Deri Tria Pratama1

MUR DAN BAUT
Sistem sambungan dengan menggunakan Mur& Baut ini, termasuk sambungan yang dapat dibuka tanpa merusak bagian yang disambung serta alat penyambung ini sendiri. Penyambungan dengan mur dan baut ini paling banyak digunakan sampai saat ini, misalnya sambungan pada konstruksi konstruksi dan alat permesinan. Bagian–bagian terpenting dari mur dan baut adalah ulir. Ulir adalah suatu yang diputar disekeliling silinder dengan sudut kemiringan tertentu. Bentuk ulir dapat terjadi bila sebuah lembaran berbentuk segitiga digulung pada sebuah silinder seperti terlihat pada gambar1a. Dalam pemakaiannya ulir selalu bekerja dalam pasangan antara ulir luar dan ulir dalam. Ulir pengikat pada umumnya mempunyai profil penampang berbentuk segitiga samakaki. Jarak antara satu puncak dengan puncak berikutnya dari profil ulir disebut jarak bagi (P) lihat gambar 1b.

Keterangan gambar: D = diameter terbesar ulir luar(ulir baut) atau diemeter terbesar dari ulir dalam (ulir Mur) Dc = diameter paling kecil dari ulir luar (ulir baut) atau diameter terkecil dari ulir dalam (ulir mur). Dp= diameter rata-rata dari ulir luar dan ulir dalam.1 = sudut ulir 2 = Puncak ulir3 = jarak puncak ulir (jarak bagi) (P) 4 = Kedalaman ulir atau tingggi ulir (H) Ulir disebut tunggal atau satu jalan bilahanya satu jalur yang melilit silinder, dan disebut 2 atau3 jalan bila ada 2 atau3 jalur. Jarak antara puncak-puncak yang berbeda satu putaran dari satu jalur disebut KISAR. Kisar pada ulir tunggal kisar pada ulir tunggal adalah sama dengan jarak baginya, sedangkan untuk ulir ganda dan tripal besarnya kisar berturut–turut sama dengan duakali atau tiga kali jarak baginya.Ulir juga dapat berupa ulir kanan dan ulir kiri, dimana ulir kanan bergerak maju bila diputar searah jarum jam sedangkan ulir kiri diputar searah jarum jam akan bergerak mundur.Pada gambar2 dibawah ini diperlihatkan bentuk ulir kanan, ulir kiri, ulir tunggal, ganda dan ulir tripal.

Square thread ( Ulir sekrup bujur sangkar) ( gambar3e )6. ada dua standard yang dipakai yaitu:a. Ulir sekrup metris( Metric thread ) gambar 3i Pada saat ini ulir yang terdapat didalam perdagangan. Standard British Witworth dengan ciri-cirinya:-Simbolnya W misalnyaW ½“artinya diameter luarnya adalah½inchi-ukurannya dalam satuan inchi-sudut puncak(alpha)= 55 derajat b. Ulir sekrup trapesium( Buttress thread ) gambar 3h9. British Association ulirsekrup( gambar3b )3. American National Standar ulir sekrup( gambar3c )4.Deri Tria Pratama2 Dalam perdagangan ulir sudah di standarisasikan & bentuk ulirnya dapat bermacam-macam yaitu:1. Ulir sekrup bulat( Knuckle thread ) ( gambar3g )8. Unified Standar ulir sekrup( gambar3d )5. misalnyaM20 artinya diameter luarnya adalah20mm -semua ukuran dalam tabel dan gambar dalam satuan(mm) -sudupuncak(alpha)= 60 derajat Macam-macambentukulir: . Standard Metris(SI) : -simbolnya(M). Acme Thread ( Gambar3f )7. Standard British Witworthulir sekrup( gambar3a )2.

Baut tap (Gambar4c) 2.Baut penjepit yang terdiri dari3 macam: A .Deri Tria Pratama3 Bila ditijau dari segi penggunaan nya baut dapat dibedakan terdiri dari: 1. Baut tanam(Gambar4b) c.Baut untuk pemakaian khusus: .Baut biasa(bauttembus) (Gambar4a) b.

Dll . (Gambar5a) b.Deri Tria Pratama4 a. (Gambar5d) f. Baut Mata atau Baut Kait. untuk menahan dua bagian dalam jarak yang tetap. untuk peralatan kaitan mesin pengangkat. (Gambar5d) e. dipakai pada kendaraan. Baut Penahan. Baut Kereta. yang digunakan untuk memasang mesin atau bangunan pada pondasinya. Baut T. (gambar5b) c. untuk mengikat benda kerja atau peralatan pada meja yang dasar nya mempunyai alur T. (Gambar5c) d. Baut Pondasi.

Beralur2. Hexagonal Socket (gambar8e) f. Kepala datar(Flat head) (gambar8d) e. Kepala bulat(Round head) (gambar8c) d. Fillister head (gambar8b) c. Kepala segienam. Ujung kerucut8. Ujung mangkok5. Ujung bulat Bila dilihat kepala baut sesuai dengan alat pemutarnya (pengunci) maka bentuknya terdiri dari: a.Deri Tria Pratama5 3. Sekrup Penetap Sekrup penetap ini. Lekuk (soket) segienam3. Ujung rata7. sedang bentuk ujungnya disesuaikan dengan penggunaannya(lihat gambar 7a s/d7c) Keterangan:1. Socket beralur (Fluted Socket) (gambar8f) . Ujung berleher9. digunakan untuk menetepkan naf pada porosnya. Sekrup dengan Bermacam–macam bentuk kepala serta teknik pemutarnya (Gambar 6a s/d6e) 4. Kepala bujur sangkar4. (gambar8a) b.

Deri Tria Pratama6 .

Ulir dari baut dan mur putus tergeser Untuk menghindari kemungkinan timbulnya kerusakan tersebut. Sifat gaya yang bekerja pada baut dan mur tersebut b. Putus karena mendapat beban geser d. Putus karena mendapat beban tarikan b. Mur mahkota. maka beberapa faktor yang harus diperhatikan yaitu: a. Putus karena mendapat beban puntir c. kemungkinan kerusakan yang mengkint imbul yaitu: a. Mur tutup.Deri Tria Pratama7 MUR Pada umumnya mur mempunyai bentuk segienam. harus disesuaikan dengan gaya yang mungkin akan menimbulkan baut dan mur tersebut putus atau rusak. tetapi untuk pemakaian khusus dapat dipakai mur dengan bentuk bermacam macam. untuk mencegah timbulnya kerusakan pada mesin. misalnya Mur bulat. Pemeilihan baut dan mur sebagai alat pengikat. Syarat . dan Mur kuping(lihat gambar 9a s/d9e) PERHITUNGAN BAUT DAN MUR Baut dan mur merupakan alat pengikatyang sangatpenting. Dalam perencanaan baut dan mur. Murflens.

maka pada konstruksi dibawah ini dimisalkan pemakaian baut dan mur mendapatkan pembebanan seperti terlihat pada gambar 1.8 d 2.8x diameter terbesar dari ulir luar: dc = 0. Kelas ketelitiannya Kemungkinan gaya-gaya yang bekerja pada baut dan mur: 1. Beban statis aksial murni2. Bila ditinjau untuk baut (lihat gambar).c T =( π/32 dc4 ) / ( ½d. bersama dengan puntir3.c) . Bila tinjau kemungkinan putus terpuntir. Kekuatan bahan nya d. Beban aksial.Deri Tria Pratama8 kerjanya c. dc4 r = ½d. waktu mengunci baut tersebut: T/J = τp/r= GO / L T = J/r τp. dimana: J = π/32 . Beban geser4. mendapat pembebanan statis murni σt= F/A dimana luas penampang kemungkinan putus adalah penampang terkecil (dc) maka: A = π/4 dc2σt= 4F/ πdc2 Umumnya diameter terkecil= 0.τp = π/16 dc3 τp 3. Beban tumbukan aksial Dalam menganalisa kemungkinan baut dan mur tersebut rusak atau putus berdasarkan jenis-jenis pembebanan yang terjadi. Kemungkinan putus tergeser lihat gambar ) dimana baut tersebut akan putus tergeser di sebabkan gaya atau tergeser(gambar) tergeserdi f1 f2 .

. s/ds/d11 Bila jumlah ulir (z) (buah dan tinggi ulir (H) (maka kisarnya:P = H / ZP Z 5. Maka ulir akan putus tergeser (DOL tergeser).5 .Dimana: k = : faktor keamanan.H. Baut yang mendapat pembebanan tumbukan dapat putus karena adanya konsentrasi tegangan pada bagian akar profile ulir. H . H.Bila gaya atau beban yang diberikan diberikan melebihi kemampuan dari ulir yang mengikat. = 0. Biasanya diambil 0.Bila mur. k. d. Baut khusus untuk menahan tumbukan biasanya dibuat panjang dan bagian yang tidak berulir dibuat dengan . H11.Deri Tria Pratama9 4. k .dcc.. kemungkinan ulirnya sendiri putus tergeser tergeser.8 H sudah cukup aman H1 .Dengan demikian diameter inti baut (diameter terkecil ulir baut ) harus diambil besar untuk mempertinggi faktor keamanannya . Pada perhitungan ini digunakan digunakan untuk untuk menentukan menentukan kedalaman kedalaman (banyak ulir ulir) yang akan mengikat mengikat dan juga juga untuk menentukan menentukan tinggi mur.Untuk Ulir Mur:A = keliling x tinggi MurA = A π. Kemungkinan kepala baut akan putus tergeser τg = F/A Dimana: A = : ππD.Luas penampang yang mungkin putus untuk Ulir:A =keliling x kedalam masukA = A π.

berulir dibuat dengan intinya. sepanjang bagian berulir(. Secara teoritas dapat tertulis: Padata bel dibawah ini. Tumbukan biasanya . mendapat pembebanan tumbukan dapat putus karena baut) diambil besar mempertinggi faktor keamanannya.Deri Tria Pratama10 diameter lebih kecil dari pada diameter intinya . harga K untuk berbagai sistim penyambungan . Pada baut pengikat kepala silinder. atau diberi lubang pada sumbunya sepanjang bagian yang tidak berulir lihat gambar 12) . gaya yang bekerja terdiri dari kombinasi antara gaya dalam dan gaya luar. Perhitungan ini biasanya terjadi pada baut pengikat pada tutup silinder. 6 7. H1 aman. Kemungkinan baut dan mur mendapat pembebanan kombinasi.

P21π.D2F=Dimana P = tekanan dalam silinder Bila diperhitungkan gaya F2 untuk setiap baut Dimanan = jumlah baut Besar gaya yang diakibatkan gaya F1 Menurut angka pengalaman: F = 2840 d1 Dimana: d = diameter luar atau diameter poros baut.n1.4.D2F=42cπ.AFtσ== .P21π.DA.Deri Tria Pratama11 Untuk menentukan besar gaya yang diakibatkan oleh gaya luar(F) Misalnya untuk penutup kepala silinder: 4.

Gilbert F. kepala sekrup Phillips diciptakan oleh Henry Phillips. di Amerika. Robertson dianggap sebagai "tipe pertama sekrup yang diproduksi. Heublein Namun. Robertson. Produksi massal Sekrup Pada 1770.Deri Tria Pratama12 SEKRUP A. David Wilkinson juga menemukan mesin untuk produksi sekrup logam berulir massal.Dalam perakitan mobil membutuhkan sekrup yang dapat menerima torsi yang lebih besar dan bisa memberikan ikatan yang lebih kuat. karena tidak akan terlepas dari kepala sekrup pada saat instalasi. perusahaan sekrup milik Philips tidak pernah membuat sekrup Phillips sekrup ataupun obengnya. Spoiler for Hex Key: Sebuah heksagonal atau kepala sekrup hex memiliki lubang heksagonal diputar oleh sebuah kunci Allen. PENGERTIAN Sebuah sekrup adalah suatu batang dengan ulir terbentuk dipermukaannya. Heublein adalah importir dan distributor makanan dan minuman. Awal sekrup yang terbuat dari kayu dan digunakan dalam mengepress anggur. namun. kepala persegi di sekrup bisa lebih baik daripada slot obeng. Tahun 1797. Henry Maudslay (1771-1831) menciptakan mesin bubut pembuat sekrup berukuran besar pertama yang memungkinkan untuk produksi secara besar-besaran dan ukuran sekrup yang akurat. mengepress minyak zaitun." Desainnya menjadi standar di Amerika Utara. Spoiler for Henry Phillips: Pada awal 1930-an. Phillips Head Screw. Sekrup digunakan untuk mengikat dua benda bersamaan. sekrup dan mur dari logam yang digunakan untuk mengikat dua obyek bersama-sama pertama kali muncul pada abad kelima belas. alat berbentuk sekrup sudah menjadi barang umum.Inggris. B. Sebuah kunci Allen adalah kunci pas berbentuk heksagonal. Henry Phillips meninggal di tahun 1958 pada usia enam puluh delapan Allen Kunci. sekrup dengan bentuk pemutar persegi diciptakan oleh orang Kanada. Ramsden lalu mengilhami penemu lainnya. hal ini masih sedang diteliti dan tidak boleh dianggap sebagai suatu fakta. . Kunci Allen mungkin telah ditemukan oleh Amerika. yang juga sekrup kepala persegi. Dua puluh delapan tahun sebelum Henry Phillips mempatenkan kepala sekrupnya. PL Robertson. alat pembuat inggris. Pada 1798. koktail dalam botol pertama di dunia. SEJARAH SEKRUP Sekitar abad pertama. Mobil Model T dibuat oleh Ford Motor Company (salah satu pelanggan pertama Robertson) menggunakan lebih dari tujuh ratus skrup buatan Robertson. sejarawan tidak tahu siapa yang menciptakan pertama. Kepala sekrup Phillips yang ada sudah kompatibel dengan obeng otomatis yang biasa digunakan dalam perakitan. Spoiler for Allen Key. dan untuk mengepres pakaian. yang pada tahun 1892 memperkenalkan "The Club Cocktails". seperti yang diterbitkan dalam edisi keenam "Industries Fasteners Institute Metrik dan Inch Standard". Robertson Screw: Pada tahun 1908. Ironisnya. Jesse Ramsden (1735-1800) menciptakan mesin bubut pembuat sekrup pertama. dan obeng adalah salah satu yg digunakan sebagai alat untuk memutar sekrup pada suatu objek yang akan dipasangi sekrup.

Jenis Screw Drive. D. sering digunakan dalam lembaran logam atau plastik. Spoiler for machine screw: memiliki poros silindris dan bentuk kepala yang pas dengan mur atau digunaka untuk menekan lubang. Mirror screw head : countersunk head dengan lubang tambahan di kepalanya untuk menerima sekrup penutup berlapis krom. digunakan untuk membuat sambungan tersembunyi di antara dua potong kayu. Spoiler for self-tapping screw: memiliki poros silindris dan pisau tajam yang memotong lubang sendiri. Bentuk Screw Head. Sekrup set. dirancang awalnya pada 1930-an untuk digunakan dengan mesin pemutar mekanis. biasanya heksagonal. dirancang untuk dapat digerakkan oleh sebuah kunci pas atau kunci ring. atau disebut sekrup Phillips memiliki slot berbentuk X dan didorong oleh obeng berkepala x. Sekrup kayu. Cheese Head. Spoiler for drywall screw: adalah sekrup yang menekan sendiri. dan dirancang untuk dimasukkan dengan atau di bawah permukaan benda. Jenis Sekrup Cap Screw. alat Tangan untuk mengemudi topi sekrup dan jenis lainnya disebut kunci pas (UK penggunaan) atau kunci pas (US penggunaan). Drywall screw. Spoiler for Screwdrive: Berbagai alat ada untuk mendorong sekrup ke dalam material yang akan dipasangi sekrup. Sekrup mesin. alat tangan yang digunakan untuk memutar sekrup yang tipe "slot-headed" dan "cross-headed" disebut obeng. sengaja dibuat agar pengemudi akan keluar sendiri untuk mencegah pengencangan yang terlalu berlebihan. dengan wajah datar bagian kerucutnya tenggelam dalam material. digunakan untuk memasang cermin. dengan baut kecil.Spoiler for wood screw: memiliki tangkai runcing untuk menembus kayu yang belum pernah di tancapkan sekrup. E. Spoiler for cap screw: mempunyai bentuk kepala yang cembung. Countersunk head : kerucut. kepala berbentuk silang atau x. Spoiler for double-end screw: adalah sekrup kayu dengan dua ujung runcing dan tidak ada kepala. Pan head.Deri Tria Pratama13 C. Sekrup ulir ganda. Spoiler for set screw: tidak memiliki kepala. Self-tapping screw. sangat umum untuk sekrup kayu Button or Dome Head : setengah bola dalam wajah luar. . Kepala berbentuk slot diputar oleh obeng pipih.

kadang-kadang disebut kunci Allen. pemutar baut Robertson head. Keuntungan dan Kerugian Screw joints. G. Spoiler for temper-proof torx head: mirip dengan drive torx. Spoiler for Obeng robertson: memiliki lubang persegi dan didorong oleh kekuatan khusus alat-bit atau obeng (ini adalah biaya rendah versi kepala hex untuk penggunaan domestik). Tri-Wing screw. Untuk memegang dan penyesuaian dalam perakitan dan perawatan. 1. Spoiler for torx head: memiliki soket splined dan menerima kunci dengan poros splined.Ini mempersulit user melakukan perbaikna sendiri di rumah. Bila dilakukan pemotongan alur tunggal pada permukaan silinder maka dinamakan single thread screw dan jika dilakukan pemotongan alur lainnya pada jarak antar alur pertamanya disebut double thread screw. Hexagonal atau kepala sekrup hex. mirip dengan kepala silang tapi dengan ketahanan yang lebih baik untuk meleset. . Tamper-proof torx. Sambungan sekrup ( screw joints) terdiri dari 2 elemen yaitu : mur dan baut. a.Deri Tria Pratama14 Pozidriv: telah dipatenkan. Sesuai untuk perakitan dan pelepasan komponen. PERENCANAAN SAMBUNGAN SEKRUP Sekrup atau ulir dibentuk melalui pemotongan alur helical secara kontinu pada permukaan silinder. Sambungan sekrup digunakan bila : Untuk bagian mesin yang memerlukan sambungan dan pelepasan tanpa mengakibatkan kerusakan pada komponen mesin. 2. Torx driver . Spoiler for kunci L: memiliki lubang dan didorong oleh sebuah kunci heksagonal (kita mngenal sbg kunci L). 4. Spoiler for tri-wing screw: yang digunakan oleh Nintendo pada Gameboy. Suatu lingkup yang luas dari sambungan baut diperlukan untuk beberapa kondisi operasi Lebih murah untuk diproduksi dan lebih efisien. 3. Keuntungan: Mempunyai reliabilitas tinggi dalam operasi.

seperti poros utama mesin perkakas. hal-hal berikut ini perlu diperhatikan. Kekuatan Poros Suatu poros transmisi dapat mengalami beban puntir atau lentur atau gabungan antara puntir dan lentur seperti telah diutarakan di atas. roda gigi. Syarat yang harus dipenuhi poros ini adalah deformasinya harus kecil dan bentuk serta ukurannya harus teliti. Daya ditransmisikan kepada poros ini melalui kopling.1 Poros Poros merupakan salah satu bagian yang terpenting dari setiap mesin. 1.Macam Poros Poros untuk meneruskan gaya diklasifikasikan menurut pembebanannya sebagai berikut : (1) Poros Transmisi Poros macam ini terdapat beban puntir murni atau puntir dan lentur.Hal Penting Dalam Perencanaan Poros Untuk merencanakan sebuah poros. maka pros akan mengalami beban puntir. dan lain-lain. Peranan utama dalam transmisi seperti itu dipegang oleh poros. Hampir semua mesin meneruskan tenaga bersama-sama dengan putaran. (3) Gandar (axle) Poros ini dipasang antara roda – roda kereta api. tidak mendapat beban puntir dan tidak berputar. Hal . dan lain-lain. Gandar ini hanya mendapat beban lentur kecuali bila digerakkan oleh penggerak mula. (2) Spindel Poros transmisi yang relatif pendek. 2. (4) Poros (shaft) Poros yang ikut berputar untuk memindahkan daya dari mesin ke mekanisme yang digerakkan. 2. .2.2. (5) Poros luwes (flexible shaft) Poros yang berfungsi untuk memindahkan daya dari dua mekanisme dimana putaran poros dapat membentuk sudut dengan poros lainnya.1. daya yang dipindahkan biasanya kecil. puli sabuk atau sproket rantai. Juga ada poros yang mendapat beban tarik atau tekan seperti poros baling-baling kapal atau turbin.2. dimana beban utamanya berupa puntiran disebut spindel. Poros ini mendapat beban puntir murni dan letur. Macam .Deri Tria Pratama15 POROS (SHAFT) 2.

3. Putaran yang menghasilkan getaran yang besar tersebut disebut putaran kritis. Hal ini dapat terjadi pada : turbin. motor bakar. maka harus dibagi dengan efisiensi mekanis η dari sistem transmisi untuk mendapatkan daya penggerak mula yang diperlukan. Daya yang besar mungkin diperlukan pada saat start. motor listrik dan sebagainya. Dengan demikian sering kali diperlukan koreksi pada daya rata-rata yang diperlukan dengan menggunakan faktor pada perencanaan.2. Putaran Kritis Bila putaran mesin dinaikkan. roda gigi. kekakuannya juga diperhatikan dan disesuaikan dengan macam mesin yang akan dilayani poros tersebut. 3. Korosi Bahan-bahan tahan korosi harus dipilih untuk propeler. Pertama kali. Sebuah poros harus direncanakan hingga cukup kuat untuk menahan beban-beban di atas. Kekakuan Poros Meskipun sebuah poros mempunyai kekuatan yang cukup tetapi jika lenturan atau defleksi puntirnya terlalu besar akan mengakibatkan ketidak-telitian (pada mesin perkakas) atau getaran dan suara (misalnya. 2. Jika P adalah daya rata-rata yang perlu dilakukan. di samping kekuatan poros.Deri Tria Pratama16 Kelelahan. rantai dan sebagainya. 4. atau mungkin beban yang besar terus bekerja setelah start. maka pada suatu harga tertentu akan timbul getaran yang cukup besar. Poros Dengan Beban Puntir dan Lentur Poros pada umumnya meneruskan daya melalui belt. sehingga pada permukaan poros terjadi tegangan geser karena momen puntir dan tegangan tarik karena momen lentur. ambillah suatu kasus dimana daya P (kW) harus ditransmisikan dan putaran poros n1 (rpm) diberikan. • Poros dengan beban puntir Hal-hal yang perlu diperhatikan akan diuraikan seperti di bawah ini. Dengan demikian poros tersebut mendapatkan beban puntir dan lentur. Dalam hal ini perlu dilakukan pemeriksaan terhadap daya P tersebut. pompa bila terjadi kontak dengan media yang korosif. Jika mungkin poros harus direncanakan sedemikian rupa sehingga putaran kerja poros lebih rendah dari putaran kritisnya. 2. tumbukan atau pengaruh konsentrasi tegangan bila diameter poros diperkecil (poros bertangga) atau bila poros mempunyai alur pasak. Karena itu. Demikian pula untuk poros yang terjadi kavitasi dan poros mesin yang sering berhenti lama. . pada turbin dan kotak roda gigi). harus diperhatikan.

mm) Pd = daya perencanaan (kW) n1 = putaran (rpm) Pd …………… (Ref 1 hal 7) n1 Bila momen torsi T (kg.735 untuk mendapatkan daya dalam kW.74 × 10 5 dimana : T = momen puntir perencanaan (kg.mm) = jari – jari poros (mm) = momen polar pada inertia (mm4) dimana. maka tegangan puntir τ t (kg/mm2) yang terjadi adalah : τt = keterangan : Mt.Deri Tria Pratama17 Jika daya yang diberikan dalam daya kuda (Hp). persamaan diatas menjadi : T = 9.c J τt Mt c J = tegangan puntir (kg/mm2) = momen puntir (kg. maka harus dikalikan dengan 0.mm). c = J= 1 d 2 π 4 d 32 Dari persamaan tersebut di atas dapat ditulis menjadi : . Jika momen puntir sebagai momen rencana adalah T (kg. maka : pd = ( T / 1000)( 2π .mm) dibebankan pada suatu poros dengan diameter D (mm).n1 / 60) 102 Untuk mencari momen torsi.

c σx = J 1 Mb.c τt = J 1 T.d 3 Akibat momen bending dan momen lentur tersebut dapat dinyatakan dengan persamaan (teori Tresca) : . c = J= 1 d 2 π 4 d 64 Dari persamaan tersebut di atas dapat ditulis menjadi : Mb. d τt = 2 π 4 d 32 = 16.d 3 • Poros dengan beban lentur Beben lentur sebagai akibat dari tegangan tarik dicari dengan menggunakan persamaan sebagai berikut : σx = keterangan : Mb.mm) = jari – jari poros (mm) = momen polar pada inertia (mm4) dimana.c J σx Mb c J = tegangan bending (kg/mm2) = momen bending (kg.Deri Tria Pratama18 T .T π .Mb π . d 2 σx = π 4 d 64 = 32.

Mb   16Mt  =  + 3  3   π . .(Ref 3 hal 74) 2  2  2 Dengan memasukkan persamaan momen bending dan momen lentur.d   π . Mb 2 + Mt 2 d≥6   π . AK = angka keamanan. AK   .d   π .d   16.S  yp   2 [ ] Keterangan : Syp = kekuatan bahan terhadap tegangan geser.Mb   16 Mt  + ≤  3  3  AK  π .d  2 2 Syarat perencanaan adalah tegangan yang terjadi harus lebih kecil daripada tegangan ijin. tegangan maksimum untuk poros pejal : τ mak  16. sehingga : 2 2 S yp  16.Deri Tria Pratama19 τ mak σ 2 + 4τ 2 σ  = =  x  + τ 2 ……….

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful