P. 1
Juknis Pelaksanaan Air Bersih

Juknis Pelaksanaan Air Bersih

|Views: 327|Likes:
Published by Rudy Edwin

More info:

Published by: Rudy Edwin on Jan 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/04/2014

pdf

text

original

Sections

  • KATA PENGANTAR
  • 1.1 LATAR BELAKANG
  • 1.2 MAKSUD DAN TUJUAN
  • 1.2.1 Maksud
  • 1.2.2 Tujuan
  • 2.4 TINGKAT PEMAKAIAN AIR
  • 3.1 INDIKASI KEBUTUHAN REHABILTASI DAN OPTIMALISASI
  • 3.2 PENENTUAN KEBUTUHAN AIR
  • 3.3 PENGUKURAN DEBIT AIR BAKU
  • 3.4 PEMERIKSAAN KUALITAS AIR BAKU
  • 3.5 SOLUSI TEKNIS DAN PERENCANAAN
  • 4. Air Permukaan
  • Air Permukaan
  • Tabel 3.7 Nilai Permeabilitas Beberapa Jenis Tanah
  • 3.5.2 UNIT PRODUKSI
  • A. Mata Air
  • Tabel 3.1 Evaluasi Sistem Pelayanan untuk Sumber Air Baku Mata Air
  • Tabel 3.3 Ukuran Bak Penampung – PMA
  • Tabel 3.4 Koefisien Kekasaran Pipa
  • Tabel 3.5 Bahan Konstruksi Bangunan Penangkap Mata Air
  • Gambar 3.14 Pematokan lokasi badan pondasi
  • Gambar 3.15 Penggalian Pondasi
  • Gambar 3.19 Pemasangan dinding & pipa keluar
  • Gambar 3.21 Susunan pembesian
  • Gambar 3.24 Cetakan dan pembesian pada lubang pemeriksa
  • Gambar 3.29 Penyambungan Pipa
  • Tabel 3.6 Kelengkapan Cara Pemeliharaan
  • B. Air Permukaan
  • B.1 IPAS Saringan Pasir Lambat (SPL)
  • Gambar 3.30 Bangunan Penyadap
  • Tabel 3.10 Kedalaman Saringan Pasir Lambat (SPL)
  • Gambar 3.32 Saringan Pasir Lambat Tampak Atas
  • Gambar 3.33 Potongan A Bak Saringan Pasir Lambat
  • Tabel 3.11 Gradasi Butir Media Kerikil SPL
  • Gambar 3.41 Underdrain SPL
  • Gambar 3.44 Tampak Atas Bak Prasedimentasi
  • f. Pengolahan Pendahuluan
  • B.2 Instalasi Pengolahan Air Sangat Sederhana (IPASS)
  • Tabel 3.12 Perkiraan Pelayanan IPASS
  • B.3 Paket Instalasi Pengolahan Air (IPA)
  • B.4 Pompa Hidram
  • Tabel 3.16 Kapasitas Pompa Hidram
  • Tabel 3.17 Debit Air Pemasukan Maksimum dan Minimum untuk Berbagai Ukuran Hidram
  • Tabel 3.18 Diameter Pipa Penghantar Sesuai dengan Kapasitas Pompa Hidram
  • Tabel 3.19 Ukuran Diameter Pipa Pemasukan dan Pengeluaran Pompa Hidram
  • Tabel 3.20 Panjang Pipa Pemasukan Pompa Hidram
  • Tabel 3.21 Panjang Pipa Pengeluaran Pompa Hidram
  • Gambar 3.54Gambar Pompa Hidram
  • B.5 Destilator Surya Atap Kaca (DSAK)
  • Tabel 3.23 Kriteria Perencanaan Kaca Penutup (Kondensor) DSAK
  • Tabel 3.24 Kriteria Perencanaan Saluran Kondensat DSAK
  • Tabel 3.25 Kriteria Perencanaan Kotak Destilator DSAK
  • Tabel 3.26 Kriteria Perencanaan Sistem Isolasi DSAK
  • B.7 Sistem Pengolahan Air Gambut
  • B.8 Saringan Rumah Tangga (SARUT)
  • Gambar 3.62 Drum kapasitas 200 liter
  • Gambar 3.67 Peletakan Bak Penampung dan Bak Penyaring
  • Gambar 3.70 Penyiapan Bahan Karbon Aktif
  • Gambar 3.73 Penyiraman Arang Kelapa
  • B.9 Saringan Pipa Resapan
  • C. Air Tanah
  • C.1 Sumur Air Tanah Sedang/Dalam (SATS/D)
  • Tabel 3.29 Bahan Konstruksi Sumur Pompa Tangan
  • Tabel 3.30 Bahan Konstruksi Bangunan SPAM Komunal Air Tanah Dalam
  • Tabel 3.31 Peralatan Konstruksi Sumur Pompa Tangan
  • Gambar 3.74. Cara Mendirikan Tripod
  • Gambar 3.76 Penyambungan Saringan dengan Pipa Hisap
  • Gambar 3.82 Pemasangan kepala pompa dan tangki
  • Gambar 3.86 Denah dan Potongan Konstruksi Pompa Tangan Dalam
  • Tabel 3.32 Kelengkapan Cara Pemeliharaan SPTD
  • C.2 Sumur Air Tanah Dangkal
  • Gambar 3.90 Peralatan
  • Gambar 3.91 Pembuatan Lubang Sumur Dengan Alat Bor
  • Gambar 3.98 Perataan Pasir
  • Tabel 3.36 Cara Pemeliharaan Sumur Pompa Tangan
  • C.3 Sumur Gali
  • Tabel 3.37 Komponen dan Fungsi Komponen Sumur Gali
  • Tabel 3.38 Ukuran Dinding Sumur Gali
  • Tabel 3.39 Konstruksi Dinding Sumur Gali
  • Gambar 3.105 Pengecoran Cincin Beton
  • C.4 Sumur Pompa Tangan
  • Tabel 3.40 Ukuran Sumur dan Pompa
  • Tabel 3.41 Komponen dan Fungsi Pompa Tangan
  • D. Air Hujan
  • D1. Penampung Air Hujan (PAH)
  • Tabel 3.42 Komponen Penampung Air Hujan (PAH)
  • Tabel 3.43 Bahan Konstruksi PAH Cetakan Fiber
  • Tabel 3.44 Bahan Konstruksi PAH Pasangan Bata
  • Tabel 3.45 Komponen dan Ukuran Saringan Pasir PAH
  • Tabel 3.46 Perlengkapan PAH
  • Tabel 3.47 Besi Beton Yang Diperlukan
  • Gambar 3.115 Penggalian Pondasi sedalam 15 cm
  • Gambar 3.117 Penuangan Campuran Beton
  • Gambar 3.119 Perataan Campuran Beton
  • Gambar 3.130 Pematokan lokasi badan pondasi
  • Gambar 3.131. Penggalian Pondasi
  • Gambar 3.140 Pembuatan lantai PAH
  • Gambar 3.141 Pemasangan dinding PAH
  • Gambar 3.145 Pemasangan cetakan dan pembesian tutup PAH
  • Gambar 3.154 Meratakan campuran beton dan saluran pembuangan air
  • Gambar 3.155 Pembuatan saluran
  • Gambar 3.156 Denah dan Potongan PAH Pasangan Batubata
  • Tabel 3.48 Cara Pemeliharaan Penampung Air Hujan
  • Gambar 3.157 Denah Bangunan PAH
  • 3.5.3 UNIT DISTRIBUSI
  • A. Perpipaan
  • Tabel 3.49 Desain Aliran Berdasarkan Jumlah Rumah Tangga yang Dilayani
  • Tabel 3.50 Definisi Sistem Gravitasi Jaringan Perpipaan
  • Gambar 3.161 Sketsa Kondisi Topografi dengan Bak Pelepas Tekan (BPT)
  • Gambar 3.169 Ilustrasi Perhitungan Sisa Tekan pada Jaringan Perpipaan
  • Gambar 3.170 Ilustrasi Profil dan Garis Hidrolis Jaringan Perpipaan
  • B. Perpompaan
  • Tabel 3.55 Pemilihan Jenis Pompa Air Baku Sumber Air Permukaan
  • Tabel 3.56 Pemilihan Jenis Pompa Distribusi atau Booster
  • Gamber 3.171 Prosedur perencanaan pemilihan jenis dan kapasitas pompa
  • Tabel 3.61 Kehilangan Tekanan pada Pipa, Valve dan Bend
  • Tabel 3.62 Daya Pompa Intake (kW) untuk Berbagai Kapasitas dan Tekanan Pompa
  • 3.5.4 UNIT PELAYANAN
  • A. Hidran Umum (HU)
  • Gambar 3.177 Distribusi air dari mata air melalui 1 unit HU secara gravitasi
  • B. Sambungan Rumah Murah (SRM)
  • C. Terminal Air (TA)
  • 4.1 UNIT AIR BAKU
  • Tabel 4.2 Kebutuhan Bahan Bangunan Penampung Air
  • 4.2 UNIT PRODUKSI
  • 4.2.1 MATA AIR
  • A. Perlindungan Mata Air
  • A. Instalasi Pengolahan Air Sederhana (IPAS)
  • C. Pompa Hidram
  • E. Reverse Osmosis
  • F. Sistem Pengolahan Air Gambut
  • Tabel 4.10 Pengolahan Air Gambut
  • G. Saringan Rumah Tangga (SARUT)
  • H. Saringan Pipa Resapan (SPR)
  • 4.2.3 AIR TANAH
  • Tabel 4.13 Bahan Yang Dibutuhkan SPT Dalam
  • Tabel 4.3 Bahan Yang Dibutuhkan SPT Dangkal
  • C. Sumur Gali
  • Tabel 17. Spesifikasi Teknis SPT
  • 4.2.4 AIR HUJAN
  • Tabel 4.18 Kebutuhan Bahan PAH
  • 4.3 UNIT DISTRIBUSI
  • 4.3.1 PERPIPAAN
  • 4.3.2 PERPOMPAAN
  • 4.4 UNIT PELAYANAN
  • 4.4.1 HIDRAN UMUM (HU)
  • 4.4.2 SAMBUNGAN RUMAH MURAH (SRM)
  • 4.4.3 TERMINAL AIR (TA)
  • 5.2 KOPERASI
  • 5.3 KELOMPOK PENGGUNA DAN PEMANFAAT (KP2) AIR MINUM
  • 5.4 Kelembagaan
  • 5.6 Penetapan Tarif
  • LAMPIRAN
  • LAMPIRAN–2. STANDAR KUALITAS AIR
  • Lampiran-9. Penangkap Mata Air Tipe IA
  • Lampiran-13. Potongan A – A Bangunan Penangkap Mata Air Tipe ID

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

KATA PENGANTAR

Pembangunan prasarana dan sarana Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pada dekade ini semakin meningkat khususnya dalam era desentralisasi dan otonomi daerah. Penyelenggaraan pembangunan dan pengembangan SPAM dalam semangat reformasi menuntut sikap yang transparan dan akuntabel dalam setiap tahapan siklus proyek sampai pada pengelolaan. Dengan demikian dipandang perlu untuk menyepakati standar mutu yang harus dipenuhi untuk menjamin terpenuhinya sasaran kegiatan. Petunjuk Teknis Pelaksanaan Prasarana Air Minum Sederhana ini merupakan pelengkap Petunjuk Teknis Subbidang Air Bersih pada Lampiran 3.a Peraturan Menteri PU No. 39/PRT/M/2006 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Infrastruktur Tahun 2007 yang dimaksudkan sebagai penjelasan tata cara perencanaan sampai dengan pengelolaan SPAM. Petunjuk Teknis ini dapat dijadikan sebagai pedoman penyusunan program kegiatan oleh semua pihak terkait baik di tingkat pusat, tingkat propinsi, tingkat kabupaten/kota, maupun tingkat masyarakat. Petunjuk teknis ini juga dilengkapi dengan petunjuk pelaksanaan pembangunan yang menjelaskan tata cara penyiapan dan pembangunan prasarana air minum sehingga prasarana yang dibangun dapat dimanfaatkan secara andal dan berkelanjutan. Dalam upaya penyempurnaan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Prasarana Air Minum Sederhana berikut petunjuk teknis pembangunannya, kami terbuka untuk saran dan masukan.

Jakarta, Januari 2007 Direktur Jenderal Cipta Karya

Ir. Agoes Widjanarko, MIP NIP. 110023320

i

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...................................................................................................... DAFTAR ISI ................................................................................................................ DAFTAR TABEL ........................................................................................................... DAFTAR GAMBAR........................................................................................................ DAFTAR LAMPIRAN..................................................................................................... BAB I – PENDAHULUAN 1.1 1.2 LATAR BELAKANG .............................................................................................. MAKSUD DAN TUJUAN ....................................................................................... 1.2.1 Maksud ................................................................................................. 1.2.2 Tujuan .................................................................................................. RUANG LINGKUP................................................................................................ 1 1 1 1 2 i ii iv vii xi

1.3

BAB II – KETENTUAN UMUM 2.1 2.2 2.3 2.4 JENIS INFRASTRUKTUR AIR MINUM.................................................................... PROSES SELEKSI KEGIATAN DAN PEMILIHAN INFRASTRUKTUR ............................ KOMPONEN INFRASTRUKTUR ............................................................................. TINGKAT PEMAKAIAN AIR .................................................................................. 3 3 4 6

BAB III – PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM SEDERHANA 3.1 3.2 3.3 3.4 3.5 INDIKASI KEBUTUHAN REHABILITASI DAN OPTIMALISASI ................................... PENENTUAN KEBUTUHAN AIR............................................................................. PENGUKURAN DEBIT AIR BAKU .......................................................................... PEMERIKSAAN KUALITAS AIR BAKU .................................................................... SOLUSI TEKNIS DAN PERENCANAAN ................................................................... 3.5.1 UNIT AIR BAKU...................................................................................... 3.5.2 UNIT PRODUKSI .................................................................................... A. MATA AIR.......................................................................................... 1. Perlindungan Mata Air (PMA)........................................................... B. AIR PERMUKAAN................................................................................ 1. IPAS Saringan Pasir Lambat (SPL).................................................... 2. Instalasi Pengolahan Air Sangat Sederhana (IPASS) .......................... 3. Paket Instalasi Pengolahan Air (Paket IPA) ....................................... 4. Pompa Hidram ............................................................................... 5. Destilasi Surya Atap Kaca (DSAK) .................................................... 6. Reverse Osmosis (RO) ................................................................... 7. Sistem Pengolahan Air Gambut ....................................................... 8. Saringan Rumah Tangga (SARUT) .................................................. 9. Saringan Pipa Resapan (SPR) .......................................................... C. AIR TANAH ........................................................................................ 1. Sumur Air Tanah Sedang/Dalam (SATS/D)........................................ 2. Sumur Air Tanah Dangkal ............................................................... 3. Sumur Gali..................................................................................... 4. Sumur Pompa Tangan (SPT) ........................................................... D. AIR HUJAN ........................................................................................ 1. Penampungan Air Hujan (PAH) ........................................................ 7 8 9 10 11 13 19 20 21 42 42 59 63 67 72 78 83 87 95 96 96 111 122 127 131 131

ii

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

3.5.3

UNIT DISTRIBUSI .................................................................................. A. PERPIPAAN........................................................................................ B. PERPOMPAAN .................................................................................... UNIT PELAYANAN .................................................................................. A. HIDRAN UMUM (HU) .......................................................................... B. SAMBUNGAN RUMAH MURAH (SRM) .................................................... C. TERMINAL AIR (TA) ...........................................................................

152 152 166 173 173 183 183 185 186 186 186 187 187 187 189 189 190 191 191 191 192 192 192 193 196 197 197 197 197 198 198 198 198 199

3.5.4

BAB IV – KEBUTUHAN BAHAN PERMODUL 4.1 UNIT AIR BAKU...................................................................................... 4.2 UNIT PRODUKSI .................................................................................... 4.2.1. MATA AIR .................................................................................... A. Perlindungan Mata Air (PMA)...................................................... 4.2.2 AIR PERMUKAAN .......................................................................... A. Instalasi Pengolahan Air Sederhana (IPAS).................................. B. Paket Instalasi Pengolahan Air (Paket IPA) .................................. C. Pompa Hidram .......................................................................... D. Destilasi Surya Atap Kaca (DSAK) ............................................... E. Reverse Osmosis ...................................................................... F. Sistem Pengolahan Air Gambut .................................................. G. Saringan Rumah Tangga (SARUT) ............................................. H. Saringan Pipa Resapan (SPR)..................................................... 4.2.3 AIR TANAH.................................................................................... A. Sumur Air Tanah Sedang/Dalam (SATS/D) ................................... B. Sumur Air Tanah Dangkal ........................................................... C. Sumur Gali ................................................................................ D. Sumur Pompa Tangan (SPT)....................................................... 4.2.4 AIR HUJAN .................................................................................... A. Penampungan Air Hujan (PAH)..................................................... 4.3 UNIT DISTRIBUSI .................................................................................. 4.3.1. PERPIPAAN .................................................................................. 4.3.2. PERPOMPAAN............................................................................... UNIT PELAYANAN .................................................................................. 4.4.1. HIDRAN UMUM (HU) ..................................................................... 4.4.2. SAMBUNGAN RUMAH MURAH (SRM) .............................................. 4.4.3. TERMINAL AIR (TA) ......................................................................

4.4

BAB V - PENGELOLAAN INFRASTRUKTUR AIR MINUM TERBANGUN 5.1 5.2 5.3 5.4 5.5 5.6 ORGANISASI MASYARAKAT SETEMPAT (OMS)...................................................... KOPERASI ......................................................................................................... KELOMPOK PENGGUNA DAN PEMANFAAT (KP2) AIR MINUM ................................. KELEMBAGAAN .................................................................................................. KETENTUAN UMUM PEMILIHAN ORGANISASI PENGELOLA .................................... PENETAPAN TARIF............................................................................................. 201 202 205 207 208 212 213 276

LAMPIRAN ................................................................................................................. DAFTAR REFERENSI ...................................................................................................

iii

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Gambar 2.2 Gambar 3.1 Gambar 3.2 Gambar 3.3 Gambar 3.4 Gambar 3.5 Gambar 3.6 Gambar 3.7 Gambar 3.8 Gambar 3.9 Gambar 3.10 Gambar 3.11 Gambar 3.12 Gambar 3.13 Gambar 3.14 Gambar 3.15 Gambar 3.16 Gambar 3.17 Gambar 3.18 Gambar 3.19 Gambar 3.20 Gambar 3.21 Gambar 3.22 Gambar 3.23 Gambar 3.24 Gambar 3.25 Gambar 3.26 Gambar 3.27 Gambar 3.28 Gambar 3.29 Gambar 3.30 Gambar 3.31 Gambar 3.32 Gambar 3.33 Gambar 3.34 Gambar 3.35 Gambar 3.36 Gambar 3.37 Gambar 3.38 Gambar 3.39 Gambar 3.40 Proses Seleksi Kegiatan dan Pemilihan Infrastruktur Air Minum Sederhana ....................................................................................... Piramida Kebutuhan Air Bersih .......................................................... Optimalisasi Prasarana SPAM............................................................. Rehabilitasi Prasarana SPAM ............................................................. Perlindungan Mata Air Sistem Gravitasi .............................................. Perlindungan Mata Air Sistem Pemompaan ......................................... Bangunan Penangkap Mata Air Tipe I A.............................................. Bangunan Penangkap Mata Air Tipe I B.............................................. Bangunan Penangkap Mata Air Tipe I C.............................................. Bangunan Penangkap Mata Air Tipe I D ............................................. Bak Penampung Tipe 1 (volume 2 m3) ............................................... Bak Penampung Tipe 2 (volume 5 m3) ............................................... Situasi Mata Air/ Bronkaptering ......................................................... Pematokan ...................................................................................... Perataan.......................................................................................... Pematokan Lokasi Badan Pondasi ...................................................... Penggalian Pondasi .......................................................................... Pemberian Pasir pada Lantai Pondasi ................................................. Pemasangan Pondasi........................................................................ Pengurugan Lubang Bekas Galian Pondasi.......................................... Pemasangan Dinding & Pipa Keluar.................................................... Pemasangan Bekisting & Cetakan ...................................................... Susunan Pembesian ......................................................................... Pembesian pada Tutup & Pemasangan Pipa Udara .............................. Pengecoran Tutup ............................................................................ Cetakan & Pembesian pada Lubang Pemeriksa ................................... Pengecoran ..................................................................................... Plesteran ......................................................................................... Pemasangan Turap .......................................................................... Pembuatan Saluran .......................................................................... Penyambungan Pipa ......................................................................... Bangunan Penyadap......................................................................... Pompa ............................................................................................ Saringan Pasir Lambat Tampak Atas .................................................. Potongan A Bak Saringan Pasir Lambat .............................................. Potongan B Bak Saringan Pasir Lambat .............................................. Saringan Pasir Lambat ...................................................................... Denah Saringan Kasar Naik Turun - Saringan Pasir Lambat Tipe I......... Saringan Pasir Lambat Tipe I............................................................. Denah Saringan Kasar Naik Turun - Saringan Pasir Lambat Tipe I......... Denah Saringan Pasir Lambat............................................................ Alternatif Sistem Outlet Saringan Pasir Lambat ................................... 5 6 7 8 22 22 23 24 25 26 27 28 29 36 36 37 37 37 37 37 38 38 38 38 38 39 39 39 39 39 40 44 44 46 47 47 48 49 50 51 52 55
iv

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

Gambar 3.41 Gambar 3.42 Gambar 3.43 Gambar 3.44 Gambar 3.45 Gambar 3.46 Gambar 3.47 Gambar 3.48 Gambar 3.49 Gambar 3.50 Gambar 3.51 Gambar 3.52 Gambar 3.53 Gambar 3.54 Gambar 3.55 Gambar 3.56 Gambar 3.57 Gambar 3.58 Gambar 3.59 Gambar 3.60 Gambar 3.61 Gambar 3.62 Gambar 3.63 Gambar 3.64 Gambar 3.65 Gambar 3.66 Gambar 3.67 Gambar 3.68 Gambar 3.69 Gambar 3.70 Gambar 3.71 Gambar 3.72 Gambar 3.73 Gambar 3.74 Gambar 3.75 Gambar 3.76 Gambar 3.77 Gambar 3.78 Gambar 3.79 Gambar 3.80 Gambar 3.81 Gambar 3.82 Gambar 3.83 Gambar 3.84 Gambar 3.85 Gambar 3.86

Underdrain SPL ................................................................................ Alat Pencuci Pasir Hidrolik SPL Tampak Atas ....................................... Alat Pencuci Pasir Manual SPL - Tampak Atas ..................................... Tampak Atas Bak Prasedimentasi ...................................................... Potongan A Bak Prasedimentasi......................................................... Potongan B Bak Prasedimentasi......................................................... Tata Letak IPASS ............................................................................. Potongan A-A IPASS ......................................................................... Detail Bak Pengendap IPASS ............................................................. Unit Saringan Pasir Lambat IPASS...................................................... Profil Beda Tinggi Sistem Pompa Hidram ............................................ Cara Penggunaan Pipa Vertikal Terbuka pada Pompa Hidram............... Cara Kerja Pompa Hidram................................................................. Gambar Pompa Hidram .................................................................... Aplikasi Destilator Surya Atap Kaca .................................................... Contoh : Destilator Surya Atap Kaca .................................................. Komponen Destilator Surya Atap Kaca ............................................... Reverse Osmosis.............................................................................. Detil Pemasangan Pipa pada Wadah .................................................. Detail Saringan tanpa skala............................................................... Instalasi Pengolahan Air Gambut ....................................................... Drum kapasitas 200 liter .................................................................. Penyiapan Drum & Pembuatan Lubang .............................................. Merakit perpipaan dan socket............................................................ Perakitan Pipa Dan Soket.................................................................. Drum kapasitas 200 liter .................................................................. Peletakan Bak Penampung dan Bak Penyaring .................................... Penyusunan Media Saringan.............................................................. Pengoperasian SARUT ...................................................................... Penyiapan Bahan Karbon Aktif........................................................... Lubang Pembakaran......................................................................... Pembakaran Tempurung Kelapa ........................................................ Penyiraman Arang Kelapa ................................................................. Cara Mendirikan Tripod..................................................................... Pengeboran Dengan Alat Bor............................................................. Penyambungan Saringan dengan Pipa Hisap....................................... Pengisian Kerikil Pasir dan Adukan Semen .......................................... Pembuatan Lantai Sumur dan Pemasangan Tabung ............................ Pemasangan Tabung Penyangga ....................................................... Pembuatan Lantai Sumur .................................................................. Pemasangan selinder rod, pipa, pipa hisap dan tangki ......................... Pemasangan kepala pompa dan tangki............................................... Pemasangan kepala pompa dan tangki pompa.................................... Pemasangan kepala pompa dan tangki............................................... Konstruksi pompa tangan dalam........................................................ Denah dan Potongan Konstruksi Pompa Tangan Dalam .......................

56 56 56 57 57 57 60 60 61 61 68 71 71 72 76 76 77 82 86 86 87 91 91 91 91 92 92 92 92 93 93 93 93 100 100 102 102 102 109 103 103 104 105 106 106 107
v

................ Gambar 3...............................................117 Penuangan Campuran Beton .. Gambar 3..................................................... Gambar 3...91 Gambar 3...... Gambar 3................ Gambar 3.........................................112 Buat Lingkaran Dengan Diameter 2 m....................... Gambar 3....................................................................................................................................................................................................127 Perapihan dan Penutupan Bekas......................................... Gambar 3........122 Cetakan Dinding.. Penyambungan Pipa .93 Gambar 3..............118 Pelapisan dengan pasir sedalam 10 cm ................129 Pengoperasian Bangunan PAH..........................................94 Gambar 3............................................... Gambar 3................................ Gambar 3...109 Cetakan Fiberglass ..........104 Sumur Gali Tipe II............... Landasan Pompa................................110 Buat Lingkaran Dengan Diameter 1........................ Gambar 3..............115 Penggalian Pondasi sedalam 15 cm.........123 Cetakan Luar Dinding ..............125 Pengecoran .................................................111 Buat Lingkaran Dengan Diameter 1......................108 Denah dan Potongan Sumur Pompa Tangan (SPT) Dalam.................98 Gambar 3................................................................................................103 Sumur Gali Tipe IB .....132 Pemberian pasangan batu kosong pondasi .........................131 Penggalian Pondasi ........................................................119 Perataan Campuran Beton .................................................................. Gambar 3............... Gambar 3.. Gambar 3................. Pemasangan Pompa ........................................ Gambar 3..........88 Gambar 3... Gambar 3............................... Gambar 3.101 Bagian Kepala Pompa Tangan Dangkal. Gambar 3........................ Gambar 3............................................................................105 Pengecoran Cincin Beton ......86 m ............................................ 109 110 111 113 114 115 115 116 116 117 117 117 119 120 121 124 125 126 127 127 129 130 135 137 137 138 138 138 138 139 139 139 139 140 140 123 141 141 141 141 142 142 142 143 143 vi Peralatan......................................... Gambar 3......................86 m ................120 Merakit Tulangan Dasar ..........................................................102 Sumur Gali Tipe IA ..........................128 Merakit Tutup PAH ...................................... Gambar 3............................ Gambar 3.................130 Pematokan lokasi badan pondasi ............................................... Sumur Pompa Tangan Dangkal ... Gambar 3............................107 Denah dan Potongan Sumur Pompa Tangan (SPT) Dangkal ....................... Pengisian Kerikil Pasir dan Adukan Semen ........ ..............121 Struktur Pengecoran Lantai Bangunan PAH...................... Gambar 3....................... Gambar 3........................................92 Gambar 3...........................................................................................89 Gambar 3. Gambar 3. Pembuatan Cetakan Pengecoran ........................126 Pembuatan Lubang untuk Pipa Outlet ............................................. Gambar 3..............................106 Pengecoran Saluran..................................Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3...........................................100 Bagian-bagian badan dan penghisap.........97 Gambar 3............. Konstruksi Pompa Tangan Dangkal ......................................... Gambar 3.. Gambar 3............. Gambar 3.......................... Penyambungan Saringan dengan Pipa Hisap................................................. Gambar 3.................................... Pembuatan Lubang Sumur Dengan Alat Bor .........................................................99 Sistem Sumur Air Tanah Sedang/Dalam .............................95 Gambar 3.............................87 Gambar 3..................124 Cetakan Dinding PAH............................................................................................................................................. Gambar 3........ Gambar 3.........90 Gambar 3.........96 Gambar 3....................114 Lingkarkan besi beton yang akan dibuat tulangan horizontal pada patok-patok dan beri kelebihan..................116 Pembuatan Campuran Beton ...................................... Perataan Pasir ............. Konstruksi Sumur Air Tanah Sedang/Dalam .................................................

......... Gambar 3...........................154 Meratakan campuran beton dan saluran pembuangan air ...................158 Potongan A-A Bangunan PAH ............................................................................................................138 Pembuatan cetakan slop beton pondasi PAH...139 Pembuatan cetakan tiang beton PAH ........170 Ilustrasi Profil dan Garis Hidrolis Jaringan Perpipaan...... Gambar 3.........174 Potongan Hidran Umum A-A................................................ Gambar 3..... Gambar 3.... Gambar 3.........................173 Denah Hidran Umum .... Gambar 3........ 143 144 144 144 144 145 145 145 145 146 146 146 146 147 147 147 147 147 147 148 148 148 148 149 151 151 152 154 157 158 158 159 Gambar 3....... 159 Gambar 3.... Gambar 3.........................147 Cetakan dan pembesian pada lubang pemeriksa .......................................................................... Gambar 3................ Gambar 3........145 Pemasangan cetakan dan pembesian tutup PAH .............................................. Gambar 3........................133 Pemberian pasir pada lantai pondasi ..........................161 Sketsa Kondisi Topografi dengan Bak Pelepas Tekan (BPT)..............................152 Pelapisan dengan pasir setebal 5 cm dasar Turap ..167 Lay Out Sistem Distribusi Induk ................. Gambar 3....... Gambar 3........151 Pengupasan tanah dasar 1..................159 Detail Unit Saringan Bangunan PAH .................................137 Pengurugan lubang bekas galian pondasi ............................................................................................................................ Gambar 3...................................................168 Arah Aliran dan Diameter Pipa....................................................177 Distribusi air dari mata air melalui 1 unit HU secara gravitasi............................................................................... Gambar 3..... Gambar 3................................................................... Gambar 3.......................................... Gambar 3.......... Gambar 3......................................................142 Pemasangan dinding dan pipa out let buatan lantai PAH........................171 Prosedur perencanaan pemilihan jenis dan kapasitas pompa.... Gambar 3......... Gambar 3... Gambar 3.........................165 Sketsa sumber pada (di bawah) daerah pelayanan dengan booster pump ......136 Pembesian pada tiang-tiang dan slop .....................Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3....................... Gambar 3.......176 Denah Box Meter Hidran Umum .........................20 m dan pengurugan tanah....166 Sketsa sumber pada (di bawah) daerah pelayanan dengan air valve ........................................155 Pembuatan saluran............................149 Pembesian dan Pengecoran tutup manhole...................................................... Gambar 3.................................................. Gambar 3....................................146 Susunan pembesian ..172 Standar Hidran Umum ..............................................163 Sketsa sumber di atas daerah pelayanan dengan BPT................ Gambar 3...........................150 Pekerjaan plesteran tutup bak ..... Gambar 3..............162 Sketsa Kondisi Topografi dengan Pemompaan ............ Gambar 3...........................................................................................140 Pembuatan lantai PAH ...... Gambar 3................... Gambar 3.... Gambar 3............ Gambar 3. Gambar 3.......156 Denah dan Potongan PAH Pasangan Batubata . Gambar 3..............................153 Pemasangan batu kali dan adukan................ Gambar 3............................. Gambar 3...................................134 Pemasangan pondasi............. Gambar 3................................. Gambar 3.............160 Kondisi Umum Perpipaan Sistem Gravitasi ......... Gambar 3..... Gambar 3........148 Pekerjaan pengecoran tutup PAH.............................................. Gambar 3............169 Ilustrasi Perhitungan Sisa Tekan pada Jaringan Perpipaan .144 Pemasangan bekisting pada tutup bangunan tutup PAH .........141 Pemasangan dinding PAH ........ Gambar 3............................157 Denah Bangunan PAH.. 160 163 164 165 166 168 175 176 176 177 178 179 vii .............................................135 Pondasi yang sudah terpasang .....164 Sketsa sumber di atas daerah pelayanan dengan pipa bertekanan tinggi ................... Gambar 3......143 Pekerjaan plester dinding PAH.175 Potongan Hidran Umum B-B...

...180 Distribusi air dari mata air melalui 4 unit HU secara gravitasi..................178 Distribusi air dari mata air melalui 2 unit HU secara gravitasi......... Gambar 3.... Gambar 3................... Gambar 3...179 Distribusi air dari mata air melalui 3 unit HU secara gravitasi........... 179 180 180 181 179 viii ..Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3..181 Distribusi air dari mata air melalui 4 unit HU secara gravitasi...........182 Distribusi air dari mata air melalui 1 unit HU secara gravitasi.. Gambar 3..

................................................... Tabel 3................................................................................................1 Tabel 3.....29 Bahan Konstruksi Sumur Pompa Tangan ........ Tabel 3.23 Kriteria Perencanaan Kaca Penutup (Kondensor) DSAK .....................17 Debit Air Pemasukan Maksimum dan Minimum untuk Berbagai Ukuran Hidram .............40 Ukuran Sumur dan Pompa ........................ Tabel 3.... Tabel 3.....................37 Komponen dan Fungsi Komponen Sumur Gali .......24 Kriteria Perencanaan Saluran Kondensat DSAK .........................................................................12 Perkiraan Pelayanan IPASS .......................... Tabel 3........................................................................... Tabel 3........... Tabel 3...........................................................34 Bahan Konstruksi Bangunan SPAM Komunal Air Tanah Dangkal...................................... Jumlah bahan untuk SARUT ................13 Kriteria Perencanaan Unit Paket IPA.. Kebutuhan bahan bangunan penampunga air ....... Tabel 3........................ Tabel 3..................................................... Dimensi Bak Penampung SPAM Mata Air .............................22 Kriteria Perencanaan Pengumpul Kalor DSAK ................................................. ..... Tabel 3.....43 Bahan Konstruksi PAH Cetakan Fiber.................... Tabel 3.............. Tabel 3........................................... Tabel 3..................6 Tabel 3.............................. Tabel 3....... Kelengkapan Cara Pemeliharaan.....................27 Pemeliharaan Instalasi Pengolahan Air Gambut ............................................... Tabel 3...11 Gradasi Butir Media Kerikil SPL ................................................... Tabel 3................ Tabel 3.........................20 Panjang Pipa Pemasukan Pompa Hidram ....19 Ukuran Diameter Pipa Pemasukan dan Pengeluaran Pompa Hidram ..........3 Tabel 3.........30 Bahan Konstruksi Bangunan SPAM Komunal Air Tanah Dalam ......16 Kapasitas Pompa Hidram ..................4 Tabel 3.......................38 Ukuran Dindiing Sumur Gali ................... Tabel 3...................................... Tabel 3................ Tabel 3...........7 Tabel 3..................................... Tabel 3...... Tabel 3................................10 Kedalaman Saringan Pasir Lambat (SPL) .................................................................................................................... Tabel 3.... Tabel 3.....Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana DAFTAR TABEL Tabel 3........................................................... Bahan Konstruksi Bangunan Penangkap Mata Air .............................. Tabel 3.........21 Panjang Pipa Pengeluaran Pompa Hidram .................................................................................................... Tabel 3..................................................................................................28 Jenis.....14 Kriteria perencanaan unit IPA (lanjutan).......26 Kriteria Perencanaan Sistem Isolasi DSAK........31 Peralatan Konstruksi Sumur Pompa Tangan......5 Tabel 3.........................39 Konstruksi Dinding Sumur Gali.................. Tabel 3.....18 Diameter Pipa Penghantar Sesuai dengan Kapasitas Pompa Hidram....41 Komponen dan Fungsi Pompa Tangan .........35 Kebutuhan Peralatan ........... Tabel 3....32 Kelengkapan Cara Pemeliharaan SPTD ..........................42 Komponen Penampungan Air Hujan (PAH) ........................... ukuran...... Tabel 3.. Koefisien Kekasaran Pipa ..2 Tabel 3....................................................................................... 15 21 30 31 31 35 41 43 43 45 53 59 62 62 69 69 69 69 70 70 70 72 73 73 74 74 85 89 97 98 98 108 111 111 113 118 122 123 123 128 131 132 134 ix Tabel 3......36 Cara Pemeliharaan Sumur Pompa Tangan ................ Kebutuhan bahan bangunan Saringan Pasir Lambat (SPL) ..................................................................................................................... Tabel 3.......15 Alternatif Pemilihan Sumber Daya Listrik .............25 Kriteria Perencanaan Kota Destilator DSAK ............. Evaluasi Sistem Pelayanan untuk Sumber Air Mata Air ......... Tabel 3...........9 Nilai Permeabilitas Beberapa Jenis Tanah ..........33 Bahan Yang Dibutuhkan...................... Tabel 3... Ukuran Bak Penampung – PMA ............. Tabel 3................................................................8 Tabel 3...

........6 Tabel 4..46 Perlengkapan PAH............................................. Tabel 3................ Tabel 3.........1 Tabel 4.............4 Tabel 4................. Kebutuhan Bahan Bangunan Penampung Mata air ................................ Reducer dan Header Instalasi Perpompaan Distribusi – Centrifugal Double Suction .......................................... Tabel 3.... SPL ....................................................... Kriteria Perencanaan Unit Paket IPA (lanjutan) .............44 Bahan Konstruksi PAH Pasangan Bata ................49 Desain Aliran Berdasarkan Jumlah Rumah Tangga yang Dilayani .................51 Pemilihan Kemiringan Hidrolis ........................ Tabel 3.............................. Tabel 3............................................. Tabel 4......................................................19 Kebutuhan bahan untuk perpipaan ............................. . Tabel 4................. Tabel 3.....52 Pemilihan Diameter Pipa PVC (ISO – Class 10.......................... Reducer dan Header Instalasi Perpompaan Air Baku – Sumber: Air Permukaan .........................................................................59 Pemilihan Diameter Pipa Hisap...................... Kebutuhan bahan Pompa Hidram..... Kebutuhan bahan bangunan untuk pebangunan intake.... Kebutuhan bahan Reserve Osmosis ...........Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Tabel 3............................ Tabel 4..... Tabel 3..................... Tabel 3... Tabel 3............................................................................ Tabel 4.................................................. sumur pengumpul......................... Reducer dan Header Instalasi Perpompaan Distribusi – Centrifugal Single Suction ....................................64 Dimensi Tangki Hidran Umum dari Fiberglass ....... k = 0.. Kebutuhan bahan bangunan penampung air.....55 mm)............................. Tabel 3.................... dalam mm) Tabel 3.................17 Spesifikasi Teknis SPT........ Tabel 4.......................57 Pemilihan Diameter Pipa Discharge...........11 Kebutuhan bahan SARUT ......5 Tabel 4.60 Pemilihan Diameter Pipa Discharge............................... Tabel 3.. pompa............63 Daya Pompa Distribusi (kW) untuk Berbagai Kapasitas dan Tekanan Pompa..........9 Kebutuhan bahan bangunan penyadap ..................................................56 Pemilihan Jenis Pompa Distribusi atau Booster .............8 Tabel 4........................................................................ Tabel 4..55 mm........... k = 0.......................58 Pemilihan Diameter Pipa Discharge dan Header Instalasi Perpompaan Sumur Dalam – Deep Well Submersible Pump ...................................54 Formulir D6 untuk Perhitungan Hidrolis ..7 Tabel 4... dia...................................61 Kehilangan Tekanan pada Pipa.................................................................... Kriteria Perencanaan Unit Paket IPA .. Tabel 3......................... Kebutuhan bahan DSAK ..15 Sumur Gali Batu Bata ..................................... Tabel 3................48 Cara Pemeliharaan Penampungan Air Hujan ...53 Pemilihan Diameter Pipa GIP (Class MEDIUM.............. tangki penampung.. Tabel 3.....................................47 Besi Beton yang Diperlukan..................................................... Tabel 3............................................................................................................................................. Tabel 4...........................12 Kebutuhan bahan SPR ......... Tabel 3................................................3 Tabel 4...............14 Bahan yang dibutuhkan SPT Dangkal ........ Tabel 3....10 Pengolahan Air Gambut .... Valve dan Bend.....................................62 Daya Pompa Intake (kW) untuk Berbagai Kapasitas dan Tekanan Pompa.............. Tabel 3...................... Tabel 4........18 Kebutuhan Bahan PAH..............................55 Pemilihan Jenis Pompa Air Baku Sumber Air Permukaan ........ Tabel 3. Tabel 3..............................50 Definisi Sistem Gravitasi Jaringan Perpipaan ................13 Bahan yang dibutuhkan SPT Dalam .................... Tabel 4.........................................................16 Sumur Gali Cincin Beton .......2 Tabel 4..... Tabel 4...65 Dimensi Tangki Hidran Umum dari Fiberglass ................................................................... 135 136 136 137 150 153 153 154 155 155 162 167 167 169 169 169 170 171 172 174 181 182 185 185 187 187 189 189 189 190 190 191 191 191 192 192 193 195 196 197 197 x Tabel 4......45 Komponen dan Ukuran Saringan Pasir PAH.........................

.............22 Kebutuhan bahan SRM ................ Tabel 4............21 Kebutuhan bahan bangunan hidran umum .......Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Tabel 4........ Tabel 4.......20 Kebutuhan bahan untuk perpompaan........................................................................23 Kebutuhan bahan Terminal Air ...................................................................... Tabel 4. Tabel 5..............1 Komposisi Personil Pengelola Prasarana dan Sarana Air Minum Berdasasarkan Klasifikasi Jumlah RT Pengguna Prasarana Air Minum ................................................ 198 198 198 199 209 xi ....

................241 Potongan 1-1 Air ............3 Lampiran – 7..................................245 Kurva Daerah Kerja Pompa Non-Clogging Submersible Jenis Sudu Aksial.....................................3b Lampiran – 2 Lampiran – 3a Lampiran – 3b Lampiran – 4 Lampiran – 5 Lampiran – 5......................................................3 Lampiran – 5..................................................................................................4b Lampiran – 6.5 Metode Pengukuran Debit Air Baku .....235 SPT Dalam Sistem II........243 Potongan 1-1 ...2b Lampiran – 6....................214 Alat Ukur Cipoletti .............................................241 Denah Model Intake Tipe Ponton ................................................243 Denah Model Intake Tipe Infiltrasi Galeri ...............................................................................7b Lampiran – 7 Lampiran – 7..2 Lampiran – 1.............................................241 Denah Model Intake Bendung...............................7a Lampiran – 6....244 Kurva Daerah Kerja untuk Berbagai Macam Pompa ...................................233 SPT Dangkal dengan PVC ..219 Potongan A-A...................238 Denah Model Intake Bebas dengan Pintu Air dan Saluran Penghubung Terbuka.............1 Lampiran – 5.........................2 Lampiran – 7...3 Lampiran – 1.............................................................219 Tampak Atas.245 Kurva Daerah Kerja Pompa Non-Clogging Submersible Jenis Sudu Shrounded Channel ............................................242 Potongan 1-1 .......................................................241 Potongan 2-2 .....................................................................................................4 Lampiran – 5.............................1a Lampiran – 6...................................................................................230 Jenis dan Detail Sumur Pompa Tangan (SPT)......................4c Lampiran – 6.........................................................234 SPT Dalam Sistem I .......................................4 Lampiran – 7.......................................................................................................3a Lampiran – 6................................................2a Lampiran – 6......................................................5b Lampiran – 6........1 Lampiran – 1.......................................6a Lampiran – 6.............................240 Denah Model Intake Bebas tanpa Pintu Air ....................Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana DAFTAR LAMPIRAN Lampiran – 1 Lampiran – 1.........................................................3a Lampiran – 1.....246 xii .............219 Standar Kualitas Air ..................................................................................246 Kurva Daerah Kerja Pompa Deep Well Turbine Pump..........................................................................2 Lampiran – 5......214 Alat Ukur Thompson .........227 Contoh Perhitungan Perencanaan Saringan Pasir Lambat (SPL) ..........242 Denah Model Intake Tipe Jembatan .........220 Evaluasi Kualitas Air..................3b Lampiran – 6.......................................................215 Pengukuran dengan Laju Aliran ...............239 Denah Model Intake Bebas dengan Pintu Air pada Tepi Sungai....1 Lampiran – 7................................................6b Lampiran – 6..............1b Lampiran – 6.............. 238 Potongan 1-1 .............................233 SPT Dangkal dengan Pompa Tangan ............5 Lampiran – 6 Lampiran – 6.................4a Lampiran – 6.............................................................................241 Potongan 1-1 .........................................244 Potongan 1-1 ...............................226 Klasifikasi Pelayanan SPAM komunal ..............................245 Kurva Daerah Kerja Pompa Non-Clogging Submersible Jenis Sudu Vortex.239 Potongan 1-1 .........236 SPT Dalam Sistem III..........................................................................237 Tipikal Bangunan Pengambilan Air Baku: Sumber Air Permukaan ...................................246 Kurva Daerah Kerja Pompa Non-Clogging Submersible Jenis Sudu Open Impeller .............................5a Lampiran – 6............................

...........................271 xiii ...................250 Penangkap Mata Air Tipe IC ..........7 Lampiran – 7.............259 Sumur Pompa Tangan Dalam ............................................................................................269 Sarut Arang Kelapa...............................................................................................261 Hidran Umum Potongan A-A..........................................................................................................................................268 Tipe II Sarut Arang Kelapa ..................................248 Contoh Perhitungan Kebutuhan Daya Pompa ...................252 Potongan A-A Bangunan Penangkap Mata Air Tipe ID..........................................................................................................253 Bak Penampung Tipe I (Volume 2m3) ...............................................................................................247 Kurva Daerah Kerja Pompa Sentrifugal Single Section (putaran 1450 rpm) ...........254 Bak Penampung Tipe 2 (Volume 5m3).................270 Form Pemantauan & Pelaporan DAK Bidang Infrastruktur .................................................................................................267 Detail Pemasangan Pipa pada Wadah................................................................................248 Penangkap Mata Air Tipe IA ..................................263 Sarut Pembubuhan PAC ........................................................................260 Hidran Umum Tampak Depan.........................262 Hidran Umum Potongan B-B ...............................................247 Kurva Daerah Kerja Pompa Sentrifugal Double Section ..................................................265 Detail Sambungan Sarut..........................................................8 Lampiran – 7.............................................257 Sumur Pompa Tangan Dangkal...247 Kurva Daerah Kerja Pompa Sentrifugal Single Section (putaran 2900 rpm) ................................................................249 Penangkap Mata Air Tipe IB ................255 Sumur Gali Tipe IA ...............................264 Sarut Pembubuhan PAC ..............266 Sarut Penurunan Fe ..............6 Lampiran – 7......................................................................................9 Lampiran – 8 Lampiran – 9 Lampiran – 10 Lampiran – 11 Lampiran – 12 Lampiran – 13 Lampiran – 14 Lampiran – 15 Lampiran – 16 Lampiran – 17 Lampiran – 18 Lampiran – 19 Lampiran – 20 Lampiran – 21 Lampiran – 22 Lampiran – 23 Lampiran – 24 Lampiran – 25 Lampiran – 26 Lampiran – 27 Lampiran – 28 Lampiran – 29 Lampiran – 30 Lampiran – 31 Kurva Daerah Kerja Pompa Deep Well Submersible Pump ............Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Lampiran – 7...........................251 Penangkap Mata Air Tipe ID ...............258 Denah SPT Dangkal ..................256 Sumur Gali Tipe IB .................................................

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana xiv .

Pemerintah wajib menerbitkan petunjuk teknis yang akan menjadi acuan bagi semua pihak terkait. Selain itu.2 1. Sesuai dengan data BPS. dan unit pemanfaatan sesuai lingkup program. memotivasi Pemerintah untuk memfasilitasi pembangunan dan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) khususnya bagi masyarakat perdesaan yang notabene merupakan masyarakat dengan tingkat pelayanan SPAM terendah. dan ketepatan dalam pembangunan prasarana air minum sederhana sehingga prasarana yang dibangun dapat dimanfaatkan secara andal dan berkelanjutan. Memperhatikan hal tersebut di atas. Memperhatikan bahwa prioritas lokasilokasi yang akan menjadi lingkup pelaksanaan adalah desa-desa yang belum pernah mendapat pelayanan air minum secara formal (pelayanan oleh perusahaan daerah air minum setempat) sehingga pemenuhan kebutuhan air minum dilakukan secara individu rumah tangga atau swadaya masyarakat.2 Tujuan Petunjuk teknis ini bertujuan untuk menjamin kesesuaian. perpompaan. Dengan mempertimbangkan keberlanjutan prasarana air minum yang dibangun. rehabilitasi. maka prasarana air minum haruslah prasarana yang ditinjau dari pelayanannya bersifat komunal. unit pengolahan. terlebih dahulu melakukan review atau kajian terhadap sistem eksisting atau sistem yang sudah ada. operasional dan pemeliharaan serta pengelolaannya. seperti air minum. sehingga diperoleh arah.1 MAKSUD DAN TUJUAN Maksud Petunjuk teknis ini dimaksudkan untuk memberikan acuan kepada para pelaksana dan pihak terkait lainnya dalam penyelenggaraan perencanaan prasarana air bersih sederhana. maka perlu diberikan acuan petunjuk bagi para pelaksana program. disusun pula serangkaian petunjuk teknis terkait lainnya terdiri dari: 1 . 1. 1. yaitu menurunkan separuh proporsi penduduk yang belum terlayani fasilitas air minum.3 RUANG LINGKUP Dalam melakukan pemilihan kegiatan DAK Non DR bidang air minum. Untuk melengkapi petunjuk teknis pelaksanaan pengembangan SPAM sederhana ini. untuk memenuhi tugas dan fungsinya sebagai fasilitator pembangunan.2. dan optimalisasi. cakupan pelayanan SPAM di perdesaan hanya 8%. 1. baik di wilayah perkotaan maupun di wilayah perdesaan.2. perhitungan.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana BAB I PENDAHULUAN 1. pengertian dan pengetahuan yang sama dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.1 LATAR BELAKANG Kewajiban Pemerintah dalam pemenuhan hak-hak dasar manusia. baik untuk aparat pemerintah terkait maupun untuk masyarakat sebagai aktor utama pelaksanaan program. karakteristik daerah dan ketersediaan sumber daya alam telah menghasilkan kondisi pelayanan air minum yang berbeda. Petunjuk teknis ini menjelaskan kriteria. dan ditinjau dari fisik prasarananya bersifat mudah dan ekonomis dalam pembangunan. data dan tahapan yang diperlukan dalam perencanaan prasarana air minum sederhana. Khusus untuk sektor air minum sederhana. disusun Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sederhana untuk jenis-jenis yang telah disesuaikan dengan lingkup program. yang diarahkan untuk dapat dikelola oleh masyarakat pengguna itu sendiri. meliputi pembangunan baru. perpipaan. Kegiatan ini sebagai bagian dari kegiatan Dana Alokasi Khusus Non Dana Reboisasi (DAK Non DR) Bidang Air Minum. Untuk sektor air minum sederhana. Pembangunan infrastuktur baru meliputi perencanaan bangunan pengambilan air baku. ketertiban. Pemerintah juga terpacu untuk mencapai target Millennium Development Goals (MDGs) tahun 2015.

1. Standar. 2 . dokumen Norma.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana − − − − − − − − − − Petunjuk Petunjuk Petunjuk Petunjuk Petunjuk Petunjuk Petunjuk Petunjuk Petunjuk Petunjuk Teknis Teknis Teknis Teknis Teknis Teknis Teknis Teknis Teknis Teknis Pembangunan Penangkap Mata Air (PMA) Pembangunan Sumur Air Tanah Sedang/Dalam (SATS/D) Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Sederhana (IPAS) Pembangunan Penampungan Air Hujan (PAH) Pembangunan Bangunan Pengambilan Air Baku Pembangunan Hidran Umum Pemasangan Perpipaan Pembangunan Pompa Hidram Pembangunan Destilator Surya Atap Kaca (DSAK) Operasional dan Pemeliharaan Penyusunan petunjuk teknis perencanaan dan petunjuk teknis pendukung lainnya mengacu pada dokumen Standar Nasional Indonesia (SNI).4 PENGERTIAN Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sederhana adalah SPAM bukan jaringan perpipaan. dapat dikerjakan dan pada umumnya mampu dikerjakan oleh masyarakat secara mandiri serta memiliki teknologi yang relatif sederhana. Prosedur dan Manual (NSPM) prasarana air minum yang telah diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum serta referensi terkait lainnya.

Perpipaan 2. Pompa Hidram d. Saringan Rumah Tangga (SARUT) h. Terminal Air (TA) Jenis prasarana yang termasuk bidang prasarana air minum sederhana meliputi: Pemilihan prasarana tersebut di atas didasarkan pada pertimbangan bahwa teknologi yang diterapkan sesuai dengan karakteristik dan sumber daya yang ada di daerah perencanaan tanpa mengurangi kualitas dan kuantitas pelayanan air minum yang direncanakan. Sistem Pengolahan Air Gambut g. Destilator Surya Atap Kaca (DSAK) e. Sumur Gali d. Sambungan Rumah Murah (SRM) 3. Air Hujan a. Penyempurnaan Sistem Eksisting Penyempurnaan SPAM eksisting dilakukan melalui rehabilitasi maupun optimalisasi. Bila ternyata sudah ada SPAM. Air Tanah Sedang/Dalam b. 2. Unit Distribusi 1. Hidran Umum 2.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana BAB II KETENTUAN UMUM 2. tergantung pada jenis kebutuhan SPAM yang ada tersebut. Perpompaan D. termasuk kualitas dan kuantitasnya 3 . Instalasi Pengolahan Air Sederhana b. Air Tanah Dangkal c. Unit Pelayanan 1. Reverse Osmosis (RO) f. Saringan Pipa Resapan (SPR) 3. maka dilanjutkan proses pemilihan prasarana untuk pembangunan baru. Air Permukaan a. maka dilakukan pengkajian sistem yang sudah ada (eksisting). Mata Air a. perlu dilihat apakah sudah ada pengembangan SPAM atau belum. Pembangunan SPAM Baru Jenis prasarana yang tepat untuk suatu wilayah rencana pelayanan ditentukan dengan mempertimbangkan parameter-parameter sebagai berikut: − Jenis sumber air baku. Air Tanah a. Sumur Pompa Tangan 4. Paket IPA c. Bila belum ada SPAM.1 JENIS PRASARANA AIR MINUM A. Penampungan Mata Air 2.2 PROSES SELEKSI KEGIATAN DAN PEMILIHAN PRASARANA Dalam mempersiapkan usulan kegiatan. Penampung Air Hujan C. Unit Produksi 1. Unit Air Baku B.

setiap prasarana yang akan digunakan mempunyai komponen-komponen pembentuk sistem penyediaan air minum secara lengkap yang terdiri dari: − − − − − Unit bangunan pengambilan air baku Unit pengolahan fisik/kimia Jaringan perpipaan (transmisi dan distribusi) Unit pemanfaatan (hidran umum – HU) Unit pendukung lainnya (perpompaan dan sumber daya listrik) 4 .3 KOMPONEN PRASARANA Secara prinsip. 2.1.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana − Kondisi topografi Proses seleksi kepemilihan prasarana untuk suatu wilayah dilakukan sesuai diagram alir pada Gambar 2.

Gambar 2. Kualitas. Kontinuitas baik? Infrastuktur Rusak Tidak Kualitas baik? Pengolahan air minum Kuantitas cukup? Tidak Peta hidrologi Sumber air permukaan? Tidak Ya Ya Tidak Ya Kuantitas cukup? Tidak Ya Kuantitas kurang.1 Proses Seleksi Kegiatan dan Pemilihan Prasarana Air Minum Sederhana Review Sistem Penyediaan Air Minum Kebutuhan pelayanan air minum Mata air? Tidak Ya Ketersediaan Sistem Tidak Kuantitas cukup? Tidak Survey geolistrik Air tanah sedang/ dalam? Tidak Ya Rehabilitasi Prasarana SPAM Ya Ya Tidak Kuantitas. kontinuitas< 24 jam* Optimalisasi Prasarana SPAM Gravitasi? Sistem pompa Kualitas baik? Tidak Pengolahan air minum Peta geohidrologi Sumur eksisting Sumur observasi Air tanah dangkal? Tidak Pengembangan melalui jalur program secara normal Ya Ya Ya Ya Distribusi dengan HU Distribusi dengan HU Kualitas baik? Tidak Pengolahan air minum Kuantitas cukup? Tidak Penampungan air hujan Ya Ya Gravitasi? Tidak Sistem pompa Kualitas baik? Tidak Pengolahan air minum Ya Ya Distribusi dengan HU * Untuk Sistem Pompa Sumur pompa tangan Sumur gali 5 . kualitas tidak sesuai standar.

kriteria desain perencanaan prasarana air minum ditujukan untuk memenuhi kebutuhan minimum untuk minum dan masak serta untuk mandi jika kapasitas sumber air baku mencukupi. Untuk lingkup program ini.2 Piramida Kebutuhan Air Bersih 6 . yaitu sebesar 20-30 liter/orang/hari. Kebutuhan air minum untuk setiap tingkatan kebutuhan diilustrasikan pada Gambar 2.4 TINGKAT PEMAKAIAN AIR Tingkat pemakaian air bersih secara umum ditentukan berdasarkan kebutuhan manusia untuk kehidupan sehari-hari.2.2. 10 L 20 L 30 L 40 L 50 L 60 L 70 L air minum air minum masak masak mandi mandi cuci pakaian cuci pakaian pembersihan rumah pembersihan rumah kebutuhan rumah tangga lainnya kebutuhan rumah tangga lainnya kebutuhan untuk sanitasi kebutuhan untuk sanitasi Gambar 2. Menurut Bank Dunia. kebutuhan manusia akan air dimulai dengan kebutuhan untuk air minum sampai pada kebutuhan untuk sanitasi.

Kegiatan rehabilitasi dilaksanakan apabila terdapat kerusakan atau ketidaksesuaian pada keseluruhan maupun sebagian prasarana SPAM tersebut. dan dapat mengikuti standar-standar yang dibahas pada bagian pembangunan baru SPAM selanjutnya.1 INDIKASI KEBUTUHAN REHABILTASI DAN OPTIMALISASI Rehabilitasi prasarana Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dilakukan pada keseluruhan maupun sebagian sistem. unit produksi.2. maupun unit distribusi. Pelaksanaan kegiatan rehabilitasi dan optimalisasi mengikuti standar yang telah ditetapkan.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana BAB III PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM SEDERHANA 3. Mobil Tangki. unit transmisi.1 Optimalisasi Prasarana SPAM 7 . dll Penyempurnaan proses fisik pada unit pengendap & penyaringan dan unit pengolah fisik/kimia lainnya Penyempurnaan proses kimia pada unit pengaduk cepat dan unit pembubuh bahan kimia Optimalisasi Kualitas tidak sesuai standar Gambar 3.1 dan 3. Peningkatan kapasitas produksi Kuantitas tidak mencukupi Penambahan HU. TA. Indikasi pelaksanaan optimalisasi antara lain bila: Kuantitas air sudah tidak mencukupi kebutuhan penduduk Kualitas air belum memenuhi standar kualitas air minum karena tidak sempurnanya proses fisik dan/atau kimia pada unit produksi Rehabilitasi dan optimalisasi prasarana SPAM dapat dijelaskan pada gambar 3. Indikasi pelaksanaan rehabilitasi antara lain: Air baku tidak mengalir atau kuantitas air baku yang akan diolah pada unit produksi menurun akibat kerusakan pada unit bangunan pengambilan air baku Kualitas air yang dihasilkan tidak sesuai dengan standar akibat kerusakan pada unit pengolahan Kebocoran pipa transmisi dan pipa distribusi Kerusakan pada sistem transmisi dan distribusi Kerusakan sistem elektrikal dan mekanikal Optimalisasi prasarana SPAM merupakan upaya peningkatan kuantitas dan kualitas penyediaan air minum. antara lain pada unit pengambilan air baku.

SPT. SATS/D Pipa transmisi Peralatan dan perlengkapan pipa transmisi Unit Transmisi Jembatan pipa transmisi Bak Pelepas Tekan (BPT) Bangunan sipil lain yang berada pada jalur pipa/saluran transmisi Kompartemen pencapaian (pengaduk cepat & lambat) Untuk sumber air permukaan Unit Produksi Untuk sumber air hujan Pipa distribusi Peralatan dan perlengkapan pipa distribusi Unit Distribusi Jembatan pipa distribusi Hidran Umum/Terminal Air Bangunan sipil lain yang berada pada jalur pipa/saluran transmisi Gambar 3.2 PENENTUAN KEBUTUHAN AIR Kompartemen pengendap (bak pengendap) Kompartemen penyaringan (bak penyaring) Kegiatan Rehabilitasi Saringan Pasir Lambat (SPL) Kebutuhan air minum yang diperlukan untuk suatu daerah pelayanan ditentukan berdasarkan 2 (dua) parameter. yaitu: − − Jumlah penduduk Tingkat konsumsi air 8 .2 Rehabilitasi Prasarana SPAM 3. SG.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Intake (sungai) Unit Pengambilan Air Baku Broncaptering (mata air) SD.

2.3 Sumber air yang dapat digunakan sebagai sumber air baku meliputi: A. diantaranya metode geometrik seperti persamaan di bawah berikut ini: P = Po (1+r)n ---------------------------------------------------------dengan P = Po = r = n = pengertian: jumlah penduduk sampai akhir tahun perencanaan (jiwa) jumlah penduduk pada awal tahun perencanaan (jiwa) tingkat pertambahan penduduk per tahun (%) umur perencanaan (tahun) (1) 2. Kebutuhan total ini dipakai untuk mengetahui apakah sumber air yang dipilih dapat digunakan. Hitung kebutuhan air total dengan persamaan: Qt = Qmd x 100/80 --------------------------------------------------dengan pengertian: Qt = kebutuhan air total dengan faktor kehilangan air 20% (liter/hari) c. PENGUKURAN DEBIT AIR BAKU Mata air Air tanah Air permukaan Air hujan 3. misal 5 tahun.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 1. B. dengan menggunakan salah satu metode proyeksi. Kebutuhan air ditentukan dengan perhitungan sebagai berikut: a. Perhitungan jumlah penduduk Penentuan jumlah dan kepadatan penduduk dipakai untuk menentukan daerah pelayanan dengan perhitungan sebagai berikut: 1. C. Hitung kebutuhan air dengan persamaan berikut: Q = P x q ---------------------------------------------------------------Qmd = Q x fmd ---------------------------------------------------------dengan Qmd = q = P = f = pengertian: kebutuhan air (liter/hari) konsumsi air per orang per hari (liter/orang/hari) jumlah jiwa yang akan dilayani sesuai tahun perencanaan (jiwa) faktor maksimum (1. Jika tidak mencukupi cari alternatif sumber air baku lain.15) (4) (2) (3) b. Perhitungan kebutuhan air Kebutuhan air total dihitung berdasarkan jumlah pemakai air yang telah diproyeksikan untuk 5-10 tahun mendatang dan kebutuhan rata-rata setiap pemakai setelah ditambahkan 20% sebagai faktor kehilangan air (kebocoran). Pengukuran debit air baku dilakukan untuk menghitung potensi sumber air yang akan digunakan. D.05—1. Cari data jumlah penduduk saat ini di daerah pelayanan sebagai tahun awal perencanaan Tentukan nilai pertumbuhan penduduk per tahun Hitung pertambahan jumlah penduduk sampai akhir tahun perencanaan. Bandingkan dengan hasil pengukuran debit sumber air baku apakah dapat mencukupi kebutuhan ini. 3. Metoda yang digunakan tergantung dari jenis sumber air sebagai berikut: 9 .

10 . 907/MENKES/SK/VII/2002 yang secara rinci dapat dilihat pada Lampiran–2. kualitas dapat ditinjau dari parameter-parameter berikut: − − − − Bau Rasa Kekeruhan Warna Evaluasi secara cepat terhadap parameter-parameter di atas dapat dilihat pada Lampiran–3. 20 Tahun 1990. Air tanah 1. Volume cekungan dapat dibuat pada saat musim kering (embung tidak terisi air) yaitu dari hasil pemetaan topografi embung dapat dibuat lengkung debit (hubungan antara tinggi air dan volume).Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana A. Hasil yang akurat dari kualitas air baku dapat diperoleh melalui pemeriksaan sampel air baku di laboratorium yang telah ditunjuk sebagai laboratorium rujukan. Mata air/ sungai/ irigasi 1. kimiawi. Sungai / irigasi Selain pengukuran dengan metode yang disebutkan pada butir 1) di atas. Perkiraan potensi air tanah dangkal dapat diperoleh melalui survei terhadap 10 buah sumur gali yang bisa mewakili kondisi air tanah dangkal di desa tersebut 2. 3. Pengukuran ini mempunyai tingkat ketelitian yang optimal bila dilakukan dengan periode pengamatan yang cukup lama. Embung Pengukuran debit yang masuk ke dalam embung dapat dilakukan pada saat musim penghujan. 2. dan mikrobiologis. Sedangkan volume tampungan dapat dihitung dengan melihat volume cekungan untuk setiap ketinggian air. B. kualitas air. Data di atas dapat diperoleh dari penduduk setempat tentang fluktuasi yang pernah terjadi (muka air terendah). Standar kualitas air di perairan umum yang digunakan sebagai sumber air baku sesuai Peraturan Pemerintah No. Perkiraan potensi air tanah dalam dapat diperoleh melalui informasi data dari instansi terkait meliputi kedalaman lapisan air tanah. C. 3. pemanfaatan sungai.4 PEMERIKSAAN KUALITAS AIR BAKU Pemeriksaan kualitas air baku dilakukan terhadap kualitas fisik. serta kuantitas. Dengan ambang trapesium (alat ukur Cipoletti) Dengan V-notch (alat ukur Thompson) Dengan metoda benda apung Penjelasan mengenai pelaksanaan ketiga metode di atas dapat dilihat pada Lampiran-1. sedangkan untuk persyaratan kualitas air minum sesuai Keputusan Menteri Kesehatan RI No. Air permukaan lainnya 1. 3. Cara ini dilakukan dengan pengamatan atau pencatatan fluktuasi tinggi muka air selama minimal 1 tahun. Danau Perhitungan debit air danau dilakukan berdasarkan pengukuran langsung. Untuk pemeriksaan di lapangan. tinggi muka air minimum dan tinggi muka air maksimum. meliputi debit aliran. yaitu dengan mengukur luas penampang basah sungai/parit yang bermuara di embung dan dikalikan dengan kecepatan aliran. pengukuran debit air sungai/irigasi juga dapat dilakukan dengan mengumpulkan data dan informasi lain yang diperoleh dari penduduk. jenis tanah/batuan. Besarnya fluktuasi debit dapat diketahui dengan mengalikan perbedaan tinggi air maksimum dan minimum dengan luas muka air danau. 2.

Sebagaimana disebutkan sebelumnya. Sistem Pengolahan Air Gambut h. Sumur Air Tanah Sedang/Dalam b. Untuk air baku dari air tanah berupa: a. Paket Instalasi Pengolahan Air (IPA) d. Perpompaan D. Perpipaan 2. Unit Pelayanan terdiri dari: 1. Pompa Hidram e. Unit Distribusi terdiri dari: 1. 5. Saringan Pipa Resapan (SPR) 3. Terminal Air (TA) E. Destilator Surya Atap Kaca (DSAK) f. Unit Produksi Unit produksi dikelompokkan berdasarkan sumber air sebagai berikut: 1. solusi teknis yang termasuk dalam lingkup program adalah: A. Saringan Pasir Lambat (SPL) b. Hidran Umum (HU) 2. Sumur Pompa Tangan 4. Unit Air Baku 3. meliputi Hidran Umum (HU). Modul lain Apabila ada solusi teknis yang lain/sesuai situasi dan kondisi daerah. terminal Air (TA) dan Sambungan Rumah Murah (SRM) Jenis prasarana air minum sebagai solusi teknis yang dibangun dan dipilih atas dasar kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten/Kota dan masyarakat setempat serta disesuaikan dengan situasi lokasi. Sumur Air Tanah Dangkal c. 6.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 3. Mata Air Air Permukaan Air Tanah Air Hujan B. meliputi bangunan pengambilan air baku dan unit pengolahan fisik/kimia (jika diperlukan) Unit distribusi. Untuk air baku dari air permukaan berupa: a. maka sebelum dilaksanakan perlu dilaporkan ke Ditjen Cipta Karya beserta dengan proposal untuk dikaji serta disetujui lebih lanjut.5 SOLUSI TEKNIS DAN PERENCANAAN Penjelasan mengenai perencanaan solusi teknis pada bagian ini akan disusun berdasarkan sistematika sebagai berikut: Unit produksi. Reverse Osmosis (RO) g. Untuk air baku dari mata air berupa Perlindungan Mata Air (PMA) 2. Sambungan Rumah Murah (SRM) 3. 11 . Untuk air baku dari air hujan berupa Penampung Air Hujan (PAH) C. meliputi Perpipaan dan Perpompaan Unit pelayanan. 4. Sumur Gali d. Instalasi Pengolahan Air Sangat Sederhana (IPASS) c. Saringan Rumah Tangga (SARUT) i.

Bangunan pengambilan air baku untuk masing-masing solusi teknis tergantung dari jenis sumber air baku yang digunakan. 4.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 3. gaya geser.5. gempa dan gaya angkat air (up-lift) 4) Penempatan bangunan pengambilan diusahakan dapat menggunakan sistem gravitasi dalam pengoperasiannya 5) Dimensi bangunan pengambilan harus mempertimbangkan kebutuhan harian maksimum 6) Dimensi inlet dan outlet letaknya harus memperhitungkan fluktuasi ketinggian muka air 7) Pemilihan lokasi bangunan pengambilan harus memperhatikan karakteristik sumber air baku 8) Konstruksi bangunan pengambilan direncanakan dengan umur efektif (life time) minimal 25 tahun 9) Bahan/material konstruksi yang digunakan diusahakan manggunakan material lokal atau disesuaikan dengan kondisi daerah sekitar. yaitu: a. Air Hujan Adalah air yang berasal dari air angkasa dalam bentuk air hujan. rembesan. Intake bebas Kelengkapan bangunan pada intake bebas adalah: − Saringan sampah 12 . persyaratan lokasi penempatan dan konstruksi bangunan pengambilan air baku adalah sebagai berikut: 1) Bangunan pengambilan harus aman terhadap polusi yang disebabkan pengaruh luar (pencemaran oleh manusia dan makhluk hidup lain) 2) Penempatan bengunan pengambilan pada lokasi yang memudahkan dalam pelaksanaan dan aman terhadap daya dukung alam (terhadap longsor dan lain-lain) 3) Konstruksi bangunan pengambilan harus aman terhadap banjir air sungai. Secara umum. Sungai/Irigasi Secara garis besar tipe bangunan pengambilan air baku (intake) pada sumber air permukaan dibagi menjadi 5 (lima) macam. Air Permukaan Sistem penyediaan air minum komunal air permukaan adalah sistem penyediaan air minum yang memanfaatkan air permukaan sebagai sumber air baku untuk air minum. Unit air baku dari air permukaan dijelaskan lebih rinci sebagai berikut karena pada umumnya unit pengambilan air baku dari air permukaan terpisah dari unit produksi/pengolahannya. 3. Air Tanah Sistem penyediaan air minum komunal air tanah dalam adalah sistem penyediaan air minum yang menggunakan air tanah dalam sebagai sumber air baku untuk air minum. Tipe pengambilan air baku untuk air minum berdasarkan sumber air permukaan dijelaskan sebagai berikut: 1. maka air baku dapat dibedakan menjadi: Mata Air Sistem penyediaan air minum komunal mata air adalah sistem penyediaan air minum yang memanfaatkan mata air sebagai sumber air baku untuk air minum dengan cara melindungi dan menangkap air dari mata air untuk ditampung dan disalurkan kepada masyarakat pemakai. 2. terhadap gaya guling. UNIT AIR BAKU Berdasarkan sumber air baku untuk air minum. Air Permukaan Adalah sistem penyediaan air minum yang memanfaatkan air permukaan sebagai sumber air baku untuk air minum.1 1.

m percepatan gravitasi.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana − − − − − − − − − − Inlet Bangunan pengendap Bangunan sumur atau pemompaan Pintu sorong Fluktuasi muka air tidak terlalu besar Ketebalan air cukup untuk dapat masuk ke inlet Harus ditempatkan pada sungai yang lurus Alur sungai tidak berubah-ubah Kestabilan lereng sungai cukup mantap Inlet: Q = u .z) -------------------------------------------dengan pengertian: Q u b a g z = = = = = = debit. m/det2 koefisien yang tergantung pada: faktor bentuk atau bulat = 1. b .5 m/det percepatan gravitasi. z --------------------------------------------Q = u . derajat (22) (23) (diambil 70°) − Bak pengumpul atau sumuran: Dimensi bak pengumpul tergantung dari debit pegambilan dan banyaknya pompa yang akan dipakai serta elevasi muka air yang diinginkan b. m = 0. b . √(g.025 m panjang jeruji jarak bersih antara jeruji. m/detik2 kehilangan tinggi energi pada bukaan. Intake dengan bendung Kelengkapan bangunan pada intake dengan bendung 13 . √2 . m kecepatan aliran. (s/b)4/3 . m = 0. m tinggi bukaan. a . m/det = 0. a .1 m sudut kemiringan saringan dari horisontal. sin δ ------------------------------------------dengan pengertian: hf v g c β s L b δ = = = = = = = = = kehilangan tinggi energi. v2 / 2g ---------------------------------------------------c = β . m3/detik koefisien pengaliran lebar bukaan.8 tebal jeruji. m (20) (21) Pertimbangan pemilihan intake bebas adalah: Penentuan Dimensi Hidrolis adalah sebagai berikut: − Saringan sampah: hf = c .

Intake ponton Kelengkapan bangunan pada intake ponton − − − − − − − − − − − Pelampung atau ponton Ruang ponton Pengamanan benturan Penambat Tali penambat Pipa fleksibel Saringan atau stainer Sungai mempunyai benturan yang cukup lebar Fluktuasi muka air cukup besar Alur sungai yang berubah-ubah Tebal air cukup untuk penempatan pompa G = W --------------------------------------------------------------G = V . d. Intake jembatan Kelengkapan bangunan pada intake jembatan − − − Jembatan penambat Saringan sampah Ruang pompa 14 . γw----------------------------------------------------------dengan pengertian: G V = = berat ponton dan pompa berat yang timbul akibat perpindahan massa volume air yang dipindahkan berat jenis air W = γw = − − − (24) (25) Pertimbangan pemilihan intake ponton Penentuan Dimensi Hidrolis adalah sebagai berikut: Dalam perencanaan ponton harus diperhatikan: Bentuk ponton harus dapat membelah arus atau mengurangi daya dorong akibat adanya arus sungai Sepertiga bagian ponton tidak tenggelam Ponton harus dapat diletakkan pada posisi yang menguntungkan. baik konvensional maupun bendung tyroll.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana − − − − − − − Saringan sampah Inlet Bendung konvensional Pintu bilas Tebal air tidak cukup untuk intake bebas Sungai tidak dimanfaatkan untuk transportasi Palung sungai tidak terlalu besar Pertimbangan pemilihan intake dengan bendung Penentuan Dimensi Hidrolis sama dengan intake bebas ditambah dengan pintu bendung. pada musim hujan ditempatkan di tepi sungai dan pada musim surut diletakkan di alur yang masih ada airnya. Perencanaan bendung mengacu pada Standar Perencanaan Irigasi KP-02 Bangunan Utama. c.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Pertimbangan pemilihan intake jembatan − − − Fluktuasi muka air tidak terlalu besar Hanyutan sampah tidak banyak Bantaran sungai tidak lebar Yang harus diperhatikan dalam perencanaan intake tipe jembatan adalah penempatan lokasi untuk perletakan pompa terhadap perubahan lokasi untuk perletakan pompa terhadap perubahan alur sungai atau perubahan muka air sehingga pompa dapat berfungsi sebagaimana mestinya. lempung dan campuran pasir. Infiltrasi galeri Kelengkapan bangunan pada infiltrasi galeri − − − − − − − − Media infiltrasi Pipa pengumpul Sumuran Tebal air sungai tipis Aliran air tanah cukup untuk dimanfaatkan Sedimentasi dalam bentuk lumpur sedikit Muka air tanah terletak maksimum 2 meter dari dasar sungai Kondisi tanah dasar sungai cukup porous Pertimbangan pemilihan infiltrasi galeri Hal-hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan infiltrasi galeri terutama pada saat kondisi kritis. silt dan lempung Lempung api (fire clay) Pasir dan pasir kerikil Kerikil Sumber: Penentuan nilai permeabilitas dapat dilakukan di lapangan dengan cara tes perkolasi atau dengan cara pumping test di laboratorium.7 Nilai Permeabilitas Beberapa Jenis Tanah Permeabilitas (m/hari) < 10-4 10-4 – 10-1 10-1 – 10 10-4 – 103 > 103 Tata Cara Rancangan Bangunan Pengambilan Sumber Air Permukaan (AB-K/RE-RT/TC/050/98). b. maka harus dibuatkan media yang mempunyai permeabilitas yang besar berupa material kerikil.7 berikut: Tabel 3. Tebal media ini disesuaikan dengan kondisi muka air tanah dan sungai. Pembuatan media untuk perletakan pipa kolektor Pada umumnya sungai-sungai yang mempuyai fluktuasi debit yang sangat besar dan terjadi aliran bawah tanah akan mempunyai lapisan dasar sungai yang terdiri dari campuran pasir dan lempung. adalah: − − − Besarnya permeabilitas lapisan dasar sungai Pembuatan media untuk perletakan pipa Pembuatan pipa kolektor Penjelasan hal-hal tersebut diatas adalah sebagai berikut: a. Nilai permeabilitas pada berbagai jenis tanah dapat dilihat pada Tabel 3. e. yaitu saat hanya terjadi aliran bawah tanah pada sungai-sungai yang mempunyai fluktuasi debit yang sangat besar. Departemen Pekerjaan Utama Jenis Tanah Lempung (kedap air) Silt. Untuk mempercepat masuknya air pada pipa kolektor. 15 .

Jumlah bukaan lubang disesuaikan dengan kebutuhan pengambilan air serta debit andalan dari sungai tersebut. e. a -----------------------------------------------------dengan pengertian: Q K A n a = = = = = debit pengambilan. m/det debit aliran. m tebal air. Bak pengendap Dimensi bak pengendap tergantung dari: − − − Besarnya debit yang dialirkan Sifat bahan yang akan diendapkan (terutama besarnya kecepatan partikel endapan) Banyaknya endapan untuk satu jangka waktu tertentu Perhitungan: V = Q / (B x H) -------------------------------------------------dengan pengertian: V Q B H = = = = kecepatan aliran. m2 (26) (27) d. m3/det permeabilitas bukaan lubang pada pipa. m2 jumlah lubang luas lubang. m (28) Sehingga dengan adanya 2 kecepatan tersebut diharapkan dapat mengendapkan partikel dengan besaran tertentu sepanjang bak pengendap. Struktur bawah (pondasi) Dalam perencanaan dimensi sub struktur harus mempertimbangkan jenis dan karakteristik tanah sehingga dapat ditentukan jenis dan dimensi sub struktur yang diperlukan: − − − Untuk tanah lembek atau tanah gambut harus mempergunakan pondasi tiang atau pondasi cerucuk Perhitungan dimensi pondasi dipergunakan rumus Terzaghi atau Meyerhof untuk pondasi tiang tunggal maupun tiang ganda Untuk tanah keras dapat mempergunakan pondasi tiang tapak dengan perhitungan dimensi tiang dapat mempergunakan rumus Terzaghi 16 . A -----------------------------------------------------A = n . Penentuan dimensi struktur: a. Rumus yang digunakan: Q = K .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana c. Pipa kolektor Pipa kolektor ini berupa pipa yang telah dilubangi pada bagian atasnya yang berfungsi sebagai jalan masuk air ke sumur kolektor. Sumur kolektor Dimensi dari sumur kolektor ditentukan oleh jumlah pompa dan fasilitas lainnya yang akan dipasang pada sumur tersebut. m3/det lebar bak pengendap.

jalur drainase atau parit dari daratan ke areal tampungan dan lokasi perumahan yang memungkinkan pencemaran Penentuan elevasi inlet minimal 0. Danau Persyaratan lokasi penempatan dan konstruksi bangunan pengambilan. maka sesuai perencanaan awal sudah disediakan fasilitas untuk penyediaan air baku air minum. 2. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam penentuan dimensi ini adalah ketinggian luapan banjir dan karakteristik sungai. 17 . a.5 di atas muka air danau tertinggi b. Embung Persyaratan lokasi penempatan dan konstruksi bangunan pengambil − Pertimbangan bangunan pengambilan ditentukan pada titik yang mempunyai kedalaman air maksimum. Struktur atas Dalam penentuan dimensi struktur atas (konstruksi beton) dapat dipergunakan ultimate design atau elastic design. 3. sehingga pemanfaatan air waduk dapat langsung memanfaatkan fasilitas yang ada. Waduk Apabila fungsi waduk termasuk untuk penyediaan air minum. Penentuan lokasi bangunan pengambilan didasarkan pertimbangan sebagai berikut: − − − − − Lokasi di tepi danau yang masih tergenang pada kondisi elevasi muka air danau minimum Lokasi yang berdasarkan data geoteknik mempunyai daya dukung yang optimal dan mempunyai faktor keamanan cukup tinggi Lokasi yang aman terhadap pengaruh luar seperti longsoran tanah dari bukit diatasnya.6 m di bawah muka air danau minimum Penentuan elavasi puncak bangunan pengambilan minimal 0. Penentuan tipe bangunan pengambilan Tipe bangunan pengambilan air danau dan pertimbangan pemanfaatan jenis intake tersebut di atas adalah sebagai berikut: − Intake bebas Fluktuasi muka air danau tidak terlalu besar Ditempatkan ditepi danau yang mempunyai ketebalan air cukup Kondisi tanah pada tepi danau cukup stabil Kemiringan tanah di tepi danau cukup landai − Intake ponton Fluktuasi air danau tidak terlalu besar Pada tepi danau yang landai dan hanya tergenang air pada kondisi muka air danau maksimum (penempatan intake memungkinkan menjorok ke danau). Pertimbangan yang diperlukan untuk menentukan lokasi pengambilan air waduk dan tipe bangunan pengambilan air waduk adalah sama dengan bangunan pengambilan sumber air danau 4. Kondisi tanah pada lereng danau cukup stabil − Intake jembatan Fluktuasi air danau tidak terlalu besar Pada tepi danau yang landai dan hanya tergenang air pada kondisi muka air danau maksimum (penempatan intake memungkinkan menjorok ke danau). Kondisi tanah pada dasar danau cukup stabil.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana b.

Tipe bangunan pengambilan dan pertimbangan pemilihan jenis intake pengambilan adalah: − Intake bebas Kondisi leveling dasar embung relatif datar dan kedalaman air maksimum berada ditepi embung Kondisi tanah di tepi embung cukup stabil Intake jembatan Kondisi permukaan dasar bervariasi dan cenderung berbentuk valley. Survei hidrolika air waduk − Kumpulkan data-data yag dperlukan dari pengelola waduk − Tentukan debit yang akan dipakai apakah kebutuhan untuk air minum dapat terpenuhi 18 . menyiapkan peta hidrogeologi dan data-data sekunder yang diperlukan c. andalan dan debit penggeontoran − Lakukan pengujian kekeruhan untuk kondisi musim kemarau dan musim penghujan. kedalaman air maksimum merata di tengah embung Kondisi tanah di tengah embung cukup stabil Intake ponton Kondisi leveling dasar bervariasi dan kedalaman air tidak merata Kondisi air dasar embung stabil − − Gambar tipikal berbagai tipe bangunan pengambilan air baku sumber air permukaan dapat dilihat pada Lampiran–6. Persiapan Dalam persiapan survei hidrolika air permukaan perlu dilakukan persiapan sebagai berikut: mempersiapan surat-surat yang diperlukan dalam pelaksanaan survei lapangan a. maka penempatan titik pompa sebaiknya mengacu pada standar spesifikasi pompa. mengecek ketersediaan peralatan dan perlengkapan yang akan dipergunakan 2. Pelaksanaan Pengkajian survei hidrolika air permukaan dilakukan sebagai berikut: a. Daerah tangkapan hujan − Lakukan analisa peta hidrologi daerah tangkapanhujan − Tentukan kondisi habitat sekitar daerah aliran sungai b. c. Survei hidrolika air permukaan dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: 1. debit sungai 10 tahun terakhir yang berurutan − Lakukan pengukuran langsung dilapangan pada musim kemarau dan musim penghujan minimal 1 periode musim jika data sekunder tidak tersedia − Tentukan debit minimal. tata cara survei dan manual mengenai peralatan yang dipergunakan d. Survei hidrolika air sungai − Kumpulkan data-data yang diperlukan seperti data curah hujan 10 tahun terakhir. formulir lapangan yang digunakan untuk menyusun data-data yang dibutuhkan agar mempermudah pelaksanaan pengumpulan data di lapangan b. maksimum.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana − Apabila kedalaman air di embung cukup besar. khususnya daya hisap optimum ± 6 m dari permukaan air embung. Lokasi penempatan bangunan ditentukan berdasarkan data geoteknik dengan daya dukung yang optimal dan mempunyai faktor keamanan cukup tinggi.

Kemungkinan investasi adalah sekitar Rp 200. .5. Dipilih jika pelayanan berada sekitar 10 Km dari jaringan distribusi PDAM dan atau PDAM tidak mampu menyediakan air minum dari sistem perpipaan yang ada (kapasitas dan tekanan tidak tersedia) Lokasi tersebut memiliki potensi air tanah dalam dan atau sumber air lainnya yang layak digunakan. debit aliran masuk − Lakukan pengukuran langsung dilapangan pada musim kemarau dan musim penghujan mnimal 1 periode musim bila data sekunder tidak tersedia − Lakukan pengukuran evaporasi − Lakukan pengujian kekeruhan untuk kondisi musim kemarau dan musim penghujan Analisa hasil survei hidrolika adalah sebagai berikut: 1. kondisi dan kelangsungan sumber air sungai Rekomendasikan kemungkinan pemakaian air sungai sebagai sumber air minum Analisa debit air danau apakah dapat memenuhi kebutuhan sumber air minum Rekomendasikan kemungkinan pemakaian air danau sebagai sumber air minum Analisa dan rekomendasikan apakah debit yang diperlukan dapat dipenuhi dari air waduk Rekomendasikan kemungkinan pemakaian air waduk sebagai sumber air minum Analisa keadaan dan kondisi kelangsungan embung Rekomendasikan kemungkinan pemakaian air embung sebagai sumber air minum. rekomendasikan kondisi dan kelangsungan sumber aliran sungai 2. Survei hidrolika air embung − Kumpulkan data-data yang diperlukan seperti data curah hujan 10 tahun terakhir. Pengkajian hasil survei air danau 4. IPAS adalah dapat bersumber dari mata air (broncaptering).Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana d. • SiPAS-Mata Air (Broncaptering) SiPAS-Mata Air (Broncaptering) dapat berupa sistem gravitasi dan atau perpompaan.2 Analisa apakah debit yang tersedia dapat memenuhi kebutuhan minimum Analisa kekeruhan sungai apakah masih memenuhi syarat Rekomendasikan keadaan air sungai berdasarkan debit yang tersedia. 3. Pengkajian hasil survei air embung UNIT PRODUKSI Sistem penyediaan air minum yang dapat dikelola oleh masyarakat secara mandiri merupakan tujuan dari pengembangan SPAM Sederhana.. ataupun dari air hujan.per kapita. Pengkajian survei daerah tangkapan hujan berdasarkan kondisi habitat sekitar daerah aliran sungai. Pengkajian survei air waduk 5. Hal ini dilakukan malalui pembangunan Instalasi Pengolahan Air Sederhana yang dapat menggunakan sumber air baku dari mata air.000. sumur dalam (deep well) dan air permukaan dengan IPAS. air permukaan. SiPAS harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: 1. • SiPAS-Sumur Dalam (Deep Well) 19 2. dilihat dari biaya investasi tidak jauh berbeda dari modul hidran umum (perbedaan hanya pada kelengkapan bangunan penangkap mata air/broncaptering). Sistem penyediaan air minum dengan IPAS disebut Sistem Instalasi Pengolahan Air Sederhana (SiPAS). Pendistribusiannya kepada masyarakat dapat melaui sistem perpipaan (modul HU) dan atau mobil tangki air (modul TA). Pengkajian survei hidrolika air sungai − − − − − − − − − − 3. air tanah.

Tipe PMA Terdapat 2 (dua) macam PMA. • SiPAS-Intalasi Penjernihan Air Sederhana (IPAS) IPAS dipilih jika SiPAS-Mata Air dan SiPAS sumur dalam tidak layak dilaksanakan dan terdapat sumber air baku dengan tingkat kekeruhan rendah yang dapat diolah secara sederhana. Mata Air a. terdiri dari: Tipe IA : Dipilih apabila arah aliran artesis terpusat Tipe IB : Dipilih apabila arah aliran artesis tersebar Tipe IC : Dipilih apabila arah aliran artesis vertikal Tipe ID : Dipilih apabila arah aliran gravitasi kontak Tipe Tipe Tipe Tipe II berdasarkan volume bak penampung terdiri dari: IIA : Volume bak penampung 2 x 2 m3 terbuat dari pasangan batu bata kedap air IIB : Volume bak penampung 2 x 5 m3 terbuat dari pasangan batu bata kedap air IIC : Bak penampung menggunakan hidran umum dengan volume 2 x 2 m3 terbuat dari fiberglass galleries A. b.000. Definisi Sistem penyediaan air minum komunal mata air adalah sistem penyediaan air minum yang memanfaatkan mata air sebagai sumber air baku untuk air minum dengan cara melindungi dan menangkap air dari mata air untuk ditampung dan disalurkan kepada masyarakat pemakai. Sistem pelayanan modul HU dan TA 3. Pompa dengan perlengkapannya khusus bagi daerah yang tidak dapat dilayani melalui sistem gravitasi c. SiPAS dengan mata air (broncaptering) Komponen SiPAS-mata air terdiri: a. misal dengan menggunakan sistem Saringan Pasir Lambat (SPL) dan atau sistem infiltrasion galleries. Kemungkinan investasi adalah sekitar Rp 200.000. unit bangunan penangkap air. Modul SiPAS dengan sumur dalam (Deep Well) Komponen SiPAS-sumur dalam terdiri: a. pompa dengan perlengkapannya (khusus bagi daerah yang tidak dapat dilayani secara gravitasi) c. Mengingat kesulitan dalam pengelolaan/operasional maka pemilihan sistem SiPAS-IPAS hendaknya dilakukan setelah melalui pertimbangan yang seksama. Sistem pelayanan HU dan TA A. Kemungkinan investasi adalah sekitar Rp 200..Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Sistem pelayanan dapat dikembangkan sesuai besaran kapasitas air yang dapat dihasilkan pada saat pengeboran. Tipe-Tipe SiPAS 1.per kapita. yaitu: Tipe I berdasarkan tipe bangunan penangkap mata air. Sumur dalam (deep well) dan perlengkapannya b.per kapita. Komponen SiPAS dengan IPAS terdiri dari: Komponen SiPAS-sumur dalam terdiri: a. pelayanan dengan HU dan TA 2. dapat dilihat pada penjelasan PMA b. tergantung pada kondisi arah aliran keluarnya air ke permukaan tanah. Pengolahan sederhana dapat berupa Saringan Pasir Lambat (SPL) atau infiltration b.1 Mata air dengan Perlindungan Mata Air (PMA) 20 .

kecuali ada ijin dan kesepakatan bersama untuk mata air dan jalur yang akan dilalui pipa 3) Bandingkan beda tinggi antara mata air dan daerah pelayanan dapat dikategorikan seperti pada Tabel 3. meliputi: 1) Hitung jarak mata air. pipa berdiameter besar mungkin diperlukan Kemungkinan diperlukan pompa. maka mata iar dapat dipakai 2) Perhatikan lokasi mata iar. Tabel 3. maka mata air belum dapat dipergunakan. kecuali untuk sistem yang sangat kecil Diperlukan pompa 3.2 km 4. yaitu: PMA sistem gravitasi PMA sistem pemompaan Evaluasi sistem pelayanan yang digunakan dilakukan dengan mempertimbangkan lokasi mata air dan daerah pelayanan. Departemen Pekerjaan Umum 21 . 3 – 10 m Lebih kecil dari 0. tapi diperlukan desain rinci (detailed design) untuk sistem gravitasi.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Tipe IID : Bak penampung menggunakan PAH volume 2 x 4 m3 Sedangkan ditinjau dari sistem pelayanannya terdapat 2 jenis PMA. Lebih besar dari 30 m 10 – 30 m Lebih kecil dari 2 km Lebih kecil dari 1 km Baik. jika mata air berada di desa lain atau jalur pipa melalui desa lain. 2.5. Beda Tinggi antara Mata Air dan Desa Jarak Penilaian 1. sistem gravitasi Berpotensi. Lebih kecil dari 3 m Sumber: Tata Cara Evaluasi Hasil Survei Mata Air untuk Perencanaan Air Bersih Perdesaan (AB-D/RE/TC/003/98).1 Evaluasi Sistem Pelayanan untuk Sumber Air Baku Mata Air No. jika jarak mata air ke daerah pelayanan memenuhi ketentuan (kurang dari 6 km).

2005 Gambar 3. 2005 Gambar 3.3 Perlindungan Mata Air Sistem Gravitasi Perlindungan Mata Air Hidran Umum 3 HU (Kap. 3 m³) Bangunan pengambilan air baku Penangkap Mata Air Bak penampung Pompa Pompa Reservoar Pipa PVC ∅ 2” 1-3 km Pipa PVC Ø 2" 1-3 km Sumber: Direktorat Jenderal Cipta Karya. 3 m³) Hidran Umum PipaPipa PVC ∅ 2” 1-3km PVC Ø 2" 1-3 km Sumber: Direktorat Jenderal Cipta Karya. Departemen Pekerjaan Umum.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Bangunan pengambilan air baku Penangkap Mata Air 3 HU (Kap. Departemen Pekerjaan Umum.4 Perlindungan Mata Air Sistem Pemompaan 22 .

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Sumber: Spesifikasi Teknis Perlindungan Mata Air (PMA) (AB-D/LW/ST/006/98).5 Bangunan Penangkap Mata Air Tipe I A 23 . Departemen Pekerjaan Umum Gambar 3.

Departemen Pekerjaan Umum Gambar 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Sumber: Spesifikasi Teknis Perlindungan Mata Air (PMA) (AB-D/LW/ST/006/98).6 Bangunan Penangkap Mata Air Tipe I B 24 .

7 Bangunan Penangkap Mata Air Tipe I C 25 . Departemen Pekerjaan Umum Gambar 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Sumber: Spesifikasi Teknis Perlindungan Mata Air (PMA) (AB-D/LW/ST/006/98).

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.8 Bangunan Penangkap Mata Air Tipe I D 26 .

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Pipa inlet GI Ø 3" Kolom 12 x 12 B Manhole 50 x 50 15 Pipa vent GI Ø 3" 200 A A 15 20 15 Pipa penguras & dop GI Ø 3" B 100 15 100 15 Pipa peluap GI Ø 3" 100 DENAH Plat beton 1PC:2PS:3KR Pipa vent GI Ø3" Plat beton 1PC:2PS:3KR Pipa vent GI Ø3" 15 5 Ring balk Pas bata 1PC:2PS Plester 1PC:2PS 15 100 5 Ring balk 5 5 30 15 15 200 5 Pas bata 1PC:2PS Plester 1PC:2PS Pipa peluap GI Ø3" Plat beton bertulang 1PC:2PS:3KR Pasir padat Tanah urug 130 Plat beton bertulang 1PC:2PS:3KR Pasir padat Tanah urug Pipa penguras GI Ø3" Kran 3/4" Beton tumbuk 7 60 Pas batu kali 1PC:4PS Pipa inlet GI Ø3" Pas batu kali 10 10 25 25 60 60 100 1PC:4PS Batu kosong Batu kosong Pasir padat 25 60 Pasir padat 25 15 60 20 100 POTONGAN A-A POTONGAN B-B Sumber: Spesifikasi Teknis Perlindungan Mata Air (PMA) (AB-D/LW/ST/006/98).9 Bak Penampung Tipe 1 (volume 2 m3) 27 P P . Departemen Pekerjaan Umum Gambar 3.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Pipa inlet GI Ø 3" Kolom 12 x 12 B Manhole 50 x 50 15 Pipa vent GI Ø 3" 250 A A 15 20 15 Pipa penguras & dop GI Ø 3" B 100 15 200 Pipa peluap GI Ø 3" 15 100 DENAH Plat beton 1PC:2PS:3KR Pipa vent GI Ø3" Plat beton 1PC:2PS:3KR Pipa vent GI Ø3" 15 5 Ring balk Pas bata 1PC:2PS Plester 1PC:2PS 15 200 5 Ring balk 5 5 30 Pas bata 1PC:2PS Plester 1PC:2PS 15 15 250 5 Pipa peluap GI Ø3" Plat beton bertulang 1PC:2PS:3KR Kran 3/4" Pasir padat Tanah urug Beton tumbuk Plat beton bertulang 1PC:2PS:3KR Pasir padat Tanah urug Pipa penguras GI Ø3" 100 7 60 Pipa inlet GI Ø3" Pas batu kali 1PC:4PS Batu kosong Pasir padat Pas batu kali 10 10 25 60 60 25 100 1PC:4PS Batu kosong Pasir padat 25 60 25 15 60 20 100 POTONGAN A-A POTONGAN B-B Sumber: Spesifikasi Teknis Perlindungan Mata Air (PMA) (AB-D/LW/ST/006/98).10 Bak Penampung Tipe 2 (volume 5 m3) 28 . Departemen Pekerjaan Umum Gambar 3.

11 Situasi Mata Air/ Bronkaptering 29 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.

30 .030 L/det 2. untuk mengumpulkan air baku dan melindungi mata air dari pencemaran. untuk mengamankan bangunan dari air hujan dan mencegah air hujan yang jatuh ke tanah masuk ke bangunan penangkap mata air.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana c. dimensi bak penampung air untuk berbagai debit mata air dan berbagai jumlah pelayanan dapat dilihat pada Tabel 3.40 Debit 0.70 0. 7) Pompa adalah alat yang digunakan untuk mengangkat air dari bak penampung ke titik pelayanan jika elevasi bak penampung lebih rendah dari titik pelayanan 8) Sumber daya listrik (untuk sistem pemompaan).010 L/det 0. Tabel 3.7 6. untuk melindungi bangunan penangkap mata air dan sekitarnya dari gangguan makhluk hidup (orang. adalah bangunan bak kedap air untuk mencampur bahan kimia dan membubuhkannya ke pipa pembubuh atau ke unit proses selanjutnya.50 Debit 0.50 Debit 0. serta 10) Saluran drainase. adalah jenis sambungan pelanggan air minum yang suplai airnya langsung ke rumah-rumah.2 Sumber: Hasil Perhitungan.9 Debit 0.040 L/det 2. binatang. dll) dan sampah.020 L/det 0. 2005 1. 6) Sambungan rumah. Perhitungan dimensi Perhitungan dimensi pada SPAM Komunal Perlindungan Mata Air meliputi perhitungan dimensi bangunan dan dimensi hidrolis.025 L/det 1. Secara empiris. 3) Bak pembubuh kimia. adalah bangunan bak kedap air untuk menampung air bersih dari bangunan penangkap. Komponen prasarana dan sarana Prasarana dan sarana yang membentuk SPAM Komunal Mata Air (Penangkap Mata Air. 5) Perpipaan.60 1.015 L/det 0. untuk mengalirkan air dari bak penampung ke sambungan rumah. diperlukan untuk mengoperasikan pompa. 1) d. biasanya berupa sambungan pipa-pipa distribusi air melalui meter air dan instalasi pipanya di dalam rumah. 4) Pipa peluap adalah pipa yang dipasang pada bangunan untuk menjamin permukaan air tidak naik/sesuai dengan muka air yang direncanakan. 9) Pagar.2.30 0.90 0.3.22 Debit 0. 2) Bak penampung. Bak Penampung Perhitungan bangunan PMA dilakukan untuk menghitung volume bak penampung yang ditentukan berdasarkan: Debit minimum mata air Besarnya pemakaian dan waktu Asumsi kebutuhan 30 – 60 liter per orang per hari Waktu pengambilan adalah 8 sampai 12 jam sehari Dengan asumsi-asumsi di atas.2 Dimensi Bak Penampung SPAM Komunal Mata Air (m3) Pelayanan (KK) 5 KK 10 KK 20 KK Debit 0. selanjutnya disebut sebagai PMA) terdiri dari: Bangunan penangkap mata air (broncaptering). volume bak penangkap mata air dapat ditentukan dengan menggunakan Tabel 3.

Dimensi over flow Rumus Drempel: 31 .8 L/det Debit > 0. Sumber: AC Ductile. L .8 L/det 200 .85 .7 . 2. Q1.4 berikut: Tabel 3. 10 10 . Cart Iron. Dimensi pipa peluap (over flow) Dimensi pipa peluap ditentukan dengan rumus: Qover flow = Qspring – Qout --------------------------------------dengan pengertian: Qover flow Qspring Qout = = = debit limpasan (m3/det) debit mata air (m3/det) (6) debit konsumsi (m3/det) a.5 . Dimensi pipa keluar (outlet) Dimensi pipa keluar disesuaikan dengan besarnya kebutuhan air baku dan ditempatkan pada elevasi minimal 0. 3. Jenis Bahan Pipa Koefisien Kekasaran 1. Koefisien kekasaran pipa dapat dilihat pada Tabel 3.500 5 m3 10 m3 10 m3 2 m3 5 m3 10 m3 2 m3 2 m3 5 m3 2 m3 2 m3 2 m3 Sumber: Spesifikasi Teknis Perlindungan Mata Air (PMA) (AB-D/LW/ST/006/98). GIP PVC DICL.400 400 .300 300 . MSCL 130 120 130 130 Spesifikasi Teknis Konstruksi Bangunan Pengambil Air Baku (AB-K/LW/ST/001/98).30 meter dari dasar bak.87 ---------------- (5) dengan pengertian: H L Q D C = = = = = beda tinggi (m) panjang pipa (m) debit (L/det) diameter pipa koefisien kekasaran Koefisien kekasaran pipa tergantung dari jenis pipa dan kondisinya.0.4 Koefisien Kekasaran Pipa No. 4.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Tabel 3.85 C1.5 L/det Debit 0. D4. Dimensi outlet ditentukan berdasarkan rumus Hazen-William: H = 1.214 .3 Ukuran Bak Penampung – PMA Pelayanan Orang Debit < 0.0. Departemen Pekerjaan Umum 2. Departemen Pekerjaan Umum 3.6 L/det Debit 0.

√2g . S1/2 n dengan pengertian: Q= A= R= S= n= debit limpasan (m3/det) luas penampang (m) jari-jari hidrolis (m) kemiringan (slope) koefisien Manning’s Kedalaman air (Y) = 0. H3/2 ----------------------------(8) Ada penyempitan aliran Q = 2/3 . R2/3 .605 + 0. H) . n . H3/2 --------(9) dengan pengertian: Q= Cd debit limpasan (m3/det) = koefisien debit.81 m/det2) tinggi energi air di hulu ambang (m) jumlah bidang konstruksi dengan dinding = 2 tinggi ambang dari dasar (m) c.71 . menurut Francis: Cd = 0.71 debit limpasan (m3/det) lebar ambang (m) tinggi air di hulu ambang (m) = konstanta b.623 Rehback: Cd = 0. Pelimpas di atas ambang empat persegi panjang Tidak ada penyempitan aliran Q = 2/3 .1 .08 H/Z + 0.001/H L= g= H= n= Z= lebar ambang (m) percepatan gravitasi (= 9. h3/2 --------------------------------------- (7) dengan pengertian: Q= B= h= 1. Cd . maka: 32 . (L – 0. B . Cd .29 x diameter lingkaran ----------------------------------(10) Untuk mendapatkan debit limpasan maksimum.95 x diameter lingkaran Jari-jari hidrolis (R) = 0. √2g . Dimensi pipa peluap bulat Digunakan formula Manning’s: Q = A .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Q = 1.

Dimensi lubang pemeriksa dibuat dengan ukuran 65 x 65 cm2 sehingga untuk kondisi di Indonesia orang akan mudah keluar masuk ke dalam bangunan penangkap mata air. √(2gh) ----------------------------(12) dengan pengertian: Q= d= Cd g= h= debit penguras (m3/det) diameter lingkaran (m) = koefisien debit = 0. b .60 percepatan gravitasi (m/det2) tinggi dari muka air ke garis tengah lingkaran (m) 5. Cd . Dimensi lubang pemeriksa (manhole) Lubang pemeriksa (manhole) pada bangunan penangkap mata air ditempatkan pada bagian atas dan berfungsi sebagai lubang inspeksi ke dalam bangunan penangkap mata air pada saat pemeliharaan prasarana (mis. Dimensi saluran air hujan 33 . d2 . Dimensi saluran air hujan Saluran air hujan di lokasi bangunan penangkap berfungsi sebagai drainase perimeter. pipa peluap atau pada saat membersihkan endapan). sebagaimana dijelaskan pada Lampiran–1. apabila terjadi penyumbatan pada pipa keluar. π . Perlengkapan lubang pemeriksa: − Engsel − Kunci gembok − Pegangan pengangkat − Sekat dari karet − Tangga monyet Bahan lubang periksa: − Plat baja − Beton bertulang − Kayu besi 7. Dimensi alat ukur debit Dimensi alat ukur debit ditentukan sesuai dengan penjelasan alat ukur Thomson dan Cipoletti.60 lebar dasar penguras (m) percepatan gravitasi (m/det2) tinggi penguras (m) tinggi air di atas penguras (m) b. Penguras berbentuk bulat Q = 1/4 . yaitu melindungi mata air dari limpasan air hujan yang datang dari daerah tangkapan air (catchment area) di bagian hulu mata air. 6. √(2gh) . pipa penguras. Penguras berbentuk empat persegi panjang Q = 2/3 . Dimensi pipa penguras (wash out) a. Cd . H3/2 ---------------------------(11) dengan pengertian: Q= Cd b= g= h= H= debit penguras (m3/det) = koefisien debit = 0.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 4.

perletakan pondasi disesuaikan dengan profil permukaan batuan dan diusahakan membuat hambatan pada celahcelah diantara batuan sehingga tidak menimbulkan rembesan Untuk mata air yang keluar dari permukaan tanah. konstruksi saluran air hujan juga berfungsi sebagai penahan erosi apabila bagian hulu mata air mempunyai kemiringan yang cukup terjal.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana ditentukan berdasarkan analisis hidrologi yaitu intensitas curah hujan. e. maka dapat digunakan pondasi tiang pancang. Dimensi Struktur Perencanaan bangunan PMA harus mempertimbangkan jenis dan karakteristik tanah. lebar bentangan dan tekanan air Dimensi atap − Ketebalan atap tergantung dari beban hidup yang bekerja.2) m. perletakan pondasi ditentukan berdasarkan hasil penyelidikan sondir. Kedalaman pondasi yang sekaligus berfungsi sebagai tirai aliran dibuat sampai mencapai air bawah permukaan tanah terendah 2. Struktur atas Dimensi struktur atas terdiri dari: Dimensi dinding Dimensi atap Dimensi dinding − Ketinggian dinding penahan ditentukan berdasarkan outlet mata air yang diambil. besarnya koefisien run off dan luas daerah tangkapan air yang dapat dihitung dari peta kontur. Penentuan pagar keliling Pagar keliling pada bangunan penangkap mata air dimaksudkan untuk melindungi mata air dari gangguan luar seperti manusia dan hewan. Garis pagar keliling ditentukan sejauh (5 – 10) m dari titik mata air dan dilengkapi dengan pintu inspeksi. 8. uplift tekanan air bawah tanah dan longsoran. Dimensi pondasi harus memperhatikan beban-beban yang bekerja. Apabila kondisi tanahnya lembek. 1. Tinggi pagar keliling ditentukan (1. Pembuangan akhir saluran air hujan ditempatkan di bagian hilir lokasi bangunan penangkap. Struktur bawah pondasi Untuk mata air yang keluar dari batu-batuan. Disamping sebagai penangkap dan mengalirkan air hujan. 3. apabila lebih maka sebaiknya dilengkapi dengan ring balok f. meliputi: Beban sendiri pondasi dan dinding Beban atap dan beban hidup yang dapat diasumsikan sebesar 150 – 200 kg/m2 Tekanan air Tekanan tanah Dalam perhitungan pondasi bangunan penangkap. 34 . Spesifikasi teknis Spesifikasi teknis SPAM Komunal meliputi spesifikasi alat dan bahan yang diperlukan dalam membangun prasarana dan sarana bangunan perlindungan mata air. biasanya outlet mata air terendah yang dijadikan dasar − Ketebalan dinding tergantung dari ketinggian dinding. berat atap sendiri dan berat water proofing − Bentangan maksimum yang ideal untuk atap adalah 3 m. konstruksi harus ditinjau aman terhadap penurunan.8 – 2.

5. harus bersih dan keras d. h. Air. Bangunan penangkap bagian luar harus kedap terhadap air dan tahan longsor d. harus bersih.5 Bahan Konstruksi Bangunan Penangkap Mata Air No. Tabel 3. meliputi bangunan penangkap mata air dan bak penampung. Peralatan Peralatan yang diperlukan meliputi: a. 3. Batu bata g. berbutir tajam dan keras. 2005 3. sesuai dengan SNI 03-6817-2002 tentang Metode Pengujian Mutu Air untuk digunakan dalam beton f. Bahan Bahan yang diperlukan disediakan sesuai hasil perencanaan dan perhitungan serta memenuhi spesifikasi teknis.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 1. sesuai dengan SNI 03-6861-2002 e. j. Semen portland. g. Permukaan air dalam bangunan penangkap tidak boleh lebih tinggi dari permukaan air asal (permukaan mata air sebelum ada bangunan) pada musim kemarau agar mata air tidak hilang b. c. Kunci pipa Gergaji Palu Pembersih Peralatan untuk pembuatan adukan pasangan Waterpass Meteran Ayakan pasir Benang Ember Tang Cangkul dan Sekop Elemen Lantai dasar / pondasi Dinding Penutup Bahan yang Digunakan 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil Sumber: Hasil Perhitungan. 2. b. Bahan-bahan tersebut adalah sebagai berikut: a. Kriteria Desain Perencanaan bangunan PMA. Besi beton. harus bersih dan bebas dari minyak. Kerikil. harus memenuhi kriteria desain sebagai berikut: a. k. d. 2. sesuai dengan SNI 03-68272002 c. Tinggi dinding bangunan penangkap minimum 20 cm dari muka air asal e. l. harus bersih dan tidak berkarat. Pipa dan perlengkapannya Bahan konstruksi yang digunakan untuk pembuatan bangunan perlindungan mata air sesuai Tabel 3. Pasir beton. e. 1. i. Bagian bawah bangunan penangkap merupakan pondasi dengan kedalaman minimum 60 cm dari dasar mata air 35 . harus mempunyai kehalusan dan sifat ikat yang baik yang sesuai dengan SNI 15-2530-1991 dan SNI 15-2531-1991 b. Pipa peluap (over flow) pada bangunan penangkap dipasang pada tinggi muka air asal c. f.

Bak penampung harus kedap air. Persyaratan Lokasi Penempatan dan Konstruksi Bangunan PMA a. Pekerjaan persiapan Pekerjaan persiapan harus dilakukan sebagai berikut: a. g. Bersihkan dengan hati-hati lokasi sumber air yang akan dibangun dari daun-daun.13. Pekerjaan konstruksi bangunan penangkap mata air a. alat ukur.12. Tinggi maksimum bangunan penangkap mata air didasarkan pada tinggi muka air dalam kolam ditambah ruang bebas i. gempa dan uplift e. pipa penguras. permukaan licin. pipa keluar. dan lubang pemeriksa (manhole) j. kedua bangunan ini dapat ditempatkan agak berjauhan dengan jarak maksimum 30 meter dihubungkan dengan pipa. tertutup dan dilengkapi dengan pipa udara. Dalam hal tertentu atau alasan teknis. 4. Penempatan PMA harus mendapat ijin dari pemilik lahan dan dimanfaatkan untuk kepentingan umum. Adakan pertemuan antara masyarakat untuk membuat rencana kerja pembangunan PMA b. Konstruksi bangunan PMA direncanakan dengan umur efektif (life time) minimal 25 tahun f. rembesan. Siapkan peralatan dan bahan sesuai yang disebutkan di atas c.12 Pematokan 36 Gambar 3. Penggalian tanah i. Dimensi bangunan PMA harus mempertimbangkan kebutuhan maksimum harian d.13 Perataan h . Bangunan penangkap mata air dan bak penampung diletakkan sedekat mungkin. Pasang patok (dari bambu atau kayu) sesuai ukuran bangunan PMA yang akan dibangun seperti pada Gambar 3. Bahan atau material konstruksi yang digunakan diusahakan menggunakan material lokal atau disesuaikan dengan kondisi daerah yang bersangkutan g. Bangunan penangkap mata air dilengkapi dengan saluran air hujan yang kedap air yang dibuat mengelilingi bangunan penangkap mata air bagian atas dengan kemiringan 1% – 5% ke arah saluran pembuang untuk mencegah masuknya air ke bangunan penangkap mata air h. Penempatan bangunan PMA pada lokasi yang memudahkan dalam pelaksanaan dan aman terhadap daya dukung alam atau terhadap longsor dan lain-lain c. kayu dan lain–lain agar aliran air tidak tertutup atau tersumbat d. pipa peluap. Gambar 3. Gali tanah untuk meratakan dasar lokasi bangunan PMA pondasi seperti pada Gambar 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana f. Penempatan bangunan PMA harus aman terhadap pencemaran yang disebabkan pengaruh luar b. Diberi pagar pada sekeliling bangunan untuk menghindari masuknya binatang atau orang yang tidak berkepentingan k. gaya geser. ii. Cara Pengerjaan 1. Lakukan pematokan untuk menetapkan posisi bangunan sesuai petunjuk dalam gambar perencanaan 2. Pembuatan pondasi bangunan penangkap mata air dibuat sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu aliran air tanah g. Konstruksi bangunan PMA harus aman terhadap gaya guling.

Pemasangan dinding Gambar 3. Gali tanah untuk pondasi hingga kedalaman 60 cm pada lereng tebing dan 30 cm pada sisi lain dari bak PMA seperti tampak pada Gambar 3. Buat patok dari bambu atau kayu sesuai ukuran badan pondasi dan dipasang pada jarak 30 cm ujung.18 Gambar 3.15 Penggalian Pondasi Gambar 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana b.16 Pemberian pasir pada lantai pondasi v. Isi lubang bekas galian pondasi dengan tanah urug. seperti pada Gambar 3.18 Pengurugan lubang bekas galian pondasi i.16.17 vi. Hubungkan patok yang satu dengan yang lain dengan benang/tali hingga mempunyai ketinggian yang sama.14. Pasang pondasi pasangan batu kali yang terbuat dari bahan batu kali dengan campuran 1 semen : 4 pasir hingga ketinggian yang telah ditetapkan Gambar 3. ii.19.14 Pematokan lokasi badan pondasi iii. 37 . Pasang lantai pasir padat setebal 10 cm seperti pada Gambar 3. Pemasangan pondasi i. Gambar 3.17 Pemasangan pondasi c. Lakukan pemasangan batu kali dengan adukan 1 semen : 4 pasir. seperti pada Gambar 3. Gambar 3.15 iv. seperti pada Gambar 3.

12 Gambar 3. seperti pada Gambar 3.21 Susunan pembesian iv. Ganjal batu setebal 2–3 cm diseluruh bidang di bawah pembesian vi. Gambar 3.23 Pengecoran tutup 38 . seperti pada Gambar 3. v. seperti pada Gambar 3. Pasang bekisting untuk pembuatan tutup bangunan PMA Gambar 3. Pasang pipa udara pada bagian yang telah ditentukan sebelum dicor.30 cm dari permukaan dinding atas dan pipa keluar yang menembus dinding pada bagian dasar lantai setinggi 20 -30 cm.11 ii. seperti pada Gambar 3.21.22 Pembesian pada tutup dan pemasangan pipa udara Gambar 3.20.19 Pemasangan dinding & pipa keluar d.23 Gambar 3. sesuai ukuran tutup bangunan PMA yang akan dicor di atas cetakan seperti Gambar 3. Pasang cetakan (terbuat dari bahan triplek) di atas bekisting. seperti pada Gambar 3.22. vii.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana ii. Pasang pipa peluap sekitar 20. Susun pembesian ukuran 8 mm – 15 mm yang telah dirakit. Buat sekat ukuran 60 cm X 60 cm dari kayu tipis pada bagian tutup bak kontrol.11 iii. Lakukan pengecoran dengan memasukkan adukan dengan perbandingan 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil sedemikian sehingga seluruh bidang terisi dan pembesian tertutup rata. Pemasangan tutup dan lubang pemeriksa i.20 Pemasangan bekisting dan cetakan Gambar 3.

28 Pembuatan Saluran 39 . biarkan hasil pengecoran 3 sampai 4 hari (sampai kering).25 Gambar 3. Gambar 3. seperti pada Gambar 3. Pemasangan turap Gambar 3. Buat turap dari batu kali di bagian dinding sepanjang bangunan PMA dengan perbandingan adukan 1 semen : 2 pasir.24 ix. Gambar 3. Cor tutup beton dengan ketebalan kurang lebih 10 cm.28. seperti pada Gambar 3.25 xi. Pasang pembesian untuk tutup lubang pemeriksa dan lengkapi dengan pegangan yang terbuat dari besi ¾ inchi. Plester badan saluran dengan perbandingan adukan 1 semen : 2 pasir. seperti pada Gambar 3. Buat cetakan untuk tutup lubang pemeriksa (man hole) Gambar 3.26 Plesteran Pemasangan turap pada dinding dan saluran air di atas bangunan PMA dilakukan sebagai berikut: i. seperti pada Gambar 3. Buat badan saluran yang terbuat dari batu kali dengan perbandingan adukan 1 semen : 4 pasir.24 Cetakan dan pembesian pada lubang pemeriksa x. Plester tutup bak dengan adukan perbandingan 1 pasir : 2 semen.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana viii.27 Pemasangan Turap Gambar 3.27 ii.25 Pengecoran e. iii.26 Gambar 3.28. seperti pada Gambar 3.

29 Gambar 3. bersihkan saluran buangan dan periksa bila ada kerusakan/retak iii. Operasi Persiapan Pengoperasian a. jika tidak ada maka bak dapat dioperasikan b. Buka katup keluar sesuai dengan kebutuhan air hingga bak penampung terisi b.29 Penyambungan Pipa h. Bula katup penguras agar kotoran yang terdapat didalam bak penangkap air dan bak penampung dapat dibersihkan c.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana f. jika terjadi kerusakan segera perbaiki c. jika terjadi kerusakan cepat diganti 40 . Sambungkan pipa peluap dengan pipa keluar ii. Tutup katup penguras agar bak penampung terisi penuh Pelaksanaan Pengoperasian a. amati perubahan kualitas air yang terjadi terutama pada musim hujan b. tidak licin dan tidak ada genangan air ii. Pemeliharaan Pemeliharaan pada mata air agar terus beroperasi adalah sebagai berikut: a. bersihkan lantai pengambilan agar tidak berlumut. Gunakan pompa untuk daerah layanan yang elevasinya lebih tinggi dari PMA 2. iii. Periksa bangunan bak penangkap air terhadap kerusakan. Lakukan pengecekan pada setiap bagian bak penampung terhadap kebocoran. Perawatan rutin i. Operasi dan Pemeliharaan 1. Penyambungan Pipa i. Sambungkan pipa keluar sampai ke bak penampung. Bersihkan bangunan bak penangkap dari kotoran dan sampah-sampah b. seperti pada Gambar 3. iv. menjaga lingkungan mata air agar debit mata air tetap dan tidak kering menjaga lingkungan mata air agar tidak terganggu dan tidak tercemar saluran drainase dan pembuang disekitar PMA selalu kering dan basah masyarakat perlu diberi penjelasan pentingnya memelihara lingkungan mata air yang merupakan daerah tangkapan air. Kebiasaan yang harus ditumbuhkan di masyarakat i. Pemeliharaan harian atau mingguan a. ii. Bersihkan katup keluar dari tanah atau kotoran dan periksa kerusakan dan kebocoran . Buka katup untuk daerah pelayanan c.

peluap. bak penampng. Catat tinggi rendah permukaan air sungai. 41 .5.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana d. Penjelasan lebih jelas dapat dilihat pada Bab 3. Catat perbaikan yang telah dilaksanakan c. Ganti peralatan dan perlengkapan yang terbuat dari logam. Bersihkan rumah katup dari tanah dan kotoran. Penangkap air.6 berikut Tabel 3. bak penampung. danau pada bangunan penangkap air setiap bulan dan gambarkan kedalaman grafik d. lubang kontrol. cek tehadap kerusakan f. dengan yang baru 4. Distribusi dan Pelayanan Distribusi dan pelayanan air minum dari bangunan PMA kepada masyarakat dapat dilaksanakan melalui sistem pengaliran gravitasi atau perpompaan sesuai dengan kondisi daerah setempat dengan pelayanan dapat melalui Hidran Umum (HU). Bersihkan Bangunan bagian dalam penangkap bila terjadi penyumbatan c. Perbaikan PMA Kerusakan dan keretakan pada bangunan sistem PMA dapat diperbaiki sebagai berikut: a. Sambungan Rumah Murah (SRM) atau Terminal Air (TA). katup keluar. pagar PEMELIHARAAN HARIAN/MINGGUAN BULANAN v TAHUNAN v v KETERANGAN Bersihkan dari kotoran. Catat kerusakan yang ada pada masing-masing bagian b.5. cek bangunan dan perlengkapannya terhadap kerusakan e. Bersihkan kotoran sekitar bak penampung. Simpan catatan pada pengelola PMA untuk pedoman perbaikan dan pemeliharaan sesuai keperluan i. rumah katup. kotoran dan kerusakan lingkungan b. Tambal bangunan yang terbuat dari pasangan batu atau ferrocement dengan menggunakan adukan semen atau ferrocement b. daun periksa keretakan. Periksa dan bersihkan pipa peluap dari lumut sehingga tidak terjadi penyumbatan d. Buat kelengkapan cara pemeliharaan dan pasang pada bangunan sistem PMA sesuai tabel 3.2 dan Bab 3. kebocoran Pengecatan. Cat rumah katup dan lubang kontrol e. PVC. sampah. Periksa dan jaga sekitar radius 100 meter dari bangunan bak penangkap dari pencemaran. Penangkap air. perbaikan.3.6 Kelengkapan Cara Pemeliharaan PERLENGKAPAN SISTEM 1. katup keluar. penggantian komponen yang rusak 3. Bersihkan lubang kontrol dari kotoran dan cek terhadap kerusakan Pemeliharaan Bulanan dan Tahunan a. lubang kontrol 2. Pelaporan a.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana B. e. f. Penempatan lokasi IPAS harus bebas dari genangan air. 1. waduk. Bangunan IPAS harus kedap air.1 IPAS Saringan Pasir Lambat (SPL) a. selanjutnya disingkat menjadi IPAS. Harus ada pengelola IPAS. rawa. b. Bak pengendap adalah penadah air baku yang didalamnya terjadi proses pengendapan Saringan Kasar Naik Turun (SKNT) adalah wadah yang diisi dengan batu kerikil yang berfungsi sebagai penyaring dengan arah aliran naik turun Saringan Pasir Lambat (SPL) adalah wadah yang diisi pasir berfungsi menyaring dan atau menurunkan kekeruhan Hidran Umum (HU) adalah wadah penampung air bersih untuk masyarakat secara komunal Air permukaan adalah sumber air baku yang berasal dari sungai. danau. Komponen solusi teknis IPAS terdiri dari: − − − − − − 1) 2) 3) 4) 5) 6) Bangunan pengambilan air baku Unit pengolahan fisik/kimia Perpipaan Pompa (untuk sistem pemompaan) Hidran Umum atau Terminal Air Sumber daya listrik (untuk sistem pemompaan) Instalasi Pengolahan Air Sederhana (IPAS) adalah bangunan pengolahan air yang mampu mengolah air baku menjadi air bersih untuk pelayanan secara komunal. Definisi Instalasi pengolahan air sederhana. adalah bangunan pengolah air baku yang mampu mengolah air dengan tingkat kekeruhan kurang dari 150 NTU menjadi air bersih melalui proses sederhana untuk pelayanan secara komunal. Persyaratan Teknis Persyaratan: − − − − Tersedia air baku yang akan diolah Semua unit pelengkap lainnya direncanakan dengan kriteria yang berlaku Konstruksi dan bahan harus memenuhi SK SNI yang telah disahkan Mudah untuk dioperasikan dan dirawat 42 . kolam. c. 2. Istilah sederhana diartikan sebagai: (i) mudah dalam pelaksanaan pembuatan IPAS. Air Permukaan B. saluran irigasi. Perlu adanya partisipasi masyarakat dan pengurus LKMD setempat dalam pelaksanaan pembangunan IPAS. IPAS harus terjamin dalam kontinuitas pengolahan air bersih. dimana pengelola tersebut sebelumnya harus mendapatkan pelatihan tentang IPAS. beroperasi secara gravitasi dan serempak terjadi proses biokimia dan proses biologi. dan (iii) mudah dan murah dalam operasi dalam pemeliharaan. embung. Saringan Pasir Lambat (SPL) adalah salah satu cara pengolahan air baku untuk menghasilkan air bersih. Prasarana dan sarana yang membentuk SPAM Komunal Air Permukaan terdiri dari: b.25 l/dt. Persyaratan Umum Dalam pembuatan IPAS harus memenuhi ketentuan sebagai berikut: a. (ii) murah dalam pembiayaan pembuatan IPAS. Kapasitas pengolahan maksimum 0. Spesifikasi Teknis Spesifikasi teknis SPAM Komunal meliputi spesifikasi alat dan bahan yang diperlukan dalam membangun prasarana dan sarana SPAM Komunal Air Permukaan. d.

75 5 2 2 1 3 0. SPL No 1 2 3 4 5 6 Komponen Intake Sumur pengumpul Pompa Tangki penampung Dudukan kayu SPL Bahan Batu kali (Batu Kosong) Cincin beton Pompa (Kap. sumur pengumpul. 4 m3) kawat kasa Kayu Balok 8/15 Kayu Balok 5/12 Kayu Balok 5/7 (Batu bata/ serat kaca/buis beton/Batu Kali) .5 Tergantung jarak 1 2 3 3 2 43 . b. pompa. ¾” Serat kaca/plastik (Kap.Batu Kali untuk pondasi .Besi Dia.5 1 Tabel 3. c. d. Tabel 3. ¾” Socket GIP dia. 6 mm . Bangunan IPAS a.8 dan tabel 3.Semen .4 0.25 1500 1.8 2. 8 mm .9 Kebutuhan Bahan Bangunan Penampung Air (Hidran Umum) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jenis Bahan Semen Pasir Urug Batu Kali Pipa GIP dia.25 0. Kebutuhan bahan bangunan untuk IPAS tipe 4 dapat dilihat pada tabel 3.9 berikut: 1.Pasir .Plat Besi Berlubang (2 x 1.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana − − − Tersedia lembaga yang akan mengelola SPL Tersedia lahan untuk pembangunan/penempatan instalasi yang dapat memudahkan untuk pengoperasian dan perawatan Penyimpangnan dari tata cara ini diijinkan apabila dibuktikan dengan perhitungan dan atau percobaan yang dapat menghasilkan air bersih sesuai dengan baku mutu yang berlaku.Besi Dia.Batu Bata . 0.8 Kebutuhan Bahan Bangunan Untuk Pembangunan intake.Media Pasir . 3” Pipa GIP ¾” Bend 90 GIP dia. pompa. Kekeruhan dibawah 50 NTU dengan kapasitas pengolahan 0. tangki penampung.Tutup (papan dilapisi seng) Satuan M3 Buah Unit Batang Buah M2 M3 M3 M3 Buah M3 M3 Zak Batang Batang Buah M3 buah Volume 1.25 It/dt Tidak mempunyai lahan yang luas Unit-unit pengolahan terdiri dari: intake. ¾” Tangki Fiber Kapasitas 4 m3 Satuan Zak M3 M3 Batang Batang Buah Buah Buah Buah Buah Volume 10 0.25 l/dt) Pipa PVC Dia.2 5 25 8 3 1 2. tangki penampung. SPL Bahan. 3” Tee GIP 3” Kran dia.75) 3 mm . sumur pengumpul.

Untuk kapasitas 0. 4. Untuk mencegah tanah urugan masuk ke celah-celah batu resapan maka harus dilapisi dengan terpal plastik baru diurug dengan tanah dan dipadatkan. SPL). Pompa Gambar 3. Bangunan Penyadap Bangunan penyadap berupa bangunan peresapan yang terbuat dari batu kali/batu karang setinggi 1 meter atau untuk sungai yang dangkal setinggi 40 cm dari permukaan tanah. Pompa Unit pompa ini untuk menaikan air dari sumur pengumpul ke unit selanjutnya (tangki penampung. Bangunan penyadap berbentuk trapesium dengan lebar bagian bawah 40 cm dan lebar bagian atas 70 cm sepanjang kurang lebih 1. Terpal plastik 75 Terpal plastik Ke pompa 100 70 Batu kali peresapan Variabel 100 Bagian berlubang 40 100 Gambar 3.5 meter.125 watt.31 Pompa 44 . Pompa yang digunakan 2 unit dimana 1 unit sebagai cadangan. SKNT.25 l/dt pompa yang digunakan membutuhkan daya listrik antara 100 .30 Bangunan Penyadap Dengan adanya bangunan penyadap ini ranting-ranting dan daun-daun tidak ikut terbawa. Sumur Pengumpul Bangunan sumur pengumpul bisa terbuat dari buis beton atau pasangan batu bata yang diplester. maka sisi-sisi sumur pengumpul yang berhadapan dengan bangunan penyadap diberi lubang.20 meter dan kedalaman minimal 1 meter lebih rendah dari dasar kolam penampung. 3. Agar air masuk. Bentuk sumur pengumpul bisa bulat juga bisa segi empat dengan diameter/lebar sumur 1 – 1.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 2.

4 m3.40 – 0. Departemen Pekerjaaan Umum Instalasi SPL dapat dilihat pada Gambar 3.55 – 4.10. Kecepatan penyaringan SPL mempunyai kecepatan penyaringan minimal 0.00 0. 45 .10 Kedalaman Saringan Pasir Lambat (SPL) No. 5.59.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 5.1 m/jam dan maksimal 0.30 – 0. Gambar 3. Perhitungan Dimensi: 1. Tangki penampung ini terdiri dari: Pipa masuk yang berlubang-lubang untuk aerasi Pipa penguras diameter 2 inchi Kawat kasa yang berfungsi untuk aliran udara Pipa keluar yang dialirkan ke unit selanjutnya (SKNT.40 1. Tabel 3. 2. tebal kerikil penahan dan underdrain. 4. seperti pada Tabel 3.60 0. Kedalaman bak Kedalaman bak saringan adalah jumlah dari tinggi bebas.4 m/jam.58 dan Gambar 3. = = = debit air yang disaring (m3/det) kecepatan penyaringan (m/jam) luas penampang atas (m2) Jumlah bak efektif Jumlah bak SPL minimal 2 buah. tinggi air di atas media pasir.50 1. 2.50 0.57. Kedalaman (D) Ukuran (m) 1. Luas permukaan bak Luas permukaan atas bak dihitung dengan persamaan: A= Q V (13) dengan pengertian: Q V A 3.60 – 1. Tinggi bebas Tinggi air di atas media penyaring Tebal pasir penyaring Tebal kerikil penahan 0. 3. tebal pasir penyaring. 4.00 Underdrain Jumlah Sumber: Tata Cara Perencanaan Instalasi Saringan Pasir Lambat (SNI 03-3981-1995).25 – 0.00 – 1. Tangki Penampung Tangki penampung dapat terbuat dari serat kaca (fiberglass) atau plastik yang sudah jadi dengan kapasitas 2 . SPL) c.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.32 Saringan Pasir Lambat Tampak Atas Sumber: Tata Cara Perencanaan Instalasi Saringan Pasir Lambat (SNI 03-3981-1995) 46 .

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.33 Potongan A Bak Saringan Pasir Lambat Keterangan: Inlet penguras pelimpah kran outlet kran outlet pintu pengatur untuk pengisian dari bagian bawah pintu untuk memriksa debit pada alat ukur efluen pipa filtrat ke reservoar alat ukur debit filtrat underdrain pipa bypass Gambar 3.34 Potongan B Bak Saringan Pasir Lambat 47 .

35 Saringan Pasir Lambat 48 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.36 Denah Saringan Kasar Naik Turun Saringan Pasir Lambat Tipe I 49 .

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.37 Saringan Pasir Lambat Tipe I 50 .

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.38 Denah Saringan Kasar Naik Turun Saringan Pasir Lambat Tipe II 51 .

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.39 Denah Saringan Pasir Lambat 52 .

65 gr/cm3 Kelarutan pasir dalam air selama 24 jam kurang dari 3. Saluran keluaran (outlet) Perencanaan outlet ditentukan sebagai berikut: 53 .5% beratnya 6. Perlengkapan Bak Saringan Pasir Lambat 1.55 gr/cm3 dan maksimal 2.11. Air baku Air baku sebagai bahan baku yang masuk ke bak SPL ditentukan sebagai berikut: a) Kekeruhan kurang atau sama dengan 50 mg/L SiO2 b) Oksigen terlarut lebih dari atau sama dengan 6 mg/L c) Total koliform kurang dari atau sama dengan 1000 per 100 ml Dalam hal tingkat kekeruhan lebih dari 50 mg/L SiO2.4 mm Ukuran keseragaman butiran minimal 2 dan maksimal 3 Berat jenis minimal 2.2 mm dan maksimal 0.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 5. Tabel 3. oksigen terlarut kurang dari 6 mg/L dan total koliform lebih dari 1000 per 100 mL.11 Gradasi Butir Media Kerikil SPL Gradasi butir media kerikil rata-rata (mm) Ketebalan (cm) Lapisan ke (dari atas ke bawah) 3–4 10 – 20 20 – 30 60 Total ketebalan media penahan 7 – 10 9 – 10 12 – 15 12 – 15 40 – 60 Ke 1 Ke 2 Ke 3 Ke 4 (dasar) Sumber: Tata Cara Perencanaan Instalasi Saringan Pasir Lambat (SNI 03-3981-1995). maka SPL harus dilengkapi dengan unit pengolahan pendahuluan. gradasi butir media kerikil dapat dilihat pada Tabel 3. Media penyaring Kriteria bahan media penyaring sebagai berikut: a) b) c) d) e) f) Jenis pasir yang mengandung kadar SiO2 lebih dari 90% Ukuran efektif butiran minimal 0. d. Saluran masukan (inlet) Perencanaan inlet ditentukan sebagai berikut: a) Berbentuk saluran tertutup atau terbuka b) Dilengkapi dengan bak pembagi atau penenang air baku c) Dilengkapi dengan kran/katup untuk saluran tertutup dan pintu air ditambah sekat ukur untuk saluran terbuka d) Dilengkapi dengan penahan cucuran air baku di atas pasir penyaring supaya tidak merusak permukaan pasir 2. Media penahan Kriteria bahan media penahan sebagai berikut: a) Jenis kerikil b) Berbentuk bulat c) Media penahan tersusun dengan lapisan teratas butiran kecil dan berurutan ke butiran kasar pada lapisan paling bawah.0% beratnya Kelarutan pasir dalam HCl selama 4 jam kurang dari 3. Departemen Pekerjaan Umum 7.

Saluran pengumpul bawah (underdrain) Perencanaan underdrain ditentukan sebagai berikut: a) Bentuk underdrain dapat berupa: − Saluran.57) − Luas penampang atas alat pencuci sebesar 1 m2 dapat mencuci pasir sekitar 8 m3/jam − Tersedia bak/tangki untuk mencampurkan pasir dengan air pencuci − Tersedia pompa dan ejektor untuk mengalirkan campuran air dan ke atas tangki pencuci − Kecepatan pembawa air-pasir dari pompa lebih dari atau sama dengan 1. 2. Penguras Perencanaan penguras ditentukan sebagai berikut: a) Tampungan air direncanakan sebagai berikut: − − − − Dipasang tepat di bawah terjunan inlet dan di tengah kedua sisi memanjang filter Ambang tampungan kurang lebih 30 cm di bawah permukaan pasir penyaring maksimum Penampang atas tampungan diberi tutup Dihubungkan dengan pipa penguras dan dilengkapi dengan katup/kran b) Air kurasan dapat dialirkan ke dalam tangki khusus atau dibuang ke badan air penerima e. di atas saluran dipasang ubin atau batu belah − Susunan bata cetak. balok beton pracetak berlubang dan sebagainya − Jaringan pipa manifol-lateral yang diberi lubang pada seluruh badan pipa b) Kedalaman minimal 30 cm dan maksimal 50 cm c) Kemiringan antara zona inlet dengan zona outlet minimal 1% dan maksimal 2% d) Lantai dasar 4.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana a) b) c) d) Saluran tertutup Dilengkapi dengan katup pengatur debit efluen Dilengkapi dengan alat ukur debit. lantai beton berlubang.5 m/det 54 . dengan ketentuan bahwa permukaan air pada penampung filtrat minimal 5 cm dan maksimal 10 cm di atas permukaan media penyaring 3. Pemilihan tipe pencuci (hidrolik atau manual) tergantung pada kapasitas pasir total yang akan dicuci Pencucian cara hidrolik direncanakan sebagai berikut: (lihat Gambar 3. Pelimpah Perencanaan pelimpah ditentukan sebagai berikut: a) Berbentuk saluran terbuka atau tertutup b) Dipasang pada zona inlet filter c) Permukaan ambang pelimpah tepat pada permukaan air maksimum filter yang bersangkutan d) Air dari pelimpah dapat dialirkan ke dalam tangki khusus. direncanakan dengan standar yang berlaku Dilengkapi dengn pipa yang dapat mengalirkan filtrat dari outlet filter yang satu ke outlet filter yang lain. untuk kemudian dipompakan kembali ke dalam bak pembagi atau dibuang ke badan air penerima 5. Pencucian Pasir Penyaring Pencucian pasir penyaring direncanakan sebagai berikut: 1. Pipa ini dihubungkan juga dengan pompa pada penampung air bersih (reservoir) e) Dilengkapi dengan bak penampung filtrat. slab beton pracetak.56 dan Gambar 3.

pintu pemeriksa debit air 6. kran pengatur filtrat ke reservoar 6. alat ukur 5. Air buangan dari pencucian dialirkan ke badan penerima air Keterangan: 1. kran untuk pengatur pengisian bak dari bagian bawah 3.64 dan Gambar 3. kran pengatur debit filtrat 4. Pencucian cara manual direncanakan sebagai berikut: (lihat Gambar 3.40 Alternatif Sistem Outlet Saringan Pasir Lambat 55 . venturi meter 3. indikator debit filtrat 2. kran sistem outlet 4. kran sistem outlet 2.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana − Pada dinding bagian tangki pencuci dipasang pintu untuk mengeluarkan pasir yang sudah tercuci bersih − Tersedia bak penampung pasir yang sudah dicuci 3. kran dan pipa filtrat ke reservoar Keterangan: 1. kran pengatur pengisian bak darii bagian bawah 5. pipa penyalur filtrat ke reservoar Gambar 3.65) − Hanya untuk debit filter kurang dari atau sama dengan 3 L/det − Kapasitas pencuci harus dibuat sama dengan kapasitas pasir per filter yang akan dicuci − Kedalaman bak pasir efektif maksimal 40 cm − Tersedia pompa untuk penyemprotan air pencuci − Bak dilengkapi dengan pintu air 4.

43 Alat Pencuci Pasir Manual SPL .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana UNDERDRAIN TIPE MANIFOL DAN LATERAL PERPIPAAN UNDERDRAIN TIPE SALURAN UNDERDRAIN TIPE SUSUNAN BATU CETAK/ SLAB BETON Gambar 3.42 Alat Pencuci Pasir hidrolik SPL Tampak Atas Gambar 3.Tampak Atas 56 .41 Underdrain SPL Gambar 3.

44 Tampak Atas Bak Prasedimentasi Gambar 3.41 Potongan Alat Pencuci Pasir Hidrolik SPL Gambar 3.46 Potongan B Bak Prasedimentasi 57 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.44 Tampak Atas Bak Prasedimentasi Gambar 3.45 Potongan A Bak Prasedimentasi Gambar 3.

membuang endapan lumpur pada saluran dan pada bangunan-bangunan bagi. saat pengeringan saluran mengecat pintu-pintu air h.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana f. rantingranting dan dahan pohon yang dapat menghabat saluran menutup lubang-lubang tanggul akibat tikus dan ketam memperbaiki longsoran kecil pada saluran dan tanggul memberi pelumas pada pintu-pintu air agar tetap mudah dioperasikan 2. Pengolahan Pendahuluan 1. Distribusi dan Pelayanan Distribusi dan pelayanan air minum dari bangunan SPL kepada masyarakat dapat dilaksanakan melalui sistem pengaliran gravitasi atau perpompaan sesuai dengan kondisi daerah setempat dengan pelayanan dapat melalui Hidran Umum (HU). b. membabat rumput tanggul dan tepi saluran memberihkan saluran dari sampah/kotoran. Gambar 3. Perawatan berkala terdiri dari: a. 4. Operasi dan Pemeliharaan Operasi dan pemeliharaan pada saluran irigasi adalah sebagai berikut: 1. serta harus dilakukan tepat waktu dan tidak boleh terlambat. perawatan rutin terdiri dari: a. e. Pemeliharaan rutin Pemeliharaan rutin dilakukan secara terus menerus setiap hari.3. direncanakan dengan ketentuan yang berlaku (lihat Gambar 3. Sambungan Rumah Murah (SRM) atau Terminal Air (TA). Penambahan oksigen terlarut Penambahan oksigen terlarut air baku dilakukan sebagai berikut: a) b) 3. mutu air baku dan jumlah bakteri yang akan dihilangkan Contoh perhitungan bangunan SPL dapat dilihat pada Lampiran–4.5. b.70 dan Gambar 3. bangunan sadap. tumbuhan air pengganggu. d. Penurunan kekeruhan Penurunan kekeruhan air baku dapat dilakukan dengan pemasangan bak prasedimentasi.5.2 dan Bab 3. Membuat aerator sebelum inlet bak saringan Aerator direncanakan dengan ketentuan yang berlaku Penurunan algae Konsentrasi algae air baku dapat diturunkan antara lain dengan pemasangan atap di atas bak saringan supaya air tidak terkena sinar matahari. Perawatan berkala Perawatan berkala dilakukan tiap 3 bulan.71). c. Penjelasan lebih jelas dapat dilihat pada Bab 3.69. enam bulan atau tiap tahun. 2. 58 . g. Penurunan bakteri koli Jumlah bakteri koli dapat diturunkan sebagai berikut: a) Pembubuhan desinfektan sebelum bak saringan b) Direncanakan dengan ketentuan yang berlaku c) Konsentrasi pembubuhan desinfektan tergantung dari besar debit.

5.000 Sumber: Direktori Standar Nasional Indonesia – Teknologi Tepat Guna Bidang Permukiman dan Prasarana Wilayah. 2. 3. 5. Kriteria Desain 1. tebal minimal 10 cm Media tersebut telah dicuci sebelum dipasang Bak penampung Untuk kapasitas 1 m3/hari dapat dipakai buis beton ukuran f=50 cm atau pasangan bata kedap air dengan waktu tinggal 4 jam b.00 meter/jam Pasir beton/sungai: tebal minimal 60 cm Ijuk: tebal 5 cm Kerikil: ukuran 1 cm.00 – 3. Edisi Maret 2004 Gambaran struktur instalasi IPASS dapat dilihat pada Gambar 3. 4.5. Tabel 3.1 1 10 100 15 100 1.63 sampai Gambar 3.2 dan Bab 3. Pekerjaan Umum. Definisi Instalasi ini merupakan produk Puslitbang Sumber Daya Air. 3. 3. Bak pengendap dengan keping pengendap untuk mengendapkan partikel kasar Saluran perata aliran berfungsi sebagai perata aliran dan inlet saringan pasir lambat Saringan pasir lambat berfungsi untuk menyaring partikel halus yang tidak terendapkan pada bak pengendap Bak penampung dan desinfeksi berfungsi untuk menampung hasil penyaringan dan sekaligus tempat pembubuhan kaporit Bak pengendap Waktu detensi: 30 – 60 detik Dinding dibuat dari pasangan bata kedap air Keping pengendap Dibuat dari bahan kayu/bambu Dibuat bersudut 450 s/d 600 Saringan pasir lambat Dinding dibuat dari pasangan bata kedap air Luas permukaan berdasarkan kecepatan aliran: 1. Sambungan Rumah Murah (SRM) atau Terminal Air (TA). 59 . b. Kapasitas (L/det) Jumlah Pelayanan (Jiwa) 1. Balitbang Dep. 2. Komponen Instalasi 1. Pendekatan perhitungan kapasitas IPASS dan jumlah jiwa yang dapat dilayani dapat dilihat pada Tabel 3.71.12. f.01 0. Departemen Pekerjaan Umum. 0.12 Perkiraan Pelayanan IPASS No.000 10. Distribusi dan Pelayanan Distribusi dan pelayanan air minum dari bangunan IPASS kepada masyarakat dapat dilaksanakan melalui sistem pengaliran gravitasi atau perpompaan sesuai dengan kondisi daerah setempat dengan pelayanan dapat melalui Hidran Umum (HU).3. 4. 2.2 Instalasi Pengolahan Air Sangat Sederhana (IPASS) a.000 100. 4. Penjelasan lebih jelas dapat dilihat pada Bab 3. yang dapat digunakan untuk mengolah kualitas air baku dengan tingkat kekeruhan tidak lebih dari 100 NTU dan belum tercemar berat (misalnya tercemar oleh limbah industri).Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana B.

Departemen Pekerjaan Umum Gambar 3. Direktori SNI Bidang Permukiman dan Prasarana Wilayah Edisi Maret 2004.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Sumber: Teknologi Tepat Guna Bidang Sumber Daya Air. Direktori SNI Bidang Permukiman dan Prasarana Wilayah Edisi Maret 2004.47 Tata Letak IPASS Sumber: Teknologi Tepat Guna Bidang Sumber Daya Air. Departemen Pekerjaan Umum Gambar 3.48 Potongan A-A IPASS 60 .

Departemen Pekerjaan Umum Gambar 3. Direktori SNI Bidang Permukiman dan Prasarana Wilayah Edisi Maret 2004.50 Unit Saringan Pasir Lambat IPASS 61 . Departemen Pekerjaan Umum Gambar 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Sumber: Teknologi Tepat Guna Bidang Sumber Daya Air. Direktori SNI Bidang Permukiman dan Prasarana Wilayah Edisi Maret 2004.49 Detail Bak Pengendap IPASS Sumber: Teknologi Tepat Guna Bidang Sumber Daya Air.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana B. 2.33. dengan jumlah kompartemen ditentukan berdasarkan: i) Pencucian sendiri.5. adalah suatu unit instalasi penjernihan air yang dapat mengolah air melalui proses pencampuran. Kriteria Desain 1.0.3 Paket Instalasi Pengolahan Air (IPA) a. Perencanaan unit paket IPA dan komponen IPA Kriteria perencanaan untuk unit IPA dapat dilihat pada Tabel 3. Tata cara perencanaan IPA harus disetujui dan ditandatangani pejabat yang berwenang b. Perencanaan unit paket IPA harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: 1. Tersedianya lahan untuk unit paket IPA 3. 40. 10. Kualitas air baku Air baku yang diolah harus memenuhi ketentuan sebagai berikut: Kekeruhan lebih kecil dari 300 NTU (NTU = Nephelometric Turbidity Unit) Dalam hal kandungan kekeruhan melebihi dari 300 ntu. 30. 20. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku 4. Definisi Paket Instalasi Penjernihan Air.5. 50. 1. Tersedianya air baku dalam segi kuantitas maupun kualitas sepanjang musim 2. 62 . Unit paket IPA terdiri dari komponen-komponen berikut: Pengaduk cepat Pengaduk lambat Bak pengendap Bak penyaring Kriteria perencanaan untuk unit IPA dapat dilihat pada Tabel 3. 80 L/det Kompartemen Kompartemen per modul IPA terdiri dari: − − − Kompartemen pencampur Kompartemen pengendap Kompartemen penyaringan.5 dengan Q adalah kapasitas pengolahan dalam meter3/detik 4. 5. disesuaikan dengan kecepatan pencuci ii) Pencucian sesuai periode: 12 x Q0. Kekeruhan lebih kecil dari 300 NTU Dalam hal kandungan kekeruhan melebihi dari 300 NTU. 60. maka perlu dilengkapi pengolahan pendahuluan Kandungan warna asli tidak lebih dari 40 TCU dan warna sementara 80 TCU (TCU = Total Color Unit) Unsur-unsur lainnya memenuhi syarat baku mutu air baku yang berlaku 2. Bangunan pengambilan air baku Bangunan pengambilan air baku sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Modul dan kompartemen Modul Modul IPA harus memiliki besaran kapasitas sebagai berikut: 0.33. pengendapan dan penyaringan dalam bentuk yang kompak sehingga menghasilkan air minum. selanjutnya disebut Paket IPA. maka perlu dilengkapi pengolahan pendahuluan Kandungan warna asli tidak lebih dari 40 TCU dan warna sementara 80 TCU 3.

01 – 0.2 – 1.8 Hidrostatik 12 – 24 Saringan Pasir Cepat (SPC) Gravitasi Bertekanan 6 – 11 9 – 16.76 80 Untuk pencucian sesuai periode 63 . Pengaduk cepat 1) Tipe 2) 3) 4) 2.65 0.2 – 1.0 Pelimpah yang dapat diatur 7.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Tabel 3.7 1. td (jam) 5) Bilangan Reynold (Re) 6) Bilangan Froude (Fr) 7) Kedalaman (m) 8) Pelimpah (1) Tipe (2) Beban pelimpah (m3/jam/m) 9) Pengurasan lumpur 10) Periode antara dua pengurasan (jam) 4.30 – 0.2 – 10.5 1.5 – 3. Waktu pengadukan (detik) Nilai G/det Kecepatan m/det Subyek/Unit Kriteria Keterangan 1) Hidrolis 2) Mekanis 1–3 > 750 2.5 Tanpa/dengan blower dan atau surfacewash 36 – 50 10 – 15 18 – 24 30 – 50 300 – 600 0.38 – 4.65 0.8 1.4 > 90% 400 – 500 1.13 Kriteria Perencanaan Unit Paket IPA No.5 80 2.5 – 4. Saringan 1) Tipe 2) Kecepatan penyaringan (m/jam) (1) Operasional normal (m/jam) (2) Selama pencucian (m/jam) 3) Pencucian: (1) sistem pencucian (2) kecepatan (m/jam) (3) lama pencucian (menit) (4) periode antara dua pencucian (jam) (5) ekspansi (%) 4) Media pasir: (1) tebal (mm) (2) ES (mm) (3) UC (4) berat jenis (kg/m3) (5) porositas (p) (6) kadar SiO2 5) Media antrasit: (1) tebal (mm) (2) ES (mm) (3) UC (4) berat jenis (kg/m3) (5) porositas (p) 6) Lapisan penyangga dari atas: (1) kedalaman (mm) UB (mm) (2) Kedalaman 1) Aliran horisontal 2) Aliran vertikal Pembebanan tinggi 0.4 2.0 Modul kecil < 40 L/det direkomendasikan hidrolis Pengaduk lambat 1) Tipe 1) 2) 1) 2) 3) 80 40 Hidrolis Mekanis Segi empat Segi enam Silinder – 20 – 20 Modul kecil < 40 L/det Direkomendasikan hidrolis 2) Bentuk bak 3) Nilai G/det 3. Bak pengendap 1) Nilai G/det 2) Pembebanan permukaan (cm/det) 3) Alur pengendapan: (1) Kemiringan terhadap horisontal (o) (2) Jarak antar pelat (mm) 4) Waktu tinggal. 1.04 45 – 60 25 – 50 1–2 < 500 > 10 – 5 2.

6.40 1) “manifold” 2) “nozzle” Tipe ambang tajam 15 – 30 Gravitasi dan mekanis Keterangan 5. Pembubuhan koagulan ke pengaduk cepat dapat dilakukan secara gravitasi atau pemompaan Bak koagulan: Bak koagulan dapat menampung larutan selama 8-24 jam Diperlukan 2 buah bak. dibubuhkan dalam bentuk larutan dengan konsentrasi larutan 5-20% Soda api (NaOH). dibutuhkan dalam bentuk cair konsentrasi sebesar 5–10% untuk instalasi kecil dan konsentrasi larutan sampai dengan 20% untuk instalasi besar PAC. kualitas PAC ditentukan oleh kadar aluminium oxide (Al2O3) yang terikat sebagai PAC dengan kadar 1011% Ferri Chlorida (FeCl3. Alat ukur debit pengolahan Bak penampung air minum Waktu tinggal. Poly Aluminium Chloride (Al10(OH)15Cl15). dibubuhkan dalam bentuk larutan dengan konsentrasi larutan 20% ii) iii) iv) Dosis bahan alkalin ditentukan berdasarkan percobaan Pembubuhan bahan alkalin secara gravitasi atau pemompaan.52 80 9.2H2O) Dosis koagulan ditentukan berdasarkan hasil percobaan jar test terhadap air baku dengan rumus. 7. ii) iii) iv) v) • Netralisan Netralisan harus memenuhi ketentuan berikut: i) Berupa bahan alkalin: Kapur (CaO). yaitu: 64 .52 – 16. td (menit) Alat pembubuh Sumber: Tata Cara Perencanaan Unit Paket Instalasi Penjernihan Air (SNI 19-6774-2002) 5. Subyek/Unit UB (mm) (3) Kedalaman UB (mm) (4) Kedalaman UB (mm) 7) Saluran pembuangan Tipe Kriteria 4. Al2(SO4)3. Perencanaan pembubuhan bahan kimia • Koagulan Koagulan harus memenuhi ketentuan berikut: i) Jenis koagulan yang digunakan adalah: Aluminium sulfat. dibubuhkan dalam bentuk larutan dengan konsentrasi larutan 5-20% Soda abu (Na2CO3). yaitu: − 1 bak pengaduk manual atau mekanis − 1 bak pembubuh Bak harus dilindungi dari pengaruh luar dan tahan terhadap bahan koagulan.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana No.14(H2O).6H2O) Ferri Sulphat (Fe2(SO4)3.76 – 9. dibubuhkan sebelum dan atau sesudah pembubuhan koagulan Bak netralisan Bak dapat menampung larutan selama 8-24 jam Diperlukan 2 buah bak.76 80 16.76 – 25.

3-0. pembubuhan gas menggunakan peralatan tertentu yang memenuhi ketentuan yang berlaku Kaporit atau sodium hipoklorit dibubuhkan ke pipa air bersih secara gravitasi atau mekanis Ozonisasi menggunakan peralatan ozonator iv) Bak kaporit Bak dapat menampung larutan selama 8-24 jam Diperlukan 2 buah bak. dan kapasitas yang sama Jenis dan tipe pompa air baku Pompa air baku harus memenuhi ketentuan berikut: i. Desinfektan Desinfektan harus memenuhi ketentuan berikut: i) Jenis desinfektan yang digunakan: Gas khlor (Cl2). iii) 6.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana − − v) • 1 bak pengaduk manual atau mekanis 1 bak pembubuh Bak harus dilindungi dari pengaruh luar dan tahan terhadap bahan alkalin. Masing-masing pompa cadangan mempunyai jenis. Jenis sentrifugal dan submersibel 65 . tipe. Kapasitas pompa air baku 10-20% lebih besar dari kapasitas rencana unit paket IPA ii. kandungan khlor aktif minimal 99% Kaporit atau kalsium hipoklorit (CaOCl2) x H2O. Pompa cadangan minimal 1 (satu) buah iii. kandungan khlor aktif 15% Ozon (O3) ii) Dosis khlor ditentukan berdasarkan DPC (Daya Pengikat Chlor). yaitu jumlah khlor yang dikonsumsi air besarnya tergantung dari kualitas air bersih yang diproduksi serta ditentukan dari sisa khlor di instalasi. Perencanaan pompa Kapasitas pompa air baku Kriteria kapasitas dan cadangan pompa air baku dan distribusi harus memenuhi ketentuan berikut: i. 0. kandungan khlor aktif 6070% Sodium hipoklorit (NaOCl). yaitu: − 1 bak pengaduk manual atau mekanis − 1 bak pembubuh v) Bak harus dilindungi dari pengaruh luar dan tahan terhadap kaporit.5 mg/L Pembubuhan desinfektan: Gas khlor disuntikkan langsung ke pipa air bersih. Bak penampung air minum Bak penampung air minum diberi sekat-sekat yang dilengkapi dengan: Ventilasi Tangga Pelimpah air Lubang pemeriksaan dan perbaikan Alat ukur ketinggian air Pipa penguras 7.

Tekanan pompa sampai dengan 30 m harus mempunyai sudu tunggal iv. Ruang jaga 3. pompa air baku.15 Alternatif Pemilihan Sumber Daya Listrik Alternatif Pemilihan Gambaran Situasi Lapangan Ada jaringan distribusi PLN dengan jarak yang menguntungkan dari unit dan masih mencukupi permintaan daya serta sesuai dengan perencanaan Tidak ada jaringan distribusi atau tidak ada rencana perluasan jaringan PLN dalam waktu dekat Gabungan pelayanan PLN dan 1 (satu) unit genset sebagai cadangan 2 (dua) unit genset dengan 1 (satu) unit sebagai cadangan Sumber: Tata Cara Perencanaan Unit Paket Instalasi Penjernihan Air (SNI 19-6774-2002) 9. pengaduk cepat dan lambat harus dilengkapi panel yang sesuai kebutuhan. Struktur bangunan Jenis bangunan Jenis bangunan yang diperlukan adalah: i. Perencanaan catu daya Penyediaan daya listrik terdapat 2 (dua) sumber. Tabel 3. 10. 8. Ruang pompa 4. Ruang penyimpanan bahan kimia 66 . Ruang gudang 8. yaitu: PLN Genset Pemilihan sumber daya sesuai pertimbangan seperti pada Tabel 3. Bangunan IPA ii. Panel Diesel generator. Ruang kantor 6. Tipe non-clogging iii. Ruang genset 5. 11.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana ii. Bangunan penunjang. Bangunan penampung air minum iii. Penyediaan bahan bakar Penyediaan bahan bakar harus memenuhi ketentuan berikut: Penyediaan bahan bakar harian untuk kebutuhan operasi harian dan bulanan Tangki bahan bakar harian ditempatkan di dalam rumah genset yang dapat mengalir secara gravitasi Tangki bahan bakar bulanan ditempatkan di bawah atau di permukaan tanah dan dilengkapi dengan pompa untuk mengalirkan bahan bakar ke tangki harian. pompa pembubuh. terdiri dari: 1.15. Ruang pembubuh 2. “Tumpuan putaran” pompa menggunakan pelumas air Rencana pompa pembubuh dan motor pengaduk Kriteria jumlah pompa pembubuh dan motor pengaduk unit paket IPA minimal 2 (dua) buah berkapasitas sama. Ruang laboratorium 7.

Kapasitas (10 – 30) L/det.2 dan Bab 3. Distribusi dan Pelayanan Distribusi dan pelayanan air minum dari bangunan Paket IPA kepada masyarakat dapat dilaksanakan melalui sistem pengaliran gravitasi atau perpompaan sesuai dengan kondisi daerah setempat dengan pelayanan dapat melalui Hidran Umum (HU). Penjelasan lebih jelas dapat dilihat pada Bab 3. baja atau bahan lainnya berdasarkan pertimbangan ekonomi. Tata letak bangunan penunjang IPA harus berdasarkan mudah operasi. Ruang genset harus kedap suara. tahan getaran.3. Kapasitas (40 – 80) L/det. Definisi Pompa hidram adalah salah satu alat untuk menaikkan air dari tempat yang rendah ke tempat yang lebih tinggi secara otomatis dengan energi yang berasal dari air itu sendiri.5. Kapasitas sampai dengan 5 L/det. dilengkapi peralatan pemeliharaan yang memenuhi ketentuan yang berlaku iii. Ruang pembubuh dan penyimpan bahan kimia dilengkapi exhaust fan. investasi. Pondasi bangunan sesuai dengan kondisi setempat yang memenuhi ketentuan yang berlaku Rencana tapak dan sarana pelengkap Rencana tapak dan sarana pelengkap bangunan harus memenuhi ketentuan berikut: i. Luas paket IPA dibagi menjadi: 1. kondisi lapangan. 67 . Sambungan Rumah Murah (SRM) atau Terminal Air (TA). dan efisien iii. merupakan proses perubahan energi kinetis aliran air menjadi tekanan dinamik dan sebagai akibatnya menimbulkan palu air (water hammer). Sarana pembuangan lumpur endapan Bahan dan pelengkap bangunan Bahan dan pelengkap bangunan harus memenuhi ketentuan berikut: i. luas minimal 2000 m2 2. struktur dan pemeliharaan ii. Prinsip kerja hidram.5. maka tekanan dinamik diteruskan sehingga tekanan inersia yang terjadi dalam pipa pemasukan memaksa air naik ke pipa pengantar (lihat Gambar 3. Dilengkapi tempat parkir. luas minimal 3000 m2 ii.4 Pompa Hidram a. drainase dan perlengkapan pembersihan iv. B.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana iv. drainase. Struktur bangunan IPA dan bangunan penampung air minum dari beton bertulang. Dengan mengusahakan supaya katup limbah (waste valve) dan katup pengantar (delivery valve) terbuka dan tertutup secara bergantian. dan tidak mudah terbakar. Guna kebutuhan operasi dan pemeliharaan. pagar. sehingga terjadi tekanan tinggi dalam pipa. luas minimal 2400 m2 3. Bangunan penunjang lainnya menggunakan bahan bangunan yang memenuhi ketentuan yang berlaku v.135). IPA harus dilengkapi dengan lantai pemeriksa c. sirkulasi. dan fasilitas penerangan iv.

12. Belum ada pelayanan air bersih Sumber air bersih yang ada sulit dijangkau karena kondisinya terletak pada kecuraman Tidak ada alternatif sumber air bersih lain. 13. sungai. Letak pompa tidak pada daerah banjir. saluran irigasi) Kuantitas (debit) air minimal 0. 11. Jumlah minimum air baku yang diperlukan mencukupi (kontinyu) untuk memberi tenaga pada pompa Sumber air baku terletak pada ketinggian.7 Profil Beda Tinggi Sistem Pompa Hidram b. 2. Menghitung jumlah aliran pengeluaran dengan rumus: Tinggi jatuh vertikal x aliran sumber air x rendemen Q2 (output)/hr = ---------------------------------------------------------------. 7.(14) Daya angkat vertikal c. Bila daerah pelayanan lebih tinggi dari kemampuan daya angkat. tanah longsor atau erosi. Jenis sumber air dapat berupa mata air atau air permukaan (danau. 3. Puslitbang Permukiman. Perhitungan pompa hidram 1. 68 . 2001 Gambar 3. jika sumber air berada dalam lokasi kepemilikannya.50 L/dtk Debit air baku harus kontinyu walaupun pada saat musim kemarau Penggunaan air baku tidak mengganggu keperluan lain (irigasi.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Keterangan: h1 : beda tinggi antara letak sumber air dengan rencana letak pompa h2 : beda tinggi antara letak pompa dengan daerah pelayanan L1 : jarak datar antara sumber air ke letak pompa L2 : jarak datar antara letak pompa sampai daerah pelayanan Sumber: Petunjuk Teknis Penerapan Pompa Hidram dalam Penyediaan Air Bersih. 9. 6. 10. daya angkat optimum 6 kali tinggi jatuh vertikal air baku. hidram harus di pasang secara seri. dll) Penggunaan air baku perlu mendapat ijin tertulis dari instansi berwenang dan ijin formal dari masyarakat. Kriteria Desain 1. Daya angkat hidram maksimum 15 kali tinggi jatuh vertikal air baku. 4. 8. sehingga mempunyai tinggi jatuh vertikal yang dibutuhkan untuk daya angkat dari pompa sampai daerah pelayanan yang dituju. kolam. 5.

....17 Debit Air Pemasukan Maksimum dan Minimum untuk Berbagai Ukuran Hidram Debit Air Pemasukan Minimum (L/menit) Debit Air Pemasukan Maksimum (L/menit) Badan Pompa (inchi) (mm) 1.625 2... Menghitung jumlah aliran pemasukan dengan rumus: Q1 = h2 x Q2 .000 14......26 0....00 3.50 0..8 94...9 56....750 5.17 berikut: Tabel 3..4 37......5 Sumber: Petunjuk Teknis Penerapan Pompa Hidram dalam Penyediaan Air Bersih.............08 6... 2001 69 ...... merupakan debit pompa dimana hidram mencapai efisiensi maksimum.....16 Kapasitas Pompa Hidram Ukuran hidram 1 2 3 4 5 6 Diameter dalam Debit pompa (Qs) (L/menit) Catatan: mm Inci dari ke x) 32 1¼ 7 16 38 1½ 12 25 51 2 27 55 76 3 68 137 101 4 132 270 127 5 180 410 x) Debit pompa yang terbanyak.....00 1.4 265 378.50 2.00 4......500 125 375 583 958 2. Debit air pengeluaran ditentukan oleh debit sumber air sesuai Tabel 3.92 38.......00 25 37 51 63.18 berikut: Tabel 3.........50 3....50 93......... Puslitbang Permukiman. h2 = = = = = jumlah kebutuhan air yang diperlukan (debit pompa) debit sumber air yang masuk ke pompa tinggi jatuh vertikal daya angkat vertikal rendemen/efisiensi (antara 0.04 1..... 2001 5.8 94.000 55..292 3.......6 151....75 0.64 1..16 0. Debit air pemasukan ditentukan berdasarkan Tabel 3..... Puslitbang Permukiman.3 56...000 23.1 30.5 – 0.......000 13.6 17.....75 1..25 1...... Diameter Pipa Penghantar Sesuai dengan Kapasitas Pompa Hidram Diameter pipa pengeluaran (inchi) Debit air pengeluaran (kapasitas pompa) L/jam L/menit L/hari L/det 1 2 3 4 5 6 7 0. Kapasitas hidram tidak dapat lebih besar lagi Sumber: Petunjuk Teknis Penerapan Pompa Hidram dalam Penyediaan Air Bersih.00 1.00 3.........Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Atau: Q2 = h1 x Q1 x r .000 90.10 0..... h1 x r (16) 3..56 Sumber: Petunjuk Teknis Penerapan Pompa Hidram dalam Penyediaan Air Bersih.6 151.16 berikut: Tabel 3. Penentuan ukuran hidram pada umumnya ditentukan berdasarkan ukuran “diameter dalam” pipa pemasukan.18 No. Kapasitas pompa hidram ditentukan dengan menggunakan Tabel 3.......000 9..5 76 102 7.......25 9. Puslitbang Permukiman.6) (15) Keterangan: Q2 Q1 h1 h2 r 2...00 2. 2001 4.....72 15....19 62..03 0...........50 2...

21 Panjang Pipa Pengeluaran Pompa Hidram No Tinggi jatuh vertikal Daya angkut vertikal (minimum) Daya angkut vertikal (maksimum) 1 1 kali 2 kali 20 kali Sumber: Petunjuk Teknis Penerapan Pompa Hidram dalam Penyediaan Air Bersih. perlu dipasang pelepas tekan dengan pipa vertikal terbuka.00 Sumber: Petunjuk Teknis Penerapan Pompa Hidram dalam Penyediaan Air Bersih. 2001 70 .00 3. Puslitbang Permukiman.00 3. Pipa pengeluaran Ukuran pipa pengeluaran/penghantar diambil setengah dari pipa pemasukan Pipa pengeluaran dapat menggunakan pipa PVC Penentuan ukuran dan panjang pipa pengeluaran dapat dilihat pada Tabel 3.75 1.81 – 7.80 4.19 Ukuran Diameter Pipa Pemasukan dan Pengeluaran Pompa Hidram Tipe Garis tengah diameter dalam pipa pemasukan (inci) Garis tengah diameter dalam pipa pengeluaran (inci) 1 2 3 4 5 1.00 6 kali 4 kali 3 kali Sumber: Petunjuk Teknis Penerapan Pompa Hidram dalam Penyediaan Air Bersih. Puslitbang Permukiman.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 6. Puslitbang Permukiman.00 1.60 7. Pipa pemasukan Pipa pemasukan merupakan pertimbangan untuk letak bak pengumpul dan pompa agar diperoleh tinggi jatuh vertikal dan aliran air yang maksimal Pipa pemasukan harus menggunakan pipa Galvanized Iron (GI) Sudut kemiringan pipa pemasukan antara (10 – 22. 2001 Tabel 3. diameter pipa lebih kecil dan setinggi bak pengumpul seperti pada Gambar 3.00 0.20 Agar pipa pemasukan tidak pecah akibat tinggi tekanan.50 2.00 4.21. 7.19 dan Tabel 3.20 Panjang Pipa Pemasukan Pompa Hidram No Tinggi jatuh Vertikal (m) Panjang pipa pemasukan 1 2 3 <4.19 dan Tabel 3.50 2.61 – 15.21 Tabel 3.5)o diperoleh dari tinggi jatuh vertikal dan panjang pipa pemasukan Untuk menentukan ukuran diameter dan panjang pipa pemasukan dapat menggunakan Tabel 3. 2001 Tabel 3.00 6.

53 Cara Kerja Pompa Hidram 71 . Puslitbang Permukiman.128. 2001 Gambar 3. Gambar 3. Cara kerja pompa hidram Cara kerja dan bagian-bagian utama hidram dijelaskan pada Gambar 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Sumber: Petunjuk Teknis Penerapan Pompa Hidram dalam Penyediaan Air Bersih.52 Cara Penggunaan Pipa Vertikal Terbuka pada Pompa Hidram d.

Definisi Destilator Surya Atap Kaca (DSAK) adalah suatu alat untuk mendestilasikan air dalam satu ruangan tertutup dengan memanfaatkan tenaga surya. 2. Kriteria Desain 1. Air baku yang dapat diolah oleh DSAK adalah air laut yang mempunyai kadar garam (30. Desain DSAK 72 . 2.000 – 36. 1. 4.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.00) cm Kriteria perencanaan untuk unit pengumpul kalor dapat dilihat pada Tabel 3.54 Gambar Pompa Hidram B. Komponen DSAK 1. 3.00 – 5.8 L/jam (sinar matahari penuh) Faktor-faktor yang harus diperhitungkan: Produktivitas harus maksimum Ekonomis ditinjau dari segi pembuatan dan perawatan Sistem harus kompak Bahan yang digunakan mudah didapat dan mudah dalam pengerjaannya c. d.5 Destilator Surya Atap Kaca (DSAK) a.02 – 0.000) ppm Kapasitas DSAK dengan luas 1. b.05 ) cm Ketebalan (3.22. 5.5 m2 memiliki besaran debit 0. Pengumpul kalor (kolektor) Kaca penutup (kondensor) Saluran kondensat (kanal) Kota kayu (destilator) Sistem isolasi Pengumpul Kalor (Kolektor) Media arang batok kelapa Diameter lempengan (0. 3.

Saluran induk kondensat Material: − tahan korosi − ringan − tahan panas − mudah dibentuk Material : − tahan korosi − ringan − tahan panas − mudah dibentuk Digunakan aluminium plat tebal 3. Unit Kriteria Bahan 1. Saluran Kondensat (Kanal) Bentuk U Bahan aluminium plat Panjang saluran 1.23 Kriteria Perencanaan Kaca Penutup (Kondensor) DSAK No.50 meter Lebar kaca 1. Pekerjaan Umum. Puslitbang Permukiman.00 mm 2.72 ° C Emisivitas: 94 % Temperatur: 72oC (dibawah temperatur media pengumpul kalor) Digunakan kaca bening/ polos tebal 5.24.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Tabel 3.50 cm Kriteria perencanaan untuk unit saluran kondensat dapat dilihat pada Tabel 3. Unit Kriteria Bahan 1. 2004 3.00 mm 2.00 meter Kemiringan kaca (15–30) derajat Dipasang karet AC dan penjepit kaca Kriteria perencanaan untuk unit kaca penutup dapat dilihat pada Tabel 3. Media penerus kalor Sumber: Tata Cara Perencanaan Destilator Surya Atap Kaca.23. 2004 2. Dep. Media kondensasi Sumber: Tata Cara Perencanaan Destilator Surya Atap Kaca.22 Kriteria Perencanaan Pengumpul Kalor DSAK No.00 mm Digunakan kaca bening/ polos tebal 5. Tabel 3. Puslitbang Permukiman.00 mm 73 . Pekerjaan Umum. Dep. Media penyerap kalor Absorpsivitas: 69 – 71 % Temperatur: 63 – 86 8 C Emisivitas: 9 % Digunakan arang batok kelapa Digunakan arang batok kelapa 2.40 meter Lebar saluran 5. Unit Kriteria Bahan 1.00 cm Tinggi saluran 7. Tabel 3. Kaca Penutup (Kondensor) Bahan kaca polos Ketebalan 5 mm Panjang kaca 1. Kolektor radiasi Emisivitas: 94 % Temperatur: 30 . Saluran lateral kondensat Digunakan aluminium plat tebal 3.24 Kriteria Perencanaan Saluran Kondensat DSAK No.

Tabel 3. Departemen Pekerjaan Umum. Kotak kayu Material: − cukup kuat − tidak berubah bentuk bila kena panas − tidak mudah lapuk Material: − tahan korosi − ringan − tahan panas − mudah dibentuk Digunakan kayu borneo tebal 3. Kemiringan saluran Angka kemiringan saluran (S) = 2% Dapat menampung produksi kondensat 300 – 600 mL / m2 / jam.00 cm 2. Volume saluran Sumber: Tata Cara Perencanaan Destilator Surya Atap Kaca.00 cm Ketebalan 2. Puslitbang Permukiman.00 cm Sumber: Tata Cara Perencanaan Destilator Surya Atap Kaca. Puslitbang Permukiman. 2004 74 . Departemen Pekerjaan Umum. Sistem isolasi Material: − cukup kuat − dapat menahan panas − tidak menyerap uap air − murah harganya − emisivitas rendah: 1–5% Digunakan bahan Streofoam tebal 2. Puslitbang Permukiman.50 cm Lebar 1.00 cm Kriteria perencanaan untuk unit sistem isolasi dapat dilihat pada Tabel 3.26 Kriteria Perencanaan Sistem Isolasi DSAK No. Tabel 3.00 cm. 2004 4. Unit Kriteria Bahan 1. 2004 5.26. Unit Kriteria Keterangan 1.00 meter Tinggi 0. Sistem Isolasi Bahan dari styrofoam Panjang 1.50 meter Lebar 1. atau Multiplek ketebalan 1.00 mm Sumber: Tata Cara Perencanaan Destilator Surya Atap Kaca. Saluran kondensat dan media Digunakan aluminium plat tebal 3. Departemen Pekerjaan Umum.25. Kotak Kayu (Destilator) Bentuk segi empat panjang Panjang 1.60 meter Bahan papan kayu tebal 3. Untuk saluran: − induk − lateral kondensat Untuk saluran: − induk − lateral kondensat 4.25 Kriteria Perencanaan Kotak Destilator DSAK No.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 3.80 cm Kotak destilator bagian dalam dilapisi aluminium foil Kriteria perencanaan untuk unit kotak kayu dapat dilihat pada Tabel 3.

.50 meter 1.......46 ϒ = a/c = 3. Diameter 10 cm (4 inchi).2 = 0..28 ft c = Tinggi destilator = 0.00 m = 3.....(liter) Qu 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 6........... (18) dengan pengertian: Qr = kalor yang diserap (Btu/jam) Qu = kalor penguapan (470..25 liter..... dengan: 좠 = b/c 좠 = a/c b = Lebar destilator (ft) c = Tinggi destilator (ft) a = Panjang destilator (ft) Jika: b = Panjang destilator = 1. Produksi kondensat dihitung dengan persamaan: Qr = m x Qu .........lbm ....60 meter (19) 75 ...........45359237 ------.......28/2...00 meter 0...... (Tmedia4 – Tluar4) .....1417 x 10-8 Btu/ft2 = jam R4 Tmedia = Temperatur media R (Ranki) Tluar = Temperatur luar R (Ranki) F = Konfigurasi dua bidang infenitesimal yang berhadapan........ Perhitungan 1.........50 m = 4.. 7....... (1-F ) ......... Panjang 0. Qu Qr m = 0.... Dimensi Unit Pengumpul Kalor (Kolektor) dapat ditentukan dengan rumus: Qr = A ......... Dimensi Unit Destilasi Dari hasil kajian diperoleh dimensi − Panjang = 4........92 ft a = Lebar destilator = 1......... Bak Penampung Air Olahan Jerigen/ember kapasitas 10 Liter e........ (17) dengan pengertian: Qr = Kalor yang diserap media (Btu-jam) A = Luas media (ft2) ϕ = Konstanta Steffan Bostman 0....35 2.0 = 1......00 ft = DSAK sebagai berikut: 1..92 ft = − Lebar = 3........60 m β = b/c = 4.28 ft = − Tinggi = 2....... Bak Penampung Air Baku Bahan pipa PVC............64 F 1 ..... Volume penampungan 6..92/2 2 = 2............. ϕ ...4 Btu/jam ) m = produksi kondesat (lbm) Qr m = ------.........80 cm...

Pekerjaan Umum.440 L Jika 1 keluarga 5 orang kebutuhan minum 1 orang / hari = 5 Liter. maka keperluan air bersih = 5 orang x 5 Liter = 25 Liter. 2004 Gambar 3.56 Contoh : Destilator Surya Atap Kaca 76 . Sumber: Petunjuk Teknis Destilator Surya Atap Kaca. Kebutuhan ini dapat dihasilkan melalui 4 (empat) unit DSAK yang berproduksi 1 hari selama 8 jam.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Laju produksi kondensat selama delapan jam = 6. Puslitbang Permukiman Dep.55 Aplikasi Destilator Surya Atap Kaca Gambar 3.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Sumber: Petunjuk Teknis Destilator Surya Atap Kaca. Pekerjaan Umum.57 Komponen Destilator Surya Atap Kaca 77 . 2004 Gambar 3. Puslitbang Permukiman Dep.

Desinfeksi menggunakan ozonizer atau uv Tangki penyimpanan air olahan dari bahan Food grade. Air baku yang digunakan Instalasi Pengolahan Air Minum dengan Sistem Reverse Osmosis Instalasi Pengolahan Air Minum harus tergantung air dengan karakteristik yang ada dilokasi tersebut. Perangkat Unit Pengolahan (Treatment Plant) Unit Filter dengan bahan Polyglass tank yang tahan tekanan dan tahan karat Pompa-pompa dari bahan Steinless Steel Transparant housing Filter Tangki Air baku juga dari bahan anti karat b. Perangkat unit pengolahan terdiri dari: a. Bangunan Pelindung IPA RO disesuaikan dengan keadaan lokasi. b. Satu unit pH balance injector dengan tangki bahan kimianya. 3. Uji mutu air olahan harus di periksa minimal setiap tiga bulan untuk uji bakteriologi khusus analisa coliform. perorangan yang telah memperoleh pelatihan .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana B. Unit Pengolahan Reverse Osmosis terdiri dari: Satu unit Automatic antiscalant injector terdiri: Dosing Pump untuk bahan kimia antiscalant dan Tangki bahan kimia Antiscalant Satu unit Reverse Osmosis Type tergantung air yang diolah Air laut ( sea water) atau air payau ( brakish water) untuk air baku yang bukan air laut tidak perlu menggunakan bahan kimia antiscalant dan type RO juga berbeda. Mengikuti petunjuk operasi dan pemeliharaan. e. Untuk unit RO digunakan RO dari pabrikan yang sudah sesuai dengan standar (AWWA) 4. antara lain Air Laut (sea water). Distribusi dengan Hidran Umum dan atau Terminal Air. Pelaksanaan Konstruksi Dalam Pedomandan Tata Cara Pelaksanaan Konstruksi Instalasi Pengolahan Air Minum Sistem Reverse Osmosis ini diambil contoh untuk pengolahan dengan air baku dari sumur dalam dimana Sodium (Na) ± 5000 ppm. Air Payau (Brakish water). Pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Minum dengan Sistem Reverse Osmosis dilakukan oleh Koperasi. Uji kimia dan fisik secara lengkap dilakukan setiap 6 (enam) bulan sekali. b. c. d. 2. Pengolahan Instalasi Pengolahan Air Minum dengan Sistem Reverse Osmosis harus memenuhi: a. air dengan kadar Fe tinggi. dan air yang karakteristiknya sulit untuk diolah dengan instalasi konvensional. Ketentuan Umum Ketentuan umum dalam pembuatan Instalasi Pengolahan Air Minum dengan Sistem Reverse Osmosis meliputi: 1. TDS tinggi. 78 . Total suspendidi solit ± 24800 ppm dan kapasitas pengolahan 50 m³ perhari . Mengikuti petunjuk pelaksanaan konstruksi dan c. Spesifikasi teknis b.6 Reverse Osmosis a. Ketentuan Umum yang harus dipenuhi dalam menyusunan penyelenggaraan sistem Instalasi Pengolahan Air Minum dengan Sistem Reverse Osmosis adalah sebagai berikut: a. Bahan-bahan yang digunakan sebaiknya semua dari bahan anti karat.

3 HP (2.5 HP/380-415 volt phase. max kapasitas 6 liter/jam. tebal 4 mm. Penyediaan dan pemasangan 1 (satu) unit reverse Osmosis (sea water membrane type) dengan spesifikasi type SW-6000. 1. inlet/outlet 2 inchi. 2. Booster pump dengan tipe CRN 8-60. 3. kapasitas produksi 6000 GDP (gallon per day). 6 liter per jam. recovery 20 – 35% max TDS input 40.5 micron sebanyak 10 set. actived carbon anti scalant sebanyak 3 gallon. tinggi total 160 cm. 8. 5.000 liter/jam.0 ml per stroke dengan max 100 stroke / menit.5 inchi. Pembuatan pagar pengaman Gudang penyimpanan bahan kimia Penyediaan Penyediaan Penyediaan Penyediaan Penyediaan polyester catridge filter ukuran 0. diameter 16 inchi. 1. kapasitas 5200 liter.1 bar. assecories pressure gauge. type DM 1-6. sesuaikan dengan tekanan/pressure max 6 bar. high pressure pump type cat pump SS plunger. material steinless steel tebal 5 mm.5 m3/jam. connection discharge DN6. Penyediaan 1 (satu) unit pH balance injection system dilengkapi digital pH monitor. sto valve PVC ballvalve. Penyediaan dan pemasangan 1 (satu) unit Automatic antiscalant injectior sistem terdiri dari dosing pump type DM 1-6. antrasit sebanyak 100 kg. weight 2. power 30 watt/220 volt dan tangki bahan kimia antiscalant kapasitas 100 liter. bahan steinless steel. diaphragm diameter 38 mm. 4. 3.7 kg. material plastik dan brass. material steinless steel. Disain konstruksi dapat disesuaikan dengan kebutuhan. minimum 36 m³. 7. type NW-50 (8 x 23”). Unit oengolahan khusus untuk air laut (sea water) Unit Instalasi Pengolahan Air Minum dengan Sistem Reverse Osmosis terdiri dari: 1. diaphphragm diameter 38 mm. 2.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Perangkat unit pengolahan terdiri dari: 1. Chemical tank kapasitas 250 liter. inlet/outlet 1 inchi. max temperature 50ºC. Penyediaan dan pemasangan 1 (satu) unit pressure tank. Pembangunan rumah pelindung IPA bangunan baru seluas 36 m². max pressure 10 bar. Penyediaan dan pemasangan 1 (satu) unit Distribution pump. inner/outlet 1.0ml/stroke max stroke 100 stroke/menit. 3.25 inchi. kapasitas 30 liter/menit. sodium bicarbonat sebanyak Penyediaan bahan pendukung Operasional IPA RO (untuk selama masa 6 bulan) terdiri dari: 79 . 3. Penyediaan dan pemasangan 1 (satu) unit Stinless Steel Frame.000 s/d 40. kapasitas maks. dosing pump brand Hanna. resin kation sebanyak 125 kg. conection discharge DN6. type CRN 1-5. Penyediaan dan pemasangan 1 satu unit final raw water tank. 4. kapasitas 2.7 kg. inlet/outlet 1. max pressure 10 bar. diameter 60 cm. 6. weight 2. connection suction DN4. 2. type PS-130 BIT. 5. max pressure 10 bar. Penyediaan dan pemasangan 1 (satu) unit Small Distribution Pump. power 30 watt/220 volt. pressure loss 0. max pressure 10 bar. Penyediaan dan pemasangan 2 (dua) unit Big flow transparant housing filter. kapasitas 1. 4. Penyediaan dan pemasangan unit-unit Filter dengan bahan Polyglass tank yang tahan tekanan dan tahan karat. power 0. Penyediaan dan pemasangan 3 (tiga) unit Steinless steel housing filter dan atau bahan Polyglass yang kuat tekanan dan anti karat 316 /304. Membrane thin film composite 4 (empat) unit SW 30-4040 housing 5 (lima) unit 40E100. Pembangunan rumah pelindung IPA RO. terdiri dari pekerjaan (detail gambar dan detail bahan terlampir): 1. power 20-30 HP 380/415 volt 3 phase. drainaise valve dan secure valve. max pressure 10 bar.2 kw)/380 – 415 volt 3 phase. c. brand grundfos. 2. kapasitas 15. conection suction DN 4. tinggi 140 cm.000 ppm.

Langkah awal Operasi Unit RO. Cek semua sambungan perpipaan dan perlengkapannya serta tekanan operasinya. kecuali untuk TDS dan Khlorida. kualitas air yang dihasilkan dan jumlah air olahan yang akan dihasilkan. diaduk sampai tercampur rata. Adifit 1 berisi 0. Air baku sangat menentukan bagi tekanan operasi membran. Tata Cara Pengoperasian dan Pemeliharaan Sebelum operasi pengolahan dimulai. Bahan-bahan kimia yang diperlukan adalah: 1. ditambahkan air bersih sampai volumenya 50 liter. 4. Langkah awal operasi pengolahan pendahuluan adalah: 1. Tunggu pada posisi ini hingga air yang keluar jernih. 3. pompa dosing kalium permanganat atau khlorin/kaporit (bila ada) akan bekerja secara otomatis begitu pompa air baku bekerja. Jangan gunakan unit RO ini untuk air baku yang tergolong air limbah. harus dilakukan persiapan pembuatan larutan kimia yang akan diinjeksikan kedalam proses pengolahan.5 kg (kilogram) NASCO BW 738-S kedalam tangki kimia. Air baku yang sudah dipastikan memenuhi standard air baku untuk sistem IPA RO ini dipompa dengan tekanan dorong minimum 5 sampai 6 bar. 2. Perlahan-lahan tutup pengendali aliran buangan (concentrate flow control valve) hingga tekanan operasi pada alat ukur (operating pressure gauge) menunjukkan 50 psi. Semua valve pada suction (masukan) dan discharge (keluaran) pompa harus terbuka. Larutan desinfektan (bila perlu) berisikan 250 gr kaporit ke dalam tangki larutan desinfektan. ditambahkan air bersih sampai volumenya 50 liter. Hidupkan pompa air baku. 80 . Unit ini adalah untuk memproduksi air minum. Setelah itu. Pompa dosing untuk NASCO 710. Larutan kalium permanganat berisi 0. dan diaduk sampai merata. tutup kembali inlet valve perlahan-lahan hingga hanya air yang keluar. tunggu hingga air yang keluar dari valve ini benar-benar air dan tidak tercampur udara. Cuci Balik saringan pasir dengan cara mengatur multifunction valve pada posisi backwash (Bkw) jangan lupa untuk membuka valve/kran pembuangan pada setiap operasi pencucian balik pada setiap tabung penyaringan dan menutup inlet valve untuk tabung penyaring berikutnya. lalu bilas hingga bersih dan kembalikan multifunction valve pada posisi service lakukan backwash terhadap saringan besi mangan dan karbon aktif dengan mengulangi langkah 6 hingga 9. Buka 100% kran (valve) masukan air baku.5 kg (kilogram) kalium permanganat ke dalam tangki kimia. Menyediakan saringan pasir. Anti Biofouling yang dimasukkan 2. dan masuk ke dalam tangki reaktor atau tangki pencampur. ditambahkan 25 liter air dan diaduk sampai merata. Kran pengendali aliran buangan dan kran keluaran (throtting valve) pompa sentrifugal. Secara umum gambaran tentang urutan-urutan proses pengolahan dalam sistem ini dapat dilihat pada gambar 3.5 – 5 liter NASCO 208 ke dalam tangki kimia. Pada setiap Backwash udara akan keluar dari tabung.5 l (liter) NASCO 710 kedalam tangki kimia yang ditambahkan air bersih sampai volume 50 liter dan diaduk sampai merata. Antiscalant. umur membran. 3.53. 2. sehingga sedapat mungkin kualitas air baku yang dipakai memenuhi syarat air baku air minum. Besi mangan dan karbon aktif harus pada posisi service. 2. bila butiran media penyaring ada yang keluar. 3. 4. ditambahkan air bersih sampai volume 50 liter dan diaduk sampai merata. Isi 0. urutan langkahnya yang harus ditempuh pada permulaan pengoperasian sistem RO dapat diungkapkan sebagai berikut: 1. NASCO 738-S dan NASCO 208 akan beroperasi bersama (juga secara otomatis) begitu pompa tekanan tinggi untuk sistem RO mulai bekerja.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana d. 5. Cek air backwash.

Perbaiki kebocoran. perhatikan semua parameter seperti langkah awal pertama. matikan pompa dengan memutar MAN-OFF-AUTO swith ke OFF. Pada saat ini ada kemungkinan debit air baku melebihi 0. Jaga jangan sampai lebih dari 1. Setelah debit tersebut tercapai. 81 .0 m³/jam (maksimum). Jumlah debit air hasil olahan dan aliran buangannya bandingkan besaran-besaran angka ini dengan yang terdapat pada tabel 6. dan tekanan operasi sekitar 296 psi. Lanjutkan pengaturan kran pengendali hingga tekanan operasi sekitar 296 psi. Ulangi prosedur langkah awal setelah 2 jam. Jika terdapat kebocoran. tekanan akan berubah dan memerlukan perubahan. bilas sistem pada 50 psi selama 30 menit.6 m³/jam. Debit air baku yang masuk ke sistem RO harus 0. Tutup kran air baku yang masuk ke sistem RO.6 m³/jam tercapai. ukur dan catat pada lembar jurnal operasi RO seluruh data operasi yang terdapat pada alat ukur yang ada. 5. 8. Ulangi langkah 2 s/d 7 hingga tekanan operasi sekitar 296 psi dan tekanan pada aliran air buangan sekitar 291 psi. 6.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 4. 7. Setelah beroperasi satu jam. Jika terdapat bahan pengawet diadalam elemen RO.6 m³/jam. Perlahan-lahan kurangi debit air baku dengan menutup kran keluaran (throttling valve) setelah pompa sentrifugal hingga debit air baku sebesar 0.

11 13 12 Gambar 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 7 8 9 2 4 3 5 6 Unit RO 10 1 Lengkapi dengan masing-masing 2 Catrige 14 Air Baku : 1.58 Reverse Osmosis . Dari sumur Dalam atau berupa intake lainnya.

kesadahan rendah. usahakan sedekat mungkin dengan sumber air. PH balance dan sistem kontrol otomatis 12. Pelaksanaan Konstruksi Cara Pembuatan Bangunan Pengolahan Air Gambut: 1. kaporit. b. Zat pengumpul (tanah liat/lempung yang berwarna hitam dan berbau) d. Unit sea water RO kapasitas 6000 GPD. Power 25/30 HP. kandungan zat organik tinggi. Ketentuan Umum Ketentuan–ketentuan teknis dalam pembuatan Sistem Pengolahan Air Gambut terdiri dari: 1. masing masing sektar 2 meter. Harus memenuhi ketentuan yang berlaku Jenis peralatan yang harus tersedia sebagai berikut: • Kunci pipa • Gergaji • Alat Ukur • Palu • Peralatan untuk pembersihan 2. Kayu. Big Flow catridge filter 5 mikron 2 set 8.3. Antiscalant automatic injection sistem 9. Persiapan masyarakat Persiapan masyarakat dilakukan dengan melaksanakan penyuluhan pembuatan. Kerikil. Pompa Dari bahan Stainless Steel 4. Pompa Distribusi yang dilengkapi 2 set . 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Keterangan Gambar 1. tawas ( PAC) c. maksimum tekanan 1000 psi 11. Pressure tank 500 liter 10. Cat anti karat g. Peralatan dan Perlengkapan: a.3-1. pH rendah antara 3. 14. sedimen carbon catrige filter 1 mokron Dan untuk desinfeksi pakai sistem uv. Pompa Distribusi yang dilengkapi 2 set . 2. kran dan sok valve.kayu untuk penyanggah bila diperlukan h. operasi dan pemeliharaan Sistem Pengolahan air gambut. mengenai cara-cara 4. sedimen carbon catrige filter 1 mokron Dan untuk desinfeksi pakai sistem uv. B. Persiapan Lokasi a. b. Filter dengan media Antrasit dan atau pasir 5.74. bisa berupa sumur. Pasir (diambil 0. arang tempurung kelapa. Lokasi harus bersih dari semak-semak dan tumbuhan lainnya b. Air gambut (air yang berwarna coklat. Tangki penampung air olahan. Filter dengan media softener 6. nlai KmnO4 38-280 mg/L) b. • Cuci bahan media penyaringan sampai bersih 83 . ijuk. Pipa PVC ø 1” .7 Sistem Pengolahan Air Gambut a. dan atau jenis intake lainnya. ø ¾” dan atau ø ½” . Skala warna PtCO antara 124-571. Drum/tong kapasitas 200 liter f. Sumber air baku. Ukuran dan kebutuhan bahan a.2 mm) e. 13. Siapkan semua bahan-bahan dan peralatan yang dibutuhkan untuk • pembuatan bangunan pengolahan air gambut. Kandungan organik tinggi. Filter Carbon Aktif 7. Tangki penampung air Baku 1 (satu) 5000 liter dari bahan tahan karat Stainless Steel 3.

Penyusunan drum endapan dan drum penyaringan • • • • Drum pengendapan dan penyaringan disusun bertingkat Kran-kran ditutup Setelah 30 menit air dari drum pengendapan dialirkan ke drum penyaringan. Pasang kran Buat lubang pada dasar drum/tong dengan tutup ini untuk lobang penguras. Membuat drum penyaring • Buat lubang untuk pemasangan pipa penyaring pada drum/tong penyaring 10 Cm dari dasar drum. baik ketika beroperasi maupun dalam keadaan tidak beroperasi. c. 2. Aliran air yang keluar dari drum penyaringan disesuaikan dengan masukan dari drum pengendap. arang kelapa 10 Cm. Salah satu ujungnya diberi ulir Pasang karet Pasang pipa penyaring di drum pengendap dan penyaring dengan jarak 10 cm dari dasar drum/tong. dan ijuk 10 Cm dan potongan-potongan batu bata. Boleh menambahkan air kapur untuk menetralkan. ijuk 5 Cm. Membuat drum pengendap • • • • 4. kemudian larutkan dalam air ± 2 liter dalam ember. Pelaksanaan Pengoperasian Pelaksanaan pengoperasian Pengolahan Air Gambut sebagai berikut: • • • • • • • Air gambut masukkan kedalam drum sebanyak 200 liter semua kran pastikan dalam keadaan tertutup . Siapkan tanah lempung sekitar ½ kg atau 40 sendok makan. Operasi a. Tata Cara Pengoperasian dan Pemeliharaan 1.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana • Bersihkan drum/tong yang akan dipakai dan di cat apabila diperlukan. b. Siapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk proses awal yaitu kapur sebagai bahan penetralisasi. Perlu diperhatikan media penyaringan harus betul-betul terendam air. 5. Kemudian lakukan pengadukan dengan batang pengauk selama 5 s/d 10 menit. 84 . Tuang larutan kedalam bak pengendap dengan menyaring. alum sulfat/tanah lempung sebagai bahan koagulan dan juga karbon aktif untuk menyerap bau dan warna. Persiapan Pengoperasian Persiapan pengoperasian Instalasi Pengolahan Air Gambut meliputi: • • • Periksa apakah drum pengendap maupun drum penyaringan tidak ada kebocoran Periksa apakah kran-kran sudah dalam keadaan tertutup. biarkan 45 s/d 60 menit agar flok-flok yang ada mengendap pada dasar drum. Buat lobang dengan bor besi 10 cm dari dasar dan pada dinding drum untuk pipa penyaring Pasang pipa penyaring yang sudah dibalut pada socket yang sudah tersedia. kran dari bak pengemdap duka dan alirkan air ke drum penyaring. Ambil 2 pipa PVC ø ¾” sepanjang 35 Cm. • Isi drum berturut dengan kerikil setebal 20 Cm. Pipa PVC dilubangi secara teratur sepanjang 20 Cm Bagian pipa yang dilubangi dibalut dengan ijuk kemudian diikat dengan tali plastik. • Penyusunan Drum endapan dan penyaring disusun bertingkat • Kran-kran ditutup dan air diisikan kedalam bak pengendap. • • • • • 3. • Buatkan penyanga-penyangga dari kayu.

dan kerusakan dari sambungan pipa yang ada dan juga krankran adakan perbaikan dan penggantian. bersihkan dan kemudian disusun kembali seperti awal. V V V V V 85 . Periksa kayu-kayu penyangga apakah ada yang rusak dan apabila ada segera diperbaiki.27 Pemeliharaan Instalasi Air Gambut PEMELIHARAAN PERLENGKAPAN SISTEM Harian / Bulanan Tahunan mingguan 1. Bisa dilakukan pembongkaran media filtrasi. Periksa drum dari kerusakan dan atau bocor segera tambal. atau secara rutin setiap minggu bersihkan drum penyaringan dengan menuangkan air pelan-pelan ke dalm drum penyaringan sampai air yang keluar kembali bersih. Cat bagian –bagian drum yang perlu di cat . buang endapan dari kran pembuang. Pemeliharaan a. b. kran-kran. periksa kebocoran. Periksa kran-kran apa ada yang rusak atau tidak berfungsi. lalu drum bersihkan dengan air sampai bersih. Periksa kalau air yang keluar keruh. Drum pengendap. Pemeliharaan harian atau mingguan Pemeliharaan sumur pompa tangan yang dilakukan setiap hari atau minggu sebagai berikut: • • Setiap hari dibersihkan terutama setelah selesai dipakai. KETERANGAN Bersihkan drum pengendap setiap selesaidipakai. Pemeliharaan Bulanan dan Tahunan • • • • • Tabel 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 2. dudukan/penyangga dari kayu dan lingkungan instalasi pengolahan air gambut. kalau peru segera diganti. Drum penyaringan. pipa-pipa saringan.

59 Detil Pemasangan Pipa pada Wadah Arang batok kelapa/ Karbon aktif Ijuk Kerikil sebesar jagung Kerikil kasar Pasir 40 cm Gambar Detai Saringan tanpa skala Gambar 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.60 Detail Saringan tanpa skala 86 .

1. f. c. Kunci pipa sebanyak 1 buah digunakan untuk memasang socket draft dan kran Gergaji kayu untuk memotong kayu (pembuatan penyangga) Alat ukur digunakan untuk mengukur benda-benda atau bahan Gergaji besi digunakan untuk memotong pipa-pipa Palu digunakan untuk memaku (pembuatan penyangga) Peralatan pembersih untuk membersihkan tempat sekitar SARUT. e. 5. 4.61 Instalasi Pengolahan Air Gambut B. Wadah SARUT harus dari bahan yang tidak bocor Penempatan SARUT diusahakan dekat dengan sumber air Lokasi tempat SARUT harus bersih dari semak-semak dan tumbuhan lain Penggunaan peralatan dan bahan-bahan sesuai dengan peraturan yang berlaku Ada partisipasi masyarakat untuk dan melaksanakan pembuatan. 2. 3. d. b. Ketentuan Teknis Bahan-Bahan Bahan yang diperlukan untuk pembuatan SARUT meliputi : 87 . pengoperasian pemeliharaan SARUT Pemilihan jenis SARUT sesuai dengan karakteristik sumber air baku (kuantitas dan kualitas). Ketentuan Umum Pembuatan SARUT harus memenuhi ketentuan sebagai berikut : 1. dan b.55 Instalasi Pengolahan Air Gambut Gambar 3. 6.8 Saringan Rumah Tangga (SARUT) a. Peralatan Peralatan yang diperlukan dalam pelaksanaan pembuatan SARUT adalah sebagai berikut : a. 2.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Tanah Lempung/PAC Boll Gambar 3.

Tipe I digunakan bila air baku yang dipilih berasal dari air permukaan dengan tingkat kekeruhan rendah. b. Tipe Saringan Rumah Tangga Tipe Saringan Rumah Tangga. sesuai gambar pada lampiran. Tipe IV digunakan bila air baku yang dipilih berasal dari air tanah yang mengandung zat besi atau Fe dan Mn atau mangan. Tipe III dibunakan bila air baku yang dipilih berasal dari air permukaan dengan tingkat kekeruhan tinggi. 15 liter kerikil kasar yang bersih bergradasi 10 mm e.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana a. c. Drum pertama digunakan sebagai bak penampung air baku dan bak pembubuh koagulan dan drum kedua sebagai bak penyaring b. Dua buah drum berdiameter 60 centimeter dan tinggi 90 cm (kapasitas sekitar 200 liter).6 mm d.03 sampai 0. 25 liter kerikil halus yang bersih bergradasi 4 . sesuai gambar pada lampiran.11 milimeter per detik atau 30.28: 88 . 15 liter arang batok kelapa sebagai karbon aktip sebanyak f. faktor kecepatan filtrasi berkisar 0. terdiri dari 4 tipe sebagai berikut: a. 100 liter pasir halus yang bersih bergradasi 1 sampai 2 mm c.5 sampai dengan 120 liter per jam sesuai gambar pada lampiran. Jenis ukuran dan jumlah bahan SARUT saperti pada Tabel 3. Pipa PVC diameter ¾” atau 20 mm sepanjang 2 meter Perlengkapan pipa yang sesuai dengan spesifikasi SARUT kapasitas 200 liter 3. d. sesuai gambar pada lampiran. Tipe II digunakan bila air baku yang dipilih berasal dari air permukaan dengan tingkat kekeruhan sedang.

1 2 Jenis Pekerjaan Tabung/drum diameter 60 cm 200 liter Pasir halus Volume dan jumlah bahan Tipe I 2 buah t : 30 cm v : 84 liter 3 4 5 6 7 8 Kerikil halus tebal 5 cm Kerikil kasar tebal 10 cm Arang batok kelapa tebal 5 cm dibungkus kasa nyamuk plastik Pipa PVC diameter 3/4" Pipa PVC diameter 1" Perlengkapan Pipa (accessories) Ball Valve diameter 3/4" dan 1" Ball Valve Kran diameter 1/2" Socket draft luar PVC diamater 3/4" Socket draft luar PVC diameter 1" Socket draft dalam PVC diameter 1/2" Socket draft dalam PVC diameter 3/4" Socket draft dalam PVC diameter 1" Knee/Bend PVC diameter 3/4" 1 buah 1 buah 4 buah 3 buah 1 buah 2 buah 1 buah 2 buah 1 buah 1 buah 4 buah 3 buah 1 buah 2 buah 1 buah 2 buah 1 buah 1 buah 4 buah 3 buah 1 buah 2 buah 1 buah 2 buah 1 buah 1 buah 4 buah 3 buah 1 buah 2 buah 1 buah 2 buah v = 14 liter 28 liter 2 meter 2 meter Tipe II 2 buah t : 25 cm v : 70 liter v = 14 liter 28 liter 14 liter 2 meter 2 meter Tipe III 2 buah t : 30 cm v : 84 liter v = 14 liter 28 liter 2 meter 2 meter Tipe IV 2 buah t : 30 v : 84 liter v = 14 liter 28 liter 2 meter 2 meter . JUMLAH BAHAN UNTUK SARUT No.TABEL 3.28 JENIS. UKURAN.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

No.

Jenis Pekerjaan

Volume dan jumlah bahan Tipe I

1 buah Tipe II 3 buah 7 buah 1 buah 1 buah -

1 buah Tipe III 3 buah 7 buah 1 buah 1 buah -

1 buah Tipe IV 3 buah 7 buah 1 buah 1 buah -

9 -

Knee/Bend PVC diameter 1" Dop PVC diameter 3/4" Ring Karet PVC diameter 3/4" Ring Karet PVC diameter 1" Pompa Karet Penyangga Tinggi penyangga atas Tinggi penyangga bawah Lantai atas Lantai bawah Balok kayu 8/12 cm Balok kayu 5/7 cm Paku Keterangan : t = tebal lapisan v = volume

3 buah 7 buah 1 buah 1 buah -

120 cm 20 cm 60 x 120 cm 60 x 120 cm 20 m 15 m 70 buah

120 cm 20 cm 60 x 120 cm 60 x 120 cm 20 m 15 m 70 buah

120 cm 20 cm 60 x 120 cm 60 x 120 cm 20 m 15 m 70 buah

120 cm 20 cm 60 x 120 cm 60 x 120 cm 20 m 15 m 70 buah

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

c. Cara Pengerjaan 1. Persiapan Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai harus diperhatikan persiapan-persiapan sebagai berikut : a. Pilih lokasi lahan yang dekat dengan sumber air baku b. Tentukan tipe SARUT yang akan dipilih sesuai dengan karakteristik air baku, sebagai contoh adalah SARUT Arang Kelapa (Tipe II) c. Tempatkan bahan-bahan dan peralatan yang akan digunakan disekitar lahan tempat SARUT d. Bahan-bahan untuk media penyaring harus telah dicuci dan dalam keadaan bersih 2. Pembuatan Bak Penampung

Gambar 3.62 Drum kapasitas 200 liter

Gambar 3.63 Penyiapan Drum & Pembuatan Lubang

Pembuatan bak penampung dapat dilakukan sebagai berikut: a. Siapkan drum atau tabung berdiameter 60 centimeter berkapasitas 200 liter dan tidak bocor, seperti gambar 3.56 b. Buat dua buah lubang di sisi drum yang mempunyai diameter ¾ " atau 20 mm. Lubang pertama terletak pada dasar drum akan berfungsi sebagai pipa pembuang dan lubang kedua terletak sekitar 20 cm dari dasar drum digunakan sebagai pipa keluar air baku ke bak penyaring, seperti gambar 3.57 c. Rakit socket dan pipa sesuai dengan spesifikasi SARUT kapasitas 200 ltr, kemudian pasang pada bak penampung, seperti gambar 3.58 d. Tempatkan drum bak penampung di atas panggung (dari kayu) dengan ketinggian sekitar 100 cm dari atas tanah, seperti gambar 3.59

Gambar 3.64 Merakit perpipaan dan socket Gambar 3.65 Perakitan Pipa Dan Soket 91

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

3.

Pembuatan Bak Penyaring

PAC

SARUT PEMBUBUHAN PAC
Socket drat dalam Ring karet
Dinding sarut Ring karet Boll valve

A

Socket drat dalam Socket drat luar Boll valve Socket drat luar Pipa PVC Ø 3/4" Dop Ø 3/4"
Socket drat luar Socket drat dalam

DETAIL A "PEMASANGAN PIPA PADA WADAH"

A
PVC Ø 3/4"

B
Bend 90° Kran Ø 1/2"

Kerikil kasar 5 cm Kerikil jagung 10 cm Pasir 40 cm

Gambar 3.66 Drum kapasitas 200 liter

Gambar 3.67 Peletakan Bak Penampung dan Bak Penyaring

a. Siapkan drum atau tabung berdiameter 60 centimeter berkapasitas 200 liter dan tidak bocor b. Buat tiga buah lubang di sisi drum yang terletak segaris dengan diameter ¾ " atau 20 mm. Lubang pertama terletak pada dasar drum akan digunakan untuk pipa keluar air bersih dan penguras bak, lubang kedua terletak sekitar 40 cm dari dasar drum digunakan sebagai pipa pembuang, dan lubang ketiga terletak sekitar 80 cm dari dasar drum berfungsi sebagai pipa peluap seperti gambar 3.60 c. Rakit pipa penangkap air bersih yang akan diletakkan di dasar bak penyaring yang akan dihubungkan dengan pipa keluar air bersih pada bagian dasar bak penyaring. Rakit pipa pembuang dan pipa peluap beserta kelengkapan pipa (belokan dan valve) sesuai dengan spesifikasi SARUT kapasitas 200 liter, kemudian pasang pada bak penyaring seperti gambar 3.61. d. Tempatkan drum bak penyaring di atas wadah yang terletak di atas tanah di sebelah bak penampung. Perbedaan tinggi antara bak penampung dengan bak penyaring sekitar 1 m, seperti gambar 3.61.

Gambar 3.68 Penyusunan Media Saringan

Gambar 3.69 Pengoperasian SARUT

e. Masukkan media penyaring ke dalam bak penyaring sesuai dengan ketentuan. Petama kerikil kasar (tebal 5 cm), kerikil halus (tebal 10 cm), dan pasir (tebal 40 cm), seperti gambar 3.62.

92

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

f. 4.

Air baku siap dimasukkan kedalam bak penampung yang akan dialirkan ke bak penyaring untuk disaring, seperti pada gambar 3.63.

Cara Pembuatan Karbon Aktip Tempurung Kelapa Pembuatan karbon aktip tempurung kelapa dapat dilakukan sebagai berikut :

Gambar 3.70 Penyiapan Bahan Karbon Aktif

Gambar 3.71 Lubang Pembakaran

Gambar 3.72 Pembakaran Tempurung Kelapa

Gambar 3.73 Penyiraman Arang Kelapa P i D

a. Bersihkan tempurung kelapa dari kotoran yang masih melekat pada sisi permukaan tempurung b. Cuci dengan air bersih, kemudian hancurkan menjadi ukuran sesuai yang diperlukan c. Rendam dalam air bersih selama 11 sampai 24 jam, angkat dan keringkan, seperti pada gambar 3.63 d. Buat lubung pembakaran dengan kedalam 30 mm, seperti pada gambar 3.64 e. Bakar tempurung kelapa dalam lubang pembakaran sampai tidak terdapat asap lagi, seperti pada gambar 3.65 f. Tutup dengan karung goni basah tempurung kelapa hasil pembakaran, seperti gambar 3.66 g. Biarkan sampai dingin kembali untuk menjadi karbon aktip seperti pada gambar 3.67, karbon aktip siap untuk digunakan d. Cara Pengoperasian dan Pemeliharaan 1. Pengoperasian a. Persiapan Pengoperasian 1) Cek instalasi SARUT dari kebocoran 2) Bersihkan dan cuci seluruh bahan dan peralatan sampai benar-benar bersih 3) Cat drum bagian luar dan dalam

93

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

b. Pelaksanaan Pengoperasian 1) Untuk air baku dengan kekeruhan rendah (Tipe 1) • • • • • • • • • • • • • • 2. Tuangkan air baku dalam drum I Pancarkan air melalui kran I ke drum II Gunakan air yang keluar dari kran II setelah didiamkan selama 5 menit Tuangkan air baku dalam drum I Pancarkan air melalui kran I ke drum II Gunakan air yang keluar dari kran II setelah didiamkan selama 15 menit Isi drum dengan air baku Bubuhkan dua sendok makan poly alumunium chlorida (PAC), aduk rata dan cepat pada satu menit pertama , aduk lambat pada menit berikutnya Tambahkan larutan kapur satu sendok makan jika terjadi penggumpalan Diamkan 5 menit sampai kotoran mengendap di drum I Buka kran kalau air akan digunakan Isi drum I dengan air tanah Pancarkan air dari bak I dan dak II Buka kran kalau air akan digunakan

2) Untuk air baku denga kekeruhan sedang (Tipe 2)

3) Untuk air baku denga kekeruhan tinggi (Tipe 3)

4) Untuk sumber air dari air tanah

Pemeliharaan a. Pemeliharaan harian atau mingguan 1) Hindarkan saringan dari kontak langsung dari sinar matahari 2) Jaga kebersihan dan keamanan sekitar bangunan saringan rumah tangga 3) Lakukan terhadap Tipe 1, 2, 4 sebagai berikut: • Kuras dengan membuka kran III secara periodik setiap 2 minggu • Kupas bagian permukaan pasir setebal 5 cm dan cuci hasil kupasan sampai bersih, kemudian masukan hasil cucian ke dalam bak semula • Kuras saringan jika terjadi penyumbatan filter 4) Lakukan terhadap Tipe 3 • Kuras drum I dengan membuka kran 3 secara periodik setiap 5 kali pengolahan b. Pemeliharaan Bulanan 1) Terhadap Sarut Tipe 1 dan 4 • Pencucian setiap 4 bulan atau tergantung terjadinya penyumbatan filter 2) Terhadap Tipe 2 • Angkat atau ganti batok arang kelapa (karbon aktif) setiap 2 bulan • Lakukan pencucian setiap 4 bulan atau tergantung terjadinya penyumbatan filter 3) Lakukan terhadap Tipe 3 • Lakukan pencucian setiap 4 bulan atau tergantung terjadinya penyumbatan filter c. Pemeliharaan Tahunan 1) 2) 3) 4) cuci dan perbaiki drum apabila terjadi kebocoran perbaiki atau ganti apabila pipa dan atau penyangga rusak jaga kebersihan lokasi SARUT Buat kelengkapan cara pemeliharaan dan pasang di dekat instalasi SARUT, sesuai tabel berikut:

94

Teknis c. cincin beton. 4. penggantian/perbaikan pipa dan penyangga.9 Saringan Pipa Resapan a. 1. 1. skop.5 m dari dasar sumber air permukaan atau sampai ditemukannya muka air tanah Sumur pengumpul ditempatkan pada bagian tengah sistem. 2. pahat.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Perlengkapan Sistem 1. Lokasi harus dekat dengan sumber air permukaan dan daerah permukiman Lokasi tidak terendam air sewaktu permukaan air di sumber mencapai tinggi maksimum Lokasi bangunan harus bersih dari semak belukar atau tumbuhan liar Arah aliran dalam lapisan tanah Jarak galian tanah dengan sumber air minimum 3 m Penempatan pipa lateral minimum 0. 4. Tempatkan cincin beton pada titik dimana sumuran pengumpul direncanakan b. 95 . Drum. 3. kasa nyamuk plastik. kran. 3. Filter. v v v Pencucian filter. 2. pipa PVC. Ketentuan Umum 1. palu. 4.Pengecatan dan pencucian drum. Perbaikan SARUT 1. 2. 2. Media penyaring (tipe 1. ember atau pengki. kerikil pasir Peralatan yang diperlukan adalah: pita ukur. plastik tebal atau terpal. Cara Pengerjaan 1. terutama pada perencanaan galeries yang mempunyai pipa lateral lebih dari satu cabang Material yang diperlukan adalah: pipa PVC. cangkul. 5. alat pelubang pipa.pengurasan drum pasir. Pelaporan SARUT B. 3.2 dan 4) Drum (tipe 3) 2. pembersihan lokasi e. perbaiki kebocoran pada drum. penggantian carbon aktif . carbon aktif 3. retakan pada kayu penyangga baik pada drum I maupun II ganti drum dengan yang baru jika kebocoran cukup besar Catat dan simpan data kerusakan yang terjadi pada SARUT Catat perbaikan yang telah dilaksanakan catat pergantian batok arang untuk persiapan pembuatan pereode berikutnya laporkan catatan ini kepada penanggung jawab untuk perbaikan SARUT selanjutnya f. lokasi SARUT Pemeliharaan Harian/Mingguan Bulanan v Tahunan - Keterangan pengupasan pengurasan .

8. Tipe saringan atau screen adalah “Wire Wound Continuous Slot” on “Rod Base” yaitu berbentuk kawat yang melingkar pada penyangga (rod base) dengan jarak kawat yang sama Syarat teknis pipa saringan: ii. demikian seterusnya hingga kedalaman yang direncanakan dan atau sampai berada pada kedalaman 2 m dibawah lapisan air tanah Buat galian memanjang diluar cincin beton.1 Sumur Air Tanah Sedang/Dalam (SATS/D) a. Air Tanah C. Bukaan (25-40)% tergantung jenis material pada akifer Jumlah rod base 20-36 buah kawat penyangga Tebal kawat yang umum dipakai berkisar antara (2–2. 9.5 m dari lapisan air tanah Pasang pipa lateral yang telah diberi pelindung pada sumur pengumpul Urug kerikil dan pasir sesuai spesifikasi Tutup bagian atas lapisan dengan plastik tebal atau terpal Urug kembali dengan tanah dan dipadatkan Pasang pompa di sumur pengumpul sesuai ketentuan yang berlaku. dengan kedalaman 0. Pipa saringan i. fiberglass dan GIP yang dibuat oleh pabrik sesuai dengan persyaratan yang ditentukan b. 7. sehingga cincin beton sesuai dengan panjang pipa lateral. Pipa buta Bahan untuk pipa buta adalah pipa baja atau bahan lain seperti PVC.5) mm Pipa saringan dapat dibuat dari jenis PVC. 3. Komponen prasarana dan sarana Prasarana dan sarana yang membentuk SPAM Komunal Air Tanah Dalam terdiri dari: 96 . • • • iii. fiberglass dan GIP atau yang sejenis dengan spesifikasi mampu untuk menahan tekanan dari dinding tanah atau batuan 3. fiberglass dan GIP atau sejenis dengan spesifikasi mampu untuk menahan tekanan dari dinding atau batuan Pipa jambang dibuat muncul minimal 50 cm di atas lantai beton pengaman Diameter pipa jambang minimal 4” 2. C. 6. ii. 5. Konstruksi sumur dalam terdiri dari: 1. Definisi Sistem penyediaan air minum komunal air tanah dalam adalah sistem penyediaan air minum yang menggunakan air tanah dalam sebagai sumber air baku untuk air minum. 4. iii. Bahan pipa baja atau bahan lain seperti PVC. Gali tanah pada bagian dalam cincin sehingga cincin turun sampai permukaan bagian atas rata dengan muka tanah Letakkan cincin beton kedua diatas cincin beton pertama dan penggalian dilanjutkan. Pipa jambang (casing): i.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 2.

3. 6. • Peralatan dan perlengkapan harus memenuhi persyaratan yang berlaku. 4. Spesifikasi Teknis Spesifikasi teknis SPAM Komunal meliputi spesifikasi alat dan bahan yang diperlukan dalam membangun prasarana dan sarana SPAM Komunal Air Tanah Dalam. Sumur Dalam adalah lubang sumur dengan kedalaman muka air minimal 7 meter dari permukaan tanah. 8. 2. Pompa Tangan Dalam adalah pompa tangan yang struktur silinder rod-nya terpisah dengan badan pompa (Dibawah muka air tanah minimum). 1. SPAM Komunal Air Tanah Dalam harus memenuhi persyaratan umum sebagai berikut: • Sesuai dengan ketentuan mengenai Spesifikasi Sumur Pompa Tangan. berfungsi untuk menahan dan mencegah pencemaran air buangan ke dalam sumur dan sebagai tempat kerja. berfungsi untuk mengalirkan air buangan ke sarana pengolahan air buangan atau ke badan penerima (sungai) dan mencegah terjadinya genangan tempat biakan bibit penyakit. Sumur Air Tanah Dalam (SATD) adalah sarana penyediaan air bersih berupa sumur dalam yang dibuat dengan membor tanah pada kedalaman tertentu sehingga diperoleh air sesuai dengan yang diinginkan. c. Pompa tangan adalah alat untuk menaikkan air dari dalam tanah kepermukaan tanah dan digerakkan tenaga manusia. Parameter sederhana yang menggambarkan besarnya kapasitas air adalah debit spesifik (spesific yield): Kecepatan aliran (liter/detik) Debit spesifik = Penurunan permukaan draw down (m) d. Lubang sumur adalah lubang yang dibuat sampai kedalaman tertentu. 2. 7. Perhitungan Dimensi Permukaan statis air tanah dalam berkisar pada kedalaman antara 80 m sampai dengan 200 m. Penurunan tinggi permukaan air ini disebut penurunan permukaan atau draw down. • Jarak minimum 10 meter dari sumber pengeboran dengan bidang tangki septik. menggunakan bor yang digerakkan oleh tenaga manusia atau tenaga mesin. cubluk. Permukaan air akan lebih rendah apabila air mengalir keluar melalui lubang atau pada saat pemompaan. 3. Kedalaman dasar pada umumnya lebih dari 30 meter. Jenis Pipa Hisap atau pipa tegak Ø 30 mm Pipa selubung PVC Ø 100 mm Pipa saringan PVC Ø 30 mm Satuan Batang Batang Meter Volume 3 1 1 (liter/detik/meter) 97 . Bahan-bahan tersebut dapat dilihat pada Tabel 3. 1. Lantai sumur. 5. • Tenaga pelaksana minimum dua orang dan berpengalaman. lubang galian untuk sampah.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 1.29: Tabel 3. Saluran buangan. Soket adalah asesoris untuk menyambung pipa PVC atau pipa besi dengan diameter pipa relatif kecil.29 Bahan Konstruksi Sumur Pompa Tangan No. Bahan Bahan yang diperlukan disediakan sesuai hasil perencanaan dan perhitungan serta memenuhi spesifikasi teknis.

Dep. Lubang Sumuran Sumber: Petunjuk Praktis Pembangunan Prasarana dan Sarana Sistem Penyediaan Air Bersih Perdesaan.02 2 1 Bata merah untuk lantai sumur Pasir untuk beton lantai Kerikil untuk beton lantai Kerikil saringan sekeliling pipa hisap (dia. 2003 Bahan konstruksi yang digunakan untuk pembuatan SPAM Komunal Air Tanah Dalam sesuai Tabel 3. 10.3 0.31: Tabel 3. 3. 4.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana No. Soket PVC Ø 30 mm Jenis Satuan Buah Buah M 3 Volume 3 400 0. 1 ¼” Jumlah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Satuan 1 1 1 1 1 1 1 1 12 1 1 98 . 1. Kimpraswil. 9. 8. 2.30 Bahan Konstruksi Bangunan SPAM Komunal Air Tanah Dalam No. Kimpraswil. 7. Peralatan Pengeboran dilakukan dengan alat bor Jetting. 6. Nama Tripod Kerekan Swivel Head Lierhand Kabel Rit @ 15 meter Pompa 4 – 6 PK Slang Hisap Slang Hantar Pipa Bor Dial ¼ @ 3 meter Mata Bor Jetting Klem Pemutar dia. 6. 5. Dep.3% pasangan bata dengan campuran 1 semen : 2 pasir atau beton tumbuk dengan campuran 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil Minimal 2% Pasangan bata dengan campuran 1 semen : 3 pasir Disesuaikan dengan diameter pipa selubung Tegak lurus Maksimal 30 meter 2. Secara lengkap peralatan yang diperlukan dapat dilihat pada Tabel 3. 9. 2003 2.31 Peralatan Konstruksi Sumur Pompa Tangan No. 5. 7. 4. Lantai Sumur dan Saluran Pembuang Lantai Kemiringan saluran pembuangan Saluran pembuang Diameter lubang sumur Posisi lubang sumur Kedalaman lubang sumur Spesifikasi 1% .2 0. Bangunan Elemen Kemiringan lantai 1. 11. Tabel 3. 3 – 5 mm) Semen (50 kg) Pompa Tangan Dangkal M3 M3 Zak Unit Sumber: Petunjuk Praktis Pembangunan Prasarana dan Sarana Sistem Penyediaan Air Bersih Perdesaan.30. 8. 10.

5. Ikatkan tambang ke titik pertemuan tiga ujung tripod. 2. Begitupun di tempat ketiga ujung tripod berdiri satu orang (D). Dirikan tripod di atas lubang tersebut sehingga titik tripod tegak lurus tepat berada di atas lubang tersebut. Pekerjaan Persiapan Pekerjaan persiapan harus dilakukan sebagai berikut: a. c. Ketiga ujung pipa GI ini dihubungkan dengan klem segitiga yang penyambungannya diatur dengan baut dan mur. 4. b. C. Lubangi titik lokasi dengan linggis sedalam 50 cm dengan diameter 1. Gantungkan kerekan pada pertemuan ketiga pipa GI ini. yaitu jarak minimum 10 meter dari sumber pengeboran dengan bidang tangki septik. 12. b. kemudian ikatkan swivel head pada tambang manila. dan E bertugas menarik tali 99 . sedangkan kapasitas air tanah dangkal tidak memenuhi Ada hasil survey geolistrik yang menunjukkan debit air tanah dalam yang potensial f. Nama Pemutar dia. dan C). B. Cara Pengerjaan 1. Satu orang ditugaskan untuk memegang tali ini (E). Secara umum kebutuhan air di daerah perencanaan cukup besar 2. sedemikian rupa sehingga ujungujung tersebut menjadi titik-titik dari suatu segitiga sama sisi. Pada masingmasing ujung tersebut berdiri satu orang (A. Kriteria Desain 1. Siapkan bahan sesuai dengan tabel 3. Potensi air tanah dalam di daerah perencanaan cukup besar dan dapat mencukupi kebutuhan air bersih di daerah perencanaan yang ditunjukkan pada peta geohidrologi daerah setempat. e.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana No. Pembuatan Lubang Sumur Bor dengan Alat Bor Jetting a. 14. d. 2. cubluk. 13. Bersihkan lahan lokasi sumur pompa dan ratakan dengan ukuran panjang 2 meter dan lebar 2 meter. Dep. Pasang mata bor Jetting pada salah satu pipa bor.25 m. Tentukan jenis mata bor yang akan digunakan berdasarkan data formasi tanah. Masukan ujung tambang manila pada kerekan. Siapkan peralatan sesuai dengan tabel 3. Pasang klem pemutar pada pipa rojok setinggi dada. 1 ¼” Kunci Trimo Rantai Jumlah Batang Buah Buah Satuan 5 1 1 Sumber: Petunjuk Praktis Pembangunan Prasarana dan Sarana Sistem Penyediaan Air Bersih Perdesaan. Cara mendirikan tripod adalah sebagai berikut: 1.10. c. Siapkan 3 batang pipa besi Galvanis (GI) dengan diameter 2 inchi dengan panjang masing-masing 6 meter. Atur ujung tripod yang tak dihubungkan. Tentukan titik pemboran. Si E berada di antara B dan C. 2003 e. Kimpraswil.9. Dalam hal ini masing-masing A. dan E bertugas sebagai berikut: • • • • A bertugas mendorong kaki tripod B dan C bertugas menahan kaki tripod D bertugas mengatur sambungan tripod di tengah. B. d. lubang galian untuk sampah. 3.

Pipa bor yang sudah ada mata bornya dan sudah dipasang pada swivel head diangkat. isi dahulu pompanya dengan air dan periksa dulu olie dan bahan bakarnya. Pasang slang penghisap pada mesin pompa dan ujung slang yang masuk ke dalam air dipasang saringan. h. ujung yang lain dipasang swivel head. Cara Mendirikan Tripod 6. setelah menghisap air dan masuk ke pipa bor melalui swivel head. Air yang keluar dari lubang pemboran ditampung pada kolam penampungan. dengan memakai kunci rantai/kunci trimo atau alat pemutar lainnya pipa bor diputar-putar searah dengan jarum jam sambil agak ditekan ke bawah.75 Pengeboran Dengan Alat Bor 100 . Lumpur dan batuan yang terbawa oleh air pemboran akan mengendap pada kolam penampungan yang pertama. Sebelum mesin pompa dihidupkan. Sedangkan B dan C menahan ujung tripod yang mereka pegang. Langkah 1 – 4 seperti pada Gambar 3. g. Mesin pompa dihidupkan. kemudian pasanglah slang penghantar pada swivel head sedang ujung slang lainnya dipasang pada mesin pompa.74. Pasanglah bor pada salah satu ujung pipa bor. f. Hal ini dimaksudkan untuk menghemat pemakaian air. Selanjutnya E menarik tali perlahan-lahan. Buat lagi kolam yang agak kecil. Gambar 3. sambil diatur oleh D. diantara lubang sumur dengan kolam penampungan. untuk mendapatkan lumpur dan pemeriksaan lapisan tanah. e. Lakukan ini sehingga tripod tegak simetris dan titik tengah tripod tepat berada di atas lubang pemboran. i. Kolam ini dipergunakan untuk menampung air setelah dipergunakan untuk membor. dimasukkan pada lubang pendahuluan. dan dari lumpur dan batuan itu kita dapat melihat lapisan tanahnya.30. A mendorong ujung tripod yang dipegangnya ke arah B dan C sesuai arah tarikan E.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3. Kemudian air yang ditampung tadi dipergunakan untuk membor lagi. Buat kolam penampung air ukuran 75 cm x 75 cm dan dalam 50 cm.

ii. Sambungkan rangkaian pipa hasil kegiatan langkah a) tersebut dengan saringan PVC 1 ¼” (ujung lain dari saringan PVC ini sudah ditutup dengan dop) iii. iv. l. Masukkan rangkaian ini ke dalam sumur (saringan PVC di bawah). Pembuatan Lantai Sumur dan Pemasangan Tabung Penyangga Pompa i. Tutup pipa selubung. dan semburan-semburan air maka pipa bor akan turun sedikit demi sedikit. Pemasangan Pompa Tangan Dalam a. sampai ii. Selama pemboran selalu diperhatikan jenis-jenis tanah yang keluar untuk pengecekan kedalalaman kembali. Kalau diperkirakan sudah mencapai lapisan air tanah. Masukkan kerikil ke dalam rongga antara pipa selubung dengan sumur bor.70 c. pada waktu itu mesin pompa dimatikan. ini sudah ditandai). sehingga tersisa hanya lebih kurang 40 cm. Hentikan pengisian kerikil apabila telah mencapai ketinggian saringan pipa PVC. Potong ujung pipa selubung yang berlebih di atas permukaan tanah. Selanjutnya sambungkan pula pipa selubung PVC kedua dan seterusnya. 3. k. iii. iv. tekanan-tekanan. Langkah i. Setelah pipa bor yang pertama masuk maka disambung dengan pipa bor berikutnya.5 meter di bawah permukaan tanah. Sambungkan pipa selubung PVC dia 4” dengan sok turunan 4” x 1 ¼” (dari rangkaian pipa selubung PVC dan sok turunan) ii. Dengan adanya putaran-putaran. di atas seperti Gambar 3. Pemompaan diteruskan untuk membersihkan lubang sumur sampai air kurasan yang keluar tidak mengandung lumpur lagi. Pengisian Kerikil Pasir dengan Adukan Semen i. Masukkan tanah padat di atas kerikil hingga mencapai 0. serta untuk mengetahui lapisan yang mengandung air yang baik. di atas seperti Gambar 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana j. kemudian pipa bor dicabut dan siaplah lubang sumur untuk penyelesaian selanjutnya. Masukkan adukan semen 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil (adukan kedap air) hingga mencapai ketinggian permukaan tanah. sampai ii.69 b. Langkah i. n. Pemboran dimulai lagi. Pilih kerikil bersih dengan diameter rata-rata 5 mm. Swivel head dibuka. demekian seterusnya sampai mencapai kedalaman air tanah yang kita kehendaki. Langkah a – n seperti pada Gambar 3. Pemasangan Saringan PVC dan Pipa Selubung PVC i. pemboran diakhiri. kemudian gali tanah di sekeliling pipa selubung dengan ukuran: • Panjang : 75 cm • Lebar : 75 cm • Dalam : 40 cm 101 . v. m. sehingga saringan PVC tepat berada pada lapisan air tanah (waktu pemboran.69.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana ii.74 76 cm 76 cm 40 cm Kepala pompa Water pas Flens Tangki air Tabung penyangga pompa Kain Tabung penyangga pompa Gambar 3. • Balut kepala pompa dengan kain. iii.77 Pengisian Kerikil Pasir dan Adukan Semen iv. Gambar 3. Kemudian pasang tabung penyangga pompa di atas pipa selubung (gunakan water pas untuk memastikan bahwa tabung penyangga itu terpasang tegak lurus). • Pasang kepala pompa pada tangki air dengan baut dan mur. buat lantai sumur dan saluran pembuangan. Agar anak-anak tidak bisa memasukkan batu ke dalam sumur.76 Penyambungan Saringan dengan Pipa Hisap Gambar 3. Isikan adukan beton (1 semen : 2 pasir : 4 kerikil) ke dalam lubang di atas setinggi 8 cm. Buka tutup pipa selubung.72-3.78 Pembuatan Lantai Sumur Gambar 5. Periksa juga dengan water pas bahwa flens dari tabung penyangga pompa dalam keadaan mendatar.24 Pembuatan lantai dan Pemasangan Tabung tabung sumur dan pemasangan Gambar 3. • Disaat adukan beton masih basah. Pemasangan Tabung Penyangga 102 .79 Pemasangan Tabung Penyangga Gambar 5. • Isi kembali lubang dengan adukan beton yang sama dengan langkah b) sampai lubang tertimbuni rata dengan muka tanah. tutup tabung penyangga pompa dengan cara berikut ini: • Pasangkan tangki air dengan baut dan mur pada tabung penyangga pompa. Biarkan lantai sumur dan salurang pembuangan sampai kering (kurang lebih 7 hari) Langkah a) sampai f) di atas seperti Gambar 3.26.

Rod. pipa. pipa hisap dan tangki 103 .25 Pembuatan Lantai Sumur d.81 Pemasangan selinder rod. Pemasangan Silinder. Pipa Hisap dan Tangki Air Kontra m ur Silinder 2 1 3 Alat penahan pipa Tnka agi ir Gambar 3.80 Pembuatan Lantai Sumur Gambar 5.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.

iv. sambungkan rod pertama dengan silinder. kemudian lepas dan pindahkan klem dari pipa hisap dan tabung penyangga pompa. periksa silinder apakah berfungsi dengan baik atau tidak. vii. dengan baerlahan-lahan turunkan ”tangki air” sehingga lubang-lubang baut dari tabung penyangga pompa dan pancuran mengarah ke arah saluran sambungan. iv. Tahan pipa pengangkat dengan alat pengangkat pipa. Pemasangan Kepala Pompa dan Tangkai Pompa Kain Alat penahan Tangki air Gambar 3. Masukkan silinder dengan rod dan pipa hisap klem. vi. v. Dengan menggunakan sok dan kontra mur. ii. Turunkan kepala pompa ke atas ”tangki air”. Angkat rod setinggi mungkin kemudian pasang alat penahan rod. Tekan rod ke bawah sedalam mungkin kemudian tandai rod dengan gergaji besi setinggi ujung atas dari ”tangki air”. Kemudian pasang kontra mur pada rod. Periksa dengan kontra mur apakah ulir sudah baik (kontra mur harus dapat diputar pada ulir tersebut dari awal sampai ujung ulir dengan hanya menggunakan tangan). Selanjutnya potong rod pada bagian yang sudah ditandai dan kikir bagian bekas terpotong itu. tutup bagian atas ”tangki air” dengan kain. dan seterusnya sampai silinder tepat berada di bawah muka air tanah minimum. iii.82 Pemasangan kepala pompa dan tangki i. Kemudian potong pipa hisap sesuai dengan panjang ulir yang cocok untuk penyambungan dengan tangki air (kira-kira 4 cm lebih tinggi dari ujung atas tabung penyangga pompa). Pasang dan sambungkan ”tangki air” dengan pipa hisap paling atas.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana i. Kemudian pasang kontra mur pada rod. Sambungkan pula pipa hisap pertama dengan silinder. Buat ulir rod dengan sney rod paling kurang sepanjang 5 cm. Selanjutnya. iii. Sebelum disambungkan dengan rod dan pipa hisap. 104 . Kemudian pasang ”pipa perangkat” pada tangki air. e. Untuk mencagah jatuhnya potongan rod yang dipotong ke dalam sumur. ii. Dalam hal ini rod masuk ke dalam lubang yang ada pada kepala pompa. Sambungkan pula rod (selalu gunakan sok dan kontra mur) dan pipa hisap berikutnya dengan rod dan pipa hisap pertama.

76 S e ro ny d 4 5 3 Gambar 3. vii. Beri minyak atau olie bekas pada rantai sebelum pompa dicoba. Dengan menggunakan dua kunci pas (17 x 19). vi. Turunkan kepala pompa sedemikian rupa sehingga lubang-lubang baut kepala pompa tepat berada di atas lubang-lubang baut ”tangki air”. Angkat kopling rantai dengan batangan besi. Pasang berturut-turut cincin penutup. mu dan kontra mur pada as pompa dengan kuat. Pasang baut dan mur.83 Pemasangan kepala pompa dan tangki pompa 105 . x. viii. atur kontra mur dan kuatkan secara penuh. Pompa kira-kira 100 kali. kemudian atur tangkai pompa dan masukkan as pompa ke dalam lubangnya. sesudah itu air bisa dipakai. kemudian sambungkan rantai dengan tangki pompa menggunakan baut. xii. pasang mur dan putar secara penuh sehingga sambungan kuat. Langkah a) sampai n) di atas seperti gambar 3. Sekarang pemasangan pompa tangan sudah selesai. ix. xiii. Biarkan air terbuang. angkat kepala pompa perlahan-lahan. xi. Kemudian angkat dan pindahkan alat penahan rod. Dengan menggunakan pipa yang dimasukkan pada lubang kepala pompa. Melalui kepala pompa masukkan tangkai pompa.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana v.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Pipa besi bulat 6 7 8 Gambar 3.84 Pemasangan kepala pompa dan tangki Kepala pompa Tangki air Tabung penyangga pompa Gambar 3.85 Konstruksi pompa tangan dalam 106 .

badan dan tumpuan pompa Cek lantai terhadap kerusakan dan keretakan Bersihkan saluran pembuangan serta pantau terhadap kerusakan atau keretakan 5. Pemeliharaan harian atau mingguan i. ii. Bersihkan lantai di sekitar SPTD. Bersihkan badan pompa dan gosok tangki pengungkit Periksa semua mur dan baut dan kencangkan bila ada yang kendor Beri minyak pelumas pada bagian yang bergesekan Periksa bagian kepala. Pelaksanaan Pengoperasian a b c d e Gerakkan tangki pengungkit pompa ke atas dan ke bawah secara teratur.86 Denah dan Potongan Konstruksi Pompa Tangan Dalam 4. Hindarkan pemompaan dengan menghentak-hentakkan tangki pengungkit. Pemeliharaan a 107 . vi. Usahakan tidak ada air yang menggenang di sekitar pompa karena dapat masuk ke dalam sumur pompa dam dapat mengotori sumber air.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 1 0 4 5 2 0 1 7 5 .5 4 0 15 PasluugPC ip e bn V 7 5 Øa m 4 dla = " 10 15 200 Tnhis n aa ia L=3 -4 m 00 A A Sktu nndla 4x14 o rua a m" " 1c 0m 1 7.5 15 Krik e il 15 7. Operasi Cek SPT dan perlengkapannya dari kerusakan dan kebocoran. iv. v.5 200 10c 7m Srina PC a gn V DNH EA 7c 0m Dp o PT NA A OOGN -A Gambar 3. Letakkan tangki pengungkit pompa pada posisi tegak setelah selesai pemompaan. iii.

Perbaikan SPTD a b c a b c Perbaiki kerusakan/keretakan lantai sumur pompa Perbaiki kerusakan pen. karet packing 2.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana b Pemeliharaan Bulanan dan Tahunan i. lantai. kebocoran.32 Kelengkapan Cara Pemeliharaan SPTD PERLENGKAPAN SISTEM 1. klep pengisap. Pelaporan SPTD 108 . Silinder. perbaikan penggantian . kencangkan baut dan periksa terhadap bagian yang aus ii. karet packing. Buat kelengkapan cara pemeliharaan dan pasang di dekat SPTD. sesuai tabel 3. Periksa bagian kepala.32 berikut: Tabel 3. badan dan tumpuan pompa terhadap kerusakan.Periksa terhadap keausan. ruang penampung. kepala T. tangkai pengungkit. pen. Saluran. Cat bagian kepala. tangkai pengisap PEMELIHARAAN HARIAN/ BULANAN MINGGUAN v KETERANGAN Bersihkan dari kotoran. pengisap atas. badan dan tumpuan pompa iii. pengecatan TAHUNAN v v v v 6.Pengecatan . Periksa sambungan pipa hisap dengan tumpuan pompa iv. pengisap bawah. karet pengisap. periksa keretakan. pelumasan. silinder Perbaiki kerusakan saluran pembuangan Catat kerusakan yang terjadi pada SPTD Catat perbaikan yang telah dilaksanakan Simpan catatan ini oleh kepala keluarga untuk pedoman perbaikan dan pemeliharaan SPTD sesuai keperluan 7. pembersihan.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.87 Sistem Sumur Air Tanah Sedang/Dalam 109 .

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.88 Konstruksi Sumur Air Tanah Sedang/Dalam 110 .

Definisi Sistem penyediaan air minum komunal air tanah dangkal adalah sistem penyediaan air minum yang memanfaatkan air tanah dangkal sebagai sumber air baku untuk air minum. SPT harus memenuhi persyaratan umum sebagai berikut : − − − − Sesuai dengan ketentuan mengenai Spesifikasi Sumur Pompa Tangan. lobang galian untuk sampah. Sumur pompa tangan (SPT) adalah sarana penyediaan air bersih berupa sumur yang dibuat dengan membor tanah pada kedalaman tertentu sehingga diperoleh air sesuai dengan yang diinginkan. Kedalaman dasar pada umumnya berkisar antara 12 .89 Sumur Pompa Tangan Dangkal debit air koefisien permeabilitas jari-jari sumur tinggi penurunan air setelah dipompa d. Sedangkan diameter dan banyaknya lubang inlet ditentukan dengan melihat besarnya kelulusan akuifer. Soket adalah asesoris untuk menyambung pipa PVC atau pipa besi dengan diameter pipa relatif kecil. 2. Lubang sumur adalah lubang yang dibuat sampai kedalaman tertentu. Pompa tangan dangkal adalah pompa tangan yang struktur silinder dan katubnya bersatu dengan badan pompa. Tenaga pelaksana minimum dua orang dan berpengalaman. 6. c. Pompa tangan adalah alat untuk menaikkan air dari dalam tanah kepermukaan tanah dan digerakkan tenaga manusia. Perhitungan dimensi hidrolis Dimensi hidrolis sumur dangkal adalah sumur dan lubang inlet (perforated) yang besarnya dapat ditentukan sesuai kebutuhan. Komponen prasarana dan sarana Prasarana dan sarana yang membentuk SPAM Komunal Air Tanah Dangkal terdiri dari: 1. b. Spesifikasi teknis Spesifikasi teknis SPAM Komunal meliputi spesifikasi alat dan bahan yang diperlukan dalam membangun prasarana dan sarana SPAM Komunal Air Tanah Dangkal. berfungsi menghisap air. 111 . cubluk. ketebalan air tanah (diukur dari muka air tanah sampai batas bawah bangunan pengambilan) dan debit yang akan dimanfaatkan dengan persamaan: Q = k.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana C. 4. 5.W Dimana: Q k Sr W = = = = Gambar 3.Sr. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam pelaksanaan penggalian. menggunakan bor yang digerakkan oleh tenaga manusia atau tenaga mesin. Sumur dangkal adalah lubang sumur dengan kedalaman muka air minimal 7 meter dari permukaan tanah. Peralatan dan perlengkapan harus memenuhi persyaratan yang berlaku. 3.2 Sumur Air Tanah Dangkal a.15 meter . Jarak minimum 10 meter dari sumber pengeboran dengan bidang tangki septik. karena silindernya yang terletak di atas permukaan tanah. Untuk diameter efektif sumur direncanakan antara 12 meter. dari cara kerjanya pompa ini bersifat pompa hisap.

14 dan gambar 3.34 Bahan Konstruksi Bangunan SPAM Komunal Air Tanah Dangkal No. 2003 Bahan konstruksi yang digunakan untuk pembuatan SPAM Komunal Air Tanah Dangkal sesuai Tabel 3.02 2 1 M3 Zak Unit Sumber: Petunjuk Praktis Pembangunan Prasarana dan Sarana Sistem Penyediaan Air Bersih Perdesaan.3% pasangan bata dengan campuran 1 semen : 3 pasir atau beton tumbuk dengan campuran 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil Minimal 2% Pasangan bata dengan campuran 1 semen : 3 pasir Disesuaikan dengan diameter pipa selubung Tegak lurus Maksimal 15 meter Sumber: Petunjuk Praktis Pembangunan Prasarana dan Sarana Sistem Penyediaan Air Bersih Perdesaan. Dep. 2003 2.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 1. Kimpraswil. Kimpraswil. Bahan-bahan tersebut dapat dilihat pada Tabel 3. Lantai Sumur dan Saluran Pembuang Lantai Kemiringan saluran pembuangan Saluran pembuang Diameter lubang sumur 2. Dep. Lubang Sumuran Posisi lubang sumur Kedalaman lubang sumur Spesifikasi 1% .33: Tabel 3. Bangunan Elemen Kemiringan lantai 1.33 Bahan Yang Dibutuhkan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jenis Pipa Hisap atau pipa tegak Φ 30 mm Pipa selubung PVC Φ 100 mm Pipa Saringan PVC Φ 30 mm Soket PVC Φ 30 mm Bata merah untuk lantai sumur Pasir untuk beton lantai Kerikil untuk beton lantai Kerikil saringan sekeliling pipa hisap (dia. Peralatan Peralatan dan perlengkapan yang diperlukan sesuai dengan tabel 3.3 0.45. 3 – 5 mm) Semen (50 kg) Pompa Tangan Dangkal Satuan Batang Batang meter Buah Buah M3 M 3 Volume 3 1 1 3 400 0. 112 .2 0. Tabel 3.34. Bahan Bahan yang diperlukan disediakan sesuai hasil perencanaan dan perhitungan serta memenuhi spesifikasi teknis.

4. Nama Kunci rantai Kunci trimo Kunci inggris Gergaji besi Sney pipa 1¼ Cangkul Linggis Ember Kikir Penyangga Mata bor rojok diameter 4 inchi Pipa rojok diameter 1¼ inchi @3m Klem pemutar diameter ¾ inchi Jumlah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Buah Batang Satuan 2 2 1 1 1 1 1 1 1 2 1 8 5 13. 2. 8. 6. 3.35 Kebutuhan Peralatan No 1. 10. 113 .90 Peralatan Tabel 3. 9. 12.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3. 7. 5. 11.

olesi dengan lem pipa secara merata pada bagian yang telah dibersihkan. x. lubang galian untuk sampah. Pasang klem pemutar pada pipa rojok setinggi dada. Putar pipa rojok searah jarum jam. Angkat pipa rojok tinggi-tinggi dan tancapkan sekuat-kuatnya. Putar dan siram dengan air Lakukan langkah g) dan h) berulang-ulang sehingga pipa rojok pertama masuk lalu sambung dengan pipa rojok berikutnya. vi. Penyambungan Saringan PVC Dengan Pipa Hisap PVC 1) Bersihkan dan amplas bagian luar ujung polos saringan sepanjang 3 cm dan bagian dalam ujung sok saringan PVC. iv. Bersihkan lahan lokasi sumur pompa dan ratakan dengan ukuran panjang 2 meter dan lebar 2 meter. ii. Gambar 3. iv. ii. Pasang mata bor rojok pada salah satu pipa rojok. Cara pengerjaan 1. Bila kedalaman sumur telah mencapai lapisan air tanah teruskan pemboran sampai lebih kurang satu batang pipa rojok masuk dibawah lapisan air tanah Cabut pipa rojok. v. iii. Siram dengan air lubang sumuran untuk memperlancar. Lubangi titik lokasi dengan linggis sedalam 30 – 50 cm. 2) Bersihkan dan amplas ujung luar pipa isap PVC.84. yaitu jarak minimum 10 meter dari sumber pengeboran dengan bidang tangki septik.14. Pekerjaan Persiapan i. 114 . iii.46. Pembuatan Lubang Sumur Bor dengan Alat Bor Rojok i. Tancapkan pipa rojok yang sudah dipasangi mata bor pada lubang yang sudah dibuat. cubluk. Tentukan jenis mata bor yang akan digunakan berdasarkan data formasi tanah. viii. Tentukan titik pemboran. Siapkan bahan sesuai dengan gambar 3. seperti pada gambar 3. Siapkan peralatan sesuai dengan tabel 3.91 Pembuatan Lubang Sumur Dengan Alat Bor 2. dan masukan pipa yang akan dipasang (1 ¼”) Kuraslah sumur dengan menggunakan pompa 3. ix. xi. vii.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana e. xii. Pemasangan Pompa Tangan Dalam i. v.

Langkah 1 – 6 seperti terlihat pada gambar 3. Langkah 1)–8) seperti terlihat pada gambar 3. iv. Pengisian Kerikil Pasir dengan Adukan Semen 1) 2) 3) 4) Pilih kerikil dengan diameter rata-rata 5 mm. 115 .92 Penyambungan Saringan dengan Pipa Hisap ii.93 Penyambungan Pipa Bersihkan dan amplas ujung-ujung luar pipa PVC.87. Penyambungan Pipa Hisap 1) 2) 3) 4) 5) 6) Gambar 3. iii. Gunakan kunci trimo untuk menahan rangkaian pipa. 7) Biarkan minimal 5 menit sehingga sambungan kuat.86. Hentikan pengisian kerikil apabila telah mencapai setinggi saringan pipa PVC. Letakkan paking di atas tumpuan pompa. Penyambungan Badan Pipa Hisap dengan Badan Pompa 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Bersihkan dan amplas ujung soket serta bagian ujung hisap pipa PVC.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 3) Tanpa menunggu kering masukkan dop pada ujung polos bagian bawah saringan. Bersihkan dan lapisi ujung berulir bagian dalam dari tumpuan pompa. Masukkan pasir di atas kerikil hingga mencapai 1 meter dibawah permukaan tanah. 5) Gunakan kunci trimo untuk menahan rangkaian pipa hisap. Oleskan lem secara merata pada bagian yang telah dibersihkan. Langkah 1 – 10 seperti terlihat pada gambar 3. 4) Biarkan minimal 5 menit sehingga sambungan kuat.85 Gambar 3. Masukkan ujung-ujung pipa pada soket. 8) Gunakan kunci trimo untuk menahan rangkaian pipa hisap. 9) Pasang mur dan baut pada lobang yang ada. Masukkan pipa hisap dengan soket. Sisakan pipa sepanjang 70 cm di atas permukaan tanah. Bersihkan dan lapisi ujung berulir dengan solatip. Pastikan lubang baut badan pompa tepat pada lubang-lubang baut tumpuan pompa. Masukkan kerikil kedalam rongga antara pipa hisap dan tanah. 10) Pastikan bahwa badan pompa dan tumpuan pompa terpasang dengan baik. Oleskan lem PVC secara merata pada bagian pipa yang dibersihkan. 6) Masukkan dop pada ujung polos bagian bawah saringan. Bersihkan dan amplas bagian dalam ujung soket. Masukkan rangkaian pipa hisap PVC dengan tumpuan pompa.

10) Cor dengan campuran beton 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil. 116 . Pembuatan Lantai Sumur dan Landasan Pompa 1) 2) 3) 4) 5) 6) Lepaskan baut pengikat.88. 7) Buat cetakan pengecoran untuk lantai dari papan panjang 172 cm. 14) Cor dengan campuran beton 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil. Angkat.94 Pemasangan Pompa Gambar 3. 8) Buat cetakan pengecoran tumpuan pompa berupa limas terpancung dengan sisi atas 20 cm x 20 cm. Langkah 1 – 6 seperti terlihat pada gambar 3.89. Siram dengan air hingga rata. Gali tanah sedalam 5 cm. Langkah 13 – 15 seperti terlihat pada gambar 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 5) Masukkan adukan kedap air hingga rata dengan permukaan. pindahkan badan pompa dan bambu penopang.95 Pengisian Kerikil Pasir dan Adukan Semen v. Gambar 3. 13) Pasang cetakan limas terpancung. panjang 210 cm dan lebar 210 cm. 12) Biarkan selama tujuh hari dan basahi beton setiap hari. Langkah 7 – 12 seperti terlihat pada gambar 3. lebar 172 cm dengan lebar parit 14 cm. 15) Biarkan selama tujuh hari dan basahi beton setiap hari sehingga pengeringan sempurna. Langkah 1 – 5 seperti terlihat pada gambar 3. Tutup lobang pipa hisap. Masukkan pasir sedalam 3 cm lalu ratakan.90.91. 9) Pasang cetakan lantai. sehingga pengeringan sempurna. 11) Atur kemiringan lantai antara 1 % sampai dengan 3 %. sisi bawah 40 cm x 40 cm dengan tinggi 50 cm.

Pelaksanaan pengoperasian: a) b) c) d) e) Gerakkan tangki pengungkit pompa keatas dan kebawah secara teratur Hindarkan pemompaan dengan menghentak-hentakan tangki pengungkit Letakan tangki pengungkit pompa pada posisi tegak setelah selesai pemompaan Bersihkan lantai disekitar SPT Usahakan tidak ada air yang menggenang di sekitar pompa karena dapat masuk kedalam sumur pompa dan dapat mengotori sumber air 2. Operasi dan pemeliharaan 1.96 Pembuatan Cetakan Pengecoran Gambar 3.97 Landasan Pompa Gambar 3. Pemeliharaan Bulanan dan Tahunan 117 . Pemeliharaan i.98 Perataan Pasir f. Pengoperasian Cek SPT dan perlengkapannya dari kerusakan dan kebocoran. Pemeliharaan Harian Atau Mingguan a) b) c) d) e) f) Bersihkan badan pompa dan gosok tangki pengungkit Periksa semua mur dan baut dan kencangkan bila ada yang kendor Beri minyak pelumas pada bagian yang bergesekan Periksa bagian kepala. badan dan tumpuan pompa Cek lantai terhadap kerusakan dan keretakan Bersihkan saluran pembuangan serta pantau terhadap kerusakan atau keretakan ii.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.

kepala T. 118 . b) Perbaiki kerusakan pen. pen.Periksa terhadap keausan. 2003 iii. Pelaporan Sumur Pompa Tangan a) Catat kerusakan yang terjadi pada sumur pompa tangan. c) Simpan catatan ini oleh kepala keluarga untuk pedoman perbaikan dan pemeliharaan sumur pompa tangan sesuai keperluan. Perbaikan Sumur Pompa Tangan a) Perbaiki kerusakan/keretakan lantai sumur pompa. kebocoran. Kimpraswil. badan dan tumpuan pompa c) Periksa sambungan pipa hisap dengan tumpuan pompa d) Buat kelengkapan cara pemeliharaan dan pasang di dekat SPT. tangkai pengisap v Bulanan v Tahunan v . ruang penampung. pembersihan.36 berikut: Tabel 3. Dep.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana a) Periksa bagian kepala. tangkai pengungkit. lantai. pengisap atas.Pengecatan v v . Saluran.Bersihkan dari kotoran. Silinder. pengisap bawah. kencangkan baut dan periksa terhadap bagian yang aus b) Cat bagian kepala. iv. silinder. badan dan tumpuan pompa terhadap kerusakan. karet packing 2. sesuai tabel 3. pengecatan Keterangan Perlengkapan Sistem Sumber: Petunjuk Praktis Pembangunan Prasarana dan Sarana Sistem Penyediaan Air Bersih Perdesaan.36 Cara Pemeliharaan Sumur Pompa Tangan Pemeliharaan Harian/Mingguan 1. periksa keretakan. karet pengisap. b) Catat perbaikan yang telah dilaksanakan. c) Perbaiki kerusakan saluran pembuangan. karet packing. pelumasan. klep penghisap. perbaikan penggantian .

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.99 Konstruksi Pompa Tangan Dangkal 119 .

100 Bagian-bagian badan dan penghisap 120 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.

101 Bagian Kepala Pompa Tangan Dangkal 121 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.

Komponen Fungsi 1. Dinding sumur bagian atas Melindungi pencemaran keselamatan pemakai dan mencegah 2.129) − Tipe II: Dinding atas dibuat dari pasangan bata/batako/batu belah yang diplester bagian luar dan dalam setinggi 80 cm dari permukaan lantai. Dinding bawah dari bahan yang sama sedalam minimal 300 cm dari permukaan lantai (lihat Gambar 3. Konstruksi dinding sumur gali: − Tipe IA: Dinding atas dibuat dari pasangan bata/batako/batu belah yang diplester bagian luar dan dalam setinggi 80 cm dari permukaan lantai. agar tidak terbawa sewaktu pengambilan air dari sumur dan sebagai media penyaring/penahan tekanan air 3.128) − Tipe IB: Dinding atas dibuat dari pasangan bata/batako/batu belah yang diplester bagian luar dan dalam setinggi 80 cm dari permukaan lantai. Dinding bawah dari bahan beton sedalam minimal 300 cm dari permukaan lantai (lihat Gambar 3. Bentuk sumur gali sesuai dengan penampang lubangnya yaitu bulat atau persegi.37 Komponen dan Fungsi Komponen Sumur Gali No.130). yaitu: Tipe I Tipe II bila keadaan tanah tidak menunjukkan gejala mudah retak atau runtuh bila keadaan tanah menunjukkan gejala mudah retak atau runtuh b. Lantai sumur 4. Komponen dan Fungsi Komponen dan fungsi dari komponen sumur gali dapat dilihat pada Tabel 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana C. 122 . Tipe Sumur Terdapat 2 (dua) macam sumur gali yang dibedakan berdasarkan keadaan tanah.37 berikut: Tabel 3. sedalam minimal 300 cm dari permukaan bahan beton harus kedap air dan sisanya berlubang (lihat Gambar 3. Departemen Pekerjaan Umum. 2. Dinding bawah sampai kedalaman sumur dari bahan beton. Kriteria Desain 1. Dinding sumur bagian bawah Mencegah pencemaran yang berasal dari muka tanah juga sebagai penahan dinding sumur supaya tidak terkikis atau longsor Menahan dan mencegah pencemaran air buangan ke dalam sumur dan sebagai tempat kerja Menyalurkan air buangan ke sarana pengolahan air buangan atau ke badan penerima dan mencegah terjadinya tempat perkembangan bibit penyakit Menahan endapan lumpur. Granular material pack pada dasar sumur Sumber: Revisi SNI 03-2916-1992. Puslitbang Permukiman.3 Sumur Gali Komponen solusi teknis Sumur Gali (SG) terdiri dari sumur gali yang digunakan secara komunal. Saluran pembuang 5. 2004 c. a.

tebal plesteran 1 cm Pipa beton kedap air Ø 80 cm Pipa beton berlubang Ø 80 cm Dinding Tipe I A atas bawah Tipe I B atas bawah Tipe II atas bawah Dasar sumur Lantai Saluran pembuangan √ √ √ √ √ √ √ √ √ Granual material pack ukuran 3-5 cm setebal 50 cm dari dasar sumur √ Beton tumbuk 1PC : 3PS : 5KRL Sumber: Revisi SNI 03-2916-1992. Lantai sumur gali harus kedap air dan permukaannya tidak licin 5. IA IB II Diameter 80 Diameter 80 Diameter 80 Sisi 80 Sisi 80 Sisi 80 80 80 80 > 300 > 300 Tergantung kedalaman muka air tanah terendah ½ bata ½ bata ½ bata ½ bata 10 cm 10 cm Keterangan: Muka air tanah terendah adalah kondisi muka air tanah yang paling rendah pada suatu lokasi pada saat tertentu Sumber: Revisi SNI 03-2916-1992. Tabel 3. adalah minimum 100 cm dari dinding sumur atas bagian luar dengan kemiringan lantai (1-5)% ke arah saluran pembuangan 6. 3.38 berikut: Tabel 3.38 Ukuran Dinding Sumur Gali No.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 3. Departemen Pekerjaan Umum. 2. Ukuran dinding sumur sesuai Tabel 3.39 Konstruksi Dinding Sumur Gali Komponen bangunan Bahan bangunan Pasangan bata/batako/ batu belah diplester. Puslitbang Permukiman. Tipe konstruksi yang dapat digunakan untuk sumur gali dapat dilihat pada Tabel 3. Kekuatan sumur harus memperhatikan kekuatan tanah.39. baik untuk tipe I maupun tipe II. Tipe Ukuran penampang minimal (cm) Tinggi dinding (cm) Atas Bawah Tebal dinding (cm) Atas Bawah 1. Saluran pembuangan dibuat kedap air dan licin dengan kemiringan 2% ke arah sarana pengolahan air buangan atau badan penerima 7. Ukuran lantai. 2004 4. Departemen Pekerjaan Umum. Puslitbang Permukiman. 2004 √ 123 . adukan 1 PC: 2PS.

102 Sumur Gali Tipe IA 124 min 320 Pas. cincin beton 80 120 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 15 260 15 A 15 Tiang Pasangan bata Cincin beton 15 20 260 A Ke saluran DENAH SUMUR GALI (SGL) 15 80 15 Lantai sumur kemiringan 2% 15 5 15 75 75 20 Saluran pasangan beton 15 5 Tanah asli POTONGAN A-A Gambar 3.

103 Sumur Gali Tipe IB 125 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 15 80 15 Lantai sumur kemiringan 2% 15 5 15 75 75 20 Saluran pasangan beton 15 5 Tanah asli POTONGAN A-A 15 min 320 Pas. cincin beton 80 120 260 15 A 15 Tiang Pasangan bata Cincin beton 15 20 260 A Ke saluran DENAH SUMUR GALI (SGL) Gambar 3.

104 Sumur Gali Tipe II 126 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.105 Pengecoran Cincin Beton Gambar 3.106 Pengecoran Saluran 127 .

Bentuk dan Tipe Sumur Pompa Tangan (SPT) adalah sarana penyediaan air bersih berupa sumur yang dibuat dengan membor tanah pada kedalaman tertentu sehingga diperoleh air sesuai dengan yang diinginkan.5 m 1 buah 2.4 Sumur Pompa Tangan a. Tipe SPT adalah sebagai berikut: − Tipe I : − Tipe II : SPT Dangkal – dipilih untuk sumur dangkal SPT Dalam – dipilih untuk sumur dalam Ilustrasi denah dan potongan SPT Dangkal dan SPT Dalam dapat dilihat pada Gambar 3. 128 .134. Pengambilan air baku dilakukan dengan menghisap atau menekan air ke permukaan tanah dengan menggunakan pompa yang digerakkan dengan tangan dan biasa disebut pompa tangan.5 m 21 m 28 m 2. yaitu: − Sistem I Digunakan bila permukaan air statis 7. b.40 Tabel 3. Bentuk dan Tipe Bentuk SPT sesuai dengan kedalaman muka air minimal. Tipe II 1 buah Sumber: Spesifikasi Teknis Sumur Pompa Tangan (SPT) (AB-D/LW/ST/001/98). dan jenis pompa yang digunakan.32. Tipe SPT Dalam terdiri dari 3 (tiga) sistem. Tipe Sumur Ukuran Sumur dan Pompa Kedalaman Pompa Ukuran Penampang/ Diameter Pipa 1. Departemen Pekerjaan Umum d. Ukuran Sumur dan Pompa Ukuran sumur dan pompa untuk SPT dapat dilihat pada Tabel 3.40 No. Komponen dan Fungsi Komponen dan fungsi pompa tangan dapat dilihat pada Tabel 3. kedalaman dasar sumur. Tipe I − Pipa tegak (pipa hisap) PVC ∅ 30 mm − Pipa selubung PVC ∅ 75 mm − Saringan PVC ∅ 30 mm − Pipa tegak (pipa hisap) PVC ∅ 30 mm − Pipa selubung PVC ∅ 75 mm − Saringan PVC ∅ 30 mm 9m 12 m 2.5 m sampai 9 m di bawah permukaan tanah Fluktuasi penurunan muka air tanah tidak melampaui 12 m − Sistem II Digunakan bila permukaan air statis 9 m sampai 12 m di bawah permukaan tanah Fluktuasi penurunan muka air tanah tidak melampaui 18 m − Sistem III Digunakan bila permukaan air statis lebih besar dari 18 m dari permukaan tanah Bisa digunakan satu atau lebih silinder tangan tergantung dari kedalamannya c.133 dan Gambar 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana C.

bata 50 Lantai sumur kemiringan 2% 5 15 15 15 15 40 85 85 40 15 15 POTONGAN A-A A 210 20 A 15 15 180 15 15 DNH EA Gambar 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Beton 1PC:2PS:3KR Pas.107 Denah dan Potongan Sumur Pompa Tangan (SPT) Dangkal 129 .

5 40 Pipa selubung PVC 75 Ø dalam = 4" Tanah isian L = 30 .5 15 15 7.5 200 DENAH Gambar 3.40 m Sok turunan dalam 4" x 11 4" 10 cm Kerikil 170 cm Saringan PVC 70 cm Dop POTONGAN A-A 15 10 15 200 A A 7.108 Denah dan Potongan Sumur Pompa Tangan (SPT) Dalam 130 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 10 45 20 15 7.

) Di tempat yang tidak terkena banjir 4.) Badan pompa dapat bekerja sebagai pompa hisap 3. melalukan air dari dalam tanah ke permukaan dan mencegah longsor Menghisap air dari dalam tanah ke permukaan Menyangga badan pompa dan mempermudah pengambilan air Menahan dan mencegah pencemaran air buangan ke dalam sumur dan sebagai tempat kerja Mengalirkan air buangan ke sarana pengolahan air buangan atau ke badan penerima (sungai) dan mencegah terjadinya genangan tempat biakan bibit penyakit 2. lubang galian sampah. dan lain-lain. Air Hujan D1.) Saluran pembuang harus dibuat kedap air. Badan pompa Penyangga Lantai sumur Saluran pembuangan Sumber: Spesifikasi Teknis Sumur Pompa Tangan (SPT) (AB-D/LW/ST/001/98). licin dengan kemiringan 2% ke arah sarana pengolahan air buangan atau badan penerima (sungai). Pada bagian ini akan dijelaskan perencanaan untuk penggunaan langsung dari bak penampung. Kriteria Ketahanan dan Kekuatan Kekuatan dan ketahanan struktur SPT sebagai sumber air bersih memenuhi ketentuan sebagai berikut: 1. Departemen Pekerjaan Umum e. dibuat dengan kemiringan (1–3)% ke arah saluran pembuangan 2. seperti kakus.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Tabel 3.) Radius pelayanan kurang dari 200 m. Lokasi Penempatan 1. maka jarak harus diusahakan lebih dari 15 m dari sumber pencemaran 3. Penampung Air Hujan (PAH) Pemanfaatan air bersih dari solusi teknis PAH dapat langsung dari bak penampung atau disalurkan menggunakan hidran umum. f. tidak licin.41 Komponen dan Fungsi Pompa Tangan No. 5. serta letak sumur harus lebih tinggi dari sumber pengotoran 2. Sumur (dangkal/dalam) Mencegah pencemaran yang berasal dari muka tanah.) Lantai sumur harus kedap air. 3.) Bila letak sumur lebih rendah dari pencemaran. lubang galian kotor. 131 . Gambar jenis dan detail SPT lebih rinci dapat dilihat pada Lampiran–5.) Bahan bangunan yang dipergunakan memenuhi ketentuan sebagai berikut: Bata merah atau batako yang digunakan memenuhi klas 25 kg/cm (tidak mudah hancur terkena perubahan cuaca) Pipa hisap (tekan) dan pipa selubung yang digunakan mengikuti SII dan SNI S-20-1990-03 Untuk saringan digunakan pipa PVC dengan diameter sama dengan diameter pipa hisap (tekan) dan diberi lubang 4. D. empang.) Jarak sumur harus lebih 10 m dari sumber pencemaran. Komponen Fungsi 1. 4.

Perhitungan Dimensi 132 . Atap yang dimaksud adalah atap seng atau genting. Bak penampung Pipa peluap Terbuat dari bahan bukan logam Harus ditutup dengan kasa nyamuk 7. b. Dengan adanya PAH ini diharapkan kebutuhan air minum keluarga akan terjamin 1 tahun. 8. Komponen Bidang penangkap air Talang air Fungsi Menangkap air hujan sebelum mencapai tanah Mengumpulkan air hujan yang jatuh pada bidang penangkap dan mengumpulkan ke bak penampung Menyaring air hujan dari kotoran Memberikan akses untuk masuk ke dalam bak penampung pada saat memperbaiki dan atau membersihkan Menampung air hujan yang perlu disimpan sebagai persediaan musim kemarau Meluapkan air hujan yang melebihi kapasitas penampung dan berfungsi sebagai pipa udara Sebagai alat pengambilan air bagi konsumen Sebagai alat untuk menguras penampungan air hujan Keterangan Atap rumah terbuat dari genting.300 mm per tahun 2. 2. 2. Sumber: Kran pengambil air Kran penguras Tata Cara Rancangan Penampung Air Hujan untuk Penyediaan Air Minum (AB-K/RE-RT/TC/038/98). Kriteria Desain 1. Definisi Penampung Air Hujan (PAH) adalah tangki untuk menampung dan menyimpan air hujan yang akan dipergunakan sebagai sumber air bersih selama musim kemarau. berfungsi untuk menangkap air hujan dan menyalurkan ke dalam tangki PAH. 3. Tinggi curah hujan minimal 1. Tangki PAH. Komponen PAH dapat dilihat pada Tabel 3. Komponen Prasarana dan Sarana Prasarana dan sarana yang membentuk SPAM Komunal Air Hujan terdiri dari: 1. Penampung air hujan harus kedap air Air hujan jatuh pertama setelah musim kemarau jangan langsung ditampung Pengambilan air harus melalui kran Lubang pemeriksa harus di bagian atas bak penampung dan ditutup Air bersih yang dihasilkan harus memenuhi ketentuan yang berlaku • Perhitungan Kapasitas Bak Penampung Kapasitas bak penampung ditentukan berdasarkan: 1. Departemen Pekerjaan Umum c. asbes atau seng Talang dilengkapi dengan alat pengalih aliran untuk mengatur arah aliran menuju bak penampung Diletakkan pada tempat pemasukan air hujan Harus ditutup 3. berfungsi sebagai reservoir untuk menampung air hujan dengan aman yang dikumpulkan sewaktu musim hujan atau dapat juga digunakan untuk menampung air bersih yang didistribusi melalui mobil tangki. 2. Media penyaring dapat berupa kerikil/pecahan bata. 3. 6. Atap dan talang. berfungsi untuk menyaring air hujan yang mungkin terkontaminasi karena melalui atap dan talang.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana a. Luas bidang penangkap air d.42 berikut: Tabel 3. Air ini akan dimanfaatkan hanya sebagai air minum.42 Komponen Penampung Air Hujan (PAH) No 1. Media penyaring. Saringan Lubang pemeriksa 5. 4. 5. 4.

4. Ada partisipasi masyarakat setempat dalam pelaksanaan pembangunan.5 m 2 x 91 hari Asumsi luas permukaan bak = 9 m x 5 m = 45 m2 Maka. 2.03 m A 45 m 2 Dengan asumsi-asumsi di atas. kedalaman bak: D= Vbak 136.5 m3 / h = 136. PAH harus kedap air Penempatan PAH harus dapat menampung air hujan dan air bersih dari PDAM yang didistribusikan melalui mobil-mobil tangki. Pembuatan Penampung Air Hujan (PAH) harus memenuhi ketentuan sebagai berikut: 1. Kebutuhan pokok pemakaian air (5 – 15) L/o/h • Perhitungan bak penampung: Asumsi : Curah hujan minimal 1. 3. Lokasi tempat PAH dipilih pada daerah-daerah kritis dengan curah hujan yang cukup Dilaksanakan oleh tenaga kerja yang terampil sebagai tukang.300 mm/tahun Pemakaian air maksimum : 15 L/o/h Penampungan air dilakukan untuk persediaan 3 bulan (91 hari) kemarau Jumlah penduduk 100 orang Dicari : Dimensi bak penampungan Perhitungan : Perhitungan kebutuhan air maksimum Q = 15 L / o / h x 100 = 1500 L / h = 1. yaitu PAH cetakan fiber dan PAH Pasangan Batu Bata. PAH terdiri dari dua jenis.5 m3 / h • Perhitungan dimensi bak penampung: Vbak = 1. yang dikenal dengan Penampung Air Hujan (PAH).Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 3. Spesifikasi Teknis Spesifikasi teknis SPAM Komunal Air Hujan meliputi spesifikasi alat dan bahan yang diperlukan dalam membangun prasarana SPAM Komunal Air Hujan. 1. Pengopersian dan pemeliharaan diserahkan sepenuhnya kepada pemakai air bersih Dana yang dipergunakan untuk kegiatan operasi dan pemeliharaan PAH sepenuhnya dibiayai oleh masyarakat pemakai air Terjaminnya kontinuitas air serta kualitas memenuhi syarat kesehatan Teknlogi yang dipergunakan untuk pengoperasian dan pemeliharaan PAH harus mudah dimengerti oleh masyarakat pemakai air Persyaratan umum operasi dan pemeliharaan penyediaan air bersih harus memenuhi: 133 . volume bak penangkap mata air dapat ditentukan dengan menggunakan Tabel 3. 3. 4.5 m3 = = 3. 5. pengopresaian dan pemeliharaan PAH.43 e. 2.

43 Bahan Konstruksi PAH Cetakan Fiber No 1 2 3 Jenis Bahan Semen Pasir Kerikil Volume 10 zak 1 m3 1 m3 KETERANGAN Mempunyai kehalusan dan sipat ikat yang baik. Teknis Pembuatan PAH Pasangan Bata • Peralatan Peralatan yang diperlukan: a) b) c) d) e) f) • Kunci Pas Kunci Ring Martil Tangga Kunci Pipa Tang Bahan Bahan yang digunakan pembuatan PAH harus memenuhi ketentuan pada Tabel 3. sesuai dengan SNI 15-2049-1990 tentang Mutu dan cara uji semen Portland Mempunyai gradasi baik dan bebas dari kandungan organik sesuai dengan SNI 03-1750-1990 tentang Mutu dan Cara Uji Agregat Beton Bergradasi sesuai dengan kebutuhan. bersih dan bebas dari kandungan organik sesuai dengan SNI 03-1750-1990 tentang mutu dan cara uji agregat beton Diameter 6 mm Mempunyai kwekuatan minimum 25 kg/cm² sesuai dengan SNI 15-2094-1991 tentang mutu dan cara uji bata merah Untuk bahan talang Diameter 13 mm Diameter 25 mm panjang 2 m Diameter 25 mm Diameter ½"" Diameter ½" 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Besi Beton Kawat Beton Batu Bata Seng Keran Air Pipa GI Dop GI Kran Inlet Kran Penguras 16 btg 1 kg 50 bh 2 lb 1 bh 2 bh 1 bh 1 bh 1 bh g.44 berikut: 134 .43 berikut: Tabel 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana f. Teknis Pembuatan PAH Cetakan Fiber • Peralatan Peralatan yang diperlukan: a) b) c) d) e) f) • Kunci Pas Kunci Ring Martil Tangga Kunci Pipa Tang Bahan Bahan yang digunakan pembuatan PAH harus memenuhi ketentuan pada Tabel 3.

sesuai dengan SNI 15-2049-1990 tentang Mutu dan cara uji semen Portland.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Tabel 3.45 berikut: 135 . bersih dan bebas dari kandungan organik sesuai dengan SNI 03-1750-1990 tentang mutu dan cara uji agregat beton Diameter 6 mm Diameter 8 mm Mempunyai kekuatan minumum 25 kg/cm² Untuk bahan talang Diameter 13 mm Dia 25 mm panjang 3 m 2 Pasir 7 m³ 3 Kerikil 3 m³ 4 5 6 7 8 9 10 Besi Beton Besi Beton Kawat Beton Batu Bata Seng Keran Air Pipa GI 16 8 2 1800 3 4 2 btg btg kg bh lb bh btg Gambar 3. yang sesuai dengan SNI 03-1750-1990 tentang Mutu dan Cara Uji Agregat Beton Bergradasi sesuai dengan kebutuhan. 1 Jenis Bahan Semen Volume 25 Zak Keterangan Mempunyai kehalusan dan sipat ikat yang baik. • Saringan Komponen dan ukuran saringan dapat dilihat pada Tabel 3. bersih dan bebas dari kandungan organik. Mempunyai gradasi baik. Ukuran Perlengkapan PAH • Talang air Dimensi talang rambu yang digunakan disesuaikan dengan dimensi talang pabrikan yang ada di pasaran.109 Cetakan Fiberglass h.44 Bahan Konstruksi PAH Pasangan Bata No.

.............................4 0........ 500 mm 500 mm 750 mm Sumber: Tata Cara Rancangan Penampung Air Hujan untuk Penyediaan Air Minum (AB-K/RE-RT/TC/038/98)...................... 60 x 60 cm2 Tata Cara Rancangan Penampung Air Hujan untuk Penyediaan Air Minum (AB-K/RE-RT/TC/038/98).......5 Ketebalan kerikil .. 1........ 1....... 2................. 1.....................6 Diameter kerikil .... Saringan Pasir Ukuran 1.. 3... Sumber: Ventilasi Pipa peluap Lubang pemeriksa ∅ 44 mm – 63 mm min......46 berikut: Tabel 3......4 200 – 350 10 – 40 mm mm mm mm mm 2... Tinggi 1800 mm Diameter cetakan luar 1960 mm Diameter cetakan dalam 1800 mm 136 .............2 Lebar .. Perlengkapan Dimensi 1.. 1.... 2. 2..............2 Diameter efektif pasir .... Kaporit Pembubuhan kaporit dilakukan sebagai berikut: o o Kaporit dibubuhkan dalam bentuk larutan Pembubuhan kaporit sebanyak 100-500 ml per m3 air hujan b........... Departemen Pekerjaan Umum • Perlengkapan lainnya Ukuran perlengkapan PAH lainnya dapat dilihat pada Tabel 3...46 Perlengkapan PAH No.................3 Koefisien keseragaman ..............45 Komponen dan Ukuran Saringan Pasir PAH No....2 1.................... KOMPONEN MEDIA PENYARING 1.......... 300 – 400 0... ∅ 90 mm min.. DIMENSI SARINGAN 2.........2 – 1.....................100 mg/liter j...........1 Panjang . Cara Pengerjaan Cara Pengerjaan PAH Cetakan Fiber 1...... Kapur Pembubuhan kapur dilakukan sebagai berikut: o o • Kapur dibubuhkan dalam bentuk kapur padam Pembubuhan kapur sebanyak 25 ......1 Ketebalan media pasir... 1.....30 – 1.3 Dalam...... Pekerjaan Persiapan Langkah awal dalam pembuatan PAH yaitu pembuatan cetakan dengan kriteria sebagai berikut: Ketebalan minimum 8 mm...................4 Porositas ............. Pembubuhan Zat Kimia a................Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Tabel 3.............................................. Departemen Pekerjaan Umum i...........

60 M 0. b.00 M 5.86 m . Buat lingkaran pada tanah dengan diameter 1.104 Gambar 3.30 M Jumlah 9 batang 6 batang 6 batang 4 batang 4 batang 3 batang 1 Batang 2 batang 2 batang 4 batang 3 batang 3 batang 2 batang 2 batang 2 batang 2 batang Keterangan Tulangan lingkaran horisontal dinding dan lantai PAH Tulangan lantai dan dinding Tulangan lantai dan dinding Tulangan lantai Tulangan tutup Tulangan tutup Tulangan tutup Tulangan tutup Tulangan tutup Tulangan tutup Tulangan tutup Tulangan tutup Tulangan tutup Tulangan tutup Tulangan tutup Tulangan tutup 2.55 M 0.47 berikut: Tabel 3.103.45 M 0.111 Buat Lingkaran Dengan Diameter 1.60 M 0.85 M 0.00 M 0. Pasang patok-kayu tepat pada garis lingkaran tersebut setiap 20 cm seperti Gambar 3.30 M 5.90 M 1. dipasang atau dibuka dengan cara mengencangkan baut-baut lihat Gambar 3.95 M 0.60 M 1.75 M 1.72.86 m seperti pada Gambar 3.47 Besi Beton Yang Diperlukan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Panjang 6.86 m 137 Gambar 3. • • • Bersihkan lahan dari kotoran dan akar pohon Tempatkan bahan-bahan di dekat lokasi bangunan PAH Potong besi sesuai dengan ukuran panjang yang diperlukan seperti tabel 3.50 M 5. Pembuatan Tulangan Datar dan Dinding Cara pembuatan tulangan (datar) horizontal : a.95 M 0.110 Buat Lingkaran Dengan Diameter 1.50 M 1.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Cetakan dibagi menjadi tiga bagian yang dapat disetel.

107.109 Tuangkan campuran beton setebal 5 cm dan ratakan dengan roskan (Alat perata dari Kayu).104. Gali tanah dengan batas lingkaran tersebut sedalam 15 cm. seperti pada Gambar 3.108. Tuangkan campuran beton setebal 5 cm dan ratakan dengan roskan (Alat perata dari Kayu) seperti gambar 3. d.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana c. seperti Gambar 3. Gambar 116. seperti Gambar 3. seperti Gambar 3. Pembuatan Campuran Beton Urug galian tersebut dengan pasir setebal 10 cm dan padatkan.111.106. e.105. seperti gambar 3. 3. Buat campuran beton tumbuk dengan perbandingan 1 semen: 2 pasir: 3 kerikil sebanyak 0. f. Buat lingkaran besi (besi nomor 1 pada tabel 3) mengikuti patok kayu (sesuai gambar 3)dan ikat dengan kawat beton. Buat lingkaran pada tanah di lokasi PAH dengan diameter 2 m. Gambar 3. seperti pada gambar 3.115 Penggalian Pondasi sedalam 15 cm c. 138 .112 Buat Lingkaran Dengan Diameter 2 m Gambar 3. b.16 m3.113 Lingkarkan besi beton yang akan dibuat tulangan horizontal pada patok-patok dan beri kelebihan Gambar 3. Pembuatan Pondasi PAH Pembuatan pondasi PAH dapat dilakukan sebagai berikut: a.

117 Penuangan Campuran Beton Gambar 3. 2 mm2 mm2 mm2 mm2 mm2 mm c. 2 Besi No. 3 Besi No. 2 Besi No.112. seperti pada Gambar 3. 2 Besi No. 3 Besi No. Tuangkan campuran beton untuk lantai dasar PAH diatas rakitan tulangan baja beton sampai batas tulangan dasar dinding. 2 Besi No. seperti dalam Gambar 3. Rakit tulangan nomor 2.119 Perataan Campuran Beton 4. ratakan adukan dengan menggunakan roskan. Besi No. 4 pada tabel 3 seperti PAH.118 Pelapisan dengan pasir sedalam 10 cm Gambar 3.113. 2 Besi No. 3 Besi No.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3. b.114. Buat campuran beton dengan perbandingan 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil sebanyak 0. 4 1 8200 mm 1 8400 mm 1 7900 mm 1 8100 mm 1 8100 mm 1 8400 mm 1 8200 mm 1 7900 mm Gambar 3. 3.20 m3 campuran harus rata dan tidak encer. Pembuatan Lantai Dasar PAH Pembuatan Lantai PAH dilakukan sebagai berikut : a. ikat dengan kawat beton dengan kuat seperti gambar 3. 2 Besi No. 4 . 3 Besi No. 4 Besi No.120 Merakit Tulangan Dasar 139 Besi No. 4 Besi No.

56 m3. 140 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana d.119 Tuangkan campuran beton ke dalam cetakan setinggi + 20 cm dan padatkan dengan bantuan tongkat kayu atau besi seperti pada gambar 3. Olesi cetakan dengan olie Rakit dan pasang cetakan bagian dalam diatas lantai dasar PAH yang telah kering (kurang lebih 6 jam) seperti pada gambar 3.118 Siapkan campuran beton dengan perbandingan 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil sebanyak 0.121 Struktur Pengecoran Lantai Bangunan PAH 5. b.115. e. Batas Pengecoran Tulangan Dinding Horizontal Lantai Tulangan Lantai Dinding Vertikal Lantai Kerja Pasir Padat Gambar 3.118 Pasang cetakan bagian bawah luar dan atur sehingga jarak antara cetakan bagian luar Gambar 3. Biarkan beton sampai kering dan mengeras kurang lebih 4 jam sebelum melanjutkan ke pembuatan dinding PAH dengan hasil pengecoran seperti pada Gambar 3. d. Pembuatan Dinding PAH Pembuatan dinding PAH dilakukan sebagai berikut : a. f. g.121 Pasang 1 buah tulangan datar (lingkaran) yang pertama tanpa diikat dengan tulangan tegak demikian seterusnya hingga cetakan dinding bagian bawah penuh c.122 Cetakan Dinding dan dalam berjarak 8 cm pada gambar 3. Campuran harus homogen dan tidak encer.120 dan 3. seperti pada gambar 3.117 Bengkokkan kelebihan tulangan lantai sehingga menjadi tulangan tegak dinding. Atur jarak tulangan tegak tersebut dan ikat dengan kawat beton seperti terlihat pada Gambar 3.

Gambar 3.123 Cetakan Luar Dinding B atas Pengecoran 0.126 Pembuatan Lubang untuk Pipa Outlet 141 Gambar 3. Buat lubang-lubang pada dinding PAH untuk memasang pipa outlet.124 Cetakan Dinding PAH h.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana T u la n g a n T e g a k B e to n D o c k in g C e ta k a n D a la m A ta s C e ta k a n d a la m B a w a h C e ta k a n L u a r B a w a h B a ta s P e n g e c o ra n 0.2 mm T u la n g D in d in g H o riz o n ta l P e rta m a L a n ta i L a n ta i K e rja P a s ir P a d a t Gambar 3. campuran 1 semen : 2 pasir.2 mm 0. Pasang cetakan bagian luar atas. dan lakukan pengecoran seperti bagian bawah sampai bagian dinding seluruhnya terisi penuh seperti pada Gambar 3. seperti pada Gambar 3.122 Gambar 3.127 Perapihan dan Penutupan Bekas . penguras dan peluap dengan bantuan paku atau paku atau pahat dan palu. k.121 Tutup celah-celah bekas pemasangan pipa-pipa pada butir 10 dengan mortar semen. seperti pada Gambar 3. j.2 mm Tulangan D inding H orizontal K edua Gambar 3.120 Biarkan campuran kurang lebih 6 jam hingga beton mengeras sampai cetakan dapat dibuka.125 Pengecoran i.

Rakit cetakan tutup PAH dan pasang di atas dinding PAH Bengkokkan kelebihan tulang tegak dinding PAH kearah dalam dan diikatkan dengan tulangan tutup Pasang tulangan tutup di atas cetakan tutup PAH dan ikat dengan kawat beton seperti Gambar 3. c. d.128 Merakit Tutup PAH 6. g. dan selesaikan lubang manhole dengan pasangan bata 7. e.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Besi No 12 Besi No 8 Besi No 10 Besi No 11 Besi No 16 Besi No 6 Besi No 6 Besi No 12 Besi No 3 Besi No 11 Besi No 10 Besi No 9 Besi No 10 Besi No 13 Besi No 7 Besi No 13 Besi No 14 Besi No 16 Besi No 16 Besi No 14 Besi No 13 Besi No 9 Besi No 10 Besi No 11 Besi No 12 Besi No 6 Gambar 3.124 Pasang cetakan lubang inlet dan manhole pada posisi yang tepat seperti Gambar 3. Buka Cetakan.125 Siapkan campuran beton tersebut dan tuangkan di atas cetakan dan dan ratakan setebal 5 cm lihat Gambar 3. Pembuatan Tutup PAH dan Lubang Pemeriksa Pembuatan tutup PAH dilakukan sebagai berikut : a. Pekerjaan Penyelesaian Penyelesaian pekerjaan dapat dilakukan sebagai berikut : Gambar 3.130 Pematokan lokasi badan pondasi . b.126 Biarkan beton kering dan mengeras.129 Pengoperasian Bangunan PAH 142 Gambar 3. f.

128 Pasang lantai pasir padat setebal 10 cm. kran. seperti pada Gambar 3. Bersihkan lahan dari kotoran dan akar pohon Tandai dengan patok sesuai ukuran pada gambar (Panjang = 2 m.131. b. Gambar 3.126 Hubungkan patok yang satu dengan yang lain dengan benang/tali hingga mempunyai ketinggian yang sama.129 Pasang batu kosong. pipa outlet. b.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana a. Pembuatan Pondasi PAH Pembuatan pondasi PAH dapat dilakukan sebagai berikut : a. Lebar = 2 dan tinggi = 1.125 Cara Pengerjaan PAH Pasangan Bata 1. Pekerjaan Persiapan Kegiatan persiapan yang perlu dilakukan : a. Penggalian Pondasi 2. d. Gali tanah untuk pondasi hingga kedalaman 60 cm pada lereng tebing dan 30 cm pada sisi lain dari bak PMA.130 Gambar 3. Tentukan lokasi PAH pada tanah yang relatip datar dan dekat dengan bangunan tadah air hujan (Atap Rumah). b. seperti pada Gambar 3.3) meter.132 Pemberian pasangan batu kosong pondasi Gambar 3. tutup pipa Operasikan PAH sesuai dengan kebutuhan.127 Gambar 3. c. seperti pada Gambar 3. Gambar 3. Gambar 3. c. • Plester dinding bagian dalam PAH dengan acian dan pertebal sambungan antara lantai dan dinding PAH dengan adukan 1 semen : 2 pasir halus untuk menghindari bocoran Buat lubang untuk meletakkan tempat pengambilan air dari pasangan bata Pasang talang.133 Pemberian pasir pada lantai pondasi 143 . d. c.

3 meter) seperti pada Gambar 3.134 Pemasangan pondasi Gambar 3.135 Pondasi yang sudah terpasang d. Rakit pembesian (ukuran tulangan 15 cm x 15 cm) untuk tiang disetiap sudut pondasi hingga mencapai ketinggian bak (1.131 Isi lubang bekas galian pondasi dengan tanah urug. seperti pada Rakit pembesian untuk slop beton sepanjang pondasi dengan ukuran 15 cm x 15 cm seperti pada Gambar 3.136 Pembesian pada tiang-tiang dan slop Gambar 3.130 dan 3.134 144 .132 Gambar 3. e. h. f.133 Buat cetakan dari papan untuk mencetak adukan pada slop beton dan tiang beton. Pasang pondasi pasangan batu kali yang terbuat dari bahan batu kali dengan campuran semen : 3 pasir hingga ketinggian yang telah ditetapkan Gambar 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3. seperti pada Gambar 3.137 Pengurugan lubang bekas galian pondasi g.

136 dan 3. Buka cetakan kayu pada slop beton dan tiang beton bila betonan sudah kering ( + 2 hari).137 145 .140 Pembuatan lantai PAH Gambar 3.139 Pembuatan cetakan tiang beton PAH Pembuatan Lantai PAH dilakukan sebagai berikut : a. seperti dalam Gambar 3. seperti pada Gambar 3.141 Pemasangan dinding PAH 4. c. b.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3. Pasang dinding bak dengan kontruksi batu bata hingga mencapai ketinggian bak. Pembuatan Dinding PAH Pembuatan dinding PAH dilakukan sebagai berikut : a.136 Biarkan beton sampai kering dan mengeras sebelum melanjutkan ke pembuatan dinding PAH Gambar 3. Buat campuran beton dengan perbandingan 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil sebanyak 0.40 m3 campuran harus rata dan tidak encer.138 Pembuatan cetakan slop beton pondasi PAH 3. Tuangkan campuran beton untuk lantai dasar PAH setebal 10 cm. b. Pembuatan Lantai Dasar PAH Gambar 3. ratakan adukan dengan menggunakan roskan.

e.112 146 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.142 Pasang pipa udara pada bagian yang telah ditentukan sebelum dicor. peluap dan kran diameter ½ inchi sebanyak 4 buah Tutup celah-celah bekas pemasangan pipa-pipa pada butir 10 dengan mortar semen. Pembuatan Tutup PAH dan Lubang Pemeriksa Pemasangan tutup dan lubang pemeriksa dilakukan sebagai berikut : a. seperti pada Gambar 3. sesuai ukuran tutup bangunan PMA yang akan dicor di atas cetakan. d. b. Pasang bekisting untuk pembuatan tutup bangunan PAH. Gambar 3.3 cm diseluruh bidang di bawah pembesian Buat sekat ukuran 60 cm X 60 cm dari kayu tipis pada bagian tutup bak kontrol. Buat lubang-lubang pada dinding PAH untuk memasang pipa outlet. seperti pada Gambar 3. campuran 1 semen : 2 pasir Plester dinding bak dengan adukan campuran 1 semen : 2 pasir. seperti pada Gambar 3.145 Pemasangan cetakan dan pembesian tutup PAH Susun pembesian ukuran 8 mm . seperti Gambar 3.139 5. Gambar 3. Ganjal batu setebal 2 . e. seperti pada gambar Gambar 3. penguras.144 Pemasangan bekisting pada tutup bangunan tutup PAH c.141 Gambar 3. seperti pada.142 Pemasangan dinding dan pipa out let buatan lantai PAH c. f.15 mm yang telah dirakit.140 Pasang cetakan (terbuat dari bahan triplek) di atas bekisting.143 Pekerjaan plester dinding PAH d.

149 Pembesian dan Pengecoran tutup manhole Gambar 3. j.143 Buat cetakan untuk tutup lubang pemeriksa (manhole).144 Cor tutup beton dengan ketebalan kurang lebih 10 cm. biarkan hasil pengecoran 3 sampai 4 hari (sampai kering). Gambar 3.151 Pengupasan tanah dasar 1. k.148 Pekerjaan pengecoran tutup PAH Gambar 3. seperti pada Gambar 3. seperti pada Gambar 3.146 Gambar 3. seperti pada Gambar 3.150 Pekerjaan plesteran tutup bak 147 Gambar 3. i.20 m dan pengurugan tanah .147 Cetakan dan pembesian pada lubang pemeriksa h. seperti pada Gambar 3. Lakukan pengecoran dengan memasukkan adukan dengan perbandingan 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil sambil dirojok agar seluruh bidang terisi dan pembesian tertutup rata.145 Plester tutup bak dengan adukan perbandingan 1 pasir : 2 semen. seperti pada gambar Gambar 3.144 Pasang pembesian untuk tutup lubang pemeriksa dan lengkapi dengan pegangan yang terbuat dari besi ¾ inchi.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.146 Susunan pembesian g.

150. f. seperti pada gambar 3. Kupas (gali) tanah dasar 1/3 lingkaran sepanjang 1. 148 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 6. seperti pada gambar 3.20 m dari sisi (pinggir) pondasi dengan kedalaman 20 cm. e. Gambar 3.152 Pelapisan dengan pasir setebal 5 cm dasar Turap d. Gambar 3. Gambar 3. seperti pada gambar 3. Lapisi dengan pasir padat setebal 5 cm. Biarkan beton sampai kering Pasang saluran pembuangan dengan konstruksi pasangan batu. seperti pada gambar 3.149 Pasang batu kali atau batu bata dengan adukan 1 semen : 4 pasir.153 Pemasangan batu kali dan adukan Tuangkan campuran beton setebal 3 cm dan ratakan dengan roskam (Alat perata dari Kayu). Pekerjaan Lantai dan Saluran Pembuangan Air a.155 Pembuatan saluran Konstruksi bangunan penampungan air hujan secara lengkap dapat dilihat pada gambar teknis berikut.154 Meratakan campuran beton dan saluran pembuangan air Gambar 3.149. c.120.148. b. seperti pada gambar 3.

156 Denah dan Potongan PAH Pasangan Batubata k. 3. 1. 3. Operasi dan Pemeliharaan • Pengoperasian Persiapan Pengoperasian 1. tanah. 149 . tahi burung agar talang tidak tersumbat Bersihkan lantai dasar reservoir dari tanah dan kotoran Bersihkan saluran drainase dari daun-daun dan kotoran agar saluran tidak tersumbat. 2. • Buang air yang ada di talang pada saat hujan pertama setelah musim kemarau Tampung air hujan yang ada di talang kedalam reservoir setelah disaring terlebih dahulu Pelaksanaan Pengoperasian Ambil air dari reservoir menggunakan kran yang dipasang pada reservoir Tutup reservoir agar tidak terkontaminasi Buang air buangan melalui ddrainase yang ada di lantai dasar Pelaksanaan Pengoperasian Pemeliharaan Pemeliharaan harian atau mingguan 1. Bersihkan talang dari kotoran yang ada seperti daun. 3. untuk mencegah retaknya PAH karena panas sinar matahari. 2.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3. 2. 4. Jaga agar PAH selalu terisi air dengan tinggi minimum 10 cm.

sesuai tabel 3. 2. sementara PAH belum diisi air Bersihkan PAH setiap awal musim hujan Buang air di dalam PAH yang berasal dari hujan pertama. lantai dasar. Talang. Dep. 4.Pengecatan. lakukan ini selama sepuluh menit pertama Cat bak dengan warna biru Tebang pohon-pohon yang tumbuh sekitar bak Buat kelengkapan cara pemeliharaan dan pasang di dekat PAH.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Pemeliharaan Tahunan 1. dengan cara: • • 2. saluran drainase 2. talang. Tambal dengan lapisan mortar cement jika reservoir terbuat dari Tambal dengan lapisan resin jika reservoir terbuat dari fiberglass • Perbaikan 1. 5. Catat kerusakan yang terjadi pada reservoir. kebocoran . 5.48 Cara Pemeliharaan Penampung Air Hujan Perlengkapan Sistem 1. Reservoir.Periksa keretakan. 2003 • Pelaporan PAH 1. 6. kran dan lantai dasar Catat perbaikan yang telah dilaksanakan Catat kapan mulai dan berakhirnya musim hujan Catat kapan air di reservoir habis untuk pemakaian air normal Simpan catatan ini oleh kepala keluarga untuk pedoman perbaikan dan pemeliharaan PAH sesuai keperluan. Reservoir v v v Pemeliharaan Harian/Mingguan Bulanan Tahunan . Siram PAH yang baru selesai dibangun minimum selama 7 hari. sampah. lantai dasar.48 berikut: Tabel 3. 3. 3. ferrocement Ganti talang dan kran dengan yang baru jika terjadi kebocoran atau kerusakan 150 . 4. penebangan pohon di sekitar PAH Keterangan Sumber: Petunjuk Praktis Pembangunan Prasarana dan Sarana Sistem Penyediaan Air Bersih Perdesaan. sambungan talang 3. Kimpraswil. daun . 2. Perbaiki dinding PAH jika terjadi kebocoran atau keretakan.Bersihkan dari kotoran.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

atap bangunan

drum saringan

drum saringan

A
pompa tangan pompa tangan saluran drainase saluran drainase

A

±9m

pompa tangan

pompa tangan

drum saringan

±3m ±5m

drum saringan

atap bangunan

Gambar H D E N A 3.157 Denah Bangunan PAH

pompa tangan saringan

pompa tangan

saluran drainase

±2m

dilapis geomebran

saluran drainase

±3m

POTONGAN A-A

Gambar 3.158 Potongan A-A Bangunan PAH

151

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

drum

kerikil jagung ± 10 cm ijuk ± 5 cm kerikil halus ± 10 cm

Pipa GIP Ø 6"

DETAIL SARINGAN

Gambar 3.159 Detail Unit Saringan Bangunan PAH

3.5.3

UNIT DISTRIBUSI

A. Perpipaan Jaringan perpipaan yang dimaksud dalam bagian ini adalah perpipaan transmisi, yaitu jaringan perpipaan yang berfungsi membawa air bersih dari unit produksi ke titik awal jaringan distribusi, serta perpipaan distribusi yang menghubungkan perpipaan transmisi dengan unit pemanfaatan berupa hidran umum (HU). 1. Kriteria Desain Perencanaan jalur pipa harus memenuhi ketentuan teknis sebagai berikut: • • • • • • • Jalur pipa sependek mungkin Menghindari jalur yang mengakibatkan konstruksi sulit dan mahal Tinggi hidrolis pipa minimum 5 m di atas pipa, sehingga cukup menjamin operasi katup udara (air valve) Menghindari perbedaan elevasi yang terlalu besar, sehingga tidak ada perbedaan kelas pipa. Pipa harus direncanakan untuk mengalirkan debit maksimum harian Kehilangan tekanan dalam pipa tidak lebih dari 30% dari total tekanan statis pada sistem transmisi. Untuk sistem gravitasi, kehilangan tekanan maksimum 5 m/1000 m atau sesuai dengan spesifikasi teknis pipa Pemilihan bahan pipa harus memenuhi persyaratan teknis

Penentuan dimensi pipa harus memenuhi ketentuan teknis sebagai berikut:

2. Perhitungan Pipa transmisi direncanakan untuk dapat memenuhi keperluan pengaliran sampai dengan 10 tahun mendatang. Untuk pendekatan perencanaan, kapasitas sistem direncanakan seperti pada Tabel 3.49 berikut:

152

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

Tabel 3.49 Desain Aliran Berdasarkan Jumlah Rumah Tangga yang Dilayani
Kapasitas Sistem (L/det) Jumlah Rumah Tangga yang Dilayani Desain Aliran (L/det)

2,5 5,0

150 - 300 > 300

2,5 5,0

Sumber: Pedoman Teknis Proyek Air Bersih Perdesaan dengan Sistem Perpipaan dan Sumur Artesis (PAB-PPSA), Direktorat Jenderal Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum, 1985

a. Sistem Gravitasi Ada 3 (tiga) sistem gravitasi yang dapat dibedakan seperti pada Gambar 3.131, sedangkan definisi untuk masing-masing sistem gravitasi tersebut dijelaskan pada Tabel 3.49 dengan penentuan kemiringan hidrolis menggunakan Tabel 3.50.
Tabel 3.50 Definisi Sistem Gravitasi Jaringan Perpipaan

Keadaan lapangan 1 Beda tinggi lebih kecil dari 5 m dan dapat dipandang sebagai daerah datar
H1 H2

L = 1.380 m S = 2 m (beda tinggi) Pilih I dari kolom [2] (S = 0–5 m) dan (L=1.000 – 5.000 m), diperoleh I = 0,007

Keadaan lapangan 2 Beda tinggi lebih dari 5 m dan menurun dari arah sumber
>5m H1 H2

L = 1.380 m S = 7 m (beda tinggi) Pilih I dari kolom [3] (S = 5–10 m) dan (L=1.000 – 1.500 m), diperoleh I = 0,010

Keadaan lapangan 3 Beda tinggi lebih dari 5 m dan menanjak dari arah sumber
H2 H1

L = 1.380 m S = 20 m (beda tinggi) Pilih I dari kolom [7] (S > 5 m) dan (L=1.000 – 5.000 m), diperoleh I = 0,010

>5m

153

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

1.
H1 H4 = H 2 + 20

Titik terendah

H2 H3

Transmisi

Distribusi

2.
H4= H2+ 20

H1

H2

Titik terendah
H3

Transmisi

Distribusi

3.

H1

H4 = H2 + 20

H3 Lokasi point

H2

Transmisi

Distribusi

Gambar 3.153 Kondisi Umum Perpipaan Sistem Gravitasi

154

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

Tabel 3. 51 Pemilihan Kemiringan Hidrolis
L (m) [1] Keadaan lapangan 1 (daerah datar) [2] [3] Keadaan lapangan 2 (daerah tidak datar dan menurun) [4] [5] Keadaan lapangan 3 (daerah tidak datar dan menanjak) [6] [7]

< 1000 1000 – 5000 1500 – 2000 2000 – 2500 2500 – 3000 3000 – 3500 3500 – 4000 4000 – 4500 4500 – 5000

0.010 0.007 0.005 0.004 0.003 0.003 0.002 0.002 0.002

0.015 0.010 0.008 0.006 0.005 0.004 0.004 0.003 0.003

0.020 0.013 0.010 0.008 0.007 0.006 0.005 0.004 0.004

0.025 0.017 0.013 0.010 0.008 0.007 0.006 0.006 0.005

0.030 0.020 0.015 0.012 0.010 0.009 0.008 0.007 0.006

0.010 0.007 0.005 0.004 0.003 0.003 0.002 0.002 0.002

Sumber: Pedoman Teknis Proyek Air Bersih Perdesaan dengan Sistem Perpipaan dan Sumur Artesis (PAB-PPSA), Direktorat Jenderal Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum, 1985

i. Tentukan perbedaan tinggi antara sumber air dan titik terendah pada sistem • • Jika perbedaan tinggi ini lebih kecil dari 100 meter, tidak diperlukan bak pelepas tekan (BPT) Jika perbedaan tinggi ini lebih besar dari 100 meter, diperlukan BPT, dipasang pada daerah yang sesuai, pada ketinggian 100 meter di atas titik terendah

Jika tidak dibutuhkan BPT: (a) Tentukan gradien, I I = H1 – H4 L (29)

dengan pengertian: I = Gradien hidrolis H1 = Elevasi sumber air, m H4 = Elevasi titik akhir pipa transmisi ditambah 20 m L = Panjang jalur pipa transmisi utama (b) Jika terdapat titik tertinggi di antara sumber dan titik tertinggi I = H1 – Htitik tertinggi Ltitik tertinggi (30)

dengan pengertian: I = Gradien hidrolis H1 = Elevasi sumber air, m Htitik tertinggi = Elevasi tertinggi di jaringan distribusi Ltitik tertinggi = Jarak antara sumber ke titik tertinggi di jaringan distribusi (c) Ambil I yang terendah diantara keduanya, pilihlah pipa dari Tabel 3.50 atau Tabel 3.51 tergantung dari jenis bahan. Gunakan I yang lebih kecil. (d) Jika tidak ada diameter yang bisa dipilih dalam tabel, karena harga I lebih kecil dari 0,001 gunakan sistem pemompaan.

155

354 0.106 0.508 0.035 0.056 0.247 0.362 4.032 0.009 0.426 0.382 0.094 8.007 0.570 0.733 2.776 4.232 1.251 4.005 8.157 10.292 0.938 3.824 0.888 0.764 0.871 4.911 10.280 0.254 5.008 0.005 0.182 0.593 0.211 0.115 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Tabel 3.789 75 0.017 1.479 5.100 0.046 0.778 5.055 0.465 0.309 0.644 0.683 3.009 0.522 0.747 8.425 2.252 1.152 0.282 0.957 3.224 0.225 2.574 0.020 3.818 1.004 1 ½” 0.354 1.160 0.212 0.125 1.106 Pemilihan Diameter Pipa PVC (ISO – Class 10.222 5.915 0.121 0.326 3.207 4.703 0.092 1.703 6.175 3.710 7.060 ∅: ½” 0.833 0.994 2.224 1.55 mm.725 0.091 0.060 ∅: 16 0.031 0.842 1.799 0.976 5.935 3.074 0.039 0.216 0.071 0.119 0.748 1.128 1.608 3.622 1.286 3.049 0.539 1.625 3.157 0.044 0.346 0.705 1.995 5.430 4.775 0.623 1.165 1.247 1.339 2.085 1. 1985 Tabel 3.310 0.516 6.231 4.427 0.179 0.767 5.768 0.750 10.050 0.292 1.264 0.644 0.961 1.885 7.039 0.642 6.193 0.461 0.552 0.156 1.790 2.126 0.126 6.486 0.039 0.558 50 11.005 0.462 11.200 0.440 4. Departemen Pekerjaan Umum.349 0.934 Catatan: ∅ = diameter nominal dalam (dalam mm).489 0.755 0.821 6.776 2.240 0.011 1.217 2.345 3.313 0.311 2.064 0.950 1.242 0.112 3.010 0.230 0.081 0.55 mm) DEBIT (L/det) I 0.184 0.066 0.158 8.085 0.388 0.025 0.045 0.076 0.386 0.610 0.878 0.008 0.336 0.265 0.121 6.670 0.020 4.687 7.310 0.016 0.027 0. k = 0.330 0.362 0.870 0.066 0.367 0.460 10.037 0.251 6” 6.016 0.460 5.912 3.526 1.262 0.977 2.018 0.045 0.170 0.974 1.725 3” 1.622 0.013 0.353 4.041 2.578 0.244 7.055 0.058 0.986 9.697 1.359 0.508 0.572 0.023 0.361 3.458 0.143 0.097 0.359 0.174 0.313 1.012 0.606 2.980 9.266 0.112 3/4“ 0.479 0.544 0.069 0.251 0.236 7.230 0.709 2.540 1.104 2.580 Catatan: ∅ = diameter nominal dalam (dalam mm).518 2” 0.040 0.526 9.026 0.376 9.020 0.064 0.441 0.143 0.746 7.817 0.003 0.117 0.156 0.833 4.087 0.572 90 1.189 0.448 2.501 4. Departemen Pekerjaan Umum.021 0.165 3.204 0.434 160 6.143 0.134 110 2.831 2 ¼” 0.469 0.546 3.531 10.107 0.005 7.088 0.002 0.385 32 0.119 4.813 11.085 0.006 0.905 6.030 0.267 5. Direktorat Jenderal Cipta Karya.394 8.057 0.094 0.591 8.216 0.040 5. dalam mm) DEBIT (L/det) 20 0.040 0.614 0.055 0.781 1.074 0.361 1.742 2.453 1.243 0.381 0.004 0.713 8.007 0. 1985 156 .130 0.802 12.050 0.001 0.051 0.490 2.072 0.669 0.231 2.300 4.190 2.020 0.010 0.286 3.490 2.446 1.276 4.939 4.019 0.035 0.961 1.320 6.059 0.713 0.291 11.941 1.388 0.488 0.506 8” 12.995 2.391 0.243 9.074 0.031 0.079 0.168 0.221 2.047 0. k = 0.168 0.306 2.260 0.034 0.003 0.023 0.109 0.190 0.030 0.335 0.021 2.062 2.061 0.212 6.540 11.711 6.128 0.006 0.086 0.002 0.199 0.043 0.142 0.014 0.518 0.127 0.515 6.833 1.632 0.633 6.404 1.069 1.094 0.029 0.510 1 ¼” 0.078 0.714 9. dia.058 0.328 0.019 1.137 0.239 3.276 0.679 4.415 0.582 2. I = gradien hidrolis (dalam m/m) Sumber: Pedoman Teknis Proyek Air Bersih Perdesaan dengan Sistem Perpipaan dan Sumur Artesis (PAB-PPSA).109 0.544 0.776 0.202 0.449 63 0.212 0.037 0.025 0.513 0.403 0.916 2.868 0.031 0.021 7.449 1.408 0.576 4.712 0.53 Pemilihan Diameter Pipa GIP (Class MEDIUM.045 0.131 125 3.001 0.706 0.367 1.288 0.382 2.327 0.078 0.053 0.035 4.851 0.091 0.101 0.135 0. Direktorat Jenderal Cipta Karya.775 4” 2.060 0.890 4.781 10.851 2.020 0.555 1.096 0.497 0.040 0.014 0.186 6.175 0.952 5.213 1.398 8.295 1.156 2.358 1.784 5.52 I 0.442 0.114 0.102 0.271 1.010 0.053 0.012 0.108 0.038 1.254 0.666 4.115 0.888 7.517 3.265 0.669 0.188 0.144 0.153 7.081 0.763 8.170 0.145 0.938 1.035 0.530 1.712 0.237 1.536 2.536 2.266 1” 0.042 0.927 2. I = gradien hidrolis (dalam m/m) Sumber: Pedoman Teknis Proyek Air Bersih Perdesaan dengan Sistem Perpipaan dan Sumur Artesis (PAB-PPSA).356 50 0.101 0.078 7.004 0.052 11.187 0.097 0.016 0.018 0.151 8.081 1.641 1.506 4.737 40 0.209 25 0.140 1.

...... L .......Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Jika dibutuhkan BPT: B re a k P re s s u re T a n k /B a k P e le p a s T e k a n ( B P T ) H1 H bp H4 = H2+ 20 H2 L1 T ra n s m is i L2 D is trib u s i H3 Gambar 3.......... I = Hbp – Htitik tertinggi Ltitik tertinggi (34) Gunakan I yang terendah dari keduanya. Jika daerah distribusi mendaki: TH = H3 – H1 + 20 + I ...... Tentukan diameter pipa dari Tabel 3............... Tentukan diameter pipa transmisi utama antara sumber air dan unit produksi serta antara unit produksi dan daerah pelayanan......... m L = panjang pipa transmisi (36) (35) 157 ...... Hitung tekanan total (total head – TH) Jika daerah distribusi rata dan menurun: TH = H2 – H1 + 20 + I ......... b....51 tergantung dari jenis bahan pipa... m H2 = ketinggian tanah pada awal distribusi......... Sistem Pemompaan i..... Periksa apakah diperlukan booster pump atau tidak iii. hitung: H1 – Htitik tertinggi (33) I = Ltitik tertinggi atau. dengan pengertian: H1 = tinggi permukaan minimal sumber air.......50 dan Tabel 3.... m H3 = ketinggian tanah pada akhir distribusi...... L ...... atau antara sumber dan daerah pelayanan ii....161 Sketsa Kondisi Topografi dengan Bak Pelepas Tekan (BPT) (a) Hitung: I1 = H1 – (Hbp + 10) Ltitik tertinggi Hbp – H4 L2 (32) (31) I2 = (b) Jika terdapat titik tertinggi di antara sumber air dan BPT atau antara BPT dengan daerah pelayanan...

maka perlu dipasang booster pump.162 Sketsa Kondisi Topografi dengan Pemompaan iv. Disain untuk Daerah Berbukit i. c.46. sebut (Hsumber – Hmin) (6) Jika (Hsumber – Hmin) lebih besar dari 100 m perlu dipasang BPT (lihat Gambar 3. lakukan pengecekan sebagai berikut: (1) Hitung perbedaan tinggi antara sumber air dan titik tertinggi pada pipa transmisi utama dan sistem distribusi (Hsumber – Htertinggi) (2) Hitung jarak antara sumber dan titik tertinggi (L) (3) Jika Hsumber – Htertinggi kurang dari 0. B a k P e le p a s T e k a n ( B P T ) < 100 m Gambar 3. Untuk keadaan ini. jaringan mempunyai tekanan lebih besar dari 100 m dan sebagian lagi kurang dari 100 m.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana H3 TH H2 H1 L Transmisi Distribusi Gambar 3. untuk ini perlu didesain khusus. Periksa apakah TH lebih besar dari 80 m.163 Sketsa sumber di atas daerah pelayanan dengan BPT 158 . Jika TH lebih besar dari 80 m. Sumber di atas daerah pelayanan Jika sumber berada di atas daerah pelayanan.141) (7) Bila terjadi kasus seperti pada Gambar 3.001 gunakan pompa (4) Jika Hsumber – Hmaks lebih besar dari 0. detail perhitungan mengikuti prosedur desain untuk daerah yang berbukit.001 gunakan gravitasi (5) Hitung juga perbedaan tinggi antara sumber air dan titik terendah dalam pipa transmisi utama dan pipa distribusi.

diperlukan satu atau lebih booster pump (37) G a r i s T e k a n a n H id r o lis < 80 m D is t r i b u s i > 80 m < 80 m B o o s te r P u m p H S t a s iu n P o m p a Gambar 3......164 Sketsa sumber di atas daerah pelayanan dengan pipa bertekanan tinggi ii..... maka perlu dipasang reservoir kecil........... L + 10 ... 159 .. (5) Jika TH lebih besar dari 80 m.. ikuti pemeriksaan awal berikut: (1) Hitung perbedaan tinggi antara titik tertinggi dalam jalur pipa transmisi utama atau jaringan distribusi (Hmaks) dan sumber (Hmaks – Hmin) (2) Hmin adalah ketinggian sumber air dengan permukaan tanah (3) Hitung jarak antara sumber air dan titik tertinggi (4) Perkirakan total head maksimum TH = Hmax – Hmin + 0.....164......165 Sketsa sumber pada (di bawah) daerah pelayanan dengan booster pump (6) Periksa apakah dapat dialirkan secara gravitasi ke jaringan distribusi (7) Jika terjadi seperti pada Gambar 3........ Sumber pada (di bawah) daerah pelayanan Jika sumber pada (di bawah) daerah pelayanan. yaitu jalur pipa transmisi mempunyai titik tertinggi di antara sumber air dan jaringan distribusi...005 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 100 m > 100 m < 100 m P ip a T e k a n a n T in g g i Gambar 3.

b. Booster Pump Penempatan booster pump harus sedemikian rupa sehingga tinggi tekanan pada node paling rendah atau sama dengan 10 m. booster pump (Gambar 3. Lokasi BPT dan booster pump a. sesuai prosedur berikut: a. atau reservoir.152). BPT. booster pump.53. reservoir kecil (Gambar 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Reservoir kecil Air Valve Distribusi Stasiun Pompa Pompa Gravitasi Gambar 3. maka perhitungan hidrolis dilakukan terpisah.151. Kesesuaian diameter luar untuk pipa PVC dapat dilihat pada Tabel 3. ii. Masukkan nomor node dimulai dari sumber air.53. Kolom 1 Tentukan nomor node awal dan nomor node akhir sesuai Gambar 3. 160 . Kolom 2 Tentukan kapasitas aliran pipa sesuai Gambar 3. Tempatkan BPT setepat mungkin sehingga dapat mengurangi tekanan dalam jaringan distribusi. tetapi tidak kurang dari tekanan yang diperlukan. Kedua sub sistem tersebut hanya berhubungan dengan BPT atau booster pump.166 Sketsa sumber pada (di bawah) daerah pelayanan dengan air valve (8) Jika BPT atau booster pump berada di jalur distribusi.50. c. maka sistem perlu dibagi menjadi dua bagian. b. Bak Pelepas Tekan (BPT) i.150). 3. BPT ditempatkan pada lokasi sedemikian sehingga tekanan pipa tidak lebih besar dari 100 m pada setiap node. Catatan: diameter pipa yang tertera pada tabel merupakan pendekatan. 4. Tempatkan BPT sebelum tempat yang curam sehingga dapat menjamin operasi hidrolis yang baik (smooth). yaitu satu sub sistem rendah dan sub sistem tinggi.151). Perhitungan hidrolis dilakukan dengan menggunakan formulir seperti dapat dilihat pada Tabel 3. iii. Perhitungan hidrolis Jika pada sistem terdapat BPT (Gambar 3. Kolom 3 Buat seleksi awal dari diameter pipa sesuai dengan tabel berikut dan catat hasil seleksi pada kolom 3.

f. i. selalu pakai kapasitas aliran yang lebih besar atau sama dengan kapasitas aliran yang sebenarnya. Kolom 9 Perhitungan tinggi tekan pada titik node akhir setiap bagian pipa yang dihitung sebagai berikut: Dengan awal bagian pipa.009 0.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Aliran pipa (L/det) 0.15 – 0.53. Dalam contoh ini berupa aliran gravitasi.5 – 0.5 Diameter (mm) 13 20 25 40 50 75 Menunjukkan kehilangan tekanan (head loss) per meter panjang pipa (I) yang diperoleh dari Tabel 3. Kolom 4 Menunjukkan panjang pipa sesuai Gambar 3. 161 . Dimulai dari titik pelayanan sampai akhir dari percabangan. Kolom 8 Menunjukkan tinggi titik node akhir setiap bagian pipa diambil dari peta kota. Kolom 5 – 0.15 0.5 0.8 – 2. h.8 d. e.075 0.025 – 0. Kolom 6 Menunjukkan kehilangan tekanan per bagian pipa yang dihitung dengan mengalikan L (kolom 4) dengan I (kolom 5).139. Untuk node akhir dari bagian pipa dihitung dengan cara mengurangkan tinggi tekan (head) node awal bagian pipa tersebut dengan kehilangan tekanan sepanjang pipa itu (kolom 6). Kolom 7 Menunjukkan pertambahan kehilangan tekanan dalam aliran node dimana pertambahan ini dihitung dari kolom 6. Dalam menggunakan tabel. tinggi tekanan pompa distribusi (bila perpompaan) sebagainya.025 0.075 – 0. g. tinggi tekan dimulai sama dengan ketinggian muka sumber air (bila gravitasi) atau BPT.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana SISTEM: DESAIN PIPA PERHITUNGAN HIDROLIS (1) Bagian pipa (2) (3) Diameter (mm) (4) Panjang (m) (5) Gradien hidrolis (m/m) (6) Kehilangan tekanan (m) (7) Kehilangan tekanan kumulatif (m) (8) Elevasi (m) (9) Pipa (m) (10) Sisa tekan (m) (11) Debit Catatan Tabel 3.54 Lembar Perhitungan Hidrolis .

167 φ φ φ φ φ φ φ φ φ φ φ φ φ .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana φ φ φ φ φ φ φ φ φ φ Lay Out Sistem Distribusi Induk Gambar 3.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.168 Arah Aliran dan Diameter Pipa .

Kolom 10 Hitung sisa tekan (residual head) dengan mengurangkan kolom 9 oleh kolom 8. dimulai dari kolom 5. perkecil salah satu diameter atau lebih. Sistem gravitasi Jika satu atau lebih pada kolom 10 mempunyai nilai kurang dari 10 m. 165 . Pemeriksaan terakhir dianjurkan dengan menyiapkan gambar profil dan hidrolis sepanjang jalur transmisi dan poros utama dari jaringan distribusi (lihat sketsa di bawah ini). Jika gradien hidrolis memperlihatkan perubahan yang tiba-tiba. b. ulangi perhitungan pada lembar baru. ii. Ulangi prosedur perhitungan pada lembar baru. sampai diperoleh sisa tekan terendah mendekati 10 m (tetapi tidak lebih kecil dari 10 m). ikuti prosedur berikut: i. perbesar diameter dengan satu atau lebih bagian pipa. Periksa apakah sisa tekan sama dengan atau lebih 10 m pada setiap node.169 Ilustrasi Perhitungan Sisa Tekan pada Jaringan Perpipaan j. ganti diameter pipa dan ulangi perhitungan hidrolis sampai mendapatkan gradien yang lebih halus (smooth). dimulai dari kolom 5. Setelah lengkap perhitungan pada putaran pertama. dan perkecil diameter dari satu atau lebih bagian pipa sehingga sisa tekan sedapat mungkin mendekati 10 m tetapi tidak lebih kecil. Bila semua node mempunyai tinggi tekanan (head) lebih besar dari 10 m.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana M u k a A ir M a ta A ir H1 H1 1 H2 H3 H2 H3 K e h ila n g a n A ir 2 3 Muka Air H1 H2 H3 H1 H2 H3 Kehilangan Air 3 TH 2 1 Pompa Gambar 3. Sistem pompa Pilih node yang mempunyai sisa tekan terkecil (nilai dari kolom 10) Kurangi atau tambahkan TH sehingga sisa tekan pada node itu sama dengan 10 m Hitung kembali nilai kolom 10 keseluruhan sesuai dengan TH yang sesuai langkah sebelumnya Periksa sisa tekan pada node terakhir.

menggunakan klas medium dengan tekanan kerja minimal 8 bar B. 4.96. Tersedia di pasaran 7. 4. Kriteria Pemilihan Pompa Jumlah pompa sesuai dengan kapasitas instalasi dan memperhatikan faktor kontinuitas operasi Jenis sudu pompa sesuai dengan kualitas air Tipe pompa sesuai dengan penggunaannya Diameter pipa hisap dan tekan sesuai dengan pompa yang dibutuhkan Mampu beroperasi pada kapasitas dan tekanan (head) yang ada untuk jangka waktu yang direncanakan 6. 3.15 22. 5. 2. Kapasitas 5.170 Ilustrasi Profil dan Garis Hidrolis Jaringan Perpipaan 5. untuk pipa transmisi sesuaikan diameter pipa seperti pada tabel berikut.6 423 2 8. Kriteria Perencanaan Diameter hasil perhitungan (mm) 100 75 Diameter yang digunakan (mm) 100 100 2.06 16. 6. klas pipa SDR-17 (S-8) dengan tekanan kerja minimal 8 bar Untuk pipa galvanis (GIP). 3. Mudah operasi dan perawatannya 166 . sesuai standar SNI 03-6419-2000/SII-0344-1982. Perpompaan 1.0 2. maka pengadaan pipa mengikuti ketentuan sebagai berikut: Untuk pipa PVC. 7. 1. Diameter akhir Setelah semua perhitungan selesai. 5.5 6. klas pipa S-12.4 Gambar 3. Spesifikasi Teknis Dalam rangka menjamin kualitas pelaksanaan pembangunan prasarana air bersih supaya diperoleh tepat mutu dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. sesuai standar SNI 06-4829-1998-A/ISO 4427.5 dengan tekanan kerja minimal 8 bar Untuk pipa HDPE.12 10.8 305 3 7.96 18. Hal ini supaya pipa transmisi dapat mencukupi kapasitas untuk keperluan 10 tahun mendatang.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana NODE Tinggi Muka Tanah Tekanan Panjang Pipa (m) (m) (m) 1 9.7 403 4 6. 2. Kecepatan aliran air dalam pipa hisap kurang atau sama dengan 1 m/detik Kecepatan aliran air dalam pipa tekan kurang atau sama dengan 2 m/detik Kecepatan aliran air dalam pipa header kurang atau sama dengan 3 m/detik Kehilangan tekanan pada pipa kurang dari 5 m/km Memiliki sarana pengaman untuk mengghindari kerusakan Memiliki alat pengatur kapasitas aliran air Memiliki sarana untuk perawatan dan perbaikan 1.

Jenis pompa untuk kualitas air tertentu dapat dilihat pada Tabel 3. 167 .56 Instalasi Fluida Pemilihan Jenis Pompa Distribusi atau Booster Kapasitas Pompa Jenis Pompa Distribusi/Booster Air Bersih Kurang dari 200L/det Lebih dari 200L/det Centrifugal Single Suction Centrifugal Double Suction Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98). Prosedur Perhitungan Perencanaan jenis dan kapasitas pompa yang dibutuhkan dilakukan sesuai prosedur seperti pada Gambar 3. Departemen Pekerjaan Umum Tabel 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Pemilihan jenis pompa didasarkan pada kualitas air yang ditangani oleh pompa tersebut.56.154 berikut. Departemen Pekerjaan Umum 3.55 dan Tabel 3. Tabel 3.55 Pemilihan Jenis Pompa Air Baku Sumber Air Permukaan Tipe Pompa Bentuk Impeler Material Padat (Terbawa) Vortex Air Permukaan − − − − − − − − − − − Abrasif Viskositas tinggi Serat panjang Serat panjang Viskositas tinggi Sampah Viskositas tinggi Bebas benda padat Viskositas rendah Bebas benda padat Viskositas rendah Non-clogging submersible karena fluktuasi muka air tinggi Shrouded channel Open impeller Axial Air Tanah Dalam Submersible deep welll pump Deep well turbine pump (kedalaman < 40 m) Sentrifugal impeller (mixed flow impeller) Aliran campur Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98).

Tabel 3. Tabel 3. Kapasitas 1.57.59 dan Tabel 3.58. Tekanan kerugian 4. Kualitas air 2. Sumber air 3. Kapasitas Perancangan instalasi Berdasarkan kapasitas dan jenis pompa yang digunakan: 1. Tekanan statis 3.171 Prosedur perencanaan pemilihan jenis dan kapasitas pompa Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98) . Pompa yang ada Perhitungan tekanan (head) Meliputi: 1.60. Kapasitas Jenis/tipe pompa 1. cadangan) Jenis Putaran Daya Penggerak Selesai Gamber 3. 168 . Kapasitas 2. Departemen Pekerjaan Umum 4. Tekanan yang diperlukan 2. Sistem pembubuh 2. Perancangan Instalasi Pada tahap ini dilakukan perancangan instalasi yang meliputi: − Penentuan jumlah pompa − Penentuan diameter pipa − Penentuan komponen perpipaan Penentuan dilakukan dengan menggunakan tabel-tabel yang telah tersedia seperti pada Tabel 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Mulai Data masukan Pengumpulan data masukan tergantung dari pompa yang akan dihitung Kriteria pemilihan: Distribusi Intake Pembubuh 1. Tekanan pompa Tidak Pengecekan daerah kerja pompa Ada Perhitungan daya Daya fluida Daya penggerak Spesifikasi pompa Keluaran: Jumlah (operasi.

6. Kapasitas Unit Produksi L/det 1.59 Pemilihan Diameter Pipa Discharge. 10. 8. Departemen Pekerjaan Umum Tabel 3. 5. 2. 4. Reducer dan Header Instalasi Perpompaan Distribusi – Centrifugal Single Suction No. 0 5 10 50 80 150 200 300 500 800 1000 5 10 50 80 150 200 300 500 800 1000 1200 0 2. 7. Kapasitas Unit Produksi L/det Jumlah Pompa Unit Kapasitas Pompa L/det Pipa Hisap mm Diameter Reducer mm Diameter Suction mm Diameter Discharge mm Diameter Difuser mm Diameter Header mm 1. 7. 0 5 7. 9. Departemen Pekerjaan Umum Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan kebutuhan pompa air baku adalah: − − − − − Difuser pada prinsipnya sama dengan reducer (yang berbeda hanya pada arah aliran) Diameter pada pipa discharge sesuai dengan aplikasi pompa Diameter difuser dirancang atas dasar kecepatan air kurang dari 3 m/det Diameter header dirancang atas dasar kecepatan air dalam pipa kurang dari 2.5 5 25 40 75 100 150 250 400 500 800 Discharge inchi 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Diameter Diameter Difuser mm Diameter Header mm 50 55 80 100 150 200 200 250 300 350 500 x x x x x x x x x x x 55 100 150 180 200 250 250 300 350 400 700 65 150 200 250 300 400 500 500 500 500 1000 Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98).5 3 4 5 5 8 Diameter Diameter Reducer mm Diameter Header mm 50 80 150 150 150 200 250 80 80 80 80 100 150 x x x x x x 80 150 150 150 200 250 Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98). 13.5 m/det Jumlah pompa adalah pompa operasi (tidak termasuk pompa cadangan) Tabel 3. 8. 2. 6. 4. Kapasitas Unit Produksi L/det 1. 0 8 14 20 48 80 90 120 200 300 400 500 750 - 8 14 20 48 80 90 120 200 300 400 500 750 1000 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 0 4 7 10 23 30 45 60 100 180 200 166. 4. 3. 3. 10. Reducer dan Header Instalasi Perpompaan Air Baku – Sumber: Air Permukaan No. 7.5 - 4 7 10 23 30 45 60 100 180 200 250 250 250 100 150 200 250 300 400 400 500 500 600 600 700 900 100 150 200 250 300 400 400 500 500 600 600 700 900 x x x x x x x x x x x x x 50 65 80 100 125 150 200 200 250 250 250 250 250 50 65 80 100 125 150 200 200 250 250 250 250 250 32 50 65 80 100 125 150 200 250 250 300 300 300 32 50 65 80 100 125 150 200 250 250 300 300 300 x x x x x x x x x x x x x 65 80 100 150 150 200 200 250 300 400 500 600 700 100 150 200 250 300 300 400 400 500 500 600 900 1000 Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98).58 Pemilihan Diameter Pipa Discharge dan Header Instalasi Perpompaan Sumur Dalam – Deep Well Submersible Pump No.57 Pemilihan Diameter Pipa Discharge. 11. 11.7 187. 9. 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Tabel 3.5 10 15 25 40 75 Discharge in 2 2. 12. 2. 5. 5. 6.5 5 25 40 75 100 150 250 400 5000 Kapasitas Pompa per Unit L/det 2.5 10 15 25 40 5 7. Departemen Pekerjaan Umum 169 .

2g dengan pengertian: hl = kehilangan tekanan (m) 170 (40) .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Tabel 3. Tekanan pompa (1) Kehilangan tekanan HI = Σ (hlp + hlt) -------------------------------------------------dengan pengertian: HI = hlp = hlt = kehilangan tekanan (m) kehilangan tekanan komponen perpipaan pada instalasi perpompaan yang sedang dihitung (m) kehilangan tekanan pipa transmisi/distribusi (m) (tergantung instalasi yang sedang dihitung) (38) (2) Kehilangan tekanan pada pipa V2 L HL = f . Tekanan yang diperlukan d. 5. Perhitungan Tekanan (Head) Perhitungan tekanan meliputi: a. Reducer dan Header Instalasi Perpompaan Distribusi – Centrifugal Double Suction No. 2g D dengan pengertian: HL f L D V g = = = = = = kehilangan tekanan (m) faktor kerugian panjang pipa (m) diameter pipa (m) kecepatan aliran (m/detik) percepatan gravitasi (m/detik2) (39) (3) Kehilangan tekanan pada perlengkapan pipa V2 hl = k. Departemen Pekerjaan Umum Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan kebutuhan pompa sentrifugal adalah: − − − − Jumlah pompa adalah pompa operasi (tidak termasuk pompa cadangan) Diameter pipa discharge sesuai dengan spesifikasi pompa pada kondisi operasi optimum Diameter reducer dirancang atas dasar kecepatan kurang dari 3 m/det Diameter header dirancang atas dasar kecepatan air dalam pipa kurang dari 2. 350 450 650 900 1100 - 450 650 900 1100 2000 2 2 2 2 2 17. 4.5 m/det atau tekanan kerugian pipa kurang dari 5 m/km 5. 3. . 2. Kapasitas Unit Produksi Lt/det Jumlah Pompa Unit Kapasitas Pompa Lt/det Pipa Hisap mm Diameter Reducer mm Diameter Suction mm Diameter Discharge mm Diameter Difuser mm Diameter Header mm 1.5 4 7 10 23 - 4 7 10 23 30 500 600 700 800 900 500 800 700 800 900 x x x x x 300 350 400 450 500 300 350 400 450 500 250 250 300 350 400 250 250 300 350 400 x x x x x 500 600 7000 800 900 600 700 800 900 1000 Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98).60 Pemilihan Diameter Pipa Discharge. Tekanan statis b. Kehilangan tekanan c.

0641 0.0326 0.2 4. tekanan pada pipa per km (mka/km) Kehilangan tekanan pada katup (valve) Gate mka Check mka Kehilangan tekanan pada belokan pipa (bend) 22.0066 0.0430 0.017 0.036 0.2563 0.0104 0.030 0.010 0.042 0.006 0.1 5.0542 0.0050 0.004 0.61 Kehilangan Tekanan pada Pipa.0683 0.126 0.266 0.024 0.0410 0.2362 0.004 0.026 0.0332 0.0467 0.032 0.5 mka 45 mka 90 mka Kehil.004 0.015 0.0672 0.004 0.0057 0.5 3.0164 0.002 0.003 0.5 4.5 1.0161 0.002 0.044 0.0210 0.0020 0.6 0.131 0. Aliran dlm pipa (L/det) Diameter pipa (mm) Kehil.004 0.0262 0.0104 0.0200 0.1060 0.005 0.0050 0.0266 0.203 0.004 0.0261 0.0064 0.020 0.9 3.002 0.135 0.0066 0.0132 0.7 2.1641 0.011 0.60.192 0.0192 0.0266 0.2 3.143 0.002 0.025 0.0643 0.002 0.006 0.033 0.0544 0.011 0.001 0.079 0.009 0.031 0.149 0.3 1.0111 0.5 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 60 70 80 90 100 125 150 200 250 300 400 500 600 700 800 900 1000 1200 1500 2000 65 80 100 150 150 200 200 200 250 250 250 250 300 300 300 400 400 400 400 500 500 500 600 600 700 700 800 800 800 900 1000 1000 1.003 0.0170 0.7 6.004 0.4 5.0041 0.044 0.5 4.1296 0.0267 0.0415 0.0160 0.0040 0.052 0.0062 0.096 0.006 0.061 0.0116 0.005 0.003 0.025 0.006 0.5 5.0063 0.004 0.007 0.052 0.0149 0.025 0.017 0.039 0.8 3.021 0.0525 0.145 0.021 0.0329 0. tekanan pd reducer (m) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 1 2. tekanan pd pipa-T (m) Kehil.041 0.0 5.243 0.015 0.4 3.0457 0.002 0.1512 0.004 0.003 0.1 2.2304 0.2 2.0158 0.0 4.2025 0.0362 0.0136 0.0591 0.062 0.2143 0.056 0.0630 0.020 0.005 0.041 0.034 0.5 4.0511 0.066 0.013 0.0116 0.003 0.064 0.030 0.004 0.002 0.0025 0.0057 0.7 2. Valve dan Bend No.005 0.003 0.100 0.010 0.003 0.0 2.007 0.224 0.034 0.0052 0.123 0.0101 0.0152 0.0109 0.009 0.0696 0.032 0.0635 0.9 4.0052 0.0261 0.006 0.042 0.026 0.6 3.0253 0.104 0.0170 0.2 3.5 2.037 0.007 0.037 0.004 0.1062 0. 171 .4200 0.0066 0.0016 0.162 0. (5) Tekanan Pompa Tekanan pompa yang disediakan harus lebih besar daripada tekanan yang diperlukan.0046 0.1574 0.039 0.0052 0.219 0.013 0.0512 0.5 2.4 4.060 0.197 0.0078 0.0410 0.0572 0.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana k V g = = = faktor kerugian kecepatan aliran (m/detik) percepatan gravitasi (m/detik2) Kehilangan tekanan pada perlengkapan pipa untuk kapasitas tertentu dapat dilihat pada Tabel 3.8 3.0059 0.003 0.0126 0.017 0.0923 0. Tabel 3.026 0.0 3.0247 0.066 0.0396 0.0007 0.010 0.395 Catatan: − Kehilangan tekanan pada pipa adalah kehilangan tekanan per satuan panjang − Kehilangan tekanan perlengkapan adalah kehilangan tekanan per satuan Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98).2076 0.0233 0.040 0.0077 0.001 0.003 0.0262 0. perbedaan tinggi muka air (m) tekanan kerugian sistem perpipaan pada akhir tahun rencana (Q2) kapasitas pada akhir tahun rencana kapasitas aliran (41) Perhitungan tekanan yang diperlukan sebaiknya menggunakan grafik yang dibuat berdasarkan persamaan di atas.003 0.005 0.149 0.0032 0.005 0.0032 0.100 0.003 0.056 0.156 0.056 0.010 0. Departemen Pekerjaan Umum (4) Tekanan yang Diperlukan Tekanan yang diperlukan tergantung dari kapasitas operasi instalasi air bersih dan dapat dihitung menggunakan persamaan berikut: Hreq = Hs + HI (Q1/Q2)2 ------------------------------------------dengan pengertian: Hreq = HS = HI = Q1 = Q2 = tekanan yang diperlukan (m) tekanan statis.5 5.0072 0.064 0.041 0.027 0.

7 5.3 17.1 4.5 29. Q .5 1.5 40.5 28.72 0.9 38.45 0.0 31.2 130.4 44.6 176.5 46.4 0.8 6.72 0.5 73.35 0.3 55.4 543.9 11.7 408.1 15.7 40.0 497.7 163.55 0. Setelah itu.3 10.5 699.0 435.7 34.7 285.2 14.8 3. g .0 39.1 14.45 0.9 74.6 279.4 209.4 0.3 326.5 56.9 35.6 36.8 29.8 32.1 16.78 0.0 489.8 53.9 15.6 13.1 26.5 25.4 11.7 21.2 44.0 0.0 489.55 0.45 0.1 92.1 8.6 55.9 17.9 17.7 34.3 629.5 5 10 15 20 15 20 25 30 35 40 45 50 60 70 80 90 100 125 150 200 250 300 400 500 600 700 800 900 1000 0.72 0.6 132.5 441.5 466.7 79.9 419.1 66.7 19.2 6. maka harus dilakukan penentuan ulang jenis pompa.6 7.4 326.7 41.7 159. SF ------------------------------------------------------dengan pengertian: P ρ g Q H n SF = = = = = = = daya pompa (watt) massa jenis fluida (kg/m3) percepatan gravitasi (m/detik2) kapasitas pompa (L/detik) tekanan yang diperlukan maksimum (m) efisiensi total pompa faktor keamanan (safety factor) (42) Daya pompa (dalam kWatt) untuk berbagai kapasitas dan tekanan pompa dapat dilihat pada Tabel 3. Perhitungan Daya Pompa Daya pompa dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut: P = ρ .2 25.72 0.6 14.3 4.3 196.5 106.6 1.0 108.5 119.0 46.8 53.6 7.82 0.8 24.1 186.2 245.9 4.5 81.0 380.6 132.7 21.2 55.72 0.2 141.3 14.8 23.4 92.5 248.2 4.5 106.82 0.1 22.4 1.5 147. maka dapat ditentukan pompa yang akan digunakan.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana TEKANAN POMPA > TEKANAN YANG DIPERLUKAN Dengan melihat tekanan yang diperlukan dan kapasitas pompa.6 6.0 367.8 88.7 9.9 294.5 33.6 45.3 199.3 2.3 19.3 66.2 24.7 46.8 Catatan: − Harga efisiensi diambil pada kondisi operasi optimal − Faktor keamanan diambil sebesar 1.9 69.3 16.3 81.6 106.0 326.0 11.4 20.0 34. Pompa yang dirancang harus masuk dalam kurva daerah kerja yang ada sehingga dapat diketahui keberadaannya di pasaran.9 310.1 2.3 21.8 1.3 34.4 4.1 57.30 − Besaran standar yang digunakan: konstanta gravitasi = 9.1 1.2 27.9 1.8 185.5 9.0 294.9 212.4 0.8 7.4 0.6 51.55 0.9 77.4 44. Contoh perhitungan daya pompa dapat dilihat pada Lampiran–8.6 12.6 88.1 66.5 35.7 19.9 16.45 0.0 122.0 217.8 1.7 48.6 47.1 2.6 20.8 88.4 71.3 27.6 12.62 Daya Pompa Intake (kW) untuk Berbagai Kapasitas dan Tekanan Pompa Kapasitas L/det) Efisiensi 10 15 20 25 Tekanan (m) 30 35 40 45 50 1 2.7 349.3 490. perlu dicari kurva unjuk kerja dari pompa tersebut.8 3.6 56.3 0.0 271.7 98.6 28.3 34.1 62.0 543.2 53.9 26.8 621.6 98.72 0.55 0.8 228.7 1.2 17.8 5.7 22.7 22.5 10.7 233.4 11.1 25.7 70.6 8.5 110.82 0. Departemen Pekerjaan Umum 172 .4 0.3 39.8 23.8 22.9 123.35 0.4 159. Tabel 3.4 9.7 163.2 699.2 18.8 44.78 0.3 35.7 176.5 110.7 14. Contoh kurva daerah kerja berbagai macam pompa dapat dilihat pada Lampiran–7.3 26.0 83.5 15.9 52.9 221.8 124.7 4.61 dan Tabel 3.8 24.0 21.5 9. Pengecekan Daerah Kerja Pompa Yang dimaksud dengan daerah kerja pompa adalah daerah kerja pompa yang ada di pasaran.2 53.9 23.3 372.1 8.4 559. Kurva ini kemudian diplot pada grafik yang menunjukkan kurva tekanan yang diperlukan. Jika pompa yang direncanakan tidak masuk dalam kurva daerah kerja.2 9.4 37.6 52.6 9.6 435.9 55.1 31.7 392.2 559. 7.82 0.3 139.1 29.9 154.1 238.9 11.55 0.8 m/detik2 dan massa jenis air = 1000 kg/m Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98).3 261.8 64.72 0.6 17.7 61.45 0.9 31.3 204.2 39.3 621.7 7.3 12.2 8.5 19.5 49.5 48.4 42.4 79.8 28.3 196.0 15.6 64.6 388.6 11.1 65.8 155.7 39.4 0.5 3.9 23.4 88.4 2.62.8 343.7 310.7 79.2 17.1 776.0 245.1 70. H / n .0 19.1 63.6 99.2 265.3 41.2 132.7 3.4 79.9 14.9 28.78 0.5 31. 6.0 163.

5 11.5 26 31. Departemen Pekerjaan Umum 3.7 19.1 2.6 1 1.7 15.6 161.5 63.6 145.4 A.9 3 4.2 19 22.8 44.6 123.8 1.5 2.4 5.2 151.2 6.7 25.63 Kapasitas Efisiensi L/det 10 Daya Pompa Distribusi (kW) untuk Berbagai Kapasitas dan Tekanan Pompa 15 20 25 30 35 40 Tekanan (m) 45 50 55 60 65 70 75 80 85 1 2. Komponen Hidran Umum Komponen modul hidran umum terdiri dari: a.6 83.4 7.9 46.6 160. Dipilih jika daerah pelayanan berada sekitar 3 Km dari jaringan distribusi PDAM dan atau sumber air minum lainnya selama tersedia kapasitas dan tekanan. jumlah tangki yang dibutuhkan disesuaikan dengan pelayanan yang direncanakan 173 .6 12.2 91 113.4 34.8 85.9 8.3 182 204.3 6.3 1.2 3.9 2.8 227.8 77.2 11.7 66.9 15.2 269.7 5.73 0.6 10.5 75 100 125 150 200 250 300 0.7 19.4 0.5 53.6 106.7 159.2 3 4.1 34 38.4 4.7 14 5.3 107.6 75.3 23.2 10. SiPAS-instlasi penjernihan air sederhana.5 18.6 43.9 17.6 57.5 4.5 4.6 2.7 14 16.9 54.4 23.4 37.8 16.8 4.6 12.6 2 2.6 53.1 323 2.1 6.6 22. 2.5 22.9 68.4 4. bila perlu dapat dibangun booster pump d.2 Catatan: − Efisiensi diambli pada kondisi operasi optimal .8 4.2 132.8 7.3 6.1 20.5 15.6 94.5 376.3 30 37. pemanfaatan air minum oleh masyarakat disalurkan melalui pelayanan Hidran Umum (HU).3 62. air minumnya dapat berasal dari PDAM atau tapping dari sumber air lainnya (misalnya SiPAS-mata air. PE.1 1.7 0.3 15.2 147..1 113.6 113.8 11.8 104. 2 m³.8 2.65 0.5 6.3 3.5 10 12.8 8.4 70.1 91 113.6 4.4 113.8 57. Diasumsikan 1 (satu) Hidran Umum (HU) ukuran volume 3 m3 melayani + 300 jiwa atau 60 KK (asumsi I KK = 5 jiwa) b.3 27.9 66.4 9.7 52.9 11.6 39 43.2 72.3 25.9 15.7 23.8 10.6 11.7 19.6 24 28 31.7 66.6 46.4 4.5 31.7 430.2 14.3 1. GIP dll) b.8 0.4 8.5 12.8 87.3 16.4 56.9 8.3 27.9 31.8 48.6 8.3 203.4 101. SiPAS-sumur dalam.9 3. jerigen air 20 lt dan 10 lt.1 43.7 86.4 37.7 11.1 13 16.1 60.5 53.4 9.8 136. sedangkan pendistribusian kepada masyarakat melalui tangki HU. Definisi HU adalah cara pelayanan air bersih yang transportasi airnya dilakukan dengan sistem perpipaan.4 233 341.5 2.6 30.1 14 15.9 5.9 189.2 7.4 23 30.2 4.2 14 17.1 35 36 42. 1 m³ (sesuai kebutuhan) c.7 0.9 17.4 45.9 4.5 269.7 12.8 5.2 6.4 3.5 159.7 19.6 7 8.7 40.8 0.2 7 7.6 21.3 36.7 17.9 9.5 35 38.4 8 9.6 17.4 68 80.9 116.5 29.7 9.7 10.5 9.8 98.3 364 403.1 58.2 10. 3. Untuk HU dengan ukuran volume 2 m3 atau 1 m3.84 0.8 29.4 24.3 46 51.5.4 20.8 136.75 0.4 55.6 49.8 3.6 11.5 250.82 0.9 13.3 45.6 58.7 14.6 20.3 10.2 3.3 0.5 2 2.3 295.88 0.5 7.82 0. Kriteria Desain a.3 20.6 11.5 32.4 215.4 1.4 8. tangki hidran umum kapasitas 3 m³.7 170.5 19.3 18.81 0.7 3.6 0.4 15.8 121.1 35 38.3 41.3 142.6 63. Kemungkinan biaya investasi sekitar Rp 150.3 27.5 48.6 182 218.1 23.3 41.3 242. jaringan perpipaan (PVC.7 1 1.5 13.1 45.6 11.6 28 33.3 11.3 29.9 17 19.3 1.Faktor keamanan diambil sebesar 1.5 174.000.1 12.1 4.5 21 24.75 0.2 296.7 134.83 0.3 94.1 72.4 7.5 188.82 0.6 9.6 18.8 0. dll).4 50.6 6.7 1. Dalam lingkup program ini.9 45.5 12.6 91 102.8 125.5 34.9 47.7 5.5 56.5 40.Kapasitas adalah kapasitas pompa − Besaran standar yang digunakan: konstanta gravitasi = 9.1 20.3 92.1 7 7.4 20.7 21.5 131 145.3 2.3 13.9 9.71 0.8 5 7 8.1 74.84 0.6 13.5 20 25 30 35 40 45 50 62.5 35 37. perlengkapan lainnya (bila diperlukan sesuai dengan situasi/kondisi) antara lain berupa gerobak dorong.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Tabel 3.5 15 17.9 5.4 7.5 15.2 5.9 19.3 69.2 31.8 349.1 34.1 6.3 75.6 21 23.9 25.84 0.9 10.6 2 2.3 79.5 5 7.6 9.7 273.6 227.9 22.49 0.7 2.7 0.9 6.5 3.8 3.9 5.8 318.7 13.5 1.6 6.82 0.7 14.82 0.1 12.9 3.1 27 30.1 2.9 58.3 25.30 − Daya pompa dalam kW . UNIT PELAYANAN Hidran Umum (HU) 1.1 5.8 m/detik2 dan massa jenis air = 1000 kg/m Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98).3 60.1 2.5 3.8 15.per kapita.8 19.2 40.6 3.

penyambungan pada perkecilan/perbesaran diameter pipa dll tidak boleh dilakukan dengan cara pemanasan dan tidak dibenarkan ditanam di dalam dinding beton 174 . Pipa dan asesories − Dalam rangka menjamin kualitas pelaksanaan program SB-AB agar tepat mutu dan dapat dimanfaatkan secara berkesinambungan. 2. Lebar atas Lebar bawah Tinggi Lubang pemeriksa dan penutup ∅ pipa inlet ∅ pipa outlet ∅ pipa ventilasi 1. b. Ketentuan Teknis a.5 dengan tekan kerja minimal 8 bar ii.100 1. 4. jumlah jiwa yang akan dilayani e.800 1. serta kelengkapan aksesori seperti terlihat pada Tabel 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana c. untuk pipa PE menggunakan fiting PE (compression fitting) atau pengelasan (butt fusion welding) − Perubahan arah (traser) jalur pipa vertikal dan horisontal harus dilakukan dengan menggunakan assesories belokan yang sesuai (untuk belokan 90° harus menggunakan long bend dan atau dengan menggunakan bend ukuran 2 x 45° dengan panjang pipa diantaranya disesuaikan kondisi belokan jalan) − Belokan arah aliran pipa. kapasitas produksi air bersih 4. 6. Jumlah HU yang diperlukan di suatu daerah pelayanan ditentukan berdasarkan parameterparameter berikut: d.700 1. Ketinggian hidran umum terhadap permukaan tanah minimum 60 cm c. Tutup tangki fiberglass: − Dicetak terpisah dari bahan tangki (tutup tangki atas dapat dibuka) − Pinggir pertemuan antara tutup dan badan tangki fiberglass dibuat lubang baut dengan diameter 8 mm dan jarak antara lubang 30 cm − Tutup lubang pemeriksa diberi engsel dan tempat kunci dengan cara dicetak menyatu dengan fiberglass. plastik.900 2. untuk pipa galvanis (GIP) menggunakan klas medium dengan tekanan kerja nominal sebesar 10 bar − Penyambungan pipa PVC dengan menggunakan sistem cincin karet (rubber ring) khusus untuk diameter 2 inchi (63 mm) dan lebih ekcil dapat menggunakan sistem sambungan lem PVC (solvent cement). atau bahan lainnya sesuai dengan kondisi setempat. untuk pipa PE sesuai standar SNI 06-4829-1998/ISO 4427. Tebal dinding tangki umum dan bahan fiberglass untuk volume 3 m3 adalah 5 mm dan untuk volume 2 m3 adalah 4 mm d. untuk pipa PVC sesuai standar SNI 06-0084-1987-A/SII-0344-1982.64 Dimensi Tangki Hidran Umum dari Fiberglass No. Dimensi hidran umum. maka: pengadaan pipa dan assesories mengikuti ketentuan sebagai berikut: i. polyethylene (PE). 7.100 600 25 19 19 e. Tangki hidran umum dapat terbuat dari bahan fiberglass. pasangan batu bata. 3. kayu ulin (kedap air). Ukuran 3 Volume 3 m (mm) 2 m3 (mm) 1. Bahan 1. klas pipa S-12.100 600 25 19 17 1. Spesifikasi teknis adalah sebagai berikut: a.64 berikut: Tabel 3.96 klas pipa SDR-17 (S-8) dengan tekanan kerja minimal 8 bar iii. 5.

2.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana − Fitting dan asesories harus terbuat dari bahan yang memiliki karakteristik dan kekuatan yang sama atau lebih baik dari bahan pipa yang digunakan.172 Standar Hidran Umum 175 . pemasangan pipa. pembuatan broncaptering. atau bahan polytylene (PE) atau pasangan batu bata atau kayu ulin (kedap air). dll − tebal plat minimal 5 mm − 1 paket modul HU terdiri dari 3 tangki penampungan air kapasitas @ 3 m³ dan terhadap digunakannya tangki ukuran 2 m³ atau 1 m³ maka jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan. pembuatan konstruksi tangki penampung air. Sumber: Tata Cata Pemasangan Hidran Umum (AB-D/LW/TC/015/98). Pelaksanaan Konstruksi 1. Pekerjaan yang dilaksanakan secara swakelola oleh masyarakat seperti: penggalian/urugan tanah. Harus dilaksanakan dibawah pengawsan tenaga ahli/pendamping teknis/PDAM 3. Pondasi tangki hidran umum (tHU) dibuat sesuai persyaratan konstruksi pasangan batu atau dapat disesuaikan dengan kondisi setempat selama memenuhi persyaartan kekuatan. antara lain: − gerobak dorong air terbuat dari rangka besi siku (1 tHU terdapat 2 buah gerobak dorong) − roda gerobak dilengkapi dengan ”ban hidup” dan dapat memuat 4 buah jerigen @ 20 lt − jerigen air kapasitas 20 lt dan 10 lt (1 tHU terdapat 8 buah jerigen 20 lt dan 8 buah jerigen 10 lt) b. Departemen Pekerjaan Umum Gambar 3. 3. dll. perlintasan pipa. Pemasangan pipa dan tangki hidran umum dilakukan bersama masyrakat dibawah pengawasan tenaga ahli/pendamping teknis/PDAM dan atau dilaksanakan oleh bahan usaha yang mempunyai sertifikasi bidang perpipaan air dan limbah 2. Tangki Hidran Umum − terbuat dari bahan fiber glass (FG). Perlengkapan lainnya (optional).

174 Hidran Umum Potongan A-A 176 .173 Denah Hidran Umum Gambar 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.

175 Hidran Umum Potongan B-B 177 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.

176 Denah Box Meter Hidran Umum 178 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 3.

Beberapa contoh tipe modul HU digambarkan sebagai berikut: Gambar 3.177 Distribusi air dari mata air melalui 1 unit HU secara gravitasi Gambar 3.178 Distribusi air dari mata air melalui 2 unit HU secara gravitasi 179 . Contoh Tipe Sistem Modul HU Pendistribusian air dari modul penyediaan air minum sederhana melalui Hidran Umum dapat terdiri dari satu HU atau lebih dengan berbagai sistem pengaliran.5.

180 Distribusi air dari mata air melalui 4 unit HU secara gravitasi 180 .179 Distribusi air dari mata air melalui 3 unit HU secara gravitasi Gambar 3.Gambar 3.

Gambar 3.181 Distribusi air dari mata air melalui 4 unit HU secara gravitasi 181 .

Contoh perhitungan modul Hidran Umum Sistem Pengaliran Gravitasi Konsumsi Air 100 lt/org/hr Jenis Pipa PVC dengan Koefisien kekasaran Pipa C = 110 Kapasitas Hidran Umum/Terminal Air ( TAHU ) 2 M3 Panjang Pipa Transmisi ( menghubungkan unit produksi dengan TAHU/Percabangan ) Maksimum 2000 m dengan dia 2".10 15 1 50 7 5 10 50 0.5 Peletakan Pipa PVC sebaiknya di dalam tanah atau jalur yang dilewati terhindar dari sinar matahari langsung Pada lokasi -lokasi tertentu sepanjang jalur pipa yang memiliki ketinggian terendah dan tinggi sebaiknya dilengkapi katup yang berfungsi membuang kotoran dan udara dari dalam pipa Sistem ini dapat dipergunakan untuk SPAM sederhana yang memiliki potensi pengaliran secara gravitasi.00 15 5 75 7 6 32 34 62 60 2 HU pada elevasi yang di asumsikan.20 15 1 50 7 5 20 100 0.5 Beda elevasi antara Unit Produksi dan TAHU maksimal 65 meter dengan Kualitas pipa PVC S-12. 3 HU pada elevasi 0 Sumber : Perhitungan 182 .60 15 3 75 7 6 28 26 52 50 SPAMD 40 40 200 0. 3" atau 4" Panjang Pipa Distribusi (Menghubungkan Percabangan dengan TAHU ) Maksimum 200 m dengan dia 2" Lama Operasi Unit Produksi 8 Jam/hari Kualitas Pipa PVC min S-12. misalnya dengan sumber dari mata air.80 15 4 75 7 6 30 28 57 55 2 HU pada elevasi yang di asumsikan. 1 HU pada elevasi 0 SPAMD 30 30 150 0.62 Asumsi Unit Pelayanan JUMLAH Kapasitas Unit Produksi Waktu JUMLAH Diameter Head Min (m) untuk Pjg Pipa Beda Elevasi Antar HU 0 meter L= L= 2000 1000 m m Head Min (m) untuk Pjg Pipa Beda Elevasi Antar HU 10 meter L= L= 2000 1000 m m Head Min (m) untuk Pjg Pipa Beda Elevasi Antar HU 20 meter L= L= 2000 1000 m m TIPE MODUL JUMLAH KK PDDK Antrian Air HU Pipa Transmisi Keterangan ( Jiwa ) ( lt/dt ) (Menit) ( Unit ) ( mm ) SPAMD 5 SPAMD 10 SPAMD 20 5 25 0. 2 HU pada elevasi 0 SPAMD 50 50 250 1. SiPAS. sumur bor Tabel 3.40 15 2 75 6 5 17 15 27 25 2 HU pada elevasi yang di asumsikan.

. Komponen Terminal Air Modul terminal air terdiri dari: a..5 dengan tekan kerja minimal 8 bar ii.mampu melayani sekitar 1000 jiwa. e. Terminal Air (TA) b. kapasitas minimal 3 m³ dengan perlengkapan standar (pompa. Mobil Tangki i. tenaga mesin mobil minimal 135 Ps 183 . 2. 2 m³. 1. SiPAS-IPAS). klas pipa S-12. 3. b. untuk pipa PE menggunakan fiting PE (compression fitting) atau pengelasan (butt fusion welding) Perubahan rah (traser) jalur pipa vertikal dan horisontal harus dilakukan dengan menggunakan assesories belokan yang sesuai (untuk belokan 90° harus menggunakan long bend dan atau dengan menggunakan bend ukuran 2 x 45° dengan panjang pipa diantaranya disesuaikan kondisi belokan jalan) Belokan arah aliran pipa. Pelaksanaan dan pendanaannya dilakukan melalui kerjasama antara DAK dengan Pemda/PDAM. c.000.B. c. Definisi SRM adalah cara pelayanan air minum dari sistem perpipaan melalui sambungan langsung ke rumah yang airnya berasal dari sistem jaringan PDAM. penyambungan pada perkecilan/perbesaran diameter pipa dll tidak boleh dilakukan dengan cara pemanasan dan tidak dibenarkan ditanam di dalam dinding beton. maka pengadaan pipa dan assesories mengikuti ketentuan sebagai berikut: i. jerigen air 20 lt disesuaikan dengan kebutuhan dan kesepakatan dengan masyarakat setempat. Definisi TA adalah cara pelayanan air minum yang transportasi airnya dilakukan dengan mobil tangki air sedangkan pendistribusian kepadamasyarakat melalui tangki terminal air (tTA). Dipilih jika daerah pelayanan berada 3 – 10 Km dari jaringan distribusi PDAM dan atau terdapat sumber air minum lainnya yang layak digunakan 1 modul terminal air dengan biaya Rp 250.000. Fitting dan asesories harus terbuat dari bahan yang memiliki karakteristik dan kekuatan yang sama atau lebih baik dari bahan pipa yang digunakan. Satu unit mobil tangki air Tangki terminal air (tTA) kapasitas 3 m³. slang dll) ii. untuk pipa PVC sesuai standar SNI 06-0084-1987-A/SII-0344-1982. SiPAS-sumur dalam. untuk pipa galvanis (GIP) menggunakan klas medium dengan tekanan kerja nominal sebesar 10 bar Penyambungan pipa PVC dengan menggunakan sistem cincin karet (rubber ring) khusus untuk diameter 2 inchi (63 mm) dan lebih ekcil dapat menggunakan sistem sambungan lem PVC (solvent cement). 2. Dipilih jika daerah pelayanan berada sekitar 3 Km dari jaringan distribusi PDAM selama masih tersedia kapasitas dan tekanan. d. Spesifikasi Teknis Spesifikasi teknis sambungan rumah murah adalah sebagai berikut: a. a.96 klas pipa SDR-17 (S-8) dengan tekanan kerja minimal 8 bar iii. Spesifikasi Teknis Spesifikasi teknis Terminal Air (TA) adalah sebagai berikut: a. air minumnya dapat berasal dari PDAM atau dari sumber air lainnya (SiPAS-mata air. 1 m³ (sesuai dengan kebutuhan) Perlengkapan lainnya berupa gerobak dorong. b. Dalam rangka menjamin kualitas pelaksanaan program pengembangan SPAM Sederhana agar tepat mutu dan dapat dimanfaatkan secara berkesinambungan. Sambungan Rumah Murah (SRM) 1.000. untuk pipa PE sesuai standar SNI 06-4829-1998/ISO 4427. Bahan 1.per kapita. C. dengan demikian biaya investasi Rp 250.

atau bahan polytylene (PE) atau pasangan batu bata atau kayu ulin (kedap air). Pelaksanaan konstruksi 1. dll. seperti: penggalian/urugan tanah. pembuatan bronkaptering. terbuat dari bahan fiber glass (FG). 1 paket modul HU terdiri dari 3 tangki penampungan air kapasitas @ 3 m³ dan terhadap digunakannya tangki ukuran 2 m³ atau 1 m³ maka jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan. head 10 m (dengan pipa hisap 9 m) 2. tebal plat minimal 5 mm iii. 184 . 4. Terhadap pekerjaan yang sifatnya mudah dilaksanakan bersama masyarakat dibawah pengawasan tenaga ahli/pendamping teknis/PDAM dan atau dilaksanakan oleh badan usaha yang mempunyai sertifikasi bidang perpipaan air dan limbah Pekerjaan yang dilaksanakan secara swakelola oleh masyarakat. Tangki terminal air (tTA) Sama dengan spesifikasi teknis tangki HU. pembuatan konstruksi tangki penampung air. 3. 1 paket modul TA terdiri dari 3 buah tangki penampung air kapasitas @ 3 m³ dan terhadap digunakannya tangki ukuran 2 m³ atau 1 m³ maka jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan.iii. Perlengkapan lainnya (optional) antara lain: i. tebal plat minimal 5 mm iii. perlintasan pipa. pemasngan pipa. terbuat dari bahan fiber glass (FG) atau bahan polyethylene (PE) atau apsangan batu bata atau kayu ulin (kedap air) dll ii. dll ii. Harus dilaksanakan dibawah pengawasan tenaga ahli/pendamping teknis/PDAM Pondasi tag Terminal Air (tTA) dibuat sesuai persyaratan konstruksi pasangan batu atau dapat disesuaikan dengan kondisi setempat selama meemnuhi persyaratan kekuatan Pengadaan mobil tangki dilaksanakan oleh badan usaha yang mempunyai sertifikasi pengadaan sub bidang kendaraan bermotor dan tangki air. pompa centrifugal kapasitas 5 lt/detik. yaitu: i. 2. b. 3.

3” Satuan Zak M3 M 3 Volume 15 0. 8 mm Besi Beton 6 mm Paku Kawat Beton Kayu Bekisting Pipa GIP dia. 8 mm Besi Beton 6 mm Paku Kawat Beton Kayu Bekisting Pipa GIP dia.5 3 12 8 2 4 0.5 2 1 4 185 M3 M M 3 3 Buah Batang Batang Kg Kg M3 Batang Batang Buah .2 0. 3” Satuan Zak M3 M 3 Volume 20 1.8 2.5 0.60 2.2 Kebutuhan Bahan Bangunan Penampung Air No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Jenis Bahan Semen Pasir Urug Pasir Pasang Pasir beton Kerikil Batu Kali Batu Bata Besi Beton dia.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana BAB IV KEBUTUHAN BAHAN PERMODUL 4.50 1.2 800 18 14 4 10 0. 3” Pipa GIP ¾” Bend 90 GIP dia. 3” Bend 45 GIP dia.1 Kebutuhan Bahan Bangunan Penyadap (Intake Tipe 3) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Jenis Bahan Semen Pasir Urug Pasir Pasang Pasir beton Kerikil Batu Kali Besi Beton dia.2 3 2.1 UNIT AIR BAKU Tabel 4.2 5 3 M3 M3 M 3 Batang Batang Kg Kg M 3 Batang Buah Tabel 4.

1 MATA AIR A.6 2 1 4 4 1 4 Tipe II C 40 1. ¾” Dop GIP dim. ¾” UNIT PRODUKSI Satuan Buah Buah Buah Buah Volume 3 1 3 4. 3” Tee GIP 3” Kran dia.5 2. Perlindungan Mata Air Tabel 4.40 1050 35 22 10 20 0.8 2 1 4 5 1 5 186 . 3 ” Socket GIP dia.6 3 0.5 0.00 900 25 16 7 15 0. 3” Pipa GIP ¾” Bend 90 GIP dia.85 1.20 4 1. ¾” Satuan Zak M3 M3 M3 M3 M3 Buah Batang Batang Kg Kg M3 Batang Batang Buah Buah Buah Buah Buah Volume Tipe II A 15 0.3 Kebutuhan Bahan Bangunan Penampung Mata Air No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Jenis Bahan Semen Pasir Urug Pasir Pasang Pasir beton Kerikil Batu Kali Batu Bata Besi Beton dia. ¾” Dop GIP dim.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana No 16 17 18 19 4.64 2. 8 mm Besi Beton 6 mm Paku Kawat Beton Kayu Bekisting Pipa GIP dia.2.2 600 15 11 5 10 0. 3 ” Socket GIP dia.2 3.3 2 1 4 3 1 3 Tipe II B 30 1.8 3.17 3.42 4.2 Jenis Bahan Tee GIP 3” Kran dia.

Pasir . 8 mm .2 1. 100 mm Galian Tanah di padatkan Cincin beton (Passangan Bata) Pompa (Kap.0 Keterangan Modul kecil < 40 L/det direkomendasikan hidrolis 2.9 2.2 5 10 2 Batu 4 Dudukan kayu 6 Tangki SKNT (Saringan Kasar Naik Turun) SPL 7 Buah M3 M3 Zak Batang Batang Buah M3 buah 1750 1. 2-4 cm) .4 Kebutuhan Bahan Bangunan Untuk Pembangunan intake.Tutup (papan dilapisi seng) Satuan Batang Unit Buah Unit Batang M3 M3 M3 M3 Unit M3 Batang Volume 1.Plat Besi Berlubang (2 x 3) 3 mm .Semen . 3 m3) .Besi Dia. SPL No 1 2 3 Komponen Intake Sumur pengumpul Pompa Bahan Pipa PVC Dia.6 1 B. 0.Batu Bata .Media Pasir .Batu Kali untuk pondasi .Serat kaca/plastik (Kap.75 5 2 2 2 1.25 l/dt) Pipa PVC Dia. 6 mm .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana A. Modul kecil < 40 L/det Direkomendasikan hidrolis 187 . Instalasi Pengolahan Air Sederhana (IPAS) Tabel 4. ¾” Kayu Balok 8/15 Kayu Balok 5/12 Kayu Balok 5/7 Papan 3/20 . pompa.Besi Dia.Pipa PVC dia. tangki penampung.5 – 4. 2 inchi (Batu bata/ serat kaca/buis beton/Batu Kali) .6 0.5 Kriteria Perencanaan Unit Paket IPA No 1. Subyek/Unit Pengaduk cepat 1) Tipe Kriteria 1) Hidrolis 2) Mekanis 2) Waktu pengadukan (detik) 3) Nilai G/det 4) Kecepatan m/det Pengaduk lambat 1–3 > 750 2. Paket IPA Tabel 4. sumur pengumpul.8 6 30 10 5 1 3.Kerikil (Dia.

5 188 Keterangan 2) Bentuk bak 3) Nilai G/det 3.8 Hidrostatik 12 – 24 Saringan Pasir Cepat (SPC) Gravitasi Bertekanan 6 – 11 9 – 16.0 Pelimpah yang dapat diatur 7.5 – 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana No 1) Tipe Subyek/Unit Kriteria 1) Hidrolis 2) Mekanis 1) Segi empat 2) Segi enam 3) Silinder 80 – 20 40 – 20 1) Aliran horisontal 2) Aliran vertikal Pembebanan tinggi 0.2 – 1.2 – 1.04 45 – 60 25 – 50 1–2 < 500 > 10 – 5 2.30 – 0. Untuk pencucian sesuai periode .7 1.4 > 90% 400 – 500 1.65 0. td (jam) 5) Bilangan Reynold (Re) 6) Bilangan Froude (Fr) 7) Kedalaman (m) 8) Pelimpah (1) Tipe (2) Beban pelimpah (m3/jam/m) 9) Pengurasan lumpur 10) Periode antara dua pengurasan (jam) Saringan 1) Tipe 2) Kecepatan penyaringan (m/jam) (1) Operasional normal (m/jam) (2) Selama pencucian (m/jam) 3) Pencucian: (1) sistem pencucian (2) kecepatan (m/jam) (3) lama pencucian (menit) (4) periode antara dua pencucian (jam) (5) ekspansi (%) 4) Media pasir: (1) tebal (mm) (2) ES (mm) (3) UC (4) berat jenis (kg/m3) (5) porositas (p) (6) kadar SiO2 5) Media antrasit: (1) tebal (mm) (2) ES (mm) (3) UC 4. Bak pengendap 1) Nilai G/det 2) Pembebanan permukaan (cm/det) 3) Alur pengendapan: (1) Kemiringan terhadap horisontal (o ) (2) Jarak antar pelat (mm) 4) Waktu tinggal.4 2.01 – 0.8 1.5 Tanpa/dengan blower dan atau surfacewash 36 – 50 10 – 15 18 – 24 30 – 50 300 – 600 0.2 – 10.

76 – 9. Destilator Surya Atap Kaca Tabel 4.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana No Subyek/Unit (4) berat jenis (kg/m3) (5) porositas (p) 6) Lapisan penyangga dari atas: (1) kedalaman (mm) UB (mm) (2) Kedalaman UB (mm) 1.52 (2) Kedalaman… Tabel 4.76 – 25.00) cm Bahan kaca polos Ketebalan 5 mm Panjang kaca 1. 6.40 1) “manifold” 2) “nozzle” Tipe ambang tajam 15 – 30 Gravitasi dan mekanis Keterangan 5.7 Kebutuhan bahan Pompa Hidram Bahan Spesifikasi Pipa pemasukan .65 0.00 meter Kemiringan kaca (15–30) derajat Dipasang karet AC dan penjepit kaca .50 meter Lebar kaca 1.6 Kriteria Perencanaan Unit IPA (lanjutan) No .38 – 4.00 – 5. Pompa Hidram No 1 Tabel 4.05 ) cm Ketebalan (3. Alat ukur debit pengolahan Bak penampung air minum Waktu tinggal.Galvanized iron (GI) .5)좠 .Dipasang pelepas tekan dengan pipa vertikal terbuka Pipa pengeluaran Pipa PVC 2 D.76 80 16.5 Kriteria Keterangan 80 2.Sudut kemiringan (10-22.02 – 0.76 80 4. 7.52 – 16. Subyek/Unit (3) Kedalaman UB (mm) (4) Kedalaman UB (mm) 7) Saluran pembuangan Tipe Kriteria 80 9.8 Kebutuhan bahan DSAK No 1 2 Bahan Pengumpul kalor (kolektor) Kaca penutup (kondensor) − − − − − − 189 Spesifikasi Media arang batok kelapa Diameter lempengan (0. td (menit) Alat pembubuh Sumber: Tata Cara Perencanaan Unit Paket Instalasi Penjernihan Air (SNI 19-6774-2002) C.

pressure loss 0.00 cm E.25 inchi.60 meter Bahan papan kayu tebal 3. assecories pressure gauge. power 0.00 cm Ketebalan 2. diameter 60 cm. atau Multiplek ketebalan 1. tinggi 140 cm.00 cm.9 kebutuhan Bahan Reverse Osmosis No 1 2 3 4 5 Bahan Unit filter .00 cm Tinggi saluran 7. kapasitas 2.5 HP/380-415 volt phase type PS-130 BIT. max pressure 10 bar kapasitas 5200 liter.2 kw)/380 – 415 volt 3 phase Tipe NW-50 (8 x 23”). inlet/outlet 1 inchi.50 cm Bentuk segi empat panjang Panjang 1.5 m3/jam. inlet/outlet 2 inchi. material plastik dan brass. drainaise valve dan secure valve. diameter 16 inchi. 1 (satu) unit Volume 1 unit 2 unit 3 unit 1 unit 1 unit 6 7 8 Distribution pump Small Distribution Pump Stinless Steel Frame 1 unit 1 unit 1 unit 190 . inner/outlet 1. max temperature 50ºC.50 meter Lebar 1.80 cm Kotak destilator bagian dalam dilapisi aluminium foil Bahan dari styrofoam Panjang 1. kapasitas 15.40 meter Lebar saluran 5. brand grundfos. max pressure 10 bar kuat tekanan dan anti karat 316 /304.booster pump big flow transparant housing filter Steinless steel housing filter dan atau bahan Polyglass final raw water tank pressure tank Spesifikasi polyglass tank tipe CRN 8-60.1 bar. max pressure 10 bar. steinless steel. 3 HP (2. kapasitas 30 liter/menit.000 s/d 40. tekanan max 6 bar. sto valve PVC ballvalve material steinless steel tebal 5 mm. inlet/outlet 1.50 cm Lebar 1.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana No 3 Bahan Saluran kondensat (kanal) 4 Kotak kayu (destilator) − − − − − − − − − − − − − − − − 5 Sistem isolasi Spesifikasi Bentuk U Bahan aluminium plat Panjang saluran 1. tebal 4 mm. type CRN 1-5. tinggi total 160 cm. material steinless steel.00 meter Tinggi 0.5 inchi. Reverse Osmosis Tabel 4.000 liter/jam.

Sistem Pengolahan Air Gambut Tabel 4.12 Kebutuhan Bahan SPR 1. 1” Pipa dia. secukupnya gradasi 1-2 mm. 1” Lem Pipa dia. Saringan Pipa Resapan (SPR) Tabel 4.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana F.15 buah buah buah buah Tube Batang Batang Batang Zak M 3 Knee PVC dia. 2. Saringan Rumah Tangga (SARUT) Tabel 4. 3.15 0.5 3 1 1 2 1 1 1 1 1 1 0.5 meter Bahan plastik Plastik tebal 2 meter gradasi 4-6 mm.10 Pengolahan Air Gambut No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Drum 200 liter Kayu kaso 5/7 Papan 20/2 Bahan Satuan buah M 3 Volume 1 0.5 0. 1 ” Socket drat luar Tee dia.11 Kebutuhan bahan untuk SARUT Bahan Spesifikasi Drum Diameter 60 cm. 6. secukupnya 191 . Bahan Pipa PVC Kasa nyamuk termal cincin beton kerikil Pasir Spesifikasi 0. 5. 6” Semen Pasir pasang Paku 5 cm Pasir kwarsa Kerikil Kg Kg M 3 G. 4. 1” Stop kran dia. tinggi 90 cm Pasir halus 100 liter gradasi 1-2 mm Kerikil halus 25 liter gradasi 4-6 mm Kerikil kasar 15 liter gradasi 10 mm Arang batok kelapa 15 liter Pipa PVC Diameter ¾” atau 20 mm panjang 2 m Perlengkapan pipa kapasitas 200 liter No 1 2 3 4 5 6 7 H.

3 Bahan Yang Dibutuhkan SPT Dangkal No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jenis Pipa Hisap atau pipa tegak 30 mm Pipa selubung PVC Φ 100 mm Pipa Saringan PVC Φ 30 mm Soket PVC Φ 30 mm Bata merah untuk lantai sumur Pasir untuk beton lantai Kerikil untuk beton lantai Kerikil saringan sekeliling pipa hisap (dia.3 0.2 0.02 2 1 B.2. 3 – 5 mm) Semen (50 kg) Pompa Tangan Dangkal Φ Satuan Batang Batang meter Buah Buah M3 M3 M3 Zak Unit Volume 3 1 1 3 400 0. Air Tanah Sedang/Dalam Tabel 4.3 0.2 0. 3 – 5 mm) Semen (50 kg) Pompa Tangan Dangkal Satuan Batang Batang Meter Buah Buah M3 M3 M3 Zak Unit Volume 3 1 1 3 400 0.13 Bahan Yang Dibutuhkan SPT Dalam No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jenis Pipa Hisap atau pipa tegak Φ 30 mm Pipa selubung PVC Φ 100 mm Pipa Saringan PVC Φ 30 mm Soket PVC Φ 30 mm Bata merah untuk lantai sumur Pasir untuk beton lantai Kerikil untuk beton lantai Kerikil saringan sekeliling pipa hisap (dia.3 AIR TANAH A.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 4. Air Tanah Dangkal Tabel 4.02 2 1 192 .

4. Tiang Beton & Saluran Jenis Bahan Jumlah Sendok Semen 1 buah Cangkul Kuas 2” – 3” Ember Cetakan Cincin Beton Cetakan Saluran Kunci Pas 10 mm Komponen Sumur Gali (SGL) No. 1. 7. Sumur Gali Tabel 4. 3. Komponen Dinding Sumur/Cincin Tiang Sumur Lantai Sumur Saluran Pembuangan Cetakan Cincin Beton Cetakan Saluran Kunci Pas 10 mm Volume 7 buah 2 buah 6.76 m2 2.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana C. 5.6 m 1 set 1 set 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah 1 set 1 set 1 buah 193 . 6. 2.15 Sumur Gali (SGL) Batu Bata Peralatan Penggalian Jenis Alat Cangkul Sekop Kuas Sendok Semen Roll Meter Bambu Katrol Tali Plastik Lilin/Lampu Templok Ember/Keranjang Jumlah 2 buah 2 buah 2 buah 1 buah 1 buah 3 batang 1 buah Min 10 m 1 buah 3 buah Peralatan Pembuatan Cincin.

14 m3 secukupnya 194 .06 m3 0. 2. 8 mm oli bekas 1 zak 0.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Bahan Untuk Bibir Sumur No.1 m3 6 batang secukupnya Bahan Baku Pembuatan Saluran Beton Jenis Bahan Volume Semen Pasir Kerikil oli bekas 0. 3.98 zak 0.07 m3 0.4 m3 Bahan Untuk Pembuatan Lantai No. Jenis Bahan Semen Pasir Kerikil Volume 2 zak 0. 1. I 2 3 Bahan bata merah semen portlan pasir Volume 85 buah 3 zak 0.7 m3 1 m3 Bahan Untuk Pembuatan Tiang Beton Bahan Volume semen Pasir kerikil besi beton dia.

6 m 1 set 1 set 1 buah Jumlah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah 1 set 1 set 1 buah Bahan Untuk Pembuatan Lantai Jenis Bahan Semen Pasir Kerikil Volume 2 zak 0.7 m3 1 m3 195 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Tabel 4.16 Sumur Gali (SGL) Cincin Beton Peralatan Penggalian Jenis Alat Cangkul Sekop Kuas Sendok Semen Roll Meter Bambu Katrol Tali Plastik Lilin/Lampu Templok Ember/Keranjang Jumlah 2 buah 2 buah 2 buah 1 buah 1 buah 3 batang 1 buah Min 10 m 1 buah 3 buah Peralatan Pembuatan Cincin.76 m2 2. Tiang Beton & Saluran Jenis Bahan Sendok Semen Cangkul Kuas 2” – 3” Ember Cetakan Cincin Beton Cetakan Saluran Kunci Pas 10 mm Komponen Sumur Gali (SGL) Komponen Volume Dinding Sumur/Cincin 7 buah Tiang Sumur Lantai Sumur Saluran Pembuangan Cetakan Cincin Beton Cetakan Saluran Kunci Pas 10 mm 2 buah 6.

07 m3 0. 30 mm − Pipa selubung PVC dia. 8 mm oli bekas Volume 1 zak 0.14 m3 secukupnya 1. 75 mm − Saringan PVC dia. 30 mm − Pipa tegak (pipa hisap) PVC dia.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Bahan Untuk Bibir Sumur No. Tipe Sumur Ukuran Penampang/ Diameter Pipa Kedalaman Pompa 0. I 2 3 Bahan bata merah semen portland pasir Volume 85 buah 3 zak 0. 75 mm − Saringan PVC dia.5 m 1 buah Sumber: Spesifikasi Teknis Sumur Pompa Tangan (SPT) (AB-D/LW/ST/001/98). Bahan Baku Pembuatan Saluran Beton Jenis Bahan Volume Semen Pasir Kerikil oli bekas D. Sumur Pompa Tangan Tabel 17. 30 mm 9m 12 m 2.98 zak 0.5 m 1 buah 2. Tipe II 21 m 28 m 2. Spesifikasi Teknis SPT No. 30 mm − Pipa selubung PVC dia. Tipe I − Pipa tegak (pipa hisap) PVC dia.1 m3 6 batang secukupnya . Departemen Pekerjaan Umum 196 .06 m3 0.4 m3 Bahan Untuk Pembuatan Tiang Beton Bahan semen Pasir kerikil besi beton dia.

panjang 3 m) Satuan zak M³ M³ btg kg bh lb bh bh bh bh bh Satuan zak M³ M³ btg btg kg bh lb bh bh Volume 10 1 1 16 1 50 2 1 2 1 1 1 Volume 25 7 3 16 8 2 1800 3 4 2 4.18 Kebutuhan Bahan PAH No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Uraian Pembuatan PAH Cetakan Fiber Semen (50 kg) Pasir Kerikil Besi Beton (diameter 6 mm) Kawat Beton Batu Bata Seng Keran Air (diameter 13 mm) Pipa GI (diameter 25 mm.3 UNIT DISTRIBUSI 4.19 Kebutuhan bahan untuk perpipaan No Bahan Spesifikasi 1 Pipa PVC Klas pipa S-12.1 PERPIPAAN Tabel 4. Penampung Air Hujan Tabel 4.5 tekanan kerja minimal 8 bar 2 Pipa HDPE Klas pipa SDR-17 (S-8) tekanan kerja minimal 8 bar 3 Pipa GIP Klas medium tekanan kerja minimal 8 bar 4 Bak pelepas tekan 100 meter 5 Booster pump 10 meter 197 .3.2. panjang 2 m) Dop GI (diameter 25 mm) Kran Inlet (diameter 1/2") Kran penguras (diameter 1/2") Uraian Pembuatan PAH Pasangan Bata Semen (50 kg) Pasir Kerikil Besi Beton (diameter 6 mm) Besi beton (diameter 8 mm) Kawat Beton Batu Bata Seng Keran Air (diameter 13 mm) Pipa GI (diameter 25 mm.4 AIR HUJAN A.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 4.

tekanan kerja minimum 10 bar 4 Meter Air Sesuai kebutuhan 198 .2 SAMBUNGAN RUMAH MURAH (SRM) Volume 10 0.21 Kebutuhan Bahan Bangunan Hidran Umum No Jenis Bahan Satuan 1 Semen Zak 2 Pasir Urug M3 3 Batu Kali M3 4 Pipa GIP dia. 3” Buah 7 Tee GIP 3” Buah 8 Kran dia.20 Kebutuhan bahan untuk perpompaan No Bahan 1 2 Pompa air baku air permukaan Pompa distribusi/booster - Spesifikasi non-clogging submersible submersible deep well pump deep well turbine pump centrifugal single suction centrifugal double suction 4.21 Kebutuhan Bahan SRM No Bahan Spesifikasi 1 Pipa Service Klas pipa S-12.8 2. ¾” Buah 9 Socket GIP dia.5 Tergantung jarak 1 2 3 3 2 Tabel 4.5 tekanan kerja minimal 8 bar 2 Pipa Persil Klas pipa SDR-17 (S-8) tekanan kerja minimal 8 bar 3 Pipa Galvanis Klas medium.3. ¾” Buah 10 Tangki Fiber Kapasitas 4 m3 Buah 4.4.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 4.4.4 UNIT PELAYANAN 4. 3” Batang 5 Pipa GIP ¾” Batang 6 Bend 90 GIP dia.2 PERPOMPAAN Tabel 4.1 HIDRAN UMUM (HU) Tabel 4.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 4. slang dll) b) tenaga mesin mobil minimal 135 Ps c) pompa centrifugal kapasitas 5 lt/detik. atau bahan polytylene (PE) atau pasangan batu bata atau kayu ulin (kedap air).4. 199 . 3 Perlengkapan lain a) terbuat dari bahan fiber glass (FG) atau bahan polyethylene (PE) atau apsangan batu bata atau kayu ulin (kedap air) dll b) tebal plat minimal 5 mm c) 1 paket modul TA terdiri dari 3 buah tangki penampung air kapasitas @ 3 m³ dan terhadap digunakannya tangki ukuran 2 m³ atau 1 m³ maka jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan.22 Kebutuhan bahan Terminal Air No Bahan Spesifikasi 1 Mobil Tangki a) kapasitas minimal 3 m³ dengan perlengkapan standar (pompa.3 TERMINAL AIR (TA) Tabel 4. dll b) tebal plat minimal 5 mm c) 1 paket modul HU terdiri dari 3 tangki penampungan air kapasitas @ 3 m³ dan terhadap digunakannya tangki ukuran 2 m³ atau 1 m³ maka jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan. head 10 m (dengan pipa hisap 9 m) 2 Tangki terminal air a) terbuat dari bahan fiber glass (FG).

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 200 .

pengelolaan prasarana terbangun sebaiknya dilakukan oleh masyarakat pengguna itu sendiri. Susunan pengurus dan anggota OMS-AM dari masyarakat dan instansi pemerintah disahkan oleh aparat pemerintah setempat (Kepala Desa/Lurah/Camat) tanpa mengubah hal-hal yang disepakati hasil penetapan rembug warga. Selain masyarakat calon pengguna air minum. sampai dengan tahap serah terima pengelolaan sementara aset dari Bupati/Walikota kepada OMS-AM dan tahap pengelolaan selanjutnya. Dinas Kesehatan. Mekanisme pemilihan anggota OMS-AM Keanggotaan dan pengurus OMS-AM dipilih dan disusun melalui mekanisme sebagai berikut: A. 2. Untuk dapat menciptakan mekanisme pengelolaan yang bertumpu pada masyarakat. khususnya sektor air minum. dan lain-lain) 201 ii. 5. merupakan nama generik dari lembaga di tingkat masyarakat.AIR MINUM (OMS-AM) Organisasi Masyarakat Setempat – Air Minum (OMS-AM) adalah lembaga legislatif dari suatu wilayah pelayanan air minum. Penyiapan masyarakat i. pengelolaan prasarana air minum terbangun dilaksanakan oleh Organisasi Masyarakat Setempat – Air Minum (OMS-AM). Susunan kepengurusan OMS-AM terdiri dari: iv.1 ORGANISASI MASYARAKAT SETEMPAT . hal-hal yang harus diperhatikan antara lain: i. Masa tugas anggota OMS-AM adalah 3 (tiga) tahun dan dapat dipilih kembali sebanyakbanyaknya untuk 1 (satu) periode selanjutnya vi. Dengan fasilitasi dari fasilitator. ii. 1. Satuan Kerja Kabupaten/Kota bersama Kepala Desa/Lurah dan masyarakat di lokasi pelaksanaan prasarana air minum sederahana mengadakan rembug warga untuk membentuk OMS-AM. Anggota OMS-AM diangkat/diberhentikan oleh rapat umum pengguna layanan air minum v. Keanggotaan dan susunan pengurus OMS-AM Dalam pemilihan anggota dan susunan pengurus OMS-AM. OMS-AM akan bekerjasama dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah dalam Prasarana Air Minum di tingkat kelurahan/desa.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana BAB V PENGELOLAAN PRASARANA AIR MINUM TERBANGUN Dalam upaya menjamin pemanfaatan prasarana air minum yang berkelanjutan. tahap pembangunan. koperasi dan Kelompok Pengguna dan Pemanfaat (KP2) Air Minum sebagaimana diuraikan pada bagian berikut. perencanaan teknis. rembug warga juga dihadiri oleh: − − Tokoh masyarakat formal dan informal Wakil dari instansi teknis terkait di daerah (seperti PDAM. . yang merupakan forum demokrasi dan wadah proses pengambilan keputusan tertinggi yang mencerminkan aspirasi masyarakat pengguna air minum. Dinas Sumber Daya Air. mulai dari tahap pengecekan ketepatan pemilihan lokasi dan solusi teknis. Jumlah anggota OMS-AM tidak lebih dari 15 orang dan selalu berjumlah ganjil Keanggotaan OMS-AM terdiri dari: − − − − − − Wakil masyarakat calon pengguna air minum Wakil yang berwewenang dari instansi teknis di wilayah setempat yang terkait dengan penyelenggaraan penyediaan air minum Catatan: Jumlah wakil masyarakat harus lebih besar dari jumlah wakil instansi teknis terkait Ketua Wakil Ketua (bila diperlukan) Sekretaris iii.

Pelaksanaan kegiatan rembug warga ini diharapkan menghasilkan kesepakatan-kesepakatan berkaitan dengan pembentukan OMS-AM. Pengurus lainnya (wakil ketua. Pembentukan OMS-AM Pemilihan anggota OMS-AM dilakukan oleh masyarakat calon pengguna air minum secara demokratis. Menyusun laporan kegiatan operasional secara berkala. sekretaris) dipilih dari nama-nama anggota yang muncul dari hasil penghitungan suara.2 KOPERASI Perkoperasian diatur oleh Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1995. Selanjutnya. vi. dan kearifan lokal Menetapkan kebijakan pengembangan air minum Mensahkan besarnya iuran air minum Menetapkan komponen biaya operasi OMS-AM apabila dibentuk Menerima sumbangan dana atau aset lainnya serta mengumumkannya kepada semua anggota pengguna air minum Menetapkan mekanisme pengambilan keputusan. Wewenang OMS-AM Wewenang OMS-AM meliputi antara lain: − − − − − − Menyusun dan menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) berdasarkan norma.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana iii. Jumlah dan komposisi anggota OMS-AM Catatan: Jumlah wakil masyarakat harus lebih banyak dari jumlah wakil instansi pemerintah. meliputi pertanggungjawaban teknis operasional. keuangan dan pengelolaan. Pengambilan keputusan dilakukan melalui musyawarah mufakat. Bila tidak tercapai kesepakatan dengan musyawarah mufakat. v. Fungsi dan peran Koperasi adalah: 202 . pengambilan keputusan dilakukan dengan pengambilan suara terbanyak Tugas dan wewenang OMS-AM ini dapat dikembangkan sesuai dengan kesepakatan masyarakat pengguna air minum. untuk menampung tanggapan dan masukan dari masyarakat. Anggota OMS-AM dari instansi pemerintah ditunjuk oleh masing-masing instansi dengan memperhatikan kebutuhan dan permintaan dari masyarakat. 4. 3. B. bebas dan rahasia. diantaranya: − − − i. 5. Tugas OMS-AM Tugas OMS-AM meliputi antara lain: − − − Melakukan pertanggungjawaban kepada rapat umum para anggota masyarakat pengguna air minum atas penyelenggaraan penyediaan air minum paling sedikit 1 (satu) kali dalam setahun. Peringkat satu hasil perhitungan suara ditetapkan menjadi Ketua OMS-AM. Koperasi terdiri dari dua jenis. iv. Tugas dan wewenang OMS-AM. Melakukan konsultasi dengan masyarakat. Setiap anggota masyarakat yang hadir pada rembug warga memberikan 1 (satu) suara untuk 1 (satu) nama yang akan dipilih menjadi anggota OMS-AM. baik melalui rapat anggota maupun secara langsung kepada masyarakat. iii. ii. Koperasi yaitu badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. OMS-AM segera menyiapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta merumuskan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan untuk penyelenggaraan penyediaan air minum. Koperasi Sekunder adalah Koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan Koperasi. Koperasi Primer adalah Koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan orang-seorang. budaya. Nama yang dipilih harus berasal dari anggota masyarakat yang hadir pada rembug warga tersebut. Koperasi Primer dan Koperasi Sekunder. Penghitungan suara dilakukan secara terbuka dan diketahui oleh seluruh anggota masyarakat yang hadir rembug warga.

pengelolaan dilakukan secara demokratis. pengangkatan. rencana anggaran pendapatan dan belanja Koperasi. j. Ketentuan mengenai keanggotaan koperasi dijelaskan sebagai berikut: 1. hal-hal yang harus diperhatikan antara lain: i. serta pengesahan laporan keuangan. membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya. Perangkat organisasi Koperasi terdiri dari: a. kemandirian. hak. d. ketentuan mengenai pembagian sisa hasil usaha. berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. e. penggabungan. i. ketentuan mengenai sanksi. rencana kerja. yang memuat sekurang-kurangnya: a. h. dan usaha Koperasi. iii. g. Rapat Anggota menetapkan: • • • • • • • Anggaran Dasar. b. nama dan tempat kedudukan. pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal. keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka. 203 . Koperasi dapat memiliki anggota luar biasa yang persyaratan. pemberhentian Pengurus dan Pengawas. ketentuan mengenai permodalan. v. memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan Koperasi sebagai sokogurunya. ii. Rapat Anggota Rapat Anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam Koperasi dan dihadiri oleh anggota yang pelaksanaannya diatur dalam Anggaran Dasar. ketentuan mengenai pengelolaan. c. Koperasi Sekunder dibentuk oleh sekurang-kurangnya 3 (tiga) Koperasi. pembagian sisa hasil usaha. pemilihan. berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat. Dalam pemilihan anggota dan susunan pengurus Koperasi. ketentuan mengenai keanggotaan. pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota. dan kewajiban keanggotaannya ditetapkan dalam Anggaran Dasar. iv. d.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana a. dan pembubaran Koperasi. Keanggotaan dan susunan pengurus Koperasi Koperasi melaksanakan prinsip Koperasi sebagai berikut: a. Yang dapat menjadi anggota Koperasi ialah setiap warga negara Indonesia yang mampu melakukan tindakan hukum atau Koperasi yang memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan dalam Anggaran Dasar. daftar nama pendiri. b. Pembentukan Koperasi dilakukan dengan akta pendirian yang memuat Anggaran Dasar. c. e. pengesahan pertanggungjawaban Pengurus dalam pelaksanaan tugasnya. f. kebijaksanaan umum dibidang organisasi manajemen. Koperasi Primer dibentuk oleh sekurang-kurangnya 20 (duapuluh) orang atau anggota yang akan mendapat air minumnya. c. ketentuan mengenai Rapat Anggota. ketentuan mengenai jangka waktu berdirinya. maksud dan tujuan serta bidang usaha. d. pembagian. b. peleburan.

Persyaratan. Dalam hal Pengurus Koperasi bermaksud untuk mengangkat Pengelola. maupun sendiri-sendiri. karena tindakan yang dilakukan dengan kesengajaan atau kelalaiannya. Rapat Anggota dilakukan paling sedikit sekali dalam 1 (satu) tahun.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Keputusan Rapat Anggota diambil berdasarkan musyawarah untuk mencapai mufakat. baik bersama-sama. mengajukan rancangan rencana kerja serta rancangan rencana anggaran pendapatan dan belanja Koperasi. maka pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan suara terbanyak dimana setiap anggota mempunyai hak satu suara. menyelenggarakan pembukuan keuangan dan inventaris secara tertib. Pengurus bertugas: • • • • • • • • • mengelola Koperasi dan usahanya. Rapat Anggota berhak meminta keterangan dan pertanggungjawaban Pengurus dan Pengawas mengenai pengelolaan Koperasi. Untuk pertama kali. tidak menutup kemungkinan bagi penuntut umum untuk melakukan penuntutan. dan tempat penyelenggaraan Rapat Anggota dan Rapat Anggota Luar Biasa diatur dalam Anggaran Dasar. Masa jabatan Pengurus paling lama 5 (lima) tahun. 204 . Pengurus berwenang: Pengurus bertanggung jawab mengenai segala kegiatan pengelolaan Koperasi dan usahanya kepada Rapat Anggota atau Rapat Anggota Luar Biasa. b. Hubungan antara Pengelola usaha dengan Pengurus Koperasi merupakan hubungan kerja atas dasar perikatan. menyelenggarakan Rapat Anggota. melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan dan kemanfaatan Koperasi sesuai dengan tanggung jawabnya dan keputusan Rapat Anggota. Pengelolaan usaha oleh Pengelola tidak mengurangi tanggung jawab Pengurus yang telah ditentukan. memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru serta pemberhentian anggota sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar. Persyaratan untuk dapat dipilih dan diangkat menjadi anggota Pengurus ditetapkan dalam Anggaran Dasar. Koperasi dapat melakukan Rapat Anggota Luar Biasa apabila keadaan mengharuskan adanya keputusan segera yang wewenangnya ada pada Rapat Anggota. mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas. Rapat Anggota Luar Biasa mempunyai wewenang yang sama dengan wewenang Rapat Anggota. tata cara. Apabila tidak diperoleh keputusan dengan cara musyawarah. Selain Rapat Anggota. Pengurus merupakan pemegang kuasa Rapat Anggota. Pengurus. Pengurus Koperasi dapat mengangkat Pengelola yang diberi wewenang dan kuasa untuk mengelola usaha. memelihara daftar buku anggota dan pengurus. mewakili Koperasi di dalam dan di luar pengadilan. Rapat Anggota Luar Biasa dapat diadakan atas permintaan sejumlah anggota Koperasi atau atas keputusan Pengurus yang pelaksanaannya diatur dalam Anggaran Dasar. apabila tindakan itu dilakukan dengan kesengajaan. Rapat Anggota untuk mengesahkan pertanggungjawaban Pengurus diselenggarakan paling lambat 6 (enam) bulan setelah tahun buku lampau. Pengelola bertanggung jawab kepada Pengurus. maka rencana pengangkatan tersebut diajukan kepada Rapat Anggota untuk mendapat persetujuan. susunan dan nama anggota Pengurus dicantumkan dalam akta pendirian. Pengurus Pengurus dipilih dari dan oleh anggota Koperasi dalam Rapat Anggota. Disamping penggantian kerugian tersebut. menanggung kerugian yang diderita Koperasi.

menghadiri. c. memanfaatkan Koperasi dan mendapat pelayanan yang sama antara sesama anggota. menyatakan pendapat. 3. meneliti catatan yang ada pada Koperasi. e. mendapatkan keterangan mengenai perkembangan Koperasi menurut ketentuan dalam Anggaran Dasar. Apabila salah seorang anggota Pengurus tidak menandatangani laporan tahunan tersebut. Kewajiban anggota Koperasi Setiap anggota Koperasi mempunyai kewajiban: a.3 KELOMPOK PENGGUNA DAN PEMANFAAT (KP2) AIR MINUM Kelompok Pengguna dan Pemanfaat (KP2) Air Minum adalah badan pelaksana atau pengelola dari suatu pelayanan air minum yang anggotanya ditunjuk oleh OMS-AM atau Koperasi. Pengawas dipilih dari dan oleh anggota Koperasi dalam Rapat Anggota dan bertanggung jawab kepada Rapat Anggota. c. memilih dan/atau dipilih menjadi anggota Pengurus atau Pengawas. dan memberikan suara dalam Rapat Anggota. 2. Pengawas. Pengawas bertugas: • • • • melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan Koperasi. f. Persyaratan untuk dapat dipilih dan diangkat sebagai anggota Pengawas ditetapkan dalam Anggaran Dasar. anggota yang bersangkutan menjelaskan alasannya secara tertulis. mengemukakan pendapat atau saran kepada Pengurus diluar Rapat Anggota baik diminta maupun tidak diminta. mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta keputusan yang telah disepakati dalam Rapat Anggota.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Setelah tahun buku Koperasi ditutup. terdiri dari orang-orang yang mempunyai keahlian yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan penyediaan air minum. KP2 Air Minum dapat berfungsi sebagai pelaksana/penyedia jasa. mendapatkan segala keterangan yang diperlukan. Persetujuan terhadap laporan tahunan. mengembangkan dan memelihara kebersamaan berdasar atas asas kekeluargaan. paling lambat 1 (satu) bulan sebelum diselenggarakan rapat anggota tahunan. Koperasi dapat meminta jasa audit kepada akuntan publik. d. 5. Pada tahap pelaksanaan proyek. Hak anggota Koperasi Setiap anggota Koperasi mempunyai hak: a. b. meminta diadakan Rapat Anggota menurut ketentuan dalam Anggaran Dasar. KP2 Air Minum dapat bekerjasama dengan kontraktor. merupakan penerimaan pertanggungjawaban Pengurus oleh Rapat Anggota. membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasannya. b. Untuk pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus. termasuk pengesahan perhitungan tahunan. Laporan tahunan ditanda-tangani oleh semua anggota Pengurus. dan pengelolaan Pengawas berwenang: Pengawas harus merahasiakan hasil pengawasannya terhadap pihak ketiga. Pengurus menyusun laporan tahunan yang memuat sekurangkurangnya: • • perhitungan tahunan yang terdiri dari neraca akhir tahun buku yang baru lampau dan perhitungan hasil usaha dari tahun yang bersangkutan serta penjelasan atas dokumen tersebut. berpartisipasi dalam kegiatan usaha yang diselenggarakan oleh Koperasi. 205 . keadaan dan usaha Koperasi serta hasil usaha yang dapat dicapai. c.

termasuk Laporan Tahunan. pelaksanaan. pencatatan administrasi dan pelaporan keuangan. sumber dan jenis air baku.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Pada tahap operasional dan pemanfaatan. OMS-AM atau Koperasi mengadakan rembug warga untuk memilih anggota KP2 Air Minum ii. B. kondisi sosial. operasional & pemeliharaan. i. Tugas KP2 Air Minum Tugas KP2 Air Minum meliputi antara lain: orang yang mempunyai keahlian yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan penyediaan air minum (profesional). KP2 Air Minum bertugas dalam 4 − − 206 . pola penggunaan air minum) dan membuat perencanaan teknis pengambilan air baku. dan pengembangan pelayanan air minum Fungsi administrasi sebagai penanggung jawab pelaksanaan pengumpulan iuran air minum. Keanggotaan dan kepengurusan KP2 Air Minum diangkat dan diberhentikan oleh OMS-AM atau Koperasi. Susunan pengurus ini dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan. fungsi teknis. Keanggotaan dan susunan pengurus KP2 Air Minum Dalam pemilihan anggota dan susunan pengurus KP2 Air Minum hal-hal yang harus diperhatikan antara lain: i. Ketua Sekretaris Bendahara Penanggungjawab pelaksanaan (aspek teknis) Penanggungjawab pengelolaan (aspek administrasi. Masa kerja KP2 Air Minum selama 3 (tiga) tahun. Anggota KP2 Air Minum dapat dipilih kembali untuk periode kepengurusan selanjutnya. Berdasarkan tahapan pembangunan penyediaan air minum. Mekanisme pemilihan anggota KP2 Air Minum Keanggotaan dan pengurus KP2 Air Minum dipilih dan disusun melalui mekanisme sebagai berikut: i. D. ekonomi dan budaya masyarakat. Melaksanakan kebijaksanaan dan keputusan penyelenggaraan penyediaan air minum yang ditetapkan oleh OMS-AM atau Koperasi (empat) tahapan yaitu: Tahap persiapan − − Memobilisasi sumber daya manusia dan sumber dana Bersama pendamping teknis melaksanakan kegiatan survei (untuk lokasi pelayanan. C. pengelolaan dan keberlanjutan prasarana air minum terbangun dengan menjalankan fungsi manajemen. pengolahan air dan distribusi air minum Mempresentasikan konsep rencana teknis sistem penyediaan air minum kepada rapat anggota Menyusun rencana kebutuhan biaya Tahap perencanaan ii. dan fungsi administrasi sebagaimana uraian berikut: − − − Fungsi manajemen sebagai penanggung jawab untuk kelancaran pelaksanaan jalannya pengoperasian prasarana dan sarana air minum Fungsi teknis sebagai penanggung jawab teknis perencanaan. Susunan pengurus KP2 Air Minum sedikitnya terdiri dari: iii. KP2 Air Minum bertanggung jawab atas operasional pemanfaatan. Anggota KP2 Air Minum dapat bekerja paruh waktu (part-time) tergantung volume pekerjaannya sesuai pertimbangan OMS-AM atau Koperasi. KP2 Air Minum membuat laporan pertanggungjawaban kepada OMS-AM atau Koperasi paling sedikit 2 (dua) kali dalam setahun. keuangan dan personalia) ii. Anggota KP2 Air Minum dapat ditunjuk dari anggota masyarakat pengguna air minum atau iii.

Tahap pembangunan − − − Tahap operasi & pemeliharaan − − − − − − − iii. buku penerimaan dan pengeluaran Menyusun dan melaporkan kegiatan dan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan KP2 Air Minum menghitung besarnya iuran air minum yang harus dibayar oleh para pengguna air minum untuk kemudian mengusulkannya kepada OMS-AM untuk dimusyawarahkan dengan masyarakat pengguna melalui rembug warga.4 Kelembagaan Dalam upaya menjamin pemanfaatan prasarana dan sarana air minum yang berkelanjutan. antara lain: Harga air minum ke PDAM sesuai tarif sosial yang berlaku (jika sumber air minum dari PDAM). Wewenang KP2 Air Minum Wewenang KP2 Air Minum meliputi antara lain: i. Besarnya harga air minum per m3 atau per jerigen 20 lt atau 10 lt ditentukan dengan memperhatikan keperluan untuk mempertahankan keberlanjutan pemanfaatan. 1. Prinsip-prinsip dasar dan mekanisme pengelolaan prasarana dan sarana air minum yang bertumpu masyarakat diuraikan pada bagian berikut. Prinsip-prinsip Dasar Pengelolaan Berbasis Masyarakat Pengelolaan prasarana dan sarana air minum berbasis masyarakat didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut: i. Biaya operasi dan pemeliharaan prasarana. Insentif kepada petugas pengelola prasarana sesuai kesepakatan. pencatatan jumlah konsumen. baik melalui pihak ketiga. Memberikan saran dan masukan kepada OMS-AM atau Koperasi ii. perlu diciptakan mekanisme pengelolaan yang berbasis masyarakat. pemeliharaan dan perbaikan sistem pelayanan air minum dan melakukan tindakan yang perlu diambil dalam batas kewenangan Melaksanakan pemeriksaan secara berkala dan merawat seluruh sistem yang ada Memonitor tingkat persediaan bahan yang diperlukan untuk operasi dan pemeliharaan sehubungan dengan kelancaran pelayanan Melaksanakan pengumpulan iuran air minum Melaksanakan pencatatan (recording) administrasi.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana − − Menyusun rencana teknis dan perhitungan kebutuhan biaya ke dalam bentuk proposal kegiatan Merencanakan pengembangan prasarana dan sarana air minum Melakukan kegiatan pengadaan barang dan perlengkapan yang diperlukan untuk kegiatan pembangunan Melaksanakan kegiatan konstruksi fisik. Insentif kepada pemilik tanah (bila diperlukan). Melaksanakan pertanggungjawaban kepada OMS-AM atau Koperasi paling sedikit 2 (dua) kali dalam setahun E. atau dikerjakan secara gotong royong dengan masyarakat Melakukan kegiatan pengawasan dan pelaporan terhadap kegiatan fisik yang dilaksanakan Melaksanakan pengoperasian. Melakukan kerjasama operasional dengan pihak ketiga setelah mendapat persetujuan dari OMSAM atau Koperasi Tugas dan wewenang KP2 Air Minum ini dapat dikembangkan sesuai dengan kesepakatan masyarakat pengguna air minum. yaitu pengelolaan yang dilaksanakan oleh masyarakat pengguna itu sendiri. Pemilihan kegiatan berdasarkan musyawarah masyarakat sehingga dapat diterima oleh masyarakat (acceptable) 207 . 5.

pengelolaan sementara dan penyerahan pengelola. Aspek kebijaksanaan Pemerintah Pengelolaan sarana air minum termasuk di perdesan pada prinsipnya dilaksankan oleh Pemerintah Daerah Tingkat II atau badan-badan bentuknya yaitu PDAM dan bila belum ada oleh BPAM. Penyelenggaraan kegiatan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat secara berkelanjutan (sustainable) 2. Penyelenggaraan kegiatan harus dapat dipertanggungjawabkan (accountable) iv. Pengelolaan oleh wadah LKMD atau swadaya. maka harus diupayakan meningkatkan dan menggairahkan partisipasi masyarakat untuk berswadaya melalui wadah LKMD atau badan pengelola air minum yang bekerja secara swadaya sebagai hasil bentukan masyarakat sendiri. Departemen Keuangan. Departemen Dalam Negeri. 6. Sedangkan aspek sosial budaya menyangkut kemauan/ keinginan/ kesepakatan masyarakat setempat untuk melaksanakan pengelolaan. ketersediaan personil dan keterbatasan kemampuan pihak PDAM atau BPAM. berupa hidran umum atau sambungan rumah Tingkat teknologi sistem air minum akan menentukan tingkat kemudahan dalam pengelolaan dan harga dari teknologi tersebut. Pengelolaan sistem pelaporan yang baik dan benar serta penyampaiannya tepat waktu merupakan salah satu penilaian keberhasilan penyelenggaraan prasarana dan sarana air minum komunal. Penyusunan lembaga pengelola didasarkan pada beberapa aspek meliputi: i. 3 tahun Penyelenggaraan SPAM komunal yang berbasis masyarakat juga mengacu kepada Kebijakan Nasional Pembanguna Prasarana dan Sarana Air minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Pengelolaan Masyarakat Tahun 2003 yang disepakati oleh Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. iii. Aspek kebijaksanaan Pemerintah. iii.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana ii. pengelolaan prasarana air minum pada dasarnya ditujukan untuk mempertahankan keberlanjutan pemanfaatan prasarana air minum terbangun. Untuk pengelolaan sarana air minum sederhana diperlukan satu pola yang sesuai dan sederhana serta diarahkan pada pengelolaan secara manajemen perusahaan dalam bentuk BPAM atau PDAM. ekonomi. Solusi teknis yang diterapkan b. 4. karena keterbatasan pengetahuan yang dimiliki oleh sebagian masyarakat. ii. dan Bappenas. 5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. Aspek sosial. 14 tahun 1987 tentang penyerahan sebagai urusan pemerintahan di bidang Pekerjaan Umum kepada daerah. 208 . Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pekerjaan Umum No. budaya Aspek sosial ekonomi menyangkut tingkat kemampuan ekonomi masyarakat untuk dapat membiayai kegiatan pengelolaan. akan dilakukan pembinaan secara teknis oleh PDAM atau BPAM. Bentuk pelayanan. 1987 tentang prosedur pengusulan pengadaan proyek air minum. Aspek sosial. Aspek teknis. Aspek hukum Dasar hukum pembentukan lembaga pengelola yaitu: i. serta mengacu pada PP 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan SPAM. Departemen Kesehatan. Aspek hukum. 3. ii. Aspek teknis Aspek teknis mencakup: a. iv. Aspek Pengelolaan Prasarana Air Minum Sebagaimana disebutkan sebelumnya. Adanya hambatan pendanaan. Penyelenggaraan kegiatan dilakukan secara terbuka dan diketahui oleh semua unsur masyarakat (transparent).

meliputi biaya perencanaan. Menanamkan nilai-nilai hidup sehat pada tiap keluarga. biaya pembangunan. Struktur organisasi lembaga pengelola dan mekanisme pertanggungjawaban Struktur organisasi pengelola air minum sederhana.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Aspek ekonomi terutama terkait dengan pendanaan penyelenggaraan SPAM komunal yang harus disepakati bersama oleh masyarakat pengguna. Hal yang juga harus disepakati oleh masyarakat pengguna adalah besaran iuran yang harus ditanggung bersama agar pemanfaatan prasarana dan sarana air minum dapat berkelanjutan. pelaksanaan pembangunan. komposisi personil pengelola berdasarkan klasifikasi jumlah rumah tangga pengguna dapat dilihat pada Tabel 6. Secara proporsional. Koordinasi dengan lembaga lain yang terkait Pemilihan personil pengelola prasarana air minum dilakukan oleh seluruh anggota pengguna air minum secara demokratis dan bebas melalui rembug warga. b. Komposisi personil pengelola prasarana dan sarana air minum Untuk setiap klasifikasi jumlah rumah tangga pengguna. Hal ini dapat dicapai dengan melibatkan masyarakat pengguna secara aktif mulai dari tahap perencanaan. sampai dengan pengelolaan. pengelolaan prasarana air minum terbangun menerapkan prinsip pengelolaan sebagaimana disebutkan di atas. a. Mekanisme pemilihan. dan biaya operasi dan pemeliharaan. c. Memberikan wawasan dan cakrawala baru pada masyarakat. Namun demikian. jumlah personil yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan setiap aspek akan tergantung dari klasifikasi yang ada. Manfaat yang dapat diperoleh antara lain: Sarana air minum yang sudah dan akan terbangun akan dipelihara dengan baik karena rasa turut memiliki dari pihak masyarakat. Aspek budaya terutama terutama terkait dengan rasa memiliki masyarakat terhadap keberlanjutan pemanfaatan prasarana dan sarana air minum. Struktur organisasi lembaga pengelolaan b. 1.1 Komposisi Personil Pengelola Prasarana dan Sarana Air Minum Berdasarkan Klasifikasi Jumlah Rumah Tangga Pengguna Prasarana Air Minum Tipe Lembaga Pengelola A B C Jumlah Kepala Keluarga (KK) 5 KK 10 KK 20 KK Penanggung Jawab Umum (orang) 1 1 1 Pengelola Teknis (orang) 1* 1 2 Pengelola Administrasi (orang) 1 1 Jumlah 2 3 4 Sumber: Hasil perhitungan. sesuai dengan komposisi personil pengelola prasarana dan sarana air minum pada tabel 4.1 dan gambar berikut: 209 . 5.1. 2005 * Pengelola teknis juga menangani pengelolaan administrasi 2. Menimbulkan kesadaran berorganisasi dan bermasyarakat. Tabel 5.5 Ketentuan Umum Pemilihan Organisasi Pengelola Kelembagaan pengelolaan meliputi: a. tugas dan wewenang personil pengelola prasarana air minum diuraikan pada bagian berikut.

2 Struktur Lembaga Pengelola Tipe B ANGGOTA MASYARAKAT PENGGUNA Gambar 6.3 Struktur Lembaga Pengelola Tipe C Keterangan: Pertanggungjawaban Masukan/Pengaduan 210 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana LEMBAGA PENGELOLA Penanggungjawab Umum LEMBAGA PENGELOLA Penanggungjawab Umum LEMBAGA PENGELOLA Penanggungjawab Umum Pengelola Teknis dan Administrasi Pengelola Teknis Pengelola Administrasi Pengelola Teknis Pengelola Administrasi ANGGOTA MASYARAKAT PENGGUNA Gambar 6.2 Struktur Lembaga Pengelola Tipe A ANGGOTA MASYARAKAT PENGGUNA Gambar 6.

Pembentukan lembaga pengelola i. diantaranya: Jumlah dan komposisi anggota lembaga pengelola Tugas dan wewenang lembaga pengelola b. agar pengambilan air berlangsung lancar dan tertib. Melaksanakan perbaikan dari setiap kerusakan yang terjadi. dan lain-lain) iii.. Membantu penanggungjawab umum dalam melaksanakan kegiatan administrasi dan keuangan. ii. 211 . masyarakat di lokasi pelaksanaan mengadakan rembug warga untuk membentuk lembaga pengelola ii. Nama yang dipilih harus berasal dari anggota masyarakat yang hadir pada rembug warga tersebut. Dengan fasilitasi dari fasilitator. rembug warga juga dihadiri oleh: Ketua RT Tokoh masyarakat Wakil dari instansi teknis terkait di daerah (seperti PDAM. Mengatur para pemakai. Selain masyarakat calon pengguna air minum. bebas dan rahasia. Membuat laporan hasil pengelolaan teknis kepada penanggungjawab umum. Mekanisme pemilihan personil pengelola Pemilihan personil pengelola SPAM disusun melalui mekanisme sebagai berikut: a. Bertanggungjawab terhadap penarikan air minum dari pemakai. Pelaksanaan kegiatan rembug warga ini diharapkan menghasilkan kesepakatankesepakatan berkaitan dengan pembentukan lembaga pengelola. Dinas Bidang Air Minum Cipta Karya.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Uraian tugas dan tanggung jawab masing-masing anggota pengurus antara lain sebagai berikut: a) Penanggungjawab Umum − − Bertanggungjawab atas pengelolaan teknis dan administrasi. b) Pengelola Teknis − − − − − − − − − − − c) Pengelola Administrasi 3. Dinas Sumber Daya Air. Pemilihan anggota lembaga pengelola dilakukan oleh masyarakat calon pengguna air minum secara demokratis. Membuat laporan hasil pengelolaan administrasi dan keuangan kepada penanggungjawab umum. Melaporkan kerusakan yang tidak dapat ditanganinya kepada penanggungjawab umum. Bertanggungjawab pada keutuhan sarana. Setiap anggota masyarakat yang hadir pada rembug warga memberikan 1 (satu) suara untuk 1 (satu) nama yang akan dipilih menjadi anggota lembaga pengelola. Mengkoordinir warga untuk turut memelihara dan menjaga keutuhan sarana. Penyiapan masyarakat i. Melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam hal penyelesaian masalah teknis dan/atau administrasi yang tidak dapat ditangani oleh pengelola. Membantu penanggungjawab umum dalam melaksanakan kegiatan operasi dan pemeliharaan sarana dari segi teknis. Dinas Kesehatan. Mengelola iuran air minum dari pemakai dan menyerahkan kepada penanggungjawab umum.

b. Membayar harga air minum. Perhitungan Harga Pokok Air (HP) dihitung dengan menggunakan rumus: Jumlah Seluruh Biaya (Rp) HP = -------------------------------------------------------------------------------------Jumlah air yang didistribusikan sesuai dengan catatan pada meter induk (m3) Waktu berlakunya harga pokok air yang telah disesuaikan adalah bergantung pada rencana. Selanjutnya. Biaya operasi dan pemeliharaan prasarana. Besarnya harga air minum tersebut harus lebih murah dari harga air yang harus dibayar oleh masyarakat sebelum dilaksanakannya pengembangan sistem penyediaan air minum tersebut. Insentif kepada pemilik tanah (bila diperlukan). Pengurus lainnya (pengelola teknis/administrasi) dipilih dari nama-nama anggota yang muncul dari hasil penghitungan suara. iv. 212 . e. Peringkat satu hasil perhitungan suara ditetapkan menjadi Penanggungjawab Umum. Kontribusi untuk RT (bila diperlukan).6 Penetapan Tarif Lembaga pengelola mengadakan rembug warga untuk menentukan besarnya harga air minum per m3 atau per jerigen 20 liter dan 10 liter yang harus dibayar oleh masyarakat untuk keperluan antara lain: a.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana iii. v. d. 5. vi. Penghitungan suara dilakukan secara terbuka dan diketahui oleh seluruh anggota masyarakat yang hadir rembug warga. c. lembaga pengelola segera menyiapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta merumuskan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan untuk penyelenggaraan SPAM komunal. Insentif kepada petugas pengelola prasarana sesuai kesepakatan.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana LAMPIRAN 213 .

tongkat ukur atau pita ukur b. Alat yang diperlukan − Sekat trapesoidal yang sisi-sisi dalam sekat itu meruncing. dibuat dari pelat logam (baja. pelimpah mata air. tidak menempel pada sekat (lihat Gambar L1-1) 214 . Keadaan untuk pengukuran − Aliran di hulu dan di hilir sekat harus tenang − Aliran hanya melalui sekat. Sekat ini tetap dipasang pada lokasi pengukuran atau hanya sementara saja. Perhitungan debit − Debit dihitung dengan persamaan: Q = 0. aluminium. dan sebagainya) yang akan diukur.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana LAMPIRAN–1 METODE PENGUKURAN DEBIT AIR BAKU 1) Pengukuran dengan menggunakan alat ukur Cipoletti a. tongkat ukur atau pita ukur c.0186 . Cara pengukuran − Tempatkan sekat pada aliran (sungai kecil. tidak ada kebocoran pada bagian atas atau samping sekat − Air harus mengalir bebas dari sekat. − Penggaris. pada posisi yang baik sehingga sekat betul-betul mendatar atau “h” pada kedua sisinya adalah sama − Ukur h dengan penggaris. dan lain-lain) atau dari kayu lapis. seperti terlihat pada Gambar L1-1. bh3/2 dengan: Q dalam liter/detik b dalam cm h dalam cm d.

Gambar L1-1 Alat ukur Cipoletti baca disini harus melimpah sempurna a h gelembung udara b c Catatan: a:c . bh3/2 (L/dt) b: dalam cm h: dalam cm Lampiran–1 Metode Pengukuran Debit Air Baku 215 .4:1 Catatan: air harus mengalir bebas dari sekat (lihat pada gambar) Petunjuk Teknis Pelaks Prasarana Air Minum Sede Sekat Cipoletti : Q = 0.0186 .

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

2) Pengukuran dengan menggunakan alat ukur Thompson a. Alat yang diperlukan − Sekat V-notch, seperti terlihat pada Gambar L1-2, dibuat dari pelat logam (baja, aluminium, dll) atau dari kayu lapis − Penggaris, tongkat ukur atau pita ukur b. Cara pengukuran − Tempatkan sekat pada aliran yang akan diukur, pada posisi yang baik sehingga sekat betulbetul mendatar atau “h” pada kedua sisinya adalah sama − Ukur h dengan penggaris, tongkat ukur atau pita ukur c. Perhitungan debit − Debit dihitung dengan persamaan: Q = 0,0134 . h5/2 dengan: Q: dalam liter/detik h: dalam cm d. Keadaan untuk pengukuran − Aliran di hulu dan di hilir sekat harus tenang − Aliran hanya melalui sekat, tidak ada kebocoran pada bagian atas atau samping sekat − Air harus mengalir bebas dari sekat, tidak menempel pada sekat (lihat Gambar L1-2)

216

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

Gambar L1-2 Alat ukur Thompson

SEKAT THOMPSON: Q = 0,01365 . h5/2

13 12 11 10 9 8 7 h dalam cm 6 5 4 3 2 1 0.5 1 2 3 4 5 6 7 8 C NO : OT H h=8.5cmjadi: Q2.85l/detik

Qdalaml/detik

bacadisini

h 90°

h

gelem udara bung

Catatan: Ketika memasang sekat: Pilih daerah aliran yang tenang Letakan sekat mendatar (h tiap sisi sama) Cegah jangan ada kebocoran Air harus mengalir bebas dari sekat (lihat

pada gambar)

217

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

3) Pengukuran dengan metoda benda apung a. Alat yang diperlukan − Bahan yang dapat mengapung di air (bola pingpong, gabus, dan lain-lain) − Alat ukur panjang (penggaris, tongkat ukur atau pita ukur) − Alat ukur waktu (stopwatch) b. Cara pengukuran − Pilih lokasi yang baik pada beban air dengan lebar, kedalaman, kemiringan dan kecepatan yang dianggap tetap sepanjang + 2 meter. Harus diperhatikan agar tidak ada rintangan, halangan atau gangguan lain di sepanjang lintasan pengamatan. − Tetapkan titik awal (T1) dan titik akhir (T2) pengukuran. Catat panjang lintasan yang akan digunakan (L) (lihat Gambar L1-3a) − Jatuhkan bahan yang terapung pada T1. Pada waktu bersamaan, hidupkan alat ukur waktu (stopwatch) − Hentikan alat ukur waktu pada saat benda terapung mencapai titik T2. Catat waktu yang terhitung (t) − Antara T1 dan T2 dibagi menjadi beberapa titik penampang (misalnya Ta, Tb, Tc… Tn). Hitung luas penampang aliran pada titik-titik tersebut (lihat Gambar L1-3b) − Pada titik-titik ini hitung luas penampang aliran − Ukur kedalaman air pada beberapa titik penampang aliran, juga lebar penampang itu. tepi dan tengah saluran di masing-masing titik penampang (h1, h2, h3) − Lakukan di beberapa tempat c. Perhitungan debit − Hitung luas penampang basah di setiap titik penampang dengan persamaan: A dengan: A = b1; b2 = h1;h2;h3 = − = (b1 + b2)/2 . (h1 + h2 + h3)/3 luas penampang basah (m2) lebar penampang atas; bawah (m) kedalaman air (m)

Luas penampang basah rata-rata dihitung dengan menggunakan persamaan: Arata-rata dengan: Arata-rata AT1,T2,Ta,Tb,Tc 5 = = = = (AT1 + AT2 + ATa + ATb + ATc) / 5

luas penampang basah rata (m2) luas penampang basah di T1, T2, Ta, Tb, Tc (m2) jumlah titik pengukuran mulai T1 sampai T2

Debit dihitung dengan persamaan: Q = Arata-rata x L x t x 1000 dengan: Q = Arata-rata = L = t = debit aliran (L/dt) luas penampang basah rata (m2) panjang lintasan dari T1 ke T2 (m) waktu tempuh dari T1 ke T2 (detik)

d. Keadaan untuk pengukuran − Pengukuran dilakukan pada ruas yang relatif lurus (lihat Gambar L1-3) − Lakukan di beberapa ruas lurus untuk mendapatkan nilai debit rata-rata

218

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

Gambar L1-3 Pengukuran dengan Laju Aliran

A

t

aliran sumber air
T1 A Ta Tb Tc T3

Gambar L1-3a

Tampak Atas

A = luas penampang basah rata-rata

h1

h2

h3

Gambar L1-3b

Potongan A–A

219

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana

LAMPIRAN–2. STANDAR KUALITAS AIR I. STANDAR KUALITAS AIR DI PERAIRAN UMUM (sesuai Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 1990)
No. Parameter Satuan Gol. A Kadar Maksimum Gol. B Gol. C Gol. D

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

FISIKA Bau Jumlah zat padat terlarut (TDS) Kekeruhan Rasa Warna Suhu Daya hantar listrik KIMIA Anorganik Air raksa Aluminium Arsen Barium Besi Fluorida Kadmium Kesadahan CaCO3 Klorida Kromium, valensi 6 Mangan Natrium Nitrat sebagai N Nitrit sebagai N Perak pH Selenium Seng Sianida Sulfat Sulfida sebagai H2S Tembaga Timbal Oksigen terlarut (DO) Nikel SAR (Sodium Absorption Ratio) KIMIA Organik Aldrin dan dieldrin Benzona Benzo (a) Pyrene Chlordane (total isomer) Chlordane 2,4 D DDT Detergen 1,2-dichloroethane 1,1-dichloroethane Heptachlor dan heptachlor epoxide Hexachlorobenzene Lindane Metoxychlor Pentachlorophenol Pestisida total 2,4,6-trichlorophenol Zat organik (KMnO4)

mg/L Skala NTU Skala TCU o C Umhos/cm

1000 5 15 Suhu udara

1000

1000

1000

2250

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26.

mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L

0.001 0.2 0.005 1 0.3 0.5 0.005 500 250 0.005 0.1 200 10 1.0 0.05 6.5 – 8.5 0.01 5 0.1 400 0.05 1.0 0.05 -

0.001 0.05 1 5 1.5 0.01 600 0.05 0.5 10 1 5–9 0.01 5 0.1 400 0.1 1 0.01 >6

0.002 1

0.005 1

1.5 0.01 0.003 0.05

0.01

1 2 60

0.06 6–9 0.05 0.02 0.02 0.002 0.02 0.3 >3 5–9 0.05 2

0.1 1 0.5 1.5 – 2.5

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18.

mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L

0.0007 0.01 0.00001 0.0003 0.03 0.10 0.03 0.5 0.01 0.0003 0.003 0.00001 0.004 0.03 0.01 0.1 0.01 10

0.017

0.003 0.042 0.002

0.018 0.056 0.035

Mikrobiologis….

220

2.1 Nihil 0.001 1 0.004 0.005 0.1 0.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana STANDAR KUALITAS AIR DI PERAIRAN UMUM (lanjutan) (sesuai Peraturan Pemerintah No. C : air untuk perikanan dan peternakan Gol.1 1.0 0. D : air untuk pertanian dan usaha perkotaan. 26. Jml/100 ml Jml/100 ml 0 3 2000 10000 1. 21. B Gol. Parameter Satuan 19. 20 Tahun 1990) Kadar Maksimum Gol.1 1.2 0. 23.21 1. 20. industri dan PLTA mg = mili gram mL = mili liter L = liter Bq = Baquerel NTU = Nephtelometrik Turbidity Unit TCU = True Color Unit 221 .05 Nihil 0.001 0.1 1. 27. 2.1 1.0 0.0 Keterangan: Gol.5 0. A Gol. 25. A : air untuk air minum tanpa pengolahan terlebih dahulu Gol. B : air yang dipakai sebagai bahan baku air minum melalui suatu pengolahan Gol. Bq/L Bq/L 0. 22. 24.0 0. Endrin Phenol Karbon klorofom ekstrak Minyak dan lemak Organofosfat dan carbanat PCD Senyawa aktif biru metilen Toxaphene BHC Mikrobioligis Koliform tinja Total koliform Radioaktivitas Gross alpha activity Gross beta activity mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L - 0. D No. C Gol.21 0.002 0.

Air Minum E.07 1. KIMIA A.5 0.1 6.01 0.07 0.3 0. BAKTERIOLOGIS Parameter Satuan Kadar Maksimum yang Diperbolehkan Keterangan a.001 0. Coli atau fecal coli Total bakteri coliform 0 0 2.2 250 1 500 0.003 0. Coli atau fecal coli Total bakteri coliform 0 0 c.5 200 250 1000 3 C.05 2 0. Bahan-bahan Inorganik (yang kemungkinan dapat menimbulkan keluhan pada konsumen) Parameter Satuan Kadar Maksimum yang Diperbolehkan Keterangan Ammonia Aluminium Klorida Copper Kesadahan Hidrogen Sulfida Besi Mangan pH Sodium Sulfat Total padatan terlarut Seng mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 1.005 0.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana II.02 50 3 0. Bahan-bahan Organik… 222 .5 0. 907/MENKES/SK/VII/2002) 1. Coli atau fecal coli Jumlah per 100 ml sampel Jumlah per 100 ml sampel Jumlah per 100 ml sampel Jumlah per 100 ml sampel Jumlah per 100 ml sampel 0 b. Bahan-bahan Inorganik (yang memiliki pengaruh langsung pada kesehatan) Parameter Satuan Kadar Maksimum yang Diperbolehkan Keterangan Antimony Air raksa Arsenik Barium Boron Cadmium Kromium Tembaga Sianida Fluoride Timah Molybdenum Nikel Nitrat (sebagai NO3-) Nitrit (sebagai NO2-) Selenium mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 0.01 0.7 0. Air pada sistem distribusi E. Air yang masuk sistem distribusi E.3 0.01 B.5 – 8.05 0. PERSYARATAN KUALITAS AIR MINUM (sesuai Keputusan Menteri Kesehatan No.

7 Chlorinated benzenes Monochlorobenzene 1. Pestisida… 223 .2-dichloromethane 1.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana C.1.3 – 30 5 – 50 Desinfeksi dan hasil sampingannya Chlorine 2-chlorophenol 2.1-trichloromethane mg/L mg/L mg/L mg/L 2 20 30 2000 Chlorinated ethenes Vinyl chloride 1.1 – 10 0.4-dichlorophenol 2.4-dichlorobenzene Trichlorobenzene (total) mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 24 – 270 20 – 1800 2 – 200 4 – 2600 10 – 120 1 – 10 0.2-dichlorobenzene 1.6 200 2 C.1-dihloroethene 1.2-dichloroethene Trichloroethene Tetrachloroethene mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 5 30 50 70 40 Aromatic hydrocarbons Benzene Toluene Xylenes Benzoat (a) pyrene mg/L mg/L mg/L mg/L 10 700 500 0.5 0.3 – 40 2 – 300 C.4 0. Bahan-bahan Organik (yang kemungkinan dapat menimbulkan keluhan pada konsumen) Parameter Satuan Kadar Maksimum yang Diperbolehkan Keterangan Toluene Xylene Ethylbenzene Styrene Monochlorobenzene 1.4-dichlorobenzene Trichlorobenzene (total) mg/L mg/L mg/L mg/L 300 1000 300 20 Lain-lain di(2-(ethylhexil)adipate di(2-(ethylhexil)phtalate Acrylamide Epichlorohydrin Hexachlorobutadine Edetic acid (EDTA) Tributylin oxide mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 80 8 0.4.2-dichlorobenzene 1. Bahan-bahan Organik (yang memiliki pengaruh langsung pada kesehatan) Parameter Satuan Kadar Maksimum yang Diperbolehkan Keterangan Chlorinated alkanes Carbon tetrachloride Dichloromethane 1.6-trichlorophenol mg/L mg/L mg/L mg/L 600 – 1000 0.

2-dichloropropane 1.03 1 9 2 2 20 10 6 20 9 20 20 100 2 20 Chlorophenoxy herbicides selain 2.6-trichlorophenol Formaldehyde mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 90 100 9 10 9 3 5 25 200 200 900 100 100 60 200 50 100 10 90 100 1 70 3.4.4-DB Dichlorprop Fenoprop Mecoprop 2.4.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana C.2-dibromo-3-chloropropane 2.2 30 2 1 30 20 20 0. RADIOAKTIVITAS… Trihalomethanes Bromoform Dibromochloromethane Bromochloromethane Chloroform Chlorinated acetic acid Dichloroacetic acid Trichloroacetic acid Chloral hydrate (Trichloroacetal-dehyde) Halogenated acetonitriles Dichloroacetonitrile Dibromoacetonitrile Trichloroacetonitrile Cyanogen chloride (sebagai CN) 224 .4-D dan MCPA 2.5-T Monochloramine Chlorine Bromate Chlorite Chlorophenol 2. Pestisida Parameter Satuan Kadar Maksimum yang Diperbolehkan Keterangan Alachlor Aldicarb Aldrin/dieldrin Atrazine Bentazone Carbofuran Chlordane Chlorotoluron DDT 1.03 2 30 5 0.3-dichloropropane Heptachlor dan Heptachlor epoxide Hexachlorobenzene Isoproturon Lindane MCPA Methoxychlor Metolachlor Molinate Pendimethalin Pentachlorophenol Permethrin Propanil Pyridate Simazine Trifuralin mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L 20 10 0.4-D 1.

1 1 4.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 3. FISIK Parameter Satuan Kadar Maksimum yang Diperbolehkan Keterangan Warna Rasa dan bau Temperatur Kekeruhan TCU o C NTU 15 Suhu udara + 3oC 5 Tidak berbau dan berasa 225 . RADIOAKTIVITAS Parameter Satuan Kadar Maksimum yang Diperbolehkan Keterangan Gross alpha activity Gross beta activity Bq/L Bq/L 0.

b Klasifikasi Pelayanan SPAM Komunal Pelayanan (Kepala Keluarga/KK) 5 KK 10 KK 20 KK Radius Pelayanan < 100 m < 100 m < 100 m Jumlah Penduduk 25 .60 jiwa 100 . coklat dari lumpur putih Agak kuning sesudah air sebentar diember aktif Saringan karbon aktif atau aerasi + saringan karbon Aerasi + saringan pasir lambat 3 Kekeruhan Tergantung jenis rasa Saringan Pasir lambat Pembubuhan PAC + saringan pasir lambat Pembubuhan PAC Aerasi + saringan pasir lambat atau aerasi + saringan karbon aktif Kemungkinan dengan saringan karbon aktif Sama dengan kekeruhan Mungkin dengan pembubuhan PAC Tergantung jenis warna 4 Warna Coklat tanpa kekeruhan Coklat bersama dengan kekeruhan Putih Lain L-3.30 jiwa 50 .a EVALUASI KUALITAS AIR No 1 Parameter Bau Masalah Kualitas Bau tanah Bau besi Bau sulfur Bau lain Alternatif Pengolahan Kemungkinan dengan saringan karbon aktif Aerasi + saringan pasir lambat atau aerasi + saringan karbon aktif) Kemungkinan aerasi Tergantung jenis bau Aerasi + saringan karbon aktif Kesimpulan Dapat dipakai jika percobaan pengolahan berhasil Bisa dipakai dengan pengolahan Dapat dipakai jika percobaan pengolahan berhasil Dapat dipakai jika percobaan pengolahan berhasil Tergantung kadar Cl dan pendapat masyarakat Bisa dipakai dengan pengolahan Mungkin bisa dipakai dengan pengolahan Tidak dapat dipakai Bisa dipakai bila dengan pengolahan Bisa dipakai bila dengan pengolahan.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana LAMPIRAN–3 L-3. coklat (dari lumpur) Kekeruhan tinggi. 2005 226 .120 jiwa Sumber: Hasil Perhitungan. dengan biaya relatif besar Dapat dipakai jika percobaan pengolahan berhasil Dapat dipakai jika percobaan pengolahan berhasil Dapat dipakai jika percobaan pengolahan berhasil Sama dengan kekeruhan Tidak dapat dipakai kecuali percobaan pengolahan berhasil Tidak bisa dipakai kecuali percobaan pengolahan berhasil 2 Rasa Rasa asin/payau Rasa besi Rasa tanah tanpa kekeruhan Rasa lain Kekeruhan sedang.

0 2.1 0.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana LAMPIRAN–4 CONTOH PERHITUNGAN PERENCANAAN SARINGAN PASIR LAMBAT (SPL) 1) Luas penampang atas (A) dihitung menggunakan persamaan sebagai berikut: A= Q V (1) Misalkan: Q = 5 L/det = V = 0. A = 5 x 10-3 m3/det 0. 2.0 4.1 0. maka: 90 m2 2 2L = = 6.1 0.2 m/jam = maka. 4 4 4 4 4 227 LUAS PENAMPANG ATAS BAK (A) m2 9 – 36 18 – 72 27 – 108 36 – 144 45 – 180 .0 5. 0.7 m L= 2 x 6. 4 & 5 L/det DEBIT L/det 1. 0.1 0.0 3.1 – – – – – 0.4 m Contoh perhitungan untuk debit = 1 – 5 L/det dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel Contoh Hasil Perhitungan Luas Penampang Atas Bak Saringan Pasir Lambat untuk Debit: 1.2/3600 m/det = 90 m2 2) Ukuran panjang (P) dan lebar (L) dihitung menggunakan persamaan sebagai berikut: A=PxL -----------------------------------------------------------------------------(2) P : L = (1 s/d 2) : 1 Ditentukan: P:L=2:1 P = 2L A = 2 L2 A 2 Misalkan: L= P = A = 90 m2.2/3600 m/det 5 x 10-3 m3/det 0.7 m = 13. 3. 0.0 KECEPATAN PENYARINGAN m/jam 0. 0.

4) P60 = 0.58% < 3% Kelarutan pasir dalam HCl selama 4 jam = 2. kelarutan pasir dalam air dan HCl serta berat jenis pasir ditetapkan melalui analisis kualitas pasir. 4) Gradasi media kerikil Gradasi media kerikil diambil/ditetapkan dengan lapisan paling atas dengan butiran dan berurutan ke lapisan bawah dengan butiran besar.62 mm UC = 0.27 = 2.27 mm (antara 0.00 0.30 1.2 – 0.5% Berat jenis pasir = 2. Contoh hasil analisis kualitas pasir sebagai berikut: Kadar SiO2 = 92% > 90% Kelarutan pasir dalam air selama 24 jam = 0. dari gambar tersebut dapat diketahui: P10 = ES = 0.30 m m m m m dengan Underdrain Ukuran kedalaman bak saringan 4) Penentuan media pasir penyaringan i.62 : 0. Contoh gradasi media kerikil yang sudah ditetapkan dapat diperiksa pada tabel berikut: 228 .55 – 2.60 gr/cc (antara 2.40 0.75 0. ii.3 (antara 2 – 3) Jadi gradasi pasir (ES dan UC) memenuhi syarat untuk media penyaring pasir lambat. Sebagai contoh dapat dibaca pada grafik (lihat Gambar A). 2.65) Jadi kualitas pasir memenuhi syarat untuk media penyaring pasir lambat. Kadar SiO2.71% < 3.Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 3) Ukuran kedalaman (D) dapat ditetapkan berdasarkan persyaratan pada tabel mempertimbangkan kesesuaian antara kedalaman bak dengan kondisi lahan yang tersedia Contoh kedalaman yang diambil sebagai berikut: Tinggi bebas Kedalaman air di atas media pasir Tebal pasir penyaring Tebal kerikil penahan = = = = = = 0.75 m Ukuran efektif (Effective Size – ES) dihitung dengan persamaan sebagai berikut: ES = P10 UC = P10 P60 -------------------------------------------------------------------(3) (4) dengan pengertian: ES = ukuran efektif butiran (effective size) UC = koefisien keseragaman butiran (uniformity coefficient) Besaran untuk P10 dan P60 dapat diambil berdasarkan gambar grafik dari hasil analisis ayakan.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Tabel Contoh Pemakaian Gradasi Kerikil GRADASI KERIKIL 4 mm 15 mm 20 mm 60 mm TEBAL LAPISAN 10 mm 10 mm 12 mm 13 mm LAPISAN Ke – 1 (teratas) Ke – 2 Ke – 3 Ke – 4 (terbawah) 229 .

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana LAMPIRAN–5 JENIS DAN DETAIL SUMUR POMPA TANGAN (SPT) Gambar 5-1 SPT Dangkal dengan Pompa Tangan 230 .

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 5-2 SPT Dangkal dengan PVC 231 .

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 5-3 SPT Dalam Sistem I 232 .

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 5-4 SPT Dalam Sistem II 233 .

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar 5-5 SPT Dalam Sistem III 234 .

Model Intake Bebas dengan Pintu Air dan Saluran Penghubung Terbuka (dibangun pada sungai dengan bantaran cukup lebar) Gambar L6–1a Denah Gambar L6–1b Potongan 1-1 235 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana LAMPIRAN–6 TIPIKAL BANGUNAN PENGAMBILAN AIR BAKU: SUMBER AIR PERMUKAAN 1.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 2. Model Intake Bebas dengan Pintu Air pada Tepi Sungai Gambar L6–2a Denah Gambar L6–2b Potongan 1-1 236 .

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 3. Model Intake Bebas tanpa Pintu Air Gambar L6–3a Denah Gambar L6–3b Potongan 1-1 237 .

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 4. Model Intake Bendung Gambar L6–4a Denah Gambar L6–4b Potongan 1-1 Gambar L6–4c Potongan 2-2 238 .

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 5. Model Intake Tipe Ponton Gambar L6–5a Denah Gambar L6–5b Potongan 1-1 239 .

Model Intake Tipe Jembatan Gambar L6–6a Denah Gambar L6–6b Potongan 1-1 240 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 6.

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana 7. Model Intake Tipe Infiltrasi Galeri Gambar L6–7a Denah Gambar L6–7b Potongan 1-1 241 .

Departemen Pekerjaan Umum Kurva Daerah Kerja Pompa Non-Clogging Submersible Jenis Sudu: Vortex 242 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana LAMPIRAN–7 KURVA DAERAH KERJA UNTUK BERBAGAI MACAM POMPA Gambar L7–1 Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98). Departemen Pekerjaan Umum Kurva Daerah Kerja Pompa Non-Clogging Submersible Jenis Sudu: Aksial Gambar L7–2 Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98).

Departemen Pekerjaan Umum Kurva Daerah Kerja Pompa Non-Clogging Submersible Jenis Sudu: Shrouded Channel Gambar L7–4 Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98). Departemen Pekerjaan Umum Kurva Daerah Kerja Pompa Non-Clogging Submersible Jenis Sudu: Open Impeller 243 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar L7–3 Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98).

Departemen Pekerjaan Umum Gambar L7–5 Kurva Daerah Kerja Pompa – Deep Well Turbine Pump Gambar L7–6 Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98). Departemen Pekerjaan Umum Kurva Daerah Kerja Pompa – Deep Well Submersible Pump 244 .Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98).

Departemen Pekerjaan Umum Kurva Daerah Kerja Pompa – Sentrifugal Single Suction (putaran 1450 rpm) Gambar L7–8 Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98).Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Gambar L7–7 Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98). Departemen Pekerjaan Umum Kurva Daerah Kerja Pompa – Sentrifugal Single Suction (putaran 2900 rpm) 245 .

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan SPAM Sederhana Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98). Departemen Pekerjaan Umum Gambar L7–9 Kurva Daerah Kerja Pompa – Sentrifugal Double Suction 246 .

LAMPIRAN–8 CONTOH PERHITUNGAN KEBUTUHAN DAYA POMPA

KASUS: Rencana sistem penyediaan air bersih perdesaan: Sistem perpipaan Pengaliran distribusi menggunakan pompa 1) Data operasi: Tahap pertama Tahap kedua : : 10 L/det 10 L/det : 9m : 10 m pada 20 L/det

2) Data tekanan kerugian: Tekanan statis maksimum Tekanan kerugian perpipaan distribusi PERENCANAAN:

1) Tipe pompa sentrifugal 2) Perancangan instalasi (lihat Tabel 3.37 Instalasi Perpompaan Distribusi – Sentrifugal Single Suction): Jumlah pompa : 3 buah instal 2 operasi paralel 1 cadangan Diameter pipa hisap : 150 mm Diameter reducer : 150 mm x 65 mm Diameter suction : 65 mm Diameter pipa discharge : 50 mm Diameter reducer : 50 mm x 80 mm Diameter pipa header : 150 mm 3) Setelah diperoleh jumlah pompa dan ukuran pipa, maka dapat dibuat instalasi perpipaan bangunan distribusi dan dituangkan dalam gambar. 4) Perhitungan tekanan yang diperlukan menggunakan persamaan berikut: Hreq = Hs + HI (Q1/Q2)2 dengan pengertian: Hreq = tekanan yang diperlukan (m) = tekanan statis, perbedaan tinggi muka air (m) HS = tekanan kerugian sistem perpipaan pada akhir tahun rencana (Q2) HI = kapasitas pada akhir tahun rencana Q1 = kapasitas aliran Q2 dengan data sebagai berikut: − Tekanan statis (Hs) : 9 m − Tekanan kerugian sistem perpipaan pada akhir tahun rencana (HI) − Q2 : 20 L/det Sehingga persamaan tersebut menjadi: Hreq = 9 + 10 (Q1/20)2 Dengan persamaan di atas, dihitung tekanan yang diperlukan untuk beberapa besaran Q1 seperti terlihat pada Tabel L7-1.

: 10 m

247

Tabel L8-1 Perhitungan Tekanan yang Diperlukan
No. Kapasitas Tekanan Statis Maksimum (m) Kehilangan Tekanan (m) Tekanan yang Diperlukan Maksimum (m)

1. 2. 3. 4. 5. 6.

0 10 20 30 40 50

9 9 9 9 9 9

0.00 2.50 10.00 22.50 22.50 62.50

9.00 11.50 19.00 31.50 31.50 71.50

Sumber: Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan (AB-D/RE/TC/022/98)

5) Daerah kerja pompa: − Jenis − Tipe − Putaran − Diameter suction − Diameter discharge

: : : : :

sentrifugal single suction 1450 rpm 200 mm 150 mm

6) Perhitungan daya pompa (lihat Tabel 3.41): P = ρ . g . Q . H / n . SF = = 1000 x 9,8 x (10/1000) x 21 / 0,73 x 1,3 3,7 kW

7) Spesifikasi pompa − Jumlah pompa − − − − − − Kapasitas Tekanan Putaran Daya Tegangan Jenis pompa

: : : : : : : : :

3 unit 2 operasi paralel 1 cadangan 10 L/det 21 m 1450 rpm 3,7 kW 220 V / 380 V, 50 Hz, 3 phasa sentrifugal

248

Lampiran-9. Penangkap Mata Air Tipe IA
D E

200

200 1400 Variabel Lapisan aspal pasir t = 3 m m 400 1000

200 200 500 Sal. pem buang P as. batu kali Lem pung

S a l . p em bua ng F F

Pas. batu lingkar Vent 200 M anhole 500 x 500 m m Batu kosong 150-200 m m Pas. batu kali Tanah urug Lem pung 100 300 100

ke rikil Ø 1 50-2 00m m

1800

Lem pung Tanah keras

O utlet

Lem pung
V e nt M an ho le 50 0 x 5 00m m O ver flow

200

Pas. batu kali

1000

PO TO NG AN D -D

P e ng uras P ip a ou tlet K e po m pa boster O ver flow D S a l. P e m buang

Saluran pembuang

E

Vent Tanah urug Manhole 500 x 500 mm Pas. batu kali

Bambu tiap 1 m

SIT U A SI M A T A A IR B R O N KA P T ER IN G

Saluran pembuang Lempung Tanah asli

Pas. batu kali Tanah keras

POTONGAN E-E

249

Lampiran-10. Penangkap Mata Air Tipe IB
S IT U A S I M A T A A IR / B R O N K A P TE R IN G
P ipa overflow P ipa penguras S aluran pem buang III P ipa outlet

IV

IV

V ent

I P ipa saringan A sphalt pasir

I

S aluran terbuka

P ipa saringan

II
III

300

600

300

15
T a n a h le m p u n g T a n a h u ru g P a s . b a tu k a li P ip a b a m b u t ia p 1 m S a lu r a n p e m b u a n g P la t b e t o n T a n a h a s li 500

15

12 0°

Pas. batu kali Bam bu tiap 1 m Variabel Plat beton Variabel Perm ukaan tanah asli

P a s ir u r u g L e m b a r a n p la s t ik K e r ik il 1 5 0 - 2 5 0 m m

DETAIL PIPA SARINGAN Ø 150 PVC

P a s . b a tu k a li T a n a h u ru g T a n a h a s li T a n a h k e ra s P ip a s a r i n g a n

15

15

12 0°

DETAIL PIPA SARINGAN Ø 200 PVC

600

L a p is a n a s p a l p a s ir 3 m m

PO TO N G AN II - II

1000 T a n a h le m p u n g

POTONGAN I - I

250

Lampiran-11. Penangkap Mata Air Tipe IC

251

Lampiran-12. Penangkap Mata Air Tipe ID 252 .

Lampiran-13. Potongan A – A Bangunan Penangkap Mata Air Tipe ID . . 253 .

Bak Penampung Tipe I (Volume 2m3) Pipa inlet GI Ø 3" Kolom 12 x 12 B Manhole 50 x 50 15 Pipa vent GI Ø 3" 200 A A 15 20 15 Pipa penguras & dop GI Ø 3" B 100 15 100 15 Pipa peluap G I Ø 3" 100 DENAH Plat beton 1PC:2PS:3KR Pipa vent GI Ø3" Plat beton 1PC:2PS:3KR Pipa vent G I Ø 3" 15 5 Ring balk Pas bata 1PC:2PS Plester 1PC:2PS 15 100 5 Ring balk 5 5 30 15 15 200 5 Pas bata 1PC:2PS Plester 1PC:2PS Pipa peluap G I Ø3" Plat beton bertulang 1PC:2PS:3KR Pasir padat Tanah urug 130 Plat beton bertulang 1PC:2PS:3KR Kran 3/4" Beton tumbuk Pasir padat Tanah urug Pipa penguras GI Ø 3" 7 60 Pas batu kali 1PC:4PS Pipa inlet GI Ø 3" Pas batu kali 10 10 25 25 60 60 100 1PC:4PS Batu kosong Batu kosong Pasir padat 25 60 Pasir padat 25 15 60 20 100 POTONGAN A-A POTONGAN B-B 254 .Lampiran-14.

Lampiran-15. Bak Penampung Tipe 2 (Volume 5m3) Pipa inlet GI Ø 3" Kolom 12 x 12 B Manhole 50 x 50 15 Pipa vent GI Ø 3" 250 A A 15 20 15 Pipa penguras & dop GI Ø 3" B 100 15 200 Pipa peluap GI Ø 3" 15 100 DENAH Plat beton 1PC:2PS:3KR Pipa vent GI Ø3" Plat beton 1PC:2PS:3KR Pipa vent GI Ø3" 15 5 Ring balk Pas bata 1PC:2PS Plester 1PC:2PS 15 200 5 Ring balk 5 5 30 Pas bata 1PC:2PS Plester 1PC:2PS 15 15 250 5 Pipa peluap GI Ø3" Plat beton bertulang 1PC:2PS:3KR Kran 3/4" Pasir padat Tanah urug Beton tumbuk Plat beton bertulang 1PC:2PS:3KR Pasir padat Tanah urug Pipa penguras GI Ø3" 100 7 60 Pipa inlet GI Ø3" Pas batu kali 1PC:4PS Batu kosong Pasir padat Pas batu kali 10 10 25 60 60 25 100 1PC:4PS Batu kosong Pasir padat 25 60 25 15 60 20 100 POTONGAN A-A POTONGAN B-B 255 .

cincin beton Tanah asli 15 20 260 A Ke saluran DENAH SUMUR GALI (SGL) 256 POTONGAN A-A .Lampiran-16. Sumur Gali Tipe IA 15 260 15 15 80 15 A 15 Tiang Pasangan bata Cincin beton Lantai sumur kemiringan 2% 15 5 15 75 75 20 Saluran pasangan beton 15 5 80 min 320 120 Pas.

Sumur Gali Tipe IB 15 260 15 15 80 15 A 15 Tiang Pasangan bata Cincin beton Lantai sumur kemiringan 2% 15 5 15 75 75 20 Saluran pasangan beton 15 5 80 min 320 120 Pas.Lampiran-17. cincin beton Tanah asli 15 20 260 A Ke saluran DENAH SUMUR GALI (SGL) 257 POTONGAN A-A .

Lampiran-18. 50 5 15 Lantai sum ur kem iringan2% 15 15 15 40 85 85 40 15 15 P TO G NA O N A -A 258 20 . Sumur Pompa Tangan Dangkal B 1P :2P :3K eton C S R P bata as.

Lampiran-19. Denah SPT Dangkal A 210 A 15 15 180 15 15 DNH EA 259 .

5 40 Pipa selubung PVC 75 Ø dalam = 4" Tanah isian L = 30 . Sumur Pompa Tangan Dalam 10 45 20 15 7.5 200 POTONGAN A-A DENAH 260 .5 15 Dop 15 7.40 m 15 Sok turunan dalam 4" x 1 4" 10 cm 1 10 15 200 Kerikil 170 cm Saringan PVC A A 70 cm 7.Lampiran-20.

Lampiran-21. Hidran Umum Tampak Depan VENT Ø 5 30 Pipa Masuk Ø 3/4 120 Katup Kupu-Kupu Ø 3/4 Penjepit Pipa Box Meter 60 Saluran Drainase 30 100 200 100 30 261 .

Hidran Umum Potongan A-A VENT Ø 5 Fiber Glass T-4mm lantai Kerja Pasir Urug Saluran Drainase Beton Tumbuk Lantai Kerja Pasir Urug 3 4 20 262 3 4 .Lampiran-22.

Hidran Umum Potongan B-B B a ja R O D Ø 1 0 m m P la t B a ja T .Lampiran-23.3 m m P la t G a lv a n is K a t u p P e m b a c a A lir a n Ø 3 / 4 M e t e r A ir Ø 3 / 4 K a tu p Ø 3 /4 15 50 15 263 .

Lampiran-24 Sarut Pembubuhan PAC 60 60 SARUT PEMBUBUHAN PAC PAC Socket drat dalam 90 90 Ring karet Socket drat dalam Papan 3/20 35 8/12 8/12 8/12 40 25 5 50 150 3 1 Socket drat luar Boll valve Socket drat luar Pipa PVC Ø 3/4" Dop Ø 3/4" 2 80 Bend 90° PVC Ø 3/4" Kran Ø 1/2" 10 20 20 100 Sa lu r an POTONGAN A-A POTONGAN B-B pe m bu a ng Kerikil kasar 5 cm Kerikil jagung 10 cm Pasir 40 cm Bagian drum terbuka B Bagian drum tertutup Bagian drum tertutup Bagian drum terbuka 40 Pasir Dinding sarut Ring karet Boll valve A Pipa PVC Ø 3/4" A Socket drat luar Socket drat dalam Saluran pembuang Pipa penguras Pipa penguras 10 Kerikil jagung B DENAH DETAIL 3 PEMASANGAN PIPA PADA WADAH 5 Kerikil kasar DETAIL SARINGAN 264 .

Lampiran-25 PAC SARUT PEMBUBUHAN PAC Socket drat dalam Ring karet Dinding sarut Ring karet Boll valve A Socket drat dalam Socket drat luar Boll valve Socket drat luar Pipa PVC Ø 3/4" Dop Ø 3/4" Socket drat luar Socket drat dalam DETAIL A "PEMASANGAN PIPA PADA WADAH" A PVC Ø 3/4" B Bend 90° Kran Ø 1/2" Kerikil kasar 5 cm Kerikil jagung 10 cm Pasir 40 cm 265 .

Lampiran-26 Detail Sambungan Sarut 8 C 8/12 8 4 4 12 4 B 8/12 8 6 8 6 B A 4 A 8/12 P 3/30 apan P 3/30 apan B B C A A D TA S M U G N1 E IL A B N A 266 D TA S M U G N2 E IL A B N A .

Buka valve 3 sambil menggerakan air yang berada diatas permukaan pasir (valve 4 dalam keadaan tertutup) kotoran keluar melalui drain (d) 2. Secara periodik ± 2 bulan lakukan pengurasan air balik dengan cara : .buka valve 1. Buka valve 1 dan air bersih di manfaatkan melalui boll valve kran 2 (valve lain dalam keadan tertutup) PENCUCIAN 1.wadah air bersih A dalam keadaan penuh (valve 1 tertutup) . Air tanah mengandung kadar besi (Fe) dipompakan ke drum B 2. aliran air balik akan mencetak flok keluar melalui drain (d) 267 .Lampiran-27 SARUT PENURUN Fe Dinding sarut A 2 1 A Ring karet Boll valve Socket drat luar Socket drat dalam DETAIL A "PEMASANGAN PIPA PADA WADAH" 40 Media pasir halus B 3 4 5 CARA OPERASI 5 Media kerikil jagung 5 Media kerikil kasar FILTRASI 1.buka valve 3 (valve 4 dalam keadaan tertutup) .

Lampiran-28 Detail Pemasangan Pipa Pada Wadah SARUT PENURUN Fe Pipa Ø 3/4" Media pasir 40 cm Media kerikil jagung 5 cm Media kerikil kasar 5 cm 5 3 4 20 20 75 20 20 Pompa tangan sumur pantek 2 A 1 B Media pasir halus 40 cm Media kerikil jagung 5 cm Media kerikil kasar 5 cm Pipa penguras Ø 3/4" Drain 30 20 TAMPAK MUKA B Media pasir halus 40 cm Media kerikil jagung 5 cm Media kerikil kasar 5 cm Pompa tangan A POTONGAN B-B Dinding sarut Ring karet Boll valve Pipa penguras Socket drat luar Socket drat dalam B DENAH DETAIL A PEMASANGAN PIPA PADA WADAH 268 .

Lampiran-29 TYPE II SARUT ARANG KELAPA A Wadah Penampung Air Baku Media arang kelapa t = 5 cm (dibungkus kasa plastik) Bend 90° B A 3 1 Socket drat luar Socket drat dalam Kran Ø 1/2" 2 Dinding sarut Ring karet Boll valve Media kerikil kasar t = 5 cm Media kerikil jagung t = 5 cm Media pasir halus t = 35 cm DETAIL A PEMASANGAN PIPA PADA WADAH 269 .

Lampiran-30 Sarut Arang Kelapa TYPE II SARUT ARANG KELAPA 60 Variabel 60 A 90 Kran Ø 1/2" Media arang kelapa t = 5 cm (dibungkus kasa plastik) Bend 90° 5 Media arang kelapa (dibungkus kasa plastik) 35 Media pasir halus Kran Ø 1/2" 5 Media kerikil jagung 5 Media kerikil kasar TAMPAK MUKA 60 Media kerikil kasar t = 5 cm Media kerikil jagung t = 5 cm Media pasir halus t = 35 cm 10 A 30 Media arang kelapa (dibungkus kasa plastik) 5 Media pasir halus Media kerikil jagung Media kerikil kasar Bagian drum terbuka Bagian drum tertutup 5 5 35 POTONGAN A-A Dinding sarut Ring karet Boll valve Saluran pembuang Socket drat luar Pembuangan Socket drat dalam A DENAH DETAIL A PEMASANGAN PIPA PADA WADAH 270 .

LAMPIRAN 31 FORM PEMANTAUAN DAN PELAPORAN DAK BIDANG INFRASTRUKTUR TAHUN 2007 SUBBIDANG PRASARANA AIR BERSIH 271 .

AB-P2 AB-P3 Lamp. DUD SPAM Peta SPAM Kab/kota Laporan Semester awal 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 3 4 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! 0 #DIV/0! Diisi oleh tim teknis sesuai waktu pelaporan dan dilaporkan ke koordinator tim pusat setiap semester Form-form Laporan dari Kab/Kota dilampirkan Keterangan: Kolom 1 Kolom 2 Kolom 3-15 Kolom 16 Kolom 17 Kolom 24 DUD SPAM Peta SPAM : diisi nomor urutan kabupaten/kota : diisi nama provinsi : diisi dengan jumlah kabupaten/kota yang mengirimkan Laporan yang dimaksud : diisi dengan jumlah kab/kota seluruhnya dalam provinsi tersebut : diisi dengan Jumlah kabupaten/kota yang mengirimkan semua Laporan (dalam softcopy sudah built-in formula) : diisi dengan persentase Rata-Rata Kabupaten/Kota yang Mengirimkan Laporan terhadap Jumlah Seluruh Kabupaten/Kota (dalam softcopy sudah built-in formula) : data umum demografi kabupaten. 1 Provinsi 2 semester awal semester akhir Lainnya Triwulan ke Status Progres Per Jumlah Nilai Tingkat Kepatuhan (%) Semester akhir 15 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! AB-P1 AB-P3 Lamp. PRASARANA DAN SARANA AIR BERSIH PERDESAAN/ PERKOTAAN PEMANTAUAN PUSAT FORM AB . dan desa lokasi kegiatan : gambaran umum SPAM dan data pelayanan eksisting kabupaten/kota dan desa lokasi kegiatan : pemetaan lokasi SPAM eksisting 272 .RANGKUMAN PENYAMPAIAN LAPORAN PROVINSI KE TIM TEKNIS DAK BIDANG INFRASTRUKTUR TAHUN 2007.T1 Propinsi Kabupaten/Kota No. kecamatan.

Kecamatan Kesesuaian RD Kesesuaian dengan juknis kegiatan penggunaan DAK dengan RD (sesuai/ tidak) (sesuai/ tidak) Bobot 35% 4 Bobot 35% 5 Alasan kesesuaian/ ketidaksesuaian Kelengkapan dokumen (ada/tidak) Nilai Tingkat Kesesuaian 1 2 3 6 Gambar Spesifikasi RAB Bobot 10% Bobot 10% Bobot 10% 7 8 9 100% 10 Diisi lengkap oleh provinsi dan disampaikan pusat pada laporan triwulan awal Keterangan: Kolom 1 Kolom 2 Kolom 3 Kolom 4 Kolom 5 Kolom 6 Kolom 7-9 Kolom 10 : diisi nomor urut : Diisi nama paket/kegiatan : diisi lokasi kegiatan meliputi nama kecamatan dan nama desa : diisi dengan penilaian kesesuaian RD dengan Petunjuk Teknis Penggunaan DAK (Subbidang Air Bersih) dengan skala 0-100 : diisi dengan penilaian kesesuaian kegiatan dengan RD dengan skala 0-100 : diisi alasan kesesuaian/ketidaksesuaian dengan juknis penggunaan DAK : diisi dengan nilai 10 apabila ada dan nilai 0 apabila tidak ada : diisi dengan tingkat kesesuaian berdasarkan hasil penilaian 273 .P1 Propinsi Kabupaten/Kota No. PRASARANA DAN SARANA AIR BERSIH PERDESAAN/ PERKOTAAN PEMANTAUAN PROV FORM AB . Nama Paket/ Kegiatan Lokasi Desa/ Kelurahan.PEMANTAUAN KESESUAIAN KEGIATAN DAK BIDANG INFRASTRUKTUR TAHUN 2007.

No. Kecamatan Jenis Prasarana SPAM Nilai Tingkat Kualitas Akhir Kesesuaian Pekerjaan (%) Bobot 40% 7 100% 8 1 2 3 4 Diisi dengan lengkap oleh provinsi dan disampaikan ke pusat pada triwulan akhir Catatan: Pencapaian tujuan. sasaran. PRASARANA DAN SARANA AIR BERSIH PERDESAAN/ PERKOTAAN PEMANTAUAN PROV FORM AB . dan manfaat akan diperhitungkan sesuai dengan investasi berdasarkan masing-masing wilayah sebagai dasar evaluasi penilaian kinerja penggunaan DAK 274 .PEMANTAUAN KESESUAIAN PELAKSANAAN FISIK DENGAN SPESIFIKASI TEKNIS/ DOKUMEN TENDER DAK BIDANG INFRASTRUKTUR TAHUN 2007. Nama Paket/ Unit Kegiatan Lokasi Desa/ Kelurahan.P2 Propinsi Kabupaten/Kota Kesesuaian Pelaksanaan Fisik dengan Desain/ Kondisi Setempat Perencanaan (sesuai/tidak) (sesuai/tidak) Bobot 30% Bobot 30% 5 6 .

PR SA NADA SA NAA BERSIHPERDESA N/ PERKO A A RA N RA IR A TA N PEM N U NPR V A TA A O FO MA . Kabupaten/Kota triw 1 ulan triwulan 2 triwulan 3 triw 4 ulan Triw ke ulan Status Tanggal Nilai Tingkat Kepatuhan (% ) Jum lah Lainnya RD A ulan ulan ulan ulan B-K1 A B-K2 A B-K2 A B-K3 A B-K2 A B-K3 A B-K2 A B-K3 A B-K5 DUD SPA Peta SPA Laporan Triw 1 Triw 2 Triw 3 Triw 4 M M 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 1 0 0% 0% 0% 0% 0 0% 0% 0% 0% 0 0% 0% 0% 0% 0 0% 0% 0% 0% 0 0% 0% 0% 0% 0 0% 0% 0% 0% 0 0% 0% 0% 0% 0 0% 0% 0% 0% 0 0% 0% 0% 0% 0 0% 0% 0% 0% Diisi dengan lengkap oleh provinsi sesuai w pelaporan (triw aktu ulanan) dan dikirim ke pusat setiap triw kan ulan Form -formLaporan dari Kab/Kota dilam pirkan Keterangan: Kolom1 Kolom2 Kolom3-15 Kolom16 Kolom17-20 DUD SPAM Peta SPAM : diisi nom urutan kabupaten/kota or : diisi nam kabupaten/kota a : diisi dengan angka 1 apabila Laporan yang dim aksud ada dan diisi dengan angka 0 apabila Laporan tidak ada : diisi dengan jum Laporan yang dikirim oleh Kab/Kota (dalamsoftcopy sudah built-in form lah kan ula) : diisi dengan tingkat kepatuhan pengirim laporan per triw (dalamsoftcopy sudah built-in form an ulan ula) : data um dem um ografi kabupaten. kecam atan.P3 R B Propinsi Kabupaten/Kota No. dan desa lokasi kegiatan : gam baran um SPAMdan data pelayanan eksisting kabupaten/kota dan desa lokasi kegiatan um : pem etaan lokasi SPAMeksisting 275 .R N K M NLA R NTRIW NA KA A G U A PO A ULA N BUPA TEN/KO KEPR VINSI TA O DA BIDA INFR STR K NG A UKTURTA HUN2007.

P L P R ND T P L K A A NK G T N E A O A A A E A S N A E IA A D KB A GIN R S R K U T H N2 0 . Xju ) ia a p ta Pn a p g e d m in / AB PD 8 T ta ol 9 T l. S M g PK K te n a e ra g n Kn k o tra S ra T rim ehe a 1 0 1 1 1 2 1 3 D d n a le g po hka /ko d nd m a nkep vin p d triw la p rta a iisi e g n n ka le b ta a isa p ika ro si a a u n e m 276 ./N g o T l. S le a g e s i/ T l. P A A A AD NS R N A B R IHP R E A N P R O A N A ID N F A T U T R A U 0 7 R S R N A A A A IR E S E D S A / E K T A L P R NK B O A A O A A /K T F R A -K OM B 1 Pps ro in i K b p te /K ta aua n o N. o 1 K c mta ea a n 2 D s / K lu h n e a e ra a 3 N m P k t/ a a ae K g ta e ia n 4 V lu e om J m h S tu n u la a a 5 6 DK A 7 B y (R .

P o K egiatan L kasi D o esa/ K elurah an dan K atan ecam 3 M A ata ir Jm l (u it) n 4 K . ap (L/s) 5 S m rD u u alam Jm l (u it) n 6 K . ap (L /s) 7 IP S A Jm l (u it) n 8 K .) isik ) an p (R .) p F (% D a(R . P A A A AD NS R N A B R IHP R E A N P R O A N A ID N F A T U T R A U R S R N A A A A IR E S E D S A / E K T A L P R NK B O A A O A A /K T F R A -K OM B 2 P pinsi ro K u aten o ab p /K ta F IK IS N a am aket/ N. ap (L /s) 9 Jaring an SM R P ip erp aan P jang an (m ) 10 Triw lanke u S sP g P tatu ro res er KUN A EAGN H ran id N ilai P gres ro Uu/ mm P enyerap an P g ro res P u ag K eterang an K trak on K ang eu an Tan ki A g ir (R .P L P R NK M JU NF IKD NK U N A P L K A A NK G T N E A O A E A A IS A E A G N E A S N A E IA A D KB A GIN R S R K U T H N2007.) p (% ) Jm l Jm l (u nit) (u it) n 11 12 13 14 15 16 17 18 1 2 D lengkapolehkab/kotadandisam iisi paikankeprovinsi setiaptriw ulan 277 .

am egiatan Lokasi D K esa/ elurahan. M asalah/ H batan U am paya Pem ecahanyang PenanggungJaw ab K ecam atan Selam Pelaksanaan a D ilakukan PenyelesaianM asalah 3 4 5 6 Status Perkem bangan Penyelesaian 7 1 2 D dengan lengkap oleh kab/kota dan disam iisi paikan ke provinsi setiap triw ulan 278 . PR SA A AD NSA A AA B SIHPER ESA N PER O A A ID N FR STR K R H N A R N A R N IR ER D A/ K TA N LA R NK B O PO A A /K TA FO MA .PELA R NPER A LA A D NU YAPEN PO A M SA H N A PA YELESA NM SA H IA A LA D KB A GIN A U TU TA U 2007.K R B 3 Propinsi K abupaten/K ota Triw ke ulan Status Progres Per N N a Paket/ K o.

PELAPORAN DOKUMENTASI KEMAJUAN PELAKSANAAN KEGIATAN DAK BIDANG INFRASTRUKTUR TAHUN 2007.K4 Propinsi Kabupaten/Kota Kecamatan Desa/lokasi Foto sebelum pelaksanaan kegiatan (0%) Foto sebelum pelaksanaan kegiatan (50%) Foto sebelum pelaksanaan kegiatan (100%) Kecamatan Desa/lokasi Foto sebelum pelaksanaan kegiatan (0%) Foto sebelum pelaksanaan kegiatan (50%) Foto sebelum pelaksanaan kegiatan (100%) Diisi dengan lengkap oleh kab/kota dan disampaikan ke provinsi pada triwulan akhir 279 . PRASARANA DAN SARANA AIR BERSIH PERDESAAN/ PERKOTAAN LAPORAN KAB/KOTA FORM AB .

P L P R NT J A . o 1 K c mta ea a n 2 D s / K lu h n e a e ra a 3 N m P k t/ U it a a ae n K g ta e ia n 4 Pn ga n e in k ta K p s s(L ) a a ita /s 5 K te n a e ra g n 1 0 D d n a le g po hka /ko d nd m a nkep vin p d triw la a ir iisi e g n n ka le b ta a isa p ika ro si a a u n kh 280 . S S R N D NM N A TK G T N E A O A U U N A A A . A A F A E IA A D KB A GIN R S R K U T H N2 0 . P A A A AD NS R N A B R IHP R E A N P R O A N A ID N F A T U T R A U 0 7 R S R N A A A A IR E S E D S A / E K T A L P R NK B O A A O A A /K T F R A -K OM B 5 Pps ro in i K b p te /K ta aua n o T ju nd nS s ra u a a aa n P n rim M n a e e a a fa t Pn ga n e in k ta L ma a e bg Oe s nl p ra io a e ia n iw ) P la a a e y n n P n e la(A a P s ra aS A e g lo d / ra a n P M K g ta (J a S /H (u it) RU n T a) id k (B ro e s T a ) e p ra i/ id k 6 7 8 9 N.

Puslitbang Permukiman.DAFTAR REFERENSI − − − − − − − − − − − − − − − − − − − − − − SNI 03-3981-1995 SNI 19-6774-2002 AB-D/LW/TC/015/98 AB-D/RE/TC/020/98 AB-D/RE/TC/022/98 AB-K/RE-RT/TC/012/98 AB-K/RE-RT/TC/027/98 AB-K/RE-RT/TC/038/98 AB-K/RE-RT/TC/050/98 AB-K/RE-RT/TC/051/98 AB-D/LW/ST/001/98 AB-D/LW/ST/006/98 AB-D/LW/ST/002/98 AB-D/LW/ST/006/98 AB-D/LW/TC/004/98 AB-D/LW/TC/006/98 AB-K/LW/ST/001/98 Tata Cara Perencanaan Instalasi Saringan Pasir Lambat Tata Cara Perencanaan Unit Paket Instalasi Penjernihan Air Tata Cara Pemasangan Hidran Umum Tata Cara Rancang Teknik Bangunan Pengambilan Air Baku Tata Cara Rancang Teknik Perpompaan Tata Cara Perancangan Teknik Unit Distribusi dan Pelayanan Tata Cara Rancangan Bangunan Pengambilan Sumber Mata Air Tata Cara Rancangan Penampung Air Hujan untuk Penyediaan Air Minum Tata Cara Rancangan Bangunan Pengambilan Sumber Air Permukaan Tata Cara Perencanaan Bangunan Pengambilan Sumber Air Tanah Spesifikasi Teknis Sumur Pompa Tangan (SPT) Spesifikasi Teknis Perlindungan Mata Air (PMA) Spesifikasi Teknik Penampung Air Hujan (PAH) Spesifikasi Teknik Perlindungan Mata Air (PMA) Tata Cara Pembuatan Saringan Rumah Tangga (SARUT) Tata Cara Pembuatan Saringan Pipa Resapan (SPR) Spesifikasi Teknik Konstruksi Bangunan Pengambil Air Baku Pedoman Teknis Proyek Air Bersih Perdesaan dengan Sistem Perpipaan dan Sumur Artesis (PAB-PPSA). 2004 281 . Puslitbang Permukiman. Puslitbang Permukiman. Departeman Pekerjaan Umum. Departemen Pekerjaan Umum. Edisi Maret 2004 Revisi SNI 03-2916-1992. 2004 Tata Cara Perencanaan Destilator Surya Atap Kaca. Departemen Pekerjaan Umum. 2001 Direktori Standar Nasional Indonesia – Teknologi Tepat Guna dan Jasa Pelayanan Teknologi Bidang Permukiman dan Prasarana Wilayah. Direktorat Jenderal Cipta Karya. Departemen Pekerjaan Umum. Badan Penelitian dan Pengembangan. 1985 Petunjuk Teknis Penerapan Pompa Hidram dalam Penyediaan Air Bersih. Departemen Pekerjaan Umum.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->