LAPORAN PENDAHULUAN OKSIGENASI

OLEH : SRI WULANDARI 0803042

PRODI S1 KEPERAWATAN STIKES KARYA HUSADA SEMARANG 2011

dan hipoksia jaringan perifer. meliputi : ketidakseimbangan jantung meliputi ketidakseimbangan konduksi. 4. kondisi-kondisi kardiomiopati. Pemenuhan kebutuhan oksigen dapat dilakukan dengan pemberian oksigen dengan menggunakan kanula dan masker. .Oksigenasi A. Masuknya oksigen ke jaringan tubuh ditentukan oleh sistem respirasi kardiovaskuler dan keadaan hematologi (Wartonah. untuk menurunkan kerja paru-paru dan untuk menurunkan kerja jantung. Kapasitas darah untuk membawa oksigen. Gangguan pernapasan meliputi hiperventilasi. Fisiologi jantung mencakup pengaliran darah yang membawa oksigen dari sirkulasi paru ke sisi kiri jantung dan jaringan serta mengalirkan darah yang tidak mengandung oksigen ke sistem pulmonar. 2. Tarwoto 2003). Tujuan pemberian oksigenasi adalah : untuk mempertahankan oksigen yang adekuat pada jaringan. Gangguan jantung. Perawat seringkali menemukan klien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan oksigennya. 3. sebagai berikut: 1. B.dan cara penghisapan lendir(suction). Secara normal elemen ini diperoleh dengan cara menghirup O2 setiap kali bernapas. Faktor perkembangan. fisioterapi dada . Penyebab Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi penyebab klien mengalami gangguan oksigenasi. Pengertian Oksigenasi adalah salah satu komponen gas dan unsur vital dalam proses metabolisme untuk mempertahankan kelangsungan hidup seluruh sel-sel tubuh. hipoksia miokard. hipoventilasi dan hipoksia. kerusakan fungsi valvular.

Pengaruh proses ventilasi selanjutnya adalah complience recoil.5. kemampuan toraks dan paru pada alveoli dalam melaksanakan ekspansi atau kembang kempis. Perilaku atau gaya hidup C. semakin rendah. semakin tinggi tempat. dan transportasi. Adanya jalan napas yang dimulai dari hidung hingga alveoli yang terdiri atas berbagai otot polos yang kcrjanya sangat dipengaruhi oleh sistem saraf otonom. Klasifikasi Pemenuhan kebutuhan oksigenasi di dalam tubuh terdiri atas tiga tahapan. Adanya perbedaan tekanan antara atmosfer dengan paru. Surfaktan diproduksi saat terjadi peregangan sel alveoli. maka tempat tekanan udara semakin tinggi. yaitu adanya surfaktan pada lapisan alveoli vang berfungsi untuk menurunkan tegangan permukaan dan adanva sisa udara yang menyebabkan tidak terjadinya kolaps dan gangguan toraks. Proses ventilasi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. 1. Adanya c. d. b. difusi. Ventilasi Proses ini merupakan proses keluar dan masuknya oksigen dan atmosfer ke dalam alveoli atau dari alveoli ke atmosfer. Complience yaitu kemampuan paru untuk mengembang yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Demikian pula sebaliknya. dan . yaitu ventilasi. antara lain: a. Adanya refleks batuk dan muntah. Terjadinya rangsangan simpatis dapat menyebabkan sehingga relaksasi schingga dapat terjadi vasodilatasi. maka tekanan udara semakin rendah. Adanya peran mukus siliaris sebagai penangkal benda asing yang mengandung interveron dan dapat rnengikat virus. atau proses kemudian kerja saraf parasimpatis dapat mcnycbabkan kontriksi dapat menyebabkan vasokontriksi penyempitan.

dalam rongga alveoli lebih tinggi dari tekanan O 2. sedangkan recoil adalah kemampuan untuk mengeluarkan CO2 atau kontraksi menyempitnya paru. Luasnya permukaan paru. dari alveoli masuk ke dalam darah oleh karena tekanan O2. karena CO2 memiliki kemampuan merangsang pusat pernapasan. da1am darah vena pulmonalis. yaitu: a. Apabila complience baik akan tetapi recoil terganggu maka CO2 tidak dapat di keluarkan secara maksimal. Tebal membran respirasi/permeabilitas yang terdiri atas epitel alveoli dan interstisial keduanya ini dapat memengaruhi proses difusi apabila terjadi proses penebalan. c. b. Pusat pernapasan yaitu medulla oblongata dan pons dapat memengaruhi proses ventilasi. (masuk dalam darah secara berdifusi) dan paCOJ dalam arteri pulmonalis juga akan berdifusi ke dalam alveoli. Difusi Gas Difusi gas merupakan pertukaran antara oksigen di alveoli dengan kapiler paru dan CO2. Proses pertukaran ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Transportasi Gas Transportasi gas merupakan proses pendistribusian antara O2 kapiler ke jaringan tubuh dan CO2 jaringan tubuh ke kapiler. kurang dari sama dengan 80 mmHg maka dapat menyebabkan depresi pusat pernapasan. 2. Peningkatan CO2. d. di kapiler dengan alveoli. Pada . 3. Afinitas gas yaitu kemampuan untuk menembus dan saling mengikat Hb. dalam batas 60 mmHg dapat dengan baik merangsang pusat pernapasan dan bila paCO.disekresi saat pasien menarik napas. Perbedaan tekanan dan konsentrasi O2 hal ini dapat terjadi sebagaimana O2.

meningkatkan cardiac uotput dan penggunaan O2 oleh sel. dan sebagian menjadi HC03 berada pada darah (65%). Dalam kooondisi patologi yang dapat menurunkan cardiac output ( misal pada kerusakan otot jantung. dan larut dalam plasma (50%). Kondisi pembuluh darah. latihan. b. perubahan fungsi pernapasan juga menyebabkan klien mengalami gangguan oksigenasi. kekuatan kontraksi. jantung mengkompensasi dengan menambahkan ratarata pemompaannya untuk meningkatkan transport oksigen. Transportasi gas dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya: a. sistem vaskular sirkulasi. aliran darah miokard dan sirkulasi perifer.proses transportasi. Umumnya. dan integritas sistem lainnya. Secara langsung berpengaruh terhadap transpot oksigen. dan subtansi lain ke jaringan dan membuang produk sisa metabolisme selular melalui pompa jantung. Namun fungsi tersebut dapat terganggu disebabkan oleh penyakit dan kondisi yang mempengaruhi irama jantung. Patofisilogi/Pathway Fungsi sistem jantung ialah menghantarkan oksigen. sedangkan C02 akan berikatan dengan Hb membentuk karbominohemoglobin (30%). Kardiac output Merupakan jumlah darah yang dipompa oleh darah. kehilangan darah ) akan mengurangi jumlah oksigen yang dikirm ke jaringan. nutrien. aliran darah melalui kamar-kamar pada jantung. D. Selain itu. akan berikatan dengan Hb membentuk Oksihemoglobin (97%) dan larut dalam plasma (3%). Bertambahnya latihan menyebabkan peningkatan transport O2 ( 20 x kondisi normal ). Hiperventilasi merupakan suatu . normalnya 5 liter per menit. dan lain-lain. Iskemia miokard terjadi bila suplai darah ke miokard dari arteri koroner tidak cukup dalam memenuhi kebutuhan oksigen organ.

Pathway TB.kondisiventilasi yang berlebih. Sementara hipoksia adalah oksigenasi jaringan yang tidak adekuat pada tingkat jaringan. Primer Kuman dibatukkan / bersin (droplet nudei inidinborne) Terisap organ sehat Menempel di jalan nafas / paru-paru Menetap / berkembang biak Sitoplasma makroflag Membentuk sarang TB Pneumonia kecil (sarang primer / efek primer) Radang saluran pernafasan (limfangitis regional) Komplek primer Sembuh Sembuh dengan bekas Komplikasi . Hipoventilasi terjadi ketika ventilasi alveolar tidak adekuat memenuhi kebutuhan oksigen tubuh atau mengeliminasi CO2 secara adekuat. yang diproduksi melalui metabolisme seluler. maka PaCO2 akan meningkat. yang dibutuhkan untuk mengeliminasi karbondioksida normal di vena. Apabila ventilasi alveolar menurun.

Post Primer) Sarang pneumenia kecil Tuberkel Reorpsi Meluas Meluas Sembuh Perkapuran Jaringan Keju Sembuh Kavitas Meluas Memadat/bekas Bersih Sembuh .TB Sekunder Kuman dormat (TB Primer) Infeksi endogen TB DWS (TB.

Pengkajian Pengkajian keperawatan tentang fungsi kardiopulmonar klien harus mencakup : .Sarang pneumonia baru Tuberkuloma Sistem kardiovaskular Sirkulasi darah+ suplai O2 Pengaturan CO2+H++O2 ssp sistem pernapasan Beban tekanan berlebihan Beban tekanan berlebihan energi Transport O2 Hambatan pengosongan ventrikel Beban sistole berlebihan Difusi O2 dan CO2 Pertukaran gas Preload meningkat Beban jantung meningkat Gangguan suplai O2 CO2 + O2 E.

e. d. a. Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mengkaji tingkat oksigenasi jaringan klien yang meliputi evaluasi keseluruhan sistem kardiopulmonar. Dispnea merupakan sensasi subjektif pada pernapasan yang sulit dan tidak nyaman. c. Inspeksi Warna membran mukosa Penampilan umum . biasanya tidak menyebar dan dapat terjadi saat inspirasi. a. Riwayat keperawatan untuk mengkaji fungsi keperawatan. Nyeri Nyeri jantung tidak menyertai variasi pernapasan. Riwayat keperawatan harus berfokus pada kemampuan klien dalam memenuhi kebutuhan oksigen. Nyeri ini paling sering terjadi di sisi kiri dada dan menyebar. Dispnea Merupakan tanda klinis hipoksia dan termanifestasi dengan sesak napas. merupakan akibat inflamasi kantong perikardium. Mengi Mengi disebabkan oleh gerakan udara berkecepatan tinggi melalui jalan nafas yng sempit. Batuk Batuk merupakan pengeluaran udara dari paru-paru yang tiba-tiba dan dapat didengar. 2. Keletihan Keletihan merupakan sensasi subjektif.1. yaitu klien melaporkan bahwa ia kehilangan daya tahan. b. Nyeri pericardium.

Taktil fremitus Getaran meningkat pneumonia.Dinding thorak. atau pneumothorak. Akibat adanya udara berlebihan di paru-paru. Palpasi Tingkat kesadaran Keadekuatan sirkulasi sistemik Pola pernapasan Gerakan dinding dada. Sedangkan getaran menurun pleura. Tympani . emphysema paru.b. Redup Suara yang timbul akibat adanya konsolidasi paru (pemadatan) : tumor. penebalan emphysema sumbatan bronchus. c. rasa nyeri. Suara yang normal terdengar diseluruh lapangan paru-paru.Pengembangan dinding horak. atalektasis. tumor. pneumothorak. Hipersonor Suara yang ditimbulkan lebih keras dibandingkan dengan suara sonor. cairan. atelektasis yang belum total. Perkusi macam suara ketukan: sonor. penumpukan secret. pleural effusion. cekungan ? . . infark atau fibrosis paru. adakah pulsasi. bandingkan kiri dan kanan .

3.Auskultasi bunyi paru dilakukan dengan mendengarkan gerakan udara disepanjang lapangan paru. Jari tengah diletakkan di dinding thorak 2. setelah mengetuk segera diangkat. dan arteri femoral. aorta abdomen. Bandingkan kiri dan kanan. d. serta bunyi gesekan. Auskultasi juga digunakan untuk mengidentifikasi bunyi bruit di atas arteri karotis. terdapat cairan atau terjadi obstruksi. 4. bunyi murmur. Mulai mengetuk dari bagian atas paru. Kalau terdengar di dinding thorak artinya tidak normal. kemudian menurun.Auskultasi sistem kardiovaskuler meliputi : pengkajian dalam mendeteksi bunyi S1 dan S2 normal/tidak normal. Auskultasi . Ujung jari tengah tangan yang lain mengetuk dibagian distal jari tengah yang berada di dinding thorak 3. Gerakan mengetuk hanya dari pergrlangan tangan. Pemeriksaan Diagnostik . Suara napas tambahan terdengar. . jika suatu daerah paru mengalami kolaps. 5.Akibat adanya udara dalam suatu kantong atau ruang tertutup. suara yang terdengar nyaring seperti kalau kita memukul gendang. Teknik perkusi 1. Normalnya terdengar dibawah diafragma kiri dimana terletak lambung dan usus besar.

. menghasilkan rekaman grafik aktivitas listrik jantung. BGA.. c. vital sign tiap . F. EKG. mendeteksi transmisi impuls dan posisi listrik jantung. digunakan untuk mengevaluasi respond jantung terhadap stres fisik. Pemeriksaan stres latihan.. Pemeriksaan untuk mengukur keadekuatan ventilasi dan oksigenasi . Ketidakefektifan bersihan jalan napas yang berhubungan dengan gangguan batuk. 3. pemeriksaan fungsi paru. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan pemasukann oksigen yang tidak adekuat. suction.. G. b. Diagnosa Keperawatan 1.. dll.a.makan an. Rencana Tindakan Keperawatan 1. Pemeriksaan ini memberiakn informasi tentang respond miokard terhadap peningkatan kebutuhan oksigen dan menentukan keadekuatan aliran darah koroner. fisioterapi dada sesuai indikasi  Identifikasi kebutuhan insersi jalan nafas buatan  Monitor pemberian oksigen. jam  Monitor status respirasi : adanya suara nafas tambahan. Ketidakefektifan pola napas berhubungan dengan obstruksi jalan napas. dan reaksi yang biasa terjadi  Status Respirasi : jalan nafas paten/lancar  Status Respirasi :Ventilasi efektif berhubungan dengan : Obstruksi Jalan nafas Data Subyektif Klien mengatakan :  Status Respirasi : Pertukaran gas Efektif  Tidak terjadi aspirasi Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama …… x 24 jam :  Sesak nafas  Sputum tak bisa keluar Data Obyektif  Batuk tidak efektif  Dispnea /Orthopnea/ . 2.  Identifikasi sumber alergi : obat.. Ketidakefektifan bersihan jalan napas yang berhubungan dengan gangguan batuk. No Diagnosa Keperawatan (NANDA) Ketidak pembersihan efektifan jalan nafas Tujuan Keperawatan ( NOC ) Rencana Tindakan (NIC ) Manajemen jalan nafas  Jaga kepatenan jalan nafas : buka jalan nafas.

.. .. dan produksi sputum.. Pertukaran gas adekuat usaha nafas.35 – 7. dan efektifitas pemberian oksigen . efektif dan siapkan klien untuk tindakan ventilasi  Keseimbangan elektrolit mekanik sesuai indikasi dan asam basa  Monitor vital sign tiap .. adanya Setelah dilakukan asuhan sianosis..crakles. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan pemasukann oksigen yang tidak adekuat. frekuensi pernafasan dalam rentang normal : Respirasi: Dewasa:16-20/mnt  Tidak ada suara nafas abnormal   Mampu mengeluarkan sputum dari jalan nafas   Menunjukkan pertukaran gas efektif  ... dyspnea.....45 .jam...... dan pemeriksaan laboratorium: AGD Penghisapan jalan nafas Tentukan kebutuhan penghisapan sekret melalui oral maupun tracheal Monitor saturasi oksigen klien dan status hemodinamik selama dan setelah penghisapan Catat tipe dan jumlah sekresi Pencegahan Aspirasi  Monitor tingkat kesadaran.BE : 85 – 100 % : + 2 s/d – 2 meq/L  Monitor respon alergi selama 24 jam  Ajarkan/ diskusikan dgn klien/keluraga untuk menghindari alergen  Ajarkan tehnik nafas dalam dan batuk efektif  Pertahankan status hidrasi untuk menurunkan viskositas sekresi  Kolaborasi dgn Tim medis : pemberian O2....  Tinggikan posisi kepala tempat tidur 30-45 derajad setelah makan. insersi jalan nafas.SaO2 : 96-97 % ( perifer)  Tidak ada dyspnea dan sianosis...…....pH : 7... obat anti allergi. frekuensi. mampu bernafas dengan mudah  Menunjukkan ventilasi adekuat  Ekspansi dinding dada simetris. x/mnt RR…….PaCO2 : 35 – 45 % ... muntah dan kemampuan menelan. nafas cuping hidung. kedalaman.  Status respirasi : Ventilasi  Identifikasi kebutuhan insersi jalan nafas.... retraksi dinding dada.. No Diagnosa Keperawatan (NANDA) Tgl : Jam : Gangguan pertukaran gas berhubungan pemasukan tidak adekuat Data Subyektif Klien mengatakan : dengan oksigen : yang Tujuan Keperawatan ( NOC ) Rencana Tindakan (NIC )  Status respirasi : Manajemen jalan nafas  Kaji bunyi paru. tidak ada : penggunaan otot-otot nafas tambahan...... reflek batuk.. x mnt S..      Sianosis Perubahan ritme & frekuensi pernafasan Gelisah Suara nafas tambahan : rales . wheezing Sputum produktif Karakteristik sputum: …… TD… mmHg N :…..ronkhi. obat bronkhodilator. taktil fremitus Nama Perawat ( . untuk mencegah aspirasi dan mengurangi dispnea... tidak terjadi aspirasi..) 2...PaO2 . °C  Klien mampu mengidentifikasi dan mencegah faktor yang dapat menghambat jalan nafas  Menunjukkan jalan nafas yang paten : klien tidak merasa tercekik. terapi nebulizer.

