CARA MENULIS KUTIPAN DALAM KARYA ILMIAH

CARA MENULIS KUTIPAN DALAM KARYA ILMIAH
Post under Karya Ilmiah at 4:11 AM Posted by UMS EDUKASI RSBI Pada dasarnya terdapat dua cara untuk mengutip suatu sumber, yaitu secara langsung (asli) dan secara tidak langsung (menyadur). Kutipan langsung adalah kutipan yang mengambil secara persis kata demi kata dari sumbernya. Sedangkan kutipan secara tidak langsung adalah kutipan yang sudah diubah dengan kata-kata sendiri. Kedua jenis kutipan tersebut diperkenankan dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan kutipan, yaitu: a. Kutipan haruslah relevan dengan masalah yang sedang dibahas dan hendaknya tidak terlampau panjang. b. Jika penyaduran (kutipan tidak langsung) mengakibatkan perubahan arti dan kesalapahaman, maka kutipan langsung merupakan pilihan terbaik. Berikut adalah ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam penulisan kutipan: Pedoman Penyusunan dan Pengujian Karya Tulis Ilmiah a. Kutipan langsung (asli), kurang dari empat baris. Kutipan langsung yang kurang dari empat baris ditulis sebagai bagian dari kalimat dengan memberikan tanda kutip pembuka dan penutup. Perhatikan bahwa tanda kutip penutup diberikan setelah titik penutup kalimat. Permulaan kutipan menggunakan huruf capital. Contoh: Sementara itu, Horgren dan Sundem mendefinisikan sistem akuntansi sebagai berikut: “An accounting system is a formal means of gathering and communicating data to aid and coordinate collective decisions in light of the overall goals or objectives of an organization”.2 Jika kutipan tersebut merupakan bagian dari tata bahasa, kutipan tersebut tidak dimulai dengan huruf capital. Contoh: Sementara itu, Horgren dan Sundem mendefinisikan sistem akuntansi adalah “an accounting system is a formal means of gathering and communicating data to aid and coordinate collective decisions in light of the overall goals or objectives of an organization”.2 b. Kutipan langsung (asli), lebih dari empat baris. Kutipan langsung yang terdiri dari lima baris atau lebih ditulis sebagai berikut: (1) tersendiri, tidak masuk ke dalam kalimat;

(2) menjorok kedalam setelah lima ketukan, dan jika awal kutipan tersebut adalah awal suatu alinea, maka baris pertama kutipan dimulai pada ketukan ke-11; dan (3) dengan jarak baris satu spasi. Contoh: Mengenai peranan computer dalam system informasi manajemen, Davis dan Olson mengemukakan sebagai berikut: Conseptually, a management information system can exist without computers, but it is the power of the computers which make MIS feasible. The questions is not whether computers should be used in management information systems, but the extent to which information use should be computerized.12 Dalam hubungan ini, Horngren dan Foster menegaskan bahwa: Accounting systems should serve multiple decision process, and there are different measures of cost for different purposes. The most economically feasible approach to designing a management accounting system is to assume some common wants for a variety of decisions and choose cost objects for routine data accumulation in light of these wants. 12 c. Elips. Elips adalah kutipan langsung yang tidak perlu lengkap, karena terdapat beberapa bagian yang tidak relevan dan tidak berpengaruh jika dihilangkan. Pedoman Penyusunan dan Pengujian Karya Tulis Ilmiah Selain ketentuan-ketentuan umum di muka (spasi, tanda kutip, dll), ketentuan tambahan untuk kutipan semacam ini adalah sebagai berikut: (1) Jika bagian yang dibuang adalah bagian depan/awal, maka mulailah kutipan tersebut dengan tiga titik. Demikian juga jika yang dihilangkan adalah bagian tengah, berikan tiga titik sebagai pengganti bagian tengah yang dihilangkan tersebut. Contoh: Basalamah mendefinisikan blok sampling sebagai “… pemilihan beberapa pos (item) secara berurutan. Begitu pos pertama … telah dipilih maka pospos lainnya di dalam blok tersebut akan terpilih secara otomatis”.15 Dalam hubungannya dengan rancangan sistem akuntansi ini, Horngren dan Foster menegaskan sebagai berikut: … there are different measures of cost for different purposes. The most economically feasible approach to designing a management accounting system is to assume some common wants for a variety of decisions and choose cost objects for routine data accumulation in light of these wants.15 (2) Jika bagian yang dibuang adalah bagian belakang atau bagian akhir, maka akhiri

Kutipan dengan saduran.”19 d. The structure must fit the technology …. (Lihat juga uraian tentang catatan kaki http://umsedukasirsbi. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah bawa catatan kaki tetap diberikan. setiap kutipan (baik kutipan langsung maupun kutipan tidak langsung) harus diberi nomor secara berurutan. Penomoran Untuk tujuan pemberian catatan kaki. Angka ini ditempatkan di akhir kutipan dan ditulis setengah spasi di atas baris terakhir kutipan. dengan menggunakan angka arab.html . Untuk kutipan yang sudah diubah dengan menggunakan kata-kata sendiri tanda kutip tidak perlu diberikan. e.kutipan tersebut dengan empat titik: tiga titik pertama menunjukkan bagian yang dibuang dan satu titik sisanya menunjukkan tanda baca penutup.com/2010/02/cara-menulis-kutipan-dalam-karya-ilmiah.blogspot. Contoh: Plankett dan Attner mengemukakan: “Production technology is important because it directly influences organization structure.

Melalui tulisan. Salah satu ragam tulisan adalah karya ilmiah. dan masa kini akan tetap dikenang oleh masa depan jika terekam dalam tulisan. karya tulis ilmiah harus dijadikan masterpiece. Mirabeau dan Renan bahkan percaya dan meyakini bahwa penemuan tulisan benar-benar telah membentuk awal peradaban (Haris Sumadiria. sehingga dalam produksinya . kita mengenal sejarah dan peradaban masa lalu. menulis karya ilmiah menjadi kewajiban bagi setiap civitas academika. Di perguruan tinggi. Carlyle. Kant. So writing distinguishes civilized man from barbarian 1. 08 Oktober 2012 Tata Cara Penulisan Karya Ilmiah Diposkan oleh Aryo d'Pohan Label: Skripsi PENYUSUNAN KARYA ILMIAH Ringkasan Metodologi Penyusunan Karya Ilmiah Bagi Mahasiswa Oleh : Dedi Merisa. penulis ingin menegaskan bahwa menulis itu penting karena terkait erat dengan peradaban. Hal ini karena karya ilmiah adalah manifestasi dari penelitian yang merupakan bagian integral dari Tridharma Perguruan Tinggi. SHI As language distinguishes man from animal. menulis karya ilmiah bagi mahasiswa adalah jihad dan hukumnya fadlu „ain.Senin. Prolog Kutipan redaksi di atas adalah pemeo dalam dunia antropologi. atau dalam terminologi lain dapat disebut belum menjadi perguruan tinggi yang kafah. Dengan demikian maka. Dalam terminologi fiqih. Bagi mahasiswa. lemahnya budaya menulis karya ilmiah di perguruan tinggi adalah indikasi telah terjadi kepincangan dalam internalisasi Tridharma Perguruan Tinggi. maka menjadi penting untuk terus menggelorakan semangat meneliti dan menulis bagi seluruh civitas acedemika. 2009: v). Merefleksi realitas tersebut.

Brotowidjojo (1985:8-9) mengemukakan bahwa “karya ilmiah adalah karya ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar”. kumpulan pengalaman. penelitian dan pengetahuan orang lain Disampaikan dalam Pelatihan Karya Ilmiah yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Tarbiyah INISNU Jepara pada tanggal 10 April 2011 di Desa Jambu Barat Mlonggo Jepara. bukan sekedar pertanggungjawaban peneliti dalam penggunaan sumber daya (uang. artikel untuk dimuat di majalah ilmiah. tergantung pada penggunaannya. dalam hal ini karya ilmiah harus disusun dengan menggunakan metodologi ilmiah. diantaranya adalah kriteria metodologis. namun hanya sekilas informasi dan petunjuk teknik secara ringkas tentang tata cara penulisan karya tulis ilmiah. jurnal atau makalah untuk diseminarkan. maka penulis tidak mengkaji teknik penyusunan karya ilmiah secara komprehensif. sebuah karya harus memenuhi beberapa kriteria. bahan) yang digunakan dalam penelitian. Jenis Karya Ilmiah Karya ilmiah mempunyai banyak jenis. Karena itulah maka pengetahuan tentang teknik penulisan karya tulis ilmiah menjadi kebutuhan mendasar bagi setiap mahasiswa. Nur. Dalam literatur lain. (Maizuddin M. teknologi dan seni yang diperolehnya melalui kepustakaan. disertasi.harus memenuhi berbagai ketentuan yang agar dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Ada yang berupa skripsi. Karena keterbatasan ruang dan waktu.  Alumni Fakultas Syari’ah INISNU Jepara sebelumnya. laporan penelitian (research report). Dengan demikian. Tulisan ringkas ini berupaya memberikan stimulus bagi mahasiswa untuk dapat mengembangkan potensinya dalam bidang penulisan karya ilmiah dengan memberikan gambaran singkat tentang teknik penyusunan karya tulis ilmiah. 2005: 1-6). 3. 2010). 2. alat. . Untuk memenuhi standar ilmiah. Karya ilmiah merupakan pernyataan sikap ilmiah peneliti. disebutkan bahwa karya tulis ilmiah adalah serangkaian kegiatan penulisan yang didasarkan pada pengkajian atau penelitian ilmiah yang ditulis secara sistematis menggunakan bahasa prinsip-prinsip ilmiah. Atau ada juga yang menyatakan bahwa karya tulis ilmiah adalah karya tulis yang disusun berdasarkan kriteria ilmiah. Definisi Karya Ilmiah Karya ilmiah atau tulisan ilmiah adalah karya seorang ilmuan yang ingin mengembangkan ilmu pengetahuan. tesis. Jadi. penggunaan metodologi yang benar menjadi salah satu unsur terpenting dalam penyusunan karya ilmiah (Bambang Dwiloka dan Rati Riana.

artinya proses penelitian dijalankan dengan pengembangan konsep dan teori agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. (1988) menjelaskan bahwa karya ilmiah disusun dengan menggunakan metode ilmiah. jenis makalah pertama merupakan jenis makalah yang paling banyak digunakan (Bambang Dwiloka dan Rati Riana. penulis akan lebih banyak mendeskripsikan tentang karya ilmiah jenis makalah. 2005: 97-98). Menggunakan ukuran obyektif (bukan berdasarkan perasaan) 6. Bersifat empiris. Kesimpulan yang dibuat secara rasional berdasarkan buktibukti yang tersedia Bersifat obyektif. artinya dapat dicontoh oleh ilmuwan lain dalam studi yang sama dengan kondisi yang sama pula. Bersifat konseptual. Menggunakan teknik kuantifikasi (nominal. khayalan. artinya metode menunjukkan adanya proses yang tepat untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan metode untuk pemecahan masalah. Nur Khoiri (2011) memaparkan bahwa suatu karya tulis disebut karya tulis ilmiah jika: (1) mempermasalahkan pengetahuan ilmiah. Adapun kriteria metode ilmiah adalah : 1. Menggunakan prinsip-prinsip analisis (kausalitas & pemecahan masalah berdasarkan analisis yang logis) 4. makalah dibedakan menjadi tiga macam. legenda) 2. makalah induktif dan makalah campuran. Berdasarkan fakta (bukan kira-kira. yaitu makalah deduktif. Makalah induktif adalah makalah yang disusun berdasarkan data empiris yang diperoleh dari lapangan yang relevan dengan masalah yang dibahas.Dalam tulisan ini. hal ini karena makalah adalah jenis karya ilmiah yang paling banyak dibuat oleh mahasiswa. rangking. Bebas dari prasangka (tidak subyektif) 3. Makalah deduktif merupakan makalah yang penulisannya didasarkan pada kajian teoritis (pustaka) yang relevan dengan masalah yang dibahas. yaitu :      Bersifat kritis. rating) Metode ilmiah juga memiliki beberapa karakteristik. Dalam pelaksanaannya. artinya dapat memberikan argumentasi ilmiah. yaitu cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan. Bersifat logis. Menggunakan hipotesis (sebagai pemandu jalan pikiran menuju pencapaian tujuan) 5. Nazir. (2) penulisannya dijiwai oleh metode ilmiah. Makalah campuran adalah makalah yang penulisannya didasarkan pada kajian teoretis digabungkan dengan data empiris yang relevan dengan masalah yang dibahas. Berdasarkan sifat dan jenis penalaran yang digunakan. artinya metode yang dipakai didasarkan pada fakta di lapangan. dan (3) . analistis. pengesahan dan penjelasan tentang suatu kebenaran. Kriteria Ilmiah M. 4.

yaitu:        Melakukan observasi. Sember kepustakaan dapat berupa buku. Adapun metode ilmiah adalah cara berfikir sistematis. rasional.memenuhi persyaratan tata cara penulisan keilmuan. seperti kesenangan atau angan-angan kita. surat kabar. surat keputusan. Lebih lanjut dijelaskan pula bahwa yang dimaksud dengan ilmiah adalah bersifat dan berada pada kawasan keilmuan. Ilmu bagian dari pengetahuan yang diperoleh dengan menggunakan metode ilmiah. majalah. Pada dasarnya. yaitu : a. . membuktikan. Hindari pokok masalah yang menyeret kita kepada pengumpulan informasi yang beraneka ragam. 1) Pemilihan Topik/Masalah Persiapan Topik/Masalah adalah pokok pembicaraan. Topik yang dipilih memiliki data dan fakta yang obyektif. Topik yang dipilih terpusat pada suatu segi lingkup yang sempit dan terbatas. Sebuah karya tulis ilmiah yang disusun berdasarkan hasil penelitian. jurnal. Topik yang dipilih harus topik yang paling menarik perhatian kita. menetapkan masalah dan tujuan Menyusun hipotesis Menyusun rencana penelitian Melaksanakan percobaan berdasarkan metode yang direncanakan Melaksanakan pengamatan dan pengumpulan data Menganalisa dan menginterpretasikan data Merumuskan kesimpulan (teori) dan saran (Nur Khoiri. Artinya topik yang dipilih itu janganlah terlalu baru bagi kita. objektif. berdasarkan fakta untuk menemukan. 2011) 5. brosur. Hindari topik yang bersifat subyektif. Hindarilah topik yang jauh dari kita karena hal itu akan menyulitkan kita ketika menggarapnya. Dalam memilih topik/masalah. walaupun serba sedikit. Tahap Penyusunan Karya Ilmiah Berikut ini akan dijelaskan tentang tahapan penyusunan karya ilmiah menurut Zaenal Arifin (2003) sebagaimana dikutip oleh Bambang Dwiloka dan Rati Riana (2005:9-24). metode ilmiah digunakan dengan melalui beberapa tahapan. Topik yang dipilih harus kita ketahui prinsip-prinsip ilmiahnya. Arifin (2003:8) memberikan beberapa pertimbangan :       Topik yang dipilih harus berada di sekitar kita. memiliki bahan kepustakaan yang dapat memberikan informasi tentang pokok masalah yang hendak ditulis. Topik yang dipilih harus memiliki sumber acuan. baik di sekitar pengalaman kita maupun di sekitar pengetahuan kita. dan mengembangkan pengetahuan tertentu. atau undangundang. logis. dalam penyusunan karya ilmiah terdapat lima tahap. situs web.

2) Pembatasan Topik dan Penentuan Judul Jika topik sudah ditentukan dengan pasti sesuai dengan petunjuk-petunjuk. daftar lampiran (jika ada). daftar isi. Tentu saja. Jika sudah dilakukan pembatasan topik. Jika ragaan telah selesai dibuat. apakah topik itu betul-betul cukup sempit dan terbatas ataukah masih terlalu umum dan mengambang. antara judul utama dan sub judul harus dibubuhan tanda baca titik dua (:). yakni ragaan yang hanya memuat pokok-pokok gagasan sebagai pecahan dari topik yang sudah dibatasi. di mana dan kapan. atau dapat juga membuat ragaan kerja. kegunaan penelitian. Dalam hal seperti itu. adakalanya dibatasi dengan memberi sub judul. penentuan judul karya ilmiah dapat pula ditempuh dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan masalah apa. Arifin. Sub judul selain berfungsi membatasi judul juga berfungsi sebagai penjelas atau keterangan judul utama. karya ilmiah sudah dapat mulai digarap walaupun judul belum ada. daftar gambar (jika ada). mengapa. pada bagian awal dilengkapi dengan tajuk prakata. Pada dasarnya. sedangkan penentuan judul dapat dilakukan sebelum atau sesudah penulisan karya ilmiah. Jika sudah ada topik yang terbatas. yang kadang-kadang berbeda jenis dan sifatnya. Penulis karya ilmiah harus menentukan dahulu judul-judul bab dan judul subbab sebelum menentukan kerangka karya. cakupan masalah. tujuan penelitian. yaitu ragaan yang sudah merupakan perluasan atau penjabaran dari ragaan buram. daftar table (jika ada). Penyusun karya ilmiah dapat membuat ragaan buram. identifikasi masalah. Kemudian dalam bagian terakhir daftar isi dicantumkan tajuk bab simpulan dan saran. 1998:1. jenis kedua memudahkan penyusunan untu mengembangkan karya (Moeliono. kita tinggal menguji sekali lagi. Judul bab dan judul subbab itu merupakan pecahan masalah dari judul karya ilmiah yang ditentukan. penyusunan kerangka karangan karya adalah proses penggolongan dan penataan berbagai fakta. judul karya ilmiah bukanlah hal yang sulit ditentukan karena pada dasarnya langkah-langkah yang ditempuh dalam pembatasan topik sama saja dengan langkah-langkah dalam penentuan judul. 3) Pembuatan Kerangka Karya (outline) Pada prinsipnya. daftar pustaka dan lampiran (jika ada). Kita perlu membuat rencana daftar isi yang lengkap. 2003:15). tidak semua pertanyaan itu harus dijawab pada penentuan judul. Perbedaannya adalah pembatasan topik harus dilakukan sebelum penulisan karya ilmiah. Selain dengan pembatasan topik. rumusan masalah. . bagaimana. Bab Pedahuluan/Bab I terdiri atas latar belakang masalah. langkah berikutnya adalah pembuatan rencana daftar isi karya ilmiah. menjadi kesatuan yang berpautan. penulis karya ilmiah mempunyai hak prerogatif untuk menyusun daftar isinya sendiri. Dalam sebuah judul. Tentu saja.

termasuk penyuntingan bahasa yang digunakan. d. Dalam mengetik naskah. b. Secara ringkas. Pengamatan langsung ke obyek yang akan diteliti 4. e. penyusun dapat mulai mengonsep karya ilmiah itu dengan urutan dalam ragaan yang ditetapkan. Tentu ada bagian yang tumpang tindih atau ada penjelasan yang berulang-ulang. jika penelitian bersifat kuantitatif. Penyajian/Pengetikan. Adapun langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam pengumpulan data adalah : 1. 2. Pemeriksaan/Penyuntingan Konsep Sebelum mengetik konsep. . penyusun hendaklah memperhatikan segi kerapian dan kebersihan. Jadi. unsur-unsur dalam halaman judul. sifat atau bentuk. kita dapat memecah isu itu menjadi dua atau lebih bab sehingga kaya ilmiah menjadi empat bab atau lebih. Penyusun menentukan data mana yang akan dibicarakan kemudian. Percobaan dan pengujian di lapangan atau di laboratorium c. seperti buku. data dapat dikumpulkan melalui pengamatan (observasi). Pengorganisasian dan Pengonsepan Jika data sudah terkumpul. isi atau analisis. penyusun harus mengolah dan menganalisis data yang ada dengan teknikteknik yang ditentukan. wawancara atau eksperimen (percobaan).Akan tetapi. Misalnya. surat kabar dan majalah yang relevan dengan topik tulisan. dan penutup. Buanglah penjelasan yang tidak perlu dan tambahkan penjelasan yang dirasakan sangat menunjang pembahasan. data diolah dan dianalisis dengan teknik statistic. Jika isi atau analisis itu agak luas. unsur-unsur dalam daftar isi. penyusun menyeleksi dan mengorganisasi data tersebut. paling sedikit sebuah karya ilmiah berisi tiga bab. pemeriksaan konsep mencakup pemeriksaan isi karya dan cara penyajian karya. Penyusun harus menggolongkan data menurut jenis. Pengumpulan keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui masalah yang akan ditulis 3. dan unsur-unsur dalam daftar pustaka. Pencarian informasi/keterangan dari bahan bacaan. penyusun terlebih dahulu memeriksanya. yaitu pendahuluan. Misalnya penyusun menata unsur-unsur yang tercantum dalam kulit luar. Selanjutnya. Penyusun memperlihatkan tata letak unsur-unsur dalam karya ilmiah. Pengumpulan Data Dalam diskursus ilmu penelitian.

Dalam kesempatan ini.Halaman Sampul Dicantumkan judul makalah. Dari segi jumlah halaman. nama penulis makalah dan . keperluan atau maksud ditulisnya makalah. Secara garis besar. Bagian Awal    Halaman Sampul Daftar Isi Daftar Tabel dan Gambar (jika ada) Bagian Inti       Pendahuluan Latar Belakang Penulisan Makalah Masalah atau Topik Bahasan Tujuan Penulisan Makalah Teks Utama Penutup Bagian Akhir   Daftar Rujukan Lampiran (jika ada) Setiap bagian dari sistematika di atas dapat dijelaskan sebagai berikut : . Deskripsi tentang sistematika penulisan makalah berikut ini dikutip dari buku “Teknik Menulis Karya Ilmiah”karya Bambang Dwiloka dan Rati Riana. Sistematika Karya Ilmiah Di atas telah dijelaskan bahwa karya ilmiah memiliki banyak varian. yaitu bagian awal.6. bagian inti dan bagian akhir. Sehingga diharapkan akan lebih bermanfaat secara praktis. Makalah panjang adalah makalah yang jumlah halamannya lebih dari 20 halaman. Pertimbangannya. makalah panjang terdiri dari atas tiga bagian. penulis hanya akan mendeskripsikan sistematika penulisan karya ilmiah jenis makalah. dapat dibedakan antara makalah panjang dan makalah pendek. jenis makalah merupakan jenis karya ilmiah yang paling sering disusun oleh mahasiswa. Setiap varian tersebut memiliki sistematika yang berbeda.

Pendahuluan Penulisan bagian pendahuluan dapat dilakukan dengan cara seperti berikut : 1. Penulisan dengan menggunakan angka yang dikombinasikan dengan abjad. Itulah sebabnya judul makalah tidak diakhiri dengan tanda titik (. dapat dilakukan dengan pergantian paragraf.Daftar Isi Daftar isi dipandang perlu jika panjang makalah lebih dari 20 halaman. Judul hendaknya menarik perhatian pembaca untuk mengetahui isinya. Penulisan daftar isi dilakukan dengan ketentuan (1) judul bagian makalah ditulis dengan menggunakan huruf kecil (kecuali awal kata selain kata tugas).).tempat serta waktu penulisan makalah. Terkait dengan pembuatan judul makalah. sebaiknya penulisan daftar tabel dan gambar dilakukan terpisah. Penulisan tanpa menggunakan angka maupun abjad . 2. yaitu : 1. judul makalah harus tetap mencerinkan isi makalah. Namun. 3. dan (3) penulisan daftar isi dilakukan dengan menggunakan spasi tunggal dengan antarbagian dua spasi. sebaiknya berkisar 5-15 buah kata. Judul makalah hendaknya singkat dan jelas. 2. .Bagian Inti Ada tiga macam cara penulisan yang dapat dipakai dalam susunan bagian inti. bukan dalam bentuk kalimat. Judul sebaiknya dinyatakan dalam bentuk frasa atau klausa. Penulisan dengan menggunakan angka (Romawi dan atau Arab). Judul harus mencerminkan isi makalah atau mencerminkan topik yang diangkat. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan : 1. . tetapi jika hanya terdapat sebuah tabel atau gambar. . Jika tabel dan gambar lebih dari satu buah. (2) penulisan judul bagian dan judul subbagian dilengkapi dengan nomor halaman tempat pemuatannya dalam makalah. 4. 2. Setiap unsur bagian pendahuluan ditonjolkan dan disajikan sebagai subbagian. dan 3. Semua unsur yang terdapat dalam bagian pendahuluan tidak dituliskan sebagai subbagian. sehingga tidak dijumpai adanya subbagian dalam bagian pendahuluan. Untuk menandai pergantian unsur. sebaiknya daftar tabel atau gambar disatukan dengan daftar isi makalah.Daftar Tabel dan Gambar Identitas tabel dan gambar (yang berupa nomor dan nama) dituliskan secara lengap. .

hindarilah penggunaan kata-kata tanpa makna dan cara penyampaian yang melingkar-lingkar. ada tiga pembahasan dalam bagian teks utama. Penulisan bagian teks utama dapat dikatakan sebagai inti kegiatan penulisan makalah.. Dalam penulisan teks utama. tetapi lebih mengarah pada apa yang ingin dicapai dengan penulisan makalah tersebut. bagian ini harus dapat mengantarkan pembaca pada masalah atau topik yang dibahas dalam makalah dan menunjukkan bahwa masalah atau topik tersebut memang perlu dibahas.Latar Belakang Butir-butir yang seyogyanya ada dalam latar belakang adalah hal-hal yang melandasi perlunya ditulis makalah. 3. dalam arti tidak terlalu asing atau terlalu baru bagi penulis. dan lain-lain (yang lain itu apa). 2. Topik yang dipilih hendaknya menarik dan sesuai dengan minat penulis.Tujuan Penulisan Makalah Makalah dimaksudkan bukan untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh seseorang dan yang sejenis dengan itu. deskripsi atau penegasan lebih lanjut. dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar. tetapi juga bukan alasan yang bersifat pribadi.Masalah atau Topik Bahasan Masalah atau topik bahasan tidak terbatas pada persoalan yang memerlukan pemecahan. Topik yang dipilih haruslah ada manfaatnya. Hindarilah kata-kata seperti : dan sebagainya. tetapi juga mencakupi persoalan yang memerlukan penjelasan. Bahan yang diperlukan sehubungan dengan topik tersebut memungkinkan untuk diperoleh . hal-hal dimaksud dapat berupa paparan teoretis atau pun paparan yang bersifat praktis. . Pengertian mendalam dan tuntas ini tidak selalu berarti panjang dan bertele-tele. Isi bagian teks utama sangat bervariasi. tergantung topik yang dibahas dalam makalah. baik dari segi praktis maupun segi teoritis dan layak untuk dibahas. .Teks Utama Bagian teks utama makalah berisi pembahasan topik-topik makalah. Penulisan bagian teks utama yang baik adalah yang dapat membahas topik secara mendalam dan tuntas. Yang pokok. yang sebesar-besarnya (seberapa besarnya). kemampuan seserang dalam menulis bagian teks utama makalah merupakan cerminan tinggi-rendahnya kualitas makalah yang disusun. Beberapa pertimbangan dalam menentukan topik adalah : 1. 4. . Jika dalam makalah dibahas tiga topik. Topik yang dipilih haruslah dikuasai.

Teknik Penulisan Materi tentang teknik penulisan karya ilmiah dalam tulisan ini mengacu pada pedoman penulisan skripsi bagi mahasiswa S. Selain itu. Menarik simpulan dari apa yang telah dibahas pada teks utama makalah. 1. Beberapa hal yang perlu dipahami tentang teknik penulisan adalah sebagai berikut : . 2. majalah dan barang cetak lainnya) atau dapat juga dipadukan dengan bahan yang bersifat factual-empiris (yang terdapat dalam kehidupan nyata). pada bagian ini juga dapat disertakan saran atau rekomendari sehubungan dengan masalah yang dibahas. Bahan penulisan dapat berupa bahan yang bersifat teoritis (yang diperoleh dari buku teks. 7. Saran harus relevan dengan apa yang telah dibahas. Saran yang dibuat haris eksplisit. jurnal. Penegasan kembali atau ringkasan dari pembahasan yang telah dilakukan. Bagian ini hendaknya juga bernomor halaman.Penutup Bagian penutup berisi simpulan atau rangkuman pembahasan dan saran (jika dipandang perlu). . Penulisan bagian penutup dapat dilakukan dengan menggunakan teknik berikut.Lampiran Bagian ini berisi hal-hal yang bersifat pelengkap yang dimanfaatkan dalam proses penulisan makalah. Bagian ini menandakan berakhirnya makalah. Hal ini dilakukan karena masih belum cukup bahan untuk memberikan simpulan terhadap masalah yang dibahas.Daftar Rujukan Teknik penulisan daftar rujukan dibahas dalam materi teknik notasi ilmiah dalam makalah ini. atau dimaksudkan agar pembaca menarik kesimpulan sendiri.1 INISNU Jepara tahun 2007.Penulisan teks utama makalah dapat dilakukan setelah bahan penulisan makalah berhasil dikumpulkan. tanpa diikuti dengan simpulan. laporan penelitian. kepada siapa saran ditujukan dan tindakan atau hal apa yang disarankan. . .

dst. awal kata menggunakan huruf kapital kecuali kata penghubung/sambung. sedangkan karya ilmiah berbahasa Arab dengan jarak 1 spasi. tergantung pada siapa atau instansi apa yang menerbitkan ketentuan tersebut. Kertas yang dipergunakan untuk penulisan karya ilmiah adalah Kuarto (A4) ukuran 21 x 29. demikian juga anak sub judul atau sub anak judul disusun sedemikian rupa dengan memperhatikan estetika penulisan. sederhana..). ii. setiap literatur memberikan ketentuan yang berdeda-beda tentang bentuk dan format penulisan karya ilmiah. dengan huruf miring (italic). Penomoran halaman dimulai dari Bab I sampai akhir halaman menggunakan angka arab (1. Penomoran tabel atau gambar diberi nomor urut dengan angka arab (Tabel 1. kecuali nomor halaman bab baru yang diletakkan di tengah bagian bawah. 3. Judul karya ilmiah ditulis dengan huruf kapital (besar) di tengah. Judul bab ditulis dengan huruf kapital (besar) di tengah. 6 dst. penulisan karya ilmiah tidak diperbolehkan menggunakan kata saya. gugur gunung (gugur gunung).5.     Penulisan karya ilmiah menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar mengacu pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan.) yang diletakkan di tengah bagian bawah. ditulis dalam Bahasa Indonesia. Namun. . dst. secara umum bentuk dan format penulisan karya ilmiah adalah sebagai berikut :             Naskah diketik dengan jenis huruf standard (Times New Roman) dengan ukuran/font 12 dan line spacing 1. kanan dan bawah 3 cm. seperti kata istinbath al-ahkam (istinbâth al-ahkâm). Bentuk dan Format Penulisan Berdasarkan pengalaman penulis. Abstrak skripsi diketik 1 spasi maksimal 2 halaman.7 cm berat 70 – 80 gsm. Tabel 2. Penulisan ayat al-Quran dan teks al-Hadist sesuai dengan aslinya. Nomor kutipan atau catatan kaki pada masing-masing bab ditulis berturut-turut sampai akhir bab dan dimulai kembali dengan nomor satu pada bab berikutnya. sedangkan pada halaman judul sampai halaman daftar isi menggunakan huruf Romawi kecil (seperti i. Batas margin kiri dan atas 4 cm. Alinea baru dimulai pada ketukan ketujuh dari margin kiri bagi karya ilmiah yang berhuruf latin atau dari margin kanan bagi skripsi yang berhuruf Arab. Penulisan istilah yang berasal dari bahasa asing dan daerah. dan jika di pandang mampu maka dapat menggunakan Bahasa Arab dan atau Bahasa Inggris Informasi disajikan dengan bahasa yang lugas.) diletakkan di sebelah kanan atas. aku. kami atau kita kecuali dalam kata pengantar. memperhatikan tanda-tanda baca yang tertera. kiri dan bawah 3 cm. awal kata menggunakan huruf kapital. drop out (drop out). disertai syakalnya dengan menggunakan mushaf Utsmâni serta menyebutkan nama surat dan nomor ayat untuk teks al-Quran dan nama perawi untuk teks al-Hadist. sub judul ditulis dari tepi kiri. sedangkan untuk karya ilmiah yang ditulis dengan Bahasa Arab maka margin kanan dan atas 4 cm. Setiap satu lembar kertas kuarto hanya digunakan satu halaman saja (tidak bolak balik) diketik dengan spasi ganda. iii. v. Karya ilmiah berbahasa Arab menggunakan font Traditional Arabic dengan huruf ukuran 18. 5. tepat dan langsung pada persoalan yang dibicarakan. iv. 8.. 2. Untuk menghindari subyektivitas. ukuran huruf dengan memperhatikan estetika penulisan. demikian juga anak sub judul atau sub anak judul disusun sedemikian rupa dengan memperhatikan estetika penulisan. sub judul bab ditulis dari tepi kiri.

Kutipan terjemah al-Qur’an dianggap seperti kutipan langsung. 2) Catatan kaki dapat berfungsi sebagai tambahan yang berisi komentar atau penjelasan yang dianggap tidak dapat dimasukkan di dalam teks. 3) Catatan kaki diketik satu spasi dan dimulai langsung dari margin kiri untuk tulisan latin dan margin kanan untuk tulisan Arab. koma. atau ringkasan. Dalam kutipan semacam ini. koma. dimulai pada ketukan kelima di bawah garis catatan kaki. 2. ditulis seperti teks biasa dengan menyebut sumber pengambilannya. 4) Catatan kaki pada tiap bab diberi nomor urut mulai dari angka 1 sampai habis. Kutipan 1. 4. Kutipan langsung yang tidak lebih dari empat baris. Sumber kutipan merujuk pada ilmuwan yang ahli dalam bidangnya. penulis tidak perlu memberi tanda petik. diketik biasa dalam teks skripsi dengan diawali dan diakhiri oleh tanda petik(“) dan diberi nomor kutipan yaitu dengan pola catatan kaki (footnote). Kutipan Tafsir dan Hadist harus bersumber pada kitab asli (sumber primer). Kutipan dapat bersumber dari internet atau CD dengan mencantumkan situs dan menunjukkan print-outnya. Catatan Kaki (footnote) 1) Catatan kaki merupakan catatan pada bagian kaki halaman teks yang menyatakan sumber sesuatu kutipan atau pendapat mengenai sesuatu hal yang diuraikan dalam teks. judul sumber/buku dengan huruf kapital setiap awal kata kecuali kata tugas. Ini dimaksudkan jika diperlukan notasi dapat lebih leluasa dan memudahkan pembaca. seperti saduran.9. [b] Kutipan tak langsung (parafrase) adalah kutipan yang hanya mengambil isinya saja. Teknik Notasi Ilmiah. tidak ditulis miring dan tidak menyebut kata Artinya. yaitu : [a] Kutipan Langsung adalah kutipan yang sama dengan bentuk asli yang dikutip baik dalam susunan kata maupun tanda bacanya. 5. serta ditulis dengan jarak 1 spasi. Kutipan dalam karya ilmiah diantaranya harus mencakup minimal satu sumber/buku yang berbahasa Arab dan satu sumber/buku berbahasa Inggris yang terkait dengan pokok bahasan. tidak termasuk kamus. diketik 1 spasi meskipun kurang dari empat baris. koma. dan diganti dengan nomor 1 kembali pada bab baru. 5) Cara penulisannya secara berurutan: nama pengarang (tanpa gelar dan tidak dibalik). Kutipan langsung dipergunakan hanya untuk hal-hal yang penting saja seperti definisi atau pendapat seseorang yang khas. 3. b. a. Kutipan terdiri dari dua macam. Kutipan langsung tidak dibenarkan lebih dari satu halaman. diketik dengan masuk (menjorok) tujuh ketukan dan tidak dibubuhkan tanda petik. kurung . Kutipan yang lebih dari empat baris. jilid/juz.

). 10. 125. (Yogyakarta: Safiria Insania Press dan UII.). Contoh: Djaali. 2001). (Jakarta: PPS Universitas Negeri Jakarta. 1985). nama penerbit. al. Bila editornya lebih dari satu maka diberi tambahan “s” (eds. hlm. hlm. contoh: 5Sutrisno (eds.. al. 1. koma.. (bila mengutip halaman yang sama).ص‬dalam bahasa Arab). 2000. 7) Nama pengarang yang jumlahnya terdiri dari dua orang. kecuali berbahasa Arab maka ditulis dengan huruf tebal (bold) dan halaman (‫ ) صفحة‬bisa disingkat dengan hlm.تحقيق‬ Contohnya: 3Mastuhu (ed. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar.).. 15. maka dalam catatan kaki ditulis: Ibid. Sedangkan bila dari sumber yang sama dikutip lagi pada halaman yang berbeda. 30. dan nomor halaman diakhiri dengan titik. 7Ibid. hlm. Pengukuran dalam Bidang Pendidikan.buka kemudian tempat/kota penerbit. Pengukuran dalam Bidang Pendidikan. atau ‫( واخرون‬dalam bahasa Arab). hlm. 2003). titik dua. ditulis dengan huruf miring (italic) atau dkk. maka kedua nama itu ditulis. sedangkan untuk bahasa Arab ditulis dengan ‫. 1998). Paradigma Pendidikan Islam. (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. tahun terbit kemudian kurung tutup.)” dengan italic (ed. hlm. Menata Ulang Pemikiran Sistem Pendidikan Nasional dalam Abad 21. contoh : 1Mastuhu. . 20. nomor cetakan. 6) Judul buku dengan huruf miring (italic). Caranya dibelakang nama editor itu dicantumkan “(ed. Pudji Mulyono dan Ramly. singkatan dari Ibidem yang berarti pada tempat yang sama. et. koma. 2000). atau ‫( . Ibid. (bila mengutip pada halaman yang berbeda). Apabila lebih dari dua orang hanya disebutkan nama pengarang yang pertama dan setelah tanda koma dituliskan singkatan et. Cet. 4Harun Nasution dan Azyumadi Azra (eds. Perkembangan Modern dalam Islam.). 8) Kumpulan karangan yang dirangkum oleh editor. Penelitian Pendidikan Islam. Penulisan dalam footnote sebagai berikut : 2Djaali. Jakarta: PPS Universitas Negeri Jakarta. lalu disebutkan halamannya. hlm. 6Ibid. 9) Apabila dari sumber yang sama dikutip lagi pada halaman yang sama maka cukup dengan “Ibid. 125.).. koma. yang dianggap pengarangnya atau yang dicantumkan dalam catatan kaki nama editor saja.” (dicetak miring) atau ‫( وفس الر جع‬dicetak tebal dalam bahasa Arab) tanpa menyebutkan halamannya lagi. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

cara penulisannya sebagai berikut: nama penulis..36 15Zamakhsyari Dhofier.. hlm. tanpa petik (“).cit.cit. koma. hlm. 1973). Contoh : 8Mustaqim. 1985). koma. koma. 30. singkatan daru “opere citato” yang artinya dalam karangan yang telah disebut.. op. Adapun op. judul tulisan. 13) Kutipan yang berasal dari majalah ditulis sebagai berikut : nama penulis. Jilid I. koma.. Jilid 1. koma.cit atau ‫( وفس المكا‬dicetak tebal dalam bahasa Arab). dalam Ismail (eds.. hlm. Psikologi Pendidikan. koma dan nomor halaman. volume. (Bandung: Pustaka. 3. hlm. maka ditulis loc. hlm.cit. judul buku.10) Apabila dari sumber tersebut dikutip lagi tetapi telah diselingi oleh kutipan dari sumber lain. Contoh: . Judul buku / sumber (jika ada lebih dari satu buku). “Pendidikan Islam Kontemporer: Problem Utama. (italic) atau ‫جع‬ ‫المر‬ ‫( السابق‬dicetak tebal dalam bahasa Arab) diikuti hlm. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 40. tempat terbit. 10Mustaqim. nama editor. 14 Harun Nasution. koma. hlm. loc. 278. Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya. titik dua. 11) Apabila buku itu berjilid dan yang digunakan lebih dari satu jilid. 1986). tanda petik (“). bulan. 75. koma. 12) Kutipan yang berasal dari buku yang berbentuk bunga rampai (antologi) atau kumpulan tulisan dari beberapa penulis.cit. Jilid 2. 16Harun Nasution. koma. op. tahun terbit.cit. 65. 9Fazlur Rahman. (Jakarta: UI Press. dalam. loc. adalah singkatan dari “loco citato” yang artinya pada tempat yang telah dikutip. Jilid I. 2001). nomor edisi. 21. koma.cit. kurung buka. dan halaman.cit. op. 13 Ibid. tahun terbit. nama penerbit. koma. Contoh : 12Harun Nasution. Loc. Tanpa menyebutkan halaman. nama majalah ditulis italic. (italic). Tantangan dan Prospek”.). Sedangkan apabila dari halaman yang sama dikutip lagi tetapi telah diselingi kutipan dari sumber lain. Tradisi Pesantren. hlm. 11Fazlur Rahman. 2001). Islam dan Modernitas. judul artikel diapit tanda petik (“---“). Paradigma Pendidikan Islam. koma. 25. kurung tutup. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. hlm. maka bila ingin menyebutkan lagi sumber yang terdahulu harus dicantumkan nama pengarang dan nomor jilidnya. Contoh: 17Abdurrohma Masud. maka pada catatan kaki ditulis: Nama pengarang. Cet. (Jakarta: LP3ES. koma.

. tanggal. tesis atau disertasi. 16) Kutipan yang berasal dari buku / kitab yang asli dan terjemahnya. kurung tutup. angka kutipan diletakkan di belakang terjemah. koma. Semarang. “Asketisisme Hasan Al-Bashri (Tinjauan Sosio-Historis)”. jika tidak ada penerbitnya maka nama penerbit ditulis dengan singkatan t. “Pendidikan Agama setengah Hati”. Suara Merdeka. 789. diakhiri dengan nomor halaman sesuai sumbernya. nama tempat penyimpanan. titik dua. nomor halaman. t. hlm. tahun penulisan. 17) Sumber kutipan yang tidak ada tempat terbitnya maka tempat terbitnya ditulis dengan singkatan tt. koma. nomor halaman. 1994. dan keterangan tidak diterbitkan yang disingkat dengan “t. nama situs koma. 66. Sedang untuk singkatan ‫ الطبعة‬menggunakan ‫ . koma. Contoh : . “Kejahatan Sebagai Akibat Lumpuhnya Pendidikan Moral”. koma. koma. Panji Masyarakat. koma.d. April. kurung buka. cara penulisannya: nama pengarang.18Novel Ali. XXXV. 15) Kutipan yang berasal dari karya ilimiah yang tidak / belum diterbitkan. koma. ( ‫ ) بدون وا شر‬dan jika tidak ada tahun terbitnya maka ditulis t. 14) Kutipan yang berasal dari surat kabar cara penulisannya sebagai berikut: nama penulis. sedangkan kutipan yang berasal dari buku / kitab berbahasa asing tanpa terjemah maka angka kutipan diletakkan di belakang kutipan tersebut.p. (Yogyakarta: Perpustakaan Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.ج‬ 18) Sumber kutipan yang diambil dari internet cara penulisannya adalah sebagai berikut : nama penulis. hlm. Tesis Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. koma.p. koma. nama surat kabar ditulis miring. hlm. 23. nama kota penyimpanan.”sedangkan untuk Bahasa Arab ditulis dengan ‫ عخطو ط‬contoh: 20Nasirudin. VI. koma. disebutkan skripsi. atau ‫( بدون مكان‬dalam Bahasa Arab). koma.t atau ‫( بدون تاريخ‬dalam Bahasa Arab). koma. Hal ini dimaksudkan untuk membedakan antara terjemahan dari penerjemah dan penulis sendiri. koma. judul artikel diapit tanda petik (“---“). judul karangan ilmiah dengan diapit tanda petik (“---“).ط‬dan singkatan ‫الجزء‬ menggunakan huruf ‫. 4 Juli 2003. bulan dan tahun terbit. 2000). judul artikel diapit tanda petik (“---“). tempat terbit.d. Contoh: 19Abdurrohman Said.

dan diketik pada ketukan pertama. (dan kawan-kawan) atau ‫( واخرون‬dalam bahasa Arab).id. 6) Apabila berupa buku terjemahan maka ditulis pengarang yang asli. koma. maka baris kedua dan berikutnya diketik mulai ketukan kelima.id. lainnya cukup diganti dengan garis sepanjang lima ketukan dari garis margin kiri (tulisan latin) dan margin kanan (bahasa Arab) dan diikuti oleh koma. Bila informasi tentang buku/sumber rujukan itu melebihi satu baris. 3. Teologi Islam. Ahmad “Kurikulum Berbaris Kompetensi”.phtml. Sapari.21Ahmad Sapari. Cet. dihubungkan dengan kata dan. Cet. koma.co.surya. ( ‫واصرالديه‬ ‫واخرون‬ ). Untuk singkatan mengikuti nama terakhir. seperti Nashiruddin dan Karnadi.phtml. judul buku. Harun. ditulis nama pertama dan diikuti kata dkk. Jilid I.. tempat penerbitan. koma. koma. yang merupakan keterangan mengenai bahan bacaan yang dijadikan rujukan dalam proses pembuatan skripsi. 2.co. ditempatkan diakhir skripsi dengan jarak satu (1) spasi dan tidak menggunakan nomor urut. Daftar Kepustakaan 1) Daftar pustaka. Jakarta: UI Press. Islam Ditinjau dari berbagai Aspeknya. http://www. ____. Jilid I. 4) Apabila penulis terdiri dari dua orang.. . 1973. Harun. koma. jilid atau volume. koma.surya. kata terj. koma. nama penerbit. tahun penerbitan. Islam Ditinjau dari berbagai Aspeknya. hlm. nomor cetakan. Apabila lebih dari dua orang. Contoh : Nasution. “Kurikulum http://www./30052002/12pini. dengan ketentuan mendahulukan sumber pustaka yang lebih dahulu penerbitannya. nama lengkap (tanpa gelar). c./30052002/12pini. 1973.5) spasi. titik dua. Jakarta: UI Press. 2) Daftar pustaka ditulis dengan urutan: nama pengarang (nama kedua). judul buku dicetak miring (italic). Berbasis Kompentensi”. Jakarta: UI Press. 5) Apabila ada dua karangan atau lebih berasal dari pengarang yang sama. koma. 1986. 3) Penulisan nama pengarang disusun secara alfabetik dengan mendahulukan nama keluarga dan marga (kalau ada) atau nama belakang. Contoh : Nasution. 3. maka nama kedua-duanya ditulis. Sedangkan jarak antara dua sumber pustaka satu setengah (1. seperti Nashiruddin dkk. maka nama pengarang dicantumkan satu kali.

____. penulis ingin mengutip semangat mahasiswa jurnalis yang senantiasa didengungkan untuk menggelorakan semangat berkarya : "Menulislah agar dibaca orang. koma. titik. Contoh : Benda. 3. Jakarta: UI Press. Ahmad “Kurikulum Berbaris Kompetensi”. tempat penerbit. atau berbuatlah agar ditulis orang. Harry J. koma.id.. tahun terbit diakhiri dengan titik.co. niscaya kau akan abadi" (LPM Bursa) ------------------------------------------------------------- Daftar Pustaka . Jakarta: UI Press. c. nama penerjemah. Teologi Islam. http://www. 1986b. Contoh : Sapari. 1980. titik dua. b. Daniel Dhakidae. Islam Ditinjau dari berbagai Aspeknya. Jakarta: Pustaka Jaya. 7) Jika penulis dan tahunnya sama. Epilog Sebagai catatan akhir. terj. 1986a. judul artikel diapit tanda petik (“---“). 10. nama situs. Contoh : Nasution. Cet. koma. nama penerbit./30052002/12pini.phtml. dan seterusnya sesuai dengan bulan terbit.surya. 8) Sumber kutipan yang diambil dari internet cara penulisannya adalah sebagai berikut: nama penulis.. Bulan Sabit dan Matahari Terbit : Islam Indonesia pada Masa Pendudukan Jepang.Atau ‫( تر جمة‬dalam bahasa Arab). Jilid I. koma. Harun. sedangkan judul bukunya berbeda maka dibelakang keterangan tahun diberi kode a.

skripsi. disertasi dari buku.     BAUAK INISNU Jepara. Cet. Metodologi Penelitian. tesis. atau karya ilmiah ringan seperti tulisan artikel opini.blogspot. 1988 Singarimbun. Jakarta: Ghalia Indonesia. tesis. 2005.. jurnal ilmiah. Wasty.. jurnal. S. skripsi. Teknik Menulis Karya Ilmiah. Jakarta: PT Rineka Cipta. M. dan blog.html Cara Menulis Sumber Kutipan Buku Jurnal Majalah Koran Panduan Cara menulis sumber kutipan untuk artikel ilmiah Esai.. Bambang dan Rati Riana. 2005. Metode Penelitian Survai. Makalah. 2007 Dwiloka. Apalagi kalau pengutipan itu dilakukan dalam jumlah yang agak panjang.com/2012/10/tata-cara-penulisan-karya-ilmiah. 1 Nazir. Cara menulis sumber kutipan dari buku . DAFTAR ISI 1. Menulis dalam media apapun baik itu untuk karya ilmiah berat seperti disertasi. Pedoman Penyusunan Skripsi Mahasiswa Program Sarjana (S1) INISNU Jepara. apabila kita menulskan sumber tulisan tersebut sebagai bentuk apresiasi kepada narasumber yang dikutip. dan tulisan di situs atau blog pasti membutuhkan bantuan sumber tulisan lain. koran. 1995 Soemanto. Jakarta : LP3ES. Jakarta: Bumi Aksara. 8 http://artikelkomplit2011. Jepara: INISNU Press. Cet. Alangkah eloknya. Pedoman Teknik Penulisan Skripsi (Karya Ilmiah). M. majalah. Effendi.

serta nomor halaman (opsional). Menulis sumber kutipan dari majalah dan koran 4. M. Tulisan di catatan sumber rujukan sbb: Will. 43. CARA MEMBUAT SUMBER KUTIPAN DARI JURNAL ILMIAH Contoh gaya MLA avis. nama penerbit dan tahun terbitan.. Contoh gaya APA Oguisso. Professional nursing in Brazil. ada p ada pp.). Contoh gaya MLA (Modern Language Association) adalah sebagai berikut: Tulisan di makalah sbb: The first gambling Web site appeared in 1995. 2002: 92. MO: Mosby.2. Pocket guide to cultural assessment (2nd ed." Fire Technology 39 (2003): 295-308. (1999). "Using Sensor Signals to Analyze Fires. Cara Membuat sumber kutipan dari jurnal ilmiah/akademis 3. "Electronic Morphine. PP singkatan dari page juga. and Samuel Hellerman. International Nursing Review. Michelle Donnelly. (1998). Contoh pengutipan gaya APA (American Psychological Association): Letak tulisan di catatan kaki (footnote) atau catatan akhir (endnotes) Geissler. George F." Newsweek 25 Nov. Dibuat apabila yang dikutip cuma satu halaman. Dibuat apabila yang dikutip lebih dari satu halaman. Louis. judul buku. Cara mengutip tulisan dari blog atau internet CARA MENULIS SUMBER KUTIPAN DARI BUKU Prinsipnya. William D. E. Judul buku yang dikutip formatnya bergaris bawah (untuk mesin ketik) atau teks miring (italic). Dalam karya ilmiah bahasa Inggris. St. Ada dua gaya pengutipan yaitu MLA (Gaya Modern Language Association) dan APA (American Psychological Association). apa itu maksudnya? P singkatan dari page (halaman). . and online gambling has since become the most lucrative Internet business (Will 92). Thomas Cleary. 81-94. menyebutkan sumber rujukan meliputi nama penulis. T.

30-33 CARA MEMBUAT SUMBER KUTIPAN DARI BLOG ATAU INTERNET Contoh gaya MLA Sherman.d. T. 2000 from Pennsylvania Dutch Country Welcome Center Web site: http://www. (n. "Everything You Ever Wanted to Know About URL." Honolulu Star-Bulletin 8 Apr. September 22). Retrieved May 30.php/3398511. Danny Sullivan. 2004. 4 Sept.800padutch. 2004. the Mennonites. "Sex Offender Web Site Debated. Time. (1997.shtml http://www. 24 Aug. 2004 http://searchenginewatch. Chris.alkhoirot. and the Plain People." SearchEngineWatch.: A3. Nelson.).net/2011/07/cara-menulis-sumber-kutipan.com/amish. Contoh gaya APA The Amish.html . Linking an Amish hereditary disease with cerebral palsy.CARA MEMBUAT SUMBER KUTIPAN DARI MAJALAH DAN KORAN Contoh gaya MLA Daranciang.com/searchday/article. 150. night final ed. Contoh gaya APA Ulrich. a pediatrician challenges a dark inheritance. Ed.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful