P. 1
Lp Oksigenasi

Lp Oksigenasi

|Views: 144|Likes:
Published by Ayu Imud

More info:

Published by: Ayu Imud on Jan 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/22/2015

pdf

text

original

LAPORAN PENDAHULUAN OKSIGENASI

OLEH : SRI WULANDARI 0803042

PRODI S1 KEPERAWATAN STIKES KARYA HUSADA SEMARANG 2011

dan cara penghisapan lendir(suction). Pengertian Oksigenasi adalah salah satu komponen gas dan unsur vital dalam proses metabolisme untuk mempertahankan kelangsungan hidup seluruh sel-sel tubuh. kondisi-kondisi kardiomiopati. untuk menurunkan kerja paru-paru dan untuk menurunkan kerja jantung. Gangguan jantung. 3. fisioterapi dada . sebagai berikut: 1. hipoksia miokard. Faktor perkembangan. Pemenuhan kebutuhan oksigen dapat dilakukan dengan pemberian oksigen dengan menggunakan kanula dan masker.Oksigenasi A. 2. Kapasitas darah untuk membawa oksigen. Gangguan pernapasan meliputi hiperventilasi. dan hipoksia jaringan perifer. . Tarwoto 2003). B. Masuknya oksigen ke jaringan tubuh ditentukan oleh sistem respirasi kardiovaskuler dan keadaan hematologi (Wartonah. hipoventilasi dan hipoksia. Tujuan pemberian oksigenasi adalah : untuk mempertahankan oksigen yang adekuat pada jaringan. meliputi : ketidakseimbangan jantung meliputi ketidakseimbangan konduksi. Secara normal elemen ini diperoleh dengan cara menghirup O2 setiap kali bernapas. Perawat seringkali menemukan klien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan oksigennya. Fisiologi jantung mencakup pengaliran darah yang membawa oksigen dari sirkulasi paru ke sisi kiri jantung dan jaringan serta mengalirkan darah yang tidak mengandung oksigen ke sistem pulmonar. kerusakan fungsi valvular. 4. Penyebab Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi penyebab klien mengalami gangguan oksigenasi.

yaitu adanya surfaktan pada lapisan alveoli vang berfungsi untuk menurunkan tegangan permukaan dan adanva sisa udara yang menyebabkan tidak terjadinya kolaps dan gangguan toraks. Perilaku atau gaya hidup C. semakin tinggi tempat. dan transportasi.5. Adanya peran mukus siliaris sebagai penangkal benda asing yang mengandung interveron dan dapat rnengikat virus. Pengaruh proses ventilasi selanjutnya adalah complience recoil. kemampuan toraks dan paru pada alveoli dalam melaksanakan ekspansi atau kembang kempis. yaitu ventilasi. maka tempat tekanan udara semakin tinggi. semakin rendah. Demikian pula sebaliknya. Surfaktan diproduksi saat terjadi peregangan sel alveoli. atau proses kemudian kerja saraf parasimpatis dapat mcnycbabkan kontriksi dapat menyebabkan vasokontriksi penyempitan. Proses ventilasi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. antara lain: a. Adanya c. maka tekanan udara semakin rendah. difusi. Terjadinya rangsangan simpatis dapat menyebabkan sehingga relaksasi schingga dapat terjadi vasodilatasi. b. Complience yaitu kemampuan paru untuk mengembang yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Ventilasi Proses ini merupakan proses keluar dan masuknya oksigen dan atmosfer ke dalam alveoli atau dari alveoli ke atmosfer. Klasifikasi Pemenuhan kebutuhan oksigenasi di dalam tubuh terdiri atas tiga tahapan. 1. dan . Adanya jalan napas yang dimulai dari hidung hingga alveoli yang terdiri atas berbagai otot polos yang kcrjanya sangat dipengaruhi oleh sistem saraf otonom. d. Adanya perbedaan tekanan antara atmosfer dengan paru. Adanya refleks batuk dan muntah.

Peningkatan CO2. Difusi Gas Difusi gas merupakan pertukaran antara oksigen di alveoli dengan kapiler paru dan CO2. dalam batas 60 mmHg dapat dengan baik merangsang pusat pernapasan dan bila paCO. d. Transportasi Gas Transportasi gas merupakan proses pendistribusian antara O2 kapiler ke jaringan tubuh dan CO2 jaringan tubuh ke kapiler. dalam rongga alveoli lebih tinggi dari tekanan O 2. kurang dari sama dengan 80 mmHg maka dapat menyebabkan depresi pusat pernapasan. Tebal membran respirasi/permeabilitas yang terdiri atas epitel alveoli dan interstisial keduanya ini dapat memengaruhi proses difusi apabila terjadi proses penebalan. 3. Pada . karena CO2 memiliki kemampuan merangsang pusat pernapasan. (masuk dalam darah secara berdifusi) dan paCOJ dalam arteri pulmonalis juga akan berdifusi ke dalam alveoli.disekresi saat pasien menarik napas. Apabila complience baik akan tetapi recoil terganggu maka CO2 tidak dapat di keluarkan secara maksimal. Luasnya permukaan paru. di kapiler dengan alveoli. Afinitas gas yaitu kemampuan untuk menembus dan saling mengikat Hb. sedangkan recoil adalah kemampuan untuk mengeluarkan CO2 atau kontraksi menyempitnya paru. b. Perbedaan tekanan dan konsentrasi O2 hal ini dapat terjadi sebagaimana O2. c. da1am darah vena pulmonalis. 2. Pusat pernapasan yaitu medulla oblongata dan pons dapat memengaruhi proses ventilasi. yaitu: a. Proses pertukaran ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. dari alveoli masuk ke dalam darah oleh karena tekanan O2.

Patofisilogi/Pathway Fungsi sistem jantung ialah menghantarkan oksigen. kekuatan kontraksi. Transportasi gas dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya: a. Namun fungsi tersebut dapat terganggu disebabkan oleh penyakit dan kondisi yang mempengaruhi irama jantung. sedangkan C02 akan berikatan dengan Hb membentuk karbominohemoglobin (30%). nutrien. normalnya 5 liter per menit. perubahan fungsi pernapasan juga menyebabkan klien mengalami gangguan oksigenasi. Kondisi pembuluh darah. Hiperventilasi merupakan suatu . aliran darah melalui kamar-kamar pada jantung. dan larut dalam plasma (50%). kehilangan darah ) akan mengurangi jumlah oksigen yang dikirm ke jaringan.proses transportasi. aliran darah miokard dan sirkulasi perifer. meningkatkan cardiac uotput dan penggunaan O2 oleh sel. Bertambahnya latihan menyebabkan peningkatan transport O2 ( 20 x kondisi normal ). dan integritas sistem lainnya. Secara langsung berpengaruh terhadap transpot oksigen. b. Umumnya. latihan. jantung mengkompensasi dengan menambahkan ratarata pemompaannya untuk meningkatkan transport oksigen. dan subtansi lain ke jaringan dan membuang produk sisa metabolisme selular melalui pompa jantung. Iskemia miokard terjadi bila suplai darah ke miokard dari arteri koroner tidak cukup dalam memenuhi kebutuhan oksigen organ. Kardiac output Merupakan jumlah darah yang dipompa oleh darah. sistem vaskular sirkulasi. Dalam kooondisi patologi yang dapat menurunkan cardiac output ( misal pada kerusakan otot jantung. akan berikatan dengan Hb membentuk Oksihemoglobin (97%) dan larut dalam plasma (3%). dan sebagian menjadi HC03 berada pada darah (65%). D. Selain itu. dan lain-lain.

Primer Kuman dibatukkan / bersin (droplet nudei inidinborne) Terisap organ sehat Menempel di jalan nafas / paru-paru Menetap / berkembang biak Sitoplasma makroflag Membentuk sarang TB Pneumonia kecil (sarang primer / efek primer) Radang saluran pernafasan (limfangitis regional) Komplek primer Sembuh Sembuh dengan bekas Komplikasi . maka PaCO2 akan meningkat. Pathway TB. Sementara hipoksia adalah oksigenasi jaringan yang tidak adekuat pada tingkat jaringan. yang dibutuhkan untuk mengeliminasi karbondioksida normal di vena. yang diproduksi melalui metabolisme seluler.kondisiventilasi yang berlebih. Hipoventilasi terjadi ketika ventilasi alveolar tidak adekuat memenuhi kebutuhan oksigen tubuh atau mengeliminasi CO2 secara adekuat. Apabila ventilasi alveolar menurun.

TB Sekunder Kuman dormat (TB Primer) Infeksi endogen TB DWS (TB. Post Primer) Sarang pneumenia kecil Tuberkel Reorpsi Meluas Meluas Sembuh Perkapuran Jaringan Keju Sembuh Kavitas Meluas Memadat/bekas Bersih Sembuh .

Sarang pneumonia baru Tuberkuloma Sistem kardiovaskular Sirkulasi darah+ suplai O2 Pengaturan CO2+H++O2 ssp sistem pernapasan Beban tekanan berlebihan Beban tekanan berlebihan energi Transport O2 Hambatan pengosongan ventrikel Beban sistole berlebihan Difusi O2 dan CO2 Pertukaran gas Preload meningkat Beban jantung meningkat Gangguan suplai O2 CO2 + O2 E. Pengkajian Pengkajian keperawatan tentang fungsi kardiopulmonar klien harus mencakup : .

2. Dispnea merupakan sensasi subjektif pada pernapasan yang sulit dan tidak nyaman. yaitu klien melaporkan bahwa ia kehilangan daya tahan. Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mengkaji tingkat oksigenasi jaringan klien yang meliputi evaluasi keseluruhan sistem kardiopulmonar. b. Mengi Mengi disebabkan oleh gerakan udara berkecepatan tinggi melalui jalan nafas yng sempit. Keletihan Keletihan merupakan sensasi subjektif. e. c. Nyeri Nyeri jantung tidak menyertai variasi pernapasan. a. Nyeri pericardium. Inspeksi Warna membran mukosa Penampilan umum . Batuk Batuk merupakan pengeluaran udara dari paru-paru yang tiba-tiba dan dapat didengar.1. biasanya tidak menyebar dan dapat terjadi saat inspirasi. Riwayat keperawatan untuk mengkaji fungsi keperawatan. Riwayat keperawatan harus berfokus pada kemampuan klien dalam memenuhi kebutuhan oksigen. a. d. Dispnea Merupakan tanda klinis hipoksia dan termanifestasi dengan sesak napas. Nyeri ini paling sering terjadi di sisi kiri dada dan menyebar. merupakan akibat inflamasi kantong perikardium.

cekungan ? . atelektasis yang belum total. cairan. Tympani . Suara yang normal terdengar diseluruh lapangan paru-paru. Akibat adanya udara berlebihan di paru-paru. adakah pulsasi. penebalan emphysema sumbatan bronchus. pneumothorak. emphysema paru. rasa nyeri. infark atau fibrosis paru. Perkusi macam suara ketukan: sonor.Pengembangan dinding horak.Taktil fremitus Getaran meningkat pneumonia. . pleural effusion. Redup Suara yang timbul akibat adanya konsolidasi paru (pemadatan) : tumor. atau pneumothorak. penumpukan secret. Palpasi Tingkat kesadaran Keadekuatan sirkulasi sistemik Pola pernapasan Gerakan dinding dada. c. Hipersonor Suara yang ditimbulkan lebih keras dibandingkan dengan suara sonor. bandingkan kiri dan kanan .Dinding thorak. Sedangkan getaran menurun pleura.b. tumor. atalektasis.

Normalnya terdengar dibawah diafragma kiri dimana terletak lambung dan usus besar.Auskultasi bunyi paru dilakukan dengan mendengarkan gerakan udara disepanjang lapangan paru. Gerakan mengetuk hanya dari pergrlangan tangan. serta bunyi gesekan. setelah mengetuk segera diangkat. Jari tengah diletakkan di dinding thorak 2. d. Ujung jari tengah tangan yang lain mengetuk dibagian distal jari tengah yang berada di dinding thorak 3. Teknik perkusi 1. suara yang terdengar nyaring seperti kalau kita memukul gendang. kemudian menurun. dan arteri femoral. aorta abdomen.Auskultasi sistem kardiovaskuler meliputi : pengkajian dalam mendeteksi bunyi S1 dan S2 normal/tidak normal. 4. Kalau terdengar di dinding thorak artinya tidak normal. jika suatu daerah paru mengalami kolaps.Akibat adanya udara dalam suatu kantong atau ruang tertutup. Auskultasi . 3. Pemeriksaan Diagnostik . Mulai mengetuk dari bagian atas paru. 5. bunyi murmur. Auskultasi juga digunakan untuk mengidentifikasi bunyi bruit di atas arteri karotis. Bandingkan kiri dan kanan. Suara napas tambahan terdengar. terdapat cairan atau terjadi obstruksi. .

digunakan untuk mengevaluasi respond jantung terhadap stres fisik..  Identifikasi sumber alergi : obat. b. 3. suction. Rencana Tindakan Keperawatan 1. fisioterapi dada sesuai indikasi  Identifikasi kebutuhan insersi jalan nafas buatan  Monitor pemberian oksigen. dan reaksi yang biasa terjadi  Status Respirasi : jalan nafas paten/lancar  Status Respirasi :Ventilasi efektif berhubungan dengan : Obstruksi Jalan nafas Data Subyektif Klien mengatakan :  Status Respirasi : Pertukaran gas Efektif  Tidak terjadi aspirasi Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama …… x 24 jam :  Sesak nafas  Sputum tak bisa keluar Data Obyektif  Batuk tidak efektif  Dispnea /Orthopnea/ . G. vital sign tiap .makan an.. dll. Diagnosa Keperawatan 1... EKG. BGA. jam  Monitor status respirasi : adanya suara nafas tambahan. pemeriksaan fungsi paru. 2. Ketidakefektifan bersihan jalan napas yang berhubungan dengan gangguan batuk. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan pemasukann oksigen yang tidak adekuat. Pemeriksaan ini memberiakn informasi tentang respond miokard terhadap peningkatan kebutuhan oksigen dan menentukan keadekuatan aliran darah koroner. Ketidakefektifan pola napas berhubungan dengan obstruksi jalan napas.a. Pemeriksaan stres latihan. Ketidakefektifan bersihan jalan napas yang berhubungan dengan gangguan batuk. F.. mendeteksi transmisi impuls dan posisi listrik jantung. No Diagnosa Keperawatan (NANDA) Ketidak pembersihan efektifan jalan nafas Tujuan Keperawatan ( NOC ) Rencana Tindakan (NIC ) Manajemen jalan nafas  Jaga kepatenan jalan nafas : buka jalan nafas. menghasilkan rekaman grafik aktivitas listrik jantung. Pemeriksaan untuk mengukur keadekuatan ventilasi dan oksigenasi . c..

 Tinggikan posisi kepala tempat tidur 30-45 derajad setelah makan..... obat bronkhodilator. kedalaman.BE : 85 – 100 % : + 2 s/d – 2 meq/L  Monitor respon alergi selama 24 jam  Ajarkan/ diskusikan dgn klien/keluraga untuk menghindari alergen  Ajarkan tehnik nafas dalam dan batuk efektif  Pertahankan status hidrasi untuk menurunkan viskositas sekresi  Kolaborasi dgn Tim medis : pemberian O2....PaO2 . wheezing Sputum produktif Karakteristik sputum: …… TD… mmHg N :…......…... x mnt S..) 2... . untuk mencegah aspirasi dan mengurangi dispnea.35 – 7. insersi jalan nafas. dan efektifitas pemberian oksigen . mampu bernafas dengan mudah  Menunjukkan ventilasi adekuat  Ekspansi dinding dada simetris. dan pemeriksaan laboratorium: AGD Penghisapan jalan nafas Tentukan kebutuhan penghisapan sekret melalui oral maupun tracheal Monitor saturasi oksigen klien dan status hemodinamik selama dan setelah penghisapan Catat tipe dan jumlah sekresi Pencegahan Aspirasi  Monitor tingkat kesadaran.jam..45 ..crakles... nafas cuping hidung. Pertukaran gas adekuat usaha nafas.ronkhi.... x/mnt RR…….. obat anti allergi. tidak ada : penggunaan otot-otot nafas tambahan. °C  Klien mampu mengidentifikasi dan mencegah faktor yang dapat menghambat jalan nafas  Menunjukkan jalan nafas yang paten : klien tidak merasa tercekik. adanya Setelah dilakukan asuhan sianosis. No Diagnosa Keperawatan (NANDA) Tgl : Jam : Gangguan pertukaran gas berhubungan pemasukan tidak adekuat Data Subyektif Klien mengatakan : dengan oksigen : yang Tujuan Keperawatan ( NOC ) Rencana Tindakan (NIC )  Status respirasi : Manajemen jalan nafas  Kaji bunyi paru...... dyspnea. dan produksi sputum.... terapi nebulizer. frekuensi... retraksi dinding dada..  Status respirasi : Ventilasi  Identifikasi kebutuhan insersi jalan nafas.. frekuensi pernafasan dalam rentang normal : Respirasi: Dewasa:16-20/mnt  Tidak ada suara nafas abnormal   Mampu mengeluarkan sputum dari jalan nafas   Menunjukkan pertukaran gas efektif  . tidak terjadi aspirasi.      Sianosis Perubahan ritme & frekuensi pernafasan Gelisah Suara nafas tambahan : rales . efektif dan siapkan klien untuk tindakan ventilasi  Keseimbangan elektrolit mekanik sesuai indikasi dan asam basa  Monitor vital sign tiap . Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan pemasukann oksigen yang tidak adekuat.. muntah dan kemampuan menelan..SaO2 : 96-97 % ( perifer)  Tidak ada dyspnea dan sianosis...PaCO2 : 35 – 45 % ..... taktil fremitus Nama Perawat ( .. reflek batuk.pH : 7.

x 24 jam  Hypoventilasi  Sesak nafas berkurang sampai  Deformitas tulang....PaCO2 : 35 – 45 % . dyspnea. suara nafas bersih..5 meq / L Ca : 8. kejang  Kolaborasi dengan Tim medis untuk pemeriksaan AGD.5 meq /L BUN : 10-20 mg/dl yang dilembabkan. insersi jalan nafas Manajemen Elektrolit & Asam-basa  Pertahankan kepatenan IV line. pencegahan dan penanganan asidosis dan alkalosis: Respiratorik & Metabolik Hemodynamic regulation  Monitor status hemodinamik: saturasi oksigen. dan alat bantu nafas  Ajarkan tehnik nafas dalam. batuk efektif  Lakukan tindakan untuk mengurangi konsumsi oksigen : kendalikan demam.  Jelaskan penggunaan alat bantu yang dipakai klien : oksigen... dan status mental adekuat  Menunjukkan keseimbangan elektrolit dan asam basa Na : 135 – 145 meq/L Cl K : 100-106 meq /L : 3. obat bronkhodilator.  Jaga kepatenan jalan nafas: suction.. elektrolit.5 meq/L . dan tingkatkan periode istirahat yang adekuat  Kolaborasi dgn Tim medis : pemberian O2... nadi perifer...10. dan adanya sianosis  Pertahankan pemberian O2 sesuai kebutuhan ( NOC ) Status pernafasan : ventilasi adekuat  berhubungan  Status Tanda Vital Stabil Setelah dilakukan asuhan  Hiperventilasi keperawatan :selama ..) 3.... taktil fremitus  TTV dalam batas normal  Menunjukkan orientasi kognitif baik. dan balance cairan  Monitor status mental..PaO2 .45 ... nafas cuping hidung. nyeri. distensi JVP  Kolaborasi dgn Tim Medis untuk obat vasodilator dan atau vasokonstriktor Nama Perawat ( . mesin penghisap.. dengan hilang . x /mnt  Nadi ………x/mnt  SpO2 …………. No Diagnosa Keperawatan (NANDA) Ketidakefektifan nafas dengan : pola Tujuan Keperawatan Rencana Tindakan (NIC ) Manajemen Jalan Nafas  Atur posisi tidur untuk memaksimalkan ventilasi. parestesia. tidak ada : penggunaan otot-otot nafas tambahan. retraksi dinding dada. ekspansi dinding dada simetris. dan abnormalitas serum  Monitor tanda-tanda gagal nafas : hasil AGD abnormal.35 – 7.SaO2 : 96-97 %  Mg :1........5 – 5. mampu bernafas dengan mudah  Menunjukkan ventilasi adekuat........ suhu dan warna ekstremitas...5 – 2. ansietas.pH : 7. Ketidakefektifan pola napas berhubungan dengan obstruksi jalan napas. %  AGD / BGA abnormal keperawatan selama …. Sakit kepala  Gangguan penglihatan / visual : pandangan kabur  Kelelahan  Sesak nafas  Merasa kebingungan Data Obyektif  Dispnea  Takikardi  Sianosis  Gelisah  Hipoksia(penurunan PO2)  Hiperkarbia(peningkatan PCO2)  Irama / frekuensi kedalaman nafas abnormal  Tensi ……….. x 24 jam :  Menunjukkan pertukaran gas efektif .. edema. batuk efektif  Kaji TTV.. mmHg  RR ………….. capillary refill...BE : 85 – 100 % : + 2 s/d – 2 meq/L  Tidak ada dyspnea dan sianosis.5... kelelahan  Berikan terapi oksigen sesuai indikasi  Monitor status neurologi dan atau neuromuskular : tingkat kesadaran dan adanya kebingungan.. terapi nebulizer / inhaler..

..      dinding dada Penurunan energi / kelelahan: Anemia Disfungsi neuro muscular: GBS Kerusakan musculoskeletal: Cedera Tulang Belakang Posisi tubuh yg tidak sesuai Nyeri Obesitas  Ekspirasi dada simetris  Tidak ada penggunaan otot bantu    pernafasan.. Biot Ajarkan teknik relaksasi kpd klien dan keluarga.4 °C Nadi: Bayi: 140x /menit Anak 2th: 120x /menit Anak 4th: 100x /menit Anak 10-14th:85... 60-80 mmHg Anak > 10th: 90/60 mmHg Umur 10-30 th: 110/75 mmHg Umur 30-40 th: 125/85 mmHg Umur 40-60 th: 140/90 mmHg Umur > 60 th: 150/90 mmHg . Menunjukkan jalan nafas yang paten c.... .... Biot.Eupnoe (pernafasan normal) ...  ( .. ansietas dan tersengal-sengal Monitor pola pernafasan (Bradipnea. Klien mampu mengidentifikasi dan mencegah faktor yang dapat menghambat jalan nafas b. Menunjukkan ventilasi adekuat .. Nama Perawat Data Subyektif Klien mengatakan :  Sesak nafas  Nafas pendek  Cemas Data Obyektif  Penurunan tekanan inspirasi/ekspirasi  Penggunaan otot bantu nafas  Nafas cuping hidung  Ekspirasi memanjang  Pernafasan nasal faring  Dyspnea/Orthopnea  RR: …. Suhu: 36.dewasa:70-85x /mnt Dewasa : 80-85x /menit ... Menunjukkan pertukaran gas efektif d....90x /mnt. Cheynestokes.. dan usaha respirasi Monitor tipe pernafasan : Kusmaul..) Tidak ada nyeri dan cemas TTV dalam batas normal. Laki2dewasa:60-70x/ menit Premp. kedalaman....... irama.. kebutuhan insersi jalan nafas: ET..TD : Bayi syst. takipnea. Evaluasi 1........ pemberian oksigen.... TT Tentukan lokasi dan luasnya krepitasi di tulang dada Kaji peningkatan kegelisahan. pemasangan alat bantu nafas... dan fisioterapi .Respirasi: Bayi: 30-50xmenit Balita: 30-40x/menit Anak: 22x/menit Dewasa: 10-18 x/ mnt  Kaji adanya penurunan ventilasi dan       bunyi nafas tambahan. obat nyeri cairan. x mnt  Tipe Pernafasan : Kusmaul.) H............... tidak ada nafas pendek Bunyi nafas tambahan tidak ada (wheezing. ronchi.3-37. Ketidakefektifan bersihan jalan napas yang berhubungan dengan gangguan batuk........ obat bronkhodilator... tindakan/ pemeriksaan medis. a... x mnt  Nadi: …... nebulizer....... Kolaborasi Tim medis : untuk program terapi........ Cheyne Stokes..... hiperventilasi): kecepatan....

c. b.2. Menunjukkan pertukaran gas efektif Menunjukkan ventilasi adekuat TTV dalam batas normal Menunjukkan keseimbangan elektrolit dan asam basa 3. . d. a. a. Ketidakefektifan pola napas berhubungan dengan obstruksi jalan napas. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan pemasukann oksigen yang tidak adekuat. Tidak ada nyeri dan cemas c. Sesak nafas berkurang sampai dengan hilang b. TTV dalam batas normal.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->