P. 1
Asam nitrat proses ostwald

Asam nitrat proses ostwald

|Views: 697|Likes:
Published by AbdulQowiy

More info:

Published by: AbdulQowiy on Jan 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2014

pdf

text

original

Asam nitrat proses ostwald Asam nitrat dibuat dengan mencampur nitrogen dioksida( NO 2 ) denganair .

Menghasilkan asamnitrat yang sangat murni biasanya melibatkan distilasi denganasam sulfat, karena asam nitratmembentuk sebuahazeotropdengan air dengan komposisi 68% asam nitrat dan 32% air. Asamnitrat kualitas komersial biasanya memiliki konsentrasi antara 52% dan 68% asam nitrat.Produksi komersial dari asam nitrat melalui proses Ostwaldyang ditemukan olehWilhelm Ostwald.Asam nitrat dapat dibuat dengan mereaksikan 200 gram potasium nitrat(KNO 3 ) ke dalam larutanasam sulfat(H 2 SO 4 ) 96% 106 ml, kemudian mendistilasi campuran ini di titik didih asam nitrat(83 °C) sampai hanya tersisa kristal putih potasium hidrogen sulfat(KHSO 4 ), di tabungreaksinya. Pembuatan Asam Sulfat (Proses Kontak) Pembuatan Asam Sulfat Menurut Proses Kontak Industri lainnya yang berdasarkan reaksikesetimbangan yaitu pembuatan asam sulfat yang dikenal dengan proses kontak. Reaksi yang terjadidapat diringkas sebagai berikut: Pertama, belerang dibakar menjadi belerang dioksida.S(s) + O2(g) ----> SO2(g)Belerang dioksida kemudian dioksidasi lbh lanjut jd belerang trioksida.2SO2(g) + O2(g) <====> 2SO3(g)....... delta H= -98 kJReaksi ini berlangsung pd suhu sekitar 500 derajat C, tekanan 1 atm dgn katalisator V2O5. Kemudian gasSO2 dilarutkan dlm asam sulfat pekat hingga jd asam sulfat pekat berasap (dsb oleum, H2SO4.SO3 atauH2S2O7).SO3(g) + H2SO4(l) -------> H2S2O7(l)H2S2O7(l) + H2O(l) ------> 2H2SO4(l)Dari proses kontak ini lalu akan terbentuk asam sulfat pekat dgn kadar 98% T ahap penting dalam proses ini adalah reaksi (2). Reaksi ini merupakan reaksikesetimbangan dan eksoterm. Sama seperti pada sintesis amonia, reaksi ini hanyaberlangsung baik pada suhu tinggi. Akan tetapi pada suhu tinggi justru kesetimbanganbergeser ke kiri. Pada proses kontak digunakan suhu sekitar 500oC dengan katalisator V2O5. sebenarnyatekanan besar akan menguntungkan produksi SO3, tetapi penambahan tekanan ternyatatidak diimbangi penambahan hasil yang memadai. Oleh karena itu, pada proses kontak tidak digunakan tekanan besar melainkan tekanan normal, 1 atm.

PROSES HALL HEROUL T Aluminium merupakan unsur yang tergolong melimpah di kulit bumi. Mineral yang menjadisumber komersial aluminium adalah bauksit. Bauksit mengandung aluminium dalam bentuk aluminium oksida (Al2O3). Pengolahan aluminium menjadi aluminium murni dapat dilakukanmelalui dua tahap yaitu: 1. Tahap pemurnian bauksit sehingga diperoleh aluminium oksida murni(alumina) 2. Tahap peleburan alumina Tahap pemurnian bauksit dilakukan untuk menghilangkan pengotor utama dalam bauksit. Pengotor utama bauksit biasanya terdiri dari SiO2, Fe2O3, danTiO2. Caranya adalah dengan melarutkan bauksit dalam larutan natrium hidroksida (NaOH),Al2O3 (s) + 2NaOH (aq) + 3H2O(l) ²> 2NaAl(OH)4(aq) Aluminium oksida larut dalam NaOHsedangkan pengotornya tidak larut. Pengotor-pengotor dapat dipisahkan melalui proses penyaringan. Selanjutnya aluminium diendapkan dari filtratnya dengan cara mengalirkan gasCO2 dan pengenceran. 2NaAl(OH)4(aq) + CO2(g) ²> 2Al(OH)3(s) + Na2CO3(aq) + H2O(l)Endapan aluminium hidroksida disaring,dikeringkan lalu dipanaskan sehingga diperolehaluminium oksida murni (Al2O3) 2Al(OH)3(s) ²> Al2O3(s) + 3H2O(g) Selanjutnya adalahtahap peleburan alumina dengan cara reduksi melalui proses elektrolisis menurut proses Hall-Heroult. Dalam proses Hall-Heroult, aluminum oksida dilarutkan dalam lelehan kriolit(Na3AlF6) dalam bejana baja berlapis grafit yang sekaligus berfungsi sebagai katode.Selanjutnya elektrolisis dilakukan pada suhu 950 oC. Sebagai anode digunakan batang grafit.Dalam proses elektrolisis dihasilkan aluminium di

katode dan di anode terbentuk gas O2 danCO2 Al2O3(l) ²> 2Al3+(l) + 3O2-(l) Katode : Al3+(l) + 3e ²> Al(l) Anode : 2O2-(l) ²>O2(g) + 4 e C(s) + 2O2-(l) ²> CO2(g) + 4e

Proses Bessemer Pendahuluan Proses Bessemer adalah proses untuk produksi massa baja dari cair pig iron. Proses ini dinamaipenemunya, Henry Bessemer , yang mengeluarkan paten pada tahun 1855. Proses itu independenditemukan pada 1851 oleh William Kelly. Proses ini juga telah digunakan di luar Eropa selama ratusantahun, tetapi tidak pada skala industri. Prinsip utama adalah menghilangkan kotoran dari besi denganoksidasi dengan udara yang ditiup melalui besi cair. Oksidasi juga meningkatkan suhu massa besi danmenyimpannya cair. Converter Bessemer Proses ini dilakukan dalam kontainer baja bulat telur besar dilapisi dengan tanah liat atau dolomitdisebut konverter Bessemer. Kapasitas sebuah konverter 8-30 ton besi cair dengan muatan yang biasaberada di sekitar 15 ton. Dibagian atas konverter merupakan pembukaan, biasanya miring ke sisi relatif terhadap tubuh kapal, dimana besi diperkenalkan dan produk jadi dihapus. Bagian bawah ini berlubangdengan sejumlah saluran yang disebut tuyères melalui udara dipaksa menjadi konverter. Konverter inidiputar pada trunnions sehingga dapat diputar untuk menerima tuduhan, berbalik tegak selamakonversi dan kemudian diputar lagi untuk menuangkan baja cair di akhir. Oksidasi Proses oksidasi menghilangkan pengotor seperti silikon, mangan dan karbon sebagai oksida yang akanmembentuk gas ataupun terak padat. Lapisan tahan panas konverter juga memainkan peran dalamlapisan tanah liat yang konversinya menggunakan dalam asam Bessemer, dimana ada rendah fosfordalam bahan baku. Dolomit digunakan ketika kandungan

fosfor tinggi di dasar Bessemer (kapur ataumagnesit pelapis juga kadang-kadang digunakan sebagai pengganti dolomit). Dalam rangka memberikanbaja sifat yang diinginkan, zat lainnya dapat ditambahkan ke baja cair saat konversi selesai adalahspiegeleisen (karbon-mangan paduan besi). Mengelola proses Ketika baja yang diperlukan sudah terbentuk, itu dicurahkan ke dalam ladle dan kemudian ditransfer kedalam cetakan dan terak ringan yang tertinggal. Proses konversi yang disebut "pukulan" dilakukan dalamwaktu sekitar dua puluh menit. Selama periode ini kemajuan oksidasi kotoran dapat dilihat atau dinilaioleh penampilan dari api yang keluar dari mulut konverter. Penggunaan metode modern fotolistrik

pencatatan karakteristik nyala api telah sangat membantu blower dalam pengendalian kualitas akhirproduk. Setelah pukulan, logam cair recarburized ke titik yang dikehendaki dan bahan paduan lainnyaditambahkan, tergantung pada produk yang diinginkan

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->