P. 1
NADH FADH

NADH FADH

|Views: 463|Likes:
Published by Andy Nuriyanto

More info:

Published by: Andy Nuriyanto on Jan 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/21/2014

pdf

text

original

Nicotinamide Adenine Dinucleotide Flavin Adenine Dinucleotide

Proses transport elektron merupakan suatu proses berantai yang melibatkan 5 protein integral pada membran dalam mitokondria dan satu koenzim: 1. kompleks I:  NADH dehidrogenase 2. kompleks II: suksinat dehidrogenase 3. kompleks III: sitokrom b-c 4. kompleks IV: sitokrom oksidase 5. ATP sintase 6. Koenzim Q Kompleks I, III, dan IV apabila teraktifasi (menerima elektron) akan berfungsi sebagai pompa proton (ion H+) yang akan mengeluarkan masing-masing satu ion hidrogen dari matriks ke ruang antar membran mitokondria, sedangkan kompleks II apabila teraktivasi hanya akan mengaktivasi kompleks III tanpa memompa ion H ke luar. Penumpukan ion H di ruang antar membran akan mengakibatkan ketidak seimbangan jumlah ion tersebut dengan yang ada di dalam matriks, sehingga ion H dari ruang antar membran akan cenderung masuk kembali ke dalam matriks melalui ATP sintease. Pergerakan ion ini akan menimbulkan energi yang digunakan oleh ATP sintetase untuk sintesis ATP (menempelkan satu Pi dengan ADP). Energi dari satu ion H digunakan untuk sintesis satu molekul ATP Perbedaan NADH dan FADH2 adalah kompleks yang akan mereka aktifkan dalam proses ini. NADH akan mengaktifkan kompleks I, sehingga total pada keseluruhan reaksi berantai tersebut akan mengeluarkan 3 ion H yang kemudian akan digunakan untuk mensistesis 3 molekul ATP. Sedangkan FADH2 akan mengaktifkan kompleks II, sehingga total hanya akan memompa 2 ion H ke luar yang kemudian akan mensintesis 2 molekul ATP.

Respirasi Sel (Katabolisme) Artikel ini telah dibaca 17,947 kali Respirasi Sel (Katabolisme) + Video Lengkap
Metabolisme adalah suatu reaksi kimia yang berlangsung dalam tubuh makhluk hidup (reaksi biokimia). Pengertian ini mencakup dua hal yaitu katabolisme dananabolisme.

Katabolisme

Katabolisme disebut juga respirasi, merupakan proses pemecahan bahan organik menjadi bahan anorganik dan melepaskan sejumlah energi (reaksi eksergonik). Energi yang lepas tersebut digunakan untuk membentuk adenosin trifosfat (ATP), yang merupakan sumber energi untuk seluruh aktivitas kehidupan. Pada prinsipnya katabolisme merupakan reaksi reduksi-oksidasi (redoks), karena itu dalam reaksi tersebut diperlukan akseptor elektron untuk menerima elektron dari reaksi oksidasi bahan organik. Akseptor elektron tersebut diantaranya adalah:

daur Krebs. Glikolisis Glikolisis berlangsung di sitosol. 2. 1. Pada langkah ini 2 molekul asam piruvat yang terbentuk pada glikolisis masing-masing diubah menjadi Asetil-KoA (asetil koenzim A) dan menghasilkan 2 NADH. dan rantai transpor elektron. yaitu daur Krebs. merupakan proses pemecahan molekul glukosa yang memiliki 6 atom C menjadi dua molekul asam piruvat yang memiliki 3 atom C. Daur Krebs Daur Krebs yang berlangsung di matriks mitokondria disebut juga daur asam sitrat atau daur asam trikarboksilat dan berlangsung pada matriks mitokondria. dan 2 ATP. (lihat skema di bawah) . Asetil-KoA yang terbentuk pada dekarboksilasi oksidatif. dekarboksilasi oksidatif. memasuki daur ini.     NAD (nikotinamida adenin dinukleotida) FAD (flavin adenin dinukleotida) Ubikuinon Sitokrom Oksigen Ada empat langkah dalam proses respirasi. yaitu: glikolisis. Reaksi yang berlangsung di sitosol ini menghasilkan 2 NADH dan 2 ATP. 2 FADH. sebenarnya merupakan langkah awal untuk memulai langkah ketiga. 3. Dekarboksilasi Oksidatif Dekarboksilasi oksidatif berlangsung di matriks mitokondria. Pada akhir siklus dihasilkan 6 NADH.

.4. Rantai Transpor Elektron Rantai transpor elektron berlangsung pada krista mitokondria. Prinsip dari reaksi ini adalah: setiap pemindahan ion H (elektron) yang dilepas dari dua langkah pertama tadi antar akseptor dihasilkan energi yang digunakan untuk pembentukan ATP.

Tabel berikut menjelaskan perhitungan pembentukan ATP per mol glukosa yang dipecah pada proses respirasi. Fermentasi asam laktat Asam piruvat yang terbentuk pada glikolisis tidak memasuki daur Krebs dan rantai transpor elektron karena tak ada oksigen sebagai penerima H yang terakhir. dan fermentasi alkohol yang dilakukan oleh jamurSacharromyces (ragi). Akibatnya asam piruvat direduksi karena menerima H dari NADH yang terbentuk saat glikolisis. Sedangkan oksidasi FADH menjadi FAD. Peristiwa ini hanya menghasilkan 2 ATP untuk setiap mol glukosa yang direspirasi. Contoh respirasi anaerob adalah fermentasi asam laktat pada otot. Bila berlangsung aktivitas respirasi yang sangat intensif seperti pada kontraksi otot yang berat akan terjadi kekurangan oksigen yang menyebabkan berlangsungnya respirasi anaerob. dan terbentuklah asam laktat yang menyebabkan rasa lelah pada otot. Jadi. satu mol glukosa yang mengalami proses respirasi dihasilkan total 38 ATP. Proses Glikolisis Dekarboksilasi oksidatif Daur Krebs Rantai transpor elektron Total Respirasi Anaerob ATP 2 2 34 NADH 2 2 6 - FADH 2 - 38 10 2 Oksigen diperlukan dalam respirasi aerob sebagai penerima H yang terakhir dan membentuk H2O.Setiap satu molekul NADH yang teroksidasi menjadi NAD akan melepaskan energi yang digunakan untuk pembentukan 3 molekul ATP. . energi yang lepas hanya bisa digunakan untuk membentuk 2 ATP. 1.

CH3. CH3. Fermentasi alkohol (asam laktat) Pada fermentasi alkohol asam piruvat diubah menjadi asetaldehid yang kemudian menerima H dari NADH sehingga terbentuk etanol.COOH + NAD + E (asam piruvat) 2.CO.CO. Reaksi ini juga menghasilkan 2 ATP.CHO + NADH —–> C2H50H + NAD + E (asam piruvat) (asetaldehid) (etanol) .COOH + NADH —–> CH3.CHOH.COOH —–> CH3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->