P. 1
Makalah Kertas

Makalah Kertas

|Views: 466|Likes:
Published by ayukhevikasari

More info:

Published by: ayukhevikasari on Jan 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, bertambah pula kebutuhan manusia terhadap barang – barang keperluan sehari – hari termasuk diantaranya kertas. Kertas diperlukan tidak hanya sebagai alat tulis dan buku atau majalah tetapi juga sebagai tissu, pembungkus rokok, pembungkus makanan dan minuman dan sebagainya. Peningkatan kebutuhan kertas ini terlihat dari peningkatan konsumsi kertas di Indonesia. Pada tahun 1996 konsumsi kertas di Indonesia sebesar 3.119.970 ton per tahun, meningkat terus menjadi 5,3 juta ton per tahun pada tahun 2002 dengan produksi sebesar 7,6 juta ton per tahun. Permintaan kertas yang paling besar adalah jenis kertas HVS atau kertas tulis, dibanding kertas lainnya, yaitu sekitar 60 % dari produksi kertas. Peningkatan kebutuhan kertas ini terlihat dari peningkatan konsumsi kertas di Indonesia. Pada tahun 1996 konsumsi kertas di Indonesia sebesar 3.119.970 ton per tahun, meningkat terus menjadi 5,3 juta ton per tahun pada tahun 2002 dengan produksi sebesar 7,6 juta ton per tahun. Permintaan kertas yang paling besar adalah jenis kertas HVS atau kertas tulis, dibanding kertas lainnya, yaitu sekitar 60 % dari produksi kertas. (Kompas, 2002). Industri pulp dan kertas merupakan salah satu industri hasil hutan yang sangat penting, karena perannya dalam perolehan devisa dan ekonomi nasional, hampir setiap kehidupan manusia memanfaatkan komoditas dari industri tersebut. Selanjutnya disebutkan bahwa Indonesia berpotensi untuk menjadi salah satu negara industri pulp karena memiliki sumber bahan baku berupa hutan, serta bahan baku alternatif (limbah pertanian) untuk perkembangannya. Pada dekade terakhir industri pulp nasional mengalami perkembangan yang pesat seiring dengan perkembangan industri kertas nasional, disamping itu daya saing industri pulp nasional terus meningkat karena biaya produksi pulp dan kertas merupakan salah satu yang terendah di dunia disebabkan oleh faktor endowment seperti bahan baku serat, biaya tenaga kerja dan biaya energi yang relatif murah. Pengembangan industri pulp dan kertas dimasa mendatang memiliki peluang yang baik dan berpotensi untuk menjadi salah satu industri unggulan nasional, jika dilihat dari potensi produksi maupun peluang pasar yang ada. Penggunaan kertas di dunia saat ini telah mencapai angka yang sangat tinggi. Menyikapi hal ini pemerintah berencana menjadi produsen pulp dan kertas terbesar dunia

Sebagian besar jerami padi tidak dimanfaatkan karena selalu dibakar atau sebagai pakan ternak setelah proses pemanenan. Untuk melengkapi tugas mata kuliah Teknologi Minyak Nabati . Pada jenis padi yang ditanam. Untuk mengetahui proses pembuatan kertas secara umum 2.(Syafii. Permasalahannya adalah.2 Tujuan 1. limbah petanian berupa jerami harus dapat dimanfaatkan sehingga mempunyai nilai lebih. Simajuntak (1994) mengemukakan 90% pulp dan kertas yang dihasilkan menggunakan bahan baku kayu sebagai sumber bahan berserat selulosa.1985) 1. Terganggunya kestabilan lingkungan menjadi dampak yang perlu mendapat perhatian khusus. Untuk mengatasi hal ini pemerintah harus mencari alternatif penggunaan kayu hutan sebagai bahan baku pembuat pulp dan kertas salah satunya yaitu jerami padi. produsen pulp dan kertas di tanah air pada umumnya menggunakan kayu hutan sebagai bahan baku. Dapat diprediksikan bahwa akan terjadi eksploitasi hutan secara besar-besaran apabila kelak Indonesia menjadi produsen pulp terbesar di dunia. teknologi permesinan dan lainnya sehingga dapat lebih bermanfaat. (Winarno. Nilai ekonomis dari bahan yang dianggap limbah tersebut dapat ditingkatkan dengan memberikan masukan ilmu. 2000). perbandingan antara jerami basah dan padi biasanya 1:1. Oleh karena itu. Jerami padi bagian dari batang padi tanpa akar yang tertinggal setelah diambil butir buahnya merupakan limbah pertanian terbesar dengan jumlah sekitar 20 juta ton per tahun.

Proses bahan baku ini dilakukan melalui proses penghancuran lembaran pulp dan pencampuran bahan kimia untuk mendapatkan kualitas kertas yang baik. Penyediaan Bahan Baku Penyediaan bahan baku adalah proses pengolahan bahan mentah menjadi bahan baku yang siap digunakan dalam proses pembentukan kertas. Pembersihan/Cleaning 2. Penggilingan/Refining 2. 2.5.6.2. adalah kayu dari tumbuhan yang menggugurkan daunnya setiap tahun. Delignification (Peluruhan Lignin) 2. Pembuatan Pulp/Bubur Kertas 2.3. adalah kayu dari tumbuhan konifer contohnya pohon pinus. Kayu keras lebih halus dan kompak sehingga menghasilkan permukaan kertas yang halus.1.8. Pencetakan/Paper Making Berikut ini merupakan uraian dari proses pembuatan kertas.1 Pemilihan Jenis Kayu Jenis kayu yang banyak digunakan dalam pembuatan kertas adalah: • Kayu lunak (softwood). Kayu keras juga lebih mudah diputihkan hingga warnanya lebih terang karena memiliki lebih sedikit lignin. Penyediaan Bahan Baku 2. Kayu sebagai bahan dasar dalam industri kertas mengandung beberapa komponen antara .1. Bleaching 2. Kayu lunak yang memiliki panjang dan kekasaran lebih besar digunakan untuk memberi kekuatan pada kertas. • Kayu keras (hard wood).7.1. Mixing 2.BAB III DESKRIPSI PROSES Dalam industri pembuatan kertas secara umum bisa dijabarkan sebagai berikut : 2. 2.4. Kertas umumnya tersusun atas campuran kayu keras dan kayu lunak untuk mencapai kekuatan dan permukaan cetak yang diinginkan pembeli.

asam lemak dan unsur lain. meliputi hormon tumbuhan. tersusun atas glukosa rantai pendek dan bercabang. Pulping kimia dan proses pemutihan akan menghilangkan lignin tanpa mengurangi serat selusosa secara signifikan • Ekstraktif. Hydra Pulper mempunyai rotor untuk mensirkulasikan bubur dan menguraikan serat. rotor pisau tersebut digerakkan oleh motor dari arah bawah. tersusun atas molekul glukosa rantai lurus dan panjang yang merupakan • Hemiselulosa. kemudian dicuci dan disaring untuk menghilangkan debu yang melekat Efluen dari proses persiapan kayu berasal dari air bilasan kayu yang mengandung partikel halus batang kayu dan padatan terlarut. Persiapan Kayu Bahan baku yang mengandung selulosa seperti kayu. adalah jaringan polimer fenolik tiga dimensi yang berfungsi merekatkan serat selulosa sehingga menjadi kaku. • Lignin.lain komponen yang paling disukai dalam pembuatan kertas karena panjang. Kapasitas pulper mencapai 22 ton. serat kapas.1.2. Proses pembuatan pulp ada 3 macam. bagas dan lain-lain dipotong menjadi serpihan kecil.2. Proses ini juga menghasilkan limbah padat berupa potongan kayu tidak layak pakai dan kulit kayu yang dapat digunakan sebagai kayu bakar.1 Proses Mekanik . : • Selulosa. Pembuatan Pulp/Pulping Pulping adalah proses pembuburan. Pulper ini dinamakan hydra pulper. Pulper yang digunakan berbentuk bejana kerucut terbalik yang atasnya terbuka sebagian dan mempunyai rotor. Kulit kayu dikelupas secara mekanis atau hidraulis sebelum dicacah menjadi serpihan kayu. Komponen ini sangat beracun bagi kehidupan perairan dan mencapai jumlah toksik akut dalam efluen industri kertas. Dalam pulping ini digunakan alat yang disebut Pulper. bambu.2. kuat. yaitu : 2. resin. 2. Hemiselulosa lebih mudah larut dalam air dan biasanya dihilangkan dalam proses pulping. 2.

Fungsi buffer adalah untuk mencegah korosi. Energi dan air yang diperlukan cukup banyak. 2. Kekuatan dan derajat putih pulp yang dihasilkan rendah. Perlakuan awal dengan pemanasan pada suhu tinggi menyebabkan komponen lignin menjadi lunak. Refiner Mechanical Pulping (RMP) : Proses ini menggunakan penggilingan dengan cakram untuk menguraikan bahan baku. Thermo Mechanical Pulping (TMP) : Proses ini juga menggunakan penggilingan dengan cakram untuk menguraikan bahan baku. Fraksi serat panjang yang dihasilkan lebih banyak dari pulp yang berasal dari proses mekanik lainnya. Proses Semi Kimia Proses ini merupakan gabungan dari proses mekanik dan proses kimia. 2. Proses ini menyebabkan jumlah serat panjang lebih banyak sehingga memiliki kekuatan yang lebih besar.Proses mekanik digunakan pada pembuatan kertas tingkat rendah yang memiliki stabilitas warna rendah. serta komponen yang mudah larut dalam air dan mudah menguap hilang. selulosa. Bahan baku kayu digiling dan disemprotkan air. Contoh proses ini adalah proses pemasakan pulp dengan menggunakan Na2SO3 yang mengandung larutan buffer untuk menetralkan asam-asam organik yang terbentuk pada pemanasan sampai 120oC atau lebih. Pelepasan serat pada proses mekanis dilakukan dengan penggerindaan dan penggerusan. Bahan baku utama yang digunakan adalah kayu jarum karena sifat fisik yang dihasilkan lebih baik dibandingkan pulp kayu asah. 4. Rendemen yang diperoleh antara 93-98%. Rendemen yang dihasilkan lebih rendah dari proses mekanik biasa tetapi menghasilkan pulp yang memiliki sifat fisik yang lebih baik. Namun. seperti koran.2. sedangkan energi yang digunakan lebih rendah jika dibandingkan dengan proses SGP. Beberapa cara pembuatan pulp secara mekanis adalah: 1.2. Chemical Thermo Mechanical Pulping (CTMP) : Proses ini adalah pengembangan dari proses TMP. Pada proses ini. Tahap awal dari proses ini adalah pengolahan bahan baku dengan menggunakan bahan kimia untuk memutuskan ikatan lignin. 3. perlakuan awal yang diberikan selain pemanasan adalah perlakuan kimiawi yang diharapkan dapat lebih mudah menghilangkan lignin. kemudian dilanjutkan dengan pengolahan kimia. kertas pembungkus dan kertas karton. perbedaan TMP dengan RMP adalah adanya proses pemanasan sebelum penggilingan sehingga ikatan-ikatan yang dibentuk lignin dilemahkan. menaikkan rendemen dan . Stone Ground Wood Pulping (SGP) : Pada proses ini digunakan batu gerinda untuk menguraikan bahan baku.

2. Proses Kimia Pembuatan pulp dengan proses kimia adalah proses untuk merusak dan melarutkan zat pengikat serat yang terdiri dari lignin. Proses untuk merusak dan melarutkan ini umum disebut sebagai proses pemasakan. Selama pemasakan berlangsung. Namun karena kesamaan sifat fisik dan kimia dari selulosa dan lignin. . Brightness kertas yang dihasilkan lebih rendah jika dibandingkan dengan proses netral sulfit. Sodium sulfite dihasilkan dari reduksi sulfat selama proses pembakaran dengan reaksi: Na2 SO4(aq)+ 2C(g) → Na2S(aq) + 2CO2(g) Sodium hidroxide dihasilkan dari hidrolisis sodium sulfite di dalam air dengan reaksi: Na2S(aq) + H2O(l) ↔ NaOH(l) + NaHS(aq) NaHS berfungsi sebagai buffer dan mengurangi efek degradasi selulosa oleh NaOH. pembuatan pulp dengan proses kimia dapat dibedakan menjadi tiga macam. lignin bereaksi dengan larutan kimia pemasak dan membentuk senyawa-senyawa terlarut yang mudah dicuci.2. NaHS dapat bereaksi dengan lignin menghasilkan thio-lignin yang mudah larut dalam alkali sehingga pemasakan dapat berlangsung lebih singkat dan temperatur dapat diturunkan sekitar 160-170 °C. larutan pemasak yang digunakan adalah sodium hidroxide dan sodium sulfite.mengurangi waktu pemasakan. pentosa dan lainnya dengan menggunakan bahanbahan kimia. Proses pemasakan bahan baku dengan larutan kimia dilakukan dalam reaktor yang disebut sebagai digester. sehingga dapat menurunkan rendemen pulp yang dihasilkan. Proses semi kimia yang lain adalah proses alkali dingin yaitu perendeman bahan baku dalam larutan NaOH pada suhu kamar dan tekanan atmosfer. yaitu: 1. sebagian selulosa ikut bereaksi juga. sehingga proses ini digunakan untuk membuat kertas berkekuatan tinggi seperti kantong semen dan kertas bungkus. Serat yang dihasilkan sangat baik tetapi memiliki warna yang jelek. Buffer yang sering digunakan adalah NaHCO3 karena menghasilkan pulp dengan warna yang lebih baik dan dengan pemakaian bahan kimia yang lebih sedikit. Berdasarkan bahan kimia yang digunakan untuk pemasakan. Proses Sulfat Pada proses sulfat.3. Contoh buffer adalah campuran NaOH dengan Na2CO3 atau Na2S dengan Na2 SO4 .

Tabel berikut ini merupakan keuntungan dan kerugian proses sulfat. Proses Sulfit. Pulp yang dihasilkan berwarna coklat dan mempunyai kekuatan fisik yang tinggi sehingga biasanya digunakan untuk pembuatan kertas semen. kalsium bisulfit. dan mudah diputihkan ( bleaching ). kertas bungkus dan kertas liner. sulfur dioksida yang dinyatakan dalam larutan Ca(HSO3)2 dengan H2SO3 berlebih. Reaksi pembuatan larutan pemasak adalah: S(s) + O2(g) —> SO2(aq) 2SO2(aq) + H2O(ag) + CaCO3(s) —–> Ca(HSO3)2(aq) + CO2(g) Lignin yang terikat pada selulosa akan bereaksi dengan larutan Ca(HSO3)2 membentuk lignin sulfonat dengan reaksi sebagai berikut: Ca(HSO3)2(aq) ——> Ca2+ + 2HSO3Lignin + HSO3(aq) —> SO2+ Lignin-OH Lignin-OH + HSO3(aq) —> Lignin-SO3 + H2O(l) Pulp yang dihasilkan dari proses sulfit baik untuk pembuatan kertas tissue dan kertas-kertas cetak bermutu. Tabel 1. Beberapa keuntungan pulp sulfit adalah: . Proses ini menggunakan bahan kimia aktif. Bahan baku yang digunakan biasanya kayu lunak dan larutan pemasak SO2 dan Ca(HCO3)2. yaitu asam sulfit. sebagai bahan baku hampir semua jenis kayu dan non kayu baik kayu lunak maupun kayu keras. 2002) 2.5 Keuntungan dan Kerugian Proses Sulfat (Anonymous.Proses sulfat memakai alkali aktif dan sulfiditas sebagai bahan pemasak.

Rendemen yang lebih tinggi pada bilangan kappa tertentu. Degradasi selulosa oleh larutan NaOH pekat dapat terjadi pada suhu di atas 100 °C.1. kebutuhan kayu yang rendah. b. Perbandingan cairan pemasak terhadap bahan baku yang digunakan. damen dan jenis rumput-rumputan yang lain. Cara ini sudah sangat jarang dipakai.4 Pembuatan Pulp Sulfit (Fogel. karena biayanya yang terlalu mahal (Anonymous. yang melibatkan Derajat putih pulp yang tidak dikelantang lebih tinggi. 2002). 3. Larutan pemasak yang digunakan adalah NaOH sebanyak 1835% berat bahan baku kering. dan Persoalan pencemaran sedikit. bahan pemasak yang berlebihan dapat menurunkan rendemen dengan terjadinya degradasi serat-serat selulosa. Namun. Semakin tinggi temperatur pemasakan maka perbandingan jumlah selulosa yang hilang akan lebih banyak daripada lignin yang hilang. Waktu dan temperatur pemasakan. 1995) 3. Gambar 1. 2. Proses Soda (NaOH) Proses ini digunakan untuk bahan baku non kayu seperti bagasse. jerami. . Kekurangan bahan kimia atau laru tan pemasak menyebabkan pulp berwarna gelap dan sukar diputihkan pada tahap bleaching . Beberapa hal yang berpangaruh pada proses soda adalah: a.

Berdampak Cairan Produk kecil bagi (pelarut lingkungan. Gambar 1. 2. dan mempunyai fulfural.Bila waktu pemasakan terlalu lama maka selulosa juga akan larut dalam jumlah besar. adhesiv serta bahan-bahan kimia.2. Fraksionasi biomassa menggunakan pelarut organik yang telah menjadi suatu metode alternatif bagi proses-proses konvensional dalam pembuatan pulp. Prinsipnya adalah melakukan fraksionasi biomassa menjadi komponen-komponen utama penyusunnya (selulosa. 3. serta dapat diolah lebih lanjut menjadi produk yang dapat dipasarkan. 2. setelah dimurnikan terlebih dahulu. Proses Organosolv Pembuatan biomassa secara efisien dapat dilakukan dengan menerapkan konsep ”biomass refining ” yaitu pemrosesan dengan menggunakan pelarut organik ( organosolve process ). jumlah karbohidrat yang terdegradasi akan lebih besar daripada lignin yang terlarut sehingga akan menurunkan rendemen dan kekentalan pulp. dan lignin) tanpa banyak merusak ataupun mengubahnya. organik) daya bekas jual yaitu dapat seperti tidak menyebabkan kembali pentosa.5 Skema Pembuatan Pulp dengan Pelarut Organik (Paraja dkk. Jika temperatur terlalu tinggi. timbulnya pencemaran seperti gas-gas berbau yang disebabkan oleh belerang.4. Kelebihan dari proses organosolv dibandingkan dengan proses konvensional adalah: 1. 1993) . pemasak samping digunakan glukosa. yang lebih dikenal dengan organosolve pulping. hemiselulosa.

Proses ini menghasilkan by-product berupa furfural. Proses tersebut dilisensikan kepada Biodyne Chemcals Inc. dan asam asetat dengan komposisi yang sama. proses ini diterapkan pada suhu tinggi. Tetapi samapi saat ini proses ester pulping ini belum dikembangkan lebih lanjut. Proses ini tetap menggunakan asam asetat sebagai pelarut. . Proses Organocell Untuk memanfaatkan softwoodnya untuk membuat pulp dengan kekuatan setara pulp kraft dan dapat diterima oleh peraturan lingkungan yang sangat ketat. Dengan suhu pemasakan 1100C selama 0. Kekuatan tarik pulpnya setara dengan kekuatan tarik pulp kraft. et all. levulinic acid. Proses Acetocell ini telah melangkah maju sampai dengan skala pilot plant oleh Veba Oel AG. pemerintah German mendorong penelitian kearah pengembangan teknologi pulping yang baru. Karena masalah korosi ini Nimz beralih ke suatu sistem yang berbeda. Ester pulping ini dianggap memiliki keunggulan dalam recovery bahan kimianya. b. Karena menemukan kesulitan untuk memasak softwood dengan proses alcohol-asam. c. yang disebut dengan Acetocell. Proses Acetolsov dan Acetocell Pada permulaan tahun 1980 Nimz dan koleganya dari German Institute of Wood ChemistryHamburg memperkenalkan sebuah proses organolsov bernama Acetolsov. Kayu dimasak pada suhu tinggi (sampai dengan 2000C) dengan pelarut berupa air.5 jam (tergantung jenis kayu)bilangan kappa yang diperoleh adalah 8-11 untuk hardwood dan 19-21 untuk softwood. ethyl acetat. Pengguanaan HCL sebaagi katalis menimbulkan masalah korosi pada instrumentasi pemasak.a. dan methyl acetat . Proses ini menggunakan pelarut utama asam asetat (93%) dan 0. mereka meilih untuk melakukan solvolisis alkalin dua tahap yang disebut dengan proses Organocell. namun tanpa kehadiran katalis. hydroxymethylfurfural. Ester Pulping Pada tahun 1985 sebuah proses baru diumumkan oleh Professor Raymond Young dari University of Wsiconsin-Madison. dibandingkan dengan 18-30 untuk masing-masing jenis kayu dengan proses kraft (Minz. tetapi kekuatan sobeknya 30-40% lebih rendah. 1989). Sebagai gantinya. di Neenah-Wsicionsin.5-3% HCL sebagai katalisnya. USA. methanol. Munchen-Dacau (MD) Corporation di akahir tahun 1970-an memulai penelitian yang mendapat subsidi besar dari pemerintah German.

Pilot plant ini dilengkapi dengan fasilitas pembuatan asam dan recovery-nya. yang memberi kontribusi terhadap 60 juta DM overrun dalam biaya start-up d.asam format ini disebut dengan proses MILOX. Pada saat itu pemilik menyatakan kerugian 80=100 juta DM dan dinyatakan bangkrut. Pulp hasil percobaan ini dijual kepada pabrik kertas disekitar areanya. steaming vessel. pabrik pemutihan 3 tahap (oksigen. Feasibility study untuk sebuah pabrik berskala penuh telah dilakukan oleh consulting company. Pilot plant ini terdiri dari sebuah wood yard. Sejak pabrik Organocell ini dioperasikan. Industri berskala penuh dengan proses Organocell ini mulai beroperasi tanggal 24 September 1992 sampai dengan tanggal 7 Juli 1993. semicontinous digester (kapasitas 10m3).asam performat. . selain pulpnya. telah didirikan sebuah pilot plant berkapasitas 5 TPD. Jika satu titik tertentu dari suatu instrument tidak bekerja dengan baik. tetapi biaya operasiny 20% lebih mahal. high pressure feeder system. Teknologi yang diterapkan pada pabrik tersebut sebenarnya sangat menjanjikan (Hegert. Jaako Poyry Oy. Milox Proses Sebagai bagian dari usaha untuk menghilangkan klorin dalam pemutihan pulp. klorin dioksida. Finish Pulp and Paper Research Institute meneliti campuran asam format dengan hidrogen peroksida. Pemasakan tiga tahap yang terdiri dari asam format. Campuran ini kemudian dipergunakan untuk proses pulping hardwood and softwood.Pada tahun 1987 di Passing-German. 1998) Diduga penyebab kerugian dari pabrik tersebut berhubungan dengan sangat ketatnya peraturan standar keselamatan yang diterapkan TUV (Technischer Uberwachungsverein). ruang penyaring pulp. Biaya pendirian pabrik MILOX ternyata sama dengan biaya pendirian sebuah pabrik kraft. Disimpulkan pula bahwa pabrik dengan proses MILOX ini perlu untuk menjual by-products seperti lignin dan gula terlarut. Pada tahun 1991 sebuah pilot plant berkapasitas 250-300 kg chps dibangu oleh Kemira Oy dan Finish Pulp and Paper Research Institute. lebih dari 100 kali shutdown dilakukan. yaitu 7-11 yang memungkinkan mereka meutihkan pulp hanya dengan peroksida dan atau ozone. dan peroksida). Proses ini menghasilkan pulp dengan bilangan kappa sangat rendah. seluruh pabrik harus dimatikan. yaitu proxyformic acid untuk memutihkan pulp. Peraturan itu mengharuskan bahwa seluruh pabrik secara elektronis dihentikan karena adanya potensi ledakan dari uap metahol.

Sebuah pabrik magnefit yang sudah tidak beroperasi di Atholville. Lignin Alcell adalah satusatu produk lignin tanpa sulfur yang beredar di pasaran.300 4. ALCELL Proses Proses Alcell merupakan sebuah proses organolsov berpelarut ethanol-air yang sangat potensial untuk dijadikan proses masa depan yang bersahabat dengan lingkungan. Kapasitas tahunan pabrik tersebut direncanakan sebagai berikut: Table 1.000 49. sebuah perusahaan yang dibentuk untuk menindaklanjuti kemungkinan pengembangan pabrik Alcell ke skala industri dan untuk meneliti pemasaran lignin dan by-products lainnya. New Brunswick-Canada dibeli oleh ATI untuk dijadikan pabrik Alcell skala penuh Desember 1994. Evaluasi tersebut telah melahirkan suatu rekomendasi positif dengan dibangunnya pabrik demonstrasi Alcell yang pertama tahun 1989 dengan biaya 65 juta dollar.Pa. Lignin yang dihasilkan dari pilot plantnya kini tengah diperdagangkan.30 Sejumlah percobaan pemutihan dilakukan dengan mengguanakan metode ECF dan TCF telah dilakukan sesuai dengan hasil penelitian perusahahan tersebut.6 Tabel Rencana Kapasitas Tahunan Pabrik Proses ALCELL pada Tahun 1994 Produk Pulp(ADMT) High-Purity Lignin Modified LIgnin Furfural Acetic acid Kapasitas ( Metric Ton Per Year) 142. keteknikan. Lignin tersebut sudah dimanfaatkan secara komersila.6 m. Pada tahun 1993. . telah melakukan evaluasi teknis. By-product paling unik dari proses ini adalah ligninnya. masalah finansial kembali melanda industri pulp dan kertas negara-negara Amerika Utara sehingga pembangunan pabrik Alcell berskala penuh yang direncanakan tersebut kemungkinan akan ditunda. mutu produk dan ekonominya. terutama lignin dan furfural.300 7. Pembangunan pabrik direncanakan akan selesai tahun 1997. beberapa institusi termasuk Pulp and Paper Research Institute of (PAPRICAN).e. terutama untuk substitusi resin fenol-formaldehida. Dama tujuh tahun terakhir beropersinya pabrik tersebut.200 kali pemasakan dengan hasil pulp bermutu tinggi dan beragam by-products bernilai tinggi. Karena potensinya.s sayang sekali. Alcell Technologies Incorporated (ATI). Derajat putih yang diperoleh dengan kedua metoe tersebut adalah 91 % (Tappi) dan 90% (ISO) dengan viskositas pulp sevesar 17. telah dilaukan 3.500 8.

Setelah itu bubur serat tersebut diolah kembali dengan cara dipotong dan digiling dengan menggunakan 2 buah pisau pemotong yang berbentuk disc plate. Efisiensi pencucian diukur berdasarkan tingkat kebersihan bubur kertas dan jumlah air yang digunakan untuk mencapai tingkat kebersihan tersebut. debu. Senyawa lignin akan lepas dan dihilangkan dengan pencucian dan ekstraksi. Pembersihan/Cleaning Cleaning adalah proses pembersihan/pencucian bubur serat yang telah dihancurkan dalam pulper.2. Bleaching . seng serta partikel . Pencucian pulp dilakukan mengikuti masing-masing proses untuk menghilangkan materi yang tidak diinginkan dalam pulp. Oksigen dan larutan putih ditambahkan ke dalam brownstock dalam reaktor pemanas. Hasil samping berupa black liquor. Peluruhan Lignin/Delignification Penghilangan lignin (delignifikasi) menggunakan oksigen diperlukan untuk menghilangkan sisa lignin dari brownstock yang merupakan tahap prebleaching. yaitu memisahkan kotoran yang mengandung logam seperti kawat pengikat pulp. Alat – alat yang digunakan dalam proses cleaning adalah : • Magnetic Separator. lignin. 2. Magnetic yang bekerja secara magnetic. • HCC (High Consistency Cleaner) bekerja secara sentrifugal. 2. Penggilingan/Refining Refining adalah proses penggilingan bubur serat lebih lanjut untuk menghasilkan bubur serat yang lebih halus.3.6. Oksigen delignification akan mengurangi jumlah klorin yang dibutuhkan dalam proses pemutihan (bleaching). Dengan mengurangi lignin akan dihasilkan bubur kayu yang lebih putih. Pencucian pulp secara efisien sangat penting dilakukan untuk memastikan kebutuhan maksimal zat kimia dalam proses pulping dan mengurangi jumlah limbah organik yang terbawa oleh pulp dalam proses pemutihan. pulp yang kurang tercuci membutuhkan dosis zat pemutih yang lebih besar.5. 2. yaitu memisahkan kotoran yang ukurannya hampir sama dengan serat berdasarkan berat jenisnya.partikel lainnya yang bersifat magnet. dan pemutih dihilangkan setelah tiap tahapan proses selesai.4.

menggunakan Cl2 dalam media asam b. digunakan pada tekanan tinggi dan suasana basa e. Peroksida. dan tekanan yang diberikan di bagian penggulung (roller). Mixing Mixing adalah pencampuran bahan atau bubur serat dan aditif. untuk melarutkan hasil degradasi lignin yang terbentuk pada tahap sebelumnya dengan larutan NaOH. Pada bagian ini kekentalan bubur serat dikontrol oleh alat yang dinamakan CRC (Consistence Recording Controller). yang tujuan utamanya khusus untuk membuat kertas cetak atau kertas budaya. Biobleaching dengan enzim murni mikroba dalam kondisi netral.7. Xylanase. yaitu proses pengadukan campuran bubur serat yang akan dikirim ke proses pembentukan kertas.8. Hipoklorit. Klorin dioksida. Kertas jadi dapat dibuat dengan berbagai jenis berat dan digulung menjadi gulungan besar untuk diproses lebih lanjut. Ozon. c. Extraksi Alkali. Tahap klorinasi. Diagram Alir Pembuatan Pulp dan Kertas . mereaksikan ClO2 dengan pulp pada kondisi asam d. Bahan penunjang bubur kertas yaitu.Bleaching dilakukan dalam beberapa tahap dengan tujuan menghilangkan lignin tanpa merusak selulosa. panas. Paper Making Pulp yang sudah diputihkan kemudian dibawa ke mesin pembuat kertas dimana akan dibentuk lembaran pulp pada screen. Jadi proses pemutihan sangat relatif tergantung pada jenis kertas yang akan dibuat. Proses pemutihan bubur kertas menggunakan kimia pemutih atau bleach. Penambahan aditif berfungsi untuk mengikat ion – ion kertas agar jaringan kertasnya kuat. Kemudian setelah ditambahkan aditif. Dalam industri kertas terdapat beberapa tahap dalam proses pemutihan. Air dihilangkan dari lembaran dengan kombinasi vakum. 2. Masing-masing tahapan dijabarkan di bawah ini : a. Oksigen. menggunakan ozon (O3) dalam kondisi asam h. mereaksikan NaClO dalam media basa f. 2. reaksi dengan hidrogen peroksida (H2O2) dalam kondisi basa g. bahan mengalami proses blending. cationic starch.

Tahap selanjutnya setelah setelah bubur kertas siap kemudian dicuci dengan tujuan untuk memisahkan cairan sisa hasil pemasakan dan mengurangi dampak terhadap lingkungan. Tujuan dari pencampuran ini adalah untuk mengurangi pemakaian bahan-bahan kimia pada tahap pengelantangan (bleaching).Proses pembuatan pulp dimulai dari penyediaan bahan baku. Chip yang standar disimpan ditempat penampungan. . Proses penyaringan ini ada dua tahap. Proses akhir dari penyaringan berada pada sand removal cyclones yang berfungsi untuk memisahkan pasir dari pulp. kemudian baru dipanaskan dengan steam di steaming vessel. Kemudian log di kupas kulitnya dengan alat yang berbentuk drum disebut Drum barker. Jerami yang siap diolah ini disebut dengan Log. serta memutihkan pulp. Steam dimasak dengan beberapa tahap. setelah itu log dicuci. Chip di masak dengan cairan pemasak yang disebut dengan cooking liquor.Bubur kertas ini kemudian dikelantang (bleacing) dengan bahan kiia di dalam proses bleacing untuk mencapai derajat keputihan sesuai standar ISO.Kemudian bubur kertas dicampur dengan oksigen (O2) dan sodium hidroksida (NaOH) di dalam delignification tower sebelum di cuci didalam washer. Dari tempat penampungan chip dibawa dengan konveyor ke bejana pemasak (digester). Setelah itu log melewati stone trap (alat yang berbentuk silinder berfungsi untuk membuang batu yang menempel pada log). Pulp kemudian disimpan atau dikirim ke paper machine untuk diolah menjadi kertas. yaitu penyaringan kasar dan penyaringan halus. mengurangi kandungan lignin. Chip kemudian dikirim ke penyaringan utama untuk memisahkan chip yang bisa dipakai (ukuran standar 25x25x10mm) dengan yang tidak. kemudian disimpan dengan tujuan untuk persediaan bahan baku. Proses selanjutnya pulp di saring (screaning) agar terbebas dari bahan-bahan pengotor yang dapat mengurangi kualitas pulp. Log yang sudah bersih ini kemudian diiris menjadi potongan-potongan kecil yang di sebut dengan chip. Pertama di kukus (presteamed).

Hasil yang keluar disebut dengan web (kertas basah). Bahan yang keluar dari bagian ini di sebut stock (campuran pulp. Cara kerja press part ini adalah. . Paper roll ini yang dipotong potong sesuai ukuran dan dikirim ke konsumen.6 Diagram Alir Pembuatan Kertas Sebelum masuk keareal paper machine pulp diolah dulu pada bagian stock preparation. Press part berfungsi untuk membuang air dari web sehingga kadar padatnya mencapai 50 %.pori diantara serat kayu). menambahkan filler (untuk mengisi pori . Kertas masuk diantara dua roll yang berputar. menambahkan zat retensi. Dari stock preparation sebelum masuk ke headbox dibersihkan dulu dengan alat yang disebut cleaner. Bagian ini dapat menghemat energi. Hasilnya masuk ke bagaian pengering (dryer). karena kerja dryer tidak terlalu berat . Satu roll bagian atas di beri tekanan sehingga air keluar dari web. bahan kimia dan air). bagian ini berfungsi untuk meramu bahan baku seperti: menambahkan pewarna untuk kertas (dye). dlln. Kadar padatnya sekitar 20 %.Gambar 1. Fourdinier berfungsi untuk membuang air yang berada dalam stock (dewatering). headbox berfungsi untuk membentuk lembaran kertas (membentuk formasi) diatas fourdinier table. Dari cleaner stock masuk ke headbox. Dryer berfungsi untuk mengeringkan web sehingga kadar airnya mencapai 6 %. Hasilnya digulung di pop reel sehingga berbentuk gulungan kertas yang besar (paper roll).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->