Hukum De Morgan

Diposkan oleh Evi Andriani Jumat, 04 Juni 2010 Label: ELEKTRONIKA, Teknik Transmisi, Telekomunikasi

Dua persamaan berikut dikenal dengan nama Hukum De Morgan:

Untuk membuktikan Persamaan (1-1) perlu di perhatikan, bahwa jikalau semua masukan 1, masingmasing ruas persamaan akan memberikan suatu hasil yang sama dengan 0. Di pihak lain, kalau satu (atau lebih dari satu) masukan sama dengan 0, maka masing-masing ruas persamaan akan memberikan suatu hasil yang sama dengan 1. Sehingga, untuk semua kemungkinan masukan dari ruas sebelah kanan persamaan sama dengan ruas sebelah kiri. Persamaan (1-2) dibuktikan dengan cara yang sama. Hukum De Morgan memperlengkap daftar identitas Boole dasar. Untuk masingmasing acuan selanjutnya, semua hubungan-hubungan tersebut di ringkas dalam tabel 1a.

Contoh penggunaan aljabar boole hukum-hukum De Morgan pada ekuivalensi rangkaian EXCLUSIVE OR adalah sebagai berikut: Diketahui suatu fungsi logika boole EXCLUSIVE OR logika boole boole sebagai berikut: dan ekuivalen dengan fungsi

, buktikan bahwa memang kedua persamaan tersebut ekuivalen.

Maka dua persamaan tersebut dapat dibuktikan dengan penjabaran dengan pertolongan aljabar

menghasilkan Tabel kebenaran yang sama Jadi jelas dua persamaan diatas memang ekuivalen. maka logika positif berubah menjadi logika negatif.Dari ketiga persamaan logika boole tersebut. dan melakukan penolakan masingmasing simbol binernya. Dan dengan pertolongan hukum De Morgan dapat kita tunjukkan bahwa suatu rangkaian AND untuk logika positif juga bekerja seperti halnya suatu gerbang OR untuk logika negatif. ... B. Misalkan Y adalah keluaran dan A. ataupun sebaliknya mengubah semua operasi AND menjadi operasi OR. dan lain sebagainya. Rangkaian yang melaksanakan logika AND positif dalam persamaan (1-3) juga bekerja . A dan menggambarkan terminal masukan yang sama. N adalah masukan-masukan ke AND positif. Dari hukum De Morgan dapat disimpulkan. bahwa untuk mendapatkan komplemen (pelengkap) dari suatu fungsi boole adalah dengan mengubah semua operasi OR menjadi operasi AND. Karena Y dan menggambarkan terminal keluaran yang sama. . sehingga Kalau keluaran dan semua masukan dari rangkaian dikomplemenkan sedemikian hingga 1 menjadi 0 dan sebaliknya.

Untuk lebih jelasnya berikut ditampilkan aplikasi teorema De Morgan dalam diagram blok fungsi logika boole pada gambar 1-1c. karena dari hukum De Morgan persamaan (1-1) AND dapat diperoleh dari OR dan NOT. yakni cukup adanya OR dan NOT atau AND dan NOT saja. Hal ini telah dibuktikan untuk logika dioda. Sekarang jelas bahwa sebenarnya tidak perlu menggunakan semua gerbang logika. Dan dengan cara yang sama. gambar 1-1d. dan dari hukum De Morgan persamaan (1-2). tergantung kepada bagaimana tingkat biner didefinisikan. OR mungkin dapat dibangun seperti ditunjukkan dalam gambar 1-1d. bahwa OR (AND) dibalikkan pada masukan dan keluaran . Suatu OR yang diubah ke AND dengan membalikkan semua masukan dan keluarannya.sebagai gerbang logika OR negatif pada persamaan (1-4). Alasan yang sama digunakan untuk membuktikan. kalau semua masukan dan keluaran komplemen. Suatu AND menjadi OR. Gambar ini akan menjelaskan lagi. bahwa rangkaian yang sama mungkin berlaku sebagai AND negatif atau OR positif. AND dan NOT dapat dipilih sebagai rangkaian gerbang logika dasar. seperti ditunjukkan dalam gambar 1-1c.

all. “Digital Logic Circuit Analysis & Design”. Third Edition. Prentice Hall.membentuk logika AND (OR) Daftar Pustaka Nelson. F.J. et.all.wilkipedia. Third Ed. “Introduction to Switching Theory & Logical Design”.. V.P. “Digital Computer Electronics”.P. “Digital Engineering Design” Pretince-Hall International Editions.com/digitallogic/De%25Morgan$/%2$%^@$% ..Tinder. McGraw Hill.. 1981 Malvino. A.. New Jersey.all. 1993 http://www.1991 Hill. 1995 Richard F. et. et. John Wiley & Sons..