makalah puisi

BAB I PENDAHULUAN

Sastra pada dasarnya merupakan ciptaan, sebuah kreasi bukan semata - mata sebuah imitasi (dalam Luxemburg, 1989: 5). Karya sastra sebagai bentuk dan hasil sebuah pekerjaan kreatif, pada hakikatnya adalah suatu media yang mendayagunakan bahasa untuk mengungkapkan tentang kehidupan manusia. Oleh sebab itu, sebuah karya sastra, pada umumnya, berisi tentang permasalahan yang melingkupi kehidupan manusia. Kemunculan sastra lahir dilatar belakangi adanya dorongan dasar manusia untuk mengungkapkan eksistensi dirinya. (dalam Sarjidu, 2004: 2). Biasanya kesusastraan dibagi menurut daerah geografis atau bahasa. Jadi, yang termasuk dalam kategori Sastra adalah: Puisi, Novel cerita/cerpen (tertulis/lisan), syair, pantun, sandiwara/drama, lukisan/kaligrafi. Berdasarkan ulasan di atas, maka penulis membuat makalah ini guna membantu para pembaca yang ingin menekuni dunia puisi. Selain tentang pengertian dan unsur – unsur puisi, makalah ini juga memuat catatan tentang ragam dan teknik membaca puisi serta dilengkapi juga dengan panduan untuk membuat puisi agar menarik untuk dibaca.

1

BAB II PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN PUISI

Secara etimologis, kata puisi dalam bahasa Yunani berasal dari poesis yang artinya berati penciptaan. Dalam bahasa Inggris, padanan kata puisi ini adalah poetry yang erat dengan –poet dan -poem. Mengenai kata poet, Coulter (dalam Tarigan, 1986:4) menjelaskan bahwa kata poet berasal dari Yunani yang berarti membuat atau mencipta. Dalam bahasa Yunani sendiri, kata poet berarti orang yang mencipta melalui imajinasinya, orang yang hampir-hampir menyerupai dewa atau yang amat suka kepada dewa-dewa. Dia adalah orang yang berpenglihatan tajam, orang suci, yang sekaligus merupakan filsuf, negarawan, guru, orang yang dapat menebak kebenaran yang tersembunyi. Shahnon Ahmad (dalam Pradopo, 1993:6) mengumpulkan definisi puisi yang pada umumnya dikemukakan oleh para penyair romantik Inggris sebagai berikut. (1) Samuel Taylor Coleridge mengemukakan puisi itu adalah kata-kata yang terindah dalam susunan terindah. Penyair memilih kata-kata yang setepatnya dan disusun secara sebaik-baiknya, misalnya seimbang, simetris, antara satu unsur dengan unsur lain sangat erat berhubungannya, dan sebagainya. (2) Carlyle mengatakan bahwa puisi merupakan pemikiran yang bersifat musikal. Penyair menciptakan puisi itu memikirkan bunyi-bunyi yang merdu seperti musik dalam puisinya, kata-kata disusun begitu rupa hingga yang menonjol adalah rangkaian bunyinya yang merdu seperti musik, yaitu dengan mempergunakan orkestra bunyi. (3) Wordsworth mempunyai gagasan bahwa puisi adalah pernyataan perasaan yang imajinatif, yaitu perasaan yang direkakan atau diangankan. Adapun Auden mengemukakan bahwa puisi itu lebih merupakan pernyataan perasaan yang bercampur-baur.

2

dengan kiasan. namun tetap terdapat benang merah. Kata adalah unsur utama terbentuknya sebuah puisi. Larik bisa berupa satu kata saja. simetris. 1993:7) menyimpulkan bahwa pengertian puisi di atas terdapat garis-garis besar tentang puisi itu sebenarnya. (5) Shelley mengemukakan bahwa puisi adalah rekaman detik-detik yang paling indah dalam hidup. pemikiran. UNSUR-UNSUR PUISI Secara sederhana. tapi pada puisi baru tak ada batasan. dengan citra-citra. Misalnya. Semuanya merupakan detik-detik yang paling indah untuk direkam. bait. Unsur-unsur itu berupa emosi. Kelima unsur ini saling mempengaruhi keutuhan sebuah puisi. jumlah kata dalam sebuah larik biasanya empat buat. irama. dan sebagainya).(4) Dunton berpendapat bahwa sebenarnya puisi itu merupakan pemikiran manusia secara konkret dan artistik dalam bahasa emosional serta berirama. Larik (atau baris) mempunyai pengertian berbeda dengan kalimat dalam prosa. larik . Secara singkat bisa diuraikan sebagai berikut. bunyi. ide. Pada puisi lama. kata kiasan. B. susunan kata. 3 . imajinas. bahkan kesedihan karena kematian orang yang sangat dicintai. batang tubuh puisi terbentuk dari beberapa unsur. Shahnon Ahmad (dalam Pradopo. Pemilihan kata (diksi) yang tepat sangat menentukan kesatuan dan keutuhan unsur-unsur yang lain. Misalnya saja peristiwa-peristiwa yang sangat mengesankan dan menimbulkan keharuan yang kuat seperti kebahagiaan. pemilihan kata-katanya tepat. percintaan. dan makna. yaitu kata. bisa frase. serta berirama seperti musik (pergantian bunyi kata-katanya berturu-turut secara teratur). kesan pancaindera. kegembiraan yang memuncak. nada. dan disusun secara artistik (misalnya selaras. bisa pula seperti sebuah kalimat. kepadatan. Kata-kata yang dipilih diformulasi menjadi sebuah larik. dan bahasanya penuh perasaan. Dari definisi-definisi di atas memang seolah terdapat perbedaan pemikiran. dan perasaan yang bercampur-baur.

agama. (2) Rasa (feeling). kedudukan dalam masyarakat. namun irama tidak hanya dibentuk oleh rima. dan keras lembut ucapan bunyi. tekanan-tekanan kata yang bergantian keras lemahnya (karena sifat-sifat konsonan dan vokal). yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya. maka puisi harus bermakna. Baik rima maupun irama inilah yang menciptakan efek musikalisasi pada puisi. bait. Timbulnya irama disebabkan oleh perulangan bunyi secara berturut-turut dan bervariasi (misalnya karena adanya rima. misalnya latar belakang pendidikan. jumlah larik dalam sebuah bait biasanya empat buah. jenis kelamin. usia. Adapun secara lebih detail. Pada puisi lama. yaitu struktur batin dan struktur fisik. Makna adalah unsur tujuan dari pemilihan kata. kelas sosial. Struktur batin puisi. Melalui makna inilah misi penulis puisi disampaikan. baris. yang membuat puisi menjadi indah dan enak didengar meskipun tanpa dilagukan. (1) Tema/makna (sense). Pengungkapan tema dan rasa erat kaitannya dengan latar belakang sosial dan psikologi penyair. tetapi pada puisi baru tidak dibatasi. Kedalaman 4 . meliputi halhal sebagai berikut. Sedangkan irama (ritme) adalah pergantian tinggi rendah. Bunyi dibentuk oleh rima dan irama. panjang pendek.Bait merupakan kumpulan larik yang tersusun harmonis. perulangan kata. media puisi adalah bahasa. Makna bisa menjadi isi dan pesan dari puisi tersebut. dan pengetahuan. Dari sini dapat dipahami bahwa rima adalah salah satu unsur pembentuk irama. unsur-unsur puisi bisa dibedakan menjadi dua struktur. pengalaman sosiologis dan psikologis. baik makna tiap kata. atau sering pula disebut sebagai hakikat puisi. Rima (persajakan) adalah bunyibunyi yang ditimbulkan oleh huruf atau kata-kata dalam larik dan bait. Tataran bahasa adalah hubungan tanda dengan makna. pembentukan larik dan bait. maupun makna keseluruhan. atau panjang pendek kata. Pada bait inilah biasanya ada kesatuan makna. perulangan bait).

dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil). yaitu kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi. yaitu imaji suara (auditif). mendikte. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. Tujuan tersebut bisa dicari sebelum penyair menciptakan puisi. (3) Imaji. Penyair dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui. dan kepribadian yang terbentuk oleh latar belakang sosiologis dan psikologisnya. (4) Amanat/tujuan/maksud (itention). yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. pengaturan barisnya. dan urutan kata. yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata. rima. Struktur fisik puisi meliputi hal-hal sebagai berikut. dll. gaya bahasa. Imaji dapat dibagi menjadi tiga. Sedangkan struktur fisik puisi. (1) Perwajahan puisi (tipografi).pengungkapan tema dan ketepatan dalam menyikapi suatu masalah tidak bergantung pada kemampuan penyairmemilih kata-kata. Imaji dapat mengakibatkan 5 . adalah sarana-sarana yang digunakan oleh penyair untuk mengungkapkan hakikat puisi. hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. pengetahuan. (3) Nada (tone). sadar maupun tidak. dengan nada sombong. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna. maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. maupun dapat ditemui dalam puisinya. imaji penglihatan (visual). menyerahkan masalah begitu saja kepada pembaca. atau terkadang disebut pula metode puisi. tetapi lebih banyak bergantung pada wawasan. ada tujuan yang mendorong penyair menciptakan puisi. Karena puisi adalah bentuk karya sastra yang sedikit kata-kata dapat mengungkapkan banyak hal. (2) Diksi. dan perasaan. pengalaman. Hal-hal tersebut sangat menentukan pemaknaan terhadap puisi. keselarasan bunyi. seperti penglihatan. pendengaran. tepi kanan-kiri. dan bentuk puisi saja. menganggap bodoh dan rendah pembaca. bekerja sama dengan pembaca untuk memecahkan masalah.

yaitu bahasa berkias yang dapat menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu (Soedjito. baik di awal. (5) Bahasa figuratif. puisi dibedakan atas puisi lama dan puisi baru. repetisi bunyi [kata]. Ritma sangat menonjol dalam pembacaan puisi. RAGAM DAN JENIS PUISI 1) Berdasarkan Zaman Menurut zamannya. asonansi. C. simile.pembaca seakan-akan melihat. kehidupan. dan sebagainya [Waluyo. tengah. dan akhir baris puisi. tempat hidup. dll. pars pro toto. 187:92]). dan (3) pengulangan kata/ungkapan. 1986:128). anafora. repetisi. personifikasi. Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang. persamaan awal. sinekdoke. artinya memancarkan banyak makna atau kaya akan makna (Waluyo. misal /ng/ yang memberikan efek magis pada puisi Sutadji C. alusio.B. Adapaun macam-amcam majas antara lain metafora. Rima mencakup (1) onomatope (tiruan terhadap bunyi. Ritma adalah tinggi rendah. Rima adalah persamaan bunyi pada puisi. pleonasme. panjang pendek. ritme. (6) Versifikasi. ironi. 1987:83). (4) Kata kongkret. totem pro parte. klimaks. litotes. PUISI LAMA 6 . bumi. yaitu kata yang dapat ditangkap dengan indera yang memungkinkan munculnya imaji. hingga paradoks. Misal kata kongkret “salju: melambangkan kebekuan cinta. antitesis. kehampaan hidup. dan metrum. yaitu menyangkut rima. eufemisme. satire. mendengar. antiklimaks. Bahasa figuratif menyebabkan puisi menjadi prismatis. sedangkan kata kongkret “rawa-rawa” dapat melambangkan tempat kotor.). dll. Bahasa figuratif disebut juga majas. sajak berselang. (2) bentuk intern pola bunyi (aliterasi. persamaan akhir. dan merasakan seperti apa yang dialami penyair. sajak berparuh. keras lemahnya bunyi. sajak penuh.

• Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6. puisi baru dibedakan atas: • • • Balada adalah puisi berisi kisah/cerita. teka-teki. jadi merupakan sastra lisan. 8. bersajak a-a-a-a. baik dalam segi jumlah baris. 2 baris berikutnya sebagai isi. atau pahlawan. ataupun 10 baris. berisi nasihat. tiap bait 4 baris. Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan. • Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris. Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait. Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris. Yang termasuk puisi lama adalah: • • Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib. Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa. Disampaikan lewat mulut ke mulut. tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata. suku kata. Menurut isinya. 2 baris awal sebagai sampiran. bersajak a-a-a-a. muda-mudi. maupun rima.Ciri-ciri puisi lama: • • • Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya. 7 . jenaka. agama/nasihat. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak. • • • Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek. berisi nasihat atau cerita. PUISI BARU Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama. tanah air. Seloka adalah pantun berkait. Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b. jumlah suku kata maupun rima.

Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan. serta bagaimana menafsirkan makna puisi dengan mudah. 2) Berdasarkan Sudut Pandang Penulis Ada bermacam-macam jenis puisi yang ditulis para penyair Indonesia. Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik. Dalam memahami makna karya sastra.J. Puisi Naratif. dan sebagainya. David Daiches menyebut adanya puisi fisik. Kennedy menyebut adanya puisi konkret dan balada (1071:116-226). platonic. termasuk jenis puisi apakah yang kita ciptakan. Ada juga parable atau alegori. puisi kamar. W. X. Sedangkan istilah ode. dan puisi auditorium juga sering kita jumpai.H Hudson menyatakan adanya puisi sebyektif dan puisi obyektif (1959:96).• • • • Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup. stanza. kita mengenal judul-judul: balada. serenada. Puisi Narataif 8 . romansa. Dalam kumpulan puisi Rendra. Cleanth Brooks menyebut adanya puisi naratif dan puisi deskriptif (1979:335-356). hal yang dipandang erat hubungannya adalah jenis puisi itu sendiri dan sudut pandang penyair. Sebenarnya ada banyak sekali macam-macam puisi. dan bagaimana penyair dalam menyampaikan inspirasinya. dan Deskriptif Klasifikasi puisi ini berdasarkan cara penyair mengungkapkan isi atau gagasan yang hendak disampaikan. Sehingga mudah mengklasifikasikan. 1. dan metafisik (1948:145). Dalam pemahaman puisi. Lirik. a. Romance adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih. himne. kita mengacu pada beberapa hal yang erat hubungannya dengan puisi tersebut. Karya sastra tidak bersifat otonom.

dan sebagainya. Priode 1953-1961 banyak ditulis jenis romansa ini. ode. serenade ungu. misalnya: epik. dan ada yang kompleks. Ada puisi naratif yang sederhana. Rendra banyak menciptakan serenada dalam 'Empat Kumpulan Sajak'. Romansa adalah jenis puisi cerita yang menggunakan bahasa romantic berisi kisah percintaan yang berhubungan dengan ksatria. Rendra juga banyak menulis romansa. Kisah cinta ini dapat huga berarti cinta tanah kelahiran seperti puisi-puisi Ramadhan K. dan seterusnya. Balada Orang-orang Tercinta dan Blues Untuk Bonnie. atau orang-orang yang menjadi pusat perhatian. Jenis puisi lirik misalnya: elegi. Puisi Lirik Dalam puisi lirik penyair mengungkapkan aku lirik atau gagasan pribadinya. Serenada Biru. Kumpulan baladanya yaitu. ada yang bahagia. Serenada adalah Sajak percintaan yang bisa dinyanyikan. dengan diselingi perkelahian dan petualangan yang menambah percintaan mereka lebih mempesonakan. balada. Warna-warna dibelakang serenada itu melambangkan sifat nyanyian cinta itu.Puisi naratif mengungkapkan cerita atau penjelasan penyair. Ia tidak bercerita. Misalnya "Elegi Jakarta" karya Asrul Sani yang mengungkapkan perasaan duka penyair di kota Jakarta. Rendra banyak sekali menulis balada tentang orang-orang tersisih. 9 . dan syair. dan serenada.H. serenade Merah Jambu. Puisi-puisi naratif. Elegi adalah Puisi yang mengungkapkan perasaan duka. sedih. tokoh pujaan. Misalnya Serenada hitam. Serenada Kelabu. Balada adalah puisi yang bercerita tentang orang-orang perkasa. Salah satu bagian dalam "Empat Kumpulan Sajak"nya berjudul "Romansa" dan berisi jenis puisi romansa. Priangan “Si Jelita”. ada yang sugestif. yang oleh penyairnya disebut "Orang-orang Tercinta". Kata serenada berarti nyanyian yang tepat dinyanyikan pada waktu senja. romansa. kecewa. yakni kisah percintaan sebelum Rendra menikah. Kirdjomuljo menulis romansa yang berisi kisah petualangan dengan judul “Romance Perjalanan". b.

Puisi Kamar dan Puisi Auditorium Istilah puisi kamar dan puisi auditorium juga kita jumpai dalam buku kumpulan puisi ‘Hukla’ karya Leon Agusta. Yang banyak ditulis adalah pemujaan terhadap tokoh-tokoh yang dikagumi. namun dengan cara menyindir atau menyatakan keadaan sebaliknya. Didepan telah dinyatakan bahwa dalam puisi deskriptif.Ode adalah Puisi yang berisi pujaan terhadap seseorang. c. di mimbar yang jumlah pendengarnya dapat ratusan orang. penyair bertindak sebagai pemberi kesan terhadap keadaan / peristiwa. Jenis puisi yang dapat diklasifikasikan dalam puisi deskriptif. Sajak-sajak Leon Agusta banyak yang dimaksudkan untuk sajak auditorium. sesuatu hal. Kritik Sosial adalah Puisi yang juga menyatakan ketidak senangan terhadap keadaan tau terhadap diri seseorang. Puisi-puisi auditorium disebut juga puisi Hukla (puisi yang mementingkan suara atau serangakaian suara). sesuatu keadaan. “Diponegoro” Chairil Anwar. “Teratai” Sanusi Pane. dan puisi-puisi impresionitik. Satire adalah Puisi yang mengungkapkan perasaan tidak puas penyair terhadap suatu keadaan. dan “Ode Buat Proklamator” Leon Agusta merupakan contoh ode yang bagus. Puisi Kamar ialah Puisi yang cocok dibaca sendirian atau dengan satu atau dua pendengar saja di dalam kamar. atau suasana dipandang menarik perhatian penyair. benda. Puisi Auditorium adalah Puisi yang cocok dibaca di auditorium. namun dengan cara membeberkan kepincangan atau ketidak beresan keadaan / orang tersebut. Impresionistik adalah Puisi yang mengungkapkan kesan (impresi) penyair terhadap suatu hal. Puisi-puisi Rendra kebanyakan adalah puisi auditorium yang baru 10 . kritik sosial. 2. misalnya puisi satire. Puisi Deskriptif.

Syair Perahu. 4. dan Tuhan). Demikian pula puisi lirik dimana aku lirik bicara kepada pembaca. Puisi auditorium disebut juga puisi oral karena cocok untuk dioralkan. Puisi Subyektif dan Puisi Obyektif Puisi Subyektif disebut juga Puisi Personal. Puisi-puisi yang ditulis kaum ekspresionis dapat diklasifikasikan sebagai puisi subyektif. Platonik. religius. Puisipuisi naratif. Puisi-puisi ide atau cita-cita. perasaan. Puisi Fisikal adalah Puisi bersifat realistis. 3. dan suasana dalam diri penyair sendiri. kehidupan. dilain pihak dapat disebut sebagai puisi metafisik (menagjak pembaca merenungkan hidup. dan Syair Si Burung Pingai dapat dipandang sebagai puisi metafisikal. Yang dilukiskan adalah kenyataan dan bukan gagasan.memperlihatkan keindahannya setelah suaranya terdengar lewat pembacaan yang keras. impresionistis. Puisi Platonik adalah Puisi yang sepenuhnya berisi hal-hal yang bersifat spiritual atau kejiwaan. Puisi Metafisikal adalah Puisi yang bersifat filosofis dan mengajak pembaca merenungkan kehidupan dan merenungkan Tuhan. karya-karya mistik Hamzah Fansuri seperti Syair Dagang. karena mengungkapkan keadaan jiwa penyair sendiri. Dapat dibandingkan dengan istilah 'Cinta Platonis' yang berarti cinta tanpa nafsu jasmaniah. balada. Hal-hal yang didengar. 11 . yakni puisi yang mengungkapkan gagasan. atau dirasakan merupakan obyek ciptaannya. artinya menggambarkan kenyataan apa adanya. Puisi religius disatu pihak dapat dinyatakan puisi platonic (menggambarkan ide atau gagasan penyair). Kasidah-kasidah “Al-Barzanji” karya Ja'far Al-Barzanji dan tasawuf karya Jalaludin Rumi dapat diklasifikasikan sebagai puisi metafisikal. ungkapan cinta luhur seorang kekasih atau orang tua kepada anaknya dapat dimasukkan ke dalam klasifikasi puisi platonik. dan Metafisikal Pembagian puisi oleh David Daiches ini berdasarkan sifat dari isi yang dikemukakan dalam puisi itu. juga puisi dramatis biasanya merupakan puisi fisikal. dilihat. Puisi Fisikal. pikiran.

Namun makna itu 12 . tanda baca dan huruf-huruf sangat potensial membentuk gambar. kaligrafi. Pembaca tetap dapat menelusuri makna puisi itu. majas. Puisi yang demikian akan sangat muda dihayati maknanya. yang dapat dihayati keindahan bentuk dari sudut pandang (poem for the eye). kiasan. maka puisi itu menjadi gelap dan sukar ditafsirkan. Puisi naratif dan deskriptif kebanyakan adalah puisi obyektif. versifikasi. Kita mengenal adanya bentuk grafis dari puisi. ideogramatik. Dalam puisi prismatis penyair mampu menyelaraskan kemampuan menciptakan majas. 6. Gelap. diksi. Puisi Konkret Puisi konkret sangat terkenal dalam dunia perpuisian Indonesia sejak tahun 1770-an. X.Kennedy memberikan nama jenis puisi tertentu dengan nama puisi konkret. 5. Dalam puisi konkret ini. Puisi-puisi anak-anak atau puisi karya mereka yang baru belajar menulis puisi dapat diklasifikasikan puisi diafan. atau puisi-puisi Sutardji Calzoum Bachri yang menunjukkan pengimajian lewat bentuk grafis. meskipun juga ada beberapa yang subyektif. Puisi obyektif disebut juga puisi impersonal. Jika puisi terlalu banyak majas. sehingga puisinya mirip dengan bahasa sehari-hari. Dengan demikian penyair tersebut tidak memiliki kepekaan yang tepat dalam takarannya untuk lambang. namun tidak terlalu gelap. Mereka belum mampu mengharmoniskan bentuk fisik untuk mengungkapkan makna. yakni puisi yang bersifat visual. dan Prismatis. Puisi Diafan atau puisi polos adalah puisi yang kurang sekali menggunakan pengimajian. dan pengimajian sedemikian rupa sehingga pembaca tidak terlalu mudah menafsirkan makna puisinya.J. Gambar wujud fisik yang 'kasat mata' lebih dipentingkan dari pada makna yang ingin disampaikan. maka itu akan menjadi puisi yang bersifat prosaic dan terlalu cerlang sehingga diklasifikasikan sebagai puisi diafan. Sebaliknya jika puisi itu kering akan majas dan versifikasi. dan sebagainya. kata konkret dan bahasa figurative.Puisi Obyektif berarti Puisi yang mengungkapkan hal-hal diluar diri penyair itu sendiri. Puisi Diafan.

Demikian juga puisi-puisi Dr. Jujun S. Jika puisi itu diciptakan tanpa kekuatan pengucapan. dan Puisi Inspirati. Suriasumantri yang sarat dengan pertimbangan keilmuan.bagaikan sinar yang keluar dari prisma. Jika pembaca mempunyai latar belakang pengetahuan tentang penyair dan kenyataan sejarah. maka pembaca akan lebih cepat dan tepat menafsirkan makna puisi tersebut. Makna yang aneka ragam itu dapat ditelusuri pembaca. Penyair benarbenar masuk ke dalam suasana yang hendak dilukiskan. puisi yang diciptakan akan memiliki tenaga gaib. Penyair-penyair seperti Amir Hamzah dan Chairil Anwar dapat menciptakan puisi-puisi prismatis. Suasana batin penyair benar-benar terlibat kedalam puisi itu. 13 . Dengan mood. Ir. Puisi prismatis kaya akan makna. Hanya dalam suasana mood seorang penyair besar mampu menciptakan puisi prismatis. Puisi-puisi dari orang yang baru belajar menjadi penyair biasanya adalah puisi diafan. Puisi Inspiratif diciptakan berdasarkan mood atau passion. sekali baca habis. Puisi-puisi Rendra dalam “Potret Pembangunan” dalam puisi yang banyak berlatar belakang teori ekonomi dan sosiologi dapat diklasifikasikan sebagai puisi pernasian. Namun belum tentu semua puisi yang dihasilkan bersifat prismatis. Puisi Pernasian. Puisi pernasian diciptakan dengan pertimbangan ilmu atau pengetahuan dan bukan didasari oleh inspirasi karena adanya mood dalam jiwa penyair. kebanyakan adalah puisi pernasian. Puisi-puisi yang ditulis oleh ilmuwan yang kebetulan mampu menulis puisi. Ada bermacam-macam makna yang muncul karena memang bahasa puisi bersifat multi interpretable. 7. Pernasian adalah sekelompok penyair Prancis pada pertengahan akhir abad 19 yang menunjukkan sifat puisi-puisi yang mengandung nilai keilmuan. maka niscaya tidak akan dapat dihasilkan puisi prismatis. Pembaca memerlukan waktu cukup untuk menafsirkan puisi prosaic seperti karya penyair-penyair tahun 1970-an. namun tidak gelap. Namun kadang-kadang juga kita jumpai puisi gelap.

Istilah-istilah gagah membela kelompoknya disertai dengan istilah tidak simpatik yang memojokkan pihak yang dikritik. Pihak yang dibela diberikan tempat dan kedudukan yang terhormat dan serba benar. Puisi-puisi mereka adalah endapan dari pengalaman fisik. dan emosional selama penyair terlibat dalam demonstrasi 1966. Didepan telah diberikan salah satu contoh puisi pamflet Rendra yang berjudul "Sajak Burung Kondor". sedang pihak yang dikritik dilukiskan berada dalam posisi yang kurang simpatik. Rendra adalah tokoh puisi pamflet. Menurut subagio Sastrowardoyo. kata-kata yang membakar semangat kelompok banyak dipergunakan. Kata-kata 14 . puisi-puisi demonstrasi merupakan ungkapan sepihak. 9. seperti kebenaran. bahasa pusi pamflet juga bersifat prosaic. Stanza berbeda dengan oktaf karena oktaf dapat terdiri atas 16 atau 24 baris. Seperti halnya puisi demonstrasi. Aturan pembarisan dalam oktaf adalah 8 baris untuk tiap bait. Kata-katanya mengungkapkan rasa tidak puaas kepada keadaan. puisi-puisi demonstrasi 1966 bersifat ke-kita-an. Puisi Demonstrasi dan Pamflet Puisi demonstrasi menyaran pada puisi-puisi Taufiq Ismail dan mereka yang oleh Jassin disebut angkatan 66. Sementara itu. tirani. puisi ini melukiskan dan merupakan hasil refleksi demonstrasi para maha siswa dan pelajar sekitar tahun 1966. kamanusiaan. Seperti halnya puisi pamflet. sehingga kebenaran sulit ditrima secara obyektif. Disebut puisi pamflet karena bahasanya adalah bahasa pamflet. Stansa Jenis puisi yang bernama stanza kita jumpai dalam Empat Kumpulan Sajak karya Rendra. sedangkan dalam setanza seluruh puisi itu hanya terdiri atas 8 baris.8. Stanza artinya puisi yang tediri atas 8 baris. mental. Puisi pamflet juga mengungkapkan protes social. bukan perasaan individu. artinya melukiskan perasaan kelompok. dan sebagainya. gaya paradoks dan ironi banyak kita jumpai. kebatilan. Munculnya kata-kata yang berisi protes secara spontan tanpa proses pemikiran atau perenungan yang mendalam.

Alegori Puisi sering-sering mengungkapakan cerita yang isinya dimaksudkan untuk memberikan nasihat tentang budi pekerti dan agama. baik yang dipublikasikan di buku.cukong. entah ke mana rimbanya. dan kondom dinyatakan bersam dengan kata-kata penderitaan. kelaparan. dan kesengsaraan rakyat kecil yang dibela. 1001 Malam. Dalam kitab suci banyak kita jumpai dongeng-dongeng perumpamaan yang maknanya dapat kita cari dibalik yang tersurat. Kisah tokoh pendidikan yang dilukiskan sebagai teratai itu digunakan untuk memberi nasihat kepada generasi muda agar mencontoh teladan 'teratai' itu. Puisi pamflet Rendra kehilangan makna konotatif. ungkapan-ungkapan langsung ke sasaran. 15 . Dalam pusi-puisi pamflet banyak kita jumpai kata-kata tabu yang diungkapkan penyair untuk menunjukkan kedongkolan hati penyair kepada pihak yang dikritik atau terhadap keadaan yang tidak memuaskan dirinya. Kata-kata kasar. D. suatu kehebatan Rendra dalam menciptakan puisi pada tahun 50-an. Bayan Budiman dan Hikayat Bachtiar juga dapat diklasifikasikan sebagai parable. di koran. Puisi-puisi pamflet Rendra kebetulan merupakan reaksi terhadap industrialisasi yang berkembang pesat sekitar tahun 1974 (seperti halnya puisi pamflet Jerman 10. Puisi-puisi pamflet Rendra ini mengingatkan kita akan puisi-puisi Jerman pada awal industrialisasi di sana. Jenis alegori yang terkenal adalah parable yang juga disebut dongeng perumpamaan. dan hiperbola yang bertujuan memojokkan pihak yang dikritik banyak kita jumpai dalam puisi-puisi pamflet Rendra. karena kisah bunga teratai itu digunakan untuk mengisahkan tokoh pendidikan. Cerita berbingkai seperti Panca Tantra. maupun yang masih tetap mengendap di tangan penulis atau bahkan sudah hilang. Teknik Pembuatan Puisi Sampai saat ini. barangkali berjuta puisi telah dituliskan. Puisi "Teratai" karya Sanusi Pane boleh dikatakn sebagai puisi alegori. di internet.

mulai dari kehidupan sehari-hari. khususnya puisi yang dituliskan oleh kaum remaja. misalnya tatkala melihat meja. jika dicermati. dan lain-lain. akan bisa lahir sebuah puisi 3. Misalnya pada saat berkaca. 5. Sebenarnya. TAHAP MENGUNGKAPKAN FAKTA OBYEK LAIN Pada tahap ini puisi dilahirkan berdasarkan fakta-fakta di luar diri dan dituliskan begitu saja apa adanya. terutama pada faktor fisik.Berbagai ragam tema bahasan juga pernah diungkapkan lewat puisi. patah hati. puisi itu merupakan ungkapan kata bermakna yang dihasilkan dari berbagai macam proses kelahiran masingmasing. dapat sebuah terlahir puisi. tanpa tambahan kata bersayap atau metafora. Perasaan yang terungkap bisa berupa sedih. 2. kemudian muncul gagasan untuk menulis puisi. puisi-puisi ini dilahirkan dari berbagai macam proses kelahiran. budaya. TAHAP MENGUNGKAPKAN KEHADIRAN YANG BELUM HADIR 16 . antara lain : 1. menurut pengalaman. sains. Tentu. TAHAP MENGUNGKAPKAN FAKTA DIRI Puisi pada tahap ini. Misalnya tatkala melihat orang muda bersandar di bawah pohon rindang. 4. biasanya lahir berdasarkan observasi pada sekitar diri sendiri. cinta. politik dan tentu saja tentang cinta yang banyak sekali ditemukan. Proses kelahiran ini ada beberapa tahap. TAHAP MENGUNGKAPKAN RASA DIRI Pada tahap ini akan lahir puisi yang mampu mengungkapkan rasa atau perasaan diri sendiri atas obyek yang bersinggungan atau berinteraksi. senang. benci. TAHAP MENGUNGKAPKAN RASA OBYEK LAIN Pada tahap ini penulis puisi mencoba berusaha mengungkapkan perasaan suatu obyek. baik perasaan orang lain maupun benda-benda di sekitarnya yang seolah-olah menjelma menjadi manusia. misalnya tatkala melihat meja.

puisi dipandang mampu untuk menyampaikan gagasan dalam menghadirkan yang belum hadir. ras dan bahasa serta masih dijajah oleh kolonial Belanda. Teknik Pembacaan Puisi Bagaimana kita membaca puisi dengan baik dan sampai sasaran/tujuan makna dari puisi yang kita baca sesuai maksud Sang Penyair? Ada beberapa tahapan yang harus di perhatikan oleh sang pembaca puisi. menuju kejadian di masa depan. rasa dan analisa menuju jangkauan yang bersifat lintas ruang dan waktu.Pada tahap ini puisi sudah merupakan hasil kristalisasi yang sangat mendalam atas segala fakta. Salah satu contoh yang menarik adalah lahirnya puisi paling tegas dari para pemuda Indonesia. budaya dan gaya hidup masyarakat di masa depan. Memahami isi puisi adalah upaya awal yang harus dilakukan oleh pembaca puisi. bangsa Indonesia masih tersekat-sekat dalam kebanggaan masing-masing suku. Vocal 17 . Dan menunggu sampai dengan di raihnya kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945. Saat Sumpah pemuda yang berbentuk puisi ini diikrarkan. dalam Sumpah Pemuda. antara lain: Interpretasi (penafsiran/pemahaman makna puisi) Dalam proses ini diperlukan ketajaman visi dan emosi dalam menafsirkan dan membedah isi puisi. Misalnya cita-cita anak manusia. atas prakarsa Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI). meskipun kemerdekaan dan persatuan belum terwujud. lambat laun terjadi pencerahan pada seluruh komponen bangsa akan pentingnya persatuan. yaitu sesuatu hal yang pengungkapannya hanya bisa melalui puisi. tanggal 28 Oktober 1928 di Jakarta. tidak dengan yang lain. sehingga jiwa persatuan itu sanggup dihadirkan di dalam setiap individu bangsa Indonesia. E. Mengungkapkan Kehadiran yang belum hadir artinya melalui media puisi. Melalui Puisi Sumpah Pemuda. untuk mengungkap makna yang tersimpan dan tersirat dari untaian kata yang tersurat. dan lain-lain.

naik turunnya volume dan keras lembutnya diksi. Dinamika Lemah kerasnya suara (setidaknya harus sampai pada penonton. Modulasi Mengubah (perubahan) suara dalam membaca puisi. Kita harus pandai mengatur dan menyesuaikan dengan kekuatan nafas. Penampilan Salah satu factor keberhasilan seseorang membaca puisi adalah kepribadian atau performance diatas pentas. di mana kita harus menyambung atau mencuri nafas.Artikulasi Pengucapan kata yang utuh dan jelas. Kita ciptakan suatu dinamika yang prima dengan mengatur rima dan irama. tak gugup. tak gelisah. Jeda Pemenggalan sebuah kalimat dalam puisi. Biasanya. Diksi Pengucapan kata demi kata dengan tekanan yang bervariasi dan rasa. Usahakan terkesan tenang. bahkan di setiap hurufnya. 18 . Intonasi Tekanan dan laju kalimat. Di mana harus ada jeda. terutama pada saat lomba membaca puisi). Pernafasan. Tempo Cepat lambatnya pengucapan (suara). dalam membaca puisi yang digunakan adalah pernafasan perut. berwibawa dan meyakinkan (tidak demam panggung). dan yang penting menjaga harmoni di saat naik turunnya nada suara.

Komunikasi Pada saat kita membaca puisi harus bias memberikan sentuhan. 19 . Konsentrasi Pemusatan pikiran terhadap isi puisi yang akan kita baca.Gerak Gerakan seseorang membaca puisi harus dapat mendukung isi dari puisi yang dibaca. penghayatan dan segala aspek di atas dengan ekspresi yang pas dan wajar. Gerak tubuh atau tangan jangan sampai klise. bahkan menggetarkan perasaan dan jiwa penonton. Ekspresi Tampakkan hasil pemahaman.

Dalam bahasa Inggris. 1986:4) menjelaskan bahwa kata poet berasal dari Yunani yang berarti membuat atau mencipta. Membaca puisi bukan sekedar menyampaikan arus pemikiran penyair. Kita harus menyelami dan memahami proses kreatif sang penyair. Mengenai kata poet. Kesimpulan. Interpretasi (penafsiran/pemahaman makna puisi) Vocal Diksi Tempo Dinamika Modulasi Intonasi Jeda Pernafasan. • • • • • • • • • • Teknik Pembacaan Puisi. Coulter (dalam Tarigan. Penampilan 20 . bagaimana ia dapat melahirkan karya puisi. Secara etimologis. padanan kata puisi ini adalah poetry yang erat dengan –poet dan -poem. kata puisi dalam bahasa Yunani berasal dari poesis yang artinya berati penciptaan.BAB III PENUTUP A. tapi kita juga harus menghadirkan jiwa sang penyair.

net/community/post/2920 http://duniapuisi.• • • • Gerak Komunikasi Ekspresi Konsentrasi DAFTAR PUSTAKA http://definisi.kapasitor.wordpress.com/2009/07/27/puisi-pengertian-dan-unsurunsurnya/ http://duniapuisi.htm 21 .com/jenis-jenis%20puisi.php?title=puisi http://abdurrosyid.net/story.com/teknik%20pembacaan%20puisi.com/teknik%20pembuatan%20puisi.110mb.110mb.htm http://www.110mb.htm http://duniapuisi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful