mengingatkan agar menyegerakan diri kembali kepada Allah.... irji’ii ilaa robbiki roodhiyatam mardhiyyah. jangan sampe telat bertaubat. dan datanglah Tuhanmu. marilah jamaah semua.. Kalau bisa... janganlah kita melupakan Allah lagi. dan pada hari itu teringatlah manusia akan apa-apa yang telah ia perbuat selama di dunia. Jangan Lupakan Yang Menolong Bintang susah.... Itulah jamaah sekalian.

dia lupa bahwa dia pernah berdoa sebelumnya. tapi kemudian jika sudah diberikan nikmat-Nya kembali.... hingga ke titik 30. hingga terus ke titik 100.. yang pernah tahu bagaimana rasanya jadi orang susah. 80. Ia tahu. mudah-mudahan Allah senantiasa menjadikan kita sebagai hambaNya yang ingat pada-Nya. Kita berlindung. az Zumar: 8). wahai diriku. tsumma idzaa khowwalahuu ni’matan minhu nasiya maa kaana yad’uu ilaihi min qoblu. Tuhannya. cahaya lampu itu akan naik kembali. Begitukah yang terjadi. naik jadi 40. seperti prajurit Allah yang kepengen syahid di jalan-Nya.. ibarat lampu digital. dan bersyukur. Insya Allah amin. Ia memasrahkan segalanya. Dari titik 30. dan jika manusia ditimpakan kesulitan. Bahwa. Begitu kira-kira yang disampaikan di atas. Bintang menyeru Allah dan kembali padaNya. 70. 90. Ingat dan bersyukur. di titik 30 inilah Bintang da’aa robbahuu muniiban ilaihi. bahwa ia bakalan game over. berat untuk kita untuk menjadi hambaNya yang diingat-Nya lagi. tentu kalau ingat kondisi ini. dia akan berdoa kepada Allah seraya bertaubat kepada-Nya. 50. Kita pun berdoa semoga keistiqamahan Allah berikan kepada kita. seiring dengan kembalinya Bintang kepada Allah.? Mestinya.. Titik Balik Yang Penuh Ujian Jamaah yang dicintai Allah. da’aa robbahuu muniiban ilaihi. dengan menjadikan diri kita tidak lagi gampang berbuat maksiat dan enteng untuk beribadah dan berbuat baik kepada sesama.. ..kita melupakan Allah setelah ditolong-Nya. akan berusaha menjadi orang-orang yang selalu dijaga dan ditolong-Nya. Tapi khususnya bagi Bintang dan orang-orang seperti Bintang.. dan juga Anda semua para jamaah sekalian.. Dari angka 100. Secara teori. 60. Kejadian ini terjadi ketika lampu digital itu. 40. ke 90. cahaya kehidupan Bintang turun drastis... Menjadi sulit kita istiqamah --lurus. Tapi kali ini ia songsong “kematiannya”... Inilah titik baliknya Bintang. Dengarlah ayat Allah berikut ini: ”Wa idzaa massal insaanu dhurrun. 50. lempeng --jika kita hanya ingat pada kesenangan saja. berada di titik 30. 60. hari-hari berikutnya Bintang hanya fokus kepada Allah.” (Qs. 80. Dengarlah wahai hatiku. 70.

. Mending kali kalo rumahnya sendiri. (Qs. Istri dan anak-anaknya? Berantakan. 4. yang memang sudah lama tidak diisi sebab tidak lagi beroperasi. 1… dan… 0. menjaga kita. Secara teori sih harusnya titik balik Bintang di titik 30 itu mestinya menjadi starting poin untuk dia naik lagi posisi kehidupannya. 7. 10. 5. seakan-akan percuma.. Jangan tanya mobil dan motor yang memang juga sudah lama tidak lagi ada di garasinya. Ini rumah yang disita adalah rumah mertuanya hingga maaf. Perjumpaannya dengan Allah. Diperkarakan oleh satu dari sekian lawannya. Sesaat ia seperti kembali ke titik nadir. membuat mertuanya menyumpahi dia tiada henti. 9. Bahkan Bintang mendekam beberapa saat di sel polisi. Kitanya saja yang perlu mengenali bahwa Allah begitu dekat dalam kehidupan kita. ketika dia sudah berada di dalam sel. 2. Jangan lagi ditanya ruko yang disewanya. 8. Dia akan selalu memperhatikan kita. Dia merasa. dan menyayangi kita. Bintang limbung. Doa sudah dipanjatkan. 20. Cahayanya malah makin melemah… 30. Tunggu dulu. Tapi apa boleh buat. Apakah kalian mengira akan masuk surga? Sedang belum nyata bagi Allah bahwa kita adalah orang-orang yang berjihad di jalan-Nya dan belum nyata bagi Allah bahwa kita adalah termasuk orang-orang yang sabar”. Yang terjadi ternyata tidak begitu. Rumahnya disita. 6. Ya. dan kembalinya dia kepada Allah. Allah Tidak Akan Membiarkan Hamba-Nya Sendirian Dalam Menjalani Ujian Kehidupan Allah memang senantiasa menguji hamba-Nya.Tapi tunggu dulu! ”Am hasibtum an tadkhulul jannata wa lammaa ya’lamillaahul ladziina jaahaduu minkum wa ya’lamash shoobiriin. bahwa Allah ternyata tidak mendengar. tapi kenapa kehidupan tetap berakhir buruk? Dan Bintang menemukan keadaan dia ini. Apakah Bintang putus asa? Namanya juga manusia. seperti yang suka disuarakan juga oleh orang-orang yang lemah imannya dan tidak bertauhid yang baik. Tapi titik balik yang penuh dengan ujian. Semuanya habis. Rupanya ini memang titik balik. Akhirnya malah “Game” beneran. Allah akan selalu menemani. Tapi Allah tidak akan membiarkan hamba-hamba-Nya sendirian dalam menjalani ujian hidup ini. 3. Aali Imraan: 142).

Subhaanaka laa ‘ilma lanaa illaa maa ‘allamtanaa innaka antal ‘aliimul hakiim. Jamaah sekalian. Bintang masih bisa mengubah keadaan hidupnya.. Buat apa dia naik lagi derajat kehidupannya. tiap-tiap jiwa akan merasakan mati. wa innamaa tuwaffauna ujuurokum yaumal qiyaamah. . Bukanlah benar kata Allah? Bahwa dunia ini hanya kesenangan yang menipu. Dengan cara apa Allah mengajarkan Bintang? Dengan kematian. Bila pun dia mati. Aali Imraan: 185). Ia melihat proses kematian kawannya ini. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.. maka sungguh dia telah beruntung. Dan kalau masih hidup. Ia tertegun. Bintang masih hidup! ”Kullu nafsin dzaa-iqatul maut. Mati di sel..” (Qs. Ia tidak bisa bicara.. karena Allah yang menghendaki keselamatan itu. Sebabnya apa? Sebabnya ya itu. di mana Bintang berada satu kamar dengannya.. dunia ini tidak lain adalah kesenangan yang menipu. Dia telah bertaubat dan kembali kepada Allah.. tidak pantas cengeng.. Lalu. Bintang histeris dalam kesunyiannya. tentu Allah akan menyempurnakan pahala dan kebaikannya di hari akhir.. faman zuhziha ’aninnaari wa udkhilaljannata. wamalhayaatuddunyaa illaa mataa’ul ghuruur.. maka barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukka ke dalam surga.. bahwa ia tidak pantas meratap. Bukan kawannya yang mati tersebut. Siapa tahu bisa membebaskan dia dari api neraka yang apinya ia pernah nyalakan dengan maksiatnya di dunia. jika neraka dijauhkan. merasa beruntung.. hingga kemudian dikeluarkan dari sel. Kematian bagaimana? Allah menolong Bintang. Maha Suci Engkau. Tiap-tiap jiwa akan merasakan mati.. Bintang terguncang kesadarannya untuk kesekian kalinya. Tapi untunglah Allah memberinya pelajaran.. Sedangkan dia masih hidup.. Kawan satu selnya. kalau kemudian dunia menipunya kembali dan menghempaskannya ke neraka? Allah yang mengajarkan manusia dengan ilmu-Nya.. Dan Bintang selamat. Bintang paham. alias dengan bangkrutnya ini dia selamat dan bisa bertaubat kepada Allah.. sesungguhnya Bintang harus merasa faaza. sungguhpun secara dunia ga bisa naik lagi. dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Ia adalah Bintang. ada yang mati.Di dalam sel. faqod faaza. Bintang meresapi kata per kata firman Allah ini.. Sebuah pelajaran yang mengajarkan bahwa Bintang masih hidup.. hampir saja ia meratapi keadaannya berlama-lama... Tidak ada ilmu buat kami kecuali apa yang Engkau ajarkan kepada kami.

Keanehan terjadi lagi. namun juga akan berusaha melakukan kebaikan. Hingga nyatalah ayat berikut ini juga di hati Bintang: ”Am hasibtum an tadkhulul jannata wa lammaa ya’lamillaahul ladziina jaahaduu minkum wa ya’lamash shoobiriin. Bahwa kata Allah mereka yang mengatakan iman. mestinya kita begini. sebagai bentuk jihad di jalan Allah. sebenernya his life isn’t game over yet. akhirnya Bintang memang tahu. Luar biasa. Hidup ini terlalu singkat kalau kita isi dengan keluhan dan keluhan. Bahkan mungkin. dia akan menjadi individu yang penuh syukur. bahwa setelah nanti kesulitan terlewati. akan diuji terlebih dahulu. untuk berdakwah dan menyiarkan agamanya Allah. secara bercanda. Bintang mengamini. he he he. Kalau kita bersandar kepada Allah. dengan penyandaran yang sempurna. Ketidakberdayaan adalah ciptaan kita sendiri. Memenuhi ronggarongga hati dan pikirannya. Charge Your Life! We Are Not Game Over yet! Jamaah yang dicintai Allah. bunyi. Jamaah sekalian. apa Bahasa Inggrisnya ini bener. Apalagi Bintang menyadari bahwa inilah barangkali tempaan juga bagi dirinya di mana Allah menghendaki dirinya masuk surga beneran. Malah kalau perlu ia akan gunakan kesempatan demi kesempatan yang Allah berikan. sebagai bayaran dari pengkhianatan kepada Allah . Aali Imraan: 142). ayat Allah yang berbunyi: ”Am hasibannaasu ay-yutrokuu ayyaquulu aamannaa wahum laa yuftanuun”. Bintang masih hidup. Tiba-tiba lagi Bintang menjadi bersemangat menjalani hidupnya. (Qs. Akhirnya ia meneruskan riyadhahnya. Kita akan sabar. Apakah kalian mengira akan masuk surga? Sedang belum nyata bagi Allah bahwa kita adalah orang-orang yang berjihad di jalan-Nya dan belum nyata bagi Allah bahwa kita adalah termasuk orang-orang yang sabar”. kita akan menikmati seluruh penderitaan kita. bahwa bukan saja ia akan menjadi orangorang yang bersyukur dengan tidak lagi gampang melakukan kesalahan. Bintang memaklumi bahwa Allah menguji dulu kembalinya dia ke Allah. Tapi rasanya mah bener. Entahlah. Allah menguji kepulangannya dulu ke Allah. Akhirnya ia berprasangka sangat positif kepada Allah. bahwa memang amalnya tidak mencukupi untuk mengangkat cahaya lampunya. Dan ia yakini. hidupnya belonan game over. maka kita akan kuat. Kita akan tabah. Sesuatu merayap kembali dalam batinnya. Hidupku bukan berakhir di sini! Begitu teriakan batinnya.Di hati Bintang. Kelak ketika kematian menjadi haknya. Yakni tempaan kesabaran. Hitung-hitung mengasah imannya. Maksudnya.

Wallahu a’lam.. Dan perjalanan itu. Mengeluh. Kehidupan Akhirat Yang Lebih Kekal .” (Qs. Maka. di episode setelah pertaubatannya yang kelihatannya ”tidak membuahkan hasil”. Habis segala-galanya. atau sedang meniti jalan-Nya. Tatap masa depan dengan penuh semangat. Dan memang. Barangkali Allah memang benar sedang menguji kita. dan proses menuju sukses dunia akhirat. Sebelum saya menceritakan terus kisah Bintang. agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman. Jika Bintang berhenti sampai di sini. Atau kemungkinan lain? Yakni bahwa Allah hendak membersihkan kita: ”Walayumahhishowloohul ladziina aamanuu..saja. maka langkahnya akan benar-benar berhenti. hingga kemudian maut yang benar-benar menghentikan langkah kita. maka kehidupan akan berjalan normal kembali. akan membuat perjalanan kesusahan kita akan terasa semakin panjang saja.. kita pahami dulu satu hal: Bahwa apapun butuh perjalanan. Aali Imraan: 141). Pelan. mengeluh. Tinggal kemudian apakah Bintang bisa menyabari dirinya dan tetap yakin Allah pasti akan menolongnya? Tergantung. bersabarlah. Hanya Allah Yang Tahu. Angkatlah dagu kita. Sedangkan langkah kita tidak akan pernah berhenti. perlu kesabaran dan keyakinan. Selamanya. Subhaanawlooh!”. Nanti. Lihatlah. kelihatannya pertaubatan Bintang tidak berhasil membawanya keluar dari kesulitan ya? Buktinya dia habis. Tapi hunjamkan sedalam-dalamnya di hati: ”Hidup kita belum berakhir. Jangan berhenti. Perjalanan Belum Usai. bahwa ketika kita kembali kepada Allah. termasuk perjalanan pertaubatan.. Lebih baik kita suarakan pelan kalimat ini. Butuh proses. Teruskan. akan selalu ada pertolongan Allah yang kita butuhkan. justru kualitas hidup kita makin menurun. Jangan Surut. kalau sudah impas. Jamaah sekalian. Yakni tergantung Bintang sendiri. Apakah perjalanan ini akan ia teruskan atau berhenti sampai di sini. akan menghalangi karunia Allah datang kepada kita. Ga tahu. Benarkah demikian? Kita lihat saja apa yang terjadi kemudian dengan Bintang. proses itu. bila keadaan seperti Bintang ini yang kita hadapi.

lakukan bersama Allah dan Rasul-Nya. yang mudah-mudahan Allah jaga supaya tidak terjadi demotivasi dalam kehidupan ini. kita rupanya menganggap titik balik Bintang adalah di angka 30. . kita bisa memulai dari mana kita mau memulai. Tapi apa daya. Sejatinya. agaknya kita harus paham. Dan ketika kita mau mengubah hidup ini. perubahan itu bisa dimulai. maka biarlah kesusahan ini kami terima. Begini. Kebangkitan itu bisa dimulai. kehidupan Bintang terus meredup.Harus Lebih Kita Pikirkan Ketimbang Kehidupan Dunia Waba’du. hingga ke titik 30. dan kembali kepada Allah. Segala upaya ia lakukan untuk bisa memulihkan stamina dan kehidupannya. 7. andai kesulitan ini justru akan meringankan dosa kami. Di kisah pertengahan tadi.. Di titik 30 inilah Bintang sadar. kehidupan akhirat yang lebih kekal itu yang harus kita lebih pikirkan. Dari 100. 20. Di titik 30 ini pula Bintang memulai segala riyadhahnya untuk menembus langit. Ya Allah. Daripada masih ada yang Engkau tunda dari hukuman kami. indah betul jika kita bisa menyuarakan kalimat ini. Subhaanallah. hingga kemudian ia tidak bisa menahan untuk terus dan terus meredup. Apalagi ada sebuah Hadits Qudsi yang bisa memperkuat hati kita: Bagaimana Nasib Bintang Selanjutnya? Bukan Bangkit dari Titik 30 Tapi Bangkit Dari Titik 0! Jamaah sekalian. maka kami ridha ya Allah... Hingga akhirnya kita bisa mengatakan dengan penuh ketawadhuan kepada Allah: ”Ya Allah. 6. 10. andai segala kesusahan yang kami hadapi ini menjadi penebus segala kesusahan kami di hari kiamat. bahwa ibarat lampu digital. 8. Insya Allah ini lebih menentramkan. Berikanlah ampunan dan maaf-Mu untuk kami sebab kami sabar menerima segala ketetapanMu”. namun. 5. Tidak perduli di posisi apapun. 9. hingga kemudian mencapai titik terendah yaitu 0. redupnya cahaya itu hanya sebentar ia rasakan. sudah diibaratkan di atas. dan boleh kita meminta agar Allah mencabut kesulitan dunia kita. 30.. betapapun hidup di dunia ini tidak boleh kita sulit. dan memulai untuk bangkit kembali.

ia punya. Penuh semangat. atau SPBU. Dan ini yang membuat Bintang sadar bahwa dirinya sesungguhnya belum mati. Bintang memulai kehidupannya dengan menjadi penjual bensin eceran. Sebab hilang iman dan syukurnya. tapi ia merasa berkah. dan hidup dalam kebersyukuran. Bintang Keluar Sebagai Pemenang Begitu keluar dari sel. Meminta mereka ikut bersamanya. 3. Dan ketika sudah keluar. Bintang sadar. Kalau belum mati. Subhaanawlooh! Bintang memulai kembali riyadhahnya. ketika menjadi tahanan. Diganti sama Allah dengan karunia iman.Ketika Bintang berposisi 0. Allah memang Maha Besar. kira-kira 10 tahun yang lalu. Kini Bintang gagah banget.3. dan ikhlas. Bintang belajar. 0. Allah jaga harapannya Bintang. Diceritakan bahwa Allah memang Maha Menjaga dan Memberi Pengajaran. Bukan .4. berarti belum tamat pengertian tamat yang sebenarnya.2. Bersama membangun kembali ekonomi keluarga. minta restu. Kawan satu selnya ada yang mati. Kecil-kecilan. 4. 0. Jalan rizki memang Allah yang punya. ia tidak mau kehilangan Allah lagi. ia keluar sebagai Bintang ”yang baru”. segala puji bagi Allah. Pelan. lebih dari segala apa di dunia ini. ia merasa sudah tamat. 0. Proyek-proyek lain yang sifatnya dadakan pun kerap ia terima. Dia Yang Maha Mengangkat dan Meninggikan. Itulah cerita seorang Bintang. Wajar dulu ia kehilangan kedamaian dan ketenangan. 5… 10. yang menambah pundi perbendaaraan rizki dari Allah. Bintang kemudian keluar dari selnya. Yakni dengan Allah memberi pengajaran buatnya. Allah jaga imannya Bintang. Di dalam sel. 2. Dan ia relatif lebih bahagia. Dan alhamdulillah. 1.5…. Dia juga Yang Maha Memuliakan dan Maha Menghinakan. Dan kedamaian serta ketenangan itu bisa didapat dengan menjaga dan menyuburkan iman. Ditambah beberapa waralaba minimarket yang dikelola istrinya. Bintang merasa bahwa cahayanya yang sudah di titik 0. Ia kemudian melangkah ke istri dan anakanaknya. Semua telah hilang. tapi pasti: 0. Ia bebas. 0. bahwa kedamaian dan ketenangan. Titik baliknya bukan di 30! Tapi di 0! Maka perjalanan pun ia lanjutkan. 30…. ia berupaya keras mendekatkan diri kepada Allah. 20. percaya diri. Di dalam penderitaannya.1. mulai merayap naik. Pom bensin. Dan kemudian ia mendapati dirinya sebagai pemenang! Bintang melangkah dulu ke orang tuanya.

manusia. Sampai jumpa di semua modul Kuliah Wisatahati. Mohon maaf atas segala kesalahan. Kebenaran adalah datangnya dari Allah. bahwa hidup masih bisa ditata. sesungguhnya Allah bersama kita. serta iman dan keyakinan. Buan manusia. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Hadirkan Allah Dalam Kehidupan KDW0127 Seri 27 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Hadirkan Allah Dalam Kehidupan Tidak sedikit manusia yang dis-orientasi dalam hidupnya. Tiada ilmu kecuali adalah apa yang Allah ajarkan kepada kita semua. Di ujung Kuliah Pengantar kita. Wassalaamu’alaikum warohmatuwloohi wabarokaatuh. Innallaah ma’anaa. bahwa Allah masih bersama kita. Dan sisakan semangat. dan tetap akan bersama kita. Segala puji buat Allah. kering. Walhamdulillaahi robbil ’aalamiin. Tanpa makna. Masa depan pun Allah yang punya. Ini yang harus selalu disuarakan di hati kita. gersang. Karena hidup tanpa Allah. kita mintakan. Sisakan semangat bahwa hidup belum berakhir. bukan titik habis. Kesalahan adalah asalnya dari diri yang penuh khilaf ini. Kosong. Jamaah sekalian. Innawlooha Ma’anaa Sesungguhnya Allah Selalu Bersama Kita. Semoga Allah membukakan segala pintu pertolongan-Nya buat kita semua. dan kepada Anda semua yang saya cintai karena Allah: Sisakan semangat. Tapi ternyata justru momentum buat bangkit lagi. saya ingin berseru kepada diri saya. . Dan kepada Allah juga segala hikmah dan ilmu. Titik 0 baginya.

maka di dalam ikhtiarnya. lalu begitu saja mendapatkan kemudahan. Tapi kemudian ikhtiar menjadi salah apabila secara hati dan pola hidup tidak bertauhid. secara dunia. Ikhtiarnya menjadi ibadah dan mengandung keberkahan. Maka. Ia bangun spirit hidupnya. Bisa saja hal ini terjadi. maka ia temukan kesembuhan. ia mendapatkan pekerjaan itu. Sejalan-jalannya. tapi ia penuh semangat. Sesiapa yang berusaha. dan punya performa yang mengagumkan. ketemu obat yang berkesesuaian. Meskipun ada sebaliknya yang juga merupakan sunnatullaah-Nya juga. bagus. Padahal ia tidak berdoa. Contoh. Sesiapa yang belajar. Sesiapa yang bekerja. multi-talent. Misalkan sebab ia memang lulusan terbaik. ikhtiarnya dan permasalahannya. Allah ia tidak percayai. pemenang. subhaanallaah. tanpa bersedekah di awal. manakala kita kemudian sudah secara hati dan pola hidup bertauhid. berarti ibadah dan keberkahan. Sesiapa yang berobat. ia tidak memulai segala ikhtiarnya dengan bismillah. banyak skilnya. Bahkan tanpa basmalah. Lalu ia bener-bener sembuh. Dan yang demikian ini berlaku juga buat mereka yang bahkan tidak ber-Tuhan sekalipun. Sungguhpun ia tiada hasil. keluarganya tidak shalat dan berdoa. Tidak mendapatkan Allah. Barangkali ia ketemu dokter yang tepat. ada Allah. Dan Allah. Namun. maka dia gajian. Seorang yang berhutang. berikhtiar saja. Banyak orang berikhtiar. Ini memang juga sunnatullah-Nya. bisa jadi. maka ia mendapatkan keuntungan. Sayangnya. sebatas mendapatkan pekerjaan itu. Ikhtiar. maka ia mendapatkan ilmunya. kedudukan ikhtiar di mana? Kedudukan ikhtiar adalah menjadi ibadah. tiada pengajianpengajian yang digelar. tiada ibadah dah pokoknya. Tentu saja. tidak membawa nilai ibadah dan keberkahan. Ia tidak mau kehilangan motivasi hidup hanya lantaran hutang. ia bisa menjadi the winner. Ibadah tiada ia tegakkan. ya perlu dilakukan . sesuai sunnatullah-Nya. bahkan barangkali ia malah menyalahkan gara-gara Allah nih ia berhutang. Ya sama saja. Dia tidak melibatkan Allah. Biasa saja. Dan ini berarti tidak menjadi ibadah dan tidak menjadi keberkahan baginya. Tapi sakitnya ini ga menjadi rahmat buatnya. berniaga. Hutangnya bisa saja ia tundukkan. Betul memang dunia ini sudah dibuat-Nya berjalan dengan sunnatullaah-Nya. sesiapa yang melibatkan Allah. tanpa shalat dan doa terlebih dahulu. Dengan sakitnya ia tiada ada menambah kedekatan diri dengan Allah. proses. Kelak akan ada juga pertanyaan. Kira-kira begitulah ragam sunnatullah-Nya. seseorang yang kepengen kerja. Ia bangun motivasi dirinya. tidak ada jaminan juga bahwa Anda-Anda yang ber-Tuhan Allah. bukan menuju Allah. Kemudian ia full-kan ikhtiar. wes berobat ya berobat. Ia lalu melayangkan surat lamaran pekerjaan tanpa mengucap basmalah. Nah. Ia cari kesembuhan dengan berobat. Seseorang yang sakit.Tulisan ke depan akan menyoroti bagaimana hidup dengan berpolakan tauhid. Dan kelak juga kita akan belajar banyak kesia-siaan akhirnya terjadi sabab salah langkah menuju manusia. terhadap yang begini. Termasuk perkara tauhid adalah menyandarkan semua urusan kepada Allah sahaja.

dan dilalui. kita tidak kepengen apa-apa yang kita lakukan tidak memiliki nilai di mata Allah. Dan setinggi-tingginya orientasi adalah ke Allah. maka inilah sebahagian yang disebut berhidup berkah. kita sudah menghentikan segala aktifitas keduniaan kita dan sudah siaga di atas sajadah dalam keadaan berwudhu. Masya Allah. Semuanya akan diberikan Allah kenikmatan. jadi daging. Namun buat mereka-mereka yang melibatkan Allah. menuju Allah. Istilahnya. Punya Allah. Tentu sebagai seorang hamba Allah. Bila kita bisa seperti ini. Bahkan kita mendahului seluruh gerakan ibadah dengan mengawali shalat tahajjud dan dhuha. Ketika akhirnya azan datang. Sebab kita akan kembali kepada Allah. dalam hasilnya. Ketika karyawan yang lain begitu gajian dia lupa diri dan foya-foya. Baik dalam kecepatannya. Dimakan. Dari kali langkah yang pertama. tidak ada juga yang sudah melibatkan Allah dan menyempurnakan ikhtiar. Enak dimakan. Cuma kita kepengen beda. Kita pun kemudian beda di hasil. Dan seluruh tahapannya mengandung keberkahan. kita bertaruh 16 jam sehari untuk dunianya Allah. Yang lain. Kita jalan dulu memberi kanan dan kiri kita sebelum akhirnya kita sampai ke rumah. dan bahkan menutup malam menjelang tidur dengan membaca aya-ayat al Qur’an. Kita. kalau kita cuma kerja sebagai pegawai biasa. ia sudah menang duluan. Tapi Allah. dan dalam prosesnya. maka sebelum lagi semua pekerjaannya itu menghasilkan. maka hasilnya akan masya Allah. semua sudah menjadi ibadah. dengan sedekit mengubah pola ikhtiar kita. Beda sekali. Kita kepengen semua apa yang kita lakukan menjadi ibadah dari kita kepada-Nya yang penuh dengan keberkahan. Kita pun mengakhiri seluruh aktifitas kita dengan mengucap hamdalah. Beda nya di mana? Barangkali di nilai. Katakanlah. Bahkan saya mau cerita di edisi ini. Di mana kita menganggap majikan kita bukanlah manusia. Kita baca bismillah di setiap kita mau mulai beraktifitas. Dibelikan sesuatu itu uang. Dan hasilnya pun jelas akan beda. Beda sekali bila kita melupakan Allah. Masya Allah. atau sekedar membeli hajat keperluan hidup dan rumah tangga. nunggu uang itu habis. tapi tiada menyisihkan untuk-Nya sedikit waktu dan perhatian kita . begitu kata orang tua mah. Dan tentu saja. Punya tauhid. Hasilnya pasti beda. mencoba mendahulukan hak Allah. Sehingga ketika azan baru saja akan datang (belum datang). ya pasti kita gajian. Beda hidup antara yang memiliki Allah dan yang tidak. Ada orientasi. kita beda. dan yang tidak menyempurnakan ikhtiar. zikir sebelum tidur dan shalat dua rakaat. mesti jadi sesuatu yang bermanfaat dan bisa dinikmati. Kita sisihkan sebahagian rizki kita sebelum lagi uang itu habis. kita sudah bergegas bersiap-siap. yakni dengan melibatkan Allah. Kita pun kepengen berbeda dengan karyawan biasa. lalu hasilnya malah sama dengan yang tidak melibatkan Allah.

dibawa gigihnya enak. Sehingga kemudian saya bisa membeli rumah kedua. Ia basuh mukanya. Burulah ia.untuk-Nya. ya insya Allah akan kita injek terus itu dunia. Tapi kalau kemudian di proyek pertama saja shalat wajib kita udah kedodoran. Dan 5 rumah mewahnya itu pun tiada ia sewakan karena ga mau rusak. Dan banyak lagi keanehan-keanehan lain menurut si orang kaya ini. itu lebih dikarenakan saya sewakan itu rumah. Tapi kemudian ia tersadarkan satu hal. shalat sunnah kita banyak lewatnya. shalat Jum’at saja sering telatnya. namun ia sewa di salah satu apartemen di kawasan Casablanca. Anak-anak kita pun berayah baru yang lebih sayang. Si kaya ini . dibawa kerja kerasnya enak. saya sewakan untuk Allah. Ada satu orang kaya yang kaya raya. Peganglah ia. puasa-puasa sunnah semakin berat. sebab Allah bikin kita bener-bener lupa sama diri kita. Istri kita diambil laki-laki lain yang lebih perhatian. kenapa engga? Itu kan kesempatan dari Allah. sama al Qur’an jauh. Cuma. Sadar-sadar keluarga pun sudah tidak berada di sisi kita. rumah ke-empat. ia memaksa kawannya untuk menemaninya. Ia shalat malam! Weh. kita anggap itu semua fine-fine aja. untuk pesantren. Pagi-pagi yang belum wayahnya orang bangun. Sebelum akhirnya kita ga bisa menikmati apa-apa! Ada satu cerita. He he he. barangkali ada benernya. itu syirik. Buat saya. ya buat apalah. Untuk masjid. Namun kemudian ketika kita mau menikmati. Kita tiada sempat menikmati. Hingga setelah 2 hari. Apa yang terjadi? Bisa jadi Allah malah membuat kita melupakan diri kita sendiri. Berwudhu. Hasilnya. pemandangan yang buatnya aneh. Ada yang bilang. bila saya punya kesempatan merengkuh dunia. Buat apa punya 5 rumah mewah. Rengkuhlah dunia. Kemudian bila kenyataannya saya menyewa rumah orang lain untuk saya tempati. badan kita sudah pada sakit semua. maksudnya. Semula ia tidak tahu apa yang salah dalam hidupnya. untuk perguliran ekonomi kerakyatan. Dalam satu kesempatan. Badan dibawa lemburnya enak. Tapi jangan biarkan ia memegang kendali atas kita! Jangan sekali-kali. ya mending stop di proyek pertama itu. Apalagi malam itu malam libur. kawannya ini pulang. ia bangun. Edannya. dan lain-lain hal yang manfaat. ga tahunya Allah hilangkan rasa kepenatan untuk menambah kitya bener-bener kaya dan jaya. rumah kelima. Ia jaga propertinya seperti telur emas. tanda tidak mampu. o-o-o. Saya tidak mau seperti itu. Malah kita umumkan kepada dunia bahwa keluarga kita ga mengerti kita! Ada satu masa saya dapat kisah seeorang yang berumah lebih dari 5. rumah ketiga. namun ia merasa gelisah. Begitu kawannya ini datang. Saya katakan kepada kawan-kawan yang berkesempatan merengkuh dunia. tapi kitanya malah ngontrak! Ya buat apa? Kalaupun skenarionya seperti itu. Kalau ada yang bisa memegang lebih dari sepuluh proyek. Disangka kita yang sedang berada di puncak-puncak kejayaan. kawannya ini ia lihat berdoa sebelum tidur. ia basuh wajahnya. ini mah malah keanehan. Ia punya segala-galanya. sama anak istri jauh. Ga masalah.

untuk sama-sama baca Yaasiin. dan mengkaji barang satu dua hadits. lawan bicara kita bakalan bengong. Di saat siang hari. Papah di sini. Manteb. khusus kamis. Si ayah udah pamit sama kantor. untuk sama-sama bangun lebih awal. Saya hanya meminta izin 2 hari untuk menemani Anda. Habis maghrib. untuk dimakan bersama keluarga. kawan yang satu ini berkata.berterima kasih kepada kawannya ini yang sudah menemaninya. Istri kita tangannya berselendangkan bukan emas permata melainkan mukena dan sajadah. kita betulkan peci dan kaennya anak2 kita. pokoknya jadikan hidup ini beda dah. Dijamin. . hidup itu indah loh. Kenapa? Supaya bisa berjamaah maghrib! Masya Allah! Ketika ditanya. mamah di rumah ya”. malam Jum’at. Saya punya keluarga yang menanti saya!”. sudah pada ngumpul di rumah. satu hari saja lagi. Aduhai indahnya. ia tidak punya Allah. kita shalat bareng. Sekarang saya pulang. koq belabelain gitu? Ya terang kudu dibelain. Dan si kaya ini meminta si kawan ini menemaninya. maka nya ia bingung mau berdoa apa? Ya. Semua jalan ke masjid. Dengan snyumnya. “Kamis malam ini kan takbiran!”. Pas pulang dari masjid. kita sms pasangan kita: “Sedang apa?” Allah menunggu kita loh. Yang begini ini kan ga mesti jadi keluarganya ustadz atau kyai. Cobalah janjian sama anak2 dan istri (atau suami). dalam tawa dan aktifitas. Untuk sama-sama membaca al Qur’an. Supaya jam 17 udah di rumah. antara anak perempuan dan anak lelakinya. Bayangkanlah saudara memakaikan sendal anak-anak saudara yang masih kecil. Satu yang tidak ia punya adalah keluarga! Bahkan ia tidak punya Allah. Melainkan kepengen menuju masjid! Subhaaallaah! Kita betulkan kerudung anak2 kita. Di tangan kanan anak-anak kita memegang tas plastik kecil berisi al Qur’an. Tapi bukan karena kepengen jalan-jalan. mampir ke ujung gang sebentar. beli kue-kue-an. Masya Allah indah benar. Ayo. Wes. untuk sama-sama berkumpul antara si ayah dan si ibu. Sehingga kita bisa jamaah bareng di tempat yang berbeda”. Saudara-saudaraku. kan? Kita sms anak-anak kita juga: “Gimana. pengennya cuma ampe sore aja. “Maaf. he he he. Siap-siap shalat. apakah sudah ada di tengah-tengah jamaah zuhur? Alhamdulillah ya Papah bisa menyekolahkan kamu di sekolah islam. Nah. beda kan? Hidup ini kayaknya indaaaaah banget. Kamis. Wajar kiranya khusus Kamis. lebih berisi. Sebentar lagi azan berkumandang. Ucapan sederhana ini ternyata makna nya dalam sekali bagi si kaya ini. Semuanya bisa melakukan ini. Terus janjian berangkat shubuh. Jadikan ia lebih bermakna. saya harus pulang. janjian di salah satu pojokan. Ia merasa sudah lengkap semua hidupnya. sebab kita udah ngasih sama Allah senen sampe kamis siang ini. mau pulang sorean. Dan ia pun menangis.

masya Allah. yang ditulis dan diajar beda. dengan tauhid. saya menyatakan alhamdulillah dan terima kasih. dengan iman. Yah. nah. ngajar apa. agar bisa maen ke rumah-rumah yatim di sekitar rumah. Diniatkan nulis apa.Khususnya diisi dengan ibadah. berusaha mengisinya dengan jalan-jalan. makan-makan bareng. sang ayah udah janjian akan juga pulang lebih cepat. Ada banyak yang kemudian membaca buku-buku itu. beratapkan langit. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Cari Allah Dulu (I) KDW0128 Seri 28 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Cari Allah Dulu (I) . Ntar terusin kuliah besok. Mereka itulah orang-orang yang fasik”. masya Allah! Udah ya. sampe ketemu besok. Mudahmudahan tulisan ini membawa banyak inspirasi buat Saudara dalam memaknai dan mengubah pola hidup. U-laa-ika humul faasiquun. Di tengah malam. Ini juga liburnya kebanyakan. anak-anak dan istri menjadi makmumnya. dan janganlah kamu menjadi orang-orang yang melupakan Allah. Di belakang. Tulisan saat ini tadinya mau langsung ngebut dengan menjelaskan bagaimana sebuah ikhtiar disebut berpolakan tauhid. Masya Allah. Sekali lagi masya Allah. Mudah-mudahan juga ga ada yang keberatan. (Qs. Sebuah keluarga. barangkali Allah lah yang menginginkan tulisan ini muncul. ketika dirasa rutinitas udah merenggut kekeluargaan. Maka Allah menjadikan mereka melupakan diri mereka sendiri. Ok. coba dah sekali-kali dijadikan perjalanan kebersamaan untuk mengisi ruhiyah masing-masing anggota keluarga. Tapi udah baca buku “The Miracle” dan “Mencari Tuhan Yang Hilang” belum? Itu kan “tugas” di kuliah kemaren yang karenanya saya jeda kuliahonline ini barang sebentar. eh. sang ayah memimpin shalat malam di pekarangan belakang rumah. Tentang ikhtiar yang melibatkan Allah. dan kemudian menengok nenek. Dari beberapa imel dan sms. Al Hasyr: 19). “Walaa takuunuu kal-ladziina nasullaaha fa-ansahum anfusahum. Suka begini emang. Maafin saya ya. Saudara udah banyak ngalahnya ya? He he he. Di akhir bulan. manakala udah jarang berkumpul.

Dan Dia lah Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. dan kepada-Nya kalian semua dikembalikan”. “Wa-iy-yamsaskallaahu falaa kaasyifa lahuu illaa huu. Lam yalid wa lam yuulad. Sebelumnya. (Qs. Az Zumar: 44). Wa-iy-yamsaska bikhoirin fahuwa ‘alaa kulli syai-in qadiir… Dan jika Allah menimpakan kemudharatan kepadamu. niatkan belajar. untuk menggambarkan bagaimana sih suasana hati dan pola hidup melibatkan Allah itu. tidak akan ada yang bisa juga melepasnya. katakanlah Dia lah Allah yang satu. atau ada yang tidak sepaham. meski itu seperti tidak mungkin. Wa lam yakul lahuu kufuwan ahad. ya ga usah buka al Qur’an kalo ragu. Laa ilaaha illaa huu. maka ketahuilah Allah itu begitu Kuasa atas segala sesuatu”. Dan tidak ada sekutu bagi-Nya”. jika Allah sudah menahannya. Faathir: 2). maka tidak akan ada yang dapat menghilangkannya kecuali Allah sendiri. (Qs. Al Faatihah: 5-7). kita coba pelajari beberapa ayat berikut ini. Al Ikhlaash: 1-4).Banyak kesia-siaan dari ikhtiar kita. Wahuwal ‘aziizul hakiim… Apa-apa yang Allah bukakan dari satu rahmat untuk manusia. Tunjukkanlah kepada kami jalan yang lurus. Allaahush shamad. “Maa yaftahillaahu linnaasi mir rahmatin falaa mumsika lahaa. (Qs. sebab kita tidak melibatkan Allah. (Qs. “Yaa-ayyuhan-naasudzkuruu ni’matallahi ‘alaikum. Bagi-Nya Kekuasaan di langit dan di bumi. Lahuu mulkussamaawaati wal ardh wailaihi turja’uun. Insya Allah (buat yang sedang haidh. “Qul lillaahis syafaa’atu jamii’an. Hal min khaaliqin ghairullahi yarzuqukum minassamaa-i wal ardh. kepada Engkau sahaja kami menyembah dan kepada Engkau sahaja kami meminta pertolongan. Shirootol ladziina an’amta ‘alaihim ghoiril maghdhuubi ‘alaihim waladh-dhoolliin. (Qs. Tidak beranak dan tidak diperanakkan. “Qul huwallaahu ahad. Ihdinash shirootol mustaqiem. maka tidak akan ada yang bisa menghalanginya. Buat perempuan-perempuan yang sedang haidh. Al An’aam: 17). Saya akan coba sodorkan beberapa kisah orang-orang yang melibatkan Allah. Wamaa yumsik falaa mursila lahuu mim ba’dih. Silahkan saudara-saudara peserta KuliahOnline ambil wudhu dan ambil al Qur’an terjemah. katakanlah hanya kepunyaan Allah saja pertolongan itu. Jalan orang-orang yang Engkau beri ni’mat bukan jalan orang-orang yang murkai dan bukan pula jalan yang sesat”. Allah tempat bergantung. Fa-annaa tu’fakuun… . Dan sebaliknya. agar tidak mengapa menyentuh dan membuka al Qur’an. web admin): “Iyaaka na’budu wa iyaaka nasta’iin. Dan jika Allah sudah berkenan mendatangkan kebaikan buatmu.

kecuali Allah. Ya. dia berkata. Berikut ada satu hadits yang mewakili juga pelajaran tauhid: “ ‘an Ibni ‘Abbaas radhiyallaahu ‘anhu kuntu khalfa Rasuulillaahi shallallaahu ‘alaihi wasallam wa qaala yaa ghulaam. yaa ghulaam… wahai anakku. hanya sekali ketemu. Man dzal-ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih. Faathir: 3). Jelajahi satu demi satu ayat yang saya sertakan di lembara KuliahOnline hari ini. Pelan-pelan. dan buka itu al Qur’an terjemah. Kepunyaan-Nya apa-apa yang di langit dan di bumi. mintalah kepada Allah. Jika kamu hendak meminta. *Qs. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya. Allah. innii u’allimuka bikalimaatin: ihfadzillaaha yahfadzka. Lahuu maa fis-samaawaati wa maa fil ardh. Insya Allah kita lanjutkan besok kuliahnya. tidak mengantuk dan tidak tidur. Sampe meresap di hati. Maryam: 35. maka jadilah!”. Ada 7 tempat lagi di dalam al Qur’an yang mengandung “Kun Fayakuun”. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. dan mereka tidak mengetahui apa-apa kecuali yang Allah kehendaki. Apakah ada selain Allah yang memberikanmu rizki dari langit dan bumi? Tidak ada. Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Agung”. (Qs. (Qs.. Laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa nauum. (Qs. jadi. Yaasiin: 23). aku pernah duduk di belakangnya ontanya Rasulullah dan beliau bersabda. “A-attakhidzuu min duunihii aa-lihatan. al An’aam: 73. Ya’lamu maa baina aydiihim wa maa khalfahum. Coba saudara ambil al Qur’an terjemah. Kekuasaan Allah meliputi langit dan bumi. mintalah pertolongan dari Allah”. Jika kamu hendak memohon pertolongan. Yaitu di: al Baqarah: 117. wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardh. Walaa yuhiithuuna bisyai-in min ‘ilmihii illaa bi maa syaa-a. An Nahl: 40). fa-idzas ta’anta fasta’in billaah… dari Ibnu Abbas r. Kun Fayakuun sifatnya: “Innamaa qaulunaa lisyai-in idzaa aradnaahu an naquula lahuu kun fayakuun… Sesungguhnya perkataan Kami jika kami menghendakinya cukup bagi Kami dengan mengatakan Kun Fayakuun. Maka mengapakah kamu bisa berpaling?”. “Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum. tidak ada Tuhan selain Allah Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya. Tiada yang dapat memberi syafaat kecuali dengan izin-Nya. langsung bisa menerjemahkan al Qur’an. Walaa ya-uuduhuu hifdzhuhumaa wahuwal ‘aliyyul adzhiim. Waba’du.a.. Aali ‘Imraan: 59. Aali ‘Imraan: 47.Wahai manusia. Iy-yuridnir rahmaanu bidhurrin laa tughni ‘annii syafaa’atuhum syai-an walaa yunqidzuun… Apakah kalian akan mengambil tuhan selain Allah? Jika Yang Maha Pengasih sudah menghendaki kemudharatan kepadaku niscaya pertolongan siapapun tidak akan memberi manfaat dan tidak pula bisa menyelamatkanku”. fa-idzaa sa-alta fas-alillaah. Yaasiin: 82 (ini yang termasyhur) dan di al Mukmin: 68. Al Baqarah: 255). maukah engkau aku ajarkan beberapa kalimat? Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu. saya bisa mengajar saudara-saudara semua bisa menerjemahkan al Qur’an hanya sekali ketemu. selain ayat ke-40 surah an Nahl di atas. Ga perlu . Dan kalau Allah sudah berkehendak menolong. ingatlah ni’mat Allah kepadamu.

Yang demikian bila kita menyandarkan semua urusan kepada-Nya. Silahkan coba jelajahi BelanjaOnline di web kesayangan saudara ini: www. Alhamdulillah. Biarlah Dia yang membuka segala-galanya buat kita.com. disebut pasrah itu ternyata juga di depan. punya masalah keuangan. langsung bisa dah tuh menerjemahkan al Qur’an. bener-bener tidak semua muslim memiliki al Qur’an terjemahan. ibu Budi. Bukan ketika mentok baru menyebut laa hawla. Ia ambil kertas. Tapi sayangnya. Nah. Laa hawla itu sejak dari depan. kemaluan. Insya Allah saudara bisa memesan al Qur’an terjemahan melalui web ini. ini hal sepele.wisatahati. Sebut saja juga ada tiga kandidat: ibu Jameel. Dan sebaliknya. Ya iyalah sebab kan udah ada terjemahannya. Perkenan-Nya adalah Kehendak-Nya. Izin-Nya juga di tangan-Nya. Tapi yang terjadi adalah sebaliknya: kehinaan. Selalu terbuka. saya suruh saja saudara mencari al Qur’an terjemah. Biarlah nanti Dia yang membimbing langkah kita. Sebut saja ibu Yusuf. bahwa ikhtiar itu memang satu keharusan. atau . Silahkan ya. Ia belum belajar tauhid. kesia-siaan. Jangan sampe kitakita ini ga punya al Qur’an terjemah di rumah kita. Segala ikhtiar bisa berhasil bila Dia mengizinkan ikhtiar itu berhasil. Jadi. Di barisan ayatayat kemaren dah sama kita pelajari. Biarlah Dia yang mengatur segalanya untuk kita. mau diajarkan: Carilah Allah dulu. ibu Yusuf ini lalu mengetuk pintu manusia. Rizki di tangan Allah. kita hadiahkan al Qur’an untuk kanan kiri kita. Di sini nanti sebagaimana yang kita bilang kemarenkemaren. dan di kantor kita. namun memulainya bersama Allah itu juga satu keharusan. Bukan di belakang. Gimana caranya? Gampang. Sama seperti kebanyakan kita. Semua ini dipikirnya Ibu Yusuf bisa memberinya pertolongan.lancar baca tulis arab. Maaf. dan ia tulis siapa saja “kandidat” yang bisa ia mintakan pertolongan. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Cari Allah Dulu (II) KDW0129 Seri 29 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Cari Allah Dulu (II) Kalau kita mengetuk pintu Allah. he he he. maka Pintu-Nya Allah itu yang ga pernah tertutup. Bilamana perlu. ibu Hendy.

Dan hebatnya. ia akan jadi… kelamaan! He he he. Saudara-saudaraku. Bu…”. Kenapa???!!! Mau pinjam uang lagi???!!!” Lemaslah Ibu Yusuf ini. Namanya juga manusia. Dan sebenernya. Dan seorang muslim pun tahu bahwa ketika doa dipanjatkan. tidak ada satu doa pun yang dipanjatkan hamba Allah kecuali itu menjadi kebaikan buat dirinya sendiri. maaf. bahwa pertolongan Allah itu “sudah” diturunkan. Justru karena pertolongan Allah lah kita ini masih diberi-Nya kesempatan hidup. Tadinya ia mau ngomong kalo masih boleh nambah. “Eh. Teramat baik. Ramah. Mau dia itu sering mengecewakan Allah atau tidak. “Oooohhh… Ibu Yusuf itu. Alhamdulillah. Kata Rasulullah. Maaf ya. Nolong dua tiga kali. Dalam “daftar kandidat” nama Ibu Jameel ini paling atas. baik benar Allah ini. yang sedang ada masalah keuangan. Hanya dalam bentuknya yang lain. *** Ibu Yusuf. Atau. Memang benar ia mau minjam uang lagi. Allah selalu menerima. Barangkali bertanya sambil berkernyit. “Hallo… Assalamu’alaikum… Ada Ibu jameel nya?”. masya Allah. Ternyata kejadiannya malah ga ngenakin. Apalagi kalau track-record kita ga begitu bagus. Cuma memang Allah lah yang lebih paham tentang kapan pertolongan-Nya Dia turunkan dan kapan doa seorang hamba dikabulkan. “Dari siapa? Ya. Kalau tidak. buat seorang muslim. maka Allah akan tolak bala dengan doa itu. tanya Ibu yusuf dari ujung seberang telpon. Dia. jawab ibu Jameel renyah. Dan memang benar ia punya hutang. ia pasti tahu dengan ilmunya. belum tentu.kalaupun tidak. Nolongin sekali. terus mencari pertolongan manusia. Dan atau Allah akan beri kebaikan di tempat yang tiada ia minta sebagai kebaikan baginya. sesungguhnya saat itu saja sudah dikabulkan. saya sendiri…”. please dah tambahin. Bilamana Allah belum mengabulkan. Saya Ibu Yusuf teman pengajian ibu. “Dari Ibu Yusuf. ya begitu dah. . Kesempatan kedua belum tentu ada. suaranya Ibu Jameel mulai berubah agak-agak ga ramah. Di Ketapang”. di tempat yang ia tidak mintakan keselamatan. Kita lihat saja ilustrasi berikut ini. selalu berkenan menolong. bisa. “Ibu Yusuf mana ya?”. Masih diberi-Nya waktu untuk memperbaiki kesalahan kita dan mengejar keburukan. Emang begini koq. Allah jadikan doa itu sebagai wasilah penambah derajatnya. tentu kita tidak selamat dengan dosa-dosa kita dan kesalahankesalahan kita. Hanya Allah yang ga peduli dengan status hamba-Nya.

Apalagi ia lagi bener-bener butuh bantuan orang. “Assalamu’alaikum…” “Wa’alaikumussalam. dengan Bu Budi di sini. Mestinya ia menaruh Allah di urutan paling pertama yang harus ia datangi. Ibu Yusuf langsung menutup gagang telponnya. kita teruskan ilustrasi kisahnya. Saya lagi nyari temen buat ngobrol. Kepada Ibu Budi ini ia menaruh harapan. Berdoa. Percakapannya didengar sama Ibu Yusuf. Tanpa menunggu diberitahu. kan belum ikut KuliahOnline. yang menerima telpon ini bicara. kalau sudah ada tanda-tanda kegagalan. Ia melaju ke lis berikutnya. rupanya ia pantang mundur.sebagaimana kita-kita. Setelah gagal dengan Ibu Jameel di pertama kali ini. Bu Yusuf kebeneran loh. Tanya apa yang salah. Iya. . nah. Pinjam-pinjam pun dilakonin. Baik. Dia maju terus ke lis nomor dua. bilang sajalah Ibu lagi istirahat. terhadap kalimat di atas ini. Palingan minjem lagi!” Lemeslah Ibu Yusuf ini. “Ah. Menghela nafas dan kemudian menoleh dulu ke Allah. “Bu. Lis ketiga. Tapi apa boleh buat. nah. Apalagi urusan suami dan anak. Namun. Tapi Ibu Yusuf melupakan Allah. mbok ya berhenti. Tinggal satu lis lagi. masa sudah ikhtiar saja. “Hallo… Assalamu’alaikum…” “wa’alaikumussalaam…” “Ibu hendy nya ada…?” “Ini dari siapa…?” “Ini dari Ibu Yusuf…”. Iya kan? Ada run-down yang salah. Insya Allah ketemu. Ia sadar ia emang suka banyak minjemnya sama orang lain. Nah. Di situ dengan siapa?” “Dengan Bu Yusuf”. Di seberang sana. pantang menyerah. Tafakkur sebentar. Bu Yusuf”. ikhtiar tetap ikhtiar. Mudahmudahan ketemu jalannya di sini. menganggap “namanya juga ikhtiar”. Ia harus pol ikhtiarnya. Begitu mungkin pikir Ibu Yusuf. Tapi ga urung ia nyesek juga “dibeginikan” orang. Yaitu Ibu Hendy. he he he. Saya itu koq ya lagi sedih banget”. “Oh. alhamdulillah. ada telpooonnn…” “Dari siapa?” “Katanya. yaitu belom ke Allah. Namun saya terpaksa bilang. semuanya tentu sepakat. Yaitu Ibu Budi.

