P. 1
Konfigurasi Jaringan Bagian 1

Konfigurasi Jaringan Bagian 1

|Views: 6|Likes:
Published by Akim Yvci-vb
Konfigurasi Jaringan
Konfigurasi Jaringan

More info:

Published by: Akim Yvci-vb on Jan 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/09/2014

pdf

text

original

Konfigurasi Jaringan Bagian 1 : Penghitungan Alamat IP

Posted by admin 0 Comment Pada tulisan kali ini, akan disajikan tutorial dasar konfigurasi jaringan. Tulisan akan dibuat berseri berdasarkan satu contoh kasus praktikum yang pernah penulis alami. Contoh kasus yang dimaksud diawali dengan sebuah topologi dengan beberapa subnet. Pada tahap awal kita diminta untuk menghitung pembagian IP untuk masing-masing subnet seefisien mungkin. Seri pertama akan diawali dengan pengenalan masalah dan tahap pra konfigurasi yang meliputi penghitungan IP untuk tiap subnet. Berikut contoh kasus yang disajikan. Alkisah anda sudah lulus dari kampus tercinta, dan anda diminta untuk merancang sebuah arsitektur jaringan sebuah kantor, bentuk topologi dapat dilihat digambar di bwah, dalam topologi kantor anda nanti akan di bagi-bagi menjadi beberapa subnet yang nanti nya setiap subnet diisi oleh sekelompok karyawan yang memiliki pekerjaan yang sama.antara lain :
     

-subnet DHCP, -subnet enginer, -subnet administrasi, -subnet kantor bos, -subnet sekertaris, -DMZ

Bos anda meminta nantinya jaringan yang anda buat harus dapat berinteraksi satu sama lain(keterangan per shift dapat di lihat di bwah), dan ada satu subnet khusus yang nantinya di khusus kan untuk pengguna sementara yang akan di beri IP dari server DHCP yang anda bangun, lalu untuk mencegah para hacker, anda ber inisitif untuk meredirect semua request ke port 22 yang datang bukan dari subnet enginer ke salah satu server di ruang engineer(jika memang request datang dari subnet enginer maka request di accept atau di teruskan). Dan men-drop semua icmp request ke server di daerah DMZ(jika ada DMZ). dan agar karyawan tidak berleha-leha bos anda jg minta agar semua port aplikasi messenger di subnet enginer dan administrasi di drop. Namun khusus komputer si bos dan sekertaris cantik di subnet sebelah di allow.

From Blog Konfigurasi Jaringan Part 1 Tahap Pra Konfigurasi .

sehingga membuthkan CIDR sebesar /23.sedangkan 32-n digunakan sebagai network id.untuk melakukan penghitungan CIDR dari suatu subnet adalah dengan mengidentifikasi jumlah host. Topologi di atas mempunyai 326 komputer. Perhitungan didapat dari angka 2^9 = 512 host yang merupakan angka terdekat dari 326 host.        Subnet 1 : 40 host berarti menggunakan 2^6 sehingga CIDRnya /26 Subnet 2 : 100 host berarti menggunakan 2^7 sehingga CIDRnya /25 Subnet 3 : 100 host berarti menggunakan 2^7 sehingga CIDRnya /25 Subnet 4 : 36 host berarti menggunakan 2^6 sehingga CIDRnya /26 Subnet 1 : 50 host berarti menggunakan 2^6 sehingga CIDRnya /26 Subnet 6 : 4 host berarti menggunakan 2^3 sehingga CIDRnya /29 Subnet DMZ : 4 host berarti menggunakan 2^3 sehingga CIDRnya /29 Step 2 : Melakukan proses VLSM . Nilai n inilah yang digunakan sebagai host id. Carilah nilai 2^n yang jumlahnya lebih besar dari jumlah host yang ada.From Blog Konfigurasi Jaringan Part 1 Step 1 : Lakukan penghitungan untuk nilai CIDR Global dan masing-masing subnet Pada dasarnya.

Kita perlu melihat CIDR global sebagai patokan yaitu /23.57.168. Subnet 4 : /26 berarti punya 64 alamat untuk host 192. Jika dicermati.63 4.sehingga terdapat 2^2=4 kemungkinan pembagian.0 sampai 192.0 sampai 192.168.192 .168.58. 3.128 sampai 192. Subnet 5 : /26 berarti punya 64 alamat untuk host 192.57.168.168. Subnet 3 : /25 berarti punya 128 alamat untuk host 192.57.16) Step 4 : Perincian Subnetmask tiap Subnet 1.168.58.255.151.255. Subnet 6 : /29 berarti punya 8 alamat untuk host 192. From Blog Konfigurasi Jaringan Part 1 Step 3 : Perincian alamat IP tiap Subnet Misal IP adress global : 192.191 6. Lakukan perincian berdasarkan bagan di atas 1. Step tersebut diulang-ulang sampai subnet yang paling jauh yaitu /26.255.168.128 Subnet 4 : /26 berarti punya subnet 255.antara / 23 dan /25 punya selisih 2 bit.168.127 5.64 sampai 192.255. Subnet 2 : /25 berarti punya 128 alamat untuk host 192.255.127 2.255.57. Global : /23 berarti punya subnet 255.77.58.0.168.255 3.128 Subnet 3 : /25 berarti punya subnet 255.168. Subnet DMZ : /29 berarti punya 8 alamat untuk host (untuk DMZ.192 sampai 192.168.255.58.255.0 Subnet 2 : /25 berarti punya subnet 255.58. Selanjutnya. 4.255.network ID sudah ditentukan yaitu 10.168. Subnet 1 : /26 berarti punya 64 alamat untuk host 192.Pada dasarnya metode VLSM adalah dengan melakukan perincian kebutuhan IP tiap subnet dengan membagi alamat IP berdasarkan angka CIDR yang sudah didapat pada step 1. 2.58.57.255.199 7. kita cari angka CIDR yang paling mendekati yaitu /25 milik subnet 2 dan subnet 3.58. 5.58.168.128 sampai 192.192 Subnet 5 : /26 berarti punya subnet 255.

Subnet DMZ : /29 berarti punya subnet 255.255. Subnet 1 : /26 berarti punya subnet 255.192 7.255.255.255.248 8.255.6.255. Subnet 6 : /29 berarti punya subnet 255.248 From Blog Konfigurasi Jaringan Part 1 .

168. jika dilakukan ping dari host di subnet Administrasi ke subnet . eth0 atau interface pertama dari router A terhubung dengan subnet X yang mempunyai range IP antara 192.63.maka tiap interface harus memiliki alamat IP yang sama dengan subnet yang terkoneksi dengannya.58.168.168.0 – 192. Khusus untuk router yang memiliki lebih dari satu network interface. hanya akan dilakukan konfigurasi 1 host untuk setiap subnet dan tentu saja routernya.1 sampai 192. Step 6 : Menentukan Default Gateway untuk Host Default gateway merupakan “jalan keluar” default jika suatu data di transfer dari satu subnet ke subnet lain. Untuk studi kasus praktikum.58. Sebagai contoh.168.maka router A dapat diberi alamat dari 192. kita perlu memperhatikan subnet dari host maupun router tersebut. Sebagai contoh. Alamat IP untuk tiap host sudah dibagi berdasarkan konsep di atas.62.58. Batas bawah dan batas atas range IP di atas tidak dapat digunakan karena batas bawah mewakili network ID dan batas atas mewakili broadcast.From Blog Konfigurasi Jaringan Part 1 Step 5 : Melakukan Perincian IP untuk Setiap Host dan Router Untuk melakukan perincian setiap host dan router. Alamat IP yang dapat dipakai adalah alamat IP yang berada di antara range alamat IP di atas.58.

Seperti halnya host. maka paket data akan dilewatkan dari kantor Bos ke default gatewaynya yaitu ke router2.sehingga. Static routing punya beberapa keuntungan yaitu lebih aman.harus dilakukan pengaturan ulang arah static routing.maka akan melewati router 5. Dengan begitu. router1 harus mengetahui semua subnet di bawahnya. From Blog Konfigurasi Jaringan Part 1 Step 7 : Penentuan Static Routing dari Router Static routing merupakan salah satu metode routing yang dibuat dengan menentukan rute secara statis. router1 wajib mengetahui kemana jalur untuk melakukan routeing ke semua subnet di jaringan. rute dari router harus di set secara manual. Dari router2 dilempar ke default gatewaynya yaitu router1 dari router1 dilempar ke router4 dan akhirnya sampai ke Engineer.dengan kata lain. Dari Step 5 dan 6 didapat hasil sebagai berikut.bila ada paket data dapat sampai dengan tujuan walaupun berbeda subnet. Namun. setiap router juga mempunyai Default Gateway dengan fungsi yang sama. Contohnya. Namun.jika ada paket data dikirim dari kantor Bos ke Engineer. berbeda dengan host. Oleh karena itu.router harus tahu semua kemungkinan jalan untuk mengirim paket data dalam satu topologi. host di subnet Administrasi harus di set Default Gatewaynya sebagai jalan keluar utama yaitu ke alamat eth2 dari router5. Sebagai contoh. Sehingga.Sekretaris.ketika terjadi perubahan topologi. . Berikut tabel yang berisi router beserta arah routingnya.

From Blog Konfigurasi Jaringan Part 1 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->