Kuliah Online WISATA HATI DOT COM

Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi

Kuliah Dasar Wisatahati Kuliah Tauhid Mukaddimah
KDW0101 Seri 01 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada -

/ KDW01

Tidak Tidak Tidak Tidak

Bismillaahirrahmaanirrahiem, saya mulakan Kuliah Tauhid ini dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi-Nya, Allah, Tuhan semesta alam. Salam hormat kepada semua Peserta KuliahOnline. Menyenangkan sekali bisa ketemu dengan Saudara-saudara semua, meski secara maya. Saya berdoa semoga segala fadhilah ilmu dan fadhilah majelis ilmu, tetap diberikan oleh Allah kepada kita, sebagaimana kalau kita duduk bertatap muka satu atap di satu majelis ilmu. Rasulullah bersabda, bahwasanya sesiapa yang duduk di dalam majelis ilmu, maka Allah akan mencatatkannya sebagai orang yang ikut berjihad di medan perang membela agamanya Allah. Dan sesiapa yang duduk di majelis ilmu, maka Allah juga akan memerintahkan malaikat-Nya turun. Malaikat ini akan mengepakkan sayapnya dan bercucuran rahmat kepada siapa yang ternaungi. Malaikat ini juga akan membanggakan mereka semua di hadapan Allah, seraya memohonkan ampun kepada Allah. Majelis ilmu adalah juga bahagian dari Majelis Zikir, majelisnya orangorang yang belajar untuk mengenal dan mengingat Allah. Insya Allah segala fadhilahnya kelak kita akan pelajari lebih lanjut lagi. Saya hanya kepengen Saudarasaudara semua ikut mengamini doa saya, agar KuliahOnline ini menjadi Majelis Ilmu juga buat kita. Dan sejatinya, KuliahOnline ini adalah pengajian. Pengajian secara maya. Baarokawloohu lanaa, keberkahan semoga Allah berikan kepada kita, dan kepada siapa yang terlibat di dalam KuliahOnline ini. Saya juga berdoa kepada Allah, agar waktu dan biaya yang Saudara-saudara keluarkan; biaya registrasinya, biaya pemakaian listrik dan internetnya, biaya investasi perangkat kerasnya, dan biaya-biaya lainnya, dijadikan sebagai sedekah sebagaimana patutnya Allah menganggap sedekah bagi siapa yang mengeluarkan biaya dalam menuntut ilmu dan haji umrah. Dia-lah Yang Maha Syakuur, Maha Membalas, Maha Menghargai. Di mana kita sama tahu, bahwa setiap sedekah akan mendapatkan balasan yang luar biasanya dari Allah subhaanahu wata’ala. Dalam pada itu, saya menggarisbawahi kepada semua peserta KuliahOnline. Sesiapa

yang mendapatkan ilmu, pengalaman, pencerahan, spirit, motivasi dari sesi-sesi KuliahOnline ini, mudah-mudahan berkenan membagi lagi kepada yang lain. Agar bertambah-tambah pahala kebaikan kita bersama. Adapun registrasi yang muncul akibat KuliahOnline ini, mudahmudahan ada keridhaan dari Saudara-saudara semua sebagai sarana buat saya dan yang terlibat di KuliahOnline ini mencari rizki yang halal dan sebagai dana untuk operasional penyelenggaraan dan pengembangan KuliahOnline ini. Tapi sesiapa yang tiada kemampuan untuk melakukan registrasi, atau ada hambatan-hambatan teknologi, fisik dan keilmuan, maka kepada merekalah kita berbagi ilmu yang sudah didapat ini. Sungguh, kita sama-sama berjuang agar keridhaan Allah betul-betul kita dapatkan. Saudara ridha terhadap kami, dan kami ridha terhadap Saudara. *** Dengan memuji kepada Allah, saya beristighfar kepada Allah. Beragam nikmat, Allah berikan, sementara saya rasa ibadah tiada bertambah. Bahkan barangkali kalaulah tidak ada Kasih Sayang-Nya, tidak ada Rahman dan Rahim-Nya, niscaya tidak akan pernah berimbang antara dosa dengan kebaikan. Selalu akan lebih banyak dosa ketimbang kebaikan. Kesibukan dunia yang pada akhirnya seringkali menyebabkan manusia menjadi jatuh ke dalam kesusahan, tidak menjadi pelajaran buat yang lain. Atau bahkan sering tidak menjadi pelajaran bagi dirinya sendiri. Bukan kesibukannya itu sebenarnya yang menjadi masalah, melainkan karena kesibukan itu sudah melalaikannya dari mengingat Allah. Andai kesibukan mencari dunia tidak melalaikan diri kita dari Allah, maka niscaya hidup ini akan seimbang dunia dan akhirat. Mencari dunia adalah perintah Allah juga. Dan setiap perintah Allah yang dikerjakan, maka ia menjadi ibadah. Allah hanya meminta kita, jangan sampai kita lalai dari mengingatNya. Untuk itulah saya ingatkan diri ini dan diri yang bisa diingatkan dengan pembelajaran tauhid yang saya tulis. Agar kita bisa mementingkan Allah dari siapapun dan dari apapun. Dan Kuliah tauhid ini saya sampaikan juga sebagai pengingat bagi diri saya dan bagi mereka yang mau mengingat akan kelalaiannya beribadah sebagai tujuan diciptakannya manusia; Untuk beribadah kepada Allah. Kuliah Tauhid saya rangkai seraya memohon izin dan ridha-Nya. Saudara-saudaraku peserta KuliahOnline… Di antara biang keladi iman sering runtuh, sebab tidak sedikit manusia yang takut bahwa ia akan tidak memiliki rizki… Tidak bisa menyelesaikan masalah… Tidak bisa memenuhi keinginan-keinginan dunianya… Tidak akan bisa senang hidup di dunia jika rajin beribadah dan taat kepada Allah… Sedang Allah Maha Segala, Maha Kuasa, Maha Besar. Dunia mengalahkan dirinya dari Allah. Atau malah karena tidak mengenali apa itu hakikat kebahagiaan, hakikat kesenangan, dan atau lebih jauhnya hakikat hidup itu sendiri, yang kemudian

menyebabkan iman menjadi tidak muncul cahyanya di kehidupannya. Atau, malah tidak mengenal Allah? Untuk itulah perlu kiranya belajar tentang tauhid. Penyebab lain iman sering runtuh, adalah ketiadaan ilmu. Dan ilmu segala ilmu adalah ilmu tauhid. Belajar tentang tauhid adalah belajar tentang Allah, dan itu juga berarti belajar untuk kehidupan dan kematian. Kita hidup berasal dari Allah, dan pun kita akan mati untuk kembali kepada Allah Yang Maha Hidup. Pengetahuan bahwa manusia yang hidup akan mati, dan yang mati akan dibangkitkan kembali untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuatnya, juga mendorong saya menulis esai demi esai Kuliah Tauhid ini. Alangkah mengerikannya jika kemudian kita betulbetul dilalaikan oleh dunia, dan lebih mengerikan lagi jika kemudian hidup kita sendiri menjadi jauh dari Allah, dekat dengan perilaku-perilaku syetan, lalu mati. Entahlah, tidak terbayang betapa sia-sianya hidup seperti ini. Semula Kuliah Tauhid ini digunakan sebagai perenungan bagi diri sendiri, dan kemudian dibawa kepada sesiapa yang berkenan diajak untuk sama-sama belajar tentang Allah dan kehidupan ini. Rasanya saya seperti sedang berdiri sebagai orang yang tauhidnya sudah benar saja ya? Padahal masih jauh. Saya niatkan sama-sama belajar dengan Saudara-saudara semua. Hati ini gelisah dengan kurangnya ibadah, mudahnya maksiat, bahkan maksiat di tengah ibadah; ketika berdakwah, ketika menulis, ketika shalat, ketika zikir, ketika baca al Qur’an. Saya mengerti, jawaban semuanya adalah tauhid, untuk menghidupkan iman dan membuahkan amal yang terang benderang. Semakin manusia bertauhid, semakin ia aman dan nyaman. Pun semakin ia bahagia dan tenang. Sebab ia semakin mengenal dan semakin dekat dengan Allah. Belum lagi persoalan-persoalan kehidupan manusia dan hajatnya yang banyak yang tiada ada pernah habisnya. Dua hal ini; persoalan hidup dan hajat hidup, manusia sebenarnya membutuhkan Allah Yang Maha Tahu tentang dua hal ini. Namun ilmu tauhid sudah sedikit sekali dipelajari orang lantaran beratnya. Akhirnya manusia tidak mengenal Allah, Tuhannya. Perlu saya ketahui dan perlu lebih lagi diketahui oleh Saudara-saudara semua. Di tangan Allah; menaikkan gaji orang-orang yang tiada cukup gajinya, melunasi hutangnya, menghadiahkan pekerjaan dan permodalan usaha, menyembuhkan penyakit seseorang, dan menyelesaikan semua problem kehidupan manusia, adalah jauh-jauh lebih ringan daripada DIA memberi rizki kepada semua makhluk di bumi. Allah sediakan jalan shalat dhuha, sedekah, tahajjud misalnya, sudah akan membuat manusia enteng dengan persoalan hidup dan hajatnya. Tapi itulah, bagaimana mau mengenal Allah, kalau kemudian tiada mengenal seruan-Nya, petunjuk-Nya, bimbingan-Nya? Dan karena tidak mengenal jalan-jalan ini, manusia lalu menempuh jalan-jalannya sendiri yang lama dan berat. Lalu mereka mengatakan, “Inilah hidup”. “Perjuangan”, begitu katanya. Orang-orang ini tidak tahu bahwa Allah memberi

Tauhid. Kasih Sayang Allah begitu besar. “Apa sesungguhnya yang Kamu butuhkan?”. di kehidupan kita. lalu memberi-Nya persangkaan buruk yang demikian kepada Allah? Itu juga terjadi karena ia tidak mengenal Allah. di pikiran kita. Allah menjanjikan sesiapa yang bershalawat satu kali padanya. sebagai doa. Jangan ada yang lain. Katanya. Allah hanya meminta hanya ada DIA di hati kita. Mari kita hadiahkan shalawat dan salam. agar diri kita dan segenap orang-orang . Bukan duit. Jauh lebih besar melampaui dosa siapapun dan jauh lebih besar dari dosa siapapun. Lalu dia memegang dada saya. hingga kita mencintai Allah. menjadikan Allah segalanya. ia berputus asa dari rahmat Allah. Dan itulah juga jawaban buat orang yang belum sesak dadanya supaya menjadi modal ketika kesesakan bersemayam di dadanya. Ingin rasanya segera saya berlari ke tempat wudhu. Saya terdiam. Ketika manusia dihadapkan pada sejuta persoalan hidup yang lain. Bukan solusi. Iman. ibadah. Nabiyallah Muhammad shalla ‘alaih. *** Saudara-saudaraku. “Yang Kamu butuhkan hanya Allah. Dia bertanya. maka Allah bershalawat 10x kepadanya. kita bershalawat kepada Rasulullah shalla ‘alaih. Lalu ruku’. dan amal saleh. tidak mungkin ia gapai. Hanya Allah”. Bagaimana mungkin seseorang sudah mah ia jauh dari Allah. Dan tiadalah cinta kepada Allah dihitung cinta. Ta’at kepada Allah tiada dihitung ta’at apabila kita tiada ta’at kepada Rasulullah. dan secepatnya menggelar sajadah dan menangis. sebab DIA Yang Maha Tahu tentang bagaimana alam ciptaannya bekerja. dan berdoa pada-Nya. Satu saat saya menangis di hadapan seorang ‘alim. kepada orang yang paling kita rindukan.keringanan. adalah kelembutan yang menghunjam hingga di lubuk hati saya yang paling dalam. saya mengingat secuplik episode ketika saya bermasalah. Dan saya lakukan itu. Saat itu saya menangis. itulah jawaban buat saya dan buat semua orang yang berdada sesak. Pertolongan-Nya pun demikian mudah didapat. niscaya kehidupan akan terang benderang. manusia memilih jalan yang berat. seraya memperbaiki diri dari sisi iman. Tauhid! Itulah jawaban buat saya. Seakan pertolongan Allah itu jauuuuuuh. mengeesakan Allah. ini sebab tiada ada ilmu tauhid. Sentuhan tangannya di dada saya. Ada kesejukan yang mengalir. sujud. Mengapa? Sekali lagi saya insyafkan diri saya. *** Di kali pertama kita memulai belajar sesuatu yang berat ini. Bukan yang lainnya. Tapi sayang. Tauhid.

dan saling mengingatkan. bukan dunia yang selama ini menjadi sumber petaka dan masalah kita. maka sungguh dia telah mencintai diriku. maka dia dijamin masuk surga. Dan besar pula harapan ini. agar kita-kita semua ini beserta keluarga kita. juga para jamaah yang lain yang belum mengetahui adanya KuliahOnline ini. *** Tentu saja tidak ada yang bisa mengajarkan sebaik Allah yang mengajarkan. dan mengikuti Rasulullah. betul-betul memotivasi diri saya. Man ahyaa sunnatii faqod ahabbanii. Man qoola laa-ilaah illallaah. Melainkan betul-betul yang kita takutkan adalah kalau kita meninggal dunia dalam keadaan kita tidak bisa mengucapkan kalimat tauhid. Dan agar kita semua duduk satu surga dan bisa mencium wanginya. dan mencintai Rasulullah. bukan penyakit yang belum sembuh. Apapun modul yang dipilih oleh masingmasing peserta. tanpa kesaksian bahwa Muhammad itu adalah Rasul-Nya – memasukkan diri ini ke dalam golongan orang-orang yang mencintai-Nya. maka ikutilah aku (Rasuulullaah). bisa benarbenar bersungguh-sungguh mengenal diri-Nya. terbiasa hidup dengan sunnahsunnah Rasulullah. Bukan hutang yang belum terbayar. tanpa “Muhammadar rasuulullaah”. mengenal rasul-Nya. ada di barisannya Nabi ketika semua manusia dikumpulkan di Padang Makhsyar. dan menjadi orang yang sayang apabila begitu gampang meninggalkan sunnahnya. in kuntum tuhibbuunallaah fattabi’uunii yuhbibkumullaah. dan kemudian berkenan menjadi hamba-Nya. siapa yang mengucapkan Laailaaha illallaah. Mengenal Allah. itulah yang mau saya tuju ketika saya tulis materi demi materi perkuliahan ini. menjadi penyembah-Nya. Dan tidak ada satu pun ilmu yang kita dapat kecuali Allah yang mengizinkannya menjadi . Mencintai Allah. Ta’at kepada Allah. Dan mestinya ini jugalah yang Saudara-saudara semua takutkan. Tiada yang saya takutkan kecuali diri ini mati dalam keadaan tidak bisa mengatakan Laailaaha illallaah wa-asyhadu anna Muhammadar rasuulullaah. Inilah tauhid. Besar harapan saya. Maka mari kita belajar sepenuh hati. Rasulullah yang setiap hari saya paksakan bershalawat kepadanya minimal 100 kali sehari semalam. dan ta’at kepada Rasulullah. wa man ahabbanii kaana ma’ii filjannah. agar kalimat tauhid betul-betul dicatat Allah pernah kita ucapkan. katakanlah. siapa yang menghidupkan sunnahku. niscaya kalian akan dicintai Allah. mengenal Rasulullah. Sungguh. maka dia akan bersamaku di surga. Qul. Mengikuti Allah. bukan pekerjaan dan modal usaha yang belum kita dapatkan. dakholal jannah. Itu tiada lain.yang ada di hati kita. agar diri ini masuk kepada golongan orang-orang yang mencintai sunnahnya. dan inilah ruh semua ruh seluruh KuliahOnline kita. agar Allah --yang t’lah berkata bahwa tiadalah lengkap kalimat tauhid. Dan barangsiapa yang mencintai diriku. kalimat “Laa-ilaaha illallaah”. bukan rumah yang belum bisa kita beli. Bukan. jika kalian mencintai Allah. bukan piutang yang belum tertagih.

lebih banyak makan asam garam. Ada yang tidak bermasalah.ilmu buat kita. untuk duduk bersama dan mengajarkan kepada kita semua tentang ilmu tauhid. dan buat orang-orang yang mulai mengikuti perkuliahan tauhid ini. tanpa batas. Tidak ada yang aneh dari pembelajaran tauhid yang akan saya sampaikan. agar di diri kita semua. Belum diampuni Allah. Dia begitu baik. memberi jawaban semua persoalan hidup. Subhaanallaah! Betapa menyenangkan hati kegiatan belajar dan mengajar tauhid ini. sebab sebagaimana saya katakan di atas. belum dapat maaf-Nya. . iman. *** Setelah ini. penderitaan. lebih soleh. dengan kita mengenal-Nya. para ‘alim ‘ulama di bidang ini. Sebab kepadaNya juga berpulang semua kebenaran. dan akan terus belajar. Semoga cara saya memperkenalkan Allah kepada diri saya. bisa menjadi satu pembelajaran tauhid yang diridhai Allah subhaanahuu wata’ala. Saya berharap. Agar Allah angkat derajat kita semua. menyingkirkan semua duka. maka mintalah juga nasihat dari mereka. orang tua kita. memang saya pun masih terus belajar. dan berkuasa. bahwa Allah Memang Tuhan saya. banyak yang lebih ‘alim. dan sangat-sangat baik. Kelak kita akan undang para ahli. Kemuliaan mudah-mudahan Allah hadiahkan juga buat mereka-mereka yang kita kasihi. tumbuh tauhid. Buat apa kaya dunia. Boleh jadi apa yang saya sampaikan adalah sebuah kesalahan. sahabat-sahabat kita. para orang yang sudah mendoakan dan menjadi bahagian dari amal saleh. belum dapat ridha-Nya. Tapi siapa yang saya bisa mintakan kekayaan dan pembagian kekuasaan? Hanya DIA yang berkenan diminta. dan mewafatkan kita semua dalam kebaikan untuk segera bisa menemui Allah dalam keadaan yang diridha-Nya. sesuai tujuan perkuliahan ini. saya dan Anda semua akan sama-sama belajar tentang maa huwattauhiid? Apa itu tauhid? Saya katakan sama-sama belajar. kuliah tauhid ini bisa menyelamatkan diri kita semua dari kehancuran yang lebih besar. Biarlah Allah yang mengetahui rahasia kebenaran-Nya. keluarga kita. Apa yang saya maksud dengan kehancuran yang lebih besar? Yaitu ketika kematian datang. dari sedikit cara yang saya ketahui ini. lalu saya membagi-baginya menjadi satu dua kisah hikmah. Namun apa yang saya tempuh. jika kemudian neraka terhidang untuk kita. Saya undang hampir semua kelompok manusia. sudahlah cukup membuat saya bangga. dan diberi! Saya nukilkan sedikit pengalamanpengalaman mereka yang berkenalan dengan Allah. Selama-lamanya. Kanan kiri Anda yang mengikuti pembelajaran ini. abadan abadaa. Saya mengenal banyak orang kaya. Semuanya insya Allah perjalanan hidup yang begitu saja. Dan yang lebih penting lagi. lewat pintu KuliahOnline yang beragam sesuai dengan kebutuhannya dan keinginannya. kita tidak siap. dan segera memulai saja perjalanan tauhid dari mengenal-Nya.

Yang masih shalat di rumah. berusahalah untuk shalat di masjid. maka jumlahnya 40 esai. Maafkan segala kesalahan saya dan kawan-kawan pengelola perkuliahan online ini ya. *** . Kuliah Pilihan. Terima kasih atas kepercayaan Anda semua kepada kami. ga usah khawatir. Kalau mukaddimah ini dikeluarkan. yang karenanya Saudara memilih Kuliah Solusi Terapan. Saya tutup dulu pintunya materi-materi lain. Kuliah Dasar Tauhid ini sendiri. visual. baik yang berupa tulisan. dan Kuliah Solusi Terapan Sedekah. Amin. Amin. Baru setelah itu. Web Admin).tapi sekedar ingin belajar menambah wawasan. Mudah-mudahan Anda semua bisa berprasangka baik. Kritik dan saran teramat sangat saya tunggu. Sementara itu. Dalam pada itu. saya mengingatkan yang memulai belajar Kuliah Tauhid ini. Niscaya ia bisa juga menjadi jawaban buat Saudara. audio. berjamaahlah (kecuali perempuan). Anda yang butuh pencerahan dan pertolongan. Kuliah Tauhid ini bersifat harian. Mudahmudahan (KuliahOnline ini dimulai perdananya tanggal 25 Agustus 2008. Bersabarlah mengikuti Kuliah Tauhid ini. mudah-mudahan Allah membimbing kita semua. penuh ampunan. Bulan yang semua amal dilipatgandakan. Saudarasaudara bisa mengambil materi-materi kuliah lain. sempurnakanlah dengan qabliyah ba’diyah. shalatlah. Baik Kuliah Dasar. Ada pula yang memang bermasalah. tapi masih sendiri. saya tutup dulu kanalnya materi-materi lain. Kuliah Dasar Tauhid ini saya anggap sebagai ruh dari seluruh materi Kuliah Online. Yang sudah shalat wajib. kita semua memulai perjalanan belajar KuliahOnline ini ketika Sya’ban sudah akan berakhir dan berganti dengan Ramadhan. Jazaakallaah. penuh dengan keridhaan Allah. Agar ia tidak diakses dulu sebelum Kuliah Dasar Tauhid ini dipelajarinya. Yang belum shalat. Yang sudah shalat. perkuliahan tauhid ini sudah cukup menemani hari-hari Anda. apabila ditemukan banyak kejanggalan. dan ridha menerima pengajaran seperti ini. untuk sama-sama memulai memperbaiki ibadah kita sebagai awal implementasi Kuliah Tauhid ini. Mudah-mudahan dengan kekuatan getaran hati menuju Allah. hingga ke seminar-seminar dari berbagai materi Kuliah Online. penuh keberkahan. insya Allah. terdiri dari 41 esai pembelajaran tentang tauhid termasuk mukaddimah ini. bahkan sebelum Saudara mengikuti Kuliah Solusi Terapan Sedekah. Selamat mengikuti perkuliahan. Dan bukanlah satu kebetulan. Insya Allah saya akan menemani hari-hari Saudara semua dengan perkuliahan yang kita berdoa mudahmudahan diridhai Allah. Semuanya saya undang belajar di Kuliah Online.

Engkau Maha Kuasa. Wahai Zat Yang Teramat Teliti dalam mencatat. yaa Allah. Kenalkan kami kepada keagunganMu. Yaa Rahiim. dari kesalahan melalaikan diri-Mu. Ilmu yang bisa menyelamatkan kehidupan kami. dan menambah kecintaan kami kepada Rasul-Mu. maaf dan ridha-Mu. Sehingga enteng hidup mereka yang mengenal-Mu. Kenalkan kami kepada Zat yang tidak sanggup melihat kami menderita dan menanggung dosa. Nastaghfirullaahal ‘adzhiem wa atuu-bu ilaih.Yaa Allah. Kenalkan kami kepada Engkau Yang Maha Menjawab Semua Doa. Kenalkan kepada kami diri-Mu Yang Maha Melihat. izinkan kami mengenal-Mu. izinkan kami bershalawat dulu kepada Rasul-Mu. kesulitan kami. agar tiada sombong kami hidup di dunia ini. sungguh dulu Aku adalah permata yang tersembunyi. maka Aku ingin dikenal. hari ini. Duhai Allah yang tiada bisa mengajarkan sesuatu. sehingga tiadalah kesulitan itu menjadi bahagian dari kehidupan orang-orang yang mengenal-Mu. memuji dengan pujian yang Engkau sandangkan pada diri-Mu. Agar kami tahu bahwa setiap detik kehidupan kami senantiasa diperhatikan olehMu. Allaahumma sholli wa sallim wa baarik ‘alaa sayyyidinaa Muhammadin wa’ alaa aalihi washohbihi ajma’iin walhamdulillaahi robbil’aalamiin. Kami ingin kembali pada-Mu dalam keadaaan diri yang sudah terampuni. Maha Mengawasi. juga dari kesalahan tidak mengikuti ajaran-Mu dan ajaran Rasul-Mu. Kenalkan kami pada diri-Mu. Yaa Rahmaan. Fa-uriidu an u’rofa. . kecuali Engkau yang mengizinkan dan mengajarkan. Engkau Maha Menolong. saat ini. dari kesalahan tidak mengenal-Mu. serta didahului dengan beristighfar yang sungguh-sungguh dari dalam hati kami. kuciptakan makhluk untuk mengetahui Aku. Ajarkan kami ilmu-ilmu yang bisa membuat kami menjadi selamat dunia dan akhirat. Maka. kami semua memohon ampun dari-Mu. Kenalkan kami kepada Kasih Sayang-Mu. dan perkenalkan diri-Mu kepada kami. setelahnya kami memohon agar Engkau hapuskan seluruh catatan keburukan kami dan menggantinya dengan catatan ampunan. Kenalkan kami ya Allah. Fakholaqtu kholqon liya’rifanii. Ya Allah. agar kami tahu bahwa kami hidup tidak sendiri. dengan penuh kerendahhatian dan penuh harap akan keselamatan yang abadi. Ilmu yang bisa membawa kami kepada diri-Mu. Ampuni kami dari seluruh ragam keburukan dan kemaksiatan yang sepenuhnya Engkau genggam seluruh catatannya. dengan Kemurahan Ampunan dan Maaf-Mu. yang bila tidak diberikan ilmu itu maka kami tidak mengenal-Mu. kuntu kanzan makhfiyyan. Engkau yang berkata dalam kalam-Mu. kami tahu bahwa Engkau Maha Mendengar. kenalkan kami kepada diri-Mu yang Maha Membebaskan manusia dari permasalahannya. Apapun kesusahan kami. Rabb. berilah kami ilmu yang bermanfaat.

Saya melihat manusia-manusia yang berat hidupnya dengan beban hidupnya. Saya jaga jangan sampai ia lepas. dan menjadikan Allah sebagai Sentral Kehidupan saya.Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Laa ilaaha illallaah KDW0102 Seri 02 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Yang kita perlukan di kehidupan ini adalah tauhid. Ingin rasanya saya gemakan terus kalimat tauhid ini di hati ini. Tidak mudah. Sebab ia tidak men-share bebannya itu kepada Allah. Tidak ada cara mencari rizki kecuali caranya Allah. tidak ada Tuhan selain Allah. Termasuk di urusan rizki. Padahal DIA lah Yang Maha Meringankan. Saya melihat ada yang menangis padahal Allah Maha Membahagiakan. Tiada ia tempuh jalan-jalan ibadah yang mengantarkannya kepada Pemilik Dunia. padahal Allah bisa menciptakan kekayaan di hati yang tidak perlu kaya secara dunia. Karenanya saya mau bersungguh-sungguh dan berdoa. Ada yang kaya. Saya melihat tidak sedikit manusia yang kelelahan mencari dunia. Ada yang miskin dan menderita. tidak kelelahan di dalam mencari dan menikmati dunia. Tidak ada tuhan selain Allah pokoknya. Saya ingin kemudahan. Pasangan hidupnya juga adalah kesibukannya. Keluarganya adalah bisnisnya. Saya tidak mau menjadi bahagian dari orang-orang yang kelelahan itu. padahal Allah Maha Menolong. Subhaanallaah. lantaran ia jarang berkumpul sama anak-anaknya. izinkanlah kami-kami menjadi orang kaya yang hidupnya senang ya . Tidak ada pemberi rizki kecuali Allah. tapi tidak memiliki keluarga. Ada yang bermasalah. iman dan amal saleh. padahal Allah Maha Memudahkan. supaya enteng hidup saya. Bahwa LAA ILAAHA ILLALLAAH. Sebab yang ia cari memang dunia. Memohon taufiq dan hidayah-Nya. Tidak ada rizki selain dari Allah. Tawa canda anak-anaknya milik pembantu-pembantu dan supirnya. Ada yang hidupnya sulit. Saya mau meyakini Kalimat Tauhid ini. Keluarganya adalah pekerjaannya.

Mau lurus. ya bebaslah maennya. Ada selalu yang diambil sebagai tebusan dari mudahnya ia mendapatkan dunia. Tapi hatinya. dari kesenangan yang satu ke kesenangan yang lain. hingga jiwanya sendiri lelah mengikutinya. boleh. tiada pernah dibawa menikmati shalat-shalat malam. Tapi itu kalau maen BERDUA. dan paling banyak hanya bisa jalan dua kotak catur lurus ke depan. Saya melihat tidak sedikit manusia yang justru malah mudah mencari dunia. Tapi ia kekeringan. Saya melihat ada yang keluarganya berantakan. sehingga sesungguhnya dirinya pun tiada kebagian jam istirahat dan bersenang-senang bahkan. Senang dunia akhirat. Ada yang mengenal semua tempat-tempat indah. tapi penghuni langit tiada mencintainya dan tiada menghargainya. Bagi Raja. Pion hanya bisa jalan maju tidak bisa mundur. ALLAH MAEN SENDIRIAN DI DUNIA INI. bahkan keheningan berduaan dengan Pemilik Surga di dalam shalat pun tiada dia kenal. ia pun boleh melompat dan bebas bergerak ke sana kemari. pikirannya. yang sesungguhnya saya sedang memperdengarkannya pada diri saya sendiri. Kemudahan ada di tangan Allah. Tuhannya. ketenangan. Bagaimana kalau maen catur SENDIRIAN? Kalau maen catur sendirian. maka Raja hanya bisa diam. maka perlu kita ketahui Allah itu tidak ada sekutu bagi-Nya. Itu saya lihat terjadi sebab kemudahan itu ia dapatkan bukan dengan mentaati Allah. Laa ilaaha illallaah. Tidak boleh ia melompati Raja. Itulah ATURAN CATUR. Tidak ada yang bisa memberi kemudahan kecuali Allah. bebas. badannya. Tidak berlaku hukum permainan catur. Ada yang hidupnya pindah berpindah. kedamaian. Sehingga ia tidak sadar bahwa Allah justru mengazabnya dengan dunia-Nya. bila di depannya. Padahal dunia sedang menghinakannya. Peluncur jalannya miring. Ibarat main catur. sementara ia enjoy dengan hal itu. Sama dengan maksudnya itu kalimat. yang bisa memuliakannya. Ada manusia yang segalanya ada. TIDAK ADA YANG LAIN. Tidak ada yang bisa memberikan ragam kesulitan . Wajahnya ceria. tapi jiwanya rapuh. maka berlaku aturan permainan catur. Saya mengingat analogi maen CATUR yang sering saya sampaikan kepada para pendengar tausiyah saya. Bahagia dunia akhirat. Dimana kuda jalannya L.Allah. Adapun Raja. lalu ia katakan kepada dunia dia mau membentuk keluarga baru yang lebih harmoni. Dan bila analogi catur ini boleh dibawa ke urusan tamsil tauhid. Laa ilaaha illallaah. dan berkeliling dunia. meskipun seluruh pion belum dijalankan. Kita boleh menjalankan Kuda selagu-lagunya. ada di tangan Allah. mau lompat. seluruh Pion belum dijalankan. Yang bisa menghormatinya. adalah manusia-manusia yang tiada pernah tahu siapa dia sebenarnya. Dia merasa dunia digenggamnya. Peluncur pun mau kita buat jalannya melompat-lompat seperti maen halma. Ada pekerja-pekerja yang mengabdikan hidupnya untuk kerja dan usaha. Inilah yang terjadi kalau kita maen catur SENDIRIAN. Tidak ada yang bisa memberi itu semua kecuali Allah. mau muter-muter. Kalau kita maen catur BERDUA. Kebahagiaan. dan Peluncur serta Menterinya masih ada di kanan kirinya.

Karena Dia lah Laa ilaaha illallaah. Laa ilaaha illallaah. Bila Allah sudah mengatur. atau di tahapan menikmati dan mengelola dunia. maka aturan-Nya itulah yang terbaik. baik di tahapan mencari dunia. dengan sabab ilmu yang diteteskan-Nya pada saya. saya membaca ulang apa yang saya tulis. Kuliah Tauhid kepada seluruh peserta KuliahOnline. para orang tua. Laa ilaaha illallaah. kegagalan para pencari dunia. Dari atas. kecuali Allah. . dan memanfaatkannya dengan baik untuk kepentingan agama-Nya. bahwa kalau Allah sudah mengatur. sudah seharusnya saya menjadi hamba-Nya yang mau mengikuti segala aturan-Nya.kecuali Allah yang hingga Dia lah yang bisa melepaskannya kembali. maka tidak ada pernah kegagalan baginya… *** Sampe sini. Sebab saya tahu dan meyakini. Andai dia punya visi misi li i’laa-i kalimaatillaah. saya benar-benar memohon Allah menjadikannya menjadi baitbait doa agar apa yang tertulis menjadi kenyataan. Tidak ada pemain di dunia ini. sebab peraturan adalah peraturanNya. yang harus saya lakukan adalah menyadari semua itu. Tapi bila saya menghendaki Allah memberikan kemudahan buat saya. Tidak ada aturan yang terbaik kecuali apa-apa yang sudah Allah aturkan. Dengan berpikiran seperti ini. andai benar. Ya. Saya tidak menjamin diri saya sendiri. Ia tidak sanggup menjamin dirinya dan anak keturunannya masuk surga bila tiada ketaatan dan amal salih. Maka saya kepengen Allah berkehendak memudahkan segala urusan saya. Tidak setengah-setengah. Benarkah yang saya tulis ini? Sehebat itukah tauhid saya? Tambah ga percaya lagi. lewat berbagai media. Tidak ada kehidupan kecuali untuk-Nya. bahwa saya sedang mengajar lewat esai ini. sampai bait ini. Tidak ada yang mengatur dunia ini kecuali Allah. Allah bimbing saya untuk mencari dunia dengan baik. dan segala kuasa adalah Kuasa-Nya. dan siap untuk melaksanakan kewajiban dan meninggalkan larangan-Nya. melalui pengajaran para guru. Kehendak itu kehendaknya Allah. Saya sangat sangat bersedia untuk diatur. bahwa ia akan mendapatkan segala kemudahan apabila Allah tidak saya ikuti. Adduh. pasrah berserah diri untuk ikut di dalam aturan-Nya dan mengikuti-nya sepenuh hati dengan kekuatan penuh. Tidak ada Tuhan selain Allah. Saya melihat. untuk meninggikan kalimat Allah. adalah aktifitasnya tidak dia lakukan karena Allah dan untuk Allah. maka Kun Fayakuun-Nya yang terjadi. SAYA MEMBACA ULANG TULISAN INI. Rasul pun demikian. SAYA TIDAK PERCAYA YANG SAYA TULIS. Laa ilaaha illallaah. Tulisan yang dijadikan esaiesai Kuliah Tauhid di KuliahOnline Wisatahati. Kuasa-Nya yang terjadi. yang memainkan seluruh peraturan.

Allah memanggil saya. sedang dialog sendirian.dan hanya di jalan-Nya. berhenti di sebatas mencari dunia itu saja. lebih pantas rasanya saya menangisi diri ini. di setiap waktu shalat. bukannya malah menunggu kedatangan Allah. Tapi saya malah masih nulis. nengajar… Atau sedang menulis sih? Maaf wahai tanganku. Terus dikonsentrasikan di pembesaran asma-Nya. Perhatikan DIA.. tidak ada sesuatu yang harus dikejar kecuali diri-Nya semata. Saya tahu Allah bakal datang. Sebenarnya. Teramat jauh. malah jadi Allah yang menunggu saya! Duh duh duh. bukan siap-siap menyambut kedatangan-Nya. dan meyakini bahwa Laa ilaaha illallaah. SAYA MELIHAT DIRI SAYA. Loh loh loh… Ntar dulu. Maka bahagian menanti berkumandangnya azan adalah hal yang mestinya menjadi hal yang luar biasa. Tegakkan tauhid dalam kehidupan Kamu! Jangan ada yang laen di hati Kamu. kecuali Allah. Jauuuuuuuuuuhhhh… Duh. Lihat. Ya. Ya. Saya melihat saya. Lihat saja. Sesukanya. benar! Jauh. Saya ingin berteriak kepada diri saya. saya sedang berdialog dengan diri sendiri. tunjukkan kalau Anda benar! Lagi. Ketika . Wahai Kamu! (Begitu saya seharusnya menunjuk hidung saya sendiri dengan jari). Sebab waktu shalat betul-betul sebentar lagi datang. Memanggil dengan azan. Kalau Kamu benar tauhidnya. perlakukan Allah dengan benar. apa sanggup saya menuliskannya lagi bait-bait yang masih menari di hati ini? Saya ingin berteriak kepada diri saya. Wuh. saya melihat saya! Saya masuk ke kehidupan saya… Dan saya menemukan diri ini masih jauh dari tulisan di atas. Apakah ini yang disebut Laa ilaaha illallaah? Tidak ada urusan --harusnya--kecuali urusan-Nya Allah yang harus lebih kita urus? Nyatanya. saya tidak bergeming. Tidak ada yang lebih penting di dunia ini kecuali menegakkan shalat. Yang dengan demikian tidak seharusnya pencarian dunia. Biarkan. saya tahu jadwal shalat. Biarkan ia terus menulis sekenanya. Dan tidak pagi tidak siang tidak malam. Jika ada urusan dunia. Lalu. di perbesaran manfaatnya. Benar sudah mengatakan Laa ilaaha illallaah. Allah bimbing saya untuk senantiasa mensyukuri segala nikmat. lalu Allah datang memanggil. Nyatanya? Belum tuh.. buktikan kalau Anda benar! Benar tauhidnya. saya masih menomorduakan panggilan Allah. Saya melihat diri saya lagi. Jauh benar dari menjadikan Allah sebagai tujuan hidup. ya segera tinggal saja.

Saya akan segera berhenti mengetik. Ah dunia. dan Allah adalah pemilik segala apa yang ada di dunia ini. Salam. Yusuf Mansur. dan agama. bahwa kamu itu tidak penting. LALU HIDUP SAYA TETAP SUSAH? Atau merasa susah? Itu tandanya saya belum benar-benar bertuhan Allah.wisatahati. Biarlah Allah membimbing saya terus. Maka saya menghibur diri ini. Sebab ia sungguh saya tulis tahun lalu. Tapi betapapun. Udah mau shubuh tuh. bahwa kamu mau shalat shubuhan dulu. koq masih nulis terus? Katanya mau Shubuhan? Iya iya. Tidak ada yang mengajarkan ilmu dan memberikan kesempurnaan langkah kecuali Allah. untuk dunia kamu. jangan harap ini menjadi awal hari yang baik. Makasih yaaa. Kampung Ketapang. Jangan lupa terus memohon bimbingan dari Allah. Laa ilaaha illallaah. Shalat berjamaah tidak dipaksakan untuk dikejar di shaf yang pertama. pukul 04. Katakan kepada dunia. gampang benar teriak lelah. untuk segala hajat kamu… Loh. saya hidup di dunia ini. Itu saja. Kalau shalat shubuh sudah tidak disiplin. Saya tulis buku ini. untuk urusan permasalahan kamu. Rasul pun mengajarkan doa agar kita memohon kepada Allah agar Allah membaguskan dunia kita sebab di sini kita hidup. Tapi saya ingatkan juga diri saya. Shalat sunnah tidak dipaksakan untuk ditegakkan. Laa ilaaha illallaah. Keluarga masih terabaikan. Setidaknya belum dimaksimalkan potensinya untuk ditujukan pada sebesar-besarnya kepentingan sesama. Kurangnya… banyak.com dan . ayo maju terus! Sempurnakan terus ilmu dan ikhtiarmu. 1hr lebih cepat dari saya meng-upload tulisan ini ke web www.38 WIB. Laa ilaaha illallaah. Senin 27 Agustus 2007. MENGAPA setelah tuhan saya adalah Allah. Tapi. Eh saya. Tapi giliran beribadah. Itulah. sehingga bisa menjadi hamba-Nya yang sesuai dengan apa yang digariskan-Nya. Kehadiran diri tidak digunakan untuk kepentingan sesama. Tidak ada yang lebih penting kecuali Allah. dan men-shut-down komputer ini. Saya melihat saya.mencari dunia. Saya tulis buku ini agar saya tidak susah mencari kamu wahai dunia. Ayo mandi. SAYA BERTUHAN ALLAH. (tulisan ini “sudah berulang tahun”. Siap-siap menuju masjid. sebab kasihan melihat diri saya yang sering kesusahan mencari dunia untuk menjaga kehormatan dan kemuliaan diri. mau bersusah payah.

dijadikan esai KuliahOnline. Mudah-mudahan Allah subhaanahuu wata’aala benarbenar menjadikan kita sebagai orang-orang yang mengEsakan-Nya, bertauhid hanya pada-Nya).
Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi

Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Allah Sebagai Pusat
KDW0103 Seri 03 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak

Allah Sebagai Pusat
Orang-orang yang mengenal Allah dan meyakini-Nya, insya Allah akan tenang hidupnya, jauh dari kekhawatiran, jauh dari kegelisahan. Bu Yuyun, sebut saja begitu, punya anak semata wayang yang ia besarkan tanpa suami. Sejak putranya ini masuk SMA kelas 1, suaminya meninggal. Dari hari ke hari ia kuatkan batinnya bahwa ia TIDAK SENDIRIAN dalam membesarkan anaknya. Ia bersama Allah. ALLAH SELALU MENEMANINYA. Ini yang ia yakini. Saban shalat ia berdoa agar diberi kemampuan membesarkan anaknya dan memiliki rizki yang cukup. Ya, bener loh. Hampir saban shalat. Saya banyak belajar dari Bu Yuyun ini. Ketika banyak orang gelisah, ia hidup tenang. Sebab ada Allah di hatinya, ada Allah di pikirannya. Ketika banyak orang ketakutan dan risau dengan dunianya, ia tenang-tenang saja. Persis seperti meja, yang begitu tenang sebab memiliki empat kaki yang kuat yang menopang keberadaannya. Hidupnya begitu santai. Dan ini yang menjadikannya lebih kaya ketimbang orang yang kaya tapi hidup selalu penuh dengan kekurangan. Sebagai ikhtiar dunianya, ia membuka jahitan rumahan. Ia bertutur, selalu ada saja pelanggan di saat yang tepat ia membutuhkan rizki. Sudah diatur Allah, begitu katanya. Sejauh ini, aman-aman saja. Sampe kemudian anaknya ini pergi hari itu untuk melihat kelulusannya; masuk atau tidak ia ke perguruan tinggi yang ia idam-idamkan. Bu Yuyun berdebar-debar. Ia tahu, kalau anaknya lulus, ini masalah buat dirinya.

Kalau anaknya tidak lulus, pun masalah buat dirinya juga. Tentu saja ia senang dapat masalah dalam bentuk anaknya lulus. Masalahnya tentu saja apalagi kalau bukan uang kuliah anaknya. Tapi segera ia banting sesuai dengan pengalamannya selama ini. Ada Allah Yang Maha Memberi Rizki. Dan ini yang membuatnya tenang. Ia kenal dengan Allah, bahwa Allah selama ini senantiasa mencukupkan rizki buat dirinya dan anaknya. Ia tahu bahwa Allah Maha Tahu bahwa ia sedang membesarkan anaknya. Dan Allah pun tahu bahwa hari ini akan ada khabar tentang nasib anaknya. Kondisi ini sudah ia sampaikan ke Allah jauh-jauh hari, bahwa ia butuh biaya buat anaknya lulus. Dia yakin, Allah pasti akan memenuhi kebutuhan anaknya, dan atau memberikan yang terbaik. Ia malah bersemangat sekali untuk menambah kedekatan dirinya dengan Allah. Sekali lagi, ini yang membuatnya tenang. Dan memang Allah Maha Mengatur. Sehari setelah anaknya dinyatakan lulus, Allah kirimkan paman anaknya ini, alias adik almarhum suaminya. Hari itu, beliau berkunjung silaturahim. Dan Allah alirkan rizki untuk anaknya, lewat pamannya ini. Bukan hanya untuk uang masuk kuliahnya saja, tapi juga untuk biaya kuliah secara keseluruhan. Semoga saya bisa belajar lebih banyak lagi dari Bu Yuyun ini. I’m coming ya Allah. Saya datang kepada-Mu ya Allah. Semestinya, dengan banyaknya masalah dan hajat saya, saya lebih bersemangat lagi dan tanpa lelah mendatangi-Mu dan memohon pada-Mu. Bolehlah dibilang bahwa hidup ini harus punya keyakinan terhadap Yang Kuasa. Tanpa ini, akan lemah sekali kita menjalani hidup ini. Dan untuk memiliki keyakinan, buka diri buka hati untuk menerima ilmu dan pengajaran tentang keyakinan. Kita sama-sama meminta kepada Allah agar Allah betul-betul membukakan mata hati kita bukan saja untuk mengenal-Nya, tapi juga untuk meyakini-Nya; yakin akan Kebesaran-Nya, yakin akan Kekuasaan-Nya. Kita butuh Allah. Dan senantiasa akan selalu butuh Allah. Maka bertuhanlah Allah. Sebenerbenernya pertuhanan. Supaya Allah betul-betul menjaga kita, menolong kita, dan menyediakan apa-apa yang kita perlukan yang kita butuhkan. Jangan sampai kita hidup seperti tidak punya Allah. Allah Maha Memberi Rizki, tapi hidup kita susah. Allah Maha Menolong, tapi setiap ada hajat dan masalah, selalu merasa mentok. Kalo bahasa saya mah, Allah dianggurin. Alias “dibikin nganggur’, sebab jarang kita deketin, jarang kita mintakan bantuan-Nya. Insya Allah doa bi doa. Saya mendoakan Anda semua, dan Anda juga doakan saya. Supaya Allah betul-betul hadir di kehidupan kita dan berkenan hadir di kehidupan kita. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah",

kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu". Kami-lah Pelindungmu di dunia dan di akhirat; Di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Qs. Fushshilaat: 31-32). *** Ada baiknya peserta KuliahOnline mempelajari sedikit kisah Bu Yuyun ini, pelanpelan. Betul-betul diresapi. Kenapa ada orang yang begitu dimudahkan urusannya sama Allah, dan mengapa ada yang sepertinya diblok, dipersulit oleh Allah. Saya meminta Saudara-saudara semua bersabar, mempelajari Kuliah Tauhid ini mahlan mahlan, pelan-pelan. Sebab setelah Kuliah Tauhid ini Saudara akan ngebut belajar tentang sesuatu yang membuat Saudarasaudara semua ada percepatan di semua urusan. Termasuk di urusan mengubah hidup, memperbaiki hidup, dan di urusan pencarian solusi buat permasalahan kehidupan yang sedang dihadapi. “Ilmu instan” ini akan bahaya di kedepan harinya, manakala Saudarasaudara tidak punya basic tauhid yang bagus. Saya tidak terlalu perduli omongan kawankawan pengelola Kuliah Tauhid yang mengatakan, ada baiknya memberi banyak pelajaran buat kawan-kawan peserta KuliahOnline agar banyak yang didapat. Saya tidak perduli. Saya bahkan ketika belajar, dapat jauh lebih sedikit ketimbang ini. Pernah satu ketika saya datang ke seorang ulama. Saya mengadu tentang masalah saya kepadanya. Meminta nasihat darinya. Saya datang dari jam 20 malam. Sampe jam 00 saya belum juga dipanggilnya. Boro-boro diajak bicara. Disuruh mendekat pun tidak. Di awal sih saya diajak bicara. Tapi bicaranya ketus sekali, “Koq datang lagi?!!!”. Saya jawab, “Ya, sebab masalahnya beluman selesai”. “Ya sudah, tunggu sana”, katanya, sambil menunjuk satu sudut teras majelisnya. Saudara-saudaraku Peserta KuliahOnline, saya kemudian menunggu dengan sabarnya. Tapi ga urung saya gatel juga untuk tidak bertanya. Saya bertanya, “Kyai, sudah jam 12 (malam), kapan saya dikasih kesempatan bicara?”. Waktu itu saya lihat tamunya tinggal sedikit. Saya berharap saya bisa nyelang walo sebentar. Ternyata saya salah. “Yang nyuruh situ dateng siapa?” “Ga ada. Saya sendiri”. “Ya sudah, tunggu saja!”. Wah, andai tidak ada husnudzdzan, baik sangka, niscaya saya sudah kesal bukan

kepalang. Saya tentu akan mengatakan kepada Kyai ini, tidak menghargai tamu. Tapi ya itu. Saya menerima apa kata guru, dan saya memilih menerima perlakuan guru. Kira-kira jam 01-an, mendekati jam 02 pagi, saya baru dipanggilnya. Beliau lalu bertanya, “Tahu IBM ga?” Sungguh pun saya tahu, tapi saya bingung. “Apa urusannya dengan masalah saya tuh IBM?”, tanya saya. Tentu saja dalam hati. Saya ga berani bertanya langsung. Akhirnya saya jawab singkat saja, “Tahu, Kyai”. “Nah, IBM itu punya VPN, Virtual Private Network, jaringan jalur khusus. Ntar gue kasih VPN buat elu yang bisa jadi jalur khusus elu berdoa kepada Allah. Insya Allah hutang elu yang segede gunung, kempes dah!”. Kejadian dialog ini terjadi sekitar tahun 2003. Kyai Betawi ini memang kerja di Perusahaan Asing. Perusahaan Perancis. Sumpah. Saat itu saya merasa Kyai saya akan memberi saya sesuatu yang gimanaaa gitu. Sesuatu yang BESAR yang bakal instan membuat saya selesai masalah saya. Sim Salabim. Begitu saya pikir. Ternyata saya tidak sepenuhnya benar. Malah, sempat berkernyit dan tertawa kecil. Kyai tersebut masuk ke dalam rumahnya, dan sejurus kemudian keluar lagi membawa DUA PENTOL KOREK API. Dua korek api itu dilempar ke arah saya. “Nih pake nih...”, katanya. Ngasihnya bener-bener dilempar. Sebab beliau ngasih sambil berdiri. Sedang saya duduk di bawahnya. “Itu korek api, VPN buat elu. Pake tuh yang bener. Udah gih dah, pulang!”. Saya pulang akhirnya. Kurang lebih 6 jam saya menunggu, hasilnya 2 korek api saja! Menggerutu ga saya? Ntar dulu. Saya berpikir bahwa saya barangkali belajarnya kudu sedikit demi sedikit. Tapi apa ya maksudnya? Pelan-pelan saya pikirkan. Hingga akhirnya saya mengaitkan dengan kalimatnya tadi: “Nah, IBM itu punya VPN, Virtual Private Network, jaringan jalur khusus. Ntar gue kasih VPN buat elu yang bisa jadi jalur khusus elu berdoa kepada Allah. Insya Allah hutang elu yang segede gunung, kempes dah!”. Saya akhirnya mampu mengkorelasikan 2 korek api yang nyaris tanpa kata-kata itu dengan kalimat singkat Kyai. Rupanya saya disuruh bangun malam. Jangan banyakin tidur. Bagaimana-bagaimananya dengan 2 korek api ini, saya bahas di Kuliah Pilihan tersendiri yang judulnya: Rahasia Angka 11. Silahkan dah nanti login di sana, setelah KuliahOnline 41 esai ini selesai. Satu hal yang mau saya kata, adalah sabar. Belajar itu harus sabar. Kita sama berdoa

Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Semua Ada Waktu. “Semua ada waktunya”. Insya Allah tanggal 30 sore saya mengagendakan ketemuan darat (kopi darat). termasuk kenapa koq sepertinya bisa “satu malam”? Saya mohon maaf atas semua kesalahan saya dalam memberikan pengajaran. Ibunya menyuruhnya bersabar. Terima kasih ya. niscaya menjadi sesuatu yang betul-betul berpengaruh positif bagi hidup kita. Sekali lagi saya berdoa mudah-mudahan segala biaya. agar Allah betul-betul berkenan memberi kita ilmu yang bermanfaat dunia dan akhirat. . Sampaikan ilmu ini kepada sebanyak-banyaknya orang. Beliau memproses perceraiannya sejak tahun 2001. Mohon doanya ya. agar mengikuti saja KuliahOnline ini secara langsung. agar ada keberkahan lebih banyak buat semua yang terlibat. mandiri. sampe ketemu dengan materi besok. Amal saleh kitalah yang mempercepat perjalanan itu. Mudah— mudahan Saudara-saudara tergerak memberikan doa buat kami semua. eh malah beberapa ujian kehidupan muncul. Ok. Bayi saya masih dirawat di Rumah Sakit Harapan Kita. Semua Ada Akhirnya KDW0105 Seri 05 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Sebagaimana malam yang segera akan berakhir dan berganti dengan pagi. Segala sesuatu juga ada akhirnya. Salam dan doa saya untuk Saudara-saudara semua. Sesuatu yang sedikit yang diberi-Nya manfaat dan ada ridha-Nya. waktu. Waktu saya susun dan edit esai kuliah ini. Besok saya akan tambahin dengan pelajaran di balik Kisah Bu Yuyun. Alih-alih berharap bisa bercerai cepat supaya bisa memulai hidup baru. Sebut saja T. Ada kisah seorang ibu muda. sekaligus syukuran KuliahOnline ini. Tapi sarankan kepada mereka semua.kepada Allah. Ia ada ujungnya. energi Saudara dalam mengklik website ini menjadi amal ibadah dan dihitung sedekah Saudara. Termasuk segala permasalahan yang kita hadapi. Gak selesai-selesai. begitu nasihat ibunya. saya sudah mau jalan ke rumah sakit. Wallaahu a’lam. Insya Allah akan diberitahukan lebih lanjut oleh Web Admin dari KuliahOnline ini. Mudahmudahan Saudara-saudara memaklumi cara saya mengajar ini.

rasanya hidup kita akan benar dengan sendirinya. barangkali kalau dulu Allah mengabulkan kehendaknya. tidak . ia perbaiki hidupnya. Bila sebelumnya ia belum berjilbab. Hari gini. Karena itulah ikhtiarnya. banyak manusia yang garagara secuplik drama kehidupannya yang tidak enak. ya waktunya. harus tetap ada ikhtiarnya.Setelah sekian tahun. ya. membaca al Qur’an. Saya mengatakan. Dua tahunan terakhir. dan ia meminta maaf tidak bisa mengurus anaknya. apalagi 1 milyar. 2 tahun sejak ia bersedekah sesuatu yang besar. Sebab nyatanya. Sama dengan ketika saya menyebut ikhtiar bagi mereka yang bermasalah adalah taubat dan memperbanyak amal saleh. mantan suaminya ini memberinya uang yang sangat besar. Ia mengaku tersentuh dengan ketabahan mantan istrinya. ia lalu berjilbab dan memperbanyak taubat. dan berproses dengan sangat mudah. Sedekah yang besar. ikhtiarnya ya itu: taubat dan amal saleh (memperbaiki shalat. tapi tidak mendapatkan uang 1 milyar. dan memaknai ulang hidup kita untuk lebih lagi beribadah kepada Allah dan bermanfaat untuk sesama. sudahlah. Ada kemudian yang protes. menambah shalat-shalat sunnah. Masya Allah. mantan suaminya ini bercerita. engga juga disebut “tidak melakukan apa-apa” bagi mereka yang memperbaiki dirinya. Sepertinya tiba-tiba. Tapi ya setelah dipikir-pikir lagi. tabungan yang nyaris 1 milyar tersebut adalah tabungan 2 tahun terakhir. Yang luar biasa. Kadang saya berpikir ya. Kegiatankegiatan sosial ia ikuti. Beda sekali dengan waktu-waktu sebelumnya. Dalam satu kesempatan. uang 1 juta saja besar sekali. dll). Sebagaimana orang-orang tua yang mengajarkan. andai kita tidak melakukan banyak hal. Ia lupakan persoalan perceraiannya. ia mendapatkan keputusan cerai. Yang mana hasil kerjaannya itu adalah buah sabar dan sedekahnya. cara kita hidup. kalau udah rizkinya. ia diberitahu ibunya agar bersedekah dengan apa yang ia punya. maka ia mendapatkan hak cerai. Dan memang. Kesusahan hidup. ya rizkinya. Dan masalah akan selesai dengan sendirinya. Yang membuat ibu T ini agak berdebar dengan cara kerja Allah. tiba. Bersedekahlah ia. itulah buah dari dukungan ibunya. asal kita perbaiki saja hidup kita. lantas kemudian membuat matanya tertutup dari Karunia Allah yang sesungguhnya masih teramat besar. sedekah. Bukan harta gono gini. suaminya ini “bekerja” sebab diatur Allah. Dan akhirnya waktu yang ia tunggu. si ibu T ini bercerita. Mantan suaminya hanya minta diikhlaskan segala kesalahannya. Saya menyebut. ga sebanding dengan Karunia Allah berupa “hidup” itu sendiri. kalau udah waktunya. suaminya ini memberi uang nyaris 1 milyar dari hasil tabungannya pasca bercerai. Keinginan kita juga akan terjawab dengan sendirinya. Sebagai kompensasinya. buah dari kesabarannya dan hasil kemudahan dan berkah dari sedekahnya… Dan benarlah juga keyakinan orangorang tua dulu. Ia usahakan sering mendatangi pengajian. Ia segarkan hidupnya dengan Karunia Allah yang lain.

gampang loh untuk bisa bertaubat dan beramal saleh. rasanya itulah berkah buat kita. Ia mendekati Allah dengan harapan dan doa agar Allah mau membayarkan hutangnya. Maksudnya. *** Tidak ada yang datang kepada Allah. salah satunya adalah karena keyakinan kita sendiri kepada Allah. hutangnya tetap ga kebayar-bayar. bukan mengatur. dan amal keseharian kita. kalau kita selalu merasa ditemani Allah. Bukankah yang kita cari di dunia ini adalah kedekatan diri dengan Allah? Kalaulah kita harus mendekatkan diri kita melalui pintu masalah. Kalaulah Allah tidak memudahkan jalan. Dan yang lainnya itu menjawab. Dan Allah pasti datang. Sama saja seperti dengan tidak datang kepada Allah. Ada yang berharap ketika ia datang kepada Allah. maka Allah betul-betul datang kepadanya. . keikhlasannya yang mempercepat. Datang dengan segenap pertolongan dan kebaikan Allah. Kita hanya bisa meminta. Tapi memang Kehendak-Nya. ada yang bertanya. Namun serasa tumpul benar. Segala riyadhah ia tempuh. Hakikatnya. Zaidi bertanya seperti yang lain bertanya: Koq mengapa tanda-tanda bisa kebayar hutang belum muncul juga? Koq ujian hidup bertambah berat? Koq Allah kayak mengabaikan dia? Saya menyodorkan beberapa jawaban. kayaknya engga ya? Barangkali sedekahnya itu yang mempercepat. Yang lainnya menjawab. Belajar dari kasus perceraian berkahnya Ibu T di atas. kecuali Allah pun datang kepadanya. “Perjalanan waktu” bisa dipercepat atau menjadi lambat. Selain Ibu T di atas. maka sesungguhnya tidak akan pernah ada masalah buat kita. Ia bercerita. Malah datang ujian-ujian baru kepadanya setelah sekian bulan mendisiplinkan riyadhah. Seakanakan membenarkan pandangan bahwa kalau mendekatkan diri kepada Allah. Kita hanya bisa memohon. apa kira-kira yang bisa dipetik oleh Para Peserta KuliahOnline? Ketika ceramah esai ini saya sampaikan langsung. ujiannya akan banyak. maka jalan menuju pertaubatan dan amal saleh tidak akan mudah jalannya. apakah bisa selesai dalam 2 tahun juga apabila Ibu T ini tidak melakukan sesuatu? Lalu yang bertanya ini menjawab sendiri. bukan memaksa. Sebab sebelumnya ia tidak ikhlas menerima perceraian itu. adalah Zaidi. bukan kehendak kita. doa ibunya yang juga turut membantu percepatan perceraiannya dan kemudian juga mendapatkan berkah uang 1 milyar. ia tidak “nyampe-nyampe”.

Andai pun sepanjang hidup ia pakai untuk pertaubatan. Yang serius. adalah wajar juga kayaknya. soal keburukan. Allah sedang berkenan menyegerakan segala akibat buruk. Baik sangka kepadaNya. Bila . Hingga ia bisa menempatkan Allah jauh di atas dunia yang ia cari. Keburu sibuk lagi. Kalau tidak setara. Atau malah katakanlah ia berzina dalam keadaan ia menjadi suami atau istri dari seseorang. Yang begini ini. malah bermasalah lagi. Belum lagi soal bala. ya wajar saja kan? Ibarat tagihan dari amal keburukan. Hukumannya bagi yang berzina dan ia dalam keadaan menikah. hidup enak dan bahagia dengan amal-amal salehnya. Jika tidak mau akibat buruk diterima setara dengan keburukan yang harus diterima. kalau Allah mempercepat ia selesai dari masalah. amal-amal kebaikan kayaknya buat bayar dulu keburukan-keburukan yang ia lakukan selama itu. bisa memelihara seluruh amalan-amalan wajibnya. malah nanti ga bisa istiqamah lagi ibadahnya. Biar bagaimana. ibadah dan disiplin ibadahnya ini sebagai latihan keistiqamahan. ia bisa tetap memelihara dhuhanya. Ada yang diringankan sebab ia pernah membantu seseorang. Bila memang dosanya banyak sekali. Nikmatin saja dulu “kedekatan” diri dengan Allah. tetap harus ada yang dibayar. Allah Maha Pengasih Maha Penyayang. Dan itulah Allah. kurang disadari oleh seseorang. Juga amal salehnya harus hebat. dan ada bala yang lebih besar yang bakalan datang. Ini kan jadi semacam Training-Camp buat dia. Apabila nanti hutangnya sudah terbayar. Taubat yang sempurna. Ada yang diringankan sebab orang tuanya senantiasa memanjatkan doa untuknya. Namun. dengan jumlah takaran yang sebenernya sudah dikurangi jauh dari yang semestinya diterima. Inilah keadilan-Nya. Jangan-jangan. Dan banyak lagi pertimbangan Allah yang tidak kita mengerti kecuali hanya dengan jalan husnudzdzan kepada-Nya. Sedang berzina itu “kontrak susahnya” harus 40 tahun. Anggap saja. adalah hukuman mati. bisa memelihara sunnah-sunnah qabliyah ba’diyahnya. menuju pertolongan-Nya? Tanyakan dengan jujur.Pertama. Bagaimana dosanya dia sebelum akhirnya kemudian berjalan menuju Allah. Maka jawaban yang berikutnya dari pertanyaan Zaidi di atas adalah justru seputar dosanya sendiri. Lalu dua hal ini dihapuskan oleh Allah. Bayangkan jika sebenernya Allah masih kasih ia kehidupan. dan keburu lupa lagi. andai ini bisa dijadikan jawaban yang ketiga. Ada yang diringankan sebab istrinya mendoakan tanpa henti. Ada yang diringankan sebab anaknya sedang menuntut ilmu. yang ia kumpulkan. maka bertaubat adalah jawabannya. Maksudnya. Akhirnya. dan penderitaannya ia terima sebagai satu kepatutan yang menggugurkan dosanya. atau ia sudah kembali menjadi pengusaha yang sakses. ia berumur pendek. Ia hukum hamba-Nya dengan memperhatikan segala kebaikan diri orang itu dan diri orang-orang di sekeliling orang itu. akibat buruk harus diterima. harusnya ia keluar dari masalahnya. dan soal kematian. Katakanlah ia pernah berzina. Bisa juga dikaitkan bahwa Allah Maha Tahu. Ada yang Allah ringankan sebab ia punya anak yatim. dan pembiasaan ibadah tersebut.

Sedang kalau kita ingat dosa kita. dan tetap husnudzdzan kepada Allah. Makin keras angin masalah yang menerpanya. Hanya karena bebannya berat saja. lalu kita . sudah berapa tahun kita kerjakan? Jangan-jangan sepanjang kita hidup. Ada lebih banyak karunia Allah yang bakal diterima setelah kesulitan hidup yang dihadapinya. perjalanan kita cenderung seperti lambat. pasti ada akhirnya. Saya pribadi menyadari bahwa sungguh. Baru saja beberapa bulan kan? Belum beberapa tahun? Atau katakanlah. Dunia. tambahin saja lagi load kebaikannya. Percayalah.menyadari hal ini. makin kenceng ibadahnya. makin sungguh-sungguh ibadahnya. bila terlalu dikejar. tetap berjalan. Tidak berhenti. termasuk perjalanan mencari solusi. Amin. ia hanya butuh keikhlasan menerima hidup ini apa adanya. Kepada Allah juga kita memohon agar Allah bukakan terus mata hati kita tentang Kebesaran dan KekuasaanNya. Dan lagian. Belum bertahun-tahun. memperbanyak syukur. Jangan ragu menambah vomue ibadah. ada karunia Allah yang teramat besar di balik segala rupa kesulitan dan permasalahan hidup yang dihadapi. Jawaban yang ke-empat. Baarokawloohu lanaa. baru beberapa tahun. setiap perjalanan ada akhirnya. Pada permulaannya. Sampe ketemu di esai perkuliahan tauhid berikutnya. Sekali lagi. hidup kita banyak bener dosanya. lambat pun. kejar saja perjalanan waktu dengan amal saleh. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Allah Tidak Pernah Meninggalkan Kita KDW0106 Seri 06 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Andai kita menebus segala kesalahan kita dengan dunia yang kita punya. Ya. juga tidak akan mampu memberikan apa-apa. Makin kenceng ujiannya. banyak yang lebih naik kehidupannya setelah kesusahan demi kesusahan ia alami. mulai dari akil baligh sampe sekarang ini. Sesungguhnya tidak diam di tempat. Belum sebanding sama amalan ibadah kita. ada derajat yang lebih tinggi yang Allah siapkan untuk dirinya. berpikir positif. Jangan justru malah surut. Tapi. dan kemudian menumbuhkan iman dan memperbanyak amal saleh. Tetap positif kepada Allah. Insya Allah jawaban akan Allah berikan. setiap perjalanan. Asal kita terus berjalan.

Hingga saya bersyukur bahwa saya diberi-Nya karunia kejatuhan ini”. saya bahkan mulai menyepelekan shalat wajib. Ketidaktahuan tujuan hidup. “Kalau saya tidak dibangkrutkan Allah. tentu ini adalah proses pendekatan diri kepada Allah yang murah adanya. Saya banyak bermaksiat dengan rizki dan jalan yang justru sesungguhnya diberikan oleh Allah. Urusan meninggalkan shalat sunnah saja kan sebenernya dosa. Begitu kan kata Ustadz?” “Ya.mendapati Allah di sisi kita. ya bermasalah juga jadinya.” katanya lagi. “Nah ustadz. bahwa ia senang Allah bangkrutkan. saya sudah akan terlalu jauh dari Allah. sunnah dhuha. sunnah qabliyah ba’diyah”. dosa”. Dan yang lebih jelas lagi. betapa saya menzalimi Allah yang sangat sayang kepada saya. memang nyata-nyata dipelajari bahwa di balik sunnah itu ada kejayaan. “Dosa?” “Ya. makin banyak rasanya dosa saya. Saya sudah tahu kemana arahnya pembicaraan dia. Ia berbagi pengalaman. “Terus. Ngentengin sunnah. Kalau terlalu lama ninggalin sunnah. “Apa yang didapat setelah jauh dari Allah?” “Ketidaktenangan. dosa. Luar biasa. Hamba-hamba Allah memang banyak yang sudah menyepelekan sunnah. apa yang terjadi?”. Seorang bapak datang dalam keadaan bermasalah. dan untuk mengangkat derajat. Makin lama Allah biarkan saya dalam kekayaan. tidak mengapa”. Saya ngebayangin. Ia datang dengan senyuman. Namun berbeda dengan yang lain. “Sangat jauh malah. kalau tidak dikerjakan. Ngentengin sunnah juga merupakan dosa. dan berhasil memetik hikmahnya. Di dalam program Ihyaa-us Sunnah (Program Menghidupkan Sunnah). Betul. Akhirnya. menjaga sunnah adalah sesuatu yang terpenting yang benarbenar berpengaruh kepada kualitas hidup kita. . Tapi saya biarkan. Pengertian sunnah masih: “Kalau dikerjakan mendapatkan pahala. Apalagi kalau yang ditinggalkan itu adalah sunnah-sunnah muakkad. bener-bener tidak mengapa: “Cuma sunnah ini”. Saya kemudian bertanya sedikit kepadanya. yang juga akan menjadi program menarik semua peserta KuliahOnline untuk menebus dosa (he he he). begitu kata sebagian dari kita.” begitu katanya. Sahabat saya ini sudah berhasil menaruh baik sangkanya kepada Allah. Jangankan urusan yang nyata-nyata sebagai dosa. Padahal. sunnah tahajjud. tanya saya lebih lanjut kepada beliau.

Biar saja saya begini dulu. amal saleh. Saya mau memahami bahwa eposide kehidupan saya belumlah berakhir di sini. pancing saya. makin rajin shalat sunnahnya. yang sudah lumayan membentuk kepribadian dia ini.“Ya. Saya terima semuanya. kedatangannya justru nasihat untuk diri saya. Dia bicara banyak sekali. Kelihatan sekali sebenernya tatapan matanya . buku tersebut banyak berisi persoalan-persoalan tauhid. nasihat apa yang saudara harapkan dari saya?” “Saya hanya pengen ketemu ustadz saja. Saya ikhlas menjalani ini ustadz. Makin berterima kasih pada-Nya. Masih panjang kan Ustadz…?”. kita akan menjadi manusia-manusia yang banyak manfaatnya. Allah tidak akan pernah mengabaikan saya. agar masalah saya jangan cepat selesai kalau saya belum kuat imannya.” Bukan saya berbangga diri. Orang ini mengingatkan saya banget-banget. Hingga nanti saatnya datang. Ga lebih”. dan lain-lain sebagai bekal di soal kehidupan “Apa doa saudara setelah saudara dekat dengan Allah?”. Saya terima perlakuan dan intimidasi orang-orang yang uangnya di saya dan saya tidak bisa mengembalikan. bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan saya. katanya. Ridha sekali. “Saya berdoa. kepasrahan. Maka manakalah Allah sudah mengangkat kembali hidup kita. Biarlah. Dalem sekali rasa syukur saya. “Terus. Sementara itu. Saya anggap. dan mengangkat derajat kita. Daripada dipendem di kuburan yang mengerikan. Tapi semakin besar masalah saya. Bukan sebaliknya. Dia cerita bahwa buku Mencari Tuhan Yang Hilang. Makin jaya. Allah akan mengulurkan pertolongan-Nya. semestinya makin hebat shalat wajibnya. Saya terima cacian dan makian keluarga saya. saya sedang menunggu takdir Allah terhadap diri saya. ini saya terima. Saya selanjutnya membiarkan ia bicara. maka segalanya akan mengalir bahagia. Semakin berat. Semakin kaya. Dan saya kira. sungguh. “Ustadz. Saya belajar dari ustadz. iman. makin bersungguh-sungguh mendekatkan diri kepada Allah. Allah mempersiapkan diri kita untuk menjadi individu yang lebih baik lagi yang lebih hebat lagi. semakin saya bersyukur. namanya orang bangkrut. Biarlah Allah yang mengatur hidup kita. tanggung jawab. Alhamdulillah. buku perdana saya. Dia juga mengingatkan tentang diri saya sekian tahun yang lalu. Allah tidak akan pernah tidak mau menolong. Ketika saya pompa diri ini. Allah akan selalu menolong. bahwa ketika Allah ada di kehidupan kita. Dunia ramai sekali di luar diri saya. saya terima sikap tidak pedulinya kawan-kawan yang kadang menyakitkan saya sebab saya begitu memperhatikan mereka. hidup saya penuh dengan masalah. beban masalah saya adalah pengurangan dosa saya. tapi saya merasakan hebatnya bersepi-sepi dengan Allah”. Terlalu mahal tebusannya bila kita tergolong sebagai golongan orang-orang yang melupakan Allah. maka akan semakin besar pengurangannya. insya Allah dengan izin-Nya.

membuat dia harus melihat dengan telanjang aset dan perusahaannya pindah tangan. Pertolongan Allah itu ada. Misalnya begini. gelap. dan kemudian menerima pengajaranpengajaran tentang iman dan kasih sayang Allah dari orang-orang yang positif memandang Allah dan kehidupan ini. hidup penuh tekanan. bagaimana sih ini? Ya. gelap. Allah teramat suka sama manusia-manusia yang percaya bahwa diri-Nya pasti mengatur yang terbaik. Dan dia pasti kuat. Ga apa-apa masalah bertambah besar. penuh hutang. penuh hutang. . Saya mah tetap saja maunya positif. hidup penuh tekanan. sendiri. Segera saja saya banting kepada pemikiran. asal dosa saya semakin besar yang diampuni Allah. tapi kan yang nulis situ. sendiri. tetaplah baik sangka kepada-Nya. ups! Kata siapa? Loh bukannya tertulis begitu? Jadilah dia kemudian nestapa. Ya. dan keyakinan-keyakinan lain yang positif. Ketika bercerita tentang keyakinan kepada Allah. Ada seorang kawan yang tambang emasnya direbut orang. dan putus asa. “Ga apa-apa masalah bertambah besar. Istilah-istilah hukum dan ekonomi modern. tiba-tiba saja harus direlakan pindah tangan. Jadilah dia kemudian nestapa. merana. lalu urusan itu kelihatannya tidak selesai. Tambang emas yang baru saja diperpanjang hak tambangnya. Saya males mengikuti bayangan buruk pikiran buruk. merana. saya punya urusan. situ yang bagaimana? Koq maen nulis sendiri kesimpulannya? Oh. *** Apapun keadaan dan kejadiannya. Sungguhpun kadang kejadiannya memaksa saya untuk berpikir buruk. Tapi kemampuan untuk meyakini Allah dan berpikir positif itu memang setelah mengalami sendiri pasang surut kehidupan. Malah cenderung bertambah besar. belum selesai ya? Belum. dan putus asa. Semoga ia kuat. dan secercah ilmu. insya Allah. Bayang-bayang jatuh miskin. sudah di mata benar. asal rizki juga bertambah besar”. sudah menjadi bara di tengah kehampaannya. Lah. Namun iman di hatinya.hampir kosong. dan sudah ditanam investasi dari hasil hutangan baru. Tapi. saya adalah termasuk orang-orang yang berusaha belajar meyakini bahwa Kekuasaan Allah itu ada.

Wuah. sebagai pengusaha yang gagal. bagaimana? Mestinya. Loh. Hutang bank nya? Makin banyak. Lah???!!! Ya. Dia belum kehilangan buyer nya. hidup penuh tekanan. Kalo lagi jenuh. dan jaya kembali? Ya habis situ yang bilang dia akhirnya rontok. Itu yang membuatnya ga jadi merana dan ga jadi nestapa. Tapi dia belum kehilangan semangatnya.com. bagaimana dengan dia? Pengusaha ini tetap tegar. Terus mau kemana lagi dia? Ke Allah. Sekelilingnya menertawakan dia. lagi letih. bangkit. dia menuai musuh-musuh baru yang berasal dari keluarga. Ini habis pulang dari rumah sakit. Dia memang kehilangan banyak hal. kan “saya” suka muncul. Mencemooh dia. Beberapa aset yang disita adalah aset keluarganya yang dijadikan pinjaman. repot juga ya? Engga tuh. Jadi. Di sisi yang satu ini saja. engga. Ga kebayang dah kalo kita yang menjadi dia. dan putus asa. Terus. ia kemudian nestapa. Weh. sendiri. Iseng saja. Dia belum kehilangan keluarganya. Dia ga merasa repot. Biar nulisnya ga jenuh. Sebab nyatanya dia tidak.Yang benar. Mana perempuan lagi. Lewat website www. Dia belum kehilangan ilmunya. merana. penuh hutang. sampeyan ini siapa? He he he. Saya kudu ngajar besok pagi. Dan yang lebih penting. jadi dong merana dan nestapanya? Kenapa sih? Kayaknya kudu merana dan nestapa dulu ya untuk kemudian bangun.kuliahonline. sekaligus sebagai ibu dan istri yang gagal. gelap. Dia rontok. Dia memilih ga mau percaya bahwa dia benerbener habis. Dia terus aja maju ke Allah. Saya rindu mengajar. itu mah namanya ga berperasaan. Online. Harus pakai “mestinya”. . Dan tidak sedikit yang sudah pindah tangan. Asli rontok. Sebab nyatanya emang susah.wisatahati. Subhaanallaah! Tapi berkembang ga tambang emasnya? Engga. Dia terus saja berjalan. dia masih punya Allah dan Rasul-Nya.

Ia berdoa siang malam. Tapi tidak pasrah dalam ikhtiar. Ada satu peristiwa hukum dan ekonomi juga antara dirinya dengan penguasa daerah dan pusat. Ini cara saya menulis. Nyatanya. tadi kan Kamu sendiri yang nyelang? Ya ga apa-apa toh? Kan sama saja. Bisa modar. Allah mengembalikan begitu saja asset yang sudah pernah diambil-Nya (kesejatian semua kejadian). Peserta KuliahOnline. Bahkan ketika saya berceramah! Ga apa2. malah balik lagi ke pemilik asli. maupun hal-hal lainnya. Bahkan hebatnya nih. Ia bahkan terdorong lebih lagi menuju Allah. Saya yang bercerita. Rapih. Pengusaha yang sempat terjerembab ini sudah berhasil mempertahankan imannya. Kalau saya letih. Akhirnya apa? Akhirnya ia bangkit lagi. Ia pasrah dalam kendali Allah. asal jangan “saya” dimunculkan pas nyetir saja! He he he. Jadi. Subhaanallaah! Maha Suci Allah yang tidak pernah salah dalam mengendalikan.Situ boleh menyebutnya ga berperasaan. Yah. Pasrah itu pekerjaan hati. Saya yang ngetik. Ga ada ikhtiarnya? Nah ini bedanya. Hingga kemudian ketika tidak ada satu pun lembaga hukum yang bisa membantunya --sebab katanya kesalahan administrasi hukum dan ekonomi adalah kebodohannya – saat itulah pertolongan Allah datang. asset itu dikembalikan Allah dalam hitungan yang berlipat-lipat baik dalam hal asset. Tapi dia memilih menyebutnya sebagai pasrah. lewat tangan orang lain. saya punya kembaran. Subhaanallaah ya? Kamu ini. menyaksikan kebesaran Allah. Bagaimana urusannya? Klir. Iya juga. permodalan. Barangkali ketika di tangan seterunya si pengusaha ini. begitu dah. Sedang ikhtiar itu pekerjaan fisik. bukannya mikir. yang menyebabkan rentetan juga peristiwa hukum dan ekonomi yang berputar. . Betapa Kuasa-Nya bekerja di kehidupan orang-orang yang kuat mentalnya. Tidak ada training yang lebih hebat daripada training kehidupan di mana Allah bertindak langsung menjadi Grand-Master Trainernya. sang seteru itu merasa sudah pasti asset perusahaan tambang emas itu jadi miliknya. Ia tetap berusaha mencari petunjuk sama Allah. ia kembangkan mati-matian. Situ kan saya juga. Iya kan? He he he. yang kembaran saya inilah yang saya biarkan maju. menentukan. Malah saya yang mikir. Dan otak barangkali. Mereka-mereka yang sempat “mengadili”. Dengan kejadian itu. Termasuk tentang kehidupan ini. Allah mempersiapkan kenaikan derajat pengusaha ini pada porsiNya. dan mengatur sesuatu. bingung ya? Mudah-mudahan engga. Bukannya seharusnya Kamu? Loh.

Silahkan shut-down komputernya. tapi dalam kesejukan. Kalo ga hormat sama tamu. peserta KuliahOnline. Ga apa-apa. Jangan. inilah kumpul-kumpul pertama antar-pengguna web www. sebar luaskan ilmu yang didapat ini. iya. Ok. kalo ga bilang. Insya Allah mulai hari-hari selanjutnya. kata Rasul. Ya sudah. Makasih ya.com. Tuh kan. Sudah. Dari kawan-kawan PPPA (Program Pembibitan Penghafal al Qur’an). Padahal masih pengen nulis ya? Iya. dan temui dulu tetamunya. Di depan rumah. Subhaanallaah. Insya Allah. Ini juga udah ada tamu. Loh. sebab entah mengapa nama wisatahati kuat sekali ada di pikiran saya saat di penjara itu. Saudara-saudaraku. dua tiga hari dah. katanya udah “Ok. Sabtu tanggal 30 Agutus 2008 sore. Semoga Allah menerangkan benderangkan langit. ga dilayanin? Ya dilayanin juga. Jangan lupa. Tapi sudah mulai menukik ke urusan ibadah keseharian. sampe ketemu. Sebab kadang ga ada jeda buat nafas saking padatnya jadwal ngajar. untuk sama-sama belajar. iya. Insya Allah bagi yang datang. Asal bener-bener sehat. panjang lagi? Lah. Yah. tabligh dan syiar. besok. ga beriman.wisatahati. sampe ketemu ya di Sekolah Daarul Qur’an . Mestinya. sampe ketemu”? koq masih terus nulis? Iya. Nanti malah ga hormat sama tamu. Oh.Saudara-saudaraku semua. kita masih akan belajar tauhid. Tapi kalo tamunya namunya gini hari? Malem-malem? Tamu nya udah bilang koq. Ajak-ajak juga saudara-saudara dan kawan-kawan yang memiliki kemudahan akses internet untuk sama-sama mendaftarkan dirinya di KuliahOnline. berbagi dan bersaudara. Mudah-mudahan yang sabar ya belajarnya. situ kan yang mula-mulain. nulis saja terus. Memberi Saudara semua rizki-Nya sehingga Saudara bisa datang berkumpul. kita berkumpul di Sekolah Daarul Qur’an Internasional. He he he. dan bener-bener lega nafasnya. tamu mah suruh nunggu juga. nunggu. saya akan bercerita tentang latar belakang Wisatahati sedikit ya? Insya Allah. sejak nama website ini ada di kepala saya ketika saya berada di dalam tahanan kepolisian di tahun 1999! Saat itu saya kepengen berpikir untuk duluan memesan nama web ini. Iya.

Padahal biasanya kan memang juga tidak hadir. Loh…??? Nyahut lagi…??? He he he. Sesuatu yang barangkali jarang-jarang terjadi bagi sebagian . diselenggarakan pertemuan tatap muka (kopi darat) antarpeserta. Dan saya kira ini adalah salah satu manfaatnya juga. Saya meminta maaf tidak bisa menjamu kawan-kawan semua dengan sempurna sebab ketidakhadiran saya. sebab-sebab yang begini inilah kemudian dicari sistemnya dalam sistem Online. he he he. he he he. Sebab sayanya tidak hadir. Alhamdulillah. pengelola web.Internasional. Iya. Dan saya kira. Apalagi mereka bisa makan makanan pondok. Ketika saya memonitor lewat handphone. Kelurahan Ketapang. Maka nya. tapi tetap saja semua beranggapan kurang asem garem. Namanya juga KuliahOnline. Subhaanallaah. Mudahmudahan ga pada nyasar. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Perjalanan Tauhid Perjalanan Keyakinan (+ 5 esay tambahan) KDW0107 Seri 07 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Tanggal 30 Agustus 2008. Kecamatan Cipondoh. terdengar suara asaatidz pondok beserta para santri yang mengaji surah al Waaqi’ah yang mudah-mudahan diikuti oleh semua Peserta KuliahOnline. Sungguhpun kami sudah berusaha memberikan yang terbaik. udah buruan shut-down dah yaaaa…. Di antaranya mempertemukan peserta KuliahOnline dengan tim IT WebOnline dan juga bertemunya para peserta KuliahOnline satu sama lainnya dari berbagai entitas dan daerah. Tapi saya meminta maaf sedalam-dalamnya kepada Peserta KuliahOnline yang datang di pertemuan kemaren sore sebab saya harus keluar dari pesantren. saya berdoa semoga semuanya menikmati sajian Allah di dalam kehidupan pesantren yang mereka berada di dalamnya. Sesuatu pelajaran dan atau pengajian yang digelar tanpa kehadiran fisik. dan saya. acara kemaren sore berjalan juga satu dua misi. di Kampung ketapang. Maghrib dan isya juga dilakukan di pesantren bersama-sama dengan para calon Penghafal al Qur’an yang dibina di Daarul Qur’an.

di situasi-situasi seperti ini (full-traffic) akhirnya Allah mengizinkan KuliahOnline ini berjalan. asaatidz dan tamu-tamu istimewa saya. Ketika saya tetapkan tanggal 30. Biar kedatangannya di sore hari di rumah bisa disambut para santri. sebelum tahajjud saya sempat bermain dengan Muhammad Kun Syafi’i. he he he. Dan itu pun. Produktif ya. Saya berdoa kepada Allah agar peserta KuliahOnline yang datang kemarenan bersilaturahim diberikan keberkahan tersendiri sebab kedatangannya ke tempat yang banyak sekali amal di dalamnya (pesantren). Baru kemudian diikuti materinya dalam hitungan sekali belajar sekian materi. dicicil juga. Kun baru berusia 1 tahun 1 bulan. Salah satu manfaatnya adalah ketidakterbatasannya waktu. Saya menyempatkan berbagi tengokan.30!!! saya harus memainkan peranan sebagai ayah yang baik. Tidak merupakan kuliah berseri yang akan membentuk kepribadian. kalau Saudara berkenan membagi-bagikan pelajaran. Sementara tetap ada banyak yang bertanya. bahkan kawan yang baik bagi seorang kawan yang mau bunuh diri pada malam itu! Wuah. akan tidak efektif rasanya belajar seperti itu. peserta KuliahOnline. Bagi yang tidak bisa mengakses harian. Saya khawatir. kakaknya Muhammad Yusuf al Haafidz bayi saya. Ternyata Kehendak Allah lain. Saya undang juga beberapa komunitas Wisatahati di sana. Saya menulis ini habis shubuh. di beberapa hari menjelang ujian saja. Jangan dikasihkan sekaligus. seperti Peserta Pesantren Riyadhah. dan beberapa simpul donatur. kalau dikasihkan sekaligus. Biar ga kembung. mantu yang baik. pimpinan pondok yang baik. Saya masih bersama bayi saya. Dia sudah punya adik lagi. Luangkanlah waktu Saudara. Apalagi bila saudara berkenan sedikit repot dengan membagi pelajaran-pelajaran yang saya bagikan ini kepada orang lain. Peserta Kuliah Tatap Muka nya Wisatahati yang sempat diselenggarakan (sementara udah ditutup). sesungguhnya itu juga adalah doa buat bayi saya. Insya Allah akan bertambah-tambah banyaklah amal kebaikannya. Subhaanallaah. suami yang baik. ia bisa mengumpulkan dalam beberapa hari. Kadang ke pesantren di Bulak Santri.yang lain. Saya bertahan untuk memberikan kuliah-kuliah fundamental ini. Haus ya haus. ada cerita menarik yang saya akan tuliskan sebagai esai kuliah mendatang. akan menjadi bacaan biasa. Dan saya berdoa agar semuanya diberi kesabaran. Saya berharap Allah subhaanahuu wata’aala memulangkan bayi saya di siang harinya. anak yang baik. kenapa sih engga dibuka aja kanal-kanal materi lain? Kan materi-materi itu juga bisa dicicil belajarnya? Engga. Itu kan sama saja saudara belajar di SMP-SMU tapi ga masuk-masuk. terjadi halhal yang sungguh akhirnya saya malah pulang ke rumah jam 23. he he he. komplit. Waba’du. Dua tempat yang merupakan karunia buat negeri ini. Namun saran saya. Tapi ya biasa aja. Sekalinya masuk. bermanfaat untuk kehidupan saudara dan keluarga saudara. Kadang ke pesantren di Ketapang. Di keduanya berkumpul santri-santri yang menghafalkan al Qur’an . Dan malah saat itu. Insya Allah apa yang Saudara pelajari dan apa yang Saudara akan pelajari. Alhamdulillah. Tentang kejadian bayi saya. saya udah usahakan untuk hadir.

Kekuasaan dan Keajaiban Allah di bayi saya. agar Ramadhan ini menjadi bulan penuh support dari Allah dalam upaya kita mencari diri-Nya. tapi perkara tauhidnya sangatsangat terkait dengan Ramadhan. dan sering mengeluhkan tentang rizki-Nya di saat mestinya Dia marah dengan kelakuan kita. Di edisi mendatang. Mudah-mudahan kebijakan saya yang sudah saya langgar ini (mestinya tetap esai ringan per pertemuan. Kita berdoa terus agar Allah semakin memperkenalkan diri-Nya dengan diri kita dan semakin sayang kepada kita. Adapun maksud dan tujuan saya adalah sekaligus sebagai bekal masuk ke bulan suci Ramadhan (sewaktu esai ini dinaikkan. Seberapa percayanya kita sama Allah? Ini yang menjadi pertanyaan tauhid dan iman kita pada-Nya. sering mengecewakan-Nya. menjadi sebuah percepatan yang diridhai Allah. Saya sajikan langsung 5 esai kuliah yang mestinya saya bagi menjadi 5 esai kuliah buat 5 hari ke depan.untuk disebarluaskan lagi ke seantero buminya Allah. “bercandalah” dengan Allah. kelak ia akan terkait juga. web admin). Ga jauh-jauh dari kita. kita bahas dulu materi kuliah sambungan yang memang sudah disiapkan jauh-jauh hari. sungguhpun kita sering menyakiti-Nya. mari kita pelajari 5 esai berikut ini. Tapi sebelum saya jadikan kondisi bayi saya dan apa yang terjadi di seputaran waktu terakhir-akhir KuliahOnline ini saya selangkan sebagai materi kuliah. kali ini istimewa. sering bertanya tentang Pertolongan dan Kuasa-Nya. tapi kalian tidak bisa melihat”. Bahkan di surah al Waaqi’ah yang kemaren Peserta KuliahOnline baca bersama para santri. mudah-mudahan menjadi pengajaran buat kita bahwa Allah itu memang patut diyakini Keberadaan-Nya dan ga boleh lagi ada keraguan! Sungguh. saya sempatkan membaca imel-imel yang masuk. ke meja redaksi. Memang kuliah ini bukan kuliah khusus tentang Ramadhan. Dia ada banget-banget. pertanyaan-pertanyaan yang masuk. ada bahagian ayat yang berbunyi: “Dan Kami sesungguhnya teramat dekat dengan kalian. Harapan saya. *** Bercanda Dengan Allah Ketika kita dilanda kesusahan. Subhaanallaah astaghfirullah. Sebelum meneruskan menyiapkan esai hari ini. Ok. dan berlangsung terus menerus selama 41 hari). Memang . Allah akan bekerja sesuai dengan kepercayaan kita pada-Nya. Bismillah ya. Oh ya. Kalaupun tidak terkait. adalah satu hari menjelang tanggal 1 Ramadhan.

sebagaimana saya ceritakan dalam buku “Mencari Tuhan Yang Hilang”. Kondisi saya saat itu parah. Istidraj ini artinya dimainkan Allah. kan ketahuan tuh bahwa saya secara hitungan matematis ga bisa bayar? Bila saya ga bisa bayar dalam satu bulan. Maka kasus ini saya terima. Nah. Dan setelah pulang nanti. Selama 14 hari saya di dalam tahanan. Saya tidak berada langsung di balik kasus ini. Padahal saat itu. dan terus berlanjut sampe ke LP. dan sesekali jawabjawab sms dari TV dan dari kawan-kawan pondok yang butuh koordinasi cepat. Apalagi untuk kondisi saya saat itu. Tapi darimana nyari 86 juta dalam 1 bulan? Terutama dalam keadaan saya seperti itu? Saat itulah. Kalau tidak. ga bakal ada. saya pasang niat bener. Sebab sambil saya nulis ini. Tapi efek dari penerimaan ini. Ga ada. berat. Kemudian bayangan bakal kebayar. Kita punya salah di jalan A. saya bingung. untuk menerima kasus ini. Tapi perjanjian itu saya iyakan saja. Kalau saya hanya menulis tentang ini. dimulai dipraktekkan. niscaya saya sudah akan menangis. Kondisi saya saat itu. Deket sekali terasa Allah itu. saat itulah saya bercanda sama Allah. semua prinsipprinsip dasar Wisatahati. Saya ga mau mikir jauh. hampir nangis nih saya nulis ini. maaf. Begitu. Keluarga nyerah. Sebab emang 86 juta itu bahagian dari hutang 1 milyaran yang harus saya bayar. Begini. Cuma. Boro-boro buat bayar. tapi Allah hidangkan kesusahan ketika kita berjalan di jalan B. saya lepas dari penjara kepolisian. saya bilang di atas. Di antaranya: konsentrasi jangan di 86 juta. hanya selembar. Tahun 1999. Pakaian. Saya menikmati betul candaan itu. Saya menerima. Bener-bener hanya selembar. pakai pakaian apa. Dan memang Dia itu dekat. Yang penting bisa keluar dulu. dengan pertimbangan mudahmudahan Allah memaafkan kesalahan saya di tempat lain yang barangkali hukumannya adalah ini. kita akan kaget sendiri manakala kita teguh berdiri pada apa yang kita yakini. Tapi belum ditulis saat itu. saya sambil jagain si abang Kun (putra ketiga saya yang masih berumur 1 tahun 1 bulan tadi). Duh. berat. Bahwa saya bener-bener akan bayar. buat ongkos pulang dari kantor kepolisian menuju rumah transitan (saya belum bisa pulang sebab satu dua hal saat itu) saja saya bingung. saya tidak ganti baju! Dan tentu saja saya tidak pakai lagi celana dalam. Ini kasus saya yakini sebagai kasus-kasus istidraj. bener-bener minus. Tapi di pencarian menuju .kadang sesuatu berjalan “seperti” tidak sesuai kepercayaan kita pada-Nya. he he he. Saya harus membayar 86 juta rupiah dalam waktu hanya 1 bulan. Saudara-saudaraku peserta KuliahOnline. maka kasus ini dinaikkan lagi. maka saya harus menyerahkan diri lagi. bahwa unsur pidana akan dihilangkan jika saya menerima kasus ini betulbetul dijadikan kasus perdata. makan apa. Tapi yakinlah. Dan saya “diwajibkan” untuk menyerahkan diri sendiri tidak perlu dijemput petugas. Sebab ada perjanjian tidak tertulis (damai). Kawan-kawan juga pada minggir semua. Tapi saya ga bisa nangis.

Habis saya bayarin itu. bukan khawatir. Gaji-gaji dari kerjaan-kerjaan saya itu. biar saja Allah yang mikirin! Gitu lah pikiran saya. Bukan dengan caracara saya. Saya minta dihadirkan satu anak yatim yang pintar untuk saya bayarin SPP nya bulan itu.500 rupiah. Dengan cara-cara-Nya. Tapi yang saya paham. bulan ini. Saya ga tahu saya bisa bayar atau tidak. tahajjud. shalat-shalat sunnah qabliyah ba’diyah. seraya meminta maaf kepada Allah. dipolin. ngajar madrasah. Saya tahu ga bakalan mungkin cukup kalau saya tabung. Saya katakan kepada Allah yang bagi sebagian yang lain kalimatnya mungkin aneh. Saya tertawa kecil. Jadi. Habis itu saya bangun dari sujud. dhuha. Tapi kalau engga. Allah yang tahu hati saya. witir. dan ada waktu. Tapi bagi saya. biar saja. Dihadirkanlah satu anak yatim. Kurang lebihnya. saya menawarkan kepada Allah menjadi tentara-Nya. Dan Engkau juga tahu. maka saya dipenjara lagi. Ya Allah. kelihatannya ga adil ya? Biar saja. shalat ditepatwaktuin. Sungguh. Namanya Ummi. dari hasil jualan es dan jadi tukang fotokopi. baca al Qur’an. saya ga bisa bayar hutang yang dibebankan kepada saya. dan lain-lain. Saya katakan padanya. Biar saja Allah yang akan menyiapkan sejumlah uang tersebut. yang tinggal dua minggu lagi. Dua minggu kemudian peristiwa yang saya sempat khawatirkan. ngajar komputer. saya ambil saja buat makan. Besarnya 27. tidak terjadi. nyari ampunan-Nya. selebihnya tostosan saja buat Allah. saya yang bayarin. Sebab ga bisa bayar lagi emangnya”. ngajar al Qur’an. Uang ini saya timang-timang. saya justru sedang berikhtiar membayar 86 juta tersebut! Persis dalam waktu 1 bulan. “Ya Allah. Sampe sini. Sebab tarohannya anak yatim. Permpuan. saya boleh sombong sedikit. saya megang uang nih. Saya katakan. Jadi. Allah pasti bisa. saya sempat khawatir saja.Allah saja. saya polin buat Allah. Ya. mau bercanda sama Allah! Saya datangi sekolahan di belakang saya bekerja sebagai tukang fotokopi. bayaran sekolahnya. maka saya terusin bayarannya tuh anak yatim. Saya yakin sekali Allah tidak akan mengambil keputusan saya ditangkep lagi. dan segar rasanya. Selebihnya. ngapain juga saya pikirin. Lalu apa yang saya lakukan? Saya melakukan perbaikan dan perubahan di ibadahibadah saya saja. kalau bulan depan. ngajar bahasa. Kalau Engkau masih tetap membiarkan saya bebas. Biar saja Allah yang urus. Saya ngajar sana sini. Ikhtiar saya apa? Ya itu lah ikhtiar saya. Kan susah loh menjaga rutinitas ibadah dalam keadaan puyeng? Iya ga? Yang ngalamin ini yang bisa jawab dah. Untuk masalah? Jangan dipikirin! Ntar stress sendiri. tinggal Engkau pilih dah. dengan cara begini. Kenapa saya harus . Sebab apa? Sebab saya serahkan sepenuhnya kepada Allah. saya udah bayarin tuh satu anak yatim SPP nya. zikir. Itu ungkapan saking deketnya saya sama Allah. ya saya bayarin lagi. Saat itu melintas di pikiran saya. nyari ridha-Nya. Saya sujud. Hingga di pertengahan bulan. saya gelar sajadah.

Subhaanallah. kali ini. Saya mohon kepada-Mu ya Allah. Masalah itu insya Allah bergulir sempurna penyelesaiannya. Dan insya Allah akan diganti sama Allah dalam 1 minggu. Tapi saya hanya bebas doangan sementara. namanya Maemunah. Sebab hutangnya belum selesai. Saya bukan promosi. bahwa kalau mau ditolong Allah. kita akan pelajari kisah hebatnya keyakinan seorang tukang nasi yang kemudian membawanya pada perubahan hidup. Silahkan dikoleksi ya. Nah. Awal tahun 2007. tos-tosan saja sedekahnya. Di sana ada saya katanya sedang bertutur. dengan wasilah amal ini. Saya datang lagi ke sekolah tersebut. sudah dengar kan audio yang saya upload? Judulnya: Kenapa Harus Khawatir Padahal Ada Allah? Ya. Maka nya kelak kemudian kisah-kisah perjalanan saya diberi judul: Wisatahati Mencari Tuhan Yang Hilang. “Ya Allah. doa saya belum sempurna. Di esai KuliahOnline berikutnya. Saat itu hutang tetap belum lunas. 1 SPP lagi untuk 1 anak yatim yang lain. saya tebar di berbagai buku saya. IS menonton TV. bayarkanlah hutang tersebut”. jika kita percaya dan yakin sama Allah. makasih. Kemudian saya balik lagi dan sujud. seraya mengatakan (kurang lebih). saya bayarin lagi SPP anak tersebut. dari hati saya. saya akan tambahin dari sekarang. perjalanan waktu ini akan sampai juga. karena saya “lolos”. Semua memang butuh perjalanan waktu. ha ha ha. (IS). Allah rupanya juga bercanda bersama saya. . itulah yang terjadi sama saya.khawatir. Dan tahu ga? Anak yatim kedua yang saya bayarin. *** Air Gula Untuk Bayiku Saya yakin Allah tidak akan menyia-nyiakan amal kita. Ya saudarasaudaraku. Saya anggap ini kisah perjalanan tauhid. Secuplik kisah-kisah saya. Ya sudahlah. masih duduk di bangku SMP kelas 3. Inilah kisah saya. tapi sedang jualan. Sampe ketemu di esai berikutnya. Kisah perjalanan saya mencari Tuhan. Dan Maemunah ini beberapa bulan kemudian jadi istri saya! Maemunah saat saya nikahi. Dan dia satu sekolah dengan si Ummi tadi. ya saya jalanin janji saya. Kali ini saya sempurnakan. insya Allah hidup kita akan berubah ke arah yang kita kehendaki. tapi percayalah. Mencari Tuhan yang hilang dari diri saya. Saya kemudian sadar. Itu kalau kita percaya Allah menggantinya dalam 1 minggu. Ya Allah. Udah nolongin saya.

supaya Allah segera menunjukkan Kuasa-Nya. Hanya. Sejumlah 37 milyar rupiah. andai mereka jadi pinjam. dengan segala resikonya. Di saat “bercanda” dengan kesusahannya. sabar. Bahkan untuk tahun 2008. membuat keberkahan Allah datang. alhamdulillah. Masa iya itu semua akan terjadi? Begitulah IS dan istrinya meyakinkan diri mereka. sungguhpun si pemilik rumah tidak yakin dengan penampilan pembeli rumahnya. dan mengatakan akan membayar dalam tempo 2 bulan. sebagaimana alaminya alam ini yang berisi dua hal. andai mereka tidak bisa bayar listrik kontrakannya lalu malu kepada yang punya kontrakan. Keridhaan bayinya juga meminum air gula. ada pesan yang disampaikannya lewat saya. andai mereka tidak bisa membeli susu buat bayinya lalu bayinya jadi sakit. Bahkan bukan hanya rumah itu yang bisa ia beli tepat waktu. dan terus jalani kehidupan ini. Tapi mereka ga jadi minjem. Hanya dalam hitungan beberapa bulan saja. Uang itu sejatinya ditahan untuk tabungan bayar kontrakan yang 2 bulan lagi bakalan habis. Ada juga bumbu kisahnya yang tak kalah menariknya. maka biarlah Allah tahu. Sekali sudah ditempuh jalan Allah. alias katering dengan 48rb porsi per hari. atau mati sekalipun. dia memegang kontrak katering yang sangat-sangat besar. dan lain-lain. Mereka bilang. Rasa sesal di hati istrinya selalu ia tepis dengan keyakinan bahwa Allah tidak mungkin menyia-nyiakan iman dan amal salehnya a/ janji-janji Tuhannya. Dan itu kelak benar-benar terjadi. Ia kasih biskuit2 kecil pengganjel makanan. Susu anak sudah ia gantikan dengan air gula. Dari dia. Sungai pasti ada ujungnya. sebagai “alternatif” andai mereka benar-benar diusir dari kontrakannya. Subhaanallaah. Sekian minggu ia tunggu keajaiban sedekah. tapi tak kunjung datang. hampir mereka ini pinjam uang ke kerabat dekat. listrik. Dan inilah yang menjadi keyakinan kita. Biarlah ia mengalir. Masa katanya mati. uangnya sudah 1 milyar. melewati tikungan anak sungai yang namanya kesulitan. Dan sekalian saja pikir mereka. bahwa semua ini terjadi sebab mereka berdiri di atas keyakinannya akan janji-janji Allah. Pasti berhasil. . atau bahkan orang tua. maka Allah belum tentu bakal turun tangan. Dia tawar rumah tersebut. Subhaanallaah. Cara bicaranya meyakinkan. mereka betul-betul kosong. Tapi juga ia bisa membangun satu perusahaan katering dengan aset hampir 20 milyaran dalam tempo hanya 1 tahun. Ga tanggung-tanggung seharga 700 juta. Andai mereka diusir dari kontrakannya. Mereka saat itu pasrah. IS dan istrinya menawar sebuah rumah bagus. Di tengah situasinya yang hampir bener-bener game over. Masya Allah. tidak ada cerita tidak berhasil. IS dan istrinya sepakat untuk menyedekahkan uang itu. Keyakinan dan kesabarannya berbuah. kesenangan dan kesusahan. Dan datangnya ga maen-maen. Juga susu anak. Ia dapat order menangani katering 16rb orang 3x sehari. Ini menjadi berkah buatnya. ia ada uang 1 juta. kesukaran.Saat itu.

Ya memang ini akan jadi diskusi panjang. Tapi oke lah. Makin susah.*** Menjadi Lemah Hanya bersandar kepada Allah dan yakin pada pertolongan-Nya. Kontrakan udah mau habis. anak sehat. ya mereka akan menjadi lemah. IS dan istrinya menunggu balasan Allah. mengikuti seruan-Nya. belum tentu mendapatkan berkah yang begitu banyak. Tapi bahasa pasrah. manakala mereka berpindah sandaran. kadang begini. Kondisi-kondisi begini kalo dibawa ke shalat malam lalu diadukan ke Allah. Tapi mereka urungkan ini. mereka berinisiatif untuk meminjam kepada orang tuanya. Mereka udah benar. dan bersandar hanya pada-Nya. air susu anak sebagaimana diceritakan sebelumnya sudah diganti dengan air gula. wuah. sang penjual nasi yang mendapat berkah tersebut. Ketika kesulitan relatif memuncak. Sekarang.lalu berkah amal saleh Allah tidak beri. Biar Allah tahu bahwa mereka jadi tidak bisa bayar kontrakan sebab uang kontrakannya disedekahkan. cuma kitanya aja yang ga berasa. Allah sebenernya udah balas. sehat. cakep banget. Allah ga balas-balas tuh amal salehnya. balasan Allah ga kunjung datang. padahal uang ini sejatinya untuk bayar kontrakan dan bayar ini itu. Sedang Engkau tahu tidak . sampe hampir dua bulan. Ternyata. Bertahan saja dengan kesusahannya itu. Sebab belum tentu juga balasan Allah itu hanya uang. Mudah-mudahan bisa dibahas di lain tempat. Setidaknya menurut pengetahuan dan perasaannya. andai ada perubahan suasana hati. Tapi ya itu tadi. dan seterusnya. kami serahkan uang kami kepada-Mu. Allah menyuruh kita percaya pada-Nya. Mereka khawatir mereka menjadi lemah. makin baik. kita coba bahas IS tersebut. “Ya Allah. Saya mengamini. IS. Koq jahat bener ya Allah? Hanya gara-gara perubahan suasana hati. Kan. Dia sedekahkan uang 1jt-1jt nya yang ia punya. Misal. Bahasanya tentu saja bukan bahasa mengeluh. Lalu IS dan istrinya percaya pada Allah. Biar Allah tahu bahwa anak mereka mengalah minum air gula sebab jatah susunya disedekahkan. Bisa juga balasannya berupa panjang umur. kita menjadi kuat. keluarga bahagia.

Tapi ngelihat Ustadz Yusuf di TV. (-) Koq kerja ga ada duitnya? Buat apa kerja? (+) Sebenernya ada sih Pak. ini baik benar untuk menambah keyakinan dan iman kita. Tapi uangnya yang ga ada. Nah. kasih sayang-Mu. kepanjangan umur kami dalam keadaan sehat dan beriman. (-) Kalo ada. (-) Loh. Beda. Dan Engkau pun tahu ya Allah. wah. boleh saya pinjam uang? (-) Suamimu kemana? (+) Ada. bahwa uang itu sedianya untuk membayar kontrakan. kami pun tahu bahwa Engkau tidak akan mengingkari janji. kalo mau kaya. dengan kepasrahan semacam ini. ya sedekah apa yang kita punya. Tapi ya Allah. (-) Maksudnya? (+) Ya. Apalagi kenyataannya. cakep bener tuh. Ya Allah. Janganjangan malah menjadi lemah kita adanya. dan Engkau lah Yang Maha Memberi Rizki. kalo ada. Akan terasa benar pertolongan Allah itu. koq masih tetap minta sama Bapak? (+) Uangnya disedekahkan dua bulan yang lalu. kalo kita sudah melengkapi dengan doa semacam ini. Tapi kemudian pertolongan Allah tidak akan bener-bener terasa. Saya membayangkan. dengan malah pindah sandaran ke manusia. dulu ada duit. kalo kemudian kita “melengkapi” sedekah atau amal kita. andai IS bener-bener minjam ke orang tuanya. kalau udah setengah pingsan. atau orang tuanya ada uangnya. koq minjem uang sama Bapakmu ini? (+) Ada. belum tentu ketika IS dan istrinya minjam ke orang tuanya lalu orang tuanya menyediakan. susu dan yang lain-lainnya. terjadi dialog yang melemahkan seperti ini. maka tidak mengapa ya Allah Engkau tidak membalas sedekah kami dengan uang. andai balasannya adalah ampunan-Mu. (-) Emangnya ga kerja? (+) Kerja. ridha-Mu. Engkau pula Yang Maha Memenuhi Kebutuhan-kebutuhan kami…”. Belum tentu. Sayang. Misal. . kemudian pertolongan Allah datang. (-) Apa hubungannya? (+) Katanya. Kita berandai-andai istrinya IS yang maju ke orang tuanya: (+) Pak.ada yang kami miliki lagi kecuali itu. bisa saja IS dapat uang.

dan tidak baguslah hubungan antara mertua dan mantunya itu. Bahkan. (-) Ya. Melainkan hanya ada “titik”. suamimu tetap maksa? (+) Iya. DIA bahkan titipkan rizki dan karunia khusus untuk manusia. DIA berikan dan DIA titipkan alam ini pada manusia. seorang buruh pabrik bersedekah 1000 rupiah di akhir pengajian tentang . Itu kebodohannya. kira-kira apa yang akan terjadi? Lemahlah istrinya. Ya akhirnya kejadian dah apa yang diceritakan di tulisan sebelumnya ini. tidak usah kemudian mencari jalan yang lain. *** Uang bensin yang ditukar 1000x lipat Allah percaya kepada manusia. saya butuh banget uang itu. kalo situasi dialog ini yang terjadi. ketika seseorang sudah percaya sama Allah. Berapa uang yang dulu kamu sedekahkan? (+) 1 juta Pak (-) Bagus! Bapakmu ini saja ga pernah dikasih uang 1 juta… Nah. sudah. (-) Ya. sungguh penuh dengan kejutan-kejutan indah. Sampe mana kepercayaan akan janji Allah itu bisa bekerja untuk kehidupan kita? Sampe tidak ada “koma”nya. Wallahu a’lam. Sama kontrakan. Lalui saja kehidupannya dengan bergantung penuh pada ketetapan Allah dan berjalan terus dengan kepercayaannya itu.(-) Wah. Tapi manusia banyak yang tidak percaya pada-Nya. (+) Tapi Pak. (+) Ya. Jangan ada tanda tanya ke Allah. apalagi sampe terjadi penyesalan. Insya Allah di ujung perjalanan kita. (-) Terus. Buat susu anak. Syahdan. Sedekah koq pengen kaya. Titik ya titik. ya engga gitu. Dan jangan ada keluhan. Dia pasrah saja sama Allah. alias percaya ya percaya. Tapi kemudian IS dan istrinya memilih keep silent. minta sama suamimu itu. Bahkan pada tataran yang ekstremnya. sang istri pun sekarang akan jadi serba salah. saya juga sudah sampaikan itu.

hanya buruh perkebunan. ia dihampiri oleh pengendara mobil kijang yang ternyata kawan lamanya yang sedang berkunjung ke kampung tersebut. rumah ke ladang. bensinnya sudah habis. Terlebih lagi terhadap mereka yang tetap memegang teguh kepercayaannya kepada Allah. Subhaanallaah. 1000 rupiah tersebut untuk beli setengah liter bensin. akan membuat kita terpelihara. Maka ia nikmati saja kejadian ini. yang baru ia ketahui jumlahnya ketika ia sampai di rumah. Oleh kawannya ini. ia dibelikan bensin yang cukup baginya menghidupkan motor. dia memilih menyedekahkan uang 1000 rupiah itu untuk berharap keajaiban sedekah bisa terjadi pada dirinya. bahwa bensinnya pasti cukup membawanya pulang ke rumah. Ia dorong motor ini dengan enteng. baru beberapa ratus meter saja. kenapa tidak. Baru beberapa langkah ia mendorong. Jadi. padahal motornya ini VESPA! Dan pertolongan Allah itu benar-benar nyata. sambil belajar di . *** Jangan Memperlemah Diri Lagi Banyak keadaan-keadaan yang bisa memperlemah iman kita pada janji-janjiNya. Tapi di saat yang sama. Andai sedekah bisa membuat dirinya bisa banyak rizki. Tapi hari itu. Maklum.700 per liter. ia pun mencoba menghibur bahwa ia siap saja mendorong motornya itu sampe ke rumah. Sungguh ia pun bosan dengan keadaan dirinya. Kiranya kesabaran dan usaha menambah ilmu. saya akan mengajak saudara memperdalam situasinya. Jadilah ia mendorong motornya itu. Tidak cukup sampai di situ. Dan apa yang terjadi. Saudaraku yang membaca kisah tentang “motor yang kehabisan bensin” sebelum tulisan ini. Yang penting motornya bisa jalan bolak balik ladang ke rumah.sedekah. Ia mencoba meyakinkan dirinya. Sedangkan uang 1000 ini sedianya untuk membeli bensin yang memang harganya saat itu Rp. Segala keraguan ia tepis. Termasuk bayangan mendorong motornya apabila bensinnya habis di tengah jalan. Mengeluhkah ia? Tidak. Ia siap. Inilah yang ia anggap perjuangan sedekah. 1. pengendara kijang ini kemudian memberikan uang 1jt di dalam amplop tertutup. betapa benar janji Allah.

setelah ia menyandarkan dirinya kepada Allah. . (-) Udah tahu bensin bakalan habis. Misal begini. Makin kita pasrah kepada Allah. maka ia pasti akan berhasil. bahwa ketika jalan ibadah. sedang saya menyebutnya kepercayaan yang lemah. Pada kasus motor yang kehabisan bensin. Tidak sedikit juga orangorang yang menjadi lemah sebab bersandar kepada orang lain. (-) Lah. Terus terang. Sudah mah jadi menyesal. saya sendiri juga kadang “kerepotan” dengan pertanyaanpertanyaan jamaah. tidak sedikit mereka yang malah jadi dosa. Akhirnya. ini sama saja tidak menyempurnakan kepercayaannya kepada Allah. dan doa ditempuh. terjadi dialog: (+) Mas. Misal. saya akan ajak saudara memperdalam situasi kisah motor yang kehabisan bensin tersebut. jalan-jalan riyadhah. dan cenderung menyalahkan Allah. ia kemudian memutuskan untuk “meminjam” kepada orang lain. Artinya. tempuhlah juga jalan kesabaran dan keistiqamahan menegakkan terus ibadahibadah tersebut sambil menanti penuh harap kepada Allah Yang Tidak Pernah Mengecewakan. habis? (+) Belum. Langkah yang sudah betul. ia tidak akan mendapatkan berkah ketemu dengan pengendara kijang andai ia “beralih” kepada bantuan orang lain. Apalagi kalau orang yang ia pinjam duitnya itu menyalahkan dia. Tapi kayaknya dikit lagi juga habis. sedekah. Orang lain menganggap ini sebagai ikhtiar. Sambil mengisi waktu. Menurut saya. Tidak sedikit para pencari pertolongan Allah lalu malah berubah menjadi mengeluh kepada Allah. koq masih dibawa juga motornya. yang mana ia konfirmasikan ilmu-ilmu tentang sedekah kepada para ustadz yang “tidak sepaham”. ia malah berpaling kepada selain Allah. Saya kerap memberitahu. berubah di ujungnya. emangnya kenapa bensinnya. andai ia benar-benar meminjam kepada manusia. Tinggal tunggu waktu. mereka bahkan su-udzdzan kepada saya. boleh saya pinjam uang…? (-) Buat apa…? (+) Buat beli bensin. Yaitu banyak di antara kita yang berubah menjadi pemarah kepada Allah lantaran menganggap cara-Nya Allah tidak sakses membuat kita mencapai keinginan kita. Dan niscaya juga ia bertambah lemah. sesuai dengan mukaddimah di sub tulisan ini. setelah sadar bahwa ia “meminjamkan” uang kepada Allah. shalat-shalat sunnah. Dan tidak sedikt juga yang berubah sebab ia “keliru” bertanya kepada yang tidak luas ilmunya. lalu ia menjadi tahu bahwa bensinnya dikhawatirkan tidak cukup. Baik. semakin enak kita “mengadukan” kelemahan-kelemahan kita.mana gerangan kesalahan kita ketika kita menempuh jalan-jalan Allah.

Kelihatannya kan betul. coba. Coba kalo bener-bener mogok. (-) Sekarang mana duitnya? Koq minjam? (+) Dipakai buat sedekah. mbok ya mikir. Orang yang dimintakan duitnya ini barangkali tertawa… “Mas. malah disedekahin. Jangan sampe bikin orang susah saja”. seribu kali percaya sama si ustadz tersebut. Koq gitu? Lah iya. Tapi inilah cerita sedekah. Pengendara motor ini akan makin tertekan. saya ga ada duit lagi. Dan orang tersebut tidak salah. dihina dan diperlemah pula. Udah tahu bensin udah mau habis. Bukan yang lain. Habis itu. Kalo normal-normal saja. manakala ia makin disudutkan. Ini sama saja nyulitin diri sendiri. Tempuhlah jalan-jalan riyadhah. Buat beli bensin. ya ga ada keajaiban sedekah. tapi memilih jalan mundur. Kita hanya butuh bantuan Allah saja. Lain kali kalo mau sedekah. kan lancar. lalu bener-bener dapet pinjaman untuk beli bensin. “Mas. Kalo begini. malu lagi…”. Percayalah sama Allah. sebab bensinnya penuh dan motornya ga mogok. dan uang tersebut mau digunakan untuk membeli bensin. Udah mah engga dapet. Dan jangan menyisakan sedikit pun ruang di hati. Ga ada “penghentian waktu” atau “penghentian perjalanan”. . pikirin dulu kebutuhan sendiri. bahwa kita masih butuh bantuan manusia. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Tauhid Yang Menggerakkan Iman Yang Menggerakkan Bergerak Menuju Allah KDW0108 Seri 08 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Banyak yang mau berubah. eh. mana ketemu dengan si pengendara kijang. Wah.(+) Tadinya bawa duit Mas. maka ga bakal ketemu dengan pengemudi kijang yang membuatnya dapat uang 1000x lipat dari yang ia sedekahin. Taro kata begini. dia minjem. malah mas ini membuat sulit orang saja. dan mogoknya bukan karena motornya rusak? Tapi karena bensinnya habis? Sudah mah susah.

Ada yang lebih penting ketimbang soal hutang. entah sudah berapa waktu shalat-shalat sunnah tiada tertegak sempurna. sementara rizki Allah mengalir keras. Saatnya kini engkau membuka mata. Buat peserta KuliahOnline yang saat ini jaya. sabarlah. Ada yang bertanya. diri yang diampuni dan husnul khatimah. Artinya berjalan menuju Allah. maka subhaanallaah. kadang tidak. Atau malahan tinggal mencet dengan ujung jari lewat keypad atau keyboard (mobile banking atau internet banking). sepuasa-puasanya. Ada yang lebih penting dari itu semua. Bergerak. Tapi lihatlah. Itulah babak baru yang sesungguhnya dari kehidupan kita. Dunia akan Allah serahkan kepada siapa yang Dia percayai. Tanpa hati. Andaipun ada yang mendapatkan dunia-Nya. kekayaan. Dan ketika seorang hamba bergerak menuju Allah. keluarganya utuh. tapi dia tidak merasakan itu. Atau malah sudah. Karena engkau diciptakan untuk beribadah. bila yang belum kunjung mendapatkan anugerah dari Allah. dan pake dah tuh uang. rumah tangga. Dah tersedia. Kapan amalan akan sungguh-sungguh kita pakai? Nanti ketika sakratul maut. Dan anugerah terbesar buat mereka yang mendekatkan dirinya . Maka demikianlah pula amalan kita. Dan insya Allah ragam kuliah akan membuat lengkap bekal berjalan menuju Allah. waduh saya ga ngerti apa-apa nih? Dosa melulu. pada saat bersamaan Allah akan angkat setinggi-tingginya derajatnya. Kadang shalat sunnah. Berusaha membenahi ibadah. Shalat wajib dilakukan di akhir. ga paham ngaji. Benahin apa yang bisa dibenahin. Shalat sunnah? Wuah. Sebisanya. Insya Allah ketika kanal materi selain esai Kuliah Tauhid ini dibuka. Yaitu bagaimana kita kembali kepada Allah dalam keadaan amal banyak. Saat itulah sungguh sangat diperlukan semua amal. Dan sebaliknya. Dia tiada berpikir betapa malasnya dia beribadah. Artinya ya mulai saja shalat seshalat-shalatnya. rizkinya banyak. tinggal datang menghadap teller. melakukan amalan-amalan yang mengantarkannya dekat dengan Allah. engkau selalu khawatir soal-soal dunia. Semua ada waktunya. rumah tempat tinggal. Tidak khawatir soal-soal akhirat.Dalam Kuliah Tauhid ini saya mengajak peserta KuliahOnline untuk segera bangun menuju Allah. Ibarat orang menabung. nabung terus. Pergi saja ke Allah. maka sesungguhnya kesengsaraan dan kenestapaan akan menjadi haknya. Saatnya memakai tuh uang yang ditabung. Tinggal tunggu waktu saja. Jalan saja. karir. Engkau dituntut untuk beribadah. diterima dan meninggal dalam keadaan hati yang bersih. Mudah-mudahan Allah mengasihi kita semua. Tapi dia tiada berpikir tentang kemaksiatannya kepada Allah. ga paham ibadah. itu sama saja dengan pembekalan akan dibekali saban hari. Wahai diriku yang mengaku memiliki Allah sebagai Tuhannya. padahal ia tiada ahli ibadah malah banyak maksiat. sehat. perniagaan. Dan barangkali lebih banyak tidak tertegaknya dibanding tertegaknya. Ga apa-apa. kerjaan. inilah saatsaat terbaik menabung sebanyak-banyaknya amal. sengajingajinya. jodoh. Banyak di antara kita yang mengeluh tentang keadaannya di dunia ini. anak keturunan. Masya Allah.

Saya menghentikan langkah. Saya paham. *** Satu hari saya jalan melintas di satu daerah. Alhamdulillah ini pom bensin bagus banget. insya Allah. ini Allah pasti yang “berhentiin” saya. “Nanti saya pengen ngobrol boleh Ustadz?” “Saya buru-buru loh.kepada Allah. Sekuriti ini barangkali “target operasi” dakwah hari ini. Biasanya kan hanya melihat di TV saja…”. Baarokawloohu lanaa. “Ok. Begitu berhenti dan keluar dari mobil. Saya pesen ke supir saya: “Nanti di depan ke kiri ya”. saya terbangun pengen pipis. Begitu pikir saya. “Saya ke toilet dulu ya”. Padahal bukan. Bukan jadwal setelah ini. Supir saya mengira saya pengen beli bensin. Sejurus kemudian saya sadar. ayo mari kita koreksi lewat pembekalan-pembekalan materi sebelumnya dan husnusdzdzan ke Allah. Saya katakan pada sekuriti yang mulia ini. adalah kedekatan diri itu sendiri! Dunia menjadi tiada arti buat mereka yang menempatkan Allah di atas segala-galanya. Tetidur di dalam mobil. ada tanda pom bensin sebentar lagi. Akhirnya ketemu sekuriti ini. Menunggu beliau. “Masih banyak. Tentang apaan sih?” “Saya bosen jadi satpam Pak Ustadz”. Saat terbangun. Ga ke-geeran. Saya mencari warung kopi. ada seorang sekuriti. Pak Ustadz”. Eh nemu pom bensin. Saya senyum aja. “Pak Ustadz. ntar habis dari toilet ya”. tanya saya membuka percakapan. pegimana? Bosen jadi satpam? Emangnya ga gajian?”. Dari jauh ia melambai dan mendekati saya. Lagi enak-enak tidur di perjalanan. sampe kita kemudian pantas diangkat derajatnya dan diberikan segala yang kita hajatkan. bahwa Allah subhaanahuu wata’aala berkenan mengampuni dan menyuci dosa-dosa kita dulu. he he he. *** “Jadi. . alhamdulillah nih bisa ketemu Pak Ustadz. untuk bicara-bicara dengan beliau ini. Ada minimart nya yang dilengkapi fasilitas ngopi-ngopi ringan. Atau. Berarti barangkali saya kudu bicara dengan dia. Saya pengen pipis. “PakUstadz!”.

“Ya. kalo ibadahnya gitu-gitu aja. Kalo situ shalatnya jam setengah lima. tetap nomor satu. Rizki mah mau nambah. apa yang kita lakukan di dunia ini juga ibadah. seorang ‘alim. jadi ga apa-apa telat ya? Karena situ pikir kerja situ adalah juga ibadah?” Sekuriti itu senyum aja. Itu kan jadi sama saja dengan mengentar-entarkan mengingat Allah. ya emang udah begitu. “Gini ya Kang. tapi bisa juga ga. Butuh perjalanan satu setengah jam andai ashar ini kayak sekarang. Artinya. Saya meminta maaf kepada sekuriti ini umpama ada perkataan saya yang salah. Bila dalam sehari semalam kita shalat telat . Cuma sebatas omongan doangan. Aqimish shalaata lidzikrii. bisa ya bisa tidak. Distel kayak apa juga. Tapi. Entar-entaran. maka yang demikian masihkah pantas disebut usaha kita adalah ibadah? Apalagi kalau kemudian hasil kerjaan dan hasil usaha. Maka lalu saya ingatkan sekuriti yang entahlah saya merasa he is the man yang Allah sedang berkenan mengubahnya dengan mempertemukan dia dengan saya. agak susah buat ngerubahnya”. Bukan hanya boleh. saya mengejar. Tapi kemudian kita menerima tamu sementara Allah datang. tapi sama Allah ga mau mendekat. dan kemudian kita abaikan shalat. Soalnya kita kan tugas. “Disebut barusan itu maksudnya jam setengah limaan ya? Saya kan baru jam 5 nih masuk ke pom bensin ini”. “Wah. “Oh. kalo nganggap kerjaan-kerjaan kita ibadah. Apa syaratnya? Yakni kalau ibadah wajibnya. boleh ga? Bagus malah. ustadz langsung nembak aja nih”. kurang lebih dah”. Tapi umumnya begitu lah manusia. Misalnya lagi. Tiada disebut perhatian sama Yang Memberi Rizki bila shalatnya tidak tepat waktu. dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku. Kayaknya perlu dipikirin lagi tuh sebutan-sebutan ibadah. Saya mengingat diri saya dulu yang dikoreksi oleh seorang faqih. sekuriti itu bisa benar-benar menganggap kerjaannya ibadah. kita niatkan usaha kita sebagai ibadah. Di awal waktu. Lagian. Lalu. kita abaikan Allah. Disebut jujur mengatakan itu. jauh tuh. bahwa shalat itu kudu tepat waktu. kita bersantai-santai dalam mendirikan shalat. jam tiga kurang dikit. “Udah shalat ashar?” “Barusan Pak Ustadz. ya disebut bohong dah tuh kerjaan adalah ibadah. memang untuk mengejar ketertinggalan dunia saja. Kalau ibadah wajibnya nomor tujuh belas. buat Allah nya lebih sedikit ketimbang buat kebutuhankebutuhan kita.“Gaji mah ada Ustadz. Tapi masa gini-gini aja?” “Gini-gini aja itu. Artinya kita menerima tamu pas waktu shalat datang. Tugas juga kan ibadah. Rizki mah mau banyak. iya ga? Ya saya pikir sama saja”. tapi ibadah dari dulu ya begitu-begitu saja. kalau kita niatkan sebagai ibadah. itu ada syaratnya.

sejak diwajibkan shalat. Dan saya mengingatkan kepada peserta KuliahOnline untuk tidak menggunakan mata telanjang untuk mengukur kenapa si Fulan tidak shalat. yang selama ini telat shalatnya. deketin Allah dah. Dia pada kerja supaya dapat gaji. Belagu ya saya? Masa omongan cetek begini kudu nanya paham apa engga sama lawan bicara? Saya katakan pada dia. Jangan sampe keduluan Allah”. tapi ga kenal sama Yang Bagi-bagiin rizki. dan kemudian dikalikan sejak akil baligh. Si sekuriti mengaku mengerti. dia masih seperti diam di tempat. Dan gaji itu rizki. dan sekian bulan dalam setahun. dan cenderung jahat lalu hidupnya seperti penuh berkah? Sedang si Fulan yang satu yang rajin shalat dan banyak kebaikannya. Buru tuh rizki dengan kita yang datang menjemput Allah. belum kalo ketinggalan atau kelupaan. “Ngebut gimana?” “Satu. dan dikali lagi sekian tahun kita telat. makin jauh saja mestinya kita dari senang”. Ngebut ke Allah nya”. maka berapa jarak ketertinggalan kita tuh? 5x satu setengah jam. Jika dia alumni SMU. Mudahmudahan sekuriti ini paham apa yang saya omongin. Kembali kepada si sekuriti. kita telat terus. Mudah-mudahan demikian juga saudara-saudara ya? He he he. mau berubah?” “Mau Pak Ustadz.terus. Bila seseorang membuka usaha. kalo ga serius?” “Ya udah. Dari raut mukanya. Contohnya ya pekerja-pekerja di tanah air ini. bahwa maksudnya. sedang Allah lah Tuhan yang sejatinya menjadikan . lalu hidupnya susah. sementara yang satu usahanya maju. Jangan setengah lima-an lagi shalat asharnya. Kita ini pengen rizkinya Allah. Pantangan telat. Kan aneh. Itu baru telat saja. nampaknya ia paham. benahin shalatnya. Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan seperti ini cukup kompleks. percakapan ini kurang lebih begitu. atau yang lebih bahayanya lagi kalau bener-benar lewat tuh shalat? Wuah. Saudara-saudaraku Peserta KuliahOnline. Tapi bisa diurai satu satu dengan bahasa-bahasa kita. dan yang lainnya sempit usahanya. bahasa-bahasa kehidupan yang cair dan dekat dengan fakta. Ngapain juga coba saya kejar Pak Ustadz nih. bisa jadi sebab ibadah yang satu itu bagus sedang yang lain tidak. saya tanya. lalu dikali sekian hari dalam sebulan. maka kawankawan selitingnya mah udah di mana. “Terus. Tapi giliran Allah memanggil. Insya Allah ada waktunya pembahasan yang demikian. sebelum azan udah standby di atas sajadah. lalu ada lagi yang buka usaha.

Nemuin klien. “Koq bisa?” “Ya. giliran ketemu Allah. Tapi gede gaji bukan karena udah lama kerjanya. Saya ini kerjanya pagi siang sore malem. hari gini aja nih. Maaf ya.. dan persiapannya masya Allah. Eh. udah pada habis belanjaan. bayar susu anak. Emang gajinya berapa?” “Satu koma tujuh. amit-amit pakaiannya. yang orang sering sebut orang kecil. Emang ga cukup Pak ustadz”. ente nya aja kali yang kebanyakan beban. “Pak Ustadz. Pak ustadz”. Sekuriti itu tertawa. untuk ukuran sekuriti. sebab saya tinggal di mess. “Wuah. bayar ini bayar itu. bayar kontrakan. rapih. ustadz”. dan tidak segan-segan menunjukkan wajah dan fisik lelahnya. Jadi dihitung sama bos pegimana gitu sampe ketemu . itu mah gede banget.” saya teruskan. pan kudu bayar motor. keluarin sedekahnya”. Saya inget betul. wangi. “Itu kerja bisa gede. “Yah.seseorang bekerja. “Ah. “Yang kedua. “Yang kedua. pegimana mau sedekah. itu udah gede”. Hutang di warung juga terpaksa dibuka lagi. malah kelakuannya seperti ga menghargai Allah. Alias udah mulai ngambil dulu bayar belakangan”. ga ada persiapan. Ini namanya ga kenal sama Allah. emang udah lama kerjanya?” “Kerjanya sih udah tujuh taon.

Ikutan semuanya ngebenahin shalat”. Susah lagi belinya. “Terus. Makin cakep kalo anak-anak juga dikerahin. Saya benahin dah”. Ajak dia. Kalo engga apa keq”. Ngapain juga ente kredit motor? Kan ga perlu?” “Pengen kayak orang-orang Pak Ustadz”. Kayak motor. ya nombok dah jadinya. kalo saya unjukin bahwa situ .7jt”. “Jangan Ustadz. “Ya udah. Pengen kayak orang-orang. Kalo dia hanya betulin shalatnya saja. lepas aja itu tanggungan. Bukan ilmu dan ibadahnya. Saya sayang-sayang ini motor. Kontrakan saja sudah 450 ribu sama air dan listrik. Kan saya udah bilang. Jangan sendirian. dia punya 900 ribu. ga ada”. Ga jelas tuh darimana dia nutupin kebutuhan dia yang lain. “Tapi sedekahnya tetap kudu loh”. lama keajaiban itu akan muncul. Repot”. Tapi saya akan cari terus. “Siap ustadz”. Shalatnya gimana? Mau diubah?” “Mau Ustadz. Tabungan juga ga ada. Sekuriti ini nyengir. Kalo ngelihat keuangan model begini. Ibarat sendal. motornya. Emas juga ga punya”. “Bareng sama istri ya. Bukan cara dan kebaikannya. “Ya susah kalo begitu mah. “Secara dunianya.angka 1. Sebentar kemudian saya bilang sama ini sekuriti. Emang ini motor kalo dilepas. saya kehabisan akal untuk nembak dia. Rupanya angsuran motornya itu 900 ribu. Sekuriti ini berpikir. kenapa masih kurang?” “Ya itu. udah keterlanjuran ya? Ok. “Kang. sebab saya punya tanggungan banyak”. “Sedekahin aja motornya. “Yah Ustadz. Setidaknya menurut ilmu yang saya dapat. lakukan berdua. Ya lain soal itu mah. tapi sedekahnya tetap ga keluar. Sebab tanggung. Kecuali Allah berkehendak lain.

Dia juga janji akan rajinin di waktu senggang untuk baca al Qur’an. Asal apa? Asal kita barengin dengan peningkatan ibadah kita. padahal dia Sarjana Akuntansi! Ya. shalat dhuha dan tahajjudnya. Satu koma tujuh. mau ngejalanin?”. rupanya dia ini Sarjana Akuntansi. Tapi ketika ditanya berapa? Dia jawab. manteb. Itulah barangkali yang sudah membuat Allah mengunci mati dirinya hanya menjadi sekuriti sekian tahun.” katanya. Komandannya terus mengejar. “Selama saya bisa. Tapi usahakan semua. Trmasuk dia akan polin shalat taubatnya. Bagi saya sendiri. Jangan koma. “Ya Pak. Ga kebagian. ga mengapa punya banyak keinginan. Perasaan udah lama banget dia emang ga lari kepada Allah. Sehingga perubahannya berasa. “Mana bisa?” kata komandannya. yang besar lagi sedekahnya. Dia janji akan ngebenahin mati-matian shalatnya. Ga kena di hati. Tapi ya begitu dah hidup. *** Sekuriti ini kemudian maju ke atasannya.. “Ok. kalo sudah saya tunjukkan. Baru ini saya berani”. masih dalam batas-batas wajar. Kayak sekarang ini. Ga sesuai sama rencana.bisa sedekah. Jangan malah berleha-leha. apa boleh buat. Pol. saya kan ga pernah kasbon. “Gajian bulan depan masih ada ga?” “Masih. biarin aja harga barang pada naik. situ mau percaya?”. titik. Wah. Sekuriti ini saya bimbing untuk kasbon. “Ya kalo yakin. . Akhirnya hidup kemakan dengan tingginya harga. Dan itu dia aminin. Ga usah kuatir. Untuk sedekah. Kan belum bisa diambil?” “Bisa. Ancem aja diri. Asal keinginan itu keinginan yang diperbolehkan. Yang penting kerja dan ada gajinya. Pantesan juga dia ga betah dengan posisinya sebagai sekuriti. Semuanya. Si sekuriti mengangguk. mau kasbon. buat apa? Akhirnya mau ga mau sekuriti ini jawab dengan menceritakan pertemuannya dengan saya. Dicoba dulu”. saya akan jalanin. “Entar bulan depan saya hidup pegimana?” “Yakin ga sama Allah?” “Yakin”. Ga pernah berani. Ketika ditanya buat apa? Dia nyengir ga jawab. sebab dia sekuriti. Jangan pake kalau”. agar mau menambah ibadah-ibadahnya. Shalat Jum’at aja nunggu komat. Apa boleh buta. eh. Sedapetnya. Dan ga apa-apa juga memimpikan sesuatu yang belom kesampaian sama kita. Supaya bisa signifikan besaran sedekahnya. Sekuriti ini ngangguk lagi. shalat hajatnya. susah dah.

begitu kata komandannya. Tepat waktu terus. Katanya. sebab Allah pasti tidak akan mempermalukannya juga. Sedang situ kan udah diambil bulan kemaren”. pasti Allah tidak akan tinggal diam. si sekuriti ini ga kasbon. “Kita lihatin nih dia. Percuma”. kalau pake jalur formal. asal dengan catatan dia berhasil dulu. . Berhasil kah? Tunggu dulu. Begitu katanya. Dan dia tahu janji Allah pastilah datang. Bukan apa-apa. Yang lain bakalan gajian. Apalagi kenyataannya si sekuriti ga mengurangi kedisiplinan kerjaannya. berarti dia berhasil. kalau kemudian kas bon. Termasuk dinanti oleh bos nya. Dan saya pun tersenyum dengan keadaan ini. Dan barangkali akan betul-betul mempercepat perubahan nasib si sekuriti. sampe akhir bulan berikutnya. sebab dia menunggu janjinya Allah. Saya ketawa mendengar dan menuliskan kembali kisah ini. Saatnya ngumpul dengan si bos. Dan lumayan istiqamah ibadah-ibadah sunnahnya. Sebab buat apa sedekah 1 bulan gaji di depan yang diambil di muka. Bukan dari keajaiban mendekati Allah. Jadi. Tapi subhaanallah. maka kelihatannya dia gagal. ga kasbon? Udah akhir bulan loh. Malah tambah cerah muka nya. begitu lah pemikiran kawankawannya yang tahu bahwa si sekuriti ini ingin berubah bersama Allah melalui jalan shalat dan sedekah. “Kita coba lihat. bos besarnya menyetujui. “Bener nih. tidak kasbonnya dia ini. sekuriti ini dilihat sama kawan-kawannya rajin betul shalatnya. sebab kata mereka barangkali aman sebab jual motor.Singkat cerita. Tapi kalo dia kasbon. Sebab cerita si sekuriti ini sama komandannya. Subhaanallaah. Supaya benarbenar menjadi tambahan uswatun hasanah bagi yang belum punya iman. sekuriti ini direkomendasikan untuk ketemu langsung sama ownernya ini pom bensin. Sebab insya Allah. Sekuriti ini mengaku dia cerah. sebagaimana Allah tidak akan mempermalukan si sekuriti. Suatu hari bos nya pernah berkata. Kawan-kawannya ini ga melihat motor besarnya lagi. Hari demi hari. senang. Sebab tempat kerjanya jadi barokah dengan adanya orang yang mendadak jadi saleh begini. Kalo dia ga kasbon saja. satu pom bensin itu menyaksikan perubahan ini. ditanyalah si sekuriti ini sesuatu urusan yang sesungguhnya adalah rahasia dirinya. Alhamdulillah. dapet kasbonan 30% aja belum tentu lolos cepet. menantang ledekan kawan-kawannya yang pada mau ikutan rajin shalat dan sedekah. Bos nya yang mengetahui hal ini. berubah ga tuh si sekuriti nasibnya”. saya demen ama yang begini. “Buat sedekah katanya Pak”. Sebab komandannya ini ikutan merayu. menjadi kisah yang dinanti the end story nya. yang merupakan kisah pertemuannya dengan saya.

berubah. Dengan uang ini. Tapi dia tambahin 12 juta dari 17jt uang cash yang dia punya. Padahal dirinya ga trlibat secara fisik. masya Allah. Di kampung. yakni hidupnya di bulan depan yang dia pertaruhkan. ia aman. dan imannya ini bekerja menggerakkan dia hingga mampu berbuat sesuatu. dan dia sedekah besar yang belum pernah dia lakukan seumur hidupnya. Masya Allah.Sekuriti ini bilang tadinya sih dia udah siap-siap emang mau kasbon kalo ampe pertengahan bulan ini ga ada tanda-tanda. Akhirnya? Jadi! Bekerja penuh buat perubahan dirinya. dari transaksi ini. Tapi kemudian cerita si sekuriti ini benarbenar bikin bengong orang pada. Tauhid. Ga perlu kasbon. sadar kekuatannya ampe kayak gitu. Saudara-saudaraku sekalian. dan menyuruh si sekuriti ini bercerita tentang keberkahan yang dilaluinya selama 1 bulan setengah ini. dan diyakini. ada transaksi tanah. Cerita ini bukan sekedar cerita tentang Keajaiban Sedekah dan Shalat saja. Dia lalu kumpulin semua karyawannya. Dan dia merasa ga perlu lagi motor. Motornya yang selama ini dia sayang-sayang. buat perubahan hidupnya. Tapi soal tauhid. Tuhannya. Dan lihat juga cerita ini. Bahkan lebih. Dan dia baru sedikit mengenal Allah. Mendadak si bos itu yang kagum. Subhaanallaah. Apakah cukup sampe di situ perubahan yang trjadi pada diri si sekuriti? Engga. masya Allah. Sebab itu motor dijual cepat harganya ga nyampe 13 juta. Kata si sekuriti.7jt gajinya. Katanya. Tauhid yang menggerakkan! Begitu saya mengistilahkan. pasca dia benahin shalatnya. Subhaanallaah kan? Itu jual motor. Dan itu trjadi begitu cepat. siapa kemudian yang mengikuti cerita ini? Kayaknya kawan-kawan sepom bensinnya . Tuh motor dia pake buat ngeberangkatin satu-satunya ibunya yang masih hidup. Tapi Allah mengaruniainya komisi penjualan tanah di kampungnya sebesar 17. dia jual! Uangnya melek-melek buat sedekah. Sekedar memediasi saja lewat sms ke pembeli dan penjual. Si sekuriti masih bercerita. kurang. belum berganti bulan. dan dijadikan staff keuangan di sana. keyakinan. Si sekuriti ini kemudian diketahui oleh owner pom bensin tersebut sebagai sarjana S1 Akuntansi. Sehingga ibunya punya 25 juta. Masih tanggalan bulan kemaren. berubah. soal keyakinan dan iman seseorang kepada Allah.5jt. Tambahannya dari simpenan ibunya sendiri. ilmu yang sedikit ini dipake sama dia. akhirnya dia malu sama Allah. Allah persis mengganti 10x lipat. masya Allah. Sampe-sampe bulan kemaren juga belum selesai. bahwa dia merasa aman dengan uang 5 juta lebihan transaksi. Tapi lihatlah. trjadi keajaiban. Sebab apa? Sebab kata si sekuriti. seribu kali si sekuriti ini berhasil keluar sebagai pemenang. Lalu dia dimutasi di perusahaan si owner yang lain. yang melibatkan dirinya. Sekuriti ini mengenal Allah. Dia sedekah 1. Berubah.

sudah. Yang merasa dosanya banyak. Tapi tarawihnya dijejek 1 juz sekali tarawih. Tapi ya Allah jugalah yang menggerakkan tangan ini menulis. Persis seeperti yang kemaren-kemaren juga dijadikan statement esai penutup. Saya merapihkan tulisan ini di halaman parkir rumah sakit Harapan Kita. Pertanyaan ini juga layak juga diajukan kepada Peserta KuliahOnline yang saat ini mengikuti esai ini? Apa yang ada di benak Saudara? Biasa sajakah? Atau mau bertanya. dan sebagiannya lagi memilih menceritakan ini kepada satu dua orang saja. bagaimana kemudian kisah ini mengisnpirasikan kita semua untuk kemudian sama-sama mencontoh saja kisah ini. ga imam-imamnya. Salam saya buat keluarga dan kawankawan di sekeliling saudara semua. Siapa sangka. Muhammad Yusuf al Haafidz akan pulang ke rumah untuk yang pertama kalinya. ga para tamu dan wali santri yang ikut. Masih di dalam mobil. Di antara semua peserta KuliahOnline saja ada yang insya Allah saya yakin mengalami keajaiban-keajaiban dalam hidup ini. terlihat menikmati. Dari semalam saya tulis esai ini. Semalam saya ikutan tarawih di pesantren Daarul Qur’an internasional. Sebuah pesantren yang dikemas secara modern dan internasional. lalu mengejarnya dengan amal saleh. kalimat pendahuluan ini saja sudah 10 halaman. Semalam.pun belum tentu ada yang mengikuti jejak suksesnya si sekuriti ini. Sebab kenyataannya juga buat saya tidak gampang menghadirkan testimoni aslinya. Terima kasih banyak atas doa-doanya dan perhatiannya. Kejar saja ampunan Allah dengan memperbanyak taubat dan istighfar. Yang lebih penting buat kita sekarang ini. esai ini saja sudah kepanjangan. Saya pikir. memang tidak gampang buat seseorang menempatkan dirinya untuk menjadi contoh. Sebagiannya memilih diam saja. Masya Allah. Setelah itu. file yang dibuka adalah tentang langkah konkrit untuk berubah. Saya berhutang banyak kepada saudara semua. Ga makmumnya. ketika sudah dipublish. saya jadi ikut belajar. Mudah-mudahan allah membalas amal baik saudara semua. Jika ada di antara peserta KuliahOnline yang pengen ikutan tarawih 1 juz . Semua menikmati. Di antaranya. Sambil menunggu dunia terang. Barangkali cerita ini akan lebih dikenang sebagai sebuah cerita manis saja. Insya Allah hari ini bayi saya. Yah. Tapi rampungnya sedikit sedikit. Semua orang punya prinsip hidup yang berbeda. kembali lagi pada rutinitas dunia. Lalu saya lampirkan kalimat pendahuluan. jangan terus-terusan meratapi dosanya. Kepada Allah semua kebenaran dan niat dikembalikan. Kita ngebut sengebut2nya menuju Allah. Dan memang bukan apa-apa. Ini juga tadinya bukan esai sekuriti ini yang mau saya jadikan tulisan. Jadi. dan hanya orang-orang tertentu saja yang memilih untuk benarbenar terbuka untuk dicontoh. barangkali tidak semua ditakdirkan menjadi manusiamanusia pembelajar. ya sampe ketemu dah di esai berikutnya. hampipr 11 halaman. siapa sekuriti ini yang dimaksud? Di mana pom bensinnya? Bisa kah kita bertemu dengan orang aslinya? Berdoa saja. semua yang terlibat.

Dan juga kepada para donatur pesantren. ya Alla kirimkanlah segala fadhilah ayatayat-Mu yang saya baca ini untuk segenap jamaah kami Baik yang langsung maupun yang tidak. kondisi-kondisi begini yang saya demen. Alhamdulillah. Sebab saya juga kebagian menjadi salah satu imam jaganya. Beruntunglah saya memiliki keluarga besar jamaa emua yang peduli dan perhatian kepada saya. Saya pernah mendengar. Ucapan Terima Kasih Peserta KuliahOnline yang berbahagia. Baik yang rajin datang ke pengajian di pondok. Muhammad yusuf a haafidz sudah pulang di hari pertama Ramadhan atau bertepatan dengan 1 September 200 setelah sejak tanggal 17 Agustus 2008 lalu harus menginap di rumah sakit. Ya. Insya Allah saya pribadi membiasaka mendoakan saudara-saudara semua. Makasih doa-doanya. Subhaanallaah. Baik yang dekat maupun yang jauh. Sementara saya akhirnya bisa mendampingi para santri dan guru-guru memimpin dan mengembangkan pesantren Daarul Qur’an ini. doa terbaik itu salah satunya adalah doa . ata yang tidak. Dengan cara mengirimkan suratul faatihah sebagai doa Malah tidak jarang saya bacakan surah yaasiin. silahkan datang saja langsung ya. Masya Allah. Saya kurangin jadwal.ini. Siaran langsung jam 5 ba’da shubuh tadi. kelihatannya matahari sudah mulai kelihatan. Saya baru pulang juga langsung dari TPI. Istri saya meluncurnya dari rumah. Doakan keluarga kami ya. Saya juga tiada henti mendoakan saudara dan jamaah semua. Baik yang masih terjalin silaturahim maupu yang sudah putus sebab satu dua hal. Dan saya masih sempet mengkader ustadz-ustadz muda untuk diperjalankan ke seantero negeri. Insya Allah saya usahakan ada. Ok. bayi saya. dan lalu saya katakan kepada Allah. tapi masih tetep bisa ngajar lewat KuliahOnline ini.

pasti susah. yang mampu bersama-sama menuj perubahan. Apalagi Allah sebagai partner kita. Alhamdulillah. orang tua. agar mudah datang ke pengajian. maka perubahan ini akan ia bawa k hal-hal positif. dan kekuatan amal saleh. seharusnya menginspirasikan satu hal buat kita. Berubahlah bersama orang-orang yang positif. agar lebih banyak ana yatimnya. asal dia tidak sendirian mengubah keadaa dirinya. Dalam bahasa yang lebi ederhana. buat orang-orang sekitar. Ubahlah bersama Allah. agar bermanfaa lebih besar lagi buat agamanya Allah. nawaitu kan bahwa kalau kehidupan berubah. setiap orang yang mau berubah. Melanjutkan kajian esai Kuliah Tauhid terdahulu. ubahlah juga porsi doanya. Apalagi otot. . Sekali lagi. *** Ubahlah Bersama Allah Apa-apa kalau sendirian. Andalka uga kekuatan doa. porsi ibadahnya da porsi amal salehnya. masya Allah. dilurusin. alias nawait nya dibenerin. Ya. wuah. agar lebih banyak sedekahnya. di mana kemaren kita belajar tentang kisa perubahannya seorang sekuriti sebab ia ubah kebiasaannya beribadah dan menjalani sediki ilmu yang didapatnya dengan keyakinan tinggi. Apalagi kalau perubahan itu bisa diniatkan dari sekarang. Maka kata para guru. Subhaanallaah.untuk oran ain. Maka bila diresapi bersama itu tulisan. Bahwa setiap orang bisa berubah dengan mudah. kekuatan ibadah. doa itu akan dikembalikan kepada kita menjadi doanya par malaikat Allah untuk kita. Apalagi bila kita mau berubah bersama Allah. Jangan hanya mengandalkan otak saja. pasti lebih mudah. Dan apa-apa kalau dikerjakan secara tim. perubahan itu adalah perubahan yang diridhai Allah Misalnya. ingin lebih menyenangkan keluarga.

cepe elahnya. Berketurunan dari orang-orang rendahan. Teliti kekurangan dan kelemahan dar sisi ini. Ya itu tadi. Ketika ada perbaikan. Ia tidak akan puny banyak waktu untuk menikmati perubahan itu. kalau ditanya. Keluarga yang tidak harmonis. maka yang akan menikmati adalah orang lain. ya jawabannya. Hidup dalam kungkungan hutang. Miskin. Seberapa lama perubahan bisa dicapai. tanpa adanya perubahan. Pekerjaan yang bergaji kecil. Selalu hina di mata keluarga. porsi usaha. rajin . Sekali lagi. kekuatan amal saleh. Tentu saja bekal bekal “dunia” ya dijalani. tanya saja seberapa besar da berkualitasnya usaha untuk menuju perubahan itu. Kepengen anak lebih maju dari kita hidupnya Dan seterusnya. maka perubahan adalah milik Anda! Masih belum paham ya? Gini. akan membuat manusia keletihan. Keluarga sakit-sakitan. kepengen anak tidak seperti kita. mengubah hidup ke arah yang lebih baik. Bila Anda jadi rajin membuka al Qur’an. supaya ada perbaikan. Bangkrut. Hidup tanpa pendamping hidup. Bukan dia. Ngajuin modal ga pernah tembus. Rumah tangga tanpa anak. Selalu kurang. tempuhlah jalan yang berbeda dengan yang orang lain tempuh. Dagangan rugi terus. porsi tenaga. dan seberapa bagus kualitas perubahannya. saudara dan tetangga. Jadi. Usaha yang tiada menguntungkan. apakah saya bisa berubah.Tidak bisa seseorang berubah. Kalaupu terjadi perubahan. kekuatan ibadah. Yang lebih sering terjadi adalah orang tersebut kan terjebak pada terus menerus di dalam suasana ikhtiar menuju perubahan itu. perubahan yang paling gampang diidentifikasi adala perubahan ibadah. Tapi jangan pake hanya kekuatan dunia saja. Perubahan apa sih yang dimaksud? Perubahan apa saja yang dikehendaki. Sedang memperbesar porsi mikir porsi kerja. bisa. Tempuhlah jalan-jalan seperti yang sudah disebut di atas. gunakan tambaha kekuatan doa.

Buat yang perlu penjelasan lagi. Pake ukuran kebahagiaan yang hakiki. Supaya tidak sekedar bekerja. Ia perlu “nilai”. tapi frekuensi ibadah dan amal saleh menjad berkurang dan melemah. itu sebenernya tanda-tanda kemunduran. tiada berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah. Yang demikian itu sama bila seseorang “hanya bekerja”. bila hanya beroba aja. istilah saya mah orang-orang yang tidak memiliki Alla pun sanggup melakukannya. butuh langkah konkrit Seorang kawan bertanya masih seputar bentuk konkritnya atau langkah konkritnya menuj perubahan tersebut. maka tiadalah yang bisa kita dapa kecuali kesembuhan itu saja. akukanlah petunjuk-petunjuk “dunia”. begini. Insya Allah sesua dengan sunnatullah-Nya. dan seterusnya. kesembuhan itu bisa saja kita dapatkan. maka bis dipastikan. Buat Anda yang bertambah dan berubah. mak perubahan yang sesungguhnya tidak akan pernah bisa dinikmati. istirahat yang cukup. kalau hanya melakukan langkah-langkah dunia ini. maka tiadala ukup ia bekerja sekedar bekerja. Namun. lalu kita berobat. *** Bentuk Konkrit Perubahan Setiap perubahan. shalat halat sunnahnya juga bertambah. ada jam-jam tambahan bercengkrama bersama Allah. Andai kita sakit. Tapi. sebagai seseorang yang menginginkan Perubahan Besar. sebentar lagi perubahan benar-benar akan terjadi. Tent aja ia bisa mendapatkan gaji. sedekahnya bertambah. jagalah/perhatikanlah makanan yan dimakan. Maka saya katakan begini. Terhadap “langkah-langkah dunia”. kebaikan-kebaikan pada sekitar bertambah. Saya perna membesut satu seminar tentang kehidupan yang judulnya: . berolahragalah. kecuali apa yang sekeda kita rasakan saja. jika posisi Anda saat ini hidup dalam suasana sakitsakitan. Coba saja dirasakan Dirasakan pake ukuran hati. Yang tidak punya Tuhan pun akan mendapatkan gaji bila i bekerja. Tapi.membuka buku-buku hadits.

Bila sebelumnya shalat-shalat sunnah malas benar tertegak. Atau ketika posisi Anda adalah anak. langkah konkrit dalam kasu kepengen hidup sehat. kini kita shalat dengan hat dan pikiran kita. Artinya. Insya Allah. mak sekarang pas sakit-sakitan. dan lain-lain. selain menempuh cara-cara dunia. akhlak. tapi masih dua rakaat tambahin jadi empat. dan seterusnya. Maka. Baiklah. Bila sebelum sakit-sakitan. perbaikan perbaikan yang lebih bersifat mental. Istri menjadi lebih bai agi ke suami. cobalah ubah bersama Allah dalam menuju hidup yang sehat. Lebih bertenaga. Pergiat doa. Jangan sampe Allah menunggu. Suami menjadi suami yang lebih baik lagi ke istri. Syukur syukur bisa berdoa selepas shalat hajat. bagi anak-anak Anda. shalat sunna syukur wudhu. Jadilah orang yang rindu dengan waktu shalat. contohnya terlanjur contoh hidup sehat. sebelum azan. dan tiada ada usaha untuk khusyu’. tidak sakit-sakitan dengan cara melakukan hal-hal berikut ini. cari lagi anak yatim yang lain sebanya yang kita mampu sebagai tambahan. dan seterusnya. diteliti kekurangannya. Bila sebelum sakit-sakitan sedikit anak yatimnya. maka hidupkanlah shalat shalat sunnah. coba datang kepada Allah.Memaknai kehidupan. Tetangga ke tetangganya. Kitalah yang menungg Allah. diintrospeksi. perbaiki hubungan Anda denga orang tua Anda. dhuha dan atau bahkan tahajjud. Lebih sering sendiriannya ketimban berjamaahnya… Ubahlah. moral. bahwa kita shalat membawa penyakit kita untuk diber Nya kesembuhan. sebab kepengen berdoa setela usai shalat. seperti menjadi ayah yang baik. Bila sebelumnya sudah shalat dhuha. shalat sunnah tasbih. Dan kebaikan-kebaikan lain. tambahin sedekahnya. Cari waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa. Jadilah orang-orang yang betul-betul bergiat berubah di urusa yang disebut ini. jadikan delapan. ada sedekahnya. Mulai dari qabliyah ba’diyah. Langsung munajat setelah berhadapan dengan Nya di dalam shalat. Sambut Allah. Bila sebelum sakitsakitan malas-malasan shalatnya. Kalau perlu ambi shalat-shalat sunnah yang jarang orang kerjakan. Selepas shalat waji misalnya. ibu yang baik. Jika sebelumnya kit tiada khusyu’ shalatnya. Datang ke Allah sebelum waktunya. sebab kita ada keluhan yang ingin disampaikan kepada Nya. saudara ke saudaranya. dan atau perbuatan dan . dhuha. Kalo tadinya sudah empat. lalu kebut di sisi ini untuk menjadi ayah dan ib yang lebih baik lagi. sering telatnya ketimbang tepatnya Lebih sering malasnya ketimbang rajinnya.

Pokoknya. sebenernya itu sudah cukup mengantarkan seseorang menjadi . menyiapkan makana berbuka dan sahur. pikiran kita setidak-tidaknya berpikir untuk jangan sampai tidak bangun sahur. Di bulan puasa. Subhaanallaah. bagi siapa yan menempuh jalan untuk menghadirkan pertolongan Allah. Mudah. maka Allah akan hadirkan jalan jalan di luar jalan yang selama ini ia tempuh. semakin bagus kualitas hidup kita. Nanti akan terjadi keajaiban-keajaiban-Nya yang tahu-tahu Anda sudah hidup semakin sehat Misalnya. para lelaki ngebela-belain shalat berjamaah. kita ingat mengaji. Itu sebabnya kita kemudian bisa bangun sahur. Sebab kondisi kita “siap bangun”. Dengan berpuasa saja.para istri. ada seorang kawan yang mereferensika sesuatu yang ternyata cocok dengan Anda sehingga Anda memperoleh kesehatan sempurna. Sedekah juga bertebaran di bulan ini. lalu tetap mengambil amalanamalan yang wajibnya saja. Hal-hal di atas bisa diterapkan juga pada kasus-kasus yang lain. Di bulan puasa. (Perkara seseorang kemudian mengisi puasanya atau tidak. sungguh bulannya amal salih. baca al Qur’an disempet-sempetin. sebab ada keridhaan Allah di sana. Gerakan batinnya. Alhamdulillah. Di bulan puasa. Semakin banyak waktu yang diluangkan bersama Allah. Di bulan puasa.sikap sehari-hari nilah yang akan membuat ikhtiar Anda menuju perubahan dan perbaikan hidup menjad mudah. Allah hadirkan bulan puasa dari 12 bulan yang Allah berikan. Di bulan puasa ini. paling tidak seseorang “nyambung” mulai dari sahur. sampe mau tidur. itu perkara lain. terjaga dengan apa yang disebut puasa. boleh dibilang manusia terkoneksi terus sama Allah. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Hidup Bersama Allah KDW0110 Seri 10 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Luangkan waktu bersama Allah. Ketika kita tidur pun. Apalagi bila kita mau menambah kualitas kedekatan itu dengan ilmu dan amal salih. Para ibu. gerakan niatnya. di perjalanan ikhtiar menuju sehat. Ketika dia puasa saja. shalat sunnah sayang terlewati. gerakan fisiknya.

dalam keadaan bagaimanapun kita. Semakin bagus kita mengisi. masya Allah. Hidup bersama Allah. akan semakin baik score-nya. Rasanya. Mulai dari bangun shalat shubuh lebih di awal. Tapi dikebut. di Kampung Bulak Santri dan di Kampung Ketapang (dua-duanya berjarak dekat. Para Peserta KuliahOnline yang berbahagia. Apalah lagi buat kita-kita yang sadar bahwa kita-kita ini emang manusia-manusia yang masya Allah.du. Rizki insya Allah kebuka. yang memang bisa membawa kita untuk bisa terpengaruh untuk bisa hidup bersama Allah. Di antaranya barangkali saya terlalu bahagia. Ditambah lagi saya yang alhamdulillah bulan ini banyak mengurangi jadual untuk berkonsentrasi di tengah-tengah para santri dan asaatidz. Di 2 lokasi Pesantren Daarul Qur’an. Tentu saja. Andai seperti ini hidup kita di bulan-bulan berikutnya. Bukan sekedar ditempuh. segala rupa amalan warga pesantren. suara anak-anak santri. ada kedamaian sendiri. bahwa saya dan kawan-kawan diamanahi berkah yang luar biasa. berlangsung tarawih 1 juz 1 malam. istighfar dan membaca al Qur’an menunggu waktu shubuh. kecuali mudah-mudahan berkah dari amalan harian pesantren bisa dibawa ketika berada di sana dan kemudian bisa dibawa pulang itu keberkahan. baik di bulan puasa ini. Menjadi habit buat kita. Suasana pesantren sering mendatangkan kedamaian. witir. masya Allah. Ga kebayang dalam hidup saya. pikirannya. acara-acara kantor. dan pengajiannya untuk diselenggarakan di pesantren. terus saja kita jalankan. tidak berjauhan). Supaya bisa shalat malam. Suara imam-imam saban malamnya. kita emang perlu waktu khusus dan tempat-tempat khusus. semakin baik nilainya). saya menemukan banyak manusia yang menyibukkan dirinya dengan urusannya. Di pesantren manapun ia. adalah menuju Allah. kita kejar kehidupan yang nyaman di kehidupan kedua nanti setelah kita meninggal.terhubung sama Allah. Sebab saya menangis. Dan memasuki puasa. Waba. Kalau bisa. alangkah bagusnya. setiap malam berlangsung tarawih 1 juzan yang memang sudah lama saya idamidamkan. Saya tidak menjanjikan apa-apa. ada beberapa hal. gerakannya. memimpin dan mengelola pesantren hafalan al Qur’an. Jalankan ini semua sampe ia menjadi kebiasaan buat kita. maupun nanti setelah bulan puasa meninggalkan kita. plus lingkungan yang khusus. Ada di tengah anak-anak dan para asaatidz pondok yang hatinya. witir dan baca al Qur’an. semakin banyak kita dalam beramal. dosanya gede banget-banget. Saya semalam menangis. Bahkan ketika bermasalah pun tidak kunjung mendekatkan dirinya dengan Allah. . termasuk di Pesantren Daarul Qur’an. Kita kejar dosa kita. Saya betul-betul mengundang kawan-kawan jamaah semua untuk mengagendakan acaraacara keluarga. mestinya kita sadar untuk memulai perjalanan mencari Allah. Wuah. Kebiasaan-kebiasaan di bulan puasa. Supaya bisa tertegak shalat sunnah tahajjud. sungguh ini membahagiakan sekali.

yaitu Allah. Maka pesan saya buat diri saya dan buat semua Peserta KuliahOnline. Sesiapa yang menjalankan dengan hati. Allah akan berikan kepadanya. Menagih tetap menagih. Kita kejarlah Allah. Dia akan menyediakan jawaban-jawaban-Nya untuk kita. sudah ia dapatkan. Kita-kita ini harus yakin. Allah. luangkanlah waktu untuk bersama Allah. kita kembalikan lagi. meskipun bergelimang harta dan bagus jabatan. ga apa-apa juga. lalu masalah kita itu bisa mengantarkan kita menjadi mengingat Allah. Ya. Kalau kita mengejar solusi dan mengejar keinginan. Bahwa selama 40 hari kita bungkus diri kita dengan apa yang dinamakan “taqorrub ilallaah”. mudahmudahan Allah sudah men-take over masalah kita. Jabatan . pertolongan Allah bakal datang juga kepada kita. Tujuan kita. mendekatkan diri kepada Allah. perjalanan ikhtiar kita mencapai keinginan. Sesering mungkin. Sadar-sadar. ini juga perlu saya garis bawahi. maka lompatan besar sesungguhnya sudah terjadi. Lupakan keinginan kita. kita berjalan saja menuju Allah. pun hidup kita akan sepi dengan sendirinya dari masalah-masalah yang memenjarakan kita punya hidup. kurang apa kita coba? Kerja keras udah.Ini pula lah yang mau dikejar dalam Riyadhah 40 hari menjadi kaya. Insya Allah. ketenangan yang luar biasa. Yaitu Allah. Semakin kita meluangkan waktu untuk Allah. Dan inilah yang semestinya kita kejar. Saya orang yang tidak percaya bahwa seseorang yang menapaki kesuksesan . kita akan letih dibuatnya. Terlalu mahal tebusannya bila tiada dapat mengingat Allah. Ingat-ingat. Ketika seseorang berhutang misalnya. Bukan yang lain. membaik dan menjadi kawan. lalu layak disebut sukses. bisa saja terjadi satu demi satu mereka yang ia punya hutang kepadanya. Kalau kita pikir-pikir ya. Yakni. maka hal aneh yang akan terjadi. Dan ini lebih mahal dari apapun di dunia ini. kita belajar meyakini. tujuan hidup kita bukanlah Allah. selain kita sendiri semakin punya banyak waktu untuk menikmati hidup ini. apabila kehidupannya rapuh. Bukan solusi buat permasalahan kita dan bukan jawaban dari keinginan kita. Bila kita bisa MENGUBAH HALUAN HIDUP. Saya orang yang tidak mau memakai ukuran dunia. bahwa ubahlah haluan hidup kita. tau-tau dah nyampe. Boleh jadi di antara saudara yang melakukan ibadah-ibadah mengaku belum ada tanda-tanda masalahnya bisa selesai. Bagi jamaah peserta kuliah. kerja cerdas udah. Hanya DIA. Dunia seringkali merenggut hidup kita. Jalankan segala ibadah sampe kita sendiri larut dalam keasyikan menjalankan ini. Insya Allah selalu ada saja kemudahan yang membuatnya masih terasa punya banyak waktu. Pemilik Segala Solusi. insya Allah --sering saya bilang – Allah akan berikan kenikmatan “lupa bahwa diri kita sedang bermasalah”. tapi kenapa hidup kita jauh dari berkualitas? Jawabannya ternyata. Namun sesuatu yang pasti. kalaulah sampe kita-kita ini bermasalah hidup di dunia ini.

barangkali konversiannya bisa 10-20 tahunan. dan yang paling mahal dirampas adalah waktu untuk kebersamaan kita dengan Allah. atau karunia-karunia lain. . Bikin doyan diri dengan shalat sunnah qabliyah ba’diyah. tapi di urusan shalat menjadi yang paling belakang. perusahaan. Kalau kita semua tidak segera mengubah haluan hidup kita. wuah. Belom lagi kalo dihitung meninggalkan shalat. berwudhulah. Sedari malam pun kita jejak. akan menyebabkan kita menjadi orang-orang yang jauh rizki dan tidak bertambah rizki. lalu kita masih korbankan pagi kita. Bila shalat tidak tepat waktu. Shalat 5 waktu. meninggalkan puasa. tapi sempatkanlah diri kita untuk bisa shalat dhuha dan baca al Qur’an. Waktunya shalat nanti. kita telat 10 jam. Tinggalkan itu semua untuk segera shalat menghadap Allah. masih bisa makan minum enak. dan Maha Pemaaf. kesenangan kita. 2. meninggalkan berhaji hanya gara-gara tidak siap. Biasakanlah untuk memulai pagi dengan shalat dhuha dan membaca al Qur’an. pastilah kita akan semakin jauh dari Allah subhaanahuu wata’aala. kita masih bisa tertawa. harus lebih penting buat kita daripada yang lain. atau ditambah lagi dengan dosa-dosa dan maksiat. Maha Pengasih benar Allah. 3. keluarga. ya sibuk. tapi shalat tiada mau bertambah. dunia tidak akan pernah cukup buat kita. harusnya. berarti kita akan kalah 40 bulan. Itu berarti ketinggalan kurang lebih 150 harian ngitung gampangnya. Berikut ini tips untuk saya dan untuk kita semua: 1. Bayangkan. Katakanlah umur kita saat ini 30 tahun. tapi tarohannya mahal sekali. Bisa dibayangkan betapa kalahnya kita mengejar dunia bila kita sering telat shalat dalam 12 bulan. terlalu jauh kita memutar kemudi untuk kembali di tracknya. shalatlah. Wajar saja kita mundur di dunia ini. kita susah tuh selama itu. sebab langkah kita. Kebanyakan atau keseringan meninggalkan qabliyah ba’diyah. Kesibukan ga ada habisnya. urusan pekerjaan. 40 bulan itu 4 tahunan. anak buah. Dunia diurus ga ada habisnya. Tapi kita harus bisa mengendalikan diri. Menjelang tidur. pekerjaan. Berarti kan 2 jam telatnya? Katakanlah 5 shalat waktu dikali telat 2 jam. Tinggalkanlah semua urusan jual beli. 4. 150 harian itu sama dengan ketinggalan 4 bulanan. Kalo bisa. Rizki kita mau bertambah. urusan dunia. Lebih bahaya kalau kita sering telat shalat sejak akil baligh. barang seayat dua ayat. jadilah motor penggerak bagi sekeliling untuk sama-sama shalat menghadap Allah. kalau sedang dianugerahi usaha. 300 jam itu lebih kurangnya 12-13 hari. Contoh. Shalatlah tepat waktu. perbanyak zikir dan istighfar kepada Allah. masih bisa tersenyum. maka dalam sehari. Jangan mudah meninggalkan qabliyah ba’diyah. Jangan bangga menjadi yang terdepan. Kita boleh bilang bahwa keluarlah dari rumah sepagi mungkin. Tapi karena Rahman Rahim Allah lah. Namun saya akan menambahkan. 300 jam. kesehatan kita. urusan perniagaan.direksi memang kita sandang. dan akil baligh dihitung dari umur 10 tahun. Ibarat orang yang adu lari. Inilah tauhid. Yakinkah semuanya bahwa Allah itu lebih penting dari semua urusan dunia. telat 4 tahunan. kita sering ketinggalan shalat ashar di jam 5 sore. maka kita akan kalah 10 jam. Dalam satu bulan. Subhaanallaah. Sibuk.

utamanya kalau tetap Allah tidak ridha. Ok. Tapi kemudian dia tergoda memperkaya diri. Agar kekejar itu ketertinggalan selama hidup kita haluannya ga bener.Ingat-ingat dosa. Dan biasanya perjalanan kedua akan lebih berat lagi. Bila langkah dalam hidup ini dimulai dari shalat shubuh jam 05. Kejar ketertinggalan dengan amal saleh. sampe ketemu lagi di esai berikutnya. dengan satu kecemasan di hati dan pikiran kita bahwa kalau kita tidak bangun malam. Niatkan bangun malam. Kalau perlu. kita balik lagi kembali ke Allah dan mengembalikan semua urusan kepada Allah. Doa menjelang tidur kan begitu. jabatan manajer yang 10 tahunan ia kejar. Dan di saat bangun malam inilah sesungguhnya titik 0 hidup kita dimulai. Bingung kan? Ya. dan dikali berapa umur akil baligh kita. Insya Allah kita akan belajar sedikit “meninggalkan dunia”. Kalau kemudian ia harus meniti karir lagi untuk sampai ke jenjangnya. Melenceng malah. Jadilah bahagian dari orang-orang yang ikut ngumpul bersama orang-orang yang senangnya beramal saleh. Insya Allah. Masya Allah. Kalau perjalanan kita dihitung dari jam 3 dinihari waktu tahajjud bagaimana? Maka ia menyumbang perjalanan kemunduran kita lebih kurang sebanyak 2 jam setengah dikali 30 hari dalam sebulan. Saya sering mengilustrasikan begini. Di antaranya Innii ufawwidhu amrii ilallaah. dikali 12 bulan dalam setahun. tapi tetap mendapatkannya. Kita bangun malahlah. Akhirnya. Tambah panjang tuh. maka itu berarti kemunduran buat kita. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Memberi Perintah Kepada Allah KDW0111 Seri-11 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak . sebagaimana kita mengincar waktu sahur takuttakut kita kepayahan di siang harinya ketika kita berpuasa. aku menyerahkan sepenuh-penuhnya segala urusan kepada Allah. Cari jalan-jalan yang bisa kita kemudian tercatat sebagai orang-orang yang beramal saleh. harus hilang. Bedanya berapa jam tuh? Lihat penjelasan perihal hitung-hitungan kalau shalat kita telat.30. jadilah kepala lokomotif yang membawa gerbong kebaikan. Adakalanya kita menuruti hawa nafsu. 5. berbuat kebaikan. adakalanya kita mengikuti syetan. Ibarat jalan. panjang bener garis hidup kita melencengnya! Ini belom dihitung bulak beloknya kita ketika kita hidup. Jangan lupa. udah 4 tahunan. berapa lama lagi? Ukuran normalnya ya 10 tahunan lagi. Ada seorang manajer yang hidupnya udah lempeng. besok saja jawabannya. maka hidup kita akan payah di siang harinya ketika kita bekerja dan berusaha. 6.

*** Memberi Perintah Kepada Allah Tidak ada pekerjaan terpenting dalam kehidupan kita kecuali menunggu datangnya shalat. Puji syukur kepada Allah. Harusnya. Seiring dengan perkembangan materi. bahwa Allah datang. Selamat membayangkan kedekatan Saudara dengan Allah manakala Saudara sudah bisa melompat khawatir. Apa yang saya rasa. Mudahmudahan kedatangan para tamu membawa berkah tersendiri bagi pondok dan bagi para tetamu sendiri. dan menyegerakan shalat. saya share menjadi bahagian dari esai-esai Kuliah Tauhid. Tidak ada pintu belajar mengenal Allah kecuali kita belajar tentang shalat dulu. Apa maksudnya dari kalimat saya ini. Maka sedemikian kerasnya usaha saya untuk berusaha bisa shalat tepat waktu dulu. secara filosofi. Baru kemudian saya mempelajari bahagian-bahagian shalat secara detail dengan memohon kepada Allah bimbingan-Nya. Hari ini ada mulai banyak tamu yang datang berkunjung ke saya. Para tetamu juga sudah disediakan ruang-ruang untuk menunggu. mudah-mudahan banyak ragam kegiatan yang bisa diikuti sambil berkunjung ke pondok ini. Semoga bisa mendekatkan diri saya dan keluarga ke lingkungan pondok. saya dapat. Keberkahan mudah-mudahan mengiringi kita semua. mengikuti Program Kunjungan Pondok ke Pondok Daarul Qur’an. mengenal Allah. Juga memberi maslahat bagi lingkungan. silahkan renungkan tiga esai yang saya sertakan sebagai bahan kuliah hari ini.Kunjungan Pondok Peserta KuliahOnline yang dirahmati Allah. tapi kemudian shalat saya payah. Adalah kebohongan adanya buat saya yang mengaku mencari Allah. Semalam. atau sekedar bertamu. Namun di Kuliah Tauhid ini ditekankan pengenalan secara rasa. dan secara apa yang saya alami dan rasakan ketika saya berusaha mengenal Allah. Alhamdulillah saya bisa menyewa/mengontrak rumah Pak RW yang berlokasi persis di pintu masuk Sekolah Daarul Qur’an Internasional (Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an – Daarul Qur’an). secara psikologi. kita akan mulai belajar tentang mengenal Allah di dalam kehidupan yang nyata. sementara kita tidak berada di tempat. saya juga sudah pindah ke dalam lingkungan Pondok. tgl 4 September. . sambil menikmati sajian-sajian kegiatan pondok untuk diikuti. Amin. Insya Allah kajian tentang shalat ada di Kuliah Dasar tersendiri.

perintah tunggu…” katanya melanjutkan. “Perintah yang dimaksud. Bener. Luar biasa. Jadilah Allah “Menunggu” kita. Sejak awal bicara. iya ga? *** Perintah “Tunggu” Tidak ada yang lebih penting di dunia ini yang harus kita kerjakan kecuali shalat. Tertutup oleh kesibukannya bekerja. Ketika Allah memanggil. Yaitu pengkodean perintah “TUNGGU”. tapi tidak bergerak. Pembicaraan saat itu sedang membicarakan shalat tepat waktu. Rupanya kita ini memberi satu pengkodean terhadap Allah. saya memilih belajar saja. saya sedang melayani pelanggan. “Iya juga. # Tunggu ya. Masa Allah disuruh menunggu kita. di hampir di setiap 5 waktu shalat. Saya memilih diam. “Tahu ga Ustadz. Perintah tunggu ya?” Coba aja lihat. sedang yang lainnya adalah pekerjaan sambilan. kata orang ini. perintah apa tuh kira-kira?”. Menikmati nasihat yang sedang datang ke saya. lewat muadzdzin. Tidak sadar bahwa Allah sudah memanggil kita untuk sujud dan ruku’ menghadap-Nya.Dalam satu dialog ada yang bertanya kepada saya bahwa tanpa sadar kita sering memberi perintah kepada Allah. maka ketahuilah kita termasuk yang berkategori memberi perintah kepada Allah. saya sedang nyetir. # Tunggu ya. Shalatlah pekerjaan utama kita. Yaitu perintah “tunggu” tersebut. kita masih asyik dengan dunia kita. Sungguh tidak ada pantas-pantasnya. Sebagian lagi mendengar. Perintah “tunggu” kepada Allah ini berarti: # Tunggu ya. lalu melaksanakan shalat? Atau biasabiasa saja? Kalau Anda tidak segera bergegas menyambut seruan itu. saya sedang menerima . berusaha dan mencari dunia. Apa yang terjadi dengan diri Anda ketika Anda mendengar Azan? Apakah langsung bergegas memenuhi panggilan azan tersebut. Saya langsung merespon membenarkan. Sebagiannya malah tidak bisa lagi mendengar.

dari sperma. malah Allah kita suruh menunggu… *** Siapa sih kita? Sesiapa yang tidak mengusahakan shalat di awal waktu.tamu. # Tunggu ya saya sedang ngajar. di luar kebaikan-Nya yang bersifat sunnatullah. # Tunggu ya. saya sedang belanja. saya sedang nemani klien. bagaimana mungkin manusia yang diciptakan dari saripati tanah lalu tibatiba menjadi pembangkang? Menjadi pendurhaka kepada Allah? Tapi ya begitulah. Perintah tunggu inilah yang kita berikan kepada Allah. Kita ga kenal siapa kita. manusia. Diciptakan dari saripati tanah. saudara-saudaraku yang dirahmati Allah. dan seterusnya. Dan Allah datang di setiap waktu shalat membawa apa yang kita butuhkan. maka secara kesatuan. Sersan. memberi apa yang kita inginkan. Iya kan? Sedangkan. Kita ini emang manusia yang ga tahu diuntung dan ga tahu diri. ga boleh memerintah kapten. saya sedang bekerja. # Tunggu ya. saya sedang dagang nih. lalu lewat mobil jenderal. lalu dia tidak mengangkat tangan tanda hormat. seorang kopral. Coba aja berkaca kepada diri sendiri. Hirarki itu. Rizki-Nya lah yang selalu kita cari. # Tunggu ya. saya sedang rapat. tidak bisa memerintah Jenderal. # Tunggu ya. Lihat saja. Ya. berani-beraninya kita “memerintah” Allah untuk menunggu kita. makhluk ciptaan Allah. # Tunggu ya. . Bahkan. terjadi. Kita ada. # Tunggu ya saya sedang merokok. saya sedang di tol. Adzan berkumandang… Allahu akbar. saya sedang dalam terburuburu. # Tunggu ya. Makanya Allah menyindir di surah Yaasiin ayat ke-77. Pertolongan-Nya lah yang sedang kita butuhkan. # Tunggu ya saya sedang belajar. Kita ini. ini akan jadi masalah buat dia. Mayor. # Tunggu ya saya sedang tidur. ga boleh dia memerintah sersan. seorang polisi yang berdiri di pinggir jalan. lantaran ada hubungan yang diizinkan Allah dari hubungan laki-laki dan perempuan yang kemudian terjadilah kita. kita menjadi manusia. Dan seterusnya. dan kebiasaan ketika menghadapi waktu shalat. sungguh dia adalah orang yang tidak mengenal Allah. Allahu akbar… Bukannya kita bergegas menyambut seruan itu. # Tunggu ya.

Nah. Likulli syai-in baabun. Kalo bisa. yang dinikmati rizki-Nya. ash-sholaah. Pesantren punya kegiatan buka puasa dan tarawih keliling ke wali-wali santri. segala sesuatu ada pintunya. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Dapat Apa Dari Dunia…? KDW0112 Seri 12 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Daarul Qur’an Method Kita sering habis-habisan berbuat untuk sesuatu yang justru akan kita tinggal. Alhamdulillah. *** Renungkan tiga esai ini dulu ya sebagai bahan kuliah hari ini. siapa kita. selama Ramadhan ini. Yakni manakala kita berusaha mengenal Allah di saat Allah datang saja dulu di waktu shalat. Sore tadi saya berbincang-bincang sebelum ashar dengan X. Sedang untuk sesuatu yang bakal abadi. “Jangan sampe Allah menunggu saya. yang dirindukan pertolonganNya dan bantuan-Nya. siapa saya?”. saya yang menyambut Allah. Pemberi Karunia. Sebab ga ada pantespantesnya. Maksudnya. . Mereka senang-senang. Wa baabut taqorrub ilallaahi. sekarang. lalu jadi yang menunggu saya? Emangnya. tanya. Masa Raja Diraja. untuk menunggu kita? Astaghfirullah. ilmu tauhid kita itu nyata. Dan pintu supaya bisa mendekatkan diri kepada Allah itu adalah shalat. bagaimana mungkin kemudian kita membiarkan Allah menunggu kita. atau kita memberikan perintah tunggu kepada-Nya. wali murid dari santri kami yang bernama Ayu. Lah. Insya Allah orang bisa rada selamet soal shalat. dan siapa juga Allah? Terlalu amat sangat jauuuuuuhhhhh hirarki kedudukannya. Kepada Allah kita berharap sejak ini TAUHID kita BUNYI. ketika bisa berpikir begini. sering kita tidak sungguh-sungguh. berpengaruh ke kehidupan kita.

Dia memilih khuruj (keluar 3 hari sampe 40 hari) ala jamaah tabligh. Ia aturkan karyawankaryawannya. Tambah senang lagi mereka bahwa saya menyatakan saya pun bisa mendampingi. Pak X ini rupanya juga peserta KuliahOnline Wisatahati. Dan kegiatan tarawih 1 juz 1 malam tetap bisa berlangsung. insya Allah saya sempatkan. kapan kita beribadah kepada Allah. Tidak sungguhsungguh meninggalkan dunia. Nah. adalah bagaimana kita meninggalkan dunia. ketika Ustadz bilang. Ada seseorang yang berkhidmat kepada seorang kyai. kapan ustadz ada waktunya? Saya bilang. Saya masih harus ikut memimpin tarawih 1 juzan. bahwa materi besok (hari ini). ketika azan ashar. mereka bisa kedatangan kawan-kawan dari anak-anaknya dan para dewan guru pesantren. Perubahan bermodalkan ridha Allah. ia amanahkan sebaik-baiknya tokonya ini kepada anak buah dan saudaranya. kita sudah harus meninggalkan dunia kita. hati dan pikiran para wali santri.30. Yakni di kediaman tuan rumah. beliau bilang. Sementara ia punya usaha pabrikan rumahan pembuat mesin pengering nangka dan pisang. Pak X ini juga bertanya tentang materi. Hari ini saya terlambat mengupload sebab alhamdulillah saya dikasih “ga enak badan”. ia temani kyai ini keliling daerah. maka ini akan mempermudah perjalanan menuju perubahan yang dikehendaki. Dia mengaku. Tapi jangan sampe meninggalkan dan melalaikan ibadah mahdhoh (wajib) nya. eh. sebentar lagi ashar kan? Kata saya. Satu hari ia berkhidmat kepada agama. Nah. Saya menceritakan kepada beliau. tapi tetap mendapatkannya?! Bagaimana tuh caranya? Begini. atau malah di pesantren mah sebelum ashar. malah tumbang beneran. Untuk menuju Allah.Sudah mah bisa melihat anaknya pulang. bangun-bangun jam 11! Alhamdulillahnya udah sempet dhuha waktu menginspeksi anakanak santri di Pesantren. Bagus malah. bahwa saya punya kawan yang buka toko sepatu. Saya tanya. Tumbang juga. Saya pikir. Insya Allah kalo visi misi nya sudah sama. atau di mushalla/masjid di sana. statement Ustadz menarik juga tuh. hanya harus tahu kapan kita bekerja. statement yang mana? Kalimat yang mana? Itu. dan kemudian saya diamanahkan Allah beberapa kegiatan. Ia bantu kyai ini. hatinya juga sama-sama tesambung ke Allah. habis shubuh. Biasanya dia hanya mampu menjualkan 1-2 mesin saja . Masya Allah. habis siaran langsung di TPI jam 05. Istirahat. Saya baru sadar. yang bisa mengikuti tarawih 1 juzan ini (tidak semua mushalla berkenan. kan kerja juga ibadah? Iya. toko sepatunya malah mendapatkan hasil lebih. besok saja (tadi pagi maksudnya). ada yang mengatakan. oh iya ya. Tokonya ia atur sebaik-baiknya sebelum ia meninggalkannya. Pak X ini bertanya kepada saya. betul. Ini kan sama juga dengan saya mengisi ruh. maafkan saya ya. mengingat stamina jamaahnya yang belum tentu sanggup mengikuti tarawih begini). Sampe sini. Itulah yang dimaksud belajar meninggalkan dunia sekaligus mendapatkannya. kenapa saya tidak wajibkan saja para wali santri mengikuti KuliahOnline ini.00-05. Saya senang sekali.

Malah katanya lebih hingga bisa dijual untuk bisa membelikan sesuatu buat istri. ia berkeinginan mempraktekkan ketauhidannya ini di lingkup usahanya. Panggilan hatinya kuat sekali untuk berdakwah. Minta nasihat agar dikuatkan mentalnya untuk jadi ustadz di pedalaman. Ini dia mengaku dia bisa menghasilkan sampai 5 mesin. bahwa dia disiplin dengan waktu audiensi bersama Tuhannya. Dan benar saja. bahwa tuh bule merasa ga usah lagi harus diperpanjang masa diskusinya. saya senang sekali. Pemasar konstruksi ini bercerita. mengubah kebiasaan (culture) perusahaannya. *** Setelah buka puasa. yang direksinya itu “bule”. Biasanya ia ajarkan agar karyawannya sigap-sigap mencari dan melayani pelanggannya. untuk dipilih yang tidak nabrak waktu shalat. Karenanya ia pamit untuk kemudian menjadi dai pedalaman. Rapat-rapat ia beritahu bahwa ia harus break 10 menit sebelum azan. sekaligus jadi beban pemikiran istri dan orang tuanya. Dan bule ini masih menambahkan. Bulan pertama saja. Eh. Allah akan mengaruniakan sesuatu yang lebih. Saya buka puasa dulu ya. Tapi keluarganya bingung. mencoba untuk hidup mementingkan Allah. Ia lalu menjadi memegang prinsip bahwa Allah itu segala-galanya. bahwa kalau memang sudah bulat. Tapi kalau ga berkenan menunggu. Apa yang diterapkan oleh si pengusaha yang diceritakan ini adalah metodenya Daarul Qur’an. pasti pekerjaan-pekerjaan yang dipercayakan kepadanya pun akan juga disiplin. gaji sebesar 50rb per bulan dari lembaga dakwah yang menaungi perjalanannya ini malahan utuh. Lalu apa yang terjadi? Meeting dicukupkan sampe waktu break saja. alhamdulillah saya lihat ada waktu sebelum . sudah azan maghrib. masih ada bonus-bonus dan tunjangan ini itu. Ntar malem ba’da tarawih saya lanjutkan lagi. Dia sudah perhatian sama Tuhannya. Seorang pengusaha makanan. shalat berjamaah. Katanya. apalagi kalo sampe ga punya gaji sama sekali. bule kini percaya sama dirinya. Batalkah? Tidak. Tapi apa yang terjadi? Setelah ia berkenalan dengan ilmu tauhid. Saya menyebutnya DAARUL QUR’AN METHOD. syaratnya jangan mengeluh. pasti dia orang jujur. Orang-orang kampung yang diajarnya digerakkan Allah untuk memberikan sebagian hasil panen penduduk kepada dia. Saya perkuat hatinya. Niatan ini lumayan disetujui. Tapi itu pun seringnya nombok. ada satu klien. dan punya hutang. anak dan orang tuanya. begitu kata bule ini meyakinkan. Apa sebab? Allah menanggung hidupnya.per bulan. dan klien-kliennya malah disuruh nunggu! Katanya. Satu tahun kemudian ia bercerita. ya baiknya kita re-schedule jadwal yang nabrak waktu shalat. Ia selama ini kerja di pabrik. Insya Allah. Dan inilah DAARUL QUR’AN METHOD. Masya Allah kan? Seorang pemasar di bidang konstruksi. Bergaji saja engga bisa hidup pas-pasan (nombok). Si bule ini mempersilahkan dia mem-break. kalau berkenan menunggu. Gajinya 800rb. sebab ga mungkin di-re-schedule. hidupnya lebih punya sekarang ini. Mengapa? Katanya. per bulan! Seorang anak muda datang bersama istri dan keluarganya. pernah kejadian.

Besok. Masya Allah. Ah. Syukur-syukur bisa setoran hafalan al Qur’an. *** Dapat Apa Dari Dunia…? Dunia harus dikejar. Laporan satu demi satu berdatangan tentang perubahan. diperdengarkan bacaan-bacaan al Qur’an. Dan ia dititipkan karyawan. tetap harus ada di tengah-tengah barisan yang mengingat Allah! Dia mau belajar dari kesalahannya selama ini. Ia beritahu pelanggannya bahwa yang muslim. Supaya bisa diupload malam ini juga dan dibaca. yang kayak gini-gini. Namun akhirat juga harus . terdengar alunan suara merdu ajakan shalat. “Sudah shalat dhuha belum?”. Tentu saja. Baiklah. Sementara jam masuknya. indahnya. dan cara pandang terhadap dunia yang tidak lagi segalanya. saya lanjutkan tanpa menunggu tarawih. Lah. senang berdoa dan mendoakan. Saya juga pengen tuh ngembangin usaha yang absen pertamanya adalah dhuha dan baca al Qur’an. Ucapan ini hanya untuk menunjukkan betapa kesalehan dan tahu Allah itu lebih penting dari segalanya. Mumpung pasti didengar seruannya. di pesantren. Alhamdulillah. bukan pesantren namanya kalau santri-santrinya tidak pintar. Untuk apa? Rupanya ia meminta karyawan-karyawatinya shalat dhuha dulu dan membaca al Qur’an 1-5 ayat! Dan ini ia wajibkan.isya-an dan tarawih. Terutama ketenangan. dan menjelang pulang. kata dia. ngontrak/nyewa rumah di depan pesantren. Alhamdulillah. bukan “Mau ketemu siapa?”. Tanpa kecuali yang haidh. tamu-tamu yang datang harus ditanya sama sekuriti pintu gerbang pabrik/kantor. Daarul Qur’an Method ini sudah mulai diadopsi oleh banyak perusahaan. diberlakukan. Nah. kan ga bisa shalat dan ngaji yang haidh? Ya. Karena di sini kita hidup. bisa shalat zuhur dulu sambil menunggu makanan datang. tetap. Pas zuhur. Melainkan Allah lah yang segalanya. Kalau perlu. Saya sampe merapat ke pesantren. kenapa juga ga dibawa ke Allah. Biarlah santri-santri tidak menjadi santri yang pintar. Sebelum azan. asal ia bisa shalat tepat waktu. Diusahakan diberlakukan. Lanjut ya? Pengusaha makanan ini malah meminta karyawan-karyawannya menunda buka toko sekitar 20 menit dari jadual. subhaanallaah. sudah materi baru. Harus lebih banyak yang ke mushalla malahan. rajin shalat-shalat sunnah. agar bisa ngontrol yang begini gini. ia suruh bergantian melayani pelanggannya. bahwa Pemilik Rizki selama ini ia abaikan. ringan bangun malam dan puasapuasa sunnah.

Di banyak blok perumahan mewah. . Sudah mah nempatin gratis. Bareng dengan saya mempersiapkan ragam tulisan materi kuliah yang lain. kayak ga punya agama. ya tetap saja penjara namanya. dunia malah menjadikannya duduk di kursi pesakitan. Dia di mana. Sungguhpun penjara ia bisa sulap menjadi ruangan super mewah. Rumah yang luar biasa ia bangun pun kalo ditanya dibangun untuk siapa? Ia kelak tidak mengerti juga jawabannya. sesungguhnya sudah saya siapkan dari jauh-jauh hari sebelum Kuliah Tauhid ini dirilis. Kekayaan yang dinikmati adalah yang di atas kertas. Ada bintang-bintang yang begitu populer. Dikasih apa kita ini sama dunia? Belum meninggal aja. dan menemplatenya. Jadi. Dunia tetap berputar. Punya orang tua. Dia di mana. Kaya iya. punya agama. Mati. tapi ia betul-betul sudah tinggal di penjara. Ga kesulitan. anak-anak make mobil.diperhatikan. Sibuk dengan urusannya. Bukan kekayaan yang sesungguhnya. Tapi kita kehilangan mereka nantinya. Ada tulisan saya yang berjudul: punya suami kayak ga punya suami. saya sering berpikir. dikasih duit pula tuh pembantu dan ditanggung semua hajat dan keperluannya. nyatanya orang tuanya di kampung sana. Termasuk urusan-urusan air. Inilah doa dan ajaran keseimbangan hidup yang diajarkan Rasulullah. Di usia saya yang kata orang masih muda ini. tidak sedikit orang-orang kaya yang tidak bisa menikmati kekayaannya. Punya saudara kayak ga punya saudara. tentang “dunia”. Begitu gagahnya. Orang tuanya juga merasa percuma kalo maen ke rumah tersebut. Tidur tidak bersama keluarga. Punya mobil lebih dari satu. lalu tenggelam berakhir masa kepopulerannya. Ada yang berpenghuni. namun bukan penghuni asli. dan kebersihan serta keamanan. Kalo dijawab buat anakanaknya. Punya anak kayak ga punya anak. kayak ga punya kawan. Mereka pun sering kehilangan kita. kita ini ga dikasih apa-apa. Tulisan berikut ini. Coba aja baca bait-bait tulisan di dalam buku ini. tidak bersama keluarga. Akhirakhirnya. Merasa populer. nyatanya anak-anaknya studi di luar kota dan di luar negeri. Populer sudah tidak. disorot layar kaca duduk di kursi tersangka. Tidak sedikit juga pengusaha yang susah payah membangun rumah super mewahnya. listrik. Ada yang begini ada yang begitu. Kalo dijawab untuk orang tuanya. Punya kawan. tapi kualitas hidupnya? Layak dipertanyakan kalau ia menyempatkan diri merenung. yang dipake tetep satu. Sebab di sanalah tempat kita kembali. keluarga di mana. kayak ga punya orang tua. ada yang meninggalkan hutang. atau bahkan pembantu. Punya tetangga. Melainkan hanya penyewa. Sementara. Peserta KuliahOnline yang saya sayangi. keluarga di mana. Punya istri kayak ga punya istri. Bener sih istri make mobil. sebab memang tidak ada siapa-siapa. Saya tinggal memeriksa ulang saja. masih. kayak ga punya tetangga. Makan. alhamdulillah. justru banyak yang tidak berpenghuni. tapi kehidupannya banyak yang mati lampu.

Setelah berputar. Dan itulah jawabannya sendiri. Kata yang paling jujur yang pernah ia dengar. Ada yang kredit memang barangnya. manfaat. Ia sewakan untuk orangorang asing. dan ia sekalian tinggal di situ. Jangan sampai mencintai Allah hanya di mulut saja.Adduh. Saya berjuang untuk rumah yang sesungguhnya saya tidak tahu apakah kalau saya meninggal nanti rumah ini udah lunas atau belum. Itulah barangkali yang disebut dengan kesenangan yang menipu. Mobil yang saya dapatkan pun. kredit. *** Karyawan Masih seputar dapet apa dari dunia? Jika kita memburu hanya dunia. mata saya ini koq ya merasa “bukan itu yang harus kita cari”. Makanya Allah dan Rasul-Nya mengajarkan. 15 tahun. Subhaanallaah. Atau cuma katanya saja. perbaiki cara kita beribadah. Kemudian sehatin. KPR nya. hasilnya ia bikin untuk lebih menggerakkan ekonomi syariah di kampungnya. Banyak-banyak berbuat kebaikan. Coba aja lihat 2 tulisan berikut ini. rata-rata kredit. ia memilih tinggal di rumah di belakang hotel yang ia sewa dari penduduk dengan bayar tahunan! Ini kan gendeng. Sesungguhnya kita tidak mencintai Allah melainkan mencintai dunia. Tapi. Barang-barang di rumah ini. Sebab kamar-kamarnya disewain semua. . Bukan jawaban orang lain. kemudian belanjakan dah buat orang susah. beli-beliin dah perusahaan-perusahaan sakit. Kalo kamar yang itupun ada yang sewa. Saya barangkali terlalu sentimentil ya? Tapi baiklah. dengan memperhatikan amal saleh yang menjadi bekal menghadap Allah. di kamar mana ia tinggal? Di kamar yang biasa saja. Mantab. Habis itu jual. Ada kawan yang membangun hotel. jangan hanya mengejar dunia. Bahkan cenderung di kamar yang paling jelek. dunia bahkan mengambil semuanya. Dapet uang. Kejar juga akhirat. buat kemudian diberdayakan uangnya. Tahukah saudara. maka sungguh. Apa katanya? Iya juga. Punya uang. Rumah mewah banyak dibangun oleh dia supaya duitnya berputar. dapat apa situ dari dunia? Gaji situ buat apa? Wong buat kebutuhan situ aja kurang? Lalu ia jawablah pake kata hatinya. Ada seorang karyawan yang kalo saya tanya. Sekarang baru jalan 8 tahun. ada yang dari kartu kredit. saya turunin sedikit tempo nya. Apanya yang senang? Cuma perasaannya saja. subhaanallaah... Dan utamanya. Hasil penjualannya untuk membantu pesantren-pesantren dah. Mobil dia beliin yang banyak. kalo kekayaan itu ada di tangan orang soleh. Sedang kematian tidak ada yang tahu. Lihat. Saya tidak mendapatkan apa-apa. kita tidak akan dapat apa2. Motor juga begitu.

berantakan. Ternyata tidak. Lalu dia? Dapat apa? Ga dapat apa-apa. Orang tuanya lalu bilang. dia ga lupa sama Allah. lalu Allah ambil serta merta dengan caracara yang tidak pernah ia duga sebelumnya. Mobil dan motor lalu ditarik leasing. Tapi kalau selama dia kerja. Lalu ia di-PHK. Dan insya Allah itu adalah kebaikan dari Allah. hanya agar jangan satu atap dengan orang tua. gila kan? Capecape kita kemudian bayar angsuran rumah. Mana lah jahat? Daripada diazabnya nanti di akhirat? Kan repot. (+) Emang pegimana? (-) Begini. Tapi Allah dan seluruh amal kita. lunas. Maka kemudian seluruh rencana keuangan. lalu disita. fine. Sebut saja. (+) Koq kelihatannya? (-) Ya. Rumah. Kita juallah rumah kita. sakit 4-5 bulan. itu namanya ujian dari Allah. jangan lupakan asuransi akhirat dengan shalat dan sedekah. Banyak kemudian karyawan-karyawan yang terjebak oleh hutang yang tidak terbayar dan akhirnya bener-bener ga punya apaapa. (+) Hei. ga bakal hilang. Namun. Dunia. (+) Wah. Ada yang bilang. adiknya masuk penjara sebab satu hutang. akhirnya ngontrak-ngontrak juga. Ia hidup untuk bayar leasing yang membengkakkan harga motor dan mobilnya sekian kali lipat. emang. Dapat apa dia? Semula ia berpikir ia sudah mencapai banyak hal. Misal. Sebab adiknya. Ia hidup untuk bayar kartu kredit yang ga lunaslunas. kalo gitu jahat ya Allah? (-) Ya. Manalah kita tega. Ya begitu dah dunia.Begitu katanya. Ok. kenapa engkau wahai ustadz menyalahkan dia? Bukankah dia membantu orang tua dan adiknya? (-) Kelihatannya sih begitu. Allah tungguin apa yang dia kumpulin itu benar-benar lunas. Tidak sedikit dari mereka yang kemudian setelah semua aset yang dibelinya dengan acar berhutang. harus dijual kembali dengan harga murah. dia tidak ingat sama Allah. bakal hilang. Tapi orang tuanya mohon-mohon agar ia jual rumahnya untuk membantu adiknya. Rupanya selama ini ia hidup untuk bank di mana ia kredit rumah. Kalau ketika dia bekerja. dan kemudian kita mengontrak. . untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. tidak. tidak lagi terbayar. Coba aja kalau dia sakit agak panjang. maka sesungguhnya Allah mengazabnya. Ada asuransi ini ada asuransi itu. Di situ kemudian menjadi peluang dunia industri asuransi. tinggallah dulu di rumahnya beliau. ikut aja. Itu kan bukan sebab dia. Sebab ternyata satu dua hal yang tidak terprediksi sebelumnya. Lihat.

tapi dunia itu menipu. Sesunguhnya dia tidak pernah menyerahkan dirinya. Masih kelihatan sentimentil ya? “Nanti malah menghalangi orang mencari dunia loh. Makanya Allah menasihati untuk jangan tertipu urusan dunia. ditambah terus jam untuk mencarinya. Ia jadikan dunia sebagai sarana ibadah kepada Pemilik Dunia. Insya Allah.(+) Ukurannya apaan? (-) Shalat ga dia? Kalau dia jawab: shalat.” begitu kata sebahagiannya yang lain. masih seribu. malah maju memukul. Lihat lagi. itu tahu. biar saja. sedekahnya gimana? Sebelum kerja. Yang Punya Dunia. Masa kemudian sama Allah malah mengurangi waktu. Dilayani. setelah kerja. Ini kan tidak bersyukur disebutnya. Kemudian. maka akan Aku tambah nikmat-Ku padamu. Dikejar. dia berontak. hidupnya di dunia. Mudah-mudahan ada yang terbuka mata hatinya. Dia menyerahkan dirinya. Bila selama ini hidup untuk dunia. malah menendang. Banyak-banyak beramal saleh. Kini. sebab itu yang lebih kekal. kalau begitu. Sedang sama dunia. ya sama saja dengan tidak menghargai Allah. malah memerangkap. istilahnya. (-) Nah. Diburu. malah memerintah. tapi untuk Allah. Esai besok kita mulai menukik bicara tentang shalat dan kualitas shalat kita. maka sesungguhnya azab Allah teramat pedih. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Romantisme Bertauhid KDW0113 Seri 13 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Pesantren Online . sedekah seribu. Berturut-turut kita juga akan bicara tentang doa. Didekap. hingga kemudian ke definisidefinisi tauhid berdasarkan kitab-kitab. Ya begitu tuh dunia. Kita kan disuruh syukur. Ah. (+) Oh. Dunia dipegang. al Qur’an dan al Hadits. maka shalatnya seperti apa? Kalo shalatnya sering di akhir waktu. Tapi kalau kalian tidak bersyukur. termasuk firman-Nya ya: Bersyukurlah kamu. Dunia hanya mempermainkan manusia.

saya memberitahu supir saya. Oleh bagian produksi saya diminta untuk menyinggung soal KuliahOnline.Pagi ini. Yang demikian itu. hanya bedanya ia bersifat maya. agar tidak jadi hambatan bagi perjalanan . Namun. Beruntunglah orang-orang yang tahu bahwa Allah itu selalu datang. *** Supir Saya Kita tidak mengenal Allah. koq malah ga ada?” begitu saya berpikir. tidak kurang saya pun suka terbersit rasa kesal. dan lebih tidak lagi di shalat tahajjud. Artinya. Untuk kemudahan berkendaraan. dan mengikuti sesi Kuliah Tauhid ini saja dulu. tidak di shalat fardhu. bahwa kemana saya ceramah. Saya berusaha menggiring peserta untuk hanya melihat. Saya jawab. tidak perlu dikaitkan dengan momen Ramadhan saja. Saya tidak menganggap supir saya ini lebih rendah dari saya. Dan rasanya. tanggal 6 September 2008 saya diundang menjadi tamu dalam acara Apa Khabar Indonesia edisi akhir pekan. biar saja ide Pesantren Online ini terus kemudian bergulir hingga ia menjadi mirip seperti pesantren pada umumnya. Di satu waktu. datang dengan segala pertolongan-Nya. sebab sudah akan jalan lagi ke tempat yang lain. “Bagaimana sih? Udah tahu mau jalan. Insya Allah kita akan coba buatkan tim khusus yang merriset dan kemudian merilis Pesantren Online ini. maka dia dapet juga pahala kebaikannya. ketika saya tidak mendapati supir saya tepat waktu. Allah karuniakan saya supir. Bagaimana dengan Peserta semua? Berkenan memberi tanggapan? Tapi saya berusaha tetap konsisten. Apa kesibukan Ustadz di bulan Ramadhan ini? Tanya pembawa acaranya. agar dia standby langsung di depan lobi satu tempat. Asal dia mau membaca basmallah dan berdoa agar amalan ceramah saya. Itu yang menyebabkan kita tidak menyambut kedatangan-Nya. Dan saya sudah wantiwanti dengan sangat. bahwa salah satu kesibukan saya adalah menggawangi Pesantren Online. Datang dengan segala karunia-Nya. Entahlah. tapi sebutan ini langsung direspon oleh pemirsa yang melihat. Sebutan Pesantren Online ini sungguh menggoda. Tema nya: Pesantren Kilat. pun ia dapatkan. Malah saya seringkali membesarkan hatinya.

kita jarang mementingkannya. Tuhan saya yang sudah demikian baik kepada saya. Saya makan dulu… (???!!!). Saya harus selalu standby buat majikan saya. Sebelum taxi yang saya pesan.saya. saya naik taksi saja juga dah. masalahmasalah kalau datang cepat selesainya. Makin kita bergegas menuju Allah. ketika saya perlu dia. kepada keluarga saya. Selalu waspada setiap waktu shalat datang. Begitu saya telpon. Pak. Yang Maha Perkasa. kalo ga sabar. katanya sedang ngantar saudara saya ke depan jalan utama. mencari taksi. Syukursyukur bila kita mau menjaga wudhu kita. Namun saya tidak mau berlama-lama lagi. dia tidak ada. menjadi weker. adalah supir saya. Tapi rupanya dia tidak mengindahkan. silahkan saja naik taxi ya. kepada semua manusia. Dan sekarang saya membiarkan Allah menunggu saya… Saya tidak dapat membayangkan. andai yang mengucapkan kalimat: “Tunggu ya Pak!”. Karena saya tidak bisa menunggu lebih lama. dilayani tidak dilayani. saya tidak dapat membayangkan. Lantaran tidak mengenal-Nya. Lebih konyol lagi kalo dia bilang. Ya. dia lalu mengatakan itu. sampe. Kita. Jadi. *** Romantisme Bertauhid Allah. rasanya hidup kita akan didahulukan ketimbang orang-orang yang selalu telat datangnya. Sekarang saya sadar. Lebih lagi saya tidak mampu membayangkan jika saya lah yang menjadi supir buat majikan saya. atau alarm. bahwa selama ini saya sering mengecewakan Allah. apa yang saya akan lakukan terhadap supir saya itu. supir saya sudah datang dan meminta maaf. Makin cepat kita datang kepada Allah. untuk diri kita sendiri. DIA selalu hadir di kehidupan kita. Selama ini kita menyadari bahwa sama yang namanya shalat. Lalu kenapa kita tidak pernah siap siaga untuk Allah. kita lalu menjadi manusiamanusia yang kehilangan momen berharga bertemu dengan Pemilik Dunia ini. Dan dia saya suruh pulang. Wuih. menyambut Allah. ga perlu mengantri ketika saat shalat datang. Begitu saya keluar. hajat kalau ada bisa Allah segerakan pencapaiannya. Saya tutup telponnya dan saya segera mencari taxi. Tuhan kita? Disebut siap siaga bila kita selalu stel panca indera kita. . dengan Kasih Sayang-Nya. saya bilang sama dia. bersabar rasanya lebih baik. Tapi apa boleh buat. namun. Disambut tidak disambut. Saya marah. doa-doa kita pun akan semakin cepat dikabul. Subhaanallaah. Ada suara bersalah di ujung seberang HP sana. selalu mendatangi kita.

bayangan iseng ini. Mari kita sambut Allah. Jangan biarkan lagi kita yang ditunggu Allah. Tapi inilah saya. Ketika saya pedengerkan keluhan saya. Ternyata. penuh Wibawa. Tapi ya. Syukur-syukur kita mau menyambut Allah dengan pakaian yang lebih bagus ketimbang kita menemui manusia. ya dengan cara beginilah dulu. Tapi kita yang menyambut kedatangan Allah. Subhaanallaah. sehari-hari saya tidak demikian. Ini kan cerita “alangkah manisnya”. Allah memasuki masjid dengan Anggun-Nya. Begitu pun ketika masa shalat tahajjud. Bukan yang sebenarnya. Kita kemudian tegakkan shalat-shalat sunnah. DIA berada di samping saya. alangkah manisnya bila kemudian ketika saya keluar dari satu tempat. Mestinya. Saya perdengarkan keluhan-keluhan saya tentang kejadian-kejadian hidup . Kita datang sebelum waktu azan… Duh. Ketika saya terbangun. senang sekali saya bayangkan. Candaan iseng. Lebih lega lagi saya kalau kemudian mobil itu bersih luar dalem dan wangi. Lalu saya menoleh ketika Allah datang. Lalu Allah tersenyum kepada saya dan saya katakan. jangan Allah yang menunggu kita. Allah turun dengan Malaikat-Malaikat Pengiring-Nya. Bagi yang mengingat masa-masa pergi haji atau umrahnya. Kalaupun tidak. dan membangunkan saya dengan penuh Kelembutan dan Kasih Sayang-Nya. Tambah bangga saya. Sehingga hati ini senang betul mengambil air wudhu untuk tajdiidul wudhu (memperbaharui wudhu). siapkan wewangian khusus untuk menyambut Allah yang kita pakai hanya ketika menghadap-Nya. dia sudah standby dengan mobil yang AC nya sudah dingin menyebar ke seluruh kabin mobil. Romantisme bertauhid dengan Allah menjadi sangat nyata buat saya. jauh sekali dari yang semestinya. saya bercerita kepada yang melebihi sahabat dekat saya. lantaran saya sudah di dalam masjid duluan. Saya sudah di sini. dengan menyetel ulang jadwal ibadah kita. Kita sudah siap siaga sebelum muadzdzin mengumandangkan azannya. memilih untuk menunggu datangnya waktu shalat yang lain. Begitulah. Tampil di muka ketika shalat. saya bayangkan bahwa Allah yang membangunkan saya. koq bisa ya kalo di tanah suci kita melangkahkan kaki kita ke masjid. Asli.Masih seputar supir saya. Coba diprogram hidup kita. lalu dengan sopannya membukakan pintu mobil untuk saya. Saya ingin Pencipta saya senang bahwa saya betul-betul mengabdi pada-Nya. indahnya… Saya kadang suka iseng membayangkan. Saya belum mampu mengabdi banyak. penuh Pesona. Tapi logika ini mau dipakai untuk menunjukkan kesiapan kita dan kesopanan kita terhadap Allah. he he he. kalau kemudian ia turun dari mobilnya. Bertentangan tentu memvisualkan hal-hal seperti ini. jauh sebelum azan? Bahkan ada yang tidak beranjak dari masjidil haram atau masjidin nabawi. saya sudah di sini ya Allah. Masya Allah. Kita sudah siap siaga sebelum datangnya waktu shalat. Saya seperti raja.

Bicara Keyakinan KDW0114 Seri 14 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Bicara Tauhid. pelan-pelan. sedang sangat senang. Saya cium Wirda dan saya mendoakan anak-anak saya. Saya makan roti cane plus kare. Saya kontrol kamar Wirda. juga dalam keadaan yang sehat. romantisme bertauhid bisa senantiasa kita rasakan. Saya bahagia. Pakai bahasa sehari-hari dengan tetap memperhatikan kesantunan. nikmatnya diberi kesehatan. sebab jam 10. Dari awal kami membangun Bulak dan hingga ke Sekolah Internasional ini. istri saya tertidur dengan pulasnya. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Bicara Tauhid. Muhammad Yusuf al Haafidz.30 malam sebelumnya saya ketemu dengan Haji Amril dan Ibu Amril. kesopanan layaknya saya bicara dengan Tuhan Pemilik Alam ini. Ustadz . biasanya manusia sanggup bercengkerama dengan Allah. Semuanya tertidur pulas. Saya bahagia. Bicara Keyakinan Bahagia bener saya pagi ini. padahal saya lihat jam. Sehingga kapanpun. pimpinan Shalat Center yang menggerakkan Indonesia untuk shalat khusyu’. agar Allah hadir di hati saya. sedang kecewa. visualisasi bahwa saya sedang bercengkrama denganNya. Saya masuk ke kamar saya. Tidak lupa juga saya doakan para santri. saya usahakan betul. Hampir jam 01 saya bangun dari tidur yang terasa sudah terlalu lama. misalnya sedang marah. atau sedang sangat sedih. Dua donatur pondok yang sudah menganggap kami sebagai keluarga mereka dan mereka juga sebagai keluarga kami. Semoga kita bisa senantiasa menyambut Allah dan bermesra-mesraan denganNya. detail. Qumii dan Abang Kun. Kepada-Nya lah semua urusan dikembalikan. Tapi ya itu. Rahasianya barangkali karena hatinya dihadirkan untuk berdioalog dengan Allah. Duh. Dan di sebelahnya tertidur jagoan kecil kami. beliau berdua dan keluarganya menemani kami.yang saya lewati. bahwa jam 21 sebelumnya saya berangkat ke Ustadz Abu Sangkan. saya trnyata baru tidur jam 11 malam tadi. Ugh. Ada ketenangan di wajah-wajah mereka. Saya bahagia sebab saya pulang jam 00 lewat dalam keadaan saya sehat. Amin. Kendalikan perasaan dengan memprogramnya. Kita berdoa terus agar Allah berkenan memperkenalkan diri-Nya kepada kita dan kita bisa mengenal-Nya. adab. Dalam suasana sentimentil.

nikmat mana lagi yang engkau dustakan? Tanya Allah kepada kita semua. Sebab kediaman Haji Ramos ini unique. Pondok Gede. saya rasa. Saya bercanda dengan Fadhil dan beberapa santri kawan Fadhil. jam 17. setelah sebelumnya menyempatkan berjamaah dengan indah bersama satu dua guru yang tersisa di pondok dan para tukang. anak-anak santri yang saat itu berjadwal buka puasa dan tarawih bareng di kediaman Haji Ramos tampak bahagia sekali. Say didoakan Ustadz Abu Sangkan agar lidah saya. Saya pun bahagia. Haji Syamsul Ma’arif Surabaya. di bahagian tengahnya. pikiran saya.15 nya saya bercengkerama dengan beberapa wali santri yang lain yang ternyata turut diundang di acara tersebut. hingga saya hampirhampir meneteskan air mata. Dan dari beliaulah menjadi wasilah saya ketemu dengan Ustadz Abu Sangkan. saya tambah senang lagi melihatnya. he he he”. “Jangan kebetahan ya. Para santri senang. Kesempatan berdialog dengan wali santri adalah sesuatu yang mahal buat saya. Dan kolam renang itu seperti di tempat pelesir. sebab jam 17. begitu mau pulang saya dihadiahinya buku “Spiritual Salah Kaprah”. menjadi atas nama Allah. gerakan saya. Saya tiba. Diimami oleh mertua saya. Mudah-mudahan saya bisa menemani perjalanan Saudara semua sambil turut pula belajar. Tentang rumah Allah. Fabi-ayyi aalaa-i robbikumaa tukadzdzibaan. Meskipun jaraknya terasa jauh. Dan saya manfaatkan untuk istirahat. Saya bahagia. Saya bahagia saya didoakan di tengah-tengah ribuan jamaahnya yang saat itu hadir di Shalat Center di Jati Makmur. Barangkali inilah salah satu balasan Allah untuk saya dan keluarga saya. Saya bahagia menjadi bahagian dari dakwah ini. Saya bahagia. di antara percakapan kami adalah tentang Baitullah. Di sana. saya sampai di kediaman Haji Ramos. Senang. Saya bahagia. Alhamdulillah. bisa share.00 nya kurang lebih. bisa satu rasa. beginilah ketika tamu-tamu saya datang ke pesantren. orang tua dari Fadhil santri kami. Alhamdulillah. selalu saya bacakan doa di tengah-tengah santri. Ternyata memang para santri benar bahagia. Saya jalan jam 16.fenomenal ini salah satu inspirasi saya. nanti lupa balik ke pesantren. *** Sebenarnya banyak lagi kebahagiaan saya yang rasanya kalau saya tulis terus. Ketapang-Cilegon. Bisa berbagi. Alhamdulillah. Ada kolam renang yang terkoneksi dengan sekian rumah yang melingkar di Cilegon Residence. Dan cukup panjang bagi saya Ustadz Abu Sangkan mendoakan saya. ada satu jamaah yang juga sudah seperti keluarga bagi saya pribadi. Ya. hati saya. saya . sehingga menjadi hadiah yang tidak terkatakan buat saya besarnya. namun ditempuh “hanya” satu jam dari pondok.

alias dicukupkan dengan sedekah yang 4jt tadi. kata saya. hasil dari kumpulan tabungan dan jual-jual barang. Artinya. kita minta diingatkan oleh Allah. Misalnya 4jt. Insya Allah berangkat . jual-jualin beberapa barang di rumah andai tidak ada uang 7. Yakni pasang niat untuk bersedekah 7. Misalkan emas.5jt. maka pada bulan Juni tahun depan. Ya. Bilang sama Allah. maka itu adalah udah diniatkan untuk sedekah. Tapi saya katakan. Saya melihat para jamaah dah kaget dengan kalimat saya. sudah akan ada rizki khusus umrah sebesar 75jt. dengan kemudahan biaya dari-Mu. Kalau mau cepat. Sisanya baru dicicil. misalkan ada dana tabungan sebesar 7. berapa orang anaknya? Beliau menjawab tiga. Jika konsisten menabung dengan hanya 800rb per bulan. Ga kudu 75jt”. pun Allah masih menyediakan cara yang lain. Bahkan. 15jt/orang). hanya perlu dana 7. Insya Allah pasti berangkat dah. sebesar Rp. Di mana 7. ya Allah aku sedekahkan 7. adalah perkalian 10% dari 75jt.5jt nya lagi. Berapa? Per bulan “hanya” 800rb saja. Kalau ga mau bayar yang 3. Saya tanya Haji Ramos.5jt andai Allah beri rizki. DP-in aja berapa. andai ada rizki 7. Nanti saya pecah-pecah deh tulisan ini terus. mengisi liburan Juli 2009. karena sekarang masih bulan September. Kemudian tambah dengan doa dan ibadah yang benar. Jumlah angsurannya akan mengecil. he he he. Ibarat kredit 7. Besar ga biaya umrah berlima? Kalau tujuh puluh lima juta rupiah? Dijawab.5jt lagi. Dan memang besar.5jt itu dikeluarkan sebagai sedekah kita jika kita ingin pergi umrah berlima (asumsi pergi umrah plus oleh-oleh. Kalau mau ringan. “Hanya lebih kurang 375rb saja. Berarti lima. “Bagaimana kalau saya katakan kepada Saudara semua. Di kediaman Haji Ramos dan di hadapan para wali santri dan santri. Gitu doanya. Maka sisanya 3. sama dengan tujuh puluh lima juta. Cicilan sedekah.5jt.5jt. Jika bener-bener tidak punya apa-apa. 3. ya bayarkan saja sekarangsekarang ini. besar.tidak akan bisa istirahat sampe shubuh. atau apa. sudah terbiasa dengan “hitung-hitungan” sedekah.5jt saja. tapi izinkan berangkatkan saya dan seluruh keluarga saya ke tanah suci. insya Allah juga berangkat. Insya Allah.5jt sekaligus. sebab mereka keluarga besar Daarul Qur’an. sekeluarga. Umrah Juli 2009. Lima dikali lima belas juta. saya mengajak semua menabung sedekah untuk umrah.5jt. hingga saya juga kepengen bercerita tentang perjalanan religi ke Baitullah. Disebut hanya perlu 7.5jt lagi ini dicicil dah selama 9 bulan. bahwa untuk berangkat berlima. ibadah umrah bareng. sedang umrahnya baru Juli tahun depan.5jt ini karena-Mu ya Allah. cukup dibantu dengan merajinkan dhuha dan minta sama Allah. Panjer duluan. bersama rombongan besar para santri dan keluarganya. ada 9 bulan kesempatan kita untuk “menabung” untuk “sedekah”. tahun depan.

dan menyelimutkan kakinya yang katanya berasa dingin. . shubuh ini sudah masuk juz ke-8. sebab sekalian bantu-bantu istri yang menyusui dede bayi. saya sertakan 3 esai Kuliah Tauhid. Supaya bisa ngimamin di pondok. bicara keyakinan. Ketika diabsen sama guru. Wong sekedar percaya bahwa Allah akan memberangkatkan umrah di Juli 2009.04. Yah. bolehlah kita sebut “Allah sedang mengabsen kita”. bukan karena dia tidak mendengar. maka sungguh akan benar-benar berangkat. Ini adalah juga bahagian dari implementasi tauhid. Lama ya? Ya. Sebelum sahur dan istirahat. Alhamdulillah. satu demi satu anak menjawab: Hadir pak! Sesungguhnya. *** Jawab Panggilan Apakah kita termasuk yang dipanggil-Nya? Apakah kita tahu bahwa kita termasuk yang dipanggil-Nya? Apakah kita termasuk yang memenuhi panggilan-Nya? coba marilah kita jawab bersama. Saya sempetin mijit kakinya istri dulu.juga. ketika azan memanggil. dari kita untuk-Nya. Banyak di antara kita yang tidak bisa menjawab panggilan azan. Bicara tauhid. ini pun menambah kebahagiaan tersendiri. lalu istirahat. Tidak berpengaruh andai keputusan-Nya sudah diturunkan untuk kita berangkat. udah jam 02. habis ini mau shalat. alhamdulillah. Selamat mengikuti. Bagi-Nya. 3 Esai ini saya sertakan sebagai lanjutan esai sebelumnya. dengan jawaban yang jujur. ikhtiar kita hanyalah adab saja. judulnya: # Menjawab Panggilan # Budek ya? Dan # Tidak Bergegas. Loh. nyahur. ibadah saja. Allah tidak perlu dengan segala rupa ikhtiar kita. Tapi lebih dikarenakan dia tidak di dalam masjid/mushalla/tempat shalat. Ok. katanya mau istirahat ya? Iya.

demikianlah juga adanya analogi azan dan jawaban azan. atau sedang menggambar. kita kemudian menjadi tidak senang. masih meeting. Kecuali hayya ‘alashsholaah dan hayya ‘alal falaah. Lalu dia tidak nyahut lagi. tapi kita masih di pasar. jawaban yang lain. lalu saudara mengacungkan tangan: “Saya sudah di sini ya Allah…”. maka kita sungguh akan senang bila kita memanggil anak kita dan anak kita menjawab panggilan kita. adakalanya kita memanggil anak. Rugi betul kita ini. hal yang biasa bila kita memanggil anak kita. Tapi kita tunggu beberapa lama. dan adakalanya dia lebih peduli dengan kegiatannya. lalu anak segera bergegas menuju kita. tapi tidak kunjung datang. Subhaanallaah.Ibarat anak yang sedang diabsen gurunya. dan dia dengar dari luar kelas. Kita panggil. Bayangkan Allah sedang mengabsen saudara. Kiranya. Indah betul rasanya bila kemudian kita bisa menjawab: Allahu akbar. Dan sekarang bayangkan juga betapa sedihnya hati kita bila kemudian Allah mengabsen. Sebab sibuk dengan gitar atau asyik dengan menggambarnya. Dan sebaliknya. Ada juga anak yang menjawab tapi seperti tidak menjawab. Begitu kita . Sebagai orang tua. tentu dia tidak akan menyahut. Dan bila anak kita tidak menjawab panggilan kita. Kita panggil lagi. Allahu akbar. Sebab dia tidak berada di kelas itu. Pada saat anak kita menjawab panggilan kita. masih makan minum. *** Budek Ya… Bila kita punya anak. Misalkan anak kita sedang main gitar di depan rumah. meski namanya sama. kita akan sebal manakala kita tahu anak kita mendengar panggilan kita. dia nyahut. Allahu akbar. masih di perjalanan. Dan sebagai orang tua. sama dengan kalimatnya muadzdzin. Yang begini ini sebab muadzdzin mengucapkan kalimat Allahu akbar. masih di kantor. Akhirnya kita samperin. dia yang sudah nyahut. namun ia tidak menjawab panggilan kita. kita senang.

Tidak mencerminkan sedang ditunggu Allah. Kelakuan manusia sekitar kita. Masya Allah. Itulah sebab ia tidak merapihkan lagi pakaiannya. Dia jadi celaka. Lihat saja kelakuan kita.samperin. dan jalan dengan teramat slow. Misalkan sepuluh menit sebelumnya. kelakuan kita pun ampuuuunnn dah. Sudah mah tidak bergegas. udah ashar lagi aja…”. Ada juga bahkan anak yang tidak sedikit kesal karena dipanggil sama kita orang tuanya. Saya menulis ini pun sesungguhnya adalah juga termasuk yang disebut ini. barulah kemudian anak kita berdiri dan meninggalkan kegiatannya. menghabiskan batang rokok yang masih tanggung kita hisap belum habis. Ada yang kemudian sampe mengganggu jamaah yang laen sebab lupa dimatiin suara HP nya. Ada lagi yang sudah komat. Terhadap anak yang tidak mendengar panggilan kita. mengganggu aktifitasnya. dua puluh sebelumnya. kan kejadian-kejadian seperti tadi tidak akan ada. Coba. di teras. ketika dipanggil oleh-Nya lalu kita tidak bergegas memenuhi seruan-Nya? *** Tidak Bergegas… Jika kita memanggil anak kita. Tidak jarang kita dimudahkan Allah untuk berkaca tentang kelakuan kita dari melihat kelakuan orang lain. langkah kita adalah seperti bukan langkah yang mengenal Allah. kalau sudah siap sebelum azan. kita akan bertambah senang bila anak kita bukan sekedar menjawab panggilan kita. Ada yang mengeluarkan bajunya padahal sudah rapih sebelum masuk masjid. Jika demikian. Astaghfirullah. Ada lagi yang kemudian tidak merapihkan pergelangan lengan bajunya. Khusus perihal shalat. tapi bergegas memenuhi panggilan kita. kita masih “tega” merokok dulu. Lihat saja. sebagian kita malah berkata begini: “Ya Allah. Panggilan kita dianggap mengganggu mainnya. kita pun kadang suka begini. .”. sebab dia buang air kecil sebelum wudhu. Ada yang mengendorkan dasinya. Seakan-akan benar-benar kita tidak tahu siapa yang sedang menunggu kita. adalah kelakuan kita. Begitulah kita terhadap Allah. apa kira-kira perkataan Allah kepada kita. kita lalu berkata begini ke anak kita: “Budek ya…. kita sering melihat. Di pinggir masjid. masih terima sms dan mengirim sms ke sana kemari. Ada lagi orang yang jalan menuju Allah sambil ngobrol cekikikan.

Kemaren pagi jam 11 saya nemanin istri saya check-up kami punya baby di rumah sakit. Dan alhamdulillah malah nyampe jam 12. urusan shalat itulah urusan tauhid. mbok ya mikir. Sebab buat saya. kadang suka timbul pikiran begini. Kalo ga begitu. saya ga begitu dah ustadz. Alhamdulillah. Alhamdulillah pagi ini kita ketemu lagi. Di sana ada tempat shalat yang bersih. Akhirnya malah kadang terlambat semua mua. Sebab tauhid kan sederhananya: Mengenal Allah. kalo ga ditegur kita ini? Kalau sedang rapat sama pimpinan proyek. tapi semua bermula dari sini… Dari shalat… Permohonan maaf kepada para peserta sebab kemaren sempat kosong tidak ada materi. sebagaimana itulah kita bertauhid kepadanya. Memang ada urusan lain di urusan shalat. Tapi kalo iya. urusan shalat nomor satu. sama klien. Saya menikmati benar mendahulukan Allah ini. Dan sering juga akhirnya shalat di akhir waktu. Ketika kita menghadap pimpinan. ketika makmum. kita bisa konsentrasi dengan hebat. niscaya jalanan akan dibuat lenggang oleh Allah Pemilik Jalan. Nah. Sehingga kalau mendahulukan Allah.40-an. Dan saya menyuarakan agar sebanyak-banyaknya orang juga begini.Ada yang berkata. Saya belajar seperti ini. yang punya jalan adalah Allah. Persoalan Tauhid Bagi saya. dan mendengarkan dengan seksama. Saya mengincar pom bensin di menjelang Mal Puri. Ini. coba-coba dah sambil smsan. nguap aja. . Ntar dokternya malah pergi lagi. Tanda kantuk yang tidak ditahan. Saya yakin. Masih belum terlambat. Subhaanallaah! Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Menunda Dunia Untuk Allah KDW0115 Seri-15 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Shalat Cermin Tauhid Persoalan Shalat. Datangnya juga terlambat. nguap. Lalu bagaimana kualitas shalat kita. Takutnya telat. Betul-betul waspada di urusan shalat. bagus. Diberitahu bahwa dokternya hanya sampe jam 13 saja. persoalan shalat adalah persoalan tauhid. shalat di sana saja dah. Insya Allah pembahasannya masih seputar shalat.

ia dipanggil jam 11. karena bagi saya ini persoalan yang mendasar. soal shalat. Percuma juga kita bicara Allah bila kemudian urusan shalat kita berantakan.Begitulah Saudara-saudaraku. kayak ga ketemu shalat tepat waktu di sini. di perkantoran. mari kita lanjutkan pembahasan seputar shalat. di gedung-gedung. ya Allah ya Tuhanku. Di mall. Dia ini orang yang terbiasa tepat waktu. membawa surat interview. Contoh. Subhaanallaah! Padahal jam 11 kan masih jauh? Masih 1 jam menuju waktu shalat. Kalau dilihat perilaku manusia-manusia di Indonesia ini. kecuali segelintir saja. . Ok. Robbij’alnii muqiimash sholaah wa min dzurriyyatii. Saya pilih juga cara penyajian dengan esai-esai pendek agar peserta mudah mempelajari dan memahami. sebagai kelanjutan bicara-bicara ini. Jam yang rawan bagi dia. di dalam pesta perkawinan. Selamat menikmati esai-esai pendek. maka ia dijadikan sebagai bahagian dari Kuliah Tauhid.00. wuh. peserta KuliahOnline. Rawan apaan? Rawan untuk tidak bisa mempersiapkan diri shalat tepat waktu. Sebab seperti ga kenal sama Allah. memang bertuhan namun sebenernya masih perlu dipertanyakan lagi ketuhanannya. Amin. Sebab di surat interview itu. Juga mudah mendistribusikan lagi kepada yang lain sebagai perpanjangan dakwah saya dan kawan-kawan. Persoalan shalat sebenernya dijadikan Kuliah Dasar tersendiri. jadikanlah aku dan anak keturunanku sebagai orang-orang yang menegakkan shalat… *** Menunda Dunia Untuk Allah Ada hadiah dari Allah buat siapa saja yang mementingkan diri-Nya Si A. sedikit sekali yang betul-betul memerhatikan shalat sebagai cerminan bertauhid yang benar. Namun. Ia gelisah.

kemudian dia tetap memutuskan untuk datang.30-an ga kunjung ada kejelasan apakah wawancara bisa dilaksanakan atau tidak. Betul: Batal. Dia memilih tidak wawancara bila wawancara itu dilakukan di jam 12 lalu mengganggu jadual shalatnya. Atau ia datang di urutan wawancara nomor ke sekian? Atau wawancara akan masih berlangsung sedang waktu shalat sudah menjelang. Jam 11 kurang dia sudah sampai. baru “sudah menjelang”.” “Mau shalat dulu. Dia catatkan namanya untuk interview. Ternyata hanya dia seorang. “Bawa aja tas nya. Sampe jam 11. Tapi karena dia butuh pekerjaan.” katanya kepada resepsionis. Emangnya mau kemana? Bapak sebentar lagi barangkali datang. bukan sudah datang. Pikiran ini betul-betul mengganggu si A ini. Saya titip tas di sini. Di mata si A ini.” “Oh… Silahkan… Nanti saya beritahu Bapak. “Mbak. Nanti saya balik lagi. atau di jam berapa wawancara bisa dilaksanakan. saya izin dulu ya. atau bahasa lainnya. pertanyaan itu jelas ia jawab. Bagaimana kalau pewawancara telat. Aman nih.Iya. Itu kalo dia prediksi wawancara bisa berlangsung tepat waktu. Masya Allah. jawabannya jelas: Batal. Tapi apa yang terjadi? Ternyata si penginterview dipanggil oleh direksi.” . Lihat ya.

kemana yang azan? Koq belum azan nih?” cetus lagi yang satu. Sungguh beruntung si A. Rupanya ia bersama-sama sang pewawancara. “Kita tunggu beliau selesai shalat sunnah. tapi belum datang saatnya azan. Dalam keadaan rapih baju dan celananya. Bersih wajahnya. Satu shaf. Hanya. Bapak ini sudah datang dalam keadaan berwudhu. Alhamdulillah. Ia jaga shalatnya. Kirain akan dimarahin. Berdirilah yang tiga orang tersebut. si A tidak sempat lagi bicara-bicara dengan tiga orang tersebut. Kira-kira jam 12-an lewat. sambil melihat jam. belum ada orang.Alhamdulillah. “Mas yang akan diwawancara oleh saya ya?” Kagetlah si A. sambil menunggu azan selesai. Ada rasa kebanggaan di hatinya. Bagaimana lalu dengan awawancaranya? Ya sudah tidak perlu diwawancara kali. saat itu. Selepas azan. bahwa dia bisa mengalahkan interview untuk dapat azan dan shalat zuhur berjamaah. dan dalam keadaan wangi. si A. datang seorang bapak. sudah menyelesaikan wawancara. Berseri. azan.08. Juga dalam keadaan sudah berwudhu nampaknya.50. Pertemuan di mushalla.” katanya datar. .” Singkat cerita. Seolah-olah mereka mendampingi si A ber-azan. “Yang ngimamin shalat itu. bukan pegawai sini ya?” tanya salah satu dari yang tiga orang tersebut.” kata si A. Sebab mushalla sudah keburu ramai. adalah direksi. “Iya Pak” “Eh. Sebab baru jam 12. dan azannya si A. Dirut kita. zuhur jam 12. Sedang yang mewawancara pun nampaknya memiliki jabatan yang cukup tinggi di kantor tersebut. pundaknya ditepuk oleh salah satu dari yang tiga. malah Allah dudukkan dia dalam posisi yang sangat mulia. pikir si A. malah si A itu diajak makan siang bersama. *** Sesampenya si A di ruang mushalla. Sebab si A tidak melihat ada tanda-tanda bekas air wudhu baru. Dua dari yang tiga. Ditemani oleh dua orang lagi di sebelahnya. selepas shalat ba’diyah. Ini malah dipersilahkan dan akan dibantu untuk memberitahukan ke pewawancara. “Saya saja Pak yang azan. “Mas.

Jadilah orang yang berbahagia. Atau karena banyaknya dunia yang di tangan kita. kita malah tahan dulu barang sebentar untuk menegakkan shalat shubuh. kita lalu tidak bisa bangun malam. Bukankah sejatinya semua punya Allah? Berikut ini kira-kira waktu terbaik kita: 1. *** Memberi Jam yang Terbaik Allah begitu baik sama kita. Suasana pun barangkali sedang nyaman. buat Allah. Makanya. Ketika manusia langsung ngebut dengan pekerjaannya. waktu terbaik untuk-Nya. Subhaanallaah. dengan kesibukannya. Dan sebelumnya. Agar orang-orang tua kita panjang umur. Bukan. ketika manusia langsung berburu dunia. kita korbankan dulu barang sedikit untuk menegakkan shalat dhuha. Pintu rizki pun di tanganNya. Jam sibuk-sibuknya. dan DIA Maha Mengetahui apa yang akan terjadi. memberikan waktu terbaik kita buat Allah. Jam zuhur. Agar anak-anak menjadi anak-anak yang saleh salehah. ini berat. bimbingan. Waktu pagi. dan pertolongan Allah. tidak sedang bermasalah. Kalau bisa shalat shubuhnya di masjid. Sedangkan kita…? Judul di atas bukan bermaksud memberi hadiah jam tangan. dengan usahanya. Para Peserta Kuliah Online yang budiman. sehat dan diampuni Allah. agar bisa memberikan kepada Allah. Maksudnya. Allah Maha Mengendalikan dunia ini. di dua pertiga malam. subhaanallaah. 3. Waktu istirahat kita di pertengahan malam. Karena lelahnya mencari dunia. Untuk ruku’ dan sujud. 2. kalau kita hidup dalam aturan Allah. dan atau di sepertiga malam.Alhamdulillah. Tidak mudah loh menerapkan hal ini. Memohon bimbingan-Nya agar kita tidak kelelahan dalam menjalani hidup ini. Dan masih banyak lagi lah. Bukan di tangan siapa-siapa. kita bisa memotong menghadiahkan waktu yang berharga yang kita miliki. Ketika . memuji Allah dan memohon pertolongan-Nya. Kita ajak anakanak dan istri. Traffic lagi tinggi-tingginya. Wuah. Tidak sedikit yang tidak mampu mengorbankan waktu tidurnya. kita lalu berat untuk bangun malam. maka Allah akan mengaturkan hal-hal yang terbaik buat kita. mintalah bantuan. Untuk bangun malam. Masya Allah. di mana ketika orang sedang sibuk-sibuknya.

Jam pulang. dan menekan shortcut number yang tersambung ke ruangan Pak Helmy. Jam ngantuk. ke ruang saya ya…”. Itupun dilakukan si bos besar ini tanpa menunggu jawaban dari Pak Helmy. Kalau tetap khawatir. Bukan seperti selama ini yang untuk dunianya. Apakah benar Pak Helmy. perintah bos besar. Tapi kali ini cape dan lelahnya. Akhirnya tetap saja kemaleman karena memang macet. Sungguh banyak kemuliaan bacaan-bacaan habis ashar. Perintahnya bener-bener datar. atau bukan? Dalam kehidupan sehari-hari. mampir lagi jelang isya. Jam macet. untuk hawa nafsunya. dan lalu bicara begitu: “Pak Helmy. raga kita. Dan bos besar pun tidak tahu juga barangkali siapa yang ngangkat telpon di ruangan Pak Helmy tersebut. buat Allah. dengan air wudhu. untuk perutnya. Tanpa ada nada suruh cepatcepat. mau cape. jiwa kita. dan tidak ada juga perintah untuk bersegera. misalkan pulang jam 5. Repot memang. karena berburu pulang cepat. mereka tutup. kenapa tidak kita tunggu saja sampe maghrib usai. “Pak Helmy. kalau kita jadi Pak Helmy. 4. baru kita pulang. Kita Digaji Beliau Sih… Kita tidak pernah tahu dengan sungguh-sungguh darimana rizki kita berasal. pembeli internasional. datar. Dan jalan lagi setelah shalat isya. Kalau memang macet-macet juga. kita ridho meninggalkannya demi Yang Memiliki diri kita dengan seluruh pemberian-Nya. karena itulah kita jarang mengistimewakan Allah. Bukan sekedar local buyer. Akhirnya apa? Allah malah memberikan international buyer. Subhaanallaah. Tapi insya Allah yang begini ini yang kelak akan Allah istimewakan. Ketika jam shalat.pelanggan lagi banyak-banyaknya. Atau syukursyukur kita sekalian selesaikan isya. Barangkali. Bos besar ngangkat telpon. *** Habis. maka jam 18 mampir ke masjid. ke ruang saya ya…”. maka kita wajibkan diri kita . Ga usah khawatir degan berkurangnya perniagaan. Manusia mau lelah. Banyak manusia yang terjebak di kemacetan. Kita segarkan batin kita. Insya Allah akan saya banyak tulis di website. Jalan lagi usai maghrib. Jam ashar. Lalu. untuk keseombongannya. dengan shalat ashar. apakah bisa atau tidak. Kita segarkan diri kita. Lihat saja Mekkah dan madinah.

Lalu. Itu saja. dan bahkan seperti sudah menebak apa kemauan bos besar. istri presidennya yang berkuasa saat ini (SBY adalah presiden Indonesia saat tulisan ini dibuat. tidak kita hormati tidak kita hargai. Web Admin). karena kemuliaannya. Kita lalu merapihkan diri. karena kedudukannya. bila kemudian Pemilik Kesejatian Kedudukan. dan bersegeralah dia meminta maaf kepada bos besar seraya menyampaikan bahwa dia salah. Luar biasa. maka marahlah Pak Helmy. Kalau kita ditegor orang. umpama ternyata sekretaris ruangan Pak Helmy yang mengangkat telpon itu. “Ya wajarlah. Maka kita akan menjawab. supaya bos besar senang. sebab saya memang senang dengan Bu Ani SBY.untuk menyegerakan diri ke ruangan bos besar. Ini juga bukan cerita tentang seseorang yang membela SBY. Ini bukan tulisan esai yang pro partai demokrat. “Duuuh. Dia yang menggaji saya. Semoga Allah menyayangi kita semua. Senang. Kemuliaan. Masing-masing. Tapi menjadi tidak wajar. Begitu hebatnya “tauhid” kita kepada bos besar tersebut. Saya bekerja di perusahaan ini sebab kebaikan dia”. Istri dari SBY. Dengan jawaban yang paling jujur dari sikap dan perilaku kita selama ini. saya memprologkan hal ini. Kelihatan tidak neko-neko. Sederhana. karena kekayaannya. segitunya kalo dipanggil bos…”. *** Ani SBY Adalah wajar menghormati dan menghargai seorang manusia. Tidak kedengeran bisnis . Kalau kita jadi Pak Helmy. Sebab dia kan bos nya saya. Ini hanya cerita seorang anak bangsa yang bangga sama ibu negaranya. bagaimana dengan panggilan Allah? Bagaimana keadaan hati kita? Bagaimana keadaan diri kita? Bagaimana penampilan kita? Bagaimana sikap kita? Silahkan jawab sendiri. Kekayaan. kita ke ruangannya membawa datadata yang barangkali diperlukan. lalu kemudian si sekretaris ruangan itu lupa menyampaikan bahwa bos besar memanggil. Ok.

Kalo saya pulang. Yang Teramat Kaya. bergetar di hati saya. he he he. lebih dari siapapun di dunia ini. dihadiri oleh Bu Ani SBY sebagai istri Presiden yang bakal membuka pameran secara resmi. dia akan nyari saya. insya Allah wajah saya diberi keleluasan untuk masuk. ada pameran buku-buku di Dunia Islam yang pembukaannya saya diundang utuk hadir. he he he. Toh kalau panitia butuh. lebih menghargai terhadap mereka yang punya kekuasaan dan pengaruh lebih. Supaya bisa mementingkan Allah. pelajaran tauhid. Manusia. dan ini baru istrinya. tinggalkanlah jual beli. ya saya pulang. Nampaknya sosok ibu dan istri yang baik. jadi berantakan. “Betul-betul diawasi”. Ada pengecualian. barang-barang boleh masuk ke ruang pameran. kata yang satunya lagi. Itu kalau mau beruntung. Sebab apa? Ya sebab tadi. tinggalkanlah perniagaan. Bu Presiden bakalan masuk ruangan. Tapi saya tahan langkah saya ini. *** . Dan di pagi hari. ga boleh lagi masukin barang sejak jam 11 malam tadi”. Bagaimana dengan Allah? Bagaimana dengan kedatangan-Nya di waktu shalat? Allah. he he he. karena Allah menjadikan ini sebagai pelajaran buat saya. Tapi terhadap Allah. Tapi lihat? Manusia lebih menghargai manusia yang lebih terhormat. Saya bergumam di dalam hati. Kita tau sendiri bagaimana bentuknya. jadi ga enak. Justru lantaran senangnya. Coba saja saya dilarang masuk. seyogyanya berkenalanlah dengan Allah. seluruh penyewa ruangan pameran. Yang lainnya menimpali. “Pengawalannya ketat Pak!” kata salah satu panitia. Manusia lebih bisa menghargai manusia lain yang lebih kaya. Lewat hati. Maka diri ini berpesan kepada diri ini sendiri. Biarlah sistem yang bekerja. subhaanallaah. manusia sudah dibuat repot. hanya minta waktu sama kita untuk tepat waktu. Pada satu saat. Tulisan ini menjadi ada. kita tidak repot? Nah! Coba aja lihat. Kita tidak disuruh bersiap-siap yang berlebihan hingga kemudian kita malah melupakan dunia kita. Tidak menghargai Yang Maha Kaya. Dan ini bukan tulisan yang menyatakan ketidaksenangan dengan beliau. Untuk kedatangan pembesar negeri ini. menghargai Allah. menghormati Allah. engga boleh lagi ada yang keluar masuk 2 jam sebelumnya. Kita hanya disuruh pada saatnya menghadap. Kenapa ya kalo yang datang Allah. Bukan sombong. “Iya. Dan katanya. Saya mendengar dialog ini. Saya yang udah mau nerobos masuk. ya begitu dah bentuk penghargaan dan penghormatan kita. Tidak mau melihat Yang Maha Terhormat.yang macammacam. Namun. maka jadual baca doa. Yang Maha Kuasa dan Teramat Kuasa. jam 11 semalam sebelumnya. Clear Area.

dan gelisah kalau tidak ada tanda-tanda anaknya bakal datang. Banyak orang tua yang gelisah dengan keadaan anaknya yang sudah makan atau belum kalau anaknya pulang terlambat. sedang kita masih di jalan tol misalnya… bersyukurlah bila kemudian dikarunia hati yang gelisah. Artinya. banyak manusia yang gelisah dengan pendapatannya hari itu. tapi waktunya azan belum lagi datang. Kalau kita tiada gelisah dengan kondisi buruknya shalat kita. Kalo kita menjawab. maka Allah akan berikan kegelisahan itu di hati kita. Tapi siapa yang mampu gelisah sebab khawatir shalat tidak tepat waktu? Sebuah keutamaan adanya bila kemudian kita datang ke tempat shalat. Gelisah apa? Gelisah tidak bisa shalat tepat waktu. menyiapkan diri untuk shalat. Kan banyak tuh orang-orang yang gelisah tapi ga tahu kenapa dia bisa gelisah? Maka coba aja jajal koreksi dari sisi ini. Di mana kita ketika waktu shalat tiba? Pertanyaan ini kita tanyakan kepada diri kita. Adem rasanya. Bahkan tidak gelisah sama sekali ketika jam shalat sudah mau habis. Banyak manusia yang gelisah dengan proyek-proyeknya hari itu.Gelisah Bilakah kegelisahan menghilang dari kalbu kita manakalah kita mengabaikan waktu shalat? Bila datang sebentar lagi waktu shalat. sampai kita tidak tahu jawabannya apaan. Jangan sampe kemudian kita merasa “aman-aman” saja. alhamdulillah kami sudah di dalam masjid # alhamdulillah kami sudah dalam keadaan berwudhu dan di atas sajadah # alhamdulillah kami sudah berjalan menuju masjid # maka bersyukurlah. Banyak manusia yang resah dengan masalahnya yang belum juga selesai hingga di hari itu. *** Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Fadilah Iman Kepada Allah Keutamaan Keyakinan Terhadap Allah KDW0116 Seri-16 dari 41 seri/esai . kitalah yang datang duluan. Ya. dan kita tahu siapa yang bakal turun ke langit dunia (yaitu Allah).

Amin. *** Fadhilah Iman Kepada Allah Keutamaan Keyakinan Terhadap Allah Disebut bertauhid manakala kita bisa mempercayai janji Allah sebab meyakini bahwa janji Allah adalah benar. 2x. saya memperhatikan ada pertanyaan yang menarik seputar keyakinan (Bicara Tauhid Bicara Keyakinan). Insya Allah. tapi baiklah saya akan jadikan ini materi Kuliah Tauhid saja. Meski belum waktunya. website kita akan dilengkapi dengan kolom-kolom tulisan saya di media. Poskota. siapa yang meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik. tulisan lama). Saya hari ini mempersiapkan materi sambungan tentang perbaikan shalat sebagai implementasi awal bertauhid yang benar. melainkan menabung sedekah umrah. Di mana saya mengajak wali santri untuk sama-sama umrah sekeluarga. maupun wawancara. maka Allah akan mengganti dengan yang lebih banyak. Tapi sebelum kita lanjut ke materi selanjutnya. baik yang berupa dokumen lama yang bersifat tulisan. dan ragam tulisan di media lain. bahagian dari mempercayai dan meyakini Allah. Kemaren kan saya contohkan pembahasan mengenai Umrah Juli. 10. dengan menabung bukan biaya umrah. Begini. berbarengan dengan dibukanya pintu materimateri lain KuliahOnline. Suara Merdeka. Mudah-mudahan tulisan-tulisan di media-media tersebut bisa bermanfaat. 700x hingga lipatan pengembalian yang tidak terhingga. Republika. melengkapi esai-esai kuliah kita. Keyakinan terhadap janji ini adalah juga bahagian . Gatra (khusus Gatra. teori dasarnya.File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Ada Ada Ada Ada - Tidak Tidak Tidak Tidak Peserta KuliahOnline. awal Syawal. Banyak peserta yang meminta penjelasan lebih lanjut. Inilah bahagian tauhid. Sindo.

lalu bisa mendapatkan rizki lebih? Tapi dia memilih percaya saja kepada Allah. Tapi ya ga tau dah. Supaya peserta bisa mendapatkan buku ini hanya dengan mengklik ujung mouse dan keyboard saja. Namanya juga nasib”. lalu menjajal. Kebenaran. insya Allah ga kudu pake tambahan modal. “Allah punya sejuta cara jika sudah menghendaki sesuatu”. “Secara hitungan sih. Rp. ia kalahkan. dia punya rumah dihampiri pengendara sedan yang sudah kebelet kepengen pipis. Semakin kita mempercayai Janji Allah. Yang membuat dia tidak yakin. Dia bersedekah di acara. tentang keyakinan akan Keesaan. Sesampainya di rumah. sesungguhnya ini adalah pembahasan tentang tauhid. Buku terbaru saya: The Miracle. Sekali lagi ini pengajaran tauhid. Dan buku ini banyak berbicara tentang hal ini (tauhid). Ada seseorang yang tidak yakin dengan dirinya. 5rb. begitu katanya meyakinkan dirinya sendiri. keyakinannya terhadap Allah sudah menggerakkannya bersedekah. atau 10x lipat dari yang disedekahkannya. Dan keajaibanpun terjadi. dan Kekuasaan Allah. Pesan secara online via web kesayangan Anda ini. tapi dia yakin sama Allah. Saya lalu bertanya kepada dia. (Tunggu saja ya BelanjaOnline di web ini aktif. maka akan semakin hebat pengaruhnya pada diri kita. “Minta saja sama Allah tambahan rizki. kepada mereka yang beramal tanpa keyakinan dan ilmu. Web Admin). Ini saya sebut separuh keyakinan. dia diberi Rp. Selesai pipis. Ya saya tahu. Tapi ini saja. Ketika ditanya buat apa modal lebih.50rb. Sungguhpun uang itu adalah untuk ongkos. . atau dari Allah? “Dari Allah”. rizki itu dari ikan. untung pasti bertambah?”. Esai berikutnya sungguhpun terlihat seperti pembahasan tentang sedekah. akan beda rasanya. Dan keyakinannya ini mengantarkannya pada rizki. Bahkan yang tidak punya keyakinan pun akan berhasil! Hanya saja. tahu-tahu buku itu udah di rumah. ya nambah untungnya Pak Ustadz. *** Pernah ada kisah seorang tukang ikan datang meminta amalan agar bisa punya modal lebih. Tapi dia menjawab. bagaimana bisa dirinya yang tidak ada siapa-siapa di rumahnya. dijawab supaya ada untung lebih. Seorang ibu di Jember mengikuti tausiyah saya tentang janji Allah. bisa sangat-sangat berhasil. “Memangnya pasti tuh kalo modal ditambah. Dia pulang dengan jalan kaki sebab ongkosnya dipakai bersedekah. lalu bekerja dan menunaikan keyakinan ini.dari tauhid. Peserta KuliahOnline yang dirahmati Allah. ini bukan hanya pengajaran sedekah. udah terbit. dan dia tidak bekerja. Dia ragu menjawabnya. banyak yang memiliki kesadaran bahwa tidak ada yang pasti di dunia ini kecuali aturan Allah.

Karena biasa. bahwa dari situlah rizki si tukang ikan bisa terbuka. Sebab mempercayai adalah menggunakan hati. Karena Allah itu di mana saja. sebagaimana biasanya.rizki pasti nambah”. “Yah. sambil mengembalikan STNK motor dan uang. tukang ikan ini berjanji akan mencoba untuk bersedekah. maka sungguh. Keterbatasan pengetahuan seseorang akan sumber rizki menyebabkan rizkinya juga terbatas. Keyakinan saja kita tidak punya. Tapi nambah rizki dengan jalan-jalan Allah”. Terus. tapi anak muda ini memberi rizki tambahan. Sedang Allah tidak terbatas penglihatannya. yang si tukang ikan tidak tahu. tahu. bahwa rizki di tangan Allah. 50rb. dia bersedekah 5rb. minjem motor. bahwa untuk menghadirkan Kehendak Allah inilah diperlukan ikhtiar.” kata si tukang ikan mempersilahkan anak muda ini memakai motornya. “Pak. al Qur’anul Karim”. Hanya 15 menit anak muda ini memakai motor itu. Kita melihat sebatas mata. Sedang si tukang ikan. karena percaya. Sehingga Bapak bertanya darimana kalau tidak nambah modal? Sebab Allah memang tidak perlu sebab untuk menambah dan menutup rizki seseorang. Tidak punya spektrum yang lebih luas. ini cukup baginya untuk bertambah rizkinya. Kisah di atas bukan hanya bertutur tentang fadhilah . Peserta KuliahOnline. maka rizki itu bisa darimana saja. Ya. Allah lah yang mengatur kejadian ini. Saya menambahkan si tukang ikan ini. sebagaimana kita. Hanya orang-orang yang bisa memahami dengan akal dan mengimani dengan hatilah yang derajatnya akan berbeda. Dia kemaren bertanya. Dan hari ini terjawab! Begitulah kalau tauhid ini bekerja. Bukan akal. hanya bisa melihat bahwa rizkinya ya dari usahanya. Tapi mereka yang terbatas pengetahuannya akan sumber rizki sebenernya cukup dengan memiliki ilmu tauhid. Yakini saja bahwa Allah akan membukakan pintu rizki yang lebih banyak dan kemudian mau memintanya. Nah. Tapi tidak sulit baginya mempercayai. Bahkan jalan ini Allah yang memberitahu. “Silahkan. darimana bakal bertambah rizki? Lalu dibawa ke persoalan tauhid. ada kejadian. darimana jalannya Pak Ustadz? Darimana jalannya jika tidak ada tambahan modal?” “Jalannya bukan nambah modal. salah satu ikhtiar untuk menambah jalan rizki buat Bapak. Esoknya. Hanya. uang! Rp. Nah. “Bang. makasih ya.” kata si anak muda ini. orang-orang yang beriman dan berilmu. Allah Melihat dari Asry-Nya sana. Sulit bagi si tukang ikan ini memikirkan bagaimana bisa sampai terjadi penambahan rizki. dari mejanya. ke persoalan keyakinan. Sore harinya (dia dagang pagi hari). adalah sedekah. apalagi amal kali. ya tidak ada yang aneh. Barangkali. diperlukan upaya. Semua berdiri di atas Kehendak-Nya. Ada seorang anak muda yang biasa minjem motor. peristiwa ini bagi si tukang ikan amazing banget. langsung lewat Kitab-Nya. jalan-jalan Allah itu tidak sebatas tambah modal sebagai jalan yang Bapak yakini sebagai satu-satunya jalan. maka sudah akan bertambah-tambah rizkinya.

minta saja sama Allah supaya sekalian berangkat haji saja. Beliau mengangguk. “Suami engga berangkat Ustadz”. *** 1 tahun yang lalu. ga usah daftar umrah dah. “Suami?” “Belum”. demi mendengar saya bicara begini. Terperanjatlah si ibu ini. “Suami udah pernah berangkat?” “Belum”. Ibu percaya ga bahwa pergi haji itu bukan karena uang?” “Percaya”. Itulah kita. tapi tentang fadhilah iman kepada Allah. “Wah. Tahulah saya. kalo gitu. Tapi karena saya bismillah buka travel bukan untuk bisnis semata. biasanya pemilik travel umrah. keutamaan tentang meyakini Allah. Pertanyaan darimana jalannya itu pertanyaan yang tidak bertauhid. darimana jalannya Ustadz? Ini saja boleh nabung dikit-dikit”. mana ada yang menolak rizki. jalannya itu adalah jalan Allah. “Iya.sedekah saja. “Sendirian berangkatnya? Suami?. Maaf ya. bahwa persoalannya ada di uang. manusia. Sendirian. tapi coba jajal yang satu ini. “Uangnya ga cukup ya?”. maka saya merasa lebih perlu memberi nasihat ibu ini bersedekah ketimbang menerima pendaftaran umrahnya. Minta berangkat bareng dengan suami”.” begitu tanya saya ketika dia mengutarakan akan daftar umrah. “Kalau percaya. “Udah pernah ke Tanah Suci sebelumnya?” “Belum”. Sebab pendaftar kan berarti rizki. “Tapi saya udah kepengen umrah. . Sebab orang mukmin tahu. Mintanya jangan tanggung-tanggung. ada seorang ibu mau daftar Umrah Ramadhan. “Mana enak berangkat sendirian?” Ibu itu menjawab dengan senyumannya. Wah. Ustadz”.

berdoa sepanjang waktu shalat. Ibu ini setuju. Sebenernya kalau si ibu ini yakin. dia tetap memilih berangkat. Namun saya bilang. Allah bukakan rizki yang buanyak sekali. dan kemudian ia masih mendapat bonus lagi 2. Sebab uangnya ga jadi dipake daftar. Masih ada waktu 10 bulan (pendaftaran terakhir Umrah Juli 2009. begitulah saya pernah bertutur di KuliahOnline ini. *** Nah. Sebagiannya untuk pengembangan pembibitan penghafal al Qur’an. Masa berangkat sendirian? Tidak ditemani pendamping hidup. Yang kita incer. Peserta KuliahOnline. Melainkan habis buat sedekah. dan keuntungannya melampaui biaya haji. Juli 2009. Diselenggarakan di Sekolah Daarul Qur’an Internasional (Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an) yang berlokasi di Kampung Ketapang. Dekat dengan kediaman saya. Menabunglah untuk “Sedekah Umrah”. Syukur-syukur mau bersedekah. jangan kenal lelah dan jangan berhenti. Bersama suaminya! Tentu saja saya mengenalinya. 1 tahun berlalu. Kalau perlu berdoa dengan menambah jam-jam shalat sunnah. . Masya Allah. sebagiannya untuk anak-anak yatim dan dhuafa di luar pesantren Daarul Qur’an. Dia pakai untuk biaya haji dirinya dan suaminya. ya berangkat juga.“Banyak Bu jalannya. Dua-duanya sama-sama pekerjaan sunnat. Saat ini September 2008. berupa biaya haji berdua dengan suaminya.” Saya sarankan si ibu ini agar rela menyedekahkan uangnya. lalu di Tanah Suci dia berdoa yang sama. Kalau kuat berdoa. 2 bulan sebelum Ramadhan. Satu. Karenanya saya minta ibu ini bertaruh untuk menyedekahkan saja uang yang sedianya untuk umrah ini. Sedang saya ketemu dengan ibu ini di bulan Sya’ban. Cara yakin kepada Allah dan bersedekah. bahwa Janji Allah itu benar. terkait dengan persoalan umrah Juli tahun 2009 (saat esai ini ditulis masih 2008. kita pake cara ini. Tanpa dinyana. Bahkan lewat. 1 bulan sebelum Ramadhan. dan satu lagi keuntungan buat perusahaannya. Maka menabunglah. Ia menganggap kelebihannya itu adalah pengembalian Allah atas sedekah uang umrah. inilah tauhid. Berceritalah dia termasuk di depan calon jamaah haji yang lain. Ada proyek yang diamanahkan ke beliau. Umrah Liburan. kurang seru. Web Admin) . Dan murah meriah. sudah masuk Ramadhan. kita pernah bicara kan? Bicara tentang tauhid. bicara tentang keyakinan. Tahun lalu. Jadi ga beliau Umrah Ramadhan? Tidak. Uang USD2000 pindah tangan. travel haji umrah kami mengadakan manasik haji. masih lebih. Tapi jangan menabung untuk biaya umrah. di akhir Juni 2009). Tahu ga? Ibu tersebut ada di barisan orang-orang yang ikut manasik haji. ga berapa lama setelah ia sedekahkan uang umrah kemaren lusa itu. Sebab sekarang ketika saya bercerita.

rasanya tidak salah jika kemudian saya menyeru kepada seluruh wali santri agar memakai betul ilmu yang didapat ini. Bagi mereka yang punya 7. Bahkan saya menyeru kepada jamaah peserta kuliah. yang sebagiannya juga dipelajari insya Allah di KuliahOnline. Bagaimana kalau tidak punya uang? Sedang saya punya mau semua wali santri berangkat bersama seluruh anak-anaknya. Iman kita tentang tauhid. Hitung berapa anggota keluarga Anda semua.5jt. Tempuh jalan meyakini Janji Allah. Insya Allah kita ketemu dah di Tanah Suci. tempuh jalan tauhid.5jt. kita meyakini. Tapi sudah jauh bicara tentang tauhid. permintaan kita.. 5 x 15 juta biaya umrah = 75 juta. doa dan sedekah. Atau. jangan sampai terjadi. Dia akan memberi hingga 700x lipat atau bahkan lebih. bahwa berdasarkan teori dasar siapa yang memberi satu akan mendapatkan 10. Keesaan-Nya. Kalimat ini sama dengan: Siapa yang mau dapat 10. tidak masalah. Maka. bahwa insya Allah pada saatnya nanti Allah akan memberikan rizki untuk mendaftarkan umrah sekeluarga. meyakini Janji-Nya. keluarkan 7. tinggal daftar. ketika bicara ini. Ketemu angkanya 750rb setiap bulannya. di Buku The Miracle. Sebab Janji-Nya memang demikian. agar juga menerapkan ini. Artinya. maka cicil saja. keluarkan saja 1. Dan yakini.5jt akan mendapatkan 75jt. ini sudah melampaui bicara tentang sedekah. Atau bisa saja Allah memberi lebih dari sekedar 75jt. Meyakini Allah. insya Allah akan terjadi apa yang kita yakini. Kan masih ada waktu 10 bulan? Bagi saja 10 bulan. ayah. kebesaran-Nya. Siapa yang mengeluarkan 1. Jangan ada yang ketinggalan. Kalau punya uang. keluarga ini terdiri dari 5 orang anggota. memiliki kakak dan adik 2 orang. keyakinan . dapet 10. dan kalikan dengan biaya umrah. Tapi bagi yang tidak punya cash untuk sedekah sebesar 7. keluarkan sekarang. maka didapat matematika seperti ini. Cicil terus sampe bulan Juni. ibu. Inilah tauhid. Niatkanlah berangkat Umrah Liburan nanti. padahal cicilan sedekah kita belum lunas. dan 3 orang anak. Kalau tidak punya uang. Dan saya tegaskan kembali.Saya katakan kepada wali santri saat itu (saat tercetus ide umrah bareng sekeluarga besar pesantren). siapa yang mau dapat 75jt. Santri bernama A. Apalagi kalau ga berangkat sebab ga punya uang. Kemudian kalikan 10% dari total biaya itu. sekarang-sekarang ini.5jt. Bila ini yang diyakini. kalau diturunin pada kasus ini. bahwa bisa saja Allah membayar lunas dulu target kita. Kekuasaan-Nya. Bahkan. *** Peserta KuliahOnline. siapa yang sedekah 7.

tapi si Bule ini tidak nongol-nongol. Ini adalah landasan tauhid. Kami waktu itu. saya dan beberapa kawan.kita tentang tauhid. . Salam. ada jadwal untuk ketemu dengan satu relasi di sana. Benahilah shalatnya dulu. makasih doanya selama ini. Dalam satu kesempatan pergi lawatan dakwah ke negeri Belanda. Nyatanya ga semua ya. akan mengantarkan kita mendapatkan keajaiban-keajaiban Janji Allah. nomor satu. saling berpandang-pandangan. Doa dari Anda semualah yang juga turut sudah menjaga kami. kami sampai di tempat yang dimaksud. 9 wedding anniversary kami. *** Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Pengaruh Kepada Urusan Yang Lain KDW0117 Seri-17 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Dimarahi Bule Allah Maha Baik. Pada waktu yang telah ditetapkan. Tidak pernah Dia kecewa. 15 menitan kami tunggu di tempat itu. katanya orang bule terkenal paling disiplin. Buktinya kami-kami yang datang sejak awal. bisa terukur. tanggal 9 September 2008. Jadi. Sedari pagi kami sudah siap-siap. Maka besok insya Allah kita akan meneruskan kembali kajian tentang shalat dengan pengembangan pembahasan dari sisi tauhid. Sudah lewat 15 menit pula. Beruntunglah di negeri Belanda itu sistem transportasi sudah baik. Tempat dan waktu sudah ditetapkan. harus menunggu. Sampe ketemu lagi besok. tetap saja kita harus memperbaiki shalat kita. kami merayakan ulang tahun perkawinan kami yang ke-9. Mohon doa dari semua peserta. Dalam pada itu. bertanya-tanya di hati. bahwa bila semua ini mau berjalan mulus. th Baarokawloohu lanaa. saya kembali mengingatkan. utamanya bila Anda mau menjajal sesuatu yang besar-besar. Masya Allah. Mudah-mudahan panjang umur. Kemaren.

Sekian menit kami tidak kunjung datang. dan ternyata memang dia. lalu kita panggil anak kita untuk makan misalnya. cerita ini kan bukan ingin menceritakan siapa yang benar siapa yang salah. Cerita ini hendak memberikan gambaran. Wuah.Ga lama. Kami salah identifikasi tempat. lalu menaruh dunia ini di bawah kepentingan pertemuan dengan Allah di waktu shalat? Kita aja kalo jadi orang tua. ga ada khabar berita. Dan benar. Lalu menyebut kira-kira begini. ada seorang Bule. tidak enak. habislah kita. Lalu mencoba mendatangi tempat yang satunya itu. Tapi ya sudahlah. Coba kalau Allah itu Pemarah? Duh. tempat yang dijadikan point-meeting itu ada dua. idih. Wah. begitu salah satu dari kami tanpa perduli dia ngerti apa engga. tidak mendengar. Bule itu curiga kami salah datang. persoalan yang penting. Lalu kita ini gimana? *** Kita Marah Diabaikan Ketika kita membuat Allah menunggu kita. Selidik punya selidik. Disuruh menunggu saja. kita jadi marah. kita sebel banget. Akan bertambah sebal lagi. bahwa subhaanallaah. Satu waktu. dan dia tidak memberitahu bahwa tempat yang dimaksud itu ada dua serupa. Tapi tetap saja dia marah! Kenapa engga teliti. lalu dia tidak bergerak. Bule ini datang menghampiri kami. di sana dia ketemu kami-kami. Mukanya serius. “Misternya saja yang telat’. marah-marah. Allah itu benar-benar Maha Baik. Jangankan diabaikan. Ada di antara kita yang bilang begini: Ga enak menunggu orang. bila persoalannya adalah persoalan yang berat. Apalagi kalo yang ditunggu. di antara kita ada yang sebel diabaikan. Tambah kesel lah lagi kita. Dalam 5x sehari waktu shalat. suka telat!”. “Bangsa asia. Kami sampaikan baik-baik bahwa kami sudah sampe sedari tadi. Anak kita suruh mandi. . Tambah kacau lagi. kami tidak terima. padahal ini negerinya dia. kalau yang ditunggu emang udah track recordnya selalu telat. seberapa serius kita menjaga tepat waktu? Seberapa niat kita menjaga waktu? Seberapa kita mementingkan Allah. Bertambah-tambah kekeselan kita. bagaimana perasaan kita? Biasa-biasa saja? Atau gelisah? Masih seputar telat dan tunggu menunggu.

maka seluruh kebaikannya itu tidak bisa menyelamatkan dirinya. Dan orang-orang seperti ini. Mengganggu pelajaran. Apalagi kalau yang telat itu banyak. maka dia akan menuai kebaikan juga. Sangat baik. bantuan kepada tetangganya ini tidak bernilai akhirat di mata Allah. Dia hanya disebut orang yang berbuat baik. marahlah kita bila kemudian murid pada telat datangnya. dua jempol dah kelakuannya. Bahkan. ia selalu ada jalan keluar. dan setiap ia menemui kesulitan. atau minimal gerutuan dan kekeselan di hati. Kecelakaan dia. bagi saya ini juga clear. penuh kasih. jadi berantakan. Sedang manusia itu ada dosadosa lain. Sayangnya. akan bertambahtambah keburukannya. tidak dianggap suatu kebaikan bila seseorang mengerjakannya tapi meninggalkan shalat. Ini kartu mati buat saya. begitulah kita membatin. Maaf ya. Dia jelek. maka baguslah seluruh amal yang lainnya dianggap. Kebaikannya di dunia. Bagaimana jika ada orang yang udah shalat kemudian jadi tidak baik. menjadi nampak ke wajah kita. Tapi tetap saja urusannya teramat menganggu.andai gara-gara keterlambatan kawan kita ini. Andai Anda adalah orang yang lebih penting daripada yang ditunggu. Ga ngaruh. dan datangnya satu demi satu. . di dalam Islam. dan merugilah dia. perhatian. maka jeleklah seluruh amal dianggapnya. hanyalah dia tidak shalat. hidupnya tenang. Padahal kita ini orang penting. Yang penting berbuat baik. Kita lalu menganggap dia sudah membuang waktu kita yang begitu berharga. jika dia meninggal. Tentu sumpah serapah. sudah Allah aturkan sunnatullah-nya. Tapi dia tidak shalat. badannya sehat. bila tidak shalat. ilmu mengenal Allah dari pintu shalat. Ga adil dong Allah? Ga juga. Kita menjadi hati-hati bila kemudian mengadakan janji dengan dia. Andai Anda seorang guru. Termasuk dosa bila tidak bertuhan Allah. Sudah jelas dia dapat keburukan dari keburukan yang ia kerjakan. Buat apa juga shalat jika masih suka nipu. kebaikan terhadap karyawannya itu tidak bisa ia bawa mati. Maka. Ini sekaligus menjadi jawaban sederhana atas perilaku orang modern yang mengatakan ga perlulah syariat-syariatan. bahwa siapa yang menanam kebaikan. Di dunia dia dapat sunnatullah-nya. Namun. Ga ada tawar menawar. ha. Selanjutnya apa yang terjadi? Selanjutnya yang terjadi adalah kawan kita tersebut tidak lagi masuk ke dalam daftar hitungan kita. Shalat adalah pintu pertama amal yang dihisab. masya Allah. yang penting berbuat baiknya. Ada seorang yang sama karyawan. Bagaimana dengan Allah? Bagaimana kita selama ini bergaul dengan Allah? Inilah salah satu pentingnya kita mempelajari ilmu tauhid. tentu menjadi tidak masalah bila kemudian kita meninggalkan dia. pikirannya fresh terus. Anggaplah dia sering memberi bantuan dan makanan kepada tetangga. Ga perlulah shalat-shalatan. kemudian urusan kita yang lain. Jika dia bagus. Meskipun ia shalat.

hidup bakal berantakan. para pramuniaga dan kasir dan karyawan-karyawan bawah yang terkunci gajinya hingga berbelas belas tahun. teramat besar kerugiannya. Bertambahtambah kekeselan kita. para pengusaha yang berjalan di tempat dan cenderung turun. Tentu sumpah serapah. andai gara-gara keterlambatan kawan kita ini. sangat berpengaruh di kehidupan kita.Sama dengan buat apa pake jilbab kalo kelakuannya konyol. kemudian urusan kita yang lain. Coba perhatikan kalimat di atas: Akan bertambah sebal lagi. dengan kualitasnya. atau pura-pura tidak tahu? Bahwa urusan shalat sangat terkait dengan urusan yang lain. Atau. persoalan yang penting. ada yang disembunyikan oleh Allah. bila persoalannya adalah persoalan yang berat. Para pegawai yang kehidupannya biasa-biasa saja. Gitu. maka bagus juga kehidupannya. jadi berantakan. tapi orang tersebut tidak diberikan kemampuan untuk merasakan ketidakberesannya. Dan ini sama bahayanya dengan tidak mengetahui. Loh. Benahi shalatnya. Insya Allah kita akan seminarkan hal ini di pertemuan kopi darat ya. bener. Sesiapa yang shalatnya lempeng. para kuli bangunan yang statis hidupnya. atau minimal gerutuan dan kekeselan di hati. tapi shalat dan pakai jilbab itu juga penting. maka demikian jugalah hidupnya. Sesiapa yang shalatnya bagus. bahwa buat apanya iya. menjadi nampak ke wajah kita. bila ada seseorang yang kemudian menemukan hidupnya berantakan. saya jawab. maka demikianlah yang memang bakal terjadi. maka insya Allah hidup pun akan tertata. Banyak yang tidak tahu. Sebab. lurus. Shalat. bisa jadi sebab mengabaikan soal shalat ini. Konklusinya jangan dibawa kepada pembenaran lebih baik berbuat baik saja. Namun. tidak menyadari. dan dia pun menemukan bahwa shalatnya memang berantakan. *** Pengaruh Kepada Urusan Yang Lain Shalat amat terkait dengan lain-lain hal di kehidupan ini. sesungguhnya bukan disembunyikan. Dan mereka ini . kalau telat menyadari atau telat mengetahui. Coba saja abaikan shalat. Tambah kesel lah lagi kita. Ada yang ditampakkan ketidakberesan hidupnya. Coba aja buktikan. Bahasa agama mah. dijamin.

atau yang biasa disebut “amalan”. Bahkan di tahun ini saya mengenal istilah “mencari solusi di atas sajadah’. telat itu sama saja dengan tidak mengenal Allah dan tidak mengistimewakan-Nya. Saya pun bahkan ditegur soal shalat sunnah ketika saya diketahui tidak rajin shalat sunnah (untuk tidak menyebut meninggalkan shalat sunnah). salah satunya. Tahun 2003. entah itu shalat wajib. ntar dunia malah ga kebagian”. dan itu dianggap sebagai “ikhtiar” juga. sama shalat engga lupa. Terbalik”. Dan beliau tahu saya buyutnya Kyai besar: KH. Baginya. banyak kyai. Sebenernya. Malah bahasa tepatnya: biasa telat. namun tidak mengoreksi soal shalat tamu yang datang mengadu ini. Solusi dicari. ini tidak menghalangi Mu’allim Syafii Hadzami bertanya: “Shalatnya bagaimana?” Singkat cerita. saya malah “dipenjarakan” oleh pengetahuan yang saya dapat u/ berlama-lama di atas sajadah. Sama dengan Abah Anom yang juga mengakui buyut saya ini sebagai guru pribadinya. tahun 2003 saya berkenalan dengan soal kerapihan shalat. shalat engga dibenahin. Saya pun termasuk yang telat menyadari perihal shalat ini berpengaruh pada masa depan saya. Sepusing-pusingnya. Datang ke kyai mana saja. didapatlah saya shalatnya sering telat. Saya datang kepada beliau. insya Allah hidup akan jadi bener. Indah. Masya Allah. ntar dunia ngikut. . Dan kelak ini akan berpengaruh pada Yusuf Mansur dewasa pasca masalah. “Benerin sajadah. Sebab ketika beliau kejar dengan pertanyaanpertanyaan lanjutan. oleh-olehnya senantiasa soal shalat. Lempengin sajadah. Dan saat itu. seakan hidup lagi di hati saya: “Benahin akhiratnya.terlambat mengetahuinya. Muhammad Mansur Jembatan Lima. semakin saya keturunan kyai. Setelah sekian tahun saya bergelut dengan kesusahan saya. Tidak sedikit yang memberikan wirid dan zikir. Beliau ulama betawi yang sangat masyhur. Kira-kira saya menjawab. tetap shalat”. Rupanya jawaban ini tidak memuaskannya. Lupain akhirat. Namun. Keluarlah kemudian nasihat yang kemudian saya populerkan. insya Allah hidup akan lempeng. ungkapan orang-orang tua dulu. banyak ulama. adalah jawaban kebanyakan. Sebab beliau menjadikan buyut saya ini sebagai salah satu guru yang ditulis di dalam sejarah hidupnya. Biar gini-gini. jalan-jalan hidup dicari. Jawaban saya. saya berkernyit juga awalnya ditanya tentang shalat. seperasaan saya. yang mengingatkan saya tentang shalat. “Shalatlah. Namun saya tahun 2003 itu malah digedor tentang shalat terus. Yang lain mencari solusi. saya “ditugaskan” oleh hati dan pikiran saya untuk mencari Allah. Ketika yang lain mengatakan jangan hanya doa dan shalat. Ya. dan bagi kyai-kyai yang tinggi tauhidnya. Alhamdulillah. Mu’allim Syafii Hadzami almarhum. Kita sudah membahasnya sedikit di beberapa esai kemaren bagaimana rupanya bila kita telat shalatnya. mestinya makin tidak pantes shalat saya di bawah mutu. maupun shalat sunnah.

Akhirnya ketika saya jatuh. susah. Ternyata saya salah. di tahun 2003 itu saya berkenalan ulang dengan ayat-ayat dan haditshadits tentang shalat. Udah tahu punya sayap. Lalu bagaimana mungkin kemudian disebut mengikuti rasulullah bila kemudian tidak berusaha mengikuti sunnah-sunnahnya? Sehingga bagaimana mungkin juga disebut mencintai Allah jika kemudian kita tiada menegakkan sunnah-sunnah Rasul-Nya yang karenanya kemudian dianggap cinta kepada Allah itu belumlah sempurna. Sebab pencariannya lewat pintu yang kali ini sudah benar. Saya ditanya lagi. kudu ikut sama Rasulullah. Jauh-jauh saya belajar. Salah. Begitu. Maka di perjalanan berikutnya. Saya lalu dihadapkan pada satu teori: bagaimana kalau disebut tidak menghidupkan sunnah? Bagaimana kalau disebut shalatnya tidak mi’raj? Tidak naik kepada Allah. baru kemudian bercabang ke pintupintu yang lain. Tapi kemudian shalatnya tidak naik. burung onta. shalat itu mi’rajnya seseorang yang beriman. shalat sunnah itu ibarat sayap burung bagi shalat wajib. Saking pentingnya. bagaimana shalatnya? Cukup itu sebagai indikator kejatuhan dan kejayaan kembali. Seperasaan saya. “Burung males”. Masya Allah. Dia tidak tahu dia punya sayap. selama ini yang saya pelajari sebelumnya. Ash-sholaatu mi’roojul mu’miniin. Ada satu cerita yang saya geli bener dibuatnya. perjalana tauhid buat saya. Sehingga wajar kemudian ada banyak orang yang shalat. kalau burung yang tidak terbang padahal dia tahu bahwa dia punya sayap? Kali ini saya tidak jawab. Buku Mencari Tuhan Yang Hilang kemudian lebih membumi. Sebab ga cukup kuat buat mengangkat derajatnya. Namun. tapi kalau kita tidak kerjakan maka tidak akan dapat dosa apa-apa. ukurannya karena saya dibesarkan di lingkungan kyai. yang ditanya tentang shalat wajib dan diperiksa pula shalat-shalat sunnah saya. . Burung yang ga terbang padahal burung sayap disebutnya burung bodoh. bila dikerjakan tanpa sunnah? Saya pun dihadapkan pada pemikiran lain berdasarkan firman Allah bahwa sesiapa yang mengaku mencintai Allah. Tinggi-tinggi saya belajar. tidak mi’raj. Saya ditanya. Insya Allah. burung apa yang punya sayap tapi ga terbang? Saya jawab.siapapun ga pantes shalatnya rusak. Ga ditanya saya S2 di mana? Ga ditanya bagaimana manajemen bisnis saya? Ga ditanya. Yang ditanya. Ga dipake itu shalat-shalat sunnah. tapi kehidupannya ga berubah. katanya. begitu kata ulama yang saya temui. kalau kita kerjakan kita dapat pahala. kenapa dia tidak pakai buat terbang! Nah. Terhadap shalat sunnah. sebab ga punya sayap. Karenanya saya kemudian membuat Kuliah Dasar yang membahas tentang shalat di satu kelompok esai khusus tentang shalat. Yaitu lewat pintu shalat dulu. kenapa juga shalat saya ga bener.

akhirnya ya nyampe. Dan seutamautama doa adalah yang dipanjatkan setelah shalat wajib. tapi Allah tidak ia cari. likulli syai-in baabun. Insya Allah. Tapi ga kerja. ga sesuai dengan kuliahnya. Engkau Yang Maha Mengetahui Lintasan Hati Hamba saat bercerita ini). Saudara-saudaraku Peserta KuliahOnline. Disebut bahwa anaknya ini udah kawin. Kata anaknya. “Iya apa?”. Melihat dandanan ibunya dan cara ibunya menenteng dia ke saya. he he he. Beliau kira-kira datang senen. saya bilang. Saya kemudian mengambil kertas dan menuliskan sesuatu di kertas itu. Ya udah.berantakan. Dan sebelumnya saya tanya kepada dia sebelum saya tulis sesuatu itu. Ustadz”. sebab pintu-Nya sudah saya buka. Selama ini ia salah mencari. Ikutin kertas ini. ia sudah mendapatkan pekerjaan. tidaklah disebut . Dijawab oleh anak muda itu. Khususnya di awal-awal perbaikan seseorang. tentang orang-orang yang bersentuhan dengan urusan berkah dari perbaikan shalat. kelak. Ia menjawab. Subhaanallaah. segala sesuatu itu punya pintu. Udah 32 tahun umurnya. Sudah disebut di esai terdahulu. Lakukan ini 7hr ke depan dan kemudian balik lagi ke saya”. “Jangan tinggal shalat. Anak muda itu barangkali tidak menduga kalau yang saya tulis hanya soal shalat. Hari selasa. Selanjutnya itu anak dan ibu bercerita masing-masing versinya. pelajaran ini sungguh sangat mendalam buat saya. kejar saya. Di antaranya untuk soal konselingan. iya. belajar yang lain-lain di KuliahOnline ini. Orang mengenal saya sebagai penganjur sedekah. Ternyata beliau cerita. barangkali Allah berkenan datang secepat itu sebab ia juga punya ibu yang sayang dan perhatian. tapi shalat kita belum kunjung kita perbaiki. Jangan berjamaah kecuali sama sunnahsunnahnya. Sebab 3 tahun setelahnya saya memperbaiki shalat saya (Ya Allah. Dan kemudian rabu nya udah kembali padahal belum 7 hari. Sebelumnya saya guide. wa baabut taqorrub ilallaahi ash sholaah. sambil berpesan bahwa lakukan apa yang ditulis di kertas ini. Ia mencari pekerjaan. Anaknya nolak disebut ga kerja. Ia ubah haluan. saya lebih senang menganjurkan perihal perbaikan shalat wajib dan penegakan shalat sunnah. Pintu apa? Pintu shalat. “Bagaimana shalatnya?”. Dan jangan shalat kecuali berjamaah. dan pulanglah. Saya sebut di atas. “Iya. Terakhir mau saya katakan. ini juga sangat berpengaruh buat saya. Padahal aslinya. Ya. Semangat bertauhid adalah semangat memperbaiki shalat kita. Dan pintu pertama untuk mengenal Allah pertama kalinya adalah shalat. pas dah. Hidup saya pun meningkat. Pertanyaan yang saya tanyakan adalah pertanyaan yang ditanyakan kepada saya dulu. sering saya sebut percuma kita belajar tauhid. bolehlah saya mengira bahwa ibu ini pasti mendoakan terus anaknya. bahwa tidak boleh dilihat ini kertas kecuali sampe rumah. Besok kita bercerita-cerita ya. hutang saya lunas. Malah kadang saya suka iseng. Ditenteng oleh ibunya. alias hanya selang satu hari. Allah hadir dalam kehidupan saya. Ada anak muda datang kepada saya.Waba’du. beliau seperti dihentakkan hatinya.

Soal keyakinan. Mudah-mudahan bisa menjelaskan tentang perbedaan antara ikhlas. Dan yang lain menyebutnya sebagai pamrih atas ibadah-ibadah yang dilakukan karena dunia. Yang lain menyebutnya ”tidak ikhlas”. Yakin dan percaya akan Janji-Janji Allah. Silahkan saja direnungkan. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Tidak Ikhlas? KDW0118 Seri-18 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Ikhlas? Di esai Bicara Tauhid Bicara Keyakinan. saya perhatikan kemudian muncul banyak pertanyaan dari Peserta KuliahOnline tentang ”Ikhlas tidak ya kalau kita bersedekah sebab mengharap imbalan?”. saya lebih kepengen meyakininya sebagai sebuah keutamaan jalan sebab yang memberikan petunjuk . soal kepercayaan. serta doa. Esai ini seadanya memang saya ambil. khususnya shalat kita. dan di sampel ”sedekah mengantarkan umrah”. yang saya ambil seadanya dari buku terbaru saya yang judulnya: ”an Introduction to THE MIRACLE”. yakin. bila kemudian soal shalatnya rusak. saya lebih memilih menyebut ”saking percayanya sama Allah lalu saya melakukannya”. Sebenernya ini soal klasik yang sering ditanyakan oleh jamaah. Yang lain menyebut ”tidak ikhlas”. Yakin dan percaya akan seruan Allah dan Rasul-Nya. Buat saya ini adalah soal Tauhid. nurut sama Seruan Allah. Mudah-mudahan Allah senantiasa memperbaiki amaliyah harian kita. saya lebih memilih menyebutnya ”berharap sama Allah”. Baiklah.bagus tauhidnya. saya selang dulu dengan esai tentang keikhlasan dan doa.

Salah tuh. Insya Allah besok saya akan naikkan esai yang judulnya: ”Ibadah: Jalan Rizki Utama”. .” (QS. he he he. (-) Orang yang mana? (+) Ya yang mengatakan. Tunggu dah besok ya. kata Luqman.” Atau. Ini bukan promosi. tapi sekalian nyuruh beli. Masa sih sedekah karena pengen sesuatu. jangan tahajjud sebab pengen minta ini minta itu sama Allah. “Sedekah-sedekah saja. *** Tulisan Ini Bukan Memaksa Anda Meminta kepada Allah “… Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku. saya terus mendorong kawan-kawan WebOnline untuk menyempurnakan BelanjaOnline agar peserta langsung bisa mendapatkan buku aslinya.” “Tahajjud.. “Ibadah-ibadah saja… jangan minta-minta sama Allah. Selamat mengikuti esai-esai ini. Waba’du. Insya Allah besok masih saya cuplikkan bahagian dari buku tersebut untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ”ikhlas atau tidak ketika kita beribadah lalu berharap imbalan?”. tahajjud saja.adalah Yang Memiliki Dunia yang juga menyuruh kita beribadah. memangnya siapa yang mengatakan enggak boleh minta? (+) Ya orang-orang. al-Baqarah: 186) Suatu hari Luqman “bingung”… “Kenapa ketika seseorang ibadah kepada Allah.” Orang-orang seperti ini nih yang saya bingungkan.. malah lalu enggak boleh minta sama Allah?” (-) Loh.

.” Iya’kan? Enggak berani? Sebab kalau berani membantah berarti tidak ikhlas? (-) Iya juga sih.. apakah masih bagus disebutnya? (-) Tapi siapa juga yang menyekat? Kan mengajarkan keikhlasan? (+) Apa coba sebutannya buat mereka yang melarang hamba-Nya meminta sama Allah? Apa bukan menyekat tuh? Memberi dinding antara seorang hamba dengan Allah? (-) Ya. (+) Meminta itu berdo’a bukan? (-) Ya. Tapi’kan begitu cara kerjanya setan. boleh enggak meminta sama Allah? (-) Boleh.. terlalu jauh tuh.. Tapi di sisi yang lain. Gitu loh. “ibadah-ibadah saja.(-) Loh.. Satu sisi mengajarkan perbuatan baik harus dilakukan dengan keikhlasan. seseorang tidak diperbolehkannya meminta sama Allah. sama dengan berdo’a. bila ada yang mengajarkan kebaikan. kenapa kamu “menyerang” mereka-mereka itu? Bukannya mereka itu bagus? Dan mengajarkan kemurnian ibadah? (+) Ya. bagus-bagus saja. Halus banget. tapi di saat yang sama mengajarkan keburukan. (+) Enggak gitu gimana? (-) Ini’kan sekadar mengajarkan keikhlasan. Kita enggak berani ngebantah perkataan. enggak gitu sih. Apa ini bukan kerjaan setan? (-) Wah. (+) Guru saya pernah bilang. (+) Gini. Masa menyamakan mereka yang berpendapat seperti itu seperti setan? (+) Ya enggak sih. Tapi kalau mengajarkan keikhlasan sambil menyekat hamba-Nya dari Allah. itulah setan? (-) Maksudnya? (+) Ya setan’kan masuk lewat pintu ilmu. jangan minta-minta sama Allah.

(+) Jadi... boleh nih berdo’a? (-) Ya, bolehlah... malah jadi ibadah. (+) Ok, malah jadi ibadah ya? (-) Ya... jadi ibadah. (+) Terus... boleh enggak seseorang yang tidak ibadah meminta sama Allah? (-) Maksudnya? (+) Boleh enggak seseorang yang tidak shalat misalnya, lalu dia berdo’a kepada Allah? (-) Boleh saja... berdo’a’kan tidak mempersyaratkan apa pun, kecuali sebagai akhlak. (+) Jadi, boleh nih, seorang preman misalnya, berdo’a kepada Allah? (-) Ya... boleh. (+) Walau dia tidak shalat? (-) Ya, boleh... meski dia tidak shalat, dia berhak berdo’a. (+) Lah, lalu kenapa orang yang menempuh jalan tahajjud, menempuh jalan sedekah, lalu jadi tidak boleh meminta? (-) Iya juga ya... kenapa jadi tidak boleh? (+) Situ sendiri’kan yang bilang... sedekah-sedekah saja, tahajjud-tahajjud saja, jangan minta-minta sama Allah? (-) Bener. (+) Padahal, mestinya kalimat yang benar itu begini... “tidak tahajjud saja boleh meminta, apalagi tahajjud. Tidak sedekah saja boleh meminta, apalagi bila bersedekah.” (-) Bener.

(+) Dari tadi bener-bener melulu? (-) Lah, memang bener. (+) Sekarang siapa yang bingung? (-) Ya enggak bingung... saya benar, situ benar. (+) Maksudnya? (-) Beribadah karena sesuatu’kan jadinya tidak ikhlas? (+) Yah, itu mah namanya kembali kepada pertanyaan semula. (-) Kembali bagaimana? (+) Yah, di depan’kan ditanya, boleh enggak meminta sama Allah tanpa ibadah? (-) Oh... dialog di depan tadi? (+) Ya iyalah... dialog yang tadi, masa harus balik lagi? (-) Jadi... gimana? (+) Ikhlas itu jangan dikaitkan dengan meminta. Bila seseorang meminta kepada Allah,

jangan dikatakan tidak ikhlas dong? (-) Lalu, mestinya dikatakan apa buat seseorang yang bersedekah lantaran dia susah? (+) Dikatakan kepadanya, “Dia menempuh jalan yang diberitahu Allah dan RasulNya.” (-) Oh... gitu ya? (+) Ya... begitu. Ketika Allah bilang bahwa Allah akan membantu yang mau membantu sesama, lalu ada seorang yang keluar dari rumahnya membantu orang lain karena dia kepengen kesusahannya dibantu Allah, Masa salah? Bukankah ini berarti dia mempraktikkan cara-cara Allah bila kepengen dibantu. Dan berarti dia dapat

pahala tersendiri, yaitu pahala menjawab seruan Allah, pahala nurut sama Allah, pahala percaya sama Allah. (-) Tapi’kan enggak bener dong. (+) Enggak bener pegimana? (-) Kok aneh ya, ibadah’kan harusnya murni, ikhlas? (+) Ya itu tadi... sebab pemahaman ikhlasnya kali yang salah. Mestinya ikhlas itu adalah tidak dikaitkan dengan do’a, dengan permintaan. Kasihan hamba-hambaNya Allah yang memang kepengen sesuatu dari Allah, dan Allah memang membuka pintu-Nya, dan murah memberi hadiah kepada hamba-Nya yang mau menegakkan ibadah. Lebih kasihan lagi kepada orang-orang yang tidak tahu bagaimana caranya merayu Allah. (-) Jadi, tetap disebut ikhlas nih, bila seseorang beribadah karena sesuatu? (+) Kalimatnya barangkali begini, orang itu punya tauhid yang bagus. Punya iman yang bagus. Karena percayanya dia sama cara yang dianjurkan Allah dan Rasul-Nya, lalu dia tempuh jalan itu. Gitu. Secara simpelnya, disebut tidak ikhlas itu kalau ia ngomongin dia punya amal ke kiri dan ke kanan dengan maksud riya atau sombong, sum’ah/berbangga diri. Kalau ke Allah mah namanya do’a, harapan, permintaan, munajat. (Iya juga ya... apalagi meminta itu’kan ibadah juga ya? ) (Nah... berarti kalau seseorang mau sedekah, dan ia punya permintaan, berarti ada dua ) ibadah?

(+) Betul... ibadah “sedekah” dan ibadah “meminta”. (-) Dapat dua pahala ya? (+) Ya... dapat dua keutamaan. (-) Paham saya sekarang. (+) Masa? (-) Iya.

(+) Lalu masih menyalahkan orang yang bersedekah lantaran proyeknya pengen lancar? (-) Masih. (+) Lah? (-) Ya iya... namanya juga bingung. (+) Ya sudah... bingung saja terus. (-) Ya soalnya memang tetap bingung. (+) Iya... enggak apa-apa. Kan enggak maksa supaya situ mau minta sama Allah. Jadi, ya enggak apa-apa bingung juga. Silahkan saja. Kalau saya mah enggak bingung. Bagi saya, saya percaya sama Allah. Percaya sama cara-cara-Nya Allah. Allah bilang, kalau mau begini, begitu. Kalau mau begitu, begini. Lalu saya ikuti itu. Ini namanya tunduk, patuh, dan taat. Sekali lagi, ini namanya keutamaan dari percaya sama Allah. *** Yah, namanya juga orang bingung. Luqman sendiri bingung. Anda enggak usah ikut bingung… he… he… he.... Yang jelas Luqman meyakini, banyak orang yang tidak berani minta sama Allah. Padahal Allah sendiri yang menyuruh meminta kepadaNya. Masa ketika seseorang meminta jadi salah? Iya enggak? (-) Iya. (+) Lah... kok ada jawaban lagi? (-) Tadi nanya? (+) Nanya apaan? (-) Tadi nanya... masa ketika seseorang meminta jadi salah? Iya enggak? Ya

itu’kan kata situ..saya jawab iya. Enggak boleh ngomong ya? (+) Boleh. Dikabulkan yang satu. maka jadilah orang-orang yang senantiasa butuh sama Allah. silahkan. (-) Wah. enggak usah ya? jawab kalau saya enggak minta situ ngejawab. Enggak apa-apa. situ diam saja ya.. maka jadilah orang-orang yang senantiasa butuh sama Allah.. (-) (+) Ya udah. Oke *** Kembali lagi dengan kalimat di awal. saya diam saja.. nanti jadi panjang lagi!? *** Minta Terus Jangan Ragu Allah suka dengan hamba-Nya yang banyak meminta. Jangan diganggu ya. sudahlah. Ok.. Terus begitu. kok kamu lagi? (-) He… he… he…. supaya tetap terhubung dengan Allah. Terus begitu. Dikabulkan yang satu. Luqman Hakim teringat .... Supaya tetap terhubung dengan Allah. Salah satu caranya adalah dengan banyak meminta kepada Allah. Salah satu caranya adalah dengan banyak meminta kepada Allah.. Tapi saya lagi nulis ini buat pembaca buku ini. (+) Wah. minta lagi yang lain. Enggak apa-apa. (+) Loh. minta lagi yang lain.

Memintalah. Tapi mereka berdua tidak mau berhenti sampe di situ saja. tapi’kan belum tahu apakah telinganya bisa mendengar.. Aku mengabulkan . kepada Allah mah jangan takut meminta. Allah tidak akan pernah merasa keberatan dan tidak akan pernah merasa bosan bila ada hambaNya yang meminta dan meminta terus.. Bayi putri yang sehat. ia dan istrinya berdo’a semoga anaknya ini lahir dengan selamat. kaki dan tangannya bisa digerakkan normal. apalagi jika Anda punya amal yang hebat. pagi. lahirlah anaknya dengan selamat. Makanya kita harus terus berdo’a. Alhamdulillah. matanya bisa melihat. Anda disayang sama Allah. kita belom aman loh? Wirda memang sudah lahir selamat. maka (jawablah). mulutnya bisa bicara? Artinya. Mestinya seseorang yang merasa perlu sama Allah tidak menghentikan ibadahnya. mestinya Luqman Hakim dan istrinya berhenti berdo’a jika mereka berdua memuaskan dirinya hanya sampai etape itu saja. iya’kan?” Luqman membenarkan. melainkan dia terus-menerus memelihara ibadahnya dan terus-menerus berdo’a. Allah senang bila hamba-Nya mau meminta pada-Nya. belum aman. Berhentikah ia dan istrinya berdo’a? Iya. Percayalah. Boleh dibilang.. maka Allah akan memenuhi apa yang kita minta.proses kelahiran si Wirda. bahwasanya Aku adalah dekat. siang. mengingatkan. malam. “Pah. dan cantik.. Istrinya Luqman memberitahu suaminya. ”Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku. tidak menghentikan do’anya. normal.

Di samping tentu menjadi sebuah wujud iman dan keyakinan kepada-Nya. Ketika Allah memerintahkan kita begini dan begitu ketika kita mencari dunia milik-Nya.” (QS.. al-Baqarah : 186) Justru bila ada hamba-Nya yang tidak mau meminta. mau meminta ridha dan perlindungan-Nya. Luqman Hakim lebih menyebutnya sebagai “sebuah keutamaan”. Tentu saja cakep buat dia apabila dia mau meminta ampunan Allah. terus meminta. Sebab meminta itu adalah ibadah seorang hamba kepada Allah. dan minta. agar mereka selalu berada dalam kebenaran.permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Faathir: 15) Memintalah kepada Allah. dan seterusnya.. Dalam kehidupan sehari-hari.. maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku. Ya.. maka ini menjadi sebuah ibadah yang sangat hebat. bagaimana ketika permintaan bertambah.? Sebuah Keutamaan Ibadah adalah salah satu ikhtiar mendapatkan dunia. “… Kamulah yang berkehendak kepada Allah…” (QS. mencari dunia dengan jalan beribadah adalah sebuah keutamaan. Itu’kan . Mengapa demikian? Sebab bukankah mengikuti anjuran Allah dan Rasul-Nya adalah juga ibadah? Dunia adalah milik Allah. mau meminta cinta dan kasih sayangnya Allah. ibadah juga bertambah.. tidak sedikit orang yang menyalahkan orang lain yang beribadah sebagai jalan ikhtiar mencari dunia-Nya Allah. Yang tidak kalah pentingnya. Luqman masih tertarik untuk membahas tentang “menempuh jalan ibadah sebagai sebuah keutamaan”. Pokoknya sama Allah mah minta. Khaliqnya. aneh.minta..

Mengapa terhadap nasihat Allah dan Rasul-Nya tidak kita ikuti? Apakah karena kita tidak percaya kepada Allah dan Rasul-Nya? Atau jangan-jangan kita terjebak kepada kesungkanan atau makna keikhlasan yang barangkali perlu dikoreksi? Sehingga ibadah kita tidak bertenaga? Tidak memiliki spirit? Sebab bisa jadi bayang-bayang tidak boleh beribadah karena meminta sesuatu dari Allah. apakah ini salah? Lebih utama mana dengan yang tidak mengerjakannya? Atau lebih utama mana dengan yang mengerjakannya tanpa berharap kepada-Nya? Apalagi kalau kita sepakat bahwa meminta kepada Allah pun merupakan ibadah tersendiri? Tahajjud ya ibadah. Lalu. Ada ahli desain interior. dalam hitungan 24 jam!” Wah. “Anda harus dioperasi segera. berharap solusi dari-Nya.sebutan betawinya nurut. terhadap dokter saja. pinjam sana pinjam sini. keyakinan kita bukan main hebatnya. Kalau perlu. Maka bila seseorang melakukan tahajjud dan juga berdo’a kepada Allah. Terhadap saran manusia. kita korbankan kendaraan kita untuk mendapatkan uang buat operasi. Bukan karena penuh pengharapan kepada-Nya. menjadikan kita seperti setengah-setengah beribadah. Saudaraku. bukankah dia malah . dan kemudian menyandarkan harapan hanya pada-Nya -sekali lagi. atau percaya. Andai kita tidak ada uang pun kita akan mengusahakan setengah mati. kita akan terbirit-birit mengiyakan. Allah menyebut bahwa jalan tahajjud akan membuat hidup seseorang berubah menjadi lebih baik lagi. Dia berkunjung ke rumah kita. ada seseorang yang melakukan tahajjud sebab percaya akan firman-firman Allah dan hadits-hadits Rasul seputar tahajjud ini. Atau malah jangan-jangan kepikiran terus untuk sesegera mungkin menjalankan advis sang desainer interior tersebut. maka insya Allah kita akan mengubah tata letak rumah kita tersebut andai memang kita ada uang. atas janji-janji-Nya sendiri. hanya pada-Nya-.. kita tinggalkan rumah kita. terhadap nasihat manusia. entah itu dunia-Nya. kita bak… bik… buk… memikirkan dan mengikutinya.. Lalu memberikan advisnya tentang tata ruang yang lebih membuat sirkulasi udara rumah kita menjadi lebih bagus. Macam gini. Ketika seorang dokter mengatakan.. dan meminta (do’a) adalah juga ibadah. Bila dilakukan terus-menerus akan membuat seseorang naik terus derajat dan kemuliaannya..

saya berdoa agar anak-anak saya dan keluarga. Namanya Muhammad Kun Syafi’i. ayo! Beranilah meminta. Rasul misal pernah bilang juga begini. sebab salah satunya doa-doa para jamaah semua kepada Allah. yang bisa sembuh. sambil muraja’ah juz ke-14 untuk ngimamin tarawih besok. laki-laki. Subhaanallaah.” Lalu. Kasihan orang yang butuh pertolongan Allah yang menempuh jalan ibadah dan jalan-jalan yang diseru-Nya. bisa semuanya berangkat ke Baitullaah. Apakah ini salah? Tega bener kalo salah mah. Tidak ketinggalan saya berdoa pula untuk Anda peserta KuliahOnline. Abang Kun bangun. Saudaraku. Ya Allah. bantulah sesama. “Kalau mau dibantu Allah. Jam masih menunjukkan pukul 01-an dinihari. Kalimat bahwa beribadah sama Allah. di Baitullaah-Nya.dapat dua keutamaan? Terus lagi. jangan minta-minta sama Allah. Jalan Rezeki Utama Bekerja Dengan Allah. Mohon do’a agar Allah memberikan bimbingan kebenaran dari-Nya. Barangkali sebab dipanggilnya abang. beribadah saja. maka pas ia berumur empat bulan. nromal. Di TVRI sedang berlangsung LIVE siaran Tarawih dari Mekkah. Kami memangginya Abang Kun. alias hamil lagi. sehat. agar bisa menikmati bersimpuh di hadapan Allah. Lahirlah kemudian bayi yang ke-empat. seseorang yang menghendaki pertolongan Allah bergegas menyambut seruan ini untuk benar-benar berharap turunnya pertolongan Allah baginya. saya juga berkesempatan berdoa agar semua kaum . Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Ibadah. istri saya “isi” lagi. Anak saya yang ketiga. Bekerja Untuk Allah KDW0119 Seri-19 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Ibadah Tujuan Hidup Abang Kun bangun. ini menurut saya perlu dilakukan lagi penelitian mendalam. harus ikhlas.

Agar Allah juga berikan ampunan kepada seluruh keluarga besar negeri ini. esai ini saya cuplik seadanya juga dari buku The Miracle. rombongan Umrah Ramadhan Wisatahati/Daarul Qur’an. Kelalaian dunia. dan melihat dengan mata tidak berkedip. kami berdua menikmati bacaan ayat suci al Qur’an. Abang menunjuk-nunjuk dengan tangan mungilnya layar di TV. Dalam rangka menyemangati kembali diri ini dan diri semua orang yang bisa saya semangati. berangkat shubuh ini. dipimpin oleh KH. bawalah doa untuk negeri ini. Peserta KuliahOnline. Kebetulan pula. kesibukan dunia. Segala urusan dunia sudah mengalahkan tujuan hidup di dunia itu sendiri. beginilah kenyataan orang zaman sekarang. Lihat yang pada tarawih malam hari ini di Masjidil Haram”. sesuai dengan janji saya. Saya betul-betul menghendaki diri ini mau memperbaiki ibadah. Semuanya. dan saya katakan padanya: “Abang. sebagai pusat dari semua langkah perbaikan diri dan perbaikan hidup. ya pimpinannya. Alunannya membuat saya rindu akan Baitullaah. saya hidupkan. Saya gendong. Selamat jalan jamaah umrahku. Abang Kun dibuatkan susu oleh Bu Yayuk. Ya Allah. Waba’du. Selamat jalan jamaah umrah semua. saya bertanya apakah jamaah sekalian sudah menerima imel tentang penanaman pohon untuk penghijauan pondok? Bila sudah. saya usap punggungnya. bahwa hari ini kita akan belajar tentang “Ibadah: Jalan Rizki Utama”. mudah-mudahan bisa . Panjatkanlah doa di sana agar pertolongan Allah segera hadir di kehidupan anak negeri di seluruh negeri. ya habaaibnya. Selamat jalan wahai jamaah umrahku. perbaiki ibadah bila hidup mau kembali benar. Kosasih. Perjalanan kita sudah menunjukkan bahwa melencengnya kita dari kehidupan kita membuat hidup kita semakin jauh dari Allah. Dalam keadaan TV mati. Saya masuk ke kamarnya Abang. Semoga Anda semua diberi Allah ganti ongkos umrah dan keletihan selama berumrah dengan kelezatan ibadah. Semoga berkenan dan bermanfaat. Agar negeri ini mau tunduk dan ta’at kepada Allah. Agar keridhaan Allah mengiringi seluruh ikhtiar negeri ini memperbaiki diri dan meningkatkan kesejahteraan dus keluar dari segala krisis. dan jamaah umrah dari seluruh tanah air. maka saya hadirkan esai ini melengkapi esai Kuliah Tauhid. sudah membuat orang menjadi jauh dari yang namanya ibadah. yaitu untuk beribadah kepada Yang Kuasa.muslimin berkesempatan menjadi tamunya Allah. yang ke sekian. lihat Mekkah yuk. saya cuplikkan tulisan ini. Alhamdulillah kalau begitu. Lihat Ka’bah. dan mengambilnya. Hanya itu jalannya kalau negeri ini mau makmur kembali. iman dan kembali dengan umrah yang mabrur. Ingat-ingat tujuan kita diciptakan. Ya. Abang terdiam dari nangisnya. ya masyarakatnya. ya ulamanya. Namun. dia bersorak ketika melihat langsung menara-menara Masjidil Haram. Sama dengan esai kemaren. Dan masya Allah. Sebahagiaannya barangkali tidak termasuk yang saya sebut.

Atas nama pribadi dan keluarga besar Pesantren Daarul Qur’an. JALAN REZEKI UTAMA Bekerja DENGAN Allah. dan yang unik-unik. Terutama pohon-pohon buah. saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Mudah-mudahan pepohonan yang ditanam ini bisa menjadi pelindung di hari tiada perlindungan kecuali perlindungan Allah. Agar lingkungan kita. dan jalan usaha bisa DIPERLUAS lewat jalan ibadah! . kembali ramah kepada kita. Pohon apa saja. Amin. berikut ini esai yang saya maksud.punya rizki ya untuk menyediakan pepohonan yang dimaksud. Dan kalau bisa.. Begitulah selama ini pikiran kita bekerja. Bekerja UNTUK Allah Memperluas Jalan Usaha Memperbesar Hasil Usaha Semula banyak orang berpikir bahwa hasil usaha dia adalah seukuran kerja. seukuran proyek. *** IBADAH. kelak di hari kiamat. seukuran dagangan. Selamat mengikuti. Ok. alam kita. Dan lewat media KuliahOnline ini juga saya serukan agar peserta KuliahOnline berkenan melakukan penghijauan sebisa-bisanya di lingkungan masing-masing juga. atau seukuran modalnya. Tidak pernah terpikirkan atau jarang terpikirkan bahwa hasil usaha bisa DIPERBESAR lewat jalan ibadah.. seukuran usaha. pohon-pohon yang sudah berdiameter besar.

. dan Harapan Memberi Spirit dalam Beribadah Wacana-wacana yang menjadikan “kekurangberanian” atau “kesungkanan” untuk meyakini keyakinan itu secara bulat. menjadi sebuah solusi yang “diataskertaskan”. Tuhan semesta alam. siapa yang berani memberi kritik? Siapa yang berani mengoreksi? Dan siapa yang berani memberi catatan? Saya pun tidak akan berani. Entahlah. tapi membicarakannya hingga “menjadi sebuah metode”. ’Sesungguhnya shalatku. hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah. Harus karena wajah-Nya semata”. Tidak boleh beribadah karena dunia-Nya. “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan.” (QS. iya yakin bahwa “jalan ibadah bisa menambah dan memperluas jalan rezeki”. Yakin.” (QS. banyak di antara kita yang tidak berani berpikir bahwa jalan ibadah bisa menambah dan memperluas rezeki. ibadahku. Do'a. atau saya yang “terlalu berani?” Padahal sebagai sebuah petunjuk.. al-An’aam: 162) Kalau kalimatnya seperti di atas. tidak sedikit yang kurang berani. Maksudnya. Al-Qur`an adalah petunjuk. “Katakanlah. bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang hak dan yang batil. Apa pun yang kita lakukan tentu harus mengikhlaskan diri kita karena Allah . al-Baqarah: 185) Tentu saja termasuk “petunjuk” untuk mencari rezeki dari Yang Maha Memiliki segala perbendaharaan rezeki Ikhlas. baik di praktik maupun di teori (menjadi metode) adalah sebab ada wacana bahwa “Ibadah itu harus ikhlas.Ya. barangkali iya.

’Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua. sebab karena Allah dan Rasul-Nya memberi petunjuk demikian. kita-kita yang sedang diberi nikmat kesulitan. percaya dan berkenan mengikuti dengan harapan agar benar-benar kesulitan kita dimudahkan Allah. al-A’raaf: 158) Contoh salah satu bentuk ibadah adalah sedekah. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS.semata. supaya kamu mendapat petunjuk. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Tapi tunggu dulu! Orang-orang yang mencari dunia milik Allah lewat jalan ibadah pun tidak mesti juga serta merta dikatakan tidak ikhlas. Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia. “Katakanlah. ath-Thalaaq: 7) Lalu. yang menghidupkan dan mematikan. “memisahkan” antara keikhlasan dan do’a? “Memisahkan” antara keikhlasan dengan harapan? Artinya ketika mereka menjalankan. Harapan pun dia gantungkan semata hanya kepada Allah. dunia akan Allah dekatkan. maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekadar apa yang Allah berikan kepadanya. Karenanya. Bahwa dia menempuh jalan ibadah. bersedekahlah.” (QS. mereka beribadah sepenuh hati kepada Allah. mereka tahu dengan ilmunya bahwa dengan beribadah. Bagaimana kalau mereka secara cerdas. yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi. “Dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. jadi mudah. Nanti Allah akan buat apa-apa yang sulit. Jalan- . harus percaya dan mengikutinya. Lalu Allah memberitahu bahwa kalau sedang disempitkan rezekinya. tapi pada saat yang sama.

Gampang! Entah dalam mencari rezeki. Iman dan tauhid yang kemudian berbuah amal shaleh Bahkan menurut pendapat saya. Ibadah yang tumbuh atas dasar keyakinan kepada apa yang digariskan Allah. kita turuti betul. apakah setelah dikembangkan menjadi paragraf di atas masih terjadi benturan? Saya pikir ini adalah sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang malah harus dikupas dan ditelaah lebih jauh lagi. alias kita bersedekah. percaya pada seruan dan petunjuk Allah. lalu kita melakukannya”. Kita melakukan karena kita percaya pada-Nya. ketika ada yang percaya kemudian menjalankan dan merasakannya. yaitu tinggal mengikuti saja petunjukpetunjuk di dalam Al-Qur`an. Sebab cara ini dan petunjuk ini datangnya dari Allah. Maka. Lalu iman kita bekerja dengan kekuatan penuh. pemilik segala kemudahan. maka kita pun berharap agar Allah benar-benar memenuhi janji-Nya. Dan karena harapan adalah hanya dengan berharap kepada-Nya. Dan “inilah tauhid”. “saking percayanya sama petunjuk Allah. salahkah juga bila ia bercerita ini kepada kawan-kawannya. kepada sekitarnya? Bahwa bersedekahlah jika ingin dicabut segala kesulitannya? Lalu salahkah dia bila dia . kita mengesakan Allah. Dan ketika manusia menjalankan petunjuk Allah. Lalu. setelah kita tunaikan sedekah. atau hal-hal lainnya. bukankah ia menjadi sebuah ibadah tersendiri? Malah ibadah ini begitu indah dan memberi semangat dalam nilai. inilah bahkan CARA TERCERDAS dan TERHEBAT sepanjang sejarah cara-cara yang dikerjakan manusia. Salahkah kita? Apakah kita disebut tidak ikhlas hanya karena beribadah karena berharap akan kebenaran janji-Nya? Salahkah bila kita percaya sama omongan-Nya? Sama “iming-iming-Nya?” Salahkah juga kalau kita kemudian bersedekah karena kepengen diberikan kemudahan atau karena kesulitan kita kepengen dihapus-Nya? Sedang ini adalah firman-Nya? Nampaknya tega betul bila disebut tidak ikhlas. Saya lebih kepengen menyebutnya dengan “inilah iman”.Nya yaitu jalan sedekah. Saya lebih suka menyebutnya. atau melepas kesulitan. Kita melakukan karena kita yakin pada Allah dan kita mengetahui itu.

Ada seorang yang bersedekah Rp. Sebut saja ada yang bersedekah Rp. hikmah dan pengalaman. bersyukur bukan bersyukur karena ilmunya. bersedekahlah? Kalau menjadi metode. Sudah Allah berikan ilmu. Ketika ia dibayarin. kita bikin sampel yang berbeda. Kalau tidak. 1000. 1000 di satu shalat Jum’at. yakni bahwa Allah telah menjanjikan bayaran 10 kali lipat bagi mereka yang mau bersedekah. Ketika akan bayar. Setelah sedekah. maka kebodohanlah baginya. ini di mata dia. Tapi orang ini bersyukur biasa. dan dirasakan oleh banyak orang. bukan kebetulan. Berbeda dengan orang yang satu.000. Bedanya ada! Yakni di peningkatan amaliyah kemudiannya. sama-sama Rp. Ia bersedekah yang sama. dicontoh. ada yang bayarin makanannya. tidak bertambah imannya. Betapapun. Juga lebih mudah diserap dan masuk menjadi pemahaman bagi orang banyak. dia kemudian makan dan ada yang bayarin. 10. Dan mestinya. pengalamannya. kelak ia akan mengubah jumlahnya.? Langkah dan Hasil Kebetulan dan Metode Supaya gampangnya saya berikan contoh. sebagai sebuah metode? Bahwa kalau mau keluar dari masalah. Tapi yang satu ini memahami satu hal. Orang ini tetap bersyukur kepada Allah.menjadikan pengetahuannya. Jumlahnya katakanlah mendekati Rp. Setelah shalat Jum’at dia makan di warung dekat masjid. ia kemudian tambah menyadari dan tambah meyakini kebenaran janji Allah. Tapi orang ini tidak menyadari dengan ilmunya bahwa peristiwa ini ada kaitannya dengan sedekahnya yang Rp. 1000 di waktu shalat Jum’at. Sama peristiwanya. atau minimal mengistiqamahkan ibadahnya. Terus. 10. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut . 1000. maka bisa dengan mudah diikuti.000 atau Rp. success story lebih mudah masuk ke hati dan pikiran orang. Jadi. makanannya dibayarin orang.

tidak istiqamah. langkah dengan hasil. bila dijalankan dengan sungguh-sungguh. dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. Alias sebenarnya bagi seorang Mukmin. Kemudian bergerak untuk mengamalkan. banyak kejadian yang sebenarnya punya korelasi antara hasil dengan langkah. Seperti di atas tadi. bahkan akan menjadi lebih hebat .nama Allah gemetarlah hati mereka. Padahal. ia memahami. Artinya. dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya). barangkali dianggap sebuah kebetulan. Pengertiannya. Bahkan. bahwa ternyata di balik kisah itu ada sebuah metode yang kalau diikuti dia akan berulang kejadiannya. Beda dengan yang berilmu. seseorang akan naik terus derajatnya. kebetulan saja bila ia dibayari orang makan siangnya. atau sebaliknya. Dia hanya mencuplik satu dua kisah saja yang biasa ditemui di keseharian. ada yang mengalaminya. maka subhanallah.” (QS. Seseorang cenderung tidak mengulangi. Ketika terbukti. karena ya itu tadi. imannya. bertambah-tambah pembuktian pun sudah beriman. yang namanya sistem. bertambahtambah. maka ia akan membentuk ketetapan hasil yang akan cenderung baku. Ini bolehlah disebut bergetar. Buat seorang yang tidak berilmu. Dan ini pun semua terjadi atas ridha dan izin-Nya. Inilah saya sebut sayang bila tidak dimetodekan. yang menganggap hal tersebut adalah bukan kebetulan. al-Anfaal: 2) Ketika ilmu masuk. Berupaya Mencari Sesuatu di Balik Kisah Buku yang ada di tangan saudara ini adalah buku yang sederhana. bukan karena ia bersedekah ketika shalat Jum’at. tanpa perlu Korelasi Gerakan Akhirnya. dianggap sebuah kebetulan yang sifatnya “normatif”. Buku ini hanya memberi bobot penggalian kisah-kisah tersebut dan menyuguhkan kepada pembaca.

Tapi manusia senangnya memilih cara yang repot. memberikan cara yang mudah bagi manusia. Tidak ada istimewanya bagi yang tidak mengistimewakan Allah.lagi hasilnya bila bobot amaliyahnya ditambah kualitas dan kuantitasnya. Alangkah cantiknya bila seseorang memiliki dunia dan juga memiliki Allah sebagai Pemilik dunia. rasa dan pikiran seorang hamba kepada Sang Khaliq.? . hidup pun akan biasa saja. jangan buru-buru silau. ketiadaan ilmu yang barangkali membuat seseorang tidak mengetahui bahwa dia bisa punya energi dan kemampuan yang akan melipatgandakan hasil keringatnya. Bila ibadah diperbaiki. tapi di tangan orang-orang yang tidak rajin beribadah. Yakni tadi. shalat malam. ibadah. menyenangkan hati yang berduka adalah “hanya sekian” dari apa yang disebut sebagai ibadah. Namun bila ibadah buruk. Tapi apa boleh buat. Padahal Allah tentu yang paling tahu tentang kunci-kunci perbendaharaan rezeki-Nya. Tentu dengan memperluas seluas-luasnya cakupan ibadah yang dimaksud sebagai seluruh gerakan. memberi makan anak yatim. Allah memberikan cara yang gampang bagi manusia. lewat jalan ibadah. Bila nampak dunia yang bagus. Mencari Rezeki Cara Mudah Mencari Rezeki Cara Repot Saudaraku. Itu bisa ditempuh dengan satu ayunan langkah. Namun dia hanya memiliki dunia-Nya. barangkali sebab ilmu dunia dan usaha orang itu sendiri. hasil tenaga dan pikirannya. cara yang sukar. Ibadah biasa saja. mencari dunia-Nya. maka kehidupan pun akan menjadi lebih baik lagi. maka kehidupan buruk yang akan terhidang. dalam urusan mencari rezeki. Sedekah. Allah menyebut kunci segala kunci bagi manusia itu adalah dengan beribadah kepada-Nya. tidak memiliki diri dan keridhaan-Nya. Kiranya itulah kebaikan dari Allah.

di setiap tahapan ibadah menjadi sebuah kegiatan yang berpahala dan mempunyai kebaikan dunia akhirat. dan lain sebagainya. SESUNGGUHNYA TIDAK ADA YANG INSTAN. ya di di toko. di rapat ini rapat itu. Semuanya memiliki rentetan proses yang saling kait mengkait. Jam kerja/usaha ikhtiar buminya adalah ketika kerja dan usaha itu sendiri. karena ia adalah kerjaan yang membutuhkan kesediaan waktu. Bekerja dengan Allah Bekerja untuk Allah Jadi. Dilihat dari keharusan melakukan ikhtiar yang di luar ikhtiar buminya. atau lainnya. Dan yang jam tambahan. ya ketika kita duduk bersama anak yatim dan mencari anak asuh tersebut. energi. shalat malam. bahkan sejak seseorang baru saja berniat untuk melakukan ibadah.Tidak Ada yang Sim Salabim Jam Ibadah = Jam Kerja Ikhtiar = Ibadah Ibadah = Ikhtiar Tidak ada yang sim salabim. adalah segala urusan dunia. Malah nanti akan dipaparkan. Sedangkan “jam tambahannya”. di pertemuan bisnis ini dan itu. . Jalan ibadah pun bukan jalan sim salabim. Di dalam pengantar ini. baik ketika memberi makan anak yatim. Contoh. Jalan ibadah adalah jalan yang berproses. masih di lembar muqaddimah buku ini. harus kita lihat sebagai “jam kerja” tambahan juga. di warung. di belanja keperluan usaha. ibadah adalah sebuah sebuah ikhtiar juga. Karenanya. di kantor. biaya. saya ingin memberikan satu garis yang jelas bahwa sungguh pun nanti ada pengisahanpengisahan yang sepertinya instan. anjuran memberi makan anak yatim dan atau menanggung sebanyakbanyaknya anak asuh. jangan-jangan yang jam utama adalah ibadah. Tidak ada yang sim salabim abrakadabra.

Sedang di waktu malam. maka bayarannya subhanallah pasti lebih besar daripada kerja sama manusia. Yah. kan kita menganggap shalat Malam sebagai pekerjaan sambilan. Siapa yang bayar? Ya Allah! Dan karena bayarannya dari Allah. Allah menghitungnya sebagai ibadah. Untuk bisa shalat Malam kita harus lembur mengorbankan waktu kita meski hanya sekadar dua rakaat. Dia punya . Sebab. Dia merasa ada yang aneh. Pengalaman yang Menjadi Ilmu Ilmu yang Menjadi Metode/Sistem Berikut ini adalah contoh lainnya lagi. khairun minaddunyaa wa maa fiihaa. Subhanallah. karena kerjanya sama Allah. hitung-hitung pemanasan sebelum mukaddimah yang sesungguhnya dari buku ini. tidak mengerjakan. saya menyebut dua rakaat itu sebagai “lembur”. ternyata bayarannya jauh lebih besar daripada seorang karyawan bekerja seharian penuh. “sekadar” dua rakaat saja shalat Tahajjud. sekarang kita coba ambil contoh lain lagi. Lihat saja bayaran Allah untuk “pekerjaan” yang satu ini. Ibadah’kan artinya menghamba sama Allah. Karena judulnya bekerja dan berusaha untuk Allah. Makanya. Mengapa bisa beda?! Sebab si karyawan bekerja di siang harinya dia bekerja untuk manusia. Haji Doni dan Hajjah Dian. Ya. Contoh lainnya adalah sepasang suami istri sahabat saya. Menjadi ‘abid-Nya. menjadi pelayan-Nya. maka baginya lebih baik pahalanya (kebaikannya) di sisi Allah daripada dunia dengan segala isinya. Dan ini juga pekerjaan. dia shalat Malam. Kalau di bait-bait di atas contohnya adalah sedekah. pekerjaan tahajjud. yaitu shalat Malam. ya ada bayarannya.Inilah yang disebut bekerja dengan Allah dan untuk Allah. Padahal. ya besarnya berbeda dengan bayaran hasil keringatnya sendiri. siapa yang shalat dua rakaat di tengah malam. tidak bangun. Malah tidak sedikit yang menganggap “pekerjaan” tahajjud sebagai pekerjaan yang nambah beban keletihan setelah sepanjang hari bekerja. Lagi bangun ya mengerjakan.

tentang bagaimana membuka jalan rezeki lebih banyak dan lebih besar namun tetap di jalan-Nya yang benar dan lurus. Makananan yang disediakan buat anak-anak yatim itu pun berubah menjadi lebih terencana dengan menu yang semakin baik. Keduanya menganggap inilah hasil ikhtiar ibadahnya. Kawan saya inilah yang kelak memproduksi film layar lebar KUN FAYAKUUN. Dia jalankan terus sepenuh hati dan dengan keyakinan yang bertambah. berbagi sistem. tapi berbagi metode. Proyek-proyek yang bersih. bahkan metode ini dia “pasarkan” kepada kawan-kawannya yang lain untuk samasama dipercayai. Tapi siapa sangka bila kemudian dia menyadari bahwa pekerjaan mulai ramai. Film yang kelak ditonton lebih dari 5 juta penonton ini dengan mudah dibesut oleh kawan saya ini. Dia berusaha teguh tidak meninggalkan “pekerjaan isengnya”. Maaf disebut iseng. ini’kan pengalaman yang berbuah menjadi ilmu! Hebatnya kawan saya itu kemudian menjadikannya metode. Dari maghrib sampe isya. sepi. Belum lagi lahir order-order iklan PSA (Iklan Layanan Masyarakat) dari banyak perusahaan dan departemen. Kini. bukan sambilan lagi. Sebab dia emang melakukan dengan tidak berlatar belakang “ilmu”. Akhirnya dia sadar. Lalu “iseng” mengumpulkan anak yatim saban malam Jumat. dan dirasakan manfaatnya. bahwa duduknya bersama anak-anak yatim itulah yang sudah menjadi pembuka jalan. Ini bukan saja berbagi ilmu dan pengalaman. diikuti.pekerjaan. berikut pemasangan iklan-iklannya di TV. Dia betul-betul mengaku berkah menjalani “pekerjaan sambilannya” itu. Sebab sekarang sudah dia jadikan pekerjaan utama. clear & clean mulai berdatangan. Nah. Haji Doni dan Hajjah Dian. Pokoknya melakukan. Film yang menginspirasikan banyak orang di Indonesia tentang kekuasaan dan kebesaran Allah. Ibadah = Pekerjaan? MPA (Manajemen Perusahaan Allah) .

Bekerja dengan Allah dan untuk Allah. Dia delegasikan tugas-tugas belanja dan masak ke orang rumahnya/ke pembantunya. stok (gudang). Saban malam Jumat beliau berdua mencari anak-anak yatim. ruang TV yang terpakai oleh anak-anak yatim itu. Seseorang harus bekerja dan berusaha. dan menyenangkan mereka semua. anak-anak pun tidak langsung bubar. merapikan piring dan gelasnya. Masya Allah! Insya Allah akan coba dibahas juga di buku ini tentang ayat-ayat terakhir surah alJumu’ah yang membahas pengajaran tentang ibadah yang terkait dengan terbukanya pintu rezeki yang pengajaran ini berasal dari Allah. Apalagi’kan untuk bisa sedekah. Ini saja. sebaik-baik . Dia’kan harus belanja. Khairurraziqin. menyapu dan mengepel lantainya. dsb. Ini pun masuk dalam hitungan waktu bekerja dengan dan untuk Allah. Inilah yang Allah suka.Sekarang kita lihat Haji Doni dan Hajjah Dian. dan mengembalikan ruang tamu. Benarkah ini bukan pekerjaan? Saudaraku. Istilahnya. Perjalanannya sebenarnya lebih panjang dari “sekadar” 1 jam itu. melainkan sedikit bercengkrama. Seakanakan orang-orang rumahnya ada yang dia angkat sebagai manajer. sebagai pengelola keuangan. yaitu membahagiakan anak-anak yatim. sebagai bagian purchasing (pembelian). mengumpulkan. Iya’kan? Lalu berjuangnya dia mengosongkan waktu ashar di hari Kamis supaya sampai di rumah sebelum maghrib pun harus dilihat sebagai “jam kerjanya” juga buat Allah. Belum lagi merapikan karpetnya. produksi (masak). inilah pekerjaan. Inilah juga yang disebut ibadah. duduk bersama. dari mana Haji Doni dan Hajjah Dian punya duit buat sedekah? Ya dari pekerjaan dan usahanya. Benarkah dia cuma bekerja 1 jam? Dari maghrib sampe isya saja di setiap malam Jumat? Enggak juga. manusia mau menyisihkan waktunya untuk diri-Nya. sudah seperti mengelola “MPA (Manajemen Perusahaan Allah)”. Begitu selesai isya.

. selalu ada saja jalan tambahan rezeki yang membuat seorang manusia yang rajin ibadah. mengapa pula ia bisa membuat kita menjadi berkah? Sebab ada mata rantai ekonomi yang terjadi dalam satu praktik ibadah. Sebut saja barusan tadi. bisnis ini dan itu. produsen bahan pakaian dan aksesori umrah dan haji. Mengapa demikian? Sebab masjidnya hidup juga 24 jam. Masjidil Haram dan Masjid Nabawi adalah dua masjid yang tidak ada matinya. Jaringan hotel yang menjadi penginapan transit jamaah. Ekonomi Hidup Saudaraku. katering lokal.Pemberi rezeki. bisnis hotel. membeli makanan. pesawat Garuda dan seluruh keluarga besar karyawannya. berkahnya dirasakan juga oleh bangsa lain di negara yang lain. bisnis pakaian. saya ulangi kembali kalimat di awal tulisan pengantar ini. bersedekah. dan masih banyak lagi. Dalam mengerjakan suatu ibadah. yaitu pasar di sekitar Masjidil Haram di Makkah dan pasar di sekitar Masjid Nabawi di Madinah. Ini yang saya yakini! Malah. Hidup terus! Karenanya. saya menyebutnya bukan tambahan rezeki. banyak sekali mata rantai ekonomi yang terbangun dengan sendirinya. Jalan Rezeki Utama Ibadah Hidup. bisnis maskapai penerbangan. Bahkan. transportasi bus yang mengangkut jamaah dan pengiringnya ke bandara. Dua-duanya hidup 24 jam. bisnis katering. tapi jalan rezeki utama. Indonesia misalnya. mau menambah jalan ibadah. memberi makan anak yatim. Berkah dah! Masjidil Haram & Masjid Nabawi Tidak aneh bila kita lihat bahwa di dunia ini ada dua pasar yang tidak ada matinya. menyediakan pakaiannya. dan sebagainya. menggunakan jasa transportasi untuk ke pasar dan untuk mengangkut anakanak yatimnya. shalat bersama anak yatim. seluruh rangkaian mata rantai ekonomi terbangun dan hidup pula. produsen bensin. wah. dan juga berkenan untuk mengistiqamahkannya.

layangkan saja e-mail ke saya. melengkapi pembahasan yang jauh dari sempurna ini.Subhanallah. dsb.com. unek-unek. maka itu adalah penuh dengan kemaslahatan. mau menjadikan segala sesuatu yang kita kerjakan sebagai jalan-jalan ibadah kepada-Nya. ibadah.. Apa saja yang dipandang perlu untuk dikritisi oleh pembaca semua jangan segan-segan layangkan imel ke saya atau ke web admin. Apalah lagi kalau si manusianya.. Di dalam buku ini dilampirkan sedikit kumpulan tulisan saya yang pernah dimuat di majalah Gatra & di website www.. tapi insya Allah saya . Atau sekadar saran. tapi bicara tentang hal-hal yang kerap dianggap kecil seperti sedekah. kita maksudnya. Meski saya jarang berkesempatan membalas langsung. tahajjud. terlebih lagi untuk hamba-hamba-Nya. baca Al-Qur`an. Maka Allah betul-betul akan “membayar” kita dengan ridha dan keberkahan dari-Nya. dhuha..wisatahati. pendapat. Selamat Menikmati “The Miracle” Demikianlah pengajaran yang mudah-mudahan berguna buat diri saya dan buat diri orang yang mau memahami pentingnya ibadah. Dan belum bicara tentang maslahat yang lebih besar kepada orang yang lebih banyak lagi. bahkan ia berbicara tentang ibadah-ibadah yang bukan ibadah secara makro. Allah menyediakan dunia-Nya untuk manusia ciptaan-Nya. yang semuanya juga adalah ibadah yang menguak kebesaran Allah dan kehebatan ciptaanNya. memberi makan anak yatim. masa kemudian kita yang beribadah jadi kalah terang segalagalanya daripada yang tidak beribadah? Pasti ada yang salah jika demikian. misalnya lewat jalur penelitian dan pengembangan penemuan teknologi ini dan itu. tidak apa-apa. dan ibadah. Maha Suci Allah yang bila sudah menggariskan sesuatu. mengasihi orang miskin. kesan pesan terhadap saya barangkali. Apa yang dinukil di buku ini adalah sesuatu yang sangat kecil. maka dengan senang hati saya menerimanya.

Tentu saja kita kepengen seperti yang disebut terakhir ini. Ada yang luruslurus saja ketika ga megang harta. berubah lalai. Bagi saya. Sementara itu. . tetap saleh. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Pentingkah Dunia? KDW0120 Seri-20 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Pentingkah Dunia? Banyak sekali perumpamaan tentang dunia di dalam al Qur’an. tidak sedikit juga yang kemudian tetap selamet dan menjadikan “memiliki” dunia sebagai keutamaan yang menambah iman dan kesalehan. Begitu ada. Punya dunia. saya pun mengamini agar diri kita siap saja dulu. Namun segitunya saya berprinsip ini. Begitu punya harta. kebanyakan manusia tidak punya tauhid yang bagus. yang berhasil.baca. yang banyak manfaatnya. bertambah-tambah takutnya sama Allah. Berubah sombong. asal kita ga melupakan Allah. Punya dunia. Punya dunia. menjadi muslim yang kuat. dia nangisnangis minta sama Allah. tapi bertambah-tambah kebaikannya. Pas ga ada dunia di kakinya. saya yang muda ini masih menganggap. mudah-mudahan selingan esai-esai di 2 kuliah kemaren. Ok. Betapapun. sudah cukup menjawab beberapa pertanyaan yang dialamatkan ke saya. Daripada kemudian berubah menjadi liar setelah memegang dunia. Allah dilupakan. berubah “nafsi-nafsi”/hidup sendiri-sendiri. sangat fair Allah mengajarkan kita tentang dunia-Nya. Entahlah. Ga apa-apa kita mencari dunia. Malah bertambah saleh. Punya dunia. ini juga persiapan memegang dunia tapi mengendalikannya. lebih disukai Allah ketimbang muslim yang kemudian menjadi beban bagi orang lain dan minim manfaat gara-gara ketidakberdayaan SDM dan ekonominya. Selamat menikmati The Miracle. bukan dikendalikan dunia. ga boleh timpang salah satunya. Sayang. Berikut ini kita lanjutkan esai-esai yang masih berkelanjutan dengan soal-soal tauhid yang dilekatkan/dikaitkan dengan shalat. dan kelewat sibuk sampe lupa sama Allah ‘azza wa jalla. jadilah orang-orang yang terdepan dalam dunia dan akhirat. Hebatnya. berubah. bertambah tawadhu’.

(-) Iya. (+) Barusan shalat jam berapa? (-) Zuhur? (+) Ya. (+) Sudah berapa cabang sekarang ini…? (-) Baru empat cabang. (+) Shalatnya bagaimana…? (Kebetulan saya yang nanya. jadi orang kebanyakan ga tersinggung. Benarkah kemajuannya itu nikmat. (-) Oh. kelak yang akan membuka tabir apakah sesungguhnya yang sedang terjadi. Zuhur. Saya sering memancing dengan kalimat pertanyaan tersebut ke kawan-kawan. sepintas tidak ada masalah ya dengan dialog di atas. yang kemudian kami sama-sama merenung jadinya. (+) Wah. Setidaknya dilihat dari jawaban-jawabannya yang banyak mengucapkan puji-pujian kepada Allah. shalat mah walau telat. subhaanallaah… Alhamdulillah. Malah kayaknya dialog di atas terjadi di antara dua sahabat di mana salah satunya adalah pengusaha soleh yang sukses. setelah dapat jawabannya. Apalagi dengan posisi saya yang katanya “ustadz”. ataukah justru azab?) (-) Alhamdulillah. Kebetulan hari ini ada meeting . Sama beberapa peserta rapat. Saya jadi lumayan sibuk muter antar-cabang. Tidak nampak di antaranya ada penyakit. saya ga tinggal. Maka jawaban yang jujur yang didapat dari dia. subhaanallaah ya. Maka pertanyaan itu adalah pertanyaan yang dianggap wajar oleh kebanyakan orang. saya ajukan lagi pertanyaanpertanyaan lainnya. zuhur malah saya berjamaah. *** Peserta KuliahOnline.*** Tidak Sadar (+) Tambah sibuk ya…? (-) Alhamdulillah… Begitulah. Kemudian. Benarkah demikian? Belum tentu. Subhaanallah dan alhamdulillaah.

Macetnya kan ustadz tahu sendiri.markom. (+) Koq sesekali? (-) iyalah Ustadz. Kayak apa macetnya. Nah. (+) Ooohhh… (-) Kenapa emangnya…? (+) Sering begini…? (-) Maksudnya…? (+) Shalat itu kan lebih baik di awal waktu. ini menjadi berjamaah shalat tidak tepat waktu). Kan masing-masing juga punya jadual kesibukan masing-masing. Istri saya sekarang punya usaha. Tapi shalat tepat waktu juga. banyak yang merasa fine-fine aja. jalan-jalan sama anak2? (-) Sesekali Ustadz. Sebenernya ini udah tanda-tanda. sama peserta rapat. Saya sendiri pun kadang supervisi ke cabang-cabang saya lakukan dalam sabtu minggu. Terusin saja ngikuti esai KuliahOnline ini. Pembaca yang dirahmati Allah. kondisi shalat di jam-jam 1-an itu sering? (-) Iyalah Ustadz. Kan suasana Jakarta juga subhaanallaah. Benarkah baik-baik saja? Ya. (lihat. keluarga gimana? (-) Alhamdulillah. “Hanya”. Yang penting kan shalatnya ya ustadz. terusin saja bacanya. . Yah. iya kan? Kadang saya perpindahan meeting ke meeting. kami baik-baik saja Ustadz. susah juga untuk shalat tepat waktu. Ustadz. Terus. Anak-anak pun ada jadual sekolah lah. Merasa baik-baik saja. baik-baik saja. Tapi alhamdulillah. Jam-jam 10-an saya udah di rumah. kayak yang lain dah. (+) Tiap hari pulang jam berapa? (-) Normal aja. jadual ini itu. (+) Jam berapa? (-) Jam 1-an. dia ini “tetap berjamaah”. jadual klub lah. penting. Habis makan siang. Tapi sampe di sini. (+) Sabtu Minggu. berjamaahnya ini kita lihat jam berapa? Sehingga buat saya. (+) Iya.

coba saja dirasakan. merasakan aroma wangi rambutnya yang habis keramas untuk kita? Betapa hebatnya kita merasakan dulu manisnya bicara berdua sambil ngopi. butuh dihidangkan kopi atau teh bikinan istri sendiri. buat siapa lagi mereka bersih. komunikasi makin jauh. Misalnya. Atau pun kalau tidak. Seperti bekerjasama dengan meniatkan/menyengaja shalat tidak waktu). kemanisan. Akibatnya? Hambar. Kita. Sampe kemudian buka usaha sendiri. (Masih untung kalo tetap beribadah. tanpa tahu dengan pasti ada di mana. Beda. dengan menyuruh berorganisasi. aktif di pengajian-pengajian. Keaseman. supaya jangan selalu menunggu dia. para suami. Seberapa sering sekarang kita menyisir rambut kita punya istri? Memijit pundaknya ketika dia kelelahan memasak untuk kita? Seberapa sering kita kemudian membelai dia punya rambut. para suami kemudian memberikan kesempatan pada istrinya untuk mengambil kesibukan lain. keasinan. Satu ke Barat. Hanya ada laporan sms demi sms saja. wangi dan segar? Wong suami yang dicintai tidak ada di sisinya/ Kita. mengumpulkan dan mempertahankan dunia. Lama-lama. Tapi bagi saya. Sebab suaminya entah ada di mana. seberapa banyak yang kita bakal makan dan nikmati? Tanya para istri. mereka tidak lagi semangat mandi dan pakai wewangian. Ya. seakan-akan tidak masalah dengan berjamaah di jam 1. Atau bahkan di jalan. berkomunikasi dengan cara ini pun menjadi sebuah rutinitas yang disebeli sebenernya. Kayak esai di atas. segitu hebatnya kah kita mengumpulkan uang? Kalopun kita kumpulkan. pun menjadi satu peristiwa yang malah menambah kehangatan dan jadi candaan hidup yang dinikmati. ya perselingkuhan. Ujungujungnya. atau rasa yang tawar karena justru lupa dikasih garem. Sebab mereka pikir. Sarapan.*** Punya Istri kayak Engga Punya Istri Punya Suami Kayak Engga Punya Suami Kesibukan manusia mencari. banyak para istri yang sedikit sekali merasakan sentuhan hangat suaminya seperti awal pernikahan. belanja dari mall-ke mall. satu ke Timur. Ini fakta. Dalam hubungan suami istri. para suami. adalah manusia-manusia yang sejatinya sangat suka memasak masakan istri kita. meskipun kualitas ibadahnya harus dipertanyakan dengan jawaban kejujuran. sudah merenggut banyak hal yang dia punya. Perjalanannya kemudian tidak jarang berakhir di perceraian. Masya . Atau sekedar ber-3G ria. itu adalah – sekali lagi – samasama berjamaah tidak tepat waktunya. nge-teh? Sekarang? Frekuensinya? Makan di rumah. Tidak sedikit. namun menjadi sebuah ritual yang tetap harus dijalankan. di kantor masing-masing. sudah jarang. dan sedang apa. Wuih.

dan jika para suami menemukan hal-hal tersebut di diri perempuan yang bukan istrinya. Buru. Sekarang? Bagaimana? Kita bakal menemukan itu. Selanjutnya. ternyata pintu kamar kita ada yang mengetuk. Sedemikian gawatnya kah? Ya. Sabar”. dengan kasih sayangnya. Lalu masa kan terjadi sama kita? Jika demikian. Lalu berdirilah di hadapan kita seorang perempuan berseragam hotel menawarkan welcome message. *** . ya kejar. Dari sekedar nanya sudah makan belum. gara-gara perkaranya sepele: Shalat kita engga beres. namun sebatas jangan sampai dianggap tidak meng-sms! Akhirnya ya begitu dah. Terusin terus ngikut KuliahOnline nya. tapi jika ada pemicunya? Apa yang akan terjadi? Sebut saja suaminya kemudian pulang selalu larut malam. maka terjadilah hal yang tidak diinginkan. Sedang ia tahu. Ada yang bertanya. “Teruskan saja dulu bacanya ini tulisan. saya masih bilang. Ketika kita lelah. menemukan apa yang diinginkannya di laki-laki yang bukan suaminya. dan dapatkan. Kalau kita bisa memburu dunia. Tidak sanggup kemudian saya meneruskan tulisan ini. ketika menginginkan pijatan lelah. Lelaki itu kemudian memberikan perhatiannya. Maaf ya. Tapi semua itu akan terjadi. Ketika lelah rapat di luar kota. ada tangan-tangan manis yang memegang kepala kita. menyentuh lembut kaki kita. ada tarifnya. pertanyaan itu pun lakinya kirimkan. kita hidup untuk siapa dan untuk apa? Ini semua. jangan salah. Bahkan saudara-saudaraku. Para istri pun demikian. jika para istri. yang istri itu tahu bahwa pertanyaan itu adalah pertanyaan yang muncul dari perhatian karena ingin mencuri perhatian. Sebab dunia itu jahat. Untuk 10 menit pertama. dan jalan lagi sepagi mungkin. dan pasang telinga buka mata. bagaimana bisa berpengaruh antara shalat dengan kejadian itu? Ya.Allah. akan diambil oleh dunia. pundak kita. yang datang dari seseorang yang pernah sangat ia kenal. Seakan tidak akan terjadi jika di kehidupan nyata. sudah minum belum. katanya. Bahkan oleh mereka berdua. kalau kita pejamkan mata kita. Apa yang ia dapat sebagai seorang istri yang butuh suaminya? Datanglah sms menanyakan khabar. Lalu ia jawab. Berarti saya menyuruh tidak doyan dunia ya? Loh. coba aja dipikir sendiri. Mereka adalah makhluk-makhluk Allah yang teramat berdosa jika kita tidak perhatikan kebutuhan biologisnya. Free. he he he. banyak kejadian begini di sekitar kita. Betapapun mereka sanggup mengatasinya.

banyak ayah dan ibu. Tuhan Sang Pencipta. Apakah begini yang disebut hidup nikmat? Tidak sedikit anak-anak yang tidak merasakan dikelonin/dimanja ayah ibunya ketika mereka mau tidur. dan jatuh lagi. mengapa memasukkan ke sekolah yang punya peraturan seperti itu! Tidak sedikit para orang tua. di mana para gurunya mewajibkan liburan kali ini didampingi orang tuanya. yang untuk mengambil raport anaknya pun mati-matian menyisihkan waktu. bahwa apa yang kita lakukan adalah untuk dia. atau membantu mengikatkan rambut putri Anda yang sudah memanjang dan bisa diikat? Kapan Anda punya kesempatan memandikan anak-anak Anda? Membetulkan. Sementara. yang tidak bisa melihat momen di mana anak bangun tidur. Sekarang ini. tidak bisa mengendalikan perkembangan bisnis dan pekerjaan yang kita anggap sebagai “kemajuan” adalah anak kita. Masih syukur kalau anak Anda masih hidup. eh begitu anak sudah berwujud sebagai anak. Untuk anak-anak kita. Bagaimana kalau anak Anda sudah meninggal dunia. pakaiannya? Meraba halus kulitnya? Kapan terakhir Anda bercanda dengan anak Anda dan melihat senyumannya anak-anak Anda? Jangan-jangan tidak pernah.Punya Anak Seperti Tidak Punya Anak Yang paling merana sebab kita tidak bisa mengendalikan waktu. Saking sibuknya. Sementara. yang menikmati pertunjukan Allah. Anda ada di sampingnya? Kapan Anda terakhir bermain bola dengan anak laki-laki Anda. mereka tidak punya waktu. adalah orang lain. Lalu kemudian kita berkata. baby sitternya. istri bersuka cita sebab merasa lengkap sebagai seorang perempuan dan sebagai seorang istri. Gila ga? Untuk menemani anaknya berlibur. neneknya. apakah mereka punya ayah atau tidak. Lalu kita diberitakan kabar gembira ini tanpa menyaksikan pertunjukan ini secara langsung. pengasuhnya. Tidak jarang para ayah muda yang tidak melihat momen di mana bayinya baru bisa berjalan. Para ibu. engga tahu. tertatih. untuk mereka. Para suami bersuka cita sebab istrinya hamil. Anak yang begitu ditunggu keberadaannya. sibuk bekerja. tidak bisa mengendalikan usaha. yang ketika meninggalnya pun Anda tidak bisa menemaninya menghembuskan nafasnya yang terakhir? . Kapan Anda terakhir mendengar anak Anda membaca al Qur’an? Di mana ketika mereka membaca al Qur’an. Para ayah sibuk bekerja. kita tinggalkan dia untuk kita berikan waktu kita untuk dunia. Karena gelap-gelap mereka udah jalan. anak-anak kita. Dan tidak sedikit yang menyesal.

Yakni sebab kita tidak perhatian sama shalat. Mereka lebih nyaman berada di kekasihnya. Coba benahin shalatnya. Dan Anda. ketika kita butuh kehadiran mereka. Segitu sibuknya kah kita. Sebagaimana kita ridha menerima datangnya siang. Kelak mereka akan mencari kesenangan yang tidak didapatkan dari kita.Segitu sibuknya kah kita. sehingga ketika anak kita panas badannya lalu yang merawat adalah tangan yang bukan tangan ajaib baginya? Ya. kita tidak sanggup melakukannya walo hanya sebulan sekali? Jika demikian. Lalu. Kenapa? Karena mereka tidak terlatih untuk itu! Semua bukan semata-mata karena kita sibuk ngurus dunia. Ditelan kesibukan sendiri. Kelak mereka akan mencari perlindungan dari yang lain. kita kudu juga ridha menerima datangnya . sehingga untuk duduk bareng membaca buku bersama anak kita. ketika kita tua. Maka Allah akan aturkan buat kita usaha yang membuat kita masih bisa ngegendong anak. Bukan itu saja. Mengajaknya jalan-jalan di taman. mereka sama sekali tidak tergerak untuk bersam-sama kita menghabiskan sisa umur kita bersamanya. sungguh pun kita lengkapi hidupnya dengan super fasilitas. tangan kita adalah sentuhan ajaib bagi penyakit anak kita. Dunia yang kita cari bahkan sesungguhnya tidak menyisihkan kenikmatan buat kita kecuali kenikmatan yang semu. Jadilah kemudian kita ditelan waktu. siapa kita di mata anak-anak kita? Tidak lebih sekedar pencari dunia. sudah bisa menjawabnya sendiri. dan ada juga yang tidak menyenangkan. semua keadaan akan menyenangkan hati. dan mendengarkan celotehannya. Mereka lebih betah di rumah kawan-kawannya. Kita diberi-Nya pekerjaan yang tidak membuat kita menjadi makhluk-makhluk yang bahkan kita kepayahan ketika mau menikmati dunia yang kita cari. Tapi sebab yang sangat mendasar. Tapi bagi seorang mukmin. Kelak mereka akan mencari kasih sayang dari yang lain. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Betapa Jauhnya Kita Dari Allah KDW0121 Seri-22 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Betapa Jauhnya Kita Dari Allah Ada banyak hal yang menyenangkan hati di kehidupan ini.

malam. Sebagaimana kita senang menjalani kehidupan yang terang, kita kudu juga siap dengan datangnya kegelapan. Betapapun ia sunnatullah di kehidupan ini. Satu hal yang harus kita yakini adalah di mana pun situasi kita berada, ada Allah yang senantiasa menemani. Susah senang adanya di hati. Gelap terang, bukan di mata. Barangkali, ikhlas menjalani hidup ini, pun merupakan pelajaran tauhid yang senantiasa akan diperlukan sebagai bekal di kehidupan ini. Saudara-saudaraku peserta kuliah online yang berbahagia, RINDU rasanya saya ketemu dengan Saudara-saudara semua, salah satu partner terbaik saya dalam belajar tentang Allah, rasul-Nya, dan kehidupan. Bulan-bulan terakhir ini, Allah memberikan keluarga kami hidangan-Nya. Sama saja dengan siapapun di dunia ini, ada susah, ada senang. Dan saya kira semuanya adalah persoalan penerimaan terhadap hidup ini. Kalau kita terima, maka semua keadaan akan baik-baik saja, akan senang-senang saja. Orang-orang yang punya hutang, misalnya, ketika ia kemudian menyadari bahwa ia tidak bisa bayar hutang-hutangnya, ketakutan demi ketakutan akan menghantui kehidupannya. Takut dipenjara, takut ketahuan sama keluarga, takut dilecehkan tetangga dan saudara-saudara, takut kehilangan muka, takut merugikan orang lain (yang sebenernya sudah terjadi), dan takut sama kenyataan-kenyataan yang sesungguhnya belum terjadi! Orang-orang ini takut sama bayangbayangnya sendiri bahkan. Jadilah kemudian mereka gelap di tengah dunia yang semestinya terang. Sendirian di saat dunia ini begitu penuh dengan manusia. Kesepian di saat dunia ini ramai. Ga berani keluar rumah. Ga berani ketemu orang. Ga berani menegakkan muka. Bahkan ga berani membuka mata! Inginnya kabur saja, bahkan tidak jarang kepengennya mati saja. Hidup lantas jadi cape, letih, lelah. Semakin dicari itu solusi, semakin membuahkan masalahmasalah baru. Orang-orang yang gagal ini kebanyakan sebab gagal memikirkan Allah, tuhannya. Yang ia pikirkan, nasibnya, nasibnya, nasibnya. Bukan memikirkan kelakuankelakuannya kepada Allah dan rizki-Nya yang selama ini kita sudah tidak syukur kepada-Nya. Dan saya melihat saya. Saya tidak mau demikian itu terjadi dalam hidup saya. Saya lebih memilih ikhlas menjalani kesusahan, sebagai penerimaan rangkaian akibat dari kejauhan saya dari Allah. Betul, saya yakinkan diri saya, alih-alih saya memikirkan solusi, lebih baik akhirnya saya memikirkan Dia dan saya. Maksudnya, saya memikirkan bagaimana sih perjalanan kehidupan saya? Apakah ada Allah di sana? Seberapa dekat dan seberapa jauhnya saya? Ternyata masya Allah, saya menangis. Saya jauh dari Allah. Saya banyak lalainya hidup ini. Perjalanan saya sudah jauh melenceng dari tujuan diciptakan-Nya saya; yaitu untuk beribadah kepada-Nya. *** Perjalanan saya di kemudian hari ternyata – menurut saya --perjalanan tauhid. Saya menyebutnya perjalanan mencari Tuhan yang hilang. Hilang kemana? Hilang dari hati dan kehidupan. Perjalanan mencari Tuhan yang hilang di hati ini. Tentu saja saya berupaya kembali memasukkan Allah di hati, di pikiran, biar mewarnai gerak kehidupan. Semoga saya dan Anda semua, tidak kehilangan lagi Allah di kehidupan ini. Maka senantiasa ada doa yang dibaca setiap habis shalat; Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitanaa wa hablanaa mil

ladunka rahmatan. Innaka antal wahhaab, ya Allah, janganlah Engkau kembali menyesatkan kami setelah Engkau memberikan kami hidayah, petunjuk. Dan karuniakanlah kami hidup yang penuh rahmat. Sesungguhnya Engkaulah Allah Yang Maha Memberi Karunia, Maha Memberi Pengajaran. Maka bolehlah saya menyebut, kegagalan manusia memperbaiki kehidupannya, atau mengubah kehidupannya menjadi lebih baik lagi, adalah sebab imannya tidak dibenerin. Tauhidnya tidak dibenerin. Amal ibadah memang barangkali dibangun, dikerjakan, tapi iman dan tauhidnya ga ada. Akhirnya banyak yang malah kemudian mengeluh. Kenapa saya sudah bertobat, koq tetap saja susah? Kenapa koq saya sudah kembali pada Allah, tapi kemudian masih saja sulit? Dan pertanyaan-pertanyaan yang semakin menyesatkan diri kita dari Allah. Bukannya semakin ikhlas menjalani hidup, malah kemudian bertambah sesak. Bukannya semakin menerima, malah kemudian makin sengsara. Cukuplah Allah Penolongku, inilah kalimat yang semestinya disuarakan terus menerus di hati kita. Ya Allah ampunilah saya, ini kalimat yang semestinya keluar dari lisan, hati dan pikiran kita. Engkaulah Pengaturku ya Allah. Terserah Engkau mengatur apa, bikinlah hati ini menjadi ikhlas karena-Mu. Begini mestinya. Akhirnya hati tidak beriak lagi. Adem. Ikhlas. Allah berada di balik semua kejadian. Allah yang mengatur segalanya. Dengan ilmu seadanya, saya mengubah haluan hidup. Dari yang tadinya mencari solusi, akhirnya gerak langkah dan pikiran difokuskan untuk mencari Allah. Mencari-Nya dengan memperbaiki diri, memperbaiki ibadah, membanyakkan amal saleh. Praktis saat itu, saat-saat di mana saya butuh pertolonganNya, saya tidak melakukan serangkaian pencarian solusi lagi. Saya kembali kepada Allah saja. Yang lain bilang bahwa saya tidak melakukan sesuatu untuk masalah saya, sedangkan saya menolak dikatakan demikian. Inilah ikhtiar saya, setelah tidak ada lagi yang bisa saya lakukan. Dan semestinya inilah yang sedari dulu saya lakukan, jangan mesti menunggu tidak ada lagi yang bisa saya lakukan. Sebab inilah inti segala inti. Percuma mencari segala teori penyelesaian hidup, jika Yang Maha Segala tidak menghendaki. *** Bentuk konritnya tentu saja ada. Di antaranya saya berusaha keras memperbaiki rundown hidup saya dulu yang selama ini salah. Ya, urut-urutan kita menjalani hidup ini, salah. Dan emang urusan sama Allah mah kayak tebalik balik. Mestinya tengah malam atau di penghujung malam enak-enak tidur, kita disuruh bangun. Pagi-pagi disuruh ngegetolin nyari duit, ini merilekskan badan dan pikiran dulu buat dhuha. Di saat-saat sedang sibuk, ada zuhur sama ashar. Ketika dapat duit, maka disuruh ngeluarin lagi sebagiannya. Padahal di saat yang sama, kita malah kepengennya kan bertambah, bukan berkurang. Beginilah hidup seorang mukmin, seorang yang percaya sama Allah. Dia tunduk dan patuh kepada Allah dan terhadap aturanaturan-Nya, dan inilah Islam; aslama yuslimu, islaaaman, berserah diri, tunduk dan patuh kepada Allah dan ajaran-ajaran-Nya. Pelakunya disebut muslim (faa’il/subject). Nyatanya? Di kehidupan sehari-hari? Kita kurang ikhlas ngejalanin hidup ini. Kita ga sabar ngejalanin ibadah. Kita pun malah menjadikan ibadah-ibadah menjadi beban. Ada yang hanya kemudian

menjalankan wajibnya saja, dan wajib itupun dijalankan tidak dengan sepenuh hati. Saya menyebut saya menjalani kehidupan yang salah, sebab itu hidup saja jadi jauh dari Allah. Bagaimana salahnya? Di mana salahnya? Begini, setiap mukmin, mestinya memulai harinya dari bangun di pertengahan malam, di dua pertiga malam, atau di sepertiga malam yang terakhir. Bangun untuk apa? Untuk tahajjud, untuk sujud kepada Allah Yang Maha Rahman. Allah menyebut mereka sebagai hamba-Nya jika kemudian kita semua bisa “yabiituuna lirobbihim sujjadaw wa qiyaamaa”, di tengah malam bisa sujud dan ruku di hadapan Allah. Wadz-kurisma rabbika bukrataw washiilaa, kita bisa mengingat Allah di saat pagi dan petang. Waminallaili fasjud lahuu wa sabbbih-hu lailan thowiilaa, bahkan di malam harinya kita bisa memuji-Nya, bertasbih pada-Nya dengan memanjangkan malam. Nah, kemudian apa yang terjadi? Yang terjadi, jangankan di pertengahan malam, di dua pertiga malam, atau di sepertiga malam, di pagi dan di siang hari saja saya tidak mengingat Allah! Maksudnya? Ya, saya ga ingat dhuha, ga ingat shalat tepat waktu, ga enteng qabliyah ba’diyah. Apalagi untuk shalat malam? Wah, jauh! Lebih seremnya, saya merasa tidak bersalah ketika saya dapati diri ini jarang betul shalat shubuh berjamaah. Ga tauh tuh, kenapa dulu bisa begitu. Padahal semasa kecil, saya digelandang sama orang tua dari kamar untuk bangun tidur dan disuruh berada di masjid di waktu shubuh. Jangan berada di kamar. Eh, ketika kuliah, ketika dewasa, dan ketika mulai mencari dunia, malah Allah Pemilik Dunia saya lupakan! Terus terang, keadaan inilah yang lebih menyesakkan dada saya saat itu ketimbang urusan dunia; hutang, jatuh bisnis, rugi, dan sebagainya. Tapi, ini pun baru muncul ketika Allah mengingatkan saya tentang Allah. Tadinya, ga kepikiran juga. Makanya kemudian saya ingatkan yang bisa saya ingatkan. Dari sini saja, dari tidak melakukan shalat malam, hidup saya udah melenceng. Jauh. Sangat jauh. Tentu saja saya harus memperbaikinya lagi. Ibarat menarik garis lurus, hidup saya udah ga lurus lagi. Startnya saja jam 5 pagi, bagaimana bisa lurus? Saya coba perjelas ya. Dulu, saya merasa aman dengan bangun lalu keadaan langit masih cukup gelap, atau terang dikit tapi belum terang banget. Kenapa merasa aman? Sebab saya pikir masih ada shubuh. Sebagai orang yang tahu tentang shalat malam, mestinya kan gelisah tidak shalat malam. Ini malah aman dari tidak shubuh berjamaah! Kelewatan kan? Seberapa jarak jauhnya jika saya tidak melakukan shalat malam? Ternyata jauh banget. Berpengaruh banget-banget. Perhitungannya sama dengan perhitungan telat shalat. Anggap saja semestinya kita memulai hidup kita jam setengah 3 pagi. Lalu kita malah bangun jam 5 pagi. Itu kan dua jam setengah telatnya. Ngitung gampangnya, 2 jam dah. 2 jam sehari, dikali 30 hari, maka itu udah 60 jam. 60 jam dikali 12 bulan, itu sama saja dengan 720 jam. 720 jam dibagi 24 jam sehari, maka hidup saya udah melenceng 30 hari! Itu kan jauh beneeeerrr. 30 hari dalam satu tahun inilah kesusahan saya. 30 hari itu sebulan loh! Bagaimana kalau Allah membagi lagi dalam satu tahun, di setiap bulan ada saja kesusahan kita. Allah cicil tidak dikasih kesusahan sekaligus 30 hari. Melainkan dua hari di bulan apa, sekian hari di bulan apa, dan sekian hari di bulan apa. Hingga kemudian kita menyangka, ya inilah hidup. Ada susah, ada senang! Padahal bukan. Yakni kitalah yang membuat hidup kita sendiri jadi susah. Coba

saja benahin tahajjudnya, niscaya garis hidup akan lurus lagi dengan sendirinya. Begitulah saya belajar. Anda boleh tidak sepaham. Tapi silahkan direnungkan sebaikbaiknya. Materi ini bukan tentang tahajjud. Tapi ini tentang tauhid. Saya yang tidak tahajjud, dosa saya bukan karena tidak tahajjudnya, tapi karena saya mengabaikan Allah! Allah datang, saya abaikan. Dan Allah datang setiap malam. Lihat, bagaimana mungkin orang yang mengenal-Nya, lalu tidak menyambut-Nya???!!! Dan inilah saya. Lihat lagi ya, seperasaan saya, saya susah itu berawal di tahun 97. Saya lepas dari rumah, dari ‘aliyah (SMU), dari kehidupan pesantren, tahun 1992. Berarti ada 5 tahun. Maka, perhitungan 30 hari tadi, dikali 5 tahuh. Hasilnya? 150 hari. 150 hari itu sama saja dengan 5 bulan hidup saya susah. Lah, banyak orang yang kemudian baru giat bangun malam ketika bermasalah. Dilihat dari jarak tempuh pencari Allah, dari sisi bangun malamnya, dia kudu melewati masa impas 5 bulan. Sebab emang ketahuan dari sisi mundurnya, saya mengalami kemunduran 5 bulan sabab tidak menjalani tahajjud 5 tahun. Kelihatannya berat dan ribet, tapi bagi saya saat itu, justru kerinduan yang ada. Saya semakin rindu pada-Nya, manakala hati dan pikiran ini merenung, jika dari perhitungan shalat malam ini saja saya telatnya, mundurnya, susahnya, bisa 5 bulan, bagaimana dengan perhitungan waktu shalat wajib? Dan perhitungan dari meninggalkan shalat-shalat sunnah qabliyah ba’diyah dan dhuha? Wuah, gawat. Saudara-saudaraku, mudah-mudahan Allah menyaksikan bahwa saya menulis ini untuk ‘ibrah diri saya dan saudara-saudara saya. Saat itu, saya kepengennya berlari saja menuju diri-Nya. Mengejar ketertinggalan. Memang ampunan adalah milik Allah. Pertolonganpun milik-Nya. Tapi saya memilih mengejar-Nya! Mengejar Allah. Kekejar ga? Saat itu, saya engga tahu. Sekarang pun masih engga tau. Tapi saya yakin, Allah menunggu saya. Saya yakin Allah menanti saya. Saat itu saya berteriak. “I’m coming ya Allah… Ini saya, Yusuf Mansur, yang banyak salahnya, datang ya Allah. Datang pada-Mu…”. Allah buat saya adalah solusi. Kalau Allah berkenan menemui saya, dan saya diperkenankan ketemu Dia, maka solusi itu pastilah saya dapatkan. *** Dalam kehidupan nyata pun, Allah mengajarkan kita. Allah memandu para pencari-Nya, untuk mencari-Nya dalam sujud, dalam keheningan malam. Dan bahkan Allah memandu para pencari-Nya, para pencari pertolongan-Nya dengan mengatakan kepada hamba-hamba-Nya, “Jika hamba-Ku mencari-Ku, carilah di mereka yang bersedih hatinya, yang lapar perutnya, yang menderita hidupnya… Carilah Aku dengan membantu mereka, niscaya kalian akan ketemu dengan-Ku”. Di dalam hadits-hadits yang bertebaran, Allah kerap menyatakan bahwa “Jika seorang mukmin ingin dilepaskan oleh Allah dari kesulitan dunia dan akhirat, bebaskanlah kesulitan mukmin yang lain. Allah akan membantu hamba-Nya manakalah

hamba-Nya mau membantu yang lain”. Ini selaras dengan banyak firman Allah tentang pencarian diri-Nya. Carilah Allah, sebab Dialah “Hasbunallah wa ni’mal wakiil, ni’mal maulaa wa ni’man nashiir, laa hawla walaa quwwata illaa billaah, cukuplah Allah sebagai Penolong dan Pelindung, tidak ada daya selain kekuatan-Nya”. “Fa man kaana yarjuu liqaa-a rabbihi falya’mal ‘amalan shaalihan, barangsiapa yang kepengen ketemu dengan Allah, hendaknya dia memperbanyak amal saleh”. Para pencari Allah, inilah ikhtiarnya. Ia bergerak terus. Aktif. Justru tidak diam. Pasrah bukan berarti diam, dan terjemahan di ibadahnya juga menjadi seaktif-aktifnya. Perbaiki shalat sebagai hubungan vertikal kepada-Nya, dan perbanyak amal saleh sedekah, berbagi, zakat, membantu orang; dengan tenaga, dengan nasihat-nasihat yang menggembirakan, dengan ilmu dan pikiran, dan tentu saja dengan harta yang tersisa. Semakin besar apa yang kita lakukan di dalam shalat dan sedekah, insya Allah akan semakin ketemu Allah. Dan inilah solusi itu. Solusi dari semua solusi permasalah kehidupan manusia. Begitulah. Saya meminta ampun kepada Allah, dari dosa-dosa saya. Saya belum berbicara tentang dosa yang lain, yang bobotnya akan memperpanjang parahnya masa/waktu kesusahan saya (time limit). *** Sekedar tambahan pengingat buat saudara-saudara semua. Tadi, dari tidak shalat tahajjudnya saya selama 5 tahun saja, sudah susah selama 5 bulan. Itu belum dihitung dari masa melalaikan shalat wajib. Masih ingat kan hitungannya? Mari bermain-main dengan angka waktu kesusahan: Jika seseorang terbiasa telat shalatnya, misalnya, atau anggap saja telatnya masing-masing 1 jam, maka 1 jam dikali 5 waktu shalat sama dengan 5 jam. 5 jam x 30 hari x 12 bulan x 5 tahun (ukuran kasus saya), maka didapat 9000 jam telat. 9000 jam itu, 375 hari. Dan 375 hari itu, satu tahun lebih 20 hari! 1 tahun 20 hari ditambah 5 bulan, itu berarti 1,5 tahun. Masya Allah kan? Seusaha apapun saya memperbaiki hidup saya, jika shalat wajib tidak saya benahin, maka hitungan ini ga akan pernah berkurang, kecuali saya banyak-banyak taubat dari soal yang satu ini. Kelalain shalat wajib dan shalat sunnah tahajjud ini saja, score nya sudah 1,5 tahun. Wajarlah saya pikir saya susah. Dan umur kesusahan saya, secara normal, adalah 1,5 tahun. Kecuali ada Kehendak Allah. Nah, di Kehendak Allah inilah saya mencoba meminta-Nya bermurah hati mempersingkat perjalanan kesusahan di dunia, dan menghapus sama sekali kesusahan di alam kubur dan di negeri akhir. ***

Sungguh saudaraku, dengan saya menghitung diri saya sendiri, saya jadi ikhlas jalanin hidup ini. Saya tahu, mestinya saya susah sekurang-kurangnya 1,5 tahun. Daftar ini akan makin panjang, manakala saya menyadari selama 5 tahun saya kuliah, saya meninggalkan

8 dan 12 rakaat. terdapat berkali-kali zina. Ya. Rasul memberitahu. dimintakan sedekahnya oleh Allah. Jika kemudian 366 hari dibagi 6 hari adalah 61 hari.dhuha. Ada seseorang yang berzina. ini. Cadangan devisa kita untuk shalat-shalat yang lalai. dengan ukuran fiqh ini. Kata Rasulullah. hanya ada 8 qabliyah ba’diyah (minus ba’diyah shubuh dan ashar). Termasuk ketika kita memakai badan ini sebagai pemberian-Nya. 6. Dia minta kita membayar. *** Saudaraku. (Maaf. setiap ruas dari badan kita. 5 tahun tidak shalat dhuha. Yang disebut zina itu adalah dukhuulul lahm ilal lahm. Tentu saja kelak tidak ada yang mengetahui perhitungan terdetail kecuali Allah saja. Saya pertegas ya. Sedangkan satu hari. sungguh-sungguh kurang. dan menghitungnya. tidak gratis. Sekalian saja saya rengkuh semua rahmat-Nya. jika kita sekali saja melalaikan shalat wajib. dalam keadaan yang diharamkan-Nya. Saudara-saudaraku. maka kelalaian kita itu akan memakan 70 shalat qabliyah ba’diyah. itu artinya. saya masih berkenan menambah deretan panjang impact dari dosa-dosa kita. Sedangkan Allah menagih sedekah kita sehari semalam. Tapi mudah-mudahan perhitungan ini bisa menginsyafkan kita semua). Saya mencoba mengambil pena. di 5 shalat waktu itu. Maka. maka saya bisa mempersingkatnya dengan menegakkan shalat dhuha pol 12 rakaat setiap pagi! Dengan saya shalat dhuha 12 rakaat. sekali saja kita tidak shalat. hitung-hitunganan ini masih belum dihitung qabliyah ba’diyah. maka tidak disebut sekali berzina orang yang melakukannya “sekali”. lalu ia melakukan sekian variasi hubungan badan. Lalu saya mengingat saya… Masya Allah. semakin ngentengin saya. sekian tahun dhuha tidak tertegak. Lah. maka saya sudah menebus 6 hari ketinggalan shalat dhuha di tahun-tahun yang lewat. Rasul mengabarkan kemurahan Allah. Tapi saya mencoba menempuhnya. lebih baik saya menebus dengan cara begini ini. tidak akan manusia yang mampu membayar-Nya. maka kirakira 5 tahun juga Allah akan mengambil kehidupan saya! Jika harus ditebus dengan shalat dhuha 2 rakaat saban pagi. maka hitungannya saya harus geber-geberan shalat dhuha selama 61 hari berturut-turut baru kemudian saya bisa menebus ketinggalan dhuha saya selama 5 tahun! Perjalanan yang tidak mudah. kalau Allah tidak Maha Rahman Maha sRahim. Ini saya betul-betul mengajarkan teori berhitung. Lagian. Membayar dengan apa? Dengan bersedekah. serem kan. semua itu cukup dengan dibayar lewat shalat dhuha 2 rakaat saja di pagi hari. sebagai karunia-Nya. Tapi Allah beritahu juga. Lebih serem lagi kalau saya kasih sedikit tinjauan fiqhnya. beribu maaf bila ada yang tidak suka dengan pembahasan saya. Allah mengaruniakan janji-janji-Nya yang lain kalau saya mau shalat dhuha 2. masuknya “daging” ke dalam “daging” yang lain. sebab tidak bayar hutang. hingga ruas-rusa di jari jemari! Alhamdulillah. maka sudah habis 7 hari kemakan kita punya qabliyah ba’diyah. tidak ada yang gratis. 4. sehingga – . Banyak betul hutang saya. maka dosanya 40 tahun masa perjalanan ibadah tidak diterima! Wuah. Sebab dalam sekali itu. Masya Allah. kebayang kan betapa perjalanan melenceng kita ternyata semakin jauh. Bagaimana kalau kemudian kita melakukan dosa zina misalnya? Sekali zina. Daripada saya dipenjara selama 5 tahun.

barangsiapa yang lebih berat timbangan amal baiknya. bahwa suka tidak suka. kita bisa menjerit beristighfar. Ini kan tidak terkontrol. jika saya berlari sungguh-sungguh pada-Nya. yang score nya 40 harian (tidak diterimanya amal) per sekali datang kepada mereka? *** Sampe sini. Allah Yang Maha Cermat Hitungannya. maka ketika di mil pertama saja kita lari. Kalo di dunia. lalu bertaubat. ada saudara-saudara saya yang barangkali berkernyit. Memang hukum Islam berat. Tapi hukuman mati. Saya semakin sadar. dan diterima Allah! Kalo sudah kematian menjelang??? Ya tinggal terima nasib. tapi memang arif. beruntunglah buat mereka yang pernah berzina. Karena di negeri ini tidak berlaku hukum rajam. Tapi bagaimana kalau amal-amal kita sepayah dosadosa kita? Itu baru zina. itu namanya bukan manusia lagi. Bagaimana dengan durhaka sama orang tua? Yang kata Allah. Sebab yang paling mahal dari Allah adalah kesempatan kita bertaubat. hukumannya bukan lagi sekedar 40 tahun. memang kita akan dihitung oleh Allah al Hasiibul Jaliil. Dirajam. Ga apa-apa. tapi hewan. Entah berkernyit sebab bingung. sebab merasa ga akan keuber. fahuwa fii ‘iisyati roodhiyah. amal kita tidak diterima kecuali kita dapat ridha dari orang tua? Bagaimana pula dengan dosa menyakiti orang lain. Dan saya percaya. Persyaratannya juga susah. percaya sama ramalan. maka kesusahannya boleh jadi seumur hidup.maaf – ia “keluar masuk” bersetubuh sampe kemudian ia keluar terpuaskan. Beda dengan saya. membesarkan anak yatim). kita bisa berteriak minta ampun. maka bisa jadi berkurang siksaan alam kubur sebesar kebaikan yang dialirkan ketika di dunia. yang tidak bertaubat. yakni di antaranya perbuatan zina itu mesti dilihat oleh mata telanjang oleh 4 saksi. Ada banyak ayat yang menyatakan bahwa kita semua memang akan dihitung: “Fa ammaa man tsaqulat mawaaziinuhuu. masjid. dan ga akan pernah bisa balance jadinya. Dan menurut saya. Kalo kita di dunianya menyisakan kebaikan yang terus bergulir (sempat membangun sekolah. bahwa hitungan saya memang sangat kurang sekali. Ada loh yang tidak dihukum di dunia ini. Maka wahai saudara-saudaraku. Bagaimana pula yang berzina dalam keadaan sudah bersuami atau beristri? Wuah. Ini lebih-lebihan lagi seremnya!!! Perhitungannya dituntaskan di alam kubur. atau berkernyit sebab apa. jika ada yang berzina dilihat oleh 4 orang secara terbuka. saya beritahu ya. Ga apa-apa masih menyisakan sisa masalah. maka kemudian bolehlah saya menyebut. ga akan kekejar. yang pun juga punya hukuman yang sama? Bagaimana dengan dosa syirik yang tidak diampuni Allah? Dosa mendatangi tukang tenun. ditimpuk pake batu sampe mati. malah semakin berterima kasih kepada Allah. Buat mereka yang tidak suka dengan hitung-hitungan ini. barangkali Allah yang akan mempercepat perjalanan kita. saya dengan mengetahui hitung-hitungan ini. maka itu berarti 120 tahun Anda akan menghabiskan hidup Anda dalam kesusahan. berapa banyaknya???!!! Tidakkah ini menyeramkan buat yang pernah berzina???!!! Jika 3 kali saja keluar masuk sedangkan disebut sekali berzina itu adalah sekali saja masuknya. dia akan berada di kehidupan yang diridhai Allah. wa .

murah kasih sayang Nya. sebelum datang suatu hari di mana tidak ada lagi jual beli dan persahabatan”. Sebab kepanjangan ntar kuliahnya. namun menyadari bahwa hidup selama ini dalam kegelimangan dosa atau kelalaian dari segi ibadah seperti yang saya jelaskan di atas. hai Tuhan kami. menafkahkan sebahagian rizki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi maupun secara terang-terangan. janganlah engkau mengira bahwa Allah akan lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang dzalim. Masya Allah. murah ampunan Nya. Innamaa yuakhkhiruhum li yaumin tasykhashu fiihil abshaar. dikelilingi orangorang baik. Ibraahiim: 31). “Qul li’ibaadiyal ladziina aamanuu yuqiimush shalaata wa yunfiquu mimmaa razaqnaahum sirraw wa a’laaniyyatam min qabli ay-ya’tiya yaumul laa bai’un fiihii walaa khilaal. Tapi di dunia ini. barangsiapa yang ringan timbangan amal baiknya. dan peringatkanlah manusia terhadap hari yang azab datang kepada mereka. Sesiapa yang banyak kebaikannya. al Qaari’ah: 6-9).ammaa man khoffat mawaazinuhuu. Awalam takuunuu aqsamtum min qablu maa lakum min zawaal. “Wa laa tahsabannallaaha ghaafilan ‘ammaa ya’maludz dzaalimuun. “Muhthi’iina muqni’ii ru-uusihim laa yartaddu iliaihim tharfuhum wa af-idatuhum hawaa. maka berkatalah orang-orang dzalim. nyata. Besok kita teruskan ngajinya. terpaksa saya penggal dulu. Kepanjangan ntar ngajinya. pelan-pelan masuk di bab pertaubatan dan di bab betapa murahnya Allah terhadap kita. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai pada hari yang padanya pemandangan mencengangkan”. ketemu dengan kebaikan dan orang-orang baik. katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang beriman. Beginilah. murah segala-galanya. tangguhkanlah kami meski dalam waktu yang singkat supaya kami bisa menjawab seruanMu dan mengikuti rasul-rasul. maka tempatnya di neraka hawiyah” (Qs. (Qs. *** Ok. keberuntungan yang nyata yang Allah hadiahkan buat kita adalah kita termasuk orang-orang yang panjang umur dan berkesempatan untuk bertaubat. lebih banyak amal buruknya. maka wajarlah jika hidup kita penuh dengan keburukan. fa ummuhuu haawiyah. Sebab hitung-hitungan di kebaikan pun ga malah . score kehidupan akhir ditentukan di hari hisab. jika kehidupan kita lebih banyak amal buruknya. murah pertolongan Nya. hendaklah mereka mendirikan shalat. Maka itulah saudara-saudaraku. Allah berfirman. maka ia hidup dalam keadaan baik. sedang mata mereka berkedip kedip dan hati mereka kosong tidak percaya bahwa mereka sudah ada di negeri berbangkit dan di hari hisab dijalankan”. mereka datang bergegas gegas memenuhi panggilan dengan mengangkat kepala mereka. bagi semua yang sekarang ini susah. bukankah kamu dulu yakin bahwa kamu tidak akan binasa? Tidak akan menghadapi hari ini?” (Qs. Sebaliknya. “Wa andzirin naasa yauma ya’tiihimul ‘adzaabu fa yaquulul ladziina zhalamuu rabbanaa akhkhirnaa ilaa ajalin qariibin nujib da’wataka wanattabi’ir rusul. Ibraahiim: 42-44). dikelilingi keburukan dan ketemunya sama orang-orang yang merugikan kita.

sekian APV. dan lewat imel. Walopun di sana ada gambar saya juga mereksa keadaan pondok dengan mengendarai sepeda ontel tahun 47! Cellica itu memang mobil mewah. boleh protes juga koq. Padahal ada mobil-mobil mewah lainnya. sambil saudara-saudara online. Dan bukankah kita kita mengaku berdakwah karena Allah? Bukan karena nama? Kalau tauhidnya benar. Wuih. menceritakan perjalanan hidup saya. Yang tidak tahu. Belum berkesempatan atau tidak berkesempatan. Doain dah buat semua kru KuliahOnline supaya mereka semua diberi kemudahan dan mendapatkan keberkahan seperti keberkahan saudara-saudara semua yang menuntut ilmu lewat KuliahOnline ini. Ntar saya malah jatuh sakit garagara mikirin.menarik dan mencengangkannya. semacam kesan dan pesan dah. Kijang. saya ga usah sakit hati. di renungan-renungan inspirasi. saya akan menulis lagi kuliah ini. ha ha ha. Kita bahas soal menarik ini besok besok ya. sampe bus 27 seat. Kesulitannya bukan di saya. maju saja terus. Dengan tajuk “Sejarah Membesarkan Nama”. Tidak sedikit yang miring. Tapi ia dijadikan unit bisnisnya pesantren. kita bukukan saja. Untuk kemudian dibersihkan. Hanya tidak dimasukkan di kolom kuliah online. Saudara-saudaraku. Beri testimoni saudara lagi ke imel web admin ini tentang kuliah online ini. Dari uang bisnis ini bisnis itu. Mercy. Makasih juga atas doa-doanya yang disampaikan lewat sms ke hp saya: 081510511127. Pada waktunya saya akan umumkan kesiapan materi audio dan videonya. di artikel-artikel lepas dan di sms-sms jamaah. Biar saja. Sebab akan dibukukan nih isi seluruh web generasi sebelum lebaran. Contohnya. Tapi kemudian tanggapan orang seribu satu macam. Jadi. BMW. Yang lama. Sebagiannya indah-indah dan banyak pula yang memotivasi saya bahwa sungguh kuliah online dibutuhkan. sejujurnya. disangkanya mah saya pengoleksi mobil dan hidup dalam berlebihan. carry. he he he. . Terselip di sana. tapi di SDM editingnya. Saya beritahu ke jamaah semua. Saya tidak bisa membalas satu-satu sms dan imel tersebut. Insya Allah mulai hari ini. Nah. di layar TV One. Itu yang disorot hanya cellica. saya tiada henti menulis. Jagura. banyak hal saya ambil sebagai keputusan. duh. Penilaian. kita gerakkan juga ekonomi mikro melalui pembiayaan pembiayaan mikro. gambar di mana saya sedang mengendarai Cellica Sport 2 pintu warna silver. beberapa pekan yang lalu. Toh barangkali mereka yang ngomongin jelek ga tahu tentang keadaan yang sebenernya. ini juga persoalan tauhid. ya kuliah juga. Namun sudah saya cicil. Jasa penyewaan mobil ini menyumbang kontribusi yang tidak sedikit buat pesantren dan di perputaran ekonomi warga sekitar. ga usah mikirin yang gitu-gitu. Alphard. Di jasa penyewaan mobil. Tidak gampang menyiapkan materi audio dan video. Asal jangan terlalu pedes ya. Mohon maaf yang mana saya banyak absennya mengajar. dan menyiapkan materi lain dalam bentuk audio dan video. he he he. Namun jika saudara perhatikan. Isinya. kisah saya diangkat di layar kaca. tolong ya. Sebenernya. urusan Allah. sontak ini mengundang sejuta komentar. bila saya sehat terus. tolong saya dah. dan web nya hanya isi-isi yang baru saja. Namun saya baca. Insya Allah itupun ibarat kuliah. berdakwah karena Allah.

Dan memang demikian. weh. koq malah nambah lagi ya tulisannya? He he he. Dan kami cukup senang dengan ini. Mobil saya pribadi. tapi malah bisa terjebak jadi riya dan sum’ah. Sekaligus untuk menyuburkan amal baik dan mengubur amal-amal jelek dengan pergulirannya. Ok. Rumah yang saya tempati. Dan memang subhaanallaah. semakin gilagilaan perkembangan bisnisnya. malah satu. Tapi ya kami juga punya alasan tersendiri. masih baby). Hasil dari keuntungan operasional sekolah ini. Memang tidak arif di tengah-tengah masyarakat yang juga miskin dan serba kekurangan. Terkesan sekolah ini bukan buat orang susah. Dan pesantren-pesantren gratis ini adalah untuk mereka yang dhuafa dan anak-anak yatim dan tidak mampu. weh. sampe ketemu besok yaaaa… *** Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Jauh Deketnya Kita Dengan Allah KDW0123 Seri-23 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Jauh Deketnya Kita Dengan Allah Inget Dan Lalainya Kita Sama Allah Yang disebut masalah itu bukan masalah yang dianggap masalah oleh manusia. yang patut diacungi jempol dari Daarul Qur’an adalah ia berdiri juga di atas prinsip wakaf dan sedekah. dipakai untuk subsidi silang programprogram dakwah dan pesantren-pesantren bebas biaya yang dibangun dan dikembangkan di seluruh tanah air bareng dengan seluruh donatur PPPA. rumah RW di lingkungan pesantren. persis di depan pesantren. Yaitu 1 unit Tigo. semakin kami menyuburkan wakaf dan sedekah. dibangun dan dikembangkan dengan prinsip wakaf dan sedekah. boleh ngumpulin dan nambahin dari jual Karimun 2004. Ini bahaya nih. Dan itu pun punya istri. adalah pesantren modern dan bahkan internasional. sebab memang fasilitasnya lengkap dan sangat sangat bagus. Lumayan mahal. maksud hati mau ngejelasin. Namun. segitu lumayan berkembangnya (walaupun ukurannya masih small.Yah gitu dah. Masuknya dolar. . Tapi. Daarul Qur’an sendiri. Unit-unit bisnis di lingkungan Daarul Qur’an dan Wisatahati. Sekolah ini bukan sekolah orang susah. sebab saya memutuskan sekolah ini memang hanya untuk orang kaya. Weh. saya bangga sekali saya hidup di rumah kontrakan.

Kesimpulannya. Alhamdulillah. akan semakin cepat pula keringanan itu saya dapat. Nah. hutang saya malah tambah buanyak. injek pedal. Allah akan angkat derajat saya. Silahkan melihat-lihat di artikel lepas maupun di sms-sms dengan jamaah. Dan karenanya kita perlu berterima kasih kepada Allah. Saat itu. kita deket dengan Allah dan ingat pada-Nya. saya jadi sustain. yang justru menambah bungkuk. ada. masalah-masalah baru. beberapa kejadian kecil selama “libur”. Supaya apa? Supaya segera terbebas ia dari kesalahankesalahannya. beragam reaksi ketika peserta KuliahOnline membaca materi kuliah ke-22. saya bukannya menyesal. Akhirnya. bahwa nanti selepas 0-0. ya. Menambah berat. Saya terimain aja apa yang terjadi. Saudaraku yang dirahmati Allah. di tengah jalan ia malah menemui kendala-kendala baru. Sebab hitungannya memang wajar saya susah. Tapi baik. Loh. Termasuk ketika saya harus membayar dengan masuk penjara. sebab saya malah menganggap. Mudah-mudahan ada benang merah dengan materi-materi KuliahOnline. justru Allah segerakan keburukan buatnya. ya kalimat-kalimat di atas itu.Melainkan disebut bermasalah itu. jika Allah menghendaki suatu kebaikan bagi seseorang. memangnya ada? Begitu barangkali sebagian kita bertanya. Salah satunya adalah dengan bertaubat sebener-benernya taubat. Sambil terus husnudzdzan kepada Allah. lah lah lah. Istilahnya. Allah pun tentu tidak akan memikulkan beban buat hamba-Nya kecuali . sampe ke saya. Ada satu keanehan. dulu. Dan insya Allah saya tahu. Saat itulah saya teliti kehidupan saya. tanpa banyak kalam. Dan alhamdulillah. Insya Allah. Tapi bagi saya. Sehingga kemudian saya fokus juga untuk mengejar ketertinggalan. saya anggap menjadi doa juga. Tidak jarang reaksi begini malah terjadi: Seseorang merasa Allah semakin menjauh ketika justru ia semakin mendekat. jadi sabar. Allah sediakan banyak jalan untuk mengejar ketertinggalan ini. Jawabannya. kita bismillah memulai materi ke-23 ini. Allah mempercepat masa bayar dari keburukan yang kita lakukan. atau malah tidak sedikit yang terjadi begini: ketika seseorang berjalan menuju ampunan-Nya. Setelah menelisik kesalahan-kesalahan saya. Ada hadits qudsi yang isinya kurang lebih. Saudaraku. dalam satu dua kasus. Dan tentu saja. Alhamdulillah. Agak enteng terasa. makin banyak beban yang saya pikul. saya malah jadi ikhlas menerima “kenapa saya susah”. kita merasa Allah tidak akan pernah dekat dengan kita. “Message” ini. Saya pun demikian. Apa jadinya kalau saya tidak menyadari? Yang paling parah adalah dosa tauhid. dari dosa-dosa. ada juga amalan yang bener-bener ngenolin dosa-dosa. jawaban yang sering saya lihat adalah justru dengan cara itu. makin cepat beban turun ke pundak saya. Tentu saja perlu diteliti lebih dalam lagi. Dan kepositifan itu. Bertambah berkali-kali lipat. kalau kita jauh dari Allah dan lupa sama Allah. Ketika saya jejek gas. saya mewajarkan diri saya mengapa saya jadi susah. Dan yang disebut anugerah adalah sebaliknya. Semoga Allah memberikan ridha-Nya. saya tuliskan di kolomkolom Non-KuliahOnline di Website ini.

tidak akan lahir perusahaan ini. mau diapain lagi? Sudah terjadi. Tapi ia mengaku. rasanya menjadi teman yang meringankan perjalanan hidup. Baca nya pelanpelan. resesi global. coba baca lagi Materi Kuliah ke-22 ya. ya sudah. ada Rahmat Allah. alhamdulillah ia bisa mengikuti pula kebiasaannya ustadz ini. ia aminkan. ada Kebaikan Allah. maka yang terjadi adalah Cahaya Allah di setiap etape berikutnya. Tapi adapun masalahnya. Ada kecocokan. si penghutang pun menambah lagi daftar panjang penyesalannya: kenapa sampe kenal si Fulan yang ia yakini sebagai penyebab segala kehancurannya. kesusahannya hanya berkurang sedikit. yang kemudian ditetapkan sita jaminan. andai keikhlasan ada di hati mereka. Allah. Si anak merasa takut dengan saudara-saudaranya yang lain. Penerimaan terhadap segala kejadian. Bingung ya? Ya. Misalnya. saudarasaudaranya yang lain tidak menerima si saudara ini melakukan perbuatan bodoh yang merugikan ibu mereka. salah memilih bisnis. Bahwa bersama kesulitan itu ada Kemurahan Allah. mata rantai ketidaknerimaan atas takdir Allah. keikhlasan menjalani setiap peristiwa. Dalam kasus ini. Selama 10 tahun katanya beliau mengikuti ustadz ini. menghancurkan orang lain”. Mereka lalu memilih saling memahami. atau bahkan mengatasnamakan “kasihan. Supaya nyambung. Terhadap yang begini ini. saya ketemu dengan seorang yang mengaku pengikut setia seorang ustadz ternama di negeri ini. Jarang orang yang memandang bahwa kesulitan itu adalah anugerah. ketika saya buru-buru mengoreksi. sedang sakit. menyesali. petugas bank yang memberikan rekomendasi menyesal sudah memberikan ia kredit. keadaan sedang di-PHK. dan sedang sulit di kesulitan yang umumnya dirasakan orang umum sebagai satu kesulitan. Lalu kemudian tampak terang benderanglah manakala akhirnya mereka kemudian bisa bilang. Artinya. Maksudnya. saling memaafkan. Ia hanya merasakan ketenangan. seseorang yang diburu petugas bank sebab hutangnya. Jangan terburu-buru. Shalat shubuh berjamaah adalah hal minimal yang ia lakukan. meratapi. ambang batas maksimal akan terjadi.yang bisa hamba-Nya itu pikul. Jarang orang yang bisa menerima keadaannya. Biar agak nyambung. tetap saja masalah. sedang susah. sampe kemudian menyalahkan ketidaktepatan waktu. Kalau ga tenang. sedang berhutang. Sementara. masa krisislah. “Bener juga. dan tidak akan pernah terjadi melewati ambang batas itu. sedang malang. *** Beberapa saat setelah saya menulis KuliahOnline materi ke-22. ga bisa juga . Hanya. sama sekali “tidak dihitungnya”. dsb. sabab mengikuti orang baik. Padahal mata rantai keajaiban akan terjadi di setiap simpul mata rantai jaringan orang-orang yang disebut. Kebanyakan orang memilih untuk menambah dirinya untuk lebih lagi berduka. seperti ada di semua mata rantai orang-orang yang terlibat. jatuhnya perekonomian nasional. Gitulah permisalannya. si ibu kemudian menyesali kenapa semua ini terjadi. malah saling berpegangan tangan mengejar dan mengubah keburukan yang sudah trjadi. Dan selama ini pula ia menebus kesalahannya. Kalau dulu tidak terjadi krisis di keluarga kami. sebagai jaminan hutangnya itu adalah tanah ibunya. bahwa ketenangan itu hal termahal ketika bermasalah.

Malah ya itu. Dan di saat yang sama. begitu saya sambungnya. Ia yakinkan dirinya perjalanan pertaubatannya belum nyampe. Perjalanan saya perjalanan belajar tentang tauhid. Syukur bahwa Allah itu Maha Baik. 48 tahun dipotong masa 10 tahun. Tapi saudara-saudaraku sekalian ga usah khawatir. kita menjadi tambah yakin. Sebab dari hitung-hitungan shalat seperti di materi ke-22. sudah diampuni sejak awal ia memohon ampun.saya hidup enak”. bahwa Allah itu Maha Pemurah. Ia menahan pertanyaan ini untuk tidak meledak. justru tidak terjadi. hal ini tidak membuatnya lemah. Saudaraku. sambil terus . inilah memang bisikan syeitan. kekhawatiran semula bahwa ia akan semakin menyesali dirinya. Kalau dilihat-lihat dari selisih itu saja. Kawan saya ini bilang. dia lumayan tercenung. Pertanyaanpertanyaan ini ia coba redam. usianya 48 tahun. Ternyata benar. Namun ada yang menarik. Yakni dengan meyakini pula bahwa karena pertolongan Allah lah. dan tidak membuat dirinya tidak lagi gelisah. Haj”. Sekarang ini. bagaimana dengan usia 38 tahun ke belakang? Yakni mulai ia akil baligh – yang katakanlah balighnya itu usia 10 tahun – hingga 38 tahun? Dia bilang. saya mencoba mengingat-ngingat juga apa yang terjadi dalam kehidupan saya dan kemudian sebisa mungkin saya share kepada kawan-kawan saya. berarti ia masuk ke ustadz tersebut di umur 38 tahun. Ya. agar bisa menebus ketertinggalannya dan beramal saleh. Perjalanan seorang hamba yang berusaha untuk menjadi ‘abid-Nya. Apa yang membuat dia ini bisa menahan pertanyaan-pertanyaan tersebut? Salah satunya kemudian apa yang ditulis di materi kuliah ke-22. koq tetap saja ga berubah?”. Allah itu Maha Pemurah. meskipun kita tidak akan pernah bisa menghitungnya. Baru sebanding. Membiarkannya hidup untuk menebus dosa-dosanya. justru ia semakin ikhlas akan segala kesusahannya. menjadi merasa haus untuk terus berburu kebaikan. Ia mengaku. Tapi saya kepengen menjalani hidup ini lebih ikhlas. Lah. tiada sebanding dengan 28 tahunan ia mengikuti syetan. Saya masih membutuhkan 1-2 tulisan penjeda lagi untuk sampai ke hitunganhitungan sebaliknya dari tulisan materi ke-22. yang ada malah bertambah syukur. tidak mudah. sudah jauh tertinggal. kesusahan yang ia rasakan. Subhaanallaah. Kerjaannya menggagalkan saja riyadhah seseorang. Yang ada. Nanti kita tetap sampai ke pembahasan hitung-hitungan betapa murahnya Allah. bisa saja. sejak ia mencoba menghitung-hitung kesalahan dirinya. Saudara-Saudaraku sekalian. Namun ia diberi kesempatan berumur panjang. Ia yang semula mengatakan bahwa selama 10 tahun ia sudah shalat shubuh berjamaah tanpa putus. Yakni pertanyaan seperti yang saya jelaskan di atas: “Kenapa ya? Saya kan udah berubah. Tapi minimal. ia masih perlu 18 tahun perjalanan kebaikan. bahwa barangkali ia “belum impas” membayar Allah subhaanahuu wata’aalaa. Masya Allah. Koq belum ada perubahan? Kenapa ya? Saya kan udah mengikuti jalannya orang baik. ia tambah ga bisa menyesali. Ga apa2 ya? Anggap saja ini seperti tuntutan awal agar langkahnya menjadi semakin benar. tidak menjamah hatinya. Tidak mengganggu pikirannya. 10 tahun ia mengikuti ustadz terkenal ini. Artinya. Dia ini semula merasa ada sesuatu di hatinya yang selama ini ia tahan-tahan. melainkan justru semakin kuat. “Atau dibuang ke panjang umur.

sebelum kita beralih ke materi kuliah besok. Tapi saudara-saudara. Menurut saya ini bukan menyalahkan diri sendiri. Subhaanallaah. Salah mendifinisikan. serta harus menanggung ini semua. Hebat. yang ada kemudian lisan ini berzikir dengan doanya Nabiyallah Adam. sebagaimana saya jelaskan di atas. Begitu saya keluar dari rumahnya. saya hidup dalam keadaan tidak turut pada aturan-Mu. Saya kejar terus saja Allah. Sebenernya. Ini lebih ke “memposisikan diri menerima” bahwa rangkaian kesulitan hidup sebab dosa dan kemaksiatan yang saya lakukan. dengan doa di atas. Saya tidak taat kepadaMu. saya banyak bermaksiat kepada-Mu. Saya pun banyak nafsunya. . Dan saya pun belajar. Saya hanya meyakinkan diri ini. tapi. Di perjalanan pertaubatan saya. Saya banting ke sana saja. saya membayangkan dosadosa saya. Ringankan saja perjalanan ini ya Allah. jika kemudian kesusahan ini adalah cara-Mu untuk menyucikan diri saya. saya membayangkan dosa-dosa saya. dan ibadah. saya terima. ya Allah. masa iya ga kekejar? Masa iya ga nyampe. pelanpelan. kurang syukurnya. hilang sabarnya. waillam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakuunannaa minal khaasiriin. Rumus “MASALAH” itu sederhana: Kalau kita jauh dari Allah dan kalau kita lupa sama Allah. Anugerah yang mengantarkan saya kepada Allah. Saya merasakan getaran harus terus memperbaiki iman islam saya. Saudaraku. saya merasa adem hati ini. islam. dunia malah menjauhkan saya dari-Mu ya Allah. Saya diberinya waktu untuk menyelesaikan. ternyata masalahnya menjadi semakin jadi. tauhid. ketika saya menyadari bahwa saya mulai di ambang kejatuhan. Tapi terus saja saya pompa dengan kepositifan. Saya menerima hukuman. dengan disertai segala kemungkinan-kemungkinan buruk. di awal-awal belajar tentang resiko kehidupan deket-jauh dari Allah. Seketika saya “mewajarkan” mengapa saya menjadi sulit dan susah. kita coba jelaskan ya. Dengan cara ini. Saya tidak mau menjadi orang yang paling nestapa dan tambah nestapa dengan menyalahkan diri yang auranya negatif. sungguh saya telah menzalimi diri saya sendiri. Saya terima kesulitan sebagai anugerah.belajar tentang iman. Rasanya saya sudah membagi beban saya kepada Allah. saya banyak meninggalkan sunnah. Apalagi Dia Maha Rahman Maha Rahim. Beda. dan saya jatuh. saya t’lah melalaikan shalat berjamaah. Termasuk belajar dari setiap etape kehidupan langsung (learning process – experiental learning). apa yang disebut anugerah dan apa yang disebut masalah. Dulu. dengan cara ini saja. Insya Allah nyampe. Rupanya memang jawabannya adalah saya jauuuuuuuuuuuuuuhhhhh dari Allah. ini beda dengan menyalahkan diri. nampak seperti menyalahkan diri sendiri. Ada saya pernah keluar dari salah satu rumah kawan saya yang kemudian saya clear dinyatakan bersalah dan harus menanggung sejumlah kerugian. dan terlambat mengetahuinya. Rabbanaa dzalamnaa anfusanaa. dulu hati saya relatif menerima. dan cara-Mu untuk mengingatkan saya akan diri-Mu. bahkan ketika dunia saya genggam. Ya. akan beresiko sangat besar. itu auranya positif. Saya. Ya Allah. amal-amal saleh. Saya bisa merasakan itu.

Benarkah hutang itulah masalah Anda? Bukan soal iman. Saudara di-PHK. Cuma. belum tentu disebut bermasalah. Coba lagi pikirin soal penyakit. bisa baca al Qur’an lagi. dan amal saleh. tambah tawadhu’. tapi saudara malah jauh dari Allah dan lupa sama Allah. ini mah namanya ANUGERAH. Yang diincer sama Allah adalah tauhid kita. inget dan lalainya dari Allah. Namun sebaliknya. gampang. menjadi deket dan ingat sama Allah. Masalah tauhid. dan soal-soal yang lain yang sedang saudara hadapi. Sifatnya yang begini ini yang diincer. sama suami. insya Allah inilah anugerah. demo karyawan. ini justru masalah. bisa merogoh kantong lagi untuk sedekah. dari jauh dan lupa sama Allah. shalat berjamaah jadi hilang. iman. bisa bertaubat. Kalau dia mau mengubah “masalah” nya itu jadi anugerah. trnyata sekarang bukan. Buat yang tidak sedang menghadapi masalah apapun. Lah. iman kita. Yakni. Saudara karirnya naik. Tapi andai saudara-saudara yang kaya ini benar-benar jatuh miskin. coba juga pakai 2 ukuran ini. ada yang diberitahu tapi tidak bergeming. tapi ada kemunduran spiritual. tidak sedikit yang tidak memahami lalu langsung nge-track di urusan ini. Insya Allah kita akan ketemu bahwa Allah benar-benar Maha Pemurah. Ada yang dikasih tahu lantas menerima. Kalau tidak mempan diberitahu dengan “message” dari Allah (dengan sejumlah masalah). amal saleh kita. soal islam. raibnya satu dua asset diambil orang. Maha Sayang. Saudara kaya. Tapi ya itu. Maha . Coba saja saudara pikirkan misalnya soal hutang. ada satu dua tagihan kita yang tidak tertagih. perjalanan sebelum cerainya itulah yang disebut masalah. Ini hanya model dari bentuk pesan tauhid saja dari Allah. soal tauhid. tidak menginjak bumi… ini yang harus kita kenali sebagai “sedang bermasalah”. sementara itu banyak juga yang tidak tahu dan tidak menyadari. shalat dhuhanya jadi hilang. Ini bukan yang diincer Allah. masalah iman. di urusan-urusan yang saudara anggap masalah. masalah syukur. soal jodoh. soal syukur Saudara? Coba saja lihat-lihat ke belakang hidup Saudara sebelumnya berhutang. menjadi deket lagi sama anak istri. Jika sebelumnya “bercerai”nya itu yang disebut masalahnya. Yakni pindah jalur saja. Sebab apa? Anugerah itu adalah sebaliknya. Misalnya. jauh dan deket sama Allah. iya ya. kita bisa deket sama Allah. adalah anugerah. dan dia merasa “aman-aman” saja. islam kita. Karena yang disebut masalah itu bukan masalah keduniaan. soal anak. sama orang tua. Janganjangan sebenernya kehidupan Saudara sedang diincer sama Allah. Bisa seketika koq. bisa beramal saleh. soal amal saleh. Sebab ukurannya sudah beda. coba koreksi dari dua hal ini. ada yang tahu dan menyadari. Mari kita sama-sama mengoreksi. Bukan. Seseorang yang bercerai. lalu dengan kemiskinannya itu bisa menjadi muslim yang baik. syukurnya kita. jauh dan deketnya dengan Allah. wuah. Saudara malah serakah. Perlakukan juga dua kriteria ini.Nah. mukmin yang baik. kita bisa inget sama Allah. Keajaiban perubahan suasana hati juga akan segera didapat. pertaubatan. Tapi dengan di-PHK kemudian menjadi saleh. Maka saudara akan tercengang sendiri. mudah bener mengubah dari masalah menjadi anugerah. sombong. bisa megang tasbih lagi. maka Allah akan benamkan semuanya menyisakan kita yang kemudian meratapi kejatuhan kita.

web admin). Subhaanallaah. andai saya tidak mengalami kesusahan hidup. Allah menganugerahkan saya kemampuan untuk menggoretkan ceritera kesulitan itu. Di tengah kesulitan kita. Sebab emang ga ada fasilitas. Dan bila kitab sepakat. Hingga kemudian saya bisa menulis KuliahOnline ini. Oldies banget. ia kemudian menjadi salah satu cahya bagi kehidupan saya. Terbit dengan judul: Wisatahati Mencari Tuhan Yang Hilang. bahwa kalau kita mau berpikir tentang Kemurahan Allah. Dan tidak ada Kehendak-Nya kecuali kehendak itu adalah kehendak yang baik-baik. Ruang seukuran kurang lebih 2x3 menjadi kamar saya yang bagus untuk banyak merenung dan menulis hasil perenungan. Saya mengatakan “bersama kesulitan”. Andai kita lalui semua ragam kesulitan itu bersama Allah. Saat itu saya terpenjara dengan sel dunia. Perjalanan waktu akan membuktikan itu. Subhaanallaah. Akhirnya saya ambil pena dan kertas.Baik sama kita. Saya termasuk yang percaya sedari awal. niscaya buku ini tidak lahir. Agaknya. dilihat ulang. selalu terselip Pertolongan Allah. Ketika saya berada di pusaran kesulitan. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Jadi Ikhlas Ngejalanin Hidup KDW0124 Seri-24 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Jadi ikhlas Ngejalanin Hidup Di tengah kesulitan kita. Semula ia sebagai kawan saya. dibaca ulang. Kebiasaan menulis ini di kemudian hari yang mengantarkan saya menulis buku-buku yang lainnya (lihat galeri. Saya akhirnya bisa menulis. selalu terselip Pertolongan-Nya dan Kemurahan-Nya. Dan kebiasaan menulis ini bukan satu-satunya anugerah Allah yang Allah berikan bersama kesulitan. Semua adalah Kehendak-Nya. selalu terselip Kemurahan Allah. Saya butuh teman. Benar-benar pena dan kertas. Akhirnya ia menjadi kawan banyak orang setelah jadi sebuah buku. Sedikit berbagi. Tidak pernah kehendak . Sekali lagi. Ketika itu saya merasa putus asa. insya Allah bahkan kesulitan itulah anugerah Allah buat kita semua. Di tengah kesulitan kita. dan tulisan itu pun akhirnya menjadi buku. kalimat yang saya garis bawahi. maka bener-bener Allah itu Maha Pemurah. sebab memang nyatanya gara-gara mata kita yang butalah yang tidak bisa melihat Karunia Allah.

lahirlah Daarul Qur’an dan PPPA Daarul Qur’an. Sebagai da’i. menjadi saleh. Dikatakan juga ya. Pantes aja. bisa tidak. kalo saya tidak dipenjara. Abdurrahman Mimbar. Daarul Qur’an adalah sebuah nama yang saya berikan untuk institusi pesantren penghafal al Qur’an. rasanya. Kesulitan akhirnya menjadi rahmat. Berawal dari orangorang meminta saya bercerita isi buku (bedah buku). Sebagaimana saya pernah sampaikan. memang insya Allah bisa tershare itu cahya amal ibadahnya ke saya. Tidak pernah. Tapi bukan karena dirinya. keluarga saya. inilah yang saya anggap anugerah itu. berdoa dengan tulus agar Allah jangan menghukum suaminya. sebab saya juga menganalisis bahwa banyak piutang orangorang tua saya. Disebut bukan satu-satunya. guru-guru saya. Maka nya ketika di kemudian waktu saya menyadari bahwa akhirnya kesulitan itu mengantarkan saya menjadi “bisa menulis”. dan bisa dibanggakan keluarga. Peran turunan.itu menjadi buruk hingga kemudian kita yang mewujudkannya menjadi buruk. Mereka insya Allah penuh mengharap saya selamat dan bisa menyelesaikan semua urusan-urusan saya. Dan di kemudian hari. lahir dari garis seorang ulama di Kaliungu. Padahal selama kuliah. bahwa kadang ada seorang anak yang dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan. Satu . dan ketemu dengan Maemunah. tidak pantas saya menjadi yang tidak bersyukur. khususnya yang serumah. sebab amal ibadah yang dilakukan oleh orang-orang tua kita. sebab buanyak sekali. tidak akan ada itu cerita menghafalkan al Qur’an. dan berlatar belakang keluarga pesantren. Atau ada seorang suami yang banyak benar maksiatnya. web admin). Saya pun mencatat bahwa sejarah saya menghafal al Qur’an adalah sebab saya terpenjara. Ternyata. Tahadduts bin-ni’mah. Barangkali ini anak menyimpan sepasang orang tua yang masya Allah. Anugerah yang Allah berikan bersamaan datangnya dengan kesulitan yang Dia izinkan mampir di kehidupan saya. Saya percaya. KH. ia tiada menegakkan shalat. saya tidak menafikan peran “nasab”. Allah barangkali berkenan menjabah doa-doa yang begini ini. bahwa anak ini mendapatkan pekerjaan. Zahid Mimbar. Rasanya. Saya bisa sebut beberapa. Dan PPPA adalah suatu program donasi untuk pembibitan penghafal al Qur’an. dan menyayangi suaminya. Dia kan lahir dan besar di madrasah. saya lahir dari keturunan seorang kyai. adalah ibadah ayah ibunya. sekedar untuk tahadduts bin-ni’mah: Buku-buku saya membawa saya menjadi ustadz. melainkan karena doa ayah ibunya. Dikatakan ya. dan saudara-saudara kita. Tapi kemudian ia tetap banyak mendapatkan berkah Allah. Menurut riwayat. itu kan si Yusuf Mansur. Begitulah dongeng tentang Yusuf Mansur bermula. Ah. pertimbangan Allah. rajin benar mendoakan anaknya ini. Mereka rajin dan tulus mendoakan saya. Dia kan ‘alim. Maka kemudian turunlah Keputusan Allah. Dan tentu saja beragam nikmat lain yang sangat-sangat tidak bisa saya sebut satu per satu. dan pengajian-pengajian kecil. Saya menikah. pun sebab berkah berada di dalam kesulitan. Dia kan turunan guru (sebutan untuk seorang Kyai. bahwa keluarga dan turunan bisa berpengaruh. di diri saya. Ternyata si suami ini menyimpan istri yang sering merintih di hadapan Tuhannya. peserta KuliahOnline juga banyak yang mengalami anugerahanugerah seperti ini. Sebab dia kan pinter. ah. ayah saya. akhirnya kemudian orang-orang mengenal saya sebagai ustadz. Bila ada yang mengatakan. Maka itu saya katakan. Bisa ya.

banyak mengelola al Qur’an. Saya kemudian menjadi penghafal al Qur’an. ya susah mah susah aja. malah membuat saya makin terpojok. Hidup saya lebih banyak dihabiskan di madrasah. Ayah tiri saya. Ketika saya lahir. Lagi-lagi dengan orang saleh nan penyabar. Beliau pegawai negeri (Depag) yang sangat-sangat jujur. Saya tambah mengingat orang-orang tua saya yang menggerakkan dirinya dan jamaahnya. Seorang hafidz al Qur’an dan seorang penulis di berbagai majalah dan koran Islam saat itu. Hermawan. semakin orang memandang rendah saya. Namanya dijadikan nama jalan sepanjang jalan Jembatan Lima. law anna Faatimata binti Muhammad saraqat. boleh dikata. Di saat yang sama. dan kemudian menjadi penulis. juga untuk mendoakan saya. saya mengingat satu peristiwa. biar ditambah dengan satu fakta. KH. saya diasuh oleh paman saya. salaf. sungguh tidak ada yang bisa menyelamatkan saya. saya sudah berada di tengah-tengah madrasah terkenal di kalangan betawi. aku akan potong tangannya. siapapun kita adanya di mata Allah. rasanya ga akan saya bisa menikmati ragam kesenangan lagi. ribuan santrinya. kalau Fatimah binti Muhammad mencuri. membentang di antara Roxy mengarah ke Stasiun Beos. “Ga pantes dia mah jadi keturunan orang baik-baik”.tahun yang lalu saya pernah berkunjung ke keluarga pesantren Kaliungu. Malah tambah memberatkan saya. ibu saya menikah lagi. dan di masjid. Kota. saya dapat tambahan rizki dan pengasuhan dari kedua orang ini. Tanpa itu. maka ga peduli siapa kita. kalo mengingat hal ini. Tercatat dua kali diamanahkan sebagai Pimpro Pengadaan al Qur’an dan ta’mir Masjid Istiqlal. Seorang ulama betawi tempo doeloe. Kembali saya katakan. percuma. cerita di atas. agak-agak “gak laku” ketika dibenturkan dengan masalah-masalah saya. Wuah. Sedari lahir. pun lahir dari garis keturunan KHM. Bahkan Rasulullah bilang kepada kita semua. bahwa semua yang disebut di atas. bahwa saya pun mendapatkan didikan agama sampe perguruan tinggi. Ayah kandung saya bercerai dengan ibu saya ketika saya masih di dalam kandungan. saya merasakan keberkahan ini semua. Agaknya. saya pun mengaminkan. Mansur. laqatha’tu yadahaa. Kelak. Dengan status saya sebagai keturunan orang baikbaik. Masya Allah. dan malah keturunan ulama. Subhaanallaah. Saya juga mengingat jasa guruguru saya yang dimintakan doanya oleh keluarga saya. untuk mendoakan saya. Secara bercanda. senang di masjid. Jembatan Lima Jakarta Barat. begitu dah kurang lebihnya. di pengajian. Di usia saya 5 tahun. Tuhan saya dan Tuhan Saudara-saudara semua. Saya pun menikmati ragam kesusahan dari kesusahan yang saya lakukan. perjalanan jalan hidup saya sekarang-sekarang ini banyak berpengaruh dari rizki halal yang saya makan dari beliau. Sama seperti paman saya. Madrasah al Mansuriyah. ayah tiri saya hidup sangat-sangat sederhana. rasanya bener-bener bahwa amal saya mah ga ada yang bisa membantu saya. kita akan susah. Alhamdulillah. . Dari garis ibu. Sanusi Hasan. juga pegawai negeri yang teramat jujur dan penyabar. Tapi masya Allah. Banyak sifat-sifat beliau yang saya rasakan menurun ke saya. PIK namanya di sana. Sungguh kalau tidak ada Kemurahan Allah. kalo kita salah. Semakin orang sinis. Rasulullah sendiri tidak bisa menjamin nasib putrinya andai putrinya ini berbuat salah dan tidak meniti jalan Allah. bahwa kalau kita salah. Ada pesantren besar.

di sisi yang lain. Ada seorang anak. Atau kalaupun tidak. bahwa ragam kesulitan saya pernah mendorong saya untuk bunuh diri. asal Allah berkenan. tentu saja masih akan berpengaruh buat seseorang. langsung setelah ia lulus. saya merasakan memiliki keluarga. Jangan dijadikan perdebatan. ga bisa 2 rakaat. “kelebihan” kebaikan ini yang dishare kepada anaknya ini. Dan itu pun mestinya ia dapatkan pekerjaan setelah mengejar 2 tahun ke depan. Tapi kemudian Allah datang. Perasaan ini masih ditambah dengan kenyataan bahwa kehadiran saya ternyata malah menjadi beban buat yang lain. Saya bisa memberi contoh. anak ini. 6 bulan dalam setahun. “Cuma” soal lalai saja). telat rizkinya. Web Admin). 2 jam dikali 5 waktu sehari. begitu lulus kuliah. saya pun pernah merasa jatuh sekali. sedang dia masih di tempat. Orang lain udah naik 10 tangga. Dan 24 bulan itu adalah 2 tahun. Tapi bahwa bias kebaikan satu keluarga. keturunan. dan jauh dari rahmat Allah seukuran 2 tahun perjalanan dunia. Maka pekerjaan ini baru ia dapatkan setelah ia memperbaiki dulu shalatnya. Merasa bukan siapa-siapa. itu sama saja telat 24 bulan. maka telatnya 10 jam. ada seseorang yang adu jalan dengannya. ia tetap dapat pekerjaan. Keduanya mencintai shalatshalat sunnah. Shalat sunnah tahajjud juga bisa 11 rakaat plus witir. dia masih di bawah. dan tidak punya apa-apa lagi. (Dalam soal hitung-hitungan ini. please Peserta KuliahOnline menjadikannya sebuah perenungan. tentu saja ia bisa dapatkan Kemurahan itu. anak model begini tetap senang hidupnya. adalah salah satunya untuk menunjukkan ketegasan akan keadilan dan keharusan seseorang untuk menyelamatkan dirinya sendiri dengan berbuat lurus. Sementara itu. dan nasab yang baik-baik. Sebut saja ayahnya ternyata imam shalat di masjid. Misalnya. Jika rahmat itu berbentuk pekerjaan. Alhamdulillah. Hingga kemudian Allah datangkan . Datang dengan segenap Kemurahan-Nya. atau sama dengan 6 bulan. bahwa anak ini secara teorinya jauh rahmat Allah sejauh 2 tahun.Apa message yang mau saya sampaikan? Message nya. termasuk amalan-amalan ayah ibunya si anak ini. dia masih di situ. Ibaratnya. Allah berikan saya jalan-jalan yang tadinya tidak terlihat. Katakanlah anak ini selalu telat 2 jam. melengkapi contoh di atas. Saudara-saudaraku sekalian. Dia kuliah 4 tahun. Tidak jarang kita temukan. Bahwa secara teori. Ajak hati ikut merenung satu kebenaran yang terselip. dikali 4 tahun masa kuliah. Bahkan saya bercerita di salah satu buku dan CD saya. ia mesti telat karirnya. Orang lain udah punya 10 langkah. kalau 10 jam sehari. Tidak perduli siapa ia. Sekali dhuha. 15 hari dikali 12 bulan? 180 hari. ya mesti nganggur 2 tahun. maka orang ini udah jalan 10 jam. ga pake jeda waktu 2 tahun sebagaimana dihitung di atas. atau ngitung gampangnya: 15 hari. Ia akan melihat amal-amal lain. adalah juga kemurahan Allah adanya. atau bahasa kitanya. Dan ini pun bisa berlaku buat siapa saja. ibunya guru di ta’lim-ta’lim taman bacaan al Qur’an. maka sebulan itu 300 jam. Tapi kadang bisa 8 atau malah 12 rakaat. Maka. Berbicara tentang Rasulullah yang menegaskan demikian. Allah kita benar-benar Pemurah. yang selama kuliahnya ga pernah shalat wajib tepat waktu (ga bicara tentang dosa besar ya. Wajar kalau kemudian saya katakan kepada saudara semua. untunglah. Kita tahu hitung-hitungannya. Atau dia kudu mengalami kesusahan selama 2 tahun. saleh.

saudara dengan uang yang tiada seberapa. ada anak yatim yang keturunan seorang yang saleh. kekuatan dorongan kebaikan dari kebaikannya orang lain. Allah akan betul-betul cari ini. walo miskin. sehingga itu bisa Allah jadikan pertimbangan untuk menyelamatkannya. maka Kemurahan Allah akan turun juga. perbuatan semacam istri ini. Ada sebagiannya yang sedang mengajar. membantu satu keluarga. Saudaraku. dan meyakini bahwa Allah . jangankan satu pohon. Sekedar doa saja. maka subhaanallaah. menaungi mereka yang mengaji. Apalagi didoakan di tengah ta’lim yang bobot kebaikannya. Sungguh. bisa saja Allah segera memberikan signal kehidupan bagi suami orang ini. Bahkan yang tertidur di pengajian pun mendapatkan rahmat-Nya. Insya Allah anak keturunan saudara semua akan hidup mulia. lalu melanjutkan lagi ta’limnya. Atau seperti orang tua saya. sayangilah yang menyayangi anak saya sepeninggal saya. jika Allah berkenan. untuk berdoa. Ah. Subhaanallaah. Kita sering mendengar riwayat di mana Allah perintahkan malaikat-malaikat-Nya benar-benar mencari kebaikan yang ada dari diri seorang hamba-Nya. itu sudah tidak bisa disebut “sekedar”. Dan bukan tidak mungkin. jika ayah ibunya si anak ini berdoa mendoakan anaknya yang malas shalatnya.keputusan-Nya yang lain. bila dilakukan sepenuh hati. Supaya mengalir segala kebaikan saudara ke anak keturunan dan keluarga Saudara. perbuatan ‘alim ‘ulama ini betul-betul bisamengundang pertimbangan Allah untuk Dia berkenan menolong saya. Allah mengutus malaikat-Nya untuk diam di sana. Masya Allah. Allah akan mencari kebaikan seseorang untuk menyelamatkannya. Tapi sabab itu keluarga ini menjadi tegak punggungnya. jadi pengen nangis beneran nulisnya. Dan bercucuranlah rahmat dari sayap itu untuk semua yang mengaji. Lalu distop mengajarnya itu untuk mendoakan saya. punya nilai lebih. Begitulah pengaruh kebaikan satu keluarga. Satu ketika misalnya. Lalu meminta doa dari mereka. Kalau sudah begini. Tapi anak-anak yatim ini mengaji sebab dikumpulkan oleh istri Saudara. sementara saudara terbaring lemah di rumah sakit ga ada tanda-tanda kehidupan. Misalkan. didoakan saja sudah merupakan kekuatan. Genjot saja kebaikankebaikan. pengen nangis rasanya saya. yang kayak begini ini nih yang masya Allah. di saat ta’lim. bisa mengundang rahmat Allah yang bisa menggugurkan dosa-dosa kita semua. Maka subhaanallaah. ada kiriman doa untuk saya. Istri saudara mengumpulkan anak-anak yatim ini untuk mendoakan saudara. di situasi seperti ini. Allah memerintahkan malaikat-Nya itu untuk mengembangkan sayapnya. Artinya. Nah. Lalu orang saleh ini berdoa kepada Allah Tuhannya. dan bisa mencari rizki kembali. Jangankan ibadahibadah yang membutuhkan gerakan-gerakan banyak. yang merupakan orang lain pun. Apalagi misalnya. Weh. ketika anak-anak yatim ini menengadahkan tangannya ke atas. sesering mungkin. Sebab pengaruhnya dahsyat sekali. kalau dia berbuat kebaikan dan kita ada nyangkutnya di jaringan kebaikan itu. maka seluruh kebaikan keluarga ini. Ya Allah. satu keluarga. Saudaraku. Beliau ajak murid-muridnya mendoakan saya. dan titi jalannya Allah. Beliau mendatangi ‘alim ‘ulama yang diyakininya saleh. ya Allah. dan men-sharenya ke kita. Saya beri contoh lain. Dan mengaji ini kan satu kebaikan. bisa juga satu saat menjadi kebaikan buat kita. ada anakanak yatim mengaji. Anda semua bisa memulai menjadi nasab yang baik bagi keturunan Anda semua.

Kadang kita menganggap Kemurahan Allah itu adalah hal-hal berupa “anugerah kebaikan” saja. si suami tersebut Allah berikan karunia kesembuhan total. urusan anak2. hidupkan ibadahibadah sunnah. mhn maaf. banyakin taubat. bukanlah kemurahan Allah. Yah. adalah buruk buat kita. he he he. insya Allah. Amin. dan yang meminta doa untuk saudara adalah orang lain. udah ada tamu. Kita kan lagi bicara Kemurahan Allah. Mari kita bacakan al Faatihah sebagai doa bagi beliau. Masya Allah kan? Jadi. *** Tulisan kali ini. Baru nulis sebait. Energinya besar sekali sebagai faktor pendorong turunnya Rahmat dan Kemurahan Allah. witr. dari Fulan bin Fulan yang bersedekah sekian sekian. Sebab yang memberikan sedekah itu bukan saudara. Kalau kita menilik kandungan KuliahOnline yang lalu. Tetap nyampe itu energi kebaikannya kepada saudara. Kalau keburukan. . lalu saudara jadi putus asa. peran keluarga dan orang-orang tua penting. Apalagi semua jamaah yang mendoakan itu adalah sekumpulan orang-orang yang akan melaksanakan perintah Allah: Shalat Jum’at. Pada akhirnya. saya yakin. ga juga. saudara sendiri ga tahu menahu bahwa ada sekumpulan orang yang shalat Jum’at mendoakan saudara. dan teramat penting. baca al Qur’an. semua hal berkumpul menjadi satu penentu juga yang bisa mengundang Kemurahan Allah turun. ga usah kuatir juga bila saudara banyak melakukan keburukan. maka itu adalah kemurahan Allah adanya. Mudah-mudahan kesabaran semua Peserta KuliahOnline menjadikan salah satu sabab saya dimudahkan dalam mengajar di KuliahOnline ini. hal ini mesti ada pengaruhnya kepada orang yang didoakan itu. Nerusin sebait lagi. saya nikmati saja. qabliyah ba’diyah. dhuha. kalau kemudian keburukan yang kita alami malah membuat kita jadi kembali kepada Allah. maka ini pun sama saja. masalahnya ditolong Allah… al Faatihah…”.Maha Mendengar doa. Mudah-mudahan segala hajatnya dikabul Allah. Dan kemudian pergunakan juga banyak kesempatan untuk berdoa. “Ada permohonan doa. Nulis lagi. Kemudian dia mengumumkan. udah dipanggil urusan pondok. Misalkan ternyata. perbaiki shalat-shalat wajib. Walo akhirnya banyak hambatannya ke penaikan ke KuliahOnline nya. memang biar gimana. perbanyak istighfar dan sedekah. Padahal tidak setiap keburukan itu (baca: kejadian-kejadian buruk). tahajjud. Salah satunya pengumuman sedekah orang. Waba’du. Allah Maha Memiliki Keajaiban. Yang penting sekarang mah. Habis keganggu terus. Tapi disebut ga dapat feel nya. Seorang pengurus masjid berdiri di depan ratusan orang yang akan shalat Jum’at. Di tangannya memegang lembaran-lembaran berisi catatan-catatan pengumumam. Wah. Nulis lagi. eh ada tausiyah yang saya harus segera menyudahi menulis. agak masih ga ketemu “feel”nya ya? Ya.

berpaling karena sombong dan malas beribadah. dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan. dan ketika diberi kehidupan yang buruk. Kemudian kalo hilang itu kesusahan. (Berdoa koq ya bilangbilang ya? He he he). Falammaa najjaakum ilal barri a’radhtum. lalu Dia mengirimkan kepada kamu angin topan. az Zumar: 21).“Walanudziiqannahum minal ‘adzaabil adnaa duunal ‘adzaabil akbari la’allahum yarji’uun. kembali lagi ke tabiat jeleknya. (Qs. al Israa: 67). dan Kami timpakan sebagian keburukan dari keburukan-keburukan yang dilakukan manusia. Saya pribadi belajar dari ayat-ayat ini. Demi memperhatikan keadaan sekarang. sebisa mungkin. saya berdoa dulu loh setiap memulai penulisan ini. 83). Manusia diingatkan oleh Allah: “afa-amintum ay-yakhsifa bikum jaanibal barri aw yursila ‘alaikum haasibaa. “wa idzaa massakumudh dhurru fil bahri dhalla man tad’uuna illaa iyyaahu. sangatlah berbeda dengan keadaan mencekam beberapa tahun yang silam. Andai saya tidak tahu atau . “Wa idzaa an’amnaa ‘ala insaani a’radhaawa na-aa bi jaanibih. Tidak sedikit yang malah ketika hidup ni’mat. Wa idzaa massahusy-syarru kaana yauusaa. dan kemudian tidak ikhlas kalau menjalani kehidupan yang buruk. Insya Allah. berpaling dan membelakang dengan sombong. petik saja hikmah-hikmah yang terkandung ya. he he he. (Qs. *** Waba’du lagi nih. Ada juga tipe-tipe manusia yang ingat sama Allah kalau susah aja. Dan adalah manusia sangat ingkar”. Para Peserta yang dimuliakan Allah. manusia jika diberi ni’mat dari Kami. al Israa. Banyak yang ikhlas menerima dan menjalani kehidupan baik (baca: menikmati). Ga apaapalah ya? Saudara semua insya Allah saya anggap bahagian dari kehidupan saya sendiri. Betapapun. maka apakah kamu akan merasa aman bahwa Dia menjungkirbalikkan sebahagian daratan terhadap kamu. atau Dia mengirimkan angin berbatu terhadap kamu? Kemudian kamu tidak memperoleh perlindungan bagi kamu? “am amintum ay-yu’iidakum fiihi taaratan ukhraa fa yursila . jadi berputus asa. al Israa: 68-69). Agar ia menjadi berkah buat Saudara-saudara semua.alaikum qaashifam minar riihi fa yughriqakum bi maa kafartum tsumma laa tajiduu lakum ‘alainaa bihii tabii’aa. Jangan cerewet. Dan apabila dia mendapat kesusahan jadilah ia berputus asa”. Maka tatkala Dia melepaskan kamu ke daratan kamu berpaling. bicara tentang kehidupan baik dan buruk. maka Dia menenggelamkan kamu karena keingkaranmu kemudian kamu tidak memperoleh orang yang menuntut atas Kami terhadap kejadian itu?” (Qs. Tsumma laa tajiduu lakum wakiilaa. (Qs. tiadalah yang kamu panggilpanggil kecuali Allah. atau apakah kamu akan merasa aman dari bahwa Dia bisa saja mengembalikan kamu ke laut waktu yang lain. adalah agar manusia kembali”.

Ya Allah. Karena ga akan kekejar. bahkan ke posisi yang lebih gawat lagi. kecuali karena Kehendak-Nya. Lihat-lihat juga kelakuan kita sebelum mengambil jalannya orang-orang yang baik. jangan cepat-cepat putus asa. Rabb. lalu dia meminta tolong kepada Allah. kami beriman kepada-Mu. alias senang melakukan maksiat. termasuk ikhlas dalam beribadah. Kenapa mesti banyak bersyukur? Ya. Yang dengannya saya ingin membuka mata. Ya Allah. Teramat . kita bisa memperbaharui iman kita. bisa kemudian mengejar ketertinggalan kita. keburukan dan dosa. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Allah Maha Pemurah KDW0125 Seri 25 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Panen Amal Di Kuliah 22. sudah merupakan karunia dari Allah. atau karena memang kesusahan itu dipergilirkan Allah. Dengan itu. Apabila ternyata kita-kita ini termasuk orang yang rajin mengumpulkan poin keburukan. Siapapun hamba Allah yang susah. pimpin kami keluar dari kegelapan-kegelapan kelakuan kami. lindungilah kami dari maksiat-maksiat baru yang membawa lagi kami kepada kesusahan. jika ada seseorang berdoa dan beramal. Dan janganlah mencela Allah sebab doa yang belum dikabulkan. bukan tidak mungkin kemudian saya akan dikembalikan lagi ke posisi itu. Bikin diri ini ikhlas menerima kejadian-kejadian hidup. please. sebab dipanjangkannya umur kita saja . maka Allah akan tolong. lalu orang-orang masih melihat kami-kami ini hidup sebagai orang yang mulia dan selamat. Hanya karena Engkau belum menunjukkan siapa diri kami. bukan sebab ibadah kita. bisa bertaubat. Di dunia dan juga di akhirat. karena barangkali dosa-dosanya. Tapi sesiapa yang tidak mengingat pertolongan Allah. lalu belum kunjung selesai juga masalahnya. dikupas tentang poin-poin keburukan kita.lupa lagi bahwa Allah lah yang menyelamatkan saya. Kepada Allah kita berharap agar Allah membuat kita bisa senang dengan sabab ampunan dan kasih sayang-Nya. Ya Allah. kecuali kita mengingat memang dosa kita belum lah sebanding dengan perjalanan pertaubatan dan ibadah kita. maka ya banyak-banyak bersyukur saja kepada Allah. dan bertaubat dari dosa-dosa baru. Dan karunia bisa bertaubat sendiri adalah satu karunia yang masya Allah. perbaikilah diri kami dengan menyadarkan kami betapa kami banyak kesalahan dan kelalaiannya terhadap Engkau. Dan benarbenarlah menjadikan kami dan anak-anak keturunan kami sebagai orang-orang yang mulia dan selamat. mahal sekali. maka Allah akan kembalikan ke keadaan semula.

(Qs. seputar pengakuan sudah nge-track. Perlu ada pernyataan lisan dari kita. Banyak orang yang tiada sempat bertaubat. Di antara sms itu ada yang bertanya. Kita minta ampun sama Allah. Menghentikan perbuatan buruk. Dan kepada Allah lah tempat kembali”. judi misalnya. Kita mencari tahu dengan cermin kejujuran diri. Saya rata-rata menjawab dengan pertanyaan: Bagaimana masa lalunya? Apa yang terjadi hari ini. dengan benar-benar mendidik diri sebelum shalat. ngebut. ini untuk mengoreksi. tapi justru agar kita termasuk orang-orang yang beruntung. Di antara sekian banyak artikel saya. pekerjaan. atau hal-hal lainnya seperti hutang. Pernyataan permohonan maaf. Faathir: 18). Ada yang mengatakan baru saja bertaubat dari judi dan meninggalkan shalat. Ada yang menjawab sedang tidak bicara dengan ibunya. Shalatnya cukup 2 rakaat saja dengan bacaan bebas di setiap rakaatnya. Cara yang paling efektif di awal adalah shalat taubat. Perlu banyak-banyak bersyukur. Wa ilallaahil mashiir. Dua ini saja. Dan barangsiapa yang menyucikan diri. bahwa sebentar lagi kita akan menegakkan shalat dengan membawa dosa-dosa yang mau kita mintakan ampun kepada Allah. mengapa begini begitu. sesungguhnya ia menyucikan dirinya sendiri. dan lain-lain. Qad aflaha man zakkaahaa wa qad khaaba man dassaahaa. mengapa saya koq sudah 5 tahun terakhir ini berikhtiar dengan jalan sedekah dan bangun malam. Tentu saja nama dan nomornya udah saya samarkan. berbuat amal saleh tapi hajatnya belum juga terkabul. Pernyataan memohon ampun. kitakita ini masih diberi-Nya kesempatan umur panjang dan kesempatan bertaubat. (Qs. tidak serta merta dianggap bertaubat. asy Syams: 8-10). Karena Kemurahan Allah lah. Berikut ini cuplikan artikel saya tentang apa yang perlu kita lakukan supaya Allah berkenan “memangkas masa pemberlakuan hukuman/azab”: Hendaknya kita meng-enolkan dulu semua perbuatan buruk kita dengan bertaubat. minta maaf pada-Nya atas semua kesalahan-kesalahan kita. Ada saya suruh peserta untuk membuka artikel-artikel lepas dan kolom-kolom sms jamaah. Ya itu lah. Ada yang mengatakan sebelumnya senang sekali berzina. saya meminta kepada semua Peserta KuliahOnline untuk menjelajahi kolom-kolom lain di Wisatahati. Allah mengilhamkan kepada jiwa itu kefasikan dan ketaqwaan. saya meng-upload sms-sms dari jamaah berikut jawaban saya. tapi kita diberi-Nya kesempatan bertaubat. Tapi. Ada yang mengatakan udah kebanyakan makan uang haram. sebab satu dan dua hal. sangat terkait dengan kemaren. Antara lain maksudnya untuk melihat-lihat yang sekorelasi dengan kuliah kita ini. “… Wa man tazakkaa fainnamaa yatazakkaa linafsihi. Allah sudah berjanji akan . rasanya lebih mahal dari apa yang menjadi hajat kita.com. koq tetap tidak mendapatkan jodoh? Sebagiannya bertanya. Dan tiada yang bertaubat kecuali itu adalah untuk kebaikannya sendiri. yakni berkenan untuk menyucikan jiwa kita yang kotor. Dalam satu dua masa libur yang saya tambah panjangkan masa liburnya nih KuliahOnline. entah itu jodoh. persiapkan diri yang betul. anak keturunan. Sungguh beruntung orang yang membersihkannya dan sungguh merugi orang mengotorinya”. Ini bukan menghukum diri.mahal malah. rizki. “Fa-almahaa fujuuraha wataqwaahaa.

Kita mulai belajar bagaimana fokus mencari Allah. saya menegakkan shalat taubat plus shalat hajat. Di awal-awal saya dulu meniti jalan pertaubatan. Bintang We Are Not Game Over Yet alan hidup itu Allah yang punya. Kita hanya bisa meniti. . Allah itu Maha Pemurah. bahkan Allah akan memberikan ampunanNya lebih banyak ketimbang dosa yang kita bawa kepada-Nya. Habis itu perbanyak shalatshalat taubat di setiap kesempatan. Bukan seadanya loh ya. tahajjud. Shalat taubat untuk masa lalu saya. Yang disebut ibadah sunnah itu. shalat hajat untuk masa depan saya. Demikian cuplikan artikel saya mudah-mudahan bermanfaat. qabliyah ba’diyah. dan selanjutnya kita melaju bebas di jalan-jalan kebaikan. baca al Qur’an. sebagai jalan Tauhid. Selain tentu saja sehat. Kemudian setelah itu. sebab ada gerakan-gerakan shalat yang menyehatkan fisik. menegakkan shalat sunnah taubat dan hajat juga menjadi satu keberkahan tersendiri adanya. Terus motivasi diri kita. Bahkan sekarang-sekarang ini. dan menghidupkan sunnah-sunnah semaksimal-maksimalnya kemampuan kita. dan menahan diri dari perbuatan-perbuatan buruk yang baru. Sampe ketemu di KuliahOnline besok. saya mulai galakkan lagi.mengampuni kita bila kita mau datang kepada-Nya. malah saya usahakan di setiap shalat fardhu. witr. meng-enolkan maksiat kita. Allah sediakan ampunan dan jalan-jalan kebaikan yang luar biasa yang insya Allah menjadi enteng buat kita mengubur dosa-dosa kita. shalat berjamaah. Begitu banyak fadhilah untuk masa lalu dan masa depan kita. dhuha. sedekah. kejar semua ketertinggalan kita dengan banyak-banyak istighfar. Untuk mengejar ketertinggalan kita. Semaksimalnya. tapi tidak bisa mengatur.

Disewalah ini rumah selama 3 tahun. khususnya bab-bab yang akan diujikan. Sepert eberapa waktu yang lalu.. getaran hati mengatakan. dengan hanya menyisakan semangat. Masalah ruma pembina. saya akan mengikuti ujia ompre dan ujian baca kitab al Mahalli. Khususnya kolom interaksi sms dan artikel lepas. percaya bahwa Allah akan mengatur yang terbaik. jug i dalam urusan hukum. Kebetulan saya sedang belajar Hukum Perikatan. Semalam saya berhadapan dengan buku-buku yang sebisa mungkin saya baca untuk tambaha ersiapan ujian-ujian pagi ini. Pesantren menyewa satu rumah yang cukup besar. untuk memberi kesempatan dan mendorong saudar peserta semua untuk menjelajahi isi web. Maksud saya. Saya menjeda perkuliahan. percaya bahwa Kehendak Allah itu pasti baik adanya. Tapi masya Allah. sehingga ia menempuh jalan ini. Sebab katanya udah dijual. mest da apa-apa nih.com. rumah asaatidz. ketika saya selesai menelaah buku dan kitab yang akan diujikan. Tahu-tahu. Wise. Mirip . percaya semu kejadian ini ada Allah di baliknya. tentu saja tidak bisa dibenarkan. Tapi. Say idak mau libur lagi. semalam. Kecuali memang ketika saya memang sengaja men-jeda. tapi kita tidak bisa memaksa. dan mulailah mendekatkan diri pada-Nya. Belajar tentang Bisnis Islam Lumayan terasa ilmu ini hidupnya di masyarakat. Ini saya ikuti sebagai syarat kelengkapan kelulusan merai gelar sarjana satu (S1) di UIN. juga adalah sesuatu yang diperlukan dalam hidup ini. Berbaik-baik saja dengan-Nya. sudah ada yang mendatangi untuk dikosongkan. kemudian mau menerima hidup ini seadanya keadaan. atau kebijakan. untuk dijadikan rumah-rumah tempat tinggal para stadznya. Bahkan kita akan meliha ehidupan di kemudian hari adalah kemenangan buat yang percaya bahwa memang kehidupan in milik Allah. Kitab Hasyiataani. atau yang lebih dikenal dengan al Mahalli (Kita Fiqh). Yth. belum lagi genap setengah tahun ruma ini disewa.Kita hanya bis meminta. Belajar tentang Akad. Perbuatan si pemilik rumah. pikiran saya juga tertuju pada saudara-saudara semua: Peserta KuliahOnline. semua Peserta KuliahOnline. tertanggal hari ini. adi. 29 Oktober 2008. da erkenan memperbaiki diri. mesti si pemilik rumah sedang mengalami satu dua hal peristiwa besa atau kesulitan dalam hidupnya. atau kebijaksanaan. insya Allah segalanya berjalan sangat baik. saya jeda dengan meminta semua peserta melihat-lihat kolom-kolom lai i Wisatahti. Namun. pun saya usahakan baca. di pondok ada sedikit masalah. saya mencob berakrab-akrab dengan komputer. he he he. Dalam pada itu.

Persis selesai shalat. Lagi-lagi ada kendala. Satu. saya tidak jadi lagi megang komputer. rumah yang saya beli. ketika muncul masalah di rumah yang satunya lagi. dan satu yang saya kontrak. bersamasama pemilik awalnya. Rada khawatir juga. Begitu bangun. tertidur. Kasihan sama istri kal sampe Hafidz. ada bagian rumah yang dikontrakkan. bangun. Selanjutnya. . Sampe clear segala urusan Sampe segitunya Islam mengatur. Saya puny waktu yang cukup. Kebetulan. Jarak tempuh dari pesantren sampe ke UIN Syari Hidayatullah Ciputat. tanpa memoton biaya beli rumah itu. sampe saya dan beliau. beliau bangu yusuin Haafidz. Emang luar biasa para istri nih. ga apa-apa. Dan saya pun menyatakan aka memberi kesempatan untuk terus melanjutkan sewaannya itu kalo dia suka. Bukannya apa-apa. Haafidz nangis. Pesantren mengembalikan uang sewanya itu. ada mufakat. dan saya persilahkan orang tersebut meneruskan sewanya sampe tahun yan udah ia bayar. Tapi masya Allah. Jadi. Juga bua pembina/asaatidz. Tapi seinga aya. kalo dia betah. saya mengajak ngobrol si pengontrak ini. Istri say ang semalam ini datang haidhnya. he he he. *** Saya tidur dengan meniatkan meneruskan menulis KuliahOnline pas bangun malam. Dia tidak keberatan keluar. saya shalat 2 raka’at dengan tenang. saya berinisiatif memanggil semuanya. D alam rumah pribadi dia pun (yang saya beli). selesai. saya ijin sama beliau untuk shalat malam. Ternyata si enyewa ini sudah sewa selama dua tahun. bayi kami ini nangis. Alhamdulillah. say mijitin pundak dan kepala beliau. asal diganti utuh uan ewanya. Kalau istri sehat sih. kami punya bayi baru. Ini keadaannya kurang sehat. Maka kemudian. Tapi jadinya. Di dalam hukum tunangan saja ika kita tahu seorang perempuan sudah dilamar. Menjelang tidurnya. rumah dia pribadi. jaga-jaga kenapa-napa. dan si pencuri berjanji akan bertaubat. rumah kontrakan yang dikontrak (bukan yang dibeli). Begitulah keagungan Islam. rumah ini ada dua. Alhamdulillah. sekitar satu setengah jam. Saya beritahu bahw umah ini sudah dibeli. saya beli. Aman dah. Sebab ujian itu jam 9 pagi. Jadi saya punya waktu sampe jam 07.seperti ‘Umar bin Khattab yang melepas seorang pencuri sebab karen lapar. urusannya ke saya (ke pesantren). Saya panggillah si pemilik rumah. Saya tidak shalat di luar kamar. Mengatur kehidupan ini dengan lembut.3 untuk nulis. tidak boleh kita melamarnya dan tidak boleh s erempuan (atau keluarga perempuan) menerima lamaran orang lain. Semalam istri saya kurang sehat. Dalam keadaan masih kurang enak badan. Alhamdulillah.

Biar gimana. Tema nya ini tulisan. Saya menunjukkan sat ua hal di layar komputer sama Haafidz meski saya tahu Haafidz pasti belum ngerti apa-apa. Insya Allah pelajaran ini sebaga ersiapan adanya andai hidup kita . saat itu (saat tulisan ini dibuat. Barangkali kepencet-pencet utsnya. Meski yang saya upload in ukan materi baru.Saya kemudian memilih tidak menutup witir dulu Saya dekati Haafidz untuk kemudian saya ambil alih. Saat akan nulis itu. yang diawali dengan ikhtiar untuk kembali kepada Allah dan mencari Allah. Saya mengisahkan kisah ini. kita-kita ini adalah manusia manusia yang bisa jatuh bangun. di layar saya. Haafidz nangis lagi. alhamdulillah. udah mah ga witir. Tulisan berjudul “Bintang: We Are Not Game Over Yet” ini bertutur tentang perjalanan seorang ana manusia yang kembali kepada Allah. Haafidz pun dengan tenang tidur lagi. Untu jaga-jaga lagi. Alhamdulillah. web admin) sedang ada pertemuan internal pesantren ketika saya mengumumkan akan memperbanya waktu di pondok (cut-off jadual ceramah) dan mulai merilis kuliah wisatahati. In dalah rangkaian perjalanan tauhid dari yang saya pelajari. begitu saya bilang di tulisan ini. Lah koq ndilalahnya. menidurkannya lagi sambil saya ngajiin sebisa saya. Peserta KuliahOnline yang dirahmati Allah. sama dengan yang mau say tulis. hari ini. Judulnya: Bintang: We Are Not Game Over Yet. Komputer sudah saya nyalakan sedari bangun awa Mau langsung ngebut. bisa di atas dan bisa di bawah. Memang saya sesekali megang komputer sambil megang Haafidz. Terima kasih ya Allah. Eh. bahwa sebelum jalan ke kampus. Tapi. ka lebih penting anak ya. ketimbang situ-situ. saya harus menaikkan satu tulisan KuliahOnline. sudah lengkap. malah muncul tulisan lama saya di sat ahunan yang lalu. Mudah-mudahan Allah memaklumi. Barangkali ini “hadiah” Allah buat saya. saya pun memilih shalat di kamar. saya senangkan hati. materi kuliah bisa diupload. entah pegimana ceritanya. dan saya dapat menulis lagi. Dan karena tidak semu rang bermasalah. saya shalat shubuh Lagi-lagi saya minta maaf sama Allah. 29 Oktober 2008. Apalagi. habis shalat shubuh. Amin. tulisan ini muncu Dan tulisan ini. Yah aya angggap ini kebetulan yang menyenangkan. emang dia sesuai dengan yang saya inginkan. Saya tinggal memberi pengantar saja kepada saudara-saudara semua. Dua-duanya paham. saya itu niatnya mau nulis tentang tematema kedekata iri kepada Allah. Setelah Haafidz tenang. Engkau berkena memberikan kemudahan bagi saya. saya kasih tahu Haafidz da stri. Neger ni butuh banyak motivasi. Tapi kejeda terus… Alhamdulillah. Saya sudah membacanya ulang Alhamdulillah. Maaf ya. Ya saya memilih menggendong Haafidz ulu. sungguh isinya amat berkesuaian. maka gunakanlah pembelajaran ini sebagai modal memotivasi orang juga. he he he. Amin. Tulisan ini dimaksudkan sebagai motivasi buat yang sedang bermasalah.

asal Allah sediakan jalan keluarnya. dan bisa mengendalikan ombak itu Itulah kesejatian menghadapi masalah. Saat itu saya termasuk yang lari sana lari sini. 29 Oktober 2008. Ya. Ga kebayang kalo saya akhirnya bisa sampe Ujian Akhir.betul-betul sedang bermasalah. janganlah kita berlari. he he he. kelak kita justru akan berada di atas ombak. hari ini. kalau dhitung dari 1997. Biarlah ia ada. Ketik mbak datang. saya aka egera menutup komputer untuk segera bersiap-siap ke kampus untuk ujian. Berdasarkan pengalaman itu. masalah yang tidak mampu kita tangani. Dan Allah ebagai Pemilik Kehidupan ini. *** Masalah hidup itu sunnatullah. Amin. Semua kesulitan harus diakhiri. Sambutlah ombak itu sebagai perjalanan kemenangan. Banyak hal yang saat itu kocar-kacir karena menjadi the looser. Khususnya. Salah satunya ya perkuliahan Berantakan. 1997 saya masih sempat KKN an sudah menulis satu bab mukaddimah untuk skripsi. Tentu saja kita meminta kepad Allah supaya hidup kita terhindar dari masalah. untuk sesuatu maksud di kemudian harinya. Tapi cita-cita menyelesaikan S-1. Tahun 1999 saya di-DO. terkadang membiarkan kejadian-kejadian buruk menimp kita. berbilang 4 semeste aya tidak daftar ulang kala itu. da menenggelamkan kita di lautan. kandas Karena saat itu saya sedang lari sana lari sini. saya akan ujian akhir. sebentar lagi. Jadila emenang! Be a winner! Ketika kita sanggup menyambut ombak itu. Akhirnya saya menyerah di balik . sebelum sidang skripsi. menarik kita. Sebab ombak itu justru akan menyeret kita. Sebelum kejadian. saya kemudian memotivasi kawan-kawan yang sedan ermasalah. Saya mengingat sekali peristiwa ini. Saya ingat. sebagaimana say atakan di atas. Mohon doanya ya. Dan sala atu cara efektif untuk menyelesaikan semua kesulitan adalah justru dengan menghadapinya. dengan penuh ketenangan da ersiapan tentunya. Ini justru untuk memangka erjalanan waktu dan tidak menyia-nyiakan masa depan. dan diberikan kekuatan serta kesabaran menghadapi semu ujian hidup ini. Mudah-mudahan Peserta KuliahOnline bisa memetik hikmahnya. Berlari dari urusan-urusan yang membebani pundak. untuk menghadapi saja itu persoalan yang dihadapi. Pagi ini. Mudah-mudahan kita mampu menemukan egala hikmah kejadian hidup.

Yang begini ini nih. ini ada mahasiswa kecil banget. Khaeruddin. Makanya saya minta maaf dan minta bantuan beliau. Ketika saya mencoba menata kembali hidup saya. ada satu cerita nih. Saya memilih percaya sama Allah ketimbang percaya pada nasib. tapi tajem. Dalam perjalanan 2 tahun itu. Datar. supaya saya bisa daftar ulang…”. saya disarankan naik langsung ke DR. ada spirit yang sama di tulisan yang menjadi modu utama KuliahOnline hari ini: Bintang. Bahwa insya Allah hidup ini belum akan berakhir. Alhamdulillah. tapi ini merupakan bekal sebekal-bekalnya bekal. Dari beliau. Tentu tidak ada yan harus saya sesali. Refleksi kisah selama 2 tahun itu saya tulis di Buku Wisatahati Mencari Tuhan Yang Hilang. Bekal yang benar. Saya utarakan ke beliau bahwa saya ingi uliah lagi. Hanya. he he he. mulai dari lari sana lari sini. Alih-alih dapat rekomendasi. Datar. Oh… Kalau begitu.sel. Drs. Dosen Pembimbing saya. tapi dalem. berkeinginan seka memenangkan hidup ini. Say uju DP saya. “Saya minta rekomendasi Bapak. tapi juga tinggi besar orangnya. Ahma Sukardja. Berharap dapat rekomendasi. Saya serahkan semua urusan kepada Allah saja. “Ada perlu apa? Silahkan”. We Are Not Game Over Yet. Bekal saya meski boleh dibilang hanya tauhid kepada Allah. Sebab terlalu panjang. Say melihat bahwa kuliah saya berantakan. Ingin menyelesaikan kuliah. “Saya tidak daftar ulang 4 semester Pak”. Saat itu say benar-benar ga bisa jawab. Bekal saya adalah keyakinan. saya ijin menghadap Bapak…”. Saya yang datang dengan bekal sangat minim. “Kenapa emangnya…?” Saat saat itu ga bisa jawab. Sekian waktu saya kumpulkan energi lagi. “Pak. itu salah Anda…”. Saya pun bismillah melangkahkan kaki ke kampus lagi. d ruangannya. y saya songsong. begitu saya bilang ketika sudah berhadapan dengannya. saya malah di-DO. salah saya. di tahun 1999. 2 tahun aya menjalani hidup yang jauh dari matahari. Saya ngadep beliau yang buka saja tinggi jabatannya di kampus. hingga tertahan d kamar sempit”. Bahwa Allah itu Sangat Kuasa terhadap hidup saya dan jalan hidup saya. SH. Di antara secuplik kisah. Saat itulah beliau nanya lagi: “Kenapa mint rekomendasi?”. Ya say sadar. Barangkali beliau bingung. itu buku belum terbit. banyak yang termakan. akhirnya ketika saya dapati. yang saat itu menjabat Pembantu Rektor. Tapi saya kalah hanya untu ementara waktu. Beliau melihat saya. Ribet saya jawabnya. akhirnya memang saya “kalah”. begitu katanya. . Ia mampu memotivasi banyak hal dalam kehidupan saya.

dan bahkan barangkali menyesal sudah mengasuh saya yang mala memberinya kehinaan. Kemudian bermimpi akan segera ikut sekolah calon hakim. ini yang melemahkan saya. yang dimaksudkan dengan didoakan.Belum sempat saya minta maaf. adalah didoakan di Multazam. Tapi yang kelua ntuk didoakan. Ibu saya pernah menunjuk k sepupu-sepupu saya. dua-duanya ini tidak. Teringat kalimat beliau: “Suf. Saat itu. Susah payah saya pupuk spirit saya. 1992. Saya mendadak merefleksikan ke belakang. bahwa dipenjar dalah berakhirnya segala mimpi. di tahun 199 kalau tidak salah. Apalagi kemudian orang-orang tua say . Anda yan eluar. Subhaanallaah. mirip-mirip nanti kisah Bintang yang dikisahkan sebentar lagi. salah satunya d urusan kuliah. ya saya tidak dapat rekomendasi itu. Saya katakan dengan senangnya ke beliau eliau. Saya mengingat. Lagi-lagi datar. koq yang lain udah pada selesai kuliahnya. yang sedari kecil saya diasuhnya: KH. setiap orang masalah dan bebannya berbeda-beda. bahwa nanti jas ini akan dipakai saat wisuda dan nikah nanti. saya pernah memesan satu stelan jas. saya mendapatkan spirit baru. Ja ni tidak saya pakai di dua peristiwa yang disebut. adalah Kamu. Cukup lama saya termenung. atau saya yang bukakan…?”. Saya tidak mau kecelakaan seba saya banyak bengongnya ketika di atas motor. kandas. Seakan ini sama saja menguatkan pikiran buruk saya. istri dari ayah asuh saya. jadi 8. Bagaimana saya mengatakan ha ini kepada beliau. Saya keluar dari ruangan beliau. sekarang malah lengkap dengan saya di-DO. ke hal-hal yang menambah surut dan melemah keyakina dan semangat saya: Ayah asuh saya. ketika saya tapaki lagi. terulang lagi. sedang saya belum? Ib Noni. di-DO itu berat sekali. Wuah. Saudara-saudaraku. Sesuai kadarnya. Kata beliau. Suda mah saya memberinya “malu”. pun nanya pertanyaan yang sama. “Pintu keluar di sebelah sana. sama Kamu. Ka Adi (ana eliau yang sepantaran dengan saya. anak ke-5) sama-sama lulus SMA tahun ini. Secuplik kisah ini. Saya tidak sanggup menghidupka motor yang saya sewa dari tukang ojek saat itu. beliau sudah meneruskan. ibu saya ini juga kebayang-kebayang di kepala saya. Sanusi Hasan. kenyataannya malah di-DO. Saya menghadap aka meneruskan kuliah lagi. Supaya Kamu lulus ujian masuk IAIN atau UI. Kalimat itu begitu jelas buat saya. tiba-tiba muncul di kepal aya. Bukan apa-apa. Kelak. Saya merasa. Artinya. Kebayang kan sekarang saya mengecewakannya. Saya bingung mau ngapain. ayah suh itu berangkat menjadi pembimbing haji. ayah punya anak kandung 7. atau menjad Kepala KUA (he he he). Mudahmudahan da Kamu lulus”. Sekarang setelah saya keluar. Ibu saya. Bagi saya saat itu. dan saya malah clea di-DO.

bahwa saya akan mendirikan pesantren saja. Tapi ya buat saya saat itu lebih baik demikian. memang perguruan tinggi yang dimaksud ini berdiri. sehingga beliau pasti akan senang. yakni menikahkan. # Saya mau mengatakan kepada keluarga saya. Syukur-syukur kan jadi perguruan tinggi. Buat saya pribadi. bahwa barangkali Allah telah memilih jalan hidup yang bukan jalan hidup orang kuliahan. Saya akan mengatakan kepada keluarga saya bukan saya di-DO. Pokoknya saya akan bercerita tentang “dream”. dan emudian insya Allah akan mengembangkannya menjadi programprogram diploma. keluarga saya. Tentu mereka aka ahagia dan mendukung. Wuih. daripada cerita tentan kegagalan. ayah asuh saya. Kalau saya sudah selesai kuliah. Saya pelan-pelan memberikan kontribusi pemikiran dan perasaan kepada diri saya sendir Yang kali ini datangnya dari arah-arah dan hal-hal yang positif: Ga apa-apa gagal diwisuda. dan saya mau katakan kepada ibu saya. bukan datang di acar wisuda saya. maka “tinggal selangkah lagi” dah urusan orang tua. benarlah orang-orang itu semua. Saya disuruh-Nya merampungkan tulisan yang kalau saya kuliah lagi. Alhamdulillah. keluarga saya. satu impian yang membuat saya bisa tersenyum da melambung tinggi. ayah saya yah asuh saya. Kan kata orang lebih baik makan singkong beneran daripada mimp makan keju. bahwa saya akan mendirikan kursus ini kursus itu. Kalau sudah pernah salah jadi orang. ya sulit untu angun lagi. Say atakan kepada diri saya. Subhaanallaah. Nanti bikin aja sendiri perguruan tingginya. Entah darimana datangnya. lebih baik bermimpi makan keju. bahwa kebahagiaan buat hatinya adalah manakala melahirkan dan membesarkan seorang nak. Begitu kata say memotivasi. benar-benar menghantui.mengatakan. saya mencoba bangun angkit. Allah kasih saya kesejukan hati. ya seumur-umur akan menanggung kesalahan itu Dan masih banyak lagi pikiran-pikiran buruk menghantui. web admin) dan kemudia menikahkannya. tapi saya akan bilang ke mereka ahwa saya akan banting setir untuk jadi penulis. Dan kebetulan ayah asuh saya mencintai dunia tuli menulis. sedih rasanya saat itu. belum tentu sempat merampungkannya Saya mau nerusin saja hafalan al Qur’an saya. tapi di acar eresmian perguruan tinggi saya. bahwa kalau sudah gagal. Kelak. # Saya banting stir ingat satu kumpulan tulisan saya. menyekolahkannya hingga selesai kuliah (wisuda maksudnya. Saya katakan kepada diri saya. daripada makan singkon eneran juga engga. Saya memilih bermimp ahwa ibu saya. he he he. Sebab bukankah cita-cita mereka . Pikiran-pikiran bahwa saya sudah salah memompa motivasi diri.

Pelan-pelan. Bag ang mengaku sudah baca. Yah. Oh ya. Bukan males. Alaa kulli haal. Sampe tgl 15 November. Toh royaltinya udah saya edekahkan ke pesantren. Jadi. saya mau menjeda lagi nih perkuliahan. Mansur. he he he. saudara-saudara yang membeli buku saya ini. Tapi saya ingin meminta kepada Saudara semua membaca minimal buku saya yang berjudul Wisatahati Mencari Tuhan Yang Hilang. Carilah buku-buku ini di toko-toko buku terdekat di kota Anda. itu sama saja denga bersedekah ke pesantren. Doakan saya yang hari in ikut ujian di kampus. baca-baca lagi buku ini. Dan masih banyak lagi. Supaya dapat A+. baca lagi ya. He he he. Sebab tanggung nih. Ok. ada banyak ayat-ayat al Qur’an yang berserakan. sebagai basis penganta segala kuliah di KuliahOnline ini. *** Bintang . dan mengatakan. kenapa semena-mena sih ngasih kuliahnya? He he he. Coba sampe tgl 15 November ke depan. begitulah saya berkomunikasi dengan diri saya. Saya doakan semuanya dalam keadaan diampuni. dijag dan diberkahi Allah hidupnya. Mudah-mudahan dijed bukan berarti berhenti belajar. selamat mengikuti perkuliahan hari ini. Jelajahi juga Qur’annya ya. ika berkenan. memberikan energ yang positif kepada diri saya sendiri. Di tulisan berikut ini. saya merekomendasikan membaca buku The Miracle. Saudara boleh tidak suka dengan saya. Amin. Kita punya hidup belumlah berakhir. ya belikan orang-orang terdekat Saudara. ini bersesuaian dengan tulisan berikut yang disertakan ini. Atau kenapa males sih? Maaf ya. Udah kejeda hampir 10 tahun. We are not game over yet. atas semua hal. Waba’du.semua adalah saya menjadi penerus buyu saya? KHM. Bilamana perlu. dan di tulisan-tulisan di buku Mencari Tuhan Yang Hilang. makasih ya. Kepentingan saya mah udah bukan lagi kepentingan bisnis. terdengar seperti promos ya? Ya biar saja. saudara-saudaraku sekalian.

Bersama Allah Yang Maha Mengubah Keadaan. terjadilah. Selama kita masih hidup. itu tanda bahwa Allah masih memberi kita kesempatan mengubah apa yang mau kita ubah. Sekarang Saatnya Kembali Kepada Allah. Kehidupan akan terus berlangsung. . Hidup kita belumlah berakhir.We Are Not Game Over Yet Kajian Utama: Qs. Kajian Doa: Disesuaikan. bukan berapa buruknya masa lalu kita. Bersama-Nya. Bangkit! Sesuatu yang terjadi. Tapi yang menjadi masalah buat kita. adalah seberapa indah masa depan yang akan kita bangun. Dan yang menjadi masalah. Ubah masa lalu dengan menatap masa depan. an Naml: 62 Qs. bahwa Allah akan membantu perjuangan kita memperbaiki hidup kita. al Fath: 4 Qs. Bertaruhlah. 141-142. Termasuk memperbaiki segala kesalahan kita di dunia ini. 185 Qs. Aali Imraan: 26. Kalau kita memang masih hidup. kehidupan tidak berakhir di sini. 51 Qs. Assalaamu’alaikum warohmatuwloohi wabarokaatuh. Awloohumma shalli ’alaa sayyidinaa Muhammadin wa ’alaa aalihi washohbihii ajma’iin walhamdulillaahi robbil ’aalamiin. Apapun yang terjadi. az Zumar: 8. ath Thalaaq: 3-5 Qs. Bangun. al Fajr: 21-30 Kajian Hadits: Disesuaikan. al Hadiid: 6 Qs. at Tahriim: 8 Qs. as Sajdah: 21 Qs.

. Jangan sampai terjadi de-motivasi di bangsa kita. Banyak yang sesat justru ketika mereka tidak bermasalah.. Jamaah yang dicintai Allah.. yang sudah saya tuangkan di dalam buku-buku saya. cukup banyak orang-orang yang putus asa di negeri ini. Perjalanan waktu mengajarkan saya sebuah hikmah yang luar biasa. dan tidak bersabar di setiap ujian-Ku.. falyakhruj min tahti samaa-ii. hingga mereka ingat kelalaiannya. sisi spiritual saya ”lebih hidup”. keluarlah dari langit-Ku.” (Hadits Qudsi).. nyaman..Tidak Ada Yang Tidak Mungkin Bagi Allah. Dan berterimakasihlah diberi masalah oleh Allah.. Ikhlas. Saya diajarkan oleh kehidupan ini: Berterimakasihlah sebab kita diberi masalah. kealpaannya.. di antaranya Mencari Tuhan Yang Hilang.. wa lam yashbir ’alaa balaa-ii. wa lam yardhoo bi qodhoo-ii.. Kalau kita lihat sekeliling kita. benar-benar thanks to Allah. Syukur. permasalahan hidup kalo dinikmati. siapa yang tidak bersyukur atas nikmat-Ku... harusnya. apalagi di diri kita. Asal syaratnya: Sabar. Berterima kasih diberi-Nya masalah. ”Wa mal lam yasykur ’alaa na’maa-ii. ya dinikmati. kesalahannya. Koq saya menyebutnya para penikmatnya? Ya. dan carilah Tuhan selain diri-Ku. Dengan masalah. ”Alam ya-ni lilladziina aamanuu an takhsya-a quluubuhum li dzikrillaahi wa maa nazala minal haqqi.. Masalah hidup. Sebagiannya sebab mereka menghadapi masalah hidup yang harusnya tidak menjadikan mereka lemah. kita akan menjadi belajar.. Makanya.. malah menyenangkan. wal yathlub robban siwaa-ii. apakah belum tiba saatnya bagi orang-orang yang beriman untuk membuat hati mereka tunduk mengingat Allah? Dan untuk tunduk terhadap apa-apa yang diturunkan dari kebenaran al Qur’an?” (Qs. Kita harus ambil bahagian sebagai orang-orang yang bisa memotivasi bangsa ini dan diri kita sendiri. hidup enak. semestinya mengantarkan ”para penikmatnya” untuk kembali kepada Allah. dan tidak ridha atas Ketetapan-Ku. setelah sebelumnya ”tidak terlalu . Saya pribadi. dan karunia Allah biasanya akan datang lebih banyak lagi ketika sebelum bermasalah. Lalu Allah beri masalah.. Banyak orang orang yang kehilangan motivasi dan spirit dalam menjalani hidup ini... Sebab kita akan menjadi kuat. al Hadiid: 16). tiada rintangan.

bahwa hidup belumlah berakhir seperti yang kita bayangkan. banyak di antara kita yang barangkali sedang tidak bermasalah. Bagi merekamereka yang bermasalah. betullah kenyataan yang saya saat ini nikmati. Padahal hidupnya sendiri bermasalah. Bintang: Perjalanan Kehidupan Berbuah Hikmah Kisah Bintang. We’re not game over yet. Tapi jangan sampai ternyata keadaannya itu bukanlah keadaan yang sesungguhnya. Perjalanan masalah saya pribadi. Dan saya mengisahkan kisah Bintang. untuk mengajarkan kepada diri saya. kadang tanpa mereka sadari. kehidupan baru justru baru saja mereka mulai! Ada kekuatan di balik permasalahan yang Allah hidangkan dalam hidup kita. Alhamdulillah kalo begitu mah. Bahkan. Jika ada sesuatu yang kita sebut tidak mungkin. seraya memohon ampun dan melayangkan doa kepada-Nya. dengan Allah anugerahkan masalah. Artinya. hidupnya sih memang tidak bermasalah. mudah-mudahan berhasil membangun Motivasi & Spirit kita semua yang mengikutinya. Kisah Bintang ini sudah memotivasi diri saya sendiri. Sementara itu. untuk segera bertaubat. Allah menghadiahkan bisnis yang halal buat saya. yang kemudian dijadikan judul dari bahagian modul perkuliahan Wisatahati. kisah yang menjadi pembelajaran di dalam Pengantar Kuliah Wisatahati ini. begitu saya sering bertutur. tapi ternyata sebab Allah belum menjatuhkan keputusan-Nya. maka kata-kata tersebut tidak berlaku untuk Allah. Allah teramat Kuasa.hidup” untuk tidak mengatakan sudah ”separuh mati”. andai kita masih diberi-Nya karunia untuk hidup. Terutama saya mengisahkan kisah Bintang ini sebagai pelajaran buat saya. Allah hadiahkan jalan dakwah buat saya. Dan bisa dibilang Majelis Wisatahati dan Kuliah Wisatahati pun berawal dari masalah. tapi juga senang dan selamat di negeri akhir. Agar bukan saja hidup kita senang dan selamat di dunia ini. melahirkan modul-modul Kuliah Wisatahati ini. . dan perjalanan masalah-masalah para jamaah yang datang konseling ke majelis Wisatahati. dan Allah berikan saya keluarga dan jamaah yang menyenangkan. Maka mudah-mudahan kisah ini menjadi pelajaran agar betul-betul selamat kita sebab menjadi orang-orang yang senantiasa ingat dan mau terus memperbaiki diri. Itu semua adalah buah dari perjalanan masalah yang orang-orang lebih sering mengeluhkannya ketimbang mensyukurinya. bahwa tidak ada kata terlambat untuk memohon bantuan dan pertolongan Allah.

Siapa tahu di antara Anda ada yang membutuhkan doa ini. dan taati. Allah sudah mengampuni segala dosa. harus senantiasa disuarakan terus oleh siapa saja. Seolah kita tiada iman yang mengajarkan bahwa Allah lah Yang Memberi Rizki hingga menyebabkan kita ”putus asa”. Mohammad Mansur Kampung Sawah Jembatan Lima. untuk orang-orang tuaku. Yang Maha Membuka. di setiap kajian agama. Sebab siapa tahu.Sedikit saya mengingatkan diri saya. isyu tentang ”Kembali Kepada Allah”. Kalau perlu. ketimbang mereka yang bermasalah. di setiap penuturan kisah-kisah hikmah. Do’a Kesayangan Saya. Kasihan diri kita kalau sampe jauh dari Allah. sami’naa wa atho’naa. bahwa hidup masih bisa diperbaiki. Doa ini sangat membantu saya. agar Engkau membukakan segala pintu yang bersesuaian untukku.. sebelum saya kisahkan kisah Bintang. pintu ampunan-Mu. sebagaimana ketika ibu saya menghampiri saya dan menuliskan doa ini untuk saya: Awloohumma yaa Fattaahu. perhatikan. merasa susah dan sempit nafas oleh sesaknya persoalan dunia yang harusnya tidak menyesakkan batin. itu tandanya diri berada dalam keputusasaan juga.. Termasuk membuka kesempatan bagi diri kita untuk memperbaiki diri dan membuka harapan di tengah keputusasaan kita. Termasuk pula kumohonkan agar Engkau membukakan pintu maaf-Mu. Doa ini diberi ibu saya ketika saya dilihatnya sedang menangisi hidup ini. Kusebut asma-Mu. Sebab diri ini belumlah selesai perjalanan hidupnya. Di setiap penulisan buku. serta urusan masih bisa dan insya Allah bisa diselesaikan. dan ketika merumuskan modul-modul perkuliahan Wisatahati. Hadiah Dari Ibu. saya usahakan saya sendiri ikut belajar.. terima. atau bahkan di tengah kemungkinan-kemungkinan yang mungkin saja terjadi. Kepengen sekali di saat berakhirnya hidup. saya mengingat doa berikut ini. Yaa Fattaahu. bahwa jika masih senang mencari rizki haram. untukku.. Membuka apa saja. lalu diseru kembali kepada Allah. dengar. Doa yang diajarkan oleh ibu saya. Yaa Awlooh. kita-kita yang tidak bermasalah inilah sesungguhnya yang lebih membutuhkan nasihat ini. Ibu Humrif’ah Binti Hajjah Rafi’ah Binti KH. Untuk Mengubah Keadaan Jamaah sekalian. dan mencari rizki bukan dari jalannya Allah. Dan bila diri kita sedang tidak bermasalah. Jamaah yang dicintai Allah. Di tengah kehidupan yang banyak permasalahan dan keinginan. Saya menyayangi Anda semua. masih merasa harus menempuh cara-cara yang tidak disukai Allah dalam mencari rizki. Saya teringat doa ini sebab saya mengingat Anda jamaah sekalian. untuk istriku dan .

dan anak-anak keturunan kita. agar juga menjadi doa yang mengiringi ta’lim kita. tamat.. 30… . Ia jaminkan rumah mertuanya. Ia jual tanah orang tuanya. Ia pinjam surat kendaraan besannya. adalah seorang laki-laki. Orang-orang seperti Bintang seakan-akan tegar. untuk keluargaku. kepada keadaan yang lebih baik lagi. dan untuk segenap orang-orang yang kucintai. Bintang merasa hidupnya akan segera game over. Senantiasa kita mohonkan ridho dari Allah di segala langkah kita. Ia pakai nama kawannya untuk pinjaman ke bank. 50. Rasa malu. 80. Bunuh diri. Wahai Yang Maha Mengubah Keadaan. seorang ayah. 100. seakan menjadi jawaban yang menyelesaikan semua perkara dunia. 40..orang tuanya. tidak punya harapan.. untuk anak-anakku dan keturunan-keturunannya. dan masih banyak lagi kekhawatiran-kekhawatiran akan keburukan demi keburukan. Saya bacakan salah satu doa kesayangan saya ini. Wahai Yang Maha Memberikanku rizki. Yaa Rozzaaqu. Hawwil haalanaa ilaa ahsanil haali. melekat di hati dan di pikiran. Deretan ini menambah lemah Bintang. Ya. Saya mulakan sedikit kisah tentang Bintang ini. Demikianlah jamaah sekalian. keluarga kita. Dan bertambah lemah apabila ia mengingat keburukannya menghantam kanan kirinya. Biasa. 70… terus turun… 60. 90. yang kepayahan ekonomi dan rumah tangganya. atau malah ia merasa ia ingin saja segera mengakhiri hidupnya. Bintang. Ubah keadaan kami yaa Awlooh. Mengalir pahala dan kebaikannya untuk kita. Sungguh lemah. dan memohon agar segala aktifitas kita dicatatNya sebagai amal saleh dan ibadah untuk-Nya. 40 tahunan. rasa takut. Bintang merasa hidupnya semakin gelap dan tidak menentu. Ibarat lampu digital. Dia di ambang perasaan bahwa hidupnya akan segera berakhir. beban kehidupan memang bisa membuat seseorang kepengen saja rasanya mengakhiri hidupnya. tapi lemah. hina. Yaa Muhawwilal haali. Para tetangga yang tidak bisa ia kembalikan dananya. cahayanya melemah. Cahaya Lampu Yang Melemah Baiklah jamaah sekalian. sebut saja begitu.

Wajar juga kalo Bintang merasa dirinya bakal game over. Yang dihitungnya selalu hitung-hitungan matematis manusia. apalagi kalau kita mengadu pada Allah. -Keikhlasan orang tuanya menyediakan tanahnya untuk dijual. dsb. Yang belum berjodoh. dengan ragam persoalan hidup kita masing-masing. Minimal doa akan menentramkan hati. Jelas itu adalah sederetan kalimat-kalimat lemah yang ia suarakan sendiri sehingga seakanakan hidupnya betul-betul sudah tidak memiliki kemampuan apa-apa. Berikut ini suara-suara di dalam hati dan pikirannya: -Tidak akan bangkit. ga akan punya jodoh. Berdoa bisa mengubah segalanya. wajahwajah memelasnya para istri dari orang-orang yang namanya ia pakai untuk meminjam ke bank. Kita mengadu pada manusia saja yang kita anggap bisa membantu. DIA akan mengabulkan siapa yang berdoa. Bintang meyakinkan dirinya. -Akan game over Itulah suara yang menang. lalu doanya akan didengar Allah? Bintang rupanya termasuk orang-orang yang payah dalam meyakini kekuatan doa. Salah seorang kawannya menasihati dia tentang kekuatan doa: “Bintang. -Tidak akan sanggup membayar hutang. insya Allah sudah akan membahagiakan hati. kadang suara putus asa pun muncul dari dalam diri kita. sulit berjodoh. Sebab Allah sendiri yang menjanjikan. -Rumah mertuanya bakal disita. terus saja ia mengipasi diri kita. yang ia biarkan muncul menguasai dirinya.Berdoa Untuk Ketentraman Hati Berdoa Untuk Ketenangan Hati Di posisi cahaya tinggal 30 ini Bintang ”berkenalan” dengan Doa. dan akan segera berkahir! Belum lagi tambahan dari terbayangnya wajah-wajah seram para penagih. Kita pun belum tentu kuat jika berada di dalam posisi Bintang. nasibnya jelek. dan DIA akan menolong siapa yang meminta pertolonganNya”. Wuah. Tapi kalau Allah sudah pasti mau membantu. benarkah? Benarkah nasihat kawannya ini? Benarkah Allah akan membantunya bila ia berdoa? Apa iya dia yang merasa dosanya banyak. Kita-kita. Manusia belum tentu mau membantu. sia-sia. berdoalah. komplit. Pun payah meyakini Kekuasaan Allah. Buat yang .

dsb. ga mungkin punya rumah. ”Innamaa amruhuu idzaa arooda syai-an ay yaquula lahuu kun fayakuun. mending mati saja daripada ngerepotin. Dan barangsiapa yang memasrahkan urusannya kepada Allah. Yang belum punya rumah. mandul. sulit kalau tidak ada kenalan orang dalem. Yang belum kerja.. bahwa DIA tidak memiliki batas. dsb. ga bakalan bisa. Dan bukankah Allah sendiri yang bilang. dsb. Yang belum punya anak. Dan Bintang mau mencoba meyakinkan dirinya sendiri. bahwa Allah itu ADA. Yaasiin: 82). Allah Sanggup Mengatasinya. Lemah tak berdaya. Bintang benar. Lawan. Kalau kita memasrahkan kepada Yang Kuasa. sulit sembuh. Terjadi bukan karena apa yang dipikirkan. Berdoa berarti percaya kepada Yang Kuasa.” (Qs. dsb. Jadi. tidak akan sembuh. maka jadilah. ”. . Bintang mau meyakini. terhadap persoalan berat yang kita hadapi. susah dapet pekerjaan yang bener. ‘Aali Imraan: 26). “Innahuu ‘alaa kulli syai-in qodiir. sulit dapat pekerjaan. Dan terjadi bukan karena apa yang diusahakan manusia. kalau Allah sudah berkenan. jangan biarkan suara ini muncul. Dan memang Allah jugalah yang menancapkan keimanan ke dalam hati hamba-hamba-Nya yang lemah. kudu ada ijazah. niscaya Allah yang akan mencukupkannya. sulit kalo ga pake pelicin. Lawan dengan keyakinan dan doa.. Berkenalan dengan Kuasa dan Kebesaran Allah. sesungguhnya DIA Maha Kuasa atas segala sesuatu”. Fayakuun.” (Qs.. sudah nasib saya ga punya rumah. Di posisi seperti inilah Bintang berkenalan dengan doa. Tidak peduli Seberapa Besarnya Masalah Kita. sebab udah lebih dari 8 tahun sih. Tapi terjadi karena Allah menghendaki itu terjadi. jangan ngimpi punya rumah. ga bakalan sembuh. Memberikan taufik dan hidayahNya. insya Allah DIA akan mengurus permasalahan-permasalahan kita. bahwa datang kepada Allah adalah jawaban buat segala masalah yang sedang dihadapinya. Terjadi bukan karena perasaan manusia.. kudu ada koneksi. Allah membuat perjalanan waktu kemudian ikut juga mengajarkan. Lawan dengan iman dan semangat. Sesungguhnya urusan-Nya jika DIA menghendaki sesuatu. sulit kalo ga ada gaji gede mah. ath Thalaaq: 3). maka segala sesuatu bisa saja terjadi. (QS. sehingga berangsur-angsur Bintang percaya dengan kekuatan doa dan percaya akan Kuasa Allah. Jamaah yang dicintai Allah. Wa mayyatawakkal ’alawloohi fahuwa hasbuh. niscaya hidup kita akan semakin lemah saja. Bila kita pelihara suara-suara melemahkan ini.. cukup bagi-Nya mengatakan Kun.berpenyakitan. turunan susah ya susah. Maka. ga bakalannya bisa memiliki rumah yang layak. hingga berujung pada putus asa.

.” (Qs.. Allah berikan kesejukan batin yang luar biasa buat hati Bintang sehingga ia menjadi tegar menghadapi hidup ini.. ”Wa may-yataqillaaha. serta menyempurnakan segala nikmat-Nya dengan ampunan-Nya. Maka benarlah kiranya ungkapan ini Cukuplah ketenangan mestinya hadir ke dalam hati mereka yang beriman dengan melihat ayat berikut ini: “Wa mayyattaqillaaha yaj’al lahuu makhrojaa.. memperbaiki hidupnya. yang percaya kepada Allah. Babak menikmati perjalanan doa.. wahai orang-orang yang . ath Thalaaq: 4).Bintang pun memproses permohonannya.. Tapi alhamdulillah ketenangan Allah masukkan ke dalam hatinya Bintang. Benarlah juga ungkapan yang mengatakan. Sesiapa yang bertaqwa. dan Allah akan berikan rizki dari jalan yang tiada ia duga... ”Huwalladzii anzalassakiinata fii quluubil mu’miniina.. yaj’allahuu mi amrihii yusroo... fahuwa hasbuh. qod ja’alawloohu likulli syai-in qodroo..... Allah akan hapuskan kesalahan-kesalahannya.... yukaffir ’anhu sayyi-aatihi.. supaya bertambah-tambah imannya. keadaannya Bintang.. Sesiapa yang bertawa. menikmati perjalanan memelihara diri yang biasa kita sebut taqwa. wa yu’dzim lahuu ajroo. memelihara dirinya dari apa yang Allah tidak suka. cukuplah awal untuk memperbaki kehidupan adalah dengan melakukan pertaubatan. Allah akan menjadikan kemudahan baginya di setiap urusannya. liyazdaaduu iimaanamma’a iimaanihim.. maka Allah akan mencukupkannya...... Lihatlah janji Allah berikut ini yang kemudian dinikmati oleh Bintang: ”.. Dalam pada itu. sesungguhnya Allah menguasai segala sesuatu. Wa may-yattaqillaaha. Ya.. Allah membuat segala sesuatu itu ada ukurannya”. Bintang memulai babak baru lagi dalam hidupnya. dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah..... maka Allah akan berikan baginya jalan keluar. dan Allah akan lipat gandakan pahala baginya.. ath Thalaaq: 5)...... ”Yaa ayyuhalladziina aamanuu. dan menikmati perjalanan pertaubatannya.. Innawlooha baalighu amrihi. Dialah Allah yang menurunkan ketenangan di hati orang-orang yang beriman.. dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah. memprihatinkan. (Qs.. Di saat situasinya memang menurut sebagian orang tidak lagi bakal selamat. wa mayyatawakkal ’alawlooh. al Fath: 4)... (Qs. Allah berjanji akan menghapus kesalahannya. Dia mendekatkan dirinya pada Allah. wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasib.. ketika di awal memohon pertolongan Allah... ketika manusia bertaubat.” (Qs. Ath Thalaaq: 2-3).

.... wayudkhilakum jannaatin tajrii min tahtihal anhaar. pada hari di mana Allah tidak akan mempermalukan para nabi dan orang-orang yang bersamanya. mereka berkata wahai Tuhan kami sempurnakanlah untuk kami cahaya kami.. Allah. Tapi tidak sedikit manusia yang susah sebab ia mengundang sendiri kesusahan itu datang ke dalam kehidupannya.. Jamaah yang dicintai Allah. mudah-mudahan Allah Tuhanmu memperbaiki segala kesalahan-kesalahanmu..... Tuhan Yang Memberi Harapan Mestinya Kita Rindu Pada-Nya Setelah perkenalannya dengan doa dan Kekuasaan Allah. Sedikit saja harapan Allah bentangkan bagi hamba-Nya.. yauma laa yukhzillaahunnabiyya waladziina aamanuu ma’ahuu.. dan memasukkan kamu semua ke dalam surga-Nya yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. an Naml: 62). Ada seseorang yang mengalami kesusahan sebab Allah mempergilirkan kesusahan itu sebagai ujian hidup... ’asaa robbukum ayyukaffiro ’ankum sayyi-aatikum. Allah memang Maha Memberi Harapan...... sesuatu merayap dalam hatinya Bintang... dan siapa yang menghilangkan kesusahan apabila ia berdoa kepada-Nya...?” (Qs....beriman. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. innaka ’alaa kulli syai-in qodiiir... ”Fa ashoobahum sayyi-aatu maa kasabuu... Sesuatu yang membesarkan hatinya..” (Qs.. ”Ammayyujiibul mudhthorro idzaa da’aahu... walladziina dzolamuu min haa-ulaa-i sayushiibuhum sayyi-aatu .. waghfirlanaa.. at Tahriim: 8). Bintang disergap kerinduan yang mendalam kepada Allah. siapa yang menghilangkan kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya. nuuruhum yas’aa baina aydiihim wa biaymaanihim... Maka mereka ditimpa akibat buruk perbuatan buruk mereka sendiri. Sesuatu yang tiba-tiba saja sanggup membuat dia merasa hidupnya masih punya harapan. maka harapan itu akan “menghidupkannya” kembali. tuubuu ilawloohi taubatan nashuuhaa. Alhamdulillah kesadaran Allah bersitkan di hatinya.. cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka.. yaquuluuna robbanaa atmim lanaa nuuronaa. bertaubatlah kamu kepada Allah dengan sebenarbenarnya pertaubatan... Bintang termasuk yang mengundang sendiri kesusahan tersebut. wa yaksyifussuu-a..... dan ampunilah kami.

ia ambil wudhu sebagai permulaan. Ia bertaubat pernah mengutuk Allah. Kayaknya kesusahan saya adalah panggilan Allah bagi saya agar saya kembali pada-Nya. shalat tiada tertegak dengan baik. dan orang-orang yang zalim di antara mereka akan ditimpa akibat dari apa yang mereka usahakan. Ia mengakui bahwa sesungguhnya ia sendiri yang sudah tidak bersyukur pada-Nya. Dan memang seharusnyalah kita kembali kepada Allah sebelum terlambat. Dan tiba-tiba saja terbentang lembaran-lembaran dari hari-hari yang sudah dia jalani. mushalla.. Tertegak qaamuu kusaalaa. dengan sikap tidak sempurna. Kesuksesan sedikit yang sudah Allah berikan. Ta’lim-ta’lim. tanpa dia sadari. Kembali Kepada Allah Bintang kembali pada Allah. koq tidak menjaga diri-Nya? Dan membiarkan orang zalim bisa berlenggang menzalimi manusia yang lain termasuk dirinya? Dengan sebab kesadarannya. Dia melihat dengan jelas.” (Qs. Ia bertaubat kepada Allah. hingga ia hancur. Bintang bertaubat. jarang dia datangi untuk shalat berjamaah. Dengan mantab. jika Allah ada. as Sajdah: 21). Shalat seadanya. dengan alasan sibuk tiada waktu. Kesusahan dunia saja sudah membuat kita menjadi susah. Bintang ikhlas dengan keadaannya.” (Qs. Ia bertaubat kepada Allah dari seluruh dosa yang sudah ia buat.maa kasabuu.. Allah sudah saya nomor sekiankan. . dan mereka sekali-kali tidak akan bisa melepaskan diri. Masjid. dan ia tegakkan shalat sunnah taubat.. ”Ah. mari kita lihat firman Allah di Surah al Fajr. Batinnya benar-benar kosong dari Allah. tertegak seperti orang malas. Ia bertaubat sudah pernah berburuk sangka kepada-Nya. sudah melalaikannya dari Allah. Kami timpakan sebagian akibat buruk yang manusia lakukan sebelum siksaan yang sebenarnya datang. ”Walanudziiqannahum minal ’adzaabil adnaa duunal adzaabil akbari la’allahum yarji’uun. jarang ia hadiri. Ia pun bertaubat pernah punya perasaan jelek kepada Allah: Mengapa katanya. Bintang ikhlas menerima kesusahannya. Setelah Allah menceritakan tentang kehancuran ummat-ummat sebelum kita. Akhirnya ya wajar Allah tarik segala nikmat dari-Nya. az Zumar: 51).. Bintang terus melihat dirinya.” begitu kata Bintang pada dirinya sendiri. Ia bertaubat pernah tidak ikhlas menerima dirinya bisa ditipu sana ditipu sini. betul-betul jarang dia lakukan. Untuk shalat sunnah? Wuih.. tidak lain agar mereka kembali.. wa maa hum bimu’jiziin. Jamaah sekalian. apalagi nanti kesusahan akhirat.

dan memohon pertolongan-Nya. pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksaan-Nya.. yaquulu yaa-laitanii qoddamtu lihayaatii.. dan jamaah semua... fayaumaidzil laa yu’adzdzibu ’adzaabahuu ahad. masuklah ke dalam barisan hamba-hambaKu... irji’ii ilaa robbiki roodhiyatam mardhiyyah. niscaya DIA akan mendengar dan mendengar terus permohonan dan keluh kesah kita.. dan masuklah ke dalam surga-Ku.” (Qs.. dan memperdengarkan semua keluhannya kepada Allah.. Dan jamaah yang dicintai Allah.. Alhamdulillah.. Demikian jugalah kita berdoa semoga kita adalah orang-orang yang bisa kembali kepada Allah. dan pada hari itu diperlihatkan neraka jahannam. Kalau . Bila Kita Istiqamah.... marilah jamaah semua. kita pun kadang berada di posisi Bintang seperti ini.. Jangankan masuk neraka. yaumaidziy yatadzakkarul insaanu. Allah mengingatkan kita untuk segera kembali kepada Allah. dan datanglah Tuhanmu. Allah mengatakan seperti ini: ”Kallaa. Maka tidak bosan saya mengingat diri saya. al Fajr: 27-30). lalu di ujung akhir surah. Supaya kita kembali dalam keadaan yang Allah sudah ridho kepada kita: ”Yaa-ayyatuhannafsul muth-mainnah.. Allah Pasti Menolong Kalau Sudah Ditolong. wa jaa-a robbuka wal malaku shoffan shoffaa. Namun.dan sebab-sebabnya. wadkhulii jannatii.. Jangan Lupakan Yang Menolong Bintang susah. melihat neraka pun jangan. idzaa dukkatil ardhu dakkan dakkaa... janganlah kita melupakan Allah lagi. wa jii-a yaumaidzim bijahannama.. wa annaa lahudz dzikroo. kembalilah pada Tuhanmu dengan hati yang tenang lagi diridhai-Nya.. ketika semua badai telah berlalu. Kalau kita kembali pada Allah. dan pada hari itu teringatlah manusia akan apa-apa yang telah ia perbuat selama di dunia. jangan sampe telat bertaubat.... al Fajr: 21-26)... (Qs.... dan dia mengatakan alangkah baiknya kiranya jika aku dahulu mengerjakan amal saleh untuk hidup yang sekarang ini.... bahwa doa kita semua didengar Allah.. Na’udzu billaah tsumma na’udzu billaah. Supaya kita tidak sempat melihat neraka... Itulah jamaah sekalian. akan tetapi tidaklah berguna lagi itu semua bagi manusia. Bintang kemudian kembali kepada Allah.. fadkhulii fii ’ibaadii. lalu dia ingat kepada Allah. kita bersama-sama saling mengingatkan agar menyegerakan diri kembali kepada Allah. Untuk itu.. Kalau bisa. apabila bumi digoncangkan berturut-turut.. wahai jiwa-jiwa yang tenang. sedang malaikat berbaris-baris.

Kita pun berdoa semoga keistiqamahan Allah berikan kepada kita. naik jadi 40. Ia memasrahkan segalanya. dia akan berdoa kepada Allah seraya bertaubat kepada-Nya.. berat untuk kita untuk menjadi hambaNya yang diingat-Nya lagi.. seperti prajurit Allah yang kepengen syahid di jalan-Nya. 80. tapi kemudian jika sudah diberikan nikmat-Nya kembali. dengan menjadikan diri kita tidak lagi gampang berbuat maksiat dan enteng untuk beribadah dan berbuat baik kepada sesama. Bintang menyeru Allah dan kembali padaNya. . wahai diriku.. Kejadian ini terjadi ketika lampu digital itu. di titik 30 inilah Bintang da’aa robbahuu muniiban ilaihi. lempeng --jika kita hanya ingat pada kesenangan saja. dan juga Anda semua para jamaah sekalian.. Begitu kira-kira yang disampaikan di atas. bahwa ia bakalan game over. Kita berlindung. Dengarlah ayat Allah berikut ini: ”Wa idzaa massal insaanu dhurrun. Ia tahu. tsumma idzaa khowwalahuu ni’matan minhu nasiya maa kaana yad’uu ilaihi min qoblu. 60. 90. Tapi khususnya bagi Bintang dan orang-orang seperti Bintang. hingga terus ke titik 100... Bahwa. ke 90. cahaya kehidupan Bintang turun drastis. 60. Ingat dan bersyukur. 70. Tapi kali ini ia songsong “kematiannya”. dia lupa bahwa dia pernah berdoa sebelumnya. Titik Balik Yang Penuh Ujian Jamaah yang dicintai Allah.kita melupakan Allah setelah ditolong-Nya. akan berusaha menjadi orang-orang yang selalu dijaga dan ditolong-Nya. 70. Dari titik 30.. hari-hari berikutnya Bintang hanya fokus kepada Allah. Dari angka 100.. Secara teori. hingga ke titik 30. seiring dengan kembalinya Bintang kepada Allah. da’aa robbahuu muniiban ilaihi. 50. berada di titik 30. Dengarlah wahai hatiku.? Mestinya. dan bersyukur.. Menjadi sulit kita istiqamah --lurus. az Zumar: 8). Begitukah yang terjadi. dan jika manusia ditimpakan kesulitan. Insya Allah amin.. 40. cahaya lampu itu akan naik kembali. 80. ibarat lampu digital.. yang pernah tahu bagaimana rasanya jadi orang susah.. mudah-mudahan Allah senantiasa menjadikan kita sebagai hambaNya yang ingat pada-Nya. tentu kalau ingat kondisi ini.. Tuhannya..” (Qs. Inilah titik baliknya Bintang. 50.

9. menjaga kita. Rupanya ini memang titik balik. Tunggu dulu. 10. Tapi titik balik yang penuh dengan ujian. Diperkarakan oleh satu dari sekian lawannya. Doa sudah dipanjatkan. seakan-akan percuma. Apakah kalian mengira akan masuk surga? Sedang belum nyata bagi Allah bahwa kita adalah orang-orang yang berjihad di jalan-Nya dan belum nyata bagi Allah bahwa kita adalah termasuk orang-orang yang sabar”. Apakah Bintang putus asa? Namanya juga manusia. Sesaat ia seperti kembali ke titik nadir. seperti yang suka disuarakan juga oleh orang-orang yang lemah imannya dan tidak bertauhid yang baik. 7. dan kembalinya dia kepada Allah. 2. tapi kenapa kehidupan tetap berakhir buruk? Dan Bintang menemukan keadaan dia ini. Mending kali kalo rumahnya sendiri. Tapi Allah tidak akan membiarkan hamba-hamba-Nya sendirian dalam menjalani ujian hidup ini. Jangan lagi ditanya ruko yang disewanya. Aali Imraan: 142). Istri dan anak-anaknya? Berantakan. Semuanya habis. Secara teori sih harusnya titik balik Bintang di titik 30 itu mestinya menjadi starting poin untuk dia naik lagi posisi kehidupannya. Bintang limbung. Allah Tidak Akan Membiarkan Hamba-Nya Sendirian Dalam Menjalani Ujian Kehidupan Allah memang senantiasa menguji hamba-Nya. Bahkan Bintang mendekam beberapa saat di sel polisi. 8. 1… dan… 0.Tapi tunggu dulu! ”Am hasibtum an tadkhulul jannata wa lammaa ya’lamillaahul ladziina jaahaduu minkum wa ya’lamash shoobiriin. (Qs. Dia merasa. . 5. Rumahnya disita. Ini rumah yang disita adalah rumah mertuanya hingga maaf. ketika dia sudah berada di dalam sel. Dia akan selalu memperhatikan kita. Allah akan selalu menemani. bahwa Allah ternyata tidak mendengar. Yang terjadi ternyata tidak begitu. Kitanya saja yang perlu mengenali bahwa Allah begitu dekat dalam kehidupan kita. Akhirnya malah “Game” beneran. 6. Cahayanya malah makin melemah… 30. Tapi apa boleh buat. 20. 4.. Perjumpaannya dengan Allah. Ya. membuat mertuanya menyumpahi dia tiada henti. yang memang sudah lama tidak diisi sebab tidak lagi beroperasi. 3. dan menyayangi kita. Jangan tanya mobil dan motor yang memang juga sudah lama tidak lagi ada di garasinya.

Kawan satu selnya. Kematian bagaimana? Allah menolong Bintang. Bukanlah benar kata Allah? Bahwa dunia ini hanya kesenangan yang menipu. Maha Suci Engkau. alias dengan bangkrutnya ini dia selamat dan bisa bertaubat kepada Allah. hingga kemudian dikeluarkan dari sel. Siapa tahu bisa membebaskan dia dari api neraka yang apinya ia pernah nyalakan dengan maksiatnya di dunia.. Lalu.. Bintang histeris dalam kesunyiannya. Mati di sel. Tapi untunglah Allah memberinya pelajaran. tiap-tiap jiwa akan merasakan mati... Jamaah sekalian. Subhaanaka laa ‘ilma lanaa illaa maa ‘allamtanaa innaka antal ‘aliimul hakiim. sesungguhnya Bintang harus merasa faaza.Di dalam sel. Bintang masih hidup! ”Kullu nafsin dzaa-iqatul maut. jika neraka dijauhkan.. bahwa ia tidak pantas meratap. Dan Bintang selamat. merasa beruntung. faman zuhziha ’aninnaari wa udkhilaljannata.... .. Dan kalau masih hidup.. faqod faaza. Buat apa dia naik lagi derajat kehidupannya. Ia tertegun. hampir saja ia meratapi keadaannya berlama-lama... Ia adalah Bintang. dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu.. sungguhpun secara dunia ga bisa naik lagi. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Bintang terguncang kesadarannya untuk kesekian kalinya... ada yang mati. Dengan cara apa Allah mengajarkan Bintang? Dengan kematian. Bukan kawannya yang mati tersebut. Ia melihat proses kematian kawannya ini. kalau kemudian dunia menipunya kembali dan menghempaskannya ke neraka? Allah yang mengajarkan manusia dengan ilmu-Nya. tidak pantas cengeng.. Bintang paham. Ia tidak bisa bicara. Bintang meresapi kata per kata firman Allah ini. Dia telah bertaubat dan kembali kepada Allah. Sedangkan dia masih hidup. wamalhayaatuddunyaa illaa mataa’ul ghuruur.. karena Allah yang menghendaki keselamatan itu. di mana Bintang berada satu kamar dengannya. maka sungguh dia telah beruntung. maka barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukka ke dalam surga... Bila pun dia mati. Tidak ada ilmu buat kami kecuali apa yang Engkau ajarkan kepada kami. Aali Imraan: 185)..” (Qs. Tiap-tiap jiwa akan merasakan mati. tentu Allah akan menyempurnakan pahala dan kebaikannya di hari akhir. wa innamaa tuwaffauna ujuurokum yaumal qiyaamah. dunia ini tidak lain adalah kesenangan yang menipu. Sebuah pelajaran yang mengajarkan bahwa Bintang masih hidup. Bintang masih bisa mengubah keadaan hidupnya. Sebabnya apa? Sebabnya ya itu.

Entahlah. Bintang mengamini. kita akan menikmati seluruh penderitaan kita. maka kita akan kuat.Di hati Bintang. akhirnya Bintang memang tahu. Akhirnya ia berprasangka sangat positif kepada Allah. bahwa bukan saja ia akan menjadi orangorang yang bersyukur dengan tidak lagi gampang melakukan kesalahan. Charge Your Life! We Are Not Game Over yet! Jamaah yang dicintai Allah. bahwa setelah nanti kesulitan terlewati. sebenernya his life isn’t game over yet. dia akan menjadi individu yang penuh syukur. Bahwa kata Allah mereka yang mengatakan iman. Dan ia yakini. apa Bahasa Inggrisnya ini bener. Memenuhi ronggarongga hati dan pikirannya. Kita akan sabar. Kelak ketika kematian menjadi haknya. Apakah kalian mengira akan masuk surga? Sedang belum nyata bagi Allah bahwa kita adalah orang-orang yang berjihad di jalan-Nya dan belum nyata bagi Allah bahwa kita adalah termasuk orang-orang yang sabar”. sebagai bayaran dari pengkhianatan kepada Allah . Hidupku bukan berakhir di sini! Begitu teriakan batinnya. ayat Allah yang berbunyi: ”Am hasibannaasu ay-yutrokuu ayyaquulu aamannaa wahum laa yuftanuun”. mestinya kita begini. Jamaah sekalian. Luar biasa. Kita akan tabah. Yakni tempaan kesabaran. Hingga nyatalah ayat berikut ini juga di hati Bintang: ”Am hasibtum an tadkhulul jannata wa lammaa ya’lamillaahul ladziina jaahaduu minkum wa ya’lamash shoobiriin. Tiba-tiba lagi Bintang menjadi bersemangat menjalani hidupnya. hidupnya belonan game over. namun juga akan berusaha melakukan kebaikan. Allah menguji kepulangannya dulu ke Allah. Hitung-hitung mengasah imannya. Apalagi Bintang menyadari bahwa inilah barangkali tempaan juga bagi dirinya di mana Allah menghendaki dirinya masuk surga beneran. bunyi. he he he. Akhirnya ia meneruskan riyadhahnya. Malah kalau perlu ia akan gunakan kesempatan demi kesempatan yang Allah berikan. Ketidakberdayaan adalah ciptaan kita sendiri. bahwa memang amalnya tidak mencukupi untuk mengangkat cahaya lampunya. Bintang memaklumi bahwa Allah menguji dulu kembalinya dia ke Allah. akan diuji terlebih dahulu. Sesuatu merayap kembali dalam batinnya. sebagai bentuk jihad di jalan Allah. Bintang masih hidup. Aali Imraan: 142). secara bercanda. Maksudnya. Keanehan terjadi lagi. Hidup ini terlalu singkat kalau kita isi dengan keluhan dan keluhan. (Qs. Tapi rasanya mah bener. untuk berdakwah dan menyiarkan agamanya Allah. Bahkan mungkin. Kalau kita bersandar kepada Allah. dengan penyandaran yang sempurna.

maka langkahnya akan benar-benar berhenti. perlu kesabaran dan keyakinan. Hanya Allah Yang Tahu. Sebelum saya menceritakan terus kisah Bintang. Yakni tergantung Bintang sendiri.” (Qs. maka kehidupan akan berjalan normal kembali. Lihatlah. justru kualitas hidup kita makin menurun. akan membuat perjalanan kesusahan kita akan terasa semakin panjang saja. Jamaah sekalian.. Jangan berhenti. akan menghalangi karunia Allah datang kepada kita. Pelan. Dan perjalanan itu. agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman.saja. Selamanya. bahwa ketika kita kembali kepada Allah. Perjalanan Belum Usai. bersabarlah. Atau kemungkinan lain? Yakni bahwa Allah hendak membersihkan kita: ”Walayumahhishowloohul ladziina aamanuu. Dan memang. Angkatlah dagu kita. Tapi hunjamkan sedalam-dalamnya di hati: ”Hidup kita belum berakhir. Teruskan. Mengeluh. Tatap masa depan dengan penuh semangat. Jika Bintang berhenti sampai di sini. Butuh proses. di episode setelah pertaubatannya yang kelihatannya ”tidak membuahkan hasil”.. bila keadaan seperti Bintang ini yang kita hadapi. akan selalu ada pertolongan Allah yang kita butuhkan. Aali Imraan: 141). termasuk perjalanan pertaubatan. Jangan Surut. Kehidupan Akhirat Yang Lebih Kekal . Ga tahu. Lebih baik kita suarakan pelan kalimat ini... Subhaanawlooh!”. Apakah perjalanan ini akan ia teruskan atau berhenti sampai di sini. mengeluh. hingga kemudian maut yang benar-benar menghentikan langkah kita. proses itu. Wallahu a’lam. Sedangkan langkah kita tidak akan pernah berhenti. Nanti. Habis segala-galanya. Barangkali Allah memang benar sedang menguji kita. atau sedang meniti jalan-Nya. kelihatannya pertaubatan Bintang tidak berhasil membawanya keluar dari kesulitan ya? Buktinya dia habis. dan proses menuju sukses dunia akhirat. kalau sudah impas. Benarkah demikian? Kita lihat saja apa yang terjadi kemudian dengan Bintang. kita pahami dulu satu hal: Bahwa apapun butuh perjalanan. Maka. Tinggal kemudian apakah Bintang bisa menyabari dirinya dan tetap yakin Allah pasti akan menolongnya? Tergantung.

Harus Lebih Kita Pikirkan Ketimbang Kehidupan Dunia Waba’du. maka kami ridha ya Allah. 7. Tidak perduli di posisi apapun. dan memulai untuk bangkit kembali. maka biarlah kesusahan ini kami terima. Di kisah pertengahan tadi. kita rupanya menganggap titik balik Bintang adalah di angka 30. Dari 100. namun. Subhaanallah. Dan ketika kita mau mengubah hidup ini. kehidupan akhirat yang lebih kekal itu yang harus kita lebih pikirkan. dan boleh kita meminta agar Allah mencabut kesulitan dunia kita. yang mudah-mudahan Allah jaga supaya tidak terjadi demotivasi dalam kehidupan ini. Daripada masih ada yang Engkau tunda dari hukuman kami. 9. Begini. kehidupan Bintang terus meredup. 10. kita bisa memulai dari mana kita mau memulai. Apalagi ada sebuah Hadits Qudsi yang bisa memperkuat hati kita: Bagaimana Nasib Bintang Selanjutnya? Bukan Bangkit dari Titik 30 Tapi Bangkit Dari Titik 0! Jamaah sekalian. hingga kemudian ia tidak bisa menahan untuk terus dan terus meredup.. Insya Allah ini lebih menentramkan. agaknya kita harus paham. redupnya cahaya itu hanya sebentar ia rasakan. perubahan itu bisa dimulai... Di titik 30 inilah Bintang sadar. sudah diibaratkan di atas.. dan kembali kepada Allah. lakukan bersama Allah dan Rasul-Nya. Kebangkitan itu bisa dimulai. Di titik 30 ini pula Bintang memulai segala riyadhahnya untuk menembus langit. Segala upaya ia lakukan untuk bisa memulihkan stamina dan kehidupannya. Sejatinya. Berikanlah ampunan dan maaf-Mu untuk kami sebab kami sabar menerima segala ketetapanMu”. 6. betapapun hidup di dunia ini tidak boleh kita sulit. Tapi apa daya. andai kesulitan ini justru akan meringankan dosa kami. indah betul jika kita bisa menyuarakan kalimat ini. bahwa ibarat lampu digital. hingga kemudian mencapai titik terendah yaitu 0. 30. Ya Allah. 8. Hingga akhirnya kita bisa mengatakan dengan penuh ketawadhuan kepada Allah: ”Ya Allah. andai segala kesusahan yang kami hadapi ini menjadi penebus segala kesusahan kami di hari kiamat. 5. . 20. hingga ke titik 30.

Subhaanawlooh! Bintang memulai kembali riyadhahnya. ia tidak mau kehilangan Allah lagi. ia merasa sudah tamat.4.3. Kawan satu selnya ada yang mati. Allah jaga harapannya Bintang. 20. Bintang kemudian keluar dari selnya. 0. Di dalam penderitaannya. 3. segala puji bagi Allah. Pelan.2. Di dalam sel. yang menambah pundi perbendaaraan rizki dari Allah. Kini Bintang gagah banget. 4. Dan kemudian ia mendapati dirinya sebagai pemenang! Bintang melangkah dulu ke orang tuanya. percaya diri. Dia juga Yang Maha Memuliakan dan Maha Menghinakan. ia punya.1. dan hidup dalam kebersyukuran. 1. ia keluar sebagai Bintang ”yang baru”. Bintang merasa bahwa cahayanya yang sudah di titik 0. 30…. Dan kedamaian serta ketenangan itu bisa didapat dengan menjaga dan menyuburkan iman. tapi ia merasa berkah. Dan ini yang membuat Bintang sadar bahwa dirinya sesungguhnya belum mati. atau SPBU. Bersama membangun kembali ekonomi keluarga. Diganti sama Allah dengan karunia iman. mulai merayap naik. 0. Diceritakan bahwa Allah memang Maha Menjaga dan Memberi Pengajaran. Bintang memulai kehidupannya dengan menjadi penjual bensin eceran. tapi pasti: 0. 0. Allah memang Maha Besar. Penuh semangat. Bintang belajar. 0.5…. Meminta mereka ikut bersamanya. Dan ketika sudah keluar. Dia Yang Maha Mengangkat dan Meninggikan. berarti belum tamat pengertian tamat yang sebenarnya. Allah jaga imannya Bintang. Dan alhamdulillah. Bukan . Wajar dulu ia kehilangan kedamaian dan ketenangan. ia berupaya keras mendekatkan diri kepada Allah. Yakni dengan Allah memberi pengajaran buatnya. Dan ia relatif lebih bahagia. kira-kira 10 tahun yang lalu. Bintang sadar. 5… 10. Sebab hilang iman dan syukurnya. Proyek-proyek lain yang sifatnya dadakan pun kerap ia terima. 2. Itulah cerita seorang Bintang. ketika menjadi tahanan. lebih dari segala apa di dunia ini. Semua telah hilang. Kalau belum mati. Bintang Keluar Sebagai Pemenang Begitu keluar dari sel. dan ikhlas. Titik baliknya bukan di 30! Tapi di 0! Maka perjalanan pun ia lanjutkan. Ia kemudian melangkah ke istri dan anakanaknya. bahwa kedamaian dan ketenangan. Pom bensin. Ia bebas. Kecil-kecilan. Jalan rizki memang Allah yang punya. minta restu. Ditambah beberapa waralaba minimarket yang dikelola istrinya.Ketika Bintang berposisi 0.

bukan titik habis. Kosong. dan tetap akan bersama kita. kering. serta iman dan keyakinan. Segala puji buat Allah. bahwa hidup masih bisa ditata. gersang. Karena hidup tanpa Allah. Tiada ilmu kecuali adalah apa yang Allah ajarkan kepada kita semua. bahwa Allah masih bersama kita. Sampai jumpa di semua modul Kuliah Wisatahati. Tanpa makna. Sisakan semangat bahwa hidup belum berakhir. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Hadirkan Allah Dalam Kehidupan KDW0127 Seri 27 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Hadirkan Allah Dalam Kehidupan Tidak sedikit manusia yang dis-orientasi dalam hidupnya. Innallaah ma’anaa. Dan kepada Allah juga segala hikmah dan ilmu. Walhamdulillaahi robbil ’aalamiin. Buan manusia. Masa depan pun Allah yang punya. Kesalahan adalah asalnya dari diri yang penuh khilaf ini. Tapi ternyata justru momentum buat bangkit lagi. Wassalaamu’alaikum warohmatuwloohi wabarokaatuh. dan kepada Anda semua yang saya cintai karena Allah: Sisakan semangat. Semoga Allah membukakan segala pintu pertolongan-Nya buat kita semua. Innawlooha Ma’anaa Sesungguhnya Allah Selalu Bersama Kita. kita mintakan. Kebenaran adalah datangnya dari Allah. Di ujung Kuliah Pengantar kita. Dan sisakan semangat. Jamaah sekalian. Titik 0 baginya. sesungguhnya Allah bersama kita. saya ingin berseru kepada diri saya. Mohon maaf atas segala kesalahan.manusia. . Ini yang harus selalu disuarakan di hati kita.

Hutangnya bisa saja ia tundukkan. sesiapa yang melibatkan Allah. Ia bangun spirit hidupnya. Tidak mendapatkan Allah. Bisa saja hal ini terjadi.Tulisan ke depan akan menyoroti bagaimana hidup dengan berpolakan tauhid. Maka. dan punya performa yang mengagumkan. Ikhtiarnya menjadi ibadah dan mengandung keberkahan. Dengan sakitnya ia tiada ada menambah kedekatan diri dengan Allah. Biasa saja. tiada pengajianpengajian yang digelar. subhaanallaah. Ia bangun motivasi dirinya. ya perlu dilakukan . bagus. Kira-kira begitulah ragam sunnatullah-Nya. Namun. Tapi kemudian ikhtiar menjadi salah apabila secara hati dan pola hidup tidak bertauhid. tiada ibadah dah pokoknya. Banyak orang berikhtiar. berniaga. tanpa shalat dan doa terlebih dahulu. kedudukan ikhtiar di mana? Kedudukan ikhtiar adalah menjadi ibadah. Ia cari kesembuhan dengan berobat. Barangkali ia ketemu dokter yang tepat. Ibadah tiada ia tegakkan. lalu begitu saja mendapatkan kemudahan. wes berobat ya berobat. Seorang yang berhutang. ketemu obat yang berkesesuaian. Seseorang yang sakit. maka di dalam ikhtiarnya. Dan kelak juga kita akan belajar banyak kesia-siaan akhirnya terjadi sabab salah langkah menuju manusia. Tapi sakitnya ini ga menjadi rahmat buatnya. Kelak akan ada juga pertanyaan. ada Allah. Meskipun ada sebaliknya yang juga merupakan sunnatullaah-Nya juga. bukan menuju Allah. Sungguhpun ia tiada hasil. Dia tidak melibatkan Allah. manakala kita kemudian sudah secara hati dan pola hidup bertauhid. Sejalan-jalannya. proses. terhadap yang begini. Sayangnya. maka dia gajian. keluarganya tidak shalat dan berdoa. multi-talent. tanpa bersedekah di awal. tidak ada jaminan juga bahwa Anda-Anda yang ber-Tuhan Allah. ia bisa menjadi the winner. Dan yang demikian ini berlaku juga buat mereka yang bahkan tidak ber-Tuhan sekalipun. Misalkan sebab ia memang lulusan terbaik. Ikhtiar. Dan ini berarti tidak menjadi ibadah dan tidak menjadi keberkahan baginya. maka ia mendapatkan ilmunya. ia tidak memulai segala ikhtiarnya dengan bismillah. banyak skilnya. Lalu ia bener-bener sembuh. Bahkan tanpa basmalah. ikhtiarnya dan permasalahannya. Dan Allah. Ia lalu melayangkan surat lamaran pekerjaan tanpa mengucap basmalah. maka ia mendapatkan keuntungan. Kemudian ia full-kan ikhtiar. Sesiapa yang belajar. Ya sama saja. secara dunia. berarti ibadah dan keberkahan. tidak membawa nilai ibadah dan keberkahan. Padahal ia tidak berdoa. bisa jadi. Allah ia tidak percayai. Betul memang dunia ini sudah dibuat-Nya berjalan dengan sunnatullaah-Nya. Nah. sesuai sunnatullah-Nya. Sesiapa yang berobat. berikhtiar saja. seseorang yang kepengen kerja. bahkan barangkali ia malah menyalahkan gara-gara Allah nih ia berhutang. sebatas mendapatkan pekerjaan itu. Tentu saja. Termasuk perkara tauhid adalah menyandarkan semua urusan kepada Allah sahaja. Ia tidak mau kehilangan motivasi hidup hanya lantaran hutang. Sesiapa yang berusaha. ia mendapatkan pekerjaan itu. maka ia temukan kesembuhan. Sesiapa yang bekerja. Ini memang juga sunnatullah-Nya. tapi ia penuh semangat. pemenang. Contoh.

maka hasilnya akan masya Allah. Di mana kita menganggap majikan kita bukanlah manusia. ya pasti kita gajian. Kita sisihkan sebahagian rizki kita sebelum lagi uang itu habis. Dan hasilnya pun jelas akan beda. Punya Allah. mencoba mendahulukan hak Allah. Beda hidup antara yang memiliki Allah dan yang tidak. Katakanlah. tapi tiada menyisihkan untuk-Nya sedikit waktu dan perhatian kita . Dan tentu saja. Tapi Allah. Tentu sebagai seorang hamba Allah. tidak ada juga yang sudah melibatkan Allah dan menyempurnakan ikhtiar. maka sebelum lagi semua pekerjaannya itu menghasilkan. yakni dengan melibatkan Allah. Masya Allah. Kita pun kemudian beda di hasil. dalam hasilnya. Bila kita bisa seperti ini. Beda sekali bila kita melupakan Allah. Masya Allah. Kita pun kepengen berbeda dengan karyawan biasa. zikir sebelum tidur dan shalat dua rakaat. Ketika akhirnya azan datang. dan yang tidak menyempurnakan ikhtiar. maka inilah sebahagian yang disebut berhidup berkah. atau sekedar membeli hajat keperluan hidup dan rumah tangga. lalu hasilnya malah sama dengan yang tidak melibatkan Allah. Punya tauhid. kita sudah menghentikan segala aktifitas keduniaan kita dan sudah siaga di atas sajadah dalam keadaan berwudhu. Kita jalan dulu memberi kanan dan kiri kita sebelum akhirnya kita sampai ke rumah. Dibelikan sesuatu itu uang. Yang lain. Dan seluruh tahapannya mengandung keberkahan. Dari kali langkah yang pertama. Beda sekali. Semuanya akan diberikan Allah kenikmatan. Kita baca bismillah di setiap kita mau mulai beraktifitas. Sehingga ketika azan baru saja akan datang (belum datang). Dan setinggi-tingginya orientasi adalah ke Allah. Bahkan saya mau cerita di edisi ini. begitu kata orang tua mah. dengan sedekit mengubah pola ikhtiar kita. Namun buat mereka-mereka yang melibatkan Allah. kita tidak kepengen apa-apa yang kita lakukan tidak memiliki nilai di mata Allah.dan dilalui. Ada orientasi. Kita. dan bahkan menutup malam menjelang tidur dengan membaca aya-ayat al Qur’an. mesti jadi sesuatu yang bermanfaat dan bisa dinikmati. Beda nya di mana? Barangkali di nilai. Dimakan. kita bertaruh 16 jam sehari untuk dunianya Allah. kita sudah bergegas bersiap-siap. dan dalam prosesnya. ia sudah menang duluan. kita beda. Hasilnya pasti beda. menuju Allah. Cuma kita kepengen beda. Kita pun mengakhiri seluruh aktifitas kita dengan mengucap hamdalah. Ketika karyawan yang lain begitu gajian dia lupa diri dan foya-foya. semua sudah menjadi ibadah. Bahkan kita mendahului seluruh gerakan ibadah dengan mengawali shalat tahajjud dan dhuha. Enak dimakan. Kita kepengen semua apa yang kita lakukan menjadi ibadah dari kita kepada-Nya yang penuh dengan keberkahan. kalau kita cuma kerja sebagai pegawai biasa. Sebab kita akan kembali kepada Allah. Istilahnya. jadi daging. Baik dalam kecepatannya. nunggu uang itu habis.

namun ia sewa di salah satu apartemen di kawasan Casablanca. rumah kelima. Saya katakan kepada kawan-kawan yang berkesempatan merengkuh dunia. Edannya. rumah ke-empat. dibawa gigihnya enak. puasa-puasa sunnah semakin berat. Semula ia tidak tahu apa yang salah dalam hidupnya. Rengkuhlah dunia. Kalau ada yang bisa memegang lebih dari sepuluh proyek. Tapi kemudian ia tersadarkan satu hal. Untuk masjid. Namun kemudian ketika kita mau menikmati. dibawa kerja kerasnya enak. o-o-o. ya buat apalah. ya mending stop di proyek pertama itu. kawannya ini ia lihat berdoa sebelum tidur. Anak-anak kita pun berayah baru yang lebih sayang. shalat sunnah kita banyak lewatnya. itu lebih dikarenakan saya sewakan itu rumah. ga tahunya Allah hilangkan rasa kepenatan untuk menambah kitya bener-bener kaya dan jaya. Ia shalat malam! Weh. Hasilnya. Buat saya. rumah ketiga. Hingga setelah 2 hari. Disangka kita yang sedang berada di puncak-puncak kejayaan. tapi kitanya malah ngontrak! Ya buat apa? Kalaupun skenarionya seperti itu. Burulah ia. Ia basuh mukanya. Saya tidak mau seperti itu. Ga masalah. bila saya punya kesempatan merengkuh dunia. untuk pesantren. Tapi jangan biarkan ia memegang kendali atas kita! Jangan sekali-kali. Sehingga kemudian saya bisa membeli rumah kedua. pemandangan yang buatnya aneh. kita anggap itu semua fine-fine aja. Dan banyak lagi keanehan-keanehan lain menurut si orang kaya ini. ya insya Allah akan kita injek terus itu dunia. barangkali ada benernya. sama al Qur’an jauh. Sadar-sadar keluarga pun sudah tidak berada di sisi kita. Si kaya ini . untuk perguliran ekonomi kerakyatan. Ada satu orang kaya yang kaya raya. namun ia merasa gelisah. ini mah malah keanehan. Tapi kalau kemudian di proyek pertama saja shalat wajib kita udah kedodoran. maksudnya. kawannya ini pulang. Apa yang terjadi? Bisa jadi Allah malah membuat kita melupakan diri kita sendiri. shalat Jum’at saja sering telatnya. He he he. ia bangun. Pagi-pagi yang belum wayahnya orang bangun. Cuma. itu syirik. sebab Allah bikin kita bener-bener lupa sama diri kita. tanda tidak mampu. Kemudian bila kenyataannya saya menyewa rumah orang lain untuk saya tempati. Ia jaga propertinya seperti telur emas. Ada yang bilang. ia memaksa kawannya untuk menemaninya. saya sewakan untuk Allah. Buat apa punya 5 rumah mewah. kenapa engga? Itu kan kesempatan dari Allah. Kita tiada sempat menikmati. Dalam satu kesempatan. Ia punya segala-galanya. Berwudhu. Peganglah ia. badan kita sudah pada sakit semua. ia basuh wajahnya. Begitu kawannya ini datang. Badan dibawa lemburnya enak. sama anak istri jauh. Apalagi malam itu malam libur. Malah kita umumkan kepada dunia bahwa keluarga kita ga mengerti kita! Ada satu masa saya dapat kisah seeorang yang berumah lebih dari 5. Sebelum akhirnya kita ga bisa menikmati apa-apa! Ada satu cerita. Istri kita diambil laki-laki lain yang lebih perhatian.untuk-Nya. Dan 5 rumah mewahnya itu pun tiada ia sewakan karena ga mau rusak. dan lain-lain hal yang manfaat.

Dijamin. satu hari saja lagi. Kenapa? Supaya bisa berjamaah maghrib! Masya Allah! Ketika ditanya. Tapi bukan karena kepengen jalan-jalan. koq belabelain gitu? Ya terang kudu dibelain. Sebentar lagi azan berkumandang. Di tangan kanan anak-anak kita memegang tas plastik kecil berisi al Qur’an. Aduhai indahnya. Wajar kiranya khusus Kamis.berterima kasih kepada kawannya ini yang sudah menemaninya. kan? Kita sms anak-anak kita juga: “Gimana. Habis maghrib. maka nya ia bingung mau berdoa apa? Ya. pokoknya jadikan hidup ini beda dah. Dan si kaya ini meminta si kawan ini menemaninya. “Kamis malam ini kan takbiran!”. kawan yang satu ini berkata. Supaya jam 17 udah di rumah. Ucapan sederhana ini ternyata makna nya dalam sekali bagi si kaya ini. Dan ia pun menangis. Ia merasa sudah lengkap semua hidupnya. Sekarang saya pulang. Cobalah janjian sama anak2 dan istri (atau suami). mampir ke ujung gang sebentar. khusus kamis. janjian di salah satu pojokan. untuk sama-sama baca Yaasiin. saya harus pulang. sudah pada ngumpul di rumah. lebih berisi. Ayo. hidup itu indah loh. antara anak perempuan dan anak lelakinya. lawan bicara kita bakalan bengong. Saya punya keluarga yang menanti saya!”. mau pulang sorean. Kamis. Dengan snyumnya. apakah sudah ada di tengah-tengah jamaah zuhur? Alhamdulillah ya Papah bisa menyekolahkan kamu di sekolah islam. Terus janjian berangkat shubuh. Sehingga kita bisa jamaah bareng di tempat yang berbeda”. Semua jalan ke masjid. Semuanya bisa melakukan ini. Masya Allah indah benar. untuk sama-sama berkumpul antara si ayah dan si ibu. sebab kita udah ngasih sama Allah senen sampe kamis siang ini. Papah di sini. Siap-siap shalat. Saya hanya meminta izin 2 hari untuk menemani Anda. Melainkan kepengen menuju masjid! Subhaaallaah! Kita betulkan kerudung anak2 kita. he he he. Si ayah udah pamit sama kantor. Wes. kita sms pasangan kita: “Sedang apa?” Allah menunggu kita loh. Saudara-saudaraku. Manteb. Jadikan ia lebih bermakna. pengennya cuma ampe sore aja. dan mengkaji barang satu dua hadits. beda kan? Hidup ini kayaknya indaaaaah banget. Pas pulang dari masjid. ia tidak punya Allah. Bayangkanlah saudara memakaikan sendal anak-anak saudara yang masih kecil. kita betulkan peci dan kaennya anak2 kita. malam Jum’at. “Maaf. Di saat siang hari. untuk sama-sama bangun lebih awal. untuk dimakan bersama keluarga. Satu yang tidak ia punya adalah keluarga! Bahkan ia tidak punya Allah. beli kue-kue-an. Nah. Untuk sama-sama membaca al Qur’an. kita shalat bareng. mamah di rumah ya”. . dalam tawa dan aktifitas. Yang begini ini kan ga mesti jadi keluarganya ustadz atau kyai. Istri kita tangannya berselendangkan bukan emas permata melainkan mukena dan sajadah.

Di belakang. masya Allah! Udah ya. manakala udah jarang berkumpul. Dari beberapa imel dan sms. masya Allah. Tulisan saat ini tadinya mau langsung ngebut dengan menjelaskan bagaimana sebuah ikhtiar disebut berpolakan tauhid. Tapi udah baca buku “The Miracle” dan “Mencari Tuhan Yang Hilang” belum? Itu kan “tugas” di kuliah kemaren yang karenanya saya jeda kuliahonline ini barang sebentar. Mudah-mudahan juga ga ada yang keberatan. Mudahmudahan tulisan ini membawa banyak inspirasi buat Saudara dalam memaknai dan mengubah pola hidup. eh. anak-anak dan istri menjadi makmumnya. dengan iman. Maka Allah menjadikan mereka melupakan diri mereka sendiri. Tentang ikhtiar yang melibatkan Allah. beratapkan langit. Ntar terusin kuliah besok. Di tengah malam. “Walaa takuunuu kal-ladziina nasullaaha fa-ansahum anfusahum. ketika dirasa rutinitas udah merenggut kekeluargaan. sang ayah memimpin shalat malam di pekarangan belakang rumah. Maafin saya ya. ngajar apa. barangkali Allah lah yang menginginkan tulisan ini muncul. Al Hasyr: 19).Khususnya diisi dengan ibadah. Suka begini emang. Masya Allah. (Qs. sampe ketemu besok. dan janganlah kamu menjadi orang-orang yang melupakan Allah. Ini juga liburnya kebanyakan. Saudara udah banyak ngalahnya ya? He he he. Ok. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Cari Allah Dulu (I) KDW0128 Seri 28 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Cari Allah Dulu (I) . U-laa-ika humul faasiquun. yang ditulis dan diajar beda. berusaha mengisinya dengan jalan-jalan. Yah. coba dah sekali-kali dijadikan perjalanan kebersamaan untuk mengisi ruhiyah masing-masing anggota keluarga. dengan tauhid. Sebuah keluarga. Sekali lagi masya Allah. agar bisa maen ke rumah-rumah yatim di sekitar rumah. nah. saya menyatakan alhamdulillah dan terima kasih. dan kemudian menengok nenek. makan-makan bareng. Di akhir bulan. sang ayah udah janjian akan juga pulang lebih cepat. Ada banyak yang kemudian membaca buku-buku itu. Mereka itulah orang-orang yang fasik”. Diniatkan nulis apa.

Wa-iy-yamsaska bikhoirin fahuwa ‘alaa kulli syai-in qadiir… Dan jika Allah menimpakan kemudharatan kepadamu. katakanlah Dia lah Allah yang satu. “Yaa-ayyuhan-naasudzkuruu ni’matallahi ‘alaikum. Wamaa yumsik falaa mursila lahuu mim ba’dih. maka tidak akan ada yang bisa menghalanginya. Lam yalid wa lam yuulad. agar tidak mengapa menyentuh dan membuka al Qur’an. Shirootol ladziina an’amta ‘alaihim ghoiril maghdhuubi ‘alaihim waladh-dhoolliin. sebab kita tidak melibatkan Allah. kita coba pelajari beberapa ayat berikut ini. Al An’aam: 17). Dan tidak ada sekutu bagi-Nya”. Al Ikhlaash: 1-4). Allah tempat bergantung. (Qs. Lahuu mulkussamaawaati wal ardh wailaihi turja’uun. atau ada yang tidak sepaham. maka tidak akan ada yang dapat menghilangkannya kecuali Allah sendiri. niatkan belajar. Fa-annaa tu’fakuun… . ya ga usah buka al Qur’an kalo ragu. katakanlah hanya kepunyaan Allah saja pertolongan itu. “Wa-iy-yamsaskallaahu falaa kaasyifa lahuu illaa huu. (Qs. Tunjukkanlah kepada kami jalan yang lurus. Tidak beranak dan tidak diperanakkan. Allaahush shamad. dan kepada-Nya kalian semua dikembalikan”. “Maa yaftahillaahu linnaasi mir rahmatin falaa mumsika lahaa. Wa lam yakul lahuu kufuwan ahad. Bagi-Nya Kekuasaan di langit dan di bumi. “Qul huwallaahu ahad. Dan sebaliknya. Dan jika Allah sudah berkenan mendatangkan kebaikan buatmu. Laa ilaaha illaa huu. Silahkan saudara-saudara peserta KuliahOnline ambil wudhu dan ambil al Qur’an terjemah. Faathir: 2). Wahuwal ‘aziizul hakiim… Apa-apa yang Allah bukakan dari satu rahmat untuk manusia. untuk menggambarkan bagaimana sih suasana hati dan pola hidup melibatkan Allah itu. tidak akan ada yang bisa juga melepasnya. meski itu seperti tidak mungkin. jika Allah sudah menahannya. Saya akan coba sodorkan beberapa kisah orang-orang yang melibatkan Allah. maka ketahuilah Allah itu begitu Kuasa atas segala sesuatu”. Al Faatihah: 5-7). Sebelumnya. kepada Engkau sahaja kami menyembah dan kepada Engkau sahaja kami meminta pertolongan. (Qs. Insya Allah (buat yang sedang haidh. Hal min khaaliqin ghairullahi yarzuqukum minassamaa-i wal ardh. Buat perempuan-perempuan yang sedang haidh. web admin): “Iyaaka na’budu wa iyaaka nasta’iin. (Qs. Az Zumar: 44). “Qul lillaahis syafaa’atu jamii’an. (Qs. Ihdinash shirootol mustaqiem. Dan Dia lah Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.Banyak kesia-siaan dari ikhtiar kita. Jalan orang-orang yang Engkau beri ni’mat bukan jalan orang-orang yang murkai dan bukan pula jalan yang sesat”.

Maryam: 35. Ya’lamu maa baina aydiihim wa maa khalfahum. Maka mengapakah kamu bisa berpaling?”. saya bisa mengajar saudara-saudara semua bisa menerjemahkan al Qur’an hanya sekali ketemu. innii u’allimuka bikalimaatin: ihfadzillaaha yahfadzka. Dan kalau Allah sudah berkehendak menolong. Kun Fayakuun sifatnya: “Innamaa qaulunaa lisyai-in idzaa aradnaahu an naquula lahuu kun fayakuun… Sesungguhnya perkataan Kami jika kami menghendakinya cukup bagi Kami dengan mengatakan Kun Fayakuun. selain ayat ke-40 surah an Nahl di atas. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa nauum. Ada 7 tempat lagi di dalam al Qur’an yang mengandung “Kun Fayakuun”. Berikut ada satu hadits yang mewakili juga pelajaran tauhid: “ ‘an Ibni ‘Abbaas radhiyallaahu ‘anhu kuntu khalfa Rasuulillaahi shallallaahu ‘alaihi wasallam wa qaala yaa ghulaam. kecuali Allah. maukah engkau aku ajarkan beberapa kalimat? Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu. Tiada yang dapat memberi syafaat kecuali dengan izin-Nya. Coba saudara ambil al Qur’an terjemah. jadi. Aali ‘Imraan: 59. Jelajahi satu demi satu ayat yang saya sertakan di lembara KuliahOnline hari ini. Yaasiin: 23). Iy-yuridnir rahmaanu bidhurrin laa tughni ‘annii syafaa’atuhum syai-an walaa yunqidzuun… Apakah kalian akan mengambil tuhan selain Allah? Jika Yang Maha Pengasih sudah menghendaki kemudharatan kepadaku niscaya pertolongan siapapun tidak akan memberi manfaat dan tidak pula bisa menyelamatkanku”. Insya Allah kita lanjutkan besok kuliahnya. Pelan-pelan. Lahuu maa fis-samaawaati wa maa fil ardh.Wahai manusia. Yaasiin: 82 (ini yang termasyhur) dan di al Mukmin: 68. Waba’du. yaa ghulaam… wahai anakku. fa-idzaa sa-alta fas-alillaah. al An’aam: 73. Al Baqarah: 255). dan buka itu al Qur’an terjemah. Man dzal-ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih. An Nahl: 40). tidak mengantuk dan tidak tidur. tidak ada Tuhan selain Allah Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya. aku pernah duduk di belakangnya ontanya Rasulullah dan beliau bersabda. ingatlah ni’mat Allah kepadamu. Faathir: 3). Ya. Aali ‘Imraan: 47. wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardh. Jika kamu hendak meminta. Kepunyaan-Nya apa-apa yang di langit dan di bumi. Allah. Kekuasaan Allah meliputi langit dan bumi. *Qs. fa-idzas ta’anta fasta’in billaah… dari Ibnu Abbas r. (Qs.. langsung bisa menerjemahkan al Qur’an. hanya sekali ketemu. maka jadilah!”. Jika kamu hendak memohon pertolongan. Walaa ya-uuduhuu hifdzhuhumaa wahuwal ‘aliyyul adzhiim. Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Agung”. Apakah ada selain Allah yang memberikanmu rizki dari langit dan bumi? Tidak ada. “Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum.. Walaa yuhiithuuna bisyai-in min ‘ilmihii illaa bi maa syaa-a. dia berkata. (Qs. mintalah pertolongan dari Allah”. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya. “A-attakhidzuu min duunihii aa-lihatan. Yaitu di: al Baqarah: 117. Ga perlu . mintalah kepada Allah. (Qs. dan mereka tidak mengetahui apa-apa kecuali yang Allah kehendaki. Sampe meresap di hati.a.

saya suruh saja saudara mencari al Qur’an terjemah. bener-bener tidak semua muslim memiliki al Qur’an terjemahan. Jangan sampe kitakita ini ga punya al Qur’an terjemah di rumah kita. Nah. Tapi yang terjadi adalah sebaliknya: kehinaan. Jadi. Di barisan ayatayat kemaren dah sama kita pelajari. Ya iyalah sebab kan udah ada terjemahannya. ibu Yusuf ini lalu mengetuk pintu manusia. langsung bisa dah tuh menerjemahkan al Qur’an. namun memulainya bersama Allah itu juga satu keharusan. Sama seperti kebanyakan kita. Bukan ketika mentok baru menyebut laa hawla. Dan sebaliknya.lancar baca tulis arab. Biarlah Dia yang membuka segala-galanya buat kita. ibu Hendy. kita hadiahkan al Qur’an untuk kanan kiri kita. dan ia tulis siapa saja “kandidat” yang bisa ia mintakan pertolongan. Yang demikian bila kita menyandarkan semua urusan kepada-Nya. Alhamdulillah. punya masalah keuangan. Segala ikhtiar bisa berhasil bila Dia mengizinkan ikhtiar itu berhasil. disebut pasrah itu ternyata juga di depan. Laa hawla itu sejak dari depan. Rizki di tangan Allah. Selalu terbuka. Izin-Nya juga di tangan-Nya. atau . bahwa ikhtiar itu memang satu keharusan. Ia belum belajar tauhid. Biarlah Dia yang mengatur segalanya untuk kita. Bukan di belakang.com. he he he.wisatahati. Perkenan-Nya adalah Kehendak-Nya. Ia ambil kertas. ibu Budi. maka Pintu-Nya Allah itu yang ga pernah tertutup. Bilamana perlu. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Cari Allah Dulu (II) KDW0129 Seri 29 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Cari Allah Dulu (II) Kalau kita mengetuk pintu Allah. Insya Allah saudara bisa memesan al Qur’an terjemahan melalui web ini. Silahkan ya. Maaf. kemaluan. kesia-siaan. Gimana caranya? Gampang. mau diajarkan: Carilah Allah dulu. Sebut saja juga ada tiga kandidat: ibu Jameel. ini hal sepele. Semua ini dipikirnya Ibu Yusuf bisa memberinya pertolongan. Silahkan coba jelajahi BelanjaOnline di web kesayangan saudara ini: www. dan di kantor kita. Sebut saja ibu Yusuf. Di sini nanti sebagaimana yang kita bilang kemarenkemaren. Biarlah nanti Dia yang membimbing langkah kita. Tapi sayangnya.

Emang begini koq. yang sedang ada masalah keuangan. Namanya juga manusia. maaf. Allah jadikan doa itu sebagai wasilah penambah derajatnya. Dan memang benar ia punya hutang. Justru karena pertolongan Allah lah kita ini masih diberi-Nya kesempatan hidup. Ramah. *** Ibu Yusuf. please dah tambahin. Tadinya ia mau ngomong kalo masih boleh nambah. sesungguhnya saat itu saja sudah dikabulkan. Teramat baik. tentu kita tidak selamat dengan dosa-dosa kita dan kesalahankesalahan kita. . ia akan jadi… kelamaan! He he he. suaranya Ibu Jameel mulai berubah agak-agak ga ramah. maka Allah akan tolak bala dengan doa itu. masya Allah. “Dari siapa? Ya. Ternyata kejadiannya malah ga ngenakin. Di Ketapang”. Kita lihat saja ilustrasi berikut ini. “Oooohhh… Ibu Yusuf itu. Dan seorang muslim pun tahu bahwa ketika doa dipanjatkan. di tempat yang ia tidak mintakan keselamatan. Bilamana Allah belum mengabulkan. Atau. Cuma memang Allah lah yang lebih paham tentang kapan pertolongan-Nya Dia turunkan dan kapan doa seorang hamba dikabulkan. Bu…”. tanya Ibu yusuf dari ujung seberang telpon. “Eh. Saudara-saudaraku. Dan atau Allah akan beri kebaikan di tempat yang tiada ia minta sebagai kebaikan baginya. saya sendiri…”. Nolongin sekali. Alhamdulillah. Apalagi kalau track-record kita ga begitu bagus. Memang benar ia mau minjam uang lagi. Barangkali bertanya sambil berkernyit. “Hallo… Assalamu’alaikum… Ada Ibu jameel nya?”. Kenapa???!!! Mau pinjam uang lagi???!!!” Lemaslah Ibu Yusuf ini. “Ibu Yusuf mana ya?”. bahwa pertolongan Allah itu “sudah” diturunkan. Hanya Allah yang ga peduli dengan status hamba-Nya.kalaupun tidak. Dan hebatnya. ya begitu dah. “Dari Ibu Yusuf. selalu berkenan menolong. Mau dia itu sering mengecewakan Allah atau tidak. jawab ibu Jameel renyah. Dan sebenernya. belum tentu. Kalau tidak. buat seorang muslim. Kata Rasulullah. baik benar Allah ini. Dalam “daftar kandidat” nama Ibu Jameel ini paling atas. Hanya dalam bentuknya yang lain. Kesempatan kedua belum tentu ada. ia pasti tahu dengan ilmunya. Allah selalu menerima. Nolong dua tiga kali. tidak ada satu doa pun yang dipanjatkan hamba Allah kecuali itu menjadi kebaikan buat dirinya sendiri. Dia. Maaf ya. Masih diberi-Nya waktu untuk memperbaiki kesalahan kita dan mengejar keburukan. terus mencari pertolongan manusia. Saya Ibu Yusuf teman pengajian ibu. bisa.

Saya lagi nyari temen buat ngobrol. Tanya apa yang salah. Saya itu koq ya lagi sedih banget”. Bu Yusuf kebeneran loh. Ibu Yusuf langsung menutup gagang telponnya. Lis ketiga. he he he. Berdoa. menganggap “namanya juga ikhtiar”. Kepada Ibu Budi ini ia menaruh harapan. Ia harus pol ikhtiarnya. Ia melaju ke lis berikutnya. dengan Bu Budi di sini. Di situ dengan siapa?” “Dengan Bu Yusuf”. “Bu. Apalagi ia lagi bener-bener butuh bantuan orang. ikhtiar tetap ikhtiar. Menghela nafas dan kemudian menoleh dulu ke Allah. Tapi ga urung ia nyesek juga “dibeginikan” orang. Mestinya ia menaruh Allah di urutan paling pertama yang harus ia datangi. nah. Begitu mungkin pikir Ibu Yusuf. Yaitu Ibu Hendy. terhadap kalimat di atas ini. mbok ya berhenti. Percakapannya didengar sama Ibu Yusuf. kita teruskan ilustrasi kisahnya. Ia sadar ia emang suka banyak minjemnya sama orang lain. Pinjam-pinjam pun dilakonin. “Assalamu’alaikum…” “Wa’alaikumussalam. semuanya tentu sepakat. kan belum ikut KuliahOnline. Yaitu Ibu Budi. pantang menyerah. Namun. rupanya ia pantang mundur. Di seberang sana. Iya kan? Ada run-down yang salah. Palingan minjem lagi!” Lemeslah Ibu Yusuf ini.sebagaimana kita-kita. Namun saya terpaksa bilang. Setelah gagal dengan Ibu Jameel di pertama kali ini. alhamdulillah. Bu Yusuf”. Mudahmudahan ketemu jalannya di sini. yaitu belom ke Allah. Dia maju terus ke lis nomor dua. Baik. “Hallo… Assalamu’alaikum…” “wa’alaikumussalaam…” “Ibu hendy nya ada…?” “Ini dari siapa…?” “Ini dari Ibu Yusuf…”. Tafakkur sebentar. Tapi apa boleh buat. ada telpooonnn…” “Dari siapa?” “Katanya. Tinggal satu lis lagi. “Oh. bilang sajalah Ibu lagi istirahat. yang menerima telpon ini bicara. Tanpa menunggu diberitahu. . Tapi Ibu Yusuf melupakan Allah. Nah. “Ah. nah. Apalagi urusan suami dan anak. kalau sudah ada tanda-tanda kegagalan. Iya. masa sudah ikhtiar saja. Insya Allah ketemu.

Ada yang bener-bener tertutup. Misalkan dia sedang uringuringan atau apa. Beda dengan manusia. Semakin rajin kita meminta. Semua manusia pasti punya masalah. Salahsalah kita datang. Pusing. sama Bu Budi. malah bermasalah. terbuka. Ternyata seperti Bu Yusuf ini kejadiannya. Yaitu pintunya Allah. sebab datang tidak tepat waktunya. Saya pun tadinya mau minjam sama Bu Budi. Manusia ada bosannya dimintai pertolongan. *** Saudara-saudaraku. Dan satu lagi. kita samasama berdoa ya”. Dia telpon Bu Budi. Suara di ujung sana pun sama kecewanya. Ya sudahlah. Duh. Suami saya butuh biaya berobat. Sedang Allah malah menyuruh kita meminta dan meminta. Kalau kita datang kepada-Nya. Dia tidak akan merasa terbebani. hanya Allah yang tidak punya masalah. Pintu manusia sering tertutup. “Eh eh. Banyak orang yang kemudian kecewa sebab mendatangi orang lain.“Sedih kenapa Bu Budi?” “Sedih. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Cari Allah Dulu (III) KDW0130 Seri 30 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak . Hanya ada satu pintu yang selalu siap diketuk. Bu Yusuf tambah lemes. Atau seperti Bu Yusuf tadi. Orang terakhir yang ia telpon. Ada juga yang sengaja pura-pura tertutup. Semakin banyak permintaan kita. Ia yang pengen minjem uang. Semakin kita bergantung hanya pada-Nya. semakin Allah ridha. ada yang ditutup. Anak-anak saya butuh biaya sekolah dan kuliah. boleh ga kalo saya pinjam uang???” Wuah. eh malah Bu Budi yang mau minjem sama dia. malah kemudian jadi yang dijadikan target meminjam.” “Ooohhh…” “Bu Yusuf. dan malah mengundang kita masuk untuk meminta kepada Pemilik ini pintu. semakin hebat juga Pertolongan Allah buat kita. Allah semakin senang. pusing. malah kita kena semprot. saya tidak sedang melebih-lebihkan sesuatu. Tapi yang begini ini memang sering terjadi.

Ya. Melainkan jalan-jalan yang disediakan Allah. maka jalan-jalan yang tak terduga itu diduga pasti hadirnya. Ia mencoba mengingat. Dengan bahasa sederhananya. Ia tuliskan tiga nama ini di atas kertas: Bu Jameel. Sebabnya satu. mentok semua. Ia merasa harus dulu menghubungi Allah. pasti adanya. Itu prerogatif Allah banget. dalam bentuk apa dan bagaimana. tidak ada yang disebut tidak diduga-duga itu. memiliki keyakinan terhadap Sang Kuasa. Ikhtiar manusiaya. itulah yang dimaksud dengan “keadaankeadaan yang tidak terduga”. hadir begitu saja. Langkahnya orang yang bertauhid yang memiliki iman. Siapapun yang menempuh jalan-jalan pengundang pertolongan Allah. Yakni ke Allah ‘azza wajalla. kita ilustrasikan bahwa Bu Yusuf berlangkah langkahnya orang yang benar. Bu Yusuf shalat dhuha. Kita bayangkan. Bahkan sebelum lagi ia berikhtiar. kalau Allah sudah berkata Kun. Sebab sudah pasti terduga. sebelum ia kemudian menyatakan diri sebagai orang yang butuh bantuan ini orang. Boleh juga peserta KuliahOnline semuanya membuka kembali tulisan kemaren. Insya Allah. Bu Yusuf shalat dhuha. yakni terduga bahwa datangnya pasti dari Allah. Cari Allah dulu. Dan ia sabarkan diri untuk tidak dulu menghubungi salah satu dari ketiga nama yang ia tulis. Namun sebelum ia telpon satu satu ini orang. sebelum ia buka kalam sama ini orang. siapa di antara tiga nama yang dikenalnya yang bisa menolongnya keluar dari kesulitan keuangan. Dan sebenernya. Ia ambil kertas dan pena. Atau malah tidak jarang malah buntung. Sesungguhnya. Kali ini. Subhaanallaah. Baiklah. namun Allah belokkan jadi benar jalannya. Akan beda buat Bu Yusuf andai beliau sedari awal ke Allah dulu. termasuk meniti jalan-jalan yang membuka pintu rizki. itu yang tidak pasti. Kita sering mendengar istilah “Min haitsu laa yahtasib”.Cari Allah Dulu (III) Rizki yang tiada diduga. ia menghadap dulu Allah. Bisa jadi langkahnya salah. dan Bu Budi. Kelihatannya di jalan yang benar dan menghasilkan. bahwa hukumnya pertolongan Allah itu. akan ada bimbingan dari Allah untuk ikhtiarnya. Mari kita kembali ke Bu Yusuf. Fayakuun. Tidak seperti ikhtiar sebagian dari kita selama ini. Bukan didapat dari jalan yang kita tempuh. ia bermunajat dengan . Alangkah ruginya orang yang tidak mendatangi Allah. Begitulah kita mengenal satu jalan yang tiada diduga. Bu Hendy. Seakan-akan datang begitu saja. Masih ingat ya kuliah kemaren? Bagaimana payahnya perjalanan Bu Yusuf mencari pertolongan manusia. Ga tahunya nihil. Tiga orang yang dituju. saya bisa meyakinkan saudara-saudara semua. Usai dhuha. Inilah yang saya maksudkan dengan “terduga’. Bu Yusuf ini tahu kemana ia harus datang untuk pertama kalinya. kita coba ilustrasikan bagaimana zig zag nya cara Allah menolong. tetap. Hanya. Namun.

Dan kalaulah Ibu Hendy tidak berhasil juga. ketika Bu Yusuf ini memanjatkan doa ini. Ia ambil ancang-ancang untuk menelpon mereka satu satu. dst… Sesungguhnya. yakni dengan tidak dulu buru-buru mengontak manusia adalah kesabaran kiranya? Sempurna. maka sesungguhnya ia masuk ke dalam posisi yang disebut dengan ayat berikut ini: “Yaa-ayyuhal ladziina aamanuus ta’iinuu bish shabri wash shalaah.menggunakan doanya shalat dhuha… Innadh dhuhaa dhuhaa-uka. wal ‘ishmata ‘ishmatuka…Sesungguhnya dhuha ini adalah dhuha-Mu. Itulah dhuha. kemanapun aku melangkah. “Hallo. Mereka tidak akan dapat memberikan pertolongan kalau Engkau tidak berkehendak dan tidak memberi izin. Kalau sekiranya ibu Jameel tidak sukses. kalau Engkau tidak membimbing. tiga nama yang kutulis ini adalah hamba-hamba-Mu. Siapa gerangan yang Engkau tunjuk sebagai perpanjangan tangan-Mu untuk menolong aku? Gitu. maka tidak akan aku ketemu jalan yang kumaksud. Bu Yusuf kemudian menghela nafas. baru melangkah ke list yang kedua: Ibu Hendy. Tentu saja dimulai dari list yang paling atas: Ibu Jameel. Al Baqarah: 153). wal quwwata quwwatuka. maka ke list yang ketiga. Dan kita lihatlah ilustrasi berikut ini: Setelah lepas shalat dan doa. bukankah sebagaimana saya sebut di atas. Ini bisa diberikan makna. Dan dengan Bu Yusuf ini shalat dhuha dan menunda diri untuk tidak dulu mengontak siapapun kecuali Allah dulu. Itulah kesejatian menghamba kepada Yang Maha Berkehendak. Maka kemudian Allah menyebut. Kita tahu bahwa pusat segala pusat ya Allah. Innallaaha ma’ash shaabiriin. aku akan menelpon ketiga orang ini. Kita datangi dulu DIA. yakni Ibu Budi. assalamu’alaikum… Bisa bicara dengan Ibu Jameel…?” “Wa’alaikumussalaam… Maaf. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”. ini dengan siapa ya? Salah sambung.” . Lihat. wal bahaa-a bahaa-uka. Langkah pun tidak sia-sia. Ya Allah. supaya kita mendapatkan banyak kemudahan. (Qs. wal qudrota qudrotuka. Wahai orang-orang yang beriman. Ya. ya Allah. Allah akan bersama orang-orang yang sabar. Lengkap. bahwa sungguh Allah akan terlibat. mintalah pertolongan kepada Allah dengan jalan shalat dan sabar. Bu Yusuf menempuh jalan shalat dhuha. Yaitu pintu shalat. ia seakan-akan mengatakan kepada Allah. Ya Allah. Menyertai perjalanan ikhtiar mereka yang shalat dan sabar. Satu pintu pengundang pertolongan ia datangi. wal jamaala jamaaluka. Dan kemudian ia menyempurnakannya dengan memasuki pintu sabar.

5 juta. tentu ia betulan sudah malu sendiri. Siapa tahu saya bisa membantu. Bukan kebetulan loh Ibu salah sambung begini… Pasti ini udah diatur Allah. tanya Bu Yusuf. saya kira ada…”. pake malu segala. Insya Allah dapat dah”. Ga apa-apa. “Rasanya sih… Tinggal di mana?” “Ketapang. e. Tapi lihat ilustrasi ini. Yah. begitu kata suara yang salah sambung ini. eh. “Eh. Kalo dapat. “He he… Maaf ya Ustadzah… Saya tidak mengenali suara Ustadzah…” “Bu Yusuf. Asal dijaga ya. Untuk anak saya. Kalau saja Ustadzah Mansur tahu betapa malunya ia tidak mengenali suara guru ngajinya sendiri. uangnya buat Bu Yusuf. Bapaknya lagi ga ada uang…”. eh… Ini Bu Yusuf mana ya? Rasanya saya kenal nih…”. “Ah. “Bu Yusuf. saya kan ustadzah loh… Ga ada uang. Nanti ustadzah yang pinjam sama murid yang ada uangnya. bicara saja. satu dua kawan-kawan Peserta KuliahOnline ngalamin juga hal-hal begini ini. “Saya butuh uang Ustadzah. Maaf salah sambung”. kata Ustadzah Mansur menggoda. Ibu Yusuf sudah berseri-seri tuh wajahnya. sama guru sendiri lupa?” Wah. ada apa pagi-pagi koq sudah seperti orang bingung? Niat menelpon siapa tadi? Bu Jameel ya? Koq jadi nyambungnya ke saya?” “E.“Oooohhh… Maaf ya. Cerita selanjutnya ga usahlah saya teruskan. “Bu Yusuf. “Malu…” “Duuuuhhh. Bu Yusuf menulis tiga nama. Malahan kemudian Allah hadirkan orang ke-empat yang ga . Saya Bu Yusuf. saya Ustadzah Mansur. ga ada apa-apa koq Ustadzah…” Ustadzah Mansur ini menangkap ada suara yang sedang butuh pertolongan. namanya sharing. di ujung sana. tapi kan banyak murid. “Ah. “Masa Ibu kenal saya?”. Gampang. “Ustadzah ada uang segitu?” “Weh. siapa yang bilang ada? Saya kan hanya nyuruh ke rumah saya saja…”. Insya Allah”. Jaminannya saya. Ilustrasi ini demikian hidup! Ia bagaikan nyata. Yang amanah. Ustadzah. Deket Pesantren Daarul Qur’an…”. “Oh. Dan saya rasa. bener… Saya sudah duga ini pasti Bu Yusuf yang tinggalnya deket dengan Daarul Qur’an. Masa. Bu Yusuf jadi merah mukanya. Silahkan”. Bu Yusuf. kalau gitu datang saja ke rumah saya…” Wah.

Allah perpendek durasi ikhtiarnya. Tapi kami tidak ada uang saat itu untuk biaya persalinan. Wajar saja kadang saya kepeleset. Salam untuk saudara semua. Kalau di tulisan-tulisan terdahulu ada yang tersinggung. Yang penting bismillahnya bener ya? Maka nya. Kira-kira tinggal sepekan istri saya menulis di diarinya satu keluhan yang hanya ia simpan untuk Allah. natural saja sifatnya. Akhirnya jadi bumerang buat kita. saya membawa istri saya berikhtiar mencari pertolongan manusia. Waba’du. Tiga orang yang ditulis. saya mohon doa ya. Wass. Bukan dalam bentuk meminta uang. yang lebih seru lagi. Sebab selesai di urusan salah sambung tadi. Di usia kandungan 8-9 bulan. namun ikhtiar dalam bentuk usaha. kita akan bicara-bicara soal keyakinan.ditulis oleh Bu Yusuf. Langsung. Apa yang saya sajikan. Saya mengajar ini seperti saya mengajar “LIVE”. he he he. salah ngadu. ada yang marah. Kebetulan saya baca itu diari. saya minta maaf ya. malah ga ada yang dikontak. saya bahagia betul istri saya akan melahirkan. What do you think…? Tak tunggu komentarnya ya. November tahun 2001. Bukannya apa. . Kayak film saja. soal tauhid. Allah muliakan Bu Yusuf dengan Allah tutup kesusahannya hanya di satu orang saja yang Allah tunjuk dan percaya bisa menjaga aib Bu Yusuf. Modul Kuliah Materi Modul Judul Materi Seri Materi File Paper File Audio File Video Penugasan Referensi Kuliah Dasar Wisatahati / KDW-01 Kuliah Tauhid Tahu Kemana Melangkah KDW0131 Seri 31 dari 41 seri/esai Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak Tahu Kemana Melangkah Tidak semestinya buat orang yang beriman tidak tahu kemana dia melangkah. Silahkan beri komentar. ada yang menggarisbawahi kajian-kajian yang saya tulis. Isinya kira-kira tentang kegelisahan seorang istri yang suaminya belum juga kunjung memiliki biaya untuk persalinan. Miracle kan? Allah mempermudah. Habis ini. Dan yang tidak kalah pentingnya. Apa saja. Mudah-mudahan semua peserta memaklumi dan berkenan terus memberikan masukan. banyak juga kita salah ngomong.

Rupanya ini menjadi motivasi. tanggal 29 besok (saat tulisan ini ditulis. maka bisa jadi. namun suaranya seenak Imam Makkah. Posisi kepepet senantiasa diyakini sebagai posisi yang sedang terjadi dalam hidupnya. malamnya Wirda tertidur. hasil ikhtiar harian. istilah kepepet itulah garis finishnya. Pengalaman hidup saya di beberapa waktu terakhir mengajarkan bahwa kalau kami mendatangi manusia. Allah Maha Mendengar jeritan hati. Nah. biar Allah saja yang memilihkan dan menggerakkan hamba-hamba-Nya untuk menolong kami. Saya berkeyakinan Wirda shalat sunnah lihifdzil Qur’an. Akhirnya. Satu shalat yang sering juga diamalkan oleh para penghafal al Qur’an. Kami belajar. November ini. Juga Wirda melihat anakanak hebat lainnya di Daarul Qur’an. Ismail dan Ishak ini anak kembar yang masya Allah. nangis seneng. bahwa dengan betul-betul menyandarkan posisi kepada Allah. Wirda diajak Rasulullah shalat di rumah batunya Rasulullah tanpa Wirda tahu shalat apa itu namanya.Asal halal. Dirut Tirta. Kami ingin sempurna pengaduan. dan mendorong Wirda untuk hafal 30 juz. santri PPPA yang ditempatkan di Pesantren Tahfidz – Daarul Qur’an Internasional. nangis bingung. Wirda yang 7 tahun yang lalu menjadi bayi yang kita bicarakan ini. Masih kelas 4 SD di Daarul Huffadz. Dalam waktu itu. Agak-agak pantang kami mengucap tidak ada uang. Kemudian melanjutkan ke Daarul Qur’an untuk penyempurnaan. Istilahnya. Kitanya saja yang tak pandai menjaga kesabaran untuk tidak mengeluh dan tidak berhenti beribadah dan berdoa mengetuk pintu langit. semua ayah akan begini jika menghadapi situasi serupa. plus juz 1 & 30. Kedua. Pertama. dan bersandar hanya pada-Nya. itu hanya membuka aib kami saja bahwa kami sedang dalam keadaan tidak berdaya. plus jagoan puasa sunnah dan shalat tahajjud. Saya rasa. putri dari sahabat saya. Ikhtiarikhtiar langit sementara. hanya kepada Allah. pun melihat Atira. nampaknya manis sekali untuk senantiasa diistiqamahi. 7 tahun silam lahir dalam keadaan saya tidak megang uang sama sekali. Satu yang saya ingat. Web Admin). terjadilah persalinan itu. sambil menunjukkan catatan yang ia tulis dari hasil mimpinya semalam. Menamatkan pendidikan SD nya di Daarul Huffaadz Lampung dengan mengantongi 23 & 25 juz. Banyak manusia yang tak sabar dengan kondisi “injury time”. koq ga niat 30 juz saja? Wirda memberi jawabannya dengan senyum. Satu malam ia menyatakan akan menyempurnakan hafalan Yaasiin dan al Ma’tsurat. Belum lagi saat itu masalah . terus dilakukan. Wirda berulang tahun. yang kini tumbuh sebagai anak yang saya banggakan. Wirda beberapa waktu yang lalu melihat Isamil dan Ishak. Atira ini istimewa juga. Ketika Wirda lahir. Ketika ditanya oleh saya. Hadi Purnomo. Katanya. Dalam tidurnya ini ia bermimpi ketemu Rasulullah. Sempurna. penuh hanya untuk makan saja. Hafalannya dan suaranya. Jika mengingat kondisi tauhid saat-saat itu. Ya. mengagumkan. Kalimat ini terasa hanya pantas diucapkan pada Allah saja. anak perusahaan dari Krakatau Steel. Kami sedang belajar saat itu. seperak juga ga ada. Bayi yang kelak di usia 7 tahun bermimpi bertemu dengan Rasulullah ketika akan menyatakan diri ingin menjadi penghafal al Qur’an. ia ditanya Rasulullah dengan pertanyaan yang hampir sama dengan saya. Lahir bayi yang sempurna. Namun masya Allah. dan sudah mengantongi 4 juz. saya menangis dua kali. Wirda lapor di pagi harinya. Wirda.

Saya berkeyakinan. Saya berdoa sejenak. Kondisi beginilah yang kelak membukakan pintu rizki dari langit dan bumi dan kemudia terangkat kehidupan. dengan situasi nyaman saat ini. motor pinjaman masih terisi bensin. Mau nyari duit…”. Kata orang. Duh. Sekalian minta doa. “De. “Nyari kemana…?” “Engga tahu. Sampe di sini. kepasrahan semacam dulu. Saya lihat pintu gerbang hijaunya. koq bisabisanya saya jawab ga tahu mau kemana… Bukankah sebagai seorang mukmin ia tahu seharusnya hendak pergi kemana? Ya kemana lagi. Apalagi pas tidak ada pintu yang terbuka. Namun tidak sedikit yang kemudian hidup cengeng. Pengen jalan saja”. Dan harus hanya mengabarkan bayi saya sudah lahir. Saat itu saya sujud. bahwa kalau sampai masuk dan ketemu dengan bibi. Persis ketika di pintu Bidan Suli. Allah yang menunjukkan dan menggerakkan saya ke sini. Bukan apa-apa. Dan kayaknya mah. saya beristighfar. kaka pamit dulu ya. Insya Allah biasanya orang tersebut akan penuh bergerak ke Allah. Rasanya. modal yang mahal sekali hidup di dalam kesedihan. pasrah sepasrahpasrahnya. Meminta maaf sudah membelakangiNya. Saya jalan sejalan-jalannya. manis sekali tauhid saat itu. saya harus pasang muka tidak ada masalah dengan keuangan. keprihatinan. Sungguh. tulisan ini rasanya sudah saya tulis juga di buku Kun Fayakuun. Hingga kemudian saya menyadari motor saya ada di depan rumah keluarga Kampung Sawah. doanya bayi itu mustajab. kalau bukan ke Allah. Ah. saya masih mengingat kalimatnya. saya langsung pamit sama istri saya. sebelum masuk. lebih kurang. saya kadang terdorong untuk mendidik jamaah yang datang dengan kesusahannya untuk pol saja ke Allah. paman.masih sedang banyak-banyaknya. Beberapa saat setelah Wirda lahir. dan saya meminta doa restu Wirda bayi. saya yakinkan diri ini untuk tetap pantang meminta kepada makhlukNya. “Nyari kemana…?”. minta dibimbing ini kaki. Menangis minta ampun sama Allah. di kantong tidak ada uang sama sekali. Kadang saya sama sekali tidak membantunya. Istri saya kan nanya. saya pamit sama bayi saya ini. Saya ajarkan diri saya sebelum masuk. dalam hati saya. saya yakin. Asli. Saya berharap tidak ada satu kejadian pun di jalanan yang menyebabkan saya harus keluar uang. pasrah saja. kesusahan. Alhamdulillah. Selanjutnya. Jembatan Lima. di sini mesti ada jawaban untuk biaya bersalinnya istri saya tadi paginya di hari itu. Meminta maaf sudah menganggap-Nya tidak ada. Kembali. Bidan dekat rumah kami (waktu itu belum ada Daarul Qur’an). kemana hendak menuju. Namun. terserah Allah saja. dengan ekspresi yang penuh dengan . dan saudara saya. agak sulit untuk ketemu dengan tauhid semacam dulu. Saya cium Wirda dengan penuh perasaan saya. Tidak lupa.

“Ga apa-apa. Palingan saya ke orang tua. saat itu saya jalan ke masjid. adalah pegawai rendahan golongan 2. dari rumah ini. Pulang zuhuran. Rupanya. Allah yang mengajari. Ingin rasanya saya memberi signal. Ga ah. Hajjah Hurul ‘In. Hajjah Hurul ‘In. Azan zuhur berkumandang. bahwa ayah ibu saya.kebahagiaan. Lagian. Saya cium tangan orang yang saya hormati ini. Golongan 3 aja engga. Saat itu. “Percaya ga Allah Maha Menggerakkan HambaNya? Kan sudah bicara sama Allah tentang kebutuhan Wirda. Saya balikkan wajah saya dan tubuh saya. Inilah yang disebut dengan muru’ah. kemuliaan. dan istri saya. Tapi. Ya sudah. Ungkapan-ungkapan kebahagiaan saya dapatkan. Beliau kakak dari ibu saya. bahwa kami tidak punya uang. untuk mencari rizki-Nya. Begitu saya bilang. Malu rasanya. orang yang ikut membesarkan saya sejak bayi. Yang saya cari rizki-Nya. Satu-satunya. Termasuk seneng memersen (memberi uang). Kan ikhtiar namanya juga. Saya kabarkan berita gembira ini. Tidak yang lain. tidak ada satu pun yang nanya udah ada uang belum? He he he. hati masih tetap berharap. kalaulah Engkau ya Allah tidak memberi saya uang untuk biaya bersalin. Saya melangkah mantab meninggalkan rumah ini. sebagai manusia. Barangkali. Saya berdoa kepada Allah dengan bahasa hati. Pamitlah saya dengan sempurna. atau yang akrab saya sapa dengan Bu Noni. Ga mungkin rasanya ia saya mintakan uang. Ya sudah. Jembatan Lima ini salah satu di antaranya adalah bibi saya. Sebagian hati saya yang lain mengatakan. entahlah. ga ada tanda-tanda. yang menikahi ibu saya ketika saya berusia 5 tahun. asli rendahan saat itu. pun pastinya ga punya uang. Juga nasihat. Ada saudarasaudara saya yang lain. Seperasaan saya. untuk mengutarakan saja. Hanya Allah yang tahu. . Hasbunallaah wani’mal wakiil. Tidak ada juga terdengar angin baik. Maka saya cukupkan dengan mencari-Nya sahaja. Allah yang akan mencukupkannya. Saudara-saudara sekalian. saya pamit. ini kan bukan ikhtiar untuk minjem. biarlah sekedar uang kecil untuk jagajaga bensin dan makan minumnya saya sepanjang perjalanan ikhtiar. ni’mal maulaa wani’man nashiir. Apalagi dengan kejadian demi kejadian yang saya alami. penghuni rumah Kampung Sawah. Gitu. Berdoa. Tapi saya tahu persis. Insya Allah. ada letupan di hati. yang akibatnya pun ditanggung oleh keluarga. Ayah tiri saya. Namun beda nenek. Dengan bahasa tubuh dan air muka. Percaya saja Allah yang akan menggenapkannya. Tangannya ringan untuk menolong orang. Laa hawla walaa quwwata illaa billaah”. saya berharap sekali dapat sekedar persenan. apa boleh buat. orangnya gemar membantu. Dan lalu saya pamit. Saya datang kira-kira jam 10. Tapi. serta tidak menyiratkan kegalauan tak ada uang. Tapi subhaanallaah… Sampe mau pamitan. Anggap saja. Namun sudah terlanjur niat untuk tidak menunjukkan kebutuhan kecuali di hadapan Allah saja. bilang itu sebagai bahagian dari ikhtiar”. Di dalam hati saya mengatakan. Terus terang. Entahlah kemana setelah ini. dan hari ini saya sedang berjalan menyusuri bumi-Nya Allah yang katanya luas. kehormatan.

Begitu doa saya. Saya tahan. melainkan untuk biaya persalinan istri dan bayi saya! subhaanallaah. he he he. Kalo udah tenangan. Ga tahan. maaf ya. ntar ada yang protes dah. Saat itu. Getaran rasa. Dan alhamdulillah! Benar saja. saya tahu uang ini pastilah bukan sekedar uang ongkos. dan menyelipkan segulungan uang di tangan saya. Di perjalanaan pulang saya zikir. Uang dari Bu Noni saya kantongin. bukan hanya selembar tipis. Ya Allah. begitu saya merintih pada-Nya. tolong Engkau buat ini uang menjadi cukup sesampenya saya di bidan.“An…” Saya hampir ga percaya. Cerita ini bukanlah ukuran hebatnya tauhid saya. uang ini bisa berganda dengan sendirinya di kantong saya. Saudara-saudara Peserta KuliahOnline. Saudara-saudaraku. tentu tauhid saya ini tidak ada apaapanya. saya tidak berani melihat uang ini. he he he. ternyata bibi saya bukan mengambil uang untuk ongkos saya. he he he. Tapi panggilan ini saya kenal. jangan sampai perasaan bahagia saya ini menjadi salah di mata-Mu. kalau kurang ini uang. Saya saat itu membayangkan satu ilmu kanuragan. Saya putuskan langsung pulang dulu. dan baca macammacam. Ini episode kecil saja untuk menggambarkan pelajaran kecil tentang tauhid. Allaahu akbar! Ga lama beliau keluar dari kamarnya. Besok saja dah. Tapi berlembar-lembar yang digulung. Di mana saya membayangkan. emangnya shalawat bisa menggandakan uang? Emangnya dengan laa hawla uang bisa berubah jumlahnya? He he he. Ini hanya ungkapan batin saja. Saya menengok. Jangan sampai bibi saya tahu bahwa saya sedang nungguin ini uang. “An…”. Saudaraku. Ya Allah. Peserta KuliahOnline yang sedang belajar tauhid. Macam uang 20 ribuan atau 50 ribuan. “An…”. Namun yang saya ga paham. Saya urungkan untuk berangkat ke Bekasi. Kan bisa saja penggenapan itu terjadi dengan bidan Suli memberikan . Dan pastinya. Saudara mau kadang protes melulu. istighfar dan laa hawla. jangan diprotes nih kalimat paragraf ini. bibi saya pasti mengambil uang. Takut kurang. ya Allah. Doa saya kira-kira. baca shalawat. Sebab udah jam 14 kalo ga salah saat itu. tiba-tiba suara yang saya sangat kenali. Dengan kekuatan shalawat. saya tahunan hidup bersama bibi saya. Bibi saya menahan saya dengan gerakan tangannya. air mata udah mau netes. Ia memanggil saya. nyampe di saya. Beliau mengambil tangan kanan saya. Ini suara bibi saya. Ketika beliau memanggil saya yang sudah berlalu dari hadapannya. Sebab pegangannya lain. dan beliau masuk ke kamar! Saya tahu. Saya langsung menuju Bidan Suli. Kritis kali ya? Bukan apa. Saya berdoa sepenuh hati agar demikian adanya. “An… Tunggu sebentar…”. terasa kalimat ini memberi sejuta harapan. saya dengar.

Pas! Persis 500 ribu. “Berapa Bu?”. Di perjalanan saya berbisik canda kepada Tuhan yang teramat saya banggakan ini. Waba’du silahkan pesan DVD Film Kun Fayakuun di web kesayangan . Makasih ya Allah. Maka saya tidak dapat membayangkan. Muhammad Kun Syafi’i. tanggal 20 November 2008. umpama kejadian. bahwa saya belum megang uang.” kata mertua saya. Gitu. Untuk kajian besok. Engkau singkatkan perjalanan ikhtiar saya. Saya keluarkan uang yang belum saya lihat dan belum saya hitung ini. Alhamdulillah. Qumii Rahmatal Quluub.keringanan kepada saya. mertua saya diberitahu oleh bidan untuk pulang saja langsung. wuah. Pembelajaran keyakinan terhadap Allah saja. Di mana harga diri kita. he he he. Saya kan lakilaki. sepenuhnya perjalanan tauhid. Pas! Alhamdulillah. dan Muhammad Yusuf al Haafidz. kita akan belajar tentang apa yang sudah dikisahkan di Film Layar Lebar Kun Fayakuun. Ga pake kembalian. saya berdoa. Katanya si Nunun udah langsung boleh pulang”. “Ya Allah. besokbesok. Iya lah. dan bersiap-siap nemuin bidan. 9 hari lagi Wirda ulang tahun. Allah menjaga saya dari rasa malu. iya ga? Sejurus kemudian. Mendingan ya langsung pulang saja. malu lah di hadapan mertua. Mertua saya ini apa engga tahu ya kalo saya ga punya uang? Bicaranya seakan-akan saya sudah megang uang dari kemaren-kemaren untuk persiapan melahirkan. Rupanya. Deg. Jantung saya mau copot rasanya. ntar mahal. “500 ribu Pak Yusuf”. Adiknya Wirda dah 3. ibu mertua saya sudah ada di sana. “Suf. Sesampainya saya di Bidan Suli. temuin dah tuh bidan. “Ayo. Saya dapat uang karena percaya pada-Mu ya Allah. *** Saat tulisan ini saya tulis. deg. saya juga takjub. Allah menyelamatkan saya. Di depan teras bidan saya sujud. lebihkan ya…”. Sama nyai dari istri saya. Kita akan lihat bagaimana besok itu saya mengisahkan seorang penjual kaca yang menahan sang istri untuk tidak minjam kepada yang lain. tanya saya kepada bidan. Tapi. he he he. Bayangkan. dan langsung diberhasilkan. Kepada Allah saja. Doa dari saudara semua saya perlukan. Perjalanan tokoh di Kun Fayakuun. mertua saya takut kalo sampe nginep.

saudara ini untuk menambah ilmu dan wawasan. Mudah-mudahan menambah hikmahnya. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful