CARA MENULIS KUTIPAN DALAM KARYA ILMIAH

CARA MENULIS KUTIPAN DALAM KARYA ILMIAH
Post under Karya Ilmiah at 4:11 AM Posted by UMS EDUKASI RSBI Pada dasarnya terdapat dua cara untuk mengutip suatu sumber, yaitu secara langsung (asli) dan secara tidak langsung (menyadur). Kutipan langsung adalah kutipan yang mengambil secara persis kata demi kata dari sumbernya. Sedangkan kutipan secara tidak langsung adalah kutipan yang sudah diubah dengan kata-kata sendiri. Kedua jenis kutipan tersebut diperkenankan dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan kutipan, yaitu: a. Kutipan haruslah relevan dengan masalah yang sedang dibahas dan hendaknya tidak terlampau panjang. b. Jika penyaduran (kutipan tidak langsung) mengakibatkan perubahan arti dan kesalapahaman, maka kutipan langsung merupakan pilihan terbaik. Berikut adalah ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam penulisan kutipan: Pedoman Penyusunan dan Pengujian Karya Tulis Ilmiah a. Kutipan langsung (asli), kurang dari empat baris. Kutipan langsung yang kurang dari empat baris ditulis sebagai bagian dari kalimat dengan memberikan tanda kutip pembuka dan penutup. Perhatikan bahwa tanda kutip penutup diberikan setelah titik penutup kalimat. Permulaan kutipan menggunakan huruf capital. Contoh: Sementara itu, Horgren dan Sundem mendefinisikan sistem akuntansi sebagai berikut: “An accounting system is a formal means of gathering and communicating data to aid and coordinate collective decisions in light of the overall goals or objectives of an organization”.2 Jika kutipan tersebut merupakan bagian dari tata bahasa, kutipan tersebut tidak dimulai dengan huruf capital. Contoh: Sementara itu, Horgren dan Sundem mendefinisikan sistem akuntansi adalah “an accounting system is a formal means of gathering and communicating data to aid and coordinate collective decisions in light of the overall goals or objectives of an organization”.2 b. Kutipan langsung (asli), lebih dari empat baris. Kutipan langsung yang terdiri dari lima baris atau lebih ditulis sebagai berikut: (1) tersendiri, tidak masuk ke dalam kalimat;

(2) menjorok kedalam setelah lima ketukan, dan jika awal kutipan tersebut adalah awal suatu alinea, maka baris pertama kutipan dimulai pada ketukan ke-11; dan (3) dengan jarak baris satu spasi. Contoh: Mengenai peranan computer dalam system informasi manajemen, Davis dan Olson mengemukakan sebagai berikut: Conseptually, a management information system can exist without computers, but it is the power of the computers which make MIS feasible. The questions is not whether computers should be used in management information systems, but the extent to which information use should be computerized.12 Dalam hubungan ini, Horngren dan Foster menegaskan bahwa: Accounting systems should serve multiple decision process, and there are different measures of cost for different purposes. The most economically feasible approach to designing a management accounting system is to assume some common wants for a variety of decisions and choose cost objects for routine data accumulation in light of these wants. 12 c. Elips. Elips adalah kutipan langsung yang tidak perlu lengkap, karena terdapat beberapa bagian yang tidak relevan dan tidak berpengaruh jika dihilangkan. Pedoman Penyusunan dan Pengujian Karya Tulis Ilmiah Selain ketentuan-ketentuan umum di muka (spasi, tanda kutip, dll), ketentuan tambahan untuk kutipan semacam ini adalah sebagai berikut: (1) Jika bagian yang dibuang adalah bagian depan/awal, maka mulailah kutipan tersebut dengan tiga titik. Demikian juga jika yang dihilangkan adalah bagian tengah, berikan tiga titik sebagai pengganti bagian tengah yang dihilangkan tersebut. Contoh: Basalamah mendefinisikan blok sampling sebagai “… pemilihan beberapa pos (item) secara berurutan. Begitu pos pertama … telah dipilih maka pospos lainnya di dalam blok tersebut akan terpilih secara otomatis”.15 Dalam hubungannya dengan rancangan sistem akuntansi ini, Horngren dan Foster menegaskan sebagai berikut: … there are different measures of cost for different purposes. The most economically feasible approach to designing a management accounting system is to assume some common wants for a variety of decisions and choose cost objects for routine data accumulation in light of these wants.15 (2) Jika bagian yang dibuang adalah bagian belakang atau bagian akhir, maka akhiri

Kutipan dengan saduran.com/2010/02/cara-menulis-kutipan-dalam-karya-ilmiah. Untuk kutipan yang sudah diubah dengan menggunakan kata-kata sendiri tanda kutip tidak perlu diberikan. Contoh: Plankett dan Attner mengemukakan: “Production technology is important because it directly influences organization structure.kutipan tersebut dengan empat titik: tiga titik pertama menunjukkan bagian yang dibuang dan satu titik sisanya menunjukkan tanda baca penutup.blogspot. (Lihat juga uraian tentang catatan kaki http://umsedukasirsbi. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah bawa catatan kaki tetap diberikan. Penomoran Untuk tujuan pemberian catatan kaki. Angka ini ditempatkan di akhir kutipan dan ditulis setengah spasi di atas baris terakhir kutipan. The structure must fit the technology …. e. dengan menggunakan angka arab. setiap kutipan (baik kutipan langsung maupun kutipan tidak langsung) harus diberi nomor secara berurutan.”19 d.html .

Di perguruan tinggi. Hal ini karena karya ilmiah adalah manifestasi dari penelitian yang merupakan bagian integral dari Tridharma Perguruan Tinggi. Carlyle. maka menjadi penting untuk terus menggelorakan semangat meneliti dan menulis bagi seluruh civitas acedemika. Melalui tulisan. 08 Oktober 2012 Tata Cara Penulisan Karya Ilmiah Diposkan oleh Aryo d'Pohan Label: Skripsi PENYUSUNAN KARYA ILMIAH Ringkasan Metodologi Penyusunan Karya Ilmiah Bagi Mahasiswa Oleh : Dedi Merisa. Kant. lemahnya budaya menulis karya ilmiah di perguruan tinggi adalah indikasi telah terjadi kepincangan dalam internalisasi Tridharma Perguruan Tinggi. Prolog Kutipan redaksi di atas adalah pemeo dalam dunia antropologi. karya tulis ilmiah harus dijadikan masterpiece. dan masa kini akan tetap dikenang oleh masa depan jika terekam dalam tulisan.Senin. Dalam terminologi fiqih. sehingga dalam produksinya . Bagi mahasiswa. 2009: v). Salah satu ragam tulisan adalah karya ilmiah. menulis karya ilmiah menjadi kewajiban bagi setiap civitas academika. Mirabeau dan Renan bahkan percaya dan meyakini bahwa penemuan tulisan benar-benar telah membentuk awal peradaban (Haris Sumadiria. Dengan demikian maka. kita mengenal sejarah dan peradaban masa lalu. menulis karya ilmiah bagi mahasiswa adalah jihad dan hukumnya fadlu „ain. SHI As language distinguishes man from animal. penulis ingin menegaskan bahwa menulis itu penting karena terkait erat dengan peradaban. atau dalam terminologi lain dapat disebut belum menjadi perguruan tinggi yang kafah. So writing distinguishes civilized man from barbarian 1. Merefleksi realitas tersebut.

