P. 1
3. TERMOREGULASI

3. TERMOREGULASI

|Views: 4|Likes:
Published by Silvy Aldila

More info:

Published by: Silvy Aldila on Jan 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/22/2013

pdf

text

original

Dr.

Amelia Fitria Dewi

• Termo : Panas • Regulasi : Pengaturan • Termoregulasi adalah Suatu pengaturan fisiologis tubuh manusia mengenai keseimbangan produksi panas dan kehilangan panas sehingga suhu tubuh dapat dipertahankan secara konstan • Panas adalah energi kinetik pada gerakan molekul.

konduksi.• SUHU TUBUH MENUNJUKKAN KEHANGATANTUBUH MANUSIA • Panas tubuh Hilang : melalui kulit. paru.konveksi. dan produk sisa melalui proses radiasi. evaporasi Diproduksi : exercise dan metabolisme makanan .

. Suhu tubuh mencerminkan keseimbangan antara produksi panas dan kehilangan panas. dan diukur dalam unit panas yang disebut derajat.

toraks. jaringan sub kutan. seperti kranial. dan lemak. • Selain itu. yaitu suhu yang terdapat pada jaringan dalam. rongga abdomen. ada suhu permukaan (surface temperatur). Suhu ini biasanya dapat berfluktuasi sebesar 30°C sampai 40°C. dikenal suhu inti (core temperatur). Suhu ini biasanya dipertahankan relatif konstan (sekitar 37°C). dan rongga pelvis. .• Berdasarkan distribusi suhu di dalam tubuh. yaitu suhu yang terdapat pada kulit.

dan rangsangan simpatis pada sel. Metabolisme tambahan akibat pengaruh hormon tiroksin dan sebagian kecil hormon lain. . Metabolisme tambahan akibat pengaruh epineprine. 4. misalnya hormon pertumbuhan (growth hormone dan testosteron). 3.Suhu tubuh dihasilkan dari : 1. Laju metabolisme basal (basal metabolisme rate. BMR) 2. norepineprine. Laju cadangan metabolisme yang disebabkan aktivitas otot (termasuk kontraksi otot akibat menggigil). 5. Metabolisme tambahan akibat peningkatan aktivitas kimiawi di dalam sel itu sendiri terutama bila temperatur menurun.

(atau penyebaran panas dengan gelombang elektromagnetik) Konduksi adalah perpindahan panas ke objek lain melalui kontak langsung .Radiasi adalah pemindahan panas dari permukaan objek tertentu ke permukaan onjek yang lain tanpa adanya kontak antara kedua objek. yang paling sering adalah dengan sinar inframerah.

Evaporasi (penguapan) adalah perubahan dari cairan menjadi uap. orang yang menggunakan kipas angin . Seperti cairan tubuh dalam bentuk keringat menguap dari kulit Konveksi adalah penyebaran panas oleh karena pergerakan udara dengan kepadatan yang tidak sama.

Mekanisme perpindahan panas .

1. c.Berkeringat  pengeluaran keringat menyebabkan peningkatan pengeluaran panas melalui evaporasi. . yang memungkinkan percepatan pemindahan panas dari tubuh ke kulit hingga delapan kali lipat lebih banyak. Penurunan pembentukan panas  Beberapa mekanisme pembentukan panas. Vasodilatasi  disebabkan oleh hambatan dari pusat simpatis pada hipotalamus posterior (penyebab vasokontriksi) sehingga terjadi vasodilatasi yang kuat pada kulit. Mekanisme tubuh ketika suhu tubuh meningkat : a. b. seperti termogenesis kimia dan menggigil dihambat dengan kuat.

b.2. Vasokontriksi kulit di seluruh tubuh  karena rangsangan pada pusat simpatis hipotalamus posterior. pembentukan panas akibat rangsangan simpatis. . c. Piloereksi  Rangsangan simpatis menyebabkan otot erektor pili yang melekat pada folikel rambut berdiri. serta peningkatan sekresi tiroksin. Mekanisme tubuh ketika suhu tubuh menurun : a. Peningkatan pembentukan panas  sistem metabolisme meningkat melalui mekanisme menggigil.

Hormon pertumbuhan 4.1. Lingkungan . Rangsangan saraf simpatis 3. Gangguan organ 10. Hormon kelamin 6. Hormon tiroid 5. Status gizi 8. Kecepatan metabolisme basal 2. Demam ( peradangan ) 7. Aktivitas 9.

8o – 37.4o – 38o C (97.5o – 100. Suhu Permukaan : 36.4o F) Suhu diukur dengan termometer.6o – 99.4o C (96. .3o F)  Suhu inti : 36.

.

5 – 0.8 °C dibawah suhu inti .1. ORAL Termometer diletakkan di dibawah lidah sublingual artery .biasanya hasil pengukuran 0.

1°C dengan suhu inti . Berbeda 0.

6°C lebih rendah dibandingkan suhu oral Paling sering dilakukan mudah. nyaman .Hasil pengukuran 0.

4 ° .Ekuivalen Pengukuran suhu TEMPAT PENGUKURAN Oral Rektal (setara) Aksila (setara) CELCIUS 37° 37.5° 36.

 Riset menunjukkan suhu ditelinga pada membran timpani paling mendekati suhu inti tubuh .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->