Bab I Pendahuluah Assalamua‟laikum wr.

wb Dalam pembangunan ekonomi Negara – Negara sedang berkembang termasuk Indonesia, pengangguran semakin bertambah jumlahnya lapangan kerja semakin sempit SDM tenaga kerja yang tidak memenuhi persyaratan untuk masuk dalam lapangan kerja. Tinggakt pengangguran suatu Negara sangat berdampak pada pembangunan dan pertumbuhan ekonomi suatu Negara. Semakin tinggi tinggakat pengannguran maka akan berdampak pada pendapatan perkapita. Selain pemerintah, swasta juga punya andil dalam pembangunan dan pertumbuhan perekonomian suatu Negara terutapa peran swasta yaitu dengan investasi dan membuka lapangan kerja. Anggaran pemerintah sangat berpengaruh pada kondisi perekonomian. Anggaran pemerintah dapat berpengaruh pada tingkat output. Pengaruhnya tergantung pada pengaruh anggaran terhadap sector swasta. Pengaruh anggaran pemerintah terhadap sektor swasta dapat bersifat substitusi atau komplemnenter. Anggaran pemerintah yang bersifat substitusi dengan swasta jika in vestasi poemerintah bersaing dengan investasi swata. Anggaran pemerintah dapat bersifat komplementer denagn sektor swata apabila investasi pemerintah digunakan dalam pembangunan infrastruktur fisik maupun nonfisik. Hal ini akan meninggkatkan Ekonomies Of Scale melaului perluasan pasar yang selanj utnya akan meningkatkan keuntungan sektor swasta. Investasi pemerintah juga akan meningkatkan pendapatan secara langsung maupun tidak langsung melalui multiplier effect, sehingga sektor swasta akan terdorong untuk melakukan investasi karena keuntungan diperoleh akan meninggkat sejalan dengan peningkatan pada pemerintah pada permintaan terhadap barang akhir. Maka dengan investasi dan perluasan pasar akan meningkatkan pembangunan dan pertumbuhan perekonoian yang lebih baik.

1

A. Latar Belakang Masalah Dalam pembanguan ekonomi Negara – Negara sedang berkembang, yang semakin bertambah jumlahnya merupakan masalah yang lebih tumit dan lebih serius dari masalah perubahan dalam distribusi pendapatn yang kurang menguntungkan penduduk yang berpendapatan terendah. Negara – Negara sedang berkembang seperti Indonesia peranan pemerintah masih tergolong besar. Anggaran pemerintah tergolong sangat mempengaruhi perekonomian. Anggaran pemeritah dapat mempengaruhi tingakt output. Pengaruhnya tergantung terhadap anggaran terhadap sektor swata. Pengaruh anggaran pemerintah terhadap sektor swata yang bersifat substitusi. Anggaran pemerintah yang bersifat substitusi dengan sector swata jika investasi pemerintah bersaing dengan sektor swasta. Anggaran pemerintah dapat bersifat substitusi dengan sektor swasta apabila investasi pemerintah digunakan dalam pembangunan infrastruktur fisik maupun non fisik. Hal ini akan meningkatakan Economies Of Scale mulai dengan perluasan pasar selanjutnya akan meningklatkan keuntungan swata. Investasi pemerintah juga dapan meningkatkan secara langsung maupun tidak langsung melalui multiplier effect, hingga sektor swata akan terdorong untuk melakukan investasi karena keuntungan yang diperoleh akan meingkat sejalan dengan peningkatan pada permintaan terhadap barang akhir. Investasi merupakan suatu komponen yang penting dalam menetukan GNP. Investasi memiliki peranan yang sangat penting dalam permintaan agregat. Biasanya perluasan investasi memiliki sifat yang sangat tidak stabil sehingga sering mengalami fluktuasi yang menyebabkan terjadinya resesi. Investasi dan perluasan pasar sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi dan perbaikan dalam produktivitas tenaga kerja. Pertumbuhan ekonomi sangat tergantung pada tenaga kerja dan jumlah capital. Investasi akan menanbah jumlah (stock) dari capital. Tanpa investasi maka tidak aka ada pabrik, masin – masin baru dan dengan demikian tidak ada ekspansi. Dalam kaitanya dengan stabilisasi untuk mengatasi akibat buruk dari adanya fluktuasi investasi maka rumusan masalah yang diambil adalah bagaimanakah pengaruh tingkat investasi publik, suku bunga domestic rill, inflasi domestic, beban hutang luar negeri dan produk domestic bruto terhadap tingkat investasi swasta di investasi. 2

dan jumlah aset yang dimiliki dengan demikian merupakan tiga faktor utama yang menentukan keberhasilan pelaksanaan pembangunan. jumlah aset yang dikuasai. mungkin ingin memperbaiki kehidupannya dengan memiliki alat transportasi yang baik dan nyaman untuk keluarganya. Sesungguhnya usaha untuk menerapkan kemampuan dalam pengelolaan sumberdaya dan aset yang dimiliki untuk mencapai keadaan yang lebih baik adalah merupakan aktifitas pembangunan. ketersediaan sumberdaya.Bab II pembahasan 1. akan semakin besar pula peluang pembangunan yang dilaksanakan akan berhasil dengan lebih baik. Perbedaan ini merupakan refleksi dari perbedaan dalam kebutuhannya masing-masing. dan kemampuan yang dimiliki oleh setiap orang dan setiap golongan masyarakat tidaklah sama. perbaikan yang dinginkan adalah berupa kecukupan pangan bagi mereka sekeluarga. untuk semua aspek kehidupannya. aset. Ini akan berimplikasi pada kemampuan orang atau golongan masyarakat tersebut untuk mencapai tujuan mereka dalam rangka memperbaiki aspek-aspek kehidupannya. Kemampuan mengelola. orang yang telah memiliki rumah tinggal yang memadai dan tingkat konsumsi yang cukup. Sebagai contoh. semakin banyak sumberdaya yang dikuasai dan semakin besar tingkat penguasaan terhadap sumberdaya tersebut. kecenderungannya adalah bahwa semakin banyak aset yang 3 . Pengertian Pembangunan Ekonomi Pada umumnya setiap orang tentu menginginkan keadaan yang lebih baik dari keadaannya sekarang. dan kemampuannya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Limpahan sumberdaya yang diterima (resource endowment). Sebaliknya bagi keluarga yang masih belum mampu memenuhi kebutuhan pangan mereka sehari-hari. Pembangunan Ekonomi A. Dalam hal jumlah aset. Demikian juga dalam hal sumberdaya. Setiap orang dengan caranya masing-masing tentu ingin mendayagunakan segala sumberdaya. Meskipun demikian pengertian kehidupan yang lebih baik ini mungkin sekali akan berbeda-beda pada setiap orang. Semakin tinggi kemampuan mengelola akan membuat semakin banyak alternatif-alternatif yang dapat dikembangkan untuk melaksanakan pembangunan.

sampai aktifitas pembangunan yang kompleks misalnya usaha negara-negara anggota Uni Eropa untuk membangun suatu sistem perekonomian yang akan memperkuat posisi mereka dalam relasi perdagangan international. melainkan juga untuk sosialisasi rencana dan program mereka agar tidak mendapatkan tantangan dari negara-negara lain di dunia. bahan tambang (minyak. misalnya berupa teknologi monitoring dan komunikasi yang sangat penting bagi keberlangsungan proyek mereka. Nelayan ini juga menerapkan teknologi sederhana bagaimana matakail dibuat dan digunakan agar dapat membantu meningkatkan produktifitasnya dalam mengail. Mereka memerlukan keterampilan negosiasi untuk mewujudkan maksud mereka. Untuk setiap aktifitas pembangunan mulai dari yang paling sederhana. Mereka juga memerlukan teknologi pendukung untuk mewujudkan maksud mereka. sehingga ikan yang telah mematuk umpan tidak sampai terlepas. Pengertian kemampuan di atas mencakup kemampuan dalam hal penguasaan ilmu pengetahuan. jenis umpan yang dapat digunakan. dan teknologi. keterampilan. sumberdaya modal (capital). Modal dan teknologi sering juga digolongkan sebagai sumberdaya buatan (man made resources). Sumberdaya alam meliputi misalnya lahan. Untuk mengail ikan nelayan memerlukan pengetahuan sederhana tentang perlengkapan pancing. Mereka memerlukan ilmu pengetahuan dalam bidang ekonomi dan perdagangan international. 4 . batu bara). Nelayan ini juga memerlukan keterampilan untuk mengangkat pancing. semuanya membutuhkan kemampuan dalam tiga aspek tersebut di atas.dikuasai (misalnya dukungan infrastruktur. misalnya aktifitas nelayan kecil mengail ikan. dan sumberdaya berupa teknologi. tidak saja agar diterima oleh negaranegara anggota. sehingga dapat memformulasikan sistem transaksi yang dapat diandalkan (reliable). sarana. dan lokasi yang kemungkinan banyak ikannya. sumberdaya manusia (human resources). Demikian juga halnya dengan kolaborasi negara-negara anggota Uni Eropa. dan prasarana) akan semakin mudah mewujudkan rencana dalam pelaksanaan pembangunan. hutan dan sebagainya. Sumberdaya untuk pembangunan umumnya dibedakan atas:    sumberdaya alam (natural resources).

Keterbatasan pemilikan lahan bukan faktor yang sifatnya kritis yang menyebabkan kemiskinan. dibandingkan kelompok masyarakat lain yang mempunyai kemampuan. sementara yang miskin akan semakin tertinggal karena pembangunan yang dijalankannya berjalan jauh lebih lambat. Dengan pemilikan aset yang lebih baik. Kualitas sumberdaya manusia yang baik bila dipadukan dengan kemampuan dan penguasaan teknologi yang maju akan memberikan peluang yang lebih besar bagi seseorang atau sekelompok masyarakat untuk menemukan alternatif pendayagunaan sumberdaya dan aset yang dimilikinya secara lebih efisien sehingga hasil yang dicapai menjadi lebih optimal. aset dan pengusaan sumberdaya yang lebih baik. yaitu kemampuan mengelola. sesuai dengan kontribusinya masing-masing terhadap aktivitas pembangunan. Konsekuensinya. karena yang kaya akan semakin kaya karena hasil pembangunan mereka lebih baik. tapi penguasaan mereka terhadap sumberdaya tersebut sangat terbatas. Kondisi ini terus berlanjut berjalan ke arah pelebaran gap kaya miskin. Kenyataan inilah yang melatarbelakangi munculnya problema lingkaran setan kemiskinan (vicious circle of poverty). Selanjutnya hasil pembangunan dapat berkontribusi pada pembentukan aset yang lebih baik.Dalam aktifitas pembangunan beberapa ahli percaya bahwa berbagai jenis sumberdaya tersebut berbeda-beda kedudukannya. Dalam faktor-faktor penentu keberhasilan pembangunan. Orang-orang miskin umumnya tidak memiliki aset yang baik dan kemampuan mereka sangat terbatas. 5 . Meskipun sumberdaya di sekitar mereka kadangkala melimpah. Peningkatan kualitas populasi dan investasi pendidikan sangat penting untuk upaya-upaya pembangunan dan pengentasan kemiskinan di suatu wilayah. dalam upaya dan aktifitas pembangunan yang mereka laksanakan mereka menjadi jauh tertinggal. sumberdaya manusia bersamasama teknologi dipisahkan dari kelompok sumberdaya. individu atau kelompok masyarakat tertentu akan memiliki peluang yang lebih baik dan kemudahan yang lebih banyak dalam pelaksanaan pembangunan. Faktor kritis (critical factor) penyebab kemiskinan adalah rendahnya kualitas sumberdaya manusia. Jumlah aset yang dimiliki sebelumnya (initial assets) merupakan faktor yang menentukan keberhasilan pelaksanaan pembangunan. dan digolongkan dalam kelompok lain yang lebih kritikal dari sumberdaya dan aset.

secara umum cenderung mempunyai kekuatan yang lebih besar dan karenanya juga memiliki implikasi yang lebih luas. B. maka kemudian akan mudahlah melakukan koordinasi untuk memadukan segenap sumberdaya. Tantangan utama pembangunan ekonomi nasional adalah bagaimana memberdayakan masyarakat dan seluruh kekuatan ekonomi nasional. aset dan kemampuan yang dimiliki dalam kelompok tersebut untuk mencapai hasil pembangunan yang optimal. Untuk itu diperlukan pemberdayaan petani sebagai persiapan sumber daya petani profesional yang siap bersaing dalam menghasilkan produk pertanian. Tantangan Pembangunan Menyikapi era perdagangan bebas ASEAN (AFTA) 2003. Hal ini karena dalam aktifitas pembangunan mereka kemampuan. Perekat tersebut lazimnya berupa tujuan yang sama. Dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa setiap individu ingin perbaikan dalam kehidupannya. Kebijakan pembangunan tersebut adalah untuk menghasilkan produk pertanian dan perkebunan seperti industri agribisnis yang menghasilkan produk pertanian handal dan berkualitas ekspor. dimana terjadi persaingan pasar yang tinggi antara negara-negara ASEAN.Aktifitas pembangunan ini dapat dilakukan oleh seorang individu. dan bahwa keinginan individu-individu tersebut berbeda-beda tergantung kebutuhannya masing-masing. Bila tujuan yang sama dapat diangkat menjadi tujuan bersama. perlu kebijakan pemerintah Indonesia dalam menjawab tantangan pembangunan di berbagai sektor. Dalam pembangunan yang dilaksanakan oleh sekelompok masyarakat atau kumpulan komunitas yang lebih luas. negara atau bahkan juga komunitas international. 6 . Meskipun demikian sinkronisasi diperlukan dalam aktifitas ini sehingga perbedaan yang ada di antara individu-individu anggota kelompok tersebut tidak membesar dan berkembang menjadi konflik yang tidak menguntungkan bagi aktifitas pembangunan. sekelompok masyarakat. sehingga produk barang dan jasa yang dihasilkan mampu bersaing dengan produk negara lain. terutama pengusaha kecil. aset dan sumberdaya dipadukan. maka tujuan pembangunan juga berbeda-beda. Salah satunya adalah pembangunan di sektor pertanian. Aktifitas pembangunan yang melibatkan lebih dari satu individu memerlukan suatu perekat untuk mengkoordinasikan segenap aktifitas secara sinergis. sebuah komunitas masyarakat dalam suatu wilayah propinsi.

baik dalam proses pembangunan ekonomi itu sendiri. karena petani dengan skala usaha kecil itu pada umumnya belum mampu menerapkan teknologi maju yang spesifik lokasi. Telah diketahui umum bahwa walaupun sudah ada usaha-usaha nyata dari pihak bangsabangsa sedang berkembang sendiri maupun dari pihak negara donor. dan walaupun terjadi tingkat pertumbuhan yang cukup tinggi di negara sedang berkembang. penetapan standar. dengan mengembangkan sistem ekonomi kerakyatan. Selain itu juga ditandai oleh adanya pengangguran dan 7 . pendayagunaan sumber daya alam dan teknologi tinggi yang strategis. konservasi dan standarisasi nasional. Sebanyak 87% dari 35 juta tenaga kerja pertanian berpendidikan SD ke bawah. Sistem ini mensyaratkan adanya partisipasi yang luas dari seluruh masyarakat. perkembangan IPTEK yang amat cepat dalam kemajuan di bidang komunikasi yang menyebabkan makin mudah keluar masuknya informasi antar negara.menengah dan koperasi. Situasi ini ditandai dengan keadaan gizi yang sangat tidak stabil dan terus menerus kekurangan dalam mencukupi kebutuhan penduduk yang terus meningkat. pembinaan dan pemberdayaan sumber daya manusia. maupun dalam menikmati hasil-hasilnya. Hal ini juga berpengaruh pada kebijakan pembangunan pertanian. ayat 2 disebutkan bahwa kewenangan pemerintah pusat meliputi kebijakan tentang perencanaan nasional secara makro. Tantangan pembangunan pertanian dalam menghadapi era agribisnis adalah kenyataan bahwa pertanian Indonesia didominasi oleh skala kecil yang dilaksanakan oleh berjutajuta petani. berlahan sempit. Dampak globalisasi yang utama adalah berlakunya liberalisasi perdagangan. kemiskinan penduduk terus meningkat secara mutlak. Kondisi ini memberikan dampak yang kurang menguntungkan terhadap persaingan di pasar global. bermodal kecil dan memiliki produktifitas yang rendah. 22 Tahun 1999 tentang pemerintah daerah pada pasal 7. pedoman dan norma. Sebagian besar tingkat pendidikannya sangat rendah. Dalam UU No. Hal ini selanjutnya berakibat kepada rendahnya efisiensi usaha dan jumlah serta mutu produk yang dihasilkan. dana perimbangan keuangan. sistem administrasi negara dan lembaga perekonomian negara. Secara garis besar kewenangan pemerintah pusat dalam bidang pembangunan pertanian terbatas pada aspek pengaturan.

Misalnya antara bangsa maju dengan bangsa sedang berkembang. tempat kesadaran politik semakin tumbuh. sebenarnya terus bertambah. polaritasi yang menonjol antara “yang miskin” dan “yang kaya” telah terjadi pada beberapa tingkatan kehidupan. Jumlah penduduk yang harus puas dengan penghasilan yang pas-pasan. Masalahnya adalah apakah mereka akan dapat mengarahkan seluruh kekuatan potensial ini dengan cepat tanpa menimbulkan terlampau banyak akibat sosial dan politik. Namun ini baru merupakan salah satu dari permasalahan sebenarnya. persamaan sosial dan batas kemiskinan yang masih dapat diterima. Kini hal tersebut bisa juga terjadi di daerah pedesaan. tetapi kekurangan sumber daya manusia dan modal. Memang sekarang ini masalah pertanian lebih mendapat perhatian. bahkan di bawah minimun. Disisi lain. Dimana-mana telah tumbuh perasaan rakyat akan keadilan. Kebanyakan negara dapat menyelesaikan hal-hal yang potensial dalam melaksanakan program pembangunan pedesan ini. antara wilayah yang lebih maju dengan wilayah terkebelakang dalam suatu negara. dan akhirnya antara beberapa strata sosial dan seterusnya ke bawah sampai ke tingkat desa. Akan tetapi banyak negara menghadapi bahaya kegelisahan politik yang cukup besar sebagai akibat dari ketidakpuasan rakyat. Dimana masa lalu kegelisahan semacam ini sering menjadi masalah penduduk kota. Penduduk pedesaan tidak lagi mau diam menerima penyelewengan-penyelewengan bantuan pembangunan dibandingkan dengan sektor industri perkotaan. telah menghambat berlangsungnya terobosan pembangunan secara besar-besaran. Pembangunan ekonomi memerlukan stabilitas politik pada keadaan tertentu. 8 . Konsep-konsep pembangunan pedesaan mulai dari paket-paket pembangunan masyarakat dan pendekatan pembangunan pedesaan terpadu sampai dengan konsepsi kebutuhan dasar di masa lalu ternyata bukan merupakan alat yang secara umum efektif dan layak. Ternyata kebanyakan negara sektor pedesaan tidak cukup dipersiapkan untuk melaksanakan tugas berat ini. kondisi struktur sosial dan peraturan tanah serta kelemahan administrasi.kekurangan pekerjaan yang menimpa para pencari kerja yang jumlahnya terus bertambah dan juga akibat terjadinya marginalisasi sosial-ekonomi masyarakat desa serta kota.

Pembangunan sektor pertanian menjadi sangat strategis mengingat sumber daya manusia yang berada di sektor ini cukup banyak. rehabilitasi dan ekstensifikasi. Pada dasarnya pembangunan pertanian adalah merupakan bagian dari pembangunan ekonomi. diversifikasi. Ukuran Keberhasilan Pelaksanaan Pembangunan Ukuran keberhasilan pembangunan idealnya harus ditentukan berdasarkan dimensi pembangunan. Besarnya kesempatan kerja yang dapat diserap dan besarnya jumlah penduduk yang masih tergantung pada sektor ini memberikan arti bahwa di masa mendatang sektor ini masih perlu ditumbuhkembangkan. tujuan dan targetnya serta pelaksanaannya). 3) Pelaksana pembangunan itu sendiri sebagai pihak yang menjalankan atau sering disebut juga sebagai agen pembangunan. 9 . palawija dan hortikultura yang dilakukan melalui intensifikasi. perbaikan kualitas sumber daya manusia. tenaga kerja di pedesaan. C. pemerataan pembangunan dan keadilan sosial. Dengan kata lain. pembangunan-pembangunan di sektor ini mempunyai dampak yang luas terhadap pengentasan kemiskinan.Program pembangunan nasional diorientasikan pada masalah penanggulangan kemiskinan. pemberdayaan pengusaha kecil menegah dan koperasi. yaitu suatu proses atau kegiatan manusia untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. ketahan pangan. 4) Masyarakat yang menjadi sasaran pembangunan. juga merupakan sektor andalan penyumbang devisa negara di sektor non migas. Sektor pertanian dalam tatanan pembangunan nasional memegang peranan penting karena selain menyediakan pangan bagi seluruh penduduk. yakni tergantung kepada fokus dan orientasi pembangunan yang dilaksanakan dan dimensi mana yang lebih menjadi perhatian bersama bagi: 1) Pengambil keputusan (Decision maker) 2) Perencana (planner) sebagai perencana dan perancang (berbagai aktifitas pembangunan. Pembangunan di bidang pertanian diarahkan pada peningkatan produktivitas pangan yang meliputi padi.

dalam kenyataannya berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pembangunan di berbagai tingkatan menerapkan ukuran dan indikator yang berbeda-beda untuk menunjukkan tingkat keberhasilan pelaksanaan pembangunan. yaitu: (1) pengeluaran real setiap orang dewasa. Meskipun demikian. Ravalion and Datt (1996) menyarankan agar dapat diperoleh ukuran keberhasilan pembangunan yang lebih peka. target yang dituju tetap memenuhi karakteristik dan kriteria yang telah ditetapkan pada tahap identifikasi. maka faktor-faktor berikut perlu diperhitungkan. (2) akses kepada barang yang tidak dipasarkan. Indikator-indikator dari berbagai dimensi pembangunan inilah yang kemudian dijadikan tolok ukur atau ukuran keberhasilan pelaksanaan pembangunan. 10 . yaitu: (1) Tahapan identifikasi target pembangunan. dan (2) Tahapan aggregasi karakteristik pembangunan Tahapan identifikasi target pembangunan diperlukan agar dapat menentukan secara jelas siapa yang akan menikmati hasil pelaksanaan pembangunan dan bagaimana upaya-upaya yang dapat dilakukan agar hasil pembangunan tersebut benar-benar dinikmati oleh mereka yang berhak. dapat dicarikan indikator-indikatornya dan kemudian dipergunakan sebagai ukuran keberhasilan pelaksanaan pembangunan. Secara teori semua kelompok dimensi pembangunan yang telah dikemukakan terlebih dahulu.Dimensi yang menjadi perhatian ini kemudian diberikan indikator. (3) distribusi intra rumah tangga dan (4) karakteristik personal. Pengukuran keberhasilan pembangunan harus melewati dua tahap. Sedangkan tahapan aggreasi karakteristik pembangunan diperlukan untuk menjaga agar ketika skala kegiatan pembangunan diperluas.

pendapatan perkapita. tingkat investasi. pendapatan rumah tangga. tergantung sudut pandang dan fokus penelaahan yang bersangkutan. seperti produk domestik bruto (PDB). misalnya dimensi daerah.Pengeluaran real merupakan indikasi yang lebih akurat dari kemampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhannya. Kemiskinan absolut biasanya dinyatakan dengan tingkatan tertentu yang harus dipenuhi atau diperlukan untuk dapat menjalankan hidup secara layak. pendapatan nasional. pendapatan wilayah. sarana maupun prasarana untuk berbagai jenis kegiatan dan aktifitas pembangunan masyarakat. dimensi sektor. baik fasilitas publik tersebut berupa infrastruktur. yaitu pendapatan bersih setelah diperhitungkan berbagai pajak dan penyusutan-penyusutan. Akses kepada barang yang tidak dipasarkan perlu untuk merepresentasikan seberapa jauh fasilitas pelayanan publik dapat menjangkau masyarakat. Secara garis besar problema kemiskinan dapat dibedakan atas dua jenis. Kemiskinan absolut berhubungan dengan besarnya pendapatan yang diperoleh. Pengeluaran real lebih mendekati kepada pengertian disposable income. Ukuran ini terutama dalam bentuk pendapatan dengan berbagai variasi dan turunannya. sedangkan kemiskinan relatif berhubungan dengan distribusinya. tingkat dan nilai ekspor maupun impor dan seterusnya. Ukuran yang dipakai sebagai garis kemiskinan ini berbeda-beda. beberapa jenis ukuran keberhasilan pembangunan yang banyak digunakan adalah: 11 . Variasi yang lain dari ukuran pembangunan tipe ini adalah dengan pendekatan pengentasan kemiskinan. Tingkatan ini lazim dikenal dengan garis kemiskinan. yakni kemiskinan absolut dan kemiskinan relatif. Sedangkan kemiskinan relatif adalah keadaan kekurangan yang dikenali setelah melakukan perbandingan dengan mendasarkan pada suatu dimensi yang sama. Kalau kita memperhatikan kelaziman pemakaiannya. Di Indonesia. yakni bahwa keberhasilan pembangunan diukur dengan seberapa jauh upaya-upaya pembangunan dapat mengentaskan kemiskinan. distribusi pendapatan. maka ukuran pembangunan yang didasarkan pada dimensi ekonomi merupakan jenis yang paling luas dipergunakan di berbagai bagian dunia. dimensi negara dst.

tingkat kecukupan pangan (2100 kilokalori intake). tingkat dan kualitas lingkungan (meliputi tingkat pencemaran berbagai aspek. sedangkan dimensi ganda adalah ukuran keberhasilan pembangunan yang indikator-indikatornya memadukan berbagai dimensi secara integral. seperti: PDB. 3) Berdasarkan kemiskinan dan pengentasannya: jumlah penduduk miskin. dan distribusi pendapatan. tingkat pemenuhan kebutuhan dasar sembilan bahan pokok (BPN). Indikator-indikator ini masing-masing diberikan indeks dan selanjutnya digabungkan menjadi indeks pembangunan manusia 12 . Indikator-indikator yang digunakan dalam HDI adalah: tingkat harapan hidup bayi. tingkat kesehatan (meliputi kesehatan ibu dan anak dan akses kepada fasilitas hidup yang sehat). serta metode RAO (16 kg beras dikali 1.25 kemudian dibagi dengan rata-rata rasio pangan terhadap pengeluaran total). rasio partisipasi sekolah dasar dan lanjutan dan PDB per kapita. Contoh ukuran keberhasilan pembangunan multi dimensi adalah indikator pembangunan manusia atau Human Development Index (HDI) dari World Bank. Poverty Gap dan Severity Index. pertumbuhan ekonomi. Dalam pengukuran keberhasilan pembangunan ini ada ukuran single dimension (dimensi tunggal) dan adapula yang multi dimension (dimensi ganda). garis kemiskinan Sayogyo yang diadopsi oleh BPS (setara beras 320 kg di desa dan 480 di kota). 4) Berdasarkan keadaan sosial kemasyarakatan dan kelestarian lingkungan: tingkat pendidikan (untuk berbagai level dan kombinasinya). jumlah PMA (Penanaman Modal Asing) dan PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri). tingkat literasi orang dewasa. tingkat degradasi lahan dan seterusnya. dan jumlah FDI (Foreign Direct Investment) yaitu investasi langsung oleh pihak asing. 2) Berdasarkan investasi: tingkat investasi.1) Berdasarkan pendapatan dan nilai produksi. tingkat kecukupan 52 jenis komoditas pangan. pendapatan perkapita. tingkat keruasakan hutan. Dimensi tunggal adalah ukuran pembangunan yang hanya memperhatikan satu dimensi pembangunan saja dalam penyusunan indikatornya.

karena sejumlah konsep mengatakan bahwa kesejahteraan sebuah negara tidak bisa hanya diukur dengan 13 . dan pemerintahan. apakah hal itu sudah menjadi bukti bahwa kita sudah berada pada level yang aman? atau apakah status sebagai negara miskin/terbelakang sudah lepas dari kita? ternyata tidak demikian. Sejumlah pemikiran untuk perbaikan pun sudah digulirkan. begitu juga tanpa pertumbuhan ekonomi maka pembangunan suatu negara tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Keberhasilan tidak akan terlihat tanpa adanya hasil riil berupa pertumbuhan dari sesuatu yang dibangun oleh pemerintah di bidang ekonomi. Kebijakan investasi Mempengaruhi Pembangunan Ekonomi Pertumbuhan ekonomi adalah bagian dari pembangunan sebuah Negara. bila sejumlah dana sudah bisa ditarik masuk ke dalam dan kepercayaan terhadap kondisi ekonomi Indonesia sudah pulih. Kondisi tersebut bukan hanya merusak sistem ekonomi yang terbangun selama dekade sebelumnya tetapi juga aspek lain seperti politik. bias dikatakan sebagai salah satu indicator penting untuk menjelaskan bahwa suatu Negara itu mampu secara financial atau sejahtera. Indonesia memerlukan dan dan dukungan finansial yang besar untuk bisa membangun kembali apa yang sudah hancur dan mempertahankan yang masih ada. hukum.D. Mengapa harus investasi? Karena secara perhitungan ekonomi saat itu Indonesia tidak mempunyai „saving‟ atau tabungan untuk meredam gejolak ekonomi saat itu. Indonesia memerlukan „dana baru‟ dalam bentuk investasi. Oleh karena itu. Secara sederhana. Kita dihadapkan pada banyak pilihan yang sebenarnya tidak mengijinkan kita memilih atas kehendak dan keinginan sendiri. Pada kondisi ini. pertumbuhan ditandai dengan masuknya dana kedalam sisitem ekonomi suatu Negara. Kondisi ini menandakan bahwa posisi tawar kita tidak menguntungkan baik secara internal maupun eksternal. sampai akhirnya pemerintah mengambil pilihan untuk memberikan sebagian hak dan wewenang tersebut kepada lembaga-lembaga finansial internasional dan sejumlah negara lain. Begitu juga dengan pengalaman Indonesia dalam beberapa tahun belakangan ini sesudah terjadinya masa krisis ekonomi pada tahun 1998. Sebenarnya apa yang dibutuhkan? Sederhana. Lantas. salah satu cara yang ditempuh adalah dengan bantuan lembaga finansial internasional dan mengundang sejumlah investor untuk mulai menanamkan modalnya di Indonesia.

pengurangan tingkat kemiskinan. Sebab sejumlah proyek infrastruktur membutuhkan dukungan dana yang besar. serta stabilitas politik dan penegakan hukum. kualitas masyarakat. serta di semua level masyarakat kota dan pedesaan. Hal ini pun tidak bisa dinafikan. serta masih banyak faktor lain.jumlah dana yang terserap. Begitu pentingnya peran dan dukungan dari investasi terhadap kelanjutan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia sangat disadari betul oleh pemerintah. manajemen pelayanan. Konsep dan Tujuan Pembangunan Secara Umum Arah dan tujuan suatu negara tidak bisa dilepaskan dari konsep pembangunan yang dirancangnya. Peran serta dan dukungan non materiil pun dibutuhkan. Faktor-faktor yang mendukung tersebut berupa perbaikan pada bidang pendidikan. Daerah dengan wewenang dan keinginannya pun tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Peran pemerintah baik pusat maupun daerah sangat penting. „nilai jual‟ daerah terhadap investor sangat ditentukan oleh kondisi daerah dan nasional. bukan hanya infrastruktur ekonomi tetapi juga infrastruktur bidang sosial dan kehidupan masyarakat. peningkatan GDP. Konsep pembangunan yang dirancang setidaknya bukan hanya menonjolkan keberhasilan ekonomi sebagai faktor yang dominan tetapi juga memasukkan faktor lain yang tidak bisa diabaikan. Berdasarkan hal-hal diatas perlu kiranya untuk menyimak kembali kondisi kebijakan investasi yang dijalankan oleh pemerintah selama ini. Permasalahan yang muncul kemudian adalah perubahan dan perbaikan tidak hanya bisa digantungkan pada besarnya dana yang masuk tetapi juga kesiapan/kualitas internal. 14 . Istilah pembangunan tetap dan masih akan menjadi aspek penting dalam merancang setiap kebijakan pemerintah. berkaitan dengan tujuan perbaikan dan perubahan perekonomian Indonesia beserta sejumlah permasalahan yang mengikutinya. tingkat kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. E. Sinkronisasi arah dan kehendak dari pemerintah pusat dan daerah pun mutlak diperlukan. Kondisi yang dimaksud adalah kualitas SDM pemerintah. fasilitas dan kemudahan yang diberikan. di semua level pemerintahan pusat dan daerah. atau kurs mata uang yang menguat. tetapi perubahan kehidupan masyarakatnya. sebaliknya peran pemerintah pusat pun sebagai koordinasi sentral pun perlu ditegaskan kembali.

Dikatakan bahwa pertumbuhan (pembangunan) semata tidak banyak menyelesaikan persoalan dan kadang-kadang mempunyai akibat yang tidak menguntungkan. pengurangan kesenjangan (inequality) dan pemberantasan kemiskinan absolut (Bryant. sikap-sikap rakyat dan lembaga-lembaga nasional. Selain itu pula proses pembangunan yang dijalankan bukan hanya dilihat dari segi fisik (physical result) tetapi juga harus membawa sejumlah perubahan (growth with change) yang sifatnya non material. BahkanTodaro mengatakan bahwa pembangunan adalah proses multidimensi yang mencakup perubahan-perubahan penting dalam struktur social. dan perubahan kenaikan pendapatan perkapita (GNP riil dibagi jumlah penduduk).Mudrajad Kuncoro setidaknya menjelaskan hal diatas sebagai apa yang disebut „indikator kunci pembangunan‟. Permasalahan tersebut bisa berasal dari pemerintah sendiri sebagai pelaksana dan penggagas pembangunan. Beberapa variabel yang masuk dalam indikator ekonomi antara lain GNP perkapita dan laju pertumbuhan ekonomi. perubahan kelembagaan (misalnya reformasi birokrasi dan SDM). juga dari sector swasta atau masyarakat sendiri. Dapat dimengerti bahwa pembangunan bukanlah konsep statis melainkan dinamis dan merupakan proses tiada akhir. 15 . bahkan untuk memetakan permasalahannya juga cukup sulit. Ada sejumlah permasalahan baru dan laten yang tidak bisa diselesaikan begitu saja. Bahkan dipercaya bahwa pembangunan sudah gagal untuk bisa menjadi jawaban dalam memperbaiki permasalahanpermasalahan laten seperti kemiskinan dan keterbelakangan.1989). dan juga akselerasi pertumbuhan ekonomi. Setidaknya ada 3 perubahan yang perlu terjadi dalam proses pembangunan. sebab sebenarnya proses pembangunan yang berjalan bersifat kompleks. yaitu perubahan struktur ekonomi (misalnya dari pertanian kepada industri lalu ke bidang jasa). Indikator kunci yang dimaksud di atas adalah indikator ekonomi dan indikator sosial. sedangkan variabel dalam indikator social antara lain Human Development Index dan (Physical Quality Life Index) Indeks Mutu hidup Bahkan indicator-indikator ini digunakan sebagai acuan terhadap pengelompokkan Negara tersebut dalam kaitannya dengan sistem ekonomi global. Namun kenyataan yang terjadi tidak bisa disederhanakan dengan hanya mengandalkan kedua indikator tersebut.

koperasi merupakan sokoguru. Setidaknya ada beberapa karakteristik dari ekonomi Pancasila atau pun kerakyatan tersebut yang diberikan oleh penggagasnya. Namun semua itu pada prinsipnya bermuara pada kepentingan dan perbaikan dalam kehidupan masarakat. Sasaran tersebut adalah 16 .1997). Kita mengenal adanya sistem ekonomi Pancasila. sebagian lagi memasukkan istilah ekonomi kerakyatan. penurunan tingkat pengangguran. peningkatan daya beli dan pendapatan masyarakat. Setidaknya ada dua peraturan perundang-undangan yang mengatur bidang permbangunan secara makro yaitu UU Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan nasional (Propenas) 2000-2004 dan UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Salah satu kebijakan yang ada tertuang dalam peraturan perundang-undangan. nasionalisme menjiwai setiap kebijaksanaan ekonomi. maka apa yang dialami oleh Indonesia tidak jauh berbeda. Sejumlah pihak mengatakan bahwa konsep ekonomi kita berbeda dengan negara lain di dunia. social dan moral. Berkaitan dengan hal tersebut pemerintah sudah membuat RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Panjang) nasional. kehendak kuat untuk pemerataan. RPJP tersebut kemudian direalisasikan kedalam bentuk RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) nasional yang kemudian diterjemahkan lagi menjadi RKP (Rencana Kerja Pemerintah) yang sifatnya tahunan.Bila kita berkaca dari hal diatas. dan imbangan yang tegas antara perencanaan di tingkat nasional dan desentralisasi (Kuncoro. Saat ini kita mengetahui penjabaran konsep dan arah pembangunan melalui beberapa kebijakan yang dijalankan pemerintah. Oleh karena itu sudah pasti bahwa pemerintah perlu merancang konsep dan arah pembangunan apa yang menjadi pilihan kita kedepan. Isu-isu yang diangkat seputar pembangunan yang dijalankan adalah pengentasan kemiskinan. Dalam Rancangan terakhirnya pemerintah melalui Bappenas sudah menyusun bebrerapa hal pokok yang menjadi sasaran pembangunan ekonomi Untuk 20 tahun kedepan. Selain itu dapat dilihat dalam peraturan perundang-undangan yang bersifat sektoral. dan hal-hal lainnya. Dengan mengutip pendapat Mubyarto bahwa ciri dari sistem ekonomi Pancasila adalah roda perekonomian digerakkan oleh rangsangan ekonomi. yang diharapkan nantinya itu akan menjadi arah dan acuan bagi kebijakan pembangunan ke depan.

dan jasa menjadi perekat ketahanan ekonomi. Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product. GDP) adalah nilai pasar keluaran total sebuah negara. Fungsi dari RPJM adalah menjadi pedoman umum bagi pemerintah pusat (diwakili oleh kementrian dan lembaga) serta pemerintah daerah dalam menyusun rencana kerjanya masing-masing.  Pendapatan perkapita pada tahun 2025 mencapai sekitar US$ 6000 dengan tingkat pemerataan yang relatif baik dan jumlah penduduk miskin tidak lebih dari 5 persen. B.  Kemandirian pangan dapat dipertahankan pada tingkat aman dan dalam kualitas gizi yang memadai serta tersedianya instrumen jaminan pangan untuk tingkat rumah tangga. 2. Pertumbuhan Ekonomi A. Sumber Kenaikan Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan ekonomi umumnya didefinisikan sebagai kenaikan GDP riil per kapita. Kelanjutan operasionalisasi dari RPJM 2004-2009 yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 7 tahun 2005 dan kemudian diwujudkan dalam bentuk RKP Pemerintah yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 20 tahun 2004 dan Perpres 19 tahun 2006 sebagai peraturan pelaksana. PENGERTIAN PERTUMBUHAN EKONOMI Pertumbuhan ekonomi adalah proses dimana terjadi kenaikan produk nasional bruto riil atau pendapatan nasional riil. Pertumbuhan ekonomi menggambarkan kenaikan taraf hidup diukur dengan output riil per orang. yang merupakan nilai pasar semua barang jadi dan jasa akhir 17 . Terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh dimana pertanian (dalam arti luas) dan pertambangan menjadi basis aktivitas ekonomi yang menghasilkan produkproduk secara efisien dan modern. industri manufaktur yang berdaya saing global menjadi motor penggerak perekonomian. Definisi pertumbuhan ekonomi yang lain adalah bahwa pertumbuhan ekonomi terjadi bila ada kenaikan output perkapita. Jadi perekonomian dikatakan tumbuh atau berkembang bila terjadi pertumbuhan outputriil.

C. dan Jepang menikmati taraf hidup tinggi dan terus bertambah. Investasi dalam modal sumber daya manusia merupakan sumber lain dari pertumbuhan ekonomi. Kenaikan modal fisik atau sumber daya manusia Kenaikan stok modal dapat juga menaikkan keluaran. Kenaikan GDP dapat muncul melalui: 1.yang diproduksi selama periode waktu tertentu oleh faktor-faktor produksi yang berlokasi di dalam sebuah negara. bahkan jika tidak disertai oleh kenaikan angkatan kerja. 3. kemajuan pengetahuan lain. Modal fisik menaikkan baik produktivitas tenaga kerja maupun menyediakan secara langsung jasa yang bernilai. PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KENAIKAN PRODUKTIVITAS Sementara negara-negara miskin berpenduduk padat dan banyak hidup pada taraf batas hidup dan mengalami kesulitan menaikkannya. Kenaikan penawaran tenaga kerja Penawaran tenaga kerja yang meningkat dapat menghasilkan keluaran yang lebih banyak. Produktivitas masukan dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor termasuk perubahan teknologi.Pertambahan penduduk berarti pertambahan tenaga kerja serta berlakunya hukum Pertambahan Hasil yang Berkurang mengakibatkan kenaikan output semakin kecil. Penyebab rendahnya pendapatan di negara-negara sedang berkembang adalah berlakunya 18 . Australia. dan ekonomisnya skala produksi. tenaga kerja baru cenderung akan kurang produktif dibandingkan tenaga kerja lama. penurunan produk rata-rata serta penurunan taraf hidup. negara-negara Eropa Barat. kemajuan teknologi. Sebaliknya kenaikan jumlah barang-barang kapital. 2. beberapa negara maju seperti Amerika Serikat dan Kanada. Kenaikan produktivitas Kenaikan produktivitas masukan menunjukkan setiap unit masukan tertentu memproduksi lebih banyak keluaran. serta kenaikan kualitas dan keterampilan tenaga kerja cenderung mengimbangi berlakunya hukum Pertambahan Hasil yang Berkurang. Selandia Baru. Jika stok modal tetap sementara tenaga kerja naik.

2) Sumber-sumber Tenaga Kerja Masalah di bidang sumber daya manusia yang dihadapi oleh negara-negara sedang berkambang pada umumnya adalah terlalu banyaknya jumlah penduduk. sumber mineral dan tambang. pendayagunaannya rendah. 1) Sumber-sumber Alam Elemen ini meliputi luasnya tanah.hukum penambahan hasil yang semakin berkurang akibat pertambahan penduduk sangat cepat. dan kemajuan teknologi. iklim. pertama sumber-sumber yang harus digunakan secara lebih efisien. penawaran atau jumlah sumber-sumber atau elemen-elemen pertumbuhan tersebut haruslah diusahakan pertambahannya. dan kualitas sumber-sumber daya tenaga kerja sangat rendah. D. kapital. Faktor penggerak pertumbuhan ekonomi dalam menanggulangi kemiskinan Dua hal esensial harus dilakukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi adalah. 3) Kualitas Tenaga Kerja yang Rendah Negara-negara sedang berkembang tak mampu mengadakan investasi yang memadai untuk menaikkan kualitas sumber daya manusia berupa pengeluaran untuk memelihara kesehatan masyarakat serta untuk pendidikan dan latihan kerja.Elemen-elemen yang memacu pertumbuhan ekonomi tersebut adalah sebagai berikut. Ini berarti tak boleh ada sumber-sumber menganggur dan alokasi penggunaannya kurang efisien. dan lainlain.Yang kedua. sedikitnya sumber-sumber alam yang dimiliki meruoakan kendala cukup serius. 4) Akumulasi Kapital 19 . sementara tak ada kekuatan yang mendorong pertumbuhan ekonomi berupa pertambahan kuantitas dan kualitas sumber alam. Beberapa negara sedang berkembang sangat miskin akan sumber-sumber alam. Dibandingkan dengan sedikitnya kuantitas serta rendahnya persediaan kapital dan sumber tenaga manusia maka kendala sumber alam lebih serius.

E. fasilitas umum dan lain-lain. pertama. Usaha-usaha untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi dilakukan dengan memusatkan pada akumulasi kapital. irigasi. Akumulasi kapital tidak hanya berupa truk.  Pertumbuhan ekonomi merupakan hasil akumulasi kapital dan investasi yang dilakukan terutama oleh sector swasta yang dapat menaikkan produktivitas perekonomian. Di negara sedang berkembang. tingkat pendapatan rendah pada tingkat batas hidup mengakibatkan usaha menyisihkan tabungan sukar dilakukan. penyediaan jalan dan 20 . bangunan pabrik. dan ekonomi. Adanya pemerintah yang kuat dan berwibawa menjamin terciptanya keamanan dan ketertiban hukum serta persatuan dan perdamaian di dalam negeri. tetapi juga meliputi proyek-proyek infrastruktur yang merupakan prasyarat bagi industrialisasi dan pengembangan serta pemasaran produk-produk sektor pertanian. pabrik baja. Ini merupakan sumber yang menghalangi pertumbuhan ekonomi.Untuk mengadakan akumulasi kapital diperlukan pengorbanan atau penyisihan konsumsi sekarang selama beberapa decade. penambahan dan perbaikan kualitas barang-barang modal sangat penting karena keterbatasan tersedianya tanah yang bisa ditanami. plastik dan sebagainya. Hal ini karena. Peranan penting pemerintah dalam pertumbuhan ekonomi  Beberapa negara sedang berkembang mengalami ketidak stabilan sosial. hampir semua negara-negara berkembang mengalami kelangkaan barang-barang kapital berupa mesi-mesin dan peralatan produksi. Ini sangat diperlukan bagi terciptanya iklim bekerja dan berusaha yang merupakan motor pertumbuhan ekonomi.  Ketidakmampuan atau kelemahan setor swasta melaksanakan fungsi entreprenurial yang bersedia dan mampu mengadakan akumulasi kapital dan mengambil inisiatif mengadakan investasi yang diperlukan untuk memonitori proses pertumbuhan. politik. pendidikan. Hal ini tidak dapat dicapai atau terwujud bila tidak didukung oleh adanya barang-barang dan pelayanan jasa sosial seperti sanitasi dan program pelayanan kesehatan dasr masyarakat. Kedua. Akumulasi kapital sering kali dipandang sebagai elemen terpenting dalam pertumbuhan ekonomi.

Strategi pertumbuhan ekonomi 1. Tanpa kenaikkan potensi produksi tidak dapat direalisasikan.jembatan serta fasilitas komunikasi. Kenaikan produktivitas sektor pertanian memungkinkan perekonomian dengan menggunakan tenaga kerja lebih sedikit menghasilkan kuantitas output bahan makanan yang sama. dan teknologi. program-program latihan dan keterampilan. meskipun dalam investasi pada pembuatan jalan. Seperti telah diketahui hal ini karena rendahnya tingkat pendapatan dan karena adanya efek demonstrasi meniru tingkat konsumsi di negara-negara maju olah kelompok kaya yang sesungguhnya bias menabung.  Hambatan sosial utama dalam menaikkan taraf hidup masyarakat adalah jumlah penduduk yang sangat besar dan laju pertumbuhannya yang sangat cepat. kapital. yang menaikkan kapasitas produksi masyarakat.  Rendahnya tabungan-investasi masyarakat (sekor swasta) merupakan pusat atau faktor penyebab timbulnya dilema kemiskinan yang menghambat pertumbuhan ekonomi. Industrialisasi Versus Pembangunan Pertanian Pembangunan pertanian bersifat menggunakan teknologi padat tenaga kerja dan secara relatif menggunakan sedikit kapital. dan program lainnya yang memberikan manfaat kepada masyarakat.  Pemerintah dapat menciptakan semangat atau spirit untuk mendorong pencapaian pertumbuhan ekonomi yang cepat dan tidak hanya memerlukan pengembangan faktor penawaran saja. dan ekonomi. Program pemerintahlah yang mampu secara intensif menurunkan laju pertambahan penduduk yang cepat lewat program keluarga berencana dan melaksanakan program-program pembangunan pertanian atau daerah pedesaan yang bisa mengerem atau memperlambat arus urbanisasi penduduk pedesaan menuju ke kota-kota besar dan mengakibatkan masalah-masalah social. Dengan demikian sebagian dari tenaga kerja dapat dipindahkan ke sektor industri tanpa menurunkan output sector pertanian. yaitu sumber-sumber alam dan manusia. saluran dan fasilitas pengairan. F. dan pengembangan teknologinya.tetapi juga faktor permintaan luar negeri. politis. Di samping itu pembangunan atau 21 .

Strategi ini secara relatif lebih sukar dilaksanakan karena menuntut kerja keras agar bisa bersaing di pasar internasional.kenaikkan produktivitas dan output total sektor pertanian akan menaikan pendapatan di sektor tersebut. 2. Perlunya Disertivikasi mengadakan disertivikasi bagi negara-negara pengekspor utama minyak dan gas bumi merupakan upaya mempertahankan atau menstabilkan penerimaan devisanya 22 . 3. Alternatif kebijakan lain adalah strategi industrialisasi via promosi ekspor. Kebijakan ini menekankan pada industrialisasi pada sektor-sektor atau kegiatan produksi da dalam negeri yang mempunyai keunggulan komparatif hingga dapat memproduksinya dengan biaya rendah dan bersaing dengan menjualnya di pasar internasional. Strategi Impor Versus Promosi Ekspor Stategi industrialisasi via substitusi impor pada dasarnya dilakukan dengan membangun industri yang menghasilkan barang-barang yang semula diimpor.

Dengan kata lain. masin – masin baru dan dengan demikian tidak ada ekspansi. 23 .BAB III Penutup 1. Pertumbuhan ekonomi sangat tergantung pada tenaga kerja dan jumlah capital. Investasi memiliki peranan yang sangat penting dalam permintaan agregat. Investasi dan perluasan pasar sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi dan perbaikan dalam produktivitas tenaga kerja. Biasanya perluasan investasi memiliki sifat yang sangat tidak stabil sehingga sering mengalami fluktuasi yang menyebabkan terjadinya resesi. Saran Investasi ditujukan untuk memajukan pembangunan ekonomi di Indonesia selanjutnya. investasi itu harus diarahkan sedemikian rupa sehingga memajukan integrasi horizontal dan vertikal dalam proses produksi. Investasi akan menanbah jumlah (stock) dari capital. maka pertimbangan kriteria investasi seharusnya diarahkan kepada sektor-sektornya yang “growing points” dalam perekonomian. Hal tersebut akan memberikan external economies yang sangat penting bagi industri-industri lainnya yang ada dan akan menimbulkan permintaan produk suplementer dan jasa. yaitu pada bidang atau lapangan yang dapat memberi perkembangan yang lebih cepat. Kesimpulan Investasi merupakan suatu komponen yang penting dalam menetukan GNP. 2. Tanpa investasi maka tidak aka ada pabrik. membutuhkan investasi tambahan yang cukup besar tetapi mempunyai permintaan yang sudah tersedia.

H.blogspot.com/2012/10/b-pertumbuhan-ekonomi. Rustian. 1989. 1987.html Kamaluddin. Bandung: PT. Pembangunan Ekonomi dalam Cita-Cita dan Realita. Beberapa Aspek Pembangunan Nasional dan Pembangunan Daerah. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.DAFTAR PUSTAKA http://dwikartikasari-18211665. 24 . Citra Aditya Bakti. Siagian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful