Pendahuluan Dasar-Dasar Akuntansi a.

definisi akuntansi Definisi akuntansi dapat dilihat dari 2 (dua) sudut pandang yaitu: 1. Fungsi dan Kegunaan Akuntansi merupakan aktivitas jasa yang berfungsi memberikan informasi kuantitatif mengenai kesatuan-kesatuan ekonomi terutama yang bersifat keuangan yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan. 2. Proses Kegiatan Akuntansi adalah seni mencatat, mengklasifikasi dan mengikhtisarkan transaksi-ttransaksi kejadian yang sekurang-kurangnya atau sebagaian bersifat keuangan dengan cara menginterpretasikan hasil-hasilnya.

akuntansi dan tata buku Akuntansi lebih luas dari Tata Buku sebab Tata Buku hanyalah pencatatan secara sistimatis transaksi/kejadian yang dinyatakan dengan nilai uang. cabang akuntansi Terdapat 3 (tiga) cabang akuntansi yaitu: 1. Akuntansi keuangan Adalah cabang akuntansi yang menghasilkan laporan keuangan bagi pihak ekstern seperti investor, kreditor, dan Bapepam.

2. Akuntansi manajemen Adalah cabang akuntansi yang menghasilkan laporan keuangan bagi pihak intern organisasi atau manajemen. 3. Akuntansi Pemerintah Adalah cabang akuntansi yang memproses transaksi-transaksi keuangan pemerintah yang menghasilkan laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan APBN/APBD kepada rakyat melalui lembaga legislatif serta untuk kepentingan pihak-pihak yang terkait. B. SIKLUS AKUNTANSI

Pencatatan Data ke dalam dokumen sumber/bukti transaksi. Membuat ayat jurnal penyesuaian dan memasukkan jumlahya pada Neraca Saldo. Laporaan Perubahan Modal dan Neraca.Berdasar gambar di atas dapat kita uraikan bahwa siklus akuntansi adalah sebagai berikut: 1. Penyusunan Laporan Keuangan yaitu Laporan Rugi Laba. 5. PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI aktiva = harta yang dimiliki perusahaan yang merupakan sumber . 2. Membuat ayat-ayat penutup yaitu menjurnal dan memindahbukukan ayat-ayat penutup. Penyusunan Neraca Saldo yaitu menyiapkan Neraca Saldo unttuk mengecek keseimbangan Buku Besar. Penjurnalan. 4. 7. C. Melakukan posting ke Buku Besar yaitu memindahkan debet dan kredit dari jurnal ke rekening Buku Besar. 6. yaitu menganalisis dan mencatat transaksi dalam jurnal (buku harian) 3.

Penjualan aktiva/aset secara tunai Contoh = suatu perusahaan menjual kendaraan seharga Rp. D.000.000. piutang.000. 100..80.dan kendaraan bertambah senilai Rp.000.ekonomi. 100. 100.000..000.secara kredit. Hutang = kewajiban yang menjadi beban perusahaan.-dan Hutang bertambah senilai Rp.. ANALISIS TRANSAKSI 1.000.000. 3.000. Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi aktiva yaitu peralatan bertambah senilai Rp. Pembelian aktiva/aset secara kredit Contoh = suatu perusahaan membeli mesin foto kopi seharga Rp.80.000..50.000. Pembellian aktiva/aset secara tunai Contoh = suatu perusahaan membeli sebuah kendaraan seharga Rp. Contoh: kas.- . 50.000. Contoh: Setoran modal oleh pemilik.dan kendaraan perusahaan berkurang senilai Rp. 80.- 2.secara tunai .000.000. Transaksi yang mempengaruhi Aktiva 1. 50.000. gedung dsb..000. Contoh: hutang pembelian kredit Modal = hak atau klaim pemilik atas aktiva perusahaan.000.secara tunai Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi aktiva yaitu kas perusahaan berkurang sebesar Rp.000.-. Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi aktiva yaitu kas perusahaan bertambah sebesar Rp.

000.000. Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi modal yaitu modal perusahaan bertambah sebesar Rp.000. Transaksi yang mempengaruhi Modal 1.Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi hutang yaitu hutang perusahaan bertambah sebesar Rp. 2.000. 50. 75.150. Pembayaran hutang Contoh = suatu perusahaan membayar hutang sebesar Rp.000.dan kas perusahaan bertambah sebsesar Rp.000.000.000.000.000. Pembelian aktiva/aset secara kredit Contoh = suatu perusahaan membeli sebuah mesin secara kredit seharga Rp. 50. Transaksi yang mempengaruhi Hutang 1.50.000.000.200.-.150.dan kas berkurang sebesar Rp. 1. Penambahan investasi pemilik Contoh = Mr.-..000.Analisis = transaksi tersebut mempengaruhi hutang yaitu Hutang perusahaan berkurang sebesar Rp.dan piutang perusahaan bertambah sebesar Rp.000. 150...200. Penjualan aktiva/aset secara kredit Contoh = suatu perusahaan menjual kendaraan seharga Rp.secara kredit Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi aktiva yaitu kendaraan berkurang senilai Rp.000.. .000. X melakukan penyetoran sebesar Rp.dan peralatan bertambah sebesar Rp.- 1.000.ke kas perusahaan sebagai tambahan modal. 75.000.000.000.000. 2. 75.000..000.000.-. 200.2.

000.000.-.000. T melakukan penarikan uang perusahaan untuk keperluan pribadi sebesar Rp. B. Rekening Debet Kredit .000.Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi modal yaitu modal perusahaan berkurang sebesar Rp. PENGERTIAN Neraca Saldo adalah daftar yang berisi kumpulan seluruh rekening/perkiraan Buku Besar.dan kas berkurang sebesar Rp. Namun keseimbangan bukan berarti catatan-catatan akuntansi benar-benar akurat. Pengurangan investasi pemilik Contoh = Mr.. Untuk menyiapkan Neraca Saldo. C.000. 25. BENTUK NERACA SALDO Nama Rekening No. 25. 25. FUNGSI Neraca Saldo disusun untuk memastikan bahwa Buku Besar secara matematis adalah akurat dengan pengertian bahwa jumlah saldo-saldo debet selalu sama dengan saldo-saldo kredit.2. Neraca Saldo (Dasar-Dasar Akuntansi) A. saldo tiap perkiraan harus ditentukan terlebih dahulu. Neraca Saldo biasanya disiapkan pada akhir periode atau dapat juga disiapkan kapan saja untuk memastikan keseimbangan Buku Besar.000.

000 5. 5.000 50. 3.000.000 Debet 356.250.000 50. 7.000. 10.000.000 Kredit - .000 13. 2.000.Saldo setiap rekening disusun berurutan dari rekening Neraca dan rekening Rugi Laba sebagai berikut: 1. 8.000. CONTOH Berdasar contoh Buku Besar pada BAB IV dapat disusun Neraca Saldonya sebagai berikut: NERACA SALDO Nama Rekening No.000 500.000 150. 4. 6.000. Aktiva Lancar Aktiva Tetap Aktiva Lain-lain Hutang Lancar Hutanng Tidak Lancar Ekuitas Pendapatan Operasi Pendapatan Non Operasi Beban Operasi Beban Non Operasi D. Rekening Kas Piutang Kendaraan Peralatan Hutang Modal Pendapatan Beban Telepon 1.000. 9.

tetapi mengapa Laporan Laba Ruginya menunjukan angka minus alias rugi? Bukankah bila penjualan rendah berarti aktivitas produksi juga rendah sehingga mestinya tidak rugi? 3. adalah laporan keuangan. minimal mereka bisa menjelaskan “mengapa bisa terjadi demikian?”.000. saat ditanya pegawai accounting seringkali gelagapan. pemilik perusahaan. Ironinya. tetapi mengapa begitu banyak vendor (supplier) yang mengeluhkan keterlambatan pembayaran? 4. jika mereka memahami logika-logika dibalik sebuah laporan keuangan. Yang sulit untuk dimengerti adalah bila: orang accounting (yang membuat laporan itu sendiri) yang tidak sungguh-sungguh memahami logika di balik laporan keuangan. secara teknis.000 563. Al hasil mereka tidak (belum) mampu memberikan masukan yang diharapkan oleh pihak manajemen perusahaan.000 - Saldo 563. Penjualan begitu tinggi. benar. Setidaknya. tetapi mengapa Laporan Laba Rugi menunjukan angka laba yang sangat kecil? (Tolong jangan buru-buru menjawab “karena cost-nya tinggi. bisa mengetahui kondisi keuangan perusahaan. akhirnya tidak bisa menjelaskan dengan baik. tetapi mengapa tidak ada dividen yang bisa dibagikan kepada pemegang saham? Keempat pertanyaan di atas sesungguhnya hanya memerlukan logika akuntansi yang sangat sederhana dan lumrah terjadi di hampir semua perusahaan. Sehingga output yang dihasilkan adalah anak-anak akuntansi yang bisa menjurnal dan membuat laporan keuangan tetapi tidak sungguh-sungguh memahami logika atas apa yang mereka buat. “so little time. Idealnya.” nanti terjebak sendiri. “Mana mungkin. Dan itu bisa dimengerti karena mereka memang berasal dari kalangan yang berbeda-beda—mungkin malah lebih banyak yang dari luar akuntansi dan keuangan. Lebih parahnya lagi. mestinya mereka bisa memberi saran dan masukan bagi manajemen mengenai apa yang perlu (atau tak perlu) dilakukan di masa-masa yang akan datang agar masalah yang sama tidak terjadi lagi. so many things to do. Angka penjualan rendah. materi mata kuliah begitu banyak sementara waktu yang tersedia sangat sempit. sekaligus tantangan yang harus dijawab oleh rekanrekan akuntan pendidik (pengajar akuntansi di kampus-kampus) bahwa. yang paling penting. Boleh percaya boleh tidak. Laporan Laba Rugi menunjukan angka laba yang signifikan. Dengan membaca laporan keuangan. Kenyataannya.Beban Asuransi 750. dari sekian banyak pihak yang berkentingan atas produk ini. Tetapi begitu ada masalah mereka mengalami kesulitan untuk menelusuri darimana sumber masalahnya.000 Produk akhir dari proses akuntansi. manajemen. bahkan untuk sekedar menjelaskan “mengapa bisa demikian?”-pun tidak bisa. Mengingat kembali masa-masa kuliah dahulu (bisa jadi sekarang sudah jauh lebih baik).” . yang seperti ini sudah pernah saya temukan berkali-kali. Jurnal dan laporan keuangan yang mereka hasilkan. Bukankah orang-orang accounting memang dididik dan ditempa—sejak di bangku kuliah —untuk sungguh-sungguh menguasai akuntansi?” Mungkin ini kenyataan pahit yang harus ditelan. yang sungguh-sungguh memahami logika laporan keuangan tidak banyak.000. dan sesiapapun yang berkepentingan. Misalnya: 1. Ekuitas Pemilik menunjukan peningkatan yang cukup besar.) 2. apa yang selama ini diajarkan lebih banyak kulit ketimbang isinya. Angka pendapatan tinggi.

Untuk sementara lupakan status anda saat ini (sebagai pegawai accounting). yaitu: mampu membayar utang kepada vendor/supplier. saya pribadi ingin mengajak siapa saja yang tertarik untuk mengksplorasi logika-logika di balik sebuah laporan keuangan. Dengan membaca laporan keuangan. bank. apakah perusahaan memiliki “kekayaan” yang cukup untuk bisa beroperasi dengan lancar? Jawaban atas pertanyaan itu ada di NERACA—yang sering juga disebut sebagai “Laporan Posisi Keuangan. Di sinilah akhirnya bermuara: TERGANTUNG MASING-MASING INDIVIDU. Kondisi apa saja yang bisa dilihat dengan membaca laporan keuangan? Untuk sungguh-sungguh memahami logikanya. Melalui tulisan sederhana ini. boleh jadi IYA (terutama untuk universitas non-elite. Dengan kata lain. mereka yang berkepentingan bisa mengetahui kondisi keuangan perusahaan. Pengelola JAK sadar sepenuhnya bahwa keberadaan JAK pastinya masih jauh dari apa yang diharapkan.Mata kuliah ‘Akuntansi Dasar’ (Basic Accounting) misalnya. silahkan lihat contoh necara sederhana di bawah ini: . masih pakai kapur tulis. tanpa AC. anda harus memposisikan diri sebagai sesorang yang sangat berkepentingan untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan. sebagai pemilik usaha. seperti tempat saya berkuliah dahulu). harus bisa diselesaikan hanya dalam 48 kali pertemuan. produk akhir dari akuntansi adalah laporan keuangan. Tetapi mudah-mudahan bisa menjadi alternative sekaligus awal yang baik. minimal anda ingin tahu 2 hal berikut ini: Pertanyaan paling mendasar di wilayah ini adalah: Apakah perusahaan dalam kondisi baik-baik saja? “Baik-baik saja” dalam hal ini maksudnya: Dapat beroperasi secara lancar. Setiap pertemuan selalu digunakan untuk mengejar penyelesaian materi yang isinya memang semuanya bersifat teknikal. Dengan materi yang begitu banyak. (c) Memiliki persediaan (bahan baku untuk diproduksi atau barang jadi untuk di jual). Bahwa kematangan logika bertumbuh seiring dengan pengalaman kerja. Perusahaan hanya akan bisa lancar beroperasi bila: (a) Memiliki kas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari. Sebagai pengusaha. dan membayar dividen kepada pemegang saham. Samasekali tidak ada ruang untuk menanamkan pemahaman-pemahaman logika akuntansi (mulai dari siklus akuntansi. apa yang ingin anda ketahui mengenai kondisi keuangan perusahaan? Saya coba menebak-nebak (dengan menggunakan kelaziman). Bahwa bangku kuliah hanya memberikan bekal dasar. Untuk visualisasi. BETUL. (d) Memiliki sarana dan fasilitas yang cukup untuk menunjang kelancaran operasional perusahaan. yaitu: menjadi tempat untuk sharing dan diskusi sambil mengasah skill akuntansi (hard maupun soft skill) di sela-sela rutinitas sehari-hari. Tantangan utamanya—terutama bagi kita yang sudah bekerja: Bagimana caranya mengasah kemampuan logika akuntansi diantara himpitan tugas rutin sehari-hari yang seolah tak ada habisnya? Itulah semangat dasar yang menjadi latar belakang mengapa ‘Jurnal Akuantansi Keuangan’ (JAK) ada. (b) Memiliki kas yang cukup untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya. Nah. anggap diri anda adalah pemilik usaha. Seperti telah saya sampaikan di awal.” Masih ingat dengan persamaan akuntansi di bawah ini? Aktiva (asset) = Kewajiban (Liability) + Ekuitas Pemilik (equity) Itulah isi utama dari sebuh Neraca. menjurnal hingga membuat laporan keuangan). tanpa dasi.

asset menumpuk di akun “Piutang” sebesar 85. Tinggal berpikir bagaimana cara mengatasinya dan cara mencegahnya di waktu yang akan datang. Dalam contoh ini adalah 137. anda harus memahami logikanya. untuk perusahaan yang sudah Go Publik (listing di bursa saham) wajib ada. manajemen perlu mengubah kebijakan kredit—mungkin di buat lebih ketat lagi. Jika dibandingkan dengan total kewajiban (utang) yang sebesar 67. Jika kembali ke pertanyaan di awal tulisan: “Mengapa ekuitas pemiliki meningkat tetapi tidak ada dividen yang bisa dibagikan kepada pemegang saham”? (dengan kata lain perusahaan tidak bisa memenuhi kewajibannya kepada pemegang saham) Jawabannya kembali ke masalah ketersediaan kas. Ini berasal dari persamaan dasar akuntansi: Asset = Kewajiban + Equitas Pemilik. Dari total aktiva (asset) sebesar 137. Untuk mencegah agar tidak terjadi lagi di masa yang akan datang. Perusahaan tidak memiliki cukup persediaan Kas. apakah dipergunakan secara efeisien. dengan asumsi: jika semua asset dijual maka semua utang bisa dilunasi. Dengan catatan. . Selisih yang 70 inilah yang disebut dengan “Kekayaan Bersih (Net Asset atau Net Worth)” perusahaan. Pada sisi aktiva nampak akun “Kas” saldonya hanya 10. sehingga banyak vendor yang mengalami penundaan pembayaran. Nah jika Kekayaan Bersih = Asset – Kewajiban. maka: Equitas Pemilik = Asset – Kewajiban. JAK bisa melihat posisi keuangan perusahaan dan memperoleh informasi sbb: Kekayaan kotor perusahaan sama dengan total nilai aktiva (asset)-nya. Sedangkan untuk perusahaan non-publik bisa ada bisa tidak. Nah ketahuan sudah. termin pembayaran di perpendek. apakah karena kebetulan? Tidak. kalau perlu panggil debt collector jika mengalami kesulitan penagihan. Sehingga pada dasarnya. Mengapa terjadi demikian? Bagaimana cara mengatasinya? Apa yang perlu dilakukan oleh manajemen agar kondisi ini tidak terjadi lagi di masa yang akan datang? Bentuk Neraca sudah dirancang sedemikian rupa sehingga mampu menjawab semua kemungkinan pertanyaan yang ada. Dengan demikian. dimana sisanya? Perhatian di alihkan ke elemenelemen aktiva (asset) lainnya. Maka otomatis: Kekayaan Bersih = Ekuitas Pemilik. Untuk mengatasinya manajemen perusahaan perlu memfokuskan perhatian pada proses penagihan piutang—mungkin dengan menawarkan potongan untuk pembayaran lebih awal. Sehingga pertanyaan “mengapa”nya sudah terjawab. Jika kembali ke contoh pertanyaan yang saya sampaikan di awal tulisan: Mestinya perusahaan bisa memenuhi kewajibannya. dan lain sebagainya) bisa dilihat di “Laporan Arus Kas”. yaitu: • Piutang = 85 • Persediaan = 32 • Aktiva Tetap = 10. Dari sini jelas tergambar bahwa perusahaan memiliki kemampuan yang cukup untuk memenuhi semua kewajibannya. Dari modal awal sebesar 50 kini menjadi 70. nilai akhir dari laporan arus kas sama dengan saldo yang ada pada akun “Kas” di Neraca. Jelas perusahaan akan mengalami defisit (kekurangan) kas sebesar 20. tetapi mengapa banyak vendor (supplier) yang mengeluhkan keterlambatan pembayaran? Untuk menjawab pertanyaan spesifik seperti ini. sementara akun “Utang Dagang” di sisi sisi Kewajiban nampak sebesar 30. Mengapa boleh ada boleh tidak? Karena “Laporan Arus Kas” hanya merupakan rincian lebih detail dari akun “Kas” di Neraca. masih ada selisih kekayaan sebesar 70. Lebih detail mengenai ketersediaan kas dan pengalokasiannya (apakah sudah seperti yang direncanakan. mengapa akun kas nilainya hanya 10. Bagaimana mengatasinya? Sama seperti solusi sebelumnya. dan lain sebagainya. lebih selektif terhadap pemberian kredit. Laporan Arus Kas. Selanjutnya. Mengapa angkanya sama dengan “Kekayaan Bersih” perusahaan yaitu 70. perhatian harus diarahkan ke elemen-elemen neraca yang lebih kecil.Dari contoh Neraca di atas anda sebagai pemilik PT. (Catatan: Saya akan membahas laporan arus kas secara terpisah (di tulisan lain). dari Neraca yang sama anda juga bisa melihat bahwa total “Ekuitas Pemilik” meningkat 20.

Sebagai pengusaha anda juga ingin tahu: Apakah bulan/tahun ini anda untung atau rugi? Jika rugi. Neraca didefinisikan sebagai “Laporan yang menyajikan posisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu. dalam contoh ini adalah “Per 31 Januari 2012. Itu sebabnya mengapa dalam teori akuntansi. JAK di bawah ini: • • • pendapatan (revenue) penjualan retur diskon pendapatan lain-lain total pendapatan harga pokok penjualan (cost of god sold) laba kotor (gross profit) biaya-biaya gaji listrik telpon sewa penyusutan pemeliharaan dinas stationerry kurir 200 15 10 12 187 50 137 32 15 35 13 10 7 9 6 5 . belumlah cukup.’ Untuk visualisasi silahkan lihat contoh Laporan Laba Rugi PT. mengapa? Apakah operasional perusahaan berjalan dengan efisien atau sebaliknya. mengetahui apakah perusahaan mampu melunasi utang-utangnya saja.S.” Artinya: Kekayaan Kotor sebesar 137 dan Kekayaan Bersih sebesar 70 adalah “Kekayaan Perusahaan” per tanggal 31 Januari 2012. sana sering disebut dengan “Snapshot of Financial Position. boros? Apakah sumber daya perusahaan lebih banyak digunakan untuk aktivitas yang menghasilkan barang/jasa atau untuk hal-hal di luar itu? Semua jawabanya ada di ‘Laporan Laba Rugi.” Di U.” Mengetahui berapa besarnya kekayaan perusahaan. JAK”).Hal yang tak kalah pentingnya untuk diketahui dari sebuah Neraca adalah “Tanggal Neraca” (dibawah tulisan “NERACA PT.

Beberapa hari kemudian mereka kembali dengan jawaban “Semua angka sudah saya periksa. Nah jika PT. Apa fungsinya? Untuk mengetahui apakah perbandingan antara pendapatan dengan laba kotor. Tapi. lalu anda bandingkan dengan “Harga Pokok Penjualan”. maka angka gross profit margin sebesar 73% tergolong tinggi. anda bisa membandingkan angka 73% ini dengan angka gross profit margin bulan lalu—jika perlu. Mbok Jum warung sebelah juga tahu pendapatan dikurangi biaya sama dengan laba atau rugi.” Ya iyalah. bahkan mungkin tidak sampai perlu memeriksa saldo buku besar. profit margin anda hanya 3% (=5/187). bukankah bila revenue tinggi. Nah inilah yang saya sebutkan di awal: menguasai teknis akuntansi. Sehingga akar masalahnya sudah pasti tidak ada di antara wilayah revenue hingga harga pokok penjualan. mestinya laba masih tetap tinggi? Pertama. dibandingkan dengan neraca saldo. sebenarnya sudah disediakan alat bantu di bawah “Laba Kotor (Gross Profit)” yang disebut dengan “Gross Profit Margin” yang menunjukan angka 73%. Dengan kata lain. mahir menjunal dan membuat laporan keuangan. Dari sana saya tahu bahwa untuk jenis usaha manufaktur gross profit margin ada di kisaran 25 hingga 50%. Angka ini tidak akan ada di sana jika tidak ada fungsinya. Laba bersih menunjukan angka 5. Andai sudah memahami logika di balik Laporan Keuangan (Laba Rugi dalam hal ini). Separah-parahnya. mungkin mereka akan memeriksa kembali angka-angka di laporan. mana yang paling penting bagi anda sebagai pengusaha? Sudah pasti “Laba Bersih”. Semua jurnal sudah benar. memilih menggunakan kelaziman dan benchmark. Ini sangat kecil jika dibandingkan dengan nilai Revenue anda yang menunjukan angka 187. Saya pribadi. hasilnya benar dan akurat. untuk penelusuran cepat. Cukup hanya dengan melihat Laporan secara sepintas (scanning) dari atas kebawah: Pertama anda lihat “Pendapatan (revenue)”. tetapi tidak (belum) memahami logika akuntansi dengan baik. Dan untuk jenis usaha trading (termasuk retail) ada di kisaran 70 hingga 200%. tarik hingga satu tahun ke belakang untuk melihat ‘trend’-nya. JAK dalam contoh ini adalah perusahaan manufaktur. bahkan bukti transaksi dibandingkan dengan catatan transaksi (jurnal) satu-per-satu. mereka tidak perlu sampai memeriksa transaksi satu-per-satu. apakah angkanya terlihat logis? Dengan pendapatan sebesar 187.total biaya laba bersih net profit margin 5/187 = 3% Memperhatikan Laporan Laba Rugi di atas. Semua perhitungan diperiksa satu per satu. merekalah yang paling tahu berapa besarnya gross profit margin untuk produk yang dijual.” Mungkin dengan cekatan mereka menjawab “Karena biayanya tinggi. boss. Lalu dimana? Sudah pasti ada di wilayah biaya-biaya. tidak ada transaksi yang tertinggal atau diposting dua kali”. apakah logis jika harga pokok penjualannya 50 sehingga laba kotornya menjadi 137? Permasalahan dilokalisir sampai di sini dahulu. wajar jika biaya juga tinggi (kecuali yang bikin barang dari golongan jin. Untuk mengetahui logis-atau-tidak logis. dibandingkan dengan buku besar. anda bisa melihat dengan jelas bahwa: 132 5 (a) Pendapatan (Revenue) sebesar 187 (b) Harga Pokok Penjualan (Cost of Goods Sold) sebesar 50 (c) Laba Kotor (Gross Profit) sebesar 137 (d) Biaya-biaya 132 (e) Laba Bersih (Net Profit) sebesar 5 Diantara kelima angka-angka di atas. Kalau begini ceritanya mah mendingan uangnya di taruh di deposito kan? Lalu anda tanya orang accounting “Mengapa labanya hanya 5. Untuk jenis perusahaan jasa ada di kisaran 50 hingga 70%. . Pertanyaaan selanjutnya: apakah gross profit margin sebesar 73% itu wajar? Anda bisa memanggil cost accountant anda. padahal revenuenya tinggi? Pasti ada yang tidak beres di sini. biaya tinggi.) Tidak usah orang manajemen. Revenue tinggi.

sehingga bisa menjalankan fungsi dengan baik. tidak ada cara selain “Learn as you go. Bagi mereka yang sudah bekerja. sudah pasti semakin banyak pula ragam logika akuntansi yang harus dipelajari. semakin detail. Misalnya: Akses inetrlokal. agar penguasaan akuntansi dan keuangan menjadi semakin matang. kesabaran dan kesungguhan. Biaya telephone bengkak begitu besar sudah pasti ada pemakaian yang luar biasa tinggi di luar kebutuhan perusahaan. Untuk mencegah agar tidak tejadi lagi di masa yang akan datang. anda tinggal meletakannya secara bersisian dengan laporan laba rugi Januari 2012 ini. dan masih merasa perlu mengasah kemampuan akuntansi melalui pemahaman logika-logikanya. handphone dan SLI hanya untuk manajer ke atas dengan menggunakan PIN—sehingga penggunaannya bisa diketahui. Tentunya ini bukan sesuatu yang bisa dikuasai secara instant. mungkin HRD perlu membuat aturan pemakaian telepon. Selanjutnya tergantung pada seberapa besar keberanian kita dalam mengikuti instinct rasa ingin tahu itu. SLI atau handphone harus via operator (front office) dengan approval dari manajer. Butuh waktu. jika perlu interlokal. Ini baru sebagian kecil dan masih di permukaan. “Bukankah tadi sudah diperiksa oleh orang accounting dan mereka mengatakan semua transaksi sudah diperiksa hingga ke nota-nya dan hasilnya akurat?” Yup. Logika-logika dasar seperti ini sangat perlu terus diasah.Selanjutnya tinggal scanning wilayah akun-akun biaya yang ada di laporan laba rugi. yaitu “Biaya Telepon” sebesar 35. Dalam contoh ini saya tidak buatkan laporan laba rugi bulan sebelumnya sebagai pembanding. Diantara biayabiaya tersebut mana yang terlihat tidak wajar? Jika anda punya laporan laba rugi bulan sebelumnya. Semakin dalam menyelam. . Sedangkan untuk staff. Mengapa ini janggal? Bandingkan dengan “Biaya Gaji?”—apakah logis biaya telepon lebih besar dibandingkan biaya gaji dalam sebuah perusahaan manufaktur? Tidak logis. Angka yang janggal langsung saja saya beri warna merah. lalu bandingkan.” Modal awalnya hanya satu: selalu penasaran/ingin tahu. Selanjutnya tinggal kirim memo ke HRD untuk investigasi lebih lanjut (siapa yang menelpon pacar berjam-jam setiap hari?). berarti yang salah adalah: ORANG YANG BOROS MENGGUNAKAN TELEPHONE. bisa memberi masukan yang bermanfaat bagi perusahaan. Jika jurnal dan angka di nota benar.