P. 1
c

c

|Views: 122|Likes:
Published by umiwahidah
d
d

More info:

Published by: umiwahidah on Jan 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/07/2013

pdf

text

original

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN BAB VI PENJELASAN PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN PEMBANGUNAN GEDUNG UTAMA KANTOR KECAMATAN

GEDEBAGE DAN PENDOPO
Pasal 1 LINGKUP PEKERJAAN 1.1 Nama Kegiatan dan Pekerjaan Nama kegiatan adalah Pembangunan Gedung Kantor, Pekerjaan Pembangunan Gedung Utama Kantor Kecamatan Gedebage dan Pendopo,Tahun Anggaran 2009. Lingkup Pekerjaan, meliputi : • Pembangunan Kantor Kecamatan Gedebage • Pembangunan Pendopo 1.2 Lokasi Pekerjaan Lokasi Pekerjaan yang dimaksud pada item 1.1 pasal ini adalah di jalan Raya Gedebage Kota Bandung.

1.3

Lingkup Pekerjaan Pemborongan Lingkup pekerjaan adalah pembangunan sesuai dengan item 1.1 pasal ini di jalan Raya Gedebage Kota Bandung dengan pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh pemborong termasuk pula pengadaan tenaga kerja, bahan – bahan, alat – alat dan segala keperluan yang berhubungan dengan pekerjaan pembangunan yang akan dilaksanakan. Hal ini meliputi : Pekerjaan Persiapan Pekerjaan Tanah dan Pondasi Pekerjaan Struktur Pekerjaan Arsitektur Pekerjaan Mekanikal Elektrikal

BAB - VI

Halaman 1 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Pasal 2 Penjelasan RKS dan Gambar 2.1. Kontraktor wajib meneliti semua gambar serta Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) termasuk tambahan dan perubahannya yang dicantumkan dalam Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwizjing). 2.2. Bila gambar tidak sesuai dengan RKS, yang berlaku adalah RKS dan setelah disetujui konsultan pengawas. 2.3. Ukuran a. Pada dasarnya ukuran utama yang tertera dalam gambar kerja dan gambar pelengkap meliputi : As Luar Luar b. As Luar Dalam Dalam

Dalam -

Ukuran-ukuran yang digunakan semuanya dinyatakan dalam m (meter), cm (centi meter) kecuali ukuran-ukuran untuk baja yang dinyatakan dalam inci atau mm (mili meter).

c.

Mengingat masalah ukuran ini sangat penting, maka kontraktor wajib meneliti terlebih dahulu Ukuran-ukuran yang tercantum dalam gambar arsitektur maupun gambar-gambar kerja lainnya yang dimuat dalam dokumen lelang/kontrak, terutama untuk peil, ketinggian, lebar, ketebalan, luas penampang dan lain-lain.

d.

Kontraktor tidak dibenarkan merubah atau mengganti Ukuran-ukuran yang tercantum di dalam gambar pelaksanaan tanpa sepengetahuan direksi. Segala akibat yang terjadi adalah tanggung jawab kontraktor dari segi waktu maupun biaya.

e.

Khusus ukuran-ukuran dalam gambar arsitektur, pada dasarnya adalah gambar jadi seperti dalam keadaan selesai.

2.4. Perbedaan Gambar a. Bila suatu gambar tidak cocok dengan gambar yang lain dalam satu disiplin kerja, gambar yang mempunyai skala lebih besar yang berlaku.

BAB - VI

Halaman 2 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
b. Bila ada perbedaan antara gambar arsitektur dengan sipil/struktur yang berlaku adalah gambar kerja struktur mengingat gambar struktur telah dilaksanakan terlebih dahulu. c. Bila ada perbedaan antara gambar arsitektur dengan sanitasi elektrikal/listrik/mekanikal yang dipakai sebagai pegangan adalah ukuran fungsional dalam gambar kerja arsitektur. d. Bila perbedaan-perbedaan ini menimbulkan keragu-raguan sehingga dalam pelaksanaan akan menimbulkan kesalahan, kontraktor wajib menanyakan kepada konsultan pengawas/pengelola proyek, dan kontraktor harus mengikuti keputusan tersebut. 2.5. Istilah a. AR : Arsitektur. Mencakup hal-hal yang berhubungan dengan perencanaan bangunan secara menyeluruh dari semua disiplin kerja yang ada baik teknis maupun estetika. b. SR : Struktur. Mencakup hal-hal yang berhubungan dengan perhitungan konstruksi, bahan konstruksi utama dan spesifikasinya, serta dimensionering beton struktur. c. d. M/E : Mekanikal/Elektrikal Mencakup hal-hal yang berhubungan dengan daya listrik, sistem distribusi. PL : Plumbing. Mencakup hal-hal yang berhubungan dengan serta sistem instalasi air bersih dan kotor.

BAB - VI

Halaman 3 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Pasal 3 Standar Rujukan 3.1 Semua pekerjaan yang akan dilaksanakan harus mengikuti pekerjaan, antara lain : a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. NI-2 (PBI-1991) PUBI-1992 NI-4 NI-5 PKKI NI-8 NI-10 PPI-1979 PUIL-1977 SNI 3976 SNI 3449 SNI 2834 : Peraturan Beton Indonesia (1991) : Peraturan Bahan Bangunan di Indonesia : Persyaratan cat Indonesia : Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia : Peraturan semen Portland Indonesia : Bata Merah sebagai Bahan Bangunan : Pedoman Plumbing Indonesia : Peraturan Umum Instalasi Listrik : Standar Tatacara Pengadukan dan Pengecoran Beton : Tatacara Pembuatan Campuran Beton Ringan dgn Agregat Ringan. : Standar Tatacara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal 3.2. Jika tidak terdapat dalam peraturan, standar dan normalisasi tersebut di atas maka berlaku peraturan, standar dan normalisai internasional atau dari negara asal produsen bahan/material yang bersangkutan. Normalisasi Indonesia,

Standar Konstruksi Indonesia dan peraturan nasional lainnya yang berhubungan dengan

NI-3 PMI PUBB 1970 : Peraturan Umum Bahan Bangunan di Indonesia

BAB - VI

Halaman 4 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Pasal 4 Tanggung Jawab Kontraktor 4.1. Kontraktor harus bertanggung jawab penuh atas semua hasil pekerjaan sesuai dengan kontrak yang telah ditandatangani. 4.2. Kehadiran direksi selaku wakil dari pemberi tugas untuk melihat, mengawasi, menegur atau memberi nasihat tidak mengurangi tanggung jawab penu tersebut di atas. 4.3. Kontraktor harus bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan yang timbul akibat

pelaksanaan pekerjaan. Oleh karena itu, kontraktor berkewajiban memperbaiki kerusakan tersebut dengan biaya kontraktor sendiri. 4.4. Bilamana terjadi gangguan yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan, kontraktor wajib memberikan saran-saran perbaikan kepada pemberi tugas melalui direksi. Apabila hal ini tidak dilakukan, kontraktor bertanggung jawab atas kerusakan yang timbul. 4.5. Kontraktor bertanggung jawab menanggung biaya yang timbul akibat kelalaian

kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan. 4.6. Kontraktor harus menjaga keamanan baik material, barang milik proyek, direksi, pihak ketiga yang ada di lapangan maupun bangunan yang dilaksanakannya sampai tahap serah terima. Apabila terjadi kehilangan atas semua itu, kontraktor harus bertanggung jawab, dan tidak akan diperhitungkan dalam biaya pekerjaan tambah. 4.7. Kontraktor bertanggung jawab atas keselamatan tenaga kerja yang dikerahkan dalam pelaksanaan pekerjaan. 4.8. Kontraktor bertanggung jawab bila terjadi kebakaran, dan menanggung segala

akibatnya baik yang berupa barang maupun keselamatan jiwa. 4.9. Apabila pekerjaan telah selesai, kontraktor bertanggung jawab atas biaya pengangkutan bahan bongkaran dan sisa bahan bangunan yang sudah tidak dipergunakan lagi keluar lokasi pekerjaan.

BAB - VI

Halaman 5 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Pasal 5 Kuasa Kontraktor di Lapangan 5.1. Kontraktor harus bertanggung jawab penuh atas semua hasil pekerjaan sesuai dengan kontrak yang telah ditandatangani. 5.2. Kehadiran direksi selaku wakil dari pemberi tugas untuk melihat, mengawasi, menegur atau memberi nasihat tidak mengurangi tanggung jawab penuh tersebut di atas. 5.3. Kontraktor harus bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan yang timbul akibat

pelaksanaan pekerjaan. Oleh karena itu, kontraktor berkewajiban memperbaiki kerusakan tersebut dengan biaya kontraktor sendiri. 5.4. Bilamana terjadi gangguan yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan, kontraktor wajib memberikan saran-saran perbaikan kepada pemberi tugas melalui direksi. Apabila hal ini tidak dilakukan, kontraktor bertanggung jawab atas kerusakan yang timbul. 5.5. Kontraktor bertanggung jawab menanggung biaya yang timbul akibat kelalaian kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan.

BAB - VI

Halaman 6 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Pasal 6 SITUASI 6.1. Hal mana pembangunan akan diserahkan kepada pelaksana sebagaimana adanya pada waktu rapat penjelasan, untuk itu para calon pemborong wajib meneliti situasi medan terutama kondisi tanah bangunan, sifat dan luasnya pekerjaan dan hal lain yang berpengaruh terhadap harga penawaran. 6.2. Kelalaian dan kekurang telitian dalam hal ini tidak dapat dijadikan alasan untuk klaim dikemudian hari. 6.3. Dalam rapat penjelasan akan ditunjukan dimana pembangunan akan dilaksanakan.

BAB - VI

Halaman 7 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Pasal 7 PEKERJAAN PERSIAPAN TAPAK Pekerjaan persiapan tapak meliputi : 7.1. Pembersihan lahan daerah pembangunan, dengan penebangan semak–semak/alang– alang, rumput, tanah humus (top soil) 15 – 20 cm berikut pembuangannya. Menebang pohon jika ada, termasuk mencabut akarnya serta membuang ketempat sesuai petunjuk Direksi. 7.2. Penggalian / cut dan pengurugan tapak, termasuk mendatangkan tanah dari luar site atau membuang tanah keluar site. 7.3. Pembuatan jalan masuk sementara untuk lalu lintas orang dan bahan. Perletakan jalan masuk sementara, diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu lalu lintas kerja. 7.4. Pembuatan saluran pembuangan sementara untuk menjaga agar areal pekerjaan selalu dalam keadaan kering. 7.5. Pengadaan air untuk keperluan pekerja dan pekerjaan, kualitas air harus baik dan memenuhi persyaratan kerekatan. Pengadaan listrik kerja dan pembuatan tempat pembuangan air kotor sementara.

BAB - VI

Halaman 8 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Pasal 8 PEKERJAAN PERSIAPAN BANGUNAN 8.1. Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan persiapan meliputi : − − − − − − Papan Nama Proyek Mobilisasi dan demobilisasi Direksi Keet dan Gudang Bahan (Los Kerja) Air dan Listrik Kerja Biaya Administrasi, Dokumentasi dan Perizinan Pasang Bouwplank

8.2. Semua ukuran yang tercantum dalam rencana ini dinyatakan dalam cm dan inc. 8.3. Permukaan atas lantai ubin (P ± 0.00) adalah ; ± 80 cm dan tanah sekitarnya / tanah rencana, kecuali ditetapkan lain pada waktu rapat penjelasan. 8.4. Ukuran penduga dibuat dari besi pipa atau kayu terentang 5/7 cm x 3 m yang diketam, rata semua sisinya, kemudian sebagian ditanam dalam tanah asli sedalam 1 m1 dan di cor beton ukuran penduga tersebut merupakan titik pikat tetap yang harus dibuat pemborong pelaksanaan. 8.5. Ketentuan letak bangunan diukur di bawah pengawasan Direksi dengan patok–patok yang dipancang dan papan bouwplank yang diketam pada sisinya. Pemborong harus menyediakan paling sedikit 3 (tiga) orang pembantu yang paham dalam pengukuran, penyipat datar, penunjuk / prisma silang, tali busur dan lainnya yang diperlukan. 8.6. Pekerjaan papan Bouwplank a. Semua papan bouwplank menggunakan kayu Borneo Super, diserut rata dan terpasang waterpass dengan peil ± 0.00. b. Jarak papan bouwplank minimal 1.5 m dari garis bangunan terluar untuk mencegah kelongsoran terhadap galian tanah pondasi. di bawah pengamatan Direksi Lapangan yang dipelihara selama

BAB - VI

Halaman 9 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
c. Patok – patok harus dipancang sedemikian rupa sehingga kedudukannya benar – benar stabil (tidak goyang). Tanda – tanda sumbu / As (dinding dan pondasi struktur), harus ditentukan secara teliti dan dibuat dengan jelas. Jenis kayu yang digunakan untuk keperluan ini adalah jenis kayu kelas II yang lurus dan kering. d. Ukuran – ukuran patok lainnya, harus dilaksanakan sesuai dengan ukuran yang tercantum pada gambar kerja. Apabila terdapat perbedaan atau keraguan pada gambar, maka Pemborong harus melaporkannya secara tertulis kepada Direksi supaya dapat memberikan suatu keputusan. e. Setelah pekerjaan papan bouwplank selesai. Pemborong wajib memintakan pemeriksaan dan persetujuan tertulis dari Direksi. 8.7. Pembuatan Direksi Keet (Kantor Direksi) Luas yang dibutuhkan adalah ± 12 m2, dengan menggunakan bahan-bahan sebagai berikut : a. b. c. d. a. b. c. Rangka bangunan dari kayu Borneo Super Dinding dari bahan tripleks 4 mm Lantai bangunan diplester Atap dari bahan seng gelombang BJLS 30 Bangunan / ruangan tidak bocor Cukup penerangan / ventilasi Pintu / jendela dapat dikunci

Hal – hal yang harus diperhatikan dalam pembuatannya antara lain :

Untuk kelengkapan direksikeet yang dipakai proyek ini pemborong harus menyediakan perlengkapan–perlengkapan direksi seperti : meja kerja dan kursi, tempat untuk menempelkan gambar–gambar dan lain – lain yang diperlukan.

BAB - VI

Halaman 10 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Pasal 9 PEKERJAAN TANAH 9.1 Lingkup pekerjaan ini meliputi : a. Pembongkaran dan penebangan pohon / semak dan pemindahan barang – barang yang merintangi pekerjaan. b. Urugan Tanah Areal Bangunan ± 50 cm2 c. Urugan Tanah Peninggian Feil ± 20 cm2 dari setelah pengurugan utk feil bangunan d. Urugan Tanah Peninggian Feil ± 10 cm2 dari setelah pengurugan utk feil selasar bangunan e. Pemadatan tanah urugan dan pada setiap lapisan timbunan f. Galian Tanah untuk Pondasi Batu Kali dan Pondasi Telapak 9.2 Pembongkaran dan Pembersihan Pembersihan lapangan pekerjaan dilakukan dengan membuang rumput / tanah humus / top soil 20 cm, sampah atau bahan lainnya yang mengganggu, menebang pohon dan mencabut akarnya serta membuang sesuai petunjuk. 9.3 Pekerjaan Galian a. Galian tanah harus sesuai dengan ukuran dalam gambar atau sampai tanah yang dianggap cukup menahan beban bangunan. Apabila diperlukan untuk mendapatkan daya dukung yang baik, dasar galian harus dipadatkan / ditumbuk. b. c. Jika galian melampaui batas kedalaman, pemborong harus menimbun kembali dan dipadatkan sampai kepadatan maksimum. Hasil galian yang dapat dipakai untuk penimbunan harus diangkat langsung ketempat yang direncanakan, atau tempat sementara yang disetujui oleh Direksi. 9.4 Pekerjaan Urugan/Timbunan dan Pemadatan a. b. Pengurugan tanah setinggi 50 cm dari permukaan jalan. Tanah yang dipergunakan untuk pengurugan harus dari tanah yang baik dan memenuhi syarat teknis, bebas dari akar, bahan – bahan organis, barang bekas / sampah dan terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan Direksi dan jika di ijinkan dapat digunakan tanah bekas galian.

BAB - VI

Halaman 11 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
c. d. Tanah bekas galian harus ditimbun sedemikian rupa, sehingga tidak mengganggu bouwplank dan lobang pondasi. Urugan tanah peninggian lantai, harus dilaksanakan sesuai dengan gambar kerja. Ukuran yang tercantum dalam gambar kerja adalah ukuran tanah urugan dalam keadaan padat. Untuk urugan tanah peninggian lantai dengan tinggi ukuran lebih dari 20 cm, maka pemadatan harus dilakukan lapis demi lapis dimana tebal setiap lapisan adalah 20 cm (maksimal).Pemadatan tanah peninggian lantai, harus menggunakan stamper . e. Urugan pasir dilaksanakan pada bagian – bagian : di bawah lantai, di bawah saluran air hujan / grevel, serta tempat – tempat lain seperti ditunjukan pada gambar. Lapisan pasir urug, harus dipadatkan dengan cara ditimbris setelah terlebih dahulu disiram air secara merata, sehingga urugan pasir tersebut benar – benar padat. 9.5 Pek. Urugan Tanah Peninggian Lantai Pekerjaan Urugan Tanah Peninggian Lantai Bangunan yaitu setinggi 30 cm dari permukaan tanah setelah pengurugan setinggi 50 cm (30 cm dari permukaan jalan dalam site). 9.6 Harga Satuan Harga satuan yang tercantum dalam penawaran harus sudah mencakup semua biaya : Pekerja–pekerja, pembersihan, penimbunan/pemadatan dan pembuangan hasil galian.

BAB - VI

Halaman 12 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Pasal 10 PEKERJAAN PONDASI

10.1

LINGKUP PEKERJAAN Lingkup Pekerjaan Pondasi ini meliputi : − − − − − − − − − − Urugan Pasir di Bawah Pondasi Batu Kali t = 5 cm Urugan Pasir di Bawah Pondasi Telapak t = 5 cm Pondasi Aanstamping Batu Kali t = 15 cm Pondasi Batu Kali 1 : 3 Pondasi Batu Kali 1 : 5 Pek. Lantai Kerja di bawah Pondasi Telapak t = 5 cm (campuran 1:3:5) Pondasi Telapak 60x60x20 cm P1 Pondasi Telapak 80x80x20 cm P2 Sloof Beton 15/20 Beton K-175 Sloof Beton 20/25 Beton K-175

10.2

PEKERJAAN PONDASI BATU KALI setempat batu kali yang terdiri dari : a. b. c. Alas pondasi : dilaksanakan dengan urugan pasir yang dipadatkan, ditimbris setebal 5 cm. Lantai kerja : aanstamping adalah pasangan batu belah kosong, berdiri tegak setinggi 15 cm, ditimbris pasir atau batu pecah hingga kokoh. Pasangan batu kali : Material batu kali / batu belah harus keras, bermutu baik dan tidak poreus, batu kapur, batu berpenampang bulat, berpori besar dan terbungkus lumpur tidak diperkenankan untuk dipakai. - Adukan yang digunakan untuk pasangan pondasi adalah 1 pc : 5 ps, untuk bagian atas pondasi ± 30 cm dari pondasi teratas (pasangan trasram dengan adukan 1 pc : 3 ps). - Air yang dipakai harus bersih, tawar dan bebas dari bahan kimiawi yang dapat merusak pondasi, asam alkali atau bahan organik.

10.2.1 Pondasi bangunan yang dipakai diantaranya pondasi lajur batu kali dan pondasi

BAB - VI

Halaman 13 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
- Pasir pasang harus bersih, tajam dan bebas lumpur, tanah liat, kotoran organik dan bahan kimia yang dapat merusak pondasi. 10.2.2 Penggalian pondasi dilakukan dengan terlebih dahulu menetapkan lay out, titik as pondasi lebar dan kedalaman pondasi sesuai dengan gambar dan disetujui Direksi. 10.2.3 Pemasangan turap batu kali lereng tanah dan tangga terlebih dahulu diratakan atau dikupas sesuai dengan peil kemiringan. 10.2.4 Pemborong harus memperhatikan adanya stek tulangan kolom, stek tulangan sloof ke pondasi dan sparing pipa plumbing yang menembus pondasi. 10.2.5 Pemeriksaan tiap galian pondasi dilaksanakan terhadap kebenaran penempatannya, kedalaman, besaran lebar, letak dan kondisi dasar galian. Sebelum pemasangan pondasi dimulai, pemborong harus mendapat ijin dari Direksi mengenai hal tersebut secara tertulis.

10.3

PEKERJAAN PONDASI SETEMPAT Yang dimaksud dengan pekerjaan pengeboran pondasi telapak/Plat ini meliputi dan tidak terbatas dari seluruh detail yang ditunjukkan dalam gambar. Prinsip pembuatan penggalian Plat, adalah membuat lubang dari permukaan ke dalam tanah, dengan alat, memasukkan besi tulangan (steel cage) lalu diikuti dengan pengecoran dimulai dari dasar lubang sampai ketinggian tertentu (yang ditetapkan).

10.3.1 Lingkup Pekerjaan

10.3.2 Persyaratan Pelaksanaan Penggalian dilakukan tepat pada patok-patok/titik-titik yang ditentukan di lapangan dan memulai pelaksanaan harus mendapat persetujuan dari pengawas untuk selanjutnya. Setelah semua persiapan dan penemapatan posisi dinyatakan baik oleh pengawas, maka penggalian bisa di mulai, sampai diteruskan pada kedalaman yang telah ditetapkan.

BAB - VI

Halaman 14 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Pelaksanaan penggalian dilakukan secara terus menerus untuk setiap lubang pondasi Plat, kedalam penggalian harus mencapai lapisan pendukung tanah yang telah ditentukan, atau sesuai dengan instruksi dari pengawas lapangan. Lubang penggalian yang dibuat harus sesuai ukuran dan tegak lurus dari tanah datar/horizontal. Toleransi ukuran diameter lubang pondasi Plat tidak boleh kurang dari yang tercantum dalam gambar, pergeseran yang diizinkan tidak lebih dari 5 cm untuk kedua arah. Selama penggalian pondasi Plat, kontraktor harus mengadakan pengambilan contoh tanah, pada kedalaman terakhir dari 1 titik lubang galian yang akan ditentukan oleh pengawas. Kontraktor harus menjaga agar dinding dari lubang penggalian tidak terjadi kelongsoran, selama pekerjaan berlangsung, misalnya dengan penanaman casing sedalam tanah yang dianggap rawan atau dengan cara lain sehingga pekerjaan tetap lancar. Pemasukan casing dipasang setelah penggalian mencapai kedalaman 3 s/d 4 m, pekerjaan ini dilakukan berulang-ulang sampai casing mencapai elevasi yang ditentukan dan lubang mencapai kedalaman yang ditetapkan. Pengangkutan tanah dilakukan terus menerus dan perlahan lahan sehingga tidak terjadi longsoran tanah galian. Pembersihan dasar galian dari genangan air dilakukan dengan melakukan pengisapan oleh mesin hisap sehingga sedimensedimen tanah atau lumpur masuk kedalam pipa hisap, kemudian dibuang, proses ini dilakukan 3-5 kali, sampai dasar lubang dinyatakan bersih oleh pengawas dan siap dilakukan pemasangan baja tulangan. 10.3.3 Pelaksanaan Pengecoran Pengecoran lubang pondasi Plat, setelah baja tulangan terpasang sedemikian rupa dan telah dilakukan pemeriksaan oleh konsultan pengawas Beton dituangkan kedalam lubang galian sampai pada ketinggian dan ketebalan dasar pondasi Plat tertentu, dan pekerjaan pembuatan dasar Plat terbentuk diatas dinyatakan selesai.

BAB - VI

Halaman 15 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Lain-lain yang harus diperhatikan, bilamana dalam saat pengecoran tanahnya longsor maka lubang harus dipasang casing penahan longsoran. Setelah terbentuk dasar pondasi Plat, maka pemasangan tiang pondasi bias dilanjutkan setelah ada pemeriksaan oleh konsultan pengawas. 10.4 Pekerjaan Urugan Pasir di bawah Pondasi Batu Kali dan Pondasi Telapak Pasir yang digunakan harus berkualitas baik, tidak mengandung lumpur. Tebal urugan pasir, baik di bawah pondasi batu kali maupun di bawah pondasi telapak yaitu setebal 5 cm. 10.5 Pekerjaan Sloof Beton Dimensi Sloof yang digunakan yaitu 15/20 cm dan 20/25 cm. (Persyaratan bahan dapat dilihat pada Pasal 11 “Pek. Beton”).

BAB - VI

Halaman 16 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Pasal 11 PEKERJAAN BETON BERTULANG DAN TIDAK BERTULANG 11.1 Yang termasuk lingkup pekerjaan ini, meliputi : a. Pekerjaan beton bertulang terdiri dari : • b. Kolom Struktur dan Kolom Praktis, Balok Struktur, Balok Listplank, Balok Anak, dan Plat Lantai Dak. Pekerjaan beton tidak bertulang terdiri dari : • • Neut – neut bawah kusen setingi 10 cm. Rabat untuk seluruh bangunan dan keliling bangunan, kansteen dan segala sesuatu yang nyata termasuk dalam pekerjaan ini sesuai dengan gambar. No 1. Lokasi Kantor Kecamatan Lingkup Pekerjaan dan Dimensi Kolom Kolom Balok Ring Praktis Selasar Konsol Balk RB1=15x 20cm 12x12cm 20x20cm 15x20cm RB2=20x 25 15x20cm

Kolom Struktur -K1=20x25cm -K2=20x25cm -Kolom Menara=15x25 -Kolom Entrance=15x15 40x40cm

Plat Dak

T=10cm

2.

Pendopo

-

-

-

-

11.2 Semua pekerjaan beton harus mengikuti persyaratan ketentuan yang tercantum pada : a. b. c. Tata cara perhitungan struktur beton untuk bangunan gedung SKSNI T-15-1991-03. PUBB NI-3 tahun 1970, NI-8 tahun 1964. PBI NI-2 tahun 1971 terutama mengenai : 1. 2. 3. Syarat – syarat bahan untuk semua pekerjaan beton (PBI 1971, NI-2, Bagian II bab 3 Pasal 3.1 sampai dengan Pasal 3.9). Syarat – syarat pelaksanaan pekerjaan beton (PBI 1971, NI-2, Bagian II bab 4-5-6 seluruh pasal). Syarat – syarat pekerjaan tulangan NI-2 (PBI-1991), Bagian IV bab 8 seluruh pasal).

BAB - VI

Halaman 17 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
11.3 Persyaratan beton : a. Untuk beton bertulang yang bersifat struktur mutu beton yang digunakan K-225 dimana beton harus mempunyai kekuatan tekan karakteristik sebesar 225 kg/cm2 (minimal). b. Untuk mutu beton yang bersifat praktis, mutu beton yang digunakan K-175 dimana beton harus mempunyai kekuatan tekan karakteristik sebesar 175 kg/cm2 (minimal) dengan campuran beton yang disyaratkan adalah 1 pc : 2 ps : 3 kr. c. Untuk beton yang tidak bertulang, adukan dibuat dengan campuran : • Untuk Balok lintel dan kolom praktis campuran yang digunakan K-175 adalah 1 pc : 2 ps : 3 kr. • Untuk lantai kerja, rabat beton dan neut kusen, campuran yang digunakan adalah beton 1 pc : 3 ps : 5 kr. 11.4 Persyaratan bahan : a. Semen Semen yang digunakan terdiri dari satu jenis mutu dari yang baik dan disetujui oleh Direksi. Semen yang telah mengeras sebagian atau seluruhnya tidak diperkenankan untuk digunakan. Untuk menghindari terjadinya hal tersebut di atas. Pemborong harus memperhatikan syarat – syarat penyimpanan semen yang baik. b. Pasir Beton Pasir beton harus terdir dari pasir dengan butiran yang bersih dan bebas dari bahan organis, lumpur dan sebagainya, sesuai dengan persyaratan yang tercantum di dalam NI-2 (PBI-1991) Koral / Kerikil Beton Koral / kerikil beton yang digunakan harus bersih dari segala macam kotoran serta mempunyai gradasi dan kekerasan sesuai dengan persyaratan yang tercantum di dalam NI-2 (PBI-1991) (ukuran 2/3 dan ½). c. Air Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan bebas dari bahan – bahan organis, minyak, garam alkalis, asam yang dapat merusak beton. Apabila diperlukan, Direksi dapat meminta kepada pemborong untuk memeriksakan air yang

BAB - VI

Halaman 18 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
akan digunakan ke Laboratorium pemeriksaan yang resmi dan syah atas biaya pemborong. d. Baja Tulangan
Mutu tulangan yang digunakan adalah U-24, yaitu tulangan dengan tegangan leleh karakteristik sebesar 2400 kg/cm2.

Tulangan yang akan digunakan harus bebas dari kotoran – kotoran (Lumpur, lemak dan karat). Kawat pengikat tulangan harus terbuat dari baja lunak dengan diameter minimum 1 mm yang telah dipijarkan terlebih dahulu dan tidak bersepuh seng. Kualitas tulangan yang digunakan adalah sekualitas keluaran pabrik baja Krakatau Steel atau BD. 11.5 Bekisting : a. Bahan – bahan yang akan digunakan, harus memenuhi ketentuan / persyaratan yang tercantum di dalam NI-2 (PBI-1991), tebal papan kayu / kayu lapis yang digunakan, 0.9 cm dengan balok – balok penyangga berukuran 5/7 dan atau dia. 8 cm, kayu yang digunakan adalah jenis KAYU KELAS II yang keras. b. c. d. Untuk pekerjaan bekisting yang sifatnya expose digunakan kayu lapis 9 mm dan diperkuat dengan rangka kayu borneo kelas II. Untuk pekerjaan sloof, kolom praktis dan balok praktis, bekisting menggunakan papan cor sekelas kayu alba / meranti. Pasangan bekisting harus rapih, cukup kuat dan kaku untuk menahan getaran dan kejutan gaya yang dikirim tanpa berubah bentuk kerapihan dan ketelitian pemasangan bekisting harus diperhatikan agar setelah bekisting dibongkar memberikan bidang yang rata. e. f. Pembongkaran bekisting dapat dilakukan setelah beton mengalami periode pengerasan sesuai dengan persyaratan di dalam NI-2 (PBI-1991) Semua pekerjaan lainnya yang berhubungan dan lain – lain harus sudah dipersiapkan.

BAB - VI

Halaman 19 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
11.6 Adukan : a. Adukan untuk beton bertulang menggunakan perbandingan volume berdasarkan mutu beton K-175 dengan campuran 1 pc : 2 ps : 3 kr sesuai dengan ketentuan rapat. b. Adukan beton tidak bertulang digunakan perbandingan 1 ps : 3 ps : 5 kr, penggunaan rabat beton dengan ketebalan 5 cm. 11.7 Persyaratan Pelaksanaan Pekerjaan : a. Pembengkokan, pemotongan dan penempatan tulangan harus sesuai dengan gambar kerja dan mengikuti persyaratan yang tercantum di dalam NI-2 (PBI-1991) (Bab 4 pasal 3-4-5). b. Semua tulangan harus dipasang pada posisi yang tepat, sehinga tidak berubah dan bergeser pada waktu adukan digetarkan. Penyetelan besi tulangan harus diperhitungkan dengan tebal selimut beton terhadap ukuran yang ditentukan. Penampang minimal tulangan adalah 4,52 cm2. Hubungan sloof dan pondasi batu kali dan kolom dengan dinding harus dipasang besi anker (stek) setiap jarak 1 m. c. Pengecoran beton baru dapat dilakukan setelah : • Direksi Pengawas Lapangan selesai memeriksa dan menyetujui acuan / bekisting yang dibuat. • Direksi / Pengawas Lapangan selesai memeriksa dan menyetujui pembesian yang akan dicor. • Direksi / Pengawas Lapangan telah menerima hasil CAMPURAN BETON untuk pengecoran. • Pengadukan Beton harus menggunakan Beton Molen dan paling sedikit harus ada 2 (dua) buah Beton Molen dengan kondisi baik di tempat pekerjaan untuk menjamin kontinuitas pengecoran. d. Khusus untuk beton struktur (K-225) Pemborong harus membuat benda – benda uji berupa kubus – kubus beton (15x15x15) cm, yang pembuatannya harus disaksikan oleh Direksi / Pengawas Lapangan. Benda – benda uji tersebut harus diberi tanda

BAB - VI

Halaman 20 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
(tanggal pembuatan dan bagian konstruksi) untuk kemudian diperiksakan ke Laboratorium konstruksi beton milik Pemerintah atau yang ditunjuk oleh Direksi atas biaya pemborong. Jumlah benda uji yang harus dibuat, sesuai dengan ketentuan di dalam PBI 1971 (Bab 4 Pasal 5-6-7) dengan jumlah minimal 3 buah atau lebih untuk tiap pengecoran 5 m3. e. Pemadatan beton struktur dilakukan dengan menggunakan alat penggetar (vibrator) dengan kondisi baik. f. Pekerjaan yang tidak sesuai dengan ketentuan ini, harus dibongkar dan diperbaiki atas biaya Pemborong. Konsultan Pengawas berhak memerintahkan pembongkaran guna perbaikan atas biaya Pemborong.

BAB - VI

Halaman 21 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Pasal 12 PEKERJAAN STRUKTUR ATAP 12.1 Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi pengangkutan, pengadaan bahan, tenaga, peralatan, dan perlengkapannya sesuai dengan gambar kerja. Lingkup tersebut meliputi : − − − − − − − − − − − − − − Rangka Atap Kuda-Kuda Baja Ringan (untuk Kantor Kecamatan) Pek. Penutup Atap Genteng Metal, Sek. “Multiroof” (untuk Kantor Kecamatan) Pek. Bubungan Atap Metal, Sek. “Multiroof” (untuk Kantor Kecamatan) Pas. Listplank 3/20 cm, GRC (untuk Kantor Kecamatan) Pas. Talang Jurei Seng BJLS 30 Pas. Talang dak Tegak PVC Ø 2.5” Pek. Kuda-kuda Kayu, Kayu Borneo super 8/15 (untuk Pendopo) Pas. Gording, Ikatan Angin dan Balok Gapit, Kayu Borneo Super 8/12 (untuk Pendopo) Papan Ruiter 2/20 Kayu Borneo Super (untuk Pendopo) Pas. Rangka Atap Kayu Borneo Super (untuk Pendopo) Pas. Penutup Atap Genteng “Palentong” Ex. Jatiwangi (untuk Pendopo) Pas. Genteng Bubung Palentong Ex. Jatiwangi (untuk Pendopo) Pas. Listplank 3/20 Kayu Borneo Super (untuk Pendopo) Pek. Sulignem Rangka Atap (untuk Pendopo)

12.2 Prosedur Umum a. Contoh dan brosur bahan-bahan yang akan digunakan harus diserahkan terlebih dahulu kepada pengawas lapangan untuk diperiksa dan disetujui sebelum pengadaan bahan-bahan ke lokasi proyek. b. Sebelum pelaksanaan dimulai, kontraktor harus membuat dan menyerahkan gambar detail yang mencakup ukuran-ukuran, cara pemasangan, dan detail lainnya kepada pengawas lapangan untuk diperiksa dan disetujui. c. Bahan-bahan harus dikirimkan ke lokasi proyek dalam keadaan utuh, baru, dan tidak rusak serta dilengkapi tanda pengenal yang jelas.

BAB - VI

Halaman 22 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Bahan-bahan harus disimpan di tempat yang kering dan terlindung dari segala kerusakan. d. Semua bahan yang tercantum dalam spesifikasi ini harus seluruhnya dalam keadaan baru, berkualitas baik, serta telah disetujui pengawas lapangan. 12.3 Persyaratan Bahan 12.3.1 Rangka Atap Kuda-kuda Baja Ringan, Sek. SNI atau ISO (untuk Kantor Kecamatan) • ELEMEN KUDA-KUDA (termasuk RENG dan MURPLAT) Properti Mekanis Baja (Steel Mechanical Properties): Mutu Baja (Steel Grade) Tegangan Leleh Minimum (Minimum Yield Strength) Tegangan Tarik Ultimate (Ultimate Tensile Strength) Modulus Elastisitas Modulus Geser : G550 : 550 MPa : 550 MPa : 2 x 105 MPa : 8x 104 MPa

• ALAT PENYAMBUNG Alat penyambung antar elemen kuda-kuda yang digunakan untuk fabrikasi dan instalasi adalah "sekrup menakik sendiri" (self driffing screw) dengan spesifikasi sebagai berikut: Kelas Ketahanan Potosi Minimum (Minimum Corrosion Rating) Kuat Geser Tunggal (Single Shear Strength) Knot Tarik Aksial (Axial Tensile Strength) Kuat Torsi (Torsional Strength) • LAPISAN ANTI KARAT Lapisan anti karat yang dipakai yaitu Zinc (Galvanis) tidak kurang dari 180 gram/m2 (Z 180). : Class 2 zinc-plated : 5.1 kN : 8.6 kN : 6.9 kN

• Sistem Pengaku / Bracing dan Murplat (Top Plate) Batang Pengaku / bracing yang harus dipasang terdiri dari: − − Bottom Chord Bracing, pengaku pada batang bawah Lateral Tie, pengaku batang (web) tekan

BAB - VI

Halaman 23 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
− − Diagonal Web Bracing (ikatan angin), untuk meneruskan gaya dari lateral tie Top Chord Bracing, pengaku batang atas, biasanya berupa reng

12.3.2 Genteng Metal, Sek. “Multiroof” (untuk Kantor Kecamatan) a. Bahan penutup atap ini harus mulus, tidak rusak, tergores permukaannya, atau cacat lainnya. Penyediaan bahan ini harus lengkap dengan penutup nok flashing arah memanjang dan melintang/listplank tepi, kaitan untuk gording baja profil, sekrup dengan hak, sealant, dan aksesoris lainnya sesuai dengan spesifikasi pabrik pembuat. Adapun spesifikasinya adalah ∼ Tipe /Merk ∼ Bahan ∼ Mutu ∼ Warna : Sek. “Multiroof” : Metal, permukaan berpasir : terbaik : ditentukan kemudian

b. Kontraktor harus menyerahkan contoh semua bahan kepada konsultan pengawas untuk mendapatkan persetujuan pemasangan.

12.3.3 Kuda-kuda Kayu, Kayu Borneo Super (untuk Pendopo) No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Uraian Pekerjaan Gording, Ikatan Angin Balok Gapit Kuda-Kuda Rangka Atap Papan Ruiter Listplank Jenis Kayu Borneo Super Borneo Super Borneo Super Borneo Super Borneo Super Borneo Super 2/20 3/20 Dimensi 8/12 2x6/12 & 5/10 8/15

(Persyaratan lebih jelas tercantum dalam pasal 16 Pek. Kayu)

12.3.4 Penutup Atap Genteng Palentong (untuk Pendopo) Genteng palentong ialah unsur bangunan yang dibuat dari campuran bahan keramik dan bahan pembantu lainnya yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat digunakan

BAB - VI

Halaman 24 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
untuk penutup atap. Jenis genteng yang digunakan dalam pekerjaan ini yaitu Genteng Palentong Ex. Jatiwangi.

Syarat Mutu 1) Pandangan luar genting harus mempunyai permukaan atas yang mulus, tidak terdapat retak atau cacat lainnya yang mempengaruhi sifat pemakaian dan bentuknya harus seragam bagi tiap jenis. 2) Tepi-tepinya tidak boleh mudah dirapihkan dengan tangan. 3) Setiap genteng harus bermerk (Merk Pabrik yang mengeluarkan) 4) Kekuatan lentur genteng-genteng mampu menahan beban lentur sesuai dengan table: Tingkat Mutu Beban lentur rata2 dari 10 genteng yang diuji/kg I II 150 80 Beban lentur masing2 genteng dalam kg 120 60

5) Daya serap air rata-rata 10 contoh uji tidak boleh lebih dari 10% berat. 6) Ketahanan terhadap perembesan air(Rapat Air) 7) Apabila contoh genteng diuji dengan cara standard maka pada setiap genteng tidak boleh terjadi tetesan air dari bagian bawahnya. 8) Dalam hal genteng menjadi basah tetapi tidak terdapat tetesan air, maka dinyatakan tahan terhadap perembesan air. Referensi : SII 0447-81 (Cara Uji Genting Beton).

12.3.5 Penutup Bubungan, Genteng Palentong Ex. Jatiwangi (untuk Pendopo) Bubungan genteng palentong ex jatiwangi. serta pertemuan-pertemuannya dipakai bubungan genteng

12.3.6 Pek. Listplank (untuk Pendopo) Listplank memakai kayu borneo super ukuran 3/20 cm. Difinishing dengan cat kayu Synthetic.

BAB - VI

Halaman 25 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
12.3.7 Pek. Listplank (untuk Kantor Kecamatan) Listplank memakai rangka besi hollow uk. 2 x 4 cm. Penutupnya memakai GRC, ukuran Listplank 3/20 cm dan difinishing dengan cat Sek. ICI Weathersield.

12.3.8 Pek. Sulignem (untuk Rangka Atap & elemen kayu lainnya di area atap Pendopo) Pekerjaan sulignem ini merupakan pekerjaan perlindungan rangka atap kayu yaitu sebagai anti rayap. Merk yang dipakai yaitu Residu.

12.4 Persyaratan Pelaksanaan 12.4.1 Cara pelaksanaan/pemasangan Kuda-kuda Baja Ringan • Persiapan Kuda-kuda baja Ringan dan gording harus sudah terpasang kokoh pada tempatnya sesuai dengan gambar kerja dan telah disetujui konsultan pengawas. • Pekerjaan pemasangan 1) Sebelum pemasangan, rangka listplank dan semua material harus disetujui konsultan pengawas. 2) Dalam pelaksanaan pekerjaan ini, kontraktor harus menempatkan tenaga ahli/supervisi dari pabrik pembuat. Biaya untuk hal ini ditanggung kontraktor. 3) Pemasangan dimulai dari sudut tepi bawah; diselesaikan dahulu satu baris ke arah atas, kemudian satu baris ke samping, selanjutnya ke arah atas dan seterusnya hingga atap tertutup semua. 4) Arah tumpang-tindih (overlap) ke samping yaitu lembaran atas menutup lembaran bawahnya sama dengan arah angin. 5) Selanjutnya sesuai dengan spesifikasi teknis dari pabrik pembuat. 6) Pembuatan dan pemasangan kuda-kuda dan bahan lain terkait harus dilaksanakan sesuai dengan gambar desain yang telah dihitung dengan komputer menggunakan software. 7) 8) Semua detail dan hubungan harus dipasang sesuai dengan gambar kerja. Seluruh kelengkapan atau barang dan pekerjaan lain yang diperlukan demi kesempurnaan pemasangan (walaupun tidak secara khusus diperlihatkan dalam gambar ataupun dipersyaratkan di RKS ini) harus diadakan/ disediakan / dikerjakan.

BAB - VI

Halaman 26 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
9) Pemasangan sekrup (baik saat perakitan kuda-kuda di workshop maupun instalasi akhir di lapangan) harus dilakukan dengan mesin screw driver yang dilengkapi dengan kontrol torsi agar tidak terjadi aus / overtightens 10) Pihak kontraktor bersedia menyiapkan semua struktur balok penopang dengan kondisi rata air (waterpas level) untuk dudukan kuda-kuda sesuai dengan desain sistem rangka atap yang telah disetujui 11) Pihak kontraktor memberi kesempatan kepada, pihak teknis dari baja ringan tersebut untuk ikut melakukan supervisi penyiapan struktur bangunan untuk peletakan kuda-kuda. 12) Pihak kontraktor harus menjamin kekuatan dan ketahanan semua struktur yang dipakai untuk tumpuan kuda-kuda berdasarkan spesifikasi desain dan pembebanan yang telah disepakati. 13) Struktur yang tidak direncanakan untuk dipakai sebagai tumpuan kuda-kuda tidak diperkenankan untuk ditambahkan dan / atau diubah sehingga pada saat pelaksanaannya struktur tersebut menyangga dan / atau menempel pada bagian dari kuda-kuda. 14) Pihak kontraktor tidak diperkenankan mengubah, menambah, mengurangi maupun melakukan pengganjalan pada kuda-kuda tanpa supervisi ataupun persetujuan dari pihak teknis produsen baja ringan tersebut. 15) Pihak kontraktor bersedia menyediakan 8 (delapan) buah Bahan penutup atap, agar pihak pelaksana/tukang baja ringan dapat memasang reng dengan jarak yang setepat mungkin. Penyediaan ini sudah dilakukan saat kuda-kuda tiba di lokasi proyek. 12.4.2 Cara pelaksanaan/pemasangan Kuda-kuda Kayu (untuk Pendopo) Harus diperhatikan bahwa kayu yang dipasang tidak bengkok atau baling, harus benarbenar lurus agar lapisan penutup atap tidak lendut atau bergelombang. Seluruh konstruksi dan spesifikasi lain yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan rangka atap agar mengikuti petunjuk/ketentuan dari pabrik yang mengeluarkan bahan penutup atap tersebut dan mengikuti petunjuk Pengawas, sehingga hasilnya dapat dijamin kebenarannya.

BAB - VI

Halaman 27 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
12.4.3 Cara pelaksanaan/pemasangan Penutup Atap Genteng Palentong (utk Pendopo) Pemasangggan genteng harus dipasang menurut keakhlian dan sedemikian rupa sehingga betul-betul tersusun rapih dalam segala arah, kaitan dan saling menutupnya harus cocok dan rapat. Teknik pemasangan dan penyelesaian detail-detail yang belum jelas dalam Gambar Rencana harus diikuti ketentuan dari pabrik genteng tersebut.

BAB - VI

Halaman 28 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Pasal 13 PEKERJAAN PASANGAN DINDING 13.1 Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan pasangan dinding ini, meliputi : a. b. c. d. e. f. g. h. i. Pasangan dinding Bata Merah Spesi 1:3 Pasangan dinding Bata Merah Spesi 1:5 Plesteran + acian bata Spesi 1:3 Plesteran + acian bata Spesi 1:5 Pasangan Angker (utk Ban) besi dia. 8 (utk Kantor Kecamatan) Finishing Acian Kolom dan Balok Expose Pek. Dinding Keramik 20/25 Sek. “Roman”, utk area Toilet (persyaratan pada Pasal 15 Pek. Lapisan Keramik). Pek. Dinding Keramik Pantry 20/25 cm Sek. “Roman” Pek. Lapisan Granit 40x40 cm Sek. “NIRO”, utk dinding aksentuasi pada kantor kecamatan dan aksentuasi pada dinding penutup kolom pendopo (persyaratan pada Pasal 15 Pek. Lapisan Keramik). j. Pek. Pasang Batu Andesit Tipe Alur

13.2 Persyaratan bahan : 13.2.1 Bahan Pasangan Bata Merah a. Bata merah bermutu baik, pembakaran sesempurna mungkin / merata bebas dari cacat dan retak, minimum telah menjadi 2 (dua) bagian, produk lokal dan telah memenuhi standard “Persyaratan bahan – bahan PUBB 1970”. b. c. Pasir dari kualitas baik, bersih dan bebas dari lumpur, bahan organis, batu–batuan harus diayak. Khusus untuk pekerjaan plesteran pasir harus dicuci terlebih dahulu. Semen yang dipakai Standard dan memenuhi persyaratan NI-8 type I menurut ASTM memenuhi S400 Standard Portland Cement. 13.2.2 Bahan Batu Andesit Alur Batu alam pelapis dinding yang digunakan yaitu batu andesit alur, dimensi tebal 2 cm, lebar 30 cm, dan panjang 60 cm. Peruntukannya yaitu pada dinding depan /dinding aksen Kantor Kecamatan dan Kolom Entrance.

BAB - VI

Halaman 29 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
13.3 Adukan dan Campuran : a. Adukan transram perbandingan 1 pc : 3 ps, dilaksanakan untuk : • • • Semua pasangan bata yang masuk ke dalam tanah. 20 cm di atas lantai pada semua dinding. Pasangan batu/bata sisi saluran, bak kontrol, serta tempat lain yang diperlukan sesuai gambar kerja. • Plesteran dinding bata yang masuk ke dalam tanah seluruhnya pasangan trasram, plint plesteran, aferking permukaan beton dan plesteran seluruh pasangan bata perbandingan 1 pc : 3 ps. • b. Plesteran topi turap (dinding penahan).

Adukan perbandingan 1 pc : 5 ps, dilaksanakan untuk : • Pasangan dinding batu/bata dan plesteran yang bukan trasram seperti yang tercantum di atas. • Adukan semen, digunakan siar benam batu kali.

13.4 Pelaksanaan Pekerjaan 13.4.1 Pekerjaan Pasangan Dinding Bata a. Pekerjaan pasangan dinding bata/batu kali harus terkontrol waterpass baik arah vertikal maupun horizontal setiap 8 baris bata harus dipasang anker besi dan kolom, Pelaksanaan pasangan dinding bata/batu tidak boleh melebihi ketinggian 1 m setiap hari. Batu/bata sebelum dipasang terlebih dahulu dibasahi air. b. Sebelum dinding bata diplester siar harus dikorek sedalam 1 cm untuk mendapatkan ikatan yang lebih baik. Kelembaban plesteran harus dijaga sehingga pengeringan bidang plesteran stabil dan kemudian diperhalus dengan acian semen. c. Pasangan bata yang selesai harus terus menerus dibasahi selama 14 hari, untuk dinding septictank harus dihindarkan adanya rembesan air tanah dari sisi luar, untuk itu plesteran trasram dilakukan pada kedua sisi luar dalam. d. Untuk finishing beton expose, sebelum diperhalus/aferking permukaan beton perlu dikasarkan/dipahat dulu kemudian disiram portland cement untuk mendapatkan ikatan yang baik. e. Keramik yang akan ditempel harus sudah diseleksi dengan baik sehingga bentuk dan warna masing–masing keramik sama tidak ada bagian yang retak, pecah –

BAB - VI

Halaman 30 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
pecah sudut atau tepi atau cacat lainnya serta telah disetujui secara tertulis oleh Konsultan Pengawas. f. Seluruh pekerjaan pasangan dan plesteran yang tidak lurus, berombak dan retak– retak harus dibongkar dan diperbaiki atas biaya pemborong.

13.4.2 Pekerjaan Pasangan Batu Andesit Alur Sebelum pekerjaan pemasangan batu andesit, maka harus dilakukan dulu pemilihan keseragaman ujung batu supaya dalam pemasangannya menjadi rapih dan adu manis. Pola pemasangannya tanpa nad/spesi sehingga ujung-ujung dan sisi batu saling menempel satu sama lainnya. Setelah batu andesit terpasang, langkah selanjutnya yaitu finishing dengan cairan coating khusus batu warna netral/transparant. 13.5 Pada pasangan dinding trasram di atas lantai, sampai ketinggian 30 cm, plesteran dilaksanakan dengan adukan 1 pc : 3 ps dan dibuat lebih masuk sedalam 1 cm untuk kemudian dihaluskan/diaci dengan adukan semen kemudian difinishing dengan cat minyak.

BAB - VI

Halaman 31 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Pasal 14 PEKERJAAN LANTAI 14.1 Lingkup Pekerjaan Lingkup Pekerjaan ini meliputi : − − − − − − − − − − − − − − Pek. Urugan Pasir Bawah Lantai t = 5 cm Pek. Keramik Lantai 40x40 cm Sek. “Roman” Bagian Dalam dan selasar Kantor Kecamatan dan Pendopo Keramik Border Lantai 40x40 cm Sek. “Roman” Bagian Dalam Kantor Kecamatan dan Pendopo Granit 40x40 cm Sek. “NIRO” utk area lobby/r. tunggu kantor kecamatan Keramik Lantai, 20x20 cm utk Lantai KM/WC Keramik Dinding, 20x25 cm utk Dinding KM/WC Keramik Lantai, 40x40 cm utk Lantai Area Washtafel Keramik Dinding, 20x25 cm utk Dinding Area Washtafel Keramik 20x20 cm utk Meja Washtafel Keramik 20x20 cm utk Meja Pantry Pasangan Puzzle 1,5x1,5 m Sek. NIRO utk Lantai Area Luar Entrance Pasangan Puzzle 1,2x1,2 m Sek. NIRO utk Lantai Area Dalam/R. Tunggu Pek. Lantai Rabat Beton 1 : 3 : 5, t = 6 cm Pek. Saluran Air Gravel

14.2 Persyaratan Bahan − Persyaratan Bahan Urugan Pasir di bawah Pondasi Pasir urug yang digunakan harus berkwalitas baik, tidak mengandung kadar lumpur yang terlalu banyak. −

Pesyaratan Bahan Pek. Keramik dan Granit Pesyaratan Bahan Pek. Keramik dapat dilihat pada Pasal 15 Pek. Lapisan Keramik dan Granit.

BAB - VI

Halaman 32 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
− Pesyaratan Bahan Rabat Beton Pekerjaan Rabat beton untuk di selasar. Pekerjaan Rabat Beton ini memakai campuran 1 : 3 : 5. Campuran Beton Tumbuk ini merupakan beton tak bertulang/non struktur. Persyaratan bahan dan pelaksanaan dapat dilihat pada bagian sebelumnya, yaitu Pek. Beton. − Pesyaratan Bahan Saluran Air Gravel Gravel yang digunakan yaitu berukuran Ψ 20 cm 14.3 Pelaksanaan Pelaksanaan Urugan Pasir Bawah Lantai Pasir di bawah lantai ini dimaksudkan untuk memadatkan lantai sebelum pemasangan lapisan keramik. Ketebalan urugan pasir bawah lantai ini yaitu + 5 cm.

Pelaksanaan Pasang Pek. Keramik Pelaksanaan pemasangan Keramik dapat dilihat pada Pasal 15 Pek. Lapisan Keramik. Pelaksanaan Rabat Beton Metode pelaksanaan yaitu site mix. Pekerjaan Rabat Beton ini memakai campuran 1 : 3 : 5. Campuran Beton Tumbuk ini merupakan beton tak bertulang/non struktur. Tebal selimut beton 6 cm. Finishing dengan acian.

BAB - VI

Halaman 33 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Pasal 15 PEKERJAAN LAPISAN KERAMIK DAN GRANIT 15.1 Lingkup Pekerjaan Lingkup Pekerjaan ini meliputi : − − − − − − − − − − − − Pek. Keramik Lantai 40x40 cm Sek. “Roman” Bagian Dalam dan selasar Kantor Kecamatan dan Pendopo Keramik Border Lantai 40x40 cm Sek. “Roman” Bagian Dalam Kantor Kecamatan dan Pendopo Pek. Lapisan Granit 40x40 cm Sek. “NIRO”, utk dinding aksentuasi pada kantor kecamatan dan aksentuasi pada dinding penutup kolom pendopo Granit 40x40 cm Sek. “NIRO” utk area lobby/r. tunggu kantor kecamatan Keramik Lantai, 20x20 cm utk Lantai KM/WC Keramik Dinding, 20x25 cm utk Dinding KM/WC Keramik Lantai, 40x40 cm utk Lantai Area Washtafel Keramik Dinding, 20x25 cm utk Dinding Area Washtafel Keramik 20x20 cm utk Meja Washtafel Keramik 20x20 cm utk Meja Pantry Pasangan Puzzle 1,5x1,5 m Sek. NIRO utk Lantai Area Luar Entrance Pasangan Puzzle 1,2x1,2 m Sek. NIRO utk Lantai Area Dalam/R. Tunggu

Pekerjaan pasangan ubin keramik untuk lantai dalam ruangan dan teras atau sesuai dengan gambar kerja. Untuk ruangan seperti ditunjukkan dalam gambar kerja, digunakan puzzle sesuai dengan ukuran gambar, begitu juga dengan motif lantai/border. 15.2 Persyaratan Bahan Ubin keramik harus berkualitas baik yang memenuhi ketentuan SII, sekualitas Roman. Ubin yang tidak rata permukaan dan warnanya, sisinya tidak lurus, sudutnya tidak siku, retak, atau cacat lainnya tidak boleh dipasang. a. Spesifikasi bahan Jenis Ukuran Warna : ubin keramik : 40 x 40, 20 x 20, 20 x 25 cm : ditentukan kemudian

BAB - VI

Halaman 34 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Produk : sekualitas Roman

Ubin yang digunakan harus memenuhi persyaratan yang berlaku di Indonesia. b. Pengiriman ubin ke lokasi proyek harus terbungkus dalam kemasan pabrik yang belum dibuka dan dilindungi label /merek dagang yang utuh dan jelas. Kontraktor dapat menyediakan cadangan sebanyak 2,5% dari keseluruhan bahan terpasang atau dengan jumlah yang dianggap cukup untuk diserahkan kepada pemilik proyek. c. Ukuran dan perletakan pasangan ubin keramik • Ukuran 20 x 20 cm untuk lantai KM/WC harus dari tipe non-slip, warna disesuaikan kemudian atau sesuai dengan gambar kerja • • Ukuran 20 x 25 cm untuk dinding KM/WC atau sesuai dengan gambar kerja Ukuran 40 x 40 cm untuk lantai dan tempat-tempat lain seperti ditunjukkan dalam gambar kerja. Tabel Spesifikasi bahan dan peruntukannya : No. 1. Peruntukan - Lantai Area Lobby/R.Tunggu - Dinding Aksentuasi (Luar) Kantor Kecamatan - Dinding Penutup Kolom Pendopo 2. Seluruh Ruang lainnya & selasar keliling kantor kecamatan 3. 4. 5. Border (yg tertera di gambar) Lantai Area KM/WC Dinding Area KM/WC Keramik Keramik 20 X 20 cm 20 X 25 cm Sek. Mulia Sek. Mulia Nuansa Cream Nuansa Cream Keramik 40 X 20 cm Sek. Roman Nuansa Hitam Keramik 40 X 40 cm Sek. Roman Putih Hitam Hitam Pelapis Granit Dimensi 40 X 40 cm Merk Ex. NIRO Warna Nuansa Cream

BAB - VI

Halaman 35 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
15.3 Pelaksanaan Pekerjaan Pasang Keramik a. Persiapan 1) 2) Pekerjaan pasangan ubin keramik boleh dilakukan setelah pekerjaan lainnya selesai. Pemasangan ubin haris menunggu sampai semua alat penggantung, pengunci pintu/jendela, dan semua pekerjaan pemipaan air bersih/kotor atau pekerjaan lainnya yang terletak di belakang atau di bawah pasangan ubin ini telah diselesaikan terlebih dahulu. b. Pemasangan 1) 2) 3) Sebelum pemasangan, plesteran harus harus dalam keadaan kering, padat, rata, dan bersih. Keramik yang akan digunakan direndam dalam air sekitar 10 menit, untuk menghilangkan kandungan gas / udara yang ada dalam rongga keramik. Adukan untuk pasangan ubin pada lantai, dinding luar, dan bagian lain yang kedap air, harus terdiri dari campuran 1 pc : 2 ps dan sejumlah bahan tambahan, kecuali ditentukan lain dalam gambar kerja. 4) 5) Adukan untuk pasangan ubin pada tempat-tempat lainnya menggunakan campuran 1 pc : 3 ps. Adukan untuk pasangan ubin pada dinding harus diberikan pada permukaan plesteran dan permukaan belakang ubin, kemudian dilekatkan pada tempat yang sesuai dengan yang direncanakan atau gambar kerja. 6) Adukan untuk pasangan ubin pada lantai harus ditempatkan di atas lapisan pasir dengan ketebalan sesuai dengan gambar kerja. Pasangan ubin untuk lantai KM/WC, permukaannya harus dimiringkan sedemikian rupa menuju ke lubang pembuangan (saringan air kotor). 7) 8) Tebal adukan untuk semua pasangan tidak kurang dari 2,5 cm, kecuali ditentukan dalam gambar kerja. Ubin keramik harus kokoh menempel pada alasnya dan tidak boleh berongga. Pemeriksaan harus dilakukan untuk menjaga bidang keramik yang terpasang tetap lurus dan rata. Ubin keramik yang salah letaknya, cacat, atau pecah harus dibongkar dan diganti.

BAB - VI

Halaman 36 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
9) Ubin keramik mulai dipasang dari salah satu sisi agar pola simetris yang dikehendaki dapat terbentuk dengan baik. 10) Sambungan atau celah-celah antarubin keramik harus lurus, rata, seragam, dan saling tegak lurus. Lebar celah tidak boleh lebih dari 1,6 mm, kecuali bila ditentukan lain. Adukan harus rapi dan tidak keluar dari celah sambungan. 11) Pemotongan ubin keramik harus dengan keahlian dan dilkaukan hanya pada satu sisi. Pada pemasangan khusus seperti pada sudut-sudut pertemuan, pengakhiran, dan bentuk-bentuk yang lainnya, harus dikerjakan serapi dan sesempurna mungkin. 12) Siar antar ubin keramik dicor dengan semen pengisi yang berwarna sama dengan warna keramiknya atas persetujuan pengawas lapangan. Pengecoran dilakukan sedemikian rupa sehingga mengisi penuh garis-garis siar. Setelah semen pengisi cukup mengeras, bekas-bekas pengecoran segera dibersihkan dengan kain lunak yang baru dan bersih. 13) Lebar nat dibuat maksimal 4 mm dan diisi dengan semen / sejenis AFA Grout. 14) Rencana daerah – daerah yang akan dilaksanakan pekerjaan lantai , sebelumnya harus dikordinasikan dengan pekerjaan lain agar pekerjaan yang sudah dilaksanakan tidak menjadi rusak kembali karena lalu lintas kerja, terutama untuk pekerjaan keluar masuk barang. Dalam hal ini pekerjaan lantai dilaksanakan setelah pekerjaan dinding baik plesteran maupun pelapis dindingnya selesai dikerjakan, pekerjaan plafond berikut finishingnya .

15.4 Penyelesaian lantai granit 40/40 polished 1) 2) Sebelum pemasangan granite tile, kondisi lantai kerja harus bersih dari material bongkaran, tidak terdapat celah-celah ataupun retak-retak. Sebagai lapisan perekat digunakan semen yang mengandung pasir silica dan additive polimer yang mempunyai daya rekat tinggi dan mampu mengikuti muai susut ubin akibat perubahan temperature yang dapat menyebabkan popping. 3) 4) Pemasangan granit untuk penutup lantai menggunakan nat dibuat maksimal 4 mm dan diisi dengan semen/sejenis AFA Grout. Pemasangan granit untuk pelapis bagian dinding aksentuasi pada bangunan kantor kecamatan, dengan pola pemasangan tanpa nat.

BAB - VI

Halaman 37 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
15.5 Pembersihan dan Perlindungan Setelah pemasangan selesai, permukaan ubin harus benar-benar bersih dan tidak ada cacat. Permukaan ubin harus diberi perlindungan, misalnya dengan sabun anti karat atau cara lain yang diperbolehkan tanpa merusak permukaan ubin.

BAB - VI

Halaman 38 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Pasal 16 PEKERJAAN KAYU 16.1 Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi penyediaan secara lengkap tenaga, alat-alat, dan bahan-bahan, serta pembuatan dan pemasangan pekerjaan kayu arsitektural yang terdiri dari: Pekerjaan kayu terbagi menjadi: a. b. Pekerjaan kayu kasar. Kayu untuk pekerjaan ini adalah kayu borneo super. Pekerjaan kayu halus, yakni pekerjaan daun pintu panel dan kusen pintu. Kayu untuk pekerjaan tersebut di atas adalah kayu kamper. c. Lembaran kayu teakwood, multipleks, tripleks, tripleks lapis formika satu muka. Spesifikasinya adalah : 1) 2) semua kayu lapis untuk pekerjaan interior harus mempunyai permukaan yang rata, bebas dari goresan, retak, dan noda; kayu lapis harus memiliki kekuatan rekat yang tahan terhadap air dan cuaca, venir muka dan belakang berkualitas sama, dari mutu IBB standar SII-0404, dan berasal dari merek dagang yang dikenal baik; 3) kayu lapis yang digunakan harus memiliki ketebalan sesuai dengan petunjuk gambar kerja dan digunakan di tempat-tempat seperti ditunjukkan dalam gambar kerja; 4) semua alat pengencang seperti paku sekrup, baut angkur, dan lainnya harus dari baja lapis galvanis/antikarat dalam ukuran sesuai dengan petunjuk gambar kerja atau kebutuhan standar yang berlaku; 5) d. semua lem dan perekat harus dari jenis kedap air, seperti setara dengan produk neoprene based/synthetic resin based. Pekerjaan kayu lainnya seperti tercantum dalam gambar kerja.

16.2 Persyaratan Bahan a. Semua kayu yang dipakai harus tua, benar-benar kering, lurus, tanpa cacat mata kayu, putih kayu, dan retak. b. Sebelum pelaksanaan, material yang akan digunakan harus sesuai dengan contoh yang disetujui konsultan pengawas.

BAB - VI

Halaman 39 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
1) 2) c. Contoh bahan harus diserahkan kepada pengawas lapangan untuk disetujui terlebih dahulu sebelum pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan. Semua kayu, kayu lapis, dan papan harus terjamin kualitas dan kadar air yang disyaratkan. Pengiriman dan Penyimpanan 1) Kayu harus didatangkan ke lokasi dalam kondisi terbaik, disimpan dalam gudang tertutup yang memiliki ventilasi, serta dilindungi dari perubahan cuaca dan kelembapan. 2) Bahan penyelesaian interior harus disimpan di lokasi tertutup yang disetujui dan dibawa ke dalam bangunan setelah semua pekerjaan plesteran selesai serta dalam keadaan kering. 16.3 Persyaratan Teknis a. Mutu Kayu Kayu untuk jenis yang ditentukan harus berkualitas baik, kelas awet, dan kelas kuat sesuai dengan PKKI dan jenis pekerjaan seperti tersebut dalam daftar. Kayu harus bebas getah, celah, mata kayu besar yang lepas atau mati, susut pinggirannya, dan cacat yang parah. b. Kadar Air Kecuali ditentukan lain dalam spesifikasi teknis ini, semua kayu harus dalam keadaan kering; Ketika didatangkan ke lokasi, kadar air harus dalam batas-batas seperti berikut ini: • • Konstruksi dalam, rangka, bilah-bilah 18-20% Kayu untuk penyelesaian interior 18%.

Harus diperhatikan agar kadar air dimaksud tidak berubah selama pengangkutan, penyimpanan, dan pemasangan. c. Pengawetan Semua jenis kayu dan kayu lapis yang dipasang tetap dalam bangunan atau struktur harus diberi bahan pengawet. Bila kayu yang telah diawetkan dipotong, bagian yang dipotong tersebut harus diulas dengan bahan pengawet yang sama.

BAB - VI

Halaman 40 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
d. Lapisan Pelindung 1) Lapisan transparan Penyelesaian semua permukaan kayu harus sesuai dengan corak dan warna kayu di sekitarnya. Jenis lapisan transparan pelitur dan pengerjaannya harus memenuhi ketentuan pabrik pembuat. 2) Lapisan penutup Panel pintu bagian dalam ruang KM/WC dilapisi dengan lembaran laminasi warna putih yang memiliki tebal minimum 0,7 mm atau sesuai dengan gambar kerja. Bahan laminasi harus disetujui pengawas lapangan. 16.4 Persyaratan Pelaksanaan a. Sebelum melaksanakan pekerjaan, kontraktor wajib mempelajari ukuran, bentuk, pola penempatan, cara pemasangan, detail gambar kerja, serta pengukuran keadaan lapangan untuk mendapatkan ketepatan pemasangan. b. Kontraktor harus selalu berkoordinasi dengan paket pekerjaan ME, SR, PL khususnya bila pada pekerjaan ini terdapat pemasangan fixtures dan armatur jalur dari disiplin tersebut. c. Bentuk, ukuran, profil, nat, dan peil yang tercantum dalam gambar kerja adalah hasil jadi. d. Pelaksanaan sambungan seperti klos, baut, pelat penggantung, anker dynabolt, sekrup, paku, dan lem perekat harus rapi dan sempurna serta tidak diperkenankan mengotori bidang tampak. Khusus untuk bahan sambungan dari baja, sebelum terpasang harus sudah diberi lapisan antikarat. Pada bidang tampak (exposed), tidak diperkenankan pemasangan paku, tetapi harus disekrup atau cara lain atas persetujuan konsultan pengawas. e. Bila pada sistem perkuatan yang tertera dalam gambar kerja dianggap kurang kuat, menjadi kewajiban dan tanggung jawab kontraktor untuk menambahkannya setelah disetujui konsultan pengawas. f. Semua pekerjaan pendempulan harus rapi, rata, dan halus; setelah dempul kering, kemudian digosok dengan ampelas.

BAB - VI

Halaman 41 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
g. Semua pekerjaan kayu yang tidak kelihatan harus diberi meni atau cat dasar. Pekerjaan ini dilaksanakan setelah penyerutan. 16.5 Pekerjaan Kayu Kasar a. Pembuatan rangka langit-langit dilakukan langsung pada tempat yang akan dipasang penutup langit-langit. Bagian permukaan bawah rangka harus rata dan dapat menjamin pemasangannya rapi dan tidak bergelombang. b. Pembuatan kuda-kuda dan rangka atap untuk bangunan pos jaga dilakukan sesuai dengan gambar kerja. 16.6 Pekerjaan Kayu Halus a. Semua pekerjaan kayu halus khususnya permukaan yang tampak (exposed) dan permukaan kayu yang dilapis dengan bahan/material finishing, harus diserut halus dan rata. b. Proses pengerjaan semua kayu harus menggunakan mesin tanpa kecuali dan tidak diperkenankan mengerjakan di tempat pemasangan. c. Pekerjaan kayu harus dilaksanakan menurut pola dan urutan pengerjaan sesuai dengan yang ditentukan dalam gambar kerja atau konsultan pengawas. Persiapan, penyambungan, dan pemasangan harus sedemikian rupa sehingga susut di bagian mana pun tidak akan mempengaruhi kekuatan dan bentuk.

16.7 Pembersihan dan Perlindungan Sisa potongan kayu harus dibersihkan setelah pekerjaan selesai. Semua kayu yang telah dipasang harus dilindungi dari segala kerusakan berupa benturan, pecah, retak, dan cacat lain. Biaya untuk pekerjaan ini adalah tanggung jawab kontraktor dan tidak dapat dituntut sebagai pekerjaan tambah.

BAB - VI

Halaman 42 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Pasal 17 PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA KAYU 17.1 Lingkup Pekerjaan Pekerjaan yang dimaksud meliputi pekerjaan pintu, jendela, bouvenlight lengkap seperti tercantum dalam gambar kerja. (Pekerjaan kayu ini khususnya digunakan pada kusen dan daun pintu panel di area dalam ruangan). 17.2 Persyaratan Bahan - Pintu, jendela kayu (untuk Pintu di area Ruang Dalam) Kusen rangka daun pintu daun pintu Ukuran persyaratan bahan 17.3 Prosedur Umum a. Sebelum pelaksanaan dimulai, kontraktor wajib meneliti gambar kerja, dan melakukan pengukuran lapangan, dan memperhatikan persyaratan pelaksanaan pekerjaan perlengkapan kayu. b. Tipe pintu yang terpasang harus sesuai dengan daftar tipe yang tertera dalam gambar kerja dengan memperhatikan ukuran, bentuk profil, material, detail, arah bukaan, dan lain-lain. c. Rangka daun harus dilindungi dari kerusakan, retak, bercak, noda, lubang, atau goresan pada permukaan yang tampak, baik selama fabrikasi maupun pemasangan. d. Apabila ditemui kerusakan, cacat, atau salah pemasangan karena kontraktor kurang cermat dan teliti, kontraktor harus mengganti atas biaya sendiri tanpa dianggap sebagai pekerjaan tambah. : Balok Kayu Kamper (kering) uk. 6/15 : Papan Kayu Kamper (kering) : Teakwood tebal 4 mm : sesuai dengan gambar kerja : lihat pasal tentang pekerjaan kayu

BAB - VI

Halaman 43 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
17.4 Persyaratan Pelaksanaan a. Pelaksanaan harus memenuhi persyaratan pelaksanaan pekerjaan kayu halus di pasal tantang pekerjaan kayu. b. Semua ukuran daun yang tertera dalam gambar kerja adalah ukuran jadi dan harus lurus tanpa cacat kayu, melenting, cacat akibat benturan, cacat paku, atau retakretak yang dapat menurunkan mutu kayu. Jika hal tersebut ditemui, kontraktor harus mengganti atas biaya sendiri tanpa dianggap sebagai pekerjaan tambah. c. Untuk panel lembaran kayu, peletakan harus dilakukan dengan lem putih produk hengkel atau setaraf. Tidak diperkenankan ada rongga udara atau lem yang berlebihan sehingga mengotori permukaan rangka daun. d. Finishing pekerjaan pintu dan jendela sesuai dengan pelaksanaan pekerjaan pengecatan kayu.

BAB - VI

Halaman 44 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Pasal 18 PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA ALUMUNIUM 18.1 Lingkup Pekerjaan Pekerjaan yang dimaksud meliputi pekerjaan pintu, jendela, bouvenlight lengkap seperti tercantum dalam gambar kerja. (Pekerjaan kayu ini khususnya digunakan pada kusen dan daun pintu panel di area dalam ruangan). 18.2 Persyaratan Bahan - Pintu, jendela (untuk Pintu luar) Kusen rangka daun pintu daun pintu Ukuran 18.3 Prosedur Umum e. Sebelum pelaksanaan dimulai, kontraktor wajib meneliti gambar kerja, dan melakukan pengukuran lapangan, dan memperhatikan persyaratan pelaksanaan pekerjaan alumunium. f. Tipe pintu yang terpasang harus sesuai dengan daftar tipe yang tertera dalam gambar kerja dengan memperhatikan ukuran, bentuk profil, material, detail, arah bukaan, dan lain-lain. g. Rangka daun harus dilindungi dari kerusakan, retak, bercak, noda, lubang, atau goresan pada permukaan yang tampak, baik selama fabrikasi maupun pemasangan. h. Apabila ditemui kerusakan, cacat, atau salah pemasangan karena kontraktor kurang cermat dan teliti, kontraktor harus mengganti atas biaya sendiri tanpa dianggap sebagai pekerjaan tambah. : Allumunium 5/10 cm Sek. YKK 4” : Allumunium Sek. YKK : Allumunium Sek. YKK : sesuai dengan gambar kerja

BAB - VI

Halaman 45 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
18.4 Persyaratan Pelaksanaan a. Semua ukuran daun yang tertera dalam gambar kerja adalah ukuran jadi dan harus lurus tanpa cacat kayu, melenting, cacat akibat benturan, cacat paku, atau retak-retak yang dapat menurunkan mutu kayu. Jika hal tersebut ditemui, kontraktor harus mengganti atas biaya sendiri tanpa dianggap sebagai pekerjaan tambah. b. Untuk panel, peletakan harus dilakukan dengan pas, tidak diperkenankan ada rongga udara atau lem yang berlebihan sehingga mengotori permukaan daun. c. Finishing pekerjaan pintu dan jendela sesuai dengan pelaksanaan pekerjaan pengecatan kayu.

BAB - VI

Halaman 46 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Pasal 19 ALAT PENGGANTUNG DAN PENGUNCI 19.1 Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan dan pemasangan semua alat penggantung dan pengunci pada daun pintu dan jendela sesuai dengan petunjuk dalam gambar kerja. 19.2 Prosedur Umum a. Contoh Bahan dan Data Teknis Contoh bahan beserta data teknis/brosur bahan alat penggantung dan pengunci yang akan dipakai harus diserahkan kepada pengawas lapangan untuk disetujui sebelum dibawa ke proyek. b. Ketidaksesuaian Pengawas lapangan berhak menolak bahan atau pekerjaan yang tidak memenuhi persyaratan. Oleh karena itu, kontraktor harus menggantinya dengan yang sesuai atas biayanya sendiri. 19.3 Persyaratan Bahan a. Semua hardware yang digunakan seluruhnya harus baru, kualitas baik, buatan pabrik yang dikenal, dan sesuai dengan ketentuan spesifikasi. Apabila ada perubahan atau penggantian hardware, harus mendapat persetujuan dari konsultan pengawas/direksi. b. Kontraktor wajib mengajukan contoh bahan untuk mendapatkan persetujuan konsultan pengawas/direksi. c. Perlengkapan pintu ayun : 1) Engsel Pintu mekanisme pemakaian spesifikasi ukuran jumlah : single swing : pintu kayu : tipe kupu-kupu deng ring nilon, memenuhi SNI : standar produk (45 x 75 mm) : tiga set per daun pintu

BAB - VI

Halaman 47 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
produk : Sek. “Royal” mutu terbaik utk pintu di dalam ruangan, Sek. Dorma untuk Pintu Alumunium area Entrance kantor kecamatan warna 2) Kunci Pintu • mekanisme pemakaian spesifikasi : double slagh : pintu kayu dan Alumunium : handel/pegangan dan pelat yang terbuat dari bahan aluminium, rumah kunci yang terbuat dari bahan baja lapis seng, dan memenuhi SNI ukuran jumlah produk warna • mekanisme pemakaian spesifikasi : standar produk : satu set per daun pintu : Sek. “SES” mutu terbaik, type silinder : ditentukan kemudian : double slagh : pintu kayu KM/WC : pegangan dalam dapat diputar dengan tombol penekan pada pegangan dalam, indikator “Isi/Kosong” pada sisi luar, dan memenuhi SNI ukuran jumlah produk warna 3) Door Closer pemakaian spesifikasi : Alumunium (Pintu belakang, kantor kecamatan) : pelat yang terbuat dari bahan aluminium, rumah kunci yang terbuat dari bahan baja lapis seng, dan memenuhi SNI ukuran jumlah produk warna : standar produk : satu set per daun pintu : mutu terbaik, SNI : ditentukan kemudian : standar produk : satu set per daun pintu : Sek. “SES” mutu terbaik : ditentukan kemudian : ditentukan kemudian

BAB - VI

Halaman 48 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
d. Perlengkapan Jendela 1) Engsel mekanisme pemakaian spesifikasi ukuran jumlah produk warna 2) Slot pemakaian ukuran jumlah produk warna 3) Hak angin mekanisme pemakaian ukuran jumlah produk warna : tipe geser : daun jendela : standar produk : satu set per daun jendela : Sek. “Royal” mutu terbaik : ditentukan kemudian : daun jendela : 5 cm : dua set per daun jendela : Sek. “Royal” mutu terbaik : ditentukan kemudian : single swing : daun jendela : tipe kupu-kupu deng ring nilon, memenuhi SNI : standar produk/ditentukan kemudian : dua set per daun jendela : Sek. “Royal” mutu terbaik : ditentukan kemudian

Seluruh perangkat perlengkapan pintu dan jendela ini harus bekerja dengan baik sebelum dan sesudah pemasangan. 19.4 Persyaratan Pelaksanaan a. Kontraktor wajib membuat shop drawing untuk detail khusus yang belum tercakup lengkap dalam gambar kerja atau yang diminta direksi/perencana. Shop drawing ini harus jelas mencantumkan dan menggambarkan semua data yng diperlukan termasuk pengajuan contoh bahan, keterangan produk, cara pemasangan, dan spesifikasi/persyaratan khusus sesuai dengan spesifikasi pabrik pembuat.

BAB - VI

Halaman 49 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
b. Shop drawing harus disetujui dahulu oleh konsultan pengawas/direksi sebelum pelaksanaan pekerjaan. c. Pemasangan semua perangkat perlengkapan pintu dan jendela harus rapi dan sesuai dengan letak posisi yang telah ditentukan dalam gambar kerja atau petunjuk konsultan pengawas/direksi.

BAB - VI

Halaman 50 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Pasal 20 KACA 20.1 Lingkup Pekerjaan Melaksanakan pemasangan kaca bening dan kaca cermin sesuai dengan gambar kerja. Kaca bening polos, tebal 5mm : Kaca Rayband, tebal 5mm Kaca es, tebal 5mm 20.2 Persyaratan Bahan 1) Semua kaca yang dipakai dari produk standar dengan memenuhi SII, produk ex Asahimas. 2) Kaca bening lembaran (clear glass float); tebal 5 mm untuk jendela, daun pintu, dan bouvenlight 3) Semua kaca harus bebas dari noda dan cat, bebas sulfida atau bercak-bercak lain. 4) Semua kaca yang dipakai harus mendapat persetujuan tertulis dari konsultan pengawas. 20.3 Persyaratan Umum Data teknis dan contoh bahan yang akan digunakan harus diserahkan kepada pengawas lapangan dalam ukuran dan detail yang dianggap memadai untuk dapat diuji kebenarannya terhadap standar atau ketentuan yang disyaratkan. 20.4 Persyaratan Pelaksanaan a. Umum 1) Ukuran-ukuran kaca dan cermin yang tertera dalam gambr kerja adalah ukuran yang mendekati sepenuhnya. Ukuran kaca yang sebenarnya dan besarnya toleransi harus diukur di tempat oleh kontraktor berdasarkan ukuran di tempat kaca atau cermin tersebut akan dipasang, atau menurut petunjuk dari pengawas lapangan bila dikehendaki lain. 2) Setiap kaca harus tetap ditempeli merek pabrik yang menyatakan tipe kaca, ketebalan kaca, dan kualitas kaca. Merek-merek tersebut boleh dilepas setelah mendapat persetujuan pengawas lapangan. : : sesuai pada gambar pada daun jendela alumunium pada jendela dan bagian daun pintu kayu

BAB - VI

Halaman 51 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
3) Semua bahan harus dipasang sesuai dengan rekomendasi dari pabrik.

Pemasangan harus dilaksanakan oleh tukang yang ahli di bidangnya. b. Pemasangan kaca Sebelum kaca dipasang, daun-daun jendela dan bagian lain yang akan diberi kaca harus dalam keadaan dapat bergerak dengan baik. Kaca dan tempat kaca harus dibersihkan dari debu, bahan kimia, dan kotoran sebelum kaca dipasang. c. Penggantian dan pembersihan Pada waktu penyerahan pekerjaan, semua kaca harus dalam keadaan bersih, tidak ada lagi merek-merek perusahaan, dan kotoran-kotoran dalam bentuk apa pun. Semua kaca yang retak, pecah, atau kurang baik harus diganti oleh kontraktor tanpa tambahan biaya.

BAB - VI

Halaman 52 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Pasal 21 PEKERJAAN PLAFOND 21.1 Batasan dan Lingkup Pekerjaan Yang termasuk dalam lingkup pekerjaan Plafond ini meliputi : − − − − − − Pasang Rangka Plafond Hollow Pasang Penutup Plafond Gypsumboard Pasang List Profil Gypsum Pasang List Profil Datar/Beding Gypsum Pasang List Profil Kayu Pasang Drop Ceilling

21.2 Material 21.2.1 Material Untuk Langit-langit Material/ bahan yang dimaksud untuk pekerjaan langit-langit adalah dari bahan Gypsum 9 mm seperti yang tertera dalam Gambar Rencana. Bahan yang digunakan harus yang berkualitas baik, Sek. “Elephant”, mempunyai suatu bidang datar yang halus, seragam ukurannya, sisi tepinya lurus dan tidak cacat, tidak melengkung dan cukup keras. Rangka Plafond memakai Besi Hollow ukuran 4 x 4 cm. Kontraktor harus menunjukan contoh bahan yang akan digunakan untuk mendapatkan persetujuan dari Pengawas.

21.2.2 List Profil Gypsum Material/ bahan yang dimaksud untuk List Profil Gypsum adalah dari Profil Gypsum 12 cm seperti yang tertera dalam Gambar Rencana. List Profil Gypsum ini terdiri dari dua macam yaitu profil sudut untuk keliling/sudut dinding dan profil datar untuk pinggiran area drop ceilling. 21.2.3 List Profil Kayu Material/ bahan yang dimaksud untuk List Profil Kayu berukuran lebar 4 cm dari seperti yang tertera dalam Gambar Rencana. Lokasi Pemasangan Pada Sudut /Siku pertemuan Dinding dengan plafond. List Profil Kayu ini dipasang pada plafond toilet.

BAB - VI

Halaman 53 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
21.2.4 Drop Ceilling Drop Ceilling setinggi 20 cm. Lokasi pemasangan yaitu pada : − Ruang Pelayanan (Kantor Kecamatan) − Ruang Rapat

21.3 Pelaksanaan Kontraktor harus membuat Shop Drawing untuk persetujuan perencanaan yang dibuat berdasarkan Gambar Rencana yang tersedia. Shop Drawing menggambarkan detail hubungan-hubungan dan sambungan-sambungan, pengangkeran konsruksi dan pemasangan semua komponen lengkap dengan ukuran-ukurannya. Pekerjaan Langit-langit a. Pekerjaan Rangka langit-langit Rangka untuk plafond semua digunakan rangka dari bahan besi hollow 4/4 cm, digantung dengan root ke rangka atap/dak beton (sesuai kondisi lapangan). Dimensi untuk rangka utama sesuai dengan spesifikasi bahan dari pabrikan dengan pola bermodul 60 x 120 cm yang dipasang bersilangan, Sesuai dengan Gambar Rencana dan petunjuk Pengawas. Rangka plafond yang menempel pada dinding harus memakai alur/sponimg agar sebelum dilakukan pemasangan terlebih dahulu supaya dibuat sponing dengan ukuran sesuai dengan Gambar Rencana atau petunjuk Pengawas. Setelah rangka tepi plafond/ rangka yang menempel pada dinding atau rangka utama sudah terpasang seluruhnya, tentunya kedudukan dan elevasi disesuaikan dengan Gambar Rencana dan disetujui Pengawas, selanjutnya dilakukan pembagian untuk pemasangan rangka pembagi dengan modul as ke as 60 cm (sesuai dengan Gambar Rencana).

b. Penyelesaian Langit-langit dengan Gypsum Pemasangan plafond Gypsum hanya dapat dilakukan bilamana rangka plafond telah selesai dan sesuai dengan Gambar Rencana serta telah disetujui Pengawas. Lembaran Gypsum yang dipergunakan untuk plafond adalah dengan ukuran tebal 9 mm, atau disesuakan dengan Gambar Rencana dan petunjuk Pengawas.

BAB - VI

Halaman 54 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Pemotongan Gypsum harus dilakukan dengan gergaji halus atau alat lainnya yang disetujui Pengawas serta diampelas yang tidak terlalu kasar pada bekas pemotongannya sehingga halus dan rata. Pemasangan plafond Gypsum dapat dilakukan dengan cara dibout dan disetujui Pengawas. Setelah pemasangan plafond keseluruhannya sesuai dan diterima/ disetujui Pengawas, yang selanjutnya dilakukan pekerjaan finishing dengan material yang telah ditentukan.

BAB - VI

Halaman 55 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Pasal 22 PEKERJAAN DINDING PARTISI 22.1 Batasan dan Lingkup Pekerjaan Yang termasuk dalam lingkup pekerjaan dinding partisi ini meliputi : − − − − − Pasang Rangka Dinding Partisi Hollow Pasang Kusen Pintu 5/14 cm Kayu samarinda Pasang Daun Pintu Panel Rangka Kamper Samarinda Pasang Engsel Pintu Pasang Kunci Pintu

22.2 Material 22.2.1 Material Untuk Dinding Partisi Material/ bahan yang dimaksud untuk pekerjaan dinding partisi adalah dari bahan Kalsiboard 8 mm seperti yang tertera dalam Gambar Rencana. Bahan yang digunakan harus yang berkualitas baik, Sek. “Kalsiboard”, mempunyai suatu bidang datar yang halus, seragam ukurannya, sisi tepinya lurus dan tidak cacat, tidak melengkung dan cukup keras. Rangka Plafond memakai Besi Hollow ukuran 4 x 4 cm setinggi 3,3 m. Kontraktor harus menunjukan contoh bahan yang akan digunakan untuk mendapatkan persetujuan dari Pengawas. 22.2.2 Kusen dan Daun Pintu Panel Material/ bahan yang dimaksud untuk kusen pintu adalah kayu kamper samarinda 5/14 cm seperti yang tertera dalam Gambar Rencana. 22.2.3 Engsel dan Kunci Pintu Engsel yang digunakan pada pintu partisi memakai Sek. “Royal” Sedangkan Kunci yang digunakan memakai type Double Slagh Sek. “SES”. (Persyaratan lebih jelas dapat dilihat pada Pasal 19 “Alat Penggantung dan Pengunci”).

BAB - VI

Halaman 56 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
22.3 Pelaksanaan Kontraktor harus membuat Shop Drawing untuk persetujuan perencanaan yang dibuat berdasarkan Gambar Rencana yang tersedia. Shop Drawing menggambarkan detail hubungan-hubungan dan sambungan-sambungan, pengangkeran konsruksi dan pemasangan semua komponen lengkap dengan ukuran-ukurannya. Pekerjaan Dinding Partisi Rangka untuk dinding partisi semua digunakan rangka dari bahan besi hollow 4/4 cm, setinggi 3,3 m. (sesuai gambar rencana). Dimensi untuk rangka sesuai dengan spesifikasi bahan dari pabrikan dengan pola bermodul 60 x 65 cm yang dipasang bersilangan, Sesuai dengan Gambar Rencana dan petunjuk Pengawas. Rangka dinding partisi yang menempel pada dinding harus memakai alur/sponimg agar sebelum dilakukan pemasangan terlebih dahulu supaya dibuat sponing dengan ukuran sesuai dengan Gambar Rencana atau petunjuk Pengawas. Setelah rangka tepi dinding partisi/ rangka yang menempel pada dinding atau rangka utama sudah terpasang seluruhnya, tentunya kedudukan dan elevasi disesuaikan dengan Gambar Rencana dan disetujui Pengawas, selanjutnya dilakukan pembagian untuk pemasangan rangka pembagi dengan modul sesuai dengan Gambar Rencana. Penyelesaian Lapisan dengan Kalsiboard Pemasangan lapisan kalsiboard hanya dapat dilakukan bilamana rangka telah selesai dan sesuai dengan Gambar Rencana serta telah disetujui Pengawas. Lembaran Kalsiboard yang dipergunakan untuk dinding partisi adalah dengan ukuran tebal 8 mm, atau disesuakan dengan Gambar Rencana dan petunjuk Pengawas. Pemotongan Kalsiboard harus dilakukan dengan gergaji halus atau alat lainnya yang disetujui Pengawas serta diampelas yang tidak terlalu kasar pada bekas pemotongannya sehingga halus dan rata. Pemasangan plafond Kalsiboard dapat dilakukan dengan cara dibout dan disetujui Pengawas. Setelah pemasangan Kalsiboard ditentukan. keseluruhannya sesuai dan diterima/ disetujui Pengawas, yang selanjutnya dilakukan pekerjaan finishing dengan material yang telah

BAB - VI

Halaman 57 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Pasal 23 PENGECATAN 23.1 Lingkup Pekerjaan a. b. c. d. e. f. g. Pengecatan Plafond Pengecatan Listplank Beton Pengecatan Listplank GRC Pengecatan Kusen Pintu dan Jendela Kayu Pengecatan Dinding Finishing Melamik utk Kusen dan Daun Pintu Partisi Finishing Coating untuk Lapisan Batu Andesit

23.2 Persyaratan Bahan a. Cat Kayu jenis produk pemakaian warna b. : mengkilat : ex lokal mutu terbaik. Sek. Avian : daun pintu panel atau semua jenis kayu yang harus cat sesuai dengan petunjuk konsultan pengawas : ditentukan kemudian

Cat Permukaan Dinding, Dinding Partisi, Plafond Gypsum, dan Profil Gypsum 1) Interior ∼ ∼ produk warna : Sek. Vinilex : ditentukan kemudian

2) Eksterior ∼ ∼ c. d. e. Produk warna : Sek. Vinilex : ditentukan kemudian : Cat. Sek. ICI Weathersield : Melamik

Listplank GRC

Kusen dan Daun Pintu Partisi Batu Andesit

: Coating mutu terbaik, warna netral

BAB - VI

Halaman 58 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
23.3 Persyaratan Pelaksanaan a. Tebal minimum tiap lapisan jadi sama dengan spesifikasi pabrik. Pengecatan harus rata, tidak bertumpuk, bercucuran, atau ada bekas yang menunjukkan tanda sapuan, roller, atau semprotan. b. Apabila cat yang dipakai mengandung bahan dasar beracun, kontraktor harus menyediakan peralatan pelindung seperti masker, sarung tangan, dan lainnya yang harus dipakai pada pelaksanaan pekerjaan ini. c. Tidak diperkenankan melaksanakan pekerjaan ini dalam keadaan angin berdebu bertiup. Di dalam keadaan tertentu, misalnya ruangan tertutup, kontraktor harus menyediakan kipas angin untuk memperlancar pergantian aliran udara. d. Peralatan seperti kuas, roller, sikat kawat, kape, vacuum cleaner, semprotan, dan lainnya harus tersedia dengan kualitas/mutu terbaik dan jumlah yang cukup. e. Semua cat dasar harus disapukan dengan kuas. Penyemprotan hanya dilakukan bila disetujui konsultan pengawas. f. Pengecatan cat dasar untuk komponen bahan material logam harus dilakukan sebelum komponen tersebut dipasang. g. Kontraktor harus melakukan pengecatan kembali bila ada cat dasar atau finish yang kurang menutupi atau lepas sebagaimana ditunjukkan oleh konsultan pengawas. Biaya ditanggung kontraktor tanpa diklaim sebagai pekerjaan tambah. h. Pekerjaan Cat Kayu 1) Pekerjaan Persiapan Sebelum Pengecatan • • Kayu harus dalam keadaan kering. Semua pekerjaan kayu telah didempul dengan baik dan rapi. Pendempulan dan pengampelasan bagian yang tidak rata, cacat berlubang bekas kayu, dan kotoran lainnya harus dilaksanakan dengan baik. 2) Pekerjaan Cat Metal / Besi ∼ seluruh metal harus dicat dasar dengan zincrhomate, baik yang tampak maupun tidak; ∼ pekerjaan cat dasar dilaksanakan sebelum komponen bahan/material dipasang;

BAB - VI

Halaman 59 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
∼ sebelum pengecatan, bersihkan permukaan dari kulit giling, karat, minyak, lemak, dan kotoran lain secara teliti dan menyeluruh dengan menggunakan sikat kawat mekanik.

3) Pekerjaan Cat Pipa GIV/BSP Semua pipa yang terlihat seperti railing tangga, pipa instalasi listrik/air, pipa pagar harus dicat. Sebelumnya, dilapisi dengan bahan kimia agar cat dapat bersatu/menyerap lebih lama.

4) Pekerjaan Cat Dinding, Dinding Partisi, Plafond, dan List Plafond • Seluruh permukaan harus dibersihkan dari debu, lemak, kotoran, atau noda lain dalam kondisi kering. • Langkah kerja cat emulsi adalah ∼ ∼ ∼ • lapisan pertama lapisan kedua lapisan ketiga : ± 50% air : ± 25% air : ± 25% air

Pelaksanaan pekerjaan dengan roller; kuas dipakai bila tidak mungkin menggunakan roller.

Lapisan pertama Cat jenis arcylic wall paper dengan menggunakan kape; ketebalan lapisan adalah 25 - 150 mikron atau daya sebar per liter adalah 10 m2.

Lapisan kedua Cat dasar jenis alkali resisting primer dengan menggunakan kuas/roller; ketebalan lapisan adalah 25 - 40 mikron atau daya sebar per liter adalah 13 - 15 m2.

Lapisan ketiga Cat jenis vynil arcylic emulsion dengan menggunakan roller; ketebalan setiap lapisan adalah 25 - 40 mikron atau daya sebar per liter adalah 13 – 15 m2.

BAB - VI

Halaman 60 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Pasal 24 PEKERJAAN PENYELESAIAN 24.1 Batasan Dan Lingkup Pekerjaan Yang termasuk lingkup pekerjaan penyelesaian meliputi : − Pekerjaan Dinding Partisi − Pekerjaan Built In Meja Counter − Pekerjaan Railling (utk Pendopo) Pengukuran hasil kerja Kontraktor harus menyediakan tenaga, material, juga peralatan yang cukup untuk menjamin kelancaran dan keamanan dalam pelaksanaan pekerjaan penyelesaian dengan berpedoman pada Gambar Rencana dan petunjuk Pengawas.

24.2 Persyaratan Bahan a. Material Untuk Dinding Partisi Partisi Standar Bahan yang digunakan untuk pekerjaan partisi standar adalah yang berbahan dasar Semen, kapur dan silikat setara Kalsiboard 8 mm yang tahan terhadap rembesan air dan api. Untuk Rangka dipakai hollow 4x4 cm. b. Material Untuk Built In Meja Counter Bahan dasar yang dipakai terdiri dari Multiplex 18 mm, 15mm, 9 mm dan wood veener sebagai finishing. c. Material Untuk Railling (Pendopo) Railling memakai besi hollow 4/4 cm, biasanya khusus dipakai untuk pagar. Difinishing dengan cat besi Sek. AVIAN. Metode pengecatan dengan spray/semprot. 24.3 Pelaksanaan/Pemasangan Kontraktor harus membuat Shop Drawing untuk persetujuan perencanaan yang dibuat berdasarkan Gambar Rencana yang tersedia. Shop Drawing menggambarkan detail

BAB - VI

Halaman 61 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
hubungan-hubungan dan sambungan-sambungan, pengangkeran konsruksi dan

pemasangan semua komponen lengkap dengan ukuran-ukurannya. 24.3.1 Pekerjaan Dinding Partisi − Kontraktor wajib membuat shop drawing untuk persetujuan pengawas berdasarkan Gambar Kerja. − Shop Drawing tersebut menggambarkan detail hubungan-hubungan, sambungansambungan, pengangkeran konstruksi dan pemasangan semua komponen lengkap dengan ukuran-ukuran. Pemasangan rangka partisi ini terbuat dari bahan besi hollow 4/4 cm tebal 1mm. − Rangka dinding partisi yang berhubungan dengan tembok/kolom harus dikerjakan sedemikian rupa seperti dalam gambar kerja dan jangan sampai merusak dinding atau kolom. − Detail sambungan yang digunakan dalam pekerjaan dinding rangka partisi ini dikerjakan sesuai dengan ketentuan, sehingga didapat pertemuan-pertemuan antara rangka vertical dan horizontal yang saling tegak lurus, rata, rapih sehingga setelah dipasang panel hasilnya akan kelihatan rapih dan rata. − Setelah rangka terpasang semua, kontraktor/pengawas agar mengecek kembali sehubungan dengan kebenaran dari cara-cara sambungan, ketegaklurusan, kerataan dan kekokohan dari rangka tersebut. Yang selanjutnya untuk mendapat izin pemasangan panel tersebut. 24.3.2 Pekerjaan Built In Meja Counter − Bahan yang dipakai Meja Counter adalah Multypleks 12 mm, bahan penutup dipakai lapisan Haveel warna Dark Brown (Oak). Memakai List Sainless lebar 1 cm. − Untuk Built in Meja Counter ini ditempatkan si ruang pelayanan sebagai pembatas antara ruang pelayanan dengan ruang tunggu. − Setiap bidang permukaan harus benar-benar rata tidak terdapat cacat atau retak dengan pori-pori harus tertutup sempurna.

BAB - VI

Halaman 62 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Pasal 25 PERLENGKAPAN SANITER 25.1 Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini mencakup pengangkutan, pengadaan, dan pemasangan semua perlengkapan sanitasi pada tempat-tempat seperti tertera dalam gambar kerja dan spesifikasi teknis ini, termasuk pengawasan percobaan yang diperlukan agar keseluruhan sistem dapat berjalan dengan baik. 25.2 Persyaratan Bahan a. Pemasangan semua unit saniter harus lengkap dengan aksesoris (kran, pipa drain, dan lainnya). b. Kloset Jongkok produk bahan tipe pemakaian warna c. Kloset Duduk produk bahan tipe pemakaian warna d. Bak Air produk bahan tipe pemakaian warna e. Wastafel produk : Ex.Toto : Sek.Toto : Fiber : standar : semua toilet : Ivory : Ex.Toto : porselen : CW 420 : Toilet R. Kerja Camat : Ivory : Ex.Toto : porselen : CE 9 : semua toilet : Ivory

BAB - VI

Halaman 63 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
bahan tipe pemakaian warna f. Kitchen Zink Produk Bahan Pemakaian g. Floor Drain Produk Bahan Pemakaian h. Kran Dinding Produk Bahan Type Pemakaian Warna i. Jet Washer Produk Bahan Type Pemakaian Warna j. : Ex. Toto atau setarafnya : Metal : Standar : pada Dinding KM/WC Camat : Ivory : Ex. Toto atau setarafnya : Metal : Standar, dia. ½” : pada Dinding KM/WC : Standar (metallic) : Ex. Toto atau setarafnya : Metal/stainlessteel : Standar : Ex. Dalam negeri atau setarafnya : Metal/stainlessteel : Standar : porselen : wastafel nempel di meja : ruang depan toilet atau sesuai dengan gambar kerja : ditentukan kemudian

Perlengkapan aksesoris untuk unit-unit tersebut di atas lengkap dari kran sampai pipa pembuangan. Pipa drain untuk semua unit saniter harus mempunyai leher angsa.

k.

Clean-out, Floor Drain Floor drain dipasang pada setip KM/WC seperti ditunjukkan dalam gambar kerja. Floor drain yang digunakan bermerek Ex Dalam negeri atau setarafnya dengan kualitas memenuhi SNI.

BAB - VI

Halaman 64 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
25.3 Persyaratan Pelaksanaan a. Pekerjaan dilaksanakan dengan mengikuti petunjuk gambar kerja, uraian, dan persyaratan pekerjaan, spesifikasi pabrik pembuat, serta petunjuk konsultan pengawas. b. Diperlukan koordinasi kerja dengan disiplin lain, terutama yang bersangkutan dengan pekerjaan pemasangan, baik jadwal maupun posisi meletakkan peralatan di tempat. c. Sebelum dan sesudah pekerjaan, semua peralatan harus disetujui konsultan pengawas, serta dijaga dari kerusakan atau kehilangan sebelum masa penyerahan tiba. d. Perhatikan semua ukuran, peil, pola, dan syarat lain untuk pemasangan baik di lantai maupun di dinding/meja beton. e. Pemasangan harus dilakukan dengan hati-hati dan cermat agar tidak terdapat bekas cacat, noda, atau sumbatan-sumbatan. f. Sambungan pipa dengan menggunakan ulir terlebih dahulu harus dilapisi dengan Red Lead Cement dan memakai pintalan atau serat halus. Pada tempat-tempat khusus digunakan sambungan flanged . Penyambungan ini perlu dilengkapi dengan ring type gasket untuk lebih menjamin kekuatan sambungan. g. Dilarang menutup dengan plesteran sebelum diadakan pemeriksaan/pengujian oleh konsultan pengawas. h. Semua aksesoris yang terpasang di dinding harus diusahakan tepat di tengah atau pada nad ubin keramik.

BAB - VI

Halaman 65 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Pasal 26 PEKERJAAN PLUMBING 26.1 Lingkup Pekerjaan Yang dicakup dalam pekerjaan ini adalah pengertian bekerjanya instalasi plumbing (pembuangan air kotor, air bekas dan penyediaan air bersih) di dalam dan di luar bangunan sampai suatu sistem keseluruhan maupun bagian-bagiannya, seperti yang tertera pada gambar-gambar maupun yang dispesiflkasikan. Termasuk di dalam pekerjaan ini adalah pengadaan barang / material, instalasi dan testing terhadap seluruh material, serah tr-rima c.'an pemelihz raan selama 12 (dua bekas) bulan. Ketentuan-ketentuan yang balk tercantum di dalam gambar maupun pada spesifikasi / syarat-syarat teknis tetapi perlu untuk pelaksanaan pekerjaan instalasi secara keseluruhan harus juga dimasukkan ke dalam pekerjaan ini. Secara umum pokerjaan yang harus dilaksanakan pada provek ini ada!ah : Pengadaan dan pengangkutan ke lokasi proyek, pemasangan bahan, material, peralatan dan perlengkapan sistem plumbing / sanitasi sesuai dengan peraturan / standar yang berlaku seperti yang ditunjuk pada syarat-syarat umum untuk menunjang bekerjanya sistem / peralatan, walaupun tidak tercantum pada Syarat-syarat Teknis Khusus atau gambar dokumen. Perincian umum pekerjaan instalasi plumbing dan sanitasi ini adalah sebagai berikut : Instalasi Air Bersih Pengadaan, pemasangan dan pengujian sistem pemipaan di dalam dan di luar bangunan, lengkap berikut sistem pemompaan sesuai dengan gambar rencana dan spesifikasi tekniknya. Pengadaan tenaga kerja yang berpengalaman dalam menangani instalasi plumbing serta peralatan-peralatannya. Pembersihan pipa (plushing) dengan menggunakan aliran air yang bertekanan oleh pompa yang disediakan oleh Kontraktor.

BAB - VI

Halaman 66 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Pengujian terhadap kebocoran pipa-pipa dengan tekanan hidrolis secara parsial dan untuk seluruh sistem pemipaan serta mengadakan pengamatan sampai sistem bekerja dengan balk dan aman. Pengangkutan bekas galian dan penimbunan kembali serta pembersih site. Instalasi Air Kotor / Air Buangan − Pengadaan dan Pemasangan pipa air kotor / air buangan Iengkap dengan peralatan dan berada di dalam bangunan, antara lain WC, urinoir, wastafel, floor drain, clean out dan lain sebagainya. − Pengadaan dan pemasangan pipa air kotor / air buangan dari dalam bangunan menuju saluran drainnase dan septictank. − Pembuatan septic tank lengkap dengan pemipaan vent-out dan filternya. − Pengangkutan bekas galian dan penimbunan kembali. − Pengujian instalasi pemipaan terhadap kebocoran dengan tekanan hidrolis. − Pengadaan tenaga kerja yang berpengalaman dan alat-alat kerja yang diperlukan. Lingkup Pekerjaan pada RAB, meliputi : Pek. Air Bersih PVC Kelas AW 10Kg/cm Kecamatan) : − Pek. Instalasi Air Bersih Ø ½” Ledeng − Pek. Instalasi Air Bersih Ø ¾” − Pek. Instalasi Air Bersih Ø 1” − Aksesoris Pemipaan Pek. Air Bersih Site : − Pek. Gate valve 1” − Pek. Gate valve 1,5” − Pek. Box valve − Pek. Pipa PVC dia. 1,5” lkp galian&urugan − Pek. Pipa PVC dia. 1” lkp galian&urugan − Pek. Pipa PVC dia. ½” lkp galian&urugan (untuk Area Gedung Kantor

BAB - VI

Halaman 67 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
− Pek. Kran Taman lkp pondasi − Aksesoris Pemipaan − Pek. GIP dia. 1” u/pelindung yg melintas jalan − Pek. GIP dia. 2” u/pelindung yg melintas jalan Pek.Pemboran dan Konstruksi Sumur Jet Pump : − Pek. Pengeboran − Pek. Pengolahan lumpur dan Air (Site Mix) − Pek. Pemboran dengan kedalaman 40 m − Pek. Pipa PVC kelas AW 2” dan 4” u/casing − Pek. Pipa PVC kelas AW 1 1/4” u/Suction − Pek. Pipa PVC kelas AW 1” u/Discharge − Pek. Gate valve 1 ¼” − Pek. Foot valve 1 ¼” − Pek. Cek valve 1” − Pek. Gate valve 1” − Material bantu, soket,knee, lem dll Pek. Air Kotor PVC Kelas AW 10Kg/cm : − Pek. Instalasi Air Kotor Ø 2½” Ledeng − Pek. Instalasi Air Kotor Ø 3” − Pek. Instalasi Air Kotor Ø 4” − Aksesoris Pemipaan − Bak Kontrol − Septictank Kap Tank 1,8 m3 Sek. Bio Master (lengkap Pek. Sipil) Pek. Pemasangan Pompa + Panel Control − Pas. Pompa Jet Pump daya 0.75 kW/1 Phase type JD E Sek. Groundfos − Water Level control lengkap instalasi − Rumah Pompa − Instalasi Listrik − Pompa transfer 375 watt ke menara air dari grountank

BAB - VI

Halaman 68 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN

Pek. Water Tank − − Menara air kap.2m3 tinggi 4 meter, konstruksi baja Grountank kap. 2 bh @ 2m3 (tanki fibre) ditanam dilindungi pas. Bata dan alas beton. Merk Sek. Excel kwalitas 1 26.2 PERSYARATAN UMUM Syarat-syarat Teknis Pekerjaan Plumbing / Sanitasi yang diuraikan di sini adalah persyaratan yang harus dilaksanakan oleh Kontraktor dalam hal pengerjaan instalasi maupun pengadaan material dan peralatan, dalam hal ini Syarat-syarat Umum teknis pekerjaan Mekanikal / Elektrikal adalah bagian dari Syarat-Syarat Teknis ini. Ukuran (Dimensi) Ukuran-ukuran pokok dan ukuran-ukuran detail terdapat pada gambar harus ditaati oleh Kontraktor. Kontraktor harus meneliti (mempelajari) gambar perencanaan, dan bila terjadi perbedaan antara suatu dengan yang lain, harus segera dibicarakan dengan Konsultan Manajemen Konstruksi. Kontraktor diwajibkan melakukan seniua pekerjaan pengukuran dan penggambaran yang diperlukan guna memudahkan pelaksanaan.

26.3 PERSYARATAN BAHAN 26.3.1 INSTALASI AIR BERSIH Pipa Pipa dengan 0 1" s/d 2", baik pipa utama maupun pipa cabang, termasuk yang menuju fixtures menggunakan pipa PVC AW merk Maspion,Paralon Fitting. Fitting-fitting harus terbuat dari material yang sama dengan bahan pipa.

BAB - VI

Halaman 69 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Valves. Valve dengan diameter lebih kecil dari 2" diperkenankan menggunakan sambungan ulir (screwed). Valve pada fixture dari brass metal atau bahan yang tidak berkarat, khusus dibuat untuk fixture tersebut, harus mengkilat tanpa cacat. Semua valve harus mempunyai diameter yang sama besar dengan pipanya. Semua valve dari merek KITZ atau yang setara. Setiap penawaran harus dilengkapi dengan brosur / katalog dari pabrik pembuat. Kelas valve yang digunakan adalah pn 150 (150 psi). Bak Kontrol untuk Water Meter dan Valve. Bak kontrol untuk pipa penyambung dari jaringan utama sistem distribusi air bersih, terbuat dari beton tulangan besi yang lengkap dengan tutup beton yang dapat dengan mudah dibuka / diangkat serta dikunci. Pemasangan Pipa : Pipa Tegak Pipa tegak yang menuju fixture harus ditanam di dalam tembok / lantai. Kontraktor harus membuat alur-alur dan lubang-lubang yang diperlukan pada tembok sesuai pada kebutuhan pipa. Setelah pipa dipasang, dikiem dan diuji harus ditutup kembali sehingga tidak keliharan dari luar. Cara penutupan kembali harus seperti semula dan finish yang rapi sehingga tidak terlihat bekas-bekas dari bobokan. Pipa Mendatar. Untuk pipa yang berada di atas atap dan di bawah lantai, pipa harus dipasang dengan penyangga (support) atau penggantung (hangger). Jarak antara pipa dengan dinding penggantungan bisa disesuaikan dengan keadaan lapangan.

BAB - VI

Halaman 70 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Penyambung Pipa. a. Sambungan Ulir. Penyambung an uiir antara pipa derigan fitting dilakukan untuk pipa dengan diameter sampai 40 mm (11/2"). Kedalaman ulir pada pipa harus dibuat sedemikian rupa, sehingga fitting dapat masuk pada pipa dengan diputar tangan sebanyak 3 uiir. Semua sambungan ulir harus nenggunakan perapatan henep dan zinkwite dengan campuran minyak. Semua pemotongan pipa menggunakan pipe cutter dengan pisau roda. Tiap ujung pipa bagian dalam harus dibersihkan dari bekas pemotongan dengan reamer. Semua pipa harus bersih dari bekas bahan perapat sambungan. b. Sambungan Lem. Penyambungan antara pipa dengan fitting PVC menggunakan lem yang sesuai dengan jenis pipa dan menurut rekomendasi pabrik. Pipa harus masuk sepenuhnya pada fitting, dan hal ini dapat dilakukan dengan alat press khusus. Pemotongan pipa harus tegak lurus terhadap pipa. c. Sleeves. Sleeves untuk pipa-pipa harus dipasang dengan balk setiap kali pipa tersebut menembus beton. Sleeves harus mempunyai ukuran yang cukup untuk memberikan ruang longgar di luar pipa maupun isolasi. Penanaman Pipa di Dalam Tanah. a. Dasar dari lubang parit harus diratakan dan dipadatkan. b. Diberi pasir urug padat setebal 10 cm c. Pada setiap sambungan pipa harus dibuat lubang galian yang dalamnya 50 mm untuk penempatan pipa sambungan pipa. d. Pengadaan testing terhadap tekanan dan kebocoran. e. Setelah hasilnya baik, ditimbun kemhali dengan pasir urug padat setebal 15 cm dihitung dari alas pipa.

BAB - VI

Halaman 71 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
f. Di sekitar fitting dari pipa ha[-us dipasang halok / penguat dari beton agar fitting-fitting tidak bergerak jika beban tekan diberikan.. g. Keniudian diurug dengan tanah bekas galian sampai seperti keadaan semula

Pengujian Terhadap Tekanan dan Kebocoran. a. Setelah semua pipa dan perlengkapannya terpasang, harus diuji dengan tekanan hidrolis Kg/Cm2 selama 24 jam tanpa teijadi perubahan / penur unan tekanan. b. Peralatan pengujian ini harus disediakan oleh kontraktor. c. Pengujian harus drsaksikan oleh Konsultan Manajemen Konstruksi atau yang kuasakan untuk itu. d. Apabila terjadi kegagalan dalam pengujian Kontraktor harus memperbaiki bagianbagian yang rusak dan melakukan pengujian kembali sampai berhasil dengan balk. e. Dalam, hal ini semua biaya ditanggung oleh Kontraktor, termasuk biaya pemakaian air dan listrik. Pengujian Sistem Kerja (Trial Run) Setelah semua instalasi air bersih lengkap, temasuk penyambungan ke pipa distribusi, Kontraktor diharuskan melakukan pengujian terhadap sistem-sistem kerja (trial run) dari seluruh instalasi air bersih, yang disaksikan oleh Konsultan Manajemen Konstruksi atau yang ditunjuk untuk itu sampai sistem bisa bekerja dengan baik.

Pekerjaan Lain-Lain Termasuk di dalam pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh Kontraktor adalah pembobokan dinding / selokan, penggalian dan pengangkutan tanah dari hasil dan lainlain yang ditemui di site, serta memperbaiki kembali seperti semula.

BAB - VI

Halaman 72 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
26.3.2 INSTALASI AIR KOTOR / AIR BUANGAN Material − Pipa di Dalam Bangunan. Pipa dengan ukuran 1'/2"-4" balk pipa utama maupun pipa cabang mengunakan PVC class AW. Pipa PVC ex Maspion,Paralon atau setara

− Pipa di luar Bangunan Dari ujung pipa di dalam bangunan menuju ke saluran drainase menggunakan pipa PVC class AW. Pipa PVC PVC ex Maspion,Paralon atau setara

− Accessories. a. Fitting dari pipa PCV harus dari hahan yang sarna (PVC) yang dibuat dengan cara injection moulding. b. Floor drain dan clean out dari bahan stainless-steel.

Cara Pemasangan Pipa. − Pipa di Dalam Bangunan a. Pipa Mendatar. Pipa dipasang dengan kemiringan (slope) 1-2 %. Perletakan pipa harus diusahakan berada pada tempat yang tersembunyi baik di dinding / tembok maupun pada ruang yang berada di bawah lantai. Setiap pencabangan atau penyambungan yang merubah arah harus menggunakan fitting dengan sudut 45° (misalnya Y branch dan sebagainya) jenis long radius. b. Pipa di Dalam Tanah. Pipa dipasang dan ditanam di bawah permukaan tanah / jalan dengan tebal / tinggi timbunan minimal 50 cm diukur dari atas pipa sampai permukaan tanah / lantai.

BAB - VI

Halaman 73 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Sebelum pipa ditanam pada dasar galian harus diurug dahulu dengan pasir padat setebal 10 cm. Selanjutnya setelah pipa diletakkan, di sekeliling dan di atas pipa kemudian diurug dengan tanah sampai padat. Kontruksi permukaan tanah / lantai bekas galian harus dikembalikan seperti semula. c. Penanaman Pipa. Dasar dari lubang parit harus diratakan dan dipadatkan. Pada tiap-tiap sambungan pipa harus dibuat galian yang dalamnya 50 mm. Untuk mendapatkan sambungan pipa pada bagian yang membelok ke atas (vertikal) harus diberi landasan dari beton. Caranya seperti pada gambar perencanaan. Dalamnya perletakan pipa disesuaikan dengan memiringan 1-2% dari titik mula di dalam gedung sampai ke saluran drainage.

− Pipa Saluran Luapan Septic Tank. Pipa dipasang dan ditanam di hawah permukaan tanah / jalan kemiringan 1-2% dari titik permulaan septic tank ke drainage kota. Untuk perletakan pipa yang melintasi jalan kendaraan dengan kedalaman kurang dari 90cm, pada bagian atas pipa harus dilindungi pelat beton bertulang dengan tebal 10 cm, pelat beton tersebut tidak tertumpu pada pipa.

− Penyambungan Pipa a. pemipaan disambung dengan solvent cement b. Pipa yang harus disambung dengan solvent cement harus dibersihkan terlebih dahulu sehingga bebas dari kotoran dan lemak. c. Pembersihan tersebut dilakukan terhadap bagian permukaan dan dalam dari pipa yang akan saline mclekat. d. Pada waktu pelaksanaan penyambungan, bagian dalam dari pipa yang akan disambung harus bebas dari benda-bcnda / kotoran yang dapat mengganggu kelancaran air di dalam pipa.

BAB - VI

Halaman 74 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
− Cara Pemasangan Floor Drain dan Clean Out Floor drain dan clean out harus dipasang sesuai dengan gambar perencanaan. Penyambungan dengan pipa harus dilakukan secara ulir (screw) dan membentuk sudut 45 derajat dengan pipa utamanya. Pengujian − Seluruh sistem air kotor / buangan harus diuji terhadap kebocoran sebelum disambung ke peralatan. Tekanan kerja maksimum adalah 8 kg/cm2 dan tekanan pengujian adalah 12,5 Kg/Cm2 − Pengujian dilakukan dengan tekanan air setelah ujung pipa ke peralatan ditutup rapat. − Untuk pemipaan air kotor, bekas dan air hujan, pengujian dilakukan sebelum pemipaan disambungkan ke peralatan sanitasi, dengan jalan mengisi pemipaan dengan air. − Pemeriksaan dilakukan setelah 24 jam kemudian dan harus tidak terjadi pengurangan volume air. − Peralatan dan bahan untuk bahan pengujian disediakan oleh kontraktor. Kontraktor harus memperbaiki seqala cacat dan kekurangan-kekurangannya. − Konsultan Pengawas dan User berhak meminta pengulangan pengujian bila hal ini dianggap perlu. − Dalam hal pengujian yang tidak dilakukan dengan balk atau kurang memuaskan, maka biaya pengujian/pengulangan pengujian adalah termasuk tanggung jawab kontraktor. − Peralatan toilet dapat dipasang setelah hasil pengujian dinyatakan balk oleh Konsultan Manajemen Konstruksi.

26.3.3 PERSYARATAN KONSTRUKSI UMUM MOTOR-POMPA Pompa Air Bersih. − Pompa-pompa dari jenis non-self priming denqan efisiensi minimum 70% pada sekitar + 10 % dari titik kerjanya.

BAB - VI

Halaman 75 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
− − − Pompa dan motor khusus dirancang untuk mentransfer air minum. Seal menggunakan jenis maintenance free-mechanical seal Badan pompa menggunakan besi cor (cast iron) kualitas ductile yang khusus untuk air minum. − Sudu (impeller) dan guide vane menggunakan stainless-steel atau sejenisnya yang khusus untuk air minum. − Poros menggunakan baja tahan karat (stainless-steel), shaft seal faces terbuat dari tungsten carbide. − − − Bantalan menggunakan bantalan luncur tanpa pelumasan khusus selain air. Pompa, poros dan kopling harus terbalans secara baik. Pompa dikonstrusikan menyatu dengan motornya pada landasan baja yang tunggal (base plate). − Setiap pompa harus dibuatkan saluran pembuangan (drainage) bocoran air ke saluran buangan terdekat (lihat gambar rencana). − Secara utuh pompa dan motor tidak boleh menimbulkan getaran dan suara di atas normal (50 dB A). − Pompa dan motor dihubungkan secara langsung (direct driven) dengan kopling fleksibel. − − Pompa dilengkapi dengan pipa priming yang diambil dari priming tank. Setiap pompa harus dilengkapi dengan automatic stop stwich yang mendapat sinyal dari water level control yang diletakan di dalam ground reservoir. Motor untuk pompa air bersih. − − − − Motor adalah jenis motor induksi rotor sangkar. Motor sesuai untuk bekerja pada jaringan listrik 220/380 V, 3 fasa, 50 Hz. Belitan motor menggunakaii isolasi kelas F. Rotor, poros dan koplinq harus terbalans secara balk.

BAB - VI

Halaman 76 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
26.3.4 SPESIFIKASI POMPA AIR Pompa Air bersih (Delivery Pump). Jenis Jumlah Head nominal Kapasitas nominal Daya pompa Putaran Tegangan kerja Starter : : : : : : : : Close Couple 1 (satu) buah 90 meter 90 l/m 0,37 kW 1500 rpm 220 V, 1 fasa, 50 Hz DOL c/w WLC

Pompa dan motor ex Grundfos atau setara

Pompa Jet Pump Jenis Jumlah Head nominal Kapasitas nominal Daya pompa Putaran Tegangan kerja Starter : : : : : : : : Close Couple 1 (satu) buah 25 meter 9 l/m 0,75 kW 1500 rpm 220 V, 1 fasa, 50 Hz DOL c/w WLC

Pompa dan motor ex Grundfos atau setara

BAB - VI

Halaman 77 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Pasal 27 TANGKI SEPTIK DAN RESAPAN 27.1 Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini mencakup pengadaan bahan, peralatan, tenaga kerja, dan pemasangan tangki septik dan resapan seuai dengan garis, susunan, lokasi, dan dimensi yang tertera dalam gambar kerja dan ketentuan spesifikasi teknis. Pekerjaan ini termasuk pada: • Pengukuran • Penggalian, pengurugan, dan pemadatan • Pemasangan dan penyambungan pipa 27.2 Persyaratan Umum a. Kontraktor harus menyerahkan contoh dan data teknis bahan kepada pengawas lapangan untuk disetujui sebelum pengadaan bahan dan pelaksanaan pekerjaan. b. Kontraktor harus membuat dan menyerahkan gambar detail pelaksanaan yang mencakup dimensi, tata letak, jenis bahan, dan detail-detail pelaksanaan untuk diperiksa dan disetujui pengawas lapangan c. Ketidak sesuaian 1) kontraktor wajib memeriksa baik gambar dari kerja segi terhadap kemungkinan maupun kesalahan/ketidaksesuaian, pemasangan. 2) Bila bahan-bahan yang didatangkan ternyata tidak sesuai dengan yang telah disetujui, kontraktor wajib menggantinya atas biaya kontraktor setelah disetujui pengawas lapangan. 27.3 Persyaratan Bahan a. Tangki septik dapat dibuat dari pasangan batu bata atau beton bertulang (sesuai dengan petunjuk gambar kerja) dalam kapasitas, ukuran, bentuk dalam gambar kerja. b. Pipa-pipa saluran dan rembesan yang dipasang harus pipa PVC kelas 5 kg/cm2 standar JIS K 6741 berdiameter sesuai dengan gambar kerja, sedangkan panjang, tebal, dan lainnya sesuai dengan standar JIS. c. Batu bata harus memenuhi persyaratan dalam pasal tentang pemasangan bata. dimensi, jumlah,

BAB - VI

Halaman 78 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
d. Bahan beton dan baja tulangan harus memenuhi persyaratan e. Adukan 1) Bahan adukan untuk pasangan batu bata yang terdiri dari semen, pasir, dan air harus memenuhi spesifikasi teknis. 2) Semua adukan yang dipakai mempunyai komposisi 1 pc : 2 ps atau sesuai dengan ketentuan gambar kerja. f. Resapan Tangki septik harus dilengkapi dengan sumur resapan dalam ukuran sesuai dengan petunjuk gambar kerja. Bahan-bahan untuk sumur resapan sesuai dengan petunjuk gambar kerja atau petunjuk pengawas lapangan. 27.4 Persyaratan Pelaksanaan a. Umum 1) Seluruh tangki septik dan resapan harus dipasang sesuai dengan petunjuk gambar kerja, gambar detail pelaksanaan, serta spesifikasi teknis ini. 2) Pekerjaan galian, urugan kembali, dan pemadatan harus memenuhi ketentuan pasal tentang pekerjaan galian. 3) Pekerjaan beton bertulang harus dilaksanakansesuai dengan ketentuan pasal tentang pekerjaan beton. 4) Pekerjaan pasangan batu bata harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan pasal tentang pekerjaan pasangan batu bata. 5) Semua pasangan pemipaan harus dikerjakan sesuai dengan ketentuan pasal tentang pekerjaan pemipaan. b. Konstruksi dan Pemasangan 1) Tangki septik harus mempunyai ruang udara tidak kurang dari 0,20 meter dari langit-langit tangki dan di bawah tutup tangki 2) Tangki harus terbuat dari pasangan batu bata atau beton bertulang yang kedap air. Dinding bagian tangki diberi plesteran dengan adukan 1 : 2, sedangkan bagian luar yang berhubungan langsung dengan tanah tidak diplester. 3) Resapan harus dibuat dan dipasang sesuai dengan petunjuk dalam gambar kerja dan pengawas lapangan.

BAB - VI

Halaman 79 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Pasal 28 PEKERJAAN ELEKTRIKAL 28.1 UMUM Syarat-syarat Khusus Teknis yang diuraikan disini adalah persyaratan yang harus dilaksanakan oleh Kontraktor dalam hal pengerjaan instalasi maupun pengadaan material dan peralatan untuk seluruh pekerjaan listrik di dalam maupun diluar bangunan gedung. Dalam hal ini Syarat-syarat Teknis Umum Pekerjaan Elektrikal adalah bagian dari Syarat-syarat Khusus Teknis ini. 28.2 PRINSIP PENYEDIAAN DAYA LISTRIK Sumber daya listrik bagi-gedung diperoleh dari jaringan tegangan rendah PLN Daya dari PLN tersebut disalurkan ke panel ukur (kwh meter). Selanjutnya didistribusikan ke panel-panel utama (LVMDP), penerangan gedung secara radial. Sistim distribusi tegangan rendah yang digunakan adalah distribusi tiga fase - empat kawat 220/380 V mengikuti sistim PP (Pentanahan Pengaman). 28.3 LINGKUP PEKERJAAN Yang dicakup dalam pekerjaan ini adalah pengertian bekerjanya sistem listrik sebagai suatu sistem keseluruhan maupun bagian-bagiannya, seperti yang tertera pada gambargambar maupun yang dispesifikasikan. Termasuk pekerjaan ini adalah pengadaan barang / material, instalasi, testing / pengujian, pengesahan terhadap seluruh material berikut pemasangan / instalasinya oleh badan resmi PLN, LMK dan / atau Badan Keselamatan Kerja, serta serah terima dan pemeliharaan / garansi selama 6 bulan. Ketentuan-ketentuan yang tidak tercantum dalam gambar maupun pada spesifikasi / syarat-syarat teknis tetapi perlu untuk pelaksanaan pekerjaan instalasi secara keseluruhan harus juga dimasukkan ke dalam pekerjaan ini. Secara umum pekerjaan yang harus dilaksanakan pada proyek ini adalah : sub-distribusi dan panel daya /

BAB - VI

Halaman 80 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Pengadaan dan pengangkutan ke lokasi proyek, pemasangan bahan, material, peralatan dan perlengkapan sistem listrik sesuai dengan peraturan / standar yang berlaku seperti yang ditunjuk pada syarat-syarat umum untuk menunjang bekerjanya sistem / peralatan, walaupun tidak tercantum pada syarat-syarat Khusus Teknik atau gambar dokumen. Pekerjaan inl meliputi : Pekerjaan Kabel Daya Pengadaan dan pemasangan seluruh kabel daya tegangan rendah jenis NYY dan TIC yang menghubungkan a. b. Dari KWH Meter ke panel daya / penerangan bangunan Dan kabel daya lainnya.

Kabel penghubung tersebut lengkap dengan terminasi (sepatu kebel) yang diperlukan. Pengadaan dan pemasangan seluruh instalasi penerangan dan daya (stop kontak), lengkap dengan armatur, power receptacle outlet, panel-penel daya / penerangan dan alat-alat bantu yang diperlukan. Pengadaan dan pemasangan seluruh instalasi pentanahan, balk pentanahan sistim listrik maupun badan (body) peralatan listrik. Pekerjaan di dalam Gedung Pengadaan dan pemasangan serta penyetelan panel-panel daya / penerangan termasuk di dalam pekerjaan ini adalah penarikan kebel / konduktor pentanahan netral / badan panel. Pengadaan dan pemasangan kebel-kabel jenis NYY, untuk penghubung antar panel daya / penerangan dan kabel-kabel daya menuju peralatan (pompa-pompa). Pengadaan dan pemasangan seluruh instalasi penerangan dan stop kontak. Termasuk pekerjaan ini adalah pengadaan dan pemasangan armatur penerangan.

BAB - VI

Halaman 81 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Pekerjaan di luar Gedung Pengadaan dan pemasangan instalasi daya. Pengadaan dan pemasangan instalasi penerangan luar / taman, termasuk lampu sorot Gapura

28.4

GAMBAR-GAMBAR Gambar-gambar elektrikal menunjukkan secara khusus teknik pekerjaan listrik yang di dalamnya dicantumkan besaran-besaran listrik dan mekanis serta spesifikasi tertentu.Iainnya. pengerjaan dan pemasangan peralatan-peralatan harus disesuaikan dengan kondisi lapangan. Gambar-gambar arsitektur, struktur, elektrikal dan kontrak lainnya haruslah menjadi referensi untuk koordinasi dalam pekerjaan secara keseluruhan. Kontraktor harus menyesuaikan peralatan terhadap perencanaan dan memeriksanya kembali. Setiap kekurangan / kesalahan perencanaan harus disampaikan kepada Konsultan Manajemen Konstruksian atau pihak lain yang ditunjuk untuk itu.

28.5

KETENTUAN-KETENTUAN INSTALASI Meliputi pengadaan dan pemasangan power receptacle outlet (stop kontak), saklar, kontak-kontak tarik (pull box), cabinet / penel daya, kebel, alai-alai bantu dan semua peralatan lain yang diperlukan untuk mendapatkan penyelesaian yang memuaskan dari sistern instalasi daya tegangan rendah 220 / 380 V dan penerangan. Kotak-kotak(doos) Outlet. a. Jenis Kotak-kotak outlet harus sesuai dengan persyaratan PUIL, dan kotak-kotak lainnya yang tertutup rapi harus dipasang dengan baik dan benar. b. Ukuran Setiap kotak outlet harus diberi bukaan untuk kondulit hanya di tempat yang diperlukan.

28.5.1 Peralatan Instalasi Tegangan Rendah

BAB - VI

Halaman 82 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Setiap kotak harus cukup besar unutk menampung jumlah dan ukuran condulit, sesuai dengan persyarata, tetapi kurang dad ukuran yang ditunjuk atau dipersyaratkan. Saklar dan Stop Kontak. a. Bahan Doos. Kecuali tercatat atau disyaratkan lain, maka kotak-kotak outlet untuk saklar dinding dan receptacles outlet harus b. Cara Pemasangan. Saklar-saklar dengan rating minimum 6A / 250 V. Saklar pada umumnya dipasang rata terhadap permukaan tembok, kecuali ditentukan lain pada gambar. Jika tidak ditentukan lain, bingkai saklar harus dipasang pada ketinggian 140 cm di atas lantai yang sudah selesai. Saklar-saklar tersebut harus di pasang doos (kotak) yang sesuai. Sambungan hanya diperbolehkan antara kotak yang berdekatan. Stop kontak harus dipasang rata terhadap permukaan dinding dengan ketinggian 30 cm dari permukaan lantai yang sudah selesai sesuai petunjuk Konsultan Manajemen Konstruksi. Saklar dan stop kontak ex MK, Clipsal atau setara. c. Jumlah Kutub. Stop kontak satu fasa harus dari jenis tiga kutub (fasa, netral dan pentanahan) dengan ranting minimum 10 A / 220 V. Cara pemasangan harus disesuaikan dengan peraturan PUIL dan diberi saluran pentanahan. Kabel-Kabel Kabel pada instalasi daya dan penerangan bertegangan rendah meliputi kabel tegangan rendah, kabel kontrol, accessories, peralatan-peralatan dan barangbarang lain yang diperlukan untuk melengkapi dan menyempurnakan pemasangan serta operasi dari semua sistem dan peralatan. a. Syarat Kabel Instalasi Tegangan Rendah (sampai 600 V)

BAB - VI

Halaman 83 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Kabel tegangan rendah yang digunakan harus memenuhi persyaratan PUIL, SPLN dan LMK untuk pengganguan sebagai kabel instalasi dan peralatan (mesin), kecuali untuk peralatan khusus seperti disyaratkan atau dianjurkan oleh pebrik pembuatnya. Ukuran kabel daya / instalasi terkecil yang diizinkan adalah 2,5 mm2 kecuali untuk pemakaian kontrol pada sistem remote control yang kurang dari 30 meter panjangnya bisa menggunakan kabel dengan ukuran 1,5 mm2. Kecuali disyaratkan lain, kabel tanah harus jenis NYY yang dilindungi Pipa PVC dan Pipa GIP bo;a melintas jalan. kabel instalasi di dalam bangunan dari jenis NYY, NYM . Semua kabel instalasi di dalam bangunan harus berada didalam konduit. Semua konduit, kabel-kabel dan sambungan elektrikal untuk instalasi di dalam bangunan harus diadakan secara lengkap. Faktor pengisian konduit oleh kabel-kabel maksimum adalah 40 %. Kabel merek SUPREME, Voksel, Eterna,Kabelindo, Kabelmetal & Tranka. b. Kabel Tanah Tegangan Rendah Kabel tegangan rendah yang digunakan harus memenuhi persyaratan PUIL, SPLN, dan LMK untuk penggunaan sebagai kabel instalasi yang ditanah langsung di dalam tanah. Semua kabel dengan luas penampang 16 mm2 keatas harus berurat banyak dan dipilin (stranded) Ukuran kabel daya / instalasi terkecil adalah 2,5 mm2, kecuali untuk pemakaian kontrol pada sistem yang perakaian kontrol pada sistem remote yang kurang dari 30 meter panjangnya (bisa-menggunakan kabel dengan ukuran 1,5 mm2).

BAB - VI

Halaman 84 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Cara penanaman kabel secara langsung didalam tanah (direct burial) harus sesuai dengan gambar rencana, termasuk cara persilangan dengan pipa air dan kabel telekomunikasi dan kabel tegangan menengah 2U kV. Apabila diperlukan penyambungan kabel dalam tanah, harus dilakukan dengan alat penyambung khusus (jointing kit) tegangan rencah jenis epoxy resin-cold pour system. Penyambungan kabel di dalam tanah harus dilakukan oleh tenaga yang benar-benar ahli dengan cara dan metode penyambungan mengikuti anjuran. Pabrik pembuat jointing kit yang digunakan sehingga diperoleh hasil penyambungan yang andal, tahan terhadap lembab, mempunyai sifat isolasi yang tinggi dan mempunyai kekuatan mekanis yang tinggi. Kabel merek SUPREME atau setara (4 besar), jointing kit ex RAYCHEM atau setara. c. Instalasi Kabel Penerangan dan Stop Kontak. Kabel-kabel listrik untuk penerangan dan stop kontak untuk extension dan daya harus diadakan dan dipasang lengkap, mulai dari sambungan panel daya ke sakiar dan titik cahaya serta stop kontak, sebagaimana ditunjukkan di dalam gambar. Kabel yang digunakan sebagai kabel instalasi penerangan dan stop kontak harus dari jenis NYM dan diletakkan di dalam PVC high-impact heavy gauge. Luas penampang kabel NYM yang digunakan minimum 2,5 mm2, kecuali tercatat lain. d. Splice/ Pencabangan Tidak diperkenankan adanya pencabangan (splice) ataupun sambungansambungan di dalam pipa konduit. Sambungan atau pencabangan harus dilakukan didalam kotak-kotak cabang atau kotak sambung yang mudah dicapai serta kotak saklar dan stop kontak.

BAB - VI

Halaman 85 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Sambungan pada kabel harus di buat secara mekanis dan harus kuat secara elaktris dengan solderless connector jenis tekan, jenis compression atau soldered. Dalam membuat pencabangan atau sambungan, koncktor harus dihubungkan pada konduktor-konduktor dengan balk sedemikian rupa, sehingga semua konduktor tersambung dan tidak ada konduktor telanjang yang kelihatan dan tidak bisa lepas oleh getaran. e. Pemasangan Kabel • Pemasangan di Permukaan − Kabel Instalasi Daya dan Penerangan di dalam Bangunan Semua kabel harus dipasang didalam konduit PVC high - impact heavy gauge, dipasang di permukaan plat beton langit-langit dengan klem pendukung yang sesuai. Pendukung-pendukung tersebut harus di cat dengan cat anti karat. Semua kabel harus dipasang lurus / sejajal2-dengan rapi dan teratur. Pembelokan kabel harus dilaklikan dcnqan jari-jari lengkungan tidak boleh kurang dari syarat-syarat pabrik (minimum 15 kali ø kabel) Konduit ex MK, CLIPSAL atau setara

Kabel Daya Penghubung Antar Panel Kabel-kabel daya diletakkan di dalam tanah yang direncanakan secara rapi,di dalam galian setinggi 50 Cm

. − Kabel daya dari Panel Daya Motor ke Motor-motor Pompa. Jenis Kabel yang digunakan adalah NYY yang ditempatkan di dalam konduit metal tahan karat (galvanized / white metal conduit) yang diletakkan diatas pelat lantai. Setiap pipa konduit berisi hanya satu jalur kabel menuju motor dengan faktor pengisian 40 %. Dari pipa konduit yang dipasang horizontal menuju motor, kabel ditarik ke terminal motor flexible metal konduit yang juga tahan karat.

BAB - VI

Halaman 86 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Ukuran konduit fleksible ini harus sesuai dengan ukuran pipa konduit dan disambung dengan cara sedemikian rupa, sehingga benar-benar kedap air. Demikian juga penyambungan pipe fleksibel terhadap box terminal motor.

• Pemasangan di Permukaan Kabel instalasi penerangan dan stop kontak yang dipasang didalam dinding harus diletakkan didalam konduit PVC hign impact heavy gauge dengan ukuran minimum 3/4". Penarikan kabel menuju titik saklar atau stop kontak harus dilakukan setelah pipa selesai ditanam.

• Pemasangan Menembus Dinding Setiap penembusan kabel pada dinding harus melalui sparing kabel yang terbuat dari pipa PVC dengan ukuran yang cukup terhadap penampang kabel. f. Penggunaan Warna Kabel Penggunaan warna kabel NYY, NYM dan NYFGby untuk tegangan netral dan non harus mengikuti peraturan yang disebutkan oleh 2000, yaitu : Sistem Tegangan 220 V, 1 fasa hitam biru : : Fasa Netral Pentanahan

kuning/hijau : -

Sistem Tegangan 220/380 V, 3 fasa merah kuning hitam biru : : : : fasa R fasa S fasa T netral (N) pentanahan (G)

kuning/hijau :

BAB - VI

Halaman 87 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
g. Pendukung Kabel Setiap kotak tarik (pull box) termusuk kotak-kotak yang ada diatas daya dan panel daya motor, harus diberi cukup banyak klem dan peralatan pendukung Iain-lainnya . Kabel dipasang dengan cara yang rapi dan teratur yang memungkinkan pengenalan, sehingga tidak ada kabel yang membentang tanpa pendukung. h. Konduit Tertanam Pull box yang dihubungkan pada konduit tertanam / tersembunyi harus juga dipasang secara tertanam dan penutupnya rata terhadap dinding atau langitlangit. 5.1.4. Kabinet Panel Daya Semua kabinet harus dibuat dari plat baja dengan Ketebalan rninimum 1,2 mm untuk panel yang dipasang menempel di dinding dan minimum 2 mm untuk jenis floor standing, kecuali yang sering kena basah / hujan, harus dibuat dari jenis besi tuang yang tahan kelembaban atau konstruksi khusus. Kabinet untuk panel daya / kontrol harus mempunyai ukuran yang proporsional seperti dipersyaratkan untuk panel daya yang besarnya menurut kebutuhan, sehingga untuk frame / rangka panel harus ditanahkan. Pada kabinet harus ada cara-cara yang baik untuk memasang, mendukung dan menyetel panel daya serta penutupnya. Kabinet dengan kawat-kawat through feeder harus diatur dengan balk, rapi dan benar. a. Finishing Semua rangka, penutup, copper plate dan pintu panel listrik seluruhnya harus dibuat tahan karat dengan cat dasar atau prime coating dan diberi pelapis cat akhir (finishing paint). Penentuan warna dan merek cat sebelumnya harus dimintakan persetujuan ke Konsultan Manajemen Konstruksi. Pengecatan harus tahan karat, dikerjakan dengan cara galvanized cadmium plating ataa-crengan zinc chromate dan di cat dengan cat akhir sistem bakar (oven)

BAB - VI

Halaman 88 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN

b. Kunci Setiap kabinet harus dilengkapi dengan kunci "flat lock" jenis kunci untuk setiap kabinet hares dari tipe "common key", sehingga kunci untuk setiap kabinetnya adalah sama. Pada masing-masing kabinet harus disediakan dua anak kunci. c. Tinggi Pemasangan Panel Pemasangan panel sedemikian rupa, sehingga setiap peralatan di dalam panel dengan mudah masih dapat dijangkau, tergantung pada tipe / macam panel, bila dibutuhkan alas / pondasi / penumpu / penggantung, Kontraktor harus menyediakan dan memasang, sekalipun tidak tertera pada gambar.tinggi pemasangan 1.4 meter bagian bawah panel d. Label Semua kabinet panel daya, panel kontrol, switch, fuse unit, isolator switch group, pemutus daya (CB) dan peralatan-peralatan lainnya harus diberi label sesuai dengan fungsinya untuk mengindahkan/mengidentifikasikan penggunaan alat tersebut. Label ini terbuat dari bahan logam anti karat dengan huruf-huruf hitam. Sistem pemasangan Instalasi Yang dimaksud adalah tubing conduit dan flexible conduit beserta perlengkapannya dan semua barang yang diperlukan untuk melengkapi instalasi kabel. a. Ukuran Harus mempunyai ukuran yang cukup untuk bisa melayani dengan baik jumlah dan jenis kabel sesuai dengan PUIL dan lain-lain. ø minimum konduit adalah 20 MM menurut ukuran pasaran dengan faktor pengisian kabel maksimurn 40 %.

BAB - VI

Halaman 89 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
b. Bahan Konduit PVC untuk instalasi daya dan penerangan harus dari bahan PVC high impact heavy gauge yang memenuhi standar BS4607 dan BS6099. c. Pemasangan c.1. Instalasi ditanam di Dinding. Penanaman konduit di dalam dinding yang sudah jadi dilakukan dengan jalan membobok beton dengan pahat. Kedalaman dan lebar pembobokan harus dilakukan secukupnya, sesuai dengan ukuran dan jumlah konduit yang akan dipasang. Kontraktor diwajibkan untuk mengembalikan kondisi dinding dengan kondisi semula. Selama dilakukan pengerjaan plesteran ulang, ujung-ujung konduit hares ditutup untuk mencegah masuknya air atau kotoran-kotoran lainnya. c.2. Yang dipasang di Permukaan Race way yang dipasang di permukaan beton (exposed) harus dipasang sejajar atau tegak lurus dengan dinding bagian struktur atau permukaan bidang-hidann vertikal dengan langit-langit. Apabila beberapa pipa berjalan sejajar pada dinding atau langit-langit, harus digunakan klem-klem khusus untuk pipa sejajar. Ujunq-ujung pipa pada peralatan dipasang dengan sekrup dengan kuat. Sernua ujunq pipa yang bebas harus ditutup / dilengkapi dengan plat kuningan yang sesuai. c.3. Race Way yang di pasang di Dalam Tanah Race way yang dipasang di dalam tanah atau menembus kerikil, harus mempunyai dua lapis cat aspal pada permukaan sebelah luar sebelum dipasangkan diatas race way tersebut diberi patok petunjuk. Pipa / race way yang digunakan adalah GIP kelas medium yang memenuhi standar SII

BAB - VI

Halaman 90 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
c.4. Race Way Melintas / Menembus Dinding Bila pipa melintas tembok, penyekat ruangan, lantai, langit-langit dan lain-lain, maka lubang harus ditutup dengan baik sehingga tidak mungkin dapat dilalui oleh debu, lembab (uap air) api dan asap. c.5. Pentanahan Setiap peralatan yang beroperasi dengan tegangan lebih besar dari tegangan ekstra rendah (50 VAC) harus ditanahkan secara efektif) Bahan-bahan logam / metal dari peralatan-peralatan listrik yang terbuka, termasuk pelindung kabel (sheath / armour), konduit, saluran metal, rack, tray, doos, stop kontak, armatur, saklar dengan metal harus dihubungkan dengan konduktor kontinyu untuk pentanahan. Penggunaan konduit metal sebagai satu-satunya konduktor pentanahan tidak diperbolehkan. Dalam hal ini harus digunakan konduktor pentanahan tersediri yang trerbuat dari tembaga dengan daya hantar yang tinggi. Luas penampang minimum konduktor pentanahan antara 6 sqmm dan dimasukkan ke dalam konduit. Penyambungan konduktor pentanahan harus menggunakan penyambung mekanis yang disetujui oleh Konsultan Manajemen Konstruksi. Tahanan pentanahan yang disyaratkan adalah Pentanahan netral busbar dan panel maksimum 2 ohm. Panel Utama Tegangan Rendah dan Perlengkapannya. a. Umum Penel daya bertegangan rendah meliputi switch, tombol, circuit breaker, indikator, magnetic connector, accessories, peralatan dan barang-barang lain

BAB - VI

Halaman 91 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
yang diperlukan untuk pemasangan dan operasi yang sempurna dari segenap sistem dan peralatan-peralatannya. Kontraktor harus dapat membuktikan bahwa telah memiliki pengalaman yang luas di bidang manufacturing dan perencanaan panel-panel tersebut telah beroperasi dengan baik selama paling sedikit 3 tahun. Penawaran harus rneliputi reference list sebagai suatu-bukti. b. Panel-panel Panel harus seperti ditunjukkan di dalam gambar rencana, kocuali ditentukan lain. Seluruh asembly termasuk housing, bus-bar, alat-alat pelindung harus direncanakan, dibuat, dicoba dan bila perlu diperbaiki sesuai dengan persyaratan minimum dengan penyesuaian dan / atau penambahan seperti disyaratkan di bawah ini : b.1. Umum Setiap panel daya utama harus dari jenis inbouw, dead-front, terbuat dari plat baja (metal cled). Konstruksi panel harus terbuat dari rangka baja struktur baja struktur atau rangka profil baja yang diperkuat dan dilas, sehingga kokoh dan tidak rusak dalam pengiriman atau pemasangan. Struktur panel harus tahan terhadap gaya elektromekanis serta termal akibat hubung-singkat (sampai 60 kA dalam waktu 1 detik) Rangka ini harus secara lengkap ditutup pada bagian bawah, atas dan sisi-sisinya dengan pelat-pelat penutup yang bisa dilepas. Panel harus bisa dicapai dari depan maupun belakang. Semua alat ukur atau tombol pemilih yang dipersyaratkan harus dikelompokkan pada sisi depan yang berengsel.

BAB - VI

Halaman 92 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Tutup yang berengsel tersebut harus mempunyai engsel yang tersembunyi dan gerendel / kunci. Semua sumber yang perlu untuk rangkaian kontrol, daya dan lain-lain harus dipasang pada sisi belakang dari penutup yang berengsel tersebut. Panel harus mempunyai bukaan dalam bentuk grille (louvres) ventilasi untuk membatasi kenaikan suhu dari bagian-bagian yang mengalirkan arus pada nilai-nilai yang dipersyaratkan dalarn standar VDE/IEC untuk peralatan yang tertutup. Penutup panel bagian belakang yang bisa dilepas harus mempunyai konstruksi sekrup (screwed on / bolted on) Material-material yang bertegangan harus dicegah dengan sempurna terhadap kemungkinan terkena percikan air. Tebal pilar baja yang digunakan minimum 2 mm. Semua panel harus buatan lokal, seperti ASAHI,Strahl,Universal b.3. Konstruksi Panel-panel harus seperti yang disyaratkan di sini dan seperti di tunjuk dalam gambar untuk melaksanakan fungsi yang diperlukan. Lokasi yang tepat dan jenis pertengkapan yang diperlihatkan boleh berbeda menurut keperluan penyesuaian material pabrik, sejauh bahwa fungsi dan operasi yang dimaksud dapat dicapai. Akan tetapi, identifikasi gambar, tata letak, skedul dan lain-lain harus diikuti dalam urutan yang tepat untuk mempermudah pemeriksaan bangunan (konstruksi) Tempat struktur bus-bar dan hubungan-hubungannya harus dibangun dan ditunjang untuk dapat menahan arus hubung-singkat yang terjadi pada lokasi tertentu tersebut.

BAB - VI

Halaman 93 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Hubungan-hubungan harus dibaut, dilas atau diklem serta diatur untuk menjamin daerah kontrak yang baik. b.6. Cadangan Sambungan di Kemudian Hari Bila di dalam gambar dinyatakan adanya cadangan, maka ruanganruangan tersebut harus dilengkapi dengan pemutus daya cadangan, terminal, klem-klem pemasangan, pendukung dan sebagainya, untuk peralatan yang dipasang di kemudian hari. Kemungkinan penyambungan dikemudian hari dapat berupa peralatan baru, misalnya saklar, pemutus daya, kontraktor dan lain-lain. b.7. Bus-Bar / Rel Daya Bus-bar harus diatur sedemikian rupa, sehingga tersusun secara mendatar dengan rapih sepanjang panel di dalam ruang yang berventilasi. Jarak antar rel daya harys memenuhi ketentuan pemasangan rel daya di dalam PUIL 2000. Bus-Bar harus terbuat dari bahan tembaga jenis "hard drawn high conductivity" yang memenuhi standar B.S. 1433, dilapisi perak pada bagian luarnya secara menyeluruh dengan ukuran sesuai dengan kemampuan 150 % dari arus beban terpasang. Ukuran Bus-Bar harus disesualkan dengan peraturan PUIL 2000. Sernua Bus-Bar harus dipegang dengan kokoh oleh bahan isolator yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap air (non-hygroscopic) misalnya perselain atau moulded isulator, sedemikian rupa sehingga mampu menahan gaya mekanis yang terjadi akibat hubung singkat. Rel daya dicat dengan warna yang sesuai dengan penandaan fasa menurut PUIL 2000. Cat tersebut harus tahan terhadap temperatur sampai 70°C Setiap panel harus mempunyai bus-bar netral dengan kapasitas penuh (full netral) yang diisolir terhadap pentanahan dan sebuah bus

BAB - VI

Halaman 94 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
pentanahan yang telanjang, diklem dengan kuat pada kerangka dan dilengkapi dengan klem untuk pengaman dari peralatan yang perlu ditanahkan. Dalam hal ini, konfigurasi bus-bar adalah 3 fasa - 4 kawat 5 bus. Semua hubungan dari bus-bar menuju pemutus daya atau saklar dengan arus Iebih besar dari 63 A harus dilakukan melalui batangbatang tembaga dari jenis yang sama dengan bus-bar. Untuk arus yang Iebih kecil, diizinkan menggunakan kabel herisolasi PVC (NYY atau NYA). Kontraktor diwajibkan untuk menyerahkan gambar kerja yang menunjukkan ukuran-ukuran clan bus-bar dan susunannya. Ukuran dari bus-bar harus merupakan ukuran sepanjang panel dan disediakan cara-cara untuk penyambungan di kamudian hari. Apabila saluran keluar (out going feeder) yang menuju ke satu terminal terdiri atas beberapa buah kabel, tidak diperkenankan menumpuk lebih dari 2 (dua) buah sepatu kabel pada satu terminal atau bus-bar. Bila terjadi hal demikian, harus dilakukan dengan cara memasangkan batang tembaga tambahan untuk menyatukan sepatu kabel tersebut pada satu terminal yang berlainan. b.8. Alat-alat Ukur Setiap panel harus dilenqkapi dengan alat-alat ukur dan trafo ukur seperti yang ditunjukkan di dalam gambar rencana. Bila digunakan amper meter selector switch (saklar pinch), pada saat pemindahan pengukuran arus, saklar untuk ampere meter harus dalam keadaan terhubung singkat. Meter-meter harus dari type besi putar (moving iron) khusus untuk dipasang secara tegak lurus di pintu panel. Kelas alat ukur yang paling tinggi 1,5 dengan penunjukan melingkar (minimum 90°), skala linier,

BAB - VI

Halaman 95 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
dipasang secara flush dalam kotak tahan getaran, dengan ukuran 96 mm x 96 mm. Posisi dari saklar putar untuk volt meter dan amperemeter harus ditandai dengan jelas. b.8.1 Amperemeter (A-m) Semua amperemeter harus mempunyai kemampuan beban lebih sebesar 120 % dari batas atas penunjukkannya selama 2 jam dan dilengkapi dengan penunjuk berwarna merah (index pointer) untuk menandai besarnya arus beban-penuh. Ampere meter harus dipasangkan untuk beban motor sebesar 5,5 kW atau lebih pada salah satu fasenya. Amperemeter harus mampu menahan pergerakan yang timbull akibat arus start motor dan mempunyai skala overload yang rapat (compressed) untuk keperluan pembacaan arus start tersebut. Pada depan. b.8.2 Voltmeter (V-m) Voltmeter harus mempunyai ketepatan kelas 1,5 dan mempunyai skala penunjukan yang lebar. Voltmeter dipasang di sisi daya masuk melalui sikring pengaman jenis HRC dengan arus nominal 3 A. Pada voltmeter harus terdapat mekanisme pengatur penunjukkan nol (zero adjustment) berupa sekrup pemutar di bagian depan. b.10 Kabel-kabel Kontrol Kabel kontrol (control wiring) dari panel-panel harus sudah dipasang di pabrik / bengkel secara lengkap dan dibundel serta dilindungi terhadap kerusakan mekanis. amperemeter harus terdapat mekanisme pengatur

penunjukan nol (zero adjusment) berupa sekrup pemutar dibagian

BAB - VI

Halaman 96 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN

Ukuran kabel kontrol minimum 1,5 mm2 dari jenis NYMHY dengan tegangan nominal 600 volt. Pada setiap ujung kabel kontrol ataupun pengukuran harus

dipasangkan sepatu kabel dengan ukuran kabclnya clan clikencangkan dengan alat penekan (press-tang / kraft-tang) secara baik, sehingga dapat dicegah terjadinya hubung longgar (lost contact). Setiap pemasangan ujung kawat kontrol atau pengukuran pada terminal peralatan harus cukup kencang dan kokoh. b.11 Merk Pabrik Semua peralatan pengamanan harus diusahakan buatan satu pabrik. Peralatan-peralatan sejenis harus dapat saling dipindahkan atau dipertukarkan tempatnya pada rangka panel. b.12 Peralatan Pengaman / Pemutus Daya b.12.1 Moulded Case Circuit Breaker (MCCB) Untuk pemutus daya cabang dengan arus lebih kecil dari 800 A digunakan jenis rumah tuangan (moulded case circuit breaker MCCB) yang memenuhi standar B.S. 4752 Part 1 1977 atau IEC 157.1 dan sesuai untuk temperatur operasi 400C (fully tripicalized) dan mampu beroperasi untuk tegangan 660 VAC dengan rating 1.000 VAC. MCCB harus dapat dioperasikan secara "reverse feed" baik pada posisi horizontal maupun vertikal tanpa mengurangi performance. Kontak utama yang harus meneruskan arus beban harus terbuat dari bahan silver / tungsten dan mekanisme operasinya dirancang untuk menutup dan membuka kontak-kontak utamanya secara menyapu (wiping action).

BAB - VI

Halaman 97 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN

Mekanisme operasi harus dari jenis "quick make" dan "quick break" secara simultan pada ketiga / keempat kutubnya sewaktu opening, closing maupun trip. Mekanisme ini harus trip-free untuk m_ encegah kontak utama menutup kembali tanpa sengaja. Handle togel MCCB harus dapat membuka semua kutub (kontak utama) secara bersamaan (simultan). Suatu arus kesalahan mengalir pada salah satu kutup harus menyebabkan ketiga kutub membuka secara bersamaan. MCCB dilengkapi dengan fasilitas pelindung pada masing-masing kutubnya yang dapat disetel (adjustable) untuk arus beban lebih (overload - inverse time) secara mekanis dengan bimetal, pengatus arus hubung - singkat (overcurent - instantaneous) secara mekanis dcngan solenoid (magnetis). Untuk motor protector, hanya dipasang magnetic overcurrent protection. Setiap MCCB harus mempunyai tiga posisi opcrasi, yaitu ON, OFF dan TRIP. Kapasitas pemutus arus kesalahan (interrupting / breaking capacity) tidak kurang dari 50 kA. b.12.2 Miniature Circuit Breaker (MCB) MCB yang digunakan harus memenuhi persyaratan B.S. 4752 / part 1 1977 atau IEC 157.1 (fully tropicalized), mampu heroperasi untuk tegangan sampai 660 VAC dengan rating 1.000 VAC.

BAB - VI

Halaman 98 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN

MCB harus dapat dioperasikan secara "reverse feed", baik pada posisi horizontal maupun vertikal tanpa mengurangi performance. Kontak utama yang meneruskan arus beban harus terbuat dari bahan silver / tungsten dan mekanisme operasinya dirancang untuk menutup dan membuka kontak-kontak utamanya secara menyapu (wiping action). Mekanisme operasi harus dari jenis trip-free untuk mencegah kontak utama menutup kembali tanpa sengaja. RKS Teknis Handel togel MCB tiga fasa harus dapat membuka semua kutub (kontak utama) secara bersamaan (simultan). Suatu arus kesalahan mengalir pada salah satu kutub harus menyebabkan ketiga kutub membuka secara bersarnaan. MCB dilengkapi dengan fasilitas pelindung arus beban lebih (overload inverse time) secara mekanis dengan bimetal dan arus hubung singkat (overcurent instantaneous) secara mekanis dengan solenoid (magnetis). Arus nominal dari draw out MCCB dan MCB harus sesuai dengan gambar, dengan kapasitas pemutusan (breaking capacity) disesuaikan dengan letak pemutus daya tersebut. Kontraktor diwajibkan untuk memeriksa besarnya arus hubung singkat 3 fasa simetris yang mungkin terjadi pada titik-titik beban dan menganjurkan jenis MCCB serta MCB yang sesuai.

BAB - VI

Halaman 99 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Hasil perhitungan dan katalog pemutus daya yang disarankan untuk digunakan harus disertakan pada saat penawaran pekerjaan. Merk Yang diguanakan adalah MG,ABB Peralatan Penerangan a. Umum Peralatan penerangan meliputi armatur, lampu-lampu, accessories, peralatan serta alat-alat lain yang diperlukan untuk operasi yang lengkap dan sempurna dari semua peralatan penerangan. Fixture harus seperti yang disyaratkan dan ditunjuk pada gambar-gambar. b. Kualitas dan Pengerjaan Semua rnaterial dan accessories, balk yang disebut secara maupun khusus harus dari kualitas terbaik. Pengerjaan harus kelas satu dan menghasilkan armature setara dengan standar komersil yang utama. Armatur harus sesuai dengan gambar dan skedul, atau seperti yang disyaratkan di sini. Semua armatur harus buatan Mentari,Artoria, Artolite dan Philips. c. Jenis armature c.1. Lampu-lampu Flourescent (TL) Lampu (bulb) harus dengan warna standar white deluxe. Perlengkapan lain seperti starter, ballast, pemegang lampu harus memenuhi standar PLN / SII / LMK. c.2. Lampu Down Light. Lampu down light yang dipasangkan di ruang-ruang tertentu rnenggunakan jenis lampu sesuai dengan gambar rencana. Armatur lampu Down Pl 11 Watt dia. 125mm, Cup lampu/dudukan mer. Sek. Artolite, Armatur merk sek. Phillips.

BAB - VI

Halaman 100 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
c.3. Lampu Baret Lampu baret yang digunakan harus berbentuk persegi, terbuat dari kaca susu dengan lampu pijar (incandescent) atau lampu TL circle 32 W dan 20 W sesuai dengan kebutuhan. c.4. Lampu Taman Bentuk lampu taman sesuai dengan gambar rencana Iengkap dengan tiang diperlukan. Di bagian bawah tiang dipasang box berisi MCB 2 A dan terminal penyambung kabel. Jenis kabel di dalam pipa menuju lampu taman adalah NYY 2 x 2,5 mm2 dalam PVC dia ¾”. d. Pemasangan Semua armatur penerangan dan perlengkapannya harus dipasang oleh tukang yang berpengalaman dan ahli, dengan cara-cara yang disetujui Konsultan Pengawas Harus disediakan pengikat, penyangga, penggantung dan bahan-bahan yang perlu agar di peroleh hasil pemasangan yang baik. Barisan armatur yang menerus harus dipasang sedemikian rupa, sehingga betul-betul lurus. Armature yang dipasang merata terhadap permukaan (surface mounted) tidak boleh mempunyai sela-sela di antara bagian-bagian fixture dan permukaan-perrnukaan di sebelahnya. Setiap badan (rumah) lampu harud ditanahkan (grounded). Pada waktu diselesaikannya pemasangan armature penerangan, peralatan tersebut harus slap untuk bekerja dengan balk dan berada dalarn kondisi sempurna serta bebas dari semua cacat / kekurangan. Pada waktu pemeriksaan akhir, semua armatur dan perlengkapannya harus menyala secara lengkap.

BAB - VI

Halaman 101 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
28.6 PENGUJIAN / PENYETELAN PERALATAN DAN SISTEM Pekerjaan ini meliputi ketentuan-ketentuan dasar untuk mengadakan pengujian (testing) penyetelan serta commissioning dari seluruh peralatan listrik yang dipasang. Semua tersting, kalibrasi dan penyetelan dari peralatan-peralatan dan kontrol yang tergabung dalam pekerjaan renovasi sistem listrik ini serta penyediaan semua instrumentasi dan tenaga kerja harus dilaksanakan oleh kontraktor. Kontraktor harus menempatkan seorang ahli listrik yang berkompeten dan berpengalaman untuk melaksanakan pengujian dan commisioning. Pengujian-pengujian yang harus dilaksanakan oleh Kontraktor di bawah pengawasan Konsultan Manajemen Konstruksi antara lain : • pengujian tahanan isolasi kabel baru yang dipasang, baik perbagian (section) maupun keseluruhan (overall) • • • pengujian pentanahan panel pengujian kontinuitas konduktor penyetelan semua peralatan pengaman (overcurrent dan overload) dan mencatat data setelah yang dilakukan. • semua instalasi Iistrik yang baru harus mendapat pengesahan dari PLN atau badan resmi yang ditunjuk Konsultan Pengawas Hasil-hasil pengujian harus sesuai dengan syarat-syarat teknis yang telah diuraikan di atas atau standar-standar yang berlaku dan dicatat serta dibuatkan berita acara pengujiannya.

BAB - VI

Halaman 102 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Pasal 29 PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK DAN PENANGKAL PETIR 29.1 Spesifikasi Teknis Syarat-syarat teknis yang diuraikan di sini adalah persyaratan yang harus dilaksanakan kontraktor baik dalam pengerjaan maupun pengadaan material dan peralatan. Pekerjaan ini meliputi penerangan dalam dan luar bangunan termasuk penangkal petir. 29.2 Sumber Daya Listrik Diambil dari PLN, kemudian disalurkan dengan kabel feeder ke MDP untuk didistribusikan ke masing-masing subpanel. Apabila sumber daya PLN putus, sumber listrik tegangan rendah disuplai dari genset 80% secara otomatis. Penggantian daya listrik PLN dan genset diatur oleh automatic transfer switch (ATS) yang bekerja secara interlock. 29.3 Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini mencakup pengertian bekerjanya sistem listrik baik sebagai suatu sistem keseluruhan maupun bagian-bagiannya. Termasuk pekerjaan ini adalah pengadaan barang-barang, instalasi, testing, dan pemeliharaan. Secara garis besar, pekerjaan yang harus dilaksanakan adalah, a. Pengadaan dan pemasangan panel daya tegangan rendah/low voltage main distribution panel (LVMDP), sub distribution panel (SDP), dan panel daya lainnya sesuai dengan gambar perencanaan termasuk seluruh peralatan bantu yang dibutuhkan untuk kesempurnaan sistem instalasi. b. Pengadaan dan pemasangan panel penerangan termasuk seluruh komponen yang melengkapi panel tersebut. Komponen panel serta busbar rating ampernya harus sesuai dengan kebutuhan. c. Pengadaan dan pemasangan kabel daya tegangan rendah ke seluruh sub distribution panel . Kabel-kabel yang digunakan untuk menghubungkan panel satu dengan panel lainnya sesuai dengan gambar perencanaan serta pengadaan peralatan bantu yang dibutuhkan untuk kesempurnaan sistem instalasi.

BAB - VI

Halaman 103 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
d. Pengadaan dan pemasangan armatur lampu, fitting, balast, starter, kapasitor, lampu, serta peralatan lain yang dibutuhkan sesuai dengan gambar perencanaan dan spesifikasi teknis standar pabrik. Fixture, fitting, balast, starter, dan kapasitor yang digunakan harus setara Philips. e. Pengadaan dan pemasangan instalasi penerangan dan stop kontak menghubungkan panel penerangan dengan fixture lampu dan stop kontak, baik di dalam maupun di luar bangunan serta peralatan bantu yang dibutuhkan sesuai dengan gambar perencanaan dan persyaratan teknis. f. Pengadaan dan pemasangan instalasi daya yang menghubungkan panel daya dengan peralatan listrik seperti motor listrik, outlet daya, serta peralatan-peralatan lain sesuai dengan gambar persyaratan dan persyaratan teknis. g. Pengadaan dan pemasangan penangkal petir dan alat-alat material lain yang diperlukan sesuai dengan peraturan/standar yang berlaku seperti yang ditunjuk pada syarat-syarat umum untuk menunjang bekerjanya sistem/peralatan meskipun tidak tercantum pada gambar dokumen dan spesifikasi teknis. h. Pengadaan dan pemasangan sistem pentanahan pengaman meliputi batang elektroda dan bare copper conductor atau kabel yang menghubungkan peralatan yang harus diketanahkan dengan elektroda pentanahan termasuk seluruh peralatan bantu yang dibutuhkan serta sesuai dengan gambar perencanaan dan spesifikasi teknis. i. Melaksanakan pengurusan penyambungan daya PLN serta memenuhi segala persyaratan PLN demi terlaksananya penyambungan listrik ke gedung. j. Melakukan seluruh perijinan ke instansi terkait. 29.4 Gambar-gambar Gambar-gambar elektrikal menunjukkan secara khusus teknik pekerjaan listrik yang di dalamnya dicantumkan besaran dan mekanis serta spesifikasi lainnya. Pengerjaan dan pemasangan peralatan harus disesuaikan dengan kondisi lapangan. Gambar-gambar arsitektur, struktur, mekanikal/elektrikal, dan kontrak lainnya harus menjadi referensi untuk koordinasi dalam pekerjaan secara keseluruhan. Pemborong harus menyesuaikan peralatan terhadap perencanaan dan memeriksanya kembali. Setiap

BAB - VI

Halaman 104 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
kekurangan/kesalahan perencanaan harus disampaikan kepada ahli, direksi/pengawas, atau pihak lain yang ditunjuk. 29.5 Ketentuan-ketentuan Instalasi a. Outlet, Kotak-kotak, Kabinet, dan Peralatan Instalasi Meliputi pengadaan dan pemasangan outlet (stop kontak), kotak-kotak (pull box), kabinet, kabel, alat-alat bantu, dan semua peralatan lain yang diperlukan. b. Kotak-kotak Outlet Kotak-kotak outlet harus sesuai dengan persyaratan VDE, PUIL, AVE, atau standar lain. Kotak ini bisa berbentuk single/multi gang box empat persegi atau segi delapan. Ceilling box dan kotak lainnya yang tergantung bersegi delapan. Kotak-kotak yang dipasang di lantai harus menggunakan jenis adaptor frame tahan air, tertutup rapi, dan dipasang dengan baik dan benar. c. Ukuran Setiap kotak outlet harus diberi bukaan konduit dan dipasang hanya di tempat yang diperlukan. Setiap kotak harus dapat menampung jumlah dan ukuran konduit sesuai dengan persyaratan. d. Outlet pada Permukaan Khusus Kotak outlet untuk receptales dan tombol-tombol saklar yang dipasang pada meja, partisi, blok beton, marmer, frame besi, bata, atau dinding kayu harus berbentuk persegi, mempunyai sudut, dan sisi tegak. e. Saklar dan Stop Kontak Kotak-kotak outlet saklar dinding dan stop kontak harus dari bahan galvanis steel dan tidak boleh berukuran lebih dari 10,1 x 10,1 cm untuk peralatan tunggal dan 111,9 x 111,9 cm untuk dua peralatan dan kotak-kotak f. Pendukung Kabel Setiap pull box, termasuk kotak-kotak yang ada di atas switch board dan pusat kontrol motor, harus diberi banyak klem. Kabel dipasang dengan rapi dan teratur sehingga tidak ada kabel yang membentang tanpa pendukung. g. Kabinet Semua kabinet terbuat dari baja, kecuali yang sering terkena basah/hujan terbuat dari jenis besi tuang yang tahan kelembapan atau konstruksi khusus. Kabinet untuk panel multi gang untuk lebih dari dua peralatan. Saklar dan stop kontak yang digunakan harus setara dengan legrand/MK.

BAB - VI

Halaman 105 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
board mempunyai ukuran yang proporsional, beratnya sesuai dengan kebutuhan. Kabinet dengan kawat-kawat though feeder harus diatur dengan rapi, baik, dan benar. h. Finishing Semua kabinet back box dan pintu untuk panel board listrik harus dibuat tahan karat dengan cara galvanisasi atau cadmium plating atau dengan zinc chromate primer. i. Konduit Tersembunyi Pull box yang dihubungkan pada konduit tersembunyi dipasang penutupnya rata pada dinding dan langit-langit. j. Kunci Setiap kabinet harus dilengkapi dengan kombinasi catch and flat key lock. Untuk setiap kabinet, kuncinya dari tipe common key sehingga untuk setiap harus disediakan dua anak kunci. k. Tinggi Pemasangan Panel Pemasangan panel harus sedemikian rupa agar setiap peralatan dalam panel dapat terjangkau dengan mudah. Bila dibutuhkan alas/pondasi/penumpu/penggantung, kontraktor harus menyediakan dan memasang meski tidak tertera pada gambar. l. Panel di Dinding Setiap panel yang pemasangannya di dinding dari shaft electrical, bagian belakangnya harus dipasang rangka besi terpisah yang ditempelkan ke beton. Hal ini untuk memungkinkan lewatnya kabel ke lantai berikutnya. m. Manhole dan Handhole Penyambungan, pembelokan, dan pertemuan memerlukan manhole yang terbuat dari beton, tertutup pelat besi dengan tebal 1 cm, dan berangka, terutama untuk jaringan luar baik di dalam maupun jalur hijau. Pada setiap manhole, kabel harus diberi tanda/label yang dipres dan dililitkan sehingga dapat dengan mudah dikenal. n. Label Semua panel, switch, dan fuse unit, isolator switch group dan peralatan lainnya harus diberi label sesuai dengan fungsinya. Label ini terbuat dari bahan logam antikarat dengan huruf-huruf hitam.

BAB - VI

Halaman 106 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
29.6 Kawat dan Kabel a. Umum Kawat atau kabel untuk setiap bangunan harus meliputi kabel tegangan rendah, kabel kontrol, aksesoris, peralatan, dan barang lain yang diperlukan. b. Kawat dan Kabel Tegangan Rendah (600 V dan Kurang) Kawat harus memenuhi persyaratan PUIL dan LMK. Semua kawat no. 8 AWG (penampang 10 mm2) ke atas harus (dipilin) stranded dan tidak boleh dipakai kawat yang lebih kecil dari no. 14 AWG (penampang 2,5 mm2), kecuali untuk pemakaian remote control yang kurang dari 30 meter panjangnya. Konduktor harus dari tipe NYY, NYFGBY, dan NYM. Semua kabel harus berada dalam konduit dan yang digunakan harus setara kabelindo atau setara kabel 5 besar. c. Ukuran-ukuran Semua konduit, kawat, dan sambungan elektrikal harus tersedia lengkap. Konduit dan kawat-kawat tersebut harus mempunyai ukran sesuai dengan yang ditunjuk atau dipersyaratkan. d. Lain-lain Kawat-kawat untuk penerangan listrik termasuk outlet untuk ekstension dan daya listrik harus diadakan dan dipasang lengkap dari sambungan titik pelayanan ke semua outlet yang tertera dalam gambar. Semua kabel harus dalam konduit PVC. Semua konduktor sirkuit cabang harus no. 14 AWG, kecuali tercatat lain. Home run untuk sirkuit 220 volt dengan panjang lebih dari 40 meter dari panel ke outlet pertama minimum no. 12 AWG (penampang 4 mm2) kapasitas 20 A. e. Splice/Pencabangan Tidak diperkenankan adanya splice ataupun sambungan, baik dalam feeder maupun cabang, kecuali pada outlet atau kotak-kotak penghubung yang bisa dicapai. Sambungan pada kawat sirkuit cabang harus dibuat secara mekanis dan kuat secara elektris dengan solderless connector jenis kabel tekan, copression, atau soldered. Dalam membuat splic, konektor harus dihubungkan pada konduktor dengan baik sehingga semua konduktor tersambung, tidak ada kawat-kawat telanjang yang kelihatan, dan tidak bisa lepas oleh getaran.

BAB - VI

Halaman 107 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
f. Kabel Kontrol Konduktor untuk kabel kontrol harus utuh atau standard annealed copper. Isolasi harus dari karet butyl, tahan lembap dan ozon atau persenyawaan sintetis mirip karet yang serupa dengan tebal yang sesuai untuk 600 volt. Konduktor individu terisolir harus dilengkapi dengan bungkus neoprene yang cocok untuk pemasangan konduit bawah tanah yang lembap dan basah. Konduktor harus sesuai dengan yang diperlukan. g. Bahan Isolasi Semua bahan isolasi untuk splice, connection, dan lain-lain seperti karet, varnished cambric, asbes gelas, tape sintetis, resin, splice case, combination, dan lain-lain harus dari tipe yang disetujui untuk penggunaan, lokasi, voltase, dan lain-lain dan harus dipasang memakai cara yang disetujui perwakilan pemerintah atau pabrik. h. Pemasangan Kabel dan Pengantar Semua kabel harus dipasang di permukaan dengan klem dan pendukung yang sesuai, dipasang lurus/sejajar, dan jari lengkungan tidak boleh kurang dari syarat-syarat pabrik (15 kali diameter kabel). Pemborong harus menyediakan penunjang seperti tray, klem, besi penunjang, penggantung, baik untuk kabel yang dipasang horisontal maupun vertikal. Kabel NYY, NYM warna merah, kuning, dan hitam dipergunakan untuk seluruh phasa, warna biru untuk nol, dan kuning bergaris hijau untuk pertanahan. 29.7 Sistem Tegangan Rendah dan Perlengkapannya (Di Bawah 600 Volt) a. Umum Sistem tegangan rendah meliputi switch, tombol-tombol, circuit breaker, indikator, magnetic contractor, aksesoris, peralatan, dan barang lain yang diperlukan. b. Panel-panel Panel haru seperti tertera dalam gambar. Seluruh assembly termasuk housing dan alat-alat pelindung harus direncanakan, dibuat, dicoba, dan diperbaiki sesuai dengan persyaratan minimum dengan persyaratan atau penambahan seperti peryaratan: 1) Umum Panel board harus jenis dead-front terdiri dari pelat logam/baja dengan tebal minimum 2 mm untuk kerangka dan 3 mm untuk pintu/Free Standing Panel (MDP, panel lift, panel chiller, panel genset), sedangkan panel wall mouting dibuat dari pelat baja dengan tebal minimum 1,6 mm untuk kerangka dan 2 mm untuk pintu (panel penerangan, panel kontrol, dan panel-panel kecil lainnya). Konstruksi harus

BAB - VI

Halaman 108 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
terbuat dari rangka baja struktur atau rangka profil baja yang diperkuat & dilas, dan tidak rusak dalam pengiriman atau pemasangan. Untuk tahan terhadap tegangan akibat hubung singkat, rangka harus dibungkus pada bagian bawah, atas, dan sisi dengan pelat penutup yang bisa dilepas dan dicapai baik dari depan maupun belakang. Semua alat ukur yang dipersyaratkan harus dikelompokkan pada sisi depan yang berengsel. Tutup yang berengsel tersebut harus mempunyai engsel yang tersembunyi dan gerendel. Circuit control dan transformer harus dipasang pada sisi belakang dari penutup yang berengsel. Untuk membatasi kenaikan suhu dari bagian yang mengandung arus, harus ada cukup grill untuk ventilasi sesuai dengan nilai-nilai yang dipersyaratkan dalam standar VDE/IEC untuk peralatan yang tertutup. Panel pencapai belakang yang bisa dilepas tadi harus mempunyai konstruksi sekrup (screwed on/bolted on). Material yang bertegangan harus dicegah dengan sempurna terhadap kemungkinan terkena percikan air. 2) Konstruksi Lokasi yang tepat dan jenis perlengkapan yang diperlihatkan boleh berbeda menurut keperluan untuk menyesuaikan pabrik sejauh fungsi dan operasinya dapat dicapai. Identifikasi gambar, tata letak, schedule, dan lainnya harus diikuti dalam urutan yang tepat untuk mempermudah panel baru switch, circuit breaker, magnetic contractor, dan lain-lain. 3) Alat-alat Ukur Beberapa panel harus dilengkapi dengan alat ukur trafo ukur seperti pada gambar. Meter-meter adalah dari tipe moving ironvane khusus untuk panel dengan skala sirkular, flush atau semi-flush, dalam kotak tahan getaran, dengan ukuran 15 x 15 cm2 atau 10 x 10cm2, dengan skala linier dan ketelitian 1%. Posisi dan saklar putar untuk voltmeter harus ditandai dengan jelas. 4) Kawat Pengontrol Kawat pengontrol dari panel-panel harus dipasang di pabrik/bengkel secara lengkap, dibundel, pemeriksaan dan prosedur pemeriksaan bangunan. Tempat struktur “bus” dan hubungan-hubungan harus dibangun dan ditunjang untuk menahan arus hubungan yang bisa terjadi pada lokasi tersebut.

BAB - VI

Halaman 109 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
5) Papan Nama Setiap pemutus daya (circuit breaker) harus dilengkapi dengan papan nama di pintu atau panel dekat pada pemutusan dan dapat dilihat dengan mudah. Cara pemberian nama harus menunjukkan dengan jelas rangkaian dari pemutus daya atau alat-alat yang tersembung padanya. Keterangan mengenai ini harus diajukan dalam shop drawing. Mimik diagram berwarna biru harus dilengkapi pada papan hubung, lengkap dengan komponen-komponen tersebut. 6) Cadangan Sambungan di Kemudian Hari Bila dalam gambar dinyatakan adanya cadangan, ruangan-ruangan tersebut harus dilengkapi dengan terminal, klem pemasangan, pendukung, dan lainnya untuk peralatan yang akan dipasang di kemudian hari, termasuk terminal. Kemungkinan penyambungan di kemudian hari dapat berupa equipment dan dilindungi terhadap kerusakan mekanis. Ukuran minimum adalah no. 14 dari tipe 600 volt. 7) Merek/Pabrik Semua peralatan pengaman harus diusahakan buatan satu pabrik. Peralatan sejenis harus dapat saling dipindahkan dan ditukar tempatnya pada frame panel. 8) Peralatan Pengaman/Pemutus Daya Peralatan pengaman adalah pemutus daya tanpa minyak dengan sikring pembatas arus, pemutus daya dengan rumah ruangan (molded case) dilengkapi dengan sikring pembatas arus, dan pemutus sikring. Arus kerja dari circuit breaker harus sesuai dengan gambar. Dengan sikring berkapasitas interupsi 5.000-60.000 A simetris disesuaikan dengan kapasitas hubung singkat di setiap titik beban, pemutus sikring harus dari tipe yang membuka dan menutup dengan cepat. 9) Terminal Pembantu Apabila suatu terminal pada panel tersebut terdiri dari beberapa core kabel yang disatukan pada terminal tersebut, jika perlu, disatukan melalui terminal pembantu. Kontraktor harus menyediakan terminal pembantu tersebut pada panel dengan lubang terminal yang sesuai.

BAB - VI

Halaman 110 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
29.8 Panel Board a. Umum Panel penerangan dan panel untuk peralatan lainnya harus dari tipe dead front (mematikan dari depan), kecuali seperti disyaratkan lain dilengkapi dengan circuit breaker dan harus mempunya trip rating dan jumlah kutub seperti ditunjuk dalam schedule. b. Circuit Breaker Breaker kutub tunggal untuk penggunaan sirkuit phasa tunggal 220 volt harus memiliki trip rating seperti termaktub dalam schedule dengan kapasitas interupting sebesar 5.000 ampere simetris. Breaker berkutub dua atau tiga sistem 220/380 volt harus mempunyai trip rating seperti dalam schedule dan kapasitas interupting sebesar 10.000-50.000 ampere simetris. Breaker yang digunakan harus setara MG (Merlin Gerin) c. Grounding Netral panel harus diisolasikan dari kabinet dan dipasang pada ujung-ujung yang berlawanan dari mains dan mempunyai terminal yang diberi nomor.Jika tercatat adanya spare pada gambar-gambar schedule dari panel board dan lain-lain, penghubung yang perlu dari mounting bracket dan lain-lain harus diadakan untuk pemasuk circuit breaker di kemudian hari. d. Pemutus Daya Tegangan Rendah 1) Umum Pemutus daya tegangan rendah dipasang dalam kabinet besi dapat dilepas dengan cara menarik ke luar (draw out) atau dipasang dengan menggunakan klem/sekrup. Pemutus daya manual harus trip face secara mekanis. Pemutus daya yang bekerja secara elektris, dan alat-alat pembantunya seperti pemutus stationer primer dan skunder, rail-rail pendukung harus buatan pabrik yang sama. 2) Bekerja secara Elektris Pemutus daya utama dan pemutus daya lainnya dengan arus kerja 500-1250 ampere harus dilengkapi dengan mekanisme elektris. Mekanisme elektris ini dapat berbentuk tipe solenoid, tipe daya tersimpan, atau tipe lain seperti tertera dalam gambar.

BAB - VI

Halaman 111 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
3) Bekerja secara Magnetis Setiap phasa dari pemutus daya tegangan rendah harus dilengkapi dengan suatu trip arus lebih bekerja secara selektif dan sesaat, atau secara magnetis sesuai dengan standar yang berlaku, misalnya NEMA atau setara. 29.9 Sistem Iluminasi dan Peralatan a. Umum Sistem iluminasi dan peralatan meliputi amatur, lampu-lampu, aksesoris, peralatan, serta alat-alat lain yang perlu untuk operasi lengkap dan sempurna dari semua peralatan penerangan. Fixture harus sesuai dengan peryaratan dan gambar. b. Kualitas dan Pengerjaan Semua material dan aksesoris adalah kualitas terbaik. Pengerjaan harus kelas satu dan menghasilkan armatur setara dengan standar komersial utama. Armatur harus sesuai dengan gambar dan schedule. c. Lampu-lampu/Tube/Bulb Fluorescent Fixture harus sesuai dengan gambar; Bulb berwarna standard white deluxe. Untuk twin lamp atau double TL, harus dirangkai secara lead lag wiring. Semua fixture harus dilakukan perbaikan faktor kerja sehingga mencapai PF = 0,90 dengan menggunakan kapasitor. d. Lampu Down Light/Baret Lampu ini harus dari tipe SL/PL. Untuk penerangan koridor/toilet atau yang ditunjuk pada gambar lengkap dengan ballast, kapasitor dan armatur dengan tutup dari bahan polyethylene/bjls 8 mm dengan PF tidak boleh kurang dari 0,90. Lampu yang digunakan harus setara Phillips. e. Lampu Tanda Exit Bahan dari epoxy painted 20 gauge mild steel tahan cuaca dan debu, lama pelayanan empat jam setelah di-charger selama 24 jam; baterai yang digunakan adalah Nicad tahan terhadap temperatur 500C. Proyek ini menggunakan lampu tanda “EXIT” dengan tipe ceilling mounted. Lampu yang digunakan setara dengan Phillips. f. Ballast Ballast harus leakproof , mempunyai temperatur kerja rendah, noise-less, ballast dengan rumahan dari polyster. Untuk lampu TL dengan dua lampu disusun/digunakan twin lamp ballast (Stroboscopic).

BAB - VI

Halaman 112 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Rated dengan tegangan 220 volt; tipe ballast harus low loss dengan rugi-rugi/losses ballast tidak lebih dari: TL 18 watt, losses maksimum 7,5 watt TL 36 watt, losses maksimum 9,5 watt Ballast harus dilengkapi dengan connection terminal yang memenuhi standar PLN setara dengan Phillips. g. Fittings Untuk pemasangan lampu flourescent digunakan bahan fittings dari jenis high quality white polycarbonate tipe L.236 dan L.125 masing-masing untuk lampu TK dan TKO. h. Starter Starter untuk lampu flourescent yang digunakan harus mempunyai reliaibility. Terbuat dari high quality white polycarbonate. Rating starter lampu disesuaikan dengan rating lampu TL. 29.10 Panel Tegangan Menengah a. Umum Semua panel tegangan menengah adalah tipe indoor metal clad, cubicle, floor mounted, dan free standing yang terdiri dari unit-unit cubicle yang bisa dipisahpisahkan. Konstruksi Busbar serta panel keseluruhan selain harus kuat terhadap rating arus dan tegangan, juga harus tahan terhadap mekanis stres pada saat hubung singkat. Pada penyerahan panel harus diberikan sertifikat lulus tes dari badan yang berwenang. b. Instalasi Instalasi dikerjakan oleh kontraktor termasuk wiring yang diperlukan dan aksesoris lain untuk kelengkapan pekerjaan. c. Operation Schedule Panel harus dibuat operation schedule supaya memudahkan pengoperasiannya. Operation schedule ini diberi tanda sesuai dengan sirkuitnya masing-masing dan ditempelkan pada masing-masing panel. d. Elektroda Pertanahan Elektroda pertanahan adalah dari cooper metal clad diameter ¾, ditanamkan sampai kedalaman minimal enam meter. Penyambungan dilakukan dengan sistem ulir yaitu memakai bahan bronze kuningan dengan ukuran yang sesuai. Ulir-ulirnya dilapisi

BAB - VI

Halaman 113 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
dengan timah, dibuat sedemikian rupa sehingga menjadi satu kesatuan tanpa ada rongga-rongga udara yang memudahkan oksidasi pada sambungan. Tahanan pentanahan yang diijinkan adalah maksimum 2 ohm. Bila pada kedalaman enam meter tahanan pentanahan tidak dapat mencapai 2 ohm, kontraktor wajib memperdalam elektroda atau memberi serbuk pada daerah elektroda sehingga tahanan pentanahan yang diinginkan tercapai. Jarak sistem pentanahan ini dengan sistem pentanahan dan masuk dalam bangunan. e. Kawat Konduktor Pentanahan tegangan sentuh dalam rangka menggunakan pelat tembaga 2 x 4 mm yang diklem setiap jarak 50 cm secara kokoh dan rapi. Untuk pentanahan netral dari terminal ke elektroda, digunakan BC dengan penampang 50 mm2. Untuk luar bangunan, ditanam BC dengan ukuran 50 mm2 pada kedalaman 80 cm yang menghubungkan titik-titik elektroda pentanahan dan masuk dalam bangunan. f. Pekerjaan dan Alat Bantu • Setiap penyambungan, pencabangan dari BC harus digunakan coldweld connection atau klem sistem jepit; • • • Bahan klem harus galvanis, BC pada titik penyambungan harus di-tinned; Tempat penyambungan dibungkus dengan sejenis epoxy; Terminasi yang menggunakan terminal jenis sepatu kabel harus mempunyai dua lubang baut; g. Testing Pemeriksaan Struktural Kondisi yang menyangkut bahan, konstruksi, finishing, dan kontrak harus diperiksa dan disesuaikan dengan spesifikasi. h. Testing Tahanan Isolasi Tahanan isolasi antarkutub serta bagian yang hidup dan mati harus dites dengan tester bertegangan 500 volt DC dengan hasil menunjukkan 50 mega ohm atau lebih. i. Tes Ketahanan Tegangan Pada testing ketahanan isolasi di atas, harus dimasukkan sampai 3.000 volt. Testing dianggap sukses kalau dapat menahan tegangan tadi selama satu menit.

BAB - VI

Halaman 114 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
29.11 Instalasi Penangkal Petir a. Umum Sistem yang digunakan adalah sistem paraday. b. Spesifikasi Teknis Peralatan Semua komponen yang akan dipasang harus dalam keadaan baru, tidak cacat, masih mempunyai garansi, dan dilengkapi surat ijin dari yang berwenang. c. Air Terminal Air terminal terbuat dari batang tembaga masif. d. Konduktor Penghantar/konduktor adalah triaxial cable dengan ukuran yang direkomendasikan pabrik. Konduktor ini harus lulus pengujian dari Lembaga Masalah Kelistrikan (LMK). e. Integral Terminating Resistor Integral terminating resistor di samping harus sanggup menyerap komponenkomponen frekuensi tinggi dari sambaran petir, juga dapat mengurangi kenaikan tegangan tanah sampai 50%. f. Elektroda Elektroda pentanahan terbuat dari batang tembaga masif atau pelat tembaga masif. g. Teknis Pelaksanaan • Air terminal dipasang dengan pipa galvanis dengan tinggi 1,2 meter dan 40x40x1 cm. • Kawat BC diberi lubang supaya tidak kelihatan dari luar, kemudian dimasukkan ke pipa PVC berdiameter 5/8” dan dipasang klem. • Sepanjang dua meter di atas permukaan tanah, kabel triaxil 50 mm2 harus dilindungi dengan pipa galvanis. • Tahanan pentanahan dibuat seminimum mungkin (kurang dari 2 ohm). Kontraktor harus menambah titik pentanahan atau memperdalam elektroda untuk mendapatkan tahanan yang diinginkan. • • • Bak kontrol harus diberi lubang drain dan tes klem. Penanaman elektroda harus diberi earth enhancement compound. Klem konduktor terbuat dari bahan yang dicat antikarat. Tinggi klem 15 cm.

BAB - VI

Halaman 115 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Pasal 30 PEKERJAAN PEMBERESAN HALAMAN Sebelum diserahkan lokasi pekerjaan dan sekitarnya harus bersih dari sisa bahan bangunan dan ini harus dikerjakan oleh Pihak Pemborong.

Pasal 31 URAIAN PERSYARATAN PEKERJAAN YANG BELUM TERURAIKAN Jika terdapat jenis pekerjaan yang belum teruraikan / terlewatkan didalam Rencana Kerja dan persyaratan ini, maka pekerjaan tersebut akan dibuatkan RKS nya / menyusul, yang sama mengikatnya dalam kontrak. Pasal 32 PEMBERESAN SETELAH MASA KONSTRUKSI Seluruh pekerjaan pemberesan setelah masa konstruksi menjadi tanggung jawab Kontraktor diantaranya : 1. Pembersihan Lantai, Kaca, Kusen dan sebagainya 2. Pembuangan bekas puing-puing bangunan. 3. Pembongkaran Pengawas keet, los kerja, kantor Kontraktor. 4. Pembongkaran Pagar Pembatas. 5. Pembongkaran gundukan-gundukan tanah/batu-batu yang sudah tidak terpakai lagi. 6. Pemberesan Bekas stoot dan papan cetakan/acuan 7. Pembetulan Jalan yang rusak yang diakibatkan oleh pengangkutan material di dalam komplex. 8. Pembuangan sampah-sampah 9. Dan sebagainya yang diperkirakan akan mengganggu keindahan sehubungan dengan masa penyerahan pertama. Seluruh sampah-sampah tersebut harus dibuang keluar site ke tempat pembuangan sampah telah ditunjuk oleh Konsultan pengawas, serta barang-barang yang masih diperkirakan akan dipakai harus disimpan tersusun rapih ditempat yang telah ditunjukan oleh Konsultan Pengawas.

BAB - VI

Halaman 116 dari 117

PERSYARATAN TEKNIS DAN BAHAN
Pasal 33 PEKERJAAN LAIN-LAIN 33.1 Hal-hal yang timbul pada pelaksanaan yang memerlukan penyelesaian di lapangan akan dibicarakan dan diatur oleh direksi dan kontraktor. Bila diperlukan, bersama konsultan pengawas. 33.2 Selain persyaratan teknis yang tercantum di atas, kontraktor diwajibkan pula mengadakan pengurusan-pengurusan antara lain: a. Pembuatan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Surat IMB ini harus sudah diserahkan kepada pemimpin proyek sebelum angsuran/termin pertama ditagihkan. b. Surat bukti kir listrik/pengetesan dari PLN dan pengetesan lainnya yang diperlukan. 33.3 Sebelum penyerahan pertama, kontraktor wajib meneliti semua bagian pekerjaan yang belum sempurna dan harus diperbaiki, semua ruangan harus bersih, halaman harus ditata rapi, dan semua barang yang tidak berguna harus disingkirkan dari proyek. 33.4 Selama masa pemeliharaan, kontraktor wajib merawat, mengamankan, dan memperbaiki segala cacat yang timbul sehingga sebelum penyerahan kedua dilaksanakan, pekerjaan benar-benar telah sempurna. 33.5 Segala sesuatu yang belum tercantum dalam RKS ini dan pada penjelasan yang diperlukan akan dicantumkan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. akan dibicarakan

BAGIAN 34 PENUTUP Hal-hal di luar ini apabila terdapat ketidakcocokan dalam pelaksanaan akan diselesaikan dengan musyawarah.

BAB - VI

Halaman 117 dari 117

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->