Dia tidak akan merasa terbebani. ada yang ditutup. malah kita kena semprot. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Cari Allah Dulu (III) KDW0130 Seri 30 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak . Duh. sebab datang tidak tepat waktunya. Yaitu pintunya Allah. Ya sudahlah. *** Saudara-saudaraku. Misalkan dia sedang uringuringan atau apa. Salahsalah kita datang. Manusia ada bosannya dimintai pertolongan. semakin Allah ridha. sama Bu Budi. eh malah Bu Budi yang mau minjem sama dia.” “Ooohhh…” “Bu Yusuf. Dan satu lagi. Ada juga yang sengaja pura-pura tertutup. Semakin rajin kita meminta. Anak-anak saya butuh biaya sekolah dan kuliah. Semakin banyak permintaan kita. Hanya ada satu pintu yang selalu siap diketuk. Semua manusia pasti punya masalah. Saya pun tadinya mau minjam sama Bu Budi. Orang terakhir yang ia telpon. Banyak orang yang kemudian kecewa sebab mendatangi orang lain. boleh ga kalo saya pinjam uang???” Wuah. Suami saya butuh biaya berobat. Kalau kita datang kepada-Nya. Atau seperti Bu Yusuf tadi. kita samasama berdoa ya”. Pusing. Sedang Allah malah menyuruh kita meminta dan meminta. “Eh eh. Pintu manusia sering tertutup. semakin hebat juga Pertolongan Allah buat kita. Dia telpon Bu Budi.“Sedih kenapa Bu Budi?” “Sedih. Tapi yang begini ini memang sering terjadi. terbuka. hanya Allah yang tidak punya masalah. saya tidak sedang melebih-lebihkan sesuatu. Ada yang bener-bener tertutup. Bu Yusuf tambah lemes. dan malah mengundang kita masuk untuk meminta kepada Pemilik ini pintu. Suara di ujung sana pun sama kecewanya. malah kemudian jadi yang dijadikan target meminjam. Ia yang pengen minjem uang. Semakin kita bergantung hanya pada-Nya. malah bermasalah. Beda dengan manusia. Ternyata seperti Bu Yusuf ini kejadiannya. pusing. Allah semakin senang.

Dan sebenernya. saya bisa meyakinkan saudara-saudara semua. Masih ingat ya kuliah kemaren? Bagaimana payahnya perjalanan Bu Yusuf mencari pertolongan manusia. Sesungguhnya. Ia merasa harus dulu menghubungi Allah. Kita bayangkan. sebelum ia kemudian menyatakan diri sebagai orang yang butuh bantuan ini orang. Boleh juga peserta KuliahOnline semuanya membuka kembali tulisan kemaren. ia bermunajat dengan . Ya. Kali ini. Seakan-akan datang begitu saja. kalau Allah sudah berkata Kun. Tiga orang yang dituju. tetap. Atau malah tidak jarang malah buntung. Bukan didapat dari jalan yang kita tempuh. Fayakuun. Ia tuliskan tiga nama ini di atas kertas: Bu Jameel. memiliki keyakinan terhadap Sang Kuasa. Subhaanallaah. Alangkah ruginya orang yang tidak mendatangi Allah. Cari Allah dulu. maka jalan-jalan yang tak terduga itu diduga pasti hadirnya. Hanya. Mari kita kembali ke Bu Yusuf. Bu Yusuf ini tahu kemana ia harus datang untuk pertama kalinya. Bu Hendy. Baiklah. Bu Yusuf shalat dhuha. itulah yang dimaksud dengan “keadaankeadaan yang tidak terduga”. Akan beda buat Bu Yusuf andai beliau sedari awal ke Allah dulu. dalam bentuk apa dan bagaimana. kita coba ilustrasikan bagaimana zig zag nya cara Allah menolong. Bu Yusuf shalat dhuha. bahwa hukumnya pertolongan Allah itu. Inilah yang saya maksudkan dengan “terduga’. mentok semua. Sebab sudah pasti terduga. Kelihatannya di jalan yang benar dan menghasilkan. Namun. Itu prerogatif Allah banget. Begitulah kita mengenal satu jalan yang tiada diduga. sebelum ia buka kalam sama ini orang. Ikhtiar manusiaya. Bisa jadi langkahnya salah. Melainkan jalan-jalan yang disediakan Allah. tidak ada yang disebut tidak diduga-duga itu.Cari Allah Dulu (III) Rizki yang tiada diduga. termasuk meniti jalan-jalan yang membuka pintu rizki. kita ilustrasikan bahwa Bu Yusuf berlangkah langkahnya orang yang benar. Yakni ke Allah ‘azza wajalla. Bahkan sebelum lagi ia berikhtiar. yakni terduga bahwa datangnya pasti dari Allah. Sebabnya satu. Ia mencoba mengingat. Langkahnya orang yang bertauhid yang memiliki iman. Kita sering mendengar istilah “Min haitsu laa yahtasib”. Tidak seperti ikhtiar sebagian dari kita selama ini. Namun sebelum ia telpon satu satu ini orang. siapa di antara tiga nama yang dikenalnya yang bisa menolongnya keluar dari kesulitan keuangan. Insya Allah. pasti adanya. hadir begitu saja. ia menghadap dulu Allah. Ga tahunya nihil. dan Bu Budi. Dengan bahasa sederhananya. namun Allah belokkan jadi benar jalannya. Siapapun yang menempuh jalan-jalan pengundang pertolongan Allah. Usai dhuha. itu yang tidak pasti. akan ada bimbingan dari Allah untuk ikhtiarnya. Dan ia sabarkan diri untuk tidak dulu menghubungi salah satu dari ketiga nama yang ia tulis. Ia ambil kertas dan pena.

maka tidak akan aku ketemu jalan yang kumaksud. Ia ambil ancang-ancang untuk menelpon mereka satu satu. maka sesungguhnya ia masuk ke dalam posisi yang disebut dengan ayat berikut ini: “Yaa-ayyuhal ladziina aamanuus ta’iinuu bish shabri wash shalaah. Yaitu pintu shalat. Mereka tidak akan dapat memberikan pertolongan kalau Engkau tidak berkehendak dan tidak memberi izin. yakni dengan tidak dulu buru-buru mengontak manusia adalah kesabaran kiranya? Sempurna. wal jamaala jamaaluka.” . tiga nama yang kutulis ini adalah hamba-hamba-Mu. wal quwwata quwwatuka.menggunakan doanya shalat dhuha… Innadh dhuhaa dhuhaa-uka. supaya kita mendapatkan banyak kemudahan. Bu Yusuf menempuh jalan shalat dhuha. Ya. kalau Engkau tidak membimbing. Dan kalaulah Ibu Hendy tidak berhasil juga. ya Allah. (Qs. Al Baqarah: 153). ini dengan siapa ya? Salah sambung. Kalau sekiranya ibu Jameel tidak sukses. Ini bisa diberikan makna. wal qudrota qudrotuka. Bu Yusuf kemudian menghela nafas. Itulah kesejatian menghamba kepada Yang Maha Berkehendak. assalamu’alaikum… Bisa bicara dengan Ibu Jameel…?” “Wa’alaikumussalaam… Maaf. baru melangkah ke list yang kedua: Ibu Hendy. ketika Bu Yusuf ini memanjatkan doa ini. Maka kemudian Allah menyebut. Ya Allah. Menyertai perjalanan ikhtiar mereka yang shalat dan sabar. Dan dengan Bu Yusuf ini shalat dhuha dan menunda diri untuk tidak dulu mengontak siapapun kecuali Allah dulu. Ya Allah. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”. Lihat. Kita tahu bahwa pusat segala pusat ya Allah. Kita datangi dulu DIA. yakni Ibu Budi. mintalah pertolongan kepada Allah dengan jalan shalat dan sabar. ia seakan-akan mengatakan kepada Allah. Lengkap. Innallaaha ma’ash shaabiriin. Siapa gerangan yang Engkau tunjuk sebagai perpanjangan tangan-Mu untuk menolong aku? Gitu. Allah akan bersama orang-orang yang sabar. wal bahaa-a bahaa-uka. Langkah pun tidak sia-sia. kemanapun aku melangkah. bukankah sebagaimana saya sebut di atas. Wahai orang-orang yang beriman. bahwa sungguh Allah akan terlibat. maka ke list yang ketiga. Dan kita lihatlah ilustrasi berikut ini: Setelah lepas shalat dan doa. Itulah dhuha. “Hallo. Satu pintu pengundang pertolongan ia datangi. Tentu saja dimulai dari list yang paling atas: Ibu Jameel. dst… Sesungguhnya. Dan kemudian ia menyempurnakannya dengan memasuki pintu sabar. aku akan menelpon ketiga orang ini. wal ‘ishmata ‘ishmatuka…Sesungguhnya dhuha ini adalah dhuha-Mu.

“Bu Yusuf. tanya Bu Yusuf. Masa. Deket Pesantren Daarul Qur’an…”. “Ah. “Saya butuh uang Ustadzah. saya kira ada…”. e. Silahkan”. Yang amanah. Dan saya rasa. Insya Allah dapat dah”. Malahan kemudian Allah hadirkan orang ke-empat yang ga . ga ada apa-apa koq Ustadzah…” Ustadzah Mansur ini menangkap ada suara yang sedang butuh pertolongan. sama guru sendiri lupa?” Wah. “Masa Ibu kenal saya?”. Bu Yusuf jadi merah mukanya. Bu Yusuf menulis tiga nama. uangnya buat Bu Yusuf. ada apa pagi-pagi koq sudah seperti orang bingung? Niat menelpon siapa tadi? Bu Jameel ya? Koq jadi nyambungnya ke saya?” “E. Kalau saja Ustadzah Mansur tahu betapa malunya ia tidak mengenali suara guru ngajinya sendiri. Insya Allah”. Saya Bu Yusuf. “Bu Yusuf. pake malu segala. “Rasanya sih… Tinggal di mana?” “Ketapang. satu dua kawan-kawan Peserta KuliahOnline ngalamin juga hal-hal begini ini. Bapaknya lagi ga ada uang…”. Cerita selanjutnya ga usahlah saya teruskan. di ujung sana. bener… Saya sudah duga ini pasti Bu Yusuf yang tinggalnya deket dengan Daarul Qur’an. Jaminannya saya. saya Ustadzah Mansur. Ga apa-apa. Bukan kebetulan loh Ibu salah sambung begini… Pasti ini udah diatur Allah. eh… Ini Bu Yusuf mana ya? Rasanya saya kenal nih…”. Yah. Untuk anak saya. Asal dijaga ya. Kalo dapat. namanya sharing. Ilustrasi ini demikian hidup! Ia bagaikan nyata. 5 juta. “Eh. Ustadzah. “Ah. Siapa tahu saya bisa membantu. saya kan ustadzah loh… Ga ada uang. “Ustadzah ada uang segitu?” “Weh. tapi kan banyak murid. Bu Yusuf. Gampang. kalau gitu datang saja ke rumah saya…” Wah. tentu ia betulan sudah malu sendiri. “Oh. begitu kata suara yang salah sambung ini. kata Ustadzah Mansur menggoda.“Oooohhh… Maaf ya. eh. Nanti ustadzah yang pinjam sama murid yang ada uangnya. “He he… Maaf ya Ustadzah… Saya tidak mengenali suara Ustadzah…” “Bu Yusuf. “Malu…” “Duuuuhhh. siapa yang bilang ada? Saya kan hanya nyuruh ke rumah saya saja…”. bicara saja. Tapi lihat ilustrasi ini. Maaf salah sambung”. Ibu Yusuf sudah berseri-seri tuh wajahnya.

Apa saja. ada yang menggarisbawahi kajian-kajian yang saya tulis. Allah perpendek durasi ikhtiarnya. soal tauhid. Wajar saja kadang saya kepeleset. Kayak film saja. . Miracle kan? Allah mempermudah. Tiga orang yang ditulis. Waba’du. saya minta maaf ya. namun ikhtiar dalam bentuk usaha. salah ngadu. Akhirnya jadi bumerang buat kita. Allah muliakan Bu Yusuf dengan Allah tutup kesusahannya hanya di satu orang saja yang Allah tunjuk dan percaya bisa menjaga aib Bu Yusuf. Silahkan beri komentar. he he he. malah ga ada yang dikontak. Langsung. yang lebih seru lagi. Bukan dalam bentuk meminta uang. Tapi kami tidak ada uang saat itu untuk biaya persalinan. Wass. Isinya kira-kira tentang kegelisahan seorang istri yang suaminya belum juga kunjung memiliki biaya untuk persalinan. What do you think…? Tak tunggu komentarnya ya. Kalau di tulisan-tulisan terdahulu ada yang tersinggung. banyak juga kita salah ngomong. Mudah-mudahan semua peserta memaklumi dan berkenan terus memberikan masukan. Salam untuk saudara semua. Yang penting bismillahnya bener ya? Maka nya. Sebab selesai di urusan salah sambung tadi. Apa yang saya sajikan. saya mohon doa ya. natural saja sifatnya. Habis ini. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Tahu Kemana Melangkah KDW0131 Seri 31 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Tahu Kemana Melangkah Tidak semestinya buat orang yang beriman tidak tahu kemana dia melangkah. saya bahagia betul istri saya akan melahirkan. saya membawa istri saya berikhtiar mencari pertolongan manusia. Bukannya apa. kita akan bicara-bicara soal keyakinan. Kira-kira tinggal sepekan istri saya menulis di diarinya satu keluhan yang hanya ia simpan untuk Allah. ada yang marah. Saya mengajar ini seperti saya mengajar “LIVE”. November tahun 2001. Dan yang tidak kalah pentingnya.ditulis oleh Bu Yusuf. Kebetulan saya baca itu diari. Di usia kandungan 8-9 bulan.

Menamatkan pendidikan SD nya di Daarul Huffaadz Lampung dengan mengantongi 23 & 25 juz. maka bisa jadi. Web Admin). istilah kepepet itulah garis finishnya. nangis bingung. semua ayah akan begini jika menghadapi situasi serupa. terjadilah persalinan itu. Satu yang saya ingat. Agak-agak pantang kami mengucap tidak ada uang. terus dilakukan. Belum lagi saat itu masalah . 7 tahun silam lahir dalam keadaan saya tidak megang uang sama sekali. nangis seneng. November ini. Allah Maha Mendengar jeritan hati. nampaknya manis sekali untuk senantiasa diistiqamahi. Ya. Banyak manusia yang tak sabar dengan kondisi “injury time”. Wirda berulang tahun. yang kini tumbuh sebagai anak yang saya banggakan. Saya berkeyakinan Wirda shalat sunnah lihifdzil Qur’an. sambil menunjukkan catatan yang ia tulis dari hasil mimpinya semalam. Kami ingin sempurna pengaduan. Kemudian melanjutkan ke Daarul Qur’an untuk penyempurnaan. Kami sedang belajar saat itu. Wirda lapor di pagi harinya. saya menangis dua kali. mengagumkan. Juga Wirda melihat anakanak hebat lainnya di Daarul Qur’an. Hafalannya dan suaranya. Ismail dan Ishak ini anak kembar yang masya Allah. anak perusahaan dari Krakatau Steel. Nah. Posisi kepepet senantiasa diyakini sebagai posisi yang sedang terjadi dalam hidupnya. pun melihat Atira. Atira ini istimewa juga. Wirda. dan bersandar hanya pada-Nya. Jika mengingat kondisi tauhid saat-saat itu. Dalam tidurnya ini ia bermimpi ketemu Rasulullah. Wirda yang 7 tahun yang lalu menjadi bayi yang kita bicarakan ini. penuh hanya untuk makan saja. Akhirnya. Istilahnya. biar Allah saja yang memilihkan dan menggerakkan hamba-hamba-Nya untuk menolong kami. tanggal 29 besok (saat tulisan ini ditulis. Satu shalat yang sering juga diamalkan oleh para penghafal al Qur’an. Kitanya saja yang tak pandai menjaga kesabaran untuk tidak mengeluh dan tidak berhenti beribadah dan berdoa mengetuk pintu langit. hanya kepada Allah. koq ga niat 30 juz saja? Wirda memberi jawabannya dengan senyum. plus juz 1 & 30. Wirda diajak Rasulullah shalat di rumah batunya Rasulullah tanpa Wirda tahu shalat apa itu namanya. dan mendorong Wirda untuk hafal 30 juz. itu hanya membuka aib kami saja bahwa kami sedang dalam keadaan tidak berdaya. putri dari sahabat saya. Ikhtiarikhtiar langit sementara. Satu malam ia menyatakan akan menyempurnakan hafalan Yaasiin dan al Ma’tsurat. bahwa dengan betul-betul menyandarkan posisi kepada Allah. Saya rasa. Hadi Purnomo. seperak juga ga ada. plus jagoan puasa sunnah dan shalat tahajjud. dan sudah mengantongi 4 juz.Asal halal. hasil ikhtiar harian. Dirut Tirta. Sempurna. ia ditanya Rasulullah dengan pertanyaan yang hampir sama dengan saya. Namun masya Allah. santri PPPA yang ditempatkan di Pesantren Tahfidz – Daarul Qur’an Internasional. Pertama. Lahir bayi yang sempurna. Katanya. malamnya Wirda tertidur. Bayi yang kelak di usia 7 tahun bermimpi bertemu dengan Rasulullah ketika akan menyatakan diri ingin menjadi penghafal al Qur’an. namun suaranya seenak Imam Makkah. Dalam waktu itu. Kami belajar. Ketika ditanya oleh saya. Kedua. Masih kelas 4 SD di Daarul Huffadz. Rupanya ini menjadi motivasi. Kalimat ini terasa hanya pantas diucapkan pada Allah saja. Wirda beberapa waktu yang lalu melihat Isamil dan Ishak. Pengalaman hidup saya di beberapa waktu terakhir mengajarkan bahwa kalau kami mendatangi manusia. Ketika Wirda lahir.

doanya bayi itu mustajab. Asli. dengan ekspresi yang penuh dengan . saya yakinkan diri ini untuk tetap pantang meminta kepada makhlukNya. lebih kurang. Rasanya. agak sulit untuk ketemu dengan tauhid semacam dulu. “Nyari kemana…?” “Engga tahu. Saat itu saya sujud. saya kadang terdorong untuk mendidik jamaah yang datang dengan kesusahannya untuk pol saja ke Allah. minta dibimbing ini kaki. Menangis minta ampun sama Allah. dengan situasi nyaman saat ini. saya harus pasang muka tidak ada masalah dengan keuangan. Bukan apa-apa. pasrah saja. Namun. Beberapa saat setelah Wirda lahir. Namun tidak sedikit yang kemudian hidup cengeng. Dan kayaknya mah. kemana hendak menuju. di sini mesti ada jawaban untuk biaya bersalinnya istri saya tadi paginya di hari itu. kaka pamit dulu ya. Bidan dekat rumah kami (waktu itu belum ada Daarul Qur’an). Ah. Meminta maaf sudah menganggap-Nya tidak ada. pasrah sepasrahpasrahnya. motor pinjaman masih terisi bensin. dan saya meminta doa restu Wirda bayi. kesusahan. Insya Allah biasanya orang tersebut akan penuh bergerak ke Allah. Sekalian minta doa.masih sedang banyak-banyaknya. Tidak lupa. Allah yang menunjukkan dan menggerakkan saya ke sini. kepasrahan semacam dulu. keprihatinan. Saya jalan sejalan-jalannya. Kondisi beginilah yang kelak membukakan pintu rizki dari langit dan bumi dan kemudia terangkat kehidupan. Saya berkeyakinan. Apalagi pas tidak ada pintu yang terbuka. Sungguh. modal yang mahal sekali hidup di dalam kesedihan. manis sekali tauhid saat itu. kalau bukan ke Allah. saya pamit sama bayi saya ini. Istri saya kan nanya. Sampe di sini. “Nyari kemana…?”. Pengen jalan saja”. Dan harus hanya mengabarkan bayi saya sudah lahir. dalam hati saya. Saya berharap tidak ada satu kejadian pun di jalanan yang menyebabkan saya harus keluar uang. Saya ajarkan diri saya sebelum masuk. Saya berdoa sejenak. sebelum masuk. terserah Allah saja. Hingga kemudian saya menyadari motor saya ada di depan rumah keluarga Kampung Sawah. Saya lihat pintu gerbang hijaunya. tulisan ini rasanya sudah saya tulis juga di buku Kun Fayakuun. “De. Saya cium Wirda dengan penuh perasaan saya. Selanjutnya. Persis ketika di pintu Bidan Suli. bahwa kalau sampai masuk dan ketemu dengan bibi. Jembatan Lima. koq bisabisanya saya jawab ga tahu mau kemana… Bukankah sebagai seorang mukmin ia tahu seharusnya hendak pergi kemana? Ya kemana lagi. saya langsung pamit sama istri saya. Kembali. Meminta maaf sudah membelakangiNya. saya beristighfar. saya yakin. Duh. Kadang saya sama sekali tidak membantunya. Alhamdulillah. Kata orang. paman. Mau nyari duit…”. dan saudara saya. saya masih mengingat kalimatnya. di kantong tidak ada uang sama sekali.

dan hari ini saya sedang berjalan menyusuri bumi-Nya Allah yang katanya luas. Allah yang akan mencukupkannya. Allah yang mengajari. Percaya saja Allah yang akan menggenapkannya. Barangkali. bahwa ayah ibu saya. Tidak ada juga terdengar angin baik. Dengan bahasa tubuh dan air muka. Saya melangkah mantab meninggalkan rumah ini. ini kan bukan ikhtiar untuk minjem. Ada saudarasaudara saya yang lain. adalah pegawai rendahan golongan 2. untuk mengutarakan saja. saya pamit. Saat itu. Ya sudah. Tapi. Laa hawla walaa quwwata illaa billaah”.kebahagiaan. Termasuk seneng memersen (memberi uang). pun pastinya ga punya uang. ada letupan di hati. Tidak yang lain. . Inilah yang disebut dengan muru’ah. Saudara-saudara sekalian. Palingan saya ke orang tua. dari rumah ini. biarlah sekedar uang kecil untuk jagajaga bensin dan makan minumnya saya sepanjang perjalanan ikhtiar. dan istri saya. kemuliaan. Anggap saja. Di dalam hati saya mengatakan. tidak ada satu pun yang nanya udah ada uang belum? He he he. ni’mal maulaa wani’man nashiir. Jembatan Lima ini salah satu di antaranya adalah bibi saya. orang yang ikut membesarkan saya sejak bayi. yang akibatnya pun ditanggung oleh keluarga. Lagian. Berdoa. sebagai manusia. atau yang akrab saya sapa dengan Bu Noni. Hajjah Hurul ‘In. Ga mungkin rasanya ia saya mintakan uang. untuk mencari rizki-Nya. Namun beda nenek. Golongan 3 aja engga. kalaulah Engkau ya Allah tidak memberi saya uang untuk biaya bersalin. Ungkapan-ungkapan kebahagiaan saya dapatkan. serta tidak menyiratkan kegalauan tak ada uang. Hanya Allah yang tahu. Rupanya. penghuni rumah Kampung Sawah. Pamitlah saya dengan sempurna. Malu rasanya. Saya balikkan wajah saya dan tubuh saya. Yang saya cari rizki-Nya. yang menikahi ibu saya ketika saya berusia 5 tahun. Apalagi dengan kejadian demi kejadian yang saya alami. asli rendahan saat itu. Begitu saya bilang. Seperasaan saya. Maka saya cukupkan dengan mencari-Nya sahaja. Kan ikhtiar namanya juga. Saya datang kira-kira jam 10. “Ga apa-apa. Sebagian hati saya yang lain mengatakan. Pulang zuhuran. Juga nasihat. ga ada tanda-tanda. bilang itu sebagai bahagian dari ikhtiar”. Beliau kakak dari ibu saya. Saya kabarkan berita gembira ini. kehormatan. Ya sudah. Saya cium tangan orang yang saya hormati ini. Entahlah kemana setelah ini. saat itu saya jalan ke masjid. Dan lalu saya pamit. Gitu. Azan zuhur berkumandang. Satu-satunya. Tangannya ringan untuk menolong orang. Terus terang. Hajjah Hurul ‘In. hati masih tetap berharap. entahlah. Ayah tiri saya. saya berharap sekali dapat sekedar persenan. Tapi saya tahu persis. Tapi subhaanallaah… Sampe mau pamitan. bahwa kami tidak punya uang. Ingin rasanya saya memberi signal. Ga ah. “Percaya ga Allah Maha Menggerakkan HambaNya? Kan sudah bicara sama Allah tentang kebutuhan Wirda. Hasbunallaah wani’mal wakiil. Tapi. apa boleh buat. Namun sudah terlanjur niat untuk tidak menunjukkan kebutuhan kecuali di hadapan Allah saja. orangnya gemar membantu. Insya Allah. Saya berdoa kepada Allah dengan bahasa hati.

“An…”. Saya saat itu membayangkan satu ilmu kanuragan. tiba-tiba suara yang saya sangat kenali. Sebab pegangannya lain. bukan hanya selembar tipis. Macam uang 20 ribuan atau 50 ribuan. dan baca macammacam. air mata udah mau netes. ya Allah. Di perjalanaan pulang saya zikir. emangnya shalawat bisa menggandakan uang? Emangnya dengan laa hawla uang bisa berubah jumlahnya? He he he. Begitu doa saya. “An… Tunggu sebentar…”. Dan pastinya. saya tidak berani melihat uang ini. terasa kalimat ini memberi sejuta harapan. “An…”. Saya tahan. dan menyelipkan segulungan uang di tangan saya. Allaahu akbar! Ga lama beliau keluar dari kamarnya. jangan diprotes nih kalimat paragraf ini. Sebab udah jam 14 kalo ga salah saat itu. Tapi panggilan ini saya kenal. Saya urungkan untuk berangkat ke Bekasi. Saudaraku. Ga tahan. he he he. bibi saya pasti mengambil uang.“An…” Saya hampir ga percaya. Saudara-saudara Peserta KuliahOnline. Cerita ini bukanlah ukuran hebatnya tauhid saya. Dengan kekuatan shalawat. Ketika beliau memanggil saya yang sudah berlalu dari hadapannya. nyampe di saya. Di mana saya membayangkan. Saat itu. ntar ada yang protes dah. begitu saya merintih pada-Nya. Saya langsung menuju Bidan Suli. Besok saja dah. Kalo udah tenangan. jangan sampai perasaan bahagia saya ini menjadi salah di mata-Mu. saya tahunan hidup bersama bibi saya. Saya menengok. Jangan sampai bibi saya tahu bahwa saya sedang nungguin ini uang. he he he. he he he. saya dengar. Dan alhamdulillah! Benar saja. Tapi berlembar-lembar yang digulung. Ia memanggil saya. uang ini bisa berganda dengan sendirinya di kantong saya. istighfar dan laa hawla. saya tahu uang ini pastilah bukan sekedar uang ongkos. Ini suara bibi saya. Ya Allah. Saya berdoa sepenuh hati agar demikian adanya. tentu tauhid saya ini tidak ada apaapanya. Beliau mengambil tangan kanan saya. Ya Allah. tolong Engkau buat ini uang menjadi cukup sesampenya saya di bidan. baca shalawat. Doa saya kira-kira. Takut kurang. Getaran rasa. Saudara mau kadang protes melulu. Ini hanya ungkapan batin saja. Uang dari Bu Noni saya kantongin. kalau kurang ini uang. Kan bisa saja penggenapan itu terjadi dengan bidan Suli memberikan . melainkan untuk biaya persalinan istri dan bayi saya! subhaanallaah. dan beliau masuk ke kamar! Saya tahu. Kritis kali ya? Bukan apa. Saya putuskan langsung pulang dulu. Saudara-saudaraku. ternyata bibi saya bukan mengambil uang untuk ongkos saya. Ini episode kecil saja untuk menggambarkan pelajaran kecil tentang tauhid. Peserta KuliahOnline yang sedang belajar tauhid. Namun yang saya ga paham. Bibi saya menahan saya dengan gerakan tangannya. maaf ya.

Qumii Rahmatal Quluub.” kata mertua saya. Adiknya Wirda dah 3. Kita akan lihat bagaimana besok itu saya mengisahkan seorang penjual kaca yang menahan sang istri untuk tidak minjam kepada yang lain. temuin dah tuh bidan. Di depan teras bidan saya sujud. Gitu. Bayangkan. Alhamdulillah. umpama kejadian. lebihkan ya…”. Jantung saya mau copot rasanya. Doa dari saudara semua saya perlukan. mertua saya diberitahu oleh bidan untuk pulang saja langsung. Pas! Alhamdulillah. bahwa saya belum megang uang. “500 ribu Pak Yusuf”. Saya dapat uang karena percaya pada-Mu ya Allah. Allah menjaga saya dari rasa malu. “Suf. Mendingan ya langsung pulang saja. Katanya si Nunun udah langsung boleh pulang”. tanya saya kepada bidan. wuah. Engkau singkatkan perjalanan ikhtiar saya. deg. *** Saat tulisan ini saya tulis. saya juga takjub. malu lah di hadapan mertua. mertua saya takut kalo sampe nginep. kita akan belajar tentang apa yang sudah dikisahkan di Film Layar Lebar Kun Fayakuun. Iya lah. Sama nyai dari istri saya. Mertua saya ini apa engga tahu ya kalo saya ga punya uang? Bicaranya seakan-akan saya sudah megang uang dari kemaren-kemaren untuk persiapan melahirkan. Rupanya. ibu mertua saya sudah ada di sana. besokbesok. Pas! Persis 500 ribu. Saya kan lakilaki. Allah menyelamatkan saya. Tapi. Kepada Allah saja. Saya keluarkan uang yang belum saya lihat dan belum saya hitung ini. tanggal 20 November 2008. “Berapa Bu?”. Makasih ya Allah. dan bersiap-siap nemuin bidan. “Ya Allah. Di perjalanan saya berbisik canda kepada Tuhan yang teramat saya banggakan ini. ntar mahal. “Ayo. Di mana harga diri kita. Untuk kajian besok. Maka saya tidak dapat membayangkan. dan Muhammad Yusuf al Haafidz. Waba’du silahkan pesan DVD Film Kun Fayakuun di web kesayangan . sepenuhnya perjalanan tauhid. iya ga? Sejurus kemudian. Ga pake kembalian. Muhammad Kun Syafi’i. he he he. Pembelajaran keyakinan terhadap Allah saja. Perjalanan tokoh di Kun Fayakuun. dan langsung diberhasilkan. Sesampainya saya di Bidan Suli. he he he. saya berdoa.keringanan kepada saya. 9 hari lagi Wirda ulang tahun. Deg.

Mudah-mudahan menambah hikmahnya.saudara ini untuk menambah ilmu dan wawasan. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful