Dominan dan Resesif dalam Pewarisan Sifat Monogenik Dalam pewarisan sifat pada manusia, dikenal dua tipe

gen, yaitu gen yang dominan dan gen yang resesif. Gen dominan adalah gen yang menutupi pengaruh gen resesif, sehingga sifat dominan dari gen akan muncul. Sifat dominan ini sendiri dapat muncul jika dalam keadaan homozigot dominan ataupun heterozigot. Jika dalam keadaan heterozigot, fenotipnya sering disebut sebagai normal carrier (normal, namun membawa sifat-sifat tertentu). Sedangkan gen resesif adalah gen yang ditutupi sifatnya oleh gen dominan. Sifat dari gen resesif ini sendiri baru muncul hanya dalam keadaan homozigot resesif. Contoh : Albinisme

P1 G1 F1 P2 G2

AA (normal homozigot)>< aa(albino) A, a 4Aa(normal carrier) A1a1(normal carrier) >< A2a2(normal carrier) A1,A2,a1,a2

F2 A1A2(normal homozigot), A1a2(normal carrier) A2a1(normal carrier) a1a2(albino)

21

Sifat dominan ini sendiri dapat muncul jika dalam keadaan homozigot dominan ataupun heterozigot. AUTOSOMAL DOMINANT     Mengenai jumlah penderita. 22 . dalam bentuk homozigot (jarang) ataupun heterozigot. Orang yang sakit adalah yang mengandung gen dominan. Sifat dari gen resesif ini sendiri baru muncul hanya dalam keadaan homozigot resesif. yaitu gen yang dominan dan gen yang resesif.Pengaruh Sifat Dominan dan Resesif Dalam Kelainan Genetik Dalam pewarisan sifat pada manusia.A2.a2 A1A2(normal homozigot). Kelainan diturunkan berpeluang 50% baik laki-laki dan perempuan. A1a2(normal carrier). Gen dominan adalah gen yang menutupi pengaruh gen resesif. terbagi menjadi 2 yaitu monogenic dan poligenik. Jika dalam keadaan heterozigot.a1. Contoh : Albinisme P1 G1 F1 P2 G2 F2 AA (normal homozigot)><aa(albino) A. dikenal dua tipe gen. fenotipnya sering disebut sebagai normal carrier (normal. A2a1(normal carrier) a1a2(albino) Dalam pewarisan sifat. Sedangkan gen resesif adalah gen yang ditutupi sifatnya oleh gen dominan. a 4Aa(normal carrier) A1a1(normal carrier) >< A2a2(normal carrier) A1. namun membawa sifat-sifat tertentu). berikut pewarisan sifat monogenic terbagi atas : A. Kelainan muncul pada tiap generasi. sehingga sifat dominan dari gen akan muncul.

atau sakit bila salah satu orang tuanya membawa gen cacat.  Kelainan ini diturunkan oleh anggota keluarga yang tidak sehat. Beberapa factor menimbulkan kesulitan dalam konseling. AUTOSOMAL RESESIF Kelainan ini diderita oleh orang yang memiliki orang tua normal. Contoh kelainan AD         Achondropolasi Alzheimer’s Diseases Huntingon Diseases Marfan Syndrome Neurofibromatostasis B. Keturunan dari orang tua yang sakit adalah heterozigot sehat. Resiko berulang untuk anak selanjutnya ialah 25%. Contoh kelainan AR      Congenital adrenal hyperplasia Sickle cell Diseases Thalassaemia Tay-sachs Diseases Deafness 23 . tetapi membawa gen resesif yang sama.

jumlah total sidik jari. Adapun jenisnya sebagai berikut: A. Biasanya digunakan untuk mencari anak yang hilang. Hanya dalam hal ini yang digunakan adalah DNA ayah dengan tujuan untuk mengetahui ayah biologis seorang anak. tekanan darah dll. atau menyelesaikan sengketa perebutan anak. C. 24 . Karakter yang ditimbulkan bersifat kuantitatif. B. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel DNA mitokondria ibu dan membandingkannya dengan DNA mitokondria anak. Beberapa contoh penyakit poligenik adalah diabetes mellitus.PEMERIKSAAN PATERNITAS Pemeriksaan ini sama dengan pemeriksaan maternitas. Pemeriksaan inidilakukan dengan membandingkan DNA terduga ibu dengan DNA anak. untuk meneliti kecocokan diantara keduanya. artinya mempunyai tingkatan. PEMERIKSAAN GENETIK Pemeriksaan genetic adalah pemeriksaan gen atau DNA seseorang untuk menentukan gen seorang anak apakah DNA atau gennya cocok dengan orang tuanya.PEMERIKSAAN DNA MITOKONDRIA Pemeriksaan ini digunakan untuk memeriksa kecocokan DNA antara ibu dan anak. karena mitokondria hanya di warisi oleh ibu hasil tes ini bisa di yakini 100% akurat.PEMERIKSAAN MATERNITAS Pemeriksaan maternitas adalah pemeriksaan DNA unutk mencari siapakah ibu biologis dari seorang anak.Pewarisan Sifat Poligenik Merupakan pewarisan sifat tertentu yang ditentukan oleh beberapa gen atau beberapa pasang gen yang dipacu oleh faktor lingkungan. tinggi badan. Misalnya. warna kulit. penyakit jantung iskemik. dan penyakit yang lainnya. hipertensi.

PEMERIKSAAN KROMOSOM Y Pemeriksaan jenis ini hanya bisa dilakukan pada anak laki–laki untuk mengetahui ayah karena kromosom Y hanya ada pada laki–laki. yaitu pemisahan utas ganda DNA menjadi dua utas tunggal. dilakukan penurunan temperature pada tahap kedua sampai 45-60 °C yang memungkinkan terjadinya penempelan (annealing) atau hibridisasi antara oligonukleotida primer dengan utas tunggal cetakan DNA. primer menentukan awal dan akhir daerah yang hendak disalin. Pada akhirnya. Temperatur pada tahap ini bergantung pada jenis DNA polimerase yang digunakan. Tahap yang terakhir adalah tahap ekstensi atau elongasi (elongation). Primer merupakan oligonukelotida utas tunggal yang sekuens-nya dirancang komplementer dengan ujung fragmen DNA yang ingin disalin. Tahapan yang pertama adalah denaturasi cetakan DNA (DNA template) pada temperatur 94-96 °C. satu siklus PCR akan menggandakan jumlah molekul cetakan DNA atau DNA target. 25 . PCR menggunakan bantuan enzim polymerase tapi PCR hanya bisa memperbanyak satu fragmen pendek DNA. PCR adalah suatu metode yang sangat efektif untuk membuat kopian dariDNA sehingga mudah untuk di teliti. Proses PCR untuk memperbanyak DNA melibatkan serangkaian siklus temperatur yang berulang dan masing-masing siklus terdiri atas tiga tahapan. Pemeriksaan jenis ini sama akuratnya dengan pemeriksaan DNA mitokondria karena kormosom Y hanya diwariskan dari ayah. yaitu pemanjangan primer menjadi suatu utas DNA baru oleh enzim DNA polymerase. METODE Adapun metode yang lazim digunakan dalam pemeriksaan DNA adalah PCR (Polymerase Chain Reaction).D. Sesudah itu. sebab setiap utas baru yang disintesis akan berperan sebagai cetakan pada siklus selanjutnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful