P. 1
MP-ASI.docx

MP-ASI.docx

|Views: 33|Likes:
Published by eedputra

More info:

Published by: eedputra on Jan 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/09/2013

pdf

text

original

Pengertian MP-ASI MP-ASI merupakan makanan dan

Alasan masih banyak orang tua yang mengenalkan MP-ASI terlalu dini.

minuman tambahan bergizi tinggi selain ASI yang diberikan kepada bayi untuk memenuhi kebutuhan gizinya. MP-ASI merupakan suatu tahapan awal untuk mengenalkan menu
Alasan orang tua memberikan MP-ASI kurang 6 bulan.Umumnya banyak ibu yang beranggapan bahwa anaknya kelaparan dan akan tidur nyenyak jika diberi makan. Meski tidak ada relevansinya,banyak yang beranggapan ini benar. karena belum sempurna, sistem pencernaannya harus bekerja lebih keras utk mengolah dan

makanan bayi selain asi. Pada tahapan ini bayi mulai dikenalkan makanan yang teksturnya sedikit padat. Tahapan Pengenalan MP-ASI Pengenalan MP-ASI pada bayi diatas 6 bulan hendaknya dilakukan sedikit demi sedikit dengan cara yang menyenangkan agar bayi dapat beradaptasi dengan baik.Pemberian MPASI yang tepat agar sesuai dengan pola makan yang di konsumsinya. Usia 6 bulan adalah saat terbaik bayi mulai diberikan MP-ASI yaitu:
1.Pemberian makan setelah bayi berumur 6 bulan memberikan penyakit. 2.Saat bayi berumur 6 bulan keatas,sistem perlindungan besar dari berbagai

memecah makanan.kadang anak yang menangis terus dianggap sebagai anak tidak kenyang. Padahal menangis bukan semata-mata tanda ia lapar. Belum lagi masih banyak anggapan di masyarakat kita seperti orang tua dulu bahwa anaknya yang diberikan pisang ketika umur 2 bulan tidak apa-apa. Alasan lainnya juga bisa terjadi tekanan dari

pencernaannya sudah relatif sempurna dan siap menerima MP-ASI. 3.Mengurangi resiko terkena alergi akibat pada makanan. 4.Menunda pemberian MP-ASI hingga 6 bulan melindungi bayi dari obesitas di kemudian hari karena proses pemecahan sari2 makanan yg belum sempurna.

lingkungan,tidak ada dukungan dan promosi produsen makanan bayi yang belum

mempromosikan ASI eksklusif 6 bulan.

tiap anak itu beda. MP-ASI yang tidak terjaga kebersihannya. Hal ini diperkuat dengan kenyataan sebagian besar bayi ASI parsial dan bayi ASI predominan tidak mendapat kolostrum.sehingga mudah terkontaminasi menunjukkan bahwa ASI tetap merupakan makanan terbaik bayi selama 6 bulan pertama kehidupannya. Sehingga hal tersebut menjadi alasan untuk tidak mengikuti aturan yang berlaku. begitu ia melakukan hal tersebut ia langsung mengalami gangguan pencernaan Berbagai penyakit infeksi yang diderita kedua kelompok bayi tersebut menyebabkan mereka menderita kekurangan zat gizi (malnutrisi).Misalkan. DI SUSUN NOVIYANDA PO 7131010026 REGULER KEMENTRIAN KESEHATAN RI POLITEKNIK KESEHATAN ACEH JURUSAN GIZI BANDA ACEH 2012 ..Padahal aturan tersebut dibuat karena ada resiko sendiri. Sedangkan satu waktu atau di anak yang lain.ada anak yang dia tidak terbiasa cuci tangan sebelum makan. Hasil penelitian ini merupakan bukti lain yang Demikian juga dengan pemberian MP-ASI pada anak terlalu dini.Lagipula penelitan tentang hal ini terus berlanjut. karena kotoran yang masuk ke makanan melalui tangannya. lain. Banyak yang merasa anaknya tidak masalah diberikan makan dari umur 3 bulan.Resiko pemberian MP-ASI terlalu dini Tidak mungkin ada saran dari WHO & IDAI jika tidak dilakukan penelitian panjang.padahal kita tahu dalam kolostrum terkandung zat antibodi.ilustrasinya sama seperti aturan cuci tangan sebelum makan. Bisa jadi tidak jadi masalah untuk kita tapi belum tentu untuk yang mikroba patogen penyebab diare. Dampaknya terlihat pada gangguan pertambahan berat dan panjang tubuh bayi. Tapi ia tidak apa2. Ini sudah mulai tampak sejak bayi berumur satu bulan dan berlanjut sampai bayi berumur 4 bulan. Padahal ia baru bermain dengan tanah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->