Enzim

Enzim (1)
• Suatu zat bekerja sebagai katalis pada organisme hidup, mengatur kecepatan dimana reaksi kimia diproses dan enzim itu tidak berubah dalam proses tersebut • Biokatalisator • Proses biologis pada seluruh organisme hidup adalah reaksi kimia dan kebanyakan diatur oleh enzim, tanpa enzim banyak reaksi kimia ini tidak akan terjadi. Enzim mengkatalisa semua aspek metabolisme sel.

Enzim (2)
• Ada 2 karakteristik penting enzim : 1. Enzim tidak berubah masuk ke dalam reaksi kimia dan bertindak hanya sebagai katalisa. 2. Enzim tidak mengubah keseimbangan yang konstan pada reaksi kimia tersebut, enzim ini hanya meningkatkan kecepatan dimana reaksi mendekati keseimbangan.

Enzim (3)
Sifat kimia enzim pada umumnya enzim adalah protein 1980-an asam nukleat tertentu yang mampu sebagai katalitik. Enzim protein : molekul besar t.d. sebuah rantai asam amino atau lebih, disebut rantai polipeptida. Rangkaian asam amino menentukan karakteristik untuk spesifisitas enzim

Sifat Enzim
• • • • Enzim Sebagai Katalisator. Enzim itu Suatu Protein Enzim itu Khusus Enzim ada yang bisa bekerja bolak-balik

Bagian-bagian enzim Kita mengenal istilah: •Holoenzim •Apoenzim/ apoprotein •Gugus prostetik •Koenzim •Kofaktor Kofaktor  ion-ion inorganik yg dibutuhkan Enzim untuk melakukan fungsinya Koenzim  molekul organik (komplek) yang dibutuhkan enziim untuk melakukan fungsinya .

bersama-sama dengan koenzim atau gugus logamnya disebut holoenzim. • Secara ringkas struktur sebuah enzim yang aktif dapat dilihat pada bagan .Struktur Enzim • Enzim yang strukturnya sempurna dan aktif mengkatalisis.

Struktur Enzim .

.

Beberapa koenzim sebagai kofaktor dan senyawa yang dipindahkan .

suatu komponen yang bukan protein enzim ada pada banyak enzim. Apoenzim ini mempunyai aktifitas katalitik yang tidak lama.Enzim (4) • Kofaktor. • Suatu kofaktor yang membentuk ikatan dengan apoenzim dan tidak dapat dilepaskan tanpa denaturasi. diistilahkan sebuah grup prostetik. • Suatu kofaktor yang mengelilingi apoenzim dan dapat dipisahkan dari apoenzim disebut coenzim . umumnya grup yang berisi suatu atom metal seperti copper atau iron (Fe). dan komponen proteinnya disebut apoenzim.

Protein Enzim protein sederhana Enzim Enzim Konjugasi Protein + Bukan Protein Protein = apoenzim Bukan protein = Gugus prostetik Organik = Koenzim Anorganik = kofaktor .

.• Koenzim atau kofaktor yang terikat sangat kuat bahkan terikat dengan ikatan kovalen dengan enzim  gugus prostetik • Enzim aktif lengkap dengan semua komponennya  holoenzim • Bagian yang terdiri dari protein saja pada suatu enzim  Apoenzim / apoprotein • Fungsi koenzim adalah sebagai karier sementara dari gugus fungsional yg berperan dalam reaksi ensimatis tersebut.

.Enzim (5) • Bagian enzim tertentu disebut aktif site berikatan dengan substrat. kecepatan yang ditentukan oleh kecepatan aktif site dapat mengubah substrat menjadi produk. tempat aktif tersebut sebuah lekuk atau kantong yang terbentuk oleh lipatan protein • Sebuah molekul enzim yang khusus dapat mengubah 1.000 molekul substrat per detik. kececepatan reaksi enzimatik meningkat dan konsentrasi substrat naik.

active site • Sisi aktif enzim adalah bagian dari molekul enzim tempat berikatannya substrat. dan selanjutnya membentuk produk akhir. sering berupa lekukan pada permukaan protein enzim. . untuk membentuk kompleks enzim substrat. • Sisi aktif suatu enzim berbentuk tiga dimensi. tempat substrat berikatan secara lemah.

ikatan van der Waals. • Ketika produk sudah terbentuk enzim menjadi bebas kembali untuk selanjutnya bereaksi kembali dengan substrat . dan interaksi hidrofobik). selanjutnya terjadi proses katalisis oleh enzim untuk membentuk produk.SUBSTRAT • Substrat berikatan dengan sisi aktif suatu enzim melalui beberapa bentuk ikatan kimia yang lemah (misalnya interaksi elektrostatik. substrat bersama-sama enzim kemudian membentuk suatu kompleks enzim-substrat. ikatan hidrogen. • Setelah berikatan dengan bagian sisi aktif enzim.

Mekanisme kerja Enzim .

.

Teori untuk menjelaskan kerja enzim: • Lock and Key analogy Enzim memiliki struktur sisi spesifik yang cocok dengan substrat. sehingga pengikatan suatu substrat pada enzim menyebabkan sisi aktif mengubah konformasinya sehingga cocok dgn substratnya.  dpt menerangkan fase transisi ES komplek . Mampu menerangkan spesifitas ensim ttp tidak dapat menerangkan stabilitas fase transisi ensim • Induced Fit theory mempertimbangkan fleksibilitas protein.

Dua model telah diusulkan untuk menjelaskan bagaimana enzim berikatan dengan substrat: .

Model 2 .

Lock and key model Induced Fit model .

Sifat enzim • Enzim dibentuk dalam protoplasma sel • Enzim beraktifitas di dalam sel tempat sintesisnya (disebut endoenzim) • Enzim beraktifitas di tempat yang lain diluar tempat sintesisnya (disebut eksoenzim) • Sebagian besar enzim bersifat endoenzim .

kation maupun anion Enzim sangat peka terhadap faktor-faktor yang menyebabkan denaturasi protein misalnya suhu. 8. 7. bersifat hidrofil Dapat bereaksi dengan senyawa asam maupun basa. 2. struktur enzim tetap baik sebelum maupun setelah reaksi berlangsung Enzim bermolekul besar Enzim bersifat khas/spesifik . 4. 5. 6.1. luas permukaan besar. 3. Enzim bersifat koloid. pH dll Enzim dapat dipacu maupun dihambat aktifitasnya Enzim merupakan biokatalisator yang dalam jumlah sedikit memacu laju reaksi tanpa merubah keseimbangan reaksi Enzim tidak ikut terlibat dalam reaksi.

• Spesifik: hanya cocok untuk satu macam substrat saja atau sekelompok kecil substrat yang susunanya hampir sama dan fungsinya sama E5 A E1 B E2 E4 C E3 D .

Substrat dan Kofaktor. Inhibitor .Faktor-faktor yg mempengaruhi kerja enzim • • • • SUHU pH Konsentrasi Enzim.

Suhu • Kerja suatu enzim sangat dipengaruhi suhu lingkungannya. . kecepatan enzim akan menjadi dua kali lipat. sedangkan enzim hewan berdarah dingin pada suhu 25oC. • Enzim dan protein pada umumnya dinonaktifkan oleh suhu tinggi. Setiap kenaikan suhu 10oC. • Enzim berdarah panas dan manusia bekerja paling efisien pada suhu 37o C. sampai batas suhu tertentu.

5. sedangkan enzim tripsin memiliki pH optimum 8.pH • Semua enzim peka terhadap perubahan pH. dan nonaktif pada lingkungan pH sangat rendah (asam kuat) dan pH tinggi (basa kuat). • Contoh. . enzim pepsin memiliki pH optimum 2.

Substrat dan Kofaktor.Konsentrasi Enzim. maka laju reaksi adalah sebanding dengan jumlah substrat. suhu dan konsentrasi enzim konstan. • Sebaliknya jika pH. maka laju reaksi adalah sebanding dengan jumlah enzim yang ada. dan jumlah substrat berlebihan. • Jika pH dan suhu suatu sistem enzim adalah konstan. .

.Inhibitor • Aktivitas suatu enzim dapat dihambat oleh suatu senyawa yang dikenal sebagai inhibitor. • Inhibitor digolongkan menjadi 2 jenis utama. yaitu: a) yang bekerja secara tidak dapat balik (irreversible). b) yang bekerja secara dapat balik (reversible).

Penghambatan Reaksi Enzimatis • Kerja enzim dapat dihambat secara reversible atau irreversible • Irreversible  pembentukan atau pemecahan ikatan kovalen dalam enzim • Reversible  suatu senyawa dapat terikat dan kemudian dpt lepas kembali Reversible inhibitor ini dpt dibagi : – competitive – non-competitive .

Kompetitif: zat penghambat mempunyai struktur yang mirip dengan substrat sehingga dapat bergabung dengan sisi aktif enzim. Terjadi kompetisi antara substrat dengan inhibitor untuk bergabung dengan sisi aktif enzim (misal feed back effect) 2. Non kompetitif: zat penghambat menyebabkan struktur enzim rusak sehingga sisi aktifnya tidak cocok lagi dengan substrat .Penghambatan aktifitas enzim ada dua tipe: 1.

Klasifikasi Enzim (1) • The International Union of Biochemistry menetap sebuah sistem enzim dan diklasifikasikan : * 6 kelas besar * beberapa Sub kelas * Sub-sub kelas sehingga sebuah enzim ditetapkan menjadi angka empat digit.1 . contoh: alkohol : NAD Oksidoreduktase dilambangkan dengan angka 1.1. digit keempat mengidentifikasi sebuah enzim spesifik.1.

6 Kelas Besar Enzim .

amilase) Liase (fumarase) Isomerase (epimerase) Ligase/sintetase (tiokinase) Tipe reaksi memisahkan dan menambahkan elektron atau hidrogen memindahkan gugus senyawa kimia memutuskan ikatan kimia dengan penambahan air membentuk ikatan rangkap dengan melepaskan satu gugus kimia mengkatalisir perubahan isomer menggabungkan dua molekul yang disertai dengan hidrolisis ATP Polimerase (tiokinase) menggabungkan monomer-monomer sehingga terbentuk polimer .Klas Oksidoreduktase (nitrat reduktase) Transferase (Kinase) Hidrolase (protease. lipase.

Klasifikasi Enzim (2) • Suatu enzim akan berinteraksi hanya dengan satu zat atau kelompok zat yang disebut substrat. Karena spesifisitas ini. suatu sistem klasifikasi dikembangkan didasarkan pada jenis reaksi katalisa enzim: . enzim sering diberi nama dengan menambahkan akhiran “ase” terhadap nama substrat (seperti pada urease. yang mengkatalisa gangguan urea) • Namun tidak semua enzim diberi nama seperti itu. untuk mengkatalisa semacam reaksi tertentu.

Oxidoreduktase. Transferase.Klasifikasi Enzim (3) 1. Hidrolase. memotong substrat dengan mengambil suatu molekul air (hidrolisis) . 3. mentransfer suatu kelompok kimia dari suatu zat ke zat lainnya. terkait dalam transfer elektron 2.

Klasifikasi Enzim (4) 4. menggandakan pembentukan berbagai ikatan kimia sampai pada gangguan ikatan pirofosfat didalam trifosfat adenosin atau sebuah nukleotida yang sama. membentuk ikatan ganda yang menambahkan/memindahkan suatu kelompok kimia Isomerase. Liase. . 5. memindahkan satu kelompok didalam suatu molekul untuk membentuk isomer Ligase atau Sintetase. 6.

Enzim ini melepaskan 2 buah elektron seperti 2 buah hidrogen dari alkohol untuk menghasilkan aldehid . misalnya alkohol : oksidoreduktase NAD mengkatalisa oksidasi alkohol menjadi aldehid. Enzim Oksidoreduktase mengkatalisa reaksi oksidasi dan reduksi.Oksidoreduktase (1) • Kelas 1.

. mengkatalisa penggabungan kedua atom oksigen kedalam suatu substrat tunggal. memindahkan 2 elektron dari donor ke oksigen. Oksigenase. biasanya menyebabkan pembentukan peroksida hidrogen. Oksidase. 2.Oksidoreduktase (2) • Subkelas oksidoreduktase: 1.

Oksidoreduktase (3) 3. Hidroksilase. oksigen yang kedua timbul seperti air. 4. mempergunakan peroksida hidrogen selain dari oksigen sebagai oksidan. Peroksidase. menggabungkan sebuah atom molekul oksigen kedalam substrat. peroksida NADH mengkatalisa reaksi .

unik didalam peroksida hidrogen bekerja baik sebagai donor maupun akseptor. .Oksidoreduktase (4) 5. Katalase. Kakatalase berfungsi didalam sel untuk mendetoksifikasikan peroksida hidrogen.

Transferase (1) • Kelas kedua: Enzim Transferase Enzim ini terlibat dalam memindahkan grup fungsional antara donor dengan akseptor. . dengan menghasilkan pembentukan asam amino yang baru dan asam keto yang baru 1. Aminotransferase (transaminase).acyl. fosfat. Amino. mentransfer grup amino dari satu asam amino ke akseptor asam keto. . satu karbon dan grup glikosil adalah salah satu dari 2 bagian sama besar yang ditransfer.

3. Ikatan fosfosester didalam disfosfoglukosa uridin adalah labil. Glukosiltransferase.Transferase (2) 2. misalnya glukokinase. enzim yang memfosforilasi yaitu mengkatalisa pemindahan grup fosforil dari ATP atau trifosfat nukleotida lainnya ke alkohol atau akseptor grup amino. Kinase. mengkatalisa transfer residu gluykosil yang aktif ke sebuah glikogen primer. yang menyebabkan glukosa berpindah ke glikogen primer yang sedang berkembang .

Hidrolase • Kelas ke 3: Enzim Hidrolase: Sebagai satu kelas khusus dari transferase dimana grup donor tertransfer ke air. Reaksi yang sama rata melibatkan pemotongan ikatan peptida. .

Dehidratase sitrat mengubah sitrat menjadi cis-akoninat. 2. 1. adalah enzim yang menambah atau menghilangkan unsur air. . Dehidratase menghilangkan unsur H2O dalam sebuah reaksi dehidrasi. beta atau asam amino.Liase Kelas ke 4: Enzim Liase. amonia atau CO2. Dekarboksilase menghilangkan unsur CO2 dari asam keto alfa.

keto-enol dan interkonversi (perubahan bentuk) aldoseketose. enzim dari kelompok yang sangat heterogen mengkatalisa isomerase beberapa jenis. Diantaranya cis-trans.Isomerase Kelas ke 5: Enzim Isomerase. tapi dapat melibatkan suatu enzim fosforilated sebagai perantara. Isomerase yang mengkatalisa pembalikan karbon Asimetrik terjadi pada epimerase atau recemase. Mutase melibatkan transfer intramolekul pada suatu kelompok seperti fosforil.Transfer tidak perlu langsung. .

Contoh. berarti mengikat. enzim enzim ini terlibat dalam reaksi sintesa dimana 2 molekul tergabung pada pengeluaran sebuah ATP “Ikatan fosfat energi tinggi” kegunaan sintetase tersedia untuk grup khusus enzim. piruvat karboksilase. . Pembentukan acyl amino tRNA bekerja coenenzim A. adalah reaksi yang dikalisa oleh enzim ligase. glutamin dan tambahan CO2 menjadi piruvat.Ligase • Kelas ke 6: Enzim Ligase.

• Enzim secara normal terkonsentrasi didalam sel dan jaringan dimana mereka membentuk fungsi katalitiknya. yang paling umum diantaranya: . • Lebih dari 50 enzim telah ditemukan dalam serum manusia pada praktek klinis rutin.Analisa Enzim (1) • Dalam serum darah ukuran aktifitas enzim spesifik biasanya untuk keperluan mengidentifikasi penyakit.

aktifitas serum biasnya naik pada tahap awal imflamasi pankreas yang akut. Amilase: enzim yang mencerna tepung. Lipase: enzim yang mencerna lemak mulai didalam pankreas dan memperlihatkan variasi klinis yang sama seperti amilase pada penyakit yang melibatkan pankreas.Analisa Enzim (2) 1. pada gangguan duktus pankreatik dan pada penyakit gondok. terutama berasal dari kelenjar ludah dan pankreas. . 2.

khususnya pada sumsum tulang (bone marrow) dan liver. Dan memperlihatkan nilai yang tinggi didalam serum pada kondisi penyakit radang tulang. osteomalacia (melemahkan tulang). hepatitis dan gangguan penyakit kuning. enzim ini dilepaskan kedalam sirkulasi pada kanker prostat metastatik . 4. Fosfatase asam: ditemukan dalam jaringan tubuh tetapi biasanya tidak dalam konsentrasi tinggi pada kelenjar prostat dewasa. Alkalin fosfat: ditemukan pada kebanyakan jaringan tubuh.Analisa Enzim (3) 3.

hati dan infraksi miokardium. seperti shock. demam.Analisa Enzim (4) 5. Transaminase: yaitu transaminase glutamikaspartik dan glutamik-alanin. seperti hepatitis. enzim yang ditemukan pada kebanyakan jaringan tubuh. Enzim ini meningkat besar didalam serum pada penyakit liver. Peptidase: sekelompok protein enzim pencerna ditemukan dalam konsentrasi yang lebih besar pada serum yang terkait dengan gangguan jaringan begitu banyak. luka traumatik dan pada anemia yang disebabkan oleh kerapuhan sel-sel darah merah 6. .

. Dengan demikian enzim merupakan alat yang sangat dibutuhkan dalam teknologi rekombinan DNA atau teknik mesin genetik. enzim restriksi memotong DNA asing. Enzim restriksi dipisahkan dari sel bakteri dan digunakan di laboratorium untuk mengontrol fragmen DNA. Di dalam sel bakteri. seperti fragmen yang mengandung gen.Enzim Restriksi Enzim restriksi = endonuklease restriksi suatu protein yang dihasilkan oleh bakteri yang memotong DNA pada tempat spesifik sepanjang molekul.

pembekuan keju dan pembuatan bir. adonan asam roti.Aplikasi Enzim • Enzim memiliki aplikasi industri dan medis yang berharga. meningkatkan penyembuhan luka dan mendiagnosa penyakit tertentu . • Kegunaan enzim dalam medicine diantaranya membunuh mikroorganisme yang menyebabkan penyakit. anggur. • Ragi.

4. 44 enzim ini dibagi 6 grup. tulis sampai 4 digit Klasifikasi enzim 5. jumlahnya 50-6=44 jenis enzim. 2.C.E dan F Masih ada lagi enzim di dalam serum manusia yang belum dibicarakan. Efek kekurangan enzim . Mekanisme kerjanya Struktur kimia enzim 6. Nama enzim.Tugas Grup A.B. masing-masing grup mendapat tugas antara 7 dan 8 jenis enzim. Tugas masing-masing grup menerangkan secara Rinci masing-masing enzim tentang: 1. Efek kelebihan enzim Karakteristik enzim 7. 3.D.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful