Pendahuluan Dasar-Dasar Akuntansi a.

definisi akuntansi Definisi akuntansi dapat dilihat dari 2 (dua) sudut pandang yaitu: 1. Fungsi dan Kegunaan Akuntansi merupakan aktivitas jasa yang berfungsi memberikan informasi kuantitatif mengenai kesatuan-kesatuan ekonomi terutama yang bersifat keuangan yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan. 2. Proses Kegiatan Akuntansi adalah seni mencatat, mengklasifikasi dan mengikhtisarkan transaksi-ttransaksi kejadian yang sekurang-kurangnya atau sebagaian bersifat keuangan dengan cara menginterpretasikan hasil-hasilnya.

akuntansi dan tata buku Akuntansi lebih luas dari Tata Buku sebab Tata Buku hanyalah pencatatan secara sistimatis transaksi/kejadian yang dinyatakan dengan nilai uang. cabang akuntansi Terdapat 3 (tiga) cabang akuntansi yaitu: 1. Akuntansi keuangan Adalah cabang akuntansi yang menghasilkan laporan keuangan bagi pihak ekstern seperti investor, kreditor, dan Bapepam.

2. Akuntansi manajemen Adalah cabang akuntansi yang menghasilkan laporan keuangan bagi pihak intern organisasi atau manajemen. 3. Akuntansi Pemerintah Adalah cabang akuntansi yang memproses transaksi-transaksi keuangan pemerintah yang menghasilkan laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan APBN/APBD kepada rakyat melalui lembaga legislatif serta untuk kepentingan pihak-pihak yang terkait. B. SIKLUS AKUNTANSI

6. Pencatatan Data ke dalam dokumen sumber/bukti transaksi. Membuat ayat-ayat penutup yaitu menjurnal dan memindahbukukan ayat-ayat penutup. 7. Membuat ayat jurnal penyesuaian dan memasukkan jumlahya pada Neraca Saldo. Melakukan posting ke Buku Besar yaitu memindahkan debet dan kredit dari jurnal ke rekening Buku Besar. Penjurnalan. 5. 4. C.Berdasar gambar di atas dapat kita uraikan bahwa siklus akuntansi adalah sebagai berikut: 1. Penyusunan Laporan Keuangan yaitu Laporan Rugi Laba. 2. PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI aktiva = harta yang dimiliki perusahaan yang merupakan sumber . yaitu menganalisis dan mencatat transaksi dalam jurnal (buku harian) 3. Penyusunan Neraca Saldo yaitu menyiapkan Neraca Saldo unttuk mengecek keseimbangan Buku Besar. Laporaan Perubahan Modal dan Neraca.

100.000.50. Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi aktiva yaitu kas perusahaan bertambah sebesar Rp. Hutang = kewajiban yang menjadi beban perusahaan.secara tunai Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi aktiva yaitu kas perusahaan berkurang sebesar Rp.000.ekonomi.secara tunai . 100.000.- . Contoh: Setoran modal oleh pemilik.dan kendaraan bertambah senilai Rp. ANALISIS TRANSAKSI 1.000..000. Pembelian aktiva/aset secara kredit Contoh = suatu perusahaan membeli mesin foto kopi seharga Rp.dan kendaraan perusahaan berkurang senilai Rp.000..-.000. Contoh: hutang pembelian kredit Modal = hak atau klaim pemilik atas aktiva perusahaan...000. 50.-dan Hutang bertambah senilai Rp.- 2. Transaksi yang mempengaruhi Aktiva 1.000. piutang.000.000.80.000.000. Pembellian aktiva/aset secara tunai Contoh = suatu perusahaan membeli sebuah kendaraan seharga Rp. D.000.000. Contoh: kas. 80.000. Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi aktiva yaitu peralatan bertambah senilai Rp. gedung dsb. Penjualan aktiva/aset secara tunai Contoh = suatu perusahaan menjual kendaraan seharga Rp. 3. 100.secara kredit. 50.80.000.000..

000.000.dan peralatan bertambah sebesar Rp. 75.dan piutang perusahaan bertambah sebesar Rp. 75.000... Transaksi yang mempengaruhi Hutang 1. 150..-. 2.secara kredit Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi aktiva yaitu kendaraan berkurang senilai Rp.dan kas perusahaan bertambah sebsesar Rp.000. 2.000.Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi hutang yaitu hutang perusahaan bertambah sebesar Rp.-.200.200.-.- 1.dan kas berkurang sebesar Rp.000.150. 75. 50.000. Pembayaran hutang Contoh = suatu perusahaan membayar hutang sebesar Rp.000.000.Analisis = transaksi tersebut mempengaruhi hutang yaitu Hutang perusahaan berkurang sebesar Rp.000. 200.000.000. X melakukan penyetoran sebesar Rp. 1. Pembelian aktiva/aset secara kredit Contoh = suatu perusahaan membeli sebuah mesin secara kredit seharga Rp.50.. Penambahan investasi pemilik Contoh = Mr.000.000. Penjualan aktiva/aset secara kredit Contoh = suatu perusahaan menjual kendaraan seharga Rp.. .000.ke kas perusahaan sebagai tambahan modal.000.000. 50.000.2.000. Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi modal yaitu modal perusahaan bertambah sebesar Rp.000.000.000.150.000. Transaksi yang mempengaruhi Modal 1.000.

Neraca Saldo biasanya disiapkan pada akhir periode atau dapat juga disiapkan kapan saja untuk memastikan keseimbangan Buku Besar. Rekening Debet Kredit . 25. C. Untuk menyiapkan Neraca Saldo.Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi modal yaitu modal perusahaan berkurang sebesar Rp.dan kas berkurang sebesar Rp.000. 25. Pengurangan investasi pemilik Contoh = Mr. saldo tiap perkiraan harus ditentukan terlebih dahulu. T melakukan penarikan uang perusahaan untuk keperluan pribadi sebesar Rp. PENGERTIAN Neraca Saldo adalah daftar yang berisi kumpulan seluruh rekening/perkiraan Buku Besar.2.000.-. 25. Neraca Saldo (Dasar-Dasar Akuntansi) A.000.000.. B.000. FUNGSI Neraca Saldo disusun untuk memastikan bahwa Buku Besar secara matematis adalah akurat dengan pengertian bahwa jumlah saldo-saldo debet selalu sama dengan saldo-saldo kredit. BENTUK NERACA SALDO Nama Rekening No. Namun keseimbangan bukan berarti catatan-catatan akuntansi benar-benar akurat.000.

000 500.000 50.000. CONTOH Berdasar contoh Buku Besar pada BAB IV dapat disusun Neraca Saldonya sebagai berikut: NERACA SALDO Nama Rekening No.250.000. Aktiva Lancar Aktiva Tetap Aktiva Lain-lain Hutang Lancar Hutanng Tidak Lancar Ekuitas Pendapatan Operasi Pendapatan Non Operasi Beban Operasi Beban Non Operasi D.000 Kredit - . 5.000.Saldo setiap rekening disusun berurutan dari rekening Neraca dan rekening Rugi Laba sebagai berikut: 1. 8.000 5. 3.000. 9. 10.000 13.000 50.000 150.000.000. 7. Rekening Kas Piutang Kendaraan Peralatan Hutang Modal Pendapatan Beban Telepon 1. 2. 4.000.000 Debet 356. 6.

Tetapi begitu ada masalah mereka mengalami kesulitan untuk menelusuri darimana sumber masalahnya. Ironinya. Angka pendapatan tinggi. Sehingga output yang dihasilkan adalah anak-anak akuntansi yang bisa menjurnal dan membuat laporan keuangan tetapi tidak sungguh-sungguh memahami logika atas apa yang mereka buat. Idealnya.) 2. “so little time. Dan itu bisa dimengerti karena mereka memang berasal dari kalangan yang berbeda-beda—mungkin malah lebih banyak yang dari luar akuntansi dan keuangan. Bukankah orang-orang accounting memang dididik dan ditempa—sejak di bangku kuliah —untuk sungguh-sungguh menguasai akuntansi?” Mungkin ini kenyataan pahit yang harus ditelan. benar. yang sungguh-sungguh memahami logika laporan keuangan tidak banyak. Angka penjualan rendah. tetapi mengapa Laporan Laba Rugi menunjukan angka laba yang sangat kecil? (Tolong jangan buru-buru menjawab “karena cost-nya tinggi. Al hasil mereka tidak (belum) mampu memberikan masukan yang diharapkan oleh pihak manajemen perusahaan. so many things to do. Misalnya: 1.” nanti terjebak sendiri. pemilik perusahaan. bahkan untuk sekedar menjelaskan “mengapa bisa demikian?”-pun tidak bisa. yang seperti ini sudah pernah saya temukan berkali-kali. minimal mereka bisa menjelaskan “mengapa bisa terjadi demikian?”. jika mereka memahami logika-logika dibalik sebuah laporan keuangan.000 - Saldo 563. tetapi mengapa tidak ada dividen yang bisa dibagikan kepada pemegang saham? Keempat pertanyaan di atas sesungguhnya hanya memerlukan logika akuntansi yang sangat sederhana dan lumrah terjadi di hampir semua perusahaan. Mengingat kembali masa-masa kuliah dahulu (bisa jadi sekarang sudah jauh lebih baik). Kenyataannya. Laporan Laba Rugi menunjukan angka laba yang signifikan.000. adalah laporan keuangan. Ekuitas Pemilik menunjukan peningkatan yang cukup besar. mestinya mereka bisa memberi saran dan masukan bagi manajemen mengenai apa yang perlu (atau tak perlu) dilakukan di masa-masa yang akan datang agar masalah yang sama tidak terjadi lagi. bisa mengetahui kondisi keuangan perusahaan. “Mana mungkin. Penjualan begitu tinggi. tetapi mengapa Laporan Laba Ruginya menunjukan angka minus alias rugi? Bukankah bila penjualan rendah berarti aktivitas produksi juga rendah sehingga mestinya tidak rugi? 3. Dengan membaca laporan keuangan. materi mata kuliah begitu banyak sementara waktu yang tersedia sangat sempit.000 563. Setidaknya. secara teknis. dari sekian banyak pihak yang berkentingan atas produk ini. Jurnal dan laporan keuangan yang mereka hasilkan. manajemen.000 Produk akhir dari proses akuntansi.000. dan sesiapapun yang berkepentingan.Beban Asuransi 750. sekaligus tantangan yang harus dijawab oleh rekanrekan akuntan pendidik (pengajar akuntansi di kampus-kampus) bahwa. tetapi mengapa begitu banyak vendor (supplier) yang mengeluhkan keterlambatan pembayaran? 4. Yang sulit untuk dimengerti adalah bila: orang accounting (yang membuat laporan itu sendiri) yang tidak sungguh-sungguh memahami logika di balik laporan keuangan. yang paling penting. saat ditanya pegawai accounting seringkali gelagapan. Boleh percaya boleh tidak. Lebih parahnya lagi. akhirnya tidak bisa menjelaskan dengan baik.” . apa yang selama ini diajarkan lebih banyak kulit ketimbang isinya.

yaitu: menjadi tempat untuk sharing dan diskusi sambil mengasah skill akuntansi (hard maupun soft skill) di sela-sela rutinitas sehari-hari. BETUL. sebagai pemilik usaha. Setiap pertemuan selalu digunakan untuk mengejar penyelesaian materi yang isinya memang semuanya bersifat teknikal. seperti tempat saya berkuliah dahulu). masih pakai kapur tulis. Untuk visualisasi. Untuk sementara lupakan status anda saat ini (sebagai pegawai accounting). harus bisa diselesaikan hanya dalam 48 kali pertemuan. apa yang ingin anda ketahui mengenai kondisi keuangan perusahaan? Saya coba menebak-nebak (dengan menggunakan kelaziman). menjurnal hingga membuat laporan keuangan). yaitu: mampu membayar utang kepada vendor/supplier. anggap diri anda adalah pemilik usaha. Bahwa bangku kuliah hanya memberikan bekal dasar. (d) Memiliki sarana dan fasilitas yang cukup untuk menunjang kelancaran operasional perusahaan. bank. mereka yang berkepentingan bisa mengetahui kondisi keuangan perusahaan. (b) Memiliki kas yang cukup untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya. Dengan membaca laporan keuangan. (c) Memiliki persediaan (bahan baku untuk diproduksi atau barang jadi untuk di jual). minimal anda ingin tahu 2 hal berikut ini: Pertanyaan paling mendasar di wilayah ini adalah: Apakah perusahaan dalam kondisi baik-baik saja? “Baik-baik saja” dalam hal ini maksudnya: Dapat beroperasi secara lancar. apakah perusahaan memiliki “kekayaan” yang cukup untuk bisa beroperasi dengan lancar? Jawaban atas pertanyaan itu ada di NERACA—yang sering juga disebut sebagai “Laporan Posisi Keuangan. Samasekali tidak ada ruang untuk menanamkan pemahaman-pemahaman logika akuntansi (mulai dari siklus akuntansi. silahkan lihat contoh necara sederhana di bawah ini: . saya pribadi ingin mengajak siapa saja yang tertarik untuk mengksplorasi logika-logika di balik sebuah laporan keuangan. Sebagai pengusaha. Dengan materi yang begitu banyak. Dengan kata lain. Perusahaan hanya akan bisa lancar beroperasi bila: (a) Memiliki kas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari. tanpa dasi. Di sinilah akhirnya bermuara: TERGANTUNG MASING-MASING INDIVIDU. produk akhir dari akuntansi adalah laporan keuangan. tanpa AC. boleh jadi IYA (terutama untuk universitas non-elite. dan membayar dividen kepada pemegang saham.” Masih ingat dengan persamaan akuntansi di bawah ini? Aktiva (asset) = Kewajiban (Liability) + Ekuitas Pemilik (equity) Itulah isi utama dari sebuh Neraca. Bahwa kematangan logika bertumbuh seiring dengan pengalaman kerja. anda harus memposisikan diri sebagai sesorang yang sangat berkepentingan untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan. Kondisi apa saja yang bisa dilihat dengan membaca laporan keuangan? Untuk sungguh-sungguh memahami logikanya. Nah. Pengelola JAK sadar sepenuhnya bahwa keberadaan JAK pastinya masih jauh dari apa yang diharapkan. Tetapi mudah-mudahan bisa menjadi alternative sekaligus awal yang baik. Seperti telah saya sampaikan di awal. Melalui tulisan sederhana ini. Tantangan utamanya—terutama bagi kita yang sudah bekerja: Bagimana caranya mengasah kemampuan logika akuntansi diantara himpitan tugas rutin sehari-hari yang seolah tak ada habisnya? Itulah semangat dasar yang menjadi latar belakang mengapa ‘Jurnal Akuantansi Keuangan’ (JAK) ada.Mata kuliah ‘Akuntansi Dasar’ (Basic Accounting) misalnya.

kalau perlu panggil debt collector jika mengalami kesulitan penagihan. JAK bisa melihat posisi keuangan perusahaan dan memperoleh informasi sbb: Kekayaan kotor perusahaan sama dengan total nilai aktiva (asset)-nya. lebih selektif terhadap pemberian kredit. Sehingga pertanyaan “mengapa”nya sudah terjawab. (Catatan: Saya akan membahas laporan arus kas secara terpisah (di tulisan lain). dari Neraca yang sama anda juga bisa melihat bahwa total “Ekuitas Pemilik” meningkat 20. Nah ketahuan sudah. Dengan demikian. Sehingga pada dasarnya. manajemen perlu mengubah kebijakan kredit—mungkin di buat lebih ketat lagi. dan lain sebagainya) bisa dilihat di “Laporan Arus Kas”. Bagaimana mengatasinya? Sama seperti solusi sebelumnya. apakah dipergunakan secara efeisien. Dalam contoh ini adalah 137. masih ada selisih kekayaan sebesar 70. Selisih yang 70 inilah yang disebut dengan “Kekayaan Bersih (Net Asset atau Net Worth)” perusahaan. Dari sini jelas tergambar bahwa perusahaan memiliki kemampuan yang cukup untuk memenuhi semua kewajibannya. Mengapa terjadi demikian? Bagaimana cara mengatasinya? Apa yang perlu dilakukan oleh manajemen agar kondisi ini tidak terjadi lagi di masa yang akan datang? Bentuk Neraca sudah dirancang sedemikian rupa sehingga mampu menjawab semua kemungkinan pertanyaan yang ada. perhatian harus diarahkan ke elemen-elemen neraca yang lebih kecil. Perusahaan tidak memiliki cukup persediaan Kas. Jika dibandingkan dengan total kewajiban (utang) yang sebesar 67. Jelas perusahaan akan mengalami defisit (kekurangan) kas sebesar 20. Pada sisi aktiva nampak akun “Kas” saldonya hanya 10. Dari modal awal sebesar 50 kini menjadi 70. anda harus memahami logikanya. Dari total aktiva (asset) sebesar 137. dan lain sebagainya. Tinggal berpikir bagaimana cara mengatasinya dan cara mencegahnya di waktu yang akan datang. Nah jika Kekayaan Bersih = Asset – Kewajiban. Untuk mencegah agar tidak terjadi lagi di masa yang akan datang. Selanjutnya. untuk perusahaan yang sudah Go Publik (listing di bursa saham) wajib ada. Sedangkan untuk perusahaan non-publik bisa ada bisa tidak. Maka otomatis: Kekayaan Bersih = Ekuitas Pemilik. Untuk mengatasinya manajemen perusahaan perlu memfokuskan perhatian pada proses penagihan piutang—mungkin dengan menawarkan potongan untuk pembayaran lebih awal. Jika kembali ke pertanyaan di awal tulisan: “Mengapa ekuitas pemiliki meningkat tetapi tidak ada dividen yang bisa dibagikan kepada pemegang saham”? (dengan kata lain perusahaan tidak bisa memenuhi kewajibannya kepada pemegang saham) Jawabannya kembali ke masalah ketersediaan kas. Ini berasal dari persamaan dasar akuntansi: Asset = Kewajiban + Equitas Pemilik. Jika kembali ke contoh pertanyaan yang saya sampaikan di awal tulisan: Mestinya perusahaan bisa memenuhi kewajibannya. Laporan Arus Kas. tetapi mengapa banyak vendor (supplier) yang mengeluhkan keterlambatan pembayaran? Untuk menjawab pertanyaan spesifik seperti ini. termin pembayaran di perpendek. asset menumpuk di akun “Piutang” sebesar 85. sehingga banyak vendor yang mengalami penundaan pembayaran. . apakah karena kebetulan? Tidak. nilai akhir dari laporan arus kas sama dengan saldo yang ada pada akun “Kas” di Neraca. sementara akun “Utang Dagang” di sisi sisi Kewajiban nampak sebesar 30.Dari contoh Neraca di atas anda sebagai pemilik PT. Dengan catatan. maka: Equitas Pemilik = Asset – Kewajiban. Lebih detail mengenai ketersediaan kas dan pengalokasiannya (apakah sudah seperti yang direncanakan. Mengapa boleh ada boleh tidak? Karena “Laporan Arus Kas” hanya merupakan rincian lebih detail dari akun “Kas” di Neraca. yaitu: • Piutang = 85 • Persediaan = 32 • Aktiva Tetap = 10. mengapa akun kas nilainya hanya 10. dengan asumsi: jika semua asset dijual maka semua utang bisa dilunasi. dimana sisanya? Perhatian di alihkan ke elemenelemen aktiva (asset) lainnya. Mengapa angkanya sama dengan “Kekayaan Bersih” perusahaan yaitu 70.

Hal yang tak kalah pentingnya untuk diketahui dari sebuah Neraca adalah “Tanggal Neraca” (dibawah tulisan “NERACA PT. sana sering disebut dengan “Snapshot of Financial Position. boros? Apakah sumber daya perusahaan lebih banyak digunakan untuk aktivitas yang menghasilkan barang/jasa atau untuk hal-hal di luar itu? Semua jawabanya ada di ‘Laporan Laba Rugi.” Di U. mengapa? Apakah operasional perusahaan berjalan dengan efisien atau sebaliknya.” Mengetahui berapa besarnya kekayaan perusahaan. mengetahui apakah perusahaan mampu melunasi utang-utangnya saja.” Artinya: Kekayaan Kotor sebesar 137 dan Kekayaan Bersih sebesar 70 adalah “Kekayaan Perusahaan” per tanggal 31 Januari 2012. Neraca didefinisikan sebagai “Laporan yang menyajikan posisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu. Itu sebabnya mengapa dalam teori akuntansi. Sebagai pengusaha anda juga ingin tahu: Apakah bulan/tahun ini anda untung atau rugi? Jika rugi. JAK di bawah ini: • • • pendapatan (revenue) penjualan retur diskon pendapatan lain-lain total pendapatan harga pokok penjualan (cost of god sold) laba kotor (gross profit) biaya-biaya gaji listrik telpon sewa penyusutan pemeliharaan dinas stationerry kurir 200 15 10 12 187 50 137 32 15 35 13 10 7 9 6 5 . belumlah cukup.S.’ Untuk visualisasi silahkan lihat contoh Laporan Laba Rugi PT. dalam contoh ini adalah “Per 31 Januari 2012. JAK”).

mana yang paling penting bagi anda sebagai pengusaha? Sudah pasti “Laba Bersih”. bahkan mungkin tidak sampai perlu memeriksa saldo buku besar. bukankah bila revenue tinggi. apakah angkanya terlihat logis? Dengan pendapatan sebesar 187. Untuk mengetahui logis-atau-tidak logis. profit margin anda hanya 3% (=5/187). Dengan kata lain.” Mungkin dengan cekatan mereka menjawab “Karena biayanya tinggi. padahal revenuenya tinggi? Pasti ada yang tidak beres di sini. bahkan bukti transaksi dibandingkan dengan catatan transaksi (jurnal) satu-per-satu. hasilnya benar dan akurat. maka angka gross profit margin sebesar 73% tergolong tinggi. untuk penelusuran cepat.total biaya laba bersih net profit margin 5/187 = 3% Memperhatikan Laporan Laba Rugi di atas. anda bisa melihat dengan jelas bahwa: 132 5 (a) Pendapatan (Revenue) sebesar 187 (b) Harga Pokok Penjualan (Cost of Goods Sold) sebesar 50 (c) Laba Kotor (Gross Profit) sebesar 137 (d) Biaya-biaya 132 (e) Laba Bersih (Net Profit) sebesar 5 Diantara kelima angka-angka di atas. Ini sangat kecil jika dibandingkan dengan nilai Revenue anda yang menunjukan angka 187. dibandingkan dengan buku besar. tarik hingga satu tahun ke belakang untuk melihat ‘trend’-nya. apakah logis jika harga pokok penjualannya 50 sehingga laba kotornya menjadi 137? Permasalahan dilokalisir sampai di sini dahulu. Nah inilah yang saya sebutkan di awal: menguasai teknis akuntansi. Separah-parahnya. Beberapa hari kemudian mereka kembali dengan jawaban “Semua angka sudah saya periksa. tetapi tidak (belum) memahami logika akuntansi dengan baik. tidak ada transaksi yang tertinggal atau diposting dua kali”. mungkin mereka akan memeriksa kembali angka-angka di laporan. Nah jika PT. mereka tidak perlu sampai memeriksa transaksi satu-per-satu. Apa fungsinya? Untuk mengetahui apakah perbandingan antara pendapatan dengan laba kotor. . dibandingkan dengan neraca saldo. Semua jurnal sudah benar. biaya tinggi. Cukup hanya dengan melihat Laporan secara sepintas (scanning) dari atas kebawah: Pertama anda lihat “Pendapatan (revenue)”. Sehingga akar masalahnya sudah pasti tidak ada di antara wilayah revenue hingga harga pokok penjualan. merekalah yang paling tahu berapa besarnya gross profit margin untuk produk yang dijual. Mbok Jum warung sebelah juga tahu pendapatan dikurangi biaya sama dengan laba atau rugi. Untuk jenis perusahaan jasa ada di kisaran 50 hingga 70%. wajar jika biaya juga tinggi (kecuali yang bikin barang dari golongan jin. Kalau begini ceritanya mah mendingan uangnya di taruh di deposito kan? Lalu anda tanya orang accounting “Mengapa labanya hanya 5. mahir menjunal dan membuat laporan keuangan. boss. JAK dalam contoh ini adalah perusahaan manufaktur. Pertanyaaan selanjutnya: apakah gross profit margin sebesar 73% itu wajar? Anda bisa memanggil cost accountant anda. Angka ini tidak akan ada di sana jika tidak ada fungsinya. Semua perhitungan diperiksa satu per satu. Revenue tinggi.” Ya iyalah.) Tidak usah orang manajemen. anda bisa membandingkan angka 73% ini dengan angka gross profit margin bulan lalu—jika perlu. Dan untuk jenis usaha trading (termasuk retail) ada di kisaran 70 hingga 200%. memilih menggunakan kelaziman dan benchmark. Andai sudah memahami logika di balik Laporan Keuangan (Laba Rugi dalam hal ini). Tapi. Lalu dimana? Sudah pasti ada di wilayah biaya-biaya. sebenarnya sudah disediakan alat bantu di bawah “Laba Kotor (Gross Profit)” yang disebut dengan “Gross Profit Margin” yang menunjukan angka 73%. Dari sana saya tahu bahwa untuk jenis usaha manufaktur gross profit margin ada di kisaran 25 hingga 50%. mestinya laba masih tetap tinggi? Pertama. Laba bersih menunjukan angka 5. Saya pribadi. lalu anda bandingkan dengan “Harga Pokok Penjualan”.

anda tinggal meletakannya secara bersisian dengan laporan laba rugi Januari 2012 ini. “Bukankah tadi sudah diperiksa oleh orang accounting dan mereka mengatakan semua transaksi sudah diperiksa hingga ke nota-nya dan hasilnya akurat?” Yup. Jika jurnal dan angka di nota benar. lalu bandingkan. yaitu “Biaya Telepon” sebesar 35. SLI atau handphone harus via operator (front office) dengan approval dari manajer.” Modal awalnya hanya satu: selalu penasaran/ingin tahu. handphone dan SLI hanya untuk manajer ke atas dengan menggunakan PIN—sehingga penggunaannya bisa diketahui. tidak ada cara selain “Learn as you go. Tentunya ini bukan sesuatu yang bisa dikuasai secara instant. Bagi mereka yang sudah bekerja. . Dalam contoh ini saya tidak buatkan laporan laba rugi bulan sebelumnya sebagai pembanding. berarti yang salah adalah: ORANG YANG BOROS MENGGUNAKAN TELEPHONE. sehingga bisa menjalankan fungsi dengan baik. Logika-logika dasar seperti ini sangat perlu terus diasah. Butuh waktu. jika perlu interlokal. kesabaran dan kesungguhan. bisa memberi masukan yang bermanfaat bagi perusahaan. semakin detail. mungkin HRD perlu membuat aturan pemakaian telepon. Selanjutnya tinggal kirim memo ke HRD untuk investigasi lebih lanjut (siapa yang menelpon pacar berjam-jam setiap hari?). Biaya telephone bengkak begitu besar sudah pasti ada pemakaian yang luar biasa tinggi di luar kebutuhan perusahaan. Untuk mencegah agar tidak tejadi lagi di masa yang akan datang. agar penguasaan akuntansi dan keuangan menjadi semakin matang.Selanjutnya tinggal scanning wilayah akun-akun biaya yang ada di laporan laba rugi. dan masih merasa perlu mengasah kemampuan akuntansi melalui pemahaman logika-logikanya. Ini baru sebagian kecil dan masih di permukaan. Selanjutnya tergantung pada seberapa besar keberanian kita dalam mengikuti instinct rasa ingin tahu itu. Semakin dalam menyelam. Misalnya: Akses inetrlokal. Sedangkan untuk staff. Angka yang janggal langsung saja saya beri warna merah. Diantara biayabiaya tersebut mana yang terlihat tidak wajar? Jika anda punya laporan laba rugi bulan sebelumnya. sudah pasti semakin banyak pula ragam logika akuntansi yang harus dipelajari. Mengapa ini janggal? Bandingkan dengan “Biaya Gaji?”—apakah logis biaya telepon lebih besar dibandingkan biaya gaji dalam sebuah perusahaan manufaktur? Tidak logis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful