LAPORAN PELAKSANAAN PROGRAM KEPENGAWASAN SMP/SMA/SMK

SEMESTER 1 PERIODE OKTOBER-DESEMBER KABUPATEN SELUMA
TAHUN 2010/2011

Disusun oleh:

M.MULTAZAM, M.Pd. NIP. 196912021992031005
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SELUMA
Jl. Sukarno-Hatta – Pematang Aur Kec. Seluma Kota Telp. 073691396

2010
Page 1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah merupakan pedoman pelaksanaan kinerja pengawas sekolah. Hal ini mengindikasikan bahwasanya seorang Pengawas Sekolah senantiasa dinilai, dipantau, dan dikendalikan dengan rambu-rambu kompetensi yang pada gilirannya menjadi prasyarat mutlak profesionalitas pengawas itu sendiri. Secara substantif, Standar Kompetensi Pengawas Sekolah mengisyaratkan bahwa seorang Pengawas Sekolah wajib memiliki enam dimensi kompetensi, yaitu: kompetensi kepribadian, kompetensi supervisi manajerial, kompetensi supervisi akademik, kompetensi evaluasi pendidikan, kompetensi penelitian dan pengembangan, dan kompetensi sosial. Agar dapat memerankan tugasnya secara lebih profesional, Pengawas Sekolah dituntut memiliki kepekaan terhadap berbagai inovasi pendidikan yang akselerasinya begitu kencang dari masa ke masa. Kepekaan yang dimaksud antara lain dapat ditunjukkan dengan sikap antisipatif dan responsif terhadap berbagai perubahan kebijakan pendidikan serta senantiasa merancang tugas kepengawasannya secara lebih terarah. Untuk lebih mengarahkan tugasnya, Pengawas Sekolah harus memiliki Program Kerja Pengawas sebagai acuan pelaksanaan tugasnya. Program kerja tesebut harus berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan sebagai muara dari segenap aktivitas pendidikan yang dilaksanakan di setiap jenjang sekolah. Bukti pelaksanaan tugas Pengawas harus terekam dalam bentuk laporan yang disusun secara sistematis dan realistis sejalan dengan tugas pokok Pengawas, yaitu menilai dan membina penyelenggaraan pendidikan pada sejumlah sekolah tertentu,baik negeri maupun swasta (Keputusan Menpan Nomor 118/1996 Bab II Pasal 3 ayat 1). Dengan dasar itulah, maka laporan Pengawas ini disusun sebagai wujud akuntabilitas Pengawas kepada pihak-pihak yang relevan dengan bidang kepengawasan. Laporan ini berisi rekaman pelaksanaan tugas Pengawas selama satu tahun pelajaran 2010/2011.

Fokus masalah ini tidak sebatas pengawasan akademik saja tetapi juga yang pelaksanaan pengawasan manajerial. kepala sekolah. dan output pendidikan sejalan dengan dinamika yang terjadi di sekolah binaan. Fokus Masalah Sejalan dengan dimensi kompetensi kepengawasan yang telah diisyaratkan. dan membina kinerja kepala sekolah dalam tiga bulan pertama semester 1 telah terpenuhi sesuai dengan standar kompetensi yang diharapkan? b. Tujuan dan Sasaran Pengawasan 1. maka fokus masalah pada pelaksanaan kepengawasan pada semester 1 periode Oktober-Desember tahun 2010/2011 lebih diarahkan pada kinerja kepala sekolah dan kinerja guru pada persiapan kegiatan awal tahun pelajaran di masing-masing sekolah binaan. menilai. maka pengawasan yang dilakukan bertujuan untuk: a. Bagaimanakah kinerja kepala sekolah dalam melakukan tupoksinya dalam tiga bulan kedua semster 1 telah terpenuhi sesuai dengan standar kompetensi yang diharapkan? 2. dan pembinaan. proses. dan membina kinerja guru dalam tiga bulan pertama semester 1 telah terpenuhi sesuai dengan standar kompetensi yang diharapkan? 2. Dengan fokus masalah di atas. memantau. Sasaran personal diarahkan kepada siswa. Sasaran Pengawasan Sasaran pengawasan meliputi sasaran personal dan sasaran mutu. guru. penilaian. Page 3 . memantau. menilai. Sasaran mutu diarahkan pada input. Bagaimanakah kinerja guru sekolah dalam melakukan tupoksinya dalam tiga bulan kedua semester 1 telah terpenuhi sesuai dengan standar kompetensi yang diharapkan? C. yang mana tugas pokok pengawas tersebut dilakukan melalui pemantauan. diantaranya: 1. maka ada beberapa masalah yang dirumuskan. dan segenap stakeholders sekolah lainnya.B. Tujuan Pengawasan Sesuai dengan fokus masalah yang telah dirumuskan di atas.

2. 3) menilai kemampuan kepala sekolah dalam mengelola sumber daya sekolah. Supervisi manajerial a. Aspek pemantauan 1) memantau pelaksanaan standar nasional pendidikan. 2) menilai fungsi-fungsi kepemimpinan sekolah. Aspek penilaian 1) menilai kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran. dan motivasi kerja. 2) memantau pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah. Ruang Lingkup Pengawasan Dalam melaksanakan tugas. Aspek pemantauan 1) memantau kegiatan guru dalam mengajar di kelas. 4) menilai kemampuan kepala sekolah dalam mengelola administrasi sekolah. c. ulangan akhir semester) * * * . b. Aspek pembinaan 1) membina kompetensi kepala sekolah 2) membina kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja sekolah. dan 3) membina kepala sekolah dalam meningkatkan disiplin. Aspek penilaian 1) menilai kinerja kepala sekolah dan tenaga administrasi. dan membina. 1. b. dan 3) membina membuat isntrumen penilaian (ualangan harian. 2) memantau kegiatan guru dalam menilai proses dan hasil belajar siswa. ruang lingkup kepengawasan meliputi tiga aspek. 2) membina guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Aspek pembinaan 1) membina kompetensi guru.D. dan 3) memantau pelaksanaan ulangan akhir semester. menilai. yaitu memantau. Ketiga aspek kepengawasan tersebut mencakup supervisi manajerial dan supervisi akademik. Supervisi akademik a. c. tanggung jawab. TU dan para PKS. 2) menilai kemampuan guru dalam membuat alat dan melaksanakan penilaian. 4) Membina pembuatan tugas pokok fungsi kepala sekolah.

penilaian. Sudjana (2008:1) mengemukakan. sasaran dari pengawasan akademik adalah guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. pembinaan. menilai. dan membina kepala sekolah dan seluruh tenaga administrasi sekolah agar dapatmempertinggi kualitas Page 5 . tangung jawab.” Dalam pengertian kompetensi pengawas tersebut tersirat tiga ciri utama kompetensi. nilai. ’kompetensi’ diartikan sebagai seperangkat kemampuan yang meliputi pengetahuan. yaitu: (a) adanya substansi atau materi yang harus dikuasai pengawas sekolah yang terkait dengan pelaksanaan tugas pokoknya. Pengawasan akademik adalah memantau. Kompetensi Pengawas Sekolah Secara terminologis. nilai. sikap. Tujuan pengawasan akademik adalah mempertinggi kualitas hasil belajar yang dicapai siswa melalui proses pembelajaran yang dilaksanakan guru. serta (c) adanya hasil dari performance pengawas sekolah dalam bentuk hasil-hasil pengawasan yang tampak dari kinerja sekolah yang dibinanya. ”Kompetensi pengawas sekolah adalah seperangkat kemampuan yang meliputi pengetahuan. menilai. Tugas Pokok Pengawas Pengawas sekolah adalah tenaga kependidikan profesional yang diangkat dan diberi tugas. (b) adanya performance atau tampilan perilaku nyata dari pengawas sekolah dalam melaksanakan tugas pokoknya sebagai pencerminan dari materi yang telah dikuasainya. fungsi. dan tindak lanjut pada sekolahsekolah yang ditunjuk. dan keterampilan yang harus dikuasai dan ditampilkan pengawas sekolah dalam melaksanakan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial pada sekolah binaannya. dan tanggung jawab pekerjaan dan/atau jabatan yang disandangnya. Pengawasan manajerial adalah memantau. sikap.BAB II KERANGKA PIKIR PEMECAHAN MASALAH A. pelaporan. dan wewenang oleh pemerintah untuk melaksanakan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial melalui kegiatan pemantauan. dan keterampilan yang harus dikuasai dan dimiliki seseorang dalam rangka melaksanakan tugas pokok. B. Oleh sebab itu. dan membina guru agar dapat mempertinggi kualitas proses pembelajaran yang dilaksanakannya.

1 Kegiatan Pengawas dalam Melaksanakan Pengawasan Akademik dan Manajerial Jenis Kegiatan Memantau Pengawasan Akademik (Guru) 1. Pemantauan adalah kegiatan mencermati. C. bantuan kepada seseorang agar yang bersangkutan dapat memecahkan masalah atau mengatasi masalah yang dihadapinya. atau mencatat berbagai fenomena. memantau kegiatan kegiatan Pengawasan Manajerial (Kepala Sekolah) 1. yang sering disebut penilaian kinerja. 2. Kriteria ada yang bersifat mutlak dan ada yang bersifat relatif. Penilaian dapat juga dipandang sebagai proses memberikan pertimbangan terhadap suatu objek atau fenomena berdasarkan kriteria tertentu. Kegiatan Pengawasan Apabila ketiga kegiatan pengawasan sekolah dilaksanakan pengawas sekolah pada pengawasan akademik dan pengawasan manajerial. sasaran dari pengawasan manajerial adalah kepala sekolah dan tenaga adalah mempertinggi kualitas kinerja sekolah. memantau pelaksanaan pelaksanaan nasional pada tabel berikut ini. dan tenaga lainnya dalam melaksanakan tugas pokok dantanggungjawabnya masing-masing. Penilaian dilakukan pengawas sekolah kepada guru. dan kegiatan pembinaan. merekam. kepala sekolah. yakni kegiatan pemantauan. Pembinaan adalah kegiatan memberikan bimbingan. memantau standar pendidikan. mengamati. Kedua jenis pengawasan di atas dilaksanakan oleh pengawas sekolah melalui tiga kegiatan. 2. memantau kelas. administrasi sekolah dalam melaksanakan administrasi dan pengelolaan sekolah.administrasi dan pengelolaan sekolah. maka substansi yang menjadi objek pengawasannya dapat dipetakan Tabel 2. Penilaian adalah proses kegiatan mengumpulkan dan mengolah informasi untuk menentukan pencapaian hasil dalam rangka pengambilan keputusan. Oleh sebab itu. baik fenomena akademik (guru dalam proses pembelajaran) maupun fenomena manajerial (kepala sekolah dan tenag alain dalam kegiatan administrasi dan pengelolaan sekolah). kegiatan penilaian. Tujuan pengawasan manajerial guru dalam mengajar di . memotret.

dan motivasi kerja. meningkatkan belajar siswa. 1. Page 7 . memantau pelaksanaan ulangan akhir semester proses dan hasil belajar Menilai 1. 2. dalam menilai bimbingan dan konseling di sekolah. mengelola kemampuan sekolah dalam administrasi alat dan melaksanakan penilaian. membina kompetensi guru dalam hasil membuat penilaian harian. fungsi-fungsi kemampuan sekolah dalam kepemimpinan sekolah. menilai sekolah 2. membina isntrumen (ualangan ulangan akhir semester) D. TU dan para PKS. membina kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja sekolah. 2. dan 3. 3. dan 3. menilai kepala sekolah. menilai guru kemampuan membuat dalam administrasi.guru siswa. menilai guru kemampuan dalam 1. mengelola sumber daya Membina 1. membina kepala sekolah dalam meningkatkan disiplin. membina guru. khususnya dalam menilai kinerja guru dan kepala sekolah maka perlu mengtahui dan memahami standar kompetensi yang disyaratkan untuk guru dan kepala sekolah. menilai kinerja dan kepala tenaga melaksanakan pembelajaran. Kompetensi Guru dan Kepala Sekolah Untuk memudahkan pencapaian tujuan program kepengawasan. 3. membina kepala sekolah kompetensi 2. tanggung jawab. Membina pembuatan tugas pokok fungsi kepala sekolah. menilai kepala sekolah. 4.

berakhlak mulia.1. 3) kompetesi profesional. Menyelenggarakan kegiatan pengembangan yang mendidik e. Mengembangkankurikulum yang terkait dengan bidangpengembangan yang diampu d. 2. Memanfaatkan hasilpenilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran. Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur. Berkomunikasi secara efektif. Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan penyelenggaraan kegiatan pengembangan yang mendidik. Kompetensi Guru Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2007 tetantang standar kulifikasi akademik dan standar kompetensi guru menyatakan bahwa guru mesti menguasai dan mengaplikasikan empat dimensi kompetensi. Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap. arif. j. Menguasai materi. b.kultural. Adapun rincian pokok adalah: 1. konsep. h. Menunjukkan etos kerja. rasa bangga menjadi guru. f. 3. sosial. i. Kompetensi Pedagogik a. dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat. b. dan 4) kompetensi sosial. Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagaipotensi yang dimiliki. moral. sosial. yaitu: 1) kompetensi kepribadian. dan rasa percaya diri. empatik. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. Menjunjung tinggi kode etik profesi guru. g. Melakukan tindakanr eflektif untuk peningkatan kualitaspembelajaran. Kompetensi Kepribadian a. dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu. dan kebudayaan nasional Indonesia.dan santun denganpeserta didik. emosional. c. c. Kompetesi Profesional a. Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagaipotensi yang dimiliki. Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar matapelajaran/bidang .dan intelektual. dewasa. stabil. b. tanggungjawab yang tinggi. 2) kompetensi pedagogik.hukum.struktur. e. dan berwibawa d. Bertindak sesuai dengan norma agama.

memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin c. dan status sosial ekonomi b. mengembangkan organisasi sekolah sesuai dengan kebutuhan Page 9 . dan menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas disekolah. Kompetensi Kepala Sekolah Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 tahun 2007 telah dinyatakan secara eksplisit bahwa kepala sekolah mesti menguasai dan mengaplikasikan lima dimensi kompetensi. orang tua. bersikap terbuka dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi e. danmasyarakat. danmasyarakat. 2) kompetensi manajerial. Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif. menyusun perencanaan sekolah untuk berbagai tingkatan. Berkomunikasi secara secara efektif. 4. c. efektif. memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan diri sebagai kepala sekolah. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri. agama. orang tua. 2. latar belakang keluarga. dan 5) kompetensi sosial. d.tenaga kependidikan.bertindak objektif. e. 4) kompetensi supervisi. 3) kompetesi kewirausahaan. memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan.tenaga kependidikan. pendidik. Berkomunikasi dengan komunitasprofesi sendiri danprofesi lain secaralisan dan tulisanatau bentuk lain. Kompetensi Manajerial a.serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin. b.kondisi fisik. Bersikap inklusif. mengendalikan diri dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan sebagai kepala sekolah. ras. Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif. berakhlak mulia. Kompetensi Kepribadian: a.dan empatik. 2. empatik. Kompetensi Sosial a. d. b. dan f. mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia. yaitu: 1) kompetensi kepribadian. 1.pengembangan yang diampu.dan santun santun dengansesama dengansesama pendidik. d. Berkomunikasi c.

dan efisien. Kompetensi Kewirausahaan a. k. p. c. mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal. mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru. j. Mengelola hubungan sekolah/madrasah dan masyarakat dalam rangka pencarian dukungan ide. mengelola ketatausahaan sekolah/madrasah dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah/madrasah. bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah sebagai organisasi pembelajar yang efektif. e. f. dan penempatan dan pengembangan kapasitas peserta didik. mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah menuju organisasi pembelajar yang efektif. l. h. serta merencanakan tindak lanjutnya. d. menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah/madrasah. dan pelaporan pelaksanaan program kegiatan sekolah/madrasah dengan prosedur yang tepat. o. evaluasi. menciptakan budaya dan iklim sekolah/madrasah yang kondusif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik. mengelola sistem informasi sekolah/madrasah dalam mendukung penyusunan program dan pengambilan keputusan. memimpin sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan sumber daya sekolah/madrasah secara optimal. Melakukan monitoring. dan pembiayaan sekolah/madrasah. g. d. m. transparan. memiliki inovasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah/madrasah.c. mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan nasional. pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi . n. sumber belajar. b. mengelola unit layanan khusus sekolah/madrasah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta didik di sekolah/madrasah. i. memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah/madrasah. 3. mengelola sarana dan prasarana sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan secara optimal. mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel.

5. (1) Standar Isi. Kompetensi Sosial a. memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sekolah/madrasah sebagai sumber belajar peserta didik 4. dan (8) Standar Penilaian. (5) Standar Pembiayaan.kendala yang dihadapi sekolah/madrasah. Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat. (7) Page 11 . dan e. memiliki kepekaan sosial terhadap orang atau kelompok lain. (4) Kependidikan. Seluruh dimensi atau indikator kompetensi kepala guru dan sekolah tersebut di atas mesti terefleksikan dalam delapan standar nasional pendidikan (SNP) yang sejalan dengan butir-butir akreditasi sekolah pada semester 1 periode bulan Juli-September tahun 2010/2011. b. Merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. Kompetensi Supervisi Dimensi kompetensi ini adalah: a. dan c. (2) Standar Standar Pendidik Dan Tenaga Standar Sarana Dan Prasarana. berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. dan c. bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah/madrasah. menindaklanjuti hasil supervisi akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. (3) Standar Kompetensi Lulusan. Kedelapan SNP tersebut adalah: Proses. b. (6) Standar Pengelolaan.

B. baik melalui dokumen maupun action guru dan kepala sekolah. Metode atau Teknik Supervisi Guna memperoleh informasi akurat tentang kualitas pelaksanaan tugas kepala sekolah (dan guru). Teknik wawancara Teknik ini dilakukan dengan cara mewawancarai responden (guru. akan tetapi sebagai responden dan mitra kerja. pendekatan administratif (administrative approach). . 1. pelaksanaan supervisi menggunakan beragam teknik. kepala sekolah. Teknik observasi Teknik ini dilakukan dengan cara mengamati dan merekam kegiatan sekolah. Dengan pendekatan ini diharapkan agar iklim supervisi tercipta dalam suasana yang lebih nyaman tanpa ada perasaan tertekan.BAB III PENDEKATAN DAN METODE A. baik secara langsung maupun tidak langsung. 2. yaitu pendekatan pribadi (personal approach). komite sekolah) berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya. Pendekatan masukan dari bawah dilakukan dengan cara menampung masukan atau saran dari guru dan kepala sekolah sebagai responden untuk tindakan supervisi klinis selanjutnya. Teknik analisis dokumen Teknik ini dilakukan dengan cara menganalisis akurasi pengerjaan dokumen sekolah dikaitkan dengan norma-norma administratif yang berlaku. digunakan beberapa pendekatan. Pendektan pribadi dilakukan dengan cara memperlakukan kepala sekolah dan guru bukan sebagai bawahan. Pendakatan Dalam melaksanakan supervisi ke sekolah binaan. 3. Pendekatan administratif dilakukan dengan cara merekam kegiatan sekolah melalui pembinaan administrasi secara berkala. dan pendekatan masukan dari bawah ( bottom up approach).

Nilai B jika indikator-indikator pada setiap dimensi tersedia dan dilaksanakan antara 71-80% Nilai C jika indikator-indikator pada setiap dimensi tersedia dan dilaksanakan antara 61-70% Nilai D jika indikator-indikator pada setiap dimensi tersedia dan dilaksanakan antara 51-60% Nilai E jika indikator-indikator pada setiap dimensi tersedia dan dilaksanakan kurang dari 50% * * * Page 13 . maupun tes tindakan. C. tes tulis. seminar. ditetapkan kriteria keberhasilan sebagai berikut. Teknik Tes Teknik ini digunakan sesekali pada saat supervisor memerlukan informasi tentang kemampuan responden dalam menguasai teori-teori akademik atau manajerial sekaligus implementasinya. PTK. seperti penyusunan KTSP. khususnya dalam mengembangkan sembilan dimensi strategis di atas. workshop Teknik ini terutama diarahkan pada hal-hal yang memerlukan tidakan lebih lanjut pada kompetensi khusus. Kriteria Keberhasilan Sekolah Untuk memperoleh gambaran hasil supervisi tentang pelaksanaan tugas kepala sekolah. Teknik diskusi. • • • • • Nilai A jika indikator-indikator pada setiap dimensi tersedia dan dilaksanakan lebih dari 80%. Tes bisa berupa tes lisan.4. atau penulisan KTI. 5.

.

5. Penilaian dan Pembinaan aspek akademik merupakan penilaian dan pembinaan langsung terhadap tenaga pendidik baik yang berkaitan dengan kualifikasi. tentunya diharapkan selain kompetensi standar tenaga pendidik dapat Page 15 .BAB IV HASIL PENGAWASAN DAN PEMBAHASAN A. 4. kompetensi maupun sertifikasi. 3. Hasil Pengawasan 1. Hasil Analisis Delapan Standar Nasional Pendidikan Tugas pengawas dalam penjaminan mutu pendidikkan adalah melaksanakan penilain dan pembinaan satuan pendidikan terhadap aspek akademik dan manajerial. SMPN 2 Seluma SMPN 6 Seluma SMPN 7 Seluma SMPN 29 Seluma SMPN 30 Seluma SMAN 3 Seluma 2. 6. Melalui penilain dan pembinaan akademik ini. 2. Data Sekolah yang Menjadi Subjek Pembinaan Sesuai dengan surat tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Seluma adalah: NO Nama Sekolah Binaan 1.

diidentifikasi. Sedangkan penilaian dan pembinaan aspek manajerial bertujuan untuk mengetahui dan sekaligus mendorong kepala sekolah agar ma mpu mengidentifikasi potensi. Standar KETER ANGAN Pembiayaan. dan standar Penilaian Pendidikan. Standar Pengelolaan. Berdasarkan Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 pasal 35 ayat 1. pendataan guru. Standar Tenaga Pendidikan dan Kependidikan. seperti: modal intelektual modal sosial dan modal spritual Sehingga diharapkan terwujud sekolah yang efektip dan efesien dalam pemanfaatan seluruh potensinya terutama dalam meningkatkan mutu layanan dan mutu pendidikannya. Tahapan pelaksanaan tugas menilai dan membina satuan pendidikan yang berorientasi pada penjaminan mutu ini. diawali dengan identifikasi profil sekolah. penilaian guru dan pengelolaan sekolah dilanjutkan dengan pembinaan terutama berkaitan dengan kompetensi kepala sekolah dan guru. No. mengelola dan memberdayakan seluruh potensi yang dimilikinya baik yang berbentuk material maupun non material. Dimensi KEADAAN SEKOLAH HASIL SUPERVISI/ MONITORING AL ATL TS PENILAI AN A B C D . diungkapkan bahwa dalam memberikan pelayanan pendidikan sekolah harus berpijak pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang terdiri atas: Standar Isi. Harapanya adalah agar sekolah betul-betul dapat meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan (costumer) pendidikan secara efektif dan efesien sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal ( SPM ) bahkan dapat melampauinya. Proses identifikasi profil sekolah dan pendataan guru didasarkan pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) ayang tertuang dalam PP 19 tahun 2005 dan komponen yang menjadi dasar penilaian dalam Akreditasi sekolah sehingga tingkat kelayakan dan kinerja sekolah dapat tergambar dengan jelas. Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Standar Sarana Prasarana. tenaga pendidik pun diharapkan memiliki motivasi untuk mengembangkan karirnya sehingga sikap profesional melekat dalam dirinya. Standar Proses.

1. √ √ √ √ 3 4 √ √ √ 2 √ 4 3 1 Page 17 . Standar Isi 1) pelaksanaan kurikulum berdasarkan (KTSP). Standar Proses 1) pelaksanaan proses pembelajaran 2) penilaian hasil belajar 3) supervisi proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah 4) Evaluasi proses pembelajaran oleh kepala sekolah dan tidak lanjut. 2) pelaksanaan kurikulum dalam pengajaran 3) penyusunan silabus mata pelajaran muatan lokal 4) pelaksanaan program pengembangan diri (ekstrakurikuler dan layanan konseling) 5) penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur 6) kalender pendidikan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 3 2.

3) pembiasaan mencari informasi/pengetahuan 4) pemanfaatan lingkungan 5) mengekspresikan diri 6) kewarganegaraan dan kepribadian. orangtua. berbangsa. sosial. 17) Iptek √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 17 4. kritis. 12) menghargai keberagaman 13) akhlak mulia dan menjalankan agama 14) menghargai perbedaan pendapat dan berempati 15) karya kreatif baik 16) keterampilan B.3. melaksanakan. 5) berkomunikasi secara efektif dengan sesama guru. 6) guru menguasai materi pelajaran yang diajarkan serta mengembangkan nya dengan metode ilmiah. 9) kompetitif dan sportif 10) bermasyarakat. hukum. 7) percaya diri dan tanggung jawab. dan kebersihan lingkungan. Standar Kompetensi Lulusan memiliki pengalaman belajar: 1) berpikir logis.Indonesia maupun B. dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran. Inggris. dan bernegara 11) rasa sportivitas. 1 1 6 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ . 2) menganalisis gejala alam dan sosial. tenaga kependidikan. 3) merencanakan. 8) penegakan aturan-aturan sosial. Standar Pendidik Dan Tenaga Kependidikan 1) mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya. serta peraturan dan ketentuan yang berlaku. dan masyarakat. 2) menjalankan tugas mengajar dan tugas lainnya. 4) memiliki integritas kepribadian dan bertindak sesuai dengan norma agama. dan inovatif dalam pengambilan keputusan. kreatif.

iklim. 8) kualifikasi dan pengalaman mengajar kepala sekolah 9) kemampuan kewirausahaan kepala sekolah 10) supervisi dan monitoring kepala sekolah 11) kuallifikasi dan masa kerja tenaga kependidikan daan petugas layanan khusus. dan lingkungan pembelajaran yang kondusif. 10) evaluasi kinerja ditendik. 2) pengembangan kurikulum dan pembelajaran. √ √ √ 6 8 √ √ √ 7 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Page 19 . 3) suasana.7) kemampuan manajerial kepala sekolah. Standar Sarana Dan Prasarana memiliki prasarana yang lengkap dan sesuai dengan ketentuan (jumlah. 7) mengelola pembiayaan pendidikan. 8) program pengawasan 9) evaluasi program kerja . 4) pelibatan masyarakat 5) pengelolaan pendayagunaan ditendik 6) mengelola sarana dan prasarana pembelajaran. ukuran dan sarana): 1) ruang kelas 2) ruang guru 3) ruang tata usaha 4) tempat beribadah 5) ruang konseling 6) jamban 7) tempat bermain/berolahraga 8) ruang perpustakaan 9) ruang laboratorium 10) ruang pimpinan 11) ruang UKS 12) ruang organisasi kesiswaan 13) gudang 14) ruang sirkulasi 15) buku teks dan pemanfaatanya Standar Pengelolaan 1) pengelolaan kegiatan kesiswaan. 11) struktur kepemimpinan sesuai standar ditendik 12) SIM 8 3 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 9 6. √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 11 5.

4) membelanjakan dana untuk kegiatan kesiswaan. 5) biaya pengadaan alat tulis untuk pembelajaran. 5) memanfaatkan hasil √ √ √ 4 7 √ √ √ 5 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 17 8. 4) mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar.8 7. transpor. 6) biaya pengadaan bahan dan alat habis pakai untuk kegiatan pembelajaran. 11) anggaran untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung. 8) biaya transpor dan perjalanan dinas. √ √ √ √ 6 1 1 √ √ √ √ √ . 9) biaya penggandaan soalsoal ulangan/ujian. 3) mengolah/menganalisis hasil penilaian . insentif. Standar Penilaian 1) mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian. 10) biaya pengadaan daya dan jasa. 16) pembukuan biaya operasional. 17) LPJ keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan. dan tunjangan lain ditendik untuk menunjang pembelajaran. 7) biaya kegiatan rapat. 2) modal kerja sebesar yang tertuang dalam RKA-S/M 3) membayar gaji. 12) pedoman pengelolaan keuangan 13) pengeloaan dana dari masyarakat transparan dan akuntabel. 14) subsidi silang 15) penetapan dana masyarakat melibatkan pihak terkait . Standar Pembiayaan 1) biaya untuk pengembangan ditendik. 2) menggunakan berbagai teknik penilaian.

melaporkan pencapaian hasil belajar siswa kepada Disdik Kab. mencapai katagori B sebesar 63% sedangkan kategori C sebesar 27%. mengkoordinasikan UAS menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran melaporkan hasil penilaian akhir semester kepada semua orangtua/wali siswa. Standar sarana prasarana. 4. dan situasi sekolah masing-masing. Standar proses mencapai katagori B sebesar 75% sedangkan kategori C sebesar 25%. 2. dengan perincian: 1. Dan kategori D sebesar10 % 6. kondisi. Standar pengelolaan mencapai katagori B sebesar 58%. melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru agama melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru PKn. mencapai katagori B sebesar 73% sedangkan kategori C sebesar 17 % dan D sebesar 10%. Pembahasan Hasil Pengawasan Berdasarkan hasil analisis data dalam table diatas dapat dikatakan bahwa semua sekolah memiliki semua dimensi pembinaan yang meliputi delapan SNP meskipun kualitasnya berbeda terutama sekolah binaan yang ada di lokasi terpencil yaitu Pdang Capau dan Talang Alai. sedangkan kategori C sebesar 42%. 5. Standar pembiayaan mencapai katagori A sebesar 35% sedangkan kategori Page 21 . Standar tenaga pendidikan dan kependidikan. √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 9 3 2 3 7 B. Standar kompetensi lulusan mencapai katagori B sebesar 65% sedangkan kategori C sebesar 35%. 7. bergantung pada kemampuan.6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) penilaian untuk perbaikan pembelajaran. Standar isi mencapai katagori B sebesar 67% sedangkan kategori C sebesar 33%. Nilai setiap standar cukup variatif. 3.

ada beberapa rekomendasi yang penulis ajukan. 1. (2) Kinerja guru. Penilaian Pendidikan mencapai katagori A sebesar 17%. baik dalam administrasi maupun dalam implementasi hendaknya menjadi agenda utama delapan SNP pembinaan kualitasnya bervariasi. Perolehan masing. 2. 1. telah dianggap baik meskipun masih harus meningkatkan kualitasnya pada beberapa segi. kondisi. dan pembinaan sebagaimana telah penulis laporkan pada bab empat. 8. 3. 2.B sebesar 75%. Dimensi-dimensi pembinaan yang masih kurang efektif. 4. terpadu. B sebesar sedangkan kategori C sebesar 58%. dapat dikemukakan simpulan- . Pembinaan dan pengawasan kepada kepala sekolah dan guru hendaknya dilakukan secara terprogram. Kepala sekolah dan guru dapat dikategorikan baik dalam kinerjanya sesuai dengan kompetensi yang disyaratkan. bergantung pada kemampuan. Secara umum semua sekolah binaan memiliki persentase nilai baik dalam delapan SNP. B. secara implikatif. Data tersebut cukup memberikan jawaban atas rumusan masalah yang telah dikemukakan pada bab pertama bahwa (1) kepala sekolah telah dapat dikategorikan baik dalam kinerjanya sesuai dengan kompetensi yang diisyaratkan. penilaian. Semua sekolah binaan telah memiliki dan berusaha memenuhi aspek-aspek yang berkaitan dengan delapan SNP yang menjadi prioritas utama di semester 1 periode bulan Oktober-Desember. Simpulan Berdasarkan simpulan berikut ini. dan situasi sekolah masingdeskripsi hasil pemantauan. Rekomendasi Mengacu pada temuan hasil pengawasan dan pembinaan yang terurai dalam simpulan di atas. dan terarah (terfokus) khususnya pada pemenuhan standar nasional pendidikan. * * * 25% BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A.

dan peningkatan rata-rata prestasi belajar siswa. * * * BAB VI PENUTUP Uraian sebelumnya menunjukkan betapa besarnya peranan pengawas dalam mewujudkan keberasilan sekolah. Oleh karena itu kinerja pengawas salah satunya dapat dilihat dari kemajuankemajuan yang dicapai oleh sekolah binaannya. Dalam konteks ini. maka dalam melakukan tugas pokok dan fungsinya perlu disiapkan program pengawas sekolah. maka mutu pendidikan di sekolah banyak bergantung kepada kemampuan profesional pengawas sekolah. Semoga kegiatan kepengawasan pada semester 1 periode Oktober-Desember Page 23 . dan guru hendaknya tetap menjalin kemitraan secara sinergis dengan tetap menghargai tugas pokok dan fungsi masingmasing. 4. kebanggaan para kepala sekolah dan guru-guru terhadap proses. 3. Para guru hendaknya terus mengoptimalkan peran dan fungsi MGMP di tiap gugus sekolah atau tingkat kabupaten sehingga melahirkan beragam inovasi yang lebih berguna bagi proses belajar mengajar. Dengan berpedoman kepada program. hasil pengawasan dan performance pengawas.dalam pembinaan selanjutnya. Pengawas. Bahkan pengawas harus menjadi agen dan pelopor dalam inovasi pendidikan di sekolah. Pengawas hendaknya menjadi konsultan pendidikan yang senantiasa menjadi pendamping bagi guru dan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan. keuletan dan kerjasama dari berbagai pihak. peningkatan kinerja guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran. pengawas diharapkan mampu melaksanakan tugas dan fungsinya lebih terarah dan efektif. keberhasilan kegiatan kepengawasan tetap akan sangat bergantung kepada itikad baik. manfaat langsung yang diperoleh sekolah dalam meningkatkan mutu sekolah. Berbagai kinerja dan sikap kepala sekolah yang masih kurang relevan dengan ketentuan hendaknya sedikit demi sedikit diubah sehingga sampai pada kadar pemimpiin ideal. Kepala Sekolah. Namun demikian sebaik apapun program pengawas disusun. Untuk meningkatkan kinerja pengawas inilah. Misalnya adanya peningkatan kinerja kepala sekolah. 5.

Kepala Dinas Pendidikan Kab.Pd. Seluma Pengawas Sekolah SYAIFUL ANWAR.Pd. 1 M. S.Pd. NIP.. 196912021992031005 LAMPIRAN-LAMPIRAN SURAT KETERANGAN TELAH MELAKSANAKAN PEMBINAAN GURU DAN ATAU KEPALA SEKOLAH Dengan ini menerangkan bahwa : Nama : NIP : Pangkat/golongan : Jabatan : Pada Hari/Tanggal : Bertempat di : Dalam semester …………. Amien. Desember 2010 Mengetahui/ menyetujui.M. Seluma.MULTAZAM.tahun pelajaran 2010/2011 ini dapat digunakan untuk merangcang dan memperbaiki program dan pelaksanaan pengawasan pada periode selanjutnya.M. NIP.tahun pelajaran………………………… Telah melaksanakan PEMBINAAN GURU DAN ATAUKEPALA SEKOLAH Tujuan :…………………………………………………………… ……………………………………………………………………… .

. ……………………………………………………………………………...Sasaran : …………………………………………………………………………. Kepala Sekolah Pengawas ………………… .. …………………………………………………………………………….. Page 25 ..... ………………………………………………………………………… Kesimpulan Hasil Pembinaan : Tindak Lanjut : ……………………………………………………………………………..............

.

No Nama guru/kepala sekolah Bulan/minggu Keteranagn Page 27 .

Juli 1 1 2 3 4 5 2 3 4 Agustus 1 2 3 4 September 1 2 3 4 Oktober 1 2 3 .