P. 1
Bahasa

Bahasa

|Views: 36|Likes:
Published by penjagahati193

More info:

Published by: penjagahati193 on Jan 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/24/2013

pdf

text

original

FUNGSI BAHASA

A. Pendahuluan Bahasa adalah aspek penting interaksi manusia. Dengan bahasa, (baik itu bahasa lisan, komunikasi tulisan maupun isyarat) orang akan melakukan suatu

dan kontrak sosial. Bahasa

juga dipandang sebagai cermin

kepribadian seseorang karena bahasa diterjemahkan sebagai refleksi rasa, pikiran dan tingkah laku. Ada kalanya seorang dengan ide-ide cemerlang harus terhenti yang pandai dan penuh

hanya karena dia tidak bisa

menyampaikan idenya dalam bahasa yang baik. Oleh karena itu seluruh ide, usulan, dan semua hasil karya pikiran tidak akan diketahui dan dievaluasi orang lain bila tidak dituangkannya dalam bahasa yang baik. Sumarsono dan Partana (2002:20) mengatakan bahwa bahasa sering dianggap sebagai produk sosial atau produk budaya, yang merupakan wadah aspirasi sosial, kegiatan, perilaku masyarakat, dan penyingkapan

budaya termasuk teknologi yang diciptakan oleh masyarakat pemakai bahasa. Bahasa bisa dianggap sebagai “cermin zamannya” artinya bahwa bahasa di dalam suatu masa tertentu mewadahi apa yang terjadi dalam masyarakat. Dari itu betapa pentingnya fungsi bahasa bagi kita semua sehingga pemakalah ingin sedikit menguraikan tentang fungi bahasa tersebut. Namun, sebelum menguraikan fungsinya, alangkah lebih baik untuk pemakalah singgung sedikit dari definisi hasa itu sendiri.

B. Rumusan Masalah 1. Apa definisi dari bahasa? 2. Apa saja fungsi dari bahasa?

1

C. Pembahasan 1. Pengertian Bahasa Pengertian orang tentang bahasa sangat beraneka ragam, bergantung kepada teori apa yang dipakai. Setiap teori mempunyai definisi yang berbeda antara yang satu dengan yang lain. Apabila hal ini kita peturutkan maka kita tidak akan mungkin berbicara tentang bahasa dengan “bahasa” yang sama. Untuk mengatasi hal tersebut, tanpa mengurangi eksistensi dan peranan teori yang lain, untuk sementara pembicaraan tentang bahasa kali ini akan bertolak dari salah satu teori yang secara kebetulan telah tersebar luas secara umum, tidak terlalu modern, dan juga tidak terlalu kuno. Teori yang dimaksud ialah teori structural. Ada beberepa pengertian bahasa menurut para ahli, yang bisa kita gunakan sebagai acuan diantaranya1: a. Harimurti Kridalaksana Menyatakan bahwa bahasa adalah sistem bunyi bermakna yang dipergunakan untuk komunikasi oleh kelompok manusia. b. Kamus Besar Bahasa Indonesia Bahasa adalah sistem bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. c. Finoechiaro Bahasa adalah sistem simbol vokal yang arbitrer yang

memungkinkan semua orang dalam suatu kebudayaan tertentu, atau orang lain yang mempelajari sistem kebudayaan itu, berkomunikasi atau berinteraksi. d. Carol
Jos Daniel Parera, Studi Linguistik Umum dan Historis Bandingan, (Jakarta: Erlangga, 1987), h. 05-06.
1

2

Bahasa merupakan sistem bunyi atau urutan bunyi vokal yang terstruktur yang digunakan atau dapat digunakan dalam komunikasi internasional oleh kelompok manusia dan secara lengkap digunakan untuk mengungkapkan sesuatu, peristiwa, dan proses yang terdapat di sekitar manusia. e. Kamus Linguistik Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk kerja sama, berinteraksi dan mengidentifikasikan diri. f. Gorys Keraf Bahasa adalah komunikasi antar anggota masyarakat, berupa lambang bunyi ujaran yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Dari definisi para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa bahasa adalah suatu sistem tanda arbitrer yang konvensional. Berkaitan dengan ciri sistem, bahasa bersifat sistematik dan sistemik. Bahasa bersifat sistematik karena mengikuti ketentuan-ketentuan atau kaidahkaidah yang teratur. Bahasa juga bersifat sistemik karena bahasa itu sendiri merupakan suatu sistem atau subsistem-subsistem. Misalnya, subsistem fonologi, subsistem morfologi, subsistem sintaksis, subsistem semantic, dan subsistem leksikon. Berkaitan dengan ciri tanda, bahasa pada dasarnya merupakan panduan antara dua unsur, yaitu signifie dan signifiant (de Sausure, 1974: 114). Signifie adalah unsur bahasa yang berada dibalik tanda yang berupa konsep di dalam benak si penutur. Orang awam menyebutnya sebagai makna. Signifiant adalah unsur bahasa yang merupakan wujud fisik yang berupa tanda ujar. Dalam pengertian ini wujud fisik harus atau hanya yang berupa bunyi ujar. Bunyi nonujar dan tanda yang lain selain bunyi ujar tidak dapat digolongkan significant. Wujud ujaran seorang individu pada suatu saat tertentu disebut parole, sedangkan

3

sistem yang bersifat sosial disebut langue. Paduan antara parole dan langue oleh de Saussure disebut langage.2 Selain hal yang telah dikemukakan di atas bahasa juga mempunyai ciri arbitrer, yakni hubungan yang sifatnya semena-menaan ini dibatasi oleh kesepakatan antar-penutur. Oleh sebab itu, bahasa juga memiliki ciri konvensional. Ciri kesepakatan ini antar-penutur (konvensional) ini secara implisit sudan mengisyaratkan bahwa fungsi bahasa sebagai alat komunikasi sosial juga diatur dalam suatu konvensional tersebut. Berdasarkan pengertian bahasa seperti yang dikemukakan di depan, maka pengertian bahasa yang berupa ujaran saja yang dapat disebut bahasa. Bemtukbentuk dan perwujudan lain seperti gerak anggota badan, rambu lalu lintas, lampu lalu lintas, morse, bunyi kentongan, tepukan tangan, dan tulisan pada hakikatnya tidak dapat disebut bahasa dalam arti sebenarnya. Kesemuanya yang disebutkan tadi hanyalah merupakan bentuk lain atau perwujudan lain dari bahasa yang sebenarnya, sebab bahasa yang sebenarnya hanya yang berupa ujaran. Dengan demikian isyarat dengan gerakan anggota badan (gesture) merupakan perwujudan lain dari bahasa yang sebenarnya dengan menggunakan gerakan anggota badan. Gerakan anggota badan yang hanya menyertai tindak berbahasa (kinesik) sama sekali bukan bahasa. Rambu lalu lintas merupakan perwujudan lain dari bahasa yang sebenarnya dengan menggunakan perwujudan gambar pada papan rambu. Lampu lalu lintas merupakan perwujudan lain dari bahasa sebenarnya dengan menggunakan media sinar lampu merah, kuning, dan hijau. Morse merupakan perwujudan lain dari bahasa yang sebenarnya dengan menggunakan media sinar lampu dan bunyi non-ujar. Semaphore merupakan perwujudan lain dari bahasa yang sebenarnya dengan menggunakan media lambaian bendera. Isyarat bunyi

2

Soeparno, Dasar-dasar Linguistik Umum, (Yogyakarta: Tiara Wacana, 2002), h. 01.

4

kentongan dan tepukan tangan merupakan perwujudan lain dari bahasa yang sebenarnya dengan menggunakan media bunyi non-ujar.3 Berdasarkan contoh-contoh perwujudan lain dari bahasa yang sebenarnya itu, maka tulisan (istilah awam “bahasa tulis”) juga tidak dapat digolongkan bahasa dalam arti yang sebenarnya, melainkan sekedar perwujudan lain dari bahasa yang sebenarnya dengan menggunakan media huruf. Bunyi ujar di dalam istilah awam “bahasa lisan” itulah yang disebut bahasa dalam arti yang sebenarnya. 2. Fungsi Bahasa Para pakar memiliki interpretasi yang berbeda-beda tentang fungsi bahasa. Dalam kajian linguistik, bahasa berfungsi sebagai sarana untuk menyampaikan pikiran, perasaan, dan emosi. Sedangkan aliran sosiolinguistik berpendapat bahwa bahasa adalah sarana perubahan manusia. Dalam kajian lingustik terdapat dua pembagian fungsi bahasa, yang pertama fungsi umum sedangkan yang kedua adalah fungsi khusus4. Di sini akan dijelaskan satu per satu tentang pembagian fungsi tersebut. Fungsi Umum Fungsi umum bahasa adalah sebagai alat komunikasi sosial. Di dalam masyarakat ada komunikasi atau saling hubungan antaranggota. Untuk keperluan itu dipergunakan suatu wahana yang dinamakan bahasa. Dengan demikian, setiap masyarakat dipastikan memiliki dan

menggunakan alat komunikasi sosial tersebut. Tidak ada masyarakat tanpa bahasa, dan tidak ada pula bahasa tanpa masyarakat.

3

Ibid., h. 03. Ibid., h. 05.

4

5

-

Fungsi Khusus Jakobson membagi fungsi bahasa atas enam (6) macam, yaitu fungsi emotif, konatif, referensial, puitik,fatik, dan metalingual. Ahli bahasa yang gagasannya terilhami oleh Buhler ini mendasarkan pembagiannya atas tumpuan perhatian atau aspek. Seperti kita ketahui bahwa bahasa mempunyai enam aspek, yakni aspek addresser, context, message, contact, code, addresce. Apabila tumpuannya si penutur (addresser), fungsi bahasanya dinamakan emotif. Apabila tumpuan pembicaraannya pada konteks (context), fungsi bahasanya disebut referensial. Apabila tumpuannya pada amanat (masagge), fungsi bahasanya puitik (poetic). Apabila tumpuan pembicarannya pada kontaks (contact), fungsi bahasanya disebut fatik (phatic). Apabila tumpuan pembicaraan pada kode (code), fungsi bahasanya disebut metalingual. Apabila tumpuan pembicaraan pada lawan bicara (addresce) fungsi bahasanya dinamakan konatif. Fungsi emotif misalnya dipakai apabila kita mengungkapkan rasa gembira, kesal, sedih. Jika kita membiarakan suatu permasalahan dengan topic tetrtentu maka hal tersebut tercakup didalam fungsi referensial. Jika kitamenyampaikan suatu amanha atau pesan tertentu fungsi bahasa yang terlibat adalah fungsi puitik. Selanjutkan apabila kita di dalam berbicara sekedar ingin mengandalkan kontak dengan orang lain maka fungsi bahasa yang trlibat adalah fungsi fatik. Orang jawa apabila berpasangan dengan orang yang kita kemal selalumenggunakan fungsi fatik ini, dengan ucapan: “mangga” atau dengan kalimat Tanya “ bate tindak pundi?” yang kesemuanya itu tiada maksud lain kecuali sebagai alat kontak semata. Orang Belanda menggunakan ucapan “Dag!” untuk tujuan yang sama seperti di atas.

6

Apabila kita berbicara masalah bahasa dengan menggunakan bahasa tertentu, maka fungsi bahasa di situ adalah metalingual. Selanjutnya apabila kita berbicara atau berbahasa dengan tumpuan pada lawan tutur, misalnya agar lawan bicara bersikap atau berbuat sesuatu, maka fungsi bahasa tersebut adalah konatif. Fungsi bahasa dalam sosiolinguitik terdapat 4 fungsi5, yaitu: a. Alat untuk menyatakan ekspresi diri Menyatakan secara terbuka sesuatu yang tersirat dari dalam dada kita. Contohnya seorang anak menggunakan bahasa untuk

mengekspresikan kehendak atau perasaannya pada sasaran yang tetap, yaitu kepada ayah dan ibunya. Dalam perkembangannya, seorang anak tidak lagi menggunakan bahasa yang digunakan hanya untuk

mengekspresikan kehendaknya, melainkan juga untuk berkomunikasi dengan lingkungan disekitarnya. Contoh lain adalah seorang penulis mengekspresikan dirinya melalui tulisannya. Jadi kita dapat menulis sesuatu untuk mengekspresikan diri kita untuk mencapai tujuan tertentu. Unsur-unsur yang mendorong ekspresi diri antara lain : - Agar menarik perhatian orang lain terhadap kita, - Keinginan untuk membebaskan diri kita dari semua tekanan emosi Pada taraf permulaan, bahasa pada anak-anak sebagian

berkembang sebagai alat untuk menyatakan dirinya sendiri. b. Alat komunikasi Merupakan saluran perumusan yang melahirkan perasaan dan memungkinkan adanya kerjasama antar individu. Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita tidak diterima atau dipahami oleh orang
5

Gorys Keraf, Lingistik Bandingan Historis, (Jakarta: Gramedia, 1984), h. 10.

7

lain. Dengan komunikasi kita dapat mempelajari dan mewarisi semua yang pernah dicapai oleh nenek moyang kita. Sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerja sama dengan sesama warga. Ia mengatur berbagai macam aktivitas kemasyarakatan, merencanakan dan mengarahkan masa depan kita. Bahasa sebagai alat ekspresi diri dan sebagai alat komunikasi sekaligus merupakan alat untuk menunjukkan identitas diri. Melalui bahasa, kita dapat menunjukkan sudut pandang kita, pemahaman kita atas suatu hal, asal usul bangsa dan negara kita, pendidikan kita, bahkan sifat kita. Bahasa menjadi cermin diri kita, baik sebagai bangsa maupun sebagai diri sendiri. c. Alat mengadakan integrasi dan adaptasi sosial Merupakan salah satu unsur kebudayaan yang dimanfaatkan oleh manusia untuk pengalaman-pengalaman mereka, mempelajari dan mengambil bagian dalam pengalaman tersebut, serta belajar berkenalan dengan orang-orang lain. Bahasa selain berfungsi sebagai alat komunikasi, juga berfungsi sebagai alat integrasi dan adaptasi sosial. Pada saat kita beradaptasi kepada lingkungan sosial tertentu, kita akan memilih bahasa yang akan kita gunakan bergantung pada situasi dan kondisi akan dihadapi. Kita akan menggunakan bahasa yang berbeda pada orang yang berbeda. Kita akan menggunakan bahasa yang nonstandar di lingkungan teman-teman dan menggunakan bahasa standar pada orang tua atau orang yang kita hormati. Pada saat kita mempelajari bahasa asing, kita juga berusaha mempelajari bagaimana cara menggunakan bahasa tersebut. Misalnya,
8

pada situasi apakah kita akan menggunakan kata tertentu, kata manakah yang sopan dan tidak sopan. Demikian pula jika kita mempelajari bahasa asing. Jangan sampai kita salah menggunakan tata cara berbahasa dalam budaya bahasa tersebut. Dengan menguasai bahasa suatu bangsa, kita dengan mudah berbaur dan menyesuaikan diri dengan bangsa tersebut. d. Alat mengadakan kontrol sosial Merupakan alat yang dipergunakan dalam usaha mempengaruhi tingkah laku dan tindak tanduk orang lain. Bahasa juga mempunyai relasi dengan proses-proses sosialisasi suatu masyarakat. Sebagai alat kontrol sosial, bahasa sangat efektif. Kontrol sosial ini dapat diterapkan pada diri kita sendiri atau kepada masyarakat. dan buku-buku instruksi adalah salah satu contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol sosial. Ceramah agama atau dakwah merupakan contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol sosial. Orasi ilmiah atau politik merupakan alat kontrol sosial. Iklan layanan masyarakat atau layanan sosial merupakan salah satu wujud penerapan bahasa sebagai alat kontrol sosial. Semua itu merupakan kegiatan berbahasa yang memberikan kepada kita cara untuk memperoleh pandangan baru, sikap baru, perilaku dan tindakan yang baik. Di samping itu, kita belajar untuk menyimak dan mendengarkan pandangan orang lain mengenai suatu hal. Selain itu contoh fungsi bahasa sebagai alat kontrol sosial yang sangat mudah kita terapkan adalah sebagai alat peredam rasa marah. Menulis merupakan salah satu cara yang sangat efektif untuk meredakan rasa marah. Biasanya, pada akhirnya, rasa marah kita berangsur-angsur menghilang dan kita dapat melihat persoalan secara lebih jelas dan tenang.

9

D. Simpulan Dari penjelasan di depan dapat diambabil simpulan bahwa: 1. Bahasa adalah suatu sistem tanda arbitrer yang konvensional. 2. Fungsi bahasa dalam kajian linguistik dibagi 2 yaitu: fungsi umum dan fungsi khusus. 3. Fungsi umum dari bahasa adalah sebagai alat komunikasi sosial. 4. Fungsi khusus dari bahasa terdapat 6 macam menurut Jakobson, antara lain: fungsi emotif, konatif, referensial, puitik, fatik, dan metalingual. 5. Fungsi bahasa dalam kajian sosiolinguistik terdapat 4 macam yaitu: alat untuk menyatakan ekspresi diri, alat komunikasi, Alat mengadakan integrasi dan adaptasi social, alat mengadakan kontrol sosial. E. Penutup Demikianlah makalah yang seadanya ini kami buat dengan kemampuan yang sangat minim sekali untuk memenuhi tugas mata kuliah, yang sudah barang tentu banyak kesalahan dan kekurangan yang terdapat di dalamnya. Namun, walaupun demikian mudah-mudahan ini dapat memberikan pemahaman terhadap kita semua tentang fungsi bahasa dan membuka cakrawala pengetahuan yang selama ini menjadi kebudayaan dialektika sebuah kehidupan serta bisa menumbuhkan sikap dalam berbahasa yang baik dan benar, artinya kita harus menggunakan bahasa secara proporsional dalam fungsinya masing-masing. Kritik dan saran merupakan bahan evaluasi yang kami harapkan, dengan adanya proses transformasi pengetahuan yang lebih progresif.

10

DAFTAR PUSTAKA

Chaer, Abdul. 1993. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta. Chaer, Abdul dan Leonie Agustina. 2004. Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka cipta. Keraf, Gorys. 1984. Lingistik Bandingan Historis. Jakarta: Gramedia. Nababan, P.W.J. 1984. Sosiolinguitik. Jakarta: gramedia. Parera, Jos Daniel. 1987. Studi Linguistik Umum dan Historis Bandingan. Jakarta: Erlangga. Soeparno. 2002. Dasar-dasar Linguistik Umum. Yogyakarta: Tiara Wacana.

11

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->