P. 1
Lembaga Eksekutif

Lembaga Eksekutif

|Views: 35|Likes:
Published by Aniza Putri Pratiwi

More info:

Published by: Aniza Putri Pratiwi on Jan 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/04/2013

pdf

text

original

Lembaga Eksekutif Presiden dan Wakil Presiden

Kelompok 2 : Akbar Mulyawan Puspita Nusalina Cintya Eka Fitriani Rachmat Yoga S. Harum Kusuma Rini Anggraini Muhammad Reza Rizfi Irsandy

dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama untuk satu kali . Presiden (dan Wakil Presiden) menjabat selama 5 tahun.Pengertian Presiden Presiden Republik Indonesia adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan Indonesia. memegang kekuasaan eksekutif untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintah sehari-hari. Sebagai kepala negara. Presiden adalah simbol resmi negara Indonesia di dunia. Sebagai kepala pemerintahan. Presiden dibantu oleh wakil presiden dan menteri-menteri dalam kabinet.

dan kedudukan antara Presiden dan MPR adalah setara. Presiden (dan Wakil Presiden) dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. Dengan adanya Perubahan UUD 1945. Sebelumnya.Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Menurut Perubahan Ketiga UUD 1945 Pasal 6A. Calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu sebelumnya. Pilpres pertama kali di Indonesia diselenggarakan pada tahun 2004. Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat melalui Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres). Presiden tidak lagi bertanggung jawab kepada MPR. .

Berhak mengajukan RUU kepada DPR ( Pasal 5 ayat 1) .Memegang kekuasaan yang tertinggi atas AD.Wewenang.Memegang teguh UUD dan menjalankan segala UU dan peraturannya dengan selurus lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa ( Pasal 9 ayat 1 ) . membuat perdamaian dan perjanjian . Kewajiban.Menetapkan peraturan pemerintahan ( Pasal 5 ayat 2) .Memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD ( Pasal 4 ayat 1 ) . AL dan AU (Pasal 10 ) . dan Hak Presiden/Wakil Presiden.Menyatakan perang. antara lain : . Kewajiban. dan Hak Eksekutif Adapun Wewenang.

Dalam mengangkat duta.Menyatakan keadaan bahaya ( Pasal 12 ) . Presiden memperhatikan pertimbangan DPR (Pasal 13 ayat 2) .Mengangkat duta dan konsul ( Pasal 13 ayat 1 ). dan lain-lain tanda kehormatan yang diatur dalam UU ( pasal 15 ) .Memberi amnesti dan abolisi dengan memperhatikan pertimbangan DPR ( Pasal 14 ayat 2 ) .Pengangkatan dan pemberhentian menteri-menteri ( pasal .Memberi grasi dan rehabilitas dengan memperhatikan pertimbangan MA ( Pasal 14 ayat 1 ) .Menerima penempatan duta Negara lain dengan memperhatikan pertimbangan DPR (Pasal 13 ayat 3 ) .Membentuk suatu dewan pertimbangan yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada presiden ( Pasal 16 ) .Wewenang. dan Hak Eksekutif . Kewajiban.Memberi gelar. tanda jasa.

pengampunan. . atau bahkan pembebasan hukuman sama sekali. Grasi adalah Hak untuk memberikan pengurangan hukuman. Sebagai contoh yaitu mereka yang pernah mendapat hukuman mati dikurangi menjadi hukuman penjara seumur hidup.Hak Presiden (Grasi) Grasi adalah salah satu hak Presiden Indonesia di bidang yudikatif.

Amnesti Amnesti (dari bahasa Yunani. amnestia) adalah sebuah tindakan hukum yang mengembalikan status tak bersalah kepada orang yang sudah dinyatakan bersalah secara hukum sebelumnya. Amnesti diberikan oleh badan hukum tinggi negara semisal badan eksekutif tertinggi. badan legislatif atau badan yudikatif. Di Indonesia. amnesti merupakan salah satu hak presiden di bidang yudikatif sebegai akibat penerapan sistem pembagian .

Kepala negara a.n. negara memulihkan nama baik warganegara yang dirugikan oleh putusan dimaksud.Rehabilitasi Rehabilitasi adalah hak kepala negara untuk memulihkan nama baik warganegara yang sebelumnya tercemar oleh putusan hukuman yang kemudian terbukti bahwa hukuman tersebut ternyata oleh satu dan lain hal terbukti keliru. .

Abolisi Abolisi adalah hak kepala negara untuk meniadakan putusan hukum atau meniadakan proses hukum. Perkara yang menuai kemarahan publik bahkan tidak tertutup kemungkinan mengundang tekanan internasional. apabila dibiarkan. akibat sarat rekayasa atau karena hakim berada di bawah bayangbayang kekuasaan.). atau pada putusan hukum yang dinilai tidak adil/cacat hukum yang mengusik rasa keadilan masyarakat (putusan hukum bertentangan dengan kebenaran filosofis dan kebenaran sosiologis). . Abolisi bisa dilakukan terhadap proses hukum yang kacau (misal. akan berdampak pada merosotnya kredibilitas negara. Melalui abolisi putusan atau proses hukum dianggap tidak pernah ada atau tidak pernah terjadi. atau tercium adanya permainan kotor yang melatarbelakangi proses peradilan.

Dalam hal ini Padmo Wahjono menyatakan pendapatnyayang akhirnya memberikan kesimpulan bahwa hak prerogatif yang selama ini disalahpahami adalah hak administratif Presiden yang merupakan pelaksanaan peraturan perundangundangan dan tidak berarti lepas dari kontrol lembaga negara lain.Hak Prerogatif Prerogatif berasal dari bahasa latin praerogativa ( dipilih sebagai yang paling dahulu memberi suara). misalnya dalam hal pengangkatan menteri-menteri departemen. hak ini dilakukan secara nyata. selama orde baru. Namun dalam prakteknya. Dalam prakteknya kekuasaan Presiden RI sebagai kepala negara sering disebut dengan istilah “hak prerogatif Presiden” dan diartikan sebagai kekuasaan mutlak Presiden yang tidak dapat diganggu oleh pihak lain. UUD 1945 maupun peraturan perundang-undangan di Indonesia yang mengatur tentang ketatanegaraan tidak pernah menyatakan istilah hak prerogatif Presiden. praerogativus (diminta sebagai yang pertama memberi suara). Hak ini juga dipadankan terutama dalam istilah Presiden sebagai kepala negara yang sering dinyatakan dalam pengangkatan pejabat negara. . praerogare ( diminta sebelum meminta yang lain).

Soekarno 18 Agustus 1945 – 22 Februari 1967 .

Soeharto 22 Februari 1967 – 21 Mei 1998 .

Baharuddin Jusuf Habibie 21 Mei 1998 – 20 Oktober 1999 .

Abdurrahman Wahid 20 Oktober 1999 – 23 Juli 2001 .

Megawati Soekarnoputri 23 Juli 2001 – 20 Oktober 2004 .

Susilo Bambang Yudhoyono 20 Oktober 2004 .Sekarang .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->