Karya ilmiah merupakan pernyataan sikap ilmiah peneliti. alat. artikel untuk dimuat di majalah ilmiah. (Maizuddin M. dalam hal ini karya ilmiah harus disusun dengan menggunakan metodologi ilmiah. Ada yang berupa skripsi.harus memenuhi berbagai ketentuan yang agar dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Definisi Karya Ilmiah Karya ilmiah atau tulisan ilmiah adalah karya seorang ilmuan yang ingin mengembangkan ilmu pengetahuan. 3. Untuk memenuhi standar ilmiah. 2010). 2005: 1-6). kumpulan pengalaman. Nur. 2. Dalam literatur lain. sebuah karya harus memenuhi beberapa kriteria. Jenis Karya Ilmiah Karya ilmiah mempunyai banyak jenis. . teknologi dan seni yang diperolehnya melalui kepustakaan. namun hanya sekilas informasi dan petunjuk teknik secara ringkas tentang tata cara penulisan karya tulis ilmiah. laporan penelitian (research report). Tulisan ringkas ini berupaya memberikan stimulus bagi mahasiswa untuk dapat mengembangkan potensinya dalam bidang penulisan karya ilmiah dengan memberikan gambaran singkat tentang teknik penyusunan karya tulis ilmiah. bukan sekedar pertanggungjawaban peneliti dalam penggunaan sumber daya (uang. maka penulis tidak mengkaji teknik penyusunan karya ilmiah secara komprehensif. penggunaan metodologi yang benar menjadi salah satu unsur terpenting dalam penyusunan karya ilmiah (Bambang Dwiloka dan Rati Riana. disertasi. Karena keterbatasan ruang dan waktu. jurnal atau makalah untuk diseminarkan. penelitian dan pengetahuan orang lain Disampaikan dalam Pelatihan Karya Ilmiah yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Tarbiyah INISNU Jepara pada tanggal 10 April 2011 di Desa Jambu Barat Mlonggo Jepara. Karena itulah maka pengetahuan tentang teknik penulisan karya tulis ilmiah menjadi kebutuhan mendasar bagi setiap mahasiswa. tergantung pada penggunaannya. tesis. diantaranya adalah kriteria metodologis.  Alumni Fakultas Syari’ah INISNU Jepara sebelumnya. Jadi. bahan) yang digunakan dalam penelitian. Dengan demikian. Atau ada juga yang menyatakan bahwa karya tulis ilmiah adalah karya tulis yang disusun berdasarkan kriteria ilmiah. disebutkan bahwa karya tulis ilmiah adalah serangkaian kegiatan penulisan yang didasarkan pada pengkajian atau penelitian ilmiah yang ditulis secara sistematis menggunakan bahasa prinsip-prinsip ilmiah. Brotowidjojo (1985:8-9) mengemukakan bahwa “karya ilmiah adalah karya ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar”.

rangking. Bersifat konseptual. penulis akan lebih banyak mendeskripsikan tentang karya ilmiah jenis makalah. (1988) menjelaskan bahwa karya ilmiah disusun dengan menggunakan metode ilmiah. yaitu makalah deduktif. Kesimpulan yang dibuat secara rasional berdasarkan buktibukti yang tersedia Bersifat obyektif. Menggunakan ukuran obyektif (bukan berdasarkan perasaan) 6. khayalan. yaitu cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan. Nur Khoiri (2011) memaparkan bahwa suatu karya tulis disebut karya tulis ilmiah jika: (1) mempermasalahkan pengetahuan ilmiah. artinya metode menunjukkan adanya proses yang tepat untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan metode untuk pemecahan masalah. analistis. yaitu :      Bersifat kritis. Adapun kriteria metode ilmiah adalah : 1. 4. jenis makalah pertama merupakan jenis makalah yang paling banyak digunakan (Bambang Dwiloka dan Rati Riana. pengesahan dan penjelasan tentang suatu kebenaran. Bebas dari prasangka (tidak subyektif) 3. dan (3) . hal ini karena makalah adalah jenis karya ilmiah yang paling banyak dibuat oleh mahasiswa. Menggunakan hipotesis (sebagai pemandu jalan pikiran menuju pencapaian tujuan) 5. Bersifat empiris. Menggunakan teknik kuantifikasi (nominal. Dalam pelaksanaannya. Makalah deduktif merupakan makalah yang penulisannya didasarkan pada kajian teoritis (pustaka) yang relevan dengan masalah yang dibahas. Berdasarkan sifat dan jenis penalaran yang digunakan. rating) Metode ilmiah juga memiliki beberapa karakteristik. Bersifat logis.Dalam tulisan ini. artinya dapat dicontoh oleh ilmuwan lain dalam studi yang sama dengan kondisi yang sama pula. makalah dibedakan menjadi tiga macam. Menggunakan prinsip-prinsip analisis (kausalitas & pemecahan masalah berdasarkan analisis yang logis) 4. 2005: 97-98). artinya proses penelitian dijalankan dengan pengembangan konsep dan teori agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. artinya metode yang dipakai didasarkan pada fakta di lapangan. (2) penulisannya dijiwai oleh metode ilmiah. artinya dapat memberikan argumentasi ilmiah. legenda) 2. makalah induktif dan makalah campuran. Berdasarkan fakta (bukan kira-kira. Kriteria Ilmiah M. Nazir. Makalah induktif adalah makalah yang disusun berdasarkan data empiris yang diperoleh dari lapangan yang relevan dengan masalah yang dibahas. Makalah campuran adalah makalah yang penulisannya didasarkan pada kajian teoretis digabungkan dengan data empiris yang relevan dengan masalah yang dibahas.

Hindarilah topik yang jauh dari kita karena hal itu akan menyulitkan kita ketika menggarapnya. yaitu:        Melakukan observasi. Sember kepustakaan dapat berupa buku. memiliki bahan kepustakaan yang dapat memberikan informasi tentang pokok masalah yang hendak ditulis. metode ilmiah digunakan dengan melalui beberapa tahapan.memenuhi persyaratan tata cara penulisan keilmuan. walaupun serba sedikit. rasional. Hindari pokok masalah yang menyeret kita kepada pengumpulan informasi yang beraneka ragam. dalam penyusunan karya ilmiah terdapat lima tahap. dan mengembangkan pengetahuan tertentu. atau undangundang. Hindari topik yang bersifat subyektif. yaitu : a. Pada dasarnya. . Adapun metode ilmiah adalah cara berfikir sistematis. Lebih lanjut dijelaskan pula bahwa yang dimaksud dengan ilmiah adalah bersifat dan berada pada kawasan keilmuan. situs web. Topik yang dipilih harus memiliki sumber acuan. Artinya topik yang dipilih itu janganlah terlalu baru bagi kita. Topik yang dipilih memiliki data dan fakta yang obyektif. 1) Pemilihan Topik/Masalah Persiapan Topik/Masalah adalah pokok pembicaraan. Dalam memilih topik/masalah. logis. berdasarkan fakta untuk menemukan. brosur. membuktikan. surat kabar. seperti kesenangan atau angan-angan kita. 2011) 5. Sebuah karya tulis ilmiah yang disusun berdasarkan hasil penelitian. Topik yang dipilih terpusat pada suatu segi lingkup yang sempit dan terbatas. baik di sekitar pengalaman kita maupun di sekitar pengetahuan kita. Arifin (2003:8) memberikan beberapa pertimbangan :       Topik yang dipilih harus berada di sekitar kita. Ilmu bagian dari pengetahuan yang diperoleh dengan menggunakan metode ilmiah. surat keputusan. Topik yang dipilih harus kita ketahui prinsip-prinsip ilmiahnya. Tahap Penyusunan Karya Ilmiah Berikut ini akan dijelaskan tentang tahapan penyusunan karya ilmiah menurut Zaenal Arifin (2003) sebagaimana dikutip oleh Bambang Dwiloka dan Rati Riana (2005:9-24). majalah. objektif. jurnal. menetapkan masalah dan tujuan Menyusun hipotesis Menyusun rencana penelitian Melaksanakan percobaan berdasarkan metode yang direncanakan Melaksanakan pengamatan dan pengumpulan data Menganalisa dan menginterpretasikan data Merumuskan kesimpulan (teori) dan saran (Nur Khoiri. Topik yang dipilih harus topik yang paling menarik perhatian kita.

Perbedaannya adalah pembatasan topik harus dilakukan sebelum penulisan karya ilmiah. identifikasi masalah. Selain dengan pembatasan topik. rumusan masalah. 1998:1. Jika ragaan telah selesai dibuat. Bab Pedahuluan/Bab I terdiri atas latar belakang masalah. Jika sudah ada topik yang terbatas. penulis karya ilmiah mempunyai hak prerogatif untuk menyusun daftar isinya sendiri. adakalanya dibatasi dengan memberi sub judul. karya ilmiah sudah dapat mulai digarap walaupun judul belum ada. Dalam hal seperti itu. Penulis karya ilmiah harus menentukan dahulu judul-judul bab dan judul subbab sebelum menentukan kerangka karya. . apakah topik itu betul-betul cukup sempit dan terbatas ataukah masih terlalu umum dan mengambang. Dalam sebuah judul. kegunaan penelitian. cakupan masalah. menjadi kesatuan yang berpautan. sedangkan penentuan judul dapat dilakukan sebelum atau sesudah penulisan karya ilmiah. Penyusun karya ilmiah dapat membuat ragaan buram. daftar table (jika ada). judul karya ilmiah bukanlah hal yang sulit ditentukan karena pada dasarnya langkah-langkah yang ditempuh dalam pembatasan topik sama saja dengan langkah-langkah dalam penentuan judul. daftar pustaka dan lampiran (jika ada). jenis kedua memudahkan penyusunan untu mengembangkan karya (Moeliono.2) Pembatasan Topik dan Penentuan Judul Jika topik sudah ditentukan dengan pasti sesuai dengan petunjuk-petunjuk. tidak semua pertanyaan itu harus dijawab pada penentuan judul. mengapa. Kemudian dalam bagian terakhir daftar isi dicantumkan tajuk bab simpulan dan saran. Judul bab dan judul subbab itu merupakan pecahan masalah dari judul karya ilmiah yang ditentukan. penentuan judul karya ilmiah dapat pula ditempuh dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan masalah apa. Tentu saja. penyusunan kerangka karangan karya adalah proses penggolongan dan penataan berbagai fakta. daftar gambar (jika ada). pada bagian awal dilengkapi dengan tajuk prakata. atau dapat juga membuat ragaan kerja. yakni ragaan yang hanya memuat pokok-pokok gagasan sebagai pecahan dari topik yang sudah dibatasi. tujuan penelitian. antara judul utama dan sub judul harus dibubuhan tanda baca titik dua (:). Jika sudah dilakukan pembatasan topik. 3) Pembuatan Kerangka Karya (outline) Pada prinsipnya. Tentu saja. di mana dan kapan. Pada dasarnya. Sub judul selain berfungsi membatasi judul juga berfungsi sebagai penjelas atau keterangan judul utama. yang kadang-kadang berbeda jenis dan sifatnya. bagaimana. daftar isi. Kita perlu membuat rencana daftar isi yang lengkap. kita tinggal menguji sekali lagi. daftar lampiran (jika ada). langkah berikutnya adalah pembuatan rencana daftar isi karya ilmiah. 2003:15). Arifin. yaitu ragaan yang sudah merupakan perluasan atau penjabaran dari ragaan buram.

kita dapat memecah isu itu menjadi dua atau lebih bab sehingga kaya ilmiah menjadi empat bab atau lebih. unsur-unsur dalam daftar isi. surat kabar dan majalah yang relevan dengan topik tulisan. Tentu ada bagian yang tumpang tindih atau ada penjelasan yang berulang-ulang. Misalnya. wawancara atau eksperimen (percobaan). 2. Pengumpulan keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui masalah yang akan ditulis 3. e. penyusun terlebih dahulu memeriksanya. Selanjutnya. penyusun menyeleksi dan mengorganisasi data tersebut. sifat atau bentuk. b. dan penutup. Buanglah penjelasan yang tidak perlu dan tambahkan penjelasan yang dirasakan sangat menunjang pembahasan. data dapat dikumpulkan melalui pengamatan (observasi). Pemeriksaan/Penyuntingan Konsep Sebelum mengetik konsep. paling sedikit sebuah karya ilmiah berisi tiga bab. Adapun langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam pengumpulan data adalah : 1. Penyajian/Pengetikan. penyusun harus mengolah dan menganalisis data yang ada dengan teknikteknik yang ditentukan. Pengamatan langsung ke obyek yang akan diteliti 4. . data diolah dan dianalisis dengan teknik statistic. jika penelitian bersifat kuantitatif. unsur-unsur dalam halaman judul. Jika isi atau analisis itu agak luas. Dalam mengetik naskah. penyusun hendaklah memperhatikan segi kerapian dan kebersihan. isi atau analisis. d. termasuk penyuntingan bahasa yang digunakan. dan unsur-unsur dalam daftar pustaka. yaitu pendahuluan. Secara ringkas. Penyusun memperlihatkan tata letak unsur-unsur dalam karya ilmiah. Jadi. Penyusun menentukan data mana yang akan dibicarakan kemudian.Akan tetapi. Penyusun harus menggolongkan data menurut jenis. Pengumpulan Data Dalam diskursus ilmu penelitian. Percobaan dan pengujian di lapangan atau di laboratorium c. penyusun dapat mulai mengonsep karya ilmiah itu dengan urutan dalam ragaan yang ditetapkan. seperti buku. Misalnya penyusun menata unsur-unsur yang tercantum dalam kulit luar. Pengorganisasian dan Pengonsepan Jika data sudah terkumpul. pemeriksaan konsep mencakup pemeriksaan isi karya dan cara penyajian karya. Pencarian informasi/keterangan dari bahan bacaan.

penulis hanya akan mendeskripsikan sistematika penulisan karya ilmiah jenis makalah. makalah panjang terdiri dari atas tiga bagian. Secara garis besar. Bagian Awal    Halaman Sampul Daftar Isi Daftar Tabel dan Gambar (jika ada) Bagian Inti       Pendahuluan Latar Belakang Penulisan Makalah Masalah atau Topik Bahasan Tujuan Penulisan Makalah Teks Utama Penutup Bagian Akhir   Daftar Rujukan Lampiran (jika ada) Setiap bagian dari sistematika di atas dapat dijelaskan sebagai berikut : . jenis makalah merupakan jenis karya ilmiah yang paling sering disusun oleh mahasiswa.Halaman Sampul Dicantumkan judul makalah. Makalah panjang adalah makalah yang jumlah halamannya lebih dari 20 halaman. dapat dibedakan antara makalah panjang dan makalah pendek. Dalam kesempatan ini. Sehingga diharapkan akan lebih bermanfaat secara praktis. bagian inti dan bagian akhir. nama penulis makalah dan . keperluan atau maksud ditulisnya makalah. Dari segi jumlah halaman. Setiap varian tersebut memiliki sistematika yang berbeda.6. Sistematika Karya Ilmiah Di atas telah dijelaskan bahwa karya ilmiah memiliki banyak varian. Pertimbangannya. Deskripsi tentang sistematika penulisan makalah berikut ini dikutip dari buku “Teknik Menulis Karya Ilmiah”karya Bambang Dwiloka dan Rati Riana. yaitu bagian awal.

Untuk menandai pergantian unsur. dan (3) penulisan daftar isi dilakukan dengan menggunakan spasi tunggal dengan antarbagian dua spasi. Terkait dengan pembuatan judul makalah. Judul harus mencerminkan isi makalah atau mencerminkan topik yang diangkat. bukan dalam bentuk kalimat. tetapi jika hanya terdapat sebuah tabel atau gambar. . Penulisan dengan menggunakan angka yang dikombinasikan dengan abjad. dapat dilakukan dengan pergantian paragraf.Daftar Tabel dan Gambar Identitas tabel dan gambar (yang berupa nomor dan nama) dituliskan secara lengap.Bagian Inti Ada tiga macam cara penulisan yang dapat dipakai dalam susunan bagian inti. Itulah sebabnya judul makalah tidak diakhiri dengan tanda titik (. . dan 3. (2) penulisan judul bagian dan judul subbagian dilengkapi dengan nomor halaman tempat pemuatannya dalam makalah. . sebaiknya daftar tabel atau gambar disatukan dengan daftar isi makalah. Semua unsur yang terdapat dalam bagian pendahuluan tidak dituliskan sebagai subbagian. 2. 2. sebaiknya penulisan daftar tabel dan gambar dilakukan terpisah. 3. Setiap unsur bagian pendahuluan ditonjolkan dan disajikan sebagai subbagian.tempat serta waktu penulisan makalah. Judul hendaknya menarik perhatian pembaca untuk mengetahui isinya. 2. 4. Jika tabel dan gambar lebih dari satu buah. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan : 1. . Judul makalah hendaknya singkat dan jelas.Pendahuluan Penulisan bagian pendahuluan dapat dilakukan dengan cara seperti berikut : 1. Judul sebaiknya dinyatakan dalam bentuk frasa atau klausa. Namun.Daftar Isi Daftar isi dipandang perlu jika panjang makalah lebih dari 20 halaman.). sehingga tidak dijumpai adanya subbagian dalam bagian pendahuluan. Penulisan daftar isi dilakukan dengan ketentuan (1) judul bagian makalah ditulis dengan menggunakan huruf kecil (kecuali awal kata selain kata tugas). yaitu : 1. sebaiknya berkisar 5-15 buah kata. Penulisan tanpa menggunakan angka maupun abjad . Penulisan dengan menggunakan angka (Romawi dan atau Arab). judul makalah harus tetap mencerinkan isi makalah.

bagian ini harus dapat mengantarkan pembaca pada masalah atau topik yang dibahas dalam makalah dan menunjukkan bahwa masalah atau topik tersebut memang perlu dibahas. kemampuan seserang dalam menulis bagian teks utama makalah merupakan cerminan tinggi-rendahnya kualitas makalah yang disusun. Pengertian mendalam dan tuntas ini tidak selalu berarti panjang dan bertele-tele. 4.Tujuan Penulisan Makalah Makalah dimaksudkan bukan untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh seseorang dan yang sejenis dengan itu. . hindarilah penggunaan kata-kata tanpa makna dan cara penyampaian yang melingkar-lingkar. Penulisan bagian teks utama dapat dikatakan sebagai inti kegiatan penulisan makalah. dalam arti tidak terlalu asing atau terlalu baru bagi penulis. Isi bagian teks utama sangat bervariasi. tetapi lebih mengarah pada apa yang ingin dicapai dengan penulisan makalah tersebut.Masalah atau Topik Bahasan Masalah atau topik bahasan tidak terbatas pada persoalan yang memerlukan pemecahan. Topik yang dipilih hendaknya menarik dan sesuai dengan minat penulis. dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar. 3. deskripsi atau penegasan lebih lanjut. Jika dalam makalah dibahas tiga topik. Dalam penulisan teks utama. . Hindarilah kata-kata seperti : dan sebagainya. tetapi juga mencakupi persoalan yang memerlukan penjelasan..Latar Belakang Butir-butir yang seyogyanya ada dalam latar belakang adalah hal-hal yang melandasi perlunya ditulis makalah. tergantung topik yang dibahas dalam makalah. Beberapa pertimbangan dalam menentukan topik adalah : 1. Topik yang dipilih haruslah dikuasai. 2. Topik yang dipilih haruslah ada manfaatnya. dan lain-lain (yang lain itu apa). baik dari segi praktis maupun segi teoritis dan layak untuk dibahas. . Bahan yang diperlukan sehubungan dengan topik tersebut memungkinkan untuk diperoleh .Teks Utama Bagian teks utama makalah berisi pembahasan topik-topik makalah. ada tiga pembahasan dalam bagian teks utama. Penulisan bagian teks utama yang baik adalah yang dapat membahas topik secara mendalam dan tuntas. hal-hal dimaksud dapat berupa paparan teoretis atau pun paparan yang bersifat praktis. tetapi juga bukan alasan yang bersifat pribadi. Yang pokok. yang sebesar-besarnya (seberapa besarnya).

Penutup Bagian penutup berisi simpulan atau rangkuman pembahasan dan saran (jika dipandang perlu). atau dimaksudkan agar pembaca menarik kesimpulan sendiri. . Bahan penulisan dapat berupa bahan yang bersifat teoritis (yang diperoleh dari buku teks. 2. Teknik Penulisan Materi tentang teknik penulisan karya ilmiah dalam tulisan ini mengacu pada pedoman penulisan skripsi bagi mahasiswa S. 7. Saran harus relevan dengan apa yang telah dibahas. 1. laporan penelitian. kepada siapa saran ditujukan dan tindakan atau hal apa yang disarankan. Saran yang dibuat haris eksplisit. Bagian ini hendaknya juga bernomor halaman. Beberapa hal yang perlu dipahami tentang teknik penulisan adalah sebagai berikut : . . tanpa diikuti dengan simpulan.1 INISNU Jepara tahun 2007.Daftar Rujukan Teknik penulisan daftar rujukan dibahas dalam materi teknik notasi ilmiah dalam makalah ini. Penulisan bagian penutup dapat dilakukan dengan menggunakan teknik berikut. Penegasan kembali atau ringkasan dari pembahasan yang telah dilakukan.Penulisan teks utama makalah dapat dilakukan setelah bahan penulisan makalah berhasil dikumpulkan. jurnal. . majalah dan barang cetak lainnya) atau dapat juga dipadukan dengan bahan yang bersifat factual-empiris (yang terdapat dalam kehidupan nyata). Selain itu. pada bagian ini juga dapat disertakan saran atau rekomendari sehubungan dengan masalah yang dibahas. Hal ini dilakukan karena masih belum cukup bahan untuk memberikan simpulan terhadap masalah yang dibahas.Lampiran Bagian ini berisi hal-hal yang bersifat pelengkap yang dimanfaatkan dalam proses penulisan makalah. Menarik simpulan dari apa yang telah dibahas pada teks utama makalah. Bagian ini menandakan berakhirnya makalah.

Batas margin kiri dan atas 4 cm. penulisan karya ilmiah tidak diperbolehkan menggunakan kata saya. sederhana. seperti kata istinbath al-ahkam (istinbâth al-ahkâm). Penomoran tabel atau gambar diberi nomor urut dengan angka arab (Tabel 1. dst. Penulisan istilah yang berasal dari bahasa asing dan daerah. Bentuk dan Format Penulisan Berdasarkan pengalaman penulis. Tabel 2. Alinea baru dimulai pada ketukan ketujuh dari margin kiri bagi karya ilmiah yang berhuruf latin atau dari margin kanan bagi skripsi yang berhuruf Arab. tergantung pada siapa atau instansi apa yang menerbitkan ketentuan tersebut. . drop out (drop out). sub judul bab ditulis dari tepi kiri. Karya ilmiah berbahasa Arab menggunakan font Traditional Arabic dengan huruf ukuran 18..) diletakkan di sebelah kanan atas. 3. tepat dan langsung pada persoalan yang dibicarakan. demikian juga anak sub judul atau sub anak judul disusun sedemikian rupa dengan memperhatikan estetika penulisan. 5.     Penulisan karya ilmiah menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar mengacu pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan. gugur gunung (gugur gunung).5. 2. Nomor kutipan atau catatan kaki pada masing-masing bab ditulis berturut-turut sampai akhir bab dan dimulai kembali dengan nomor satu pada bab berikutnya. awal kata menggunakan huruf kapital. kecuali nomor halaman bab baru yang diletakkan di tengah bagian bawah. Untuk menghindari subyektivitas. secara umum bentuk dan format penulisan karya ilmiah adalah sebagai berikut :             Naskah diketik dengan jenis huruf standard (Times New Roman) dengan ukuran/font 12 dan line spacing 1. awal kata menggunakan huruf kapital kecuali kata penghubung/sambung. ukuran huruf dengan memperhatikan estetika penulisan. Abstrak skripsi diketik 1 spasi maksimal 2 halaman. Judul karya ilmiah ditulis dengan huruf kapital (besar) di tengah.7 cm berat 70 – 80 gsm. iii. sedangkan untuk karya ilmiah yang ditulis dengan Bahasa Arab maka margin kanan dan atas 4 cm. Judul bab ditulis dengan huruf kapital (besar) di tengah. kiri dan bawah 3 cm. Penomoran halaman dimulai dari Bab I sampai akhir halaman menggunakan angka arab (1. kami atau kita kecuali dalam kata pengantar. sedangkan pada halaman judul sampai halaman daftar isi menggunakan huruf Romawi kecil (seperti i. v. iv. dst. demikian juga anak sub judul atau sub anak judul disusun sedemikian rupa dengan memperhatikan estetika penulisan. disertai syakalnya dengan menggunakan mushaf Utsmâni serta menyebutkan nama surat dan nomor ayat untuk teks al-Quran dan nama perawi untuk teks al-Hadist. 6 dst. Setiap satu lembar kertas kuarto hanya digunakan satu halaman saja (tidak bolak balik) diketik dengan spasi ganda. kanan dan bawah 3 cm. Penulisan ayat al-Quran dan teks al-Hadist sesuai dengan aslinya. sedangkan karya ilmiah berbahasa Arab dengan jarak 1 spasi. 8. aku. ditulis dalam Bahasa Indonesia. sub judul ditulis dari tepi kiri.) yang diletakkan di tengah bagian bawah. Kertas yang dipergunakan untuk penulisan karya ilmiah adalah Kuarto (A4) ukuran 21 x 29.). dengan huruf miring (italic). memperhatikan tanda-tanda baca yang tertera. Namun. dan jika di pandang mampu maka dapat menggunakan Bahasa Arab dan atau Bahasa Inggris Informasi disajikan dengan bahasa yang lugas.. ii. setiap literatur memberikan ketentuan yang berdeda-beda tentang bentuk dan format penulisan karya ilmiah.

diketik dengan masuk (menjorok) tujuh ketukan dan tidak dibubuhkan tanda petik. a. b. 3) Catatan kaki diketik satu spasi dan dimulai langsung dari margin kiri untuk tulisan latin dan margin kanan untuk tulisan Arab. kurung . Kutipan langsung dipergunakan hanya untuk hal-hal yang penting saja seperti definisi atau pendapat seseorang yang khas. Kutipan langsung tidak dibenarkan lebih dari satu halaman. Teknik Notasi Ilmiah. dan diganti dengan nomor 1 kembali pada bab baru. koma. Kutipan dapat bersumber dari internet atau CD dengan mencantumkan situs dan menunjukkan print-outnya. Kutipan 1. yaitu : [a] Kutipan Langsung adalah kutipan yang sama dengan bentuk asli yang dikutip baik dalam susunan kata maupun tanda bacanya. [b] Kutipan tak langsung (parafrase) adalah kutipan yang hanya mengambil isinya saja. penulis tidak perlu memberi tanda petik. 2. Kutipan dalam karya ilmiah diantaranya harus mencakup minimal satu sumber/buku yang berbahasa Arab dan satu sumber/buku berbahasa Inggris yang terkait dengan pokok bahasan. Kutipan terjemah al-Qur’an dianggap seperti kutipan langsung. 5. 5) Cara penulisannya secara berurutan: nama pengarang (tanpa gelar dan tidak dibalik). ditulis seperti teks biasa dengan menyebut sumber pengambilannya. koma. 3. Sumber kutipan merujuk pada ilmuwan yang ahli dalam bidangnya. 2) Catatan kaki dapat berfungsi sebagai tambahan yang berisi komentar atau penjelasan yang dianggap tidak dapat dimasukkan di dalam teks. tidak termasuk kamus.9. Catatan Kaki (footnote) 1) Catatan kaki merupakan catatan pada bagian kaki halaman teks yang menyatakan sumber sesuatu kutipan atau pendapat mengenai sesuatu hal yang diuraikan dalam teks. tidak ditulis miring dan tidak menyebut kata Artinya. Kutipan terdiri dari dua macam. 4) Catatan kaki pada tiap bab diberi nomor urut mulai dari angka 1 sampai habis. judul sumber/buku dengan huruf kapital setiap awal kata kecuali kata tugas. 4. serta ditulis dengan jarak 1 spasi. diketik biasa dalam teks skripsi dengan diawali dan diakhiri oleh tanda petik(“) dan diberi nomor kutipan yaitu dengan pola catatan kaki (footnote). seperti saduran. Dalam kutipan semacam ini. Ini dimaksudkan jika diperlukan notasi dapat lebih leluasa dan memudahkan pembaca. diketik 1 spasi meskipun kurang dari empat baris. Kutipan langsung yang tidak lebih dari empat baris. Kutipan Tafsir dan Hadist harus bersumber pada kitab asli (sumber primer). dimulai pada ketukan kelima di bawah garis catatan kaki. koma. jilid/juz. atau ringkasan. Kutipan yang lebih dari empat baris.

yang dianggap pengarangnya atau yang dicantumkan dalam catatan kaki nama editor saja. maka kedua nama itu ditulis. al. sedangkan untuk bahasa Arab ditulis dengan ‫. al. ditulis dengan huruf miring (italic) atau dkk.. koma. hlm. tahun terbit kemudian kurung tutup. . (bila mengutip halaman yang sama).). hlm. et. 10.تحقيق‬ Contohnya: 3Mastuhu (ed. Bila editornya lebih dari satu maka diberi tambahan “s” (eds. contoh : 1Mastuhu. 6) Judul buku dengan huruf miring (italic). 6Ibid. atau ‫( واخرون‬dalam bahasa Arab). (Jakarta: PPS Universitas Negeri Jakarta. Pengukuran dalam Bidang Pendidikan.). singkatan dari Ibidem yang berarti pada tempat yang sama. Cet. 30. Pudji Mulyono dan Ramly. 1998). hlm. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. maka dalam catatan kaki ditulis: Ibid. nama penerbit. Apabila lebih dari dua orang hanya disebutkan nama pengarang yang pertama dan setelah tanda koma dituliskan singkatan et.). 15. (bila mengutip pada halaman yang berbeda). Jakarta: PPS Universitas Negeri Jakarta. Penulisan dalam footnote sebagai berikut : 2Djaali.)” dengan italic (ed. nomor cetakan. 2003). Perkembangan Modern dalam Islam. 1. 125.. atau ‫( . Sedangkan bila dari sumber yang sama dikutip lagi pada halaman yang berbeda. 1985). Pengukuran dalam Bidang Pendidikan. hlm. titik dua.buka kemudian tempat/kota penerbit. Contoh: Djaali..” (dicetak miring) atau ‫( وفس الر جع‬dicetak tebal dalam bahasa Arab) tanpa menyebutkan halamannya lagi.). Ibid. Menata Ulang Pemikiran Sistem Pendidikan Nasional dalam Abad 21. 4Harun Nasution dan Azyumadi Azra (eds. (Yogyakarta: Safiria Insania Press dan UII..ص‬dalam bahasa Arab). 7) Nama pengarang yang jumlahnya terdiri dari dua orang. 2000. 125. kecuali berbahasa Arab maka ditulis dengan huruf tebal (bold) dan halaman (‫ ) صفحة‬bisa disingkat dengan hlm. 2001). koma. (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Paradigma Pendidikan Islam.). (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 9) Apabila dari sumber yang sama dikutip lagi pada halaman yang sama maka cukup dengan “Ibid. hlm. Penelitian Pendidikan Islam. Caranya dibelakang nama editor itu dicantumkan “(ed. dan nomor halaman diakhiri dengan titik. contoh: 5Sutrisno (eds. 20. koma. 7Ibid. lalu disebutkan halamannya. 2000). 8) Kumpulan karangan yang dirangkum oleh editor. hlm.

75. Paradigma Pendidikan Islam. Loc. Contoh: . koma. judul tulisan. Tradisi Pesantren. singkatan daru “opere citato” yang artinya dalam karangan yang telah disebut.cit. kurung tutup. Cet. Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya. dalam Ismail (eds. cara penulisannya sebagai berikut: nama penulis. 1985).cit atau ‫( وفس المكا‬dicetak tebal dalam bahasa Arab). koma. nomor edisi. tanpa petik (“). Tantangan dan Prospek”. hlm. hlm.cit. 65. Jilid 2. 11Fazlur Rahman. titik dua. koma. koma. koma. maka bila ingin menyebutkan lagi sumber yang terdahulu harus dicantumkan nama pengarang dan nomor jilidnya. Contoh: 17Abdurrohma Masud.. adalah singkatan dari “loco citato” yang artinya pada tempat yang telah dikutip. koma.cit. nama penerbit. hlm. tempat terbit. koma. hlm. nama editor. maka pada catatan kaki ditulis: Nama pengarang. maka ditulis loc. 1986). (italic). loc. 12) Kutipan yang berasal dari buku yang berbentuk bunga rampai (antologi) atau kumpulan tulisan dari beberapa penulis. 3. loc. 13 Ibid. nama majalah ditulis italic. koma. 2001). tahun terbit.36 15Zamakhsyari Dhofier. 16Harun Nasution. Adapun op. 14 Harun Nasution. koma. 10Mustaqim. volume. op. 30. dan halaman. tahun terbit. Judul buku / sumber (jika ada lebih dari satu buku). (Bandung: Pustaka. hlm. 11) Apabila buku itu berjilid dan yang digunakan lebih dari satu jilid.. Psikologi Pendidikan. 278. 25. 9Fazlur Rahman. koma. op.cit. judul artikel diapit tanda petik (“---“). Jilid I. hlm. “Pendidikan Islam Kontemporer: Problem Utama. judul buku. 2001). Tanpa menyebutkan halaman. Islam dan Modernitas. 1973). 13) Kutipan yang berasal dari majalah ditulis sebagai berikut : nama penulis. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar.10) Apabila dari sumber tersebut dikutip lagi tetapi telah diselingi oleh kutipan dari sumber lain. (Jakarta: LP3ES.. 21.. op. bulan. koma.cit. Jilid I.). Contoh : 12Harun Nasution. (italic) atau ‫جع‬ ‫المر‬ ‫( السابق‬dicetak tebal dalam bahasa Arab) diikuti hlm. Contoh : 8Mustaqim. tanda petik (“). koma. koma dan nomor halaman. (Jakarta: UI Press. hlm. 40. Jilid 1.cit.. dalam. Sedangkan apabila dari halaman yang sama dikutip lagi tetapi telah diselingi kutipan dari sumber lain. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. kurung buka. hlm.cit.

“Pendidikan Agama setengah Hati”. koma. koma. tahun penulisan.d. ( ‫ ) بدون وا شر‬dan jika tidak ada tahun terbitnya maka ditulis t. tesis atau disertasi.18Novel Ali. judul karangan ilmiah dengan diapit tanda petik (“---“). nama tempat penyimpanan. diakhiri dengan nomor halaman sesuai sumbernya. “Asketisisme Hasan Al-Bashri (Tinjauan Sosio-Historis)”. tanggal. koma. koma. hlm.”sedangkan untuk Bahasa Arab ditulis dengan ‫ عخطو ط‬contoh: 20Nasirudin. bulan dan tahun terbit. koma. hlm. judul artikel diapit tanda petik (“---“). t. 23. 4 Juli 2003. disebutkan skripsi. koma. 1994. Contoh: 19Abdurrohman Said. koma. XXXV. Suara Merdeka. 66.p. dan keterangan tidak diterbitkan yang disingkat dengan “t. nomor halaman.p. koma. April. VI. kurung buka. 17) Sumber kutipan yang tidak ada tempat terbitnya maka tempat terbitnya ditulis dengan singkatan tt. cara penulisannya: nama pengarang. (Yogyakarta: Perpustakaan Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. “Kejahatan Sebagai Akibat Lumpuhnya Pendidikan Moral”. tempat terbit. nama situs koma. angka kutipan diletakkan di belakang terjemah. 789. Semarang.ط‬dan singkatan ‫الجزء‬ menggunakan huruf ‫. koma.t atau ‫( بدون تاريخ‬dalam Bahasa Arab). judul artikel diapit tanda petik (“---“). Contoh : . 16) Kutipan yang berasal dari buku / kitab yang asli dan terjemahnya. nama surat kabar ditulis miring. Sedang untuk singkatan ‫ الطبعة‬menggunakan ‫ . nama kota penyimpanan. jika tidak ada penerbitnya maka nama penerbit ditulis dengan singkatan t. kurung tutup. titik dua. 15) Kutipan yang berasal dari karya ilimiah yang tidak / belum diterbitkan. . 2000). nomor halaman. sedangkan kutipan yang berasal dari buku / kitab berbahasa asing tanpa terjemah maka angka kutipan diletakkan di belakang kutipan tersebut.ج‬ 18) Sumber kutipan yang diambil dari internet cara penulisannya adalah sebagai berikut : nama penulis. koma.d. 14) Kutipan yang berasal dari surat kabar cara penulisannya sebagai berikut: nama penulis. Tesis Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. hlm. koma. Hal ini dimaksudkan untuk membedakan antara terjemahan dari penerjemah dan penulis sendiri. koma. Panji Masyarakat. koma. atau ‫( بدون مكان‬dalam Bahasa Arab).

Bila informasi tentang buku/sumber rujukan itu melebihi satu baris. judul buku dicetak miring (italic). Jakarta: UI Press. lainnya cukup diganti dengan garis sepanjang lima ketukan dari garis margin kiri (tulisan latin) dan margin kanan (bahasa Arab) dan diikuti oleh koma. Jakarta: UI Press.surya. tempat penerbitan. Contoh : Nasution.co. kata terj. titik dua. (dan kawan-kawan) atau ‫( واخرون‬dalam bahasa Arab). 3.. Daftar Kepustakaan 1) Daftar pustaka. Ahmad “Kurikulum Berbaris Kompetensi”. yang merupakan keterangan mengenai bahan bacaan yang dijadikan rujukan dalam proses pembuatan skripsi. ditulis nama pertama dan diikuti kata dkk. Harun. koma. c.id. seperti Nashiruddin dan Karnadi. Cet. Islam Ditinjau dari berbagai Aspeknya.21Ahmad Sapari. hlm. dihubungkan dengan kata dan. nama lengkap (tanpa gelar). koma. Cet. ____. Jakarta: UI Press. . Untuk singkatan mengikuti nama terakhir.. koma.id.phtml. koma. Sedangkan jarak antara dua sumber pustaka satu setengah (1. Teologi Islam. 5) Apabila ada dua karangan atau lebih berasal dari pengarang yang sama. Berbasis Kompentensi”. 2) Daftar pustaka ditulis dengan urutan: nama pengarang (nama kedua). dan diketik pada ketukan pertama./30052002/12pini. koma. Islam Ditinjau dari berbagai Aspeknya.phtml. 4) Apabila penulis terdiri dari dua orang. Sapari. maka nama kedua-duanya ditulis./30052002/12pini. jilid atau volume. Jilid I. koma. nomor cetakan. dengan ketentuan mendahulukan sumber pustaka yang lebih dahulu penerbitannya. http://www. 1973. ( ‫واصرالديه‬ ‫واخرون‬ ). nama penerbit. maka baris kedua dan berikutnya diketik mulai ketukan kelima. Jilid I. 3. judul buku. koma. Harun. 6) Apabila berupa buku terjemahan maka ditulis pengarang yang asli. seperti Nashiruddin dkk.co.5) spasi. 3) Penulisan nama pengarang disusun secara alfabetik dengan mendahulukan nama keluarga dan marga (kalau ada) atau nama belakang. Contoh : Nasution. 2. ditempatkan diakhir skripsi dengan jarak satu (1) spasi dan tidak menggunakan nomor urut. 1973. Apabila lebih dari dua orang. koma. “Kurikulum http://www. maka nama pengarang dicantumkan satu kali. tahun penerbitan. 1986.surya.

. Jakarta: UI Press. niscaya kau akan abadi" (LPM Bursa) ------------------------------------------------------------- Daftar Pustaka . titik.co. Harry J. 8) Sumber kutipan yang diambil dari internet cara penulisannya adalah sebagai berikut: nama penulis. Daniel Dhakidae. ____. koma. nama penerjemah. c.. 1980. Jakarta: Pustaka Jaya. b. tahun terbit diakhiri dengan titik. sedangkan judul bukunya berbeda maka dibelakang keterangan tahun diberi kode a. terj. 1986a.Atau ‫( تر جمة‬dalam bahasa Arab). Teologi Islam. http://www.phtml. Jilid I. 1986b. judul artikel diapit tanda petik (“---“). nama situs. dan seterusnya sesuai dengan bulan terbit./30052002/12pini. penulis ingin mengutip semangat mahasiswa jurnalis yang senantiasa didengungkan untuk menggelorakan semangat berkarya : "Menulislah agar dibaca orang. koma. Harun. tempat penerbit. titik dua. Bulan Sabit dan Matahari Terbit : Islam Indonesia pada Masa Pendudukan Jepang. Epilog Sebagai catatan akhir. 7) Jika penulis dan tahunnya sama. 3. koma. Jakarta: UI Press. Contoh : Sapari.surya. Cet. Ahmad “Kurikulum Berbaris Kompetensi”. atau berbuatlah agar ditulis orang. nama penerbit. 10. Contoh : Nasution. Contoh : Benda. Islam Ditinjau dari berbagai Aspeknya.id. koma.

dan blog. Bambang dan Rati Riana. majalah.. Pedoman Teknik Penulisan Skripsi (Karya Ilmiah). 1995 Soemanto.com/2012/10/tata-cara-penulisan-karya-ilmiah. Teknik Menulis Karya Ilmiah. apabila kita menulskan sumber tulisan tersebut sebagai bentuk apresiasi kepada narasumber yang dikutip.blogspot. Alangkah eloknya. Menulis dalam media apapun baik itu untuk karya ilmiah berat seperti disertasi. Apalagi kalau pengutipan itu dilakukan dalam jumlah yang agak panjang. S. Wasty. Jepara: INISNU Press. skripsi. tesis. Jakarta : LP3ES. M. 1988 Singarimbun. Metode Penelitian Survai. koran. 8 http://artikelkomplit2011. Metodologi Penelitian. M. disertasi dari buku. Jakarta: Bumi Aksara.. Cara menulis sumber kutipan dari buku .     BAUAK INISNU Jepara. 2005. jurnal. dan tulisan di situs atau blog pasti membutuhkan bantuan sumber tulisan lain. 2005. skripsi.. Cet. atau karya ilmiah ringan seperti tulisan artikel opini. Jakarta: Ghalia Indonesia. Pedoman Penyusunan Skripsi Mahasiswa Program Sarjana (S1) INISNU Jepara. DAFTAR ISI 1. Effendi. Cet. 1 Nazir. tesis. jurnal ilmiah. Makalah.html Cara Menulis Sumber Kutipan Buku Jurnal Majalah Koran Panduan Cara menulis sumber kutipan untuk artikel ilmiah Esai. Jakarta: PT Rineka Cipta. 2007 Dwiloka.

PP singkatan dari page juga. Pocket guide to cultural assessment (2nd ed. judul buku. Dalam karya ilmiah bahasa Inggris. and online gambling has since become the most lucrative Internet business (Will 92). serta nomor halaman (opsional). 81-94. . Contoh gaya APA Oguisso. T. Cara mengutip tulisan dari blog atau internet CARA MENULIS SUMBER KUTIPAN DARI BUKU Prinsipnya. 43. International Nursing Review. Tulisan di catatan sumber rujukan sbb: Will. nama penerbit dan tahun terbitan. Contoh pengutipan gaya APA (American Psychological Association): Letak tulisan di catatan kaki (footnote) atau catatan akhir (endnotes) Geissler. menyebutkan sumber rujukan meliputi nama penulis." Newsweek 25 Nov. M. Cara Membuat sumber kutipan dari jurnal ilmiah/akademis 3. "Electronic Morphine.2." Fire Technology 39 (2003): 295-308. Dibuat apabila yang dikutip cuma satu halaman. (1999). Michelle Donnelly. Judul buku yang dikutip formatnya bergaris bawah (untuk mesin ketik) atau teks miring (italic). Ada dua gaya pengutipan yaitu MLA (Gaya Modern Language Association) dan APA (American Psychological Association). apa itu maksudnya? P singkatan dari page (halaman). MO: Mosby. St. William D. Professional nursing in Brazil. "Using Sensor Signals to Analyze Fires. ada p ada pp. (1998).). Thomas Cleary. Contoh gaya MLA (Modern Language Association) adalah sebagai berikut: Tulisan di makalah sbb: The first gambling Web site appeared in 1995.. E. Louis. Dibuat apabila yang dikutip lebih dari satu halaman. 2002: 92. CARA MEMBUAT SUMBER KUTIPAN DARI JURNAL ILMIAH Contoh gaya MLA avis. Menulis sumber kutipan dari majalah dan koran 4. and Samuel Hellerman. George F.

(1997. Ed. 2004. "Everything You Ever Wanted to Know About URL. Chris. Time. and the Plain People.alkhoirot. Linking an Amish hereditary disease with cerebral palsy." Honolulu Star-Bulletin 8 Apr.CARA MEMBUAT SUMBER KUTIPAN DARI MAJALAH DAN KORAN Contoh gaya MLA Daranciang.com/amish. a pediatrician challenges a dark inheritance. 4 Sept. Contoh gaya APA Ulrich.d.com/searchday/article. (n. 2000 from Pennsylvania Dutch Country Welcome Center Web site: http://www. 24 Aug. 150. Retrieved May 30. night final ed." SearchEngineWatch.).shtml http://www. Contoh gaya APA The Amish. Danny Sullivan. "Sex Offender Web Site Debated.net/2011/07/cara-menulis-sumber-kutipan.html .php/3398511. 2004.: A3. 30-33 CARA MEMBUAT SUMBER KUTIPAN DARI BLOG ATAU INTERNET Contoh gaya MLA Sherman. Nelson. September 22). 2004 http://searchenginewatch. the Mennonites. T.800padutch.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful