Pendahuluan Dasar-Dasar Akuntansi a.

definisi akuntansi Definisi akuntansi dapat dilihat dari 2 (dua) sudut pandang yaitu: 1. Fungsi dan Kegunaan Akuntansi merupakan aktivitas jasa yang berfungsi memberikan informasi kuantitatif mengenai kesatuan-kesatuan ekonomi terutama yang bersifat keuangan yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan. 2. Proses Kegiatan Akuntansi adalah seni mencatat, mengklasifikasi dan mengikhtisarkan transaksi-ttransaksi kejadian yang sekurang-kurangnya atau sebagaian bersifat keuangan dengan cara menginterpretasikan hasil-hasilnya.

akuntansi dan tata buku Akuntansi lebih luas dari Tata Buku sebab Tata Buku hanyalah pencatatan secara sistimatis transaksi/kejadian yang dinyatakan dengan nilai uang. cabang akuntansi Terdapat 3 (tiga) cabang akuntansi yaitu: 1. Akuntansi keuangan Adalah cabang akuntansi yang menghasilkan laporan keuangan bagi pihak ekstern seperti investor, kreditor, dan Bapepam.

2. Akuntansi manajemen Adalah cabang akuntansi yang menghasilkan laporan keuangan bagi pihak intern organisasi atau manajemen. 3. Akuntansi Pemerintah Adalah cabang akuntansi yang memproses transaksi-transaksi keuangan pemerintah yang menghasilkan laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan APBN/APBD kepada rakyat melalui lembaga legislatif serta untuk kepentingan pihak-pihak yang terkait. B. SIKLUS AKUNTANSI

Membuat ayat jurnal penyesuaian dan memasukkan jumlahya pada Neraca Saldo. 6. Penyusunan Laporan Keuangan yaitu Laporan Rugi Laba. 5. 4. PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI aktiva = harta yang dimiliki perusahaan yang merupakan sumber . Melakukan posting ke Buku Besar yaitu memindahkan debet dan kredit dari jurnal ke rekening Buku Besar. Laporaan Perubahan Modal dan Neraca. Pencatatan Data ke dalam dokumen sumber/bukti transaksi. Penjurnalan. C. Penyusunan Neraca Saldo yaitu menyiapkan Neraca Saldo unttuk mengecek keseimbangan Buku Besar. Membuat ayat-ayat penutup yaitu menjurnal dan memindahbukukan ayat-ayat penutup. 2.Berdasar gambar di atas dapat kita uraikan bahwa siklus akuntansi adalah sebagai berikut: 1. yaitu menganalisis dan mencatat transaksi dalam jurnal (buku harian) 3. 7.

ekonomi.- .secara kredit. piutang.80.-. Contoh: hutang pembelian kredit Modal = hak atau klaim pemilik atas aktiva perusahaan. 3. 80.. D.000. gedung dsb.80.000.000.000.000. Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi aktiva yaitu peralatan bertambah senilai Rp.000.50. ANALISIS TRANSAKSI 1...000. Hutang = kewajiban yang menjadi beban perusahaan.secara tunai .000.000. 50..000. 100.000.dan kendaraan bertambah senilai Rp. Contoh: kas.000. Transaksi yang mempengaruhi Aktiva 1.dan kendaraan perusahaan berkurang senilai Rp.000.-dan Hutang bertambah senilai Rp.000.- 2. Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi aktiva yaitu kas perusahaan bertambah sebesar Rp. Pembelian aktiva/aset secara kredit Contoh = suatu perusahaan membeli mesin foto kopi seharga Rp.000.000.000. 100. 100.000. Penjualan aktiva/aset secara tunai Contoh = suatu perusahaan menjual kendaraan seharga Rp. Pembellian aktiva/aset secara tunai Contoh = suatu perusahaan membeli sebuah kendaraan seharga Rp. 50.secara tunai Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi aktiva yaitu kas perusahaan berkurang sebesar Rp. Contoh: Setoran modal oleh pemilik..

dan kas berkurang sebesar Rp.50.000.000.000.000.000. X melakukan penyetoran sebesar Rp. 200. 2.000.ke kas perusahaan sebagai tambahan modal. 50.000.000.dan kas perusahaan bertambah sebsesar Rp.150. Pembelian aktiva/aset secara kredit Contoh = suatu perusahaan membeli sebuah mesin secara kredit seharga Rp.200. 150.-.Analisis = transaksi tersebut mempengaruhi hutang yaitu Hutang perusahaan berkurang sebesar Rp. 75.000.000.secara kredit Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi aktiva yaitu kendaraan berkurang senilai Rp.000.000.000. Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi modal yaitu modal perusahaan bertambah sebesar Rp.2.000. Penambahan investasi pemilik Contoh = Mr.- 1.dan peralatan bertambah sebesar Rp. 2.200.000. Pembayaran hutang Contoh = suatu perusahaan membayar hutang sebesar Rp..000.000.000. Transaksi yang mempengaruhi Modal 1.000.-.000.. 50.000.dan piutang perusahaan bertambah sebesar Rp.000.. 75. .000.000.-.. Penjualan aktiva/aset secara kredit Contoh = suatu perusahaan menjual kendaraan seharga Rp.150.Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi hutang yaitu hutang perusahaan bertambah sebesar Rp. Transaksi yang mempengaruhi Hutang 1. 1. 75..

Rekening Debet Kredit .000. T melakukan penarikan uang perusahaan untuk keperluan pribadi sebesar Rp. Neraca Saldo biasanya disiapkan pada akhir periode atau dapat juga disiapkan kapan saja untuk memastikan keseimbangan Buku Besar.000. PENGERTIAN Neraca Saldo adalah daftar yang berisi kumpulan seluruh rekening/perkiraan Buku Besar. C.-. Namun keseimbangan bukan berarti catatan-catatan akuntansi benar-benar akurat. Untuk menyiapkan Neraca Saldo.000. saldo tiap perkiraan harus ditentukan terlebih dahulu.Analisis = transaksi tersebut akan mempengaruhi modal yaitu modal perusahaan berkurang sebesar Rp. 25.. BENTUK NERACA SALDO Nama Rekening No. 25.000. 25. B.dan kas berkurang sebesar Rp.2. FUNGSI Neraca Saldo disusun untuk memastikan bahwa Buku Besar secara matematis adalah akurat dengan pengertian bahwa jumlah saldo-saldo debet selalu sama dengan saldo-saldo kredit.000. Neraca Saldo (Dasar-Dasar Akuntansi) A. Pengurangan investasi pemilik Contoh = Mr.000.

000.250. CONTOH Berdasar contoh Buku Besar pada BAB IV dapat disusun Neraca Saldonya sebagai berikut: NERACA SALDO Nama Rekening No. 9. Rekening Kas Piutang Kendaraan Peralatan Hutang Modal Pendapatan Beban Telepon 1. 3.000 50.000 Debet 356.000 150.000 5.000 13.000.000 50.000. 8.000. 6.Saldo setiap rekening disusun berurutan dari rekening Neraca dan rekening Rugi Laba sebagai berikut: 1. 10.000 500.000. 7.000. 2. 4.000.000 Kredit - . 5. Aktiva Lancar Aktiva Tetap Aktiva Lain-lain Hutang Lancar Hutanng Tidak Lancar Ekuitas Pendapatan Operasi Pendapatan Non Operasi Beban Operasi Beban Non Operasi D.

benar. pemilik perusahaan.) 2. Laporan Laba Rugi menunjukan angka laba yang signifikan. Misalnya: 1. dan sesiapapun yang berkepentingan. Penjualan begitu tinggi.000 - Saldo 563. Dan itu bisa dimengerti karena mereka memang berasal dari kalangan yang berbeda-beda—mungkin malah lebih banyak yang dari luar akuntansi dan keuangan. yang paling penting.000. Angka penjualan rendah. Ironinya. Lebih parahnya lagi. Dengan membaca laporan keuangan. akhirnya tidak bisa menjelaskan dengan baik. “so little time. mestinya mereka bisa memberi saran dan masukan bagi manajemen mengenai apa yang perlu (atau tak perlu) dilakukan di masa-masa yang akan datang agar masalah yang sama tidak terjadi lagi. adalah laporan keuangan. yang seperti ini sudah pernah saya temukan berkali-kali.” nanti terjebak sendiri. materi mata kuliah begitu banyak sementara waktu yang tersedia sangat sempit. secara teknis. Setidaknya. bahkan untuk sekedar menjelaskan “mengapa bisa demikian?”-pun tidak bisa. sekaligus tantangan yang harus dijawab oleh rekanrekan akuntan pendidik (pengajar akuntansi di kampus-kampus) bahwa. Ekuitas Pemilik menunjukan peningkatan yang cukup besar. Kenyataannya. Tetapi begitu ada masalah mereka mengalami kesulitan untuk menelusuri darimana sumber masalahnya.Beban Asuransi 750. manajemen. bisa mengetahui kondisi keuangan perusahaan. minimal mereka bisa menjelaskan “mengapa bisa terjadi demikian?”. Idealnya. Al hasil mereka tidak (belum) mampu memberikan masukan yang diharapkan oleh pihak manajemen perusahaan. saat ditanya pegawai accounting seringkali gelagapan. Angka pendapatan tinggi. Mengingat kembali masa-masa kuliah dahulu (bisa jadi sekarang sudah jauh lebih baik). tetapi mengapa Laporan Laba Rugi menunjukan angka laba yang sangat kecil? (Tolong jangan buru-buru menjawab “karena cost-nya tinggi. so many things to do. Jurnal dan laporan keuangan yang mereka hasilkan. jika mereka memahami logika-logika dibalik sebuah laporan keuangan. Sehingga output yang dihasilkan adalah anak-anak akuntansi yang bisa menjurnal dan membuat laporan keuangan tetapi tidak sungguh-sungguh memahami logika atas apa yang mereka buat. “Mana mungkin. Bukankah orang-orang accounting memang dididik dan ditempa—sejak di bangku kuliah —untuk sungguh-sungguh menguasai akuntansi?” Mungkin ini kenyataan pahit yang harus ditelan. Boleh percaya boleh tidak. tetapi mengapa begitu banyak vendor (supplier) yang mengeluhkan keterlambatan pembayaran? 4. apa yang selama ini diajarkan lebih banyak kulit ketimbang isinya. tetapi mengapa Laporan Laba Ruginya menunjukan angka minus alias rugi? Bukankah bila penjualan rendah berarti aktivitas produksi juga rendah sehingga mestinya tidak rugi? 3. dari sekian banyak pihak yang berkentingan atas produk ini.000 Produk akhir dari proses akuntansi.000 563. Yang sulit untuk dimengerti adalah bila: orang accounting (yang membuat laporan itu sendiri) yang tidak sungguh-sungguh memahami logika di balik laporan keuangan. tetapi mengapa tidak ada dividen yang bisa dibagikan kepada pemegang saham? Keempat pertanyaan di atas sesungguhnya hanya memerlukan logika akuntansi yang sangat sederhana dan lumrah terjadi di hampir semua perusahaan.” .000. yang sungguh-sungguh memahami logika laporan keuangan tidak banyak.

Untuk visualisasi. yaitu: menjadi tempat untuk sharing dan diskusi sambil mengasah skill akuntansi (hard maupun soft skill) di sela-sela rutinitas sehari-hari. silahkan lihat contoh necara sederhana di bawah ini: . apa yang ingin anda ketahui mengenai kondisi keuangan perusahaan? Saya coba menebak-nebak (dengan menggunakan kelaziman). Dengan membaca laporan keuangan. anggap diri anda adalah pemilik usaha. (d) Memiliki sarana dan fasilitas yang cukup untuk menunjang kelancaran operasional perusahaan. Sebagai pengusaha. Kondisi apa saja yang bisa dilihat dengan membaca laporan keuangan? Untuk sungguh-sungguh memahami logikanya. BETUL. tanpa AC. produk akhir dari akuntansi adalah laporan keuangan. seperti tempat saya berkuliah dahulu). minimal anda ingin tahu 2 hal berikut ini: Pertanyaan paling mendasar di wilayah ini adalah: Apakah perusahaan dalam kondisi baik-baik saja? “Baik-baik saja” dalam hal ini maksudnya: Dapat beroperasi secara lancar. Bahwa bangku kuliah hanya memberikan bekal dasar. Dengan kata lain. Dengan materi yang begitu banyak. Seperti telah saya sampaikan di awal. yaitu: mampu membayar utang kepada vendor/supplier. boleh jadi IYA (terutama untuk universitas non-elite. Di sinilah akhirnya bermuara: TERGANTUNG MASING-MASING INDIVIDU. masih pakai kapur tulis. Perusahaan hanya akan bisa lancar beroperasi bila: (a) Memiliki kas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari. Tantangan utamanya—terutama bagi kita yang sudah bekerja: Bagimana caranya mengasah kemampuan logika akuntansi diantara himpitan tugas rutin sehari-hari yang seolah tak ada habisnya? Itulah semangat dasar yang menjadi latar belakang mengapa ‘Jurnal Akuantansi Keuangan’ (JAK) ada. bank. apakah perusahaan memiliki “kekayaan” yang cukup untuk bisa beroperasi dengan lancar? Jawaban atas pertanyaan itu ada di NERACA—yang sering juga disebut sebagai “Laporan Posisi Keuangan. (b) Memiliki kas yang cukup untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya. Tetapi mudah-mudahan bisa menjadi alternative sekaligus awal yang baik. tanpa dasi.Mata kuliah ‘Akuntansi Dasar’ (Basic Accounting) misalnya. Setiap pertemuan selalu digunakan untuk mengejar penyelesaian materi yang isinya memang semuanya bersifat teknikal. mereka yang berkepentingan bisa mengetahui kondisi keuangan perusahaan. (c) Memiliki persediaan (bahan baku untuk diproduksi atau barang jadi untuk di jual). menjurnal hingga membuat laporan keuangan).” Masih ingat dengan persamaan akuntansi di bawah ini? Aktiva (asset) = Kewajiban (Liability) + Ekuitas Pemilik (equity) Itulah isi utama dari sebuh Neraca. Untuk sementara lupakan status anda saat ini (sebagai pegawai accounting). Nah. Pengelola JAK sadar sepenuhnya bahwa keberadaan JAK pastinya masih jauh dari apa yang diharapkan. harus bisa diselesaikan hanya dalam 48 kali pertemuan. saya pribadi ingin mengajak siapa saja yang tertarik untuk mengksplorasi logika-logika di balik sebuah laporan keuangan. Bahwa kematangan logika bertumbuh seiring dengan pengalaman kerja. dan membayar dividen kepada pemegang saham. Melalui tulisan sederhana ini. sebagai pemilik usaha. anda harus memposisikan diri sebagai sesorang yang sangat berkepentingan untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan. Samasekali tidak ada ruang untuk menanamkan pemahaman-pemahaman logika akuntansi (mulai dari siklus akuntansi.

Dalam contoh ini adalah 137. dari Neraca yang sama anda juga bisa melihat bahwa total “Ekuitas Pemilik” meningkat 20. Nah ketahuan sudah. Jika kembali ke contoh pertanyaan yang saya sampaikan di awal tulisan: Mestinya perusahaan bisa memenuhi kewajibannya. JAK bisa melihat posisi keuangan perusahaan dan memperoleh informasi sbb: Kekayaan kotor perusahaan sama dengan total nilai aktiva (asset)-nya. perhatian harus diarahkan ke elemen-elemen neraca yang lebih kecil. Ini berasal dari persamaan dasar akuntansi: Asset = Kewajiban + Equitas Pemilik. maka: Equitas Pemilik = Asset – Kewajiban. Sehingga pada dasarnya. (Catatan: Saya akan membahas laporan arus kas secara terpisah (di tulisan lain). tetapi mengapa banyak vendor (supplier) yang mengeluhkan keterlambatan pembayaran? Untuk menjawab pertanyaan spesifik seperti ini. masih ada selisih kekayaan sebesar 70. Dengan demikian. Sedangkan untuk perusahaan non-publik bisa ada bisa tidak. nilai akhir dari laporan arus kas sama dengan saldo yang ada pada akun “Kas” di Neraca. Dari sini jelas tergambar bahwa perusahaan memiliki kemampuan yang cukup untuk memenuhi semua kewajibannya. Jika dibandingkan dengan total kewajiban (utang) yang sebesar 67. Dari total aktiva (asset) sebesar 137. apakah dipergunakan secara efeisien. Jika kembali ke pertanyaan di awal tulisan: “Mengapa ekuitas pemiliki meningkat tetapi tidak ada dividen yang bisa dibagikan kepada pemegang saham”? (dengan kata lain perusahaan tidak bisa memenuhi kewajibannya kepada pemegang saham) Jawabannya kembali ke masalah ketersediaan kas. Sehingga pertanyaan “mengapa”nya sudah terjawab. Bagaimana mengatasinya? Sama seperti solusi sebelumnya. anda harus memahami logikanya. sehingga banyak vendor yang mengalami penundaan pembayaran. Lebih detail mengenai ketersediaan kas dan pengalokasiannya (apakah sudah seperti yang direncanakan. Mengapa terjadi demikian? Bagaimana cara mengatasinya? Apa yang perlu dilakukan oleh manajemen agar kondisi ini tidak terjadi lagi di masa yang akan datang? Bentuk Neraca sudah dirancang sedemikian rupa sehingga mampu menjawab semua kemungkinan pertanyaan yang ada. dengan asumsi: jika semua asset dijual maka semua utang bisa dilunasi. Maka otomatis: Kekayaan Bersih = Ekuitas Pemilik. yaitu: • Piutang = 85 • Persediaan = 32 • Aktiva Tetap = 10. dan lain sebagainya) bisa dilihat di “Laporan Arus Kas”. Mengapa boleh ada boleh tidak? Karena “Laporan Arus Kas” hanya merupakan rincian lebih detail dari akun “Kas” di Neraca. Pada sisi aktiva nampak akun “Kas” saldonya hanya 10. Laporan Arus Kas. termin pembayaran di perpendek. manajemen perlu mengubah kebijakan kredit—mungkin di buat lebih ketat lagi. asset menumpuk di akun “Piutang” sebesar 85. mengapa akun kas nilainya hanya 10.Dari contoh Neraca di atas anda sebagai pemilik PT. Selisih yang 70 inilah yang disebut dengan “Kekayaan Bersih (Net Asset atau Net Worth)” perusahaan. Dari modal awal sebesar 50 kini menjadi 70. Nah jika Kekayaan Bersih = Asset – Kewajiban. dimana sisanya? Perhatian di alihkan ke elemenelemen aktiva (asset) lainnya. Dengan catatan. Jelas perusahaan akan mengalami defisit (kekurangan) kas sebesar 20. lebih selektif terhadap pemberian kredit. . Selanjutnya. Tinggal berpikir bagaimana cara mengatasinya dan cara mencegahnya di waktu yang akan datang. kalau perlu panggil debt collector jika mengalami kesulitan penagihan. sementara akun “Utang Dagang” di sisi sisi Kewajiban nampak sebesar 30. dan lain sebagainya. Mengapa angkanya sama dengan “Kekayaan Bersih” perusahaan yaitu 70. Perusahaan tidak memiliki cukup persediaan Kas. Untuk mencegah agar tidak terjadi lagi di masa yang akan datang. apakah karena kebetulan? Tidak. Untuk mengatasinya manajemen perusahaan perlu memfokuskan perhatian pada proses penagihan piutang—mungkin dengan menawarkan potongan untuk pembayaran lebih awal. untuk perusahaan yang sudah Go Publik (listing di bursa saham) wajib ada.

Sebagai pengusaha anda juga ingin tahu: Apakah bulan/tahun ini anda untung atau rugi? Jika rugi.S. boros? Apakah sumber daya perusahaan lebih banyak digunakan untuk aktivitas yang menghasilkan barang/jasa atau untuk hal-hal di luar itu? Semua jawabanya ada di ‘Laporan Laba Rugi.” Artinya: Kekayaan Kotor sebesar 137 dan Kekayaan Bersih sebesar 70 adalah “Kekayaan Perusahaan” per tanggal 31 Januari 2012. Itu sebabnya mengapa dalam teori akuntansi. dalam contoh ini adalah “Per 31 Januari 2012.Hal yang tak kalah pentingnya untuk diketahui dari sebuah Neraca adalah “Tanggal Neraca” (dibawah tulisan “NERACA PT. JAK”). JAK di bawah ini: • • • pendapatan (revenue) penjualan retur diskon pendapatan lain-lain total pendapatan harga pokok penjualan (cost of god sold) laba kotor (gross profit) biaya-biaya gaji listrik telpon sewa penyusutan pemeliharaan dinas stationerry kurir 200 15 10 12 187 50 137 32 15 35 13 10 7 9 6 5 . Neraca didefinisikan sebagai “Laporan yang menyajikan posisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu. belumlah cukup. mengapa? Apakah operasional perusahaan berjalan dengan efisien atau sebaliknya.” Mengetahui berapa besarnya kekayaan perusahaan. sana sering disebut dengan “Snapshot of Financial Position. mengetahui apakah perusahaan mampu melunasi utang-utangnya saja.’ Untuk visualisasi silahkan lihat contoh Laporan Laba Rugi PT.” Di U.

mereka tidak perlu sampai memeriksa transaksi satu-per-satu. bukankah bila revenue tinggi. boss. mana yang paling penting bagi anda sebagai pengusaha? Sudah pasti “Laba Bersih”. Andai sudah memahami logika di balik Laporan Keuangan (Laba Rugi dalam hal ini). Ini sangat kecil jika dibandingkan dengan nilai Revenue anda yang menunjukan angka 187. dibandingkan dengan buku besar. tetapi tidak (belum) memahami logika akuntansi dengan baik. Tapi. anda bisa melihat dengan jelas bahwa: 132 5 (a) Pendapatan (Revenue) sebesar 187 (b) Harga Pokok Penjualan (Cost of Goods Sold) sebesar 50 (c) Laba Kotor (Gross Profit) sebesar 137 (d) Biaya-biaya 132 (e) Laba Bersih (Net Profit) sebesar 5 Diantara kelima angka-angka di atas. profit margin anda hanya 3% (=5/187). Semua jurnal sudah benar. lalu anda bandingkan dengan “Harga Pokok Penjualan”. Semua perhitungan diperiksa satu per satu. Mbok Jum warung sebelah juga tahu pendapatan dikurangi biaya sama dengan laba atau rugi. Laba bersih menunjukan angka 5. Untuk jenis perusahaan jasa ada di kisaran 50 hingga 70%. memilih menggunakan kelaziman dan benchmark. untuk penelusuran cepat. hasilnya benar dan akurat. Dan untuk jenis usaha trading (termasuk retail) ada di kisaran 70 hingga 200%. anda bisa membandingkan angka 73% ini dengan angka gross profit margin bulan lalu—jika perlu. Apa fungsinya? Untuk mengetahui apakah perbandingan antara pendapatan dengan laba kotor. Separah-parahnya. Saya pribadi.” Ya iyalah. mahir menjunal dan membuat laporan keuangan. apakah logis jika harga pokok penjualannya 50 sehingga laba kotornya menjadi 137? Permasalahan dilokalisir sampai di sini dahulu. JAK dalam contoh ini adalah perusahaan manufaktur. Nah inilah yang saya sebutkan di awal: menguasai teknis akuntansi.total biaya laba bersih net profit margin 5/187 = 3% Memperhatikan Laporan Laba Rugi di atas. Pertanyaaan selanjutnya: apakah gross profit margin sebesar 73% itu wajar? Anda bisa memanggil cost accountant anda. bahkan mungkin tidak sampai perlu memeriksa saldo buku besar. Beberapa hari kemudian mereka kembali dengan jawaban “Semua angka sudah saya periksa. Kalau begini ceritanya mah mendingan uangnya di taruh di deposito kan? Lalu anda tanya orang accounting “Mengapa labanya hanya 5. sebenarnya sudah disediakan alat bantu di bawah “Laba Kotor (Gross Profit)” yang disebut dengan “Gross Profit Margin” yang menunjukan angka 73%. apakah angkanya terlihat logis? Dengan pendapatan sebesar 187. mestinya laba masih tetap tinggi? Pertama.” Mungkin dengan cekatan mereka menjawab “Karena biayanya tinggi. Lalu dimana? Sudah pasti ada di wilayah biaya-biaya. bahkan bukti transaksi dibandingkan dengan catatan transaksi (jurnal) satu-per-satu. padahal revenuenya tinggi? Pasti ada yang tidak beres di sini. merekalah yang paling tahu berapa besarnya gross profit margin untuk produk yang dijual. Revenue tinggi. wajar jika biaya juga tinggi (kecuali yang bikin barang dari golongan jin. Sehingga akar masalahnya sudah pasti tidak ada di antara wilayah revenue hingga harga pokok penjualan. biaya tinggi. maka angka gross profit margin sebesar 73% tergolong tinggi. Dari sana saya tahu bahwa untuk jenis usaha manufaktur gross profit margin ada di kisaran 25 hingga 50%. tidak ada transaksi yang tertinggal atau diposting dua kali”. Angka ini tidak akan ada di sana jika tidak ada fungsinya. dibandingkan dengan neraca saldo. Nah jika PT.) Tidak usah orang manajemen. . mungkin mereka akan memeriksa kembali angka-angka di laporan. Dengan kata lain. tarik hingga satu tahun ke belakang untuk melihat ‘trend’-nya. Untuk mengetahui logis-atau-tidak logis. Cukup hanya dengan melihat Laporan secara sepintas (scanning) dari atas kebawah: Pertama anda lihat “Pendapatan (revenue)”.

mungkin HRD perlu membuat aturan pemakaian telepon. Bagi mereka yang sudah bekerja. Selanjutnya tinggal kirim memo ke HRD untuk investigasi lebih lanjut (siapa yang menelpon pacar berjam-jam setiap hari?). Ini baru sebagian kecil dan masih di permukaan. Logika-logika dasar seperti ini sangat perlu terus diasah. dan masih merasa perlu mengasah kemampuan akuntansi melalui pemahaman logika-logikanya. semakin detail. sudah pasti semakin banyak pula ragam logika akuntansi yang harus dipelajari. Diantara biayabiaya tersebut mana yang terlihat tidak wajar? Jika anda punya laporan laba rugi bulan sebelumnya. Dalam contoh ini saya tidak buatkan laporan laba rugi bulan sebelumnya sebagai pembanding.” Modal awalnya hanya satu: selalu penasaran/ingin tahu. Mengapa ini janggal? Bandingkan dengan “Biaya Gaji?”—apakah logis biaya telepon lebih besar dibandingkan biaya gaji dalam sebuah perusahaan manufaktur? Tidak logis. . jika perlu interlokal. handphone dan SLI hanya untuk manajer ke atas dengan menggunakan PIN—sehingga penggunaannya bisa diketahui. bisa memberi masukan yang bermanfaat bagi perusahaan. Selanjutnya tergantung pada seberapa besar keberanian kita dalam mengikuti instinct rasa ingin tahu itu. Misalnya: Akses inetrlokal. berarti yang salah adalah: ORANG YANG BOROS MENGGUNAKAN TELEPHONE. lalu bandingkan. kesabaran dan kesungguhan.Selanjutnya tinggal scanning wilayah akun-akun biaya yang ada di laporan laba rugi. Biaya telephone bengkak begitu besar sudah pasti ada pemakaian yang luar biasa tinggi di luar kebutuhan perusahaan. Semakin dalam menyelam. anda tinggal meletakannya secara bersisian dengan laporan laba rugi Januari 2012 ini. Angka yang janggal langsung saja saya beri warna merah. “Bukankah tadi sudah diperiksa oleh orang accounting dan mereka mengatakan semua transaksi sudah diperiksa hingga ke nota-nya dan hasilnya akurat?” Yup. Jika jurnal dan angka di nota benar. agar penguasaan akuntansi dan keuangan menjadi semakin matang. Tentunya ini bukan sesuatu yang bisa dikuasai secara instant. yaitu “Biaya Telepon” sebesar 35. Butuh waktu. SLI atau handphone harus via operator (front office) dengan approval dari manajer. sehingga bisa menjalankan fungsi dengan baik. tidak ada cara selain “Learn as you go. Untuk mencegah agar tidak tejadi lagi di masa yang akan datang. Sedangkan untuk staff.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful