P. 1
Evaluasi Tingkat Keberlanjutan Obyek Wisata Trans Studio Bandung

Evaluasi Tingkat Keberlanjutan Obyek Wisata Trans Studio Bandung

|Views: 1,630|Likes:

Urban Planning. Sustainable Tourism

Urban Planning. Sustainable Tourism

More info:

Published by: Ainun Dita Febriyanti on Jan 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

02/15/2015

Perencanaan Pariwisata

Evaluasi Tingkat Keberlanjutan Obyek Wisata Trans Studio Bandung

Disusun Oleh : Alifiana Hafidian R. Sisca Henlita Hesti Martadwiprani Ainun Dita Febriyanti M. Emil Widya P. Devi Andalusia Ivan Agusta Farizkha Daniel Yedidia W. Dwi Retno Ariyanti

3609 100 012 3609 100 013 3609 100 014 3609 100 019 3609 100 021 3609 100 031 3609 100 035 3609 100 039 3609 100 041

Dosen Pembimbing : Dian Rahmawati, ST, MT.

Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota - 2013

Perencanaan Pariwisata – Kawasan Pariwisata Buatan

KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkah dan rahmat-Nyalah tugas Perencanaan Pariwisata “Evaluasi Tingkat Keberlanjutan Obyek Wisata Trans Studio Bandung” ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Adapun tujuan dari makalah ini adalah sebagai salah satu bentuk pemenuhan tugas mata kuliah perencanaan pariwisata . Di dalam laporan ini, kami memaparkan mengenai karakteristik dan komponen pariwisata buatan serta evaluasi keberlanjutan obyek wisata buatan tersebut. Tidak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini: 1. Ibu Dr. Ir. Rimadewi Supriharjo, MIP. sebagai dosen koordinator mata kuliah Perencanaan Pariwisata. 2. Ibu Dian Rahmawati, ST, MT. sebagai dosen pembimbing mata kuliah Perencanaan Pariwisata yang telah membimbing kami dalam menyelesaikan laporan ini. 3. Rekan-rekan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota angkatan 2009 4. Pihak-pihak yang telah membantu dalam proses penyusunan laporan ini Kami menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu, kami mengharapkan saran dan kritik dari pembaca. Semoga laporan ini bermanfaat bagi kita semua.

Surabaya, Januari 2013

Penyusun

1

Perencanaan Pariwisata – Kawasan Pariwisata Buatan

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .................................................................................................. 1 DAFTAR ISI ............................................................................................................... 2 BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................. 3 1.1 Latar Belakang .............................................................................................. 3 1.2 Tujuan dan Sasaran ...................................................................................... 3 1.3 Ruang Lingkup .............................................................................................. 4 1.4 Sistematika Penulisan ................................................................................... 4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA ................................................................................... 5 2.1 Konsep Sustainable Tourism ........................................................................ 5 2.2 Kawasan Pariwisata Buatan (Built Environment) .......................................... 6 BAB III GAMBARAN UMUM ..................................................................................... 8 3.1 Kawasan Pariwisata Buatan di Indonesia ..................................................... 8 3.2 Kawasan Pariwisata Buatan Trans Studio Bandung ..................................... 9 3.3 Kawasan Pariwisata Buatan Universal Studio............................................. 16 3.3.1 Sejarah dan Kondisi ............................................................................. 17 3.3.2 Sarana dan Prasarana.......................................................................... 18 BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISA ................................................................. 21 4.1. Pembahasan ............................................................................................... 21 4.1.1. Karakteristik Pariwisata Buatan ............................................................ 21 4.1.2. Komponen Obyek Pariwisata Buatan ................................................... 22 4.2. Analisa ........................................................................................................ 23 4.2.1. Comparison Study ................................................................................ 23 4.2.2. Evaluasi Tingkat Keberlanjutan Obyek Wisata Trans Studio Bandung 25 BAB V PENUTUP .................................................................................................... 26 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 27

2

Perencanaan Pariwisata – Kawasan Pariwisata Buatan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pariwisata adalah keseluruhan dari elemen-elemen terkait (wisatawan, daerah tujuan wisata, perjalanan, industri, dan lain-lain) yang merupakan akibat dari perjalanan wisata ke daerah tujuan wisata sepanjang perjalanan tersebut tidak permanen (Murphy dalam Pitana dan Gayatri, 2005). Kegiatan pariwisata ini bukan suatu kewajiban dan umumnya dilakukan pada saat seseorang bebas dari pekerjaan yang wajib dilakukan untuk menjelajahi wilayah yang baru, mendapat perjalanan baru, atau untuk mencari perubahan suasana (Urry, 1990; Robinson, 1976; Murphy, 1985). Berbicara mengenai pariwisata, di dalamnya mencakup berbagai upaya pemberdayaan, usaha pariwisata, objek dan daya tarik wisata serta berbagai kegiatan dan jenis usaha pariwisata. Smith (1989) dalam Wardiyanta (2006) menyatakan bahwa secara substansi, pariwisata merupakan bagian dari budaya suatu masyarakat, yaitu berkaitan dengan cara penggunaan waktu senggang yang dimiliki seseorang. Pariwisata dapat disoroti dari berbagai sudut pandang karena kekompleksitasannya. Kompleksitas yang terkandung dalam pariwisata misalnya pariwisata sebagai pengalaman manusia, pariwisata sebagai perilaku sosial, pariwisata sebagai fenomena geografik, pariwsata sebagai sumber daya, pariwisata sebagai bisnis, dan pariwisata sebagai industri. Pariwisata memiliki beragam bentuk dan jenis, seperti pariwisata alam, pariwisata budaya, pariwisata minat khusus, pariwisata kota, dan pariwisata buatan (built environtment). Salah satu bentuk pariwisata adalah pariwisata buatan (built environment). Pariwisata bentuk ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di suatu wilayah yang tidak memiliki potensi asli yang dapat dikembangkan menjadi objek wisata. Dengan adanya pariwisata ini diharapkan akan meningkatkan pendapatan asli daerah dengan menarik pengunjung dari wilayah lain. Indonesia sebagai negara berkembang memiliki potensi wisata buatan yang dapat dijadikan sebagai pariwisata dalam skala internasional, salah satunya adalah Trans Studio Bandung. Untuk mewujudkan kawasan pariwisata tersebut diperlukan suatu kajian melalui comparison study guna mengetahui tingkat keberlanjutan obyek wisata buatan yang ada. 1.2 Tujuan dan Sasaran Tujuan dari penulisan makalah ini adalah mengevaluasi keberlanjutan obyek wisata buatan Trans Studio Bandung dengan comparation study pada obyek wisata Universal Singapura. Sedangkan sasaran dari penulisan makalah ini adalah: 1. Mengidentifikasi karakteristik dan komponen pariwisata buatan Trans Studio Bandung

3

Perencanaan Pariwisata – Kawasan Pariwisata Buatan

2. Mengetahui potensi dan masalah dalam pengembangan kegiatan pariwisata buatan di Trans Studio Bandung 3. Mengkomparasi keberlanjutan kegiatan pariwisata di Trans Studio Bandung dengan Universal Studio 1.3 Ruang Lingkup Ruang lingkup wilayah dalam makalah ini adalah kawasan pariwisata Trans Studio Bandung, sedangkan ruang lingkup pembahasannya adalah meliputi gambaran umum wilayah studi, kajian konsep suistainable tourism, dan evaluasi kegiatan pariwisata. Sistematika Penulisan Penyusunan makalah ini mengikuti sistematika penulisan sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi tentang latar belakang, tujuan dan sasaran, ruang lingkup, serta sistematika penulisan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini berisi tentang teori yang akan dipakai dalam hal ini konsep sustainable tourism dan pariwisata buatan. BAB III GAMBARAN UMUM Bab ini menjelaskan karakteristik dan komponen pariwisata buatan Trans Studi Bandung dan Universal Studio BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISA Bab ini berisi tentang analisa evaluasi keberlanjutan dari obyek wisata buatan melalui pendekatan comparison study. BAB V PENUTUP Bab ini berisi tentang kesimpulan dalam evaluasi keberlanjutan obyek wisata buatan Trans Studio Bandung.

1.4

4

Perencanaan Pariwisata – Kawasan Pariwisata Buatan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Sustainable Tourism Sebelum melakukan pengembangan pariwisata, khususnya aspek-aspek paiwisata, ada dua hal yang harus terpenuhi, diantaranya adalah hospitality service dan travel experience. Hospitality service merupakan pelayanan keramahtamahan dari tuan rumah. Maksudnya adalah dalam pengembangan kawasan wisata, harus dipastikan bahwa pengunjung akan mendapatkan pelayanan keramahtamahan dari tuan rumah, selaku penyedia obyek wisata. Dengan adanya pelayanan keramahtamahan tersebut, pengunjung akan dapat merasakan kepuasan atas kunjungannya yang berdampak pada keinginan pengunjung untuk mengunjungi kawasan wisata tesebut di kemudian hari. Sedangkan Travel Experience adalah suatu pengalaman perjalanan pengunjung dalam mengunjungi kawasan wisata, maksudnya adalah dalam melakukan kunjungan wisata sedapat mungkin tuan rumah, dalam hal ini pengelola kawasan wisata, harus menyediakan suatu pengalaman perjalanan semenarik mungkin kepada pengunjung tentang keunggulan kawasan wisata tersebut agar pengunjung dapat memperoleh pengalaman yang tidak akan terlupaakan setelah melakukan kunjungan wisata ke kawasan tersebut. Wujud Hospitality service dan Travel experience dapat dituangkan dalam aspek-aspek pariwisata, diantaranya: daya tarik wisata, fasilitas, infrastruktur, transportasi, aktifitas pendukung kepariwisataan, promosi, guide, keamanan, dan kenyamanan. Secara lebih pada konsep spasial Smith (1980 dalam Kiptiya 2010) juga memaparkan bahwa daerah wisat juga memiliki klasifikasi dalam menentukan zonasi, berikut pembagiannya : a) Zona inti, mengandung daya tarik yang sangat kuat bagi pengunjung, sehingga suatu kawasan ini dijadikan sebagai daerah inti. b) Zona pendukung Langsung, merupakan pusat pelayanan kegiatan pariwisata dan daya tarik pendunkung yang menjadi produk industry pariwisata. c) Zona Pendukung tidak langsung, merupakan daerah sekitaran kawasan wisata yang masing terkena pengaruh dan dampak dari kegiatan pariwisata secara tidak langsung. Berdasarkan uraian di atas maka dapat diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan pariwisata, antara lain : 1. Daya tarik wisata 2. Pengelolaan obyek pariwisata a. Koordinasi pihak pengelola b. Promosi 3. Prasarana dan sarana a. akomodasi wisata b. sarana penunjang
5

Perencanaan Pariwisata – Kawasan Pariwisata Buatan

c. utilitas d. fasilitas sosial e. transportasi Dalam pengelolaan pariwisata berkelanjutan, perlu memperhatikan tiga unsur utama, yaitu ekologi, sosial, dan ekonomi. ● Ekologi merupakan kajian pariwisata berkelanjutan yang menekankan pada kelestarian lingkungan atau dampak adanya obyek wisata terhadap lingkungan alamiah ● Sosial merupakan kajian dari segi pemberdayaan masyarakatnya, dan bagaimana adanya pariwisata tersebut turut menyejahterakan masyarakat yang ada di sana. ● Ekonomi merupakan kajian dari segi kontribusi sektor pariwisata terhadap pendapatan asli daerah dan juga pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. 2.2 Kawasan Pariwisata Buatan (Built Environment) Produk industri pariwisata meliputi keseluruhan pelayanan yang diperoleh, dirasakan atau dinikmati wisatawan (Yoeti, 1985). Aspek yang terkait dengan sumberdaya wisata (tourism resources), yaitu segala sesuatu yang terdapat di daerah tujuan wisata yang merupakan daya tarik tujuan wisata. Berikut adalah faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam melakukan evaluasi terhadap suatu objek wisata buatan : 1. Aspek Lingkungan Buatan (man-made supply) Aspek lingkungan buatan menurut Yoeti (1985), merupakan segala sesuatu yang terdapat di daerah tujuan wisata yang merupakan buatan manusia. Kriteria-kriteria yang termasuk dalam lingkungan buatan adalah: a) Atraksi Wisata, yang memiliki definisi segala sesuatu sajian wisata yang dipersiapkan terlebih dahulu agar dapat dilihat dan dinikmati. Atraksi wisata dapat berupa tari-tarian, nyanyian, kesenian rakyat tradisional, upacara adat, dan lain-lain. b) Benda-benda tradisional, yaitu berupa faktor benda-benda bersejarah, kebudayaan dan keagamaan,. c) Hospitality (penerimaan), yaitu berkaitan dengan tata cara hidup tradisional dari masyarakat yang merupakan salah satu sumber yang amat penting untuk ditawarkan kepada wisatawan. 2. Aspek Prasarana dan Sarana Wisata Aspek prasarana dan sarana dinilai berdasarkan faktor-faktor kualitas yang terdiri sarana wisata dan transportasi. Hal-hal yang berkaitan dengan sarana dan prasarana wisata terkait beberapa atribut, yaitu : a) Recreative and Sportive atau sarana rekresi, yaitu semua fasilitas yang dapat digunakan untuk tujuan rekreasi dan olah raga. Jika dalam objek wisata TMII, aspek rekreatif yang didasarkan pada pengembangan rekreasi budaya.
6

Perencanaan Pariwisata – Kawasan Pariwisata Buatan

b) Residential Tourist Plant, yaitu fasilitas yang dapat menampung kedatangan wisatawan yang berbentuk akomodasi wisata. Fasilitas ini terdiri dari penginapan hotel atau tempat makan atau restoran. c) Sarana pelengkap atau penunjang kepariwisataan (suplementing tourism superstructure), sarana pelengkap atau penunjang ini adalah tempat tempat yang menyediakan fasilitas untuk rekreasi yang fungsinya tidak hanya melengkapi sarana pokok kepariwisataan, tetapi yang terpenting adalah untuk membuat wisatawan dapat lebih lama tinggal di tempat wisata. d) Sarana penjualan yaitu berupa toko-toko yang menjual barang-barang souvenir atau benda-benda lainh khusus wisatawan. e) Utilitas, yaitu terkait dengan ketersediaan listrik dan sanitasi seperti tersedianya toilet dan air bersih. f) Prasarana sosial yang juga sangat penting adalah sarana pendidikan dan kesehatan. g) Transportasi, pengangkutan yang dapat membawa wisatawan dari daerah asalnya menuju tempat wisata. Dalam aspek ini terdapat dua hal yang terkait yaitu ketersediaan sarana transportasi dan aksesibilitas. Sarana transportasi terkait dengan moda kendaraan yang digunakan dalam perjalanan menuju tempat wisata. Sedangkan aksesibilitas adalah kemudahan mencapai kawasan tujuan wisata. 3. Faktor Penentu Pengembangan Kawasan Wisata Terdapat beberapa faktor penting yang berpengaruh terhadap pengembangan kawasan wisata, antara lain : a) Daya tarik wisata, meliputi citra kawasan wisata, keadaan alam kawasan wisata, dan atraksi wisata b) Fasilitas wisata, meliputi sarana pokok pariwisata, sarana pelengkap pariwisata, dan sarana penunjang pariwisata. c) Infrastruktur wisata, meliputi prasarana ekonomi dan sosial pariwisata. d) Transportasi, meliputi aksesibilitas dan infrastruktur transportasi e) Pengelolaan, meliputi sumber daya manusia pegelola, koordinasi antar dinas diversifikasi paket wisata kelembagaan dan promosi. f) Sosial Budaya, meliputi partisipasi masyarakat, kebudayaan masyarakat.

7

Perencanaan Pariwisata – Kawasan Pariwisata Buatan

BAB III GAMBARAN UMUM 3.1 Kawasan Pariwisata Buatan di Indonesia Pariwisata menjadi aspek penting bagi suatu Negara di dunia internasional. Pariwisata juga dapat menjadi suatu komoditas yang dapat di jual sehingga dapat menghasilkan dan membawa kemajuan bagi suatu bangsa, bahkan dunia pariwisata dapat menjadi salah satu tolak ukur yang penting dalam menilai seberapa jauh perkembangan ataupun kemajuan suatu negara. Di samping itu, tidak hanya berpengaruh terhadap kondisi ekonomi dalam negara tersebut, akan tetapi juga sedikit banyak akan berdampak pada terjalinnya pola hubungan antar bangsa yang berkesinambungan. (Jurnal: Rusmansyah, 2006, Arahan Pengembangan Kawasan Kabupaten Bangka, Semarang). Pariwisata merupakan salah satu sektor pembangunan yang terus digalakkan oleh pemerintah Negara Indonesia. Hal ini disebabkan karena pariwisata mempunyai peran penting dalam pembangunan Indonesia khususnya sebagai penghasil devisa Negara di samping sektor MiGas atau menjadi penyumbang terbesar dalam perdagangan internasional dari sektor jasa (Soekadijo (2000:3). Indonesia merupakan sebuah Negara yang memiliki letak yang sangat strategis yaitu di antara dua benua dan dua samudra serta memiliki banyak potensi besar dalam sektor kepariwisataannya baik itu potensi alam, bahari, maupun wisatanya. Berdasarkan hal tersebut, Indonesia mampu menyerap wisatawan mancanegara untuk melakukan perjalanan dan kunjungan ke Indonesia sehingga menjadi salah satu alternatif untuk membantu dan meningkatkan perolehan atau pemasukan devisa Negara. Jadi sektor pariwisata diharapkan dapat memegang peranan penting dalam penyerapan tenaga kerja dan menunjang pendapatan daerah maupun nasional. Indonesia terdiri dari 17.000 pulau dengan 33 provinsi yang tentunya memiliki beranekaragaman potensi wisata dengan keunikannya masing-masing. Potensi sumber daya wisata alam, budaya dan buatan yang dimiliki Indonesia merupakan suatu daya tarik yang mampu menarik wisatawan (wisatawan nusantara atau wisatawan mancanegara) ke beberapa tempat wisata. Dari segi kondisi geografi, potensi wisata yang paling baik dan bisa dimanfaatkan di Indonesia adalah potensi alam. Akan tetapi seiring berkembangnya zaman, potensi kawasan wisata buatan pun turut maju dan berkembang. Seperti yang kita tahu, potensi wisata buatan yang paling bisa ditonjolkan di Indonesia sebut saja Trans Studio Bandung dan Makasar, Dunia Fantasi Jakarta, Jawa Timur Park, atau GWK di Bali. Kawasan – kawasan wisata buatan ini memiliki nilai banding yang bersaing jika disejajarkan dengan kawasan pariwisata buatan di negara lain terkait fasilitas, aksesibilitas dan atraksi yang disediakan.

8

Perencanaan Pariwisata – Kawasan Pariwisata Buatan

Pariwisata buatan Indonesia mengalami kenaikan dengan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia pada period januari-februari 2011 mencapai 3,6% dari 2.996 menjadi 3.104 orang. (sumber: BPS 2008, suaramerdeka.com). Namun disisi lain terdapat kekurangan yang masih harus diperhatikan terkait kondisi pariwisata buatan yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah masalah pencitraan Indonesia yang kurang kuat di mata internasional jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapore atau Malaysia. Misalnya saja Saat turis berpikir Malaysia, terbersit Malaysia Trully Asia. Saat berpikir Singapore, teringat Uniquely Singapore. Sedangkan tagline Indonesia masih berganti-ganti dalam beberapa tahun terakhir. Tahun 2001 masih Indonesia, just a smile way. Brand ini berubah di tahun 2003, dan terjadi dualisme di saat yang bersamaan, yakni Indonesia, the colour of life dan Indonesia, endless beauty of diversity. Hingga akhirnya 2004, muncul Indonesia, the ultimate in diversity. Bahkan sampai sekarang masih tidak banyak orang yang mengerti tagline ini. Selain itu, hal yang paling penting dan dilupakan adalah mengenai informasi. Kurangnya pemanfaatan teknologi terkait informasi ini kurang menunjang teknologi web pariwisata Indonesia tidak diketahui mana yang resmi dan dikelola pihak yang berkepentingan (kementrian budaya dan pariwisata). Sementara di Malaysia dan Singapore, web resmi sudah jelas dan mudah dicarinya. Hal ini sungguh sangat disayangkan mengingat pembangunan kawasan pariwisata buatan di Indonesia yang rata – rata perencanaannya sudah cukup matang terkait aksesibilitas, akomodasi dan atraksi yang disuguhkan. 3.2 Kawasan Pariwisata Buatan Trans Studio Bandung Keindahan panorama Bandung menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Dalam sejarah pada Pemerintahan Kolonial Belanda, Bandung pernah dijadikan obyek wisata yang diperuntukkan bagi bangsa-bangsa Eropa. Karena itulah tanah parahyangan yang sejuk dan mempesona tersebut mendapat julukan Paris Van Java. Beberapa perusahaan melakukan ekspansi bisnis di Bandung karena pesona kota tersebut. Kota Bandung menjadi daya tarik tersendiri bagi empat puluh juta penduduk Jawa Barat dan sekitar dua puluh juta penduduk Jabodetabek untuk dating berlibur dan menetap, termasuk untuk wisatawan asing. Beragam obyek wisata ditawarkan di Kota Bandung, seperti wisata kuliner, wisata agro, dan wisata belanja. Obyek wisata menarik terbaru adalah Trans Studio Bandung, sebuah kawasan terpadu yang sarat hiburan dan rekreasi untuk keluarga. Trans Studio Bandung berdiri diatas lahan seluas 4,4 hektar, dan merupakan kawasan hiburan berkelas internasional.

9

Perencanaan Pariwisata – Kawasan Pariwisata Buatan

Trans Studio Bandung adalah Indoor Theme Park ke dua di Indonesia setelah Makassar. Trans Studio Bandung lebih spektakuler dan lebih dahsyat dari Trans Studio yang ada di Makassar sehingga menjadikan Trans Studio Bandung sebagai indoor theme park tidak hanya terbesar di Indonesia tapi juga terbesar di dunia. Kota Bandung memiliki akses dari Kota Jakarta dan sekitarnya, serta rute penerbangan internasional yang masuk melalui destinasi Bandara Husein Sastranegara. Trans Studio Bandung merupakan arena hiburan yang didirikan oleh Trans Corp. Trans Studio terletak di area BSM atau Bandung Super Mall di Jalan Gatot Subroto nomor 258, Kota Bandung. Lokasi ini berada diantara Jalan BKR Pelajar Pejuang (lingkar selatan) dan Jalan Kiara Condong. Dalam situs resmi Trans Studio Bandung disertakan peta akses menuju Trans Studio Bandung bagi pengunjung dari Tol Pasteur dan Tol Buah Batu, berikut adalah peta akses tersebut Gambar 3.1 Peta Akses dari Tol Pasteur

10

Perencanaan Pariwisata – Kawasan Pariwisata Buatan

Gambar 3.2 Peta Akses Tol Buah Batu

Trans Studio Bandung menyajikan 20 wahana permainan dan bermacam bentuk hiburan yang terdapat dalam 3 kawasan dengan tema yang berbeda dan unik. Para pengunjung dapat merasakan bagaimana menjadi seorang bintang di depan kamera serta menjadi orang – orang di belakang layar dari tayangan – tayangan favorit TRANS TV dan TRANS 7,seperti Dunia Lain, Jelajah. Si Bolang, dan masih banyak wahana menarik lainnya. 3 tema kawasan yang ditawarkan adalah sebagai berikut : 1. Studio Central Studio Central adalah satu kawasan spektakuler yang menyajikan suasana Hollywood untuk para pengunjung. Pengunjung dimanjakan oleh arsitektur-arsitektur Hollywood bergaya 60-an. Pengunjung dapat merasakan gemerlap dan kemewahan layar pertelevisian dari para bintang Hollywood yang ada. Dalam kawasan ini memiliki gedung pertunjukan megah dengan standar internasional dan menampilkan pertunjukan setara dengan Broadway. Kegiatan atraksi dan permainan yang terdapat dalam kawasan ini adalah: a. Trans City Theatre Menyajikan pertunjukan Kabayan Goes Hollywood yang diperuntukkan untuk segala usia dan keluarga. b. Yamaha Racing Coaster Roller coaster tercepat di dunia dengan manuver gerakan mundur yang sensasional . Hanya ada 3 di dunia ; 2 di Amerika dan 1 di Trans Studio Bandung. Dengan teknologi LIM (Linear Induction Motor), pengunjung akan tetap melaju menuju ketinggian 50 meter dengan akselerasi

11

Perencanaan Pariwisata – Kawasan Pariwisata Buatan

kecepatan hingga 120 km/jam dalam 3,5 detik, Dan mundur dengan kecepatan sama sampai kemudian berhenti ditempat semula. c. Giant Swing Giant Swing adalah ayunan berputar raksasa pertama di Indonesia. d. Marvel Superheroes The Ride 4D Simulator pertama di dunia yang menampilkan aksi para superhero; spiderman, Hulk, Iron Man, Wolverine, dan Fantastic 4. Melawan Musuhmusuhnya dalam menyelamatkan Jakarta, India & Amerika. Mengkombinasikan keajaiban multimedia dan special effect. e. Transcar Racing Balap Mobil dalam sirkuit sesungguhnya. Dengan sistem keamanan yang sempurna, pengunjung dapat merasakan menjadi pembalap nomor satu. f. Indosat Vertigo Galaxy Kincir raksasa pertama di dalam ruangan. Pengunjung dapat menikmati sensasi berputar 360 derajat di ketinggian. g. Pertunjukan Si Bolang Petualangan keliling ke seluruh propinsi Indonesia bersama Si Bolang. Pengunjung akan dibawa keliling Indonesia yang mempesona, dilengkapi special effect dan multimedia yang menjadikan wahana ini menjadi favorit keluarga. h. Trans Broadcast Museum Museum broadcast pertama di Indonesia yang dan sangat menghibur. Membantu lebih memahami bagaimana suatu program acara televisi dibuat. i. Science Centre Science Center berkelas dunia. Lengkap dengan atraksi science yang mengasyikan bagi para pengunjung. j. Dunia Anak Dunia imajinasi kaya warna, yang dipenuhi dengan keajaiban. anak-anak akan senang menemukan wahana-wahana favorit seperti Tea Cup, Karosel, Jump Around, Mini Bumper Car, Bumper Boat dan Mini Train. 2. Lost City Suatu kawasan yang dikemas secara paik untuk dinikmati para penjelajah dan petualang sejati. Atraksi dan permainan yang terdapat dalam kawasan ini adalah : a. Jelajah Pengunjung akan mengarungi ganasnya rimba Afrika demi menuntaskan misi penyelamatan, pengunjung akan memahami makna dari kata ‘Jelajah’ yang sebenarnya dan merasakan sensasi jatuh dari air terjun setinggi 13 meter. b. Kong Climb Panjat tebing yang menantang, dengan ketinggian lebih dari 15 meter. c. Sky Pirates Pengunjung dapat merasakan pengalaman berbeda dengan menaiki kapal perompak dan Melihat semua zona dari lintasan di ketinggian. d. Amphitheatre
12

Perencanaan Pariwisata – Kawasan Pariwisata Buatan

Menghadirkan pertunjukan kelas dunia dengan parade artis internasional dan lokal. Serta desain teater spektakuler & special effect mengagumkan. 3. Magic Corner Kawasan dengan sentuhan magis yang menakjubkan. Berikut adalah atraksi dan permainan yang terdapat dalam kawasan ini : a. Negeri Raksasa Pengunjung dapat memacu adrenalin dengan teknologi special effect & multimedia. Kunjungi Negeri Raksasa di atas awan. Pengunjung juga dapat merasakan akan dijatuhkan oleh raksasa dari lantai lima. b. Dragon Riders Pengunjung dibawa untuk merasakan berlatih menunggangi naga ala ksatria. Wahana yang menyenangkan untuk semua Keluarga. c. Pulau Liliput Area Softplay tematik untuk balita. Tempat bermain dan berpetualang yang menyenangkan bagi anak. d. Dunia Lain Menguak Misteri legenda Bandung yang mencekam, pengunjung akan dibawa dalam sebuah perjalanan yang mengejutkan mengunjungi Gua Belanda yang seram, Ambulan berhantu, serta tempat-tempat berhantu lainnya yang akan menguji nyali pengunjung. e. Special Effects Action Atraksi yang pertama ada di Indonesia. Pertunjukan tentang rahasia di balik pembuatan film action. Bagaimana special effect ledakan di pompa bensin, atraksi tiang jatuh, dan mobil terhempas. f. Captain Black Heart’s Pirate Ship Area softplay tematik terbesar di Asia Tenggara. Memiliki empat tingkat area yang interaktif. Di dalam area Trans Studio Bandung terdapat gerai makanan dan minuman yang dapat dinikmati pengunjung seperti Coffee bean, Baskin Robbins, Covette Dinner yang menyajikan berbagai jenis menu makanan Amerika yang terkenal, Studio Kuring tempat untuk menikmati hidangan ayam bakar dan gurame goreng, Studio Mie, Warung Iga, Studio Bento, dan Studio Chicks yang menyajikan menu ayam goreng.

13

Perencanaan Pariwisata – Kawasan Pariwisata Buatan

Gambar 3.3 Gerai Makanan di Trans Studio Bandung

Pengunjung juga dapat mendapatkan barang-barang unik dan khas Trans Studio Bandung di Trans Studio Store yang terdapat disetiap sudut Trans Studio Bandung.

14

Perencanaan Pariwisata – Kawasan Pariwisata Buatan

Gambar 3.4 Trans Studio Store

Bukan hanya hiburan yang ditawarkan, layanan dan fasilitas pendukung pun telah dipersiapkan secara matang demi kelancaran dan kenyamanan pengunjung. Selain terintegrasi dengan pusat perbelanjaan Bandung Supermall, nantinya pengunjung dapat menikmati layanan Trans Hotel berpredikat bintang enam dan Ibis Hotel berbintang tiga dengan total kamar mencapai 1.000 kamar. Kedua hotel ini telah dipersiapkan sebagai Pusat MICE (meeting, incentive, convention, and exibition) terbesar di Asia Tenggara. Keberadaannya diharapkan dapat mendongkrak jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bandung, khususnya ke Trans Studio Bandung. Di Trans Studio Bandung, masalah keamanan dan keselamatan pun menjadi agenda penting dari pengembangan serta pengelolaan Trans Studio Bandung. Langkah konkretnya, seluruh wahana telah disertifikasi dan berstandar internasional. Selain itu, karyawan juga dibekali dan diberikan pelatihan tentang cara menangani kecelakaan. Untuk mengantisipasi segala kejadian yang tak diinginkan, Trans Studio Bandung juga menyediakan tenaga medis, klinik, mobil ambulans, serta lift khusus yang bisa membawa tandu. Setiap pengunjung juga diasuransikan.

15

Perencanaan Pariwisata – Kawasan Pariwisata Buatan

Segala bentuk transaksi, seperti pembelian makanan, minuman, hingga suvenir, menggunakan Mega Cash—sebuah Kartu Prepaid yang diterbitkan oleh Bank Mega sebagai tiket masuk dan alat bayar pengganti uang tunai. Mega Cash ini khusus digunakan pada area Trans Studio Bandung, kawasan Bandung Supermall, serta gerai-gerai yang telah bekerja sama dengan Bank Mega. Sebelum digunakan bertransaksi, Kartu Prepaid Mega Cash ini harus diisi dengan sejumlah nominal tertentu di kasir area TSB, kantor cabang Bank Mega, dan ATM Bank Mega. Mega Cash merupakan layanan yang diberikan untuk kenyamanan dan kemudahan pengunjung. Layanan lain yang diberikan adalah VIP Access. Di sini, pengunjung harus membayar sebesar 200 ribu rupiah, guna mendapatkan prioritas menaiki wahana tanpa antre. Harga tiket masuk Trans Studio Bandung adalah seratus lima puluh ribu rupiah untuk hari senin – jumat, dua ratus lima puluh ribu rupiah untuk hari sabtu, minggu, dan hari libur, serta biaya tambahan untuk VIP Access untuk jalur antrian cepat yang terpisah sebesar dua ratus lima puluh ribu rupiah. Tiket tersebut berlaku untuk semua wahana dan atraksi. Tiket masuk Trans Studio Bandung menggunakan Kartu Mega Cash dengan harga sepuluh ribu rupiah yang digunakan untuk melakukan transaksi di semua outlet di dalam Trans Studio Bandung. Trans Studio Bandung adalah taman bermain di dalam ruangan terbesar di dunia yang dikelola oleh Trans Corp. Trans Corp (PT Trans Corporation) sebelumnya bernama PT Para Inti Investindo adalah unit usaha CT Corp di bidang media, gaya hidup, dan hiburan. Pada awalnya, Trans Corp didirikan sebagai penghubung antara stasiun televisi Trans TV dengan stasiun televisi yang baru saja diambil alih 49% kepemilikan sahamnya oleh CT Corp dari Kelompok Kompas Gramedia, Trans7 (dulunya TV7). Trans Corp dimiliki oleh CT Corp yang dimotori Chairul Tanjung.

3.3

Kawasan Pariwisata Buatan Universal Studio Universal Studios merupakan sebuah taman bermain (theme park) berskala internasional yang bertemakan film-film produksi Universal Studio dan tersebar diseluruh penjuru dunia. Saat ini terdapat 4 Universal Studio yang terletak dua di Amerika, satu di Jepang, dan terakhir di Singapura. Salah satu Universal Studios yang akan dijadikan contoh adalah Universal Studios Singapore (USS). Secara Keseluruhan, USS merupakan salah satu atraksi wisata yang terintegrasi dalam kawasan pariwisata Sentosa World Resort (SWR). Kawasan pariwisata SWR merupakan kawasan pariwisata dengan luas 49 hektar yang berlokasi di Pulau Sentosa dan menyediakan berbagai macam jenis wisata beserta fasilitas penunjangnya. Tujuan utama dari dibentuk SWR adalah untuk menciptakan integrated resort pertama di Asia Tenggara. Jenis wisata yang ditawarkan seperti wisata budaya, wisata sejarah, wisata alam, dan wisata wahana (USS). Sedangkan fasilitas penunjang yang disediakan seperti
16

Perencanaan Pariwisata – Kawasan Pariwisata Buatan

tempat akomodasi, tempat berbelanja, berbagai lokasi kuliner, hingga casino. Dari berbagai jenis kegiatan wisata yang dapat dilakukan di SWR, daya tarik utama yang selalu menjadi tujuan pengunjung adalah Universal Studios.
3.3.1 Sejarah dan Kondisi

USS memiliki luas sebesar 20 hektar dan berada diujung timur Pulau Sentosa. USS dibangun bersamaan dengan SWR dengan waktu kurang dari tiga tahun dan bernilai hingga 6,59 milyar dollar AS. Pembangunan dimulai pada pertengahan 2007 dan selesai pada awal 2010. Pada Bulan Maret hingga bulan Oktober 2010 dilakukan soft opening theme park tersebut, dan pembukaan resmi baru dilakukan pada Bulan Mei tahun 2011. Sejak dibuka pada tahun 2011, USS telah dikunjungi kurang lebih oleh 15 juta wisatawan yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Wisatawan asing banyak yang berasal dari negeri ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Vietnam, dan Thailand. Pengunjung dari Cina dan India juga banyak ditemukan. USS memiliki jumlah total 24 wahana yang dibedakan menurut jenis zonanya. Terdapat 7 zona, yaitu zona Hollywood, New York, Sci-fi City, Ancient Egypt, The Lost World, Far Far Away dan Madagascar. Konsep dari ketujuh zona tersebut dibuat berdasar tema dari berbagai macam film-film yang telah diproduksi oleh universal studio. Hollywood dan New York berdasar pada film-film lama yang terkenal, Sci-fi City berdasarkan film-film bertema futuristik, Ancient Egypt dan The Lost World berdasarkan film-film fiksi, dan Far Far away dan Madagasrcar berdasarkan film-film animasi. Terdapat juga atraksi tambahan yang hanya dilakukan pada malam Sabtu dan malam Minggu, yaitu Hollywood After Hours dimana pengunjung dikenakan biaya tambahan sebesar US$5 untuk berbelanja dan makan malam. Terdapat juga fasilitas VIP tour bagi pengunjung yang mau membayar lebih. Dengan menggunakan VIP tour, pengunjung mendapat diskon untuk pembelian cendera mata, dan pengunjung dapat menggunakan akses VIPnya sehingga tidak antri saat akan bermain wahana. Jam operasional USS dimulai pada jam 10 pagi hingga jam 7 malam. Berikut adalah rincian harga tiket masuk dan layout USS.
Tabel 3.1 Rincian Harga Tiket Masuk Universal Studios Singapura

17

Perencanaan Pariwisata – Kawasan Pariwisata Buatan

Gambar 3.5 Layout Universal Studios Singapura

3.3.2

Sarana dan Prasarana

Pulau Sentosa berada di bagian selatan Singapura, dan terletak hanya 10 menit dari kawasan CBD Singapura. Dari bandara lokasinya dapat ditempuh dalam waktu 25 menit, sedangkan dari pelabuhan waktu tempuh hanya 10 menit. Dari Malaysia melalui jalur darat, Pulau Sentosa dapat dicapai dengan waktu tempuh 30 menit. Jenis moda transportasi yang dapat digunakan untuk menuju Pulau Sentosa adalah bus, taksi, dan Cable car (gondola). Bus dan taksi dapat digunakan dari mana saja dan kapan saja, kecuali gondola yang hanya beroperasi dari Vivocity yang berada di seberang utara Pulau Sentosa. Adapun MRT sebagai salah satu moda, namun jalur MRT berakhir pada Vivocity, sehingga untuk menuju Pulau Sentosa, pengunjung harus melakukan transit menggunakan bus, taksi, ataupun gondola. Berikut adalah orientasi lokasi Pulau Sentosa.

18

Perencanaan Pariwisata – Kawasan Pariwisata Buatan

Gambar 3.6 Orientasi Pulau Sentosa, Singapura

Bandara Internasional Changi

Vivocity & Pelabuhan Pulau Sentosa

19

Perencanaan Pariwisata – Kawasan Pariwisata Buatan

Gambar 3.7 Orientasi Sentosa World Resort, Pulau Sentosa, Singapura

USS memiliki banyak fasilitas-fasilitas pendukung kegiatan wisata, hal ini dikarenakan lokasi USS yang terletak di Pulau Sentosa dan yang juga merupakan bagian dari integrated resort milik Sentosa World Resort (SWR). Untuk sarana transportasi, Pulau Sentosa dapat dikelilingi dengan menggunakan berbagai macam moda, yaitu bus, tram, MRT. Semua moda ini dapat mengantarkan pengunjung dari USS menuju lokasi penginapan maupun tempat wisata lain yang di Pulau Sentosa, dan tersedia dari jam 7 pagi hingga jam 12 malam. Sarana akomodasi bagi pengunjung USS tersedia sebanyak 6 hotel. Terdapat fasilitas tambahan lainnya yang menawarkan berbagai jenis kegiatan lain kepada pengunjung USS, seperti lokasi-lokasi kuliner, berbelanja, dan lain-lain. Secara keseluruhan, USS dapat dijangkau dengan mudah bagi pengunjung lokal maupun manca negara, selain itu berbagai fasilitas disekitar USS menjadikan kegiatan pariwisata menjadi lebih nyaman dan mudah.

20

Perencanaan Pariwisata – Kawasan Pariwisata Buatan

BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISA 4.1. Pembahasan 4.1.1. Karakteristik Pariwisata Buatan A. Universal Studio Singapura Universal Studio Singapore merupakan satu kesatuan dari Sentosa World Resort yang terdapat pada pulau sentosa sehingga dapat menciptakan karakteristik tersendiri bagi pariwisata buatan ini. Dalam pariwisata, karakteristik suatu obyek wisata dapat dilihat melalui jenis obyek wisata dan atraksi wisatanya. Bila dilihat dari jenis obyek wisatanya, USS termasuk dalam obyek wisata buatan yang mana menawarkan wahana-wahana permainan yang dapat dikunjungi ataupun dimainkan oleh pengunjung. Yang unik dari USS yang merupakan bagian dari SWR ini adalah, wisata buatan ini disajikan berbagai tema yang terbagi menjadi beberapa zona. Hal ttersebut dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang mana pengunjung tidak akan merasa bosan dengan yang dinikamtii disana. Jenis wisata yang ada di SWR mencoba menggabungkan dalam suatu bentuk penyajian wisata seperti wisata busaya, wisata sejarah, wisata alam, dan wisata wahana. Adanya perbedaan jenis/sajian wisata di satu lokasi wisata yang terintegrasi menjadikan kenyamanan tersendiri bagi pengunjung shingga daat berkunjung pada pulau sentosa, mereka pasti membutuhkan waktu yang relatif ama. Hal tersebut menyimpulkan bahwa kawasan SWR berhasil membuat pariwisata yang benar-benar unggul karena berhasil membuat para iwsatawan betah untuk berlama-lama di SWR. Bila diihat dari jenis atraksinya, USS yang merupakan wisata buatan menawarkan berbagai wahana yang mana didalamnya juga terbagi menjadi 7 zona yang memiliki tema berbeda-beda. Sajian teman dan atraksi yang ada didalam USS memang diiambil langsung dari film-film universal studio baik berupa film fiksi maupun animasi. Film-film produksi universal studio sudah tidak asing lagi bagi para khalayak umum sehingga pengunjung dapatdatang dari belahan dunia manapun. Adanya hal tersebut juga memberikan nilai positif bagi USS karena setiapn orang pasti ingin mengunjungi wisata yang setidaknya pernah mereka lihat di TV ataupun di bioskop. Untuk menambah ketertarikan para wisatawan untuk kembali berkunjung, pada setiap hari sabtu dan minggu sellau terdapat atraksi yang bernama hollywood after hours. Dengan karakteristik pariwisata yang cukup unik dan menarik, USS dapat dikategorikan sebagai pariwisata yang telah berkelanjutan sehingga dapat menjadi contoh bagi pengembangan pariwisata lainnya khususnya pariwisata buatan. B. Trans Studio Bandung Trans Studio Bandung merupakan salah satu obyek wisata yang dapat dikunjungi oleh para wisatawan baik domestik maupun manca negara. Obyek pariwisata ini sangat potensial untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Dalam pengembangan pariwisata, karakteristik suatu obyek wisata dapat dilihat melalui jenis obyek wisata dan atraksi
21

Perencanaan Pariwisata – Kawasan Pariwisata Buatan

wisatanya Menurut jenisnya, obyek wisata ini termasuk pariwisata buatan yang mana atraksi yang disajikan berupa buatan manusia seperti wahana permainan. Dalam pariwisata buatan, daya tarik yang ingin dinikmati oleh pengunjung adalah atraksi-atraksi yang ada disana. Atraksi atau sajian yang di di TSB adalah wahana permainan dengan tampilan arsitektur yang unik. Tampilan arsitektur ini akan mempengaruhi suasana yang terbentuk. Nuansa tematik yang diangkat dari beberapa tayangan populer TRANS TV maupun TRANS 7 dicoba untuk ditampilkan di TSB sehingga kesan yang didapat oleh pengunjung berbeda-beda pada setiap tema kawasan. Hal tersebut menunjukkan potensi dari pengembangan Trans Studio Bandung 4.1.2. Komponen Obyek Pariwisata Buatan Pada sub bab ini akan diidentifikasi mengenai komponen obyek pariwisata buatan yang terdiri dari daya tarik wisata, fasilitas, infrastruktur, transportasi, aktifitas pendukung kepariwisataan, promosi, dan pengelolaan. A. Universal Studio Singapura Komponen pariwisata yang ada di Universal Studi Singapura adalah sebagai berikut: 1. Daya tarik USS memiliki 24 wahana yang dapat dinikmati oleh pengunjung. Di dalam USS juga terdapat 7 zona yang tersaji dengan tema yang berbeda dan zona tersebut menggambarkan film-film yang telah diproduksi oleh universal studio. Daya tarik tambahan berupa atraksi tambahan yang disajikan pada hari sabtu dan minggu yang mana kegiatan tersebut dikenal dengan hollywood after hours. 2. Fasilitas wisata USS yang tergabung dapat SWR (Sentosa World Resort) memiliki fasilitas wisata penunjang yang terbilang cukup lengkap. Beberapa fasliitas yang dapat dinikmati oleh pengunjung adalah resort, hotel, tempat perbelanjaan, pusat kuliner, dan moda transportasi umum untuk berkeliling pulau santosa sehingga dpaat mengujungi obyek wisata lainnya. 3. Aksesibilitas Untuk menuju USS hanya memerlukan waktu 10 menit dari CBD Singapura. USS juga dapat diakses langsung dari bandara internasioanl Singapura dengan waktu tempuh 25 menit. 4. Transportasi Moda transportasi yang dapat digunakan untuk menuju USS adalah bus, taksi, MRT, gondola, maupun kendaraan pribadi. 5. Informasi Universal Studio Singapura merupakan anak cabang dari universal studio yang berada di negara lain yang mana informasi menegnai keberadaan maupun atraksi yang ada di sana dapat dikases melalui media website. Dengan mengnjungi www.universalstudios.com pengunjung dapat mengetahui atraksi / sajian di universal studio. Saat berada dilokasi USS, informasi mengenai lokasi wahana juga dapat diketahui melalui pamflet yang berisi denah USS. Adanya hal tersebut dapat memudahkan pengunjung dalam menelusuri USS.
22

Perencanaan Pariwisata – Kawasan Pariwisata Buatan

6. Promosi Sejauh ini, USS menggunakan promosi berupa fasilitas VIP. Keuntuntungan dengan menjadi anggota VIP adalah pengunjung tidak perlu mengantri dalam menikmati wahana. 7. Lembaga pariwisata Selama ini universal studio berada pada naungan NBCU yang merupakan lembaga hiburan dan informasi dunia yang bersifat internasional. B. Trans Studio Bandung Komponen pariwisata yang ada di Trans Studio Bandung meliputi: 1. Daya tarik Trans Studio Bandung menyajikan 20 wahana permainan dan bermacam bentuk hiburan yang terdapat dalam 3 kawasan dengan tema yang berbeda dan unik. Selain itu, di Trans Studio terdapat maskot di beberapa titik yang berpakaian menyerupai bintang holywood, sehingga dapat menarik minat pengunjung untuk berkunjung kesini. 2. Fasilitas wisata Di dalam area TSB terdapat fasilitas wisata berupa gerai makanan dan minuman, tempat penjualan souvenir, hotel, dan mall. 3. Aksesibilitas Untuk menuju ke TSB dapat ditempuh melalui jalan tol. Selain itu, dapat diakses melalui bandara nasional Bandung yang kemudian dilanjutkan dengan menempuh jalan tol. 4. Transportasi Moda transportasi yang dapat digunakan menjuju TSB yaitu menggunakan angkutan umum kota Bandung dan juga kendaraan pribadi. 5. Informasi Sama halnya dengan USS, untuk mengetahui atraksi apa yang ditampilkan dapat diakses melalui website TSB yaitu www.transtudiobandung.com. Selain itu di lokasi TSB terdapat denah lokasi untuk menuju ke wahana yang diinginkan sehingga akan memudahkan pengunjung untuk berwisata. 6. Promosi Terdapatnya VIP card untuk memudahkan pengunjung agar tidak mengantri untuk memasuki wahana. 7. Lembaga pariwisata Keberadaan TSB ini dikelola oleh Trans Corp yang merupakan lembaga swasta. 4.2. Analisa 4.2.1. Comparison Study
Tabel 4.1 Perbedaan Komponen Pariwisata di Universal Studio dan Trans Studio Bandung
ASPEK Daya tarik ● ● UNIVERSAL STUDIO Terdapat 24 wahana yang dapat dinikmati oleh pengunjung Nuansa wisata terbagai menjadi 7 zona yang bertemakan film● ● TRANS STUDIO BANDUNG Terdapat 20 wahana Nuansa wisata terdiri dari 3 kawasan yang bertemakan tayangan-tayangan favorit di TRANS TV dan TRANS 7

23

Perencanaan Pariwisata – Kawasan Pariwisata Buatan film yang telah diproduksi oelh universal studio. Atraksi tambahan pada hari sabtu dan minggu yakni hollywood after hours Resort Hotel Tempat berbelanja (souvenir) Tempat membeli makan dan minum, pusat kuliner Dapat berkeliling Pulau Santosa dengan menggunakan angkutan umum yang telah disediakan kapanpun dan dapat menghubungkan pusat pusat kegiatan Hanya 10 menit dari CBD Singapura Terdapat akses langsung dari bandara internasional Singapura dengan waktu tempuh 25 menit Dapat diakses dengan berbagai moda angkutan umum (MRT, bus, taksi, gondola) Untuk mengetahu atraksi yang ada dapat diketahui melalui web universalstudios.com Terdapat lay out / map yang menunjukkan wahana dan zona-zona yang ada di USS ● Terdapat maskot pada beberapa titik yang berpakaian serupa dengan bintang idola hollywood. Mall Hotel Pusat kuliner Tempat (souvenir)

● ● ● ● ● ●

Fasilitas wisata

● ● ● ●

pemrbelanjaan

Aksesibilitas

● ●

● ●

Transportasi

● ● ●

● ●

Informasi

● ●

Promosi

Terdapat VIP tour bagi yang tidak ingin mengantri saat bermain wahana. Tergabung dalam NBCU filmed entertainment (lembaga internasional dalam hal hiburan dan informasi)

Lembaga pariwisata

Terdapat akses jalan tol menuju Trans Studio Dapat diakses melalui bandara nasional bandung yang kemudian dengan jalan tol dapat menuju Trans Studio. Dapat diakses menggunakan angkutan umum kota Bandung dan juga kendaraan pribadi Untuk melihat atrakai yang disajikan dan segala sesuatu tentang trans stusio bandung dapat diakses di www.transtudiobandung.com Di lokasi juga terdapat denah lokasi wahana-wahana yang dapat dikunjungi Terdapat kartu VIP yang dapat digunakan agar tidak mengantri untuk memasuki wahana Dikelola oleh PT. Trans Corporation

Sumber: Hasil Analisa, 2013

Dari tabel komparasi di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa secara garis besar konsep pariwisata buatan yang diterapkan adalah sama. Hal ini dikarenakan, terbangunnya Trans Studio Bandung (TSB) terinsipirasi dari konsep pariwisata Universal Studio yang memiliki konsep tematik (memiliki tema dari setiap wahana yang ada). Trans Studio Bandung selama ini telah mendapakan pro kontra dalam pembangunannya yang mana kontra yang sering dibahas mengenai penambahan tarikan pergerakan sehingga akan menambah kepadatan pola pergerakan di Kota Bandung. Sejak adanya Trans Studio Bandung, kondisi lalu lintas menuju arah BSM mengalami kepadatan / macet terutama pada hari libur. Kondisi ini yang membedakan TSB dengan USS. USS berani mematok waktu tempuh dalam penentukan tingkat aksesibilitasnya,

24

Perencanaan Pariwisata – Kawasan Pariwisata Buatan

sedangkan TSB hanya dari segi penyediaan jaringan jalan atau tol yang biasanya juga terjadi kepadatan lalu lintas. 4.2.2. Evaluasi Tingkat Keberlanjutan Obyek Wisata Trans Studio Bandung
Dalam mencapai suatu tingkat keberlanjutan obyek wisata maka diperlukan dua hal yakni hospitality service dan travel experience. Beberapa faktor yang dapat dijabarkan dari dua hal tersebut adalah daya tarik wisata, pengelolaan obyek pariwisata (koordinasi pihak pengelola, promosi), prasarana dan sarana (akomodasi wisata, sarana penunjang, utilitas, fasilitas sosial, dan transportasi). Dalam uraian ini akan dijelaskan mengenai tingkat keberlanjutan dari obyek wisata.

Seperti yang telah dijelaskan pada sub bab sebelumnya terkait komponen pariwisata dan komparasi dari komponen pariwisata di USS dengan TSB, maka dapat dilihat bahwa tingkat keberlanjutan TSB sebagai pariwisata buatan harus dilakukan beberapa perbaikan. Hal terpenting yang sangat mempengaruhi keberlanjutan pariwisata TSB adalah aksesibilitas. Aksesibilitas yang dimaksud lebih pada waktu tempuh untuk menuju TSB. Semakin pendek waktu tempuh dari pusat bangkitan pergerakan maka tingkat keberlanjutan obyek wisata tersebut semakin tinggi. Hal lain yang harus diperhatikan adalah ketersediaan daya tarik atau atraksi dari obyek wisata yang ada. Adanya variasi dari wahana dan atraksiatraksi lain akan membuat TSB dapat berkembang di kemudian hari. Hal tersebut dikarenakan pengunjung merasakan hal lain yang ada di TSB. Pelibatan masyarakat sekitar untuk memajukan kawasan TSB ini juga dapat memberikan dampak pada keberlanjutan pariwisata buatan ini. Pelibatan masyarakat ini bertujuan untuk menciptakan hospitality service dan pengembangan masyarakat sekitar.

25

Perencanaan Pariwisata – Kawasan Pariwisata Buatan

BAB V PENUTUP Trans Studio Bandung merupakan salah satu pariwisata buatan di Indonesia yang secara umum memiliki kesamaan konsep dengan Universal Studio Singapura. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan obyek wisata Trans Studio Bandung agar menjadi obyek wisata yang berkelanjutan yakni : ● Tingkat aksesibilitas Tingkat aksesibilitas lebih pada waktu tempuh dari bangkitan pergerakan menuju lokasi obyek wisata yang mana harus lebih ditingkatkan mengingat kondisi lalu lintas Kota Bandung yang semakin padat. ● Variasi daya tarik kawasan (atraksi) Penambahan atau perubahan yang dapat memunculkan variasi dari daya tarik obyek wisata harus tetap dijaga agar para pengunjung tetap berkunjung di Trans Studio Bandung. ● Pelibatan masyarakat Pelibatan masyarakat dapat dilakukan dalam upaya pengembangan masyarakat sekitar dan meningkatkan hospitality service dari pengembangan Trans Studio Bandung

26

Perencanaan Pariwisata – Kawasan Pariwisata Buatan

DAFTAR PUSTAKA Umilia, Ema. 2012. Komponen Kegiatan Pariwisata; Sarana dan Prasarana Kegiatan Pariwisata. Bahan Ajar Perencanaan Pariwisata. PWK ITS. Surabaya. Yoeti, Oka A. 1985. Pengantar Ilmu Pariwisata. Penerbit Angkasa. Bandung http://travel.kompas.com/read/2011/03/29/11574376/Pulau.Sentosa.Wisata.sampai. Kasino. diunduh pada tanggal 7 Januari, pukul 20.45. http://en.wikipedia.org/wiki/Universal_Studios_Singapore. diunduh pada tanggal 7 Januari, pukul 20.45. http://www.rwsentosa.com/language/en-US/HowToGetThere. diunduh pada tanggal 7 Januari, pukul 20.46. http://caretourism.wordpress.com/2011/12/09/pengertian-dasar-kepariwisataanobyek-atraksi/. Diunduh 7 Januari pukul 20.00.

27

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->