. dan adanya sianosis  Pertahankan pemberian O2 sesuai kebutuhan ( NOC ) Status pernafasan : ventilasi adekuat  berhubungan  Status Tanda Vital Stabil Setelah dilakukan asuhan  Hiperventilasi keperawatan :selama .  Jelaskan penggunaan alat bantu yang dipakai klien : oksigen.. suhu dan warna ekstremitas.. dan status mental adekuat  Menunjukkan keseimbangan elektrolit dan asam basa Na : 135 – 145 meq/L Cl K : 100-106 meq /L : 3. dan alat bantu nafas  Ajarkan tehnik nafas dalam.... No Diagnosa Keperawatan (NANDA) Ketidakefektifan nafas dengan : pola Tujuan Keperawatan Rencana Tindakan (NIC ) Manajemen Jalan Nafas  Atur posisi tidur untuk memaksimalkan ventilasi.. suara nafas bersih....PaO2 ...5. x 24 jam :  Menunjukkan pertukaran gas efektif .... pencegahan dan penanganan asidosis dan alkalosis: Respiratorik & Metabolik Hemodynamic regulation  Monitor status hemodinamik: saturasi oksigen... ekspansi dinding dada simetris. mampu bernafas dengan mudah  Menunjukkan ventilasi adekuat. nyeri... capillary refill. tidak ada : penggunaan otot-otot nafas tambahan.. terapi nebulizer / inhaler.. kelelahan  Berikan terapi oksigen sesuai indikasi  Monitor status neurologi dan atau neuromuskular : tingkat kesadaran dan adanya kebingungan.45 .35 – 7. parestesia... batuk efektif  Kaji TTV.pH : 7... x /mnt  Nadi ………x/mnt  SpO2 …………....  Jaga kepatenan jalan nafas: suction. dengan hilang .SaO2 : 96-97 %  Mg :1.) 3. dan tingkatkan periode istirahat yang adekuat  Kolaborasi dgn Tim medis : pemberian O2.10. mesin penghisap. x 24 jam  Hypoventilasi  Sesak nafas berkurang sampai  Deformitas tulang.. elektrolit. nadi perifer. insersi jalan nafas Manajemen Elektrolit & Asam-basa  Pertahankan kepatenan IV line. dan abnormalitas serum  Monitor tanda-tanda gagal nafas : hasil AGD abnormal. edema.. batuk efektif  Lakukan tindakan untuk mengurangi konsumsi oksigen : kendalikan demam.BE : 85 – 100 % : + 2 s/d – 2 meq/L  Tidak ada dyspnea dan sianosis. Sakit kepala  Gangguan penglihatan / visual : pandangan kabur  Kelelahan  Sesak nafas  Merasa kebingungan Data Obyektif  Dispnea  Takikardi  Sianosis  Gelisah  Hipoksia(penurunan PO2)  Hiperkarbia(peningkatan PCO2)  Irama / frekuensi kedalaman nafas abnormal  Tensi ………. dan balance cairan  Monitor status mental..5 – 5.5 meq /L BUN : 10-20 mg/dl yang dilembabkan..5 meq / L Ca : 8. distensi JVP  Kolaborasi dgn Tim Medis untuk obat vasodilator dan atau vasokonstriktor Nama Perawat ( .... nafas cuping hidung.. %  AGD / BGA abnormal keperawatan selama …...5 meq/L . ansietas.5 – 2.. retraksi dinding dada. obat bronkhodilator. kejang  Kolaborasi dengan Tim medis untuk pemeriksaan AGD.... taktil fremitus  TTV dalam batas normal  Menunjukkan orientasi kognitif baik. mmHg  RR ………….... dyspnea.PaCO2 : 35 – 45 % . Ketidakefektifan pola napas berhubungan dengan obstruksi jalan napas.

..... obat nyeri cairan.... Laki2dewasa:60-70x/ menit Premp.  ( .... a..4 °C Nadi: Bayi: 140x /menit Anak 2th: 120x /menit Anak 4th: 100x /menit Anak 10-14th:85. Cheynestokes.. ansietas dan tersengal-sengal Monitor pola pernafasan (Bradipnea. takipnea....... Nama Perawat Data Subyektif Klien mengatakan :  Sesak nafas  Nafas pendek  Cemas Data Obyektif  Penurunan tekanan inspirasi/ekspirasi  Penggunaan otot bantu nafas  Nafas cuping hidung  Ekspirasi memanjang  Pernafasan nasal faring  Dyspnea/Orthopnea  RR: …...      dinding dada Penurunan energi / kelelahan: Anemia Disfungsi neuro muscular: GBS Kerusakan musculoskeletal: Cedera Tulang Belakang Posisi tubuh yg tidak sesuai Nyeri Obesitas  Ekspirasi dada simetris  Tidak ada penggunaan otot bantu    pernafasan. Klien mampu mengidentifikasi dan mencegah faktor yang dapat menghambat jalan nafas b...... nebulizer..... 60-80 mmHg Anak > 10th: 90/60 mmHg Umur 10-30 th: 110/75 mmHg Umur 30-40 th: 125/85 mmHg Umur 40-60 th: 140/90 mmHg Umur > 60 th: 150/90 mmHg ..90x /mnt..TD : Bayi syst.... Kolaborasi Tim medis : untuk program terapi... hiperventilasi): kecepatan. . tindakan/ pemeriksaan medis.Eupnoe (pernafasan normal) . Biot Ajarkan teknik relaksasi kpd klien dan keluarga......... x mnt  Nadi: …... irama.... TT Tentukan lokasi dan luasnya krepitasi di tulang dada Kaji peningkatan kegelisahan.. Menunjukkan jalan nafas yang paten c. Biot.. dan fisioterapi ... Suhu: 36.... tidak ada nafas pendek Bunyi nafas tambahan tidak ada (wheezing. ronchi.. Evaluasi 1.. dan usaha respirasi Monitor tipe pernafasan : Kusmaul... obat bronkhodilator.....3-37.) H. Menunjukkan ventilasi adekuat .Respirasi: Bayi: 30-50xmenit Balita: 30-40x/menit Anak: 22x/menit Dewasa: 10-18 x/ mnt  Kaji adanya penurunan ventilasi dan       bunyi nafas tambahan. pemasangan alat bantu nafas..) Tidak ada nyeri dan cemas TTV dalam batas normal..... Menunjukkan pertukaran gas efektif d.dewasa:70-85x /mnt Dewasa : 80-85x /menit ......... Cheyne Stokes... pemberian oksigen..... x mnt  Tipe Pernafasan : Kusmaul.. kebutuhan insersi jalan nafas: ET.... kedalaman.. Ketidakefektifan bersihan jalan napas yang berhubungan dengan gangguan batuk.

Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan pemasukann oksigen yang tidak adekuat. a. d. c. . a.2. Tidak ada nyeri dan cemas c. TTV dalam batas normal. Menunjukkan pertukaran gas efektif Menunjukkan ventilasi adekuat TTV dalam batas normal Menunjukkan keseimbangan elektrolit dan asam basa 3. Sesak nafas berkurang sampai dengan hilang b. Ketidakefektifan pola napas berhubungan dengan obstruksi jalan napas. b.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful