P. 1
Aspek Hukum Praktek Kebidanan

Aspek Hukum Praktek Kebidanan

|Views: 533|Likes:
Published by limfosit

More info:

Published by: limfosit on Jan 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/20/2013

pdf

text

original

ASPEK HUKUM DALAM PRAKTEK KEBIDANAN

NASTITI MANGENJALI

HUKUM
• Hukum berhubungan erat dengan moral, hukum membutuhkan moral. • Hukum tidak mempunyai arti jika tidak dijiwai oleh moralitas • Moral hanya sebatas hal yang abstrak saja bila tidak ada hukum

Kaidah / Norma
• Dalam kehidupannya manusia selalu dan pasti berperilaku dan berhubungan dengan manusia lainnya • Setiap perbuatan atau perilaku manusia selalu terjadi dalam jaringan interelasi atau interaksi sosial • Hubungan antar manusia dalam bentuk perbuata dapat menimbulkan akibat / pengaruh terhadap orang lain • Perbuatan negetif akan merugikan orang lain dan sebaliknya

• Agar tidak terjadi konflik maka diperlukan pedoman perilaku • Hati nurani mengarahkan manusia bahwa manusia memiliki martabat yaitu martabat kemanusiaan • Tuntutan cara berperilaku manusia memiliki kekuatan berlaku secara umum, dan berlaku pada orang yang hidup dalam status sosial yang sama sehingga mereka dituntut untuk menunjukkan cara berperilaku seperti itu

• Tuntunan cara berperilaku dengan cara tertentu yang mempunyai kekuatan berlaku secara objektif disebut kaidah / norma Kaidah / Norma meliputi : • Kaidah agama : kaidah yang bersumber pada ajaran / kepercayaan yang oleh pengikut – pengikutnya dianggap sebagai perintah Tuhan

• Kaidah Moral / Kesusilaan : kaidah yang pada waktu tertentu atau masyarakat tertentu dalam kenyataannya sungguh – sungguh dihayati dan dipatuhi sebagai aturan kesusilaan • Kaidah kesopanan : kaidah pergaulan antar manusia yang timbul dari kebutuhan manusia terhadap kesamaan bentuk serta tuntutan keramahtamahan dan keluwesan dalam mewujudkan hubungna kemasyarakatan dalam kehidupan sehari - hari

• Kaidah kebiasaan : tuntutan untuk melakukan sesuatu semata – mata karena di masa lalu setiap kali terjadi situasi kemasyarakatan yang sama, individu selalu melakukan perilaku yang sama yang menjadi tuntutan tadi

HUKUM, DISIPLIN HUKUM DAN PERISTILAHAN HUKUM

HUKUM
• Thomas Hobbes dalam Leviathan Hukum adalah : akal tertinggi yang ditanamkan oleh alam didalam diri manusia untuk menetapka apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan • Rudolf van Jhering Hukum adalah himpunan peraturan – peraturan (segala perintah dan larangan), yang mengurus tata tertib suatu masyarakat sehingga harus ditaati oleh masyarakat itu sendiri

• C.S.T Kansil walaupun hukum tidak bisa dilihat, namun hukum sangat penting bagi kehidupan masyarakat karena hukum mengatur hubungan antar individu dalam masyarakat, antar masyarakat dan mengatur hubungan individu dengan masyarakatnya

• Mochtar Kusumaadmaja Pengertian hukum yang memadai seyogianya tidak hanya memandang hukum tersebut sebagai suatu perangkat kaidah dan asas – asas yang mengatur kehidupan manusia dalam masy namun harus mencakup lembaga (institusions) dan proses yang diperlukan untuk mewujudkan hukum dalam kenyataan

ETIKA
• Etika berasal dari bahasa Yunani kuno, Ethos dalam bentuk tunggal yang berarti Kebiasaan – kebiasaan tingkah laku manusia, adat, ahlak, watak, perasaan, sikap dan cara berfikir • Dalam arti jamak ta etha berarti adat kebiasaan • Menurut Aristoteles, istilah etika sudah dipakai untuk menunjukkan filsafat moral • Etika berarti : ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan

• Etika berasal dari bahasa Inggris Ethics artinya pengertian, ukuran tingkah laku atau perilaku manusia yang baik, yakni tindakan yang tepat yang harus dilakukan oleh manusia sesuai dengan moral pada umumnya • Etika dalam bahasa latin Mos atau Mores (jamak) artinya moral, yang berarti juga adat istiadat, kebiasaan, sehingga makna kata moral da etika adalah sama hanya bahasa asalnya berbeda • Menurut kamus umum bahasa Indonesia artinya ilmu pengetahuan tentang azas – azas ahlak (moral)

• Menurut kamus B. indonesia (Depdikbud, 1953) etika mengandung arti : - Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk tentang hak dan kewajiban moral - Kumpulan azas atau nilai yang berkaitan dengan dengan ahlak - Nilai benar atau salah yang dianut suatu golongan masyarakat

MORAL
• Moral adalah nilai – nilai dan norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. • Moral juga berarti mengenai apa yang dianggap baik atau buruk di masyarakat dalam suatu kurun waktu tertentu sesuai perkembangan atau perubahan norma atau nilai

• Moralitas berasal dari bahasa latin Moralis yang artinya : - Segi moral suatu perbuatan atau baik buruknya - Sifat moral atau keseluruhan azas dan nilai yang berkenaan dengan baik buruknya

HUKUM
• Hukum berhubungan erat dengan moral, hukum membutuhkan moral. • Hukum tidak mempunyai arti jika tidak dijiwai oleh moralitas • Moral hanya sebatas hal yang abstrak saja bila tidak ada hukum

PERBEDAAN HUKUM DAN HUKUM MORAL MORAL
1. Hukum ditulis secara sistematis, disusun di dalam kitab undang– undang, mempunyai kepastian lebih besar dan bersifat obyektif 2. Hukum membatasi pada tingkah laku lahiriah saja, hukum membutuhkan legalitas 3. Hukum bersifat memaksa dan mempunyai sanksi 1. Moral bersifat subyektif, tidak tertulis dan mempunyai ketidakpastian yang lebih besar 2. Moral menyangkut sikap hati seseorang 3. Moral tidak bersifat memaksa, sanksi moral adalah hati nurani tidak tenang, sanksi dari Tuhan

4. Hukum didasarkan atas 4. Moral didasarkan pada norma – norma masyarakat yang melebihi kehendak masyarakat dan masy dan negara, masy dan negara negara, dapat merubah hukum, tidak merubah moral. Moral tidak menilai moral
menilai hukum

DISIPLIN HUKUM
1. Hukum berdasarkan wilayah pemberlakuannya a. Hukum Nasional : Hukum yang berlaku di wilayah suatu negara b. Hukum Internasional : Hukum yang berlaku dan mengatur hubungan yang berlangsung, melampaui batas – batas wilayah suatu negara

2. Hukum berdasarkan bentuk kaidahnya : a. Hukum tertulis Kaidah hukum yang dinyatakan dengan tegas dalam bentuk perundang – undangan tertulis dan ditetapkan oleh badan atau lembaga yang berwenang. b. Hukum tidak tertulis Kaidah hukum yang dalam kenyataannya diterima, diakui, dan mengikat masy, walaupun tidak dituangkan secara tertulis.

3. Hukum berdasarkan sifat dan kekuatan sanksinya a. Kaidah hukum yang memaksa berisi ketentuan – ketentuan hukum yang dalam keadaan apapun pada kenyataannya, tidak dapat dikesampingkan melalui perjanjian individual yang dibuat oleh berbagai pihak. Kaidah yang seperti ini dalam keadaan apapun harus ditaati dan daya ikatnya bersifat mutlak

b. Kaidah hukum yang mengatur kaidah hukum dalam kenyataannya dapat dikesampingkan oleh para pihak dengan membuat ketentuan atau aturan khusus dalam perjanjian yang mereka adakan sendiri

4. Hukum Berdasarkan Isi Kaidahnya a. Hukum Publik Menurut prof Belleforid Hk Publik adalah : kaidah hukum yang mengatur ketatanegaraan, khususnya yang menyangkut badan / lembaga yang menjalankan tugas dan wewenangnya; perwujudan hub hk antar pemerintah da masy; antar lembaga negara / pemerintah

b. Hukum Privat : Hukum privat adalah : kaidah hukumyang mengatur tata tertib masy, khususnya yang mengatur hubungan antar keluarga; pengurusan kekayaan pribadi; hub antar individu / perorangan dan masy; hub yang menyangkut anggota masy dengan pemerintah

5. Hukum berdasarkan fungsi kaidahnya a. Kaidah hukum material kaidah yang mengatur tentang isi Ham atau yangmenetapkan perbuatan atau tingkah laku apa yang seharusnya dilarang / diperbolehkan termasuk akibat hukum dan hukuman bagi pelanggarnya b. Kaidah hukum Formal kaidah yang mengatur tata cara yang harus ditempuh dalam mempertahankan atau menegakkan hukum material, khususnya dlam upaya penyelesaian perselisihan dengan bantuan hakim atau pengadilan

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->