P. 1
MACAM fraktur

MACAM fraktur

|Views: 20|Likes:
Published by angel_without-wingz

More info:

Published by: angel_without-wingz on Jan 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/23/2013

pdf

text

original

MACAM - MACAM FRAKTUR / PATANG TULANG

(Tibia Proksimal, Antebrakial Distal, Fraktur Sternum, Fraktur Humerus, Fraktur Iga, Fraktur Jari-jari Tangan, Fraktur Kompresi Tulang Belakang, Fraktur Kruris)

Fraktur Tibia Proksimal
Fraktur ini disebut juga bumper fracture atau fraktur tibia plateau. Fraktur tibia proksimal biasanya terjadi akibat trauma langsung dari arah samping lutut dengan kaki yang masih terfiksasi ke tanah. Contohnya pada orang yang sedang berjalan lalu ditabrak mobil dari samping, yang disebut bumper fracture. Manifestasi Klinis Luka pada daerah yang cedera membengkak dan disertai rasa sakit, kadang-kadang ditemukan deformitas varus atau valgus pada lutut. Penatalaksanaan 1. Nonoperatif Untuk fraktur yang tidak mengalami dislokasi dapat ditanggulangi dengan beberapa cara, antara lain: a. Perban elastik (teknik Robert Jones) b. Memasang gips (long leg plaster) c. Traksi skeletal menurut cara Appley. Pasien tidur terlentang, pada tibia 1/3 proksimal dipasang Steinmann pin, langsung ditarik dengan beban yang cukup (> 6 kg). Sementara dilakukan traksi, lutut pasien yang cedera dapat digerakkan. 2. Operatif

Fraktur Antebrakial Distal Ada empat macam fraktur yang khas: 1. Tangan terbuka yang terfiksasi di tanah berputar keluar (eksorotasi/supinasi). Fraktur Smith 3. Pasien terjatuh dalam keadaan tangan terbuka dan pronasi. Imobilisasi dilakukan selama 4 . Fraktur Colles 2.5 cm dari permukaan sendi distal radius o Dislokasi fragmen distalnya ke arah posterior/dorsal o Subluksasi sendi radioulnar distal o Avulsi prosesus stiloideus ulna. Dilakukan dorsofleksi fragmen distal.Apabila terjadi dislokasi yang cukup lebar atau permukaan sendi tibia amblas lebih dari 2 mm. tubuh beserta lengan berputar ke ke dalam (endorotasi). Manifestasi Klinis o Fraktur metafisis distal radius dengan jarak _+ 2.6 minggu. traksi kemudian posisi tangan volar fleksi. deviasi ulna (untuk mengoreksi deviasi radial) dan diputar ke arah pronasio (untuk mengoreksi supinasi). Fraktur Montegia Fraktur Colles Deformitas pada fraktur ini berbentuk seperti sendok makan (dinner fork deformity). dilakukan reduksi terbuka dan dipasang fiksasi interna dengan butress plate dan cancellous screw. Fraktur Galeazzi 4. . Penatalaksanaan Pada fraktur Colles tanpa dislokasi hanya diperlukan imobilisasi dengan pemasangan gips sirkular di bawah siku selama 4 minggu. Bila disertai dislokasi diperlukan tindakan reposisi tertutup.

Terjadi karena trauma langsung. Garis patahan biasanya transversal. terjadi pula rotasi lengan bawah dalam posisi pronasi waktu menahan berat badan yang memberi gaya supinasi. dan supinasi maksimal (kebalikan posisi Colles). dan deviasi ke radial (garden spade deformity). deviasi ulnar. Manifestasi Klinis Penonjolan dorsal fragmen proksimal. Pada pergelangan tangan dapat diraba tonjolan ujung distal ulna. kadang-kadang intraartikular. Penatalaksanaan Dilakukan reposisi dengan posisi tangan diletakkan dalam posisi dorsofleksi ringan.Fraktur Smith Fraktur Smith merupakan fraktur dislokasi ke arah anterior (volar). deviasi ulnar. Saat pasien jatuh dengan tangan terbuka yang menahan badan. Lalu diimobilisasi dengan gips di atas siku selama 4 . Fraktur ini biasa terjadi pada orang muda. Penatalaksanaan Dilakukan reposisi dan imobilisasi dengan gips di atas siku. karena itu sering disebut reverse Colles fracture. fragmen distal di sisi volar pergelangan. Manifestasi Klinis . Manifestasi Klinis Tampak tangan bagian distal dalam posisi angulasi ke dorsal. Fraktur Galeazzi Fraktur Galeazzi merupakan fraktur radius distal disertai dislokasi sendi radius ulna distal.6 minggu. Pasien jatuh dengan tangan menahan badan sedang posisi tangan dalam keadaan volar fleksi pada pergelangan tangan dan pronasi. Fraktur Montegia Fraktur Montegia merupakan fraktur sepertiga proksimal ulna disertai dislokasi sendi radius ulna proksimal. posisi netral untuk dislokasi radius ulna distal. dan fleksi.

Pada auskultasi tentukan ada atau tidaknya aritmia atau bising jantung untuk mengetahui adanya kontusio jantung. Fraktur Sternum Fraktur sternum terjadi sebagai akibat trauma yang sangat keras. penolong melakukan tarikan lengan bawah ke distal. dengan jari kepala radius dicoba ditekan ke tempat semula. Asisten memegang lengan atas. kaput radius. sehingga dinding dada tersebut bersifat lebih mobil. Bila gagal. Penatalaksanaan Dengan pemberian analgetik dan fisioterapi. Biasanya fraktur ini disertai dengan kontusio jantung. gaya mendorong dari depan ke arah fleksi yang menyebabkan fragmen ulna mengadakan angulasi ke posterior. Pada setiap gerakan . dilakukan reposisi terbuka dengan pemasangan fiksasi interna (plate-screw).Terdapat 2 tipe yaitu tipe ekstensi (lebih sering) dan tipe fleksi. Sedangkan pada tipe fleksi. Imobilisasi gips sirkuler dilakukan di atas siku dengan posisi siku fleksi 90° dan posisi lengan bawah supinasi penuh. Lihat kesegarisan antara kondilus medialis. Bila diperlukan. pernapasan dangkal. Manifestasi Klinis Didapatkan keluhan nyeri waktu bernapas. Pada tipe ekstensi gaya yang terjadi mendorong ulna ke arah hiperekstensi dan pronasi. Flail Chest Trauma hancur pada sternum atau iga dapat berakibat terjadinya pemisahan total dari suatu bagian dinding dada. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan radiologis dilakukan untuk menentukan ada/tidaknya dislokasi. dan cepat. dan pertengahan radius. dapat dengan anestesi setempat infiltrasi atau blok. Mungkin terdapat deformitas pada tempat hubungan antara manubrium sternum dengan korpus sternum. Setelah itu. Penatalaksanaan Dilakukan reposisi tertutup. kemudian diputar ke arah supinasi penuh.

maka fragmen yang mobil tersebut akan terhisap ke arah dalam. Fraktur suprakondilar humerus 2. Tipe ekstensi. dan gerakan paradoksal. flail chest yang ada akan tertutupi. Namun bila terjadi penimbunan sekret-sekret dan penurunan daya pengembangan paru-paru akan terjadi anoksia berat. deformitas. sehingga pertukaran gas respiratorik yang efektif sangat terbatas. yaitu dengan menggunakan towl-clip traction atau dengan menyatukan fragmenfragmen yang terpisah dengan pembedahan. Fraktur batang humerus 4. . Hal ini akan menyebabkan fraktur pada suprakondilar. Penatalaksanaan Tindakan stabilisasi yang bersifat sementara terhadap dinding dada akan sangat menulong penderita. lengan bawah dalam posisi supinasi. Pengembangan normal rongga pleura tidak dapat lagi berlangsung. Fraktur interkondilar humerus 3. hipoksia. fragmen distal humerus akan mengalami dislokasi ke anterior dari fragmen proksimalnya. Manifestasi Klinis Biasanya karena ada pembengkakan jaringan lunak di sekitar dan terbatasnya gerak pengembangan dinding dada. Takipnea. hiperkapnea. penderita mampu mengadakan kompensasi terhadap pengurangan cadangan respirasinya. dan hiperkarbia merupakan indikasi untuk intubasi endotrakeal dan ventilasi dengan tekanan positip. Fraktur Humerus Dibagi menjadi: 1. Fraktur kolum humerus Fraktur Suprakondilar Humerus Berdasarkan mekanisme terjadinya fraktur: a.respirasi. Pada mulanya. Trauma terjadi ketika siku dalam posisi hiperekstensi. dan akhirnya kolaps.

Timbulnya sakit. Pascareposisi harus juga diperiksa denyut arteri radialis untuk menghindarkan terjadi komplikasi iskemia Volksmann. dapat terjadi komplikasi yang disebut dengan iskemia Volkmanns. Tipe fleksi. Gerakan fleksi diteruskan sampai arteri radialis mulai tak teraba. Untuk mengatasi keadaan ini dilakukan tindakan operasi reduksi dengan pemasangan fiksasi interna dengan lag-screw. denyut arteri radialis yang berkurang. Fraktur Interkondilar Humerus Pada fraktur ini bentuk garis patah yang terjadi berupa bentuk huruf T atau Y Manifestasi Klinis Di daerah siku tampak jelas pembengkakan. sedang lengan bawah dalam posisi pronasi. Manifestasi Klinis Pada tipe ekstensi posisi siku dalam posisi ekstensi. Fraktur Batang Humerus . dan kelumpuhan merupakan tanda-tanda klinis adanya iskemia ini (Ingat 5P: Pain. kubiti varus atau kubiti valgus. Pulselessness.b. Setelah tereposisi. Trauma terjadi ketika posisi siku dalam fleksi. Penatalaksanaan Permukaan sendi harus dikembalikan secara anatomis. Penatalaksanaan Bila pembengkakan tak hebat. Pallor. biasanya akan timbul kekakuan sendi (ankilosis). Hal ini menyebabkan fragmen distal humerus mengalami dislokasi ke posterior dari fragmen proksimalnya. pucat. Pada tipe fleksi posisi siku dalam posisi fleksi (semifleksi). Dalam posisi fleksi maksimal ini dilakukan imobilisasi dengan gips spalk (foreslab). posisi siku dibuat fleksi secara perlahan-lahan. Puffyness. Bila hanya konservatif. Paralyses). dapat dicoba reposisi dalam narkosis umum. rasa kesemutan. Apabila terjadi penekanan pada arteri brakialis. Kemudian siku diekstensikan sedikit untuk memastikan arteri radialis teraba lagi.

dilakukan reposisi dan diimobilisasi dengan gips spica. untuk menggunakan siku harus dibantu oleh tangan yang sehat. Biasanya berupa fraktur impaksi. lengan yang cedera cukup diistirahatkan dengan memakai gendongan (sling) selama 3 minggu. Bila disertai dislokasi abduksi. Fraktur Iga Merupakan cedera toraks terbanyak. posisi lengan dalam abduksi posisi overhead. dan komplikasi yang sering terjadi akibat luka tembus. Manifestasi Klinis Sakit di daerah bahu tetapi fungsi lengan masih baik karena fraktur impaksi merupakan fraktur yang stabil. Manifestasi Klinis: . Imobilisasi dengan gips berupa U-slab atau hanging cast selama 6 minggu. atau penggilasan. Fraktur Kolum Humerus Sering terjadi pada wanita tua karena osteoporosis. terjadi karena trauma langsung yang menyebabkan garis patah transveral atau kominutif. akan terjadi wrist drop (drop hand). Fraktur iga bisa disebabkan pukulan. Penatalaksanaan Pada fraktur impaksi tidak diperlukan reposisi. Manifestasi Klinis Terjadi functio laesa lengan atas yang cedera. Bila terjadi gangguan pada nervus radialis. Penatalaksanaan Tindakan konservatif memberikan hasil yang baik karena fraktur humerus ini sangat baik daya penyembuhannya. kontusio.Biasanya terjadi pada penderita dewasa.

Bila terdapat fraktur. akan timbul rasa nyeri yang hebat. tentukan adanya krepitasi akibat adanya udara dalam jaringan subkutan pada daerah dada yang sakit. klavikula. Baseball finger (Mallet finger) 2. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan Rontgen toraks harus dilakukan untuk menyingkirkan cedera toraks lain. Fraktur Jari-jari Tangan Ada tiga macam fraktur yang khas: 1. apalagi bila disuruh bernapas dalam.kukan bila terdapat tanda-tanda efusi pleura atau tanda-tanda trauma intratorakal lainnya. Penatalaksanaan Dengan blok saraf interkostal. Fraktur Bennet Baseball Finger . atau skapula secara tidak langsung menunjukkan trauma yang bermakna. perawatan rumah sakit diperlukan untuk menghilangkan nyeri. Boxer fracture (street fighter’s fracture) 3. Pada fraktur iga sederhana biasanya tidak ditemukan tanda-tanda trauma intratorakal. Kemudian tiap tulang iga ditekan secara lembut. penanganan batuk. Biasanya timbul nyeri bila terdapat fraktur iga di daerah tersebut. dada ditekan secara lembut dengan kedua tangan pemeriksa yang masing-masing diletakkan di bagian anterior dan posterior bagian yang sakit. tentukan posisi trakea dan jantung untuk melihat adanya pergeseran mediastinum. Pada palpasi. yaitu pemberian narkotik ataupun relaksan otot merupakan pengobatan yang adekuat. Pada cedera yang lebih hebat. Selain itu cedera vaskular harus dicurigai. Pada kasus yang meragukan. Cara ini tidak boleh dila. dan pengisapan endotrakeal. Pada perkusi dan auskultasi.Terlihat gerak pernapasan penderita yang terbatas dan sangat nyeri pada sisi dada yang terkena trauma. Usahakan mencari jejas luka. namun tidak perlu untuk identifikasi fraktur iga. Fraktur iga-iga atas.

nyeri tekan. kaput metakarpal V didorong ke arah dorsal. sehingga terjadi avulsi fragmen tulang basis falang distal pada insersi tendon ekstensor jari. Manifestasi Klinis Pasien tidak dapat melakukan gerakan ekstensi penuh pada ujung distal falang. Penatalaksanaan . dan sakit ketika digerakkan. lalu imobilisasi dengan gips selama 3 minggu. Ujung jari yang dalam keadaan ekstensi tiba-tiba fleksi pasif pada sendi interfalang distal karena trauma. Penatalaksanaan Dilakukan imobilisasi menggunakan gips atau metal splinting dengan posisi ujung jari hiperekstensi pada sendi interfalang distal sedangkan sendi interfalang proksimal dalam posisi sedikit fleksi (Mallet splint). Manifestasi Klinis Tampak pembengkakan di daerah karpometakarpal (CMC) I. Ujung distal falang selalu dalam posisi fleksi pada sendi interfalang distal dan terdapat hematoma pada dorsum sendi tersebut. Boxer Fracture Boxer fracture (street fighter’s fracture) merupakan fraktur kolum metakarpal V. dan posisi kaput metakarpal angulasi ke volar/palmar.Baseball finger (Mallet finger) merupakan fraktur dari basis falang distal pada insersio dari tendon ekstensor. Terjadi pada keadaan tidak tahan terhadap trauma langsung ketika tangan mengepal. Penatalaksanaan Reposisi tertutup dengan cara membuat sendi metakarpofalangeal dan interfalang proksimal dalam keadaan fleksi 90°. Fraktur Bennet Fraktur Bennet merupakan fraktur dislokasi basis metakarpal I.

misalnya tindakan laminektomi dan fiksasi tulang belakang. Perlu diperiksa keadaan neurologis serta kemampuan miksi dan defekasi. belajar duduk. Istirahat di tempat tidur. Bila sederhana (stabil atau tak ada gejala neurologik): a. Pada fraktur tulang belakang dengan defisit neurologis.Dilakukan reposisi tertutup dengan cara melakukan ekstensi dan abduksi dari ibu jari tangan.4 minggu. Pada fraktur yang stabil. Bila kepala ditekan ke bawah terasa nyeri. Bila dengan kelainan neurologik: Kelainan neurologik dapat timbul karena edema. perlu reposisi terbuka dengan kawat Kirschner atau dilakukan reposisi tertutup di bawah C arm dan diikuti dengan asi dengan memakai wire (percutaneus pinning). Pada fraktur tulang belakang dengan defisit neurologis yang dilakukan tindakan konservatif (tanpa operasi). telentang dengan dasar keras dan posisi miring ke kiri dan ke kanan untuk mencegah dekubitus (5 pillow nursing) selama 2 minggu. dan karena luksasi tulang belakang. Dilanjutkan dengan mobilisasi. Manifestasi Klinis Pada daerah fraktur biasanya didapatkan rasa sakit bila digerakkan dan adanya spasme otot paravertebra. indikasi tindakan operatif adalah untuk stabilisasi fraktur. memakai brace. berdiri. Pada fraktur yang tidak stabil ditunggu lebih lama 3 . diberikan analgetik. kalau tak merasa sakit lagi setelah 2 minggu latih otot-otot punggung dalam 1 -2 minggu. Fraktur Kompresi Tulang Belakang Biasanya merupakan fraktur kompresi karena trauma indirek dari atas dan dari bawah. 2. Bila sakit. c. b. jalan. Dapat menimbulkan fraktur stabil atau tidak stabil. segera dilakukan operasi dekompresi. dan berjalan). Kelainan dapat komplit atau inkomplit. Kalau pada observasi keadaan neurologis memburuk. diimobilisasi. setelah 6 minggu atau . Kadang-kadang pada keadaan yang tidak stabil. Penatalaksanaan 1. untuk rehabilitasi dini (duduk. hematomieli. kompresi dari fraktur. dan bila tak ada apa-apa pasien dapat pulang.

Dari lubang jendela ini luka dirawat sampai sembuh. Fraktur Kruris Fraktur kruris merupakan akibat terbanyak dari kecelakaan lalu lintas. Gips dipasang mulai dari pangkal jari kaki sampai proksimal femur dengan sendi talokrural dalam posisi netral. yaitu: 1. gips korset. Cara long leg plaster. Cara Sarmiento. 2. Dapat digunakan cara long leg plaster.fraktur kuat. Gips dilanjutkan sampai ujung proksimal patela. Daerah yang patah tampak bengkak. Pemasangan gips dimulai dari jari kaki sampai di atas sendi talokrural dengan molding sekitar maleolus. juga ditemukan nyeri gerak dan nyeri tekan. Ada beberapa cara pemasangan gips. Pemasangan gips korset harus meliputi manubrium sterni. sedang kedua tungkai bawah menggantung di tepi meja. dilakukan mobilisasi duduk/berdiri dengan menggunakan external support seperti gips Bohler. Setelah kering segera dilanjutkan ke atas sampai 1 inci di bawah tuberositas tibia dengan molding pada permukaan anterior tibia. dilanjutkan dengan imobilisasi. . hanya saja untuk fraktur terbuka dibuat jendela di atas luka setelah beberapa hari. Manifestasi Klinis Gejala yang tampak adanya deformitas angulasi atau endo/eksorotasi. sedang posisi lutut dalam fleksi 15-20°. Setelah tereposisi baru dipasang gips melingkar. Screw dan metil metakrilat (INOE teknik). Roger Anderson. daerah fraktur. Hoffman. dan di bawah ujung skapula. Kedua lutut dalam posisi fleksi 90°. Caranya pasien tidur terlentang di atas meja operasi. jaket Minerva. Rotasi diperbaiki. contohnya dengan fiksasi eksterna Judet. Pada fraktur terbuka dilakukan debrideman luka. simfisis. tergantung dari tempat fraktur. Penatalaksanaan Pada fraktur tertutup dilakukan reposisi tertutup dan imobilisasi dengan gips. Dapat juga dengan memakai pen di luar tulang untuk fraktur terbuka grade III (fiksasi eksterna). Tungkai bawah yang patah ditarik ke arah bawah. Kemudian dilakukan reposisi secara terbuka tulang yang patah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->