P. 1
Audit

Audit

|Views: 96|Likes:
Published by Qiqi Baihaqi
Sampling audit dalam pengujian pengendalian
Sampling audit dalam pengujian pengendalian

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Qiqi Baihaqi on Jan 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/03/2013

pdf

text

original

BAB X SAMPLING AUDIT DALAM PENGUJIAN PENGENDALIAN

KONSEP-KONSEP DASAR SAMPLING AUDIT Sampling audit yaitu penerapan prosedur audit terhadap unsur-unsur suatu saldo rekening atau kelompok transaksi yang kurang dari seratus persen dengan tujuan untuk menilai beberapa karakteristik saldo rekening atau kelompok transaksi tersebut. Sampling ini dapat ditetapkan baik dalam pengujian pengendalian maupun pengujian subtantif. Walaupun sampling tidak dapat diterapkan pada semua prosedur audit yang biasa dipakai dalam melaksanakan pengujian. Ketidakpastian dan Sampling Audit Penentuan risiko pengendalian yang dilakukan auditor berpengaruh terhadap sifat, saat, dan luasnya prosedur pengauditan yang akan digunakan. Auditor dapat dibenarkan untuk menerima sejumlah ketidakpastian, apabila menurut pertimbangannya biaya dan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pemeriksaan 100% akan besar dari pada akibat sebaliknya dari kemungkinan memberikan pendapat yang keliru berdasarkan pemeriksaan hanya atas suatu sampel data. Atas dasar alasan itulah sampling banyak digunakan dalam pengauditan. Sampling audit diterapkan pada dua komponen risiko audit : 1. Risiko pengendalian Risiko bahwa pengendalian intern tidak akan dapat mendeteksi atau mencegah salah saji material dalam asersi-asersi laporan keuangan. 2. Risiko deteksi Risiko bahwa salah saji material tidak dapat ditemukan oleh auditor. Risiko Sampling dan Risiko Non Sampling Risiko Sampling Risiko sampling adalah kemungkinan bahwa suatu sampling yag telah diambil dengan benar tidak mewakili populasi. Risiko sampling timbul dari kemungkinan bahwa, jika suatu pengujian atas pengendalian atau pengujian substantif terbatas pada sampel. Dua tipe risiko sampling yang bisa terjadi : Pengujian Pengendalian 1. Risiko penentuan tingkat risiko pengendalian yang terlalu rendah (risk of assessing control risk too low), yaitu risiko menentukan tingkat risiko pengendalian, berdasarkan hasil sampel, terlalu rendah dibandingkan dengan efektivitas operasi prosedur atau kebijakan struktur pengendalian yang sesungguhnya. 2. Risiko penentuan tingkat risiko pengendalian yang terlalu tinggi (risk of assessing control risk too high), yaitu risiko menentukan tingkat 1 Feel What I Feel. . . Havid Lutvi S.

Risiko keliru menerima (risk of incorrect acceptance) 2.risiko pengendalian. Sumber risiko sampling meliputi : Kesalahan manusia Ketidaktepatan penerapan prosedur audit terhadap tujuan audit Kesalahan dalam menafsirkan hasil sampel Kesalahan karena mengandalkan pada informasi keliru yang diterima dari pihak lain Risiko non sampling tidak bisa diukur secara matematis. Risiko keliru menolak (risk of incorrect rejection) Risiko Non Sampling Risiko non sampling meliputi semua aspek risiko audit yang tidak berkaitan dengan sampling. Pengujian Substantif 1. . terlalu tinggi dibandingkan dengan efektivitas operasi prosedur atau kebijakan struktur pengendalian yang sesungguhnya. Risiko Sampling Untuk Pengujian Pengendalian Dan Pengujian Substantif Jenis Risiko Sampling Untuk Pengujian Pengendalian Keefektifan Operasi Sesungguhnya Kebijakan Atau Prosedur Struktur Pengendalian Intern Klien Cukup untuk penetapan tingkat resiko pengendalian direncanakan Tidak Cukup untuk penetapan tingkat resiko pengendalian direncanakan Resiko penetapan resiko pengendalian terlalu rendah (Audit tidak efektif) Mendukung penetapan tingkat resiko pengendalian direncanakan Keputusan yang benar Penetapan tingkat resiko pengendalian berdasarkan sampel Resiko penetapan resiko pengendalian terlalu tinggi (Audit tidak efisien) Keputusan yang benar Mendukung penetapan tingkat resiko pengendalian direncanakan 2 Feel What I Feel. . . Havid Lutvi S. berdasarkan hasil sampel.

. auditor menentukan ukuran sampel dan mengevaluasi hasil sampel sepenuhnya berdasarkan kriteria subyektif serta pengalamannya. Dalam sampling nonstatistik. . Pemilihan antara kedua tipe tersebut didasarkan atas pertimbangan biaya dan manfaat. Havid Lutvi S.Jenis Resiko Sampling Untuk Pengujian Substantif Saldo rekening menurut catatan klien yang ditetapkan dengan benar Salah saji tidak material Mendukung kesimpulan bahwa saldo rekening tidak salah saji material Keputusan yang benar Salah saji material Resiko keliru menerima (Audit tidak efektif) Estimasi sampel tentang saldo rekening atau kekeliruan dalam saldo rekening Resiko keliru menolak (Audit tidak efisien) Keputusan yang benar Mendukung kesimpulan bahwa saldo rekening salah saji material Sampling Non Statistik Dan Sampling Statistik Perbedaan pokok antara keduanya adalah bahwa dalam sampling statistik digunakan hokum probabilitas untuk mengendalikan risiko sampling. . Sampling statistik akan bermanfaat bagi auditor dalam : Merancang sampel yang efisien Mengukur kecukupan bukti yang diperoleh Menilai hasil sampel 3 Feel What I Feel.

Gambar Audit Statistik Dan Nonstatistik Menentukan tujuan pengujian Menentukan prosedur untuk mencapai tujuan Berapa banyak unsur yang harus diberikan Samp el Jenis sampling Semua unsur Statistik Nonstatistik Menentukan ukuran sampel berdasarkan pertimbangan yang secara implisit memasukkan faktorfaktor yang relevan Menentukan ukuran sampel berdasarkan pertimbangan yang secara implisit memasukkan faktorfaktor yang relevan Memilih sampel yang representasi berdasarkan pertimbangan Memilih sampel yang representasi berdasarkan pertimbangan Menerapkan prosedur audit Menerapkan prosedur audit Menilai hasil secara statistik dan pertimbangan Menilai hasil berdasarkan pertimbangan Mendokumentasika n kesimpulan 4 Feel What I Feel. . Havid Lutvi S. . .

Sampling variabel Perbedaan pokok antara kedua tehnik tersebut : Tehnik sampling Sampling atribut Jenis pengujian Pengujian pengendalian Tujuan Untuk menaksir tingkat deviasi dari pengendalian yang telah ditetapkan dalam suatu populasi Untuk menaksir jumlah total rupiah suatu populasi atau jumlah rupiah kekeliruan dalam suatu populasi Sampling variable Pengujian substantif PERANCANGAN PENGENDALIAN SAMPEL ATRIBUT UNTUK PENGUJIAN Tahapan-tahapan dalam rencana sampling statistik untuk pengujian pengendalian yaitu : 1. Sampling atribut 2. Merumuskan populasi dan unit sampling. . 2. . . Hasil pengujian pengendalian yang dimasukkan ke dalam rencana sampling atribut selanjutnya digunakan untuk menentukan risiko pengendalian untuk asersi-asersi saldo rekening yang bersangkutan yang dipengaruhi oleh kelompok transaksi tersebut. Perumusan populasi meliputi pertimbangan tentang homogenitas populasi dalam hubungannya dengan pengendalian yang akan diuji. Populasi adalah kelompok transaksi yang akan diuji. Menentukan tujuan audit. Tujuan utama pengujian pengendalian adalah menevaluasi keefektifan rancangan dan pengoperasian pengendalian intern. Auditor harus menentukan bahwa perwujudan fisik dari populasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai oleh rencana. 5 Feel What I Feel. Havid Lutvi S. Sampel ditunjukkan untuk memperkirakan : Tingkat deviasi (penyimpangan) Jumlah rupiah Tehnik-tehnik sampling tersebut : 1.Tehnik-Tehnik Sampling Audit Auditor bisa menggunakan sampling untuk memperoleh informasi tentang berbagai macam karakteristik populasi yang berbeda-beda.

6 Feel What I Feel. . Tingkat deviasi bisa ditoleransi. . Menentukan ukuran sampel. suatu ayat dalam sebuah jurnal atau register. Untuk dapat menentukan suatu ukuran sampel bagi setiap atribut atau pengendalian yang akan diuji. Verifikasi bagian faktur mengenai harga dan ketelitian perhitungan dalam faktur penjualan. Atibut adalah karakteristik dalam populasi yang akan diuji. Persetujuan kredit dari personil departemen kredit yang berwenang. dan harga. Havid Lutvi S. Kecocokan detil jurnal penjualan dan pembukuan ke buku besar pembantu dengan faktur penjualan. Atribut harus diidentifikasi untuk setiap pengendalian yang diperlukan guna mengurangi risiko pengendalian atas suatu asersi. suatu baris tertentu dalam suatu dokumen. atau suatu record dalam suatu file computer. Suatu unit sampling bisa berupa dokumen. order penjualan. 3. keterangan. Verifikasi departemen order penjualan mengenai kesesuaian antara order penjualan dengan pesanan dari pembeli mengenai kuantitas. Tingkat deviasi populasi diharapkan.Unit sampling adalah suatu elemen individual dalam populasi. . Verifikasi departemen pengiriman tentang barang yang dikirimkan dan order penjualan. Efisiensi akan tercapai apabila unsur dapat digunakan untuk mengevaluasi efektivitas pengendalian untuk berbagai asersi. auditor harus merumuskan suatui nilai berupa angka (numerical value) untuk setiap faktor berikut : Risiko penetapan risiko pengendalian terlalu rendah. Atribut yang berkaitan dengan prosedur pengendalian yang membentuk alur bukti dokumen pelaksanaan transaksi : Atribut 1 Penjelasan tentang Atribut Keberadaan salinan faktur penjualan beserta dokumen pengiriman pendukung. Otorisasi penjualan dari pegawai bagian penjualan yang berguna. 2 3 4 5 6 7 8 4. dan pesanan dari pembeli. Unit sampling bisa mempunyai pengaruh signifikan terhadap efisiensi audit. Verifikasi bagian faktur tentang kesesuaian antara faktur penjualan dengan dokumen pengiriman dan order penjualan. Menetapkan atribut-atribut.

Menetapkan kolom yang sesuai dengan tingkat deviasi yang bisa ditoleransi yang telah ditetapkan.00 1.00 1. b. d. c.00 5.50 2. .50 3.00 Tabel 2.Tabel Ukuran Sampel Cara penggunaan table : a. Tabel Ukuran Sampel Ukuran Sampel Statistik Untuk Pengujian Pengendalian (untuk populasi > 5000 unit) Tabel 1.00 4. .00 5. Membaca ukuran sampel yang terletak pada persilangan antara kolom dan baris yang ditetapkan pada tahap dua atau tiga di atas.00 4. Resiko Penetapan Resiko Pengendalian Terlalu Rendah 5% Tingkat Deviasi Populasi diharapkan (%) 2% 149 * * * * * * * * * 3% 99 157 * * * * * * * * Tingkat Deviasi Bisa Ditoleransi 4% 5% 6% 7% 8% 74 117 156 192 * * * * * * 59 93 93 124 181 * * * * * 49 78 78 103 127 150 195 * * * 42 66 66 66 88 109 129 * * * 36 58 58 58 77 77 95 146 * * 9% 52 51 51 51 68 68 84 103 158 * 10% 29 46 46 46 46 61 61 89 116 179 0. Havid Lutvi S.00 2.00 0.00 0. Menetapkan baris yang berisi tingkat deviasi populasi yang diharapkan.00 2.50 2.50 1. . Memilih table yang sesuai dengan risiko yang ditetapkan untuk penentuan risiko pengendalian terlalu rendah. Resiko Penetapan Resiko Pengendalian Terlalu Rendah 10% Tingkat Deviasi Populasi diharapkan (%) 2% 114 194 * * * * * * * 3% 76 129 176 * * * * * * Tingkat Deviasi Bisa Ditoleransi 4% 5% 6% 7% 8% 57 96 96 132 198 * * * * 45 77 77 105 132 158 * * * 38 64 64 64 88 110 132 * * 32 55 55 55 75 75 94 149 * 28 48 48 48 48 65 65 98 160 9% 25 42 42 42 42 58 58 73 115 10% 29 38 38 38 38 38 52 65 78 0.50 1.00 6.50 3.00 7 Feel What I Feel.

. Dalam memutuskan tingkat yang bisa ditoleransi. . Tujuan evaluasi yang dilakukan oleh auditor.0 2. Havid Lutvi S.0 Ukuran sampel 156 127 77 88 Tabel untuk tambahan nilai risiko penentuan risiko pengendalian terlalu rendah dapat diperoleh dalam Auditing and Accounting Guide: Audit Sampling yang diterbitkan oleh AICPA.6.00 * * * * * * * 182 116 Risiko penetapan risiko pengendalian terlalu rendah (%) 5 5 10 10 Tingkat devisiasi bisa ditoleransi (%) 4 6 5 6 Tingkat devisiasi populasi diharapkan 1. yang berkaitan dengan efektifitas audit. auditor harus mempertimbangkan hubungan dari masing-masing deviasi terhadap : Catatan akuntansi yang diuji. Risiko Penetapan Risiko Pengendalian Terlalu Rendah Ada dua tipe risiko sampling yang berhubungan dengan pengujian pengendalian : 1. 2. Tingkat Deviasi Bisa Diterima Tingkat deviasi bisa diterima adalah tingkat deviasi maksimum dari suatu pengendalian yang akan diterima oleh auditor dam masih menggunakan risiko pengendalian direncanakan. Risiko penetatan risiko pengendalian terlalu rendah.0 2. Risiko penetatan risiko pengendalian terlalu tinggi. .0 1. yang berhubungan dengan efisiensi audit. The Audit Sampling Guide memberikan pedoman berikut mengkuantifikasi suatu rentang tingkat deviasi yang bisa ditoleransi : Risiko pengendalian direncanakan Rendah Moderat tinggi Tingkat deviasi bisaditoleransi Rentang (%) 2-7 6-12 11-20 untuk 8 Feel What I Feel. Setiap pengendalian yang berkaitan.

Menentukan metoda pemilihan sampel. dan selanjutnya digunakan formula atau berbagai table untuk ukuran populasi yang berbeda. Ukuran Populasi Ukuran populasi tidak berpengaruh atau hanya mempunyai pengaruh yang kecil terhadap ukuran sampel. . Tingkat deviasi populasi diharapkan memiliki arti penting dan berhubungan langsung dengan ukuran sampel. auditor menggunakan : Tingkat deviasi tahun lalu. Hubungan terhadap ukuran sampel Terbaik Terbaik Langsung Tidak berpengaruh Langsung 9 Feel What I Feel.000 unit ke atas Lebih kecil dari 5. Faktor-faktor yang mempengaruhi ukuran sampel. .000 unit Sampling Nomor Acak Syarat menggunakan sampling nomor acak: Audit harus memiliki suatu dasar untuk mengaitkan suatu nomor yang khas untuk setiap unsur dari populasi. . 5. disesuaikan dengan pertimbangan auditor untuk perubahan dalam efektivitas pengendalian pada tahun ini. Faktor Risiko penetapan risiko pengendalian terlalu rendah Tingkat deviasi bisa ditoleransi Tingkat deviasi populasi diharapkan Ukuran populasi : 5.Tingkat Deviasi Populasi Diharapkan Untuk menaksir tingkat deviasi populasi diharapkan. Penentuan ukuran sampel harus dilakukan melalui estimasi yang lebih mendekati ukuran populasi. Unsur sampel harus dipilih dengan cara sedemikian rupa sehingga apa yang terkandung dalam sampel mewakili populasi. Metoda pemilihan secara acak paling banyak digunakan dalam sampling atribut adalah sampling nomor acak (random number sampling) dan sampling sistematik (systematic sampling). Tingkat tertentu yang diperoleh pada sampel pendahuluan kuranglebih 50 unsur. Havid Lutvi S. Estimasi semat-mata didasarkan pada penilaian auditor atas pengendalian tahun ini.

Bila unit sanpel berupa dokumen. . Havid Lutvi S. . Dalam menggunakan table. Tabel statiatik digunakan auditor untuk menentukan ukuran sampel dan biasanya didasarkan pada sampling dengan pengganti. auditor hanya tinggal menghitung setiap unsur ke n. Tidak perlu memberi nomor pada unsut-unsur dalam populasi. diringkas. Dalam pemakaian table nomor acak. Mengevaluasi hasilnya berarti menentukan apakah sampel mendukung atau tidak mendukung risiko pengendalian direncanakan berdasarkan frekuensi deviasi dari pengendalian yang diobservasi dalam sampel. Menghitung Deviasi Sampel. Faktor-faktor dalam melakukan evaluasi: 1. bisa terjadi nomor yang sama ditarik lebih dari satu kali. atau terdapat unsur yang tidak sesuai dan telah ikut terpilih sebagai sampel. dan kekeliruan perhitungan yang ditemukan melalui pengerjaan ulang yang dilakukan auditor. tidak ada paraf yang menunjukkan bahwa pengendalian telah dilakukan. Jika nomor tersebut diabaikan.Audit melakukan pemilihan nomor-nomor untuk memilih unsurunsur individual yang akn menjadi sampel. Tingkat deviasi sampel dihitung dengan membagi jumlah deviasi yang ditemukan dengan ukuran sampel yang 10 Feel What I Feel. auditor bisa memilih suatu jumlah yang sedikit lebih banyak dari jumlah yang diminta. maka disebut sampling tanpa pengganti. terdapat selisih antara detil dokumen yang bersangkutan dengan catatan. maka interval dapat dihitung dengan cara membagi ukuran populasi dengan ukuran sampel. . dan dievaluiasi. Sampling Sistematik Sampling sistematik meliputi pemilihan unsur ke n dalam populasi dari satu atau lebih nomor acak awal. Melaksanakan rencana sampling. Keuntungan utama pemilihan sampel sistematik: Tidak banyak memakan waktu dibandingkan dengan metoda sampel lainnya. harga tidak diotorisasi. auditor harus: Menetapkan titik awal dalam table secara sembarang. 7. Melaksanakan sampel berarti melakukan pengambilan unsur-unsur yang terpilih untuk menjadi sampel dan melakukan pengujian pengendalian unsurunsur tersebut. Menentukan arah atau rute untuk membaca tabel. “Kelebihan” akan digunakan untuk mengganti dokumen yang dibatalkan. Deviasi yang ditemukan dalam sampel harus ditabulasi. Deviasi bisa berupa dokumen hilang. Intervala antara unsur yang satu dengan unsur yang lain disebut skip interval. Apabila hanya digunakan satu nomor acak awal. 6. Mengevaluasi hasil sampel.

Untuk menggunakan tabel auditor harus: Memilih tabel yang sesuai dengan risiko penetuan risiko pengendalian terlalu rendah. Jika deviasi menunjukan pola yang sistematis. Interpolasi Mencari tabel yang lebih luas / besar. Apabila ukuran sampel yang digunakan tidak tercantum dalam tabel evaluasi. Deviasi yang tidak sistematis biasanya hanya merupakan kejadian sesaat dan tidak sengaja. 3. Menentukan baris yang berisi ukuran sampel yang digunakan. atau menggunakan program computer yang akan menghasilkan batas atas untuk segala ukuran sampel. . Auditor harus mempertimbangkan apakah deviasi akan mempunyai pengaruh langsung terhadap laporan keuangan. Batas atas dinyatakan dalam presentase dan sering juga disebut tingkat deviasi maksimum populasi. Cadangan untuk risiko sampling ditambahkan pada tingkat deviasi sampel sehingga bisa ditetapkan batas atas deviasi yang akan lebih besar dari tingkat deviasi populasi sesungguhnya.Batas atas deviasi menunjukkan tingkat deviasi maksimum dalam populasi berdasarkan jumlah deviasi yang ditemukan dalam sampel. 4. . tidak melebihi ukuran sampel sesungguhnya yang digunakan. Mempertimbangkan Aspek Kualitatif dari Deviasi. . 2. Batas atas deviasi digunakan untuk menentukan apak suatu sampel mendukung rencana risiko pengendalian. Menentukan Batas Atas Deviasi. maka cadangan untuk risiko sampling ditentukan dengan mengurangkan tingkat deviasi sampel dari batas atas deviasi. maka auditor bisa: Menggunakan ukuran sampel terbesar dalam tabel.diperiksa. Havid Lutvi S. Batas atas deviasi yang ditentukan dari tabel secara implisit meliputi cadangan untuk risiko sampel. maka hal itu merupakan adanya petunjuk adanya pelanggaran serius terhadap pengendalian yang berakibat terjadinya kekeliruan disengaja. atau menyembunyikan transaksi tidak sah. Tingkat deviasi adalah estimasi terbaik auditor dengan tingkat deviasi sesungguhnya dalam populasi. Batas atas deviasi ditentukan dari tabel evaluasi. atau usaha untuk memanipulasi data. 11 Feel What I Feel. Dasar evaluasi yang dilakukan auditor harus didokumentasi dalam kertas kerja. Membaca batas atas deviasi dari perpotongan antara kolom dan baris yang ditentukan dalam langkah dua dan tiga. Menetukan kolom yang berisi jumlah deviasi yang sesungguhnya yang ditemukukan dalam sampel. Menentukan Cadangan untuk Risiko Sampling. Apabila digunakan tabel evaluasi.

. pertimbangan profesional untuk membuat penetapan akhir risiko pengendalian dan untuk pengendalian yang diwakili oleh atribut – atribut yang termasuk dalam rencana sampling. 3. Sampling Blok Metoda ini terdiri dari pemilihan transaksi yang serupa yang terjadi dalam suatu periode waktu tertentu. Menginginkan tambahan bukti pada kasus tertentu untuk menentukan apakah ketidakberesan yang telah diketahui merupakan suatu kejadian kebetulan atau merupakan bagian dari pola yang berulang. Merumuskan Kesimpulan. Risiko penetapan risiko pengendalian terlalu rendah. Mengevaluasi Hasil Sampling Dalam sampling nonstatistik. Tingkat deviasi bisa ditoleransi. Sampling temuan akan berguna bila auditor: Memeriksa populasi yang besar dan terdiri dari unsur-unsur yang berisi proporsi risiko pengendalian sangat tinggi. JENIS SAMPLING LAINNYA 1. Auditor menggunakan hasil sampel. 2. Menduga bahwa ketidakberesan telah terjadi. Batas atas deviasi 12 Feel What I Feel. Sampling Sembarang Metoda ini menyangkut pemilihan unsur-unsur sekenanya. auditor tidak menentukan: 1. pengetahuan tentang lingkungan pengendalian dan sistem akuntansi. Sampling Nonstatistik Perbedaan besar antara sampling nonstatistik dan sampling statistik dalam melaksanakan langkah-langkah sampling: Menentukan Ukuran Sampel Determinan utama dari ukuran sampel dalam sampling nonstatistik: 1. . Sampling Temuan Sampling temuan (discovery sampling) adalah suatu bentuk sampling atribut yang dirancang untuk melokalisasi paling sedikit satu penyimpangan. apabila tingkat deviasi dalam populasi berada pada atau di atas tingkat yang ditetapkan. . Dan apabila hasil akhir risiko pengendalian tidak sesuai dengan yang direncanakan pada tahap awal. atau hal lainnya. 2. maka auditor harus merevisi strategi tersebut. 2. Metoda sampling ini digunakan untk mencari deviasi-deviasi penting yang bisa memberi petuntuk adanya ketidakberesan. Tingkat deviasi populasi diharapkan untuk setiap atribut . tanpa memperhatikan nomor dokumen. Havid Lutvi S. Menentukan Metoda Pemilihan Sampel 1. jumlah.5.

Selisihnya bisa dipandang sebagai suatu cadangan untuk risiko sampling. Auditor harus mempertimbangkan aspek kualitatif atas deviasi yang ditemukan dalam suatu sampel. beserta frekuensi terjadinya deviasi. . Havid Lutvi S. Auditor harus mengaitkan tingkat deviasi yang ditemukan dalam sampel dengan tingkat yang bisa ditoleransi tertentu yang bersangkutan dalam menentukan ukuran sampel. Secara statistik menetapkan cadangan untuk risiko sampling yang berhubungan dengan suatu hasil sampel dan risiko penentuan risiko pengendalian terlalu rendah tertentu. Dalam melakukan penilaian atas hasil sampel nonstatistik. . 13 Feel What I Feel.2. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->