P. 1
Makalah-pengecatan Gram Dan Giemsa

Makalah-pengecatan Gram Dan Giemsa

|Views: 1,366|Likes:
Published by Aivlis Phia

More info:

Published by: Aivlis Phia on Jan 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2014

pdf

text

original

MAKALAH MIKROBIOLOGI DAN PARASITOLOGI TEKNIK PENGECATAN GRAM DAN PENGECATAN GIEMSA

DISUSUN OLEH : ASTITI MASLIKHAHSAFA’ATI (10613228) JUDISTIRA M.ARSYAD (10613229) POPPY PRATIWI (10613230) SILVIA DWI DAMAYANTI (10613231) ETRY ANGRIANUR (10613233)

LABORATORIUM MIKROBIOLOGI DAN PARASITOLOGI PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA

Lebih jauh. IDENTIFIKASI MIKROBA DENGAN TEKNIK PENGECATAN GRAM TUJUAN 1. dengan jumlah peptidoglikan yang lebih sedikit dan secara struktural lebih kompleks. pewarnaan differensial dan pewarnaan khusus. spesies gram-negatif umumnya lebih berbahaya dibandingkan dengan spesies gram-positif. Lipopolisakarida yang terdapat pada dinding sel bakteri gram negatif sering bersifat toksik (racun). . Perbedaan warna antara bakteri gram positif dan gram negative disebabkan oleh adanya perbedaan struktur pada dinding selnya. Mampu melakukan pengamatan bakteri secara mikroskopis dengan melihat warna. Pewarnaan differensial yang sering digunakan adalah pewarnaan gram. yang dapat digunakan untuk memisahkan anggota-anggota domain bakteribakteri ke dalam dua kelompok berdasarkan perbedaan dinding selnya. Mampu memahami teknik pengecatan gram. bentuk dan susunan bakteri. Pewarnaan gram ini mampu membedakan dua kelompok besar yaitu gram positif dan gram negatif. dan membarn bagian luar membantu melindungi bakteri patogen melawan sistem pertahanan inangnya. 2. bakteri gram negatif umumnya lebih resisten terhadap antibiotik dibandingkan dengan bakteri gram positif karena membran bagian luar itu menghalangi masuknya obatobatan(2). Bakteri gram-positif memiliki dinding sel yang lebih sederhana. sehingga digunakan untuk membedakan bakteri. misalnya endospore. Dinding bakteri gram positif banyak mengandung peptidoglikan. sedangkan dinding bakteri gram negative banyak mengandung lipopolisakarida. Pewarnaan khusus digunakan untuk mewarnai dan mengisolasi bagian spesifik dari mikroorganisme. Membran bagian luar pada dinding sel gram-negatif mengandung lipopolisakarida.PERCOBAAN II A. yang menyebabkan penyakit. yaitu karbohidrat yang terikat dengan lipid(2). Pewarnaan differensial menggunakan lebih dari satu pewarna dan memiliki reaksi berbeda untuk setiap bakteri. Pada pewarnaan sederhana hanya digunakan satu macam pewarna dan bertujuan mewarnai seluruh sel mikroorganisme sehingga bentuk seluler dan struktur dasarnya terlihat. Salah satu alat yang paling ampuh dalam taksonomi mikroba adalah pewarnaan gram (Gram stain). Diantara bakteri patogen. kapsul dan flagella(1). DASAR TEORI Ada tiga macam prosedur pewarnaan yaitu pewarnaan sederhana.

Bakteri gram positif akan mempertahankan warna ungu gelap setelah dicuci dengan alcohol.sementara bakteri gram negative tidak.yang membuat semua bakteri gram negative menjadi bewarna merah atau merah muda.Bakteri gram positif adalah bakteri yang mempertahankan zat warna metil ungu sewaktu proses pewarnaan gram.Perbedaan klasifikasi antara kedua jenis bakteri ini terutama didasarkan pada perbedaan struktur dinding sel bakteri.Pengujian ini berguna untuk mengklasifikasikan kedua tipe bakteri ini berdassarakan perbedaan struktur dinding sel mereka. cat gram C dan cat gram D Oil imersi CARA KERJA .Bakteri jenis ini akan brwarna biru atau ungu dibawah mikroskop.suatu pewarna penimbal (counterstain) ditambahkan setelah metil ungu.gram positif dan gram negative.yang berarti mereka berbahaya bagi orgnisme inang.Pewarnaan gram atau metode gram adalah suatu metode empiris untuk membedakan spesies bakteri menjadi dua kelompok besar. cat gram B.berdasarkan sifat kimia dan fisik dinding sel mereka. ALAT DAN BAHAN  Alat :  Ose bulat Tabung reaksi Kaca arloji Bunzen Pipet tetes Mikroskop Bahan : Kultur bakteri Larutan NaCl Cat gram A.Pada uji pewarnaan gram.sedangkan bakteri gram negative akan berwarna merah atau merah muda.Banyak spesies bakteri gram negative yang bersifat patogn.Sifat pathogen ini umumnya berkaitan dengan komponen tertentu pada dinding sel gram negative terutama lapisan lipopolisakarida(3).Bakteri gram negative adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat warna metil ungu pada metode pewarnaan gram.

setelah itu cat dibuang Setelah pemberian cat gram c.1. diratakan pada gelas objek dan ditipiskan Ose sesudah dipakai harus disterilkan kembali dengan cara dibakar pada nyala api sampai membara dan disterilkan kembali sebelum dipakai lagi Preparat kemudian dikeringkan diatas nyala api spiritus sambil digoyangkan ( jarak preparat sampai api spiritus kira-kira 20 cm). Pembuatan preparat untuk pengecatan Diambil gelas objek yang bersih dan steril Dibebaskan dari lemak dengan dipanaskan diatas nyala api spiritus Dengan ose steril. digenangi dengan cat gram a selama 1-3 menit. diambil sedikit satu koloni bakteri. Setelah kering. digenangi dengan cat gram d selama 1-2 menit . kemudian cat dibuang tanpa dicuci Preparat ditetesi dengan cat gram b sampai warna cat tepat dihilangkan atau dilunturkan (30 detik) Preparat digenangi dengan cat gram c selama 1 menit. preparat siap di cat 2. Cara melakukan pengecatan gram Preparat yang siap di cat.

aureus PEMBAHASAN Pada percobaan kali ini dilakukan identifikasi bakteri dengan teknik pengecatan gram. Hans Christian Gram. bakteri S. Tujuan dilakukannya percobaan ini adalah agar praktikan dapat memahami teknik pengecatan Gram serta mampu melakukan pengamatan bakteri secara mikroskopis dengan melihat warna. Media cair (broth). aureus 2. Media agar miring (slant). Metode ini dikembangkan oleh seorang ilmuwan Denmark. bentuk dan susunan bakteri. Teknik pewarnaan Gram merupakan suatu metode empiris untuk membedakan spesies bakteri menjadi dua kelompok besar. bakteri S. yaitu Gram positif dan Gram negatif. .Setelah itu preparat dicuci dan dikeringkan dalam udara kamar dan setelah itu diperiksa dibawah mikroskop dengan menggunakan perbesaran kuat (100 x oby) DATA DAN HASIL 1.

17-19 2) Campbell. Biologi. Mikrobiologi Farmasi. 56 . Gelas objek yang telah ditempeli bakteri dan telah direndam dalam zat warna ditetesi minyak imersi dan diamati melalui mikroskop. Jakarta.Oman. Bandung . Teknik pewarnaan menggunakan cat Gram A yang mengandung kristal violet yang berfungsi untuk memberi warna violet pada bakteri. Erlangga. Jika safranin diganti dengan methylen blue maka hasil yang didapat akan bias karena warna antara bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif menjadi sama.. aureus memberikan warna biru. Dan yang terakhir. aureus dengan dua macam media. Reece. seperti safranin yang berwarna merah. Dari percobaan didapati hasil bahwa bakteri S. Kemudian bakteri dicuci dan direndam dengan cat Gram C yang mengandung alkohol untuk membersihkan zat warna yang sebelumnya terikat pada bakteri. Hal ini sesuai jika dibandingkan dengan literatur karena bakteri S. 2006. DAFTAR PUSTAKA 1) Pratiwi. Grafindo Media Pratama. Dinding sel bakteri Gram negatif memiliki peptidoglikan yang lebih sedikit dan secara struktural lebih kompleks. yaitu zat warna violet dan penambahan zat warna pembanding. 2008.Bakteri Gram positif merupakan bakteri yang mempertahankan zat warna violet sewaktu proses pewarnaan Gram karena memiliki dinding sel yang lebih sederhana dengan jumlah peptidoglikan yang relatif banyak. Bakteri Gram negatif merupakan bakteri yang tidak dapat mempertahankan zat warna violet sewaktu proses pewarnaan Gram tetapi akan tetap menahan zat warna merah sehingga memberikan warna yang berbeda dengan bakteri Gram positif. bakteri direndam dalam cat Gram D yang mengandung safranin yang berwarna merah yang berfungsi sebagai zat warna pembanding. Bakteri Gram positif akan mempertahankan zat warna dasar. bakteri direndam dalam cat Gram B yang mengandung iodin tanpa dicuci terlebih dahulu untuk meningkatkan intensitas warna yang diikat oleh bakteri. Biologi. Minyak imersi atau immersion oil berfungsi untuk memperkuat fungsi lensa imersi dalam memperjelas tampilan gambar pada pengamatan dengan perbesaran paling kuat. Neil A. Pada percobaan yang telah dilakukan. Jakarta. akan membuat warnanya menjadi biru. Setelah diberi cat Gram A.jane B.107-108 3) Karmana.Sylvia. Mitchell. Erlangga 2003. aureus merupakan bakteri Gram positif.T. yaitu media cair dan media padat.. digunakan bakteri S. Lawrence G.

plasma yang berhadapan dengan inti menebal. tropozoit dan gamet dari masing-masing jenis plasmodium DASAR TEORI Teknik pemeriksaan protozoa parasitik ini dibahas beberapa pemeriksaan yaitu : 1) metode pemeriksaan teridiri atas pemeriksaan secara natif dan modifikasi metode mertiolat-iodine-formaldehyde (MIF). Mampu melakukan pengamatan plasmodium serta membedakan bentuk shizon.yaitu Plasmodium malaria yang plasmodium vivax.biasanya hanya satu dalam satu eritrosit.Trichomonas vaginalis dan ameba.sitoplasma tampak tidak teratur. Mampu memahami teknik pengecatan giemsa 2.B.khas tampak titik-titik Schuffner. 3) Pemeriksaan Trichomonas vaginalis.dan infeksi ovale. Morfologinya : 1) Bentuk trofozoit. 4) Cara pembuatan preparat permanen untuk parasit darah.inti merah.Plasmodium malariae menyebabkan malaria malariae/quartana.Plasmodium falciparum falciparum/tropika.Masing-masing berbeda-bedaPlasmodium menyebabkan menyebabkan malaria vivax/tertian.letak plasmodium sentral di dalam eritrosit.Plasmodium plasmodium menyebabkan malariae. 2) Metode pemeriksaan protozoa darah terdiri atas preparat atau sediaan darah apus dengan pewarnaan giemsa dan preparat (tetes) darah tebal dengan pewarnaan giemsa. Penyakit malaria disebabkan oleh parasite malaria yaitu suatu protozoa darah yang termasuk genus plasmodium)yang dibawa oleh nyamuk anopheles.dan Plasmodium ovale menyebabkan malaria ovale(2).di dalamnya terdapat vakuola.sitoplasma biru. IDENTIFIKASI PLASMODIUM DENGAN TEKNIK PENGECATAN GIEMSA TUJUAN 1.Tropozoit muda berbentuk cincin. .Ada empat spesies plasmodium penyebab malaria pada manusia. 5) Pembuatan larutan-larutan(1).dengan pewarnaan menurut method Heidenhein.plasmodium spesies vivax malaria falciparum.Trofozoit tua berrbentuk ameboid.

letak eksentris.plasma padat tidak bervakuola.tiap-tiap pembelahan inti diikuti pembelahan sitoplasma (12-24 buah merozoit) dan mengisi penuh eritrosit.inti tampak kecil kompak (padat).ebih kecil dari mikrogametosit.plasma tampak biru.Mikrogametosit berbentuk lonjong atau bulat.Skizon muda berbentuk bulat.pigmen malaria tersebar(3).Inti Skizon tua membelah menjadi 12-24. tropozoit dan gamet pada masing-masing preparat .inti besar pucat.2) Bentuk Skizon.ditengah-tengah terdapat pigmen malaria.tidak kompak (menyebar) dan terletak sentral. 3) Bentuk gametosit.Mikrogametosit bentuknya bulat besar. ALAT DAN BAHAN   Alat : Mikroskop Bahan : Apus darah Preparat CARA KERJA Dibuat sediaan apus darah tipis pada sebuah objek gelas Sediaan apus darah tipis digenangi denganmengalirgiemsa yang diencerkan Dibilas dengan air larutan aquades dengan perbandingan 1:4 (1 bagian giemsa dengan 4 bagian air) Dikeringkan sisa air dengan cara diangin-anginkan beberapa saat Ditunggu selama 15 menit Diamati dibawah mikroskop dan dibedakan bentuk-bentuk shizon.inti sudah membelah.plasma tampak pucat kelabu sampai merah muda.pigmen malaria tersebar..mengisi hampir separuh eritrosit.mengisi hampir seluruh eritrosit..lebih besar dari mikogametosit.dan tetap ada titik-titik Schuffner.antara inti ada titik-titik cokelat disebut butir-butir hematin (pigmen malaria) dan terdapat juga titik-titik Schuffner.

Tujuan dilakukannya percobaan ini adalah agar praktikan mampu memahami teknik pengecatan Giemsa serta mampu melakukan pengamatan plasmodium serta membedakan bentuk shizon.DATA DAN HASIL 1. . gametosit tropozoit tua 2. Plasmodium vivax gametosit shizon gametosit skizon PEMBAHASAN Percobaan kali ini adalah percobaan untuk mengidentifikasi plasmodium dengan teknik pengecatan Giemsa. tropozoit dan gamet dari masing-masing jenis plasmodium. Plasmodium falciparum std.

Infeksi oleh spesies ini menyebabkan parasitemia yang meningkat jauh lebih cepat dibandingkan dengan spesies lain. Bandung.. 56 2) Natadisastra. Biologi. 2006. Bandung. Prinsip pewarnaan Giemsa adalah presipitasi hitam yang terbentuk dari penambahan larutan metilen biru dan eosin yang dilarutkan dalam metanol. DAFTAR PUSTAKA 1) Karmana.Teknik pewarnaan Giemsa adalah teknik pewarnaan untuk pemeriksaan mikroskopis yang namanya diambil dari seorang peneliti malaria. Malaria mencegah dan mengatasinya. Plasmodium vivax dapat menyebabkan malaria tertian benigna dan memiliki kecenderungan menginfeksi sel darah merah yang masih muda.. Gustav Giemsa. EGC buku kedokteran. Parasitologi kedokteran. 2006. 394 3) Prabowo.Oman. Sedagkan. Teknik pewarnaan ini digunakan untuk pemeriksaan sitogenetik dan untuk diagnosis histopatologis parasit malaria. 5 . Plasmodium yang digunakan pada percobaan ini ada dua macam yaitu Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax..Djaenudin. Plasmodium falciparum merupakan plasmodium yang dapat menyebabkan penyakit malaria tropica.Arlan. Jakarta. 2005. Grafindo Media Pratama. Puspa Swara.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->