BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Perkembangan industri rokok di Indonesia secara umum terus berkembang. Bagi indonesia, industri rokok termasuk salah satu komoditi yang dilematis. Di satu sisi dianggap dapat mengganggu kesehatan bagi pengkonsumsinya, tetapi di sisi lain rokok termasuk salah satu penyambung pendapatan negara yang cukup tinggi. Industri rokok merupakan salah satu industri yang memiliki peranan relatif besar terhadap penerimaan negara. Dalam krisis moneter yang dialami oleh Indonesia saat ini, peranan cukai rokok menjadi sangat berarti, apalagi konsumsi rokok tidak akan terlalu berpengaruh oleh pendapatan masyarakat yang menurun. Industri tembakau merupakan penyumbang pendapatan negara yang cukup besar, baik di negara berkembang maupun di negara maju. Pada tahun 2004 rokok mampu menyumbang devisa Negara sebesar 16,5 Triliun sedangkan pada tahun 2011 sumbangan dari cukai rokok mencapai 62,759 Triliun. Dari data tersebut terlihat ada tren kecenderungan meningkatnya pendapatan yang diperoleh dari industri rokok. Berdasarkan catatan FAO, pasar tembakau dunia hingga tahun 2012 mendatang, diproyeksikan mencapai 464,4 miliar dollar AS. Jika diibaratkan APBN suatu negara, maka pendapatan sebesar itu akan menempatkan negara tersebut berada diurutan ke 23 sebagai negara dengan PDB terbesar di dunia. Nilai ekonomis yang fantastis ini, menjadikan industri rokok sebagai primadona bagi pelaku usaha di tingkat global ( Ries Dyah Fitriyah, 2011). Sebagai salah satu sumber penerimaan negara, cukai mempunyai konstribusi yang sangat penting dalam APBN khususnya dalam kelompok Penerimaan Dalam Negeri. Penerimaan cukai dipungut dari tiga jenis barang yaitu; etil alkohol, minuman mengandung etil alkohol dan hasil tembakau terhadap penerimaan negara yang tercermin pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara selalu meningkat dari tahun ke tahun. Cukai yang diterima negara, 95% berasal dari cukai hasil tembakau yang diperoleh dari jenis hasil tembakau (JHT) berupa rokok sigaret kretek mesin, rokok sigaret tangan dan rokok sigaret putih mesin, yang dihasilkan oleh industri rokok (Tri Wibowo, 2003).

1

sigaret kretek tangan (SKT) dan sigaret kretek mesin (SKM) yang mana dalam memenuhi kebutuhan konsumen terhadap rokok sangat memperhatikan kualitas. yaitu analisis kemampuan proses. Kadar air yang terlalu kering dapat membuat rokok keras atau isi tembakau terlalu padat. Ketidaksesuaian produk dengan spesifikasi akan menimbulkan citra buruk pada konsumen. Sedangkan kadar air yang terlalu lembab dapat membuat rokok gembos atau kurang isi. Kadar air tembakau yang ideal adalah 15 % dalam 200 gram tembakau. Ongkowidjojo Malang adalah salah satu perusahaan yang memproduksi rokok. Analisis kemampuan proses merupakan prosedur yang digunakan untuk memprediksi kinerja jangka panjang yang berada dalam batas pengendali proses statistik. Kadar air tembakau merupakan banyaknya kandungan air per satuan berat bahan tembakau yang berpengaruh terhadap kualitas produk rokok. telah menjadikan perkembangan industri rokok kretek Indonesia secara kuantitas cenderung menurun. sehingga berpengaruh terhadap kepercayaan konsumen kepada produk tersebut. PT. Perusahaan yang berdiri sejak 1946 ini telah memproduksi rokok jenis klobot. dengan kata lain berpengaruh pula pada keberlangsungan produksi perusahaan. Persaingan yang semakin ketat mendorong industri rokok untuk meningkatkan kemampuan teknologinya dan kemampuan proses produksinya sehingga mampu mengendalikan kualitas produknya. Pada proses produksi terdapat hal penting yang perlu selalu dikontrol yaitu kadar air tembakau.2 Persaingan pasar yang semakin ketat dan permasalahan yang senantiasa menimpanya. Di dalam pengendalian kualitas Statistik terdapat suatu langkah pengambilan keputusan statistik berdasarkan grafik pengendali. Salah satu grafik pengendali dalam statistik adalah grafik pengendali X bar R yang merupakan dua grafik pengendali yang saling membantu dalam mengambil keputusan mengenai kualitas produk. Oleh karena itu perusahaan perlu melakukan penelitian grafik kendali X bar R dan analisis kemampuan proses untuk mengetahui sejauh mana kesesuaian . Selain itu terdapat tahapan yang harus dilakukan dalam mengendalikan pengendalian kualitas proses statistik.

Bagaimana Analisis Kemampuan Proses pada seluruh data kadar air dari rokok jenis SKT berdasarkan seluruh datanya? 4. Sehingga dapat meningkatkan proses produksi dan kualitas produknya. Perusahaan produksi rokok ini dipilih sebagai instansi yang digunakan untuk praktek kerja lapangan karena dalam pengendalian kualitas produk dapat dikaitkan dengan penerapan statistika yang telah diperoleh di bangku kuliah. Yaitu mengenai masalah pengendalian kualitas statistik yang dapat digunakan untuk mengendalikan proses produksi dan mengetahui kemampuan proses produksi. Ongkowidjojo Malang merupakan salah satu perusahaan rokok di Malang. Bagaimana komparasi hasil Analisis Kemampuan Proses pada rata-rata data dengan seluruh data kadar air dari rokok jenis SKT? 1. Ongkowidjojo Malang adalah: 1. Bagaimana Analisis Kemampuan Proses pada rata-rata data kadar air dari rokok jenis SKT? 3. Ongkowidjojo Malang adalah: 1. Adapun produknya antara lain Sigaret Kretek Tangan (SKT).2 Alasan Pemilihan Lokasi PT. dan rokok klobot. Untuk mengetahui lebih jauh realita ilmu yang telah diterima di bangku perkuliahan melalui kenyataan yang ada di lapangan. Bagaimana grafik pengendali X bar R untuk pengendalian kualitas kadar air pada tembakau dari rokok jenis SKT? 2.4 Tujuan Penelitian Adapun tujuan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di PT. . Sigaret Kretek Mesin (SKM). 1. 1.3 Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dalam pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di PT.3 antara kualitas produk dengan batas spesifikasi yang telah ditentukan oleh perusahaan.

Ongkowidjojo dengan melakukan analisa terhadap kadar air pada tembakau dari rokok jenis SKT. Ongkowidjojo pada proses produksi selanjutnya sehingga dapat meningkatkan kualitas produksi rokok. Untuk mersiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja di masa mendatang. 3.1 Bagi Perusahaan 1.4 2. Untuk memperdalam dan meningkatkan ketrampilan kerja yang sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki. 3.5. 2. Penelitian dilakukan pada produk rokok jenis SKT dengan parameter yang dianalisis adalah kadar air pada tembakau. 4. Meningkatkan kepuasan konsumen dengan produk yang berkualitas. 2.2 Bagi Peneliti 1.5. Penelitian dilakukan pada saat masa giling rokok jenis SKT yaitu pada bulan Juni 2012. Untuk menambah wawasan. Dapat menerapkan pengendalian kualitas produksi rokok di PT. 1. 1. Meningkatkan daya saing usaha yang sehat antar sesama perusahaan penghasil rokok 1. Mengetahui sejauh mana kualitas produk rokok jenis SKT. 1.6 Batasan Masalah 1. 3. 2. Ruang lingkup penelitian hanya dilakukan di PT. 2. Sebagai bahan masukan bagi PT. Pengolahan data yang digunakan dalam pembahasan ini adalah X bar R dan Analisis Kemampuan Proses. Mampu mengaplikasikan disiplin ilmu yang telah diperoleh dan dimiliki baik di dalam maupun di luar pendidikan formal.5 Manfaat Penelitian 1. Ongkowidjojo. Pengolahan data dibantu software minitab 16. 4. . pengetahuan dan pengalaman mahasiswa untuk siap terjun langsung di masyarakat khususnya di lingkungan masyarakat.

1 .4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful