P. 1
Aspel Legal+Issue Etik+Issue Moral

Aspel Legal+Issue Etik+Issue Moral

|Views: 679|Likes:
Published by limfosit

More info:

Published by: limfosit on Jan 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/12/2014

pdf

text

original

Mata Kuliah : ETIKA PROFESI DAN HUKUM KESEHATAN

PERTEMUAN KE-2 (1 x pertemuan = 2 jam)

Pokok Bahasan
1. Aspek Legal dalam Pelayanan Kebidanan 2. Issue Etik Dalam Pelayanan Kebidanan
3. Issue Etik dan Issue Moral Dalam Praktek Kebidanan

Dosen : Nunik Endang Sunarsih, SIP. M.Sc

Tujuan Instruksional Khusus 1.Menjelaskan aspek legal dan legislasi dalam pelayanan dan praktek kebidanan 2.Memberikan argumentasi terhadap issue etik dan moral dlm praktek kebidanan 3.Melakukan praktek tentang argumentasi terhadap issue etik dan

moral dalam praktek kebidanan
Pokok Bahasan 1.Pengertian, tujuan, persyaratan dan kegunaan 2.Issue etik dan moral dalam praktek kebidanan Waktu : 1 x pertemuan (2 jam)

Sub Pokok Bahasan
- Aspek legal pelayanan kebidanan - Legislasi, registrasi, lisensi praktek kebidanan - Otonomi dalam pelayanan kebidanan - Pengertian dan bentuk issue etik - Issue etik yang terjadi antara bidan dengan : • klien, keluarga, masyarakat • Teman sejawat • Team kesehatan lainnya • Organisasi lainnya - Issue etik yg terjadi dlm pelayanan kebidanan - Issue moral - Dilema dan konflik moral

1. Aspek Legal dalam Pelayanan Kebidanan

Aspek Legal dlm Pelayanan Kebidanan 1. UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 23 (1)Tenaga Kesehatan berwenang untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan (2)Kewenangan untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki (3)Dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan wajib memiliki izin dari pemerintah

7

Lanj.... Pasal 24 (1) Tenaga kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 harus memiliki ketentuan kode etik, standar profesi, hak pengguna pelayanan kesehatan, standar pelayanan, dan standar prosedur operasional (2) Ketentuan mengenai kode etik dan standar profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Menteri.

8

Lanj..(aspek legal)

2. KEPMENKES No 369/Menkes/SK/III/2007 tentang Standar Profesi Bidan (9 kompetensi) Kompetensi 1 : Bidan mpy persyaratan pengetahuan dan ketrampilan dr ilmu-ilmu sosial, kesehatan masy & etik yg membentuk dasar dr asuhan yg bermutu tinggi sesuai dg budaya, utk wanita, BBL dan keluarganya

9

Lanj..(Kepmenkes) Kompetensi 2 (Pra Konsepsi, KB dan Ginekologi) Bidan memberikan asuhan yg bermutu tinggi, pendidikan kesehatan yg tanggap thd budaya dan pelayanan menyeluruh di masy dlm rangka utk meningkatkan kehidupan keluarga yg sehat, perencanaan kehamilan & kesiapam mjd orang tua.

Kompetensi 3 (Asuhan & Konseling Selama Kehamilan) Bidan memberikan asuhan antenatal bermutu tinggi utk mengoptimalkan kesehatan slm kehamilan yg meliputi : deteksi dini, pengobatan atau rujukan dr komplikasi tertentu

Lanj..(Kepmenkes) Kompetensi 4 (Asuhan selama persalinan & kelahiran) Bidan memberikan asuhan yg bermutu tinggi, tanggap thd kebudayaan setempat slm persalinan, memimpin slm persalinan yg bersih & aman, menangani situsi kegawatdaruratan tertentu utk mengoptimalkan kesehatan wanita & bayinya yg baru lahir.

Kompetensi 5 (Asuhan pd ibu nifas & menyusui) Bidan memberikan asuhan pd ibu nifas & menyusui yg bermutu tinggi dan tanggap thd budaya stempat

Lanj..(Kepmenkes)
Kompetensi 6 (Asuhan pd bayi baru lahir) Bidan memberikan asuhan yg bermutu tinggi, komperhensif pd BBL sehat sampai dg 1 bulan Kompetensi 7 (Asuhan pd bayi dan balita) Bidan memberikan asuhan yg bermutu tinggi, komperhensif pd bayi dna balita sehat 1 bulan – 5 th.

Kompetensi 8 (Kebidanan Komunitas) Bidan memberikan asuhan yg bermutu tinggi, komperhensif pd keluarga dan masy sesuai dg budaya setempat

Lanj..(Kepmenkes)
Kompetensi 9 (Asuhan pd ibu/wanita dg gangguan reproduksi Melaksanakan asuhan kebidanan pada wanita/ibu dengan gangguan sistem reproduksi

Lanj..(Aspek Legal)
3. Permenkes No. HK.02.02/MENKES/149/I/2010 (Dalam Proses Revisi) Pasal 2 (1) Bidan dapat menjalankan praktik pada fasilitas pelayanan kesehatan (2) Fasilitas pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi fasilitas pelayanan kesehatan di laur praktik mandiri dan/atau praktik mandiri (3) Bidan menjalankan praktik mandiri sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berpendidikan minimal Diploma III (D III) Kebidanan. 14

Lanj..(Pemenkes) Pasal 8 Bidan dlm menjalankan praktik berwenang utk memberikan pelayanan yg meliputi : a. pelayanan kebidanan b. pelayanan kesehatan produksi perempuan c. pelayanan kesehatan masyarakat

15

Lanj..(Pemenkes) Pasal 9 (1)Pelayanan kebidanan sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 huruf a ditujukan kepada ibu dan bayi (2)Pelayanan kebidanan kepada ibu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan pada masa kehamilan, masa persalinan, masa nifas, dan masa menyusui (3)Pelayanan kebidanan kepada bayi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan pada bayi baru lahir normal sampai usia 28 (dua puluh delapan) hari

16

Lanj..(Pemenkes)

Pasal 10 (1)Pelayanan kebidanan kepada ibu sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 ayat (2) meliputi : a. Penyuluhan dan konseling b. Pemeriksaan fisik c. Pelayanan antenatal pada kehamilan normal d. Pertolongan persalinan e. Pelayanan ibu nifas normal

17

Lanj..(Pemenkes)
(2) Pelayanan kebidanan kepada bayi sebagaimana dalam pasal 9 ayat (3) meliputi : a. pemeriksaan bayi baru lahir b. perawatan tali pusat c. Perawatan bayi d. Resusitas pada bayi baru lahir e. pemberian imunisasi bayi dalam rangka menjalankan tugas pemerintah f. pemberian penyuluhan

18

Lanj..(Pemenkes) Pasal 12 Bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan reproduksi perempuan sebagaimana dimaksud daam pasal 8 huruf b, berwenang untuk : a. memberikan alat kontrasepsi oral, suntikan dan alat kontrasepsi dalam rahim dalam rangka menjalankan tugas pemerintah, dan kondom b. Memasang alat kontrasepsi dalam rahim di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah dengan supervisi dokter

19

Lanj..(Pemenkes) c. Memberikan penyuluhan/konseling pemilihan kontrasepsi d. Melakukan pencabutan alat kontrasepsi dalam rahim di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah e. Memberikan konseling dan tindakan pencegahan kepada perempuan pada masa pranikah dan prahamil

20

Lanj..(Pemenkes) Ketentuan Peralihan Pasal 22 (1)SIPB yang dimiliki bidan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No. 900/Menkes/SK/VII/2002 tentang Registrasi dan Praktik Bidan masih tetap berlaku sampai masa SIPB berakhir (2)Pada saat peraturan ini mulai berlaku, SIPB yang sedang dalam proses perizinan dilaksanakan sesuai ketentuan Keputusan Menteri Kesehatan No. 900/Menkes/SK/VII/2002 tentang Registrasi dan Praktik Bidan

21

Lanj..(Pemenkes) Pasal 23 Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Keputusan Menteri Kesehatan No. 900/Menkes/SK/VII/2002 tentang Registrasi dan Praktik Bidan sepanjang yang berkaitan dengan perizinan dicabut dan dinyatakan tidak berlaku

22

Lanj..(aspek Legal)

4. PP No 32 tahun 1996 ttg Tenaga Kesehatan
Pasal 21 (1) Setiap tenaga kesehatan dalam melakukan tugasnya berkewajiban untuk mematuhi standar profesi tenaga kesehatan.

23

Pasal 22 (1) Bagi tenaga kesehatan jenis tertentu dalam melaksanakan tugas profesinya berkewajiban untuk : a. Menghormati hak pasien. b. Menjaga kerahasiaan identitas dan data kesehatan pribadi pasien. c. Memberikan informasi yang berkaitan dengan kondisi dan tindakan yang akan dilakukan. d. Meminta persetujuan terhadap tindakan yang akan dilakukan. (2) Memuat dan memelihara rekam medis.

Pasal 24 (1) Perlindungan hukum diberikan kepada tenaga kesehatan yang melakukan tugasnya sesuai dengan standar profesi tenaga kesehatan.

Legislasi
 Proses pembuatan UU atau penyempurnaan perangkat hukum yg sdh ada melalui serangkaian kegiatan sertifikasi (pengaturan kompetensi), registrasi (pengaturan kewenangan), dan lisensi (pengaturan penyelengaraan kewenangan) Tujuan legislasi 1. Mempertahankan kualitas pelayanan 2. Memberikan kewenangan 3. Menjamin perlindungan hukum 4. meningkatkan profesionalisme

Lanj...

Peran legislasi 1. Menjamin perlindungan pd masy pengguna jasa profesi & profesi sendiri 2. Legislasi sangat berperan dlm pemberian pelayanan profesional

Registrasi
 Sebuah proses dmn seorang tng profesi hrs mendaftarkan dirinya pd suatu badan ttt scr periodik guna mdptkan kewenangan & hak utk mllkn tindakan profesionalnya stlh memenuhi syarat2 yg ditetapkan o/ bdn tsb Registrasi bidan Proses pendaftaran, pendokumentasian dan pengakuan thd bidan stlh dinyatakan memenuhi minimal kompetensi inti shg mampu melaksanakan praktik profesinya

Lanj...
Tujuan registrasi : a. Meningkatkan kemampuan tng profesi dlm mengadopsi kemajuan iptek b. Meningkatkan mekanisme yg obyektif & komprehensif dlm penyelesaian kasus mal praktik c. Mendata jml & kategori mlkkn praktik Aplikasi proses registrasi  bidan baru lulus max 1 bln stlh menerima ijazah  permohonan ke Dinkes Prov  SIB (Surat Ijin Bidan)

Lisensi
Proses administrasi yg dilakukan o/ pemerintah atau yg berwenang berupa surat ijin praktik yg diberikan kpd tng profesi yg tlh teregistrasi utk pelayanan mandiri Tujuan : 1. Memberikan kejelasan bts wewenang 2. Menetapkan sarana & prasarana Aplikasi lisensi  SIPB (Surat Ijin Praktik Bidan) SIPB mrp bukti tertulis yg diberikan Depkes RI kpd tenaga bidan yg menjalankan praktik stlh memenuhi persyaratan yg ditetapkan

Otonomi dlm Pelayanan Kebidanan
Bidan memiliki hak otonomi & mandiri utk bertindak scr profesional yg dilandasi kemampuan berpikir logis & sistematis  standat profesi dan etika profesi Peningkatan mutu praktik kebidanan melalui : 1. Pendidikan & pelatihan berkelanjutan 2. Penelitian 3. Pengembangan iptek 4. Akreditasi 5. Sertifikasi 6. Registrasi 7. Uji kompetensi 8. Lisensi

Dasar Otonomi : 1. Permenkes RI No.HK.02.02/Menkes/149/I/2010. 2. Standar pelayanan kebidanan 3. Kepmenkes No. 369/Menkes/SK/III/2007 tentang Standar Profesi Kebidanan 4. UU No. 36 ttg Kesehatan 5. UU No.13 ttg Ketenagakerjaan 6. UU ttg aborsi, bayi tabung, dan transplantasi 7. KUHAP, KUHP 8. Peraturan Menkes No. 585/Menkes/Per/IX/1989 ttg Persetujuan Tindakan Medik 9. UU No.10/1992 ttg pengembangan kependudukan 10. UU No.23 ttg Penghapusan kekerasan thd perempuan di rmh tgg

2. ISSUE ETIK DALAM
PELAYANAN KEBIDANAN

Pengertian Issue
Isu adalah masalah pokok yang berkembang di masyarakat atau suatu lingkungan yang belum tentu benar, serta membutuhkan pembuktian.

Isu adalah topic yang menarik untuk didiskusikan dan sesuatu yang memungkinkan orang untuk mengemukakan pendapat yang bervariasi.

Isu muncul dikarenakan adanya perbedaan nilai.

Etik merupakan bagian dari filosofi ang berhubungan erat degan nilai manusi dalam menghargai suatu tindakan.
Etik Dalam Pelayanan Kebidanan : 1. Persetujuan dalam proses melahirkan

2. Memilih atau mengambil keputusan dlm persalinan
3. Kegagln dalam proses persalinan 4. Pelaksanaan USG dalam Proses p[ersalinan

5. Konsep normal pelayanan Kebidanan
6. Bidan dan pendidikan Sex

Masalah Etik Yang Berhubungan Dengan Tehnologi :
1. Perawatan intensif pada bayi 2. Skrening bayi

3. Trasnplantasi
4. Tehnik reproduksi dan Kebidanan

Masalah Etik Berhubungan Erat Dengan Profesi :
1. 2. Pengambilan keputusan dn penggunan etik Otonomi bidan dan kode etik profesional

3.
4.

Etik dalam penelitian kebidanan
Penelitian masalah kebidanan yang sinsitif

Issue Etik yang Terjadi Antara Bidan dengan : 1. Klien, keluarga, masyarakat 2. Teman Sejawat 3. Team Kesehatan lainnya 4. Organisasi lainnya

1. Issue etik yang terjadi antara bidan dengan klien, keluarga dan masyarakat :

Mempunyai hubungan erat dengan nilai manusia dalam
menghargai suatu tindakan. Seorang bidan dikatakan profesional bila ia mempunyai kekhususan sesuai dengan

peran dan fungsinya yang bertanggung jawab menolong
persalinan. Dengan demikian penyimpangan etik mungkin saja akan terjadi dalam praktek kebidanan misalnya dalam praktek

mandiri, bidan yang bekerja di RS, RB atau institusi kesehatan
lainnya.

Lanj…
Dalam hal ini bidan yang praktek mandiri menjadi pekerja yang bebas mengontrol dirinya sendiri. Situasi ini akan besar sekali pengaruhnya terhadap kemungkinan terjadinya penyimpangan etik.

Kasus Di sebuah desa, ada seorang bidan yang sudah membuka praktek kurang lebih selama satu tahun. Pada suatu hari datang seorang klien bernama Ny „A‟ usia kehamilan 38 minggu dengan keluhan perutnya terasa kenceng kenceng sejak 5 jam yang lalu. Setelah dilakukan VT, didapatkan hasil pembukaan 3 dan ternyata janin dalam keadaan letak sungsang.

Lanj…

Oleh karena itu bidan menyarankan agar di Rujuk ke Rumah Sakit untuk melahirkan secara operasi SC. Namun keluarga klien terutama suami menolak untuk di Rujuk dengan alasan tidak punya biaya untuk membayar operasi. Tapi bidan

tersebut berusaha untuk memberi penjelasan bahwa
tujuan di Rujuk demi keselamatan janin dan juga ibunya namun jika tetap tidak mau dirujuk akan sangat

membahayakan janin maupun ibunya. Tapi keluarga
bersikeras agar bidan mau menolong persalinan tersebut.

Lanj…

Sebenarnya, dalam hal ini bidan tidak yakin bisa berhasil menolong persalinan dengan keadaan letak sungsang seperti ini

karena pengalaman bidan dalam hal ini masih belum begitu
mendalam. Selain itu juga dengan di Rujuk agar persalinan berjalan dengan lancar dan bukan kewenangan bidan untuk

menolong persalinan dalam keadaan letak sungsang seperti ini.
Karena keluarga tetap memaksa, akhirnya bidan pun menuruti kemauan klien serta keluarga untuk menolong persalinan tersebut. Persalinan berjalan sangat lama karena kepala janin tidak bisa keluar. Setelah bayi lahir ternyata bayi sudah meninggal.

Lanj…

Dalam hal ini keluarga menyalahkan bidan bahwa bidan tidak bisa

bekerja secara profesional dan dalam masyarakatpun juga
tersebar bahwa bidan tersebut dalam melakukan tindakan sangat lambat dan tidak sesuai prosedur.

konflik : keluarga terutama suami menolak untuk di rujuk ke Rumah sakit dan melahirkan secara operasi SC

dengan alasan tidak punya biaya untuk
membayar operasi.

Lanj…

Issu : Di mata masyarakat, bidan tersebut dalam pelayanan atau

melakukan tindakan tidak sesuai prosedur dan tidak
profesioanal.

Selain itu juga masyarakat menilai bahwa bidan tersebut dalam
menangani pasiendengan kelas ekonomi rendah sangat lambat atau membeda-bedakan antara pasien yang ekonomi atas

dengan ekonomi rendah.

Lanj…

dilema : Bidan merasa kesulitan untuk memutuskan tindakan
yang tepat untuk menolong persalinan Resiko Tinggi.

Dalam hal ini letak sungsang seharusnya tidak boleh dilakukan
oleh bidan sendiri dengan keterbatasan alat dan kemampuan medis. Seharusnya ditolong oleh Dokter Obgyn, tetapi dalam hal

ini diputuskan untuk menolong persalianan itu sendiri dengan
alasan desakan dari kelurga klien sehingga dalam hatinya merasa kesulitan untuk memutuskan sesuai prosedur ataukah

kenyataan di lapangan.

2. Issue etik yang terjadi antara bidan dengan teman sejawat:

etik adalah kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak, nilai benar dan salah yang dianut suatu organisasi atau masyarakat

konflik moral adalah suatu proses ketika 2 pihak atau lebih berusaha

memaksakan tujuannya dengan cara mengusahakan untuk
menggagalkan tujuan yang ingin dicapai pihak lain. (Setiawan. 1994)

Dilema moral
adalah situasi yang menghadapkan individu pada dua pilihan, dan tidak satupun dari pilihan itu dianggap sebagai jalan keluar

yang tepat.

Issue etik

adalah topic yang cukup penting untuk dibicarakan sehingga
mayoritas individu akan mengeluarkan opini terhadap masalah tersebut sesuai dengan asas ataupun nilai yang berkenaan

dengan akhlak, niali benar salah yang dianut suatu golongan
atau masyarakat.

Contoh Issue etik yang terjadi antara bidan dengan teman sejawat :

Di suatu desa yang tidak jauh dari kota dimana di desa tersebut ada dua orang bidan yaitu bidan “A” dan bidan “B” yang sama – sama memiliki BPS dan ada persaingan di antara dua bidan tersebut.

Pada suatu hari datang seorang pasien yang akan melahirkan di BPS bidan “B” yang lokasinya tidak jauh dengan BPS bidan “A”. Setelah

dilakukan pemeriksaan ternyata pembukaan masih belum lengkap dan
bidan “B” menemukan letak sungsang dan bidan tersebut tetap akan menolong persalinan tersebut meskipun mengetahui bahwa hal tersebut melanggar wewenang sebagai seorang bidan demi mendapatkan banyak pasien untuk bersaing dengan bidan “A”.

Sedangkan bidan “A” mengetahui hal tersebut. Jika bidan “B” tetap akan menolong persalinan tersebut,bidan “A” akan melaporkan bidan “B” untuk menjatuhkan bidan “B” karena di anggap melanggar wewenang profesi bidan.

Issu moral:

seorang bidan melakukan pertolongan persalinan normal.

Konflik moral:

menolong persalinan sungsang untuk nendapatkan pasien demi
persaingan atau dilaporkan oleh bidan “A”.

dilema moral:

1. Bidan “B” tidak melakukan pertolongan persalinan sungsang
tersebut namun bidan kehilangan satu pasien. 2. Bidan “B” menolong persalinan tersebut tapi akan dijatuhkan

oleh bidan “A” dengan di laporkan ke lembaga yang
berwenang.

3. Issue etik yang terjadi antara bidan dengan Team Kesehatan lainnya :

Pengertian yaitu perbedaan sikap etika yang terjadi pada bidan dengan tenaga medis lainnya. Sehingga

menimbulkan ketidak sepahaman atau kerenggangan
social.

Contoh Kasus :
Seorang Ibu primigavida beerusia 3 tahun dan usia kehamilannya 32 minggu tengah mengalami kontaksi Dia segera mendatangi

Bidan. Ternyata Ibu tersebut mengalami KPD ( Ketuban Pecah Dini
) dan kondisi Ibu sangat parah bidan berusaha unutk menolong peralinan tersebut. Setelah kondisi Ibusemakin lama semakin maurun baru bidan merujuk Ibu ke RS setelah diperiksa oleh dokter ternyata bayi sudah meninggal didalam kandungan sebelum dilahirkan. Akhirnya bidan tersebut ditegur oleh dokter, dikarenakan bidan lali tidak segera merujuk . akhirnya bidan tersebut diberi sanksi dari IBI.

Issue etik yang timbul, kelalaian seorang Bidan sehingga

menimbulkan malpraktek.

Sedangkan dilema etik yang timbul yaitu :

- Bidan terancam dicabut izin prakteknya
- Dan Bidan tidak dipercaya lagi oleh masyarakat

4. Issue etik yang terjadi antara bidan dengan Organisasi Profesi

Issu etik bidan dengan organisasi profesi adalah topic yang dibicarakan oleh suatu forum , mengenai baik ataupun buruknya suatu hal, atau tindakan yang perlu

diambil atau tidak dalam suatu masalah.
Contoh kasus Seorang Bidan yang ditempatkan di Desa pelosok ( terpencil ) telah lama bertugas didaerah tersebut, dan sudah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat di Desa tersebut.

Lanj…

Namun Bidan tersebut masih BIdan P2B sedangkan untuk saat ini seorang bidan diharuskan minimal D3 kebidanan , karena jarak Desa ke kota ke tempat pendidikan yang jauh & bidan juga sudah merasa banyak mendapatkan kepercayaan dari

masyarakat nya bidan tersebut tidak melanjutkan ke D3
kebidanan. Karena tanpa melanjutkan pun masyarakat juga sudah banyak yang mempercayai pelayanannya dan hampir

semua ibu bersalin didaerah tersebut yang mempercayakan
pertolongan persalinan pada bidan itu.

dilema
Bidan merasa sudah mendapatkan kepercayaan penuh dari

masyarakat di tempat dia Praktek. Sehingga ia merasa tidak
perlu melanjutkan pendidikannya ke D3 kebidanan. Di sisi lain Bidan mendapatkan tuntutan dari organisasi profesi untuk

melanjutkan pendidikan D3 kebidanan.

Issue etik
Bidan yang tidak mempunyai surat ijin ( ILEGAL ) dan belum
menjadi Anggota IBI.

Lanj… Disuatu desa yang ada sebuah BPS suatu hari ada seorang Ibu

berusia 35 Tahun keadaannya sudah lemah bidan menanyakan
kepada keluarga pasien apa yang terjadi pada pasien. Dan suami pasien menjawab ketika dirumah Px jatuh & terjadi

perdarahan hebat.
Setelah bidan pertolongan , memberikan infuse dst…. Bidan menjelaskan pada keluarga agar istrinya di bawa ke rumah sakit

untuk dilakukan curretase.

Kemudian keluarga px menolak saran bidan tsb dan meminta bidan yang melakukan currentase selang waktu 2 hari px mengalami perdarahan lagi kemudian keluarga merujuk ke RS.

Dokter menanyakan kapeda suami px , apa yang sebenarnya terjadi dan suami px menjelaskan bahwa 3 hari yang lalu istrinya mengalami keguguran & di currentase bidan didesanya & dokter mendatangi bidan tsb. Terjadilah

konflik antara bidan & dokter.

Issue etik : malpraktik
Bidan melakukan tindakan diluar wewenangnya.

konflik :
bidan melakukan currentase diluar wewenangnya sehingga terjadilah konflik antara bidan & dokter.

dilema : jika tidak segera dilakukan tindakan takut merenggut nyawa px karena BPS jauh dari RS. Dan jika dilakukan tindakan bidan merasa melanggar kode etik kebidanan & merasa melakukan tindakan diluar wewenangnya.

3. ISSUE ETIK DAN ISSUE MORAL DALAM PRAKTEK KEBIDANAN

Issue Etik Dalam Pelayanan Kebidanan
Etik merupakan bagian dari filosofi yang berhubungan erat

dengan nilai manusia dalm menghargai suatu tindakan,
apakah benar atau salah dan apakah pernyataan itu baik atau buruk. Issue etik dalam pelayanan kebidanan merupakan topik yang penting yang berkembang di masyarakat tentang nilai manusia dalam menghargai suatu tindakan yang berhubungan dengan segala aspek kebidanan yang menyangkut baik dan buruknya.

Beberapa pembahasan masalah etik dalm kehidupan sehari hari adalah sebagai berikut: 1. Persetujuan dalam proses melahirkan. 2. Memilih atau mengambil keputusan dalam persalinan.

3. Kegagalan dalam proses persalinan.
4. Pelaksanan USG dalam kehamilan. 5. Konsep normal pelayanan kebidanan.

6. Bidan dan pendidikan seks.

Masalah Etik Yang Berhubungan Dengan Tehnologi : 1. Perawatan intensif pada bayi 2. Skrening bayi 3. Trasnplantasi 4. Tehnik reproduksi dan Kebidanan Masalah Etik Berhubungan Erat Dengan Profesi :

1.
2. 3. 4.

Pengambilan keputusan dn penggunan etik
Otonomi bidan dan kode etik profesional Etik dalam penelitian kebidanan Penelitian masalah kebidanan yang sinsitif

Biasanya beberapa contoh mengenai isu etik dalm pelayanan kebidanan adalah berhubungan dengan masalah-masalah

sebagai berikut:
 Agama / kepercayaan.  Hubungan dengan pasien.  Hubungan dokter dengan bidan.  Kebenaran.  Pengambilan keputusan

 Pengambilan data.  Kematian.

 Kerahasiaan.
 Aborsi.  AIDS.

 In_Vitro fertilization

Bidan dituntut untuk berprilaku hati-hati dalm setiap

tindakannya dalam memberikan asuhan kebidanan dengan
menampilkan perilaku yang etis dan profesional.

1. ISSUE MORAL
Issue moral mencakup hal-hal penting mengenai “baik” dan “buruk” dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga bisa berupa kejadian atau

peristiwa luar biasa seperti terjadinya perang atau konflik bersenjata.
Opini tersbut akan beragam berdasarkan pada nilai dan kepercayaan yang mereka miliki, dan keberagaman inilah yang menimbulkan dilema.

Issue Moral Dalam Pelayanan Kebidanan

Moral merupakan pengetahuan atau keyakian tentang adanya hal yang baik dan buruk yang mempengaruhi siakap seseorang. Kesadaran tentang adanya baik buruk berkembang pada diri seseorang seiring dengan pengaruh lingkungan, pendidikan, sosial budaya, agama, dll. Hali ini yang disebut kesadaran moral. Isu moral dalam pelayanan kebidanan merupakan topik yang penting yang berhubungan dengan benar dan salah dalam kehidupan sehari-hari yang ada kaitannya dengan pelayanan kebidanan.

Beberapa contoh isu moral dalam kehidupan sehari-hari:

 Kasus abortus.
 Euthanansia.  Keputusan untuk terminasi kehamialn.

Isu moral juga berhubungan dengan kejadian luar biasa dalam kehidupan sehari-hari, seperti yang menyangkut konflik dan

perang.

2. DILEMA MORAL
Menurut Campbell (1984), dilema moral merupakan situasi yang

menghadapkan individu pada dua pilihan dan tidak satu pun dari pilihan
itu dianggap sebagai jalan keluar yang paling tepat. Saat terjadi dilema, alternatif yang ada tampaknya setara atau sama saja, sehingga sulit menetapkan pilihan yang tepat, seperti berada di persimpangan jalan. Semakin sulit kita memprediksi konsekuensi tindakan yang akan kita terima, semakin besar dilema yang kita hadapi.

Dilema muncul karena terbentur pada konflik moral, pertentangan batin,
atau pertentangan antara nilai-nilai yang diyakini bidan dengan kenyataan yang ada.

Ketika mencari solusi atau pemecahan masalah harus mengingat akan tanggung jawab profesional,yaitu:  Tindakan selalu ditujukan untuk peningkatan kenyamanan

kesejahteraan pasien atau klien.
 Menjamin bahwa tidak ada tindakan yang menghilangkan sesuatu bagian [omission], disertai ras tanggung jawab

memperhatikan kondisi dan keamanan pasien atau klien.

3. KONFLIK MORAL
Konflik adalah suatu proses ketika dua pihak atau lebih berusaha memaksakan tujuannya dengan cara mengusahakan untuk menggagalkan tujuannya yang ingin dicapai pihak lain (Setiawan,2004).

Untuk menghindari konflik moral, setiap pihak (nakes atau klien) harus menyadari hak dan kewajibannya serta mampu menempatkan dirinya dalam porsi yang tepat.

Johnson (1990) membagi konflik menjadi dua, yaitu : 1. Konflik yang terjadi adalah sebuah prinsip seperti

menggunakan autonomi, kapankah kita menerima autonomi
sebagai nilai moral yang harus dipromosikan dan dilindungi, serta apa alasannya? Apakah itu bidan atau klien?

2. Konflik yang terjadi berada pada dua prinsip terpisah
(contoh, bidan harus mengerti penolakan seorang ibu terhadap tindakan episiotomi yang menurut bidan dapat melindungi bayinya, tetapi juga bidan harus mempertimbangkan kesejahteraan atau keselamatan ibu)

Konflik moral menurut Johnson adalah bahwa konflik atau dilema pada dasarnya sama ,

kenyataannya konflik berada diantara prinsip moral dan
tugas yang mana sering menyebabkan dilema. Ada 2 tipe konflik: 1. Konflik yang berhubungan dengan prinsip. 2. Konflik yang berhubungan dengan otonomi.

Dua tipe konflik ini merupakan dua bagian yang tidak dapat
dipisahkan.

Sumber :

• Alexandra Indriyanti Dewi.Etika dan Hukum
Kesehatan.2008.Pustaka Book Publisher:Yogyakarta • Dra.Hj.Suryani Soepardan & Dadi Anwar Hadi. Etika Kebidanan &

Hukum Kesehatan. 2008. Penerbit Buku Kedokteran : Jakarta
• Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia. Etika dan Kode Etik Kebidanan. 2006. Jakarta • http://scherlychelzz.blogspot.com/2010/11/tugas-etika-tentangissue-etik-dalam.html

Terima Kasih
saya Alloydia Lulusan Akademi Asi Eksklusif Indonesia

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->